Khotbah Minggu Pagi Maret - April 2005

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu pagi, 06 Maret 2005

KEMALASAN

Selamat pagi, selamat bertemu dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan membaca alkitab kita dalam Amsal

6:6 Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:
6:7 biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,
6:8 ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.
6:9 Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?
6:10 "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" --
6:11 maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

Pagi ini saya ingin berbicara mengenai kemalasan. Seorang yang malas itu kawan kepada kemiskinan. Kata ayat yang lain dalam Amsal Sulaiman. Sebetulnya kalau kita mau rajin, tidak akan ada kemiskinan, ... kalau kita mau bekerja, kalau kita mau menjadi seorang yang rajin bekerja. Kemalasan adalah satu tanda, mark. Mark dari orang yang miskin. Maka banyak orang yang miskin itu karena malas. Malas.

Karena ini firman Allah bukan kata-kata saya. Maka kalimat pertama disebutkan, hai pemalas. Ayat yang ke-9 disebut, hai pemalas. Jadi ayat firman Allah ini ditujukkan kepada orang yang malas. Tapi kita yang tidak malas, akan mengambil ayat ini sebagai satu pelajaran, sebagai satu cermin, supaya kita jangan menjadi orang yang malas.

Pemalas, dikatakan di sana - bahasa Inggris memakai kata sluggard. Sluggard itu orang yang lamban. Orang yang kalau disuruh kerja itu lamban sekali, nggak cepat. Suruh sapu, lamban sekali, itu termasuk orang yang sluggard. Kalau tidur, disuruh bangun, susah bangun. Itu sluggard.

Itu sebabnya dikatakan perhatikanlah lakunya dari semut karena jadikanlah dirimu bijaksana. Kalau saudara perhatikan semut, jarang, hampir tidak ada semut yang diam, kecuali mati. Semut yang hidup itu selalu bergerak, selalu mobile, selalu bergerak, tidak pernah berhenti. Sekali berhenti kalau bertemu satu dengan yang lain kasih salam, lalu jalan lagi. Dia selalu bergerak, dia selalu bergerak, dia selalu bergerak.

Kita harus membedakan antara rajin dengan tergopoh-gopoh. Tuhan Yesus tidak mau kita tergopoh-gopoh seperti Marta. Rajin tapi tidak tahu tempatnya. Tapi Tuhan tidak mau kita menjadi malas. Dikatakan di sana kita harus menjadi rajin dan menjadi bijaksana, memperhatikan kelakuan dari semut. Biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, dia menyediakan rotinya di musim panas dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.

Perhatikan itu kata, biarpun tidak ada pemimpinnya. Kebanyakan jemaat kalau sembahyang, ada pendeta dan tidak ada pendeta sudah lain. Kalau doa malam, ada pendeta sama tidak ada pendeta, lain. Kalau berbakti, ada pendeta atau tidak ada pendeta, lain. Itu mentalnya nggak baik jemaat seperti ini. Jemaat yang baik seperti semut. Tidak ada pemimpin, tidak ada penguasa tapi dia kaya punya mesin bekerja. Dia selalu rajin bekerja. Dia selalu rajin.

Supaya saudara bisa dapat bayangan. Thomas Alfa Edison menemukan radio setelah sepuluh ribu kali gagal. sepuluh ribu kali mengadakan percobaan, gagal. Tapi dia tidak berhenti. Dia bekerja terus sampai akhirnya dia menemukan radio yang seperti kita tahu sekarang berkembang dengan luar biasa.

Jadi dikatakan, perhatikanlah lakunya, consider her way. Bahasa semut di dalam bahasa Inggris diumpamakan dengan wanita, her way. Perhatikanlah jalannya seperti wanita. Jadi apalagi wanita, kalau wanita ini malas tidak mau kerja, waduh, malu sekali. Dikatakan di sana, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak.

Kita membuka dulu Mazmur 

90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Jadi kebijakan datang dengan kita mengingat umur kita, hari-hari kita. Menghitung hari-hari kita. Lalu Amsal berkata, bijak kalau kita rajin. Kalau kita gabungkan dua ayat ini, kita bisa bijak kalau kita tahu kita masih muda, kita masih kuat bekerja. Maka tadi ayatnya, semut itu - kembali kepada Amsal 6 - bahwa pada waktu musim panas, mereka bekerja mengumpulkan makanan. Pada waktu ada kesempatan, mereka bekerja. Dia menyediakan rotinya di musim panas, mengumpulkan makanannya pada waktu panen. Kalau saudara lihat ayat pertama itu masuk akal untuk semut. Tapi kalau pada waktu panen, kapan semut itu panen? Semut tidak pernah panen. Semut tidak pernah mengalami panen. Apa artinya panen? Panen itu untuk manusia.

Saudara-saudara, kalau pada waktu panen artinya pada waktu berlimpah-limpah. Ada musimnya kita menuai waktu panen itu dimulai dengan kita menanam. Dan kalau kita menanam rajin, kita menuai juga akan berlimpah-limpah. Kita menanam banyak, kita akan menuai banyak. Kalau kita menanam malas, pada waktu panen kita tidak akan ada makanan. Tetapi lihatlah semut ini - dikatakan - biarpun tidak ada pemimpinnya,  pengaturnya, atau penguasanya.

Ada peribahasa Jawa berkata begini, banyak orang yang merasa bisa, rumongso bisa tapi ora bisa rumongso. Nggak bisa ngarumasakeun, tidak bisa merasa. Kalau orang merasa bisa, dia tidak perlu nasihat orang. Kalau orang bisa merasakan, bisa rumongso, dia bisa nempatkan diri. Di mana dia ada, itu sifat, karakter rajin itu tidak hilang. Tidak hilang.

Orang malas itu banyak alasan, saudara. Inilah, itulah, inilah, itulah, inilah, itulah. Maka bahasanya tadi, berbaring sedikit lagi, maka kemiskinan akan datang menyerang seperti satu perampok. Buka mata kita bahwa Tuhan tidak suka dengan orang yang malas. Dan tidak pernah Tuhan memakai orang yang malas. Yang lemah dipakai Tuhan mempermalukan orang yang kuat. Yang bodoh dipakai Tuhan mempermalukan orang pandai. Tapi tidak ada ayat yang berkata: Yang malas dipakai Tuhan mempermalukan orang rajin. Nggak ada. Dia harus rajin sebab Tuhan akan memakai orang yang rajin. Petrus dan Andreas yang sedang cari ikan. Dia, saudara-saudaraku, dipakai Tuhan sedang bekerja. Siapapun yang bekerja rajin, itu akan diberkati.

Satu kali saya membaca koran di Singapura. Untung yang menulis karikatur ini adalah orang Melayu. Di Singapura itu ada orang Melayu, ada orang India, dan ada orang Tionghoa. Itu penduduk yang paling banyak orang Tionghoa, kedua Melayu, ketiga India. Tapi orang ini yang menulis artikelnya adalah orang Melayu. Digambarkan, saudaraku, ada sungai, lalu di seberang sungai ini orang Tinghoa dan orang India, sudah ada di seberang sungai sedang berjalan membangun rumah. Tapi orang Melayu di sebelah sini sedang tidur di bawah pohon kelapa, sedang ngelamun.

Nah, ini karakter orang Melayu itu begitu katanya. Ngelamun. Dia ngelamun sedang membangun rumah. Sedangkan orang Tionghoa dan orang India, sudah di seberang sedang membangun rumah. Ini nyeberang belum, ngelamun.

Seringkali kita menyalahkan orang, orang malas seringkali menyalahkan orang. Dia sih, itu sih, dia sih, itu sih, ini sih. Padahal sebetulnya dia nggak rajin, dia malas. Di dalam Lukas 19 ada satu cerita yang luar biasa.

19:12 Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali.
19:13 Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali.

Saudara perhatikan ke depan. Sepuluh orang dikasih satu mina, satu mina, satu mina, satu mina, sampai sepuluh mina. Jadi masing-masing dapat satu mina, sepuluh orang ini. Ayat ke-14,

19:14 Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.
19:15 Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang - dagang, dagang, dagang, berniaga - mereka masing-masing.
19:16 Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. - Ini orang yang satu, orang yang pertama, yang dapat satu mina. Dia laporan, saya sudah dapat sepuluh mina
19:17 Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.

Saya mau berhenti disini. Mari kita perhatikan orang yang dapat satu mina yang pertama. Dia dapat satu mina, dia langsung kerja. Dia rajin mengerjakan itu sampai dia punya hasil sepuluh kali lipat. Kalau persentase sudah 1.000%. Sepuluh kali lipat. Jadi sepuluh mina. Modal satu, dapat sepuluh. Itu nggak bisa terjadi kalau dia malas. Dia rajin. Sekarang, saudara, kejutannya adalah dari sepuluh mina, si tuan ini berkata, aku kasih kamu sekarang sepuluh kota. Kota, saudara, bukan desa, bukan kampung. Kota. Bukan RT, bukan RW. Kota.

Ini saya ingin membuka wawasan saudara. Dari satu mina, kecil. Karena dia rajin dia bikin jadi sepuluh mina. Sekarang dia dipercaya sepuluh kota. Kalau saudara baca terus, ada yang satu dapat lima mina, dipercaya lima kota.

Nggak mungkin dari satu jadi sepuluh kalau dia malas. Ada sedikit yang satunya, dia rajin juga, tapi kurang rajin. 50% rajin, dia dapat lima mina. Tetapi akhirnya dia dapat lima kota. Coba saudara lihat, dari satu mina kepada sepuluh kota itu harus ada proses. Yaitu proses sepuluh mina. Dia musti rajin.

Semua kita - menurut Roma pasal 12:3 - diberikan iman yang sama, ukuran imannya. Kenapa jemaat itu perkembangannya itu berbeda? Sorry. Ada yang kebaktian seminggu dua kali. Ada yang kebaktian seminggu tiga kali. Ada yang kebaktian seminggu tiga kali dengan bedston. Ada yang sudah berdoa, belajar doa malam, ada yang sudah puasa. Tergantung itu semua. Ada yang kebaktiannya seminggu sekali. Ada yang kebaktian dua minggu sekali. Ada yang kebaktian sebulan sekali. Ada yang kebaktian kalau ingat sekali. Banyak lupanya.

Bagaimana Tuhan bisa percayakan sepuluh kota? Apa artinya satu toko dibandingkan dengan sepuluh kota? Visi saudara harus kepada sepuluh kota. Itu dari mana? Dari yang kecil tapi dikerjakan dengan rajin, jadi sepuluh mina, jadi sepuluh kota. Lebih baik kita baca terus. Ayat 18,

19:18 Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina.
19:19 Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota. - ada satu ayat yang menarik -
19:20 Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan.
19:21 Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur.
19:22 Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur.
19:23 Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya.
19:24 Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu.
19:25 Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina. - Rasanya nggak adil. Dia sudah dapat sepuluh mina. Masa tuan kasih lagi satu? Tapi tuan itu berkata, -
19:26 Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.
19:27 Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku."

Yang satu dia taruh di saputangan. Saudara, saputangan bisa jadi berkat, bisa jadi laknat. Pada waktu Yesus bangkit, saputangan yang biasa menutup kepala-Nya waktu jadi mayat, itu sudah dilipat rapi. Jadi bisa membungkus Yesus. Waktu Rasul Paulus menyembuhkan banyak orang sakit, orang bawa saputangan: Tolong didoakan, anak saya sakit di rumah. Didoakan banyak saputangan. Saputangan dibawa, diletakkan pada anak yang sakit. Anak yang sakit itu sembuh.

Tapi di sini, saputangan dipakai yang negatif. Dipakai membungkus mina. Jadi kalau saudara bisa bayangkan. Saudara bayangkan sekarang. Satu mina dibungkus, dia dapat satu mina, kecil. Bisa dibungkus, kok. Tapi satu mina dikerjakan dengan rajin, dia jadi sepuluh kota. Tinggal saudara pilih mau mana? Saudara sudah dapat iman dari Tuhan. Saudara sudah dapat ...

Dikerjakan nggak? Kerjakanlah keselamatanmu. Kerjakanlah imanmu. Dikerjakan apa nggak? Dikerjakan, saudara bisa, bisa untung, dapat. Jadi dua mina saja sudah bagus. Dua kota. Apalagi sepuluh mina, sepuluh kota. Ingat mina itu kecil, bisa dibungkus saputangan, bisa disembunyikan, bisa tidak dikerjakan. Kenapa saya sudah tua, 57 tahun, masih main gitar? Karena ini mina saya. Ini Tuhan kasih saya mina. Kenapa untuk dunia saya dulu main? Kenapa untuk Tuhan saya tidak? Ini mina saya.

Banyak orang tidak setia dengan perkara yang kecil. Nyapu dengan menyapu dengan baik, itu lain. Saya diajar papa saya, sapu sampai bersih, tidak ada yang tertinggal. Kita masih kecil saja, SD, ditulis, rajin pangkal kaya. Malas pangkal miskin.

Karena saya orang Manado, jadi saya tahu orang Manado bagaimana memilih kuda. Kuda itu ternyata punya kuncir, saudara. Ada orang yang melihat kuda begitu lihat kuda, dia lihat kuncirnya, aduh ... kuda malas. Nggak bisa dia dipakai jadi balap kuda. Makanya orang-orang Manado banyak yang juara balap kuda Di Pulo Mas karena memang tahu kuda. Nah ini kuncirnya bagus, ini kuda bisa jago lari.

Ternyata manusia juga sering ada kuncirnya. Ada kuncir namanya - dalam bahasa Ibrani - kedul (malas). Itu kuncir kalau kedul, biar dimarah, biar dimarah, eh kamu kerja, memang dia sudah malas. Orang Sunda bilang, hejo na hejo tihang. Sudah disuruh rajin, eh, malas. Yang begini, nantinya di ladang Tuhan, dia akan jadi pengerja yang abadi. Bagaimana Tuhan mau menggerakkan berkat yang berlimpah kalau kita malas? Maka saudara-saudara, dikatakan, jadilah rajin dan jadilah bijak.

Kalau ada yang tersinggung dengan khotbah saya pagi ini, itu artinya dia malas. Kalau orang yang tidak tersinggung, artinya dia rajin. Kecuali yang sakit. Yang rajin, saudara, tidak akan tersinggung.  Biar kita khotbah keras, biar khotbah baik, dia nggak akan dengar, dia cuek saja karena dia sakit. Nah itu sebabnya, saudara, kalau setelah mendengar firman Allah ini saudara rajin, saudara akan melihat rencana Tuhan, dari satu mina, sepuluh mina, sepuluh kota. Crescendo, tambah tinggi tambah besar.

Saya mau tutup dengan kesaksian pribadi. Saudara, sekarang saya dipercayakan sama Tuhan menjadi sekretaris MD Jawa Barat. Saya sebagai anggota Majelis Pusat. Saudara harus bangga sebagai jemaat. Tapi, saudara, mari kita renungkan. Saya sekarang punya jemaat. Lalu saya ada sekolah alkitab. Sekarang sudah ditambah sekolah tinggi teologi. Saya suka menginjil ke luar. Saya juga guru sekolah alkitab. Saya gembala sidang. Saya juga ketua Yayasan Kabar Baik. Betapa banyaknya tugas saya. Kok bisa jalan? Tuhan baik.

Sekarang saya mau kembali ke tahun 70. Pada tahun 70, saya pengerja di papa saya sendiri. Saya tidak boleh khotbah, boro-boro pimpin puji-pujian. Disuruh cuci piring. Kalau kamu bisa cuci piring bersih, kamu bisa cuci jemaat bersih. Susun piring. Kalau kamu bisa susun piring, kamu bisa susun jemaat.

Kamar mandi kita PAMnya, air PAMnya itu kecil. Sekarang sudah jauh berbeda. Kecil. Maka ayah saya itu taruh, dibikin di bak baptisan. Kadang-kadang dia macet, selang pun sudah tidak jalan ke bawah. Dia suruh saya ambil air di belakang. Di belakang ada sumur. Dua ember, saya angkat dua ember. 200 liter. Maaf bicara, WC itu dari sini, dulu, itu ada hong sampai di depan gereja situ, selokan. WC jongkok bukan WC duduk, dan saya adalah petugas satu-satunya. Kalau ada jemaat yang buang air besar, saya yang musti siram.

Bayangin saudara, siram nggak bisa satu kali. Karena kalau satu kali, dia cuma jalan lima meter. Saya musti siram berkali-kali. Sampai saya dengar di hong itu suara, blung, nah itu berarti sudah sampai di selokan. Bayangkan saudara-saudara, saya mengisi air hanya untuk dibuang-buang menyiram orangnya. Dan saya harus bersihkan WC tiap hari.

Saudara musti tahu, yang bersihkan itu tempat kloset saya di rumah, itu saya lihat, oh tidak bersih. Jadi pengerja tidak pakai tangan. Oh tidak. Saya, saya, saya, yang gosok kloset sampai bersih. Jadi pengerja sekarang lain dengan yang dulu.

Nah, kalau sekarang saudara lihat saya dengan begitu banyak mina yang Tuhan kasih, saudara musti ingat saya waktu menderita. Siapa di antara saudara pernah pakai sepatu empat tahun tidak ganti? Saya pernah. Empat tahun tidak ganti. Betul. Dan saya jalan kaki delapan kilometer tiap minggu, melayani di Pasir Nangka. Delapan tahun, delapan kilometer, tiap minggu jalan kaki. Karena Tuhan itu hanya memberkati orang yang rajin dan setia. Itu sebabnya saudara setialah dan rajinlah. Maka akan diberkati oleh Tuhan. Ayat terakhir, sebagai ayat penutup. Roma

12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Untuk melayani Tuhan tidak boleh kendor. Rajin. Amin? Saudara pasang kemah, tali kendor, roboh. Pakai celana kolor, talinya kendor, merosot. Apa saja yang kendor. Di sini kerajinan kendor. Jangan kendor, rajin. Kenapa sih nggak ada waktu untuk beli minyak di warung? Sampai sudah diketok-ketok, lihat, pengantin datang. Lima gadis bijaksana berdiri, sudah ada pelita dan minyak. Yang bodoh bilang, kasih saya minyak. Sudah mau datang pengantin, baru mau cari minyak. Sekarang, kalau mau cari. Kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Minggu pagi, 27 Maret 2005

TUHAN SUDAH MENDAHULUI

Selamat pagi saudara, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Hari ini kita merayakan kebangkitan Kristus atau hari Paskah. Markus

16:1 Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.

Terus terang saudara, ayat ini saya tidak mengerti, saya belum mengerti ayat ini sedalam-dalamnya, apa maksudnya. Kenapa saya katakan demikian, 3 hari Yesus dikubur, Dia dikubur dalam satu kuburan gua batu yang besar, batu ini bundar. Yesuspun pintu kubur-Nya itu disegel supaya tidak ada orang sembarangan masuk.

Jadi saya tidak mengerti kenapa Maria membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur. Masih bisa terima untuk sampai ke kubur tapi untuk meminyaki Yesus ini saya bingung. Bagaimana dia mau meminyaki Yesus? Bahasa Inggris, anoint Him, mengurapi Dia. Sedangkan Dia ada di dalam gua sedangkan wanita di luar itupun pintu dikunci disegel, tidak ada orang bisa masuk, bagaimana ibu-ibu ini datang untuk membawa rempah-rempah lalu meminyaki Yesus?     

Satu-satunya yang bisa saya terangkan adalah seperti ini. Di dalam injil Yohanes

12:3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
12:7 Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
12:8 Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."

Jadi bahasa Inggris ayat 7 berkata, biarkanlah dia karena dia memegang menyimpan ini - maksudnya mengingat itu disimpan, untuk hari penguburan-Ku. Hanya itu yang saya bisa terangkan.

Saya ingat waktu Maria dan Marta menerima Yesus, Marta bekerja, Maria duduk di kaki Yesus. Kemungkinan besar Marialah satu-satunya yang diberitahu oleh Tuhan Yesus bahwa Dia akan mati, Dia tidak lama lagi akan dikuburkan. Nah, itu sebabnya mungkin Maria mengumpulkan uang membeli minyak yang mahal harganya. Dia sudah merasa waktunya sudah dekat hanya beberapa hari lagi maka dia tuangkan minyak ini sebanyak-banyaknya semahal-mahalnya untuk Tuhan Yesus dan pekerjaan ini tidak dimengerti oleh murid-murid yang lain - tidak dimengerti oleh Yudas, tidak dimengerti oleh orang-orang tamu-tamu yang datang. Yang hanya tahu soal ini adalah Yesus dengan Maria. Perempuan ini begitu mengasihi Yesus karena kemungkinan besar Yesus sudah cerita karena kalau kita tanya kapan Yesus bicara dengan Maria, waktu Marta lagi sibuk. Waktu Marta sibuk, Dia berbicara tentang hal kematian-Nya. Jadi inilah yang kita tahu satu-satunya bahwa dia datang dengan minyak di tangannya.

Jadi kalau kita kembali kepada Markus 16, Markus 16 berkata demikian,    

16:1 ..., Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.

Nampaknya Maria sudah mengerti sudah tahu. Ini belum semua tetapi Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah untuk meminyaki kaki Yesus karena mungkin mereka sudah tahu yakin tentang ajaran Yesus bahwa 3 hari lagi Dia akan bangkit. Di dalam ayatnya yang kedua

16:2 Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.
16:3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?"

Begitu mereka mau mengurapi mayat Yesus, saya katakan aneh ... contoh dari kasih sayang, mereka melihat kuburan ini terkunci oleh pintu batu. Batu itu diperkirakan lebih tinggi dari saya, pakai roda, digulingkan.

Jadi ketika pintu itu tertutup, mereka berkata: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?"

Siapa yang pada pagi hari ini sedang mengalami problem, mengalami sakit, mengalami kesusahan, mengalami kekurangan, mempunyai kebutuhan-kebutuhan dan di dalam hati saudara mulai berkata, siapa yang bisa menolong saya untuk menghindarkan batu ini, penghalang ini dari pada saya ketemu dengan Yesus? Siapa yang bisa menghindarkan saya dari batu ini, siapa yang bisa menggulingkan batu ini, tolong saya - dari problem ini, dari penyakit ini, menghalangi saya dari Yesus, itu bisa tidak ada. Siapa yang bisa menolong saya? Itu berita paskah pertama. Siapa yang bisa tolong saya?

Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah batu yang memang sangat besar itu sudah terguling. Jadi kemungkinan mereka baru berencana di dalam hatinya, wah bagaimana ya siapa yang mau menggulingkan batu itu? Tetapi ketika mereka melihat kepada kuburan itu, mereka melihat batu itu sudah terguling.

Kalau kita cuma lihat percobaan, mengeluh tentang percobaan, mengeluh tentang kesakitan, mengeluh tentang persoalan, ... ketika kita berjalan ketika sudah dekat problem, pintu akan Tuhan bukakan sendiri, bisa bilang haleluyah? Inilah yang terjadi pada paskah pertama. Ayat 5      

16:5 Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut,

Yang dipakai oleh Tuhan menjaga kubur itu malaikat yang dikatakan sepertinya muda. Dulu ada nyanyian Tetap muda oh heranlah ... Dis'lamatkan lebih mulia ... Yang terbaik layani Dia ... Tetap muda oh heranlah ...

Saudara bisa saja berusia 60-65 tahun tapi jiwa saudara itu merasa muda, jiwa saudara semangat saudara itu harus muda. Di dalam Mazmur

92:13 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;
92:14 mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.
92:15 Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, 

Jangan saudara meremehkan ketuaan saudara, ah saya sudah tua, saya sudah lamban, saya cuma tunggu mati saja, tunggu umur dipanggil Tuhan. Tidak. Bekerja terus. Karena dalam usia tua juga kita masih bisa berbuah, asal semangat kita adalah semangat yang muda. Seorang pahlawan Israel namanya Kaleb dia berkata, pada usia 85 tahun, dia bilang begini: Usiaku sekarang 85 tahun tetapi kekuatanku sama dengan usia 40 tahun. Aku sanggup masih menaiki gunung bukit yang dipercayakan kepadaku. Umur boleh tua tetapi semangatnya masih muda.

Saudara mungin bertanya nabi Musa itu jadi hamba Tuhan itu umur berapa? Umur 80 tahun. Bayangkan jalan kaki memimpin 3 juta Israel, 40 tahun lamanya. Dia meninggal umur 120 tahun. Berebutan malaikat sama iblis berebutan mayatnya, Mayatnya begitu berharga sampai orang berebutan. Harus tetap muda di dalam rohani kita. Ayat 6

16:6 tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.

Mari saya ingin beri satu ilustrasi. Saya mohon perhatiannya. Nabi-nabi lain dari agama lain, suka ngomong begini: Nabi ini naik ke surga naik kendaraan - tapi tidak ada saksi yang lihat! Dia turun dari kota ini, pergi ke Yerusalem mengendarai kendaraan yang dari tuhan - tapi tidak ada yang lihat! Ceunah. Kata dia sendiri.

Tapi kalau saudara lihat Yesus, waktu Dia lahir, waktu Dia mati, waktu Dia bangkit, waktu Dia naik ke surga - selalu ada saksi yang melihat! Ini lainnya Yesus dengan nabi yang lain. Karena nabi yang lain dia jalan sendiri hebat sendiri, naik ke surga turun lagi dari langit, naik ke surga turun lagi - nggak ada yang jadi saksi. Cuma dia yang ngomong. Kalau Yesus tidak; dari lahir sampai Dia mati ada saksi. Dan dituliskan itu. Dikatakan di sana,  

16:6 ... Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.
16:7 Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu."

Inilah yang dimaksud mungkin oleh wanita-wanita yang membawa minyak ini. Dia sudah mendahului dia ingin mengurapi Yesus waktu bangkit tetapi Dia sudah mendahului ke Galiela. Apa artinya bagi kita? Saudara jangan takut tahun 2005. Jangan takut persoalan - karena Tuhan sudah mendahului. Sekarang kan masih bulan Maret nanti tanggal 31 Desember kan kita nggak tahu ada apa dari bulan Meret ini sampai 31 Desember. Tetapi Tuhan sudah mendahului,  Tuhan sudah di sana. Bagi orang dunia BBM ini singkatan Bambang Bawa Masalah ... tapi bagi kita BBM ini, Berkat  Berkat Melimpah.

Jadi saudaraku, kita nggak usah takut apa yang akan terjadi apa yang mau terjadi karena Tuhan sudah mendahului; Dia sudah duluan ke sana. Ingat Yohanes 14, Aku pulang ke surga untuk menyediakan tempat bagimu - Dia mendahului. Kalau Aku sudah bikin rumah bagimu sudah selesai, Aku akan datang kepadamu dan menjemput engkau. Supaya di mana Aku ada, di situ kamu ada. Tuhan sudah mendahului. Saudara boleh baca, Tuhan mendahului.

Ada beberapa kejadian yang Tuhan menahan diri tetapi kebanyakan Dia mendahului murid-murid-Nya. Berjalan, Dia mendahului. Ayat 8      

16:8 Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal ini.

Saudara, di dalam ayat ke-8 ada ayat yang tidak ada di dalam bahasa Inggris. Bahasa Inggris hanya sampai kata takut.

16:8 Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut.

Titik. Sampai di situ dalam salinan inggris. Jadi saya tidak tahu siapa yang nambah ini ayat dengan tambahan ayat, dengan singkat mereka sampaikan ... Siapa? Saya tidak tahu. Saya harus tanya kepada Lembaga Alkitab. Tapi kita mau baca ayat ke-8. 

16:8 Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut.  

Perlu saudara tahu injil Markus adalah injil yang tertua dari 4 injil. Kita harus berkaca kepada injil ini karena injil ini paling tua, paling pertama. Walaupun ditulis yang kedua, Matius Markus Lukas Yohanes, tapi dia paling tua. Loh, Yesus bangkit kok takut, Yesus bangkit kok gentar? Bukannya bersuka cita.

Jadi saya ingin beritahu kepada saudara, paskah bukanlah segala-galanya ada di dalam paskah. Paskah bukan tujuan, paskah ini bukan akhir dari kehidupan kita. Justru paskah ini satu awal karena masih ada tugas. Setelah Yesus bangkit masih ada ketakutan, masih ada kegentaran, masih ada problem. Di dalam ayatnya yang ke-15,    

16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Masih ada tugas, masih ada hal-hal yang harus dikerjakan. Ayat 9

16:9. Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
16:10 Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
16:11 Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.

Saudara, coba anggap hari minggu ini adalah hari minggu di mana Yesus sudah bangkit. Tapi banyak murid tidak tahu, mereka masih berkabung, mereka masih menangis, mereka masih takut, mereka masih bimbang, mereka masih tidak tahu harus berbuat apa.

Kenapa kita sudah kristen, sudah tahu Yesus bangkit 2.000 tahun yang lalu tapi kita masih bimbang, kita masih takut? Karena berita kebangkitan Tuhan itu tidak diterapkan dalam hati kita! Kita hanya tahu Yesus sudah bangkit sebagai sejarah tapi tidak pernah diterapkan dalam hidup kita. Makanya masih banyak orang kristen selingkuh, orang kristen senang dosa, orang kristen senang berbuat salah, orang kristen masih narkoba, orang kristen tetapi jadi garong, orang kristen tapi membunuh orang, orang kristen tapi minum-minuman keras, mabuk-mabukan, kenapa? Karena dia cuma tahu doang, Yesus sudah bangkit tapi tidak pernah diterapkan di dalam hatinya.

Sekarang saudara beli obat. Kata dokter, minum ini obat 3 kali satu hari satu sendok makan. Saudara lihat bahwa ini obat, obat yang kata dokter kalau saya makan saya baik tapi saya tidak makan - tidak akan berguna!

Demikian juga Yesus. Yesus itu obat. Jesus is the sweet pill for every ill, Dia adalah pil yang manis untuk segala masalah. Tapi kalau pil itu kita tidak makan, Yesus itu kita tidak terapkan kita nggak akan lihat mujizat, kita nggak akan lihat pertolongan dari pada Tuhan. Itu sebabnya murid-murid masih ada yang menangis masih ada yang berkabung. Lebih celaka lagi saudara, kita membaca ayat 11,

16:11 Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.     

Jadi kalau orang kristen susah, orang kristen berkabung, orang kristen takut, orang kristen bimbang - khotbah siapa saja yang firman Tuhan - siapapun yang khotbah - dia tidak akan percaya! Ini murid Yesus tiga hari masih lihat Yesus, tiga hari kemarin, sekarang sudah tidak percaya. Wah, iman ini hati-hati saudara; dia bisa datang seperti guruh tiba-tiba tapi dia bisa hilang tiba-tiba. Hanya dalam 3 hari mereka tidak percaya. Ayat 12,

16:12 Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
16:13 Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya.

Kalau sudah tidak percaya, saudara, nggak bisa saya tolongin. Biar Yesus sendiri yang datang, kalau tidak percaya, tidak ada mujizat. Selama hidup saudara jangan lupa Markus 

9:23 Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"

Amin? Bisa nggak kita balik, semuanya mustahil bagi orang yang tidak percaya. Bahaya kita bukan BBM naik, bahaya kita bukan kejahatan, bahaya kita di sini, kalau kita nggak percaya biar badan kita duduk di gereja, nggak percaya. Ayat 14.

16:14. Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.

Empat kali kata "tidak percaya." Yang ditegur oleh Yesus, kenapa waktu Aku disalib kamu lari? Nggak, bukan itu. Kenapa waktu Aku dicambuk kamu tidak ada, kamu lari semua? Nggak, Dia tidak tanya itu. Kenapa waktu Aku dipaku waktu Aku mengerang kesakitan, tidak ada satu murid-Ku yang melihat? Nggak, bukan itu. Yang ditegur oleh Yesus, kenapa kamu tidak percaya?

Saudara, hati-hati kalau sudah tidak percaya firman Allah, sudahlah jangan ngareupin yang mana, nggak akan ada yang terjadi sebab segala sesuatu akan terjadi bagi orang yang percaya. Puji Tuhan.

16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Ngeri ya saudara kalau kita tidak percaya, dihukum. Kita percaya dapat selamat; kita tidak percaya, kita dihukum. Jadi tidak ada tempat abu-abu. Hitam hitam, putih putih, iya iya ... tidak tidak.

Nah, ada 5 tanda orang yang percaya.    

16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
16:18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Saya mau tanya dari 5 tanda ini, yang paling menarik bagi saudara apa? Tapi yang paling menarik bagi saya adalah mereka akan berbicara dalam bahasa yang baru. Apa maksudnya bicara dalam bahasa yang baru? Bukan hanya orang dipenuhkan dengan Roh Kudus yang bicara dalam bahasa-bahasa yang baru. Maksud ayat ini juga berarti orang kristen itu mulutnya musti berubah. Ah, saya rugi ... bahasa yang lama. Dagang saya nggak laku ... bahasa yang lama. Sakit saya tidak sembuh-sembuh ... itu bahasa yang lama. Bahasa yang baru tidak demikian. Terima kasih Tuhan, saya berhasil. Terima kasih Tuhan, saya percaya Engkau akan bikin saya berhasil. Belum diberkati, terimakasih Tuhan, saya yakin Engkau akan memberkati saya. Anak-anak saya akan sehat, dia akan sukses.

Saudara punya pekerjaan kurang limpah berkatnya, ... terima kasih Tuhan saya yakin Tuhan akan melimpahkan berkat bagi saya. Saya mau setia dengan hal yang kecil supaya Engkau memberikan hal yang besar. Berubah bahasanya. Bahasa yang baru, Berubah. Sedangkan Petrus saja yang sedikit-sedikit mau bela Yesus, sedikit-sedikit dia mendahului Yesus. Setelah dia melewati kebangkitan ini mulutnya berubah, dia menjadi orang yang sangat sederhana sangat pendiam.

Yesus berkata, apakah engkau mengasihi Aku? Ya Tuhan, aku mengasihi Engkau. Apakah engkau mengasihi Aku? Ya Tuhan, aku mengasihi engkau. Ketiga kali Yesus berkata: Apakah engkau mengasihi Aku? Nangis Petrus. Dulu kalau ditanya begitu pasti, ... ya mati-matian, mati bagi Kristus; orang lain tidak mau mati, saya berani mati. Tapi sekarang berubah ngomongnya: Ya Tuhan, Engkau tahu ... nangis. Engkaulah yang mengasihi saya. Mungkin saudara bingung kenapa Yesus nanya sampai tiga kali. Dijawabnya sama tiga-tiganya. Apa yang Yesus sampai tanya tiga kali pertanyaannya sama, dalam bahasa Yunani, berbeda saudara.

Pertama Dia bilang begini: Apakah engkau mengasihi - agape, kasih Allah ... apakah engkau agape kepada-Ku? Dijawab oleh Petrus: Ya Tuhan, aku fileo kepada-Mu ... aku mengasihi dengan kasih persaudaraan. Derajatnya lebih rendah.

Ditanya yang kedua kali: Apakah engkau mengasihi - agape, kepada-Ku? Tuhan Engkau tahu aku mengasihi fileo kepada-Mu.

Baru yang ketiga kali, Yesus turunkan derajat-Nya sendiri: Kalau begitu apakah engkau mengasihi Aku dengan fileo? Nangis dia. Kenapa? Dia belum bisa mengasihi Tuhan dengan agape. Ya Tuhan, cuman segitulah kemampuan saya. Saya mengasihi Engkau dengan fileo. Menarik sekali pertanyaan pertama, apakah engkau mengasihi aku dengan agape? Aku mengasihi engkau dengan fileo. Apa kata Yesus? Gembalakanlah anak domba-Ku. Anak sekolah minggu. Apakah engkau mengasihi Aku dengan agape? Aku mengasihi engkau dengan fileo. Gembalakanlah domba-domba-Ku. Baru yang terakhir, apakah engkau mengasihi Aku dengan fileo? Ya Tuhan, cuma itulah yang saya bisa; aku baru bisa mengasihi engkau dengan fileo. Tuhan tahu kekuatan kita itu sampai dimana, Dia tahu.   

16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
16:20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Pada pagi hari ini Yesus sudah bangkit tapi problem masih ada, masih ada tantangan, masih ada kesulitan. Jadi saudara kita tidak bisa bilang itu korban Tsunami adalah hukuman Tuhan, nggak bisa saudara. Dan saya yang selamat yang tidak mati, disayang Tuhan ... belum tentu. Itu sebabnya kita menjaga sudahlah, orang korban Tsunami sudah korban itu sudah jadi tragedi nasional, jangan kita menghakimi. Kita berdiri bersama-sama, kita akan berdoa. 

-- o --   

Minggu pagi, 24 April 2005

TIAP ORANG ADALAH CIPTAAN ISTIMEWA

Selamat pagi saudara, selamat bertemu di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Renungan Firman Tuhan pagi hari ini kita dapatkan dalam Yeremia

29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Dalam salinan bahasa inggris berbunyi demikian: karena Aku tahu pikiran-pikiran yang Aku pikirkan tentang kamu, kata Tuhan - pikiran-pikiran tentang kedamaian dan bukan kejahatan, untuk memberikan kepadamu sebuah hari depan dan sebuah harapan.

Saya akan terangkan firman Tuhan ini dengan ayat yang seharusnya. Di dalam ayat ke-11 dikatakan, sebab Aku ini mengetahui. Yang berkata, Aku ini ... dalam bahasa Ibrani Tuhan sendiri dan Dia pakai bahasa inoke. Inoke artinya Aku yang besar, Aku yang berkuasa, Aku yang mampu, Aku yang berhak, Aku yang Maha di atas segala maha. Jadi Allah itu tidak cukup disebut Mahatahu. Dia Maha di segala maha. Jadi yang berbicara ini adalah Aku, Tuhan yang besar.

Seringkali saudara menganggap kecil Tuhan, menganggap Tuhan itu tidak mampu dengan cara kita tidak percaya kepada apa yang dikatakan Firman Allah. Semua orang kristen yang tidak percaya kepada firman Allah, dia menganggap Tuhan tidak mampu, dia menganggap Tuhan tidak bisa. Memang pengalaman Israel itu 400 tahun dijajah di Mesir, pikiran mereka pernah menjadi mandul: Masa Tuhan mampu sedangkan 400 tahun dijajah. Sudah 10 generasi Tuhan belum bekerja juga.

Tetapi Dia memperkenalkan diri kepada nabi Musa dan ketika Musa berkata, nanti kalau Firaun tanya, nama-Mu siapa? Dia berkata begini: Akulah Aku. Aku adalah Aku. Dan Aku yang Aku ini ada, yang menyuruhkan engkau. Jadi kalau dalam bahasa Inggris, nama Tuhan itu kepada Musa itu: Aku adalah. Sama seperti cek yang sudah ditanda-tangani. Tinggal saudara saja tulis mau berapa. Kalau yang kasih ceknya sudah tanda tangan dan dia bilang, silahkan mau tulis apa saja, saudara tinggal tambah karena sudah ditulis di situ: Aku adalah ...

Kalau saudara memerlukan penghiburan, tulis penghibur, amin saudara? Kalau saudara lemah, perlu kekuatan, tulis kekuatan karena Tuhan adalah kekuatan, Tuhan adalah Penghibur, Tuhan adalah Penolong, Tuhan adalah Gembala. Kembali pada ayat ke-11 ini. Ketika Dia bilang Aku, ini bukan sembarangan Aku - tetapi Aku yang besar, Aku yang mampu, Aku yang bisa mengerjakan yang kamu tidak bisa kerjakan. Dan ini orang Israel sedang masih dijajah ini.

Nah, dikatakan di sini, Aku mengetahui pikiran-pikiran yang ada pada-Ku mengenai kamu. Bahasa Indonesia memakai rancangan tapi sebetulnya pikiran. Semua orang yang merancang itu di pikiran. Karena Tuhan Yesus berkata kalau satu laki-laki melihat satu wanita dan dia di dalam hatinya ingin, bergerak syahwatnya, bergerak nafsunya - dia sudah berzinah di dalam hatinya, di dalam pikirannya.

Kalau nabi Musa - perjanjian lama Taurat, banyak mengurus tentang apa yang dilakukan oleh kita tapi Tuhan Yesus banyak berbicara tentang kenapa kita melakukan itu - sumbernya, yaitu di pikiran. Ternyata segala sesuatu yang baik itu sumbernya juga ada di pikiran Kristus, di pikiran Tuhan. Dan di sini dikatakan sama Dia: Aku tahu pikiran apa yang ada pada-Ku mengenai kamu.    

Tuhan itu lebih tahu dari kita. Apa yang Dia mau kerjakan, apa yang Dia pikirkan mengenai kita ... Dia tahu. Dan kita seringkali merasa lebih tahu dari Tuhan. Seperti Maria datang sama orang-orang di Kana waktu kehabisan air anggur; dia datang ke dapur lalu berkata sama Yesus: Lekas bikin sulap, mereka kehabisan anggur, lekas bikin mujizat. Yesus bilang, apa urusannya kamu dengan Aku? Waktu-Ku belum sampai. Tuhan tahu Yesus tahu Dia mau bikin apa. Tapi seringkali kita merasa lebih tahu dari Dia. Yohanes 

6:5 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?"
6:6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.

Ada amin saudara? Pagi hari ini kita musti tahu Tuhan itu tahu apa yang Dia akan melakukannya; Dia pura-pura nanya. Ini kita dapat roti dari mana, kata-Nya. Dia nanya begitu karena Dia tahu Dia mau bikin apa. Yang bingung si Filipus, nah bagaimana ya 200 dinar roti itu tidak cukup. Tapi Tuhan sudah tahu, Dia mau bikin apa Dia tahu. Sama kalau saudara memberi teka-teki sama anak kecil. Saudara sudah tahu jawabannya. Tetapi kita tahu apa yang sudah akan kita lakukan dan kita bercerita kepada anak yang tidak tahu apa-apa.

Yeremia

29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera ...

Pikiran damai sejahtera. Jadi damai itu ternyata mulanya di pikiran Tuhan. Saudara mau cari damai sampai bikin lagu Ke gunung tinggi ku naik naik naik mencari damai ... Ke lembah curam ku turun turun turun mencari damai ... Saya pikir ke gunung mana dia naik, ke lembah mana dia pernah turun. Tapi ini ungkapan, amsal.

Jadi mulanya di pikiran Tuhan. Jangan saudara pikir damai itu karena kita bisa keliling dunia. Jangan saudara pikir damai itu kalau kita punya uang banyak. Oh, jauh panggang dari api. Jangan saudara anggap damai itu kalau kita punya gereja besar, kalau kita punya mobil kalau kita berhasil sebagai dokter. Oh, tidak. Itu tidak bisa dibandingkan dengan damai dari Tuhan. Damai dari Tuhan itu melebihi segala akal; sejahteranya dari Tuhan itu tak terpikirkan oleh kita. Sebab mulainya ada di pikiran Tuhan. Ada haleluyah, saudara. Dalam Filipi 4, di sana rasul Paulus mengakui kehebatannya Tuhan. Filipi   

4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Damai ini mulainya di pikiran Tuhan, baru Dia bisa menguasai pikiran kita. Kenapa pikiran kita tidak damai? Karena kita gagal menaruh pikiran Kristus dalam pikiran kita, kita gagal menaruh pikirannya Tuhan dalam pikiran kita. Saudara mungkin bertanya apa yang disebut pikiran Tuhan itu? Dalam ayatnya yang ke-8 Filipi tadi, dikatakan

4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Jadi kalau kita tahu buahnya kita tahu sumbernya. Pikiran Tuhan itu selalu baik, pikiran Tuhan itu tidak pernah jahat, pikiran Tuhan itu selalu damai sejahtera buat kita. Jangan takut saudara, rencana Tuhan untuk hari depan saudara selalu penuh damai sejahtera. Jangan curiga sama Tuhan, Tuhan tidak pernah membuat satu rencana yang penuh kejahatan tetapi penuh dengan damai sejahtera.

Mungkin pertama kelihatannya tidak baik tetapi sebetulnya Tuhan punya rencana yang luar biasa baik. Saya mau kasih ilustrasi. Rencana Tuhan itu indah. Dulu berat kurasakan tapi sekarang kumengerti betapa indah rencana Tuhan. Yeremia  

29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Apakah kita ke gereja hari ini karena kita cari Tuhan apakah bukan Tuhan yang menarik kita untuk dekat kepada Dia? Kalau kita dekat kepada Dia, saudara hanya akan dapat damai sejahtera. Tidak akan ada yang jahat terjadi kalau kita hidup dekat dengan Tuhan. Dikatakan di sana, Aku punya pikiran adalah pikiran shalom, pikiran damai dan bukan pikiran kecelakaan. Ini yang terakhir yang menarik: Untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Itu kurang tepat. Dalam bahasa Inggris, untuk memberikan kepadamu sebuah hari depan dan sebuah harapan.

Ternyata hari depan dan harapan ini digabung dalam bahasa aslinya. Sebuah hari depan dan harapan itu jadi satu paket. Bahasa Indonesia memakai kata hari depan yang penuh harapan, sebab itu yang banyak dimengerti oleh kita. Tapi dalam bahasa inggris, sebuah hari depan dan sebuah harapan. Banyak Ibraninya mahashabah. Mahashabah berarti dua, menenun dan memberi warna.

Saudara, waktu saya ke Turki dulu, kita dibawa ke tempat tenunan permadani. Tenunan permadani paling terkenal di dunia itu ada di Turki. Mulai dari yang 20 dolar, 30 dolar sampai yang 1.000 dolar, yang 2.000 dolar itu dipamerkan. Dan kita masuk. Tour guidenya dia bilang, lihatlah ini tenunan yang terkenal permadani-permadani dari Turki, the best in the world, yang terbaik di dunia. Saya ngolok, mana bisa the best kaya begini jelek? Karena saya lihat jelek, jelek sekali. Apanya yang bagus? Dia bilang, bapak salah lihat, yang bapak lihat sisi sebelah yang salah. Menenun. Hari-hari ini Tuhan sedang merajut hidup kita, Dia sedang menenun. Kita seringkali lihat di sisi yang salah. Kita memprotes, saya mau ini, kenapa Tuhan kasih ini? Kita lihat dari sisi yang salah.

Ada satu keluarga di Inggris. Istrinya bilang, aku nggak betah di London, yu kita pindah ke tempat yang damai, yang penuh dengan padang rumput. Kita piara domba. Oke, kita pindah. Saudara tahu ke mana mereka pindah? Mereka pindah ke Pulau Malvinas. Dan saudara tahu di Pulau Malvinas, peranglah Inggris dengan Argentina. Itu tempat mereka beli itu dibom. Istrinya bilang, ayo kita balik lagi ke rumah yang dulu, kita kembali ke London. Sudah di kasih tempat yang baik, nggak puas. Sudah dikasih yang bagus, tidak puas ... ingin yang jelek. Dikasih yang baik, pilih yang jelek. Dikasih yang sopan, pilih yang tidak sopan. Dikasih yang moralis, pilih yang amoral. Seringkali kita pilih yang salah, kita melihat dari sisi yang keliru.       

Maka Tuhan Yesus berkata sama Petrus: Kalau kamu masih muda kami ikat pinggang dan kamu pergi ke mana kamu mau tapi kalau kamu sudah tua, kamu akan ulurkan tangan sama orang lain. Orang lain akan ikat pinggangmu dan membawa kamu ke tempat yang kamu tidak suka. Mula-mulanya tidak suka tapi suatu saat ada damai.

Pagi hari ini pikiran kita masih kosong, sudah diisi dengan Firman Allah. Coba renungkan rencana Tuhan atas hidup kita. Jangan saudara ada sesuatu saudara mencurigai Tuhan.

Tadi saya katakan bukan hanya merajut tapi mahashabah artinya juga memberi warna. Seringkali kita ini, kenapa ya manusia itu ada warna putih, warna hitam, warna merah - India, warna kuning langsat - Tionghoa, warna sawo matang - orang Indonesia. Banyak macam.

Tuhan itu ahli memberi warna. Saudara adalah satu-satunya di dunia. Model. Tidak ada yang sama. Tuhan ahli memberi warna. Dia jadikan kita pedagang. Yang satu dijadikan pemusik, yang satu dijadikan pelukis, yang satu dijadikan pendeta, yang satu dijadikan jemaat. Kalau kita semua jadi pendeta, siapa jemaatnya, kalau kita semua jadi jemaat siapa pendetanya. Kalau kita semua menjadi penginjil, siapa yang diinjili?

Tetapi inilah Tuhan memberi warna. Manisnya mangga lain dengan manisnya nenas, manisnya nenas lain dengan manisnya duku. Manisnya kesemek lain lagi dengan rambutan lain lagi dengan buah pear, lain lagi dengan manisnya duren. Aduh, Tuhan ini memberi warna bukan hanya gambar tetapi rasa juga Dia beri warna.

Manusia cuma bisa beri warna rambutnya saja. Tuhan pagi hari ini mau memberi warna kepada saudara. Tidak ada yang diciptakan seperti saudara. Saudara adalah satu-satunya ciptaan di antara begini miliar-miliar manusia, Tuhan hanya bikin satu saudara. Tidak ada yang kedua. Jadi banggalah dengan diri kita, banggalah karena Tuhan mempunyai pikiran yang baik, mempunyai pikiran yang penuh damai bagi kita.

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________