Khotbah Minggu Pagi September - Oktober 2003

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu Pagi, 05 Oktober 2003

TAHU MENEMPATKAN DIRI 

Selamat pagi, selamat bertemu, berbakti lagi dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. Kita akan buka Lukas

7:1 Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.
7:2 Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
7:3 Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
7:4 Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong,
7:5 sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami."

Saudara-saudara, ceritera ini adalah ceritera yang buat saya adalah ceritera miniatur injil. Injil yang dibikin jadi miniatur. Saudara tahu miniatur ya? Ada truk miniatur, tiruan dari truk, Taman Mini Indonesia Indah jadi Indonesia itu ada miniaturnya. Ya, Taman Indonesia Indah. Saya punya cucu tuh senang dengan kereta api tapi miniaturnya. Asal kita ke toko saja dia sudah bilang tolong belikan minta beli cucu train, itu miniaturnya kereta api kecil. 

Nah, injil itu terlalu luas susah dimengerti tetapi kita bisa mengerti kalau kita mempelajari miniaturnya. Nah, ceritera ini saya berani katakan adalah miniatur dari injil. Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. Kapernaum adalah disebut kota hitam, kenapa? Karena semua bangunan di Kapernaum, itu di buat dari batu berwarna hitam. Jadi tidak boleh ada satu rumahpun yang memakai batu coklat atau batu warna putih ... semuanya berwarna hitam. Bapak Husni Husada yang pernah ikut di Israel sudah tahu itu Kapernaum ya, di pinggir pantai Tiberias, Galilea Genesaret. Ya, itu adalah kota hitam. 

Satu-satunya bangunan yang berwarna putih itu adalah Sinagog, Bait Allah, itu satu-satunya. Dan kami melihat ke sana lebih dari sepuluh kali sudah kesana. Nanti November kami akan adakan perjalanan ke Siria, Yordania, Israel dan Mesir. Saudara yang mau ikut yang mau dapat berkat melihat seperti apa tanah perjanjian ya, saudara lihat, bisa ikut mendaftar kepada saya. Kapernaum bahasa adalah Ibraninya adalah Kofernakum yaitu rumah penghiburan. Di sinilah emak mertua Petrus disembuhkan. Jadi Yesus datang ke sana. 

Ayat 2, Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat di hargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. 

Kita lihat saudaraku Lukas adalah satu-satunya injil dari ke empat injil yang selalu membandingkan kontras. Contoh: Lazarus dan orang kaya, orang kaya dan Lazarus, itu contoh. Dibandingkan selalu oleh Lukas. Hakim yang lalim janda yang miskin, selalu di bandingkan. Bapak yang kaya raya anak yang terhilang, di bandingkan selalu. Di sini kita lihat penghulu laskar dan satu hamba. Penghulu laskar ini orang Italia, orang Romawi ... yang menjajah tanah Palestina. Hamba ini budak tidak disebutkan bangsa apa tetapi saya yakin ini adalah orang barangkali orang berkulit hitam tetapi saya tidak tahu apa. Budak diambil dari Afrika, budak. Tetapi saudara bisa baca hamba ini sangat di hargainya, bahasa Inggris near to him, near itu dekat dengan dia. 

Kita mau belajar beberapa poin dari firman Tuhan pada pagi hari ini. Poin yang pertama, penghulu laskar ini dekatnya bukan dengan orang besar tapi dengan orang kecil, nggak ada yang bilang amin? Dengan orang marhaen, dengan orang kere, budak yang kalau pemilu nggak bisa nyoblos. Kalau tuannya sampai nggak sengaja membunuh dia tidak sengaja, dia tidak bisa protes kepada komnas HAM, nggak boleh. Ya, saudara jangan tunduk kalau dengar firman Tuhan, perhatikan, nggak bisa nyoblos, kenapa? Karena dia ini budak, dolos tidak ada hak apa-apa. Di dalam surat Timotius saya tidak usah buka, Yesus di sebut penghulu laskar, Dia kapten dari kehidupan kita. Saudara seperti tidak percaya, ayo kita buka 2 Timotius

2:3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.
2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

Siapa komandan kita? Yesus. Saudara-saudaraku, di dalam Timotius disebutkan Yesus adalah penghulu laskar yang mempunyai bawahan dan kita adalah bawahannya. Kembali kepada Lukas, penghulu laskar ini dekat dengan satu hamba. Hamba ini tidak ada harganya, budak - menjadi gambaran bagi kita sekalian. Roma 3 ayat 10 berkata "tidak ada seorangpun yang benar, seorang pun tidak ada". Ayat 11 "tidak ada seorangpun yang mencari Allah" semuanya berjalan dengan kemauan diri sendiri, tidak ada seorang pun yang benar, tidak! orang Yahudi pun yang dekat dengan hatinya Tuhan pun tidak! Jadi apa alasannya penghulu laskar ini dekat dengan budak ini? Tidak ada alasan apakah budak ini rajin, tidak di tulis, hanya budak saja. Tetapi near to him, dekat kepada Dia. 

Pagi hari ini saudara mesti tahu, saudara itu dekat di hati Yesus. Saudara-saudara mesti tahu jangan merendahkan diri sendiri, iblis mau supaya saudara merendahkan diri sendiri supaya saudara obral hidup saudara murah. Supaya hidup saudara seperti perempuan Samaria, siapa pun bisa memiliki. Supaya hidup saudara seperti orang Gadara hidup di kubur-kubur, tidak ada harganya. Supaya hidup saudara seperti anak terhilang tidak ada harganya. Tetapi puji Tuhan kita punya penghulu laskar, komandan kita yang mau dekat dengan kita. Dan dikatakan disana hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Bahasa inggris bilang udah siap mati tinggal beberapa saja tarikan nafas dia mati. Tetapi ayat ke tiga dari Lukas 

7:3 Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.

Pelajaran yang kedua, ketika sesuatu yang dihadapi oleh penghulu laskar ini mati ya, si hamba ini mau mati, dia tidak cari tabib, dia tidak cari dukun tetapi dia mencari Yesus. Dia panggil tua-tua Yahudi, tolonglah cari Yesus mau ketemu sama Yesus. Mungkin ada di antara saudara ada sesuatu yang hampir mati? Iman saudara hampir mati, pengharapan saudara hampir mati, kasih saudara hampir mati. Saudara tidak bisa mengasihi orang, saudara maunya membenci saja. Lihat penghulu laskar ini, dia mengasihi hamba yang tidak ada jasa sama sekali, dia mengasihi itu budak. Tapi mungkin di antara saudara kasihnya sudah mati, penuh kebencian hidup kita kepada seseorang, kepada satu golongan, penuh marah kita kepada seseorang kepada satu golongan, penuh dendam sudah mati cinta kita, pengharapan kita mati yang ada hanya benci, yang ada hanya mati - mati - mati - mati - mati - mati. 

Pendeta Batubara salah satu guru saya di Surabaya satu jemaatnya mau gantung diri tetapi selamat di tolong oleh orang. Ketika di tanya, kenapa kamu mau gantung diri? Dia dengar suara mati, mati saja, mati saja, hidup tidak berguna mati saja, mati saja. Dia ada uang, dia bukan ada hutang dia ada uang cukup, rumah tangga cukup bahagia, tidak ada persoalan dalam rumah tangga. Tapi kenapa dia mau gantung diri? Iblis itu mau datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan. Dia mau supaya saudara mati, dia mau supaya saudara sesat, dia tidak takut saudara hanya ke gereja, dia tidak takut saudara duduk di gereja dengar firman Allah. Ya, asal setelah keluar dari gereja, saudara ada di dalam jalan kematian. Saudara-saudara bisa mengikuti jalan mautnya, dia tidak takut saudara-saudara mungkin ke gereja hanya untuk topeng, hanya untuk topeng saja, supaya keluarga kita, masyarakat tahu kita ini ke gereja tetapi kelakuan kita dihadapan Tuhan adalah kelakuan yang mengarah kepada kematian, mengarah kepada maut, mengarah kepada kematian dan kematian - kematian - kematian. Siapa tahu ada yang masuk sekolah Alkitab juga hanya untuk topeng, meninggalkan di belakang dia tapak-tapak kematian. Saatnya pagi hari ini cari Yesus, cari Yesus saudara-saudara. Hanya Yesus yang menolong orang yang sudah mau mati ingin menjadi hidup. Dikatakan di sana, ia memanggil orang tua-tua Yahudi. 

Tua-tua Yahudi saudara-saudara, pelajaran ketiga. Orang tua-tua Yahudi ini tidak bisa di sogok ya, kalau dia bilang jelek, jelek! kalau dia bilang bagus, bagus! Saudara nggak bisa nyogok aja orang tua-tua Yahudi ini ya, disogok sekian ribu gitu ya asal supaya dia ini bilang yang jelek jadi bagus, nggak bisa, nggak bisa. Di New York ada satu rabi orang Yahudi yang membawahi kuburan orang Yahudi. Lalu datanglah satu orang datang sama dia, apa rabi ini adalah kuburan orang Yahudi? Ya, ini kuburan orang Yahudi. Saya mau kubur anjing saya di sini boleh nggak? Marah - marah ini rabi. Kira-kira kamu menghina, ini kuburan orang Yahudi, kamu kira apa ini kamu menghina kami, mau kubur anjing di sini. Oh, maaf - maaf, katanya yang punya anjing, soalnya yang punya anjing ini berkata kuburan mana saja yang mengubur anjing ini, anjing ini punya warisan 50,000 US ~ empat ratus lima puluh juta. Si rabi itu berobah, ngomong kek dari tadi ini anjingnya anjing Yahudi, ngomong kek dari tadi ini anjing anjing Yahudi, come on. Jadi ada tempat bisa disogok saudara-saudara, anjing pun bisa di kubur di kuburan Yahudi asal di sogok. Tapi tua-tua Yahudi ini tidak bisa kalau dia bilang jelek, jelek; kalau dia bilang bagus, bagus! 

Nah, saya ingin hamba-hamba Tuhan yang keluar dari Cianjur ini begini punya pendirian, bilang jelek, jelek! Bilang bagus, bagus! Jangan nanti di sogok, jangan nanti di sogok. Kalau sudah di sogok aduh tolong dong ya, saya mau menikah ini istri saya yang ketiga belas, tolong! Nggak bisa, firman Allah nggak bisa. Aduh, tolong pak, ini ada satu miliar. Ngomong kek dari tadi. Saudara lalu mengawinkan itu orang, wah salah. 

Nah, ada keanehan saudara lihat di sini? Penghulu laskar ini kan penjajah, kenapa dia dekat dengan tua-tua Yahudi? Kita lihat berikutnya Lukas 
7:4 Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong,

Bahasa Inggris tidak kata 'dengan sangat' tapi 'dengan sungguh' ... mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong,
7:5 sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami."

Ayat 4-5
Ia mengasihi our nation, bahasa inggris kata, negara kami. Bayangkan saudara penjajah dinilai oleh orang yang nggak bisa di sogok ini tua-tua Yahudi ini, mengasihi bangsa kami. 

Poin yang ketiga, ternyata penghulu laskar ini hubungannya dekat, menghormat orang "tua-tua Yahudi". Kalau saya katakan tua-tua, itu ada dua konotasi. Yang pertama, tua-tua memang adalah orang yang dianggap ketua-ketua - walaupun usianya muda tetapi belajarlah saudara menghormati dia. Siswa-siswi walaupun saya tidak ada di komplek sekolah tapi di sana ada tua-tua saudara yaitu staff dan guru-guru yang lain. Saudara tidak menghormati mereka sama dengan saudara tidak menghormati saya. Saudara menghormati mereka saudara sama dengan saudara menghormati saya. Saudara tidak bisa berkata saya hormat sama oom Awondatu tetapi saudara tidak menghormati staff saya karena mereka di anggap buat saya adalah tua-tua yang membawahi saudara.

Konotasi yang kedua walaupun dia masih itu adalah orang tua betul-betul orang tua. Kalau saudara duduk di bus tenang-tenang lalu di depan saudara ada perempuan hamil delapan bulan tidak ada tempat duduk, saudara harus kasih tempat untuk orang hamil itu. Jangan saudara berkata dalam hati, aku mau tunggu ini orang hamil melahirkan di depan aku, jangan! Tetapi suruhlah di duduk dan saudara yang masih muda, silahkan dia duduk walaupun yang hamil ini lebih muda dari saudara tetapi saat itu dia sedang hamil dia sedang dalam kondisi tua, beri tempat bagi dia. 

Nggak rugi saudara kasih selamat pagi sama orang yang lebih tua usianya, selamat pagi. Dia tidak menjawab itu nomor tujuh belas, nggak apa-apa. Tapi saudara tidak rugi memberi selamat pagi pada orang tua. Minimal orang tua itu akan berkata anak siapa ini, kok sopan sekali? Dia berdoa kepada Tuhan, ya Tuhan siapakah itu berkata selamat pagi kepadaku? Saya tidak kenal tapi dalam hatinya kiranya Tuhan memberkati anak muda itu. Kalau dia belum menikah, berikanlah dia suami atau istri yang baik, kalau dia udah menikah belum punya anak berilah anak Tuhan, satu kali melahirkan kembar dua - kembar dua, biarlah Tuhan yang memberkati mereka. Ada amin saudara-saudara? Tidak ada ruginya menghormati orang tua, tidak ada ruginya. Banyak orang yang lebih tua dari saya di dalam jemaat ini umurnya tapi mereka sayang sama saya mereka menghormati saya karena ketuaan saya di dalam penggembalaan. 

Mari kita kembali melihat yang berikutnya, "Ia layak Engkau tolong.". Poin yang ke-empat: Ia mengasihi bangsa kita. Penjajah paling di benci oleh orang Yahudi tapi sekarang nih sepuluh orang yang nggak bisa disogok ini, dia ngomong sama Yesus: "ia mengasihi bangsa kita." Tahukah saudara-saudara, bahwa kasih adalah kekuatan terbesar di dalam dunia ini. Siapa yang pernah gagal dengan hal-hal yang lain, gagal dengan cara yang lain? Saya kirim SMS 'cobalah dengan kasih.' 1 Korintus 13:8, Kasih tidak berkesudahan, bahasa inggris love never fails ... kasih tidak pernah gagal. Ada amin saudara-saudara? 

Mengasihi itu memang pahit, mungkin orang yang kita kasihi itu mula-mula itu keras tetapi kasih adalah satu kekuatan yang paling besar di dunia ini. Tidak ada yang bisa mengalahkan kasih. Roma 12 : 21, jangan kamu di tewaskan oleh kejahatan tetapi tewaskanlah kejahatan dengan kebaikan. Kemungkinan ini Kapernaum ini penghuni laskar ini saudaraku, dia dikenal saudara karena dia mengasihi bangsa dari Yahudi ini, buktinya apa? Dia menanggung pembangunan rumah ibadah kami. Baru saya mengerti ketika saya melihat Sinagog di Kapernaum yang satu-satunya bangunan ini berwarna putih menghadap ke Yerusalem sebagai kiblat. Oh, ini ... sinagog ini dibangun oleh penghulu laskar ini, masih ada peninggalannya. Di depan sinagog itu rumah mertua Petrus. Ia menanggung pembangunan rumah ibadah kami, ada hubungan antara penghulu laskar dengan rumah ibadah. 

Apa hubungan saudara dengan rumah ibadah? Oh, saya anggota jemaat GPdI, ada hubungan. Oh, saya menjadi tua-tua jemaat menjadi gembala kecil, ada hubungan. Oh, saya ini paduan suara, oh saya pemain musik, saya jemaat biasa, saya ada hubungan dengan gereja, saya aktivis gereja. Kemarin setelah pemberkatan nikah, ada satu bapa di bawah tanya sama saya pak Awondatu masih kenal saya? Saya bilang muka sih masih ingat tapi nama lupa padahal memang saya nggak ingat. Saya jemaat di GBI EBEN HEIZER di jakarta, saya kalau kebaktian kalau ada di Cianjur saya kebaktian di sini. Lalu dia keluarkan kartu anggota, saya pikir lebih bagus jemaat punya kartu anggota, kita bikin nanti. Nama ini jemaat dari Gereja Bethel Indonesia Eben Heizer di Jakarta. Bapak kan suka khotbah di sana? Ya, saya suka khotbah di sana. Nah, ini kartu nama, ada hubungan.

Penghulu laskar ini berhubungan dengan Bait Allah, dia yang membangun rumah ibadah ini. Membangun itu bukan hanya dengan uang, membangun rumah ibadah nyumbang duit, bukan! Membangun itu saudaraku saudara juga membangun dengan kata-kata. Saudara masuk di dalam gereja ada satu ibu muyung aja ... ada apa, ci? Aduh, saya lagi susah lagi pusing, ada apa? Suami saya. Kenapa? Dia naik pohon kelapa dia nggak mau turun-turun, aduh. Sudah jangan takut, saudara membangun dia! Sabar .... saudara hibur dia, itupun membangun. Karena rumah ibadah yang sebenarnya bukanlah gereja - rumah ibadah yang sebenarnya adalah tubuh kita. Tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah rumah Allah di mana Roh Kudus tinggal di dalam kamu. Jadi kalau saudara memberi nasihat memberi kekuatan kepada orang yang lemah, membela orang yang susah bukannya menjatuhkan bukannya menghakimi bukannya mengusir. Ya, seperti orang buta dalam injil Yohanes, dia sembuh dia diusir, dipecat dari rumah ibadah oleh orang Farisi karena dia sembuh. Lalu Yesus, Ayat 6,

7:6 Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;

Poin ke-lima. Dia punya sahabat. Peribahasa orang Amerika bilang, jangan takut kesusahan melanda hidupmu jikalau engkau masih punya sahabat. Amsal Sulaiman berkata sahabat yang dekat masih lebih baik dari saudara yang jauh. Yesus berkata "kamu adalah sahabatku." Saya pernah ceritera sahabat itu saudara-saudara, saya ceritera ya, pernah ceritera tapi saya ceritera lagi. Pangeran Charles di Inggris itu ada tiga lapis penjaga. Ini ruang dia tidur di depan pintu ada penjaga, lapis kedua di depan kantornya ada penjaga, lapis ke tiga di halaman depan ada penjaga di Istana Buckingham, nggak sembarang orang bisa masuk. 

Tadi saya naik pagi-pagi ke sini ada kucing tidur di tangga, berarti pengerja tidak betul menjaga gereja ini. Ketika saya masuk pintu terbuka tidak ada seorang pun pengerja, saya klakson-klakson sopir, tidak ada yang keluar pengerja, ini sudah warning dari Tuhan. Hari ini kucing masuk, kalau pengerja tidak waspada lain kali karena ini alat musik pernah hilang ke gereja yang lama, waspada! Saya kembali lagi kepada pangeran Charles, kok dari pangeran Charles lari ke kucing? Dengar baik-baik, pangeran Charles itu tiga lapis penjaga nggak berani sembarang orang masuk tapi dia punya sahabat, punya teman main-main polo, naik kuda pukul-pukul bola itu, itu permainan polo itu temannya dia ada tiga orang, pagi-pagi dia datang masuk aja, penjaga udah tahu nggak berani nanya, who are you? Mau apa? Main nyelonong aja masuk, penjaga ke dua masuk penjaga ke tiga masuk, masih tidur dia? Masih tidur. Masuk aja, eh, Charles bangun! Bangun! Kita main, kenapa? Karena sahabat. 

Siapa yang bisa masuk kerajaan sorga? Siapa berani-berani datang sama Tuhan? Dia begitu suci, kita begitu banyak dosa, siapa berani datang? Dia pernah bilang tidak patut roti dikasih sama anjing tapi puji Tuhan Dia bilang kamu adalah sahabat-Ku. Saudara, berdoalah Bapa kami dalam sorga sssttt doa saudara langsung, kalau Yesus ada kamar tidur-Nya, langsung ke kamar tidur Yesus. Ada haleluya saudara-saudara? Bangunkan Dia, tidak perdulikah Engkau kami binasa! Bangunkan Dia. Dia akan bangun dan berkata, hei angin dan ombak teduhlah engkau. 

Siapa saudara yang datang ke sini datang dengan angin dan ombak bangunkan Yesus sahabat saudara. Dia punya sahabat saudara dan Dia katakan sama sahabatnya katakan sama Yesus, jangan bersusah-susah sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumah sebab juga aku menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. 

Ini saya mau kasih tahu hukum reciprocal, Tuhan saya tidak layak menerima Engkau di dalam rumah. Baru saya mengerti sekarang saudara pemikiran penghulu laskar ini. Tuhan saya ini tidak layak, Tuhan datang sama saya, saya merasa tidak layak, saya datang kepada Tuhan pun saya tidak layak. Poin berikutnya keenam ini, dia tahu posisi dia, dia tahu siapa dia, dia lebih baik dari wanita perempuan Samaria. Ketika perempuan Samaria ini berkata kepada Yesus, berikanlah aku air hidup itu, Yesus berkata panggillah suamimu kemari. Dia menjawab aku tidak punya suami, ... ini bohong. Memang betul Yesus bilang, kamu tidak punya suami sebab lima sudah jadi suamimu dan yang ke-enam ini masih kumpul kebo. 

Perempuan Samaria terbuka tetapi tidak tahu tempat dirinya. Penghulu laskar tahu tempat dirinya, aku tidak layak kalau Tuhan datang ke rumah saya dan kalau saya datang kepada-Mu saya juga tidak layak. Saya pakai bahasa Sunda sekarang.  Jadi minta jarak. Jangan, nggak usah datang kesini, nggak layak saya, saya datang sama Tuhan juga saya nggak layak. Katakan saja sepatah kata, niscaya hambaku akan sembuh. 

Nah, ini yang di katakan oleh Yesus, iman yang terbesar ... lebih dari orang Israel sekalipun. Diantara orang Israel tidak pernah ... ayat 9, Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah aku jumpai sekalipun di antara orang Israel. 

Hati-hati lho saudara jemaat GPdI, jangan merasa saya anggota GPdI saya lebih tahu banyak. Kadang-kadang jiwa baru lebih tinggi imannya, kadang-kadang orang baru lebih tinggi imannya. Jangan mentang-mentang saya ini Israel, ini bukan orang Yahudi orang dari Italia orang dari Romawi ... tetapi tidak pernah Aku lihat iman sebesar ini. 

Ayat 10, Dan setelah orang-orang yang di suruh itu kembali ke rumah di dapatinyalah hamba itu telah sehat kembali. 

Dia mendapat apa yang dia inginkan dengan poin-poin yang tadi saya katakan, dia punya iman yang terakhir. Katakan saja sepatah kata. Apa problem saudara, mungkin saudara merasa pun tidak layak datang sama Tuhan, aduh Tuhan, saya tidak layak datang sama Engkau, Tuhan datang sama saya juga rasanya tidak layak. Tapi pagi hari ini katakan saja sepatah kata, niscaya persoalan akan selesai. 

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________