Khotbah Minggu Pagi Maret - April 2002

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu pagi, 03 Maret 2002

Kalahkan ketakutan & hawa nafsu 

I Samuel pasal yang ke 17, kita akan membaca ayat yang ke-26,

17:26 Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: "Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?" 

Ini adalah kata-kata penilaian dari Daud waktu dia mendengar Goliat menantang orang-orang Israel dan semua tentara Israel ketakutan beserta dengan Saul, rajanya. Lalu keluarlah kata-kata dari Daud ini, khususnya bagian yang kedua : Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah? 

Dalam bahasa umat Tuhan, orang yang bersunat - zaman dahulu - adalah orang yang memiliki perjanjian dengan Tuhan - dari Kejadian 17. Orang yang bersunat, kaum bersunat waktu itu adalah sama dengan orang yang sudah memiliki perjanjian darah dengan Tuhan. Dengan lain kata, orang yang tak bersunat itu orang yang tidak memiliki janji apa-apa dengan Tuhan. Dalam bahasa bersayap Daud seolah-olah berkata begini: Kenapa kita  takut kepada orang ini? Orang ini tidak mempunyai apa-apa dengan Tuhan. Orang ini tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Tuhan. 

Nah, siapa yang disebut orang yang tidak bersunat ini? Tidak lain Goliat, yaitu raksasa yang tingginya saja 666. Nah, mungkin pada pagi hari ini, saudara menghadapi raksasa-raksasa dalam hidup. Ada raksasa kekuatiran sampai saudara menyanyi semua lagu yang kita nyanyi itu semua lagu-lagu yang penuh dengan iman tapi saya lihat saudara nyanyi tidak mengerti. Saudara nyanyi dengan ketakutan, saudara nyanyi dengan kekuatiran. Lagu yang kita nyanyikan tadi itu lagu yang indah sekali. Coba saudara renungkan lagu yang saudara nyanyikan, lagu apa? Saudara renungkan saja sendiri. Lagu jaminan dari Tuhan. Tapi kita nyanyi dengan penuh kekuatiran, dengan penuh kegalauan seolah-olah Tuhan itu pian sui, seolah-olah Tuhan itu tidak bisa berbuat apa-apa - padahal kita ini lebih dari orang yang bersunat dalam PB. Kita jauh lebih baik dari Daud. Kita jauh mempunyai hak yang lebih baik dari Daud, karena sunat adalah perjanjian dengan Tuhan oleh karena darah manusia. Tetapi dengan Tuhan, kita mempunyai perjanjian dengan darah-Nya - Yesus sendiri, yaitu perjanjian yang lebih tinggi, perjanjian yang lebih besar. 

Jadi maksud saya khotbah pagi hari ini, coba kalahkanlah raksasa saudara. Ketakutan itu raksasa, kekuatiran itu raksasa, kebimbangan itu Goliat, takut dagang tidak laku itu Goliat, takut tidak punya pekerjaan itu Goliat, takut tidak berhasil, takut nggak mampu, takut nggak bisa, seperti orang Israel, semua sembunyi. Takut ini, takut itu. Mungkin dibidang kesehatan takut sakit. Kalau sudah sakit takut mati. Kita dipenuhi dengan ketakutan. Goliat-goliat disekitar kita ini mengancam kita tapi kita harus berdiri seperti Daud. Kita musti mengerti kita punya fondasi. Kita musti mengerti siapa kita ini. Kita musti tahu siapa kita ini, kita musti mengerti. Kita punya perjanjian yang jauh lebih baik dari Daud. Lebih dari hanya bersunat. Sunat kita adalah sunat hati. Yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri.

Siapa pada pagi hari ini yang sedang menghadapi Goliat? Sedang menghadapi  raksasa-raksasa ketakutan. Mungkin  penghasilan saudara secara materi satu bulan tidak mencukupi. Tidak bisa cukup untuk urusan rumah tangga saudara - itupun raksasa. Boleh saya bicara terus terang. Mungkin hawa nafsu daging - itupun raksasa. Dengar saya ini ngomong ya. Tidak ada yang bisa kalahkan saudara. Tidak ada. Cuma dirimu sendiri. Anda sendiri yang mengijinkan anda dikalahkan. Siapa yang usir Adam dan Hawa dari Taman Eden? Hawa sendiri, dia makan buah. Pengerja saya, saya harus suruh pulang. Bukan saya yang suruh pulang tapi kelakuan dia yang suruh dia pulang. Tingkah laku dia, kelakuan dia, padahal kita percaya sama dia. Tapi kepercayaan kita disalah-gunakan. Saya sudah bilang, jemaat jangan telepon sama pengerja. Pengerja jangan datang dirumah jemaat - dia langgar. Disuruh pulang. Mau apa pelihara penyakit? Lebih baik saya punya pengerja sedikit tapi jujur daripada pintar tapi ngelantur. Kita musti kalahkan raksasa-raksasa kita. Badan di gereja tapi kelakuan kita diluar, bagaimana ini? Jadi nggak masuk akal, saudara, kalau kita umpamanya, kita ini orang kristen bisa kita bergaul sama orang non-kristen itu sampai begitu rapat. Itu saya tidak bisa masuk akal. Kita sudah penuh dengan Roh Kudus bisa jalan seiring dengan orang yang tidak percaya Yesus, yang bakar gereja - itu saya tidak bisa masuk akal, nggak bisa masuk pikiran saya. Apa hanya karena kesenangan daging sepotong, saudara mau serahkan itu Sorga dan ganti dengan neraka? 

Maka saya senang dengan kata-kata Daud, kenapa orang yang tidak bersunat ini dibiarkan? Artinya apa? Orang yang tidak ada hubungan dengan Tuhan ini tidak ada urusannya dengan kita. Tidak bisa kalahkan dia. Jadi kata-kata Daud disini sama dengan Yosua dan Kaleb dalam kitab Bilangan. Kita bisa mengalahkan bani Enak. Bani Enak seperti raksasa. Mereka bilang : Kita bisa kalahkan. Tapi orang Israel ini mewek. Nangis. Kebaktian mewek, kebaktian nangis. Nyanyi lagu, lagunya luar biasa Tuhanlah gembalaku, walaupun aku berjalan dalam lembah bayang-bayang maut sekalipun aku tidak takut bahaya. Tapi nangis - seolah-olah Tuhan itu pian sui, seolah-olah Tuhan itu tidak becus. Oh tidak, saudara, Allah kita luar biasa.

Jadi disini, persolannya dikepala kita, dipikiran kita. Saudara jangan kira Saul itu badannya tidak tinggi. Kalau saya baca di Alkitab, Saul badannya sama tinggi dengan Goliat. Tapi kalau orang sudah takut. Jadi yang bersunat dengan tidak bersunat itu berkontroversi dalam bahasa Perjanjian Lama. Saudara mau menikah baik-baik, menikah dengan yang seiman, masa saya nggak bantu? Masa saya nggak tolong? Masa saya nggak carikan? Mari anak Tuhan sama orang seiman, satu gereja, masa nggak ada? Aduh, masih mau ngelongok keluar. Itu loh. Tuhan kasih satu Taman Eden dengan ribuan macam pohon buah, Hawa mau milih satu buah yang ditawarkan sama Iblis. Tuh, manusia itu begitu. Dikasih yang baik sama Tuhan, pilih yang nggak baik. 

Saya ingat Yosua pernah berkata begini. Yosua 24.
24:15. Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!" 

Semua ini hanya bersifat pilihan kita. Dan saudara jangan lupa, Yosua ini marah menegur umat Israel, bukan orang dunia. Karena ternyata orang Israel itu teorinya saja punya Tuhan, punya Allah. Tapi dia pegang jimat, dia pegang opo-opo, dia pegang ini, dia pegang itu, dia menyembah dewa, dia menyembah berhala. Teorinya punya Tuhan. Lalu Yosua bilang, sekarang pilih, hari ini kamu mau pilih mana mau pilih Tuhan Yahweh atau mau pilih ilah-ilah orang sini? Terserah kamu pilih mana. Karena apa? Yosua sudah bo hwat. Yosua sudah minta ampun deh, ngurus orang Israel mah bingung dah. Dulu nggak ada dokter jantung, saudara. Mungkin kalau dulu ada dokter jantung, itu Musa Elia itu pada kena serangan jantung semua sebetulnya. Udah karena bingung, udah karena umat Israel ini bandel-bandel. Gaya sih gaya rohani. Kalau ngomong sih Tuhan, sedikit-sedikit Allah, sedikit-sedikit Tuhan. Tapi kelakuannya tambah lama tambah jauh dari Tuhan. 

Saudara kira saya ini begini-begini saudara? Tidak. Saya ini begini karena saya memilih. Dulu saya memilih, disuruh milih. Di SMA mau masuk sosbud atau mau masuk paspal. Dua guru dukung saya ... kalau kamu masuk paspal saya dukung. Kamu saya lihat orang paspal, bisa kamu. Saya dukung kamu ke paspal. Berat itu, tapi kamu bisa. Dua guru. Tapi saya pilih sosbud. Pilihan. Setelah lulus saya mau masuk marinir - KKO waktu itu, atau mau masuk sarjana hukum. Sekolah hukum atau jadi hamba Tuhan. Saya memilih menjadi hamba Tuhan. Karena kalau waktu itu saya jadi marinir, saya akan malu karena saya tidak bisa berenang. Saya tidak bisa berenang waktu itu, jadi saya pikir tidak mungkin. Sarjana hukum, saya pikir uang kita tidak bisa. Karena papa pendeta. Anak pendeta pantekosta tidak bisa sekolah tinggi-tinggi. Saya ke sekolah alkitab. Memilih. Di sekolah alkitab saya mulai memilih, mau praktek mau kembali ke sekolah. Saya memilih kembali ke sekolah kelas 2. Disana saya tanya lagi sama satu guru, Pdt Sihotang. Oom, apa saya lebih bagus praktek atau saya kembali ke rumah. Menurut omongan guru itu, tergantung kamu. Masing-masing ada keuntungan. Saya memilih kembali ke rumah karena papa sudah sakit-sakitan. 

Terus banyak memilih. Saya bermimpi Bapak Mandey suruh saya kasih roti sama pendeta-pendeta. Bingung saya. Ternyata ada tawaran jadi guru sekolah alkitab di Beiji. Saya memilih. Saya ambil. Terus memilih. Memilih untuk mengurus satu pabrik atau memilih tetap jadi hamba Tuhan. Saya memilih tetap jadi hamba Tuhan. Memilih jadi pelatih musik atau memilih tetap jadi hamba Tuhan. Saya memilih tetap jadi hamba Tuhan. Semuanya bergantung pilihan. Sampai dalam pernikahan saya harus memilih. Setelah menikah, hidup ikut Tuhan banyak manis dan pahitnya. Tapi satu hal, saudara harus ingat, betapapun pahitnya, jauh lebih baik kita memilih Tuhan daripada kita memilih keinginan daging. Karena apa saja yang kita pilih oleh daging ini, dihancurkan oleh Tuhan. Kalau kita biarkan daging ini memilih, dihancurkan oleh Tuhan. Biar Adam dan Hawa Dia yang bikin, tapi dia bikin salah karena daging disuruh usir, disuruh keluar. Soal makanan, saudara. Nggak tahan makan, mau makan buah itu. Padahal Tuhan kasih satu taman ribuan macam, mau yang satu ditawarin iblis. Diusir. Bukan dosa mencuri, bukan dosa merampok, bukan dosa berjinah, cuman nggak tahan makan. 

Mari kita memilih yang baik. Pilihlah Tuhan. Nabi Musa berkata sama Korah, Datam dan Abiram : Coba kamu pilih, siapa yang mau ikut sama aku sini nyebrang sama pemberontak Korah, Datam dan Abiram pilih. 250 orang ikut sama mereka. Tetapi kebanyakan orang Israel ikut sama Musa karena Musa ikut sama Tuhan. Apa yang terjadi. 250 orang itu ditelan bumi hidup-hidup, saudara. Yang memilih daging - dihancurkan.

Dulu waktu Sekolah Minggu tentu saudara ada yang masih ingat mama saya suka ajarkan nyanyian di dalam dunia ada dua jalan Lebar dan sempit Siapa mau pilih Yang lebar api Jiwamu mati Tapi yang sempit Jiwa berglori. Semua pilihan. Ada lagi satu nyanyian Satu pintu saja yang berpihak dua Dalam dan Luar dimanakah kau? - pintunya mah cuma tipis - Satu pintu saja yang berpihak dua - mempunyai dua wajah - Kutelah di dalam dimanakah kau? 

Aduh, ikut Tuhan itu sama dunia itu tipis sekali, saudara. Pilihan, cuman selembar pintu. Kita di dalam Tuhan apa di luar Tuhan? Nah, kalau saya di dalam Tuhan, terus ada orang lain di luar Tuhan, kalau dalam soal pintu, saya bisa dengar dia ngomong, dia bisa dengar saya ngomong. Cuman pintu kok, deket. Tapi saya di dalam pintu, dia di luar pintu. Saudara-saudara, satu malam ada yang ketuk pintu rumah saudara. Siapa di situ? Saya. Siapa saya? Saya, tukang beca. Mau apa? Saya bawakan ini, ada kiriman. Kiriman apa? Beda, saudara, yang di dalam dan di luar. Kalau hujan, yang di dalam tidak kehujanan, diluar kehujanan. Itu semua pilihan. Mau hidup benar, mau tidak? 

Kembali lagi kepada Daud. Dia menghadapi raksasa. Siapa ini, orang Israel lain memilih takut, ia memilih sembunyi. Tapi Daud tidak. Dia berdiri karena dia tahu, dia orang dari yang punya perjanjian dengan Tuhan, dalam saat itu disebut kaum bersunat. Siapa ini raksasa? Orang tidak bersunat. Dengan lain perkataan, siapa ini persoalan? Apa ini persoalan? Tidak ada apa-apanya persoalan, karena kita, karena aku, kata Daud, aku punya perjanjian dengan Tuhan. Saudara dan saya ada di dalam perjanjian yang baru. Perjanjian yang jauh lebih baik. Kita tidak usah takut. 

Saudara masih ingat lima tahun lalu, saya punya syaraf kejepit dibelakang kepala. Sampai saya kalau berdiri begini mau jatuh saja. Berdiri, mau jatuh saja. Diperiksa sama dokter. Dokter itu yang ahli bedah, bayi kembar siam dibedah itu dokter. Dibawa sama jemaat di Jakarta. Dokter tuh enak aja, begini pak, saya nanti operasi bapak, saya potong kepala bapak, disini di belakang. Dan nanti saya ambil urat dari kaki bapak, saya sambung disini. Enak aja. Emang kalau dokter main potong, enak. Cuman nggak ada jaminan, pokoknya pasti sukses, nggak ada. Lalu ia kasih lihat tengkorak, nah ini pak, ini kepala bapak. Ini urat-uratnya, nanti bapak saya potong disini. Nah, ini yang kecil-kecil ini saya putusin, saya ambil dari sini dari urat bapak saya ambil disini, sambung disini. Enak aja, kaya PLN. Lalu jemaat yang lebih ... itu lagi, ajak saya ke Sidney, lalu saya diperiksa di Sidney. 

Saya jabat tangan tidak bisa kuat, tidak bisa genggam orang. Sekarang saya bisa kuat, saudara. Kalau telur saja saya genggam, hancur. Jadi kuat saya. Saya bisa genggam, dulu nggak bisa. Dokternya itu lebih muda dari saya. Dia panggil saya si oom. Si oom nih kayanya ada kejepit. Disuruh di MRI, masuk, periksa. Memang ada. Dokter disana ada yang terjepit, ada dua, ada tiga. Harus dioperasi. Balik ke Jakarta, periksa lagi di Jakarta harus bawa ke Jerman, operasi. Saya sih bukan operasinya yang saya senang, saya senang bolak-baliknya. Ke Jerman, ke Australi. Tapi operasinya saya nggak mau. Tiba-tiba ada satu dokter, anak Tuhan di Jakarta. Saya waktu itu berdoa, berdoa sama Tuhan. Saya nggak mau dioperasi. Itu jadi raksasa, saudara. Saya tidak mau operasi. Kalau syaraf kejepit dipinggang, syaraf kejepit dimana aja, ini dileher. Coba bapak ambil foto-fotonya. Dua dokter, dua rumah sakit. Dia lihat, bapak nggak baca ini? Saya bilang, mana bisa saya baca, saya bukan dokter. Dia bilang, ini disini menurut ini, tidak ditemukan kelainan hanya kalau mau lebih yakin harus dibawa ke Jerman, dibuka untuk dilihat. Tapi tidak ditemukan. Jadi bagaimana pak, saya sudah sembuh? Nah, bapak sekarang suka jatuh nggak? Saya pikir, betul. Saya nggak pernah jatuh lagi, nggak pernah mau jatuh begini, nggak pernah gini lagi. Saya tidak lupa tanggalnya, 4 April, tapi tahunnya saya lupa. Saya ketemu Yusuf Roni. Aduh, saya bilang, pak Yusuf, saya dapat mujijat dari Tuhan. Saya musti operasi disini, tahu-tahu 4 April, dokter bilang nggak usah dioperasi. Waduh Yusuf Roni jabat tangan. 4 April itu hari saya keluar dari penjara. Wah, kita peluk-pelukan. Anda keluar dari penjara, saya keluar dari rumah sakit yang mau dioperasi. Dua raksasa, satu penjara satu penyakit ini. Bisa ditolak. 

Siapa yang sedang menghadapi raksasa? Demi nama Yesus, itu raksasa harus dikalahkan. Aku jauh lebih berkuasa karena yang ada di dalamku, Yesus, itu jauh lebih besar daripada dia yang ada di dalam dunia ini. Coba serahkan raksasa saudara, injek-injek dia. Satu pendeta, saya lupa. Saya ingat dia khotbah tahun 68, waktu saya di sekolah alkitab mungkin, atau tahun 69. Dia berkata, kalau Daud lihat sama Goliat itu dilihatnya begini, padahal Goliat tinggi. Tapi tahu kenapa Daud itu nggak takut sama Goliat, karena dia lihat yang dibelakang Goliat jauh lebih tinggi dari Goliat, yaitu Tuhan. Jadi dia lihat bukan satu ini dia lihat Goliatnya ini tinggi. Dia lihat ada orang lebih tinggi lagi. Jadi dia lihat ini Tuhan, jadi dia tidak takut. 

Saya mau tutup dengan satu ilustrasi. Waktu saya SMP, saya nakal. Saya nakal, nakal saya tidak merusak tapi merugikan. Kalau saya pulang dari sekolah itu dengan teman-teman. SMP ini kelas 2 itu jaman dulu, Cianjur masih sepi-sepi, mobilpun masih yang kuno-kuno. Ada lewat mobil tua hitam, saudara. Ini sama teman-teman 3 orang : Mobil butut, mobil butut, mobil detektif. Nggak ada  kerjaan, saudara. Saya punya suara paling keras. Mungkin orang itu tersinggung, saudara. Dia turun dari mobil, yailah gede banget itu orang. Orang Arab, saudaraku. Kumis hitam, dia datang, dia jalan, wah kita lari, dia kejar. Lari di Sasak itu saudara ada Darwis. Darwis, saudaraku, tahu orang Arab juga. Dia membuka satu sasana angkat besi. Dipinggir jalan masuk kira-kira 30 meter disitulah. Jadi kita lari kesitu. Kang Darwis, Kang Darwis saya mau masuk klub, bisa nggak? Oh, bisa saja John. Dia panggil saya John. Kenapa nggak bisa? Ia pegang-pegang badannya gitu. Padahal kita lagi takut dikejar. Itu orang sampai di gang, saudara. Hei. Waktu dia bilang hei, yang keluar bukan saya, Darwis. Badannya besar. Ada apa? Saya ingat itu orang Arab: Nggak pak, nggak. Saudara kalau kita lawan percobaan dengan kekuatan kita, kita tidak kuat. Tapi kita punya Tuhan yang jauh lebih. Kalahkan raksasa saudara pagi hari ini.  Pulang dari gereja dengan hati yang bebas. Yakinlah Tuhan jawab doa saudara. Yakinlah sakit disembuhkan. Yakinlah persoalan dijawab. Yakinlah problem disingkirkan. Yakinlah usaha, mata pencaharian diberkati. Yakinlah semua problem saudara akan ditolong oleh Tuhan. Pagi hari ini saudara harus kalahkan. Mari kita berdiri bersama-sama. 

  -- o --   

Minggu Pagi Paskah, 31 Maret 2002

JANGAN ADA SEORANGPUN MERAMPAS TUAIAN KITA

Selamat pagi, selamat bertemu dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Mari kita buka Alkitab kita seusai janji saya kita akan berbicara mengenai 'Jangan ada seorangpun yang merampas kita punya tuaian'. Haleluyah. Kuasa kebangkitan Yesus sudah bangkit itu sudah jadi sejarah. Sudah jadi fakta sejarah. Jadi dia bangkit saudara-saudara itu sudah jadi fakta. Nabi Muhammad ada kuburannya, nabi-nabi yang lain ada kuburannya, Khong Hu Cu ada kuburannya, Budha ada kuburannya tapi Yesus ada kuburannya tapi tidak ada mayatnya. Puji Tuhan. Sudah diselidiki oleh ahli-ahli, ya dari ahli komputer sampai ahli sejarah digali yang tidak percaya sampai bisa jadi percaya karena memang tertulis dalam sejarah Italia pernah seorang yang bernama Yesus hidup pernah disalib pernah dikubur tetapi ternyata nampak mayatnya tidak ada dikuburan itu. Dan waktu kuburan itu diselidiki kuburan ini pernah dipakai tapi memang pernah ada yang tidur disitu tetapi tidak ada mayatnya bekasnyapun tidak, rambutnyapun tidak ada. Yesus sudah bangkit - itu adalah suatu fakta. 

Persoalannya sekarang bagaimanakah kebangkitan Tuhan itu menjadi berguna ada hasil guna berkarya dalam hidup kita. Nanti sore saya akan berbicara mengenai 'Iman adalah benih dari kebangkitan'. Saudara seharusnya harus datang nanti sore karena saudara hari Jumat yang lalu di Jakarta sampai perjamuan kudus itu habis ya pas saya melayani pelayan tinggal dua orang, tidak ada lagi gelas. Jadi saya bilang ambil rotinya saja jemaat supaya tidak terganggu jadi saya ambil roti. Tiga orang tidak dapat anggur ya. Puji Tuhan. Jadi saudara-saudara mereka di Jakarta sangat berhaus kepada FA demikian juga saya harap saudara-saudara sekalian.

Dalam Injil Yohanes 4 kita akan mulai membaca satu kebenaran dari Sabda Tuhan. Ayat 31. 
4:31 Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: "Rabi, makanlah." 
4:32 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal." 
4:33 Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: "Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?" 
4:34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. 
4:35 Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. 
4:36 Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita. 

Yesus disebut saudaraku sebagai penabur tetapi Tuhan Yesus juga disebut sebagai penuai. Seorang yang menabur, dia akan menabur dengan satu pengharapan dia akan menuai. Tuaian di dalam FT bisa berarti ganda. Yang pertama bisa berarti tuaian jiwa-jiwa. Tapi yang kedua adalah saudara punya hasil, saudara punya berkat, saudara punya ... saya pakai istilah ... rejeki, saudara punya income, saudara punya pemasukan. Dan sebagai orang kristen saudara-saudara, sebetulnya kita tidak diperbolehkan oleh Tuhan untuk menjadi orang yang pedit, orang yang pelit, orang yang skaker, orang yang tertutup tangan. Sebab orang yang tertutup tangan dia belum ketemu Tuhan yang bangkit, karena Tuhan yang bangkit selalu memberi, selalu terbuka dan besar sekali tuaiannya itu. 

Di dalam II Korintus 9, saudara melihat lebih dahulu. Saya baca untuk saudara yang tidak bawa Alkitab saya baca ayatnya yang ke 6.    
9:6. Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. 
9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. 
9:8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan.
- Amin?  Jadi tidak ada orang yang berkekurangan di gereja sebetulnya, saudara-saudara, kalau dia melakukan FA supaya kamu senantiasa berkecukupan - di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. 

Kalau saudara tidak percaya ayat ini robek, buang. Robek ayat ini buang, saya tidak percaya. Saya percaya. Nah, itu tergantung saudara mau hidup  dalam kemiskinan kekurangan terus atau saudara mau hidup di dalam kelimpahan. Puji Tuhan. Dikatakan lebih jauh : dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. Jadi bukan hanya materi saudara berkelebihan, saudara juga berkelebihan dalam kebajikan perbuatan baik. Jadi inilah intinya kebangkitan Tuhan: Saudara menuai jiwa-jiwa, ajak tetangga ajak teman bawa kepada Tuhan. Tuaian banyak - jiwa-jiwa. Bagi siswa-siswi, khotbah saya ini saudaraku mungkin sebagai khotbah perpisahan karena mungkin pada waktu perpisahan bukan saya yang akan khotbah nanti orang lain atau utusan dari majelis pusat. Jadi anggap saja ini saya punya khotbah perpisahan untuk saudara diutus nanti ya. Nah, ada jiwa-jiwa yang datang sama Tuhan ada jiwa-jiwa yang diselamatkan sama Tuhan - itu tuaian. Saudara bisa bawa tetangga saudara bisa bawa teman, hati Tuhan disenangkan - itu tuaian. Amin saudara-saudara? Saudara bisa bawa kawan-kawan, saudara bisa bawa keluarga. Itu hati Tuhan disenangkan itu adalah tuaian yang besar. Tetapi saudaraku, ada tuaian yang lain yang seringkali kita ini nggak percaya bahwa di dalam Tuhan ini ada kelimpahan secara materi. Di dalam Tuhan itu ada tuaian secara berkat, ada tuaian secara berkat kerohanian. Ini ada tuaian. Puji Tuhan. Dan ayat 9

9:9 Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya." 

Kita jangan dipihak orang miskin dong, kita dipihak orang yang membagikan. Kita orang yang berkelimpahan. Kita orang yang berkecukupan. Jangan kita memilih saya dipihak orang miskin, yang mau terima terus. No. Kita harus berpihak kepada saya orang berkelimpahan, saya bisa membantu orang lain, saya bisa menolong orang lain - karena saya cukup, karena saya berkelebihan. Puji Tuhan. Ayat 10. 

9:10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur - ingat benih bagi penabur untuk dituai -, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; 
9:11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami. 

Kalau saudara baca terus tidak habis-habisnya ini soal berkat. Puji Tuhan. Tetapi mari kita akan lebih dahulu membaca Maznur 23. Mazmur ini juga mazmur jaminan bagi kita, mazmur berkat daripada Tuhan. 

23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. 
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; 
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. 
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. - Pelan-pelan sekarang saya baca -
23:5 Engkau menyediakan - apa saudara? - hidangan bagiku - ku itu sendirian, saudara pribadi, belum anak, belum suami, belum keluarga  -, di hadapan lawanku. Sampai disitu.

Tuhan tidak tulis begini : Engkau menyediakan makanan. Nanti habis kebaktian saudara-saudara turun kebawah saudara akan makan makanan atau hidangan? Belum tahu saudara. Kalau makanan itu satu macam. Tapi kalau hidangan bermacam-macam, dari combro, misro ... hidangan. Mulai dari sop sampai cuci mulut buah - itu hidangan. Kalau satu macam saja, sambal goreng - itu makanan. Saudara senang Tuhan memberikan hidangan? Banyak pilihan. Dan siswa-siswi jangan khawatir, banyak kelebihan yang akan dikirim ke Sekolah Alkitab. Kitab  orang berkelebihan berkecukupan. Dengar baik-baik. Tetapi ingat ada musuh, tuh dihadapan lawanku. Siapa ini musuh? Saya tidak tahu tetapi saya mau bilang begini : Ini musuh mau menjegal saudara supaya saudara tidak makan itu hidangan. Ada nama hidangan itu : kesehatan, kedamaian, kesembuhan, kekuatan, berkat berkelimpahan, kebahagiaan, suka-cita, damai sejahtera, macam-macam hidangan. Tapi lawan kita ini iri. Iblis ini, setan dengan begundal-begundalnya itu iri; dia tidak mau lihat saudara bahagia. Dia mau kotori, dia mau cegah supaya saudara-saudara tidak makan itu hasil taburan saudara. 

Saya menjadi saksi dihadapan Tuhan. Saudara sudah menabur banyak. Menabur melalui doa, menabur melalui puasa, menabur melalui pemberian, menabur melalui makanan, menabur melalui pekerjaan. Baru sekarang kali yang pertama, eks Cianjur, eks jemaat Cianjur yang pindah ke Bandung kirim sms sama saya. Saya minta ko Yoyo punya nomor account di bank, saya mau kirim uang untuk bantu biaya pengiriman sms. Baru. Karena sms ini satu bulan dua jutaan, biaya yang harus saya tanggung untuk kirim kepada tiga ratus orang. Tiap hari kali tiga ratus lima puluh kali tiga puluh hari. Saya tidak minta dari saudara. Saya yakin saya berkelebihan, berkecukupan dari Tuhan untuk memberi. Tetapi saya mulai melihat sekarang, ada jemaat yang pertama kali ini, sejak hampir satu tahun yang lalu. Ada orang, jemaat Cianjur, yang mau kirim uang untuk biaya sms. Ini hanya contoh. 

Berikut, saudara-saudara. Saudara sudah tabur ini, tabur ini, macam-macam. Saudara berhak untuk menuai!!! Coba ulangi kata-kata saya : Saya berhak untuk menikmati tuaian. Dari saudara punya taburan, yah. Tadi sudah kita baca, nabur saudara sedikit yah saudara jangan marah kalau tuaian saudara sedikit. Kalau saudara kopet sama Tuhan, yah jangan marah kalau tuaian sedikit. Tapi kalau saudara memberi banyak sama Tuhan, memberi waktu ... Sekarang begini, yang kebaktian satu kali satu minggu, sama yang kebaktian satu kali dua minggu, itu berkatnya beda. Beda berkatnya. Yang kebaktian satu minggu dua kali sama yang kebaktian satu minggu dua kali plus bedstone, itu berkatnya beda. Itu beda dong. Selamatnya sama, anugrahnya sama, Tuhannya sama, Sorganya sama. Tapi berkat materi yang Tuhan mau kasih, yang Tuhan mau beri kepada saudara, itu beda. 

Oke. Sekarang kita lihat Yehezkiel pasal 48. Untuk membuka Yehezkiel 48, buka saja Daniel pasal satu lalu satu lembar kedepan itu Yehezkiel 48. Daniel pasal satu saudara buka lalu satu lembar kemuka, dibuka, itu Yehezkiel 48:30 "Inilah pintu-pintu keluar kota itu: di sisi sebelah utara, yang ukurannya adalah empat ribu lima ratus hasta, 

48:31 terdapat tiga pintu gerbang, yaitu pintu gerbang Ruben, pintu gerbang Yehuda dan pintu gerbang Lewi--sebab pintu-pintu gerbang kota itu disebut menurut nama suku-suku Israel--. 
48:32 Di sisi sebelah timur, yang ukurannya empat ribu lima ratus hasta, terdapat tiga pintu gerbang juga, yaitu pintu gerbang Yusuf, pintu gerbang Benyamin dan pintu gerbang Dan. 
48:33 Di sisi sebelah selatan, yang ukurannya empat ribu lima ratus hasta, terdapat tiga pintu gerbang juga, yaitu pintu gerbang Simeon, pintu gerbang Isakhar dan pintu gerbang Zebulon. 
48:34 Di sisi sebelah barat, yang ukurannya empat ribu lima ratus hasta, terdapat tiga pintu gerbang juga, yaitu pintu gerbang Gad, pintu gerbang Asyer dan pintu gerbang Naftali. 
48:35 Jadi keliling kota itu adalah delapan belas ribu hasta. Sejak hari itu nama kota itu ialah: TUHAN HADIR DI SITU." - Atau Tuhan ada disana. Bahasa Ibraninya Yehova Shamma, Tuhan ada di sana.

Saudara ini bentuknya tidak empat segi, tetapi kota itu empat segi, persegi empat sama sisi. Begini ya. Disini tiga pintu, tiga suku, keluar masuk, keluar masuk. Disini tiga pintu, tiga suku masuk keluar, masuk keluar. Disini tiga pintu, tiga suku masuk keluar. Disini tiga pintu, masuk keluar, masuk keluar. Saudara disebut Israel rohani. Saya yakin setiap saudara pribadi, setiap kita, beda dengan istri, beda dengan ibu, beda dengan papa, beda dengan mama. Setiap saudara ada mempunyai pintu rejeki masing-masing. Ada haleluyah? Lalu saudaraku, pintu-pintu rejeki ini, orang mengambil tuaian, masukkan disini. Orang mengambil tuaian, kumpul di dalam kota. Lalu kota itu disebut Yehova Shamma, Tuhan ada di sana.

Saya mau tanya, apa Tuhan ada di toko saudara? Jangan dijawab. Apa Tuhan ada di rumah saudara? Apa Tuhan ada di bengkel saudara? Apa Tuhan ada di toko saudara? Apa Tuhan ada dalam bisnis saudara? Apa Tuhan ada di dalam karya saudara? Apa Tuhan bekerja di dalam saudara punya pekerjaan? Apa Tuhan ada di sawah ladang saudara? Apa Tuhan ada di dalam peternakan saudara? Sebab rejeki yang dikumpulkan ini, tuaian yang dikumpulkan ini, itu disebut 'Tuhan ada di sana'. Haleluyah, puji Tuhan. 

Nah, saudara-saudara, ingat tadi saya bilang, ada musuh. Musuh mau supaya saudara tidak senang. Musuh mau supaya saudara sakit. Musuh mau supaya saudara tidak bahagia. Musuh mau supaya saudara ini tidak ada rejeki. Musuh mau merampas. Disinilah inti khotbah saya. Pertahankanlah saudara punya tuaian. Saudara tadi sudah ngomong, saya berhak menikmati tuaian. Coba nikmati tuaian saudara. Nikmati rejeki saudara. Nikmati hasil jerih payah saudara. Jangan kasih sama dokter. Nikmati berkat itu. Nikmati berkat itu tiap hari. 

Nah, sebagai intinya, saya akan ajak saudara membuka kitab yang sukar dibuka tapi bisa ditemukan. II Samuel 23. Mungkin saudara nanya, dimananya II Samuel teh? Dideket I Samuel. Jadi kalau saudara ketemu I Samuel tetangganya itu pasti II Samuel. II Samuel 23, kita akan membaca beberapa nama dari pahlawan Daud. Saya mau tanya saudara dulu 'Tuhan ada disana', bahasa Ibraninya apa? Yehova Shamma. Ayat 8. Inilah nama para pahlawan yang mengiringi Daud.  
23:8. Inilah nama para pahlawan yang mengiringi Daud: Isybaal, orang Hakhmoni, kepala triwira; ia mengayunkan tombaknya melawan delapan ratus orang yang tertikam mati dalam satu pertempuran. 

Coba bayangkan si Jin Kwih saja kalah. Dengan satu tombak melawan membunuh 800 orang. Ini bukan dongeng ini kejadian betul. Membunuh 800 orang, satu pahlawan dari Daud. Yang kedua.   

23:9 Dan sesudah dia, Eleazar anak Dodo, anak seorang Ahohi; ia termasuk ketiga pahlawan itu. Ia ada bersama-sama Daud, ketika mereka mengolok-olok orang Filistin, yang telah berkumpul di sana untuk berperang, padahal orang-orang Israel telah mengundurkan diri. 
23:10 Tetapi ia bangkit dan membunuh demikian banyak orang Filistin sampai tangannya lesu dan tinggal melekat pada pedangnya. TUHAN memberikan pada hari itu kemenangan yang besar. Rakyat datang kembali mengikuti dia, hanya untuk merampas. - Jadi rakyat tidak ikut berperang hanya ikut menjarah karena ini orang perang memegang pedang sampai tangannya itu nempel dengan pedang. Nah, yang ketiga ini saudara ini dengar baik- baik  -  
23:11 Sesudah dia, Sama - disini ditulisnya Sama seharusnya sama dengan Yehova Shamma -, anak Age, orang Harari. Ketika orang Filistin berkumpul di Lehi--di sana ada sebidang tanah ladang penuh kacang merah - Kalau sudah penuh dengan kacang merah berarti siap untuk diapa saudara? Dituai. Penuh kacang merah. Ini hokinya dia. Dia sudah nabur cape-cape sekarang dia mau tuai. Penuh kacang merah.
- dan tentara telah melarikan diri dari hadapan orang Filistin, - Coba, tentara yang seharusnya berperang lari ya -,                                                
                                                            23:12 maka berdirilah ia di tengah-tengah ladang itu, ia dapat mempertahankannya dan memukul kalah orang Filistin. Demikianlah diberikan TUHAN kemenangan yang besar. 

Saya mau pakai kegerakan. Saudara, ini Shamma sendirian. Datang orang Filistin. Ini kebun kacang merah. Dan itu cukup bervitamin makanan itu kacang merah jaman dulu luar biasa, saudara, sampai Esau mau menukar kacang merah dengan hak kesulungannya karena enak luar biasa itu kacang merah. Lari tentara-tentara yang mau tuai itu lari. Ini musuh, mau merampas tuaian. Tapi Shamma hanya ngomong dikatakan di Alkitab, dia usir begitu saja. Apa dia usir begitu saja. Tidak. Dia berdiri saudara. Menurut sejarah Alkitab dia tancapkan punya pedang dan orang Filistin tanya: Siapa kamu? Aku ini SHAMMAAAAAAAA ... dia tusukkan pedangnya dan orang Filistin itu lari. Kenapa? Karena dia menyebut nama Yehova, Yehova Shmma, Aku ada disana.

Disini ada Allahku, aku Shamma. Dia memakai nama. Saudara, kepada kita sudah diberikan nama diatas segala nama - nama Tuhan Yesus Kristus. Jangan ada orang yang mau merampas saudara punya rejeki. Jangan ada orang, jangan ada dokter, jangan ada ini yang mau merampas saudara punya berkat. Jangan ada garong, jangan ada pencuri jangan ada penipu mau merampas berkat saudara. Itu hak saudara dan berkatalah saudara bahwa saya punya nama diatas segala nama - Tuhan Yesus Kristus. Kita berdiri bersama-sama.    

Haleluyah. Jangan dirampas saudara. Itu hak saudara, itu berkat saudara punya. Itu berkatmu. Jangan diberi kepada musuh. Kebahagiaan hak saudara, berkat berkelimpahan hak saudara, kesehatan hak saudara, rumah tangga bahagia hak saudara - hak kita semua. Oh saudara, ada orang Filistin mau mencerai-beraikan kita, mau merampas ladang kita, tetapi jangan sampai dirampas - itu semua adalah hak kita. Pandang kepada Yesus.  Haleluyah.

-- o -- 

Minggu Pagi, 14 April 2002

Bagaimanakah kesehatan mental kita? 

Selamat pagi, selamat bertemu berbakti di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Pada pagi hari ini judul Firman Tuhan adalah 'Bagaimanakah kesehatan mental kita?' Di dalam kehidupan kita, sering kita memperhatikan kesehatan tubuh kita: Kita berhati-hati dengan apa yang kita makan, kita berolah-raga, menjaga istirahat yang cukup - hanya untuk menjaga supaya kesehatan tubuh kita ini prima, baik. Tetapi kita kurang memperhatikan kesehatan mental kita. Sebab begitu banyak orang kristen yang tubuhnya sehat tetapi mentalnya rusak. Tubuhnya sehat tetapi mentalnya mental orang yang kalah. Tubuhnya sehat tetapi - maaf ini hanya konsumsi calon hamba Tuhan - mentalnya mental pengecut. Tubuhnya sehat tetapi sayang mentalnya mental penakut, mentalnya mental yang belum sesuai dengan kehendak Tuhan.

Di dalam surat Roma 12, kita akan melihat apa yang diminta oleh Tuhan dari kita sekalian.

12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 
12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. 

Haleluyah. Saya sudah berkali-kali khotbah ayat ini tetapi selalu baru, selalu baru, selalu baru. Setiap kali saya bawa selalu baru. Di dalam ayatnya yang ke-1: Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku 'menasehatkan' kamu. 

Kata menasehatkan, bahasa Yunaninya itu parakaleo. Kalau anak saya sedang ada di dalam ngobrol-ngobrol, saya ngomong dia kurang dengar, saya tarik dulu anak saya. Sini dulu, sini dulu. Saya tarik dari lingkungan yang sedang ngobrol itu. Saya ngomong, ini papa mau ngomong - itulah parakaleo. Menarik seseorang, mengambil untuk dia berbicara. Jadi ini nasehat bukan nasehat biasa, nasehat yang dikhususkan oleh rasul Paulus, parakaleo, menarik seseorang untuk keluar dari lingkungannya dan berdiri didekat dia, lalu dia berbicra.

Bahasa Inggris memakai kata I beseech. Bahasa Indonesia memakai kata aku menasehatkan kamu. Dengan kemurahan Allah, aku menasehatkan kamu. Kata kemurahan Allah dalam bahasa Yunani, dipakai kata saudara-saudaraku, oitirmos, yang berarti belas kasihan yang sangat lembut. Ditarik dari lingkungannya. Aku menasehatkan kamu, dengan kemurahan Allah, oitirmos, dengan compassion, dengan satu belas kasihan yang lembut. 

Kadang-kadang Tuhan harus menarik kita dari lingkungan kita dengan agak keras. Tetapi jangan lupa, itu datang dari belas kasihanNya yang lembut kepada kita. Amin, saudara-saudara? Nah, seringkali inilah orang salah paham dengan Tuhan. Bahkan salah paham dengan pendidikan di Sekolah Alkitab Cianjur, salah dan keliru menilai. Dikatakan disana, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu. Mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahanmu yang hidup, yang kudus dan yang berkenan. Saya mau tanya saudara, kalau tubuh itu, bagian mana yang dipersembahkan kepada Tuhan? Inilah yang saya katakan. Saudara saya mau tanya, yang dimaksud tubuh itu mana? Dari kepala sampai di telapak kaki, itu tubuh kita. Semua anggota tubuh kita ini adalah harus menjadi satu persembahan. Bukan angin surga tetapi satu praktisi kehidupan rohani, bahwa hidupku ini dari kepala sampai di telapak kaki ini, aku persembahkan kepada Tuhan. 

Dan nampaknya untuk orang-orang Kristen di Roma, ini tidak ada kesulitan. Mereka sudah bertobat. Tangan mereka sudah bertobat, kaki mereka sudah bertobat, saudara-saudaraku, mata mereka sudah bertobat, mulut mereka sudah bertobat, telinga mereka sudah bertobat, apapun mereka sudah bertobat. Tetapi, Paulus berkata, ada ayat ke 2, yaitu jangan kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi ubahlah oleh pembaharuan budimu.

Ternyata ada bagian yang di dalam, yang belum dipersembahkan, belum dibaharui, yaitu budi, bahasa Indonesia. Bahasa Inggris memakai kata mind, pikiran. Maka saya katakan tadi mental belum dibaharui. Contoh saja ini, kita masih suka iri kalau lihat orang lain diberkati. Itu mental kita belum dibaharui. Kita masih senang mengata-ngatai orang lain yang belum tentu salah. Itu pikiran kita belum dibaharui. Dalam hubungan keluarga, kita masih belum berani tunduk kepada suami, istri-istri. Bahkan istri sering menjawab suami dengan ketus dan kasar. Itu satu tanda, mental kita belum dibaharui. Sebaliknya suami-suami, masih sering kasar terhadap istri. Tidak dengan perkataan tapi mungkin dengan tindakan. Tidak dengan tindakan tapi mungkin dengan perkataan. Itu satu bukti bahwa mental kita, pikiran kita, mind kita, belum dibaharui. 

Saya yakin secara pribadi bahwa pelajaran yang diajarkan di Sekolah Alkitab kami ini adalah yang terbaik di sekolah Alkitab di seluruh Indonesia. Saya punya keyakinan. Tapi ada yang belum puas dengan sekolah alkitab di Cianjur. Bahkan ada yang sudah merencanakan, keluar dari sekolah Alkitab Cianjur bukannya praktek, tetapi mau sekolah lagi. Bahkan sekolah yang saya katakan, saya tahu, kualitasnya lebih rendah. Jadi keluar dari SMP, masuk SD. Aneh tapi nyata. Saya memberikan pelajaran the best dari soal penggembalaan. Bahkan tidak ada siswa di sekolah Alkitab namapun yang diijinkan melayani jemaat, praktek. Saya ijinkan langsung. Ini praktek penggembalaan. Bahkan ada siswa yang saya ijinkan membaptis dalam angkatan 3, angkatan 4. Tapi ada yang rasanya belum sreg, ingin menambah lagi sekolah tiga bulan, sekolah penggembalaan. Jadi saya ingin ketawa, saudara, sudah SMA mau masuk SMP. Ini artinya mental kita belum dibaharui. 

Banyak yang sudah diselamatkan oleh Yesus dari dosa. Banyak yang sudah diselamatkan oleh Yesus dari dunia. Banyak yang sudah diselamatkan oleh Yesus dari sakit penyakit. Banyak yang sudah diselamatkan oleh Yesus dari dunia ini. Tetapi hanya sedikit yang sudah diselamatkan oleh Tuhan dari dirinya sendiri. Dari keakuannya. Aku yang punya perahu. Aku yang mau berlayar kemana aku mau. Kan Tuhan Yesus bilang, kalau kamu masih muda, kamu yang ikat pinggang, kamu pergi kemana engkau mau. Tapi kalau engkau sudah tua, ada orang lain yang mengikat pinggangmu, dan engkau akan mengulurkan tangan, dan orang itu akan membawa kamu kemana yang kamu tidak suka tapi orang itu suka. 

Istilahnya hanya serah sekolah, tetapi sebetulnya menyerah kepada Tuhan. Seringkali kita memakai istilah kita, saya mau pulang. Tapi sebetulnya, saya mau atur sendiri saya punya praktek. Kita diselamatkan dari dosa, betul. Diselamatkan dari api neraka, sudah. Selamat dari dunia, benar. Selamat dari kecelakaan, amin. Selamat dari perkara-perkara yang busuk, bagus. Tapi kita belum diselamatkan dari diri sendiri, dari keakuan. Maka ayat 2 berkata: Jangan kamu serupa dengan dunia, tapi berubahlah oleh pembaharuan budimu. Oleh pembaharuan hatimu. Oleh pembaharuan pikiranmu. Bahasa Inggris bilang 'mind'. Sekarang di Jakarta banyak mobil-mobil hilang, saudara. Dicuri orang. Dari garasi, ambil, hilang. Saya mau tanya saudara, kalau pencuri mobil itu mencuri mobil, yang dia kuasai apanya, saudara? Yang dia kuasain apanya? Setir. Saya belum pernah dengar ada pencuri mobil masuk di bagasi, lalu menutup diri di sana. Itu pencuri bego, mungkin dia lagi ngigo. Tapi pencuri yang pandai dia akan duduk dibelakang setir dan dia setir mobil, karena dia bisa bawa mobil itu kemana dia mau. Setir kita, manusia itu di pikiran. 

Nah, itu sebabnya Iblis ganggu pikiran kita. Iblis tiap hari dia serang pikiran kita. Tiap hari saya katakan, apalagi calon pendeta saya udah tahu. Calon hamba Tuhan dihantam tiap hari supaya masuk kepada standard kehidupan yang bisa jangan yang luar biasa, jangan hidup suci, jangan hidup benar, ya, jangan hidup lurus. Iblis serang kita punya pikiran. Dengan ketakutan, dengan kebimbangan, dengan perkara-perkara yang menakutkan.

Kalau saudara punya toko dia datang dengan pikiran toko kamu kurang laku toko kamu susah. Susah nanti kamu akan gali lubang tutup lobang. Kalau saudara mempunyai perusahaan ayam peternak atau pedaging dan petelor, saudara, dia akan datang dan berkata wah telurmu akan kacing calang dan anak-anak ayammu DOC nya akan mati dsb. Harga diluaran nggak akan bisa putar uang dsb., dsb.  Itu sebabnya Tuhan tahu - cuci pikiran kita. Pikiran ini harus diluruskan, pikiran ini harus dibenarkan. Itu sebabnya saya katakan saudara, bagaimanakah kesehatan mental saudara. Apakah mental kita sehat? Apakah kita keluar dari gereja selalu diganggu terus dan kita ijinkan lagi saudaraku hal itu mengganggu kita. Sehingga kamu dapat membedakan mana yang kehendak Tuhan, yang baik yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Contoh. Saudara kebaktian seminggu sekali. Baik. Tapi bukan yang sempurna bukan yang berkenan. Saudara datang ke geraja pas khotbah FT baru saudara datang ke gereja bagus nggak salah, nggak apa-apa tapi saudara kehilangan yang berkenannya waktu saudara menyanyi memuji Tuhan seperti tadi bersuka-cita di dalam Tuhan - saudara kehilangan kans itu. Tadi malam dalam bedstone saya katakan bahwa kalau kita memuji Tuhan itu harapkan mujijat. Kalau kita menyanyi harapkan sesuatu terjadi. Kalau kita menyanyi kepada Tuhan, menyembah kepada Tuhan harapkan sesuatu terjadi karena dimana waktu kita menyanyi kepada Tuhan, itu Tuhan punya hati disenangkan dan kalau hatinya Tuhan disenangkan kadang-kadang kita belum minta Dia sudah beri. Itu sebabnya saudara, kita harus tahu menyenangkan hati Tuhan. Ini mental kita ini harus banyak berubah. 

Galatia 2. Di dalam Galatia 2 saudara, Rasul Paulus berbicara satu ayat yang indah, satu hal yang lain yang biasa kita dengar ini, ayatnya yang ke-20

2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. 

Bahasa Indonesia lebih enak dibacanya: Hidupku bukannya aku lagi melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Saya mau tekankan itu kata 'aku' nya. Banyak orang yang hidupnya masih penuh dengan keakuan. Bukan sombong, bukan, tetapi segala sesuatu mau dia lakukan dengan kemauan dia, bukan kemauan Tuhan. Segala sesuatu, baik bisnis apapun di RT dia mau lakukan dengan kemauan dia. Dia mau supaya Tuhan mengikuti pola hidupnya. Dia mau supaya Tuhan tanda tangan cap jempol dari semua yang dia kerjakan. Ini keliru. Paulus berkata : Hidupku bukannya aku lagi tapi Kristus yang hidup di dalam aku. Amin? Saya mau pakai ini. Ini Kristus saudara, Aqua ini, dan air ini adalah kehidupan yang baru kehidupan Kristus. Ini kita. Banyak orang kristen mengikut Yesus begini. Aku mengikut Yesus, hidup di dalam Kristus tapi dia kosong. Dia penuh dengan keakuan. Ini kekosongan ini, kehampaan ini, adalah keakuan kita. Penuh dengan keakuan. Tapi Paulus buka: Hidupku bukannya aku lagi tapi Kristus yang hidup di dalam aku.     

Saudara bisa mengerti? Kalau saya penuhi tadi, tidak ada ruang hampa lagi. Kalau saya penuhi tadi dengan air, tidak ada ruang, tidak ada lagi keakuan. Yang ada hanya Kristus semata-mata. Saya melihat mungkin baru satu siswa kelas 2 yang hampir, hampir masih, mencapai ini. Dan satu siswi dikelas 1. Tapi saya belum lihat sepenuhnya, masih jauh. Tetapi orang itu sudah mulai mengerti apa artinya Kristus hidup di dalam dia. 

Saudara, pada waktu Tuhan menciptakan Adam, Dia berkata begini, satu antara yang lain. Kejadian 1:26 Marilah kita membuat manusia menurut peta dan teladan Kita. Jadi Adam dibuat, manusia dibuat, menurut peta dan teladan Allah. Maka saudara nggak boleh bikin murah diri saudara sendiri. Saudara itu mahal. Allah itu roh adanya. Maka Adam itu adalah roh. Tanah itu adalah cuma pakaiannya. Saudara lihat sekarang kemeja saya. Kemeja saya ini bergerak. Apa yang tangan saya bergerak, kemeja saya bergerak. Tapi kalau saya buka kemeja saya, sekarang saya taruh dibawah, kemeja saya tidak akan bergerak. Tangan saya tetap bergerak. Tapi kemeja saya tidak akan bergerak, dia mati. Ini yang terjadi kalau orang meninggal. 

Saudara yang duduk sekarang ini, daging kita - itu pakaian. Pakaian kita. Kalau kita meninggal, itu seolah-olah, saudara-saudara, saya membuka baju, tubuh, diletakkan dan saya pergi. Sekarang saya tanya, ketika saya buka pakaian, lalu saya taruh di bawah. Apa pakaian itu Awondatu? Dia pakaiannya, bajunya Awondatu. Tapi dia bukan Awondatu. Awondatunya, saya ini. Jasnya, bajunya, jubahnya, jaketnya sudah dibuka. Orang meninggal itu begitu. Sekarang jemaat kita yang meninggal ibu Lientje, itu yang kita nanti mau kubur jam 9 itu cuma bajunya yang kita antar ke kuburan. Saya mau khotbah panjang mau pendek, dia sudah tidak dengar lagi. Pakaiannya kok. Orangnya, Ibu Lientje nya sudah di Surga. Sudah di dalam tangan Tuhan. Nah, ini yang saya perlu saudara mempunyai mental ini. Mental Kristus. Kita harus memiliki pikiran Kristus. Kita harus memiliki cara berpikirnya Kristus. Lihat orang saja belas kasihan. Lihat orang yang tidak bergembala kita ada berbelas kasihan. Karena kita mengasihi orang itu, kita tidak akan fitnah orang itu, kita nggak akan ngomongin orang itu dari belakang karena kita mengasihi orang itu. 

Bagaimana kesehatan mental kita? Saya tidak mau saudara saban pulang dari gereja tetap takut, pulang dari gereja tetap takut, pulang dari kebaktian sieun keneh wae. Masih minder, masih pesimis, masih takut. Ini saudara harus punya mental orang kaya, mental orang sukses, mental orang berhasil. Waktu Revi masih kecil saudara, masih 1 tahun, yang jaga dia itu saudara Iyong, anaknya zus Kuan. Iyong itu putus sekolah, kerja menjaga Revi. Kasarnya pembantu. Setelah Revi agak besar 2-3 tahun yang menjaga dia satu orang Jawa namanya Siman. Bayangkan itu saudara 23 tahun yang lalu, Iyong dan Siman menjaga Revi. Sekarang Revi sudah 27 tahun, dia sedang sekolah drum di Amerika, baru dia bingung sekarang sekolahnya dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore satu minggu 5 hari. Dari seluruh dunia cuma 18 orang yang sekolah disitu. Saudara Iyong sekarang saudara tahu dia sudah punya toko onderdil sendiri diberkati Tuhan. Toko sendiri, bukan kerja lagi. Saudara Siman saudara, dia jadi boss di daerah Sindangbarang punya 3 toko emas, 1 toko bahan bangunan. Coba, dari pembantu dari pengasuh anak sampai jadi boss. Dari pengasuh anak sampai mempunya toko sendiri. Itu yang saya bilang mental kita itu musti punya mental orang kaya. 

Saya ingin murid saya ini bukan cuma duduk begini saja tapi mereka akan nanti menjadi hamba-hamba Tuhan yang berhasil, gembala-gembala sidang yang berhasil. Dan saya sudah siapkan itu baik-baik. Kalau masakan, saya sudah jadikan masakan udah kue. Udah jadi, kue ini udah jadi. Saya nggak rela dong sudah jadi kue lalu dikasih kecap lagi diatasnya. Jadi ada hubungan apa kue sama kecap. Tiga bulan dikecapin lagi. Kue donat sudah kue tart sudah manis-manis dikasih kecap lagi cap Bango supaya lebih manis. Nggak ada hubungan kecap cap Bango sama kue tart walaupun manisnya sama. Eh, kecap cap Bango lontong kita pakai kecap, enak. Bubur kita pakai kecap, enak. Tahu kita pakai kecap, enak. Kalau kue tart dikasih kecap, tidak enak. 

Ada sekolah penggembalaan yang 3 bulan untuk mereka yang ingin cepat  menggembalakan, untuk mereka yang ingin cepat-cepat ... oke, tapi saudara, saya sudah siapkan sekolah 2 x 7 bulan dengan pelajaran yang baik.  Kadang-kadang saya musti bangun jam 4 musti siapkan dulu supaya saya mengajar yang baik. Masa sudah jadi kue tart saudara masih mau kecap. Inilah karena kesehatan mental kita ini kurang. Teu we disebut gelo mah, ngan mental kurang. Mental. 

Jadi kalau saudara buka toko nih, saudara musti punya mental demi nama Yesus, hari ini toko saya diberkati. Musti gitu. Demi nama Yesus. Puji Tuhan. Seger, hebat, datang orang belanja biarpun toko buah banyak, biarpun toko beras banyak, biarpun banyak saingan. Boleh toko besi bersebrang-sebrangan tetapi kalau mental kita mental yang diberkati, datang itu berkat. Bagaimana saya mengubah itu dengan baik? Baca Firman, baca Sabda Tuhan.

Nah, saya baru pulang dari Banyuwangi. Saya katakan di dalam kebaktian hari Minggu sore kalau tidak salah. Dalam kehidupan saya, baru 3 kali ini terjadi saudara. Pertama di Jakarta. Saya duduk ditoko arloji liat arloji nonton, tiba-tiba ada orang gemuk datang masuk 3 tahun lalu ini, duduk saja disebelah saya. Lihat-lihat terus dia noel sama saya. Pak, tolong pilihin arloji buat saya dong. Yang cocok buat saya yang mana? Loh, saya bilang ini orang aneh. Orangnya gede minta saya pilihin arloji. Itu pak, saya tunjuk arloji Rolex yang emas, yang paling besar. Tuh pak, itu saja cocok. Coba-coba ambil. Diambil. Dia pake. Bagus nggak? Bagus pak. Memang saya ikhlas ngomong. Ini tulus. Ini bagus buat bapak. Cocok pak. Udah jadi dah. Udah jadi, dia jabat tangan sama saya.

Begitu jabat tangan sama saya, ngomong ini ada suara. Ada suara ngomong: Wah pak, saya bilang, bapa akan pegang uang milyar-milyar nih pak. Wah, betul ya. Betul pak ini ada suara nih sama saya nih. Dia mungkin anggap saya paranormal, saya nggak tahu dah. Pokoknya saya bilang ini bapak pegang uang milyar-milyar tapi bapak musti hati-hati jantung bapak. Ih, saya baru operasi jantung, kok, bapak tahu dari mana? Ini ada suara, saya bilang, bapak pegang milyar-milyar. Orang sebelah dia itu, mungkin temannya, udah nggak sabar saja. Dia berdiri : Bapak tahu nggak siapa ini? Saya bilang nggak tahu. Ini Taufik Kiemas. Ini suami Megawati. Oh, suami Megawati ... aduh,selamat atuh, pak ... selamat ... saya nggak tahu Taufik itu seperti Kiemas. Sorry saja. Nah, saya tidak tahu apa Taufik Kiemas sekarang ingat sama saya apa tidak. Dia sudah pegang uang milyar-milyar bukan rupiah ... dolar.

Yang kedua saya KKR di Gorontalo, dijemput oleh ketua panitia kepala PU, anak Tuhan, duduk di Mitsubishi Kuda. Datang lagi ini suara: Wah, brur, ini ada suara nih tapi brur jangan sombong ya. Brur akan diberkati Tuhan pegang uang milyar-milyar, ya, brur. Ya, oom saya kan pegang uang milyar-milyar tiap hari. Iya tapikan duit pemerintah. Nanti brur pegang duit sendiri. Wah, puji Tuhan. Puji Tuhan. Asal brur setia ikut Tuhan, ya. 

Nah, yang ketiga ini saudaraku di Banyuwangi. Anak 10 tahun didesa. Suami istri. Istrinya itu orang Islam terima Yesus, ya, menikah sama suaminya. Diusir karena bapaknya keluarga itu haji tokoh Madura di Jember diusir nggak diaku anak tapi dia ikut Yesus terus. Diberkati Tuhan didesa. Diberkati Tuhan. Ada anak umur 10 tahun. Pulang sekolah naik sepeda. Selamat siang, oom. Saya jabat tangan. Ada lagi ini suara: Ini anak akan pegang uang banyak. Saya ngomong sama bapaknya: Titip ya bapa ibu. Ini ada suara ini anak akan pegang uang milyar-milyar. Nah, ada 2 pendeta di situ. Satu Manado, satu orang Tionghoa. Dia bilang saya saksi hidup pak, ini dari umur 7 tahun 8 tahun sekolah minggu sudah bawa persepuluhan. Bapaknya ngomong kalau saya kasih uang jajan 10.000, 20.000 sudah tiga bulan masih uangnya nggak hilang itu saja masih terus. Nggak pernah dijajankan. Orang lain sekolah ngaladog kemana-mana, dia balik saja terus kerumah. Baca buku kalau nggak baca Alkitab. Ya, saya bilang nggak aneh kalau begitu suara ini tidak salah, tapi titip ya pak. 

Nah, saya dari Surabaya saudaraku ke Banyuwangi, dari Banyuwangi ke Surabaya itu diantar oleh satu bapak. Bapak Hendro ini seorang yang berlangganan majalah KA. Saya nggak tahu tapi dia selalu berlangganan majalah KA. Jadi dia memang menawarkan diri 6 jam saudaraku dari Surabaya ke Banyuwangi. Enam jam dari Banyuwangi ke Surabaya. Dia penasaran lagi setir: Apa bapak tidak dengar suara tentang saya? Saya bilang: Saya nggak dengar brur. Saya nggak dengar. Kalau saya mau nyenangin orang saya bisa bikin-bikin saja dongeng, saya bisa bikin-bikin saja cerita. 

Tapi saudara nggak usah kecil hati. Kalau saudara punya mental dicuci oleh FA bahwa kita ini bukan mental orang yang tidak diberkati, kita mental orang yang diberkati. Toko kita diberkati, keluarga kita diberkati, tubuh kesehatan kita diberkati - semuanya kita diberkati - maka tidak ada yang bisa menahan lajunya berkat Tuhan bagi kita. Di manapun kita berada, apapun yang kita kerjakan, senantiasa berkat Tuhan akan mengiringi kita. Mari kita berdiri bersama-sama. 

-- o --   

Minggu Pagi, 28 April 2002

IMAN DAN SABAR

Selamat pagi, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Ini adalah hari minggu terakhir bagi semua siswa-siswi karena hari Kamis mereka akan diutus kemanapun mereka mau. Nah, sebentar sorepun siswa-siswi dipersilahkan untuk ikut berbakti bersama-sama dengan kebaktian sore, sebagai kebaktian yang terakhir kali. 

Ibrani 6 kita akan membaca ayat 9-12.

6:9 Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan. 
6:10 Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. 
6:11 Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, 
6:12 agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah. 

Yang menarik hati saya adalah ayat yang ke 12, bagian akhir kita akan baca dari atas ayat 12.

6:12 agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah. 

Saudara sudah percaya kepada Tuhan. Saudara sudah ikut Tuhan dengan setia. Saudara sudah berdoa. Saudara sudah berbakti. Saudara sudah baca FA. Saudara sudah banyak memberi. Bahkan saudara 'melayani'  namaNya seperti disini ditulis, dengan melayani orang kudus. Orang kudus disana adalah hamba-hamba Tuhan. 

Tetapi saudara mengalami satu hal, yaitu apa yang saudara minta, apa yang saudara mohon, apa yang saudara rindukan, apa yang saudara doakan - nampaknya belum tercapai. Saya ulangi. Saudara sudah kebaktian, saudara sudah percaya, saudara sudah baca Firman, saudara suka berdoa, saudara mungkin sudah belajar berpuasa, saudara sudah 'belajar melayani' orang kudus, yaitu hamba Tuhan. Saudara mengasihi Tuhan, kebaktian setia, membawa persembahan korban, membawa persepuluhan. Pokoknya semua saudara sudah kerjakan. Tetapi saudara mengalami apa yang saudara minta dari Tuhan, apa yang menjadi cita-cita saudara, apa yang menjadi kerinduan saudara - itu nampaknya belum nampak, belum ada jawabannya. Kalau hal itu terjadi kepada kita, kalau saudara alami ini, saudara sudah berbakti, saudara sudah rajin, saudara rajin kebaktian, dsb. tapi saudara belum mendapat apa yang saudara minta dari Tuhan - ini ayat 12 ini obatnya. Ternyata iman itu saudara-saudara, tidak cukup. Iman itu patut ditambah lagi dengan kesabaran. 

Jadi jangan saudara-saudara lekas luntur semangat, lekas tawar hati. Kenapa ya saya sudah kebaktian, kenapa ya saya sudah sembahyang, kenapa ya saya sudah puasa, kenapa ya saya sudah minta, kenapa ya saya sudah bawa persepuluhan, kok yang saya minta dari Tuhan belum dijawab, belum apa-apa. Saudara harus ingat ini ada satu kata lagi - kesabaran. 

Dan memang di dalam bahasa Yunani, iman dan kesabaran ini sama katanya, yaitu pistis. Tetapi beda penerapannya. Iman - sekarang, sabar itu nanti. Dua-duanya sama 'pistis'. Iman itu bahasa Yunani-nya pistis, sabar bahasa Yunani-nyapun pistis, taat bahasa Yunani-nyapun pistis - tapi penerapannya beda. Kalau iman itu sekarang. Saya percaya dapat, sekarang saya dapat - tapi ingat ada sabar. Sabar itu nanti, menunggu sabar itu. Iman itu sekarang, sabar itu menunggu. 

Justru orang yang besar, orang yang matang, orang yang dewasa - itu orang yang kedua, orang yang sabar, orang yang pistis. Orang yang bisa menunggu. Saya kasih contoh. Ibrani. Datang Tuhan sama Abraham. Nanti kita lihat dalam surat Ibrani juga. Datang Tuhan sama Abraham dan Abraham tidak punya anak. Umur 100 tahun istri 90 tahun. Tukang sulap mana di dunia yang bisa kasih itu ? Sudah ada janji. Dalam kejadian 15 sudah dapat janji. Keturunanmu seperti bintang dilangit dan pasir dipinggir pantai. Tapi ditunggu sama Abraham. Ditunggu ... ditunggu ... ditunggu ... nggak ada. Baru datang Tuhan : Musim begini musim yang sama tahun depan, kamu akan punya anak. Tahun depan. Kenapa nggak tahun ini? Kenapa nggak sekarang? Tuhan nggak bisa bikin anak Abraham sekarang? Bisa. Kenapa Dia bilang tahun depan? 

Saudara, mujijat tidak diberikan oleh Tuhan kepada kita yang kekanak-kanakan, tetapi mujijat diberikan kepada mereka yang dewasa dalam pemikiran, dewasa di dalam pengertian, yang bisa sabar. Dan buktinya apa saudara? Abraham tidak sabar. Sarah tidak sabar. Tuhan bilang tahun depan. Mereka tidak sabar. Lalu Sarah bilang mungkin bukan saya yang mengandung, mungkin kita punya turunan tapi pake wanita lain. Lalu diambil babu yang namanya Hagar, pembantu dari Mesir, kulit hitam. Ini saja buat kamu. Pasti kalau ini bisa hamil. Kalau aku sudah tua. Hamil Hagar, keluarlah Ismael, yang menurunkan orang Arab sekarang. 

Sebetulnya orang Arab tidak akan ada di dunia kalau Ibrahim sabar. Karena Ibrahim tidak sabar, adalah orang Palestina orang Arab, adalah Yasser Arafat, adalah Osama bin Laden. Itu gara-gara Ibrahim tidak sabar. Coba Ibrahim sabar, orang Arab tidak ada, Mekah itu tidak ada. Mekah sih ada tapi penerapannya lain. Tapi karena dia tidak sabar, Ismael turun. Ismael menurunkan orang Arab, lalu Islam. Ishak menurunkan orang Yahudi lalu pecah dari sana keluar Yesus dan orang Kristen. Iman itu kurang, harus ada sabar. Harus ada menunggu dengan tabah.  

Dalam Injil Lukas  

18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. - alias dengan sabar. 
18:2 Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. 
18:3 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. 
18:4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, 
18:5 namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku." 
18:6 Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! 
18:7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? 
18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati - apa saudara? - iman di bumi?" 

Tuhan tidak mengulur waktu tapi iman di bumi ada hubungan dengan ayat 1 'berdoa dengan tidak jemu-jemu'. Sabar. Saya punya pengalaman begini saudara, pengalaman saya dengan Tuhan. Saya minta : Aduh, Tuhan. Bener. Saya minta, Dia nggak kasih. Saya minta, Dia nggak kasih. Sampai kadar permintaan saya turun 90%, 80%. Dia nggak kasih itu. Permintaan sama. Intensitasnya turun. 50% ... 40% ... sampai saya lupa. Udah cape. Ah, saya nggak minta lagi dah. Mungkin bukan kehendak Tuhan - saya nggak minta lagi. Waktu saya lupa, waktu saya tidak minta, Dia kasih. Itu berkali-kali. 

Yang sederhana saja. Sepeda motor. Dari tahun '75 saya mengalami ini. Aduh, pengen motor besar. Semua buku tentang motor besar saya beli. Nggak dikasih. Tapi ketika sudah berhenti itu keinginan, udah nggak ada lagi Dia kasih. Pengen beli mobil duh. Nggak dikasih. Nggak dapat, nggak bisa. Boro-boro gaji pendeta bisa beli mobil. Nggak bisa.  Tapi ayat Firman Allah bilang kalau engkau percaya engkau dapat. Mintalah yang nggak mungkin, saya minta Mercy. Mercy kan nggak mungkin. Otopet saja susah, pengen Mercy. Apa yang terjadi? Ah, saya bilang ini saya punya iman bukan Mercy dong, Holden. Holden nya juga tahun 63. Tapi ternyata setelah selesai, setelah saya tidak minta lagi, Tuhan beri. Jadi ini satu pelajaran, ternyata Tuhan itu menanti kesabaran kita. Iman harus dijumpai tapi ada hubungan dengan berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Yakobus, saudara, setelah Ibrani itu ada Surat Yakobus. Yakobus 5 judulnya saja sudah 'bersabar dalam penderitaan'.

5:7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. 
5:8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! 
5:9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. 
5:10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. 
5:11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan. 

4 kali kata sabar, 1 kali kata tekun. Dalam bahasa Inggris, 5 kali kata sabar, patience. Kesabaran apa? Kesabaran seorang petani. Petani itu mempunyai penantian kepada dua macam hujan. Hujan musim gugur, hujan musim semi. Hujan musim gugur itu pada awal nanam padi. Pada awal nanam padi, setelah nanam padi selesai, itu ada musim hujan. Itu hujan musim gugur. Dia sabar menunggu. Dari hujan musim gugur ini ada satu waktu yang cukup panjang sampai kepada hujan musim semi. Ketika dekat hujan musim semi, dia sudah lihat itu sawah sudah tumbuh dengan padi-padi. Masih hijau, dsb. Dia tidak akan ke ladang sebelum dia sampai kepada hujan musim semi, yaitu hujan akhir. Begitu hujan akhir itu turun, mereka sudah siap. Tidak akan lama lagi akan ada tuaian. 

Kemarin saya ke Singapura, bukan untuk jalan-jalan. Maksud saya ke Singapura itu satu hari saja. Tanya punya tanya, ternyata tiket satu hari dan hotel satu hari, jauh lebih mahal dari tiket tiga hari dua malam berikut hotel - ada satu paket. Jadi saya ikut yang paket, karena lebih murah. Walaupun saya harus korbankan waktu. Saya dipertemukan oleh Pendeta Brodland dengan beberapa bisnisman, pengusaha Singapura. Saya ulangi, pengusaha, bisnisman, pedagang - bukan pendeta. Saya dan Oom Brodland-lah yang pendeta. Saya ketemu juga satu pendeta dari Amerika, sudah tua. Dia bernubuat tentang saya dan sebagainya. Lalu saya ketemu dengan bisnisman ini. Bisnisman ini saudara, umurnya 50 tahun. Mulai 10 tahun yang lalu, merintis pekerjaan yang unik, yaitu mengadakan KKR-KKR di India dan di Siberia, di Rusia Utara. 

Mungkin tahun ini adalah tahun yang sibuk bagi saya, karena undangan ini sudah luar biasa numpuk, banyak keluar. Saya disuruh juga ke Siberia. Saya dikasih lihat foto-fotom mereka membeli mobil, membuat film Yesus. Bintang filmnya mereka bayar, bintang film India. Sutradara  mereka bayar, sutradara India. Aneh saudara, begitu film selesai, sutradara nya bertobat, bintang filmnyapun terima Yesus. Film ini diputar di India satu desa saja ada 400.000 orang. Sekarang sudah dimenangkan kepada Kristus. Ini film diputar kesana kemari. 

Ini Insinyur, yang saya dibawa untuk kenal itu, bagian dari penasehat dari suatu perusahaan. Teleponnya tidak berhenti berdering tapi ngomongnya terus Yesus. Saya lebih diyakinkan lagi sekarang. Ini bukan pendeta. Pendeta cuma kasih pengarahan. Ini jemaat. Mereka baru mengirimkan 2 milyar, berupa makanan untuk 50.000 pengungsi di Pontianak, pada waktu kesulitan. Mereka dapat cari uang itu, dapat, pengusaha ini kumpulin uang. 

Ada satu insinyur yang bangun dua hotel di Singapur, hotel Four Season dan satu lagi hotel yang kristen, betul, karena di hotel itu ditaruh besar-besar, saudara-saudaraku, plakat besar. Berterima kasihlah kepada Tuhan karena hanya Dia yang patut kita puji dan sembah. Saya tidak bangga karena saya membangun hotel, dia bilang. Namanya bapa Kim Hok, orang Tionghoa. Nanti dia kasih lihat film-film bagaimana dia bikin KKR yang datang 4 - 5.000 orang. Orang sakit disembuhkan, yang buta melihat, yang lumpuh berjalan. Bukan pendeta tapi ini pengusaha. Begitu saya lihat ini, saya tahu, ini hujan musim semi. Tidak lama lagi tuaian akan datang. Tidak lama lagi. Apa visi mereka? Mereka akan datang ke Indonesia, mereka akan lihat sekolah alkitab kami, sekolah alkitab saya, ya. Apa kamu punya sekolah alkitab, STh bukan? Saya bilang nggak ada, cuma 2 x 9 bulan. Oh, bagus, bagus. Yang kita cari bukan yang kepala besar tapi yang hatinya besar, katanya. Yaitu yang mempunyai kemauan untuk membuka jemaat. Dia sudah buka jemaat. Kita tukar-tukar informasi, kita tukar-tukar kesaksian.       

10 tahun mereka menanam di Siberia. Dan sekarang mereka ke Xe Nan dan disana membuka membangun gereja. Penduduk di desa itu 600.000. Pendetanya yang pernah saya saksikan kepada saudara 18 tahun dihukum membersihkan, maaf bicara, kotoran manusia. Dan kotoran manusia itu sampai kepada lututnya Tiap hari dia bersihkan. Karena kotoran manusia dijadikan pupuk. Itu dia kerja 18 tahun baunya kaya apa. Dan dia dapat mujijat karena dia menyanyi I come to the garden of the Lord ... and He walks with me ... and He talks with me ... Pada waktu dia menyanyi itu, bau kotoran manusia berubah menjadi bau harum dari bunga mawar. Nah, orang itulah jadi gembala sidang disana. 600.000 kristen miskin tidak punya uang untuk bangun beli tanah tapi satu orang kasih satu Yuan terkumpul 600.000 Yuan. Beli tanah. Uang dari bisnisman Singapura ... jadi kalau kita bilang full gospel businessman tapi kopet, wah susah dah. Dan apa yang terjadi saudara? Ini bisnisman latar belakangnya macam-macam geraja tapi aktif sekali. Mereka kumpul uang, mereka cari kenalan, mereka kirim, bangun gereja. Dikasih lihat sama saya, waktu gereja dibangun diresmikan, ada dua dari partai komuniis datang memberikan sambutan, dsb. 

Sekarang ini sudah ... 10 tahun dia harus tunggu. Terus buang uang, terus menginjil. Sampai di Mongolia dari Mongolia musti naik KA 25 jam sampai di Siberia. Buka sekolah Alkitab juga begitu 25-40 orang pendek-pendek dan saya disuruh kesana untuk membantu mereka. Saya sedang bicara mengenai, kalau saudara minta apa-apa belum dikasih, sabar. Bertahan, karena jawaban pasti datang. Mari kita tundukkan kepala saja, dimana saudara duduk. Para pelayan perjamuan maju kedepan.    

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________