Khotbah Minggu Pagi Januari - Februari 2007

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 14 Januari 2007

ALLAH ITU KUDUS

Selamat pagi, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan membuka injil Matius 

6:9   Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Renungan kita pada pagi hari ini adalah kalimat di dalam ayat yang ke-10, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di sorga.

Kalimat ini, 'dikuduskanlah nama-Mu', itu bukan berarti Allah tidak kudus, lalu kita suruh Dia menguduskan diri-Nya. Dikuduskanlah nama-Mu. Tapi maksudnya, dari pihak kita berulang-ulang berkata: Kuduslah nama-Mu!

Kita belajar yang pertama, Elohim yang kita sembah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus itu Allah yang kudus. Amin?

Seringkali kita lupa bahwa Tuhan kita itu Tuhan yang kudus. Kita menekankan Tuhan itu baik, Tuhan itu maha kasih, Tuhan itu panjang sabar, Tuhan itu murah hati, Tuhan itu berkesetiaan, Tuhan itu maha pemaaf. Dan itu semuanya betul. Tetapi dalam doa Bapa kami, kita diajar untuk meneriakkan kata: Kuduslah nama-Mu.

Jadi pertama-tama yang kita harus sadar setelah kita di dalam Tuhan Yesus, nama Tuhan itu kudus. Kalau kita membaca Matius

5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

Kembali lagi kepada Matius 6. Bagaimana kita manusia yang tidak sempurna disuruh oleh Tuhan menjadi sempurna seperti Bapamu yang disorga sempurna. Dan salah satu kondisi dari Bapa kita itu adalah kudus. Saya ingin menerangkan apa artinya kudus atau suci itu di dalam kekristenan. Di dalam kekristenan, suci itu tidak ada hubungannya dengan orang yang bertapa di atas gunung jauh dari keduniawian, memelihara jenggot panjang, ... dan itu adalah orang yang kudus. Tidak.

Orang yang kudus tidak ada hubungannya dengan orang yang tidur di atas paku, makanannya duren, tusuk giginya paku. Tidak ada hubungannya dengan cia cay, makan sayur-sayuran. Tidak ada hubungannya. Karena Alkitab berkata, tidak ada yang suci. Kita buka Roma 3, di sana dikatakan dengan jelas oleh ayat firman Allah. Ayat 10-11 dan 23,

3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.
3:11 Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah.

3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Jadi semua orang, kita semua, satu jemaat, semua orang. Semua orang di luar, di dalam, kita semua sudah berbuat dosa. Jadi apa arti Matius 6, kuduslah nama-Mu? Di dalam pengertian kekristenan, teologi kekristenan, yang disebut kudus itu adalah kita orang yang berdosa. Menurut tema Perjanjian Lama, orang harus bawa korban, menyembelih lembu, menyembelih domba. Dombanya dipercikkan, minta ampun sama Tuhan, dia baru suci. Tetapi kita di Perjanjian Baru, kita sudah punya Anak Domba Allah, yaitu Yesus.

Dia membawa diri-Nya sendiri, menurut surat Ibrani, kepada Tuhan dan Dia menguduskan kita semua yang percaya kepada Dia. Jadi kekudusan dari orang kristen bukanlah buatan kita. Kita anggap kalau kita banyak doa, banyak puasa, lalu banyak baca firman Allah, kita adalah orang kudus. Tidak ada hubungan dengan itu. Justru kita berdoa, kita puasa, kita rajin kebaktian, setelah kita dikuduskan. Jadi artinya kesucian di dalam orang kristen adalah hanya oleh kemurahan Tuhan, kita yang dahulu orang berdosa, setelah dikuduskan di dalam Tuhan. Amin? Kita telah dikuduskan.

Saudara mungkin tidak suka dengan kata dikuduskan. Tetapi saya ingin supaya saudara mempunyai hati yang bebas di hadapan Tuhan. Kita ini dikuduskan kalau kita percaya. Sekarang kalau kita orang kristen sudah dikuduskan oleh Tuhan tapi kita masih senang berbuat dosa, maka pelayanan Tuhan itu tidak ada harganya. Banyak orang kristen yang masih berdosa. Banyak orang kristen sudah kenal Tuhan, sudah dibaptis, sudah penuh Roh Kudus, jatuh lagi dalam dosa.

Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata, kalau kamu berdoa selalu ingat berkata kuduslah nama-Mu, Tuhan. Supaya kita eling. Kuduslah nama-Mu Tuhan. Bahwa Tuhan yang kita sembah bukan Tuhan yang jorok, bukan Tuhan yang kacau balau, bukan Tuhan yang tidak beraturan. Tetapi Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang kudus. Amin? Dalam surat Petrus dikatakan, kuduskanlah Yesus di dalam hatimu sebagai Tuhan. Jadi Yesus saja harus dianggap kudus ada di dalam hati. Kita tidak akan bilang kita jadi suci karena nyanyi Malam Kudus, Sunyi senyap, tidak! Kita sudah dikuduskan oleh darah Yesus. Kita sudah mendapat pengampunan dosa. Kita lihat yang kedua dari Matius 6 tadi.

Yang kedua, datanglah Kerajaan-Mu. Ini adalah doa permohonan. Kerajaan ini adalah dua macam, secara jasmani - kerajaan seribu tahun. Kita belum lihat, ada di depan kita. Tapi Kerajaan Allah yang secara rohani ada di dalam hati kita. Kerajaan-Mu datang. Kita buka Roma 

14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Jelas sekali bahwa yang disebut Kerajaan Sorga atau datanglah kerajaan-Mu bukanlah kerajaan jasmani, materi yang kita bisa pegang. Tidak. Tetapi sesuatu yang tidak kelihatan tetapi ada, yaitu kebenaran, damai sejahtera dan sukacita di dalam Roh Kudus. Dalam doa kita kepada Tuhan, kita kembali kepada Matius 6 ... dalam doa kita kepada Tuhan, bukan hanya kita berkata kuduslah nama-Mu Tuhan tetapi kita berkata, datanglah kebenaran-Mu, datanglah damai-Mu, datanglah sukacita-Mu di dalam hati kita.

Itu sebabnya orang kristen yang berdoa, dia akan meminta kebenaran. Orang kristen yang berdoa, dia akan mencintai kebenaran. Orang kristen yang berdoa, dia akan menjauhkan diri dari hal yang tidak benar ... dia ingin hidup benar. Karena baru saja dia ngomong kuduslah nama-Mu Tuhan, datanglah kerajaan-Mu, yaitu kebenaran. Sebelum damai, benar dulu dong kita sama Tuhan. Tuhan datanglah kebenaran-Mu. Dalam Mazmur 23, dituntunnya aku pada jalan yang benar. Tuhan datanglah kebenaran-Mu.

Orang yang suka berdoa, orang yang tahu berdoa, dia rindu kepada kebenaran. Dia tidak suka hal yang tidak baik. Dia tidak akan mungkin selingkuh. Dia tidak mungkin tidak jujur. Dia tidak mungkin nyopet handphone. Dia tidak mungkin mengambil uang. Dia tidak mungkin menjadi Kapak Merah. Dia tidak mungkin jadi koruptor. Dia tidak mungkin mencuri uang kantor. Tidak. Dia dipenuhi dengan kebenaran karena dia minta: Datanglah kerajaan-Mu, yaitu kebenaran.

Orang yang suka berdoa, itu dipenuhi dengan damai. Biarpun saudara punya uang ratusan miliar, triliunan, nggak bisa beli damai. Karena damai nggak ada di dunia. Damai itu datang dari datanglah kerajaan-Mu. Amin? Jadi ketika kita berdoa, pagi bedston di sekolah atau di rumah. Kalau saudara belum  mengalami damai sementara Tuhan mempersiapkan damai begitu banyak, salahnya bukan salah Tuhan. Salah kita. Kita tidak berdoa. Bahkan makanpun sudah tidak sembahyang sekarang. Sama kita berdoa seperti capung cebok.

Tapi saudara, saya ingin katakan kepada saudara kalau saudara berdoa, akan ada damai. Damai-Ku sendiri. Yohanes 14:27, damai Yesus sendiri. Damai yang Dia berikan ... Sangat besar. Bukan yang dunia berikan, Damai yang jadikan ... Hati gemar. Gemar itu senantiasa bersukacita.

Itu sebabnya yang ketiga, orang kalau berdoa, datanglah kerajaan-Mu. Setelah dia dapat damai, dia akan mengalami sukacita. Sukacita bukan kita lompat-lompat, cekakak-cekikik, cengengesan, bukan. Tetapi sukacita yang di dalam.

Kita bisa meneteskan air mata tapi hati kita sukacita. Problem datang tapi tetap hati kita sukacita. Apapun persoalan hati tetap hati kita sukacita. Sama seperti arloji. Arloji sekarang banyak yang dibuat kedap air, anti air sampai kedalaman 1.000 meterpun tahan air. Demikian juga sukacita. Sukacita itu harus tahan percobaan. Percobaan yang seribu meter pun, tidak akan mematikan mesin arloji sukacita saudara. Apapun yang terjadi di sekitar kita, tapi itu tik-tak-tik-tak dari sukacita akan selalu hidup. Itu sebabnya orang kristen yang tahu berdoa, orang kristen yang water-proof. Amin? Anti air, tahan, ... tahan bantingan. Anak Tuhan yang suka berdoa nggak kagetan. Tenang.

Yang berikutnya kita lihat. Jadilah kehendak-Mu. Jadilah kehendak-mu, ini kemenangan orang kristen. Ketika kita sembahyang kepada Tuhan: Tuhan, saya mau ini, saya mau ini, saya mau ini, kehendak saya tuh ini, ini, ini, ini, ini, Tuhan atur ini, atur ini, ini, ini, ini. Nggak akan terjadi apa-apa. Justru kemenangan kita ketika kita berkata: Tuhan, saya ingin ini, saya ingin ini, tapi bukan kehendak saya. Biar kehendak-Mu yang terbaik yang jadi. Waktu itulah saudara berhasil. Tuhan Yesus kan sampai tiga kali sembahyang. Dia ngajar sama kita jangan mengulang-ngulang kalau berdoa. Kita baca ayat 

6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

Yesus sendiri bilang jangan diulang-ulang. Tapi Yesus sendiri mengulang doa-Nya, tiga kali: Bapa, Saya tidak mau salib, hindarkan cawan ini dari pada-Ku. Satu kali. Dia lihat murid-murid-Nya tidur, dibangunkan. Berdoa sama Saya satu jam: Bapa, kalau boleh, cawan ini Tuhan singkirkan. Saya tidak mau cawan salib ini. Dosa manusia Saya harus tanggung. Dia kembali sama murid-Nya, dilihat lagi tidur. Tiga kali: Tuhan - sampai keluar keringat darah - nggak tahan Saya ini minum cawan. Singkirkan kalau boleh, Tuhan. Tapi bukan kehendak-Ku yang jadi tapi kehendak-Mu!

Ini rahasia besar dari kemenangan hidup kristen secara rohani maupun secara jasmani, secara ekonomi, secara rumah tangga. Ini kemenangan besar. Ketika kita berkata kehendak-Mu yang jadi, bukan kehendakku. Tuhan, saya ingin di sana. Tapi bukan kehendak saya. Kalau kehendak-Mu bukan di sana, saya turut sama Engkau.

Saya dulu waktu masih umur 37-38, sering diundang di Semarang, di gereja Isa Almasih. Ada dua Isa Almasih di Semarang dan salah satunya masih sampai sekarang mengundang saya. Tapi saya diundang di satu gereja Isa Almasih yang jemaatnya ada tiga ribu orang. Pendetanya umur delapan puluh tahun, sudah agak pikun. Karena majelis jemaat merasa malu punya gembala seperti itu, dia datang ke Jakarta minta ganti pendeta. Ini kehendak manusia, minta ganti pendeta. Dikirimlah pendeta jago khotbah. Dan saya katakan, dia memang pintar khotbah. Umur empat puluh delapan tahun. Jago khotbah. Ini karena masih hidup, hanya tinggal doa berkat saja. Apa terjadi? Meninggallah pendeta yang empat puluh delapan tahun. Empat puluh delapan tahun yang meninggal. Tuhan bisa pakai orang tua sama hebatnya Tuhan bisa pakai orang muda. Jadi tidak boleh kehendakku yang jadi. Kehendak-Mu yang jadi.

Yang terakhir adalah - ini yang ingin saya saudara mengetahui -, yaitu di bumi seperti di sorga. Mari lihat, kalau ini garis yang membedakan sorga dan bumi. Jadilah kehendak-Mu di bumi, di dunia, hidup kita sehari-hari seperti di sorga. Jadilah kehendak-Mu, kehendak Tuhan, di bumi seperti di sorga. Jadi kalah menangnya kita di bumi ditentukan dengan kalah menangnya kita di sorga. Lebih jelasnya. Kalah menangnya kita dalam hidup sehari-hari, itu kalah menangnya ditentukan oleh kehidupan kita yang rohani.

Saya kasih contoh. Elisa, dia seorang nabi yang tenangnya luar biasa. Dia tinggal di Dotan, dikurung oleh tentara Midian, ribuan tentara, pasukan berkuda. Pengerjanya sudah gemetar. Dia lari: Bapa, bapa, kita dikurung oleh tentara musuh, ribuan ini. Apa yang kita harus lakukan? Elisa bilang sama Tuhan: Tuhan, bukalah mata dari pengerja saya ini.

Ketika dibuka sama Tuhan, dia melihat di atas tentara dunia, ada tentara Kerajaan Sorga yang jauh lebih besar, jauh lebih komplit, jauh lebih hebat dari tentara yang ada di dunia. Saat itu pengerjanya sadar kenapa Elisa itu tenang. Karena dia tahu yang melindungi dia adalah sangat lebih hebat dari pada yang melawan dia. Jadi kita belajar kehendak Tuhan yang di sorga, jadi di bumi seperti yang di sorga. Saudara-saudara punya visi jangan ke dunia tetapi ke sana, ke sorga!

Apa yang terjadi di sorga? Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: Apa yang kamu ikat di dunia Aku ikat di sorga. Ada hubungan sorga dengan dunia. Apa yang kamu lepas di dunia, terlepas di sorga. Ada hubungan antara sorga dengan dunia. Dua puluh satu hari Daniel berpuasa. Lalu datang malaikat: Aku sudah kirim berkat itu dua puluh satu hari yang lalu. Tetapi ada yang menghalangi, yaitu setan. Tapi karena kamu berpuasa, setan tidak bisa tahan, berkat itu datang kepadamu. Jadi saudara, berkat dan apa saja itu terjadi di gelanggang rohani dulu, baru turun ke jasmani.

Saya yakin STT yang terjadi itu sebelumnya sudah direkam dulu, sudah terjadi dulu di dalam Kerjaan Sorga. Dalam bidang rohani kita-kita sudah menang dulu, baru Tuhan berikan: Ini yang kamu pikir. Blue printnya itu di sorga, faktanya ada di bumi.

Jadi kalau saudara-saudara lihat ada orang benci sama kita, teroris mau bunuh kita, ada orang tetangga membenci kita, marah-marah sama kita. Bukan dia musuh kita. Efesus 6 berkata, kita tidak perang melawan darah dan daging, kita berperang melawan penghulu-penghulu di udara.

Iblis-iblis di udara ada empat macam. Kalau ini dikalahkan, nanti saudara lihat, eh, kok anak kita jadi baik? Kok anak kita jadi dengar-dengaran? Kok anak kita jadi nurut? Di sini. Menangnya itu kapan? Kalau kita berdoa. Sederhana sebetulnya ini. Ketika kita berdoa, masalah atau masa alah, masalah-masalah kita, itu akan dikalahkan oleh doa. Kualitas kita tidak akan melebihi doa kita. Kualitas kerohanian, kekristenan kita nggak akan melebihi. Siswa-siswi yang malas berdoa, yang korupsi berdoa, itu di pekerjaan Tuhannya juga nggak akan maju. Tapi dia yang sungguh berdoa - saya lihat di ladang Tuhan - mereka yang berhasil.

Ada murid saya punya jemaat luar biasa besar. Padahal baru kelas satu. Kita tahu waktu di sekolahnya dia berdoa, berpuasa, berdoa, berpuasa. Jadi jemaatnya itu sudah mulai dari sekarang dia cari melalui rohani yang Kerajaan Sorga. Dia imani dalam nama Yesus. Maka ketika dia keluar dari sekolah, Tuhan berikan jemaat yang dia inginkan. Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Aduh, sekarang susah cari pekerjaan. Siapa bilang? Di hadapan Tuhan nggak ada yang susah. Yang susah bukan cari pekerjaan. Susah berdoa. Karena kita susah berdoa maka pekerjaanpun jadi susah. Tapi kalau kita mudah berdoa, pekerjaanpun jadi mudah. Kurang berdoa, kurang kuasa. Suka berdoa, suka kuasa. Banyak berdoa, banyak kuasa. Anti doa, anti kuasa. Sekarang kalau saya pakai ini mungkin lebih menarik. Tidak berdoa, tidak ada berkat. Kurang berdoa, kurang berkat. Banyak berdoa, banyak berkat.

Banyak-banyak berdoa, banyak-banyak berkat. Lebih sering berdoa, lebih sering berkat datang. Berdoa terus, berkat terus datang. Doa-berkat, doa-berkat, doa-berkat. Kita cinta berdoa, berkat cinta kita. Kita suka berdoa, berkat suka kita. Kita limpah berdoa, berkat limpah kita. Saudara percaya? Kalau saudara percaya, sudah amin, sudah. Khotbah juga selesai. Mari kita berdiri.

-- o -- 

Minggu, 11 Februari 2007

PENYERAHAN

Mazmur  

37:5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.

Saya minta perhatian saudara untuk empat kata pertama, "serahkanlah hidupmu kepada Tuhan".

Pagi hari ini kita mau dengar firman Tuhan tentang penyerahan. Yang pertama diminta oleh Alkitab, serahkanlah hidupmu kepada Tuhan. Tapi di dalam salinan bahasa Inggris dipakai kata, commit your way to the Lord ... serahkanlah jalanmu kepada Tuhan dan percayalah juga kepada-Nya.

Yang pertama, kita diminta untuk menyerahkan jalan kita kepada Tuhan. Kenapa Tuhan minta supaya kita menyerahkan jalan kita kepada Tuhan? Karena Alkitab katakan di dalam kitab nabi Yeremia, jalan-Mu bukan jalanku. Seperti langit dan bumi, demikianlah bedanya jalanku dan jalan-Mu.

Jadi jalan kita seperti bumi, jalan Tuhan seperti langit. Itu bedanya. Bumi kita tahu, kita bisa kelilingi dunia. Tetapi langit? Siapa yang pernah ke langit? Jauhnya, jaraknya berapa langit itu? Seperti tidak terbatas. Orang sampai ke bulan, sekarang sudah sampai di Mars tapi di belakang Mars masih terbentang luas. Jadi pikiran Tuhan dan pikiran kita, itu seperti itu. Pikiran kita, jalan kita katanya, seperti bumi yang terbatas. Jalan Tuhan seperti langit yang tidak terbatas.

Dalam bahasa Ibrani, bumi itu dipakai kata erets, langit dipakai kata syemayim. Erets artinya terbatas. Syemayim artinya tidak terbatas. Itu sebabnya dikatakan oleh firman Allah, serahkanlah jalanmu yang terbatas itu kepada Tuhan yang tidak terbatas. Dan percayakanlah dirimu kepada Tuhan. Kalau saudara menyerahkan jalan saudara kepada Tuhan, sudah percaya, nanti Tuhan kembalikan kepada saudara, jalan yang sudah di upgrade oleh Tuhan. Saudara diminta untuk menjalani jalan Tuhan itu, dan saya katakan pasti saudara akan diberkati.

Nyanyian lagu pantekosta kuno berkata Jalan dari Allah .. Jalan yang sempurna .. Yesus kehidupanku .. Sampai s'lamanya. Jalan Tuhan yang sempurna tidak bisa dibandingkan dengan jalan kita yang terbatas. Dalam Amsal Salomo dikatakan, banyak orang yang menyangka ada banyak jalan yang kita sangka menuju kepada kehidupan ... tapi ujung-ujungnya malahan menuju kepada maut. Yesus berkata dalam injil Matius: Sempitlah jalan dan sesaklah pintu untuk menuju kepada kehidupan, dan hanya sedikit orang yang memasukinya. Lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan.

Yang saya sangat sedih, Dia berkata: Banyak orang yang menuju jalan menuju kepada kebinasaan. Kita kalau sudah terbiasa inginnya ingin gampang, kita sudah terbiasa ingin hidupnya serba gampang, serba mudah, tidak mau percobaan, kita akan pilih jalan yang lebar, jalan yang luas, yang tidak ada tantangan, yang tidak ada larangan tapi tertuju nanti kepada kematian. Tetapi jalan dari Tuhan adalah jalan yang sempit. Itu sebabnya jalan kita yang mungkin lebar, serahkan kepada Tuhan supaya Dia papas, supaya Dia atur jalan kita yang terlalu lebar, yang tidak tahu kita mau jalan ke mana, akhirnya menuju kepada maut, itu di shape, dibentuk oleh Tuhan. 

Itu sebabnya firman Allah katakan: Serahkanlah jalanmu kepada Tuhan. Saudara mau menyerahkan jalan kepada Tuhan? Saudara mau menyerahkan jalan saudara kepada Tuhan? Yang kedua kita akan melihat Amsal

16:3 Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.

Dalam bahasa Inggris dikatakan bukan perbuatan. Tetapi dipakai kata commit your works to the Lord ... serahkanlah pekerjaan-pekerjaanmu kepada Tuhan.

Sayang kita seringkali, bukan sering lagi, 99% seringkali mau mengerjakan pekerjaan kita sendiri. Kita percaya kepada Tuhan, kita menjadi anggota gereja, kita suka berdoa, tetapi sampai kepada soal pekerjaan, kita mau kerja sendiri. Kita mirip dengan Marta. Kita mau kerja buat Tuhan. Kita mau masak untuk Tuhan. Tapi pakai cara sendiri. Tidak mau menyerahkan pekerjaan-pekerjaan kita kepada Tuhan.

Coba belajarlah serahkan segala pekerjaan saudara kepada Tuhan. Tadi pagi saudara, saya yakin saudara sudah berdoa, menyerahkan pekerjaan saudara hari ini kepada Tuhan. Serahkanlah toko saudara, serahkanlah pabrik saudara, serahkanlah bisnis saudara, serahkanlah usaha saudara, itu pekerjaan kita, kepada Tuhan. Serahkanlah segala sesuatu pekerjaan kepada Tuhan. Dikatakan, maka terlaksanalah segala rencanamu. Di dalam bahasa Inggris, dan rencana-rencanamu akan kokoh. Rencana saudara akan kokoh. Serahkan, saudara. Serahkanlah segala pekerjaan kita. Hari senin saudara mau pergi ke Bandung atau ke Jakarta, serahkan dulu sama Tuhan. Perjalanan saudara, pekerjaan saudara. Saudara mau belanja ini, saudara mau belanja itu, saudara mau bisnis, serahkan dulu kepada Tuhan.

Pada tahun 78, saya kenal satu keluarga di Jakarta. Keluarga itu tinggal di daerah Sun Rise Garden, suami istri, di rumah yang kecil. Istrinya membuka salon, suaminya kerja di luar. Sangat sederhana. Saya diterima di sana. Tetapi keluarga ini sangat setia kepada Tuhan. Baik di dalam persembahan persepuluhan sampai kepada kebaktian. Dan Tuhan berkati luar biasa.

Ini saya bicara sekarang. Sekarang rumahnya seperti istana. Ada kolam renang di rumahnya, full AC. Dia baru minta saya berdoa untuk bangunan di atas tanah tiga hektar di daerah Ciloto. Saya minta didoakan pembangunan rumah ini. Saya yang taruh batu pertama. Dia mau menyerahkan pekerjaannya kepada Tuhan. Bangunan yang dia mau bangun panjangnya saja sudah seratus meter, belum lebar, belum ke sana. Di pinggir sungai Ciloto, bagus sekali pemandangannya. Dua minggu setelah dia minta saya doa untuk pembangunannya, dia minta saya mendoakan pembangunannya. Dia mau bangun gedung tingkat enam. Dia minta saya berdoa.

Kalau Tuhan melihat seseorang selalu menyerahkan pekerjaannya kepada Tuhan, Tuhan nggak sayang untuk memberkati orang itu. STT pun dia sumbang 600 juta. Dia bantu mungkin lebih dari 200 hamba Tuhan di desa-desa. Serahkanlah pekerjaan saudara kepada Tuhan maka rencana saudara akan terlaksana. Saudara mau serahkan pekerjaan saudara kepada Tuhan? Warung saudara, toko saudara, pabrik saudara, peternakan saudara, pertanian saudara serahkan kepada Tuhan, pasti saudara akan diberkati. Kita sambung yang ketiga di dalam Roma

6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

Amin? Yang ketiga, serahkanlah anggota-anggota tubuh kita kepada kebenaran, ... menjadi alat kebenaran. Kalau dulu anggota tubuh kita, kita pakai menjadi alat dosa, tetapi setelah kita di dalam Kristus, pakailah anggota tubuh kita untuk menjadi alat kebenaran. Saya kenal satu pendeta yang dulunya RPKAD. Kopassus itu dulu namanya RPKAD. Dia berpangkat letnan, bapak pendeta Pongayo. Dia sekarang jadi gembala di Rangkasbitung GPdI. Dulu dia anggota gereja di Bogor. Dia kristen tapi masih punya jimat. Jimatnya satu dus. Ada tengkorak, ada tulang, ada kain merah, kain putih. Dia tidak mempan kalau dibacok.

Satu kali papa saya, oom Yan, itu diundang khotbah di Bogor. Papa saya kalau saudara kenal, khotbah sederhana. Dan dia khotbah tentang Tuhan Yesus yang penuh kuasa. Di dalam Yesus ada kuasa, di dalam Yesus ada kekuatan, di dalam Yesus ada kemenangan. Ini pendeta Pongayo bilang, ini pendeta khotbah - dia cerita sama saya pribadi - ini pendeta khotbah, dia tidak tahu apa yang dia ngomong. Dia ngomong kuasa, kuasa ... dia nggak tahu saya punya kuasa. Jadi dia mulai baca mantera. Dan di dalam gereja dia mau jatuhkan ayah saya.

Ayah saya cerita sama saya, memang dia merasa seperti ada tangan yang menekan dia supaya turun ke bawah. Tetapi dia bestraf dalam nama Yesus dalam hati, masih di atas mimbar. Bukan ayah saya yang jatuh, tetapi saudara Pongayo ini yang terbanting hingga pingsan. Sempat gaduh. Apa brur tidak apa-apa? Saya berdosa sama pendeta Awondatu. Saya mau jatuhkan dia tapi ternyata kuasa Yesus lebih besar dari kuasa saya. Langsung dia bawa peti yang berisi jimat itu dan dibakar. Masuk sekolah alkitab Beji. Keluar dari sekolah alkitab Beji, dia sudah jadi hamba Tuhan. Tetapi dia masih merasa sebagai mantan letnan RPKAD.

Dia cerita sama saya. Satu kali dia bawa motor Harley dari Bandung mau ke Jakarta. Lewat di Puncak, diberhentikan sama polisi lalu lintas. Dia tersinggung. Dia berhentikan, dia pukul polisi lalu lintas itu sampai jatuh. Saya ini mantan RPKAD, Kopassus. Jadi dia bersaksi dalam reuni Beji tahun 68. Saya baru selesai angkatan pertama kelas 1, saya dengar kesaksiannya. Dia ngomong begini: Saudara-saudara, saya sudah bertobat kecuali tangan saya. Dia saksi sambil keluar air mata. Tangannya dia belum bisa kuasai karena mantan RPKAD. Akhirnya sekarang sudah baik, sudah disembuhkan oleh Tuhan. Dia jadi hamba Tuhan yang luar biasa sabar. Sabarnya luar biasa.

Saya juga kenal seorang hamba Tuhan, Jep Mofi. Dia pemain sepakbola dari Papua. Kalau dia bersaksi - saya waktu itu kelas dua di sekolah alkitab, saya dengar kesaksiannya: Saudara-saudara sekalian, dulu saya pemain sepakbola. Tendang bola masuk gawang. Sekarang saya tendang jiwa, masuk sorga. Maksud dia, dia bawa jiwa untuk sorga. Tetapi masih ada orang kristen masih suka tendang istri, masih suka tendang segala-gala. Termasuk istri-istri, masih suka cakar suami. Yang tidak mau, tidak mau berubah.

Tetapi Alkitab katakan: Serahkanlah anggota tubuhmu kepada Tuhan. Setiap orang ada kelemahan. Mungkin saya paling banyak kelemahan. Tetapi marilah kita serahkan segenap anggota tubuh kita kepada Tuhan.

Ada yang matanya belum diserahkan sama Tuhan, masih suka lihat kesalahan orang, masih suka melihat kekurangan orang. Dia lihat dirinya sendiri sudah baik, dia lihat dirinya sendiri hebat. Tapi kalau dia lihat orang lain, hanya kesalahan yang dia lihat. Kesalahan orang lain. Kesalahan si A, kesalahan si B. Yang dinilai kesalahan orang. Dia tidak pernah melihat kehebatan orang, dia tidak melihat kebaikan orang itu, dia tidak melihat. Hanya kesalahan saja.

Kalau saudara melihat kesalahan, manusia mana yang tidak ada salah? Belajarlah kita melihat kebaikan orang. Belajarlah kita melihat positifnya dari orang itu. Apa yang baik dari orang itu? Lihat itu, jangan lihat kesalahannya, jangan lihat kekurangannya.

Alkitab katakan, firman Allah itu untuk memperbaiki kelakuan. Tetapi sebelum kita kenal firman Allah, kita ada kekurangan. Nah, kita jangan sampai hanya lihat kekurangan orang, kekurangan suami, kekurangan istri. Lihat kelebihannya. Lihat kemampuannya, lihat positifnya orang itu. Nanti saudara akan lihat banyak teman saudara punya, kalau saudara hanya lihat kebaikan orang. Kalau saudara lihat kesalahan orang, istri sendiri juga banyak salah. Kalau kita lihat salah orang, suami sendiri juga banyak salah. Coba belajar, kita lihat kebaikan orang itu. Kita ingat istri kita itu yang melahirkan anak, dia berjuang mengalami maut, menghadapi antara mati dan hidup. Jangan cuma lihat salah orang.

Kenapa orang bercerai? Karena melihat kesalahan pasangan. Pasangan saya begini, pasangan saya begini. Dia begini, dia begini ... cerai. Coba lihat kebaikannya ... nggak akan ada perceraian.

Ada yang mulutnya belum diserahkan kepada Tuhan. Masih merokok. Waktu di Kisaran, saya khotbah, bahwa orang kristen tidak boleh merokok. Habis kebaktian. Sedangkan Yesuspun merokok, katanya. Iya, Yesuspun merokok, hanya tidak tertulis dalam alkitab, katanya. Bagaimana? Zaman Yesus belum ada pabrik rokok, dia bisa bilang Yesuspun merokok? Tapi itulah manusia seringkali membela diri, tidak mau pengakuan. Orang kristen yang benar tidak merokok. Itu sebabnya saya katakan, jangan merokok. Lepaskan itu rokok.

Papa saya sendiri perokok. Dia bersaksi, waktu mau dibaptis, antri, dia merokok. Yan Awondatu. Ya, saya, ... sebentar. Dibuang. Tapi setelah dibaptis, keinginan untuk merokok itu hilang, lenyap sampai dia jadi hamba Tuhan pantekosta. Sampai dia meninggal, dia tidak merokok lagi. Ada di antara saudara masih ingat oom Ecai dari Cibeber, itu perokok juga. Tetapi dia ketemu dengan gembala sebelum ayah saya, pendeta Ayowela. Ayowela berkata: Mau lepas apa tidak? Kalau brur tidak lepas rokok, saya berhenti jadi pendeta. Lepas rokok. Jadi sebetulnya orang bisa lepas rokok.

Ada di Jakarta, jemaat saya, perempuan, ngaku sama saya: Saya sudah dua puluh lima tahun merokok. Dia saksi: Asal saya kebaktian, kenapa Ko Yoyo selalu khotbah tentang rokok. Asal saya kebaktian, kenapa khotbah tentang rokok? Tapi saya ingin dengar khotbahnya. Berapa kali saya datang, khotbah lagi tentang rokok, disinggung lagi. Jadi saya robah. Saya bikin kebaktian di rumah, saya undang Ko Yoyo datang. Eh, ko Yoyo datang di rumah saya, khotbah lagi tentang rokok. Sampai anak cucu saya nengok sama saya semua.

Akhirnya dia merokok itu di Singapura. Kalau di Singapura tidak ada yang lihat. Perempuan ini, saudara. Waktu di airport Singapura - belum dilarang merokok -, dia masih merokok. Masuk di WC, dia batuk, ... keluar darah. Dia kaget. Langsung di WC itu dia berdoa. WC di Singapura itu bersih sekali. Jadi dia berlutut dan berdoa. Dia bilang: Tuhan, kalau Tuhan berhentikan saya punya batuk darah, saya janji sama Tuhan, saya mau berhenti merokok. Berhenti. Langsung dia lepas rokok sampai sekarang. Berarti orang bisa lepas rokok kalau mau. Jangan tunggu dihukum Tuhan dulu baru janji.

Ada yang tangannya juga belum dilepaskan, masih suka judi. Lagu kebangsaannya: Judi, Judi, Judi ... I love you. Apalagi ini tahun baru Imlek, tanggal delapan belas ... ce ni ce pay, setahun sekali. Ayo, kita main maciok, ce ni ce pay, bikin benteng Yerikho. Lepaskan judi itu. Lepaskan. Jadikanlah anggota tubuh kita menjadi alat di dalam tangan Tuhan. Yang keempat, I Petrus

5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Bahasa Inggris: Serahkanlah segala kecemasanmu kepada-Nya. Tuhan tahu, kita ini cemas. Cemas itu belum kejadian, tapi kita cemas. Ada flu burung, kita cemas. Bagaimana, saya ini ternak ayam. Apa semua ternak ayam saya akan dibakar? Cemas. Belum kejadian, orang belum datang, tapi kita sudah cemas. Ada teman saya punya peternakan ayam. Wah, orang kampung sudah ngomong ini, ngomong itu. Akhirnya dia minta duit. Bagaimana ini nanti kalau keluarga saya mati, di sini ada ayam?

Ada cemas ini, cemas itu. Ada banyak kecemasan. Jangan pakai kecemasan. Serahkanlah kecemasan saudara kepada Tuhan. Apa saudara punya cemas hari ini? Serahkan kepada Tuhan. Dia akan memperdulikan saudara! Yang terakhir, Mazmur

55:23 Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.

Dalam bahasa Inggris: Serahkanlah bebanmu. Bebanku terlepas .. Bebanku terlepas .. Di bawah kaki Yesus .. Jiwaku disembuhkan .. Bebanku terlepas.

Yang pertama, serahkanlah jalan saudara kepada-Nya. Yang kedua, serahkanlah pekerjaan-pekerjaan saudara kepada Tuhan. Yang ketiga, serahkanlah anggota tubuh saudara kepada Tuhan. Yang keempat, serahkanlah kecemasan saudara kepada Tuhan. Dan yang kelima, serahkanlah bebanmu kepada Tuhan.

Saya tidak panjangkan firman Allah. Tapi kalau ada saudara, apapun persoalan saudara, mau menyerahkan diri saudara kepada Tuhan, serahkan pagi ini kepada Tuhan, Dia pasti menolong saudara. Kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Minggu, 18 Februari 2007

YESUS SUDAH MEMIKUL

Kita akan buka Alkitab kita dalam Injil Matius

8:14 Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
8:15 Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia.
8:16 Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.
8:17 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."

Bisa bilang, amin, haleluyah? Dari cerita ini kita bisa belajar banyak hal.

Yang pertama kita belajar, Petrus itu punya istri. Gereja katolik menganggap Petrus itu Paus pertama. Dan dia keukeuh ngomong, Petrus tidak menikah. Dari abad ke abad mereka bilang, Petrus itu adalah Paus pertama dan tulang belulangnya ada di Vatikan. Mereka keukeuh bilang, Petrus itu tidak kawin. Nah, kalau Petrus tidak kawin, bagaimana dia bisa punya mertua? Saudara lihat, setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus. Saya punya ibu angkat banyak. Saya punya ayah angkat banyak. Tapi belum pernah ada yang bilang sama saya, menantu angkat atau ada mertua angkat. Jadi, ... Petrus kawin.

Yang kedua kita belajar, bahwa Yesus itu memperhatikan keluarga. Bayangkan kalau satu keluarga, menantu diambil menjadi salah satu rasul, harus ikut Yesus, itu satu pengorbanan sebab dia harus tinggalkan istri, tinggalkan mertua. Jadi di sini kita lihat Yesus mendatangi mertua Petrus.

Sama seperti kita pada tahun baru Imlek, bagi kita orang kristen sudah bukan lagi sembahyang bukan lagi apa karena tahun baru Imlek aslinya dulu di Tiongkok adalah pesta penyambutan kebudayaan dari petani-petani dari musim yang tidak enak musim dingin kepada musim semi. Lalu karena pengaruh setelah beberapa ratus tahun datang agama budha datang agama kong hu chu, maka jadilah Imlek itu seperti ada hubungan dengan agama. Padahal  sebetulnya sebelumnya tidak. Dan kita sebagai orang kristen sudah merayakan Imlek hampir seperti dengan natal. Kita kumpul bersama kepada keluarga. Kita pulang dari mana-mana kita kembali ke Bethlehem kita ke Cianjur dan kita berkumpul dengan keluarga.

Yesus perhatikan keluarga. Bahkan Yesus perhatikan seseorang yang tidak berdaya karena kena penyakit demam. Sakit demam itu sakit yang enteng. Dia tidak seperti flu burung, sakit sekarang, lima menit lagi mati. Itu flu burung. Kalau demam, sudah berhari-hari, berminggu-minggu, pilek, batuk, demam, panas, ya entenglah. Tapi cukup membuat seorang non-aktif. Nah, bahaya sekali kalau kita di dalam kehidupan kristen itu kita 'demam'. Demam kita secara rohani tidak aktif. Saya senang tadi dengar kesaksian bahwa anak rohani saya pindah di Jakarta, dia ada kerinduan untuk bersaksi bagi saudara-saudaranya di Hongkong. Sampai dia harus ngeles bahasa mandarin.

Ini anak Tuhan yang tumbuh, anak Tuhan yang berkarya, anak Tuhan yang aktif. Tidak demam. Kalau orang kristen yang demam, dia ke gereja ke gereja, tapi dia tidak mau aktif. Demam itu di tempat tidur, tidak kerja, tidak bisa kerja. Karena memang tidak bisa aktif, tapi tidak akan mati. Ada orang kristen seperti ini, demam. Mati nggak, kerja nggak mau. Dia demam, adanya di tempat tidur. Tapi saya senang sama Yesus, Yesus menyembuhkan bukan hanya penyakit yang berat-berat, tapi Dia juga menyembuhkan penyakit demam ini. Amin, saudara?

Jadi kalau ada di antara saudara yang tidak aktif, hanya datang ke gereja 4D atau kadang-kadang 5D - Datang, Duduk, Dengar, Duit kolekte, pulang Dongkol - maka saudara-saudara itu termasuk orang yang demam.

Yang ketiga kita lihat. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia.

Tuhan Yesus itu cuma pegang tangan. Yesus ini sopan, Dia pegang tangan. Apa yang terjadi, saudara? Lenyaplah demamnya, iapun bangunlah dan melayani Dia. Maksud Yesus menyembuhkan, supaya orang ini aktif. Bangun, sembuh. Bukan bilang terima kasih Tuhan. Tidak. Bangun dan langsung melayani.

Saya punya jemaat di Cianjur, saya ingin semua adalah jemaat yang melayani. Kecil atau besar adalah jemaat yang suka melayani. Kalau saya bilang melayani itu bukan pimpin puji-pujian, bukan. Melayani itu aktif di gereja - aktif membawa jiwa, aktif berhubungan dengan sesama. Jemaat yang melayani. Yang dilayani siapa? Bukan Awondatu. Yang dilayani siapa? Bukan GPdI. Yang dilayani itu pekerjaan Tuhan.

Selanjutnya, kita belajar ayat 16, Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan.

Tadi penyakit yang enteng, demam. Dan yang sakitnya cuma satu. Sekarang, dibawa orang banyak yang kerasukan setan. Penyakit berat. Kerasukan setan itu bahasa yang sopan. Sebetulnya bahasa yang benar itu gila, orang yang gila dibawa. Orang yang kerasukan setan, yang banyak setannya itu dibawa. Tapi perhatikan saudara kalimat berikutnya: Dan dengan sepatah kata saja, Yesus mengusir roh-roh itu.

Kalau kita membaca, membandingkan dengan ayatnya yang ke-5, ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:

8:6 "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita."
8:7 Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya."
8:8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.

Sepatah kata menyembuhkan satu hamba. Sepatah kata. Di dalam ayatnya yang ke-16, sepatah kata Yesus mengusir roh-roh setan itu dan menyembuhkan orang yang menderita sakit. Betapa kuatnya kuasa firman Tuhan ini. Dia bisa mengatasi hal yang kecil, dia bisa mengatasi juga hal yang besar. Dia tidak seperti payung. Payung bisa menutupi kita pada waktu hujan gerimis. Tapi kalau badai yang besar, payung juga terbawa. Beda dengan firman Allah. Firman Allah kita bisa pakai untuk urusan kecil. Tapi firman Allah juga kita bisa kita pakai untuk urusan yang besar. Sepatah kata saja menyembuhkan.

Berikutnya, orang-orang yang menderita sakit. Orang yang menderita sakit. Sakit itu satu penderitaan. Yesus begitu mulia, masa Dia mau berteman dengan orang-orang gila, orang-orang yang kerasukan setan? Dia membebaskan semua dengan menyembuhkan orang itu yang menderita sakit. Sakit itu menderita. Kalau saya kerja itu menderita batin. Masih 16 tahun, 17 tahun, saya masih main band, tapi disuruh cuci WC. Sakit itu menderita. Ayat terakhir,

8:17 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."

Kalau saudara baca ayat itu, seolah-olah Dialah yang memikul segala kelemahan kita dan Dia yang menanggung. Sama memikul dan menanggung. Dalam bahasa Inggris, beda. Dalam bahasa Inggris dia berbunyi, ... Dia sendiri mengambil kelemahan kita. Mengambil kelemahan kita!

Yesus sudah mengambil kelemahan kita. Haleluyah? Dan dikatakan lebih lanjut: ... dan Dia membawa segala sakit kita. Membawa segala sakit penyakit kita. Ini fakta! Di atas Bukit Golgota, Dia sudah mengambil kelemahan kita. Kenapa saudara masih pegang-pegang kelemahan? Dia sudah membawa segala sakit penyakit kita, waktu Dia disalib. Sakit penyakit kita Dia sudah bawa.

Penyakit ada dua hal, yaitu simptom, gejala. Simptom itu kalau datang cuma 5%. Awas mau flu, itu simptom. Ketakutan manusia atau kepercayaan manusia yang jadikan simptom itu jadi 100% kena penyakit. Sebetulnya menurut fakta, Yesus sudah mengambil. Kalau Dia sudah ambil, kita  tidak lemah lagi. Kalau Dia sudah bawa sakit penyakit kita, kita tidak usah sakit lagi. Ingat janji ini. Karena Iblis suka mau kita tidak baca ini.

Saudara pada pagi hari ini, yakinlah Tuhan sudah mengambil kelemahan saudara dan sudah membawa sakit penyakit kita.

Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Minggu, 25 Pebruari 2007

SETIA DALAM PERKARA KECIL

Kita buka alkitab kita di dalam Injil Lukas 16:10,

16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?
16:12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?
16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Di seluruh Injil tidak ada ayat yang lebih keras dari ayat ini, ketika Tuhan Yesus mengajar tentang kesetiaan. Di dalam Lukas 17:10,
17:10 Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."

Jadi tidak ada sekeras Lukas 16 ayat-ayat yang baru kita baca. Mari kita mau belajar. Saudara mau belajar? Belajar itu dengan dua hal, pertama didengar, yang kedua dilakukan. Terlalu banyak orang kristen belajar, dia mendengar. Terlalu banyak siswa siswi belajar, dia mencatat, tetapi tidak pernah masuk di dalam hati. Tidak pernah ada nampak di dalam kelakuannya, dalam tingkah lakunya. Seorang murid ketahuan dia itu belajar, ketika ujian. Ketika ujian, ulangan, dia naik kelas, nilainya bagus. Berarti dia sudahlakukan apa yang dia belajar. Dia mempelajari, dia menghafal, dia berbuat.

Demikian juga kita. Semua kita akan diuji. Diuji dengan angin sepoi-sepoi basah. Diuji dengan angin ribut. Diuji dengan banjir. Tapi kalau kita melakukan firman Allah, kita akan kuat dan kokoh. Coba kita belajar sebab ini penting sekali. Kita belajar dari ayat 10. Barangsiapa. Kata barangsiapa, dia tidak peduli pendeta, tidak peduli jemaat biasa, laki-laki atau perempuan, orang kaya atau miskin, berpendidikan atau tidak, di sekolah alkitab atau bukan. Barangsiapa. Jadi ini akan berlaku kepada saudara, berlaku kepada saya, berlaku kepada semua orang yang mau mengerti firman Allah ini.

Barangsiapa, termasuk saya. Barangsiapa setia, mari saudara lihat ke depan, kata setia. Amsal 20:6 itu betul, banyak orang memuji diri. Saya orang baik. Saya orang baik. Itu Amsal 20:6. Banyak orang memuji diri. Saya orang baik, saya cukup baik. Tapi orang yang setia, siapa boleh menemukannya? Jadi setia itu hal yang jarang kita temukan. Susah cari jemaat yang setia. Susah cari pekerja yang setia. Susah cari anggota DPR yang setia. Susah cari staf sekolah alkitab yang setia. Susah cari murid sekolah alkitab yang setia. Pokoknya susah.

Tetapi ini ayat selalu berlaku. Barangsiapa setia, walaupun banyak orang tidak setia. Walaupun banyak orang tidak suka dengan kesetiaan. Yesus tidak peduli. Barangsiapa yang setia, saya bilang termasuk saya, termasuk di dalam barangsiapa. Ini ada segitiga. Saudara ingat di dalam saudara punya imajinasi ada segitiga. Segitiga ini ditengahnya tertulis pistis. Pistis itu berarti iman. Tetapi pistis juga berarti setia. Pistis juga berarti taat. Pistis itu iman, setia, dan taat, itu pistis.

Jadi kalau orang ngomong, saya setia, macam-macam ngomong setia, tetapi tidak taat. Saya orang beriman tetapi tidak taat. Janganlah alkitab dulu yang kita taati. Dalam Kerajaan Tuhan ada aturannya. Saya tidak bisa bayangkan satu kerajaan, satu negara tidak ada aturan. Aturannya Kerajaan Tuhan ditulis didalam alkitab. Republik Indonesia ada aturannya, yaitu undang-undang dasar. Sekolah alkitab juga punya aturan. Melanggar aturan itu, negara bisa menghukum rakyatnya. Kerajaan Sorga menghukum umatnya. Sekolah lakitab menghukum yang tidak taat. Cukup fair.

Saya katakan, saya adalah penganut meritokrasi. Saudara mungkin tidak mengerti apa itu meritokrasi. Meritokrasi itu saya nggak lihat orang. Siapa saja dia, kalau dia punya rohani baik, kalau dia punya ketaatan baik, kalau dia punya sesuatu baik, saya pakai. Siapapun. Jiwa baru, tapi rajinnya baik, kerohaniannya baik, ketaatan kepada firman Allah baik, saya pakai. Latihlah setia dengan perkara yang kecil. Mulai dari yang kecil, kalau dia setia dengan perkara yang kecil, dia akan setia dengan perkara yang kecil.

Begitu saya keluar sekolah alkitab dulu, saya tidak disayang-sayang sama papa saya. Tidak. Saya sapu gereja, saya musti atur korsi pakai benang biar rapih. Setelah saya keluar dari sekolah alkitab, saya tidak khotbah. Saya disuruh atur piring. Saya disuruh cuci piring. Kalau kamu bisa cuci piring, kamu bisa membersihkan jemaat. Kalau kamu bisa atur piring, kamu bisa atur jemaat. Saya musti pegang sapu lidi, tunggu kalau ada kecoa keluar dari lubang saya pukul. Saya punya mimbar itu jojodog (dingklik). Saya duduk disitu. Beberapa bulan lamanya.

Bandingkan dengan sekarang oleh saudara. Saya aminkan ayat ini, siapa setia dalam perkara kecil, dia juga akan setia dalam perkara besar. Ini berlaku juga bagi kita, karena kita tadi baru ngomong termasuk saya. Barangsiapa setia dalam - jadi bukan pekerjan luar, pekerjaan dalam. Bukan pekerjaan diluar sekolah alkitab. Ini pekerjaan luar. Mimbar, puji-pujian, khotbah itu pekerjaan luar. Pekerjaan dalam, yang nggak kelihatan - dalam perkara-perkara kecil.

Tadi malam dalam saya khotbah di badstone, bukan doa nomor satu. Bukan doa. Doa itu urusan saudara sama Tuhan. Tetapi perbuatan yang baik, buah-buah kelakuan yang baik, itu yang dibaca oleh dunia. Sekarang kalau ada jiwa baru datang, kita semua berbahasa roh. Dia bisa anggap kita gila. Itu dikatakan oleh Korintus. Tetapi kalau mereka datang, jiwa baru, mereka melihat kita ini berbuat baik, kasih tangan sama mereka. Itu lebih mantap bagi mereka. Jadi setialah didalam perkara-perkara kecil.

Maka saya bilang ini luar biasa, Tuhan Yesus tahu, dua ribu tahun sebelumnya, Dia sudah tulis. Barangsiapa yang setia dalam perkara kecil, ia setia juga. Pasti deh. Jadi kalau dia setia dalam perkara kecil, Yesus bilang, pasti kalau Aku kasih yang besar dia pasti setia. Dia pasti setia. Tidak akan Dia salah. Karena diwaktu yang kecil saja Aku beri, dia setia, dia bisa dipercaya. Aku beri yang besar pasti dia setia. Ia setia juga dalam - urusan dalam - perkara-perkara besar. Jadi Tuhan itu mempunyai dua tes: yang kecil, yang besar.

Kita ini pengennya langsung yang besar, pengen cepat berkat, pengennya cepet kaya. Padahal Tuhan lagi lihat, kamu setia nggak dengan perkara-perkara kecil? Kamu setia nggak bawa perpuluhan dengan berkat yang kecil? Kamu setia nggak dengan hal yang kecil? Kamu setia nggak mentaati aturan-aturan yang kecil? Aturan-aturan sekolah? Aturan-aturan negara? Aturan-aturan RT/RW? Aturan-aturan yang kecil? Setia nggak? Dia tes itu. Kalau kita taat, orang lain tidak taat, kita taat. Tuhan bilang, Aku akan tes yang kedua. Aku kasih yang besar.

Dan Yesus sendiri berkata, kalau kamu setia dalam perkara yang kecil, pasti setia dalam perkara yang besar. Amin? Kita buka dulu Amsal 3:3,

3:3 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,

Setia itu harus dikalungkan pada lehermu. Artinya orang luar bisa lihat. Urusan luar. Kalungkan, katanya, kesetiaan itu pada lehermu. Ornag bisa lihat. Tapi kalau ditulis dalam hati, orang nggak bisa lihat. Tuhan yang lihat. Tuliskan pada loh hatimu. Tuhan yang lihat. Jadi kestiaan itu kelihatan keluar. Darimana datangnya? Dari dalam hati yang memancar keluar. Kita lihat lagi Markus 7:20,

7:20 Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,
7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

Jangan ngomong Roh Kudus dulu. Saya tidak bisa mengerti, orang bicara Roh Kudus, orang ngaku penuh Roh Kudus, tapi dia iri hati. Disini dikatakan iri hati itu dan hujat, mencela orang, keserakahan, perzinahan, percabulan, itu menajiskan. Saya tidak bisa bayangkan orang penuh Roh Kudus tapi dinajiskan badannya. Karena apa? Ya itu tadi setia dari yang kecil. Kita kemabli lagi kepada Lukas. Barangsiapa setia dalam perkara kecil, ia setia juga dalam perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Kebetulan saya sekretaris MD. Berkali-kali saya disodori surat untuk ditandatangani, saya tidak mau. Saya bilang, ini surat tidak benar, saya tidak mau tandatangani. Hati-hati dengan tanda tangan. Jangan menandatangani surat yang tidak benar. Mahal harganya. Kalau dituntut hukum, saudara pidana. Kalau orang yang mengerti surat, kalau dia tidak suka, dia pidanakan. Kita kena. Saudara sudah tanda tangan. Maka sebelum menandatangani, baca. Hati-hati dengan urusan tanda tangan.

Maka kalau saya tahu ini surat nggak benar, biar dipaksa saya nggak mau. Lebih baik saya mengundurkan diri daripada saya harus tanda tangan sesuatu yang tidak benar. Ayat 11,

16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

Aduh ini keras sekali. Ini Yesus tuh ngomong keras sekali. Kalau kamu tidak setia dalam hal mamon - mungkin ada orang yang belum tahu, mamon itu dewa uang -. Jadi mamon itu artinya uang. Kalau kamu tidak setia dalam hal uang yang tidak jujur. Kita belajar yang kedua, uang itu kita nggak bisa percaya. Uang itu tidak jujur. Di dalam salinan lama, uang bisa membuat orang tidak jujur. Jadi kalau disalin, jikalau kamu tidak setia dalam hal mamon yang bisa bikin orang tidak jujur. Gara-gara warisan, kejujuran ditinggalkan. Gara-gara warisan, adik bisa bunuh kakak, kakak bisa bunuh adik.

Gara-gara warisan tanah orang bisa kita kangkangi, dengan bikin surat palsu. Gara-gara warisan notaris bisa kerja sama sama orang untuk menipu seseorang. Gara-gara warisan, gara-gara keinginan, firman Tuhan berkata jikalau kamu tidak setia dalam hal mamon atau uang yang bisa bikin orang tidak jujur, kita jujur. Tapi gara-gara kita tidak setia dengan uang bisa bikin kita tidak jujur. Ayat berikutnya, siapa yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Artinya saudara tidak akan mengalami harta yang sesungguhnya yang Tuhan berikan.

Harta damai sejahtera, harta yang sesungguhnya, harta dari Tuhan. Saya selalu ingat itu nyanyian yang dulu: Harta disana, Harta disana, Harta dunia tidak bisa berikan padaku, Waktu sampai sorga, Pintu terbuka, Saya ada harta disana. Tuhan masih punya harta. Tapi harta itu bagaimana mau dikasih sama kita kalau kita tidak jujur dalam hal uang yang bisa bikin orang tidak jujur. Marilah kita setia mulai dari perkara yang kecil. Sudah dua keluarga bersaksi df Jakarta. Usahanya diberkati karena setia dalam hal yang kecil. Ayat 12,

16:12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

Mari kita bicara kredit motor. Sekarang kredit motor itu dengan uang lima ratus ribu, saudara sudah punya motor bebek beru. Hanya uang lima ratus ribu, dikasih motor. Kredit tiap bulan selama tiga tahun. Lima ratus ribu, lima ratus ribu, lima ratus ribu. Pemilik motor, yang punya toko motor, dia tidak pernah berpikir bahwa orang ini akan tidak jujur. Dia percaya. Sudah lihat surat-surat. Tapi kebanyakan yang kredit motor itu tukang ojek. Sebab dia mau hasil ojeknya itu untuk kredit motor. Dia kerja. Bulan pertama, bagus. Karena dia bagus.

Bulan kedua, dia dapat kurang. Dia tidak kuat, dia kembalikan. Dikembalikan. Karena menurut perjanjian kalau tidak bisa dikembalikan. Dikembalikan. Ini musim sekarang, kredit motor tiga bulan, empat bulang, pakai ojek, kembalikan. Itu hak orang lain, kita tidak setia. Jika kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapa yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? Karena kita tidak setia dengan harta orang, kita nggak kembalikan harta orang, kita tidak jujur dengan harta orang. Tuhan tidak mungkin memberikan harta kita sendiri. Itu hak kita.

Itu berkat Tuhan buat kita, tapi ditahan sama tuhan. Tuhan nggak kasih sama kita karena kita tidak setia memberikan atau mengembalikan atau memperniagakan. Kalau kita tidak setia dengan harta orang lain, Tuhan punya berkat buat kita itu tidak dikasih. Siapa yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? Ayat terakhir,

16:13 Seorang hamba - jadi kita semua dikategorikan sebagai hamba dihadapan Tuhan, sebagai pelayan, pengikut Kristus - tidak dapat mengabdi kepada dua tuan - Dalam salinan Inggris, tidak ada hamba yang bisa melayani dua majikan -. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia - dia pakai: loyal - kepada yang seorang dan tidak mengindahkan - dia pakai: meremehkan - yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Mamon itu apa? Dewa uang. Bukan tidak boleh. Tuhan tidak ngomong begini: manusia tidak boleh melayani Allah dan Mamon. Bukan tidak boleh, tidak bisa. Either one, satu antara dua. Saudara jadi pelayan mamon, yang bisa bikin orang tidak jujur tadi. Atau saudara menjadi hambanya Tuhan? Saya paling tidak suka orang berdusta. Kalau orang berdusta sama saya, saya nggak suka. Kalau orang jujur sama saya, urusan selesai. sudah. Saya lupa. Tapi kalau orang berdusta, apalagi saya sudah tahu kebenarannya, dia putar-putar cerita kaya uler.

Kita mau melayani Tuhan. Jangan saudara anggap Tuhan nggak bisa bikin saudara kaya. Atau saudara mau melayani mamon, uang? Sebab kata Tuhan, kalau kamu menjadi hamba uang, kamu bukan hamba Allah. Kita tidak bisa melayani dua hal. Kalau kamu melayani Tuhan, sebagai hamba, kita tidak bisa melayani uang. Coba kita tenangkan hati dan pikiran kita pagi hari ini. Coba kita pikir, Tuhan katanya maha kuasa, maha mengetahui, pemilik langit dan bumi, pencipta segala alam semesta, jagad raya yang besar ini. Dan bumi dihadapan Tuhan hanya seperti debu, kecil.

Kalau saya umpamanya besarnya Tuhan seperti saya. Saya lihat ini bumi, ini Mars, ini bintang, ribuan bintang. Saya melihat itu ciptaan. Dan kita ada dalam satu tempat bumi yang kecil. Dan herannya kita yang ada di bumi, kita tidak mampu berpikir bahwa Tuhan yang menciptakan kita sanggup memberi pekerjaan, memberi uang, memberi berkat. Besarnya Tuhan itu sebesar pikiran saudara. Kalau saudara percaya menurut pikiran kita Tuhan itu maha besar, maha kuasa, maha bisa memberi, maha bisa menolong, seperti itu Tuhan.

Tapi kalau saudara bilang Tuhan itu tidak mampu, Tuhan tidak bisa, Tuhan tidak bisa kerjakan, seperti itulah Tuhan. Jadi hati-hati ini ayat, kamu tidak dapat mengabdi, you cannot serve, kamu tidak dapat melayani Allah dan mamon. Nggak bisa. Saya mau melayani Tuhan tapi melayani uang. Nggak bisa. Kalau saya lihat ada satu pelayan Tuhan, melayani uang. Lebih baik jangan jadi pendeta. Mengundurkan diri lebih bagus, lebih fair. Ada satu pendeta minta mengundurkan diri. Ya, lebih bagus, saya bilang. Daripada kamu jadi pendeta tapi otakmu penuh dengan uang.

Saya tutup dengan cerita Perjanjian Lama. Nabot. Nabot itu seorang Israel yang baik. Dia punya kebun anggur. Entah anggurnya yang manis, entah kebunnya yang besar, raja itu pengen kebun anggur Nabot. Padahal namanya raja, dia bisa bikin tanaman anggur seribu kali kebun anggur Nabot. Dia bisa bikin, bisa. Raja kok, raja Ahab. Tapi anehnya dai mau yang kecil ini, yang Nabot punya. Manusia pun begitu. Sudah punay rumah, sudah punya pabrik, sudah punya perusahaan besar, masih gelojo mau ngangkangin satu kebun anggur yang kecil. Urusan kecil.

Kirim utusan. Nabot, saya utusan raja Ahab. Kamu ngomong saja, kamu mau jual berapa kebun anggur ini? Nabot berlutut. Mohon maaf, ini kebun anggur saya satu-satunya peninggalan nenek moyang saya. Dari opa sama papa, dari papa kasih sama saya. Cuman ini saya punya dan cuman inilah hidup saya. Dengan uang dari raja, kamu bisa hidup, bisa beli tanah lebih besar. Aduh minta ampun, saya sayang sama kebun anggur ini. Sedih raja Ahab, pulang murung. Istrinya, Izebel, itu dia ngomong sama suaminya. Kakanda, kenapa kakanda itu murung? Apa adinda kurang cantik? Dia bilang, nggak.

Itu si Nabot, dia punya kebun anggur, saya pengen. Kamu kan raja, beli saja. Justru saya sudah mau beli tapi dia nggak mau. Kamu kan raja, ada stempel kerajaan. Bikin stempel. Jual, kalau tidak mati Nabot. Dikerjain si Nabot. Dia ambil kebun anggur dengan paksa.

Zaman sekarang itu zaman begitu. Saudara lihat kemarin, tiga puluh enam jam Jawa Timur mati total, tidak bisa bergerak. Karena rakyat dia tutup jalan raya, dia tutup jalan kereta api pakai batu, dia tutup jalan tol. Ribuan rakyat yang tanahnya terendam oleh lumpur Lapindo. Pemerintah diminta ganti rugi, nggak mau ganti. Dibubarkan pakai kekerasan. Nah, cara begini jangan sampai ada di dalam gereja. Yang terakhir, I Timotius 6:17,

6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini - Jadi di dunia ini ada orang kaya. Amin? - agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan - Jadi kekayaan itu tidak tentu. Garong yang kemarin masuk rumah saya, tidak berhasil bawa apa-apa. Dia masuk teman saya. Ratusan juta dia dapat. Jam dua belas siang, hari jumat. Mobilnya sama, orangnya sama, bawa golok sama pistol, tinggi-tinggi, sama. Mau jadi kaya. Nggak tentu kekayaan. Sebentar kita kumpul, tahu-tahu hilang. Tapi ayat ini nggak berhenti sampai disitu. Ada terusnya - melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya - Orang dunia ada orang kaya? Menurut ayat ini ada nggak orang kaya di dunia? Ada. Nggak percaya Yesus, dia kaya. Tetapi ada di dalam alkitab, Tuhan juga punya kekayaan - memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

Ada. Nggak usah kita ambil barang orang, nggak usah kita ingin barang orang. Sampai ada satu hukum, jangan kamu mengingini barang orang lain. Jangan kamu mengingini istri orang. Jangan kamu mengingini tanah orang seperti Ahab sama Nabot. Jangan kamu mengangkangi hak orang lain. Jangan. Karena Tuhan itu kaya. Dia bisa memberi segala sesuatu kepada kita yang setia dengan perkara-perkara kecil. Jangan jawab dan tidak usah jawab, saudara saja ngomong sama Tuhan. Apa tadi pagi saudara baca alkitab? Jangan jawab.

Bukan banyaknya Alkitab yang saudara baca, tapi porsinya, setia. Satu ayat, dua ayat, cukup, tapi tiap hari. Setia dalam hal yang kecil. Para pelayan perjamuan maju ke depan.

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________