Khotbah Minggu Sore Desember 2001

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu sore, 02 Desember 2001

AKHIR ZAMAN

Selamat sore, selamat  berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Pada sore hari ini saya ingin memberitakan satu berita yang lain dari yang lain. Kita akan berbicara tentang Akhir Jaman. Lukas

21:25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. 
21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. 
21:27 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia - Yesus - datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. 
21:28 Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat." 

Haleluyah. Sampai disitu saja. Dalam perikop pendek ini, Tuhan Yesus sedang mengajar tanda-tanda apa yang akan terjadi pada akhir jaman. Setelah kejadian 2 menara di bom ditabrak oleh pesawat di Amerika maka penerbangan di Amerika turun 71 persen. Orang-orang takut terbang dengan pesawat terbang karena takut ancaman keamanan. Pemeriksaan begitu ketat tetapi toh 2 bulan kemudian satu pesawat jatuh kembali. Satu mesin pesawat bisa copot dari sayap. Jadi orang lebih tidak percaya lagi akan keamanan penerbangan di Amerika. Nah, 10 tahun yang lalu, 5 negara berbahasa Inggris yaitu Amerika, Canada, Inggris, Australia dan Irlandia, itu membuat suatu kesepakatan, membuat satu komputer  dan melalui satelit merekam semua pembicaraan telepon  diseluruh dunia. Jadi saudara pakai hand phone apa saja mereka rekam sekarang sudah sejak 10 tahun yang lalu. Dan Amerika dan Canada dengan komputer yang bernama Avalon itu mendeteksi ada kata-kata apa ini orang-orang dari Eropa dari negara-negara Timur Tengah kalau telepon ke Amerika itu apa yang diomongkan. Bisnis apa.

Ternyata yang paling banyak dibicarakan adalah bom, teroris, dan penyerangan. Kaget ini Canada dengan Amerika maka mereka mengadakan suatu persiapan-persiapan, pengamanan pengamanan. Tetapi karena negara Amerika adalah negara demokrat yang terbuka untuk semua bangsa semua agama, siapapun boleh masuk asal baik-baik, maka mereka tidak bisa melacak satu persatu. Setelah diketahui saudara hal-hal ini, maka mereka mulai bingung ini apa yang mau dihantam. Mereka, supaya saudara tahu. tentara di Rusia pangkatnya orang Amerika bisa tahu pangkatnya apa mereka sudah bisa lihat -  ini dari tahun 1972 mereka sudah tahu. Apalagi sekarang lebih canggih lagi dengan komputer Avalon ini. Dan di Inggris mereka mencari tahu juga seluruh telpon ini yang dicari ini kalau ada kata-kata IRA, pemberontak-pemberontak di Irlandia, apa kebencian kepada Ratu apa dideteksi, omongan apa yang paling banyak  dengan kecanggihan komputer abad ke 20 maka mereka bisa merekam semua pembicaraan kita. 

Itu Tommy ditemukan itu hanya seperseribunya kecanggihan dari komputer bisa ketemu Tommy. SMS yang dikirim bisa terbaca, bisa dilacak, dikirim darimana, rumahnya dimana, imei nya apa mereka bisa tahu. Indonesia beli alatnya 6.5 milyar dari Singapura, itu hanya alat yang sudah ketinggalan jaman munngkin 10 tahun yang lalu. Nah, kecanggihan Amerika ini saudaraku toh masih kebobolan orang masuk dengan ilmu nekad, teroris masuk dan mereka tidak pernah berpikir akan bunuh diri dengan 6 - 7 orang pesawat itu dihantamkan ke dalam 2 tower ini maka adalah satu kejadian yang mengerikan diseluruh dunia.  Sejak 11 September dunia tidak sama lagi. Bisnis sudah tidak sama lagi. 150.000 karyawan penerbangan di Amerika sudah di PHK. Karena orang tidak lagi mau terbang, orang senang naik KA, senang naik bis, senang dengan mobil sendiri daripada naik pesawat sekarang. Lebih baik berjalan  dijalan dengan aman daripada naik pesawat tidak tentu, katanya. Ini yang di Amerika. Bayangkan dari 100 % penerbangan, drop 71%. 29 Persen saja sisanya yang masih berani terbang di Amerika. Tentu saja saham-saham semua anjlok dan seluruh dunia anjlok. Nah, ini yang ditulis oleh ayat 25:  bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. 

Didalam Yesaya 57 : 19-21 nanti saudara baca dirumah. Maka orang-orang yang diluar Tuhan, orang orang yang fasik, tidak bisa mengalami damai - mereka akan seperti laut yang bergelora, kata Yesaya.  Jadi kata gelora laut disini bukan laut yang di P Jawa tetapi gelora dari ketidakada-damaian dari ketakutan yang terjadi diseluruh dunia ini. Bayangkan sekarang membunuh orang gampang sekali. Bayangkan sekarang ngebom gereja itu gampang sekali. Bayangkan sekarang orang bikin bom tidak ditangkap, orang ngaku di TV saya yang bikin bom, saya yang ngebom gereja itu tidak ditangkap loh saudara. Mengerikan sekarang. Bangsa-bangsa akan bingung. Singapura pun bingung. Singapura yang cukup - bingung, Jepang sudah bingung. Korea bingung. Sekarang mau adakan pertandingan sepak bola bulan Juni. Sekarang sudah dilatih tentara-tentara khusus bagaimana taktik terornya. Belum tentara Merah. Belum dari Palestina baru ini kemarin baru tadi di bom lagi 10 orang mati. Orang Israel dibom lagi.

Jadi seluruh dunia dari Timur Tengah, Eropa, Irlandia sampai  Amerika sekarang orang gelisah dan takut oleh gelora laut - oleh ketidak-tenangan. Belum di Indonesia. Yang mati oleh narkoba, belum kehidupan ekonomi. Belum 60-70 juta tenaga kerja di Indonesia ini di PHK. Nganggur mereka. Kalau mereka lapar mereka sudah tidak tahu harus  berbuat apa mereka bisa nekad. Jadi ada kegelisahan ada ketakutan ada kengerian diseluruh dunia termasuk di Indonesia. Saya tadi dengan berita dari Jakarta ke Cianjur. Saya dengar berita di Ngawi, Front Pembela Islam ribut dengan PDI P. Diculik PDI P. Main culik aja. Jadi sekarang sudah dimana-mana sudah mengerikan menakutkan. Kira-kira 3 bulan yang lalu kan saya sudah ngomong jangan saudara kaget kalau orang tembak-tembakan di jalan. Buktinya Hakim Agung aja ditembak. Betul di jalan saudara. Kembali lagi kepada FA. 21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. 

50.000 orang kristen dikurung di Poso. Mereka hanya bisa kirim SMS sama saya. Bantu doa brur. Kami dikurung dari pinggir pantai mereka lari ke gunung karena sudah dikurung. Kemarin saya main golf ketemu saya sama Jendral Mantiri dan Bpk Pranolo. Dua-duanya Kristen. Saya bilang bagaimana Bapak tidak bicara ini ? Saya sudah sampaikan ke PBB, saya sudah sampaikan kepada Presiden Megawati, saya sudah sampaikan kepada Bambang Yudoyono tapi mereka begitu lamban mereka tidak ada gerakan, tidak mau membela, tidak mau bergerak. Theyss Eluay dibunuh enak aja dibunuh. Siapa yang bunuh kita tidak tahu. Jadi nyawa manusia sekarang sudah seperti nyawa ayam. Tangkap udah. Ayam saha ieu teuing. Geus we. Orang sekarang bahkan akan mati oleh ketakutan. Jadi bukan sama penyakit - ketakutan. Karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini.

Apa saja kejadian yang menimpa bumi ini membuat manusia semua ketakutan. Saya bicara ini sengaja supaya saudara buka mata dan kita tidak merayakan natal dengan hura-hura, kita merayakan natal dengan lupa diri, tapi merayakan natal dengan prihatin, merayakan natal dengan tahu ukurannya sampai dimana. Merayakan natal dengan tenggang rasa, merayakan natal dengan saling membela, saling mengangkat saudara-saudara yang lain, saling nganyahokeun, jangan cepat tersinggung, jangan banyak mulut, kerja dengan senyap, kerja dengan tenang, merayakan natal dengan prihatin dengan banyak doa - sebab seluruh dunia sekarang sedang dalam kecemasan. Pertanyaan : Bapak Pendeta kalau begitu kita musti bagaimana ? Nanti, kan khotbahnya belum selesai.  Kita lihat dalam ayat 26 dikatakan : Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. 

Apakah ini perang Star Wars, kita tidak tahu. Tapi akan goncang. Nah, di Amerika ada 300.000 orang yang masuk ke Amerika gelap. Masuk bawa passport tapi mau janjinya 2 minggu terus kabur terus kerja terus lari pindah-pindah 300.000. Sekarang lagi dicari. Ketangkap masuk penjara atau dikembalikan. Deportasi. Di Canada 22.000. Belum di Australia. Belum di Inggris. Jadi mereka daripada kita kecolongan lagi ditangkap orang-orang ini biar dari negara mana. Pokoknya kasih pulang. Nah, dengan komputer yang tadi saya katakan Avalon itu melalui satelit mereka memantau pembicaraan telepon tiap hari berjuta-juta pembicaraan tidak ada itu manusia yang bisa melacak kecuali komputer. Nah, komputer itu diprogram supaya mencari satu kata yang paling banyak dipakai manusia, ternyata bom, teroris, dan kehancuran. Itu pembicaraan sekarang. Jadi komputer yang sama sekarang bisa merekam mata kita tanpa saudara tahu dengan melalui satelit saudara mungkin lagi tanggah keatas lagi apa saudara di foto. Saudara punya identitas mereka sudah tahu. Saya katakan tadi pangkat tentara yang di Rusia lagi jalan mereka tahu di Amerika, pangkatnya apa mereka bisa lihat. Orang Rusia juga bisa lihat. Canggihnya mereka. Sekarang komputer itu melacak mata saudara karena mata kita itu tidak ada yang sama dengan yang lain.

Jadi mata ini seperti KTP. Direkam semua manusia. Entah dia lagi tanggah, entah dia taruh di lampu stopan, pokoknya melalui satelit aja, semua manusia dilacak.  Dia mati bisa tahu. Tapi ini bisa fake  bisa dibikin palsunya. Komputer kontra komputer. Saudara ikutin ya saya mau kemana ini saudara ikutin. Jadi supaya tidak bisa ditiru, supaya tidak bisa dipalsu mereka bikin begini,  sesuai dengan apa yang dikatakan FA. Pegang Lukas 21 dengan kertas. Saudara lihat sekarang Wahyu 13. Sebetulnya saya senang mengajar kitab Wahyu untuk murid kelas 2 tetapi ada murid yang sudah tahu lebih dulu dari saya jadi sudahlah tidak usah diajar lagi. 

13:11 Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga. 

Saudara-saudara, antikris ini meniru Yesus karena Yesus adalah Anak Domba Allah. Sekarang antikris meniru. Dia seperti anak domba juga tapi ngomongnya naga, liong. Kulitnya anak domba, tapi omongannya naga. Jadi kalau saya mau tahu jemaat, saya dengar dari omongannya. Jemaat yang baik tidak banyak omong. Dia seperti domba diluar ngomongnya juga mbek domba. Tapi kalau ada diluarnya itu domba tapi ngomongnya naga : jihad, bunuh. Mungkin tidak jihad, ngomongnya halus - tapi ngadu domba. Halus tapi jadi racun sama itu antikris. Omongannya naga. Kalem tapi aduh .. oeh, oeh, oeh ... tapi ngalunjak. Ayat 12

13:12 Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh. 
13:13 Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.  - bahkan disebutkan ...  
13:14 Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. 

Maka bahaya sekali saudara kalau  saudara jadi kristen karena lihat tanda. Kalau saudara jadi kristen hanya karena sembuh dari sakit ... saya terima Yesus karena ada mujijat .. bahaya, karena Iblis juga bisa bikin mujijat, dia turunkan api dari langit. Nah, kalau saudara cuma mau kenal Yesus cuma mau lihat muzijat, terus ke gereja karena pengen sembuh, ke gereja pengen ada mujijat, pokoknya pengen yang wah, yang  spektakuler, nanti kalau antikris datang bahaya kita ketipu karena ia datang dengan yang spektakuler. Dia turunkan api dari langit blegedek wah hebat nya luar biasa nya hebat yeuh. Ah, Yesus mah teu hebat ieu mah hebat seune turun ti langit urang teu kudu meuli petasan deui. Maka saya bilang mari kita ikut Yesus cinta Firman Tuhan. Ada haleluyah, saudara?

Karena Iblis tidak suka FT. Gampang sekali. Iblis itu nggak suka Alkitab nggak suka  FA. Maka saudara kalau mau ikut Yesus harus karena FA sama orang kawin. Saya kemarin ngawinin orang di Jakarta hari Sabtu : Saya berjanji - saya berjanji, akan setia - akan setia, dalam susah atau senang. Tuh. Saya tidak bilang dalam senang atau lebih senang, tidak - dalam susah atau senang, miskin atau kaya, sakit atau sehat sampai maut kematian yang memisahkan kami berdua. Itu janji diatas Firman, kawinnya diatas FT. Miskin tetap I love you. Berkekurangan I love you. Batuk I love you. Batuk meujeun I love you. Cageur sehat leuwih I love you deui. Susah I love you. Saya justru saudara akan tunduk hormat kepada keluarga yang didalam kekurangan tetap setia,  didalam sakit penyakit suami istri tetap setia. Kalau keur beunghar pada nyaah mah - itu mah gampang saudara. Lagi banyak uang. Tapi kalau lagi susah. 

Jadi kembali kepada FA saudara. Kalau kita kenal Yesus dari mujijat antikris bisa bikin mujijat. Baca ayat 14

13:14 Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu. 
13:15 Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh. 
13:16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, 
13:17 dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. 
13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

666 - itu bilangan manusia, bilangan Setan, bilangan Antikris. Orang yang suka judi rolet dia tidak tahu itu rolet permainan setan karena nomornya 36. 1 + 2 + 3 + ... + 36 = 666. Aneh tapi nyata. Makana tong rolet deui beak ke duitna karena Setan eta. Sudah dibikin difoto diam-diam manusia itu dengan Avalon ini melalui satelit supaya setiap orang itu bisa didata melalui matanya masih bisa fake, masih bisa dibikin palsu, masih bisa masuk Amerika nanti. Jadi bagaimana ? Amerika ini setelah kejadian ini visa aja susah dikasih. Tarohlah chip komputer saudara didahi. Chip itu kecil. Orang-orang suka disusuk geuning nya sok hayang kaciri geulis supaya tarangna kaciri leuwih nongnong taroh di dieu. Itu mah kelihatan tapi ada susuk. Nah, sekarang itu diganti susuknya. Iblisnya mah jalannya sama caranya sama dulu susuk sekarang pakai chip. Taruh saudara. Taruh ditangan apa disini apa disini apa disini. Jadi kalau saudara belanja berapa semua itung aja semua umpamanya US$300 terimakasih. Dia nggak usah minta kredit card nggak usah. Saudara cuma berdiri aja gini nanti udah motret udah duit saudara di bank kurang US$300. Maksudnya pertama positif supaya teroris nggak masuk supaya yang beli bahan peledak itu dari militer atau bukan. Iya dari militer. Tandanya apa ? Disini kok ada. Mau beli bahan peledak mana tandanya. Ini tandanya. Iya sudah terdata jadi ketahuan. Maksudnya positif pertama tapi lama-lama nanti antikris pakai, siapa yang tidak ikut antikris tidak boleh belanja karena tidak ada tanda disini. Walaupun dia punya banyak duit wah dolarnya nggak bisa sekarang kita nggak terima duit cash kita hanya lihat disini ada tanda nggak. Jadi ko Yoyo, pak pendeta, pak Awondatu, hamba Tuhan - saya mesti gimana ?  Mari kira kembali kepada Lukas 21. Dalam Lukas 21 kita akan membaca ayat 27  
21:27 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. 

Ini waktu Yesus datang tentu kita saudara-saudaraku kita datang bersama dengan Dia. Kita tidak disini. Kita tidak nunggu Yesus datang turun-turun dari sini. Tidak. Kita sudah bersama dengan Tuhan dari langit turun. Nah,  itu pelajarannya. Makanya saudara ikut terus Tuhan  baru saudara ngerti apa ceritanya. Tapi yang harus kita perhatikan itu ayat 28. 21:28 Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat." 

Jadi saudaraku bukan terjadi tapi 'mulai terjadi'. Jadi pemboman 2 tower ini, penghancuran ditabrak dengan 2 pesawat, itu baru mulai terjadi. Kegelisahan mulai terjadi. Diseluruh dunia apa yang harus aku lakukan, apa yang harus kita kerjakan. Saya baca : Apabila semuanya itu mulai terjadi, - apa katanya - bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat." 

Apa yang disebut penyelamatan ? Apa artinya penyelamatan ? Saudara nggak kena ! Orang ribut sana orang ribut sini kita nggak kena. Penyelamatanmu sudah dekat. Jadi kalau sekarang orang lagi risuh, kisruh, susah, kuatir, luh leh luh leh, sama seperti KA di garuk - sus sah, sus sah, sus sah. Susah apa, ko ? Duit. Susah apa, ci ? Duit. Kita tidak akan kena. Ini janji Tuhan. Penyelamatanmu sudah dekat. Apa kita hidup terus didunia ini kan nggak. Tuhan saja sudah ngomong sama saya bahwa umur saya tidak akan lebih dari 200 tahun. Tidak akan lebih dari 100 tahun. Kita sudah tahu batas kita sampai dimana, hanya kira-kira dimana - apakah saya 60 lebih. Nah, George Harrison 58 beda 4 tahun sama saya. Kalau dari kelahiran beda 5 tahun. Waktu saya lihat foto dia tahun 65, orang lain mah difoto the Beatles yang lain mah di foto nyeungir, dia mah difoto nyeungir tapi dijarinya ada rokok. Pada tahun 65 pada usia belasan tahun 20 an tahun, dia sudah merokok 10 bungkus 1 hari - perokok berat. Sampai ada kanker. Orangnya baik.

The Beatles nggak ada apa-apanya kalau nggak ada dia cara main gitar itu aneh, unik. Tapi karena merokok masih muda, masih sehat, beunghar, rumahnya 3 hektar - istana, punya rekaman sendiri di Inggris, mobilnya waduh banyak, ada pengawal - pengawalnya bukan bodyguard yang kumisan mamawa peso belati ditato. Nggak, polisi asli dari Inggris dijaga rumahnya. Uang ngalir nggak kurang tapi umur 58. Nah, kita umur berapa ? Saya kalau kesitu ke 58 kan tinggal 5 tahun lagi. Kalau ke 60 - 7 tahun lagi. Kalau 70 - 17 tahun lagi.  Taro kata saya 80 Yesus belum datang 80 tahun saya - 27 tahun lagi. Tapi nepi kadinya teh neupi. Paeh teh deukeut. Hayo edek cia ciu terus ? Ayeuna nggeus ciu nah ulah dimakan, cia na we, ciu na mah ulah. Terus edek musuh-musuhan, edek ribut terus ? Pasea ? Cape. Sudah sekarang eh penyelamatanmu akan datang. Bahkan sudah dekat. Nah, kalau gitu harus bagaimana ? Kita lihat ayat terakhir
 
21:34 "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. 
21:35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. 
21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia." 

Tidak ada ganjalan sama Tuhan, tidak ada orang yang saya benci, tidak ada orang yang saya geuleuh, tidak ada orang yang saya keuheul - nggak ada. Kalau Tuhan ambil saya sekarang malam ini saya tidak ada apa-apa sama Tuhan. Nggak ada marah sama Tuhan nggak kesel karena Tuhan ambil si Melvin, nggak. Kan Tuhan ambil mama saya papa saya waktu saya masih sekolah. Nggak. Nggak ada apa-apa. Saya sudah siap. Kalau ada yang belum siap, hayo geura beberes ayeuna. Penyelamatan itu sudah dekat. Bisa saja Tuhan datang pada ke dua kali kita diselamatkan tapi bisa saja Dia datang sebelum Dia ke dua kali, Dia datang secara pribadi - kematian. Maka Ibu Aten mah senang dia sudah tahu akan diambil. Dia siap. Ini yang lagi melongo gagaro-gagaro dut paeh we. Tah eta nu karunya. Nu keur ngorong kadenge petasan dor reuwas - paeh we. Itu yang kasihan. Dia belum beberes, dia belum siap. Ibu Aten mah sudah senang atuh, Surga sudah ditangan. Maka diantara sadar dan tidak sadar saudara dia bilang: Waduh, saya teh sudah didieunkeun imah ku Tuhan. Saya dengar itu. Gede diditu. Imahna gede pisan. Terus dia ngomong sama ci Iin: Engke nie men datang ka ditu? Ci Iin ngomong: Embung atuh ke heula. Entong. Nggeus we ibu Aten heula. Keun we wo geus aya meureun imah sorangan. Heran saudara, Sorga itu senang tapi keukeuh we hayang keneh ngotok rowok di jalan rumah sakit. Kajeun teuing loba daki di Cianjur betah keneh di Cianjur tong waka ka Sorga. 

Saudara, penyelamatan sudah dekat.  Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan.  Apa itu narkoba ? Itu pesta pora kemabukan dibikin lupa. Negara besar itu pintar. Indonesia kan kekayaannya luar biasa. Sekarang baru dapat lagi tambang emas di daerah Lombok langsung dibawa ke Australia dibikin jalan bagus luar biasa tambang dibeli langsung bank Australia. Irian itu tambang emas terbesar di dunia tetep we pake koteka orang Irian na mah. Emas na mah dibawaan ka Amerika. Aduh, bedegong pisan. Jadi saudara kita teh kasihan sama Indonesia teh. Kenapa ? Kasih aja narkoba. Kacau Indonesia kasih narkoba. Untung gede tah dibere narkoba. Orang ditangkap orang ditembak orang ditangkap orang ditembak. Malaysia digantung tiap hari. Tetap aja ada yang kena AIDS ada yang kena narkoba.

Kenapa ini? Karena sengaja dihancurin. Kita jangan mau dong dihancurin. Kita kan anak Tuhan. Saya nggak mau dong. Teman saya di Bandung punya pabrik textile besar. Aduh mobil teh aya 18 saudara. Aya nu monyong mobil teh aya nu gepeng aya nu nyengir mobil teh ayeuna teh luar biasa. Aya nu matana sipit. Aya nu matana bolotot geuning nya. Boga motor. Tapi naha kebaktian saya di Jakarta ? Kunaon aya didieu? Pan oeh teh keur rehabilitasi. Naha kunaon rehabilitasi, iraha gelona ? Lain gelo ko Yoyo, oeh teh pan keuna.  Keuna naon ? Narkoba. Naha teu beja-beja ka saya ? Pan di Dr Trismoyo saya teh di rehabilitasi. Aduh, anaknya ganteng istrinya cantik,  pabrik besar, mobil 18, motor nggak tahu ada berapa. Kena narkoba. Kalau sudah kena narkoba nggak mau lagi kerja hayo we nyedot. 

Mau masuk Sekolah Alkitab tapi kena narkoba ... anak SMP anak SD sekarang teh sengaja di rusak. Cianjur teh ieu teh kota ustad. Jalan ieu ge engkong na Gus Dur - Hasyim Asyari. Punya anak Wahid Hayim, punya anak lagi Abdurrahman Wahid. Ini teh daerah NU. Ini teh daerah agama saudara tapi saudara tau ngggak disini teh sarang narkoba. Mau dihancurin. Nah, kita jangan foya-foya. Jangan mau ditipu dengan kepentingan-kepentingan dunia. Jangan dengan tiba-tiba Hari Tuhan jatuh keatas dirimu seperti satu jerat. Dia akan menimpa semua penduduk dibumi. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa. Maka pendeta teh lain bawel. Hayo sembahyang ayo berdoa. Waktu saya khotbah di Jakarta mengenai kita harus disiplin dalam doa, disiplin dalam berpuasa ada yang mau belajar berpuasa. Sekarang di Sukabumi ada suami istri berpuasa 40 hari. Suami istri jadi supaya bareung kuat. Buka tiap hari tapi 40 hari. Ini jemaat di Jakarta bilang: Pak Awondatu  kalau yang benar itu  puasa itu dari jam berapa sampai jam berapa? Dibales we ku saya dari jam berapa sampai jam berapa terserah - asal 24 jam. Misal jam 6.00 sore makan terakhir, nanti buka-buka lagi besok jam 6.00 sore - itu 24 jam. Pada belajar di Jakarta teh orang-orang kaya pada belajar. Belajar disiplin. Belajar kumaha puasa teh. Pertama puasa teh susah areungap, parait letah, aduh hulu teh asa gede padahal masih kitu-kitu keneh. Duh kumaha nya lieuer nyut-nyutan komo geus jam 2 beurang tapi kita mau disiplin. 

Saya kasih SMS kan sama saudara ? Mau sukses ? Belajar disiplin. Disiplin dengan perut. Membiasakan yang kita biasa tidak kerjakan sampai jadi biasa. Mimiti teh hudang subuh teh hese bangun pagi teh susah. Tapi lama-lama melotot. Udah biasa. Dulu pake bel sekarang nggak. Kenapa ? Yang tidak biasa, kita latih menjadi biasa. Waktu saya diminta jangan makan ini jangan makan itu, makan havermut tong di gulaan - aduh kumaha ieu. Tapi lama-lama jadi biasa. Sekarang saya kalau makan apa-apa nggak pake gula. Kalau pake aduh terlalu manis nggak enak - sudah biasa. Jadi melatih yang tidak biasa kita lakukan sampai kita jadi biasa. Sembahyang pertamanya ngomong apa ya sama Tuhan. Ah, mimiti mah Selamat pagi Tuhan Yesus. Amin. Ini kejadian betul. Lama-lama Selamat pagi Tuhan Yesus, how are you today ? Terima kasih. Aduh Tuhan, tolonglah saya punya toko saya mau jual. Mula-mula toko. Lama-lama keluarga disembahyangan. Lama-lama aduh Tuhan lambat atau cepat kan kita jadi almarhum. Heg edek urang kumaha Profesor Doktor Karburator Kotor Bocor DLLAJR SDSB tetep we engke mah akhir-akhir na mah kita punya titel teh Almarhum. Mau tidak mau, rela tidak rela, jago tidak jago, hebat tidak hebat, ototnya kaya Schwarzeneggar, tetep aja almarhum nantinya.

Nah, untuk sampai ke sana mari kita latih. Sembahyang kita latih. Hayo urang cia ciu - nggeus lah nggeus lewat eta mah. Yu karaoke - sudah tidaklah. Kenapa? Sudah kita mulai disiplin, kita jangan pesta pora. Karena apa? Penyelamatan sudah dekat. Hayo edek kamana atuh? Erek keliling dunia ayeuna hayang nu pangaman na. Ah, saya mah edek pindah we ka kutub utara - aya biruang diditu kumaha mangkaning biruang makan manusia. Wah, saudara ku dimanapun tidak ada yang makan - hanya didalam FA kita mendapat keselamatan dari Tuhan dan petang hari ini saya tidak panjangkan FA. Ada penyelamatan dari Tuhan. Jangan takut jangan bimbang ketika dunia bergonjang-ganjing, ketika orang-orang pada bingung, cemas dan mati karena ketakutan  karena kita sudah tahu ketika hal itu mulai terjadi - ketahuilah penyelamatan sudah dekat. Mari kita berdiri bersama-sama. 

-- o -- 

Minggu sore, 09 Desember 2001

PEMIMPIN PRIBADI

Haleluyah. Mazmur 

23:1. Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. 
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; 
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. 
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. 
23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. 
23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Dari 6 ayat yang barusan kita baca ini, ada 17X kata Ku, Aku, Ku, Aku - ada 17X. Dan ada 13X  kata Tuhan, Dia, Nya. Jadi kalau kita jumlah 13 + 17 seluruhnya ada 30, hubungan pribadi antara Tuhan sebagai Gembala dengan kita sebagai domba. Kekurangan kita didalam pengiringan kita kepada Tuhan, kita anggap Tuhan itu Pemimpin global. Kita anggap Tuhan itu Pemimpin dari kekristenan seluruh dunia - yang memang tidak salah. Tetapi saudara harus juga mengenal Tuhan sebagai Gembala, sebagai Pemimpin pribadi saudara. Nah, pada sore hari ini saya ingin berbicara mengenai Dia sebagai pemimpin pribadi saudara masing-masing. Maka ada 30 hubungan pribadi 17X kata Ku, 13X kata Tuhan kata Dia kata Nya - 30 kalau digabung. Maka keseluruhannya adalah 30X hubungan pribadi. Maka tadi pagi saudara baca Alkitab, apa tadi pagi saudara berdoa - tidak usah jawab. Apa tadi pagi saudara periksa cuma periksa bon, periksa toko saja, periksa warung - saudara tidak menganggap Tuhan sebagai Gembala pribadi saudara. 

Sekali lagi bahwa Tuhan adalah Gembala ku, katanya - bukan Gembala orang lain. Tapi Gembala ku, kata Daud - Gembala pribadiku, Gembala saya. Saudara harus mengalami Tuhan itu secara pribadi. Saudara harus mengalami Tuhan itu bukan kata pendeta, bukan kata ko Yoyo, bukan kata Pak Awondatu, bukan kata pendeta lain. Kita tidak boleh jadi kristen ikut-ikutan, apalagi kita jadi kristen bebek. Hanya membebek - orang ke kanan kita kekanan, orang kekiri kita kekiri, pacar ke gereja kita ke gereja, pacar dibaptis kita dibaptis - tanpa kita mengerti apa arti baptisan air itu. Kita musti ikut Yesus secara pribadi. 

Jadi Tuhan kita ini bukan hanya pemimpin kelompok dunia. Dia mau menggembalakan saudara secara pribadi. Nah, cara Tuhan menggembalakan saya tentu lain dengan caranya Tuhan menggembalakan saudara. Yang kita baca didalam Mazmur 23 ini adalah garis-garis besarnya tentu lain-lain. Nah, didalam Mazmur 23 saya pernah katakan kepada saudara ada 12 cara 12 berkat yang kita bisa belajar. Satu saya sudah ajar ke kaum muda, yang satu saya sudah ajar kepada jemaat, yaitu gadamu dan tongkatmu itu menghibur aku. Sekarang kita mau belajar satu lagi pada sore hari ini bagaimana Tuhan mau menggembalakan kita secara pribadi. Jadi saudara jangan urus orang lain ya, jangan ngurus orang lain si A jangan ngurus si B, saudara periksa saja diri saudara sendiri; lihat saja diri saudara jangan lihat istri saudara bagaimana suami saudara bagaimana anak saudara ayah saudara ibu saudara bagaimana - saudara lihat saja diri saudara sendiri. Jadi didalam renungan FA ini saudara mau terima apa tidak penggembalaan dari Tuhan kepada saudara. Ayat nya yang ke 2.
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau - bukan itu yang saya akan cerita tapi bagian yang ke dua - Ia membimbing aku ke air yang tenang; 

Coba ulangi sama-sama. Kata membimbing, saudara, berarti kita si domba itu belum bisa sendiri, belum bisa menemukan sendiri air yang tenang itu. Walau pun ada gembala, walaupun gembala sudah jalan didepan masih suka-suka salah - maka dipakailah kata membimbing ini. Dia membimbing aku ke air yang tenang. Nah, saudara jangan heran karena Daud ini seorang gembala jadi dia cerita tentang pengalamannya lalu dia ungkapkan Tuhan adalah gembala dan sekarang saya adalah domba seperti saya gembala dan menggembalakan domba-domba saya. Dia biasa Daud itu membimbing mengatur domba-domba yang belum bisa sendiri. Belum bisa sendiri. Maka dikatakan membimbing. Di Sekolah Alkitab saja ada pelajaran Pembimbing Alkitab. Jadi siswa-siswa itu tidak bisa langsung ngerti wah kitab Kejadian apa, Kitab Keluaran apa.  Nah, banyak orang salah. Banyak murid-murid Sekolah Alkitab itu pembimbing pelajaran Alkitab itu - dia tidur. Kalau guru mengajar dia ngomong dia ngobrol. Saya kuatnya di pembimbing. Saya waktu kelas 1 itu kuat di pembimbing Alkitab maka saya kalau belajar Alkitab gampang karena saya kuat di pembimbing. Saya mau dibimbing.  Jadi guru saya Oom Batubara yang mengajarkan pembimbing Alkitab saya ikuti. Walaupun saudara-saudara, ada catatan, ada dibagi lecture nya tetapi saya ikut karena ini pembimbing. Mau ngerti Alkitab itu pembimbingnya, pembimbing Alkitab, pembimbing kepada Alkitab. 

Mau belajar bahasa Inggris dulu guru saya Pak Ishak guru SMA ada buku mengenali bahasa Inggris, membimbing kita kepada bahasa Inggris. Saya dengar di Manado ada yang nyanyi We warship you We warship you - pake bahasa Inggris. Nggeus we pake bahasa Indonesia yang kaharti. Make bahwa Inggris We warship you. Warship itu kapal perang. Kalau menyembah mah worship. Mustinya  We worship you We worship you. Tapi hayang inggris-inggrisan belum belajar, belum dibimbing  We worship you jadi ngajakan perang ka Tuhan. Jadi kita saudara-saudara, harus mengerti betapa pentingnya pembimbingan ini. Nah, saudara, ini cucu saya sudah bisa berdiri katanya, anaknya Helga. Revi bilang segala dikasih apa dimasukkan ke mulut - cilaka atuh. Jadi saya bilang coba suruh itu pisau-pisau dilaci naik-naikkan keatas. Karena dia jalan pake yang itu, maunya pegang semua - harus dibimbing harus dikasih tahu. Namanya saja anak belum mengerti. Harus dibimbing. 

Didaerah Riau ada utusan Injil dari Amerika itu dia mencari pembantu-pembantu rumah tangga (PRT). Cari lalu diadakanlah pelajaran Alkitab. Mereka kebanyakan muslim tetapi mau kenal Yesus. Dibimbing lalu setelah sekian mau terima Yesus ada yang agama nya agama Kaharingan orang Dayak tapi mau dengar Yesus ada yang agamanya nggak ada agama, agamanya agama duit. Saudara-saudaraku, sekarang mau terima Yesus. Nah, diajar. Sudah diajar 3 bulan 4 bulan habis bekerja jam 8 malam diajar. Ini guru nggak mau dibayar ini orang luar negeri. Dia kasih pelajaran Alkitab. Lalu satu kali dia tes. Jangan takut ibu-ibu. Di tes ini bukannya nanti masuk penjara sekaligus -tidak, tapi kita cuma mau tahu sudah masuk apa belum. Lalu ada satu PRT dari Jogya. Ibu, Yesus lahir dimana? Yesus lahir dimana ya - dia ngomong sendiri. Di mana? Ini orang Amerika sabar: Di Beth ...  Bethlehem. Pinter. Ini dibimbing namanya. Lalu Dia besar dimana? Di mana ya - ngomong sendiri dia. PRT yang lainnya juga kan nggak ngerti. Gurunya bilang: Di Na .... Naza .. Oh iya, Nazareth. Betul. Lalu Yesus itu mati. Matinya dimana? Dimana ya Yesus lahir. Dimana ya Yesus lahir. Gurunya orang Amerika sabar: Di Jol ... Maksudnya di Joljota. Karena dia dari Jogja dia bilang ... di Jogya. Banyak salah tapi nggak apa-apa namanya saja membimbing.

Nah, anak jalan - ayo, nang ning ning nang ning keung. Mula-mula kita pegang 2 tangannya - nang ning ning nang ning keung. Lepas satu tangan. Dia jatuh nangis, eh diangkat lagi, dibimbing lagi  - itu namanya membimbing. Nah, Daud itu tahu dia itu masih banyak salah. Coba saudara baca hidupnya Daud - da banyak salah. Mau jadi orang saleh teh musti mengurangi salah baru kita bisa jadi saleh. Tapi untuk jadi ke saleh itu dari banyak salah itu mulai kurang dari biasanya 100 salah kurang 90 salahnya terus 80 sampai hampir nanti tidak ada salah. Nah, saya kalau main golf ditanya handicapped nya berapa, pak. Handicapped saya itu paling jelek paling rendah 28. Maksudnya mustinya main 72 saya main 100 kelebihan 28 pukulan. Berarti kesalahan saya itu 28. Main golf mah. Nanti dibimbing sama pelatih dibimbing sampai pinter bisa main 20 kurang nya 8 udah bisa perbaiki. Jadi harusnya main 72 main 92. Nah, kalau Tiger Wood, mustinya main 72 dia main 62. Dia minus. Jadi nggak ada salahnya dia main. Itu Tiger Wood juara dunia. Saya ini di mana salahnya ada 20. Nanti kadang-kadang sudah senang saya, sudah bisa  main 90, besok main lagi 105 lagi - wah jelek lagi. Jadi masih banyak salah, maka dibimbing.

Jadi saya pikir begini kalau main golf saja susah, apalagi masuk Surga, apalagi jadi benar didalam Tuhan. Masih nggak bisa betulin salah. Dilatih saya sama orang Amerika. Saya tidak lupa dia punya kata-kata: Coba swing. Bola itu bukan  dipukul ya. Swing. Aduh, dia bilang, aku tidak pernah lihat swing begitu bagus. Swing, aduh gede hate saya. Aduh, disebut alus teh. Terus nafsu hayang tarik neunggeul. Tah, salah lagi. Itu swing yang lama kamu pakai. Terbuka pikiran. Kita teh sudah pake caranya Tuhan, nggak usah pake tenaga. Udah pake caranya Tuhan ngelehan; udah pake caranya Tuhan suka hayang tarik wae. Keukeuh. Salah lagi. Masih ada salah.

Jadi Daud itu tahu dia banyak salah karena dia perlu bimbingan dari sang Gembala. Aduh, Tuhan, dia jadi bersaksi sama kita : Dia membimbing aku ke air yang tenang. Pernah saya ngawinin janda saudara, suaminya mati. Kawin di ruko neangan panyakit. Udah saya dilantai bawah saja ah pengen dilantai tinggi dilantai ke 3. Jadi pemain organ sudah siap, kursi sudah ada. Ada Pa Utomo itu pegang gitar Yamaha siap ya apa kalau ada penganten sudah kelihatan naik tangga saya bilang kasih kode sama saya, saya tunggu dimimbar. Kita bikin kaya di gereja. Jemaat teh: Penganten sudah datang. Oke, siap musik. Kemurahan-Mu ... Maksudnya supaya pelan. Lebih dari hidup. Berhenti saudaraku itu penganten nggak jalan karena pengantennya gugup yang lelaki baru pertama, yang perempuan sudah ke 2 kali. Saya bilang masuk. Gugup yang lelaki itu gugup dia. Yang perempuan sudah nggak sabar, diseret si lelaki saudara. Nah, itu bukan membimbing itu menyeret. Bayangkan kalau ayat ini berbunyi Ia menyeret aku ke air yang mendidih kan saudaraku bingung tapi Ia membimbing aku ke air yang tenang. Saudara senang punya gembala yang begini gentleman, saudara senang? Ia membimbing. Jadi Daud itu lihat dia masih banyak salah, masih banyak handicapped. Tuhan itu kaya pelatih, gembala - dibimbing eh, ini jalannya masih luar-leor. 

Saya suka nggak tahan kalau cerita tentang Tuhan jadi Gembala ini - Tuhan mah sabar. Sudah banyak salah  banyak kekurangan Tuhan mah sabar. Luar biasa sabarnya. Berapa kali kita nggak ke gereja pakai alasan selesma? Padahal Tuhan teh baik itu hidung teh udah ngadep ke bawah lubangnya. Coba kalau Tuhan bikin hidung ngadep keatas, baru selesma betul-betul saudara. Asal hujan becek, asal hujan becek. Tapi Tuhan kasih hidung itu kebawah tapi kita masih pakai alasan itu selesma. Sampai ada jemaat di Jakarta dikasih nama Tante selesma. Dalam sebulan pasti tiga minggu dia selesma. Kenapa nggak kebaktian kemarin? Selesma. Kemana kemarin nggak datang? Selesma. Selesma aja terus. Musim apa saja selesma dia. Tapi Tuhan mah sabar. Udah selesma juga tetep dikasih selesma terus sama Tuhan. Sabar Tuhan. 

Kata membimbing ini merupakan ayah membimbing anak, guru membimbing murid, gembala membimbing domba, dsb. Membimbing itu artinya kita si domba ini belum bisa jalan sendiri. Ku tak dapat jalan sendiri Tuhan tolong padaku Biarlah sinar-Mu menerangiku ... S'bab ku tak dapat jalan sendiri. Hari ini ada beberapa jiwa mau dibaptis. Orang yang mau dibaptis sama Tuhan seolah-olah dia ngomong begini: Tuhan bimbing saya Tuhan, saya tidak bisa jalan sendiri. Saya minta dibimbing oleh Tuhan. Orang yang merasa tidak perlu dibaptis mah da, nggak perlu bimbingan Tuhan, da dia bisa jalan sendiri eng-ing-eng dia bisa jalan sendiri. Tapi orang yang datang kepada keputusan untuk menerima baptisan air dia seolah-olah berkata kepada Tuhan: Tuhan, Saya nggak berani jalan sendiri ini dunia kejam, ini dunia keji, ini dunia penuh dengan intrik-intrik segala macam tapi saya mau minta Tuhan bimbing. Nah, kita lihat berikutnya, Ia membimbing aku ke air yang tenang. Mari kita buka dulu satu ayat dalam Yesaya  

57:20 Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang, dan arusnya menimbulkan sampah dan lumpur. 
57:21 Tiada damai bagi orang-orang fasik itu," firman Allahku.

Ingat kitab nabi Yesaya bukan ditulis untuk orang-orang yang jahat, dia ditulis untuk umat Tuhan. Nah, ada umat Tuhan namanya umat Tuhan namanya anggota umat Tuhan tapi fasik. Apa maksudnya fasik? Tidak mau dibimbing. Maka karena dia tidak mau dibimbing, tidak ada ketenangan. Kembali kepada Mazmur 23 Orang yang fasik tidak dapat tetap tenang, kata FA. Sedangkan janji daripada Tuhan orang yang mau dibimbing oleh Tuhan seperti gembala membimbing domba kepada air yang tenang. Nah, saya 3 hari kemarin KKR di Batam KKR natal KKR hari yang ke 3 dibikin di Hotel Novotel ada 3 KKR bersamaan tetapi yang Tuhan berkati KKR kita -     banyak jiwa datang. Tetap saya disuruh makan di satu RM dari anak Tuhan bapak Rudi dan Ibu Rut yang dulu ke Tanah Abang. Dia bersaksi lagi dulu datang kesana hidup sangat susah sangat sulit tapi sekarang restorannya saja 3. Dia baru beli rumah 1 milyar lebih, mobil juga ada 2 ada 3. Tiga restoran itu semuanya penuh-penuh tidak pernah kosong. Kenapa? 5 bulan yang lalu saya datang kesana, nangis ini ibu : Brur, saya minta doa anak saya aduh anak saya suka judi. Mamanya suka doa tapi anak saya suka judi. Sekarang : Puji Tuhan, Brur, Tuhan sudah dengar doa kita, anak saya jadi baik. 

Oh, saudaraku orang yang mau dibimbing oleh Tuhan, hidupnya tenang, tidak gelisah, tidak ketakutan - hidup tenang. Orang sulit cari kerja di Batam itu orang sulit cari kerja, banyak penodongan sekarang disana. Sudah  katanya disini ada tempat pelacuran paling besar di Batam ini, tempat narkoba paling besar, cari kerja susah. Tapi orang yang mau dibimbing oleh Tuhan, dia akan hidup tenang, dia akan hidup teduh. Ingat saudara nyanyian itu yang dulu kita pantekosta kuno : Jangan kau tinggalkan Bethlehem Kalau kau tak mau jatuh Jangan tinggalkan Tuhan Yesus Kalau kau mau dapat teduh Rajin datang di kebaktian Tuhan b'ri girang Upahmu besar di Surga - Di Surga ada upah tapi di dunia Tuhan kasih girang - Sampai s'lamanya.

Di Bethlehem itu ada satu orang kaya namanya Elimelek, anak Tuhan. Namanya Elimelekh, istrinya Naomi, anaknya Maklon dan Kilyon. Tapi namanya Elimelek, Gus Dur lebih melek, saudara-saudara. Karena apa? Pada waktu ada kelaparan sedikit saja, susah sedikit saja, nggak mau dibimbing Tuhan. Jangan kau tinggalkan Bethlehem  - itu kata FA, tapi dia tinggalkan Bethlehem satu keluarga pindah ke Moab, keluar negeri. Pindah ke Moab. Di Moab tidak ada gereja, di Moab tidak ada Bait Allah, tidak ada Baitul Mukadis, tidak ada tempat dia beribadah. Tidak ada. Tapi teu nanaon geuning nya heunteu kebaktian teu ka gereja. Nggeus sataun yeuh di Moab teu nanaon. Teu bisul teu nanaon euweuh nanaon teu nanaon. 2 tahun teu nanaon ning nya; ah, ieu mah beuneur pindah teh kehendak Tuhan, tidak kebaktian tidak apa-apa. 3 tahun nggak apa-apa. 4 tahun cari siauw cie,  Maklon dan Kilyon kawin sama Rut sama Orpa. 5 tahun 6 tahun tidak ada apa-apa, tapi belum punya anak. 7 tahun 8 tahun nggak apa-apa belum punya anak. 9 tahun Elimelek bengek, terus mati ya. 10 tahun Maklon Kilyon mati juga jadi 3 trio janda. Di Jakarta ada Trio Libels ieu mah trio janda. Lagunya sama Suamiku mati ye ye, suamiku mati wo wo - sama lagunya. Tiga-tiganya meninggal suaminya. Begitu ketimpa meninggal, sadarlah Naomi: Aduh, aku sudah salah kepada Tuhan. 

Karena apa? Karena hidup nggak mau dibimbing sama Tuhan. Mawa kareup maneh. Mau pindah. Apalah haleluyah, meuning pindah ka luar kota. Naon lah kota Cianjur mah lah leutik-leutik kitu dah naon di Cianjur mah hitut ge heurin, meunding keneh pindah ka Bandung. Nah, saudara, pindah pake kemauan kita - nanya dulu sama Tuhan. Apa kehendak Tuhan apa nggak pindah itu? Kalau mau pindah, saya mah udah lebih dulu pindah dari saudara. Bener, 10 - 15 tahun lalu saya sudah pindah ke Jakarta - 3 gereja minta saya pindah. Tapi saya minta dulu ijin sama Tuhan, Boss saya. Boss bilang jangan pindah, nggeus we di Warung Jajar. Ke Kapten Musa aja pindah mah. Nggeus tetep di Cianjur - nurut geus, dipelihara sama Tuhan. Ada haleluyah, saudara? Dipelihara sama Tuhan. Aduh, aku sudah salah sama Tuhan, aku mau mudik ke Bethlehem. Kembali. Di tengah jalan Naomi bilang sama putri-putrinya menantunya: Cao lah cao lah, sudah. Cari lagi itulah kamu cari cang fu lagi. Mama udah tua nggak mungkin punya anak lagi, udah kamu masih muda kamu kawin lagi. Orpa bilang iya ceng li juga, iya dah, nangis-nangis juga tapi iya sudah saya mau pulang lagi. Siapa tahu masih ada pacar bisa ngobrol. Tapi Rut, Rut bilang: Ma, jangan paksa saya pulang meninggalkan mama. Dimana engkau pergi, aku mau pergi kesana. Dimana engkau bermalam aku mau bermalam disana. 

Pendek cerita dia ketemu Boaz, godfather cukongnya dari Bethlehem. Boaz teh keur beunghar teh bageur, keur bageur teh beunghar, keur bageur teh kasep. Apa tidak ada gadis-gadis di daerah Bethlehem yang bisa menggetarkan hati daripada Boaz? Banyak mungkin, lebih cantik gadis lagi. Ini janda dari Moab. Kenapa? Mau diatur hidupnya saudara. Nggak mau ngatur maneh. Mau diatur sama Tuhan. Kata Naomi: Eh, cari ya gandum di tanah Boaz. Iya. Satu malam Naomi bilang: Kamu mandi pakai minyak wangi seadanya aja minyak wangi apa Afitson Afitson lah, pake saja, pokoknya asal yang wangi-wangi. Kamu pergi ke gudang Boaz dan kamu tidur diselimut paling ujung kira-kira 7-8 M paling ujung kamu tidur disana. Dia turut semua itu. Akhirnya Boaz bilang: Aduh, kamu punya cinta sekarang itu jauh lebih besar daripada yang dulu. Kamu tidak cari anak-anak muda, saya ini tertarik sama kamu. Kalau saudara baca itu kitab dia menikah. Begitu menikah, lahirlah Obed. Dari Obed turun Isai, dari Isai turun Daud, dari Daud turun Yesus. Jadi ternyata Yesus itu saudaraku diturunkan dari keluarga-keluarga yang mau dibimbing, yang mau diatur sama Tuhan. Makanya Yesus waktu lahir juga Tuhan bilang: Kandang domba, nurut Yesus mah dikandang domba. Begitu lahir: Hey, Herodes mau membunuh, lari ke Mesir, nurut Yesus ke Mesir. Sudah di Mesir bukan daerah Dia juga: Pulang lagi - pulang lagi. Semuanya diatur sama Tuhan.

Tiap langkahku diatur oleh Tuhan. Ada haleluyah, saudara? Tuhan menetapkan langkah-langkah orang Yang hidupnya berkenan kepadaNya. Tuhan menetapkan langkah yang hidupnya berkenan kepadanya. Apabila dia jatuh - da masih ada kekurangan, handicapped - tak sampai terg'letak S'bab Tuhan menopang - Apa? - tanganNya. TanganNya - tangan teh apa kalau ditopang - dibimbing. tanganNya S'bab Tuhan menopang tangannya - dibimbing itu.  Apabila ia jatuh tak sampai terg'letak S'bab Tuhan menopang tangannya. Untuk yang bisnis : S'bab Tuhan menopang dagangnya. Dagangnya dagangnya - tarik laci, masukin lagi - S'bab Tuhan menopang dagangnya - cipoa - Apabila ia jatuh tak sampai terg'letak S'bab Tuhan menopang tokonya. Ada haleluyah, saudara-saudara?  Kalau saudara mau diatur, mau dibimbing oleh Tuhan, saudara akan dapat kemenangan. Sekian renungan FA, kita mau menikmati ketenangan dari pada Tuhan.

-- o -- 

Minggu sore, 16 Desember 2001

PRIBADI YUSUF

Saudara mau dengar khotbah natal atau khotbah biasa? Mau khotbah natal atau khotbah biasa? Khotbah natal. Baik. Kita mau lihat khotbah natal. Matius pasal 1, kita akan melihat beberapa ayat dari Sabda Tuhan. Matius pasal 1, kita membaca ayat yang ke 20,

1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." 
1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 
1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita. 
1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, 
1:25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Sore hari ini dalam cerita natal kita mau melihat pribadi Yusuf. Yusuf dalam pasal ini dia sedang ada didalam kebingungan. Bingung oleh karena tunangannya yang bernama Maria itu tiba-tiba ditemukan oleh dia, diketahui oleh dia sudah hamil. Padahal dia belum kawin dengan dia, baru bertunangan, menurut ayat 18. Tetapi jaman dahulu bertunangan itu kekuatannya sama dengan pertunangan. Buktinya ayat 18 disebut bertunangan tapi ayat 19 Yusuf sudah disebut suami. Walaupun ayat 25 belum bersetubuh. Jadi dia bertunangan, ayat 18, tetapi ayat 19 sudah disebut suami, ayat 25 belum bersetubuh. Kekuatan pertunangan sama dengan perkawinan minus hubungan suami istri. 

Jadi saudara bisa bayangkan bagaimana Yusuf bingungnya melihat calon istrinya ini di dalam keadaan yang mengandung. Kalau nanti saudara di rumah membaca Lukas pasal 1, Gabriel pernah masuk di rumah Maria dan berkata: Sejahteralah hai kamu, Maria yang dikasihi oleh Tuhan karena kamu dipilih oleh Tuhan untuk mengandung seorang anak laki-laki yang bernama Yesus. Maria ini seorang yang pandai, seorang yang berani. Dia berkata: Saya saja belum bersuami. Jadi kata-kata Maria, dia bilang saya belum bersuami mengkuatkan ayat 18, mereka masih bertunangan. Jadi belum menikah. Ayat 19 Yusuf disebut suaminya - itu karena kekuatan pertunangan sama kuatnya dengan perkawinan. Maria berkata: Saya belum bersuami, bagaimana itu bisa jadi? Gabriel berkata, kandunganmu itu datang dari Roh Kudus, kandunganmu hanya dipinjam saja sehingga nanti kamu akan melahirkan seorang anak laki-laki hendaklah engkau menamakan Dia Yesus, dan seterusnya, dan seterusnya. 

Nampaknya Maria menyimpan hal ini didalam hatinya. Dia tidak cerita kepada Yusuf. Dalam Matius kita lihat dari pihak Yusuf. Yusuf yang tidak tahu apa-apa, tiba-tiba dia menemukan Maria yang sudah mengandung. Jadi saudara bisa pikir, kebingungannya Yusuf. Bingungnya begini: Dia sangat mencintai Maria tetapi dilain pihak dia bertanya-tanya, ini Maria nih mengandung anak siapa? Tentu dia anggap dia tidak mungkin menikah dengan Maria karena mungkin Maria ini ada hubungan gelap dengan lelaki lain. Jadi dia bingung. Dia bingung antara menikah dengan Maria atau tidak. Kalau saudara-saudara baca ayat 19, disebut disana, karena Yusuf suaminya seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di muka umum dia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. 

Ini adalah satu hal yang sangat indah dari Yusuf. Dia bermaksud menceraikan Maria dengan maksud begini - saya tidak bisa terima anak ini karena anak ini bukan anak saya. Tapi dia sangat mencintai Maria. Dia sangat cinta sama Maria, dia sangat sayang sama Maria. Dia tidak mau nama Maria itu aib. Jadi kalau saat itu dia putus hubungan, dia datang ke rumah Maria dan berkata : Maria maaf saya lihat kandunganmu sudah besar - dan kalau Maria berkata, ini kandungan datang dari Roh Kudus, Yusuf tidak akan percaya. Jadi kalau Yusuf, umpamanya, datang ke rumah Maria dan berkata: Maria, sudah saja hubungan kita sampai disini. Dia pura-pura bloon, pura-pura engga tahu. Walaupun dia sudah tahu. Dia putuskan - Maria ini menghadapi suatu ancaman hukum Torat, yaitu dirajam sampai mati karena mengandung tanpa suami, mengandung sebelum menikah. 

Nah, kembali lagi, karena Yusuf sangat sayang, sangat cinta kepada istrinya. Maka saya percaya, orang, suami yang sangat cinta sama istrinya, dia akan ikut istrinya ke gereja. Ada haleluyah? Dia akan ikut istrinya ke gereja. Dia tidak akan tinggal di rumah. Itu suami yang betul-betul cinta sama istrinya. Karena ini ternyata Yusuf ini, saudara-saudaraku, dia datang dan dia bermaksud mau menceraikannya. Apa maksudnya menceraikan? Dia mau kawin dulu. Bagaimana dia mau menceraikan kalau masih tunangan? Tunangan mah tidak ada perceraian. Tunangan mah putus, putus saja. Tetapi dia mau kawin dulu setelah kawin, anak lahir, dia ceraikan. Kalau dia ceraikan, saudara-saudaraku, maka seluruh Betlehem mengutuk kepada Yusuf. Bukan Maria. Semua aib datang kepada Yusuf. Betapa baiknya Yusuf ini. Betapa dia sayang sama Maria. Dia mau semua keaiban Maria itu tumplek kepada dia dan dia mau jadi korban. Dia mau jadi kambing hitam. Dia mau menjadi, saudara-saudaraku, tumbal. 

Dengar baik-baik. Didalam kitab Kejadian ada satu suami juga jadi tumbal. Adam. Adam nggak makan, engga makan buah. Yang makan buah Hawa. Tapi itulah Hawa, dia bawa itu buah. Nih, kamu makan juga dong, saya sudah makan, saya sudah telanjang, kamu juga makan. Suami jadi tumbal, ikut makan juga. Dalam Matius 1, Maria yang mengalami kejadian itu, walaupun kejadiannya sangat baik. Tidak diketahui oleh Yusuf tapi Yusuf jadi tumbal. Tadi aib orang lain. 

Mulai malam ini, saudara-saudara, coba istri-istri menambah kasih sayangnya kepada suami-suami. Tuh, engga ada yang mau amin, engga ada yang mau haleluyah? Istri-istri saja yah, jangan yang aminnya suami-suami. Istri-istri menambah sayangnya sama suami. Karena apa? Suami tuh jadi tumbal, satu. Dua, suami itu mati duluan. Adam mati lebih dulu dari Hawa. Yusuf mati lebih dulu dari Maria. Waktu Yesus disalib, Maria ada di salib, Yusuf tidak ada karena dia sudah meninggal. Secara umum di Amerika, social security itu untuk suami lebih mahal karena mati lebih dulu. Di Afghanistan sekarang banyak laki-laki yang mati, Taliban-taliban itu, dan janda-janda. Maka di dalam Alkitab selalu ingatlah akan janda-janda yang miskin. Saya tidak pernah lihat ayat duda-duda. Tetapi ingatlah akan janda-janda. Kenapa? Karena Firman Allah katakan juga suami lebih dulu mati. Jadi kalau suami agak galak sedikit, marah-marah sedikit, pusing-pusing sedikit, sabar saja ibu-ibu. Umurnya pendek. Sayang-sayang suami itu, sayangi, sayangi. 

Nah, sekarang untuk suami. Untuk suami kita lihat Yusuf ini. Waktu ia mau menceraikan dengan baik, Yesus belum lahir. Tadi kita menyanyi, Tiada yang seperti Engkau, tiada kasih yang sempurna - kasih Yesus paling sempurna. Nah, sekarang Yesus belum lahir, yang bekerja di dalam hati Yesus kasih siapa? Yesusnya belum lahir kok. Jadi kalau sekarang kita sebagai orang kristen, kasih kita kurang dari kasih Yusuf, kita kalah sama Yusuf. Sebagai orang kristen kita harus mempunyai kasih yang lebih besar dari Yusuf, karena apa? Karena Yusuf mah saudara, Yesus belum lahir. Dia masih hidup dalam Taurat. Kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri. Itu saja. Tapi toh dia bisa mengasihi Maria sedemikian rupa sampai dia mau tutup aibnya Maria. Tutup segala kejelekan Maria dan mau tumplekan semua kejelekan Maria tuh kepada dirinya sendiri. 

Kalau orang mengaku, aduh saya mah mengasihi dia, saya mah mengasihi dia, tapi diceritain kesalahannya itu mah bukan mengasihi. Kalau orang mengasihi, dia tidak akan bicarakan kesalahan orang. Kalau orang mengasihi gembalanya, dia tidak akan jelek-jelekan gembalanya. Dia akan kirim sayuran kepada gembalanya, dia akan kirim makanan. 

Saya tuh sampai geleng kepala, jemaat saya pertama yang kasih selamat hari natal tuh bulan Nopember. 15 November, selamat hari natal. Saudara Johny suaminya Yeyen, hebat bener lho, empat puluh lima hari. Tadi ada dua sms sama saya kirim minal aidin wal faizin. Ampun, pake gambar mesjid lagi. Ampun, keterlaluan, saudara. Apa dia salah kirim, mungkin salah kirim. Dari pihak Yusuf kita lihat, ah, aku mau ceraikan diam-diam Maria ini. Saya nih heran saudara-saudara, Tuhan tuh bicara macam-macam. Nah, untuk Yusuf Dia bicara melalui mimpi. Mimpi ini kalau saudara dengar nyanyian Yoel 2:28, Tuhan berjanji mencurahkan Roh-Nya Putra-putri akan bernubuat Orang tua mendapatkan mimpi. Maksudnya bukan mimpi kekenyangan tidur, mimpi kurang tidur, mimpi kecapean, bukan. Mimpi disini bicara dari visi, vision. Itu diberikan kepada orang tua. Maka anak-anak muda itu, Dan teruna dapat penglihatan, teruna dapat penglihatan, tetapi orang tua dapat mimpi. Tuhan bicara melalui mimpi. Vision. Dia berkata begini: Yusuf, jangan kamu ragu menerima Maria karena dia adalah mengandung oleh karena Roh Kudus. Yang saya heran, ayat 24,

1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,  

Memang dia lagi sayang, memang dia lagi cinta sama Maria. Tapi memang ada sedikit ganjelan, kenapa Maria ini hamil. Tetapi ketika dia dapat jaminan dari malaikat dalam mimpi, bahwa itu kandungan datang dari Roh Kudus. Dia tidak lagi ragu-ragu untuk menerima Maria, dan dia berbuat, dia berbuat, dia berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia berbuat, ia berbuat. Kita tidak menjadi kristen karena khotbah. Kita tidak menjadi anak Tuhan karena mendengar khotbah. Tapi kita akan dikenal oleh Tuhan karena kita berbuat melakukan Firman Allah. Saya tidak dibenarkan oleh Tuhan karena saya khotbah, biar berapa ribu kali saya khotbah Tuhan tidak akan benarkan saya. Saudara tidak akan dibenarkan oleh Tuhan karena saudara dengar khotbah disana-sini, ribuan pendeta. Tidak. Saudara hanya akan dibenarkan oleh Tuhan kalau kita berbuat apa yang diperintahkan oleh Tuhan. 

Nah, apa kita sudah berbuat? Sekarang jemaat di Cianjur. Saya ada jemaat di Jakarta. Jemaat di Jakarta kurang lebih 200 orang, jemaat di Cianjur kurang lebih 600 orang. Jemaat di Cianjur - tua. Jemaat di Jakarta - muda. Jemaat di Jakarta baru 14-15 tahun, 16 tahun. Jemaat di Cianjur ini sudah 30-40 tahunan, 50 tahun. 50 tahun lebih, 60 tahun. Tapi soal berbuat, Cianjur kalah sama Jakarta. Kalau persentase. Berbuat membawa persepuluhan, Cianjur kalah. Kalah. Di sana mah anak umur 4 tahun, 5 tahun sudah bawa perpuluhan. Dididik sama orang tuanya. Saya engga suruh didik. Bicara berbuat, bicara lamanya ikut Tuhan, lama Cianjur. Sumbangan untuk natal, sudah berapa nih? Pak Hariandi sudah berapa, mana Hariandi? 44 juta. Di sana 75 juta. Sudah selesai. Jadi saya umumkan November, 75 juta itu sudah masuk. Saya tidak lihat dari jumlahnya, dari berbuat. Saudara juga berbuat, puji Tuhan. Tapi kalau kita bilang persentase, memang di Jakarta bisnisnya besar-besar, oke. Itu bukan ukuran.

Saudara lihat jemaat Makedonia, dia berbuat. Jemaat Korintus yang besar kalah. Jemaat yang kecil, Makedonia dia berbuat. Jadi apa yang kita belajar dari Yusuf? Dari berbuat! Cuma kalahnya Jakarta apa? Dia nggak pernah bedstone, di sini jago bedstone. Ada bedstone, saudara-saudara. Disuruh puasa, gimana yah pak Awondatu, orang Jakarta nih. Gimana yah puasa, sampai telephone-telephone, pakai sms, puasa tuh berapa jam? Kalau saya engga kuat bagaimana? Yah, kalau engga kuat mah nggak puasa dong namanya. Kalau soal puasa kalah sama Cianjur. Cianjur kalau puasa 80 orang. Doa malam ada lah 60 orang. Kalah Jakarta. Jadi ada berbuatnya, di sana kalah yang di sini menang. Ada yang di sini kalah di sana menang. Tapi kita mau lihat ini soal berbuat ini. Matius 7. Dalam Matius pasal 7:21  

7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" 

Bahkan dalam Injil Lukas kami pernah makan sehidangan dengan Engkau. Kapan makan sehidangan? Dalam perjamuan Kudus. Mengusir setan pandai, bernubuat pandai, perjamuan kudus biasa tetapi tidak berbuat kebaikan. Ini kita kalah dari Yusuf dalam cerita natal. Yusuf itu berbuat padahal cuma mimpi. Mari kita lihat dulu kedepan pada Yusuf lagi. Dalam Matius 2  
2:13. Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." 
2:14 Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, 
2:15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku." 

Aya Yusuf tidak tahu Herodes mau bunuh dia? Tahu. Dan dari Yerusalem ke Bethlehem itu cuma 3 Km. Dari istana Herodes ke Bethlehem itu cuma 3 Km saudara. Ciraden. Disini Yerusalem, Ciraden itu saudaraku Bethlehem. Gampang disisir sama tentara Herodes. Tapi Yusuf nggak pindah - dia diam sampai disuruh sama Tuhan :  Hei Yusuf,  pindah, lari ke Mesir. Baru dia pindah. Jangan berani-berani pindah tanpa disuruh Tuhan. Ada yang pindah semaunya dia nggak disuruh Tuhan dia pindah - itu adalah Elimelekh dari Bethlehem. Sudah dinyanyikan : Jangan kau tinggalkan Bethlehem Kalau kau tak mau jatuh Jangan tinggalkan Tuhan Yesus Kalau kau mau dapat teduh. Rajin datang di kebaktian Tuhan b'ri girang Upahmu besar di Surga Sampai s'lamanya

Kalau mau pindah, 15-16-17 tahun lalu saya sudah pindah ke Jakarta. Sudah ada satu ke gereja minta saya pindah. Terlalu kecil Cianjur buat kapasitas pak Awondatu. Pak Awondatu musti di Jakarta. Terlalu kecil pak Awondatu terlalu besar. Pak Awondatu untuk di Cianjur Cianjurnya terlalu kecil. Nggak mampu. Lebih baik di Jakarta. Saya tanya sama Tuhan: Tuhan, buktikan kalau saya itu di Cianjur apa di Jakarta Tuhan buktikan. Ah, Dia kasih saya Sekolah Alkitab bangun - itu sudah bukti tanda dari Tuhan. Saya kudu di Cianjur. Teu meunang kamana-mana deui. Deukeut ka Solok Pandan. Deukeut ka Bojong Meron. Deukeut ka BRI - Bangkong Reang Indah. Deukeut ka Salaeurih. Deukeut ka Kapten Musa. Keur batur mah deukeut ka nabi Musa urang mah ka kapten Musa. Apa saya jadi merasa kecil? Tidak, saya pernah khotbah habis Cho Yong Gi terus saya tahun 82 di Singapura. Cho Yong Gi dengan jemaat 350.000 jemaatnya, saya 350 orang. Nggak minder saya. Dia Cho Yong Gi ini Cho Yo Yo. Tidak, saya tidak takut saudara. Dia khotbah saya khotbah. Dia dikeplokin tangan, saya dikeplokin tangan. 

Kenapa? Juru Selamat saya sendiri lahirnya di Bethlehem. Lebih kecil dari Cianjur. Jangan suka pindah saudara tanpa disuruh Tuhan. Ikut Yesus. Begitu suruh pindah langsung bawa. Ayat 19.   

2:19 Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya: 
2:20 "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati." 
2:21 Lalu Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel. 
2:22 Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea. 
2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.
     
Mimpi yang ketiga: Eh, Herodes sudah mati - kamu balik lagi ke Bethlehem. Dari Mesir mereka balik lagi perjalanannya jauh. Tapi begitu sampai disana anak Herodes memerintah. Ada takut ada grogi - manusiawi, biasa.  Sudah menurut FT tapi masih takut, sampai mimpi lagi ke 4 kali. Jangan takut masuk. Akhirnya tinggal di Nazaret. Jadi saudara lihat Yusuf itu dikasih mimpi dikasih mimpi dikasih mimpi - dan dia nurut. Haleluyah. Ada satu ayat didalam Mazmur 126. Saya ingin saudara memiliki ayat ini.   

126:1. Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. 

Sekarang saya baca bagian yang pertama. Bagian kedua saudara yang baca. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Mari kita lihat bagian yang pertama, yaitu kata pemulihan. Tuhan memulihkan. Asalnya sakit lalu sembuh mamayu dipulihkan. Aduh beugang pucat amat dia. Dia baru baik sakit tipes. Sekarang makannya banyak sekali, dia lagi mamayu, lagi dipulihkan badannya. Kasih makan vitamin supaya segar - pemulihan. 

Kota Cianjur balatak bekas petasan. Tadi malam saya yakin jemaat tidak bisa tidur karena pertempuran pasukan Taliban dengan pasukan Tali karung. Dar dor dar dor - cuma kita mah anak-anak Tuhan, kita mah tidur dengan nyenyak. Haleluyah. Saudara yang tidak tidur saudara ketakutan karena takut Taliban. Sampai besar-besar. Katanya ada satu yang mati di Cianjur karena bawa petasan banting, jatuh naik motor jatuh. Petasan bantingnya diperut dia meledak ususnya keluar. 

Bagaimana Tuhan mau memulihkan kita? FA berkata keadaan kita akan jadi seperti orang-orang yang sedang bermimpi. Saudara saya seorang pelari. Dulu saya pelari cepat. Saya juara Cianjur 100 M lari. Saya lari itu 10.6 detik. Mencuri start. Karena dulu saudara kalang nya itu dari tali dari tambang. Terus start nya pakai bendera. Jadi saya paling kiri: Awas. Waktu siap sedia saya siap. Awas - saya lihat ke bendera. Jadi bendera waktu mau turun saya sudah melesat tidak mencuri. Hanya orang lain itu rugi. Waktu ya itu, saya sudah 2 meter didepan orang lain. Latihan kalah terus. Tapi nggak ada piala. Pialanya pun apa hanya kertas saja satu. Juara ke 1. Nah, saudara lari jauh saya suka. Bersama Pak Onesimus saya pernah lari 30 keliling lapangan badak putih sambil ngobrol. 17 tahun saya waktu itu, saya tidak lupa. Nah, sekarang saya ingin lari seperti itu tidak bisa.  Tapi satu kali saya mimpi. Saya mimpi lari dari Sukabumi, tidak ada capenya. Karena malamnya baru membaca FA: Orang yang berharap kepada Tuhan akan berlari-lari dan tidak kenal lelah. Tuhan kasih mimpi saya lari dari Sukabumi kok nggak ada cape-capenya sampai Gekbrong lari mudun sampai Warung Kondang tidak cape. Kenapa? Begitu sampai Cianjur bangun - oh, mimpi. 

Tahukah saudara bahwa kalau Tuhan memulihkan kita, kita itu kaya mimpi - nggak percaya tapi terjadi. Baru ini, ini seperti Tuhan sudah siapkan ini khotbah. Tiga hari lalu saya dapat sms dari Manado saudara Yanes Wayo pemain musik dari Manado. Brur saya mimpi tadi malam. Brur doakan kita semua dan kita diberkati Tuhan luar biasa setelah didoakan. Oh, puji Tuhan, saya kira didoakan lalu mereka mati, saya takut sekali. Tapi saya berdoa, katanya, kami diberkati Tuhan - dalam mimpi. Nah, Tuhan memulihkan kita itu seperti kita itu mimpi. Saya selalu ingat itu cerita pencuri emas dikuburan, kuburan orang Tionghoa digali cari gigi emas dapat saudaraku. Satu orang diatas menanti, dibawah sudah dapat gigi emas. Gigi dicabut kasih lemparkan - bangun mayatnya. Kaget. Mayat bilang: Orang tua bilang kalau gigi atas jangan dilempar keatas musti lempar kebawah. Jadi yang diatas cepat lempar lagi ke bawah. Saudara, itu namanya aja dongeng. 

Saudaraku, saya katakan kalau orang bermimpi dalam seperti mimpi seperti iya seperi betul tapi dalam mimpi. Kalau Tuhan menolong itu, seperti kita mimpi. Saya masih ingat Helga masih kecil Revi saya bawa ke Sekolah Alkitab. Revi itu 3 tahun sudah naik pesawat terbang. Dari Bandung kita mau ke Temanggung lewat Jogya naik Habibie airlines. Saudara tahu yang 2 baling-baling itu terbang diatas kawah gunung apa itu dekat Bandung itu. Lihat Rev itu kawah, senang dia. Tapi sudah besar saya tanya masih ingat nggak, dia lupa. Yang nyata orang bisa lupa. Jadi kalau saudara saya ingat itu sekarang lihat anak udah gede-gede saya udah punya cucu, maka kehidupan yang baru lewat itu seperti mimpi - cepat-cepat. Pemain-pemain band teman saya sudah pada meninggal. Sekarang George Harrison meninggal. Jadi saya lihat aduh seperti mimpi itu seperti film seperti mimpi saja ini hidup. 

Nah, saya rohanikan. Tuhan juga kalau menolong kita asalnya itu beban sangat berat, mereka sedang dicobai ditengah-tengah penderitaan, mereka sedang dicobai, mereka dijajah saudaraku tetapi dia berkata : Ketika Tuhan memulihkan Sion. Sion itu PL; bahasa PB itu gereja, jemaat - saudara dan saya. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa. Biasanya waktu dijajah hanya mengeluh : Aduh, sakit, pedih. Aduh, sakit, pedih, tidak tahan, cape, sakit, pedih. Aduh Tuhan, sakit, pedih, di cemeti, kerja paksa. Tetapi ayat ke-2 berkata:

126:2 Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!" 
126:3 TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. 
126:4. Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negev! 

Ada batang air itu bukan sungai besar saudara; batang air itu mengalir kecil. Kalau saudara ke Maleber disawah nah itu batang air di tanah Negev. Tanah Negev ini padang belantara padang gurun. Saya sudah mungkin 8 kali bulak balik tanah Negev tapi dengan bis AC. Disitu nggak ada sungai ada suka kemalir kecil tapi kalau sudah musim hujan dari utara, itu seringkali datang banjir dan dalam satu hari seluruh itu dataran bisa jadi basah. Kita pernah lewat dalam keadaan hujan besar sampai banjir dijalan. Lalu dikasih lihat sama supir: Nah, ini disebut batang air. Ini kering tapi kalau sudah musim hujan ini bisa - bis saja bisa terbawa. Kadang-kadang 1 M tingginya air. Dan tidak memberitahu jadi cepat sekali dari gunung sssttt. Kalau Tuhan memulihkan kita saudara, kita mengeluh. kita menangis, kita meratap cape, sudah hampir-hampir putus asa - jangan takut.  Kalau Tuhan memulihkan kita, seperti Tuhan memulihkan batang air di tanah Negev. Tidak tahu darimana tiba-tiba basah. Tidak tahu bagaimana cepatnya, tiba tiba datang. Ayat 5 ayat 6 adalah kuncinya 

126:5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. 
126:6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Saya mau tanya saudara, orang yang menabur biasanya dengan menangis dia tabur benih. Meratap dia tabur benih. Dengan menangis. Jadi saya pakai itu menangis itu saudaraku adalah kesusahan, menangis itu dalam kesulitan tapi dia menabur. Apa ini bahasa menabur? Berbuat. Seperti Yusuf dia berbuat. Apa yang disuruh Tuhan dia berbuat walaupun dengan airmata, walaupun dengan menangis berat tapi dia berbuat. Dia berbuat, dia kerjakan. Dia berbuat. Nah, saudara berbuat melakukan FA, berbuat melakukan Sabda Tuhan, apa janji Tuhan? Akan menuai dengan bersorak sorai. Ada haleluyah? Apa janji Tuhan ayat ke 6. Pasti pulang dengan sorak sorai sambil membawa berkas-berkasnya. Kalau saudara mempunyai karunia memberi mintalah sama Tuhan supaya karunia itu tetap ada dan tetap kekal karena lebih banyak saudara memberi, lebih banyak berkas-berkas itu akan datang. Berhenti memberi, mampet semua. Keran ledeng kalau tiap hari ngocorin buat masak air buat mandi buat cuci pakaian, ini  keran buka saja - itu pipanya bersih. Tapi coba 1 tahun nggak dipake-pake ada pipa ledeng tapi nggak dipake - karatan. Begitu ngocor bau tanah. Begitu juga anak Tuhan saudaraku, harus tahu berbuat, berbuat, berbuat. 

Ayat terakhir atau yang ke empat. Yakobus   

4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus  - Apa? -berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Jadi dosa itu ada 2 macam. Ada dosa karena kita berbuat jahat, ada dosa karena kita tidak berbuat baik. Saudara tidak berbuat jahat tapi tidak juga berbuat baik - FA katakan dosa. Sudah tahu itu baik tapi saudara tidak berbuat. Sudah tahu berdamai itu baik, saudara nggak mau damai. Sudah tahu berdoa itu baik, saudara nggak mau doa. Sudah tahu bahwa saudaraku berbakti itu akan diberkati, saudara tidak mau berbakti - ini hanya ilustrasi. Sudah tahu tahu rajin itu pangkal kaya tapi saudara tidak mau rajin. 

Nah, saya bingung kalau orang diakhir jaman sekarang lebih mementingkan rumah daripada keselamatan. Urusan rumah terus, rumah terus. Urus rumah, rumah terus. Beli rumah, bikin rumah terus sedangkan dia punya rumah rohani - tubuhmu adalah rumah roh Kudus, dia tidak pikirin lagi. Dia tidak memperbaiki ini rumahnya. Tidak salah saudara punya rumah baru - tidak salah, tapi jangan rumah itu menguasai saudara sampai kebaktian saudara tidak lagi kebaktian karena urus rumah. Nanti surat rumah, nanti gentengnya rumah, nanti kaca rumah, nanti kunci rumah, nanti pintu rumah, nanti surat tanah, nanti telepon rumah. Nggak ada habis-habisnya. Nanti kecoa rumah - terus semua soal rumah-rumah-rumah. Sedangkan kita rumah rohani kita nggak beresin. Dinasehatin marah. Saya tersinggung loh dikhotbahkan itu beli rumah. Beli rumah mah semau saudara. Silahkan saja tapi apa kita nggak jaga ini rumah rohani ini. 

Siapa yang bingung seperti Yusuf pada sore hari ini? Berbuat - perintah FA. Lakukan perintah Sabda Tuhan. Lakukan saja walaupun saudara nangis walaupun saudara bilang: Aduh Tuhan, berat melakukannya. Walaupun berat walaupun susah tapi lakukan - tabur terus. Nanti .. saya itu tidak lupa waktu itu pemuda pemudi dari Cibeber. Revi masih kecil belasan tahun saya khotbah di kaum muda. Apa yang kamu lakukan kamu tabur pada usia belasan tahun, umur 30 tahun kamu tuai dengan buahnya dengan bunga-bunganya sekaligus. Itu saudara Hendra, saudara Koko, anaknya ko Sun Li bilang sama saya: Bener ko Yoyo, sekarang saya umur sekian, saya petik buahnya dari Tuhan apa yang saya tabur waktu belasan tahun sekarang saya petik. Tuhan mah sayang sama saudara. Tuhan ngak mau saudara dijajah maka Tuhan mau memulihkan saudara pada malam hari ini. 

Apa Natal itu saudaraku kue gambang sama  teh botol? Apa natal itu tiauw ku, apa natal itu dengan ini? Ini mah kita bisa pasang 24 jam satu hari 365 hari 1 tahun bisa. Natal bukan disitu. Natal itu sadar kita nih - aku mau berbuat FA seperti Yusuf. Aku mau berbuat FA seperti Maria. Sekian renungan FA. Mari kita berdiri bersama-sama. 

-- o -- 

Perayaan Natal, Minggu, 23 Desember 2001

KITA HARUS KETEMU YESUS

Selamat sore, selamat  berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus.  Pada hari ini, hari Minggu, kita merayakan hari Natal 2001 dengan sesederhana mungkin. Karena jikalau semua acara-acara dimasukkan, maka saya rasa tidak cukup. Jadi kita rencana pada jam 6.00 nanti sudah selesai. Bukalah Lukas 2, kita akan membaca ayat 10 bersama-sama: 

2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. 

Malaikat berkata pada Natal yang pertama, dia berkata: Janganlah takut, aku memberitakan kepadamu sebuah kesukaan besar bagi segala bangsa. Didalam salinan bahasa Inggris, ayat itu agak kurang satu step. Dalam salinan bhs Inggris bunyinya begini: Aku memberitakan kepadamu kabar baik, yaitu kesukaan yang besar bagi segenap bangsa. Jadi saya katakan sekali lagi: Aku berikan kepadamu kabar baik, yaitu ada kesukaan yang besar bagi segenap bangsa. Sore hari ini kita mau memperhatikan 2 kata itu: Kesukaan Besar. Bahasa Yunani nya kata besar dipakai kata megalos yang artinya sangat besar. Saudara, ini sound system sumbangan, sumbang pinjam maksudnya, bukan dikasih dari Bpk Agus di Sukabumi ini bisa volumenya 5-6 kali lebih keras dari ini. Cuma tadi saya kasih kode supaya sedikit   pelan supaya tidak menyolok kepada masyarakat sekitar. Asal saudara bisa dengar saja. Kita tidak usah teriak-teriak, karena ini mega, ini suaranya bisa besar sekali. Nah, kata megalos saudara-saudara, itu besar, agung secara suara, secara ukuran berat, secara ukuran bobot, ukuran kualitas - itu mega. Jadi kesukaan yang besar. 

Nah, ada 2 macam kristen yang salah merayakan natal. Kristen yang pertama adalah yang merayakan natal dengan merayakan kulitnya dari natal. Itu merayakan memperingati dengan berbelanja, shopping, membeli makanan, membeli pakaian baru, dengan membeli kaset-kaset lagu-lagu natal yang semuanya tidak salah, tapi kurang tepat karena itu hanya kulit dari natal. Saudara-saudari  ini akan masuk keluar perayaan-perayaan natal pesta-pesta natal kadang kadang dia jadi kristen kapal selam selama 1 tahun tidak pernah ke gereja tetapi pas natal dia muncul ke permukaan untuk bernatal. Disini tidak ada - ini saya sedang cerita di tempat di dekat laut banyak kapal selam -  kristen yang sering kali munculnya pada waktu natal. Saya seringkali bingung tidak pernah lihat di kebaktian tapi pada waktu natal nampak semua saudara - warna biru kuning hijau seperti nano-nano rasanya. Dan nampak disini orang yang pertama ini ia merayakan natal dengan hal yang materi, dia  merayakan anggap natal ini adalah hal-hal yang materi  apa yang dia dengar, apa yang dia lihat, apa yang dia rasa. 

Ada orang kristen yang kedua yang dia nggak punya materi. Dia merasa sedih karena dengan natal dia tidak bisa beli baju baru, dia tidak beli pakain seperti orang lain. Dia merasa susah sehingga dalam perayaan natal dia bukannya bertambah suka-cita dia bertambah duka cita karena dia tidak punya uang. Nah, 2 bagian orang kristen seperti ini kedua-duanya keliru karena natal saudaraku bukanlah natal kalau kita tidak ketemu Yesus. Dari Iran dari Persia,  3 orang majus Magoi dia berjalan dari Timur dia tidak berhenti walaupun sudah dicegat oleh Herodes. Dia tidak berhenti sampai dia ketemu dengan Yesus. Ketika dia sudah ketemu dengan Yesus dibukalah persembahannya tiga macam. Puas hatinya maka pulang dia tidak kembali kepada Herodes dia langsung pulang. Karena apa? Dia sudah menemukan kepuasan batin itu. 

Gembala-gembala di padang begitu mendengar berita malaikat yang menyanyi: Hari ini sudah lahir bagimu juru selamat aku memberitakan kabar kesukaan yang terjadi bagi segenap kaum, yaitu  adanya kesukaan yang besar sukacita yang besar.  Heran malaikat datang tidak membuat mereka suka-cita, malaikat datang nyanyi tidak membuat mereka terpana dan terkejut lalu mengatakan itu berkali-kali luar biasa itu malaikat. Tidak. Mereka pergi ke Bethlehem. Sampai mereka ketemu dengan Yesus. Setelah mereka lihat Yesus masih bayi, puaslah hatinya. Maka pulanglah gembala-gembala  itu sambil memuji-muji Tuhan. Karena apa? Dia sudah sudah ketemu Yesus. Simeon didalam Bait Allah. Dalam Lukas 2. Dia sudah mendapat visi mendapat penglihatan dari Tuhan bahwa dia tidak akan mati sebelum dia bertemu dengan Mesias atau Mashiach. Maria membawa Yesus masih  bayi saudara-saudaraku mungkin 40 hari, dia bawa ke Bait Allah. Tidak ada yang kasih tahu. Simeon lihat, dia sambut itu bayi dan dia menengadah ke langit: Ya Tuhan, sekarang puaslah hati hamba. Saya siap untuk menghadapi kematian karena saya sudah melihat selamat yang dari padamu. 

Jadi 3 kejadian ini semuanya kuncinya Yesus. Lebih jauh dalam Lukas 2 Yusuf dan Maria. Yesus  sudah umur 12 tahun tertinggal di Yerusalem. Mereka begitu sibuk mau pulang ke Nazareth, Yesus ketinggalan di Yerusalem. Tiga hari tiga malam mereka cari tidak dapat saudara tidak bisa tidur, tidak ada damai. Mereka bisa ketemu Yesus di Bait Allah. Setelah mereka ketemu Yesus, hilanglah itu dukacita, hilanglah itu ketidak-tentraman itu. Maka mereka mendapatkan keteduhan kembali setelah mereka ketemu Yesus. Maka pada sore ini, natal bukanlah natal kalau saudara tidak ketemu Yesus. 

Kita tidak perlu sedih karena kita tidak punya uang. Kita tidak perlu berfoya-foya karena kita banyak uang. Yang terpenting dalam natal, itu kita ketemu dengan sang Juru Selamat. Kita bertemu dengan Yesus Sang Putera itu. Saya masih bicara tentang kesukaan yang besar. Maka kalau saya meilihat kebaktian di gereja masih ada jemaat yang karena urusan kecil dunia dia hilang suka cita. Karena urusan sakit yang kecil saja hilang itu suka cita. Wah, saya bilang iman kekristenannya ini bagaimana? Apalagi di tengah-tengah keadaan di Indonesia seperti sekarang ini saudara-saudara. Kita harus ketemu Yesus. Kita harus ketemu, kontak dengan dia. Nanti habis kebaktian saudara semua dapat kue, sumbangan dari jemaat cukup besar tahun ini.

Tahun ini saya rasa belum pernah saya merayakan natal seumur saya yang 53 tahun ini walaupun kita bilang sederhana tetapi justru sehebat sekarang ini belum pernah. Hiasan kaya begini ini aduh, kalau bayar berapa. Disumbang dari saya tidak tahu namanya tapi ibu Iis apa dari Sukabumi. Kita mau sederhana nggak ada yang kawin tapi kain merah saudara tadi saya pikir-pikir siapa yang kawin barangkali mau diberkati sekarang. Karena nanti hari natal tgl 25 pagi di Jakarta ada yang mau menyerahkan anak. Sdr Lius Pongoh anaknya mau diserahkan pada hari natal. Dia sama istrinya bilang anaknya perempuan, dokternya juga bilang perempuan saya bilang lelaki. USG bilang perempuan saya bilang lelaki. Waktu projol keluar lelaki. Maka dia bingung. Kingkong dilawan. Ada haleluyah  saudara ?

Kita kembali lagi kepada kesukaan yang besar.  Mari kita ketemu Yesus. Aduh,  ini intinya dari natal ini kita harus ketemu. Harus kita ketemu. Nah, untuk mendampingi ayat tadi saya mau baca Matius 1. Ada kesuakan yang besar. Nah, ini alasannya yang sama  
1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" - 

Yang berarti: Allah menyertai kita, Allah bersama-sama kita, Allah mendampingi kita, Allah disisi kita, Allah berjalan menggandeng tangan kita - itu artinya Imanuel. Jadi waktu Yesus lahir kedalam dunia, Dia dikasih nama Imanuel karena Dia punya tindakan. Dia punya misi ke dunia ini untuk menemani kita, untuk bersama-sama dengan kita didalam susah atau senang, kaya atau miskin, didalam berkekurangan  atau berkelimpahan  sampai maut memisahkan kita berdua - itu kalau penganten. Tetapi inilah artinya Imanuel. Nah, saya ingat satu cerita satu anak gadis kecil dia bilang sama mamanya begini: Ma, saya lebih cinta mama daripada Yesus. Kaget mamanya. Nggak boleh kamu begitu masa diajar sekolah minggu gitu siapa gurunya nanti dilaporkan sama oom Yoyo. Ini Oom Yoyo nya di Amerika. Siapa yang suruh. Kamu harus cinta Tuhan Yesus itu lebih dari semua. Nggak ma, saya cinta mama lebih dari Yesus. Kenapa? Kenapa kamu ngomong cinta mama lebih dari Tuhan? Karena mama kelihatan. Karena mama bisa dipeluk. Tuhan nggak kelihatan, Tuhan Yesus nggak bisa dipeluk.

Bagi pemikiran seorang anak saudaraku, sukar untuk mengerti Allah yang tidak kelihatan itu beserta dengan kita. Mungkin bagi kita orang dewasa juga sukar kita mengerti, sukar kita masuk dalam nalar kita bagaimana Allah mau menemani kita. Allah yang kudus, yang suci, yang mulia, yang tidak pernah salah mau menemani kita orang berdosa yang penuh dengan cacat cela ini. Tidak masuk dalam nalar. Nggak kelihatan Dia. Tapi itulah sebabnya saudara, natal ini ada karena kita menerima Yesus bukan dengan penglihatan tetapi dengan iman. Walaupun kita tidak lihat dia, dia bersama dengan kita. Mari saya kasih illustrasi. Udara kita tidak bisa lihat. Tapi tahukah saudara, udara itu setiap hari bersama dengan kita. Kita tidur dia bersama dengan kita. Bahkan kalau kita tidur, udara itu mentertawakan kita karena kita ngorok. Kita tidak mendengar ngorok kita sendiri tetapi udara mendengar ngorok kita dan ngorok itu tidak akan terjadi kalau tidak ada udara. Dia didalam kita dia disekitar kita tapi kita tidak bisa melihat dia.

Tuhan didalam  Yesus, kita tidak bisa lihat. Kita tidak bisa pegang seperti anak gadis tadi. Tapi Dia ada. Dia bersama dengan kita. Dia melihat semua tindak-tanduk kita. Dia mengerti kesulitan kita. Maka natal bukan natal kalau  kita tidak kontak dengan Dia, kalau kita tidak ketemu dengan Dia. Jadi natal bukan hal-hal yang lahir, bukan hal-hal yang nampak dengan mata. Maaf saudara ya, kita nanti ada lilin. Dulu kita tidak pernah main-main lilin. Sekarang ada candle light. Sebetulnya ini lambang saja. Padamin lampu. Pernah terjadi di satu gereja. Padamin lampu, lilin nyala. Malam kudus Sunyi senyap ... Padamkanlah lilin saudara nyalakan lampu. Begitu dipadamkan lilin, lampunya nggak nyala karena dari PLN mati. Gelap semua. Ribut. Nah,  apa dengan ribut begitu natalnya jadi hilang berkat? Tidak saya rasa. Ada lilin tidak ada lilin, tetap kalau kita sudah kontak dengan Yesus, natal kita diberkati. 

Jadi ini lambang. Lambang apa? Yesus itu terang dunia ! Nah, tadi anak perempuan sekarang saya mau bicara anak lelaki. Anak lelaki jalan sama bapanya lewat satu gang. Gangnya gelap sekali. Aduh, gelap sekali. Lalu saudara-saudaraku sangat takut ini anak. Dia bilang begini : Pa, rasanya dia  pegang jari papanya tuntun. Pa, saya cuma bisa memegang jari papa, tapi kalau papa bisa menggendong saya, gendong dong saya, saya takut. Maka si papa itu dia angkat itu anak dia gendong. Anak itu tidak takut lagi walaupun gelap. Saudara mungkin sekarang sedang menghadapi kegelapan dalam ekonomi keluarga ada kegelapan. Saudara sudah berjalan dengan Tuhan. Saudara pegang Tuhan. Tapi mungkin saudara berkata : Aduh, Bapa, kalau saya pegang tangan Bapa, cuma bisa pegang jarinya Bapa. Tapi kalau Bapa pegang saya, Engkau bisa memegang seluruh hidup saya. Gendonglah saya. Yesaya 46 berkata Aku akan menggendong kamu.

Itu sebabnya saudara natal adalah natal kalau kita ketemu dengan Tuhan. Mari saya ketuk hati saudara jemaat Tuhan di Cianjur apa saudara bertemu dengan Tuhan ? Kenapa kalau habis natal itu suka ribut ? Lagi tahun baru cape ribut lagi pasang pohon cemara nya suka-cita, waktu bongkarnya cemberut. Tahun Baru cemberut. Cape, pegel linu, sakit badan, encok. Sampai sakit pinggang terus lama-lama sakit hati.  Gua nyumbang gope ceng tapi gua nggak kebagian kue. Dia nggak ngerti natal. Aduh saudara kalau saudara bisa nyumbang gope ceng tapi sampai saudara nggak kebagian kue, Puji Tuhan,  sumbangan saudara itu diberkati Tuhan. Apa artinya kue dibandingkan dengan sumbangan saudara yang 500.000 umpamanya. Apalagi saudara nggak nyumbang nggak dapat kue ya sudahlah lumrah.  

Yang ketiga, saya mau bicara baru diselidiki memang Yesus bukan lahir tgl 25 Desember. Ada gereja yang merayakan Yesus katanya lahir tgl 6 Januari. Ada gereja Armenia merayakan kelahiran Yesus pada tgl 20 Januari. Ada lagi gereja yang merayakan kelahiran Yesus pada tgl 20 April. Semua mempunyai dasar-dasar, alasan-alasan pribadi dari gereja-gereja ini. Kalau saya tidak. Silahkan mau tanggal berapa mau merayakan silahkan. Yang penting bagi saya fakta - ada di sejarah Italia bahwa pada tahun ke 2 di Palestina ada seorang yang bernama Yesus dan Dia membawa satu pengajaran baru, diikuti oleh orang-orang Yahudi, orang-orang Israel, dibenci oleh pemimpin-pemimpin Yahudi. Itu ada dalam sejarah Italia.

Nah, saya tidak sakit hati dalam sejarah Talmud, sejarah Taurat orang Yahudi, ada Yesus yang tidak dianggap apa-apa dalam Talmud mereka. Yesus itu tidak dianggap apa-apa. Dia itu dianggap orang biasa saja. Saya nggak sakit hati. Tapi sudah fakta Dia sudah lahir. Kita nyanyi apa nggak nyanyi, Malam Kudus atau tidak Malam Kudus, ada roti atau tidak ada roti, ada lilin atau tidak ada lilin, merayakan atau tidak merayakan - fakta kok Yesus sudah lahir. 

2000 tahun yang lalu Dia masuk kedalam sejarah manusia. Allah yang tidak tahu menahu tentang kesulitan, tentang keringat, tentang air mata manusia, Dia masuk kedalam sejarah manusia kepada sejarah kita untuk mengerti apa artinya lelah, cape, susah sakit, dosa, memikul, berkorban. Yesus, Allah yang tidak mengerti apa-apa tentang dosa, FA katakan, dijadikan dosa untuk menebus kita.

Fakta saudara. Fakta! Fakta juga, Alkitab adalah buku bestseller atau buku yang yang paling laku didunia sampai saat ini. Tidak ada yang bisa nandingi Alkitab. Tidak ada yang bisa tandingi sampai saat ini. Disalin kedalam bahasa yang paling banyak, dicetak paling banyak itu Alkitab. Fakta Yesus ada. Dan saya percaya Yesus itu adalah fakta karena saya melihat saudara sekarang duduk mendengarkan FA karena kita percaya kepada Yesus yang walaupun kita belum pernah lihat, kita percaya Dia ada. Dia fakta. 

Nah, yang keempat saudara. Imanuel itu berarti Allah menyertai kita. Kita lagi jalan dia bersama-sama dengan kita. Tapi bukan non-aktif, bukan pasif Allah itu. Jadi Allah itu bukan begini  ngikutin kita. Tidak. Dia aktif, Dia mau tahu urusan kita. Dia mau tahu problem kita. Nah, saya mau tanya sama saudara Immanuel Allah beserta kita itu berapa lama? Nah, selama-lamanya. Dengar ini dongeng dari Iran. Ada seorang habib dia sedang berjalan dongeng 1001 malam. Dia melihat ada seonggok tanah wangi sekali. Jadi karena orang-orang Iran itu ahli batu - ini dalam dongeng. Siapakah kamu apakah kamu ini batu pirus atau apa. Apakah kamu ini batu permata? Apakah kamu ini satu benda yang aneh? Siapakah kamu? Dijawab saya hanya seonggok tanah saja. Masa seonggok tanah kok  wanginya luar biasa ini. Karena orang Iran ini suka dengan wangi-wangian kok wanginya luar biasa. Ya, tidak heran karena di dekatku ini di sebelahku ini ada pohon mawar. Jadi tiap hari ada mawar-mawar jatuh sampai baunya mawar itu mempengaruhi aku. 

Saudara, kita adalah tanah liat itu. Kotor. Yesus disebut bunga mawar Saron. Kalau kita dekat sama Tuhan, kalau Imanuel itu dekat sama kita, biar kita tanah liat yang kotor, tapi kalau tiap hari kita dekat sama bunga mawar Saron itu, masa sih wanginya Tuhan itu nggak nempel sama kita. Maka saya tidak usah dah orang ngomong macam-macam. Saya lihat orang - anak Tuhan nih, bukan orang dunia - saya lihat orang Kristen itu tidak usah dia ngomong saya ini tiap hari sama Tuhan loh ko Yoyo Pak Awondatu saya ini jalan sama Tuhan loh. Saya ini tiap hari sembahyang saya ini tiap hari baca Alkitab. Nggak usah ngomong. Nggak usah ngomong saja sudah harum nya Yesus itu saya bisa cium. Hayo saudara ibu-ibu kalau  belanja ke pasar nggak beli ikan asin tapi lewat bagian ikan asin kalau nggak pulang buka baju dicuci pakai rinso anti noda. Kenapa? Nempel, nggak beli ikan asin tapi lewat ikan asin. Kenapa? Harum baunya dari ikan asin itu nempel.

Demikian juga kita dengan Tuhan. Kalau kita bergaul terus dengan Tuhan, Tuhan bersama dengan kita, kita dengan Tuhan, nggak usah ngomong apa-apa, nggak usah ini itu. Nggak usah. Saya tahu. Harum. Ngomongnya harum. Nggak pernah ada fitnah, nggak pernah ada desas-desus, nggak pernah ada gosip. Nggak pernah bawel. Saudara tahu bawel itu bahasa Yunani nya cerewet, saudara tidak lagi marah-marah sama Tuhan. Harum. Biar natal kita sederhana tapi kita ketemu Yesus. Saudara mau ketemu Yesus? Maksudnya sekarang ketemu Yesus bukan nanti. Nanti mah mati kita ketemu juga. Tapi sekarang kita menemukan Dia.  Menemukan Yesus. 

Sebagai ayat terakhir kita buka Amsal 8. Ini jeritan dari Yesus tapi dalam PL Dia disebut hikmat. 

8:34 Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari - jadi bukan setiap hari Minggu - menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku. 
8:35 Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia. 
8:36 Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut."

Betapa pentingnya dalam setiap kebaktian kita mendapatkan Tuhan. Saudara yang saya kirimi SMS setiap hari Minggu, saya selalu kirim kata-kata ini: Semoga  Tuhan berkenan ditemui. Semoga Tuhan berkenan ditemukan oleh saudara. Saya bicara dengan anak adik rohani saya di Jambi. Yang lain pada mundur dari gereja pindah ke gereja karena tidak tahan. Saya bilang kamu jangan mundur kamu tetap. Saya tidak mundur Ko Yoyo. Walaupun tidak mengerti begaimana saya. Begini ya, walaupun kamu tidak mengerti khotbah mungkin hamba Tuhan sudah lanjut usia tetapi masa Tuhan tinggalkan kamu. Dengar baik-baik apa yang dia katakan. Nanti ada satu kalimat dari 20 menit dari setengah jam khotbah dia. Nanti ada satu kalimat yang Tuhan beri khusus untuk kamu. Itu hanya satu kalimat, mungkin melalui nyanyian, mungkin melalui pujian. Ada satu kalimat tadi yang dinyanyikan oleh paduan suara sekolah alkitab yang membuka wawasan saya: Apa yang aku mau beri kepada Raja ?

Raja itu memiliki semua. Saudara mau kasih apa sama Dia? Dia memiliki kita. Dia mempunyai kita. Dia memiliki emas, perak. Dia memiliki ribuan ternak didalam ribuan gunung-gunung, kata FT. Langit dan bumi ada pada tangan-Nya. Bumi juga ada pada tapak kaki-Nya. Kita mau kasih apa sama Dia? Kita mau bangga apa. Dia memiliki semua. Nafas pun Dia punya. Hidup kita ini Dia punya. Kita mau kasih apa? Kalau bukan rasa syukur kita berterima kasih kita pada Tuhan oleh karena anugerahnya yang besar itu. Jadi mungkin dalam kebaktian saudara belum mengerti ini belum mengerti itu tapi tetap diam tenang. Nanti ada satu kata ada satu kalimat - apakah pemimpin pujian, apakah yang membawakan pengumuman, apakah nyanyian, apakah sangkur, apakah paduan suara, apakah lagu walaupun itu instrumental. Itu akan membuka wawasan kita. Tuhan bicara. Guru gitar saya Edi Karamoy dia penuh Roh Kudus justru lagi  intrumental gitar sendiri, dia penuh Roh Kudus. 

Jadi saudaraku, Tuhan bisa ditemukan di segala macam dan dengan cara yang bermacam-macam. Orang Majus menemukan Yesus melalui bintang. Yusuf mengerti tentang Yesus melalui mimpi. Maria mengerti Yesus didatangi oleh Gabriel. Gembala mengerti Yesus didatangi oleh malaikat. Simeon mengerti Yesus dengan visi, dengan suara dari Tuhan. Hana mengerti Yesus juga dengan pengertian. Jadi macam-macam orang bisa ketemu Yesus dengan cara yang bermacam-macam. Tidak sama. Tapi semua ketemu Yesus. Saudara, kalau kita belum ketemu Yesus apa kata ayat tadi? Siapa mendapatkan Aku ia mendapatkan hidup. Dia dapat kepuasan. Dan Tuhan berkenan akan Dia.

Jadi kalau kita sampai ketemu Yesus, kenal Dia ketemu Dia secara pribadi - bukan kata pendeta, bukan kata kaset khotbah,  bukan kata buku rohani, bukan kata nyanyian - tapi saya ketemu dengan Dia secara pribadi, Tuhan berkenan akan Dia. Tapi ayat berikutnya bilang: Siapa tidak mendapatkan Aku, merugikan dirinya. Saya tidak mau saudara rugi, saya tidak mau dalam natal ini saudara rugi. Saya mau saudara mengalami keberuntungan, yaitu dengan menemukan Yesus. Yesus adalah pusat dari segala-galanya. 

Nah, saudara perhatikan roda. Ada orang suka berkata begini  : Hidup ini seperti roda. Dulu saya belum ngerti. Sebentar diatas sebentar dibawah. Nanti kita keatas nanti kita kebawah. Dan tidak salah-salah teuing. Itu betul. Hidup itu kan muter terus, nanti kadang-kadang diatas, kadang-kadang dibawah. Kadang-kadang sehat, kadang-kadang sakit. Kadang-kadang banyak uang, kadang-kadang tidak ada uang. Kadang-kadang kita saudara ku tidak punya mata air, kadang- kadang kita punya air mata. Begitu terus. Itu kalau kita ada dipingggir roda. Nah, Tuhan memberi visi kepada saya. Kamu jangan ada dipinggir roda, kamu ada pada pusat, pada sumbu, pada as nya.

Dan as nya itu Tuhan. Kalau kita ada di as nya Tuhan, orang lain diatas, orang lain dibawah kita mah ditengah. Orang lain pusing muter 7 keliling kita mah ditengah sama-sama Tuhan. Orang lain susah dapat bahan bakar, kita mah saudaraku ditengah. Orang lain bingung-bingung-bingung, kita mah nggak usah bingung, bersama dengan Tuhan. Imanuel. Orang lain susah cari jodoh kita mah di kejar-kejar jodoh walaupun belum jadi. Sudah ada yang kejar-kejar jodoh. Sudah mau menikah masih pikir-pikir. Belum bisa nih. Aduh, saya bilang  ini sekarang pasaran pria tinggi sekali saudara.

Perbandingan di dunia sekarang 1 pria berbanding 5.5 wanita. Jadi kepada wanita-wanita kalau ada pria yang melamar anak Tuhan baik-baik sudahlah tidak usah pikir-pikir lagi. Selama hidungnya di depan, telinganya di pinggir, matanya menghadap kedepan - percaya saja kepada Tuhan. Orang lain diatas orang lain dibawah, aku ditengah. Bersama dengan Tuhan. Aku bersama dengan Yesus. Orang lain bingung dengan kedudukan dapat kedudukan kursi, aku ditengah. Bersama dengan Tuhan. Orang lain puter 7 keliling, aku ditengah. Haleluyah. Aku ditengah aku ditengah aku bersama dengan Tuhan. Haleluyah. Aku bersama dengan Tuhan.

Pada sore hari ini jangan sampai saudara tidak ketemu dengan Yesus. Aku memberi kepadamu berita kesukaan yang besar. Megalos. Apakah kesukaan itu ada sama kue saudara ? Kesukaan itu tidak ada pada benda-benda materi tapi hanya ada pada Tuhan Yesus saja. Mari kita berdiri bersama-sama. 

-- o --   

Minggu, 30 Desember 2001 KKR I/III

MAKNA YESUS DATANG KE DUNIA

Saudara, Mazmur 1. Selama 3 hari ini kita akan mengadakan kebaktian kebangunan rohani, jadi  pembawa acara juga semua harus tahu ini KKR. Jadi saudara-saudara juga yang bersaksi diberi kesempatan sebebas-bebasnya mulai hari ini, besok, dan lusa bebas bersaksi. Ini kesempatan saudara membalas kebaikan Tuhan dalam kesaksian. Jadi pembawa acara besok beri kesempatan lebih banyak untuk kesaksian karena tiga hari ini KKR. Tema KKR selama 3 hari ini: "Dalam sedalam-dalamnya dan tinggi setinggi-tingginya". Ini saya baru dapat tadi sore dari Tuhan dan saya ingin bawa ini kepada saudara-saudara sekalian. Kalau saudara mau ngerti, datanglah tiga hari. Kalau saudara cuma datang hari ini, saudara cuma mengerti 1/3 nya saja. Saudara datang 2 hari, saudara cuma tahu 2/3 nya saja. Tapi kalau saudara datang 3 hari, saudara akan mengerti apa yang saya maksud dengan 'dalam sedalam-dalamnya dan tinggi setinggi-tingginya'.

Tiga hari ini adalah kebaktian yang luar biasa. Antar tahun. Dari tahun 2001 diawali dan diakhiri dalam tahun 2002. Luar biasa. Kebaktian KKR ini mulai tahun 2001 dan lusa tahun 2002. Ada jemaat yang sudah tidak bersama-sama dengan kita lagi karena sudah dipanggil Tuhan. Ada yang hampir meninggal tapi masih hidup. Ada yang tetap didalam Tuhan dan maju didalam Tuhan. Ada yang mungkin rohaninya mundur, ada yang mungkin rohaninya meningkat. Itu urusan saudara dengan Tuhan. Saudara mau maju, saudara mau mundur, itu untung ruginya saudara sendiri yang pikul. Kalau saudara maju didalam Tuhan, yang untung bukan saya - saudara. Kalau saudara mundur dari Tuhan yang hancur bukan saya - saudara. Itu sebabnya saudara, mari perhatikanlah tema KKR ini: 'Dalam sedalam-dalamnya, dan tinggi setinggi-tingginya'.

Kita mulai dengan Mazmur 

1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, 
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. 
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.  

Bayangkan saudara kalau bisnis apa saja yang saudara perbuat berhasil. Merencanakan apa saja berhasil. Nah, saya ada satu pemikiran kalau saudara merencanakan sesuatu, mengerjakan sesuatu sampai saudara meninggalkan kebaktian, saya ragu saudara akan berhasil, karena saudara belum mengerti 'dalam sedalam-dalamnya tinggi setinggi-tingginya'. Nah, didalam ayat ke 3 saudara, kita lihat maka ia - orang itu yang merenungkan Firman Allah - dia akan seperti pohon. Satu kali Tuhan Yesus menyembuhkan orang buta. Waktu dia sembuh Dia tanya sama orang buta itu: Apa yang kamu lihat? Orang buta itu bilang begini: Aku melihat orang berjalan seperti pohon kayu. Disini kita membaca ia - manusia itu, seperti pohon. Jadi kita ini diumpamakan oleh FA seperti pohon, seperti tumbuhan. Nah, yang ditanam ditepi aliran air, yang ditanam ditepi sungai, yang menghasilkan buahnya pada musimnya dan yang tidak layu daunnya. Apa saja yang diperbuatnya berhasil. Kalau saya baca ini ayat 3, semua yang saya baca ini adalah yang nampak, yang kelihatan dengan mata. Dia seperti pohon - Bpk Pdt JE Awondatu menunjuk pohon natal -, saudara bisa lihat dengan mata. Yang ditanam ditepi sungai. Saudara anggap saja disebelah kiri sana ada sungai. Yang menghasilkan buahnya, buahnya banyak ada lonceng ada yang bundar-bundar, banyak buahnya. Haleluyah. Pada musimnya dan yang tidak layu daunnya. Bayangkan  dari tahun lalu ini daun begini saja terus hijau. Saudara-saudaraku, tidak layu-layu. Ini hanya cerita saja. Tapi ada satu bagian dari pohon ini yang tidak nampak mata kita, apa itu: AKAR. Maka KKR kita ini adalah dalam sedalam-dalamnya. 

Akar itu ada 3: Doa, memberi, dan puasa. Kalau saudara tadi pagi tidak berdoa, kalau saudara tidak suka memberi, kalau saudara belum pernah belajar berpuasa, hati-hati akar saudara tidak dalam. Pohon ini akan roboh. Dalam sedalam-dalamnya. Coba ukur tahun 2001. Berapa saudara punya ekspansi kepada Tuhan. Berapa saudara punya buah yang dihasilkan untuk Tuhan. Kalau saudara mau jujur sama Tuhan dan berkata aduh ko Yoyo, saya punya buah belum ada - itu mungkin karena akar. Karena akar. Karena akar tidak baik. Karena akar tidak dekat dengan sungai. Karena akar tidak baik. Jadi saudara akar ini sangatlah penting. Maka akar itu harus mendalam sedalam-dalamnya  dan didepan akar itu selalu ada bentuk seperti payung - itu namanya tudung akar. Dia selalu akan mencari dimana air itu. Air itu selalu bicara FA. Kalau sungainya disebelah kiri itu pohon akarnya akan selalu akarnya itu dia cenderung ke kiri karena disanalah ada air. ' S'perti rusa rindu sungai-Mu jiwaku rindu Engkau'. Itu akar dia merindu kepada Firman. 

Nah, saudaraku selama tahun 2001 bagaimana akar saudara, rindu saudara, kebaktian saudara sama Tuhan. Coba persentasenya berapa persen, bandingkan dengan kesibukan saudara dengan dunia, bandingkan dengan kesibukan saudara dengan segala bisnis, dengan segala saudara punya hobi. Coba saudara, berapa persentase? Dan akarnya tidak kelihatan. Dalam sedalam-dalamnya - tidak nampak. Jadi kalau saya lihat orang kristen anak Tuhan jemaat ada buah, saya tidak ragu akarnya baik. Sebaliknya, kalau dia punya kekristenannya itu naik turun naik turun, itu namanya kristen enjot-enjotan, nanti dia naik, nanti dia turun. Atau kereta api langsir - bergerak tapi di situ-situ juga. Atau the rocker - kursi goyang. Dia bergerak, dia aktif tapi tidak ada kemajuan. Disitu-situ juga. Kedepan kebelakang, kedepan kebelakang. Kelihatannya aktif tapi disitu-situ juga.  Nggak maju-maju dari tahun 1995 sampai tahun 2001 begitu aja. Aktifis tapi aktifnya itu mundur maju, kedepan ke belakang. Itu mungkin akar. Na atuh tong jero-jero teuing akar mah atuh ko Yoyo lah. Asal we, asal jadi. Kita keluar apakah bisa kita asal jadi. Matius

13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. 
13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. 
13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. 
13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad

Jadi kalau saya lihat ada jemaat terima FT dia sukacita haleluyah, aduh luar biasa, hebat, luar biasa eta khotbah wih asyik - saya belum puas. Karena orang yang tidak berakar dalam juga, itu menerima FT dengan suka cita. Kapan ditesnya? Kalau ada penindasan, kalau ada problem, kalau ada aniaya, kalau ada kesusahan, kalau ada kesulitan. Dan saya bangga kepada saudara karena dari 1 Januari saudara masih tetap didalam Tuhan sampai tanggal 31 Desember. Tepuk tangan untuk Tuhan Yesus. Haleluyah.

Kita tetap didalam Tuhan. Kita tetap berakar didalam Dia. Karena kalau tidak berakar saudara, ada susah sedikit, ada keberatan sedikit : mundur. Telinganya tipis, nggak boleh dengar desas-desus, nggak boleh dengar omongan, aduh tipis telinganya - lebih tipis dari pangsit. Pangsit juga tipis, ini lebih tipis lagi.  Haleluyah. Saudara, saya suka dengar kalau orang Tionghoa ngomong itu lamun jelema ceulina gede hoki,  kalau orang telinganya tipis ho kian. Telinganya besar itu hoki katanya. Apa arti telinganya besar? Saya lihat Pak Harto besar telinganya. Betul saudara. Saya lihat juga Gus Dur eh telinganya besar. Saya lihat Mickey Mouse juga telinganya besar. Ada haleluyah, saudara? Nggak boleh kita tipis telinga. Ada omongan sedikit ah - maju terus. Jadi kalau terima FT itu sukacita, senang, senang - belum tentu. Nanti dulu, kita tunggu dulu. Kalau dia sudah lewat testing, di tes nggak tersinggung, di tes ini sabar, tabah, tidak cepat marah, tidak ingin dihormati. Haleluyah. 

Salah satu nama Yesus itu 'akar Daud'. Bukan pentil Daud. Tidak. Tapi akar Daud. Tidak kelihatan. Dalam sedalam-dalamnya. Nggak kelihatan. Jadi saudara-saudara mau masuk nih tahun 2002. Mau kuat nggak nih, mau menang nggak diatas problem, mau kita atasi nggak persoalan, mau menang nggak, mau diberkati nggak - dari sekarang nih : dalam sedalam-dalamnya. Kolose 2 saudara. Di sana kita akan membaca satu kalimat dari Rasul Paulus juga mengenai pertumbuhan itu.  

2:6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 
2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia

Sampai disitu dulu. Haleluyah. Siapa Dia ini. Yesus? Oke. Siapa Dia ini. Roh Kudus? Baik. Siapa Dia ini. Allah Bapa? Betul. Siapa Dia ini. Firman Allah? Tidak salah. Karena semuanya bicara tentang sungai itu. Banyak orang nyanyi tentang sungai suka cita tapi tidak ngerti. Kita nyanyi tentang sungai 'Oh, sungai dari Allah puaskanku'. Tapi kita nggak ngerti bahwa untuk menikmati sungai itu kita harus berakar dalam-dalam untuk menghisap air dari sungai Allah itu.  Sebelum saya teruskan kita lompat dulu dalam kitab Wahyu. Kita mau lihat Surga itu seperti apa. Menurut kitab Wahyu 22 apa yang dilihat oleh Yohanes. Wahyu 

22:1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. 
22:2 Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu - perhatikan - di seberang-menyeberang sungai itu, - artinya disisi, kiri kanan sungai itu - ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. 

Tidak dibicarakan akar. Tetapi kalau ada pohon pasti ada akar. Kalau ada pohon yang bisa menyembuhkan, saudaraku, daunnya saja bisa menyembuhkan akarnya pasti berhubungan juga dengan sumber kesembuhan. Banyak diantara kita yang sakit. Saudara-saudaraku, saya terharu karena dari 9 gembala yang kecil-kecil ini saudara semua sudah aktif. Hanya tinggal ini yang mengunjungi ini yang besuk ini belum aktif betul. Saya bilang Tuhan bagaimana ini banyak jemaat-Mu yang sakit - bukan jemaat saya. Banyak umat-Mu yang sakit. Saya ditempelak.  Mereka tidak menghisap dari sumber-sumber kesehatan, sumber kesembuhan. Mereka lebih percaya jamu cap Ny Meneer, jamu cap Jago, obat anti tua, obat awet muda, Ginseng dari Korea, Ginsom dari Cungkuo, ... semua itu saudara percaya tapi kita tidak pernah yakin percaya sumber Air Kehidupan Yesus yang mengalir itu. Dan Dia tidak bisa diisap oleh daun, Dia hanya bisa diisap oleh akar yang tidak kelihatan mata. Dia tidak kelihatan diatas tanah - akar itu dalam. Tidak kelihatan. Tapi hasilnya nampak, daun nya saja bisa menyembuhkan bangsa.

Saya mau beritakan ini karena ini hak saudara. Kesehatan kesembuhan, hak saudara. Berkat berkelimpahan hak saudara. Tuhan tidak mau toko saudara sepi. Tuhan tidak mau jualan saudara sepi. Tuhan tidak mau jualan saudara gali lubang tutup lubang. Tuhan tidak mau saudara pinjam uang yang saudara tidak bisa bayar. Tuhan ingin saudara hidup didalam kelimpahan. Tetapi caranya cuma satu: Saudara harus menjadi akar yang ditanam dalam-dalam di dalam sungai air kehidupan itu. Yang untung bukan saya - saudara. Yang diberkati saudara. Sungai kehidupan. Akar. Itu keadaan Surga. Tidak nampak tetapi akar ada. Tidak kelihatan tapi kita tahu bahwa akar ada, karena pohonnya nampak. Efesus

3:14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, 
3:15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 
3:16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 
3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 
3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 

Dalamnya itu disebut paling akhir saudara. Lebar mungkin bisa bicara daun. Panjang ukuran batang. Tinggi batang dan carang. Tapi dalam itu bicara dari akar. Kasih Yesus saudara tidak akan mengerti. Kecuali kita berakar didalam kasih. Selama tahun 2001 ini saya harus akui bahwa jemaat pada umumnya ada kemajuan. Secara umum, keseluruhan, jemaat GPdI ini ada kemajuan. Baik didalam hal doa, baik didalam hal puasa, baik didalam hal aktifitas, baik didalam hal memberi, baik didalam hal mendukung gembala, baik didalam hal dukungan moral. Ya, saya sangat merasa didukung oleh saudara-saudara sekalian. Nah, tadi saya dapat SMS dari Australia. Mereka juga sudah mengikuti kebaktian kita melalui internet. Dari Sydney. Sekarang orang Kristen di Sydney walaupun dia tidak bisa ke Cianjur khotbah saya ini FT ini, itu sudah disana. Mereka bisa lihat. Dulu Pdt Cruckshank kasih selamat natal pada saya.

Dulu Pdt Cruckshank bernubuat bahwa dari Cianjur akan muncul yang ingat ini nubuat Bpk Matius Oey pasti dia ingat - dari tempat ini akan muncul FT yang akan disebarkan keseluruh dunia. Saya saat itu percaya nggak percaya masa iya. Karena Sekolah Alkitab belum ada. Tetapi ketika Sekolah Alkitab mulai ada, oh, mungkin ini. Karena sekarang murid SAC sudah ada yang di Amerika. Sudah ada yang yang kerja jadi Hamba Tuhan yang ada di San Francisco. Sudah ada eks-eks SAC, mungkin ini. Tapi ternyata bukan. Belum. Baru setelah sdr Stephanus bilang kita buka websitenya ko Yoyo bikin khotbah ko Yoyo semua dimuat, saya bilang ini kapan lagi.

Jadi semua khotbah saya sekarang direkam saudaraku khotbah ini besok sudah ada di internet. Jadi saudara ku, saudara bayangkan di Belanda sudah bisa ikut di Amerika bisa. Sudah mulai buka mereka. Seluruh Indonesia juga apalagi hamba-hamba Tuhan mereka perlu sekali cari bahan khotbah apalagi kalau sudah malam minggu besok khotbah apa. Mereka suka bingung, saya juga pernah bingung, jadi mereka akan bukan di internet seperti apa. Dari tempat ini yang kecil ini sudah keluar dari jemaat yang kecil tapi yang mau berakar didalam Kristus, mau berakar didalam kasih Tuhan. 

Saudara, kita tidak akan mengerti kasih Yesus kalau kita tidak mau berakar didalam Dia. Saya ngomong kemana saudara ngertinya kemana. Nggak akan ngerti. Nggak akan ketemu. Nggak nyambung. Jauh 10 minggu sebelum natal di Jakarta saya bilang kita bicara ini nanti top nya 11 Desember itu puncaknya. Ada orang yang ikut dari 10 minggu itu full Selasa terus ikut - dia mengerti khotbah pada tgl 11 Desember. Tetapi ada yang tidak ikut terus, tidak ikut full ikut cuma 3 minggu terus tahu-tahu ikutnya Desember, dia tidak akan mengerti. Siapa yang bisa mengerti Tuhan. Siapa? Ayo, pendeta mana, nabi mana, rasul mana yang bisa mengerti Tuhan. Tapi ayat ini bilang hendaklah kamu berakar didalam kasih Tuhan sedalam-dalamnya. Saya ingin punya kaum muda yang begitu fanatik dengan Firman, dengan doa dengan praise and worship harus seimbang. Saya ingin punya jemaat yang begitu rindu kepada Firman, kepada doa, kepada praise and worship. Di mana mulainya? Akar ! 

Kita lihat yang jeleknya sekarang. Ini yang positif. Nah, sekarang kita lihat yang jelek untuk kita dapat bandingkan bahaya nya ini. Dalam Ibrani 12 disana Paulus juga menulis tentang satu macam akar yang lain.

12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. 
12:15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. 

Ini yang tidak baik. Kalau didalam hati kita ada akar yang pahit ini contiguous, menular. Saudara punya akar pahit, pelihara akar pahit keluarga saudara kena - menular. Kalau saudara perempuan, suami saudara bisa kena, anak saudara bisa kena. Contiguous - menular. Dikatakan disana : Menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. Bayangkan kalau akar itu akar yang manis, yang ada didalam hati kita. Salah satu nama Yesus tadi saya bilang akar Daud. Bayangkan kalau dalam hati kita ini akar yang manis, yaitu Yesus itu didalam hidup kita. Bayangkan. Dia akan berpengaruh saudara-saudara. Bukan menajiskan orang tetapi menyelamatkan orang. Ada haleluyah, saudara-saudara. Asal dia dekat orang, orang  itu ketarik aja ikut kebaktian. Asal dia dekat orang, orang itu ketarik aja ke geraja karena didalam hatinya akar yang manis akarnya Yesus. Kenapa ? Dia sudah dapat waktu dia berakar didalam hatinya. 

Jadi waktu liburan minggu, mereka bukan cari senang-senang, bukan cari makan, bukan ke pinggir pantai, mereka cari gereja, mereka cari Firman. Kenapa ? Akarnya ini berhubungan. Waduh, kalau saudara betah hari Minggu tidak ada di gereja wah bahaya, kata Titik Puspa. Hati-hati saudara, kalau akar kita tidak berhubungan dengan Tuhan. Bayangkan kalau akar yang manis itu ada didalam hati kita. Apa katanya Solamit waktu pacaran sama Salomo?

Solamit bilang, aku hitam tetapi manis. Maka orang Ambon itu biar hitam saudaraku tetapi manis. Nanti sudah tua manisnya hilang, tinggal hitamnya. Tetapi inilah manisnya dari Tuhan saudaraku. Aku hitam. Bicara hitam kenapa? Karena panas, problem, percobaan. Aku hitam kenapa ? Karena panas, karena kesulitan. Aku hitam, kenapa? Karena banyak kesusahan. Aku hitam kenapa? Karena banyak problem, pekerjaan yang berat. Aku hitam, kenapa? Karena banyak kesulitan. Tetapi itulah yang membuat engkau manis, katanya Salomo. Jadi si Solamit bilang aku hitam, Salomo bilang tetapi manis.

Aduh Tuhan, saya ini banyak problem, banyak percobaan, banyak susah,  tapi kata Yesus engkau manis - karena kita berakar didalam Tuhan. Dalam sedalam-dalamnya. Banyak yang saya sudah baptis tapi yang sangat mengharukan adalah mereka yang waktu setelah dibaptis dipenuhi suka cita, jabat tangan saya terimakasih tapi dalam sukacitanya itu ada airmata ngeuyeumbeung dimatanya. Itu heran kalau Tuhan. Kalau ikut Yesus itu heran. Kaya mau nangis itu tapi senang. Kaya susah tapi senang. Kalau extacy mah senang tapi susah. Kalau dalam Yesus mah seperti susah aku hitam tetapi manis. Ada amin saudara ? Kembali kepada akar. Matius

3:7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? 
3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. 
3:9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! 
3:10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 

Jadi yang Tuhan perhatikan itu dalam pertumbuhan rohani kita saudara adalah akar. Amin ? Tadi saya bilang Yesus sembuhkan orang buta lihat apa itu. Aku melihat manusia seperti batang pohon. Mazmur 1 bilang dia seperti pohon. Sekarang kapak sudah tersedia pada akar pohon itu karena nggak ada buahnya pasti akarnya juga nggak baik. Nggak berbuah. Ini siapa yang sedang dibicarakan ? Israel. Tadi kita dengar kesaksian satu ibu orang Cianjur tapi begitu pindah ke Jakarta salamnya udah shalom. Padahal kalau di Cianjur shalom teh nggak laku. Di sini mah yang laku Siloam. Haleluyah. Tapi memang inilah kalau udah ke Jakarta nggak ngerti. Shalom. Tapi kita tetap aja haleluyah.

Nah, kenapa saudaraku mereka berkata dari akarnya.  Akarnya aku akan tebang. Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang. Aduh kejam rasanya Tuhan. Sebetulnya bukan kejam; Dia itu mendorong supaya kita itu berbuah, mendorong supaya akar kita itu cari dong yang baik, dalam sedalam-dalamnya cari yang baik. Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon ' - atau setiap orang - ' yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 

Matius 7
7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. 
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? 
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. 
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. 
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. 

Saudara, Yesus memberi perhatian, memberi warning, memberi peringatan kepada kita. Ikut Yesus memang baik semanis-manisnya ikut Yesus tapi Dia juga perhatikan kemajuan kita. Coba kita timbang dengan timbangan yang jujur pada tahun 2001, kita itu berat sama Tuhan atau berat sama tuan. Berat sama Paulus atau berat sama tante Pauline. Berat sama Allah atau berat sama Mamon. Jangan sampai kita terjangkit penyakit yang namanya 'tidak ada waktu'. Sembahyang - tidak ada waktu. Baca Alkitab - tidak ada waktu. Berdoa - nggak ada waktu. Ke gereja - bo eng,  bahasa Yunani nya dari nggak ada waktu. Hayo tuh maju - nggak ada waktu. Aktif yu - nggak ada waktu. Belajar puasa yu - nggak ada waktu. Hayo tuh sembahyang - nggak ada waktu. Tapi kalau nonton sinetron - ada waktu. Sepak bola - ada waktu. Si Cecep - ada waktu. Tapi yang buat si Cecep itu Tuhan Yesus - tidak ada waktu. Untung Tuhan Yesus teh nggak kaya manusia. Coba kalau Tuhan Yesus kaya manusia cepet jengkel dipencetlah hidung kita, is dead - langsung kita check out berangkat besok ke Pasir Hayam. Saudara, tetapi inilah kita ini nggak ada waktu, bo eng, nggak ada waktu. Jadi Tuhan itu dipandang jadi satu kebutuhan. Tuhan itu nanti kalau  ada waktu baru saya datang ke gereja. Coba jadikan Tuhan itu satu kebutuhan - sama saudara harus minum. 

Mari kita berakar didalam Tuhan saudara. Ada haleluyah. Mari mulai dengan akar pada malam hari ini. Besok saya akan bicara lebih luas lagi. Lusa tahun baru lebih luas lagi. Tapi mulai dengan akar. Coba kita introspeksi semua, saya juga lihat kedalam hati aduh Tuhan pada tahun 2001 saya kurang berakar didalam Engkau, saya kurang baik. Tuhan saya ingin maju didalam Engkau. Saudara mau maju didalam Tuhan? Ayat yang terakhir Markus

11:12 Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. 
11:13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. 
11:14 Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.  - Ayat 20 -
11:20 Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. 

Pohon itu ternyata kering itu mulai dari akar. Saudara pernah lihat kalau saudara ke puncak ada pohon yang kering nggak ada daun nya. Kering. Musim hujan. Yang lain hijau - dia mah kering karena akarnya sudah mati. Itu jangan sampai kita begini saudara saya juga nggak mau. Kita teh aktif-aktif sama Tuhan tapi didepan Tuhan teh kita kering. Kita bisa pake topeng sama manusia mah datang ke gereja ... topeng.   Puaskah Tuhan Puaskah Tuhan Puaskah Tuhan denganku. Mungkin saya dinilai oleh orang lain sebagai pendeta yang berhasil tetapi apakah Tuhan menilai saya baik dan berhasil.

Saya mungkin dinilai oleh orang lain sebagai suami yang baik tapi apakah Tuhan menilai saya sebagai suami yang baik. Saya mungkin dinilai orang lain sebagai istri yang baik dan setia tapi apakah saya dinilai Tuhan seorang istri yang baik dan setia. Saya mungkin dinilai orang sebagai anak yang u hau tapi apakah dihadapan Tuhan saya ini anak yang baik dan menyenangkan hati orang tua. Hanya Tuhan yang tahu modal kita - karena dia tahu akar kita. Maka pada malam hari ini kita mau perbaiki benahi akar kita. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Minggu, 31 Desember 2001 KKR II/III

Dalam Sedalam-dalamnya, Tinggi Setinggi-tingginya

Dengan sangat menyesal, khotbah ke 2 ini tidak terekam.

Secara singkat dapat dirangkum oleh penulis, bahwa khotbah dalam KKR  II  ini mengambil tema "Tinggi setinggi-tingginya atau Pengharapan", yang diambil dari Kejadian   

28:10 Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran. 
28:11 Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu. 
28:12 Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu. 
28:13 Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. 
28:14 Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. 
28:15 Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu." 
28:16. Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya." 
28:17 Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga." 
28:18 Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya. 
28:19 Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus. 
28:20 Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, 
28:21 sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku. 
28:22 Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

Situasi yang tidak nyaman yang dialami oleh Yakub, dimana ia dalam pelarian karena dikejar oleh Esau, kakaknya, digambarkan dengan bagaimana ia tidur hanya berbantalkan batu. Dalam masalah besar yang dihadapinya, Yakub - dalam ayat 12 - bermimpi, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.  

Kata tangga dalam bhs aslinya Ibrani, hanya tercantum 1 kali saja dalam Perjanjian Lama. Dan kata ini muncul ketika Yakub ada dalam persoalan yang sulit, dimana tangga ini tampaknya merupakan refleksi, keinginan hati Yakub untuk melepaskan diri dari persoalan yang dihadapinya, dengan memimpikan tangga ke langit atau Surga dalam bhs Inggris nya. 

Tangga kelangit tampaknya diperkenan Tuhan karena ada malaikat-malaikat Allah yang turun naik tangga ini, tidak seperti menara Babel yang didirikan manusia untuk mencapai langit, yang tidak diperkenan Allah, sehingga Allah mengacaukan bahasa-bahasa bangsa pada saat itu.

Tangga ke langit adalah seharusnya menjadi visi kita dalam tahun baru supaya seperti tangga dimana kita naik step by step keatas, meningkatkan diri dan kerohanian kita khususnya. Didalam setiap masalah, kesulitan, percobaan yang ada, kita tetap bertahan dengan visi kita yang ditujukan kepada Surga, kepada Allah, kepada hal-hal yang rohani - kepada hal-hal yang Allah ingin kita lakukan.

Kita semua seperti Yakub, berdosa, ada kelemahan, ada hal-hal yang tidak baik. Kita semua seperti Yakub yang keberadaannya dihadapan Allah hanya seorang diri. Tapi kita bersyukur karena Tuhan kita bukanlah seperti manusia. Ia tidak melihat penampilan, hal-hal yang hanya dapat dilihat secara lahiriah saja. Tuhan melihat hati. Ia tahu didalam seorang Yakub, masih ada hal-hal yang baik, seperti berlian yang belum diasah. Dan pada saatnya Ia membentuk Yakub; Ia mengganti namanya dari Yakub si Penipu menjadi Israel, Allah yang menyelamatkan.

Tuhan Yesus juga pasti tidak membeda-bedakan antara Yakub dengan kita semua.

Ayat-ayat tambahan ada di dalam Yohanes 1:45-51; Lukas 14:28-30, 25-27; Amsal 18:10; Efesus 3:14, dan Matius 7:24-27. 

(Untuk khotbah KKR III, silahkan klik Khotbah Minggu Sore Januari - Februari 2002 di Halaman Utama.)

-- o -- 

-- <>< --

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________