Khotbah Minggu Pagi Januari - Februari 2005

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu pagi, 09 Januari 2005

JALAN TUHAN ITU SEMPURNA

Selamat pagi, selamat berbakti di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. II Samuel 

22:31 Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; sabda TUHAN itu murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.

Saya sudah beri nama tahun 2005 ini adalah tahun perlindungan Tuhan, maka sedikit banyak kita akan selalu mengingat ini, ... mengenai perlindungan Tuhan. Kalau kita baca ayat ini dalam bahasa Indonesia lama, ini agak lain bunyinya.

22:31 Bahwa jalan Allah itulah sempurna adanya dan firman TUHAN itu maha halus; Dialah perisai bagi segala orang yang percaya akan Dia.

Kita mau pakai kedua-dua ayat ini. Adapun Allah, jalan-Nya sempurna. Di dalam ayat ke 31 ini, dalam salinan baru, dia mengikuti salinan bahasa Inggris dengan baik. Bagi Allah, katanya dalam bahasa Inggris,  jalan-Nya itu sempurna. Maksudnya kata "jalan-Nya sempurna", tidak dipakai waktu yang lampau atau waktu yang akan datang, tapi yang sekarang. Bukan kemarin, bukan besok, tapi hari ini. Jadi jalan Tuhan itu sempurna. Bisa bilang amin?

Di dalam bahasa Ibraninya, kata sempurna ini diambil dari sudah lewat ujian, sudah lewat saringan, sudah lewat hal-hal yang sulit. Seperti satu kamasan, seorang yang membikin anting. Dia ambil dari emas, itu dibakar di api, setelah meleleh, agak lembek, dia bentuk; dia dibentuk menjadi gambar hati, gambar salib, dan sebagainya. Lalu setelah berbentuk, dia masukkan di dalam air, didinginkan lalu dibentuk lagi dengan palu. Lalu dikikir, lalu diukir. Saya pernah lihat itu diukir. Setelah selesai diukir, dipoles. Dan setelah selesai dipoles barulah ditaruh di pajangan, di toko. Sebelum itu selesai, tidak bisa ditaruh di pajangan waktu dia masih hitam; dia harus ditaruh, pada waktu dia sudah sempurna.

Ada dua istilah sempurna. Yang pertama itu, nanti kita disempurnakan. Nanti. Jadi kita sedang masih dalam proses. Nanti itu ada kesempurnaan buat kita. Nanti. Nanti, kita akan disempurnakan. Tapi dalam ayat ini, sempurna di sini adalah jalannya Tuhan, caranya Tuhan. Bekerja, caranya Tuhan memperlakukan kita hari ini, sekarang ... itu sempurna. Bukan kemarin, Dia tidak lagi bicara kemarin. Jangan pikir kamu hari esok, tapi sekarang. Hari ini adalah hari keselamatan. Hari ini kita bisa hidup. Kita tidak usah pikir besok bagaimana. Kita tidak usah ingat-ingat yang sudah lewat, yang sudah menjadi masa lalu. Tapi lihatlah jalannya Tuhan, hari ini Dia sempurna.

Jadi ada yang disempurnakan oleh Tuhan di akhir perjalanan, ada yang disempurnakan sekarang ini. Kita tidak bisa sempurna sekaligus. Tetapi yang sedang dibicarakan ini adalah jalannya Tuhan, caranya Tuhan, pekerjaannya Tuhan - itu sempurna. Tadi malam saya buka internet, ada orang kirim e-mail sama saya. Seorang yang menamakan diri Nyonya Koesherawati, kalau tidak salah. Dia mengirimkan edaran, meminta supaya umat islam itu introspeksi, melihat diri. Kenapa anda mengutuk agama-agama lain? Padahal dia seagama. Dia seagama. Kenapa muslim mengutuk orang Jepang yang menyembah berhala? Biarkan saja kan itu bukan kita sembah. Kita tidak sembah berhala. Kalau orang lain menyembah berhala, kenapa musti dihancurkan berhalanya?

Lihatlah dalam bencana Aceh. Justru orang yang nyembah berhala kirim 500 juta dolar. Amerika yang kamu bilang kafir, Inggris yang kamu bilang kafir, justru menyumbang. Saya malu dengan orang islam di Indonesia. Bertobatlah, minta ampunlah kepada Tuhan. Minta ampun sama Tuhan.

Kenapa gerejanya dibakar-bakarin? Orang kristennya dibunuhin. Amoy-amoynya kamu perkosa. Dan kamu merasa bersukacita ketika World Trade Centre dihancurkan. Tapi sekarang justru ketika kamu di dalam kesulitan, mereka yang kamu bikin susah, nomor satu di depan menolong. Saya nggak lihat itu,  saya lihat jalan Tuhan itu sempurna. Ayo, bakarin aja gereja, tembakin pendeta. Ayo, perkosa. Tapi Tuhan punya jalan, punya cara sekarang.

Tadi malam Wakil Presiden agak mengecewakan saya. Dia bilang, anak-anak ini harus dibesarkan, harus diangkat, harus dijadikan orang tua asuh oleh yang seagama. Ketakutan begitu. Sampai tadi pagi masih ada tempat yang mayat-mayatnya belum diambil. Sampai Alwi Shihab bilang, ini kiamat kecil. Tapi saya nggak lihat ini, saya lihat jalan Tuhan itu sempurna. Karena Tuhan itu sempurna.

Dulu zaman Yesus, seluruh dunia dijajah oleh Roma. Aduh, kita bilang, kenapa Yesus lahir pada masa penjajahan Roma? Tapi sekarang kita mengerti. Justru ketika Yesus lahir pada waktu penjajahan Roma, Injil keluar. Nggak perlu paspor ... kan seluruh dunia dijajah Roma.

Maka Rasul Paulus bisa ke Itali, bisa ke Eropa, bisa ke Spanyol membawa Injil itu. Nggak perlu lagi paspor. Karena seluruh dunia ini semua dijajah oleh Roma. Penduduknya semua dijajah oleh Roma. Pemerintahan negaranya dijajah oleh Roma. Baru kita mengerti bahwa jalan Tuhan itu sempurna. Kenapa waktu Yesus lahir tiba-tiba, ujug-ujug, satu bulan terakhir, sebelum sembilan bulan, Kaisar Agustus membuat satu perintah untuk membikin, saudaraku, sensus? Semua orang musti balik ke tempat masing-masing. Orang Manado ke Sulawesi, orang Jawa ke Jawa, orang Sunda ke Jawa Barat, orang Aceh ke Aceh, orang Padang ke Padang. Balik lagi.

Dan karena Yusuf dan Maria orang Betlehem, jadi mereka balik ke Bethlehem. Ketika sampai di Betleham, tibalah saatnya Maria bersalin. Karena kalau dia nggak ada sensus, saudara-saudara, maka Maria dan Yusuf tinggal di Nazareth. Kalau Yesus lahir di Nazareth, nggak cocok dengan Kitab nabi Mikha: Hei, Betlehem, Efrata. Jadi kita lihat, jalan Tuhan itu sempurna. Sepertinya salah, sepertinya mengagetkan, sepertinya, saudara-saudara, menakutkan.

Saya baru dapat informasi bahwa di Jeddah sudah ada persekutuan doa. Sudah ada persekutuan doa. Ada satu dua tiga pendeta bilang, tapi satu yang mendengarnya, anak pendeta, dia dengar. Waktu difilmkan, katanya itu Tsunami, orang-orang Aceh ada yang bilang begini: Ya Tuhannya orang kristen, kami minta ampun, Tuhannya orang kristen, kami minta ampun. Lalu dikecilin, terus kesananya nggak diputer-puter lagi.

Jadi saya tahu, jalan Tuhan itu sempurna. Sepertinya merugikan, menakutkan, tapi jalan Tuhan itu sempurna. Sepertinya main cabut, kita nggak ngerti, kok kenapa Dia begini? Tapi akhirnya, ... itu jalannya Tuhan. Nampaknya kita tidak mengerti bagaimana kita harus berbuat. Tapi ingat satu hal, saudara, jalan Tuhan itu sudah dites, sudah dibakar, sudah dibentuk, sudah diukir, sudah dipanasin, sudah dipoles. Jalan Tuhan itu diperhadapkan kepada saudara dengan indah sekali. Tinggal saudara imani. Ya Tuhan, hari ini saya terima rencana-Mu, saya terima apa yang terjadi sebagai jalan Tuhan yang sempurna. Ada amin, saudara-saudara?

Adapun Allah jalan-Nya sempurna. Sabda Tuhan itu murni. Bahasa Inggris dipakai lagi kata proven, dicobai. Firman Tuhan itu sudah dicobai. Jadi bukan hanya jalan Tuhan yang sudah dicobai. Tetapi firman-Nya juga sudah dicobai. Dalam bahasa Indonesia lama dipakai firman-Mu itu Mahahalus. Dari gandum, sudah lewat gilingan, sudah lewat ditumbuk, dia jadi tepung, dia jadi halus. Saudara nggak bisa bikin roti langsung dari gandum. Nggak bisa. Saudara musti bikin roti setelah dia jadi tepung. Nah untuk jadi tepung, gandum itu harus melewati proses. Ditumbuk, diperhalus, sampai dia jadi tepung. Setelah jadi tepung, saudara bisa bikin kue.

Kalau Yesus turun, saudaraku, dari surga ... langsung begitu saja, tidak disalib, tidak mati bagi kita - Dia tidak bisa jadi Roti Hidup! Tetapi Dia sudah datang, turun dan dihancurkan di atas Bukit Golgota. Dia difitnah, Dia ditumbuk, Dia diolok, Dia dihancurkan, Dia difitnah, sampai akhirnya Dia di salib, Dia menjadi tepung, hancur tubuh-Nya. Dan sekarang Dia menjadi Roti Hidup ... diberitakan di gereja-gereja, diberitakan di televisi-televisi, diberitakan di seluruh dunia, diberitakan melalui majalah rohani, diberitakan melalui koran rohani, diberitakan melalui televisi, diberitakan di mana-mana - Firman itu sudah menjadi Roti Hidup.

Kitab Amos berkata, nanti di akhir zaman ada satu bala kelaparan, ada satu masa kelaparan di mana orang tidak lapar akan roti, tidak akan haus air biasa - tetapi mereka akan lapar kepada Firman Allah. Mereka akan beredar dari utara ke selatan, dari timur ke barat, ... mencari firman Allah!

Ketika saya ada di kota South Lake City, bersama pendeta Hugh pada tahun 82. Kami duduk di pesawat, lalu lalang-lalu lalang, pendeta Huge bilang sama saya, bayangkan nggak kamu, orang yang lalu lalang begini sebetulnya mereka itu perlu firman Allah. Mereka lalu lalang, timur ke barat, utara ke selatan, jadi bisa bayangkan. Sebetulnya mereka perlu firman Allah. Mereka bukan perlu mobil, perlu uang, mereka bukan perlu rumah, mereka bukan perlu ketenaran - mereka perlu firman Allah. Orang-orang berjalan-jalan, kesana kemari, sebetulnya mereka itu perlu Tuhan. Kenapa orang piknik? Mau santai sedikit. Karena firman Allah membuat kita santai. Kenapa orang-orang berjalan ke sana ke mari? Ada ingin dapat inspirasi, padahal firman Allah memberikan inspirasi. Sabda Tuhan.

Seorang wanita yang namanya Helen Keller dari kecil buta. Dari kecil buta. Tapi dia menjadi penulis yang terkenal. Tentu yang nulis orang lain, dia mendiktekan kata-kata dia. Bukunya dibeli di mana-mana. Dia bisa ceritakan kasih Yesus begitu luar biasa. Orang baca bukunya, bisa nangis. Padahal dia tidak kemana-mana; dia tidak melihat apa-apa. Dengan huruf Braille, dia baca alkitab. Heran, saudaraku, alkitab bisa kasih makan seorang buta sampai orang buta itu bisa kasih makan jutaan orang lain melalui tulisan-tulisannya. Ketika ditawarkan oleh dokter, mau nggak, katanya, kamu diperiksa mata kamu, siapa tahu bisa ada pencangkokkan kornea. Dia bilang, nggak, saya nggak mau melek. Kenapa? Saya mau, melek saya pertama itu nanti di surga. Jadi orang pertama, pribadi yang pertama yang saya lihat, musti Yesus saya. Dia tidak dipuaskan oleh dunia. Tawaran dari dunia datang, tapi dia bilang, saya hanya dipuaskan oleh Yesus.

Saudara-saudara, firman Tuhan itu Mahahalus. Firman Tuhan sudah prove, sudah dites, nggak tengik-tengik. Kan tadi saya katakan waktu awal pertama, jalan Tuhan itu hari ini. Kenapa? Karena orang Israel itu tiap hari disuruh - bahasa Sunda ya saya pakai - ngamparkeun samak, ngamparkeun kain (menghamparkan tikar atau kain) itu, tiap hari tunggu manna dari surga, dari langit. Tidur dia malamnya. Malamnya dia sudah ngampar, padang pasir ini. Pagi-pagi sudah ada. Sekantong-sekantong dikainin. Dan Tuhan bilang, jangan ambil lebih, secukupnya saja - karena tiap hari Aku kirim terus! Kalau orang ngambil lebih, busuk. Tapi jangan lebih-lebih, tiap hari pas.

Tapi hari yang keenam, kamu cari dua kali. Karena hari ketujuh, tidak akan ada turun manna. Itu sabat. Jadi pada hari keenam, mereka mengambil, mengumpulkan kain yang lebih lebar dan Tuhan kirim dua kali ganda. Kalau saudara-saudara tahu bahwa menurut studi, hari-hari ini adalah hari yang keenam ... di mana Tuhan sedang memberikan firman begitu luar biasa.

Saya bandingkan ya, firman Tuhan tahun 60-an, firman Tuhan tahun 70-an, firman Tuhan tahun 80-an, sama firman Tuhan tahun 90-an. Sekarang sudah firman Tuhan tahun 2000-an, itu sudah lain. Jadi saudara, firman Tuhan tahun 60-an sangat sederhana. Diberitakan sangat sederhana. Kalau saya pikir, ya ampun, ini mah khotbah kalau dikhotbahkan sekarang, pasti orang tidur. Tapi tahun 60-an, orang menangis. Tahun 70-an meningkat. Tahun 80-an meningkat. Tahun 90-an meningkat. Tahun 2.000 meningkat. 

Sekarang firman Tuhan kalau biasa-biasa saja sudah nggak laku, dah. Orang nggak senang, nggak suka. Artinya apa? Tuhan bilang mencurahkan firman dengan dua kali ganda. Sekarang tinggal kita. Kita mau pakai kain yang lebih besar, nggak? Mau pakai hati yang lebih besar, nggak? Untuk mendapatkan firman-Nya. Karena dikatakan, firman itu Mahahalus. Firman itu sudah di proven, sudah dites.

Maka sangat disayangkan - saya tahu tidak ada - sangat disayangkan kalau orang kristen lagi susah, bingung, lalu cari ke dukun. Saudara tahu ya Reza itu, penyanyi, cerai sama bintang sinetron, saudara tahu, ya. Dia lari ke dukun, ke Sukabumi, ke Cisaat. Bukannya dia dapat jawaban di sana, malah dukunnya ikut nyanyi. Tapi waktu saya naik pesawat ke Singapura, duduklah di depan saya ini Ruhut Sitompul, yang pake rambut kuncir itu. Dia bilang, aduh pak, puji Tuhan ... tadi malam saya sudah mendamaikan Ajie sama Reza. Mereka harus pisah. Siapa yang salah? Yang salah si Reza. Ajie tidak salah. Jadi dukunnya gagal, katanya, mendamaikan mereka ... 

Tapi ternyata yang memberi jawaban itu firman Allah. Kalau kita stres-stres sedikit, sudahlah makan narkoba, extacy. Keliru. Ah, pusing-pusing sedikit, sudahlah minum bir sampai mabok. Rumah di Sala Kopi, jalan ke Pasir Hayam, karena mabok. Buat apa? Kalau jawaban ada dalam firman Tuhan, Mahahalus. Saking halusnya kadang-kadang kita nggak lihat. Saking halusnya, kadang-kadang kita anggap biasa.

Coba saudara lihat tepung halus, ah, ... seperti tidak ada apa-apanya. Tepung halus bisa ditiup dengan angin. Tapi jadikan dia roti. Yesus itu kadang-kadang dianggap, ya ... kristen-kristen apa tuh. Tapi coba jadikan Dia roti. Akulah Roti Hidup, kata Tuhan, siapa yang makan Roti ini dia tidak akan mati sampai selama-lamanya. Luar biasa Roti dari Tuhan.

Berikutnya di dalam ayat 31, Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya. Bahasa Indonesia Lama, Ia perisai bagi segala orang yang percaya kepada-Nya. Bahasa Inggris, to trust  in Him - yang percaya, yang bergantung kepada Dia. Jadi kita dapat tiga kata: Berlindung, percaya, bergantung kepada Dia. Firman Tuhan Mahahalus, Ia menjadi perisai.

Kita buka Mazmur 84. Mazmur 84 kita akan melihat satu ayat di sana.

84:11 Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.
84:12 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

Saudara-saudara, firman Tuhan perisai. Mazmur berkata, Tuhan itu perisai. Apa maksudnya perisai? Saya pernah khotbah mengenai Efesus 6 kepada saudara, pakailah selengkap senjata Allah, berikat pinggangkan kebenaran, berbaju zirahkan, berketopongkan keselamatan, berkasutkan injil perdamaian, mempunyai pedang roh, pakai satu jubah dan memakai perisai iman.

Perisai bukan untuk menyerang. Perisai untuk melindungi saudara. Firman Tuhan perisai. Mazmur bilang, Tuhan Allah itu perisai. Efesus 6 bilang, iman kita perisai. Semua diajarkan oleh firman Allah. Saudara-saudara dilindungi sebetulnya oleh Tuhan. Kita tuh nggak ngerti. Kita nggak tahu. Kita sering kali nggak sadar Tuhan itu melindungi saudara. Kadang-kadang Dia melindungi kita caranya aneh. Umpamanya begini. Umpama ini ya. Umpama.

Kita dagang satu produk dibikin rugi sama Tuhan. Dibiarkan rugi. Karena Tuhan sudah lihat jauh ke depan, bahwa produk ini akan menghancurkan saudara. Dibikin rugi sama saudara, dibiarkan sama Tuhan. Supaya saudara angkat kaki dari situ dan mulai dengan bisnis yang lain. Kadang-kadang Tuhan bikin begini. Untuk membuktikan bahwa Tuhan melindungi, kita lihat Matius 

18:10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. Ayat 12,
18:12 "Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
18:13 Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
18:14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang."

Lihat, Tuhan tidak suka anak-anak kecil saja hilang. Tuhan tidak suka. Dengan cara? Dia melindungi. Dengan cara? Dia kirim malaikat. Tiap anak kita yang kecil ada malaikatnya. Cucu kita yang masih kecil ada malaikatnya. Kita nggak sadar. Kita nggak tahu bahwa sangat baik Tuhan itu melindungi kita. Dia menjadi perisai. Saya mau gambarkan perisai zaman dulu itu. Kalau perisai kan pegangnya begini saudara. Saya mau gambarkan dilihat dari pinggir. Ini dibuat dari kayu atau dari metal yang ringan. Bagian dalam memakai peden, yaitu sesuatu yang lembek, lembut, supaya tidak melukai tangan yang memegangnya. Di bagian luar pakai jelaga. Jelaga itu seperti lem.

Maksudnya jelaga ini kalau ada panah berapi, kena, dia mati sendiri, apinya itu padam. Kalau ada panah api, padam sendiri. Itu sebabnya kita perlu perisai ini. Perisai tidak akan melukai kita, tapi melindungi kita. Kalau ada orang fitnah, kalau ada orang ngomongin macam-macam, kalau ada orang mengirimkan panah berapi, panah beracun, kalau kita ada iman ... itu panah akan mati sendiri.

Apa panah beracun zaman sekarang? Kekuatiran, kebimbangan - itu iblis kirim kirim tiap hari panah beracun. Dia cerita bahwa Tuhan itu tidak peduli sama kita. Dia cerita bahwa Tuhan kalau peduli pasti kita disembuhkan dari sakit; dia cerita, kenapa kamu terlalu rajin sama Tuhan? Dia kirim terus itu panah beracun. Kenapa kamu harus begini? Kenapa harus begitu? Karena buktinya Tuhanmu tidak ada, lihat. Itu yang dikatakan kepada Hawa oleh iblis.

Tapi kalau saudara punya iman, panah itu tidak akan menyala, panah itu akan mati sendiri. Karena perisai ini melindungi kita. Perisai ini menolong kita. Nah, kalau sekarang saudara-saudara bilang, zaman sekarang tentara-tentara Amerika dan sebagainya itu memakai baju anti peluru. Jadi pelurunya kena, masuk, tapi tidak tembus di badan. Itu juga perisai, sama. Jadi kalau sesuatu datang, dia tidak kena kita, tapi hanya kena perisai.

Kalau Tuhan itu perisai, senjata mana yang bisa lewat Tuhan? Senjata mana yang bisa lewat Tuhan? Kalau iman itu perisai, senjata mana yang bisa melewati iman? Kalau firman Tuhan jadi perisai melindungi kita - lihat Yesus -, datang iblis, kalau Kamu anak Allah jadikan batu ini roti. Dia pakai perisai firman Allah: Ada tertulis.

Dibawa Yesus ke tempat yang tinggi: Jatuhkan diri-Mu dari atas karena ada tertulis katanya malaikat akan menjaga kamu. Yesus jawab: Ada tertulis.

Yesus dibawa naik gunung. Dikasih lihat dunia ini. Ketawa Yesus. Yesus kan yang bikin dunia. Dalam Yohanes 1:1, 2, 3, tidak ada yang pernah jadi kalau tidak ada firman, tidak ada Yesus. Sekarang ditawarkan sama iblis, aku kasih, katanya, kekayaan dunia ini. Asalkan Kamu nyembah aja sama aku. Yesus pakai firman: Ada tertulis. Yesus nggak bilang, kamu nggak tahu, ini yang ciptakan Aku? Nggak. Dia bilang: Ada tertulis - Dia pakai perisai firman!

Saudara tidak salah diomongin orang dilecehin orang, saudara mau bela diri. Firman berkata, belajar mengalah. Belajar. Dirugikan, nggak apa-apa. Belajar. Lebih baik dirugikan dari pada kita merugikan orang. Kita punya firman, kita punya perisai sabda Tuhan. Istri jengkel sama suami, ada firman, istri tunduklah sama suami. Suami kesal sama istri, ada firman, suami kasihilah istri. Anak buah, taatilah tuanmu, majikanmu. Hai majikan, hargailah karyawanmu. Itu ada ayat semua.

Pakai itu menjadi perisai dalam kehidupan kita. Kita bingung, kita kuatir, kita takut, kan ada ayat: Jangan kamu kuatir. Pakai itu. Kita sakit, kan ada ayatnya: Akulah Tabibmu; dengan bilur-bilur semua penyakitmu sudah disembuhkan. Sayang perisai ini kita cuma gantung, kita taruh di atas lemari. Pulang dari gereja, firman Tuhan alkitab taruh di lemari, poho ... lupa. Mau bukti? Saya tanya, khotbah minggu lalu apa? Gitu aja. Perisainya digantung.

Nih, saya tes lagi. Waktu ambil ayat tanggal 31 Desember, ayatnya apa? Di mana ayana ayatna ... di mana adanya ayat itu? Asa teh asa di gulung, asa di kutang, asa di mana, poho ... lupa. Kalau saya tidak lupa. Yang 2004, saya tidak lupa. Dan betul itu terjadi. Jikalau pada masa kesulitan, kamu jadi tawar hati, kuasamu akan sedikit, tenagamu sedikit. Dan betul.

Banyak yang mau bikin saya tawar hati tapi saya tidak mau tawar hati. Kaki sudah kaya balok diangkat saja sudah susah buat jalan tapi saya jalan terus. Banyak dibikin tawar hati. Banyak yang mau bikin saya ngerandek, mundur. Tapi saya jalan terus. Karena sudah ada ayatnya. 2005 saya dapat ayat lagi dari Mazmur. Kita lebih senang kalau ayat itu digulung, dimasukin ke tempat kotak. Jadi cara papa saya itu yang bener, digulung, dimasukin di sedotan. Kembali lagi, saudaraku, kepada II Samuel 22, kita akan lihat ayatnya yang terakhir, ayat 31 itu,

22:31 Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.

Bahasa Inggris memakai kata, kepada siapa saja yang mau bersandar kepada Dia. Ternyata saudara-saudaraku, bahwa firman Allah ini adalah seperti kursi di mana saudara duduk sekarang. Coba umpamanya kita duduk di kursi yang nggak ada sandarannya. Pinggang sakit, saudara. Pinggang sakit. Makanya di tempat-tempat orang kematian itu kebanyakan ditaruh kursi-kursi yang nggak ada sandarannya. Karena kalau ada sandarannya semua beban kita, berat badan, kecapean, kita sandarkan pada sandaran kursi. Maka dikatakan di sini, firman Tuhan menjadi perisai bagi orang yang mau bersandar, bagi orang yang mau berlindung.

Di antara Cikampek ke Purwakarta ada perkebunan karet, namanya Nyalindung. Bapa mertua saya suka ke sana dulu. Beli karet bawa ke Cianjur. Saya tanya kepada orang di sana, kenapa dipake nama Nyalindung? Oh, waktu zaman Belanda sama zaman Jepang, ini adalah tempat perlindungan. Orang Belanda sama orang Jepang tidak percaya, tidak tahu bahwa di sinilah orang banyak, rakyat, pejuang-pejuang ini berlindung. Bukitnya kecil tapi orang bisa berlindung dibelakangnya. Wah di atas tentara Belanda nggak tahu bahwa di bawah ini tempat mereka berlindung. Maka dikasih nama Nyalindung.

Saudara, kalau kita berlindung sama Tuhan, musuh kita, kita bisa rasa dia ada tapi dia nggak bisa lihat kita. Berlindung sama Tuhan. Mau buka toko, duh Tuhan, saya berlindung. Berkati toko saya. Tolong Tuhan berkati usaha saya. Berlindung sama Tuhan. Dalam nama Yesus, buka toko. Di Surabaya ada toko kaca. Tiap buka jam sepuluh. Jam tujuh, pegawai boleh masuk. Dihitung gajinya. Ada islam, ada kristen pegawainya. Tapi bapa ini bilang, siapa yang mau dengar khotbah saya, silakan. Yang tidak mau dengar nggak apa-apa. Tapi yang mau dengar dihitung. Dia duduk tuh dari jam tujuh sampai jam sepuluh, waktunya tiga jam, saudara. dihitung gajinya. Orang Madura dari pada duduk ngelamun, ngaroko teu pararuguh ... Tiga jam.

Ada puji-pujian, ada doa - doakan orang sakit - tiga jam. Tiap hari. Buka toko jam sepuluh. Orang sudah ngagimbung ... berkerumun, mau beli kaca. Pemilik kaca bilang, pak, di sebelah toko kaca, di seberang toko kaca, kaca, kaca, kaca. Orang Madura bilang, nggak. Saya mau beli di sini. Kalau beli di sana cepat pecah. Kalau beli di sini awet kacanya. Padahal merknya sama. Kenapa? Karena yang ini sudah dilindungi oleh Tuhan, diberkati. Kacanya diberkati, nggak cepet pecah. Itu orang-orang pikirannya sudah kaya dihipnotis. Belanja di toko ini, kata Tuhan. Semua pada belanja di toko itu.

Saudara percaya nggak, orang yang masuk ke toko kita, itu digerakkan sama Tuhan. Tapi kalau ada garong masuk rumah kita, itu digerakkan oleh iblis. Jadi saudara lihat ada pembeli datang di toko saudara, itu digerakkan oleh Tuhan, dia belanja. 

Kembali lagi, saudara-saudara, pada firman Allah. Kalau saudara pagi hari ini mau berlindung kepada Tuhan, Dia ada di tengah-tengah kita. Siapa diantara saudara ada beban, kerinduan, ada cita-cita, ada keinginan, mungkin ada sakit penyakit, saudara mau berlindung kepada Tuhan. Dia hadir di tengah-tengah kita. Maka saya tawarkan Yesus kepada saudara pada pagi hari ini. Yang mau didoakan silakan maju kedepan. Kita masuk di dalam doa. Kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Minggu pagi, 16 Januari 2005

TUHAN ADALAH PENOLONG DAN PERISAI

 

Selamat pagi, selamat bertemu, berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Pada pagi hari ini renungan firman Allah  kita bisa baca dari Mazmur  

115:1 Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu!

Saya mau salin dalam bahasa Inggris: Bukan untuk kami, oh Tuhan, bukan untuk kami, tetapi untuk nama-Mu segala kemuliaan, karena belas kasihan-Mu, karena kebenaran-Mu.

Dalam renungan ini, Raja Daud menuliskan Mazmur 115 yang menekankan kepada penulisnya bahwa segala kemuliaan bukan untuk kami, bukan kepada kami, tetapi hanya untuk Tuhan, hanya kepada Tuhan saja. Di dalam kata kemuliaan, segala kemuliaan hanya bagi nama Tuhan, kita sering kali lupa bahwa seringkali kita mencuri kemuliaan Tuhan.

Dalam bahasa Indonesia salinan lama berbunyi: Bukannya kami, ya Tuhan, bukannya kami, melainkan nama-Mu jua permuliakanlah, oleh karena kemurahan-Mu dan kebenaran-Mu. Jadi salinan bahasa Indonesia Lama lebih tepat dengan bahasa Inggris. Oleh karena kemurahan-Mu dan kebenaran-Mu.

Penulis Mazmur ini berkata, bukan kepada kami, ya Tuhan, bukan kepada kami. Sampai dua kali disebutkan bukan kepada kami. Segala hal di dalam alkitab yang ditulis dua kali berturut-turut, itu sangat penting! Waktu Tuhan memanggil Adam, Dia bilang: Adam, Adam, di manakah engkau? Waktu Dia memanggil Musa: Musa, Musa ... tanggalkanlah kasutmu. Waktu Yesus menegur Marta, Dia katakan: Marta, Marta, kamu kuatir dari hal banyak. Ada satu yang penting. Waktu dia menegur Petrus untuk kejatuhannya, Dia bilang: Simon, Simon, tengoklah iblis hendak menimpa kamu.

Jadi apa saja yang dikatakan oleh firman Allah sampai dua kali, itu sangat penting. Kalau di dalam ayat ini dikatakan bukan kami, bukan untuk kami, bukannya kami. Bahasa Indonesia, bukannya kami, bukannya kami, tetapi hanya kepada-Mu saja kemuliaan. Dan ini sangat penting. 

Dalam kitab Musa - ada lima kitab Musa - Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, yang kelima ini kitab Ulangan. Kalau kitab Ulangan diambil dari alkitab, isi alkitab tidak berubah. Tetapi kenapa harus ada kitab Ulangan? Karena kita manusia sering kali pelupa, orang Israel pelupa. Melupakan firman Tuhan, melupakan Tuhan. Waktu kita kaya, waktu kita diberkati, kita lupa Tuhan. Waktu semua tidak ada percobaan, uang kita banyak, anak kita sehat, anak kita pada pandai sekolahnya, bintang pelajar, kita tidak ingat lagi kepada Tuhan. Waktu semua keberhasilan ada, waktu kita semua berhasil dan sukses, kita lupa kepada Tuhan. Itu sebabnya ada kitab Ulangan. Kitab Ulangan ini, saudara-saudara, untuk mengulang semua nasehat dari Tuhan. Jadi kalau di dasarkan bukan kepada kami, ya Tuhan, bukan kepada kami. Ini adalah yang hal yang sangat mendasar dalam kehidupan kristen.

Biasanya murid-murid sekolah alkitab, siswa-siswi yang baru masuk sekolah, ini ada roh tinggi hati, ada roh merasa dirinya lebih pandai dari orang lain, lebih tahu dari orang lain. Bahkan ada yang menganggap dia lebih tahu dari gurunya. Dengan roh seperti ini, Tuhan tidak bisa pakai. Tuhan paling benci roh kesombongan. Tuhan paling benci roh tinggi hati. Bagaimanakah tinggi hati dan kerendahan hati untuk kita belajar? Kita baca ayat ke 2 dan seterusnya,

115:2 Mengapa bangsa-bangsa akan berkata: "Di mana Allah mereka?"
115:3 Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya!
115:4 Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia,
115:5 mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat,
115:6 mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium,
115:7 mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya.
115:8 Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya.

Orang yang sombong tidak perlu Tuhan. Orang yang sombong, menyembah emas, menyembah perak. Saya katakan dengan pendek, orang yang sombong itu menyembah kebendaan, menyembah materialisme. Kita bergaul sama orang, kita lihat dulu orang itu kaya apa tidak. Kalau kaya, kalau level, hayu kita bergaul. Kalau nggak level, kita nggak usah bergaul. Ini roh kesombongan. Yesus yang setara dengan Allah, bahkan Dia sendiri adalah Allah, Dia turun ke dalam dunia untuk menjadi sama seperti manusia. Dia merendahkan sampai taat di salib, dan mati sebagai orang jahat, dianggap jahat, dianggap penjahat.

Oleh karena itulah kita memberikan kepada Dia Nama di atas segala nama. Kalau kita mengiring kepada Yesus, tetapi masih ada akar kesombongan, merasa diri lebih tahu dari orang lain, merasa diri lebih tahu dari ayah dan ibu, merasa diri lebih pinter, merasa diri lebih pandai, merasa diri lebih tahu, lebih mengerti, sama seperti ahli-ahli Taurat di dalam cerita natal.

Waktu Herodes bertanya, di mana Yesus mau lahir? Oh, dia tahu. Di sini, di Betlehem di tanah Yudea, Mesias akan lahir. Dia tahu. Tepat pengetahuannya, ada. Tetapi tidak ada keinginan untuk menyembah Yesus! Jangan sampai kita hanya tahu. Hanya tahu teori. Hanya tahu saja sebagai pengetahuan. Tetapi kita tidak ada kerendahan hati. Mereka mempunyai berhala. Apa katanya? Berhalanya emas dan perak. Punya mulut tapi tidak bisa bicara. Punya mata tapi tidak bisa melihat. Punya telinga tapi tidak bisa mendengar. Tetapi yang saya kaget, di dalam ayatnya yang ke 8,

115:8 Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya.

Orang yang sombong akan buta. Dia tidak bisa melihat. Dia tidak bisa melihat kebaikan Tuhan. Dia tidak bisa melihat kemurahan Tuhan; dia tidak bisa melihat bahwa rencana Tuhan itu baik. Orang yang sombong telinganya akan tuli. Dia tidak bisa mendengar suara Tuhan; dia bisa dengar khotbah, tapi dia tidak dengar suara Tuhan buat dirinya.

Dulu ada satu ibu berkata, aduh luar biasa itu khotbah tadi. Itu khotbah tadi cocok untuk brur di sana, khotbah itu juga cocok juga untuk orang ini. Tapi tidak cocok untuk dia. Dia tidak bisa mendengar suara Tuhan. Orang yang sombong, dia tidak bisa bersaksi. Dia tidak bisa menyaksikan, mulutnya bisu. Tidak bisa bicara tentang kasih Tuhan. Tidak bisa bicara tentang cinta Tuhan.

Mempunyai mata tidak dapat melihat. Mempunyai mulut tidak dapat berkata-kata. Punya telinga tidak dapat mendengar. Mempunyai hidung tapi tidak dapat mencium. Punya tangan tapi tidak dapat meraba, sudah jadi baal - orang sunda bilang baal, kapalan -, tidak bisa rasa lagi. Tidak bisa merasa lagi.

Pernah waktu saya sakit, kaki kiri saya itu tidak bisa rasa apa-apa lagi. Jalan saja tidak rasa, ditusuk-tusuk tidak rasa. Seperti itu. Tidak ada kepekaan lagi. Tidak mempunyai kepekaan dari sabda Tuhan lagi. Jadi saudara, sangat berbahaya kalau kita tinggi hati, sangat berbahaya kalau kita sombong. Ayat ke 9,

115:9 Hai Israel, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.

Orang yang rendah hati, dia percaya kepada Tuhan. Apa saja yang dikatakan oleh firman Allah, dia kerjakan. Waktu Yesus di Kana, mengadakan mujizat air menjadi anggur. Rahasianya, Maria memberi tahu kepada pelayan, apa saja yang Dia suruh, kamu kerjakan. Jangan tanya! Apa saja yang Dia suruh, kamu kerjakan.

Jadi waktu Yesus bilang: Isi ini tempayan dengan air. Bahasa Inggris, tempayan. Tapi bahasa Indonesia, buyung. Dan diisi dua, tiga liter. Tapi bahasa Inggris, 40 sampai 30 galon, jadi 120 liter. Isi dengan air. Diisi dengan air. Pelayan itu tahu, ini air. Sekarang bawa kepada pemimpin pesta. Nggak tanya lagi, dia bawa kepada pemimpin pesta. Pemimpin pesta minum, anggurnya enak. Rahasia untuk kita mendapat mujizat, jangan banyak tanya. Jangan banyak tanya, kenapa? Kenapa ini? Kenapa itu? Jangan.

Di sini ada satu siswi yang ibunya meninggal di Sumatera, jadi harus kembali. Kita tidak usah bertanya, kenapa? Semua rencana Tuhan indah pada waktunya. Kita tidak tahu sekarang apa maksud Tuhan? Tetapi segala sesuatu Tuhan membuat indah pada waktunya. Kita gampang percaya. Jemaat Tuhan yang rendah hati, dia mudah diatur, gampang percaya kepada Tuhan. Janji Tuhan, dia bilang ya dan amin. Apa yang terjadi pada tubuhnya tidak menghalangi dia untuk percaya kepada Tuhan. Ayatnya yang ke 10,

115:10 Hai kaum Harun, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.

Saudara, karena Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. Disebut tiga kali. Ayatnya yang  9, Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. Ayat 10, Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. Ayat 11, Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.

Tadi saya katakan, apa yang dikatakan dua kali itu penting. Ini sampai tiga kali. Jadi kita mau perhatikan. Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. Yang pertama, Tuhan itu pertolongan kita. Saya punya keluarga jendral juga ada. Pertama kali kami ke Surabaya, saya masih muda, masih 20 tahun.  Ayo, kita ketemu, kita punya keluarga, Alfons Awondatu, istrinya tante Sri, ada keluarga, Mayor Jenderal polisi, dulu Mayor Jenderal.  Ayo kita ketemu dia, pasti dia senang lihat kita. Saya bangga punya keluarga Jenderal. Begitu sampai di rumahnya, saya disuruh duduk. Saya duduk dari jam delapan, saya tunggu. Jam sembilan, tunggu. Jam sepuluh, tunggu, belum diterima. Masih banyak tamu. Jam sebelas. Akhirnya saya bilang, sudahlah kita pulang. Jenderal susah ditemui.

Punya teman presiden, saya ada, Gus Dur. Saya pernah dipanggil ke tempat dia. Dia juga pernah saya undang ke Cianjur, dia datang. Saya undang lagi, dia datang lagi. Waktu dia jadi presiden, saya dipanggil dua kali. Waktu dia sakit, saya datang, bezuk ke rumah sakit. Memang banyak gereja-gereja yang ditolong oleh Gus Dur, termasuk gereja kita di Cianjur. Waktu difoto bersama-sama dengan Gus Dur di sekolah alkitab, saya bilang, foto. Foto. Diperbanyak. Dibawalah mereka ke tempat praktek. Sebelum bangun gereja, satu eks cianjur dia bawa ke NU setempat. Kata NU, ini pemimpin kami, Gus Dur. Kenapa anda bisa difoto? Oh, dia ke sekolah alkitab. Oh, jadi anda pendeta? Iya, saya sedang bangun gereja. Oh, kalau anda bangun gereja, nanti kita bantu.

Tuhan kita, ketika kita melipatkan lutut dan berkata: Yesus, ... saat itulah kontak terjadi. Dia bisa menerima kita karena Dia penolong kita. Almarhum pendeta Tuanakota, gembala di Sulawesi, yang menciptakan lagu Kalau bebanmu terlalu berat ... Tak seorangpun mau tolong ...  Larilah saja kepada Yesus ... Pasti kau ditolong ... Kalau bebanmu terlalu berat ... Tak seorangpun mau tolong ...  Larilah saja kepada Yesus ... Pasti kau ditolong.

Banyak orang bisa tolong kita tetapi dia tidak mau tolong. Yesus bisa tolong kita dan Dia mau menolong kita. Itu sebabnya sampai dikatakan tiga kali, Dia adalah pertolonganmu. Dia adalah yang menolong kita. Dialah pertolongan mereka, Dialah pertolongan mereka; tiga kali - Dialah pertolongan mereka.

Dan yang kedua, ... dan perisai mereka. Perisai itu melindungi. Saya sudah beri nama, tahun 2005 adalah tahun perlindungan Tuhan. Perisai itu melindungi. Zaman dulu orang perang memakai perisai. Selain untuk menahan bacokan pedang, tusukan tombak, perisai ini menurut Efesus 6 adalah untuk menahan panah berapi dari musuh. Panah berapi. Kadang-kadang, saudara-saudara, musuhnya itu kita bisa lihat, kita perang satu lawan satu, kita bisa lihat musuh ini siapa. Tapi kita kadang-kadang tidak bisa lihat musuh kita, tahu-tahu ada panah datang.

Kita tidak tahu siapa yang fitnah kita, tiba-tiba ada fitnah. Kita tidak tahu siapa yang gosip nama kita, tiba-tiba ada gosip. Pakailah perisai, yaitu Tuhan. Tuhan mau menjadi perisai saudara. Dan perisai, saudara-saudara, - saya sudah pernah khotbah kepada saudara -, itu penampangnya, kalau ini perisai, saya kasih balik kepada saudara seperti ini, bagian dalam di mana ada tangan kita pegang itu perisai, yaitu padded ... dipakai satu hal yang lembut supaya kalau diserang, dia tidak melukai tangan kita. Tapi bagian luar, dipakai dengan satu macam getah jelaga, seperti mereka menutup bahtera Nuh dengan jelaga. Perisai juga pakai jelaga. Kalau panah berapi nancap di situ, langsung mati. Panah berapi tidak akan membakar, langsung seperti anti-api, mati semua.

Saudara, kalau kita punya Tuhan, kita bisa jadi anti-fitnah, kita bisa jadi anti-takut, kita bisa jadi anti-khawatir, kita bisa jadi, saudara-saudara, anti-grogi, anti-segala rupa. Orang lain stres, kita bisa jadi anti-stres. Tuhan yang menjadi perisai kita. Di dalam ayat berikutnya. Ayat 12,

115:12 TUHAN telah mengingat kita; Ia akan memberkati, memberkati kaum Israel, memberkati kaum Harun,

Aduh, ini disebut lebih dari tiga kali. Tuhan telah mengingat kita, Dia akan memberkati kita, memberkati kaum Israel, memberkati kaum Harun, memberkati orang-orang yang takut akan Tuhan, baik yang kecil maupun yang besar. Luar biasa. Kalau kita rendah hati kepada Tuhan - ayatnya yang ke 12 -, Tuhan telah mengingat kita. Saudara mau diingat oleh Tuhan? Keluarga yang sudah kaya bisa lupa sama kita, bisa lupa.

Tadi malam waktu menyerahkan rumah dari satu keluarga jemaat, ada satu bapa: Masih kenal saya? Ya, saya lupa. Adik bapak itu yang dulu main band, siapa namanya? Oh, Leo. Di mana Leo? Ada di Amerika. Saya bisa lupa. Ingat sama saya? Ingat.

Saudara-saudara, Tuhan tidak pernah lupa. Tuhan tidak pernah lupa. Walaupun kita ada di perut ikan seperti Nabi Yunus, Tuhan ingat kita. Daud berkata, kalau aku pergi ke tempat yang gelap, tempat itu jadi terang. Nggak ada tempat kita bersembunyi. Tuhan tahu di mana kita.

Tapi ayat ini menghibur kita, Dia mengingat kita. Bahasa Inggris, bukan mengingat, saudara, The Lord has been mindful of us. Mindful itu menguntungkan kita. Mama saya kalau belanja, dulu,  ke pasar, dia beli pisang dua. Dua saja pisang. Bukan satu sisir. Bukan buat dia, bukan buat ayah saya, tapi buat saya dan adik saya. Nih, mama beli pisang. Dia nggak pentingkan dirinya, dia nggak pentingkan suaminya. Dia pentingkan anaknya. Dia pentingkan saya dan adik saya. Mindful. Di pasar, dia ingat anak. Ini anak kasih pisang cepat kenyang, lama laparnya. Sudah kasih pisang saja.

Jadi nanti siswa-siswa jangan bingung kalau di sekolah banyak pisang. Itu untuk tahan saudara lapar. Sebab pisang itu kalau tetap lapar, kulitnya bisa dimakan juga. Jadi saudara-saudara, pisang diingatkan oleh ibu saya untuk saya dan adik saya. Mindful. Tuhan itu kaya itu, mindful. Kita buka Kisah Rasul 10. Dalam Kisah Rasul 10, ada satu ayat yang menghibur kita, dia berkata begini. Kisah Rasul

10:4 Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.

Ada haleluyah? Bahasa Inggris - kembali lagi kepada Mazmur 115 - bahasa Inggris bilang, doamu dan sedekahmu. Jadi saudara, jangan sembarangan kalau kolekte. Kebanyakan jemaat, ... kebanyakan, dulu ... kalau kolekte lewat, dia pilih uang yang paling butut, yang paling jelek. Pernah saya angkat duit ribuan dulu, waktu baru jadi gembala. Saya angkat duit ribuan, dia kena matahari, itu kita bisa lihat peta pulau Jawa, Bali, dan Madura. Sudah bolong-bolong itu duit, bau ikan asin, bau kelek, bau ketek, bau bawang merah, bau bawang putih, terasi, segala campur aduk. Itu yang saudara kasih sama Tuhan? Sudah itu nggak ada lagi. Kadang-kadang ada karcis bioskop masuk di kantong kolekte. Kalau di dalam bahasa mazmur, mindful, mengingat. Ingat terus. Biar sedikit tapi ingat itu Tuhan.

Dalam Kisah Rasul punya bahasa, your gift and your prayer become a memorial to God ... jadi satu tugu peringatan. Jadi kalau saudara berdoa, rajin berdoa, dan memberi kepada Tuhan, itu dihadapan Tuhan seperti tugu peringatan. Asal dia lihat tugu itu, Dia ingat saudara. Asal Dia lihat tugu itu, bahwa saudara suka berdoa, saudara suka memberi - Dia ingat saudara. Betapa baiknya Tuhan mengingat kita.

Lalu ayatnya yang berikutnya. Dia bukan hanya mengingat, tetapi Ia akan memberkati. Ayat 12, Ia akan memberkati. Bahasa Inggris, Ia akan memberkati kita, Ia akan memberkati Israel, Ia akan memberkati kaum Harun, memberkati orang-orang yang takut akan Tuhan. Mari kita lihat. Ia akan memberkati kita. Ini berkat umum. Berkat umum. Memberkati kita, berkat umum. Tetapi berikutnya, Ia akan memberkati kaum Israel, ini untuk anak-anak Tuhan.

Yang ketiga, Ia akan memberkati kaum Harun, untuk hamba-hamba Tuhan. Yang keempat, memberkati orang-orang yang takut akan Tuhan, baik yang kecil, miskin, maupun yang besar. Waktu Tsunami di Aceh, ada satu pendeta gereja Pantekosta itu punya jemaat di Banda Aceh. Perempuan, namanya Meti, saya kenal dia. Terbawa juga air, jemaatnya juga terbawa. Tapi tidak ada yang mati. Bahkan dia sendiri hanya nyangkut di pohon.

Pada tanggal 25 Desember, ada beberapa gereja yang dilarang merayakan natal. Gereja katolik, beberapa gereja aja, dilarang. Kami tidak mau, Aceh ini adalah Serambi Mekah, tidak boleh ada natal di sini. Kalau mau di luar kota terserah. Tapi jangan di Banda Aceh. Jadi mereka naik ke gunung. Umpamanya di Cianjur, naik ke Cipanas. Bikin kebaktian di sana. Sepi. Nangis mereka di sana. Merayakan natal dengan senang tapi tidak jadi. Dan besoknya, dari tangisan berubah jadi sukacita. Untung kita naik ke gunung. Untung diusir. Jadi nggak ada yang mati.

Makanya saudara-saudara, harus yakin Tuhan kita memberkati kita. Dibulak-balik, dibagaimanakan juga, saudara diberkati aja. Mau tinggal di Cianjur diberkati. Mau tinggal di luar kota diberkati. Jadi saya punya prinsip, saya ditawari jadi pendeta di Jakarta, sudah berkali-kali. Sudah tiga gereja nawarin saya. Tapi saya yakin, di mana saya ada, di Cianjur - kota kabupaten yang jam setengah delapan malam aja sudah sepi, cuman tukang sate aja yang jalan saudara. Dulu jam 7 itu Cianjur kaya kota mati - tapi saya yakin, di mana saya berada, diberkati Tuhan. Tuhan sanggup memberkati. Di mana kita berada, Tuhan memberkati. Di mana kita berada, Tuhan memberkati. Tuhan memberkati. Memberkati kita.

Ada lima eks Cianjur, ada di Sulawesi Selatan. Dia minta ijin kepada mejelis daerah untuk membuka satu daerah. Tidak boleh. Itu dikhususkan untuk lulusan-lulusan sekolah alkitab Malino. Dikirimlah lima orang dari Malino ke sana. Mental, mundur, tidak tahan. Kirim lagi lima orang. Mental, karena lima-limanya tidak tahan. Yang lima orang dari Cianjur ini datang lagi. Boleh nggak kami yang masuk? Oh iya, kalau begitu kamu masuk. Begitu yang lima ini masuk, sekarang lima-limanya sudah punya gereja baru. Luar biasa. Kalau Tuhan mau memberkati, di manapun kita berada Tuhan memberkati.

Jadi kalau di sini hanya GPdI saja, kalau mereka bingung, mungkin GPdI Bersaudara I, GPdI Bersaudara II, GPdI Bersaudara III, GPdI Bersaudara IV, GPdI Bersaudara V, karena apa? Kalau yang ini bangun gereja, yang empat bantu. Sudah jadi, yang ini bangun gereja, yang ini empat bantu. Ini bangun gereja, yang empat bantu. Ini bangun gereja, ini empat bantu.

Nanti bulan Juli katanya mereka mau undang saya KKR di sana. Saya akan bangga datang ke sana. Karena semuanya dari nol, dari tidak ada apa-apa, dari tidak ada jemaat, tapi sekarang punya gereja besar-besar. Luar biasa. Tuhan kalau memberkati kita, nggak kepalang tanggung. Nggak usah saudara, ah, saya mau pindah kemana. Nggak. Tong sarakah teuing. Jangan terlalu serakah. Jangan terlalu serakah. Di Cianjur saja kita bisa diberkati. Aduh, saya mau beli rumah di sana, rumah di sini. Jangan terlalu banyak rumah. Rumah kita di hari depan itu cuma 2x1 meter. Jangan terlalu banyak rumah. Jadi saudara-saudara, kalau kita diberkati Tuhan, Tuhan tidak kepalang kepada kita. Ayat yang ke 14,

115:14 Kiranya TUHAN memberi pertambahan kepada kamu, kepada kamu dan kepada anak-anakmu.
115:15 Diberkatilah kamu oleh TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
115:16 Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia.
115:17 Bukan orang-orang mati akan memuji-muji TUHAN, dan bukan semua orang yang turun ke tempat sunyi,
115:18 tetapi kita, kita akan memuji TUHAN, sekarang ini dan sampai selama-lamanya. Haleluya!

Yang terakhir, Dia mengajak kita memuji Tuhan. Bukan orang mati yang bisa memuji Tuhan. Jadi saya kalau lihat jemaat tengah memuji Tuhan diem aja; orang lain nyanyi, dia diem aja - dia orang mati. Rohaninya mati. Nggak bisa memuji Tuhan. Kenapa? Karena musik sudah ada, huruf gede-gede ditulis di sini, yang nyanyi sudah ada, tapi kita diam. Kapan Tuhan ajari kita memuji Tuhan begitu? Tepuk tangan, nyanyi bagi Tuhan.

Dulu ibu saya banyak kesaksian. Hamba-hamba Tuhan dulu itu, obat, jarang. Obat itu hampir nggak ada. Pernah ibu saya katanya, badan meriang, menggigil badannya. Apa yang terjadi, saudara? Oom saya, pendeta Sore, dia tutup badan ibu saya dengan selimut lalu dia pakai setrika. Dia setrika. Ada kuasa dalam darah-Nya ... Darah domba Allah. Mana coba dokter kalau ada sakit muriang pakai setrika aja, ibu, ditutupin pakai selimut. Nggak ada. Tapi ibu saya saudaraku, didoakan Ada kuasa dalam darah-Nya, ... sembuh. Kita mah udah pakai pil ini, pil itu, pil ini, pil itu, belekan.

Saudara, tetapi apa yang terjadi? Kalau Tuhan mengasihi kita. Saya pernah borok waktu kecil, saya masih ingat. Ada borok di paha kanan saya itu borok banyak sekali, besar. Untuk beli bur salep saja nggak punya uang. Mama ambil daun jawer kotok. Siswa-siswi boleh lihat di alkitab, jawer kotok itu apa? Daun jawer kotok di PLN itu diambilin jawer kotok, tumbuk, siram pakai air panas. Taruh di borok saya Ada kuasa dalam darah-Nya. Semuanya pakai ada kuasa. Sembuh.

Di mana saja kita berada, Tuhan memberkati. Pagi hari ini, apa yang sedang saudara rasakan? Apa yang saudara sedang hadapi? Jangan takut dan bimbang, Dia ada di tengah-tengah kita, Dia mau menolong kepada kita. Kita berdiri bersama-sama.  

-- o --   

Minggu pagi, 23 Januari 2005

MENGENAL TUHAN

Yesaya

45:1 Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup:
45:2 Aku sendiri hendak berjalan di depanmu dan hendak meratakan gunung-gunung, hendak memecahkan pintu-pintu tembaga dan hendak mematahkan palang-palang besi.
45:3 Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN, Allah Israel, yang memanggil engkau dengan namamu.
45:4 Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.
45:5. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku,
45:6 supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain,
45:7 yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini.
45:8 Hai langit, teteskanlah keadilan dari atas, dan baiklah awan-awan mencurahkannya! Baiklah bumi membukakan diri dan bertunaskan keselamatan, dan baiklah ditumbuhkannya keadilan! Akulah TUHAN yang menciptakan semuanya ini."

Haleluyah. Pada pagi hari ini kita mau mendengar tentang pengenalan kita kepada Tuhan. Seringkali kita merasa sudah kenal Tuhan. Setelah dibaptis kita merasa sudah kenal Tuhan, setelah dipenuhkan Roh Kudus kita merasa sudah kenal Tuhan sehingga tidak jarang orang menjadi sombong rohani, merasa dirinya sudah kenal Tuhan. Apalagi kalau dia sudah lulus sekolah teologi, dia merasa sudah kenal Tuhan, bisa khotbah dengan bahasa Yunani, bahasa Ibrani, dia merasa dia sudah mengenal Tuhan.

Tapi terus terang melalui firman Tuhan pagi hari ini sebetulnya kita belum mengenal Tuhan. Dalam arti yang sesungguhnya, kita belum kenal, belum tahu siapa Dia sebenarnya. Kita hanya mengukur diri dengan orang lain tetapi kalau kita ukur diri kita dengan firman Allah, kita belum mengenal Tuhan. Coba kita lihat ayat ke-4

45:4 Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.

Yakub sama Israel itu sama, orangnya sama. Hanya Yakub artinya penipu, Israel itu adalah putera Allah. Nah, proses dari penipu sampai kepada menjadi putera Allah, itu diberikan setelah Yakub berlari ke sana ke mari dan bergumul dengan malaikat Tuhan di Sungai Yabok. Sungai Yabok itu sekarang ada di Yordania. Sampai dia ditanya sama malaikat itu: Siapa namamu? Namaku Yakub. Tapi Tuhan bilang, sekarang kamu namanya dirubah ... menjadi Israel. Mari kita perhatikan. Dia penipu, bapanya sendiri dia tipu. Akhirnya dia ditipu juga oleh orang lain, oleh Laban, pamannya. Siapa menipu, dia akan ditipu; siapa mengecewakan orang, dia sendiri akan dikecewakan; siapa menabur, dia akan tuai.

Apakah yang dilakukan Yakub sampai dia dapat gelar Israel? Apa kebaikan dari Yakub sehingga dia dapat nama Israel? Apa kehebatan Yakub sehingga dia disebut Israel? Terus terang, tidak ada!

Dia kerjaannya nipu. Menipu sana menipu sini, berbohong, bapa sendiri aja ditipu, kakaknya ditipu, semua dia tipu. Maka namanya Yakub. Seorang yang melarikan diri ke sana ke mari. Berapa banyak dari kita termasuk saya, dulu kalau kita ada problem kita lari, dulu ada percobaan kita lari, lari ke sana lari ke mari. Sampai Tuhan patahkan kaki perjalanan kita sehingga kita tidak bisa lari lagi, ... kecuali menghadapi percobaan itu. Dan kita diberikan nama gelar yang baru Yakub itu menjadi Israel.

Lalu ayat ke-4 Dia berkata. Dikatakan di sana: Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.

Apa sih saudara punya reputasi di depan Tuhan? Ayo, angkat tangan? Siapa yang sudah berbuat baik kepada Tuhan, siapa yang sudah pernah memberi kepada Tuhan sehingga Tuhan puas? Siapa yang sudah berdoa kepada Tuhan sampai Tuhan itu menangis, ayo siapa? Siapa yang sudah berjasa kepada Tuhan sampai Tuhan menyelamatkan kita? Maka tidak ada tempat bagi kita untuk menyombongkan diri, tidak ada tempat bagi kita untuk meninggikan diri, menonjolkan diri, merasa diri hebat merasa diri sudah kenal Tuhan. Padahal Tuhan bilang: Walaupun kamu belum mengenal Aku.

Nah, itu sebabnya ada ayat di dalam perjanjian baru: Ketika kita masih berdosa, Dia sudah mati bagi kita, Dia sudah mati di atas Golgota bagi segala dosa-dosa kita. Itu sebabnya saudaraku, keselamatan sebetulnya saudara sudah tahu. Memang dalam I Petrus dikatakan, malaikat ingin mengetahui tentang rahasia keselamatan. Tapi saya mau kasih tahu, tidak ada satupun di antara kita yang kristen sekalipun yang bisa tahu rahasia keselamatan, kenapa kita yang berdosa diampuni oleh Tuhan, kenapa kita yang jahat yang kotor dan najis ini Tuhan ampuni. 

Benar, firman Tuhan bilang, kita tidak mengenal Dia, kita belum kenal Tuhan, belum tahu siapa Dia sebetulnya. Ayat 5 

45:5 Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku,

Bahasa inggris bukan mempersenjatai tetapi mengikat pinggangmu. Banyak kali hidup kita kedodoran karena tidak pakai ikat pinggang. Satu urusan belum beres, sudah datang urusan yang lain. Kita kedodoran. Maka "ikat pinggang" dalam alkitab ini sangat penting artinya. Dalam Keluaran 12, orang Israel makan Paskah harus berikat pinggang. Ketika Yonatan dengan Daud berjanji akan setia satu dengan yang lain, Yonatan memberikan ikat pinggang. Maka ketika Yesus membasuh kaki dari murid-murid-Nya, Dia mengikat pinggang.

Dalam Efesus 6 dikatakan, berikat pinggangkan kebenaran. Ikat pinggang sangat penting. Dengan selengkap sejata Allah, digantungkan pada ikat pinggang. Ternyata kita tidak bisa mengikat pinggang sendiri. Yesus bilang sama Petrus: Waktu kamu masih muda, kamu ikat pinggang sendiri. Tapi kalau kamu sudah tua kamu akan mengulurkan tangan dan orang lain akan mengikat pinggangmu dan membawa kamu ke tempat yang kamu tidak suka.

Saudara, kita tidak bisa ikat pinggang sendiri. Tapi Tuhan berjanji, Dia akan mengikat pinggang kita, amin? Walaupun kita belum mengenal Dia. Matius

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Bukankah dengan nama-Mu kami bernubuat. Jadi orang ini sudah bisa bernubuat tetapi belum mengenal Tuhan. Dengan nama-Mu kami mengusir setan. Dan ini orang GPdI, demi nama Yesus, hei setan pergi keluar dia. Kesembuhan Ilahi. Lompatlah. Haleluyah. Iblis sudah dikalahkan dalam nama Yesus.

Tapi buktinya? Aku tidak mengenal engkau. Bukankah dengan nama Tuhan aku mengadakan banyak mujizat? Ternyata saudara usir setan, bernubuat dan membuat mujizat - itu bukan ukuran kita mengenal Tuhan! Sebab di dalam ayat ke-23 dikatakan: Enyahlah kamu, Aku tidak pernah mengenal kamu.

Umpamanya saudara tidak ada satupun kebaktian saudara yang bolos. Minggu kebaktian pagi sore, rabu kebaktian ikut doa puasa, hari kamis ikut kebaktian kaum muda, sabtu ikut bedston; bahkan kalau ada KKR gembala saudara, saudara ikut -  itu bukan ukuran kita mengenal Dia! 

Walaupun kamu belum mengenal Aku, Aku akan mengikat pinggangmu. Kita mau buka satu ayat di dalam Galatia

4:8 Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.
4:9 Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?
4:10 Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun.
4:11 Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia.

Paulus sendiri bilang, kamu sudah mengenal Allah. Tapi ternyata orang Galatia masih memperhambakan diri kepada dewa-dewa, masih memelihara hari-hari raya. Belum mengenal Tuhan. Aku sudah kenal Tuhan ... tapi masih pegang jimat. Aku sudah kenal Tuhan ... tapi masih minum bir. Aku kenal Tuhan ... tapi masih merokok; aku kenal Tuhan ... tapi nggak takut berbuat dosa; aku kenal Tuhan ... tapi berdusta; aku kenal Tuhan tapi bercabang hati ... seperti Israel pada zaman Elia. Sampai Paulus bilang, aku takut segala usahaku itu sia-sia.

Banyak orang yang menikah itu kecewa. Waktu pacaran calon pasangannya itu kelihatannya baik, setia tapi sudah kawin sudah menikah ternyata belangnya kelihatan. Orang kristen. Ngakunya baik. Ngaku kenal Tuhan tapi akhirnya kelakuannya tidak mengenal Tuhan. Ini saya belum wawancara siswa-siswi, belum diterima siswa-siswi sekolah alkitab. Nanti saya wawancara. Yang salah jawab boleh kembali ke rumah masing-masing. Saudara belum kenal saya. Saya mau tes dulu saudara. Apa motivasi saudara mau sekolah alkitab? Apa kata hati, apa memang cari kerjaan sana sini gagal lalu ke sekolah alkitab, apa memang disuruh orang tua, apa memang panggilan dari Tuhan? Nanti kita wawancara.

Filipi 3. Rasul Paulus kan sudah dipukul sama Yesus. Dia bertanya sama Yesus, siapakah Engkau Tuhan, katanya. Yesus jawab, Akulah Yesus yang kamu kejar-kejar. Tetapi di dalam Filipi 3 

3:7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
3:9. dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

Sudah kenal Yesus tapi apa cita-cita anda Paulus? Aku mau mengenal Kristus. Ayat yang terakhir, Roma

8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

Ayat 26 ini berkata, kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa. Kadang-kadang kita mendengar orang kalau berdoa disuruh, uih bagus sekali susunan doanya. Bahkan doanya mengangkat iman kita. Doanya tertata rapi. Ada yang berdoa sambil berlinang air mata, mengatakan dia sungguh berdoa kepada Tuhan. Tapi menurut ayat ini, kita tidak tahu bagaimana kita seharusnya berdoa.

Satu penginjil pernah saya lihat di toko buku, sekolah doa, bagaimana harus berdoa, pakar doa.  Menurut ayat ini kita tidak tahu harus bagaimana berdoa. Kalau Allah yang kita akui kita sudah kenal tapi sebetulnya kita belum kenal. Apakah kita kenal siapa Dia, kita menyanyi tidak seperti tadi.

Kalau kita tahu siapa sebenarnya Dia, kita tidak akan berdoa seperti biasa. Kita tahu siapa Dia sebenarnya. Bagaimana kita mau menahan uang dari diri kita untuk mempersembahkan kepada Tuhan kalau kita tahu siapa Dia. Kita tidak akan menyayangi diri kita sendiri kalau kita kenal siapa Dia. Apa berani kita berbuat dosa kalau kita kenal siapa Dia? Apakah kita berdusta kalau kita kenal siapa Dia? Apa berani kita berbuat hal yang tidak diinginkan oleh Yesus? Kalau kita melanggar firman Allah, kita tidak kenal siapa Dia.

Sampai di mana pengenalan saudara? Setelah saya jadi pendetapun, saya harus mengakui, saya belum kenal Dia sesungguhnya. Paulus sudah jadi rasul, dia berkata: Aku ingin mengenal Tuhan. Musa pernah berdoa: Tuhan, aku ingin melihat kemuliaan-Mu. Oh tidak, kamu tidak bisa melihat kemuliaan-Ku dan tetap hidup, kamu akan mati. Tapi Aku akan lewat, Aku akan taruh kamu di satu lubang di batu dan Aku akan lewat. Aku akan tutup lubang itu dan setelah Aku lewat, Aku buka tangan-Ku dan kamu bisa melihat belakang-Ku. Sebesar apa Tuhan? Sampai Musa di taruh di lubang batu, ditutup dengan tangan dan hanya melihat belakang-Nya.

Kenapa di tempat lain dikatakan Musa berdoa muka dengan muka dengan Tuhan? Apa maksudnya? Belakangnya Dia kasih lihat tapi kalau engkau melihat wajah-Ku engkau tidak akan tahan, engkau pasti mati. Dalam kitab Wahyu 1, Yohanes yang tiap hari bersandar di dada Yesus ketika lihat Yesus yang sebenarnya, dia roboh seperti orang mati. Ketika Paulus saudaraku melihat sinar saja di Damsik, dia roboh dan buta 3 hari. Kita belum kenal siapa sebetulnya Tuhan Yesus. Kita hanya bisa bilang, Dia dahsyat!

Dengan adanya Tsunami di Aceh, orang-orang berdoa: Kenapa Tuhan menghukum kami, kenapa Tuhan menghancurkan kami? 200.000 orang mati di Indonesia saja. 160.000 mati, 20.000 mayat belum ditemukan. Ada 3-40.000 yang hilang. 40.000 saudara. Tuhan kenapa ... Tuhan kenapa? Kita belum kenal siapa Dia.

Saya ingin mulai hari ini, kita mau lebih dekat kepada Tuhan. Mendekatkan diri kepada Dia dan berkata: Tuhan, bukalah rahasia-Mu, bukakan Pribadi-Mu ... supaya aku lebih mengenal. Kita berdiri bersama-sama.          

-- o --   

Minggu pagi, 06 Februari 2005

SERIUS DENGAN TUHAN

Kita buka Alkitab kita dalam Yehezkiel

31:1 Pada tahun kesebelas, dalam bulan yang ketiga, pada tanggal satu bulan itu, datanglah firman TUHAN kepadaku:
31:2 "Hai anak manusia, katakanlah kepada Firaun, raja Mesir dan kepada khalayak ramai yang mengikutinya: Di dalam kebesaranmu siapakah yang dapat menyamai engkau?
31:3 Lihat, Aku menyamakan engkau dengan pohon aras di Libanon, penuh dengan cabang yang elok dan daun yang rumpun sekali; tumbuhnya sangat tinggi, puncaknya sampai ke langit.
31:4 Sungai-sungai membuatnya besar samudera raya membuatnya meninggi; itu membuat sungainya mengalir mengelilingi bedengnya itu; dan menjulurkan saluran-saluran ke segala pohon yang ada di padang.
31:5 Maka dari itu tumbuhnya lebih tinggi dari segala pohon di padang; ranting-rantingnya menjadi banyak, cabang-cabangnya menjadi panjang lantaran air yang melimpah datang.
31:6 Pada rantingnya diam bersarang segala burung yang di udara, di bawah cabangnya segala binatang di hutan, melahirkan anaknya; dan semuanya bangsa besar duduk bernaung di bawahnya.
31:7 Ia elok karena besarnya dan karena cabangnya yang panjang-panjang; karena akarnya julur-jalar sampai di air yang berlimpah-limpah.
31:8 Pohon-pohon aras di dalam taman Allah tidak akan dapat menyainginya, juga pohon sanobar tidak akan dapat menyamai ranting-rantingnya, dan pohon berangan tidak dapat dibandingkan dengan cabang-cabangnya. Segala pohon-pohon yang di taman Allah tiada yang dapat disamakan dengan dia mengenai keelokannya.
31:9 Aku membuat dia sungguh-sungguh elok dengan cabang-cabangnya yang sangat rapat. Di taman Eden, di taman Allah segala pohon cemburu padanya.
31:10. Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena ia tumbuh tinggi dan puncaknya menjulang sampai ke langit dan ia menjadi sombong karena ketinggiannya,
31:11 maka Aku telah menyerahkan dia ke dalam tangan seorang berkuasa di antara bangsa-bangsa, supaya ia memperlakukannya selaras dengan kejahatannya; Aku menghalau dia.
31:12 Orang-orang asing, yaitu yang paling ganas di antara bangsa-bangsa, akan menebang dia dan membiarkannya; di atas gunung-gunung dan di semua lembah cabang-cabangnya berjatuhan dan di semua alur sungai negeri itu ranting-rantingnya berpatahan dan semua bangsa di bumi pergi lari dari naungannya dan membiarkan dia.
31:13 Di atas batangnya yang roboh itu berhinggapan segala burung di udara dan di antara cabang-cabangnya diam segala binatang di hutan.

Kalau Tuhan berbicara, Dia berbicara melalui amsal-amsal atau seloka atau perumpamaan. Di dalam Matius 13, Tuhan Yesus berkata, kepada murid-murid Aku memberitakan rahasia tetapi kepada orang banyak kepada dunia, Aku berbicara dengan perumpamaan.

Nah, saudara, kita membaca di sini, Firaun dilambangkan sebagai pohon aras yang ditebang. Atas seizin Tuhan seorang bisa menjadi kaya, seorang bisa berlimpah-limpah hartanya bahkan ketenarannya bisa melebihi Taman Eden. Ini yang bicara Tuhan sendiri. Sampai Dia bilang, tidak ada yang seperti Firaun ini  ... kayanya, mulianya, hebatnya. Bahkan sampai sekarang orang masih menyiarkan di televisi setiap hari apa yang ditinggalkan oleh Firaun: kuburannya digali, piramidnya menjadi lambang keajaiban dunia karena pada jam 12 tengah hari di piramid itu tidak ada bayangan. Tapi jam 12 lebih 1 menit, sudah ada bayangan. Jadi piramid itu dibuat dengan kepandaian yang luar biasa. Bahkan ilmu-ilmu kedokteran mengambil lambang Mesir sebagai lambang pengobatan. Dan apotek di cawan ular yang dituangkan. Lambang dari Mesir adalah ular yang ada di kepala Firaun.

Jadi Mesir adalah satu negara yang diizinkan Tuhan pada saat itu paling kaya di dunia, paling mulia. Bahkan dikatakan tadi dalam pembacaan, semua pohon Taman Eden cemburu karena kemuliaan itu. Tampaknya Tuhan izinkan Firaun dan Mesir lebih baik, lebih indah dari Taman Eden. Seringkali kita anggap Taman Eden adalah Taman yang di atas segala taman, tetapi tidak; yang paling hebat itu taman dari Mesir. Tuhan sendiri berkata, dia lebih hebat lebih indah dari Taman Eden sampai pohon-pohon di Taman Eden itu cemburu. Apa artinya?

Di Alkitab, Mesir selalu berbicara tentang dunia ini. Dan Firaun berbicara tentang kekayaan dunia atau kepemimpinan dunia yang kaya. Seringkali kita menganggap kekayaan dunia itu melebihi gereja. Dianggaplah gereja ini ketinggalan zaman, dianggaplah gereja ini tidak baik. Dunia dengan segala kemajuannya: Tuhan izinkan manusia pergi ke bulan, Tuhan izinkan manusia memiliki pengetahuan, Tuhan izinkan sekarang kalau kita mau cari barang tidak usah susah apa yang saudara mau cari saudara tinggal pijit di internet cari barang ini seluruh dunia pasti tahu. Kita mau tahu harganya seluruh dunia pasti tahu. Kita mau tahu adanya seluruh dunia pasti tahu.

Sekarang ini adalah zaman negara tanpa batas. Eropa-Eropa sudah mempersatukan negara; beberapa negara menjadi negara Eropa Bersatu sehingga mata uangnya satu saja. Kalau saudara bikin paspor, contohnya saya mempunyai paspor Belanda yang berlaku selama 2 tahun, saya boleh keliling Eropa tanpa harus minta izin kepada siapa-siapa lagi. Tuhan izinkan hal itu terjadi sehingga dunia sangat menarik, sangat mulia dan hebat.

Dari ilmu kedokteran yang menjadi lambang dari Mesir, kemajuan-kemajuan yang luar biasa. Sehingga gereja lebih tertarik kepada Mesir dari pada kepada Taman Eden. Kenapa? Itu diwakili oleh Hawa. Pada waktu Hawa mengambil buah yang justru dilarang, masih diambil ... apalagi sekarang manusia ditawarkan sesuatu yang justru diizinkan. Kekayaan itu diizinkan. Silahkan jadi kaya. Problemnya justru setelah kita kaya. Setelah orang diberkati Tuhan. Setelah dia punya rumah. Setelah dia punya kekayaan, di situlah problemnya. Ulangan          

8:7 Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung;
8:8 suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya;
8:9 suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apapun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga.
8:10 Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu.
8:11 Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;
8:12 dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya,
8:13 dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak,
8:14 jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.

Tadi saya katakan Mesir diizinkan oleh Tuhan menjadi lebih hebat dari Taman Eden. Tetapi Mesir pernah menjajah umat Allah. Lalu Tuhan memberikan satu keluaran - 400 tahun dijajah oleh Mesir, Tuhan memberikan keluaran. Aku bisa memelihara kamu tanpa Mesir, keluar dari Mesir kamu. Maka keluarlah umat Allah dari Mesir yang memperbudak dia lalu masuk ke Tanah Perjanjian.

Kalau kita baca ayat tadi ... sama. Aku memberikan taman, Aku memberikan air memberikan gunung yang mengandung besi dan mengandung emas, Aku memberikan rumah yang tanpa kamu bangun, Aku memberikan makanan memberikan lembu dan sapimu bertambah-tambah.

Janganlah kamu sombong, janganlah hatimu tinggi, janganlah sombong. Karena dengan tinggi hati, tandanya itu ayat 11, ... melupakan Tuhan Allahmu. Kita baca baca ayat 18 sama-sama

8:18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.
8:19 Tetapi jika engkau sama sekali melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa;
8:20 seperti bangsa-bangsa, yang dibinasakan TUHAN di hadapanmu, kamupun akan binasa, sebab kamu tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu."

Tadi saya bilang, silahkan kaya, silahkan diberkati. Jarang saya melihat orang kristen diberkati dan berkata Tuhan. Saya katakan jarang karena ada. Tuhan, semua kekayaan ini milik-Mu, aku akan pergunakan untuk kemuliaan Tuhan. Itungan sekali umat Tuhan itu dengan Tuhan. Kalau membeli majalah Kerajaan Allah kopetnya setengah mati, Kelihatan. Kalau ngritik pandai tapi kalau memberi kopet medit. Segala sesuatu yang untuk Tuhan kopet. Tertutup tangannya seolah-olah dia berkata, kekayaan ini saya yang berhasil. Apa kata firman Allah?

Kamu diberi izin untuk menjadi kaya. Silahkan kaya. Apa lagi kalau Tuhan kasih izin saudara diberkati Tuhan jangan tinggi hati, jangan sombong. Ini problemnya manusia, ini problemnya kristen. Ketika orang-orang islam terima Yesus bertobat, ketika pengungsi-pengungsi di Aceh bertobat terima Yesus, orang kristen sendiri jebol saudaraku dan dia meninggalkan gereja, dia tidak ikut Yesus lagi. Kenapa? Karena tipu daya kekayaan. Matius

13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Dia kristen, dia ke gereja. Mula-mula baik benih sudah ada tetapi karena dia punya keadaan hati ini masih tertipu dengan kekayaan dunia, masih tertipu dengan kekuatiran. Orang kristen yang kuatir apa yang dia makan apa yang dia minum, itu satu tanda dia tidak percaya Tuhan bisa memberkati. Orang kristen yang hanya berdoa kalau waktu ada problem, hanya berdoa kalau waktu ada percobaan. Pak pendeta, saya tidak bisa doa malam ... bedston bisa, hari sabtu. Telinga kita sudah menjadi tuli. Diajak doa, diajak ayo datang kepada-Ku, kata Tuhan. Nggak mau. Aku memberi sentosa ... kita nggak mau datang. Nanti waktu kita nggak ada sentosa, kita cari Tuhan. Tuhan bilang, sudah dari dulu Aku bilang datang kepada-Ku, Aku beri damai, Aku beri sentosa.

Kalau Firaun saja diizinkan kaya, masa kita gereja tidak diizinkan kaya? Problemnya itu setelah kita kaya masihkah kita kebaktian, masihkah kita cari Tuhan, masihkah kita rendah hati, masihkah kita mencari doa, masihkah kita mencari Firman-Nya? Ini problemnya.

Itu sebabnya Tuhan seperti orang main layangan. Tarik ulur. Kalau angin tidak terlalu besar, ulur. Tapi kalau angin mulai besar Tuhan tarik lagi, supaya kita tidak putus, supaya layangan tidak putus. Karena kalau sudah jauh sudah tinggi, angin besar terus diulur ... putus. Nggak tahan.

Maka saudara harus berterimakasih atas doa Bapa Kami: Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Mental-mental dunia, mental Mesir itu harus ditinggalkan. Dunia manis sungguh manis tapi Yesus termanis ... Dunia indah sungguh indah tapi Yesus terindah ... Dunia kaya sungguh kaya tapi Yesus lebih kaya ... Dunia mulia sungguh mulia tapi Yesus termulia. Cuma di bibir doang.

Saya sedang mempersiapkan makalah untuk Sekolah Tinggi Teologi. Sampai gemetar saya mengetik saudara waktu Tuhan berkata sama saya, apa yang akan gereja alami kalau mereka merespons Aku dengan seserius-seriusnya. Saya ketik dalam huruf besar, apa yang kita akan alami ketika merespons kepada Tuhan dengan seserius mungkin respons. Jangan nanti hanya di perahu ada angin ribut: Yesus, bangun. Jangan hanya lagi kepepet: Yesus, tolong.

Lambat atau cepat, nanti akan kelihatan, jemaat yang suka berdoa dan jemaat yang malas berdoa, itu akan nampak. Jemaat yang malas berdoa dia rapuh, nggak boleh kena problem sedikit dia rapuh, cengeng dia. Karena tidak ada kekuatan, karena dia tidak menghisap karena tidak serius dengan Tuhan. Tapi kalau jemaat yang tahu mencari Tuhan. Sama dengan siswa-siswa.

Saya lihat sendiri, yang berhasil di ladang Tuhan puji Tuhan 65% berhasil. Yang berhasil di pekerjaan Tuhan, itu mereka yang serius dengan Tuhan, mereka yang di sekolah itu betul-betul sungguh. Bukan pacaran, bukan genit tetapi sungguh-sungguh belajar mencari Tuhan, mencari Roh Kudus. Dan itulah yang berhasil.

Jadi saya melihat mereka yang dulu di sekolah pacaran akhirnya saya keluarkan. Nggak jadi apa-apa sekarang. Luntang-lantung. Entar ke sana entar ke sini, nggak jadi apa-apa. Bukan itu maksud saya mempunyai sekolah alkitab. Saya ingin mempunyai bala tentara Allah, hamba-hamba Tuhan yang militan, yang semangat, yang berhasil. Bukan yang tidak ada kerjaan ditolak di sana, ah coba-coba masuk sekolah alkitab. Yang begitu tidak ada harga di hadapan Tuhan. Nyanyi, cengengesan. Doa, sungguh-sungguh ... jangan ketiduran. Semua dengan sungguh-sungguh.

Kalau saudara sungguh-sungguh kepada Tuhan, Diapun sungguh-sungguh memberkati kita. Tidak akan ada yang seperti engkau, Dia bilang itu sama Mesir. Tidak ada. Sampai Taman Eden saja cemburu. Tapi itulah manusia, itulah Firaun ... dia melupakan Tuhan.

Sampai dalam Kitab Keluaran dia dikeraskan hatinya oleh Tuhan. Dia lihat mujizat: Mesir jadi gelap, ada katak, air jadi darah. Sepuluh macam bala diberikan untuk menyatakan Tuhan itu berkuasa - nggak bertobat! Biar Tsunami Aceh membunuh 500 ribu sampai 1 juta, kalau mental orang Indonesia seperti ini sekarang, nggak akan bertobat. Tidak akan bertobat. Kalau hatinya dikeraskan. Kita jaga jangan sampai hati kita jadi keras.

Ayo dibaptis. Nanti oom. Saya tahu siapa yang tidak ke gereja. Ada orang yang tidak ke gereja sudah 3 bulan. Satu keluarga. Saya diundang di satu persekutuan doa di Jakarta sebulan sekali. Yang ngundangnya ini tante. Ayo, ko Yoyo, setengah merayu, ayo, minta tolong. Oke, saya kasih sebulan sekali. Tapi sudah dua bulan berturut-turut yang mengundang saya justru tidak datang. Kenapa, dimana? Barang datang di pelabuhan. Musti turun. Tipu daya kekayaan dunia. Eh kemarin saya ke sana tidak ada lagi dia. Kemana tuh? Barang lagi datang di pelabuhan. Maka tidak heran sakitnya saja musti sampai ke Hongkong untuk berobat. Karena Tuhan dipakai mainan. Jadi Tuhan juga bikin kesehatan kita jadi mainan.

Pada pagi hari ini kita mau berkata sama Tuhan: Tuhan, kami mau berubah. Saya mau jadikan Tuhan nomor satu. Kalau Yesus bukan yang pertama dalam hidup saudara, Dia bukan Tuhan saudara. Utamakan Tuhan! Jangan sampai segala kemudahan dari Tuhan diberikan, saudara tidak berdoa lagi, saudara tidak lagi membaca firman Allah, saudara tidak lagi tertarik dengan Tuhan. Ingat, biar saudara di Taman Eden, Tuhan bisa usir Adam dan Hawa. Apalagi kita cuman turunannya. Mari pemain musik.           

-- o --   

Minggu pagi, 13 Februari 2005

KESETIAAN

Amsal 3:33

3:3 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,
3:4 maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.
3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
3:6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
3:7. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;
3:8 itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.
3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,
3:10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.
3:11 Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.
3:12 Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.

Haleluyah. Jangan kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau. Dalam bahasa Inggris, janganlah kiranya belas kasihan dan kebenaran meninggalkan engkau. Saudara-saudara, salah satu karakter kristen yang baik adalah setia. Kesetiaan jauh lebih baik dari pengetahuan. Banyak orang kristen tahu alkitab tapi belum tentu dia taat kepada alkitab itu.

Hawa tahu perintah Tuhan - jangan ambil buah itu! -, tapi dia tidak taat. Dia tidak setia kepada hal-hal yang diminta oleh Tuhan. Biarpun jemaat itu seorang yang miskin, seorang yang kecil. Dia mungkin tidak punya toko. Dia hanya menjadi karyawan karyawati saja. Dia bukan orang kaya. Tetapi kalau dia setia, dia jauh lebih berharga dari pada orang kristen jemaat yang kaya raya sekalipun, tapi tidak setia kepada Tuhan. Itu sebabnya kesetiaan ini sangat dihargai oleh Tuhan.

Setia sangat disukai oleh Tuhan. Setia adalah, saudara-saudara, karakternya Tuhan. Itu sebabnya kita harus tahu bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang setia. Dan Dia ingin supaya umat-Nya pun adalah setia kepada firman-Nya dan kepada Dia.

Dan dikatakan, janganlah sampai kasih dan setia itu meninggalkan engkau. Bahkan dikatakan kalungkanlah pada lehermu. Dari pada celurit yang ada di leher kita, marilah kita pakai kalungkan, saudara, kesetiaan pada leher kita. Dua kali dalam hidup saya, golok di leher dan pisau sudah ditusukkan di leher saya. Dua kali dalam pengalaman. Tetapi Tuhan melepaskan itu dari semuanya. Maka dari pada golok, dari pada celurit ada di leher kita lebih baik kesetiaan itu di kalungkan dalam leher kita. Sehingga dia lebih indah dari berlian, dia lebih indah dari emas perak, dia lebih indah dari kalung yang mahal, yaitu kalung yang bertahtakan intan permata yang disebut kesetiaan.

Kesetiaan itu, saudara-saudaraku, adalah perhiasan wanita. Luar biasa bagi orang kristen yang cinta kepada Tuhan. Di dalam I Petrus pasal 3, nanti kita kembali ke Amsal. Dalam I Petrus

3:1. Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,
3:2 jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.
3:3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
3:4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
3:5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
3:6 sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.
3:7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

Pada satu hari, saya diajak makan di Jakarta, kejadian lebih kurang 20 tahun lalu. Habis KKR di Jakarta, diajaklah saya makan di satu rumah makan Jepang, namanya Shogun. Setelah makan, saya turun melihat keluar ke tempat parkir, sebab ada keributan. Yaitu satu suami yang badannya pendek kecil, pakaian sangat sederhana, seorang Tionghoa, sedang memukuli satu mobil Mercedes - waktu itu Mercedes tahun 85, bagus sekali - dipukuli, dipukuli, dipukuli, dipukuli. Dan sementara Mercedes mau keluar itu dipukuli, dipukuli, dicegat sama dia, dipukul itu Mercedes. Saya bilang, kenapa ini bapa ngamuk dan pemilik Mercy juga marah.

Setelah beberapa waktu baru saya tahu. Mercy itu berhenti, dari pintu belakang kanan keluar bodyguard, tinggi besar. Tapi dari pintu belakang sebelah kiri keluarlah seorang wanita cantik, tinggi. Dan baru diketahui, dia istri dari bapa yang memukuli. Dia berjanji bertemu dengan kekasih gelapnya itu di restauran. Cantik, saudara-saudara, tapi tidak setia. Saya heran, itu bodyguard tidak berani sama suaminya, karena dalam pihak yang salah. Istri itu ditempeleng di depan masyarakat. Harga kesetiaan itu sangat mahal. Harus setia. Yesus berkata, barangsiapa setia sampai akhir dia akan diselamatkan. Keselamatan nggak dikasih sama orang yang nggak setia. Barangsiapa setia, bertahan sampai ke akhir - bahkan dalam Wahyu 2 - setia sampai mati, dia akan diselamatkan.

Kita cuma bisa nyanyi seringkali, Setia, setialah, setia sampai mati, seperti Tuhan Yesus setia sampai mati, Apakah balasanmu atas kasih setianya, Setia, setialah, setia sampai mati. Nggak mungkin kita bisa setia sama Tuhan, kalau kita tidak bisa setia dalam hal yang kecil, dalam perkara yang kecil. Nggak mungkin Tuhan bisa pakai kita dalam hal yang besar kalau dalam hal yang kecil saja kita tidak bisa dipercaya. Betapa mahalnya kesetiaan itu.

Saudara bisa tahu bedanya antara Orpa dengan Rut. Rut itu setia sampai Betlehem. Orpa setengah jalan, dia balik. Saudara mengerti artinya istri Lot. Dia setengah jalan, menengok ke belakang. Semua yang tidak setia, semua yang tidak taat, luput dari berkat yang Tuhan sudah sediakan. Tuhan cuman minta setia.

Kita kembali kepada Amsal. Tuliskanlah itu pada loh hatimu. Loh itu apa sih? Loh itu batu. Batu satu lempeng begini, itu dalam bahasanya orang-orang zaman dahulu itu loh, lempeng batu. Nabi Musa pada waktu dia turun dari gunung, dia membawa dua loh batu. Dua loh batu. Yang tulis di batu itu jarinya Tuhan. Dia tulis hukum-hukum Tuhan. Di loh batu yang pertama, Dia tulis empat hukum pertama - hubungannya manusia dengan Tuhan. Dalam loh batu yang kedua, Dia tulis enam hukum yang kedua - hubungan manusia dengan sesama. Disebutlah sepuluh Hukum Taurat.

Tetapi dalam surat Korintus dikatakan, seerat Tuhan menulis dengan jari kuasa Allah, hukum-hukum-Nya itu di dalam hati kita. Hati kita ini satu loh. Walaupun satu tapi sebetulnya berkarakter dua. Karena yang satu berhubungan dengan Tuhan, yang satu berhubungan dengan manusia.

Hormatilah hari sabat, hubungan dengan Tuhan. Jangan menyiakan nama Tuhan, itu berhubungan dengan Tuhan. Ada empat. Tetapi yang enam itu, jangan kamu ingin barang orang lain, jangan kamu membunuh, jangan kamu mencuri, itu hubungan manusia dengan sesama. Dua loh batu tapi satu. Nah sekarang Salomo, jauh, saudara-saudara, jauh sebelum bahasa Korintus, dia berkata, tuliskanlah itu pada loh hatimu. Bagaimana kita bisa menulis di dalam hati kita? Menulis di air saja kita nggak bisa. Apalagi menulis hati kita, dituliskan. Ini cuma satu orang yang bisa tulis itu di loh hati kita, yaitu Roh Kudus. Jarinya Allah, jari Roh Kudus, kamu tulis dalam hati kita. Hukum kesetiaan itu. Hukum kesetiaan itu ditulis di dalam hati kita. Ada haleluyah, saudara?

Maka saya bisa membedakan, kira-kira siapa yang sudah hatinya ditulisi oleh Roh Kudus, hukum-hukum Tuhan, dia nggak bisa hilang. Sama orang yang ngenye beragama kristen. Hanya tunggu mati, minta dikubur, banyak sekarang tidak beragama kristen, yang tidak pernah ke gereja tapi mati ingin dipantekostakan. Ada banyak itu, saudara. Ya kita sebagai gereja melayani. Tetapi soal keselamatan, kita nggak bisa bantu. Karena Allah kita adalah Allah yang sangat menghargai kesetiaan. Kesetiaan. Luar biasa. Dalam ayat ke-4,

3:4 maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.

Bayangkan saudara, tadi dua loh batu itu, saudara menghormati Tuhan, saudara menghormati manusia, sesama manusia. Kalau saudara mengasihi Tuhan, saudara tidak akan membunuh. Saudara mengasihi Tuhan, saudara tidak akan mencuri. Saudara mengasihi Tuhan, saudara tidak akan, dan sebagainya, dan sebagainya. Nah sekarang, kalau kita mempunyai hati digarisi, ditulis oleh jarinya Tuhan, hukum-hukum Tuhan itu masuk di sini, bukan di kulit tapi di hati. Itu Tuhan kasih berkat balik. Sama berkatnya. Engkau akan dihargai oleh Allah serta manusia. So fine favor and high esteem. Saudara akan dihargai, dihormati tinggi. Dihormati. Bukan karena kekayaan, dihormati. Bukan karena kedudukan. Tapi dihormati karena orang tahu saudara bisa dipercaya. Saudara seorang yang setia.

Saudara, bukan orangnya yang musti diawasi oleh pengawas, baru kelihatan setia. Saudara tanpa pengawasan, sudah ada pengawas di dalam hati. Amin, saudara-saudara? Itu pengawas menulis ukuran tulisan-tulisan firman di dalam hati kita. Lalu ayat datang ayat yang ke-5,

3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu,

Dalam bahasa Inggris dipakai kata, Trust in the Lord. Bahasa Indonesia ini kekurangan bahasa. Trust disalin percaya, believe disalin percaya, love disalin kasih, charity disalin kasih. Tapi dalam bahasa Inggris itu dipakai kata Trust in the Lord with all your heart, percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu. Saya lebih gampang kasih terang trust ini dengan bersandar. Bersandarlah kepada Tuhan.

Nah, baru ayat berikutnya, jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri. Dan kata bersandar itu cocok, lean not, jangan bersandar kepada pengertian kita, kepandaian kita. Tapi bersandarlah kepada Tuhan. Saudara mau bersandar kepada Tuhan? Berat lho bersandar kepada Tuhan itu. Lho kok saya diantepin? Persoalannya seperti dibiarkan sama Tuhan. Saya sudah minta tapi kok dibiarkan. Sandar sama Tuhan. Sandar sama Tuhan jauh lebih baik, dari saudara berdiri dengan kekuatan saudara untuk mengatasi satu persoalan. Sandar sama Tuhan.

Tadi malam saya berkhotbah di Cikarang, KKR. Mengenai Raja Daud. Dia bikin tiga puisi. Puisi pertama, dia lagi dalam percobaan. Puisi kedua, dia serahkan semua sama Tuhan. Percobaan belum dijawab, persoalan masih ada tapi dia sudah serahkan sama Tuhan. Baru puisi ketiga, dia dapat kemenangan, keselamatan.

Saudara-saudara, ada satu ayat pada saat itu yang saya baca, aku berbaring tidur. Lagi percobaan gede-gedenya, aku berbaring tidur. Dia bersandar sama Tuhan. Dia serahkan semua problemnya sama Tuhan. Dan dia berkata, aku berbaring tidur.

Sekarang anak Tuhan kalau ada persoalan, aku tidak bisa tidur. Sekarang, saudaraku, anak Tuhan harus punya karakter ini. Ini ada dua penyakit, saudara. Satu, suka tidur, yang kedua, sukar bangun. Tuhan itu mau kita tidur pada waktunya, bangun pada waktunya. Memang kalau sudah bertambah usia, itu tidur malam. Tidur malam. Dulu lagi masih sekolah, jam sembilan sudah tidur, jam delapan sudah tidur. Jam lima sudah bangun, jam empat sudah bangun. Tapi sudah lama-lama, sudah tua. Kaya saya, belum 57, tidurnya malam. Jam dua belas, jam satu. Tapi bangunnya pagi. Lama-lama kita, terus lebih tua lagi, nggak tidur lagi, sudah jadi dewa. Dewa kan nggak suka tidur, saudara-saudara. Saya ingin kasih tahu, bahwa kalau saudara dalam percobaan itu bersandar sama Tuhan, saudara bisa tidur.

Di gereja Ketapang, pernah ada jemaat. Kebaktian jam enam juga. Bubar dari kebaktian, dia marah-marah. Ini kebaktian kok marah-marah pulang gereja, kenapa sih? Apa kamu nggak denger, itu oom yang duduk di depan kamu, dia ngorok tadi di gereja. Temannya bilang, iya, saya juga denger sampai saya bangun.

Yang saya ingin, saudara-saudara, bersandar kepada Tuhan. Serahkan segala persoalan. Serahkan semua kekuatiranmu pada-Nya ... Yakinlah Dia pasti menolong. Saudara mau bersandar sama Tuhan? Memang pusing, saudara, antara pikiran dan bersandar, percaya Yesus. Kalau ada percobaan, ada persoalan, cari pertolongan sama manusia, itu manusiawi. Bersandarlah pada Yesus. Jangan bersandar kepada pengertianmu. Ayat ke 6,

3:6 Akuilah Dia dalam segala lakumu,

Inipun kurang tepat. Tetapi di dalam bahasa Inggris, in all your ways, acknowledge Him. Dalam segala jalanmu, kasih tahu sama Dia. Kasih tahu. Memang Tuhan sudah tahu. Sebelum saudara sembahyang, kata Mazmur, sebelum doa keluar dari mulutmu, Aku sudah tahu apa. Memang Tuhan tahu. Tapi Tuhan ingin kita ini bercengkerama sama Tuhan. Saya mau berbuat ini. Way, way, jalan, jalan. Mau begini, mau berencana begini, Tuhan.

Dulu waktu saya masih sekolah, segala kelakuan saya, segala perbuatan saya diharapkan kepada satu hal untuk diri saya. Tuhan, saya ingin ini, Tuhan saya ingin ini. Untuk diri saya. Setelah menikah, untuk keluarga saya. Sudah punya anak-anak, untuk anak saya. Terus, sekarang ada cucu, ingatnya untuk cucu saya, Tuhan, beri kesehatan. Nggak mungkin saya punya cicit, berapa tahun lagi. Lama lagi. Tapi lihat saudara, bahwa keperluan seseorang itu berubah-ubah. Waktu anak masih TK, keperluannya lain dengan setelah jadi SD. Setelah jadi SD, keperluannya lain.

Satu jemaat tadi malam ngajak makan di rumahnya. Ini Oom, anak saya tiga. Tiga-tiganya perempuan. Tuh yang paling gede, dia penggemar oom. Kelas berapa sekolah? Kelas tiga, SD. Perempuan, gemuk. Penggemar oom. Kalau oom lagi khotbah, dia catat. Nah, anak yang kedua juga penggemar oom. Kalau oom khotbah, dia tidur. Karena masih kecil. Kalau oom khotbah, dia tidur. Kalau ada nyanyi-nyanyi, wah, dia senang. Penggemar saya, saudara, dari kakek-kakek, sampai yang umur tiga tahun, sampai yang tidur, ada penggemar saya. Tapi yang satu penggemarnya berlainan, begitu dengar khotbah tidur, ngantuk. Yang satu dia catat. Lain. Yang satu ngajak makan, yang satu ngeritik, lain lagi. Saya yakin, pagi hari ini juga saudara punya keperluan.

Dan keperluannya berbeda-beda. Ada yang minta, nggak banyak, cuma ingin dipenuhkan Roh Kudus. Nanti sore ada baptisan air, saudara rindu. Aduh Tuhan, saya ingin ada baptisan air. Jangan sebulan sekali, Tuhan. Saya ingin rindu baptisan air. Dulu baptisan air dibikin oleh papa saya, belum ada bak baptisan. Jadi dulu di Ciraden. Tiga kilometer, tepat saja tiga kilometer dari sini ke arah Cipanas, itu Ciraden. Di sungai Ciraden. Dulu pecun-pecun, orang Tionghoa, nggak ke Singapura, ke Ciraden. Bawa bacang ke Ciraden, sa Cianjur ke Ciraden semua. Mandi, makan, semua, dan sebagainya. Itu di Ciraden.

Tetapi saya minta kepada saudara, bersandarlah kepada Tuhan. Kasih tahu sama Dia, segala keperluan kita. Saudara perlu apa pagi hari ini? Kasih tahu. Sederhana sekali.

Firman Tuhan pagi hari ini, kasih tahu. Saudara nggak suka ngasih tahu sih. Cerita sama Tuhan. Akuilah Dia dalam segala lakumu. In your ways, dalam segala jalanmu katakan kepada Dia, maka Ia akan meluruskan jalan-jalanmu.  And He shall direct, bukan meluruskan, memimpin, your path, bukan your way. Jalan way itu gede, jalan raya. Ini path, jalan setapak. Ini banyak jalan setapak, banyak sekali, yang mana saya musti pilih? Tuhan nanti kasih tahu. Kanan, kiri, kanan, kiri.

Sekarang kita jalan ini kita nggak tahu, ranjau ada di mana? Kita tidak tahu, kita menginjak ranjau apa tidak? Yang kita kasihan rakyat Vietnam, rakyat Kamboja, banyak yang kakinya buntung bekas karena tentara Amerika taruh sekitar tiga puluh ribu ranjau. Mereka lagi bertani, nginjak ranjau, meledak, buntung kakinya. Mereka tidak berdosa. Anak-anak tidak berdosa. Mereka tidak tahu, ranjau masih ada di ladang mereka. Mereka pacul, meledak. Mati.

Saudara, sekarang kita hidup seperti menghadapi kalah, mati. Kita nggak tahu ranjau di mana? Tapi kalau kita punya Tuhan, kalau kita kasih tahu sama Tuhan, saya mau jalan. Tadi diceritakan, your ways. Kasih tahu jalan-jalan kita. Yang garis besarnya, yang besar persoalan, kasih tahu sama Dia. Nanti yang kecil-kecil, your path, akan dikasih tahu sama saudara. Dulu kalau saya disuruh menggambar peta, yang digambar itu garis yang besar dulu. Jawa Barat, bikin dulu garis Jawa Barat. Yang kecil-kecil, kota, Jakarta, Bogor, Cianjur, Bandung. Sungai, Citarum, Citanduy. Gunung, Gunung Gede. Menggambar peta itu mulai dari garis besar dulu, baru yang kecil-kecil. Kalau saudara menyerahkan semua yang garis besar sama Tuhan. Tuhan saya mau ini jalan saya, saya kasih tahu sama Tuhan. Tapi yang tetek bengek, yang kecil-kecil, Tuhan kasih tahu.

Biasanya tuh kalau orang mau ngawinin anak, dia undang yang jauh-jauh, tetangga kelupaan. Yang jauh kita ingat, yang dekat kita lupa. Kita mau menjadi saksi ke seluruh dunia, tetangga kita ada yang belum tahu, belum kenal Kristus. Kasih tahu jalan besar saudara nanti Tuhan kasih tahu gang-gang kecil. Di Cianjur ini banyak gang.

Banyak orang kristen setia, tapi ada jalannya dia mau karep sendiri. Dia nggak pernah cerita sama Tuhan. Apa yang dia mau rencanakan, kerjaan. Saudara-saudara, kita nggak bisa luput dari pantauan Tuhan. Pada pagi hari ini, apapun problem saudara, kerinduan saudara, coba kasih tahu sama Tuhan. Nggak usah kasih tahu pendeta, nggak usah. Cita-cita saudara, kerinduan saudara, kasih tahu sama Tuhan. Kepedihan, keberatan saudara, kebutuhan saudara, kasih tahu sama Tuhan.

Tuhan kita adalah Tuhan yang bukan cuma mendengar tapi mendengarkan ... menjawab doa kita. Kasih tahu problem kita sama Dia. Ceritakan. Saudara mungkin sudah jauh dari Tuhan. Sekarang Dia mau bawa saudara kembali kepada kasih Bapa. Dia siap menolong kepada saudara-saudara. Dia akan menutupi kekurangan kita, asal kita mau datang kepada Dia. Kita berdiri bersama-sama. 

-- o -- 

Minggu pagi, 20 Februari 2005

MULIAKANLAH TUHAN DENGAN HARTAMU

Kita buka Amsal pasal yang ke-3. Kita akan membaca ayat 9 dan ayat 10,

3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,
3:10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

Ayat 9 adalah yang harus saudara kerjakan. Ayat 10, Tuhan pasti kerjakan. Kebanyakan kita orang kristen, maunya ayat 10 tanpa kita melakukan ayat 9. Sama saja saudara ingin kenyang, tanpa saudara makan. Ingin bersih, tanpa saudara mandi. Ingin pergi ke luar kota, tanpa naik mobil. Ingin pertolongan tapi tidak mau datang kepada orang yang mau menolong. Orang Jawa bilang, jer basuki mawa bea, semua pembangunan memerlukan biaya. Demikian juga kita. Kalau kita ingin mendapat berkat, kita harus tahu syarat-syaratnya. Ada hak, ada kewajiban. Berkat adalah hak saudara, tetapi sebelum berkat, ada kewajiban yang saudara harus miliki.

Dalam ayat ke 9 dikatakan, muliakanlah Tuhan  dengan hartamu. Kita bisa memuliakan Tuhan dengan berbagai cara. Yaitu dengan menyanyi, kita memuliakan Tuhan. Dengan berdoa, kita memuliakan Tuhan. Dengan berpakaian sopan, kita memuliakan Tuhan. Dengan mengalah, kita memuliakan Tuhan. Dengan banyak hal perbuatan baik, kita bisa memuliakan Tuhan. Tapi semua yang tadi saya katakan mengenai memuliakan Tuhan tidak ada hubungannya dengan lumbung, tidak ada hubungannya dengan berkat jasmani. Itu banyak berhubungan dengan hubungan kita dengan Tuhan. Dan ayat 9 adalah satu-satunya ayat dimana dikatakan kita memuliakan Tuhan itu dengan harta kita. Kita memuliakan Tuhan dengan apa yang ada pada kita.

Dikatakan di sana, muliakanlah Tuhan dengan hartamu. Bahasa Inggris, honor the Lord with your possesions, hormatilah Tuhan dengan harta yang saudara miliki. Hormatilah Tuhan dengan apa yang kita punya. Dia nggak minta yang kita tidak punya. Tapi apa yang kita punya, kita bisa pakai untuk memuliakan Tuhan. Dan dengan hasil pertama  dari segala penghasilanmu. Pada tahun 2004, lima jemaat yang memberikan gaji pertama dari pekerjaan mereka. Ada yang memberikan gaji di Jakarta. Ada yang memberikan gaji pertamanya di Cianjur. Itu adalah buah sulung atau hasil pertama. Kalau saudara-saudara, kita sudah jarang ke Pasir Nangka. Tapi dulu di Pasir Nangka ada istilah kebaktian sedekah bumi. Dimana ketika petani-petani Pasir Nangka, 20 kilometer saja dari Cianjur, itu panen.

Maka mereka membawa hasil pertama sedekah bumi. Membawa hasil pertama, dibawa ke gereja. Bukan hanya yang memiliki sawah tetapi yang mengerjakan sawah, padi. Itu kalau mereka petik padi, mereka dapat satu karung sebagai hadiahnya. Itu sepersepuluhnya, sebelum mereka makan, itu mereka bawa ke rumah Allah. Jadi ada yang bawa nangka, ada yang bawa kelapa, ada yang bawa padi, ada yang bawa kentang. Pokoknya hasil bumi, semua mereka bawa ke gereja. Nah, masih ada atau tidak sampai sekarang. Tetapi itulah yang diminta oleh Tuhan. Memuliakan Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu. Boleh saya kasih ilustrasi.

Pada waktu seorang hamba Tuhan mau ke Afrika dari Inggris, David Livingstone. Dia bawa barang-barang ke kapal laut. Sewaktu dia mau naik kapal laut, ada seorang ibu berlari-lari membawa uang $20, kurang lebih uang dolar dengan poundsterling, tapi kurang lebih $20. $20 itu dia kasih. Bapa David Livingstone, anda mau menginjil ke Afrika, ini saya hanya bisa bantu ini. Dia kasih uang simpanannya $20. Oh, terimaksih. ... dikantong sini. Tidak lama David Livingstone ke Afrika. Sampai di Afrika, saudara-saudaraku, borongan. Bagaimana membawa barang-barang saya ini untuk pergi ke satu daerah, kami mau berkemah di sana. Oke. Pegawai-pegawai bilang, $20. Bisa tepat begitu.

Jadi dibayarlah pegawai-pegawai itu $20, untuk membawa barang-barangnya, pakaian dan sebagainya. sementara mereka berjalan, saudara, di Afrika. Saudara tahu yah di Afrika banyak singa. Mereka tidak tahu bahwa ada seekor singa yang lapar mengendap-endap dan persis singa itu melompat, menerkam David Livingstone. Tapi karena ada satu pegawai di sana yang dekat David Livingstone. Pegawai ini dia lompat ke depan David Livingstone mengahalangi singa. Dan singa itu justru menerkam pagawai ini sampai pegawai ini luka-luka, dan pegawai ini meninggal. Selama 20 tahun David Livingstone bekerja di Afrika, ribuan orang dia bawa kepada Kristus.

Yang saya minta saudara perhatikan, itu uang $20. Uang $20 yang diberikan oleh seorang wanita yang tidak tahu apa yang terjadi sudah menyelamatkan 20 tahun pelayanan David livingstone di Afrika. Kalau $20 itu - yang harganya kurang lebih dua ratus ribu, seratus delapan puluh ribu - dibelikan beras, berapa lama? $20 itu, dibelikan minuman keras, berapa lama? Berapa harganya? $20 itu dibelikan makanan kue, berapa lama? Tapi $20 penting untuk menghormati Tuhan. Dia membawa itu kepada hamba Tuhan mau menginjil. Apa yang terjadi? $20 itu menyelamatkan 20 tahun pelayanan dari David Livingstone di Afrika. Jadi beda, saudara, kita bawa untuk diri kita, kita bawa untuk orang lain, dan kita bawa untuk Tuhan. Itu bedanya luar biasa. Bedanya sangat luar biasa.

Dikatakan di sana sekali lagi, Amsal ini, muliakanlah Tuhan dengan hartamu. Ternyata Tuhan bisa dimuliakan, dipermuliakan dengan harta. sebetulnya saudara memberi atau tidak memberi itu uang sama Tuhan, Tuhan tetap mulia. Karena sebelum kita ada, Dia sudah ada. Sebelum bumi ada, Dia sudah ada. Tapi sekarang kita mempelajari, kenapa Tuhan minta dimuliakan dengan, saudara-saudara, hasil, apa yang ada sama kita? Kenapa? Kita akan lihat dalam Kitab Ulangan pasalnya yang ke 8:11,

8:11 Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;
8:12 dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya,
8:13 dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak,
8:14 jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan,
8:15 dan yang memimpin engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular-ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras,
8:16 dan yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya.
8:17 Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.
8:18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.
8:19 Tetapi jika engkau sama sekali melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa;

Ini salah satu sebab kenapa Tuhan menyuruh kita menghormati Dia dengan harta kita. Karena banyak orang, umumnya bukan kristen, tidak sedikit yang menganggap bahwa dialah yang mendapatkan uang itu. Bisnisnyalah, sayalah, akulah, yang mendapatkan uang ini. Ada seorang dapat lima puluh juta. Maka di hadapan sidang jemaat, di hadapan orang-orang, di hadapan orang yang lain, dengan bangga dia memberikan uang lima puluh ribu. Ini untuk pekerjaan Tuhan. Apa itu menghormati Tuhan? Dari lima puluh juta memberi lima puluh ribu untuk Tuhan. Kita seringkali lupa, saudara-saudara, bahwa kita menganggap kita yang menghasilkan uang. Padahal itu Tuhan. Amin? Tuhan waktu saudara tidur, saudara-saudara, kita tidak tahu. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Tuhan yang membuat saudara mampu mendapatkan uang, mendapatkan kekayaan itu. Sebab yang kedua kenapa Tuhan meminta kita menghormati Dia dengan harta kita. Tertulis dalam I Timotius 6:7,

6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Ini surat bukan orang dunia. Ini surat untuk orang kristen. Ada banyak orang kristen menyimpang imannya. Yaitu dengan memburu uang, sehingga mereka anggap dialah yang bikin mereka kaya. Sayalah yang bisa bikin, membeli pabrik. Sayalah berhasil. Saya mau beri kesaksian yang hidup. Ditulis oleh Kompas minggu lalu. Di Solo, kalau saudara kebetulan ketemu. Saudara nanti akan ketemu pa Ogah. Pa Ogah itu adalah orang Tionghoa. Jarang ada pa Ogah orang Tionghoa, tapi ini orang Tionghoa. Kebanyakan supir-supir di sana, pemilik mobil, karena lihat orang Tionghoa yang jadi pa Ogah, kasih agak besar. Lima ratus, ada yang seribu. Ketika di tanya sama ........., siapa ini? Dia adalah mantan - mantan - salah satu orang terkaya di Solo. Lho kenapa bisa jadi pa Ogah sekarang? Judi. Main judi, tupok, judi, maciok. Akhirnya, saudaraku, jadi pa Ogah.

Biar kekayaan saudara segunung, tapi kalau dipakai judi terus? Orang berjudi ingin lebih kaya, lebih kaya, lebih kaya. Maka kalau seorang bisa menghormati Tuhan dengan apa dari miliknya, itu sebetulnya satu hal yang luar biasa. Kalau kasih kolekte, kasih persembahan - ini untuk Tuhan lho - jangan kasih uangnya yang bau, yang busuk, yang bau terasi, yang jelek, kumal. Sampai gambarnya pun kita bingung, gambar manusia apa gambar monyet? Kita nggak lihat, karena sudah kumel, kasih untuk Tuhan. Yang bagus, yang lempeng, yang disetrika, ditaruh untuk diri sendiri. Yang lempeng-lempeng duitnya, cium-cium wangi dari bank, untuk dirinya. Tapi untuk Tuhan, dia ambil duit yang paling kecil, robek lagi dari dompet karena nempel sekali yah. Kalau orang pedit itu, saudaraku, duitnya tuh nempel sama dompet. Dicabut malah robek, saking embungnya memberi.

Jadi saudara-saudaraku, ada orang yang bikin, dia dengar dulu pengumuman, satu kali saja persembahan. Seribu. Dua kali persembahan, gope, gope. Nggak mau rugi dia. Dia tidak mau rugi. Nah ini yang saya katakan mentalnya mental miskin. Mentalnya mental orang berkekurangan. Dia punya besar rumah. Dia punya perusahaan. Tapi kalau sudah di gereja, dia jadi orang miskin. Dia memberi yang kecil, yang bau, yang busuk, yang tidak ada harganya. MAkanya bagaimana anggur pemerahan kita bisa melimpah-limpah? Nggak mungkin. Kesaksian yang kedua. Di  Malang, saya kenal seorang yang namanya bapa Ong, keluarga Ong. Dia lebih cameuh dari saya, jauh. Cameuh pisan.

Keluarga Ong sekarang sudah pindah ke Amerika. Anak-anaknya sekolah di Amerika, tapi waktu itu dia masih di Malang. Dia jual beli alat-alat elektronik. Dia bikin loud speaker. Banyak membantu sekolah alkitab, yang waktu itu di Beji, saya jadi stafnya. Jadi saya suka diutus, ambil besi, ambil amplifier dari bapa Ong. Dia bersaksi, saudara. Pak, nggak mungkin, betul. Nggak mungkin kita ini bisa diberkati tanpa Tuhan. Satu kali saya beli mobil baru, pegeout 504. Baru sekali. Saya jalan itu, tidak ada kendaraan. Saya lagi jalan lurus, tidak ada apa, tidak ada apa. Tiba-tiba saja terbalik itu mobil. Terbalik. Roda mobil ada di atas, dia ada di bawah. Mukanya tertutup jok mobil. Dia mau angkat mukanya, nggak bisa. Jik itu terlalu berat. Tidak ada orang, dia sudah tidak dapat bernafas.

Dia bilang, pak, kalau waktu itu saya ditawarin mau emas satu kilo sama nafas. Saya pilih nafas. Iya dong, kalau sudah mau mati, orang pilih nafas daripada emas. Kalau lagi hidup, orang pilih emas daripada nafas. Kalau orang lagi mau mati, nafas dari emas. Biasa. Dia menangis. Dia tahu dia mau mati. Dia minta mapun sama Tuhan. Dia orang pantekosta. Tuhan, saya minta ampun. Saya sudah lupa sama Tuhan. Berkati Tuhan, saya sudah lupa ke gereja. Saya punya toko diberkati, saya sudah jarang ke gereja. Saya minta ampun, Tuhan. Tolonglah Tuhan. Saya minta nafas. Tolong selamatkan saya. Dalam hati. Saudara, ini kesaksian dia, saya tidak kurang, saya tidak lebihkan. Dia bilang, dia rasa ada orang pegang dia punya kepala, dan balik. Langsung jendela terbuka. Dia nggak lihat orang. Tapi dia rasa ada tangan pegang kepalanya. Sampai orang banyak datang.

Saudara, itu salah satu sebab, kenapa kita itu harus menghormati Tuhan dengan harta kita, dengan apa yang ada sama kita. Itulah sebabnya, saudara. Saya ada jemaat di Jakarta, ada jemaat di Cianjur. Memang jemaat di Cianjur lebih tua, lebih lama. Jemaat di Jakarta mulai tahun 84 sampai sekarang, 20 tahun saja. Tapi yang di Cianjur, sebelum saya lahir sudah ada. Tapi ada perbedaan yang jauh antara Jakarta dengan Cianjur. Saya pun tidak tahu, karena kota besar mungkin. Tapi cara mereka berkorban, luar biasa. Nggak usah diomongin, nggak usah dikhotbahin. Kalau mereka tahu ada keperluan, mereka kumpul uang. Sekarang ini sudah tahun kedua, mereka mau bikin paskah di restaurant.  ... untuk jemaat makan. Dua puluh lima ribu lho satu orang.

Kalau soal korban, soal bawa persepuluhan, kita harus akui Cianjur kalah. Mereka luar biasa. Dan saya tidak heran. Orang yang dulu membawa perpuluhan Rp.250.000 sekarang puluhan juta bawa perpuluhan hanya dalam jangka waktu dua tahun. Maka Tuhan itu menghormat orang yang menghormat Dia. Kembali kepada Amsal. Di dalam Amsal ini dikatakan, ayat 9,

3:9 Muliakanlah TUHAN - hormatilah Tuhan - dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,

Di Singapur, saudara-saudara, ini di agama lain. Di Singapur, orang Tionghoa yang buka toko, customer pertama, langganan pertama harus diterima. Jangan sampai dia nggak jadi beli. Jnagn sampai. Itu buah sulung. Musti dirayu sedemikian rupa sampai dia beli. Saudara tentu kenal Bapa Ong Coan Siung, almarhum. Ci Amei punya suami. Oom Ong Coan Siung ini punya cici di Tangerang. Cicinya ini punya suami juga pantekosta. Dia kasih kesaksian sama saya. Dia buka toko emas. Pendeta bilang, perpuluhan nanti diberkati. Dia bawa persepuluhan dari untungnya. Jadi satu hari jual beli, jual beli. Tutup. Coba hari ini untungnya berapa? Untungnya hari ini, umpamanya, empat ratus ribu. Empat puluh ribu sisihkan. Tiap hari. Sampai ke satu bulan, dia bawa ke rumah Tuhan, ke gereja, untuk pekerjaan Tuhan.

Terus diberkati, diberkati tokonya, diberkati tokonya, tambah besar. Lalu suami istri ngomong, bagaimana kalau kita perpuluhan sekarang bukan dari untung, tapi dari penerimaan, dari bruto, dari kotor. Iya yah. Jadi sekarang belanja, uang yang masuk berapa hari ini? Bukan untungnya. Uang yang masuk berapa? Sekian. Ambil persepuluhannya. Simpan. Sudah satu bulan bawa. Sekarang diberkati luar biasa. Diberkati luar biasa. Saudara nanti lihat kalau gerejanya ditahbiskan - gereja Cianjur, nggak ada apa-apanya - kaya istana, gede luar biasa. Saya ikut andil di sana, menyumbang Rp 111.000.000,-. Tapi bukan uang saya. Saya disuruh nyanyi, lalu dilelang. Lagu saya dilelang dapat Rp.111.000.000,- 

Pada malam apresiasi, lagu dilelang juga. Dapat Rp.250.000.000,- Tapi bukan buat saya, buat orang lain. Buat gereja-gereja yang miskin, gereja di daerah. Tapi puji Tuhan, saya cerita ini untuk menceritakan kepada saudara, bagaimana Tuhan menghormati orang yang menghormati-Nya. Di dalam ayatnya yang ke 9 tadi, muliakan Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu. Maka ayat 10,

3:10 maka lumbung-lumbungmu - ini bicara dari gandum, makanan - akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

Baik, saya kasih ilustrasi. Kurang lebih beginilah kira-kira, 1,5m x 1,5m tanah digali. Tanah di gali kira-kira 20 cm ke bawah. Lalu dari situ dipakai saluran keluar ditadah sama bejana. Anggur-anggur yang dipanen itu dibawa masuk lalu mereka injak, diinjak sama kaki. Jadi airnya keluar, saudara, lalu ditadah sama bejana yang besar. Nah, kadang-kadang hasil tidak cukup bejananya. Umpamanya ukurannya 20 liter, disini 10 liter. Tapi Tuhan janji, kalau kita menghormati Dia, bejana pemerahanmu, diperah. Bejana pemerahanmu, diinjak itu keluar, itu akan luber, akan meluap, luber dengan air buah anggurnya. Diinjek belum selesai, sudah luber. Artinya ada kelebihan. Artinya surplus. Artinya hidup berkelimpahan. Artinya kita tidak kaya, tidak perlu kaya raya, tapi apa yang kita butuh ada. Apa yang kita butuhkan ada. Apa yang kita butuhkan ada.

Saudara-saudara, bisa saudara diberi kaya sama Tuhan. Jadi kaya, bisa. Tapi saudara, buat apa jadi orang kaya, kita takut terus. Takut garong. Biar kita biasa saja, tapi apa yang kita butuh, ada. Apa yang kita perlu, ada. Apa yang kita butuhkan, ada. Kita tidak bawa apa-apa, kata Timotius tadi. Dari waktu kita lahir, kita tidak bawa apa-apa ke dalam. Waktu kita mati, kita tidak bawa apa-apa keluar. Jadi keuangan, dan makanan, minuman, itu hanya fasilitas Tuhan bagi kita untuk hidup di dunia ini. Tetapi Tuhan ingin memberikan fasilitas yang limpah, yang lebih dari cukup. Itu sebabnya Dia disebut El Shadai, Allah yang Maha Limpah, Allah yang dari lebih dari cukup. Di dalam Yohanes pasal 10 ayatnya yang ke 10, kita melihat juga janji daripada Tuhan. Janji daripada Tuhan. Yohanes 10:10,

10:10 Pencuri - iblis - datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Bisa bilang haleluyah? Jangan dan tidak usah saudara jualan togel. Saya bukan bernubuat. Tapi orang yang jualan togel, hidupnya akan sengsara. Satu, dia melanggar undang-undang negara. Dua, dia melanggar perintah Tuhan. Tiga, dia harus nyogok polisi supaya tutup mulut. Empat, dia urus uang yang tidak halal, uang orang lain. Kaya tidak halal. Kekayaan yang tidak halal. Tidak mungkin pencuri memberi. Kalau dia memberi ada maunya. Iblis datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan. Tapi Aku - Yesus - katanya, Aku datang untuk memberikan hidupmu yang berkelimpahan. Bahasa alkitab, peruso. In quality more than super, in quantity uncountable. Secara kualitas lebih dari super, itu yang Tuhan kasih. Secara jumlah, nggak bisa dihitung. Kenapa kita musti jualan togel? Nggak perlu. Lebih senang saya punya jemaat jualan toge tetapi, saudara-saudaraku, dia halal. Daripada jualan togel.

Ini ada satu kesaksian lagi dari pendeta Yahya Lesmana dari Muntilan. Pernah satu kali ada satu ibu bawa perpuluhan. Ini oom perpuluhan. Ibu siapa? Dandan menor. Ini oom perpuluhan saya. Tiap minggu perpuluhannya. Ibu kerja apa? Tokonya dimana? Saya bisa nanti besuk. Saya bisnis. Iya apa bisnis ibu? Perpuluhan dari mana? Saya seorang pelacur. Kalau bisa ibu itu harus di dalam Tuhan, jangan jadi pelacur. Kalau ibu nggak bisa tinggalkan pelacur, jangan bawa perpuluhan lagi. Tuhan tidak akan terima uang yang begitu. Iya. Sekarang  jadi jemaat, tidak jadi pelacur lagi. Sebab nanti ada, oom ini perpuluhan saya hasil garong, hasil merampok. Tuhan tidak akan terima. Tapi kalau saudara bibilintik, keluar keringat, dagang, kasih perpuluhan. Tuhan bilang, kirim itu sama ibu itu berkelimpahan anggur dan gandum, kasih sama dia. Karena dia menghormati Aku. Saudara-saudara nanti akan lihat, berkat yang tidak sempat saudara simpan. Karena Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang limpah. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

_________________________ 

 (Kembali ke Halaman Utama)

  _________________________