Khotbah Family Camp XII - 2009

Gereja Pantekosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Tema:  Yesus Tak Pernah Meninggalkan

Cipanas, Pondok Sukanagalih, 17 Agustus 2009

Kita akan membuka Alkitab kita dari Ibrani

13:1 Peliharalah kasih persaudaraan!
13:2 Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat.
13:3 Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini.
13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.
13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
13:6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"
 

Di dalam ayat pertama sampai ayatnya yang terakhir, itu salinan ini saya kurang puas. Salinan bahasa Indonesia ini banyak kali tepat, banyak kali lebih baik tapi yang paling banyak kurang tepat. Termasuk Ibrani 13 ini. Bayangkan saudara kita diajar oleh firman Allah dari Alkitab Ibrani 13 dengan salinan yang tidak tepat tetapi itu sudah memberkati kita, apalagi kalau kita mengerti salinan yang tepat.

Dalaam ayat pertama dikatakan, peliharalah kasih persaudaraan. Kata pelihara tidak ada dalam bahasa Inggris. Tetapi bahasa Inggris bilang begini: Biarlah kasih persaudaraan berkesinambungan.

Apa artinya berkesinambungan itu? Kalau seperti ombak, itu bergulung-gulung. Sudah mau habis, dari belakang sudah ada lagi. Sudah mau habis, dari belakang sudah ada lagi. Jadi tidak pernah habis. Jadi selalu berkesinambungan. Ingat ini ayat dasar. Saudara-saudara yang kekasih, itu adalah dasar dari kekristenan. Jadi kalau saudara yang masih musuh, masih punya kebencian, masih punya kemarahan, masih punya dengki, masih punya rasa lebih dari orang lain, masih punya perasaan tidak enak, masih punya perasaan tidak suka, dia belum mengerti artinya kekristenan.

Nah, ini Tuhan bicara dari dasar. Sebab akhirnya nanti Yesus tidak akan meninggalkan. Tapi harus belajar dari dasar, yaitu biarlah kasih persaudaraan itu berkesinambungan. Terus menerus. Dalam suratan yang lain, Paulus berkata kepada satu jemaat tentang kasih persaudaraan aku tidak usah ajarkan kepadamu karena kamu sudah mempraktekkannya. Bahasa Yunaninya, philadelphia, kasih persaudaraan. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara, kata Petrus.

Jadi kasih persaudaraan adalah kasih yang paling dasar. Begitu kita jadi orang Kristen, selalu ada rasa menyayangi mengasihi saudara-saudara yang lain, ada amin saudara? Kita lihat kasih persaudaraan ini harus berkesinambungan. Dan kalau kita mau jujur, betapa lemahnya kita di sini, kasih persaudaraan. Jangan dulu ngomong kasih Tuhan dah, terlalu tinggi. Kasih persaudaraan. Kebanyakan kita seperti orang Parisi: Aku bersyukur kepada-Mu ya Tuhan, aku bukan orang jahat, aku bukan orang lalim, aku bukan pezinah, atau aku seperti pemungut cukai itu; dia tunjuk. Aku berpuasa dua kali satu minggu, aku membawa persepuluhan, aku begini aku begini. Tidak ada rasa belas kasihan kepada sesama saudara.    

Pernah Tuhan Yesus didatangi oleh satu orang doktor ahli taurat: Apa yang wajib saya perbuat supaya saya mendapat hidup yang kekal? Apa kata Alkitab?, kata Tuhan Yesus. Kasihilah Tuhanmu dengan segenap hatimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Benar ucapanmu. Sekarang praktekkan. Itu yang paling dasar itu kamu praktekkan. Tapi karena dia rasa sudah doktor, dia bilang, siapa sesama manusia itu? Ceritalah.

Kalau ke Israel kita akan lihat itu jalan. Orang turun dari Yerusalem ke Yerikho. Yerusalem di atas permukaan laut. Yerikho di bawah permukaan laut, jadi turunnya itu luar biasa. Kalau tidak salah sekitar 200 meter di bawah permukaan laut itu Yerikho. Kalau Laut Mati, 335-400 meter di bawah permukaan laut. Paling rendah di dunia. Dirampok digarong. Sudah dirampok digarong babak belur, ditinggal di tepi jalan. Uangnya dirampas, berdarah-darah. Datang orang Parisi lewat, di jalan yang sama. Begitu lihat ada orang celaka, tidak ada rasa belas kasihan. Dia nyeberang. Ini bukan urusan saya, saya orang rohani, saya tidak ada waktu untuk menolong orang yang begini. Jangan-jangan nanti saya dirampok juga.

Datang lagi satu lagi orang Lewi. Sama. Hierarkinya itu tinggi di agama. Begitu juga. Ini Yesus cerita. Tapi dari bawah, naiklah orang Samaria. Orang Samaria paling dibenci  oleh orang Yahudi. Orang Samaria paling tidak disenangi. Orang Samaria ditolak. Tapi justru orang yang ditolak, orang yang dibenci, orang yang disebut tidak beragama, kok menolong. 

Maka pelajaran pertama dari pelajaran yang disebut agama yang paling dasar: Kasih persaudaraan. Saya heran orang ingin masuk sorga tapi musuhan di dunia. Kalau saudara musuhan di dunia nanti di sorga juga musuhan. Saudara harus belajar damai dulu di sini karena waktu Yesus lahir Damai di bumi .. kita musti damai dulu di bumi.

Sekarang ada orang rela pakai rompi bom meledakkan diri membunuh orang Amerika. Tidak ada belas kasihan kepada yang namanya sesama manusia. Karena mereka bilang, Amerika membom juga rakyat-rakyat di Afghanistan di Irak yang tidak ada salah sampai mati. Tidak ada kasih sesama manusia. 

Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Ada dua ayat dalam firman Allah menekankan ini. Yang satu, hei suami kasihilah istrimu seperti engkau mengasihi diri sendiri. Yang kedua, kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi diri sendiri. Seperti saudara melengkapi diri sendiri, begitu juga sebetulnya kita harus 'melengkapi, mengasihi' sesama manusia. Pendek kata, hendaklah kasih persaudaraan itu selalu berkesinambungan.

Ada nggak di antara kita yang rasa tidak enak sama sesama? Itu kita harus belajar buang. Hendaklah kasih persaudaraan, let brotherly love continue, berkesinambungan. Ayat kedua,

13:2 Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, ...

Do not forget to entertain strangers. Jangan lupa untuk entertain melayani. Stranger ini orang asing. Tapi dalam bahasa Alkitab, stranger ini orang yang belum kenal Tuhan, orang yang dianggap kafir.

Nah, kalau menurut Alkitab, orang yang disebut kafir adalah yang bukan Yahudi - menurut orang Yahudi. Kalau menurut orang Yahudi, semua di dunia ini orang lain yang non Yahudi, itu kafir. Tetapi setelah kita kenal Yesus bahwa kita menjadi anak-anak Tuhan kita dapat ayat bahwa baik Yahudi baik kafir tidak lagi jadi masalah. Semuanya sudah dipersatukan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Tetapi Paulus dia rasa ini karena dia paling benci orang kristen dulunya, dia anggap orang kristen itu orang kafir sampai dia bunuhin orang kristen sekarang dia jadi rasul, dia berkata: Do not forget untuk entertain untuk melayani, menyenangkan orang kafir.

Adakah di dalam keluarga kita mereka yang belum kenal kepada Tuhan, yang belum mau kenal kepada Tuhan. Sebab kalau soal kenal kepada Tuhan orang sudah kristen juga suka ke gereja juga masih banyak yang belum kenal kepada Tuhan. Ada nggak? Barangkali keluarga kita teman kita, dia belum kenal kepada Tuhan tetapi begitu dia kenal kepada Tuhan, dia bukan stranger lagi, dia bukan orang luar lagi. Kita buka dulu Efesus

 

2:11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --
2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.
2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus. 

2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

Jadi rencana Bapa itu, Dia mau bikin satu manusia baru dari macm-macam bangsa yang Yahudi atau kafirpun dipersatukan melalui darah Yesus diperdamaikan sebab Dia mau menciptakan satu manusia baru di dalam Kristus. Siapa manusia lama? Adam. Itu manusia lama. Yesus disebut manusia baru atau Adam yang terakhir.

Dalam Adam yang lama, Hawa dipisahkan dari tulang rusuknya. Kenapa dia diambil dari tulang rusuk? Karena rusuk ini yang melindungi hati. Jadi Tuhan ambil dari sisinya Adam, dijadikan Hawa. Kalau Tuhan ambil dari tulang jari jadi Hawa nanti diinjak-injak sama suami. Nggak boleh. Atau, Tuhan ambil dari satu tulang kepala jadi Hawa, wah nanti istri jadi kepala rumah tangga. Terbalik. Tapi Tuhan pakai rusuk, ada di sisi. Sejajar. Sebab rusuk ini melindungi hati; hati sang suami dijaga oleh istri.   

Kemarin saya nonton. Baru kemarin betul. Itu orang Jepang suami istri, orang berduit, mau berlibur berdua. Hanya untuk cari makanan. Satu macam ikan di satu kota kecil. Dan sedang musim salju. Suami istri pakai jas. Istrinya ngomong begini sampai saya terharu: Engkau mau makan apa, my lord ... tuanku. Dia panggil tuanku. Coba istri-istri kalau nanti malam panggil sama suami: Tuanku kalau nggak suami-suami itu pingsan, saudara. Perempuan pertama yang panggil suaminya tuanku itu, Sarah. Sarah panggil Abraham itu tuanku. Junjungan.

Nah Hawa yang terakhir, gereja, juga dilahirkan waktu Yesus ditusuk di Golgota, keluar air dan darah. Saat itulah gereja dilahirkan. Nah sekarang Tuhan kumpulkan kembali Yahudi, non-Yahudi, disatukan di dalam Kristus satu manusia baru. Dikembalikan lagi dalam Kristus.

Jadi sekarang ini kita sedang dalam proses Tuhan sedang mempersatukan kita untuk dijadikan satu manusia baru di dalam Kristus. Maka Dia tahu sekali pelajaran paling dasar, kasih persaudaraan. Kasih mempelai terlalu tinggi. Kasih persaudaraan saja tidak bisa.

Begitu kita terima Yesus, darah-Nya menyucikan kita. Nggak ada lagi si ini si itu, nggak ada lagi. Kita semua satu manusia yang baru di dalam Kristus. Ibrani    

13:2 Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat.

Kata menjamu ini kata entertain itu jadi sebetulnya jangan lupa menjamu orang asing dengan kasih persaudaraan tadi. Kita jangan ngobrol injil dulu, jangan. Hanya kasih persaudaraan, kasih Kristus, kita entertain dia, kita menjamu dia. Orang itu betah dekat dengan kita karena kita nampaknya orang yang bisa menerima dia, ngobrol, entertain. Menjamu. Tanpa kita tahu, tanpa kita sadar - yang ngomong ini Paulus - tanpa kita sadar, tanpa kita tahu engkau sudah menjamu malaikat-malaikat. Bukan satu ... malaikat-malaikat.

Kalau sudah mau bulan puasa banyak peminta-minta ya, saudara. Apalagi kalau sudah di daerah Safari, waduh, macam-macam. Saya suka suruh supir saya, kasih, biar sedikit kasih. Tapi ada kalanya saya ini kayanya kita ini ada hutang, dia minta-mintanya ketuk-ketuk kaca. Jangan dikasih dah, saya bilang. Yang ketuk-ketuk kaca jangan dikasih. Tapi ada suara: Kalau itu malaikat bagaimana? Ya, kasih dah. Dia kan tangannya terbuka, minta. Peribahasa bilang, tangan yang tertutup lebih hebat dari tangan yang terbuka.

Jadi kalau kita memberi, orang yang memerlukan itu berdasarkan kasih persaudaraan. Jangan dulu kasih Yesus. Kasih persaudaraan di dalam Kristus. Tanpa kita sadar, tanpa kita tahu, kita sudah menjamu malaikat-malaikat. Kita tidak tahu yang mana malaikat, kita tidak tahu. Tapi ketika saudara berbuat demikian, tanpa saudara sadar, saudara nggak usah cari tahu apa dia malaikat atau bukan, tanpa saudara tahu saudara sudah menjamu. Kalau kata menjamu bukan memberi biasa saudara. Orang itu dijamu, silahkan makan.

Kalau secara rohani, saudara selalu punya roti sorga itu, saudara mempunyai makanan rohani. Walaupun di sekolah, walaupun saudara masih SMP, walaupun saudara baru SMA tapi kalau teman saudara nanya ngomong apa, saudara mempunyai itu makanan untuk menjamu mereka.

Dalam injil Lukas ada satu perumpamaan, ada satu orang sahabat datang dari jauh. Dia mengetuk pintu sahabatnya. Karena ada sahabat lain yang datang dari jauh datang, jadi orang ini yang kedatangan tamu, dia ketuk pintu mau minta roti karena saya kedatangan tamu. Orang yang dimintai roti: Anak-anak saya sudah tidur. Sebab waktu itu orang zaman dulu tidur itu kalau mau ke dapur orang harus melangkahi anak-anak atau istri yang lagi tidur. Sudah pada tidur semua. Tapi karena orang ini bilang, sahabat saya datang dari jauh, kita nggak punya makanan, pinjam dulu roti, besok saya ganti. Akhirnya karena dia minta bertalu-talu saudara, maka orang ini akhirnya memberi roti yang diperlukan. Orang yang kedua ini akhirnya dia kembali ke rumah dan memberi makan kepada orang yang pertama.

Dia stranger, dialah orang asing itu. Saudara punya teman. Teman itu nggak tahu tentang Tuhan. Saudara ngobrol sama dia tapi saudara minta kepada sahabat kita, Yesus. Minta roti itu: Tuhan, saya ada tamu, saya tidak punya roti, dia tidak tahu apa-apa tentang Firman Allah tapi saya tidak punya roti Tuhan. Beri saya roti.

Makanya saya lagi didik jemaat untuk memberikan renungan supaya dia akan minta sama Tuhan: Roti apa yang saya musti kasih Tuhan. Dan Tuhan tidak pernah sibuk, Dia pasti memberi roti kepada saudara dan roti yang saudara terima bukan hanya mengenyangkan saudara tetapi mengenyangkan juga orang asing tadi, stranger itu, ada haleluyah?

Saya mau tanya: Adakah roti di dalam hati saudara? Adakah makanan di dalam hati saudara? Dalam Yohanes

21:5 Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."
21:6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
21:7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.
21:8 Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.
21:9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti.

Sekarang saudara perhatikan baik-baik. Yang saya baca barusan dalam injil Yohanes, ada satu kata, kata apa yang paling menarik buat saudara? Penuh! Pak, mau isi berapa liter? Penuh! Minuman apa yang refill? Karena saudara ingin dipenuhi. Malam hari ini Tuhan ingin memenuhi saudara.

Ketika Yesus bertanya: Adakah lauk pauk? Mereka jawab dengan jelas: Tidak ada. Dan dari tidak ada sampai kepada penuh itu, saudara, kita memerlukan Yesus. Dan kita harus menurut kepada Yesus. Tetapi setelah kita mendapatkan ikan yang begitu banyak 153 ekor, tidak kuat ditarik karena terlalu banyak, kita memerlukan saudara-saudara yang lain. Ada haleluyah? Jaraknya hanya 200 hasta, hanya 60 meter. Mereka membantu. Ketika mereka lihat mujizat ini, Yohanes yang dikasihi oleh Yesus. Tuh saudara, hanya yang dikasihi. Saudara boleh berdoa malam hari ini: Tuhan, saya ingin menjadi orang yang dikasihi oleh Tuhan, disayang oleh Tuhan. Karena kalau kita dikasihi oleh Tuhan, kita tahu: Oh, ini mujizat besar, ini pasti Tuhan.

Orang yang bersalah sama Tuhan, dia terjun. Petrus kan salah sama Tuhan, dia ngaku: Saya nggak kenal Yesus. Sekarang Yohanes bilang: Itu pasti Tuhan. Dia terjun. Tapi dia nggak kenal dulu sebelumnya. Tapi wahyu itu datang sama Yohanes: Itu pasti Tuhan. Sebab Dia kalau kasih berkat, penuh. Kalau Dia memberkati kita, Dia memberkati dengan limpah. Kalau Yesus memberkati, Dia memberkati dengan limpah. Sampai masuk dalam hati sanubari saudara. Saya tidak mau dengar lagi ada yang bersaksi: Saya kurang. Sebab kalau Tuhan memberi berkat, penuh. PENUH! Sampai saudara memiliki limpah. Ini rencana Tuhan. Mula-mula Dia tanya: Kamu punya nggak makanan? Tidak ada.

Sama dengan sahabat kedatangan orang, dia bilang: Aduh, saya nggak ada roti. Minta tolong. Sama. Malam hari ini kalau kita tidak ada roti, tidak punya makanan, kita minta kepada Yang Empunya roti, yaitu Tuhan. Yesus nggak perlu ikan yang dari langit. Ketika mereka sampai di darat, ih sudah ada di panggangan, ikan panggang sama roti. Dari mana itu ikan? Yesus nggak tangkap ikan. Penuh. Sukacitaku penuh.

 

Maka kalau bersaksi, saksikanlah kemurahan Kristus, saksikan kelimpahan Dia. Seperti tadi pagi kita dapat renungan mengenai persepuluhan, dari waktu dia baru menikah sampai sekarang, belum pernah dan tidak pernah dan saya akan pastikan, tidak akan pernah dia akan kekurangan karena Tuhan yang berjanji adalah Tuhan yang memberi; kita punya jala itu penuh. Yohanes

 

2:1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;

2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.

2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, - Ini lagu zaman sekarang .. kurang .. aduh, kurang .. kurang manis, kurang ini, kurang bagus, kurang ini, sampai kurang ajar. Itu kurang. Itu bukan hidup kekristenan - ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."

 

Kurang dan habis menjadi lagu zaman sekarang. Orang kristen kekurangan dan kehabisan. Hidup di zaman Adam yang lama, bukan di dalam Adam yang baru. Oh, kita berjalan bukan di dalam kekurangan tapi kita berjalan di dalam kelimpahan, kita berjalan di dalam kepenuhan. Saya tidak peduli ketika orang bertanya, mereka berkata tidak ada kerja, tidak ada jalan, tidak ada rezeki. Bagi saudara dan saya yang melakukan kasih persaudaraan, akan ada selalu pukat yang penuh dengan ikan, penuh dengan ikan, penuh dengan ikan. Tidak bisa ditarik karena berkat terlalu besar. Panggil saudara-saudara seiman. Orang kalau mau bagi ikan tidak ada yang nolak, saudara. Didorong bantu dan masih kelimpahan saudara. Tapi Yohanes tahu siapa yang menyebabkannya: Ini Tuhan!

 

Bisa nggak ketika saudara sukses, saudara diberkati habis-habisan oleh Tuhan, saudara bukannya tinggi hati, saudara takut saudara bilang: Ini Tuhan! Hanya Tuhan yang bisa beri berkat ketika kita bilang tidak ada, kekurangan, habis air anggur.

 

2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."

2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"

2:6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.

2:7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh.

 

Jadi kalau Tuhan suruh isi penuh, kita harus menurut, isi sampai penuh. Bukan , bukan 9/10 tapi sampai penuh isi baru mujizat terjadi, air menjadi air anggur. Dan ini bicara dalam perkawinan. Kalau kita kembali kepada Ibrani

 

13:3 Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini.

 

Dalam salinan bahasa Inggris: Ingatlah akan orang yang ditawan. Karena Paulus sendiri juga seorang tawanan. Dia lihat banyak tawanan. Dan dia tahu di penjara banyak yang di-mistreated, nggak salah tapi dibikin-bikin salah, dituduh-tuduh salah. Yesus disalib karena Dia dituduh salah padahal tidak ada kesalahan Dia. Jadi sejarah selalu berulang. Sampai sekarang pembunuh Munir nggak ketahuan tapi bom bisa cepat ketahuan. Tapi siapa pembunuh Munir tidak yang bisa tahu, siapa pembunuh Udin tidak ada yang tahu, siapa pembunuh Marsinah tidak ada yang tahu. Sampai sekarang. Mistreated.

 

Jadi kalau saudara menghadapi orang yang diperlakukan salah, ingat katanya, kamu sendiri juga masih hidup demikian. Karena engkau sendiri di dalam tubuh juga. Tubuh apa ini? Nah, ini yang saya bilang kasih persaudaraan. Kalau kita baca Korintus, tubuh Kristus satu kepalanya Kristus tapi macam-macam. Ada yang jadi tangan, ada yang jadi kaki, ada yang jadi apa-apa. Nah ini kalau satu tertawan, satu disakiti, katanya, kamu harus mengingat mereka yang disakiti karena kamu sama tubuh Kristus.

 

Jadi nggak boleh kita nggak peduli kalau ada saudara biarin saja dah, boro-boro kita mau bantu doa, biarin saja dah. Nggak, kita nggak boleh mistreated, karena kita satu tubuh bersama dengan dia. Kepalanya Yesus. Puji Tuhan.


13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

 

Dalam salinan lain. Pernikahan itu dihormati di atas semua yang harus dihormati di dunia. Pernikahan. Baru tempat tidur. Setelah pernikahan, tempat tidur dihormati. Jangan sampai tercemar. Jadi kita kasih persaudaraan tapi soal pernikahan harus dihormat setinggi-tingginya. Jangan sampai ada kata-kata cerai dari mulut kita. Sebab pernikahan sangat dihormati oleh Tuhan dan kita juga patut menghormatinya. Makanya Yesus mau mengadakan mujizat air jadi air anggur dalam pesta pernikahan. Karena Dia tahu pernikahan adalah puncak dari segala sesuatu.

 

Dalam satu hal yang dihormati, presiden dihormati, raja dihormati, lurah kita hormati, bupati kita hormati, guru kita hormati. Orang tua kita hormati. Tapi di atas semuanya, pernikahan. Baru setelah pernikahan ini benar, saudaraku, kita hormati dengan kita menghargai juga tempat tidur, dan kita tidak sampai dihukum sebagai seorang pezinah dan sundal. Yang kelima ini sekarang, ayat kelima,

13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

 

Biarlah tingkah lakumu tanpa keserakahan. Buatlah merasa cukuplah dengan apa yang ada yang kita miliki. Maka kalau saudara-saudara mau dipenuhi oleh Tuhan, saudara harus merasa puas dengan apa yang saudara miliki sekarang.

 

Ini arloji yang saya pakai ini, saudara, merknya Ray. Ini arloji adalah tiruan yang dibuat oleh orang-orang Korea dan Tiongkok meniru yang aslinya. Tapi apa bedanya yang palsu dan yang asli begini. Dalam arloji ini tidak ada yang beda semua sama. Di dalam arloji ini saudara ditulis: Untuk menyelam kedalaman 1.000 meter. Berarti 1 kilometer masuk ke dalam laut, arloji saya bisa tahan. Menurut ini. Kalau yang asli. Tapi waktu saya beli ini, yang jual ini bilang: Ko, ini arloji bagus, semua bagus. Cuma jangan kena air. Saya puas dengan ini. Nggak usah yang asli, yang palsu saja puas. Benar loh, kecuali kalau ada yang mau belikan yang asli nggak apa-apa tapi saya puas benar. Puaslah dengan apa yang ada padamu. Saya puas saudara. Ini apa artinya 1.000 meter ke dalam lautan? Ya, ini bisa tahan 1.000 meter tapi arloji ini pak, jangan kena air.

 

Apa bedanya orang Kristen yang penuh dengan Roh Kudus yang asli dan yang palsu? Bentuknya sama, tulisannya sama, gerejanya sama, seragamnya sama, batiknya sama tetapi yang palsu itu tidak boleh kena air tidak boleh kena sedikit persoalan, tidak boleh kena sedikit percobaan. Tetapi kalau yang asli, saudara mau ditenggelamkan dalam percobaan yang 1.000 meter, saudara tidak akan pecah karena saudara asli. Kita punya Yesus yang benar.

 

Dan itu sebabnya saya mau katakan kepada saudara malam hari ini. Kalau saudara menghormati pernikahan sebagai puncak, puas saudara dengan apa yang ada pada saudara. Kalau orang lain diberkati bukan iri, ah puji Tuhan dia diberkati Tuhan. Kalau orang lain pakai baju bagus, puji Tuhan dia diberkati Tuhan. Kita puas dengan apa yang ada. Kalau saudara merasa puas dengan apa yang ada, saudara hidup berkemenangan. Sebagai ayat-ayat yang terakhir,

 

13:5 Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

13:6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"

 

Kalau saya yakin Tuhan tidak akan membiarkan. Ini adalah kata-kata Musa kepada Yosua ketika dia berkata di dalam Kitab Yosua dan di dalam Kitab Ulangan: Tuhan akan berjalan di depan kamu, kamu akan mengikuti Dia. Jangan kecut dan jangan takut dan jangan gentar karena Dia sekalipun, sekali saja, Dia tidak akan meninggalkan kita, Dia tidak akan membiarkan kita.

 

Pemain musik.

 

-- o --

 

_________________________

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________