Khotbah Family Camp IX - 2006

Gereja Pantekosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Tema: Pengampunan adalah Jembatan Keluarga

               Cipanas, Pondok Sukanagalih, 16 Agustus 2006 

Ibadah I/II

Tema dari Family Camp tahun ini adalah Pengampunan adalah Jembatan Keluarga.

Saudara, di dalam Alkitab, cerita tentang pengampunan tidak ada yang bisa melebihi cerita dari Yusuf. Di dalam kitab Ibrani
11:22 Karena iman maka Yusuf menjelang matinya memberitakan tentang keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang-belulangnya.

Yusuf hidup pada 1.637 tahun sebelum Kristus. Jadi hampir bersamaan dengan Taurat; jadi dia lebih dulu dari Taurat. Dia, dikatakan di sini, adalah lahirnya di Mesopotamia dan Yusuf di dalam ayat yang ke-22 memberitakan tentang keluarnya orang Israel dan memberi pesan tentang tulang belulangnya.

Kalau saudara memperhatikan ayat ini, dia memberi pesan tentang tulang belulangnya, dia sudah bernubuat tentang keluarnya orang Israel dari Mesir maka dia sudah menaruhkan satu visi bahwa ada keluarga yang akan meneruskan kehidupan dia. Tahukah saudara bahwa hidup saudara tidak berhenti setelah kita mati? Sejarah hidup kita, darah kita itu diteruskan oleh keluarga kita.

Ketika Yusuf berbicara tentang tulang-tulangnya, ia itu berpesan kepada keturunannya. Kita buka lebih dahulu kitab Keluaran

13:19 Musa membawa tulang-tulang Yusuf, sebab tadinya Yusuf telah menyuruh anak-anak Israel bersumpah dengan sungguh-sungguh: "Allah tentu akan mengindahkan kamu, maka kamu harus membawa tulang-tulangku dari sini."

Bayangkan Yusuf dikubur di Mesir tetapi katanya setelah aku mati engkau harus membawa tulang-tulangku ini pada masa Keluaran. Pada masa zaman Keluaran, jangan aku dikubur di Mesir tapi bawa dan Musa membawa ini. Dan kalau kita membaca kitab Yosua 
 
24:32 Tulang-tulang Yusuf, yang dibawa orang Israel dari Mesir, dikuburkan mereka di Sikhem, di tanah milik yang dibeli Yakub dengan harga seratus kesita dari anak-anak Hemor, bapa Sikhem, dan yang ditentukan bagi bani Yusuf menjadi milik pusaka mereka.

Saya tanya saudara, tulang-tulang Yusuf itu dikuburkan di tanah apa, saudara? Sikhem.

Jadi dari zaman Musa sampai kepada zaman Yosua, tulang-tulang Yusuf ini dibawa terus sampai kepada zaman Yosua. Sekarang baru kita mau melihat apa yang terjadi pada kehidupan Yusuf di dalam kehidupannya yang penuh aneka warna, aneka ragam. Kitab Kejadian 37

37:1Adapun Yakub, ia diam di negeri penumpangan ayahnya, yakni di tanah Kanaan.
37:2 Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.
37:3 Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
37:4 Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.

Kita melihat saudara, awal dari ayat ini ada kata 'penumpangan'. Janganlah kita lupa bahwa kita hanya menumpang di dalam dunia ini. Orang Jawa bilang, kita hidup mung mampir ngumbe ... hanya mampir minum saja. Saudara jangan lupa, jangan cari duit ... cari duit ... cari duit sampai kita lupa bahwa kita hanya menumpang dalam dunia ini. Kita hanya menumpang. Dikatakan, Yakub menumpang di tanah ayahnya. Kita hidup meneruskan generasi ayah kita. Kita menumpang hidup, yakni di tanah Kanaan. 

Seperti saudara tahu bahwa anak pertama Yakub adalah Ruben. Tetapi Ruben tidak disebut, dia langsung bicara tentang anak yang paling dia sayang yaitu Yusuf tatkala berumur 17 tahun ... jadi masih muda - biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya.

Kita sekarang melihat berbahayanya poligami, berbahayanya beristri lebih dari satu. Poligami yang dimulai oleh Lamekh dalam kitab Kejadian, itu sudah menjadi kebiasaan orang-orang zaman dulu sehingga jadi 12 anak dari Yakub ini saudaraku, datang dari 3 istri. Dan kita melihat bahwa anak-anak dari istri-istri ini berlainan karakternya.

Kalau saya melihat tadi di dalam kamus maka Bilha artinya malu-malu sedangkan Zilpa artinya penuh tipu daya. Jadi keturunan Yakub yang datang dari 'malu-malu' dan 'penuh tipu daya' ini sangat membenci kepada Yusuf ini. Jadi kita mulai melihat Yusuf hidup di dalam satu keluarga yang tidak harmonis. Memang dia koko memang dia kakak tapi datang dari istri bapanya yang lain. Nanti kita akan lihat kejadian yang sangat tidak enak terjadi di dalam sejarah kehidupan dari Yakub dan Yusuf ini.

Jadi mari kita lihat latar belakang kita. Kalau ada di antara kita yang datang dari keluarga yang seperti ini, yang datang datang dari ayah kita yang beristri lebih dari satu, persoalan ini akan terjadi, yaitu kemarahan atau iri hati dari saudara-saudara karena melihat ada yang disayangi. Berikutnya, Kejadian  

37:4 Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka
bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.

Dan ini terjadi di dalam satu keluarga besar. Dalam ayat ke-5 dikatakan,

37:5 Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.

Benci itu berkembang saudara. Mula-mula benci akhirnya lebih benci. Jadi jangan pelihara kebencian. Sebagai orang kristen. Kenapa saya katakan  berkembang? Masa hanya cerita mimpi, dia jadi lebih benci. Cuma cerita mimpi. Dia cerita mimpi saja, dia bilang sama kakaknya: Saya mimpi.

Nah, inilah hal yang akan terjadi di dalam keluarga yang tidak harmonis, keluarga yang datang dari beberapa banyak ibu.

37:6 Karena katanya kepada mereka: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini:
37:7 Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu."
37:8 Lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya: "Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?" Jadi
makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu.

Mula-mula benci, terus lebih benci, terus makin benci. Ini saudara ... satu darah dari papa, Yakub. Makin benci. Hanya karena mimpinya itu.  

37:9 Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."
37:10 Setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: "Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?"
37:11 Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya.

Benci, terus makin benci, terus sangat benci, terus iri hati. Berkembang. Mula-mula kita tidak simpati sama seseorang tapi kita pelihara terus. Tidak simpati itu akan menimbulkan benci. Nanti berkembang terus, makin benci. Berkembang terus makin benci dan akhirnya iri hati. Sudah luar biasa ini. Saudara sudah lihat latar belakangnya. Kita akan melihat apa hubungannya Sikhem ini.

37:12 Pada suatu kali pergilah saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem.
37:13 Lalu Israel berkata kepada Yusuf: "Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka." Sahut Yusuf: "Ya bapa."
37:14 Kata Israel kepadanya: "Pergilah engkau melihat apakah baik keadaan saudara-saudaramu dan keadaan kambing domba; dan bawalah kabar tentang itu kepadaku." Lalu Yakub menyuruh dia dari lembah Hebron, dan Yusufpun sampailah ke Sikhem.

Yusuf tahu dong saudaranya benci dia. Tahu. Tetapi ketika dia disuruh oleh papanya: Lihat kakak-kakakmu itu, dia hanya punya dua kata: Ya,Bapa!

Begitu taat Yusuf kepada perintah walaupun dia disuruh kepada orang yang membenci dia. Sama dengan Yesaya ketika diutus oleh Tuhan: Aku akan mengutus kamu kepada seorang, satu bangsa yang keras maka Aku utus kamu. Yesus juga mengutus kita: Aku mengutus kamu seperti domba di antara serigala. Haraplah kita mempunyai jawaban sama dengan Yusuf, 2 kata: Ya, Bapa!

Ada haleluyah, saudara? Walaupun kita tahu orang itu membenci kita, kita tahu kita diomongin di warung kopi, kita tahu orang itu ngerumpiin kita, tetapi karena tugas dari Bapa di Surga: Kunjungi, lihat dia bagaimana keadaannya, kita hanya berkata: Ya Bapa. Pergi.

Nah, ketika itu dia biasa menggembalakan domba ayahnya di Sikhem. Ayatnya yang ke-15,

37:15 Ketika Yusuf berjalan ke sana ke mari di padang, bertemulah ia dengan seorang laki-laki, yang bertanya kepadanya: "Apakah yang kaucari?"
37:16 Sahutnya: "Aku mencari saudara-saudaraku. Tolonglah katakan kepadaku di mana mereka menggembalakan kambing domba?"
37:17 Lalu kata orang itu: "Mereka telah berangkat dari sini, sebab telah kudengar mereka berkata: Marilah kita pergi ke Dotan." Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya itu dan didapatinyalah mereka di Dotan.

Sikhem artinya bahu. Sikhem artinya tanggung jawab. Banyak orang kristen cuma mau berkat dari Tuhan tapi tidak mau tanggung jawab. Saudara baca sekarang bahwa saudaranya Yusuf pergi dari Sikhem ... tidak bertanggung jawab! Yusuf diutus ke Sikhem. Tidak ada saudaranya, kemana, katanya ... ditanya sama satu orang. Mereka pergi ke Dotan. Dotan artinya tidak tentu. Banyak orang kristen hidup meninggalkan tanggung jawab, meninggalkan sesuatu yang tanggung jawab dia. 

Itu sebabnya saya katakan saudara, kalau mau berkat dari Tuhan, Dia selalu memberi berkat dengan tanggung jawab. Penggembalaan domba harus ada di tempat di tanggung jawab. Tapi ini tidak ... mereka pergi ke Dotan yaitu sesuatu yang tidak tentu. Menurut surat 1 Timotius 6, perhatikanlah, katanya, kasih tahu sama orang kaya ... janganlah berharap kepada kekayaan yang tidak tentu. Ada sekarang besok tidak ada; kekayaan tidak tentu. Dalam Amsal Salomo berkata, janganlah kamu berusaha untuk mengejar uang karena dia punya sayap ... dia bisa terbang. Tidak tentu.

Kembali lagi kepada Sikhem. Tadi kita sudah baca di dalam Keluaran dan Yosua bahwa Yusuf minta tulang-tulangnya di kubur di Sikhem. Luar biasa. Dia diutus ke Sikhem, dia mencari saudaranya di Sikhem. Dan ketika dia meninggal, dia berkata: Bawa tulang-tulangku dan mereka menaruh tulang-tulangnya di Sikhem - tempat tanggung jawab.  

Tadi saudara Yan menyanyi satu nyanyian yang bikin memang hari-hari ini saya sepertinya tuh senang menikmati surga. Saya itu senang kalau sudah bicara surga pulang ke sana itu hari-hari ini, bulan-bulan ini, tahun-tahun ini kok saya senang. Saya melihat bahwa dunia ini kosong, persahabatan-persahabatan di dunia ini banyak kepura-puraan; kebaikan-kebaikannya banyak kepura-puraan. Hanya Tuhan Yesus yang tidak pernah berpura-pura berbaik hati kepada kita. Hanya Dia. Tetapi saya melihat bahwa perlu kita hidup di dalam tanggung jawab. Waktu kita mati, mati di dalam tanggung jawab. Ayat 18

37:18 Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya.

Pertama benci, makin benci, lebih benci, iri hati akhirnya mau membunuh. Kita akan kembali lagi melihat bagaimana di dalam ayatnya yang ke-18: ... mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya.

Yang mau dibunuh ini adik sendiri. Hidup di tengah keluarga yang punya istri banyak, iri hati setiap hari, benci setiap hari, menyapa tidak ramah setiap hari. Sekarang anak yang tulus ini nggak tahu apa-apa dia tidak tahu dia mau dibunuh. Apa kata surat I Yohanes? Orang yang membenci saudaranya, dia adalah seorang pembunuh, Itu kata surat I Yohanes. Nggak usah kita membunuh orang, nggak usah. Kita benci saja sama satu orang, itu kita sudah menjadi seorang pembunuh. Dan kepada seorang pembunuh tidak ada tempat di Kerajaan Surga.  

37:19 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Lihat, tukang mimpi kita itu datang!
37:20 Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!"
37:21 Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka, sebab itu katanya: "Janganlah kita bunuh dia!"
37:22 Lagi kata Ruben kepada mereka: "Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia" --maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya.

Ruben bilang, jangan bunuh. Kita lemparkan saja ke sumur kosong ini. Tapi dia sudah punya plot, dia ingin bawa Yusuf kembali kepada papanya dengan selamat. Ini Ruben. Nah, siapa Ruben ini? Kakak paling tua. Apa yang sudah dia pernah lakukan? Di dalam Kejadian 49, Yakub memberkati anak-anaknya untuk terakhir kali sebelum dia meninggal.  

49:1 Kemudian Yakub memanggil anak-anaknya dan berkata: "Datanglah berkumpul, supaya kuberitahukan kepadamu, apa yang akan kamu alami di kemudian hari.
49:2 Berhimpunlah kamu dan dengarlah, ya anak-anak Yakub, dengarlah kepada Israel, ayahmu.
49:3 Ruben, engkaulah anak sulungku, kekuatanku dan permulaan kegagahanku, engkaulah yang terutama dalam keluhuran, yang terutama dalam kesanggupan.
49:4 Engkau yang membual sebagai air, tidak lagi engkau yang terutama, sebab engkau telah menaiki tempat tidur ayahmu; waktu itu engkau telah melanggar kesuciannya. Dia telah menaiki petiduranku!

Ruben disebut permulaan kegagahan, permulaan kekuatan dari Yakub. Tapi dia ada salah, dia menaiki tempat tidur ayahnya. Dia menodai dengan dosa seks di tempat tidur ayahnya. Itu salahnya Ruben. Kalau kita kembali kepada Kejadian  37, Ruben yang membela.

Apa yang kita harus pelajari di sini? Setiap orang ada kelebihan, ada kekurangan! Saudara tidak bisa mencari orang yang sempurna di seluruh dunia. Mungkin dalam ruangan ini, sayalah yang paling banyak kekurangannya. Tidak ada manusia yang sempurna - ada kelebihan, ada kekurangan. Ruben dicela oleh papanya karena dia menodai tempat tidur bapanya. Istri Yakub ada tiga, dia menodai.

Tetapi dalam cerita Yusuf, dia membela ... dia jadi juru selamat. Kita mau berterima kasih kepada Ruben yang baik tetapi kita ingat Ruben sudah menaiki tempat tidur ayahnya. Ada positif, ada negatif - itu manusia!

Saudara diberi kelebihan oleh Tuhan tetapi diberi juga kekurangan. Itu sebabnya kita harus saling membutuhkan, kita harus saling mengisi. Tidak bisa kita seorang diri. Tidak bisa saya menjalankan pekerjaan Tuhan seorang diri. Saya membutuhkan orang lain. Baik di Jakarta maupun di Cianjur, maupun di karawang tidak bisa saya jalankan seorang diri. Kita membutuhkan orang lain. Apa kelebihan orang itu? Apa kekurangannya? Kekurangannya kita poles supaya dia tidak kurang lagi. Kelebihannya apa?

Ada jemaat yang digerebeg hansip, ada saudara. Itu kekurangan dia. Sampai sudah ada yang mau menikah sama jemaat itu tidak jadi karena dia dengar dia digerebeg hansip. Padahal digerebeg soal apa gitu, kita tidak tahu. Kristen sudah, dibaptis sudah, haleluyah, nyanyi puji Tuhan tapi digerebeg hansip. Ruben? Mama angkatnya, mama tirinya dia nodai. 

Tuh, jadi hidup kita saudara, nggak bisa kita ini menyamaratakan orang, musti sama seperti ini, musti begini - nggak bisa. Ada kelebihan, ada kekurangan. Nah, di dalam kitab Kejadian ini kita membaca ayatnya yang ke-23  

37:23 Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, merekapun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu.
37:24 Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair.
37:25 Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir.
37:26 Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: "Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya?
37:27 Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita." Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu.
37:28 Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.
37:29 Ketika Ruben kembali ke sumur itu, ternyata Yusuf tidak ada lagi di dalamnya. Lalu dikoyakkannyalah bajunya,
37:30 dan kembalilah ia kepada saudara-saudaranya, katanya: "Anak itu tidak ada lagi, ke manakah aku ini?"
37:31 Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.
37:32 Jubah maha indah itu mereka suruh antarkan kepada ayah mereka dengan pesan: "Ini kami dapati. Silakanlah bapa periksa apakah jubah ini milik anak bapa atau tidak?"
37:33 Ketika Yakub memeriksa jubah itu, ia berkata: "Ini jubah anakku; binatang buas telah memakannya; tentulah Yusuf telah diterkam."

Tidak dibunuh tetapi difitnah. Saudara, Yusuf dibuang kemana? Ke sumur kosong. Ada satu orang punya keledai. Keledai ini sudah tua. Mau digorok, dia nggak tega. Mau dipotong, dia nggak tega. Tapi keledainya sudah berjasa sama dia ... bertahun-tahun membawa barang ke pasar. Jadi dia sama istrinya berkata: Sudahlah kita taruh dia, lempar saja dia ke sumur kosong. Kita kubur dia hidup-hidup. Dilemparkanlah keledai itu ke sumur kosong. Dan mulailah petani itu mengambil tanah terus diurug itu. Itu keledai berbunyi terus ... diurug. Tapi keledai itu bunyi terus. Akhirnya waktu dilihat, ya ampun keledai itu sudah ada di luar. Kenapa? Asal dia diurug pasir, dia goyangin badannya. Jadi itu pasir ke bawah keledainya naik ke atas. Dia taruh lagi pasir, dia goyangin badannya. Jadi tanahnya tambah tinggi ... tambah tinggi. Si petani itu kasih tanah terus, dia naik tinggi lagi akhirnya dia keluar, akhirnya nggak tega.

Kalau saudara difitnah, goyangkan saja badan saudara. Ada haleluyah? Bahan fitnah yang ditujukan kepada saudara adalah batu lompatan saudara keluar dari persoalan! Jadi jangan takut difitnah dah. Difitnah, nggak apa-apa. Kita goyangkan saja. Tapi nggak usah berbunyi seperti keledai itu. Goyangkan saja. Haleluyah. Puji Tuhan. Sampai saudara bisa keluar dari lubang itu. Kita melihat ayat  

37:34 Dan Yakub mengoyakkan jubahnya, lalu mengenakan kain kabung pada pinggangnya dan berkabunglah ia berhari-hari lamanya karena anaknya itu.
37:35 Sekalian anaknya laki-laki dan perempuan berusaha menghiburkan dia, tetapi ia menolak dihiburkan, serta katanya: "Tidak! Aku akan berkabung, sampai aku turun mendapatkan anakku, ke dalam dunia orang mati!" Demikianlah Yusuf ditangisi oleh ayahnya.
37:36 Adapun Yusuf, ia dijual oleh orang Midian itu ke Mesir, kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja.

Pasal 37 berhenti di sana. Harapan saya Kejadian 38 terusan ceritanya. Tapi Alkitab tidak tulis. Alkitab menulis Kejadian 39 terusan cerita dari Yusuf. Tapi kita tidak boleh lewat ini Kejadian 38. Ada apa ini dalam Kejadian 38 sampai diselipkan di antara cerita Yusuf? Mari kita baca kejadian

38:1 Pada waktu itu Yehuda meninggalkan saudara-saudaranya dan menumpang pada seorang Adulam, yang namanya Hira.
38:2 Di situ Yehuda melihat anak perempuan seorang Kanaan; nama orang itu ialah Syua. Lalu Yehuda kawin dengan perempuan itu dan menghampirinya.
38:3 Perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamai anak itu Er.
38:4 Sesudah itu perempuan itu mengandung lagi, lalu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamai anak itu Onan.
38:5 Kemudian perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki sekali lagi, dan menamai anak itu Syela. Yehuda sedang berada di Kezib, ketika anak itu dilahirkan.
38:6 Sesudah itu Yehuda mengambil bagi Er, anak sulungnya, seorang isteri, yang bernama Tamar. 
38:7 Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia.
38:8 Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: "Hampirilah isteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu."
38:9 Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya.
38:10 Tetapi yang dilakukannya itu adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia juga.

Onan adiknya Er. Er sudah mati. Onan harus meneruskan keturunannya. Tapi Onan nggak mau. Kalau saya kawin sama ini istrinya Er, nanti disebut anaknya anaknya Er. Jadi setiap dia bersetubuh dengan istri ini, dia membuang air maninya keluar. Dari sanalah datang istilah onani, masturbasi. Dimulai dari Onan, onani ini. Tuhan marah, matikan juga. Lalu ayatnya yang ke-11  

38:11 Lalu berkatalah Yehuda kepada Tamar, menantunya itu: "Tinggallah sebagai janda di rumah ayahmu, sampai anakku Syela itu besar," sebab pikirnya: "Jangan-jangan ia mati seperti kedua kakaknya itu." Maka pergilah Tamar dan tinggal di rumah ayahnya.
38:12 Setelah beberapa lama matilah anak Syua, isteri Yehuda. Habis berkabung pergilah Yehuda ke Timna, kepada orang-orang yang menggunting bulu domba-dombanya, bersama dengan Hira, sahabatnya, orang Adulam itu.
38:13 Ketika dikabarkan kepada Tamar: "Bapa mertuamu sedang di jalan ke Timna untuk menggunting bulu domba-dombanya,"
38:14 maka ditanggalkannyalah pakaian kejandaannya, ia bertelekung dan berselubung, lalu pergi duduk di pintu masuk ke Enaim yang di jalan ke Timna, karena dilihatnya, bahwa Syela telah menjadi besar, dan dia tidak diberikan juga kepada Syela itu untuk menjadi isterinya.
38:15 Ketika Yehuda melihat dia, disangkanyalah dia seorang perempuan sundal, karena ia menutupi mukanya.
38:16 Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: "Marilah, aku mau menghampiri engkau," sebab ia tidak tahu, bahwa perempuan itu menantunya. Tanya perempuan itu: "Apakah yang akan kauberikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku?"
38:17 Jawabnya: "Aku akan mengirimkan kepadamu seekor anak kambing dari kambing dombaku." Kata perempuan itu: "Asal engkau memberikan tanggungannya, sampai engkau mengirimkannya kepadaku."
38:18 Tanyanya: "Apakah tanggungan yang harus kuberikan kepadamu?" Jawab perempuan itu: "Cap meteraimu serta kalungmu dan tongkat yang ada di tanganmu itu." Lalu diberikannyalah semuanya itu kepadanya, maka ia menghampirinya. Perempuan itu mengandung dari padanya.
38:19 Bangunlah perempuan itu, lalu pergi, ditanggalkannya telekungnya dan dikenakannya pula pakaian kejandaannya.
38:20 Adapun Yehuda, ia mengirimkan anak kambing itu dengan perantaraan sahabatnya, orang Adulam itu, untuk mengambil kembali tanggungannya dari tangan perempuan itu, tetapi perempuan itu tidak dijumpainya lagi.
38:21 Ia bertanya-tanya di tempat tinggal perempuan itu: "Di manakah perempuan jalang, yang duduk tadinya di pinggir jalan di Enaim itu?" Jawab mereka: "Tidak ada di sini perempuan jalang."
38:22 Kembalilah ia kepada Yehuda dan berkata: "Tidak ada kujumpai dia; dan juga orang-orang di tempat itu berkata: Tidak ada perempuan jalang di sini."
38:23 Lalu berkatalah Yehuda: "Biarlah barang-barang itu dipegangnya, supaya kita jangan menjadi buah olok-olok orang; sungguhlah anak kambing itu telah kukirimkan, tetapi engkau tidak menjumpai perempuan itu."

38:24 Sesudah kira-kira tiga bulan dikabarkanlah kepada Yehuda: "Tamar, menantumu, bersundal, bahkan telah mengandung dari persundalannya itu." Lalu kata Yehuda: "Bawalah perempuan itu, supaya dibakar."
38:25 Waktu dibawa, perempuan itu menyuruh orang kepada mertuanya mengatakan: "Dari laki-laki yang empunya barang-barang inilah aku mengandung." Juga dikatakannya: "Periksalah, siapa yang empunya cap meterai serta kalung dan tongkat ini?"
38:26 Yehuda memeriksa barang-barang itu, lalu berkata: "Bukan aku, tetapi perempuan itulah yang benar, karena memang aku tidak memberikan dia kepada Syela, anakku." Dan ia tidak bersetubuh lagi dengan perempuan itu.
38:27 Pada waktu perempuan itu hendak bersalin, nyatalah ada anak kembar dalam kandungannya.
38:28 Dan ketika ia bersalin, seorang dari anak itu mengeluarkan tangannya, lalu dipegang oleh bidan, diikatnya dengan benang kirmizi serta berkata: "Inilah yang lebih dahulu keluar."
38:29 Ketika anak itu menarik tangannya kembali, keluarlah saudaranya laki-laki, dan bidan itu berkata: "Alangkah kuatnya engkau menembus ke luar," maka anak itu dinamai Peres.
38:30 Sesudah itu keluarlah saudaranya laki-laki yang tangannya telah berikat benang kirmizi itu, lalu kepadanya diberi nama Zerah.

Satu cerita yang tidak enak kita baca: Perempuan sundal harus dibakar. Tapi Tamar, menantunya ini, dia bilang: Saya punya cap ini. Yang punya cap ini yang membuat saya mengandung. Kaget Yehuda. Mertua dengan menantu. Dulu saya nggak ngerti kenapa ada Kejadian 38 musti ditulis bikin-bikin malu saja. Tapi ternyata ada maksud Tuhan. Ribuan tahun ke depan, 1.600 tahun ke depan, kita lihat Matius 

1:1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
1:2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
1:3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah - Tadi yang kita baca - dari Tamar, ...

Kalau saudara baca terus, turunlah Yesus Kristus.

Kok nggak enak ceritanya, oom? Yesus Kristus kok di atasnya itu kok begini? Itu yang saya bilang: Pengampunan adalah jembatan keluarga. Keluarga kecil harus ada pengampunan. Keluarga besar harus ada pengampunan. Kita di dalam surat Efesus disebut keluarga Allah. Bagaimana kita keluarga Allah kalau kita tidak hidup di dalam pengampunan? Lihat Yesus! Silsilahnya ... mertua dengan menantu. Tidak enak kita baca tapi ada di Alkitab. Siapa mau protes?

Saya berani mempertahankan desertasi saya ini di depan doktor-doktor teologi, saya berani. Bahwa Tuhan Yesus yang mengasihi kita, Tuhan Yesus yang menebus kita dari dosa, Tuhan Yesus yang mengampuni kita. Dia memakai, Tuhan memakai orang-orang yang sebetulnya tidak berlayak tetapi dipakai untuk menurunkan keturunan yang melahirkan Yesus.

Itu sebabnya apapun kesalahan kita, apapun problem kita, apapun kejelekan kita - selama kita masuk di dalam Tuhan Yesus - terimalah pengampunan itu sebagai sesuatu kebenaran ... ya dan amin!

Walaupun Iblis berkata, kamu belum diampuni; Iblis berkata, kamu masih ada dosa ... saudara harus berkata: Bersama dengan generasi-generasi dari Tuhan Yesus ini bahwa pengampunan adalah jembatan di dalam keluarga.

Sejak saya tahu cerita ini, sejak saya tahu silsilah ini, sejak saya mendalaminya, saya tidak pernah lagi menganggap remeh orang. Dia kurang, eh pasti ada kelebihannya. Stephen Hawking, walaupun dia tidak percaya Tuhan, belum percaya Tuhan, tapi dia ahli dari ilmu perbintangan. Dia tidak bisa bicara, cacat dari kecil, duduk di kursi roda tapi dia ahli fisika terbesar di dunia ini. Dia ngomong harus pakai loud speaker, dia bicara dengan kode-kode keluar suara. Teorinya diikuti oleh semua ahli-ahli, dia belum percaya Tuhan. Tapi kita lihat ada orang kekurangan tapi dia punya kelebihan.

Satu kali Cho Yong Gi dia sembahyang sama Tuhan; dia bilang: Tuhan, pakailah saya. Saya ingin seperti Musa. Tuhan pakai membelah laut. Tuhan jawab: Tapi Musa membunuh orang dan Musa tidak boleh masuk Tanah Perjanjian. Ada kelebihannya, ada kekurangannya.

Cho Yong Gi dia rubah lagi doanya: Tuhan, pakailah saya seperti Daud, raja yang Engkau cintai. Tuhan bilang: Tapi Daud mengambil istri orang dan banyak membunuh menumpahkan darah sehingga Aku tidak izinkan dia membangun Rumah.

Akhirnya dia bilang: Kalau begitu Tuhan, pakailah saya sebagaimana Engkau mau Tuhan pakai.

Tuhan hanya membuat satu Musa, Tuhan hanya membuat satu Daud, Tuhan hanya membuat satu saudara. Tidak bisa ada dua. Dengan kekurangan, dengan kelebihan.  

Saya ingin mencurahkan hati saya begini saudara. Kalau di gereja Cianjur, di Jakarta dan di Karawang bisa menyerap pelajaran ini 10 persen saja, saudara akan mengalami jamahan Tuhan yang luar biasa dalam hidup saudara, dalam hidup rumah tangga, dalam hidup keluarga, dalam hidup bisnis, dalam dunia saudara-saudara akan dijamah oleh Tuhan dengan luar biasa asal saudara bisa tahu saja kemurahan Tuhan itu tidak bisa diukur oleh otak manusia.

Cho Yong Gi juga bilang: Tuhan, jadikan saya seperti Paulus. Memang dia pernah pakai nama Paul Cho Yong Gi. Tuhan bilang: Paulus membunuh Stephanus, Paulus membunuh orang-orang kristen. Dia tidak ada jasa apa-apa.

Jadi mari saudara pada malam hari ini kita awali. Jembatan itu saudara dibuat karena ada jurang, karena ada gap. Tempat di sini dan tempat di sini ada jurang. Harus ada jembatan. Ketika Lazarus dipeluk oleh Abraham dan orang kaya berkata: Teteskanalah, suruh air surga itu setetes air saja untuk membasahi mulutku yang kepanasan ini, Abraham bilang: Di antara surga dan neraka, itu ada celah yang dalam ... ada jurang. Saudara ingat cerita anak terhilang? Dia kembali kepada bapanya tetapi antara bapanya dengan kakak yang sulung, itu ada jurang pemisah. Bapanya terima si bungsu tapi kakaknya tidak mau terima.

Jangan salah paham, jangan saudara anggap pelajaran saya malam hari ini mengizinkan saudara berbuat dosa. Tidak! Tetapi saya ingin berkata bahwa pelajaran saya malam hari ini untuk menyadarkan kita bahwa betapapun besar dosa kesalahan kita, kalau kita datang kepada Tuhan Yesus, Dia akan menjembatani kita dengan pengampunannya.

Nah, setelah kita mendapatkan cerita ini, kita masuk kepada Kejadian

39:1 Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ.
39:2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.
39:3 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,
39:4 maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.
39:5 Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.
39:6 Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.

Ketika dia dijual, dijuallah kepada pengawal, Cakrabirawanya dari Firaun, yaitu Potifar. Dia beli dari orang Ismail itu. Tetapi ada ayat di dalam ayat ke-2: Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya.

Saudara mau selalu berhasil? Ini kalimat sederhana: Tuhan membuat dia selalu berhasil! Jadi nggak ada gagalnya. Bayangkan sekarang kalau saudara hidup di mana saudara bisnis selalu berhasil. Di kota mana saudara ada, selalu berhasil. Di manapun saudara bekerja, selalu berhasil. Pulang dari kemah family camp, selalu berhasil. Dagang apapun selalu berhasil.

Kalau Tuhan sudah beserta dengan saudara, saudara nggak usah tanya saya dagang apa. Saudara nggak usah tanya saya bisnis apa. Apapun yang saudara kerjakan - kalau Tuhan beserta saudara, saudara akan berhasil!

Lalu ketika Potifar lihat Yusuf, eh setelah Yusuf bekerja berhasil, dia tahu Tuhan menyertai dia, dia percayakan semua kepada Yusuf. Dan ketika Tuhan lihat Potifar ini baik sama Yusuf, Tuhan memberkati juga rumah Potifar. Di sini kita belajar, kalau kita cari pegawai, cari pegawai yang rohani dan saudara akan punya karyawan yang beribadah kepada Tuhan, tanpa saudara sadar, saudara diberkati oleh Tuhan karena menerima pegawai yang percaya kepada Tuhan.   

 

17 Agustus 2006. Ibadah II/II

Kita akan meneruskan pelajaran tadi malam. Tetapi saya ingin mentes saudara. Kalau saudara disuruh oleh Tuhan untuk pergi kepada orang yang membenci saudara, saudara harus jawab apa? Ya, Bapa! Saudara di dalam kesusahan tetapi Tuhan bilang: Terus berjalan ... saudara harus jawab? Ya, Bapa! Di dalam Galatia pasal 4 juga, di sana dikatakan: Di dalam Kristus kita memanggil Dia, ya Abba ya Bapa.

Tadi malam kita sudah melihat bagaimana Yusuf di penjara. Tetapi kita akan melihat pada saat ini, Kejadian 39:20-23, saya ulangi yang tadi malam.

39:20 Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.
39:21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
39:22 Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.
39:23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

Di sana Yusuf setia di dalam masa kesukaran. Kalau kita setia di dalam masa, waktu senang, waktu ada uang, waktu sehat, waktu ada waktu, dan sebagainya, saya rasa mudah. Tetapi kalau kita setia di dalam kesukaran, setia kepada Tuhan di dalam kesulitan hidup, maka ini yang akan membuat kita menjadi seorang kristen yang berkualitas.

Nah, di dalam Kejadian 40, sekarang kita akan melihat bagaimana mimpi dari juru minum dan juru roti itu dibukakan oleh Yusuf. Jadi Firaun itu punya dua juru masak: Satu, juru roti, yang menyediakan roti. Satu, juru minum yang menyediakan anggur buat Firaun.

Entah bagaimana dua orang ini di penjara sama-sama dengan Yusuf. Di dalam ayatnya yang ke-4, Kepala pengawal raja menempatkan Yusuf bersama-sama dengan mereka untuk melayani mereka. Jadi Yusuf sekarang melayani orang yang dihukum. Jadi dia rendah sekali; dia melayani orang yang dihukum. Demikianlah mereka ditahan beberapa waktu lamanya.

40:5 Pada suatu kali bermimpilah mereka keduanya - baik juru minuman maupun juru roti raja Mesir, yang ditahan dalam penjara itu--masing-masing ada mimpinya, pada satu malam juga, dan mimpi masing-masing itu ada artinya sendiri.
40:6 Ketika pada waktu pagi Yusuf datang kepada mereka, segera dilihatnya, bahwa mereka bersusah hati.
40:7 Lalu ia bertanya kepada pegawai-pegawai istana Firaun yang ditahan bersama-sama dengan dia dalam rumah tuannya itu: "Mengapakah hari ini mukamu semuram itu?"
40:8 Jawab mereka kepadanya: "Kami bermimpi, tetapi tidak ada orang yang dapat mengartikannya." Lalu kata Yusuf kepada mereka: "Bukankah Allah yang menerangkan arti mimpi? Ceritakanlah kiranya mimpimu itu kepadaku."
40:9 Kemudian juru minuman itu menceritakan mimpinya kepada Yusuf, katanya: "Dalam mimpiku itu tampak ada pohon anggur di depanku.
40:10 Pohon anggur itu ada tiga carangnya dan baru saja pohon itu bertunas, bunganya sudah keluar dan tandan-tandannya penuh buah anggur yang ranum.
40:11 Dan di tanganku ada piala Firaun. Buah anggur itu kuambil, lalu kuperas ke dalam piala Firaun, kemudian kusampaikan piala itu ke tangan Firaun."
40:12 Kata Yusuf kepadanya: "Beginilah arti mimpi itu: ketiga carang itu artinya tiga hari;
40:13 dalam tiga hari ini Firaun akan meninggikan engkau dan mengembalikan engkau ke dalam pangkatmu yang dahulu dan engkau akan menyampaikan piala ke tangan Firaun seperti dahulu kala, ketika engkau jadi juru minumannya.
40:14 Tetapi, ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ihwalku kepada Firaun dan tolonglah keluarkan aku dari rumah ini.
40:15 Sebab aku dicuri diculik begitu saja dari negeri orang Ibrani dan di sinipun aku tidak pernah melakukan apa-apa yang menyebabkan aku layak dimasukkan ke dalam liang tutupan ini."

Dari apa yang kita baca, saudara melihat pengalaman Yusuf diculik, dicuri bahkan disebutkan liang. Kemungkinan penjaranya adalah penjara yang ditaruh di dalam lubang. Sama seperti Daniel waktu dia dimasukkan di kandang singa.

40:16 Setelah dilihat oleh kepala juru roti, betapa baik arti mimpi itu, berkatalah ia kepadanya: "Akupun bermimpi juga. Tampak aku menjunjung tiga bakul berisi penganan.
40:17 Dalam bakul atas ada berbagai-bagai makanan untuk Firaun, buatan juru roti, tetapi burung-burung memakannya dari dalam bakul yang di atas kepalaku."
40:18 Yusuf menjawab: "Beginilah arti mimpi itu: ketiga bakul itu artinya tiga hari;
40:19 dalam tiga hari ini Firaun akan meninggikan engkau, tinggi ke atas, dan menggantung engkau pada sebuah tiang, dan burung-burung akan memakan dagingmu dari tubuhmu."

40:20 Dan terjadilah pada hari ketiga, hari kelahiran Firaun, maka Firaun mengadakan perjamuan untuk semua pegawainya. Ia meninggikan kepala juru minuman dan kepala juru roti itu di tengah-tengah para pegawainya:
40:21 kepala juru minuman itu dikembalikannya ke dalam jabatannya, sehingga ia menyampaikan pula piala ke tangan Firaun;
40:22 tetapi kepala juru roti itu digantungnya, seperti yang ditakbirkan Yusuf kepada mereka.
40:23 Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya.

Pada satu saat saudara berbuat baik kepada orang lain. Pada satu saat saudara berjasa kepada orang lain. Tetapi orang itu tidak mengingat saudara, orang itu melupakan saudara. Harap saudara-saudara sudah siap mental. Karena kalau kita mau menjadi orang yang berkualitas di dalam Tuhan, maka kita harus menganggap hal itu sebagai satu cobaan bagi kita. Kita sudah tolong waktu dia susah. Kita sudah tolong dia waku dia memerlukan pertolongan tetapi kebaktian saja nggak. Tidak ada terima kasihnya kepada saudara. Tidak ada terima kasihnya kepada keluarga saudara.

Nah, saya juga bingung, kenapa pasal 40 harus ditulis? Ceritanya hanya mentakbirkan mimpi. Kalau saudara mengingat apa yang dikatakan oleh firman Allah tadi malam, bahwa Yusuf disebut si tukang mimpi maka saya ingin saudara-saudara di dalam kehidupan kita sebelum kita masuk dalam pengampunan di dalam keluarga, kita harus mempunyai visi. Bung Karno berkata, orang yang hidupnya tidak punya visi itu seperti sawah tanpa persemaian, seperti sawah yang sudah di luku, sawah yang sudah siap dikerjakan tetapi tidak ada benih yang ditanam. Satu bulan, dua bulan, satu tahun, dua tahun, dia tetap sawah yang kosong.

Betapa pentingnya visi. Visi, saya ingin beritahu, itu lain dengan ambisi. Ada orang yang berambisi tetapi dia tidak punya visi. Apa bedanya? Visi pasti terjadi. Tapi ambisi tidak akan terjadi. Kalau kita harus mempunyai visi di dalam hidup. Pada kehidupan kita jangan asal hidup, jangan asal nafas. Tetapi kita harus punya visi. Kalau saudara punya visi, saudara bisa menolong orang yang punya mimpi tapi tidak bisa mengetahuinya. Tidak bisa tahu artinya apa.

Saya ingin menjadikan family camp ini satu legacy, satu warisan. Dan warisan ini - saya boleh meninggal - tapi family camp saya mohon jangan sampai tidak ada dalam satu tahun. Harus ada karena banyak berkat. Tetapi di dalam kesukaran, saudara dilupakan. Saudara harus menjadi palu dari pada menjadi paku. Kalau paku saudara diatur orang ... musti nurut. Tapi kalau saudara jadi palu, saudara yang mengatur. Saudara yang mengatur segala sesuatu. Jadi jangan sekali-sekali kita jadi paku, sakit diketokin terus, dipukulin, nggak enak.

Demikian juga kita. Jangan kita hanya meniru orang. Hanya meniru orang lain. Kita diatur, kita diatur, kita dikuasai, kita dikendalikan. Tapi jadilah palu. Kita yang mengendalikan situasi. Ada begitu banyak orang kristen yang dipermainkan oleh situasi. Tetapi ini saatnya kita jangan dipermainkan oleh situasi tapi kita ciptakan situasi. Ada haleluyah? Batu yang kita hadapi sebagai batu penghalang bagi orang yang negatif, menjadi batu lompatan bagi orang yang positif. Itu sebabnya di dalam hidup kita, haruslah kita mempunyai visi.

Dan visi yang dialami oleh Yusuf ini, saudara, dia dilupakan sekarang. Walaupun kita dilupakan oleh manusia, walaupun kita dilupakan oleh segala sesuatu, oleh orang manapun, jasa kita tidak diingat, seperti nyanyian tadi katakan: Dia tidak akan melupakan kita! Ada haleluyah? Dia tidak akan melupakan saudara punya jasa-jasa. Di dalam surat Timotius ada ayat berbunyi begini: Ada orang yang dosanya ketahuan cepat tapi ada orang yang dosanya ketahuannya nanti sudah berapa tahun baru ketahuan dia dosanya.

Demikian juga perbuatan baik, kata ayat itu. Ada orang yang berbuat baik, ketahuan orang, cepat. Tapi ada orang baru ngerti setelah sepuluh tahun, lima belas tahun ... oh, orang itu berbuat baik. Baru kita tahu. Jadi walaupun saudara dilupakan, Tuhan tidak pernah melupakan saudara. Pertama mimpi tukang minuman. Sekarang pasal 41, mimpi Firaun. Saya tidak akan baca tetapi saya akan cerita saja supaya saudara tahu. Mimpi Firaun itu ada dua.

Yang pertama, dia mimpi ada tujuh lembu gemuk. Ditelan oleh tujuh lembu kurus. Mimpi kedua, ada tujuh bulir gandum yang gemuk ditelan oleh tujuh bulir gandum yang kurus. Bingung Firaun. Kalau yang kurus ditelan sama yang gemuk tiap hari kita lihat. Rakyat kecil dimakan sama orang besar, tiap hari kita lihat. Pedagang-pedagang kecil dikalahkan oleh Indomart, oleh Carrefour ... tiap hari kita lihat. Tetapi ini, yang besar ditelan sama yang kurus. Dalam mimpi Firaun ini, dia tidak bisa mengerti. Dipanggillah orang-orang Kasdim, ahli nujum dari seluruh Mesir. Dikatakan, coba apa arti ini? Tapi firman Allah katakan, tidak ada yang tahu.

Sampai ingatlah si pembawa anggur ini, bahwa ada temannya, Yusuf itu, di penjara. Dia cerita sama Firaun. Itu Yusuf itu, mimpi saya betul kejadian. Mimpi tukang roti, betul kejadian. Akhirnya Firaun bilang: Panggil Yusuf. Saudara, ketika saudara dilupakan, itu bukan berarti saudara tidak sukses. Waktu saudara dilupakan, itu adalah keberhasilan yang tertunda. Amin? Ketika akhirnya dia diingat, hanya soal waktu saja, it's the matter of time. Hanya soal waktu saja. Dipanggillah.

Lalu dikatakan, coba cerita sama saya, apa arti mimpi saya? Dia bilang, saya tidak bisa cerita, hanya Tuhan yang bisa kasih tahu. Dia bilang: Tujuh lembu gemuk adalah lambang tujuh tahun kelimpahan. Akan ditelan oleh tujuh tahun kekurangan. Tujuh bulir gandum pun sama. Kelimpahan diikuti tujuh tahun kekurangan. Lalu Firaun dia bilang: Apa yang harus aku lakukan? Selama tujuh tahun kelimpahan ini kita beli semua gandum di seluruh dunia. Beli dan jangan jual. Maka dibelilah semua gandum, semua gandum dibeli, semua gandum dibeli, tidak pernah jual.

Dibeli terus, dibeli selama tujuh tahun. Bahkan masih ada lima tahun lagi dalam cerita dengan saudaranya, terus gandum itu dibeli, dibeli, dibeli. Karena bala kelaparan di seluruh dunia saat itu. Hanya Mesir yang mempunyai gandum ini. Maka Yusuf dipanggil, dia diganti namanya menjadi Zafnat-Paaneah. Zafnat-Paaneah artinya pembawa hidup.

Saudara-saudara, kita digencet, kita difitnah, kita diolok, kita dicaci, kita dimaki, tapi janganlah saudara berhenti menjadi pembawa hidup. Haleluyah? Saudara harus menjadi pembawa kehidupan.

Dan apa yang terjadi di dalam mimpi itu? Ada satu pesan buat kita! Kalau ada kelimpahan, akan ada kekurangan. Kerja selama kita bisa sebab ada waktunya kita nggak bisa kerja lagi. Cari uang selama saudara bisa cari uang sebab ada masanya kita tidak bisa cari uang lagi. Kalau saudara mau sekolah, anak-anak saudara disekolahkan, sekolah setinggi-tingginya, sebisa-bisanya demi kemuliaan Tuhan. Dua orang juara olimpiade itu anak Tuhan dua-duanya. Satu dari Papua, satu dari Jakarta. Itu dua-duanya anak Tuhan. Sekolah setinggi-tingginya sebab ada waktunya kita tidak bisa sekolah. Kalau saudara ada waktu untuk tidur, tidur ... sebab ada waktunya kita tidak bisa tidur.

Jadi sekali lagi saya ingin katakan kepada saudara, apa yang saudara bisa kerjakan, kerjakan ... sebab nanti kita nggak bisa kerja lagi. Kerjakan. Kalau saudara mau memberi, memberi pada waktu saudara bisa ... sebab ada waktu kita tidak bisa memberi lagi. Jadi saudara-saudara, sekolah sementara saudara bisa, beri ketika saudara masih bisa, kuatkan orang lain seperti saudara masih bisa. Bekerja sebaik-baik mungkin seperti saudara masih bisa sebagaimana saudara masih bisa. Karena ada waktunya, kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Jadi saudara-saudara harus tahu visi dari Kejadian 41 ini. Ketika sudah dibeli, sudah diangkat menantu, ini Yusuf. Nah, saudara-saudaranya kena kelaparan. Karena Yusuf jadi penguasa, kita buka Kejadian 42, saudara Yusuf pergi ke Mesir. Kita membaca saja ayatnya yang ke-10,

42:10 Tetapi jawab mereka: "Tidak tuanku! Hanyalah untuk membeli bahan makanan hamba-hambamu ini datang.
42:11 Kami ini sekalian anak dari satu ayah; kami ini orang jujur; hamba-hambamu ini bukanlah pengintai."
42:12 Tetapi ia berkata kepada mereka: "Tidak! Kamu datang untuk melihat-lihat di mana negeri ini tidak dijaga."
42:13 Lalu jawab mereka: "Hamba-hambamu ini dua belas orang, kami bersaudara, anak dari satu ayah di tanah Kanaan, tetapi yang bungsu sekarang ada pada ayah kami, dan seorang sudah tidak ada lagi."

Jadi ketika Yusuf jadi pemerintah, ini saudara-saudaranya datang, sepuluh orang. Kamu pengintai. Yusuf sudah tahu, sudah kenal mereka. Kamu pengintai. Tidak, kami orang jujur.

Saudara, ketika terdesak, pembohong itu kelihatan. Kami orang jujur. Sudah bukti dia ngomong sama bapanya: Yusuf itu diterkam binatang buas. Sudah bukti dia pegang rahasia. Kami ini orang jujur. Kami semua dua belas orang. Yang bungsu, Benyamin ada di rumah. Tapi yang satu sudah tidak ada lagi. Dia nggak tahu, yang satu ini di depan dia.

Siapa menggali lobang, dia akan jatuh ke dalamnya. Menampar air, terpercik muka sendiri. Dulu dia bikin Yusuf di bawah, di sumur. Sekarang mereka duduk di bawah, sila. Kami ini hamba-hambamu. Saudara-saudara, siapa yang merendahkan diri akan ditinggikan. Siapa yang meninggikan diri, dia akan direndahkan. Saudara lihat problem benci, benci, makin benci, lebih benci, iri hati, mau membunuh, menjual saudaranya. Yusuf tidak henti-hentinya mengalami begitu banyak persoalan. Nanti kita akan masuk dalam klimaks. Tetapi sekarang dia bilang, dalam hal ini juga, ayat 14,

42:14 Lalu kata Yusuf kepada mereka: "Sudahlah! Seperti telah kukatakan kepadamu tadi: kamu ini pengintai.

Kita cerita sampai di sana. Akhirnya dibeli juga, dikasih juga. Tetapi harus ada seorang yang ditahan, namanya Simeon. Kita lompat saja kepada Kejadian 43, saudara-saudara Yusuf pergi ke Mesir untuk ke dua kalinya. Jadi pertama beli, Simeon ditahan untuk jaminan bahwa nanti mereka akan balik lagi. Bawa adikmu yang bungsu itu. Kalau mau lihat Simeon ini selamat, bawa adikmu yang bungsu itu. Di dalam Kejadian 43,

43:1 Tetapi hebat sekali kelaparan di negeri itu.
43:2 Dan setelah gandum yang dibawa mereka dari Mesir habis dimakan, berkatalah ayah mereka: "Pergilah pula membeli sedikit bahan makanan untuk kita."
43:3 Lalu Yehuda menjawabnya: "Orang itu telah memperingatkan kami dengan sungguh-sungguh: Kamu tidak boleh melihat mukaku, jika adikmu itu tidak ada bersama-sama dengan kamu.
43:4 Jika engkau mau membiarkan adik kami pergi bersama-sama dengan kami, maka kami mau pergi ke sana dan membeli bahan makanan bagimu.

Adiknya ini namanya Benyamin. Benyamin atau Ben-Oni artinya anak kesukaran. Waktu ibunya melahirkan dia, ibunya meninggal karena melahirkan ini. Jadi betapa rindunya Yusuf kepada adiknya yang bungsu ini. Tetapi dia pura-pura, supaya adiknya ini dibawa. Lalu kita membaca ayatnya yang ke-5,

43:5 Tetapi jika engkau tidak mau membiarkan dia pergi, maka kami tidak akan pergi ke sana, sebab orang itu telah berkata kepada kami: Kamu tidak boleh melihat mukaku, jika adikmu itu tidak ada bersama-sama dengan kamu."
43:6 Lalu berkatalah Israel: "Mengapa kamu mendatangkan malapetaka kepadaku dengan memberitahukan kepada orang itu, bahwa masih ada adikmu seorang?"
43:7 Jawab mereka: "Orang itu telah menanyai kami dengan seksama tentang kami sendiri dan tentang sanak saudara kita: Masih hidupkah ayahmu? Adakah adikmu lagi? Dan kami telah memberitahukan semuanya kepadanya seperti yang sebenarnya. Bagaimana kami dapat menduga bahwa ia akan berkata: Bawalah ke mari adikmu itu."

Yusuf mengenal mereka. Tapi mereka tidak mengenal Yusuf. Kalau Yusuf saya umpamakan sebagai orang rohani dan saudara-saudaranya adalah orang jasmani. Dalam I Korintus pasal 2 ada kata, orang rohani menyelidiki segala sesuatu tapi orang rohani sendiri tidak terselidik. Kalau kita menjadi orang yang rohani, kita bisa menyelidik segala sesuatu. Segala sesuatu Tuhan bukakan: Dalam bisnis, dalam apa, Tuhan bukakan. Tuhan akan bukakan apa yang seharusnya saudara pilih, apa yang saudara akan lihat, itu Tuhan bukakan. Tapi saudara sendiri tidak terselidik.

Saya ingin membedakan. Yusuf dengan saudaranya ini satu ayah. Dari dua belas saudara ini, dua yang baik, Benyamin dan Yusuf. Yang sepuluh ini tidak baik. Saya ingat dua belas utusan dari Israel menuju ke Kanaan. Sepuluh tidak baik ceritanya. Dua orang, Yosua dan Kaleb, baik. Jadi ada perbedaan antara orang rohani dan orang jasmani.

I Korintus

6:1 Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus?
6:2 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?
6:3 Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.
6:4 Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat?
6:5 Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya?
6:6 Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya?
6:7 Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?

Ini tanda orang rohani. Yusuf, saudaraku dia menderita ketidak adilan. Bertahun-tahun, selama 13 tahun dia menderita ketidak adilan dari saudaranya, dari majikannya ... istri Potifar, dari temannya sepenjara, dia mengalami ketidak adilan. Tetapi dia terima. Seringkali kita apalagi dalam hak asasi manusia kita berkutat, kita punya hak, kita mau melakukan hak kita tetapi kita lupa kita punya tanggung jawab. 

Jadi orang yang rohani dia rela mengalah, dia rela dirugikan, dia rela menderita ketidak adilan. Kalau saya mau cerita sama saudara ketidak adilan yang saya alami, saya sudah dapat bintang di sini banyak. Bintang karena mengalami ketidak adilan. Bintang yang mengalami hal yang tidak enak. Tapi kita harus belajar tahan. Kita harus belajar diam, kita harus belajar mengalah. Apalagi antara suami istri, keluarga besan dengan besan. Ada istri yang tidak hormat sama mamanya sendiri, karena dia takut kepada suaminya. Ini tidak sehat seperti ini.

Ada satu menantu perempuan, dia pernah bilang sama saya: Pak Awondatu, apakah mertua itu termasuk sesama manusia? Saya bilang suami ibu manusia bukan? Manusia. Masa mertua bukan sesama manusia. Ada rasa dia tidak adil, mengalami hal yang ketidak adilan. Tertekan batin.

Ada istri yang tertekan batin, dia nggak mau ngomong sama suaminya, apa yang membuat dia tertekan batin. Dia cerita kepada orang lain. Nah, orang lain ini ngomong sama orang-orang lain. Jadi dia jual isi perutnya keluarga sendiri. Kenapa kita tidak kuat di dalam hal rohani menderita ketidak adilan? Kuat didalam hal rohani. Kalau yang jasmani kita mau menang terus, nggak mau ngalah. Tetapi orang yang rohani mengalami hal yang tidak adil, dia biasa-biasa saja.

Nah, kalau kita kembali kepada kitab Kejadian, sekarang saudara mengerti apa yang dikatakan oleh ayatnya yang ke-7 tadi, dia menyelidiki sampai kepada keluarga ayah dan adik tapi dia sendiri tidak terselidik.     

43:8 Lalu berkatalah Yehuda kepada Israel, ayahnya: "Biarkanlah anak itu pergi bersama-sama dengan aku; maka kami akan bersiap dan pergi, supaya kita tetap hidup dan jangan mati, baik kami maupun engkau dan anak-anak kami.

Akhirnya diizinkan saudara dan kembalilah mereka ke Mesir. Kita lompat kepada kitab Kejadian 

45:1 Ketika itu Yusuf tidak dapat menahan hatinya lagi di depan semua orang yang berdiri di dekatnya, lalu berserulah ia: "Suruhlah keluar semua orang dari sini." Maka tidak ada seorangpun yang tinggal di situ bersama-sama Yusuf, ketika ia memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya.
45:2 Setelah itu menangislah ia keras-keras, sehingga kedengaran kepada orang Mesir dan kepada seisi istana Firaun.
45:3 Dan Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya: "Akulah Yusuf! Masih hidupkah bapa?" Tetapi saudara-saudaranya tidak dapat menjawabnya, sebab mereka takut dan gemetar menghadapi dia.
45:4 Lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: "
Marilah dekat-dekat."
- Saudaranya yang mengusir dia, menjual supaya jauh ... justru Yusuf bilang: Marilah dekat-dekat. Tangan yang menolak Yusuf dibalas dengan uluran tangan. Marilah dekat-dekat - Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: "Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir.
45:5 Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.
45:6 Karena telah dua tahun ada kelaparan dalam negeri ini dan selama lima tahun lagi orang tidak akan membajak atau menuai.
45:7 Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong.
45:8 Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah; Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.
45:9 Segeralah kamu kembali kepada bapa dan katakanlah kepadanya: Beginilah kata Yusuf, anakmu: Allah telah menempatkan aku sebagai tuan atas seluruh Mesir; datanglah mendapatkan aku, janganlah tunggu-tunggu.

Betapa mulianya hati Yusuf, saudara-saudara. Betapa mulianya hati yang mengampuni. Ada percobaan yang paling besar yang harus saudara hati-hati, yaitu ketika kita sukses. Ketika kita sukses menjadi orang yang berhasil dalam materi dalam apapun juga, bisa membuat kita lupa. Bahkan kepada saudara kita sendiri. Bayangkan ini Yusuf, saudaranya berbuat jahat nggak pernah berbuat baik dah ... jahat terus. Tapi dia berkata: Marilah dekat-dekat.

Betapa mulianya hati kalau penuh dengan pengampunan. Justru orang yang memusuhi kita, kita undang, mari dekat-dekat, marilah datang kepadaku hei kamu yang bertanggungan berat. Hati Yesus ada pada Yusuf. Marilah dekat-dekat. Saudara mau dekat kepada Tuhan? Marilah kita dekat kepada Tuhan, Dia mengampuni, Dia memaafkan.

Ketika dia sukses dia tidak lupa daratan, ketika dia sukses dia tidak sombong, ketika dia berhasil dia tetap Yusuf saudaramu. Aku memang jadi bapa bagi Firaun; semua aku pegang sekarang tapi marilah dekat. Tidak ada lagi jarak antara kita. Kamu rakyat yang mau beli aku penguasa - tidak. Marilah dekat, aku saudaramu!

Saudara, tidak ada kata pengampunan dalam bahasa Eskimo, itu nggak ada. Jadi ketika satu utusan injil bercerita tentang pengampunan Tuhan Yesus kepada manusia maka orang Eskimo memakai kata agak panjang: Hisumagi jou jung nainermit! Apa artinya? Dikatakan artinya tidak bisa mengingat itu lagi! Ada haleluyah?

Ketika Tuhan Yesus mengampuni dosa kita, Dia tidak bisa mengingat itu lagi. Saudara mau seperti itu? Kadang-kadang kita berkata: Saya mengampuni dia, saya sudah ampuni, saya sudah maafkan tetapi saya tidak bisa lupakan dia punya perbuatan! Kalau saudara mengampuni, saudara harus bisa melupakan.

Kesalahan orang jangan diingat-ingat. Pengampunan artinya melupakan dan kita tidak bisa mengingat-ingat yang lain. Ada satu orang ditanya: Apa menurut kamu pengampunan itu? Pengampunan adalah bunga mawar yang wangi ketika dia diinjak. Wanginya bunga mawar itu akan keluar ketika dia diinjak. Jadi wangi. Ketika saudara diinjak, yang keluar bukan kutukan bukan marah tetapi wewangian ... sesuatu yang baik, sesuatu yang 'mari dekat-dekat'. Jadi pengampunan indah sekali.

Leonardo da Vinci, seorang pelukis, dia sudah menyelesaikan lukisannya dan dia tinggal menggambarkan wajah Yesus. Tapi dia tidak bisa dapat modelnya. Modelnya dari wajah Yesus itu bagaimana, dia tidak bisa dapatkan. Pada akhirnya dia lihat di lukisan itu gambar Yudas. Wajahnya Yudas, itu paling cocok untuk Yesus. Karena waktu dia menggambarkan Yudas, dia menggambarkan satu orang yang jahat. Tetapi ketika dia lihat, dia melihat ini bisa cocok untuk wajah Yesus. Maka dengan perubahan sedikit dia mendapatkan gambar wajah Yesus yang dia ambil dari gambar Yudas.

Arti ini sangat indah. Di dalam Yudas pengkhianat, di dalam kejatuhan seseorang - itu ada wajah Yesus yang mengampuni kita! Justru wajah Yesus yang mengampuni kita, itu ada pada kejatuhan manusia. Terus terang sampai kita mati kita tidak akan mengerti betapa dalam tinggi indahnya pengampunan dari Tuhan Yesus ini. 

Di Korea ada komunis menangkap satu anak dan orang ini biasa mempunyai rumah yatim piatu. Tapi diculik oleh komunis. Tetapi ketika komunis itu tahu bahwa orang ini dengan anaknya diculik, memelihara anak-anak yatim, jadi si komandan komunis itu tembak anaknya bapak ini sampai mati. Jadi si ayah yang mempunyai yatim piatu ini kehilangan anak. Beberapa tahun kemudian komunis ini tertangkap dan dihadapkan kepada orang ini. Orang ini minta kepada pemerintah Amerika: Tolong bebaskan bapak ini! Lalu tentara Amerika bilang: Ini orang yang bunuh anakmu, kamu bilang minta bebaskan? Dengan airmata berlinang dia berkata: Yesus saja mengampuni dosa saya, masa saya tidak mengampuni kesalahan orang seperti ini?

Beda dengan kita - urusan kecil dibikin besar, urusan kecil dalam rumah tangga dibikin besar ... dibikin besar. Tetapi orang kristen ini, urusan besar dibikin kecil. Dilupakan. Yesus saja mengampuni saya, masa saya tidak mengampuni orang yang berbuat jahat kepada anak saya? Kalau kita bandingkan dengan hidup kita, masih jauh kita kepada kelas ini ... kepada kelas mengampuni pembunuh yang membunuh.

Kalau kita membunuh musuh kita, kita jadi pembunuh juga. Tetapi kalau kita mengampuni musuh kita, kita akan jadi seperti Tuhan. Hanya Tuhan yang sanggup mengampuni. Itu sebabnya dengan kekuatan kita, kita tidak bisa mengampuni orang. Dengan kekuatan daging, semangat baik, berbuat baik, good will ... nggak bisa. Hanya Tuhan Yesus yang menyanggupkan saudara mengampuni kesalahan orang. Tidak bisa kita mengampuni. Hanya orang yang lahir baru yang bisa mengampuni. 

Ada seorang pembunuh, dia membunuh 10 orang Jerman. Yang 9 mati yang 1 tidak mati. Pada akhir cerita, orang ini berbalik menjadi penguasa; yang membunuh ada di bawah kuasa dia. Tetapi dia tidak pakai itu alasan dia tidak pakai itu kesempatan untuk membunuh. Justru dia mengampuni. Bawahan dia berkata: Kenapa bapak tidak tembak ini ... sudah membunuh 9 orang?

Maka kalau saya berkata, jangan kaget kalau saya ngomong Tuhan Yesus mati untuk Osama bin Laden. Tuhan Yesus mati untuk Imam Samudera, bom Bali itu. Tuhan Yesus mati bagi orang yang paling jahat. Hanya mereka belum tahu, belum mengerti siapa Tuhan Yesus. Saudara dan saya harus memperkenalkan Tuhan Yesus kepada mereka. Justru kita memperkenalkan Yesus itu dengan mengampuni. Hebatnya kekristenan, tandanya seorang kristen itu, justru dalam pengampunan, musuh diampuni, dan sebagainya.

Saudara, seorang pendeta bilang begini: Mengasihi sesama manusia ... yang disebut manusia itu termasuk musuh kita. Jadi jangan kita anggap mengasihi sesama manusia, yang berbuat baik sama kita. Dia kirim kue, aku kirim kue. Dia kirim makanan, aku kirim makanan. Dia baik sama kita, kita baik. Itu semua sama, orang dunia pun melakukan. Tetapi ketika kita mengasihi sesama manusia yang justru adalah musuh kita, maka kita akan jadi seperti Tuhan.

Yang kedua, belajarlah kita berbicara hal yang baik tentang musuh kita. Hati saudara akan tenang, hati saudara akan teduh. Kita bilang musuh kita ... dia baik .. dia baik ... dia baik sekali loh dia. Saudara cerita hal-hal yang baik. Hati saudara tidak akan tertuduh. Hati saudara akan plong akan bebas. Nggak ada beban.

Tetapi kalau saudara marah ... dalam ilmu pengetahuan ketika kita tersenyum, itu kita memakai 17 syaraf tetapi ketika kita cemberut marah, kita memakai 51 syaraf. Maka ibu-ibu yang ingin awet muda, banyaklah tersenyum. Dan suami-suami perhatikan senyum istri. Kalau dia tersenyum terus-terusan ... hati-hati. Banyaklah tersenyum, hadapi segala persoalan dengan senyum, hati saudara akan plong, hati saudara akan tidak ada beban.

Yang ketiga, musuh kita mempunyai 10 teman. Jangan lupa itu. Kalau kita punya 1 musuh, dia punya 10 teman ... 11 orang akan memusuhi kita. Tapi kalau kita punya teman, teman juga punya 10 teman yang baik. Jadi terserah saudara. Saudara mau pilih yang mana: Mau cari musuh apa mau cari teman? Teman 1.000 kurang, musuh 1 terlalu banyak.

Jadi maksud saya itu begini. Orang membenci kita, itu hak dia. Orang mengkritik kita, menjelek-jelekkan kita,  hak dia. Yang saya jaga, jangan sampai kita terpengaruh ... kita terpengaruh dengan itu lalu kitapun membenci dia.

Waktu saya belajar main pingpong, pelatih pingpong bilang begini: Lihat musuhmu. Kalau musuhmu main cepat, kamu jangan ikut main cepat, main pelan. Kalau musuhmu main pelan, kamu jangan main pelan ... main cepat. Kalau musuhmu main di belakang, kamu jangan ikut-ikut ke belakang ... main di depan. Kita main pingpong yang musuh kita tidak main.

Kalau dia benci, jangan kita benci ... kita mengasihi. Kalau dia marah, jangan kita marah .. kita mengasihi. Kalau dia menjelek-jelekkan kita, jangan kita jelek-jelekkan dia ... kita puji dia. Janganlah kita dibinasakan oleh kejahatan tetapi binasakanlah kejahatan oleh kebaikan. Hanya kebaikan yang bisa mengalahkan kejahatan, hanya air yang bisa memadamkan api. Api tidak bisa memadamkan api. Kemarahan tidak bisa mengalahkan kemarahan, hanya kebaikan ... hanya air yang bisa memadamkan api. Hanya kasih yang bisa mengalahkan kejahatan. Dan power kekuatan yang paling luar biasa di dalam kekristenan adalah pengampunan dan kebaikan. Luar biasa saudara.

Saudara tahu bahwa Yusuf Roni punya sejarah bagaimana dia pernah membakar gereja, pernah bikin gini, dia bilang: Saya tiap bulan puasa ada di Cianjur ikut pesantren, dan sebagainya. Tetapi ketika dia baca injil Yohanes, dia bingung ... bingung. Dia mau cari kelemahan orang kristen justru dia dijamah oleh Tuhan ketika dia membaca 'karena begitu Allah mengasihi isi dunia ini sehingga diberikannya Anak-Nya yang tunggal supaya barang siapa yang percaya kepada-Nya ... - Barang siapa itu, termasuk musuh kita - tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Ada haleluyah?

Ada peribahasa Cina yang saya tidak tahu ngomongnya. Saya takut salah. Tapi artinya saya tahu: Kita harus menang melawan musuh tanpa memukul! Jadi lain sama Jacky Chan. Banyak kristen Jacky Chan ... banyak saudara, hait ... hait ... banyak. Tapi menang atas musuh tanpa memukul itu peribahasa Tiongkok kuno. Maka saudara lihat ada soja begini, itu ada artinya ... minta angpao. Soja begini ada artinya. Ini ada tinju saudara tetapi ditutup. Kalau bisa dengan soja, sudah ... kita menang tanpa memukul. Itu peribahasa Tionghoa.

Demikian juga kita harus memenangkan orang lain, memenangkan musuh kita tanpa kita membenci dia, tanpa kita menjelek-jelekkan dia. Saya mau ngomong bahwa kita ini orang kristen nggak sempurna. Saudara dan saya nggak sempurna. Belum sempurna dah. 

Pengampunan adalah jembatan antara saudara dengan yang lain. Iblis tidak suka melihat kita bersatu, melihat keluarga itu sejahtera, damai. Dia ingin melihat keluarga itu pecah. Saat berburu, singa akan mengejar zebra yang paling lemah dalam kelompoknya. Kalau rumah tangga kita pecah - Lukas berkata - musuh akan menyerang kita. Iblis dia cari celah di mana kita lelah. Kita hidup dalam pengampunan, Iblis tidak bisa apa-apa.

Cerita Yusuf berakhir dengan happy ending. Ayahnya harus mengampuni anak-anaknya. Orang yang mengampuni, asalnya dia di sumur kosong, pada akhirnya dia di atas. Orang yang tidak mengampuni, asalnya di atas jadi di bawah. Yang mengampuni akan ditinggikan. Kita akan berdiri bersama-sama.

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________