Khotbah Minggu Pagi November - Desember 2002

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu Pagi, 15 Desember 2002 

7 HAL YANG TUHAN TIDAK SENANG

Kita akan buka Alkitab kita, dalam Kitab Yeremia

4:22 Sungguh, bodohlah umat-Ku itu, mereka tidak mengenal Aku! Mereka adalah anak-anak tolol, dan tidak mempunyai pengertian! Mereka pintar untuk berbuat jahat, tetapi untuk berbuat baik mereka tidak tahu. 

Kita baca sekali lagi bersama-sama. Kalau yang bilang tolol ini saya, kita bisa maklum. Tapi yang bilang tolol ini Tuhan. Dan Dia sedang bicara tolol ini kepada umat yang Dia pilih, umat yang paling pintar di dunia, yaitu orang Israel. Orang Israel terkenal sebagai umat pilihan Allah. Sampai sekarang ini tidak ada yang bisa membantah bahwa orang Yahudi, orang Israel itu orang yang pandai. Kalau saudara ingat pada tahun 69, ada Apollo yang ke bulan, maka insinyurnya Wernerfond Brown itu adalah orang Yahudi. Albert Einstein itu juga ahli atom adalah orang Yahudi. Henry Kissinger itu orang Yahudi. Frank Sinatra itu orang Yahudi. Presiden Clinton itu Yahudi. Saya bisa baca terus banyak mengenai kepandaian orang-orang Yahudi, ya. Ilmu pengetahuan dari Antartika sampai kepada Galaktika itu dikuasai oleh orang Yahudi. Bank Amerika itu meminjam uang pada Bank of Rotschild. Rotschild ini adalah orang Yahudi. Jadi keuangan di dunia ini dikuasai oleh orang Yahudi. 

Betapa pintarnya orang Yahudi ini dan betapa pandainya orang Israel ini. Tetapi dihadapan Tuhan, orang Yahudi ini disebut bodoh. Bahkan memakai bahasa yang lebih keras, dipakai kata tolol. Bahasa Inggris memakai kata foolish. Foolish itu memang bodoh, ya. Kalau saya katakan bodohnya seperti apa? Umpamanya saudara bawa-bawa kopor, naik taksi keliling-keliling cari hotel. Itu bodoh. Kenapa kita tidak telephone hotelnya, check in ada kamar apa tidak? Setelah tahu ada kamar, lalu kita tidak usah keliling-keliling, kita langsung ke hotelnya. 

Yang kedua disebut tolol. Tolol ini di dalam bahasa Inggris memakai kata silly. Silly ini sesuatu yang kita tidak perlu lakukan tapi kita lakukan. Sebagai orang kristen sudah tidak perlu lagi berdosa, tapi kita berdosa juga. Bodoh! Maaf, tolol! Sesuatu yang kita tidak perlu lakukan. Kita nggak usah ribut, nggak usah berkelahi, nggak usah ribut sama orang lain, nggak usah. Kita ribut juga. Silly, bodoh. Sudah tahu Tuhan perlindungan kita, tapi kita tinggalkan Dia. Silly, bodoh. Ini ungkapan dari Tuhan. 

Jadi, orang yang pandai mencari uang, orang yang pandai dalam ilmu pengetahuan, belum tentu pandai dihadapan Tuhan. Orang yang berhikmat di hadapan manusia, orang yang pandai, yang cerdik, cendikia dihadapan manusia itu belum tentu cerdik, cendikia di hadapan Tuhan. Mari kita tutup dulu Yeremia 4, kita buka I Korintus 

1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. 
1:19 Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan." 
1:20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? 

Jadi walaupun pandai dihadapan dunia, berhikmat di hadapan dunia, di hadapan Tuhan itu dianggap bodoh.        

1:21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. 
1:22 Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, 
1:23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, 
1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. 
1:25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. 

Amin, saudara-saudara? Apa masih tersinggung disebut bodoh? Jadi, kembali pada Yeremia 4. Sekarang kita mengerti, kenapa Tuhan marah. UmatKu ini bodoh, seperti anak yang tolol, mereka tidak mengenal Aku. Ketemulah kata mengenal Aku. Jadi nampaknya ini terbalik, saudara, ya. Yang dianggap pandai oleh manusia, dianggap bodoh oleh Tuhan. Yang dianggap bodoh oleh manusia itu berhikmat, kata Tuhan. 

Contoh, ada jemaat yang suka ngomong begini: Saya kurang percaya kalau sembahyang Tuhan bisa jawab. Karena apa? Karena dia pakai hikmat manusia. Kalau hikmat manusia tuh kalau ada problem, lari sama sarjana hukum, lari sama sarjana ekonomi. Rada bisa masuk akal, lari sama dukun. Tapi orang yang berhikmat kepada Tuhan, dia lari sama Tuhan. Ada kesulitan ekonomi, dia lari sama Tuhan, berlutut sembahyang. Menurut orang lain bodoh itu. Ada kesulitan dalam rumah tangga, dia lari sama Tuhan, berlutut sembahyang. Kata orang lain bodoh itu. 

Lihat ini Elia. Ketika dia mau mengunci hujan, dia berdoa, jangan hujan tiga setengah tahun, tidak ada hujan. Tapi dia meminta hujan, dia berdoa lagi, dia minta lagi hujan, hujan turun. Apa yang dianggap bodoh kata orang dunia, tetapi itulah yang berhasil bagi kita umat Tuhan. Nah, kita nih seringkali merasa pandai dengan membelakangi Tuhan. Disebut disini, tidak mengenal Aku. Tidak mempunyai pengertian. 

Kenapa sampai Tuhan marah begitu? Di bagian akhir dikatakan, mereka pintarnya berbuat jahat. Kalau nipu, berbuat jahat, nyeleweng, selingkuh, pandai. Tetapi hidup benar, takut akan Allah, beribadah kepada Tuhan, sayang istri, tunduk kepada suami, sayang anak, taat kepada orang tua, nggak bisa. Apa kata Firman? Mungkin Firman Tuhan ini agak keras, tapi saya nggak ada yang lain, saya dikasihnya ini. Saya dapatnya dimimbar sini. 

Natal bukanlah natal kalau kita merayakannya dengan hati kita jauh dari Tuhan. Nanti tanggal 25 Desember, lewat aja begitu aja. Natalnya natal kering, nggak ada rasa apa-apa. Tidak ada rasa berkat. Kebaktian .. kebaktian, kering. Jangan nyalahkeun gereja, jangan nyalahkeun pendeta. Mungkin kita yang membelakangi Tuhan. Mungkin kita yang nonggongin sama Tuhan. Maka kata Tuhan: Aduh, umat-Ku .. - masih diaku kita umatNya, - ini bodoh. Foolish, silly, seperti anak yang tolol, kata-Nya. Kenapa? Karena dia tidak mengenal Aku. Aduh, saudara-saudara, jadi kristen ini yang paling susah mengenal Tuhan. Mengenal Ko Yoyo mah gampang. Mengenal Pak Awondatu mah gampang. Jangan batuk aja di gereja, udah, kita udah kenal dia, ya. Jangan bikin dia susah. Kalau jalan-jalan ke luar negeri, bawain aja majalah tentang motor, senang dia. 

Tapi mengenal Tuhan lain. Kita musti cari tahu apa yang Tuhan senang, apa yang Tuhan tidak senang. Apa yang Tuhan suka, apa yang Tuhan benci. Apa yang Dia senang, apa yang Dia tidak senang. Nah, sekarang kita mau lihat dulu, ada tujuh hal yang Dia tidak senang, yang kita musti jauhi juga. Di dalam Amsal pasalnya yang ke 6. Dalam Amsal pasalnya yang 6:16-19, ada enam sampai tujuh hal yang Tuhan tidak suka.

6:16 Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: 
6:17 (1) mata yang sombong, (2) lidah dusta, (3) tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, 
6:18 (4) hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, (5) kaki yang segera lari menuju kejahatan, 
6:19 (6) seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan (7) dan yang menimbulkan pertengkaran saudara. 

Saya tidak ada waktu cerita ketujuh-tujuhnya.Tapi dari ketujuh perkara ini, ada satu hal sampai disebut dua kali sama Tuhan. Dan itu sangatlah, saudara-saudara, dibenci sama Dia, yaitu ayat ke 17 bagian kedua: lidah dusta, ayat 19, saksi dusta, disebut sampai dua kali. Ayat ke 17, lidahnya, siapa saja orangnya. Ayat ke 19 itu orangnya, saksi dusta. 

Kalau dengan mulut kita, kita berkata, saya mengasihi Tuhan. Tapi dengan tingkah laku kita, kita berbuat jahat. Maka kita berdusta. Tapi kalau saudara, toh mau berdusta, terpaksa harus berdusta, saya kasih tahu syaratnya. Cuma satu syaratnya, jangan sampai Tuhan tahu. Saudara ketawa, kenapa? Karena saudara tahu,Tuhan pasti tahu kalau kita berdusta. Tetapi kita sudah tahu, Tuhan tahu kita berdusta, toh kita berdusta terus. Hai Ananias, apakah harga tanah ini seluruhnya dari harga tanah yang kamu berikan kepada Tuhan? Padahal dia cuma separoh yang dia bawa.

Kalau dia bilang, ini Petrus, ini saya harga tanah cuman separo. Sudah, nggak ada persoalan, sudah. Oh puji Tuhan, sudah terima, pasti Tuhan berkati. Sudah. Tapi yang dia salah, ini harga tanah dari seluruh tanah saya, saya jual. Ini uangnya semua, ini, buat engkau, buat Tuhan. Padahal separohnya. Yang dihukum sama Tuhan, saudaraku, bukan dia nggak bawa uang semua, bukan. Yang dihukum sama Tuhan dustanya. Dia bilang, iya memang ini harga tanah semuanya. Langsung mati. Dalam Kisah Rasul pasal yang ke 5. Datang istrinya, Safira. Mati dikubur, nggak dikasih tahu istrinya. Istrinya datang, mana suami saya? Ditanya lagi sama Petrus, apa betul harga yang uang yang dibawa sama suamimu itu harga tanah semua, apa separohnya? Kalau dia bilang separuhnya, selamat dia. Dia bilang, betul semua. Mati juga. Aduh, itu gereja mula-mula, saudara-saudara, nggak ada kompromi. Kayanya kalau gereja mula-mula itu diterapkan sekarang, banyak diantara kita yang mati. 

Apa anda bawa perpuluhan? Bawa. Padahal nggak, mati. Apa ini persepuluhan jujur? Jujur. Padahal bohong, mati. Umpamanya ini. Apa bulan ini kamu sudah bawa perpuluhan? Sudah. Tapi belum, mati. Bayangkan saudara kalau kita hidup dalam gereja yang mula-mula, pada mati semua. Dan mending kalau masuk surga matinya. Orang yang sombong, orang-orang yang bohong, matinya masuk kemana? Ya, kita tau sendiri. 

Mari kita jauhkan diri dari mata yang sombong, menganggap orang lain lebih rendah, menganggap diri kita hebat, menganggap gereja kita hebat, saya mah udah bisa sembahyang, kamu mah belum bisa. Walaupun itu ngomongnya dalam hati. Aku mah udah begini, kamu mah belum bisa. Aku pinter menyanyi, kamu nggak. Aku pandai khotbah, kamu nggak bisa khotbah. Mata yang sombong. Menganggap orang lain remeh, menganggap orang lain lebih rendah. Jangan! 

Yang ketiga dikatakan, saudara-saudara, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah. Pembunuh. Ah, saya mah nggak pernah bunuh orang. Oke, saya setuju, kita nggak pernah bunuh orang. Mungkin kita pernah menggugurkan kandungan. Yah masih ada ini si kecil, sudah hamil lagi. Mumpung baru dua minggu, gugurkan kandungan saja. Kalau itu anak bisa ngomong dalam usia dua minggu dalam kandungan, dia akan ngomong begini: Mama, saya salah apa? Papa, saya salah apa? 

Saya ditelephone oleh satu orang dari Jakarta. Dia punya dua anak perempuan. Namanya bapak Hendri Sutandi :  Pak Awondatu, saya punya istri nih telat bulan dua minggu, kita mau gugurkan, boleh apa nggak? Saya pakai akal budi, saya bilang, umpamanya anak itu lelaki, kamu mau gugurkan nggak? Dia bisik-bisik sama istrinya. 

Jadi pak, anak saya ini lelaki? Saya bilang umpamanya. Jadi menurut bapa ini lelaki? Umpamanya anak itu lelaki, you sudah punya anak dua perempuan, masih mau digugurkan nggak? Nggak, pak, asal lelaki. Nah, berimanlah sama Tuhan bahwa anak itu lelaki. Menurut bapak lelaki, ya? Oke, demi nama Yesus, saya bilang lelaki. Dan kalau lahir dia kasih nama Samuel. Dia tidak gugurkan. Tapi dia yang senang, saya yang susah. Bagaimana kalau anak itu lahirnya perempuan? Apakah harus dikasih nama Samuel Nio? Dan apa yang terjadi saudara? Pada hari istrinya melahirkan, saya ditarik sama dia, naik mobil dia. Naik. Di Rumah Sakit Bunda. Jalan. Karena itu waktu pas-pas mau melahirkan. Ini pak, waktunya dia melahirkan. Suster, sudah melahirkan istri saya? Oh, sudah, sudah. Deg, deg, deg, deg. Lelaki perempuan? Lelaki. Itu saya kaya diguyur air dingin. Sekarang anak itu sudah SMA. Waktu dia masih kecil, diempo-empo : Ehm kamu, kalau nggak ada oom Yoyo, kamu nggak ada, saya bilang. 

Satu Mayor polisi, kristen, di Jakarta, istrinya pun telat datang bulan. Bagaimana pak Awondatu, anak saya nih sudah tiga? Ini kita mau gugurkan itu anak. Jangan, jangan. Ini anak nanti akan jadi pinter, nanti sayang, jangan, jangan digugurkan. Dia menurut, saudara. Sampai sekarang, anak itu harus panggil sama saya tuh papa, papa Awondatu. Pinter betul, luar biasa, sekolahnya pandai. Nah, ini seringkali ibu-ibu main gugurkan kandungan saja, tanpa lihat Amsalnya, Tuhan tidak suka orang yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah. Kan dia anak kita nggak bersalah, itu kan berkat Tuhan. Kenapa musti digugurkan? Orang lain mah ingin punya anak, nggak bisa-bisa punya anak. Sembahyang-sembahyang, makan jahe, supaya punya anak. Tidur bawa rambutan, supaya anaknya tuh banyak kaya rambutan, nggak ada yang keluar anak. Kenapa kita ini yang dikasih anak dibuang-buang? 

Saya mau pinjam kata-kata dari Mother Teresa. Dia berkhotbah, berpidato didepan rumah pelacuran. Dia bilang, kalau kamu hamil, jangan bunuh anak kamu, kasih sama saya, karena itu ciptaan Tuhan. Lebih baik pelihara anak, pelihara manusia daripada pelihara anak anjing helder. Kasih sama saya. 

Saudara-saudara, marilah kita membenci apa yang Tuhan benci. Yang berikutnya, yang membuat rencana-rencana yang jahat. Saya tidak usah terangkan lebih jauh. Masih dipikiran, rencana jahat sama orang. Aduh, kemarin saya ngeri lihat di televisi. Satu menantu dendam sama mertua. Mertuanya mending masih muda, udah tua, mertuanya perempuan lagi. Dilindesin itu mertua di kereta api, saudara, sampai belah jadi dua, mayatnya nggak dikenal. Dipukul dulu itu mertua perempuan, sampai pingsan, udah gitu ditaroh di kereta api, dilindes. Ketahuan juga. Tapi itu gimana? Perencanaan disitu. 

Di Bali baru-baru ini ditangkap anak umur tujuh tahun, enam tahun, lelaki. Yang merampok temannya yang berumur empat - lima tahun, anting-antingnya dirampas. Si temannya ini didorong dari jurang, saudara, 60 meter. Mati, saudara. Itu anak kecil sudah ada rencana jahat, itu bagaimana? Semua diungkap sama Tuhan. Yang bikin bom, yang mengebom, semua diungkap. Saya kasihan sama wakil presiden kita. Yang ngebom di Bali itu bukan orang di Indonesia, pasti dari luar negeri, pasti Amerika. Barang ketangkep teh, orang Indonesia. Bukan orang islam yang ngebom, nggak mungkin orang muslim ngebom begitu. Nggak mungkin. Ditangkep teh di pesantren. Tidak ada Jemaat Islamiyah, ternyata sudah menjamur disana sini. Sampai ternyata Poso pun mereka yang bikin kacau. Itu rencana jahat itu bagaimana, orang bikin rencana jahat? Orang nggak salah, gereja nggak salah, dibom. Orang kristen mah nggak ngebales aja, Tuhannya yang ngebales. 

Berikut, saudara-saudara. Kaki yang segera lari menuju kejahatan, maksudnya gesit. Kalau udah bicara kejahatan, hayu. Kalau kita mau nyeleweng, hayu. Kalau kita mau salah, hayu. Kalau yang bener mah mani ka hararese. Diajak sembahyang, hararese. Diajak bedstone, euhm hese. Cangkeul lah, ieu lah, itu lah, tiris lah. Diajak puasa .. maag, peurih. Begitu kata dokter, ibu ada tumor, musti diambil, nanti malam puasa. Langsung dia puasa. Kalau sama dokter mah nurut. Kalau sama pendeta mah, maag Ko Yoyo. Saya teh lamun puasa teh maag. 

Jadi kembali, saudara, kalau diajak bener-bener mah hese. Datang sekali, dua kali, kaditu na mah leubeung, poho. Nanti kalau tidagor, dapat problem: Ko Yoyo, bantu doa atuh. Kudu tidagor heula. Harus kena benturan dulu, harus kena gada dulu, harus ticatrok heula, harus keseleo dulu, baru ikut Tuhan, baru cari Tuhan. Yesus, Yesus, Kau segalanya bagiku. Ari keur teu kitu, antri weh terus, antri terus. Dimana we antri na mah. 

Maka pada pagi hari ini, saudara-saudara, mari kita belajar, jangan terlalu gesit dan janganlah gesit-gesit untuk hal yang jahat. Gesitlah untuk hal yang benar. Gesitlah untuk doa. Gesitlah untuk baca Firman Allah. Gesitlah untuk berbakti. Haleluyah, puji Tuhan. Terus, berikutnya. Seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan. Ini lain lagi dustanya. Dia menyembur-nyemburkan kebohongan. Di sms ada, saya dapat, istri saya dapat: Anda beruntung mendapatkan undian mobil .. uang, harap hubungi nomor ini. Saya suka balas: Hai monyet, bertobatlah kamu, ya. Karena orang ini orang bohong, pendusta, saudara-saudara, supaya dia cari keuntungan. Nanti kirimlah uang kepada nomor-nomor ini hari Jumat. Nah, begitu hari jumat diambil sama dia duitnya, hari sabtu dia punya nomor itu di bank sudah dicabut. Karena hari sabtu, bank tidak ada. Saudara mau ngecek? Tidak bisa, dia sudah lari dulu. Jadi hati-hati, itu yang suka menyembur-nyemburkan kebohongan. 

Istri saya di telephone sama pendeta dari Magelang, Viktor Malino. Apa betul, Yang, Zainudin MZ dibaptis sama Yoyo? Oom, wauh ge heunteu, ceunah. Dulu, Oma Irama dibaptis sama pak Awondatu, sekarang Zainudin MZ. Nanti Aa Gym mungkin saya baptis. Saya tidak tahu, saudara-saudara, ya. Satu-satu semua saya baptis. Ini orang menyembur-nyemburkan kebohongan. Waktu saya di Sorong, pendeta Sorong bilang: Oom, .. eks Cianjur,  baru tadi kita dapat sms, Ronaldo ditembak orang. Dia baru ambil uang dari bank di Brasil, dia ditembak orang. Saya nggak percaya dulu. Masa iya Ronaldo ditembak orang? Iya, betul. Cari-cari dikoran, nggak ada. Begitu sampai di Jakarta, Ronaldo mah lagi sarangah-serengeh, lagi ketawa-tawa aja. Ini siapa yang menyembur-nyemburkan kebohongan? 

Nah, hati-hati, saudara, yang suka mengadu domba. Suami teh baik tapi ada yang nggak suka lihat saudara rukun, cinta damai. Aya hileud datang: Ci, kamari teh nempo si engko teh leumpang jeung tukang rambutan. Nah hati-hati, di mana itu. Padahal memang kalau beli rambutan kan, saudara-saudara musti nawar dong? Sabaraha, ceu? Tuh nu itu mah sae, pak. Pan leumpang tah. Sae tah. Tah jelema teh suka gitu. Yang ini, cepet, ininya tipis, kupingnya. Marah, cemberut. Ti mana yeuh sarareungit? Wangi ini, dari mana kamu? Padahal makanan Padang, dia dari restoran Padang, dikasih saputangan basah, suka wangi, dia elap-elap disini jadi wangi. Tapi kalau orang udah curiga. 

Mari saya kasih ilustrasi. Di Tiongkok, ada satu petani kehilangan pacul. Dicari, dimana-mana, nggak ketemu nih pacul. Dia mulai curiga sama anak tetangga. Ini nih si ini, si Akew. Karena anak tetangga ini umur 13 tahun, kalau jalan tangannya diginiin. Memang dia punya tangan itu gesit, kayanya memang dia nih copet, bener nih. Dia udah curiga. Jalan matanya larak-lirik, wah ini matanya juga mata cong ti ini, mata bangsat ini, pasti dia nih. Lha lu pura-pura lu, gua juga tahu, elu. Tiga hari, saudara, ini anak tiap bangun bolak-balik di depan rumahnya dicurigain sama si petani. Ini dia. Satu kali dia balik kebelakang, ke dapur, buka pintu, jatuh itu pacul dibelakang pintu. Gepluk. Yah, ternyata pacul itu ada di belakang pintu. Dia bawa pacul keluar, si anak tetangga lewat, matanya nggak kaya cong ti lagi. Tangannya nggak kaya tangan bangsat lagi. Jalannya nggak kaya pencuri lagi. Kenapa? Pacul sudah ketemu. 

Kita tuh suka curiga sama orang, gampang. Gampang curiga, karena ada saksi dusta. Nah ini hati-hati. Oh banyak yang suka ngadu-ngadu sama saya. Saya tuh punya dua kuping. Kalau satu dengar aduan kesini, saya yang sebelah musti dengar dulu yang dari sebelah sana. Betul apa nggak? Dua kuping, mulut satu. Kita kadang-kadang satu kuping, mulut dua. Dengernya belum, ngomongnya udah. 

Berikutnya. Dan yang menimbulkan pertengkaran saudara. Ini yang saya katakan, saudara ini saudara sedaging sedarah jadi ribut. Jadi, Tuhan nggak suka adu domba. Tuhan nggak suka fitnah. Tuhan nggak suka menggugurkan kandungan. Tuhan tidak suka dusta, satu dua kali disebutkan, Tuhan tidak suka dusta. Tuhan tidak suka kesombongan, ya. Tuhan tidak suka orang yang membuat rencana-rencana jahat. Saya tidak ada waktu buat buka ayat. Tetapi ada ayat berbunyi begini: Aku mengasihi akan sesal. Orang yang menyesal itu Tuhan sayang. Saya udah salah nih. Udah salah nih saya, saya udah salah. Aduh, Tuhan saya salah, anak terhilang. Saya salah. Begitu ngomong, saya sudah salah, Tuhan .. menyesal. Itu aja Tuhan udah seneng. Tuhan sudah sayang. Tetapi begitu saudara berbalik, aduh Tuhan, saya mau berbalik sama Engkau, saya mau kembali kepada Tuhan. Itu Tuhan lebih sayang lagi. 

Sebagai ayat terakhir, Amsal

8:17  Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku. 

Jemaat yang paling jauh, saya nggak tahu yang mana ini, mungkin Ko Akun dari Cipeuyeum. Jam berapa ko Akun bangun? Jam empat, setengah empat? Cipeuyeum itu 20 km dari Cianjur, harus naik kendaraan kesini. Ada jaminan, Tuhan mengasihi orang yang mengasihi Dia. Dan kalau tekun mencari Dia. Tekun itu rajin, bahasa Inggrisnya diligent. Rajin mencari Dia, dia akan mendapatkan Tuhan. 

Keinginan saya, saudara-saudara, setiap saudara kebaktian, saudara harus menemukan Tuhan. Saudara harus ketemu dengan Yesus secara pribadi, baik melalui Firman maupun waktu berdoa, waktu memuji Tuhan. Saudara bertemu Dia, saudara dijamah oleh Dia. Itu saudara bertemu dengan Tuhan. Dan Dia berkata pagi hari ini, Aku mengasihi orang yang mengasihi Aku, dan orang yang mencari Aku dengan tekun, dengan rajin, dia akan menemukan Aku. Kalau kebaktian sore yang dari Sukabumi, 30 km. Harus jam 3 mereka berangkat. Harus jemput kesana, jemput kesini. Tetapi kalau tekun mencari Tuhan, mereka akan menemukan. 

Wai bagi kita yang cuma empat, tiga langkah dari gereja tapi tidak sampai-sampai ke gereja? Wai bagi kita yang dekat, di Cianjur, di gereja, tapi nggak sampai-sampai di kebaktian? Pada pagi hari ini, saya ingin saudara menemukan Tuhan. Jangan sampai Tuhan bilang: Kamu tolol. Jangan sampai Tuhan bilang: Kamu bodoh. Tidak mengenal Aku, pinternya berbuat jahat tapi tidak mau berbuat baik. 

Pagi hari ini kita mau kembali sama Tuhan: Tuhan, saya mau berbuat baik. Saya mau berbuat apa yang Engkau suruh. Saya ingin mencari Engkau dengan rajin, supaya kami mendapatkan Tuhan. Siapa ada keperluan silakan maju kedepan. Kita berdiri bersama-sama. Kita masuk di dalam doa.

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________