Khotbah Minggu PAGI JULi - AGUSTUS 2009

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu pagi, 26 Juli 2009

MAZMUR

Selamat pagi, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita buka kitab Mazmur

 

56:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Merpati di pohon-pohon tarbantin yang jauh. Miktam dari Daud, ketika orang Filistin menangkap dia di Gat. 56:2 Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang-orang menginjak-injak aku, sepanjang hari orang memerangi dan mengimpit aku!

56:3 Seteru-seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari, bahkan banyak orang yang memerangi aku dengan sombong.

56:4 Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu;

56:5 kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

Mazmur ini adalah mazmur Daud pada waktu dia di dalam kesusahan.

Di dalam Alkitab ada dua macam mazmur. Mazmur yang pertama adalah pujian, mazmur yang kedua adalah keluhan. Mazmur yang pertama adalah persembahan kepada Tuhan, penyembahan. Mazmur yang kedua adalah pengaduan kepada Tuhan. Mazmur 56 ini adalah mazmur pengaduan. Pengaduan Daud kepada Tuhan. Kepada siapa kita harus mengadu ketika kita ada permasalahan? Permasalahan itu kita akan adukan dan harus kita adukan kepada Tuhan.

Bukan kepada keluarga, bukan kepada anak, bukan kepada ayah, bukan kepada ibu. Mereka tidak bisa menolong kita. Bahkan urusan saudara akan bertambah besar, bertambah luas. Orang yang tidak tahu akan jadi tahu. Orang yang tidak mengerti akan jadi mengerti. Karena mulut saudara tidak ada rem untuk cerita kepada orang lain. Tapi kalau kita mengadu kepada Tuhan, tidak ada orang tahu. Cerita saudara tidak akan diceritakan oleh orang lain. Dan hanya Tuhan tempat kita mengadu. Amin, saudara? Hanya Tuhan tempat kita menceritakan kesulitan-kesulitan kita.

Di dalam ayatnya yang ke-2,

56:2 Kasihanilah aku, ...

Bahasa Inggris, be merciful to me, berbelas kasihanlah kepada aku. Sebab ada tiga persoalan, tiga percobaan yang dialami oleh Daud. Dan itu dia sebut berulang-ulang. Yang pertama, ada orang menginjak-injak aku. Yang kedua, memerangi aku. Yang ketiga, menghimpit aku.

Tiga permasalahan ini seringkali kita tidak sadar kita diinjak orang tapi kita juga suka tidak sadar kita menginjak orang. Daud bukan diinjak-injak dengan arti sebetulnya, dia ditidurkan dia dinjak-injak, bukan. Tapi hak-haknya dia, haknya dia itu diinjak-injak. Sebab waktu itu orang Filistin menangkap dia di Gat.

Jadi memang sudah dari dulu Palestina sama Israel itu ribut, sudah dari tiga ribu tahun lalu. Filistin itu Palestina. Kotanya juga sama, Gat, sama sekarang juga Gat. Dia itu panglima perang tapi haknya diinjak-injak. Sebab kalau orang ditawan itu ada hukumnya. Musti dikasih makan, tidak boleh disakiti, harus dipelihara tawanan. Bahasa Inggrisnya POW, prisoner on war, tahanan dalam peperangan, itu ada haknya. Tahanan saja ada haknya, saudara. Apalagi kita orang bebas.

Sebelum kita mengerti hak kita, mari kita mengerti dulu hak orang lain. Hak orang lain, hak sesama kita sama dengan haknya kita. Itu disebut sebagai hak asasi manusia, hak dasar. Kita ingin dihormat, orang lain juga ingin dihormat. Kita ingin dihargai, orang lain juga ingin dihargai. Kita ingin dikasihani, orang lain juga memerlukan belas kasihan. Itu hak dari seorang yang bebas. Apalagi ditawan saja ini ada hak. Ini orang Filistin nampaknya nggak tahu hak-haknya Daud, diinjak-injak. Sampai dia sebut itu dua kali, ayat ke-3

56:3 Seteru-seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari, ...

 

Jadi hak-haknya Daud diinjak-injak. Dulu kalau kita punya surat tanah walaupun dia sudah tua dari zaman Belanda tapi surat tanah ada stempel pemerintahan, biar udah robek-robek tapi masih bisa dibaca ... itu nggak bisa diinjak-injak. Saudara punya hak tetap itu. Tapi sekarang orang punya surat tanah, tanahnya bisa diserobot orang.

 

Itu yang lari-lari di Jakarta, yang kabur bawa uang 600 milyar, 700 milyar korupsi, itu orang yang berhutang semua, saudara. Berhutang sama negara, berhutang sama rakyat. Yang dia bawa uang rakyat, bukan hak dia. Maka koruptor itu dia menginjak-injak hak asasi rakyat. Supaya saudara punya gambaran dengan cerita ini. Nah, apakah kita mengalami diinjak-injak?

 

Contoh kita Yesus. Hak Dia diinjak-injak. Dia diadili tanpa pembela. Ada penuduh, ada hakim, tapi tidak ada pembela. Hak Dia untuk dapat pembelaan tapi Dia dituduh. Pakai saksi dusta lagi. Saksinya dibayar duit disuruh ngebohong. Bagaimana reaksi kita kalau hak kita diinjak-injak? Yesus saat itu tutup mulut. Tapi Daud buka mulut kepada Tuhan. Jadi pada waktu kita diinjak-injak, tutup mulut sama manusia, buka mulut kepada Tuhan. Ada haleluyah?

Kesulitan yang kedua, sepanjang hari orang memerangi. Bahasa Inggris, berkelahi. Dan menghimpit aku.

56:3 Seteru-seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari, bahkan banyak orang yang memerangi aku dengan sombong.

 

Saya lebih cenderung kata memerangi sebab Daud sudah ditahan, dia tidak perang. Memerangi itu dengan mulut, dengan kata-kata.

Orang kristen punya tugas. Tugas ini nampaknya gampang tapi susah kita lakukan. Kolose 4:6 bilang, Hendaklah perkataanmu selalu menjadi berkat. Kamu disalahkan dan dibenarkan oleh perkataanmu. Yakobus bilang dalam pasal 3, Kalau kamu tidak salah dalam perkataanmu, kamu orang sempurna. Dalam Amsal 18, mati dan hidup dikuasai lidah. Jadi mulut ini, saudara, luar biasa. Dia bisa menghibur tapi dia juga bisa membunuh. Yakobus 3 berkata, dia bisa membakar. Binatang buas namapun di dunia sudah bisa dijinakkan tapi lidah ini sukar dijinakkan. Termasuk orang kristen.

Maka waktu murid-murid dipenuhkan dengan Roh Kudus, yang berubah dulu itu mulutnya. Ngomongnya jadi lain. Bahasanya berbagai bahasa. Bahasa Roh Kudus waktu turun dari langit, api seperti lidah. Itu bicara dari mulut. Maka orang kristen itu dikenal dari ngomongnya. Jangan kita jadi kristen tapi ngomong-ngomongin orang. Mending kalau orang itu salah. Kita yang salah, kita ngomongin orang.

 

Daud saja sepanjang hari dihina, diolok. Sepanjang hari, berhari-hari selama dia ditahan, dihina, diolok. Nggak tentara, nggak kolonel, nggak jenderal, nggak raja, menghina dia. Itu disebut diperangi dia. Kita buka Wahyu

 

2:12 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua:

2:13 Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.

2:14 Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.

2:15 Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.

2:16 Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

Jadi Tuhan Yesus juga bisa memerangi kita dengan perkataan-Nya, dengan firman-Nya. Kalau kita berdosa, firman-Nya ini seperti pedang yang memerangi kita. Kalau kita tidak bersalah, firman-Nya itu menjadi penghibur, menjadi tongkat, menjadi gada yang menghiburkan aku. Kembali lagi kepada Mazmur 56. Setelah hak diinjak-injak, sepanjang hari diperangi.

Yang ketiga itu, menghimpit aku. Bahasa Inggris memakai kata oppresses, menekan. Hari-hari ini banyak golongan yang senang menekan orang kristen. Mau bangun gereja dipersulit. Seluruh kristen, gereja apa saja. Bahkan kalau di Ambon, di Manado, di Papua, murid-murid saya yang mau bangun gereja, yang menghalangi bukan orang agama lain, agama kristen sendiri. Mereka ngomong begini: Di sini sudah ada gereja, nggak perlu ada gereja lagi. Menekan.

Waktu saya KKR di Ambon, sebulan sebelum kerusuhan Ambon yang mengerikan yang membunuh lebih kurang dua puluh ribu orang di kedua belah pihak mati. Saya KKR di lapangan di depan gubernuran di Ambon. Sebulan setelah KKR, ada pendeta lain dari Jakarta, dengar saya sukses di Ambon di lapangan, mereka pergi ke sana mau bikin KKR juga. Ditolak oleh orang kristen Ambon. Alasannya begini: Dari perut ibu, kami sudah kristen. Nggak usah ada KKR lagi. Cukup satu KKR itu Awondatu. Sudah cukup. Meletuslah kerusuhan.

Siapa saja yang menolak Tuhan, siapa saja yang menekan orang kristen, itu akan dapat balasannya dari Tuhan.

Tahun 96 saya di Amerika. Saya dengar gereja di Situbondo dibakar, seluruh gereja. Saya tulis surat sama Presiden Bill Clinton. Sebab kalau tulis di Amerika pasti sampai. Sampai kedutaan besar Amerika turun tangan, mau bikin gereja anti api, anti kebakaran. Tapi ditolak. Surabaya dibakar. Kota Surabaya loh, kota internasional. Tasikmalaya ... gereja dibakar. Orang-orang kristen itu seperti tertekan.

Sama dengan orang Tionghoa. Orang Tionghoa juga ditekan. Di mana-mana ditekan. Sama, orang Tionghoa tertekan, orang kristen ditekan. Sama, orang Israel juga ditekan. Saya mau buka rahasia. Bangsa yang ditekan, orang yang ditekan, justru berprestasi tinggi.

Ayo, orang Tionghoa ditekan. Tahun 63 di Cianjur dibikin miskin orang Tionghoa semua. Jadi miskin orang Tionghoa? Tidak. Bertumbuh lagi. Yang menekan mah tetap saja miskin, susah. Yang membakar tetap susah.

Israel ditekan dari tahun 48. Ditekan tambah besar, ditekan tambah besar. Tahun 67 ditekan, tambah besar. Tahun 82 diserang, tambah besar. Asal diserang tambah besar Israel.

Orang kristen itu bertumbuh bukan waktu lagi senang. Waktu ditekan. Maka Daud berkata di dalam ayatnya yang ke-2, menghimpit.

56:3 Seteru-seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari, bahkan banyak orang yang memerangi aku dengan sombong.

 

Lalu dia bertekad, ayat 4. Ini obatnya.

 

56:4 Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu;

 

Bagaimana tanda-tanda orang yang percaya?

 

56:5 kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

Seteru-seteruku menginjak sepanjang hari bahkan banyak orang yang memerangi aku dengan sombong. Lalu dia bertekad, ayat 4, ini obatnya: Ketika aku takut, aku akan percaya kepada-Mu. Ada haleluyah? Ketika aku takut, aku akan percaya kepada-Mu. Bagaimana tanda-tanda orang yang percaya? Ayat 5, In God I will praise His word, kepada Allah aku memuji firman-Mu.

Saya mau tanya sama saudara: Berapa tinggi saudara hargai firman Tuhan? Apa buku ini cuma digular-golerin aja, ditaruh di lemari, dilempar-lempar? Ini harus mendapat tempat yang tertinggi dalam hidup kita. Sebab ada ayat bilang begini: Firman-Nya Tuhan lebih tinggi dari nama-Nya. Sebab awal pertama adalah Firman. Segala sesuatu dijadikan oleh Firman. Kalau tidak ada Firman, tidak ada segala sesuatu.

Saudara sedang duduk mendengar Firman yang menciptakan segala sesuatu yang baik. Maka tanda orang percaya kepada Tuhan dalam masa kesulitan, itu dia akan sandar kepada firman Tuhan.

Yang kedua, kepada Allah aku percaya. Bukan hanya kepada firman-Nya tetapi I will trust in God, aku akan percaya, menaruhkan percayaku kepada Allah. I will not fear, aku tidak takut.

Ada dua macam ketakutan. Ketakutan ayat 4 disalin kata afraid. Ketakutan ayat 5 dipakai kata fear. Apa bedanya? Kalau bahasa Indonesia sama, takut sama takut. Takut ayat 4 dipakai kata afraid, baru gejala. Umpamanya begini. Saudara ada benjolan di rusuk saudara. Mau periksa dokter. Benjolannya segede bola bekel. Belum periksa, belum tahu apa-apa, saudara sudah kaya kuatir, afraid gitu. Aduh, jangan-jangan kanker apa tumor ini. Saudara belum tahu. Nah, itu afraid.

Tetapi ketika Daud percaya kepada Tuhan: Aku tidak akan takut, I will not fear. Fear itu ketakutan yang sudah mendalam. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku, what can flesh do to me? Kata manusia dalam bahasa Inggris sebagai kata daging. Manusia kan dari daging. Apa yang daging bisa bikin, berbuat kepadaku? Ayat ini diulangi oleh rasul Paulus dalam Ibrani. Ibrani 13, mirip. Dia tidak takut apapun juga. Ibrani

13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

13:6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"

Sama. Fear, aku tidak akan takut. Kalau masih gejala, saudara tidak dilarang. Tapi kalau sudah takut betul, itu yang firman Allah paling anti. Orang yang percaya kepada Tuhan, dia tidak takut bahaya, dia tidak takut apapun juga.

Saudara sebentar akan menerima perjamuan kudus. Tadi saya main saxophone dengan lagu Firman-Nya yang berkuasa merubah sikap hidup. Firman Tuhan berkuasa merubah segala sesuatu. Adakah di antara saudara yang sedang diinjak-injak? Adakah di antara saudara yang sedang diperangi? Adakah di antara saudara yang terhimpit? Percayalah kepada Tuhan. Sebab kalau saudara percaya kepada Tuhan dan bersandar kepada firman-Nya, saudara tidak akan takut. Puji Tuhan.

Para pelayan maju ke depan.

-- o --  

 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________