Khotbah Minggu PAGI NOVEMBER - DESEMBER 2009

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu pagi, 01 November 2009

JANJI-JANJI TUHAN

Mari kita buka Alkitab kita. II Korintus

7:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

Saya akan terangkan ayat ini dari bawah, dari kata 'menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah'.

Begitu saudara percaya kepada Tuhan Yesus, apalagi setelah percaya saudara dibaptis, saudara sudah dikuduskan. Kata dikuduskan bukan kita yang menguduskan diri kita ... Tuhan yang menguduskan kita. Kekudusan, kesucian yang saya maksud ini, itu dalam penilaian Tuhan. Saudara sudah dianggap orang yang dikuduskan, orang yang suci. Bukan kita yang ngomong, bukan pendeta. Firman Tuhan bilang kita dikuduskan.

Kekudusan itu yang Tuhan kasih sama kita, itu harus kita sempurnakan. Jadi kekudusan yang Tuhan beri kepada kita dari pihak kita harus menyempurnakan kekudusan itu. Bukan saya jadi wasit, bukan saya jadi hakim bagi kekudusan saudara. Tapi diri kita masing-masing harus berusaha menyempurnakan kekudusan kita kepada Tuhan.

Lawan dari kekudusan, seperti timur lawannya barat, panas lawannya dingin, api lawannya air, lawan dari kekudusan itu kenajisan. Kita maju kepada Yesaya

59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Ini berlaku bagi semua, nggak pendeta, nggak jemaat. Yang memisahkan kita dari Tuhan, yaitu kejahatan kita, kesalahan kita. Kita kembali kepada II Korintus

7:1. Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran - Bahasa Indonesia lama, kenajisan - jasmani dan rohani.

Lawan dari kesucian itu kenajisan atau pencemaran. Ada dua macam pencemaran, ada dua macam dosa: Jasmani dan rohani.

Kita seringkali menekankan diri kepada kesucian jasmani. Doa angkat tangan, nyanyi. Semua baik. Kebaktian pagi pakai baju putih, lambang kesucian. Semua baik. Doa berlutut. Kelihatan mata, jasmani. Bedston.

Tetapi ada kenajisan rohani. Kenajisan rohani nggak bisa kelihatan: Benci, iri hati, dengki, dendam, marah, akar pahit, sakit hati, bersungut-sungut. Orang sunda bilang sirik-pidik, iri hati campur kesal. Nah, hal-hal itu harus kita buang. Itu usaha kita untuk mengerjakan kesucian diri. Lihat perempuan, nafsu ingin memiliki. Dosa. Lihat laki-laki, ingin memiliki. Itu kenajisan rohani.

Bohong, menipu, cerita palsu, mengada-ada ... itu semua kena kenajisan rohani. Nah, kita sering menekankan diri kepada kenajisan jasmani. Kita ingin bersuci diri. Tapi semua itu memisahkan kita dari Tuhan. Tuhan itu ingin dekat sebab fiman Tuhan bilang Kerajaan Allah ada dalam tanganmu, ada dalam jangkauan genggamanmu.

Yesaya tadi bilang, tangan Tuhan tidak pendek sehingga Dia tidak bisa menolong kamu. Tidak kurang panjang. Dia berkuasa menolong kita. Tapi kenapa kita nggak ditolong? Ada yang memisahkan kita dari Tuhan, yaitu kejahatan, kenajisan.

Dalam satu rapat kami Majelis Pusat di Bandung, dipanggillah dua orang yang sedang bermasalah. Ribut. Ini di depan pimpinan loh. Sampai pimpinan kita keluar air mata, menangis mau mendamaikan. Pendeta loh ini, yang satu sarjana hukum. Bayangkan rapat dari jam delapan pagi sampai jam sepuluh malam. Untung saya bawa saxophone. Orang ribut saya meniup saxophone saja.

Jadi di gereja pun masalah yang berat itu kenajisan rohani. Marah, dendam, jengkel, unjuk rasa. Mari kita baca lagi II Korintus ini dari awal sekarang.

7:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, ...

Ini alat untuk kita hidup di atas dosa - janji-janji dari Tuhan! Kita memiliki janji-janji Tuhan. Ini yang membesarkan hati kita sebab Tuhan tidak pernah melanggar janji-Nya. Kalau Dia berkata Aku akan memberkati kamu, Dia akan memberkati kita. Saya kasih contoh, ya. Tuhan janji Aku akan memberkati kamu. Dalam waktu yang sama, kita lagi marah sama orang, ada dendam. Ini berkat. Berkat dipisahkan dari kita kalau kita ada dendam. Berkat dipisahkan dari kita kalau kita ada marah, kalau kita benci seseorang.

Kita punya janji ini, ingat janji, jangan lihat kebencian. Tapi ingat janji Tuhan mau memberkati kita. Lekas kita hilangkan itu kemarahan, kita ingat janji Tuhan. Sebab janji Tuhan, Aku akan melepaskan kamu dari kepahitan. Jangan sampai ada kepahitan kita. Kepahitan itu, biar saudara nangis, keluar air mata minta berkat, nggak ada lagi kalau kita pahit. Ibrani

12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan - Kan tadi saya sudah bilang kita sudah dikuduskan sama Tuhan. Tapi kita musti mengejar hidup kekudusan -, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.
12:15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. - Jadi akar pahit itu merugikan kita -
12:16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.
12:17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

Jadi sembahyang dengan air mata, menangis sama Tuhan, belum tentu Tuhan terima kalau di dalam hati kita ada kepahitan, kalau dalam hati kita ada kemarahan, ada dendam. Dan ini sebabnya marah dan dendam tadi, itu II Korintus 7 bilang, kenajisan rohani. Iblis ini licik. Lagi baik-baik, lagi maju-maju, dia sebarkan benih tidak puas di dalam hati kita. Kita mulai tidak puas dengan ini, tidak puas dengan ini, tidak puas dengan itu, tidak puas dengan ini. Kalau tidak puas kita mulai ngomong. Memakai mulut kita mengomel, menggerutu. Begitu kita menggerutu, kita sudah tidak kudus secara rohani. Rasa tidak puas.

Datang dengan air mata, menangis minta berkat Esau. Ditolak. Tuhan yang mau memberkati, menolak. Esau tidak berzinah. Esau tidak cabul. Tapi orang yang ada kepahitan, orang yang ada kemarahan, orang yang ada dendam, disamakan dengan orang yang cabul. Orang yang menukarkan sepiring makanan, hawa nafsu ingin makan sama. Ditolak. Karena apa? Karena kenajisan rohani. Dalam Efesus 4, kita akan melihat bagaimana orang kristen seharusnya hidup. Efesus

4:17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia - Dosa jasmani apa dosa rohani? Rohani. Pikiran yang sia-sia -
4:18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka - Ini kenajisan rohani - dan karena kedegilan - Bahasa Inggris, kebutaan - hati mereka.
4:19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu - Semuanya rohani - dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran - Rohani apa jasmani? Jasmani. Mengerjakan itu dengan jasmani. Segala kecemaran, segala dosa, semua dengan jasmani. Mulainya dari rohani. Ayat 20 -.
4:20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. - Ini ayat agak membingungkan. Tapi dalam salinan bahasa Inggris, bunyinya begini: Tetapi kamu tidak begitu, belum belajar dari Kristus -
4:21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia - Mendengar tentang Firman, berita. Saudara dengar khotbah, saudara dengar cerita dari istri, dari suami saudara mengenai kebaktian. Dengar firman - dan menerima - Percaya - pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
4:22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya - Kenajisan rohani - yang menyesatkan,
4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu.

Rohani saudara. Giok nya sama, Giok. Benny nya sama, Benny. Joninya sama, Akongnya sama, orangnya sama, Yoyonya sama. Tetapi oleh Kristus, ini yang di dalam ini, yang tidak baik itu, dibaharui. Haleluyah.

Baru-baru ini ada seorang wartawan dari Singapura. Dia datang ke Aceh tahun 2001 dan tahun 2009. Dia foto sebelum dan sesudah, sebelum dan sesudah. Dia bandingkan foto-foto itu. Pertama, dia foto satu jalan yang hancur berantakan karena tsunami. Di tempat yang sama tahun 2009, dia foto lagi. Taruh. Yang dulu rusak berantakan nggak beraturan, tsunami. Tapi yang baru dia foto, rumahnya rapi, jalannya rapi.

Dia foto lagi ada kapal mendarat di atas masjid. Kapal gede mendarat di atas masjid oleh karena tsunami. Sebelahnya dia foto yang tahun 2009. Masjid itu sudah dicat ulang, bagus lagi, rapi lagi. Ada lagi pertokoan, bangkai manusia dilihat di situ, dia foto. Tapi setelah, rapi, orang jual beli di toko-toko.

Di luar Kristus dan di dalam Kristus. Sebelum kenal Tuhan dan setelah kenal Tuhan, kita harus beda.

Di dalam hati kita harus dibaharui. Bukan kita loh, Kristus yang membaharui kita. Ada haleluyah? Puji Tuhan kita sudah dibaharui. Kalau sudah dibaharui ada senyum. Dan pikiranmu dibaharui. Nggak senang sama satu orang, itu yang lama. Kita sudah punya yang baru. Mau benci, ah ini yang lama. Sekarang sudah dibaharui. Jadi kita itu sayang terus sama orang, kita cinta sama orang. Semua orang kita sayang. Kita lihat kebaikannya, kita lihat budi baiknya. Nggak lihat jeleknya.

Satu kali ada hopeng siang ho, teman baik. Good friend. Betul-betul teman. Dari SMP satu kelas, SMA satu kelas. Begitu keluar SMA, yang satu ke sekolah seni lukis, yang satu tidak meneruskan sekolah. Tapi masih bersama. Yang seni lukis ini terkenal jadi pelukis yang hebat. Satu kali jual lukisan, lima puluh juta, empat puluh juta, jadi kaya. Yang satu ini kurang beruntung, dia cuma jadi pedagang biasa. Ketemu. Yang kurang beruntung bilang, hei kita ini  kan teman, aku ngga bisa beli lukisan kamu yang puluhan juta. Saya cuma minta digambarlah aku. Tolong digambar dari depan mukaku. Tolong dilukis, saya nanti taruh di ruang tamu saya.

Pelukis bilang, kita kan teman, jangan ngomong begitu dong. Sudah duduk saja, saya lukis. Waktu dilukis, si pelukis bilang, kamu lebih baik miring deh, bagus kalau dilukis begini. Nggak saya pengen dilukis begini. Gua kan pelukis, pelukis lebih tahu dari kamu. Kamu lebih baik dilukis begini, miring. Akhirnya dia nurut dilukis miring. Selesai lukisan temannya nanya: Terima kasih ya saya sudah dilukis. Tapi saya mau tanya: Kenapa kamu maksa-maksa saya musti dilukis miring begini? Lalu temannya ngomong: Kamu kan ada tompel di sini. Tompelnya cukup gede. Kalau aku lukis kamu dari depan, ini tompel ini hitam itu musti dilukis. Tapi kalau miring begini, tompel itu tidak akan aku lukis.

Nah, kita ini sebagai orang kristen kalau punya teman musti lihat yang baiknya. Tompelnya disembunyikan. Kita masing-masing punya tompel. Ada yang kecil kaya jerawat, ada yang rada gede kaya kutil. Ada yang tompel. Tapi kalau kita baku-baku sayang - orang Manado bilang, mikanyaah, silih asah, silih asuh, silih asih, wah jemaat kita diberkati Tuhan, saudara. Karena sudah tidak ada kenajisan lagi yang rohani. Melainkan semua saling mendukung, tidak ngomongin, saling sayang. Dan Tuhan bilang, Mazmur 133, ke sanalah diperintahkan berkat-berkat. Ayat 24,

4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Kalau saudara hidup kudus itu bukannya saudara kalau jalan ke pasar musti tangan begini, terus di atas saudara ada cahaya. Kalau saudara kudus, jalan nggak napak di tanah. Bukan begitu. Saya tadi ulangi, Giok nya sama, Akong nya sama, Benny nya sama, Joni nya sama, Yoyonya sama, tapi di dalam sudah dibaharui.

4:25 Karena itu buanglah dusta - Bohong itu kan saya tadi bilang kenajisan rohani - dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
4:26 Apabila kamu menjadi marah - Tidak bisa dihindari saudara marah -, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
4:27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.
4:28 Orang yang mencuri - Ini kenajisan tubuh -, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

Tahu saudara maksud saudara diberkati Tuhan untuk apa? Menolong yang berkekurangan. Nah, yang berkekurangan ini bukan hanya kekurangan secara materi tapi kekurangan secara rohani. Dia belum bisa mengampuni, dia belum bisa mengasihi, masih meureukeudeuweung, keukeuh. Itu kekurangan dia. Kita yang rohani, yang full, punya banyak dari Tuhan, menolong mereka. Salah satu yang ribut ini, di Jawa Timur, datang menghadap saya: Gimana om, gimana om? Saya bilang, you nggak ada jalan lain, ampuni saja.

4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

Saya kasih ilustrasi. Ada orang ngomong: Duh, si itu mah begini, begini, begini. Saudara ngomong begini: He eh, iya, benar, kurang ajar dia, he eh ... saudara jadi kotor. Orang itu malah tambah celaka. Tapi kalau saudara membangun: Sabar, sabarlah, nanti Tuhan juga bekerja. Tenang, sabar. Saudara musti jadi pemadam kebakaran. Jangan jadi tukang ngipasin api ... he eh, betul, memang dia kurang ajar, lawanlah ke pengadilan. Kristen sama, teman kita. Kita musti kasih sabar. Sabar, biarin.

Pakailah perkataan yang baik untuk membangun. Supaya mereka yang mendengarnya beroleh anugerah, kasih karunia. Bahasa Inggris tidak ada kasih karunia. Jadi kasih karunia itu, anugerah itu jadi masuk, impartasi kepada mereka. Ayat 30,

4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.

Roh Kudus sudah di dalam hati saudara. Kalau saudara marah, kalau saudara dendam, pertama yang rugi saudara karena Roh Kudus didukakan. Ya, Aku ada di dalam hati orang ini bukannya dia punya hati baik, bukannya pikiran baik, malah marah-marah.

4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
4:32 Tetapi hendaklah kamu ramah - Tadi marah sekarang ramah - seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra - Ayo, hubungan saudara sesama mesra nggak? - dan saling mengampuni - Kalau mengampuni berarti ada yang salah, tapi harus mengampuni -, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Saudara pulang sebentar, hati saudara jadi baru. Tidak ada lagi dendam, tidak ada lagi marah, tidak ada lagi kesal. Terima kasih Tuhan.

Kita berdiri bersama-sama. 

-- o --

Minggu pagi, 08 November 2009

BERSERU KEPADA TUHAN

Selamat pagi. Kita buka Alkitab kita dalam Mazmur

18:1 Untuk pemimpin biduan. Dari hamba TUHAN, yakni Daud yang menyampaikan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN, pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari tangan Saul.

18:2  Ia berkata: "Aku mengasihi Engkau, ya TUHAN, kekuatanku!
18:3  Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!
18:4  Terpujilah TUHAN, seruku; maka akupun selamat dari pada musuhku.

Mazmur yang indah ini kehilangan makna yang sesungguhnya oleh karena hilangnya satu kata.

Kita akan mulai dari ayat 1. Dalam ayat 1 dikatakan: Kepada pemimpin musik. Sebuah mazmur dari Daud, hamba Tuhan yang berkata kepada Tuhan kata-kata dari nyanyian ini pada saat dia dilepaskan dari tangan semua musuhnya dan dari tangan Saul.

Tadi kita dengar yang berdoa untuk firman Tuhan. Dia berdoa begini: Kiranya Tuhan, firman yang disampaikan adalah firman-Mu. Jadi saya dicurigai menyampaikan bukan firman Tuhan. Saudara tidak percaya yang saudara dengar ini firman Tuhan. Kiranya kami mendengar isi hati-Mu Tuhan, hanya firman-Mu saja. Jadi dicurigai pembicara itu tidak akan memberitakan firman Tuhan. Doa yang seperti ini adalah doa yang keliru, doa yang tidak tahu juntrungannya.

Berdoa itu harus seperti ayat 1. Begitu menyampaikan perkataan nyanyian ini kepada Tuhan. Kalau saudara menyampaikan sesuatu kepada Tuhan tidak ada keraguan, Tuhan akan memberikan sesuatu yang bukan yang baik. Amin? Jadi kalau sembahyang hati-hati. Jangan asal mulut terbuka, kata keluar. Tetapi sembahyang harus didasari seperti kata-kata ayat 1. Menyampaikan perkataan nyanyian ini kepada Tuhan.

Kita harus menyampaikan sesuatu kepada Tuhan dengan baik dan benar. Begitu juga dengan firman Tuhan. Jangan kita menyampaikan, mengatakan firman Allah seenaknya kita. Menilai firman Allah seenaknya kita. Ini bukanlah firman Tuhan, ini firman manusia. Ini bukan hatinya Tuhan, ini hatinya pendeta. Hati-hati.

Yang kedua tadi saya bilang kata-kata itu ayat firman Allah dalam ayat 1 ini kehilangan satu kata. Justru satu kata itu yang paling penting, yang tidak ada dalam bahasa Indonesia. Kata apakah itu? Kata 'akan' itu hilang. Saya baca dari bahasa Inggris: Aku akan mengasihi-Mu, Tuhan kekuatanku. Bahasa Indonesia kan aku mengasihi Tuhan. Ayat kedua, Tuhan adalah batu karangku dan kubu pertahananku, penyelamatku, Allahku, kekuatanku, tempat aku berlindung. Dalam bahasa Inggris, di dalamnya aku akan berlindung. Perisaiku, tanduk keselamatanku, bentengku, aku akan berseru kepada Tuhan yang layak dipuji.

Ayat 4 itu jauh artinya. Terpujilah Tuhan, seruku; maka akupun selamat. Jadi empat kata 'akan'. Kalau saudara baca tiga kali akan dari pihak kita, dan akan yang terakhir itu setelah dia mendapat jawaban dari Tuhan.

Dan pagi hari ini kalau kita mengatakan tiga akan yang pertama maka kita akan mengalami akan yang terakhir.

Yang pertama, aku akan mengasihi Engkau, ya Tuhan kekuatanku. Nah, ini juga hilang, perisaiku dan tanduk keselamatanku.

Apa saudara datang ke kebaktian ini dengan semangat mengasihi Tuhan? Apa karena tugas, dipaksa? Apa karena kita datang dengan alasan-alasan yang lain, bukan Tuhan? I will ... ingat dia di dalam percobaan. Daud di dalam tekanan. Tetapi akan yang pertama: Aku akan mengasihi Tuhan.

Dalam Matius 15:7 dan 8, Yesus berkata, bangsa ini mengasihi Aku dengan mulutnya, nyanyi dengan mulutnya tapi hatinya jauh dari pada-Ku. Sedangkan dalam Lukas 10 dikatakan, hendaklah engkau mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap kuat, dengan segenap akal budi.

Satu lagi, bagaimana kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap kuat, dengan segenap akal budi, kalau sembahyang saja salah, nyanyi saja salah? Mari kita dengar contoh, satu pesan yang kehilangan atau tak terlihat pesan dengan komplit. Pada waktu Inggris mengalahkan Perancis, mereka pulang dengan kapal. Dan dari kapal memberikan tanda bendera English, England defeated atau Inggris kalah. Di pelabuhan yang baca itu kode dari bendera menangis. Berarti banyak tentara yang meninggal. Ibu-ibu yang tunggu suaminya, anak-anak yang tunggu orang tuanya menangis. Karena sudah dapat berita Inggris defeated, kalah.

Tetapi setelah kapal lebih dekat, lebih dekat, lebih dekat, awan kabut mulai cerah, baru mereka tahu English defeated France, Inggris mengalahkan Perancis. Jadi saya ada satu beban, untuk menyalin firman Tuhan dengan salinan yang sebenarnya. Saya tidak tahu kenapa ini yang menyalin menghilangkan kata-kata yang ada di dalam bahasa Inggris. Salinannya sangat jauh pengertiannya.

Maka saya selalu mengajar untuk membaca dari salinan asli supaya saudara tahu aslinya bunyi firman Tuhan ini apa. Maksudnya kita ke gereja apa. Menyampaikan kata-kata kepada Tuhan. Amin? Kalau kita menyampaikan kata-kata kepada Tuhan, jangan sampai ada yang kurang. Ternyata I will pertama, aku akan pertama, yaitu aku akan mengasihi Engkau. Kata inilah yang saya katakan ketika saya di ambang maut. Hanya dua kalimat saya katakan: Yesus, aku mengasihi Engkau. Kalau saya meninggal, itulah kata yang terakhir yang saya katakan kepada Tuhan. 

Kita punya alasan yang begitu banyak untuk mengasihi Tuhan. Itu sebabnya kita mempunyai alasan yang banyak untuk mengasihi Tuhan. Mencatat gampang ya, simpan dalam hati yang susah. Saudara mau mengasihi Tuhan? Dia bilang, Tuhan itu kekuatanku. Waktu dia lemah, dia mengasihi Tuhan, dapat kekuatan.

Aku akan yang kedua: Aku akan percaya. Di sana aku berlindung. Aku akan percaya kepada-Mu.

Tuhan adalah kekuatanku, Allah adalah kekuatanku, kepada siapa aku akan percaya. Dalam bahasa Indonesia tidak ada. Yang pertama apa? Pertama mengasihi. Tetapi yang kedua aku akan trust. Saudara lihat saya dan saudara lihat diri saudara sendiri. Saudara bersandar kepada kursi. Saudara punya berat badan, saudara taruh di kursi. Itu artinya trust. Bersandar. Bobot saudara ditahan oleh kursi. Kaki saudara tidak menahan berat saudara. Kursi yang menahan saudara. Kalau kursi itu saya umpamakan Tuhan, I will trust, aku akan percaya. Mempercayakan bebanku kepada Tuhan.

Saudara mau mempercayakan beban saudara kepada Tuhan? Jangan putus asa. Orang yang putus asa karena dia pikul beban sendiri. Tapi kalau kita serahkan kuatir kita, serahkan beban kita, serahkan segala persoalan kita, sandarkan kepada Tuhan, Dia menjadi kekuatan saudara. Dalam mana aku akan berlindung. Dalam ayat ke-2 ini, saya tadi katakan jangan putus asa.

Di Amerika ada satu orang kerja di pertambangan emas. Bukan kerja, dia mencari emas, zaman dulu. 365 hari total satu tahun dia gali tidak dapat apa-apa. Ketika pada hari ke-365 sore, dia banting itu. Sudah, saya tidak akan lagi mencari emas. Satu tahun aku cari tidak dapat apa-apa. Dia pergi. Besok ada orang datang, dia lihat alat yang terkapar. Dia gali. Pukulan pertama langsung kena emas. Kalau saja orang itu tunggu satu hari lagi, dia dapat itu emas. Tapi karena dia putus asa, dia tidak dapat emas.

Maka saudara sebagai orang kristen jangan putus asa. Jangan cepat putus asa. Terus, terus, terus ikut Tuhan, terus. Ada beda satu hari mungkin, ada beda satu jam, satu minggu, tapi terus. Itu artinya trust. Itu artinya kita berlindung. Itu artinya kita mempercayakan diri kita kepada Tuhan sandaran kita.

 Aku akan yang ketiga, di dalam ayat keempat. Di situ dikatakan, terpujilah Tuhan seruku. Kalau dalam bahasa Inggris, aku akan berseru kepada Tuhan yang layak dipuji. Aku akan berseru kepada Tuhan yang layak dipuji.

Nomor teleponnya Tuhan Yesus adalah 223335015818. Putarlah nomor itu dan saudara akan mendengar kata-kata dari Yesus. 22 itu Yunus 2:2, Yeremia 33:3, Mazmur 50:15, Mazmur 81:8. 223335015818. Empat ayat itu sama bunyinya: Berserulah kepada-Ku pada masa kepicikan maka Aku akan mendengar engkau. Kata berseru bukan berkata. Dalam bahasa Inggris, aku akan memanggil, I will call. Berseru, memanggil. Kalau kita dalam masalah, dalam kesusahan, siapa yang saudara call? Mertua? Orang tua? Famili? Tidak salah. Tapi nanti saudara kecewa kalau memanggil manusia. Tapi kalau saudara berseru memanggil Tuhan, saudara tidak akan dikecewakan.

Karena sudah empat kali, tadi empat ayat saya bilang. Saudara berseru kepada Dia, Dia akan menjawab. Tidak akan ada jawaban sebelum ada call. Tuhan tidak akan menjawab kalau saudara tidak berseru. Masa Tuhan ujug-ujug menjawab aja? Saudara dulu berseru. Kalau nyanyi jangan asal nyanyi. Nyanyi yang keras, nyanyi yang sungguh-sungguh, keluar dari hati. Sebab itu ungkapan berseru. Ada orang nyanyi mulutnya kaya lobang celengan, gigi nggak kelihatan. Gimana dia mau berseru kepada Tuhan?

Enam hari orang Israel harus berkeliling mengelilingi tembok Yerikho tutup mulut. Tapi hari ketujuh, enam kali dia putar, putaran yang ketujuh harus berseru dengan keras. Dan itu benteng yang besar - dua puluh lima meter lebar benteng itu, saudara ... delapan kereta kuda bisa jalan di atasnya - itu rontok seperti kayu-kayu hanya karena berseru, memuji Tuhan.

Baru akan yang terakhir, masih ayat yang sama. Terpujilah Tuhan, seruku. Bahasa Inggris, I will call upon the Lord. Maka akupun selamat dari pada musuh. Maka akupun akan selamat dari pada musuh.

Jadi ada jaminan kalau saudara berseru. Saudara mau memanggil Tuhan? Begitu gampang. Panggil. Tuhan itu jauh dari saudara, saudara tidak memanggil Dia. Tapi kalau saudara berseru dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan, will yang terakhir, aku akan selamat.

Yesus yang kita percaya adalah satu-satunya kalau Dia dibilang nabi, nabi. Kalau Dia dibilang rasul, rasul. Tapi Dia lebih dari nabi, lebih dari rasul. Satu-satunya tokoh di dunia ini yang nggak ada kuburannya. Kuburan Muhammad ada, kuburan Budha ada, kuburan Musa ada. Kuburan Yesus ada tapi mayat-Nya tidak ada. Semua agama mengakui bahwa pernah ada yang namanya Yesus.

Nah, kepada Dialah yang sanggup menyelamatkan, kita memanggil. Aku akan mengasihi, aku akan percaya kepada-Nya, aku akan berseru. Dan kalau ketiga hal ini saudara lakukan, aku akan selamat.
 

Pemain musik.

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________