Khotbah Minggu  Pagi Juli - Agustus 2003

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu pagi, 06 Juli 2003

UPAH DOSA ITU MAUT

I Korintus 10 

10:8 Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang. 
10:9 Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular. 
10:10 Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. 

Kita pegang dulu 1 Korintus 10, nanti kita kembali kesana dengan tali Alkitab. Kita membaca dulu Roma 
6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Saudara-saudara, upah dari dosa adalah maut, adalah kematian. Boleh saya pakai kalimat, akibat dari dosa, ending dari dosa - itu adalah kematian. Tidak bisa dirubah. Akibat dari dosa adalah maut, kematian. Kalau dosa saja punya upah, saya yakin orang yang hidup benar juga pasti punya upah. Orang yang hidup kudus di hadapan Tuhan, pasti ada upah. Segala sesuatu yang kita kerjakan di dalam dunia ini akan ada hasilnya, akan ada upahnya, ya. 

Contoh, saudara rajin - akan ada hasilnya. Rajin belajar - bisa jadi insinyur, bisa jadi dokter. Saudara malas, ada hasilnya - sekolah tidak naik. Saudara rajin kerja, ada hasilnya - saudara punya penghasilan; saudara kurang bekerja, ada hasilnya. Jadi apa saja yang kita kerjakan di dalam dunia ini, akan ada hasilnya, ya. 

Saya sudah lihat pengerja rajin, sudah nggak usah pikir - pasti dia berhasil. Pengerja malas, cuma lagaknya saja hebat kaya pendeta besar, udah kita tahu endingnya kaya apa. Jemaat rajin berdoa saya udah tenang dia pasti jadi apa. Jemaat malas berdoa, sudah kita sudah tahu. Jadi setiap pelanggaran dosa, itu ujung-ujungnya .. hasilnya itu maut. Saudara nggak bisa kita blengkak-blengkok tapi kalau kita berdosa ujungnya ini adalah kematian, ujungnya adalah maut. Kita makan serampangan, ya ujungnya penyakit. Kita makan jaga, ya ujungnya kesehatan. Selalu ada.

Nah, karena upah dosa ini adalah maut, ini terjadi dalam sejarah Israel. Mari kita kembali pada 1 Korintus 10. Ini adalah sejarah Israel tetapi di dalam ayatnya ke 6   

10:6. Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat.

Saya kaget, tapi ini fakta. Israel ini umat Allah, Israel ini umat pilihan Tuhan. Dikatakan, biji matanya Tuhan. Dikatakan, diatas punggung kepak sayap burung nazar. Disebut kekasih Tuhan. Kenapa kekasih Tuhan, biji mata Tuhan, didukung atas kepak sayap burung nazar, kenapa punya keinginan yang jahat? Ini sejarah. Sebagai peringatan untuk kita. Kenapa kita udah kristen sudah terima Yesus udah dibaptis, bahkan sudah penuh Roh Kudus, kok kita masih punya keinginan yang jahat, keinginan melanggar. 

Kembali lagi ke Taman Eden. Sudah dikasih taman, sudah dikasih kebun penuh buah-buahan kompit tidak kurang, kenapa Hawa mempunyai keinginan yang jahat untuk melanggar firman Tuhan? Kebun dengan ribuan macam buah dicuekin, ngambil satu buah yang akan membuat dia ujung-ujungnnya maut.   

Sejarah akan selalu berulang. Dan ini adalah sejarah Israel sampai dikatakan saudaraku dua kali. Ayat 11  
10:11 Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. 

Dulu kita suka ada gardu listrik. Masih pake bahasa Belanda. Hati-hati bahaya, jangan dekat. Karena hanya orang tertentu yang mengerti itu disitu karena ribuan voltase disitu. Hati-hati. Dan tadi kita padam karena jebol itu, gardu ini. Tapi orang biasa nggak boleh dekat-dekat. Sudah dikasih warning. Nah, Tuhan firman Allah ini saudara hanya terdiri dari dua bagian: peringatan dan pahala. Ini cuma dua. Ikut Tuhan sungguh-sungguh, setia,  nurut - berkat. Bandel nerobos pagar firman Allah - maut. 

Sekarang kita akan lihat tiga ayat yang tadi kita baca untuk melihat bahwa apa saja yang diperbuat  mereka itu ujungnya maut. Ayat 8.
10:8 Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang. 

Bahsa Inggris memakai kata 'sexual immorality', amoral dari hal seks. Ini umat Allah lho saudara, umat pilihan Tuhan, biji matanya Tuhan ... bisa bikin pesta seks, open bar di langit terbuka. Ini yang bikin Tuhan marah besar. Satu hari 23.000 orang. Istora Senayan itu 10.000 .. kalau penuh. Dua kali Istora tambah 3.000. Susah cari jemaat gereja di Jakarta yang jemaatnya 1.000 orang. Itu rada susah. Kalau ngomong sih pinter, jemaat kami 1.000 orang. Saya perhatikan kursinya aja nggak sampai. Kita nih kalau penuh atas sampai bawah cuma 600. Susah cari 1.000. Ini Tuhan nggak sayang 23.000 orang mati. Apa yang 23.000 orang ini nggak salah? Saya yakin yang 23.000 orang inilah yang berbuat pesta seks itu. Immorality. Maka apa saja yang diperbuat ujung-ujungnya kematian. Udahlah kita nggak usah kita ngomong dia masuk neraka apa masuk surga, nggak usah; ujungnya immorality ini akan maut. 

Orang-orang yang meninggal dunia kena serangan jantung suami-suami yang nyeleweng, itu adanya dikamar hotel, dipanti pijat ... itu kena serangan jantung. Karena rasa takut ketahuan. Tapi  buat saya bukan serangan jantung - ujung-ujungnya itu memang maut. Percabulan. Sekarang itu film porno vcd porno 4.000 perak ditawar-tawarin di terminal, nggak pernah ditangkap polisi. Katanya, di gerebek di Glodok dibawa nih, bukannya dibakar, dibawa muter kota Jakarta balik lagi ke situ ke Glodok lagi. Dijual lagi sama polisi. Sudah nggak mikir ini anak kita ini cucu kita keracunan oleh sexual immorality. Dan biasanya kita ini menjadi generasi peniru. Lihat orang pake celana puser kelihatan ngikut; lihat orang pake celana ngatung sedikit sampe sejengkal dari bawah. Kalau dulu kita pake celana pake ngatung gitu waduh, emangnya bapa lu nggak punya duit bayarin celana. Kependekan tuh. Diketawain. Sekarang yang diketawain tahun 60, dipake. 

Nah, karena meniru tendensnya yang ditiru itu yang jelek. Tapi saya kenal satu ketua kaum muda, 17 tahun di Amerika lho, saudara. Teman sekolah nawarin seks, dia bilang nggak. Adakan setelah lulus SMA bikin pesta seks, nggak. Diberkati Tuhan. Jadi kembali lagi saudara, sexual immorality ini akan menghasilkan kematian. Dikatakan, sehingga pada satu hari telah tewas ... bukan meninggal. Kalau meninggal itu matinya mati yang normal. Tewas, seperti mati dalam pembantaian mati, dalam kecelakaan ... tewas. Coba saudara dengar kalau warta berita di televisi, tentara-tentara TNI tertembak mati oleh GAM. Tiga orang tokoh GAM ditembak mati. Nggak ada yang ngomong, tentara tertembak ... meninggal. Telah wafat tentara GAM, nggak ada. Mati tewas, kasar sekali. Kenapa? Karena memang pembantaian. 

Tuhan yang Mahakasih, yang Mahasayang sampai berubah jadi gedeg .. jadi kesel, 23.000 orang mati. Kira-kira saudara bisa nimbang nggak hatinya Tuhan itu maunya apa? Sampe orang Israel yang Dia sayang aja 23.000 orang Dia nggak sayang, dibunuh. Kita ini siapa? Kita ini kan orang kafir. Hanya oleh anugerah saja kita percaya Yesus. Kalau kita juga nggak sungguh-sungguh, kita bisa terbuang! Berikut. Ayat 10.   

10:10 Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. 

Kata dibinasakan dipakai kata destroyed. Sekarang saudara menemukan satu kata 'bersungut-sungut'. Bahasa Inggris memakai kata 'complain.' Kita makan minum es susu, kok nggak dingin nih, namanya saja es. Tambah dong esnya, nah itu complain. Masa complain sampe dikirimin malaikat maut. Yang cabul 23.000 orang, yang bersungut nggak ditulis berapa orang. Lebih banyak. Kenapa? Ternyata orang Israel lebih banyak complain daripada kejadian percabulan itu. Selama 40 tahun dipadang gurun, complain sama Tuhan. Nggak ada air complain, kurang air. Dikasih air complain. Minta makan, kasih manna complain, pengen daging. Dikasih daging makan kaya binatang, nggak dimaasak sampe daging nyelap-nyelip digiginya. Sampe mati. Tuhan kirim malaikat El Maut. Complain, bersungut-sungut. 

Dalam salinan lain kata complain dipakai juga arti fitnah. Saya ini bingung saudara. Saya bulan Maret terpilih jadi sekretaris daerah. Sekarang Juli, 4 bulan. Tiga hari kami menjadi majelis daerah, saya sudah dengar ada omongan. Pendeta Rewah dari Jatiwangi mengundurkan diri. Yang ngomong istri saya; dia dapat informasi dari pendeta lain. Dua-tiga hari kemudian ada lagi orang ngomong, pendeta: Pendeta Rewah mengundurkan diri dari wakil bendahara. Saya nggak jawab saya diam saja. Masa sih lagi kemarin baru dilantik kok majelis pusat, masa dia mengundurkan diri. Memang asalnya bendahara sekarang jadi wakil bendahara. Saya diam. Dapat saya undangan rapat pleno majelis daerah di Bandung. Begitu saya rapat eh, ada pendeta Rewah. Nggak mengundurkan diri. 

Nah, itu omongan pendeta Rewah mengundurkan diri dari mana asalnya? Kenapa yang bawa berita ini pendeta? Mustinya pendeta kan bawa berita yang baik, berita yang benar berita yang lurus. Ini bawa berita yang tidak baik. Ini termasuk persungutan. Dua minggu yang lalu, waktu reuni, satu hamba Tuhan bicara sama saya. Kami dengar dari suami istri pendeta, oom Rompas stroke. Ha? Iya, oom Rompas stroke. Saya bilang, kalau oom Rompas stroke, saya paling dekat lho, cuma 29 km. Saya akan lebih dulu tahu. Tapi itu betul, oom. Serius. Saya diam karena kalau stroke pasti datang lagi beritanya. Tapi ini berita di reuni. Stroke oom Rompas. Rapat MD lagi di Bandung. Penasehat dipanggil, oom Rompas ada. Nggak stroke. Sehat. Segar bugar. Nah, ini omongan dia stroke itu dari mana? 

Kemarin saya pulang dari Tondano KKR 3 hari. Saya ketemu dengan istri pendetanya Awuy. Sudah tidak lagi ketua MD. Yang saya dengar dari Jawa, dia pingsan begitu suaminya tidak terpilih lagi jadi ketua MD, dia pingsan katanya. Saya tanya, apa betul sus pingsan? Pingsan dimana? Bohong. Heran saudara orang kristen senang membawa berita bohong, senang cerita bohong dan senang dengar cerita bohong. Orang-orang seperti ini maaf, ujung-ujungnya maut. Maka heran banyak orang kristen tidak maju, banyak pendeta tidak maju, karena selalu yang dia bawa cerita bohong, cerita gosip. Gosip itu nggak mungkin digosok-gosok supaya sip - nggak mungkin. 

Jadi kembali lagi kepada firman Allah bahwa betapa bahayanya saudara-saduara, sejarah ini berulang. Hanya dengan omongan saja. Saya dapat telepon dari Pontianak saya dapat telepon dari Sulawesi Tengah ke rumah. Halo, apa betul pendeta Awondatu meninggal dunia? Saya bilang, ini saya lagi ngomong. Ini oom Yoyo? Iya. Aduh, oom, disini rame. Kenapa? Oom Yoyo meninggal. Coba. Yang bilang siapa? Pendeta. Dari Pontianak. Bekas pengerja kita orang Batak, dia telepon: oom Yoyo baik? Ini saya ngomong. Aduh oom, ... Nah, sekarang saya diundang nanti ke Pontianak KKR, 750 pendeta. Saya mau ngomong ini. Ngapain 750 pendeta ngomongnya ngomong nggak karu-karuan. Mati katanya, oom. Ada lagi, ooom Yoyo sudah ada dikursi roda. Kena Parkinson. Saudara tahu Parkinson? Parkinson itu gini ... Coba.

Bayangin kalau saya Parkinson, saudara. Ini orang manusia ini terjadi di Indonesia. Terjadi dikalangan kristen. Zaenuddin MZ bertobat. Saya bilang, bohong. Betul, oom. Bohong. Ada yang baptis yang ngaku dia pendeta ini Filemon. Dia Muhammad Filemon, dia yang baptis. Bohong. Aduh, oom nggak percaya. Sekarang ini banyak orang islam percaya sama Yesus. Nah, begitu Gatra dituntut, Muhammad Filemon dituntut oleh pengadilan,  dituntut oleh Zaenuddin MZ karena ngomong begitu, ini Gatra, baru tuh orang omong: Betul ya oom, bohong ya oom, ya. Dibilangin nggak percaya. 

Dulu saya ditelpon sama ini nih Magelang oom Victor Malino. Telepon sama istri saya: Yang, apa betul Yoyo membaptis Zaenuddin MZ? Kenal juga nggak. Dulu saudaraku Oma Irama dibaptis oleh pendeta Awondatu. Sampai Jawa Timur. Begitu kita KKR di Jawa Timur, oom selamat ya. Selamat apa? Bisa baptis itu Oma Irama. Saya kaget, nanti takut lama-lama bulan depan ada yang ngomong: Pak Awondatu membaptis Inul. Cilaka saudara. Mari kita membaca     

10:9 Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular. 

Ini agak kaget baca ayat ini karena di dalam bahasa Inggris sangat berbeda. Dalam bahasa Inggris bunyinya begini: Janganlah kita mencobai Kristus. Jadi sebetulnya jaman Musa itu, Kristus itu sudah ada. Hanya sebagai Tuhan ... sama seperti beberapa diantara mereka mencobai Tuhan lalu dihancurkan oleh ular tedung. Disini dikatakan mereka mati dipagut ular tedung. Mari saudara, apa maksudnya mencobai Tuhan? Dibawah ini jurang. Jatuh nggak, berani nggak. Coba kalau kira-kira saya berbuat ini nanti Tuhan marah nggak, ya.

Satu keluarga dari Bethlehem Elimelekh dengan Naomi, Maklon dan Kilyon anak dua lelaki, kita coba-coba yu kita keluar dari Bethlehem, kita pindah ke Moab. Di Bethlehem mah kelaparan. Pindah ke Moab setahun nggak ada gereja, nggak ada kebaktian, nggak ada sinagoga di Moab. Tapi nggak apa-apa. Tahun ke dua nggak apa-apa, nggak kebaktian nggak apa-apa, nggak ada gereja nggak apa-apa. Tahun ke tiga sama saja. Sami mawon sego rawon. Coba-coba kawin orang dunia. Cari. Kawin sama Rut kawin sama Orpa. 7 tahun nggak apa-apa. Sampe mereka sudah jadi tuman, sudah jadi biasa. Kapalan. Nggak sembahyang nggak apa-apa, nggak puasa nggak apa-apa, nggak berdoa nggak apa-apa. Nggak ke gereja ngak apa-apa. Tetap langganan ada. toko jalan nggak apa-apa. Dulu pagi-pagi kebaktian jam 6 kebaktian hari minggu, sekarang tenis. Jalan segar jalan sehat, jantung sehat, rohani bobrok nggak apa-apa. 

Begitu 10 tahun, rentetan. Meninggal Elimelekh, Maklon anaknya meninggal, Kilyon meninggal. Saya mah sudah belajar saudara, yang meninggal-meninggal ini lelaki semua. Maka saya sudah bilang sama istri saya, siap mental ...  bakal jadi janda. Karena kebanyakan lelaki mati duluan. Maka ada ayat: Ingatlah janda-janda. Kenapa? Sebab nggak ada ayat ingatlah duda-duda. Nggak ada. Ingatlah janda-janda. Kenapa? Karena laki-laki pada umumnya meninggal dulu. Ujung-ujungnya maut. Meninggalkan dari Bethlehem aduh senang, nggak apa-apa, ya. Tapi ingat ujung-ujungnya maut, kematian.    

Saya ini sepertinya protes saudara kalau dengar anak Tuhan sakit kanker. Duh Tuhan, ini milik Tuhan. Dia sudah dibaptis, dia sudah menjadi milikmu Tuhan, kenapa Tuhan ijinkan sampe dia kanker. Protes saya. Karena kita berhak untuk hidup normal, mati normal. Itu ada di Alkitab. Tapi walaupun Tuhan sayang sama kita, kita makan nggak jaga. Sate kambing kita makan, sate babi kita makan. Hari ini pagi kita makan sate kambing, pagi-pagi sudah sate kambing, siang terus cari babi hong, malam babi lagi. Sampe perut kita gemuk. Lama-lama apa? Penyakit melulu. Kena kanker karena banyak merokok. Kena kanker karena banyak berhubungan dengan yang kimia-kimia. Lho, dia nggak merokok saudara kita nggak merokok tapi ada disekitar orang yang merokok, kita bisa kena. Namanya kita perokok pasif. Ini perokok aktif, itu aktif. Yang jago ngerokoknya lebih dia keluar dari hidung asapnya .. yang lebih jago ditelan nggak keluar asapnya sembari ngomong .. keluar asapnya kaya liong. Tapi kalau orang yang lebih jago lagi merokok, nggak keluar asapnya saudara, ... keluarnya dari kuping. Nggak mau dengar lagi suara Tuhan.

Sudah dokter bilang, ini ada kanker. Tokoh GPdI di Jakarta. Begitu kena kanker persis disambungan paru-paru dia bilang sama pendeta, saya menuai apa yang saya tabur. Karena dia nggak bisa berhenti merokok. Orang kaya duit puluhan ratusan milyar tapi mati kanker. Mau cari obat apa lagi kalau sudah kanker? Ujung-ujungnya maut. Apa saja yang kita kerjakan melanggar, ujung-ujungnya maut. 

Nih, Cianjur ini baru satu arah. Coba nanti saudara habis kebaktian coba-coba aja naik mobil terus kekanan, tabrakan saudara. Kalau nggak tabrakan ditangkap polisi. Ujung-ujungnya kepada maut. Ayat 11.
10:11 Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. 

Kejadiannya disini, Perjanjian Lama. Tapi ini jadi contoh untuk disini, akhir jaman. Ini Perjanjian Lama yang kita sedang pelajari, baca ... itu bayang-bayang, amsal, seloka, gambaran dari yang akan terjadi ini. Pola. Ibu-ibu kalau mau bikin baju bikin gunting pola dulu. Dipola dulu, sudah cocok digantungan sama yang mau dipakainya, cocok nggak nih, kegedean nggak. Masih pola. Udah oke, baru dijahit. 

Nah, itu yang terjadi Perjanjian Lama itu pola, akan terjadi pada akhir ini, yaitu bahwa kita umat Tuhan akan mengalami godaan, akan mengalami percobaan. Datanglah ayat penghiburan, yaitu ayat 13 
10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. 

Ada haleluyah? Ayat 13 ini kita akan melihat 3 hal. Yang pertama kita akan mengalami pencobaan. Banyak percobaan. Percobaan di sekolah, percobaan dimana-mana. Kedua yang kita pelajari, Tuhan itu setia. Dia tidak akan memberi percobaan lebih dari kekuatan kita. Waktu saudara kelas 1 SD, yang saudara diulangan untuk naik kelas dua, 5x5 sama dengan berapa, 3x4 sama dengan berapa. Itu naik kelas 2, ulangannya lain; naik kelas 3 ulangannya lain. Mau lulus kelas 6 masuk SMP, ujiannya lain. Tambah berat, tambah berat. Coba sekarang kalau kita begini umur 55 tahun, dikasih ulangan SD, 5x5, 5+ 5 berapa. Saya akan ngomong, ini ngehina saya? Masa saya tidak tahu 3+3 berapa, 2+2 berapa?

Tapi waktu SD, itu dipake, 2+2 berapa. Karena masih SD. Setelah kita dewasa kuat, problemnya lain lagi, ujiannya lain lagi. Yang ketiga untuk setiap percobaan, Tuhan punya jalan keluar. Saudara tau jalan keluar itu adalah jawaban! Jadi Dia bukan hanya tahu mengijinkan kita di dalam pencobaan, tidak. Bukan Dia yang kasih percobaan, mengijinkan kita dicobai, tidak. Tapi Dia juga memberikan kepada kita jalan keluar. 

Dulu sekolah Tionghoa di Cianjur harus diindonesiakan, tahun 65. Banyak anak-anak Tionghoa yang berhenti sekolah mau nggak mau, ikhlas nggak ikhlas harus sekolah negeri, agak sedih juga kita. Tapi saya punya teman namanya Cien. Dia anak toko Loteng. Orang lain mah gondrong-gondrong tahun 64, dia mah cepak, murid sekolah. Asal ulangan, ulangan aljabar 2 X 40 menit kita pikir udah 2 jam, paling selesai 5-6 persoalan tapi nggak tahu benar nggak tahu nggak. Dia mah saudara, 10 menit keluar. 10 nilainya. Sampai saya panggil, Cien otak kamu itu dari apa sih, pinter amat. Ah, urang mah teu pinter biasa we sarua. Naha atuh, 10 menit kok bisa cepat keluar, wo mah geus 2x 40 menit hese. Oh, gampang atuh, ieu, dia ambil dari kantong tulisan Tionghoa, saudara. Apa ini? Ieu dalil-dalil, dalil aljabar, ilmu ukur semua ditulis ku ngai, ngan ditulisna make huruf kwo i, jadi guru juga nggak ngerti. Dia tolak pinggang pake kumis gede, apa ini, dia nggak tahu, dia kira surat apa, padahal itu  dalilnya. Pantesan atuh 10 menit kaluar. 

Nah, di dalam Kristus Yesus, Tuhan itu memberi kepada kita itu kertas. Jadi jangan takut ulangan karena Tuhan Yesus memberi itu rahasia untuk menghadapi segala persoalan. Amin, saudara? Sekian renungan Firman Allah.        

-- o -- 

Minggu pagi, 20 Juli 2003

 TERKURUNG 

Selamat pagi, selamat berbakti bertemu di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan membuka satu ayat di dalam kitab nabi Yeremia 

33:1 Datanglah firman TUHAN untuk kedua kalinya kepada Yeremia, ketika ia masih terkurung di pelataran penjagaan itu, bunyinya: 
33:2 "Beginilah firman TUHAN, yang telah Menjadikan bumi dengan membentuknya dan menegakkannya--TUHAN ialah nama-Nya--: 
33:3 Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. 

Saudara-saudara, apa saja yang dikatakan oleh Tuhan atau oleh Alkitab dua kali berturut-turut, itu adalah sangat penting. Pada waktu Allah memanggil Adam ditaman Eden, Dia memanggil Adam dengan dua kali namanya: "Adam .. Adam.. dimanakah engkau?" Ketika Dia memanggil Musa, Dia sebut namanya Musa juga dua kali: "Musa .. Musa .. tanggalkanlah kasut yang ada padamu." Yesus memanggil menegur Marta juga dengan kata dua kali: "Marta .. Marta .. kamu kuatir dari hal banyak." Dan begitulah seterusnya. Sampai dalam kitab Wahyu, apa saja yang dikatakan Tuhan dua kali berturut turut, itu sangat penting. 

Di dalam ayat 1, kita membaca bahwa Firman Tuhan ini yang kedua kalinya. Datanglah firman Tuhan untuk kedua kalinya. Bahasa Inggris the second time, datang kedua kalinya. Nampaknya Tuhan ini juga memberitahukan hal yang penting mengenai akan adanya pemulihan keadilan Yerusalem, Yehuda, dan seterusnya. Tetapi kita akan lihat apa yang dikatakan oleh firman Allah yang pertama kali, yaitu di dalam pasal 32 

32:1 Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia dalam tahun yang kesepuluh pemerintahan Zedekia, raja Yehuda; itulah tahun yang kedelapan belas pemerintahan Nebukadnezar. 

Kembali kepada pasal 33. Jadi saat Yeremia mendapatkan firman ini, adalah pada saat sedang di dalam pembuangan. Orang-orang Israel ada dijajah oleh raja Nebukadnezar. Kalau saudara perhatikan pasal 33:1, dikatakan Yeremia masih terkurung dipelataran penjagaan itu. Jadi ketika Yeremia membawa firman Tuhan yang pertama, saudaraku, dia dikurung, dia masih terkurung di dalam pelataran atau halaman penjagaan itu. 

Saudara, siapa diantara saudara yang sering merasa terkurung, merasa terkungkung, merasa tidak bebas apa yang kita hidup ini. Saudara tidak dipenjara tetapi maksudnya terkurung serba salah. Peribahasa bilang dikasih papa mati, tidak dikasih mama mati. Buah simalakama. Itupun satu suasana yang terkurung. Bahasanya Paulus, aku bimbang diantara keduanya. Kalau aku mati, itu yang terbaik, aku bersama dengan Tuhan; tetapi kalau aku mati aku tidak bisa bersama dengan orang-orang Filipi. Aku senang bersama masih hidup dengan orang Filipi masih bisa melayani jemaat Filipi. Jadi bimbang, terkurung di dalam dua kehendak, terkurung di dalam dua kemauan.

Ada lagi yang terkurung, saudara. Bisa berbuat tetapi rasanya terkurung. Satu kenalan saya di Bandung dia punya pabrik textile besar sekali. Tapi satu kali dia sakit. Punya pabrik textile sudah diteruskan oleh anaknya, sakit tidak tahu kenapa, sakit. Dibawa kedokter, dokter bilang tidak ada sakit penyakit. Akhirnya anaknya tanya, papa mau apa sebetulnya? Dia bilang, saya ini sebetulnya mau motor. Mau motor BMW, tapi takut sama mama kamu. Mama kamu tidak kaish. Jadi anaknya marah, kenapa, ini pabrik papa yang punya, ini pabrik papa yang bikin menjadi besar. BMW itu nggak ada artinya. Beli saja. Jadi selama satu tahun saudara, bapa ini sakit karena ingin punya motor BMW tapi tidak berani ngomong. Terkurung. 

Jadi kalau saya ngomong terkurung, banyak hal tentang terkurung ini. Ingin bicara terkurung, ingin ngomong terkurung, ya. Kadang-kadang kita ingin ngomong sama anak, kita belum ngomong anak sudah nyerocos dulu. Kita ngomong tiga kalimat, anak udah ngebentak. Ibu tidak berani ngomong. Terkurung. Istri tidak berani bicara sama suami. Bicara sedikit saja sudah dibentak. Terkurung. 

Demikian juga rakyat. Rakyat tidak berani ngomong apa-apa. Kita punya anggota DPR sekarang di Indonesia adalah anggota DPR yang paling rusak. Karena apa? Karena pemimpinnya ketuanya aja sudah divonis sudah bersalah koruptor 40 milyar. Terdakwa. Harus masuk penjara tapi nggak bisa masuk penjara. Nah, rakyat ini ngelus-ngelus dada, terkurung perasaannya tidak tahu harus berbicara apa. Nah, jangan saudara kira bahwa hamba Tuhan itu tidak pernah terkurung juga. Disini Yeremia. Yeremia terkurung ... terkurung oleh keadaan disekitar halaman istana. Tidak bisa keluar kemana-mana. Terkurung. Tetapi puji Tuhan, firman Allah tidak pernah terkurung, firman Tuhan ayat ke-2,

33:2 "Beginilah firman TUHAN, yang telah Menjadikan bumi dengan membentuknya dan menegakkannya--TUHAN ialah nama-Nya--: 

Saya ingin bicara tentang ayat ke 2. Tuhan itu bicara begini: Inilah firman Tuhan yang telah menjadikan bumi dengan membentuknya dan menegakkannya. Jadi saudara, firman Tuhan itu bilang begini: Tuhan adalah yang menciptakan bumi yang membentuk bumi sampai jadi seperti sekarang ini Tuhan yang buat, Tuhan yang bentuk. 

Kita suka menyanyi Allah kuasa melakukan .. Segala perkara .. Allahku Mahakuasa .. Dia ciptakan seisi dunia .. Atur s'gala masa .. Ada yang 4 musim ada yang dua musim tapi Tuhan yang atur. Yang dua musim banyak orang tinggal, yang 4 musim ada orang tinggal, yang hanya satu musim saja sepanjang tahun musim panas terus di tanah Arab ada yang tinggal, musim dingin ada yang tinggal sepanjang tahun di Kutub Utara ada yang tinggal. Jadi Tuhan sudah atur semua. Dan Dia yang menegakkannya. Bahasa Inggris establish, Dia yang mengawalinya. 

Saya disebut founder dari Yayasan kabar Baik. Yang membangun Yayasan Kabar Baik, membangun Sekolah Alkitab. Pendiri, yang establish. Kecap cap Bango terkenal sejak tahun ... nah, itu establishnya tahun. Tauco cap Meong, itu establish dimulai tahun berapa. Toko jualan kacang cap Beringin, sejak terkenal sejak tahun ini, tidak buka cabang. Establish. Jadi Tuhan yang establish, Tuhan yang memulai ini bumi. 

Jadi saudara kalau Tuhan berbicara bahwa ini Aku yang bicara ini adalah yang menciptakan langit dan bumi yang berbentuk dan yang mengaturnya dan yang membuatnya berdiri, sekarang kita renungkan. Dunia kita ini berdiri atas apa? Nggak ada tiang lho saudara. Menurut ilmu pengetahuan, bumi ini bundar dan dia berputar pada poros. Tapi porosnya dimana kita nggak tahu, dia berputar pada poros. Matahari mengeliling bumi dalam waktu yang sama bumi juga mengelilingi matahari. Itu bagaimana itu. Terlalu tinggi, terlalu canggih. Bumi lebih dekat sedikit saja ke matahari, setengah centi saja lebih dekat, kita akan terbakar. Jauh saja setengah centi dari matahari, kita akan beku - itu menurut ilmu pengetahuan. Jadi selama ini bertahun-tahun dia tetap sama keadaannya jarak matahari dari bumi ini tetap sama walaupun saling berputar. 

Nah, Yang membuat inilah yang sedang berfirman. Maksudnya apa? Kalau dunia yang rumit saja Dia atur, persoalan kita juga Dia bisa atur, problem kita juga Dia bisa atur. Dan Dia berkata begini: 
33:3 Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. 

Dimulai dengan kata, berserulah kepadaKu. Bahasa Inggrisnya, call unto me. Kalau saudara telepon itu saudara call, panggil nama Tuhan. Dulu saya suka telepon ke Canada. Ada satu istilah collect call. Bukan saya yang bayar tapi orang Canada yang bayar. Tapi ditanya dulu orang Canada, mau terima nggak collect call dari Indonesia namanya Awondatu. Dan dia bilang yes, karena kenal. Jadi dia yang bayar. Karena jauh lebih murah. Tapi disebut call .. collect call. Berhubungan dengan Tuhan. Memanggil nama Tuhan. Berseru kepada Tuhan. 

Dalam Matius 11, datanglah kepadaKu, kamu yang bertanggungan berat. Sekarang bilang, berseru kepadaKu. Tuhan mengundang kita untuk datang kepada Dia tetapi juga berseru kepadaKu kalau kamu lagi terkurung; disekitarmu dinding, disekelilingmu ini dinding yang mati, dinding yang masif, kita nggak bisa terobos, ya, nggak ada pintunya, nggak tahu jalan keluarnya dimana .. berseru kepada Tuhan. 

Saya mau tanya dulu, saudara mau berseru kepada Tuhan? Hana berseru kepada Tuhan didengar oleh Tuhan. Nggak punya anak mandul punya anak. Elisabet berseru kepada Tuhan mandul .. punya anak. Siapapun yang berseru kepada Tuhan ya. Sekarang saya ingin angkat satu ayat di dalam Mazmur    
34:18 Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. 

Disini dipakai kata berseru, cry out. Menjerit, berseru. Dipakai ini. Dalam Yeremia tidak, dalam Yeremia hanya call, memanggil nama Tuhan. Tapi disini dipakai kata berseru. Ayat 19.  

34:19 TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. 

Bahasa lain ayat 19, bahasa Inggris. Tuhan itu dekat kepada seorang yang punya hati yang patah, hati yang pecah. Nah, kadang-kadang kalau kita hati lagi pecah, hati lagi patah, kita anggap nggak ada orang yang nemenin kita bukan. Kalau kita lagi sedih, kita sayang diri .. self-pity, kita mulai centralnya diri kita sendiri wah, kita bilang nggak ada orang yang perhatikan kita, papa mama nggak perhatikan kita, suami istri nggak perhatikan kita. Padahal ini ayat bilang Tuhan dekat kepada orang yang punya hati patah ... broken heart, yang punya hati remuk. 

Dikatakan lebih lanjut ayatnya ini. Dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Bahasa Inggris spiritnya, rohnya itu remuk, rohnya menderita. Ini kan terkurung juga, terkurung tidak tahu harus berbuat apa. Berseru, ayat 18 bilang.  
34:18 Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. 

Bahasa Inggris trouble, kesukaran, problem. Itu dilepaskan. Ini  janji Tuhan. Jadi jalannya kita apa? Berseru sama Tuhan. Caranya kita? Datang kepada Tuhan. Kita berkata sama Tuhan, kita mengadu, ceritakan semua bentes clear semua cerita - nanti Tuhan yang atur semua, nanti Tuhan yang atur pohon kelapa di mana, bunga mawar di mana, laut di mana, pasir di mana, gunung berapi di mana - Dia yang ngatur nanti. Bahkan Dia memberi kemampuan kepada kita kalau kamu ada iman sebesar biji sesawi, kamu bisa pindahkan gunung untuk pergi kedalam laut. Bisa. Tuhan kasih kesempatan itu kepada kita. Tetapi mari kita memakai ini dengan pengertian Tuhan dekat kepada orang yang patah hati dan Ia menyelamatkan orang yang remuk jiwanya.

Saya ingin saudara baca ayat 20.  
34:20 Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu; 

Ini agak kurang cocok kata kemalangan. Tetapi affliction dipakai. Banyak persoalan orang benar. Naha atuh urang teh geus jadi orang benar kok masih keneh banyak persoalan? Saya nggak tahu itu. Tapi itu firman Allah bilang banyak persoalan orang benar, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya. Amin, saudara-saudara? Mending mana, mending kita punya satu persoalan nggak lepas-lepas atau banyak persoalam lulus semua. Mending yang banyak persoalan tapi lulus semua daripada kita punya satu persoalan nggak lepas-lepas. Banyak persoalan problem orang kristen anak Tuhan orang benar disebutnya, tapi Tuhan melepaskan itu semua.   

Jadi kembali lagi kepada Yeremia. Pada waktu dia ada terkurung dipelataran, sudah terkurung masih dijagain, pelataran penjagaan halaman. Kalau terkurung masih dirumah ada saung, terkurung masih ada makanan minuman masih mending, ini terkurung dipelataran dihalaman. Panas kena panas, hujan kehujanan, dingin kedinginan dijagain ditonton lagi. Tapi firman Allah berkata, berserulah kepadaKu, ayat 3, maka Aku akan menjawab engkau. Berikutnya ini bukan cuman menjawab. Dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui. 

Tiga hal Tuhan akan kasih tahu. Tapi nanti kita akan bicara. Tapi tiga hal ini hal-hal yang besar, hal-hal yang tidak terpahami, hal-hal yang tidak kau ketahui. Kita lewat dulu ini. Kalau Tuhan mau kasih tahu 3 hal besar, berarti Yeremia pasti keluar dong dari kurungan itu, haleluyah? Nggak mungkin Yeremia akan tetap terkurung disitu kalau Tuhan tidak mau kasih tahu 3 hal besar. Pasti dia keluar dari situ. Maka Tuhan tidak ngomong Aku akan keluarkan kamu, tidak. Tapi Dia pakai bahasa siu cai, Aku akan memberitahu hal-hal yang besar yang tidak kau ketahui bahkan hal-hal yang tidak terpahami. Artinya dengan lain kata, kamu tidak akan terus disitu, kamu akan keluar. RencanaKu untuk kamu belum selesai. Akan keluar.  

Banyak orang itu anggap kalau sudah sakit itu kiamat, kalau kena stroke kiamat. Kayanya udah kiamat runtuhlah dunia. Tidak. Saya seumur-umur baptis kolonel cuma sekali-kalinya saya baptis disini, kolonel Damapoli di Bandung. Orang katolik mau dibaptis selam. Paus kirim surat sama dia supaya dia bicara di Semarang tapi malamnya dia dengar suara dari Tuhan suruh dibaptis di Cianjur, selam. Dia bawa anaknya dia bawa menantunya semua baptis selam disini. Katolik, penuh Roh Kudus. Dia mulai memenangkan jiwa; bapak Damapoli memenangkan Frans Daromez dan almarhum Sandra Sanger. Dua penyanyi ini dimenangkan oleh bapak Damapoli. Stroke dia. Sampai ke saya. Semua terjadi dikeluarga itu selalu sampai: "Bantu doa, papa stroke." Nggak lama sembuh. Kenapa? Satu tangan stroke ini tangan yang lain dia sembahyang sendiri : "Tuhan, demi nama Yesus, segala sakit penyakit stroke ini disembuhkan." Sembuh. 

Jadi kalau orang kena stroke langsung dia udah anggap kiamat, kiamat. Habis. Tapi orang kena stoke dia punya imannya bangkit. Mama saya stroke, tangan kanan, lidah udah terbalik, tapi saya minta sama Tuhan, Tuhan biar ini gereja yang gunting pita mama saya. Ini kan mustahil strokenya tangan kanan minta gunting pita mana tangan kanan bisa pegang. Tapi itu yang terjadi. Mama saya sembuh bicaranya normal. Bisa jalan lagi. Dia gunting pita. 

Jadi jangan anggap segala sesuatu itu sudah jadi kiamat. Nggak. Ada orang yang karena satu dua urusan tokonya musti dirampas sama bank, wah, dia bilang kiamat. Tidak. Siapa bilang kiamat. Sejauh kita masih punya Tuhan, tidak ada kata kiamat. Kalau kita punya Tuhan saudaraku, segala sesuatu masih bisa ditolong. Berseru kepadaKu. 

Yang pertama. Aku akan memberitahukan kepadamu hal yang besar. Great things, hal-hal yang luar biasa besar. Disinilah kita lihat kualitasnya Tuhan kita. Kualitasnya besar. Dia tidak kasih yang kecil-kecil. Saya di Cianjur saja .. bisnis seperti ini saja. Kecil-kecilan. Orang Cianjur mana bisa maju. Begini saja. Dia nggak punya Tuhan yang besar. 

Saya mah kerjanya begini pa. Gajinya dari kantor begini, setiap bulan begini sudah terbatas. Ya, saudara mau membatasi Tuhan, Tuhan bisa kasih berkat segala macam. Tapi saudara masih mau batasi Tuhan. Jangan batasi Tuhan. Tuhan bisa pakai saudara luar biasa. Tuhan bisa bikin saudara berkat yang jadi besar karena Allah kita Allah yang besar. Aku akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar. Sayangnya ini saudara, kita ini diperintah dikuasai oleh sikon, situasi dan kondisi. Sikon kita begitu kita begitu aja. Kondisi kita gitu kita begitu aja dipermainkan. Padahal kita musti menciptakan sikon, menciptakan situasi, menciptakan kondisi. 

Kita musti merubah jangan terima apa adanya. Karena Allah kita Allah besar. Ada gunung kamu bilang gunung pindah kelaut, katanya Tuhan. Jangan tergantung sikon. Ada yang menghalangi bukit suruh kelaut. Kamu punya iman biar kecil tapi kualitasnya besar. Tuh. 

Yang kedua. Aku kan memberitahukan kepadamu hal-hal yang tidak terpahami. Nah, ini juga kita musti ngerti, kita nggak paham kok bisa ya ... tapi terjadi. Dulu waktu saya di sekolah alkitab, saudara akan bekerja tanpa gaji! Kita sudah tahu papa mama kita juga tanpa gaji. Aduh, hidupnya berkekurangan. Sampai mama kalau mau beli jaket buat saya karena saya kedinginan kalau sekolah, dia pinjam uang dulu sama jemaat. Saya SD sudah tahu. Itu jaket bisa sampe 6 tahun saya pake. Warnanya juga nggak lupa hijau. Banyak hal yang saya nggak paham. Tapi saya bisa keliling dunia kok saya bisa khotbah di Belanda. Kok, orang Belanda bayarkan tiket saya. Kok, saya khotbah di Amerika. Kok, saya sampe ke Kanada sampe Australia. Nanti akhir Agustus saya khotbah di Sydney, sudah ngundang satu tahun sebelumnya. Yang ngundang saya gereja Bethel. Nggak terpahami Tuhan itu. Kalau Tuhan sudah sayang sama kita, apa yang kita nggak pernah pikir Dia bisa kasih.

Saya tinggal angkat telepon ini, saya ngomong sama satu bapa, iya dah pak, gitu aja ngomong. Pak, soal mobil, iya dah pak, mobil dikirim. Walaupun tahun 2000, tapi Mercy 320 tahun 2000, nomornya aja saya senang 8228, itu hari lahir saya, warnanya emas. Saya tinggal ngomong, iya dah. Dikirim. Tapi saya masih tahan karena banyak manusia suka ngomongin, suka nggak suka kalau orang lain diberkati. Saya masih tahan tapi saya mau kasih tahu banyak hal kita tidak bisa pahami. 

Kemarin saya dari Pontianak 3 hari KKR, panitianya satu ibu, ibu Linda. Oom, saya kan yang baptis oom, kata mama saya dulu di Lampung. Saya bingung, rasanya nggak. Iya, mama saya bilang. Sudah lupa. Dia yang menjadi ketua panitia. Banyak hal tidak terpahami. Kalau saudara mau yakin Tuhan bisa berkati saudara, berkatnya itu akan datang mengalir tidak kepalang saudara. 

Yang terakhir, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui. Salinan lain, yang luput dari perhatian kita. Kita ini sifat pelupa. Apalagi kalau sudah tua diatas 50, suka lupa. 

... rekaman habis.  

-- o -- 

Minggu pagi, 10 Agustus 2003

Perusak

Amsal pasal yang ke 18, akan kita baca mulai dari ayat 9.

18:9 Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak. 
18:10 Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat. 
18:11 Kota yang kuat bagi orang kaya ialah hartanya dan seperti tembok yang tinggi menurut anggapannya. 
18:12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan. 
18:13 Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya. 
18:14 Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah? 
18:15 Hati orang berpengertian memperoleh pengetahuan, dan telinga orang bijak menuntut pengetahuan.

Kita mulai dari ayat 9, Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak. Dari ayat ini kita bisa mempelajari bahwa kemalasan adalah hubungan yang erat sekali dengan perusak. Disana kita mendapatkan satu kata, yaitu kata perusak. Dan, saudara-saudara, perusak dalam bahasa inggris dipakai kata destroyer. Dan Alkitab hanya mengenal satu macam perusak. Dan nanti kita akan lihat lebih dahulu di dalam Kitab Wahyu. Kita buka Kitab Wahyu. Dalam Kitab Wahyu disana kita akan melihat ada satu perusak. Wahyu pasal yang ke 6, kita akan melihat ayatnya yang ke-5.

6:5 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya. 
6:6 Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

Janganlah rusakkan minyak dan anggur. Rusak yang akan datang di dunia pada hari-hari ini adalah perusak yang akan merusakkan harga gandum dan harga jelai. Berarti perusak ini datang untuk merusakkan, saudara-saudara, perekonomian, merusakkan sistem perdagangan. Nanti akan ada kesulitan yang besar dari hal perekonomian, sehingga harga segenggam gandum itu sama dengan harga gaji satu orang satu hari. Kalau satu orang gaji satu hari satu tukang saja, gaji satu hari 20 ribu atau 25 ribu. Begitulah nanti harga satu gandum satu genggam. Tetapi dikatakan disana, janganlah rusakkan minyak dan anggur. Minyak dan anggur selalu berbicara tentang Firman Tuhan dan Roh Kudus. 

Jadi semua umat Tuhan yang senang dengan Firman Tuhan, yang senang dengan Roh Kudus, yang senang dengan kebaktian-kebaktian, yang senang dengan Firman Allah, yang senang dengan penyembahan, yang senang dengan doa - dia tidak akan mengalami kerusakan-kerusakan seperti ini! Kerusakan seperti, yaitu kerusakan dari perekonomian. 

Kita akan lihat yang kedua, saudara. Yang kedua, di dalam Wahyu pasalnya yang ke 8. Dalam Wahyu pasalnya yang ke 8, kita akan melihat perusak yang kedua, yaitu ayatnya yang ke 10. 

8:10 Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air. 
8:11 Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit. 

Yang kedua adalah perusak yang akan merusakkan mata-mata air. Mata air disini bukanlah mata air sungai saja, tetapi mata air yang ada di dalam hati umat manusia, yaitu mata air dari hati kita. Akan ada sepertiga yang rusak, sepertiga dari semua air. Dikatakan dalam Amsal 4:23, Peliharalah hatimu terlebih dari segala sesuatu yang patut dipelihara karena dari dalamnya memancar mata air hidup. Jadi, saudara-saudara, mata air bicara dengan hati, dan nanti akan ada penyakit termasuk orang-orang kristen yang tidak menjaga diri, hamba-hamba Tuhan yang tidak menjaga diri, ... dia akan dirusakkan oleh perasaan yang pahit, merasakan perasaan kecewa, perasaan pahit kepada orang lain, pahit kepada situasi, pahit kepada keadaan sekitarnya, pahit kepada pemerintah, bahkan pahit kepada Tuhan, seperti istri Ayub. Istri Ayub pahit kepada Tuhan sampai dia bilang sama suaminya, disuruh mati suaminya dan mengutuk Tuhan, dan ini adalah tanda dari seorang yang pahit. 

Seorang yang pahit tidak akan suka kepada kebaktian. Atau dia suka kepada kebaktian, tetapi Firman Allah tidak masuk dalam hatinya. Firman Allah tidak bisa bekerja. Dia penuh dengan roh menghakimi, dia penuh dengan roh; yang jadi tuhan di hatinya bukanlah Tuhan tetapi perasaannya, pikirannya, pendapatnya, itu jadi tuhannya. Kalau pendapatnya berkata si A itu salah, dia bilang salah biar si A itu baik, dia tetap bilang salah. Kalau pendapatnya dia bilang si B itu baik, biar si B itu salah, biar si B itu sudah salah, harusnya salah, tapi dia tidak akan marah. Dia tidak akan marah, karena dia punya tuhan, yaitu pendapat pribadi. 

Ini akan ada kerusakan. Tapi ada satu perusak yang lain, yang lebih kasar, yaitu Wahyu 9. Dalam Wahyu 9 ayatnya yang ke 5, mulai:

9:5 Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia. 
9:6 Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka. 
9:7 Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia, 
9:8 dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan dan gigi mereka sama seperti gigi singa, 
9:9 dan dada mereka sama seperti baju zirah, dan bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke medan peperangan. 
9:10 Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya. 
9:11 Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion. 

Arti dari Abadon dan dari Apolion, saudara, adalah perusak. Ini diberikan nama kepada iblis, raja yang memerintah jurang maut. Malaikat beri nama dengan jelas dalam bahasa Ibrani itu Abadon, dalam bahasa Yunani Apolion. Bahasa Ibrani dipakai dalam Perjanjian Lama, bahasa Yunani dipakai dalam Perjanjian Baru. Jadi dari jaman Perjanjian Lama, dari jaman dulu sebelum Yesus, sampai jaman Perjanjian Baru setelah Yesus, pekerjaan raja ini adalah merusak. Inilah iblis, raja perusak, yang merusakkan segala macam kerusakan. 

Mari saya ingin saudara tenang sebentar dan memikir. Kalau ada orang berani bawa mobil penuh dengan bom, dia berani. Berani dia, bawa mobil penuh dengan bom. Dia tahu dia akan mati. Umur belum tua, umur 31 tahun. Sampai dia mau mati, asal mengakibatkan kerusakan. Kalau bisa banyak orang barat mati bersama dengan dia. Jadi dia bawa bom itu dengan satu misi, misi kematian, misi merusak. Dihukum mati, nyanyi-nyanyi dia. 

Satu dua hari sebelumnya, ada pedagang, bisnisman, lompat dari tingkat 56 Hotel Aston. Saya kenal ini pedagang ini. Saya kenal, pernah jabat tangan di kantor Gus Dur. Orangnya sopan. Tapi dia berani merusakkan dirinya, menghancurkan. Dia berani mati. Rusak. Mati. Orang di Bali di bom, 200 orang mati, merusak. Demi agama. Jadi mereka punya keyakinan dari agama mereka, bahwa mereka merusak itu boleh. 

Kalau saya lihat dari Alkitab, semua yang merusak itu datang dari si iblis. Walaupun dia orang kristen, tapi kalau punya karakternya merusak pekerjaan Tuhan, merusak bangunan Kristus yang sudah dibangun dengan susah payah, merusak iman orang lain, merusak situasi. Ini kita tahu ... tidak boleh dilawan dengan kekuatan manusia karena musuh kita bukanlah manusia. Inilah kita punya kekeliruan. Kita anggap musuh kita manusia sehingga ada orang yang berani pakai bom, membunuh manusia lain. Merusak. di dalam Maleakhi pasal 3 ayat ke 8: 

3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! 
3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa! - Orang Israel jaman dulu nggak kekecualian - 
3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. - Banyak orang baca sampai ayat situ. Saya ingin baca sampai ayat 11 -
3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam. 

Apa janji dari Tuhan kepada umat-Nya yang membawa persepuluhan? Janjinya Dia akan menghancurkan perusak. Nah, ada yang berteman nih sama perusak ini. Udah mau berteman, mau jadi adik sama perusak ini. Siapa? Yaitu Pemalas tadi. Amsal 18, Orang yang malas adalah saudara kepada perusak. 

Kita bisa ngutuk Amrozy, tapi kalau kita malas, kedul, tidak mau kerja, banting tulang tidak mau, peras keringat, kerja ... sama dengan Amrozy, familinya. Karena saudara dengan perusak. Saudara ada pilihan, boleh bawa persepuluhan atau tidak membawa persepuluhan. Bisa. Tetapi dengan tidak membawa persepuluhan, saudara buka pintu usaha saudara kepada perusak untuk masuk merusakkan ekonomi saudara. Akan ada belalang pelahap. Abadon itu tadi. Bentuknyapun  seperti belalang yang tadi kita baca, Wahyu pasal 9. Itu binatang itu seperti belalang bentuknya. 

Maleakhi pasal 3, belalang pelahap, perusak, Abadon, Apolion. Saudara boleh tidak bawa, nggak usah bawa, tetapi saudara buka pintu kepada perusak masuk. Saudara tidak ada yang jaga, tidak ada yang melindungi lagi. Saya ingin kita dengar, kan biasa kita dengar Firman Allah? Sekarang kita mau baca apa yang diomongin setan. Apa yang dibilang oleh setan kepada Tuhan. Dalam Kitab Ayub pasal 1, sebelum Mazmur itu Ayub. Kita mau dengar apa yang setan bilang. Pasal 1 ayatnya yang ke 8.

1:8 Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." 
1:9 Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? 
1:10 Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. 
1:11 Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." 

Ini pengakuan iblis. Iblis mau merusak rumah dari Ayub: usahanya, pekerjaannya. Nggak bisa, ada pagar. Tuhan memagari. Saudara mau dipagari Tuhan? Kalau saudara dipagari Tuhan, tidak ada teroris bisa masuk, tidak ada pencuri disana, tidak ada penipu bisa menipu saudara punya bisnis. Tidak ada destroyer, tidak ada perusak. Tapi kalau saudara-saudara malas. Malas disini bukan malas kerja saja, tapi malas bawa, mengembalikan persepuluhan - saudara buka pintu kepada destroyer. Saudara buka celah dari pagar Tuhan itu sehingga destroyer ini masuk. 

Setiap selasa, saudara, saya selalu membagikan uang pada beberapa orang di kebaktian kami, sekitar 250 ribu, tiap selasa. Dari lima orang yang saya beri ini, saya tidak pernah ngomong apa-apa, saya diem saja, saya kasih saja. Masing-masing 50 ribu, 50 ribu, bilang terima kasih. 

Adalah satu orang bekas pengamen. Kakinya tidak tergantung-gantung satu, begitu yah, dia pakai ini, dia pakai ini, ada keluarga juga. Dia pakai tongkat. Saya bilang sama pengamen ini dulu, sudah kamu masuk saja di kebaktian saya. Kamu nyanyi tiap hari selasa. Karena dia ini minder, cepet tersinggung orangnya, brewokan, kumis, gondrong ... sampai klimis, sampai sekarang dia sudah tiga tahun nyanyi di tempat kami. Mungkin dia akan ikut juga Family Camp. Biasa dia. Terima saja tiap hari selasa. Asal dia nyanyi, 50 ribu sama yang lain.

Tetapi pada suatu hari, dia bikin saya terkejut. Dia dengan istrinya datang, dia bawa satu amplop: Pak ini persepuluhan saya. Saya pikir, saya harus terima karena ini persepuluhan dari jemaat. Saya pikir ini orang jadi pengamen susah. Hidupnya tidak tahu, tidak ada gaji, dia cuma nyanyi. Waktu saya buka itu amplop, saya kaget. Jumlah yang dia berikan itu jauh, jauh, jauh melampaui dari apa yang saya biasa kasih sama dia. 

Sekarang saya mengerti pak, sumber berkat itu ketika saya mengembalikan milik Tuhan. Kalau bapak kasih 50 ribu, saya simpan 5 ribu, saya tidak pakai. Saya simpan. Saya suruh istri saya simpan, sampai sudah ada jumlah cukup, kembalikan sama Tuhan. Dan tidak lama kemudian, dia dipanggil sana, dia dipanggil sini. Nyanyi di sana, nyanyi di sini, nyanyi disana, terus. Nyanyi disana, nyanyi disini, terus. Nyanyi disana, nyanyi disini. Kalau saudara dengar nyanyiannya sih nggak enak, dia nyanyi nggak enak. Tapi kalau Tuhan sudah membuka pintu berkat, kalau Tuhan sudah memberikan penjagaan. Lalu ada pemain drum. Pemain drum ini anggota GBI, GBInya Mawar Saron, pak Yakub Nahuwai, saya juga suka bagi. Pikir-pikir yah hanya untuk ganti ongkos taksilah. Dia main drum. Dia juga begitu. Tiba-tiba dia kasih amplop, ini perpuluhan saya. Ada satu lagi, pemain bass, juga begitu. Ini perpuluhan saya. Oom, bantu doa yah saya dipanggil ini turis, apa turis. Terbuka jalan. 

Nah, saya mungkin belum cerita sama saudara. Saya baru pulang dari Kalimantan, dari Samarinda. Ekel. Ekel Tumondo itu sudah jadi ketua majelis daerah. Dijemput sama Ekel, sama istrinya, pake mobil kijang. Sopirnya nih gede banget, perut gede, kumis kemana-mana. Saya kira orang Batak. Bapa orang Batak yah? Oh bukan, pak, saya orang Dayak. Selama 11 tahun sopir ini, orang Dayak ini, nganggur, nggak ada kerjaan, 11 tahun. Tapi selama 11 tahun itu, dia jadi sopirnya pendeta Ekel. Dia jadi sopir aja. Asal ada urusan majelis daerah, dia aja yang nyupirin. Dia nyiapkan diri. Jangan panggil sopir, jangan sewa supir, saya aja yang nyupirin. Dan dia tidak mau dibayar. 

Sekarang, kita bicara sekarang, dia belikan satu kijang baru kepada pendeta Ekel. Wah saya bilang, Ekel hebat. Saya nggak ada jemaat beliin saya kijang baru. Tapi kamu luar biasa. Jemaat beliin kijang baru. Dan waktu KKR saya disana, dia bilang minta saya tumpang tangan karena saya ada proyek besar. Saya punya tambang batu bara. Saudara, SD aja nggak lulus. Kenapa ... rahasianya dimana? Mengembalikan persepuluhan. Mengembalikan persepuluhan. Mulai dari 5 ribu perak, dikembalikan. Semua dikembalikan. 

Dan Tuhan lihat kesetiaannya, dia rajin, tidak malas bekerja, tidak malas mengembalikan milik Tuhan. Tuhan mulai pagari. Dan mulai pagari semuanya. SD aja nggak lulus, bisa kasih mobil sama pendeta, bisa punya tambang batu bara. Ngomong urusan sama orang Jakarta semua. Anak dia punya bisnis besar. Undang saya makan di restoran yang besar, anaknya. 

Saudara, Tuhan tidak mau kehutangan. Ada banyak kerja buat Tuhan Yesus, ada banyak kerja kalau mau. Kalau mau! Berita sudah diberitakan, tapi kalau kita nggak mau? Jadi saudaraku, bukannya Tuhan tidak bisa memberkati kita. Kita nggak buka kesempatan kepada Tuhan untuk memberkati. Kita buka kesempatan bagi belalang perusak masuk. Maka dalam ayat 10 tadi, Amsal, kita kembali kepada Amsal 18 ayat 10

18:10 Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat. 
18:11 Kota yang kuat bagi orang kaya ialah hartanya dan seperti tembok yang tinggi menurut anggapannya.

Orang kaya anggap kalau punya duit banyak, dia akan mempunyai kekuatan menara yang kokoh. Tanpa dia sadar, tidak ada Tuhan, tidak ada kerajinan mengembalikan miliknya Tuhan ... dia buka pintu, dia buka jendela untuk belalang-belalang perusak masuk. Abadon dan Apolion itu Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, sama bentuknya adalah seperti belalang. Saudara mungkin di sini belum pernah terjadi di Cianjur, tapi di daerah lain, di Lampung, di Padang ... sudah mau panen padi, belalang datang. Cuman satu jam, habis itu padi. Itu belalang perusak. Satu jam. Panen ribuan hektar, habis. Mau ngusir belalang pake apa? Pake bedil? Pake jaring? Pake lampu? Udah habis. Nangis petani. Itu belalang perusak. 

Tapi kita punya Tuhan. Kalau saudara kita mau sungguh-sungguh berurusan, rajin, kita bikin Tuhan menjadi menara. Tapi sebelum kita menjadikan Tuhan menara, kita musti rajin dulu. Ayat 9, rajin. Karena kalau kita malas, kita berteman dengan destroyer, sama perusak. Tuhan mah pengen kita diberkati. Kitanya yang nggak mau. Tuhan ingin mengumpulkan kita, kita nggak mau dikumpulin. Banyak orang anggap bahwa dia itulah yang bisa mencari uang ... oh tidak, Tuhan yang buka jalan! 

Tuhan yang bikin ada orang masuk toko kita, belanja. Itu Tuhan. Tuhan yang membuat orang ketarik, ah belanja di toko ini. Ah, beli di toko ini. Kalau saya suka lihat di jalan by pass, itu toko manisan semua. Toko manisan semua. Itu kan toko manisan berbaris begitu, berjejer. Semua kan punya nama, pake nama. Semua cari langganan. Tapi ada satu rahasia, kalau saudara menggaet Tuhan, ikut di dalam toko saudara, siapa bisa lawan Tuhan? Mobil udah kalangsu, mundur lagi. Mundur lagi. 

Tukang parkir bilang, didieu ge sarua, neng, sami-sami, didieu ge aya. Lobi-lobi aya, asinan aya, manisan aya, ada, sami. Sami, sami naon, urang mah biasa balanja didieu   - Sama apa, saya biasa belanja disini. Siapa yang bikin mundur? Kan Tuhan. Otaknya si supir dibikin mundur. Mundur. Nggak usah saudara pake patung ditoko, nggak usah pake buah, pake hio, nggak usah. Sebab yang bikin buah itu Tuhan. Sekarang kita nggak usah pake buah ... kita mah pake yang bikin buah ini, Tuhan. Maneh teh teu make buah?  - Kamu nggak pake buah? Teu  - Tidak. Kunaon?  - Kenapa? Make nu nyieun buah, Tuhan  - Pakai yang bikin buah, Tuhan. Nanti saudara lihat, buktikan. 

Ada orang Jakarta: Oom, saya mau buka toko nih, kasih namalah. Ashar. Ashar. Aduh oom, saya mau buka nih, apa teh yang tiket pesawat itu jual, tour. Namain. Ashar di angkasa, AAA. Bikin. Satu lagi bengkel: Oom, saya mau buka bengkel. Bengkel apa? Ashar. Semua Ashar. Karena Ashar itu bahasa Ibrani, to grow to be rich, bertumbuh menjadi kaya ... dari sepersepuluhan. Ashar, to grow to be rich, bertumbuh menjadi kaya. 

Pokoknya kalau saudara ke Roxy Mas, saudara lihat ada toko Ashar, itu jemaat saya. Kalau saudara lihat ada bengkel Ashar, itu jemaat saya. ASHAR, pokoknya toko apa saja itu jemaat saya. Karena saya yang kasih nama. Yang terakhir, yang merusak, saudara. 

Amsal 18 tadi adalah ayatnya yang ke 6, Bibir orang bebal menimbulkan perbantahan dan mulutnya berseru-seru meminta pukulan, orang bebal dibinasakan atau dirusak oleh mulutnya, bibirnya adalah jerat bagi nyawanya.

Ayatnya yang ke-20, Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya. Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya. 

Mulut kita bisa dipakai menjadi berkat, bisa menjadi laknat. Mulut nih. Mulut saudara bisa saudara pake untuk menarik berkat, bisa saudara pake untuk menarik kerusakan. Jadi hati-hati dengan pemakaian mulut. Hati-hati. Jangan pake mulut negatif. Nggak berteriak ngomong, pelan ... tapi negatifnya luar biasa. 

Dulu ada satu ibu ngomong sama saya begini, dulu, udah lama. Ada anak gadisnya belum menikah-menikah. Blul, blul, dia nggak bisa bilang brur. Mustinya kan bilang brur. Blul, blul, doain atuh anak saya teh supaya enteng jodo. Memang usianya sudah mendekati 40, tapi belum kawin-kawin. Dia mah da jahat teh mulutnya aja. Ini mamanya yang ngomong. Mulutnya aja anak saya teh  jahat, atinya mah bae. Heg, saha nu daek kawin. Silakan, siapa yang mau kawin. Lalaki mana anu daek kawin jeung awewe nu hatinya bae, tapi mulutnya jahat. Lelaki mana yang mau kawin sama perempuan yang hatinya baik, tapi mulutnya jahat. Mulutnya jahat tapi hatinya baik.

Kenapa? Karena hati mah nggak kelihatan atuh, da kahalangan baju, kahalangan jaket  - Karena ketutup baju, ketutup jaket. Ari mulut mah kadengean  - Kalau mulut kedengeran. Kadengean ku ceuli - kedengaran sama kuping. Makanya sampai ada peribahasa, perkawinan yang bahagia adalah perkawinan antara istri yang buta dan suami yang tuli. Hm, ... cocok. 

Kenapa saya katakan demikian? Karena manusia saja tidak mau menikah dengan wanita yang mulutnya jahat. Bagaimana Tuhan mau memberkati umat Tuhan yang mulutnya "jahat"? Ngomel terus. Menggerutu terus. Nggak puas terus. Terus aja. Nggak robah-robah adat dari dulu, adat kakurung ku iga. Sambayang-sambayang. Alkitab-alkitab. Kebaktian-kebaktian. Adat-adat. Nu hiji ka Warung Kondang, nu hiji ka Warung Batu  - Yang satu ke Warung Kondang, yang satu ke Warung Batu. Jadi saya bingung. Sembayang nggak ada dampaknya. Dengar Firman Allah nggak ada dampaknya. Kebaktian nggak ada dampaknya. Euweuh tapak saeutik oge - Nggak ada jejak sedikit juga. 

Saya punya keluarga di Jakarta kemarin menyerahkan rumah. Dia pinter sekali bahasa Inggris, juara berkali-kali. Perempuan, saudara. Kalau ngomong kaya orang barat aja ngomong, bahasa Inggris. Kenapa? Sekolah. Ada dampaknya. Dia sekolah. 

Biar kita nggak bisa bahasa Inggris, sekolah. Saya pikir saya mau bahasa kuo i, mau belajar. Pasti biar tiga bulan, biar nggak semua bisa, adalah dampaknya sedikit ... saya bisalah. Man, man lai. Bisa saeutik-saeutik mah  - bisa biar sedikit-sedikit. Ada dampaknya. 

Masa kita kebaktian, nggak ada dampaknya? Ikut gereja nggak ada dampaknya, nggak ada robah sedikit. Masa. Nggak mungkin. Jadi hati-hati nih mulut. Ngomong pelan, tapi jelimet, nusuk. Karena, karena apa? Merusak. Contoh. Ah, toko teh sepi ayeuna teh - Ah, sekarang toko lagi sepi. Sepi. Udah membunuh, mematikan berkat Tuhan. Sepi, sepi, sepi. Tuhan baru mau kirim nih, empat, lima orang mau belanja. Begitu udah mau deket toko, Dia denger saudara ngomong sepi, sepi, sepi. Tukang jengkol, tukang sepi nu datang. Ayo. Dia udah mau kirim nih bisnisman, orang yang mau belanja, orang mau beli manisan, orang mau masuk warung saudara. Saudara ngomong, sepi nya ... sepinya toko teh. Saudara ngerusak sendiri. 

Saya tidak panjangkan Firman Tuhan. Tapi satu hal yang saudara musti inget. Tuhan itu memagari kita, asal kita mau dipagari.

Kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________