Khotbah MINGGU PAGI MEi - JUNi 2009

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 17 Mei 2009

PERCAYA KEPADA FIRMAN-NYA

Mazmur

106:23 Maka Ia mengatakan hendak memusnahkan mereka, kalau Musa, orang pilihan-Nya, tidak mengetengahi di hadapan-Nya, untuk menyurutkan amarah-Nya, sehingga Ia tidak memusnahkan mereka.
106:24 Mereka menolak negeri yang indah itu, tidak percaya kepada firman-Nya.
106:25 Mereka menggerutu di kemahnya dan tidak mendengarkan suara TUHAN.

Secara singkat saya cerita bahwa Mazmur 106 adalah cerita mengenai perjalanan orang Israel selama 40 tahun di padang gurun. Hidupnya itu naik turun, saudara. Kalau dia sudah turun, ngomel terus, ngomel ngomel, Tuhan marah, ... baru minta ampun lagi sama Tuhan. Tuhan angkat lagi. Sudah diberkati, ngomel lagi sama Tuhan, menggerutu. Tuhan saja diomelin, saudara. Jadi Tuhan marah lagi Tuhan kasih hukuman, sadar lagi. Jadi begitu terus selama 40 tahun. Itu sebabnya perjalanan orang Israel selama 40 tahun itu menjadi contoh bagi kita yang hidup di akhir zaman supaya kita tidak hidup seperti mereka, menjadi teladan bagi kita.

Di dalam ayatnya yang ke-23, itu puncaknya kemarahan Tuhan.

106:23 Maka Ia mengatakan hendak memusnahkan mereka, kalau Musa, orang pilihan-Nya, tidak mengetengahi di hadapan-Nya, untuk menyurutkan amarah-Nya, sehingga Ia tidak memusnahkan mereka.

Bayangkan kalau Tuhan yang penuh kasih, penuh sayang, panjang sabar, untuk selamanya kasih setianya ... bisa marah sampai mau memusnahkan orang Israel. Coba bayangkan. Tuhan yang paling sabar, Tuhan yang penuh belas kasihan, Tuhan yang setia kasihnya sampai ke langit - kata Alkitab, sampai marah mau memusnahkan bangsa yang Dia sendiri bilang: Aku sayang kepada bangsa ini.

Ini orang Israel ini jahat luar biasa. Tuhanpun yang sabar yang pemurah bisa marah. Tapi ada Musa menengahi. Kalau Musa orang pilihannya tidak menengahi di hadapan-Nya untuk menyurutkan amarah-Nya sehingga Dia tidak memusnahkan mereka. Musa itu nabi yang mimpin orang Israel; dia menengahi, saudara. Sampai dia menengahinya itu bilang begini sama Tuhan: Tuhan, ampunilah bangsa ini, maafkan dia. Ampuni bangsa ini jangan dimusnahkan. Kalau Tuhan mau memusnahkan mereka, lebih baik musnahkan saya. Biar nama saya tidak ditulis di dalam kitab kehidupan kalau Tuhan tidak mengampuni mereka. Kita melihat dulu kitab Keluaran 

32:31 Lalu kembalilah Musa menghadap TUHAN dan berkata: "Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka.
32:32 Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu--dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis."
32:33 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.
32:34 Tetapi pergilah sekarang, tuntunlah bangsa itu ke tempat yang telah Kusebutkan kepadamu; akan berjalan malaikat-Ku di depanmu, tetapi pada hari pembalasan-Ku itu Aku akan membalaskan dosa mereka kepada mereka."
32:35 Demikianlah TUHAN menulahi bangsa itu, karena mereka telah menyuruh membuat anak lembu buatan Harun itu.

Musa sendiri menjadi tumbal, datang sama Tuhan: Tuhan sudahlah, ini 3 juta orang Israel memang jahat berdosa sampai kok umat Tuhan bikin berhala bikin jemaat bikin patung, disembah-sembah patung itu. Ampuni Tuhan. Kalau tidak diampuni, saya punya nama hapuskan saja dari kitab kehidupan. Asal Tuhan ampuni mereka. Saya pernah berdoa seperti ini untuk satu orang. Rasanya lega setelah berdoa begitu: Ya Tuhan, orang itu begini-begini sama saya tapi ampunilah dia Tuhan. Ampunilah. Lega hati saya.

Tapi Tuhan itu marah, katanya, nanti pada hari pembalasan Aku akan membalaskan kepada mereka. Kita belajar pelajaran yang pertama: Kelakuan kita itu akan kembali kepada kita. Berbuat baik, Tuhan baik kepada kita. Kalau sudah diselamatkan kita masih bandel, masih bikin yang macam-macam, Tuhan menjadi keras kepada kita. Kembali kepada Mazmur

106:23 Maka Ia mengatakan hendak memusnahkan mereka, kalau Musa, orang pilihan-Nya, tidak mengetengahi di hadapan-Nya, untuk menyurutkan amarah-Nya, sehingga Ia tidak memusnahkan mereka.

Gara-gara Musalah Tuhan tidak jadi memusnahkan. Saudara tahu, memusnahkan itu menghilangkan ... nggak ada lagi bangsa Israel. Dimusnahkan semua. Karena berontaknya bikin berhala.

Dalam ilmu tipologi atau bayang-bayng, Musa di sini membayangkan Tuhan Yesus. Manusia sudah berdosa - menurut kitab Roma -, tidak ada yang mencari Tuhan, tidak ada yang berbuat baik, semua orang berbuat jahat, semua manusia di seluruh dunia sudah hilang kemuliaan Allah, pikiran mereka selalu merencanakan yang jahat. Dan upah dosa menurut Kitab Roma 6:23, upah dosa adalah maut. Musti mati, musti dibasmi.

Tetapi Tuhan Yesus menengahi antara Bapa Allah dengan manusia; Dia menengahi di Bukit Getsemani, Dia berdoa menengahi: Tuhan ampuni mereka. Di atas bukit Golgota Dia berdoa: Tuhan ampuni mereka. Biar Saya jadi korban. Karena Yesus mati disalib, saudara, untuk meredakan amarahnya Tuhan. Dan kita manusia yang berdosa yang seharusnya masuk pada kebinasaan, luput dari kebinasaan karena kemurahan dan kebaikan dari Tuhan. Ada haleluyah saudara?

Pelajaran kedua, kita harus melihat, orang Israel musti berterima kasih kepada Musa. Dalam I Korintus 10:6,11, cerita orang Israel itu gambaran cerita bangsa rohani sekarang ini, cerita orang kristen sekarang ini. Jadi kalau Musa menyelamatkan orang Israel dari murka Allah, di dalam perjanjian baru, Yesus menyelamatkan manusia dari murka Allah; Dia menengahi, Dia the Man in between. Tapi dasar orang Israel, sudah ditolong, sudah diampuni, sudah dikasih kemurahan, kekerasan kepalanya bukan kepala batu lagi, kepala baja. Coba lihat baca ayat 24,  

106:24 Mereka menolak negeri yang indah itu, tidak percaya kepada firman-Nya.

Menolak. Despise. Nggak dianggap. Tanah yang berkelimpahan air susu dan madu nggak dianggap. Baru diselamatkan, baru luput dari maut dari kematian, eh janji Tuhan yang mau memberikan kelimpahan susu dan kelimpahan madu, Tanah Kanaan, despised ... nggak dianggap. Saya katakan tadi I Korintus 10:6, 11, sejarah Israel itu gambaran sejarah kita. Kitapun sering nggak menganggap. Berkat Tuhan yang Dia mau beri kepada kita yang manis seperti susu dan seperti madu, kita nggak mau terima, kita despise. Berbahagialah saudara yang datang kebaktian karena saudara menghargai panggilan Tuhan, saudara menghargai kasih sayang Tuhan, saudara ngantuk-ngantuk bangun pagi-pagi ke gereja saudara menghargai kasih sayang Tuhan, saudara menghargai pengorbanan Tuhan, saudara tahu berterima kasih kepada Tuhan.

Tapi berapa banyak yang despise, yang menganggap remeh kasih sayang Tuhan, membuang. Makan hidup mereka itu asam, hidup mereka itu pahit, kenapa? Karena yang manis dikasih sama Tuhan, ditolak; yang berkat berkelimpahan penuh dengan madu, ditolak. Saya tiap pagi makan madu. Sebab saya baca di buku, madu satu sendok tiap pagi tidak campur apa-apa, itu membuat kita kuat. Yang kedua, air tebu. Air tebu itu obat. Kalau gula jadi racun. Tapi kalau air tebu dia jadi obat. Dua-duanya manis, berkelimpahan susu dan madu. Madu manis, susu manis, air tebu manis.

Pernah saya kelupaan badan saya cepat cape, kasih minum madu lagi. Demikian juga dengan kita. Daud berkata, firman-Mu lebih dari madu bagi mulutku. Maka tiap hari saudara kalau saudara baca firman Allah sama dengan saudara makan satu sendok madu. Baca firman Allah biar tidak panjang, biar cuma 5 ayat tapi yang saudara bisa mengerti. Baca tiap hari. Itu kekuatan saudara, itu yang menyehatkan rohani saudara. Jangan despise, jangan anggap remeh.

Orang Israel ini dapat kesulitan terus. Nanti kena ular tedung, nanti kena maut. Karena despise tanah yang indah. Tuhan itu kasih bukan yang jelek. Yang bagus, tanah yang indah ... ditolak. Tuhan kasih Taman Eden ... ditolak. Kenapa mereka menolak?    

106:24 Mereka menolak negeri yang indah itu, tidak percaya kepada firman-Nya.

Kalau yang ngomong ini orang Arab, saya percaya. Kalau yang ngomong ini orang kafir, kita yakin. Yang ngomong ini orang Israel. Orang Israel yang percaya kepada Tuhan kepada Elohim. Mereka punya Yahweh punya Elohim. Tapi di sini dikatakan, mereka tidak percaya. Sampai sekarang mereka tidak percaya, sama Yesus itu mereka nggak percaya. Maka Tuhan itu maha sabar, panjang sabar, aduh luar biasa. Mereka tidak percaya. Mau dikasih berkat yang baik mau dikasih yang berkelimpahan air susu dan madu, mereka tidak percaya.

Saya cuma tahu satu sebab kenapa anak Tuhan tidak diberkati? Tidak percaya! Kenapa anak Tuhan hidup dalam kekurangan? Tidak percaya. Tuhan bisa kasih kelimpahan. Kenapa anak Tuhan selalu minus? Tidak percaya kepada firman Tuhan. Kenapa anak Tuhan selalu sakit? Tidak percaya kepada Tuhan. Karena kalau kita percaya kepada Tuhan, semua berkat ini menjadi milik kita. Itu sebabnya kita harus percaya. Ini umat Tuhan menolak berkat yang baik karena tidak percaya.

Orang lebih percaya tukang sulap. Padahal sulap itu kependekan palsu dan gelap. Tapi kita percaya kalau sulap-sulap begitu. Kita tidak percaya kepada firman Allah. Sampai kita menolak berkat dari Tuhan ini.

Di dalam perjanjian lama itu ada cerita 4 orang kusta sudah mau mati. Dulu ada peperangan. Kalau peperangan itu tentara Israel menang, tentara musuh kalah. Tapi berita kemenangan itu belum sampai kepada raja. Orang kusta ini yang sudah lemah: Ayo kita maju perang yu, karena kita ini sudah mau mati. Dari pada mati tidak berguna lebih baik kita mati dalam peperangan. Mereka maju empat-empatnya. Begitu sampai di tempat peperangan, mereka lihat harta yang banyak karena musuh sudah pada mati. Harta makanan yang banyak. Maka makanlah mereka sebanyak-banyaknya. Harta itu lebih dari cukup.

Kemudian mereka berlari ke arah raja dan kasih tahu bahwa di sana ada kemenangan, di sana ada jarahan. Empat orang kusta ini. Sampai kepada raja, raja itu punya patih. Raja percaya, patihnya tidak percaya: Bohong Tuan, masa kita percaya berita dari empat orang kusta ini. Datang firman Tuhan: Kamu akan melihat jarahan itu tapi kamu tidak akan lihat, tidak akan menikmati jarahan itu ... karena tidak percaya. Benar saudara. Ketika rakyat lari, uh, jarahan banyak, mereka ambil makanan mereka ambil kekayaan, orang yang nggak percaya ini keinjak-injak sama rakyat. Mati. Karena tidak percaya. Bukan karena diinjak-injak. Karena tidak percaya dia mati.

Maka saudara jangan datang ke gereja tidak percaya. Saudara musti datang ke kebaktian percaya firman Allah supaya kita bisa menikmati hari depan yang penuh dengan keindahan, amin saudara?

106:25 Mereka menggerutu di kemahnya dan tidak mendengarkan suara TUHAN.

Menggerutu itu dosa yang paling dibenci sama Tuhan. Nggak memaki ... menggerutu. Nggak marah .. menggerutu.

Di Inggris ada satu orang, kalau kaget atau apa, ngomongnya ngomong yang kasar: Sialan, Damn ... Terkutuk. Kasar. Satu kali dia terima Tuhan Yesus, dia bertobat dan dia dengar firman Allah: Tidak boleh ngutuk, tidak boleh menggerutu, nggak boleh ngomong yang kasar-kasar. Belum bisa lulus dalam beberapa bulan. Satu kali ketemu pendetanya. Begitu ketemu pendeta, pendeta tanya: Bagaimana brur, sudah ada kemajuan tidak mengutuk lagi? Puji Tuhan bapak pendeta, mulut saya sudah tidak mengutuk lagi cuma asal saya meludah itu rumput mati. Jadi masih ada racunnya itu di mulut.

Itu peribahasa Inggris bahwa belum bersih benar, suka menggerutu. Berapa kali kita suka menggerutu sama Tuhan. Kita minta tujuh, Tuhan kasih lima ... menggerutu. Kurang dua. Apa saja kita menggerutu. Kalau kita menggerutu, itu jauh rezeki. I Korintus   

10:6 Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,
10:7 dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: "Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria."
10:8 Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang.
10:9 Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.
10:10 Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.

Tadi di televisi disebutkan ada di Tegal orang yang minum minuman keras mati, saudaraku. 22 orang minum minuman keras, mati. Bahaya benar ini minuman keras. Tapi ada yang lebih bahaya. Menggerutu ... mereka dibinasakan oleh malaikat maut. Lebih dari 22. Entah berapa ribu orang Israel mati karena bersungut karena menggerutu.

Itu sebabnya pada pagi hari ini kita mau bertobat kepada Tuhan, tidak mau menggerutu melainkan mau berterima kasih kepada Dia.

Mari kita berdiri bersama-sama.  

-- o --

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________