Khotbah Minggu Pagi September - Oktober 2007

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu pagi, 09 September 2007

ESSENCE DARI DOA 

Matius 

6:5 "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Judul firman Tuhan pagi hari ini adalah essence dari doa. Setiap makanan itu ada essencenya. Saudara beli es krim rasa durian tidak memakai durian tetapi pakai essence sehingga yang dimakan itu es krim ... essence kalau kita makan es krim punya rasa durian atau rasa yang lain, itu bukan durian yang dibikin tetapi essencenya.

Nah, dalam doa ini seringkali banyak anak Tuhan ... tidak sedikit pendeta, dia tidak mengerti essence dari doa sehingga doanya panjang-panjang. Dia berdoa untuk makanpun panjang. Dan kalau saudara membaca di dalam firman Allah, tokoh-tokoh alkitab yang berdoa kepada Tuhan, itu pendek-pendek. Dan semua dijawab oleh Tuhan. Karena mereka tahu essencenya, mereka tahu essencenya yang diperlukan di dalam doa, hatinya doa.

Dengar kata-kata yang berikut ini: Dari pada kata-kata tanpa hati, lebih baik hati tanpa kata-kata. Dari pada kata-kata banyak tapi tidak ada isi tidak ada hati di dalam doa lebih baik diam dalam doa tapi ada hati terangkat kepada Tuhan.

Essence doa itu diajarkan jelas oleh Tuhan Yesus, apa yang bukan doa dan apa yang doa; apa yang jangan kita berdoa dan apa yang harus kita berdoa.

Kita mau melihat dulu yang jangan kita berdoa.

6:5 Apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik - Itu satu -. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Yang pertama, jangan kita berdoa untuk dilihat orang.

Zaman dulu orang Farisi kursinya di sinagoga itu tidak begini tapi berhadapan dan orang duduk di sebelah kiri sampai di ujung. Persis di ujung, itu tempat duduk lebih tinggi sedikit. Nah, di situlah orang Farisi suka berdoa. Kelihatan orang. Dan ketika mereka berdoa, pasti mereka paling nonjol karena duduk paling kelihatan. Apa kata Tuhan Yesus? Upahnya cuma itu, cuma kelihatan orang. Berdoa di tikungan-tikungan. Zaman dulu tidak seperti ini. Di sini ada perempatan. Dia berdoa. Supaya kelihatan dari sana kelihatan dari kanan kelihatan dari kiri, kelihatan dari sebelah sana kelihatan dari sini, oh, ada orang Farisi sedang berdoa. 

Nah, Tuhan Yesus melawan cara berdoa seperti ini. Maka Dia melarang 10 perintah Tuhan itu diawali dengan kata "jangan." Ada 10 kata jangan. Ini istilah yang baru dengan perjanjian baru. Jangan kamu berdoa untuk dilihat orang. Man's service, pelayanan manusia, dilihat orang. Kita berdandan secukupnya supaya rapi supaya baik tapi kita bukan berdandan supaya dilihat orang ... apalagi kalau berdoa. Jangan kita berdoa supaya dilihat orang.

Yang kedua, ayat 7   

6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele. - Diulangi lagi kata jangan - seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Bahasa Inggris, repetition, diulang-ulang. Saya sudah sering dengar doa yang luar biasa bagus tapi tidak ada hati. Hati kita tidak tergerak mendengar orang itu menyusun kata-katanya. Luar biasa. Jadi jangan berdoa untuk didengar orang. Yang pertama, jangan berdoa untuk dilihat orang. Yang kedua, jangan berdoa untuk didengar orang. Seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Dalam bahasa Inggris, seperti orang kafir. - Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata, doanya akan dikabulkan.

Sudah jelas, Yesus bilang, jangan berdoa panjang-panjang apalagi dalam kebaktian. Apalagi lagi makan. Coba saudara bayangkan saudara lagi mau makan bersama dalam satu pesta suruh satu orang berdoa. Berdoa panjang nggak amin-amin, saudara punya pikiran sudah tidak dalam doa. Saudara pikiran sudah untuk makan. Mungkin saudara ke wc dulu balik lagi belum amin juga ... saking panjangnya. Hati Tuhan tidak disenangkan oleh panjang atau pendeknya doa kita tetapi hati Tuhan digerakkan kalau doa kita itu ada amin, ada iman. Jadi ada amin, ada akhir. Tahu akhirnya kapan. Ada iman, ada isi, isinya itu iman.

Yang ketiga,

6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, - Kalau saya sudah bicara ini, terserah saudara mau panjang lagi sembahyang, terserah. Tapi saya sudah sampaikan apa yang disuruh oleh Yesus. Jangan kamu seperti mereka, - karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. 

Bayangkan saudara, sebelum kita berdoa, Tuhan sudah tahu apa isi doa kita. Sebelum kita keluar kata-kata, Dia sudah tahu. Lalu 3 kali jangan ini diikuti apa yang harus kita pakai dalam doa, apa yang harus kita doakan. Kalau mau doa panjang, Tuhan kasih jalan keluar. Ayat ke-9

6:9 Karena itu berdoalah demikian: ...

Ini diwakili oleh ayat ke-6.

6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Ayat 6 ini, itu doa pribadi saudara. Saudara mau doa seharian, saudara mau doa semalaman, saudara mau berdoa berjam-jam, saudara mau berdoa silahkan anda berdua dengan Tuhan. Curahkan isi hati saudara. Tidak ada yang akan dengar saudara. Tidak ada yang lihat saudara. Dengan lain kata, tidak ada yang memuji saudara. Tidak ada yang mengagumi saudara. Karena kalau kita berdoa di depan manusia, kita suka basa basi, kita pakai bahasa yang indah, kita pakai bahasa yang bagus. Kalau kita berdoa di depan Tuhan, apa kita masih bisa basa basi? Tuhan tahu modal kita. Tuhan tahu siapa kita. Apa kita mau basa basi sama Tuhan? Itu sekarang. Kalau mau doa panjang silakan masuk ke dalam kamarmu, tutup pintu dan berdoa kepada Bapamu yang tersembunyi.

Bapa kita tidak kelihatan. Berdoa sekarang. Silahkan. Tutup pintu. Tidak ada hubungan dengan orang luar. Tidak ada orang lihat. Tidak ada orang dengar. Tutup pintu.

Maka di dalam alkitab, tidak ada satu ayatpun yang mengatakan kalau berdoa musti tutup mata. Tidak ada. Tapi kenapa kita berdoa tutup mata? Itu adalah pengejawantahan dari tutup pintu, tutup perhatian kita dari segala sesuatu. Jadi kalau kita tutup perhatian kita dari manusia, dari kesibukan, tutup perhatian kita dari dunia - tidak ada waktu kita ingin didengar dan ingin dilihat oleh orang kalau berdoa!

Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Sekarang kita dengar kata melihat. Tadi jangan kamu berdoa untuk dilihat orang. Tapi sekarang ada ayat, Bapamu melihat. Dengar baik-baik.

Mari kita berdoa karena Tuhan melihat kita. Bisa bilang amin? Bukan karena manusia melihat kita. Mari kita berdoa karena Tuhan mendengar kita, bukan karena manusia mendengar kita. Doa kepada Tuhan itu pendek kalau dalam kebaktian begini. Sebelum firman, sesudah firman. Selain kalau menyembah, silahkan. Tapi kalau mau firman, sebelum firman, mau doa, kebaktian doa berkat pendek, ... ada isi, mantap, tertuju. Kalau doa untuk firman, urapi firman Tuhan, urapi kami supaya kami dapat berkat. Habis. Jangan terus putar sana putar sini, nggak karu-karuan. Ini khusus untuk calon-calon pendeta. Jangan putar-putar kalau sembahyang.

Sedikit bicara tapi banyak bekerja. Sedikit di dalam doa itu, hendaklah kata-katamu itu sedikit.

Sekarang Tuhan Yesus mengajar bagaimana kita harus berdoa. Berdoalah demikian, ayat 9.    

6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, ...

Kita punya Bapa yang di sorga!

Sekarang saya bicara kepada yang sudah berkeluarga, yang sudah punya anak, bapak atau ibu: Apa saudara yang sudah punya anak mengenal anak saudara? Apa kalau anak saudara mau minta Coca Cola dingin di lemari es, musti datang dulu pada saudara berkata: Papa, saya ingin minum Coca Cola. Jawaban dari bapa apa? Masa minta. Ambil saja sendiri! Masa kamu minta, ambil sendiri. Bapa kita ini. Pa, saya mau makan. Tuh sudah sedia di meja makan, makan dong. Pa, boleh nggak saya minum? Sudah umur 18 tahun. Dibangunin papa: Pa, saya mau minum, boleh nggak? Saudara tidak akan pikir begitu karena bapak kita pasti mengizinkan.

Tapi kalau kita sembahyang kepada Bapa di sorga, kita seperti peminta-minta. Minta ini, minta itu, minta izin ini, minta izin itu. Tidak. Bapa sorga tidak usah kita minta izin, berkat sudah diberikan kepada kita. Kenikmatan, kebahagiaan, iman semua sudah diberikan kepada kita, saudara yang harus nikmati. Kenapa kita harus minta izin, kenapa kita tidak berdoa. Istilah lain, sembahyang, menyembah Hyang.

Saya tahu orang yang berdoa dan bukan berdoa, saya tahu. Rasa kok di dalam hati saya. Wah, ini bukan doa; wah, ini doa. Walaupun bahasa saya tidak tahu, bahasa saya tidak kenal tapi orang berdoa saya bisa keluar air mata.

Kalau ibu Sambas berdoa, saya tidak tahu bahasa Tionghoa tapi saya bisa jatuh air mata. Karena saya ngerti itu bahasa hati, sungguh-sungguhnya. Bahasanya saya tidak tahu tapi ngerti, itu hatinya sembahyang sama Tuhan. Jadi Tuhan tidak minta kata-kata, Dia minta hati.

Jangan masuk sekolah alkitab bawa badan tapi bawa hati. Kalau bawa badan nanti kamu cepat tersinggung, lebih baik pulang. Bawa hati. Kalau hati sudah dimiliki oleh Tuhan, tidak usah saudara minta izin, Bapa saya ingin minum, Bapa saya ingin makan. Ini rumahmu.

Yang pertama diajarkan adalah antara diizinkan bebas dan tidak serakah. Sebab Bapa itu mengizinkan kita mengambil segala sesuatu tanpa kita minta izin sama Bapa. Silahkan ambil. Semuanya sudah sedia. Damai sejahtera, kekuatan Roh Kudus, ambil. Tapi ada yang kedua kata kami. Ini mengajar kita tidak serakah.

Ada 9 kata "kami" dalam doa ini.

Lihat, doa ini diawali dengan Bapa kami. Kekamian. Berdoa untuk kita, untuk kami. Kami tidak membuat kita serakah. Kami membuat kita ingat orang lain. Kami membuat kita memperhatikan orang lain lebih dari pada diri kita. Ingat, doa itu kekamian bukan keakuan. Bapa kami. Bukan Bapa saya. 

Maka anak yang sulung waktu cerita anak terhilang, dia marah adiknya yang bungsu adiknya kembali dari perjalanan yang berdosa dia marah karena dia tidak mempunyai rasa kekamian; dia anggap bapanya itu dia punya, bukan kami punya, kakak beradik punya. Dia punya. Dan adiknya itu sudah salah patut dihukum.

Berapa banyak kita kalau ada teman kita salah, ada teman kita jatuh, ada teman kita dalam kekeliruan ... kita injak-injak dia. Kita lihat seperti orang Farisi: Aku tidak seperti orang lalim, aku bukan penjahat, aku bukan pembunuh, aku bukan pemungut cukai. Tidak ada kerendahan hati.

Bapa kami. Mengartikan kita boleh memakai semua apa yang kita perlukan di dalam Dia. Tetapi ada batasnya adalah kekamian, kekitaan. Bapa kami yang di sorga.  

Dan kata di sorga membuktikan bahwa Bapa kita itu tidak ada batasnya, bisa bilang amin haleluyah? Bapa kita ini tidak terbatas karena sorga di dalam bahasa Ibrani adalah syemayim yang artinya tidak ada batas, tanpa batas. Kita tinggal di bumi, erets bahasa Ibrani, itu artinya yang terbatas, kita hidup yang terbatas.

Saya punya visi sudah melihat sampai 10 tahun ke depan. Jadi kalau sampai saya tidak adapun, ya visi ini akan berjalan. Kalau sampai saya meninggalpun 10 tahun ke depan saya sudah 69 tetapi visi saya, saya sudah ke sana. Sekarang 5 tahun ke depan dulu sampai 2012 saya sudah lihat, saya sudah pasang kuda-kuda. Pasang baik-baik.

Sekarang di Majelis Daerah ada 2 yang eks Cianjur. Di wadah-wadah semua ada banyak eks Cianjur, saya yang dudukkan karena mereka tahu visi saya di mana. Tapi kita harus lihat yang tidak terbatas. Kita terbatas, kita bisa meninggal tapi visi tidak bisa meninggal. Visi itu terus.

Tadi pagi saja saya masih terharu ketika mendengar Bung Karno berproklamasi. Proklamasi. Aduh, saya bilang, kalau tidak ada Bung Karno, tidak ada Indonesia, tidak ada kita. Dia punya visi, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dia sudah mati, tahun 70 dia sudah mati, 37 tahun yang lalu dia sudah meninggal tapi visinya, Negara Kesatuan Republik Indonesia, masih sampai sekarang.

Itu sebabnya ketika saudara berkata Bapa kami yang di sorga, saudara harus tahu kita punya visi, Tuhan kita tidak ada batasnya. Berkat-Nya tidak terbatas, apa-Nyapun tidak terbatas. Segala-gala-Nya tidak terbatas. Bahasa Sunda itu seringkali lebih jelas itu ngaplak ... tidak ada batasnya. Kalau kita lihat itu tanah seperti ngaplak, tidak ada batasnya itu seperti tanaman padi gandum itu tanah luas tidak ada batasnya. Seperti langit juga. Kita lihat langit yang megah tidak ada awan kita lihat tidak ada batasnya.

Amerika baru kirimkan lagi satu pesawat ke Mars 50 centi, dengan kecepatan sekian ribu kecepatan cahaya kilometer, sampai nanti 4 bulan. Mungkin tahun 2008 bulan Maret kalau tidak salah, 5-6 bulan dia akan sampai di sana. Bayangkan langit kita seperti apa. Apalagi Bapa kita yang bikin itu langit, tidak terbatas. Kalau kita mau buka Kolose       

3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Pikikanlah yang tidak terbatas bukan yang tidak terbatas, bukan yang di bumi. Tapi seringkali kita berdoa kepada Tuhan dengan panjang-panjang karena kita tidak tahu, kita tidak kenal Tuhan. Maka Tuhan Yesus berkata, kalau kamu seperti orang kafir, kamu akan berdoa panjang-panjang bertele-tele, diulang-ulang. Saya akan berikan beberapa contoh,

Waktu nabi Elia duel dengan 400 nabi Baal dan 450 nabi hutan-hutan, 1 banding 850. Silahkan doa. Mereka berdoa supaya api turun dan makan itu korban. Nabi Baal dari pagi dia berdoa sampai siang tidak ada jawaban. Lompat-lompat teriak-teriak tidak ada jawaban. Lalu tusuk-tusuk diri, saudara, keluar darah mereka berteriak seperti orang gila sampai jam sore, tidak ada jawaban.

Lalu bagian Elia, dia cuma berdoa tidak sampai satu menit. Saya ikuti, saya lihat jam, saya ikuti doa Elia. Saya baca doa Elia tidak sampai satu menit tapi api turun.

Mending mana doa seharian suntuk lompat-lompat, jingkrak-jingkrak, tusuk-tusuk badan, api nggak turun ... doa pendek tidak sampai 1 menit Tuhan jawab? Karena Elia Tuhan kenal. Nabi-nabi 800 itu Tuhan tidak kenal. Dia yang berteriak-teriak tapi Tuhan tidak kenal.

5 gadis yang bijak, 5 gadis yang bodoh. 5 gadis yang bijak tidak usah ketuk pintu. Begitu ada teriakan mempelai datang songsonglah Dia, mereka masuk. Tetapi begitu yang bodoh datang ketuk-ketuk pintu. Usaha manusia usaha diri kita: Ya tuan, tuan bukakanlah kami pintu. Jawaban Yesus tolak: Terus terang Aku tidak mengenal kamu.  

Jadi saudara, kita ini dikenal Tuhan apa nggak? Apa Tuhan kenal saya apa tidak? Maka kalau dalam doa, kita sudah kenal siapa yang kita doa ... Kita seperti orang yang tidak kenal Tuhan kalau sembahyang, bikin panjang. Lain kalau menyembah. Kalau menyembah, silahkan. Ada kebaktian doa itu memang kerjaan kita untuk doa, kebaktian doa itu bedston, lain.

Tapi kalau untuk kebaktian, lagi mau pelajaran di sekolah, jangan panjang-panjang sembahyang. Mau makan, jangan panjang-panjang. Sop keburu dingin. Jangan panjang-panjang. Jadi kita harus tahu di mana kita berdoa, untuk siapa kita berdoa, dan apa yang kita mau doakan.

Setiap hari minggu pagi saya akan teruskan bicara tentang doa ini. Akan bersambung. Apa yang Tuhan mau kita doa, apa yang Tuhan mau kita tidak doa. Kita punya Bapa, amin? Bapa siapa? Bapa kami!

Begitu kita bilang Bapa, saudara mempunyai hak. Saya mau tutup dengan satu ayat dalam injil lukas     

11:11 Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
11:12 Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
11:13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Di dalam injil Matius, siapa di antara kamu yang meminta roti kepada Bapa, Bapamu kasih batu? Tidak mungkin. Pa, minta uang untuk naik beca ke sekolah. Dia akan kasih. Pa minta uang, ada guru bilang harus beli buku. Dia kasih. Pa, tolong belikan makanan itu. Dia kasih. Saya perhatikan berapa bapa, selalu tanya sama anaknya, kamu mau makan apa? Anaknya bilang, saya mau nasi goreng. Dikasih nasi goreng. Dia tawarkan mau mie nggak? Saya mau nasi goreng. Dia kasih nasi goreng.

Pada pagi hari ini dia mau menawarkan kepada saudara, kamu mau apa daripadaku pagi ini? Kita yang jawab. Saudara mau apa dari Tuhan, dari Bapa kita? Bapa kami, Bapa kita ini semua? Saya punya keperluan, saudara punya keperluan, mau minta apa? Kalau saudara minta roti, Dia tidak akan kasih batu. Saudara minta telur, Dia tidak akan kasih ular. Minta ikan tidak akan dikasih kalajengking.

Kita lupa kita punya Bapa sehingga kita izinkan hidup kita berat, kita izinkan kita sayang diri, kita izinkan kesusahan menguasai diri kita, kita izinkan itu perasaan negatif sayang diri menguasai diri kita. Kita lupa kita punya Bapa yang luar biasa. Mari para pemain musik.       
 

Minggu pagi, 05 Oktober 2008

T  A  A  T 

I Samuel 15:22-23,

15:22 Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
15:23 Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

15:18 TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka.
15:19 Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?"
15:20 Lalu kata Saul kepada Samuel: "Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas.
15:21 Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal."
 

 

 

 

 

 

 

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________