Khotbah Minggu Pagi Januari - Februari 2002

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75 Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 13 Januari 2002

MEMPUNYAI HATI ANUGERAH SEPERTI TUHAN

Selamat pagi, selamat bertemu berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Pagi ini kita akan lihat Firman Tuhan Matius

1:1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. 
1:2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, 
1:3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, 
1:4 Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, 
1:5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, 
1:6 Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, 
1:7 Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, 
1:8 Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia, 
1:9 Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, 
1:10 Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, 
1:11 Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. 
1:12 Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel, 
1:13 Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, 
1:14 Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, 
1:15 Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, 
1:16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. 

Inilah silsilah Yesus Kristus. Dari semua yang kita baru baca ada 5 wanita. Dari 5 wanita ini saudara-saudara, 3 orang Yahudi, 2 orang dari non-Yahudi atau orang kafir. Tetapi kelima-limanya nilainya sebetulnya dari wanita ini tidak baik dalam penilaian masyarakat, dsb. Tetapi justru oleh Tuhan dipakai menjadi satu gambaran untuk menurunkan Yesus Kristus. 

Kita mau melihat wanita yang pertama, yaitu di dalam ayat yang ke 3 : Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar. Saya harap saudara tidak kaget karena ini semua ada di Alkitab. Yehuda ini adalah mertua dari Tamar. Karena anaknya mati,  maka Tamar, saudara-saudara, menyamar menjadi seorang wanita lain dan kebetulan Yehuda jatuh dengan perempuan ini yang adalah menantunya sendiri. Tidak baik kan. Tapi dari perkawinan Yehuda dengan Tamar turunlah Perez, dst. Itu adalah wanita Yahudi. 

Yang kedua adalah wanita kafir. Dari ayat 5: Salmon memperanakkan Boaz dari Rahab. Saudara tahu Rahab ini adalah orang dari Yerikho yang bukan Yahudi - orang dari non-Yahudi, orang kafir. Saudara tahu Rahab ya - perempuan pelacur, tetapi dia menyelamatkan dua dari mata-mata Israel. Karena imannya itu, seluruh Yerikho hancur mati, Rahab ini selamat. Nah, saya tidak tahu apa yang menarik dari Rahab bagi Salmon sampai Salmon menikah dengan Rahab dan dari mereka justru turunlah Boaz, orang kaya di Bethlehem. 

Nah, Boaz ini menikah dengan wanita yang ke 3, yang juga bukan orang Yahudi, Rut, orang Moabi, janda. Ruth, orang Moabi, yang adalah musuh dari orang Israel sendiri. Ruth ini pernah berkata kepada Naomi dimana engkau dikuburkan, aku dikuburkan disana, Tuhanmu adalah Tuhanku, Allahmu adalah Allahku, dsb. 

Dari ini turunlah saudaraku Isai. Lalu ayat ke 6: Isai memperanakkan Raja Daud. Dan Daud ini memperanakkan Salomo dari istri Uriah - tidak disebut namanya tetapi kita sudah tahu Batsyeba - istri dari Uriah. Inilah kejatuhan Daud, perbuatan dosa yang membuat Tuhan marah sampai Daud dihukum berat sekali sama Tuhan. Tetapi kita lihat justru dari pernikahan Daud dengan Batsyeba ini keluarlah Salomo. Salomo memperanakkan ini terus, terus, terus sampai yang terakhir yang kelima adalah Maria. Maria adalah wanita baik-baik tetapi dianggap dinilai hamil sebelum nikah karena saudara-saudaraku dia punya kandungan datang dari Roh Kudus. 

Jadi dari 5 wanita ini saudaraku 3 orang Yahudi, 1 orang Moab, 1 orang Yerikho yang adalah wanita-wanita yang menjadi musuhnya dari orang Israel.

Jadi saudara kita lihat ya 5 wanita ini: Tamar, Rahab, Rut, Batsyeba, sama Maria. Yang lain itu ada wanita juga yang lain ada tapi tidak disebut. Yang disebut ini lima ini. Hanya kemungkinan, ini kemungkinan saja saudaraku, penulisnya ini Matius ini menuliskan Matius ini untuk orang-orang Yahudi, Injil ini untuk orang-orang Yahudi, maka dia tidak tulis Batsyeba tetapi dia tulis istri Uriah. Karena orang Yahudi menghormati sekali Daud tetapi Alkitab itu jujur dia menulis apa kelebihan apa kekurangan seseorang. Jadi pak pendeta setelah kita tahu ada 5 wanita ini, apa maksudnya? Maksudnya itu begini: Yang pertama kita menjadi Anak Tuhan menjadi orang kristen tidak boleh kejam, menghukum orang lain. Kita musti belajar punya hati anugrah, hati yang seperti Tuhan sendiri. Heu-euh, dia itu orang jatuh; heu-euh, dia ini orang begini; heu-euh, dia ini saya juga tahu orang begini, heu-euh, dia ini orang begitu ... kita tidak boleh demikian.

Karena Allah menurunkan Yesus saudaraku melalui silsilah yang berbelit-belit: Untuk menggambarkan kepada kita Dia memeluk bukan hanya orang Yahudi Dia memeluk juga orang non-Yahudi. Dia memakai bukan hanya hanya orang-orang yang baik seperti Maria tetapi Dia juga memakai orang-orang yang tidak baik seperti Rahab. Dia juga memakai orang-orang yang dianggap musuh seperti Rut. Maka pada waktu ada perempuan Samaria seorang wanita berzinah dibawa kepada Yesus: Ini kedapatan berzinah! Yesus tidak ngomong  apa-apa. Dia hanya bilang tidak adakah yang menghukum kamu? Siapa yang tidak berbuat dosa lempar batu lebih dulu. Tidak ada tuh. Kalau begitu akupun tidak akan menghukum kamu. Ini urusan dosa saudara, urusan kesalahan. 

Seringkali kita ini terlalu keras terhadap orang lain tetapi tidak keras terhadap diri sendiri. Keras terhadap kesalahan orang tidak keras terhadap kesalahan diri sendiri. Jadi kalau kita tidak mau keras dengan kesalahan diri sendiri, kita mohon Tuhan berkemurahan, marilah kita juga berkemurahan. Nah, ini dituliskan di dalam Matius 

18:21. Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" 
18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. 

Heran ya saudara, bukan berbuat salah saudara. Petrus bilang saya harus kasih ampun berapa kali kalau ada orang berbuat dosa, bukan berbuat salah. Berbuat dosa terhadap aku sampai 7 kali? Yesus berkata tidak tetapi 70 kali 7 kali. Ayat 23  
18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. 
18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. 

Saudara-saudara, 10.000 talenta ini kalau orang ini kerja paksa 24 jam 1 hari selama 100 tahun, dengan gaji belum bisa membayar 100 talenta. 10.000 talenta ini hutang yang sangat besar. 

18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. 
18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. 18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. 

Jadi orang yang berhutang ini minta, supaya raja itu jangan keras terhadap dia. Umpamanya saya yang berhutang sepuluh ribu talenta, saya minta sama raja itu, jangan terlalu keras sama saya, maafkan saya dong! Ngerti dong sama saya, saya ini orang susah, tolong, nanti saya akan bayar. Tapi tolong jangan terlalu keras sama saya. Oke, kata raja. Tetapi ayat ke 28: 

18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Seratus dinar ini tidak bisa dibanding dengan sepuluh ribu talenta.Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! 
18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. 
18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. 
18:31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. 
18:32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. 
18:33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? 
18:34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. 
18:35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

Kalau saya bicara pengampunan, heran, ada yang batuk, ada yang ribut, heran, bukannya diam, bukannya tenang. Jadi orang yang berhutang besar ini, yang berkata sama raja, tenang dong, jangan terlalu keras sama saya. Dia tidak keras sama dirinya, tapi dia keras kepada temannya yang lain, yang hanya punya hutang seratus dinar. Jadi kalau kita ingat cerita tadi silsilah Yesus dengan lima wanita. Oke, kalau kita pakai lima wanita ini, 3 Yahudi, 2 non-Yahudi. Perbandingannya berapa, saudara? Itu 60:40, 60% Yahudi, 40% orang non-Yahudi. Kalau perbandingan dosa? Rahab pelacur, tapi Tamar? Mengganggu mertua sendiri. Batsyeba sudah punya suami, masih mau dibawa sama raja. Ini sama, Yahudi atau non-Yahudi kalau bicara dosa sama. Hanya oleh kemurahan Tuhanlah, lima wanita ini dipakai untuk menurunkan Yesus Kristus. Jadi sebagai orang kristen, kita tidak menerima hukum pancung, kita tidak terima hukum picis, kita tidak terima hukum potong tangan.

Taurat itu - mata ganti mata, gigi ganti gigi. Jadi kalau kita pukul wajah orang, giginya patah satu, orang itu boleh pukul kita sampai gigi kita patah satu. Tapi kalau dia pukul kita, gigi kita patah dua, kita masih boleh pukul dia sampai dia juga giginya patah dua. Tapi waktu kita pukul dia salah terlalu keras, giginya delapan yang hancur, maka dia juga boleh pukul kita sampai kita juga delapan. Gigi ganti gigi, tidak ada habis-habisnya. Ya, kasus Poso. Poso 3 tahun ribut. Sekarang dipakainya jalan apa? Jalur apa? Jalurnya jalur gigi ganti gigi apa? Jalurnya jalur kristen. Pengampunan. Bicara. Tadi pagi saya dengar Ambon juga bulan ini Januari ini genap 4 tahun. Akan dipakai juga cara yang dipakai untuk mengatasi Poso. Cara apa? Cara damai. Kenapa? Perang 4 tahun tidak ada habisnya. Dengan membunuh, dengan marah, balas dendam - tidak ada habis-habisnya. Jadi jalur apa yang dipakai? Jalur pengampunan. Jadi agama apa yang benar? Saudara pikir sendiri ! 

Komando Hizbullah itu di daerah Banten sekarang ilang habis karena ada orang kawin, wah dipakai jubah putih dibereskan. Ada orang lagi nyanyi dangdut tidak boleh dangdut, turun. Demonstrasi. Nah, ada Kopassus di sana Grup 2. Kopassus itu pakai pakaian baju preman tidak pakai baju militer memisahkan, dipukuli sampai mati. Komandan Kopassus ini bilang kalau kepalanya tidak datang kami akan hajar habis-habisan. Kepalanya datang. Punya ilmu kebal katanya, tidak mempan peluru. Datang minta ampun, minta maaf. Oke tidak apa-apa. Begitu dia keluar, orang pake topeng naik motor ikuti dia, tembak sampai mati. Nah, anak buahnya bingung kenapa kebal peluru kok mati ditembak peluru. Aduh, saudara yang kebal  peluru memang itu yang di Poso juga banyak yang kebal peluru bisa terbang dengan ilmunya terus-terusan terus terbang kalau ada yang bisa nggak mati. Mau apa mati. Dibongkar mayatnya tidak busuk saudara. Tapi sudah. Itu komando Hizbullah tidak ada lagi. Nonghol, babat habis. Tuhan punya cara. Sekarang Komando Jihad ngadepin Amerika sana. Ayo. Saya bilang daripada jadi Komando Jihad lebih baik jadi Komando Jahit. Kita menjahit permusuhan menjadi perdamaian. Amin saudara-saudara? Kita jangan jadi jihad-jihadan.

Sekarang sudah dilacak setelah Afghanistan nanti Indonesia diperiksa, ada apa ini di Ambon nih kok begini terus. Kok orang Kristen dibunuhin, ada apa? Biar Indonesia bilang tidak, tidak ada, kan Amerika tahu saudara. Emas-emas yang di Irian siapa itu yang menemukan? Amerika melalui satelit. Saudara tahu mata kita ini sudah di data. Mata kita ini sudah didata sama Amerika tiap orang didata melalui satelit. Kita nggak tahu. Jadi sekarang, kalau saya masuk Amerika saudaraku, ditanya nggak jujur, ini memakai komputer nanti komputernya bunyi, saya itu ngomongnnya nggak jujur ketahuan. Kamu mau berapa minggu di Amerika? Saya mau 2 minggu, saya bilang mau 3 hari. Ini terus berubah darah itu naik kesini. Komputer itu tahu karena saya bicara di depan satu kamera. Sekarang orang udah modern orang udah ke bulan masih pakai sabil sabil, pakai rok putih. 

Jadi kembali lagi, mana yang akhirnya mereka pakai - ternyata  prinsip kristen: Ayo kita bicara, kita duduk, kita berdamai. Prinsipnya prinsip kristen. Karena Taurat kalau dipakai gigi ganti gigi. Rumah saya dibakar, rumah kamu juga dibakar. Keluarga saya dibantai, keluarga kamu juga dibantai. Tidak akan ada Rasul Paulus kalau kita pakai gigi ganti gigi. Tidak akan ada. Paulus musti dibunuh, keluarga Stephanus musti bunuh sama Paulus karena Paulus ini saudara adalah orang yang membunuh Stephanus. Kita buka 1 Korintus   
1:12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus. 
1:13 Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? 
1:14. Aku mengucap syukur bahwa tidak ada seorangpun juga di antara kamu yang aku baptis selain Krispus dan Gayus, 
1:15 sehingga tidak ada orang yang dapat mengatakan, bahwa kamu dibaptis dalam namaku. 
1:16 Juga keluarga Stefanus aku yang membaptisnya.  

Yang hebat itu bukan Paulus disini tetapi keluarga Stephanus - karena keluarga Stephanus tidak menuntut darah Paulus. Hei Paulus, kamu yang membunuh Stephanus ya. Saya ini anak nya, saya ini paman nya, saya ini keluarga nya, saya ini aa nya, saya ini teteh nya, saya ini opa nya ... Nggak. Justru yang matang itu disini keluarga Stephanus. Mau dibaptis sama Paulus yang pernah membunuh Stephanus. Aduh, jadi kristen ini saudaraku adalah anugrah lah. Nggak bisa dah kita nunjuk salah orang,  nggak boleh dan nggak bisa. Boleh sih boleh nunjuk tapi kita nunjuk ini tiga jari ini nunjuk kita. Nggak bisa. Apalagi di Cianjur, kalau nunjuk itu pakai jempol. Satu nunjuk, empat jari nunjuk kita. Apalagi di daerah kabupaten orangnya Cianjur asli nunjuk itu pakai 2 jempol. Dua jempol nunjuk, delapan jari nunjuk sama kita. Nggak bisa kita nunjuk. Nggak bisa kita menghakimi orang. Nggak bisa. Bisa tapi nggak boleh. Karena apa saudara? Karena anugrah Tuhan yang jatuh di atas kepala kita sampai dosa kita diampuni. Itu juga anugrah yang sama jatuh diatas kepala orang lain. Maka dalam Doa Bapa Kami, itu disebut Bapa kami, bukan Bapa gua, bukan Bapa ku, bukan Bapa saya - Bapa kami. Artinya Dia Tuhan Bapa saya, Dia juga Bapa kita. Tambah lama di dalam Tuhan saudara bertambah - bukan kompromi ya bukan - saudara bertambah flexible, tambah elastis, tambah mengerti keberadaan orang. Nggak bisa kita ukur orang itu sama dengan kita. Lain dia. Ada yang satu kali ngomong dia sudah ngerti. Tapi ada yang musti 10 kali ngomong dia baru ngerti. Ada yang begitu. Ada saya belum ngomong dia sudah ngerti. Ada saya minta minum orang bawa kaleng ada, karena telinganya kurang dengar. 

Tapi itulah manusia Tuhan ciptakan semua ciptaan Tuhan supaya kita itu belajar satu dengan yang lain. Belajar dengan yang emosi, belajar dengan yang sabar, belajar dengan yang bawel, belajar dengan yang pendiam. Itu anak muda yang tabrakan pesawat saudaraku di bangunan pakai pesawat kecil, dia orang Amerika pandai di sekolah tapi introvert. Nggak banyak bicara dia diam tahu-tahu ditangannya ada saya bersimpati sama Osama bin Laden. Lah, orang nggak habis pikir bagaimana anak yang pandai bisa mikir, anak yang pintar bintang kelas, dia punya cita-cita jadi pilot pesawat tempur Amerika, baru 15 tahun, pagi-pagi dia ambil pesawat tanpa instruktur dia baru belajar terbang, dia terbangkan itu pesawat tabrakkan di bangunan tinggi mati langsung - siapa pernah pikir. Nah, itulah orang, manusia itu macam-macam. Dalamnya laut bisa di duga, tingginya gunung bisa diukur - hati orang siapa tahu.  

Saya pernah mau dibunuh oleh waktu itu masih komando jihad terkenal nya itu namanya Rezo Hutasoit. Dia dilatih di Cilacap yang latihnya dari Libya. Dia 8 orang dikirim untuk bunuh saya saudaraku dengan tangan kosong. Dan rencananya saya akan diinjak-injak perut saya supaya saya ini mengutuk Yesus sampai mati kalau tidak mau mengutuk Yesus saya diinjak-injak sampai mati - beberapa tahun yang lalu. Saya keluar dari tempat kebaktian di Kodam Siliwangi, saya pakai jas gading. Dia pakai handy talky. Dia bilang Awondatu sudah keluar, badannya besar, jasnya gading ikuti dia. Menurut pengakuan teman-temannya lihat ada 3 orang yang pakai jas gading, badannya besar keluar. Mereka ikuti orang lain. Jadi saudara Rezo Hutasoit bilang bukan ini, saya bilang badannya besar. Ya ini orangnya besar jas gading. Udah cerita habis bulan Maret baru ketemu. Jadi Desember - Januari  - Februari - Maret. Ketemu dia udah puasa di Bandung. Sedang puasa. Dia ditangkap karena dia mau merampok Polsek Cicendo merampok senjata polisi. Dia ketangkap di penjara dia ada dapat jaminan dia bertobat di penjara, anak muda, matanya bercahaya.

Dia bersaksi di gereja kita waktu gereja masih lama dia bersaksi dia ditangkap oleh Yesus. Jadi waktu itu Bapak Loho dari Bandung almarhum sekarang: Pak Awondatu ada yang mau ketemu. Waktu saya lihat, belum kenal nih anak. Tinggi, matanya bersinar melotot, tersenyum, jabatannya tangan kuat. Pak Awondatu selamat bertemu dalam perdamaian. Saya bilang kapan perangnya kok ketemu udah damai? Dia bilang kalau saya ketemu bapak bulan Desember bapak almarhum. Dia cerita begini-begini dia cerita waktu pertobatannya di penjara. Dia jadi hamba Tuhan sekarang. Saya tidak ketemu lagi dia. Apa dia dicari lagi sama anak buahnya, saya tidak ketemu lagi. Saya ingin ketemu dia. Saya ingin dia masuk Sekolah Alkitab saya. Tetapi saya tidak ketemu lagi dia. 

Banyak kekerasan dimana-mana saudara. Apakah nggak lebih baik kita sebagai anak-anak Tuhan lebih saling sayang, saling nyaah, nggak saling ngomongin, saling bela, saling mengangkat; jangan saling menjatuhkan, saling mengerti. Kalau ada saudara kita yang salah, yang jatuh sudah kita angkatlah dengan tangan kasih kita. Karena kita masih jalan, sejarah kita ini belum tahu. Kita masih jalan, masih ngalalakon. Sejarah itu nanti kalau kita sudah meninggal, nah itu baru berhenti. Dan kita merasa senang kalau kita meninggal, meninggalnya di dalam Tuhan. Meninggal pada waktu kita beriman kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Itu bahagia. Tapi ini sejarah -  kita masih hidup. Jangan menjelekkan orang, jangan nunjuk sama orang. 

Ayo, kita orang Kristen ini kan sedikit di Indonesia, cuma 30% - ini yang ngitung orang Amerika saudara.Cuma 30%. Kalau sensus di Indonesia mah suka bohong. Yang ngitung orang Amerika. Dari Canada 32%. Ayolah kita sayang-sayang. Kita nyaah. Habis siapa lagi kalau bukan saudara-saudara dalam Tuhan yang kita sayang, siapa lagi yang kita mau sayang ? Bagaimana kita mau sayangi orang luar, bagaimana kita mau menjangkau tukang-tukang beca, kita mau jangkau orang-orang yang saya dengar katanya di Vihara sekarang kaum wanitanya sedang latihan main Liong untuk tahun baru Imlek. Jangan kaum wanita di gereja kita lalu ikut-ikutan main barongsai. Jangan. Tetapi kita harus mempunyai ini. Kita tidak usah main-main kesana, tapi mari kita punya permainan: permainan saling mengasihi, ini permainan yang dari Tuhan. 

Jadi kalau kita punya tangan 5 ingat  5 wanita ini: Tamar, Rahab, Rut, Batsyeba, Maria. Heran seperti jari ini ada yang gemuk, pendek, buntet. Ada yang telunjuk, ada yang tengah, ada yang manis, ada yang kelingking. Ini beda semua tapi ada dalam satu tangan dengan pekerjaan yang macam-macam. Ibu jari ini. Dipotong ibu jari, kita nggak bisa kerja. Pegang sapu, pegang Alkitab nggak ada ibu jari kita nggak bisa pegang. Lain kalau ada ibu jari. Pegang duit saja keluarin duit susah kalau nggak ada ibu jari. Jabat tangan saja nggak bisa kalau nggak ada ibu jari. Jabat tangan pakai apa. Kita punya anak mau bilang jempolan nggak ada jempol, kalau nggak ada ibu jari. Nggak bisa saudaraku si telunjuk bilang: Kamu buntet, kamu buntet, udah buntet paling pendek. Memang yang buntet biasanya pendek saudaraku tapi dia mempunyai pekerjaan yang luar biasa. Saya pernah tanya sdri Ani aduh Ani kamu gemuk sekali. Iya salah makan obat ko Yoyo. Mau makan jamu galian singset jadi galian buntet - jadi begini.

Tapi saudaraku ini ada telunjuk. Telunjuk ini kerjanya nunjuk-nunjuk. Awas. Apa saudara pernah ngancam sama anak kecil pakai kelingking. Awas ya. Ora lucu, loh. Pakai telunjuk, ada kerjaannya. Tapi ada jari tengah. Kalau dalam penginjilan ini penginjil, paling kelihatan tapi sudah cuma sampai disitu. Ada jari manis. Kalau main piano ini jari manis paling lemah pukul tuts piano ini paling. Tapi disitu ada cincin kawin. Ya, saudara Yakub dan Desi jantungnya sedang berdebar-debar menantikan hari demi hari, hari-hari kulalui bersama Yakub. Jadi nanti kelingking ada lagi kerjaannya. Jadi saudaraku, kitapun begitu. Ada yang pintar masak. Nah, yang pintar masak jangan : Tuhan jadikan saya pilot pesawat terbang. Jangan, rutin saja masak. Yang pilot, pilot. Tukang gigi, tukang gigi. Seperti pak Husni dia tukang gigi. Umpamanya tukang gigi aduh ada pasien tukang gigi aduh saya sakit mata, oh  gampang pakai ini aja, di bor aja. Gigi di bor nggak apa-apa kalau mata di bor bagaimana. Dokter mata lain lagi. THT lain. 

Mengerti saudara-saudara? Saudara itu spesial, saudara itu istimewa - dalam bidang yang Tuhan percayakan sama saudara. Saya itu kidal saudara, cuma dulu dipaksa oleh papa mama saya harus ke kanan, harus ke kanan. Ini tangan nggak baik, ini tangan nggak baik -  jadi harus ke kanan. Jadi saya kalau badminton kiri bisa, kanan bisa. Pingpong kiri bisa, kanan bisa. Makan kiri bisa, kanan bisa. Bisa kiri kanan saudara. Pakai sumpit kiri bisa, kanan bisa. Tapi kanan lebih dominan, karena diharuskan ke kanan. Sifat saya ini di kiri, maka ini turun di cucu. Menantu saya kidal, cucu juga kidal. Saya bilang jangan dipaksa ke kanan. Maka Bill Clinton itu saudaraku kidal. Itu presiden. Coba saya itu nggak dikekanankan mungkin saya presiden sekarang saudara.

Jadi kembali ke Firman Tuhan. Jangan saudara minder: Ah, saya ini begini. Saudara itu istimewa. Saudara itu khusus. Coba periksa bagian saudara di dalam gereja: Saya ini jadi bagian apa Tuhan ? Coba kemarin kita dengar, waduh, suaminya sdr Sim stroke. Kita lewat Cipanas saja kita nggak bisa mampir karena tugas terlalu sibuk. Hujan deras, mau ke Krawang. Tadi malam saya sudah lihat nggak stroke, nggak - flu tulang. Karena flu tulang, lemas, jalan jadi nggak bisa berdiri.  Dia nggak tahu itu flu tulang dianggap saja stroke - inilah Indonesia saudara. Asal nggak bisa jalan - stroke. Malas - stroke, kedul - stroke. Kabeh we stroke sampai centong juga disebut stroke. Ternyata bukan stroke, hanya flu tulang. Nah, sekarang ini flu ini flu Hongkong flu apa tuh flu singapur kalau kena di kaki aduh ... Hanya nggak bisa masuk di Sekolah Alkitab, saudara, karena masuk disana kalau flu tulang itu begitu dengar oom Yoyo datang dia sembuh. Jadi kembali lagi saudara kepada FA. Sekali lagi saya bicara kepada saudara, saudara itu punya keistimewaan masing-masing dan Tuhan mau supaya keistimewaan itu dipakai untuk pekerjaan Tuhan. Jangan lagi nunjuk. Ayo, kita sama-sama mengasihi satu dengan yang lain. Kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Minggu, 20 Januari 2002

Roh Izebel ~ Fitnah 

Selamat pagi, selamat bertemu dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita buka Alkitab kita dalam kitab Wahyu 

2:18 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga: jemaat-jemaat."
2:19 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama. 
2:20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala. 
2:21 Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya. 
2:22 Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu. 
2:23 Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya. 
2:24 Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu. 
2:25 Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang. 
2:26 Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa; 
2:27 dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk--sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku-- 
2:28 dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur. 

Haleluyah. Ini adalah surat kepada jemaat yang di Tiatira. Jadi kalau 7 jemaat saudara, ini ada 7 jemaat - jemaat  Tiatira ini yang paling tengah. Kaki dian itu, nah jemaat ini paling tengah. Jadi kalau jemaat ini paling tengah, separuhnya itu kekanan separuhnya itu kekiri; jadi dia berpengaruh kekanan dia berpengaruh kekiri. Dia berpengaruh di jaman yang sudah lewat, dia juga berpengaruh di jaman yang akan datang. Nah, jemaaat Tiatira ini jemaat yang aktif saudara karena disana ayat 19 dikatakan Aku tahu segala pekerjaanmu. Jadi jemaat ini bukan jemaat yang malas ya tetapi jemaat yang aktif. Puji Tuhan. Saya menikahkan pengerja itu sudah 4, empat pasang. Perkutut nggak tahu berapa pasang, tapi pengerja 4 pasang. Empat-empatnya dengan eks Cianjur, kecuali yang satu dengan bukan hamba Tuhan dan sampai sekarang jadi pengerja di tempat lain. Tidak jadi karena kurang dukungan dari istri. 

Tetapi jemaat Cianjur itu punya tanda. Dulu saya ulang tahun, jemaat yang minta, suruh diulang-tahunin di Yayasan Kabar Baik. Kita undang - nggak datang jemaatnya. Saya undang - nggak datang. Kenapa? Pengerja yang pertama menikah kita undang jemaat - nggak datang. Nggak datang semua. Pengerja yang kedua - nggak datang. Pengerja yang ketiga - nggak datang. Entah harus bagaimana itu kalau jemaat gitu ya. Jadi kalau ini jemaat Tiatira, kalau jemaat di Cianjur mah jemaat tara-tara. Yang tadi malam juga pengerja Yakub dan Rachel - tidak datang juga jemaat. Jadi saya pikir itu bagaimana yang bikin jemaat tara-tara ini ngerti sedikit itu undangan ini. Menghormati sedikit gembala. Tapi itu tanda, itu modelnya jemaat GPdI Cianjur teh begitu. Oke deh. Kita teruskan belum habis tegurannya. Baik pelayananmu - ini jemaat suka melayani. Maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama. Jemaat ini kalau dalam nyanyian punya crescendo. Kalau crescendo mulai dari tidak ada suara jadi ada suara. Ini jemaat Tiatira ini crescendo - pekerjaan yang belakangan jauh lebih besar dari pada yang pertama. Pekerjaan yang belakangan jauh lebih banyak, jauh lebih luas dari pada yang pertama. Jadi tekun. Bekerja. Aktif.  Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah. Saya akan bicara mengenai Izebel secara umum, tidak akan secara hurufiah tetapi secara umum bahwa sekarang ini karena Tiatira ini ada ditengah, ya Izebel itu bukan hanya bekerja pada waktu dalam Perjanjian Lama tetapi roh Izebel juga bekerja pada saat-saat di dalam Perjanjian Baru yang sekarang ini.

Izebel saudara-saudara tahu adalah satu wanita yang menyesatkan Raja Ahab. Dia menikah dengan seorang raja Israel yaitu Raja Ahab dan Raja Ahab ini temasuk lulusan ISTI, yaitu Institut Suami Takut Istri; maka Ahab ini saudaraku tunduk kepada Izebel. Dan Izebel saudaraku suruh bongkar semua ini namanya hamba-hamba Tuhan nabi-nabi dari Tuhan itu disuruh bunuh disuruh basmi semua kejar semua. Hancurkan itu semua dan bangunlah mezbah-mezbah Baal penyembahan-penyembahan berhala, dsb. Dan saudara, roh Izebel ini membuat 2 akibat kepada Elia, yaitu akibat yang pertama adalah discourage (pen. kecil hati) atau Elia ini menjadi takut  sehingga Elia melarikan diri dan bersembunyi di gua, sampai-sampai minta saudara ku Tuhan itu angkat saja nyawanya. Izebel ini juga mengakibatkan saudaraku ketakutan bukan hanya kepada Elia tetapi kepada seluruh umat Israel.

Jadi saudara-saudara, roh Izebel ini akan menyerang: Satu - hamba Tuhan. Roh Izebel juga akan menyerang umat Tuhan - itu sidang jemaat, saudara dan saya. Nah, sekarang kita bertanya apakah yang disebut roh Izebel ini? Kapan dia muncul dan bagaimana dia muncul? Saudara-saudara, ketika Elia datang dengan kuasa Allah yang luar biasa, Elia datang dengan kuasa yang sangat luar biasa, dia bisa menurunkan api dari langit - ini Elia luar biasa. Tetapi saudaraku ketika kuasa Elia, Elia muncul apa yang terjadi? Izebel muncul. Roh Izebel ini akan menghancurkan akan membuat Elia ini menjadi takut, Elia ini menjadi non-aktif, Elia ini menjadi tidak aktif. Saudara lihat jemaat Tiatira adalah jemaat yang aktif,  jemaat yang tekun, jemaat yang bekerja jemaat, yang mempunyai  semangat tapi saudara lihat roh Izebel muncul. Untuk apa? Untuk membuat supaya jemaat ini tidak aktif, untuk membuat supaya jemaat ini non-aktif, untuk membuat jemaat ini malas, untuk bisa membuat jemaat ini tidak lagi mau bekerja - ini roh Izebel. Saudara bertanya apa yang disebut roh Izebel? Roh Izebel ini fitnah, roh Izebel ini ngomong-ngomong dari belakang - ngerasani, roh Izebel itu roh menjatuhkan, dsb. - itu roh Izebel.

Dalam Perjanjian Baru, saya tidak usah buka ya ayatnya, Elia itu dipersonifikasikan melalui Yohanes Pembaptis. Karena Yohanes Pembaptis itu muncul menurut Alkitab Perjanjian Baru, ia diutus dengan kuasa Elia. Dia datang dengan kuasa Elia dan ketika Yohanes Pembaptis muncul, saudara lihat apa yang muncul menyerang Yohanes Pembaptis? Herodiah. Herodiah ini adalah personifikasi dari roh Izebel. Apa yang terjadi ? Dipenggallah kepala Yohanes Pembaptis. Seluruh Israel, seluruh umat Tuhan takut. Herodes nya sangat hormat sama Yohanes Pembaptis, tapi Herodiah nya benci. Ahabnya sangat hormat kepada Elia tetapi Izebelnya benci. Nah, apa yang terjadi? Hancur. Ini yang saya mohon harus hati-hati, karena dia akan menghantam juga keluarga kristen. Suami yang setia dicurigai tidak setia. Istri yang baik dicurigai tidak baik. Ini roh Izebel bikin keraguan terus. Dan saudaraku, roh Izebel suruh bongkar semua, hancurkan semua itu tempat-tempat ibadah dari nabi-nabi yang benar. Jadi roh Izebel akan membuat kita malas berdoa, roh Izebel akan menahan kita dari baca Alkitab, roh Izebel akan membuat kita tidak suka perkara-perkara rohani. Roh Izebel akan membuat supaya kita jadi malas jadi takut.

Maka itu, ini hati saya, ini dalam hati saya saja melamun, kalau melamun kan boleh. Di jemaat kita ini ada pria yang belum menikah, juga di jemaat kita ini banyak wanita juga yang belum menikah. Saya itu sampai pikir kenapa pria dan wanita yang belum menikah ini tidak menikah saja. Coba apa ruginya? Satu jemaat udah tahunan ikut Tuhan, kegereja sama-sama - kenapa nggak menikah? Apa kendalanya? Apa yang menghalangi? Kan bisa diatur semua. Lebih baik menikah daripada tidak menikah - itu kata FA. Karena pria ini tidak menikah, ini wanita ini - saya tidak sebut nama yah - tidak menikah. Dingin kan kalau tidur? Tidak menikah. Kemarin Bapak Yahya Lesmana bilang kita ini ditipu, kalau punya anak dua cukup, keluarga berencana, dua cukup, dua cukup. Kalau haji, anak nya tujuh, anak nya tujuh, anaknya delapan. Jadi mereka tambah banyak kita mah dua terus. Dua terus. Udah kita rubah sekarang kaya Yakub, 12. Yakub punya anak 12. Kenapa saudaraku ? Mungkin saudari Desi berkata : Ah, saya cuma berani 3 kali melahirkan, nggak apa-apa nanti kembar 4 kembar 4. Tiga kali melahirkan. Saudara, melahirkan itu banyak caranya. Kenapa nggak bisa. Jadi saudara kita harus kenapa nggak menikah?      

Kalau saudara baca dalam Timotius, salah satunya ajaran Setan: melarang umat Tuhan menikah. Jadi kenapa  tidak menikah coba, udah satu gereja coba. Saya sudah ngomong, saya sudah lempar bola ya. Jadi jemaat yang masih singel-single hubungilah saya. Tidak ada bayaran, gratis. Gratis saudara. Nanti saya kasih input saudara. Karena kita sendiri-sendiri terus. Karena kalau kita tidak menikah, roh Izebel ini bisa menggoda. Memikirkan perkara-perkara yang tidak baik. Ini roh Izebel pintar. Bikin discourage, si Elia aja dibikin sendiri, sampai dia bilang sama Malaikat: Aku minta mati. Kata Tuhan: Masih ada 7.000 orang yang belum menajiskan mulutnya dengan dewa Baal, kenapa kamu mau minta mati? Kenapa Elia yang bisa turunkan api dari langit mau minta mati? Karena discourage ini bimbang ini ketakutan dari roh Izebel ini. Sebelumnya dia turunkan api itu discourage dulu. Takut. Dan biasanya biasanya saudara akan dicobai ditempat yang saudara itu paling bersih. Contoh : Yusuf. Yusuf itu moralnya tinggi. Kudus suci moralnya tinggi tapi dia difitnah disudut itu - oleh istri Potifar. Dimana Yusuf mau meningkat menjadi PM kuasanya besar istri Potifar, roh Izebel - ini sama juga - menjadi penghalang. Jadi Yusuf dicoba difitnah dihantam ditempat yang dia bersih. Contoh lain: Daniel. Daniel itu suka sembahyang. Justru dia dicobai dihantam ditempat dimana dia suka berdoa. 

Coba kita lihat satu ayat Lukas 19, ini ada cerita mengenai Zakheus saudara:
19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. 
19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. 

Nah, di dalam ayat-ayat ini tidak ada satu ayat pun yang mengatakan Zakheus itu korupsi. Tidak ada satu ayatpun yang mengatakan Zakheus itu salah kecuali dari mulut Zakheus sendiri. Kita lihat ayat nya yang ke 7
19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." 

Yesus dihantam ditempat yang Dia paling senang melakukan, yaitu menolong orang berdosa. Dia dihantam disitu. Jadi nih sekarang kalau sekarang saudara rajin ke gereja, saudara nanti dihantam diomongin ditempat itu. Saudara jujur - saudara akan difitnah saudara tidak jujur. Dikira saudara tidak jujur. Saudara bersih - saudara akan dianggap saudara tidak bersih. Begitu terus. Ini roh Izebel. Dia membuat jemaat di Tiatira yang tekun yang rajin yang mempunyai pekerjaan limpah itu akan menjadi non-aktif.  Mau apa sih bangun pagi-pagi lah. Jam 5 bangun mandi jauh-jauh ke gereja pagi-pagi. Mau apa sih, udah jangan teralu rajin. Tong rajin teuing ka gereja mah. Saya kalau udah hari Sabtu sudah nggak mau tengah malam lihat lagi apa kek di TV udah, tidur aja. Saya minta Tuhan isi kepala saya dengan FT karena saya musti khotbah 3X hari Minggu. Aduh, Tuhan tolong. Isi saya, apa yang saya harus bicara.

Di mana saudara rajin - disitu. Yang menghibur saya kalau saya kasih SMS itu ada satu anak rohani kita yang di Cianjur yang sekarang kerja di Jakarta. Dia kerja di Jakarta saya ketemu di toko dia kerja jadi karyawan. Jadi saya bilang no telpon kamu mana, nanti oom kirim SMS. Ya. Baru-baru ini dia kirim SMS sama saya : Oom, bantu doa saya. Karena kalau saya doa malam saya kirim SMS saya mau doa malam kalau ada keperluan doa silahkan kirim SMS. Nah dia kirim SMS: Oom, bantu doa saya supaya saya aktif sama Tuhan seperti di ... Jadi ada itu kerinduan. Sekarang mungkin karena di Jakarta banyak pengaruh, dia tidak aktif lagi seperti dulu. Lihat jemaat Tiatira - pekerjaanmu sekarang jauh lebih besar dari pekerjaanmu dulu. Aktifnya. Tapi kesalahan kamu, kamu membiarkan wanita yang bernama Izebel. Disini jemaat ini dihantam dalam kasus jinah supaya non-aktif. Tapi saudara secara umum Izebel ini akan membuat hal-hal yang aktif-aktif itu supaya tidak aktif. Contoh lain: Simson. Simson itu kuat di dalam kekuatannya. Memang kuat disitu. Dihantam dia disitu.  Dicobanya dalam hal kekuatannya. Dia bertemu dengan Delilah. 

Saya punya prinsip itu begini: Setiap orang kristen akan menghadap 'delilah' masing-masing. Jangan saudara anggap delilah itu hanya untuk pria. Ada juga untuk wanita itu Deli loh. Jadi saudara harap berhati-hati karena delilah-delilah ini saudara. Heran lagu-lagu Tom Jones itu - Why why why Delilah - Kenapa tidak ada lagu mengenai Samson. Umpamanya Samson  Samson  Samson  Samson Udah gede mau jadi apa. Tidak ada. Delilah yang dinyanyikan saudara, karena ini godaan. Hati-hati dengan puji-pujian. Hati-hati. Hati-hati kalau saudara dipuji orang. Orang Padang bilang: Kalau ambo dipuji, undurlah satu langkah. Mundur satu langkah. Karena apa? Didepan sudah jurang. Nabi-nabi palsu itu senang dipuji. Nah, itu nanti bisa jatuh. Hati-hati kalau dipuji-dipuji- dipuji. Inilah kerjaan dari Izebel itu. Tetapi kita lihat ayat berikutnya dari Wahyu 
2:21 Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya. 
2:22 Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu. 
2:23 Dan anak-anaknya akan Kumatikan.  

Jadi saudara, Tuhan itu keras kepada golongan-golongan Izebel ini. Aku akan melemparkan dia ke ranjang orang sakit. Bahkan kalau dia punya anak, anak-anaknya akan Kumatikan. Ini bicara juga hal yang rohani. Saya tidak mau mempunyai anak-anak rohani yang mati visi, mati aktifitas, mati perasaan. Kan saya nggak minta saudara-saudara jemaat tarik kolekte tiap minggu bebankan itu untuk pernikahannya Yakub dan Desi. Tidak. Kan saya pakai uang saya. Tapi maksud saya disini coba dong ada perasaan sedikit. Diundanglah karena apa? Karena Yakub dan Desi ini 6 tahun kerja disini. Mereka juga mendoakan saudara. Jadi saya senang ada yang turut berpartisipasi. Ada yang belikan sepatu Yakub, ada yang ngurus ini ngurus itu, ada yang ngurus pakaian pengantinnya. Puji Tuhan, saya senang, saya bahagia. Diundang untuk makan, ngareuah-reuah, ngarame-rame. Jangan mati visi ya. Ada istilah mati suri. Mati suri itu tidak mati tapi tidak aktif. Dia nafas tapi tidak sadar. Nah, ini terjadi kepada jemaat kami di Jakarta. Tiga minggu mati suri di RS; dia kena stroke dibawa ke ICCU tidak sadar, kasih obat ini, selang ini, selang ini, dia tidak sadar. Tapi setelah didoakan, heran saudara-saudara, mujijat terjadi, dia sadar pada akhir minggu ke tiga. Begitu sadar dia turun sendiri dari tempat tidur, suaminya yang jaga tidak tahu, dia ke WC, dia jalan, tidak ada stroke sama sekali - Tuhan sembuhkan. Dia ke Amerika baru pulang sekarang. Tapi ini saya istilahkan mati suri, tiga minggu di tempat tidur. Hidup ngga mati tapi ngga ada aktivitas. 

Nah, kita jangan kaya jemaat begitu. Kalau saudara seperti itu, saudara sudah kena pengaruh Izebel. Biarin aja dia anggota gereja Pantekosta nggak apa-apa, pokoknya dia nggak aktif, ke gereja seminggu sekali cukup. Berhari-hari cari duit, cari duit, cari duit, ke gereja mah seminggu sekali, yang satu jam saja, satu jam setengah, satu jam lah cukup. Berjam-jam itu untuk dunia, untuk cari duit, untuk dunia. Mati suri. Mari kita aktif dalam Tuhan. Mari kita maju dalam Tuhan. Mari kita merindu sama Tuhan itu seperti rusa merindukan mata air yang jernih. 

Sekian renungan Firman Allah. Berbahagialah orang yang mendengar Sabda Tuhan serta melakukannya.

-- o --   

Minggu, 27 Januari 2002

Jangan melupakan Tuhan

Selamat pagi, selamat bertemu berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan kembali melihat kitab Ulangan pasal yang ke 8 dan kita akan melihat beberapa kebenaran dari sana. Ayatnya yang ke 5:

8:5 Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya. 
8:6 Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia. 
8:7 Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung; 
8:8 suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya; 
8:9 suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apapun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga. 
8:10. Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu. 
8:11 Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; 
8:12 dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya, 
8:13 dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak, 
8:14 jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, 
8:15 dan yang memimpin engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular-ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras, 

Sampai di sana dulu kita membaca. Sebagai sambungan dari apa yang saya cerita beberapa minggu yang lalu, maka dalam ayat ke 5, maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seorang mengajari anaknya. Kalau seekor kucing menangkap tikus kecil dan dia punya anak, dia tangkap tikus itu tidak mati dia tidak bunuh. Dilepas tikus itu suruh anaknya kejar. Anaknya belum bisa tangkap, dia tangkap lagi induknya tuh, pegang, dekatkan lagi kepada anaknya lepas lagi tikus itu. Sampai si anak kejar lagi tikus itu, karena tikusnya masih kecil. Si anak tuh tangkap belajar sampai si anak kucing itu bisa tangkap tikus. Jadi si induk, si ibu ini kasih tahu bagaimana tangkap tikus itu. 

Dulu saya tidak mengerti kenapa papa saya keras sama saya. Kenapa ayah saya suruh saya berteman dengan hamba-hamba Tuhan yang tua. Suruh saya berteman dengan Oom Pandierot, Oom Lontoh, Oom Pae. Suruh saya berhubungan dengan hamba-hamba Tuhan yang jauh usianya. Saya waktu itu 17 tahun, 18 tahun. Dia suruh saya berteman dengan hamba-hamba Tuhan yang jauh lebih tua. 

Sekarang saya mengerti. Demikianlah Tuhan, Tuhan mengajari kita seperti seorang ayah mengajari anaknya. Kenapa ayah melarang ini, melarang itu karena dia sudah tahu resikonya. Maka dia tidak ingin anaknya kena. Bagaimana seekor kucing mengajarkan anaknya tangkap tikus, karena dia instingnya itu mengajari anaknya supaya anaknya nanti bisa mandiri. Karena dengan lingkaran hidup, kita orang tua mati anak meneruskan, itu yang normal. Orang tua mati anak meneruskan, nanti dia punya anak, dia mati anaknya meneruskan - begitu terus. Demikian juga yang saya ajarkan di Sekolah Alkitab. Kenapa saya ajar keras? Saya tidak mau mereka gagal. Saya tidak mau mereka itu jadi pengangguran-pengangguran rohani. Itu sebabnya, saudara-saudara, Tuhan juga mengajar kita seperti seorang ayah mengajari anaknya.  
 
8:6 Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia. 
8:7 Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik. 

Jadi saya rasa didikan yang keras, otoritas yang kuat. Bandingkanlah satu negeri yang baik dengan satu negeri yang sebelumnya padang gurun yang banyak ular padanya, banyak perkara-perkara yang tidak baik. Bandingkanlah ayat ke 7 ini, suatu negeri dengan sungai  dengan padang gurun yang kalau cari air saja susah. Bandingkan mata air dan danau yang keluar dari lembah dan gunung, suatu negeri dengan gandum dan jelai, saudara bandingkan dengan padang gurun yang tidak bisa ditanami. Bandingkan pohon anggur, ara, dan pohon delima, negeri dengan zaitun dan madu. Suatu negeri dimana engkau makan roti dengan tidak usah berhemat. Bandingkan dengan di padang gurun, dicatu, dibatas. Manna itu kalau disimpan untuk besok langsung busuk, jadi dicatu, dibatas - sekenyang kamu saja. Bandingkanlah saudara-saudara, batu yang mengandung besi dari gunung yang akan engkau gali, engkau akan makan dengan kenyang. Bandingkanlah dengan mereka di Kiberet Taala minta-minta daging burung puyuh. Dikasih daging burung puyuh mereka makan sampai dihukum Tuhan karena mentah-mentah mereka makan itu daging. Karena kelaparannya. Bandingkanlah saudara-saudaraku, ayat 10, dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu - dengan padang gurun yang penuh dengan sungutan. Jadi, ayatnya kembali kita kepada ayatnya yang ke 2,

8:2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. 

Jadi kita kan bisa ngetes. Kalau guru itu bisa ngetes murid ini taatnya, taat total, taat setengah total, taat kalau ada guru, taat karena kasih, atau taat karena takut - itu kan kita bisa tahu. Demikian juga Tuhan. Tuhan ingin tahu, ini orang Israel ini taatnya taat betul, atau taat takut, atau taat dan sebagainya, itu selama 40 tahun asli mereka keluar. Yang bersungut-sungut nampak. Yang suka berontak: Korah, Datam, dan Abiram, kelihatan. Dan satu-satu Tuhan singkirkan. Saya berdoa sama Tuhan, Tuhan saya mohon, minta generasi-generasi yang baik. Generasi yang suka memuji Tuhan. Generasi yang suka berdoa. Generasi yang mulutnya bertobat. Generasi yang tidak suka mengata-ngatai orang. Generasi yang mulutnya tidak busuk. Generasi yang suka kepada Firman. Generasi yang mulutnya hanya memuji Tuhan. Generasi yang tidak cepat tersinggung. Generasi yang suka berkorban. Generasi yang suka bekerja. Generasi yang suka mengerti pekerjaan Tuhan. Yah, Tuhan bilang harus lewat, harus banyak yang gugur. Karena sekarang ini jaman tapian. Gabah, sekam itu terbawa angin. Kalau ada berasnya yang asli itu, dia tetap diayakan. Tapi yang sekam terbawa angin. Sekarang ini tapian. Nah, tetapi saudara-saudara, setelah diberkati oleh Tuhan, kita punya perusahaan yang baik, makan nggak kurang, nggak kaya tapi ada, makan nggak kurang, badan sehat semua. Rumah yah cukup besar, tanah cukup besar. Perusahaan cukup besar, jalan. Anak-anak, menantu, cucu, semua sehat tidak kurang suatu apa. Nah, disini hati-hati! Ayatnya yang ke 11, 

8:11 Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya.

Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, pada peraturan dan ketetapannya. Ada tiga hal yang harus dipegang oleh orang Israel, dan tiga hal itu juga, saya rasa, yang harus dipegang oleh kita, yaitu perintah, peraturan dan ketetapan. Perintah, peraturan dan ketetapan. Kita akan lihat ini satu per satu, dan kita duduk dengan tenang. Kita mau menikmati Sabda Tuhan pada pagi hari ini, karena saya tidak ke Jakarta. Saya wakilkan kepada pengantin baru untuk dia pergi ke Jakarta. Lumayanlah kolektenya besar yah, buat ongkos pulang. Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah. Haleluyah. Ini yang pertama. Perintah ini yang dimaksud adalah sepuluh perintah Allah untuk orang Israel. Jadi ada satu Hukum, ada satu Law yang tidak boleh dilanggar - sepuluh perintah Allah untuk orang Israel. Nah, di dalam Perjanjian Baru juga ada hukum, hukum Perjanjian Baru yang kita tidak boleh langgar. Saudara tentu ingin tahu hukum apa itu. Kita lihat saja dalam Lukas pasal 10 lebih dulu. Dalam Lukas pasal 10 ini dikatakan oleh Tuhan Yesus, Lukas pasal 10:25, saya baca bahasa Indonesia lama, 

10:25 Adalah seorang fakih berdiri hendak mencobai Dia, katanya: "Ya Guru, apakah yang wajib sahaya perbuat, supaya menjadi waris hidup yang kekal?" 10:26 Maka kata Yesus kepadanya: "Apakah yang tersurat di dalam kitab Torat? Bagaimanakah engkau baca?" 10:27 Maka jawabnya serta berkata: "Hendaklah engkau mengasihi Alah Tuhanmu dengn sebulat-bulat hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segala kekuatanmu, dan dengan sepenuh akal budimu, dan sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." 

Ini adalah hukum Perjanjian Lama yang diajarkan oleh Taurat tetapi yang disitir oleh Yesus. Disitir oleh pemuda ini, yang ahli Taurat ini, untuk dihapalkan bagaimana dia harus mengasihi, saudara-saudaraku, Tuhan dengan segenap, dengan segenap, dengan segenap. Dikatakan kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap kekuatan, dengan segenap akal budi, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 

Saudara akan melihat salib. Kasihilah Tuhan. Lihat jari saya, kasihilah Tuhan. Lihat kedepan yah kalau saya bilang lihat ke depan jangan tunduk ke bawah, itu tandanya saudara nggak taat. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap kekuatan, dengan segenap akal budi dan kasihilah sesamamu manusia. Salib. Saudara mulai lihat empat banding satu. Mengasihi Tuhan itu empat bagian, mengasihi sesama itu satu bagian. Mengasihi sesama itu seperti kita cinta diri sendiri, tetapi mengasihi Tuhan itu empat bagian. Empat porsi yah. Empat macam. 

Kita mulai dari yang pertama. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati. Ini yang kita takutkan, yaitu mengasihi Tuhan tapi karena kita butuh. Saya beri contoh, kita rajin ke gereja, rajin ke gereja, rajin ke gereja, rajin kebaktian, rajin berdoa - karena sedang ada masalah, karena sedang ada percobaan. Kita ikut bedstone karena sedang ada problem, karena dokter ketemu satu sakit penyakit yang mungkin tidak ada obatnya. Sembahyanglah kita. Itu tidak mengasihi Tuhan dengan segenap hati. Itu mencari Tuhan karena kita butuh kesembuhan, kita butuh pertolongan, kita butuh jawaban. 

Justru mengasihi Tuhan itu lagi tanahnya berkelimpahan air susu dan madu. Toko lagi maju, anak-anak sehat semua. Lagi ong, lagi tiong, lagi eng, semua sehat, semua tidak ada kurang. Tidak ada yang sakit, tidak ada yang perlu kita semua lagi jaya, justru kita cari Tuhan - itu kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati. Bukan lagi butuh. Jangan dibalik yah saudara yah. Bukan berarti saudara lagi butuh Tuhan engga boleh cari, silakan. Tetapi saya sedang bicara, saya bicara perbandingan. Ada orang cari Tuhan, dia susah dia senang, dia tetap cari Tuhan. Maka saya ciptakan lagu dulu, Bukan hanya waktu susah aku datang pada Yesus Bukan hanya waktu sakit aku datang kepadaNya Tapi juga waktu sehat waktu senang aku datang menyembah Dia Disegala waktu aku perlu Tuhan. Itu hanya empat bait saja, untuk menyadarkan kita. Aku datang kepada Tuhan itu bukan hanya lagi sakit, bukan hanya lagi sehat. Tapi di segala waktu aku perlu Tuhan. Amin saudara-saudara? Ini yang pertama, mengasihi Tuhan dengan segenap hati. 

Ada seorang raja, dia pikir dia mau menguasai rakyatnya. Maka dia pikir, menguasai rakyat itu haruslah menguasai perutnya. Maka raja yang besar ini bikin kemakmuran bagi rakyatnya, rakyatnya dibikin makmur. Tidak ada kekurangan - makan, pakai, sandang, pangan, minyak tanah diturunkan, saudara-saudaraku, tidak usah beli, minyak tanah tidak usah, silakan cari sendiri minyak di dalam tanah. Saking rajanya ini baik. Pada suatu kali saudara-saudara, sang raja ini sakit. Raja ini sakit. Ginjalnya harus diganti, gagal ginjal. Maka diumumkanlah di satu balkon, siapa yang mau menggantikan ginjalnya raja? Uh, rakyat semua: Pakai ginjal saya, pakai ginjal saya, pakai ginjal saya, karena mereka cinta juga sama raja. Pakai ginjal saya, ginjal saya pakai, pakai ginjal saya. Nangis itu raja, terharu. Tapi karena rakyat terlalu banyak yang angkat tangan maka diambil bulu ayam. Aku akan jatuhkan bulu ayam ini dari balkon dan kepada siapa bulu ayam ini jatuh, itulah orang yang terpilih, ginjalnya akan dipakai operasi untuk ganti raja. Hei, hei, pakai ginjal saya, pakai ginjal saya. Dilepaslah bulu ayam dari balkon. Bulu ayam ini mulai jatuh, pelan, pelan. Akhirnya saudaraku, dekat bulu ayam ini kepada satu orang, sudah dekat saudaraku, bukannya dia terima, dia tiup - fuh. Bulu ayam itu pindah ke belakang, ditiup lagi akhirnya bulu ayam itu saudaraku. Tidak pernah sampai di kepala orang, dia terus mengambang. Karena asal mau sampai ditiup.

Karena apa saudaraku? Orang itu cuma di mulut saja. Pakai ginjal saya, pakai ginjal saya. Maka saya tuh merinding kalau orang suka nyanyi Saya cinta Tuhan Yesus Yesus Juru Selamatku Dengan segenap hati jiwa Saya cinta Tuhanku. Bulan depan dia udah mau mundur dari Tuhan. Saya cinta Tuhanku Saya cinta Tuhanku Saya cinta, sampai keringetan, tepuk tangan sanggul orang sampai kena. Saya cinta Juru S'lamat Yesus cintaku juga. Aduh ngeri saya. Karena kadang-kadang orang cuma ngomong dari mulut saja cinta Tuhan. Maka Tuhan bilang dengan segenap hati, bukan dengan segenap mulut. Matius 15 berkata, nanti kita kembali kepada Lukas, Matius 15 berkata ayatnya yang ke 8 : 

15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. 
15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia." 

Jadi Yesus sendiri mengerti bahwa bangsa Israel itu memuliakan Tuhan hanya dengan bibir, hanya dengan mulutnya. Shalom, shalom, shalom, shalom. Hanya dengan bibir. Haleluyah, haleluyah, Yesus, Yesus. Inget saudaraku waktu Yesus naik keledai? Sampai di Yerusalem orang-orang pakai pakaian baru, jubahnya dibuka ditaruh didepan keledai, coba lumayan. Luar biasa ini, padahal jalan saja begitu keledai ini, saudara-saudara. Aduh. Ini ditaruh keledai jalan diatas permadani, bajunya mereka tuh, jubahnya mereka. Lalu mereka ambil daun palma. Palma itu lambang kemenangan, lambang damai. Wah, hosana, hosana, hosana mubarak yang datang dengan nama Tuhan. Minggu depan dia udah salib: Salibkan Yesus, salibkan Yesus, salibkan Yesus. Tahun ini setia terus, Setia setialah. Tahun depan, moal ka gereja deui. Saudara cinta Tuhan dengan segenap hati.

Yang kedua kita lihat Lukas 10 lagi, mengasihi Tuhan dengan segenap jiwa. Mengasihi Tuhan dengan segenap jiwa. Jiwa, di dalam jiwa ini ada emosi. Di dalam jiwa ini ada perasaan. Jiwa itu ada di dalam darah. Kalau saudara marah, muka saudara menjadi merah. Kalau saudara takut, muka saudara menjadi pucat. Kalau orang mati tidak takut lagi, tidak pucat lagi yah orang mati itu, sudahlah mati saja, karena sudah tidak perasaan. Saudara marahin orang mati, saudara kasih tinju sama orang mati di peti mati, hei kurang ajar yah waktu kamu hidup, kamu begini, begini sama saya. Dia sudah tidak bisa lagi apa-apa, dia mati. Tidak ada lagi emosi, karena tidak ada jiwa.

Saudara pukul ini mimbar, tidak bisa bilang sakit karena tidak ada jiwa. Coba saudara tendang anjing herder, lumayanlah. Saudara tendang, dia guik tapi saudara juga digigit karena dia ada jiwa. Di dalam jiwa ada perasaan. Di dalam jiwa ada emosi. Di dalam jiwa ada nurani. Di dalam jiwa ini, saudara, ada perasaan. Tuhan juga mau perasaan saudara. Mengasihi Tuhan itu dengan perasaan. Saya tidak suka orang nyanyi tuh nggak ada perasaan sama Tuhan.Berdiri aja. Seperti rusa rindu sungai-Mu Jiwaku rindu Engkau. Orang nggak tahu, dia itu senang, dia itu susah, orang engga tahu. Kaulah Tuhan hasrat hatiku Kurindu menyembah-Mu. Tangannya diem. Yesus, Yesus. Duduk, duduk. Berdiri, berdiri. Kolekte. Pulang. Apa dia mengerti Firman Allah? Kita nggak tahu apa dia. Tapi lain kalau saudara menyanyi, tidak usah diperintah pemimpin pujian, tidak usah ya.

Kadang-kadang kita seringkali mungkin gaya dari pemimpin pujian sudah ditulis lagunya disitu masih didikte juga disini karena kita menolong mereka yang tidak bisa lihat. Angkat tangan tepuk tangan itu ada ungkapan jiwa. Menangis dalam doa, menangis dalam memuji Tuhan - itu ungkapan perasaan. Tadi saya lihat jam 4 pagi kebaktian dari Benny Hinn pemain drumnya pukul cymbal itu dengan perasaan, cymbalnya begitu banyak, seperti orang bikin kue ape, angkat, tutup, angkat, tutup. Karena lagunya juga lagu lama. Kudus kudus kuduslah Tuhan. Dengan perasaan. Dengan jiwa. Maka dalam perjamuan kudus lagu yang dipilih juga harus yang sesuai dengan perjamuan kudus. Masa lagu perjamuan kudus mari kita nyanyi saudara-saudara Kambing embek-embek Kucing eong-eong - kan tidak sesuai. Harus yang sesuai dengan yang perjamuan kudus. Ini ada hubungan dengan jiwa. 

Yang ketiga. Dengan segenap kekuatan. Saya ini memang sudah 53 juga dalam perawatan. Saya harus jaga kesehatan, jaga makan dan yang terpenting ini tidak boleh pusing. Saya paling pusing kalau lihat murid ada yang bodoh itu paling pusing. Suruh baca salah buku duduk paling depan. Duduk paling depan. Mari kita baca satu ayat duduk paling depan - salah baca. Saya bilang salah baca itu ayat nya ini. Dia baca salah lagi. Itu yang suka bikin naik gula darah jadi tinggi. Tapi tahukah saudara bahwa kita berbakti juga kepada Tuhan itu dengan segenap kekuatan. Maka anak-anak muda, saudara-saudara yang tidak bedstone musti malu sama pak Sugandi karena pak Sugandi datang saja musti pakai beca turun saja dituntun 2 orang - dia bedstone. Saudara jemaat yang kuat sehat bisa lari masih bisa lompat tinggi ya dari pinggir kasur lompat  ke tempat tidur kalau mau tidur, saudara musti malu sama pak Sugandi. Pak Sugandi kalau berdiri mau jatuh-jatuh terus, tapi ada kerinduan untuk bedstone. 

Jadi saya pikir aduh Tuhan orang udah tua kaya begini masih mau cari Tuhan. Kalau kita yang muda-muda tidak cari Tuhan - malu kita. Itu ada berkatnya lain saudara, berkatnya lain. Dia bedstone udah tua udah sakit-sakitan susah berdiri dia bedstone, saudara yang sehat lagi dirumah lagi minum kopi sama pisang goreng lagi hujan-hujan berkatnya lain disana. Nanti disana, dia yang makan pisang goreng yang bedstone, saudara yang mungkin tidak masuk kesana. Jadi saudara-saudara, hati-hati harus dengan kuat kita mumpung bisa. Saya pernah baca satu peribahasa sampai saya bilang aduh luar biasa ini : Sembahyanglah lagi masih bisa sembahyang. Lagi masih bisa berlutut karena nanti kita tidak bisa berlutut lagi. Kebaktian hayo kebaktian sing rajin karena nanti ada masanya kita tidak bisa kebaktian lagi karena sakit. Saudara yang masih bisa sekolah silahkan sekolah asal betul sekolah karena biaya sekolah cukup tinggi. Silahkan sekolah. Tuntut ilmu karena nanti kita tidak bisa sekolah lagi. Saya lagi sehat saya pakai ini kesana kemari jalankan FT karena saya tahu nanti ada batasnya. Nanti saya tidak bisa lagi. Tapi saya sudah punya murid-murid banyak ini hamba-hamba Tuhan sudah 1000 orang lebih. Saya punya target sudah lewat. Sekarang saya tinggal ambil untungnya. Udah 1200 orang lebih. 

Kemarin kita KKR Natal di Lippo Karawaci ya panitia nya eks Cianjur, sdr Meidi. Oh, kamu ini yang jadi panitianya. Iya oom, sampai panitianya itu 2 macam oom. Yang satu minta Pariaji. Kita minta Awondatu. Minta Pariaji, minta Awondatu. Saya ngomong aja: Pariaji itu dulunya murid Awondatu baru mereka mau. Suka ikut PA pak Awondatu baru mereka mau. Akhirnya puji Tuhan sudah puas semua.  Jadi saudara, kita kembali kepada FA harus dengan segenap kekuatan. Masih bisa cari uang heg cari duit sing rajin cari duit sebab nanti ada masanya kita tidak bisa lagi cari uang. Jadi saya punya itu semangat saudara sudah saya bagikan sama murid-murid - itu sudah 50 persen. Tenaga mereka sudah punya, 50% saya hilang. Sudah tidak seperti dulu lagi. Dulu saya khotbah 7x 1 hari minggu: Jakarta - Ciawi - Jakarta - Ciawi lagi 7x kuat. Kemarin saya diundang 7x 1 hari minggu  di Surabaya - sakit saudara. 7x nambru, nggak kuat. Bisa khotbah, selesai, tapi capainya 2-3 hari. 

Jadi kembali kepada harus dengan segenap kuat kita. Saya biasa perjamuan kudus ini di Jakarta. Sekarang saya musti bagi. Kalau saya di Jakarta mungkin saya harus berangkatnya hari Sabtu. Minggu pagi harus dikorbankan ini. Karena saya tidak kuat lagi. Minggu pagi saudara harus korban saya Sabtu ke Jakarta. Jadi sana sekali disini sekali. Nah, kalau sekarang saya tidak ke Jakarta biar saja saudara Yakub. Harus dengan segenap kekuatan kita sudah tidak seperti dulu lagi.  

Nah, kita masih hidup sekarang. Tapi sdr Sun Lan jadi pelajaran bagi kita. Siapa sangka. Saya kemarin ada sus Eper kasih majalah KA yang tua yang 20 tahun lalu. Saya lihat Revi sama Helga sedang memberikan kenang-kenangan kepada pemimpin orkestra dari Gereja Tionghoa yang main musik dulu di gereja kita. Kita bikin di Bumi Sulintang. Mungkin saudara masih ingat. Mereka datang dengan musik komplit sekali biola, dsb. Nah, Revi masih 12 tahun, Helga itu dia 8 tahunan  kasih bunga sama pemimpin orkestra. Ada foto brur Samuel Rahmat disebelah sini ada foto Sun Lan lagi duduk tersenyum. Terhenyak saya foto ini ada. Itu 20 tahun yang lalu. Kok sekarang sudah 20 tahun ini kemudian pak Samuel Rahmat masih ada, Helga masih ada, Revi masih ada, Sun Lan sudah tidak ada yang yang difoto ini. 

Kalau 20 tahun kemudian? Mungkin saya sudah tidak ada. Mungkin Pak Samuel Rahmat sudah tidak ada, mungkin Revi mungkin Helga ada. Jadi terus begitu. Maka sementara kita masih ada kekuatan, ayo sementara masih mampulah. Saya itu punya cita-cita ini saudara ini ya. Jadi khotbah di Natal tgl 11 itu akan dibikin CD dan akan dijual 50.000 satu saudara. Bagus sekali akan dibuat 2 CD isinya satu dibuat kebaktian natal disana. Jadi saya bisa lihat murid-murid Sekolah Alkitab ada. Jadi saya bikin untuk kenang-kenangan. Jadi setiap tahun KKR dimanapun kita akan bikin CD. Sekarang saya jug ada cita-cita ingin rekaman. Saya rekaman nggak mau di Jakarta. Saya ingin rekaman itu di Cianjur. Saya ingin rekaman itu di studio saya sendiri. Nah, sekarang sedang di upgrade pelan-pelan sampai pelan-pelan, sedang mau diganti apanya yang sudah tidak bisa dipakai. Saya ingin  berfungsi lagi ini seperti dulu ini studio. Dan saya ingin seperti dulu siswa-siswi menyanyi lagi. Dan cita-cita saya itu belum kesampaian, yaitu kaum wanita nyanyi direkam. Dan kalau kaum wanita nyanyi direkam nggak usah pakai seragam distudio mah ya. Kita musti pakai selimut distudio karena dingin kalau studio itu ya. Nggak usah pakai seragam nyanyi biasa karena suara yang kita inikan ya.  Jadi tidak mungkin, tidak semua kaum wanita kita  akan rekam karena tidak semua bisa nyanyi kan. Tapi semua kaum wanita bisa ikut di foto. Jadi kalau didepan covernya inilah kaum wanita Cianjur dengan lagu Teungteuingeun, saudara. Ya, bisa saja saudara. Murid tahu teungteuingeun? Mengerti teungteuingeun ya.

Itulah yang saya katakan dengan segenap kuat. Ini jari-jari saya ini sudah kaku. Agak kaku. Mungkin terlalu sering makan kacang karena kacang kesukaan saya tapi suka kaku itu. Jadi main gitar sudah tidak secepat seperti dulu, selalu ada selip-selip. Ya, ini tidak bisa ... sudah kaku saudara, tidak bisa nggak bisa lagi seperti dulu. Jadi kita harus tahu. Nah saudara, cinta Tuhan itu harus dengan segenap kekuatan saudara. Saya mau tanya gini saja, saya tidak akan minta jawaban. Saudara jalan pagi saudara lari pagi berapa menit? Untuk apa saudara lari pagi? Untuk sehat. Sehat teh untuk apa? Supaya panjang umur. Panjang umur untuk apa? Kalau bukan untuk Tuhan - sia sia. Sia-sia lari juga, mati-mati keneh. Paeh-paeh keneh lari juga. Jadi kalau saudara lari pagi jalan pagi : Tuhan, saya sehat ini supaya saya untuk Tuhan, saya pakai kesehatan saya ini untuk Tuhan, saya pakai kekuatan saya untuk kebaktian - nanti Tuhan kasih. Dan itu tidak sia-sia. Kalau kebaktian mah tidak sia-sia saudara-saudara karena ada urusan dengan akhirat, ada urusan dengan yang akan datang. Maka dengan segenap kekuatan. 

Nah, yang terakhir dengan segenap akal budi. 4:1. Akal budi itu gini. Ini contoh ya. Ah, saudara itu ingin memberi buah untuk oom Yoyo. Tapi saudara sudah tahu saya gula darah agak tinggi - jangan kasih duren. Tentu tidak ada akal budi. Masa saya sudah ada gula darah saudara kasih duren. Atau saudara kasih dodol saudara kasih yang manis-manis - jangan. Kasihlah kulit duren tidak ada isinya kan, kasihlah yang sesuai. Apa ya? Oh, apel, apel boleh. Jangan kasih yang... ini bicara akal budi, bukan saya minta dikiriman. Aduh, saya udah cukup terima kasih. Tuhan memberkati saudara suka kirimin. Terima kasih. Tapi ini saya sedang cerita tentang akal budi. 

Saya setiap minggu suka kasih sms. Oom hari ini saya boleh kirim ayam obat? Jadi ayam yang sakit diobatin. Lalu saya kirim balas: Oke, boleh karena saya ada. Boleh. Dia bikin. Bagus oom makan kaki ayam ini, kuat kaki oom. Tapi saya kalau yam cha terus makan kaki ayam terus kaki ayam terus nggak mau dong saya. Asal yam cha, oom kaki ayam ya supaya kuat kakinya. Tuh lihat bangunan-bangunan di Soekarno Hatta juga cakar ayam itu istilahnya supaya kuat katanya. Oom makan kaki ayam saja. Nggak mau ah terus-terusan kaki ayam. Sekali-kali dong kaki gajah. 

Jadi kembali kepada ini, kita sedang bicara akal budi. Kenapa ya oom kalau khotbah itu pendek. Bukan pendek, khotbah saya tidak pendek, khotbah saya itu 30 menit 40 menit. Itu pendek oom. Tidak pendek, orang lain juga 30 menit 40 menit. Kenapa kalau orang lain itu rasanya panjang? Nah, itu seninya mereka. Mereka punya keahlian khotbah pendek kedengarannya panjang. Kalau saya punya seni, khotbah panjang kedengarannya pendek. Ini sekarang kita sedang bicara akal budi. 

Lagu penyembahan - saya pakai organ. Lagu lincah saya pakai gitar. Kadang-kadang yang main drum kalau udah lagu penyembahan nggak dipakai itu, cuma simbal saja. Semuanya disesuaikan. Puji Tuhan. Di Kanada orang memetik gandum dengan mesin traktor ribuan hektar saudara pakai mesin traktor. Kekiri mesin ini kekanan mesin ini. Apa yang terjadi saudara kalau kekiri kekanan itu cuma jalan saja dan semua gandum itu saudaraku sudah dipisahkan antara gandum dengan batang-batangnya. Sedangkan di Perancis orang memetik anggur itu dengan gadis-gadis yang disewa, ibu-ibu. Petik anggur itu dengan tangan taruh di bakul, anggur itu harus tidak boleh terlalu matang. Nah, sekarang kita ganti kalau orang memetik anggur dengan traktor, hancur itu anggur; kalau orang memetik gandum yang di Kanada saudaraku dengan tangan mau berapa bulan baru selesai ribuan hektar.  

Jadi kita harus memakai akal budi. Masuk ke toko senapan angin saya mau beli senapan angin Benjamin. Mau apa? Saya mau tembak lalat. Lalat mah pakai saja itu. Jadi kita kembali kesini empat hal ini. Pada pagi hari ini marilah kita periksa diri. Kalau kita sudah diberkati Tuhan - karena Tuhan. Belum diberkati Tuhan, Tuhan sedang mencoba kita tabah, setia supaya satu kali saudara-saudara, mendapat berkat dari Tuhan. Sekian renungan Firman Allah. Para pelayan silahkan maju kedepan.  

-- o --

Minggu, 10 Februari 2002

Mencari Tuhan sampai ketemu 

Selamat pagi, selamat bertemu berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Pagi ini kita akan lihat Firman Tuhan. Amsal pasalnya yang ke 8 kita akan membaca ayat ke 17:

8:17 Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.

Aku mengasihi orang yang mengasihi aku. Ini adalah kata-kata dari hikmat. Jadi yang pertama, Tuhan mengasihi kita. Itu yang pertama kali, Tuhan mengasihi kita. Lalu dari Tuhan mengasihi kita itu, Dia lihat kita punya reaksi. Bagaimanakah kita mengasihi Dia apa tidak? Ayat ke 17 ini adalah kali yang kedua dari Tuhan mengasihi kita, yaitu Aku mengasihi orang yang mengasihi aku. Saya ulangi, yang pertama mengasihi itu Tuhan. Tuhan mengasihi kita. Tetapi waktu Dia mengasihi kita, Dia lihat reaksi kita. Apakah kita juga mengasihi Dia apa tidak? Kalau kita mengasihi Dia, maka ayat 17 ini terjadi. Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku. 

Bahasa Inggris berkata orang yang rajin mencari aku, akan mendapatkan aku. Yang saya tanya begini, saudara sudah mendapatkan Tuhan atau belum? Selama ini saudara-saudara sudah menjadi orang kristen, saudara berbakti kepada Tuhan. Apa saudara sudah mendapatkan Dia belum? Sudah menemukan Dia apa belum? Sudah menemukan Dia apa belum? Siapa mencari aku dengan rajin, dia akan mendapatkan aku. Jadi, apa saudara-saudara sudah mendapatkan Dia apa belum? Saya yakin banyak yang belum mendapatkan Dia, karena banyak yang masih malas di dalam Tuhan. Karena Firman Tuhan bilang ini, Dia hanya didapat oleh orang rajin. Siapa yang mencari Aku dengan rajin, dia dapat, mendapatkan Aku. Ketemu dengan Aku. Apa selalu dalam hari minggu, kalau saya kirim sms, bagian belakang selalu saya tulis, yah tidak selalu hampir tiap minggu, semoga Tuhan berkenan ditemui oleh saudara. Semoga saudara bisa ketemu dengan Tuhan. Rasanya kita sia-sia kalau kita ke gereja tidak bertemu dengan Tuhan. Dan jangan menyalahkan pendeta. Jangan menyalahkan gereja. Jangan menyalahkan pemimpin pujian kalau kita tidak ketemu Tuhan. Kita tidak ketemu Tuhan, karena kita salah sendiri. Karena di dalam setiap kebaktian, Tuhan bisa ditemui. Asal kita rajin mencari Dia. Dalam Matius 

7:7. "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. - Perhatikan ayat ke 8 - 
7:8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. 

Saya ingin baca ayat ke 8 ini dalam salinan Amplified New Tastement - Perjanjian Baru yang diperjelas : karena setiap orang yang meminta dan terus meminta dan selalu meminta, menerima; dan setiap orang yang mencari dan terus mencari dan selalu mencari, dia akan mendapat; dan setiap orang yang mengetuk, terus mengetuk dan tetap mengetuk, baginya pintu dibukakan. Jadi tidak semudah ini, tidak segampang ayat ke 8, setiap orang minta dikasih, tidak. Setiap orang cari, dapat. Tidak. Itu kata mencari itu memerlukan satu proses. Carilah Tuhan dan hiduplah, kata Nabi Hosea. Carilah Dia sementara Dia ada, kata Nabi Yesaya. Cari, cari, cari, cari, cari. Carilah dulu Kerajaan Surga, Yesus sendiri berkata. Segala sesuatu itu harus dicari, harus diusahakan dan Tuhan tidak akan mempercayakan Kerajaan Allah yang penuh dengan damai sejahtera kebenaran itu kepada kita, kalau kita malas. 'Kalau kita malas' - malas mencari Tuhan, malas mencari KerajaanNya, malas mencari FirmanNya, malas mencari hadiratNya. 

Bagaimana kita bisa mendapatkan Dia? Saya kasih ilustrasi. Yudas itu murid Yesus. Tiap hari dia dekat Yesus. Tapi apa dia cari Tuhan? Tidak. Dia cari uang. Dia cari uang. Petrus, dia dekat Yesus. Tapi apa dia cari Tuhan? Tidak. Dia cari kedudukan, dia cari kehormatan. Jadi dia tidak menemukan Yesus, dia tidak ketemu Yesus. Yudas bunuh diri. Petrus, saudara-saudaraku, dia menyangkal Yesus. Dari dua belas murid ini, sebelas murid, saudara-saudaraku, meninggalkan Yesus. Lari semua. Jadi hati-hati kita ini. Jangan kita bangga hanya sudah bisa rajin ke gereja. Tidak! Kita ketemu Dia apa nggak? Kita ketemu Yesus apa tidak? Kita ketemu Tuhan apa tidak? Apakah kita pulang dari kebaktian lalu terima kasih Tuhan, hari ini saya sudah ketemu Engkau. Melalui FirmanMu, melalui doa, melalui penyembahan. Saya ketemu Dia. Saya ketemu Tuhan. Saya ketemu Engkau, Tuhan. Kenapa? Barangsiapa yang mencari Aku dengan rajin. Bedstone tadi malam, saya tunduk, saya tutup mata. Tidak semua menangis. Tidak semua dapat sukacita. Tidak semua berbahasa Roh. Hanya yang sungguh-sungguh cari Tuhan. Hanya yang sungguh-sungguh mencari Tuhan, dia akan didoakan. 

Saudara ingat, Penina juga naik ke Bait Allah tapi yang dijawab itu doa Hana. Kenapa? Dia mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Dia mencari Tuhan dengan air mata. Beri saya anak, saya ini mandul. Saya minta anak, Tuhan. Kalau Engkau, Tuhan, sayang sama saya kasih saya anak. Dia mandul. Tuhan kasih. Penina juga naik. Begitu banyak wanita lain juga naik. Tapi ini hanya Hana yang dapat. Hana yang ditulis namanya dalam Alkitab. Karena dia mencari dengan segenap hati. Mencari dengan sngguh-sungguh. Masih dalam Injil Matius, kita mau membaca, saudara-saudara, Matius 13. Dalam Matius pasal 13 kita akan membaca ayat ke 45, 

13:45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. 
13:46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu." 

Jaman dulu orang yang lebih kaya, yang mana yang melebihi saudagar selain raja. Di bawah raja itu yang paling kaya adalah saudagar. Kalau sekarang konglomerat. Setelah presiden itu konglomerat. Dia mempunyai kekayaan besar. Tetapi dia mencari mutiara yang indah. Nampaknya orang ini mencari kualitas. Dia bukan mencari kuantitas karena mutiara itu banyak. Banyak. Di pasar dijual. Orang berjualan, orang-orang Persia berjualan mutiara. Orang-orang Irak, orang-orang dari Afghanistan, orang-orang dari Arab, orang-orang dari Mesopotamia mempunyai, saudaraku, itu mutiara. Apalagi orang-orang Yahudi tahu betul itu mutiara yang indah. Waktu itu berlian mungkin belum dimengerti seindah sekarang. Mutiara yang indah. Nampaknya saudagar ini mencari kualitas. Ketika dia ketemu satu mutiara yang indah, yang sangat berharga. Nampaknya uang yang dia bawa tidak cukup. Jadi ia kembali, pergi menjual seluruh miliknya. Seluruh miliknya dia jual, lalu membeli mutiara itu. 

Cerita ini menggambarkan Tuhan Yesus meninggalkan Surga untuk menemukan mutiara, yaitu gereja Tuhan - saudara dan saya. Tapi bukan itu yang saya mau khotbah. Yang saya mau khotbah, saudagar ini mencari kualitas mutiara yang berharga, yang ada kelas. Saya selalu ingin menghampiri Tuhan dengan sesuatu yang ada kelas. Yang ada harganya, yang ada mutunya. Saya tidak mau khotbah begitu saja. Itu sebabnya saya tidak mau ada suara, kalau sementara saya khotbah. Karena saya ingin saudara-saudara mendapatkan yang terbaik dari Firman Allah. Saya ingin mutu. 

Kemarin ada satu bapak dari Jakarta. Dia bawa teh: Bapa coba teh ini, saya beli di Tiongkok, masuk di kampung. Satu karung, karung kecil, satu kilo 25 juta. Bapa coba itu. Saya coba, memang luar biasa. Sebentar lagi nanti bapa akan ingin ke belakang. Lalu minggu berikutnya dia bawa teh lagi. Kalau teh ini akan menahan, bapa tidak akan buang air kecil. Ini teh dia campur dengan ginseng. Dia seorang ahli teh. Saya mau yang kualitas. 

Beberapa waktu yang lalu ada satu orang dari Lampung. Dia jual beli kopi, dia bawa kopi. Kopi saya akan bapa rasa, akan ada rasa seperti ada coklat tapi tidak pakai coklat. Kalau kopi yang ini seperti ada rasa ini, kalau kopi yang ini seperti ada rasa ini. Dari Jambi selalu, adik angkat saya, selalu kirim kopi. Kopi Jambi yang rasanya enak. Ada kualitas. Dulu kalau kita makan duren, asal duren saja, asal bau kita makan. Asal bau kita makan. Sekarang kan tidak. Ada duren tuh macam-macam. Coba dites ini. Ini agak sedikit kentel, ini likeut seperti ketan, ini agak encer, ini agak bau amoniak. Ini kalau ini gurih kalau ini nggak. Duren Bangkok itu tidak enak, tidak enak. Yang enak itu duren dari Medan. Ada taste tersendiri. Ini yang kita bilang kualitas. 

Maka kebaktian juga, kata mencari Tuhan juga itu banyak macamnya. Orang ke gereja tuh mencari Tuhan. Orang sembahyang, dia mencari Tuhan. Baca Alkitab saja itu sudah mencari Tuhan. Menenangkan pikiran datang ke gereja nih, jam kebaktian 16:15, jam 16:00 saudara sudah di gereja, bukan ngobrol. Tetapi ini contoh. Saudara menenangkan pikiran, sebentar lagi kebaktian dimulai. Saudara saat teduh. Itupun sudah mencari Tuhan. Makan, berdoa dulu, itu sudah mencari Tuhan. Asal ada sesuatu kita mau ambil keputusan, kita berdoa dulu, itu mencari Tuhan. Tetapi dari sekian mencari Tuhan itu, apakah saudara sekarang sudah mengenal yang berkualitas? Mencari Tuhan dengan rajin. Mencari Tuhan dengan sungguh sampai saudara bisa ketemu Dia. Sampai saudara tidak mau keluar, tidak mau pulang dari gereja. Rasanya saudara ingin tetap di rumah Tuhan. Sampai Daud berkata, satu hal telah kuminta kepada Tuhan, itulah yang aku cari supaya aku boleh duduk di rumah Tuhan memandang keindahanNya. 

Apa yang dia cari? Dia yang bangun, dia ingin bangun dia punya rumah Tuhan. Yang dia cari itu kualitas. Dia ketemu dengan Tuhan. Dia ketemu dengan Yesus. Dia ketemu dengan Allah. Dia ketemu yang empunya Bait Allah. Memandang keindahanNya. Ternyata berbakti juga kita bisa menikmati keindahan. Sama seperti kita lihat lukisan. Sama seperti kita lihat pemandangan. Sama seperti kita mendengar lagu yang enak. Sama seperti kita menikmati makanan. Sama seperti kita menikmati minuman. Tuhan bisa dinikmati, saudara-saudara. Itu sebabnya saudara perlu mencari yang berkualitas. Usahakan dalam setiap kebaktian, saudara cari dan ketemu Dia secara pribadi. Kita tidak ada urusan orang lain mau cepet-cepet pulang. Orang lain ingin nyanyinya setengah-setengah hati, itu urusan dia. Tapi saudara pribadi, Tuhan saya ingin ketemu dengan Engkau pagi ini. Saya ingin bertemu dengan Engkau pada pagi hari ini. Kalau saudara berbakti seperti ini, apa kata Amsal tadi? Aku mengasihi dia yang mengasihi aku dan kalau dia mencari aku dengan rajin dia akan menemukan. Dia akan bertemu dengan aku. Dia akan mendapatkan aku. Saudara-saudara, mendapatkan Tuhan lebih daripada emas dan perak, karena kalau saudara baca lagi Amsal 8, kembali lagi di sana karena belum berakhir. Dalam Amsal pasal 8 ini ayat ke 18,

8:18 Kekayaan dan kehormatan ada padaku, - Jadi jangan cari kekayaannya. Cari Tuhannya, karena di dalam Tuhan ada kekayaan dan kehormatan - juga harta yang tetap dan keadilan. 
8:19 Buahku lebih berharga dari pada emas,-lihat kualitasnya- bahkan dari pada emas tua,-atau emas murni- hasilku lebih dari pada perak pilihan. 
8:20 Aku berjalan pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan, 
8:21 supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan mereka. 

Saya yakin kalau saudara mengasihi Tuhan dengan cara yang terbaik, dengan kualitas, itu hari depan saudara itu terjamin. Karena Dia bilang, saudara-saudaraku, Kuwariskan harta. Apa itu kata warisan? Warisan itu kan hari depan. Harta yang Dia wariskan karena saudara-saudara sudah mendapatkan Tuhan. Nah, sekarang dalam hidup saudara, saya mau tanya empat kata saja. Apa yang saudara cari, sekarang? Saudara sedang duduk di kebaktian, saudara sedang menikmati Firman Allah. Coba renungkan pertanyaan ini, apa yang sedang saya cari?

Berkali-kali Yesus bertanya kepada orang: Apa yang engkau cari? Dari abad ke abad, dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun, dari hari ke hari selalu harus kita tanyakan pertanyaan ini. Apa yang saya cari? Rugi rasanya kalau setelah kita hidup, dewasa, kita tidak mencari Tuhan. Karena di dalam Tuhan ada segala-galanya. Kekayaan, harta, kedudukan - ada di dalam Dia. Kuwariskan harta pada orang yang mengasihi Aku, dan kuisi penuh perbendaharaan mereka.

8:22. TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. 
8:23 Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. 
8:24 Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air. 
8:25 Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir; 
8:26 sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama. 
8:27 Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya, 
8:28 ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras, 
8:29 ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi, 
8:30 aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya; 

Nampaknya Tuhan menguasai air. Juga menguasai perekonomian. Negara, ini menurut pikiran saya, negara mana saja, daerah mana saja yang bisa mengatasi air, mengelola air, biasanya negara itu ekonominya bagus. Singapura kan sama daerahnya dengan kita, dengan Malaysia. Engga pernah kita dengar Singapura banjir. Karena dia bisa mengelola air. Maka ekonominya kuat. Belanda, namanya saja Netherland, tanah rendah. Jadi air laut lebih tinggi dari Belanda. Ini Belanda air laut jauh lebih tinggi, tapi dia bikin dam. Maka nama-namanya ada Rotterdam, ada Amsterdam, pakai dam-dam. Ekonominya bagus. Ari Indonesia, kita tidak bisa mengatasi air, ekonominya pun hancur. Kalau di Belanda ada Amsterdam dan Rotterdam, di Indonesia ada terendam. Bali dengan sistem subaknya, nggak bisa banjir. Maka ekonomi di Bali baik. 

Nampaknya Tuhan menguasai air, Dia menguasai ekonomi. Kita musti bersukacita karena kita punya Tuhan yang menguasai air dan menguasai ekonomi. Dan Dia akan mewariskan kepada kita bukan malapetaka tetapi berkat. Dia memberikan warisan kepada kita bukan malapetaka tetapi berkat. Tidak aneh Indonesia kebanjiran, tukang korupsi terus. Buang sampah seenaknya. Bikin lapangan golf di tempat resapan air. Bikin rumah. Ini sudah kesalahan tiga puluh tahun, kita tinggal metik sekarang. Yang bikin macet di Puncak, orang Jakarta. Yang bikin rumah banyak di Puncak, orang Jakarta. Maka kalau yang kerendem orang Jakarta juga cengli lah. Karena mereka sendiri yang bangun, pejabat-pejabat yang bangun. Sampai menteri lingkungan hidup saja sudah bikin class action di pengadilan tiga kali dikalahkan. Coba menteri saja kalah di pengadilan, soal pembongkaran rumah. Sekarang, orang-orang, saudara-saudaraku, yang mengungsi sekarang, yang di gereja, yang mengungsi, nggak mau pulang. Minta dibangunkan rumah, padahal dia gelandangan. Jadi problem baru. Belum yang satu, belum yang ini. Ada empat ratus ribu pengungsi sekarang di Jakarta. Ayo bakarin gereja terus. Ayo komando jihad terus. Apalagi komando jihad sekarang pakai jubah panjang-panjang, kalau kebanjiran nggak bisa lari dia, jubahnya kepanjangan. Ayo komando jihad terus. Mau bunuh-bunuhin orang kristen. Mau maki-maki, terus. Ayo gereja dibakarin. Dia tidak tahu, Tuhan kita adalah Tuhan yang menguasai hari depan. Itu sebabnya, saudara-saudara, mari kita bersukacita karena, ayat 30, aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya;

Ini adalah Amsal Sulaeman. Jadi kata-katanya tidak bisa dinyatakan dengan hurufiah. Anak kesayangan itu adalah anak kualitas. Cuma dia satu-satunya anak. Tapi karena bilang disayang, inilah anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya Aku berkenan, karena Dia dibaptis. Yesus sendiri taat. Nggak usah dibaptis Yesus sebetulnya Allah sendiri kok. Tapi karena harus mengikuti peraturannya Tuhan, Dia dibaptis. Kenapa kita susah bener dibaptis? Yesus sendiri dibaptis, kita sendiri, aduh susah bener kita terima baptisan. Kita lebih hebat dari Tuhan. Tuhan sendiri dibaptis. Waktu Dia dimuliakan, di Matius 17, di atas bukit, inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya Aku berkenan. Dapat embel-embel lain, dengarkanlah akan Dia. Nurut sama Dia. Dia jadi anak kesayangan. Anak kualitas. Saya tuh ingin supaya saudara dijadikan oleh Tuhan sebagai anak kesayangan. Belon saudara minta, Dia sudah kasih. Baru saja di dasar hati, baru, duh kalau saya punya ini, baru begitu belum minta, belum sembahyang, Tuhan sudah kasih karena anak kesayangan. Jangan cuma kita nyanyi Sayang sayang disayang Aku disayang Tuhan. Alami dong! Saya ini disayang Tuhan tuh alami. Sampai saudara bisa punya kesaksian bahwa saudara disayang Tuhan. 

8:32. Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku. 
8:33 Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya. 
8:34 Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku. 
8:35 Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia. 
8:36 Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut."

Saya rasa jelas sekali Firman Tuhan pagi ini. Berbahagialah orang yang mendengar sabda Tuhan serta melakukannya. Mari kita berdiri bersama-sama.  

-- o --

Minggu, 24 Februari 2002

Tuhan menilai dari ketaatan kita kepada Firman-Nya 

Selamat pagi, selamat bertemu berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Yohanes 
15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. 

Saudara bisa nyanyi jungkir-balik, melompat-lompat, menjerit-jerit tetapi Tuhan tidak nilai kita dari nyanyian kita berputar-putar, menari-nari, berteriak-teriak - Tuhan menilai kita dari ketaatan kita kepada Firman-Nya. Bangsa mana yang lebih pandai menyanyi daripada Israel? Israel menyanyi 3 hari 3 malam - menari dan melompat bersyukur kepada Tuhan, kaum wanitanya memakai tamborin, rebana menyanyi melompat tetapi akhirnya bersungut-sungut kepada Tuhan. Jadi ukuran kita bukanlah dari nyanyi, bukan karena kita bisa melompat-lompat, bisa berteriak-teriak. Kadang-kadang kita nyanyi di gereja seperti Tarzan tetapi ketaatan kita brengsek dihadapan Tuhan; ketaatan kita tidak ada sama sekali. Nah, Tuhan menilai kita tidak dari nyanyi, tidak dari bakat, tidak dari kemampuan kita luar - tapi Tuhan menilai kita dari kita menurut kepada Firman-Nya. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku - sederhana saja. Kita menuruti perintah Tuhan atau tidak. Kita menurut Firman Tuhan atau tidak. 

Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Cara kita menurut Firman Tuhan haruslah seperti Tuhan Yesus menurut perintah Bapa. Tiga kali Tuhan Yesus mau lari dari perintah Bapa untuk mati diatas salib. Tiga kali Dia berdoa kepada Bapa di taman Getsemani: Kalau boleh, lepaskan Aku dari cawan ini, Aku tidak mau minum cawan dosa. Tetapi akhirnya Dia menang ketika Dia berkata: Bukan kehendak-Ku yang jadi melainkan kehendak-Mu yang jadi dan Dia menurut perintah dari Bapa-Nya. Nah, apakah kita bisa menurut perintah Firman Allah seperti Tuhan Yesus menurut perintah Bapa? 

Saya yakin Tuhan Yesus tidak menyuruh kita sesuatu yang kita tidak bisa lakukan. Soalnya bukan bisa tidak bisa - tetapi mau atau tidak mau. Banyak orang kristen bisa menurut tetapi dia tidak mau menurut. Banyak orang kristen bisa dengar-dengaran tetapi problemnya dia tidak mau dengar-dengaran. Sebetulnya Adam dan Hawa bisa menurut, bisa dengar-dengaran. Tidak tertulis dalam Alkitab berapa tahun berapa ratus tahun mereka tinggal di Taman Eden tetapi akhirnya mereka tidak mau menurut; akhirnya mereka melanggar ketaatan kepada Tuhan. Jadi karena mereka diusir oleh Tuhan dari Taman Eden oleh karena mereka tidak menurut, maka jalan satu-satunya untuk kembali ke Taman Eden adalah dengan cara menurut - tidak ada jalan lain, ya. Saudara-saudara kita berharga dimata Tuhan ketika kita menurut. Nyanyian berkata Kalau kau mau bergirang Kalau kau mau senang Hanya ada satu jalan Ya dengar dengaran - menurut. Sayang orang kristen yang menurut hamba Tuhan yang menurut perintah Tuhan ini hanya bisa dihitung dengan jari. Telalu banyak yang berontak terhadap Tuhan. Berontak itu bukan ngamuk-ngamuk; berontak itu bisa saja saudaraku ada berbagai-bagai macam ketaatan. 

Yang pertama adalah ketaatan seekor kucing. Kucing itu tidak akan makan ikan kalau ada tuannya. Kalau ada tuannya dia akan sopan sekali meong, meong - dia tidak akan makan itu ikan. Dia akan gosok-gosokkan badannya pada kaki tuannya. Tuannya usap-usap, dia kira kucing ini betul-betul piaraan yang baik, taat. Maka ketika telepon berdering tuannya pergi melayani telepon balik lagi ikan sudah diambil oleh kucing. Kalau ketaatan saudara hanya sampai ketaatan seekor kucing, itu bukan ketaatan tetapi mencari kesempatan untuk tidak taat. 

Lain dengan ketaatan seekor anjing yang sudah dilatih. Kalau dia disuruh duduk dia akan duduk apapun yang terjadi dia akan duduk karena dia sudah terlatih. Kalau dia disuruh kejar dia akan kejar apapun halangannya dia akan kejar karena dia sudah terlatih untuk taat. Maka saudara ukurlah kerohanian kita dengan ketaatan ini apakah kita sudah ... Saya bisa baca 20 ayat tentang ketaatan apa artinya kalau saya sudah kasih ayat 20 tetapi kita tidak taat-taat kepada Tuhan. Nggak ada artinya saya kasih 20 ayat tentang ketaatan - saudara catat, murid Sekolah Alkitab catat untuk dikhotbahkan kembali tetapi kita tidak taat. Sama saja dengan orang munafik.  

Jadi yang penting dihadapan Tuhan itu kita taat atau tidak. Suka melakukan Firman atau tidak. Dalam Ibrani  
10:5 Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia - yang dimaksud Ia disini adalah Yesus - berkata: "Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki - tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku -. 
10:6 Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. 
10:7. Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku." 

Jadi Yesus datang bukan untuk menyembuhkan yang sakit, mencelikkan orang buta. Banyak saudara-saudara, orang kristen yang TK anggap kalau sudah bisa lihat Yesus waduh hebat. Saya tidak akan bangga kalau saya bisa lihat Yesus. Saya akan bangga kalau saya bisa menurut Yesus. Yesus datang bukan untuk menyembuhkan yang buta, Yesus bukan hanya datang untuk melepaskanyang tertawan;  Dia sebetulnya datang untuk melakukan kehendakMu, ya Allah - kehendak Tuhan. Dia datang untuk menurut Tuhan sampai itu ditulis dalam gulungan kitab. 

Sekarang saya mengenal 2 macam orang kristen di gereja saya ini. Yang pertama orang kristen yang gampang dibaptis tapi jarang ke gereja. Dibaptis gampang, habis dibaptis tidak pernah ke gereja. Tidak mau belajar taat. Yang kedua orang kristen yang ke gereja terus, tapi tidak mau dibaptis. Nah, saudara mungkin bertanya dari dua pihak itu yang mana yang lebih baik? Tidak ada yang lebih baik. Yang satu ke gereja terus tapi nggak pernah dibaptis. Tiap disuruh dibaptis tidak mau. Disuruh baptis iraha? Gampang! Yang kedua mau dibaptis, cepat kalau disuruh dibaptis, tapi nggak ke gereja-gereja, dengan 1001 macam alasan. Orang kristen yang semacam ini tidak berharga dimata Tuhan. Karena sekali lagi saya katakan yang Tuhan hargai adalah hanya yang taat. Gampang saya baptis orang. Tapi soal masuk Surga itu soal saudara taat apa nggak. Jangan saudara anggap bahwa baptisan itu adalah paspor ke Surga - oh, tidak. Kalau saudara dibaptis tapi tidak pernah ke gereja, tidak pernah dengar-dengaran, tidak menurut, tidak rendah hati - bagaimana kita mau masuk di dalam Kerajaan Surga? Hanya Surga diberikan kepada orang yang taat, yang menurut FA. Saya lebih senang punya murid Sekolah Alkitab 50 orang tapi yang taat daripada 300 - 400 orang pemberontak, suka ngerasani orang dibelakang-belakang. Belajar tidak taat, tulis surat sama siswi baru-baru ini. Tulis surat sama siswi: Selamat Hari Valentine. Dia tidak tahu hari valentine itu hari orang kafir. Walaupun yang menemukannya itu mulanya dari pastor tapi jadi hari orang kafir. Kasih sayang ini dirubah jadi hawa nafsu. Buktinya orang suka melanggar. Kalau orang penuh kasih sayang dia tidak akan melanggar Firman Tuhan. 

Jadi kembali lagi kepada Firman. Makan perjamuan kudus gampang, tapi apa kita taat atau nggak sama Yesus. Kita menurut nggak sama Firman Tuhan. Yesus: Aku datang untuk menurut melakukan kehendakMu ya Allah. Dalam Roma

11:1. Maka aku bertanya: Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiripun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin. 
11:2 Allah tidak menolak umat-Nya yang dipilih-Nya. Ataukah kamu tidak tahu, apa yang dikatakan Kitab Suci tentang Elia, waktu ia mengadukan Israel kepada Allah: 
11:3 "Tuhan, nabi-nabi-Mu telah mereka bunuh, mezbah-mezbah-Mu telah mereka runtuhkan; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku." 
11:4 Tetapi bagaimanakah firman Allah kepadanya? "Aku masih meninggalkan tujuh ribu orang bagi-Ku, yang tidak pernah sujud menyembah Baal." 
11:5 Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia. 
11:6 Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia. 
11:7 Jadi bagaimana? Israel tidak memperoleh apa yang dikejarnya, tetapi orang-orang yang terpilih telah memperolehnya. Dan orang-orang yang lain telah tegar hatinya, 
11:8 seperti ada tertulis: "Allah membuat mereka tidur nyenyak, memberikan mata untuk tidak melihat dan telinga untuk tidak mendengar, sampai kepada hari sekarang ini." 
11:9 Dan Daud berkata: "Biarlah jamuan mereka menjadi jerat dan perangkap, penyesatan dan pembalasan bagi mereka. 
11:10 Dan biarlah mata mereka menjadi gelap, sehingga mereka tidak melihat, dan buatlah punggung mereka terus-menerus membungkuk." 

Elia mengadu sama Tuhan: Tuhan, tinggal saya sendiri yang percaya kepada Tuhan sebab semua nabi-nabi Mu dibunuh-bunuhin sama raja Ahab dan Izebel. Tuhan bilang: Tidak. Ada 7.000 orang yang masih taat kepadaKu. Bayangkan dari 3 juta Israel hanya ada 7.000 orang yang masih taat. Bayangkan 3 juta - 7.000 orang dengan Elia. Sampai sekarang orang Israel nggak bisa percaya Yesus. Kenapa? Tuhan biarkan mata mereka tidak melihat, telinganya tidak mendengar. Karena apa? Karena mereka tidak taat. Jadi saya lagi mikir apa jemaat yang seperti begini itu dibiarkan Tuhan. Nggak bertobat-bertobat. Nggak berubah-berubah. Diantepin sama Tuhan. Matanya diantepin nggak melihat telinganya diantepin tidak dengar-dengaran. Seperti ini Roma 11. Oleh karena Tuhan kesel karena kita tidak taat. Sampai Tuhan ditemukan justru oleh orang kafir - oleh saudara dan saya yang tidak dipilih sebetulnya. Nah, kalau orang Israel umat pilihan Tuhan saja yang dipilih itu dibuang sama Tuhan, apalagi kita kalau kita nggak taat. Apalagi kita, kita ini hanya pohon hutan - zaitun hutan yang dicangkokkan, menurut Roma 10. Pohon zaitun asli - Israel, dipotes sama Tuhan, dibuang karena tidak percaya tidak taat. Sekarang dicangkokkanlah zaitun hutan - saudara dan saya. Kita tidak taat juga? Ya, diselentik aja. 

Jadi mari kita tahu posisi kita, kedudukan kita ini karena kasih karunia karena kemurahan Tuhan, bukan untuk dipermainkan - untuk kita lebih cinta Tuhan untuk kita mengerti lebih mengasihi lebih taat kepada Dia lebih dari orang Israel. Gideon. Dia datang sama Tuhan: Aduh Tuhan, saya perlu tentara. Musuh menyerang. Dikumpulkan orang Israel 32.000 tentara. Tuhan bilang apa? Terlalu banyak. Gideon bingung. Masa terlalu banyak Tuhan, ini yang 32.000 tidak bisa lawan yang 135.000. Terlalu kurang. Tuhan bilang terlalu banyak. Suruh pulang yang takut-takut itu, yang penakut-penakut, yang cuma aksi-aksi saja, sok - suruh pulang saja. Tidak ada mental juara,  tidak ada mental pahlawan, tidak ada mental pemenang - suruh pulang. Pulang 22.000 tinggal 10.000. Nangis Gideon: Tuhan tentaraku tinggal 10.000. Engkau mau bikin apa? Kaget Gideon. Tuhan bilang: Masih terlalu banyak. Dites lagi suruh minum di sungai. Yang minum kaya anjing langsung mulut ke air, disuruh pulang. Yang minum ambil dengan tangan, itu dihitung. Yang minum dengan tangan ini 300 orang.

Bayangkan dari 32.000, 300 orang - nggak sampai 1%. Kalau kita ukur dari ukuran ketaatan kurang 1% dari 32.000 tentara. Tidak bisa dibandingkan. 1:100. Untuk setiap 100 orang, 1 yang taat.  Tetapi dengan yang taat itu dengan yang 300 orang itu lah Tuhan bikin mujijat. Tentara musuh ini bunuh-bunuhan sendiri. Penuh kemenangan. Dengan tidak ada seorang tentarapun yang menusuk musuh - tidak ada. Hanya meniup nafiri hanya membawa obor dengan 300 orang. Tuhan bisa kerjakan apapun juga hanya dengan mereka yang taat yang setia. Saudara nggak setia saudara nggak taat mau minta mujijat dari Tuhan mau minta rejeki dari Tuhan? Saya rasa sih jauh panggang dari api. 

Jadi Tuhan hanya memberikan kepada mereka yang taat saja. Dalam surat Galatia  

3:1. Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? 
3:2 Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil? 
3:3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? 
3:4 Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia! 
3:5 Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil? 
3:6. Secara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. 
3:7 Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham. 
3:8 Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: "Olehmu segala bangsa akan diberkati." 
3:9 Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. 
3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." 
3:11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman." 
3:12 Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya. 
3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" 
3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain - bangsa-bangsa lain itu kita sekalian termasuk - , sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu. 

Ada 3 kata percaya, 4 kali kata iman. di dalam bahasa Yunani dipakai kata 'pistis'. Pistis mempunyai 3 arti, yaitu iman, taat, dan sabar. Kalau kita baca tentang Abraham, itu selalu saudara harus ingat ketaatan Abraham. Bawa anakmu, sembelih diatas Gunung Moria. Dia taat, dia bawa - walaupun dia cinta ini anak, sembelih. Dia nggak ngomong sama Ishak. Tapi akhirnya kan nggak jadi Tuhan sendiri lihat ketaatannya Abraham. Karena Abraham inilah berkat-berkat di dalam Kristus Yesus ini, berkat Abraham inilah saudaraku turun kepada orang kafir kepada saudara dan saya oleh karena ketaatan dari Kristus Yesus diatas bukit salib Golgota. Saya ulangi ayat 14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu. 

Abraham dan Yesus adalah mereka yang taat. Abraham menurut kepada Allah: Bawa anakmu sembelih di Bukit Moria - dia taat. Yesus pergi ke Salib: Kamu akan jadi korban. Maka Dia berkata dalam Ibrani 10: Engkau telah menyediakan kepadaku satu tubuh supaya Aku melakukan kehendakMu. Kalau saudara baca Matius 1:1. Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. 

Terikat. Jadi iman kepada iman. Percaya kepada percaya. Taat kepada ketaatan sampai berkat Abraham itu: Tuhan akan memberkati siapa yang akan memberkati Engkau, Tuhan akan mengutuk siapa yang mengutuk Engkau - akan diberikan kepada kita. Melalui apa? Melalui pengorbanan Yesus - ketaatan. Tapi apa Dia kasih begitu saja? Gratis, seenaknya? Tidak. Kitapun harus taat. 

Yang saya maksud ini berkat, bukan keselamatan. Keselamatan sudah dikasih. Berkat. Berkat Abraham. Itu diberikan kepada kita. Saudara tentu saudara bisa bersaksi kalau saya minta saudara bersaksi pasti saudara bersaksi: Tuhan Yesus heran Tuhan Yesus memberkati saudara, dan sebagainya - dalam RT, dalam keluarga, dalam usaha, dalam mata pencaharian. Tetapi saya belum puas karena saya belum melihat berkat yang sesungguhnya dari Tuhan di atas jemaat secara materi. Belum. Belum sesungguhnya. Kenapa? Karena saudara sendiri yang ngerem Tuhan memberkati. Tuhan mau memberkati dengan lepas, dengan sebesar-besarnya - saudara sendiri yang ngerem. Dengan apa? Dengan tidak taat, dengan tidak percaya. Apa saudara sudah bawa perpuluhan? Tidak usah jawab. Apa perpuluhan saudara jujur? Sepersepuluh dari keuntungan. Apa cuma dibungkus saja sekadarnya sebulan sekali. Bilang ini perpuluhan. Ada Mata disana yang lihat itu perpuluhan atau bukan. Dan kalau Mata disana lihat bahwa itu bukan perpuluhan berkatnya tidak kasih. Saudara yang tanggung bukan saya. Saya belum puas. Belum terjadi berkat-berkat lautan datang kepada gereja. Saudara nanti bingung kebanyakan kang tauw, kebanyakan berkat sama Tuhan dikasih sama saudara. Saudara tidak akan cari pekerjaan tapi pekerjaan akan cari saudara. Tapi saudara yang tahan. Saudara yang tahan berkat sendiri karena kita tidak taat. 

Kita mah sampai harus menghemat listrik. Jemaat belum pulang listrik harus sudah dipadamkan, AC harus sudah dipadamkan. Karena bayar listrik itu berat. Kenapa? Karena kita tidak taat. Kalau saatnya ketaatan itu saudara sudah sampai. Ini gereja, gereja saudara yang bikin Tuhan yang kasih. Kadang-kadang terlalu cepat lampu dipadamkan orang diatas belum turun sudah gelap, sepertinya kita itu nggak percaya Tuhan bisa bayar rekening listrik. Kita ngomong dari mimbar Allah kita itu Allah berkelimpahan tapi prakteknya Allah kita itu Allah yang berkekurangan. Karena apa? Kita tidak mampu bayar listrik. Ketakutan. Tidak cukup uang. Saudara sendiri yang tanggung. Ada yang mau nyumbang diesel. Bukan dari Cianjur. Orang Katolik dari Bandung mau nyumbang diesel. Baru telepon lagi kemarin. Hanya terlalu besar dieselnya tidak bisa dikeataskan, dia sumbang ke Yayasan Kabar Baik. Tetapi diesel Kabar Baik dia akan minta dia kasih ke gereja lain tapi dia akan sumbang lagi diesel yang lain yang akan ditaruh didepan. Saya bilang Tuhan kenapa yang diberkati orang lain? Karena dia katakan: Bapa jangan anggap saya ini kaya ya, saya ini tambal sulam tapi saya percaya Allah saya akan memberkati saya. Kalau saudara belum diberkati bukan salah Tuhan - saudara yang nahan. Saudara bilang jangan diberkati saya. Perjamuan Kudus gampang tapi apa kita taat. Sekian renungan Firman Allah.       

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________