Khotbah Family Camp XI - 2008

Gereja Pantekosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Tema: Menikmati Tuhan

               Cipanas, Pondok Sukanagalih, 18 Agustus 2008 

Ibadah I/III

Mari saudara-saudara, pada malam hari ini kita akan menutup ini dengan satu hal yang buat saya pribadi sangat penting dan belum pernah saya khotbah. Saya akan beri kepada saudara-saudara. Tapi karena waktu, jadi saya tidak akan khotbah panjang. Kita akan langsung masuk ke dalam perjamuan kudus nanti. Saya harap benih firman Allah ini tidak jatuh di jalan. Tidak jatuh di tempat yang berbatu dan berduri. Tetapi jatuh di tanah yang baik.

Kita akan mendengar tentang bersandar di dada Yesus. Yohanes  

13:24 Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!"
13:25 Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?"
13:26 Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya."

Di dalam ayat 25, kita membaca murid yang duduk dekat Yesus. Salinan ini sangat jauh artinya dari salinan bahasa Inggris, then leaning back on Jesus' breast. Jadi murid itu, dia bersandar di dada Yesus. Di pangkuan Yesus dia sandar. Kenapa murid ini berani sandar di dada Yesus - namanya Yohanes -? Kita baca di dalam ayatnya yang ke-22,

13:22 Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.
13:23 Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

Bersandar kepada-Nya di sebelah kanan-Nya. Dalam bahasa Inggris, ternyata dia bersandar - di dalam ayat 23 - kepada pelukan-Nya Yesus. Di dalam ayat 25 dikatakan, dia bersandar pada dada Yesus. Jadi supaya kita tidak bingung, kita mau ambil kedua arti ini. Bosom ... pelukan dari Yesus. Breast, dada dari Yesus. Jadi Yohanes ini murid yang dikasihi oleh Yesus. Saya yakin Yesus punya kasih kepada sebelas dan dua belas murid itu tidak pilih kasih.

Tetapi karena murid ini mempunyai respon; dia mempunyai respon. Dia berani ngelendot. Dia berani bersandar di pelukan Yesus. Dia tidak malu, dia tidak rasa risi; dia bersandar. Dia begitu ingin dekat dengan Yesus; dia bersandar di dada Yesus. Itu sebabnya ayat 23 dikatakan, dia disebut murid yang dikasihi-Nya.

Banyak orang kristen yang bersandar di atas kepintarannya sendiri. Banyak orang kristen bersandar di atas kekuatannya sendiri. Saya yakin Yesus cinta mereka semua. Yesus cinta kita, tidak pernah pilih kasih. Tetapi Dia sedang mencari siapa yang mau merespon kepada Dia, yaitu dengan sandar di dada Yesus. Menikmati pelukan dari Yesus. Menikmati penerimaan dari Tuhan Yesus. Banyak kali kalau kita sembahyang, kita sembahyang seperti capung cebok. Begitu capung kena air, naik lagi. Seperti capung cebok. Kita tidak pernah bersandar di dadanya Yesus. Kita tidak pernah mendengar denyut jantungnya dari Yesus. Di dalam Yohanes 21, di sana sekali lagi kita membaca ayat yang bunyinya sama. Yohanes

21:20. Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus - Ingat namanya siapa? Yohanes. Kenapa Yohanes tidak tulis Yohanes? Karena dia yang tulis ini cerita. Jadi dia rasa malu kalau dia tulis itu dirinya. Dia cuma bilang, murid yang dikasihi Yesus. Berarti dia yakin betul dia dikasihi oleh Yesus - sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"

Dalam ayat yang ke-20 ini, sekali lagi kita melihat salinannya tidak tepat. Di dalam bahasa Inggris dikatakan, yang juga bersandar pada dada Yesus. Haleluyah? Saya belajar satu hal. Murid-murid tanya siapa yang akan menyerahkan Yesus? Siapa yang akan mengkhianati Yesus? Nggak ada yang berani langsung. Nggak ada yang berani ngomong langsung sama Yesus. Petrus itu ketua murid-murid, nggak berani ngomong langsung sama Yesus. Dia pakai Yohanes. Karena Yohanes sudah biasa duduk bersandar di sebelah kanan di dada Yesus. Kadang-kadang di pangkuan Yesus seperti anak kecil. Tetapi ini mengandung rahasia besar.

Saudara-saudara, hanya dia yang dekat dengan Yesus yang berani berbicara dengan Yesus. Banyak hal yang kosong yang kita alami. Cerita A, cerita B, cerita C, yang kosong tidak ada artinya. Tetapi Yesus menjawab siapa saja yang dikasihi-Nya, yang dicintai-Nya.

Malam hari ini Yesus mencintai kita semua. Tetapi Dia mencari siapa yang mau respon kepada Dia? Bagaimana respon saudara kepada firman Allah? Menerima? Menolak? Masih pikir-pikirkah? Bagaimana saudara respon kepada pribadi Yesus? Seperti lagu kita belajar Ku ingin menikmati pribadi Yesus. Saya ingin menikmati Tuhan. Aku ingin menikmati.

Lima tahun yang lalu saya sudah ngomong sama guru saya dari Amerika, pendeta Brodland. Saya bilang, aduh, hati saya sudah di sana, oom. Saya ingin lekas pulang untuk ketemu dengan Yesus. Dia mengerti. Banyak orang kalau saya ngomong begitu, nggak ngerti apa yang saya maksud. Jawabannya main-main, inilah itulah, panjang umurlah. Saya tidak sedang bicara panjang umur. Saya sedang bicara kerinduan saya bertemu dengan Yesus. Itu kerinduan, saya harus punya dong. Aku rindu bertemu dengan Dia. Aku rindu ketemu dengan-Nya. Paulus bicara begitu. Begitu bersama-sama dia berbicara, begitu dia merindukan. Ayub juga merindukan untuk ketemu dengan Penebusnya. Kita akan lihat bagaimana Paulus di dalam Filipi

1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Kita cuma bisa ngomong keuntungan tapi kita tidak tahu seperti apa besarnya keuntungan pada waktu kita mati. Petrus berkata, kalau kita mati Tuhan menyediakan satu harta, satu warisan yang tidak akan rusak, yang Dia simpan bagi kita di sana. Dia tidak beri di sini. Di sana. Dan saya yakin berkat itu jauh lebih besar, jauh lebih mulia, jauh lebih indah dari pada berkat yang kita terima di sini. Hidup adalah Kristus. Kalau kita masih hidup belum dipanggil oleh Tuhan ... bagi Kristus.

Saya adalah karyawan, karyawan bagi Kristus. Saya adalah pekerja ... pekerja bagi Kristus. Saudara kerja di kantor, jadilah pekerja di kantor tapi bagi Kristus. Bukan seperti kepada manusia. Saya majikan, saya bos ... jadilah bos bagi Kristus. Saya dokter, jadilah dokter bagi Kristus. Saya insinyur, jadilah insinyur bagi Kristus. Karena hidup adalah Kristus. Haleluyah.

Tidakkah saudara melihat intinya dari kekristenan itu di dalam Yesus. Intinya pengenalan kita kepada Dia itu ketika kita ada di dalam pelukan Yesus. Ketika Yohanes bersandar. Itu sebabnya Yohanes satu-satunya murid Yesus yang mati bukan mati sahid. Dia mati tua biasa. Ditaruh di minyak yang panas, mau digoreng, tidak mempan. Dia keluar. Dibuang di pulau Patmos, malah melihat Wahyu. Karena apa? Karena hidupnya dekat dengan Yesus. Dan dia menikmati Yesus.

Yohanes tidak lebih hebat dari saudara. Saudara bisa dicintai oleh Tuhan sama seperti Tuhan mencintai Yohanes. Respon kita kepada Yesus itu bagaimana? Apa respon hati saudara kepada Tuhan malam hari ini? Apakah hati kita penuh pemberontakan? Apakah hati kita penuh ketaatan kepada Tuhan? Seorang Ayub, kita buka Ayub 19. Di sana kita membaca bagaimana Ayub sedang hancur-hancurnya kehidupan dia. Dia bisul, tidak sembuh-sembuh. Istrinya menyuruh dia mengutuk Tuhan. Istrinya tidak percaya kepada Tuhan lagi. Ada tiga temannya menyalahkan dia. Ayub

19:21 Kasihanilah aku, kasihanilah aku, hai sahabat-sahabatku, karena tangan Allah telah menimpa aku.
19:22 Mengapa kamu mengejar aku, seakan-akan Allah, dan tidak menjadi kenyang makan dagingku?
19:23 Ah, kiranya perkataanku ditulis, dicatat dalam kitab,
19:24 terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya!
19:25 Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.
19:26 Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah,
19:27 yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.

Ini kerinduan yang terdalam. Mari saudara lihat ke depan. Tuhan ingatkan saya. Anggaplah ini segitiga. Kalau saudara kenal Tuhan di sini, di bawah, luas ... banyak yang menjadi perhatian saudara. Kalau rohani saudara di bawah, banyak sekali yang menarik perhatian saudara. Tambah saudara naik rohani, tambah sedikit yang kita perhatikan. Tambah naik rohani saudara, tambah sedikit yang kita perhatikan. Tetapi ketika kita sampai di puncak, kita tidak bisa lihat siapa-siapa lagi. Yang di puncak hanya Yesus.

Jangan berani ngomong kalau kita hidup di sini, kita ngomong saya sudah dapat Yesus. Lihat Ayub. Dia tidak bilang saya bisul, saya bisul. Tidak.Tanpa kulit pun aku akan ketemu Penebusku itu hidup. Hatiku merana karena rindu. Saya mengerti sekarang. Apa yang dulu saya baca tidak mengerti. Sekarang saya merindu karena karena saya alami. Tuhan itu harus saudara rindukan. Harus saudara rindukan Tuhan. Berapa banyak teman-teman kita yang sudah pulang karena memikir kesulitan, memikir perjalanan. Susah ini, susah itu. Tapi dengan Yesus, apa sih artinya kesusahan itu? Ada yang badan di sini, tapi pikiran sudah di bis, pikiran sudah pulang. Ada yang bilang, wah nanti kita bisa malam sampai Jakarta jam satu malam. Saudara sudah lebih dari nabi Hosea. Saudara sudah bisa tahu pulang sampai jam satu malam.

Apa artinya sih kita pulang telat, pulang cape dibandingkan dengan Yesus yang ada di puncak kemuliaan. Buat apa kita ikut Family Camp kalau kita tidak ketemu Dia? Buat apa kita ikut family camp kalau kita masih memikir dunia?

Di tengah-tengah Family Camp masih sibuk, masih takut, masih bingung dengan bagaimana kita pulang? Jam berapa kita sampai? Apa saudara tidak bisa percaya seperti Gideon? Gideon bilang, matahari berhenti ... matahari bisa berhenti. Apa Tuhan tidak berkuasa saudara pulang jalan dibuka sama Tuhan? Saudara tidur dengan tenang di bis sampai di Jakarta dengan selamat walaupun harus mengantar ke sana kemari tetapi hati Tuhan dipuaskan. Ini family camp bukan cari kepuasan kita yang puas. Bukan. Biar hati Tuhan dipuaskan. Biar hatinya Yesus dipuaskan. Dia lihat hati kita malam hari ini. Apa hati-Mu Tuhan puas?

Beberapa tahun yang lalu penyanyi dari gereja GKI Samanhudi nyanyi. Dokter-dokter, insinyur-insinyur yang menyanyi, bukan orang bodoh, tujuh puluh orang. Mereka nyanyi dengan keluar air mata. Maka saya bilang belum ada paduan suara seperti paduan suara ini. Banyak dokter dan insinyur sudah penuh dengan Roh Kudus. Mereka nyanyi. Saya tidak bisa ingat itu kata-kata nyanyian semuanya. Tapi kata-katanya saya tidak bisa lupa. Puaskah Tuhan ... Puaskah Tuhan ... Puaskah Dia denganku. Itu saja yang saya ingat.

Buat apa segala keberhasilan, kesuksesan, kekayaan, posisi? Buat apa kalau Tuhan tidak puas? Bukannya saya tidak mau pindah ke Jakarta. Sudah saya minta kepada Tuhan: Tuhan, boleh saya pindah ke Jakarta? Dia bilang: Jangan. Aku bisa pakai kamu walaupun kamu di Cianjur. Buktikan Tuhan. Tuhan beri sekolah alkitab. Dua puluh tahun kemudian Dia beri sekolah tinggi teologi. Tuhan sediakan semua. Jadi saya tidak mau ke Jakarta, saya nya puas, Tuhan tidak puas. Biar saya di Cianjur, saya tidak puas mungkin saya kurang puas tetapi hati Tuhan dipuaskan. 

Malam hari ini di mana posisi saudara pada segitiga ini? Kalau saudara ada di bawah, banyak hal menarik hati saudara. Tambah tinggi saudara jalan ikut Yesus, tambah tinggi kerohanian saudara. Satu kali saudara akan bilang: Yesus, You are the best. Tuhan, Engkau yang terbaik. Engkau yang termanis. Yesus yang termanis buat kehidupanku. Dia yang termanis. Sebagai ayat yang terakhir kita buka Injil Lukas. Lukas 

16:19 "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
16:20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
16:21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
16:22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.

Artinya Lazarus diterima di dalam pangkuan Abraham. Allah berkata: Aku adalah Allah Abraham, Ishak, dan Yakub. Bagi orang Yahudi, Abraham adalah bapanya segala orang yang beriman. Jadi di pangkuan Abraham artinya Lazarus diterima dengan dekat; karena sudah dipangku, tidak ada lagi antara. Itu yang Tuhan Yesus sedang tunggu. Di mana anak-anak Tuhan, umat Allah, masuk ke dalam kemuliaan. Bukan nanti di sorga. Sekarang di dunia ini kita bisa masuk, menikmati pangkuan-Nya Tuhan. Menikmati dada-Nya Yesus Kristus, bersandar kepada Yesus.

Di dalam keadaan kekalutan ekonomi di dunia ini, saudaraku, ini saat yang tepat bagi kita untuk bersandar di dada Yesus, untuk ada di pangkuan Yesus. Seperti Lazarus di pangkuan Abraham, demikian juga kita, Yohanes di pangkuan Yesus, Yohanes di dada Yesus. Demikian juga kita. Seperti Ayub sudah melihat Yesus, Penebusku itu hidup. Ribuan tahun sebelum Yesus lahir, dia sudah lihat, Penebusku itu hidup. Walaupun Dia terlahirnya nanti tapi aku tahu Penebusku itu hidup. Dan mataku sendiri akan lihat, Dia, tidak ada orang lain lagi, mataku sendiri akan lihat Dia.

Kenapa? Karena di puncak kerohanian seseorang, tidak ada lagi yang dia lihat. Tidak ada kelemahan, tidak ada lagi kesalahan orang, tidak ada lagi semua, tidak ada lagi dunia, tidak ada lagi kekayaan dunia, tidak ada lagi segala macam. Yang ada hanya Yesus.

Waktunya tiba bagi kita untuk masuk ke dalam perjamuan kudus. Saudara rasa puas? Biar kita tidak puas, nggak apa-apa. Asal Yesus yang puas. Maka mewakili panitia, saya mohon maaf jikalau dalam melayani saudara ada kekurangan, banyak kekurangan, kesalahan, kelalaian, kealpaan. Mohonlah dimaafkan.

Kalau ada jarum yang patah, jangan disimpan di dalam laci. Kalau ada hal-hal yang salah, jangan di simpan di dalam hati. Kalau ada sumur di ladang bolehlah kita menumpang mandi. Kalau ada umur kita panjang, pasti kita berjumpa lagi. Kiranya Tuhan memberkati saudara. Para pelayan perjamuan, maju ke depan.

                                                                                                                      -- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________