Khotbah Minggu Pagi September - Oktober 2006

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu pagi, 03 September 2006

KEBAHAGIAAN SION SEBAGAI KOTA ALLAH

Selamat pagi, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Kita sama-sama akan buka Alkitab kita di dalam kitab Mazmur pasal 48. Kita akan membaca kebahagiaan Sion sebagai kota Allah. Mazmur 

48:1 Nyanyian. Mazmur bani Korah.                                                                                                                                                                                         48:2 Besarlah TUHAN dan sangat terpuji di kota Allah kita!
48:3 Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi; gunung Sion itu, jauh di sebelah utara, kota Raja Besar.
48:4 Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.
48:5 Sebab lihat, raja-raja datang berkumpul, mereka bersama-sama berjalan maju;
48:6 demi mereka melihatnya, mereka tercengang-cengang, terkejut, lalu lari kebingungan.
48:7 Kegentaran menimpa mereka di sana; mereka kesakitan seperti perempuan yang hendak melahirkan.
48:8 Dengan angin timur Engkau memecahkan kapal-kapal Tarsis.
48:9 Seperti yang telah kita dengar, demikianlah juga kita lihat, di kota TUHAN semesta alam, di kota Allah kita; Allah menegakkannya untuk selama-  lamanya. Sela
48:10 Kami mengingat, ya Allah, kasih setia-Mu di dalam bait-Mu.
48:11 Seperti nama-Mu, ya Allah, demikianlah kemasyhuran-Mu sampai ke ujung bumi; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan.
48:12 Biarlah gunung Sion bersukacita; biarlah anak-anak perempuan Yehuda bersorak-sorak oleh karena penghukuman-Mu!
48:13 Kelilingilah Sion dan edarilah dia, hitunglah menaranya,
48:14 perhatikanlah temboknya, jalanilah puri-purinya, supaya kamu dapat menceriterakannya kepada angkatan yang kemudian:
48:15 Sesungguhnya inilah Allah, Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya! Dialah yang memimpin kita!

Amin? Mazmur ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama ayat 1-9, bagian kedua ayat 10-15.

Maaf saudara-saudara, ayatnya yang kedua ini bahasa Indonesia banyak yang hilang. Saya mau baca di dalam bahasa Inggris: Besarlah Tuhan dan patutlah Ia dipuji. Di dalam kota Allah adalah bukit kesucian-Nya. Bukit Sion itu elok, kesukaan dari segenap bumi. Bukit Sion di sebelah utara adalah kota raja yang maha besar. Nyanyian yang sangat indah sedang membesarkan nama Tuhan. Besarlah Tuhan dan layaklah dipuji.

Saudara-saudara, manusia mempunyai kehebatan-kehebatan untuk dipuji. Ada seorang profesor namanya Stephen Hawkings. Dia tidak bisa bicara tapi dia ahli perbintangan. Dia bicara memakai loud-speaker taruh di lehernya. Dia bicara pakai komputer. Dia di kursi roda. Tidak bisa berjalan dari kecil. Tapi dia ahli perbintangan dan seluruh dunia menghormat dia, walaupun dia tidak percaya kepada Tuhan. Banyak orang bisa dipuji. Fidel Castro bisa dipuji. Dia bisa berpidato enam jam non-stop dan rakyat tidak bergeming, tidak pergi ke mana-mana.

Kita punya Bung Karno. Dia bisa pidato empat jam. Di Medan dia pidato empat jam, hujan deras, rakyat tidak pergi kemana-mana. Dia dengar sampai selesai pidato Bung Karno. Mao Tse Tung dengan perkataannya dia bisa memimpin seluruh negara. Perjalanan yang luar biasa. Long March yang luar biasa. Dia bilang, kalau kamu ikut sama saya, kamu akan mati, kamu akan menderita, akan ada air mata. Tapi kalau kamu ikut sama saya, kita akan melihat emas di ujung jalan. Ratusan, ribuan, jutaan orang ikut Long March bersama Mao Tse Tung.

Banyak orang bisa dipuji. Tetapi tidak ada yang bisa melebihi Tuhan kita Yesus Kristus Serwa Sekalian Alam. Dia patut dan layak dipuji. Ada haleluyah?

Jadi pada waktu kita masuk di gereja, ingatlah kita sedang menyanyi untuk Raja kita. Ingatlah kita sedang memuji Tuhan yang patut dipuji. Ingatlah kita sedang memuja, memuji nama Tuhan yang patut dan layak, layak Dia dipuji karena Dia besar sekali. Dia yang mengampuni dosa kita. Dia yang menolong kita dalam kelemahan. Dia yang memelihara hidup kita.

Dikatakan di sana adalah Raja Besar. Saya agak kurang tepat dengan Raja Besar. The Great King, Raja Mahamulia. The Great King. Kota dari Raja Mahamulia. Gunung Sion, kota dari Raja Mahamulia. Coba kita buka dulu Ibrani pasal 12. Di dalam Ibrani pasal 12, di sana kita membaca bagaimana ada satu kota yang besar. Ibrani 

12:22 Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,

Kita kembali kepada Mazmur. Ternyata Bukit Sion itu adalah gereja. Bukit Sion yang dimaksud di dalam perjanjian lama ditulis dalam perjanjian baru adalah jemaat - saudara dan saya. Kita datang kepada Bukit Sion, satu perkumpulan orang yang meriah. Kalau kita bandingkan dengan ayatnya yang dikatakan di dalam ayat yang ke-3, gunung Sion itu jauh di sebelah utara, kota Raja Besar. Tuhan itu selalu ada di kota Raja Besar, yaitu di Sion.  Dia selalu ada di tengah-tengah kita. Bayangkan, yang kita layak puji, yang kita layak sembah, yang kita layak besarkan, itu ada selalu di tengah-tengah kita.

Raja yang patut dan layak kita puji itu selalu ada di tengah-tengah kita, selalu bersama dengan kita. Kita harus mempunyai keyakinan bahwa Raja kita ada di tengah-tengah kita. Di dalam ayatnya yang ke-4, Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.

Puri itu bagian dalam istana. Bagian dalam, bukan ruang makan. Tetapi puri kebanyakan bagian dalam istana, bagian di mana hal-hal yang penting, hal-hal yang dalam, dibicarakan oleh raja. Dia tidak bicara di halaman, dia tidak bicara di balairung. Dia tidak bicara di ruang tamu. Tapi dia bicara di puri. Bagian dalam.

Puri di sini adalah tempat di mana kita berdoa. Seorang yang berdoa, dia memasuki puri dari Kerajaan Tuhan. Pada waktu berdoalah di sana orang-orang akan mengalami "sesuatu" yang orang lain tidak tahu. Kita pegang dulu Mazmur 48, kita buka Yehezkiel 42. Dalam Yehezkiel 42, di sana kita akan membaca satu cerita yang menarik hati mengenai rumah dari iman. Pasal 42:1-10,

42:1 Lalu diiringnya aku ke pelataran luar bagian utara dan dibawanya aku ke bilik-bilik sebelah utara yang berhadapan dengan lapangan tertutup dan berhadapan dengan bangunan yang di ujung barat.
42:2 Panjang bangunan bilik-bilik itu di sebelah utara ialah seratus hasta dan lebarnya lima puluh hasta.
42:3 Berhadapan dengan yang dua puluh hasta dari pelataran dalam dan berhadapan dengan lantai batu yang terdapat di pelataran luar ada serambi yang berhadap-hadapan dan yang bertingkat tiga.
42:4 Di depan bilik-bilik itu ada gang menuju ke dalam yang lebarnya sepuluh hasta dan panjangnya seratus hasta dan pintu-pintu masuknya adalah di sebelah utara.
42:5 Bilik-bilik di tingkat atas adalah lebih kecil dari bilik-bilik di tingkat bawah dan tingkat menengah dari bangunan itu oleh karena serambi-serambi itu memakan lebih banyak tempat dari bilik-bilik itu.
42:6 Sebab bilik-bilik itu bertingkat tiga dan tidak mempunyai tiang-tiang seperti yang ada di pelataran luar. Itulah sebabnya bilik-bilik atas lebih kecil dari bilik-bilik bawah atau tengah.
42:7 Di luar ada tembok yang sejajar dengan barisan bilik-bilik, berdekatan dengan pelataran luar dan terdapat di hadapan bilik-bilik; panjangnya lima puluh hasta.
42:8 Sebab barisan bilik yang berbatasan dengan pelataran luar panjangnya adalah lima puluh hasta, tetapi barisan bilik yang berbatasan dengan Bait Suci panjangnya seratus hasta.
42:9 Di bagian bawah bilik-bilik ini terdapat pintu masuk dari jurusan timur, kalau orang dari pelataran luar ingin masuk ke dalamnya,
42:10 dan pintu itu terdapat pada pangkal tembok luar. Di sebelah selatan di hadapan lapangan tertutup itu dan di hadapan bangunan yang di ujung barat ada juga bilik-bilik

Kalau kita kembali baca ayatnya yang ke-1, di sebelah utara berhadapan dengan lapangan tertutup. Ada bilik-bilik, ada puri-puri, yang berhadapan dengan lapangan tertutup. Kalau saudara baca terus nanti di rumah. Lapangan tertutup tidak bisa dilihat dari luar. Lapangan tertutup ada di bagian dalam bilik-bilik atau dalam Mazmur 48, puri-puri. Orang yang sembahyang, dia akan mengalami satu hal yang lapang. Amin? Hatinya akan lapang, kalau dia berdoa. Dia akan lapang.

Kelapangan yang dia alami waktu sembahyang, orang luar, orang di halaman, kristen biasa, kristen-kristenan, kristen ikut-ikutan, tidak bisa ngerti, tidak bisa tahu ada apa disebut lapangan tertutup. Kalau kita kembali kepada Mazmur 48:4, Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.

Ini yang saya katakan, nggak bisa Dia memperkenalkan diri di luar. Dia nggak bisa memperkenalkan diri di halaman. Dia mau memperkenalkan diri di ruang tertutup. Dia akan memberikan kelegaan ketika Dia memperkenalkan diri bukan sebagai Elohim tetapi sebagai benteng.

Itu sebabnya sadar atau tidak sadar orang yang suka berdoa, dia akan mengalami perlindungan dari pada Tuhan.

Saya ingat satu pendeta namanya Puluindoong dari Sulawesi Utara, dia sudah meninggal. Ketika dia pulang ke rumah, dia jalan di pinggir rumah. Ketika dia mau lewat sudut rumah, Roh Kudus bilang sama dia, jangan terus jalan, berhenti. Dia berhenti. Dan ketika dia berhenti, dia keliling rumah pelan-pelan, dia lihat dari sebelah sana, orang dengan golok, dengan parang sudah siap untuk bunuh dia. Kalau dia lewat itu pintu, lewat itu sudut, dia dibunuh. Tapi lihat, Tuhan menyatakan diri sebagai benteng. Dia bilang: Jangan. Putar. Dia balik pelan-pelan, kelihatan orang mau bunuh dia.

Lapangan tertutup tidak dikenal oleh orang luar. Kelapangan orang yang suka berdoa. Kita kembali kepada Mazmur 48,

48:5 Sebab lihat, raja-raja datang berkumpul, mereka bersama-sama berjalan maju;
48:6 demi mereka melihatnya, mereka tercengang-cengang, terkejut, lalu lari kebingungan.
48:7 Kegentaran menimpa mereka di sana; mereka kesakitan seperti perempuan yang hendak melahirkan.
48:8 Dengan angin timur Engkau memecahkan kapal-kapal Tarsis.

Raja-rajapun tidak mampu menghadap Raja segala raja ini. Ada ayat, dengan angin timur maka Tuhan menghancurkan, memecahkan kapal-kapal Tarsis. Kitab Nabi Yunus. Dalam kitab nabi Yunus, kita buka pasalnya yang ke-4. 

4:1 Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.
4:2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.
4:3 Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup."
4:4 Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?"
4:5 Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu.
4:6 Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.
4:7 Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu.
4:8 Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup."

Bertiuplah angin timur! Jadi angin timur adalah sesuatu angin yang bisa membuat orang pingsan, yang bisa membuat nabi ini sadar dari kesalahannya. Angin timur yang menghantam kapal-kapal dari Tarsis ini. Kita kembali kepada Mazmur 48,

48:9 Seperti yang telah kita dengar, demikianlah juga kita lihat, di kota TUHAN semesta alam, di kota Allah kita; Allah menegakkannya untuk selama-lamanya. Sela

Kota Tuhan tidak lain saudara dan saya! Saudara dan saya disebut pengantin dalam kitab Wahyu dan juga disebut kotanya Tuhan. Diawali dengan besarlah Tuhan, patutlah Dia dipuji, diakhiri dengan kota Tuhan - saudara dan saya. Awal adalah Tuhan. Pada awal pertama, Tuhan. Pada awal pertama adalah firman. Tetapi akhirnya, akhir dari cerita semua adalah gereja. Akhir dari cerita semua adalah saudara dan saya, kotanya Tuhan. Akhir tujuan dari salib adalah saudara dan saya.

Tahukah saudara bahwa kita beribadah kepada Tuhan yang mempunyai tujuan untuk menyelamatkan kita? Mempunyai tujuan untuk menolong kepada kita. Kita tidak terus hidup di dunia. Kita sedang antri menuju kematian. Kapan kita mati, kita tidak tahu. Tetapi bagi kita orang kristen, kematian bukan jadi urusan lagi. Kematian adalah satu jembatan di mana kita berpindah dari kehidupan yang baik kepada kehidupan yang lebih baik di dalam Kristus Yesus. Oleh karena apa? Karena tujuan hidup dari Tuhan adalah untuk menyelamatkan, untuk mendirikan satu kota, yaitu kota Allah.

Bagian kedua,

48:10 Kami mengingat, ya Allah, kasih setia-Mu di dalam bait-Mu.
48:11 Seperti nama-Mu, ya Allah, demikianlah kemasyhuran-Mu sampai ke ujung bumi; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan.
48:12 Biarlah gunung Sion bersukacita; biarlah anak-anak perempuan Yehuda bersorak-sorak oleh karena penghukuman-Mu!
48:13 Kelilingilah Sion dan edarilah dia, hitunglah menaranya,
48:14 perhatikanlah temboknya, jalanilah puri-purinya, supaya kamu dapat menceriterakannya kepada angkatan yang kemudian:
48:15 Sesungguhnya inilah Allah, Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya! Dialah yang memimpin kita!

Bagian kedua berisi pujian. Mengenal diri. Aduh, oleh karena kasih karunia Tuhan, oleh karena kami mengingat Engkau Tuhan. Ayat 10, oleh karena kasih setia-Mu di dalam bait-Mu. Seperti nama-Mu, ya Tuhan, demikianlah kemasyhuran-Mu sampai ke ujung bumi. Ayat 12, biarlah gunung Sion, kita lagi, bersukacita; biarlah anak-anak perempuan Yehuda bersorak-sorak oleh karena penghukuman-Mu.

Agak bingung di sini kalau kita tidak mengerti. Kenapa Tuhan menghukum, kita bersorak-sorak?

Di awal tahun begitu banyak orang berunjuk rasa minta gereja ditutup. Gereja ditutup. Daerah Jawa Barat sudah lebih lima puluh gereja. Seluruh merek ditutup. Gereja yang jemaatnya lima belas, tutup. Gereja sudah tahunan, jemaatnya cuma dua puluh orang, tutup. Paling sedikit gereja musti enam puluh orang, izin dari sembilan puluh tetangga. Dan itu sudah disahkan. Kita disudutkan. Rame. Tutup sana, tutup sini.

Kalau kita mah nggak usah dibela. Nggak ada Front Pembela Kristen, nggak ada. Kita mah nggak usah dibela, Tuhan kita mah. Agama kita mah nggak usah dibela. Tuhan yang membela kita! Kita nggak usah bela Tuhan. Tuhan kok dibela-bela.

Sudah mulai datang wartawan ke Yayasan Kabar Baik. Di Majalah Komando Jihad, Yayasan Kabar Gembira, katanya, dia salah tulis ... adalah satu kebobolan bagi umat islam. Masa di Cianjur kota islam yang marhamah ada katanya pendidikan kristen, besarnya kaya begini. Kita bukan berhenti malah dibikin lagi sama kita, STT. Ditanya lagi, ini bangunan untuk apa? Ini untuk STT. Apa saja kita bisa bikin.

Mulailah Tuhan marah. Mulailah ada gempa di Yogya. Ribut orang, tidak ingat sama gereja. Ribut orang. Gempa, gempa, gempa, gempa, gempa.

Belum selesai gempa, Sidoarjo, sudah tiga bulan lebih sekarang. Lumpur keluar nggak berhenti-berhenti. Tuhan mah kalau menolong umat-Nya nggak pakai halilintar menyambar, nggak. Pakai bom, tidak Dia mah. Pakai lumpur. Orang lain mah pakai bom, meledak, meledakkin gereja. Dia mah pakai lumpur. Ayo, ditutup nggak bisa, keluar terus, keluar terus. Sekarang Wakil Presiden bilang: Kita perlu 300 hektar untuk bikin kolam lumpur. 300 hektar seperti apa besarnya. Bayangkan saudaraku, tanggul sudah dibikin 6 meter. Ini jalan kereta api, ini tanggul 6 meter. Kalau ini bobol sudah.

Orang tidak lagi mikir gereja. Mikir lumpur, lumpur, lumpur. Jadi saudara-saudara, sebetulnya Tuhan sedang menghukum, tapi kita umat-Nya bersukacita.

Di mana-mana ribut sekarang, di mana-mana. Banjir. Banjarmasin jadi Banjirmasin sekarang. Belum pernah dalam sejarah Banjarmasin ada banjir seperti itu. Jadi penghukuman Tuhan itu membuat kita bersorak-sorai. Kita tidak ditekan lagi. Sudah dikasih Tsunami itu dulu, tenang sudah. Eh, Tsunami beres yang bantu Amerika. Kemarin teman saya dari Finlandia musti ke Aceh untuk periksa pembangunan rumah. Mereka memberi tapi dijelek-jelekkin terus.

Lihat umat Tuhan, dia diam saja. Nggak pakai Front Pembela Kristen atau Front Pembela Pantekosta, Front Pantekosta. Fran fron-fran fron. Sebab apa? Tuhan kita ada di front. Tuhan kitalah yang menghukum tetapi kita bersukacita. Di dalam ayat ke-13,

48:13 Kelilingilah Sion dan edarilah dia, hitunglah menaranya,
48:14 perhatikanlah temboknya, jalanilah puri-purinya, supaya kamu dapat menceriterakannya kepada angkatan yang kemudian:
48:15 Sesungguhnya inilah Allah, Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya! Dialah yang memimpin kita!

Saudara senang dipimpin oleh Tuhan? Saya dipercayakan untuk memberi makan jemaat-Nya di Cianjur. Tapi saya bukan pemimpin saudara. Panglima besar kita adalah Tuhan Yesus Kristus. Jangan takut, saudara. Jangan takut. Jangan takut. Apapun yang terjadi di Indonesia jangan takut ... selama Tuhan jadi Pemimpin kita.

Edari menara-menara, lihat puri-purinya, banyak doa, kenali isi hati Tuhan waktu doa. Kenali cinta Tuhan. Kenali. Nanti saudara akan kaget melihat kebaikan Tuhan yang besar. Sekian renungan firman Allah. Kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Minggu pagi, 10 September 2006

TUHAN MELIHAT

Selamat pagi, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Kita buka Alkitab dalam kitab Keluaran

3:1 Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
3:3 Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"
3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."
3:5 Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."
3:6 Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.
3:7 Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.
3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.

Pada satu kali Musa melarikan diri dari Mesir karena dia baru membunuh orang. Dan dia 40 tahun di Mesir, dia lari dan selama 40 tahun dia menggembalakan kambing domba mertuanya, yaitu Yetro ... seorang imam di Midian.

Pada satu kali dia menggembala, dia melihat ada satu fenomena yang aneh, yaitu dia melihat satu belukar terbakar dengan api tapi tidak hangus. Dia lihat ada belukar, dia lihat ada api tapi belukar itu tidak hangus. Jadi dia bilang, saudara perhatikan, dia ngomong sendiri: Baiklah aku akan melihat. Jadi dia ngomong sendiri. Tidak ada orang lain.  

3:3 Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"

Begitu hebatnya kejadian itu sampai Musa ngomong sendiri. Lalu di dalam

3:4 Ketika dilihat TUHAN, ...

Saudara perhatikan ayat ke-2. Dalam ayat ke-2 saudara baca di sana disebut malaikat Tuhan. Tetapi di dalam ayat ke-4, dilihat oleh Tuhan. Jadi setiap kali saudara ketemu di dalam perjanjian lama istilah malaikat Tuhan, itu adalah Tuhan sendiri. Karena dalam ayat ke-2 disebut malaikat Tuhan dan dalam ayat ke-4, dilihat Tuhan.

... bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."

Ini agak aneh. Tuhan melihat Musa tapi Musa tidak bisa lihat Tuhan. Dia bisa dengar suara Tuhan, dia tidak bisa lihat Tuhan. Seperti apa Tuhan itu? Tidak ada, tidak tahu. Hanya dia dengar suara dari belukar itu yang terbakar dengan api. Ketika dia menjawab,  

3:5 Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."
3:6 Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.
3:7 Dan TUHAN berfirman: "
Aku telah memperhatikan ...

Bahasa Indonesia itu memakai kata memperhatikan tapi dalam bahasa Inggris, I have surely seen ... Aku sungguh-sungguh telah melihat. Nah, pagi hari ini saya ingin berbicara mengenai melihat. Di dalam ayatnya yang ke-4, ketika dilihat Tuhan bahwa Musa. Dalam ayat ke-4 Tuhan bisa melihat Musa, Musa tidak bisa melihat Tuhan - satu orang. Dalam ayatnya yang ke-7, Tuhan melihat sengsara umat Tuhan, satu kelompok. 3 juta orang Israel Dia lihat juga.

Puji Tuhan pada pagi hari ini kita mempunyai Tuhan yang sanggup melihat, amin?

Dia sanggup melihat persoalan pribadi kita, Dia sanggup melihat ketakutan kita, Dia sanggup melihat kebutuhan kita, Dia sanggup melihat dosa kita, Dia sanggup melihat pelanggaran-pelanggaran kita. Kita bisa duduk di gereja dengan topeng seperti orang baik tapi Tuhan sanggup melihat perbuatan kita, Dia sanggup melihat sampai di dasar hati kita. Dia lebih dekat dari nafas hidup kita. Itu Tuhan yang kita sembah; Dia sanggup melihat satu pribadi.

Tetapi di dalam ayat ke-7, Dia juga sanggup melihat kesulitan sekelompok orang. Orang kristen se-Indonesia - tidak lihat gereja mana - semua mengalami kesulitan, semua mengalami tekanan, semua mengalami opresi, tekanan. Dan Tuhan melihat. Jadi Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang sanggup melihat. Dan kebaktian pagi hari ini juga Tuhan lihat. Tuhan melihat kebutuhan kita, Tuhan lihat apa yang kita perlu, Tuhan melihat apa yang kita inginkan, Tuhan melihat keperluan pribadi dan keperluan korporasi, keperluan pribadi dan keperluan satu bangsa. Itu berbeda. Dia tahu keperluan Musa, Dia tahu ketakutan Musa, Dia tahu apa yang diperbuat Musa membunuh orang, Dia sudah tahu.

Tetapi Dia juga mengetahui tekanan 400 tahun di Mesir orang Israel dijajah rodi, kerja paksa, menjadi orang-orang yang dipaksa kerja dengan makan sedikit tapi kerja berat. 400 tahun. 10 generasi. Orang Israel sudah tidak tahu lagi nama Tuhan. Orang Israel bingung. Pada saat ini Musa berkata: Ya Allah. Dia tahu suara Tuhan. Allah yang kita sembah adalah Allah yang sanggup melihat kita. Puji Tuhan. Markus    

2:1 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.
2:2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,
2:3 ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.
2:4 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.
2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"
2:6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:
2:7 "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"
2:8 Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?
2:9 Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?
2:10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:
2:11 "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
2:12 Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."

Di dalam ayatnya yang ke-5 ditulis di situ: Ketika Yesus melihat iman mereka.

Orang lumpuh digotong oleh 4 orang. Saya bingung, Yesus bisa melihat iman mereka. Saya tidak bisa lihat iman saudara. Saya cuma tahu saudara beriman karena saudara ada di gereja. Kita tahu orang itu orang kristen ketika saya lihat dia makan dia berdoa di rumah makan. Dia orang beriman. Tetapi orang yang menggotong orang sakit sampai empat-empatnya imannya dilihat oleh Yesus, ini saya belum pernah tahu.

Ternyata Tuhan Yesus sanggup melihat iman kita. Dia bisa melihat keraguan saudara, Dia bisa melihat iman pasti Dia bisa melihat keraguan. Ternyata dari ada orang yang mengkritik Dia, tidak keluar dari mulut kritik dalam hati. Ini orang menghujat Tuhan, siapa yang bisa mengampuni dosa? Omong di hati tapi Tuhan lihat. Jadi kalau kita datang sama Tuhan, itu musti betul-betul murni bersih. Kebencian yang sedikit saja Dia lihat, kemarahan yang sedikit saja Dia lihat. Kebusukan yang sedikit saja Dia lihat. Persoalan yang sedikit tetek bengek remeh saja Dia lihat.

Pernah Dia ngomong: Iman yang sebesar ini belum pernah Aku lihat, kata-Nya, di antara orang Israel. Jadi iman, Dia bisa lihat. Saudara senang Tuhan bisa melihat iman kita? Tapi kita juga takut karena segala kritik segala omongan segala yang ada di hati kita, Dia lihat.

Maka kita datang ke gereja ini, hati kita musti murni. Jangan kita ke gereja karena manusia. Jangan kita ke gereja karena kita butuh pertolongan. Tapi kita harus ke gereja karena kita cinta kepada Tuhan. Ada pertolongan atau tidak, itu urusan kedua. Tapi kita harus datang kepada Tuhan karena kita cinta kepada Tuhan. Jam berapa kebaktian itu urusan kedua yang penting kita datang apa tidak kebaktian. Jam berapa mulai kebaktian itu urusan kedua. Mau jam 5, mau jam empat, mau jam berapa itu urusan kedua yang penting kita datang, yang penting kita lihat. Yang penting Tuhan melihat iman kita.  

Yang lebih hebat lagi kita lihat dalam Markus 

6:45 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
6:46 Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.

Saya tanya saudara, di mana murid-murid? Di perahu. Di mana Yesus? Di bukit sedang berdoa. Murid jauh, di laut. Yesus di bukit. Waktu malam gelap tidak ada lampu. Tetapi kita baca 

6:47 Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.
6:48
Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.

Yesus sanggup melihat kepayahan dari murid-murid Dia. Dia bisa lihat Musa, Dia bisa lihat sekelompok orang, 3 juta Israel. Dia juga bisa melihat kepayahan kita, Dia bisa melihat iman, Dia bisa melihat keraguan ahli Taurat tapi Dia bisa melihat kepayahan dari murid-murid-Nya yang mendayung perahu karena angin datang dari haluan. Angin sakal. Kalau dari buritan enak, dia diam saja tidak usah mendayung perahu jalan. Ini datang angin dari depan, angin sakal yang menghalangi kemajuan perahu ini.

Siapa di antara saudara yang bisnis saudara tidak maju, begitu-begitu aja? Istilahnya, cuan cia. Hanya untung, untung untuk makan, tidak ada kemajuan. Siapa rumah tangga saudara sedang menghadapi angin sakal, tidak ada damai dalam rumah tangga, tidak ada damai dalam keluarga? Siapa yang gajinya hanya begitu-begitu, tidak naik-naik? Tidak cukup. Siapa yang kerohaniannya tidak maju-maju? Sudah di sekolah alkitab belum penuh Roh Kudus; sudah sembahyang, nggak penuh-penuh dengan Roh Kudus? Itu kita sedang menghadapi angin sakal. Dan Tuhan Yesus melihat.

Pagi hari ini saya tidak tahu persoalan saudara apa. Karena saya bukan Tuhan. Saya tidak tahu problem saudara. Paling saya mendengar aduh firman Tuhan kena sama saya, aduh firman Tuhan baik untuk saya, aduh firman Tuhan menjawab hati saya. Tapi persoalan saudara, apa yang saudara sedang alami - Tuhan tahu. Tuhan melihat bahwa saudara itu payah. Tuhan izinkan tapi Tuhan lihat kita mendayung melawan angin sakal. Angin yang menghalangi perjalanan saudara Tapi Tuhan lihat.

Ada satu pendeta, perempuan. Dia baru berkhotbah dan saya dengar khotbahnya. Dia berusia kira-kira 60 tahun. Wanita ini bilang, waktu dia muda, dia punya anak gadis umur 17 tahun. Di Amerika kalau sudah 17 tahun sudah dewasa. Satu hari dia bawa temannya satu pemuda orang Afghanistan, orang Arab. Bicara, dikenalkan sama orang tua. Hanya beberapa menit, anak ini minta izin: Boleh nggak saya keluar sama ini laki-laki? Kata mama, hati tidak mengizinkan tapi kalau tidak mengizinkan takut anak bilang, saya sudah 17 tahun, sudah dewasa. Kalau tidak diizinkan takut marah, diizinkan dia tidak rela. Akhirnya suami istri ini: Ya sudah, kamu boleh keluar tapi jangan terlalu malam pulang. Pulang jam 10, muka sudah babak belur pakaian robek-robek, dia diperkosa.

Reaksi pertama dari pendeta dan suaminya ini, dia berkata sama Tuhan: Tuhan, apa Engkau melihat ini atau tidak? Hancur hati mereka. Sampai ada bisikan dari Tuhan: Aku lihat semua, Aku tahu semua perkara. Percobaan yang begitu berat untuk satu hamba Tuhan. Tidak bisa terbayangkan itu terjadi dalam keluarga kita. Laki-laki itu tidak pernah datang lagi. Meninggalkan wanita ini. Ini satu ajaran yang baik bagi pemuda pemudi remaja ... hati-hati berteman. Tapi apa Tuhan lihat?   

Nah, setelah saya mendengar kesaksian dari ibu pendeta tadi yang anaknya diperkosa, apa Tuhan lihat ini? Saya tidak tahu rencana Tuhan seperti apa nanti. Kenapa Paulus sebelum jadi rasul diizinkan dulu membunuh orang kristen, membunuh Stephanus? Seperti dibiarkan sama Tuhan. Tapi Tuhan lihat. Nah, ini pernah terjadi kepada raja Daud di dalam Mazmur 

139:1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
139:2 Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
139:3 Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
139:4 Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.
139:5 Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.
139:6 Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.
139:7 Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
139:8 Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau.
139:9 Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut,
139:10 juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
139:11 Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,"
139:12 maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.

Hebat Tuhan itu, amin saudara? Dan ada 3 ayat dalam Alkitab, tidak seorangpun melihat Allah. Apa yang terjadi, Tuhan lihat. Gempa Tsunami ... Tuhan tahu. Apapun yang terjadi, Tuhan tahu. Saudara ingat nabi Yunus? Disuruh ke Ninewe, utara, dia pergi ke Yafo, ke selatan. Setelah dia pergi ke selatan, turun ke bawah, dia naik perahu mau ke Tarsis, di dalam perahu dia turun ke kamar yang paling bawah. Dia kira dia bisa sembunyi dari Tuhan. Tuhan bilang, kepalang kamu, Saya masukkan ke perut ikan, lebih bawah dari kapal, Aku bisa lihat kamu. Aku bisa lihat di dalam perut ikan. Disuruh muntahkan di dekat Niniwe. Kamu mau pakai kapal lari dari pada-Ku, Aku pakai ikan untuk bawa kamu kembali ke Niniwe. Tuhan lihat.

Itu sebabnya saudara, kalau saudara sedang dalam kesusahan kesulitan kebimbangan kebingungan, nggak usah ngoyo. Nggak usah: Tuhan lihat ini. Tuhan lihat, kok. Dia lihat saudara. Kejadiannya Dia lihat. Yang pahit yang manis, Dia lihat. Yang hebat, Dia lihat iman saudara, Dia lihat ketakutan saudara, Dia lihat kebimbangan saudara. Galatia    

1:13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.
1:14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.
1:15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,
1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;
1:17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.

Saudara, Paulus, dia sadar bahwa Tuhan memilih dia dari kandungan ibunya. Setelah dia sadar setelah dia tahu Yesus menyatakan diri-Nya kepada Dia di jalan ke Damsyik, dikatakan di dalam ayatnya ke-16 bagian akhir, ... Aku tidak minta pertimbangan kepada manusia.

Saudara jangan cari pertimbangan manusia, jangan cari pertolongan, jangan cari nasehat dari manusia, jangan cari nasib di bintang meramal, jangan cari dukun, pertimbangan manusia, jangan cari jawaban pada orang kaya, orang beruang, orang berpangkat. Tidak. Kita langsung dapat pertolongan dari pada Tuhan karena Dia lihat sejak kita di kandungan ibu kita. Ayah kita bisa meninggal, ibu kita bisa meninggal, keluarga bisa meninggalkan kita tapi Dia tidak pernah akan meninggalkan kita, Dia melihat keadaan kita. Dia melihat waktu di kandungan. Sebagai ayat terakhir, Yeremia  

1:4 Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:
1:5 "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."
1:6 Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda."

Siapa di sini ada ibu yang sedang hamil? Itu kehendak Tuhan. Ada orang pakai bayi tabung tapi kalau bukan kehendak Tuhan biar pakai bayi tabungpun tidak bisa punya anak. Tapi kalau kehendak Tuhan, terjadi. Sebab Tuhan mau membentuk. Jadi begini, saudara. Bukannya - kalau kita manusia - bukannya A kawin dengan B akan keluar C. Itu kaya binatang. Domba jantan kawin domba betina punya anak,  itu binatang. Tapi kita tidak. Karena Tuhan mau menurunkan Yesus, Dia pertemukan Yusuf dan  Maria. Tapi benihnya dari Tuhan. Belum bersetubuh. Tuhan pinjam kandungan Maria, lahirlah Yesus. Karena Tuhan mau menurunkan satu anak, dua anak, tiga anak, maka Tuhan pertemukan dua suami istri. Dikatakan, masih di kandungan ibu, Aku sudah membentuk engkau. 

Musa, Tuhan bisa lihat. Sekelompok orang Israel 3 juta, kesusahannya Tuhan lihat. Iman 4 orang, bisa dilihat Dia. Keraguan dari ahli Taurat, Dia bisa lihat. Kesusahan, kepayahan murid-murid mendayung, Dia bisa lihat. Bahkan ketika kita masih di kandungan, Tuhan sudah lihat, Tuhan sudah pilih. Itu jalurnya hidup kita 80 tahun, 70 tahun. Kita nggak bisa apa-apa. Kita hanya tahu saja. Kita bisa menangis. Tuhan itu, Dia melihat kita.

Dia lihat dompet saudara hanya tinggal KTP. Tebal dompet banyak kartu nama tapi uang sudah tidak ada. Dia lihat. Dia lihat kesulitan saudara. Dia lihat air mata saudara. Dia lihat kegundahan saudara. Dia lihat kekhawatiran kita.

Pagi hari ini, Dia bukan hanya bisa melihat. Seperti Keluaran 3, Dia akan turun, Dia akan menolong dan Dia akan membawa kepada tanah yang berkelimpahan air susu dan madu. Dia bisa melihat. Pagi hari ini saya tidak panjangkan firman Tuhan.  

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________