Khotbah Minggu Pagi Mei - Juni 2006

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu pagi, 07 Mei 2006

TAKUT AKAN TUHAN

Selamat pagi, selamat berbakti di dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. Kita akan buka alkitab kita di dalam Amsal pasalnya yang ke-1. Amsal

1:7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Ayat ini berkata, takut akan Tuhan itu adalah permulaan. Kalau saya pakai kata permulaan, saudara mungkin  kurang mengerti. Tetapi kalau saya pakai salinan yang lain, yaitu dasar. Takut akan Tuhan adalah dasarnya, awalnya dari pengetahuan.

Banyak orang sekarang ini sekolah ke tempat-tempat yang mahal, ke luar negeri. Anaknya dikirim supaya mendapatkan pengetahuan, supaya mendapatkan didikan yang baik, supaya mendapatkan sesuatu yang baik. Tapi biar saya kasih contoh. Beberapa orang yang dikirim ke luar negeri untuk belajar. Ada seorang anak yang disekolahkan ke luar negeri. Di sana dia menjadi pengedar narkoba. Pulang dia menjadi rusak. Seorang bankir, dia kirim anaknya ke luar negeri, ke Amerika untuk sekolah. Anaknya itu diculik orang dan diperkosa lalu dibunuh. Ada orang lagi yang dikirim ke Amerika. Tetapi di sana dia menjadi penjudi. Ada orang dikirim untuk belajar sekolah tinggi ke Australia. Sampai di sana, baru 20 tahun, dibunuh oleh pacarnya.

Jadi ternyata orang yang mencari pengetahuan, itu tidak dilindungi oleh takut akan Tuhan. Tidak terlindungi oleh takut akan Tuhan. Tetapi Salomo ini luar biasa. Dia bilang, takut akan Tuhan adalah permulaan, awal, dasar, the beginning dari segala berkat.

Kalau saudara-saudara mau tahu bahwa Alkitab ini jangan dianggap remeh. Alkitab adalah - saya mau beri nama - Buku di atas segala buku, Kitab di atas segala kitab. Karena dari dalamnya kita menimba sesuatu yang tidak ada di kitab-kitab yang lain. Kalau saudara tidak pernah baca alkitab ini, saudara sudah melakukan kesalahan yang tak terampuni, karena tidak pernah baca. Coba baca satu hari, satu ayat saja. Cuma satu ayat.

Taruhlah Alkitab itu di laci toko. Taruhlah Alkitab itu di tempat saudara mau tidur. Letakkan Alkitab itu di tempat saudara bisa menjangkau di kantor. Begitu masuk kantor, saudara buka saja Alkitab, baca satu ayat. Jangan banyak-banyak, satu ayat saja, dan renungkan lalu tutup. Pada waktu tiga bulan, saudara akan melihat dampak yang luar biasa di dalam kehidupan saudara karena Firman yang saudara membaca itu dia mengadakan satu perubahan dalam hati kita tanpa kita tahu.

Peribahasa berkata, sehari selembar benang, setahun sehelai kain. Satu ayat itu seperti sehelai benang. Dua ayat dua helai benang. Tapi satu tahun sudah 365 benang. Apalagi kalau saudara baca pagi sore. Benang-benang itu akan dirajut akan menjadi kain, akan menjadi satu bahan di mana saudara bisa memakainya dalam kehidupan rohani kita.

Maka dikatakan oleh Firman Allah itu, takut akan Tuhan itu dasar, awal, dari segala pengetahuan. Takut akan Tuhan itu dasar dari segala pengetahuan. Di dalam Mazmur pasalnya yang ke-34, di sana kita akan membaca satu ayat mengenai takut akan Tuhan. Mazmur 34:9-11,

34:9 Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
34:10 Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!
34:11 Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik.

Ayat 10 berkata, takutlah akan Tuhan, hai orangnya yang kudus. Jadi ada orangnya yang kudus yang tidak takut sama Tuhan. Tapi takutlah akan Tuhan hai orangnya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia. Banyak jemaat sekarang ini, bagaimana supaya hidup saya tidak kekurangan? Banyak yang sakit, tidak sedikit yang terganggu pikirannya menjadi gila karena perekonomiannya sangat berat, perekonomiannya sangat sulit. Berkeluh kesah mengadu sama saya: Tolong bantu doa, ekonomi saya begini, ekonomi saya begitu. Baru saya tahu terlibat hutang, meminjam uang.

Sebetulnya kalau kita takut akan Tuhan, kita tidak akan pinjam uang yang berbunga terlalu besar. Sampai rumah saya mau digadaikan untuk bayar hutang. Kalau kita takut sama Tuhan, kita tidak akan meminjam bunga berbunga. Kalau kita takut akan Tuhan, nggak mungkin kita hidup dalam kekurangan.

Kalau ini ayat bilang tidak akan kekurangan orang yang takut akan Tuhan, tapi kita kekurangan ... salahnya bukan sama Firman Tuhan. Tapi salahnya sama kita. Kalau kita takut akan Tuhan, kalau kita jujur terhadap Tuhan, kalau kita takut, kalau kita ngeri kepada Tuhan maka kita tidak akan kekurangan. Ayat 12-15,

34:12 Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu!
34:13 Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?
34:14 Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;
34:15 jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!

Ini yang diajarkan oleh takut akan Tuhan, yaitu menjaga lidah, ayat 14, terhadap yang jahat. Dan menjaga bibir terhadap ucapan yang menipu. Jauhi yang jahat dan lakukanlah yang baik. Sekarang ini ada satu obat di botol itu untuk cuci tangan. Kita lebih takut akan penyakit. Supaya makan bersih, teteskan obat itu, cuci tangan. Ada yang sampai satu hari lima belas kali. Habis tabe sama orang cuci tangan, pulang dari pasar cuci tangan. Sampai satu botol itu dua hari sudah habis. Cuci tangan terus. Dia takut kena kotoran, dia ingin suci hama. Tapi dia lupa, dia nggak takut sama Tuhan. Kalau orang yang takut sama Tuhan, sama seperti orang cuci tangan itu, dia suci hama. Tapi orang yang takut akan Tuhan, dia akan menjauhkan dirinya dari pada segala yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan yang menipu.

Di dalam Ayub pasal 1, di sana kita membaca beberapa ayat dari Sabda Tuhan yang sangat mengajarkan kepada kita seperti apakah Tuhan itu. Ayub 

1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

Ini Yesus belum datang loh, saudara. Dia hidup masih di bawah Taurat. Bahkan ada yang bilang Ayub ini kitab yang paling tua. Tapi sudah mengerti itu arti takut akan Tuhan, menjauhkan diri dari yang jahat. Takut akan Tuhan dan  menjauhkan diri dari yang jahat itu antara teori dan praktek. Teorinya takut akan Tuhan, prakteknya menjauhkan diri dari kejahatan.

Kalau sudah tahu ini tempat judi, jangan dekat-dekat tempat judi. Kalau sudah tahu ini tempat perempuan nakal, jangan dekat-dekat. Jangan kalau sudah tahu ini serong jalan ini, nyeleweng ini - jangan ke sana. Kalau sudah tahu di situ banyak copet, jangan lewat situ. Menjauhkan diri dari kejahatan. Takut akan Tuhan, menjauhkan diri dari kejahatan. Ini diakui bukan hanya oleh penulis kitab Ayub tetapi diakui oleh Tuhan sendiri. Lalu Tuhan berkata, ayat 8, kepada Iblis,

1:8 Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."

Itu diakui sama Tuhan. Tuhan mengeluarkan statement. Tuhan yang ngomong. Tuhan yang bicara. Bukan orang lain. Tuhan yang mengakui, Ayub ini takut sama Tuhan dan menjauhkan diri dari kejahatan. Jadi dia sudah dipuji. Adapun pasal 2, pasal 3, tiba-tiba ada pembicaraan antara Tuhan dengan Iblis. Dan Iblis menantang Tuhan: Kalau saya kasih miskin Ayub pasti dia akan marah sama Engkau; dia akan menggerutu. Kalau saya kasih penyakit sama Ayub, pasti dia akan meninggalkan Engkau. Tuhan bilang: Silahkan, Aku yakin Ayub tidak akan meninggalkan Aku.

Mulailah Iblis menyerang. Dalam satu hari, 4 bisnisnya hancur. Ternaknya diambil, dirampas, orang-orangnya dibunuh sama garong. Itulah yang terjadi kepada empat sahabat Ayub. Kalau kamu benar, nggak mungkin garong masuk. Kalau kamu benar, nggak mungkin harta itu diambil orang, dibakar. Nggak mungkin anakmu mati, kalau kamu benar. Dia tidak tahu bahwa Tuhan sedang menguji Ayub.

Nah, banyak kali anak-anak Tuhan, sering kali kita tidak seperti Ayub. Belum bisa dah sekelas Ayub. Tapi caranya Tuhan itu mirip seperti Ayub, seperti cerita Ayub. Katanya orang kristen, kenapa anaknya meninggal? Katanya orang kristen, kenapa maling masuk? Katanya orang kristen, kenapa dia ditipu orang? Katanya orang kristen, kenapa dia rugi? Justru karena Ayub takut sama Tuhan, dia ngak pernah nyalahin Tuhan. Dia nggak pernah ngeluh. Aduh, padahal kita tuh ya udah sembahyang tiap pagi, sudah berdoa sama Tuhan. Kenapa Tuhan ijinkan?

Maka Ayub mengatakan satu kalimat yang mirip dengan orang islam punya kata-kata. Waktu Ayub ada, islam belum ada. Tapi omongannya Ayub duluan. Orang islam tahu, inalilahi wainalilahi rojiun - yang datang dari Tuhan akan kembali kepada Tuhan. Persoalan apapun juga kita kembalikan sama Tuhan. Itu Ayub sudah ngomong. Mari kita baca kitab Ayub 

1:20 Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, - Ditengah percobaan yang besar, ditengah problem yang besar, dia malah sujud menyembah. -
1:21 katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"

Kita belum sampai kepada Ayub. Kita ngomong terpujilah Tuhan karena saya sembuh. Terpujilah Tuhan, saya dapat berkat. Terpujilah Tuhan, saya ditolong Tuhan. Terpujilah Tuhan, saya ini untung. Terpujilah Tuhan, saya dapat anak. Terpujilah Tuhan, saya dapat cucu. Terpujilah Tuhan. Kita belum bisa dah seperti Ayub. Dia bilang, terpujilah Tuhan juga waktu segala kekayaan diambil. Terpujlah Tuhan juga waktu segala anak yang dikasihinya diambil. Terpujilah Tuhan. Dia tidak pernah berdosa dengan mulutnya.

Jadi kalau saudara-saudara membaca Ayub sampai di sana, maka saudara-saudara akan mengenal, mengetahui bahwa Ayub tidak pernah berdosa dengan mulutnya, dia tidak pernah berdosa dengan lidahnya. Kembali kepada Alkitab, kita buka Kisah Rasul 

10:1 Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
10:2 Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.
10:3 Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"
10:4 Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.

Saudara-saudara, kalau di perjanjian lama orang biasa Ayub. Tetapi di perjanjian baru, mayor jendral, brigadir jendral, penghulu laskar, dia komandan dari legiun dari tentara Italia. Kalau saya baca, saya lihat mengenai tentara Italia, itu kejamnya luar biasa. Tentara Italia yang memukuli Yesus. Tentara Italia yang menusuk lambung Yesus dengan tombak. Itu tentara Italia. Tentara Italia yang memahkotai Yesus dengan mahkota duri. Tentara Italialah yang mencambuk Yesus. Tentara Italialah yang memaku Yesus ke salib. Tentara Italialah yang berkata, kalau Engkau Mesias, lepaskanlah diri-Mu sendiri. Kejam tentara Italia.

Tapi Kornelius ini aneh, lain dia. Dia dan seisi rumahnya takut akan Tuhan dan memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah. Dia belum tahu Yesus. Dia belum tahu. Tapi dia sembahyang saja. Dia tahu ada Tuhan di atas.

Jadi dia berdoa. Dia belum kenal Yesus. Kalau orang yang belum kenal Tuhan Yesus saja sudah bisa takut sama Tuhan, kita ini yang sudah kenal Yesus musti lebih dong. Musti lebih dari mereka yang belum kenal Tuhan.

Tiba-tiba pada satu petang datang malaikat tampak kepadanya, masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya. Saya ingin bicara mengenai malaikat, sedikit saja.

Dalam cerita yang negatif kita seringkali mendengar banyak setan. Setan bergentayangan, setan berdiri, setan datang, setan ngeganggu. Saya pernah mendoakan dua kamar di Pekalongan. Itu dikunci sama yang punya kamar, anak Tuhan. Kenapa, saya bilang begitu. Ada setannya. Supir yang tidur di sini, nggak mau tidur lagi di sini. Karena waktu dia tidur tiba-tiba ada yang mandi. Gejebar, gejebur, gejebar, gejebur. Ketika dilihat, air tumpah tidak ada orang. Dia tidur lagi, ada yang kitik-kitik sama dia. Biar rumah saudaraku ada BMW, biar rumah saudara hebat, mahal, kalau tidur ada yang kitik-kitik?

Lalu saya doakan. Dalam nama Yesus, setan pergi dari kedua kamar ini. Sampai Jawa Timur, balik lagi, nginep lagi di sana. Saya lihat sudah tidak dikunci lagi. Terimakasih oom, setan sudah tidak ada. Saya tes lagi, ada supir saya suruh tidur di situ. Nggak ada. Jadi setan itu ada, setan itu bisa kelihatan, setan itu bisa bergerak, bisa mandi gejebar gejebur, ngeganggu. Seperti saya lihat di Pelabuhan Ratu, setan itu bisa jalan brag, brig, brug di mana saya tidur. Setan itu bisa ngomong, bisa siram orang dengan Aqua. Dia lagi tidur, disiram.

Saya mau cerita yang positif. Malaikat juga begitu. Cuma takutnya saya, malaikat yang datang saudara anggap itu setan. Karena saudara belum pernah ketemu malaikat. Tiba-tiba saja putih datang, jubah putih, masuk di rumah saudara. Ini Kornelius anggap itu Tuhan, padahal malaikat. Kalau saudara di Cianjur, coba jubah putih nggak napak, ih ... kunti. Padahal malaikat. Dan dia berkata: Kornelius! Jadi Tuhan itu tahu nama asli. Nama asli saudara apa, itu yang Dia sebut. Saudara senang Tuhan tahu nama asli saudara?

Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Dia sangka Tuhan, padahal malaikat. Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.

Saudara, ibadah itu ada dua. Satu doa, satu sedekah ... memberi. Satu, berdoa kepada Tuhan, mengangkat syukur kepada Allah, berterima kasih kepada Tuhan. Yang kedua, kita mempersembahkan persembahan kepada Tuhan.

Mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan yang berbentuk uang. Membantu orang Yahudi membangun Bait Allah. Banyak menyedahkan uang, membantu. Orang Yahudi itu orang terjajah. Dua hal ini yang membuat ayat ke-4 berkata, semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau. Dua hal ini yang naik ke hadirat Tuhan: doa dan sedekah. Doa dan sedekah.

Saya sederhanakan, minta dan memberi. Minta dan memberi. Doa kan minta. Sedekah kan memberi. Meminta dan memberi. Seorang pendeta dia melihat penglihatan. Di surga ada dua malaikat. Dua-dua ada keranjang. Satu keranjang permohonan, satu keranjang ucapan syukur atau pemberian. Itu pendeta lihat di keranjang permohonan penuh dengan permohonan orang-orang suci. Begitu lihat di keranjang ucapan syukur dan pemberian ... kosong.

Dia tanya, kenapa kosong? Umat Tuhan di dunia tahunya cuma minta, nggak pernah memberi. Tahunya cuma kolekte saja. Lewat kolekte, seribu. Nggak pernah memberi lebih dari itu. Dia nggak pernah berterima kasih nafasnya nggak usah bayar. Dia nggak pernah terima kasih Aku kasih matahari, hujan. Dia nggak pernah ucapkan syukur. Di dunia dia menjadi pedit skaker pelit. Seolah-olah dia akan hidup seribu tahun lagi.

Maka dua hal ini yang orang yang takut akan Tuhan itu akan punya dua tanda. Yaitu dia suka berdoa dan dia suka memberi. Harus jalan dua-duanya. Dia suka berdoa, dia suka memberi; dia suka menaikkan permohonan, dia suka memberi. Kalau saudara lakukan hal ini, orang yang takut akan Tuhan tidak akan kekurangan satupun. Karena takut akan Tuhan adalah dasar dari segala pengetahuan. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --

Minggu pagi, 04 Juni 2006

                                                                                                            HARI PENTAKOSTA

Hari ini adalah hari pantekosta. Hari pantekosta adalah hari yang kelima puluh dari kematian Tuhan Yesus. Arti dari pentakosta sendiri adalah lima puluh. Jadi kita tahu bahwa hari pentakosta adalah hari ketuangan Roh Kudus atas murid-murid-Nya. Dalam Matius pasal 3, kita akan membaca ayat 11,

3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Kata-kata ini adalah kata-kata dari Yohanes Pembaptis. Dia berkata, aku akan membaptis kamu dengan air. Tetapi seorang yang datang daripadaku, yaitu Yesus, Dia lebih berkuasa daripadaku. Dia akan membaptiskan kamu dalam Roh Kudus dan api. Sebagai seorang kristen, kita dilengkapi oleh Roh Kudus. Ada banyak orang kristen dia tidak mau maju. Dia ingin jadi kristen yang biasa-biasa saja. Dia tidak menjadi orang kristen yang militan. Dia tidak menjadi orang kristen yang fanatik. Dia biasa-biasa saja. Asal sudah datang di gereja, sudah. Itu tandanya orang kristen itu tidak atau belum dipenuhi dengan Roh Kudus.

Roh Kudus itu bukan suatu pengaruh. Roh Kudus itu bukanlah suatu perasaan. Tetapi Roh Kudus itu satu Pribadi. Bisa dipegang. Bisa kita pegang. Kita menyanyi Peganglah Tanganku Roh Kudus karena Dia bisa dipegang, Dia bisa memegang.

Roh Kudus tidak lebih rendah dari Yesus. Tidak lebih tinggi dari Yesus. Yesus tidak lebih hebat dari Roh Kudus, tidak lebih rendah dari Roh Kudus. Yesus sama dengan Roh Kudus. Roh Kudus sama dengan Yesus. Bapa sama dengan Yesus. Dia tidak lebih tinggi dari Yesus, Dia tidak lebih tinggi dari Roh Kudus. Tetapi ketiganya ini sama. Salah satu segitiga sama sisi, segitiga sama sudut itu 60 derajat, itu sama semuanya. Putar balik sama segitiga itu.

Demikian juga Bapa, Putra, dan Roh Kudus adalah sama. Yesus tidak lebih kecil dari Bapa, tidak lebih tinggi dari Bapa. Roh Kudus tidak lebih kecil dari Yesus, tidak lebih besar dari Yesus. Tetapi Roh Kudus itu sama.

Dulu, zaman 2000 tahun yang lalu, itu disebut zaman Bapa. Zaman Bapa yang bekerja adalah Bapa. Raja Daud berdoa kepada Allah Bapa, kepada Yahwe, kepada Yehova. Yesus belum ada.

Tetapi ketika Yesus dikirimkan 2.000 tahun yang lalu di kandang Betlehem, mulailah Yesus bekerja. Tetapi 2.000 tahun yang lalu juga Yesus berkata, Aku naik ke surga supaya Roh Kudus turun.

Jadi sekarang yang bekerja di dunia ini bukan Yesus. Yesus sudah ada di tempat Bapa. Dia harus ada di surga sampai masa pemulihan tiba. Jadi yang bekerja sekarang adalah Roh Kudus.

Walaupun kita masih memuliakan nama Yesus karena Roh Kudus akan membawa kita kepada Yesus. Roh Kudus selalu menarik kita kepada Yesus. Roh Kudus ini saudara punya, saudara miliki. Sekarang saudara menerima wesel. Saudara menerima wesel itu harus diuangkan. Di wesel itu ada uang dua belas ribu rupiah. Itu hak saudara. Saudara boleh uangkan di kantor pos atau saudara boleh simpan, saduara tidak uangkan.

Demikian juga dengan Roh Kudus. Roh Kudus itu saudara punya. Roh Kudus sudah diberikan 2.000 tahun yang lalu. Jadi jangan saudara minta-minta Roh Kudus lagi karena sudah diberi 2.000 tahun yang lalu pada hari pentakosta. Terimalah Roh Kudus, kita terima Roh Kudus. Saya ingin supaya saudara mulai menangkap ini supaya hubungan saudara dengan Roh Kudus, supaya setiap hari saudara berdoa kepada Tuhan itu dengan Roh Kudus.

Saya sendiri setiap hari hampir-hampir tidak berdoa di dalam bahasa Indonesia. Saya berdoa di dalam bahasa Roh Kudus. Karena di mana kita bisa berdoa di dalam bahasa Roh maka kita berbicara kepada Tuhan. Yohanes 4 berkata:  Aku membaptis kamu di dalam air. Tapi seorang yang lebih besar dari padaku, yaitu Yesus akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.

Jadi yang membaptis kita dengan Roh Kudus adalah Yesus. Bukan pendeta, bukan rasul, bukan nabi, bukan organisasi gereja tapi Yesus sendiri. Ini penting bagi kita kita datang kepada Yesus. 

-- o -- 

Minggu pagi, 18 Juni 2006

CINTA TUHAN

Selamat pagi, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan buka II Korintus

5:14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.

Renungan kita pagi hari ini tertulis di dalam ayat 14a: Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti.

Di dalam salinan bahasa Inggris, kata menguasai dipakai kata compel yang artinya menggerakkan. Jadi rasul Paulus berkata, kasih Kristuslah yang menggerakkan kami, yang menjadi dinamo; yang menjadi dinamisator dari seorang kristen adalah kasih Kristus.  

Kalau saya berkhotbah kepada saudara tidak dilandasi kasih Kristus tetapi dilandasi karena ingin akan hormat atau ingin akan uang maka pelayanan saya tidak ada harganya di hadapan Tuhan. Segala sesuatu yang kita kerjakan tidak berlandaskan kasih Kristus maka pekerjaan kita itu tidak ada gunanya, tidak ada nilainya di hadapan Tuhan, 

Kalau kita menyanyi bukan karena kasih Kristus, kalau kita kebaktian bukan alasannya kasih Kristus maka segala perbuatan kita itu sia-sia.

I Korintus

13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Dari ayat-ayat ini kita tahu bahwa segala gerak hidup kita, segala perbuatan kelakuan kita harus dilandasi dilandaskan karena kasih kristus. Kalau kita kembali kepada II Korintus

5:14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami,

Ada istilah yang sekarang generasi sekarang sudah tidak kenal lagi. Istilah ini adalah istilah kita pada zaman ayah saya, pada zaman ibu saya, yaitu istilah cinta Tuhan. Seorang krsiten yang setia datang kepada Tuhan penuh pengorbanan kepada Tuhan, diberi gelar seorang yang cinta Tuhan.

Saya mau hidupkan kembali istilah cinta Tuhan itu karena cinta Tuhan atau kasih Kristus ini adalah modal utama kita, itu adalah modal kehidupan kita, yaitu cinta Tuhan.

Seorang yang cinta Tuhan itu punya 4 kriteria, punya 4 keistimewaan:

Yang pertama, orang yang cinta Tuhan itu suka memberi. Ini tanda yang pertama, tanda yang utama orang kristen yang cinta Tuhan suka memberi. Sekarang suka terbalik, suka diberi. Tetapi dulu orang yang cinta Tuhan itu suka memberi. Saya kasih contoh. Kalau saudara masuk di gereja ini di sebelah bawah kiri itu ada diesel genset. Itu yang memberinya seorang katolik dari Bandung yang suka dengar khotbah saya melalui radio. Dia tidak ngomong sama saya, dia tidak tulis surat, dia tidak telepon tahu-tahu dia kirim ini genset. Supaya nanti kalau kita ini mati lampu dari PLN, langsung terang. AC itu bisa hidup.     

Tanda yang murni dari seorang kristen yang cinta Tuhan yang digerakkan oleh kasih Kristus itu, dia digerakkan betul-betul, memang dia tergerak dia tidak bikin-bikin, memang dia tergerak oleh kasih Kristus.

Tanda seorang yang cinta Tuhan itu suka memberi: memberi kepada Tuhan, memberi kepada hamba Tuhan, memberi kepada sesama, memberi kepada orang miskin, memberi pertolongan. Pokoknya dia suka memberi saja. Dia kaya seperti yang di Jawa Timur itu, sumur yang bocor. Sekarang di Jawa Timur sedang ada masalah sampai 30 cm itu lumpur menutupi jalan tol. Karena tidak berhenti-berhenti. Dari bawah itu lumpur ke luar. Sampai pemerintah itu bingung mau diapain ini. Mau ditutup susah karena terus keluar,

Nah, orang cinta Tuhan itu seperti itu. Dia itu memberi terus. Keluar, meluap terus. Apapun yang menutup dia, dia itu memberi terus, dia seperti mata air. Itu orang yang cinta Tuhan.

Saya mau kasih contoh orang yang tidak cinta Tuhan. Dulu ada satu pendeta istrinya melahirkan anak. Dia pergi ke warungnya anak Tuhan, jemaatnya. Dia tanya, ini susu berapa? 525 rupiah waktu itu. Waduh, saya cuma bawa uang 500, kata si ibu rohaninya, ... buat anak saya. Sekarang tante pulang saja dulu, katanya, ambil yang 25 itu, baru susunya bisa dibawa. Itungannya luar biasa, itu orang tidak cinta Tuhan. Betapa jauhnya orang yang cinta Tuhan dengan orang yang tidak cinta Tuhan.

Yang kedua, orang yang cinta Tuhan, dia mempunyai tanda yang kedua, yaitu dia suka mengalah. Dia tidak kalah tapi dia mengalah. Sebetulnya dia punya hak. Haknya diambil orang, dia mengalah. Dia tidak lebih senang dia diomongin dari pada dia ngomongin orang, dia mengalah. Kalau ribut, dia bilang jangan ribut, ... sudahlah, sudah ... jangan ribut. Biar saya yang rugi nggak apa-apa. Asal jangan ribut. Dia mengalah.

Yesus itu ngajar sama kita untuk mengalah. Dia tidak kalah di Golgota, Dia menang. Waktu Dia disalibkan itu Dia menang. Tapi proses ke salibnya itu karena Dia mengalah. Petrus ambil pedang, potong telinganya satu orang namanya Malkus, eh Yesus bilang, jangan begitu, Petrus, sarungkan pedangmu. Siapa yang main pedang, dia akan mati oleh pedang. Ambil telinganya Malkus itu, ditempelin lagi. Saya ditangkap nggak apa-apa. Mengalah. Untuk mengalah ini kita buka I Korintus             

6:4 Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat?
6:5 Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya?
6:6 Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya?
6:7 Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?

Orang yang dewasa di dalam Tuhan itu dia lebih suka dirugikan dari pada dia merugikan orang. Dari pada dia ribut, dia lebih suka dikalahkan. Biar saja saya kalah.

Bisa sama-sama GPdI, sama-sama satu gereja, tidak mau mengalah. Seperti orang memukul itu kena angin. Nggak kena apa-apa. Karena kita mengalah, kita mengelak. Amsal Salomo berkata, orang benar itu ketika dia lihat ada mau bakal ribut dia lari, dia mengalah. Orang yang tinggi rohaninya itu dia mengalah. Dia nggak pakai cara apapun untuk membela diri. Dia nggak akan pakai pengacara. Pengacaranya Tuhan Yesus, kok. Kalau Tuhan Yesus jadi pengacara kita, sudah. Serahkan. Segala sesuatu itu sudah jadi masalahnya pengacara, bukan masalahnya kita. Maka Tuhan Yesus di dalam Petrus berkata: Serahkanlah segala kuatirmu kepada Tuhan karena Dia yang mempedulikan kamu. Jadi masalah kita serahkan kepada Pengacara kita Yesus Kristus tapi kitanya ngalah diam saja.

Saya ingat saudara A Peng almarhum. Itu naik bis dari Jakarta ke Cianjur sama anaknya. Berhenti ini bis di terminal bis Bogor. Pah, ingin pipis. Anaknya. Dibawa turun. Begitu turun, balik lagi, tempat dia duduk sudah diduduki orang. Maaf pak, ini tempat saya dari Jakarta. Uh, kenapa ditinggalkan, pokoknya saya juga bayar. Dari pada ribut, anaknya udah mau nangis, turun aja, dia kasih permen anaknya. Dia naik suburban. Sampai di Puncak wah, macet. Jembatan Cikundul itu ribut orang. Kenapa? Itu bis yang dia mau naik itu sudah masuk jurang. Ketika dia lewat pelan-pelan ke sana, pas mayat diangkat persis mayat diangkat di jembatan, itu saudara A Peng dekat jendela dia lihat, itu bapak yang tadi tidak mau mengalah itu. Dia bilang, terima kasih Tuhan.

Orang yang mengalah selalu dilindungi oleh Tuhan. Orang yang mengalah itu tanda yang kedua, orang itu cinta kepada Tuhan.

Orang yang cinta Tuhan ketiga, saudara, dia suka pasrah. Pasrah itu bukan membiarkan, tidak, tetapi menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan. Orang itu pasrah karena dia tahu Tuhan yang dia pasrah itu tidak buta, Tuhan yang dia pasrah tidak tuli, Tuhan yang kita sembah tahu yang mana yang benar yang mana yang salah. Tuhan yang kita sembah itu walaupun saya bilang ini benar tapi kalau Dia bilang dia tahu salah, nggak bisa saya benarkan. Walaupun kita bilang ini salah tapi Tuhan tahu dia benar, kita nggak bisa menyalahkan dia. Kita bisa bela orang yang kita suka. Orang yang kita pro, orang yang kita suka sudah salah juga kita bela karena kita suka dia, karena kita pro dia ... kita bela. Biar dia famili kita, biar dia keluarga kita karena kita nggak pro sama dia, kita lawan.

Tapi Tuhan nggak begitu. Ya di atas yang ya, tidak di atas yang tidak. Orang yang pasrah itu ada persoalan, orang yang pasrah ada peperangan, dia serahkan persoalannya, dia serahkan peperangannya kepada Tuhan, dia pasrahkan. Tuhan, saya tidak mau dibebani oleh ini, saya pasrahkan semua kepada Tuhan. Ada orang kristen itu punya hobi, hobinya itu memikul percobaan. Jadi dia tidak serahkan bebannya, dia tidak pasrah.

Kalau pasrah itu sama seperti saudara dioperasi. Dokter bilang, tidur ... saudara tidur. Dokter bilang, buka kancing, saya mau cek jantung, ... saudara buka. Ulurkan lidah, ... saudara ulurkan lidah. Buka mulut ... buka mulut. Pasrah kita. Mazmur

37:5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;

Bahasa Inggris, Dia bukan bertindak tapi Dia akan mengabulkan doamu. Pasrahkan persoalan saudara kepada Tuhan. Kesulitan saudara kepada Tuhan. Problema saudara kepada Tuhan. Serahkan. Maka Tuhan akan mengabulkan doa saudara.

Tanda yang terakhir, seorang yang cinta Tuhan, dia akan mendahulukan Tuhan dari pada dirinya sendiri. Saya sangat terhibur melihat waktu saya datang sudah ada jemaat duduk di kebaktian; dia mendahulukan Tuhan. Dia selalu mengerjakan pekerjaan Tuhan; dia mendahulukan Tuhan. Mari saya kasih contoh Marta dan Maria.

Waktu Yesus masuk di rumah Marta dan Maria, yang menyambut Yesus itu Marta. Marta yang menyambut Yesus masuk di dalam rumah. Tetapi yang memperlakukan Yesus yang benar itu Maria. Karena Maria duduk di kaki Yesus mendahulukan Tuhan. Marta maksudnya baik tapi dia tidak tepat ... dia mendahulukan masak, dia mendahulukan dulu pekerjaan yang kelihatan mata. Memang untuk Yesus tapi karena dia mendahulukan perkara yang bukan Yesus.

Ada beda antara pekerjaan Tuhan dan Tuhan. Kalau saya mendahulukan Tuhan, saya mendahulukan doa. Kalau saya mendahulukan pekerjaan Tuhan, saya mendahulukan khotbah. Kalau saya mendahulukan khotbah, saya seperti Marta. Kalau saya mendahulukan Tuhan, saya seperti Maria.

Namanya saja cinta Tuhan. Orang yang kita cintai akan ada di dalam hati kita nomor satu. Orang yang kita kasihi, orang yang kita sayangi apalagi Tuhan, kita akan beri perhatian sepenuh. Tuhan nomor satu. Segala-gala Tuhan. Sedikit-dikit Tuhan. Apa-apa Tuhan. Mau pergi ke mana, Tuhan dulu. Apa-apa Tuhan dulu. Kalau mau pindah sekolah keluar kota, yang ditanya gereja dulu, di mana gereja yang paling dekat - dia mendahulukan Tuhan.

Dahulukan Tuhan maka Dia akan mendahulukan saudara. Siapa yang mengutamakan Tuhan, Tuhan akan mengutamakan saudara. Orang yang cinta Tuhan akan mendahulukan Tuhan. Kalau saudara baca I Yohanes
   
2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Salinan lain berkata, siapa yang mendahulukan Tuhan, dia akan hidup sampai selama-lamanya. Saya akan lenyap, saya akan tua, tidak lama lagi akan mati. Kita tidak hidup terus-terusan di dunia. Sejarah akan berlalu, semua akan lewat tetapi orang yang cinta Tuhan akan tinggal sampai selama-lamanya. Mari kita berdiri.     

-- o --

Minggu, 27 Mei 2007

BERKAT UMUM DAN BERKAT KHUSUS

Hari ini adalah hari gereja pantekosta. Mungkin lain tahun kta akan mengadakan acara khusus setiap hari pantekosta. Kita punya tiga hari besar, hari natal, paskah dan hari pantekosta. Kita mau pakai ketiga hari raya itu menjadi hari raya gereja. Biarin gereja lin nggak rayakan, kita mau rayakan. Hari ini adalah, kebetulan hari minggu, jadi orang tidak perhatikan. Padahal kalau terjadinya hari senin, kalau di Belanda, di luar negeri, hari senin hari pantekosta kedua. Yaitu hari besarnya gereja dari aliran-aliran pantekosta.

Kalau di Amerika, mereka berpakaian bagus, berwarna-warni karena ini hari kelima puluh dari kematian Yesus. Yaitu hari ketuangan Roh Kudus. Sangat disayangkan, bertahun-tahun kita missed, gereja ini kita missed, kita tidak kenal hari raya kita sendiri. Orang protestan tidak akan merayakan ini. Orang khatolik hanya rayakan secara liturgi. Tetapi kita gereja pantekosta harus merayakan, mengingat ketuangan Roh Kudus hampir dua ribu tahun yang lalu. Dan hari ini jam sembilan pagi itu digenapi bahwa Roh Kudus turun diatas loteng Yerusalem. Seratus dua puluh murid dipenuhkan Roh Kudus.

Tetapi pada sore nanti saya akan buka cerita bagaimana Tuhan membuka luas-luas pintu anugerah-Nya, dan membuka luas-luas kesempatan yang belum pernah diberikan kepada gereja di jaman mana. Kita buka Mazmur 

24:1 Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
24:2 Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
24:3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
24:4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
24:5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
24:6 Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." Sela
24:7 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!
24:8 "Siapakah itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!"
24:9 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!
24:10 "Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!" Sela

Sebagai anak Tuhan, kita mempunyai dua macam berkat. Yaitu berkat yang umum dan berkat yang khusus. Kesalahan kita, banyak kali kita salah. Mungkin dari seratus yang salah sembilan puluh sembilan. Kita datang di kebaktian untuk berkat umum. Kita missed berkat yang khusus dari Tuhan. Dan memang untuk dapat berkat khusus ini banyak sekali syaratnya, berat sekali syaratnya. Dan kita genah, senang dengan berkat umum. Tapi Tuhan bukan hanya mau memberikan kepada kita berkat umum. Dia ingin memberi kita berkat khusus.

Ayat 1 dan ayat 2 adalah ungkapan dari berkat umum. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Dia bicara umum. Tuhan yang mempunyai bumi. Siapa yang tinggal di bumi? Manusia. Tidak dibagi-bagi kristen, budha, islam. Tidak. Manusia, semua manusia. Tuhan mau memberkati semua manusia. Tuhan yang empunya bumi. Dia yang menciptakan manusia berbangsa-bangsa, bersuku-suku dan berbahasa-bahasa. Dia yang ciptakan. Umum.

Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. Baik laut, ikan di laut maupun di sungai, itu adalah berkat umum. Saudara boleh dapat, copet boleh dapat, orang miskin boleh dapat, orang kaya boleh dapat, laki-laki boleh dapat, perempuan boleh dapat, orang pandai boleh dapat, orang bodoh boleh dapat. Semua berkat-berkat ini adalah berkat umum. Berkat umum inilah yang kita salah. Kita datang ke gereja untuk cari berkat umum. Tuhan berkati toko saya. Tuhan berkati warung saya.

Tadi malam setelah badstone ada satu ibu. Oom, minta bantu doa untuk warung saya. Saya baru buka warung supaya Tuhan berkati. Pasti, saya bilang, saya akan doakan. Tetapi saya merasa sedih karena permohonan anak Tuhan hanya kepada berkat umum, hanya kepada berkat materi. Oom, tolong supaya toko saya, saya baru buka. Pabrik saya, saya baru buka. Bengkel saya, saya baru buka, diberikan berkat, diberikan kekuatan, diberikan langganan banyak yang luar biasa. Berkat umum.

Berkat umum ini cuman di dalam hidup ini. Waktu kita mati, kita nggak pakai berkat umum. Waktu kita mati, kita nggak pakai mobil kecuali yang ngantar ke kuburan. Waktu kita mati, kita tidak tahu harganya berlian. Walaupun kita pakai sepatu yang mahal, waktu kita mati dibeliin sepatu tenis. Bahkan jantungnya seringkali orang nyumbang, jantungnya dikasihkan. Matanya dikasihkan, disumbangkan pada orang yang memerlukan. Tidak dipakai di sorga. Salahnya kita itu, kita ke gereja hanya cari berkat umum.

Saya perkenalkan sekarang: Berkat Khusus. Di dalam ayat ke 3, Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Kata siapakah artinya nggak semua. Kalau Tuhan berdiri di mimbar ini, Dia tanya: Siapa yang mau naik ke gunung Tuhan? Ada yang mau, ada yang nggak. Sama dengan kalau pendeta tanya: Siapa yang mau dipenuhkan Roh Kudus? Ada yang rindu, ada yang nggak. Dianggap apa itu Roh Kudus? Dia tidak ada kerinduan. Siapakah? Artinya nggak semua. Siapakah yang boleh naik? Tidak semua.

Yang kedua, siapakah yang boleh berdiri ditempat-Nya yang kudus? Tidak semua. Siapa yang boleh naik? Berat naik itu. Saya ingin berkat yang umum saja, lautan, daratan, hujan, semua yang biasa-biasa saja, makanan sehari-hari dalam sehari-hari. Missed, kita salah. Siapa yang boleh naik? Sudah naik, siapa berlayak berdiri didepan, ditempat suci-Nya, di depan Tuhan? Boro-boro kita bisa berdiri, kita tersungkur di hadapan tempat kudus. Lalu Tuhan memberikan empat syarat. Keempat syarat ini berlaku bagi semua, nggak pendeta, nggak jemaat.

Biar dia pendeta, nggak melakukan empat syarat ini cuma bisa tiga, nggak boleh naik, nggak boleh berdiri. Biar dia jemaat - ini ada empat syarat - saudara bisa tiga, nggak bisa naik. Bisa tiga, ininya nggak bisa, nggak bisa naik. Harus empat-empatnya. Kalau saudara mau ngisi formulir, mau bikin paspor. Diisi semua kotak. Isi dengan baik, isi dengan benar. Saudara nggak jawab satu, dikembaliin lagi. Harus diisi, musti penuh. Saudara sudah isi, tanggal lahir saudara nggak isi, tulis kembali tanggal lahir. Tanggal lahir saudara isi, nama ayah saudara tidak isi. Dikembalikan lagi, harus isi.

Demikian juga Tuhan, musti empat. Yang pertama, orang yang bersih tangannya dan murni hatinya. Tangan bicara pelayanan, hati bicara sumber. Bersih tangan, murni hati, tidak menyerahkan diri kepada penipuan dan yang tidak bersumpah palsu. Satu, orang yang bersih tangannya.. Baru beberapa hari yang lalu ada hari cuci tangan. Sebab banyak penyakit datang melalui tangan. Sebelum makan kita harus cuci tangan, setelah makan kita harus cuci tangan. Diusulkan supaya kuku itu bersih selalu.

Tangan harus bersih. Uang yang kita pakai itu harus bersih. Kalau ada hutang harus kita bayar. Jangan pinjam uang, kita nggak mau bayar. Nama kita busuk. Tangan harus bersih. Tangan, pelayanan harus benar, jangan melayani untuk diri sendiri supaya nama saya hebat. Jangan kita melayani supaya dapat nama. Tangan ini harus bersih. Tangan harus menolong orang lemah. Tangan harus menolong orang yang kurang imannya. Sebab orang ke gereja nggak semua imannya kuat. Yang lemah, tangan harus menolong. Jangan cularlur wae, di gereja sama-sama, keluar gereja sudah. Tangan harus bersih.

Waktu saya mau keluar negeri, saya tukar uang. Saya tukar uang di money changer. Mereka sudah tahu saya pendeta. Saya tukar uang, kasih saja. Dia hitung. Sudah, dapat saya uang. Saya pulang. Bebarapa waktu lamanya saya mau cukur. Tukang cukur itu persis di sebelah yang tukar uang itu. Pemiliknya, satu perempuan, Bapa, pak, sini pak. Uang bapa kelebihan. Kelebihan? Saya kira kelebihan lima puluh ribu. Kelabihan lima ratus ribu. Oh iya? Saya bukan kaget karena jumlahnya besar. Kaget, kok masih ada orang jujur. Kalau dia diam saja, sudah. Saya sudah terima, sudah tanda tangan. Waktu saya hitung, saya salah. Dia kembalikan. Ini salah satu contoh tangan yang bersih.

Tangan kita harus bersih. Sebelum Roh Kudus turun, tangan harus bersih. Nggak boleh nunjuk salah orang. Tangan musti bersih. Ada yang masih suka kritik pendeta, ada. Jemaat begitu itu ada. Tapi pertama tangan ini harus bersih. Tangan yang tertelungkup lebih bagus dari tangan yang terbuka. Kalau ini (telungkup) tangan yang memberi. Kalau ini (terbuka) tangan yang minta. Terlebih berkat memberi daripada menerima, kata firman Allah. Tangan harus bersih. Bagaimana pelayanan saudara? Apakah saudara di gereja jemaat yang begini saja? Mau bekerja, biarin ada pendeta sama gembala kecil.

Mari kalau mau dapat berkat khusus, tangan kita harus bersih. Tangan kita harus pakai bagi pekerjaan Tuhan. Yang kedua dikatakan murni hatinya. Bahasa Inggris, pure heart. Segala sesuatu yang murni itu bagus. Coba bayangkan kalau yang murni itu hati. Nolong, nolong murni. Memberi, memberi dengan murni hati. Menyanyi, menyanyi dengan hati yang murni. Bermain musik, bermain musik dengan hati yang murni. Sekarang sudah susah cari orang yang murni hatinya. Susah cari orang yang tulus hatinya. Nolong, nolong bener. Berbakti, berbakti bener. Hatinya itu murni.

Ini yang dicari Tuhan, orang yang hatinya murni. Tuhan tidak cari orang yang punya duit. Tuhan tidak cari orang yang suka nyumbang. No, no, no. Tuhan mau lihat yang murni. Dia suka nyumbang, tapi hati datang dari hati yang murni. Saudara mau jadi orang yang punya hati yang murni? Betapa indahnya kalau kita punya hati yang murni. Kata Yesus, Natanael, waktu kamu duduk dibawah pohon ara. Aku sudah lihat kamu. Inilah orang Israel yang tidak ada tipu daya dalam hatinya. Murni hatinya. Tuhan cari orang yang murni hantinya.

Yang ketiga, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan. Yang tidak menyerahkan dirinya bukan kepada penipuan dalam bahasa Inggris, yang tidak menyembah berhala. Yang saya heran, saya kira orang Cianjur sudah modern. Kalau sudah modern sudah tidak ada yang nyembah patung lagi. Ternyata di Tiongkok, negara komunis, masih banyak yang nyembah tepekong. Waktu saya ke Tiongkok ada orang yang mati, iring-iringan orang mati, kita rada macet. Masih pakai tradisi jaman dulu. Dibawakan rumah-rumahan, dibawakan mobil-mobilan.

Sauadra yang datang hari minggu dimana ada orang Malaysia datang. Dia dulu begitu juga. Tetapi setelah bertobat, dia mulai bersaksi kepada orang-orang itu. Ini berhala. Ini mobil buat apa? Ini supaya nanti dia bisa nasik mobil kalau di alam baka. Kalau begitu you musti beli bensin, bakar sekalian bensinnya. Ah kamu gila, masa bensin dibakar, bisa kebaran semua? Lho kalau bensin nggak dikirim, mobilnya mau maju bagaimana? Karena mobil perlu bensin. Terbuka mata. Banyak orang masih tertutup.

Ratusan juta dia nyewa di Cianjur hanya untuk gotong tepekong. Ratusan juta hanya untuk tepekong masuk di rumahnya dan pergi lagi. Saya sedih. Orang berani nyumbang kepada berhala. Kalau gereja memerlukan uang susahnya luar biasa. Kalau kita mau bangun sesuatu, nyumbang nggak, ngomelnya iya. Ada orang nyumbang, dia tidak ngomel. Ada orang nyumbang sambil ngomel. Yang banyak, ada orang ngomel nyumbangnya nggak. Yang tidak mempersembahkan dirinya kepada berhala.

Yang keempat, yang tidak bersumpah palsu. Sumpah itu di depan Tuhan itu begini: Aku mencintai engkau sampai maut, kematian yang memisahkan kami berdua. Biar suaminya jahat seperti apa, biar suami kurang ajar seperti apa, dia bikin sakit hati seperti apa. Walaupun istri nyeleweng segala rupa. Hanya kematian yang memisahkan kami berdua. Saya nggak mau cerai. Itu sumpah. Tapi kalau saudara nggak tahan, tiap hari disakiti, tiap hari dipukuli. Kalau saudara mau memisahkan diri dari pasangan saudara, alkitab mengijinkan. Tetapi, saudara tidak bisa kawin lagi sebelum pasangan saudara itu mati.

Bukan itu saja. Tuhan, saya berjanji, kalau Tuhan menolong anak saya sampai anak saya yang tidak ada harapan ini sembuh. Saya akan dibaptis. Sudah sembuh anaknya, saudara tidak dibaptis. Itu didepan Tuhan sumpah palsu. Nggak bisa naik di gunung Tuhan. Nggak bisa menikmati berkat khusus. Kenapa? Baca ayat berikutnya, Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." Saya baca dalam bahasa Inggris, lain. Inilah Yakub, yaitu generasi yang mencari Dia, yang mencari wajah-Mu. Ayat 5,

24:5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.

Ini berkat-berkat khusus. Yang ayat ke 1 ke 2 berkat umum. Sekarang ada berkat khusus. Dialah yang alan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah yang meyelamatkan dia. Keselamatan sudah dapat, sekarang Aku akan kasih berkat. Berkatnya berkat khusus, yaiu berkat rohani. Bukan uang, bukan emas, itu berkat umum. Bukan nama baik, itu mah berkat umum. Berkat khusus yang saya katakan, berkat rohani. KIta dipenuhkan dnegan Roh Kudus, nikmatnya penuh Roh Kudus. Kita selain penuh dengan Roh Kudus juga dihibur oleh Roh Kudus. Kita dikasih, dibimbing, dipimpin oleh Roh Kudus.

Sekarang orang kristen ada Roh Kudus. Saudara punya Roh Kudus di dalam. Tapi saudara perlu penuh dengan Roh Kudus. Saudara harus penuh dengan Roh Kudus. Menghibur, menolong, membimbing, Dia guru, Dia sahabat, Dia kekasih jiwa kita, Dia teman yang baik. Teman saya sekarang yang paling baik Roh Kudus. Nggak ada yang sebaik Dia. Kadang-kadang saya merasa sendirian, tapi kadang-kadang Roh Kudus itu datang. Dia ngomong, kenapa kamu susah-susah, inilah Aku. Ya memang ada istri, ya memang ada anak, tapi mereka kan tidak bisa menghibur sesuatu.

Jadi manusia itu punya, umpamanya, punya sepuluh kamar di hatinya. Dari sepuluh kamar itu ada satu kamar yang nggak bisa diisi oleh hal yang lainnya. Nggak bisa diisi oleh kesenangan dunia, oleh uang, nggak bisa. Dia hanya bisa diisi oleh Roh Kudus. Maka kalau kita punya hati itu sembilan kamar sudah penuh, yang satu masih kosong, kita rasa kurang karena ini berkat rohani. Berkat rohani itu diberikan ketika kita melancarkan empat hal tadi. Dialah yang akan mendapat berkat. Kita mendapat berkat rohani.

Saudara menikah, saudara kawin, saudara ulang tahun, itu berkat umum. Orang dunia juga bisa. Tapi berkat rohani orang dunia nggak bisa ngerti. hanya saudara-saudara yang boleh menikmati berkat khusus, berkat khas dari Tuhan. Salah satunya adalah hari ini adalah kepenuhan Roh Kudus. Ayat 7 sampai ayat 10 sama. Dibaca ayat 7 dan 8 sama dengan ayat 9 dan 10.

24:7. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!

Sudah berabad-abad, kata firman, itu pintu gerbang tertutup terus. Siapa ini orang kristen, ini orang pantekosta, dia kebaktian, kebaktian tapi pintu gerbang untuk Raja Kemuliaan, Raja Rohani masuk membuka, Dia mau duduk, bersinggasana dalam hatinya tertutup terus. Dia kebaktian untuk berkat jasmani. Dia kebaktian untuk anak supaya ditolong Tuhan. Dia kebaktian, anaknya mau masuk sekolah, mau naik kelas perlu uang. Dia kebaktian untuk berkat jasmani. Tapi pintu gerbang untuk Raja Kemuliaan masuk, berfungsi, tertutup terus. Nggak dibuka-buka. Ini yang menyedihkan hati saya.

Jemaat tutup hatinya sama Roh Kudus, nggak mau dibuka. Maka Roh Kudus itu menjerit, buka pintu gerbang yang berabad-abad. Sampai Dia nyindir, berabad-abad tertutup, sudah karatan, kenapa nggak dibuka? Aku ada diluar, Raja Kemuliaan mau masuk. Siapa itu Raja Kemuliaan? Dialah Tuhan jaya dan perkasa, Tuhan perkasa dalam peperangan. Siapa yang menyertai kita dalam peperangan? Roh Kudus sebab Dia Mikael. Dia yang menyertai kita dalam peperangan, menghadapai hari-hari, tantangan setiap hari, banyak peperangan.

Ayub 7:1 berkata, hidup manusia seperti orang perang didalam hidup sehari-hari. Apa emas bisa tolong kalau kita dalam peperangan? Tidak bisa tolong. Hanya Roh Kudus yang bisa menolong. Siapa yang mau bela saudara? Hanya Roh Kudus. Kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________