Khotbah Minggu PAGI MARET - APRIL 2009

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu pagi, 29 Maret 2009

TERLATIH

Kejadian 

14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja.
14:18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.
14:19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,
14:20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.
14:21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu."
14:22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi:
14:23 Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasutpun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya.
14:24 Kalau aku, jangan sekali-kali! Hanya apa yang telah dimakan oleh bujang-bujang ini dan juga bagian orang-orang yang pergi bersama-sama dengan aku, yakni Aner, Eskol dan Mamre, biarlah mereka itu mengambil bagiannya masing-masing."

Pada satu kali, Lot keponakan dari Abram itu diculik. Semua harta benda, kalau saudara baca ayat 11 dan 12, 

14:11 Segala harta benda Sodom dan Gomora beserta segala bahan makanan dirampas musuh, lalu mereka pergi.
14:12 Juga Lot, anak saudara Abram, beserta harta bendanya, dibawa musuh, lalu mereka pergi - sebab Lot itu diam di Sodom.

Jadi Abraham ini, dia membawa 318 hamba-hambanya. Ayat 14

14:14 Ketika Abram mendengar, bahwa anak saudaranya tertawan, maka dikerahkannyalah orang-orangnya yang terlatih, yakni mereka yang lahir di rumahnya, tiga ratus delapan belas orang banyaknya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan.

Ini pelajaran sangat dalam tapi saya mau bicara secara sederhana saja. Ketika Abram dengar keponakannya diculik oleh raja Kedorlaomer pergilah ia dengan orang-orang yang terlatih. Pergilah untuk mengejar raja Kedorlaomer ini.

Pelajaran pertama yang kita lihat bahwa Abraham mempunyai orang terlatih. Belum ada peperangan, belum ada keributan, belum ada sesuatu yang memerlukan peperangan tetapi Abram tahu melatih hamba-hambanya.

Saya bertanya kepada saudara: Apa saudara adalah orang-orang yang terlatih? Apa saudara orang-orang yang biasa dengan latihan, biasa dengan disiplin? Apa saudara disiplin dalam waktu? Apa saudara disiplin dalam kebaktian? Saudara mengambil keputusan, setiap kebaktian saya akan datang. Setiap acara doa saya akan datang. Setiap acara di gereja saya akan datang. Saudara mendisiplinkan diri. Hanya orang yang berdisiplin yang bisa menang peperangan. Hanya mereka yang terlatih yang bisa menang di dalam peperangan. Hanya dia yang tahu latihan.

Saya kasih ilustrasi. Satu hari saja saya tidak tiup saxophone hari berikutnya saya sudah engap, tidak bisa tiup lagi. Jadi sangat penting meniup saxophone. Sangat penting  latihan itu. Walaupun kita sudah ahli tetapi kita lupa latihan maka kita tidak akan bisa menjadi satu pemain yang baik. Tiger Wood juara dunia golf. Dia memukul bola seribu bola per hari dalam latihan. Seribu bola per hari. Ketika orang lain berhenti dan orang lain pulang dan orang lain istirahat dan makan dan minum kopi, dia masih tetap memukul bola. Seribu bola per hari.

Saya pernah memukul bola seratus bola, capenya luar biasa. Tapi dia seribu bola per hari. Tidak heran dia menjadi juara dunia. Apa saudara seorang yang terlatih? Apa saudara tahu mendisiplinkan diri saudara? Apa saudara keras terhadap diri sendiri? Apa saudara mendisiplinkan saudara? Sama seperti menurunkan badan. Saya harus disiplin dari soal makan. Saya disiplinkan diri untuk tidak makan berlebihan. Dan saya dapat hasil, dari ukuran celana 38 sekarang 33, bisa menurunkan berat badan. Jadi apakah kita disiplin?

Sebab begini, kita tidak hidup untuk makan tetapi kita makan untuk hidup. Jadi kita makan sedikit, kita tetap hidup. Tapi itu baik untuk kesehatan dan itu memerlukan disiplin. Buat apa saudara ke tempat kebugaran, fitness. Saudara fitness mau turunkan berat badan. Saudara fitness keluar keringat tapi di mulut saudara ada coklat. Tidak ada artinya apa-apa. Itu sebabnya disiplinkan diri. Di dalam I Korintus 9, Rasul Paulus berbicara mengenai disiplin diri. 

9:24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya - bahasa Inggris, melatih dirinya - dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.
9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Lihat, Paulus mendisiplinkan diri supaya jangan dia yang mengajar masuk neraka, yang diajar masuk sorga. Maka dia melatih tubuhnya, mendisiplinkan dirinya. Dia berpuasa, dia berdoa, dia keras terhadap dirinya sendiri. Dia tidak memberikan peluang kepada dagingnya untuk berdosa. Dia keras terhadap dirinya sendiri. Kalau kita kembali kepada Kejadian 14, dengan 318 tentara yang terlatih, Abram itu menang. Ayat 15,

14:15 Dan pada waktu malam berbagilah mereka, ia dan hamba-hambanya itu, untuk melawan musuh; mereka mengalahkan dan mengejar musuh sampai ke Hoba di sebelah utara Damsyik.

Ini Abraham bertindak lebih dari seorang raja. Karena yang dia lawan itu raja. Lima raja yang dia lawan. Dan mereka sedang menang perang dan pergi ke utara. Tetapi dikejar oleh Abraham sampai ke Dan. Dan artinya ular. Ular itu lambang Iblis. Bukan ular itu Iblis tapi lambang kuasa setan. Dia kejar sampai sarangnya. Dia kejar sampai jantungnya, sampai ke Dan sampai ke Damsyik. Lalu ayat 16,

14:16 Dibawanyalah kembali segala harta benda itu; juga Lot, anak saudaranya itu, serta harta bendanya dibawanya kembali, demikian juga perempuan-perempuan dan orang-orangnya.

Saudara bayangkan, tidak ada yang hilang. Tidak ada yang hilang. Tiga ratus yang hilang, tiga ratus kembali. Seribu yang ditawan, seribu kembali. Emas yang berapa kilo yang dirampas, itu kembali semua. Berarti raja-raja ini dikalahkan oleh hanya 318 orang. Itu kalau terlatih. Saya tidak perlu ribuan jemaat tapi tidak terlatih. Saya nggak minta tiga puluh dua ribu jemaat tapi penakut. Saya tidak perlu sepuluh ribu orang jemaat tapi belum disaring. Yang saya perlu cuma tiga ratus. Sama dengan tentara Gideon. Tiga ratus tentara tapi terlatih. Berani.

Dan dengan tiga ratus itu Tuhan bikin mujizat. Kemenangan demi kemenangan dialami oleh Gideon. Tuhan hanya pakai tiga ratus dari 32 ribu tentara. Nggak sampai 1%.

Ketika dia mengalahkan Kedorlaomer, keluarlah raja Sodom yang kalah itu.

14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 

Yang dikalahkan oleh Kedorlaomer adalah raja Sodom. Yang dikalahkan oleh Abraham adalah raja Kedorlaomer. Sekarang raja Sodom yang kalah menemui Abraham.

Bayangkan saudara, kalau anak Tuhan iring kepada Tuhan dengan sungguh, Tuhan pertemukan dia dengan orang-orang besar. Raja Sodom ini datang kepadanya. Pertemuannya di Lembah Raja lagi. Jadi saudara kitaa ketemu dengan raja-raja ini. Ini bicara dari dunia. Raja dunia datang kepada Abraham di Lembah Raja. Tetapi tiba-tiba ada Melkisedek, ayatnya yang ke-18, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah yang Mahatinggi. Imam Allah yang Mahatinggi dalam bahasa Ibrani El Eliyon.

Apa artinya El Eliyon? Adalah Pencipta langit dan bumi. Bahasa Inggris, Pemilik langit dan bumi. Melkisedek ini raja Salem, El Eliyon, Pemilik langit dan bumi. Yang saudara sedang ibadah ini, kita beribadah kepada Pemilik langit dan bumi.

Abraham tidak mau berurusan dengan raja Sodom, raja dari dunia tetapi dia melayani raja Salem. Salem itu damai. Yaitu Melkisedek, Pemilik langit dan bumi. Pemilik langit dan bumi. Langit dalam bahasa Ibrani dipakai kata syemayim, yang tak terbatas. Bumi, erets, yang terbatas.

Melkisedek, Pemilik yang tidak terbatas dan yang terbatas. Dia Pemilik langit dan bumi. Saudara mempunyai Tuhan yang luar biasa. Dia Pemilik langit dan bumi. Begitu hebatnya, ayat 19, Dia memberkati Abraham setelah Dia memberi roti dan anggur. Bayangkan saudara, Abraham ini sudah cape perang melawan lima raja. Dia kejar itu lima raja, balik lagi. Damsyik itu di Syria. Jalan kaki zaman dulu perang. Dan balik lagi. Lelah sekali. Justru raja Salem menemukan dia, membawa roti dan anggur.

Roti dan anggur adalah bayangan perjamuan kudus.

Mungkin saudara pagi hari ini sedang lelah. Lelah jiwa, cape hati, kecewa, batin saudara terpukul hebat. Saudara tidak lelah badan tapi lelah jiwa. Raja Salem berkata pagi hari ini: Marilah datang kepada-Ku, kamu yang bertanggungan berat dan lelah, Aku akan memberikan sentosa kepadamu.

Melkisedek membawa anggur dan roti. Kristus - Dialah roti dan anggur itu. Ketika kita berlelah, kecewa, pahit, dikecewakan, dikhianati ... Melkisedek kita Yesus Kristus membawa roti dan anggur. Tubuh-Nya sendiri dan darah-Nya sendiri. Supaya kelelahan kita mendapatkan pause, mendapatkan ketenangan.

Saudara mau hidup tenang? Lalu ia memberkati Abram dan dikatakan: Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi.

Apa Allah yang Mahatinggi? El Eliyon. Artinya? Pemilik langit dan bumi. Jemaat saya tanya, apa artinya El Eliyon? Pemilik langit dan bumi. Jadi jangan takut soal ekonomi. Karena Dia yang memiliki langit dan bumi. Hati-hati juga, kalau Dia batuk, kalau Tuhan batuk, Situ Gintung. Karena manusia sudah mulai kurang ajar, main tebang aja, ayo bikin rumah di pinggir danau. Jadi salah sendiri. Tanpa izin bangunan, bikin rumah. Sudah ahli-ahli bilang, hati-hati. Tahun 2005 sudah dibilangin, jangan lagi ada bikin rumah di sini, harus 40 meter dari danau baru bikin rumah. Di pinggir danau mereka bikin rumah.

Jadi Tuhan itu punya undang-undang, Tuhan itu punya hukum. Kalau orang bikin rumah di pinggir danau, tidak ada pohon, tidak ada serapan. Jadi hujan deras kaya gitu nggak kuat nampung. Sekarang sudah lebih dari seratus orang yang hilang. Meninggal 100 orang.

Maaf saudara, ini pelajaran bagi kita. Jangan tunggu musibah dulu tapi jauhilah musibah. Ikutilah hukum-hukum perintah Tuhan, tidak akan kena musibah. Ikuti hukum-hukum firman Tuhan, tidak akan ada musibah. Tapi kalau saudara cuek, bikin rumah semau-maunya, nggak ikut aturan firman Allah, lama-lama musibah, jangan salahkan Tuhan. Hawa ambil buah, diusir dari Taman Eden. Jangan salahkan Tuhan. Dia sudah dikasih tahu jangan diambil itu buah.

14:20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.

Kita belajar dari ayat ini. Semua kemenangan itu karena Tuhan. Kalau saudara bisa punya rumah, bisa beli rumah, bisa kerja yang baik, bukan hasil karya kita. Tetapi semua karena Tuhan. Saudara punya anak berhasil, dia menggondol gelar insinyur, sarjana hukum, sarjana ekonomi, dokter ... itu hanya terjadi karena Tuhan.

Sebab Dia berkata kepada Abraham, yang sudah menyerahkan musuhmu kepada tanganmu. Saudara yakin kemenangan Tuhan punya? Kalau kita menang, itu karena Tuhan. Tuhanlah yang mengizinkan kita menang di dalam segala sesuatu.

Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. Mari kita luruskan tentang pelajaran persepuluhan. Janganlah kita membawa persepuluhan supaya kita diberkati. Tapi memang sepersepuluh itu miliknya Tuhan. Saudara mengembalikan miliknya Tuhan.

Kalau saudara makan di Kwong Moy jangan bayar di Moy Tung. Kalau saudara makan di Kwong Moy, bayarnya di mana? Di Kwong Moy. Kalau saudara makan di Cianjur jangan bayar di Jakarta. Kalau saudara makan di Cipeuyeum, jangan bayar di Ciranjang. Saudara menjadi orang paling aneh di dunia. Perpuluhan bukan kita punya. Perpuluhan Tuhan punya. Dan ada yang bilang perpuluhan itu taurat. No. Abraham ini sebelum taurat. Persepuluhan itu diambil dari 10% dari keuntungan.

Modal saudara berapa, bisnis saudara untungnya berapa? Dari untung itu diambil 10%, kembalikan kepada Tuhan. Walaupun itu berbentuk gereja, walaupun itu berbentuk hamba Tuhan, jangan saudara anggap saudara kasih kepada manusia. Bukalah Ibrani 7, ini semua cerita tentang Melkisedek.

7:1 Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia.
7:2 Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.
7:3 Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. - Jadi Melkisedek itu adalah Yesus dalam Perjanjian Lama -
7:4 Camkanlah betapa besarnya orang itu, yang kepadanya Abraham, bapa leluhur kita, memberikan sepersepuluh dari segala rampasan yang paling baik.
7:5 Dan mereka dari anak-anak Lewi, yang menerima jabatan imam, mendapat tugas, menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan dari umat Israel, yaitu dari saudara-saudara mereka, sekalipun mereka ini juga adalah keturunan Abraham.
7:6 Tetapi Melkisedek, yang bukan keturunan mereka, memungut persepuluhan dari Abraham dan memberkati dia, walaupun ia adalah pemilik janji.
7:7 Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi.
7:8 Dan di sini manusia-manusia fana menerima persepuluhan, dan di sana Ia, yang tentang Dia diberi kesaksian, bahwa Ia hidup.

Di sini, manusia yang terima perpuluhan. Di sini, organisasi yang terima perpuluhan. Tapi di sana, Yesus bilang, terikat di dunia terikat di sorga. Terlepas di dunia terlepas di sorga. Membawa persepuluhan di dunia diterima di sorga. Kalau saya, tidak main-main dengan persepuluhan. Kemarin saya dapat lagi sepeda motor lima. Baru. Sumbangan. Saya baru nyumbang satu pembangunan satu sekolah, saya sumbang lima puluh juta. Saya perlu uang tapi saya sumbang lima puluh juta. Tidak lama dari saya sumbang, saya terima lima sepeda motor. Saya tanya harganya berapa yang baru? Lima puluh lima juta. Itu untuk hamba-hamba Tuhan yang bagus kerjanya. Jiwa-jiwa, jemaat banyak, bukan jalan-jalan, bagus jemaatnya, berhasil. Saya kasih sepeda motor. Itu berkat mereka.

Tapi ketika saya kasih, saya selalu bilang, jangan lupa persepuluhan. Saya bilang sama bendahara daerah, orang ini berhutang perpuluhan satu juta seratus. Ingat, bawa persepuluhan. Saya tidak suruh bawa kepada saya. Bawa kepada wilayahnya karena dia makan di sana.

Saudara suka sikat gigi pakai Pepsodent? Itu dikeluarkan oleh seorang yang bernama William Colgate.

William Colgate itu dari umur sepuluh tahun, dia jadi loper koran. Selalu mamanya bilang, ambil sepersepuluh dari hasilmu, gajimu. Taruh, bawa di gereja hari minggu. Mereka kerja lima hari dari senin sampai jumat. Anak ini hitung dia punya gaji, ambil sepersepuluh. Satu kali dia lupa. Dia lupa dan dia rasa panas kantongnya. Dia bilang sama ibunya, kenapa ya panas? Sudah bawa persepuluhan? Bawa persepuluhan. Lalu dia jadi kaya. Setelah dia  kaya, dia memberi 20% dari keuntungannya untuk Tuhan. Dia tambah kaya lagi, dia naikkan persepuluhannya 30%.

Saya cuma sampai itu. Saya cuma berani sampai 30%. Belum berani lebih. Dia tambah kaya lagi. Dia tambah lagi persepuluhannya, 40%. Dan yang terakhir saya dengar, dia sudah memberi persepuluhan 90%. Dan dia cukup kaya dengan 10%. Seluruh dunia dia kuasai. Mulut orang dia kuasai, badan orang dia kuasai. Namanya William Colgate. Cool itu kan dingin, gate itu kan pintu gerbang. Pintu gerbangnya dingin. Dingin selalu. Makanya saudara kalau pakai Colgate, mulut saudara dingin. Segar. Tanda sadar sampai Afrika seluruh dunia sekarang beli Colgate. Di Indonesia dipakai merk lain tapi sama, dari orang yang sama. Terserah saudara mau membawa apa tidak. Terserah saudara. Kalau saudara membawa, itu karena diberkati oleh Tuhan.

14:21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu."
14:22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi - El Eliyon. Pemilik langit dan bumi -, Pencipta langit dan bumi:

Raja Sodom mau nyogok. Orang-orang saya, rakyat saya, perempuan-perempuan saya punya itu, pelayan-pelayan, saya minta kembali dan hartanya untuk kamu. Hartanya yang berapa M itu buat kamu, emas berapa ember itu untuk kamu. Aku bersumpah demi Melkisedek, El Eliyon, Pemilik langit dan bumi. Saudara, kita ini musti punya keberanian, percaya bahwa kita memiliki Tuhan Pemilik langit dan bumi. Kita tidak perlu belas kasihan manusia. Kita tidak perlu belas kasihan dari dunia. Kita punya Tuhan, Pemilik langit dan bumi.

Toko kita diberkati oleh dia. Rumah tangga kita diberkati oleh Dia. Keberhasilan kita karena Dia. Segala sesuatu datang dari Dia, oleh Dia dan kemuliaanpun hanya untuk Dia. Dan itu sebabnya Abraham disayang oleh Tuhan. Karena dia berani berkata: Segala sesuatu aku bersumpah demi Pencipta langit dan bumi. Aku bersumpah demi Tuhan Allah Yang Mahatinggi, Pencipta atau Pemilik langit dan bumi, aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasutpun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abraham menjadi kaya.

Lain dengan kita kan? Kalau kita dapat kado, kado dibuka, hati-hati buka bungkus kadonya, hati-hati, kita bisa pakai lagi. Dilipat, dikumpul-kumpulin. Jangan kumpulin barang-barang bekas karena Tuhan mau memberikan kepada kita langit dan bumi. Jangan sampai engkau berkata, aku telah membuat Abram menjadi kaya. Ayat 24,

14:24 Kalau aku, jangan sekali-kali! Hanya apa yang telah dimakan oleh bujang-bujang ini dan juga bagian orang-orang yang pergi bersama-sama dengan aku, yakni Aner, Eskol dan Mamre biarlah mereka itu mengambil bagiannya masing-masing."

Saya tidak ada waktu untuk menerangkan siapa Aner, siapa Eskol dan siapa Mamre. Tapi saya ingin berkata kepada saudara: Tuhan yang saudara sedang beribadah pagi hari ini adalah Tuhan Pemilik langit dan bumi. Dia mau memberkati kita dengan roti dan anggur. Segala kelelahan saudara, segala kecapean saudara, Dia akan obati pada pagi hari ini.

Mari para pelayan perjamuan kudus maju ke depan.

-- o --

Minggu pagi, 05 April 2009

TUJUAN HIDUP

Pagi hari ini kita akan kembali mempelajari firman Tuhan. Karena kita tahu dari firman Tuhan kita menimba kekuatan, menimba pengertian, dan mengusir ketakutan.

Pagi hari ini saya ingin berbicara mengenai tujuan. Seorang yang tidak mengerti tujuan hidup, dia sama seperti orang yang mempunyai sawah tapi tidak punya benih. Mereka yang tidak punya tujuan hidup seperti beredar-edar tanpa tujuan. Itu sebabnya dia tidak akan menemukan tempat tujuan akhirnya. Maka kita harus mengerti apa tujuan hidup kita. 

Kalau saudara pergi ke Bandung atau ke Sukabumi, saudara musti mengerti arah tujuan hidup, tujuan ke Bandung, tujuan ke Sukabumi. Saudara perkirakan jaraknya berapa tujuan itu. Dan saudara memerlukan bensin yang cukup untuk mengcover tujuan itu pulang pergi. Dan saudara harus mempersiapkan mental diri saudara. Atau saudara pergi ke Jakarta, saudara tahu jaraknya berapa, kemacetannya berapa, saudara harus memperhitungkan waktu yang saudara akan tempuh itu.

Rasul Paulus berbicara kepada jemaat di Korintus mengenai tujuan ini, yaitu dalam I Korintus

9:24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!

9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.

9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Kita tidak mengerti apa kehidupan kalau kita tidak mempunyai tujuan. Paulus berkata, aku berlari bukan tanpa kesungguhan, tanpa tujuan. Aku seorang yang berlari, aku tidak berlari tanpa tujuan. Berarti dia mempunyai tujuan hidup. Dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Bahasa Inggris, aku bukan petinju yang memukul angin. Jadi dia mempunyai tujuan.

Coba renungkan oleh saudara, tujuan hidup saudara apa? Menjadi orang kaya? Menjadi orang pandai? Mempunyai uang banyak, mempunyai rumah banyak, mempunyai mobil banyak, punya pabrik, menguasai Cianjur, menguasai perdagangan? Apa itu tujuan kita? Kalau itu tujuan saudara, maka saudara tidak mengerti apa arti tujuan hidup.

Saudara-saudara, orang mencintai Tuhan itu nampak dari dia bisa menurut perintah Tuhan itu atau tidak. Sama seperti lagu tadi. Saya sudah ngomong berkali-kali bahwa saudara nyanyinya salah. Tapi diulang-ulang terus kesalahan ini. Kok di Jakarta nggak salah, di kota lain nggak salah. Di Cianjur, pabriknya, salah. Oh, saya mengerti, saudara tidak mengerti penciptanya. Saudara tidak tahu keinginan pencipta lagunya. Saudara seenaknya merusak. Kalau nggak dikasih tahu, masih mungkin. Tapi sudah dikasih tahu begitu juga. Sekarang mau kemana tujuan saudara nyanyi. Nyanyi itu buat apa, kalau saudara nyanyi dengan salah. Baru nyanyian.

Bagaimana firman Allah? Tuhan mau saudara punya tujuan. Tapi kalau kita terus hidup tanpa tujuan, saudara tidak mengenal yang menyuruhnya, Pencipta dari firman ini. Jangan berani hidup tanpa kita kenal tujuan hidup kita apa. Sebab kita harus tahu tujuan hidup kita ini apa. Bagaimana kita mau tahu tujuan hidup, nyanyi saja salah? Dikasih tahu salah terus. Itu tidak mencintai penciptanya, tidak mengasihi pemilik lagunya.

Matius 

1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

Tepat apa yang disuruh oleh malaikat itu, dia ikuti. Dia bilang ke kanan, dia ke kanan; dia bilang ke kiri, ke kiri. Jadi kalau kita kembali kepada I Korintus 9, aku tidak berlari tanpa tujuan. Nah, apa tujuan hidup kita? Apa yang saudara cari di dunia ini apa? Kalau saudara cari uang, kita melihat tujuan yang salah. Kalau saudara mencari uang, Pengkhotbah

5:7 Kalau engkau melihat dalam suatu daerah orang miskin ditindas dan hukum serta keadilan diperkosa, janganlah heran akan perkara itu, karena pejabat tinggi yang satu mengawasi yang lain, begitu pula pejabat-pejabat yang lebih tinggi mengawasi mereka.

5:8 Suatu keuntungan bagi negara dalam keadaan demikian ialah, kalau rajanya dihormati di daerah itu.

5:9 Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.

Jadi kalau tujuan hidup saudara kaya atau keuangan, saudara akan mengalami kekecewaan karena dalam uang dan kekayaan itu tidak ada kepuasan. Uang bisa beli kursi gereja tapi uang tidak bisa beli kedudukan saudara di sorga. Uang bisa membeli makanan, apa saja kita bisa beli kalau punya uang tapi uang tidak bisa membeli selera makan. Uang bisa membeli sex tapi uang tidak bisa membeli kasih yang sejati. Uang bisa beli tempat tidur yang mahal kasur yang mentul-mentul tapi uang tidak bisa membeli nyenyaknya tidur. Uang bisa membeli kesenangan tapi uang tidak bisa membeli kebahagiaan.

Jadi apa tujuan hidup kita? Dengan uang saudara bisa jalan dengan siapa saja. Dengan uang saudara bisa beli siapa saja. Saudara lihat itu caleg-caleg. Setor uang hanya untuk jadi bupati, setor uang hanya untuk jadi gubernur. Setor uang supaya dia jadi caleg nomor satu. Tapi uang tidak bisa membeli Tuhan. Saudara boleh sekolah mempunyai titel tinggi sarjana teologi tapi uang tidak bisa membeli urapan Roh Kudus. Jadi itu sebabnya kembali kepada Pengkhotbah, apa tujuan hidup kita? Hanya uang dan kekayaan?

Dikatakan oleh firman Allah, itu sia-sia. Uang hanyalah alat, hanyalah sarana untuk kita hidup di dunia tapi uang bukanlah tujuan. Uang bukanlah sesuatu yang kita harus jadikan garis akhir. Maka kalau kita berlari kita harus tahu finishnya di mana, garis lurus di mana. Paulus berkata dalam I Korintus tadi, berlarilah seperti orang yang punya tujuan. Ayatnya yang ke-25,

9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

Dalam injil Yohanes

1:35 Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.

1:36 Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"

1:37 Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.

1:38 Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?"

1:39 Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.

1:40 Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.

1:41 Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)."

1:42 Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."

Ada tiga pribadi. Yang pertama, Yohanes Pembaptis. Yang kedua, murid-murid-Nya. Dan yang ketiga adalah Yesus. Yohanes Pembaptis mendidik murid-muridnya. Yohanes Pembaptis punya murid tapi itu bukan tujuan dia hidup. Tujuan hidup dia: Membawa muridnya mengenal Yesus sebagai Anak domba. Maka ketika Yesus lewat, murid-murid tidak kenal siapa Yesus; dia perkenalkan: Tengoklah Anak domba Allah.

Itu istilah Anak Domba Allah buat orang Yahudi sudah gampang, dia sudah ngerti. Orang Yahudi tidak bisa dipisahkan dari domba yang dipersembahkan. Anak domba dipersembahkan disembelih untuk minta ampun dosa. Tapi sekarang Yohanes Pembaptis bilang: Lihatlah Anak domba Allah. Kalau saudara baca tadi murid-muridnya meninggalkan Yohanes Pembaptis lalu mengikut Yesus. Yohanes Pembaptis tidak tersinggung, Yohanes Pembaptis tidak marah, Yohanes Pembaptis tidak kecewa ditinggal oleh murid-muridnya karena tujuan dia memperkenalkan Yesus.

Ketika Yesus sedang jalan, Dia lihat murid Yohanes Pembaptis mengikuti Dia, Dia tanya: Apa yang kamu cari? Dalam bahasa lain, apakah tujuan hidupmu? Kamu ngikut-ngikut Aku itu mau apa? Tujuannya apa? Jadi orang kristen itu apa tujuannya? Ke gereja itu apa tujuannya? Kamu cari apa? Apa yang kamu cari? Ya Rabi, di mana kamu tinggal? Jadi di mana Yesus tinggal, itu tujuan hidup si murid Yohanes. Saya ingin tahu di mana Rabi tinggal. Kalau begitu mari ikut Aku dan kamu akan melihat. Dalam Yohanes 14, di sana Tuhan Yesus memperkenalkan tempat tinggal-Nya.   

14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

 

Tadi tujuan murid Yohanes untuk tahu tempat tinggal-Nya. Ayat 3,

 

14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

14:4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.

 

Tujuannya kamu tahu. Ke Sukabumi kita tahu jalannya. Ke Bandung kita tahu, ke Jakarta kita tahu arahnya. Kalau ke sorga kita sudah tahu.

 

14:5 Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"

14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."

Apa tujuan hidup? Apa yang kamu cari?  Ya Guru, aku hendak tahu di mana tempat tinggal-Mu.

Ayo, saya bicara kepada yang berhasil dalam bisnis. Semua anak Tuhan harus berhasil. Dia berhasil dalam bisnis, dia punya rumah. Barang di tokonya dikerubutin pembeli. Bisnis berhasil. Apa itu tujuan hidup saudara? Kita sudah baca tadi, uang dan kekayaan tidak bikin kita puas. Apa itu? Di hati kita itu seperti ruangan, punya banyak kamar. Ada satu ruangan yang tidak bisa diisi oleh apapun oleh siapapun kecuali oleh Tuhan. Saudara isi ruangan itu dengan uang, dengan kekayaan dengan tujuan hidup, dengan segala punya pacar gagah punya pacar crossboy, punya pacar yang cantik, bisa nonton sama-sama bisa jalan bareng-bareng, bisa bergandengan tangan ... wah, sudah. Tapi itu tetap kosong. Nggak bisa, dia mental keluar. Diisi, dia mental keluar, diisi dia mental keluar.

Nah, manusia itu sudah punya semua tapi mental keluar. Yang satu kamar itu nggak bisa diisi. Cuma Tuhan yang bisa isi itu, saudara. Hanya Tuhan yang bisa isi. Dalam Markus   

8:36 Apa gunanya - Ini yang ngomong Yesus, ya - seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.

8:37 Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

 

Jadi nyawa kita, hidup kita, sesuatu di dalam hidup kita ... nggak ada gantinya. Nggak bisa diganti dengan uang dan harta.

 

Saya kasih ilustrasi.

 

Secara manusia, apa saudara senang kalau hari ini nggak sampai jam 12 siang hari ini saudara mendapatkan uang 50 milyar, senang apa tidak? Senang. Tapi jam 1 siang meninggal, mau nggak? Nggak ada yang mau. Saya lebih senang dapat satu milyar tapi umur panjang dari pada 50 milyar tapi jam 1 nya mati. Tidak ada yang senang. Itu sebabnya nyawa lebih berharga dari kekayaan. Tapi kita hargai kekayaan lebih berharga dari nyawa. Kita kerja tidak tahu waktu, kita kerja sampai lelah sampai cape-cape hanya untuk cari itu yang namanya uang. Apa itu tujuan hidup saudara? Lukas

 

12:13 Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."
12:14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?"
12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."
 

Dia kalau lihat tanah, itu tanah saya itu dari sana sampai sana ... itu tanah saya. Padahal yang dia perlukan cuma 2 x 1 meter ... waktu dikubur. Waktu dia mati tidak dikubur pindah-pindah. Hari senin dikubur di sini, hari selasa kubur di sini, terus keliling tanah itu. Nggak. Dia cuma 2 x 1 meter. Eling. Nanti saya mau bangun di sana supermarket. Di Cianjur mah teu cocok supermarket, itu pakai mall-mall Hypermart ge geus teu laku. Supermarket. Siapa yang belanjanya? Superman. Padahal kita ini sudah bau tanah, sebentar lagi 2 x 1 meter, apa kata Pengkhotbah? Itu kuburan tidak ada kenyangnya. Kalau gitu bagaimana om, apa kita nggak usah dagang? Eh, dagang terus, silahkan. Tapi tahu tujuannya apa ya, apa tujuan kita. Sebagai ayat yang berikut, Filipi, rasul Paulus punya tujuan yang indah sekali. Filipi

 

1:19 karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.

1:20 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.

1:21. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

1:22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.

1:23 Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus - itu memang jauh lebih baik;

1:24 tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.

 

Jadi tujuan dia adalah hidup kalau aku hidup buat Kristus. Kalau aku mati, tidak usah nangis, aku beruntung, aku mendapatkan pahala di sorga, aku mendapatkan mahkota kehidupan.

 

Jarang sekali orang kristen menjadikan Yesus itu tujuan hidup. Jarang sekali orang kristen - katanya mau ke sorga, menjadikan sorga itu tujuan hidup. Sekarang saya buktikan, ya. Saudara mau pergi ke sorga? Kalau nanti siang bagaimana? Tujuan hidup kita harus Kristus. Dan kalau kita harus mati di tengah perjuangan itu untung kita. Nah, Paulus itu ngomong lagi dalam   

 

4:6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.

4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

 

I Korintus 9 tadi yang kita baca, jangan lari tanpa tujuan. Dia sudah punya tujuan. Sekarang di dalam II Timotius 4, dia sudah mencapai garis akhir, garis finish.

 

4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

 

Dalam bahasa Inggris, aku telah berkelahi dengan baik. Aku telah bertinju dengan baik.

 

Bagaimana kita mau seperti Paulus, aku sudah mengakhiri pertandingan ... dia dipukuli dia masuk penjara tapi dia tetap percaya kepada Yesus, dia setia sampai kematian. Baru mahkota tersedia. Jangan pikir mahkota kalau saudara tidak berani pikul salib. Karena salib berjalan bersama dengan mahkota. Mahkota diberikan bersama dengan salib. Itu sebabnya apa tujuan kita? Kita harus punya tujuan adalah Kristus. Hanya Dia tujuan hidup kita. Sebagai ayat yang terakhir, Roma

 

11:33 O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!

11:34 Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?

11:35 Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?

11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

 

Ada haleluyah?

 

Lebih 200 orang saya sudah layani dalam kematian. Banyak yang lebih muda dari saya, tidak sedikit yang jauh lebih tua dari saya. Pada tahun 2008 kemarin yang saya kubur 40 tahun ke bawah ada tiga, dua laki-laki satu ibu. 40 tahun ke bawah.

 

Nah, kalau dalam khotbah-khotbah orang meninggal, selalu kita dengar perkataan seperti ini: Jangan saudara sedih jangan takut karena ibu ini bapak ini saudara ini sudah senang bersama-sama dengan Tuhan. Betul? Mau itu atau yang ini: Saya yakin ibu ini sudah di neraka dibakar, apa mau itu? Nggak ada pendeta khotbah itu. Dia selalu bilang, biar itu orangnya jahat tara ka gereja, cuma ada satu anaknya saja ke gereja, dikrestenkeun ... dikristenkan. Masa pendeta ngomong: Karena dia belum ke gereja maka insyaallah dia akan masuk neraka, apa itu? Tidak. Saudara, selalu yang dibicarakan tujuan akhir. Dia akan berkata pendeta itu berkata: Bapa ini sudah istirahat tenang dia bersama dengan Tuhan,

 

Tahukah saudara, bersama dengan Tuhan itu tujuan kita. Jalannya apa? Sudah dikasih tahu: Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorangpun sampai kepada Bapa kecuali dengan Aku. Bagaimana caranya? Percayalah kepada Tuhan Yesus, kamu dan seisi rumah tanggamu akan diselamatkan. Sudah dikasih tahu. Tapi kalau masih salah juga, saudara nggak hormati Penciptanya. Sama saudara nyanyi salah lagu saya. Kalau belum bisa nyanyikan lagu dengan benar, pemimpin pujian jangan nyanyi. Jangan nyanyi yang susah-susah.   

 

Saudara sudah tahu tujuan hidup saudara? Bersama dengan Tuhan!

 

Nah, sebelum kita bersama dengan Tuhan di sorga, Tuhan bersama kita di dunia. Jadi visi kita jangan uang, visi kita jangan pangkat, visi kita bukan gelar, visi kita bukan kekayaan, visi kita bukan tanah rumah dan apa yang ada di dunia, bukan. Visi kita musti bersama dengan Tuhan. Saya dagang karena Tuhan, saya punya rumah karena Tuhan. Anak saya berhasil jadi sarjana hukum karena Tuhan. Dia jadi insinyur karena Tuhan. Dia jadi dokter karena Tuhan. 

 

Sekian firman Tuhan.  

 

-- o --

Minggu pagi, 26 April 2009

SETIA DALAM PERKARA KECIL

Ayub

8:1 Maka berbicaralah Bildad, orang Suah:

8:2 "Berapa lamakah lagi engkau akan berbicara begitu, dan perkataan mulutmu seperti angin yang menderu?

8:3 Masakan Allah membengkokkan keadilan? Masakan Yang Mahakuasa membengkokkan kebenaran?

8:4 Jikalau anak-anakmu telah berbuat dosa terhadap Dia, maka Ia telah membiarkan mereka dikuasai oleh pelanggaran mereka.

8:5 Tetapi engkau, kalau engkau mencari Allah, dan memohon belas kasihan dari Yang Mahakuasa,

8:6 kalau engkau bersih dan jujur, maka tentu Ia akan bangkit demi engkau dan Ia akan memulihkan rumah yang adalah hakmu.

8:7 Maka kedudukanmu yang dahulu akan kelihatan hina, tetapi kedudukanmu yang kemudian akan menjadi sangat mulia.

 

Dalam salinan bahasa Inggris, walaupun pada awalnya kamu kecil tetapi pada akhirnya kamu akan mempunyai kedudukan, walaupun pada awalnya kamu kecil tetapi pada akhirnya kamu akan memiliki atau menambah kelimpahan.

 

Tuhan bekerja mulai dari yang kecil. Tuhan tidak bekerja dari hal yang besar tetapi dia awali segala sesuatu dari yang kecil lalu menjadi crescendo ... bertambah hari bertambah besar dan bertambah besar da bertambh besar. Saudara yang tidak mengalami ini, saudara ada di luar rencananya Tuhan sebab rencana Tuhan selalu diawali dengan yang kecil diakhiri dengan kelimpahan yang besar, dimulai dengan yang kecil diakhiri dengan yang besar. Di dalam Lukas  

 

16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

16:12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

 

Dalam ayat ke-10, Yesus berkata, barangsiapa - jemaat atau pendeta, laki-laki atau perempuan, orang pandai orang bodoh, berpendidikan atau tidak, orang berpangkat atau tidak berpangkat, orang hina atau orang yang mulia, orang biasa - barang siapa setia dalam perkara-perkara kecil. Jadi Tuhan menilai kita ini di hal-hal yang kecil, bukan di hal-hal yang besar. Dia lihat dulu kita setia dalam hal yang kecil apa tidak. Setia dalam perkara yang kecil, setia dalam hal yang tidak kelihatan, setia dalam hal yang sederhana. Apakah kita setia?

 

Sebab begini saudara. Kalau kita jujur dengan hal yang kecil, Tuhan akan percayakan yang besar. Kalau tidak jujur dengan hal yang kecil, Tuhan tidak akan percayakan yang besar. Setia dalam hal yang kecil maka Tuhan akan memberikan hal yang besar. Kita pegang Lukas ini dengan tali Alkitab, kita mau lihat cerita orang yang tidak setia dalam perkara yang kecil. I Samuel

 

15:19 Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?"

15:20 Lalu kata Saul kepada Samuel: "Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas.

15:21 Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal."

15:22 Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.

15:23 Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

 

Kesalahan Saul, kejatuhan Saul bukan dalam ayat 22 sampai 23. Kejatuhan Saul dimulai dari ayat 16. Dalam ayat 16 Samuel berkata begini:

  

15:16 Lalu berkatalah Samuel kepada Saul: "Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang difirmankan TUHAN kepadaku tadi malam." Kata Saul kepadanya: "Katakanlah."

15:17 Sesudah itu berkatalah Samuel: "Bukankah engkau, walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel?

 

Dulu Saul itu merasa diri kecil. Karena dia merasa diri kecil, Tuhan angkat menjadi raja atas Israel. Tetapi setelah dia jadi raja Israel, dia tidak merasa kecil lagi, dia merasa sanggup mengambil keputusan, dia merasa sanggup untuk mencuri. Sebab perintah Tuhan itu tumpas ya, semua harus ditumpas. Orang Amalek ditumpas, binatangnya rajanyapun harus ditumpas. Tetapi Saul hanya menumpas rakyat saja. Agag, raja dari Amalek itu menyogok dengan domba-domba yang tambun dengan domba-domba yang terbaik sehingga dia tidak menumpas. Dia merasa diri besar bisa mengambil keputusan sendiri melawan keputusan Tuhan. Tuhan bilang, tumpas; dia bilang, kalau Agag tidak usah ditumpas, kalau domba yang gemuk tidak usah dibunuh, ini untuk persembahan katanya korban bakaran. Dari sinilah datang ayat 22,   

 

15:22 ... Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.

15:23 Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

 

Dengar-dengaran lebih baik dari kolekte. Dengar-dengaran lebih baik dari persepuluhan. Dengar-dengaran lebih baik dari korban waktu. Saudara harus dengar-dengaran kepada Tuhan. Dari soal yang kecil, dari perkara yang kecil. Dari hal yang kecil supaya Tuhan mempercayakan perkara yang besar. Dan tetaplah saudara merasa kecil.

 

Kita buka Mazmur 151. Tidak ada, saudara, Mazmur 151. Mazmur itu cuma sampai Mazmur 150. Tapi saya di Israel pernah melihat Mazmur 151. Ketika saya tanya sama orang Yahudi: Kenapa di sini Mazmur sampai 151, Alkitab kami Mazmur sampai 150? Dia balik bertanya: Ini yang bikin kami heran sebab Mazmur kami 151 pasal, kenapa Mazmur kamu hanya 150 pasal. Saya tidak bisa jawab.

 

Dalam Mazmur 151 versi Yahudi, dituliskan kata-kata Daud seperti berikut, saya masih ingat: Siapakah aku ini Tuhan, seorang gembala yang kecil dan hina dari Efrata, yang Engkau angkat menjadi raja dari bangsa kesayangan-Mu yang besar ini?

 

Jadi sampai dia jadi raja, dia tidak kehilangan jati dirinya bahwa dia itu kecil. Kadang-kadang kita masih sekolah Alkitab saja sudah rasa besar. Suruh serahkan handphone, tidak menyerahkan handphone, bisa membatalkan bisa melawan peraturan sekolah. Ya, akhirnya dikeluarkan. Ingat Adam dan Hawa tidak dikeluarkan diusir dari Eden oleh karena berzinah oleh karena membunuh ... karena tidak taat! Setia kepada buah yang kecil jangan dimakan, tapi dia makan juga. Maka dia diusir dari Taman Eden. 

 

Saudara semua - saudara dan saya - mempunyai kapasitas untuk dijadikan besar oleh Tuhan. Asal kita tahu harganya: Setia dalam perkara yang kecil! Setia dalam perkara-perkara yang sederhana. Di dalam Mazmur 119, ini setelah Daud jadi raja loh,


119:141 Aku ini kecil dan hina, tetapi titah-titah-Mu tidak kulupakan.

Sudah jadi raja dia. Tapi dia tidak bilang, aku ini raja, tidak ... aku ini kecil dan hina, aku ini kecil dan nggak terhitung. Tetapi titah-titah-Mu tidak kulupakan. Firman-Mu tidak kulupakan. Tahukah saudara bahwa perintah Tuhanlah yang menjaga kita, Firman Tuhanlah yang menjaga kita sehingga walaupun kita kecil, kita bisa jadi raja. Dalam Mazmur

119:9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

Saya baru dapat kata-kata mutiara dari Tuhan. Tuhan ngomong selama 3 hari ini karena saya terbaring di tempat tidur: Tugas kamu mengembalikan Kristus kepada kekristenan. Karena orang kristen sekarang ke gereja bukan karena aku; ke gereja karena ekonomi, ke gereja karena kedudukan, ke gereja karena ambisi. Tidak seorangpun yang ke gereja berbakti karena Aku.

Maka tugas saya mengembalikan Yesus kepada kekristenan. Saya akan bawa ini dalam khotbah tanggal 9 Mei di Bogor, di KKR Gereja Pantekosta se Jawa Barat. 600-700 pendeta akan kumpul di sana, mulai jam 2 siang sampai jam 5 sore. Mengembalikan Kristus kepada kekristenan. Kita beragama kristen tapi Kristusnya hilang, nggak ada takut lagi sama Tuhan, nggak ada perhitungan ... bagaimana nanti saja.

Saya mau tanya, saudara lagi mencontreng sembahyang dulu nggak? Saya sembahyang dulu supaya saya tidak salah mencontreng. Dalam segala bidang kehidupan kita, Kristus harus nomor satu. Biar kita kecil sederhana orang yang sederhana tapi kalau saudara setia, Tuhan bisa bikin saudara besar. Dikatakan, increase abundantly, saudara bisa menambah, tidak usah korupsi, tidak usah terima sogok, saudara bisa diberkati Tuhan, saudara bisa naik pangkat. Asal setia dalam perkara yang kecil. Bukan dalam perkara yang besar ... dalam perkara yang kecil.         

Siapakah aku ini, seorang gembala yang kecil dari Efrata, yang Engkau angkat menjadi raja atas umat kesayangan-Mu Israel? Itu Mazmur 151. Walaupun aku kecil dan hina aku tidak melupakan firman Tuhan. Dengan apakah seorang muda, orang muda kan dianggap kecil. Siswa-siswi kan orang muda punya tenaga punya kekuatan tapi belum punya pengalaman. Dengan apa seorang muda yang belum punya pengalaman mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya. Kata menjaga tidak tepat - dengan memperhatikan firman Tuhan! Dalam Mikha  

 

5:1 Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. 

 

Bahasa Indonesia ini seringkali salah menyalin. Bahasa Inggris, dari padamu akan timbul seorang pemerintah di Israel. Dari tempat yang kecil, dari kandang domba di Bethlehem, dari tempat yang kecil, dari kandang yang sederhana dari kandang binatang, justru timbullah lahirlah seorang Juruselamat dunia yang akan datang pada kali yang kedua sebagai gelar Raja segala raja.

 

Apakah saudara seorang yang setia dengan perkara yang kecil? Apakah saudara seorang yang setia dengan jam hari minggu bulan? Apakah saudara setia dengan perkara-perkara yang sederhana? Apakah saudara setia seperti Rut yang disaksikan oleh kepala pegawai, dia bekerja dari pagi sampai sore tidak beristirahat dia terus menerus bekerja, tidak ada istirahatnya; dia setia memungut jelai. Apa kita setia dengan hal-hal yang kecil?

 

Tidak ada gunanya kita menyandang kita mempunyai kedudukan tapi nggak ada kerjanya di kedudukan itu. Kita dianggap sebagai ini sebagai itu tapi nggak ada kerjanya, nggak ada usahanya. Biar kita kecil, biar pelayanan kita kecil, tapi kita lakukan setia. Setia dalam perkara yang kecil, Tuhan akan pakai dalam hal-hal yang besar. Kembali kepada Lukas

 

16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.

 

Ini nggak bisa dibantah, saudara. Barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Ia tidak setia dalam soal menyembunyikan raja yang seorang diri, ia tidak setia dengan tidak membunuh domba-domba, seperti Saul. Maka Tuhan mencabut kerajaannya kembali.

 

16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

 

Mamon itu dewa uang. Apa saudara setia, jujur dalam hal keuangan? Uang itu tidak jujur. Mamon itu tidak jujur. Amsal Salomo berkata, dia suka terbang ke langit. Saudara taruh uang bukan tambah banyak, tambah kurang. Uang itu tidak jujur. Tapi kitanya ini setia nggak dalam hal yang tidak jujur ini, setia nggak dalam soal keuangan, setia nggak dalam soal persepuluhan.    

 

Setia dalam hal yang kecil mulai dari perkara yang kecil tapi diakhirnya engkau akan berkelimpahan.

 

Yesus itu mulai dari yang kecil. Dihina-hina, diolok sampai Dia disalib tapi ketika Dia disalib, Dia menebus dosa isi dunia. Saudara dan saya sekarang tidak di bawah hukum dosa lagi. Saudara dan saya ada di bawah hukum anugerah Tuhan. Kita ada di dalam kasih sayang dari pada Tuhan. 

 

16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

 

Buat saya harta yang sesungguhnya adalah harta rohani, harta yang di sorga. Itu Yesus adalah harta yang sesungguhnya. Bagaimana kita bisa mengembalikan Yesus menjadi harta kita kalau kita tidak mulai setia dengan perkara yang kecil? Yesus itu bukan agama. Yesus itu adalah anugerah sendiri, Dia anugerah buat kita. Dia padang rumput yang hijau bagi kita. Dia air yang tenang bagi kita. Dia roti hidup bagi kita. Dia air hidup bagi kita. Dia adalah pintu. Dia adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Dia adalah jalan. Dia adalah Gembala yang baik, itu Yesus kita. Kenapa kita hidup di bawah standar? Karena kita tidak setia dari perkara yang kecil. Setia dalam perkara yang kecil.  

 

Itu sebabnya saudara, kita mau main sama Tuhan? Itu Tuhan loh. Perekonomian kita ini paling sukar, kita serahkan sama Tuhan.

 

Setia setialah .. Setia sampai mati ..

 

Enak benar setia sampai mati. Setia dulu dalam perkara yang kecil. Saudara nggak bisa setia sampai mati kalau tidak setia dalam perkara yang kecil.

II Timotius 

 

2:11 Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia;

2:12 jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita;

2:13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

Dia itu siapa? Yesus. Sekarang kalau itu ayat berubah. Jika kita tidak setia saja Dia setia apalagi kalau saudara setia - Dia lebih dari setia. Kalau kita setia dari perkara yang kecil, Dia akan mempercayakan perkara yang limpah. Saudara, langit dan bumi itu Bapa kita punya. Segala kekayaan harta dunia bisa jatuh kepada saudara asal kita setia. Tidak setia saja Dia tetap setia apalagi kalau kita setia. Efesus

2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

2:3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

2:4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,

2:5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita - oleh kasih karunia kamu diselamatkan -

2:6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,

 

Saya mau memberi kabar kesukaan. Selama kita hidup di dalam Kristus, sorga itu sudah jadi hak saudara. Maka setia dalam perkara yang kecil. Karena perkara yang kecil soal apa saja di dunia ini - itu hal yang sementara. Kalau hal yang sementara kita tidak setia, hal yang kekal - sorga, Dia tidak akan berikan. Tapi kalau kita setia di dalam perkara yang kecil, kita tidak setia saja Dia setia, apalagi kalau kita setia, perkara yang besar kita akan alami.

 

Para pelayan perjamuan maju ke depan.

 

-- o --

 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________