Khotbah Family Camp VIII - 2005

Gereja Pantekosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Tema: Tanda-Tanda Orang Berhasil

               Cipanas, Hotel Setia, 01-02 September 2005 

Ibadah I

Haleluyah. Puji Tuhan. Malam hari ini kita buka bersama-sama di dalam surat III Yohanes mengenai keberhasilan.

1:1 Dari penatua kepada Gayus yang kekasih, yang kukasihi dalam kebenaran.
1:2 Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.

Saya ingin salin ayat kedua di dalam bahasa inggris, beloved I pray that you may prosper in all things and be in health just as your soul prospers ... saudaraku yang kukasihi, aku berdoa, supaya engkau beruntung di dalam segala sesuatu dan ada di dalam kesehatan, sama seperti jiwamu beruntung.

Keberhasilan adalah satu kata yang sedang banyak dipikirkan oleh orang lain. Dulu kita anggap SBY berhasil tetapi baru tadi ada demo minta SBY turun karena mereka anggap SBY tidak berhasil. Ada orang yang menganggap keberhasilan itu kalau kita bisa jadi kaya. Tetapi raja-raja kaya di dunia termasuk Iskandar yang Agung pernah berkata: kalau aku mati, biarlah peti matiku dikasih lobang di kiri kanannya dan tanganku keluarkan keluar. Kiri kanan. Supaya semua raja-raja yang pernah aku taklukkan boleh melihat bahwa aku tidak bawa apa-apa waktu aku mati. Dia merasa gagal di dalam kehidupannya.

Ada orang yang bilang kalau berhasil ini adalah kalau dia menjadi orang yang tenar. Tetapi saudara hampir tiap hari kita dengar di dalam televisi bagaimana orang-orang yang ternama, orang-orang yang tenar itu pecah rumah tangganya, hancur rumah tangganya.

Ternyata keberhasilan itu bukan di dalam ketenaran, keberhasilan bukan di dalam kekayaan, keberhasilan bukan di dalam apa yang kita sudah perbuat sudah berhasil secara materi tetapi keberhasilan adalah kalau kita berhasil di dalam Tuhan.

Kita akan melihat 3 macam kondisi.

Ada orang kristen yang materinya berhasil. Secara materi dia tidak kurang, secara materi dia berhasil. Apa yang dia perlu tidak pernah ketemu kata istilah kekurangan - tetapi dia tidak berhasil di dalam keluarganya. Ada anak yang kena ganja, ada anak yang kena narkoba, suami istri hubungan tidak harmonis ... terancam dengan perceraian. Jadi di satu sisi di materi dia berhasil, di keluarga dia tidak berhasil.     

Ada yang berhasil di materi, berhasil di keluarga - dia tidak berhasil dalam kesehatan tubuh, dia dirongrong oleh sakit penyakit. Berpindah-pindah dari satu penyakit kepada penyakit yang lain. Dan ini yang sedang dibicarakan oleh Yohanes kepada seorang yang bernama Gayus. Saya belum ada kesempatan memberi nama Gayus kepada anak yang diserahkan kalau sedang penyerahan anak sebab Gayus ini hebat luar biasa saudara. Dia dikasihi oleh gembalanya, yaitu Yohanes. Dikatakan

1:1. Dari penatua - Atau gembala sidang - kepada Gayus yang kekasih, yang kukasihi dalam kebenaran.

Jadi dia mengasihi bukan karena Gayus ini orang kaya, dia mengasihi bukan karena Gayus ini orang ternama orang terkenal, dia mengasihi bukan karena Gayus bisa kasih perpuluhan; dia mengasihi karena Gayus ini hidup di dalam kebenaran. Amin, saudara?

Jangan salah paham, saudara. Hamba Tuhan gembala sidang itu, dia akan merasa puas batin dan lahirnya kalau dia melihat jemaatnya itu hidup di dalam kebenaran. In truth ... dalam kebenaran. Jangan setengah kebenaran, jangan 30 kali ganda kebenaran. Bukan 60 persen kebenaran tapi seratus persen dari kebenaran yang ada di dalam Tuhan. Lalu dia berkata  

1:2 Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.

Bahasa inggris, prosper ... semoga engkau beruntung. Prosper. Berkembang dan beruntung. Nah, ini yang didoakan supaya engkau di dalam hidupmu engkau berkembang. Di dalam segala bidang hidup - baik kesehatan, baik kekayaan, baik kebahagiaan rumah tangga berkembang. Tapi inilah. Jadi ada interlocking satu dengan yang lain. Begitu kita ini materinya maju, kita nggak jujur di dalam pernikahan. Banyak orang kaya diberkati oleh Tuhan secara materi, dia meninggalkan istrinya, dia punya ayam negeri ... istri simpanan. Dia punya seseorang yang dia suka selain istrinya. Karena apa? Uang.

Jadi Tuhan ini mengimbangi sekarang apa Aku memberi berkat materi ini kepada orang ini limpah, apa dia nggak akan lupa daratan kalau Aku kasih uang ini? Itu sebabnya doa dari pada Yohanes ini, kiranya engkau berkembang di dalam segala sesuatu. In all things. Dan segala sesuatu ini kita akan belajar satu persatu pada malam hari ini. Yang pertama kita akan melihat berkembang di dalam rumah tangga, berkembang di dalam keluarga. Kita buka Mazmur  

128:1 Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!

Saya salin dalam bahasa inggris, diberkatilah setiap laki-laki yang takut akan Tuhan,  yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!

Karena yang diciptakan pertama oleh Tuhan adalah Adam. Laki-laki. Dia diciptakan pertama. Tuhan sekarang berbicara karena di dalam alkitab itu Aku Allah Abraham, Ishak dan Yakub ... selalu bersifat patriarch, bersifat kebapaan. Maka dikatakan, berbahagialah laki-laki. Dihormati sama Tuhan. Dalam keluarga, kepala rumah tangga adalah laki-laki. Berbahagialah atau diberkatilah laki-laki. Blessed ... diberkatilah. Dalam, bahasa Yunani dipakai kata makarios, diberkatilah.

Saudara lihat kata diberkati itu artinya kita non aktif. Contoh. Itu anak disuapi - jadi anaknya nggak makan sendiri, makannya disuapi. Itu anak saya yang masih kecil sedang dimandikan - dia nggak mandi sendiri tapi dimandikan sama ibunya. Itu Bapak Presiden Gus Dur itu dituntun - ada orang yang menuntun dia. Dia non aktif, tapi ada orang lain. 

Jadi kata diberkati bukan usaha saudara, bukan pintarnya dagang saudara, bukan koneksi saudara sama boss, bukan koneksi saudara sama jenderal, bukan koneksi saudara sama orang yang tahu tentang uang. Kalau diberkati, kita non-aktif, tapi Tuhan memberkati kita. Siapa yang diberkati? Laki-laki yang takut akan Tuhan. Nah, ini kuncinya.  

128:1 ... Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!

Ada banyak yang ditunjukkan oleh Tuhan. Akulah jalan, kebenaran dan hidup, kata Yesus. Tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa tanpa melewati Aku. Kalau Dia saja jalan, Dia bisa nunjuk jalan maka saya yakin dari 1.001 macam jalan, yang satu itu yang benar ... datang dari Yesus. Ini jalan yang engkau harus tempuh, ikuti jalan itu.

Saudara tahu anak terhilang? Dia pakai jalannya sendiri, dia pakai maunya sendiri, dia pakai tekniknya sendiri, dia pakai otaknya sendiri, dia pakai caranya sendiri. Pa, minta warisan. Seolah-olah dia bilang: Pa, mati aja supaya warisannya langsung boleh saya terima. Minta warisan. Bapanya baik, dikasih warisan. Warisannya dijual murah, saudara karena ingin dapat cash. Dan cash itu dia pakai di jalan-jalan yang tidak baik, di jalan-jalan yang tidak benar. Sampai akhirnya dia menjadi kelaparan, kerja di tempat tukang ngangon babi. Satu kali dia lapar, dia ingin makan ampas makanan babi.

Saudara, kalau saya bilang ampas, itu adalah makanan sisa. Saudara dan saya disediakan oleh Tuhan makanan yang the best, makanan utama, amin? Bukan makanan sisa. Jadi saudaraku, Tuhan memberikan yang terbaik. Yang the best, bukan ampas. Mazmur

128:1 ..., yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!

Dalam bahasa inggris, walk in his ways ... berjalan di jalan-jalannya Tuhan. Jadi ternyata Tuhan itu banyak jalannya. Kita suka menyanyi, ku ta'u Tuhan pasti buka jalan. Jadi kita anggap jalan dari Tuhan itu jalan keluarnya cuma satu,. Tidak. Jalan keluar dari Tuhan itu banyak macamnya, many ways. Dia punya 1.001 macam cara untuk meluputkan kita melepaskan kita dari segala kesesakan kita. Ada amin saudara?

Saya tidak peduli apapun yang saudara sedang alami tetapi saya yakin ayat ini ya dan amin. Kalau kita berjalan di dalam jalan-jalannya Tuhan, kita akan disebut laki-laki yang diberkati oleh Tuhan. Puji Tuhan,   

128:2 Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!

Sekarang bicara tentang ekonomi. Tadi keberhasilan rumah tangga, sekarang keberhasilan ekonomi. Mazmur

23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Hidangan itu bukan satu macam. Persoalannya kita mau makan apa tidak.

128:2 Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, ...

Ada kata "hasil". Jadi berbicara kepada kehidupan yang berhasil. Ingatlah saudara, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan saudara. Pada waktu yang tepat, pada saat yang matang ... akan ada hasil dari jerih payah saudara. Jerih payah ada hasilnya, ingat itu. Tidak mungkin saudara jerih payah nggak ada hasilnya, nggak mungkin. Ini firman Allah. Kalau saudara mau berjerih payah, jerih itu termasuk korban perasaan, jerih itu kelelahan dari mental, jerih itu kelelahan dari pikiran. Saudara mungkin sudah hampir putus asa, saudara jerih. 

Payah, kelelahan badan, kelelahan tubuh. Tapi ada hasilnya. Jadi di sini Tuhan anti orang malas. Maka surat Tesalonika berkata, orang yang malas jangan sampai dia makan, katanya. Kenapa? Karena orang yang berjerih lelah pasti ada hasilnya. Pasti. Apalagi waktu muda. Waktu segar-segarnya. Jauh penyakit.

Masa sih Tuhan tinggalkan. Burung di udara saja tidak menabur tidak menuai, dipelihara sama Tuhan. Lihat kata-Nya itu bunga lili di padang. Tidak ada yang dihiasi lebih jelek dari Salomo. Salomo tidak bisa dihiasi seperti itu indahnya. Kenapa kamu kuatir, kenapa kamu takut? Lihat, kalau kita ada jerih, mau payah lelah - selalu ada hasilnya.    

Satu orang dapat 5 talenta, dia kerjakan dapat untung 5 talenta. Begitu tuannya datang: Tuan, saya dikasih modal 5 dapat 5, jadi sekarang 10. Bagus, kata tuannya, aku akan percayakan kamu pada hal yang lebih besar. Datang yang dapat 2 talenta. Dia kerjain, dapat 2: Tuan, yang tuan kasih modal 2 saya sudah untung 2, dapat 4. Bagus. Tapi yang dapat 1, dia malas, dia ngak mau kerjakan. Dia gali tanah, dia taruh talenta itu di dalam tanah jadi tidak berbuah. Padahal kalau dia kerjakan dapat 1 saja, 5 dapat 5 kan, 100%; 2 dapat 2, 100%; 1 dapat 1 pun 100%.

Tuhan nggak lihat besar kecilnya tapi saudara mau kerjakan nggak. Kalau saudara kerjakan, jerih lelah ada hasilnya. Kalau ada jerih lelah, engkau akan makan hasilnya. Di dalam Tuhan, akan ada keuntungan yang besar kalau kita mengikuti jalan yang ditunjukkan-Nya.    

128:2 Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, ... 

Tangan bicara pelayanan. Bukan hanya saudara rajin di usaha tapi di pelayanan juga. Saya sudah jadi saksi hidup, mungkin belum ribuan tapi ratusan orang saya jadi saksi hidup: dia aktif di gereja, dia ada pelayanan di gereja, dia berani tinggalkan bisnis untuk kebaktian, dia tutup toko untuk kebaktian, malah diberkati oleh Tuhan. Jerih payah tanganmu adalah pelayanan kita.

128:3 Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!

Isterimu. Bahasa aslinya, ... akan menjadi seperti pohon anggur yang manis.

Di dalam rumahmu. Ibu-ibu, istri-istri, pelayananmu yang terutama itu bukan anak bukan cucu - tapi suami. Ada istri-istri yang suka merambat keluar - dia manis untuk orang luar tetapi kepada suami sendiri galak.

128:3  ... ; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!

Saudara mungkin hidup sederhana, tidak kekurangan tapi tidak berkelebihan. Pas, sederhana saja. Nggak usah kecil hati. Selama saudara punya anak-anak ada di meja saudara, bisa diatasi oleh saudara - surga kecil di dunia. Banyak orang kaya tapi nangis karena anak-anaknya kena narkoba, ada anak yang menjadi penjual narkoba. Biar hidup saudara sederhana tapi anak-anak saudara masih mengasihi saudara, mau dengar kata-kata saudara, surga kecil di dunia.  

Seperti tunas pohon zaitun.

Saudara tahu buah zaitun adalah buah yang mengandung obat. Biar darah tinggi apa maka dalam makanan-makanan Barat selalu ditaruh buah zaitun, satu atau dua. Datanglah dari buah zaitun itu minyak zaitun. Minyak zaitun adalah minyak yang menyembuhkan. Dulu belum ada PPO. Zaman dulu orang-orang kalau jalan ke mana-mana sakit badannya, dibalur oleh buah zaitun. Zaitun itu menyembuhkan.

Saudara, betapa hati kita tersembuhkan, terhibur kalau kita lihat anak-anak kita tidak melawan, kalau kita melihat anak-anak kita ada di dalam jalannya Tuhan. Dia menjadi seperti buah zaitun, dia menjadi sesuatu yang menurunkan darah tinggi kita. Sedang kita lihat banyak problem banyak persoalan, begitu lihat anak kita ini, aduh terhibur kita.    

128:4 Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.
128:5 Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,

Saudara belum pernah ke Israel, belum pernah lihat Yerusalem tapi saudara bisa menikmati kebahagiaan Yerusalem. Yerusalem yang di Israel itu bom hampir tiap hari meledak walaupun jauh dari kota Yerusalem, tempat-tempat tertentu bom meledak, granat meledak.

Tapi Yerusalem yang dimaksud Tuhan adalah di dalam hati kita. Kita akan menikmati Yerusalem, kita akan menikmati melihat kebahagiaan Yerusalem. Betapa indahnya, dikatakan seumur hidupmu. Bukan tahun ini bahagia, tahun depan susah. Tidak, seumur hidup kita! Ini adalah kita punya hak bahwa kita ini akan mendapatkan kebahagiaan seumur hidup.    

128:5 Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion.

Sion ini apa, apa Zionisme Israel? Bukan. Sion ini dalam perjanjian lama. Kalau dalam perjanjian baru itu gereja. Jadi saudara musti kebaktian itu rajin kebaktian. Seperti tidak ada apa-apa tetapi coba saudara rajin kebaktian. Saudara nggak rasa, saudara naik. Naik pelan-pelan. Saudara nggak rasa saudara biasa saja tapi tahu-tahu saudara 10 tahun kemudian saudara di atas. Dan saudara lihat ke belakang, iya ya, 10 tahun yang lalu saya di sana, sekarang saya ada di atas. Tuhan naikkan saudara. Karena Sion adalah tempat yang tinggi. Orang yang ke Sion, dia harus naik gunung, gunungnya Daud.

Nah, Sion menjadi lambang bagi kita di akhir zaman ini adalah gereja. Saya juga jadi saksi hidup semua yang setia dari pemuda kebaktian menurut apa yang Tuhan tunjukkan, dia jadi orang sekarang, dia jadi berhasil. Jadi hargailah Sion, hargailah gereja. Tuhan catat rajin atau tidak kita. 

Bagaimana kehidupan kita dengan Tuhan? Bagaimana kehidupan kita dengan gereja?

128:6 dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

Melihat cucu. Damai sejahtera atas Israel!

Saudara dan saya adalah Israel rohani. Bukan Israel yang di sana - Israel rohani. Coba kita lihat ayat 1, dimulai dengan kata berbahagialah atau diberkatilah, diakhiri dengan damai sejahtera. Dalam pembukaan malam hari ini, Tuhan mau mengawali hidup saudara dengan satu berkat dan kebahagiaan ... dan akan diakhir dengan damai sejahtera. Mari kita berdiri bersama-sama.

 

Ibadah II & III

Siapakah orang yang berhasil itu?

Dalam sudut pandang Alkitab (Firman Tuhan), mereka adalah: "... yang bertambah (prokopto=maju ke depan) hikmat-Nya (sophia=hikmat Tuhan) dan bertambah besar-Nya (helikia=bertambah dewasa), dan makin dikasihi (kharis=diperkenan) oleh Allah dan (dikasihi) manusia" (Lukas 2:52).

Seperti SALIB, maka prinsip ini memiliki 2 (dua) garis yang bersilangan dan 4 (empat) ujung.

DUA GARIS:

Vertikal: Dikasihi Tuhan

Horizontal: dan manusia

                                    

EMPAT TITIK:

a. hikmat

b. besar-Nya

c. dikasihi manusia

d. dikasihi Tuhan

Berikut ini kita akan melihat suatu gambaran yang indah mengenai tanda-tanda orang yang berhasil, melalui perjalanan Yusuf (Kejadian 27 s/d 50). Kehidupan Yusuf ini dapat dibagi dalam 3 (tiga) bagian besar:

1. Yusuf di tengah keluarga: a. hubungan dengan orang tua dan saudara-saudaranya; b. visinya

2. Yusuf di tengah penderitaan (menghadapi fitnahan demi fitnahan)

3. Yusuf di tengah keberhasilannya: a. berkenan kepada Allah; b. berkenan kepada manusia

 

I.  YUSUF DI TENGAH KELUARGA

(Kejadian 37:1-11)

a. Hubungan dengan orang tua: (dikasihi - ayat 3). Bagaimana dengan anda?

b. Hubungan dengan saudara-saudaranya: baik, tetapi tidak mau kompromi dengan kejahatan saudara-saudaranya (1 Korintus 5:11; 2 Korintus 6:17; Mazmur 1:1)

c. Visi (mimpi Yusuf): Dalam persoalan visi inilah Yusuf tidak disenangi baik oleh saudara-saudaranya maupun ayahnya (ayat 5:11)

Amsal 29:18a "... bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat!" (Sal. inggris, "... where there is no vision, the people perish" (di mana tidak ada visi, orang akan binasa)

"You are what you read, you are what you see, you are what you think!"

(Anda adalah apa yang anda baca, anda adalah apa yang anda lihat, anda adalah apa yang anda pikirkan)

 

II.  YUSUF DI TENGAH PENDERITAAN

(Kejadian 37, 39 s/d 41)

Dr Robert Schuller: "Tough times never end, but tough people always do!" - (Waktu yang sukar tidak pernah berhenti tetapi orang yang ulet selalu dapat mengatasinya)

a. Ia akan dibunuh (Kejadian 37:18-20)

b. Ia difitnah (Kejadian 37:23-36)

c. Ia akan dijual (Kejadian 37:36)

d. Ia disertai dan diberkati Tuhan (Kejadian 39:1-6)

e. Ia difitnah lagi (Kejadian 39:7-20)

 

III.  YUSUF DI TENGAH KEBERHASILAN

(Kejadian 40 s/d 50)

a. Ia membuka tabir mimpi (Kejadian 40 s/d 41:38)

b. Ia dipercaya memerintah Mesir (Kejadian 40:37-57)

c. Ia dihampiri saudara-saudaranya (Kejadian 42 s/d 45)

d. REUNI (Kejadian 46 s/d 50)

 

KONKLUSI

1. BERANI menghadapi tantangan dan tidak menyerah

2. MENGIRING Tuhan dengan tetap (setia)

3. MENGETAHUI kehendak-Nya

4. TIDAK berubah-ubah

5. CEPAT berkata: "maafkan saya", "saya mengasihi anda", dan "mari kita berdoa!"

6. BERSUKA CITA melihat Tuhan memberkati atau memakai seseorang lebih dari diri mereka, tanpa iri (Filipi 2:1-3) -- karakter Yesus)

7. TETAP percaya kepada Tuhan ketika semua di sekitarnya menentang dirinya tanpa bersungut (Filipi 2:14)

8. MENGGUNAKAN uangnya agar semua urusan lancar, tidak menunggu orang lain menggunakan uangnya

9. TETAP melayani jiwa-jiwa yang Tuhan percayakan (bukan hanya pendeta)

10. TENANG menantikan Tuhan memenuhi kebutuhannya (Mazmur 27:14)

11. MELIHAT kesempatan di dalam kesempitan, bukan kesempitan dalam kesempatan

12 TIDAK meninggalkan jemaat/teman begitu saja

13. SUKARELA menolong orang tanpa marah

14. MELAYANI dengan penuh sukacita untuk memuliakan Allah dan bukan hanya mengerjakan yang sedikit untuk menghindari kesalahan dan cela (takut gagal)

15. TERBEBAN dengan manusia bukan mengacuhkannya (Amsal 11:26)

16. MENGERJAKAN segala sesuatu dengan rapih dan teratur (Efesus 2:19-21)

17. BERHARAP langsung pada Tuhan untuk kebutuhannya, bukan manusia (Ibrani 13:5-6)

18. MEMBERIKAN kemuliaan hanya pada Tuhan saja (I Korintus 15:10; Yohanes 3:30; Mazmur 115:1)

19. MAJU setiap hari, bukan sebaliknya (Amsal 4:18)  C r e s c e n d o!

20. MENOLONG memenuhi kebutuhan orang, sebatas kemampuannya

21. BERHARAP yang terbaik, dan bersiap untuk yang terburuk

22. MENABUR, karena dari sanalah mereka akan menuai (2 Korintus 9:6; Lukas 6:38)

23. RENDAH HATI, karena daripadanya akan timbul kekayaan, hormat dan kehidupan (Amsal 22:4)

24. BERTAMBAH-TAMBAH dan berbuah-buah (Yohanes 15:6)

 
"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." -- Paulus (Filipi 4:13)

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________