Khotbah Minggu Sore Januari - Februari 2005

Gereja Pantekosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Jumat, 31 Desember 2004

TuHaN meMELIHARA - kkr I/III

Haleluyah. Selama tiga hari ini kita akan mendengar firman Tuhan yang menjadi judul bagi tahun yang baru, tahun 2005. Kalau tahun 2004 saya beri judul Tahun Kelimpahan tapi pada tahun 2005 saya beri nama Tahun Pemeliharaan Tuhan. Tahun Pemeliharan Tuhan.

Jadi selama tiga hari ini kita akan melihat kilas balik memapaki hari depan dari sabda Tuhan bagaimana dan apa seharusnya yang kita kerjakan pada hari-hari yang akan datang. Setelah kita belajar apa yang terjadi pada hari-hari yang sudah lewat. Di dalam Efesus pasal yang ke-6, kita akan membaca ayat yang ke-18, bunyinya demikian:

6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

Di dalam salinan bahasa Inggris agak sedikit lain bunyinya. Bunyinya demikian dalam bahasa Inggris: Berdoalah selalu dengan segala doa dan permintaan di dalam Roh dan berjagalah dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus.

Kita akan melihat bagian yang pertama, berdoalah senantiasa dengan segala doa dan permohonan. Tepat lima hari sebelum hari ini, pada waktu natal 26 Desember di Yayasan Kabar Baik, kita dikagetkan oleh satu kejadian yang mengguncangkan dunia. Terjadinya justru di negara Indonesia tetapi efeknya ada sampai  sebelas negara. Satu gempa bumi yang belum pernah terjadi. Belum pernah negara bangsa Indonesia mengalami gelombang Tsunami yang begini besar. Sampai hari ini, saudara, masih ribuan mayat yang tidak bisa diangkat, belum bisa diangkut.

Seluruh daerah Meulaboh belum ada mayat yang bisa diangkat karena jalan tertutup dengan bangkai-bangkai mobil dan kayu-kayu dari pohon. Ada satu kapal laut dari tentara angkatan laut, itu ada di pinggir mesjid. Sedangkan ada satu mobil ada di tengah laut. Dan kejadian demi kejadian dia tidak lihat, yang mengalami ini, ada eks perdana mentri, bintang film, ada ratu kecantikan dunia, dia tidak lihat laki-laki, perempuan, dia tidak lihat kecil atau besar, semua jadi korban. Dan diperkirakan - diperkirakan - di Indonesia saja 79.400 orang yang tercatat, belum yang di Meulaboh.

Sampai sekarang mayat-mayat masih bergelimpangan. Waktu dulu perang Irak, ada Sabit Merah, Bulan Sabit Merah dari Jakarta yang pergi ke Irak. Itu seperti Palang Merah. Tapi sekarang Sabit Merah tidak ada. Tidak ada. Jadi orang Irak lebih penting dari orang Indonesia, nampaknya.

Nah saudara-saudara, saya dengar doa-doa mereka, mereka minta ampun kepada Tuhan. Mereka berkata, bangsa ini sudah menjadi sombong, menganggap hidup orang bisa dicabut begitu saja, bisa ditembak. Bahkan ada satu tokoh agama berkata, kita merasa malu kepada orang Aceh, karena sudah beberapa tahun kita merdeka tapi kita belum bisa menyenangkan orang Aceh, dan sebagainya.

Saudara-saudara, banyak kesaksian yang saya bisa cerita apa yang terjadi. Satu pendeta dari Australia, teman saya, Jack Hammond, dia kirim sms: Hari ini saya sedang pergi berangkat ke Aceh. Nah, saya bilang: Tuhan beserta anda. Sangat berat. Sekarang bantuan-bantuan - dulu bencinya sama Amerika luar biasa - sekarang justru Amerika yang kirim bantuan paling besar, dia bikin rumah sakit. Australia kasih - dulu anti sekali sama Australia - tapi sekarang Australia memberi bantuan. Negara Inggris memberi bantuan. Tiongkok yang suka dilecehkan, juga memberi bantuan. Taiwan memberi bantuan. Tapi kita mau belajar sekarang, di akhir tahun ini kita belajar.

Pelajaran yang pertama adalah kita tidak berdaya, tidak bisa apa-apa. Kita tidak punya apa-apa, tidak ada tenaga, tidak berdaya menghadapi suara dari Tuhan. Kita buka Mazmur 29. Mazmur 29 sekarang digenapkan. Mazmur

29:1 Mazmur Daud. Kepada TUHAN, hai penghuni sorgawi, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan!
29:2 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan!
29:3 Suara TUHAN di atas air, Allah yang mulia mengguntur, TUHAN di atas air yang besar.
29:4 Suara TUHAN penuh kekuatan, suara TUHAN penuh semarak.
29:5 Suara TUHAN mematahkan pohon aras, bahkan, TUHAN menumbangkan pohon aras Libanon.
29:6 Ia membuat gunung Libanon melompat-lompat seperti anak lembu, dan gunung Siryon seperti anak banteng.
29:7 Suara TUHAN menyemburkan nyala api.
29:8 Suara TUHAN membuat padang gurun gemetar, TUHAN membuat padang gurun Kadesh gemetar. - Ayat 10 - 
29:10 TUHAN bersemayam di atas air bah, TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.
29:11 TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!

Lihat, saudara-saudara, bahwa bagi kita, bagi umat Tuhan, hal-hal seperti ini terjadi adalah suara Tuhan. Pelajaran yang pertama, kita tidak berdaya, kita tidak bisa melawan Tuhan. Kita tidak bisa main-main dengan Tuhan. Kita tidak bisa mempermainkan keselamatan. Ada yang main-main dengan Tuhan, dia tidak sungguh-sungguh ikut Tuhan. Tapi ada yang mempermainkan keselamatan. Dia sudah selamat tapi dia mau coba-coba jalan di becek lagi. Dia sudah selamat, dia jatuh lagi dalam dosa. Ini yang saya pakai istilah mempermainkan keselamatan. Saudara-saudara, ketika air bah datang melanda, setinggi separoh pohon kelapa ... bayangkan menara mesjid yang tinggi, itu ditengahnya itu bolong, setinggi itu. Siapa yang tahan? Siapa yang tahan?

Saya sudah katakan kepada saudara, tanggal 2 Desember, kami dapat surat. Ada satu pendeta GPdI diculik oleh orang-orang berpakaian hitam. Sekarang orang tidak lagi mencari Mohammad Top. Orang sekarang matanya, seluruh dunia, ke Aceh. Karena paling banyak diperkirakan, seluruh dari sebelas negara, 120 ribu orang mati. Aceh sendiri 79.400, itu belum hitungan resmi karena di Meulaboh mereka belum  bisa mampir. Sangat mengerikan. Ada satu ibu, dia pegang pohon kelapa yang roboh. Dia pegang pohon kelapa itu. Pohon kelapa itu ditarik kembali ke laut dan dia di laut itu merasa ada arus yang kuat dibawahnya. Dan pakaiannya, kainnya itu di bawah, semua terbawa - maaf bicara - sampai celana dalam pun terbawa oleh air itu. Dia berpegang kuat, dan dia hanya  selamat dengan bh saja. Diselamatkan oleh angkatan laut.

Ada satu anak di Thailand umur 13 tahun, perempuan. Dua hari dua malam di atas laut, memegang satu kayu sebelum ditolong. Dua hari dua malam tidak ada makan, tidak ada minum. Kalau kita disuruh puasa susah bener. Tapi ini anak  13 tahun, perempuan lagi. Tangisan di mana-mana ... mengerikan saudara, mengerikan.

Sampai satu pegawai Palang Merah Indonesia, dia bilang, dia lihat sekarang orang-orang di Aceh seperti linglung. Rumah habis, pakaian habis, tidak ada makanan, - maaf bicara - mau ke WC, mau buang air, ke mana? Mau buang air besar? Jadi sekarang mereka penuh dengan bau busuk, selain mayat. BBC, Inggris, wartawannya berkata: Kami naik helikopter sepanjang setengah jam. Di Sumatera, Pantai Barat, setengah jam, lihat mayat, mayat, mayat. Oke,  kita pakai setengah jam kecepatannya 30 kilometer, hanya mayat. Orang-orang seperti linglung, mau kemana? Mereka jalan nggak tahu mau kemana. Rumah tidak ada. Mereka cari - ada yang kehilangan istri, ada yang kehilangan suami.

Kita belajar, manusia itu terbatas. Kita tidak berdaya. Maka tidak bisalah kita berkata: Karena saya, saya maju; karena saya toko saya maju. Sangat disayangkan jemaat yang tidak kebaktian lagi, karena mereka sudah merasa tokonya diberkati. Mereka bisa sendiri, mereka bisa. Wah, tidak perlu Tuhan lagi. Tidak perlu gereja lagi. Tidak perlu Yesus lagi. Tidak perlu sembahyang lagi. Sangat disayangkan. Dengar, ini suara Tuhan!

Tapi pelajaran yang kedua. Kita akan melihat dari kejadian Tsunami ini bahwa Tuhan itu menyaksikan tingkah laku kita. Tuhan itu menyaksikan tingkah laku kita. Mulai dari Marsinah, dibunuh. Wartawan Udin dibunuh. Munir diracuni. Tokoh kemerdekaan Papua diculik, dicekik, dibunuh. Hukum di Indonesia sudah tidak ada artinya apa-apa. Orang nagih hutang dibunuh. Hutangnya berapa, saudara tahu? Lima ratus perak. Di Surabaya, satu ibu nagih hutang karena pinjam sama tetangganya, dibunuh. Manusia sudah sombong, sudah jadi malaikat pencabut nyawa.

Kalau sudah mengata-ngatai orang lain, waduh, mulut manusia sekarang, ... yang kecil dibikin besar. Bukan yang besar dibikin kecil, tapi yang kecil dibikin besar. Urusan yang sudah bertahun-tahun, berbulan-bulan sudah lewat, diutik-utik, diulik-ulik. Rasanya kita nih belum puas kalau lawan kita itu, satu Cianjur belum tahu, bahwa orang ini orang tidak baik. Betapa jahatnya kita. Tapi sekarang, saudara, tidak ada budha, tidak ada kristen, tidak ada islam, tidak ada hindu, itu semua sepertinya bersatu.

Dengarkan suara Tuhan. Tuhan itu memperhatikan segala tingkah laku kita. Maka dalam Mazmur 139, malamnya Tuhan itu sangat terang. Malamnya Tuhan. Kalau ada Tuhan itu ada malam, itu sangat terang. Jelas sekali. Pelajaran yang kedua, Tuhan itu menyaksikan tingkah laku kita. Pelajaran yang ketiga dari hal-hal seperti ini, saudara-saudara, kita tidak boleh menyakiti orang lain. Itu nggak boleh. Masa sih kepala pendeta dihargai 60 juta? Di daerah Poso terjadilah, kalau kamu bisa bawa satu kepala pendeta atau bisa bunuh satu pendeta, 60 juta dikasih duit. Kalau tua-tua sidang 40 juta, gembala-gembala kecil 10 juta, jemaat biasa tiauw pua (satu setengah juta). Ngebunuh orang kristen dapat pahala. Tuhan melihat. Ayo, sekarang Dia bicara. Siapa mau bicara? Orang-orang yang sombong, orang-orang yang tinggi hati yang bisa bicara, semua bisa dibeli dengan uang. Ayo?

Saya dengar siaran televisi BBC, rakyat dikasih duit 250 ribu, ini buat hidup. Kami tidak perlu uang, kami perlu makan. Sumur-sumur semua sudah kotor karena diisi oleh lumpur. Mau minum di mana? Tidur bingung. Ada yang tidur di pohon. Linglung semua. Dan setelah ini, saudaraku, saya rasa satu tahun belum bisa pulih ... itu mental, itu kekagetan. Jadi Tuhan bisa bicara di mana saja. Dia bisa bicara juga di kota Cianjur, kalau orang Cianjur tidak mau bertobat, kalau orang Cianjur selalu jauh dari Tuhan, Dia juga bisa bicara. Itu sebabnya kita belajar dari hal ini. Tuhan itu memperhatikan tingkah laku kita. Dia lihat. Nah, pelajaran yang ketiga. Mazmur

91:1 Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa
91:2 akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."
91:3 Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.
91:4 Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.
91:5 Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang,
91:6 terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.
91:7 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.
91:8 Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.
91:9. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu,
91:10 malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu;
91:11 sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.

Ada haleluyah? Nah, sekarang yang ketiga, saudara, sekarang Tuhan membuktikan, apa yang saya mimpi - mungkin lebih kurang satu tahun yang lalu. Saya mimpi, saya ada di satu tempat yang tinggi. Tiba-tiba ada air deras, besar,  berwarna hijau lumut, besar sekali, tinggi dan menyapu bersih, ... besar sekali. Hijau, coklat. Karena saya lihat dari atas, ih ngeri sampai saya terbangun. Waktu saya bilang sama istri saya, istri saya bilang, wah, itu tanda nggak baik. Tapi saya mengerti apa itu, apa maksudnya.

Waktu pemilu, PDIP yang menang, Tuhan kasih mimpi juga. Maka saya sudah bilang, PDIP akan menang. Ketika mimpi ini terjadi, saya nggak ngerti. Tapi kalau saya baca ayat firman Allah ini, saudara, pemeliharan Tuhan sungguh luar biasa. Bayangkan, seribu jatuh di sebelah kiri. Bayangkan sama saudara. Sepuluh ribu - satu istora - rebah di sebelah kanan. Saudara yang kesebelas ribu satu, tidak kena. Sebelas ribu kena, rebah di kiri, rebah di kanan tapi saudara yang sendirian tidak kena.

Ayat yang kita baca tadi, sebab engkau membuat Tuhan menjadi tempat perlindunganmu. Pelajaran ketiga yang kita harus pelajari bahwa Tuhan yang kita sembah tidak akan membiarkan saudara mati konyol. Tuhan yang kita sembah akan menjaga, memelihara, menaungi, menjadi perisai, menjadi tempat perlindungan kita. Kita jadi penonton. Soal firman Allah, saudara musti jadi pelaku. Tapi soal musibah, saudara akan jadi penonton. Saudara tidak kena musibah. Kita cuma nonton.

Di kaki gunung Merapi, itu terkenal di daerah Jawa Tengah. Itu sudah langganan, beberapa tahun sekali ada gunung Merapi meletus dan yang bahaya adalah satu hawa yang panas, yang turun ke bawah. Bukan lahar. Hawa panas. Dan itu bisa membunuh orang begitu saja. Ada satu orang di desa kecil itu, satu orang Jawa. Saudara-saudara, dia menerima Yesus. Dia dicela, dia diolok, bahkan mendapat aniaya melalui kata-kata dari tetangga-tetangganya karena dia terima Yesus. Tetapi pada satu kali kejadian, hal ini terjadi - saya dengar kesaksiannya - memberikan kengerian yang luar biasa. Gunung Merapi ini dikatakan, lekas melarikan diri karena hawa panas turun. Bahaya. Ribuan penduduk melarikan diri, saudara. Hawa panas itu turun menyambar.

Ketika dia jatuh, dia merasa seperti mukanya itu dikasih balok es, badannya seperti ada yang kasih air es yang dingin dan hawa panas itu lewat. Dia sadar, dia bangun. Ketika dia bangun, semua orang - tetangga-tetangganya, semua orang mati. Dia nggak, lecet pun tidak. Betapa firman Allah ini ya dan amin. Dia menjadi penonton. Soal firman, kita musti jadi pelaku tapi soal musibah, saudara hanya akan nonton. Dibedakan sama Tuhan. Dipelihara sama Tuhan. Dijaga sama Tuhan.

Kesaksian kedua, saya baru dengar tiga hari lalu di handphone. Ada satu banker, dia bilang: Pak Awondatu, sudah dengar kesaksian dari Kenya, dari Afrika Selatan? Kenapa? Di sana ada satu desa, kecil dan jemaatnya, orang kristen di sana terkenal miskin-miskin. Sangat miskin. Biasa kalau datang orang pendeta Amerika, tangan mereka begini, minta. Asal ada pendeta dari luar negeri, tangan mereka minta. Minta-minta, minta-minta, minta-minta, terus, minta-minta dan mereka tetap miskin. Tetapi pada suatu hari, ada revolusi besar dalam jemaat itu. Ada satu jemaat yang susah, memang yang miskin, dia datang sama pendeta. Pendetanya tanya, mau apa? Saya minta uang karena saya tidak punya uang. Pendetanya bilang, firman Allah bilang kalau tidak kerja, tidak ada uang. Kamu harus kerja. Jadi setiap hari dia jalan dari rumah ke gereja, dia lakukan itu ke gereja berbakti. Dia cari pekerjaan, nggak ada pekerjaan. Kamu bisa apa? Saya bisa jual minyak tanah. Oke. Lalu pendeta ketemukan sama jemaat yang punya perusahaan minyak tanah. Ayo kamu jalan. Dan dia mulai jalankan, dia jual minyak tanah. Itu yang terjadi.

Sekarang saya ingin beritahu kepada saudara, orang ini bisa memberi - memberi - bukan membeli, ... memberi pesawat terbang untuk gembalanya. Gembala punya mobil itu, saudara, mungkin lebih dari dua, tiga puluh mobil. Tidak baru, tapi jemaatnya memberi. Gereja mereka sekarang lebih besar dari Cho Yong Gi. Dari desa yang kecil, dari jemaat yang miskin, sekarang Tuhan bikin revolusi besar karena mereka melakukan firman Allah. Sekarang menjadi buah bibir di seluruh dunia.

Bayangkan, pendeta bukan dikasih mobil lagi, dibeliin pesawat oleh jemaat yang asalnya minta modal untuk bisa jual minyak tanah. Nggak punya pekerjaan. Jalan kaki ke gereja. Sekarang diberkati Tuhan. Kalau saya cerita, cerita ini maksud saya satu hal bahwa saudara bisa diberkati Tuhan. Karena Tuhan yang di Afrika sama Tuhan di Cianjur. Yesusnya sama.

Kalau saudara melakukan firman Allah dan percaya kepada sabda Tuhan, beri maka engkau akan diberi. Apa yang terjadi? Mujizat demi mujizat. Mujizat itu bukan hanya sakit disembuhkan, bukan. Tetapi saudara-saudaraku, saudara yang medit jadi suka memberi, itu mujizat. Orang yang kikir, kopet, pelit, skaker, itungan, itu dirubah sama Tuhan menjadi suka memberi - itu mujizat. Dan apa yang terjadi dengan Zakheus? Terjadi. Hanya Zakheus itu tukang pajak, orang ini orang miskin. Apa yang terjadi? Diberkati oleh Tuhan. Bisa beli pesawat. Saya kira, apa pesawat televisi? Bukan, pak ... pesawat terbang.

Tadi siang saya makan, istri saya bilang, ini dari Ibu Sambas, ini dari Ci Sui - ayam merah, sudah senang saya. Boro-boro pesawat terbang, dikasih makanan saja saya sudah senang. Pesawat ayam merah, pesawat babi hong, ini ayam panggang. Tuhan pelihara, saudara. Saya mah dipelihara Tuhan.

Nah, sekarang baru kita mengerti Efesus 6. Efesus ini saya kembali lagi baca ayat 18. Saya baca dalam bahasa Inggris, ya: Berdoalah senantiasa dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu dalam Roh dan berjaga dalam doa dengan permohonan yang tidak putus-putusnya untuk segala orang kudus.

Yang pertama kita akan lihat adalah kata doa. Dalam bahasa Yunani dipakai kata proseukomai. Dengar baik-baik kata-kata saya. Kerohanian saudara tidak akan melebihi doa saudara. Tingkat kerohanian seseorang tidak bisa melewati hidup doanya. Kalau hidup doanya sepuluh centi, dia punya rohani nggak bisa lima belas centi. Sepuluh centi ke bawah. Kalau dia punya doa, hidup doanya itu tiga puluh centi, dia hidup rohaninya bertumbuh setinggi tiga puluh centi. Kalau hidup doanya dia satu meter, maka hidup rohaninya, berkatnya dari Tuhan pun akan satu meter.

Hidup saudara tidak bisa lewat, melewati dari hidup doa saudara. Kerohanian kita, tingkat kekuatan, tingkat pengharapan, tingkat fisik kita, tidak bisa melebihi doa kita sendiri. Tetapi dikatakan di sana, doa ini adalah proseukomai. Proseukomai artinya memanggil seseorang untuk datang membantu. Orang yang berdoa, dia merasa dia tidak mampu; orang yang berdoa, dia merasa dia tidak bisa. Itu sebabnya dia memanggil sama Tuhan. Ya Tuhan tolong saya. Ya Yesus tolong saya. Memanggil seseorang untuk datang menolong dia. Tuhan, tolong saya.

Banyak hal yang tidak bisa diatasi dengan uang, bisa diatasi oleh doa. Banyak hal yang tidak bisa diatasi oleh dokter, diatasi oleh doa. Banyak hal yang tidak bisa diatasi oleh kenalan-kenalan, sahabat, koneksi-koneksi kita, bisa diatasi oleh doa. Dan kalau saudara membaca ayat ini dari ayat ke-10, rasul Paulus berkata, pakailah selengkap senjata Allah. Dikatakan, ayat 11, 

6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 

Begitu masuk ayat 18, dia berkata doa. Doa bukan senjata. Banyak orang bilang, senjata kita adalah doa. Salah. Doa bukan senjata. Sudah dikatakan, perlengkapan senjata Allah di ayat-ayat sebelumnya. Maksudnya apa? Pakai pedang roh, yaitu firman ... nggak jalan kalau nggak ada doa. Pakai perisai iman. Iman nggak jalan kalau nggak ada doa. Sama dengan begini. Saudara punya teko, saudara punya air, saudara mau bikin kopi. Kopi sudah ada, sudah ada gula, saudara perlu air panas, dan saudara sudah ada air di teko, saudara taruh di atas kompor. Tapi kompornya nggak ada api. Nggak nyala. Doa inilah api itu!

Perlengkapan iman segala apa, itu seperti teko, seperti air, seperti kopi sudah siap di cangkir, semua sudah ada. Saudara perlu air panas. Nah, saudara taruh itu diatas kompor, kalau tidak ada api tidak jalan. Demikian juga dengan doa. Mau sukses dalam bisnis? Doa. Bukan doa yang bikin sukses, tapi iman saudara mulai bekerja. Iman saudara mulai bekerja. Kemenangan saudara mulai bekerja.

Makanya waktu Nabi Nuh mau bikin bahtera, diketawain, karena masa bikin bahtera di atas gunung? Nah sekarang, saudara, orang nggak bisa ketawa lagi. Sebab di Aceh, ada kapal laut ada di atas  mesjid. Sekarang orang percaya. Menurut ilmu pengetahuan, dulu katanya dunia itu satu tanah, tidak ada lautan. Lalu terpecah oleh gempa, ada benua ini, ada benua itu. Jadi kita bisa percaya zaman Nabi Nuh ada banjir besar. Kalau kita lihat Tsunami itu setinggi setengah pohon kelapa, air masuk. Orang lagi senang-senang, nyanyi di pinggir pantai, sedang berjemur. Orang Inggris ada yang mati, orang Cina ada yang mati, orang Jerman ada yang mati. Dia tidak lihat agama apa, dia tidak lihat apa. Luar biasa, saudara.

Ada satu gereja di Thailand. Air masuk di gereja ini, itu salib nggak jatuh. Salib sama meja di mana mimbar itu, tidak jatuh. Apa maksudnya? Tuhan kasih pesan sama saudara. Air bah boleh datang, tapi orang yang percaya Tuhan akan tetap berdiri. Dia tidak akan jatuh, dia tidak akan goyah. Mari kita lihat ayat 18,

6:18 Berdoalah senantiasa dengan  doa dan permohonan.

Saya tadi katakan, proseukomai adalah memanggil seseorang untuk menolong kita. Yang kedua dikatakan permohonan. Permohonan dalam bahasa Yunani, deesis. Deesis itu kalau saya pakai bahasa sehari-hari, segala macam permohonan akan bisa diatasi oleh doa. Berdoalah senantiasa dengan segala doa. Doa makan, doa tidur, bangun tidur, doa mau bepergian, doa mau buka toko, sebelum kita naik mobil mau ke Bandung, saudara berdoa dulu. Dengan segala doa. Mau daftar sekolah. Tadi kita sudah dengar kesaksian dari ibu Sambas. Mana mungkin tidak ada uang bisa dipelihara. Sekarang orang kirim uang ke Aceh, orang Aceh tidak mau ini. Dikasih 250 ribu, ini untuk ibu, dia tidak terima ... dia perlu makanan.

Kejadian 26, sekarang 31, di Meulaboh belum ada satu orang bisa masuk. Padahal dulu waktu orang dari luar negeri, wartawan mau masuk ke Aceh, dilarang sama pemerintah Indonesia, musti ada izin. Sekarang dibalik, Indonesia minta bantuan: Tolong bantu Aceh. Izinnya mana? Kita dikemplang, ditempeleng, malu kita. Orang yang kita kata-katain, Amerikalah, Inggrislah, Australialah. Palang Merahlah yang menolong. Salib.

Itu sebabnya nanti kita akan adakan satu ekstra korban, pada hari minggu, ekstra korban. Dan kalau saudara ada pakaian yang masih layak pakai tapi saudara sudah, ah, layak masih tetap bisa dipakai, mari kita kumpulkan. Saya sudah kirim surat kepada seluruh hamba Tuhan di Jawa Barat untuk mengadakan ekstra korban dan kumpulkan pakaian yang layak. Jadi kita akan kirim, entah melalui mana, kita akan kirim ke Aceh.

Kita menggenapi apa yang ditulis oleh Matius 25: Ketika Aku bertelanjang, kamu memberi pakaian. Ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan. Ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum. Natal sekarang bukan di Betlehem tapi natal ada di Aceh. Di sanalah Yesus lahir, di sanalah kita mau bekerja, memberi. Itu sebabnya pertama kita berdoa dulu. Dengan segala doa. Tapi orang Aceh tidak perlu doa karena mesjid besar, yang paling besar. Tadi televisi yang sembahyang jumat, cuma tujuh orang. Karena bagaimana mau sembahyang di sana? Wakil presiden nggak mau sembahyang di mesjid itu. Wakil presiden pengen di lapangan sepak bola.

Saudara mari kita jangan sampai keutangan. Kumpulkan pakaian yang masih layak pakai, yang masih bisa dipakai. Kita akan kirim ke tiga tempat, yaitu ke Alor, ke Nabire, dan ke Aceh. Saudara mau kumpulkan? Nggak usah saudara beli baru, nggak usah. Jangan kirim cangcut, saudara, tapi kirim pakaian-pakaian yang bagus. Kutang tidak diperlukan. Saudara mau memohon kepada Tuhan? Permohonan ini akan Tuhan kabulkan. Kalau kita punya telinga mendengar jeritan permohonan pertolongan dari orang Aceh. Nah, kita dengar, kita kirimkan pertolongan. Sebisa kita uang, sebisa kita pakaian.

Nanti waktu kita sembahyang, memohon deesis kepada Tuhan ... oh, karena anak-Ku sudah menolong orang lain, sekarang Aku menolong dia. Saudara akan diganti berlipat kali ganda. Saudara kasih baju tetoron hujan gerimis, Tuhan kasih saudara baju tetoron hujan deras. Tuhan akan memberikan kepada saudara hal-hal yang luar biasa.

Nah, berikutnya dikatakan: Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah.

Berjaga-jagalah. Kata berjaga-jagalah dipakai kata agrupno, yang berarti waspada. Rasul Paulus berkata kepada orang di Korintus, kamu yang sedang tegar, waspada jangan sampai kamu jatuh. Waktu Yesus berdoa di taman Getsemani, tidak bisakah kamu berjaga dengan Aku satu jam saja? Yesus minta berjaga satu jam saja, sudah nggak bisa, Petrus itu. Itu sebabnya saudara, saudara ke gereja agak kurang lancar. Kalau saudara buka toko dengan iman, saya yakin toko diberkati, saya yakin toko diberkati ... nggak bisa jalan kalau saudara tidak berdoa. Saya yakin saya dapat berkat, saya yakin saya dapat berkat, saya yakin saya dapat berkat ... tidak akan jalan kalau saudara tidak berdoa.

Itu sebabnya berdoalah juga dengan berjaga-jaga. Berjaga jangan sampai kita malas. Mari kita buka Lukas

12:54 Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi.
12:55 Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.
12:56 Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?
12:57 Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?
12:58 Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara.
12:59 Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas."

Di dalam ayat yang ke 54, Yesus sedang berkata, menilai zaman. Ayatnya yang 54, menilai zaman. Saudara, janganlah kita kerja, kerja, kerja, kerja, kerja, ... cari uang, kerja, ... cari uang, pergi ke Jakarta, ke Bandung. Kita nggak nilai zaman. Yesus berkata dalam Matius 24, akan ada gempa bumi, akan ada kelaparan di sini sana. Sekarang problem di Aceh adalah kelaparan. Bantuan mah sudah banyak, udah ada di sana di Banda Aceh, tapi nggak bisa masuk. Mau bawa pakai apa? Mereka sedang dalam keadaan lari sana lari sini, ketawa sendiri, nangis sendiri, bingung.

Tapi kita orang kristen, kita mesti menilai zaman. Oh, ini tanda, Bapa surga tidak lama lagi akan datang. Yesus tidak lama lagi akan datang. Mari kita waspada. Mari kita berjaga. Jangan sampai di kitanya ada benci, jangan ada dendam, jangan ada marah, jangan ada akar pahit. Tahun 2005 tapi adat belum dirubah. Tahunnya baru tapi adatnya lama. Jangan. Ada nyanyian Dia p'liharaku ... Dia p'liharaku ... Di s'nang atau susah ... Saudara, kita lagi zaman susah ... Dia p'liharaku. Maleakhi pasal 3 - jangan takut, bukan perpuluhan - Maleakhi pasal 3, kita membaca ayat 16,

3:16 Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya."
3:17 Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.
3:18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

Jangan main-main soal kebaktian. Saudara kalau beribadah kepada Tuhan, nanti Tuhan bedakan. Saya pakai ilustrasi, ya. Ada orang bawa telur bebek, ditaruh di ayam yang lagi ngeram. Netes semua. Anak ayam netes sepuluh-sepuluhnya, telur bebek juga netes. Sebelas. Induk ayam tidak tahu ini bebek, dia anggap itu anaknya. Jadi besar, jadi besar, jadi besar, tapi bunyinya lain. Anak ayam mah bunyinya cit, cit, cit; bebek mah kwek, kwek, kwek. Satu kali banjir. Hujan lebat datang. Dipanggillah sama yang betina, kotek ... kotek ... kotek ... lari ini anak-anak, menjauhi air. Si bebek mah nggak, dia mah terus aja di air. Ini mamanya come on, come on. Nggak, nggak apa-apa. Karena bebek itu di bagian dadanya ada minyak dan kakinya pun lain, ceper ... untuk berenang. Saudara, saudaralah bebek, dititipkan di dunia sama Tuhan, netes kita jadi manusia.

Memang sama kita, hidup dari dunia. Orang dunia dagang, kita dagang. Orang dunia ke pasar, kita ke pasar. Orang dunia lapar, kita juga lapar. Orang dunia minum, kita juga minum. Tapi pada waktu ada percobaan, angin ribut datang, hujan deras turun - di situlah bedanya! Yang ini mah uh ... lari; anak Tuhan mah, di tengah-tengah problem malah dia berenang. Kenapa? Dia dipelihara oleh minyak Roh Kudus dan kakinya punya tapak untuk berenang di atas air yang besar.

Pada malam hari ini, renungkan, apa yang saudara sudah buat tahun 2004 kepada Tuhan? Dua, renungkan, apa yang saudara belum buat untuk Tuhan selama tahun 2004? Yang ketiga, renungkanlah, apa yang saudara janji, saudara mau kerjakan tahun 2004 tapi sampai hari ini saudara belum laksanakan janji itu. Renungan yang keempat, apa tanggal 31 Desember 2005 kita masih hidup? Kita masih ada? Kita masih ikut natal, atau tidak? Renungan yang kelima, sudah adakah orang yang saudara ajak, datang bertemu dengan Yesus pada tahun 2004? Kalau belum, kenapa kita tidak mempunyai minat, mempunyai satu gairah untuk membawa orang-orang datang kepada Yesus.

Di Tiongkok ada satu orang buta katarak. Dan dia buta, saudara-saudara, dibawa jalan kaki ke kota dan di sana ada satu pendeta dari gereja Baptis tapi dia juga dokter. Dokter yang merangkap jadi penginjil. Dan dia operasi katarak dari orang buta ini. Berhasil, dia bisa melihat. Sampai dia pegang-pegang hidung dokter ini karena dia kaget melihat ada orang mancungnya seperti itu. Dia peluk dokter itu dan dia bicara dalam bahasa Tionghoa, terima kasih banyak. Dokter itu bilang, itu Tuhan. Pulang dia dengan senang.

Tetapi satu minggu kemudian, itu klinik mata, dikagetkan oleh orang ribut di luar. Itu orang yang buta yang sudah disembuhkan sama dokter, dia menuntun empat puluh orang buta dari kampungnya. Dituntun pegangan tangan. Dibawa ke dokter. Dokter bilang, apa yang kamu bawa? Saya bawa ini teman-teman saya. Saya kasihan sama mereka, ada dokter di sana. Dulu saya buta, sekarang saya bisa melihat, kamu juga bisa ditolong. Jadi saya bawa teman-teman saya. Dokter itu baik, dioperasi semua.

Saudara, dulu kan kita buta juga. Kita nggak kenal Yesus. Yesus itu kita nggak kenal. Yesus itu Tuhan, kita nggak kenal. Kita masih cung-cung-cep ... ngacung, ngacung, tanceup. Kita belum mengerti. Di Thailand, gajah disembah; di India sapi disembah, saya lihat filmnya, sampai sapi itu didandanin, lalu sapi itu disembah. Sapi disembah. Kita menyembah yang bikin sapi, ada haleluyah, saudara? Kita menyembah Tuhan.

Kenapa kita tidak bawa orang-orang yang lain dan berkata, dulu saya buta sekarang saya melihat. Ayo, saya ajak ke gereja. Kita ketemu Dokter di atas segala dokter, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Renungan pada KKR yang pertama ini, Dia memelihara kita. Kamu akan melihat bedanya antara orang yang beribadah dan orang yang tidak beribadah, antara orang yang benar dan orang yang fasik. Kamu akan lihat bedanya.

Waktu naik pesawat ke Singapura, saya duduk dekat pengacara Ruhut Sitompul, yang dikuncir itu. Saya ngobrol, ngobrol, ngobrol, dia bilang, wah puji Tuhan, saya bisa mendamaikan si Reza sama Adjie Massaid. Saya sudah bisa damaikan. Yang dukun di Sukabumi gagal mendamaikan. Tapi puji Tuhan, saya bisa damaikan. Dalam nama Yesus, dia bisa damaikan. Jadi sudah didamaikan, tidak lagi menuntut dari Massaid. Yang salah siapa, saya bilang? Yang salah Reza, buktinya saya punya. Tapi dia kasihan sama Massaid. Massaid itu tidak salah. Tapi puji Tuhan, saya sudah bisa damaikan.

Beda saudara, antara yang benar dan yang tidak benar. Antara pengacara kristen dan dukun, beda. Beda, saudara-saudara. Ari dukun mah pan, dukun lintuh panyakit matuh (Kalau dukun, dukunnya gemuk, penyakitnya masih tetap ada). Bawalah ayam tujuh ekor, baju tujuh meter, telor ayam tujuh, dan duit tujuh juta, itu yang penting. Saudara bawa, nanti aku akan kasih kamu.

Saya pernah baptis satu orang. Dia bilang, aduh pak Awondatu, saya mau mengaku. Dulu saya dimandiin sama dukun tuh di situ tuh, dekat vihara di Cipanas, di situ ada dukun. Saya dimandiin kembang, jam dua pagi, jam tiga pagi. Terus dapat uang? Nggak, malah jadi muncrut, malah sakit perut, masuk angin.

Saudara-saudaraku, beda antara Yesus dengan dukun. Beda antara Tuhan dengan orang yang tidak percaya kepada Dia. Beda antara bisnisman yang percaya kepada Tuhan dan yang tidak percaya. Percobaan akan ada tapi Tuhan akan bedakan. Ayat yang terakhir. Wahyu

3:10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

Seluruh dunia kena problem, seluruh dunia dicobai - tapi Aku akan melindungi kamu! Bisa bilang haleluyah? Mulai malam hari ini jangan takut lagi hari esok. Tuhan yang melindungi saudara tahun 2004 adalah Tuhan yang sama melindungi saudara pada tahun 2005. Ada haleluyah? Saudara percaya Tuhan melindungi saudara? Ada, akan ada banjir, ada angin ribut, ada problem, ada kesulitan. Tapi Tuhan akan melindungi. Kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Sabtu, 01 Januari 2005

TuHaN meMELIHARA - kkr II/III

Saya ingin berbicara, tetap selama 3 hari ini adalah judulnya adalah tahun pemeliharaan Tuhan. Tapi saya ingin mulai dari satu ayat di dalam surat Filipi

1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Di dalam ayat keenam ini, rasul Paulus berkata, Akan hal ini aku yakin sepenuhnya. Ada satu hal yang dia yakin sepenuhnya. Bahasa inggris memakai kata confident, saya yakin sesungguh-sungguhnya, seyakin-yakinnya. Setelah di tes, setelah dicoba, setelah digunakan, setelah dikali dijumlah dikurangi - itu satu hal yang aku sudah yakin, yaitu Dia yang sudah memulai - bahasa indonesia, yang memulai; bahasa inggris, yang sudah memulai - pekerjaan yang baik di dalam kamu - bahasa indonesia, di antara kamu, bahasa inggris, di dalam kamu - akan menyempurnakannya - bahasa Indonesia, akan meneruskannya; bahasa inggris, akan menyempurnakannya - sampai kepada hari Kristus Yesus. Bisa bilang amin?

Di dalam bahasa Indonesia lama, saya lebih senang, bunyinya demikian: Aku yakin akan hal ini juga bahwa Ia yang sudah memulai di dalam kamu satu pekerjaan yang baik, akan menyudahkan dia sehingga sampai kepada hari Kristus Yesus.

Dia yang memulai di dalam kita satu hal yang baik, akan menyelesaikannya ... akan menyempurnakannya sampai kepada hari Kristus Yesus. Kita mulai dari yang pertama: Ia yang memulai. Filipi

2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

Yang pertama kita lihat, Allah yang memulai, Dialah sang Causa Prima. Dua minggu lalu saya sudah khotbah bahwa kita datang dari Dia, kita ada di dunia oleh karena Dia, kita ditentukan untuk tinggal di Cianjur. Kita tidak bisa memilih orang tua kita siapa, bangsa kita apa, suku bangsa kita apa, warna rambut kita apa, warna kulit kita apa, model hidung kita bagaimana, keritingkah rambut kita atau lurus - itu kita tidak bisa pilih! Bahkan kita tidak bisa memilih kapan kita mau dilahirkan, kapan kita mau masuk ke dalam dunia - Dialah Tuhan Allah Bapa kita, Sang Causa Prima. Dialah yang awal.

Dalam Yohanes 1:1 Pada awal pertama adalah Firman. Firmanlah yang mengawali, Firman itu bersama-sama dengan Allah, bahkan Dialah Allah itu sendiri. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia. Kalau segala sesuatu dijadikan oleh Firman, maka Dia Sang Causa prima, Sang Firman Allah, ini Firman yang tertulis, Yesus Firman yang menjadi daging.

Nah, sekarang kita harus memiliki, baik firman yang tertulis baik firman yang menjadi daging dalam hidup kita. Awali segala sesuatu dengan Tuhan. Awali pekerjaan kita pakai Tuhan. Buka toko ... mau menikah, pakai Tuhan. Memikirkan segala sesuatu untuk rencana hari depan, Tuhan harus diajak bicara. Tuhan itu Ketua Umum dari hidup manusia. Ada banyak ketua, ketua, ketua, ... tapi saudara harus memberitahu kepada sang Ketua Umum bagaimana rencana, apa yang harus saya perbuat. Dialah sang Causa Prima. Karena dikatakan, kalau tidak ada Dia, tidak ada satupun yang sudah ada.   

Jadi kita asalnya dari Dia. Kita ditentukan akan lahir di kota mana, melalui ayah dan ibu siapa, warna kulit kita bagaimana, kita akan hidup berapa tahun, pada usia berapa kita akan menikah, dengan siapa kita akan menikah Tuhan sudah menjodohkan, beberapa tahun lamanya kita akan hidup, kita akan punya anak, berapa cucu - itu bagaimana Tuhan! Tuhan yang memelihara. Dialah Sang Causa Prima.

Jadi sekarang saudara, ayat 6 ini membatasi kita dari ini. Dia yang mengawali, di sini ... dan Dia yang menyempurnakan ... di sini. Kita ada di tengah-tengah; kita mulai dari Tuhan, kita sedang berjalan menjalani hidup ini sampai kita ketemu dengan Kristus Yesus di surga. Karena inilah tujuan akhir kita. Jadi sekarang kita sudah dapat bahwa kita ini dibatasi oleh Tuhan. Ada batas, yaitu antara awalnya Tuhan dan antara tujuan akhir kita. Di sinilah problemnya: di antara awal dan akhir ini, di antara mulai dan kesempurnaan ini, di sinilah problemnya.

Saya tidak tahu tahun 2005 ini di sini atau di sini atau di sini, saya sudah tidak tahu, kita tidak tahu. Kita tidak diberi hak untuk mengetahui. Tapi batasnya kita sudah tahu. Dan ini membawa kita, mengajak kita buka dulu Amsal     

22:28 Jangan engkau memindahkan batas tanah yang lama, yang ditetapkan oleh nenek moyangmu.

Saya baca dalam bahasa inggris, jangan mencabut tanda tanah yang lama, yang sudah ditentukan oleh Bapamu. Bapa kita adalah Tuhan. Tuhan sudah menentukan batas-batas apa yang kita tidak boleh lakukan dan apa yang boleh kita lakukan. Sore hari ini kita akan lihat ada batas yang kita tidak boleh lewat tapi ada sesuatu yang kita boleh kerjakan melewati batas, ada ini.

Kita akan melihat dulu apa yang tidak boleh kita lakukan. Mulai dari yang pertama itu Hawa. Tuhan berkata, seluruh buah yang ada di Taman Eden ini kamu boleh makan. Tidak dibatasi, silahkan makan, apa saja ... dari durian sampai kesemek, kamu boleh makan. Tapi yang satu tidak boleh - dikasih batas. Jangan, jangan lewat batas ini. Selain ini, kamu boleh makan.

Nah, dosa terjadi ketika Hawa lewat batas; dia melewati batas yang sudah ditentukan oleh sang Bapa. Bapa bilang, jangan lewat ini, ini buah tidak boleh diambil. Boleh dilihat boleh melihat ... tapi jangan dipegang, jangan diambil. Ambil juga itu Hawa. Ada istilah hawa nafsu, itu datangnya dari Hawa. Nggak ada adam nafsu, nggak ada. Yang ada itu hawa nafsu.

Tahun 66, saya ingat ada satu guru sekolah minggu masuk keluar toko di Bandung, 40 toko, masuk keluar, untuk beli apa? Cari sapu tangan. Membandingkan harga. Ini bagus tapi mahal, ini murah tapi kurang bogoh. Masuk keluar, 40 toko. Lain sama lelaki. Lelaki mah kalau sudah cocok, ya udah bayar. Beda sedikit sudah. Perempuan nggak. Sudah masuk 40 toko, masih buah itu diambil. Problem akan datang kalau saudara lewat batasnya apa yang Tuhan bilang jangan.

Istri. Hei istri, tunduklah kepada suami. Maksudnya tunduk teh bukan tungkul (menundukkan badan). Bukan. Tunduk itu, nggak ada gunanya kita bilang iya tapi hati kita berontak. Itu bukan tunduk. Tunduk itu ikhlas. Tunduk itu menurut, ikhlas. Istri tunduk sama suami. Jangan ngelawan. Nah, itu batasnya, nggak boleh ngelawan. Tunduk sama suami. Walaupun istri ini lulusan fakultas dan suami cuma pikul tas, kadang-kadang bongkar tas, kadang-kadang ngangkat tas, nenteng tas, istri fakultas - tapi tetap firman Allah berkata, kamu bisa lebih pintar dari suami, kamu bisa lebih pintar cari uang dari suami tapi dalam hubungan suami istri, istri tunduk sama suami.           

Bukan berarti suami boleh petantang-petenteng, nyaho teu sia teh tah, si ko Yoyo khotbah teh? Maneh teh kudu tunduk ka urang. Memang maneh shio liong (naga), urang shio beurit (tikus) tapi liong kudu nurut ka beurit. Bukan itu maksudnya. Karena ayat yang sama, firman Allah katakan, hai suami, kasihilah istrimu. Jangan kasar, I Petrus 3:7. Jangan kasar terhadap dia. Ini batas yang sudah ditentukan, jangan lewat batas ini, jangan kasar. Selama istri tunduk, suami mengasihi, itu suami istri bertahan. Itu janji Tuhan. Selama istri tunduk dan suami mengasihi, sudah ... aman. Pernah saya baca, ada satu kata mutiara, perkawinan yang berbahagia adalah perkawinan antara istri yang bisu dan suami yang buta. Paling bahagia. Karena suami tidak akan mata keranjang dan istri juga tidak akan ngomel terus.  

Tapi firman Allah katakan, hai istri, tunduk sama suami. Hei suami, kasihilah istri. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu. Hai orang tua, kasihilah anak-anakmu. Jangan engkau kasari anak-anakmu. Ini batas-batas yang Tuhan sudah berikan.

Yang ketiga. Pada waktu orang Israel keluar dari Mesir, di depan dia itu ada Laut Kolzom, di belakang dia tentara Firaun, di sebelah kiri pegunungan yang tinggi, di sebelah kanan padang belantara, padang pasir. Jadi mereka tidak tahu harus berbuat apa. Mau maju ada laut; ke kiri ada gunung; ke kanan padang pasir belantara, belum pernah mereka lewat; di belakang tentara Firaun, sudah mengejar.

Saudara, saya bilang tadi, jangan kamu pindah. Kedudukanmu jangan pindah kemana-mana. Jangan. Jangan mundur, jangan ke kiri. Terus maju, jangan ke kanan, jangan. Tuhan sudah taruh di spot itu, diam dan tunggu pertolongan Tuhan. Maka ayat yang terkenal pada saat itu adalah Keluaran

14:14 TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."

Dan saya ingin memberi pesan kepada saudara untuk tahun 2005 ini, saudara menghadapi problem persoalan di mana saudara menghadapi di depan adalah Laut Kolzom, di sebelah kiri ada gunung, di sebelah kanan ada padang pasir yang panas, di belakang ada tentara Firaun - jangan mundur, jangan lari, jangan kemana-mana. Diam. Aku yang berperang ganti kamu!

Saya yakin tahun 2005, Tuhan akan berperang ganti kita. Saudara jangan mundur, jangan bergerak tetapi berdiam diri. Aku yang berperang. Setelah itu Dia bilang sama Musa: Angkat tongkat. Angkat tongkat. Asalnya laut itu jadi batas, sekarang nggak ada batas ... silahkan kamu jalan. Begitu jalan, saudara pernah lihat di gambar-gambar, orang Israel jalan, di kirinya di kanannya tembok air tinggi sekali. Begitu sampai di seberang, tentara Firaun juga jalan. Tapi Musa turunkan tongkat dan tentara Firaun semua mati oleh air.

Halangannya sama: air. Tapi orang Israel mah lewat, orang Mesir mah tenggelam. Tadi malam saya sudah bilang, ada bedanya orang yang berbakti dan tidak berbakti. Percobaan sama di seluruh dunia tapi saudara dan saya akan lewat, mereka yang tidak percaya kepada Tuhan akan tenggelam, akan mati. Itu sebabnya jangan memindahkan batas-batas.

Ini ilustrasi saja. Di sini ada banyak gembala-gembala kecil yang saya sudah percayakan masing-masing dengan tugasnya. Musik dan sound system, itu sudah bapak Husni sama saudara Roy. Dia yang urus ini. Umpamanya ini, bagian tata usaha ngurus-ngurus musik ... jangan, itu bukan urusan saudara. Ini batasnya saudara Roy punya sama pak Husni. Bagian Gemilang, gembala jiwa hilang, itu batasannya boleh diajak ikut bezuk, boleh, tapi jangan atur-atur bapak Samuel Rahmat. Ini ilustrasi. Jangan lewat batas wewenang yang diberikan. Nah, saudara juru tulis, jangan jadi juru masak. Sudah juru tulis saja.   

Ada wewenang gembala jemaat, jangan korek, jangan lewat batas. Ada wewenang gembala, jangan lewat batas. Tahu batas, tahu diri, tahu tugas. Jangan lewat batas. Istri stop dari ngomel kepada suami, lewat batas sampai suami bisa gelap mata, sampai anak putus harap. Jangan lewat batas.

Mari kita lihat sekarang apa yang boleh melewati batas. Tadi itu contoh yang tidak boleh lewat batas.

Kisah Para Rasul

10:1 Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
10:2 Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.
10:3 Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"
10:4 Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.

Kita udah tinggal di dunia, nggak bisa kita ke langit, belum bisa kita ke surga. Tapi ada dua hal yang bisa lewat batas: Doamu dan sedekahmu. Bahasa Indonesia memakai kata sedekah. Bahasa bebasnya, pemberianmu. Kornelius ini bukan orang kristen saudara, dia belum kenal Yesus tapi dia tahu ada Tuhan, dia berdoa. Kalau saya bicara Kornelius, saya selalu ingat saya punya bapak mertua. Dia belum kenal Yesus tapi dia tahu ada Tuhan; dia sembahyang tiga kali sehari. Walaupun cung-cung-cep - ngacung ngacung tanceup, sembahyang; dia ada meja sendiri dan dia selalu berdoa. Sama seperti Kornelius.

Kita sudah dibatasi tinggal dalam dunia, nggak bisa kita tinggal di bulan, nggak bisa kita tinggal di bintang, nggak bisa. Walaupun orang kalau lagi pacaran suka pakai bulan, pakai bintang, pakai awan: adindaku sayang, kalau kita nanti jadi berpasangan, aku berjanji kita akan jalan di atas awan dan aku akan memetik bintang di langit dan aku akan pasangkan di rambutmu. Hutang di warung kopi encan dibayar, edek jalan di atas awan. Tapi anehnya gadis-gadis sekarang tuh demen dibohongin gitu. Demen. Nggak bisa ... kita mah di bumi, nggak bisa jalan di atas awan. Jalan di atas air juga nggak bisa. Sudah dibatasi sama Tuhan.

Tapi ada yang boleh lewat batas: doa kita! Maka pada tahun 2005, kalau saudara mau dipelihara oleh Tuhan, pakai lutut saudara, pakai doa saudara. Doa saudara boleh melewati langit pertama, langit kedua, langit ketiga. Saudara bayangkan ya, Amerika kirim pesawat Pathfinder, panjangnya 50 cm - itu 3 bulan baru sampai di Mars. Dengan kecepatan sekian ribu kilometer perjam, baru sampai di Mars itu 3 bulan. Saudara berdoa begini, Bapa kami ...  - langsung kontak di Surga. Jadi kita punya doa ini canggih. Begitu kita berdoa, Tuhan Bapa kami ..., langsung kita kontak kepada Pemilik langit dan bumi, kepada Tuhan. Lewat batas langit pertama, langit kedua, langit ketiga.

Yang kedua, pemberian. Saudara tidak sadar mungkin bahwa kadang-kadang pemberian kita mendahului kita ke surga. Lihat ini Kornelius, dia di dunia; dia cuma disebut saleh, dia takut akan Tuhan dan seluruh isi rumahnya takut akan Tuhan. Tidak disebutkan memberi tapi tiba-tiba malaikat berkata, doa dan sedekahmu sudah sampai.

Jadi Kornelius masih di dunia, pemberiannya sudah di surga. Saya kasih ilustrasi. Bapa yang bikinkan saya jaket, jaket itu sudah saya pakai ke Belanda, sudah pakai ke Amerika, saya sudah ke Boston, ke Seattle pakai jaket itu. Orang tanya, jaket buatan siapa? Buatan Cianjur, buatan jemaat saya. Orangnya belum ke sana, jaketnya saya sudah pakai, jaketnya sudah naik pesawat, kantong jaketnya sudah pernah diisi macam-macam. Orangnya masih di Cianjur, pemberiannya sudah sampai di mana-mana. Saudara masih di dunia belum meninggal tapi pemberian saudara itu pergi ... sampai di surga. Dalam Lukas 7, kita lihat lagi hal yang lain mengenai lewat batas ini. Lukas        

7:2 Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
7:3 Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
7:4 Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong,
7:5 sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami."

Penghulu laskar ini orang Roma, Itali. Tua-tua Yahudi ini orang Israel. Saat itu Roma menjajah Yahudi. Maka orang Yahudi paling benci sama orang Roma. Tapi di sini saudara lihat, orang Roma ini malah mengasihi bangsa Yahudi.

Yang ketiga, yang bisa melewati batas ... itu kasih. Orang lain beragama islam banyak yang meninggal di Aceh beragama islam tapi kasih kita bisa lewat batas agama. Kita bisa memberi, kita bisa membantu. Makanya saya umumkan, kita akan membantu, dikumpulkan karena majelis daerah yang mengumpulkan semua, disuruh oleh majelis pusat. Jadi kita kolektif, kita kumpulkan bersama-sama, nanti tanggal 9 majelis daerah ambil dan mereka yang akan kirim. Pasti sampai kalau majelis daerah yang kirim, majelis pusat yang kirim. Pasti sampai kepada tempatnya. Nggak usah tanya agama.

Kasih itu lewat batas. Itu sebabnya penghulu laskar ini terpelihara. Dialah yang membangun rumah ibadah kami. Belum beragama tapi sudah bantu pembangunan rumah ibadah. Pemberian lagi. Bisa melewati batas. Kasih boleh melewati batas, pemberian boleh melewati batas.

Satu kali Maria mengambil satu minyak narwastu yang mahal harganya. Lalu dicurahkanlah ... penuh padahal 300 dinar, dicurahkan di kepala, dicurahkan di kaki, dicurahkan di badan Yesus. Dia curahkan minyak narwastu. Yudas bilang, hei kenapa kamu membuang-buang, menghambur-hamburkan barang yang mahal ini? Dibatasin sama Yudas. Stop. Kenapa? Ini bisa dikasih untuk orang miskin. Apa kata Yesus? Biarkan, biarkan ... orang miskin selalu ada sama kamu, yang menderita ada di sekitar kamu tapi wanita ini sedang berbuat baik kepada-Ku.

Yang keempat, perbuatan baik boleh lewat batas. Kalau saudaramu minta tolong kamu jalan satu mil, jalan dua mil. Lewat batas. Kalau ada yang minta baju dalammu, kasih juga jubah luarmu. Lewat batas. Jemaat-jemaat yang demikian ini adalah jemaat-jemaat yang akan dipelihara oleh Tuhan. Dia sayang sama Tuhan, dia selalu ingin melayani Tuhan, ingin menyenangkan hati Tuhan. Dan apa yang terjadi? Dia dipelihara oleh Tuhan. 

Contoh yang terakhir. Elia disuruh oleh Tuhan menghentikan hujan; dia bilang: tidak akan turun hujan tiga setengah tahun, kalau bukan karena kata-kataku! Raja Ahab dan Izebel kaget karena tiga setengah tahun tidak hujan. Bala kelaparan di mana-mana karena gandum tidak ada. Lalu saudara, Elia disuruh pergi ke Sungai Kerit. Namanya saja sungai, sebetulnya bukan sungai, dia seperti kemalir, susukan leutik, jalannya juga pelan. Ini sudah tidak ada makanan; dia disuruh ke sana oleh Tuhan, ... ke sungai Kerit. Datang burung gagak, bawa roti di mulutnya, taruh aja di depan Elia.

Sekarang yang di Aceh. Makanan dari luar negeri, dari Jakarta sudah penuh, sudah ada. Sampai di Banda Aceh nggak sampai-sampai ke mulut orang karena jalan putus. Jarak tidak jauh hanya 50 kilo meter, jalan ketutup oleh bekas banjir. Bayangin atuh, kapal ada di mesjid, mobil ada di laut, perahu ada di atas rumah. Air sumur tidak bisa diminum, makanan tidak bisa sampai. Ada orang yang enam hari enam malam - baru saya dengar tadi, tertutup papan-papan, masih ditolong ... masih hidup. Permintaan yang pertama, dia minta minum. 

Saudara, kalau kita ikut Tuhan, kita tidak akan demikian. Tiap hari ada pemeliharaan. Biarpun - saya pakai bahasa Sunda, kita ada di sungai Kerit, kerit itu bahasa Sundanya, sudah nggak  punya apa-apa, kerit ... tapi nanti ada burung gagak. Burung gagak adalah burung yang tidak halal. Burung ini menjadi gambaran burung  yang tidak baik, menjadi gambaran bangsa kafir.

Ada eks Cianjur namanya Edi, dia kerja di Bekasi. Dia pernah tidak makan dua hari, sama istri. Dia cuma sembahyang. Ibu haji di depan itu kasih makan, padahal dia nggak tahu bahwa ... aduh terima kasih, bawa dua rantang. Silahkan. Sampai sekarang. Sekarang ibu haji mau jual rumahnya: pak pendeta, beli saja rumah saya. Nah, itulah burung gagak. Saudara jangan lihat orang berpangkat, family, kadang-kadang family nggak bisa nolong, nggak mau nolong walaupun dia bisa tolong. Tuhan nanti kirim burung gagak.

Pemeliharaan Tuhan itu saudara, bukan setahun sekali tapi setiap hari. Dia tidak kirim roti langsung satu truk, saudara makan na kumaha? Tapi setiap hari ada roti secukupnya. Berikanlah kepada kami makanan sehari-hari. Bahasa inggris, Give us our daily bread, beri kepada kami makanan sehari-hari. Makanan yang secukupnya. Yang bikin sehat itu makanan yang cukup. Bukan makannya sampai bersendawa. Jangan. Tapi yang secukupnya.           

Tahun depan kalau kalendar Tionghoa, tahun ayam. Korek-korek ... mengais ... mengais .. korek ... korek, saudara harus ada korek ... korek ... harus ada usaha tapi jangan lupa macok (makan). Nanti Tuhan kasih. Pada waktu saudara korek-korek ... pada waktu saudara berusaha, ada rejeki.

Jadi ada yang bisa lewat batas, yaitu kebaikan. Kita akan masuk di dalam Perjamuan Kudus. Dia akan memelihara kita siang dan malam.

 -- o --   

Minggu, 02 Januari 2005

TuhaN MEmeLIHARA - kkr III/III

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus. Hari ini kita berkumpul bersama, berbakti secara khusus karena kita tidak sejahtera kalau mengingat pada saudara-saudara kita yang ada di Aceh, di Alor dan di Nabire. Mereka tidak bisa menikmati hati yang senang. Karena mereka ada di dalam kesulitan yang seluruh dunia mengakui bahwa kesulitan ini sangat luar biasa bagi mereka. Dan nampaknya kita tidaklah etis kalau kita bersuka-suka, sementara saudara-saudara kita ada di dalam keadaan yang berkekurangan.

Sepanjang jalan tadi dari Jakarta ke Cianjur dan dari Cianjur ke Jakarta, selama tujuh jam bolak balik, saya mendengar, memantau radio yang berkata ada keluarga yang kehilangan empat anaknya dari tujuh anak. Ada satu anak, mahasiswa di Jakarta, yang ayah ibu, seluruh keponakannya habis, tidak ada beritanya lagi.

Dan baru tadi pagi datang tentara Amerika menolong dengan mengirimkan angkatan lautnya dan mengirimkan helikopternya untuk memberikan makanan kepada rakyat yang sedang sangat menderita. Secara materi, saudara-saudara, kita sebetulnya tidak usah membantu lagi, karena sudah terlalu banyak bantuan. Bahkan televisi Metro sudah menghentikan mulai jam lima sore ini, mereka tidak menerima lagi bantuan karena sudah terlalu banyak. Tiga gudang di Jakarta sudah over. Dan bantuan dari luar negeri, dari Amerika, Inggris, Perancis, dan beberapa negara sudah mencapai 2,8 trilyun. Saudara mau tahu berapa itu 2,8 trilyun itu? Itu 2 juta 8 ratus milyar, itulah kurang lebih. Jadi sudah cukup, sudah banyak, over. Tetapi yang kita harus pikirkan adalah trauma mereka. Mereka yang kehilangan rumah dalam satu hari, mereka tidak punya apa-apa, hanya punya baju di badan.

Ada yang bersaksi, dia harus bawa dua anak, dia harus pilih, yang mana yang harus dia bawa. Karena dia tidak mungkin bawa dua anak. Maka dibawa satu anak dan satu anak dia relakan kena banjir. Dan kalau saudara perhatikan orang yang kena banjir itu, mulutnya semua terbuka lebar dan terisi semacam lumpur yang belum pernah dikenal. Lumpur ini kalau dilempar ke tembok, dia nempel, jadi lengket. Jadi orang sangat cepat meninggal. Kalau air saja mungkin masih bisa tertolong, tapi ini sudah lumpur.

Nah, kemungkinan dua tahun baru Banda Aceh dan Meulaboh itu bisa direhabilitasi seperti sedia kala. Tapi trauma, mental, itu tidak bisa disembuhkan dalam jangka waktu yang sangat pendek. Itu sebabnyalah kita berkumpul pada hari ini, walaupun kita nanti sebentar akan makan, minum, sukacita ... janganlah kita melupakan saudara-saudara kita yang ada di Alor, di Nabire, di Aceh.

Nah, masih dalam pokok pembicaraan kita selama tiga kali kebaktian, kita akan melihat bahwa Tuhan itulah yang akan memeliharakan kita sepanjang tahun 2005. Kejadian pasal 1:1 berbunyi demikian:

1:1. Pada mulanya Allah - yaitu Elohim - menciptakan langit dan bumi.

Di dalam bahasa Ibrani, kata langit itu dipakai kata syemayim. Arti dari syemayim, kalau saya baca dalam bahasa Inggris, bunyinya begini: In the beginning God created the heavens, langit-langit. Maka peribahasa orang Tiongkok berkata, di atas langit masih ada langit. Di atas orang pinter masih ada orang pinter lain. Di atas yang kaya masih ada yang kaya.

Jadi yang diciptakan oleh Tuhan yang pertama adalah syemayim, heavens, langit-langit yang berlapis-lapis. Ada tiga lapis langit, langit ke satu, langit kedua, langit ketiga. Nggak ada langit ketujuh. Lalu yang kedua dikatakan: dan bumi. Bumi itu dalam bahasa Ibrani dipakai kata erets. Selama dua hari ini kita sudah berbicara dan saya ingin saudara lebih mengerti bahwa erets, bumi yang kita diami ini terbatas; syemayim, itu tidak terbatas. Langit di atas langit, di atas langit, ...  yonosphere, stratosphere ... ada beberapa lapis langit.

Yang ciptakannya sama - Tuhan. Jadi Tuhan menciptakan bumi yang terbatas dan Dia membuat langit yang tidak terbatas. Siapa yang tahu ujungnya langit? Ujung bumi kita tahu. Kita keliling bumi bisa. Tapi siapa yang tahu ujungnya langit? Tidak ada yang tahu.

Nah, kebetulan ...  bukan kebetulan juga - kita ada di dalam bumi yang terbatas. Maka hidup kita ini ada batasnya, kemampuan kita ada batasnya, kekuatan kita ada batasnya, umur hidup kita ada batasnya. Sebab apa? Tuhan menciptakan kita untuk tinggal di bumi. Dengan adanya kejadian di Alor, di Nabire, dan di Aceh, lebih sadarlah kita bahwa kita ini tidak berdaya, terbatas.

Walaupun selama tahun 2003 tahun 2004, banyak rakyat Indonesia marah kepada Amerika, marah kepada Australia, marah kepada Inggris karena mereka menyerang Irak tetapi sekarang tidak bisa marah lagi karena kita memerlukan pertolongannya. Dengan lain kata, kita sangat terbatas. Usia terbatas, segarnya kulit kita terbatas, orang sekolah juga ada batasnya, masa saudara sekolah terus seumur-umur, ada batasnya. Dan saudara-saudara, kitapun makan harus ada batasnya. Jadi kalau nanti makan, saudara harus tahu batas-batasnya. Maksudnya begini, jangan kalau habis makan, piring ditaruh di bawah kursi, tinggalin saja, sudah. Itu saudara tidak tahu batasnya. Warning ini. Kalau nanti makan harus ada batasnya.

Kita hidup di dunia yang terbatas. Tetapi yang pertama Tuhan bikin bukan bumi - langit-langit. Sesuatu yang tidak terbatas, tidak terbatas, tidak terbatas. Di dalam Kolose pasalnya yang ke-3, di sana kita membaca Rasul Paulus menerangkan firman Tuhan luar biasa; dia menulis surat kepada jemaat di Kolose

3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Pikirkanlah perkara yang di atas, yang tidak ada batasnya, yaitu perkara-perkara rohani. Jangan memikirkan hanya perkara-perkara jasmani. Kita bisa kaya. Kenapa kita nggak bisa kaya? Kita bisa kaya tapi ada batasnya. Nanti kita mati. Kita bisa pintar tapi ada batasnya. Begitu kita lahir sebagai manusia, mulailah masa atau waktu membatasi kita. Kita masih ingin tidur, sudah musti bangun. Masih ingin tidur, sudah musti bangun, ke sekolah. Sudah di sekolah, pulang, makan siang, baru makan siang sudah sore. Sudah sore, sudah malam. Baru masuk malam, sudah pagi lagi. Tahu-tahu kita sudah tua. Tapi ini ada batasnya.

Kalau kita sudah tahu, mengetahui ada batasnya, maka janganlah kita terlalu banyak berpikir tentang apa yang kita makan, apa yang kita minum, apa yang kita pakai. Lihat rakyat, saudara-saudara kita yang kita cintai di Aceh. Rumah yang dibangun empat tingkat, roboh. Ditanya sama wartawan, robohnya bagaimana? Tidak ada lagi rumah kami. Beton, roboh, dibawa oleh air. Rata dengan tanah.

Yang di bumi mah ada batasnya. Maka saya suka mensitir nasehat dari orang Jawa, di dunia ini mung mampir ngombe, cuma mampir minum. Bumi itu kaya ini nih, kaya sampul alkitab, tipis. Kita hidup di sini. Nanti di surga tidak terbatas, isinya. Kita hidup di dunia ini terbatas. Yang sakit mati, yang sehat mati; yang cia cai mati, yang makan daging mati; yang makan duren mati, yang makan apapun mati. Kita semua akan pergi ke tempat yang sama, menurut Pengkhotbah.

Nah, rasul Paulus berkata, mari kita pikirkan perkara-perkara yang di atas, yang tidak terbatas. Bukan yang di bumi. Saya memberi jaminan kepada saudara, kalau sepanjang tahun 2005 saudara banyak memikirkan, meninggikan perkara-perkara rohani: ke gereja digedein, doa sembahyang digedein, berbuat baik sama orang dibesarkan, marah sama orang dikurangin, iri hati, dengki, kalau bisa dibuang. Orang Sunda bilang, sirik pidik piceun (buang). Buang semua. Mari kita mulai memikirkan kekekalan. Mari kita mulai memikirkan hal-hal yang rohani.

Sejak di bumi, Tuhan memperlihatkan bahwa walaupun kita hidup di tempat yang terbatas, Tuhan dari tempat yang tidak terbatas memberikan pertolongan kepada kita. Kitab Keluaran pasal 10. Dalam Kitab Keluaran pasal 10, di sana kita akan melihat pemeliharaan Tuhan. Ayat 21,

10:21 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke langit, supaya datang gelap meliputi tanah Mesir, sehingga orang dapat meraba gelap itu."
10:22 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan datanglah gelap gulita di seluruh tanah Mesir selama tiga hari.
10:23 Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya.

Bisa bilang haleluyah? Orang Israel itu dijajah oleh Mesir. Dikasih tempat, yaitu di Goshen namanya. Goshen itu Mesir juga, sama. Goshen itu salah satu bagian dari Mesir. Umpamanya, Mesir itu Cianjur, Goshen itu Ciraden atau Cugenang, tujuh kilometer. Di Cianjur gelap, tidak bisa lihat orang, selama tiga hari ada di tempat tidur, di Mesir ini. Tapi heran, di Goshen, di tempat orang Israel, itu ada terang.

Apa yang kita belajar di sini? Musa menengadahkan tangannya ke langit, kepada yang tidak terbatas. Karena apa? Dengan kekuatan dia, dia mau rubah Firaun. Hai Firaun, lepaskan umat Tuhan pergi. Lepaskan, mereka mau mengadakan ibadah paskah. Sudah bo hwat. Firaun bukan kepala batu lagi, sudah kepala besi. Tidak bisa dinasehatkan. Hatinya jadi keras. Tidak boleh. Tidak boleh. Berteriak Musa, Firaun pun berteriak. Akhirnya Musa mengangkat tangan ke atas. Kalau saudara baca ayat 21 - Tuhan yang suruh: Musa, ulurkan tanganmu ke atas. Dia yang suruh.

Saudara, dalam tahun 2005, ketika ada percobaan, ketika ada problem, ketika ada masalah, cuma satu jalannya: Pandanglah ke atas. Ada haleluyah, saudara-saudara? Lihat ke atas, ulurkan tangan saudara kepada Tuhan, minta pertolongan dari pada Dia, minta pertolongan dari Tuhan. Hanya pikirkanlah perkara-perkara yang di atas. Tangan kita terulur ke atas - ke tempat Kristus ada di sebelah kanan Allah Bapa. Keluaran

11:4 Berkatalah Musa: "Beginilah firman TUHAN: Pada waktu tengah malam Aku akan berjalan dari tengah-tengah Mesir.
11:5 Maka tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir akan mati, dari anak sulung Firaun yang duduk di takhtanya sampai kepada anak sulung budak perempuan yang menghadapi batu kilangan, juga segala anak sulung hewan.
11:6 Dan seruan yang hebat akan terjadi di seluruh tanah Mesir, seperti yang belum pernah terjadi dan seperti yang tidak akan ada lagi.
11:7 Tetapi kepada siapa juga dari orang Israel, seekor anjingpun tidak akan berani menggonggong, baik kepada manusia maupun kepada binatang, supaya kamu mengetahui, bahwa TUHAN membuat perbedaan antara orang Mesir dan orang Israel.

Bisa bilang amin, saudara-saudara? Kematian di Mesir. Tetapi bagi orang yang percaya kepada Tuhan, tidak terjadi kematian. Daerahnya sama, Mesir, dunia. Goshen, di dunia. Gereja, kita masih di dunia. Tetapi Tuhan bisa pelihara. Diadakan perbedaan. Tuhan melindungi orang yang percaya, yang beriman kepada Dia. Itu sebabnya tahun 2005 adalah tahun pemeliharan Tuhan. Kita bisa buka toko, bisa ada langganan, bukan karena kita pinter dagang. Bukan. Tapi karena Tuhan memberi berkat kepada kita.

Kalau saudara sehat sekarang, masih bisa bernafas, bukan karena saudara ahli olah raga pernafasan. Tidak. Satu pilot di Amerika, di check-up kesehatannya. Kata dokter, excellent condition, nomor satu. Tidak ada penyakit. Dia pulang ke rumah, mati. Nggak bisa kita melawan Tuhan. Nggak bisa kita sombong kepada Tuhan.

Saya bilang manusia Indonesia ini banyak yang sombong. Kenapa?

Lihat rakyat kecil itu dibunuh. Marsinah dibunuh. Sampai sekarang kita nggak tahu siapa yang membunuh dia. Munir dibunuh. Padahal Munir yang membela rakyat kecil, dibunuh, diracun. Siapa? Nggak tahu. Mereka lupa, Tuhan itu lihat dari sana. Satu keluarga diculik, dibunuh, dibantai. Ada pendeta lagi khotbah ditembak kepalanya. Nyawa manusia itu tidak berharga. Kalau kita tidak menghargai nyawa manusia, itu artinya kita tidak menghargai Tuhan. Karena Tuhan yang membuat manusia itu hidup. Main culik orang, bayi dijual-belikan, anak-anak gadis dijual perawannya ke Malaysia, dijual sama cukong-cukong di Singapura, dibawa TKW, TKI. Ada yang ke luar negeri tapi di sana dipukulin, disetrika. Masa Tuhan nggak marah lihat ciptaan-Nya diperlakukan seperti itu.

Renungkanlah apa yang kita akan baca dalam kitab Nahum. Nahum pasal 1. Jangan kaget, saudara, Nahum ini bernubuat tentang Niniwe karena orang Niniwe ini jahat. Kita baca ayat ke-2,

1:2 TUHAN itu Allah yang cemburu dan pembalas, TUHAN itu pembalas dan penuh kehangatan amarah. TUHAN itu pembalas kepada para lawan-Nya dan pendendam kepada para musuh-Nya.
1:3b tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.
1:4 Ia menghardik laut dan mengeringkannya, dan segala sungai dijadikan-Nya kering. Basan dan Karmel menjadi merana dan kembang Libanon menjadi layu.
1:5 Gunung-gunung gemetar terhadap Dia, dan bukit-bukit mencair. Bumi menjadi sunyi sepi di hadapan-Nya, dunia serta seluruh penduduknya.
1:6 Siapakah yang tahan berdiri menghadapi geram-Nya? Dan siapakah yang tahan tegak terhadap murka-Nya yang bernyala-nyala? Kehangatan amarah-Nya tercurah seperti api, dan gunung-gunung batu menjadi roboh di hadapan-Nya.

Ini Allah di satu sisi; Dia Pembalas. Apa yang kita buat, Dia balas. Kita buat baik, Dia balas baik. Kita buat budi, dia balas budi. Kita membuat hal-hal yang positif, Dia beri hal-hal yang positif. Kita baik sama sesama, Dia baik kepada kita.

Saudara-saudara baik kepada orang lain, Tuhan akan baik kepada saudara. Sekarang kita kumpulkan uang, kumpulkan pakaian, kirim ke Aceh ... nanti waktu saudara sulit, Tuhan akan menolong saudara. Tuhan akan memberikan berkat kepada saudara. Kenapa? Allah kita ini, Elohim ini sangat murka, sangat keras kalau Dia marah.  Tetapi satu sisi yang lain, ayat 3 bagian pertama, Tuhan itu panjang sabar dan besar kuasa-Nya. Ayat 7,

1:7 TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya - Tahun 2005 adalah tahun perlindungan Tuhan. Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya -

1:8 dan menyeberangkan mereka pada waktu banjir.

Kalau banjir sampai di mata kaki, itu bukan banjir. Itu nggak usah pakai Tuhan untuk menyeberangkan. Banjir sampai di mata kaki, sepatu basah, masa minta Tuhan yang menyeberangkan? Nggak. Kalau banjir cuma sampai di lutut, nggak usah pakai Tuhan menyeberangkannya. Masih banyak alat-alat. Tapi banjir yang sedang dibicarakan adalah banjir yang besar sekali. Banjir yang menghancurkan segala sesuatu. Tapi kalau kita berlindung kepada Tuhan, Dia menyeberangkan kita. Dengan lain kata, meluputkan kita dari segala banjir itu. Haleluyah. Puji Tuhan.

Ia menghabisi sama sekali orang-orang yang bangkit melawan Dia, dan musuh-Nya dihalau-Nya ke dalam gelap.

Siapa yang mau berlindung kepada Tuhan? Tuhan nggak murka, Tuhan nggak marah, Tuhan nggak ngamuk. Tetapi Tuhan menjadi panjang sabar dan Tuhan menjadi baik.

Pesan saya cuma satu, sepanjang tahun 2005, ingat satu hal, jangan nabur yang jelek, jangan nabur yang tidak baik. Taburlah yang baik. Karena kalau saudara menabur benih tomat, yang jadi pohon tomat. Menabur biji duren, delapan tahun kemudian, jadi pohon duren. Dicangkok apa tidak, sama. Apa yang saudara tabur, saudara tuai. Nggak mungkin saudara tabur tomat, yang keluar mangga. Saudara tabur, saudara-saudaraku, sayuran, yang saudara tuai itu tiba-tiba buah. Nggak mungkin. Ini mengajar kepada kita, tabur, tabur, tabur, tabur, tabur yang baik.

Dan awal tahun ini kita mau menabur dengan mengirimkan bantuan-bantuan kita, baik uang maupun pakaian yang baik, untuk mereka di tiga tempat ini, di Alor, di Nabire dan di Aceh. Perang Irak sekarang surut. Tidak ada lagi bom-bom meledak di sana, setelah ada ini. Semua cerita yang dulu menguasai berita dunia, Irak, Irak, Irak, sekarang nggak ada, ... kalah sama Aceh. Sebelas negara kena tapi seluruh mata dunia melihat ke Aceh.

Aceh itu tetangga kita. Aceh itu sebangsa, setanah air sama kita. Agama boleh beda tapi dia sebangsa, setanah air. Bahkan dalam perang kemerdekaan, Aceh itu daerah yang paling berjasa kepada kemerdekaan Indonesia. Pesawat pertama yang dikasih kepada presiden Soekarno - pesawat terbang - itu bernama Seulawah atau Gunung Mas, itu diberi oleh rakyat Aceh. Jadi perang-perang melawan Belanda, Jepang, itu rakyat Aceh. Banyak menyumbang untuk kemerdekaan.

Nah, kalau sekarang mereka sedang di dalam kesulitan, kita bisa menghisap udara bebas di dalam alam kemerdekaan, ingat sama yang dulu berjuang, yang menyumbang. Jadi walaupun sudah tidak perlu lagi sebetulnya kita bantu, karena sudah lebih dari cukup tapi sebagai tanda kita ini peduli. Bukan hanya Tuhan peduli sama kita. Dia tidak akan peduli sama kita, kalau kita tidak peduli kepada sesama.

Mari pada sore hari ini, hati kita terbuka, peduli kepada yang memerlukannya. Sebagai ayat terakhir, kita akan buka Matius pasal 6.  Matius pasal 6, kita membaca doa dari Tuhan Yesus yang diajarkan kepada kita. Ayat 9,

6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi - yang terbatas - seperti di sorga - yang tidak terbatas -.

Dengar kata-kata saya ini. Satu-satunya cara kita mengatasi problem, persoalan, masalah yang ada di bumi - itu dengan kita mengadu kepada Tuhan yang di surga! Mohon supaya kehendak Tuhan yang di surga, yang tidak terbatas itu mampu membuat kita mengatasi persoalan.

Saya kasih contoh. Menurut hukum bumi, orang berjalan di atas air itu tidak mungkin. Tapi Petrus pernah berjalan di atas air oleh karena kehendak Tuhan, dia beriman. Bagaimana lima roti dan dua ikan, bisa mengenyangkan lima belas ribu orang, mustahil. Tetapi dengan pertolongan dari atas, maka lima belas ribu orang dikenyangkan. Mungkin saudara punya ekonomi kecil, keuangan saudara sedikit, saudara lihat tahun 2005 menakutkan. Bensin naik, semua naik. Jangan takut. Tuhan sanggup membuat yang kecil menjadi besar, yang sedikit menjadi berkelimpahan, yang dua dan lima bisa membuat lima belas ribu orang kenyang. Bisa bilang haleluyah?

Dia sanggup memelihara asal kita percaya kepada Tuhan dan memohon kepada Tuhan, supaya Dia menurunkan kuasa-Nya, dan kita bisa mengatasai persoalan sehari-hari - bukan dengan kekuatan kita, tapi dengan kekuatan dari Tuhan. Bumi ini terbatas tapi Tuhan tidak terbatas.

Tadi malam kita sudah dengar, doa kita tidak terbatas ... kita bisa tembus surga. Kasih kita tidak terbatas. Kita boleh mengasihi bangsa lain. Uang kita tidak terbatas, kita bisa memberi kepada orang lain, kita bisa memberi. India kena juga Tsunami tetapi India menyumbang Indonesia. Betapa indah. India beragama hindu, 80% hindu, 90% hindu. Tetapi mereka menolak dibantu oleh PBB. Kami cukup, kami cukup, nggak usah. Bahkan mereka membantu.

Saudara-saudara, tangan yang terbuka akan membuat tangan Tuhan terbuka kepada kita. Hati yang terbuka akan membuat hatinya Tuhan terbuka kepada kita. Jadilah kehendak-Mu di bumi - yang terbatas -, seperti di surga - yang tidak terbatas. Dan saya hanya sampaikan di sini, tapi sore hari ini saya ingin berdoa bagi saudara yang mau didoakan, silakan maju ke depan. Kita berdiri bersama-sama.

 -- o --   

Minggu, 09 Januari 2005

JANGAN TAKUT

Selamat sore, selamat berbakti di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Yesaya  

41:10 Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

Di dalam bahasa Inggris, dia berbunyi: Janganlah takut karena Aku bersama dengan engkau, janganlah bimbang karena Aku adalah Allahmu; Aku akan menguatkan engkau, ya Aku akan menolong engkau. Aku akan memegang tanganmu dengan tangan kanan kebenaran-Ku. Haleluyah.

Di dalam ayat ke-10 ini, ayat ini diawali dengan kata, "jangan takut". Yang berbicara dan melarang kita, untuk berkata untuk tidak takut adalah Satu Pribadi, yaitu Tuhan yang mengerti tentang ketakutan manusia. Ketakutan yang pertama dimulai di Taman Eden ketika Adam dan Hawa makan buah dan mereka telanjang. Kalau biasanya mereka ngobrol dengan Tuhan dan Tuhan datang pada waktu angin sepoi-sepoi, dan Tuhan memanggil: Adam, Eva, di manakah engkau? Adam dan Hawa bersembunyi. Kenapa engkau bersembunyi? Mereka bilang: Kami di sini kami bersembunyi karena kami takut.

Jadi ketakutan dimulai ketika ada dosa, ketika manusia berdosa dia takut untuk ketemu dengan Tuhan. Saya yakin orang yang tidak mau ke gereja itu ada sesuatu yang salah dengan Tuhan. Orang yang malas kebaktian itu ada sesuatu yang keliru dengan Tuhan, ada satu hal yang konslet dengan Tuhan. Hubungan yang tidak betul dengan Tuhan akan menahan kita bertemu dengan Dia.

Maka Tuhan berkepentingan berkata, jangan takut sebab hanya dengan jangan takutlah hubungan itu akan dikembalikan. Karena kalau kita berdosa, kita akan takut ketemu dengan Tuhan, kita akan takut berdoa, kita akan takut ke gereja. Kita akan tidak berani menghadapi hadirat Tuhan karena kita ada sesuatu yang salah dengan Tuhan. Dengan segala macam cara, dengan berbagai alasan kita berusaha untuk tidak kebaktian, kita berusaha untuk absen dari kebaktian karena kita mengenal diri kita ... kita ini ada salah sama Tuhan. Itu sebabnya Tuhan berkali-kali dalam firman-Nya berkata, jangan takut ... jangan takut ... jangan takut. Di dalam ayatnya yang ke -13,          

41:13 Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau."
41:14 Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel.

Supaya saudara tahu bangsa Israel itu dikasih nama Israel itu dari bapanya yang bernama Yakub. Arti dari Yakub itu penipu, kamana-mana ge nipu, ke sini nipu, bapa sendiri dia tipu. Sampai dia dapat gelar astuti ... asli tukang tipu. Yakub astuti ini ... yang asli tukang tipu, yang senang tipu sana tipu sini, saudara dia tidak pernah berani menghadapi Esau, tidak pernah berani menghadapi kakaknya. Karena dia salah. Tetapi ayat firman Allah berkata, siapa menabur dia menuai, siapa menipu dia akhirnya ditipu; dia ditipu oleh pamannya sendiri, oleh Laban.

Nah saudara, ketika itulah dia lari ke sana dia lari ke sini, wah dia canggih sekali, lari ke sana lari ke sini, lebih dari Mohamad Topp, lebih dari DR Azhari, dia pintar sembunyi.

Tetapi pada satu kali dia tidak tahan, lalu dia bicara ketemu di Sungai Yabok dengan Tuhan, dan bergumul dia. Dalam alkitab dikatakan, dia bergumul sampai pagi. Malaikat Tuhan berkata, lepaskan aku karena sudah fajar. Aku tidak akan lepaskan kalau Engkau tidak memberkati aku. Aku akan memberkati kamu, siapa namamu? Yakub. Aku tidak kasih nama lagi Yakub, namamu diganti Israel.

Tapi sebelum berangkat, malaikat Tuhan itu mematahkan pangkal paha Yakub, dibikin keseleo, sehingga dia kesakitan. Malaikat Tuhan pergi. Jadi dia nggak bisa lari lagi karena pangkal pahanya. Dia bahkan seperti cacing ...  merayap. Itu sebabnya dalam ayat 14, Janganlah takut, hai si cacing Yakub - karena Yakub itu seperti cacing dia merayap tidak bisa berlari seperti dulu tetapi merayap. 

Kalau saudara masih pakai kekuatan saudara berlari ke sana berlari ke sini, mengatasi persoalan mengatasi dengan kepintaran saudara, nggak usah ke gereja, nggak perlu ke gereja, pokoknya dengan kekuatan kita, kenal sana kenal sini, punya dukungan sana punya dukungan sini - saudara nanti akan cape sendiri! Tapi jawaban tidak akan datang-datang. Tapi kalau saudara mulai dibikin jadi cacing, saudara tidak berdaya, saudara tidak mampu, jalanpun pelan.

Ada orang jalan pelan karena sakit, ada orang jalan pelan karena bingung, ada orang jalan pelan karena takut, ada orang jalan pelan karena tidak tahu harus berbuat apa. Perhatikan ayat ini: Jangan takut, hei si cacing Yakub. Bahkan dia disebut ulat karena dia merayap kaya ulat jalannya. Sudah tidak bisa lari lagi.

Tapi tahukah saudara, ulat itu bisa jadi kepompong. Dari kepompong dia bisa jadi kupu-kupu yang berwarna-warni. Waktu dia jadi ulat tidak ada orang mau pegang dia. Tidak pernah saya dengar ada orang mengumpulkan ulat, yang jadi hobinya dia ngumpulkan hileud (ulat) - tidak ada. Semua tidak suka apalagi kelihatan hileud bulu, jijik, takut; ada yang lihat saja sudah gatal.

Waktu saya makan ulat di Irian, 8 ekor, ibu pendeta yang mempersiapkannya langsung gatal. Bukan gatal karena ulat, gatal karena geli lihat ulat itu. Ulat itu goyang-goyang sebesar jempol saya, saya makan 8 ekor. Tetapi kalau ulat itu sudah jadi kupu-kupu, semua orang ... ada nyanyiannya Kupu-kupu yang lucu ... Kemana engkau terbang ... ada nyanyiannya. Nggak ada lagu ulat-ulat yang lucu ... Kemana engkau pergi ... Sabodo teuing, edek paeh paeh. Tapi begitu sudah jadi kupu-kupu, jadi indah.  

Maka Tuhan bilang, jangan takut. Jangan takut. Berita pada hari ini adalah jangan takut. Aku adalah Tuhanmu jadi kenapa kita dibilang jangan takut? Karena yang bilang ini adalah Tuhan, yang berkata ini adalah Tuhan, yang berkata ini adalah Pencipta langit dan bumi, yang tahu persoalan-persoalan.

Jadi kalau kita menjauhkan diri kita dari Tuhan, yang bodoh itu kita, yang salah itu kita - karena kita menjauhkan diri dari sumber. Kalau ini adalah api kita menjauhkan diri dari api tambah lama tambah tidak panas, tambah lama tambah dingin akhirnya kita kedinginan. Kalau ini sumber air pancuran kalau kita keluar jauh dari pancuran, kita tidak akan kena air. Kalau ini sumber berkat maka kalau kita jauh dari sumber berkat maka kita tidak akan dapat berkat.

Jadi saudaraku, mungkin Tuhan tidak memberkati kita karena kita memang malas, memang kita tidak datang kepada Tuhan, kita malas dekat dengan Dia, kita jauh dari Dia, itu sebabnya kita penuh dengan ketakutan. Tapi saya katakan tadi, kalau selama kita takut tidak ada hubungan dengan Tuhan maka Tuhan berkepentingan untuk menolong kita dari ketakutan ini, jadi bilang jangan takut. Kalau saudara tanya takut apa? Takut apa saja. Jangan takut. Karena yang berkata ini, yang pertama adalah Tuhan. Kita kembali kepada ayat 10. 

41:10 Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, For I am with you.

Tadi pagi saya sudah katakan, istilah ini I am, itu adalah istilah hari ini. Bukan Aku dulu kan sama-sama kamu, tidak. Dia bilang, sekarang Aku bersama dengan kamu. Dia tidak bilang, besok Aku akan bersama dengan kamu, tidak. Aku sekarang - for I am with you now. Sekarang Aku bersama-sama dengan kamu.

Kalau hari ini saudara tidak merasa Dia ada bersama dengan kita, saudara akan merasa takut. Tapi kalau saudara merasa yakin percaya Dia bersama dengan kita, saudara akan menghadapi percobaan dengan bersiul, karena saudara tahu Dia yang ada di dalam kita, jauh lebih besar dari dia yang ada di luar sana, ada haleluyah saudara?

Jangan takut karena Aku beserta dengan kamu. Kita baru lewati natal. Natal itu Immanuel, Allah beserta kita, Dia bersama-sama dengan kita. Salah satu salinan lain berbunyi - pendetanya sudah meninggal, yaitu Tuhan campur tangan, Tuhan mengambil ikut berpartisipasi dalam urusan kita. Kalau saudara sedang membereskan barang, Dia datang ikut membereskan. Kalau saudara sedang sibuk, Dia ikut menolong kesibukan saudara, itu arti Immanuel.

Jadi sebetulnya kita tidak perlu susah karena Sang Immanuel pernah datang di dunia untuk mengenal kesusahan kita. Di dalam surat Ibrani dikatakan, tidak ada kesusahan yang Dia tidak pernah rasakan. Apa yang saudara pernah rasakan Yesus pernah rasakan. Itu sebabnya Dia yang berkata, Aku bersama dengan kamu adalah Dia yang mengerti kita. Dia bahkan seringkali lebih mengerti kita dari pada diri kita sendiri. Kita pandai menilai orang, kita bisa menilai orang lain, si A itu begini, si B itu begini tapi kita tidak bisa kenal diri kita sendiri.

Tapi Tuhan yang berkata Aku bersama dengan kamu Dia mengenal, Dia lebih dekat kepada kita dari pada nafas kita sendiri. Jadi Dia berkata jangan takut karena Aku beserta dengan engkau. Lalu berikutnya ada ayat berkata, jangan bimbang. Bahasa inggris memakai kata dismay. Saya sudah catat dalam bahasa Ibraninya tetapi lupa. Artinya saya tidak lupa, tapi kata-kata ibraninya itu lupa. Artinya tidak lupa, artinya adalah seperti orang melongo, satu sama lain bingung mau melakukan apa.

Saya dengar mayat-mayat di Aceh yang sudah enam hari, itu kalau ditarik begini saja ... copot kepalanya. Ditarik tangannya tulangnya ikut, dagingnya ketinggalan. Jadi bingung orang musti ngambil bagaimana. Sama seperti orang kalau sudah merebus masakan ayam sudah lembek sekali, terus we dihaneutkeun, terus saja dihangatkan, terus dihangatkan, akhirnya tulangnya jadi daging, dagingnya nggak kelihatan. Karena terlalu panas, sudah copot tulang sama daging. Seperti itulah orang di Aceh.

Nah, sekarang Indonesia lagi bingung. SBY itu singkatan Saya Bingung, Soesilo Bingung Yudhoyono karena nggak tahu siapa, sampai yang tanda tangan surat bukan presiden, ... wakil presiden. Jadi saudara, seringkali bingung. Sekarang lagi bingung, di mana bingung.

Kafir ... kafir ... kafir ... yang nyembah patung kafir ... orang Jepang kafir - tapi orang Jepang yang kafir itu bantu gede, 500 juta dolar. George Bush teroris - teroris itu nyumbang 350 juta dolar. Blair itu teroris, kurang ajar dia, musuh islam ... tapi dia yang galang ngirim duit. Duitnya mah diterima. Bingung sekarang. MUI bilang, yang masuk surga cuma orang islam. Jadi yang masuk surga ditolong sama orang yang masuk neraka.

Saudara, sekarang orang bingung. Nah, kadang-kadang kita bingung. Saya suka ingat selalu kalau orang menyerahkan anak, kadang-kadang ditanya, kadang-kadang nggak, kebanyakan saya nggak tanya. Saya suka tanya: rela nggak ini anak jadi dokter? Oh, rela, oom. Rela nggak dia jadi sarjana hukum? Rela, oom. Ini anak kalau jadi pengacara? Oh, rela, oom. Jadi jaksa? Rela lah. Jadi insinyur? Rela, oom. Tapi begitu ditanya, kalau jadi pendeta? Si suami lihat sama istri, istri lihat sama suami, seperti itu bingung. Dismay itu seperti itu. Nggak tahu mau bikin apa. Bingung. Mau bikin apa, ya?           

Ari urang poe ieu teh masak naonnya? Lieur. Sayur asem nggeus, kacang beureum nggeus, semur nggeus tadi, lodeh nggeus, naon deui nu encan? Coba saudara makan masakan sekali-kali, babi cin sama kue mangkok? Kenapa ketawa? Orang Tionghoa kalau sembahyang orang mati, yang dikasih babi cin sama kue mangkok? Kenapa orang mati dikasih orang hidup nggak boleh makan?

Nah, saudara sekarang kita seringkali bingung. Aduh gimana ya, ada yang nanyain saya teh bingung, eta guru saya ngomong, hayam heula, endog heula? Naha make bingung? Diomongkeun hayam heula, hayam ti mana asalna? He-euh, tina endog. Nah, endog di mana? Tina hayam. Hayam ti mana? Tina endog. Saya bilang, saya mah nggak mau bingung, dua-duana ge dihakan. Jadi saudara banyak kali orang bingung. Ada yang bilang, kalau Adam itu ada bujalna nggak? Kenapa? Karena Adam itu tidak dilahirkan, katanya. Dan orang yang dilahirkan bayi itu dia makan makanan waktu dia di kandungan, itu dari pusarnya makanan, diambil dari ibunya sedangkan Adam tidak, kira-kira Adam ada pusarnya nggak? Saya bilang, ini jangan bingung, nanti kita ke surga kita periksa: Adam, Adam, bujal teh aya heunteu, gitu. Kenapa jadi bingung. Haleluyah.

Ada yang bertanya siapa istri Kain? Eta mah Kain dan Habel dua lelaki anak Adam, istrinya siapa, Kain itu? Siapa istri Kain? Saya suka ngomong begini sama murid-murid, jangan ngurus istri orang, urus istri sendiri. Ada haleluyah saudara?

Kita dismay. Jangan kamu bingung. Jangan kamu bimbang. Sebab Aku ini Allahmu. Aku ini bukan presiden, Aku ini bukan raja. Aku ini Allahmu yang bikin kamu.

Di sini ada jemaat yang punya besan di Aceh, dapat kesulitan. Dikasih duit 2 juta, saya mah nggak mau uang. Hirup ge geus alus (hidup juga sudah untung). Uang tidak ada harganya. Satu ibu dikasih 250 ribu. Saya nggak perlu, yang saya perlu air. Saya mau minum. Hotel 4 tingkat bisa roboh.

Aku ini Allahmu, yang menghidupkan dan mematikan; yang mengadakan dari yang tidak ada jadi ada; yang tidak mungkin kata manusia, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Ini yang menyertai kita - Tuhan sendiri. Kenapa jadi kita gugup, kenapa kita jadi bimbang, kurang percaya? Kenapa saudaraku kita jadi bimbang, kenapa kita jadi takut, kenapa kita jadi lemah? Baru 9 hari saja sudah nambru, aduh gimana ya? Da kita mati mah semua juga, bagaimana aya tsunami apa supermie, tetap we mati. Jadi kenapa kita musti takut. Jangan bingung, jangan bimbang.

Jangan bingung karena Aku Tuhan. Saya tidak yakin orang Cianjur bisa cari jiwa di luar kota kalau di Cianjur sendiri nggak bisa. Saya tidak yakin orang Cianjur bisa setia di luar kota kalau di Cianjur sendiri nggak setia. Banyak orang bingung sekarang, nggak tahu harus berbuat apa. Tuhan kita bilang, jangan bingung, jangan bimbang. Do not dismay. Karena Aku ini Allahmu.

Aku akan meneguhkan bahkan akan menolong engkau. Bahasa inggris, kata meneguhkan tidak ada, yang ada ya Aku akan menolong engkau. Kalau Aku akan menolong berarti Tuhan sudah tahu dong kita sedang memerlukan pertolongan. Nggak mungkin Dia ujug-ujug, Aku akan menolong engkau kalau saudara tidak perlu ditolong. Tidak pendeta tidak jemaat, nggak laki-laki nggak perempuan, nggak bodoh nggak pandai, nggak tua nggak muda - semua kita perlu belas kasihan dan pertolongan dari Tuhan.

Nggak ada di sini yang superman, nggak ada pendeta jemaat yang superman, dia nggak perlu lagi Tuhan, nggak ada. Semua kita perlu Tuhan. Karena hanya Dia yang bisa dan sanggup menolong kita dengan tidak ada embel-embel, Dia menolong kita dengan tuntas - semua urusan jadi beres. Itu Tuhan kita. Dia menolong. Saudara percaya Dia bisa menolong? Nah, kalau saudara percaya, kita harus hadapi hidup ini dengan santai, tidak usah terlalu ngoyo, tidak usah terlalu bingung, bimbang. Karena Dia sudah janji akan menolong. Dia akan menolong dan Dia Penolong kita.          

Di dalam perjanjian baru, Roh Kudus juga disebut Penolong yang lain. Roh Kudus itu Roh Penolong. Maka saya percaya kalau orang penuh dengan Roh Kudus, dia tidak akan ngomongin orang, dia tidak akan ngejongklokin orang, dia tidak akan menista nama orang, dia tidak akan menginjak-injak nama orang, dia tidak akan menghancurkan nama baik orang. Kenapa? Karena Roh Kudus tidak suka berbuat begitu; Roh Kudus itu suka menolong. Roh Kudus itu kalau ada orang susah, dia tolong. Jadi kalau kita penuh dengan Roh Kudus, kita penuh dengan roh yang ingin menolong. Dia Penolong kita; Aku akan menolong engkau.

Tetapi ayat berikutnya dikatakan, Aku akan meneguhkan. Dalam bahasa inggris dipakai kata uphold; Dia mempertahankan kita di atas. Up itu atas, hold itu memegang. Dia tetap memegang kita di atas. Tak mungkin saudara akan hidup menurun. Kalau saudara mulai hidup menurun, berkatnya menurun, kekuatan menurun, sukacita menurun, iman menurun - artinya saudara takut. Karena kalau saudara takut, tidak ada hubungan dengan Tuhan. Kalau saudara tidak takut, saudara punya hidup tidak akan menurun, akan di uphold sama Tuhan, tetap dipegang oleh Tuhan. Ada haleluyah, saudara? Tetap dipegang. Tidak akan jatuh, tidak akan turun, tetap dipegang.

Satu kali nabi Musa ... perang Israel sama Amalek. Dia duduk di gunung. Amalek kiri, Israel kanan. Asal Israel diserang sudah mau kalah, nabi Musa angkat tangan. Asal dia angkat tangan, Israel menang, Amalek dikalahkan ... mundur lagi. Tapi nggak kuat, tangannya lama-lama cangkeul, mulai turun. Nah, di kiri kanan ada dua pembantu Musa namanya Harun, kakaknya, dan Hur ... pembantunya. Dua-duanya itu memegang tangannya Musa supaya tetap ke atas, uphold.

Saya senang dengan adanya gembala-gembala kecil karena pekerjaan saya sangat ditolong sangat tertolong sangat meringankan beban saya. Coba saudara bayangkan kalau saya yang bezuk, saya yang ngurus orang mati, saya yang ngurus tata usaha, saya yang ngurus kaum wanita, saya ngurus sekolah minggu, saya ngurus kaum muda, saya ngurus kaum remaja, saya ngurus ada pesta-pesta Yayasan Kabar Baik, saya ngurus sekolah alkitab, saya ngurus sekolah tinggi alkitab, saya ngurus penginjilan, saya akhirnya mati. Tapi saya bagikan sekarang. Yang bezuk ada, yang ngurus ini ada, semua kita dapat pahala sama. Kalau kita setia. Yang ngurus musik ada, semuanya. Coba kalau saudara ... hari natal saya membagikan kue saya, bingung. Dengan adanya gembala kecil itu, tangan saya di uphold, dipegang jangan sampai turun. Saya pengen jemaat jangan sampai turun, jumlah pengunjung jangan sampai turun. 

Mazmur 37. Ini agak lain dalam bahasa inggris. Kita baca      

37:23 TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;
37:24 apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

Dalam bahasa Inggris, the steps of a good man are ordered by the Lord ... Langkah orang yang baik itu diatur oleh Tuhan. And he delights His ways, Dan ia menyenangi jalan-jalan-Nya. Walaupun dia jatuh, ia tidak akan terbuang, ... for the Lord upholds him, ini yang tidak ada. Karena Tuhan menopang dia dengan tangan kanan-Nya. Kalau bahasa Indonesia, sebab Tuhan menopang tangannya. Kalau dalam bahasa inggris karena Tuhan menopang uphold him with His right hand, dengan tangan kanan-Nya. Jadi tangan Tuhan menopang kita yang lemah ditopang oleh tangan Tuhan.

Ayo perlu apa lagi sekarang? Kurang apa lagi? Tuhan sudah bilang, jangan takut; Tuhan bilang, Aku beserta dengan kamu; Tuhan bilang, Aku akan menolong kamu; Tuhan bilang, jangan bingung, Aku Tuhanmu, Aku akan menopang tanganmu, Aku akan menopang hidupmu tetap di atas.

Kembali kepada kitab nabi Yesaya. Aku akan memegang engkau dengan tangan-Ku.

Bahasa Inggris, I will uphold you with my righteous right hand. Dan Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. Bahasa Inggris tidak ada kemenangan tetapi Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan kebenaranku. Dalam bahasa Inggris, apa yang paling dekat dengan Aku, itu akan berfungsi kepadamu. Kalau saudara ada di sebelah kanan, ya dengan tangan kanan-Nya, nggak mungkin dengan tangan kiri-Nya. Tapi kalau saudara ada di sebelah kiri apa yang paling dekat dengan Tuhan, itu akan diberikan kepada saudara. Kalau ada saudara pakai tangan kanan, saudara ada di kanannya Tuhan: Tuhan kasih tangan kanan-Nya, Tuhan kasih mata kanan-Nya, Tuhan kasih kaki kanan-Nya, Tuhan kasih sisi kanan-nya.

Saudara ingat, salah satu sisi dari tubuh Yesus pernah ditombak karena Dia cinta kita, Dia mati di atas bukit Golgota. Di atas bukit Golgota Dia menyatakan kasih-Nya. Di sisi Tuhan. Di sisi Dia, kita dilahirkan. Itu sebabnya yang paling dekat dengan Tuhan, Dia berikan kepada kita.

Sekali lagi, rugi kita kalau jauh dari Tuhan, rugi kita kalau main-main sama Tuhan, rugi kita kalau malas. Saudara tidak akan jadi lebih baik kalau jauh dari Tuhan, nggak mungkin lebih baik. Sudah anak terhilang ... tambah mundur ... tambah mundur ... tambah terhilang ... tambah sakit ... tambah payah ... tambah parah. Terus. Tapi kalau saudara datang dekat kepada Tuhan, apa yang paling dekat dengan saudara, tangan kanan-Nya diberikan kepada saudara.

Saudara, kalau saudara tauke (boss), saudara mungkin suka ngomong begini, dia teh tangan kanan oeh, ini tangan kanan saya. Saya ingin mengajak saudara buka Mazmur 116, tangan itu bicara kekuatan, bicara berkat, bicara perlindungan. Mazmur     

116:5 TUHAN adalah pengasih dan adil, Allah kita penyayang.
116:6 TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku.
116:7 Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.

Betapa lemahnya kita, betapa ketakutannya kita - tetapi selalu ada janji dari pada Tuhan, Dia berjanji menolong memberkati kepada kita! Dikatakan dengan jelas di sana,

116:6 TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku.
116:8 Ya, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakiku dari pada tersandung.
116:9 Aku boleh berjalan di hadapan TUHAN, di negeri orang-orang hidup.
116:10. Aku percaya, sekalipun aku berkata: "Aku ini sangat tertindas."
116:11 Aku ini berkata dalam kebingunganku: "Semua manusia pembohong."
116:12 Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?

Ini janji dari pada Tuhan yang luar biasa - Tuhan mau menolong kepada kita! Mazmur

118:15 Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
118:16 tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"
118:17 Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN.

Seorang ibu dari Amerika, dokter bilang ... dengan sopan dokter itu berkata, umur ibu hanya tinggal satu bulan karena ada satu penyakit. Saya lupa apa itu kanker, saya lupa tapi ibu ini dikatakan oleh dokter, umur hanya tinggal satu bulan. Ibu ini bukannya nangis saudara, dia bilang, saya tidak mati, ayat 17, aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN. Dokter itu ketawa.

Tiap hari dia baca, aku tidak akan mati. Dia angkat alkitab sambil berlinang air mata kepada Tuhan. Tuhan, ingat ayat ini, aku tidak akan mati melainkan hidup dan aku akan menceritakan kebaikan-Mu. Aku tidak akan mati. Dokter mungkin anggap dia sudah gila. Kadang-kadang dokter masuk, diperiksa, dia lagi pegang alkitab: aku tidak akan mati, aku akan hidup dan bersaksi tentang Tuhan.

Sebulan lewat, dokter bingung kok belum mati. Dua bulan lewat, dia nggak mati. Dua bulan setengah dia keluar dari rumah sakit. Sekarang dia masih hidup, kankernya sudah nggak ada lagi. Aku tidak akan mati, kenapa? Tangan kanan Tuhan menolong kepada dia. Tangan kanan Tuhan membuat keperkasaan. Hal-hal yang tidak mungkin, yang menyedihkan saudara, yang membuat saudara takut, yang membuat saudara bingung, yang membuat saudara bimbang. Saudara yang sakit, yang menurut dokter tidak ada harapan, yang menurut dokter tidak bisa disembuhkan, tangan kanan Tuhan, saudara, akan melakukan keperkasaan!

Asal kita percaya kepada Dia, jangan takut jangan bimbang, jangan bingung - karena Dia mau menolong kepada kita. Tangan kanan-Nya akan meng-uphold, meninggikan saudara, menjaga saudara dari segala kejatuhan, tangan kanan Tuhan bersama-sama dengan kita.

Pada sore hari ini apa yang menjadi problem persoalan saudara, saya tidak panjangkan firman Tuhan karena ada pemberkatan. Kita akan masuk berdiri dalam doa.

-- o --   

Minggu, 16 Januari 2005

YANG TERBESAR

Markus pasal yang ke 9:33 mulai,

9:33 Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?"
9:34 Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.
9:35 Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya."
9:36 Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:
9:37 "Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku."

Saudara-saudara, pada beberapa waktu sebelumnya, yaitu ayat 2 sampai kepada ayat ke 13, tiga orang murid Yesus bersama-sama menyaksikan Yesus dipermuliakan. Belum pernah dalam hidup mereka melihat Yesus, Gurunya itu, berdampingan dengan Musa dan Elia dengan cahaya yang gilang gemilang. Nah, pengalaman ini, saudara-saudara, sudah membawa ketiga murid ini menjadi tinggi hati. Karena tinggi hati, mereka merasa lebih dari murid yang lain. Mereka merasa lebih tahu Yesus dari yang lain. Mereka merasa lebih hebat dari murid yang lain.

Maka di tengah jalan waktu turun dari gunung, mereka memperbincangkan siapa yang terbesar. Siapa yang paling besar? Secara non-harfiah, kita menganggap mungkin Petrus yang memulai percakapan karena dia sering kali sompral kalau bicara. Dia nomor satu kalau bicara.

Mungkin dia berkata, akulah yang paling besar, Petrus, paling tua, yang dituakan. Ketua dari murid. Mungkin Yohanes juga berbicara itu, aku murid yang terbesar, karena aku pernah bersandar, sering bersandar di dadanya Yesus. Mungkin yang lain, Yakobus, mungkin Andreas juga. Mungkin yang lain menganggap diri sebagai yang terbesar di antara dua belas murid ini. Nah saudara-saudara, saya ingin beri tahu kepada saudara, inilah langkah kejatuhan manusia. Langkah kejatuhan orang kristen kalau merasa dirinya besar, merasa dirinya hebat. Merasa dirinya first belong top side number one, merasa dirinya lebih dari yang lain. Merasa dirinya hebat dari yang lain.

Ada dua pemuda mau masuk Akabri, saudara-saudara. Mau masuk Akabri. Satu tinggi, satu pendek. Yang tinggi berkata sama yang pendek - ini di Jawa Tengah - dia bilang, sudahlah kamu nggak usah masuk Akabri. Kamu bakal nggak diterima sebab kamu pendek. Kalau aku lebih tinggi dari kamu, pasti aku diterima. Tapi yang pendek bilang, ya untung-untungan, siapa tahulah. Jendral Rudini saja pendek. Saya mau coba-coba saja, siapa tahu saya bisa diterima. Ah nggak mungkin. Akabri sekarang cari orang yang tinggi-tinggi. Kamu tidak bisa diterima. Kalau aku pasti diterima. Ya sudahlah, kita coba-coba saja. Maka mereka pergi ke Magelang dan mulai dites. Di tes lulus mereka, tapi tinggi badan sekarang dites. Ternyata dua-duanya tidak diterima. Yang satu tingginya 160, yang lebih tinggi 164. Sedangkan yang diterima adalah 165. Jadi saudara-saudaraku, dua-duanya tidak diterima.

Merasa diri lebih hebat dari yang lain. Tetapi di dalam ukuran Kristus tidak ada arti apa-apa. Kejatuhan orang kristen, kejatuhan hamba Tuhan, kalau dia merasa diri hebat. Apalagi sudah mulai bercakap-cakap di depan Yesus, di belakang Yesus, siapa yang lebih hebat ini. Itu sebabnya Tuhan Yesus bertanya di dalam ayat ke 33: Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?

Coba gereja-gereja sekarang berlomba-lomba siapa yang paling hebat. Ada gereja membanggakan dia punya gereja terbesar di Asia Tenggara. Ada gereja yang membanggakan, gerejanya paling tahu tentang praise and worship. Ada gereja yang mengatakan paling tahu tentang tabernakel. Ada gereja yang mengatakan paling tahu tentang Roh Kudus. Ada gereja yang mengatakan paling tahu tentang akhir zaman. Hal ini sangat tidak baik, saudara-saudara.

Itu sebabnya Yesus berkata, apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan? Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi, mereka mempertengkarkan, bukan lagi membicarakan, sudah jadi ribut - mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. Lalu Yesus duduk memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu - if anyone desires  to be the first, kalau ada orang yang ingin menjadi yang pertama - hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya. Kalau bahasa Inggris, kalau seorang ingin menjadi yang pertama, ia harus menjadi yang terakhir dari semua dan menjadi pelayan dai semua. Saudara, ini ajaran Yesus. Yang besar itu bukan yang pertama.

Ajaran Yesus itu yang besar itu justru yang terakhir. Jadi yang terakhir itu memang tidak enak. Kalau antri kita, antri bensin saja, kita ingin lekas sampai. Kalau kita lihat antrian panjang, kita rasanya mau cari saja pom bensin yang lain. Karena tidak enak ada yang paling akhir. Kalau ada pembagian gula, kita paling akhir, paling tidak enak. Apalagi kalau pesta makan, didahulukanlah, saudara-saudara, orang yang tua, orang ibu-ibu yang tua. Kita yang terakhir, takut itu babi hong nanti habis, takut itu gado-gado nanti habis. Memang tidak enak menjadi yang terakhir.

Tapi alkitab kita ini adalah kita punya kompas. Alkitab kita menerangkan dengan jelas, bahwa justru yang terakhir itulah menjadi yang terdepan. Dikatakan oleh Yesus, siapa terdahulu dia akan jadi terkemudian. Siapa yang mau duluan, dia jadi belakangan. Siapa yang di belakang, dia akan menjadi yang terdahulu. Itu kata firman Allah. Dan itu sebabnya kita mau belajar, saudara, dari sabda Tuhan pada sore hari ini, bagaimana sebetulnya.

Di dalam bahasa Yunani kata yang pertama itu dipakai kata protos, yang utama, yang pertama, yang nomor satu, yang paling. Pokoknya yang paling, yang utama, yang paling ... pokoknya itu nomor satu. Tuhan Yesus kan pernah berkata, kalau kamu diundang jangan duduk di atas, supaya nanti ada orang yang lebih tinggi pangkatnya dari kamu, kamu disuruh turun ke bawah. Tapi coba kamu duduk di bawah supaya nanti kalau ada undangan, kamu diundang ke atas. Yesus sendiri sudah mengajar ini. Tapi murid-murid-Nya sedang mabuk pangkat, mabuk kepayang. Dia bilang, siapa diantara kita yang paling besar?

Saudara-saudara, kita mau lihat contoh. Kita lihat contoh pertama mengenai Daud.  Daud itu anak bungsu dari delapan saudaranya. Nah anak bungsu, dia itu ada di padang gurun sedang menggembalakan domba. Samuel diutus oleh Tuhan untuk mengurapi salah satu anak Isai. Dia nggak ngomong Daud. Ada satu anak Isai yang Aku akan pakai menggantikan Saul karena Aku sudah tidak suka dengan Saul. Saul sudah tidak jujur, sudah nyeleweng. Jadi Tuhan bilang, Aku mau lantik satu anak Isai untuk pengganti Saul.

Begitu datang yang pertama, saudara-saudaraku, satu koko paling tinggi, dia brigadir jendral di militer. Badannya besar, kekar, ganteng, dan sebagainya. Sudah - Samuel berkata dalam hatinya - sudah, ini dia orangnya. Waktu mau dituangkan minyak, sudah berlutut. Tuhan berkata, bukan itu, bukan itu. Sampai Simei, kakak yang ketiga. Mau dituangkan lagi. Bukan itu. Demikian satu per satu kakaknya Daud, satu per satu. Bukan itu, bukan itu, bukan itu. Dari yang pertama ditolak. Habis, anak tidak ada lagi. Siapa, Tuhan? Tanya sama Isai. Apa habis anakmu ini? Masih ada satu, cuma dia bungsu. Bahasa Ibraninya, olol leho. Dia ada di padang gurun. Panggil, panggil, panggil. Dikatakan, pipinya merah. Tapi panggil, panggil, panggil. Itu dia, itu dia.

Yang terakhir malahan menjadi raja. Yang pertama tidak diangkat sama Tuhan. Yang terakhir, yang paling kecil - the last but not the least - yang terakhir tapi bukan yang terkecil - itu dijadikan raja. Akhirnya dialah yang diurapi menjadi raja.

Berbahaya sekali kalau kita sudah merasa diri kita ini hebat.  Merasa diri kita ini pemimpin yang luar biasa. Merasa diri kita ini jagoan, pandai. Merasa diri kita ini hebat luar biasa. Sangat berbahaya. Itu sebabnya biar tetap kita rendah hati dan kita menjadi yang terakhir. Dari protos menjadi ekelos, yang terakhir, yang paling minus, yang paling min, minor, yang tidak dianggap - justru itu yang Tuhan pakai untuk menjadi alat di dalam tangan dari pada Tuhan!

Dan saudara, contoh yang kedua adalah Adonia. Adonia ini anak Daud, Solomo juga anak Daud. Tuhan sudah bilang sama Daud, Salomo akan ganti jadi raja. Tapi Adonia, kokonya dari Salomo, nggak ada yang ngangkat, nggak ada yang apa, dia pakai orang, lima puluh orang lari di depan dia, kereta kuda, dan dia mengangkat dirinya menjadi raja. Seluruh Israel menyambut dia, dia pakai kereta kuda yang luar biasa, lima puluh orang berlari di depan dia. Dan dia berkata, Adonia raja Israel, Adonia raja Israel. Tapi di belakang, jauh di belakang, Salomo naik keledai. Keledai sama kuda, saudara, cepetan kuda. Saudara pernah dengar ada balap keledai? Nggak ada. Balap kuda ada. Balap keledai nggak ada. Dipakai, saudara-saudaraku, itu keledai sama Salomo, naik keledai. Alkitab katakan, Salomo diterima  menjadi raja dan Adonia ditolak. Adonia ditolak.

Siapa yang mau jadi pertama, dia harus jadi yang terakhir. Siapa yang mau jadi protos, dia harus jadi yang terakhir. Bahkan dikatakan, menjadi pelayan dari semuanya. Diakonos, menjadi pelayan. Tuhan Yesus sendiri memberi contoh. Dia adalah Allah, Tuhan sama seperti Allah bahkan Dia adalah Allah sendiri. Filipi 2 berkata, Dia mengosongkan diri-Nya menjadi hamba. Hamba. Mengosongkan diri-Nya. Kenosis.

Dulu oom Rompas, waktu jadi pengerja di Cianjur. Kami diberi pinjam rumah tiga bulan. Karena gereja di sini sedang dibangun, di rumahnya mertuanya oom Rompas, waktu itu belum jadi mertua. Ibu Gan Ti Nio. Dia kalau pagi, sarapannya telur mentah. Telur mentah itu bukan direbus, bukan dibuka, bukan dipecahkan tapi ditusuk pakai peniti. Ditusuk pakai peniti atas bawah lalu dihisap. Dihisap sampai habis. Saya lihat, itu kulit telur itu ditaruh di halaman depan. Ditaruh. Berkali-kali bapa-bapa lewat, aya endog hayam (telur ayam). Begitu tahu ringan, ah. Bahkan ada satu bapa, dia lihat lagi telur ayam itu, dia banting. Karena dia sudah tahu kosong isinya.

Seperti itulah Yesus. Dia mengosongkan diri-Nya dari keIlahian. Dia jadi manusia biasa. Bahkan dalam Filipi 2, Dia mati sebagai orang yang dianggap jahat. Penjahat dibebaskan, Yesus yang nggak pernah salah, di salib. Berarti Dia sudah dikualifikasi lebih jahat dari orang jahat. Saudara perlu tahu bahwa Barabas itu namanya sama dengan Yesus. Yesus orang Nazareth dan Yesus Barabas. Ditulis di Alkitab.

Pilatus itu bertanya, yang mana kamu mau dibebaskan? Yesus orang Nazareth apa Yesus Barabas? Itu orang Israel yang suka shalom-shaloman, itu bilang: Bebaskan Barabas dan salibkan Yesus. Maka saya sampai sekarang ini belum dah kita pakai shalom-shalom. Karena orang Yahudi sampai sekarang ini belum mau percaya Yesus itu Mesias. Orang Yahudi sampai saat ini masih menganggap mereka benar dan Yesus itu bukanlah Mesias. Itu sebabnya, bebaskanlah Yesus Barabas, dan salibkanlah Yesus dari Nazareth.

Yesus sendiri yang Allah, turun sebagai manusia, itu rendah hati. Menjadi manusia yang berdosa ... sudah rendah hati lagi. Taat menjadi hamba, rendah hati lagi. Taat sampai mati di salib, rendah hati lagi. Bahkan salibnya itu adalah penghukuman bagi penjahat, lebih rendah. Terus direndahkan, terus direndahkan, terus direndahkan.

Apa akhir dari ayat itu? Maka Tuhan mengaruniakan kepada Dia Nama di atas segala nama, supaya segala lidah mengaku, segala lutut bertelut bahwa Dia adalah Tuhan. Ada haleluyah? Maka orang kristen jangan takut diolok, diejek, dihina, ditinggalkan.

Ini saya baru dapat kesaksian dari Aceh. Satu pendeta GPdI, Ibu Meti Wakkary, adik dari pendeta MD Wakkary, juga terbawa dengan banjir ini dengan jemaatnya. Dia tersangkut di pohon, selamat. Tidak ada satu jemaat yang kabeusekan (tersedak). Semua jemaatnya selamat, ada haleluyah?

Pada tanggal 25 desember, pada hari natal - ini saya dengar dari profesor Suwandi, yang dokter pribadi saya, dia bilang - itu beberapa gereja, termasuk gereja katolik, dilarang merayakan natal di kota Banda. Dilarang. Silakan anda mau rayakan natal asal di luar. Jangan di Banda Aceh!

Ya, dengan hati pedih, hati pahit, hati sedih, mereka merayakan natal bareng-bareng di bukit, di gunung. Pas 26 senin, mau pulang, gempa terjadi. Jadi mereka berkata, untung ya kita diusir. Saudara-saudara, orang kristen mah dibolak-balik ge tetep we untung (tetap saja untung). Ada haleluyah, saudara-saudara? Maka biarkanlah kita ditaruh nomor belakang, ditaruh paling belakang, nggak apa-apa. Tuhan sanggup kok menaruh yang paling belakang menjadi yang paling depan. Tuhan sanggup membuat yang paling rendah menjadi paling tinggi. Sudah jangan marah.

Jangan marah kalau saudara diejek orang. Jangan marah, jangan tersinggung, jangan pahit kalau saudara dicuekin sama orang. Orang itu seperti cuek sama kita. Biarin aja, biarin. Biarin. Orang yang mencuekin kita itu calon bawahan kita. Karena orang yang dicuekin selalu Tuhan angkat, saudara-saudaraku.

Sejauh mana saudara merendahkan diri, setinggi itulah saudara ditinggikan oleh Tuhan. Seratus meter saudara merendahkan diri, seratus meter ke atas Tuhan tinggikan. Itu adalah hukum rohani. Itu sebabnya kata Yesus, siapa yang mau jadi yang pertama, dia harus jadi yang paling terakhir. Ini perintah Tuhan. Nggak bisa dibalik. Kalau kita mau jadi nomor satu, jadilah paling akhir, jadilah pelayan. Diakonos dari semuanya.

Dan Yesus sudah menjadi hamba. Hamba itu pelayan. Dia cuci kaki dari murid-murid-Nya. Murid-muridnya protes, jangan begini, Yesus, jangan begini. Saya yang harus cuci kaki Yesus. Oh tidak, kata Yesus. Aku memberi contoh sama kamu. Cuci kaki. Itu membayangkan kerendahan hati dari Tuhan Yesus.

Nah, pelajaran kerendahan hati inilah yang kita sudah sering lupa. Bahwa Tuhan itu memberkati orang yang rendah hati. Bahwa Tuhan itu menolong, memberikan jalan kelepasan, mewariskan bumi, kepada yang rendah hati. Orang yang rendah hati - dulu waktu saya masih SD, menulis halus, kelas dua SD - orang sabar kasihan Tuhan, orang sabar kasihan Tuhan, orang sabar kasihan Tuhan. Orang yang rendah hati itu disayang oleh Tuhan. Itu sebabnya jangan kita mau yang pertama.

Tadi malam saya lagi nulis-nulis, jemaat mana yang sudah meninggal. Baru sampai enam puluh lima orang jemaat. Yang muda, yang tua, yang sudah jadi popoh, yang masih muda. Termasuk anak saya, saya tulis. Semua sudah meninggal di Cianjur ...

Maka saudara, kalau diremehkan orang, jangan dulu marah, jangan dulu kecewa. Mungkin itu jalan Tuhan menyelamatkan saudara. Jalan Tuhan menolong kepada kita. Siapa yang direndahkan, siapa yang paling belakang, dia akan Aku tinggikan, Aku taruh paling depan.

Kenapa kita nggak diberkati? Mungkin kita sombong. Kita ini mungkin sombong. Sombongnya nggak kelihatan. Dulu suka ada yang bersaksi begini: Saudara-saudara, pada saat saya banyak percobaan, saya bergumul dalam doa berjam-jam. Kenapa musti dikasih tahu berjam-jam? Supaya orang lain tahu, saya ini berdoa berjam-jam. Dia ingin menonjolkan diri.

Dulu di Ujung Pandang, pemain musik KKR, pemain melodi nya. Saya juga pemain gitar, jadi saya tahu dia ngawur mainnya. Duduk di depan itu ada tiga gadis. Gadis yang di tengah ini lihat pemain melodi. Begitu pas lihat, si gadis ketawa. Dia lihat gadis, pas gadis itu lihat lagi dia, ketawa lagi dia. Sampai lagu sudah berhenti. Habis kebaktian berkenalan. Kenalkan, saya Jhony. Yang jawab bukan gadis itu tapi yang disebelahnya: Maaf, ini adik saya. Dia bisu sama tuli. Nah luh. Mau diajak ngomong, bisu tuli.

Sering kali kita mau menonjolkan diri. Tapi marilah kita belajar dari Tuhan Yesus. Siapa merendahkan dirinya, dia akan ditinggikan. I Petrus pasal

5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."

Bahasa Inggris, God resists the proud, Dia melawan kesombongan. Bukan orang yang congkak tapi kesombongan Dia lawan. Tetapi memberikan anugerah kepada yang rendah hati. Jadi kalau kita, saudaraku, mau diberi berkat oleh Tuhan, biarlah kita punya hati yang rendah. Hati yang mudah diajar. Hati yang tidak tinggi hati. Ayat ke-6,

5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Bisa bilang haleluyah? Kalau kita sengaja merendahkan diri di hadapan Tuhan, pada akhirnya, saudara-saudaraku, saudara-saudara akan ditinggikan pada waktunya. Saudara Yakub Lesnussa tadi pagi sudah pulang tetapi dia menjadi pengerja kami enam tahun, saudara-saudara. Ketika dia baru menjadi pengerja dua tahun, teman-temannya yang berkata, oh Yakub, jemaat kamu itu burung-burung saja, ya. Burung-burung jadi jemaat kamu.

Sekarang Yakub sudah jadi gembala sidang. Nanti pada bulan juli gerejanya akan ditahbiskan. Saya akan diundang, saudara-saudara. Dan yang ngolok sama dia, jemaatmu itu burung, justru orang itu jadi burung (gila), saudara-saudara. Ke sana, ke mari bepergian, tidak tahu menclok di mana. Di sini gagal, di sini gagal, di sini gagal. Orang terdahulu menjadi terkemudian, yang terkemudian menjadi terdahulu.

Di daerah Bogor ada satu pendeta pantekosta dulu. Dia berhenti jadi pendeta. Dia jadi pengusaha. Lalu dia datang sama pendeta pantekosta, orang Tionghoa. Dia bilang: Mau apa kamu mengurus tikus-tikus? Jemaat disebut tikus. Mau apa kamu mengurus tikus-tikus? Terus terang saya tersinggung, karena saya shio tikus. Mau apa kamu ngurus ini tikus-tikus, katanya. Pendeta itu mau marah, tapi kan pendeta nggak boleh marah. Sudah, jadi bisnisman seperti saya, saya berhasil.

Setelah beberapa tahun lewat, bisnisnya anjlok. Dia bangkrut. Lalu dia datang sama pendeta ini. Kamu punya cabang gereja nggak? Biar saya jadi gembala. Dia bilang, tidak ada oom, ada juga tikus-tikus. Saudara-saudara, yang merendahkan diri akan ditinggikan, yang meninggikan diri akan direndahkan. Haleluyah. Puji Tuhan. Haleluyah, saudara-saudara? Yakobus

4:6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
4:8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

Di dalam ayat ini dikatakan, Allah menentang orang congkak juga, tetapi mengasihani  orang yang rendah hati. Sama dengan Petrus. Tetapi dalam ayat ke 7, karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah iblis, maka ia akan lari dari padamu. Iblis sekarang nggak berani frontal melawan saudara; dia tahu saudara anak Allah. Dia nggak berani melawan. Tapi dia suka berbisik, kasih gosip di dalam hati saudara, di telinga saudara: Buktinya kamu jadi kristen susah. Mana buktinya? Katanya Tuhan memberkati, tuh susah. Mana buktinya? Nggak ada tuh berkatnya. Mana buktinya? Katanya Tuhan itu Tabib di atas segala tabib, tuh kamu sakit. Nggak baik-baik. Mana buktinya? Inilah yang harus dilawan oleh saudara. Saudara tidak boleh goyah. Berketetapan hati kepada Tuhan Yesus.

Saudara, saya mau bersaksi. Nggak tahu, barangkali sudah ditentukan sama Tuhan sudah begini. Jadi saya itu banyak urusan. Sudah dari penginjilan, dari jemaat, dari guru sekolah alkitab. Rambut saya cepat putih, itu karena banyak pikiran. Sekarang sekolah alkitab sudah tiga kelas. Kelas satu, kelas dua, dan sekolah tinggi teologi, dan sudah gelombang kedua pada angkatan ini. Jadi bangunan kurang.

Dan bangunan ini, saudara-saudara, memerlukan hal dana yang banyak. Saudara Lukas Kurniawan, saya minta tolong coba gambarkan kira-kira bagaimana nanti untuk yang kelas tiga. Digambarkan dengan luas bangunan 4.000 meter lebih. Diperkirakan biayanya itu kalau satu meter satu juta, jadi 4 milyar. Sedangkan uang kita, Yayasan Kabar Baik, hanya ada 300, itu hasil penjualan rumah yang di bawah. Jadi coba bikin dulu pagar. Pagar dibikin, biaya 50 juta. Tapi setelah dibikin ternyata tanahnya itu lembek karena tanah sawah, jadi habis 100 juta.

Nah itu saudaraku, masuk di pikiran saya semua. Maunya saya itu yang kecil-kecil, tetek-bengek, janganlah ke saya. Tapi ya memang sudah begitu rejekinya, datang ke saya semua. Duh Tuhan, kasihanilah saya. Kasihani saya, kasihani saya. Mungkin Tuhan masih ada, bukan mungkin memang pasti Dia masih ada, kalau Dia hubungkan saya dengan satu saudara. Saya yakin saudara ini juga mengasihi saya. Dia bilang, ketemu papa saya. Jadi saya bawa gambar itu. Besok saya ketemu. Pas saudara Lukas datang, ini gambarnya, ko Yoyo. Saya bawa. Jam sepuluh saya ketemu. Pak, ini begini, begini, begini. Nggak lama, nggak lama. Saya nyumbang 1 milyar. Haleluyah, saudara? Satu milyar itu kalau dibelikan kwaci, berapa truk, saudara-saudara? Saya nyumbang 1 milyar, dan semua kusen yang dibikin jangan dibikin, kami yang beli.

Dia panggil insinyurnya, tolong bikin ini kusen untuk Yayasan Kabar Baik. Kita kasih kayu yang bagus. Nanti saya malu sama pak Awondatu kalau dikasih kayu yang jelek. Kasih yang bagus. Dan ini yang pertama ya pak, saya beri. Cuma tolonglah kasih tahu sama jemaat, supaya jemaat juga ikut membantu menyumbang. Karena saya ini diberkati Tuhan, karena banyak memberi, banyak membantu pembangunan gereja.

Nah saudara-saudara, waktu itu kepala saya tuh rasanya plong, enteng. Sampai saya bisa tersenyum. Lihat rambutan itu, manis kelihatan, belum dimakan sudah manis. Lihat pohon warna hijau lebih hijau. Lihat orang giginya kuning, lebih kuning. Saudara, senang sekali. Dan Tuhan kalau sudah mengawali sesuatu dengan baik, pasti Dia mengakhiri dengan baik. Saya nggak te yan, tapi saya diminta, diundang. Oom, ketemu papa saya, kasih lihat begini. Kalau bapa perlu buku-buku untuk sekolah tinggi teologi, kami punya buku. Kami akan sumbang. Kalau bapa perlu ini, sampai 1.500 murid pun kami bisa bantu bapak.

Terima kasih, Tuhan. Untung belum 1.500. Kalau sudah 1.500, kita kebaktian di mana ya? Di Yayasan penuh, di sini penuh. Tapi puji Tuhan, Tuhan penuh belas kasihan. Asal saudara percaya. Jangan ngomel. Aduh susah, susah, susah, susah, sudah tua, susah. Apa kata firman? Apa yang kamu katakan, terjadi. Aduh mo cien, mo cien.

Kalau saudara berdiri di satu bukit gaung, biasa di Puncak, di Ciloto. Euyyyyyy, nanti jawabnya ... Euyyyyy. Haleluyah ... haleluyah. Yesus baik ... Yesus baik. Apa yang kita ngomong nanti kembali sama kita. Nggak mungkin saya bilang, Awondatu ... dari sana Unyil, Unyil. Nggak mungkin. Apa yang kita katakan akan kembali kepada kita. Kalau kita bilang, Tuhan Yesus berkatnya luar biasa, dari sana ... Tuhan Yesus berkatnya luar biasa. Haleluyah, saudara?

Kalau kita ngomel, Tuhan juga pusing dengarnya, ... sudah itu radio matiin saja. Karena Dia setel radio, saudaraku, Dia ingin mendengar nyanyian lagu rohani T'rimakasih Tuhan ... Untuk Kebaikan-Mu. Betapa baiknya Engkau Tuhan, wah Yesus senang. Begitu mo cien, susah, mo cien ... matiin aja, matiin. Dulu kereta api itu di Garut namanya bukan kereta api tapi pak sengok. Arek ka mana (mau ke mana)? Arek ka ditu (mau ke sana). Naek naon (naik apa)? Naek pak sengok (naik pak sengok). Itu kereta api. Sus ...  sah, sus ... sah, sus ... sah ... susah, susah, susah, susah, susah. Susah apa, ko? Duit ... duit ... duit. Susah, susah, susah, susah, susah, susah. Ci, susah apa? Duit.

Padahal sekarang kereta sudah jadi diesel, saudara-saudara. Sukses, sukses, sukses, sukses, sukses, sukses, tiauw, tiauw, tiauw, sukses, sukses, ce tiauw, no tiauw, sa tiauw, go tiauw. Itu kan dolar. Go tiauw dolar, ce ban dolar, tiauw, tiauw, tiauw. Paling goreng kwe tiauw. Masih ada saudara-saudara, ada berkat dari Tuhan.

Itu sebabnya, saudara, marilah kita memang paling belakang tetapi akhirnya, Tuhan akan kasih paling depan asal kita percaya kepada Dia. Marilah datang kepada-Ku, hai kamu yang bertanggungan berat, Aku akan memberi sentosa kepadamu. Orang yang punya tanggungan paling berat, datangnya pasti paling belakang. Orang yang nggak ada tanggungan mah, Tuhan saya ada tanggungan. Beratnya gimana? Tapi orang yang tanggungan berat pasti paling belakang, pasti sampainya paling belakang. Tapi begitu diangkat beban sama Tuhan, dia paling enteng. Karena bebannya berat. Orang yang bebannya berat, datang sama Tuhan ... Tuhan angkat, dia akan rasa paling enteng. Orang yang nggak ada beban mah, coba bawa sapu tangan taruh di sini. Aduh beban saya, Tuhan, sapu tangan. Waktu ditolong, dia nggak rasa karena kecil. Saudara punya problem besar, Tuhan punya pertolongan juga besar kepada saudara.

Kalau saudara punya persoalan, kerinduan saudara kepada Tuhan itu besar, maka berkat dari Tuhan juga selalu besar. Rendahkanlah dirimu, supaya kamu nanti ditinggikan. Siapa yang merendahkan diri, dia akan ditinggikan. Siapa merendahkan diri, dia akan ditinggikan. Siapa meninggikan diri, dia akan direndahkan.

Apa dosa Lucifer? Membunuh? Nggak. Mencuri? Nggak. Dosa Lucifer itu apa? Dia meninggikan diri. Aku ingin jadi seperti Tuhan. Lima kali di dalam kitab Nabi Yesaya dia bilang, aku akan naik, aku akan naik, aku akan naik. Tapi, saudara-saudaraku, lima kali Tuhan jawab, Yesus jawab dengan Dia turun, Dia turun, Dia turun, Dia turun, Dia turun. Di Betlehem, tempat domba-domba, di sanalah Tuhan Yesus dilahirkan sebagai orang yang terkecil. Maka Nabi Mikha berkata, hai Betlehem, Betlehem, walaupun kotamu kecil, tetapi dari dalammu akan ada Pembesar yang keluar. Jadi mulai dari kecil sampai besar, mulai dari rendah hati sampai hati yang ditinggikan.

Dulu ada teman saya namanya Ikur. Malu dia dikasih nama Ikur maka dia balik namanya jadi Ruki. Sering kali kita malu ... malu mengaku Tuhan, malu mengaku kita ini kristen. Bawa alkitab dibungkus pakai koran. Mawa naon teteh (bawa apa tuh)? Kue Cina. Ah saudara, kita malu mengaku Tuhan.

Tapi malam hari ini, mari saudara-saudara, jangan malu mengaku Tuhan. Dari tadi kebaktian mula-mula sampai sekarang, Tuhan ada di tengah-tengah kita. Dan Dia melihat hati saudara. Dia tidak lihat saudara punya uang atau tidak punya uang. Dia tidak lihat model baju saudara, mahal atau tidak, tidak lihat. Dia tidak peduli saudara pakai mobil atau tidak pakai mobil. Dia tidak lihat. Yang Dia lihat hati saudara. Kalau hati saudara rendah di hadapan Tuhan, kalau saudara merendahkan hati saudara di hadapan Tuhan, hati itu akan jadi tempat Yesus berkerajaan, tempat Yesus diam.

Di mana ada Yesus, di sana tidak ada lagi apa kesusahan. Ketika saudara ada Yesus, segala sesuatu jadi ringan. Kita berdiri bersama-sama. Siapa ada keperluan, siapa ingin didoakan, siapa sedang ada beban yang berat, siapa ada persoalan, serahkan segala kuatir saudara ke Tuhan.

-- o --   

Minggu, 23 Januari 2005

VISI, JALANi, dan MEZBAH DOA

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan membuka renungan kita pada sore hari ini dalam Kitab Kejadian. Kita membaca Kitab Kejadian pasal yang ke-13. Dalam Kitab Kejadian 13, terjadilah perpecahan antara Abraham dengan Lot, keponakannya. Jadi Abraham itu diberkati Tuhan, lalu dia mengajak Lot, keponakannya untuk bekerja. Mula-mula diberi domba sedikit, lama-lama beranak-pinak. Sampai dombanya Lot sama banyak dengan dombanya Abraham. Terjadilah keributan. Ayat ke 6,

13:6 Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama.

Saudara yakin anak Tuhan akan diberkati? Tidak paman, tidak keponakan, dua-duanya pasti akan diberkati. Tetapi kita harus hati-hati, justru problem bukan waktu lagi susah. Waktu kita susah seringkali kita rajin datang ke gereja, rajin datang kepada Tuhan. Justru problem waktu kita berhasil. Waktu kita mempunyai kekayaan amat banyak, sehingga antara dua, paman dan keponakan ini, tidak bisa hidup bersama lagi. Bahkan terjadilah perkelahian. Ayat ke 7,

13:7 Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.

Ini ayat tidak sembarangan ditulis. Keributan yang terjadi antara gembala Abram dan gembala Lot, itu di depan orang Kanaan dan orang Feris. Orang Feris itu tinggi-tinggi besar, raksasa-raksasa. Jadi perpecahan ini ada di depan mata dua musuh orang Ibrani. Mereka pecah. Ini saya sangat sedih dengan keadaan gereja di Indonesia. Gereja di Indonesia itu sudah minoritas tapi pecah. Sudah minoritas, saling menunjuk, saling sikut, di depan mata orang yang mayoritas. Nah, keadaan di sini sama, waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu. Lalu inisiatif datang dari paman. Ayat 8,

13:8 Maka berkatalah Abram kepada Lot: "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat.

Bahasa Inggris, for we are brethens, ... saudara, yang sama dilahirkan, saudara sedarah. Inisiatif harus dimulai. Dan nampaknya inisiatif itu selalu dimulai oleh orang yang rohaninya lebih tinggi. Kalau orang yang nggak ada rohani, memang senang pecah, senang ribut, senang ngomongin orang, senang ngerasani orang, senang ngomongin orang, senang sekali. Untuk damai itu, dia nggak suka. Tahun baru imlek mah tahun baru imlek, pai cia, pai cia, angpao, angpao, ribut mah tetap. Gereja - gereja, kristen - kristen, tapi ribut mah tetap, nggak bisa damai.

Maka seorang yang rohaninya lebih tinggi, Abram itu berkata kepada Lot, jangan kiranya ada perkelahian. Bahasa Inggris, no strife. Jangan ada bantahan, jangan ada keributan omong. Aduh ribut. Kadang-kadang lelaki mulutnya seperti mulut perempuan, ceriwis. Ngomong sana, ngomong sini. Aduh, urusan kecil dibikin besar.

Seperti tukang martabak telor. Segede begini martabak telur kalau saya lihat mereka bikin. Digede-gedein. Digedein, digedein, digedein, sampai segede ayakan. Kasih bumbu. Sudah dikasih bumbu, digulung, i goreng, dihidangkan. Banyak orang begitu orang kristen sekarang. Yang tidak mau berdamai. Yang kecil digede-gedein. Urusan kecil digede-gedein. Urusan yang udah lewat diungkit-ungkit. Urusan yang sudah-sudah diungkit-ungkit.

Ayo, jangan ada strife, kata Abraham. Jangan ribut. Bukankah kita ini sedarah, kerabat. Kita punya bawahan, kamu punya bawahan, gembala-gembala. Jangan sampai ribut. Saudara nggak pernah kasih mobil sama saya. Saudara nggak pernah kasih rumah sama saya. Tapi saya nggak minta. Saya minta cuma satu, jangan ribut. Jangan ribut satu jemaat sama yang lain. Jangan ribut. Bersatu. Karena kalau kita tidak bersatu, berkat Tuhan nggak ada. Jangan ribut, jangan ribut. Jangan, jangan ribut.

13:9 Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri."
13:10 Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. --Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. --

Bukankah seluruh negeri ini terbuka dihadapan engkau? Kenapa sih ribut di tanah yang kecil? Ribut urusan tetek bengek. Lihat, tanah banyak. Saya, paman, mau mengalah. Kalau kamu ke kiri, aku ke kanan. Supaya jangan ribut. Kalau kamu pilih kanan, aku pilih kiri. Kalau kamu ke utara, aku ke selatan. Kalau kamu ke barat, aku ke timur. Dan sebaliknya.

Di dalam ayat ke-10, Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnya seluruh Lembah Yordan dan banyak airnya. Bahasa Inggris, diairi di mana-mana. Diairi di mana-mana. Seperti Taman Tuhan. Like the Garden of the Lord, aduh, sebelum Sodom Gomora dihancurkan. Dalam bahasa Inggris itu ada dalam kurung, ya, before the Lord destroyed Sodom and Gomorrah. Sebelum dihancurkan Sodom dan Gomora, kelihatannya bagus.

Foto dari satelit Banda Aceh, Amerika sudah punya. Indah sekali seperti burung rajawali melayang turun ke bawah. Indah sekali. Tetapi difoto lagi setelah rusak. Rusak, tidak bisa dinilai bagusnya, tidak ada bagusnya. Ini sebelum kerusakan Sodom Gomora, dilihat oleh Lot. Aduh, padang rumput Sodom Gomara itu menyenangkan mata, tertarik dengan mata.

Ayo saudara, Jakarta sama Cianjur, tertarik mana? Di Jakarta mah ada Dufan, Dunia Fantasi. Di Jakarta mah, saudara-saudara, ada Taman Impian Jaya Ancol. Di Jakarta mah, saudara, satu Kelapa Gading saja, nggak tahu berapa puluh kali Cianjur. Di Jakarta mah semua menarik. Di Jakarta mah bujal juga nongtot. Di Jakarta mah banyak semua. Tetapi jangan lupa, di Jakarta juga ada banjir. Di Cianjur mah jelek-jelek begini, nggak pernah banjir. Ada haleluyah? Karena Cianjur ini tinggalnya, tanahnya begini. Jadi biar ada hujan, dia turun saja, dia turun saja.

Nah saudara-saudara, dulu saya dikasih tahu sama mama saya: Kamu lihat orang, taktak na (pundaknya), kalau pundaknya itu begini, eta kopet, kurang alus (itu pelit, kurang bagus). Ini mama saya ngomong. Kalau pundaknya turun, itu suka memberi. Ibu saya perhatikan, saudara. Mungkin setelah saya khotbah ini, semua begini, semua. Haleluyah. Yang saya perhatikan, satu bapa, sudah meninggal, di Cibeber. Itu memang taktaknya (pundaknya) itu turun. Orangnya begitu, suka memberi, suka korban, senang menerima hamba Tuhan.

Saudara, biar Cianjur ini kampung, biar Cianjur ini kabupaten, tapi taktaknya turun. Diturunin hujan segede apa ge, palid we terus ke bawah, terus ke bawah. Belum pernah saya mendengar sejarah Cianjur yang hampir 400 tahun, pernah ada banjir di Cianjur. Nggak ada.

Sodom Gomora kelihatan bagus. Maka dia memilih Sodom Gomora. Karena dilihatnya seperti Taman Tuhan, seperti Tanah Mesir. Coba, di Jakarta banyak begitu taman. Ada Taman Lawang di mana banyak bencong-bencong berkumpul di sana. Ada Taman Ismail Marzuki, ada taman ini, ada taman ini. Di Cianjur, taman apa? Taman Pahlawan ada juga, tempat kuburannya tentara. Tetapi heran, saudara, dilihat oleh Lot ini terjadi. Ayat 11,

13:11 Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu - Seluruh, saking serakahnya. Yang dia pilih, seluruh Lembah Yordan dia pilih -, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah.

Saya mau berhenti dulu di sini. Ia berangkat ke sebelah apa, saudara? Timur dan berpisah. Berhenti dulu di sini, kita buka Kitab Kejadian pasalnya yang ke-3 dan ke-4. Kita lihat pasalnya yang ke-4, kita lihat dulu pasal 3 dan 4. Ayat 16,

4:16. Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.

Jadi timur, timur, ke timur, ke timur, ke timur, itu bayangan dalam bahasa alkitab, menjauhkan diri dari hadirat-Nya Tuhan. Banyak jemaat orang Kristus sudah tidak kebaktian lagi sekarang karena tertarik dengan 'timur', sesuatu yang jauh dari hadapan Tuhan, yang menarik hati. Kelihatannya seperti Taman Tuhan, seperti The Garden of the Lord. Jadi mereka ditipu oleh mata ke timur. Kalau saudara ingat juga waktu Yesus lahir, orang Majus datang dari mana? Dari timur. Dari timur dia ke barat. Dan kalau saudara membaca aslinya, saudara-saudaraku, Tabernakel, Bait Allah. Saudara boleh baca Yehezkiel 47:1, ada air keluar dari pintu Bait Allah. Air itu mengalir ke timur. Artinya apa? Firman Allah datang untuk dunia. Dan orang dari timur - orang Majus - dia datang ke barat. Orang dari timur ke barat.

Di dalam Matius 24, ada ayat berkata, kedatangan Tuhan, jangan percaya kalau ada orang bilang, Dia ada di sini, Dia ada di sana. Jangan percaya. Karena kedatangan Tuhan seperti kilat yang memancar dari timur ke barat. Selalu jalan kehendak Tuhan itu dari timur ke barat. Sayang Indonesia, saudara-saudara, nyanyiannya, Dari barat sampai ke timur. Coba kalau nyanyi dibalikin, Dari timur sampai ke barat. Tapi, Dari barat sampai ke timur. Dari Sabang sampai Merauke. Sabang sekarang sudah nggak ada, karena hancur lebur, berantakan. Tapi bahasa alkitab, timur adalah tempat di mana orang jauh dari Tuhan. Ayat ke-12,

13:12 Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom.
13:13 Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.

Orang Sodom kejahatannya yang sangat jahat terhadap Tuhan, apa dia nimpuk Tuhan? Nggak mungkin dia nimpuk Tuhan. Apa dia mau berkelahi sama Tuhan? Nggak mungkin. Ayat ini berkata, orang Sodom paling jahat, itu dua kota, Sodom Gomora. Sodom, orang Sodom ini homoseks, lelaki senang sama lelaki. Gomora ini lesbian, perempuan senang sama perempuan. Itu ditulis oleh Rasul Paulus dalam Roma pasal 1. Murka Allah datang ketika laki-laki berdebar-debar, berkobar-kobar hawa nafsunya kepada laki-laki; wanita berkobar-kobar nafsunya kepada perempuan. Sodom Gomora adalah homoseks dan lesbian.

Haleluyah. Saya pernah mau jodohkan siswa, tapi gagal. Siswanya keibuan, siswinya kebapaan. Tapi gagal. Memang harus siswa yang kebapaan, siswi yang keibuan. Tapi saya mau jodohkan siswa yang keibuan, siswi yang kebapaan, nggak bisa, saudara. Susah.

Nah, hampir-hampir tamu dari Abraham, tiga orang, Bapa, Putra, Roh Kudus ... Allah datang sebagai malaikat tiga orang diminta, mau diperkosa oleh orang Sodom. Saudara boleh baca nanti. Itu yang bikin Tuhan marah. Sangat jahat. Memang tamannya seperti Taman Tuhan. I Korintus berkata, kelakuan yang baik rusak oleh pergaulan yang buruk. Kelakuan kita baik, anak kita baik tapi bergaulnya di Sodom Gomora ... dia jadi buruk. Satu apel yang busuk, ada satu peti apel, ada seratus apel. Satu busuk, kalau nggak diangkat cepat-cepat, 99 apel yang lain pasti busuk. Yang aneh, 99 apel yang baik nggak bisa bikin betul satu apel yang busuk.

Jadi hati-hati dengan pergaulan, 'orang dari timur' yang jahat kepada Tuhan. Sampai mencolok mata Tuhan kejahatan mereka. Tetapi bukan itu yang saya mau khotbah. Justru yang saya mau khotbah bagian kedua. Ayatnya yang ke-14,

13:14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram:

Saudara, berpisah dengan orang yang ribut dengan kita, tidak apa-apa asal jangan berpisah dari Tuhan. Orang meninggalkan kita, menganggap kita salah, menganggap kita tidak baik, ya nggak apa-apa - asal Tuhan tetap berfirman kepada kita. Akan ada banyak suara di seluruh dunia ini. Ada banyak suara kepahitan, suara ketakutan, suara kengerian, suara kegetiran, suara-suara yang di luar kehendak Tuhan. Tapi telinga kita haruslah mendengar satu suara saja, yaitu suara dari firman Tuhan.

13:14 ... Berfirmanlah TUHAN kepada Abram "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,
13:15 sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.
13:16 Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmupun akan dapat dihitung juga.
13:17 Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu."
13:18 Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi TUHAN.

Sore hari ini saya ingin berbicara tentang tiga langkah yang dimiliki oleh Abram. Tiga berkat yang dimilik oleh Abram. Yang pertama adalah visi. Sebab Tuhan berkata kepada Abram: Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu. Abram melihat dari tempat dia berdiri, habis ditinggalkan oleh keponakannya, Lot. Dia berdiri. Tuhan berkata: Pandanglah sekelilingmu, lihat dari tempat engkau berdiri ke timur dan barat, utara dan selatan. Coba saudara lihat, timur dan barat, utara dan selatan. Dia nggak berputar begini.

Visinya luar biasa. Sebab apa saja yang kamu lihat, akan Kuberikan kepadamu. Saya mau balik. Tuhan tidak akan memberi apa yang saudara tidak lihat. Kalau saudara lihat diri saudara sendiri, saudara lihat hari depan saudara kelabu, tidak ada harapan. Saudara melihat kesehatan saudara, ah kesehatan saya tambah lama tambah turun. Saudara lihat usaha saudara, tambah lama tambah turun. Saudara lihat dagangan saudara. Saudara lihat nggak laku. Tuhan akan memberi yang saudara lihat.

Tetapi sebaliknya, kalau saudara lihat hari depan saudara, masa depan penuh pengharapan. Masa depan yang cerah. Saudara lihat dengan iman, bahwa toko saudara diberkati. Saudara melihat dengan iman bahwa dagangan saudara akan diberkati. Saudara melihat dengan iman, bahwa saudara punya perusahaan akan berkembang. Saudara melihat dengan iman, anak-anak saudara akan menjadi baik. Saudara melihat dengan iman, ke utara ke timur, ke barat, ke utara, ke selatan, saudara dengan salib, saudara melihat kemanapun saudara melihat, Tuhan berjanji, Aku akan memberikan kepadamu apa yang engkau lihat.

Sekarang apa yang saudara lihat? Ada gadis-gadis yang belum menikah, kamu pasti ingin menikah. Lihat dulu. Lihat di dalam visi iman, bahwa saudara sudah punya suami. Saudara yang gagal dalam pernikahan. Jangan lihat kegagalan. Lihat pengharapan yang lain. Lihat sama Tuhan. Lihat keberhasilan. Lihat ada hal-hal lain yang lebih baik. Buang yang tidak baik, ambil yang baik. Buang sifat, karakter yang lama, ambil yang baru. Lihat punya visi.

Saya paling kesal kalau murid saya itu tidak punya visi. Kalau saya tanya sama dia, kamu visinya apa? Gembala? Guru? Apa penginjil? Ada yang visi penginjil, ada yang gembala. Lalu saya bilang pada yang bilang gembala: Berapa jemaat yang kamu ingin gembalakan? Kebanyakan mereka memilih yang kecil-kecil. Seratus orang. Dua ratus, oom. Tapi ada satu siswa dulu, seribu. Dia dapat sekarang apa yang dia ingin. Dia punya jemaat seribu orang. Apa yang saudara lihat, akan diberikan. Saudara sekarang lihat apa? Ayo, saya mau tanya, saudara lihat apa di hari depan saudara? Gelap? Bercahaya? Penuh berkat? Apa saudara tiap hari ngomong begini, uh, euh, hese (susah), luh leuh (mengeluh). Itu bahasa Ibraninya dari susah, luh leuh. Lihat sekelilingmu. Saya mau kasih gambaran.

Ini Kanaan, Lot itu dia pilih ke timur. Jaraknya cuma 30 kilometer. Abram ada di Kanaan, di tempat yang tinggi. Tuhan bilang, lihat kamu, timur dulu. Timur, barat, utara, selatan. Ada Salib. Lihat ke timur. Kaget Abraham ini, ya itu Lot ada di situ. Dombanya kecil-kecil. Mereka dulu banyak tapi kecil-kecil, leutik-leutik.

Sedangkan pandangannya Abraham, kalau saudara ingat Kitab Kejadian pasal yang lain, dia lihat sampai Mesopotamia, sampai di Irak sekarang. Dia punya pandangan jauh. Dia pandang ke kiri, dia sampai di Laut Tengah. Dia pandang ke utara sampai di Yordania. Dia pandang ke selatan sampai di Mesir. Nggak ada yang bilang haleluyah, amin, puji Tuhan. Saudara-saudara, lihat visi saudara!

Satu kali saya ke Jambi, KKR dulu. Ada orang dari gereja protestan, suami istri. Sudah menikah enam tahun belum punya anak. Minta didoakan supaya punya anak. Ngomongnya salah: Pak pendeta, saya mau minta anak. Ya ampun, saya nggak bisa kasih anak, saya bilang. Saya cuma bisa doa, yang kasih anak itu Tuhan. Percaya nggak? Dia sudah dengar khotbah, dia bilang percaya. Suami istri saya doakan. Dalam nama Yesus, haleluyah, Tuhan berkati anak. Amin. Disini saya mau katakan sama saudara. Bahayanya, justru waktu diberkati.

Apa yang harus saya lakukan? Bapa ibu mau anaknya perempuan atau lelaki? Ah, dua-duanya sama saja. Nggak bisa. Saya ingin anak perempuan. Dua-dua oke? Oke. Beli dong pakaian bayi perempuan. Beli dong itu box buat anak perempuan. Beli semua. Begitu, ya? Iya, kalau memang percaya; kalau nggak, nggak. Saudara-saudara, mereka beli. Sudahlah, sudah lewat sekarang 18 tahun. Sekarang anaknya lima saudara, kalau nggak enam. Mempunyai toko show room mobil Honda. Salahnya di mana? Sudah jarang ke gereja. Kehilangan visi. Lupa yang kasih berkat siapa? Lupa yang memberi berkat, siapa?

Aku diberkati, Sepanjang hidupku diberkati, Bila bangun pagi hari, siang berganti malam, Aku di berkati. Itu orang kristen monyet. Karena monyet kalau makan kacang nggak suka di telan. Dia taruh di pipi kanan. Aku diberkati, sudah penuh disini, makan lagi kacang. Aku diberkati. Ininya tetap lapar. Saudara-saudara, kita jangan lupa satu hal - Pemberi berkat itu!

Visi saudara apa sekarang? Apa yang saudara lihat? Apa yang saudara lihat? Saudara lihat saudara berhasil? Pasti berhasil. Saudara lihat anak saudara berhasil? Anak saudara berhasil. Saudara lihat cucu saudara berhasil? Cucu saudara berhasil. Saudara lihat perusahaan saudara berhasil? Semuanya berhasil  Yang saudara lihat, itu yang Tuhan berikan!

Karena Dia berkata sama Abraham: Sepanjang apa yang kau lihat, akan Kuberikan kepadamu. Dia tidak memberi apa yang Abraham tidak lihat. Dia bilang, apa yang kau lihat, timur, barat, utara, selatan, Aku akan berikan kepadamu. Ada haleluyah, saudara? Yang pertama, visi saudara harus jelas. Visi harus ada.

Yang kedua sekarang. Di dalam ayatnya yang ke-17,

13:17 Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu."

Yang kedua, jalani. Yang kedua, melakukan visi itu. Menjalani apa yang saudara sudah lihat. Percaya apa yang saudara lihat, jalani sekarang. Jalani. Jalankan. Satu jemaat di Jakarta. Mulai dia perpuluhan, dia beri lima ribu. Sampai akhirnya 250 ribu. Sampai akhirnya 2,5 juta. Sampai akhirnya 25 juta. Dia kirim sms dari Tiongkok: Oom, berkat saya luar biasa berlimpah-limpah. Doakan supaya saya tidak lupa sama Tuhan.

Saudara-saudara, Tuhan mah mau kasih berkat mah kaya Dia balikkin tangan. Gampang. Cuma kitanya siap apa nggak? Tuhan nggak mungkin kasih berkat sama orang yang cupet pikirannya, pikirannya sempit. Bisnis apa, ko? Ah, saya mah neruskeun bisnis dari engkong-engkong saya. Bisnis apa? Engkong saya dulu tukang balon. Terus papa saya disuruh neruskeun perusahaannya, balon juga. Saya juga tukang balon. Anak saya juga sudah pintar niup balon, dan cucu saya sekarang lagi niup balon. Saudara akan jadi tukang balon terus.

Luaskan pandangan saudara. Ada haleluyah? Luaskan pandangan saudara. Saudara, saya yakin dari murid-murid saya akan ada yang dipakai lebih dari saya. Lebih dari hamba-hamba Tuhan yang pernah ada di Indonesia. Saya yakin, saya percaya. Tapi, visinya harus diluaskan.

Satu kali ada profesor. Dia menyelidiki satu kutu loncat. Itu kutu mau ditangkap, dia loncat, loncat. Akhirnya ketangkap juga. Sudah ditangkap masukin di kaleng mentega. Ditutup. Ditutup pake tutup dari plastik. Kalengnya bukan kaleng mentega begitu tapi bisa kelihatan dari luar. Dia lihat itu kutu loncat, nabrak-nabrak terus, terus nabrak. Tapi lama-lama loncatnya nggak nabrak lagi. Nggak nabrak lagi. Si profesor, dia buka, loncat aja di situ terus itu kutu teh. Didinya-didinya wae (di situ-situ aja).

Tahu nggak saudara, kutu loncat itu saudara. Tuhan mau saudara melompat setinggi-tingginya, sejauh-jauhnya, punya visi yang tinggi. Tapi iblis mau tutup. Maneh mah tukang balon (kamu itu tukang balon). Bapa saya tukang balon, saya tukang balon, anak saya tukang balon, cucu saya lagi tiup balon. Ada di hati saudara. Jangan saudara berkata, ya  saya mah ekonomi kecil-kecil saja. Tuhan kasih ekonomi kecil. Ah, saya mah kieu we (ah, saya sih gini aja). Begitu we. Tapi kalau visi saudara besar, cita-cita saudara besar. Hei hudang, bangun. Cita-cita saudara harus besar, harus tinggi. Sejauh mata memandang, itu akan diberikan oleh Tuhan.

Yang kedua, jalani. Heg prak, praktek. Jalani. Hai Yosua, seberangi sungai Yarden ini. Aduh Tuhan, banyak airnya. Seberangi, Aku nanti akan beserta. Begitu dia melangkah, syuuuut ... langsung berhenti. Jalani. Kalau saudara belum jalani, belum ikut Tuhan. Kalau Tuhan suruh A, jalani. Kalau Tuhan suruh B, jalani. Kalau Tuhan bilang jongkok, jongkok. Tuhan bilang berdiri, berdiri.

Dia bilang sama Abraham, berdiri kamu, jalani. Bahasa alkitabnya praktekkan, lakukan. Apa yang disuruh oleh Tuhan. kerjakan. Maria berkata sama pelayan-pelayan di Kana: Hei, apa saja yang disuruh oleh Dia, kerjakan. Apa saja yang Dia suruh, lakukan. Air menjadi anggur. Ada pendeta di Indonesia hanya bisa merubah air jadi aqua. Tapi saudara-saudara, Yesus merubah air menjadi anggur. Haleluyah. Jalani, praktekkan, lakukan.

Hai Naaman, sakitmu apa, Naaman? Aduh, aku ini kusta. Datang gadis dari Israel yang kebetulan diambil sebagai budak: Tuanku, di Israel ada satu nabi, Elisa namanya. Datang ke sana. Siapa tahu Tuhan nanti tolong sama jendral. Jenderal, aduh bintangnya juga bintang tujuh nomor 16.

Begitu sampai di rumah nabi Elisa: Bilang, aku Jenderal Naaman dari Syam datang, mau bertemu. Maunya Naaman, Elisa teh datang kehadapannya: Oh baginda, silakan. Silakan. Mau minum apa? Teh botol? Teh kosong? Silakan, mau minum apa? Maunya gitu. Ini mah acuh beibeh, nabi Elisa teh. Mau apa, katanya? Aku mau disembuhkan. Aku sakit, bilang sama dia. Dia mau sembuh dari sakit. Sakit apa? Kusta. Suruh masuk ke Sungai Yordan tujuh kali, sembuh pasti. Nggak keluar. Tuan, disuruh masuk ke Sungai Yordan tujuh kali. Marah.

Aku ini punya Abana dan Parpar, satu kolam renang yang indah. Apa kurang di sana? Sampai aku harus mandi di sungai yang kotor ini? Banyak orang kalau disuruh dibaptis. Dibaptis? Dibaptis? Diteuleumkeun (ditenggelamkan)? Ku si Yoyo? Embung (nggak mau). Naon diteuleumkeun (apa ditenggelamkan). Menghina. Dibaptis, nggak mau.

Tapi sudah pulang, tetap marah dia. Itu nabi gede hulu (besar kepala), bukan keluar, bukan nyambut, pintu bukan dibukakeun, nggak keluar. Masa disuruh mandi di sungai kotor. Tuan, nurut, kerjain. Dia pikir, bener juga ya. Masuklah dia ke Sungai Yordan. Sungai Yordan itu, saudara, kaya di Kali Cianjur lah.

Teuleum (masuk ke air). Satu kali. Dua, kabeusekan (tersedak), bau lumpur, bau tanah. Tiga. Awas siah Elisa, teu cageur urang (Awas ya Elisa, kalau saya nggak sembuh). Sudah enam kali, sudah mau hanjat (naik). Akhirnya dia masuk sekali lagi. Bagitu keluar dia, alkitab katakan kulitnya seperti kulit bayi. Yang putus-putus jadi sembuh. Kenpaa? Karena dia melakukan sampai tuntas.

Saudara mau lihat berkat? Rahasianya cuma satu. Gampang-gampang susah, susah-susah gampang. Nurut. Melakukan perintah Tuhan. Jalani. Kalau Tuhan bilang, belajar mengalah, jalani mengalah. Hormati orang tua. Jalani. Kasihi istri. Jalani. Hai istri, tunduklah kepada suami. Jalani.

Waktu saya di Bojonegoro, saya tidak pernah lupa. Bubar kebaktian saya mesti tabe, jemaat pada keluar. Di depan garasi saya tabe. Ada satu bapa, saya mau kasih cari persamaan di sini, nggak ada. Kurus. Kurus, kecil kurus, naik Yamaha bebek. Istrinya uah gemuk. Jadi kalau dilihat dari belakang nggak kelihatan suaminya. Tapi dia tetap tunduk sama suami. Dia pegang suaminya, saudara-saudara. Biar suami kita kurus kering tapi istri-istri harus tunduk kepada suami. Lakukan. Nanti berkatnya, nanti.

Hai karyawan-karyawati, tunduklah kepada majikanmu. Bukan hanya yang baik tetapi yang tidak baik juga belajar taat, belajar tunduk, jujur, lakukan. Saudara mau melakukan? Yesus bilang, orang yang mendengar firman Allah serta melakukannya, dia diumpamakan seperti orang yang membangun rumah di atas batu. Maka hujan deras turun, angin ribut dan Tsunami datang, tapi rumah itu tidak roboh sebab ada di atas batu karang. Ada haleluyah?

Tapi orang yang cuma tahu dengar saja tapi dia tidak pernah melakukannya, dia dianggap orang bodoh yang membangun rumah di atas pasir. Hujan kecil datang, angin sepoi-sepoi datang, bukan Tsunami yang datang tapi cunihin, jatuh juga, saudara, ini rumah. Karena apa? Karena tidak ada fondasi.

Kalau saudara mau melakukan firman Allah, maka saudara-saudara akan mendapatkan berkat yang saya tidak bisa katakan dengan mulut seperti apa. Karena berkat itu - kebaktian tadi pagi - tersembunyi, berkat yang tersembunyi, Tuhan sediakan kepada saudara. Sekarang seperti tersembunyi, nggak tahu di mana kang tauw itu, di mana berkat itu. Kita nggak tahu. Tapi kalau saudara melakukan firman Allah, nanti saudara lihat Tuhan memberi apa yang saudara tidak pernah bayangkan sebelumnya.

Apa kata I Korintus, mata tidak melihat, telinga tidak mendengar, tidak pernah timbul dalam hati, itu yang diberikan oleh Tuhan kepada orang yang mengasihi Dia.

Yang pertama apa? Visi. Yang kedua? Melakukan, jalani. Yang ketiga, dalam ayat 18,

13:18 Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron,

Saudara lihat ke depan. Lot pindah ke Sodom, sebelum dirusak. Abraham juga pindah ke Hebron. Hebron artinya persekutuan. Di sana dia bikin mezbah. Langkah yang ketiga dalam hubungannya dengan cerita ini, Abram membuat mezbah. Hidup doanya bersekutu dengan Tuhan. Dalam kebaktian tadi pagi, saya katakan, banyak orang termasuk kita sekalian, belum kenal siapa Tuhan - bagaimana kapasitasnya Dia, bagaimana luar biasanya Dia? Tapi seluruh dunia mengakui bahwa Tsunami kemarin itu adalah karya Tuhan. Demonstratif dari Tuhan seperti itu. Dia bisa bikin di mana saja. Dia bisa bikin di Amerika Selatan, Dia bisa bikin di mana saja Dia mau. Kedahsyatan Tuhan.

Coba sekarang kedahsyatan Tsunami, kita rubah dengan kedahsyatan Tuhan dalam memberi berkat. Itu ayat tidak sempat kamu simpan, saya yakin seyakin-yakinnya, berkat akan dicurahkan yang tidak sempat kamu simpan. Saking banyaknya berkat. Sekarang, seluruh dunia berkat mengalir ke Aceh, tapi karena Tsunami. Kalau Tuhan memberkati umat-Nya, nggak usah pakai Tsunami. Tuhan juga bisa mengirimkan berkat kepada rumah tangga keluarga saudara. Ada haleluyah? Yang harus di jaga langkah ketiga ini, hubungan dengan Tuhan, doa, yaitu mezbah doa. Dia membuat mezbah di situ bagi Tuhan.

Jadi kalau doa itu bukan buat kita sebetulnya. Doa itu untuk Tuhan. Jadi pada waktu saudara berdoa, itu bukan untuk saudara sebetulnya. Tapi doa itu, mezbah itu, untuk Tuhan berkomunikasi dengan kita. Saudara mungkin tidak pernah memikir, merenung, bahwa saya harus khotbah satu bulan kurang lebih 60 kali. Satu orang di Semarang sudah beli ratusan kaset khotbah saya. Dia bilang, pak, saya bingung bapa khotbah tidak ada yang sama. Mirip ada tapi tidak sama. Setiap khotbah lain. Bagaimana itu, pak? Dan saya lihat, bapak khotbah tidak pakai catatan. Kenapa? Saya berkomunikasi dengan Tuhan. Boleh orang tidak mau telepon saya, orang tidak mau berkomunikasi dengan saya, saya tidak pusing. Tapi saya tidak mau tidak berkomunikasi dengan Tuhan. Selalu ada hubungan.

Ada mezbah di hati saya. Apinya tidak boleh padam. Karena mezbah itu bukan untuk saya, untuk Tuhan. Orang potong korban di atas mezbah bukan untuk dia tapi untuk Tuhan. Berbau harum. Maka kalau kita nyanyi, kita nyanyi tuh bukan untuk yang pimpin pujian, kita nyanyi untuk Tuhan. Kita main musik untuk Tuhan. Kita berdoa, semuanya untuk Tuhan. Segala sesuatu untuk Tuhan.

Jaga hubungan dengan Tuhan. Mezbah, mezbah dupa, mezbah doa. Pantas Abraham diberkati luar biasa. Pantas orang percaya disebut keturunan Abraham. Karena apa? Hubungannya tidak putus dari Tuhan. Apa Abraham tidak ada salah? Ada salah sebagai manusia. Apa Henokh tidak ada salah? Ada salah sebagai manusia. Dia punya istri, punya anak. Tapi kalau sudah Tuhan sayang, diangkat hidup-hidup ke surga. Henokh tempatnya bukan disini, ada di surga.

Saudara-saudara, biar kita di Cianjur, kalau Tuhan sudah sayang, Tuhan akan memberkati saudara. Tuhan akan menolong saudara, memberkati dengan berkat yang mulut kita akan terkunci. Kok bisa begini ya, Tuhan; kok, begitu baik Tuhan kepada saya? Jangan tidak percaya!

Nah, itu sebabnya saya katakan, hidup seseorang tidak bisa melebihi doanya. Kerohanian seseorang tidak bisa melebihi doanya. Dan saya inginkan sebetulnya, semua yang melayani, pemimpin pujian, hari sabtu sebelumnya harus diserahkan itu acara. Saya mau besok mau pimpin pujian, saya besok mau singer, Tuhan. Urapilah saya, jadikan  saya berkat. Nanti saudara pasti jadi berkat. Doa, berhubungan, mezbah, Hebron, persekutuan.

Saya mau ajak, menutup dengan ayat ini. Kita buka Kejadian 26. Dalam Kejadian pasal 26, di sana saudara-saudara, ada seorang yang bernama Ishak. Dia mulai dengan ayatnya yang ke-12,

26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.
26:13 Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.
26:14 Ia mempunyai kumpulan kambing domba dan lembu sapi serta banyak anak buah, sehingga orang Filistin itu cemburu kepadanya.
26:15 Segala sumur, yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, oleh hamba-hamba ayahnya itu, telah ditutup oleh orang Filistin dan ditimbun dengan tanah.
26:16 Lalu kata Abimelekh kepada Ishak: "Pergilah dari tengah-tengah kami sebab engkau telah menjadi jauh lebih berkuasa dari pada kami."
26:17 Jadi pergilah Ishak dari situ dan berkemahlah ia di lembah Gerar, dan ia menetap di situ.
26:18 Kemudian Ishak menggali kembali sumur-sumur yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, dan yang telah ditutup oleh orang Filistin sesudah Abraham mati; disebutkannyalah nama sumur-sumur itu menurut nama-nama yang telah diberikan oleh ayahnya.
26:19 Ketika hamba-hamba Ishak menggali di lembah itu, mereka mendapati di situ mata air yang berbual-bual airnya.
26:20 Lalu bertengkarlah para gembala Gerar dengan para gembala Ishak. Kata mereka: "Air ini kepunyaan kami." Dan Ishak menamai sumur itu Esek, karena mereka bertengkar dengan dia di sana.
26:21 Kemudian mereka menggali sumur lain, dan mereka bertengkar juga tentang itu. Maka Ishak menamai sumur itu Sitna.
26:22 Ia pindah dari situ dan menggali sumur yang lain lagi, tetapi tentang sumur ini mereka tidak bertengkar. Sumur ini dinamainya Rehobot, dan ia berkata: "Sekarang TUHAN telah memberikan kelonggaran kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini."
26:23 Dari situ ia pergi ke Bersyeba.
26:24 Lalu pada malam itu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Akulah Allah ayahmu Abraham; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan memberkati engkau dan membuat banyak keturunanmu karena Abraham, hamba-Ku itu."
26:25 Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ.

Selalu dia bikin kemah di dekat mezbah. Kemah di dekat mezbah. Menurut II Korintus 5, badan kita ini seperti kemah. Kemah ini harus dekat mezbah doa. Ada haleluyah? Nggak Abraham, nggak Ishak, begitu dapat berkat, nggak Abraham, nggak Ishak, nggak bapa, nggak anak, mengalah. Baru dapat sumur, diambil orang ... mengalah. Baru dapat langganan, diambil orang. Mengalah. Tuhan lihat, dikasih Rehobot.

Apa artinya Rehobot? Tanah yang luas, tanah yang lapang. Haleluyah. Kalau gang sempit diambil, jalan yang buntu diambil, Tuhan ganti dengan tanah yang luas. Kalau bisnis saudara kecil, langganan saudara diambil orang, jangan kecil hati ... Tuhan kasih langganan yang lebih besar, Tuhan kasih berkat yang lebih besar.

Malam hari ini, tiga nasehat firman Allah jangan kita lupa: Visi, jalani, dan mezbah doa. Kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Minggu,  30 Januari 2005

JANGAN MURTAD

Haleluyah. Mari kita masuk dalam firman Tuhan. Kita buka Injil Lukas pasal 17, ayatnya pendek, terdiri dari empat kata, tetapi sangat berarti bagi kita. Lukas 17:32, kita baca bersama-sama,

17:32 Ingatlah akan isteri Lot!

Menurut II Korintus 5:17, seorang yang di dalam Kristus adalah satu kejadian yang baru; yang lama sudah berlalu, yang baru sudah terbit. Ada haleluyah? Tetapi setelah kita menjadi yang baru ini, masuklah kita dalam satu proses pengiringan kita kepada Tuhan. Di dalam waktu kita mengiring kepada Kristus itu, ada banyak godaan, ada banyak tantangan. Tidak sedikit, saudara-saudara, orang yang berpaling dari Kristus. Sudah diselamatkan, sudah penuh dengan Roh Kudus, sudah dibaptis, sudah jadi kristen. KTP agama kristen, tetapi berpaling dari Kristus. Menengok ke belakang dan akhirnya mereka menjadi binasa.

Sore hari ini kita akan mendengar khotbah mengenai beberapa orang yang berpaling ke belakang. Apa yang menyebabkan mereka berpaling ke belakang? Nanti kita akan lihat dan terapkan dalam hidup kita masing-masing.

Cerita-cerita dari Aceh sangat menghibur kita: Bagaimana orang-orang mulai percaya kepada Yesus, bagaimana ladang yang tertutup sekarang sudah terbuka. Jadi yang saya dengar, yang saya dapat melalui sms, diyakinkan dengan kesaksian tadi - bahwa memang itu yang terjadi! Memang itu yang ada, terjadi di sana.

Tetapi ketika kita senang dengan jiwa-jiwa baru, dengan menginjil keluar, janganlah kita lupa ada banyak juga orang kristen, seperti tadi disaksikan - tidak lagi berjalan bersama dengan Tuhan, tidak lagi iring kepada Tuhan dengan setia. Berpaling dari Yesus.

Maka saudara-saudara, sejak tadi pagi saya mandi, saya menangis ... karena saya mengingat kasih Tuhan. Dan saya hanya mohon, Tuhan, sampaikan saya ke tempat yang terakhir, jalan yang terakhir dengan setia.

Sebab yang pertama orang berpaling adalah seperti istri Lot - karena kekayaan! Dia sudah keluar dari Sodom dan Gomora, dia sudah keluar dari Sodom Gomora. Tetapi saudara-saudaraku, Sodom Gomora belum keluar dari hatinya! Sudah diwanti-wanti, jangan nengok ke belakang. Tetapi dia menengok ke belakang. Kenapa? Karena ingat hartanya. Karena ingat kekayaannya.

Ingat saudara, Lot itu memilih Sodom Gomora, berpisah dari Abraham karena kesuburan tanahnya. Jadi mengingat masa jaya, mengingat harta benda, mengingat, dia menengok ke belakang karena kekayaannya. Salah satu ayat di dalam Matius 13:22, Yesus berkata: tipu daya kekayaan membantutkan firman Tuhan. Yaitu benih yang jatuh pada belukar dibantutkan, dicekik, tercekik oleh tipu daya kekayaan, kekuatiran dan tipu daya kekayaan.

Berapa banyak anak Tuhan, yang waktu lagi susah setianya luar biasa, sampai berani bersaksi. Kalau saya dapat anak ini, kalau saya dapat anak ini, kalau saya dapat ini, saya mau kebaktian minggu, kebaktian rabu. Sekarang saudara, boro-boro minggu rabu, sudah berminggu-minggu, sudah berrabu-rabu, tidak ada lagi. Kenapa? Berkat sedang besar, toko sedang laku. Ini golongan istri Lot, yang menengok ke belakang karena kekayaan. Melihat ke belakang karena kekayaan.

Yang kedua, di dalam kitab Rut pasal 1:14-16. Ada dua menantu dari Naomi, yaitu Rut dan Orpa. Mereka ini orang Moabi. Ketika Naomi pulang ke Betlehem, dua menantu ini nangis-nangis, mau ikut terus, mau ikut sama Naomi. Naomi bilang, sudah pulanglah, pulang, karena aku tidak punya anak lelaki lagi. Kalaupun aku kawin sekarang, aku tidak punya anak lelaki untuk jadi suamimu. Kamu pulang saja. Dituliskan dalam kitab itu, Orpa kembali ke Moab. Karena apa? Karena keluarga.

Yesus berkata, barangsiapa yang meninggalkan ayah, ibu, anak, saudara laki-laki, saudara perempuan, karena Injil, karena Aku - akan mendapatkan 100 kali ganda di dunia ini. Walaupun dengan percobaan. Itu Tuhan punya janji. Tetapi Orpa, arti dari Orpa ini lucu sekali, artinya leher. Jadi Orpa ini menengok ke belakang, kembali ke Moab, karena keluarga.

Berapa banyak orang kristen mundur kembali dari Kristus karena keluarga? Ada yang meninggalkan Tuhan di Jakarta karena keluarganya ngomong begini: Kalau kamu terus kristen, kamu nggak dapat warisan. Kalau kamu kristen, kami tidak aku anak lagi. Saudara-saudara, saudara Zaka Tumbelaka, dia pergi ke Sulawesi Utara karena kehidupannya terancam. Dia berani meninggalkan semuanya karena Kristus. Dan saya yakin, Kristus akan memberi semuanya untuk dia ... menggantikan kedudukan yang dia sudah  tinggalkan.

Dan apa saudara, yang menyebabkan Orpa menengok? Itu karena keluarga, faktor keluarga. Banyak hal karena keluarga. Salah satu alasan orang yang diundang oleh raja, tidak mau datang, kami baru kawin. Keluarga. Soal keluarga menjadi alasan. Saya selalu ingat yang di Cibeber itu. Banyak yang setia sampai sekarang. Luar biasa. Tapi ada engkong yang belum meninggal. Engkong ini pelihara meja abu. Luar biasa, 98 tahun masih bisa dengar khotbah. Dia dengar khotbah, tapi waktu itu engkongnya bilang, tidak ada yang bisa boleh dibaptis karena masih ada meja abu. Maka beberapa saudara itu, yang bersaudara itu - Tante Evi, semua - tidak berani dibaptis karena engkong bilang jangan. Takut. Mau dibaptis, ... sudah penuh Roh Kudus, tinggal dibaptis, nggak berani. Tunggu engkong mati.

Apa yang terjadi? Mujizat terjadi, saudaraku. Dikirimlah pendeta dari Jepang, namanya Akai. Saudara ingat ya pendeta Akai. Dia orang Manado, tapi nama pendek kaya Jepang. Akai ini dia bawa ini bapa. Nggak tahu bagaimana, Tuhan itu bisa pakai semua orang. Oom Yan sudah khotbah, nggak bertobat. Awondatu sudah khotbah, nggak bertobat. Tapi Akai berkhotbah, langsung dia minta dibaptis. Dan meja abu langsung disuruh dibuang. Dialah yang dulu dibaptis. Sehingga anak cucunya semua - lebih kurang sampai 30 orang itu - semua menerima baptisan. Saudara, kadang-kadang keluarga jadi alasan.

Satu anak raja di India, dia menerima Kristus sebagai Juru Selamat. Lalu diancam oleh keluarganya. Diancam mau dibunuh. Raja merasa malu karena dia tokoh agama hindu. Anak ini mau dibunuh, dikejar-kejar. Tetapi dia tidak mau mundur lagi. Dialah yang menciptakan lagu Mengikut Yesus keputusanku ... Mengikut Yesus keputusanku ... Mengikut Yesus keputusanku - dua kata yang terakhir itu yang penting - Ku tak ingkar ... Ku tak ingkar! Salib di depan dunia di belakang ... Salib di depan dunia di belakang. Saya kebetulan di komputer saya ada lagunya komplit. Sampai saya waktu baca itu juga, saya merasa terharu karena kata-katanya itu semua puitis. Lagu ini, saudara, delapan bait, dia yang ciptakan Salib di depan dunia di belakang ... Ku tak ingkar, Ku tak ingkar.

Rasul Paulus memberikan satu, saudara-saudara, warning di dalam II Tesalonika  

2:1 Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara,
2:2 supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.
2:3 Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad

Orang murtad ini asalnya di jalan yang benar tapi dia berpaling. Seperti Yudas. Dia murtad, dia tidak lagi percaya kepada Tuhan. Jadi sebelum antikris datang, orang kristen murtad dulu akan diperlihatkan. Apa saudara mau tinggalkan Yesus hanya karena tidak ada harta? Apa kita mau tinggalkan Yesus karena kita tidak diakui keluarga? Yesus terlalu berharga untuk ditukarkan dengan apa saja.

Saudara-saudara, saya ingin katakan bahwa murtad itu harus ada. Saya pernah bertanya di sekolah alkitab kepada guru, Gideon Sutrisno. Saya waktu itu masih kelas satu. Saya bertanya dengan air mata. Dia tahu bahwa saya bertanya bukan untuk mencobai. Saya bertanya karena saya ingin tahu. Karena dikatakan, kalau saya ditentukan tidak terpilih, bagaimana saya? Kalau saya ditentukan jadi pengikut antikris, buat apa saya di sekolah alkitab? Guru saya tidak bisa jawab. Hanya dia berdoa: Kiranya Tuhan membukakan rahasia, kiranya Tuhan membukakan pengertian.

Banyak pertanyaan sama saya. Masuk kelas dua, baru guru saya oom Brodland, dia jawab: Tuhan tidak seperti kita. Kalau kita lihat ke belakang, sejarah; kalau Tuhan ke belakang ke depan, Dia bisa lihat sana. Jadi waktu Yudas itu memang dinubuatkan karena Dia sudah lihat ke depan dulu, Yudas itu akan menghianati Yesus. Jadi ada nubuat dari Daud. Tapi memang Allah sanggup melihat sampai kekekalan. Baru saya mengerti.

Saudara-saudara, apa salib masih tetap di depan? Apa kita sudah ada roh murtad mau mundur dari Tuhan? Tidak mau iring lagi? Saya akan memberi contoh yang ketiga. II Timotius pasal 4. Alasan yang ketiga, orang murtad dari Tuhan. II Timotius

4:9 Berusahalah supaya segera datang kepadaku,
4:10 karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku.

Demas itu asistennya Paulus. Dia yang bawa semua tas-tas, semua selimut, apa bajunya Paulus, dia Demas. Tapi dia meninggalkan Paulus karena mencintai dunia ini.

Ada orang meninggalkan Tuhan karena mencintai dunianya. Kalau saudara dagang, perdagangan adalah dunia saudara. Kalau saudara seorang olahragawan, olahraga adalah dunia saudara. Seorang ahli hukum, hukum adalah dunianya. Dia berkecimpung di sana. Kalau seseorang menyanyi, maka seni suara adalah dunianya. Seorang penyair, maka puisi adalah dunianya. Hati-hati, lho - jangan sampai kita mencintai dunia kita lebih dari pada Kristus! Sejarah gereja mengatakan Demas menjadi kepala dari satu rumah berhala, akhirnya.

Masa Tuhan Yesus yang besar itu ditukarkan dengan kedudukan rumah berhala? Masa Tuhan yang hidup ditukarkan dengan sesuatu yang mati? Maka saudara-saudaraku, janganlah kita murtad, jangan kita mundur. Istri Lot karena kekayaan. Orpa karena keluarga. Demas karena "dunia" ini. Kalau saya pemusik, musik ini dunia saya. Tapi saya tidak boleh cinta musik lebih dari Yesus. Saya pendeta, kependetaan adalah dunia saya. Tapi saya tidak boleh mencintai organisasi kependetaan gereja lebih dari Yesus. Kita akan jadi murtad nanti.

Saudara-saudaraku, mari kita hati-hati. Jaga. Jaga langkah kita supaya kita tahu dimana kita berpijak. Ibrani pasalnya yang ke 6, di sana kita membaca warning dari pada Tuhan, juga dari Rasul Paulus. Ayatnya yang ke 4,

6:4 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya - Tentu oleh firman Tuhan -, yang pernah mengecap karunia sorgawi -Tentu hal-hal yang rohani -, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus - kepenuhan dengan Roh Kudus -,
6:5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah - kita tahu firman - dan karunia-karunia dunia yang akan datang - Disebutkan di sini dunia yang akan datang. Dalam bahasa Inggris, the powers of the age to come, zaman yang akan datang, yaitu kuasa kerajaan Tuhan. Ayat ke 6,
6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.
6:7 Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah;
6:8 tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.

Ini surat Ibrani bukan untuk orang di luar Kristus, ini untuk orang dalam. Kalau kesebelasan PSSI menyerang, menyerang, nyerang terus ke depan, bobol gawang. Jangan menginjil, menginjil, menginjil, menginjil tapi di belakang ini bobol. Maka saya katakan, kita harus senang dengan ribuan jiwa yang bertobat. Tapi kita jangan sampai  yang sudah bertobat ini keseleo lagi, meluncur lagi keluar. Itulah yang disebut firman Allah, murtad. Di dalam Ibrani 10, di sana kita membaca satu ayat, yaitu ayat 26,

10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
10:27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

Saudara-saudara, ikut Yesus tidak main-main. Ikut Yesus tidak bisa, saudara-saudaraku, pakai trial and error. Jatuh bangun, jatuh bangun, jatuh bangun, jatuh bangun - nggak bisa. Coba anak saudara dari bayi, kerjanya jatuh bangun, jatuh bangun, jatuh bangun - saudara nggak akan izinkan dia jalan. Saudara nggak akan mungkin izinkan dia sekolah jalan. Nggak bisa. Dia jatuh bangun terus.

Demikian banyak orang kristen kemajuannya tidak bisa maju, karena dia jatuh bangun. Urusannya urusan jatuh bangun. Maka hati-hati langkah. Hati-hati. Jangan sampai kita berhenti di tengah jalan lalu murtad.

Saya mau kasih ilustrasi hidup. Waktu kami naik ke Gunung Sinai, saya dua kali naik ke sana. Dua kali, dua kalinya pengalaman hampir sama. Saya naik 4.400 tangga, istilahnya. Saya kira tangga terus. Nggak tahunya 4.400 tangga itu, naik terus kira-kira dua meter, tiga meter naik, terus. Itu 3.700 step boleh naik unta, boleh jalan, kalau tidak kuat.

Kita mulai jalan jam dua pagi, dibangunkan. Jalan empat jam. Begitu sampai kepada step yang ke 3.700, unta tidak bisa dipakai lagi. Karena stepnya naik, naik, naik, dan saya hilang nafas. Bapak David ini yang ikut sama saya, dia nyender di gunung; dia bilang: ko Yoyo, saya tidak bisa terus. Saya mau balik ke bawah, saya nggak kuat. Saya temenin, ... karena saya juga cape. Pelan-pelan aja dah. Setelah mulai kuat jalan lagi, naik lagi. Karena naik-naiknya begini, tangga terus begini. Kedua kali lagi, sudah 40 step, aduh, sudah saya berhenti di sini. Jantung saya sudah nggak enak. Jantung saya nggak enak. Saya nggak bawa obat. Sudah, saya nggak bisa. Saya mau istirahat. Saya mau turun saja.

Nah, di kiri kanan itu ada warung-warung. Tapi saya lihat ada satu wanita Italia. Badannya gemuk. Gemuk. Tapi kenapa dia kuat? 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dia berhenti. Saya ikutin dah. Ayo pak David, tujuh step, tujuh step. 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7,  berhenti. Karena si Itali juga berhenti, pantatnya di depan saya. Saya nafas-nafas. Dia pakai celana hijau. Gemuknya luar biasa. 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, eh naik lagi, tujuh langkah-tujuh langkah.

Sampai akhirnya kami lihat, sampai di atas, kami menangis. Kenapa saudara? Karena cahaya itu, cahaya matahari itu, aduh, lihat gunung baru matahari terbit, itu kita sampai menangis. Tapi begitu sampai di atas, segala kelelahan itu hilang. Lupa semua.

Saudara, kita ikut Yesus seperti naik gunung. Akan ada banyak tempat-tempat istirahat di kiri kanan, menawarkan duduk. Akan ada banyak orang menawarkan, sudah tidak usah terus, mundur saja, cape kamu nggak kuat. Tetapi saya ingin pesan kepada saudara: Jalan terus! Dua kali saya juga mau berhenti. Tapi jalan teruslah, saudara. Saya mau pakai istilah sunda. Di sini banyak siswa siswi dari banyak daerah lain, mungkin kurang bisa mengerti. Tapi saya ingin terangkan.

Ada istilah bahasa Sunda itu, ngeureuyeuh. Ngeureuyeuh itu nggak ada bahasa Indonesianya. Apalagi bahasa Inggrisnya, nggak ada. Bahasa rohnya juga nggak ada. Ngeureuyeuh. Tapi saya bisa terangkan. Ngeureuyeuh itu ... biar pelan tapi tetap maju. Pelan tapi tetap maju. Dari pada cepat, berhenti, balik lagi.

Dulu saya suka cukur, itu di kang Oci, di sana. Mama bilang, naik beca. Ya, naik beca. Panas entrang-entrangan, naik beca. Tukang beca bisa langsung jalan Sindanglaya, terus. Tapi dia tidak mau melalui jalan ini. Dia pakai jalan Rancabali. Dan dia tidak turun dari beca. Ku naon make muter ka dieu, mang (Kenapa pakai mutar ke sini, pak)? Di dieu mah bisa ngeureuyeuh. Nggak turun dari beca. Pelan. Tapi bisa ngeureuyeuh.

Saudara-saudara, saudara mungkin nggak hebat kaya orang lain, nggak spektakular seperti orang lain, tapi coba ngeureuyeuh. Saudara, mungkin pengetahuan saudara tidak sedalam orang lain. Nggak penting. Asal tetap maju.

Satu pendeta di Amerika, dia mengadakan olahraga bagi jemaatnya. Jemaatnya ada 3.000 orang. Pada satu hari istimewa, dia adakan olahraga. Lari. Siapa yang sampai paling dulu dapat piala. Saudara, piala tidak dikasih kepada yang sampai duluan. Justru piala diberikan kepada yang sampai terakhir. Karena seorang wanita yang pian sui (badan mati sebelah), jalannya pincang, tapi dia ingin ikut olahraga. Ketika ditawarkan naik mobil, nggak, saya mau sampai di finish. Dia pincang karena bekas pian sui. Dan orang rangkul sama dia, orang menangis. Pendetanya peluk sama dia, satu ibu. Dia pincang, dia nggak normal, dia cacat, tapi sampai di finish. Dari pada ada yang muda, ikut lari. Baru satu kilometer, sudah nggak kuat, naik mobil.

Biar saudara pelan, biar orang lain bilang kita bodoh, biar orang lain bilang kita nggak becus - nggak apa-apa! Ngeureuyeuh, ... sampai kita di garis finish. Sampai kita di garis finish!

Ada satu lagu pantekosta lama Ku rindu ke surga ... Tempat s'nang yang kekal ... Ketemu kekasih ... Hati s'nang suka selamanya ... Ku rindu ke sana ... Tempat s'nang yang kekal ... Ketemu kekasih.  Saudara, saya tidak ambisi, saya ingin sampai di garis finish dengan selamat. Saya tidak mau murtad, saya tidak mau setengah jalan. Sangat menyedihkan orang yang setengah jalan. Yang ikut Yesus hanya gara-gara uang, gara-gara keluarga, gara-gara kedudukan, harus berpaling dari Kristus. Saudara, biar kita susah, biar kita banyak problem, banyak percobaan ... tapi jangan tinggalkan Yesus.

Biar kita jadi keledainya Tuhan, jauh lebih baik dari pada kita jadi pujangganya iblis. Kita lebih baik, saudara-saudara, bersama dengan Kristus. Ketemu kekasih jiwa kita, Tuhan Yesus sampai di garis finish. Saudara mau? Saya mau baca satu ayat terakhir. Setelah ini kita masuk dalam perjamuan kudus. II Petrus pasal

2:20 Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.
2:21 Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.
2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

Saya minta izin lagi. Boleh saya tambah? II Korintus pasal 12, kita akan membaca apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus.

12:20 Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.
12:21 Aku kuatir, bahwa apabila aku datang lagi, Allahku akan merendahkan aku di depan kamu, dan bahwa aku akan berdukacita terhadap banyak orang yang di masa yang lampau berbuat dosa dan belum lagi bertobat dari kecemaran, percabulan dan ketidaksopanan yang mereka lakukan.

Ini yang ada di hati Paulus. Dulu kamu belum bertobat. Jangan sampai sekarang aku datang kamu belum bertobat. Tiba-tiba ada kepahitan, iri hati, perselisihan, kebencian, dendam. Bahkan dosanya dengan jelas dituliskan percabulan, kecemaran, ketidaksopanan yang mereka lakukan.

Kita ini orang kristen, pengikut Kristus. Kalau orang Amerika disebut American - ada an nya di belakang. Orang Italia, Italian. Orang Singapur, Singaporean. Orang Malaysia, Malaysian. Pengikut Kristus, christian, jadi kristen. Apa artinya christian? Kristus di dalam kita - orang-orang yang di dalamnya itu ada Kristus.

Di hadapan kita ada perjamuan kudus. Jangan ambil perjamuan kudus dengan hati masih benci sama orang, dengan dendam, berselisih, dengan kepahitan, dengan kemarahan. Kita bersihkan dulu itu semua. Rasa sakit hati, rasa dendam, rasa marah, rasa tidak enak, itu minta Tuhan basuh. Supaya saudara-saudara berlayak menerima perjamuan kudus. Silakan bapak Samuel Rahmat akan melayani perjamuan kudus.  

-- o -- 

Minggu, 06 Februari 2005

EUODIA, SINTIKHE, dan SUNSUGOS

Selamat sore, selamat bertemu berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Pada sore hari ini saya ingin berbicara mengenai Filipi

4:1 Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!
4:2 Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan.
4:3 Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.

Di dalam ayat pertama itu adalah isi hati dari rasul Paulus. Bahkan saya berani katakan itu isi hati kebanyakan gembala-gembala jemaat.

4:1. Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi.

Kata saudara dipakai kata adelphos, yang lahir dari rahim yang sama. Itu saudara. Kita sudah datang dari berbagai-bagai background. Orang Tionghoa saja ada banyak suku: ada Khe, ada Hokkian, ada Tio Ciu, ada banyak lagi lain. Indonesia saja ada Batak, ada Manado, ada Jawa, ada Sunda. Kebetulan kita hidup ditaruh sama Tuhan di daerah Priangan, daerah tempat orang-orang Sunda. Suku terbesar di dunia adalah orang Sunda. Ada sekitar 45 juta orang Sunda, suku terbesar lho di dunia, saudara. Saya yakin kita ditaruh di sini untuk menjadi berkat bagi orang Sunda, ada haleluyah saudara?

Tetapi ketika kita sudah menerima Yesus, dilahirkan oleh injil - Sundanya hilang, Jawanya hilang, Manadonya hilang, Ambonnya hilang, Cungkuorennya hilang, Meikuorennya hilang, semuanya sudah hilang - kita menjadi saudara, adelphos ... saudara di dalam Tuhan!

Jadi saudara tidak boleh jengah, saudara tidak boleh malu, saudara tidak boleh kagok di antara saudara-saudara dengan sesama jemaat. Mereka tidak lebih tinggi mereka tidak lebih rendah dari kita. Di dalam Kristus, kita adalah saudara, ada haleluyah?

Kita adalah adelphos atau saudara yang dilahirkan dari rahim yang sama. Rasul Paulus pernah bersedih kepada orang Galatia, aku ingin apakah aku harus melahirkan kamu kembali dengan susah payah. Jadi kita dilahirkan oleh injil Tuhan. Ketika kita percaya kepada Yesus, merk gereja hilang: Tidak ada katolik, tidak ada protestan, tidak ada pantekosta, tidak ada Bethel, tidak ada GBI Mawar Sharon ... semuanya sudah tidak ada lagi, yang ada hanyalah saudara di dalam Tuhan. Amin?

Tetapi di sana dikatakan isi hati Paulus, yang kukasihi, agapetos. Saudara ada dua macam: ada saudara biasa tapi ada saudara yang kukasihi, agapetos. Dari mimbar ini saya ingin meyakinkan saudara, tidak ada satu jemaatpun yang tidak dikasihi oleh saya sebagai gembala sidang; tidak ada satu jemaatpun yang saya abaikan. Dan ini ada hubungan dengan yang ketiga, yaitu yang kurindukan, epipotetos. Bukan hanya dikasihi tetapi dirindukan. Kalau saudara mau lihat pendeta saudara umur panjang, rajin aja ke gereja, pendeta saudara itu umur panjang. Karena dia itu merindukan jemaat. Gembala harus merindukan jemaat. Sebelum kita merindukan jemaat baru jiwa baru, kita harus merindukan yang ada di sini. Jangan mengharapkan guntur di langit air di tempayan ditumpahkan. Tunggu dulu sampai hujan besar kalau memang mau ditumpahkan.

Tapi yang kurindukan. Saya itu kalau lihat muka saudara cuman di dalam doa kelihatan kebayang. Kadang-kadang mimpi. Tapi kalau saudara datang, saya memang merindukan sama jemaat. Dulu ada keluarga Dema, bapak Kaidema, di sini istrinya ada. Dia dari Gereja Pasundan tapi dia mau pindah sama gereja pantekosta. Sampai saya didatangi tentara bawa pistol: Ini jemaat kenapa pindah? Tanya aja sama dia, dia juga tentara.

Tetapi waktu dia datang sama saya, setelah dia kita terima sebagai jemaat, satu hari minggu dia bawa bungkusan. Pendeta kalau sudah lihat jemaat bawa bungkusan, senang sekali. Apalagi tahun baru imlek ini. Tetapi yang dia bawa bukan kue keranjang tapi jimat. Ini jimat-jimat saya, sambil menangis. Ini gereja mau dibangun waktu itu sebelah sini. Ini jimat. Kita bakar bersama-sama. Satu keluarga terima Yesus, satu keluarga. Dia bukan lagi orang Timor. Begitu sudah terima Yesus saudara, istrinya dipenuhkan Roh Kudus, anak-anak-Nya terima baptisan air, berhasil di dalam bisnis dan sebagainya, aduh hati saya merasa senang.     

Sebelum saudara merindu Tuhan Yesus, saudara musti merindu kepada sesama jemaat, saudara musti ingin bercengkerama di gereja, saudara musti suka bertemu dengan sesama jemaat. Yang kurindukan.

Sukacitaku. Chara. Yang bikin menangis gembala ya jemaat tapi yang bikin gembala ketawa, itu jemaat juga. Tapi Paulus berkata: hei orang Filipi, kamu itu sukacitaku, kesayanganku, sukacitaku, kebanggaanku. Chara, itu sukacita yang kalau dia ngomong musti sambil melompat.   

Mahkotaku, stefanos. Mahkota itu di atas kepala, saudara. Satu gembala sidang itu kepalanya penuh dengan nama jemaat. Dia tidak bisa bezuk karena waktunya terbatas, ratusan orang puluhan rumah, sekali-kali bisa. Tapi saya bezuk melalui doa. Saya doakan hari per hari tiap hari. Tuhan jemaat ini saya tidak tahu namanya lupa namanya karena saya sudah pelupa tapi mukanya saya tidak lupa. Tolong Tuhan, berkati dia. Di mana dia tidak tahu tapi Tuhan tolong.

Waktu saya di Pematang Siantar ada satu orang Tionghoa. Dia dari Bandung. Dia punya ibu orang Batak tapi ayahnya Tionghoa. Ibunya di sana jualan lotek. Di Kisaran saya makan selalu sama ibu itu. Ada satu anaknya datang dari Bandung: Oom, oom tidak kenal saya tapi saya kenal oom. Oom ada dalam daftar saya punya doa tiap pagi. Tiap pagi dia berdoa untuk 300 pendeta. Namanya didoakan. 300. Salah satunya nama saya. Betapa senangnya saya, betapa berbahagianya saya. Saya ada di kepala dia, mahkotanya dia.

Dan sekarang dalam surat Filipi, jemaat ada disebut mahkotaku. Kebanggaan. Kebanggaan seorang hamba Tuhan bukan punya mobil, kebanggaan seorang hamba Tuhan bukan punya motor, bukan punya sekolah alkitab, bukan punya gereja yang megah - tidak! Kebanggaan hamba Tuhan adalah kalau dia punya jiwa-jiwa, dia punya jemaat. Dia bisa menangkan jiwa-jiwa kepada Tuhan.

Dan dikatakan, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan. Steko. Teguh.

Pendeta Lie Tjun Yung, mertuanya bapak Kuo Siung, itu dari Situbondo, dia hamba Tuhan GPdI. Bicara juga masih pelo, sampai dia meninggal. Dia cerita bahwa di Tiongkok, orang-orang yang latihan silat 10 tahun cuma melatih kuda-kuda. 10 tahun. Pantas kalau lihat kebetulan di televisi ada cerita Shaolin, mereka harus pikul air naik tangga turun tangga. Kalau hari minggu ini 10 pikul, minggu depannya harus sudah 12 pikul. Terus naik. Supaya kuda-kudanya kuat. Teguh.  

Demikian juga dalam Tuhan. Itu bedanya orang belajar silat di Cungkuo sama di Indonesia. Di Indonesia mah masuk saja perguruan silat hari ini, besok sudah berkelahi. Kalau di sana tidak. 10 tahun kuda-kuda saja, kuda-kuda terus.

Demikian juga anak Tuhan bisa dilihat kekristenannya dari kuda-kuda, dari kekokohan keteguhan dia di dalam Tuhan. Yusuf Roni pernah ngomong begini: Ranting boleh bergoyang tapi akar tetap di tempat. Waktu dia diadili dia membela tanpa pembela, dia berkata, ranting boleh digoyang tapi akar tetap di tempat. Kokoh teguh kuat.

Banyak anak Tuhan, ... kalau gelasan layangan sudah nggak keras lagi benangnya. Kalau teh kaya teh basi, kalau kempot kaya kempot tidak ada gigi. Semangatnya coca cola. Semangatnya kaya krupuk, kalau keluar dari peti lupa aja ditutup, peot.

Berdirilah juga teguh di dalam Tuhan. Amin, saudara?

Banyak yang begitu gadis-gadis yang rajin di kebaktian di gereja, keoknya itu waktu menikah. Diboyong digondol, keluar dari Tuhan. Rasul Paulus berkata, teguhlah berdiri di dalam Tuhan.    

Ayat kedua ada problem. Bahasa Indonesia

4:2 Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan.

Bahasa inggris berkata, aku menasehati Euodia dan aku menasehati Sintekhe. Saya tahu posisi gembala sidang dia harus dengar dari kedua pihak. Dia tidak boleh berat sebelah. Saya tidak boleh berat sebelah kepada seseorang walaupun dia salah tapi kita pro dia karena kita demen saya suka sama jemaat ini - nggak boleh. Gembala sidang harus seimbang, harus dengar pengaduan dari dua belah pihak. Dia tidak boleh memihak. Hakim yang baik itu dia tidak memihak; dia memihak kebenaran.

Saudara pernah lihat ada salib Yesus miring? Ada? Ini Superman bukan Yesus. Kalau Yesus disalib, seimbang. Ada haleluyah? Itu sebabnya saudara dikatakan, aku menasehati Euodia dan menasehati Sintekhe. Memang di dalam beberapa artikel dan saya pernah khotbah Euodia artinya wangi dan Sintekhe artinya juga baik. Tapi saya baru membuka satu - sdr Roy memasang komputer saya alkitab elektronik, di situ banyak bahasa Yunani. Saya kaget ketika saya melihat arti dari dua nama ini. Berbeda. Nama Euodia artinya perjalanan yang aman.

Dari tahun 76, saya bulak-balik Cianjur-Jakarta. Saya tua di jalan. Sampai saya bisa hafal tikungan-tikungan di Puncak itu ada berapa. Satu saudara jemaat di Jakarta bilang, ada berapa pak? Ada dua, ke kiri dan ke kanan. Tetapi sampai saat ini saya umur 57 tahun - jadi 20 tahun yang lalu saudara, tidak pernah celaka. Perjalanan yang aman.

Tetapi nama Sintekhe ini jadi bingung saya. Arti namanya justru accident, kecelakaan. Yang satu punya perjalanan yang aman, yang satu ini kena kecelakaan. Arti namanya, ya. Ini punya gambaran yang indah sekali saudara. Kalau saudara di dalam kecelakaan lalu saudara, ah Lion Air sudah dua kali tergelincir. Di Yogja tergelincir di Ujung Pandang tergelincir. Habis mana ada Singa terbang? Mending naik Garuda. Kalau nggak Garuda, Merpati. Merpati bisa terbang, Garuda bisa terbang.

Saudara cari penerbangan yang aman, yang safe. Sekarang di Yogya diramalkan akan ada angin ribut dan gelombang. Turis gagal, nggak jadi datang. Hotel sudah di booking nggak jadi datang. Kenapa? Cari aman. Safety first, katanya. Cari aman.      

Euodia ini adalah tangan kanannya rasul Paulus. Mereka dua-duanya aktif di dalam pekerjaan Tuhan, mereka jadi tangan kanan dan tangan kirinya rasul Paulus. Mungkin dua ibu ini perang dingin. Jadi perang bukan hanya di Irak, perang bukan hanya di Palestina, perang juga bisa di dalam jemaat. Walaupun itu perang dingin. Perang dingin ini adalah perang ... di luar mah hangat, dingin di dalam; jadi dingin di dalam panas di luar.

Lalu rasul Paulus bilang, kunasehati kamu berdua supaya sehati sepikir dalam Tuhan.

Kalau tiga kata sehati sepikir adalah proneo, satu pikiran; oketo satu tujuan, dan autos, menjadi satu. Saudara tahu kata automatic, jalan sendiri. Di sini dipakai kata autos, dia nempel sendiri. Ada perangko yang harus kita pakai air ludah baru tempelin, ada amplop yang zaman dulu dijilat sudah ada lemnya. Sekarang ada amplop nggak usah dijilat, buka aja langsung nempel. Nempel sendiri. Mungkin sudah agak renggang.

Waktu saya di sekolah, mama saya bikin celana enam, celana pendek. Dia bikin dari layar, layarnya dari drill. Itu layar terpaksa sama mama saya digunting jadi enam celana pendek. Waktu saya SMP. Karena warnanya sama, teman saya bilang, Yo, kamu teh nggak ganti-ganti celana? Karena dari senin sampai sabtu, sama terus warnanya. Saking warnanya terus sama.

Lama-lama karena anak sekolah duduk di batu duduk di mana, mama saya suka angkat itu celana pada matahari dan kelihatan bagian pantatnya sudah mulai putus benang-benangnya. Belum robek tapi dilihat ke matahari sudah mulai putus benang-benangnya. Dia tambal itu celana yang robek dari dalam. Jadi dari luar tetap bagus dengan warna benang yang sama padahal sudah mau robek.

Nah, itu bahasa Yunaninya bakal robek itu, eris. Dari kata eris ini datang kata eros, hawa nafsu. Eris, sudah mau pecah. Coba saudara pikir, siapa nih jemaat teman kita yang kurang lengket sama kita, kita kurang lengket sama dia. Sudah mau robek. Dilihat ke mataharinya Tuhan, sudah mau pecah, sudah mau robek. Nasehat Paulus: Bersatulah supaya tidak ada kecelakaan, supaya perjalananmu aman. Bersatu, bersama.    

Orang berdoa selalu begini, ada orang yang berdoa begini? Itu mau tinju. Oh, Betapa indahnya dan betapa eloknya eloknya ... Bila saudara seiman hidup dalam persatuan bak urapan di kepala ... Urapan Roh Kudus itu datang kalau kita bersatu. Yang ke janggut dan jubahnya turun ... Seperti embun yang dari Hermon ada kesegaran ... Mengalir ke Bukit Sion. Bukit Sion itu saudara dan saya, gereja. Ke sanalah diperintahkan Tuhan ... Agar berkat-berkat dicurahkan.  Kalau kita bersatu. Bersatulah Euodia. Bersatulah Sintekhe karena ada banyak berkat yang engkau akan alami.

Euodia dan Sintikhe kunasihati supaya sehati sepikir di dalam Tuhan. Kenapa banyak orang bercerai kalau kawin? Karena di dalam pikirannya hanya ada satu kata: setubuh. Dulu saya staff sekolah alkitab di Beji, Batu, Malang. Satu kali datang satu pendeta muda. Dia sudah gembala sidang tapi belum punya istri. Ketemu kita-kita, staf- staf. Tiba-tiba aja nggak ngomong nggak apa: aduuuuuh, pengen kawin. Sampai ke begitu saudara dia punya stress, geregetannya, duh ... hayang kawin, pengen kawin. Yang kepikirannya di dia itu setubuh.

Makanya kalau pemberkatan nikah saya sudah tahu pengantin mah nggak mau lama-lama. Nggak pernah saya khotbah nikah lebih dari setengah jam satu jam khotbah, moal didengekeun moal. Udah lekas selesai, udah cau. Tetapi saya ingin kasih tahu pernikahan itu bukan hanya setubuh. Tapi sehati sepikir sejiwa. Dua orang menjadi satu, dua pikiran menjadi satu, Maka ketika saudara masuk dalam pernikahan, saudara harus menyerahkan pikiran saudara, istri atau pasangan saudara, menyerahkan pikirannya dan ini menjadi pikiran yang satu.

Dua orang suami dan istri mereka akan menjadi satu; bukan hanya badannya - pikirannya, hatinya, jiwanya. Siapa yang menyia-nyiakan istrinya, dia menghina Tuhan. Siapa yang melawan kepada suami tidak tunduk sama suami, dia sama dengan mengejek Tuhan karena Tuhan yang memberkati perkawinan saudara. Begitu dua orang datang dua pikiran menjadi satu pikiran, dua pikiran menjadi satu pikiran. Ini yang susah, sehati sepikir sejiwa.

Saudara nggak usah beli mobil buat saya, nggak usah. Sehati saja. Saudara sehati sepikiran bersatu semua sepenanggungan. Itu saya punya cita-cita saya ini, asal bedston saya lihat semua gembala kecil, itu saja. Biar dah nggak bisa semua ikut doa malam tapi bedston itu adalah satu keharusan bagi semua gembala kecil. Karena saudara akan membantu saya. Saya umpamanya lagi letoi, bantu saya; yang bantunya lebih letoi dari saya, kecebur dua-duanya ke kolam. Artinya saudaraku, mari kita cari kekuatan kita, sehati sejiwa. Haleluyah.    

4:3 Bahkan, - ini ada satu penemuan baru saudara - kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia ...

Mungkin ini salah menterjemahkan karena dalam bahasa inggris tidak ada itu kata Sunsugos. Hanya ada begini: And I urge you also, ... dan saya mendorong kamu juga, true companion, helped this woman who labored with me in the gospel. Hanya ada disebut true companion. Teman sekerja yang sejati.

Waktu saya lihat di bahasa Yunaninya, teman kerja yang sejati itu, katanya sunsugos. Jadi mungkin ini bocor, jadi sunsugos dianggap nama. Sunsugos bukan nama tetapi satu kalimat, sahabatku seperjuangan, companion, teman, ... teman seperjuangan yang sejati.  

Dulu ada orang pake nama Setiawan tapi ke gerejanya malas. Oh, saya baru tahu Setiawan adalah singkatan, setia di awan-awan ... bukan di gereja. Kita harus hidup sama dengan nama. Jangan kita Toko Maju tapi mundur terus. Mundur we. Nama harus sesuai. Keadaan harus sama dengan nama kita. 

... :tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.

Ini dua yang perang dingin, tolong supaya dia damai. Yesus itu Juru Damai. Nama Dia adalah Damai. Datang kepada Bapa: Bapa mau apa, Bapa? Bapa Allah bilang: Dosa harus dihukum, upah dosa adalah mati. Datang sama manusia: manusia ingin apa? Aduh, saya memang lemah karena dosa. Minta diampuni dosa saya. Bapa, mereka minta diampuni dosanya. Tidak, dosa harus dihukum; upah dosa adalah maut. Datang lagi sama manusia: upah dosa adalah maut. Ya, sudah kami tidak bisa apa-apa. Memang kami orang berdosa, kami harus mati.

Jadi untuk menyenangkan manusia, untuk menyenangkan Bapa, Dia di tengah-tengah, Dia mati di Golgota. Dosanya manusia Dia minum di Taman Getsemani dan dosa itu dihukum dipaku di atas Salib; hatinya Bapa disukakan hatinya  manusia disukakan karena jalan pintu ke surga terbuka waktu Yesus mati di Salib. Itu artinya.

Kalau saudara menjadi pendamai, saudara musti tersalib. Nggak boleh nyenangin satu bagian. Dua-duanya kita musti senangkan. Biar kita jadi korban. Asal dua orang ini datang. Orang yang lagi ribut ini didamaikan, orang yang lagi perang dingin ini didamaikan. 

Ribut di Ambon dalangnya ada di Jakarta. Nah saudara sekalian, hiduplah dalam persatuan, hiduplah dalam damai, hiduplah di dalam saling mengasihi, hiduplah di dalam kekuatan dari pada Tuhan, hiduplah bersama-sama dengan Kristus.

Arti yang kedua dari sunsugos adalah penanggung beban. Menanggung beban. Jadi jangan saudara pikir kalau bekerja di dalam pekerjaan Tuhan itu bisa enak-enak saja - nggak bisa. Saya aja maunya saya mau berhenti. Coba saudara bayangkan saudara, pagi-pagi harus sudah bangun, sudah siapkan khotbah untuk khotbah pagi. Saya nggak bisa bawa doa berkat, saya musti langsung ke Jakarta. Tadi di Jakarta habis saya khotbah, perjamuan kudus masih dalam firman Tuhan masih dalam doa, saya sudah musti cau, karena saya harus balik ke Cianjur. Di Cianjur saya pengen tidur sudah nggak bisa, sudah jam 3, musti sudah mandi. Dan nanti malam cita-cita saya, saya mau tidur lama, besok jam 7 udah musti ngajar di sekolah tinggi teologi. Ngajarnya dari hari senin sampai hari selasa sore. Setiap hari 4-5 session, 7.5 jam sehari. Masa saudara nggak kasihan. Menanggung beban.      

Saya lagi cari teman-teman yang setia, mereka yang mau menanggung beban, sunsugos-sunsugos akhir zaman, sunsugos-sunsugos yang mendamaikan orang yang ribut, sunsugos yang menolong kedua wanita yang sedang salah kaprah salah paham ini supaya bersatu kembali. Saudara, saya mau tutup dengan satu ayat. Di dalam Matius    

5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Bahasa Inggris bukan membawa damai, blessed are the peacemaker, diberkatilah orang yang membuat damai. Kalau dua orang yang terpecah saudara bisa mendamaikan, saudara disebut orang yang diberkati. Yakobus

5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
5:19 Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik,
5:20 ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.

Sekarang saudara, terlalu banyak tukang kompor dari pada tukang pemadam kebakaran. Mari kita padamkan kalau ada api-api; hal yang tidak enak di hati padamkan. Saya ngomong anggap saja sebagai bapak rohani, sebagai ayah kepada anaknya: Jangan ribut! Kita nggak perlu kaya asal bersatu, berkat mengalir dari Tuhan. Kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Minggu, 13 Februari 2005

LIDAH

Roma

13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
13:11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.
13:12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
13:13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
13:14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Di dalam ayat 10 dikatakan, kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia. Love does not harm to a neighbour, kasih tidak mencelakakan tetangga, kasih tidak mencelakakan sesama kita. Therefore, love is the fulfilment of the Law, karena itu kasih adalah kegenapan Taurat.

Saudara, kita tidak bisa mengerjakan semua Taurat tapi kalau kita belajar mengasihi maka saudara kita akan dianggap seperti sudah menggenapkan segenap hukum Taurat. Saudara, sayang hari-hari ini, kata kasih itu hanya menjadi proforma saja, hanya di ujung lidah, hanya di bibir mulut. Tidak sama dengan bukti.

Banyak orang kristen bersaksi di mimbar ngomong A tapi kelakuannya B; ngomong B tapi tingkah laku buktinya itu C, ya. Ngomongnya kasih tapi suka ngomongin sesama. Apalagi mengata-ngatai hamba Tuhan, satu dosa yang sangat celaka. Dosa paling besar, mengata-ngatai hamba Tuhan. Apalagi hamba Tuhan itu tidak berbuat apa-apa, kita ngomongin hamba Tuhan ... sangat celaka.

Itu sebabnya ayat ini luar biasa. Kebetulan hari ini tanggal 13, saya baca Roma 13. Di dalam ayat 13, marilah kita hidup dengan sopan, jangan dulu suci, terlalu tinggi suci, hidup dulu sopan. Hidup dulu kita secara sopan: sopan dalam berpakaian, sopan dalam ngomong. Bagaimana kita mau menginjil ke satu tempat sepanjang jalan kita ngomongin hamba Tuhan, sepanjang jalan kita mengata-ngatai nama hamba Tuhan. Padahal tujuannya dalam perjalanan mau bersaksi untuk Tuhan, mau menginjil untuk Tuhan. Tapi prakteknya mulut orang kristen ini saudara tidak bisa dipercaya.

Kadang-kadang kita sering mengata-ngatai neighbour, tetangga kita. Ngomongin tetangga aja sudah dosa. Jangan dulu suci terlalu tinggi. Hidup dengan sopan ... sopan dalam berpakaian, sopan dalam tindakan, sopan dalam segala hal, sopan dalam bermasyarakat. Pertama itu musti sopan dulu.

Di dalam sekolah dulu ada pelajaran budi pekerti, ada pelajaran tata krama di sekolah. Sekarang sudah nggak ada lagi. Jadi anak-anak kita sekarang ini agak kurang sopan. Mungkin dia lihat dari orang tuanya atau dari mana, tingkah lakunya nggak sopan. Kita lewat boro-boro ngomong selamat pagi, hormat. Saya mah nggak perlu dihormat, nggak usah diomongin terima kasih. Buat apa ngomong haleluyah, puji Tuhan, kasih perpuluhan tapi di belakang, saya diomongin. Itu tidak sopan.

Sama saja kaya Yudas nyium Yesus. Assalamualaikum. Shalom. Dia cium Yesus. Tapi mau diserahkan Yesus. Sopan dulu. Ketika orang Gadara yang gila dirasuk setan, nggak bisa diapa-apain, dirantai putusin, tidurnya di kuburan-kuburan. Tapi waktu dia disembuhkan oleh Yesus, dia yang telanjang bulat tiba-tiba orang lihat sudah berpakaian dengan sopan. Dengan sopan, sudah berpakaian.

Nabi Nuh tuh punya 3 anak: Sem, Ham dan Yafet. Satu kali nabi Nuh ini bikin kebun anggur dia makan anggur, mabuk biasa. Alkitab itu jujur, dia kasih tahu kelemahannya. Mabuk sampai berpakaian tidak bagus, sampai kelihatan nabi Nuh itu lagi telanjang. Lalu datanglah satu anak namanya Ham. Begitu dia lihat bapanya telanjang, dia ngomong ke mana-mana: papa saya telanjang ... papa saya telanjang. Dan dia mabuk. Dia lagi telanjang ... papa saya telanjang. Tapi dua saudaranya, Sem dan Yafet, nggak berani lihat bapanya punya ketelanjangan. Dia ambil satu kain putih, mundur jalannya, berdua nggak mau lihat, tapi mundur. Setelah dia tahu ini bapanya sudah ada di sana, ditutupi ketelanjangan bapanya.

Tuhan lihat dari Surga. Tuhan bilang: Diberkatilah Sem dan Yafet. Sem ini orang kulit putih, orang barat. Coba sekarang saudara lihat. Negara-negara barat diberkati sama Tuhan, negara-negara kristenlah yang menolong banyak di Aceh, negara-negara kristen yang gerejanya dibakar itu yang nolong di Aceh. Sem ini orang kulit putih, Yafet orang kulit kuning. Ada ayat di dalam itu berbunyi: Yafet bisa tinggal di kemahnya dari Sem. Nah, banyak orang Tionghoa tinggal di Amerika, banyak orang Jepang tinggal di Eropa, di tempat orang kulit putih. Sem dan Yafet ini.

Tapi Ham ini jadi budak, dia terkutuk, dia adanya di Afrika, kulit hitam. Sekarang kulit hitam kalau mau dapat duit musti kerja dulu, kalau nggak petinju ngegebukin orang, main sepakbola. Bahkan sekarang saudaraku yang kena Aids itu asal muasalnya dari Afrika. Orang kulit hitam paling kena banyak. Dicari dari mana asalnya penyakit? Dari kingkong, kingkong daging yang suka dimakan ... mereka suka makan daging monyet. Ternyata dalam daging kingkong monyet ini ada mengandung penyakit itu. Ada Aids, ada Ebola. Yang kena pertama orang kulit hitam.

Jadi kalau saudara suka ngomongin orang, apalagi ngomongin bapak sendiri, bapak sendiri dia tidak berbuat apa-apa lalu diomongin sama saudara, bapa saudara sendiri - papa, saudara omongin kesalahannya, saudara tidak akan diberkati Tuhan. Hei anak, katanya Efesus 6, hormatilah ayah ibumu. Bukan saudara cium terus hormat papa hormat, bukan saudara cium itu bukan. Hormat sama ayah itu tidak mengata-ngatai kekurangannya. Kecuali kalau saudara sudah sempurna, saudara nggak pernah salah saudara nggak pernah kacau. Jadi tidak boleh saudara ngomongin orang.

Jadi pertama kali yang dihitung oleh Tuhan kesopanan. Dia mundur dia tutup ketelanjangan bapak. Walaupun betul bapaknya telanjang tapi dia mundur dia tutup. Amsal Sulaiman bilang, jangan kamu buka rahasia orang. Begitu sadar, nabi Nuh bilang: Terkutuklah Ham, diberkatilah Sem dan Yafet.

Jadi saudara, jangan suka ngomongin tetangga, jangan suka ngomongin orang lain. Belum tentu kita lebih baik dari dia. Satu jari nunjuk orang, ... dia begini-begini; jangan ngomong lagi sama siapa-siapa ya, antara kita berdua, itu pak Awondatu itu suka begini-begini nih - satu jari nunjuk orang, tiga jari nunjuk kita! Apalagi di Cianjur, nunjuk pake jempol. Palih mana pom bensin? Palih ditu. Satu jari nunjuk, 4 jari nunjuk kita. Apalagi di daerah Cianjur yang asli pisan. Nunjuk pesawat terbang teh pake 2 jempol, tuh kapal udara lewat ... dua jari nunjuk, 8 jari nunjuk kita. Jadi ulah tutunjuk.

Prinsip saya begini. Saya tidak akan balas apa-apa orang ngomongin, dia akan petik sendiri dari buahnya. Karena ada ayatnya, pembalasan itu haknya Tuhan. Jadi saudara hati-hati. Yang pertama itu hiduplah dengan sopan. Dandan rambut yang sopan.

Bahasa inggris kita hidup dengan sopan, dipakai kata let us walk properly. Coba kalau saudara jalan. Ada jalan kan ada langkah, saudara bisa langkah gede-gede kan, tapi itu nggak proper. Saudara bisa jalan kaya Chaplin, tapi itu nggak proper. Jalan aja yang biasa, jalan yang proper. Walk properly, jalan nggak usah digede-gedein langkah, nggak usah dikecil-kecilin. Biasa saja jalan normal. Jalan saja normal, proper. Dagang jangan macam-macam. Jangan jualan narkoba, jangan jualan togel. Aduh, saya mah suka sedih, sepertinya teh Tuhan teh nggak kuasa, sampai jemaat musti jualan togel. Lebih saya senang saudara jual toge, dari pada saudara jual togel.

Bagaimana Cianjur? Kan negara yang sudah menjalankan syariat islam, masih ada togel. Tukang beca sekarang, dulu mah nggak bisa nulis, jelek. Sekarang mah tulisannya rapi. Karena apa? Sudah latihan tiap hari nulis nomer togel. Kenapa dari tadi saudara diam aja nggak bilang amin, nggak bilang haleluyah? Apa saudara suka masang togel? Jangan, saudara. Jangan.

Baca koran Kompas hari ini. Seorang Tionghoa, di Solo, anak orang kaya, duit berlimpah-limpah, sekarang jadi pak ogah. Prit jalan, prit jalan. Dikasih orang, karena dia Tionghoa, ada orang kasih gope, kasih ceceng. Itu koran Kompas tulis hari ini. Anak orang kaya, berlimpah duit. Dia orang kaya, saudara. Tapi kenapa? Judi, tupok, ce ni ce pai. Sataun sakali mah sok lah, judi lah. Puter lagu, lagunya ... Judy, Judy, Judy, I love you. Nah, saudara kalau sudah I love you sama judi, celaka.     

Saudara mau berjalan dengan proper, saudara mau berjalan dengan baik? Periksalah langkahmu, kata firman Allah. Berikut.                  

13:13 Marilah kita hidup dengan sopan, - Tanggal 13, pasal 13, ayat 13 - seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan,

Saya tidak mau punya jemaat liar. Saya tahu jemaat Cianjur baik-baik semua. Taat sama gembalanya. Ada apa-apa nanya dulu sama gembala. Karena di sementara tempat ada domba-domba liar. Saudara lihat saja domba liar. Domba siapa ini, ke sana ke sini? Tidak tahu. Kotor. Itu liar, nggak ada yang punya. Jalan pada waktu siang.

Saudara, kalau kita berjalan dalam waktu siang, kita nggak takut. Kalau jalan malam kita takut, takut ada pencuri, takut ada orang yang jahat. Tapi kalau kita jalan proper, pada waktu siang, kita nggak usah takut. Dikatakan di sana,

Jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.

Bahasa Inggris memakai kata ludeness, percabulan dan hawa nafsu, ... jangan dalam perselisihan dan iri hati.

Saudara, Simson dengan Yusuf itu bedanya di mana? Simson orang kuat, Yusuf biasa-biasa saja. Kalau saya boleh katakan itu, Simson kuat ototnya kalau Yusuf kuat imannya. Dikatakan di dalam firman Allah, Simson itu dia cari perempuan sundal, pelacur dia cari. Kalau Yusuf lain, ditawari diajak sama istri orang, ayo ke sini Suf, ... Yusuf tidak mau. Kalau memang kepala kita bersih saudara, ditawarinpun kita tidak mau. Tapi kalau kita memang kepala kotor, kita cari kesempatan, mencari-cari kesempatan. Apa kira-kira saya bisa menggembalakan gereja beberapa jemaat KKR ke mana-mana kalau kepala saya kotor? Tuhan tidak akan pakai.  

Ada orang putar balik cerita, dia cerita di Jawa Timur. Pendetanya bilang apa? Kamu ngomong 10.000 kata, saya nggak percaya. Awondatu nggak usah ngomong, saya percaya dia. Orang juga nilai yang ngomong ini siapa, yang diomongin siapa. Nah, kalau kepala kita benar bersih, ditawarinpun nggak. Kalau kita punya kepala kotor, nggak ada pun dicari. Cari jalan. Kita jadi liar. Kita mau lihat satu pemuda yang liar di dalam Amsal

5:1 Hai anakku, perhatikanlah hikmatku, arahkanlah telingamu kepada kepandaian yang kuajarkan,
5:2 supaya engkau berpegang pada kebijaksanaan dan bibirmu memelihara pengetahuan.
5:3 Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak,
5:4 tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua.
5:5 Kakinya turun menuju maut, langkahnya menuju dunia orang mati.
5:6 Ia tidak menempuh jalan kehidupan, jalannya sesat, tanpa diketahuinya.
5:7 Sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, janganlah kamu menyimpang dari pada perkataan mulutku.
5:8 Jauhkanlah jalanmu dari pada dia, dan janganlah menghampiri pintu rumahnya,
5:9 supaya engkau jangan menyerahkan keremajaanmu kepada orang lain, dan tahun-tahun umurmu kepada orang kejam;
5:10 supaya orang lain jangan mengenyangkan diri dengan kekayaanmu, dan hasil susah payahmu jangan masuk ke rumah orang yang tidak dikenal
5:11 dan pada akhirnya engkau akan mengeluh, kalau daging dan tubuhmu habis binasa, - kena penyakit kotor
5:12 lalu engkau akan berkata: "Ah, mengapa aku benci kepada didikan, dan hatiku menolak teguran;
5:13 mengapa aku tidak mendengarkan suara guru-guruku, dan tidak mengarahkan telingaku kepada pengajar-pengajarku?
5:14 Aku nyaris terjerumus ke dalam tiap malapetaka di tengah-tengah jemaah dan perkumpulan."
5:15. Minumlah air dari kulahmu sendiri, minumlah air dari sumurmu yang membual.
5:16 Patutkah mata airmu meluap ke luar seperti batang-batang air ke lapangan-lapangan?
5:17 Biarlah itu menjadi kepunyaanmu sendiri, jangan juga menjadi kepunyaan orang lain.
5:18 Diberkatilah kiranya sendangmu, bersukacitalah dengan isteri masa mudamu:
5:19 rusa yang manis, kijang yang jelita; biarlah buah dadanya selalu memuaskan engkau, dan engkau senantiasa berahi karena cintanya.
5:20 Hai anakku, mengapa engkau berahi akan perempuan jalang, dan mendekap dada perempuan asing?
5:21 Karena segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN, dan segala langkah orang diawasi-Nya.
5:22 Orang fasik tertangkap dalam kejahatannya, dan terjerat dalam tali dosanya sendiri.
5:23 Ia mati, karena tidak menerima didikan dan karena kebodohannya yang besar ia tersesat.

Ini anak muda. Masuk keluar, masuk keluar. Sudah punya istri cantik masih cari yang lain. Akhirnya dia menderita hidupnya di dalam setiap jemaat di dalam setiap perkumpulan, dia menderita. Jadi jangan sampai liar langkah kita. Jangan sampai kita seperti bola liar. Kalau main sepak bola kalau sudah bola liar, kiper sudah nggak bisa nangkap. Dia tiba-tiba saja ada di depan gawang. Nggak bisa. Bola liar. Kucing liar, anjing liar, kuda liar, nggak enak semua ngomong. Jemaat liar, domba liar.

Saya aneh orang yang ngaku suka sembahyang berjam-jam tapi mulutnya masih suka ngomongin orang. Dia sembahyang apa sama Tuhan? Pada waktu Yesaya ketemu dengan Tuhan; Wai bagiku, alangkah najis bibir mulutku; aduh Tuhan, kotor mulut saya. Dia sadar mulutnya itu dosa. Jadi yang dilihat oleh Tuhan pertama, mulut. Mazmur      

34:13 Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?
34:14 Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;
34:15 jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!
34:16 Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong;
34:17 wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi.
34:18 Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.
34:19 TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
34:20 Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;

Mulanya dari mana? Dari mulut. Siapa di antaramu yang ingin punya hidup yang senang dan mencintai umur panjang supaya dia bisa lihat yang baik. Tuh, kalau orang benar mah mau lihatnya yang baik saja, bukan lihat ketelanjangan orang, bukan lihat ketelanjangan bapak sendiri. Untuk melihat yang baik. Surat Yakobus bilang, binatang buas sudah dijinakkan, singa harimau Siberia dijinakkan ... tapi ini lidah, susah dijinakkan.   

Heran ini lidah. Lidah bisa dipakai memuji Tuhan, lidah bisa dipakai berdoa tapi lidah yang sama dipakai ngutuk orang, lidah yang sama dipakai menjelek-jelekkan orang.

Kalau lidah kita dijaga dari dusta, ... mata Tuhan tertuju pada orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong. Tuhan melihat. Dia akan pilih yang baik, Dia akan berkati yang baik. Dia akan tolong yang baik. Kita jangan suka ngomong, Yesus Engkau baik ... Sungguh baik Sangat baik ... kita juga musti baik. Jangan Yesusnya yang baik, kita aja tetap ngomel, ngomongin orang, ribut terus. Apalagi kalau bersaksi palsu. Bohong lagi ke sana ke mari. Jangan saudara. Stop. Sekarang banyak orang miskin juga sombong. Sakit juga suka sombong. Bangga saudara, sakit di ICCU teh bangga.

Kalau saudara hidup sederhana, jalan dengan biasa saja. Nggak usah moyok nggak usah nonjolin diri. Tenang aja. Pokoknya Tuhan lihat, apa yang kita perlu Dia cumponin; apa yang kita perlu belum kita ngomong Dia udah ... karena kita baik. Ingat rasul Paulus naik ke langit yang ketiga? Dia bilang, ... tutup mulut 14 tahun, dia nggak berani ngomong. Baru udah 14 tahun, baru dia ngomong, nggak tahu saya nggak tahu orang lain, saya naik langit ketiga. Di sana saya dengar satu bahasa yang mulut saya terlalu najis untuk mengatakan. Di Surga tuh bahasa begitu suci. Sampai seorang rasul Paulus ngomong, mulut saya terlalu kotor untuk ngomong.

Maka ketika seorang dipenuhkan Roh Kudus di atas loteng Yerusalem, yang dirubah itu mulutnya dulu. Dia berbahasa berbagai-bagai bahasa. Disebutnya juga bahasa Roh. Saudara, nanti kita tidak lama lagi kita akan masuk dalam hari pantekosta. Seringkali kita ini saking inginnya sama Roh Kudus, apa saja kita makan. Sagala dihakan ka ditu ka dieu. Hati-hati saudara, saya paling jaga makanan buat saudara. Saya nggak pernah kasih makanan basi. Saudara boleh hitung dari tahun berapa saudara kebaktian, pernah nggak saya khotbah sama? Saya nggak pernah kasih makanan basi. Saya jaga makanan supaya saudara nggak sakit perut. Supaya saudara sehat walafiat. Makanya jangan sampai kita lupa hal ini. 

Diajar-ajarin Roh Kudus sekarang. Di Singapura ada les bahasa roh, di Jakarta ada sekolah bahasa roh. Ada aliran protestan katolik di Jalan S Parman Jakarta: Siapa saudara yang belum penuh Roh Kudus maju ke depan. Orang protestan karena belum ngerti dia, maju ke depan. Orang katolik ingin dipenuhkan Roh Kudus. Sayang yang ngajarinnya salah. Ikuti kata-kata saya: la la la la la la la ... atuh orangnya, la la la la la la. Li li li li li ... li li li li li. Lu lu lu lu ... lu lu lu lu. Puter sekarang, la li lu lu la li ... la li lu lu la li. Sudah penuh Roh Kudus!

Nah, di dalam ayat 17,

34:17 wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi.

Dia tidak mau ingat orang jahat, Dia cuek, nggak mau. Kalau saudara baca di rumah nanti Kisah Rasul 10, Kornelius didatangi sama malaikat: Doamu dan persembahanmu sudah naik ke atas dan Tuhan ingat kepada kamu, katanya. Ini orang jahat Tuhan tidak mau ingat.

Kalau saudara menjaga lidah saudara, menjaga hati saudara, maksudnya lidah ini saudara memang tidak ngomongin orang, nggak fitnah orang, nggak ngebohong, nggak dusta, nggak - tapi lidah kita bisa lebih tajam dari golok, bisa menyakiti orang, bisa melukai orang. Saudara mau dapat berkat yang besar? Jaga lidah kita. Berjalan dengan sopan pada waktu siang. Kita kembali kepada Roma

13:13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
13:14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Kenakanlah itu seperti pakai baju. Kristus itu bisa jadi seperti baju. Kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya. Jangan kasih kesempatan kepada daging, katanya, untuk memuaskan keinginannya. Kalau kita pakai baju Tuhan Yesus Kristus, itu seperti baju yang nggak mempan senjata.

Tuhan Yesus heran; Dia bisa bikin mujizat. Siapa saudara yang suaminya belum dalam Tuhan atau istrinya belum dalam Tuhan, apa mama belum dalam Tuhan - coba percaya kepada Tuhan. Pakai baju Tuhan Yesus, nggak mempan - nggak mempan omongan, nggak mempan fitnah, nggak mempan orang mau curiga. Berkat dari Tuhan besar asal saudara bisa jaga lidah jaga kehidupan kita. Yakobus  

3:1 Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.
3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
3:3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
3:4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.
3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
3:6 Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.
3:7 Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,
3:8 tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.
3:9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
3:10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.
3:11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?
3:12 Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.

Kita berdiri bersama-sama. 

-- o -- 

Minggu, 20 Februari 2005

BERSERU PADA TUHAN

Lukas

18:35 Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis.
18:36 Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: "Apa itu?"
18:37 Kata orang kepadanya: "Yesus orang Nazaret lewat."
18:38 Lalu ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
18:39 Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"
18:40 Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya:
18:41 "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang itu: "Tuhan, supaya aku dapat melihat!"
18:42 Lalu kata Yesus kepadanya: "Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!"
18:43 Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.

Dalam ayat ke-35, waktu Yesus hampir tiba di Yerikho. Yerikho adalah kota tertua di dunia. Kota yang pertama ada di dunia adalah Yerikho. Yang paling besar, tertua, sekaligus dalam alkitab - sejarah alkitab - kota terbesar yang ada di dunia, tertua itu Yerikho. Yerikho ini adalah kota yang terkutuk. Kenapa kota ini disebut kota terkutuk? Kita membuka Yosua pasal 6. Dalam Kitab Yosua pasal 6, kita melihat di sana, bagaimana Yosua mengutuk kota ini. 

6:26 Pada waktu itu bersumpahlah Yosua, katanya: "Terkutuklah di hadapan TUHAN orang yang bangkit untuk membangun kembali kota Yerikho ini; dengan membayarkan nyawa anaknya yang sulung ia akan meletakkan dasar kota itu dan dengan membayarkan nyawa anaknya yang bungsu ia akan memasang pintu gerbangnya!"

Kalau kita perhatikan - kembali kepada Lukas - bahwa kota Yerikho ini adalah kota yang sudah terkutuk. Maka sampai sekarang kota Yerikho ini seperti tarik menarik antara Yahudi dan orang Palestina. Palestina, saudara-saudara, meminta kota Yerikho menjadi tempat dia punya salah satu satu kota yang diminta. Orang Yahudi sudah tahu kutukan ini. Orang Israel tahu kutukan ini maka dia silakan saja mengambil. Tetapi menurut kutukan ini, orang yang mau membangun, itu pasti menyerahkan anaknya yang sulung sama anak yang bungsu. Artinya akan ada pertumpahan darah. Dan betul, sejarah menyatakan sampai sekarang Yerikho tempat pertumpahan darah. Anak-anak dari Palestina yang beragama muslim itu diajarin sama bapanya untuk mati dengan membawa bom melawan Israel, untuk merdeka.

Nah inilah bedanya agama islam sama agama kristen. Kalau agama islam bapanya mengirimkan anaknya untuk bagaimana cara mati bagi agama. Tapi agama kristen justru Allah Bapa mengirimkan Yesus untuk mati menyelamatkan umat manusia. Jadi beda sekali. Itu sebabnya Yerikho ini disebut kota terkutuk.

Tetapi dalam ayat 35, Lukas 18. Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho. Jadi belum sampai, baru hampir tiba. On the way in, dalam caranya Dia mau masuk. Ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Kalau ini jalan, ini jalan, saudara-saudara, dia duduk di pinggirnya. Bukan di jalannya tapi di pinggir jalan. Dalam bahasa Yunani dipakai kata hodos, yaitu tempat di mana orang berlalu lalang, tempat orang berjualan. Jadi pinggir jalan, bukan di tengah jalan.

Kalau saudara baca di dalam Injil Markus pasal 10, kita tahu nama orang buta ini namanya Bartimeus. Bartimeus artinya anak yang kotor. Anak yang kotor. Sudah kotanya terkutuk, di sana ada seorang pengemis, ada seorang buta namanya Bartimeus - tidak disebut di sini. Dalam Markus disebut - artinya anak yang kotor. Dia tinggal di pinggir jalan di kota Yerikho, kota yang terkutuk. Sangat indah gambaran ini. Kita ada di dunia yang terkutuk. Dunia ini akan lenyap, dibakar, kata firman Allah. Kita manusia adalah mahluk yang kotor di hadapan Tuhan. Dalam Roma pasal 3 dikatakan, tidak ada seorangpun yang benar, tidak ada yang benar. Minggu lalu saya katakan, satu jari nunjuk salah orang, tiga jari nunjuk kita.

Tidak ada yang mencari Tuhan, kata Roma 3. Tidak ada yang benar. Semua sudah kehilangan kemuliaan Allah. Jadi cerita ini tentang kita. Yerikho adalah lambang dunia yang tua, sudah tua, terkutuk. Dan kita hidup di dunia, saudaraku, bagaikan Bartimeus, anak yang kotor. Dia sedang duduk di pinggir jalan - hodos - dan mengemis. Mengemis. Mengemis dalam bahasa Yunani dipakai kata prosaeteo, meminta permintaan yang sama berulang-ulang. Meminta permintaan yang sama berulang-ulang. Nggak tahu ratusan kali, ribuan kali, ... itu saja. Tapi ini mengemis, prosaeteo, menggambarkan begitu banyaknya juga anak Tuhan suka mengemis kepada Tuhan. Meminta berkali-kali permintaan yang sama. Bolak-balik. Kenapa nggak direkam saja? Terus permintaan yang sama. Itu deui, begitu deui.

Coba saudara-saudara, sekarang, suami mencintai istri. Tapi tiap pagi, saudara, dari hari ke hari, tiap pagi seribu kali saudara berkata, aku cinta padamu, aku cinta padamu, aku cinta padamu. Suami-suami akan bingung kalau bila waktu dibangunin pagi-pagi, istrinya lagi berdiri pakai daster, aku cinta padamu, aku cinta padamu, aku cinta padamu. Sampai bibirnya dower. Bukan demikian kita caranya kepada Tuhan. Dan saudaraku lihat, ini Bartimeus dia mengemis, mengulang-ulang permohonannya, meminta-minta. Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya. Waktu orang itu mendengar. Saudara, orang buta dia tajam di dalam pendengaran dan perasaan.

Keistimewaan orang buta itu dalam mendengar. Tetapi kata mendengar di sini datang dari bahasa Yunani, akouo, artinya mendengar dan menyimpan di dalam hati. Jadi dia punya pendengaran itu seperti rekaman. Perekam. Dia merekam suara ini, dia merekam suara ini, dia merekam suara ini, sehingga dia bisa bedakan suara ini, suara ini, suara ini, suara ini. Dia bisa bedakan.

Saudara-saudara, di dunia ini banyak suara. Perhatikan suara Tuhan. Banyak macam suara, banyak tawaran, tapi dengar suara Tuhan. Waktu dia mendengar orang banyak lewat, dia bertanya, apa itu? Pintanomai. Dia bertanya, apa itu? Kata bertanya diambil dari kata yang berarti, saudara, dia bertanya mengisi informasi sebanyak-banyaknya. Apa informasi yang dapat dipakai? Apa informasi yang dia dapatkan?

Saya punya 2 buku kecil, kata-kata mutiara. Ada satu kalimat berkata, jangan bertanya untuk mempermalukan, jangan bertanya untuk mencobai, tetapi bertanyalah untuk menambah ilmu, bertanyalah untuk menambah wawasan. 

Nampaknya Bartimeus bertanya bukan bertanya sembarang bertanya. Dia ingin tahu, karena suara ini lain. Ini apa? Suara orang jalan tiap hari, dia sudah rekam, dia tahu bedanya. Tapi ini kok lain suara rombongan. Ini apa? Lalu apa yang terjadi? Kata orang kepadanya: Yesus orang Nazareth lewat. Yesus orang Nazareth lewat. Mungkin ini orang, bukan rombongan Yesus, tapi kasih tahu sama dia. Yesus orang Nazareth lewat.

Kalau saya baca di dalam bahasa Yunaninya, Dia belum lewat. Jadi kurang lebih ngomongnya: Yesus, orang Nazareth sedang lewat, belum sampai ke situ tapi sedang lewat. Lalu apa yang terjadi? Lalu ia berseru: Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku. Perhatikan kata berseru di sana. Ayat 38,

18:38 Lalu ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
18:39 Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"

Ada dua kata berseru. Dalam bahasa Indonesia sama, dua-duanya berseru. Tapi dalam bahasa Yunani, dua kata ini berbeda. Yang ayat 38, kata berseru dipakai kata boao, dia berseru. Sama seperti gini, umpamanya saudara lagi makan, pelayan lewat, eh ... eh ... pelayan, pelayan, tolong bonnya. Nggak terlalu keras. Lain dengan saudara memanggil seorang anak yang sedang di pinggir jurang, mau jatuh dia tidak tahu. Saudara akan berteriak sekeras-kerasnya: Awas.

Jadi yang pertama dia boao, mengambil perhatian. Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku. Kata kasihanilah, peleo, berbelas kasihanlah, tolong perhatikan problem saya, tolong perhatikan kesusahan saya. Dulu dia cuma mengemis, mengulang-ngulang kata-kata yang sama. Sekarang lain. Tiba-tiba dia berkata, Yesus, Anak Daud, kasihankanlah saya.

Kalau saudara baca nanti di rumah Matius 1:1, Yesus disebut Anak Daud, Anak Abraham. Yesus, Anak Daud. Dia ini buta matanya, tapi tidak buta pengetahuan. Dia mengenal, saudara-saudara, Yesus itu anak Daud. Nggak ada yang kasih tahu sama dia. Mungkin dia tahu dari sinagoga bahwa nanti akan turun seorang yang disebut Mesias. Dia datang dari turunan Daud. Mungkin dia dengar dari orang lain, ada Yesus dari Nazareth. Dia anak Daud, Dia turunan Daud.

Saudara-saudaraku, jangan sampai kekurangan kita, handicap kita, kelemahan kita - itu menutupi kerinduan kita untuk mengenal tentang Tuhan. Beberapa hari yang lalu di koran Kompas ada seorang tokoh yang buta di Bandung, orang Sunda. Umurnya 51 tahun tapi dia bisa mengetik komputer. Komputer tidak ada gambarnya tapi keluar suara. Kalau dia ketik itu suaranya memang sudah dibikin untuk dia khusus. Dengan komputer dia bisa mengarang, dia bisa menyusun, dia bisa membuat buku, dengan komputer itu. Buta total.

Jangan saudara-saudara sampai, ah saya sudah begini, saya sudah nggak ada lagi harapan. Jangan. Masih ada harapan. Masih ada Yesus. Selama saudara percaya kepada Yesus, harapan selalu ada. Ada haleluyah, saudara? Jadi waktu dia berseru yang pertama, boao, dia seperti minta perhatian: Yesus, Anak Daud, kasihanilah saya. Tetapi, saudara-saudara, tiba-tiba - ayatnya yang ke-39 - mereka yang berjalan di depan. Bayangkan. Saya membayangkan begini, saudara. Ketika Bartimeus, dia sudah tahu di sana, dia tanya sama satu orang, Yesus sedang lewat. Ini rombongan, saudara-saudaraku, ada rombongan tapi Yesus di belakang. Tapi di sini biasa suka ada pengawal pakai sirine. Dulu begitu juga suka pakai sirine mungkin. Jadi orang-orang yang sombong, dekat dengan TYK, Tuhan Yesus Kristus, dia jalan. Begitu itu, Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku. Sssttt, ... diam.

Saya mau kasih tahu saudara. Ada polisi surga sekarang ini. Macam-macam polisi, ada polisi lalu lintas, polantas, ada polisi bagian perintis, ada polisi susila, ada polisi tidur. Nah, sekarang ada polisi surga. Petangtang-petengteng dia di depan Yesus. Ssstt, ... diam. Dia merasa dipakai, dia merasa berjalan paling depan.

Saudara-saudara, zaman sekarang juga suka ada polisi surga. Petangtang-petengteng. Bahasa Ibraninya, haling siah, awas, Yesus rek liwat yeuh, kade (minggir, awas, Yesus mau lewat, awas). Waktu John Sung dulu diundang di Ambon, saudara-saudara, dia turun dari kapal. Karena hujan dia belum turun tapi wakilnya dulu lari-lari ke bawah. Waduh ini dari bawah, jemaat Ambon, wah ini John Sung turun, John Sung turun. Wah dikasih tangan, dipeluk, saudara. Sampai pingsan itu orang.

Kenapa John Sung pingsan? Sudah bangun, John Sung maaf, maaf. Saya bukan John Sung. Mana John Sung? Masih di kapal. Itu karena mau jadi polisi, polisi kapal. Baru datanglah John Sung. Jangan sambut saya, jangan sambut saya. Kesaksian, saudara. Air banjir dua puluh centi di Ambon waktu itu. Ketika John Sung injakkan kaki di Ambon, itu air surut, sst kering. Nggak percaya, saudara mah da nggak percaya, ya? Nggak percaya kan? Nggak percaya. Tapi saya percaya. Saya percaya. Karena dia nggak mau dipuji-puji. Waktu wakilnya yang turun dia mau kasih tahu, minta payung. Dikira John Sung, dipeluk, dicium, jabat tangan. Pingsan, saudara. Tuhan memang waktu itu bekerja luar biasa. Nah, ini ada polisi lagi, polisi surga. Diam, sst, diam.

Nah, di sinilah titiknya, saudara. Ketika kita menghadapi obstacle, ketika kita dibentak, ketika kita disuruh berhenti, ketika kita disuruh diam, apa yang terjadi? Maka mereka yang berjalan di depan menegur dia supaya dia diam. Namun semakin keras ia berseru.

Nah, kata yang kedua, berseru itu adalah keraso, seperti teriakan burung gagak. Kata makin itu saya ingat selalu, tidak akan lupa. Karena nama adik saya itu Paulus. Bahasa Yunaninya Paulus itu, makin. Makin keras, crescendo. Disuruh stop, malah dia makin keras. Saudara, ketika saudara disuruh berhenti. Bukan oleh Tuhan, jangan. Kita harus berteriak makin keras. Ada haleluyah? Berseru kepada Tuhan dengan nyaring suara. Dia berseru, Anak Daud kasihanilah aku. Have mercy on me.

Saya mau berhenti sebentar di sini. Saudara renungkan ya kata-kata saya berikut ini. Tidak pendeta, tidak jemaat, tidak rasul, tidak nabi, tidak laki-laki, tidak perempuan, tidak orang pandai, tidak orang bodoh, tidak ada orang khusus, semuanya manusia, memerlukan belas kasihan. Saya berdiri di sini bukan saya lebih penting dari saudara, karena ada di atas mimbar. Tidak. Kita sama. Hanya kalau saya khotbah di bawah, tentu yang di belakang tidak bisa lihat saya. Jadi dibikinlah mimbar di sini, supaya orang bisa lihat saya. Tetapi saya dan saudara di hadapan Tuhan adalah sama. Kita memerlukan belas kasih sayang Tuhan. Tanpa Tuhan, saudara binasa. Tanpa Tuhan, sayapun binasa. Tanpa Yesus kita binasa.

Itu sebabnya kita semua memerlukan belas kasih Tuhan. Dan Bartimeus memakai bahasa yang tepat, bahasa yang menjamah hatinya Tuhan. Karena berbelas kasihan, itu hatinya Tuhan. Itu kondisi hatinya Tuhan itu belas kasihan. Dia tidak tahan kalau melihat orang menderita. Itu sebabnya Yesus dikirim, karena Dia ingin menolong manusia yang kotor, di tengah dunia yang terkutuk. Dia berbelas kasihan kepada kita. Lalu dikatakan, Anak Daud kasihanilah aku. Lalu Yesus berhenti. Bahasa Yunaninya, histeimi. Yesus itu begitu, histeimi. Begitu Dia dengar itu kata jeritan yang keras, Anak Daud kasihanilah hamba, Dia berhenti. Histeimi. Polisi boleh berhentikan, polisi surga boleh berhentikan kita. Dia nggak ngerti bahasanya Tuhan. Tapi Tuhan Yesus mengerti bahasanya saudara. Dia mengerti bahasa air mata. Dia mengerti tetesan air mata.

Ketika saudara di dalam problem, percobaan yang berat, yang mulut saudara tidak bisa ngomong lagi. Ketika saudara berlutut di kaki Tuhan. Saudara cuma ngomong Yesus, saudara nggak bisa ngomong lagi. Saudara bingung mau berbuat apa. Tidak tahu harus pergi ke mana. Tidak tahu saudara mau berbuat apa. Saudara cuma bilang Yesus lalu air mata mulai mengalir.

Tapi perhatikan saudara, setelah saudara menangis dan berkata amin, saudara harus jujur, saudara akan merasa plong. Karena Tuhan mengerti bahasa air mata. Dia mengerti bahasa airmata. Sekarang Dia mengerti jeritan yang keluar dari hati. Satu ibu mendengar nyanyian, Kau tampung air mataku, waktu di Borobudur. Bersaksi, dia langsung menangis, terharu. Lagu itu katanya menceritakan keadaannya, menceritakan persoalan dia.

Saudara, saudara mungkin berkata, nggak bisa sembahyang, oom. Sembahyang cuma bisa diam, nangis, ngomong pun nggak tahu kita ngomong apa. Maka Dia histeimi, Dia berhenti. Yang mana? Siapa itu? Siapa yang panggil Saya? Siapa? Jadi berhenti dan memperhatikan.

Malam hari ini Yesus mau berhenti dan memperhatikan saudara. Mungkin ada di antara saudara, satu bapa, satu ibu, yang sedang ada dalam problem. Saudara mungkin anggap, saya tidak mau cerita sama siapapun juga. Barangkali kalau saya cerita, dia malah tertawain saya. Katakan sama Yesus. Yesus tidak akan tertawakan saudara. Dia akan berhenti dan memperhatikan saudara. Yesus berhenti - haleluyah - Raja segala raja, Tuhan sekalian tuhan, Dia berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya.

Menyuruh orang lain tentu, si anu atau mungkin anggota polisi surga tadi, untuk membawa orang itu kepada-Nya. Saudara mau membawa segala sesuatu kepada Tuhan? Anak jadi persoalan, bawa anak itu kepada Tuhan dalam doa. Mertua jadi persoalan, bawa mertua itu kepada Tuhan dalam doa. Waktu Yayasan Kabar Baik lagi di bangun, dulu, saudara, saya terima telepon dari Bandung: Pak Awondatu, saya mau kirim uang 10 juta. Waktu itu cukup besar saudara. Oh, terima kasih, pak. Itu jam sembilan dia telepon. Jam lima sore dia telepon lagi: Maaf pak Awondatu, saya tidak jadi kirim uang itu karena hati saya tidak sejahtera. Saya digituin, saudara-saudara, cuek aja. Oh nggak apa-apa, pak. Hanya yang sejahtera saja ... Jangan pak kalau tidak sejahtera, jangan. Oke, terima kasih pak. Terima kasih. Tutup.

Saya berdoa: Tuhan, kitik-kitik dia punya hati. Tuhan tolong, kitik-kitik dia punya hati dan dompetnya, Tuhan. Dia sudah janji kepada-Mu. Kitik-kitik, Tuhan. Eh, betul, saudara. Jam lima pagi dia telepon: Maaf pak, pagi-pagi saya telepon. Saya nggak bisa tidur, pak. Kenapa? Nggak tahu, kaya ada suara, kasih, kasih, kasih 10 juta, kasih 10 juta. Jadi pak, nanti pagi-pagi saya jadi mau kirim. Haleluyah, puji Tuhan. Jadi saudara-saudara, Tuhan kita adalah Tuhan yang sangat berkuasa. Bawa kepada Tuhan segala persoalan saudara. Bawa, kasih tahu sama Tuhan air matamu. Bawa. Dan Yesus berkata, bawa orang itu.

18:40 Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya:
18:41 "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang itu: "Tuhan, supaya aku dapat melihat!"

Ada kata perbuat. Tapi pertanyaan ini pernah ditanyakan oleh Tuhan kepada Salomo, Raja, anak Daud. Waktu Salomo masih muda, ditanya sama Tuhan dalam mimpi: Apa yang kamu mau Aku perbuat kepadamu? Apa yang kamu minta, Aku akan beri kepadamu. Jadi pertanyaan Tuhan kepada raja, sama pertanyaan Tuhan kepada pengemis, sama. Sama. Saudara lihat di sini Tuhan tidak pernah pilih kasih. Mentang-mentang raja, Dia ngomongnya lain. Mentang-mentang pengemis, Dia ngomongnya lain. Yesus kita gentlemen. Amin? Haleluyah? Dia sama, bertanya kepada Salomo, bertanya kepada pengemis ini: Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu? Tadi saya katakan perbuat itu polieo. Artinya, apa yang kamu ingin Aku benar-benar beri kepadamu. Apa yang kamu ingin Aku benar-benar beri kepadamu. Apa yang kamu ingin? Yang kamu ingin benar-benar, yang kamu inginkan benar-benar Aku beri kepadamu.

Dan saya mau tanya ini kepada saudara. Apa yang saudara benar-benar mau pada malam hari ini Tuhan beri kepada saudara? Yang paling saudara penting, yang paling terpenting, apa yang saudara mau? Apa yang saudara ingin? Apa saja, apa saja. Saudara ingin suami bertobat, saudara ingin perusahaan maju, saudara ingin dapat suami, saudara ingin dapat istri. Apa saja, apa yang saudara inginkan. Betul-betul Tuhan beri kepada saudara. Apa yang saudara rindukan? Apa yang saudara inginkan?

Jawab orang itu: "Tuhan, supaya aku dapat melihat!"

Kalau dia minta kekayaan, pasti Tuhan kasih. Tapi bukan yang betul-betul dia inginkan. Untuk orang yang buta, yang dia perlukan, saudaraku, adalah penglihatan. Untuk orang berdosa, yang dia perlukan adalah pengampunan. Untuk orang di penjara yang dia perlukan adalah kelepasan. Untuk orang yang sakit, yang dia perlukan adalah kesembuhan. Yang ada di dalam kekurangan, yang dia perlukan adalah kelimpahan. Yang di dalam ketakutan, yang dia perlukan adalah keberanian. Apa yang saudara sangat perlukan pada malam hari ini? Yang saudara ingin Yesus beri kepada saudara. Jangan ngomong sama saya, kasih tahu sama Yesus. Dan orang ini berkata, anablebo, saya ingin, aku ingin dapat melihat. Dalam bahasa Inggris, supaya aku dapat menerima penglihatan. Hebat, saudara.

Ketika Bartimeus bilang, supaya aku dapat menerima, dia posisikan Yesus sebagai pemberi. Ingat, Tuhan Yesus itu pemberi - Dia pemberi berkat, pemberi Roh Kudus, pemberi damai, pemberi apa yang saudara perlu. Saudara kehilangan ibu, kehilangan ayah, Yesus bisa menggantikan posisi itu. Aku tidak akan meninggalkan kamu yatim piatu. Aku datang kepadamu. Apa yang saudara rindukan, yang saudara sangat inginkan. Malam hari ini Dia akan memberi kepada kita.

18:42 Lalu kata Yesus kepadanya: "Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!"

Perhatikan saudara, melihatlah engkau. Bahasa Inggris, receive your sight, terimalah penglihatanmu. Berarti Yesus itu pemberi. Terimalah penglihatanmu, imanmu telah menyelamatkan engkau. Bahasa Inggris, your faith has made you well, imanmu telah menyelamatkan engkau. Bukan Yesus yang menyembuhkan, bukan Yesus yang menyelamatkan tapi imanmu. Yesus nggak tumpang tangan. Yesus nggak bikin lumpur seperti pada orang buta yang lain. Dia cuma bilang, imanmu sudah menyelamatkan engkau. Kalau saudara perhatikan dari awal, dia sudah tahu Yesus itu Anak Daud. Dia sudah tahu Yesus itu pemberi. Dia sudah tahu tidak ada yang mustahil bagi Yesus. Dia sudah tahu pertanyaan Yesus ini harus dijawab, aku mau menerima penglihatanku.

Saudara yang memerlukan keuangan, memerlukan berkat, bisakah saudara berdoa, saya ingin menerima  berkat. Saudara yang perlu Roh Kudus, saya ingin menerima Roh Kudus. Saudara yang memerlukan pasangan hidup, tidak usah malu. Katakan sama Tuhan, saya memerlukan pasangan hidup. Saudara percaya?

Saudara-saudara, jawab Yesus, imanmu telah menyelamatkan engkau. Bahasa Inggris, sudah menyembuhkan engkau. Bahasa Yunaninya, menyelamatkan. Tahu nggak saudara bahwa keselamatan adalah mujizat terbesar? Bahwa kita manusia yang berdosa, saudara-saudaraku. Saya baru lihat KKR-nya Benny Hinn di India. Boleh katanya kamu KKR, sebab yang datang 2 juta orang, saudara. Boleh kamu KKR. Tapi nggak boleh ngedoain di panggung.

Jadi antara jemaat sama Benny Hinn, dia pakai pagar besi, saudara. Jemaat nggak boleh ke panggung, Benny Hinn nggak boleh ke pagar besi. Tapi dia khotbah. Lalu dia bilang, yang paling besar bukanlah kesembuhan. Tapi yang paling besar adalah keselamatan. Dan banyak orang diselamatkan, saudara-saudara. Walaupun ditahan, Benny Hinn turun ke bawah dan banyak orang didoakan dan banyak yang sembuh. Saya ingin katakan bahwa mujizat terbesar adalah keselamatan. Dikatakan, imanmu telah menyelamatkan engkau.

18:43 Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.

Asalnya dia ada di pinggir jalan. Mendoakan yang terus menerus itu lagi, itu lagi: Tolong saya, minta uang, minta uang, saya belum makan dari pagi. Itu terus tiap hari, tiap hari. Sekarang dia jalan mengikuti Yesus, sepanjang jalan. Di dalam perumpamaan benih. Ada benih yang jatuh di pinggir jalan. Itu diambil oleh burung, tidak bertumbuh. Tapi sekarang Bartimeus tidak di pinggir jalan lagi. Benihnya masuk di hati yang baik. Dia berdiri dan mengikuti Dia sambil memuliakan Allah.

Dalam khotbah saya tadi pagi, saya berbicara muliakanlah Tuhan dengan kekayaanmu, dengan apa yang ada padamu. Saya khotbah dari Amsal 3:9 dan 10. Muliakanlah Tuhan dengan kekayaan, supaya lumbungmu penuh. Di sini memuliakan Tuhan dengan mulut, menyanyi.

Memuliakan Allah banyak cara. Memuliakan Allah karena dia sembuh. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah, memuji-muji Tuhan. Sekarang saudara lihat, kesembuhan datang dari Tuhan. Mujizat datang dari Tuhan. Berkat berkelimpahan datang dari Tuhan. Jawaban doa datang dari Tuhan.

Saya baru-baru ini berbicara sama istri saya. Ada empat ibu nih, saya ingin kasih penghargaan. Ibu ini dari zaman papa saya, sampai sekarang, ibu-ibu ini setia luar biasa. Nggak minggu, nggak rabu, dia datang. Nggak minggu, nggak rabu, dia datang. Mending sehat, lagi sakit pun dia tetap datang. Nggak minggu, nggak rabu, dia tetap datang. Saya bilang, saya ingin kasih penghargaan sedikit. Apa bentuknya, saya agak bingung. Tapi saya ingin memberikan penghargaan.

Apa nggak begitu kira-kira hatinya Tuhan, melihat jemaat yang setia? Dia ingin memberi penghargaan kepada orang yang setia. Dia ingin memberi apa kepada orang yang setia. Bukannya ngomel. Kurang sedikit duit, ngomel. Kurang ini, ngomel. Ngomel.

Tapi pada malam hari ini, apa yang saudara mau, betul-betul saudara mau - jangan tidak percaya, Tuhan ada di tengah-tengah kita, Dia ingin memberikan yang terbaik bagi saudara. Kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Minggu, 27 Februari 2005

KESEMBUHAN

Markus 

11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.
11:25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."
11:26 (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)

Tanpa pengampunan, saudara menghalangi aliran kesembuhan ilahi. Banyak orang kristen diracuni oleh dirinya sendiri - diracuni oleh kebencian, diracuni oleh dendam, diracuni oleh marah. Karena seseorang merugikan saudara, seseorang merugikan pribadi saudara, seseorang menjelek-jelekan nama saudara. Saya mau katakan, posisi saudara tidak salah. Saudara tidak salah. Tapi saudara merasa marah dan pahit. Saudara merasa pahit dan saudara merasa tidak suka, mulai dendam. Jangan harap saudara mendapatkan kesembuhan. Selama ada dendam, marah, saudara boleh kebaktian ribuan kali, sembahyang ribuan kali, tapi kalau saudara belum mengampuni orang itu; saudara boleh puasa tapi kalau saudara tidak mengampuni orang itu, saudara tetap tidak akan sembuh.

Kalau orang sehat, saudara-saudaraku, sehat rohani, dia gampang mengampuni, gampang dia memaafkan, gampang dia mengerti, gampang dia. Bisa marah, kita bisa marah. Saya juga marah. Yesuspun marah. Tapi jangan sampai saudara taruh kemarahan itu sampai matahari terbenam. Jangan sampai kita tidak mengampuni. Jangan sampai kita dendam, lalu ada kepahitan. Di dalam Ibrani

12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.
12:15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Kepahitan, mencemarkan bukan hanya saudara tapi bisa mencemarkan banyak orang. Kalau orang yang pahit, kalau dia ngomong selalu yang dia ngomong itu orang yang dia tidak suka. Ngomong terus orang yang dia tidak suka. Begini, begini, begini, begini. Kapan Tuhan mau menyembuhkan kita? Kapan Tuhan mau menolong kita? Kalau saya katakan kesembuhan ilahi, bukan hanya kesembuhan tubuh tapi kesembuhan ekonomi juga, kesembuhan pribadi kita. Pribadi kita itu musti normal, musti sepenuh kesembuhan dari pada Tuhan.

Itu sebabnya mari kita belajar mengampuni. Orang yang tidak mau mengampuni, dia menghancurkan jembatan yang dia sendiri harus lewat. Bodoh kan? Kita musti lewat jembatan itu untuk menyeberang, tapi kita hancurkan, kita bakar sendiri itu jembatan.

Orang yang tidak mengampuni, orang yang dendam, orang yang marah, biasanya umurnya pendek, karena dia ada akar pahit. Dia menaruh bom waktu di dalam dirinya, dia ada kepahitan. Kepahitan itu, saudara, bom waktu. Dia tidak minum racun, dia tidak minum baygon, tetapi kalau dia ada kepahitan dan marah sama seseorang, tidak lama, dia tidak lama ... kadang-kadang penyakit kanker, kadang-kadang ada penyakit yang macam-macam yang tidak bisa disembuhkan, yang tidak bisa diatasi karena mulainya dari tidak mengampuni atau kepahitan.

Jadi sebagai orang kristen alangkah baiknya kita mohon supaya darah Yesus menyucikan kita dari segala dosa. Yang utama kita harus  punya roh mengampuni. Bisa bilang haleluyah?

Yang kedua. Kondisi yang kedua yang kita harus miliki untuk dapat kesembuhan adalah saudara, kita semua harus yakin bahwa Tuhan mau atau berkehendak untuk menyembuhkan kita. Tuhan berkehendak. Jadi kesembuhan ilahi itu adalah kehendak Tuhan. Kesembuhan dari Allah itu adalah kemauannya Tuhan. Itu sebabnya, saudara-saudara, kita harus tahu bahwa kesembuhan dari Allah, kesembuhan Ilahi itu adalah kehendaknya Tuhan. Kalau kita membaca Matius

4:23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
4:24 Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.

Saudara harus tahu bahwa kesembuhan adalah keinginan Tuhan, kerinduan Tuhan. Sebelum saudara ingin disembuhkan, Yesus lebih dulu ingin menyembuhkan saudara. Kesembuhan Ilahi adalah salah satu  fakta, Yesus ketika Dia mati di atas Bukit Golgota. Coba kita buka I Petrus 2:24, berkata begini,

2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

Jadi kesembuhan ilahi adalah kehendak Tuhan.

Yang ketiga. Kondisi yang ketiga, saudara harus tahu bahwa kesembuhan ilahi dinyatakan oleh firman Allah. Ada di alkitab. Ada gereja yang mengajar bahwa kesembuhan ilahi itu zaman rasul-rasul, nggak bisa lagi sekarang. Kita tidak bisa terima itu, karena masih ada yang disembuhkan, masih ada yang sembuh. Saya kasih ilustrasi yang pendek saja, mengenai ibu saya. Ketika ibu saya, saudara-saudaraku, berusia 80 tahun persis, dia kena stroke. Salah satu kondisi orang tua. Dia kena stroke dan kena stroke tangan kanan, lidahnya tertarik. Saya angkat dia. Karena saya hanya sendiri, saya bawa ibu saya ke Jakarta. Saya tahu ibu saya ingin berkata haleluyah, puji Tuhan, tapi tidak bisa. Saya putar lagu rohani keras-keras. Air mata berlinang.

Saya bilang: Tuhan, kalau Tuhan mau ambil mama saya, silahkan. Tapi janganlah sekarang. Izinkanlah ibu saya untuk gunting pita di gereja baru. Tuhan tolong, kalau bisa dia gunting pita di gereja baru. Lalu setelah itu, Tuhan mau angkat, silakan. Ibu saya sembuh, bicaranya normal. Dan yang gunting pita waktu gereja ditahbiskan adalah ibu saya. Walaupun dia harus digotong dengan kursi roda, karena lemah. Sampai beberapa tahun, baru dia diangkat Tuhan. Jadi kesembuhan yang ketiga adalah dinyatakan oleh firman Allah. Matius

8:17 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."

Bisa bilang haleluyah. Pada waktu Yesus disalib, Dia menanggung kelemahan kita dan Dia memikul segala penyakit kita. Bahasa inggris, bore .... artinya Dia membawa segala sakit penyakit kita. Bisakah saudara latihan mental dalam iman saudara. Walaupun mungkin tubuh saudara berkata, saudara ini sakit tetapi iman saudara harus berkata, dengan iman bahwa sakitku sudah dipikul oleh Yesus di atas Bukit Golgota. Sakit sudah dipikul oleh Yesus di atas Bukit Golgota.

Dulu ada satu guru sekolah minggu, namanya Mei Hwa. Dia dari Lembur Tengah, keluarganya ada di sini. Saya tidak tahu bahwa dia itu pengidap penyakit TBC. Tetapi pada satu kali perjamuan kudus, Mei Hwa itu menangis dan berdoa: Tuhan, bukankah Engkau berkata segala sakit sudah dipikul di atas bukit Golgota ... sembuhkanlah saya. Makan perjamuan. Memang dia harus kontrol ke rumah sakit paru-paru. Dia kontrol hari senin. Ketika diperiksa dia dinyatakan bersih.

Jadi saudara-saudara, Yesus itu kalau saudara menghormati Dia, Dia menghormati kita. Kalau saudara mempercayai Dia, Dia mempercayai kita. Kalau saudara yakin Dia sanggup, maka Dia akan lakukan itu bagi kita. Sehingga yang ketiga adalah syaratnya saudara musti tahu bahwa kesembuhan ilahi itu adalah dinyatakan oleh firman Allah.

Yang keempat sekarang. Yang keempat, kecil, tetapi saudara-saudara, besar artinya. Saudara yang suka ngomel, ngarasulah tiap hari, jangan harap ada mujizat. Ngomel, ngarasulah, ngomel, ngarasulah, yang saudara omongkan adalah problem terus, kesalahan orang, ngarasulah terus. Jangan harap saudara dapat pertolongan dari Tuhan. Karena Tuhan mah nggak suka kepada orang yang mengucap omelan-omelan. Ngomel, ngomel, ngomel, ngomel. Apa dengan ngomel percobaan selesai? Apa dengan ngomel problem hilang? Nggak. Dalam I Korintus

10:10 Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. - Coba baca ayat ke 8 -
10:8 Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang.

Dalam Kitab Ulangan, dua puluh empat ribu. Jadi yang seribu itu pemimpin-pemimpinnya. Cabul, dua puluh tiga ribu mati. Tapi waktu bersungut-sungut, tidak terhitung, jumlahnya jauh lebih banyak yang mati. Dibinasakan, satu bahasa yang keras dari Tuhan. Jangan suka bersungut. Saudara yang suka bersungut, jauh dari rejeki. Orang yang suka ngomel, bersungut itu, pas mau diberkati sama Tuhan, saudara bersungut, ya, keluar lagi itu berkat. Semua tidak jadi. Bisnis tidak jadi. Mau kerja apa tidak jadi. Hampir kawin tidak jadi. Karena bersungut-sungut, ngomel terus. Jadi syarat yang keempat adalah mengucap syukur. Mengucap syukur adalah bahasa asli dari surga. Mengucap syukur adalah nyanyian surga. Tetapi bersungut-sungut adalah lagu neraka.

Itu sebabnya kita harus belajar mengucap syukur. Bahasa Yunaninya ekaristeo, yang artinya berterima kasih. Berterima kasih. Ajar ku Tuhan berterima kasih, Ajar ku bersyukur kepada-Mu, Keberadaanku semua berkat Tuhan, Ajar ku Tuhan berterima kasih. Waktu lagu ini dinyanyikan dalam malam apresiasi, saudara, yang nyanyinya itu eks Cianjur, dan dia nyanyi ini justru pada waktu ayah, ibunya, dua kakak laki-lakinya, dua kakak perempuan, dan beberapa keponakan dibantai, dua belas orang di Ambon. Tapi dia tidak ngomel. Dia bilang, ajarku Tuhan berterima kasih. Mari saudara, banyak yang jauh lebih menderita dari kita. Belajar mengucap syukur.

Syarat yang kelima, bertindak dengan iman. Bertindak dengan iman. Matius

9:27 Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud."
9:28 Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya."
9:29 Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu."

Perhatikan dan lihat ke depan. Yesus kenapa nggak langsung saja pegang mata orang buta itu? Sembuh, bisa. Dia tidak lakukan itu. Dia tanya dulu, percaya tidak? Percaya tidak bahwa Aku sanggup melakukan? Kita cuma bisa nyanyi Yesus sanggup, Dia sanggup, Melakukan perkara yang besar, Dia sanggup, Yesus sanggup. Nggak mungkin, saudara. kita nyanyi Yesus sanggup, tapi kita tidak percaya Dia bisa melakukan ini.

Mungkin karena terjadinya di Cianjur, jadi nggak kelihatan, kedengaran hebat. Kalau terjadinya di Jakarta, hebat. Kalau terjadinya di Amerika, diekspos. Karena terjadinya di Cianjur, nggak kelihatan hebat.

Ada dua saudara di Cianjur yang didoakan. Membawa fotonya, satu sakit jantung, satu kanker. Ini foto saya waktu difoto di Bandung, bahwa jantung saya bolong. Saya doakan, sembuh. Sederhana saja.

Coba sebelum kamu dioperasi, minta difoto lagi, sekali. Dia minta difoto lagi, sampai marah. Waktu dia tunggu giliran dokter, susternya panggil bukan namanya, tapi: Yang jantungnya bolong, masuk. Dia bilang, dokter, saya minta difoto lagi. Marah dokter. Difoto lagi. Dokter bingung: Makan obat apa? Jantungnya tidak bolong lagi.

Satu lagi, periksa di Bandung, kanker. Setelah didoakan, dia mau berobat di Singapur. Di Singapur bilang: Tidak ada kanker. Dokter Bandung bilang, kanker. Dokter Singapur bilang, tidak ada kanker. Yang benar yang mana? Dokter Bandung bilang kanker, betul. Dokter Singapur bilang tidak kanker, betul. Karena di tengah jalan, Dokter di atas segala dokter, sudah mengoperasi. Jadi itu sebabnya kita harus percaya. Jangan cuma nyanyi, Ya Tuhan ku percaya, Aku percaya.

Kalau kita percaya, kita harus percaya. Dulu saya suka pakai ilustrasi begini: Kalau di luar hujan, tapi Tuhan Yesus bilang tidak hujan, saudara musti percaya Tuhan, bahwa tidak hujan walaupun mata saudara lihat hujan turun di luar. Saudara mau percaya kepada Tuhan? Percaya.

Percaya itu, saudara-saudara, pertolongan dari Tuhan itu hanya diberikan sama orang percaya. Jadi itu kondisinya, percaya nggak? Atau Aku bisa melakukan ini. Jadi kedua orang buta itu langsung berkata: Kami percaya. Dipegang matanya sama Yesus. Kenapa Tuhan tanya dulu - karena itu kondisinya, percaya nggak? Bukan tidak ada alasan saya bilang kalau ada persoalan, kalau ada problem, maju ke depan, kita doakan. Tapi sayang, saudara, hanya sedikit yang bersaksi bagaimana Tuhan tolong. Ada satu ibu, kalau tabe sama saya, ko Yoyo, saya tuh sakit begini, begini, begini. Tapi setelah didoakan, saya sembuh. Ayo bersaksi.

Apa saudara percaya Yesus sanggup menyembuhkan saudara? Apa saudara percaya bahwa bisnis saudara diberkati? Apa saudara percaya hidupmu berkelimpahan? Apa saudara percaya bahwa segala sesuatu tidak ada yang mustahil bagi Tuhan? Apakah saudara percaya? Markus 9. Haleluyah. Karena tidak ada yang bisa menghalangi orang yang percaya kepada Tuhan. Markus

9:23 Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"

Amin, saudara? Apakah engkau percaya, Aku bisa menyembuhkan? Apakah saudara percaya Tuhan bisa tolong? Apakah saudara percaya sakit disembuhkan? Itu kondisi yang Tuhan tunggu. Kenapa ya saya belum disembuhkan? Kenapa ya saya nggak ditolong? Apakah saudara percaya? Karena tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.

Yang keenam. Yang keenam, saudara harus menyangkal kerajaan gelap. Kerajaan gelap itu dinyatakan oleh perbuatan-perbuatan yang gelap. Kerajaan terang dinyatakan oleh perbuatan-perbuatan terang. I Yohanes

1:5 Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.
1:6 Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.
1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

Ada haleluyah, saudara? Allah yang kita sembah adalah Allah yang terang. Itu sebabnya kita adalah anak-anak terang. Maka kita harus menyangkal semua perbuatan-perbuatan yang gelap. I Yohanes

3:11 Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi;
3:12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.

Benci adalah perbuatan gelap. Orang kristen mah nggak usah disebut lagi soal berzinah, mencuri, berjudi - itu sudah harus jauh dari hidup kita. Jangan sampai ada orang kristen jadi manager togel. Ikut andil saham, dia punya saham dalam judi togel. Gerbang Marhamah, ... jadi Cianjur adalah kota yang santri betul, kota yang suci, yang menjalankan syariat islam, satu-satunya kota di Indonesia adalah Cianjur. Yang judi tetap judi, togel - togel ...

Saya dalam kebaktian BKSAG, dibikin di Yayasan Kabar Baik. Saya bicara tentang orang kristen jangan pasang nalo. Dapat surat kaleng saya. Surat kaleng: Di manakah kasihmu, hai pendeta? Jadi kalau kita mengizinkan orang memasang lotre, saya penuh kasih. Ngajongklokkeun batur ka naraka. Di mana kasihmu? Lumayan satu hari lima belas ribu. Harus ditunjukkan hal-hal yang benar. Jangan kristen kita gereja kristen ini dicampur dengan hal-hal yang gelap. Saudara mau menyangkal kerajaan gelap? Saudara mau menyangkal kegelapan?

Yang ketujuh, yang terakhir. Kenalilah Roh Kudus. Saya mau bicara dari hati ke hati. Kenalilah Roh Kudus. Roma

8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Bisa bilang haleluyah, saudara? Kalau kita mengenal Roh Kudus, mengizinkan Dia bekerja di dalam diri kita. Mungkin banyak di antara saudara yang belum dipenuhkan dengan Roh Kudus. Tapi itu bukan berarti saudara-saudara tidak bisa dipenuhkan Roh Kudus. Asal kita percaya, kita bisa menerima Roh Kudus.

Tapi syarat yang ketujuh, yang terakhir ini justru mengenal Roh Kudus. Namanya saja Roh Kudus. Dia tidak suka dengan yang najis-najis. Apa beda babi dengan domba? Kalau babi ketemu lumpur, waduh, guling-guling. Memang senangnya babi itu lumpur. Tapi kalau domba kena lumpur, dia mengembik ... dia cari air; dia cuci badannya di air supaya limpur itu hilang. Jemaat golongan domba, kena sedikit saja dia kena, dia sudah nangis, menyesali. Ampun Tuhan, ampun Tuhan. Dia datang minta Tuhan cuci dengan darah-Nya supaya suci.

Tapi kalau golongan - maaf - golongan babi. Saya minta maaf ya. Golongan babi, kena lumpur, dia gulitik, gulitik. Jadi babi kena lumpur itu asyik, asyik, asyik. Tetapi kalau anak Tuhan yang golongan domba kena lumpur sedikit, aduh Tuhan, saya sudah berdosa.

Dari pertama, kalau saudara mau mengampuni. Kedua, saudara mau percaya bahwa itu kehendak Allah. Saudara mau kesembuhan itu dinyatakan oleh firman Allah. Keempat, saudara selalu mengucap syukur. Kelima, bertindak dengan iman. Keenam, menyangkal kerajaan gelap. Dan yang ketujuh, mengenali Roh Kudus.

Tidak ada lagi yang menghalangi saudara dari kesembuhan ilahi. Mungkin belum saudara didoakan, saudara sudah sembuh. Iman saudara bertindak. Mungkin waktu perjamuan kudus, kesembuhan ilahi terjadi. Mungkin saudara waktu pulang, sampai di rumah sudah terjadi mujizat. Bukan hanya kesembuhan tubuh, kesembuhan rohani, kesembuhan pikiran. Pikiran yang selalu memikirkan yang munafik. Pikiran yang selalu memikirkan yang gelap-gelap. Pikiran yang selalu memikiran pikiran yang berdosa.

Kalau malam hari ini saudara datang kepada Tuhan, mengerjakan ketujuh syarat ini - bukan insya Allah - pasti Tuhan menyembuhkan saudara. Pasti Tuhan menolong saudara. Para pelayan perjamuan, maju ke depan.

-- o -- 

_________________________ 

 (Kembali ke Halaman Utama)

  _________________________