Khotbah Minggu Pagi Mei - Juni 2003

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu pagi, 18 Mei 2003

DOA YANG DIUCAPKAN

Didalam Alkitab ada beberapa macam tentang doa. Yang pertama adalah doa  dengan memakai akal budi, yang kedua adalah doa didalam atau dengan pertolongan Roh Kudus; yang ketiga adalah doa dengan berpuasa; yang keempat doa dengan mengucap syukur; yang kelima doa dengan bernazar; yang keenam doa dengan beriman,dan seterusnya.

Tapi pagi hari ini kita mau belajar tentang doa dengan akal budi atau doa yang paling sederhana. Tetapi nyatanya banyak kita pun belum bisa berdoa dengan hal yang paling sederhana ini. Anehnya kalau ngobrol, kita bisa pintar tetapi kalau berdoa kita diam. Padahal kalau orang yang berdoa dia harus terdengar melalui mulut, dia harus bicara, dia harus ngomong - itu doa. Kalau ada orang suka ngomong ada istilah berdoa dalam hati, itu tidak ada di alkitab. Saudara yang berdoa mungkin dalam hati .. itu hanya berpikir dan Tuhan tidak pernah menjawab doa yang didalam hati ... nggak pernah. Doa itu harus dikatakan melalui kata-kata, ya

Kita lihat beberapa bukti, yaitu yang pertama Markus ... ayat ini sudah menolong saya lebih dari 25 tahun.  11:24. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Ada haleluyah? 

Coba saya minta saudara Miyanto, minta apa saja sama saya ... tapi jangan buka mulut, jangan pakai mulut, jangan ngomong ... tapi minta apa saja, ayo minta tapi jangan ngomong, minta apa saja, minta apa saja ... ayo!    Yesus bilang apa saja yang kita minta ... ayo ... minta tapi jangan bukan mulut - kita tidak bisa! Amin saudara-saudara? Kita tidak bisa. Maka Yesus sendiri berkata, meminta itu adalah bicara. Apa saja yang kamu minta, minta itu kedengaran omongannya, doa. Walaupun berbisik, telinga kita sendiri dengar kita itu minta apa sama Tuhan. Ini doa yang paling sederhana, doa yang meminta. Kita lihat contohnya didalam I Samuel   
1:9. Pada suatu kali, setelah mereka habis makan dan minum di Silo, berdirilah Hana, sedang imam Eli duduk di kursi dekat tiang pintu bait suci TUHAN, 
1:10 dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu. 
1:11 Kemudian bernazarlah ia, katanya - jadi dia berkata: "TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya." 
1:12 Ketika perempuan itu terus-menerus berdoa di hadapan TUHAN, maka Eli mengamat-amati mulut perempuan itu; 
1:13 dan karena Hana berkata-kata dalam hatinya dan hanya bibirnya saja bergerak-gerak, tetapi suaranya tidak kedengaran, maka Eli menyangka perempuan itu mabuk. 

Disini dipakai kata 'berkata-kata dalam hatinya'. Tidak mungkjin oran g berkarta-kta didalam ahtinya  tetapi mulutnya berkomat-kamit. Maksud disnini ayat ini berkata-kata tidak terdengar, tidak audible tapi saduaraku, mulut berkoamt-kamit .. berkata.:  

1:14 Lalu kata Eli kepadanya: "Berapa lama lagi engkau berlaku sebagai orang mabuk? Lepaskanlah dirimu dari pada mabukmu." 
1:15 Tetapi Hana menjawab: "Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN. 
1:16 Janganlah anggap hambamu ini seorang perempuan dursila; sebab karena besarnya cemas dan sakit hati aku berbicara demikian lama." 

Haleluyah. Inilah saudara-saudara, saya yakin kalau Hana berdoa didalam hati tidak kedengaran, tidak ada ini surat satu buku Kitab Suci semua karena tidak mungkin kedengaran apa yang dia doakan, nggak mungkin ditulis karena tidak terdengar. Tapi dia berkomat-kamit, dia berdoa, dia menyatakan isi hatinya, dia berkata. Makanya saya itu aneh kalau bedstone itu nggak kedengaran suara. Saya bilang kalau nggak minta, ya memuji Tuhan, berkatalah haleluyah, Tuhan Engkau besar, Tuhan Engkau agung, Engkau mulia, kita sembah Dia. Tuhan hati saya bangga punya Engkau. Kita katakan, berkata. Maka suasana bedstone itu, suasana doa itu akan hangat karena semua bicara ... semua berbicara. Tapi kalau semuanya dalam hati suasananya akan ngantuk, suasananya akan ngantuk. Lain kalau saya minta bapa ini berdoa, dia yang berdoa mewakili semua. Yang ditunjuk berdoa harus berdoanya keras, berdoanya terdengar suara. Jelas apa yang kita mau, apa yang kita minta itu harus kedengaran.    

       Kembali lagi kepada Markus 10 : 47-52   
10:47 Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" 
10:48 Banyak orang menegornya supaya ia diam - supaya jangan ngomong, supaya jangan bicara. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!" 
10:49 Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau." 
10:50 Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus. 
10:51 Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!" 
10:52 Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!"  

       Jadi saudara lihat. Yesus kan maha tahu, Yesus kan tahu. Saya katakan tadi kalau kita berdoa dalam hati, kita tidak akan terjawab. Karena tidak ada ayat dalam Alkitab satu pun yang berkata: Maka Yesus pun menjawab pikiran, berpikir kalau kita berpikir, berdoa dalam hati itu berpikir ya, tidak kedengaran suara, kita diam ... berpikir, itu bisa ngelamun ... bisa ngelantur. Yesus sendiri tanya: apa yang engkau mau Aku berbuat?, Yesus tanya. Kan Yesus tahu ia orang buta dia minta kasihani. Itu menurut orang-orang Palestina tahu. 

       Orang-orang buta jaman dulu saudara-saudara dia pakai jubah, itu jubah jubah papanya yang she Tan pakai jubah she Tan, yang she Lie yang butanya pakai jubah she Lie. Ini she nya ... Timeus, nama dia Bar, Bar itu anak Timeus dia nggak punya nama sebetulnya. Bartimeus itu anak Timeus karena dilihat dari jubahnya. Kalau dulu kalau ada anak buta dari kecil dipakaiin jubah disuruh minta-minta sebagai syarat katanya. Bukan minta-minta duit sebetulnya, siapa tahu kalau ada orang suci, ada nabi lewat dia bisa doakan anak saya ini bisa melek. 

       Jadi kalau ada nabi lewat kalau ada orang suci lewat sudah tahu kalau ada orang buta pakai jubah namanya ditulis di jubahnya anak Timeus, Bar itu anak, Bartimeus, itu sudah tahu mereka itu akan ingin minta melek tapi saudara-saudara Yesus kan maha tahu, orang ini pasti minta melek tapi Yesus masih tanya apa yang engkau mau Aku buat kepadamu.  

       Apa maksud Tuhan? Supaya Bartimeus bicara. Inilah yang saya ingin Tuhan dia bicara, dia berkata-kata. Nah, bicara juga saudaraku artinya itu iman, artinya percaya. Pada waktu ia berkata: Ya Tuhan, saya ingin melihat, baru Yesus bilang imanmu ... , Dia nggak pegang tangan, Dia nggak pegang mata, ... imanmu sudah menyembuhkan engkau. Melihat dia. Betapa sederhana ini doa, berdoa dengan akal budi, berdoa dengan pengetahuan biasa, tetapi harus pada jalurnya.

       Apa coba yang saudara mau pagi hari ini Tuhan bikin untuk saudara? Bicara sama Tuhan, ngomong sama Tuhan:  Tuhan saya ingin ini, Tuhan saya ingin ini!. Berkata ... sederhana. Berbicara. Tadi saya katakan bahwa bicara itu iman.  Lukas  

       1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. 
1:14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. 
1:15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; 
1:16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, 
1:17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya." 
1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya." 
1:19 Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. 
1:20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya."

       Biar dia pendeta karena dia nggak percaya engkau akan bisu, haleluyah. Lukas 1  
1:57 Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki. 
1:58 Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. 
1:59 Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, 
1:60 tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." 
1:61 Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." 
1:62 Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. 
1:63 Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya. 
1:64 Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. 

Begitu nggak percaya, bagaimana sih bisa terjadi, saya sudah umur sekian tahun saya sudah tua, bagaimana hal ini bisa terjadi ... hancur ... mati ... bisu. Pendeta itukan modalnya mulut, lalu bisu itu artinya Tuhan sudah nggak percaya lagi. Kalau kita nggak percaya sama Dia, Dia bisa nggak percaya sama kita. Ah, apa mungkin saya diberkati Tuhan? Apa mungkin saya bisa punya berkat kekayaan yang begitu banyak ? Kalau kita meragukan Dia, Dia pun akan meragukan bagaimana berkat ini Aku akan kasih sama dia, dia sendiri ragu. Padahal Aku akan memberi ini, nggak usah tunggu-tunggu dapat undian tahapan, Aku akan memberikan ini mobil Baleno kepada dia.

       Tapi kata Tuhan Yesus sama malaikat: buat apa aku kasih, dia sendiri ragu kepada firman-Ku. Kalau kita tidak percaya kepada Dia, Dia pun tidak akan mempercayakan apa-apa sama kita. Ini doa paling dahsyat: berbicara! Begitu dia tulis dibatu tulis namanya Yohanes, heran semuanya, puk ... terbuka, lalu dia berbicara. 

       Ketika dia keluar berbicara ... langsung memuji Tuhan. Makanya saya itu kalau mau tahu orang Kristen bisu atau tidak itu waktu memuji Tuhan. Dia akan datang pada waktu pembukaan, dia akan datang sebelum kebaktian mungkin untuk cari waktu untuk memuji Tuhan. Itu bukan bisu. Tapi kalau orang datangnya nanti sudah Firman Tuhan, wah ... Kalau nyanyi orang lain tepuk tangan, angkat tangan dia diam, lihatin orang kiri kanan, wah bisu itu. Itu sebabnya kalau kita tidak percaya sama Dia, Dia tidak percaya sama kita. Kalau kita meragukan Tuhan, Tuhan pun meragukan kita. Tapi kalau kita total kepada Tuhan percaya yakin dan berkata, maka Tuhan pun akan memberi apa yang kita minta. Ada haleluyah!

      Kembali kepada Markus 11, sebagai renungan kita tadi apa yang dikatakan oleh Sabda Tuhan tadi.    
11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

       Waktu doa malam hari Jumat, doa semalam, semalam-malaman ... ada satu ibu di Jakarta kirim SMS. Dia mau ikut doa tapi di Jakarta: Oom, saya mau bergumul pada malam ini ikut doa, saya balas bukan bergumul tetapi bersyukur. Apa maksudnya? Kalau bergumul kita belum dapat jawaban, kalau bersyukur kita sudah dapat jawaban! Kalau saudara masih sembahyang mewek-mewek nangis, bergumul, Tuhan ... tolong saya ini, itu saudara belum dapat jawaban. Tapi kalau saudara datang bersyukur, berkata-kata: aduh Tuhan, seolah-olah sudah terima, seolah-olah sudah mendapat. Sekarang saya pakai Miyanto lagi. Miyanto minta sama saya umpamanya perkutut, coba ngomong! Oom, saya minta perkutut. Saya bilang oke, you bilang apa, kalau saya bilang oke, you bilang apa? Terima kasih. Sudah dapat perkututnya? Belum.

       Kalau saudara berdoa dan berkata: Tuhan, saya minta ini, minta itu. Tuhan itu bilang oke karena saudara datang dengan percaya. Saya kasih. Tapi apa sudah dapat? Belum ... nanti. Ada yang satu hari, ada yang satu minggu tetapi harus kita yakin seolah-olah kita sudah terima. Siapa yang belum dapat pekerjaan? Mau kerja? Minta sama Tuhan, Tuhan saya minta pekerjaan. Apa pekerjaannya? Ngomong sama Tuhan, saya mau kerja ini Tuhan, saya bisanya ini ... bicara. Dan mulailah bersyukur: terima kasih Tuhan untuk pekerjaan yang saya dapat.     Saudara mau naik kelas, sekolah, minta sama Tuhan, bersyukur sama Tuhan, terima kasih sama Tuhan.   

       Ini jangan ditiru saudara, jangan ditiru tetapi saya ingin bersaksi apa yang  terjadi sama saya waktu saya ujian SMA dulu. Ujian SMA dulu terbagi dua, yaitu ujian tulis dan ujian lisan. Pertama-tama saudaraku ujian lisan, ujian lisan orang tidak bisa nodong nggak bisa karena lima orang duduk didepan 3 guru atau satu guru, mereka tanya langsung apa ini, ini apa bicara langsung. Mau nodong bagaimana, duduk aja berjauhan. Besok ujian, ini hari pertama hari senin, ini minggu sore habis kebaktian ya. Teman saya itu Adang Muhidin itu bilang Yo ... Yo nginap dirumah saya disana diatas nanti kita ngapalin disana. Ayo, ngapalin disana. Berangkat. Disebelahnya didepan ko Eng Soen ada pabrik genteng Tedja. Itu lagi ada pesta. Band yang main disana, band Disellina ... Sandra Sanger masih nyanyi. Justru saya bingung, bisa saya jadi hamba Tuhan berjuang sama-sama Sandra Sanger. Sandra Sanger nyanyi band disana, jadi kita ini tukang main band nonton. Ah, nantilah jam sepuluh kita ngapalin, nonton dulu, nonton. Memang nggak lama, satu jam nonton bandnya. Ayo sudah, pulang. Jam sembilan kita, ayo ngapalin. Begitu ngapalkeun 15 menit PLN waktu itu Pareum Listrik Noron ... PLN pareum listrik noron, banyak sekali gelap, gelap lampu sampai besok nggak bisa belajar, mau ada lilin, nggak ada lilin. Ya ... udah tidur. 

       Besok setengah delapan sudah di SMA. Nah, saya berdoa, Tuhan saya tidak tahu karena saya tidak bisa menghafal, Tuhan tolonglah saya. Tiga bulan saya tidak sekolah karena waktu itu, ganyang Cina ganyang Cina. Lho, saya mesti ngomong dijalan ganjang Cina-ganjang Cina, nah mama saya sendiri Cina, masa saya ganyang mama sendiri, saya bilang nggak mau. Wah, kamu ini plin-plan, katanya, plintat-plintut, gitu. Jadi tiga bulan saya nggak sekolah karena disekolah itu anti-Cina anti-Soekarno dulu waktu itu, nah sudah.

       Saya paling kanan duduk saudara, satu dua tiga empat lima orang, empat atau lima. Pertanyaan pertama saya yang diminta, Yohanes sebutkanlah ini itu bahasa Indonesia. Apa yang disebut pujangga ini, apa yang disebut pujangga ini, sebutkanlah ini? Ya, nggak ngapalin nonton band lampu gelap, saya bilang saya nggak tahu, maaf pak. Gurunya itu disitu Solok Pandan. Yang kedua ... nggak tahu, yang ketiga ... gugup semua nggak tahu, yang keempat nggak tahu juga. Pada waktu ditanya yang keempat, ini yang sebelah saya yang kedua dia ingat itu jawaban tapi dia ngomong dimulut ... aduh, padahal itu pujangga ini. Saya dengar. Disana nggak dapat balik lagi ke saya, Yohanes bisa tahu, pujangga ini - betul, saya betul. Tidak masuk akal kalau saya ngomong saudara tetapi hampir semua jawabannya begitu, ditanya nggak tahu dulu,  ini nggak tahu. Nanti .. ya ampun dia ngomong itu kaya galagapan, padahal urang eta nyaho, ngomong sorangan. Duh, eta teh eta ...  menyesal. Tapi dia ngomong ... saya dengar. Meugat muntah saya saudara jadi dapat lagi, dapat lagi.  

       Kembali lagi saudara-saudara. Sekarang saya mengerti bahwa sebetulnya Tuhan menolong saya, ya lima-limanya saat itu lulus, ya. Boleh saya katakan, yang empat orang itu nolong saya, ngangkat saya. Kenapa? Karena mereka ini ngomong, udah lupa terus ingat, ngomong.

       Kembali kepada Firman Allah. Jangan saudara sangka bahwa Tuhan tidak sanggup membuat yang tidak ada menjadi ada. Tadi malam saya dengar kesaksian dari satu ibu, dia bawa kopi dari Jakarta sendirian 60 kg, minta tolong sama anak-anak lagi hujan ada orang yang angkatin dia. Waktu dia lihat lagi, itu dua orang sudah nggak ada. Dia tanya, kenapa bisa begitu ya? Saya bilang itu malaikat, jangan nggak percaya. Maka pada pagi hari ini saudara-saudara belajar berdoa dengan berkata-kata, katakanlah.

       Sebagai ayat terakhir, Lukas 

       7:1. Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. 
7:2 Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. 
7:3 Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. 
7:4 Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong, 
7:5 sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami." 
7:6 Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; 
7:7 sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. 
7:8 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." 
7:9 Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" 
7:10 Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali. 

Apa yang membuat Yesus heran, apa yang membuat Yesus kagum, apa karena dia Jendral, karena dia memimpin seratus ribu tentara? Tidak. Tapi karena perkataannya! Ya, Tuhan jangan datang dirumah saya deh, katakan sepatah kata saja, sepatah kata. Karena saya juga komandan, dibawah saya ada juga suruh kalau saya berkata kepadanya pergi ... pergi, yang sana datang ... datang, kepada hamba saya kerjakan ... kerjakan. Karena dia ngomong, karena dia berkata. Bukan berdoa dalam hati tapi ngomong, bicara. 

       Oh, saya yakin, saya yakin, kalau saudara berdoa audible, terdengar suara, berkata dengan iman, katakan apa yang saudara inginkan kepada Tuhan ... seolah-olah kita sudah dapat dan bersyukur, maka kita dikatakan tidak ada lagi pilihan bagi Tuhan, saudara akan mendapat apa yang saudara inginkan. Seolah-olah sudah mendapat. Jadi bukan hanya digereja ini sekarang. Nanti kalaupulang kerumah, mau buka toko, berdoa itu kedengaran, kedengaran diri kita sendiri. 

       Coba saudara dengar. Kalau saudara dengar saudara sendiri berdoa keluar mulut, telinga saudara dengar saudara sendiri berkata ... iman saudara akan bertumbuh. Mau buka toko berlututlah, jangan buka dulu tangkeuban, jangan buka dulu itu papan-papan, jangan buka dulu rolling doornya. Sembahyang dulu. Tuhan, berkatilah toko saya, jangan kirim rampok tapi kirimlah langganan-langganan, jangan yang minta kredit kirimlah yang bayar kontan, nanti Tuhan kasih, nanti Tuhan beri.

       Saya rasa cukup sekian renungan Firman Allah. Berdoalah seolah-olah kita sudah mendapatkannya.        

-- o --   

Minggu, 25 Mei 2003

IMAN YANG LULUS UJI

Selamat pagi, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Yakobus  

1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia

Dalam bahasa Inggris dikatakan: Diberkatilah orang yang tahan dalam godaan, sebab apabila ia sudah lulus, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barang siapa yang mengasihi Dia.

Yang pertama kita akan lihat pada pagi hari ini adalah adanya pahala dari Tuhan kepada semua umat atau hamba Tuhan yang iring kepada Dia. Kita ini mengikut Tuhan tidak seperti asal jadi anggota gereja, terima baptisan air langsung jadi anggota gereja, dapat jaminan masuk sorga. Terlalu enak itu bagi Tuhan. Maka Tuhan memakai kata lulus ujian, memakai kata lulus dari berbagai-bagai godaan, berbagai-bagai rintangan. Kita lihat ada iman yang harus diuji. Saudara dan saya semua sudah dibagi iman.

Kita buka Roma 
12:3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. 

Jadi kepada kita masing-masing Tuhan memberikan satu ukuran iman! Saya yakin ukuran iman yang Tuhan beri kepada kita itu semua sama, semua sama. Nah, bagaimana iman ini bisa bertambah besar, bertambah kuat, itu ada beberapa cara. Cara yang pertama, kita lebih banyak mendengar firman Allah, menurut Roma  
10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. 

Kita sekarang sedang mendengar Firman Allah, minggu lalu saudara mendengar Firman Allah, minggu lalu lagi saudara mendengar Firman Allah, tanpa saudara sadar itu Tuhan menumpukkan Firman, menumpukkan iman didalam hati saudara. Tambah kurang kita dengar firman tambah kurang iman kita kepada Dia. Tambah jarang kita dengar Firman, tambah kurang iman kita kepada Dia, tambah banyak kita dengar Firman tambah banyak bahan-bahan iman yang ada didalam diri kita. 

Tetapi iman ini juga saudara-saudaraku adalah iman yang harus lulus ujian. Tidak mungkin iman kelas I SD dipakai untuk mengikuti uiian untuk masuk SMP, tidak mungkin. Dia harus naik dulu kepada iman kelas II SD, dia naik dulu kepada iman kelas III SD. Sampai dia mencapai iman kelas VI SD, barulah dia dapat memiliki iman untuk lulus ujian SD masuk SMP. Di SMP kita tidak pakai lagi iman kelas I SD, kelas VI SD, kita pakai iman kelas I SMP. Naik lagi iman kita sampai kelas III SMP, cucung i, cucung al, cucung san. Jangan sampai kita turun jadi cucunguk tetapi kita naik saudaraku pi e, kita lulus ujian dari cucung san ujian masuk lagi kao cung, kao cung i, kao cung al, kao cung san, itu aja yang saya ingat. 

SMA kelas I, kelas II, kelas III dapat lagi kekuatan, ini sedang bicara iman untuk lulus ujian masuk kepada Universitas, Perguruan Tinggi. Disana banyak lagi pelajaran tapi kita diminta supaya iman itu lulus sampai kita punya gelar. Nah, kalau saudara-saudara dari kelas I SD naik kelas II SD turun lagi kelas I SD naik kelas II turun lagi kelas I SD, itu nggak bisa lulus-lulus nanti. Nah, untuk itulah kita mau lihat apa yang dikatakan oleh surat Petrus. I Petrus 3 
3:13 Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik? 
3:14 Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar. 
3:15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, 
3:16. dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu. 
3:17 Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat. 

Disini kita dihadapkan dengan satu penderitaan. Maju dulu kepada I Petrus 
2:18 Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis. 
2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. 
2:20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. 
2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Ada penderitaan yang dihadapan kita, yang harus kita lewati. Coba kita maju kepada I Petrus 
4:15 Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. 
4:16 Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu. 
4:17 Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah? 
 

Ada penghakiman. Naik saudaraku keatas, yaitu I Petrus 
4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. 
4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. 
4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. 
 

Disini saudara-saudara, kita melihat bahwa iman kita akan diuji, iman kita akan diuji. Orang Amerika bilang begini: The faith which is not tested ... is not the faith which is not trusted - iman yang tidak diuji ... bukanlah iman yang dapat kita percaya, yang kita bisa pakai. 

Saudara sudah punya bagian iman, Roma 12 tadi. Dengan Firman Allah tiap minggu kita dengar Sabda Tuhan,  iman itu bertambah. Apa maksudnya dengan petambahan iman itu? Sama saudara sekolah. Kelas I SD, kelas II SD tiap hari kita menerima pelajaran dari guru-guru bahasa Indonesia, Berhitung  ya langsung ada Ilmu Bumi nya, ada Sejarah. Tiap hari kita belajar, pengetahuan kita bertambah. Tapi itu pelajaran tidak ada artinya kalau kita tidak dites, tidak diuji, tidak melewati ulangan. Maka iman harus dites, iman diuji. 

Petrus juga berkata dalam ayat yang lain, supaya kalau iman kita itu dites, kita ini keluar seperti emas yang sudah diuji oleh api. Orang di kamasan, toko emas, kalau orang bawa cincin sudah emasnya itu sudah agak butek, itu dicuci, dicucinya itu pakai api. Emas itu kalau kena api bukannya rusak - tambah menyala; emas itu kalau kena api bukannya hancur, meleleh, berkurang ... tidak - tambah murni dia! Itu sebabnya Tuhan juga memakai kisah seperti ini saudara-saudaraku, untuk menerangkan kepada kita bahwa kita harus dites, harus diuji seperti emas yang diuji oleh api. Kita akan menjadi seorang yang penuh dengan kemuliaan dari pada Tuhan karena kita sudah di uji oleh api. Kita lihat kepada ...

II Petrus 
1:5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu - jadi iman itu musti ditambah, nggak bisa cuma Roma 12:3 terus - kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 
1:6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 
1:7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. 
1:8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil - kata berhasil dalam salinan yang lain disebut lulus - dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. 
1:9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. 

Begitu pentingnya saudara-saudaraku iman kita ini harus ditambah, iman kita ini harus ditambah dari hari ke hari sehingga kita memperhatikan saudara-saudara iman kita ditambah dengan hal-hal yang baik, hal-hal yang berguna, hal-hal yang akan membuat kita lulus ujian didalam pengiringan kita kepada Tuhan, didalam pengiringan kita kepada Yesus Kristus, kita menjadi orang-orang yang lulus ujian.

Yakobus 
1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. 

Nampaknya, ada satu faktor X disini. Untuk membuat saudara lulus ujian bukan menyogok guru, bukan mendatangi kepala sekolah malam-malam bawa bingkisan, tolonglah anak saya supaya lulus. Faktor X disini adalah dengan mengasihi Dia. Kalau kita mengasihi guru yang mengajar kita, pelajaran yang dia ajarkan itu masuk. Kalau kita udah sebal sama guru yang mengajar, apapun yang diajar walaupun bagus nggak akan masuk karena kita sudah tidak suka kepada yang mengajar. 

Kalau saudara dengar Firman Allah, saudara mesti menyukai Guru Besar kita, yaitu Yesus, yaitu Roh Kudus. Kalau kita datang ke gereja, datang ke kebaktian dengan hati yang bersuka, eh da bangun subuh juga rasanya rela, rasanya iklas. Walaupun harus mandi setengah badan atau mandi semua badan tapi rela. Masih ingin tidur tapi rela bangun untuk kejar kebaktian karena kita mencintai Tuhan. Buktinya saudara ada digerja ini adalah bukti yang jelas bahwa saudara mencintai Tuhan, saudara mencintai Guru kita, Guru yang besar. 

Nah, kalau kita sudah mencintai Tuhan, gampang kita menerima pelajaran. Semua ujian yang dihadapkan kepada kita, kita akan hadapi dengan senyum, bukan berkeluh-kesah, bukan luh leuh tetapi kita akan menghadapi problem itu dengan tabah dengan senyum, dengan tenang, karena kita tahu nggak mungkin Guru kita itu bikin kita celaka, nggak mungkin Guru kita kasih ujian ini supaya kita nggak lulus ... nggak mungkin. Guru kita itu kasih ujian supaya kita ingat lagi pelajaran-pelajaran yang dia sudah pernah ajarkan kepada kita. 

Saudara-saudaraku, jangan takut ujian ya, karena apa? Karena pahalanya itu luar biasa, mahkota kehidupan. Ini lebih daripada mahkota emas. Didalam kitab Wahyu ada raja yang memakai mahkota bersusun, bersusun sampai tujuh. Diatas mahkota ada mahkota, ada mahkota ... sampai tujuh. Saudaraku mahkota hayat, mahkota kehidupan itu jauh lebih berharga. Waktu saudara meninggal, saudara mati, itu adalah satu awal saudara menikmati satu kehidupan yang baru, yaitu kehidupan yang kekal.

Sekarang kita hidup di dunia dengan kehidupan yang fana, kehidupan yang terbatas, kehidupan yang limited. Sama dengan saudara kontrak rumah. Kalau kontrak rumah walaupun saudara tinggal dirumah itu, ada batasan-batasan. Walaupun saudara boleh perbaiki rumah itu tapi tetap kepemilikannya bukan saudara punya. Lain dengan saudara mempunyai rumah sendiri. 

Pada waktu kita meninggal, waktu kita mati, itu kontrak kita dengan rumah yang didunia ini selesai. Karena Tuhan sudah bilang rumah yang di Sorga sudah disediakan bagi kita, ada haleluyah, saudara? Maka bagi saudara-saudara yang sedang menghadapi maut, menghadapi kematian, apakah kita, apakah diantara keluarga kita menghadapi kematian, harus berbesar hati, harus dengan teguh, dengan tenang bukan dengan sedih karena apa? Karena keluarga kita si A, si B yang mungkin menghadapi maut mengerikan tetapi didalam Tuhan, Dia menghentikan kontrak rumah yang limited, yang terbatas. Dia memiliki rumah yang tidak terbatas selama-lamanya didalam Kerajaan Sorga. 

Jadi yang disebut hidup itu bukan yang disini, yang disebut hidup ini adalah dibalik kematian ... itu hidup yang sebenarnya. Nah, kalau hidup dibalik kematian dikasih mahkota, itu berarti hidupnya bukan hidup susah. Mana ada orang pakai mahkota hidup susah, itu hidup kerajaan, hidup yang mahal, hidup yang langgeng, hidup yang baka, makanya nggak sembarangan dikasih. Nggak bisa kita saudaraku ke gereja asal ke gereja, kita berdoa asal berdoa ... nggak bisa, baca Alkitab asal baca ... nggak bisa, karena apa? Kita kawin pun kan nggak bisa asal kawin, nggak mungkin. Asal jeung saha we lah, pokokna mah asal kawin. Nggak mungkin kita begitu. 

Kita harus punya cinta sama yang kita kasihi dan cinta itu nggak bisa dibagi. Nggak mungkin cinta saudara dikasih, ah saya mau cinta sama ini 30%, sama ini 30%, sama ini 30%, yang 10% lagi nanti buat saya, nggak bisa. Cinta itu 100%, saudara mencintai orang itu atau tidak. Kalau saudara mencintai hanya 30%, itu saudara tidak mencintai.

Sekarang saya balik. Kalau saudara cinta Tuhan, nggak mungkin saudara cinta Tuhan  30%, nggak mungkin saudara cinta Tuhan 60%, yang 40% untuk dunia, 30% untuk Tuhan, 30% untuk dunia,  30% untuk saya - nggak bisa! Saudara mesti cinta Tuhan 100%, sebulat-bulat hati, segenap kekuatan, segenap akal budi mencintai Tuhan. Itu 100%. Nanti mahkotanya juga 100%. Haleluyah!

Ujian iman harus kita lewati, hanya kita lewati bisa dengan marah-marah atau kita lewati dengan tegar, dengan tenang yakin Bapa Guru kita, Boss kita di Sorga nggak mungkin ngejongklokin kita, nggak mungkin ngusrukin kita kalau bangga, nggak mungkin. Dia kasih ujian justru supaya kita pintar, supaya kita lulus, supaya kita dapat mahkota kehidupan. Ada amin saudara-saudara?

Ayat 12, Berbahagialah. Bahasa Yunaninya Makarios, diberkatilah. Kata 'makarios' ini nggak bisa dipakai untuk berkat manusia kepada manusia. Umpamanya saya ulang tahun. Saudara beli dasi untuk saya ya. Ada satu bapak di Jakarta dia kasih dasi, saya lupa taruh dimana itu dasi! Dia tanya, mana pak Awondatu dasi yang saya kasih? Saya lihat kok bapak nggak pernah pakai-pakai itu dasi. Yang mana ya? Warnanya kuning dibelakangnya hitam. Saya cari warna kuning dibelakangnya hitam ... nggak ada. Yang ada juga warna hitam dibelakangnya kuning. Saya cari-cari. Itu saya yang kasih pak, saya ingin bapak pakai. 

Nah, itu berkat yang dikasih sama saya, itu nggak bisa disebut makarios, nggak bisa. Makarios ini adalah dari Tuhan kepada kita, Tuhan kasih berkat. Artinya apa? Berkat Tuhan itu beda sama berkat manusia, berkat Tuhan itu beda dengan manusia. Seperti apa berkat Tuhan?

Kita baca dulu Yakobus  

1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya. 
1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. 
1:7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. 
 

Yang pertama, Tuhan kalau ngasih murah hati. Kalau saudara minta tiga, Dia nggak akan kasih tiga, pasti kasih empat atau lebih. Murah hati, aboundanty, limpah.

Yang kedua, Dia nggak suka bangkit-bangkit. Tadi saya bilang, ada satu bapak ingin supaya dasinya itu dipakai sama saya, mana itu dasi yang saya kasih. Kalau Tuhan nggak akan begitu. Nih, saya kasih, kamu pakai atau nggak pake ... itu urusan kamu. Ini Saya kasih damai sejahtera, kamu mau pakai nggak ?

Banyak kali kita nggak mau pakai damai sejahtera, kita mau pakai kepusing. Ini Aku kasih hidup benar, ini Aku kasih hidup lurus ... kita nggak mau pakai. Kita pakai hidup yang semaunya kita. Makanya tidak ada damai, ya,  tidak ada damai. Kalau kita minta harus pakai iman. Iman ini kalau terombang-ambing berarti itu iman tidak mantap, tidak kokoh, tidak teguh dan katanya ayat 

1:7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa akan menerima sesuatu dari Tuhan. Tetapi kalau orang yang bertahan, stabil ... ayat 12, mahkota aja Dia kasih, mahkota hayat Dia kasih. Tapi kalau kita wavering, kita bimbang, satu pun ... apapun, jangan kamu mimpi, Aku nggak akan kasih. Mau minta naik kelas, nggak akan kasih, mau minta rumah sendiri nggak dikasih, mau minta hidup bahagia, nggak dikasih, kenapa? Wavering. 

Nah, ini bagaimana supaya tidak wavering ini. Ah, itu ... dikasihlah makanan Firman Allah lebih banyak, lebih banyak, lebih banyak. Teman saya di Bogor pendeta punya dua anjing. Dia cerita sama saya. Anjing berkelahi aja, cuman dua berkelahi melulu. Tapi mulai dia perhatikan. Nanti hari senin anjing yang belang yang menang, wau ... wau ... wau, yang coklat ini lari. Eh, nanti dua hari lagi yang coklat yang galak, yang belang ini takut. Dia perhatikan, kenapa ya? Seperti ada harinya, kalau hari senin yang belang itu menang, kalau hari rabu yang coklat menang, nanti hari kamis ini yang belang menang lagi, entar yang coklat menang lagi, kok begitu? 

Waktu dia perhatikan, ternyata waktu yang belang itu menang, yang belang itu makan lebih banyak. Waktu anjing yang belang itu makan lebih banyak, rewog, rakus, makan lebih banyak ... dia lebih berani, dia lebih kuat. Yang ini kurus ini kurang makan - takut ... nggak ada power. Tapi besoknya yang coklat ini nggak tahu lagi ngidam apa,  dia makan lebih banyak dari yang belang, yang belang kalah. 

Saudara didalam kita ini ada dua kehidupan, hidup rohani dan hidup daging. Ini perang terus tiap hari. Hidup daging ini yang belang, hidup rohani ini yang coklat. Kalau saudara terus aja ngeladenin yang daging, terus aja ladenin yang daging, hawa nafsu daging diladenin, keinginan mata diladenin, keinginan daging diladenin - ini yang rohani ini kalah, ketekan. Tapi kalau saudara ngeladenin yang rohani, kebaktian ditambah, doa ditambah, diladenin yang rohani terus, bedstone ditambah, ikut kebaktian, dengar Firman Allah, nggak cukup dirumah, masih baca-baca hal yang rohani saja, si Inul dimatikan ... terus aja, lihatnya yang rohani terus - ini si belang ini kalah.  Ada haleluyah?

Tidak bisa disalahkan, siapa yang feedingnya lebih banyak, dia lebih kuat. Nah itu, marilah kita feeding saudara-saudara. Dan saya senang karena TV kami ini bisa lihat pendeta di seluruh dunia khotbah. Jadi saya, entah pagi, entah malam, entah sore, saya bisa dengar khotbah mereka. Saya kan mesti kasih makan banyak orang, saya sendiri mesti makan. Karena kalau saya kasih makan terus orang lain, saya sendiri nggak makan, saya nanti kelaparan. Saya makan dapat kekuatan baru, dapat kekuatan baru. Saya punya e-mail itu penuh dengan kiriman-kiriman, ayat-ayat dari pendeta Kenneth Kopland, dari Gloria Kopland, ya. Macam-macam. Saya ikuti pelajaran. Untuk saudara, untuk kita bersama supaya kita kuat, supaya kita pi e, supaya kita lulus, supaya kita selesai. Kan kita nggak didunia terus. 

Makanya saudaraku dikatakan disana, berbahagialah orang yang tahan dalam godaan. Kenapa dia bertahan? Kenapa tahan, kuat? Karena dia feedingnya kuat, banyak. Sebab apabila ia sudah lulus, ia akan menerima mahkota hidup yang dijanjikan Allah kepada barang siapa yang mengasihi Dia. Faktor  X nya jangan lupa, kita mesti datang sama Tuhan mengasihi Tuhan ... mengasihi Tuhan.

Waktu saya lihat seekor singa, dia ambil anaknya dengan mulutnya, saya kira dimakan padahal bukan dimakan - dipindahkan, diamankan, masukkin kelobang. Ini induk singa ambil lagi anaknya dengan mulut, dengan yang ada taringnya itu, tapi apakah mati? Nggak. Untuk dilindungi - untuk dilindungi, untuk dijaga.

Maka saya tidak panjangkan Firman Allah. Pada pagi hari ini, apapun persoalan saudara, apapun keinginan saudara, apapun kerinduan saudara, saudara harus tabah, saudara harus punya iman dan biarlah iman itu selalu ditambah tiap hari. Kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Minggu pagi, 08 Juni 2003  

BERKAT ADA DALAM PERSATUAN

Kisah Para Rasul 

2:1. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. 

Hari ini adalah hari pentakosta, hari yang tidak ada ditulis merah di kalendar, karena tepat hari minggu. Coba kita buka dulu Kisah Para Rasul 1   
1:2 sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. 
1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. 
1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku. 
1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus." 

40 hari dari Paskah, Yesus naik ke sorga. Sebelum Yesus naik ke sorga, Dia melarang murid-murid-Nya meninggalkan Yerusalem tetapi menanti, menunggu sampai mereka dipenuhkan dengan Roh Kudus dan mereka menunggu selama 10 hari baru datang pasal kedua yang tadi kita baca: ketika tiba hari Pentakosta semua orang percaya berkumpul di satu tempat.

Pentakosta artinya Lima Puluh: Penta itu lima, Kosta itu Puluh; Lima Puluh. Kenapa? Karena dihitung 50 hari dari paskah. Didalam Perjanjian Lama, 50 hari dari paskah dari kebangkitan Yesus ... datanglah hari Pentakosta. Nah, seorang yang menerima Yesus, saudaraku, dijanjikan untuk dilengkapi dengan Roh Kudus.

2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 
2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 
2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. 

Roh Kudus adalah Roh yang melengkapi, disebut juga Roh Api. Seorang yang sudah dipenuhkan Roh Kudus dia akan nampak semangat, nampak berapi-api. Hamba Tuhan kalau belum dipenuhkan Roh Kudus, dia pimpin pujian membosankan, dia bersaksi membosankan, dia khotbah membosankan, karena tidak ada api, tidak ada Roh Kudus; yang ditonjolkan dirinya, yang ditonjolkan acaranya, tetapi dia tidak mengalami urapan dari Roh Kudus!

Nah, sebelum kita menuju kepada dibaptis dengan Roh Kudus ... kalau bisa saudara datang nanti sore untuk dapat penjelasan lebih jelas, kita berhenti saja dalam ayat yang ke satu. Dalam ayat yang kesatu, 

2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. 

Dalam ayat ini ada satu kata, satu kalimat yang hilang. Dalam bahasa Inggris dikatakan: When the day of Pentecost had fully come, they were all with one accord in one place. In one place dalam satu tempat ada tetapi berkumpul ... ini yang hilang; in one accord ... dengan sehati itu tidak  ... luput tertulis, berkumpul aja, ya! Tetapi sebetulnya ada kata sehati ... in one accord. 

Nampaknya Roh Kudus baru mau bekerja, baru mau turun kalau umat Tuhan in one accord, dalam satu kesatuan, dalam satu persatuan. Kita bisa duduk di satu gereja tetapi belum tentu kita one accord, belum tentu kita mau satu tujuan, belum tentu, ya! Banyak kali saya ini tidak setuju dengan cara pengerja pimpin pujian itu aduh...karena sudah dipesankan disekolah Alkitab ini yang boleh, ini yang jangan, ini yang harus ... tetapi dilanggar terus, dilanggar terus jadi sepertinya tidak bersetuju. 

Amos 3:3 berkata; bisakah seorang berjalan bersama-sama kalau dua-duanya nggak bersetuju, kalau dua-duanya nggak sehati saya janjian mau jalan? Bisa nggak orang mau menikah kalau dua-duanya tidak sehati, ya?! Satu laki-laki akan menikah dengan satu wanita karena sehati. Yang laki-laki berkata aku tidak akan lihat lagi wanita lain hanya engkau, yang wanita berkata aku tidak akan lihat lagi pria lain hanya kamu. Dan bersehatilah melewati hidup bersama-sama dalam susah dan senang didalam kepahitan atau kemanisan bersama-sama karena sudah janji sehati.

Nah, didalam ayat ke satu ini ada kata itu 'one a accord'. Terus terang saudara-saudaraku kalau kita sehati, itu berkatnya banyak, amin saudara-saudara?!

Kita akan lihat apa berkat-berkat Tuhan kalau kita sehati. Nanti kita Roh Kudus bicaranya banyak, nanti dalam kebaktian sore, ya! Tapi ini dasarnya sampai Roh Kudus itu mau turun, mau beracara, mau memenuhi orang-orang yang menanti kepada Dia, one accord. Kita mau lihat yang pertama dalam Mazmur 

133:1. Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! 
133:2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. 
133:3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Ada haleluyah?! Bahasa Inggris duduk bersama dalam unity - persatuan ... one accord lagi, bersatu. Ayat 2.

133:2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. 

Mari saudara-saudara lihat ke depan. Harun waktu diurapi menjadi imam itu di siram dengan minyak urapan. Ini minyak saking limpahnya meleleh ke janggut, ya! Meleleh, saking banyaknya itu minyak - meleleh, lalu sampai ke jubah, turun ke jubah, menetes ke jubahnya Harun. Persatuan digambarkan sepetti minyak urapan. Atau saya bilang lebih jelas lagi minyak urapan, minyak Roh Kudus ... itu digambarkan saudaraku, bekerja di dalam persatuan. Ditaruh diatas kepala Harun, Yesus kepala Gereja, meleleh kepada janggut. Janggut bicara dari kuasa, dari kemampuan, dari otoritas ... turun ke jubah, jubah ini kuasa dalam hal tenaga. Dikatakan, inilah minyak urapan yang meleleh. Digambarkan dalam saudara bersaudara, sekeluarga, koko cici .. koko .. mei mei ..  - semua duduk dengan rukun.

Banyak saudara-saudara sudah tidak bisa duduk dengan rukun, kalau sudah soal keh we, kalau sudah soal duit, soal bagi rejeki, soal toko, rebutan anak menantu, ya! Papa mama jadi sakit hati, karena apa? Tidak bisa bersatu. Bersatu kalau lagi makan, bersatu kalau mati, semuanya ngadap keatas tapi kalau lagi hidup susah besatu, apalagi kalau sudah soal duit, apalagi kalau sudah soal uang, adik bisa dibunuh, koko bisa dimusuhin, papa mama bisa dianggap remeh, kalau sudah soal uang, susah soal persatuan ini!

Maka dikatakan persatuan ini bukan hanya jarang tetapi saudaraku bukan hanya indah tapi juga jarang. Kadang-kadang sepeti mustahil orang bisa bersatu. Dalam satu gereja seratus kepala, seratus pikiran; dua ratus kepala, dua ratus otak, dua ratus pendapat; tiga ratus kepala, tiga ratus otak, tiga ratus pendapat. Nah, kalau sampai seratus dua puluh orang duduk di Yerusalem semuanya bisa satu pendapat, semuanya bisa satu hati, satu tujuan, baru Roh Kudus turun. Ini yang pertama. Dikatakan ayat ketiga.

133:3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Kalau kita unity, kalau kita bersatu saudara-saudara, berkat tidak usah diminta, rezeki tidak usah dicari sebetulnya, Tuhan sendiri yang memerintahkan berkat. Jadi berkat itu bisa diperintah oleh Tuhan: Hai berkat, pergi ke keluarga ini karena keluarga ini ada persatuan; hai berkat turun di gereja ini karena di gereja ini ada persatuan. Hai berkat, turun disini, karena disini ada orang yang bersatu. Dimana kita bersatu disitu berkat. Dan kalau saya bilang berkat, itu bukan duit saja. Banyak konglomerat duitnya saudara-saudaraku, ... ini ada satu konglomerat ini, 4 tahun musti masuk penjara, kekayaan 265 trilyun tapi masuk penjara. Bukan disitu berkat. Kadang-kadang orang rumah tangga sederhana makan cin cay, pakaian sederhana, mobil sederhana tapi ada berkat Tuhan, istri nggak cemburuan. Wah, tersiksa saudara kalau kita punya istri cemburuan. Adat. Suami tidak kasar sama istri, anak tidak ngelawan sama orang tua, menantu nggak ribut sama mertua, wah, ... itu berkat. 

Sampai ada ayat didalam Amsal: Lebih baik makan dengan sayur-sayuran saja tetapi dengan hati yang sukacita daripada makan dengan daging-daging tetapi dengan berbantah-bantah. Betapa senangnya kalau kita bersatu, kalau kita rukun - panjang umur saudara! Kalau rumah tangga kita rukun ... panjang umur. Ini berkat yang pertama, disuruh itu berkat! Pergi kesana karena ada yang bersatu ... one accord!

Yang kedua dalam Matius 
18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. 
18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." 

Ayat 19, kita menemukan kata sepakat. Kan kata sepakat itu adalah kata yang lain dari sehati ... one accord. Ini dipakai kata dua, dua orang sepakat, dua orang sehati. Kata sepakat datang dari bahasa Yunani sumfoneo. Sum bersama-sama, Foneo itu berbunyi. Sumfoneo berbunyi bersama. Maksudnya bersama itu bersama didalam nada.  Umpamanya saya main organ di G tadi, yang main bass di G. Maka saya senang dengan kata sumfoneo ini karena ini bicara dari musik. Saudara mungkin nggak suka tapi mungkin pernah lihat di TV ada musik orkestra. Ada biola, ya ... ada biola besar, ada cello, ada trompet, ya, ada piano terus ada tambur besar, semuanya nggak boleh sembarangan main, nggak boleh sembarangan pukul, musti ikut yang sudah ditulis dibuku, ya! Kadang-kadang saya lihat ada satu simbal dalam satu lagu cuman dipukul sekali sama pemain musik, creng ...  - udah aja. Lagunya lima menit, pukul sekali simbal ... ka cape-cape, udah pakai dasi, udah pakai jas, kumis dikriting wah ... semua hebat, minyak rambut.
Tapi cuma pukul simbal satu creng. Tapi itu satu simbal dipukul  untuk satu accord, satu orkestra, satu simfoni dari satu lagu yang begitu banyak alat musik, dia kebagian pukul simbal, itu simfoni, itu musik, ya! 

Saudara-saudara di gereja nggak semuanya pintar ... ada yang bodoh. Nggak semuanya baik ada yang keras kepala. Nggak semua anak nurut ada yang bandel, nggak semuanya sehat ada yang batuk, nggak semuanya tinggi ... ada yang pendek; nggak semuanya bisa nyanyi. Saya punya murid satu namanya Herry Sanger, namanya Sanger, Sanger itu penyanyi tapi nggak bisa nyanyi dia. Kalau nyanyi not nya satu do. Kalau dia yang nyanyi gitar juga satu aja senarnya cukup. Saya bilang kok bisa ya! Waktu dia praktek terjun di Padang saudara, dia menangkan 30 orang Padang. Nah, orang Padang pintar nyanyi. Bagaimana bisa dibimbing oleh satu orang yang nggak bisa nyanyi. Saya nggak habis pikir ... itu karena Roh Kudus. Kalau kita bersatu ada berkat, sekarang dua orang sepakat sehati, one accord.

Meminta sesuatu katanya kepadaKu, meminta apapun juga. Bukan sesuatu. Apapun juga diminta, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh BapaKu di sorga. Saya berkata saudaraku, tidak semua jemaat suka nyanyi, saya kan duduk diatas, saya lihatin satu-satu jemaat. Tadi pagi saya lihat ada bapa bengong aja. Yang lain mah nyanyi, bengong aja, nggak tahu dia mikirin apa? Mungkin dia belum makan pagi. Itu yang namanya bahasa Yunaninya, badan ada disini ... pikirannya tidak ada. Ada yang dengar firman Allah perhatikan betul-betul, ada yang dengar firman Allah manggutnya lain, macam-macam saudara. 

Tetapi disini dikatakan dua orang suami-istri sepakat, dua ini angka jamak terkecil. Angka jamak terkecil itu dua. Jadi Tuhan pakai paling kecil tapi harus sepakat dua jamak. Dua ini sepakat apapun juga, saudara kan banyak cita-cita, apa cita-cita saudara? Ingin ini ingin ini. Cari satu orang yang lain yang bisa sepakat, berdoa yang sama untuk cita-cita itu - pasti dikasih. Maka harus sepakat, harus satu hati.

Lukas 

11:9 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. 
11:10 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. 
11:11 Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? 
11:12 Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? 
11:13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya." 

Udah ada jaminan. Kalau saudara, kita belum penuh Roh Kudus itu bukan salahnya Tuhan. Tuhan jamin pasti dikasih. Dalam ayat 13 ini kita belajar satu hal bahwa Roh Kudus adalah pemberian yang baik. Jikalau kamu yang jahat memberi pemberian yang baik pada anak kita, apalagi Bapa di sorga Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya. Roh Kudus adalah pemberian yang hau, yang baik, yang Tuhan siapkan berikan kepada kita - sayang tidak dipakai, sayang tidak digunakan Roh Kudus ini. 

Roh Kudus itu Penolong, Roh Kudus itu Penghibur, Roh Kudus itu Teman pada waktu kesusahan, Roh Kudus itu Guru Besar kita, Roh Kudus itu Sahabat kita, Roh Kudus Pembimbing kita, Roh Kudus Penuntun kita. Bawalah diriku kepada ... Dia membawa, Pemimpin kita, Pembimbing kita, s'gala kebenaran Dia Guru kita Agarku tidak tersesat ... Mengikuti jalan-Mu, Dia penunjuk jalan yang benar. Peganglah tanganku Roh Kudus Dia yang mau menuntun kita, Dia Penuntun. Setiap hari Dia setia, Ku tak dapat jalan sendiri, Dia Mahamampu, kita nggak bisa apa-apa tanpa Dia ...  tanpa Roh-Mu.

Ini dasar-dasar kalau mau dipenuhkan Roh Kudus. Ada yang suka bilang begini: kenapa ya itu kepenuhan Roh Kudus sampai jerit-jerit? Nah, itu salah. Yang penuh Roh Kudus jerit-jerit, goak-goak ... itu bukan Roh Kudus, itu roh Tarzan. Roh Kudus itu didalam Kisah Para Rasul 2, berkata-kata dalam berbagai bahasa.

Kembali lagi kepada Kisah Para Rasul 
2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.  

Bukan jerit-jeritan, bukan teriak-teriak. Yang teriak-teriak, yang jerit-jerit itu daging kita. Mungkin kita lagi susah, mungkin kita lagi sempit, lalu kita seperti mau mengadu sama Roh Kudus, Roh Kudus turun oh, kita ... Biasa kalau orang Indonesia kan, makan aja beda sama orang barat kan, orang barat mah makan teh ditutup mulut kan 36 kali. Kalau kita mah pan ceplak, ... Kalau nggak ceplah teh rasanya nggak enak, mie juga diminum sama kita mah, bukan digigit. Lain cara.

Nah, demikian juga mungkin cara mengekspresikan zaman dulu disana itu berkata-kata. Jadi begitu Roh Kudus turun, doa saudara itu kata-katanya lain. Nggak bisa saya ajar. Nanti Roh Kudus kasih. Saya bisa dorong, saya bisa bantu didalam moral, bantu supaya saudara berani bicara tapi saya nggak bisa ajar bahasanya apa. Roh Kudus nanti yang ngajar karena satu sama satu sudah lain ngomong, satu sama satu lain. Berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Ada yang melompat-lompat, yang guling-guling itu bukan penuh Roh Kudus ... itu daging. Penuh Roh Kudus itu berkata-kata biasa saja, sederhana, tenang, berdoa. Seperti suara angin ribut yang besar - itu bukan Roh Kudus, seperti suara angin, turun api tapi akhirnya yang penuh itu berkata-kata. Saya pakai bahasa Sunda, ya: ngomong naon eta teh keur sembahyang kitu teh?

Kita nggak tahu ngomong apa. Nanti Roh Kudus kasih bahasa, Dia kasih bahasa dari sini bukan dari sini. Kalau kita bahasa Indonesia “Bapa kami dalam sorga dipermuliakanlah nama-Mu:, ah, dari sini. Tapi kalau Roh Kudus doanya dari sini keluar bahasa yang baru. Bagaimana tuh ngomongnya, ya? Seperti ledeng. Kalau ledeng dibuka keluar air, kalau ledeng ditutup air nggak keluar. Kalau mulut kita ditutup nggak keluar bahasa, tapi kalau mulut kita dibuka Roh Kudus nanti bicara. Oke, mari kita berdiri bersama-sama!  

-- o -- 

Minggu pagi, 15 Juni 2003

JANGAN BERHENTI SETENGAH JALAN

Selamat pagi, selamat bertemu dalam nama Tuhan Yesus Kristus. 

Kejadian

11:27 Inilah keturunan Terah. Terah memperanakkan Abram, Nahor dan Haran, dan Haran memperanakkan Lot. 
11:28 Ketika Terah, ayahnya, masih hidup, matilah Haran di negeri kelahirannya, di Ur-Kasdim. 
11:29 Abram dan Nahor kedua-duanya kawin; nama isteri Abram ialah Sarai, dan nama isteri Nahor ialah Milka, anak Haran ayah Milka dan Yiska. 
11:30 Sarai itu mandul, tidak mempunyai anak. 
11:31 Lalu Terah membawa Abram, anaknya, serta cucunya, Lot, yaitu anak Haran, dan Sarai, menantunya, isteri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama dengan mereka dari Ur-Kasdim untuk pergi ke tanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke Haran, dan menetap di sana. 
11:32 Umur Terah ada dua ratus lima tahun; lalu ia mati di Haran.

12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; 

Kalau lihat pembacaan ini, nampaknya pasal 12:1-3, itu terjadi sebelum pasalnya yang ke-11.

12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. 
12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." 
12:4. Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.

Nampak saudara-saudara, kita lihat Terah bapanya Abram punya 3 anak, yaitu Abram, Nahor dan Haran. Haran ini mati. Hanya Abram dan Nahor. Nampaknya jaman dulu, orang memberi nama kota memberi nama tempat itu dengan nama orang. Jadi Haran mati tapi ada satu kota namanya Haran. Saya tidak tahu kenapa sampai orang mati ini dipakai namanya oleh orang-orang jaman dulu menjadi satu nama kota. 

Kalau saudara membaca ayat ke 4 pasal 12, disana kita melihat Abram mulai keluar dari Haran. Tapi pasal 11 justru ketika Terah membawa Abram,  sama Lot anak Haran, justru mereka tinggal menetap di Haran. Ini mari kita lihat prosesinya, jalannya.

Pertama, Abram ada di Urkasdim. Tuhan berkata sama Abram, Kejadian 12:1: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu."

Lalu pergilah. Tapi bersama dengan Terah. Pergi mereka berhenti di Haran. Tuhan nggak pernah ngomong, Aku akan membawa kamu ke Haran. Tapi Abraham pergi ke Haran. Dan kalau saudara baca pasal 11:31 bagian akhir, lalu sampailah mereka ke Haran, dan menetap di sana. 

Tuhan berkata: Aku akan membawa kamu ketempat yang nanti Aku tunjukkan. Tapi mereka tinggal di Haran. Haran artinya 'setengah jalan'. Setengah perjalanan. Maaf saudara, banyak orang kristen umat Kristen ..  itu ikut Tuhannya itu setengah jalan. Ikut Yesusnya itu setengah jalan. Mengambil keputusan untuk jadi murid Yesus  untuk mengikut Kristus itu setengah jalan. 

Contoh yang pertama, istri Lot. Ketika Sodom Gomora dibakar dengan api, kasihan Abraham, tolonglah saya punya keponakan itu. Oke, malaikat datang suruh sama Lot, pergi kamu sekeluarga, istri, dua anak perempuanmu pergi keluar dari Sodom Gomora karena akan dibakar .. dan jangan nengok. Lot suami jalan, nggak nengok. Dua anak perempuan jalan nggak nengok. Selamat. Tapi ditengah jalan, istri Lot nengok kebelakang. Pada waktu dia menengok kebelakang, dia jadi tiang garam. Dia tidak sampai kepada tujuan, panggilan Tuhan. Mari kamu pergi sampai kesini. Ditengah jalan dia gagal. Istri Lot ikut Tuhan, mengikut nasehat Tuhan, hanya  setengah jalan. 

Nampaknya orang yang setengah jalan itu setengah hati. Dia tidak sungguh-sungguh ikut Tuhan. Itu sebabnya ketika keluar dari Urkasdim, kok menetap di Haran ... bukan disini tempatmu. Baru kejadian 12:4, Abram waktu usia 75 tahun keluar dari Haran, baru diteruskan. Untung dia teruskan perjalanan. 

Tetapi banyak orang kristen berhenti di Haran. Mereka tidak mau terus. Bukan tidak bisa, lho. Tuhan bilang: pergi, Aku akan bawa kamu ke tempat yang akan Aku tunjukkan kepadamu. Banyak orang ikut Yesus milih-milih, milah-milah. Setengah jalan. Saya katakan tadi bukan nggak bisa, tapi nggak mau. 

Contoh satu, baptisan air. Bisa kok dibaptis. Tapi karena nggak mau .. nggak dibaptis. Persembahan persepuluhan bisa tapi karena nggak mau, sudah ngerti tapi karena nggak mau ... tidak dilakukan. Istri tunduk kepada suami bisa tapi setengah jalan kita .. nggak dilakukan, ngelawan sama suami. Disini sudah nggak ada. Suami mengasihi istri bisa tapi nggak mau. Sampai ada yang selingkuh. 

Jadi saudara-saudara, ikut Tuhan itu sebetulnya bukan nggak bisa. Tuhan janji, Aku akan bawa kamu ketempat yang nanti Aku tunjukkan. Tapi banyak orang diam di Haran, setengah jalan. Isti Lot itu sudah keluar dari Sodom Gomora. Sodom Gomora ada dibelakang dia, tapi sayang saudaraku, istri Lot ini .. Sodom Gomora tidak keluar dari pikirannya .. tidak keluar dari hatinya.

Banyak orang keluar dari dunia .. dia menjadi orang kristen tapi dunia belum keluar dari pikirannya. Dia duduk di gereja tapi pikirannya pikiran dunia. Dia jadi orang kristen hatinya hatinya dunia. Orang Tionghoa bilang, badannya ada di gereja tapi pikirannya nggak ada ... kedunia. Setia bisa setia karena nggak mau .. dia nggak setia. 

Contoh berikutnya adalah Orpa. Pada waktu Elimelek dengan dua anaknya Maklon Kilyon dengan Naomi ngungsi saudaraku dari Bethlehem ke Moab. 10 tahun di Moab bukannya dapat berkat malahan dapat kematian. Elimelek mati, Maklon dan Kilyon saya nggak tahu matinya karena apa, tiga-tiga lelaki itu mati aja. Maka tinggal tiga trio wanita, trio janda. Naomi, Rut dan Orpa. Sesenggukan nangis. Sudah dikubur mayat, ingatlah Naomi, ah, saya mau mudik lagi mau pulang ke Bethlehem, karena saya dengar di Bethelem justru sekarang lagi senang. 

Tuh saudara, banyak orang tinggalin Bethlehem, tinggalkan Tuhan tinggalkan kebaktian tinggalkan gereja karena merasa di dunia lebih senang. Tapi justru di dunia di Moab ada kematian. Setelah di dunia di Moab ada kematian, baru kita sadar. Banyak kali kita sadar itu kalau sudah menghadapi maut menghadapi kematian. Sadar, yu kita pulang kembali .. pulang. Ditengah jalan Naomi mikir, ini dua menantu saya ini mau apa ikut-ikut saya. Udah ditengah jalan nih .. udah sebentar lagi Bethelehem, eh Orpa nangis: iya, betul juga ma, saya mau kembali saja ke Moab. Saya masih  mau cie fen. Saya mau kembali ke mama saya. Setengah jalan dia. Dan arti dari Orpa itu lucu sekali, arti namanya Orpa itu leher. Leher nya itu nggak mantap, dia nengok lagi ke belakang. Dia kembali ke Moab. 

Dan sampai disitu cerita Orpa, tidak diceritakan lagi. Rut terus. Saya ikut mama saja. Saya ikut sampai Bethlehem .. ikut terus. Di Bethlehem saudara tahu ceritanya, dia ketemu bossnya Bethlehem, Boaz, orang paling kaya di Bethlehem. Apa nggak ada gadis cantik di Behtlehem? Banyak. Balatak. Tapi kenapa Boaz itu senang cinta kepada janda yang muda ini? Saya yakin itu karunia Tuhan bagi Rut karena Dia lihat kesungguhan Rut, dia jalan tidak setengah jalan tapi tembus sampai di Bethlehem.

Banyak orang kristen setengah jalan. Ke gereja, ke gereja, ke gereja ... baptis, baptis, baptis - begitu kawin ... hilang, nggak ke gereja lagi. Anak dipakaiin alasan. Kenapa nggak kebaktian? Aduh, orok euweuh nu ngajagaan. Kenapa teu ka gereja? Aduh, ieu geus boga dua yeuh. 

Jadi Tuhan dipakai bedak. Tuhan tenang ya, aku sudah kawin sekarang. Tuhan dibedakin saja. Hari natal dibedakin, hari paskah dibedakin, Tuhan ya, Tuhan mah baik. Tuhan jangan marah ya, saya nggak kebaktian lagi ya. Setengah jalan.

Saudara kira Tuhan nggak punya perasaan? Saudara kira Tuhan nggak tahu yang kita lakukan? Saudara kira apa yang kita lakukan itu tidak ada konsekwensinya? Orang yang setengah jalan saudaraku, tidak akan pernah menikmati berkat yang full, berkat yang sepenuhnya. Jangan setengah jalan ikut Tuhan. Jangan setengah hati ikut Yesus. 

Yang ketiga. Ada anak muda saudara, berharta banyak, datang sama Yesus: Ya Yesus, apa yang aku harus perbuat supaya aku dapat hidup yang kekal? Ini anak muda kaya, saudara. Waduh, saya ketemu 2-3 orang anak muda yang pegang uang mungkin lebih dari 100 milyar. Sekarang dia sudah bangun 3 hotel. Saya yang baptis dia. Nanti sore dia datang kebaktian disini. Dia orang Jakarta tapi sebentar di Jepang, sebentar di Singapur, sebentar di Bali, sebentar di Bandung .. bangun hotel. Anak muda. Baru 28 tahun. Baru dia bayarin saya punya perpanjangan mobil. Pegang harta banyak. Pernah dia sakit karena main saham kalah 50 M. Coba kalau 50 milyar itu kita beliin kwaci, berapa truk itu kita jejerkan dari Jagorawi itu sampai mana? 

Dulu juga anak muda kaya datang sama Yesus petantang-petenteng: Ya Yesus, apa yang aku harus perbuat, supaya aku selamat? Yesus bilang, apa yang tertulis dalam Taurat, anak-Ku. Jangan kamu membunuh, jangan kamu berjinah. Baru ngomong begitu, Yesus .. oh Tuhan, itu sudah dari kecil saya lakukan. Coba. Anak muda.  Udah kaya, dari kecil dia lakukan Firman Allah. Nggak ada salah sedikit juga. Nggak ada salah. Itu hukum Taurat dia lakukan. Anak muda. Kapan lagi. Pasti ibu-ibu sudah minta: Tuhan, supaya saya punya menantu ini dia. Udah dianya baik. Banyak anak muda kaya tapi waduh main cewe .. main perempuan. Dengan kekayaannya nyeleweng sana nyeleweng sini. Tapi ini anak muda udah kaya beragama, taat.

Yesus bilang: Satu lagi kamu yang kurang. Apa Tuhan? Jual kekayaanmu, bagikan sama orang miskin, ikutlah Aku, nanti Aku kasih kekayaan dari Surga. Nangis. Berduka, katanya tulisan Alkitab, karena dia berharta banyak. Lalu mundur dari Yesus. Setengah jalan. Udah beragama 10 hukum Taurat dia lakukan, aku sudah kerjakan sejak kecil. Tapi begitu Yesus bilang jual, ikut Aku. 

Ada satu hukum yang dia belum kerjakan: jangan menyembah berhala. Dia sudah berhalakan kekayaannya. Dia tidak berani tinggalkan kekayaannya. Wai bagi kita, aduh kalau jam kebaktian nggak berani ninggalin toko ... keur rame ayeuna teh, kumaha atuhnya. Aduh keur rame. Masa atuh saya tinggalin toko keur rame-ramena kieu,  keur marema. 

Saya mau berhenti dulu, kasih kesaksian di kota Jember. Anak pantekosta disana kalau hari minggu buka toko. Lalu pendetanya bilang, kebetulan pendetanya guru saya, almarhum oom Soriton, coba katanya, sekarang jemaat belajar toko tutup hari minggu, hormati Tuhan. Nanti diberkati sama Tuhan. Wah, nggak percaya. Tetap saja buka. Tapi ada satu jemaat, dia bilang: Tuhan, saya mau coba. 

Mulai umpamanya bulan Juni ini, dia buka hari minggu, tapi dia mulai hitung keuntungan satu bulan berapa, dia buka hari minggu. Udah satu bulan. Bulan keduanya Juli, dia nggak buka, hari minggu tutup, kebaktian. Sama-sama empat minggu. Kaget dia saudara. Penghasilan bulan Juli, waktu dia tutup hari minggu .. itu satu setengah kali dari bulan Juni. Ah, dia pikir mungkin ini tu ho ini, bikin lagi Agustus. Begitu juga. Keuntungannya satu setengah kali bulan Juni. Ah, bikin lagi bulan berikutnya. Terus menambah. Sampai dia bersaksi, bertobat. Sampai kesaksiannya itu sampai disaya, saya saksikan sama saudara.    

Tuhan nggak bisa dimain-main, bukan cuman buat dibedakin Tuhan. Dia setia kepada janji-Nya. Hormati Tuhan. Tuhan ciptakan langit dan bumi. Hari kesatu Dia bikin terang, hari kedua Dia bikin laut, hari ketiga Dia bikin ini, hari keempat ini, hari kelima dia bikin .. semua alam sudah selesai, sampai taman, sampai buah sampai binatang udah selesai, hari keenam dia bikin manusia. Adam. 

Hari ketujuh sabat, istirahat. Coba saudara kita lihat senangnya kita manusia itu, Adam itu. Ini hari keenam ini, breg Adam dibikin. Lima hari sebelumnya fasilitas disediain. Udah ada laut, udah ada buah, udah ada taman, udah ada terang, udah ada burung udara. Semua taman sudah ada buah semua, dari kesemek sampai burahol udah ada semua disitu. Binatang saudaraku dari ... si Inul aja yang belum, semuanya sudah ada binatang disitu saudara. Begitu beunta Adam, sudah ada.

Hari ketujuh istirahat. Santai. Ini Tuhan punya mau. Tuhan sudah sediakan fasilitas, nikmati .. santai. Eh, kita mah nggak mau santai, cari duit ... cari duit .. sampai mandi juga lupa. Pokoknya uang, uang. Jadi Tuhan itu kasihan sama kita. Dikasih hari untuk istirahat masih cari duit saja. Istirahat. Biasanya yang tutup toko hari minggu, umurnya lebih panjang. Bukan saya yang ngomong. Ini diselidiki. Saya baca bukunya. Di Amerika diselidiki orang yang kerja itu di pintu kereta api dia musti turunin pintu kereta api, dia kerja hari minggu. Waktu diselidiki beberapa orang yang kerja, mereka itu meninggal lebih dulu daripada mereka yang tidak kerja itu. Kulinya sama beratnya sama tapi yang hari minggu dia kebaktian ke gereja dia nggak kerja, sama yang kerja hari minggu, wah karena gajinya gede, itu pendek umurnya. 

Tapi bukan itu yang saya mau cerita. Yang saya mau cerita, jangan setengah jalan mengikut Tuhan. Jangan setengah-setengah, jangan jadi kristen-kristenan. Jadilah kristen tenanan, katanya orang Jawa. Jadilah kristen sungguhan, jangan ikut-ikutan. Makan yamien boleh setengah. Kalau ada orang gila kita ngomong apa? Tuh orang setengah. Maka jangan ikut Tuhan setengah-setengah. Jangan ikut setengah hati. Ikut ikutlah Tuhan s'karang ... Ikutlah selamanya, ada haleluyah saudara? S'gala kesusahan Dia tangung .. Dia pimpin sampai Surga. Kan kita nggak hidup di dunia terus. Kan kita akan mati, badan kita mati, roh kita itu terus nanti ke surga. Jadi kita ikut Tuhan jangan setengah-setengah, jangan separuh-separuh. 

Saya sudah ada celengan disana. Anak pertama saya sudah disana, papa saya sudah disana, mama saya sudah disana. Saya sudah ngomong sama oom Brodland, tante Brodland: kenapa ya ini tahun-tahun sekarang ini hati saya itu kok sudah disana terus, udah mikirnya kesana terus. Dia bilang, ya sekarang kamu kerja aja serajin-rajinnya. Hatimu disana nggak salah, tapi sekarang kerja serajin-rajinnya mumpung sehat. Jadi saya ini mumpung sehat balapan sekarang sama waktu. Waktu yang Tuhan kasih kan lebih pendek sekarang daripada 10 tahun yang lalu. Waktu yang Tuhan kasih sama saya umur kan lebih pendek. Umpamanya saya umur 70 tahun 10 tahun yang lalu, masih 30 tahun didepan saya, atau 25 tahun, sekarang sudah tinggal 15 tahun. Lebih pendek kan. Nah, saya kejar-kejaran sama waktu. Saya mau kerja waktu sehat mumpung sehat, lebih setia, lebih baik,  ikut-ikut Yesus terus sungguh-sungguh. Jangan setengah jalan.   

Ada satu raja Agripa. Dia tangkap Paulus karena injil. Coba kenapa kamu ditangkap Paulus, katanya. Paulus bersaksi. Wah, aku ditangkap karena nama Yesus. Dulu saya tukang kejar orang kristen bunuhin orang kristen. Stephanuspun saya bunuh tapi Tuhan Yesus menemukan saya. Tuhan Yesus merubah saya, saya jadi rasul. Dia bersaksi ... bersaksi ... bersaksi; ini tangannya dirantai waktu bersaksi. Agripa ngomong begini: "Kamu nyaris meyakinkan aku jadi kristen"; kamu hampir meyakinkan aku jadi kristen. Raja ini bilang begini. 

Nah, banyak orang yang hampir jadi kristen. Banyak orang yang aduh, udah simpati sama gereja, simpati sama kristen tapi hampir .. hampir saja. Ada orang budha suami istri di Jakarta. Istrinya cacat tapi mereka suka kebaktian di Petojo. Suka telepon ambil sms tiap hari. Kalau dia udah dapat sms, dia bikin sms sama saya, haleluyah puji Tuhan, luar biasa. Tapi belum mau dibaptis. Mertua saya dulu ko Dodo ke gereja, hari natal ke gereja, nyanyi malam kudus tapi nggak mau dibaptis. Pada tahun-tahun 10 tahun terakhir, ke gereja ikut hari minggu ke gereja, ikut dibelakang duduk dengar khotbah tapi nggak mau dibaptis. Sampai ada mujijat satu. Cucunya anak Debbi itu Hubert itu jatuh patah tangannya di-pen di dokter. Nggak kering-kering saudara. Bayangin 3 bulan nggak kering, luka macam apa. 

Maka mertua saya, ko Dodo itu sembahyang sama tuhan allah, dia punya meja sendiri meja sembahyang. Dia sembahyang di loteng dengan air mata dia nangis, masih cung cung cep, ngacung ngacung tancep. Sungguh-sungguh, minta tolong sama thien supaya cucunya ini sembuh. Dan hati mertua saya begitu tulus sungguh-sungguh sembahyang sama Tuhannya. Dia belum mau percaya Yesus. Dia mimpi saudara. Pada satu pagi waktu gereja masih lama saya juga masih disini, itu tahun '86. Dibawa cucunya pagi-pagi. Yo, tadi malam papi mimpi ketemu orang jubah putih berjenggot, bilang, bawa cucumu sama menantumu yang pendeta suruh dia sembahyang, pasti sembuh. Jadi papi bawa ini cucu. Wah,  saya tahu itu Yesus. Dia nggak tahu cuman jubah putih berjenggot. Itu Yesus. Langsung saya sembahyang, Tuhan tolong .. haleluyah. Nggak nangis saya mah suka-cita. Amin. Tiga hari kering. Langsung dia telepon cicinya yang di Surabaya, panggil kita baptis. Baptisnya juga disini. Cicinya wah beuleugeudeugan nggak percaya .. tapi dibaptis. 

Saya senangnya apa? Dia ikut Tuhan nggak setengah jalan. Sungguh-sungguh. Dia nggak sembahyang tuhan allah lagi, pokoknya dia betul-betul ikut Yesus sampai dia meninggal. Nggak setengah jalan.

Maka pada pagi hari ini, jangan setengah jalan. Ikutlah Tuhan selamanya. Ikutlah Yesus sampai nafas terakhir. Ikut. Kalau Tuhan korek kita punya benda yang didunia, kenapa kita nggak serahkan, kenapa kita keukeuweuk -  itu benda mati. Kenapa sih kita ini, surga itu nggak terhitung mahal harganya Dia kasih sama kita, kenapa Tuhan korek waktu kita, Tuhan korek benda-benda disekitar kita, Tuhan korek .. kita keukeuweuk. 

Saya belajar saudara, ketika anak saya meninggal .. saya belajar banyak. Dia anak saya  tapi dia bukan milik saya. Saya waktu reuni, saya dapat berkat dengar kesaksian dari eks Cianjur. Ada eks Cianjur dari Jogja dia bersaksi satu kalimat, saya dapat berkat. Ada eks Cianjur yang bertobat disini besar disini, dia menangkan orang Sunda. Dia bersaksi juga. Dia pernah kehilangan rumahnya dibobol maling, televisi hilang semua. Dia bilang,  kenapa Tuhan .. hilang? Memang Tuhan ganti. Dalam tiga bulan Tuhan ganti, kasih lagi sama dia televisi, pokoknya yang hilang-hilang semua diganti sama Tuhan. Tapi katanya Tuhan ngomong sama dia, kurang lebih begini: kamu nggak akan merasa kehilangan kalau kamu nggak merasa memiliki! 

Kenapa sekarang adik-kakak ribut mau bunuh-bunuhan soal rumah; suami istri bentak-bentakan di pengadilan bawa perceraian soal keh weh, soal pembagian uang - rasa memiliki semuanya. Bisa nggak kita bisa bebaskan diri kita dari rasa memiliki. Nanti kita nggak akan merasa kehilangan. 

Pada pagi hari ini, semoga kita disadarkan Tuhan supaya kita tidak setengah jalan. Ayat 4 dari pasal 12, maka pergilah Abram dari Haran, dia terus ikut perjalanan sampai ke Kanaan. Mari kita berdiri bersama-sama. Haleluyah.   

-- o --  

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________