Khotbah Minggu Pagi Juli - Agustus 2005

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu pagi, 21 Agustus 2005

KITA LEBIH DARI PADA PEMENANG

Kita akan buka Alkitab kita dalam II Korintus

2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.

Dalam bahasa aslinya berbunyi begini

2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di arak-arakan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.

Ini mirip dengan salinan bahasa Indonesia lama. Dalam alkitab bahasa Indonesia lama, bunyinya demikian

2:14 Tetapi syukurlah kepada Allah, yang senantiasa mengarak kami di dalam perarakan sebab kemenangan di dalam Kristus serta menyatakan bau harum pengetahuan akan Kristus dengan lidah kami di segala tempat.

Dalam ayat 14 awal dikatakan, tetapi syukur.

Dari dua kesaksian yang saya dengar, dua-duanya mengucap syukur, berterima kasih kepada Tuhan. Datang dari bahasa Yunani ekaristeo, artinya penuh dengan terima kasih. Orang yang tidak berterima kasih itu sama dengan - maaf - binatang, karena binatang biar saudara ngomong apa saja sama dia memberi apa saja, binatang tidak bisa ngomong terima kasih.

Maka manusia adalah makhluk yang sanggup berterima kasih. Kenapa kita tidak pakai kepada Tuhan di dalam setiap kebaktian kita mengucap syukur, berterima kasih. Kita menyanyi adalah ungkapan lain dari kata terima kasih. Kita berdoa ungkapan lain dari mengucap syukur. Sangat disayangkan banyak orang datang kebaktian hanya untuk dengar firman Allah, tidak untuk menyanyi. Padahal waktu menyanyi, saudara mengucap syukur, berterima kasih kepada Tuhan. Ada orang yang suka ngomong yang penting dengar khotbah. Khotbah penting, nyanyi juga penting. Dua-dua sama penting. Khotbah itu Tuhan bicara sama kita, nyanyi itu kita bicara sama Tuhan.  

Nggak bisa kita telepon, saudara-saudara, kita hanya mau dengar yang dari seberang sana. Kita dulu yang harus bicara halo siapa kita ada perlu apa, kita bertanya. Demikian juga dengan kebaktian. Tidak bisa kita mau dengar hanya khotbah saja tanpa menyanyi. Jadi seolah-olah kita ini lebih penting dari firman Tuhan, lebih penting dari kebaktian. Kita datang terlambat karena kita anggap firman Tuhanlah yang penting, puji-pujian tidak penting. Padahal puji-pujian sama penting dengan firman Allah.

Nah, kembali kita mengucap syukur kepada Allah yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Tadi saya sudah bacakan di arak-arakan kemenangan. Pada tanggal 18 Agustus ada arak-arakan memperingati kemenangan, memperingati kemerdakaan. Waktu Cap Go Me ada arak-arakan, perjalanan. Waktu orang-orang Bali menguburkan keluarganya, dibikin arak-arakan.

Tetapi arak-arakan yang kita sedang bicara ini justru arak-arakan kemenangan. Saya mohon perhatian saudara untuk firman Allah pada pagi hari ini.

Saudara, kita tidak mau problem, kita tidak mau peperangan. Kita cenderung tidak mau percobaan. Tetapi tidak ada kemenangan tanpa percobaan, tidak ada kemenangan tanpa peperangan, tidak ada kekuatan tanpa latihan. Surga adalah tempat untuk para pemenang. Bayangkan kalau surga dipenuhi dengan pengecut-pengecut yang tidak pernah mau perang, yang tidak pernah berani mau menang dalam peperangan.

Saudara sudah baca di dalam Alkitab bahwa pengecut-pengecut Tuhan tidak hitung. Dari 32.000 tentara, Tuhan bilang, yang takut perang katanya sama Gideon, suruh pulang. Bayangkan dalam 1 hari, 22.000 tentara pulang karena takut perang. Tinggal 10.000. Cek lagi, kata Tuhan. Dites lagi. Hanya 300 yang lulus. Hanya 300 dari 32.000 yang berani menghadapi peperangan. Kurang 1 persen! Hanya 300 orang dari 32.000 tentara.

Bayangkan saudara, berapa persen kita ini jemaat yang berani perang, yang berani menghadapi tantangan hidup? Saya katakan tadi, tidak akan ada kemenangan tanpa perang, tidak akan ada kekuatan tanpa latihan.

Paulus ini saudara dikatakan, dia tertangkap ... seolah-olah dia membayangkan dirinya tertangkap dalam arak-arakan kemenangan Kristus. Begitu dia kenal Yesus, dia seperti ada dalam arak-arakan kemenangan di jalan kemenangannya. II Korintus   

2:15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.
2:16 Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?

Jadi kalau ini arak-arakan dalam peperangan, ada dua macam rombongan. Satu rombongan perang yang menang perang, di belakangnya tawanan. Tentara Roma ketika menang perang, mereka pulang ke kota dengan membawa tawanan, mereka itu dilempari bunga oleh rakyat. Nah, bunga ini harum bagi tentara-tentara ini, harum yang indah sekali yang wangi sekali. Tetapi bunga ini menjadi bau busuk bagi tawanan-tawanan yang mungkin akan jadi budak, yang mungkin akan  dibunuh, mungkin akan disuruh kerja paksa.

Jadi saudaraku, bagi kita anak-anak Tuhan, kita ada di dalam arak-arakan kemenangan-Nya. Nah, dengan demikian kita tahu bahwa kita ini adalah orang-orang yang menang di dalam Kristus Yesus. Sesuai dengan apa yang ditulis oleh Roma   

8:39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Jadi kalau ada orang menang, kita lebih dari mereka. Siapa saja. Tiger Woods menang, kita lebih dari pemenang.  Siapa saja yang menang. Main sepak bola - kita lebih, ... di dalam Dia yang mengasihi kita. Jadi kenapa kita takut perang kalau kita tahu kita bakal menang?

Saudara tidak usah takut dengan keadaan ekonomi Indonesia yang kacau balau begini kalau sudah ada jaminan dari firman Allah: engkau pasti menang. Kita tidak usah takut masuk di dalam ladang Tuhan kalau sudah ada jaminan dari Tuhan kita lebih dari pemenang. Maka itu kita semua saudara dan saya, ada dalam arak-arakan kemenangan Tuhan. Kita bukan orang kalah, kita orang bakal menang, kita bakal lebih dari pemenang.

More than a conqueror. Conqueror itu orang yang memenangkan satu peperangan. Lebih dari pemenang. Itu dikatakan oleh firman Allah. Dan apa yang terjadi? Kita tidak usah takut, kita ada dalam arak-arakan yang menang. Nah, Paulus itu seolah-olah tertangkap di dalam satu arakan-arakan dia ikut yang menang. Yang menangnya Yesus. Yang menang perangnya Yesus. Jenderalnya itu Yesus. Dia ikut arak-arakan sebagai tentara yang menang, dia terima bunga-bunga yang wangi tentang kemenangan.

Coba bayangkan saudara tentang arak-arakan. Di depan kita adalah Jenderal Yesus dan kita berjalan di belakang Dia dengan penuh suka cita. Kita ini sedang menang ... lebih dari pada para pemenang. Kita lebih dari pada orang-orang yang menang. Itu sebabnya jangan takut perang, jangan takut percobaan, jangan takut sakit penyakit, jangan takut persoalan, jangan takut tantangan ... karena kita lebih dari pada pemenang.

Mazmur 24. Ada 2 ayat yang diulang-ulang, tidak ada bedanya tetapi saya juga aneh kenapa terjadi begini, yaitu ayat yang ke 7 dan 8, itu sama dengan ayat yang ke 9 dan ayat 10.       

24:7 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!
24:8 "Siapakah itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!"
24:9 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!
24:10 "Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!" Sela

Perbedaannya cuma satu kata, yaitu di dalam ayat 8 ada kata "Tuhan perkasa dalam peperangan". Datang kata mighty, yang saudara suka dengar orang ngomong dahsyat. Tuhan Perkasa. Perkasa itu bukan kalah. Menang. Tuhan yang perkasa, yang menang dalam peperangan. Yang kita sembah adalah Tuhan yang perkasa dalam peperangan, Tuhan yang menang dalam peperangan. Nah, kita di dalam arak-arakan kemenangan. Kita sedang mengiring Tuhan yang tidak pernah kalah. Salah satu nama dari Tuhan di dalam Yesaya      

9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, ...

Nah, Allah yang perkasa ini dalam bahasa Ibrani disebut El Gibbor. El Gibbor itu nama ini, artinya the mighty all mighty and winning all the time God. Artinya Allah yang besar dan perkasa dan selalu menang di dalam peperangan. Itu arti El Gibbor. Yesus akan disebut namanya Allah perkasa, Allah yang menang perang.

Sejauh saudara mempunyai di hati kita Raja perkasa ini - Yesus, sejauh itu tidak ada yang patut kita kuatirkan. Apakah itu soal ekonomi, apakah itu soal jodoh, apakah itu soal rumah tangga, apakah itu soal keluarga, apakah itu soal tantangan hidup - tidak ada yang patut kita kuatirkan. Karena Allah yang perkasa ada di dalam hati kita - kita lebih dari pada pemenang.

Waktu kita buka toko saja pada pagi hari, kita harus yakin kita akan diberkati Tuhan karena Tuhan yang kita iring adalah Tuhan yang selalu menang. Jangan takut bakal dagangan kita rugi, jangan takut kita nggak akan dapat keuntungan karena Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang menang.

Lihat di belakang tentara itu dia jarahan-jarahan yang dibawa, tawanan-tawanan yang dibawa, barang-barang emas perak yang dibawa di dalam waktu menang peperangan - itu luar biasa. Maka Jepang waktu setelah merdeka, dia harus membayar pampasan perang. Karena waktu dia menang perang di Indonesia dia menjarah banyak harta benda Indonesia. Bukan hanya emas perak tetapi kayu-kayu semua dibawa ke Jepang. Belanda juga demikian. Dia harus membayar pampasan perang karena 350 tahun dia ambil cengkihm dia ambil pala, dia ambil semua ke Belanda 350 tahun. Baru ngaku tahun ini bahwa Indonesia merdeka. Kurang ajar tuh orang Belanda. Kita sudah 60 tahun merdeka baru diakui setelah 60 tahun, betul katanya Indonesia sudah merdeka. Jadi sebelum itu mereka tidak anggap kita merdeka. Dijarah, diambil kekayaan.

Saya sedang ambil positifnya. Bagaimana waktu Tuhan menang perang. Dia memiliki segala harta benda. Sampai Abraham pernah ngomong begini sama raja Sodom. Raja Sodom mau kasih uang karena dia menang perang: ini jarahan buat kamu saja. Eh, saya nggak perlu. Kata Abraham: saya nggak perlu. Itu anak buah saja kasih, saya nggak perlu. Jangan nanti kamu anggap kamu bikin saya kaya. Saya punya Allah - El Elyon, Allah yang Mahabesar, Dia yang memberkati saya.

Saudara jangan ikut-ikut orang dunia. Orang dunia ke Gunung Kawi, orang dunia ke dukun - jangan. Kita punya El Elyon, Allah Mahabesar, Dia akan memberkati kita, Dia akan menolong kita, Dia akan memberikan kemenangan kepada kita. Jangan takut perang karena kita bakal menang. Jangan takut bertanding, jangan takut di dalam percobaan, karena dia selalu memberi jalan keluar. I Korintus               

10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Tuhan kasih pencobaan yang biasa, premium. Percobaan yang kita alami itu percobaan biasa. Kita aja yang anggap luar biasa. Yang Tuhan kasih itu biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia.

Ada satu anak umur 10 tahun ikut bapanya ke supermarket. Bapanya bilang, itu pegang keranjang. Bapanya enak aja, ambil rinso lemparin di keranjang, beli tisu lemparin di keranjang. Ambil lemparin di keranjang. Lewat bapa yang lain, dia ngomong sama anak ini: Nggak berat nak? Anaknya pintar saudara: nggak, papa saya tahu kekuatan saya sampai dimana. Bener itu anak pintar ngomong. Mana mungkin papanya masukin beras satu karung, nggak mungkin. Dia mah ambil gula yang biasa, yang bisa anaknya angkat. Tidak melebihi kekuatan.

Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Setiap persoalan ada buku pedoman. Saudara yang ada dalam problem pagi hari ini pulang, jalan keluar sudah disediakan oleh Tuhan. Saudara yang sedang susah, ada penghiburan. Sedang dalam peperangan jangan takut, pasti kita menang. Kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

_________________________ 

 (Kembali ke Halaman Utama)

  _________________________