Khotbah Minggu Pagi Januari - Februari 2009

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu Pagi, 22 Februari 2009

DOA

Injil Matius

6:5 "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Jadi upah seorang yang berdoa untuk dilihat orang; sudah itu upahnya. Cuman dilihat orang. Tidak ada berkat yang dia akan terima selain dilihat orang.

Di dalam kebaktian itu ada beberapa pelayanan. Pelayanan yang tertinggi, pelayanan yang termahal, pelayanan yang paling berharga adalah melayani Tuhan dalam doa. Tetapi ketika berdoa ingin dilihat orang atau berdoa ingin didengar orang atau berdoa ingin dipuji orang, berobahlah pelayanan itu menjadi pelayanan tampil.

Pelayanan tampil adalah pelayanan yang paling rendah. Orang ingin tampil. Orang ingin solo, duet, trio, semua tidak salah tapi itu pelayanan yang paling rendah, yaitu pelayanan tampil. Ingin dipuji orang, orang itu suka berdoa. Ingin dipuji orang, ingin dilihat orang, orang itu berdoa di tikungan-tikungan jalan raya orang Farisi itu. Kenapa di tikungan jalan raya orang berdoa? Semua orang bisa lihat. Zaman dulu, ya. Dan itu upahnya cuma di situ. Tapi doa yang kita lakukan dengan sembunyi, dengan tidak kelihatan orang, bukan untuk dipuji, nah itu baru ada pahalanya dari Tuhan. Ayat 6,

6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Bisa bilang amin? Ini doa yang dibalas oleh Tuhan. Doa yang dijawab oleh Tuhan. Justru kebalikan dari doa pertama ... pelayanan tampil. Ini adalah pelayanan tak tampil, pelayanan tak nampak. Jika engkau berdoa, masuk ke dalam kamarmu.

Kita mau bicara sebentar tentang kamar. Bahasa Inggris juga memakai kata room. Dulu room itu, kamar itu adalah tempat bersembunyi di mana orang tidak kelihatan oleh orang isi rumah, tidak kelihatan oleh orang lain. Tapi dia berdoa.

Dan kita kalau berdoa tidak usah mencanangkan. Mau kemana kamu? Saya mau doa dulu. Tidak usah dicanangkan. Kalau kita canangkan berarti pelayanan tampil. Hanya sampai situ pahalanya. Tetapi doa itu dikatakan, masuk kepada kamar yang tersembunyi.

Siapa bisa cari ayat di dalam Alkitab bahwa berdoa itu harus tutup mata? Tidak ada satu ayat di dalam Alkitab bahwa berdoa itu harus tutup mata. Tetapi tutup mata di dalam doa adalah pengejawantahan doa di dalam kamar. Tutuplah pintu. Ketika kita tutup pintu mata, tidak ada lagi yang nampak. Tidak ada lagi yang kelihatan. Kita tersembunyi. Mungkin buka mata tapi perhatian kita tertutup. Doa yang seperti ini akan dibalas oleh Bapamu karena Bapamu melihat yang tersembunyi.

Jadi konotasinya ayat 5 itu open bar, dikasih lihat sama orang sembahyang. Ayat 6, tersembunyi.

Dulu ada siswa. Sekarang sudah berhasil di Sulawesi, punya jemaat besar. Dia doa dalam sumur. Sebetulnya tidak perlu dalam sumur. Berdoa dalam sumur tidak perlu. Tetapi dia mau ikut seperti Yusuf. Yusuf berdoa dalam sumur. Sumurnya kosong kebetulan. Dia berdoa dalam sumur, berdua.

Tetapi dua orang ini berubah ketika di ladang Tuhan. Satu jadi pedagang, satu jadi hamba Tuhan. Berhasil. Doanya di dalam sumur, tidak kelihatan orang tapi kelihatan teman. Doa ayat 5 supaya dilihat orang, supaya didengar orang. Doa ayat 6 itu masuk dalam kamarmu, tutup pintu dan berdoa kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Ada dua yang tersembunyi. Pertama, Bapa kita di sorga kan tersembunyi. Kita kan berdoa supaya yang tersembunyi itu, Tuhan yang tak kelihatan itu, mendengar doa kita. Sebaliknya Tuhan yang tak kelihatan itu, yang tersembunyi, Dia sanggup melihat yang tersembunyi. Berarti apa? Dia lihat motivasi doa. Dalam doa itu yang penting motivasi. Ada yang berdoa dia tidak minta apa-apa. Tapi dia ingin berdoa, dia ingin berhubungan, dia ingin menyembah, dia ingin memuji kepada Tuhan ... itu motivasi yang baik.

Dia ambil waktu lima sepuluh menit di kamar hanya berdoa, hanya untuk menyatakan: Tuhan, saya menghormati Engkau, aku mengasihi Engkau - tidak minta -, aku memuji Engkau, tidak ada yang seperti Engkau, Engkaulah terang kehidupan saya, Engkau awal dan akhir, Engkau gembala yang baik, Engkau penjamin hidup saya - nggak minta. Saudara hanya nyembah. Saudara ingin berhubungan dengan Dia. Wah, Dia bangga kalau dengar doa seperti itu. Dia paling senang. Kalau pake hobi, Dia punya hobi itu senang dengar doa itu.

Tanya om: Kalau saya di pesawat terbang, apa saya berdoa harus ke wc? Sebab ada kamar cuma di wc. Masuk ke dalam kamarmu, tutup pintu. Jangan. Kalau di wc orang kan banyak yang mau ke wc. Saudara berdoa satu jam di situ. Lama-lama dipanggil saudara. Ini ada orang mungkin pingsan di dalam. Pesawat bisa turun, saudara. Maka itu sebabnya bukan di wc. Tapi sementara saudara duduk di pesawat, saudara boleh diam kalau kuat buka mata kalau nggak tutup mata, berdoa, menyembah Dia.

Banyak orang berdoa pada waktu dalam kesulitan. Saya sedang ke Korea. Pesawat itu lewat Laut Cina Selatan, itu paling besar anginnya di situ. Wah, itu pesawat mulai goyang. Orang sudah mau muntah. Itu rombongan dari Indonesia, empat puluh orang, berdoa semua. Saya lihat tunduk kepala semua. Nggak lama tenang. Ketika tenang, buka mata. Kira-kira lima sepuluh menit, goyang lagi, berdoa lagi. Ini doa kepepet namanya. Kalau kepepet baru dia berdoa. Berdoa itu harus berkesinambungan. Sebab doa adalah nafasnya orang kristen. Coba saudara bernafas seminggu tiga kali. Mati kita.

Demikian juga dengan iman kita. Kalau kita berdoa hanya seminggu dua kali di gereja. Di rumah kita tidak pernah berdoa. Berdoa bisa dinyatakan dalam lagu. Saya kasih tiga macam kata haleluyah. Saudara bisa bicara haleluyah, haleluyah. Nah, itu berkata haleluyah. Tetapi ketika saudara Haleluyah .. Haleluyah .. itu saudara menyanyi. Tapi ketika saudara berdoa haleluyah, itu berdoa. Kalau sementara saudara menyanyi, memuji kepada Tuhan, saudara angkat tangan saudara, menyembah Dia haleluyah, itu termasuk dalam doa. Sebab ada kata penyembahan.

Datang dari kata sembahyang. Itu orang nggak ngerti artinya sembahyang. Ada kata 'sembah' sama 'Hyang'. Hyang, Sang Hyang Wenang, Sang Hyang Widi, yang tertinggi ... Tuhan. Sang Hyang itu dari bahasa Sansekerta. Sembahyang. Ada kata sembah. Sayang gereja-gereja kita tidak besar. Tapi zaman dulu orang kalau sembahyang itu berlutut.

Ada doa yang ingin dilihat orang, ingin didengar orang. Ada doa yang biarlah hanya Tuhan yang tahu, hanya Tuhan yang dengar. Ayat 7,

6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah.

Maka kalau sembahyang itu jangan panjang, kalau di kebaktian. Bertele-tele. Jangan bertele-tele, to the point. Tapi juga jangan terlalu cepat, harus ada ucapan syukur, tapi tidak bertele-tele. Saudara tahu siapa yang doa bertele-tele dalam alkitab? Siapa yang doanya bertele-tele? Yang bertele-tele itu nabi Baal. Dia berdoa dari jam delapan pagi sampai jam empat sore. Api nggak turun-turun. Tusuk-tusuk badan, nggak turun api. Elia, kalau saudara baca doanya, tidak sampai satu menit: Ya Tuhan, Engkau Allah Israel, nyatakanlah bahwa Engkau Tuhan yang benar, turunkanlah api dari langit. Turun api.

Kalau saya khotbah bertele-tele, setengah delapan baru selesai. Dan saudara sudah gelisah. Karena saudara punya perut ada hubungan dengan tukang uduk. Jangan bertele-tele.

Tante Brodland pernah bilang begini: Doa yang benar adalah bekerja buat Tuhan. Ketika seorang bekerja, berusaha semua untuk Tuhan, dia sedang berdoa.

Saudara-saudara, orang dari Yerusalem turun ke Yerikho, digebuk sama rampok, babak belur, jatuh. Lalu turun orang Lewi. Orang Lewi ini pendeta, tiap hari sembahyang. Dia nyeberang, nggak mau nolong. Turun yang kedua, imam. Dia lihat ada yang babak belur, dia tukang sembahyang. Keluar. Datang orang Samaria. Dia nggak tahu sembahyang. Orang Samaria itu orang yang berlawanan dengan orang Israel. Tapi orang Samaria ini menolong.

Ayo, sekarang yang mana lebih baik, orang berdoa tapi nggak menolong, orang nggak berdoa tapi menolong? Orang dunia akan lihat yang kedua. Dia nggak berdoa tapi dia menolong. Pertolongannya itu adalah doanya. Dia kasih lihat cintanya. Dia turunkan badannya. Dia naikkan orang itu di atas keledainya, dia kasih minyak, dia kasih anggur. Sudah. Masukkan ke penginapan. Tolong rawat dia. Saya kasih dua dinar nanti kalau kurang saya kembali, saya bayar. Tolong rawat dia. Dia jalan kaki pulang. Dia berdoa.

Tuhan dengar doa saudara kalau saudara tahu bersyukur. Mengucap syukur kepada Tuhan.

Orang kalau ada roh doa, ketika kita ada roh untuk berdoa, jam bukan masalah. Kita terus ingin sembahyang. Tapi kalau tidak ada roh doa, bosan. Sembahyang itu bosan. Itu sebabnya mintalah roh doa supaya saudara-saudara tidak bosan berdoa kalau ingin mendapat berkat dari Tuhan. Saya paling nggak suka kalau doa itu jadi kebiasaan, jadi rutinitas. Saudara musti doa dengan ada roh doa.

Saya ingin memberi tahu kepada saudara, bahwa doa - ayatnya yang ke-7 - ini akan dibalas oleh Tuhan. 

6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah.

Nah, kita orang kristen, kita bilang kita kenal Tuhan, tapi kalau sembahyang bertele-tele. Apa artinya berdoa? Berdoa itu artinya meminta. Itu doa. Markus

11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan - itu kata 'dan' itu salah. Bahasa Inggris, apa saja yang kamu minta pada waktu berdoa. Jadi berdoa itu meminta -, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Siapa percaya bilang amin, haleluyah. Kalau hari ini kebaktian sekarang saudara didoakan. Saudara meminta satu hal. Saudara meminta pekerjaan. Sore, jangan lagi minta pekerjaan. Itu saudara tidak percaya. Ketika saudara berdoa: Tuhan, saya minta pekerjaan, saya belum bekerja. Saya tahu Engkau berikan. Saya tahu pekerjaan itu baik. Itu iman. Jangan tiap hari: Tuhan, saya minta pekerjaan. Tuhan, saya minta pekerjaan.

Maka dalam doa itu yang penting kita minta. Sebab dengan meminta kita akan buktikan Bapa kita ini seorang Pemberi; Dia akan memberi kepadamu. Yakobus

1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, - yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit -, maka hal itu akan diberikan kepadanya.
1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
1:7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.

Saya senang dengan ayat 5, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit. Jadi kalau jemaat sekarang minta sama Tuhan, Tuhan akan beri dengan murah hati. Saudara tahu murah hati? Yang saudara perlu setalen tapi Tuhan kasih seperak. Yang saudara perlu lima, Tuhan kasih sepuluh. Itu murah hati. Yang saudara perlu cuma dua pisang, Tuhan kasih satu sikat. Itu murah hati.

Saya itu paling kesal kalau ada orang bersaksi. Saudara-saudara, saat itu saya perlu uang tiga ribu rupiah. Tetapi saat itu Tuhan kasih mujizat, persis saya dapat uang tiga ribu rupiah. Nah, itu Tuhannya pas-pasan. Tuhan kita adalah Tuhan yang murah hati. Saudara minta seratus, Dia kasih tiga ratus ... supaya ada kecukupan. Saudara minta empat, Dia kasih sepuluh. Saudara minta tiga, Dia kasih tujuh. Itu murah hati. Dan Dia nggak bangkit-bangkit. Anak terhilang pulang, dia nggak bangkit-bangkit; bapanya itu nggak bangkit-bangkit. Nak, berapa uang yang sudah kamu bawa? Itu kan uang papa, itu harta semua. Sekarang kamu pulang kurus begini. Ini gara-gara kamu. Tidak! Itu bapa kita hebatnya. Cepat kenali bapa kita yang tidak membangkit-bangkit. Kembali kepada Matius. Matius

6:7b, Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

Maaf, doa dikabulkan tidak ada hubungan dengan doa yang panjang. Catat itu.

Ayahnya dari tante Brodland, pendeta WW Peterson adalah guru saya. Dia naik mobil. Musim salju, saljunya baru tipis, tapi jalan sudah ada lapisan es. Waktu dia belok, slip ini mobil ke jurang. Dia injak rem, tidak berhenti. Slip terus. Sebab es di atasnya. Dia cuma berteriak: Yesus ... itu mobil di pinggir jurang berhenti, saudara. Coba kalau umpamanya dia berdoa: Bapa kami dalam sorga, dipermuliakanlah nama-Mu, jadilah kehendak-Mu, berikanlah kepada kami makanan yang secukupnya, jangan bawa kami kepada yang jahat ... itu mobil sudah masuk jurang.

Tidak ada hubungan jawaban Tuhan dengan doa panjang. Mereka menyangka doanya dikabulkan karena kata-katanya banyak. Nah, ayat 8 ini pegang baik-baik seumur hidup.

6:8 Jadi janganlah - Janganlah kan dilarang artinya. Jangan masuk, dilarang. - kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

Jangan doa panjang-panjang. Apalagi doa makan. Juga saya paling nggak suka doa yang munafik: Ingatlah janda-janda. Duda-duda nggak pernah disebut. Ingatlah janda-janda yang miskin dalam kekurangan, yang tidak punya makanan, Tuhan. Kiranya Engkau berkati dia. Mustinya kita yang bawa pada orang tidak punya makanan. Tolonglah Tuhan fakir miskin. Tapi kalau orang minta-minta nggak pernah dikasih. Terima kasih untuk kemurahan-Mu. Kalau kita nawar pisang, nawar kaya orang Arab.

Maka saudarapun harus berbelas kasihan sama orang, nanti doa saudara itu didengar sama Tuhan. Saudara bilang, aduh Tuhan, asal saya untung segini aja sudah cukup buat saya. Oh, Tuhan kasih lebih karena saudara suka memberi. Nanti Tuhan berkati saudara. Siapa yang memperhatikan orang susah, orang miskin, Tuhan akan berkati, nggak akan kurang. Kalau saudara menghargai orang, Dia menghargai saudara. Tuhan menghargai kalau kita menghargai orang lain. Siapa yang memberi, berbelas kasihan kepada orang miskin, dia memiutangi Tuhan.

Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________