Khotbah Minggu Pagi November - Desember 2004

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu pagi, 07 November 2004

TUHANLAH YANG MENEMUKAN KITA

Lukas 

15:1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
15:2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
15:3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
15:4 "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
15:5 Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
15:6 dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
15:7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan." 

Kekristenan bukanlah kita mencari Tuhan tetapi Tuhan yang mencari kita. Keselamatan bukanlah kita yang menemukan Tuhan tetapi Tuhan yang menemukan kita. Berbahaya sekali kalau kita menganggap kita yang menemukan Tuhan. Saudara, Tuhan itu tidak berdosa, Tuhan tidak terhilang, Tuhan tidak bersalah ... dan itu sebabnya tidak bisa kita menemukan Tuhan. 

Banyak orang membuat buku-buku "Saya menemukan Tuhan," "Saya menemukan Kristus." Saya kira mereka itu terbalik, kita tidak bisa menemukan Kristus kalau tidak Kristus menemukan kita. Maka di dalam perumpamaan ini Yesus menceritakan satu perumpamaan tentang satu gembala yang punya 100 domba, yang satu ini hilang entah di mana dia hilangnya, ketinggalan di mana, apa sebabnya dia terhilang. Tetapi 99 domba ini ditinggalkan di kandang lalu sang gembala ini mencari sampai dia menemukan domba yang hilang itu lalu dia mengangkat ke atas bahunya.

Kalau saudara pernah melihat gambar Yesus Gembala yang baik, mengangkat domba, dua kaki di kanan dua kaki depan di kiri, dipangku di atas pundaknya - itulah gambaran Dia sudah menemukan domba yang hilang dan karena mungkin domba itu tidak bisa jalan karena sudah luka, sudah kakinya kena lubang, kakinya kena duri, jadi dia ketakutan kedinginan mendengar lolongan serigala, maka gembala yang baik ini mengangkat domba itu diatas bahunya.

Saya melihat saudaraku bahayanya kesombongan orang-orang yang selalu bilang, saya menemukan Tuhan, saya menemukan Yesus, saya menemukan A, saya menemukan ini. Terbalik. Kita tidak pernah menemukan Tuhan - Tuhanlah yang mencari kita, Tuhanlah yang menemukan kita. Kita melolong, kita berkelit berteriak di tengah-tengah kesendirian, ketakutan kedinginan oleh karena ancaman dosa tapi oleh kasih-Nya Tuhan Dia mencari ... Dia mencari ...  dia mencari. Dikatakan di sana   

15:4 "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? 

Kita buka Mazmur

100:1 Mazmur untuk korban syukur. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!
100:2 Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
100:3 Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.

Bisa bilang amin? Dia bukan hanya menemukan domba yang hilang tetapi Dia menggembalakan kawanan domba. Itu sebabnya kita sebagai orang kristen nggak boleh hidup sendirian: datang ke gereja sendirian, pulang sendiri, nggak ada ngomong, nggak ada A nggak ada B sama si A, nggak kongkow dulu nggak cerita nggak hei apa kabar, nggak. Langsung datang, pulang pulang. Kita ini disebut kawanan. Namanya saja kawanan itu ada kata kawan. Maka sebagai domba-dombanya Tuhan ini kita berkawan.

Dalam bahasa Malaysia, kawan itu juga berarti menikah, kawin. Jadi kawanan domba itu domba yang yang tidak cuman sendiri doang. Nanti tahun depan dia sudah bertambah sebab ada yang menikah, ada yang kawin maksud saya  domba itu. Jadi 20. Nanti tahun depan karena sudah beranak lagi orang itu jadi 30. Istilah kawan dalam bahasa Malaysia juga artinya kawin.

Maka begitu kita kenal kepada Tuhan sendirian, tahun depan sebetulnya nggak boleh sendirian lagi. Harus sudah bisa "melahirkan" jiwa yang lain, membawa jiwa yang lain. Tahun depan bawa lagi jiwa yang lain. Gampang Tuhan kasih gereja baru, gampang; Tuhan kasih gereja baru lebih gede gampang. Tapi buat apa gereja besar nggak ada dombanya. Lebih baik gereja kecil tapi dombanya padat. Dan karena Tuhan sudah lihat padat dombanya karena selalu bertambah dombanya maka Dia sendiri nanti akan membuka jalan bagi kita dengan gereja yang besar.  

Jadi ini dunia berputar. Kita bertambah tua, kita musti berproduksi, kita musti menghasilkan. Domba menghasilkan domba. Saya gembala hanya menggembalakan kasih makanan yang segar supaya sehat. Tapi yang menghasilkan domba adalah domba. Maka sebagai kawanan gembalanya, mari kita belajar mengenal Gembala kita yang baik, yaitu Tuhan. Dia yang menjadikan kita. Jadi mana mungkin kita menjadikan Tuhan? Dia yang menjadikan kita dan punya Dialah kita. Kita dimiliki oleh Dia. Bagaimana kita memiliki Tuhan?

Jadi kembali lagi saudara, kita adalah kawanan domba yang menjadi gembalaannya Tuhan. Dalam Mazmur 23, mazmur yang terkenal, Raja Daud dia memainkan kecapi dan bernyanyi bahkan ada yang berkata, Mazmur 23 ini adalah intisari dari seluruh alkitab.   

23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Mazmur 100 tadi berbicara tentang kawanan domba. Mazmur 23 berbicara tentang satu domba, yaitu Daud sendiri dan Tuhan menjadi gembala dia. Jadi Tuhan bukan hanya menggembalakan kawanan domba 100 ekor tapi Dia juga secara pribadi mengembalakan saudara, pribadi lepas pribadi. Tuhan adalah gembalaku. Kata ku, aku ... itu ada 17 kali. Kata Dia, Nya, Nya ... ada 13 kali. Jadi 30 kali sebutan hubungan antara kita domba dengan Tuhan sebagai gembala.  

Kalau bapak pendeta khotbah: Saudara-saudara, tahun 2004, Tuhan akan memberkati kita. Itu semuanya, keseluruhan gembala. Tapi dalam fakta sehari-hari, berkat untuk si A lain dengan berkat untuk si B; berkat untuk si C lain dengan berkat untuk si D. Tuhan tidak mungkin memberkati orang yang malas kebaktian. Orang yang satu tahun kebaktian sampai 104 kali, seminggu dua kali ... itu lain dengan yang kebaktian setahun cuma 52 kali. Itu berkat Tuhan lain.

Sama dengan domba yang makan rumput sehari tiga kali dengan yang makan rumput sehari sekali. Pertumbuhan badannya pun lain. Saya ini suka sedih, jemaat dikawinkan sama saya, punya anak satu diserahkan, punya anak dua diserahkan, punya anak tiga diserahkan tapi kebaktiannya malas. Tidak pernah kebaktian. Yang rugi itu bukan saya, yang rugi dia nanti. Karena kalau domba kurang makan, dia akan sakit, tidak lama lagi mati. Apa yang kita perbuat, itu akan kembali sama kita; apa yang kita makan, itu akan dirasa oleh tubuh kita. Kalau kita lapar itu dirasa oleh tubuh kita.

Jadi Tuhan juga menggembalakan kita sebagai satu pribadi. Orang yang ikut bedston - jemaat ini - sama yang tidak, lain berkatnya; orang yang ikut bedston sama dengan yang semalam suntuk, lain lagi berkatnya. Hari rabu saudara belajar, ya belajar belajar dah sedikit puasa. Aduh ko Yoyo kemarin saya puasa belum jam 5, jam 3 sudah nggak kuat minum air putih segelas. Biar nggak apa-apa, namanya juga belajar. Lebih baik ada kemauan belajar tapi buka duluan dengan air putih karena sudah lieur rieut (pusing). Maka saya anjurkan kalau mau puasa besok hari rabu, ini selasa malam minum air gula, malamnya itu ... untuk menjaga mag. Supaya tahan lapar, tahan pusing.       

Jadi kembali lagi kepada penggembalaan. Tuhan itu mengembalakan kawanan domba tapi satu lepas satu itu lain. Hanya yang menghiburkan kita, satu hilang Dia cari. Jadi bukan domba yang mencari gembala, gembala yang mencari domba. Satu kali nanti apakah Dia harus pegang leher kita tarik karena posisi dia posisi saudara susah dipeluk ditarik. Apakah kakinya harus ditarik kepala di bawah. Seperti itu Tuhan mendidik kita.

Mungkin saudara ada yang lebih baik mati dari pada hidup. Tuhan lihat. Ini kalau hidup terus dia akan terhilang, akan bikin kacau kehidupan orang lain. Tuhan angkat. Ada yang Tuhan lihat pertobatannya, sudah musti mati hari itu ditambah lagi 15 tahun umurnya. Seperti raja Hizkia. Bisa jadi.

Jadi kembali lagi saudara. Dia menggembalakan kawanan domba, Dia menggembalakan domba per domba. Di dalam Ibrani

13:20 Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita,
13:21 kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.

Dikatakan di sana, Gembala Agung sudah kembali dari antara orang mati, gembala segala domba. Saya ingin saudara tahu yang menggembalakan saudara bukan manusia. Saya tidak bisa menggembalakan saudara - tidak bisa. Tidak ada satu manusia di dunia bisa menggembalakan manusia yang lain, tidak bisa. Kami gembala-gembala sidang, disebut gembala sidang, kadang-kadang musti berjalan di belakang domba. Tapi Gembala Agung Dia berjalan di depan domba. Dia yang dengan gada dan tongkatnya masuk ke lembah yang gelap. Domba-domba yang takut begitu dengar suara gembala dia bisa tahu. Daud itu satu gembala tapi dia tidak bisa menggembalakan Israel. Tidak ada satu presiden di dunia yang bisa menyenangkan seluruh rakyat. Bohong kalau ada. Tapi kita punya Pemimpin Gembala yang Agung, Tuhan Yesus. Dia tahu keperluan saudara.

Di dalam ayat 21, akan memperlengkapi. Dalam bahasa inggris memakai kata complete, melengkapi saudara dengan semua yang baik. Sakit, itu bukan yang baik; pusing, itu bukan yang baik; problem, itu bukan yang baik; kacau, itu bukan yang baik; fitnah, itu bukan yang baik; rugi, itu bukan yang baik; bangkrut, itu bukan yang baik; miskin, itu bukan yang baik. Tapi Gembala Agung akan memberikan yang baik: diberikan rumput yang hijau, dibaringkan pada rumput yang hijau, dibawa kepada air yang tenang. Sepanjang umur hidup Mazmur 23 tadi, kebajikan dan kemurahan akan mengikuti kita. Sangat berbahagia kita kalau kita menjadi domba dari Gembala Agung. Sampai kita mati nanti, berkat Tuhan nggak berhenti.

Begitu kita mati, di surga sudah mulai penggembalaan, penggembalaan yang lain. Di Surga ada penggembalaan dari Tuhan. Di dunia, penginjilan akan berakhir; di dunia, guru sekolah alkitab akan berakhir. Semua hal akan berakhir. Hanya satu yang tidak berakhir, yaitu penggembalaan. Hanya penggembalaanlah yang tidak berakhir dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Tuhan akan tetap menggembalakan kita.

Saya tidak menemukan ayatnya di dalam kitab Wahyu tetapi saudara ingat bahwa Dia adalah tetap menggembalakan kita sampai di dalam kerajaan Surga.

Nah, pada pagi hari ini apapun yang menjadi keperluan saudara, jangan malu-malu jangan takut untuk berkata kepada Tuhan, saya perlu ini ... saya perlu ini. Sebelum saudara berkata-kata, juga Tuhan sudah tahu itu saudara perlu. Maka Tuhan Yesus berkata, jangan kamu kuatir dari hal apa yang kamu makan, apa yang kamu minum, apa yang kamu pakai, ... itu dituntut oleh orang kafir. Kamu nggak usah takut karena Bapa-Ku di Surga lebih tahu apa yang kamu perlukan.

Pagi hari ini, apa yang menjadi keperluan saudara, bawalah kepada Tuhan. Nyatakan kepada Tuhan. Dia yang memberikan Anak-Nya sendiri masa Dia menahan berkat dari saudara. Kita akan berdiri bersama-sama.   

-- o -- 

Minggu pagi, 14 November 2004

MENGERJAKAN KESELAMATAN

Filipi  

2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
2:14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
2:16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.
2:17 Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian.
2:18 Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku.

Di dalam perikop ini, rasul Paulus sedang menasehati jemaat di Filipi; satu nasehat yang luar biasa, yaitu nasehat untuk mengerjakan keselamatan. Perlu saudara tahu bahwa kita diselamatkan bukan oleh pekerjaan. Jadi kita tidak diselamatkan karena kita puasa, kita tidak diselamatkan karena kita sembahyang, kita tidak diselamatkan karena kita menyumbang, kita tidak diselamatkan masuk surga karena kita memberi sama orang miskin - sama sekali tidak!

Kalau itu keselamatan kita, orang kristen tidak mengenal selamat oleh amal saleh, tidak; kita tidak bisa diselamatkan oleh amal saleh. Seamal-amalnya kita, sesaleh-salehnya kita, kita tidak bisa mencapai keselamatan karena kita sudah menjadi orang berdosa.

Tetapi, kita ini diselamatkan oleh anugerah, oleh karena kita beriman kepada Tuhan, kita selamat. Nah, setelah kita selamat oleh anugerah tanpa kita harus membeli, tanpa kita harus membayar, maka kita harus mengerjakan keselamatan ini. Kalau keselamatan itu seperti satu ... modal satu kapital, maka kita musti menjalankan keselamatan. Kalau keselamatan itu seperti uang, kita harus golang, kita harus putar, kita harus kerjakan keselamatan itu.

Karena kalau kita hanya selamat seperti begitu saja, semua orang kalau terima Yesus memang selamat memang masuk surga, tetapi di surganya di mana, di surganya jadi apa, di surganya seperti apa. Itu dikatakan oleh rasul Paulus dalam I Korintus 15, bahwa bintang memang semua bintang, tapi cahayanya berbeda. Selamat memang semua selamat tetapi selamat seperti apa. Ada yang terang seperti bintang fajar ada yang tidak terlalu terang. 

Kita akan melihat di dalam ayatnya yang ke-12 ini 

2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar,

Saya mau baca dalam bahasa inggris, itu sebabnya kekasih-kekasihku, seperti kamu sudah selalu taat bukan saja pada waktu aku ada tetapi sekarang pada waktu aku tidak hadir, kerjakanlah keselamatanmu sendiri dengan takut dan gemetar.

Kita mendapat kalimat, kerjakanlah keselamatanmu. Bahasa inggris ada kata 'sendiri'. Dengan takut dan gentar. Sebelum saya mikirin orang, sebelum saya memberitakan keselamatan untuk orang lain, saya musti mikirin diri saya sendiri, saya musti pikir keselamatan saya, saya musti memeriksa diri, melihat diri, mengukur tingkah laku - mengerjakan keselamatan saya sendiri.

Maka saya kagum kepada nabi Nuh. Dia beritakan keselamatan untuk seluruh dunia selama 120 tahun. Nggak ada yang mau percaya tapi dia bisa menyelamatkan keluarganya sendiri. Bayangkan menantunya percaya, besannya tidak percaya. Dia punya 3 anak, tiga menantu percaya sama dia tapi 3 keluarga besar besan tidak percaya. Dan itu bukan urusan dari nabi Nuh lagi, tapi dia berurusan dengan keselamatan dirinya sendiri. Apakah saya sudah selamat, apakah istri saya sudah selamat, apakah keluarga saya sudah selamat, apakah menantu saya sudah selamat, ... dia memikirkan keselamatannya sendiri.

Maka itu kita yang pertama sebelum kita bersaksi kepada orang, sebelum kita mengajak orang lain selamat, kita harus memikirkan keselamatan kita sendiri. John Wesley berkata, yang saya paling perhatikan keselamatan orang hanya satu orang, yaitu diri saya sendiri; jangan sampai saya ini salah, jangan sampai saya keliru. Kita buka I Korintus

9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Jadi Paulus juga memperhatikan dirinya sendiri. Saya baca dalam bahasa inggris. Tetapi aku mendisiplinkan tubuhku dan membuatnya dia taat kepadaku supaya setelah aku memberitakannya kepada orang lain, aku sendiri jangan menjadi disqualifikasi. Ditolak.

Jadi mari pagi hari ini kita renungkan firman Allah, apa kita sendiri ini sudah selamat belum, apa kita ini kira-kira kalau mati hari ini selamat apa tidak, apa kita yang mengajak orang lain apakah jangan sampai orang lain selamat kitanya celaka. Apa kita sudah selamat?   

Pernah terjadi ada satu wanita yang bunuh diri; dia terjun ke satu air terjun. Lalu ada satu pemuda pas waktu itu dia lihat, dia ingin menolong. Jadi dia terjun juga. Tapi dia tidak bisa berenang. Dan begitu sampai di air terjun dia bilang, tolong .. tolong ... ini si lelaki. Nah, wanita yang lagi di air juga, dia dengar ada orang yang minta tolong, dia lihat ada lelaki minta tolong, jadi dia tolong. Waktu dia tolong si pemuda ini ditolong sampai selamat, akhirnya si gadis juga tidak bunuh diri. Jangan sampai kita jadi seperti pemuda itu. Mau nolong orang tapi nggak bisa berenang, ... dia sendiri yang minta tolong. Justru orang yang harusnya ditolong, malah dia yang menolong. Akhirnya memang selamat, dua-dua tidak mati.

Tapi ini menjadi gambaran bagi kita, jangan kita menolong orang tapi kita sendiri tidak mampu menolong diri kita sendiri. Karena rasul Paulus berkata, aku selalu mendisiplinkan tubuhku, memeriksa diriku jangan sampai aku berkhotbah untuk orang lain ... tetapi aku sendiri terbuang.

Filipi

2:12  ... tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar.

Bahasa inggris, with fear, dengan takut ... and trembing, dan gemetar. Gemetar karena melihat kengeriannya neraka itu, mengetahui kengeriannya kematian itu, mengetahui kesuciannya Allah itu, kita kerjakan dengan takut dan gentar.

Ada yang kita mau lihat soal takut ini. Jangan sampai kita ikut Tuhan karena takut masuk neraka. Tetapi yang terpenting, ketakutan itu adalah takut tidak dikenal oleh Tuhan, takut Tuhan itu nggak kenal kita. Sudah bengak-bengok kita ngomong sana sini saya kenal Tuhan, saya kenal Tuhan, tahu tahu sampai di surga Tuhan bilang, Aku nggak kenal kamu. Ini yang harus kita takutkan.

Dalam Matius 7, itu akan terjadi     

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Aku membuat mujizat dengan nama Tuhan ... berarti orang itu menjadi pendeta; aku mengusir setan demi nama Tuhan ... berarti dia sudah jadi penginjil; aku mengadakan banyak mujizat ... dia menjadi orang yang besar. Tetapi Tuhan berkata: Aku tidak pernah kenal kamu. Perhatikan kata ini kenal.

Di dalam bahasa Yunani, ada 2 kata mengenal, yaitu ginosko dan poidom. Bedanya dua kata ini adalah sebagai berikut. Ginosko adalah mengenal dengan intim; poidom adalah mengenal secara kulit, mengenal secara biasa. Mungkin kita kenal Tuhan tetapi mungkin secara poidom. Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata, Aku tidak pernah mengenal kamu. Kata mengenal di sini dipakai kata ginosko. Jadi pengenalan kita sama Tuhan nggak bisa gitu-gitu aja. Kita kebaktian ah sudah kebaktian gitu-gitu aja. Asal datang setor muka. Kita datang sama Tuhan baca alkitab ya gitu-gitu aja. Sembahyang juga ya gitu-gitu aja. Itu kita tidak akan mencapai pengenalan yang benar. Rasul Paulus sendiri berkata dalam Filipi   

3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, 

Paulus sudah kenal Tuhan, sudah bikin mujizat ... dia yang disebut rasul, diakui oleh orang banyak tapi dia punya keinginan apa? Ingin mengenal Dia. Nah, inilah sebabnya saudara kalau kita kembali kepada Filipi 2, kenapa kita harus mengerjakan keselamatan dengan takut dan gemetar, yaitu jangan sampai kita mengaku sudah kenal Tuhan tapi Tuhan tidak kenal kita.

Saya nggak bisa ngasih surat nanti, Yesus Engkau bisa mendapat keterangan dari gembala saya, ko Yoyo, saya bisa kasih surat saya kirim surat gereja pentakosta di Indonesia Cianjur jalan hasyim ashari 75, dengan ini menerangkan bahwa bapak ada-ada saja, memang jemaat dari gereja kami.  Tapi Aku tidak kenal kamu. Kita baca ayat 13 dari Filipi

2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

Bahasa Inggris, Allah yang mengerjakan di dalam kamu, baik kemauan untuk mengerjakan hal yang menyukakan Dia ... untuk kesenangannya Tuhan. Bahasa Indonesia ini rada kacau, menurut kerelaannya. Jadi kalau saya baca, karena Allah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan untuk kesenangannya Tuhan. Apa saya sudah menyenangkan Tuhan, apa saya punya doa menyenangkan Tuhan, apa saya punya kebaktian menyenangkan Tuhan? Kita nggak bisa ngomong saya ke gereja ini kemauan saya, lho. Nggak bisa!

Tuhan yang memberi kemauan. Berarti kalau ada orang tidak ke gereja lagi padahal Tuhan sudah memberi kemauan, dia menolak kemauan Tuhan yang dari Roh Kudus; dia menolak, dia tidak mau padahal Tuhan ingin mengumpulkan, Tuhan ingin hayu datang kebaktian taruh dihatinya jemaat. Rindu ini sudah jam 5, ini jam sudah 4, hayu kebaktian, Dia taruh keinginan dia taruh kemauan tapi kitanya yang menolak, kitanya yang tidak mau. Matius    

23:37 "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Jadi kemauan dari Tuhan bisa ditolak. Hei ... 120 tahun akan ada banjir besar, ayo naik masuk bahtera. Dikasih kesaksian binatang masuk tapi mereka menolak, mereka tidak mau. Mari kita hidup benar, hidup jujur di hadapan Tuhan, kita tidak mau; mari, uang itu tidak dibawa mati, kerjakanlah uang untuk keselamatan jiwa-jiwa, sumbang untuk pekerjaan Tuhan, memberi dengan tanda batas - nggak mau. Seolah-olah kita uang itu kita punya dan bakal kita pake nanti kalau kita udah mati. Tidak, tidak ada arti apa-apa. Kembali kepada Filipi  

2:14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,

Kerjakanlah segala sesuatu tanpa bersungut-sungut dan berlawan-lawanan, menurut bahasa inggris. Jadi ada orang kristen yang mengerjakan kehendak Tuhan, mengerjakan tugas pekerjaan Tuhan tapi ngomel. Contohnya Marta. Dia bekerja di depan Yesus, dia masak untuk Yesus tapi ngomel. Ada pahalanya. Lebih baik kita jangan kerja saja karena kita cape-cape kerja tapi kita ngomel.

Tadi dikatakan di sini mengerjakan apa kita. Nanti ayat 12, mengerjakan keselamatan. Kalau kita mengerjakan keselamatan jangan kita mengerjakan dengan ngomel, dengan bersungut-sungut, dengan marah-marah, dengan perlawanan. Apa maksudnya?

2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

Menjadi tidak beraib ... tidak bercela. Saya kasih kesaksian. Almarhum tante Runkat, mertuanya pendeta Mandey, dia banyak hidup di dalam doa dan waktu dia berdoa dia lihat satu penglihatan ... surga. Memang dia tidak lihat Yesus tapi hanya lihat cahaya saja. Tapi di kiri kanannya Yesus itu ... itu domba-domba yang berwarna putih. Jadi dia tanya, siapa ini yang di sebelah kanan, Tuhan? Inilah domba-Ku yang akan masuk dalam kerajaan surga. Kalau sebelah kiri-Mu? Inilah golongan kambing. Warna putih juga. Waktu di close up ... didekatkan, warna putih ada noda kecil bintik hitam bintik hijau. Satu titik saja cukup. Hilang penglihatan. Wah, dia menangis. Berarti harus menjaga diri ini kehidupan.  Jangan sampai ada spot, jangan sampai ada titik. Kecil saja, aduh jangan sampai. 

Sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah angkatan yang bengkok hatinya.

Bahasa Inggris tidak ada kata 'hati'. Bahasa Indonesia bengkok hati tapi bahasa Inggris dikatakan, generasi yang bengkok dan sesat. Saya ini generasi tahun 60, 63 saya masih SMP. Menjadi saksi hidup anti-Cina di Cianjur, Bandung, Bogor, Sukabumi ... menjadi lautan api. Di jalan Hasyim Ashari ini, seluruh jalan raya ... barang-barang orang Tionghoa, dari toko-toko yang di dalam rumah kasur semua, yang punya televisi itu baru satu, yaitu Go Soe Gwe, itu dibantingkan dari atas loteng ... dibakar. Mobil-mobil Impala diterbalik-terbalikkan. Saya lari saudara, itu hari minggu kejadiannya. Otaknya sekarang jadi menteri.

Tapi dibandingkan dengan sekarang, kejahatan tahun 60 itu tak ada apa-apanya. Itu cuma ributnya saudara berkelahi, berkelahi aja. Bayangkan kejahatan zaman sekarang. Melihat kejahatan sekarang, tahun 60-an mah nggak ada apa-apanya. Bayangkan anak SD sekarang kelas 4-5 sudah bisa beli vcd porno di pinggir jalan. Di Bali ada anak umur 11 tahun perempuan bisa ajak anak tetangga umur 7 tahun diambil antingnya, dijongklokin dari jurang. Pencurian-pencurian di Banjarmasin sepeda motor hilang, otaknya satu gadis anak SMP. Perjalanan ganja dari Aceh ke Bali, itu musti melalui Jawa Barat, tertangkap satu kurirnya, yaitu perempuan, saudara, ... anak pendeta. Kejahatan sekarang betul-betul ini generasi yang bengkok.   

Saya ini katakan kepada saudara, nanti ada perpisahan yang berat, kelak ada tangisan-tangisan selamanya ketika ada perpisahan. Ayah dan ibu berpisah, suami dan istri berpisah. Akan ada perpisahan. Tuhan sudah kasih kesempatan, tapi tidak mau datang. Maka dikatakan, supaya kamu tidak beraib. Kalau lingkungan kita sudah kotor, mari kita jaga diri kita. Jadikanlah diri kita seperti bunga teratai; di tengah-tengah kolam yang kotor: ada banyak katak, banyak lumpur tapi teratai tetap putih bersih. Jadi seperti ikan di laut; air laut itu asin tapi kita sebagai ikan itu tidak ikut asin.

Mari kita jaga diri. Apa kata Tuhan? Kamu ini terang dunia dan juga garam dunia. Dan garam ini menjaga kebusukan. Generasi ini sudah bengkok tapi masih bisa tertahan kalau kita jadi garam dunia.       

2:15 ... , sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

Saudara tahu cahaya bintang itu akan lebih kelihatan kalau kita punya rumah, kita padamkan lampunya. Saudara lihat ke langit yang gelap, bintang itu kelihatan. Om Brodland pernah punya satu buku, yaitu Gospel in The Air, Injil di Langit. Sekali kita lihat bersama-sama waktu malam di Beji ini, ... ternyata 12 bintang itu ada di alkitab. Tapi dibelokkan oleh kuasa kegelapan jadi bintang meramal. Itu Salib Selatan, jadi nelayan-nelayan tahu kalau di lautan dia nggak punya kompas, dia tahu kompasnya itu bintang, jadi tahu dan klop. Kalau di lihat ada tanda salib, itu adalah selatan. Tapi nggak ada artinya itu. Seperti saudara dan saya, itu mencapai tingkatan seperti bintang, nubuatan Allah kepada Abraham itu digenapi. Keturunanmu akan seperti bintang di langit, amin saudara? Saudara harus jadi bintang. Bagaimana? Dengan beriman karena bapa Abraham itu orang beriman. Kita harus beriman sehingga kita seperti bintang-bintang di dunia.

2:16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

Dalam bahasa Indonesia lama, sambil menjunjung firman yang memberi hidup itu supaya aku megah pada hari Kristus sebab aku tidak melakukan yang sia-sia dan tiada berusaha dengan sia-sia.

Kita kebaktian ini nggak sia-sia, kita berbuat ibadah tidak sia-sia, kita sembahyang ini tidak sia-sia. Sekarang kita nonton televisi berjam-jam, itu sia-sia. Yang kita tonton itu tidak ada faedahnya. Saudara nonton Bajaj Bajuri, itu nggak ada keselamatan. Wah, kamu selamat karena kamu nonton Bajaj Bajuri. Sembahyang, itu tidak sia-sia. Kalau kita berbuat sesuatu untuk Tuhan, tidak sia-sia. Kalau kita berbuat baik tidak sia-sia; berdoa, berpuasa itu tidak sia-sia.

2:17 Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian. 
2:18 Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku.

Ini adalah hubungan intim antara gembala dengan jemaat. Si gembala berkata, rasul Paulus, kalau aku musti mati, musti mencurahkan darahku karena engkau, aku tetap bersuka cita. Tapi kamu yang aku bela, juga musti bersuka cita. Hamba Tuhan akan bekerja dengan bersuka cita tapi jemaatnya juga bersuka cita di dalam penggembalaannya. Kita yang bersukacita kita akan merasa rugi merasa gagal kalau yang kita bela-bela dalam doa, yang kita siapkan firman Allah setiap hari untuk menyenangkan untuk mengenyangkan jemaat, juga tidak ada sukacitanya. Maka antara gembala ... antara si pemberita injil yang bersuka cita, juga harus diikuti dengan sukacita dari jemaat.

Nah, ini tidak sembarangan, hanya jemaat golongan bintang yang bisa bergabung dengan gembalanya. Hanya jemaat golongan bintang saja yang mengerti jalur alur gembalanya. Tapi jemaat golongan bersungut-sungut ngomel, itu tidak akan sampai kepada golongan bintang, dia hanya sampai ayat 14, melakukan sesuatu dengan bersungut dan berbantah-bantah. Dia tidak akan menjadi golongan bintang. Tetapi golongan bintang adalah golongan yang mengerti apa artinya pengorbanan, apa artinya seia sekata, apa artinya sehati.

Saudara sudah jadi golongan bintang, surga sudah di tangan saudara, pasti saudara masuk surga, keselamatan itu ada di tangan saudara. Sekian renungan firman Allah.   

-- o --   

Minggu pagi, 19 Desember 2004

SEPAKAT DENGAN TUHAN

Matius 

18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

Kesalahan kita, kita ke gereja kita tidak peka bahwa Dia itu hadir. Kita tidak peka. Kita ngomong aku percaya tapi kita tidak peka, tidak yakin Dia itu hadir. Apa yang mata tidak nampak, telinga tidak dengar. Kita nggak lihat Yesus, telinga kita nggak dengar suara-Nya secara audible. Apa yang tidak timbul dalam hati manusia, itu yang disiapkan oleh Tuhan bagi setiap orang yang mengasihi Dia.

Maka saudara-saudaraku, kalau kita mau dapat berkat, langkah pertama kita di kebaktian, masuk di gereja, apa kita akan ngobrol di gereja kalau kita tahu Yesus ada? Kita tidak akan ngobrol. Apa kita akan berbuat, berpikir yang tidak baik kalau kita yakin, kita peka, Yesus ada, kita tidak akan berbuat demikian. Di dalam Injil Yohanes, saudara-saudara, pasalnya yang ke-20. 

20:24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.
20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."
20:26. Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
20:28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
20:29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Saudara bisa bayangkan. Pintu terkunci, mereka sedang ada di dalam ketakutan. Mereka berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka. Pintu terkunci tapi di mana ada dua tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, Aku ada di tengah-tengah mereka. Ketika Yesus ada di tengah-tengah mereka, perkataan yang pertama adalah damai sejahtera bagi kamu. Kalau kita peka akan keberadaan Yesus, kalau kita yakin, peka dan percaya Dia itu ada di tengah kita, akibat yang pertama di dalam hati kita, kita akan merasakan damai. Damai sejahtera, dikatakan di sana, bagi kamu. Semua yang berkumpul, tidak terkecuali karena begitu Yesus tiba-tiba ada ditengah-tengah mereka, ... saudara akan merasakan damai sejahtera. 

Siapa pada pagi hari ini datang ke gereja dengan gelisah, dengan tidak tenang hatinya: memikirkan segala keperluan, memikirkan segala beban, memikirkan segala percobaan - coba saudara tingkatkan kepekaan saudara, yakinlah bahwa Dia ada di tengah-tengah kita. Dia ada di tengah-tengah kita. Dan kalau Dia ada di tengah kita, Dia tidak akan duduk di belakang, selalu di depan.

Itu sebabnya saya bilang, maju ke depan, kenapa? Kenapa saya suka doakan, mari yang ada keperluan maju ke depan? Karena sementara Firman Tuhan diberitakan, di mana ada firman, di situ ada Tuhan. Daerah sekitar depan inilah tempat di mana ada urapan itu. Maka itu saya agak bawel, maju ke depan ... maju ke depan karena api itu di sini; jauh dari api, saudara tidak akan rasa kehangatannya, keberadaan dia. Saya sekolah dulu duduk di depan, bangku paling depan, di sekolah alkitab. Karena saya tahu di depan ini ada banyak berkat, di depan ini ada banyak rasa damai sejahtera itu.

Yang kedua. 

20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." 

Keberadaan Yesus di tengah-tengah kita membuat iman kita bertambah, membuat percaya kita bertambah. Memang pernah satu kali Yesus jalan di atas air, murid-muridnya anggap itu hantu. Padahal kebenarannya adalah Dia adalah Yesus yang jalan di atas air untuk menolong sang murid yang di dalam ketakutan. Ketika Yesus ada, iman kita harus pasti akan bertambah. Ketika Yesus hadir, segala sesuatu akan bertambah.

Satu ibu di Batu. Dia tidak punya uang datang kebaktian. Jadi dia hanya datang kebaktian, duduk di gereja dan dia sembahyang. Belum mulai kebaktian. Dua bangku dari dia ke belakang, ada satu bapak di seberang, itu lihat ada uang jatuh dari ibu ini ... plek ke bawah. Jadi waktu si ibu sembahyang, dibangunkan sama bapak ini ... bu, uang jatuh. Saya tidak bawa uang, pak. Saya lihat dengan mata saya sendiri, itu uang jatuh dari badan ibu. Saya lupa jumlahnya berapa. Oh, dia nangis kepada Tuhan. Saudara jangan tidak percaya. Yang menyaksikan ini ibu seorang banker, dia anggota GPdI Batu, anaknya banker semua. Saya pernah ke Canada ketemu anaknya, jadi orang kaya di sana.

Iman kita harus bertambah, akan bertambah kalau kita tahu Dia ada di tengah-tengah kita. Ketahuilah, dua atau tiga orang berkumpul, Aku ada di tengah-tengah mereka. Mari kita kembali kepada ayat yang ke-19. Matius

18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

Memang angka dua adalah angka jamak yang terakhir. Saya dulu berpikir begini saudara. Dua orang itu adalah suami dan istri karena suami dan istri kalau sepakat minta apapun juga, Tuhan kasih. Tapi ayat ini tidak bilang suami dan istri. Dua orang sepakat. Bisa saja saudara dengan teman, bisa saja saudara dengan sahabat, bisa saja menantu dengan mertua, bisa saja kakak dengan adik sepakat, minta doa untuk papa mama yang lagi sakit. Sepakat sehati minta ... bisa saja. Tetapi saya mau bicara lebih jauh.

Pada hari natal Yesus disebut Immanuel, yaitu Dia beserta dengan kita. Berarti ketika Yesus lahir, kita tidak sendirian - Dia bersama-sama dengan kita. Tetapi inilah kesalahan kita - kita tidak peka Dia itu ada, kita tidak peka Dia itu ada bersama dengan kita, kita tidak yakin sehingga kita berani pergi ke tempat yang Tuhan larang, kita berani berbuat perkara yang Tuhan tidak suka. Karena kita tidak peka Dia ada!

Kita bisa cemburu, kita bisa benci, kita bisa marah, kita bisa curiga, kita bisa kecewa oleh karena kita tidak yakin Dia ada. Karena kalau Yesus ada di samping kita - tidak akan ada kecewa; kalau ada Yesus di samping kita, tidak akan ada sakit penyakit; kalau Yesus bersama dengan kita saudaraku, sehati antara Yesus dengan kita, sepadan, sehati sepakat antara Yesus dengan kita ...  Sang Immanuel bersama dengan kita. Dua menjadi satu. Kenapa? Mari kita buka Yohanes       

15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Begitu jelas. Aku di dalam kamu, kamu di dalam Aku. Dua jadi satu. Yesus bermanunggal dengan kita, Dia di dalam kita, kita di dalam Dia. Waktu kita terima Yesus kita ada di dalam Dia. Tapi banyak kali kita tidak sadar bahwa Dia di dalam kita, dua jadi satu, sepakat. Dia Immanuel, Dia turun dari surga ke dalam dunia. Sekarang dengan Roh Kudusnya kita sepakat dengan Dia, kita sejajar dengan Dia, kita sehati dengan Dia, kita bersatu dengan Dia. Minta apa kepada Tuhan, bukankah Tuhan Yesus bilang: Bapa mana yang anaknya minta roti kamu dikasih batu, bapa mana yang anaknya minta ikan dikasih ular, bapa mana yang anaknya minta telur dikasih kalajengking? Nggak ada.

Dia adalah Bapa kita sekarang, sekarang Dia satu dengan kita - sepakatlah dengan Dia. Artinya, sehatilah dengan Tuhan. Apa yang Tuhan suka, kita suka; apa yang Tuhan tidak suka, kita tidak suka; kemana Tuhan pergi, aku mau pergi ke sana. Nanti saudara akan mendapatkan berkat yang ketiga, yaitu doa kita dijawab.

Jangan datang ke gereja tanpa kepekaan ini. Saudara mau ngobrol di bawah, ... ngalor-ngidul terserah. Tapi begitu masuk di kebaktian, tenang. Kita sedang berurusan dengan Raja segala raja. Dia ada di tengah-tengah kita dan Dia mau memberkati kita. Ini akibat yang ketiga. Tanpa Aku kamu tidak bisa berbuat apa-apa. Berarti antara Dia dengan kita. Tanpa Dia, kita tidak bisa berbuat apa-apa.

Maukah kita minta ampun sama Tuhan pada pagi hari ini? Karena kita sangka kita bisa buka toko, kita bisa dagang. Makanya kalau kita buka toko, udah nggak sembahyang lagi, kalau kita mau dagang keluar kota kita nggak berdoa lagi karena kita rasa kita bisa tanpa Tuhan. Oh, nggak bisa, saudara nggak bisa tanpa Tuhan. Maka pagi kita tidak berdoa lagi karena kita rasa kita bisa bersama dengan Dia. Kata-kata yang pertama kalau saya bangun: Tuhan Yesus ... karena saya tahu tanpa Dia kita tidak bisa berbuat apa-apa. Ini berkat yang ketiga, yaitu doa saudara dijawab; permohonan saudara dikabulkan ... minta roti dapat roti, minta ikan dapat ikan, minta telur dapat telur. Bapa kita baik. Bapa kita mau bersama-sama. Ini berkat yang luar biasa ketika kita yakin Dia ada di tengah-tengah kita. 

Sebagai ayat yang terakhir, kita akan membuka Yohanes

11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."

Mari saya akan terangkan kepada saudara kenapa sampai Martha bilang dia sudah bau? Zaman dulu, kuburan tidak ke bawah tetapi diambil dari bukit gunung, itu di gali ke dalam, maka mayat itu ditaruh di dalam. Kalau saudara kapan-kapan dapat berkat dari Tuhan bisa pergi ke Israel, saudara lihat kuburan-kuburan di Israel, itu kuburannya itu menganga gitu. Jadi kuburan tapi di atasnya tertutup tapi tutupnya tidak rapat gitu ... tembok beton tapi begini ... kira-kira satu jengkal.

Mereka percaya, nanti pada waktu kebangkitan, orang yang bangkit ini supaya tidak terhalang oleh kuburan ini. Jadi kalau dia masukkan orang di dalam bukit batu, tutupnya cuma pakai batu, batu yang digulingkan. Jadi kemungkinan Martha tiap hari ke sana sama Maria. Hari pertama, hari kedua, hari ketiga, hari keempat, dia sudah tahu bau busuk dari mayat kakaknya ini. Dia sudah berbau, sudah empat hari.

Saya ingat kata-kata Petrus waktu di Tiberias: sudah semalam-malaman kami mencari ikan tapi kami tidak dapat apa-apa. Ya Tuhan, saudaraku sudah berbau - karena dia sudah empat hari. Artinya Martha bilang, nggak mungkin lagi Tuhan, nggak mungkin. Nggak bisa. Jangan datang ke gereja dengan pikiran Tuhan tidak bisa tolong. Saya ekonomi lemah Tuhan, saya sudah berusaha banting tulang tapi tidak ada pertolongan. Jangan sekali-kali saudara ngomong begitu. Karena di mana ada Yesus, di sana akan ada mujizat. Dan apa yang terjadi, saudara?

11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

Ini istilah lain mujizat. Kadangkala ada orang sudah mau menikah, diputuskan sama pacarnya, sudah mau menikah diputuskan ... dia kecewa. Padahal Tuhan sedang mempersiapkan yang lebih baik bagi dia, yang lebih baik bagi orang ini. Ada satu ayat di dalam nabi Yoel, tahun-tahun yang dimakan riang-riang, di mana ladangmu itu semua amblas dimakan oleh belalang, tahun-tahun di mana berkatmu itu habis dimakan oleh riang-riang, Aku Tuhan akan mengembalikan kepadamu. Ini janji Tuhan - di mana ada Tuhan, selalu ada mujizat.

Ketika perkawinan di Kana sudah habis anggur tapi di mana ada Yesus, di sana ada mujizat; dimana ada Yesus di sana ada mujizat. Jadi kalau saudara kebaktian ke gereja, kalau saudara berdoa, sungguh-sungguhlah berdoa, pekalah bahwa Dia ada di tengah kita. Dia bersama-sama dengan kita, Dia di dalam kita dan kita di dalam Dia.

Pada pagi hari ini, siapa yang sedang di dalam kesusahan kesulitan, ingat ini ... datang pada Dia - dengan satu kepekaan bahwa di mana dua atau tiga orang berkumpul, Aku ada dengan dia dan akan memberikan apa yang saudara perlukan. Kita berdiri bersama-sama.    

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________