Khotbah Minggu Sore Agustus - September 2001

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia        

Minggu, 12 Agustus 2001

ORANG KAYA YANG BODOH

Selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus.  Lukas 12 adalah renungan kita pada sore hari ini.

12:13 Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku." 
12:14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?" 
12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." 
12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. 
12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. 
12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. 
12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! 
12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? 
12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah." 

Puji Tuhan!  

Cerita ini adalah mengenai seorang yang datang kepada Yesus dan berata: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku." Zaman Perjanjian Lama orang punya anak banyak 12, 12, 12. Yakub punya anak 12, Esau punya anak 12, 12 suku Israel. Pokoknya anak-anak  ini rata-rata banyak sekali. Tetapi masuk dalam Perjanjian Baru anak-anak itu mulai ikut Keluarga Berencana. Jadi KB Itu bukan zaman sekarang saja, tapi sejak zaman dulu. Di Perjanjian Baru saudara akan menemukan seorang yang mempunyai anak 2. Cerita anak terhilang ada yang sulung dan ada yang bungsu, dan seterusnya.

Nah, menurut hukum Taurat bila seorang mempunyai dua anak laki-laki, maka anak yang sulung akan mendapat warisan 2/3 dari kekayaannya. Yang bungsu 1/3. Kalau anaknya 4, maka yang sulung mendapat 1/2, dan yang ke 2,3, dan 4 mendapat sisanya 1/2 dibagi 3. Anak sulung itu memang mempunyai hak istimewa yang disebut hak kesulungan. Kemungkinan besar yang datang kepada Yesus ini anak yang bungsu dan menganggap ini 'bo cengli' (pen. tidak fair/sepatutnya) karena ia mendapat hanya 1/3 dari warisan, sedangkan kokonya dapat 2/3. Ia datang kepada Yesus dan ia datang kepada alamat yang tepat. Ia berkata: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku" -  berarti ini murid Yesus. Nggak sembarangan orang ngomong Guru sama Yesus - Rabbi.  Ini pasti orang beribadah, ini pasti orang beragama. Ini pasti dia punya cambang itu dipelintir.

Kalau saudara lihat di Israel ada orang yang cambangnya tidak dipotong tapi dipelintir itulah orang-orang Farisi yang memelihara rambutnya. Dan saudara-saudara ia berkata: "Tolong bicaralah  pada saudara saya supaya ia dapat berbagi warisan dengan aku."  Jadi omongannya itu sama dengan omongan anak yang terhilang. Cuma anak yang terhilang ngomong sama bapa, kalau ini ngomong sama Yesus supaya Yesus ngomong sama pada kokonya supaya membagikan uang. Tapi intinya sama - mata duitan, inti nya sama UUD - Ujung Ujung nya Duit.  Intinya sama, yaitu urusan uang. 

Memang kalau sudah urusan uang, saudara, tidak ada koko tidak ada titi, tidak ada mama, tidak ada memeh, tidak ada papa, tidak ada akung, tidak ada cihu, tidak ada meihu,  orang suka lupa kalau sudah jadi soal uang, adik bisa dibunuh, istri bisa dibantai, kakak bisa  ditusuk  kalau sudah soal uang. Saya pernah ketemu dengan satu orang dia bawa pisau begini, ko yoyo jangan bilang siapa-siapa ko yoyo ketemu saya. Saya sedang asah pisau ini untuk adik saya. Saya mau bunuh dia. Saya bilang kenapa ? Karena mama saya itu menyayangi  adik saya lebih dari saya.  Saya dibuang. Saya dianggap begini saya dianggap begini sampai saya besar dijalan  jadi copet. Saya jadi garong saya biasa rampas barang di kereta api, sesudah rampas barang jatuhkan diri  antara Krawang -Bekasi itu tempat saya lompat disana. Sekarang saya ngasah pisau untuk bunuh adik saya. Soal uang, soal  harta, soal kekayaan.  Tetapi kita tidak usah cerita itu orang. Kita lihat ini. 

Tetapi kata Yesus - ayat 14: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?" Tuhan Yesus pintar sekali menjawab.  Musti ada hukumnya   untuk mengangkat Yesus jadi pengantara. Dengan halus Yesus berkata Ia tidak mau menjadi penengah soal uang, menengahi soal kekayaan ini. Lalu ia berkata: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu".  Itu kata-kata Yesus kepada murid-muridnya untuk orang muda yang suruh Ia bagi kekayaan tadi. Sudah. Itu urusan sudah selesai. 

Kemudian ia mengatakan kepada mereka satu perumpaman orang kaya yang bodoh. Kemudian ia mengatakan kepada mereka satu perumpamaan.  Karena dengan perumpamaan lah bisa kita  mengerti cerita kehidupan yang sesungguhnya. Ada seorang kaya  - dari mana dia punya kekayaan  tidak ditulis - pokoknya orang ini sudah kaya. Tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Sampai di situ saja tidak ada kesusahan. Orang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.  Enak, nggak ada lagi problem, berarti  tidak ada kekurangan. 

Ayat 17 Ia bertanya dalam dalam hatinya: "Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku." 

Kalau zaman sekarang orang ini sedang bingung dengan stock-marketnya, karena ia pasang disini untung besar, ia pasang di sana untung besar. Hasil uangnya milyar-milyar dollar US. Saudara-saudaraku, kaya raya. 

18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat, aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.

19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!

20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti ? 

Yang menjadi inti pemikiran kita sore hari ini kenapa orang begini kaya, orang begini sugih, uluih, tacien, yucien, punya kekayaan luar biasa, Tuhan bilang bodoh. Tadi pagi saya sudah  katakan ada seorang konglomerat  minta saya besuk dia di penjara. Waktu dia lagi kaya dia tidak minta saya bezuk. Ini sudah dipenjara  minta saya besuk. Tolong katakan pada bapak Awondatu  saya ada disini - di Club Cipinang. Tolong kunjungi saya, aku kangen sama bapak Awondatu. Waktu ia masih sehat, ia masih  konglomerat,  tidak pernah ia masuk gereja di kebaktian saya di Jakarta - padahal saya yang baptis dia. Saya sudah wanti-wanti jangan terlalu berani soal bisnis. Hati-hati anda jalan licin tapi tidak mau dengan Firman Tuhan, tidak mau dengar Sabda Tuhan, jalan sendiri. Sekarang sudah ada dipenjara ingin dikunjungi.

Kenapa orang kaya ini disebut bodoh oleh Tuhan? 

Yang pertama: Ia memenuhi gerbang-gerbang dan gudang-gudangnya dengan kekayaan tapi membiarkan jiwa dan hatinya kosong. Dia memenuhi lacinya dengan uang, dia memenuhi persediaan uang di bank,  ia memenuhi stock-market dan gudang-nya dengan harta tapi ia punya hati kosong melompong. 

Seringkali saya tanya anak kecil: Kelas berapa, sayang?  Kelas 0  kecil atau kelas 0 besar? Kelas  0  B E S A R. Ia bangga sekali padahal 0 besar ataupun  0 kecil sama saja. Banyak kali saudara ku kita seperti lihat bawang bombay, hebat ya berlapis-lapis, ada apa dibaliknya. Dibukalah selembar, ada lagi selembar dan seterusnya. Sambil dibuka mulai itu 'nyeureung.'  Aduh, air  mata mulai keluar karena pedih  tapi ingin tahu ada apa dalam bawang bombay - barangkali ada berlian. Waktu dibuka kosong - yang sudah pasti nangis.

Itulah dunia!  Dunia ini seperti bawang bombay - besar, putih, nyeureung, tetapi isinya  isinya kosong dan hampa.  Hei,  ada banyak orang kaya seperti orang bodoh ini. Ia mengisi gudangnya, ia mengisi dompetnya, ia mengisi depositonya - untung terus, sampai bank telpon sampai 100 tahun uang bapak tidak akan habis. Tapi sayang hatinya kosong tidak pernah terisi Firman, tidak pernah  ke gereja, tidak pernah mau menghargai apa artinya  Sabda Tuhan, doa, puasa  mendengar Sabda Tuhan, tidak pernah mengerti apa artinya menyanyi, memuji kepada Tuhan. Tidak pernah mau tahu!  

Pokoknya cari duit, cari duit, dan cari duit, dsb.

Kenapa orang kaya ini disebut bodoh oleh Tuhan Yesus? 

Yang kedua: Karena ia menaruh perhatian dan prioritas utama  bukan kepada yang terpenting tetapi kepada yang tidak penting, yaitu  tanahnya berlimpah-limpah  tetapi bukan yang terpenting kalau nyawamu diambil malam hari ini kamu selamat atau tidak. Soal kebenaran ia tidak ungkapkan ia tidak pernah taruh prioritas taruh modal di dalam  hal-hal yang serius di dalam hal-hal yang rohani.

Ada seorang raja ia bicara pada patih nya. Ia lihat patih nya setia sama dia,   melayani sampai 30 tahun di kerajaannya.  

Hai patih ! 

Ya, Tuanku. 

Aku ingin memberi hadiah kepadamu. Karena aku lihat engkau setia padaku dan hadiahku ini aku tidak berani ukur, karena setiamu padaku juga tidak ada ukurannya. Maka aku beri hadiah kepadamu. Engkau aku beri hadiah tanah. 

Oh, Tuanku, terima kasih. Berapa meter tanah yang diberikan pada saya.

Inilah, kamu jalan jam 6 pagi dan jami 6 sore kamu harus kembali. Tanah yang kamu jalani besok dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore  menjadi milikmu. Mulai besok kamu jalan. 

Dan sang paman patih ini mulai jalan. Ia tidak suka jalan, saudaraku. Rumahnya mulai kelihatan kecil, makin kecil, dan tidak kelihatan.  Ia lihat jam nya baru jam  7, ...  jam 12 . Karena tamak dan serakah ia terus berjalan.  Sampai jam 1 siang. Melihat tanah dengan pemandangan yang bagus ia jalan lagi hingga jam 2. Dan ia berpikir untuk pulang. Ia berjalan pulang. Jam 5 sore namun rumahnya belum kelihatan. Dan ia mulai setengah lari. Jam 5.45 rumahnya mulai kelihatan.  Ia berlari terus. Jam 5.55 rumahnya semakin dekat. Tepat pukul 6 kurang semenit patih ini tiba dirumah. Sang raja tepuk tangan, aku berikan tanah ini padamu. Tepat sang raja berkata, sang patih jatuh dan mati terkena serangan jantung. Tanah ini tidak jadi diberi. Sang patih hanya dimakamkan di taman makam pahlawan ukuran tanah 2X1 meter. Dengan disebut patih yang sangat setia,  pergi berjalan pulang berlari akhirnya mati, itulah manusia. Selalu  serakah. Sudah dari Cianjur, ingin keluar kota, sudah dari luar kota, ingin keluar negeri, sudah dari luar negeri ingin keluar dunia, ya mati. 

Manusia itu tidak ada puas-puasnya.

Saudara-saudara, ada jemaat yang kerja  di Jakarta tapi ia selalu pulang untuk Firman hari minggu.  Apa di Jakarta  nggak kurang gereja? Banyak. Yang ribuan jemaatnya banyak, yang pendetanya pake jubah, pakai jas, yang kumisnya panjang sebelah ada. Banyak saudara di Jakarta.  Kenapa dia mesti lari jauh-jauh pake mobil ngantuk-ngantuk  hanya untuk datang di Cianjur karena Firman? Maka saya aneh ada orang di Cianjur susah-susah mau pindah ke luar kota untuk mencari kesempatan-kesempatan yang lebih. Saya pegang dulu disini. Pegang dulu Lukas 12. Kita lihat dulu Yakobus pasalnya yang ke  4 ayat 13:  "Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung",  4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap".  

Sampai di sana. 

Tuhan juga tidak suka kepada orang yang seolah-olah dia berkata: "Ah saya mau pindah keluar kota. "Demi apa? Aku mau berniaga, aku mau berdagang. Sama dengan orang kaya  di Lukas 12 tadi yang  ingin menambahkan gudang yang lebih besar, aku ingin membangun rumah yang lebih hebat. Aku ingin, kuingin, kuingin, kuingin, kuingin.

Siapa saudara yang pernah ngomong begini di dalam Perjanjian Lama: Aku ingin, aku ingin, aku akan,  aku akan - tidak lain adalah Lucifer. Pada waktu Lucifer ada di Surga, ia adalah pemimpin paduan suara dari Surga.  Dia memimpin nyanyian dari malaikat-malaikat untuk Tuhan sendiri. Tapi lama-lama ada 5 kali ia berkata: Aku akan - aku akan naik lebih tinggi dari Tuhan, aku akan menyamai Dia, aku akan naik diatas awan. 5 kali aku akan, aku akan, aku akan, tapi Tuhan campakkan - sangat berbahaya dalam hidup ini kalau kita merencana merencana. Saudara, kalau mau pindah ke Jakarta 25 tahun lalu saya sudah pindah. Saya sudah  punya gereja dengan tempat duduk mungkin 2-3.000 seat di daerah Kuningan dibangunkan tanpa saya keluar uang. Anak-anak saya akan disekolah kan diluar negri waktu itu asal saya mau pindah ke Jakarta. Tapi saya tidak mau kalau bukan kehendak Tuhan. Lebih baik kita ditempat di mana Tuhan mau kita berada. Ada haleluyah, saudara?

Ada satu orang di Inggris bilang sama suaminya: "Pap, kita pindah saja. Tidak betah saya tinggal di Inggris di London  ini, terlalu dingin. Pindah lah kesatu tempat. Kita jual rumah ini kita beli satu ranch satu padang rumput dan kita pelihara beberapa domba dan saya ingin kita suami istri menikmati hari tua sambil minum kopi,  susu kita peras sendiri dari sapi sapi yang kita ternak. Kita minum kopi diatas kursi goyang, senang sekali. Di sini di London terlalu dingin". Lalu mereka rencana dan mereka akhirnya pindah.  Saudara-saudaraku tahu  mereka pindah kemana? Mereka pindah ke Pulau Malvinas. Di sana ada perang antara Inggris dan Argentina. Justru perang terjadi hancuran-hancuran di padang rumput  yang mereka beli. Akhirnya mereka balik kembali ke Inggris dan beli lagi rumah yang lebih kecil dari sebelumnya. Harta mereka habis. 

Hati-hati kita. Boro-boro nanya sama Tuhan, nanya sama Hamba Tuhan juga nggak. Tahu-tahu lapor mau pindah.   Hai bagi kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung",  

Kembali kepada Lukas  

12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. 
12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! 

Yang ketiga: Kenapa orang kaya ini disebut bodoh? Dia memakai bahasa-bahasa akhir zaman, bahasa-bahasa kehancuran. Kita lihat Matius 24. Ini adalah bahasa akhir zaman dari orang-orang yang akan binasa: 

24:37 "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
24:38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,
24:39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

Jadi bahasanya sama. Yesus bilang di akhir zaman orang akan makan, minum kawin dan mengawinkan. Bahasa Inggrisnya Eat and drink, marry and to be married. Kalau  yang tadi: Hai jiwaku makan dan minumlah eat and drink and marry, dan bersukacitalah. Bahasanya sama dan sebangun. Bahasa akhir zaman, bahasa kehancuran, bahasa tidak eling,  bahasa tidak tahu apa-apa. Saya mulai pikir tadi pagi berapa orang di Cianjur ini yang memikirkan hari kiamat. Apakah ada yang memikirkan kematian? Mungkin inilah bahasanya - makan, minum, kawin dan mengawinkan. 

Coba saudara lihat cerita silat. Makan, minum, kawin dan mengawinkan. Baik si Yoko maupun Siauw Liong Lie. Coba saudara lihat orang berpacaran. Kemana mereka jalan? Kalau nggak ke Rumah Makan  Kwong Moy, atau Jln Sinar. Kenapa? Karena di sana ada urusan makan minum dan karena nanti akan kawin dan mengawinkan. Ini urusan akhir zaman. Kenapa orang ini bodoh? Karena bahasanya bahasa akhir zaman. Tidak ada bahasa Yesus. Apa Yesus punya bahasa? Punya. Kita lihat Yohanes 8:43 Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku. 

Bagaimana kita mengerti bahasa Tuhan? Yaitu jikalau kita mendengar Firman Allah. Karena saudara sekarang duduk di kebaktian saudara sedang mendengar Firman Allah sedikit  banyak  saudara sedang belajar bahasanya Tuhan Yesus. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang tidak pernah mau dengar Firman Allah? Tidak bisa mengerti bahasa Tuhan. Maunya bahasanya makan, minum, kawin dan mengawinkan. Itu saja pikirannya. Saya lagi pikir itu ibu gembala yang kakinya diamputasi karena bom. Mungkin setengah jam sebelumnya masih berbicara sedang memikirkan apa  nggak tahu. Dia tidak pernah pikir dan tidak pernah tahu bahwa sebentar lagi kakinya akan hilang. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Mari saudara jangan menjadi orang yang bodoh.

Yang keempat: Orang ini tidak mengerti Hukum-hukum waktu.

(Dalam ayat  19. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah !) 

Waktu itu berjalan. Setiap tarikan nafas kita, umur kita pendek. Dengan saya mendapat cucu harus saya sadar bahwa ini sudah waktu 'bebenah', waktunya disebut opa. Makanannya pun bubur.  Tadi saya lihat muka saya di TVRI lumayan, tapi itu dibedak. Inilah waktu.  Mana bisa ia bilang ada harta bertahun-tahun. Bersenang-senanglah dan bersuka-citalah. Tidak bisa! Berapa Tahun? Kita beli mobil dan rumah baru  super lux  hilang. Ini waktu jalan terus. Dulu ada lonceng gede yang berbunyi setiap seperempat jam dan berbunyi 12 kali yang menandakan hari baru. Kita bertambah tua satu hari. Dan nyanyian-nyanyian alam ini, nyanyian-nyanyian waktu ini  kita mesti tahu. Waktu itu berjalan. Tadi waktu saya mau khotbah saudara batuk. Memang sudah banyak terasa kalau sudah tua. 

Mari kita dengar kata-kata  Yesus yang terakhir dalam Lukas

12:20. Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? 21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah." 

Yang penting kita mesti kaya secara rohani. Kaya di hadapan Allah! 

Ayat  terakhir Matius 6:19
6:19. "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 
6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. 
6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. 

Saudara mau mengumpulkan harta di Surga? Mungkin datang pertanyaan bagaimana saya mengumpulkan harta di Surga? Bagaimana caranya? Minggu depan kita akan dengar caranya. Haleluyah! 

-- o -- 

Minggu, 19 Agustus 2001

PERJANJIAN PERLINDUNGAN TUHAN

Haleluyah. Kita akan mendengar Firman Tuhan yang pendek saja. Yesaya 

30:15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu."

Ini adalah perjanjian dari perlindungan atau the promise of protection. Janji dari perlindungan Tuhan. Dalam bahasa Inggris tidak dikatakan 'bertobat' tapi 'in returning and rest', dengan  kembali ketempat asal lalu kita tinggal diam, beristirahat.

Kita akan lihat dua hal. Yang pertama adalah 'dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan'. Kita  mau pakai bukan bertobat tetapi in returning - dalam kembali. Memang bahasa Alkitab kembali ketempat asal ketempat semula itu adalah bertobat. PB mengenal istilah kembali kepada kasih yang mula-mula. Suami istri itu biar sudah punyak anak sudah mahasiswa musti kembali berdua sekali-kali  ketempat  mereka asal bertemu untuk mengembalikan kehangatan kasih di dalam RT mereka itu. Tetapi Tuhan meminta  supaya kita kembali ketempat itu - dari jalan kita yang sudah jauh coba kita kembali mudik - bahasanya Yakub - mudik ke Bethel dimana Yakub pertama tidur diatas batu, dia lihat ada tangga dimana malaikat naik turun diatas tangga itu dari langit ke atas batu itu sampai ia terbangun  lalu ia ambil minyak, ia  urapi dan ia kasih nama tempat itu Bait El - Rumah Allah. Nah, ketika ia sudah jalan jauh mengarungi kehidupan, Tuhan bilang  kembali lagi kamu ke Bait El, dimana Aku ketemu samu kamu. Maka Yakub kembali ke Bait El. Nah itulah 'in returning.'  Ingat anak terhilang! Waktu si bungsu anak terhilang ini sudah jauh dari Bapa, ia akhirnya kembali kepada Bapa. Ini returning. Itulah bahasa pertobatan -  kembali ketempat semula dimana adanya itu. 

Sebetulnya kemah keluarga atau family camp itu adalah  ungkapan lain dari retreat.  Retreat itu kita tinggalkan  - RT, bisnis dagang, semua pikiran itu - dan kita datang  di retreat. Re itu  kembali,  treat  itu treatment,  dikasih treat  lagi, diperlakukan dengan Firman. Biasanya seminggu cuma satu kali  hari minggu saja dengar FA,  sekarang baru malam saja sudah dua kali. Belum besoknya. 

Jadi saudara-saudara ada berkat sekali kalau kita kembali dan tinggal diam/rest/istirahat.  

Betapa pentingnya kita rest. Tenang, kembali, rest. Siapa diantara saudara yang jalannya sudah terlalu jauh dari Tuhan, ke gereja masih ke gereja tapi sudah terlalu jauh dari Tuhan, sudah nggak seiring sama Tuhan, sudah nggak dalam sorot lampunya Tuhan lagi. Ayo kembali returning.  

Betapa pentingnya kita kembali, mudik, dimana kita berjumpa dengan  Tuhan. Kita mudik kepada  cinta yang mula-mula.  Itu dikatakan dalam Wahyu 
2:4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. 
2:5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. 

Jadi kembali  bertobat itu kembali berbuat perkara-perkara  yang pertama. Melakukan hal-hal yang mula-mula. Kembali kepada cinta mula-mula, waktu  kita berkobar-kobar kepada Tuhan.   

Waktu saya KKR di Menado, ribuan orang sedang memuji Tuhan dilapangan - waktu itu dilapangan KONI. Ribuan orang, KKR nya 5 hari, saudara. Orang bawa tikar duduk di lapangan, diperkirakan 24.000 orang ada. Pembicaranya cuma saya sendiri. Lalu ada teman saya sekolah, sdr Pdt John Pangalila, dia duduk disebelah saya. Saya mau   tanya sama kamu Yo, dan kamu jawab, apakah kamu berdoa sekarang sama Tuhan masih seperti dulu waktu di Beiji  kamu berdoa? Apakah kamu baca Firman Allah  (FA) sekarang masih seperti dulu di sekolah alkitab kamu baca FA? Apakah semangatmu sekarang melayani Tuhan masih  seperti yang dulu yang waktu di Beiji nggak? Coba lihat ini Tuhan kasih kepercayaan begini besar - dari panggung saudara, panggungnya saja 20 meter? Saya nggak jawab. Kalau di Beiji saya nggak bisa sembahyang.

Waktu di Beiji ada teman saya dari Bandung bilang: Yu Yo, kita berdoa jam 10. Kita berdoa di atas batu-batu. Baik,  kamu dulu saja, saya mau bawa selimut. Dia doa kira-kira baru 10 menit ia sudah balik. Kurang ajar, kurang ajar, saya rugi.  Kenapa, saya tanya. Dia kira ada yang jamah dia malaikat. Dia rasa dia merinding ada yang jamah dia. Jam 10 malam. Dia rasa ada yang medekati dia. Tapi suaranya aneh. Tenyata anjing oom Brodland nyebrang dari sebrang, mungkin dia lihat makluk apakah ini pakai kerudung diatas batu.  Jadi dijilat. Dia kira malaikat ternyata dijilat anjing. Jadi dia tidak jadi berdoa. Jadi kalau kita mau cerita doa yang seperti dulu saya tidak bisa jawab. 

Tapi itu omongan ceng li, masuk dihati saya!

Apakah saya masih berdoa, berpuasa, menyanyi, semangat  masih seperti dulu - waktu dulu kerja buat Tuhan pertama? 

Kalau tidak, ini saatnya kita musti returning, musti kembali kepada  cinta yang mula-mula. Apakah saudara-saudara, saya pakai bahasa sunda, kalau kita kebaktian kerasa ada 'keureuteug' (pen. getaran) enteu? Ada kontak nggak sama Tuhan waktu kita berbakti? Kalau nggak ada kontak jangan nyalahin Tuhan, kita yang nggak beres ! Jadi kalau kita colok lampu ini lampu tidak nyala salah satu kalau lampunya putus atau kabelnya putus.  Jangan nyalahin PLN karena lampu semua  orang  lain nyala. Periksa ini. Coba kalau ini hubungan sudah dibereskan bohlam putus sudah diganti colok lagi pasti nyala. 

Mari kita kembali returning dan rest. Rest  itu dikatakan bersandar. Bersandar sama Tuhan. Saya ungkapkan kata bersandar waktu di kemah keluarga betapa kalau kita duduk, saudara punya beban berat badan saudara, saudara taruh diatas sandaran kursi. Sandaran kursi  yang tahan. Saudara tidak usah  lagi memikul.  Kaki saudara tidak memikul beban saudara. Sudah kursi yang tahan. Itu bersandar! Mari kita bersandar pada Tuhan Yesus. Ada haleluya, Saudara? Dia adalah tempat kita bersandar. Kita rest, kita tenang, kita tenang. 

Bagian yang kedua, saudara-saudara, dikatakan disana, ayat yang ke 15, dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang, ayat yang ke 2, dan percaya terletak kekuatanmu. Be quiet, in quietnes - di dalam ketenangan, keteduhan, in quietnes and confidence, di dalam ketenangan dan confidence - keyakinan,  engkau akan dikuatkan. Seseorang bisa yakin  kalau dia tahu siapa. Soal sopir saja,  sopir, kalau saudara disopirin sama si A,  saudara engga bisa tidur, aduh, melotot terus. Awas-awas, kade-kade, awas di hareup, kade-kade, rem-rem, karena dia selebor. Tapi ada sopir yang bawa kita baru lima menit, kita udah tidur di mobil, karena kita yakin, dia bawanya enak, bawanya bener, pasti nyampe dah. Kita bisa tenang. Saudara, kita punya "Sopir",  kita punya "nakhoda"  adalah Tuhan Yesus sendiri. Saudara hanya tenang, sandar, di dalam Tuhan dengan tenang, dan Dia yang akan membawa saudara kepada tempat pelabuhan yang menjadi tujuan kita. Kita tidak usah cakah-cikih, tidak usah ribut, tidak usah berbuat apa-apa, nanti Dia yang bereskan. 

Saya tertarik pada apa yang akan saya ungkapkan, satu ilustrasi. Saya tertarik pada kaum muda yang menyanyi di Family Camp, itu lagu terakhir, disini ada kaum muda yang nyanyi, jalan rata, ratakanlah jalan berlobang, begitukan gerakannya, terus....timbunlah tanah yang berlubang .... enak lagunya. Tapi bahaya sekali, karena lagu itu tidak alkitabiah. Berikutnya saya kebaktian di Ciloto, eh kaum mudanya nyanyi itu juga. Ratakan jalan yang berlobang dengan tanah yang bergelombang, timbunlah tanah yang berlobang, agar siap dibangun. Nah itu tidak alkitabiah. Karena menurut Alkitab, dalam Injil Lukas, Yesus sudah meratakan jalan, ada haleluya? Dia sudah menutup lobang, Dia sudah tutup lobang, kita mah engga usah tutup lobang lagi. Ngapain ? Itu mah kerjaan Tuhan Yesus, ada haleluya, saudara ? 

Diluar Yesus, tanah bergelombang,  Tuhan sudah ratakan, ada yang berlobang Tuhan sudah tutup. Kita ngapain seperti Mr. Bean? Kita kerja lalu gerakannya aneh lagi, ratakan tanah bergelombang, tanah udah rata dia bikin gelombang, itu kaum muda Jakarta ketawa semua. Da musti bisa terima, memang he-eh salah. Sudah ditimbun sama Tuhan diatas bukit Golgota. Saya dan saudara hanya tinggal jalan. Kok engga ada yang bilang amin? Kok engga ada yang pro gembala? Kita tinggal jalan, Yesus sudah ratakan jalan. Aduh, dalam hati saya, kok cape-cape bener, ratakan jalan bergelombang, timbunlah lobang ... deuh ampun. Yesus sudah ratakan, geus itu mah udah selesai 2000 tahun yang lalu. Itu Injil Lukas baca, agar siap dibangun, Dia yang sudah bangun, Dia sudah bangun jemaat. Tapi kalau saudara mau tetap nyanyi lagi itu, silakan. Tapi ganti kata-katanya, jalannyapun sudah rata, tidak ada yang lubang-lubang, kata oom Yoyo. Itu saja rubah, kenapa jadi hese (susah)? Jadi engga usah kita maksa-maksa.

Banyak kali orang ciptakan lagu, dia ambil ayat, dia engga tahu konteksnya kemana, ngertinya apa, dia engga tahu. Main aja, memang lagunya enak, cocok untuk kaum muda. Tapi tidak alkitabiah, tidak sesuai. Maka kita yang sudah mengerti, kita harus hati-hati, jangan asal saja nyanyi, da ngeunaheun laguna. Biar saya miskin disini, itu lagu GPdI, saya bilang jangan dinyanyiin lagi. Siapa yang mau miskin terus disini? Asal saya kaya di surga, biar saya diolok disini, asal mulia. Penciptanya oom Hap Liang dari Temanggung keatas, satu kota di atas Temanggung, Parakan. Sampai mati dia tidak kawin. Jadi saya masuk kamarnya, Oom itu lagu rasanya engga cocok sama Alkitab. Yah gimana cu, itu lagu dari tahun 45? Yah biar dari tahun 45, tapi itu salah. Coba oom masuk rumah sakit, miskin, engga ada yang mau terima. Coba kita stop bajaj. Bajaj! Engga ada yang berhenti, dia lihat sendal jepit kita, satu merah satu biru. Siapa yang mau berhenti, saudara-saudaraku.

Jadi kita mau kasih tahu, bahwa di dalam Tuhan bukan hanya di surga kita diberkati, di duniapun kita diberkati. Ada haleluya, saudara? Tapi pikiran kita jangan sampai disana. Mari kita kembali lagi ke bagian pertama. Dengan bertobat, in returning, dengan kembali dan tinggal diam, rest, kamu akan diselamatkan. 

Sebagai anak Tuhan, saya sudah berumur 53 tahun, adalah pengalaman sedikit. Pengalaman saya begini, saudara. Kalau ada urusan apa saja, kita banyak omong, kita cape, luh-leuh, kumaha ieu kumaha itu, itu urusannya tambah lama selesai. Tapi kalau ada urusan lalu kita diam, tenang, diam tunggu Tuhan, tunggu Tuhan. Itu urusan cepat dibereskan sama Tuhan. Karena kalau kita diam, contohnya siapa? Maria. Marta itu cakah-cikih, luh-leuh. Kerja tapi luh-leuh. Apa kata Yesus? Hai Marta kamu kuatir dari hal banyak, Yesus tahu, tidak salah kerja, kerja buat Tuhan, tetapi karena persoalan itu dia mau atasi sendiri, luh-leuh tidak mau tenang, tidak mau diam, seperti Maria duduk dikaki Yesus, tenang, yang penting itu seperti saudaramu ini, Maria. Dia diam dengar Firman Tuhan. Jangan luh-leuh, jangan kesana kemari, urusan engga beres-beres. Itu pengalaman saya. Siapa tahu sama dengan saudara. Lari kesana kemari, aduh, nah ini didukung oleh satu ayat dalam Mazmur 27. Mazmur 27 ini ada 2 ayat yang terkenal, tetapi saya akan baca dulu yang pertama yang biasa saudara nyanyi. Mazmur 27:4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: Diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya 4X. 

Ini keinginan seorang raja, aku ingin datang ke rumah Tuhan menikmati baitnya. Seperti Saudara sekarang sedang duduk di rumah Tuhan menikmati firman-Nya, menikmati bait Tuhan. Ada haleluya, saudara? Tapi dia tidak hanya sampai ayat 4, coba kita baca ayat 14 paling akhir, dia berkata begini: Nantikanlah Tuhan, kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, ya nantikanlah Tuhan. Wait on the Lord, tunggu Tuhan, jangan keburu-buru, tunggu, nanti Tuhan, tunggu Dia. Jangan cepat-cepat, jangan ingin kesusu. Tunggu Dia, diam! Tenang! 

Keluaran 14:14 menjadi suatu ayat emas bagi banyak hamba Tuhan. Keluaran 14:14 bagian pertama saya baca, bagian kedua Saudara yang baca:

14:14 TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja." 

Tuhan yang perang, ada haleluya, saudara? Kita diam. Saya lagi mikir, pake ilustrasi apa supaya saudara mengerti. Ayat tadi, Tuhan yang sudah meratakan tanah, meratakan jalan yang bergelombang, kita tinggal jalan. Kalau dalam pemain basket, NBA, Yesuslah kayanya pemain basket yang menang, kita ini pemain cadangan, hanya ikut seragam saja, satu klub sama Yesus, klubnya klub pemenang. Yang main kan lima orang, cadangan bisa lebih dari lima, bisa sepuluh orang cadangan, tunggu main. Tapi waktu sudah terakhir, point-point terakhir, tinggal 3 atau 10 detik, umpamanya cuma beda beberapa bola. Ada satu pemain dari klub kita masukan bola, menang, final, piala, menang. Bukan cuma lima orang itu yang teriak-teriak, pemain cadangan juga ikut teriak, penonton juga hore-hore. Padahal kita diam, kita engga main, tapi karena kita satu klub, kita juga ikut menang. Yesus sudah menang diatas bukit Golgota, kita tidak usah disalib. Kita diam saja, tapi kita sudah menang. Jadi, jadi kristen itu, jadi pengikut Kristus itu, kita hanya menerima hasil kemenangan Kristus. Ada Haleluya, saudara? Jangan kita ribut-ribut, jangan kita repot-repot. Tenang saja. Disitu letak rahasianya berkat Tuhan. Kembali kepada Yesaya tadi, kita akan lihat ayat yang berikutnya ayat 15 B yang berbunyi: Dan dalam tinggal tenang (in quiet), dan percaya (confidence) terletak kekuatanmu. 

Saya boleh balik, orang yang kuat, imannya kuat, pribadinya, dia kebanyakan tenang. Disini Firman Allah bilang, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu. Orang yang kuat di dalam Tuhan, bukan kuat, hebat, kuat di dalam Tuhan, itu biasanya  tenang. Tenang! Engga cepat grogi. Saya tuh angkat topi sama Guntur Soekarno, saudara. Dia mah misterius sampai sekarang. Kalau ketemu senyum, engga pernah diwawancara wartawan. Waktu zaman orde baru, dia ngeborong bangun hotel di Bandung berapa tingkat, udah jadi dibakar sama orde baru karena dia anak Bung Karno. Dia ngga ngomong, dia ngga protes, dia diem, engga ada di koran. Engga pernah dia itu gimana. Waktu PDI Perjuangan menang, dia diem. Waktu adiknya sendiri jadi presiden, dia datang, kasih selamat, dia berfoto, sudah. Diwawancara, yah saya biasa-biasa aja dari dulu begini aja tidak memperkaya diri, begini-begini saja, sudah. Aman, saudara orang begitu. Tenang-tenang saja. 

Pulang dari Israel lewat Selat Bengal, 27 orang saya pimpin, saya duduk di kelas ekonomi paling belakang. Mentang-mentang orang Indonesia. Ekonomi yang didepan itu untuk orang Eropa, untuk orang mancung-mancung. Kita mah disamain sama orang India. Orang India dibelakang kita. Aduh ampun Orang India, saudara. Satu aja kita udah rada ... ini mah udah satu grup, baunya martabak bukan, bau vetsin bukan, udah ketawa, belon bau rambut dikuncir-kuncir. Duduk kaki diatas kursi, ngomong, ha...ha..ha. Tahu-tahu di Selat Bengal, pesawat jatuh, anjlok, wuuup, tapi begitu jatuh kira-kira 100 meter, dia goyang, wup,wup,wup, kita semua pucat, saudara. Diatas 10.000 meter, 10 km, goncang begitu. Tapi turunlah kapten kapal, orang Belanda, dia turun: Everything it's ok, everything it's ok, no problem, sudah lewat, tadi sudah lewat, tenang, minum-minum, ambil minum  orange juice, minum-minum. Tidak ada apa-apa. Kita lihat begitu dia turun aja, dia udah kapten, stripnya banyak, kapten pesawat terbang, kita udah tenang, baru lihat aja kita udah tenang apalagi dia udah ngomong, tenang-tenang.

Sama seperti Yesus, lagi naik perahu bersama murid-murid Nya, bergelombang, angin ribut, eh Yesus mah acuh beibeh, Dia mah tidur aja. Murid-murid udah kebakaran jenggot, "Aduh gimana, Yesus bangun Yesus, bagaimana ini? Air terus masuk. apa Engkau tidak peduli kalau kami binasa?"Yesus bangun. " Ada apa sih, kamu? Ada apa sih?"   "Ini angin, gelombang!" " Aduh, hei angin dan ombak teduhlah engkau!" 

Tenang, yang batuk pun engga ada. Itu rambutnya murid-murid pada berdiri, idih kemana tuh tadi yang ribut, kemana? Siapa yah ini Orang? Sampai angin dan ombak nurut sama Dia? Saudara, demi nama Yesus saya bilang mungkin saudara lihat percobaan begitu ribut besar, percaya pada Tuhan Yesus, tenang saja. Kalau Dia bilang tenang, semua bisa jadi tenang. Jangan takut, saudara-saudara, kita punya Yesus. Pemimpin kita bukan Megawati. Yang bersaksi dari Bandung, dengan terangkatnya Megawati itu tanda dari Tuhan. Engga! Tanda dari Tuhan bukan Megawati, tanda dari Tuhan itu Firman Allah. Ada haleluya saudara-saudaraku? Biar Megawati atau Megamendung apakah Gus Dur, Gus Ju, terserah siapapun terserah! Tapi Bapak diatas segala Bapak, tiada teman yang seperti Yesus, tiada Bapa yang seperti Yesus, tiada Raja, engga ada pemimpin, engga ada Presiden, engga ada Kaisar yang seperti Yesus. Karena kalau Yesus jadi Raja nggak ada MPR, DPR bisa impeachment, engga ada dekrit bisa turun, engga ada. Dialah yang mempunyai kuasa langit dan bumi. Ada haleluya, saudara? Tenang saja, tenang. 

Ada orang Sunda dulu, ngomong sama saya,"tenang weh, Yo, tenang". Bari ngadeg-deg. Engga ada itu tenang bari ngadeg-deg, saudara. Memang nanti saya di sekolah Alkitab akan mulai melihat murid-murid. Tadi sudah melihat murid-murid itu. Ada yang sudah dipoles, ada yang baru mau dipoles. Saudara sudah bisa lihat, yang sudah dipoles, saudara kelihatan. Yang belum dipoles juga kelihatan. Biasanya yang belum dipoles kalau dapat bagian untuk pimpin puji-pujian, atau pimpin sangkur, gemeteran. Takut.  

Kita harus punya tenang di dalam Tuhan. Tenang, Saudara. Ada banyak persoalan yang lebih baik kita atasi dalam ketenangan, daripada kita hadapi dengan kita engga tenang, salah ambil keputusan. Tenang. Ketenangan hanya bisa datang melalui Firman Allah!  In quietness, dalam ketenangan, diam, dan confidence, yakin. Jadi semua yang kirim SMS sama saya, "Pak saya diberkati Tuhan dalam hal ini,  Firman Tuhannya yang begini, begini". Ada satu ibu di Jakarta, "Saya dijawab Tuhan waktu begini, begini". Yang dari Karawang, saudara sudah dengar sendiri kesaksiannya, malamnya masih ribut sama istrinya, tapi setelah dengar Firman Tuhan, suami minta ampun sama Tuhan. Jadi macam-macam Tuhan jamah. Hanya Firman Tuhan yang bisa kasih ketenangan. Nah malam hari ini saya tidak panjangkan Firman Allah, siapa diantara saudara yang merasa agak kurang tenang, tidak ada keteduhan. Tadi, saya tidak ada janjian sama pemimpin pujian, tidak. Tapi dia memimpin satu lagu Yesus adalah Tempat Aku Berteduh, aku tidak takut bahaya, karena tongkat dan gadaMu selalu menghibur aku. Yesus adalah tempat perlindunganku, Yesus adalah tempat aku berteduh. Kita tidak usah takut. Tenang dan teduh di dalam Yesus ada jaminan!

-- o --   

Minggu, 26 September 2001

PUJI-PUJIAN HANA

Saudara merasa dikasihi oleh Tuhan? Kita dengar Firman Tuhan. 1 Samuel 2, kita akan melihat doa dari Hana, yang kita sama-sama akan kita pelajari sore hari ini. 1 Samuel 2, hanya sepuluh ayat 

2:1 Lalu berdoalah Hana, katanya: "Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu. 
2:2 Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita. 
2:3 Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji. 
2:4 Busur pada pahlawan telah patah, tetapi orang-orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan. 
2:5 Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu. 
2:6 TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana. 
2:7 TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga. 
2:8 Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan. 
2:9 Langkah kaki orang-orang yang dikasihi-Nya dilindungi-Nya, tetapi orang-orang fasik akan mati binasa dalam kegelapan, sebab bukan oleh karena kekuatannya sendiri seseorang berkuasa. 
2:10 Orang yang berbantah dengan TUHAN akan dihancurkan; atas mereka Ia mengguntur di langit. TUHAN mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya; Ia memberi kekuatan kepada raja yang diangkat-Nya dan meninggikan tanduk kekuatan orang yang diurapi-Nya." 

Pasal 2 ini adalah kebalikan dari pasal 1. Dalam pasal 1, Hana juga berdoa tapi dalam pasal 1, Hana ini, saudara-saudara, mengalami sakit hati, mengalami ejekan, olokan, sindiran, hinaan, fitnahan, salah sangka, dan sebagainya. Dalam pasal 1, ayo kita lihat pasal 

1:5 Meskipun ia mengasihi Hana, ia memberikan kepada Hana hanya satu bagian, sebab TUHAN telah menutup kandungannya. 

1:6 Tetapi madunya selalu menyakiti hatinya (Ini yang pertama: Sakit hati), supaya ia gusar (Dua : Dia gusar, jadi marah
1:7 Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap kali Hana pergi ke rumah TUHAN, Penina menyakiti hati Hana (Menyakiti hati, jadi dia sakit hati), sampai dia tidak mau makan (Bukan puasa tapi dia tidak mau makan), sehingga ia menangis dan tidak mau makan. 
1:8 Lalu Elkana, suaminya, berkata kepadanya: "Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?" 

Ternyata suami tidak mengerti isi hati istri, jadi ini suami ge-ernya luar biasa. Dia bilang "saya ini lebih baik dari sepuluh anak, kalau ada koko, kalau ada taipak, kalau ada boss, sudah kamu jangan nangis, kan saya tidak ceraikan kamu? Dia tidak mengerti isi hati dari istrinya. Datanglah dia, Saudara-saudara,kepada Tuhan di Silo, berdoa. Kalau saudara membaca ayat 12:

1:12 Ketika perempuan itu terus-menerus berdoa di hadapan TUHAN, maka Eli mengamat-amati mulut perempuan itu; 
1:13 dan karena Hana berkata-kata dalam hatinya dan hanya bibirnya saja bergerak-gerak, tetapi suaranya tidak kedengaran, maka Eli menyangka perempuan itu mabuk. 

Salah sangka! Siapa yang salah sangka? Pendeta! Gembalanya salah sangka: Wah, mabuk nih jemaat saya nih. Ini perempuan, orang lain bedstone udah bubar, dia mabuk ini. Pendeta salah sangka.

1:14 Lalu kata Eli kepadanya: "Berapa lama lagi engkau berlaku sebagai orang mabuk? Lepaskanlah dirimu dari pada mabukmu." 
1:15 Tetapi Hana menjawab: "Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati;

Jadi dia sedang mengalami susah hati. Jadi pasal 1 gusar, marah, sakit hati, disakiti, fitnah, salah sangka, sangat susah hati. Tapi Saudara baca pasal 2, puji-pujian dari Hana. Ternyata, saudara-saudara, kalau kita berdoa bukan hanya mengeluh, bukan hanya minta, bukan hanya terus minta sama Tuhan, tapi ada kalanya kita dalam berdoa juga memberi, ada haleluya, saudara? Memberi puji-pujian. Kalau Saudara baca ayat 1 saja dua kali ada kata bersukaria dan bersukacita. Jarang saya lihat, waktu bedstone, jarang saya lihat waktu di sekolah Alkitab pun, murid-murid berdoa, hanya satu-dua, dalam beberapa angkatan ini, hanya satu-dua, berdoa dengan senyum,  seperti tertawa. Jarang. Semuanya mengeluh, semuanya mengerutkan kening, semuanya menangis, memohon. Kita mau lihat dari ayat per ayat, apa artinya doa Hana ini. Jangan hanya berdoa lagi butuh, jangan hanya berdoa lagi susah, sakit hati, gusar, kepahitan, kemarahan, dendam, ada orang salah paham, ada madu menyakiti, lalu kita datang sama Tuhan, ngadu sama Tuhan, karena kita butuh, jangan! 

Ternyata Hana bukan hanya ingat Tuhan lagi susah saja tapi ketika dia sudah dibuka kandungannya, dia sudah dapat Samuel, dia dapat berkat, dia dapat jawaban, dia tidak lupa sama Tuhan. Dia berdoa lagi. Jadi jangan hanya berdoa waktu susah, waktu senang juga kita harus berdoa. Berterima-kasih pada Tuhan. Hatiku bersukaria karena Tuhan, bukan karena punya anak. Hatiku bersukaria karena Tuhan, bukan karena toko diberkati, bukan karena panjang umur, bukan karena ulang tahun, bukan karena saya punya mobil, bukan karena saya punya toko, bukan karena saya punya pabrik. Tidak! Hatiku bersukaria karena Tuhan, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh Tuhan; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita, baru dia berkata, karena pertolongan Tuhan. Yang pertama dia bersukacita karena Tuhan, yang kedua baru dia bersukaria karena pertolongan Tuhan. Saudara-saudara, saudara bersukacita karena Tuhan, doa kepada Tuhan langsung secara pribadi. Tapi kalau saudara bersukaria karena pertolongannya, saudara datang ke gereja dan bersaksi, menyaksikan kebaikan Tuhan. 

Ayat kedua: Tidak ada yang kudus seperti Tuhan, tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita. Dari ayat ke dua itu saja saudara sudah tahu darimana lagu yang tadi yang pernah saya ajarkan, Kau rubah air mata menjadi permata ... Tak pernah kupunya teman setia seperti Tuhan ... Kau rangkai airmata jadi permata. Tidak ada gunung batu seperti Allah kita, tidak ada perlindungan, gunung batu itu perlindungan, tidak ada yang lain kecuali Engkau, tidak ada yang kudus seperti Tuhan, tidak ada yang lain hanya Yesus. Tidak ada yang lain. 

Tambah umur setahun-setahun, saya mulai tambah mikir, beberapa teman saya di SMP sudah meninggal. SMP lho. Teman saya di SMP sudah meninggal. Ada tiga teman saya, seingat saya, meninggal. Olahragawan, dia guru, guru olahraga, guru di sekolah menengah olahraga. Kita duduk satu tempat duduk di Mardi Yuana, kelas dua, kelas tiga kita satu tempat duduk. Dia niron sama saya terus, karena dia kurang pengetahuan, apalagi sudah bahasa Inggris dia niron sama saya. Yah sudah, namanya teman, kita lempar-lemparan kertas. Tapi kalau olahraga dia jagoan, maka dia jadi guru olahraga. Kalau olahraga, masuk akal engga dia mati? Tiap hari dia ngajar olahraga, dia sehat. Meninggal, umur 50 tahun.

Teman saya satu lagi belum menikah, dua, meninggal. Laki-laki. Ini SMP. Satu perempuan SMP, meninggal. Di SMA, teman-teman main basket, Anas, orang Warung Kondang. Mukanya itu sampai sekarang kelihatan terus. Karena dia yang punya Vespa. "Yohanes, hayu dianteur", saya naik vespa, dibonceng. Orangnya kecil. Masa dia pulang ke Warung Kondang, naik Vespa, ada lobang, Vespa masuk ke lobang. Beg! Jatuh. Masa Vespa jatuh ke lobang, mati?! Kalau baret, jatuh dari Vespa baret. Masa jatuh dari Vespa, engga ada kena batu, kena sawah, mati. Kita seluruh SMA nganter ke kuburan. Saya mulai mikir, mikir, mikir, bener, engga ada yang seperti Tuhan. Engga ada, teman-teman semua jatuh bangun, naik turun, yang kaya jadi miskin, yang miskin jadi kaya, tetap saja Yesus mah tidak berubah. Tadi di televisi saya khotbah apa, saudara? Di TVRI, tadi saya khotbah apa? Saya khotbah engga? Apa ada  pendeta lain?  Saya tanya, saya engga nonton. Tidak? Nanti, kalau bagian saya khotbah selalu saya tutup dengan Yesus tidak berubah. Tuhan Yesus tidak berubah, kita cuma dapat 12 kali lagi sampai akhir tahun ini, jadi saudara nonton. Minggu ke 2, ke 3, ke 4 atau ke 5. 

Kembali pada ayat yang ketiga: Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena Tuhan itu Allah yang maha tahu, dan oleh dia perbuatan-perbuatan diuji. Busur para pahlawan telah patah, tetapi orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan. 

Maka tadi saya katakan, sekarang zaman terbalik, orang Cianjur yang dulu saya tahu kaya, sekarang miskin. Orang Cianjur yang saya tahu dulu itu susah sekarang kaya. Sekarang zaman dibalik-balik. Orang yang dulu kaya luar biasa, punya pabrik ini, punya pabrik itu, sekarang susahnya luar biasa. Orang yang dahulu susah, bibilintik kerja, kuli, sekarang punya rumah, sekarang punya mobil, sekarang punya pabrik. Tuhan balik ! Dulu suka pinjam duit, sekarang meminjamkan uang. Dulu meminjamkan uang sekarang pinjam uang. Tuhan lagi putar sekarang.

Busur para pahlawan telah patah, saudara punya panah, panah punya, sasaran ada, tapi busurnya patah. Sesuatu yang penting, yang saudara andalkan, itu bagi pahlawan itu busur. Panah ada semua komplit, tapi busur kalau sudah patah gimana? Engga ada gunanya. Sesuatu yang saudara harapkan di dunia, itu diwakili dengan busur panah. Busur itu patah, sampai patah. Tetapi katanya, orang-orang yang terhuyung-huyung pinggangnya berikatkan kekuatan. Nah, saudara-saudara, satu minggu ini mendadak kepala saya suka pusing, asal abis makan, baru makan, lima menit aja, pusing, nyut, nyut, nyut. Kalau saya duduk, duduk gitu yah, tiba-tiba muter, kalau dari tempat tidur baru bangun. Muter. Kadang-kadang saya tuh bukannya saya engga mau ngajar di Sekolah Alkitab, tapi bangun aja sudah pusing. Sudah pusing, yang orang lain mah engga tahu. Orang lain mah "Pak Awondatu musti ngajar". Sehat engga sehat, mati engga mati, ngajar! Pokoknya mah ngajar weh ngajar. Unggal isuk, komo senen mah. Senen mah hari yang seharusnya pak Awondatu ngajar. Karena dengan pak Awondatu ngajar di jam pertama, itu orang yang mislek-mislek dari Jakarta, yang tidak masuk ketahuan, yang masuknya terlambat ketahuan semua. Kan yang datang terlambat disunat, saudara. Disunat, di absennya ketahuan. Ketahuan nanti, itu konditenya engga baik.

Tapi kadang-kadang kalau saya sudah cape kaya sekarang, kaya hari minggu gini, capeknya luar biasa, nanti malam pengen tidur, pengen besok tuh yah, bye-bye love, pengen tenang sebentar. Engga bisa. Gebrak-gebrak ngajar. Engga ada guru, guru mah seharusnya datang, masih dijalan, gurunya masih di jalan, saudara. Macet dijalan. Pak Awondatu lagi. Sakit, sakit, sakit. Tadi pagi, satu jemaat saya nih sinshe, dia sudah ikut kebaktian 15 tahun, sinshe coba periksa, coba gembalanya nih periksa. Sehat atau gimana. Pusing, saya suka pusing, suka mau jatuh, itu dari apa? Dari pinggang! Pinggang? Pokoknya dari pinggang ke kepala. Ini mau jatuh-jatuh? Dari pinggang! Wah, sampai saya baca ini ayat, hebat. Jadi bagaimana? Pokoknya tusuk aja di pinggang, kalau ada lelaki yang kuat, pakai dua jari tusuk aja di pinggang. Hilang itu sakitnya. Saudara, kita mau ngomong apa, dia umurnya 78-79 tahun, sehat luar biasa? Nanti Selasa saya bikin ramuan buat Bapak. Aduh, berapa nih? Mahal? Wah ramuan saya mah banyak di pasar, daun-daun yang udah engga kepake, saya bikin. Pinggang bikin pusing kepala. Dari pinggang bisa ke jantung, dari pinggang bisa ke kuping, dari pinggang bisa ke mata, dari pinggang bisa sakit pinggang, saudara, dari pinggang bisa ke cangkeng. Dari pinggang segala macam.

Nah, sekarang baru saya tahu, tetapi orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan. Karena orang kalau pinggangnya sudah lemah, sudah segala penyakit, macam-macam penyakit ada. Tapi kalau pinggangnya dikuatkan, buah pinggangnya itu dikuatkan, maka, disebut keseleo tempel koyo, sakit perut tempel kejo. Karena kalau pinggang sudah kuat, sehat, saudara-saudara. 

Kita kembali lagi, saudara-saudara. Siapa yang kenyang dahulu, ayat lima, sekarang menyewakan diri karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anak, menjadi layu. Saya rasa, dia berdoa ini di dalam urapan sampai dia bernubuat. Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan diri karena makanan. Coba tutup dulu dengan tali Alkitab, atau ganjal, kita buka dulu ke belakang, Perjanjian Baru, Yakobus 5, setelah Ibrani kita ketemu Yakobus. Yakobus pasal 5, saudara di sana ketemu satu ayat yang indah sekali. Yakobus          

5:1 Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! 
5:2 Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat! 
5:3 Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. 
5:4 Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu. 
5:5 Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan. 
5:6 Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.
 

Saudara-saudara, ini orang kaya Kristen, keterlaluan. Ini Kristen, kaya, keterlaluan. Mula-mula gaji buruh dia tahan, untuk administrasi gaji dia tahan. Maka buruh itu menjerit sama Tuhan. Saudara lihat konglomerat-konglomerat. Saya terima pesan dari seorang konglomerat dari penjara Cipinang, minta Pak Awondatu bezuk dia. Waktu dia kaya engga pernah dia undang saya makan di restauran kek gitu. Untung tapi, kalau engga mungkin dicatat juga saya nih karena pernah mengunjungi dia. Tapi sekarang di penjara, kalau di penjara saya tidak ada persoalan, saya boleh datang, saya bisa datang, karena kita menolong, karena kita mendoakan. Dulu kita masuk rumahnya sepatu harus dibuka. Karena itu, saudaraku, dia punya lantai itu dari marmer yang licin sekali. Sampai lalat saja keseleo kalau mampir, saking licinnya. Tapi sekarang, saudaraku, zaman sudah berubah. Pak Harto yang disanjung-sanjung sekarang dibawah. Megawati yang ditekan-tekan sekarang presiden.  Sekarang zaman dibalik. Maka berbahagialah kalau kita menangis sebab kita akan tertawa. Ada haleluya? 

Wai, bagi kita, yang tertawa dahulu, sebab nanti kita akan menangis. Itu ditulis dalam Injil Lukas. Kembali kepada 1 Samuel, saudara-saudara, yang dahulu kenyang, ayat 5, sekarang menyewakan diri karena makanan. Tapi orang yang lapar dulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya menjadi layu. Ayat ke 6, Tuhan mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana. Ini saya masih kepikiran saudari Rita. Masih kepikiran terus, saudari Rita ini kenapa mati? Kenapa? Masih ada 1001 macam pemikiran saya. Kenapa dia mati? Ini membaca ayat ini, Tuhan yang membuat mati hidup manusia kan Tuhan? Kemungkinan begini, ini pemikiran bodoh saya, mungkin Tuhan lihat dia menderita yah, dia satu-satunya perempuan dalam keluarga yang semuanya laki-laki. Mama sudah tidak ada, dia tidak ada lagi tempat untuk mengadu. Seorang wanita. Dia pernah tulis surat sama saya, delapan lembar, panjang, dia cerita dia punya kesusahan, dia punya kesulitan. Dan terakhir dia tulis surat satu halaman, melamar untuk bekerja di Yayasan Kabar Baik, tapi waktu itu angkatan sudah berjalan. Jadi saya pikir, apa dia karena Tuhan sayang, dia menderita daripada sakit terus, daripada dia susah, ah sudahlah ikut Saya. Bisa saja begitu. 

Tapi pokoknya ayat ini Tuhan mematikan, Tuhan menghidupkan. Saudara jangan anggap ini cuma untuk nyawa. Mungkin ada perusahaan saudara, toko saudara sudah mau bangkrut, ah sudah mau mati nih, usaha ini sudah mau matilah, saya sudah jualan ini mau mati, saya mending pindah ke kota besarlah kalau sudah begini mah, engga tahan. Maka saya bilang sama saudara-saudara, hati-hati, jangan cepat-cepat pindah, kalau engga dapat lampu hijau dari Tuhan. Mau pindah ke Jakarta, mau pindah ke kota besar, mau berniaga di sana, hati-hati! Kalau kita tidak dapat lampu hijau, green light dari Tuhan. Sebab Tuhan itu bisa menghidupkan juga!  Di Cianjur kita doakan, tiap doa malam kita doakan, berkati kota Cianjur, Tuhan, supaya kalau Cianjur diberkati, perekonomian diberkati, rakyatnya makmur tidak ada yang iri hati sama yang lain. Kita penduduk Cianjur ikut diberkati. Tuhan amankan kota Cianjur, Tuhan lindungi kota Cianjur, itu kalau semua Cianjur aman, kita penduduk Cianjur kebawa aman. Yeremia 29 ajarkan itu. Tuhan mematikan tapi Tuhan menghidupkan. Dia bisa menghidupkan juga. Nyawa. Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana. 

Jadi begini, saudara, begini, saya ingin, kita semua ingin hidup kita itu berguna. Jadi dari hari ke hari itu kita seperti diabsen sama Tuhan, tiap hari kita diabsen. Hari ini kita berbuat apa tuh diabsen sama Tuhan. Melakukan hal yang berguna atau tidak berguna, itu semua diabsen sama Tuhan. Mari kita kumpulkan yang berguna itu setiap hari. Supaya nanti sampai pada diakhir hidup dimana Tuhan bilang,"Hai, sampai disini finish hidupmu. Hari Jumat tanggal begini, sudah finish  disini." "Aduh Tuhan tambah satu hari.""No, no, sudahlah, kamu sudah sampai disini." "Tuhan saya mau ketemu cucu dulu, opa sama oma, Tuhan. Saya mau ketemu ce-em, cihu, meihu, tukang tahu dulu." Engga bisa saja terus "Nggak bisa, kamu sampai disini, sampai disini saja." Nggak bisa, sudah. Tapi waktu kita disuruh pulang sama Tuhan, kita sudah punya celengan, kita sudah punya kebaikan-kebaikan, berbuat baik, menolong, tidak malas, buah-buahnya tuh ada, perbuatan kita tuh ada dihitung sama Tuhan.

Nah ayat ini, Dia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana. Dua hamba Tuhan, teman saya, sekarang yang satu sudah meninggal, tapi yang satu masih hidup di Jawa Timur, mendoakan orang mati, hidup. Dua-duanya pendeta desa, satu orang Jawa, satu orang dari Tapanuli tapi ada di Jawa Tengah - sekarang sudah meninggal. Pindah ke Jakarta, dia meninggal. Kok bisa dia meninggal? Mendoakan orang mati kok bisa hidup? Lho, kalau dia berkuasa ke kuburan dong, betul engga? Ke kuburan, dalam nama Yesus bangkit, dalam nama Yesus bangkit. Ka Pasarean bangkit ayo bangkit. Saya juga kalau punya kuasa itu, saya bangkitkan papa saya dulu, mama saya dulu sama anak saya. Tapi kita engga punya kuasa itu, yang punya kuasa itu hanya Tuhan. Ada haleluya, saudara?

Kembali kita ke pokok pembicaraan, ayatnya ke 7, perhatikan: Tuhan membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga. Seorang yang lahir baru, yang menyangkal diri, yang rendah hati, dia akan bersukacita kalau lihat anak Tuhan yang lain, tetangga yang lain, saudara seiman yang lain, diberkati. Dia beli mobil, dia punya mobil, sabaraha weh. Dia punya rumah diberkati, dia tidak akan ngarasulah, dia tidak akan iri, dia akan bersukacita, dia akan senang, dia akan turut happy dengan kebahagiaan orang itu. Itu orang sudah lahir baru. Kalau orang belum lahir baru, begitu dia dengar : 'si ini jatuh dalam dosa'. Wah senang dia, dia jatuh dalam dosa. Uhui. Dia jatuh dalam dosa. Itu roh si Komeng yang ada di situ, bukan Roh Kudus, saudara-saudaraku. Senang ngelihat orang jatuh. Saya begitu ada yang bilang : "Pak Awondatu, tuh pendeta ini jatuh," aduh, masuk kamar sembahyang sebentarlah. Kita sering kali terlalu banyak kritik, yang jatuh engga pernah kita didoain. Aduh si itu kebakaran rumahnya, kenapa kok bisa begitu? Saya ada yang ngajak ke luar negeri, saya bilang, saya engga jadi dah ke luar negeri. Rasanya engga enak, lihat kok jemaat rumahnya kebakaran, saya ke luar negeri senang-senang, sudah deh batalin deh batalin.

Kenapa? Karena Tuhan yang bikin kaya. Jadi kalau saya lihat si A, si B diberkati Tuhan, itu Tuhan kok yang bikin kaya. Jangan saudara ngomong, itu mah korupsi nyaho teu? Ngepet, babi ngepet, kamari oge dina eta, dina pageur aya babi, keresek-keresek. Itu mah kebetulan aja ada babi lewat. Eta mah babi ngepet mantak beunghar oge. Cegik. Padahal dia mah rajin, dia mah kerja, dia mah rajin. Saudara lihat, saudara Icis, aduh sekarang kalau saya lihat dia sudah pakai gelang emas, saya senang. Emas diatas kulit yang hitam itu menyala-nyala, saudara-saudara. Luar biasa! Kenapa? Itu dari dia punya kerja berat. Mijit, luar biasa, mijit, mijit, luar biasa. Panggil sana, panggil sini, karena dia memang kuat, ia diberkati Tuhan. Mumpung sehat. Kumpulin uang itu, jangan foya-foya, beli emas, beli itu. Kita senang ngelihatnya. Sebetulnya di Family Camp, heg rek jualan mie, jualan nasi uduk, heg. Sebetulnya mah jualan disitu. Tapi kan sudah engga ada yang jualan, karena memang sudah diberkati Tuhan. Malah beli kita, es krim, hebat. 

Saudara, saya nih senang kalau saudara-saudara diberkati Tuhan. Saya tidak senang kalau saudara jatuh. Saya tidak bahagia dengar saudara mundur. Saya tidak bahagia dengar saudara turun. Saya tidak bahagia dengar saudara punya penghasilan turun. Saya berdoa supaya penghasilan saudara diberkati Tuhan. Karena Tuhan yang bikin saudara kaya. Jadi kalau Dia, Boss ini, Yesus ini, yang bikin kita kaya, jangan jauh-jauh dari Dia. Jangan kurang ajar dari Dia. Jangan kita malas. Boss yang bikin kaya lho! Itu yang kirim orang-orang belanja di toko kita ini, Yesus. Makanya, kita sama Yesus tuh, saudara-saudara, musti baik-baik. Kalau hari Minggu jangan piknik. Malaikat di surga tuh pegang buku, Yesus bilang, coba Mei Chen, Mei Chen. Mei Chen mana Jakarta, Cianjur? Mei Chen Hong kong. Mei Chen Hong Kong belum terima Yesus. Mei Chen Jakarta, Mei Chen Jakarta sudah jadi nyonya pendeta, coba Mei Chen Cianjur. Mei Chen Cianjur, yah ada di gereja. Bagus! Kirim berkat. Chung Cen, Chung Cen. Kwi Cen, Kwi Cen. Kwi Cen engga ada nih.

Dia minggu ada nggak? Nggak ada, Tuhan Yesus. Kemana dia minggu? Dia lagi ke pulau. Ke pulau lagi. Lagi apa dia di pulau? Lagi nyanyi. Nyanyi apa? Andai ah, ah, ah. Hei, Departeman Berkat, memang sudah mau dikasih berkat, cuma karena dengar lagunya tidak sesuai dengan Alkitab, Andai ah, ah, ah, engga ada itu di Alkitab. Engga ada. Cabut. Engga jadi. Hari Minggu seharusnya saudara kebaktian, karena minggu lalu saudara berdoa, Tuhan berkati saya. Tuhan bilang, heh itu doa anakKu datang, minggu depan kasih berkat. Baik Tuhan. Departeman Berkat, saudaraku, berkat malaikatnya sudah siapkan, paket, sudah siap, kirim minggu depan. Saudara, minggu ini umpamanya, piknik ke Puncak. Malaikat sudah bawa berkat, ke mana ini orangnya engga ada, Tuhan? Bawa lagi. Ia merendahkan, dan meninggikan juga. Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mangangkat orang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. 

Kita perhatikan orang yang kena lumpur! Mengangkat orang yang miskin. Yesus mengangkat diriku dari lumpur dosa. Ada orang yang kena lumpur dari atas kepala sampai bawah. Itu kena lumpur. Hanya matanya yang kelihatan. Ada yg kena lumpur kecipratan cuma pipinya, cuma kakinya sampai di lutut, cuma bajunya, cuma  lehernya, cuma tangannya. Ada yg tidak kena lumpur tapi kecipratan lumpur di lubang hidungnya. Ada banyak yang kena lumpur, belum bersih. Tetap itu lumpur. Biar saudara guyang dina lumpur seperti kerbau, atau saudara kecipratan sedikit lumpur, tetap itu lumpur. Dan Tuhan mau mengangkat saudara. Ia mengangkat orang yang miskin dari lumpur, saudara senang diangkat dari lumpur?

Lumpur ini bisa bicara dari lumpur kekotoran, lumpur kesusahan, lumpur mamon, diangkat di tempat yang baik, sebab untuk mendudukan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab Tuhan mempunyai alas bumi; dan diatasnya Ia menaruh daratan. Saya, Yohanes Awondatu lahir 28 Agustus 1948, 12.30 siang, di rumah sakit Cianjur, oleh dokter orang Belanda, sekolah hanya sampai SMA, SMA pun hampir-hampir ijasah tidak diberi karena saya tidak mau demonstrasi anti Soekarno dulu. Saya tidak sekolah tinggi, tapi saya membaptis kolonel sudah, saya makan sama Presiden sudah dua kali, tiga kali, dipanggil Presiden sekali, manggil Presiden dua kali. Duduk sama orang-orang terhormat, sudah. Gus Dur sebelum jadi Presiden, saya subuh-subuh sudah ada di rumah Gus Dur. Tri Sutrisno diterima di ruang tamu, Pangab di ruang tamu, Megawati di ruang tamu, Hamengkubuwono X atau XI, X di ruang tamu, Awondatu di ruang tidur. Gus Dur celentang saja pakai celana pendek.

"Ah, Pak Yoyo gimana Pak Yoyo?" "Yah, baik." Ngobrol kita. Lapar. Lapar saya pagi-pagi, sama Oom Rompas masuk sini. Dia ngomong terus, saya baru tahu Gus Dur tuh suka ngomong. Saya makanin kue pelan-pelan, sudah sekitar satu jam, Gus Dur ngomong,"Silakan kuenya dimakan" " Sudah dari tadi, Pak." Sudah dari tadi, karena dia kan engga lihat, makan saja, sudah dari tadi. Saudara-saudara, sekolah mah cuma sampai SMA, tapi saya sudah keliling dunia, saya sudah berkotbah dalam bahasa Inggris, bermacam-macam dinegara mana saja, saya sudah ketemu sama Cho Yonggi, saya sudah peluk dia, Cho Yonggi. Saya juga bingung, begini ceritanya, di Singapur, saya pembicara setelah Cho Yonggi terus Cho Yoyo. Setelah Cho Yonggi, yang  waktu itu jemaatnya  350 ribu, terus Cho Yoyo yang 350 orang jemaatnya. Revi masih kecil, ikut juga semua, Helga.

Ada dua pendeta dari Jakarta, GPdI, dia bangga lihat pendeta GPdI satu kok bisa duduk dengan Cho Yonggi? Dua hamba Tuhan ini,"Yo, rangkul Cho Yonggi, rangkul, kita mau foto" "Ok." Mereka kan engga tahu tuh bahasa Manado "Ok! Brother Cho!" Wah dia bangga, semua begini, peluk, peluk. Lama. Cret, sudah. Saudara pendeta Hendrawan, "Yo, sekali lagi, Yo, saya belum foto, tadi ganti film." "Ok. Brother Cho," sekali lagi. Dia juga bingung, kenapa nih orang dua kali meluk dia? Peluk saja, foto lagi. Cret. Saya bilang, itu foto saya mau taruh di majalah Kerajaan Allah didepan, Cho Yoyo dengan Cho Yonggi, berpelukan di Singapur. Bangga saya. Tuhan kehendaknya lain, itu dua hamba Tuhan tuh motretnya engga tahu gimana, engga jadi dua-duanya, saudara. Haduh-haduh.

Tetapi ayat ini saya aminkan, bahwa Dia mendudukkan saya di tempat yang baik bersama para bangsawan. Saya diundang di Amerika, diundang saya, Morris Cerullo, dibelikan tiket pesawat first class, kelas satu, sampai di sana disuruh duduk paling depan, paling depan. Sudah duduk didepan nggak tahu ada panitia barangkali dia lihat ini orang pesek bener hidungnya, dia bilang, ini bukan tempat kamu, tempat kamu disana. Oke kita angkat duduk dibelakang. Dipanggil Mr Awondatu, Mr Awondatu from Indonesia, you duduk di depan. Oke, saya duduk didepan. Sudah didepan, ini datang lagi orang santoloyo satu ini, ini bukan tempat kamu, tempat kamu dibelakang. Saya datang lagi ke belakang. Akhirnya  Mr Awondatu, you duduk didepan.  Jadi kesel saya.  You dua kali suruh saya disini  tapi orang itu dua kali suruh saya di belakang. Jadi saya bukan di sini bukan di sana saya pulang saja ke hotel.

-- o -- 

Minggu, 02 September 2001

Keberadaan Allah 

Haleluyah?  Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Pertama-tama, saya tidak lupa mengucapkan terima-kasih atas puisi yang sudah dibacakan oleh Ibu Sambas, yang sangat menyentuh hati saya. Tapi mari malam hari ini, semua doa-doa itu kita kembalikan kepada Tuhan yang patut dipuji, yang patut ditinggikan dan dibesarkan. Doa saudara untuk saya, saya tetap harapkan, supaya Tuhan tetap, bisa kita bersama-sama lebih lama. Mazmur pasalnya yang ke-5, kita akan membaca ayatnya yang ke-13:

5:13 Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

Mari kita baca bersama-sama. Mulai minggu ini kita akan mendengar Firman Tuhan dengan seri mengenai Keberadaan Allah. Karena apa? Karena banyak kali kita ini miss conception, kita salah konsep tentang Allah kita. Kita keliru tentang Tuhan kita. Karena kita keliru menilai tentang Tuhan kita, maka cara kita datang kepada Tuhan pun keliru oleh karena penilaian kita yang keliru. Tetapi saudara-saudara, kita akan melihat dari Firman Allah (FA)  bahwa di dalam Sabda Tuhan beberapa minggu ini kita akan melihat bagaimana keberadaan Allah itu di dalam kehidupan kita.   

Mari kita lihat ayat 13 ini bagian a:  Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar.  Di dalam salinan lain bahasa lain ayat ini ada satu kata yang hilang, yaitu sebab Engkaulah yang memberkati dengan limpah orang yang benar. Saudara bisa aminkan ini ? Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang memberkati kita dengan limpah. Tuhan kita bukan Tuhan yang medit, yang skaker, Tuhan yang pelit, Tuhan yang berhitungan, Tuhan yang menahan sesuatu dari kita. Tidak. Tapi dikatakan Ia memberkati orang yang benar dengan limpah. Dengan kelimpahan yang luar biasa. Dengan kelimpahan yang sukar kita katakan.  Ia memberkati orang benar dengan limpah. Di dalam Mazmur 116 kita melihat hal yang lain. Mazmur 

116:1. Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku. 
116:2 Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya. 
116:3 Tali-tali maut telah meliliti aku, dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan. 
116:4 Tetapi aku menyerukan nama TUHAN: "Ya TUHAN, luputkanlah kiranya aku!" 
116:5 TUHAN adalah pengasih dan adil, Allah kita penyayang. 
116:6 TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku. 
116:7 Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu. 

Ayat ke-7. Di sini juga ada satu kata yang hilang. Ayat ke-7: Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik yang limpah kepadamu. Dalam Mazmur yang tadi kita mendengar bahwa Tuhan memberi berkat yang limpah. Sekarang kebaikan-Nya pun saudara-saudaraku, limpah. Bahasa Inggris memakai kata 'bountifully'. Itu limpah.  Nggak kehitung. Limpah kebaikan-Nya kepada kita! Saya baca saja begitu tidak usah sampai selesai khotbah,  saudara punya penilaian kepada Tuhan sudah akan berubah. Visi kita tentang Tuhan itu akan berubah, yaitu memberi berkat dengan tidak menahan, Dia beri berkat dengan limpah. Tapi dilain pihak Ia juga memberi kebaikan kepada kita juga dengan limpah. Tuhan ini Allah kita. Berkatnya limpah. Kebaikan-Nya Tuhan itu limpah. Nggak ada batas! Ayo, kalau bilang Tuhan punya kebaikan ada batasnya, batasnya itu di mana? Kebaikan Tuhan itu limpah. Baik. Luar biasa. 

Kita mau melihat sekarang ini Allah kita yang limpah. Dia limpah dengan berkat, Dia limpah dengan kebaikan. Kalau sampai saat ini kita belum mengalami berkat, belum mengalami kebaikan, bukan salah Tuhan!  Alkitab sudah berkata Allah kita Allah yang limpah  berkat, limpah dengan kebaikan. Kita mau masuk dalam Perjanjian Baru, untuk melihat seperti apa limpahnya Tuhan itu kepada umat-Nya, sayangnya Tuhan kepada saudara dan kepada saya. Kita lihat dulu Efesus. Saudara yang kebaktian hari Rabu, saudara tidak usah bingung lagi karena saudara  ikut PA, tetapi saudara yang tidak datang hari Rabu saudara akan mendapat pengertian yang baru pada ayat-ayat  ini. Efesus

3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 
3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak ( bahasa asli lebih limpah) dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, 

Jadi Allah yang kita sembah di dalam Kristus Yesus itu dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan - minta atau  kita pikirkan. Jadi saudara, nih saya kasih lihat, saudara pikir ingin disini, Tuhan mah udah di sini pikiran-Nya. Cuma pikiran kita belum sampai disini. Contoh Ayub, saudara-saudaraku. Dia habis-habisan potol total miskin, istri tinggalkan dia, dia sendiri bisul, kekayaannya habis. Orang nilai dia disini, tapi Tuhan mah sudah lihat disini. Dia diberkati dua kali lipat diakhirnya. Istrinya kembali, anaknya dikembalikan 10 lagi, kekayaannya dikembalikan 2 kali lipat. Ada halleluyah?

Ini membuktikan bahwa Tuhan nya Ayub adalah Tuhan yang limpah bukan Tuhan yang membikin kita umat-Nya jadi potol.  Tidak. Tuhan yang limpah. Jadi kalau kita baca cerita Ayub kita musti yakin   bahwa kalau Ayub diberkati dua kali ganda, Tuhanpun sanggup memberkati kita dalam toko usaha, mata pencaharian,  pekerjaan - apapun juga,  dengan limpahnya. Filipi 

4:18 Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah. 
4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. 

Nah bagaimana kekayaan Tuhan karena kekayaan Tuhan itu bisa memberi kepada kita dengan limpah? Dia memberi kepada kita dengan limpah. Menurut kekayaan-Nya. Jadi jangan saudara pikir Tuhan itu tidak sanggup. Nah, saya selalu cuci otak saya setiap pagi bahwa Allah saya di dalam Yesus itu Allah yang kaya raya yang luar biasa dan limpah.  Dia tidak mau lihat anak-anak-Nya kere. Ayo saudara sebagai bapa dan ibu jasmani, saudarapun berusaha disegala tingkat ingin lihat anak saudara pakai bagus, makan bagus cukup, kalau bisa lebih banyak uang biar ia sekolah berkendaraan bisa beli motor bisa lagi beli mobil kalau memang mampu diberkati Tuhan kenapa tidak. Karena saudara ingin yang terbaik  untuk anak saudara. Masa Bapa kita di Surga tidak demikian? Dia juga ingin kepada kita anak-anak-Nya ingin berkat-berkat yang baik.

Kalau sampai saudara mempunyai berkat Tuhan,  saudara bisa beli Handphone 3 juta,  5 juta 10 juta HP ada,  itu nama Tuhan dipermuliakan. Ada haleluyah saudara? Puji Tuhan. Saudara bisa mempunyai toko, warung diberkati Tuhan, saudara bisa beli mobil, motor, sampai saudara bisa ikut Family Camp  - itu diberkati Tuhan. Saudara nggak usah minta lagi hal- hal yang kekurangan saudara sudah diberkati Tuhan. Allah kita Allah yang limpah loh saudara. Bener. Jadi saya cuma kenapa dia, kenapa dia susah? Saya nggak mau banyak bicara. Pokoknya bukan salah Tuhan saja! 

Coba kita baca dulu beberapa ayat, lalu pelan-pelan kita masuk. Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. 

Saya tidak perhatikan pertama-tama tapi Roh Kudus buka: Segala kelimpahan! Di rumah tangga ada kelimpahan damai, kelimpahan sukacita, anugerah, tidak cekcok, ngomongnya tidak cerai melulu karena ada kelimpahan damai, ada kelimpahan bahagia, cocok, berkat. Di perusahaan ada kelimpahan berkat, ada kelimpahan hasil. Ini janji dari Tuhan. Jiwa kita limpah dengan anugerah, limpah dengan damai, limpah dengan suka cita. Saudara boleh cari di toko serba ada di Jakarta sampai di New York apakah ada dijual damai sejahtera? Tidak ada. Damai sejahtera hanya diberi oleh Yesus Kristus. Hanya diberi oleh Dia sendiri.  Itu sebabnya jiwa kita limpah.

Kalau di Jakarta  sudah nyanyi Jiwaku merindukan-Mu udah nangis. Bukan nangis sedih tapi nangis karena jiwanya limpah dengan ucapan syukur, limpah dengan syukur. Nyanyi. Limpah. Parkir berapa? 700 perak parkir.  Ya kalau orang limpah kasihlah 1.000. Belajar hidup dalam kelimpahan. Jangan kaya orang Arab. Cau (pisang) sabaraha sasisirna? Neng, 5.000,  da cau raja. Geus 3.000 lah, sok 3000.  5.000 neng, eta teh ti Salaeurih, ditanggung ku amang, hese eta teh subuh-subuh ... tos 5.000 neng, murah. Ah, komo diditumah 2.000, enggeus 3.000 ... bari leumpang. Karena nggak dikasih balik lagi.  3.250.  

Tuhan kita Yesus Kristus yang penuh dengan kelimpahan Dia lihat dari Surga: Ini anak-Ku yang katanya hidup berkelimpahan  nawar cau siga orang Arab. Medit pisan. Nggak mikir metik pisangnya, ngangkutnya pakai angkot, diangkat pakai angkot. Kita mah cuma tinggal bayar goceng makan cau raja.  Saudara sendiri anak Raja. Jangan beli saudaraku pisang buruh karena saudara anak raja. Saya agak sukar beli pisang Ambon sekarang karena orang Ambon item pisangnya putih.  Jadi bingung saya. Tapi saudara anak Raja, beli pisang raja. Harus seperti anak Raja dong. Jangan nawar ka rakyat leutik teh aduh  mani meureukeudeuweung. Tukang beca ditawar. Kalau sampai bisa meunang  murah teh aduh kaya dapat piala! Meuli sabaraha eta di pasar? Sa Ceng Go (3.500). Tah Ceng Cit Pua (1.750) Ni mah kamahalan meuli! Saudara-saudara nggak apa-apa kemahalan karena kita punya berkat banyak dari Tuhan. Kita menolong orang susah. Ada haleluyah, saudaraku? Lain royal, kita tolong orang susah. Belajar hidup dalam mental kelimpahan, bukan mental orang miskin.  

2 Korintus 9 mentalnya orang  yang kelimpahan.  

9:6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. 
9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. 
9:8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. 
9:9 Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya." 

Camkan. Ingat sampai mati. Orang yg menabur sedikit - ini Tuhan kasih ajar lama dari tahun 1974 saudara - akan menuai sedikit. Saya undang Pdt Cruckshank sama istrinya datang di Indonesia karena saya pikir begini dulu ia bayarin saya ke Canada 2-3 kali ke Amerika. Dia bayarin tiket saya. Jadi saya bilang Brur Hugh Cruckshank bawa istrimu yang namanya jug Siu Yang bawa kesini  ke Indonesia. Saya bayar tiket suami istri pulang pergi. You datang aja. Dia kaget. Wah, kalau begitu saya mesti pikir-pikir dulu. Kasih waktu saya 3 hari. Akhirnya dia telpon: Aduh saya ada halangan tidak bisa datang. Bukan saya kebanyakan duit. Bukan. Yang menabur sedikit menuai sedikit. 

Saudara di dalam pekerjaan Tuhan, aduh jangan itungan. Jangan meureukeudeuweung. Kenapa tangan teh begini terus. Ieu cenah aya lem tikus kepencet jadi susah buka teh. Camkan. Menabur sedikit menuai sedikit. Kenapa ? Karena kita harus punya  mentalnya Bapa. Mentalnya sang Bapa. Maka kalau kita datang sama Bapa, kita nggak malu dong ingat kita juga suka memberi. Kalau kita  kopet medit skaker pelit kopet. Tuhan beri padaku selimpah-limpahnya. Ari maneh sarangan kopet. Beri Tuhan aku dengan kelimpahan. Kamu sendiri medit. Tuhan tidak mungkin memberkati orang yang medit. Kadang-kadang  saya pikir ada ibu bapa yang suka kirim masakan ke rumah aduh saya pikir 1 macam  dah sudah cukup. Nggak usah banyak. Dikirim 3-4  macam. Sampai saya bilang duh ibu jangan banyak-banyak. Kan yang makan bukan bapa saja. Memang betul juga. Saya pikir itu orang yang memberi sedikit akan menuai sedikit tapi yang memberi banyak akan menuai banyak. Dibelakang gereja ini dulu saya masih kecil kelas 6 SD masih suka mancing beureunyit. Saudara mungkin dari Menado  belum  tahu apa itu beureunyit itu ikan kecil  kalau di sana disebut nike. Itu  kita pancing pakai benang gedebog pisang. Terus kita ambil remeh nasi taruh saja diujungnya karena mulutnya kekecilan itu ikan nempel tidak usah pake pancingan. Untuk beureunyit ikan kecil ini pakai benang. Reuseup da budak leutik keneh urang teh harita mah. Begitu satu kali saya mancing di Pulau Seribu jam 4 sudah ada dikapal sama bapak Dicky Saroinsong.  Masih ngantuk kita ke laut. Kemana dulu, pak? Kita beli udang dulu. Udang besar-besar saudara. Mau mancing apa, pak ? Kita mau mancing ikan tongkol. Pancingannya musti udang.  Beli udang mahal mahal tapi untuk tongkol. Jalan kita.  Pelan-pelan jalan. Nyamber itu tongkol. Segede gini. Panjang segede gini. Beureunyit hanya remeh saja.

Nah banyak diantara kita ingin tongkol, Tuhan berikan tongkol tapi memberi kepada Tuhan remeh. Mental kita bukan mental orang yang berkelimpahan. Mental kita mental remeh mental beureunyit.  Iblis tutup pikiran kita sampai kita tidak bisa lihat  bahwa  Tuhan itu sanggup memberikan memberkati kita itu tidak bisa lihat. Jadi kita mah udah biasa saja susah, udah biasa berkekurangan. Udah biasa saja begitu. Iblis tutup.  Iblis datang  untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan tapi Aku datang untuk memberikan hidup yang berkelimpahan. Tapi kita nggak pernah ngalami. Kenapa janji Yesus ini tidak pernah kita alami hidup limpah. Kenapa kita tidak alami hidup limpah ini ? Bukan salah Tuhan! Haleluyah! 

Kalau saudara kolekte,  biasakan pilih uang yang bagus yang baru karena pemerintah nyetak baru terus. Jangan yang busuk yang bau terasi yang sudah 3/4 saudara taruh dikantong kolekte. Saya mah tidak pernah ngitung. Saya tdk pernah tahu berapa kolekte berapa perpuluhan kecuali orang kasih sama saya langsung. Sudah bertahun tahun saya tidak pernah tahu dan tidak mau tahu dan aku tetap hidup berkelimpahan tanpa kolekte dari Cianjur. Jangan saudara anggap saya sebagai pribadi hidup dari kolekte Cianjur. No. Saya hidup dari Tuhan. Tuhan saksinya. Yang jemaat dari Cianjur sudah kasih cukup untuk RT keluarga saya. Tapi saya sebagai pribadi ini itu sudah Tuhan pakai banyak tangan banyak cara. Itu sebabnya saya ingin  bagi kepada saudara. Saya cerita ini bukan karena saya kekurangan tapi karena sudah limpah  saya cerita ini.  Belajarlah saudara membawa persembahan itu dari rumah sudah dipersiapkan. Tuhan saya mau kebaktian sebentar. Persiapkan persembahan saudara. Dibungkus atau kalau tidak dipersiapkanlah. Jangan mau kolekte sibuk  karcis bioskop masuk. Jangan. Belajar mental berkelimpahan. Orang yang ngomong halleluyah tapi tidak memberi berkelimpahan awas tuh sudah dicatat sama Tuhan.

Di Surabaya ada satu pemuda umur mungkin 38 tahun. Letak jantungnya nggak betul. Umpamanya kalau jantung kita semua begini letaknya, dia punya letaknya agak lain. Nggak  normal. Dia punya istilah waktu dia bersaksi jantung saya dipasang sama Tuhan baru karena  orang lain mah begini dia punya mah begini. Dia punya kekayaan tanahnya saja 5 x Kelapa Gading. Anak Tuhan. Masih 38 tahun. 5 x Kelapa Gading. Tapi waktu dia saksi begitu orang lain yang saksi bukan dia tapi dia waktu  bersaksi saya bilang tidak heran. Tidak heran kalau saya dengar kesaksian. Karena apa saudaraku?  Dia diundang disatu desa untuk beri kesaksian. 16 Agustus dia harus bersaksi disatu desa satu gereja kecil. Tapi tiba tiba dia diundang oleh Pak Harto waktu itu Presiden untuk datang di Istana Negara. Itu orang-orang pedagang bisnisman saudaraku,  itu tunggu undangan dari Istana.  Itu kebanggaan mereka. Kalau sudah dapat undangan dari Presiden waduh, semua dibatalin untuk datang ke Istana. Tapi dia balas minta maaf tidak bisa datang ke Istana karena saya diundang lebih dahulu oleh Bapak saya dari Surga untuk memberi kesaksian di satu jemaat yang kecil  di desa. Maka saya katakan tak heran Tuhan berkati dia. Karena dia berani tolak Presiden punya undangan, hanya untuk bersaksi di satu gereja kecil. Nah, kita bisa nggak gitu? Kita kalau sudah mau ke gereja jam 5.00 ada family, barang datang,  jadi moal ka gereja? Aduh,  ko Yoyo oeh teh edek ka gereja barang datang. 

Tadi pagi saya bicara mengenai seorang pemain golf. Saya waktu main golf dikasih tahu musuhmu main bagus main jelek kamu jangan ada urusan sama dia, urusan kamu, kamu  main sebaik-baiknya. Dia curang ngitung atau tidak curang bukan urusan mu, urusan mu kamu jangan curang main. Orang itu curang main sudah jangan masukan dalam  hati supaya permainan kamu tidak rusak. Main saja sendiri. Si Caddy menjengkelkan jangan taruh dalam hati - namanya saja caddy. Sudah, kamu main sebaik-baiknya. Saya belajar banyak. Sudara-saudara, saya tdk heran saudara ini 38 tahun diberkati Tuhan luar biasa karena dia nomor satukan Tuhan, nomor satukan Yesus, kebaktian, nomor satukan  doa, nomor satukan Dia, nomor satukan Yesus. Makanya nggak heran. Bisnisnya itu nggak seret gampang semua  lancar. Karena apa? Dia nomor satukan Tuhan,  prioritaskan Tuhan. Kalau kita prioritaskannya  diri kita sendiri, prioritaskan kesibukan diri kita sendiri, ya saudara-saudara  Tuhannya  no 16, Tuhan juga bikin kita no. 16.  

Jadi saya punya pengalaman begini, ya saudara. Mungkin barangkali bisa sama siapa tahu. Saya nggak minta ini nggak minta itu sama Tuhan. Pokoknya mah saya kerja saja. Saya kerja kerja kerja saja. Pan Dia saya punya Boss. Tuhan itu saya punya Boss. Boss saya kan nilai saya punya kerja sampai di mana. Bener apa nggak.  Ngelantur atau nggak Boss saya yg nilai dong. Kan saya kerja buat Tuhan.  Orang mau nilai ini mau nilai itu sebodo amat. Itu urusan saya main golf dalam hal rohani. Saya tidak mau pusing. Orang mau muji, orang mau ngolok, orang mau jengek, orang mau mereupan sabodo amat. Itu urusan dia. Tapi saya mau berkenan di hadapan Boss saya.

Kalau Boss saya memberkati saya tentu saja Dia ada penilaian tertentu. Nggak mungkin Tuhan memberkati seseorang yang malas, yang  tidak mengutamakan Tuhan. Itu pengalaman saya.  Begitu saya tidak mengutamakan Tuhan, berkatnya itu tidak ada. Tapi begitu saya menomor satukan Tuhan lagi,  apa -apa Tuhan,  sedikit sedikit Tuhan,  eh dia datang lagi.  Prinsip saya itu: Allah kita memberi berkat  dengan limpah. Allah kita memberi kebaikan yang limpah. Ayat yang lain berkata: Kemurahan Mu itu limpah. Anugerah-Nya limpah.

Banyak kalau saya mau bicara  mengenai kelimpahan. Banyak sekali. Mata saya karena usia fokusnya sudah berubah. Kalau saya buka kaca mata saya, saya tidak bisa lihat yang duduk dibelakang. Bisa lihat orang tapi bentuk hidungnya, bentuk apanya saya nggak bisa lihat. Begitu juga yg dekat saja saya bisa lihat ngegebleg saja tulisannya. Ini ada dua. Jadi kalau saya pakai kacamata ini, saya bisa lihat - jelas,  kalau saya buka saya tidak bisa lihat.  Tapi kalau pakai kacamata saya bisa. Nah, saudara-saudara kita musti pakai kacamata FA untuk  menilai Tuhan. Jangan menilai Tuhan tanpa kacamata FA. Kabur.   Tuhan itu baik. Apa betul ? Kabur. Tuhan itu memberi berkat limpah. Apa benar ? Kabur. Coba pakai  kacamata Firman. Oh, terbuka. Itu terbuka. Ini terbuka. Semuanya terbuka. 

Dirumah kita ini harus menghemat air. Air ledeng diminta supaya tidak dipakai cuci tangan, cuci piring, cuci pakaian. Kalau cuci tangan saya minta coba airnya sedikit saja cuci tangan cepet-cepet saja, jangan airnya wrrrr. Di wastafel itu kalau cuci pisau jangan seenaknya sambil ngobrol pisau dicuci air wrrrr karena airnya itu lagi kurang cepet habis. Tapi sekarang sudah diperbaiki. Kita pasang tower tinggi tinggi kita pasang berapa 500 liter air apa 1000 liter saya nggak tahu pokoknya dari itu Tuhan punya berkat itu sumur tidak bisa kering-kering. Dipompa dari sumur keatas dan dari atas diturunkan kepada seluruh. Sekarang karena sudah banyak airnya nggak usah saya teriak-teriak lagi nggak usah cuci muka mandi  gejebur ge edek guyang ge sabodo teuing. Airnya banyak. Ada haleluyah, saudara-saudara? 

Nah, sekarang Tuhan kita itu limpah. Jangan kaget saudara ada satu ayat luar biasa dalam Kitab Ulangan  

8:1 "Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup dan bertambah banyak dan kamu memasuki serta menduduki negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu. 
8:2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. 
8:3 Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN. 
8:4 Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini. 
8:5 Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya. 
8:6 Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia. 
8:7 Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung; 
8:8 suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya; 
8:9 suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apapun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga. 
8:10. Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu. 

Ada haleluyah, saudara saudara? Tuhan ingin memberi saudara kenyang supaya kita bisa memuji Tuhan. Lihat kebaikan Tuhan. Berkat-Nya limpah. Kebaikan-Nya limpah. Engkau makan  roti nggak usah hemat-hemat. Coba beli roti di toko roti. Suruh aja pembantu kita. Dia mah tidak ngerti beli roti dikasih mah roti yang kemarin. Da nggak laku tea. Kalau di negri Belanda mah roti yang kemarin sudah tidak dimakan. Dibungkus bungkus kirim ke Afrika. Orang Belanda nggak makan roti yang kemarin. Kita masih makan da ngeunah komo dicocol kinca duren mah tambah lama tambah nikmat. Tapi orang Belanda tidak makan roti yang kemarin. Makan hari ini ada sisa berapa? 8 potong? Bungkus,  kirim ke Afrika. Kumpul. Jadi tiap hari itu ber kontainer-kontainer roti dikirim ke Afrika orang yang kelaparan itu. Dari orang-orang Kristen di Belanda. Tuhan itu menggenapi janji-Nya.  Bukan royal, bukan bukan. Saudara hidup limpah itu bukan royal teu pararuguh. Limpah. Hayang naonnya eh aya we duit teh. Hayang beunghar aya. Hayang meuli ieu aya.

Sekarang mah pan zaman  ketat. Perempuan juga pakai celana sampai ketat sekali.  Itu teh kurang bahan. Kalau orang kelimpahan mah jangan ketat-ketat  da limpah urang mah. Beli bahan yang leuwihan saeutik. Tong ketat-ketat teiung. Da duit loba. Kita mah punya bahan banyak. Ngan tong loba-loba teuing mani siga  seprei. Tapi maksud saya saudara  kita ini hidup dalam kelimpahan. Ada halleluyah saudara ? Baik sekali Tuhan. Aku ini seringkali salah diartikan. Orang datang padaKu itu seringkali takut-takut. Lihat anak terhilang. Takut-takut. Ya Bapa jadikan saja saya si Cecep saja, jadikan saja aku pembantu rumah tangga saja. Oh, bapanya limpah. Bikin pesta. Kasih sepatu baru, kasih cincin,  pakai baju baru, bikin pesta. Kakaknya marah marah. Saya nggak penah dikasih anak kambing. Eh.  Bapanya bilang, semua milikku milik kamu. Limpah.

Saya punya ibu angkat dulu di Canada. Dia pernah kirim saya uang untuk beri motor Suzuki dulu, dia yang  belikan saya dari Canada. Ini ibu angkat saya saya tulis surat bilang terima kasih kita di dalam Tuhan bisa memberi. Dia balas begini. Sebelum kamu memberi,  belajar dulu kamu menerima dari Tuhan. Belajar dulu kamu menerima bahwa Tuhan itu  - He is a giver. Dia seorang pemberi yang luar biasa. Dan nanti kalau sudah terbuka matamu bahwa Ia seorang pemberi yang luar biasa, baru nanti matamu bisa  terbuka engkau  ingin  seperti Yesus. Engkau ingin juga memberi. Sekarang belajar dulu terima dari Dia. Nanti kalau saudara sudah lihat waduh ini berkat Tuhan begitu besar, saudara ingin  memberi. Saudara ingin seperti Yesus. Masa saya menerima terus. 

Seringkali  kalau sembahyang  bedston begitu berlutut: Oh, Tuhan, Engkau tolonglah saya, Engkau tolonglah  peternakan saya, Engkau tolong ayam petelur saya, ayam pedaging saya, anjing-anjing peliharaan saya si Bleki  dan si Bronce Tuhan, Engkau tolong anak saya, cucu saya  saya saya saya ...ngai ngai ngai wo wo wo - semuanya saya. Tapi nanti kalau saudara sudah di dalam Tuhan: Oh, Yesus terpujilah nama Tuhan. Nggak mau minta, maunya memberi.  Haleluyah. Terpujilah Tuhan.  Glory Yesus. Haleluyah.

Dulu  di Beiji saya jadi staff, sekarang ada satu hamba Tuhan, sekarang sudah jadi Gembala Sidang, namanya Matios Pontoh. Dia kalau sembahyang siang 3 jam. Adiknya Om Mandey itu Robby Mandey satu kelas.  Dia panggil Mateos. Mateos aku itu kalau sembahyang 10 menit sudah bingung mau ngomong apa lagi sama Tuhan. Nggak ada bahan lagi habis.  Kamu itu 3 jam ngomong apa saja sama Tuhan. Dia bilang ah saya nggak ngomong, saya nggak minta, saya cuma puji Tuhan. Memang gitu saja doanya.  Dia duduk di aula: Glory. Haleluyah Yesus. Manis Engkau. Terpujilah nama-Mu.  Haleluyah. Nggak minta lagi. Tapi satu kali dia siram kembang,  dia bilang sama Pak Robby Mandey ini: 'Aduh sudah lama nggak hujan ya, saya mau minta sama Tuhan mau minta hujan'. Ketawa ini Robby. Ah, kamu mau minta hujan, wong lagi musim kemarau kering begini minta hujan. Dia masuk kamar dia berdoa. Setengah jam dia berdoa hujan turun, merinding dia. Robby Mandey merinding. Saudara-saudara memang sekarang  belajar dulu kita. Haleluyah. Sembahyang apa. Tapi  nanti  lama-lama  kalau  sudah kita dalam di dalam Tuhan kita udah nggak  minta lagi.  Kita memberi. Ayo. 

-- o --   

Minggu, 09 September 2001

Seperti apa Orang yang Dekat dengan Tuhan 

Haleluya! Formula seperti apa orang yang dekat kepada Tuhan, Alkitab punya tanda, dia otoritas tertinggi. Jadi kalau kita pakai omongan manusia, dia dekat sama Tuhan, dia dekat sama Tuhan, kita ngga kaci. Kita musti pakai Firman Allah. Nah, Firman Allah punya tanda, punya otoritas, seperti apa orang yang dekat sama Tuhan itu. Maka saya akan beri empat atau kalau nanti cukup waktunya, lima, saya akan beri seperti apa orang yang dekat kepada Tuhan itu. Yang pertama dalam Mazmur 145, kita akan membaca, apa yang dikatakan Firman tentang orang yang dekat kepada Tuhan. Mazmur 145:18, kita akan membaca bersama-sama, dua, tiga: 

145:18 TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Kalau ayat 18 itu hanya sampai bagian pertama saja: Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepadaNya. TITIK. Jadi orang yang berseru kepada Tuhan itu telah dekat, ayat ini akan berlawanan dengan ayat dalam Matius 7, yang berkata : Bukannya orang yang berseru-seru kepada Ku akan masuk di dalam Surga, tetapi hanya orang  yang melakukan kehendak Bapa Ku di Surga. Untung ayat ini tidak berhenti di sana tetapi dia ada kelanjutannya, ayat 18 b, pada setiap orang yang berseru kepadaNya dalam, apa saudara-saudara? Kesetiaan. Ini tanda pertama orang yang dekat sama Tuhan, itu dia punya kesetiaan. 

Jadi bukan saya, bukan manusia, bukan pendeta, bukan rasul, bukan nabi, Firman Allah bilang. Orang yang dekat kepada Tuhan, Tuhan dekat kepada orang yang berseru kepada Dia dalam kesetiaan.  Kesetiaan ini barang langka sekarang, saudara-saudara, cari sekarang rakyat yang setia betul kepada cita-cita proklamasi kemerdekaan, itu sudah jarang. Buktinya nih, korupsi ngga bisa diberantas, koruptor belum ada yang diseret ke pengadilan, dijatuhi hukuman, belum ada sampai sekarang. Bayangkan, saudara, hutang kita sudah dari tiga ratus trilyun sekarang sudah meningkat seribu sekian ratus trilyun hanya dalam jangka dua tahun. Mana uangnya itu, jadi barang apa? Nggak ada! Yang ada jadi mobil mewah masuk, orang yang punya nya ngga ketahuan. Jadi orang yang setia pada cita-cita proklamasi kemerdekaan Indonesia itu, ngga ada, jarang, barang langka. Baru kepada negara, apalagi kepada Tuhan kita setia.

Suami saja harus setia sama istri, baru Tuhan dekat. Kalau suami tidak setia sama istri, arek meureukeudeuweung kumaha oge ngga bisa Tuhan dekat sama dia, karena Tuhan cuma dekat sama yang setia. Yang amin nya perempuan semua. Saya balik, perempuan juga harus setia sama suami, nah itu. Jadi baik suami maupun istri harus semua setia, karena Tuhan nggak mungkin dekat sama kita, kalau kita nggak setia. Bahkan Firman Allah katakan, mana mungkin Tuhan percayakan perkara yang besar, kalau kita tidak setia dalam perkara yang kecil. Jadi hal yang utama yang diberikan oleh Tuhan kepada orang yang setia adalah Dia mau dekat, Dia mau ngedeketin orang yang setia kepada Dia. 

Di Amerika ada orang Tionghoa kawin sama orang Tionghoa, orang Amerika tapi Tionghoa. Saudara tahu Tionghoa biar belo pegimana mata, nama orang Tionghoa tetap ada tanda-tanda sipit, itu ada. Menikah mereka. Sudah beberapa tahun nggak punya anak, eh satu kali, sudah dua tahun engga punya anak, tahun ketiga punya anak. Suaminya kaget, karena anaknya kulitnya hitam, matanya belo, rambut keriting, hidung pesek, bibir tebel, aduh sedih sang suami. Tapi karena dia cinta sama istri, dia nggak  berani nanya, diem aja. Waktu dikasih tahu, ini anak bapa. Di tanya sama suster, mau dikasih nama apa ini anak? Maka dia bilang, saya kasih nama Sam Ting Long. Sam Ting Long itu kalau bahasa Inggris something wrong, ada yang salah. Jadi dia pake nama Tionghoa, Sam Ting Long, sesuatu ada yang keliru. Mana mungkin papa Tionghoa, mama Tionghoa, anaknya jadi negro ? Engga mungkin, saudara! Sam Ting Long. Ada yang tidak setia, haleluya. Biar Tuhannya, Tuhan kita ini  penuh dengan mujijat, nggak mungkinlah, mujijat biar mujijat, papa Tionghoa, mama Tionghoa, anak jadi negro, nggak mungkin, saudara, biar Tuhan ini penuh mujijat, ada haleluya, saudara-saudara? Jadi kesetiaan ini penting. Setia, setialah, setia sampai mati. Seperti Tuhan Yesus setia sampai mati.

Aduh, saya ingat beberapa waktu yang lalu, ada satu siswa dari Palu. Aduh disayang-sayang sama staf, staf juga sayang sama dia, oh dia ini baik, dia ini baik, dia ini sopan.  Sampai kita katanya harus untuk Cianjur. Ditegur sama saya sedikit saja saya tegor, langsung besoknya minta pulang. Hejo tihang ! Susah jadi setia, saudara. Susah menjadi dapat kesetiaan ini. Susah. 

Ini supaya dapat gambaran. Di Jakarta ada satu bibi, dari Jawa diambil, untuk pelihara satu bayi dari satu keluarga. Bayi ini bayi perempuan. Diasuh sama ini pembantu rumah tangga  yang masih umur 30 an  tahun. Diasuh dari bayi. Ini bayi sampai besar sampai sekolah SD, SMP, SMA, sampai perguruan tinggi, berpacaran, sampai menikah, sampai itu bayi yang sudah menikah itu  punya anak lagi diasuh lagi sama ini pembantu. Nyonya Besar yang punya mamahnya dari bayi pertama yang dia asuh itu disebut Nyonya Besar. Itu gaji dari ini wanita pembantu dari Jawa ini dia nggak kasih semua,  dia simpan di BNI dia simpan di tabungan sampai ada 300 juta. Sudah begitu saudara satu kali dia lihat ini pengasuh sudah tua sudah 60 an lebih kasihan matanya sudah mulai lamur.  Panggil saja. Mbok, sini. Dia tidak menikah. Sudahlah sekarang uang  saya kasih 300 juta. Mbok pulang, di sana ada keluarga mau beli rumah tanah  di sana terserah ini uang 300 juta disimpan sudah beberapa tahun dari bayi sampai punya bayi lagi itu bayi. Jadi pulang saja nanti kita antar pakai mobil di mana di Jawa Tengahnya, nanti tahu  sampai saja.

Ngadeprok saudara ini pembantu RT.  Ngadeprok, dia nangis: Nyonya Besar, saya nggak dapat itu uang nggak apa-apa. Saya nggak dikasih  rumah nggak beli tanah pun saya nggak apa apa. Ijinkan saya  berbakti,  ijinkan saya ini melayani keluarga nyonya besar sampai saya mati disini. Saya nggak bisa dipisahkan dari ini keluarga. Saya sudah rasa jadi bagian ini. Maka nyonya besar itu dengan anaknya yang sudah punya anak lagi memeluk ini bibi sambil menangis tiga wanita ini. Kalau begitu bibi kerja disini sudah sampai meninggal. Nah, cari pembantu yang seperti begini susah, saudara. Yang setia yang nggak mikir duit. Banyak pembantu: Neng, kalau bisa mah pinjam dulu gaji yang bulan depan. Walah. Ini saudara-saudara ku, bertahun-tahun dia  tidak tahu gajinya diparoh-paroh dikumpulin, karena induk semangnya juga baik. 

Maka kesetiaan inilah yang membikin hatinya Tuhan  itu saudara-saudara. Saudara yang saya kirim SMS saya kan kirim SMS: Siapa bilang Tuhan itu maha maha bisa?  Tuhan tidak maha bisa. Ada satu yang Dia nggak bisa. Saya kasih ayatnya: Tuhan tidak bisa menyangkal diri Nya. Walaupun kita tidak setia Dia tetap setia. Ada haleluyah? Nah, kalau Yesus itu setia tentu saudara, Dia akan dekat kepada  yang mirip-mirip Dia sifatnya. 

Ayo kita bicara tentang Raja. Raja Saul 40 tahun memerintah - Raja. Daud memerintah 40 tahun - Raja. Salomo memerintah 40 tahun. Semuanya tiga-tiganya Raja Israel. Semuanya memerintah 40 tahun. Kenapa yang cocok dihatinya Tuhan cuma Daud. Itu karena kesetiaan! Sampai Daud itu menyanyi : Kemurahan-Mu lebih dari hidup. Itu dalam bahasa Inggris: Thy loving kindness. Kemurahan-Mu, kesetiaan-Mu. Baca Mazmur itu Daud bicara tentang kesetiaan Tuhan. 

Jadi ini tanda yang pertama. Kalau kita mau tahu ini orang deket sama Tuhan atau ngggak, dia setia. Setia kepada tugas, bisa menempatkan diri. 

Saudara suka nonton sepak bola, kan? Begitu saudara lihat AS Roma bertanding dengan Parma setelah di foto, tukar menukar bendera. Priiit,  semua berlari, menempatkan diri di tempatnya masing-masing. Kiper berdiri dibawah mistar, kanan luar disebelah kanan, kiri luar disebelah kiri, back kanan disebelah kanan, back kiri disebelah kiri, penyerang tengah ditengah, kanan dalam kiri dalam  sudah siap menempatkan diri. Apa yang terjadi bila priiit kiper tiba-tiba menempatkan diri jadi penyerang tengah? Nggak bisa!  Nah,  banyak kita ini nggak bisa menempatkan diri, nggak bisa setia dengan apa yang kita sudah dipercaya sama Tuhan. 

Kita musti belajar setia dengan apa yang Tuhan percaya pada kita. Kebaktian we. Nggak bisa kita datang tepat itu pada waktunya. Yang tepat puji Tuhan,  haleluyah. Murid ko Yoyo. Tapi saudara-saudara,  ada yang suka telat. Yah, masih bisa lah kita dengar Firman. Kita mau dilayani oleh Firman, tapi kita tidak mau melayani Tuhan dengan nyanyian. Mari kita belajar setia. Itu baru yang pertama. Sudah. 

Di Jakarta beredar selebaran   yang diselebarkan  tanpa nama pendeta siapapun beredar  bahwa Yesus akan datang pada tgl 18 September ini, 19 September, dibagi-bagi. Kita mah udah ngerti, kita mah ikut PA, tidak mungkin Yesus datang karena sebelum Yesus datang, 3.5 tahun sebelum Yesus datang, Antikris akan muncul. Kan Antikris belum muncul karena Antikris tidak akan muncul sebelum gereja disempurnakan. Gereja kan sekarang belum sempurna karena masih ada pendeta ditangkap polisi. Nanti kalau gereja sudah sempurna, gereja diangkat ke padang belantara, saudara-saudara ku, baru Antikris turun, 3.5 tahun kemudian Yesus turun, itu nggak usah pake selebaran-selebaran. Aduh, betapa pentingnya, karena Tuhan itu setia kepada janji nya. Tidak ada seorangpun yang tahu kedatangan Dia. Mari kita belajar setia. 

Saudara, saya pribadi lebih menghargai orang atau pengerja yang setia daripada yang pintar. Pengerja banyak yang pinter, tapi saya menilai seseorang bukan dari pintarnya tapi dari setianya.  Buat saya dari situ. Itu karakternya. Dari situ setia. Itu warnanya orang Kristen pertama, pantas Tuhan mau dekat sama orang yang berseru dalam kesetiaan, karena itu karakternya Tuhan, setia. Saya lebih cenderung lebih memilih biar dia pengerja tidak terlalu pandai tetapi setia daripada dia pandai tapi nggak setia. Buat apa ? 

Yang kedua kita baca dalam Injil Matius 3 seperti apakah Tuhan mendekati orang-orang seperti apa di dalam kedekatanNya kepada kita manusia.     

3:1 Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: 
3:2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" 

Saudara yang ikut Family Camp, saudara-saudara sudah tahu Kerajaan Surga, Kerajaan Allah  dengan Rajanya itu satu. Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat. Jadi bagaimana seseorang itu dekat sama Tuhan ? Kalau kehidupannya ada di dalam kehidupan pertobatan. Saya waktu bedstone doa semalam suntuk saya mulai gambarkan beberapa orang jemaat yang sudah tidak hadir lagi. Padahal dulu tua-tua sidang. Dia kaum bapa, pengurus. Jadi ini juga bagi gembala jiwa yang hilang musti diperhatikan ini.  Sudah nggak kebaktian. Jadi saya bawa doa. 

Tuhan mengembalikan biasanya dengan dua cara: Cara yang lembut, kita sadar, bertobat sama Tuhan. Atau kalau kita kita nggak mau bertobat Tuhan pakai cara yang keras. Pukul. Saya harap saudara jangan tunggu dipukul baru kembali. Tapi kita sadarlah, kita bertobatlah. Jadi Tommy Soeharto kalau  menyerahkan diri jauh lebih aman daripada dia ketangkep. Menyerahkan dirilah pasti lebih baik semuanya. Tapi ini sudah kepalang basah, nama sudah jelek, Ibrahim. Tapi saudara-saudaraku, saya punya prinsip begini,  orang sejahat bagaimana masih kok  ada jalan untuk bertobat.Orang yang baik bagaimana dia masih bisa sempat bisa jatuh. Itu sebabnya mari kita mau bertobat. Dan kalau saudara anggap bahwa ah, pertobatan itu untuk jiwa baru. Buat saya mah udah lama sudah 30 tahun ikut Tuhan sudah 40 tahun ikut Tuhan. Masa saya masih perlu bertobat lagi?

Jemaat Efesus di Wahyu masih diharuskan bertobat sama Tuhan,  padahal itu jemaat contoh, jemaat teladan,  jemaat model, masih disuruh bertobat, karena gara-gara jatuh dari kasih mula-mula, tidak cinta lagi kepada Tuhan. Apalagi kita! Mungkin dalam ruangan ini saya ini pendeta adalah yang paling besar dosanya dibanding dengan saudara. Maka kita harus setiap hari itu memerlukan pertobatan. Hati yang selalu bertobat, hati yang selalu bilang: Aduh Tuhan, apa salah saya Tuhan? Perbaiki saya, saya mau hidup  benar dihadapan Tuhan. Daripada kita setiap hari merasa kita ini hebat, kita ini benar. Jangan. Kita lebih baik  tiap hari kita punya perasaan aduh Tuhan apa ada saya salah ini? Saya tidak mau salah dihadapan Engkau,Tuhan. Saya mau punya hati yang bertobat. Hati yang mau berubah.

Ada  2 orang datang di Bait Allah. Yang satu namanya bapa Risi. Parisi: Oh, Tuhan, aku bersyukur kepadamu, karena aku tidak seperti orang-orang lain. Aku bukan perampok, aku bukan pezinah, aku bukan orang lalim, aku berpuasa dua kali satu minggu, aku membawa persepuluhan, dan aku bukan pemungut cukai, seperti orang yang disebelah itu Tuhan. Yang lain pemungut cukai, menghadap keatas saja nggak berani. Dia tepuk-tepuk dada: Ya Tuhan, kasihankanlah saya orang berdosa. 

Apa kata Yesus? Tuh yang belakangan pulang dibenarkan sama Tuhan. Yang pertama biar pakai jubah rumbai-rumbai panjang pakai kemenyan segala, nggak bisa. Karena apa? Karena yang belakangan itu merendahkan diri, dengan hati penuh petobatan. Aduh, saya ini banyak salah Tuhan, kasihani dong saya. Yang satu mah wah, saya Senin dan Kamis berpuasa. 

Maka yang menyenangkan hati Tuhan itu hati yang siap bertobat. Maka Paulus bicara kepada jemaat Korintus: Aku senang kamu susah, kok. Aku senang kamu berduka cita , karena duka citamu itu membawa kamu kepada pertobatan. Bukan duka cita dunia, dukacitamu itu dukacita yang mendekatkan kamu kepada Tuhan.  

Jadi syarat yang kedua karakter yang kedua orang yang dekat sama Tuhan bukan hanya saudara-saudara ku  dia setia, tapi dia selalu mau bertobat.  Nggak akan merasa dia ini  lebih hebat dari yang lain. Mungkin saya banyak kekurangan. Itu hati yang penuh pertobatan.

Yang ketiga: Pilipi 4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! 

Bahasa aslinya: Tuhan ada dekat.  Oh, yang ketiga tanda orang yang dekat  kepada Tuhan adalah orang yang mempunyai hati yang baik. Liang Sim nya baik.  Co Ho Sim. Tapi hatinya  baik ! Hati itu baik. Saya selalu masih suka iseng-iseng suka  lihat koran Kompas minggu halaman ke dua atau kontak jodoh masih suka iseng-iseng pasang iklan: Seorang gadis Katolik agama,  keibuan, baik, melayani, pengertian, mencari jodoh yang baik. Saya belum pernah baca ada yang baca: Seorang wanita bawel, cerewet, mau menang sendiri, tidak mau diperintah suami, mencari seorang suami yang giginya ompong tiga. Semua cari yang baik ! Coba orang beli mobil, orang beli mobil bekas, apalagi mobil bekas diperiksa dulu. 

Tapi ini semua ingin yang baik. Jadi kita semua ingin yang baik. Ternyata Tuhan juga ingin yang baik. Oh, dikatakan: Biarlah kebaikan hatimu itu diketahui oleh semua orang. Eh, Bung Karno dijelek-jelekin. Sudah ulang tahun yang ke-100 mah wangi lagi aja namanya. Memang orang baik. Kalau orang jelek mah biar parakatengteng-parakatenteng da nanceup we, kacleup. Kalau orang baik mah wulih. Soekarno ini, Soekarno itu. Diinjek. Sampai tahun  66. Sekarang mah, orangnya sudah jadi tengkorak, masih saja namanya dibikin cetak duit 100.000 gambar. 

Tapi  yang diinget dari Presiden-presiden  itu apanya, saudara? Kebaikannya. Presiden yang pertama, Bung Karno,  ini suka wanita. Presiden yang ke-2, Pak Harto, takut wanita, Presiden yang ke-3, Habibie seperti wanita, Presiden yang ke-4, Gus Dur, tidak bisa lihat wanita, baru Presiden yang ke-5,  wanita beneran, saudara-saudara. Presiden kita in aneh-aneh, unik-unik. Tapi yang akan dilihat ini kebaikannya. 

Megawati pidato. Diwawancara rakyat, ada yang senang, ada yang nggak. Tapi kalau kita lihat dari ngomongnya, banyak yang senang sama dia. Rakyat kecil itu senang. Di Aceh. Jadi kebaikan hati ini, saudara, aduh,  ini harta yang luar biasa. Saudara tidak akan diingat kalau meninggal, dari kekayaan saudara. Saudara tidak akan diingat dari kepintaran, dari  kehebatan saudara.Tidak. Saudara akan diingat karena kebaikan saudara. Itu sebabnya jadilah orang baik. Berbuatlah baik. Bekerjalah dengan baik. Janganlah jemu berbuat baik. Janganlah jemu berkarya baik. Janganlah jemu berkata baik. Kebaikan hati kita biar dikenal, biar diketahui oleh orang lain. Oh, bapa itu, si enci itu, ya kita  tahu. Dia baik. Kita tahu rumahnya dimana. Tahu. Orangnya baik. Itu menandakan orang itu dekat sama Tuhan. Yesus Engkau baik, sungguh baik, amat baik.

Di Manado saya baru dengar kesaksian ini. Ada banyak kaset khotbah saya dibawa kesana dibagi-bagi. Dibagi-bagi lalu dibagikan kepada seorang istri muda dari  Jendral Polisi. Orang muslim. Saya tidak cerita banyak, susah-susah cape, pokoknya ibu ini tiba-tiba dia percaya pada Yesus dan dia terima Yesus. Anaknya dia masukin sekolah minggu. Suaminya masih di Jakarta. Mabes Polri, ancam dia: Kalau kamu tetap di  kristen,   perusahaan yang kamu punya di Bandung aku ambil. Dia jawab apa?  Silahkan. Ambil saja. Aku sudah punya Yesus. Makanya dia bersaksi: Aku di dalam Yesus itu begini begini. Anaknya diambil satu yang besar dimasukin pesantren sama suaminya. Si anaknya bilang: Di sini mah gelap, saya nggak betah. Lagi di sekolah minggu waktu di Manado senang. Rebutan. Jadi satu ikut Bapa masuk pesantren satu ikut ibu di sekolah minggu. Tapi ini ibu dia bilang begini.  Asalnya biasanya ikut arisan sama ibu-ibu Jendral, olah raga pagi, wawancara, fitness. Sekarang, bedston sama kaum wanita yang lain, tidak kelihatan ibu Jendral nya. Bedstone berlutut, nangis terharu, penuh Roh Kudus. Saya nggak peduli, katanya, perusahaan saya memang cukup besar di Bandung mau diambil lagi sama suami saya karena gara-gara  saya kenal Yesus nggak apa-apa. Tapi suaminya jadi bimbang, karena dia itu orang baik. 

Nah, saudara kita bagaimana? Iman kita itu sampai ke sana belum tingkatannya? Ini kaset rohani ini luar biasa. Nah, KKR saya di Langoan ini jemaat luar biasa. Maka saya bilang ini pasti Tuhan berkati Langoan. Luar biasa. Ini jemaat Langoan ini kota besar, saudara, yaitu kecamatan. Tidak ada bioskop. Masih ada dokar, mobil bisa dihitung jari. Saya dicukur di Langoan. Tukang cukurnya mani ngadegdeg (gemetar), karena dia buka mulut cukur, saya bilang: Pak,  tutup mulut bau rokok. Maaf pak. Kampung, saudara, tapi bikin KKR 25 hari. Orang yang datang jemaat dari luar kota dikasih makan sama jemaat. Kebaktian jam 7 selesai jam 10. Ada yang mau dibaptis-baptis dikasih makan. Tiap hari 25 hari.  Sebelum KKR,  3 bulan sebelumnya, doa semalam suntuk puasa. Kaum muda nya  puasa bukan 1 hari: 3 hari 3 malam. Belum hamba Tuhan yang diundang minta dikirimin tiket. Dari mana-mana pembicara. Ini sudah tahun ke-4. Kita mah Family Camp aja 2 hari, mani harerese. Kita mah nggak keluar uang. Uang yang keluar itu masuk lagi ke mulut kita. Hanya untuk bayar kamar untuk kita tidur. Mani hese. 

Saya bilang sama jemaat mereka: Jemaat ini pasti diberkati  Tuhan. Nah saya punya khotbah direkam, saudara. Dan video rekaman nya mereka kasih sama saya, jadi saya bawa pulang ini dua. Saya mau bikin dulu CD supaya nanti bisa dibagi-bagi. Luar biasa jemaat. Tiap tahun. Kebaikan jemaat ini kesana kemari. Di Indonesia, saudara,  tidak ada gereja besar mana bikin KKR 25 hari. Tidak ada. Cuma ini. Kecamatan Langoan. Tapi pada hari ke-3 saya lihat satu penglihatan. Setelah saya khotbah, Roh Kudus turun, saya lihat satu penglihatan. Saya lihat ada satu kota gedung bertingkat kiri kanan berwana biru semua dan di jalan itu, saudara ku, ada harta yang banyak mas perak tapi aneh berwarna biru dalam penglihatan itu.  Hilang itu penglihatan. Saya ambil mike lagi. Saya pinjam, mereka lagi berdoa.

Saya bilang: Saya minta perhatian. Saya baru lihat penglihatan. Saya lihat satu kota besar dan saya lihat banyak  mas perak harta yang indah-indah yang tidak ada orang ambil. Dan Tuhan suruh saudara ambil. Dan Roh Tuhan kerja lagi. Tapi habis kebaktian selesai, habis makan, gembala sidang ngomong begini: Yang brur lihat itulah vision penglihatan pantekosta pertama dulu pertama yang pendeta-pendeta senior dulu lihat pertama, bahwa mereka melihat ada banyak harta yang besar, yang banyak,  tetapi tidak ada orang  ambil. Dan saya ingin kasih tahu kepada saudara, jemaat itu bilang: Sekarang kami mendapatkan  keyakinan kembali karena pdt Awondatu melihat penglihatan yang sama,  padahal kami tidak pernah cerita kepada pdt Awondatu. Pendeta nya sudah meninggal, sudah lama. Itu penglihatan pertama di Langoan. 

Saya bilang apa itu harta, apa itu kekayaan? Itu kebaikan-kebaikan Tuhan. Saudara-saudara, seperti tadi  kesaksian saudara kalau mau jujur Tuhan itu baik. Tiap hari kebaikanNya banyak. Itu harta yang seringkali kita tidak mau pakai. Kita kaya  dibutakan sama Iblis dari kebaikan Tuhan. Kita dibutakan, nggak mau lihat kebaikan Tuhan. Coba kalau kita jujur, Tuhan itu baik kan.  Ayo  kita lagi di sini, anak  kita  di mana, orang tua kita di mana? Suami kita di mana? Istri kita di mana? Siapa yang jaga mereka? Usaha kita bagaimana?  Kan Tuhan. Kalau lagi tidur ? Tuhan itu baik. Jadi ambillah itu harta kekayaan. Ini yang ketiga. Jadi saya tidak bisa sampai lima. Ini yang terakhir yang ke empat.  Kisah Rasul   

2:25 Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. 

Haleluyah? Tidak ada kata dekat tapi kalau Tuhan berdiri disebelah kanan,  itu kan artinya dekat. Orang sekarang lebih hebat, lebih pintar dari Raja Daud. Kiri kanan ku ada Tuhan. Depan belakang ada Tuhan. Atas bawah ada Tuhan. Di sekelilingku ada Tuhan. Daud mah beda nggak usah kiri kanan. Disebelah kanan saja. Aku lihat Tuhan ada disebelah kanan. Aku memandang Dia. 

Tanda yang ke-4 orang yang dekat sama Tuhan: Matanya selalu memandang Tuhan. Saudara,  kalau saudara pandang manusia banyak salah.  Pandang trus pada-Nya ... Jangan menoleh jalan t'rus ... Jangan pandang salah orang lain ... Pandang saja Yesus.  Kalau saudara lihat saya, saya  banyak kekurangan, saya banyak cacat cela, saya banyak salah. Saudara lihat nabi, saudara lihat rasul, rasul  mana yang nggak ada salah?  Nabi mana yang nggak ada salah?  Ada cacat, ada kekurangan. Raja mana yang nggak keliru? Ada kekeliruan. Tapi kalau kita memandang kepada Tuhan, Tuhanlah yang sempurna. Jadi belajarlah kita memandang Tuhan. Ada cape sedikit,  lelah sedikit, mungkin saudaraku ada  lesu di dalam pekerjaan Tuhan, pandang pada Tuhan. 

Saya selalu ingat itu cerita di Israel waktu mereka dipagut ular tedung karena Tuhan marah. Mereka makan daging sampai daging itu di celah-celah gigi, rakus mereka makan. Daging mentah dimakan. Padahal masak dulu, itu maunya Tuhan. Tuhan marah. Tuhan kirim ular tedung. Dipagut nggak lama mati. Tapi Musa datang pada Tuhan. Tuhan, kalau begini mati semua nih orang Israel. Mata sudah mendelik-mendelik. Tuhan bilang: Coba bikin ular dari tembaga, gantung diatas kayu, suruh yang baru dipagut ular tedung itu lihat itu ular tembaga. Biarpun dia udah mau mati asal matanya masih bisa lihat itu ular tembaga dia hidup. Maka orang Israel yang sudah kepagut ular tedung, sudah mau mati, racun sudah menjalar, tapi Musa bilang lihat ini ulat tembaga. Lihat -  sembuh. 

Ular yang dibelitkan pada kayu itu menjadi lambang Yesus. Tahukah saudara bahwa toko obat apotik  lambangnya adalah ular yang dibelitkan. Buat mereka racun ular jadi obat, tapi buat kita ular yang dibelitkan itu adalah ular tembaga. Tembaga itu dosa yang dihukum, yang dihancurkan. Jadi siapapun kita sudah tidak ada harapan, tapi kalau mata kita masih bisa memandang kepada Tuhan Yesus - selamat. Ada haleluyah, saudara ? Apapun problem saudara pada malam hari ini. Apapun persoalan saudara. Apapun pekerjaan saudara. Apapun yang menjadi saudara punya beban persoalan. Saudara-saudara mau mati rasanya. Usaha-usaha mata pencaharian. Jangan takut. Pandang kepada Tuhan. Pasti Tuhan akan menghidupkan saudara. Mari kita berdiri bersama-sama. Kita masuk dalam Tuhan. Haleluyah. 

-- o --   

Minggu, 23 September 2001

TUHAN AKAN SENTUH KALAU HATI KITA PERCAYA

Saya mau minta perhatian saudara pada sore hari ini. Nah, saya akan membawa satu khotbah yang lain dari yang lain. Saya akan berbicara mengenai seperti apa itu dosa dibebaskan. Efesus pasalnya yang ke 3. Tuhan buka surat Efesus ini kepada saya. Dan kita akan melihat pelan-pelan, jadi semua harus lihat Alkitab baru bisa mengerti ya.   

3:1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah 
3:2 --memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, 
3:3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. 
3:4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, 
3:5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, 
3:6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus. 
3:7 Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya. 
3:8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 
3:9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, 
3:10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, 
3:11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. 
3:12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. 
3:13 Sebab itu aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu. 

Sampai disitu dulu. Saya akan bagi khotbah ini menjadi 2 bagian: Minggu hari ini dan minggu depan. Tapi pada sore hari ini kita mau lihat bagian yang penting. Seperti saudara tahu bahwa penulis dari surat Efesus ini adalah rasul Paulus. Sebelum dia jadi rasul, dia adalah Saulus dari Tarsus. Seorang yang menganiaya jemaat. Dia kejar-kejar orang Kristen, tangkap masuk penjara, bahkan tangannya Paulus berlumuran darah oleh karena dia menjadi saksi dari dibunuhnya Stephanus. Saudara bisa baca nanti dalam Kisah Para Rasul. Dia nonton,  waktu dia belum bertobat,  dia nonton Stephanus, seorang hamba Tuhan, dilempari batu sampai berdarah-darah, sampai mati.  Kejam. Keji sekali. Dan dia pembunuh berdarah dingin ini, Saul sebelum menjadi Paulus, dia bisa nonton tanpa berkedip dengan tidak ada rasa kasihan. Inilah Paulus, yang menulis 85% Perjanjian Baru. Sebelum dia jadi rasul, sekali lagi, dia kejar-kejar orang Kristen, dia masuk ke rumah orang Kristen, ambil orang Kristen. Wanita-wanitanya dimasukkan ke dalam penjara. Suami-suaminya dibunuh. Dikejarlah - bahkan dia minta surat dari Imam Besar - supaya punya cap stempel bisa kejar orang Kristen sampai di Damascus, sampai di Damsyik. Betapa jahatnya orang ini!

Tiba-tiba pada Kisah Rasul 9 saudara nanti boleh baca di rumah, Allah dengan kasih sayangnya melalui Yesus, memukul Paulus ini, saudara-saudaraku,  disebelah jalan ke Damascus ini, jatuh dia dari kudanya, dan dia melihat suatu cahaya yang begitu terang benderang dan dia menjadi buta 3 hari 3 malam. Dia bertanya: Siapakah Engkau Tuhan? Dia tidak kenal. Siapa ini yang bikin jatuh dia. Lalu ada suara dari Surga: Akulah Yesus yang kamu aniayakan, yang kamu kejar-kejar. Dia lalu berdoa: Apa yang aku harus perbuat,  ya Tuhan? Lalu Dia bilang: Aku akan jadikan kamu rasul, dsb. 

Saudara, malam hari ini coba renungkan begini. Apa jasa Paulus, apa karya  rasul Paulus sampai dia bisa dijadikan rasul sama Tuhan? Apakah perbuatan rasul Paulus yang menyenangkan Tuhan gitu sedikit saja sampai Tuhan pilih dia jadi rasul? Nah itu dalam pasal 1 kita lihat: Itulah sebabnya aku ini Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah. Ayat ini agak kurang tepat. Bahasa Inggris dia berbunyi begini: Itulah sebabnya aku ini Paulus, tawanan Kristus Yesus. Bukan yang dipenjarakan karena Yesus, bukan. Dia bilang aku ini tawanan Kristus Yesus, the prisoner of Christ Jesus. Hatinya sudah ditawan! Hidupnya sudah ditawan oleh Kristus Yesus ini. Dikatakan: Untuk kamu atau gara-gara kamu atau demi kamu orang yang tidak mengenal Allah. Kita semua orang-orang kafir. Jadi Paulus diambil,  dipilih oleh Tuhan menjadi rasul, untuk dan karena kita orang-orang yang tidak kenal Allah, orang-orang kafir, dia  dijadikan rasul. Kembali saya tanya, apa kebaikan Paulus ? Apa cengli nya, apa gawenya sedikit saja, apa yang dia buat untuk Tuhan, sampai dia bisa dipilih jadi rasul? Tidak ada!

Saudara-saudara, kalau saya yang ngomong, bo cengli dong. Rasul kok dijelek-jelekin sama ko Yoyo, sama Pak Awondatu. Tapi kita mau lihat, mau dengar kesaksian dari Paulus sendiri. Yang pertama kita lihat di dalam ayat ke 8. Dalam ayat ke-8  Paulus ini bersaksi: Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus. Dia tahu diri. Kepadaku, orang yang paling hina. Saya mau kasih illustrasi begini. Waktu saya undang Gus Dur ke Sekolah Alkitab, pendeta-pendeta GPdI ngoceh. Apa itu Pak Awondatu ngundang-ngundang Gus Dur, ketua NU. Kok, ketua NU yang beragama Islam diundang di Sekolah Alkitab. Mau apa itu pdt Awondatu?

Nah, saya pakai illustrasi gini. Gus Dur tidak pernah bunuh orang Kristen. Gus Dur tidak pernah bunuh pendeta. Gus Dur banyak membela orang Kristen. Saya pernah lihat surat yang ditanda-tangani dia kepada walikota Jakata supaya gereja ini jangan ditutup, gereja ini jangan ditutup, gereja ini jangan ditutup. Toh, saya undang dia masih belum bisa diterima oleh orang Kristen yang lain. Apalagi Paulus, Paulus sudah bunuh orang Kristen, dia sudah bunuh hamba Tuhan, dia kejar-kejar penjarakan orang Kristen. Tapi kenapa kalau kita bicara Paulus, tidak ada yang protes? Kalau kita bicara dari Gus Dur, banyak yang protes. Padahal Gus Dur sama Paulus, bejatan Paulus. Gus Dur kan nggak pernah kejar orang Kristen. Boro-boro kejar orang Kristen, kan jalan pun dituntun dia, tidak bisa lihat, bagaimana dia kejar orang Kristen. Tapi dengan pengaruhnya justru dia bela orang Kristen. 

Kedua kali saya undang lagi Gus Dur, bicara di depan 600 pendeta di Cipanas, Jawa Barat dan DKI. Orang pendeta nya datang, tapi yang datang juga ngomong, ngoceh: Awondatu ini apa-apaan. Mereka tidak tahu visi saya. Waktu itu banyak gereja dibakar. Banyak gereja dilempari. Tidak bisa ijin bangun gereja. Dan rata-rata diseluruh Indonesia ini NU. Jadi kalau ketuanya saya bawa, kalau ada apa-apa, kita bisa hubungan dengan ketuanya, dan betul terjadi ini. Siswa-siswa angkatan itu berfoto bersama dengan Gus Dur. Fotonya sudah jadi dibawa ke ladang Tuhan. Dia ketemu cabang NU,  ini kenal nggak ini ? Wah, itu ketua saya. Kok, bapa bisa difoto sama itu. Saya saja disini di Kalimantan belum pernah jabat tangan sama dia. Kok bapa bisa difoto. Cerita gini gini gini.  Bapa saya datang ini lagi bangun gereja. Dibantu. Itu maksud saya, akhirnya dibantu. Tapi kembali pada cerita ini. Gus Dur saja saudaraku susah diterima padahal dia  nggak pernah bunuh orang Kristen. Nggak pernah bunuh hamba Tuhan. Apalagi Saulus. Ini bisa membuat kita nggak gampang-gampang kritik orang. Nggak gampang-gampang kritik siapapun juga karena kita lihat cerita ini. 

Yang ke-2 kesaksian Rasul Paulus kita mau lihat dalam Filipi, nanti kita kembali kepada Efesus. Filipi pasal 3, tiga lembar saja kebelakang, Filipi pasal 3 kita membaca ayat ke-5 terlebih dahulu: Disunat pada hari ke delapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, tentang kegiatan aku penganiaya jemaat. Dia bersaksi, dia ngaku. Dia ngaku, dia punya salah, saya nih suka nganiaya jemaat, dulu, sebelum kenal Tuhan Yesus. Tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. Sampai disitu dulu. Ini kesaksian Paulus yang kedua. Aku penganiaya jemaat. Belum kita, belum, belum puas. Kita mau dengar kesaksian Paulus yang ke tiga dalam 1 Korintus 15 saudara-saudara, kita akan melihat apa yang dia katakan mengenai kebangkitan Yesus, ayat 5: 

15:5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. 
15:6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. 
15:7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. 
15:8 Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya. 

Perhatikan ayat 9:
15:9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.

Sudah tiga kesaksian Paulus. Yang terakhir, sekali lagi kita mau dengar kesaksian Rasul Paulus dalam surat 1 Timotius 1. Saudara musti buka ini karena saudara harus mengerti hal ini, supaya saudara bisa mengerti kebaikan Tuhan, ayat 12:

1:12 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku-- 
1:13 aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman. 
1:15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. 
1:16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya.

Bisa bilang haleluyah? Ini kesaksian yang dikatakan oleh Paulus. Maka saya bingung, kalau ada orang  nyanyi di kebaktian, tepuk tangan tapi mulutnya ngga nyanyi. Paulus ini, sampai dia ngomong, aku ini penganiaya jemaat, aku ini penghujat, aku ini ganas, aku rasul yang paling hina, aku anak guguran, aku orang yang paling berdosa, tujuh kali dia bilang ini. Jadi kembali yang saya tanya tadi, apa kebaikan Paulus ? Kembali kepada Efesus 3, apa kebaikan Paulus sampai Tuhan memilih dia jadi rasul? 

Efesus 3, jawabannya apa saudara? Apa kebaikan Paulus? Tidak ada! Saya tidak usah baca satu lagi kesaksiannya dalam Roma pasal 7, ada  satu ayat yang berbunyi: Di dalam diriku tidak ada sesuatu yang baik, Paulus bilang. Jadi begini sekarang, saudara beli kembang tentu yang bagus, beli pisang milih yang bagus, mau beli nomor handphone, beli nomor yang bagus, beli sepatu, sepatu yang bagus, beli baju, baju yang bagus, beli rumah, rumah yang bagus, kita pilih sekolah untuk anak-anak kita, sekolah yang bagus, cari orang yang pasang ini pasang itu semua kita pilih yang bagus. Tidak pernah kita akan memilih yang rusak. Kita beli mobil, beli yang bagus. Nah Tuhan mah nggak begitu. Justru Tuhan ini pilih yang rusak, seperti Paulus ini, aku yang bejat, penghojat, penganiaya jemaat, paling besar dosanya, aku yang paling hina, dipilih menjadi rasul untuk orang-orang kafir, termasuk saudara dan saya. 

Saudara sudah bisa melihat gambarannya sekarang? Seorang rasul yang hebat itu dipilih justru bekas pembunuh orang Kristen. Betul itu nyanyian berkata, Anugerah heran sungguh indah selamatkan orang dosa, dulu aku buta - sampai dia tidak tahu dia bunuh orang Kristen demi agama, serta kutersesat, sekarang balik dan lihat. Sampai dia bilang, aku yang paling banyak dosanya ini, yang paling besar kesalahannya ini, tetapi aku sudah dikasihaninya, katanya, aku sudah disayangnya oleh Tuhan. Itu sebabnya saudara-saudara, jangan sia-siakan kasih sayang Tuhan, kita diselamatkan oleh karena anugerah, oleh karena kebaikan Tuhan, nggak ada yang baik dari kita, saudara-saudara. Dia pilih kita. Saya ulangi, tidak ada jasa satupun dari Paulus sampai dia jadi rasul, nggak ada, cenglinya, nggak ada. Tuhan angkat. Ayat yang ke-3:

3:3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. 
3:4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, 

Bahasa Yunani mengenai pengertian ini dipakai kata sunesis. Sunesis itu sama seperti orang beli komputer. Orang beli komputer, dia cuma tahu nyalain, on, dia belum tahu bahwa dalam komputer itu bisa bermacam-macam, dia bisa simpan ini. Seperti orang beli handphone. Ada orang beli handphone tidak bisa kirim SMS, tidak bisa terima SMS, SMS itu bisa disimpan. Ada satu saya punya anak rohani yang saya baptis di Bandung, dia bilang, semua SMS yang dari Ko Yoyo saya simpan dalam satu handphone, semua. Karena handphonenya bisa simpan SMS banyak. Semua saya simpan disitu, saya simpan lagi di tempat lain. Ada satu ibu rumah tangga di Jakarta, semua SMS dari Ko Yoyo saya catat di buku, nanti sudah satu tahun, saya mau bukukan, mau cetak. Itu ada yang tidak tahu, ada yang cuma tahunya telephone sama terima, matiin. Ngisi, ngisi voucher aja ada yang engga bisa. 

Banyak orang begitu juga dalam kekristenan, dia cuma tahunya masuk Kristen aja. Dia ngga tahu, bagaimana, bahwa di dalam kekristenan itu ada kekayaan, ada penghiburan, ada kemenangan, dia ngga tahu. Nah, inilah yang dikatakan sunesis, diberi pengertian: Oh, di dalam Tuhan ini begini, oh di dalam Tuhan ini. Siapa yang kasih sunesis ini? Yesus! Kalau Yesus ngga kasih tahu, tetap aja Paulus jadi pembunuh orang Kristen. Yesus kasih tahu: Hei, ini Aku, Tuhan yang kamu kejar-kejar, kamu kira Yesus itu, kamu kira orang Kristen itu salah? Tidak! Ini Aku, Yesus yang kamu kejar-kejar. Maka sampai dia bilang, aku ini tawanan Kristus. Saya nih cuma berdoa begini sama Tuhan, duh Tuhan, kiranya jemaat saya semua di Cianjur, semuanya boleh merasa jadi tawanan Kristus Yesus. Kalau orang sudah jadi tawanan Kristus Yesus, kemana Yesus pergi, dia ikut. Apa yang Yesus mau, dia buat, karena sudah tawanan, sudah disayang, sudah dicinta oleh Tuhan. 

Coba Tuhan bagaimana kurang perhatiannya, saya punya mertua ke Amerika, sendirian. Kita lepasnya juga grogi-grogi, umur 70, perempuan, bongkar, tas-tas semua pada dibongkar katanya, aduh. Di Singapur harus keluar dulu gimana? Saya udah mikir gimana, tapi ada anak satu di Singapur yang akan ke Amerika sama-sama, dia tadi telephone. Heran katanya, begitu masuk di pesawat ada anak Ko Tiong An yang dari Sukabumi mau sekolah ke Amerika, kenal, ngobrol, tas dibawain sama anak muda. Jadi yang umur 70 tahun teh angkat ngagandeuang bangun taya karingrang, mojang priangan. Dari mana, saya ngga tahu Ko Tiong An punya anak mau berangkat pada tanggal yang sama, dengan pesawat yang sama? Sampai disana, Pendeta dari Bethani yang saya engga kenal, ngurusin ini mertuanya Pak Awondatu, diurusin sampai ke Portland.  Sendiri bisa sampai. Nah, banyak orang muda suruh ke Amerika, 3 orang saja takut. Ini nenek-nenek sendirian. Sampai saudara. Bukankah itu kasih sayang Tuhan? 

Nah, kasih sayang Tuhan ini sama kepada saudara dan saya juga. Saudara,  Paulus tidak lebih baik dari kita. Kitapun tidak lebih baik dari Paulus. Kalau Tuhan sayang sama Paulus, Tuhan juga sayang sama kita. Kalau Tuhan bisa pakai Paulus, Tuhan juga bisa pakai saudara. Tuhan juga bisa pakai kita. Dia bisa pakai kita. Jangan saudara bilang aduh, saya nggak ada bakat.  Paulus juga tidak ada bakat. Dia mah bakatnya membunuh, membunuh  orang Kristen. Tapi Tuhan robah menjadi rasul pilihan Allah. S'karang bebaslah. Kalau lagu ini Paulus tahu mungkin dia nyanyi tiap hari.  Bebas oleh darah Yesus. Saudara bisa nyanyi ini dengan semangat tapi bisa keluar air mata.  S'karang bebaslah Bebas oleh darah Yesus. Dia sucikan gnap dosaku Dia sucikan gnap jiwaku. Dengan penuh kemenangan kita bernyanyi Skarang bebas Oleh darah Yesus. Iblis nunjuk-nunjuk: Ah, kamu masih orang berdosa. Tidak! Sekarang aku sudah bebas di dalam Yesus. Iblis bilang kamu berdosa. Tidak! Aku sudah bebas dalam Yesus. Iblis bilang oh, tahun begini tahun begini kamu sudah berdosa. Sama kan Paulus juga berdosa. Tapi begitu kita ketemu Yesus, Yesus dengan darahNya cukup menyucikan kita dari segala dosa. Itu sebabnya jangan kita melupakan, kita harus menghargai korban dari Tuhan Yesus Kristus. 

Kita kembali kepada Efesus. Kita akan lihat ayat 5

3:5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, 
3:6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus. 
 
Dengar baik-baik saudara! Banyak yang saya kenal sebelum kenal Yesus. Saya agama Budha. Saya agama Hindu. Saya agama ini, saya agama itu. Kristen itu satu hal yang baru bagi mereka. Ayat ini berkata: Angkatan dulu tidak diberitakan! Jadi keselamatan tentang Yesus memang tidak dimengerti oleh angkatan-angkatan dulu. Kebudayaan yang paling tua di dunia adalah kebudayaan Tiongkok, kebudayaan Chinese. Dia 2.500 tahun dibelakang. Jadi dalam tahun Masehi, dia 500 tahun sebelumnya. Confucius masih hidup, dia didatangi oleh seorang murid. Murid dia bertanya sama sang Confucius ini: Guru, apa yang akan terjadi sesudah kematian, dibalik kematian?

Confucius bilang begini: Mengurus hidup saja sudah susah, apalagi kita mengurus sesudah kematian! Tetapi kalau kamu mau tahu tentang hidup setelah kematian, tanyalah kepada orang yang akan lahir 500 tahun setelah aku! Kalau kita lihat sejarah gereja, sejarah hidup manusia, Confucius hidup 500 tahun sebelum Yesus lahir. Jadi yang dia bilang itu betul. Kalau mau tahu hidup setelah mati, tanya kepada orang yang 500 tahun akan lahir sesudah aku. Setelah 500 tahun Confucius mati, 500 tahun kemudian Yesus lahir. Karena kebudayaan Chinese, Tiongkok itu 500 tahun lebih dulu dari kebudayaan-kebudayaan yang kita tahu sekarang,  termasuk kebudayaan dari Yahudi. 

Nah, tentu saja mereka sukar menerima Yesus. Tidak mengerti. Buat mereka ada agama. Agama kami Budha, agama kami ini, agama kami ini. Termasuk mertua saya. Mertua saya ini sembahyang  tuhan allah satu hari 3 kali. Agama cungcungcep ini. Ngacung ngacung nancep. Itu saudara-saudaraku, ya. Saya tidak pernah ngajak: Pih, ayo ke gereja, pih, dibaptis. Nggak pernah! Karena dia punya perbuatan jauh lebih baik dari kebanyakan orang Kristen. Ia tidak pernah kua bo orang, dia tidak pernah menghina orang. Dia ketua pengurus Budha disini. Jadi saudara-saudara tahu bahwa 500 tahun setelah Confucius, barulah Yesus lahir.

Jadi kalau kita mau cengli nya, kalau kita mau mengikut Confucius terus, mau nurut sama dia, tanya sama yang lahir 500 tahun setelah aku, yaitu Yesus. Maka orang yang ikut Confucius terima Yesus itu jauh lebih gampang daripada agama lain. Apalagi agama Hindu. Hindu merasa paling tua dia. Tidak diberitakan kepada anak manusia keselamatan itu. Baru melalui Roh nya sekarang dinyatakan kepada rasul-rasul dan nabi-nabi nya yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi karena berita Injil turut menjadi ahli waris. 

Coba saudara, kita orang kampung, orang kampungan, orang buangan, orang outsider dijadikan pewaris, ahli waris. Coba saja saudara-saudara dijadikan ahli waris. Waktu papa saya meninggal, ada orang Manado datang. Itu papa mu ada kebon kelapa katanya di Manado. Ini oma Tidong bilang  ini opa Yohan ini jadi ke Yan Awondatu. Yan Awondatu sudah meninggal kamu Yo, kamu adalah yang dituakan dari seluruh keluarga Awondatu, Yohanes Awondatu paling besar, paling tinggi. Itu gimana kebon kelapa ini? Si oom nya yang datang ini belum ada kerjaan. Buat oom saja, saya bilang. Buat oom saja. Ah, saya nggak ada harap, saya cuma ngasih tahu saja. Buat oom saja, mau jual jual saja. Urus saja sendiri. Surat-surat bagaimana? Tanda tangan. Nggak usah tanda tangan. Oom urus saja sendiri. Itu kebun kelapa ambil, ambil saja.  Saya punya Kebun Kelapa di Bandung. Stamplas bus. Nah, kemarin ketemu di Manado, waduh, dia peluk saya, Yo, peluk, sudah dapat kebun kelapa. 

Kenapa? Karena saya mah nggak mau rebutan yang begitu begitu. Ya, buat keluarga, silahkan, ambil saja, ambil. Karena saya sudah punya saya jadi ahli waris. Bersama dengan orang percaya yang lain ahli waris dari Kerajaan Surga. Ada haleluyah, saudara ? Aku ini orang kaya. Saudarapun orang kaya.  Jangan suka miskin-miskin diri. Jangan. Jangan suka rendah-rendahkan diri. Waduh kita ini Biar saya miskin disini - Jangan nyanyi itu lagi - Asal kaya di Surga. Aduh, jangan, jangan. Apalagi nyanyi itu pakai kegerakan. Gimana ya kegerakannya. Kancing 3 dan ke 2 dibuka. Biar saya miskin di sini. Nongton bujal. Asal kaya di Surga. Jangan. Kita ini ahli waris dari Kerajaan Surga, saudara-saudara. Oleh karena Kristus kita dijadikan pewaris, padahal kita ini orang buangan, sekarang pewaris. Ini yang dikatakan oleh berita Injil ayat ke 6 yaitu bahwa orang bukan Yahudi saudara dan saya karena berita Injil turut menjadi ahli waris dan anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.

Ayat 7: Dari Injil itu aku telah jadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan Kuasanya. Ayat 3:8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 

Saudara mau mikir apa sekarang? Kekayaan Kristus berapa? Saudara pikir-pikir saja. Kira-kira berapa? Saudara pikir saja. Kalau saudara duga, ini ayat bilang, dia tidak terduga. Jangan saudara pulang dari tempat ini dengan susah hati. Kita punya Tuhan adalah Tuhan yang kaya, yang kekayaannya tidak terduga. Ada haleluyah, saudara? Jangan kita takut. Jangan kita bimbang. Jangan kita bingung. Haleluyah. Kekayaan Kristus tidak terduga justru diberikan kepadaku, katanya Paulus yang  paling hina. Apakah ini tidak membuat kita lebih cinta, lebih sayang kepada Tuhan Yesus. Yang paling hina, orang jahat, pembunuh orang Kristen dipilih oleh Tuhan, dicomot. Ingat itu lagu Yesus mengangkat diriku dari lumpur dosa. Diangkatnya, diangkatnya. Ditaruhkan diatas batu karang teguh. Itu Yesus. Dan b'riku menang slamanya. Baru dia kasih nyanyian. Saudara musti tahu dulu posisi saudara itu dosa kita sudah diampuni. Musti tahu dulu. Kalau nggak, kita hidupnya terus terbongkok-bongkok. Kita mesti tahu dulu dosa kita sudah diampuni. Kita tidak perlu lagi berdosa. Kita sudah bebas oleh darah Yesus.  Itu kasih karunia Allah begitu baik !

Dengar satu cerita. Dengan ini saya mau tutup khotbah saya. Di Amerika ada seorang yang kaya. Dia meninggal. Dia punya anak satu. Bagian harta peninggalan cari-cari dimana wasiatnya, karena dia baru bikin wasiat. Disimpan dimana itu wasiat, tidak ada. Dicari dilemari besi juga tidak ada. Wah, wasiatnya dimana nih. Kekayaan begini banyak. Tidak ada. Tinggal satu pembantu. Pembantu yang sudah tua ini. Dia paling sayang sama anak tuannya ini. Jadi si bagian harta peninggalan bilang: Kamu harus pindah karena tuan kamu sudah meninggal. Anaknya bilang nggak apa-apalah dia tinggal disini. Lalu dia bilang gini: Boleh nggak saya minta satu foto, foto  dari anaknya orang yang kaya ini? Fotonya sudah tua.  Tapi waktu itu masih kecil lagi berdiri anak itu pakai topi lagi kecil. Ini buat saya saja foto ini. Okey. Dia terima itu foto. Dia bersihkan. Waktu dia bersihkan belakangnya ada satu amplop nempel. Dia buka itu amplop. Justru di situ wasiatnya: Semua kekayaan yang di sini, aku berikan kepada orang yang menemukan amplop ini. Justru orang itu menemukan amplop karena dia sayang si anak itu.  Dia menemukan amplop itu. Dia menguasai. Dia jadi pewaris dari kekayaan ini. Ini kejadian betul. 

Saudara akan menjadi pewaris Kerajaan Surga kalau saudara menyayangi sang Anak Yesus Kristus. Kalau saudara memelihara Dia, mengasihi Anak itu di dalam hati kita sebagai foto yang kita simpan baik-baik, dibelakang Anak, Yesus itu, disitulah warisan dan seluruh Kerajaan Surga yang dikatakan tidak terduga itu, menjadi milik saudra. Mari kita berdiri bersama-sama. Haleluyah !     

-- o --   

Minggu, 30 September 2001

SEPERTI APA DOSA ITU DIBEBASKAN

Saya khotbah di Jakarta minggu lalu, dan ada satu ibu yang sudah menjadi anak Tuhan sudah cukup lama bilang: Agak berat itu Firman Tuhan tadi, katanya, bapa saya sukar mengerti. Tapi ada pemudi bilang: Saya dapat berkat dari Firman Tuhan itu. Jadi kemajuan seseorang tidak bisa ditentukan dari lamanya dia ke gereja, lamanya dia jadi Kristen. Biar dia lama jadi Kristen tapi kalau dia engga mau maju, ngotot ngowok di baby sitter terus, dia engga bisa maju-maju. Usia tambah tua tapi rohaninya masih bayi terus, tidak maju-maju. Nah, itu sebabnya saya ingin bicara, saya mau bawa lagi ini sekali lagi tetapi dengan satu cara yang mungkin agak lebih mudah dimengerti. Supaya lebih banyak yang mengerti. Kenapa saya harus beri ini, karena ini sambungan dari minggu yang lalu. Efesus  

3:9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, 
3:10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, 
3:11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. 
3:12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. 
3:13 Sebab itu aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu. 

Jemaat di Efesus itu malu, saudara, punya hamba Tuhan dipenjara. Paulus itu dipenjara, sehingga banyak anak Tuhan di Efesus itu tawar hatinya. Kalau sudah tawar hati ya tidak bersemangat lagi. Kebaktian tidak ada semangat, sembahyang sudah nggak ada kemau. Boro-boro sembahyang, kebaktian aja sudah tidak ada semangat. Karena hatinya sudah tawar, tapi kalau memang hatinya masih semangat, tidak usah di uyek-uyek, tidak usah digrupyak-grupyak, nggak usah. Dia itu mempunyai kerinduan sendiri kepada hal-hal yang rohani. Oke, kita akan melihat mulai dari ayat 9, dikatakan disana,

3:9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu,

Terus terang saudara pasti nggak ngerti itu ayat. Susah sekali, saling terkait ayat itu. Makanya agak berat ini kalau saudara tidak perhatikan. Maka saya ingin bicara dari bahasa Inggrisnya, bunyinya begini ayat 9: Dan untuk membuat semua orang melihat apakah hubungan, apakah fellowship dari rahasia yang sejak awal, dari kejadian alam, itu tersembunyi di dalam Allah yang menciptakan segala sesuatu oleh Yesus Kristus. 

Siapa yang pernah melihat Allah? Tidak ada! Jadi kalau ada saudara dengar, ada pendeta ngomong, saya lihat Allah. Bohong! Tidak ada! Ada tiga empat ayat dalam Firman Allah tidak ada, belum ada orang yang bisa melihat Allah. Tidak. Nah, Allah saja belum bisa dilihat, sekarang ada hal-hal yang luar biasa, perkara-perkara yang indah tersembunyi di dalam Allah. Allah saja belum kita bisa lihat, bagaimana rahasianya itu. Namanya saja rahasia, misteri, tetapi tersembunyi lagi di dalam Allah. Maka itu saya tuh dengan hati sedih, bukan hati sedih karena apa, hati sedih karena sayang, karena cinta, jemaat Tuhan di Cianjur ini yang saya gembalakan itu musti punya kerinduan ekstra kepada Tuhan. Kalau saudara tidak punya kerinduan ekstra kepada Tuhan, percuma saudara. Percuma.

Kita tidak akan mengerti apa yang tersembunyi di dalam Allah, karena Allah sendiri belum kita lihat. Bagaimana kita bisa mengerti apa yang tersembunyi di dalam Allah, kalau kekristenan saudara begini-begini terus. Tidak ada kerinduan untuk maju, tidak ada kerinduan untuk mengenal lebih dekat. Seperti Paulus  bilang: Aduh, aku ingin tahu tuh kematian Kristus seperti apa, aku ingin kenal. Ada kerinduan. 

Coba satu hal saja, apa tadi pagi saudara baca Alkitab? Itu saja. Nggak usah jawab, saudara jawab sendiri sama Tuhan. Apa tadi pagi saudara baca Alkitab, itu saja. Ada nggak kerinduan untuk melihat hal-hal yang indah dari Tuhan. Saya gembala saudara. Saya tidak mau saudara kecemplung, saya ingin saudara tuh berkembang, saya ingin saudara tuh berohani. Apa saudara baca Alkitab, apa saudara merenungkan ayat sabda Tuhan, satu ayat saja engga usah banyak-banyak. Saya tidak minta jawaban dari saudara. Kembali kita ayat 9, ini ayat 9 saya pakai bahasa saya untuk membuat saudara mengerti sekali lagi, dan untuk membuat semua manusia melihat apakah, disini dipakai kata fellowship, hubungan dari rahasia yang dari awal kejadian bumi, kejadian alam sudah tersembunyi di dalam Allah. 

Sekarang saya akan cerita mengenai itu World Trade Center, saudara. World Trade Center, dua bangunan di Amerika yang besar itu, gudangnya uang dari dunia, sumbernya itu saham seluruh dunia, keuangan dunia itu tidak pernah ada orang bisa pikir karena lalat saja masuk orang tahu, karena canggih sekali, tapi bisa dengan teroris bisa hancur. Sekarang saya ada satu rahasia di dalam kejadian itu. Ada satu rahasia. Kejadian itu terjadi pada tanggal 11, ada angka 11. Dua gedung itu tingkatnya 110 tingkat, ada angka 11 lagi, 110. Satu pesawat yang menabrak, ditabrakan oleh teroris kepada satu bangunan, itu penumpangnya 65 orang, 6+5 =11. Satu pesawat yang lain yang ditabrakan itu penumpangnya 92 orang, 9+2=11. Jarak dari tanggal 11 September kepada 31 Desember itu 111 hari. Ini misteri. Kenapa itu? Sayapun tidak tahu. Tapi inilah yang terjadi, bahkan dua gedung ini bentuknya angka 11.

Nah, hal yang begitu saja kita sudah bingung. Apalagi ini rahasia yang tersembunyi di dalam Allah. Haleluyah. Saya ingin mengajak saudara terlebih dahulu pegang di Efesus ini, kita akan lihat saudara-saudaraku, Yohanes pasalnya yang pertama. Yohanes 1:18, kita baca bersama-sama: Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya

Kembali kepada Efesus. Tidak ada seorangpun yang melihat Allah. Pegang ini ayat. Jadi saudara kalau udah dengar ada pendeta ngomong di mimbar: Saya sudah lihat Tuhan. Adah, bohong! Belum ada yang bisa lihat Allah. Tetapi seperti apa Allah itu, apa yang Dia miliki, seperti apa sifat karakter-Nya,  itu dinyatakan melalui satu pribadi, yaitu Yesus Kristus. Ada haleluyah, saudara ? Itu sebabnya saya itu  ciptakan  lagu Yesus, indah, indah ... . Saya ngerti apa yang saya bikin. Indah sekali Yesus itu. Manis, manis padaku .... Itu betul saya alami. Setia setia selalu ... Itu betul. Mungkin saudara nyanyi asal bunyi. Mungkin saudara asal nyanyi. Saudara tidak menghayati, saudara tidak merasakan karena saudara belum alami. Tapi yang saya maksud kita kalau mau kenal Allah kalau mau tahu Allah, kita musti kenal Yesus dong. Kita musti rapat sama Yesus. Kita musti tahu. Jangan kita hanya mau selamat saja sama Yesus. Tapi kita musti kenal sama Dia untuk supaya Dia membukakan rahasia. Rahasia yang tersembunyi itu bagi kita.  

Masih, kembali lagi kita mau lihat Matius 11:25. Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. 

Orang pandai nggak bisa kenal Dia. Prof. DR. karburator kotor bocor nggak bisa kenal Dia. Yang nggak bocor saja saudaraku nggak bisa kenal Dia, apalagi yang bocor. Nggak bisa kenal Dia. Tapi Tuhan dengan sukarela akan menyatakan diri kepada anak kecil. Apa maksudnya kepada anak-anak kecil? Bukan! Maksudnya kepada umat Allah yang punya hati seperti anak kecil. Anak kecil itu ingin tahu. Pengen tahu. Ya, saya maen sulap didepan anak-anak. Sulap biasa. Di Kanada anak-anak kecil  more more more lagi lagi lagi. Sulapnya itu itu  juga. Sekarang sudah mulai gadis-gadis mereka. Masih tanya coba sulap lagi. Ingin tahu terus.  Itu sifat anak-anak. Nah, katanya FA kita musti kenal Tuhan  seperti anak-anak. Ingin tahu, ingin tahu lagi, ingin maju, ingin lagi, more, tambah, seperti anak kecil. 

Tuhan nggak bisa dilihat. Sekarang ada berkat-berkat katanya yang tersembunyi di dalam Dia. Kembali lagi kepada Efesus. Saudara lihat ini berat sekali tugas kita sebagai jemaat ini karena dalam 3:10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga. 

Loh, nggak terbalik ini. Mestinya orang yang dari Surga kasih tahu hikmat Allah kepada orang di bumi. Tidak! Maka saya bilang ini berat. Justru gereja - saudara dan saya - musti menceritakan, mengatakan, memberitakan hikmat Allah ini kepada penghuni penghuni dari - bahasa Inggris dipakai kata "heavenly places" - tempat yang tinggi. Nah, disini saya mau pelan-pelan supaya saudara tidak salah paham, saudara tidak salah mengerti. Mari kita lihat sekali lagi ayat 10: supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga. To the intent that now unto the principalities and powers in the heavenly places might be known by the church the manifold wisdom of God. Dikatakan di sana supaya melalui gereja diketahuilah oleh penguasa-penguasa di udara, penguasa-penguasa di sorga pelbagai ragam hikmat. Dalam bahasa Yunaninya: Poilikos, artinya lipatan. Saudara suka bikin dulu zaman obat nyamuk belum ada standard,  obat nyamuk yang dibakar itu ditaruh diatas karton yang dilipat-lipat. Maka saya suka lipat-lipat taruh obat nyamuknya disitu. Jadi itu pelbagai ragam hikmat Allah itu ada lipatannya, ada ragamnya, banyak sekali. Pelbagai berkat itupun ragamnya banyak sekali. 

Mari saya kasih 2 saja contoh bahwa Tuhan menolong kita berbeda, satu dengan yang lain. Ada satu jemaat disini, anaknya, putrinya itu perancang busana, perancang pakaian. Ini kesaksian dari ibu  ini kepada saya dari ibunya habis bedston dia saksi. Dalam satu kebaktian, di sini di Cianjur, di tempat ini di rumah ini, ini sus, ini pemudi, anak dari ini ibu, tiba-tiba di mimbar, saya nggak tahu sebelah mana, dia dikasih lihat sama Tuhan satu mode pakaian. Dikasih visi sama Tuhan. Langsung pulang dia bilang aduh waktu dengar khotbah ko Yoyo katanya Tuhan kasih sama saya satu mode pakaian. Dia gambar, dipertandingkan di Jakarta. Juri bilang ini yang gambar ini siapa? Ini luar biasa.  Ini bisa dibikin apa nggak? Dari 100 peserta 40 yang disaringan pertama dia termasuk. Minta doa supaya dari 40 ini dia masuk lagi 10 besar, dan sebagainya.

Tapi sekarang saya mau kasih tahu sama saudara ini wanita, ini gadis dia lihat mode pakaian justru lagi saya khotbah. Saya mau kasih tahu sama saudara saya tidak bisa ngomong sama saudara: Saudara-saudara, sementara saya khotbah saudara harus lihat di belakang kepala saya, mungkin saudara ada yang lihat rok, ada yang lihat celana jins, karena  sekarang bahan-bahan celana untuk wanita itu kurang bahan coba nanti saudara lihat dibelakang  saya,  siapa tahu Tuhan akan memperlihatkan mode kepada saudara dari Kerajaan Sorga. Tidak. Tidak mungkin! Karena Tuhan sedang memakai salah satu dari rahmat hikmat  yang besar itu diberikan kepada anak ini karena dia perancang mode. 

Hari Jumat kita doa semalam. Saya doakan satu saudara di Jakarta, namanya bapak Erik. Tiba-tiba dia masuk RS. Masih muda saudara baru anak satu paru-parunya ada air jantungnya sudah lemah denyutnya 150, waduh sampai udah tinggal tunggu waktu. Saya berdoa tapi waktu sementara saya berdoa juga saya dengar sdr Onesimus berdoa:  Tuhan tolong bapak Erik. Sembuhkan dia. Bapak Onesimus tidak tahu berapa berat sakitnya, saya tahu. Berapa berat sakitnya bapak Erik itu dia tidak tahu. Dia hanya doa: Tuhan tolong bapak ini bapak ini lagi sakit. Sabtunya saya berangkat ke Jakarta mau besuk dia mau lihat. Masuk memang ada kebaktian juga di Jakarta malamnya. Saya lihat di RS. Disambut oleh istri dan dua anaknya dari istri pertama. Bagaimana? Bagus. Ha, bagus. Puji Tuhan. Saya lihat kedalam di ICCU.  Dia sudah memang  makan tidak bisa makan dari sini. Tangan infus ini tidak bisa. Saya bilang jangan bicara, kita doa. Waktu diluar saya tanya sama istrinya kapan mulai dia jadi  bagus dari denyut 150 dari gawat itu sampai dia jadi bagus. Kapan? Tadi malam. Jam berapa kurang lebih? Jam satu. Jam satu kurang sedikit  itulah bapak Onesimus lagi berdoa menyebut nama. Saudara senang Allah mendengar doa? Hikmat seperti itu lipatannya bermacam-macam. 

Saya iri hati kepada kebaktian kaum wanita. Katanya kalau di kebaktian kaum wanita itu yang bersaksi antri seperti orang antri solar. Pas bersaksi berhenti ... dan semua, istri saya bilang bersaksinya bagus bagus dan macam-macam. Saya bilang justru harus. Justru tadi cuma satu kaum wanita yang bersaksi. Saya tunggu yang lain kamu wanita tidak ada. Dan saya hanya mau buktikan pada saudara bahwa pertolongan Tuhan pada kita itu beragam-ragam. Bermacam-macam. Amin saudara? Sekarang dikatakan oleh FA tadi. Rahasia itu justru harus kita bicarakan kita harus beritakan pada orang-orang pada makhluk yang ada di langit, yang ada di udara. Tapi saya mau buka dulu 2 hal. Langit ini ada 2 macam. Supaya saudara tidak keliru. Kita buka Efesus  

6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 
6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. 

Udara disini maksudnya ini langit. Yang ada diatas kita. Itu tempat Iblis. Pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap, roh-roh jahat itu adanya di udara. Ini di atas kita. Tapi kita sekarang mau buka dahulu Kolose 

3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. 
3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. 
3:3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

Ah, ini yang saya maksud, saudara-saudara. Mari saudara lihat ke depan. Ini dunia dimana kita tinggal. Ini dunia. Penguasa di udara ini Iblis. Pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, roh-roh jahat di udara,  ini diudara sini. Tapi Tuhan Yesus bilang dalam Kolose. Rasul Paulus bilang: Pikirkanlah kalau kamu sudah jadi anak Tuhan, pikirkanlah perkara-perkara yang diatas. Maksudnya bukan disini, tapi disini dimana Kristus ada. Waktu Rasul Paulus dia naik ke langit yang ke tiga bukan ini. Ini udara biasa. Ini langit biasa. Tapi waktu rasul Paulus naik ke langit yang ke 3, secara roh, dia naik diatas. Nah, sekarang anak-anak Tuhan harus menetapkan pikiran-pikirannya kepada perkara-perkara yang diatas. Disini, bukan perkara-perkara yang di bumi. Saya harap saudara bisa ikut sampai disana. Nah, sekarang kita kembali pada Efesus 3.  Sekarang saudara akan lihat apa yang dimaksud dengan Paulus dalam ayatnya yang ke-10: supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga. 

Apa yang harus diberi tahu? Ragam hikmat apa? Saudara-saudara, apa saudara kira malaikat itu lebih hebat dari kita? Tidak! Malaikat itu menurut Firman Allah pelayan. Jadi saudara-saudara sekarang kita begini. Sekarang kita ada problem. Sekarang kita ada persoalan. Sekarang kita ada kasus. Sekarang kita ada kesulitan. Apakah kesulitan ekonomi, kesulitan rumah tangga, kesulitan pribadi, kesulitan kesehatan, dsb. 1001 macam kesulitan. Kita sebagai jemaat Tuhan harus memberitakan, memberitahukan rahasia pelbagai hikmat Allah kesini. Bukan disini. Masa kita ngasih tahu sama Iblis? Nggak mungkin! Tapi beritahukan kepada penghulu-penghulu di Sorga, penguasa-penguasa di sorga, bukan di sini. Beda saudaraku Efesus 6 dengan Kolose 3. Ini Kolose 3, ini Efesus 6. 

Nah, banyak kali kita ada problem, istri ada problem dengan suami, saudara ngadu sama orang-orang di bumi juga. Ngomong ama temen, aduh salaki urang kieu, pamajikan urang kieu, wo te tai tai kieu, wo te ...wo te .. wo te, sampe ka kwo tie. Nggak ada gunanya. Ceritakan pelbagai ragam hikmat Allah itu ditempat yang tinggi. Ada haleluyah, saudara? Itu sebabnya ada doa, ada bedstone. Orang yang bedstone dia sedang menyampaikan segala sesuatu ke tempat yang tinggi. Diganggu dia oleh Iblis. Makanya musti puasa. Saya kasih SMS Mat 17:20. Kenapa Iblis ini tidak lari-lari? Yesus bilang: Oh, jenis ini musti pakai doa dan puasa. Baru tembus ini barikade. 

Kenapa kita sibuk tiap hari dengan perkara-perkara yang akan binasa, perkara-perkara dunia? Kenapa kita tidak menyibukkan dengan perkara-perkara di tempat yang tinggi ini? Saudara, saya mohon bulan Oktober ini gembala-gembala kecil harus sudah rapat mengenai Natal. Gembala-gembala kecil yang harus rapat siapa yang akan jadi ketua tahun ini. Mereka, anda sendiri. Yang di Jakarta sudah mulai rapat. Mereka sudah mulai. Mereka sudah pilih ketua sendiri. Sudah jalan. Saudara yang di Cianjur juga musti kerja untuk Natal ini.  Nah waktu Natal kita suka nyanyi  Hormati Hu Hormati Hu Yang ditinggi Yang ditinggi Yang ditinggi. Bukan di sini tingginya. Di sini. Hormati Allah di tempat yang Mahatinggi. Ada haleluyah, saudara-saudara? 

Nah, coba sekarang saya ajak saudara untuk melihat seperti apa doa yang Tuhan Yesus ajarkan kepada umatnya. Matius 6 supaya saudara melihat keajaiban Tuhan dari ayat 5: "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 

Jadi upahnya cuma segitu-gitunya. Cuma dilihat orang, itu upahnya. Cuma dipuji orang, itu upahnya. Nggak ada lagi. Tuhan nggak akan memberi upah. Orang yang  sembahyang pake tasbeh. Aku cinta pada-Mu, Yesus.  Aku cinta pada-Mu, Yesus. Lalu di pengkolan Aku cinta pada-Mu, Yesus. Pegang salib. Aku cinta pada-Mu, Yesus. Aku cinta padaMu, Yesus. Aku cinta pada-Mu, Yesus .... . Tuhan mah nggak akan kasih berkat. Kita lanjut ayat 6. 
6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. 
6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. 
6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. 
6:9 Karena itu berdoalah demikian: - inilah doa reformasi, dengar ayat ke 9 - Bapa kami yang - bukan disini, bukan dilangit sini, ini langit dikuasai Iblis, udara ini,  penguasa-penguasa disini, tapi Bapa kami yang  - di sorga - lebih tinggi dari ini, berikutnya dikatakan -,  Dikuduskanlah nama-Mu, 

Saya mau pelan-pelan sebentar ya. Bapa kami yang di Sorga. Saudara-saudara, saudara dan saya punya seorang Bapa. Bapa kita sama. Tapi bedanya Bapa kita ini kita tidak bisa perlakukan Bapa kita ini seperti bapa ayah kita. Nggak bisa! Karena Bapa kita di sorga, ayah kita di bumi. Kalau ayah kita panggil papa, papa. Tadi pagi di Jakarta ada seorang istri yang makan di restoran dia panggil  sama suaminya papa, papa, papa. Anak ngomong sama bapa yang di dunia papa papa. Saudara nggak bisa disamakan ayah yang dibumi ini dengan Bapa yang di Sorga. Bapa kita yang di sorga ini tingkatannya lebih hebat dari Presiden dunia. Lebih tinggi. Ingat itu saudara. Ada satu ayat di dalam kitab Keluaran: Jangan kamu menyebut nama Allah dengan sia-sia. Karena nama Bapa kita ini luar biasa walaupun kita belum lihat, tapi luar biasa nama Allah kita.  Mulia Dia. 

Berikutnya: Dikuduskanlah nama-Mu. Janganlah hidup kita ini menjadi satu batu sandungan sampai nama Bapa itu tercemar oleh karena kelakuan kita anak-Nya. Jangan! Hallowed be Thy name! Dikuduskanlah nama-Mu! Dulu kita kalau telepon ke Amerika, ke Canada mesti dari Jakarta Theatre. Sebelah Jakarta Theatre itu ada telepon internasional. Musti tunggu saudara-saudara disitu paling bisa 10 menit kalau dari Cianjur 1 jam. Tapi saya tidak mau. Orang bilang telpon saja disitu pak. Saya bilang saya nggak mau karena dekat Jakarta Theatre. Bagaimana kalau saya turun dari situ gedung itu orang lihat : Wah, ieu Pak Awondatu baru nonton. Padahal saya baru telpon. Itu tahun '76-'77, saudara-saudara. Jangan sampai orang sangka saya keluar padahal memang benar tapi orang nilai macam-macam.

Sekarang orang mah nilai macam-macam. Tukang pitenah, orang sekarang mah gampang menghakimi orang, gampang sekali. Nah, sekarang kita punya Bapa ini namanya Kudus. Jadi jangan sampai kita bilang: Bapa kami yang di sorga, tapi perbuatan kita terus ngaco. Sama istri setia, sama itu ada satu lagi. Kita punya pacar sampai dua. Tiap pengkolan ada. Maka saya katakan kepada saudara: Hati hati! Jangan kita menyebut nama Bapa tapi tingkah laku kita tidak sesuai dengan nama-Nya yang kudus itu. Karena apa? Dia bukan tinggal di langit sini, Dia tinggal di langit yang ke-3.

Nah, Dia itulah pemilik sesuatu  yang kita belum lihat. Berkat yang begitu banyak. Jadi saya tanya sama saudara: Tuhan bagaimana ini jemaat Tuhan, mau jadi sempurna ini, tapi tambah lama bukan tambah rajin, tambah lama tambah kendor. Tuhan cuma bilang: Lihat saja di Firman-Ku. Jadi saya lihat lebih jauh. Setelah dikuduskanlah Nama-Mu, ada kata Datanglah Kerajaan-Mu. Saudara yang ikut Family Camp sudah ngerti ini. Mengenai KA dalam RT. Tapi lihat sekarang saudara bahwa bukan kita yang mencapai KA tapi KA akan datang kepada kita secara otomatis kalau kita menghargai nama Bapa yang kudus itu.  

Mungkin saudara tidak kuat, kalau tidak kuat saya tutup sekarang. Sampai disini khotbah, kita mau masuk perjamuan kudus. Tapi kalau saudara masih kuat, saya mau kasih lagi ini ayat. Kuat nggak ? Yesaya 32. Ini saya bicara sedikit di Sukabumi kemarin. Hari Jumat malam tapi saya mau bicara sebablas-bablasnya malam ini untuk jemaat di Cianjur. 

32:8 Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak demikian. 

Saya mau baca dalam salinan saya sendiri untu memudahkan saudara mengerti: Tetapi orang yang berbudi luhur, akan merancang merencanakan hal-hal perkara yang luhur dan ia akan selalu melakukan tindakan-tindakan yang luhur. Baru kita mundur dalam ayat yang ke 7: Kalau penipu, akal-akalnya adalah jahat, ia merancang perbuatan-perbuatan keji untuk mencelakakan orang sengsara dengan perkataan dusta, sekalipun orang miskin itu membela haknya. 

Begitu jauh berbeda orang  jahat dengan orang yang berbudi luhur. Kenapa sekarang saudara-saudaraku manusia ini terbagi dua dengan jelas sekali: Yang berbudi luhur dan yang penipu, yang akal-akalnya keji? Sampai Presiden Megawati bingung, sampai marah-marah di Jepang karena semua pinzaman-pinzaman dari luar negeri itu dirampok, sama katanya pegawai-pegawai pemerintah sendiri. Jadi begitu ada pinzaman itu - sebodo amat - nanti rakyat menderita, nanti hancur rupiah, sebodo amat, pokoknya gua cia dulu duit. Tidak ada budi luhur! Nah, saya pikir begini saudara: Tak mungkin kita berbudi luhur kalau kita nggak ketemu Tuhan. Kalau kita sudah dijamah Tuhan, pasti kita berbudi luhur. Nggak usah diajar-ajar. Dia keluar sendiri dari hati kita. 

Saya kesulitan ini menggabungkan Efesus 3, Matius 6, Bapa kami Yang di Sorga. Coba Kejadian 1 dulu untuk membantu saudara.   Pasal 1:1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 

Sekarang bumi sudah banyak dosa. Saya itu tidak pernah bisa memikirkan kok ada orang mau membajak pesawat, dia sendiri mati nggak apa apa, untuk siapa kita nggak tahu sebodo amat saya mati sebodo amat orang lain mati pokoknya kita bikin dulu teror ini. Maka itu saya katakan saudara kekristenan ini bukan agama. Kita disebut beragama Kristen itu sebetulnya dari Kisah Para Rasul karena orang itu ngenye kita ini mengikut Kristus - wah itu orang Kristen. Itu hinaan. Sebetulnya kita bukan agama. Karena Allah tidak  ada hubungan dengan agama. Mau ngerti Allah yang belum kelihatan mau mengerti sesuatu yang ada di dalam Dia yang kita belum lihat, musti lewat Yesus. Dia tidak bicara agama ini,  agama Kristen, Dia tidak bicara. Aku mati diatas bukit Golgota untuk semua umat manusia. Dia tidak bicara agama. Dia tidak bicara agama Yahudi, Dia tidak bicara agama Kristen, Dia tidak bicara agama di dunia ini. Agama sudah gagal, sudah lama gagal. Itu orang di Ambon. Kristen sama Islam bunuh-bunuhan. Atas nama agama. Gagal kan. Yang satunya bilang Assalamualaikum dengan rahmat  Allah, sejahteralah engkau. Yang satu bilang Shalom. Tapi bunuh-bunuhan. Sudah gagal toh. Yang agama Budha gitu. Semuanya baik tapi saudaraku  kalau kita cerita silat kita baca,  membalas dendam membalas dendam terus. Agama sudah gagal. 

Jadi mari saudara jangan hanya beragama Kristen, engkau tidak akan selamat. Mari kita mempunyai Yesus saudara-saudaraku. Dia yang akan menyelamatkan kita. Saya tidak memberitakan agama Kristen dimana-mana. Saya beritakan Kristus, Yesus. Di Vietnam saya ketemu orang Budha. Saya punya agama. Saya bilang saya tidak bicara agama. Saya bicara satu Pribadi, Yesus. Nah, kalau kita bicara agama, jadi rasul Paulus, Saulus. Karena agama, dia kejar orang Kristen. Dia bunuh Stephanus, dianggap dia beragama. Sampai Osama bin Laden sekarang dicari-cari sama Amerika, padahal Osama ini punya anak buahnya banyak. Osama itu ada anak buahnya: Obeda, Olaen, Okejo, Obladi, Oblada, itu masih semua anak-anaknya Osama. Obingung. Ada lagi sekarang agama baru. Saudara pernah dengar setiap hari di televisi sekarang ada agama baru: Alhami, Alhami. Agama tidak akan berhenti-hentinya, saudara.

Tapi saya mau kasih tahu kalau saudara mau mengenal Allah yang tidak kelihatan dan mengerti isinya semua, hanya melalui Kristus, hanya melalui Yesus. Pada awal pertama Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi terbatas. Nggak lama lagi dia hancur. Yang ngancurin nggak usah Tuhan manusia aja sudah senang maen hancur-hancuran.  Tuhan nggak usah hancurin dunia sebetulnya. Manusia sendiri suka ngancurin-ngancurin, kok. Bikin senjata untuk ngancurin diri sendiri. Bikin pistol untuk nembak diri, untuk nembak orang lain. Itu manusia ngancurin diri sendiri. Ketemuin racun tikus diminum. Baygon untuk nyamuk diminum. Itu manusia, kan bodo. Kan Baygon itu untuk nyamuk, digambar untuk nyamuk, kecoa. Digambar lagi paling bawah laki-laki perempuan - mereka yang patah hati, minum. Mati dong. Kecoa aja mati apalagi orang. 

Jadi saudara-saudara, saya ingin kasih tahu kepada saudara-saudara, manusia sudah gagal dengan kemanusiaannya. Hanya Yesus yang tidak gagal. Itu sebabnya kita harus ikut kepada Kristus Yesus ini. Nah, langit inilah yang tidak terbatas, siapa yang kuasa langit, bukan langit udara, kalau udara nih sudah kacau. Ini langit disini, Tuhan punya. Kalau langit ini, kita suka nyanyi, Langit dan bumi akan lenyap, hancur dunia, tetapi Firman-Nya, tetapi Firman-Nya, tinggal tetap. Jadi begini saudara-saudara, umur kita tidak tahu berapa lama lagi. Kalau umur kita 75 tahun, sepertiga dari umur kita, itu kita pakai tidur, karena kita tidur delapan jam, satu hari 24 jam kita tidur delapan jam. Jadi kalau umur kita 75 tahun, sepertiga dari 75 tahun, 25 tahun kita tidur. Lebih banyak kita tidur dari berdoa. Delapan jam lagi kita kerja, 25 tahun kita kerja. Nah, yang 25 tahun kita pakai untuk apa? Renungkan malam hari ini. Sebelum kita masuk dalam Perjamuan Kudus, apa kita mau begini-begini terus ikut Tuhan? Engga ada kerinduan untuk maju. Saya ingin saudara, yang mengumumkan disini, saudara-saudara sekalian hari Jumat ada doa malam. Yang mengumumkannya juga musti doa. Dia ngumumkan doa malam, dia sendiri nggak doa. Gimana jemaat bilang? Yang ngumumkan saja nggak doa.  

Orang berani bawa pesawat tabrakin. Masa kita nggak berani doa malam? Eta da ko Yoyo lamun edek sembahyang teh aya wae teteh. Aya naon? Aya wae teteh, duh. Lamun sembahyang teh nyeuri beuteung, hayang katukang, macam-macam.  Makanya kita sudah tahu kalau sebentar ada doa malam, siangnya istirahat, makan jangan yang asam-asam. Supaya jangan muncrut. Supaya nanti kita doa malam itu khusuk, enak. Jangan cari makan yang banyak gas nanti asal doa malam aduh, nggeus melendung deui yeuh. Kaluar deui. Buang gas kaluar deui. Jangan. 

Jangan seperti itu pastor sebelum khotbah sudah tahu mau khotbah  makan itu saudaraku obat untuk gas perut ini. Jadi dia lagi khotbah pastor ini sakit perut. Ingin buang angin. Jadi supaya nggak kedengaran mike dia mundur. Buang angin. Maju lagi. Saudara-saudara sekalian. Eh, pengen kentut lagi, dia mundur lagi. Maju lagi. Tahu-tahu triiing begitu dia lihat paku besar saudara-saudara. Dia lihat ke atas, patung Yesus yang lagi gini jadi begini tutup hidung. Jatuh itu pakunya karena yang satu tangan-Nya nutupin hidung. Patung aja bau apalagi kita. Makanya saya ingin kasih tahu pada saudara pada akhir-akhir ini coba mari dong sudah tahu ini dunia tambah bejat tambah ngaco. Aduh, orang Amerika oom Brodland saja baru datang sudah langsung pergi.  Jadi saya kasihan oom Brodland tidak bisa lihat oom Brodland sendiri di televisi tadi pagi. Tadi pagi Oom Brodland tuh jam 9.00. Oom Brodland ada bersaksi. Sekarang di TVRI jam 9.00.  Ya nggak bisa lihat karena musti cepet-cepet pulang. Karena Amerika bilang cau pulang, pulang, semua pulang. Sekarang Indonesia teh aduh sok pisan. Amerika go to hell, Amerika go to hell, ari dolar na hayang.  Amerika go to hell, Amerika go to hell. Kumaha. Amerika go to hell,  dolar na hayang sampe diborongan. Bagaimana. 

Saya pikir-pikir  itu seperti kita loh. Kita ingin berkat sama Tuhan: Oh, haleluyah Tuhan berkati aku. Tuhan berkatiku skarang skarang. Tapi kalau Tuhan ajak: Marilah datanglah kepada-Ku -  go to hell, go to hell, aku tidak mau. Berkatnya mau. Hokinya mau. Un cuan mau. Un lau mau. Un tiong mau. Un tung mau. Yang pake un un un semua mau. Semua un mau, semua ini mau. Tapi disuruh tugas dia nggak mau. Sekarang DPR lagi disikat lagi. DPR ini sekarang lagi dijelekin. Karena apa? Banyak yang mangkir. Duduknya mau, kerjanya nggak mau. Karena gajinya itu puluhan juta sekarang anggota DPR. Tapi nggak mau lapor tiap pagi itu rapat udah nggak mau sekarang. Pokoknya dapat gaji harus. Tapi kalau kerja ah, semau gue saja. Mana ini di absen nggak ada. Orangnya nggak ada. Nggak ada, siluman semua. Kursinya ada, nama ada,  orangnya nggak ada. Gaji selalu harus ada, duit selalu harus ada. Orangnya anggota DPR nggak ada. Maka jadilah DPR ini 5D. Datang Duduk Dengar Duit Daweung. Ngadaweung di imah. 

Nah,  kembali kepada FA. Apakah nggak sama sama kita? Berkat mau, panjang umur mau Panjang umurnya panjang umurnya. Mau panjang umur, sehat mau tapi disuruh tugas nggak mau. Kita itu beubeulian aduh. Jadi saya itu sebetulnya aduh Tuhan bisa sih nggak sih anak Tuhan di Cianjur itu diberkati Tuhan dengan limpah? Bisa! Kata Tuhan bisa. Aku sanggup  membuat mereka diberkati Tuhan. Tapi kalau kaki mereka lemah badan kakinya mereka lemah, Aku kasih berkat yang banyak, dia  jatuh. Nggak kuat kakinya. Bagaimana supaya kaki kuat? Itu musti rajin ke gereja! 

Kalau saudara marah dengar saya khotbah, saya serahkan sama Tuhan. Kalau saudara tidak marah tapi sadar, saya memuji kepada Nya. Terima kasih kepada Tuhan ternyata FT didengar oleh saudara. Kalau saudara ada yang tersinggung terus marah sama saya, saya mah nggak bisa ngebales, saya serahkan sama Tuhan. Cuman saya mau saksikan, Letkol yang mau suruh Sekolah Alkitab tutup, kita doa - mati. Ada lagi pensiunan suruh Sekolah Alkitab tutup - juga mati iring sama dia. Banyak orang-orang yang ngelawan, yang ngejelek-jelekin sering dibelakang-belakang -  almarhum, almarhum, almarhum. Jadi saya tidak mau saudara-saudara sampai kena kutuk Tuhan. Betapapun beratnya  Firman Allah, masih lebih bahagia kita dengar-dengaran. Dari pada kita saudara-saudaraku melawan Sabda Tuhan, jangan. Kalau kita berbudi luhur, kita punya tindakan-tindakan luhur dan dia akan  tetap bertindak demikian atau  luhur.    

Semua yang dia lakukan itu luhur. Saudara tahu luhur? Itu dalam bahasa Indonesia artinya juga tinggi. Di tempat yang maha tinggi. Perkara-perkara yang diatas, perkara-perkara yang indah. Euweuh we, ieu sabaraha ieu teh? 350. Tulis we 850 nya. Tilu na urang jieun dalapan. Berbudi luhur. Sarua batur ge. Ayeuna nggeus zaman korupsi, lamun teu korupsi urang moal hirup. Udah banyak koruptor yang mati. Kita berbudi luhur! Selingkuh, selingkuh, selingkuh. Berbudi luhur! PIL, PIL, PIL - pria lain. Berbudi luhur! WIL, WIL, WIL - ada wanita lain. Berbudi luhur! BIL, BIL, BIL - banci yang lain. Semua ini tidak! Aku berbudi luhur!

Itu saudara Erik sudah nggak bisa ngomong karena ada selangnya. Dia ngomong harus tulis di buku. Jadi istri saya bingung mau ngomong apa. Tulis. Orang sakit suruh tulis di buku susah mengerti mesti punya hikmat dari Tuhan untuk mengerti tulisan orang sakit, baru akhirnya mengerti: Sumbangan untuk majalah Kerajaan Allah tolong ambilin, katanya ada amplop. Orang kalau  berbudi luhur mah lagi sakit juga masih ingat nyumbang majalah Kerajaan Allah. Kalau yang nggak mah saudaraku, sehat juga sudah baca lupa nyumbang. Heran saudara ku orang sakit tapi masih ingat nyumbang. Saya sampai terharu. Apa saudara mesti begitu dulu baru nyumbang? Sekarang kita lagi sehat lagi mampu mari kita bisa beri apa yang kita bisa dapat. Haleluyah. Sumbanglah majalah Kerajaan Allah untuk kelebaran Kerajaan Allah. Mari pelayan perjamuan kudus maju ke depan.

-- o -- 

  _________________________     

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________