Khotbah MINGGU PAGI MEi - JUNi 2010

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 09 Mei 2010

ORANG KRISTEN YANG BENAR DAN BERDOSA

Kita akan membaca Amsal

13:21 Orang berdosa dikejar oleh malapetaka, tetapi Ia - Tuhan - membalas orang benar dengan kebahagiaan.
13:22 Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.

Pagi ini kita mau dengar firman Allah mengenai orang kristen yang benar dan orang kristen yang berdosa. Amsal tidak ditulis untuk orang dunia tapi Amsal ditulis untuk orang yang sudah kenal Tuhan. Ayat 21 bilang 

13:21 Orang berdosa dikejar oleh malapetaka, tetapi Ia - Tuhan - membalas orang benar dengan kebahagiaan.

Salinan lain, kejahatan mengejar orang-orang berdosa tetapi kebenaran akan dibayar kontan oleh kebaikan.

Sebagai orang yang punya toko, saudara lebih senang dikredit atau dibayar kontan? Dibayar kontan. Di dalam ayat 21, kejahatan mengejar orang berdosa. Mari kita lihat orang kristen yang berdosa itu seperti apa. Orang kristen yang berdosa itu selalu mempunyai prejudice ... menghakimi orang. Kalau ada orang batuk keluar darah dia sudah prejudice itu TBC. Kalau ada orang dapat percobaan kita prejudice, orang itu lagi dihukum Tuhan.

Siapa kita ini? Kita kan bukan hakim. Kita sama seperti jemaat biasa. Tapi itulah namanya saja kristen tapi kita punya kelakuan penuh dengan dosa ... menghakimi orang. Dalam hati nggak keluar, dia begitu karena begini ... dia begini karena begitu. Awas loh saudara, hidup saudara dikejar-kejar kejahatan. 

Sama dengan Yakub. Yakub itu sudah dapat hak kesulungan. Yakub itu sudah mendapat hak kesulungan dari bapanya. Berarti itu sudah ada hak. Tetapi dia dikejar-kejar lari kesana kemari, lari kepada pamannya karena ketakutan. Lari kesana lari kesini karena dia sudah berdusta, membohongi ayahnya, membohongi kakaknya akhirnya dia dibohongi oleh pamannya. Dia dibohongi sampai dua kali sampai tiga kali. Padahal dia sudah punya hak.

Banyak orang kristen sebetulnya dia punya hak untuk bahagia, dia punya hak untuk diberkati, dia punya hak untuk ditolong, dia punya hak untuk disembuhkan, dia punya hak untuk hidup dalam kebahagiaan, dia punya hak kita punya hak tetapi kita dikejar-kejar oleh kesalahan kita sendiri. Rasanya itu ada yang mengejar saja, rasanya ada yang mengejar-ngejar kita. Tetapi, ayat b nya, itu kata Ia tidak ada di dalam salinan lain. Yang ada, tetapi kepada orang benar, kebaikan akan membayar kontan.

Jadi selalu di Alkitab itu orang baik orang jahat, orang berdosa orang dibenarkan, siang malam, manis pahit selalu ada perlawanan ini. Dan Tuhan itu cuma membandingkan ini loh, Aku kasih sama kamu ini banding, kamu mau pilih yang mana? Dia membuat Taman Eden, semua kamu boleh makan satu taman penuh dengan buah boleh kamu makan tapi itu yang satu buah itu jangan dimakan. Begitu kamu makan, kamu mati. 

Sayangnya manusia itu selalu memlilih yang tidak baik. Apa Adam dan hawa ada dosa sebelumnya? Tidak ada dosa. Itu hak mereka. Dia ada di dalam kelimpahan, dia ada di dalam kecukupan, dia ada di dalam fasilitasnya Tuhan. Tetapi pilihan, dia memilih yang jahat, dia dengar suara Iblis. Padahal tiap hari dia dengar suara Tuhan, tiap hari dia ngobrol sama Tuhan loh. Tiap hari Tuhan datang ngobrol dengan Adam dan Hawa. Tetapi Hawa dengar Iblis lebih dari pada mendengar Tuhan.        

Ini saya bingung, kenapa dia begini kenapa dia begitu. Dia bergaul sama orang baik, kenapa? Kenapa dia begini, kenapa dia berbuat begini, kenapa dia berbuat begitu. Pilihan. Lihat orang yang benar. Kepada orang yang benar, kebaikan itu akan membayar kontan. Kita benar, bayar ... dikasih kebaikan. Kita benar, dikasih kebaikan. Mazmur 

23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, - Saya mau kasih tahu bahwa hidangan ini saudara tidak usah bayar. Sudah dibayar kontan - di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak - Minyak ini saudara tidak usah beli - ; pialaku penuh melimpah. - Baik pialanya maupun isi minumannya melimpah. Saudara tidak usah bayar.
23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Adanya saja saudara di gereja, sudah membuktikan ayat ini saudara ada di rumah Tuhan di mana kebaikan dan kemurahan Tuhan akan membayar kontan segala usaha saudara ini. Kembali pada Amsal, dia membicarakan mengenai orang baik.

13:22 Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.

Kalau saudara hati-hati baca ayat ini, saudara akan lihat double keuntungan orang benar. Bayangkan saudara, orang baik berarti orang benar meninggalkan warisan bagi cucunya. Anaknya dia lewat, berarti anak cucunya juga termasuk. Kalau kita baca kitab Keluaran  

20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

Bayangkan yang membenci Tuhan yang tidak menurut, diberikan itu pembalasan dari Tuhan sampai keturunan yang keempat. Ini kita, ini keturunan kesatu. Lihat Amsal itu anak cucu. Anak cucu berarti ini. Keturunan kedua ini, keturunan yang ketiga ini, keturunan keempat ini. Kalau kita rinci lebih kurang dalam ayat yang lain, 7 turunan. Itu orang berdosa. Apalagi orang baik. Orang berdosa saja empat turunan. Kalau kita hitung dari sini empat tapi kalau kita hitung dari sini itu tujuh. Kita hitung dari cucu kita ... tujuh turunan tidak akan dapat kebaikan. Bayangkan kalau yang baik.

Jadi kalau saudara baik, nggak usah takut anak cucu kita. Tidak usah takut, saya ulangi. Sebab janji Tuhan akan memberikan kepada turunan sampai ke  turunan yang ketujuh anak cucunya. Lalu Tuhan kasih bonus kalau kita kembali kepada Amsal   

13:22 ..., tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.

Tetapi ini orang berdosa dia kaya. Kekayaan orang berdosa. Saya lihat saudara, waktu saya masih smp sampai sma, orang Cianjur yang kaya keturunannya itu malah kalah, sekarang ini kalah. Tokonya yang banyak dijual. perusahaannya yang banyak dijual. Dan saya lihat pola ini terus menerus dari tahun 60, tahun 70, tahun 80, tahun 90 saya lihat sampai tahun 2000 saya lihat. Kaya di Cianjur tapi tidak di dalam Tuhan. Boro-boro kepada turunan yang keempat, baru keturunan pertama anaknya saja usahanya sudah dijual, tokonya yang besar dijual, tanahnya dijual.

Bahkan saya baru dengar kemarin, salah satu orang kaya tahun 60 tahun 70 baru bayar hutangnya kepada satu orang yang dia pinjam uang. Saya tidak mau saudara ngalami itu. Saya percaya firman Allah bahwa orang yang baik bukan hanya meninggalkan warisan tapi di tengah jalan kekayaan orang berdosa disimpan sama Tuhan untuk orang yang benar.

Maka lebih baik kita menjadi orang benar dari pada orang yang tidak benar. Jangan bangga saudara, toko saya diberkati saya tidak ada kekurangan tapi hidup kita nggak benar. Nggak sampai turunan ketiga, nggak sampai turunan keempat. Tapi mata saya jadi saksi jemaat yang tahun 60an tahun 70an bibilintik kecil kuli kerja sekarang di hari tuanya Tuhan memberkati dengan limpah, anak cucunya diberkati. Saya lihat ini yang diberkati oleh Tuhan itu mulai ini anak cucunya ini mulai kacau. Ikut Tuhannya kacau, kebaktian kacau, nggak ada turunan merokok dia mulai merokok, saya kuatir. Nggak sampai 7 tutunan. Sebab tadi turunan ketiga keempat. Dari sini turunan ketiga keempat. Tujuh turunan.

Jadi membaca Alkitab, mendengar Alkitab, mendengar khotbah, rajin ke gereja tidak bikin saudara diberkati. Yang bikin saudara diberkati, saudara melakukan firman, menolak segala macam kejahatan tapi merangkul segala macam kebaikan. Jangan ngomongin orang, jangan prejudice, jangan mencurigai orang, jangan jadi FBI. Datang kepada Tuhan apa adanya.   

Firman Allah katakan kita anggap orang lain itu lebih utama dari kita. Kita jangan mengganggap rendah orang lain, kita anggap orang lain lebih tahu  dari kita, kita anggap orang lain lebih bijak dari kita ... pasti kebaikan itu mengikuti kita dengan segala hal-hal yang besar itu akan mengikuti kita.

Mungkin saudara bertanya, mengapa kita disebut orang kristen itu ada yang baik, ada yang jahat. Ayat 20,

13:20 Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.

Segi pergaulan kita akan kita bicarakan sedikit. Saudara ke gereja umpamanya tiga kali satu minggu: minggu pagi, minggu sore, rabu. Tiga kali satu minggu. Kalau kita ambil rata-rata kebaktian itu 1.5 jam ... 4.5 jam. Tambah bedston 1 jam, 5.5 jam. Yang suka ikut bedston pagi, dalam satu minggu 7.5 jam saudara bergaul dengan orang benar. Jam-jam yang lain saudara bergaul dengan siapa? Dari satu minggu itu ratusan jam saudara berteman bergaul ngobrol dengan orang dunia, berhubungn dengan orang dunia, berkomunikasi dengan orang dunia. Jadi sedikit banyak terkikis. Rajin terkikis jadi malas.

Dulu bedston datang terus, suami istri datang terus bedtson tapi karena pergaulan dengan orang dunia, hujan sedikit dia tidak bedston. Kalau bedston seorang sekali. Kalau suaminya bedston istrinya tidak, istrinya beston suaminya jaga gawang. Tanpa sadar saudara mulai terkikis.  

Tuhan itu nggak kaya pendeta. Pendeta kan nggak bisa liat apa kemajuan saudara, bagaimana saudara punya hati sama Tuhan, kan saya nggak bisa lihat. Tapi Tuhan kan menyelidiki hati. Tuhan menyelidiki hati sampai sedalam-dalamnya. Apakah kita kebaktian ini sungguh-sungguh, apakah kita kebaktian ini asal setor muka, kan Tuhan tahu. Apakah kita suka prejudice sana orang, kan Tuhan tahu. Apakah kita marah sama seseorang, kan Tuhan tahu. Apakah kita iri sama seseorang, kan Tuhan tahu. Ini yang paling banyak, kita suka nyalahin orang lain padahal kita yang salah. Anak kita yang nakal, kita salahin itu anak tetangga sih dia bergaul dengan anak tetangga. Anak tetangganya bergajul. Ya, kenapa bergaul sama bergajul?

Tujuh jam dibanding dengan berapa puluh jam saudara di luar. Itu sebabnya pergaulan itu penting. Bertemanlah dengan orang yang lebih kuat imannya supaya kita kebawa, iman kita kuat. 

Mungkin jemaat rohani lemah tapi kita berteman sama yang lebih kuat, tambah kuat. Tapi kalau kita berteman sama orang dunia seperti Petrus berteman dengan orang dunia, dia menyerahkan Yesus menyangkal Yesus. Jadi pergaulan ini penting.   

Jadi kita bergaul dengan orang dunia kalau kita kuat, orang dunia kita bawa kepada Tuhan. Kalau tidak kuat, kita yang terbawa kepada orang dunia. Saya selalu lewat Puncak. Di puncak berapa banyak mobil masuk ke jurang. Derek yang menarik harus lebih besar dari yang ditarik. Kalau yang masuknya itu cuma Avanza, derek kecil biasa tarik Avanza, keluar. Tapi kalau yang masuknya bus, tidak bisa derek tarik. Harus panggil dari Bandung yang lebih besar lagi, dia lebih kuat, tarik bus itu ke atas.

Kita, firman Allah bilang, jangan merasa kuat. Selalu berkata: Tuhan, Engkaulah kekuatanku. Tanpa Engkau saya tidak bisa apa-apa. Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, siapa berteman dengan orang bebal menjadi hancur. Siapa teman saudara?

Kasih tahu dengan siapa saudara bergaul dan saya akan kasih tahu siapa saudara. Sebab kita adalah dengan siapa kita bergaul. Berteman dan bergaul, kenal dan bergaul, itu lain loh. Tahu dan bergaul itu lain. Sebagai ayat penutup, kita lihat Kejadian     

5:21 Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah.
5:22 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5:23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.
5:24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

Bayangkan itu bergaul dengan Allah. Perhatikan dua kali Henokh disebut bergaul dengan Tuhan. Dia punya anak bahkan anaknya bukan satu, ada anak laki ada anak perempuan. Lalu karena pergaulannya dengan Tuhan, itu ayat bilang, ia diangkat oleh Allah, naik ke sorga. Tapi dalam pagi ini saya akan bicara bagaimana Tuhan bisa mengangkat saudara dari tingkat hidup yang rendah menjadi tingkat hidup yang tinggi kalau saudara bergaul dengan Tuhan, dari hidup yang sederhana menjadi hidup yang berkelimpahan, dari pangkat yang rendah menjadi pangkat yang tinggi, dari orang biasa menjadi orang luar biasa, dari orang sederhana menjadi orang yang disukai oleh Tuhan, itu arti dari Tuhan mengangkat. 

Barang siapa merendahkan diri - itu orang yang suka bergaul dengan Tuhan, Aku akan angkat dia. Siapa meninggikan diri, dia tidak suka bergaul sama Tuhan, Aku akan rendahkan. Kiranya Tuhan memberkati saudara. Saudara diberkati sampai tujuh turunan bahkan ada kekayaan yang Tuhan simpan untuk saudara yang hidup baik dan hidup benar. Bahkan kalau saudara bergaul dengan Tuhan, Dia angkat saudara.

Pulanglah dengan kepala tegak dan berkata: Terima kasih Tuhan, saya diangkat oleh Engkau. Terima kasih Tuhan, keberhasilan ada di hadapan saya. Terima kasih Tuhan, suami istri diberkati oleh Tuhan. Terima kasih Tuhan, toko saya diberkati. Terima kasih Tuhan, saya naik pangkat di kantor. Terima kasih Tuhan, apa saja yang kita pegang akan diberkati oleh Tuhan.

Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________