Khotbah Minggu PAGI SEPTEMBER - OKTOBER 2009

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 04 Oktober 2009

TUHAN MENYIMAK

Maleakhi  

3:13 Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?"
3:14 Kamu berkata: "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?
3:15 Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allahpun, mereka luput juga."
3:16 Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya."
3:17 Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.
3:18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

 

Dalam perikop ini Maleakhi, nabi terakhir dari perjanjian lama, berbicara tentang kemenangan yang terakhir dari orang yang benar. Jadi diawali dengan keuntungan orang-orang jahat. Orang-orang jahat itu kelihatannya beruntung, orang berdosa tetap beruntung.   

 

3:13 Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?"
3:14 Kamu berkata: "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?
3:15 Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allahpun, mereka luput juga."

 

Ini orang-orang yang fasik menantang sama firman Tuhan. Siapa orang fasik itu? Orang fasik itu orang yang disebut umat Tuhan tapi menantang sama Tuhan. Di Israel sekarang tidak boleh ada natal. Ada banyak gereja tapi hotel-hotel di Israel tidak boleh pasang pohon terang, tidak boleh pasang natal. Berarti mereka tidak percaya kepada Yesus. Padahal satu tahun 12 juta orang pergi ke sana membawa uang menyokong Israel tapi yang disokong menantang. Kami tidak mau kenal Yesus. Tidak boleh ada natal. Natal hanya ada di kristen Palestina.

 

Saya dapat undangan dari orang-orang kristen Palestina kalau bisa datanglah berkhotbah pada hari natal apa di Bethlehem apa di Ramallah. Melalui satu penterjemah seorang palestina arab kristen yang sudah bisa berbahasa Indonesia.   

 

Dalam kasus ini orang Israel tadi seperti orang fasik di sini. Menantang. Memang dia umat pilihan, memang nanti akhir zaman dia akan kembali kepada Yesus, mereka akan percaya kepada Tuhan tapi sekarang kita goyang-goyang kepala dengan kesombongan mereka, dengan kekerasan hati mereka. Tetapi di antara orang fasik itu ada orang yang takut akan Tuhan.  

 

Dan orang-orang yang takut akan Tuhan itu berkata begini: Tuhan memperhatikan dan mendengarnya.

 

Kata memperhatikan itu menyimak. Apa yang Dia simak, apa yang Dia perhatikan? Ini Tuhan berkata tentang orang-orang yang takut akan Tuhan; dia berbicara satu dengan yang lain, Tuhan memperhatikan dan mendengar mereka.

 

3:16 ...; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya ...

 

Ini orang yang takut akan Tuhan yang tahu, ini orang yang takut akan Tuhan yang mengerti. Orang yang menantang-nantang sama Tuhan tidak tahu. 

 

3:16 ...; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya."

 

Kata menghormati bahasa Inggris, merenung-renungkan nama-Nya.

 

Apa yang Tuhan perhatikan? Apa yang Dia simak pada waktu orang-orang Israel jauh dari Tuhan menantang. Pasal 1 menantang. Pasal 2 menantang. Pasal 3 menantang. Sampai kepada pasal 4, baru hari Tuhan datang dengan keras kepada Israel. Tetapi dalam tantangan-tantangan orang Israel itu, Tuhan bilang: Aku mendengar orang yang takut akan Tuhan saling ngomong satu sama lain, saling berbicara satu sama lain.

 

Tuhan itu memperhatikan, loh. Tuhan itu menyimak mereka. Jadi, kalau saudara takut akan Tuhan, ngobrol dengan orang yang takut akan Tuhan, perkataan saudara itu disimak.

 

Jadi pelajaran pertama pagi hari ini, jangan sembarangan ngomong. Jangan sembarangan berbicara. Sebab kita akan dihakimi dengan mulut kita ini. Apa yang kita katakan diperhatikan oleh Tuhan. Ini orang yang takut akan Tuhan mengerti, kita saling bicara ini Tuhan simak. Di depan buku-Nya ada peringatan untuk orang-orang yang takut akan Tuhan. Rapot itu jangan sampai ada merahnya. Biar biru semua. Biar Tuhan mendengar.

 

Jadi orang yang mengingat-ingat, merenung-renung, meditasi namanya. Mazmur berkata, sebelum tidur, kamu renungkan nama Tuhan. Merenungkan kebaikan Tuhan, merenungkan nama Dia. Bangun tidur sebelum kita berbuat sesuatu, ingat nama Tuhan, kita ini siapa, Dia itu siapa. Memang Dia bilang kita ini anak-Nya karena kasih-Nya. Tapi itu tidak boleh mengurangi hormat kita, takut kita kepada Dia. Sebab,  

 

3:16 ... dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya."

 

Kenapa Yesus disebut Ajaib ... renungkan. Kenapa Yesus disebut Gembala yang baik, renungkan. Kenapa Yesus disebut Hakim yang adil, renungkan. Kenapa Dia disebut Raja segala raja, kenapa Dia disebut Tongkat, kenapa Dia disebut Pintu yang terbuka, kenapa Dia disebut Jalan, Kebenaran dan Hidup. Renungkan arti dari nama-Nya itu. Sebab, saya ngomong begini, akibatnya, ayat 17,


3:17 Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.

 

Kalau orang milik Tuhan, tidak akan dibiarkan dia mati konyol. Itu akibat dari kita takut akan Tuhan, akibat dari omongan bahasa kita ini, bahasa orang yang takut akan Tuhan. Tidak menjelek-jelekkan orang, tidka mengata-ngatai si A, kalau kita orang kristen lalu ada orang dunia bertobat dulunya dia brengsek hidupnya kita tidak mengata-ngatai dia sebab kasih Tuhan kepada kita sama dengan kasih Tuhan kepada mereka. Kita juga dulu orang berdosa, kita juga dulu orang brengsek, kita juga orang tidak berkenan dulu, oleh anugerah Tuhan kita selamat. Maka itu sebabnya kitapun tidak boleh mengata-ngatai orang. Walaupun orang itu dulunya brengsek, walaupun orang itu dulunya kurang ajar, jahat sekalipun tetapi ketika mereka percaya kepada Tuhan, mereka menjadi umat kesayangan Tuhan.

 

Nah, kita orang yang takut akan Tuhan tidak boleh atau pantang jangan mengata-ngatai mereka. Dan di sini banyak kita gagal. Tetapi lihat, bukan hanya dimiliki.

 

3:17 ..., pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.

 

Nah, ini salah. Dalam bahasa Inggris,

 

3:17 ..., on the day that I make them my jewels;

 

Aku akan jadikan mereka intan permata. Perhiasanku. Maka saya menciptakan lagu Dari dalam lumpur ku diangkatnya .. Dari dosa ku ditebus-Nya .. Menjadi intan permata bagi Tuhan. Itu saya ambil dari sini. Tapi dalam bahasa Indonesia tidak ada. Hanya dalam bahasa Inggris.

 

Pada satu hari, Aku akan membuat mereka intan permata. Bayangkan dulu kita lumpur, dulu kita orang berdosa. Sekarang kalau kita hidup belajar takut akan Tuhan, Tuhan akan rencanakan membuat satu intan permata. Kalau intan permata, Tuhan tidak izinkan mereka mati konyol oleh gempa, mati konyol oleh banjir, mati konyol oleh keadaan yang tidak baik. Mereka intan permata Tuhan. Ini milik-Ku, mereka adalah milik-Ku. Saudara harus bangga saudara harus senang karena kita bukan milik manusia bukan milik negara bukan milik presiden, kita milik Raja segala raja, kita milik dari Tuhan Yesus Kristus. 

 

Dan pada saat itulah kita harus bangga bahwa kita kalau milik-Nya Tuhan itu dilindungi. Jewel. Perhiasanku. Kalau saudara menjadi hiasan Tuhan, Tuhan selalu ingat saudara. Tuhan selalu ingat di mana saudara berada, di mana saudara berbisnis, di mana saudara hidup. Tuhan ingat saudara karena saudara menjadi intan. Nah, untuk menjadi intan itu kita harus takut akan Tuhan. Baru ayat itu berbunyi, 

 

3:17 ... Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.

3:17 ... and I will spare them, as a man spareth his own son that serveth him. 

 

Tapi dalam bahasa Inggris, spare itu, kalau saudara punya pisang 10. Datang tamu. Saudara mau suguhkan pisang tapi saudara ingat ada anak saudara suka pisang. Empat itu saudara ambil, simpan dulu, yang enam saudara suguhkan kepada tamu. Nah, yang empat ini disebut spare. Datang dari kata spare part. Kalau spare part itu disebutnya onderdil tetapi onderdil persiapan. Jadi disimpan kalau ada apa-apa, ada spare partnya.  

 

Nah, Tuhan akan spare saudara, menyimpan dalam laci, menyimpan dalam lemari, spare, sama seperti seorang ayah menyayangi anaknya yang melayani dia. Anak 10 tapi yang suka melayani papa cuma satu atau dua. Bohong kalau bilang, saya punya kasih sama anak semua ini sama, kepada sepuluh-sepuluhnya sama. Nggak mungkin. Bohong. Yakub saja mencintai Yusuf lebih dari saudara yang lain, karena Yusuf itu anak yang baik yang jujur, yang takut akan Tuhan. Saya tahu Tuhan Yesus cinta segala bangsa sama rata sama rasa tetapi kalau kita melayani Dia, Dia akan spare kita, Dia akan menjaga kita. Lalu ayat 18 datang,

 

3:18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

 

Ada satu kata yang menarik: Kembali. Berarti dulu sudah ada perbedaan antara orang yang benar dan orang yang fasik tetapi lama-lama-lama ... nggak ada bedanya. Orang fasik sama dengan orang yang takut sama Tuhan. Orang yang takut sama Tuhan sama bahkan di dalam ayat 12-13, orang yang fasik diberkati, melawan Tuhan kok tetap tidak ada masalah. Baru ayat 18 bilang, nanti kamu akan melihat kembali.

 

Jadi sesuatu yang baik dulu, itu akan dikembalikan kepada kita. Sesuatu yang positif dulu, sesuatu yang indah yang manis dulu, akan dikembalikan kepada kita. Yang pernah kita alami yang manis yang baik pertolongan Tuhan dulu, akan kita alami lagi, bilang amin saudara?

 

Kata "kembali" ini membuka wawasan kita, Dia akan kembali, Dia akan kembali, Dia akan kembali. Bukan kedatangan Yesus yang kedua kali, bukan. Bukan kedatangan Dia secara pribadi saudara meninggal, bukan. Dia akan datang kembali itu sebagai Bapa yang mengasihani anak-Nya. Dan apa yang terjadi: Perbedaan.

 

Orang kristen kalau sama dengan orang fasik, itu bukan beda. Orang fasik nggak bayar hutang, orang kristen nggak bayar hutang, apa bedanya? Orang fasik fitnah orang kristen fitnah, apa bedanya? Orang fasik menggerutu mengomel berkeluh kesah, orang kristen menggerutu mengomel berkeluh kesah, apa bedanya?

 

Nah, perbedaan itu begini, saudara. Hitam-putih, itu beda. Terang-gelap, itu beda. Manis-pahit, itu beda. Jorok-resik, itu beda. Kotor-bersih, itu beda. Taat-bandel, itu beda. Dengar-dengaran- melawan, itu beda. Engkau akan lihat kembali perbedaannya.

 

Dulu orang kristen putih, orang dunia hitam. Lama-lama sama, abu-abu. Orang dunia nggak hitam nggak putih. Sama. Tidak boleh. Paulus berkata dalam II Korintus, apa persamaan antara Bait Allah dengan rumah berhala? Tidak boleh ada persamaaan. Kita harus beda. Apa persamaan antara gelap dengan terang? Tidak bisa. Kita harus beda. Dan engkau akan lihat lagi perbedaan antara orang yang beribadah dan yang tidak beribadah.

 

Saudara jangan merasa rugi kebaktian. Ada bedanya antara orang yang kebaktian dan beribadah dan yang tidak. Saudara dibedakan sama Tuhan. Semua dikasih baju sama Yakub tapi Yusuf aneka warna bajunya. Ada perbedaan.

 

Sekarang rumah di atas batu dan rumah di atas pasir sama. Tapi begitu ada angin ada hujan ada banjir, baru kelihatan bedanya. Yang dibangun di atas pasir roboh, yang di atas batu tidak roboh. Sebagai ayat terakhir, Wahyu


3:7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.
3:9 Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.
3:10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

 

Jadi kata melindungi itu sama dengan spare tadi dalam Maleakhi.

 

Seluruh dunia akan mengalami persoalan yang sama, percobaan yang sama, kesulitan yang sama, kekalutan yang sama, kebingungan yang sama, kesukaran yang sama, aniaya yang sama. Seluruh dunia di muka bumi akan kena persoalan percobaan keuangan yang sama tetapi yang takut akan takut, yang menanti-nantikan, yang menghormati nama-Ku, dikatakan di sana, Aku akan melindungi engkau dari percobaan. Ini kesayangan, ini berlian itu intan permata bagi Tuhan.

 

Jangan ada yang merendahkan diri. Rendah diri itu tidak baik. Rendah hati boleh. Saudara itu intan permata ... asal kita takut akan Tuhan, Tuhan akan jadikan kita intan permata, My jewels, perhiasan-Ku.

 

Waktu Israel mau keluar dari Mesir, Tuhan bilang, taruh darah, sembelih domba, taruh darahnya di atas jenang pintu dan ambang pintu. Jadi segi tiga. Di atas, kiri dan kanan. Betul ada perbedaan. Mesir gelap, di Goshen masih di Mesir juga tapi di situ orang Israel, terang. Mesir katak melulu, Israel terang di Goshen. Nah, yang terakhir ini yang pakai darah itu, di Mesir anak sulung semua mati tapi di Israel tidak ada yang menangis karena Tuhan bedakan. Yang satu tidak menurut, yang satu menurut. Tuhan bedakan. Yang satu menghina Tuhan, yang satu takut akan Tuhan menghormati Tuhan.  

 

Maka ketika kita makan perjamuan kudus ini, saudara ingat korban Tuhan Yesus. Kalau Israel dulu taruh darah di atas jenang kedua ambang pintu segitiga, waktu Yesus disalib segitiga berbalik, dia ke bawah ... dua tangan dan kaki. Kalau digabung ini segitiga, jadi bintang Daud, bintang Israel sekarang. Bapa, Putera, Roh Kudus bergabung dengan tubuh, jiwa, dan roh manusia. Saudara dibela oleh Tuhan menjadi jewel menjadi perhiasan-Nya. Saudara makan perjamuan kudus ini saudara punya hak untuk dihargai dan dihormati oleh orang lain. Saudara tidak minta.

 

Saya ingat kasih Bapa. Seperti anak terhilang bilang: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang makanannya berlimpah-limpah sedangkan aku di sini kelaparan. Kalau jauh dari Tuhan beda dengan dekat dengan Tuhan. Akan ada bedanya engkau takut akan Tuhan dan tidak takut akan Tuhan.

 

Para pelayan perjamuan maju ke depan.

 

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________