Khotbah Minggu Pagi Juli - Agustus 2006

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu pagi, 06 Agustus 2006

YOHANES 3:16

Selamat pagi selamat bertemu dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Renungan pagi hari ini kita dapatkan dalam injil Yohanes

3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Ayat ini adalah ayat semua orang. Setiap orang punya ayat emas masing-masing. Di dalam Alkitab saudara senang satu ayat khusus buat saudara. Istri saudara lain dia senang ayatnya. Anaknya kita lain senang ayatnya. Tapi Yohanes 3:16 ini adalah ayat semua orang. Di seluruh dunia orang menyenangi ayat Yohanes 3:16. Bahkan banyak orang menaruh John 3:16 itu menjadi nomor mobilnya kalau di Amerika. Kalau di Indonesia hanya 316 nya. 316 nya mereka pakai untuk nomor mobil karena mengertinya karena cintanya kepada ayat Yohanes 3:16. Banyak orang yang suka dengan nomor-nomor handphone cantik, dia cari yang belakangnya 316316 untuk mengingat Yohanes 3:16. 

Dalam pertandingan sepak bola, Piala Dunia, itu Yohanes 3:16 suka ditaruh di belakang gawang. Supaya orang kalau nyundul, kalau tembak bola ke gawang, televisi ambil itu gawang, itu Yohanes 3:16 terbawa. Berkali-kali saya melihat Yohanes 3:16 di belakang gawang. Kalau saudara tidak melihat di belakang gawang berarti saudara tidak konsentrasi kepada Yohanes 3:16 tapi konsentrasi kepada main bola. Karena kalau saudara-saudara dengan jeli, di belakang gawang selalu ada orang membawa kain Yohanes 3:16.

Nampaknya Yohanes 3:16 adalah ayat semua orang, ayat kesayangan kita. Nah, di dalam ayat ini saya bisa khotbah dalam 7 kali khotbah dengan cara yang berbeda. Kalau ada KKR 7 hari saya bisa bicara dari Yohanes 3:16 ini 7 kali berturut-turut. Pernah dilakukan di Manado.

Tetapi pada pagi hari ini, kita akan gabung ke-7 itu menjadi satu pengertian yang mendasar.

Yang pertama kita melihat bahwa Tuhan adalah inisiatif dari keselamatan. Karena dikatakan: Karena begitu besar kasih Allah. Kalau dalam bahasa Inggris, for God so loves the world ... karena Allah mengasihi dunia ini. Jadi God disebut pertama. Allah Elohim, adalah inisiator, Dia yang mengadakan inisiatif dalam keselamatan ini. Itu sebabnya saudara, jangan lupa di dalam kehidupan kita Tuhan itu nomor satu, amin? Segala sesuatu bisa ditaruh nomor-nomor yang lain tapi God atau Elohim atau Tuhan itu selalu nomor satu.

Dia inisiator dari keselamatan tetapi bukan hanya keselamatan, Dia inisiator dari kebahagiaan, Dia inisiator dari  kekuatan, Dia inisiator dari kemenangan.  Dia inisiator dari segala sesuatu. Yang saudara perlu di dalam Tuhan, inisiatifnya itu datang dari Tuhan. Keselamatan bukan kita memegang tangan Tuhan. Keselamatan adalah Tuhan mengulurkan tangan-Nya kepada kita. Berarti Tuhan adalah inisiatornya.

Segala sesuatu diawali oleh Tuhan. Kalau kita sudah salah, saudara mengawali hidup tidak diawali dengan Tuhan maka sepanjang hidup kita akan banyaknya yang keliru. Kalau kita mau bepergian, awali dengan Tuhan supaya sepanjang jalan bepergian, kita tidak ada kecelakaan tapi ada keselamatan dari Tuhan.

Itu sebabnya awali segala sesuatu dengan Tuhan. Awali hari saudara dengan Tuhan. Awali pekerjaan saudara dengan Tuhan. Besok saudara mau buka toko, awali dengan Tuhan. Berdoa sebelum toko dibuka, saudara berlutut, saudara berdoa. Karena saudara tahu inisiatornya Tuhan. Dia yang menarik pembeli-pembeli datang ke toko kita. Dia yang mengirimkan order-order kepada kita. Dia yang memberi makan burung di udara. Dia juga memberi makan saudara dan saya. Saudara-saudara, hati-hati jangan sampai kita bisnis, kita kerja, kita lupa bahwa semua ini datang dari Tuhan. Tuhan adalah inisiatornya. Dia yang memberikan ini kepada kita. Bisa bilang amin?

Yang kedua adalah mengasihi. Dikatakan, karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini.

Inisiator ini adalah inisiator dari kasih. Dia yang pertama mengasihi kita. Alkitab katakan bukan kita yang mengasihi Dia. Tetapi Dia yang mengasihi kita  pertama kali. Dia yang mencintai kita pertama kali. Kata kasih di dalam bahasa Yunani dipakai kata agape atau agapau atau agapos adalah kasihnya Allah, kasihnya Elohim kepada kita yang tidak ada henti-hentinya.

Saya kasih beda untuk saudara. Kita punya kasih. Manusia, kita semua punya kasih. Kita mengasihi - kalau saya - mengasihi pengerja yang kerjanya rajin, kerjanya rapi. Kita mengasihi karyawan kita yang kerjanya jujur. Tetapi kasih kita tidak seperti kasihnya Tuhan. Kasih kita itu ada musimnya. Kasih kita itu terbatas di ujung kulit, di ujung mata, di ujung telinga.

Kalau kita dengar orang nyanyi enak, kita senang sama dia. Kalau kita dengar orang nyanyi sember, kita nggak senang sama dia. Berarti terbatas. Nah, Tuhan itu nggak. Tuhan itu kalau mengasihi kita, Dia mengasihi kita justru pada waktu kita jelek. Pada waktu kita brengsek, pada waktu kita jelek, pada waktu kita banyak cacat, Dia mengasihi kita. Dan kasihnya kepada kita nggak bisa berubah karena kita bandel. Kasihnya kepada kita tidak bisa dihalangi karena kita menolak Dia. Dia tetap saja mengasihi kita. Dia tetap saja mengasihi kita. Dia tetap saja mengasihi kita. Kalau saudara baca Yohanes

1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya

Ini orang Yahudi, orang Israel, yang dikatakan murid-Nya Tuhan. Dia datang kepada orang Yahudi, orang Israel dengan kasih-Nya, malah disalibkan, malah dianiaya, disalibkan. Tetapi Yohanes 1, Dia ditolak. Yohanes 3, Dia tetap mengasihi. Ini bedanya kasih Tuhan dengan kasih manusia. Jangan bandingin. Jangan bandingin kasih manusia dengan kasih Tuhan. Nggak sebanding. Nggak bisa, langit dan bumi. Jangan dibandingkan. Kasih manusia dengan kasih Tuhan nggak sebanding. Lalu saudara kecewa sama manusia, tidak seperti Tuhan. Loh, nggak bisa. Manusia bukan Tuhan. Manusia tidak seperti Tuhan mengasihinya. Like or dislike, senang atau tidak senang. Tapi kasih Tuhan kita harus belajar memang. Itu Dia tetap mengasihi pada waktu kita tidak baik.

Ketaatan itu penting. Tetapi tidak bisa merobah kasihnya Tuhan. Kita taat atau tidak taat, kita jatuh atau kita berdiri, kita sakit atau tidak, kasih Tuhan itu terus. Ini agape. Kasihnya Tuhan yang terus bercahaya, terus bercahaya, terus bercahaya.

Saya selalu ingat ilustrasi bagaimana ada gergaji, ada palu dan ada lilin. Dia mau ikut sayembara untuk mematahkan baja. Sepotong baja ditaruh. Gergaji bilang, saya bisa potong itu. Dia mulai gergaji. Begitu gergaji, baja nggak bisa digergaji. Patah. Gigi gergaji ini patah. Palu bilang saya bisa. Dia pukul iu baja. Cuma bengkok saja baja itu. Palu juga gagal. Tapi lilin, dia tidak banyak bicara. Dia berdiri di bawah baja. Satu jam, dua jam, terus tiga jam, lama-lama itu baja mulai merah, terus biru, biru, meleleh, hancur.

Nah, kasih Tuhan itu seperti lilin. Sehari demi sehari Dia mengasihi kita. Kadang-kadang hati kita seperti baja yang keras. Tapi Dia mengasihi kita, Dia mengasihi kita, Dia mengasihi kita, Dia mengasihi kita, terus. Sampai pada satu kali, hati kita lumer, kita menerima Dia sebagai Juru Selamat. Haleluyah. Ini yang kedua, kasihnya Tuhan. Dia inisiator dari keselamatan. Lalu yang kedua, Dia mengasihi kita.

Yang ketiga dikatakan, sehingga Ia telah mengaruniakan. Mengaruniakan adalah kata yang lain dari memberi. Peribahasa berkata saudara bisa memberi tanpa kasih tapi saudara tidak bisa mengasihi tanpa memberi. Sebab kalau orang mengasihi, dia memberi. Memberi kecil, memberi besar itu lain perkara. Tapi hatinya suka memberi. Karena dia mengasihi.

Orang tidak bisa mengasihi tanpa memberi. Sekopet apapun orang itu kalau sudah mengasihi, dia pasti memberi. Kalau orang itu mencintai, mengasihi, dia pasti memberi. Memberi waktu, memberi tenaga, memberi perhatian, mengorbankan diri. Tuhan itu memberi contoh. Allah Bapa memberi anak-Nya. Yesus memberi Roh Kudus. Roh Kudus memberi sembilan karunia Roh, memberi sembilan buah Roh kepada gereja.

Nah, gereja harus memberi juga. Itu sebabnya Yohanes 3:16, saya katakan tadi, adalah ayat semua orang. Tidak ada yang tidak kenal firman Allah ini. Semua kenal kita. Dari pihak manapun juga. Maka kalau kita mengasihi, kita pasti memberi. Kalau Dia mengasihi kita, Dia tidak kasih nomor dua. Dia mengasihi yang nomor satu. Ini datang kita kepada yang keempat. Yang Dia kasih itu anak-Nya.

Bagaimana hati-Nya Tuhan? Dia memberi anak-Nya. Bukan untuk hidup ... untuk mati di Golgota. Dia memberi anak-Nya. Yang Dia beri kalau ada di surga satu kekayaan lebih dari Yesus harganya, Dia tidak akan kasih Yesus, Dia kasih kekayaan itu. Sekarang kalau kita bilang Tuhan kalau punya kekayaan di surga yang bisa menebus dosa manusia, Dia nggak akan beri anak-Nya. Dia kasih kekayaan itu.

Itu sebabnya alkitab katakan dosa tidak bisa ditebus oleh uang. Dikatakan, kamu sudah ditebus bukan oleh emas dan bukan oleh perak tapi oleh darah Anak Domba Allah, Yesus. Kalau darah dari Yesus, Yesusnya musti diberi. Betapa berat, Dia lihat anak-Nya sendiri berteriak-teriak di salib: Eloi, Eloi ... lama sabakhtani, ... ya Tuhan-Ku, ya Allah-Ku, kenapa Engkau meninggalkan Aku?

Kata Eloi itu datang dai Elohim. Eloi, Eloi, lama sabakhtani, kenapa Engkau meninggalkan Aku? Karena Tuhan buang muka ketika anak-Nya yang Dia kasihi dijadikan dosa. Semua dosa umat manusia, penyakit TBC, penyakit kotor, semua ditimpakan kepada Yesus. Itu yang Dia kasih kepada kita. Kalau saudara nggak ngerti harganya pemberian Tuhan, kita nggak menghargai Tuhan. Tapi kalau kita mengerti, aduh, Tuhan punya pemberian kepada dunia ini adalah anak-Nya, kita pasti menghargai.

Dan dari situlah saudara-saudara menghargai anak-Nya. Menghargai pemberian itu, anak-Nya sendiri Dia beri. Kita berhenti sebentar, kita buka Roma 

8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Dikatakan dengan jelas, tidak menyayangkan anak-Nya karena kita. Begitu besar kasih Allah sampai anak-Nya Dia tidak sayang untuk beri menolong kita. Yang tidak ada harapan menjadi ada harapan. Yang berdosa ditebus dosanya. Yang jalan ke neraka jadi berubah bisa ke surga. Dia kasih anak-Nya ini tidak sayang. Dia tidak menyayangkan anak-Nya.

Berikutnya yang kelima, Yohanes 3 lagi ayatnya yang ke-16: Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya. Saya mau bicara dulu 'dengan setiap orang'. Keselamatan itu bukan keluarga per keluarga, nggak, tapi orang. Bukan kaum per kaum, tapi orang. Kadang-kadang suami nggak ke gereja, istri ke gereja, suami jaga gawang, jaga rumah. Kadang-kadang istri jaga rumah, suami ke gereja. Kadang-kadang anak sudah ke gereja, orang tua belum. Kadang-kadang orang tua ke gereja, anak belum.

Tapi kalau kita lihat firman Tuhan, setiap orang. Keselamatan itu untuk setiap orang. Penghulu laskar di dalam Kisah Rasul 16, dia datang sama Paulus dan berkata: Apa yang wajib kami perbuat supaya kami beroleh selamat? Percayalah kepada Tuhan Yesus, kata Paulus, kamu akan diselamatkan, yaitu kamu dan seisi rumah tanggamu. Pribadi dulu, kamu dulu. Nanti satu-satu, pribadi-pribadi akan diselamatkan.

Banyak yang tidak kenal ayah saya, tapi banyak yang kenal papa saya, oom Yan. Papa saya adalah yang tertua dari lima saudara. Yan Awondatu, Derek Awondatu di Purwakarta, Leo Awondatu di Jakarta, Alfons Awondatu di Surabaya, Elisabeth Awondatu satu-satunya perempuan di Bondowoso, Tante Lis. Ini semua gereja katolik kuat. Papa saya itu semua anggota gereja katolik. Bahkan papa saya sudah sekolah pastor dulu. Delapan belas tahun dia katolik. Tapi satu kali dia dengar ada gereja pantekosta di rumahan, gedeg ... kok dia tertarik, dia masuk. Duduk saja di kas sabun, kursinya dari kas sabun zaman Belanda dulu. Dia ikut kebaktian, wah dia senang, dia terpanggil. Jadi dia ke pantekosta.

Nah, pastor bilang, dosa paling gede kalau pindah gereja. Jadi papa saya ini diusir. Kalau saudara ingat papa saya ompong giginya, yang depan patah, itu karena mamanya, oma saya itu pukul sama teko, pukul giginya sampai patah. Dimusuhin, diusir dari rumah papa saya ini. Ditampung sama keluarga Yu Cin Guan, pendeta di Temanggung. Diangkat anak. Dalam tiga bulan papa saya sembahyang. Doa puasa, doa puasa. Adik ini bertobat, terima Yesus, dia jadi pendeta di Purwakarta, GPdI. Dia sembahayng, dia sembahyang, adik yang ketiga terima Yesus, tinggalkan gereja katolik. Sembahyang dan sembahyang, adik yang keempat, Alfons Awondatu, terima Yesus. Dia jadi anggota Gereja Bethel Tabernakel di Surabaya. Yang kelima, paling ngomel, paling ngambek sama papa saya, dia malah jadi istri pendeta pantekosta.

Maka saya itu angkat topi sama papa saya. Uletnya itu kalau sembahyang. Saudaranya empat dalam tiga bulan, semua terima Yesus. Sampai mamanya sendiri yang dulu mukul pake teko, akhirnya terima Yesus.

Ini yang saya maksudkan setiap orang. Papa saya tahu kalau dia selamat sendiri, ini nggak selamat. Jadi dia doakan, dia doakan, dia doakan, sampai semua tidak terpaksa terima Yesus. Saudara mau mendoakan keluarga saudara?

Yang keenam, 'yang percaya'. Tadi kasih, sekarang yang percaya. Kenapa kita mau tahu orang itu percaya? Dia ke gereja kok. Yang ke gereja belum tentu percaya. Tapi yang percaya pasti ke gereja. Bagaimana kita tahu dia percaya? Dia dibaptis kok. Yang dibaptis belum tentu percaya. Tapi orang yang percaya pasti dia terima baptisan baru akan ada keselamatan.

Bagaimana kita tahu dia percaya? Dia berdoa, kok. Orang berdoa belum tentu percaya. Tapi orang percaya pasti dia berdoa. Bagaimana kita tahu dia percaya? Dia ada di gereja. Orang ada di gereja belum tentu percaya. Tapi orang percaya pasti ada di gereja. Dari mana percaya itu? Dari firman. Segala sesuatu datang dari firman. Segala sesuatu datang dari Inisiator ini.

Yang terakhir, tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Kita mendapatkan hidup yang kekal, yang ketujuh. Hidup yang kekal. Hidup ada beberapa macam. Yang paling rendah, itu namanya hidup tumbuh-tumbuhan. Hidup tumbuh-tumbuhan itu disebut bios. Pohon waktu ditebang nggak pernah bilang aduh sakit, nangis, nggak pernah. Karena dia punya bios, tapi dia tidak punya psuche, nyawa.

Lebih tinggi dari tumbuhan itu binatang, psuche, dia punya nyawa ... dia bisa rasa sakit. Kenapa dia menjerit? Karena dia punya psuche, nyawa. Merasa sakit. Tapi dia tidak punya pneuma. Pneuma itu roh. Anjing kalau mati nggak akan ada di surga, dia tidak punya roh. Saudara mati, kita kekal. Di neraka apa di surga? Kekal. Pneuma. Tetapi lebih tinggi dari kita, pneuma, adalah hidup yang kekal ... zoe. Itu hidupnya Tuhan. 

Nah, ini yang Tuhan bilang, barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Kita sudah punya pneuma, tapi beroleh dapat satu hidup - hidupnya Allah sendiri. Maka pada pagi hari ini, berbahagialah karena Tuhan mengawali keselamatan. Karena tujuan keselamatan adalah kita. Sehingga kalau kita percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sekian renungan firman Allah. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Minggu pagi, 13 Agustus 2006

FIRMAN YANG MENCIPTAKAN

Selamat pagi selamat bertemu dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Renungan pagi hari ini kita dapatkan dalam injil Yohanes

1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Di dalam ayat ini kita melihat bahwa firman Tuhan itu mencipta. Apa saja kalau kita membaca firman, kita membaca sesuatu yang mencipta. Kalau kita baca Alkitab, kita membaca sesuatu yang menciptakan sesuatu. Berbeda kalau kita baca koran, berita koran tidak menciptakan. Berbeda kalau kita baca buku, apa saja itu buku pelajaran buku komik, buku itu tidak menciptakan. Tetapi firman Tuhan, dia menciptakan. Firman Tuhan menciptakan segala sesuatu oleh karena firman Tuhan.

Jadi kalau saudara membaca alkitab, saudara membaca sesuatu yang menciptakan. Kalau saudara membaca sabda Tuhan, saudara membaca sesuatu yang dapat menciptakan dan firman selalu menciptakan yang baik. Dia tidak pernah menciptakan kejahatan. Dia tidak pernah menciptakan yang tidak baik. Dia tidak pernah menciptakan perkara-perkara yang akan menyakitkan, menyulitkan kita. Dia menciptakan yang baik. Sekarang kita akan melihat Injil Lukas. Di dalam Lukas ini, ada tiga tempat yang ayat dan pasalnya itu sama.

Saudara bisa perhatikan: Lukas 4:4, Lukas 5:5, Lukas 7:7.

Kita mulai dulu dengan Lukas 4:4, itu adalah jawaban Tuhan Yesus kepada iblis. Ayat 3,

4:3 Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti."
4:4 Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja."

Di dalam bahasa Inggris dikatakan, manusia hidup bukan dari roti saja tetapi oleh setiap firman dari Allah. Ini tidak ada dalam bahasa Indonesia. Tapi dalam bahasa Inggris ada. Jadi manusia tidak hidup karena makan nasi, karena makan roti, karena makan. Banyak orang kalau kelaparan takut mati. Tetapi Tuhan Yesus berkata, manusia nggak hidup dari roti saja tetapi dari firman yang keluar dari mulutnya Tuhan. Firman yang keluar dari mulutnya Tuhan itulah yang membuat kita hidup. Tadi saya katakan, firman itu mencipta. Dia menciptakan kehidupan. Dia menciptakan kekenyangan.

Dalam Yohanes pasal 4, Yesus berbicara dengan perempuan Samaria. Lalu murid-murid-Nya pergi ke kota membeli makanan. Waktu kembali, tiba-tiba Tuhan Yesus bilang: Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal. Dia tiba-tiba merasa kenyang, Dia tiba-tiba merasa full, Dia tiba-tiba merasa puas. Sampai murid-murid-Nya bilang: Siapa yang kasih makan sama Dia? Pada waktu kita melayani firman, pada waktu kita menikmati firman, kita bisa menikmati kekenyangan rohani. Kita merasa kenyang rohani.

Lalu kalau kita membaca Lukas 5:5,

5:5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."

Nah, itu kalimat 'karena Engkau menyuruhnya', dalam bahasa Inggris nevertheless at Your word, tetapi karena firman-Mu. Tetapi karena firman-Mu, aku akan menebarkan jala juga. Dan apa yang terjadi? Firman itu, menebarkan jala, dua perahu sampai penuh dengan ikan, sampai jala itu robek. Di sini firman menciptakan ikan. Semalam-malaman kami tidak dapat ikan, tetapi oleh firman-Mu, kami menebarkan jala juga. Semalam-malaman kami tidak berhasil, tetapi karena firman-mu, Tuhan bikin dia berhasil.

Firman menjadikan seorang yang kurang berhasil, yang tidak berhasil, menjadi seorang yang berhasil. Orang yang tidak mungkin berhasil, sudah semalam suntuk saya bekerja tapi tidak berhasil, melainkan oleh firman - dia mendapatkan hasil! Saudara sekarang bayangkan, renungkan. Usaha manusia, kekuatan manusia cari ikan, kepandaian, pengetahuan, semalam-malaman nggak dapat apa-apa. Tapi kalau kita mau pakai firman Tuhan, maka dia mendapatkan makanan itu, mendapatkan ikan-ikan itu. Jadi firman itu mencipta.

Dalam Lukas 7:7 di sana adalah kata-kata penghulu laskar. Lukas 7:7, 

7:7 sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.

Dalam bahasa Inggris, but say the word ... katakan firman, and my servant will be healed ... dan saya punya pelayan akan sembuh.

Tuhan Yesus diminta mendoakan pembantu penghulu laskar, hamba penghulu laskar karena penghulu laskar ini sangat mencintai hambanya. Tetapi ketika Yesus mau datang, dia bilang: Tidak usah datang, tidak usah masuk ke rumah saya, cukup katakan sepatah kata saja. Katakan sepatah kata saja, niscaya hambaku akan sembuh.

Saudara lihat yang pertama, Lukas 4:4, firman menciptakan makanan rohani. Lukas 5:5, firman menciptakan perekonomian yang sukses.

Itu sebabnya saya suka lihat, anak Tuhan, jemaat yang rajin kebaktian, mencari firman, itu rata-rata bisnisnya sukses. Tetapi jemaat yang kaya langsir, nanti datang, nanti nggak, nanti datang, nanti nggak ... itu bisnisnya tidak ada berkat. Karena firmanlah yang menciptakan berkat.

Dalam Lukas 7;7, firman itu menciptakan kesembuhan. Cukup katakan satu kata saja, maka hambaku akan sembuh. Dengan kata-kata firman ini, kita bisa tahu betapa pentingnya firman di dalam hidup kita. Betapa pentingnya sabda Tuhan di dalam hidup kita. Betapa urgennya, betapa kita sangat memerlukan firman di dalam kehidupan kita. Betapa kita sangat membutuhkan firman.

Kalau kita meninggikan firman, firman itu meninggikan kita. Kalau kita menghormati firman, firman itu menghormati kita. Kalau kita mengasihi firman, firman itu mengasihi kita. Kalau kita meninggalkan firman, firman juga akan meninggalkan kita. Itu sebabnya betapa pentingnya firman di dalam kehidupan kita. Betapa pentingnya sabda Tuhan di dalam kehidupan kita.

Kita tidak usah tiru seperti John Sung. John Sung kalau baca firman, dia berlutut. Dia berlutut dan dia baca berjam-jam dengan lampu teplok. Karena di Tiongkok tidak ada listrik waktu itu. Dengan lampu teplok dia baca firman. Berjam-jam. Kadang air matanya menetes ketika dia baca firman. Firman itu hidup, firman itu menggugah hati, firman itu bisa menghibur hati.

Kembali kita dalam Lukas pasal 4, Tuhan Yesus itu dicobai oleh Iblis tiga kali. Iblis pakai tehnik yang pertama, jadikan batu ini roti. Yesus lalu lari kepada firman, ada tertulis manusia bukan hidup dari roti saja melainkan dari firman yang keluar dari mulut Allah. Strategi berubah, Iblis pakai strategi. Jatuhkan diri-Mu dari atas ke bawah, niscaya nggak akan apa-apa. Yesus lari kepada firman, ada tertulis. Strategi berubah lagi Iblis. Kalau kamu mau menyembah aku, dunia ini aku berikan kepada-Mu. Yesus lari lagi kepada firman, ada tertulis. Jadi strategi Iblis bisa berubah, tetapi jawaban selalu sama: Firman Tuhan. Itu sebabnya kita selalu akan menang di dalam seribu peperangan kalau kita tahu melarikan diri kepada firman Tuhan.

Firman Tuhan adalah satu senjata yang ada pada kita sekalian. Di dalam Mazmur 119, selalu kita melihat ayat ini menjadi penghiburan bagi kita. Mazmur 119, satu pasal yang terpanjang di alkitab. Ayatnya yang ke-11,

119:11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

Dalam bahasa Inggris dikatakan Your word, firman-Mu ... bukan janji-Mu. Firman-Mu telah kutaruh di dalam hatiku supaya aku tidak berdosa kepada-Mu.

Jadi firman yang mencegah kita berbuat dosa. Kalau kita sebagai orang kristen berbuat dosa, saya tahu, orang itu tidak mempunyai firman. Karena kalau firman disimpan dalam hati kita, maka kita tidak akan berdosa kepada Tuhan. Firman mencegah kita dari berbuat dosa. Firman menjaga kita dari jalan terperosok. Firman menjaga kita dari hal yang tidak baik. Firman yang melindungi kita.

Firman itu seperti satu hal yang tidak kelihatan tapi menjaga kita. Kalau saya ke Jakarta mau ke Surabaya, saya membawa koper yang mau dimasukkan bagasi. Ditawarin, mau bayar dua puluh lima ribu nggak, pak? Bapa punya koper itu dikelilingi sama plastik dengan mesin otomatis, baru dimasukkan bagasi. Saya bilang buat apa? Supaya orang nggak masukkan narkoba. Supaya orang nggak mengambil uang. Kalau bapa taruh uang di tas, tidak berani ambil, karena sudah dijaga. Kopernya kelihatan karena plastik tapi karena plastik itu terus diputar, jadi koper itu aman.

Firman Tuhan seperti itu. Jangan sampai iman kita dicuri. Jangan sampai ada rusak kita sebagai koper diputar oleh gulungan plastik itu, supaya apa? Firman Tuhan adalah menjaga kita dari segala sesuatu yang tidak baik. Kita dibikin aman oleh firman Allah. Itu sebabnya raja Daud, sudah jadi raja tapi dia tidak bisa lupa firman: Firman-mu telah kutaruh dalam hatiku, supaya jangan aku berdosa kepada-Mu. Maka Tuhan Yesus juga berkata: Langit dan bumi akan lenyap tetapi firman-Ku tinggal tetap. Di dalam ayat yang lain dalam kitab Mazmur disebutkan: Firman Tuhan lebih tinggi dari nama-Nya. Firman itu lebih tinggi kuasanya dari nama-Nya.

Nama Yesus saja sudah berkuasa, tapi firman melebihi. Firman Tuhan jangan main-main, itu adalah senjata. Itu adalah bekal dari Tuhan bagi kita, bagi saudara dan saya untuk hidup di dalam kekuatan yang baru. Untuk hidup di dalam kemenangan. Firman Tuhan tidak boleh dihina-hina. Firman Allah tidak boleh diolok-olok. Tidak boleh dienye dari hati kita, diolok, tidak boleh. 

Sama dengan di Bandung. Di Bandung ada orang budha dibawa ke gereja sama temannya. Pas ikut perjamuan kudus. Habis pulang perjamuan kudus, itu orang budha bilang: Anggurnya saya minum tapi roti saya tidak makan, katanya. Mana bisa kenyang roti sekecil ini? Kenapa nggak makan? Saya taruh di kantong, katanya. Ditarik, kasih lihat rotinya, dia cabut dari kantong, ternyata bukan roti tetapi daging yang masih ada darah. Bawa lagi ke gereja. Nangis di depan mimbar, dia makan itu daging. Sampai sekarang dia jadi majelis gereja.  

Oleh karena apa? Oleh karena firman Allah itu hidup dan berkuasa. Kita kembali membaca Ibrani

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Sebab firman Allah itu hidup dan berkuasa. Ia lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun. Tahun 67, saya sakit-sakit, saya paksakan, mama papa ada di Bandung. Saya waktu itu sakit, masih SMA. Saya paksakan pergi ke Bandung karena ada seminar dari guru papanya saya. Guru papa saya itu namanya W.W. Patterson. Dia pendeta, dia bapanya tante Brodland. Dia datang di Bandung. Saya duduk di belakang, di tengah. Kenal juga nggak, lihat baru waktu itu: Kenapa dia khotbah firman Tuhannya kaya membaca hati saya? Khotbahnya itu kaya mengoperasi apa yang ada di dalam hati saya. Semua perbuatan saya, semua kelakuan saya, semua diungkapkan dari firman Tuhan itu.

Pantas dikatakan di sini, dia menusuk amat dalam dan memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sum-sum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dulu saya anggap roh dan jiwa sama. Beda. Dipisahkan roh dan jiwa, sum-sum dan sendi-sendi, itu firman Allah menusuk amat dalam. Firman Tuhan itu menusuk amat dalam, memisahkan sendi dan sum-sum, dari pikiran dan niat hati kita. Firman Tuhan ini maha heran, maha luar biasa.

Berbahagialah orang yang mendengar firman Tuhan serta menyimpannya di dalam hati. Kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Minggu pagi, 20 Agustus 2006

FIRMAN YANG MEMELIHARA

Selamat pagi, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Family Camp sudah berakhir dengan sangat sukses dan peserta ada lima ratus lima puluh orang. Dari Cianjur, dari Jakarta, dari Bogor, dari Tangerang, dari Karawang, dari Rengasdengklok. Tuhan sudah menolong, memberkati. Walaupun setan mau mengganggu tapi Tuhan sudah menolong Family Camp kita. Terima kasih bagi saudara yang mengambil perhatian untuk visi dari gembala. Tuhan kiranya membalas kebaikan saudara. Renungan pada pagi hari ini kita bisa baca dari surat II Petrus

3:1 Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan,
3:2 supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu.
3:3 Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.
3:4 Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan."
3:5 Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air,
3:6 dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.
3:7 Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.
3:8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.
3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Haleluyah. Dalam perikop ini kita membaca bahwa Petrus menuliskan tentang akhir zaman, akan adanya pengejek-pengejek dan pengumpat-pengumpat yang hidup menurut hawa nafsunya. Orang-orang ini dulunya orang kristen sebab mereka tahu tentang kedatangan Tuhan. Dia bilang ayat ke-4, di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu?

Jadi dulunya orang ini orang yang percaya. Dulunya orang ini orang yang beriman kepada Tuhan. Tetapi akhirnya dia mengejek: Mana kedatangan Tuhan? Dari dulu sampai sekarang, dari zaman leluhur kita sampai sekarang, dunia berputar begini-begini saja. Tidak ada perubahan.

Tetapi di dalam ayatnya yang ke-3 bagian akhir, orang-orang itu adalah orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. Orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. Hawa nafsu kita bisa turuti, kita bisa tolak. Hawa nafsu bisa menjadi budak kita, kita bisa perintah dia tetapi bisa menjadi majikan kita. Hawa nafsu adalah budak bagi kita yang menang. Tetapi hawa nafsu adalah majikan bagi kita yang diperintah olehnya.

Dalam surat Roma pasal 6 dikatakan bahwa kita menjadi hamba pada kebenaran karena kita sudah terikat kepada hamba itu, yaitu kebenaran itu. Kalau kita jadi hamba seseorang, kita akan menurut karena kita menjadi hambanya. Dulu kita hamba dosa, tetapi sekarang kita adalah hamba kebenaran. Dulu kita menuruti hawa nafsu dosa, tetapi sekarang tidak lagi. Kita berbalik dan bertobat. Kita meniru, mengikuti, menjadi hamba kebenaran.

Orang-orang yang menuruti hawa nafsu, orang-orang yang hidup menurut hawa nafsunya itulah yang disebut yang akan jadi pengejek-pengejek. Jadi yang akan mengejek kita bukan dari orang luar. Orang luar tidak tahu tentang kedatangan Tuhan. Orang luar tidak peduli tentang kedatangan Yesus. Orang luar tidak tahu sama sekali apa itu akhir zaman. Yang tahu akhir zaman, yang tahu tentang kedatangan Tuhan justru orang kristen. Tetapi karena dia menuruti hawa nafsu, dia menjadi budak dari hawa nafsunya maka dia menjadi pengejek-pengejek.

Apa yang disebut hawa nafsu di dalam kehidupan dunia ini? Disebutkan tadi ada pernah dihukum oleh air bah, ayatnya yang ke-6, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. Kenapa Tuhan membunuh manusia? Karena kejahatannya sudah sangat mencolok di hadapan Tuhan. Mencolok sekali sehingga Tuhan berkata: Saya menyesal sudah menciptakan orang. Aku menyesal menciptakan manusia. Karena disuruh berbuat baik, dia berbuat jahat. Disuruh ke kanan, dia malah ke kiri. Disuruh jauhi hawa nafsu, mereka menuruti hawa nafsu.

Jadi Tuhan hukum dengan air bah. Setelah dihukum oleh air bah, Tuhan merasa sayang kepada Nuh dan keluarganya. Dia bersumpah - Tuhan bersumpah: Aku akan menaruh pelangi di atas langit. Maka setelah hujan kita selalu melihat pelangi. Kalau kita lihat pelangi itu, kita lihat kemurahan Tuhan. Tetapi kalau Tuhan lihat pelangi, Dia melihat, mengingat janji-Nya bahwa Dia tidak akan menghukum dunia ini dengan air bah lagi. Dunia tidak akan dihukum oleh air bah lagi tetapi dunia akan dihukum oleh api.

Jadi hawa nafsu akan membawa penghukuman Tuhan. Hawa nafsu yang menjajah kita, kalau kita tidak bisa memerintahnya, akan membawa penghukuman Tuhan. Apa yang dikatakan oleh Alkitab mengenai hawa nafsu? Di dalam surat Timotius, ada satu ayat berbunyi: Jauhkanlah dirimu dari hawa nafsu orang muda.

Orang muda mempunyai hawa nafsu. Hawa nafsu ingin terkenal. Hawa nafsu ingin dikenal. Hawa nafsu untuk menonjolkan diri. Hawa nafsu untuk jadi yang terbaik. Hawa nafsu untuk mengalahkan lawan-lawan. Tetapi Daud berkata: Dulu aku muda sekarang aku tua. Aku belum pernah melihat orang yang mencari Tuhan anaknya meminta-minta sedekah. Aku belum pernah melihat orang yang benar, anaknya mencari-cari sedekah.

Saudara-saudara, waktu pulang dari family camp, satu jemaat dari Tangerang dia menawarkan diri untuk mengantar saya. Saya bilang, dari tadi malam saya belum makan. Jadi kita cari makan. Ketika di perjalanan pulang tiba-tiba mual saya. Saya bilang, stop mobil, saya mau muntah dulu. Muntah itu luar biasa. Setelah agak enak, baru berangkat, ... kita berhenti di rumah makan.

Saya akan hubungkan muntah dengan firman Allah ini. Pada waktu saya muntah karena saya tidak ada makanan di dalam perut saya. Saya hanya minum. Dari malamnya saya tidak bisa makan. Saya hanya minum, hanya minum. Pagi, minum lagi, minum terus. Dan akhirnya saya muntah. Ketika kita tidak makan firman Allah, ketika perut kita kosong dengan firman Tuhan, maka kita bisa muntah. Kita bisa lemah, kita bisa sakit, kita bisa kena penyakit. Tetapi kalau kita makan - saya belajar, saya tidak boleh perut kosong. Makan biar sedikit. Kita belajar, bahwa kalau kita kosong dari firman Allah maka kita akan menjadi muntah, menjadi pengejek-pengejek, menjadi pengolok-pengolok. Karena kita kosong firman Allah. Karena kita tidak ada sabda Tuhan. Karena kita tidak ada firman Allah.

Kita baca berikutnya, bahwa oleh air bah itu - ayat 6 - bumi yang dulu binasa dimusnahkan oleh air bah. Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.

Kita tentu ingat waktu Tuhan menghukum Sodom dan Gomora dengan api dan bara api. Saudara yang pernah ke Israel pernah melihat Laut Mati. Laut Mati itu tempat yang paling rendah di dunia. Dia ada pada ketinggian empat ratus meter di bawah permukaan bumi. Dulu Laut Mati itu adalah daerah Sodom dan Gomora. Ketika Tuhan hukum maka Sodom dan Gomora itu dihancurkan oleh Tuhan ... turun dan menyebabkan Laut Mati.

Kenapa Tuhan hukum Sodom Gomora? Dia kasih tahu kepada Abraham. Abraham bilang: Jangan. Tuhan, kalau ada lima puluh orang benar, Tuhan mau hukum? Tuhan bilang: Boleh. Kalau ada lima puluh orang benar, Aku tidak akan hukum. Tapi karena tidak ada, Aku harus hukum. Maaf Tuhan, empat puluh? Tidak ada, Aku harus hukum. Sabar Tuhan, jangan marah, tiga puluh, sampai dua puluh, akhirnya sampai sepuluh? Kalau ada sepuluh orang benar, kata Tuhan, Aku tidak akan hukum. Ada haleluyah?

Di sini kita belajar, minoritas bisa menyelamatkan mayoritas! Kita di Cianjur minoritas. Tapi Tuhan bisa tidak menghukum Cianjur karena kita. Kalau kita benar, kalau kita hidup benar. Kalau ada sepuluh orang benar, Aku tidak akan hukum Sodom Gomora. Padahal Sodom itu homoseks, Gomora itu lesbian. Mereka sudah hidup laki-laki dengan laki-laki, wanita dengan wanita. Menjijikkan di hadapan Tuhan. Itu sebabnya Tuhan akan bakar. Tetapi lihat minoritas. Kalau ada sepuluh orang saja di antara ribuan orang berdosa ini yang benar, Aku tidak akan hukum.

Itu hebatnya minoritas. Belum tentu minoritas itu jelek. Minoritas belum tentu salah. Minoritas kadang-kadang Tuhan bela. Minoritas bisa menyelamatkan mayoritas. Yang sedikit bisa menolong orang yang banyak. Kalau kita hidup benar di Cianjur - saya yakin - Tuhan tidak akan menimpakan malapetaka di Cianjur. Tuhan tidak akan menghukum Cianjur dengan gempa. Atau Tuhan tidak akan membiarkan Cianjur ada banjir. Tuhan akan melindungi, akan menyertakan. Karena saudara, bukan karena orang lain! Bukan karena agama lain. Karena saudara! Kalau kita ada sepuluh saja orang benar. Sepuluh saja mencintai kebenaran. Sepuluh saja mengasihi firman Tuhan. Sepuluh saja yang ikut kepada Tuhan. Sepuluh saja yang mengalahkan hawa nafsu, yang tidak dipimpin oleh hawa nafsu, Tuhan tidak akan hukum.

Kalau kita baca ayat ke-7, tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.

Firman Allah ternyata memelihara. Dia memelihara alam. Di dalam ayatnya yang ke-5, mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah, langit telah ada sejak dahulu. Firman Allah menciptakan. Firman Allah, ayat 6, memelihara.

Saudara lihat pagi hari ini ada hujan dari tadi malam. Itu karena firman Allah. Dia harus pelihara. Kalau ada angin, itu karena firman Allah. Dia harus memelihara keseimbangan. Firman Allah yang menciptakan langit dan bumi. Firman Allah yang memelihara. Firman Allah yang mengadakan. Firman Allah yang mengadakan dari yang tidak ada menjadi ada. Langit dan bumi akan lenyap tetapi firman Allah tinggal tetap.

Di surga, firman Allah jauh lebih tinggi dari pada nama Tuhan. Pada awal pertama adalah firman. Segala sesuatu dijadikan oleh firman Allah. Tanpa firman Allah tidak ada segala sesuatu yang dijadikan. Tetapi pagi ini kita membaca, firman itu memelihara. Kalau saudara mau terpelihara sampai akhir zaman, pegang firman Allah. Pegang firman Allah karena firman Allah akan memelihara saudara.

Di dalam ayat ke 7, tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.

3:8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.

Seribu tahun buat Tuhan sebentar. Buat kita, seribu tahun lama. Kita tidak pernah hidup seribu tahun. Manusia tidak ada yang hidup seribu tahun. Yang paling panjang umurnya, Metusalah 969 tahun. Tidak pernah hidup seribu tahun. Tapi bagi Tuhan, seribu tahun hanya satu hari. Maka di dalam surat Petrus yang lain, di dalam surat Yakobus dikatakan hidup manusia seperti helaan nafas, seperti satu telempap kita melompat. Itu hidup manusia. Yakobus berkata hidup manusia itu seperti rumput, ada waktu pagi, layu pada waktu petang. Hidup manusia itu, katanya, seperti asap. Kita bisa lihat, lama-lama tidak ada, lama-lama hilang.

Satu hari bagi Tuhan, seribu tahun bagi kita. Betapa pendeknya umur dari dunia ini di dalam pemandangan mata Tuhan. Hanya berapa hari. Dia tunggu saudara hanya beberapa hari saja, harinya Tuhan. Kita menganggap seribu tahun begitu lama. Kalau seribu tahun itu satu hari, berapa umur kita di hadapan Tuhan? Berapa umur kita? Tidak sanggupkah kamu bertahan berdoa satu jam saja dengan Aku, kata Tuhan Yesus.

Kalau satu hari itu adalah seribu tahun, satu jam saja satu hari dua puluh empat jam. Seribu tahun bagi dua puluh empat, saudara tahu isinya berapa? Berapa umur kita? Tidak bisa bertahankah selama seperdua puluh empat dari seribu tahun? Tidak bisa tahankah kita hidup kudus, hidup suci sampai kedatangan-Nya yang kedua kali? Tidak bisa kita tahankah untuk setia sampai mati? Saudara, kita ini mahluk-mahluk yang terbatas di hadapan Tuhan. Tuhan melihat kita ya ... seperti mainan kecil. Di dalam ayat ke-9,

3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
 
Ada dua ayat yang bertentangan satu dengan yang lain. Dan saya serahkan ini kepada Tuhan. Satu ayat bilang, ayat ini, Tuhan tidak senang melihat satu orang binasa. Dia tunggu supaya orang berbalik dan bertobat. Tapi dalam Matius 24 ada ayat, kalau kedatangan Tuhan diperlambat, tidak ada yang selamat. Begitu besar godaan di dunia. Begitu besar sampai tidak ada orang yang selamat kalau Tuhan Yesus lambat datang. Jadi antara Dia lambat datang dan antara Dia cepat datang dan antara Dia harus sabar menanti
orang berdosa, ini kebijaksanan Tuhan.

Di saat ini buat kita, kita minta Tuhan sabar sama orang berdosa, Tuhan tunggu sampai kita bertobat sungguh-sungguh sama Tuhan. Tapi kalau kita lihat Matius 24, Dia tidak bisa tunggu terlalu lama, Dia harus datang cepat. Karena kalau Dia terlambat, tidak ada orang selamat.

Kita sudah bicara tentang yang dijajah oleh hawa nafsu. Kenapa Sodom Gomora dihancurkan oleh Tuhan? Karena saudara tahu homoseks, laki-laki sudah tidak puas dengan wanita, sudah tidak puas dengan poligami ... dia cari laki-laki. Bahkan dua malaikat dari Tuhan mau diperkosa. Masuk ke rumah Lot, orang Sodom ketok pintu: Berikan dua laki-laki itu. Sampai Lot bilang: Saya punya dua anak perempuan, silahkan kamu mau perkosa, kamu mau bikin apa silahkan tapi jangan tamu ini. Kami tidak mau anakmu, kami mau laki-laki ini. Mereka tidak tahu itu malaikat Tuhan. 

Bayangkan manusia yang jahat dikuasai oleh hawa nafsu sampai mahluk surgawi juga dia mau berbuat dosa. Coba lihat sekarang. Manusia sudah hidup kawin cerai, kawin cerai, kawin cerai, sudah poligami. Di Amerika dan Belanda, di beberapa negara bagian, sudah diakui kawin homoseks. Sampai saya diberi peringatan sama pendeta di sana: Bapa jangan ngomong tentang homoseks ya di gereja ini karena homoseks sudah diakui oleh Belanda, oleh hukum Belanda. Jangan-jangan bapa ditangkap kalau khotbah homoseks. Saya tidak akan khotbah homomseks tapi saya khotbah bahwa dalam kitab Kejadian Tuhan tidak menciptakan Adam dan Edi tetapi Adam dan Hawa. Mereka ketawa tetapi mereka tidak tahu bahwa saya sudah bicara tentang homoseks.

Ada yang serakah, hawa nafsunya serakah. Karena serakah mereka berjudi. Mereka pikir dengan berjudi mereka bisa lebih kaya. Dengan berjudi mereka bisa menutupi hutang-hutangnya. Mereka tidak percaya kepada firman Allah bahwa Tuhan Yesus sanggup mencukupi segala keperluanmu sesuai dengan kemuliaan-Nya, kekayaan-Nya di dalam Tuhan Yesus. Mereka tidak percaya. Mereka berjudi. Mereka menjual narkoba, mereka menjadi pengedar, karena untungnya menggiurkan. Mereka menjadi pengedar ganja. Mereka berjudi. Mulai dari judi sabung ayam, main golf judi. Hidup manusia sering kali berjudi dengan dirinya sendiri. Dia main-main dengan dosa. Dia bermain-main dengan bahaya.

Sama dengan satu cerita anak harimau. Kecil, aduh lucu sekali. Digendong, difoto. Lucu sekali. Dikasih susu. Kita bangga. Tetapi ketika dia sudah besar dia tidak pernah berterima kasih kita pelihara dia, dia tetap macan ... dia akan makan kita. 

Demikian juga kita. Kalau soal dosa kecil, kita senang, kita ayun-ayun dia, karena masih kecil dosanya. Tapi kalau dosa sudah besar, dia yang makan kita. Kalau kita pelihara dosa, kita akan mati oleh apa yang kita pelihara. Itu sebabnya lebih baik kita pelihara firman Allah, Firman Allah memelihara kita. Ada haleluyah? Kalau kita memelihara sabda Tuhan, simpan sabda Tuhan di dalam hati kita, supaya kita tidak berdosa kepada Tuhan. Maka kata Tuhan, firman Allah akan mengemong kita, firman Allah akan memelihara, menjaga kita. Dalam ayat ke-10,

3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup
3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.
3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

Jadi seperti sejarah berulang. Kejadian Sodom dan Gomora terulang di akhir zaman. Sampai pendeta Billy Graham berkata: Kalau Tuhan tidak menghukum Amerika, Tuhan harus minta maaf kepada penduduk Sodom Gomora. Karena Amerika sekarang sudah seperti Sodom dan Gomora.

Betapa suci dan salehnya kita harus hidup. Betapa kita harus menjauhkan diri dari segala kejahatan. Hari ini belum akhir zaman tetapi kiamat bisa datang seketika. Seperti Tsunami tanpa ada peringatan, kiamat bisa datang seketika waktu. Dalam sekejap mata dia bisa datang.

Itu sebabnya kita harus berjaga-jaga. Itu sebabnya kita harus tunduk kepada firman Allah. Belum terlambat. Saudara kalau mau berbalik kepada Tuhan, pagi hari ini kita bisa berbalik kepada Tuhan. Kita bisa berdoa: Tuhan ampuni dosa saya. Saya mau bertobat. Saya mau kembali kepada Tuhan. Saya mau membenci segala godaan. Saya mau kembali kepada firman Allah. Saya mau kembali kepada kebenaran. Karena apa? Karena Tuhan bilang: Api yang menghancurkan Sodom Gomora ... itu yang sama bahkan lebih dahsyat akan menghancurkan bukan Sodom Gomora saja tetapi seluruh dunia.

Ketika saya lihat Twin Tower di New York itu hancur. Ketika saya liha Beirut dibom oleh Israel. Itu baru satu negara. Bayangkan kalau dari surga dari langit turun api, batu-batu yang besar menghancurkan langit dan bumi. Tetapi kedatangan Tuhan dikatakan, sebelum Dia menghukum dunia, Dia akan membangkitkan orang yang mati di dalam Tuhan. Dan orang yang mati itu akan diangkat ke awan-awan. Kita yang tidak mati sampai kedatangan Tuhan akan diangkat bersama-sama dengan kuasa sayap burung nazar di awan-awan. Dan di sana kita akan tinggal lebih kurang tujuh puluh lima hari. Mungkin terlalu dalam ayat ini. Tapi saya akan cerita.

Kita di langit akan bersama-sama selama tujuh puluh lima hari sementara bumi dihukum, dibakar dengan api. Dan kita menantikan bumi baru dan langit baru. Tuhan dan kita bersama turun ke dalam dunia. Dan dunia yang baru ini diciptakan oleh Tuhan bagi saudara, Dia menjadi rajanya. Kita bersama dengan Tuhan akan memerintah selama seribu tahun di bumi ini. Di sana tidak ada lagi yang najis. Di sana tidak ada lagi yang timpang, yang buta secara rohani. Di sana tidak ada lagi jalan yang bengkok. Itu dituliskan oleh Yesaya

35:1 Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; 
35:2 seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita.
35:3 Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah.
35:4 Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!"
35:5. Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan - berarti tidak ada orang buta -, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka - berarti tidaka ada yang tuli lagi -.
35:6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa - tidak ada yang lumpuh lagi -, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara;
35:7 tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air - tidak ada padang pasir lagi -; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan.
35:8 Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir - yang tidak berpengetahuan firman - tidak akan mengembara di atasnya.
35:9 Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ - ada amin? -,
35:10 dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Inilah kerajaan seribu tahun. Di tempat biasa ada serigala, justru tumbuh tebu dan pandan. Tempat di mana ada singa, tidak ada lagi. Yang ada adalah orang yang benar, yang ada adalah sukacita. Segala kesedihan dilalukan. Tidak ada lagi orang yang sedih. Tidak ada lagi air mata. Kita bersama-sama dengan Tuhan di dunia ini seribu tahun. Baru diakhir seribu tahun akan ada perang, gog dan magog dan Iblis dikalahkan. Lalu kita naik ke surga, bersama-sama dengan Tuhan sampai selama-lamanya.

Kuatkanlah satu dengan seorang. Tahanlah telinga kita dari pengejek-pengejek, karena Tuhan pasti datang kembali.

Kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________