Khotbah Minggu Sore Januari - Februari 2009

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Kamis, 01 Januari 2009

KKR 3/3

PEMBAHARUAN

Rasul Paulus berkata, secara manusia badan kita menjadi lemah, tambah tahun tambah lemah, tapi di dalam kita tambah hari tambah dikuatkan. Mengenai tahun baru ini, saya ingin membawa firman tentang 'pembaharuan.' Roma

12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Dalam salinan bahasa Inggris: Jangan conform ... jangan sama dengan dunia tapi transform ... berubahlah dengan membaharui your mind.

Di dalam bahasa Alkitab, mind ini bukan hanya pikiran tetapi juga hati. Sebab antara pikiran dan hati ini bahasa Yunaninya sama, kardia. Kardia juga disebut hati, kardia juga disebut pikiran. Itu sebabnya yang ahli jantung disebut kardiolog, seorang yang ahli jantung. Tetapi hati ini harus dibaharui.

Nah saudara, tahun 2009 akan menjadi tahun yang mengecewakan saudara kalau saudara masih conform hati saudara dengan dunia ini. Saudara punya pikiran diatur oleh dunia ini, saudara punya kondisi hati diatur oleh kondisi dunia. Kalau harga-harga mahal, saudara terbawa. Kalau disana susah disini sudah, saudara terbawa. Di sana ada perang di sini ada pembunuhan, saudara terbawa, terbawa arus. Itu yang disebut conform ... serupa dengan dunia.

Tetapi dikatakan oleh bahasa Inggris, hendaklah engkau berpindah dari conform tadi serupa dengan dunia, menjadi transform ... berpindah. Diubah. Dulu sehati dengan dunia cocok dengan dunia ikut dunia, sekarang hati pikiran hati kita dirubah, transform.

Di sini ada travo. Travo ini menjaga naik turunnya ini voltase. Walaupun voltase turun tapi karena lewat travo dia tetap stabil ... 220. Walaupun dia naik 240 tetapi karena lewat travo, dia tetap 220. Dan transform itu datang dari travo. Jadi biarpun dunia naik atau turun, kita harus stabil. Amin, saudara? Karena apa? Karena saudaraku, kita sudah berubah tidak sama dengan dunia ini, kita melalui transformasi pikiran.

Kemarin saya dengar di radio, orang diwawancara satu ahli, kenapa Indonesia ketinggalan jauh? Di negara Asia Tenggara sekarang Indonesia paling bontot. Vietnam yang dulu 10 tahun yang lalu belajar dari Indonesia, sekarang jauh lebih baik. Kita masih impor beras dari Vietnam. Dulu kita yang ekspor beras. Kenapa kita ketinggalan? Karena kita tidak mentransformasi cara berpikir kita.

Kenapa PSSI kalah saja? Karena tidak ditransformasi cara berpikir, cara semuanya. Kenapa bisnis Indonesia selalu keok? Karena tidak ditransormasi. Mari kita bandingkan dengan Tiongkok, mari kita bandingkan dengan Singapura. Kota kecil bukan berarti dia kalah sama negara besar. Sekarang ekonomi Singapura jauh lebih baik dari pada orang Indonesia. Orang Indonesia sendiri taruh uangnya bukan di bank Indonesia ... di bank di Singapura. Sebetulnya Singapura maju karena orang Indonesia taruh banyak duit di sana.

Cara berpikir orang Singapura begitu lain dengan orang Hongkong. Dan mereka tidak suka disebut saya ini orang Cina, tidak: Saya ini orang Singapura! Dia punya logat bahasa Inggris tersendiri. Antara Tionghoa dengan Inggris dicampur

Tetapi sekarang segala sesuatu maju di sana, kenapa? Karena cara berpikir orangnya berubah. Salah satu jemaat saya di Jakarta dia punya anak, anak ini pintarnya luar biasa. Kalau naik kelas nomor satu, naik kelas nomor satu. Ternyata waktu dia lulus nomor satu, itu kecium sama orang Singapura. Langsung ditawari sekolah di Singapura dibayarin, dikasih uang saku, tinggal di Singapura, ada rumah tempat tinggal tapi kalau sudah lulus kerja di Singapura. Cara kerjanya luar biasa. Dia cari orang yang pandai, dia cari orang-orang yang pintar dari negara-negara mana saja mau nggak sekolah di Singapura. Kami perlu orang-orang pandai seperti kamu. Dan anak itu kalau pulang ... aduh oom, cape sekali. Belajarnya belajar ... tapi ya sudah karena anak pintar.     

Saya ingin bicara kepada anak muda dan remaja yang sedang belajar: Kamu punya sekolah harus betul-betul sekolah, betul-betul baik. Engkau akan mengecewakan orang tua kalau sekolahmu tidak selesai. Kalau sekolahmu hanya main-main, kalau sekolahmu tidak belajar dengan sungguh-sungguh. Sebab ayah ibumu cari uang untuk membayarkan sekolahmu. Orang tua anda banting tulang peras keringat untuk mencari nafkah, uangnya dipakai untuk bayar sekolahmu. Apalagi yang sudah sekolah di luar kota, itu biayanya besar. Ingat, biayanya besar. Dan kalau engkau tidak berubah cara berpikir saudara, engkau hanya belajar asal sekolah asal sekolah asal belajar, bolak-balik bolak-balik asal belajar, engkau akan mengecewakan orang tua. Tetapi kalau engkau belajar dengan sungguh dengan cara berpikir yang benar, aku sekolah dibiayai oleh orang tuaku, orang tuaku cari segala uang untuk aku sekolah, aku harus sekolah benar-benar sekolah.

Saudara tidak usah seperti anak di Hongkong, umur 8 tahun kelas 3 SD dia lompat sampai universitas karena semua pelajaran dia lewat. Pelajaran SD pelajaran SMP pelajaran SMA, dia bisa jawab semua. Dia ikut ujian sampai lulus. Kamu harus masuk ke universitas. 8 tahun masuk universitas. Bayangkan nanti 14, 15 tahun dia sudah sarjana. Amerika sekarang berebutan untuk dapat itu anak karena belajar sungguh-sungguh.

Saudara nggak usah kaya mereka pintar sekali, nggak usah. Cukup belajar dengan baik, belajar sungguh-sungguh. Robah cara pikir saudara. Robah cara pandang saudara. Paradigma kita harus berubah. Tahun 2009 harus berubah. 

Ini bedanya bahasa Indonesia dengan orang Cianjur. Kita kalau bilang dua ribu itu dua rebu. Rasanya canggung di telinga dua ribu, padahal itu bahasa kita sehari-hari. Harusnya dua ribu. Nah, untuk berubah dari dua rebu ke dua ribu saja sudah susah. Tapi cara berpikir kita harus berubah. Aku bangsa Indonesia, aku harus bicara dua ribu. Bukan dua rebu ... itu bahasa Sunda. Jangan dicampur. Ini baru e menjadi i saja sudah berat kita. Apalagi kita merubah cara pikir kita sesuai dengan Firman Allah.

Yang pertama, saya ingin bicara: Saudara semua bukan orang biasa. Engkau adalah orang yang luar biasa. Saudara, kita ini bukan anak presiden ... kita ini anak Tuhan, anak Raja segala raja, itu luar biasa, saudara-saudara.

Jadi saya ingin saudara-saudara berpikir demikian rupa dengan mengatakan firman Allah sampai itu menjadi milik saudara sehingga ketika menghadapi segala bencana segala persoalan, saudara tidak kalah oleh suasana itu tapi saudara tetap stabil karena saudara sudah ditransformasi kepada perkara-perkara yang positif. Di dalam Yosua  

1:7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi.
1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, ...

Jangan lupa mengatakan firman Allah. Ketika saudara ada keperluan dan belum terjawab keperluan saudara secara materi, keperluan sehari-hari apa saja, saudara jangan: Gimana ya, bagaimana ya. Ingat firman Allah katakan dan berkatalah, aku tidak usah kuatir, burung di udara Dia pelihara, bunga di padang Dia hiasi; aku lebih dari burung, aku lebih dari bunga, aku lebih dari segala ciptaan, aku yakin aku ini anak Tuhan ... aku pasti dipelihara! Saudara musti katakan itu.

Kemarin saya lihat di Discovery bagaimana rahasia orang Tiongkok berhasil menyelenggarakan Olympiade. Dipanggillah orang Tiongkok yang dari Amerika. Dan kira-kira ada 1000 sampai 2000 orang anak-anak muda di bawah. Dia berteriak dengan pengeras suara. Anak-anak itu sampai menangis, saudara-saudara. Dia ajarkan bahasa Inggris: Katakan ini, katakan. Mereka berteriak, yang di bawah berkata; dia katakan apa yang pelatihnya ini dia katakan: Hello, how are you ... Semua berteriak dua ribu orang: Hello, how are you ...

Ini yang akan menjadi dan melayani tamu, dan sebagainya. My name is ... I am your ... I want to ... Mereka baca pelajaran sambil dikatakan. Apa yang dikatakan oleh sang guru, dikatakan oleh ribuan anak-anak muda yang tidak tahu bahasa Inggris. Mereka tidak diajar nulis, tidak. Ngomong saja. Maka dari supir taksi, anak-anak muda sampai polisi diajarkan bagaimana cara berbahasa Inggris.       

Saudara, Komandan kita itu Yesus. Apa yang Yesus katakan, kita musti katakan. Apa yang firman Allah katakan, kita musti katakan. Kalau orang dunia bilang 2009 susah, jangan bilang susah ... bukan bahasa kita itu. Apa kata firman Allah? Engkau akan dipelihara. Jadi kita katakan: Aku pasti dipelihara tahun 2009. Jangan katakan yang negatif.

Apa iman? Iman adalah merubah paradigma, merubah cara pandang. Sekarang saudara tinggal lihat 2009, itu mengerikan apa tidak? Saya tanya saudara, mengerikan atau tidak? Saudara sudah salah, itu bukan ajaran Guru. Tidak mengerikan! Sebab pada tahun 2009 ada Yesus. Apanya yang mengerikan? Ini sudah tahun 2009, kita masih makan kok. Walaupun baru satu hari, tahun 2009. Tadi pagi saudara makan nggak? Tadi siang saudara makan nggak? Tuhan pelihara.

Nah, saya tuh tadi pancing, sekarang tahun 2009 mengerikan apa tidak? Saudara kepancing: Mengerikan. Itu sudah salah, itu saudara punya pikiran belum ditransformasi. Sekarang cari uang susah nggak? Tidak. Jodoh susah nggak? Tidak.  

Yang berbisnis, saya baca di Kompas, tukang asinan katanya di jalan Dr Mawardi, pada ngomel: Saya biasa dapat 5 juta perhari. Sekarang, katanya, ketika ada Cipularang waduh susah ada pembeli. Itu orang belum ditransformasi pikiran. Saudara kira yang beli asinan cuma yang lewat Cipularang? Tuhan bisa, saudara-saudaraku, kirim pembeli dari Padalarang. Apapun bisa terjadi, saudara. Jadi setiap saudara buka toko, haleluyah, puji Tuhan, terima kasih Tuhan, toko saya diberkati hari ini. Pembeli-pembeli akan datang. Haleluyah, puji Tuhan.

Saudara, apa tahun 2009 ada ancaman? Dengar satu cerita.

Ada sepasang suami istri yang suaminya punya ilmu hitam, dia bisa kirim santet ... macam-macam lah. Sudah terkenal di desa itu. Tapi karena itu ilmu, dia juga cepat marah. Marah sama istrinya, kalau sudah marah sama istrinya ngancam: Kalau gua mati - memang agama seberang - kalau gua dikubur, kalau agama seberang kan nggak pakai peti, gua jadi zombie, gua kerok tuh tanah sampai rumah, gua ketemu lu, gua ganggu lu. Takut istrinya. Eh, sebulan kemudian mati, suaminya itu mati. Dia kubur sama tetangganya, tetangganya sudah was-was, celaka ini, istrinya diganggu, katanya. Sudah sebulan, saudaraku, nggak apa-apa. Maka itu tetangga datang sama ibu ini: Kok, ibu tenang-tenang saja. Nggak takut ancaman? Tenang saja saya, biar ancaman itu katanya mau ngegali-gali tanah, katanya mau keluar di rumah saya. Makanya saya kubur, dia dibalikin ... ditengkureupin nguburnya supaya ke bawah. Jadi kalau dia ngegali, dia ngegali ke bawah aja terus, katanya.

Dengan begitu saja saudaraku, kita bisa tahu dalam segala ancaman ada jawaban. Apalagi kita punya Tuhan.   

Maka saudara, saya ulangi lagi, saya tidak suka dengan istilah Badai pasti berlalu ... berarti kita sekarang lagi ada dalam badai. Tetapi kita harus bilang, Badai pasti datang ... tapi kita akan selamat. Saya sudah bilang bahwa di tengah badai ada sumbernya badai, kalau orang Amerika malah lari  kepada badai, diam di tengah badai itu. Tenang. Dia lihat itu ribut semua dia lihat tapi dia nggak kena badai sebab ada di tengah-tengah. Tuhan memelihara saudara di tengah badai.  

1:8 ..., tetapi renungkanlah itu siang dan malam,

Bahasa Inggris kata merenungkan, meditate.

Kata meditate ini, dalam bahasa Ibrani, itu adalah kata memamah biak. Ada satu binatang yang suka memamah biak ... itu sapi. Maksudnya memamah biak, sapi itu kalau makan rumput, dia masukin ke perut yang pertama tapi dia nggak masukin ke perut kedua, dia keluarin lagi ke mulutnya. Dengan enzim yang datang dari perut yang pertama, dia rasa-rasakan memamah biak. Itu rumput digiling.

Makanya sapi giginya sama dengan kita. Kita harus banyak makan sayur karena kita juga memamah biak. Dinikmati. Makanya kalau makan jangan cepat-cepat. Kunyah lebih lama, kunyah. Memang kita orang Tionghoa kalau makan apalagi bakmie kalau pelan nggak enak. Tetapi secara kesehatan, kunyah, itu lebih baik. Akan membuat saudara cepat kenyang. Makannya sedikit tapi cepat kenyang. Memamah biak. Dinikmati. Setelah hancur itu makanan lembut baru dia telan kepada perut yang kedua.     

Ketika saudara mengambil rumput firman Allah dari kebaktian, saudara masukkan di telinga - ini perut pertama. Saudara pulang sebentar, saudara renungkan, saudara meditasi, apa yang saudara katakan saudara renungkan. Saudara mengatakan hal yang positif, saudara renungkan. Ketika saudara sudah dapat inti saripatinya, saudara taruh di dalam hati saudara; sebagai perut yang kedua adalah hati saudara. Percuma kita dengar dari sini keluar dari sini. Saudara musti dengar Firman Allah dari kiri kanan, direnungkan masuk di dalam hati.

Satu kali dia di dalam hati, ini yang disebut pembaharuan budimu, pembaharuan pikiranmu, pembaharuan hatimu. Ketika saudara sakit, saudara berkata, Yesus adalah Tabib di atas segala tabib. Segala sakit penyakitku sudah dipikul di atas tubuh-Nya di atas kayu salib. Saudara harus katakan, dengan bilur-Nya aku disembuhkan. Dokter hanya alat. Yesus sendiri berkata: Orang sakit perlu tabib, orang sakit perlu dokter. Tetapi dokter hanya alat. Yang menyembuhkan tetap Tuhan. Dia hanya bisa jahit, dia hanya bisa kasih obat  tapi yang membuat badan sehat sembuh itu Tuhan.

Itu sebabnya saudara harus beriman, dengan bilur-Nya aku disembuhkan. Tidak usah saudara ke Singapura, wah dokter Indonesia mah gini gini ... tapi anak kita disekolahkan di Indonesia, sudah perguruan tinggi dikirim ke Bandung, masih Indonesia juga. Kenapa dijelek-jelekin Indonesia? Kalau berobat kita musti ke Singapura? Dengan yakin kita harus berkata, oleh bilur-Nya aku sudah sembuh.      

Satu mengatakan, kedua merenungkan. Yang ketiga,   

1:8 ..., tetapi renungkanlah itu siang dan malam, ...

Seorang guru sekolah minggu di Surabaya - saya sering cerita ini - dia punya anak sakit keras. Dan suami istri tidak punya uang. Dia perlu uang, jadi dia jalan dengan bingung di Surabaya. Dia guru sekolah minggu. Lewat di satu jalan, dia lihat satu sepeda tidak dikunci. Dia mau mencuri karena anaknya sakit, ada orang mencuri karena hobi, karena karakternya memang tukang pencuri. Jadi dia sudah ambil sepeda itu, dia sudah tuntun keluar. Pagarnya pendek. Ketika belum keluar pagar, dia dengar suara Roh Kudus: Bukankah engkau mengajar anak sekolah minggu jangan mencuri? Anak manis masuk ke sorga ... Anak nakal masuk neraka. Kamu yang ngajar anak sekolah minggu kalau mencuri masuk neraka. Dalam sekejap mata dia ingat itu firman, dia berhenti, dia balik putar, dia taruh lagi di tempat yang sama dan dia keluar. Tidak ada orang lain. Dia pulang. Ketika pulang, pas pamannya datang. Pinjam uang untuk beli obat. Pamannya bilang, mau apa pinjam, ini dikasih. Coba kalau dia ambil itu sepeda.

Maka renungkan firman Allah siang dan malam. Siang dan malam. Saudara yang rambut putih, seperti saya ada hitam ada putih, inilah siang dan malam. Kalau sudah putih semua, itu sudah malam. Kalau masih ada hitam, ada siang ada malam. Yesaya 46:4 saya selalu ajarkan buat kita: Sampai masa tuamu Aku Yesus tetap Dia dan sampai putih rambutmu Aku menggendong kamu. Sekarang saya lagi digendong Tuhan. Rambut sudah mulai putih. Kalau saya pakai minyak untuk hitamkan rambut saya hitam, nggak mungkin Tuhan lagi gendong; Dia lihat rambut saya masih hitam, Dia lemparin saya: Kamu belum waktunya digendong. Biar saya oseh-osehan marah, nggak bisa kamu masih hitam. Jadi berbahagialah yang rambutnya tidak disemir. Saudara sedang digendong sama Tuhan. Tapi banyak yang mau digendong oleh tukang salon.

1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Saudara mau untung?

Saudara yakin 2009 saudara beruntung? Syaratnya lakukan ini: Mengatakan firman Tuhan. Aku cakap mengatasi segala sesuatu di dalam Dia yang menguatkan aku. Bagaimana tuh dikasih tugas begini? Aku cakap menanggung segala sesuatu di dalam Dia yang menguatkan aku. Bagaimana begini begini? Aku cakap menanggung segala sesuatu di dalam Dia yang menguatkan aku.

Kita tidak boleh sombong tetapi ini firman Allah. Firman Allah menaruh saudara di tempat yang tinggi, di tempat kejejakan yang tinggi, di tempat yang terhormat. Tuhan taruh saudara di tempat yang tinggi. Itu bukan sombong, Tuhan yang taruh kok. Kita lihat satu contoh di dalam Kitab Kejadian 

22:1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."
22:2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Jadi anaknya Ishak disuruh bawa ke gunung, suruh dipersembahkan sebagai korban. Yang biasanya dipersembahkan itu domba, merpati, mungkin sapi lembu tapi ini anak sendiri manusia harus dikorbankan. Tuhan tes Abraham. Kalau saudara baca ayatnya yang ketiga, 

22:3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.

Paginya - saya tidak tahu dia bisa tidur apa tidak - tapi pagi-pagi sekali, dia sudah siapkan selesai pasang pelana, ambil kayu bakar, dia panggil dua bujangnya dan dia panggil Ishak, kita pergi ke Gunung Moria. Pergi. 

22:4 Ketika pada hari ketiga - Jadi jalannya tiga hari - Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.

Sekarang perhatikan ayat kelima baik-baik -

22:5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."

Hebat nggak Abraham. Dia bilang sama bujangnya yang dua: Kamu tunggu di sini, aku dan anakku akan pergi ke sana. Kami akan pergi ke sana untuk sembahyang dan setelah sembahyang, kami akan balik kepadamu.

Itu iman luar biasa. Sebab Tuhan suruh Abraham untuk membunuh anaknya untuk korban untuk Tuhan. Tapi Abraham punya iman, kami berdua berangkat, kalau setelah selesai sembahyang, kami berdua juga akan kembali. Ada haleluyah? Dia yakin anaknya tidak akan mati. Dia yakin. Ini lambang pengorbanan Yesus. Perjalanan tiga hari, Yesus juga tiga hari tiga malam Dia bangkit kembali. Berikutnya,

22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak - Seperti salib dipikul oleh Yesus -, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?" - Polos. Ishak dia tanya, dombanya mana? - Lalu Abraham menjawab, ayat 8, -

22:8 Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

Bahasa Inggris, my son, God will provide for Himself. Bahasa Ibrani, Yehova Yireh, Tuhan akan mengadakan.

Saya ingin saudara mempunyai cara berpikir sama seperti Abraham: Dombanya mana? Tidak ada, loh. Di gunung loh ini, tiga hari jalan. Tidak ada. Dombanya mana? Tapi dengan iman, dia berkata sama anaknya: Allah akan menyediakan. Kalau saudara bertanya, tahun 2009 bagaimana? Tuhan akan menyediakan. Bagaimana saya harus bekerja? Tuhan akan memperlihatkan. Tuhan akan memimpin. Tuhan akan menolong. Tuhan akan menyediakan. Lalu ayat ke-9,

22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
22:11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
22:12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

Di mana di atas gunung ada domba? Domba itu di padang rumput. Kenapa di atas gunung ada domba? Yehova Yireh ... Tuhan yang menyediakan. Masa di Cianjur bisa sukses? Yehova Yireh, Tuhan menyediakan. Biarpun saudara sekolah sederhana, tidak sekolah tinggi tetapi kalau saudara punya Yehova Yireh, apa keperluan saudara ... Dia sediakan. Tahun 2009 mari kita berjalan dengan Yehova Yireh. Kalau Yehova Yireh berjalan bersama saudara, saudara jangan nanya begini: Kita makan di mana? Jangan.

Sebab Dia kasih tahu nanti kita makan di mana. Apa yang kita makan dan makanan apa yang kita makan. Dia akan kasih tahu sebab Dia Tuhan yang menyediakan. Yehova Yireh, Tuhan menyediakan. Haleluyah. Yehova Yireh, Tuhan akan menyediakan. Yehova Yireh, Tuhan akan menyediakan. Yehova Yireh, Tuhan akan menyediakan. Amin. Segala keperluan saudara Dia sediakan. Di gunung bukan tempat domba, tapi kalau Tuhan mengadakan, domba ada di gunung.

Semalam-malaman aku tidak mendapat ikan. Semalam-malaman, Petrus berkata, aku tidak mendapat ikan. Tapi karena Engkau yang menyuruh, karena firman-Mu menyuruh, aku labuhkan pukat juga. Dia dapat ikan yang begitu banyak sampai robek dia punya jala. Asalnya tidak ada tapi karena Yesus, Sang Yehova Yireh berkata ada, ... ada ikan! Jangan tidak percaya. 2009 koran bilang, pemerintah bilang, televisi bilang: Susah, susah, susah. Tahun 2009 kita naik kereta sukses. Sukses ... sukses ... sukses.

Saudara mau naik kereta sukses apa mau naik kereta susah? Bahasa saudara musti dirubah. Itu sebabnya orang dipenuhkan Roh Kudus, bahasanya berubah.

Malam hari ini, domba yang sudah disediakan ada di tengah kita. Ini jawaban Tuhan bagi kita. Sebelum kita jalan lebih jauh, tanggal 2, tanggal 3, tanggal 4 dan seterusnya sampai Januari, Februari, dan seterusnya, kita awali dengan tubuh dan darah Yehova Yireh. Biarlah saudara menerima dengan yakin dan percaya.

Kalau ada pertanyaan seperti Ishak kepada Abraham: Mana dombanya? Mana berkatnya? Mana uangnya? Mana mobilnya? Mana motornya?

Jawabnya: Tuhan akan menyediakan! Saya serahkan kepada para pelayan untuk membagikan roti dan anggur

                                                                                                                   -- o --

Minggu, 04 Januari 2009

TUNTAS - GAZA, GAT, & ASDOD

Kerja apapun juga kita harus tuntas. Membersihkan apapun kita harus tuntas. Kalau kita tidak tuntas maka di belakang hari suka jadi timbul percobaan persoalan. Kita akan bisa belajar dari Yosua

11:21 Pada waktu itu Yosua datang dan melenyapkan orang Enak dari pegunungan, dari Hebron, Debir dan Anab, dari seluruh pegunungan Yehuda dan dari seluruh pegunungan Israel. Mereka dan kota-kota mereka ditumpas oleh Yosua.
11:22 Tidak ada lagi orang Enak ditinggalkan hidup di negeri orang Israel; hanya di Gaza, di Gat dan di Asdod masih ada yang tertinggal.
11:23 Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu sesuai dengan segala yang difirmankan TUHAN kepada Musa. Dan Yosuapun memberikan negeri itu kepada orang Israel menjadi milik pusaka mereka, menurut pembagian suku mereka. Lalu amanlah negeri itu, berhenti dari berperang.

Sampai pasal 11 Israel bebas dari peperangan, tidak ada peperangan lagi. Sebab musuh besarnya bani Enak atau orang Filistin, sudah ditumpas. Tapi sayang, saudara-saudara, penumpasannya ini tidak tuntas ... tidak bersih.

Beberapa waktu yang lalu kita pernah dengar ada orang yang dioperasi. Setelah selesai dioperasi, dia sakit perut. Dan ketika difoto, ternyata ada gunting di dalam perutnya. Jadi dokter yang mengoperasi lupa angkat itu gunting. Itu yang saya bilang, pekerjaan tidak tuntas.

Ini perang, saudara. Dan bani Enak orang Filistin itu musuh besar dari orang-orang Israel. Yosua ini luar biasa. Setelah Daud, Yosua ini memang jago perang. Perang ke sana perang ke sini dan saudara-saudara, tidak ada yang bisa mengalahkan Yosua. Luar biasa. Setelah dia perang, dia berikan tanah itu kepada orang Israel, tidak ada bani Enak lagi, tidak ada peperangan, itu kata ayat yang terakhir,     

1:23 ... Lalu amanlah negeri itu, berhenti dari berperang.

Tapi, saya bilang, karena pekerjaannya tidak tuntas, ayat 22,

11:22 Tidak ada lagi orang Enak ditinggalkan hidup di negeri orang Israel; hanya - Loh, kok pakai 'hanya' - di Gaza, di Gat dan di Asdod masih ada yang tertinggal.

Ya, itu kecil-kecil, nggak apa-apa dah, cuma sedikit. Di Gaza itu biarin aja cuma beberapa gelintir, umumnya mereka sudah mati, sudah nggak bisa berbuat apa-apa.

Nah, kalau kita lihat yang pertama saja, kota Gaza, dan apa yang terjadi sekarang, inilah turunan orang Enak. Dulu namanya Filistin, sekarang Palestina. Gara-gara Yosua tidak tuntas membunuh musuh, sekarang turunan bani Enak di Gaza bikin susah sama Israel. Kita akan lihat apa yang terjadi di Gaza ini. Hakim Hakim

16:1 Pada suatu kali, ketika Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal, lalu menghampiri dia.
16:2 Ketika diberitahukan kepada orang-orang Gaza: "Simson telah datang ke sini," maka mereka mengepung tempat itu dan siap menghadang dia semalam-malaman itu di pintu gerbang kota, tetapi semalam-malaman itu mereka tidak berbuat apa-apa, karena pikirnya: "Nanti pada waktu fajar kita akan membunuh dia."

Karena Gaza tidak tuntas dibersihkan, karena Gaza tidak tuntas diselesaikan oleh Yosua, maka di belakang hari pada zaman Hakim Hakim, Simson hakim yang terkuat dengan tenaga yang luar biasa ... itu diganggu, mau dibunuh, Ayat ke-4,

16:4 Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila.

16:8 Lalu raja-raja kota orang Filistin membawa tujuh tali busur yang baru yang belum kering kepada perempuan itu dan ia mengikat Simson dengan tali-tali itu,

Jadi ada hubungan antara Gaza dengan Filsitin. Ya, cuma segelintir orang, nggak usah dibunuhlah mereka. Biarkan saja. Nah, gara-gara tidak tuntas, di belakang hari kota Gaza mengkhianati Simson melalui Delilah. Delilah dikasih uang banyak-banyak oleh raja-raja Filistin, suruh cari tahu di mana rahasianya dari Simson.

Yang saya heran, saudaraku, tidak ada satupun lagu Simson. Lagu Delilah ada, heran itu. Delilah ada lagunya. Nggak ada Samson badannya besar .. Tapi kakinya pendek ... nggak ada saudara, itu Kingkong. Kingkong masih ada lagunya tapi Simson tidak ada, karena apa? Karena Gaza kota yang pertama, tidak dihabiskan dengan tuntas. Itu sebabnya kita harus tuntas. Kerjakan segala sesuatu kita harus tuntas. Selesaikan semua dengan tuntas. Hakim Hakim 

16:23 Sesudah itu berkumpullah raja-raja kota orang Filistin untuk mengadakan perayaan korban sembelihan yang besar kepada Dagon, allah mereka, dan untuk bersukaria; kata mereka: "Telah diserahkan oleh allah kita ke dalam tangan kita Simson, musuh kita."
16:24 Dan ketika orang banyak melihat Simson, mereka memuji allah mereka, sambil berseru: "Telah diserahkan oleh allah kita ke dalam tangan kita musuh kita, perusak tanah kita, dan yang membunuh banyak teman kita."
16:25 Ketika hati mereka riang gembira, berkatalah mereka: "Panggillah Simson untuk melawak bagi kita." Simson dipanggil dari penjara, lalu ia melawak di depan mereka, kemudian mereka menyuruh dia berdiri di antara tiang-tiang.
16:26 Berkatalah Simson kepada anak yang menuntun dia: "Lepaskan aku dan biarkanlah aku meraba-raba tiang-tiang penyangga rumah ini, supaya aku dapat bersandar padanya."
16:27 Adapun gedung itu penuh dengan laki-laki dan perempuan; segala raja kota orang Filistin ada di sana, dan di atas sotoh ada kira-kira tiga ribu orang laki-laki dan perempuan, yang menonton lawak Simson itu.
16:28 Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: "Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin."
16:29 Kemudian Simson merangkul kedua tiang yang paling tengah, penyangga rumah itu, lalu bertopang kepada tiang yang satu dengan tangan kanannya dan kepada tiang yang lain dengan tangan kirinya.
16:30 Berkatalah Simson: "Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini." Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.
16:31 Sesudah itu datanglah ke sana saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya, mereka mengangkat dia dan membawanya dari sana, lalu menguburkannya di antara Zora dan Esytaol di dalam kubur Manoah, ayahnya. Dia memerintah sebagai hakim atas orang Israel dua puluh tahun lamanya.

20 tahun menjadi hakim tetapi dikhianati oleh kota Gaza. Kota Gaza yang seharusnya orang-orang Filsitin sudah lenyap zaman Yosua tapi karena hanya beberapa saja yang sedikit dibiarkan hidup ... jadi begini.

Yang kedua, kota Gat, kita membaca I Samuel

17:1 Orang Filistin - Orang Filistin lagi, karena tidak habis dulu - mengumpulkan tentaranya untuk berperang; mereka berkumpul di Sokho yang di tanah Yehuda dan berkemah antara Sokho dan Azeka di Efes-Damim.
17:2 Saul dan orang-orang Israel juga berkumpul dan berkemah di Lembah Tarbantin; mereka mengatur barisan perangnya berhadapan dengan orang Filistin.
17:3 Orang Filistin berdiri di bukit sebelah sini dan orang Israel berdiri di bukit sebelah sana, dan lembah ada di antara mereka.
17:4 Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal.

Dua meter lebih. Kalau pada zaman dulu Yosua menghancurkan semua musuhnya, orang Enak itu semua dibasmi, tidak ada Goliat, saudara. Tidak ada Delilah, tidak ada. Tidak ada yang sekarang sedang perang dengan Israel, tidak ada. Sebab semua sudah dibunuh. Tetapi karena saat Yosua 11:22 tidak dihabiskan itu bangsa Enak, dibiarkan hidup mungkin karena kasihan, mungkin karena tinggal sedikit tidak apa-apa. Tapi keturunannya - lihat, sekarang adalah Gat, raksasa dari Gat yang namanya Goliat. Bayangkan tidak ada seorangpun dari Israel berani melawan tantangan dari Goliat.

Segala hal, perkara-perkara, kebiasaan-kebiasaan yang kecil, kalau kita tidak basmi, kalau kita tidak habisi di kaki salib Yesus, di belakang hari muncul kembali.

Saya mau cerita mengenai dua pemuda yang saya kenal. Dua pemuda ini sudah almarhum, sudah meninggal. Satu 40 tahun, satu 20 tahun. Dua-dua pemuda ini kena narkoba. Berobat. Ketahuan, berobat. Karena semua barang dijual. Apa yang ada di rumah dijual. Radio, televisi dia jual hanya untuk beli narkoba. Dua-duanya dibawa untuk direhabilitasi.

Begitu sudah direhabilitasi, kata orang yang merehabilitasi, dia sudah sembuh. Walaupun masih ada sedikit pengaruh tapi bapak boleh bawa dia pulang karena anak ini sudah sembuh. Yang 40 tahun itu bisa ciptakan lagu, saudara. Dan saya dengar ciptaan lagunya luar biasa, bagus-bagus. Yang dua puluh tahun, dia seorang petinju. Bapaknya tarik dari pelatnas sebab di pelatnas dia kena narkoba. Saudara tahu, oknum polisi di tempat dia berada - oknum -, kasih dia narkoba. Ini yang 20 tahun. Dia sudah tidak lagi ada keinginan, tidak. Ini saya kasih kamu kok, saya kasih kamu.

Karena waktu rehabilitasi dibilang sama dokternya sudah sembuh, walaupun masih ada sedikit, ya sudahlah, sudah sembuh boleh bawa pulang. Sama seperti orang sakit di rumah sakit, sudah sembuh boleh bawa pulang, nggak berbahaya. Tetapi ketika anak ini pulang, itu yang sedikit di dalam itu keluar. Dan dia ambil narkoba itu. Pendek cerita OD ... Over Dosis, tidak sadarkan diri. Berhari-hari, berhari-hari sampai akhirnya meninggal.

Yang 40 tahun belum menikah. Mukanya kaya bintang film, ganteng luar biasa. Bisa ciptakan lagu. Sudah lepas, kena lagi. Waktu kena lagi, saudara-saudara, dia tidak bisa lepas lagi. Akhirnya pada satu kali dia tidak tahan hanya dengan sedikit, dia tambah. OD juga. Over Dosis. Meninggal. Saya yang khotbah di tempat meninggalnya. Saudara tahu, dia punya oom, dia punya paman, itu jenderal polisi anti narkoba. Sampai goyang kepala itu: Aduh, jahatnya narkoba itu.

Hati-hati loh, saudara: Narkoba itu soal kecil. Sedikit nggak apa-apa, kecil. Nanti kamu bisa melihat Putri Duyung, Putri Dewi Sari Pohaci, ketemu Dewi Sandra. Padahal saudara yang disandera sama itu.

Ketika OD, saya ketemu dokter. Saya bilang: Dok, kalau orang kena narkoba bagaimana? Oh, itu mah dia teken mati. Dia teken mati, dia nggak mau hidup. Dia orang pengecut. Orang pemberani, dia berani hidup. Kalau orang pengecut, dia nggak berani hidup. Dia lebih senang mati. Sakau. Saudara tahu sakau? Sakau itu orang kalau lagi ketagihan, katanya uuuuh ... orang bisa kasihan, saudara. Dia ingin itu terus. Kalau itu adalah anak saudara, kalau itu adalah anak kita, betapa hancurnya hati kita.

Makanya kalau mengerjakan sesuatu harus tuntas. Amin? Habis tuntas, sudah.

Maka kalau ikut Tuhan juga, ikut Tuhan dengan tuntas. Ikut Tuhan dengan sungguh-sungguh supaya kita gol masuk ke surga, amin? Kita sudah tahu cerita akhirnya. Goliat dikalahkan. Tapi itu karena kemurahan Tuhan. Karena kemurahan Tuhan, Simson bisa menghancurkan orang Filistin pada waktu matinya, walaupun dia buta. Dia bilang ganti mata saya. Kalau saudara tidak tuntas mengerjakan segala sesuatu, sama saja dengan mata kita buta. Sekarang kita lihat yang ketiga, Asdod. I Samuel     

4:1b Orang Israel maju berperang melawan orang Filistin dan berkemah dekat Eben-Haezer, sedang orang Filistin berkemah di Afek.
4:2 Orang Filistin mengatur barisannya berhadapan dengan orang Israel. Ketika pertempuran menghebat, terpukullah kalah orang Israel oleh orang Filistin, yang menewaskan kira-kira empat ribu orang di medan pertempuran itu.

Ini yang kalah, saudara, orang Israel. Empat ribu orang mati. Karena Asdod tidak ditumpas dulunya. 

4:3 Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel: "Mengapa TUHAN membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil dari Silo tabut perjanjian TUHAN, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita."
4:4 Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo, lalu mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian TUHAN semesta alam, yang bersemayam di atas para kerub; kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana dekat tabut perjanjian Allah itu.
4:5 Segera sesudah tabut perjanjian TUHAN sampai ke perkemahan, bersoraklah seluruh orang Israel dengan nyaring, sehingga bumi bergetar. 

5:1 Sesudah orang Filistin merampas tabut Allah, maka mereka membawanya dari Eben-Haezer ke Asdod.

Coba, lambang kekuatan dari Tuhan, yaitu Tabut Perjanjian Allah, bisa dibawa kabur ke Asdod. Kalau kita baca pasal  

4:19 Adapun menantunya perempuan, isteri Pinehas, sudah hamil tua. Ketika didengarnya kabar itu, bahwa tabut Allah telah dirampas dan mertuanya laki-laki serta suaminya telah mati, duduklah ia berlutut, lalu bersalin, sebab ia kedatangan sakit beranak.
4:20 Ketika ia hampir mati, berkatalah perempuan-perempuan yang berdiri di dekatnya: "Janganlah takut, sebab engkau telah melahirkan seorang anak laki-laki." Tetapi ia tidak menjawab dan tidak memperhatikannya.
4:21 Ia menamai anak itu Ikabod, katanya: "Telah lenyap kemuliaan dari Israel" --karena tabut Allah sudah dirampas dan karena mertuanya dan suaminya.
4:22 Katanya: "Telah lenyap kemuliaan dari Israel, sebab tabut Allah telah dirampas."

Aduh, kalau Israel sudah tidak ada Tabut Allah, sama dengan Simson yang sudah hilang kekuatan ... dicungkil matanya, sama dengan orang Israel tidak berani menghadapi Goliat. Dikasih nama siapa? Sebelum mati, dia bilang, kasih nama: Ikabod, yang artinya kemuliaan Allah sudah dibawa.

Jangan bangga kalau kita orang kristen. Biar kristen tapi kalau kita hilang kemuliaan Tuhan, hilang kekuatan dari Tuhan, hilang anugerah kemuliaan dari Tuhan, kita seperti perahu tanpa layar. Di tengah ombak gelombang dunia, kita diombang-ambingkan ... tidak tahu kita mau pergi kemana. Tidak ada layar, tidak tahu harus dayung ke mana. Seperti itulah kalau kita tanpa kemuliaan Allah.

Tapi akarnya kembali ke dalam Yosua, akarnya: 3 kota ini tidak dihancurkan. Yosua   

11:22 Tidak ada lagi orang Enak ditinggalkan hidup di negeri orang Israel; hanya di Gaza, di Gat dan di Asdod masih ada yang tertinggal.

Jadi sekarang saudara baca koran sudah hampir 10 hari Gaza dihantam habis-habisan. Culangung. Katanya gencatan senjata tapi roket terus datang. Ada yang ngipas-ngipas dari belakang ... Hizbullah dari Siria. Saya kasih senjata-senjata. Maka yang sebenarnya sampai 500 kali pemboman Israel membom, yang dibom itu bukan orang ... bangunan-bangunan pemimpin Hamas dia bom. Sudah 2 yang meninggal. Tapi itu lobang-lobang yang dipakai untuk menyelundupkan senjata, dibom. Kita nggak ikut campur. Tapi mata harus waspada sebab itu sudah ditulis di Alkitab.

Persoalan di dunia hanya orang Israel dengan orang Arab. Itu dari dulu sampai nanti Yesus datang, itu saja. Antara Ishak dengan Ismael. Antara Yakub dengan Esau. Itu yang ribut dari dulu. Kalau saya bilang, kalau kita sedang bikin film, pemain utamanya cuma dua: Israel dan Arab. Ini pemain utama. Kita ini semua ini, yang suka demo-demo, unjuk rasa, itu pemain figuran semua ... yang kata sutradara, kamu jalan ke sana kamu pura-pura duduk di situ. Bohongan. Kita semua figuran. Tetapi peran utama ini dua, Israel sama Arab.

Omongan saya ini saya dengar pada tahun 70 dari seorang muslim. Dia cerita sama saya: Kita semua ini cuma figuran. Pemain utamanya cuma dua: Orang Israel sama Arab.

Ayo, bank di seluruh dunia, siapa yang nggak dimainin sama Israel? Amerika saja dipermainkan. Itu yang menipu sudah yang 50 milyar dolar, namanya Madoff ... itu orang Yahudi, yang suka shalom shalom ... nah itu.      

Tapi kita figuran yang masuk sorga. Ada figuran yang masuk neraka, kita mah nggak usah ikut-ikutan. Kita mah figuran masuk sorga. Ada haleluyah, saudara? Itu karena kemurahan Tuhan. Walaupun Yosua tidak tuntas, Tuhan bisa bikin sejarah berputar macam-macam.

Sekarang saudara tanya sama saya, apa sekarang nasib kita? Bagaimana nasib kita sekarang? Kok, bicara nasib. Nasib kita selalu untung sebab kita ada di dalam Tuhan. Nah, sekarang saya ingin terangkan nasib kita bagaimana. Matius

25:31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku,
- Saudara rasa diberkati oleh Tuhan? Kesaksian tadi sudah membuktikan bahwa Tuhan kita memberkati. - terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

Kapan disediakannya? Sejak dunia dijadikan. Hei, kamu yang diberkati Bapa-Ku. Saudara diberkati oleh Tuhan. Terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Kenapa? Karena Tuhan Yesus kerja Dia tuntas Dia kerja. Ketika Dia disalib, Dia berkata: Sudah selesai! Tuntas, Dia sudah ampuni dosa manusia. Dosa saudara dan dosa saya sudah dihapuskan ... sudah diampuni, kita hanya menerima Kerajaan Sorga. Dia sudah menyediakan. Saudara senang bahwa segala sesuatu sudah disediakan? Matius

22:2 "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
22:3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.
22:4 Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.
22:5 Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
22:6 dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.

Tuan ini adalah Yesus, Raja segala raja. Tiap kebaktian Dia mengundang kita datang, untuk makan makanan firman Allah, untuk menikmati nikmatnya Tuhan. Kalau hidangan telah disediakan, itu bukan combro satu ... itu bukan hidangan combro mah. Bukan nasi goreng sepiring ... itu bukan hidangan. Kalau hidangan itu bermacam-macam makanan. Jangan tidak datang kalau Raja segala raja mengundang kita; Dia menyediakan hidangan: Mari datang. Kita nikmati hidangan dari Tuhan. Mazmur  

23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, ...

Yesus di atas Bukit Golgota sudah meninggal dan dikubur menunaikan tugas dari Bapa, menebus umat manusia dari segala dosa. Itu sebabnya saya harus lihat saudara di bawah tetesan darah Yesus. Saya tidak bisa lihat kesalahan saudara, tidak bisa. Saudara sudah ditebus oleh darah Yesus. Walaupun saudara tidak percaya tapi sebetulnya saudara sudah ditebus oleh darah Yesus. Lebih baik kita percaya. Dosa dapat ditebus .. Hanya oleh darah Yesus .. Oh, darah yang kudus .. Darahnya Penebus .. Dosaku ditebus .. Hanya oleh darah Yesus.

Kita tidak boleh jalan seperti kucing baru disiram air. Murungkut. Kita sudah diampuni. Saudara bukan orang biasa, saudara luar biasa. Tiap pagi saudara harus melihat ke kaca dan tunjuk saudara punya diri: Engkau luar biasa! Orang yang di kaca ngomong juga sama kita sama: Engkau luar biasa!

Satu kali saya ke Cibodas, saya berteriak di bukit: HALELUYAH. Saya tunggu sebentar ... HALELUYAH. Bersipongang. Echo. PUJI TUHAN ... PUJI TUHAN. Nggak mungkin saya teriak: AWONDATU, jawabnya ... YUSUF KALLA. Nggak mungkin, saudara.  

Apa yang kita katakan akan kembali kepada kita.  

Pada tahun 2009 saudara berkata, bisnisnya bagus, eh, jawabannya apa dari sana? Bisnisnya bagus. Perdagangan beres.

Tahun 2009 tahun pertumbuhan, amin? Segala sesuatu telah disediakan oleh Tuhan. Kenapa? Karena Yesus kerja, semua tuntas di atas Golgota. Sudah selesai, it is finished. Wahyu

3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Yesus itu gentleman. Tahu saudara gentleman, Dia tahu diri. Dia nggak paksa orang. Barang siapa yang percaya. Dia nggak paksa. Yang percaya saja boleh datang. Dia bilang begini: Tengok, Aku berdiri di muka pintu sambil mengetuk. Barang siapa membukakan pintu. Barang siapa mendengar suara-Ku. Jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, pintu akan dibukakan.

Apa yang terjadi? Dia menyediakan semuanya: Aku akan makan dengan Engkau, Engkau dengan Aku. Yohanes

21:6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
21:7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.
21:8 Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.
21:9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti.
21:10 Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu."
21:11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.
21:12 Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.
21:13 Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu.

Waktu murid sampai di darat dengan membawa 153 ekor ikan, oleh karena mujizat dia sampai di darat, eh Yesus lagi enak saja lagi tenang-tenang saja arangnya menyala, ada ikan lagi dipanggang. Dari mana itu ikan? Semua sudah disediakan!

Sampai Yesus bilang, ayo sarapan! Mana ada nabi yang ingat sarapan kita? Cuma Yesus. Cuma Yesus tahu sarapan kita, saudara. Kamu baru dari laut cape, ayo sarapan. Ini punya 153 ekor. Aku nggak perlu itu, Aku punya ini. Dia maju, Dia kasih roti, Dia kasih ikan. Dari mana roti, dari mana ikan? Loh, Dia yang kasih 153, masa nggak bisa Dia bikin yang 2 atau 3 dibakar di atas api. Amsal 

10:22 Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.

Jadi ketika Dia memberkati saudara dan saudara diizinkan mendapat uang mendapat kekayaan, Dia nggak pake kesusahan, nggak. Dia nggak izinkan kesusahan. Apa guna keluh kesah ..  Apa guna keluh kesah .. Anak Tuhan jangan bersusah .. Apa guna keluh kesah.

Sekian firman Tuhan.  

 -- o --

Minggu, 11 Januari 2009

KITA ADALAH BUATAN TUHAN

Mazmur

119:19 Aku ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu terhadap aku.

Kita ini orang perantauan. Jadi kita tidak akan tinggal di dunia ini terus menerus, kita ini orang asing. Hua kiao. Ada yang umur panjang seperti ibu tadi 94 tahun. Di Jakarta ada satu jemaat umur 98 tahun.

Jadi biarpun kita harta banyak, rumah banyak, tanah banyak, dan sebagainya, kita ini hua kiao ... kita ini orang perantauan, kita tidak terus di dunia ini. Orang Jawa bilang, dunia ini tempat mampir untuk minum. Jadi kita hidup di dunia ini hanya untuk minum, makannya nanti di sorga.

Jadi saudara, kita harus tahu bahwa keadaan kita ... kita akan melihat satu ayat di dalam I Petrus

2:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.
2:12 Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.

2:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, ...

Saudara ini dinilai sebagai saudara yang terkasih, saudara itu disayang oleh Tuhan. Saudara bukan orang asal, bukan masyarakat biasa. Saudara punya Tuhan yang mengasihi menyayangi saudara. Kalau kita harus sadar sebagai pendatang, dinasehati sebagai perantau, kita harus menjauhkan diri dari keinginan, bahasa Inggris ... nafsu daging yang berjuang melawan jiwa.

Kalau kita hidup dengan penuh hawa nafsu - ingin cepat kaya, ingin cepat terkenal ingin ini ingin apa -, itu dia berlawanan ... war against, berperang melawan jiwa kita. Makanya banyak manusia walaupun dia kristen jiwanya itu tidak stabil jiwanya tidak bahagia, karena apa? Karena dia melayani nafsu ingin berbuat ini, ingin jadi kaya, ingin ini, ingin hebat, ingin terkenal. Katanya penduduk sorga tidak boleh begitu. Sebagai perantau justru kita harus menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging ... fleshly lust, nafsu-nafsu daging yang berlawanan dengan jiwa.  

Saudara, mari kita renungkan hidup kita ini. Dalam I Petrus

1:24 Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, 

Kalau pasal 1 dikatakan hidup seperti rumput, daging kita seperti rumput dan kemuliaannya seperti bunga rumput, dalam pasal 2:11 dikatakan saudaraku, kita harus menjauhkan diri dari keinginan daging, keinginan rumput itu yang berperang melawan jiwa kita. Maka kita mulai berpikir, buat apa kita hidup. Seperti Ayub bilang, lebih baik saya tidak dilahirkan dari pada saya dilahirkan mengalami kesusahan ini, mengalami ini mengalami itu.

Maaf saudara, kita ini buatan Tuhan, dibuat oleh Tuhan. Kita nggak bisa protes apa yang Tuhan mau perbuat. Mana ada wayang protes sama dalang? Kalau dalang tidak pakai diam saja. Biar ada lalat biar ada nyamuk, diam saja. Mata melotot tidak berkedip diam saja. Tapi begitu dalang pakai wayang itu, wayang itu jadi Gatotkaca, dia bisa terbang, dia bisa berperang. Kita itu seperti itu. Kita nggak bisa protes sama Pencipta kita. Kita nggak bisa protes: Buat apa saya lahir? Nggak bisa. Saudara dilahirkan ke dalam dunia ini.

Nah, itu sebabnya kita mau kembali kepada Mazmur

119:19 Aku ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu terhadap aku.

Dalam surat Filipi

3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, - Bahasa Tionghoa sama bahasa Inggris sama, for our citizenship is in heaven .... karena kita adalah warga negara sorga  - dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,
3:21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

Saudara yang di atas 50 tahun kalau mau lihat umur jangan lihat muka. Karena sekarang muka bisa diacak-acak sama dokter, bisa kencang ditarik sana ditarik sini. Tidak ada keriput.

Dalam ayat ke-73 dari Mazmur 119, Dia berkata begini: Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku. Berilah aku pengertian supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu. Dalam ayat 19, Daud berkata; Jangan sembunyikan perintah-perintah-Mu terhadap aku. Dalam ayat 73, Daud berkata: Aku ingin belajar perintah-perintah-Mu. Ini hati yang baik.

Yang pertama, dia ingin jangan sampai ada perintah Tuhan disembunyikan. Jangan sampai ada hal yang disembunyikan kepada Dia. Tolong Tuhan, beritahu kepada saya apa perintah-perintah-Mu, beritahu kepada saya. Tetapi dalam ayat 73 dia bilang; Aku mau belajar perintah-perintah-Mu. Ini sikap hati yang baik. Ini sifat hati yang positif. Aku mau belajar perintah-Mu.

Saudara datang ke kebaktian kan ingin belajar. Nah, di sini bedanya dunia sama anak Tuhan. Bagaimana kita bisa mengerti kalau belum belajar? Belajar dulu baru mengerti. Tapi di dalam Tuhan lain; Daud berkata: Beri Aku pengertian. Pengertian ini maksudnya apa? Saya ini ke gereja untuk apa? Bikin saya ngerti. Mencari Kerajaan Allah lebih dari dahulu. Mengisi hati kita, yang susah dihiburkan, yang lemah dikuatkan, untuk belajar perintah-perintah Tuhan, itu kebaktian. Untuk memuji nama Tuhan, berterima kasih kepada Tuhan.

Tangan-Mu telah menjadikan aku. Berarti saudara dibikin oleh Tuhan. Makanya tadi saya bilang, saudara itu spesial, dikasihi oleh Tuha khusus. Saudara dibikin oleh Tuhan. Jangan saudara angap bahwa saudara yang bikin anak. Kalau saudara yang bikin anak mungkin saudara punya anak empat mukanya sama semua. Tapi Tuhan ini lain. Saudara punya anak empat, yang satu seperti ibunya, yang satu mirip papanya, yang satu separuh papa separuh mama, yang satu kaya orang lain ... nggak kaya papa nggak kaya mama. Tapi itu anak saudara. Itu Tuhan. Saudara senang dibuat oleh Tuhan? Saudara buatan Tuhan. Tuhan yang membuat saudara. Efesus

2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Saudara dan saya buatan Tuhan. Saudara dan saya secara rohani, Tuhan yang membuat kita ada sebagaimana kita ada sekarang. Saudara pernah lihat peragawan peragawati? Peragawati itu makan harus diukur. Tidak ada peragawati gembrot, nggak ada. Peragawati itu kurus, twiggy, kecil, nggak mau minum susu. Kenapa? Karena dia akan memperagakan pakaian yang desainer-desainernya mau jual.

Desainer itu mau jual pakaian bukan ditaruh di toko. Ditaruh sama peragawan peragawati. Seluruh pedagang di seluruh dunia datang dalam pameran itu. Dia musti jalan seperti kucing jalan, catwalk, itu dalam satu garis. Supaya baju yang dia pakai, itu dipamerkan sama pembeli-pembeli. Saudara dan saya adalah buatan Tuhan. Bagaimana kalau seorang desainer bajunya sudah dipakai kepada peragawati, peragawati jalannya egang? Tidak akan laku, saudara.

Demikian juga Tuhan. Tuhan ingin memperagakan saudara kepada orang dunia. Dia ingin membanggakan saudara. Karena Tuhan itu desainer, saudara itu yang dibikin oleh Tuhan. Dia ingin perlihatkan sama orang dunia.

Makanya kalau orang kristen suka marah-marah, cemberut-cemberut, kesel-kesel, ngambek-ngambek, menggerutu-menggerutu, luh-leuh ... nggak tahu desainernya siapa. Sebab kalau desainernya Tuhan, Tuhan akan pakai Roh Kudus untuk mau display saudara punya kehidupan kepada dunia. Sehingga dunia melihat hidup saudara. Kenapa ya orang ini dulunya begini, kenapa sekarang jadi begini? Kenapa orang ini dulunya susah, kenapa sekarang jadi berubah? Saudara juga akan didisplay oleh Tuhan karena saudara buatan Tuhan.

Kita akan mendalami ayat dari Efesus tadi. Karena kita ini buatan Tuhan, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, - Ini yang saya ingin saudara tahu -, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. Bahasa Inggris, supaya kita berjalan di dalamnya. Sebelum saudara dilahirkan, Tuhan sudah menyediakan hal yang baik. Kalau sekarang saudara ada di dalam hal yang tidak baik, kembali kepada yang benar, kembali kepada jalan yang baik.

Sebab Tuhan nggak mau display di tempat yang tidak baik. Tuhan ingin mendisplaykan saudara di tempat yang baik. Tersinggung saya ... itu tempat yang tidak baik. Saya nggak mau lagi jadi gembala kecil, umpamanya. Saya nggak mau lagi bersaksi. Saya nggak mau lagi jadi singer, nggak mau. Tersinggung saya. Itu tidak baik. Jangan dipakai. Kita kembali kepada jalan yang baik. Sebab Tuhan sudah sediakan jalan yang baik. Kan Tuhan bilang begini dalam Perjanjian Lama: Aku perhadapkan kepadamu hidup dan mati. Bebas mau pilih yang mana. Pilihlah hidup. Berkat dan laknat. Aku minta pilihlah berkat. Tapi kenapa kita melaknat orang? Kenapa kita hidupnya tidak baik? Kita harus kembali kepada yang benar, kepada yang baik.

Setiap kita sedang dibimbing oleh Tuhan untuk mendatangi jalan yang benar. Orang Majus ketika dia mau kembali ke Herodes, eh malaikat Tuhan kasih mimpi: Jangan engkau kembali ke situ, jalan itu. Pakai jalan yang lain. Nah, "Jalan yang lain" selalu ada buat setiap orang yang percaya. 2009 bilang tertutup jalan, eh Tuhan punya jalan yang lain. Tuhan mempunyai jalan yang baru. Sebab apa? Karena Dia berkata: Akulah Yesus, Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Sebelum kebenaran, sebelum hidup, Dia adalah jalan.

Kita sekarang mau mengerti apa yang menjadi perintah Tuhan. Dia mau supaya kita hidup. Bahasa Indonesia memakai hidup. Bahasa Inggris memakai walk, berjalan ... di dalam-Nya. Supaya kita berjalan di dalam Tuhan. Tuhan sudah menunjukkan jalan. Akulah jalan. Kita mau berjalan di dalam Yesus.

Satu pendeta di Amerika mau mengunjungi anak-anak sekolah minggu di Mexico. Amerika dan Mexico berbatasan. Dia bawa uang seratus dolar. Karena dia mau bagi-bagi sama anak-anak miskin. Di tengah ada begal. Begal pakai pistol: Berhenti! Siapa kamu? Nama saya ini, saya pendeta. Mau kemana? Saya mau ke gereja di situ, mau ketemu anak-anak sekolah minggu saya. Minta duit. Saya ada duit tapi duit ini untuk anak-anak itu. Kasihan, ada beberapa keluarga. Tidak bisa, kasih sama saya. Kasih. Ditodong. Ya, sudah, setengah kecewa dia jalan.

Begitu jalan: Hei, stop! Kamu punya rompi masih baru, saya punya rompi bau, udah jelek, tukar. Jadi tukar sama dia. Tukar aja. Aduh, bau apek segala rupa. Habis dingin, dia pakai rompi rampok. Aduh, ini pendeta pakai rompi rampok. Sampai di gereja: Anak-anak, oom minta maaf. Oom sudah bawa uang seratus dolar untuk orang tuamu beli ini, beli itu. Oom taruh uang itu di kantong ini tapi tadi digarong jadi oom kasih. Begitu dia lihat kantong, waktu dia keluarin ... dua ratus dolar. Jadi si rampok kelupaan. Sudah ngegarong dimasukin ke rompinya, tukar rompinya. Asalnya mau dirampok akhirnya dia dapat untung seratus dolar.

Jalan Tuhan itu jalan yang sempurna. Haleluyah? Jadi jangan takut. Jangan takut. Sekarang kita ada di antara dua tahun baru, tahun baru internasional tahun baru masehi sudah lewat. Di hadapan kita ada tahun baru Imlek. Jangan lupa Tuhan, ya. Jangan lupa Tuhan. Karena apa? Tuhan ada pada jalan yang benar. Saudara jalan, saudara buatan Tuhan. Jalan. Kembali kepada Mazmur

119:73 Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku.

Dalam bahasa Inggris bukan membentuk, fashioned me ... mendandani aku. Haleluyah? Saudara itu bukan cuma dibikin oleh Tuhan, bukan saja buatan Tuhan tapi saudara didandani, dihiasi Kasih Yesus indah dalam hidupku ... Menghiasi hati dan jiwaku ..

Tahukan saudara pengantin itu harus dirias? Harus dirias. Itu sebabnya kalau ke gereja, saudara harus dihiasi. Saudara di kebaktian itu lagi dihiasi sama Tuhan, dibikin rapi. Haleluyah.

Kan Yesus mau datang, kita harus rapihkan dulu. Yesus datang itu dua macam. Yesus datang kedua kali atau Yesus datang melalui kematian. Maka sebelum check-out, kita rapih-rapihkan semua. Semua jalan hidup kita, kita rapihkan. Supaya kita ketemu Bos di sorga dalam keadaan yang indah, dihiasi. Kita mau lihat hiasannya itu seperti apa? I Petrus

3:1 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,
3:2 jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.
3:3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
3:4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.

Empat kali disebut perhiasan, perhiasan, perhiasan, perhiasan. Bukan saudara dilarang, ibu-ibu nggak boleh pakai cincin emas, nggak boleh ngepang-ngepang rambut. Maksudnya begini, perhiasan emas perak dan perak, gelang keroncong, apapun yang saudara pakai, tidak ada bisa merubah sifat suami, tidak bisa merubah juga hati Tuhan. Karena Tuhan nggak menilai, dia pakai arloji merk apa sekarang? Rolex mana, Rolex Shenshen apa Rolex asli? Tidak. Coba itu jemaat dia datang, dia pakai baju apa. Baju sisa eksport? Atau memang baju untuk eksport? Apa baju cuci gudang? Tidak.

Tuhan melihat perhiasan di dalam batin. Yang lemah lembut. Yang tersembunyi, nggak kelihatan. Maka jangan menilai orang dari luar. Lihat hati, lihat kelakuannya, saudara tidak akan tertipu. Bagaimana kita lihat hati? Kelihatan dari tingkah laku.

Hai istri, tunduklah sama suami. Bukan artinya kalau suami lewat, siap! Itu di Kodim. Istri tunduk sama suami. Kehebatan, kebesaran seorang wanita, seorang istri, itu pada waktu dia lemah lembut, dia tunduk tenteram, tidak melawan sama suami. Lemah lembut.

Di Semarang ada saya kenal seorang hamba Tuhan, sekarang sudah lanjut sekali usia. Dia punya jemaat besar sekali. Ada satu seperti gembala kecil ya, dia pengurus kaum wanita. Kesaksiannya luar biasa. Dia punya suami, ini dosanya komplit, saudara ... suka minum-minuman keras, suka judi, suka main perempuan. Sudah komplit dah, sudah pasti neraka punya tuh. Judi, main perempuan, mabuk-mabuk. Seringkali dia pulang, mabuk, pukul-pukul istri. Seringkali dia pulang main judi kalah, dia tempeleng istri.

Tapi si istri selalu tunduk, nggak pernah kata kasar, nggak pernah ngelawan, nggak. Tetap lembut, baik. Tapi si istri ini dia kebaktian, selalu di kebaktian dia dapat kekuatan dari Tuhan. Dia doakan suaminya: Tuhan, tolong selamatkan suami saya. Kalau ibu berdoa lebih cepat didengar dari pada bapa berdoa. Sebab Yesus itu laki-laki. Doanya didengar. Tiba-tiba suaminya buta, nggak bisa lihat, gelap, nggak bisa lihat. Baru istrinya berharga. Mau ke kamar mandi: Mami. Ada apa? Sakit perut. Mandi dimandiin. Sikat gigi diodolin karena dia nggak bisa lihat.

Apa yang terjadi? Dia buta. Terus buta. Tapi istrinya hormat. Makan disuapin. Berbulan-bulan, baru dia ngomong sama suaminya: Pa, kita ke gereja, yu. Mau ke gereja. Dibawa, duduk di depan. Kalau dia masih melek dia nggak berani duduk di depan Tuhan Yesus tidak berubah .. Tidak berubah. Itu dia gampang ingat. Tuhan Yesus tidak berubah .. Tak berubah selama-lamanya. Jadi waktu ini suami dengar lagu ini, dia bisa nyanyi karena gampang. Sudah sembahyang, mau didoain nggak, pih? Mau. Aduh, sederhana doanya, saudara. Tapi ini suami betul-betul ingin kembali dari jalan yang tidak baik ke jalan yang baik. Dia berkata: Tuhan, tolong saya. Hamba Tuhan berdoa: Dalam nama Yesus, Tuhan beri kemurahan-Mu. Begitu dibuka, dia langsung melihat. Sekarang suami istri ini menjadi pelayan Tuhan.

Istri, perhiasanmu bukan emas dan perak. Perhiasanmu adalah hati yang lemah lembut, yang tenteram. Tersembunyi, tenang, nggak kaget, tenang. Itu perhiasanmu. Ayatnya yang ke-5,

3:5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,

Saya mau tanya ibu-ibu: Mau ibu-ibu tunduk kepada suami? Amin. Walaupun suami belum dalam Tuhan, kita harus tunduk. Tunduk saja, sayang, hormat, nanti Tuhan adakan perubahan. Kalau Tuhan adakan perubahan, luar biasa. Kembali lagi kepada Mazmur

119:73 ..., berilah aku pengertian supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu.

Belajar perintah-perintah. Saudara, kalau kita disuruh itu masih enak. Ini diperintah. Aduh, nggak enak kalau diperintah. Tapi ini perintah Tuhan.

10 perintah Tuhan. Saudara nggak bisa masuk sorga cuman milih. Saya mau perintah ini, mau perintah ini, enak. Kalau ini, ini, ini, nggak mau. Semua perintah. Ada haleluyah? Saudara sekolah tapi nggak mau ulangan, nggak bisa. Harus ada ulangan. Hidup di dalam jalan-Nya Tuhan, perintah Tuhan. Dalam surat Yohanes dikatakan, perintah-perintah-Nya tidaklah sukar. Cuma kita yang sukar melakukannya. Perintah Tuhan itu nggak sukar. Kita sukar melakukannya.

Mengalah, itu nggak sukar. Tapi kita sukar melakukannya. Rendah hati nggak sukar ... tapi kita sukar melakukannya. Rajin, itu perintahnya, rajin pangkal kaya ... tapi kita sukar melakukannya. Saudara mau ikut perintah Tuhan? Jangan keras hati untuk menurut perintah Tuhan. Saya tutup dengan satu ilustrasi.

Ada satu anak SMP di Korea, dia lulus untuk masuk SMA. Lalu dia minta dibelikan sepeda motor sama papanya: Pa, saya ingin sepeda motor. Ini kejadian betul, saudara. Papanya bilang: Baca dulu Alkitab, papa pasti kasih sepeda motor. Nggak, saya ingin sepeda motor dulu baru saya baca Alkitab. Papanya bilang: Baca Alkitabmu dulu baru aku kasih sepeda motor. Oh, dia keras. Saya mau sepeda motor dulu baru baca Alkitab. Keras sama keras, sudah, nggak ketemu. Alkitabnya nggak dibuka-buka.

Sudah satu tahun dia SMA. Sudah satu tahun nih, papa belum membelikan sepeda motor. Baca dulu Alkitab, baru aku belikan sepeda motor. Akhirnya dia kalah karena ingin sepeda motor. Baca Alkitab. Mau mau nggak nggak. Begitu dia buka Alkitab, belum dibaca, cek jatuh untuk beli sepeda motor. Tahun lalu sudah dikasih. Pa, kenapa ini tahun lalu nggak dikasih sama saya? Kan papa bilang, baca dulu Alkitab.

Saudara mau cari dulu Kerajaan Sorga dengan segala kebenarannya? Maka segala sesuatu akan ditambahkan. Percaya dong janji Tuhan ini, saudara. Cari dulu Tuhan, utamakan Tuhan, utamakan kebaktian maka segala sesuatu yang kita perlukan akan ditambahkan. Akan ditambahkan berarti saudara sudah ada berkat tapi ditambah lagi.

Sekian renungan firman Allah. Dahulukan Tuhan ... saudara buatan Tuhan. Nomor satukan Tuhan, saudara buatan Tuhan. Segala keperluan saudara, semua yang tetek bengek itu akan ditambahkan kepadamu. Amin. Ayo kita berdiri bersama-sama.

-- o --

Minggu, 18 Januari 2009

JALAN YANG BARU

Haleluyah. Kita akan membaca Yehezkiel 

18:30 Oleh karena itu Aku akan menghukum kamu masing-masing menurut tindakannya, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan.
18:31 Buangkanlah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan perbaharuilah hatimu dan rohmu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?
18:32 Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!"

Di dalam ayat ke-30, kita belajar bahwa Tuhan memberitahu kepada umat-Nya bahwa umat-Nya itu dihukum oleh karena kedurhakaan dari umat Tuhan. Lalu disebutlah oleh Tuhan, bertobatlah supaya kamu tidak kena batu sandungan.

Jadi, batu sandungan bukan Tuhan yang taruh. Bahasa Yunaninya batu sandungan itu skandalom. Dari kata skandalom datang kata skandal. Kalau saudara jalan ada batu besar, saudara tidak mungkin akan tersandung dengan batu besar. Justru sandungan itu adalah batu yang tidak terlalu besar tapi tidak terlalu kecil tapi saudara remehkan dan saudara tersandung dengan batu itu. Nah, batu itu adalah karena kita tidak bertobat. Karena kita tidak bertobat, kita akan tersandung, kita akan jatuh. Itu yang pertama. Dan Tuhan tidak mau orang Israel itu jatuh sebab itu akan menjatuhkan kita, membawa kita kepada kesalahan.

Itu sebabnya saudara-saudara, mari kita bertobat kembali kepada Tuhan, kembali kepada pekerjaan yang mula-mula. Kerjakan hal-hal yang baik supaya kekerasan hati kita tidak menjadi batu sandungan kita; keengganan kita, ketidakmauan kita tidak menjadi batu sandungan bagi kita.

Di dalam ayat ke-31, Buangkanlah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan perbaharuilah hatimu dan rohmu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?

Kata durhaka di sana, di dalam bahasa Ibrani dipakai kata pesah. Pesah berarti saudara membelakangi Tuhan. Tuhan dekat tapi saudara belakangi. Saudara tidak menghadap Tuhan. Saudara tidak hormati Tuhan tapi saudara belakangi Tuhan. Ke gereja sih ke gereja tapi saudara membelakangi Tuhan. Nah, itu namanya pesah. Tuhan sudah anggap itu durhaka. Durhaka, pesah, membelakangi Tuhan. Itu sebabnya pada sore hari ini saya ingin saudara berpikir. Katanya Tuhan: Buanglah segala kesukaan kita membelakangi Tuhan itu buanglah.

Yang kedua: Dan perbaharuilah hatimu dan rohmu.

Dalam bahasa Inggris, milikilah hati yang baru dan roh yang baru. Bahasa Ibraninya lemb, sesuatu yang baru. Milikilah sesuatu yang baru, hati yang baru dan roh yang baru.

Perhatikan kalimat yang terakhir: Mengapa kamu akan mati, hai kaum Israel?

Di dalam bahasa Inggris, ... kamu nggak perlu mati, kenapa kamu harus mati? Kamu nggak perlu rugi, kenapa kamu harus rugi? Kamu nggak perlu miskin, kenapa kamu harus miskin? Kamu nggak perlu susah, kenapa kamu harus susah? Kamu nggak perlu bangkrut, kenapa kamu harus bangkrut? Tidak perlu, kata Tuhan. Asal kita memiliki hati yang baru dan roh yang baru. Amin?

Kenapa kita susah, kenapa kita bangkrut, kenapa kita dapat kesulitan? Itu salah kita sendiri. Sebab Tuhan tidak mendesain saudara untuk menjadi batal, menjadi gagal. Tuhan tidak pernah mendesain manusia supaya saudara gagal. Kalau sampai manusia gagal, manusia terserandung sampai manusia terjatuh, itu bukan salah Tuhan. Tuhan tidak pernah taruh batu sandungan. Tuhan tidak pernah taruh batu di mana saudara akan terjatuh. Justru batu itu saudara punya, pesah, membelakangi Tuhan.

Itu yang membuat menjadi batu sandungan buat saudara. Tidak perlu saudara rugi, kenapa kamu harus rugi? Tidak perlu saudara mati, kenapa kamu harus mati? Tidak perlu, tidak perlu, tidak perlu. Engkau bisa hidup. Engkau bisa beruntung. Engkau bisa bergairah. Engkau bisa mempunyai berkat. Engkau bisa mendapatkan hidup berkelimpahan. Engkau tidak usah rugi, engkau tidak usah susah, engkau tidak usah bangkrut. Daganganmu tidak usah berkurang. Selalu harus ada berkelimpahan. Di dalam Tuhan, di dalam Yesus selalu ada kelimpahan. Engkau tidak usah susah, tidak usah bangkrut, tidak usah.

Miliki iman ini, bahwa Tuhan tidak suka melihat saudara susah. Tuhan tidak suka lihat saudara bangkrut. Tuhan tidak suka lihat saudara rugi. Tuhan ingin saudara semua tersenyum.

Ayat 31, Buangkanlah dari padamu segala durhaka - pesah - yang kamu buat terhadap Aku dan - leb ... perbaharuilah hatimu dan rohmu!

Bahasa Inggris, milikilah hati yang baru dan roh yang baru - Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?

18:32 Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!"

Kita belajar ternyata Tuhan tidak suka lihat kita mati. Mati di dalam dosa, maksud saya, Tuhan tidak suka lihat. Dia mau supaya kita hidup.

Milikilah hati yang baru dan roh yang baru. Saudara ingat cerita anak terhilang?  

Sebelum dia dapat baju yang baru, cincin yang baru, sepatu yang baru, kasut yang baru, pesta yang baru, pengakuan yang baru, pelukan yang baru dari bapanya, lebih dulu di kandang babi dia harus memperbaharui hatinya dan rohnya. Ketika dia bilang, aduh aku sudah salah ... itu dia bertobat. Repent. Betapa banyaknya budak bapaku, makanannya berlimpah-limpah tetapi aku di sini mati kelaparan. Bapa tidak suka lihat anaknya mati. Tetapi anaknya harus kembali, harus betobat. Maka ketika dia sadar, itu baru bertobat di dalam pikiran. Ketika dia mempunyai tekad untuk kembali bertobat dalam pikiran tetapi ketika dia melangkah kembali kepada bapanya, itulah yang disebut bertobat yang sesungguhnya.

Ketika dia kembali bertobat, lihat, dia dapat pengakuan yang baru, dia dapat pelukan yang baru, dia dapat ciuman yang baru, dibawakan jubah yang baru, dibawakan cincin yang baru, dibawakan kasut yang baru, dibikinkan pesta yang baru karena hatinya sudah baru. Orangnya sama masih compang-camping, masih kurus kering. Tetapi di dalam hatinya sudah sesuatu terjadi yang baru, ada haleluyah?

Dari seluruh negara Eropa, yang saya paling suka negara yaitu Norwegia, walaupun saya belum pernah ke sana. Mungkin bapak Samuel Rahmat masih ingat nama pendetanya Ariel Advarsen. Pada tahun 70-an, 75, 78, Ariel Advarsen datang ke Indonesia dan dia bersaksi bagaimana negaranya sudah jatuh miskin. Presidennya bilang, sekarang seluruh rakyat Norwegia mulai hari ini harus bawa persepuluhan kepada Tuhan. Kita sudah berdosa kepada Tuhan, kita sudah merampok Tuhan, kita tidak pernah bawa persepuluhan. Seluruh rakyat bawa persepuluhan. Di gereja masing-masing bawa persepuluhan. Dan semua membawa persepuluhan, saudara.

Dalam satu tahun, negara yang miskin ini bangkit dan hari ini saudara, dia tidak terkena imbas ekonomi dunia. Indonesia terkena tapi Norwegia tidak terkena imbas ekonomi dunia, dia tetap hidup dan tetap berkembang seperti sedia kala tidak ada ruginya, karena apa? Karena mereka sudah kembali,  hati yang baru, roh yang baru. Negaranya sama, presidennya sama, rakyatnya sama tapi hatinya sudah baru. Mereka kembali dan mulai membawa persepuluhan. Satu saat satu tahun negara itu diberkati luar biasa sampai sekarang ini. Haleluyah. Puji Tuhan.

Yang kedua, yang saya kagum itu Korea. Di Korea ada satu pendeta namaya Cho Yong Gie. Cho Yong Gie tidak mau baptis jemaat yang belum bawa persepuluhan. Ditanya sama pendeta, kenapa kamu tidak mau baptis orang walaupun dia belum bawa persepuluhan kan dia sudah percaya Yesus? Tidak mau; Alkitab bilang, orang tidak bawa persepuluhan itu dia disebut perampok. Kalau aku baptis orang tidak bawa persepuluhan, aku nambahin satu perampok di sorga katanya. Itu Cho Yong Gie.

Ada satu ibu. Dia jualan kue ke gereja. Bawa kue. Habis kue kebaktian dia pulang. Tiap minggu begitu. Bawa kue habis. Tapi begitu saja. Tidak ada perubahan. Dari muda dia jual kue. Habis terus karena jemaatnya ada 700 ribu. Ah, pokoknya asal habis saja.

Tapi satu kali dia dengar khotbah oom Cho Yong Gie itu dia khotbah: Cobailah Tuhan, katanya, kalau engkau tidak percaya, cobai Tuhan. Bawa persepuluhan. Hatinya dijamah. Orangnya masih itu juga. Encinya masih enci itu juga. Dia pulang dari gereja. Jualannya masih jualan kue juga tapi hatinya sudah hati yang baru, rohnya sudah roh yang baru. Dia pulang ke rumah dia bilang sama suaminya dia bilang sama anak: Mulai hari ini semua keuntungan harus dipotong 10%, dibawa ke gereja. Itu sekitar tahun 82. Sekarang dia pegang 3 kantin besar di cabang-cabang gereja dan dia pegang 3 kantin besar di universitas-universitas; dia sekarang kerjanya di belakang laci. Orang setor sama dia. Nggak usah: Kue ... kue .... Saudara kan senang kalau saudara diam saja tapi laci saudara banyak terus.

Tuhan tidak senang melihat saudara susah. Tuhan tidak suka melihat saudara mati. Tuhan tidak suka melihat kaum muda tidak punya pengharapan. Dia tidak suka melihat keluarga-keluarga kedodoran. Dia tidak suka melihat jemaat di dalam hidup yang berkekurangan. Dia  suka kalau semua anak Tuhan hidup di dalam kelimpahan dari kerajaan sorga. Haleluyah. Engkau tidak perlu mati, engkau tidak perlu susah, engkau tidak perlu putus asa. Kita punya Tuhan. Itu sebabnya kata Tuhan, jalannya satu: Bertobatlah supaya kamu hidup. 

Apa artinya leb? Sesuatu yang baru. Diperbaharui. Nanti saudara pulang orangnya sama. Pulang sama. Joni tetap Joni tapi di hati saudara sudah ada pembaharuan. Yehezkiel    

36:25 Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu.
36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
36:27 Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Lihat, Tuhan kalau kasih air yang jernih bukan air kobokan bukan air comberan. Air yang jernih yang bisa diminum yang bisa mentahirkan kita. Itu tidak lain adalah air firman Allah yang jernih, ingin mencucikan kita dari segala dosa. Tuhan tidak suka lihat kita kotor, Tuhan tidak suka lihat kita najis, Dia ingin membersihkan. Aku akan beri kepadamu air yang jernih. Ketika saudara sudah bersih,

36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
36:27 Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. 

Saya baca ayat 26, biarlah Tuhan beri ini ayat 26 buat saya. Tuhan berikan saya hati yang baru. Dan ingin mempunyai roh yang baru. Orangnya sama. Berikan saya hati yang baru. Berikan saya hati yang taat. Berikan roh-Mu masuk dalam hati saya. Jadikan sesuatu yang baru dengan hati saya. Supaya saya kembali kepada semangat yang mula-mula.

Sore hari ini Dia ingin memberikan yang baru buat saudara. Tiap hari rahmat-Nya selalu baru. Tiap pagi rahmat Tuhan selalu baru. Dia tidak kekurangan dengan sesuatu yang baru. Tiap hari rahmat Tuhan selalu baru. Besok pagi baru lagi rahmat Tuhan. Lusa pagi baru lagi. Terus setiap pagi saudara bangun, terus rahmat Tuhan selalu baru. Dan biarlah kita punya hati yang baru, roh yang baru. Efesus 

4:22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
4:24 dan mengenakan manusia baru - Antropos neakos -, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Saya mau berhenti dengan manusia baru. Antropos manusia, neakos. Ada baru kata yang lain, neos. Saya pakai baju baru, neos. Saudara punya rumah baru, neos. Saudara pakai minyak rambut baru, neos. Saudara pakai warna rambut baru, neos. Itu semua adalah neos, baru.

Tapi bukan neakos. Di sini ditulis manusia baru, antropos neakos. Saudara dulu suka judi, sekarang tidak suka judi ... itu neakos. Dulu saudara suka ngomongin orang, sekarang tidak ... itu neakos. Dulu saudara suka marah, sensitif, saudara nggak puguh-puguh marah, orang nggak bersalah saudara marah, sekarang saudara sabar ... itu neakos. Dulu saudara kopet medit skaker pelit tapi sekarang saudara suka memberi ... itu neakos. Dulu saudara bawel, sekarang saudara tidak bawel, saudara diam ... itu neakos. Neakos adalah pembaharuan yang tidak kelihatan mata. Pembaharuan di dalam hati. Orangnya sama, Joninya sama, Gioknya sama tapi dalam hatinya sudah diperbaharui oleh Tuhan. Antropos neakos ... manusia baru.

Saya baru ngajar satu kali saja di kelas dua, sudah tahu, ada siswa ada siswi yang masih manusia lama belum manusia baru. Manusia lama. Baru-baru ini ada siswa baru dibaptis. Siswa sebenarnya tidak boleh masuk sekolah alkitab kalau belum dibaptis. Masih manusia lama. Harus dibaharui dulu, baharui, baharui. Orang bisa saja dibaptis sepuluh kali, dua belas kali dibaptis, bisa ... tapi kalau hatinya nggak dibaharui, dia orang berdosa yang kering, keluar dari baptisan dia orang berdosa yang basah. Cuma itu saja. Tapi tidak dibaharui.

Dulu zaman musim hujan begini, payung hilang di bawah. Tapi sekarang tidak ada yang hilang. Nah, itu neakos. Dulu ada persekutuan doa tahun 76-77, saya mulai menginjil di Jakarta di rumahnya ibu Ida di jalan Kartini IX No. 70. Dia orang katolik. Itu kita duduk di bawah, sila. Sepatu, sandal, semua taruh di luar. Ada satu pemuda, saban pulang ke rumah sepatunya baru, sandalnya baru. Sampai bapanya bilang, kenapa kamu saban pulang kamu punya sepatu baru, sandal baru? Itu pendetanya bilang, katanya, buang yang lama ambil yang baru.

Maksudnya, tabiat yang lama buang, ambil tabiat yang baru. Hati yang keras buang, hati daging diambil. Lihat Tuhan berkata: Aku akan memberi kepadamu hati yang baru dan roh yang baru. Manusia baru yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Kekudusan yang sesungguhnya.

CNN baru menyiarkan Mesir pada zaman Presiden Nasser. Tidak ada satu perempuan yang pakai jilbab di Mesir. Tidak ada. Semua bebas. Tetapi kenapa sekarang dari sepuluh perempuan, sembilan pakai jilbab? Ini bukan pembaharuan, kata CNN, ini keterbelakangan. Mundur ke belakang. Itu kesucian, kekudusan yang tidak sungguh.

Ada orang kalau puasa diam aja, cemberut. Mukanya dipanjang-panjangin, kaya kuda dari Sumbawa. Kenapa sih kamu cemberut aja, kenapa? Puasa, saya ini lagi puasa, tahu nggak? Itu kesucian yang tidak sesungguhnya. Pakai: Hormatilah orang yang berpuasa. Oom saya dan satu pendeta Batak, Simanjuntak, dari Probolinggo, itu terkenal dengan baju putih, celana putih, sepatu putih, kaos kaki putih, rambut putih, anjing dua di Bondowoso itu putih dua-duanya. Iya, ini oom saya, saudara. Bangku gereja putih semua.

Lalu yang di Probolinggo, itu main piano kan ada hitam ada putih. Itu dicat putih yang hitamnya. Itu betul terjadi dan itu luar biasa. Semua putih. Tapi saya mau kasih tahu, itu kesucian yang bukan sesungguhnya. Itu dibikin-bikin.

Pendeta zaman dulu berani sekali, beraninya luar biasa. Dia diundang papa datang ke sini, oom Simanjuntak. Dia tidak menikah, sampai meninggal dia bujangan. Naik becak. Di toko Lili ada satu perempuan, zamannya rok mini. Lihat perempuan pakai rok mini naik becak, aduh itu pendeta Simanjuntak, di becak ini saudara: Zus, bertobat, kalau tidak kamu masuk neraka. Bertobat Zus.

Pendeta zaman dulu luar biasa. Dulu banyak pemimpin pujian di Jakarta pakai celana panjang. Itu banyak yang protes jemaat sama saya. Kenapa brur dibiarkan, masa melayani Tuhan pakai celana panjang? Lebih baik pakai celana panjang dari pada nggak pakai celana. Sekarang nggak ada persoalan. Dulu zamannya oom Elly Parakimela yang di Sukabumi, wah, nggak ada satu jemaat berani nonton bioskop. Nggak ada. Sebab asal nonton bioskop, ini oom Elly datang ke bioskop pas istirahat: Permisi, izinkan saya masuk. Dia periksa. Saya mau lihat jemaat saya. Zus keluar. Brur bertobat, keluar. Ayo keluar, keluar. Tapi untung sekarang, bioskopnya sudah masuk ke kamar. Nontonnya di kamar saja.

Pendeta zaman dulu itu begitu. Tapi saya ingin kasih tahu, itu bukan kekudusan yang sesungguhnya. Yesus bilang, kamu orang Farisi, kamu berdoa di sudut-sudut jalan supaya dilihat orang. Apa kata Tuhan Yesus? Kalau kamu berpuasa, minyaki rambutmu supaya engkau tidak kelihatan engkau sedang puasa. Supaya hanya Tuhan yang tahu bahwa engkau sedang puasa. Ada satu siswi di sekolah alkitab tapi sudah lulus. Hampir tiap bulan puasa, tujuh hari tujuh malam dan dia kerja. Orang Batak. Dia kerja. Sampai saya musti larang.

Tangan kanan memberi, tangan kiri jangan tahu. Bagaimana ini Tuhan, waktu ngitung duit tangan kiri juga tahu. Maksudnya Tuhan, jangan sampai orang tahu. Jangan menonjol. Kalau beri, beri.

Satu kali saya KKR di Bandung di gedung museum. Habis KKR datang satu ibu. Boksu, boksu, boksu Awondatu ya? Iya. Kenalkan saya ibu ini. Iya. Boksu tahu itu gereja di jalan itu tuh? Iya. Yang gede itu gereja. Iya. Sebelahnya ada sekolah. Iya. Itu saya yang bangun. Puji Tuhan, tante, Tuhan memberkati. Ngobrol lagi. Saya mau ganti baju. Itu sekolah, itu gereja, itu saya yang bangun. Saya minta maaf, saya musti ke mobil mau ganti baju dulu. Sampai ketemu ya boksu. Tapi boksu jangan lupa. Apa tante?  Itu gereja dan sekolah itu tadi, saya yang bangun. Hilang berkatnya.

Kesucian yang dibikin-bikin. Tidur di atas paku, bantalnya duren, supaya masuk ke nirwarna. Itu kekudusan yang tidak sesungguhnya. Saudara-saudara, walaupun saudara diam tapi kalau Tuhan bilang Aku menyucikan kamu, saudara itu suci. Ingat Musa? Musa datang. Hei Musa tanggalkan kasudmu, karena tanah yang engkau injak itu adalah suci.

Saya mau tanya, kenapa tanah itu jadi suci? Ada yang tahu? Kenapa? Karena tanah yang diinjak Musa tiba-tiba suci, Musa harus buka sepatu, kenapa? Nggak ada yang tahu? Karena Tuhan yang bilang. Tuhan bilang suci, tanah itu suci. Buka sepatu. Tuhan bilang suci tanah ini, buka sepatu kamu, tanah yang engkau lagi injak itu suci. Tuhan bilang suci, suci. Biar di situ ada apa, di tanah itu warnanya coklat, hijau, kuning, semua ada apa tapi kalau Tuhan  bilang itu suci adalah suci.

Kalau kita diampuni oleh Tuhan, Tuhan bilang dosamu sudah diampuni, habis, orang bilang macam-macam, tapi dosa kita sudah diampuni, kita jadi orang suci. Sebab Tuhan yang bilang, sebab Firman Allah yang bilang. Ada haleluyah? Ibrani

10:19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,
10:20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

Saudara, bukan cuma hati yang baru, bukan cuma roh yang baru, di dalam Yesus ada jalan yang baru. Tuhan punya ribuan macam jalan yang baru. Ingat orang Majus ketika dia sudah lempar emas, kemenyan dan mur, dia ingin kembali kepada Herodes, sebab cuma itu jalan yang dia tahu, tapi malamnya malaikat Tuhan datang dalam mimpi dan berkata: Jangan kamu kembali ke Herodes. Lalu dia bangun cepat-cepat dan bintang memimpin mereka; ada jalan yang baru.

Saudara tahu jalan yang baru? Yang belum pernah saudara lewat? Saudara tidak akan pernah o, ini tahu saya jalan, ini saya tahu jalan. Saudara, saya suka bosan lewat Puncak karena dari tahun 1976 sudah lewat bolak-balik Cianjur-Jakarta, Jakarta-Cianjur, sampai jumlah tikungannya saya tahu ... 2, kiri dan kanan. Tapi saudaraku, kita lihat jalan yang baru eh ada apa, eh awas ada jurang, ...

Saya sebetulnya diundang ke Denver Amerika oleh gembala setempat, orang Batak, bapak Hutapea. Dia ingin bawa saya ke jalan yang namanya Oh My God. Jalan itu di pinggir jurang dan sempit sekali. Jadi kalau jalan oh, my god ... oh my, god. Kalau ketemu mobil lain ... oh, my God ... oh, my God ... oh, my God. Ngeri sekali. Tapi Tuhan memberi jalan yang baru kepada saudara, ya.

Saudara tidak tahu kan 2009 akan ada apa? Ingat, Tuhan buka jalan yang baru. Ada aja nanti jalan yang baru. Orang tutup jalan eh, kita dapat jalan yang baru, artinya kita dapat jalan yang baru. Dapat jalan yang baru. Sekarang kalau apa namanya, ke lapangan terbang, kiri kanan itu jalan yang baru, lebih tinggi 2 meter jalan yang baru. Kalau banjir jalan yang baru dipakai. Iya, ini jalan yang baru, saya baru tahu, saya bilang. Satu jemaat bilang kemarin tuh, nah ini jalan yang baru oom, jalan baru. Tidak kebanjiran. Saudara, Tuhan punya jalan yang baru.

Leb. Sesuatu yang baru yang di dalam, leb, di dalam hati kita. Oh, dia sudah jadi manusia yang baru, dia sudah jadi antropos neakos, oh dia sudah jadi saudara kita yang baru, dia sudah dilahirkan baru, dia sudah dilahirkan kembali. Dia sudah jadi anak Tuhan, dia sudah jadi baru.

Sebagai ayat sambungannya, kita baca Wahyu

21:1 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.
21:2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
21:3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.
21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."
21:5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

Empat kali kata baru: Langit baru, bumi baru, Yerusalem yang baru, lihat segala sesuatu Aku jadikan baru. Leb neakos, sesuatu yang di dalam kita. Yang lama, bumi yang lama sudah lenyap. Langit yang lama tidak dipakai lagi. Langit baru dan bumi baru. Laut tidak ada lagi. Tuhan nggak bikin laut yang baru. Nggak. Laut tidak ada. Jadi nanti pada waktu Kerajaan Seribu Tahun, langit baru, bumi baru. Kita belum masuk sorga. Kita di dunia dulu seribu tahun. Hidup sampai selama-lamanya dengan tubuh yang baru. Semuanya Aku jadikan baru. Lihat, Aku jadikan baru.

Taman Firdaus diperbaharui, dikembalikan kepada manusia. Saudara akan bermain-main di Taman Firdaus. Saudara akan luar biasa. Hidup saudara diperbaharui. Baru, semua baru. Yang lama sudah lewat, yang baru sudah terbit. Tuhan kasih hidung yang baru, rambut yang baru. Yang botak-botak semua tidak ada lagi. Tidak ada lagi perkabungan, karena tidak ada yang mati. Tidak ada air mata. Terharu juga nggak ada. Kadang-kadang saya khotbah, kadang-kadang terharu. Sukacita tapi saya nangis. Nanti nggak bisa. Lihat itu berkat Tuhan luar biasa. Nanti di sorga semua baru. Langit baru, bumi baru, semuanya baru.

Saya ingin saudara pulang dengan hati yang baru, dengan roh yang baru. Sebelum tahun baru Imlek, saudara sudah punya tahun baru di dalam Kristus Yesus. Saudara sudah dibaharui. Haleluyah. Puji Tuhan. Kalau ada tahun baru, kalau ada semua yang baru, semua serba baru. Baju baru ini neos. Tapi karakter yang baru itu adalah neakos. Sebagai ayat yang terakhir kita buka II Korintus 

5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Haleluyah. Kalau saudara di dalam Kristus, orangnya masih dia-dia juga. Hendra nya sama, Hendri nya sama. Acong nya sama ... dia-dia juga. Malah kita tambah tua dalam tubuh. Tapi di dalam Kristus, yang lama sudah berlalu, yang baru sudah terbit. II Korintus

4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Saudara mau ikut Yesus? Setia di dalam Yesus. Ikut Tuhan. Tuhan, berikan saya hati yang baru. Berikan saya hati yang baru. Berikan saya hati yang baru. Banyak saya kalau mau ngomong tentang hal-hal yang baru yang Tuhan berikan kepada saya. Berikan saya hati yang baru.

Tuhan memberikan kepada saudara berkat yang baru. Kita berdiri bersama-sama. 

-- o --

Minggu, 25 Januari 2009

BENIH KEHIDUPAN

Amsal

11:30 Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang.

Saya itu punya cita-cita ingin memperbaiki salinan-salinan dari Alkitab sebab banyak yang tidak cocok dengan salinan yang seharusnya.

Di dalam salinan bahasa Inggris, ayat 30 berbunyi demikian: buah dari kebenaran adalah pohon kehidupan dan dia yang memenangkan jiwa-jiwa adalah bijak.

Buah dari kebenaran adalah sebuah pohon kehidupan dan dia yang memenangkan jiwa-jiwa adalah bijak.

Jadi ayat ini terdiri dari 2 bagian. Yang pertama saya akan baca dan nanti saya terangkan bagian kedua. Buah dari kebenaran adalah pohon kehidupan.  Jadi pohon kehidupan adalah membuahkan buah kebenaran.

Nah saudara-saudara, beberapa waktu yang lalu saya ada di Banten untuk KKR. Seluruh gereja di Banten - katolik, GKI, Potestan, Pantekosta, Bethel semua di UPH. Dan saya nginep di satu jemaat yang di belakang rumahnya dia punya banyak tanaman-tanaman. Saya bingung melihat satu pot besar dengan tanaman yang daunnya bergelombang tinggi besar. Saya bilang itu tanaman apa? Itu namanya Gelombang Cinta. Wih, besar sekali, tanamnya susah? Oh, nggak, ini benihnya nih. Kasih lihat buahnya ambil benihnya. Dan satu benih dia tanam-tanam jadi semua kecil. Kalau oom mau bawa saja benihnya, taruh di tanah yang kecil benihnya tumbuh. Benihnya sebesar beras, sebesar beras benihnya.

Saudara-saudara, benih sebesar beras itu ditanam di tanah yang kecil. Setelah jadi harus dipindahkan ke pot yang agak besar. Setelah jadi besar dia dipindahkan kepada pot yang lebih besar. Sudah besar sekali dia ditaruh di pot paling besar barulah dia disebut Gelombang Cinta.

Jadi pohon yang besar itu datang dari benih yang kecil, pohon kehidupan itu datang dari benih yang kecil. Gereja kita, gereja Pantekosta ini dulu disebut gereja kandang ayam. Waktu saya masih kecil, saudara-saudara, gereja pantekosta terdiri dari gedeg, dari bilik; panggung, ya. Tehelnya masuk hanya tehel saja pertama, lalu ke kiri kamar papa dan mama lalu masuk sudah gereja itu. Dari bilik. Jadi kita jalan itu di panggung. Dan sering kali di bawah panggung itu ayam-ayam banyak dan kalau sedang ada khotbah atau ada sekolah minggu kita lagi dengar ajaran guru sekolah minggu, ayam itu kukuruyuk ... di bawah panggung. Maka mereka bilang itu gereja kandang ayam.

Tapi dari sana benih pantekosta sudah ditabur dan dia ada pada satu tanah yang kecil. Kemudian pindah karena gereja tidak boleh dekat mesjid, ya itu hampir nempel sama mesjid jadi disuruh pindah. Sementara cari tempat, kita pindah kebaktian di Cikidang. Benih itu mulai bertambah besar, mulai jemaat mencari dana kesana kemari, ya. Semua itu yang mengawali kita ada sebagaimana kita ada sekarang itu dari benih yang kecil itu.

Dari benih yang kecil, dipindahkan ke tempat itu dan pindah juga saudara sudah ketemu ini rumah, rumah setan. Tidak ada yang mau beli rumah ini. Maka saya suka bilang sama murid-murid saya: cari rumah setan. Sebab orang tidak mau beli pasti harganya murah. Dan ini hanya dibeli dengan uang 80 ribu, 60 ribu apa 80 ribu. Uang dulu, ya. Dan masih waktu sudah jadi gereja masih ada setan jalan-jalan. Waktu kami sedang berdoa semalam suntuk, doa 2 jam, gantian 2 jam, gantian 2 jam. Cia Ke Kong ada di sini, dia diganggu ...  payung itu terbang sendiri, sebab ini gereja digelapin, terbang sendiri. Dia bilang: jangan main-main - dia bilang sama A Kaw almarhum -, jangan main-main, saya sudah ngantuk. Siapa yang main-main, aku sudah tidur. Kaos kaki digini-giniin.

Benih itu sudah jadi besar dan dipindahkan di gereja yang baru. Gerejanya masih kecil ya. Masuk sebelah sini gereja, kamar 1, kamar 2, kamar mandi, panggung ini bak kecil. Benih itu bertambah besar mulai dibesarkan oleh papa saya. Disebut gereja bompay karena gereja pantekostanya seperti bompay. Haduh, sudah macam-macam dari kandang ayam jadi bompay, saudara-saudara. Tapi ya lumayan kita sudah naik pangkat dari kandang ayam jadi bompay. Lumayan.

Lalu papa meninggal tahun 72. Saya dipanggil dari sekolah Alkitab Jawa Timur untuk menggantikan langsung. Aduh, nggak ada pengalaman, kurang pengalaman banyak kesalahan, banyak kekurangan, ya. Tetapi saya berterima kasih kepada saudara yang loyal kepada saya, yang terus mendukung saya.

Benih itu bertambah besar, bertambah besar. Dan setelah saya gantikan papa, saya mulai terapkan jam yang tepat. Itu sebabnya saya suka jam tangan karena saya senang dengan waktu yang tepat. Tidak bertele-tele. Waktu yang tepat, waktu yang pas, ya. Sebab kalau gereja belum mulai, gereja dulu papa saya kalau jam 5 kebaktian, dia main gitar, saya di sampingnya main gitar juga. Tiap perjanjian dalam Alkitab, dia lihat ke belakang, baru ada satu jiwa, oom So Siang Jie. Belum datang. Jam 5.10 tetap oom So Siang Jie. Dia lihat lagi ke belakang ada tante Sip udah almarhum semua. Terus popoh Ai Lie, tukang gigi Kim San, ya. 5.20 baru dia mulai. Nanti jam 6.15, baru firman Tuhan. Itu hati gembala dari papa saya.

Ketika robah sama saya, saya tidak mau. Jam 5 tepat mulai. Nggak ada orang sebodo amat. Main akordion. Setengah 6 khotbah, jam 6 bubar. Ada yang baru datang jam 6, ngomong sama mama saya: tante, baru doa Firman Tuhan? Iya, doa Firman Tuhan, doa habis. Hah, kok cepat benar? Iya, cepat sekarang. Saudara-saudara, sejak itu jam setengah 5 jemaat sudah ada. Setelah jemaat sudah ada saudara-saudara, saya majukan kebaktian setengah 5, karena jemaat sudah penuh setengah 5. Setengah 5 kebaktian. Jam 4 sudah ada. Sekarang saya kebaktian jam 4, setengah 4 sudah ada. Tapi saya nggak mau maju terus nanti lama-lama jam 12 siang, saudara-saudara.

Ya tapi saya senang berarti benih itu bertumbuh, ada haleluyah? Disinilah kita menjadi gelombang cinta, cinta kepada Tuhan, cinta kepada rumah Tuhan, cinta kepada puji-pujian, cinta kepada doa, cinta kepada kehidupan yang ada di dalam Yesus ... di sini baru kita bisa bilang gelombang cinta.

Waktu kita kecil berpindah-pindah, berpindah-pindah, terlambat datang di gereja, nggak mau sembahyang, dan sebagainya. Saya dengar kesaksian tadi luar biasa. Ada yang dijawab punya pekerjaan. Pokoknya Tuhan yang kita sembah tidak pernah meninggalkan. Kita tidak akan kaya karena judi, ya, sebab banyak orang-orang pantekosta masih senang dengan lagu Joni Philepsen  Judy .. Judy .. Judy .. I love you. Senang judi. Di sini nggak ada. Dulu di sana sini banyak yang masih suka main judi apalagi malaman tahun baru. Maka saya bilang, jangan. Kalau saudara judi, saudara tidak akan merasakan gelombang cinta dari Tuhan Yesus. Kita sudah jadi dewasa, ada haleluyah? Nah, kita buka Wahyu

22:1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.
22:2 Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.

Ini keadaan di Surga tetapi setelah Yesus kita bisa alami waktu kita masih di dunia. Dikatakan di sana, Ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan. Yesuslah roti kehidupan .. Yesuslah air kehidupan .. Siapa makan .. Siapa minum .. Dapat hidup selamanya. Ada haleluyah, saudara? Dapat hidup selamanya.

Saudara kita ini hidup akan terus, ya, kematian itu bukan akhir hidup kita. Saya masih sempat mengunjungi jemaat kita juga yang suka datang di Cianjur tapi di Jakarta. Masih 52 tahun. Tidak rasa apa-apa tetapi ketahuan ada tumor. Dalam satu bulan baru ketahuan, dia pulang. Waktu saya kesana tidak ada airmata. Suaminya tidak menangis, semuanya tidak menangis. Mereka anggota gereja Peniel yang di Jakarta, mereka ke gereja Peniel di Jakarta. Keluarganya orang Cianjur semua. Tidak ada yang menangis semua tertawa, tersenyum semua. Saya terhibur. Betapa hebat-Nya Firman Allah, ya. Yang meninggal itu tidak terus meninggal, ia akan dibangkitkan lagi. Dan setelah bangkit kita akan diangkat bersama dengan Tuhan dan kita akan hidup seribu tahun di dalam dunia lagi bersama dengan Tuhan, baru dalam kekekalan nantinya.

Jadi saudara akan terus hidup, akan terus hidup. Itu sebabnya dikatakan, ada air kehidupan yang jernih. Itu bayangan hidup kita mesti hidup yang jernih. Hidup kita mesti bening, hidup kita mesti transparan. Bisa dibaca orang. Segala sesuatu bisa dipertanggungjawabkan. Semuanya itu polos, bisa dilihat orang. Nggak ada ketidakjujuran, semua polos, tidak ada kebencian, tidak ada marah, tidak ada dendam kesumat. Apalagi malaman tahun baru harus dibuang,buang salah paham harus dibuang jauh-jauh segala kepahitan. Kita harus jernih seperti air kehidupan.

Pohon kehidupan disebut pohon kehidupan karena dia tumbuh di pinggir sungai kehidupan. Ayat ke-2,

22:2 Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.

Pohon kehidupan. Saudara boleh lihat ke depan. Di Taman Firdaus satu ada pohon pengetahuan baik dan jahat, yang satu lagi adalah pohon kehidupan. Waktu Hawa mengambil buah, dia mengambil buah dari pohon pengetahuan baik dan jahat ... Adam dan Hawa. Ketika mereka ambil buah itu mereka langsung telanjang dan Tuhan berbicara satu dengan yang lain - Bapa, Putera, Roh Kudus - mereka sudah makan pohon baik dan jahat buahnya. Jangan sampai mereka ambil pohon kehidupan ini, buah dari pohon kehidupan. Usir mereka dari Taman Eden. Maka Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden. Jadi pohon kehidupan, buahnya itu, tidak dimakan oleh manusia berdosa. Tetapi ketika Adam yang terakhir, yaitu Yesus turun ke dalam dunia, siapa yang percaya kepada Dia beroleh hidup yang kekal. Pohon kehidupan ini menjadi hak saudara, menjadi bagian saudara.

Di dalam Wahyu

2:7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

Buah ini diberikan kepada para pemenang. Kenapa disebut barang siapa yang menang? Karena tidak semua menang. Banyak orang kristen tapi tidak semua menang - tidak semua menang di atas percobaan, tidak semua menang di atas penyakit, tidak semua menang di atas godaan, ya. Tapi barangsiapa menang, barangsiapa bertahan sampai ke akhir, barangsiapa terima Tuhan, barangsiapa loyal kepada Yesus sampai nafas yang terakhir dia tetap percaya kepada Yesus, Aku akan berikan makanan buah dari pohon kehidupan. Ada haleluyah?

Nah, kalau kita kembali kepada Amsal tadi maka kita mengetahui sekarang apa yang dikatakan oleh Firman Allah. Ayat 30, buah dari kebenaran adalah sebuah pohon kehidupan.

Bagaimana tahunya orang itu sudah makan buah pohon kehidupan? Hasilnya benar terus, benihnya benar, pohonnya pohon benar, daunnya daun benar bahkan menyembuhkan sakit orang. Buahnya buah kebenaran. Tidak ada kepalsuan, tidak ada dusta, semuanya hal yang benar. Tidak mencuri. Baru ini kita usir murid yang ketahuan tidak jujur, mencuri uang teman. Pulang. Kita sudah perjanjian dari pertama masuk, mencuri ... pulang. Ketahuan mencuri, pulang. Mau jadi pendeta kok mencuri, lucu kan? Sekolah pendeta kok mencuri. Kalau sekolah copet nah itu mencuri boleh, lulus. Tapi dia sekolah jadi pendeta mencuri, out ... pulang.

Jadi siswa-siswa yang ada sekarang pikir baik-baik, mau terus sekolah apa nggak. Kalau terus sekolah belajar jujur, belajar hidup benar sebagai buah dari pohon kehidupan ... benar, ya, tidak boleh mencuri. Benar. Benihnya benar, pohonnya benar, daunnya benar, buahnya benar. Kalau benihnya salah, pohonnya salah, daunnya salah, buahnya buah salah.

Benih salah disebut jadi pohon salak, itu hebatnya benih. Pernah satu kuburan terbongkar, keluar dari tengah kuburan pohon kayu besar. Bayangkan itu kuburan beton loh saudara, tapi terbongkar keluar pohon ... dari benih yang kecil. Benih yang luar biasa ini, benih kehidupan Tuhan sudah taruh dalam hati kita. Maka kita harus punya pohon kehidupan disiram setiap minggu, setiap hari, disiram, supaya benih ini bertumbuh menjadi pohon. Dan pohon ini harus dipelihara, dijaga supaya dia bertumbuh menjadi berbunga lalu berbuah, dan buahnya hasilnya, hasil yang baik.

Saudara-saudara, masih dalam hal air yang jernih tadi. Seorang pendeta di Hongkong, dia bersaksi menceritakan bagaimana dia sementara tidur, dia memikirkan bagaimana nanti di sorga. Ketika dia memikirkan surga, ketiduran dia. Tuhan bawa dia masuk di dalam Kerajaan Sorga. Dia kaget, dia lihat di sorga semua orang jernih seperti kaca, tembus pandang, bisa dilihat seperti kaca. Semuanya tembus pandang. Termasuk dia yang masuk di gereja, tembus pandang. Cuma dia malu karena hatinya ada satu spot hijau.

Dia malu karena semua yang lain bersih bening bercahaya, dia sendiri yang hijau. Makanya dia tutup, dia tutup kena tangannya juga tembus jadi kelihatan. Dia tutup lagi masih kelihatan, dia tutup, tutup, tutup. Sampai dia terbangun. Oh mimpi, penglihatan. Tuhan bicara kepada hamba Tuhan ini, hidup harus benar, hidup harus jujur. Peribahasa berkata: kalau engkau jujur terhadap diri sendiri, tidak ada yang mustahil bagi engkau. Saudara bisa mencapai apa saja kalau engkau belajar jujur terhadap diri sendiri. Ya di atas yang ya, tidak di atas yang tidak.

Dulu teman saya di SMA, saya tidak pernah lupa namanya Nyi Iyut. Ditanya sama guru bahasa Inggris. Jawabannya harus yes or no. The color of the cloud is grey, yes or no? Yes. Satu-satu murid ditanya. Pas Nyi Iyut ini ditanya, yes or no? Dia bilang 'Or'. Salah. Saudara tidak boleh ada di antara ya dan tidak. Ya di atas yang ya, tidak di atas yang tidak. Jernih, bening. Jadi kalau soja, Gong Xi ...hati harus bening. Jangan Gong Xi untuk minta angpao. Hati musti bening.

Maka itu kalau saudara setia ke gereja, ang pao dari Tuhan itu besar. Kalau saudara kadang-kadang ke gereja cuma natal ... Saya naik taksi di Sydney, saya tanya supirnya: what personality are you? I'm Greece, saya orang Gerika, Yunani. Oh, are you christian? Of course, I'm a christian, betul saya kristen, pasti, pasti dong. You gereja mana, pantekosta atau apa, katolik? No, nggak penting. Saya seumur hidup saya mungkin hanya tiga kali saya ke gereja. Waktu saya lahir saya dibaptis, waktu saya kawin, dan nanti waktu saya mati.

Celaka, ini orang kristen kalau begini. Pantas kekristenan kalah di mana-mana karena begini semua modelnya. Tetapi kalau kita setia sama Tuhan, baik semua. Hujan deras, kebaktian. Panas, kebaktian. Gelap lampu tetap kebaktian. Terang lampu, kebaktian. Kita harus hidup sebagai anak Tuhan jernih dan kita menjadi pohon yang bertumbuh dan berbuahkan kebenaran. Keluar buahnya, kebenaran. Sekali lagi, kita harus jernih. Ada angpao tidak ada angpao, kita soja sama orang tua. Kita hormati orang tua, mohon ampun, mohon doanya. Menghormat papa mama. Saudara mau menghormat orang tua?

Yang kedua dalam ayat 30, dan siapa memenangkan jiwa-jiwa adalah bijak. Untuk mengerti hal ini, siapa yang memenangkan jiwa-jiwa adalah bijak. Kita mau baca Filipi

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

Saya tadi bilang saya ingin punya Alkitab salinan saya sendiri yang benar, betul-betul nyalin. Itu kata 'hendaklah kamu dalam hidupmu bersama,' nggak ada itu dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Inggris Dia berbicara begini: biarlah pikiran ini ada di dalam kamu sama seperti yang sudah ada dalam Kristus Yesus. Apa pikiran yang ada di dalam Kristus Yesus? Ayat 6,

2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Apa pikiran yang ada di dalam Kristus Yesus? Saya mau berinteraksi, ya.

Yohanes 1:1 berkata, Pada mulanya adalah Firman. Ayat ke-2, firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ayat 3, tidak ada yang terjadi yang tidak dibuat oleh Firman itu. Siapa yang disebut Firman? Yesus. Sekarang pikiran yang ada dalam Yesus ini artinya itu pikiran Allah, amin? Apa yang ada di pikiran Yesus itu mulainya di pikiran Allah. Sebab Yesus, Firman, adalah Allah sendiri.

Nah, apa tujuan Yesus datang ke dalam dunia? Memenangkan banyak jiwa, menyelamatkan manusia dari segala dosanya. Sebab manusia tidak bisa mengatasi dosanya, tidak bisa mengalahkan dosa. Manusia dikalahkan oleh dosa. Itu sebabnya Yesus dikirim untuk menolong manusia selamat dari dosa. Itu sebabnya Dia disebut Juru Selamat. Dia dikirim untuk menyelamatkan, memenangkan jiwa-jiwa.

Maka ayat tadi berkata, siapa yang memenangkan jiwa-jiwa adalah bijak. Ini pikiran yang ada di dalam kristus, memenangkan manusia, harus ada di dalam hati kita, harus ada di pikiran kita.

Bapak Samuel Rahmat itu yang bawa sus Po Keng. Sus Pokeng bawa pak Samuel Rahmat, dia tidak tahu siapa yang dia bawa, akan jadi apa, bagaimana. Pak Samuel pergi ke sekolah alkitab. Itu sudah dalam rencana Tuhan. Dia bertobat, terima kasih sama Tuhan. Bertobat, masuk sekolah alkitab. Pulang jadi pengerja. Sekarang dia menjadi ketua kaum bapa. Tidak pernah meninggalkan. Putra-putrinya di dalam Tuhan semuanya. Semua. Itu mulai dari apa? Dari memenangkan jiwa. Siapa yang saudara menangkan, saudara tidak tahu bakalan apa, jadi apa nanti dia.

Siapa yang saudara menangkan kepada Kristus? Bawa, saudara dijadikan orang bijak. Sudahkan saudara membawa jiwa kepada Tuhan?

Kemarin siang saya diundang makan oleh satu ibu. Ibu itu memenangkan suaminya, cicinya dia menangkan, cihunya dia menangkan, keponakannya satu, keponakan dua. Kurang lebih sepuluh orang dia menangkan. Saudara kenal semua ibu Vera Setiawan, itu murid saya. Suaminya dia menangkan. Saya yang baptis suaminya di Cianjur sini. Dia memenangkan adiknya.

Adiknya sekarang dia ajak temannya, dia ajak temannya. Kurang lebih ada sampai delapan sampai sepuluh orang. Cucunya, buyutnya semua di dalam Tuhan. Anaknya, cucunya kawin harus di gereja. Dimenangkan, dimenangkan, dimenangkan. Saya punya jemaat satu di Jakarta, almarhum sekarang, Ibu Salamah. Giginya sudah habis semua. Dia ini setan judi, dia itu selalu di meja ceken. Hampir tiap hari di meja ceken. Dia pakai kain, tapi sudah tua, sudah tujuh puluh tahun lebih.

Tapi ibu Salamah memenangkan lebih kurang dua ratus orang dalam jangka dua-tiga tahun. Semua dia jemput, dia bersaksi, dia jemput pakai Bajaj. Ayo ke gereja, hati gua dirobah sama Tuhan, ayo ke gereja ... kebaktian. Saya bilang: tante, jangan bawa ke gereja saya ... terlalu jauh. Kalau menangnya dimenangkan di Senen, di sana ada gereja juga, bawa di gereja sana. Kalau di Kelapa Gading bawa ke saya pakai Bajaj, bayarnya aja berapa. Biar dia ke gereja mana asal tante yang bawa. 200 orang, saudara.  

Siapa yang memenangkan banyak jiwa, dia orang bijak. Nanti di sorga saudara, saudara ditanya, bukan ditanya berapa mobil engkau punya, berapa berlian engkau punya, berapa kilo emas engkau punya, berapa rumah engkau punya, berapa hektar tanah engkau punya. Apa kata Markus 8:36: apa gunanya bagi seorang memiliki seantero dunia ini tapi jiwanya binasa?

Saya rasa tidak ada di antara kita yang mau dapat uang 100 milyar hari ini persis sudah dikasih cash 100 milyar nggak ada yang mau, betul? ... kalau sebentar malam saudara mati. Lebih baik saya dikasih 100 juta tapi nggak mati dari pada 100 milyar tapi besok mati, itu buat apa 100 milyar? Nah, terbuka sekarang pikiran saudara, buat apa kekayaan.

Taruhlah kekayaan saudara di dalam Kerajaan Sorga. Jangan di dunia. Cho Yong Gie punya jemaat 1 juta. Aduh, cara ngatur jemaatnya saya bingung, saudara. Sebab saudara datang minggu ini sekarang kebaktian, minggu depan nggak boleh datang. Musti di cabang-cabang. Minggu lusa belum boleh datang. Nanti minggu ketiga baru datang lagi boleh. Begitu digilir. Karena dalam satu kebaktian bisa menampung 70 ribu jemaat di bangunan dan gereja. Satu hari 7 kebaktian, jadi kurang lebih 490 ribu jemaat. Jadi musti gantian. Minggu ini datang, minggu depan nggak. Karena terlalu banyak jemaat.

Siapa yang memenangkan Cho Yong Gie? Satu gadis kecil. Cho Yong Gie waktu itu, saudaraku, dia beragama budha dan dia sedang batuk kena TBC, muntah-muntah darah; dia hidup di pasar yang kumuh. Ketika dia berjemur di matahari, datang satu gadis: bapak, boleh saya bicara tentang Yesus sama bapak? Jangan ... jangan. Kristen sana, sana. Sudah, pergi itu gadis. Besok datang lagi: selamat pagi bapak. Masih berjemur. Saya mau ngobrol sama bapak, boleh nggak? Kristen ya? Ya. Jangan, jangan. Hari ketiga diusir lagi: jangan, jangan, jangan. Hari keempat dia datang. Karena dia kesal juga dengan ini: sebetulnya kamu apa sih? Saya mau cerita saja tentang Tuhan Yesus. Percaya pada Tuhan Yesus, Juru Selamat kita. Ini ada Alkitab baca.

Dia terima Alkitabnya, dia baca. Hari kelima dia datang: ini saya mau kembalikan Alkitabnya. Bingung bacanya. Saya nggak ngerti. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, ... cape saya baca orang beranak terus. Gadis itu berkata: baca saja bagian yang menarik hati bapak. Ketika didoakan sakit penyakitnya hilang.

Saudara, sekarang dia pasang iklan ke mana-mana, mau cari tahu itu gadis siapa; dia mau balas budi. Nggak ada yang tahu. Dipasang iklan di radio di televisi, nggak ada yang tahu. Gadis itu tidak tahu yang dia bawa kepada Yesus seorang raksasa iman yang memenangkan satu gereja terbesar di dunia ...  satu juta jiwa di Korea. Dan masih tetap menginjil sampai sekarang.

Waktu dia mulai kebaktian jemaatnya cuma 30 orang ... ibu-ibu yang suka memungut kol-kol busuk di pasar. Dia kalau nulis catatan pakai potlot dari panjang sampai pendek. Sudah pendek dibungkus sama kertas supaya panjang, itu Cho Yong Gie. Tapi sekarang saudara, dia kalau naik pesawat selalu First Class. Korean Airlines. Ke mana-mana. Sampai Korean Airlines bilang: bapak, kami mau kasih kehormatan sama bapak, kami mau kasih diskon. Oh, saya tidak perlu diskon, yang bayar tiket saya Raja segala raja.

Lain sama kita kan? Kalau kita makan, mau bayar, kartu apa yang 50% off diskon? BCA card atau apa yang diskonnya besar? Kita cari diskon. Bikin malu sama Bapa kita. Bapa kita orang kaya paling kaya di seluruh dunia, Pencipta langit dan bumi dan anak-anak-Nya minta diskon? Kalau dikasih nggak apa-apa. Gimana kalau Tuhan kasih diskon berkat saudara? Jangan. Bagaimana kalau umur kita didiskon? Jangan. Sudahlah, Bapa kita punya cukup harta untuk menjamin saudara, cukup umur untuk membuat saudara bahagia. Segalanya cukup di dalam Kristus Tuhan, ada haleluyah, saudara?          

Makanya saudaraku, cari jiwa buat saya itu adalah tujuan akhir saya. Saya nggak mau anak saudara di sorga, saudara di neraka. Saya tidak mau papa mama di sorga, anak di neraka. Saya tidak mau aci sama kakak di sorga, adik ada di neraka. Saya tidak mau saya ingin semua keluarga saudara dan saya, semua ada di dalam sorga. Itu sebabnya percaya kepada Tuhan Yesus. Terimalah Yesus sebagai Juru Selamat. Terimalah benih kehidupan supaya ada pohon kehidupan yang bertumbuh.

Almarhum oom Sore, dia penginjil yang sampai sekarang belum ada duanya di Indonesia. Selalu memikirkan orang lain. Satu kali saya lihat dia nggak ada jas, saya bikinkan jas baru. Dia pakai kebaktian. Pergi lagi muter. Kan sudah 2-3 bulan, dia mampir lagi di Cianjur, jasnya sudah nggak ada. Jas dari saya oom, di mana? Oh, sudah nggak ada, saya kasih pendeta lain. Dia cuma bawa dua stel atau tiga stel kemeja sama celana, dibawa di tas. Satu dipakai, satu dicuci. Begitu terus.

Dan pada waktu dia mau meninggal, dia harus dibawa turun karena sudah lumpuh, kakinya sudah tidak bisa berdiri lagi karena dia masuk keluar hutan jalan kaki. Dia harus dibawa ditandu saudara dari atas sampai ke bawah ke kota. Dari hutan. Ditandu. Sementara ditandu, lewat kepada orang-orang, dia bilang: bapak bertobat dan terima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat. Kalau lewat orang protestan: bertobat kamu biarpun orang kristen kamu masuk neraka kalau kamu masih merokok, kamu masih minum minuman keras. Bertobat. Terus. Tiga hari dipikul ditandu bermalam pikul tandu bermalam terus dia khotbah. Dia masih ingin dapat banyak jiwa sebelum dia meninggal.

John Sung saudaraku, dia tahu kapan dia meninggal. Dia bilang: Kakak saya - dia bilang Yesus itu wo te koko, Kakak saya, Yesus - berkata sama saya: umur saya tinggal 12 tahun. Betul saudara, pada tahun yang ke-12 dia sakit keras. Tapi waktu sakit, dia minta dipasangkan dipan di gereja, dia khotbah sembari berbaring, khotbah ... hanya ingin memenangkan jiwa.

Saudara tahu GKI itu asalnya dari mana? Itu karena John Sung datang di Indonesia ada gereja bahasa Tionghoa. John Sung sudah mati tapi benih DR. John Sung sudah jadi pohon. Sekarang banyak gereja Tionghoa di Indonesia. Saya punya hati paling senang paling bahagia walaupun tidak dikasih lihat kalau ada jiwa baru datang. Senang saya. Bahagia. Apalagi kalau jiwa baru itu terus ikut Yesus. Entah berapa orang, berapa puluh, berapa ratus Tuhan percayakan, tapi saya ingin berusaha bawa jiwa untuk Tuhan. Bawa jiwa untuk Tuhan itu bukan ke gereja. Ke gereja itu akibat orang itu terima Yesus dia ke gereja. Belum tentu yang ke gereja sudah terima Yesus. Tapi yang sudah terima Yesus pasti ada di gereja.

Saudara, sebelum kita masuk ke sorga yang sebenarnya, kita bisa menikmati sorga di dalam dunia dengan hidup benar dan berbuat benar. Mau saudara bawa jiwa untuk Tuhan. Ayat terakhir, Daniel  

12:1 "Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.
12:2 Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.
12:3 Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

Buat apa saudara nonton bintang sinetron sampai nangis-nangis lihat itu sinetron. Lihat si Aming. Kalau si Aming, saudara hafal. Saya bayangkan nanti kalau  saudara di sorga, Tuhan bilang: sebutkan 12 murid Aku? Aming. Celaka, saudara. Buat apa saudara mengagumi bintang-bitnang sinetron. Saudara yang dapat jiwa, saudara bercahaya seperti bintang. Saudara itu bintang. Saudara jangan kecilkan saudara. Yang sudah bawa jiwa untuk Tuhan, yang sudah bawa banyak orang-orang, saudara adalah bintang. Bijak. 

12:3 Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

Biarlah pikiran yang ada di dalam Kristus ini juga ada di dalam hati. Saya minta para pelayan perjamuan akan mulai melayani.  

-- o --

Minggu, 02 Februari 2009

BENDAHARA

Dalam I Korintus

4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.
4:2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.
4:3 Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi.
4:4 Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan.
4:5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.

Di dalam ayat ke-1, kata kami itu tidak tepat, yang tepat itu 'kita.'

4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kita: sebagai hamba-hamba Kristus, ...

Kata hamba-hamba juga tidak tepat. Di dalam bahasa Inggris dipakai kata stewards atau bendahara.

4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kita:  sebagai bendahara-bendahara Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.
4:2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai -Dalam bahasa Inggris, setia. 

Saya sudah berkata kepada saudara, gereja yang terbesar di dunia gereja apa? Gereja yang tidak tahu! Itu gereja organisasi paling besar di dunia, yaitu gereja yang tidak tahu. Umat kristen yang beragama kristen tapi dia tidak tahu Yesus. Dia pakai salib dia tidak tahu artinya. Dia bilang haleluyah, puji Tuhan, El Shaddai, El Gibor, El Elyon tapi tidak tahu, dia tidak tahu penerapannya.

Dan itulah sebabnya dikatakan oleh firman Tuhan, hendaknya orang itu menilai kita sebagai bendahara yang mengetahui yang dipercayakan oleh Tuhan untuk memegang rahasia Allah. Untuk mengetahui kita pakai dulu tali Alkitab memegang 1 Korintus 4 apa yang disebut rahasia Allah, kita lompat dengan cepat kepada Kolose 

1:25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,
1:26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.
1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!

Apa rahasia ini yang dipercayakan Allah kepada gereja? Yaitu Kristus ada, bukan di tengah dalam bahasa Inggris, ... Kristus di dalam kamu pengharapan untuk beroleh kemuliaan. Saudara-saudara, kalau kita kenal Yesus 1% saja, aduh sudah luar biasa. Apalagi kalau kita mengenal sepenuhnya. Seperti Paulus berkata. Paulus sudah lihat Yesus, sudah mendengar, Yesus dipanggil oleh Yesus. Di dalam 1 Korintus 13 dia berkata begini: sekarang kita melihat samar-samar tetapi nanti aku akan melihat mengenal Dia, sama seperti Dia mengenal kita. Rahasia itu yaitu Kristus Roh Kudus, Yesus yang ada, dipercayakan kepada gereja itu harus dijaga oleh kita sebagai bendahara-bendahara Tuhan.

Kembali kepada 1 Korintus. Sebagai bendahara-bendahara Kristus, ayat 1, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Apa rahasia Allah, saudara? Kristus di mana? Di dalam kita.

Saya baru mengajar Roh Kudus kepada murid kelas 1. 2000 tahun pertama dari Adam sampai Abraham, Allah ada di atas. Orang berdoa: Allah Bapa yang di dalam Sorga. Dibikin mezbah, Allah Bapa yang di dalam sorga. 2000 tahun ke-2 dari Abraham sampai Yesus disebut zaman Anak, Yesus turun menjadi Immanuel ... Allah di sisi kita, Allah beserta dengan kita. Tetapi 2000 tahun terakhir dari Yesus disalib sampai nanti kedatangan-Nya yang kedua kali, Allah tidak lagi di atas, Allah tidak lagi di samping kita, tapi Allah di mana? Di dalam kita.

Inilah yang harus dijaga oleh kita sebagai bendahara-bendahara. Ayat 2 berkata, diharapkan dari bendahara-bendahara itu bisa dipercaya. Jujur, punya integrasi. Saudara-saudaraku punya kejujuran, jujur dalam segala hal.

Yang pertama, kita harus jujur terhadap diri sendiri; yang kedua, kita harus jujur dengan sesama kita; yang ketiga, kita harus jujur kepada Tuhan. Tidak ada yang di sembunyikan. Kita harus mempunyai kejujuran dan kesetiaan, katanya, dapat dipercaya.

Ada satu anak, anak muda kurang lebih 20 tahun, dia lihat satu ibu. Ini terjadi di kolam renang, satu ibu lagi baca satu buku. Dia lihat bukunya ada tanda salib jadi dia tahu ini orang kristen. Dia tanya: Maaf ibu, apa ibu orang kristen? Iya, saya orang kristen. Apa ibu pelaku firman atau pendengar firman? Oh, saya pelaku firman. Apa ibu kira-kira bisa dipercaya? Oh, bisa dipercaya. Apa ibu jujur? Jujur. Kalau begitu saya titip dulu barang-barang, saya mau berenang, saya titip sama ibu arloji saya, uang saya, dompet saya. Karena dia bilang dia jujur.

Saudara-saudara kalau kita titip omongan sama orang, bertambah omongan itu tapi kalau kita titip uang kepada orang, berkurang itu uang.

Satu teman saya pendeta di Surabaya, dia dari Airmadidi mau pulang ke Surabaya. Ada oma saya namanya oma Tidong; dia bilang: eh apa ngana lewat Cianjur? Orang ke Surabaya masa lewat Cianjur. Apa ngana lewat Cianjur? Memang oma sampai meninggal dia tidak tahu Jawa. Ya. Ini oma langganannya Ali Sadikin almarhum. Kalau dia beli itu halua kanari oma Tidong paling the best di Airmadidi. Selalu Ali Sadikin mampir di situ. Jadi dia bikin itu halua kanari, saudaraku, dia bikin satu bungkus besar dan dia kasih sama pendeta ini, tolong titip ini untuk brur Awondatu, dia cucu saya. Ya tolong titip ini. Oh, gampang, nanti kita antar.

Di pesawat, saudara-saudara, perut mulai lapar. Lalu si pendeta, dia berkata sendiri, dan dia mengaku sama saya; dia bilang: kalau saya ambil satu ini, pasti brur Awondatu tidak marah, dia akan mengerti. Karena memang enak. Jadi di pesawat dia robek itu plastik, dia ambil satu. Karena enak dia ngomong lagi sendiri, kalau saya ambil lagi dua, rasanya dia tidak marah, anggap saja ini sebagai ongkos kirim. Dia ambil dua. Terus begitu. Rasanya ... terus aja rasanya, rasanya nggak apa-apa, rasanya nggak apa-apa. Sampai habis. Dia mendarat di Surabaya habis itu halua. Jadi begitu ketemu sama saya: aduh, kita mau mengaku dosa. Aduh, kita mau mengaku dosa. Dosa apa? Aduh, jangan marah dulu. Janji dulu, jangan marah. Loh apa, dosa apa? Jangan marah. Saya janji ya saya tidak akan marah. Saya tuh bawa kiriman dari oma Tidong buat kamu, itu halua kanari. Mana sekarang? Ya, itu saya mau mengaku dosa ... di pesawat sudah habis.

Al Capone seorang begal rampok kelas besar di New York, itu murid sekolah minggu waktu kecilnya. Yang baik, seperti tadi kesaksian bilang, belum tentu yang datang dari keluarga busuk ikut busuk, belum tentu dari keluarga yang pecah itu tidak bisa menghasilkan yang baik. Sebaliknya, belum tentu orang yang baik nantinya jadi benar. Dia ikut sekolah minggu dan sangat setia. Tetapi pengakuan dia, dia mulai mencuri uang kakaknya, kakaknya perempuan dia curi 5 sen dolar. Dari 5 sen dolar ini dia mulai ketagihan mencuri sampai dia mencuri membegal, rampok, dan sebagainya. Dan ketika saya ke Las Vegas saya melihat itu mobilnya yang bekas ditembak, itu mungkin lebih dari 200 lubang peluru-peluru, dia mati dengan mobilnya di situ. Di tembak. Seorang begal yang besar mulai dari hal yang kecil.

Kesetiaan yang besar mulai dari kesetiaan yang kecil, kejahatan yang besar dimulai dari kejahatan yang kecil. Prestasi besar dimulai dengan prestasi yang kecil, pekerjaan yang besar dimulai dengan pekerjaan yang kecil. Tembok yang besar dimulai dengan satu bata merah yang kecil. Dari setialah dari hal yang kecil, supaya Tuhan mempercayakan kita perkara yang besar, amin? Sebagai bendahara. Nah, kita akan melihat satu bendahara yang tidak baik dalam Yohanes 12. Kita melihat di sana ada satu bendahara yang tidak baik. Bukan kurang baik lagi, tapi dia tidak baik. Dikatakan dalam Yohanes

12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

itu kas Yesus punya, itu kas sama-sama murid punya. Seorang bendahara yang baik minimal seberapa uang masuk itulah uangnya ada, tidak hilang satu sen pun. Tetapi bendahara yang lebih baik ia bisa melipatgandakan harta yang dipercayakan kepada dia. Tetapi dasarnya sama ... terdapat setia.

Tadi saya dengar kesaksian ada yang digorok, istrinya digorok. Sama seperti yang saya dengar di CNN, suami kulit hitam dia tembak istrinya, dia tembak 5 anak perempuannya dan dia tembak kepalanya karena dia diberhentikan. Karena ada perhentian orang bekerja besar-besaran di Amerika. Tahukah saudara, saya tidak yakin dia berani gorok kalau dia tidak berani tempeleng lebih dulu? Pembunuhan dimulai dari kebiasaan menyakiti istri, kebiasaan mukul istri. Lagi pacaran, kamu cakep. Malu banyak jerawat. Kalau pipi tidak berjerawat seperti langit tak berbintang. Aduh, lagi pacaran diusap-usap saudara, satu kali ditempeleng. Di sini mah nggak ada, saya tahu sebab orang dunia yang suka tempeleng istri, orang kristen mah tidak boleh dan tidak usah dan tidak akan. Kalau orang sudah lahir baru tidak mungkin tempeleng istri atau cakar suami. Dan istri tidak mungkin berkata: kembalikan aku ke Monas, tidak mungkin. Kalau dia lahir baru saudaraku.

Mari kita jadi bendahara dari rahasia Allah, yaitu Kristus Yesus di dalam hati kita, kita jaga baik-baik, kita pelihara baik-baik. Bahkan kalau bisa kita perbesar, ya. Saya menunggu kapan saya datang di sorga nanti Tuhan Yesus berkata: Sabaslah, hai hamba-Ku yang baik. Well done, kamu sudah setia dengan perkara yang kecil, sekarang masuklah, Aku akan mempercayakan tanggung jawab yang lebih besar kepadamu.

Jeffry Chandra dulu tahun berapa dia ikut sangkur? 80-an ya, 82-83 kurang lebih. Waktu itu ada sangkur 70 orang dari GKI Samanhudi. Itu sampai sekarang masih terngiang-ngiang. Mereka bawa panggung sendiri. Waktu itu gerejanya masih menghadap ke sana. Dan tidak 5 tingkat masih setingkat saja. Dia dari Cibadak langsung cianjur, ya. Penyanyi itu ada beberapa dokter, ada beberapa orang-orang yang berpendidikan tinggi termasuk Jeffri ini sangkur. Yang saya tidak bisa lupa itu lagu Puaskah Tuhan .. Puaskah Tuhan .. Puaskah dia denganku ..

Kira-kira penilaian Tuhan kepada saya bagaimana? Kata-kata ke sananya saya lupa, tapi itu pertamanya saya tidak lupa. Puaskah Tuhan. Waktu itu Jeffri Chandra biasa-biasa saja, tetapi dia sudah setia, dia sudah menjadi bendahara yang baik. Sekarang siapa yang tidak kenal Jeffry Chandra?

Siapa yang angkat kalau bukan Tuhan? Siapa yang angkat, yang mempercayakan tanggung jawab yang lebih besar kalau bukan Tuhan? Karena dia setia dengan perkara yang kecil dan dia setia dari hal-hal yang sederhana. Saya bersahabat dengan ibunya. Tapi ketika ibu meninggal saya tidak tahu. Kami ke Israel bersama-sama tahun 85, saat itu kita di Amsterdam ibunya beli satu tas, baru beli satu tas keluar dari toko sudah robek, karena mau dicopet. Dikiranya ada isi padahal dia baru beli baru. Sudah robek itu tas.

Mari kita jaga kekayaan rahasia Allah yang orang lain tidak tahu. Dokter saya - saya sudah cerita -, begitu dia kasih resep, dia cerita tentang Israel. Saya kenal ada dokter Israel, kenapa katanya Yesus disebut Anak Allah. Itu yang bikin orang Yahudi kesal sama orang kristen. Eh, bilang sama orang Yahudi itu, tiap tahun 12 juta orang kristen nyumbang sama orang Israel karena mau mencari di mana Yesus disalib, di mana Yesus dikubur. Tidak ada yang tanya di mana Musa meninggal, tidak ada. Di mana Yesus, di mana? Mereka dipelihara oleh karena orang kristen. Ini kurang ajarnya orang Israel. Sampai sekarang saudaraku, dia shalom shalom, dieksport tapi mereka tidak mau terima Yesus sebagai Juru Selamat.

Kita yang dipercaya bangsa-bangsa lain, rahasia yang tersembunyi berzaman-zaman diberikan untuk bangsa-bangsa lain, yaitu kristus di dalam kita. Kenapa Kristus tidak diterima malah disalibkan oleh orang Yahudi? Supaya kita menerima, supaya kita yang tertolak ... menerima dia.

Nah, harta ini kita harus jaga. Jangan seperti Yudas sudah dipercaya pegang bendahara, dia masih mengambil juga. 

Apa yang Tuhan sudah percayakan kepada kita pelihara, jaga. Pelihara, berikan air, berikan pupuk supaya bertumbuh. Supaya tidak mengenal Yesus cuma sampai haleluyah puji Tuhan. Kenal Yesus bukan hanya sampai kepenuhan Roh Kudus, kenal Yesus tapi terus-terus mengenal sampai kita dikenal oleh Tuhan. Kita mau melihat bendahara yang baik. Dalam Matius

25:14 "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.
25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
25:16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.
25:17 Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.
25:18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.
25:19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.
25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
25:22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.
25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.
25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
25:27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.
25:28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
25:29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

Kita bertanya jawab. Yang lima talenta berapa untungnya? Lima ... jadi sepuluh. Yang dua talenta berapa untungnya? Dua ... jadi empat. Saya tanya saudara, apa ada perbedaan penilaian Tuhan kepada yang lima atau kepada yang dua? Tidak ada. Sama. Baik. Well done. Hei, hambaku yang baik dan setia. Kalau yang dapat satu dia untung cuma satu saja, sambutan dari tuan ini pasti sama. Sampai dia berkata begini: orang yang mempunyai akan diberi, orang yang tidak mempunyai akan diambil dari padanya. Saya mau tanya sama saudara: Mempunyai apa? Keuntungan. Mempunyai hasil.

Apa hasil saudara jadi orang kristen selama 20 tahun, hasilnya apa? Saudara sebagai orang kristen 10 tahun, hasilnya apa? Saudara dapat apa yang bisa dikembalikan kepada Tuhan? Kita tidak usah iri kepada yang diberikan 5 talenta, talenta yang banyak, nggak usah iri. Sebab yang dinilai oleh Tuhan bukan besar kecilnya tapi kesetiaannya, kebaikannya. Nggak usah iri saudara. Karena Tuhan membaginya - kalau saudara baca Markus 25 tadi ayat 14 itu, sesuai dengan kemampuannya.

Saya bisa nyanyi tapi saya bukan penyanyi. Saudara bisa nyanyi tapi saudara bukan penyanyi. Jeffry Chandra penyanyi. Kita tidak boleh iri dia suaranya bagus enak gitu.

Saudara, Tuhan mempercayakan talenta-talenta kepada saudara. Tidak ada orang yang tidak punya talenta. Bohong kalau dia tidak punya talenta. Tuhan memberi talenta tetapi dikerjakan apa tidak itu talenta.   

25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.
25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!

Disebut apa oleh tuan ini? Engkau ini hamba yang jahat dan malas. Dari situ saya tahu bahwa malas itu satu kejahatan. Malas belajar ... kejahatan. Malas berdoa ... kejahatan. Malas baca firman Allah ... kejahatan. Dia cuma rajin satu hal ... kalau makan. Tapi lain dari makan, dia malas. Itu sebabnya saudara, kembali kepada firman Allah, kita harus menjaga profesi kita sebagai bendahara-bendahara dari rahasia Tuhan.

Sebagai ayat yang terakhir, kita buka Pengkhotbah 1, ini keadaan dari orang yang tidak punya Tuhan, yang tidak punya harta yang dari Allah.  

1:1 Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem.
1:2 Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.

Jadi kalau saya salin bebas, kesia-siaan di atas segala kesia-siaan.

Kalau yang ngomongnya orang yang putus asa, nggak punya pekerjaan, ya kita bisa protes. Ini yang ngomongnya raja terkaya di dunia. Belum ada saingannya. Bayangkan saudara, mau naik ke tangganya itu ada 12 singa dari emas murni. Tuhan berkata, tidak ada  orang yang kaya seperti engkau hari ini, sebelumnya, bahkan sampai selama-lamanya. Tidak akan ada. Aku memberkati engkau, engkau paling kaya. Dia bilang, semua sia-sia.

1:3 Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?

Kata 'di bawah matahari' ditulis sampai 29 kali. Apa gunanya bersusah payah. Ini karena tidak ada Tuhan, tidak punya Tuhan, dia cerita ini.  

1:4 Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada.
1:5 Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.
1:6 Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali.
1:7 Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu.
1:8 Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.
1:9. Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.
1:10 Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: "Lihatlah, ini baru!"? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada.

Saudara bisa protes: loh, zaman dulu belum ada sepeda motor Honda? Sekarang ada motor Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki. Yesus berkata dalam Wahyu, Aku adalah Alpha dan Omega. Aku yang awal - sebelum ada dunia Aku sudah ada - dan yang akhir. Waktu dunia dihancurkan Aku tetap ada.

Nah, kita hidup di antara ini. Jadi Dia dari yang awal Dia sudah lihat yang akhir itu akan bagaimana; Dia sudah tahu. Kebaktian ini Dia sudah tahu pasti terjadi. Saudara bekerja saudara punya ini, itu semua Tuhan tahu. Tidak ada yang baru. Semua komputer pesawat terbang sudah ada dari zaman dulu, manusia cuma menemukan. 

Wright Bersaudara penemu pesawat terbang. Dia ngomong di tahun yang sama dia bikin pesawat terbang: 50 tahun ke depan nggak mungkin manusia bisa terbang. Tetapi tahun yang sama dia bikin pesawat dia coba ... terbang. Manusia cuma menemukan.

Peneropongan bintang. Ada bintang yang baru Red Star. Bukan bintang baru, dia sudah ada dari sononya. Cuma cahayanya sampai ke bumi berapa ribu tahun cahaya, dia baru sampai cahayanya sehingga orang bisa lihat. Baru ditemukan. Nggak ada yang baru.

Manusia menemukan, Tuhan yang membuka rahasianya. 

Perkembangkan kekayaan ini. Saudara yang punya suara baik suara bagus, pakai nyanyi di gereja. Duet, trio, kwartet. Seperti kesaksian tadi, kalau Tuhan mau pakai, siapa mau protes?

Betapa hebatnya kalau kita pelihara itu Kristus, Kristus itu akan membawa keuntungan bagi saudara. Lima tambah lima jadi sepuluh. Dua ditambah dua jadi empat. Apapun kalau saudara pupuk, saudara jaga, saudara pelihara, kasih air, kasih pupuk yang baik ... dia akan memberi keuntungan besar.

Kita berdiri bersama-sama. 

                                                                                                                   -- o --

Minggu, 08 Februari 2009

HARI KENIKMATAN

Mari kita mau dengar Firman Tuhan dari Yesaya

58:13 Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat    "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,
58:14 maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.

Ayat 13 itu sebab, ayat 14 itu akibat; ayat 13 itu syarat, ayat ke-14 itu pahala.

Kebanyakan kita semua ingin ayat 14 terjadi dalam hidup kita tapi kita tidak sanggup mengerjakan syarat yang diminta oleh Tuhan. Kita akan melihat syarat dulu, baru kita akan melihat apa akibatnya bagi umat Tuhan yang tahu menghormati hari sabat. Sabat itu sudah ada di dalam Yesus, jadi hari sabat sekarang kita akan gambarkan sebagai hari kebaktian atau hari di mana kita menikmati Tuhan, puji Tuhan, ada haleluyah?

Ayat 13 kita baca,

58:13 Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat ...

Kalau saudara menghormati jam-jam kebaktian, kalau saudara tidak menjauhkan diri. Bahasa Indonesia menginjak-injak itu sama dengan orang tidak menghargai hari kebaktian dan tidak melakukan urusanmu. Bahasa Inggris, tidak mengerjakan kesenangan-kesenanganmu pada hari kudus-Ku.

Kita musti mengakui sekarang bahwa kebanyakan orang berpesta itu pada hari minggu. Saudara-saudara, kalau hari minggu kita begitu hormati, kita tidak bersenang-senang secara dunia pada hari yang kudus ini hari minggu ini, ya. Saudara, saya ingin kasih tahu sejarahnya kenapa disebut hari minggu. Itu datang dari bahasa latin dominggos, do itu dari domeni artinya Tuhan, minggos, ... harinya Tuhan. Hari minggu itu, the first day of the week, hari pertama dari minggu, dimana orang seluruh dunia beristirahat. Tidak ada perusahaan yang buka hari minggu semua beristirahat, internasional, apakah itu pakai kelendar Tionghoa, apakah itu pakai kalender islam, semua pada hari minggu itu istirahat.

Nah, hari minggu itu adalah harinya Tuhan kita, hari dari Tuhan kita yang kudus ini. Itu sebabnya saya rindu kalau hari minggu itu bukan dipakai untuk hari jalan-jalan, hari bersenang-senang tetapi hari dimana kita menghormati Tuhan. Kita lihat bagian kedua,

58:13 ...; apabila engkau menyebutkan hari Sabat  "hari kenikmatan", ...

Kita jangan cuma nyanyi Kuingin menikmati .. Pribadi-Mu Tuhan.  Bukan hanya pribadi-Nya, hari-Nya Tuhan, hari minggu itu, kita harus nikmati. Hari minggu adalah hari apa saudara? Sama-sama hari minggu adalah hari apa? Kenikmatan, haleluyah. Di mana saudara datang di kebaktian dengan wajah yang cerah. Tadi siswa nyanyi apa kalimat pertama? Mari kita memuji Dia. Karena saya baru ngajar ayo yang punya talenta nyanyi jangan cuma sangkur saja. Harus begitu sukacita karena hari ini hari kenikmatan, hari di mana saudara bersukacita, hari di mana hati saudara dihiburkan, hari di mana telinga saudara mendengar Firman Allah, hari di mana kita dikuatkan, hari dimana kita didorong, hari di mana kita memperoleh kuasa Roh Kudus, hari di mana Tuhan mencurahkan kuasa- Nya dengan luar biasa. Hari ini adalah hari kenikmatan.

Bagaimana kita mau menikmati Tuhan, hari-Nya saja kita tidak nikmati, kita nikmati. Dari pagi kita sudah menikmati harinya Tuhan, sampai tadi siang di Jakarta, sore lagi di sini, hari kenikmatan. Sebelum Tuhan bilang, berhenti, kamu sudah capek, ya saya jalan terus. Saya jalan terus karena nikmat, mengiring Tuhan itu nikmat, ya.

Lalu dia bukan hanya menyebutkan hari sabat itu hari kenikmatan tetapi pada hari kudus Tuhan disebut hari yang mulia, hari yang harus dihormati. Saya senang dengan koran Kompas sekarang, perusahaan apa buka tiap hari kecuali hari minggu, buka tiap hari kecuali hari minggu. Wah, ini orang kristen. Tapi saya pernah baca juga, hari minggu tetap buka, nah itu bukan orang kristen, itu orang serakah, dia nggak cukup hidup.

Nah saudara-saudara, kita harus mempunyai waktu untuk menikmati Tuhan yang membuat kita, Tuhan yang menciptakan kita. Apa saudara ingat itu lagu hari ini, hari ini, harinya Tuhan. Tuhan itu bikin tiap hari itu Tuhan bikin tiap hari, tapi khusus buat Dia itu hari sabat atau hari buat kita nikmati, tidak bekerja, tidak apa ... kita menikmati.

Waktu tahun 76 saya ke Kanada, pada 1 hari minggu kami kebaktian sampai 4 kali. Di gereja yang berlainan. Kami berempat ... 2 laki, 2 perempuan, karena suaminya satu sudah di kursi roda, dia nggak bisa ikut. Jam 10 kebaktian pertama, jam 1 kebaktian kedua. Tempatnya lain-lain. Jam 4 sore kebaktian ketiga, jam 7 malam kebaktian keempat. Sehari itu hanya menikmati Firman Allah, sehari itu cuma ngomong tentang Tuhan. Kalau makan pagi ni ya, makan pagi, hari minggu pagi makan pagi baca Firman Allah, sebelum makan baca Firman Allah 1 ayat. Baca Alkitab. Sembahyang. Terima kasih Tuhan buat makan pagi ini, sepanjang hari ini kami serahkan, kami mau menikmati Engkau, amin. Makan. Habis makan, saya kira sudah, cuci piring, ternyata habis makan ... kita buka Alkitab. Itu belum kebaktian. Buka Alkitab lagi baca, 4 orang kita buka Alkitab. Menurut kamu apa, menurut kamu apa.

Makanya orang-orang luar negeri itu lebih banyak pengetahuan tentang Firman Allah karena lebih banyak di Alkitab. Jam 10 kebaktian, jam 1 kebaktian lagi, tapi jam 12 makan siang dulu di restoran. Habis makan siang nih, buka Alkitab kamu, buka Alkitab. Kalau saudara di Cianjur kaya begitu, makan pagi buka Alkitab, makan di restoran buka Alkitab, orang bilang sama saudara ... tukang baca Alkitab.

Tapi inilah kenikmatan kita, ini kenikmatan kita. Dalam mazmur 119 Daud berkata, Firman-Mu itu bagaikan madu pada mulutku. Dia bisa menikmat bagian hidupku adalah Firman Tuhan. Orang yang tidak pernah menikmati seperti apa di dalam Tuhan itu dia miss, dia kehilangan sesuatu yang paling nikmat.

Baru saya baca itu kata-kata mutiara, kalau di dunia ini ada kenikmatan yang paling top, kenikmatan saudara ngomong yang paling top, yang paling enak, yang paling nikmat, yang paling indah, yang paling apapun, yang paling tinggi ... tidak ada artinya itu kalau dibandingkan kita menikmati Firman Tuhan. Sampai Daud berkata dalam Mazmur, 1 hari di rumah Allah lebih berharga dari pada 1000 hari di kemah orang jahat. 1 hari di pintunya rumah Tuhan lebih berharga. Saya tidak minta nanti saudara 1 hari pegang pintu gereja terus, jangan. Tapi dia ungkapkan 1 hari di rumah Tuhan, lebih nikmat, lebih diberkati dari 1000 hari di tempat-tempat orang berdosa.

Makanya yang kedua disebut hari minggu itu hari yang dihormati. Kalau saudara nanti ada berkat, kalau mau ikut saya ke Manado menginjil ke Manado, orang Karawang sama orang Rengasdengklok sudah ngomong, kapan om ke Manado, kita mau ikut. Orang Jakarta sudah ngomong, kapan om ke Manado, kita mau ikut. Ada orang protestan dulu 10 orang, pantekosta, bethel, protestan ikut juga. Ada satu gereja orang protestan dia bawa kamera. Saya kebaktian di lapangan Ikala, aduh, hujan saudara. Ini panitia pakai payung kek, tolongin saya kehujanan, sebab panggungnya terbuka, tamu-tamu tidak terbuka, payungin kek kita, kita nggak mau payungin, saya basah-basah, Alkitab saya basah, saya khotbah. Tapi Tuhan ganti kelelahan saya.

Orang bawa 6 orang di kursi roda, orang lumpuh bawa ke depan. Aduh, dalam hati saya, cilaka, saya disuruh doakan orang yang lumpuh. Saya pendeta khususnya penyakit batuk, kalau batuk pasti sembuh dah, batuk, sakit kepala, buang-buang air, salesma. Ini yang lumpuh enam. Jadi saya bilang, panitia silahkan doa. Saya turun. Panitia tarik saya, om yang doa. Tidak, sama kamu saja. Sebab apa saya begitu? Karena kalau sembuh, Yesus yang dipuji, kalau nggak sembuh, aku yang dijelek-jelekin. Apa itu pendeta ngga sembuh? Pendeta apa itu doanya ngga ada kuasa. Makanya saya ngga mau.

Tetapi saudaraku, ketika orang mau doa, om, itu orang minta om yang doa. Jadi saya bilang, duh Tuhan, tolong. Ada suara, kamu jangan ge-er ... kurang lebih begitu. Yang menyembuhkan bukan kamu, Aku yang menyembuhkan. Tugas kamu mendoakan saja. Ya begitu berani, saya bilang, udahlah semoga sembuh. Saya doa, demi nama Tuhan Yesus Kristus, hai segala sakit penyakit yang ada, pegang-pegang ... orang yang lumpuh itu dipegang, dalam nama Tuhan Yesus haleluyah, - saya susah amin -, demi nama Yesus haleluyah, terima kasih Tuhan, kirim kuasa-Mu, turun malaikat berpasukan dalam nama Yesus sembuhkan dia. Mau amin susah. Demi nama Yesus, haleluyah Tuhan, berikan kekuatan. Akhirnya kan musti ada amin juga biar susah. Dalam nama Yesus haleluyah kami berdoa, amin. Saya duduk.

Waktu duduk ditarik lagi, om, empat orang jalan. Saya bilang, ah masa? Iya. Saya bilang begini, ah mungkin dia ngga terlalu lumpuh. Sudah 6 tahun om, ngga bisa jalan. Makanya kita harus menikmati Tuhan. Sejak itu saya ngga takut lagi sembahyang orang, ngga takut. Sembuh nggga sembuh bukan urusan saya, yang menyembuhkan Tuhan kok. Sebab kalau saya yang doakan yang sakit 6 pasti yang sembuh 7, tapi karena yang menyembuhkan Tuhan, yang sakit 6 yang lumpuh, yang sembuh 4 ...  berarti Tuhan yang sembuhkan bukan saya.

Nah itu sebabnya kalau Tuhan dihormati harinya pun dihormati. Maaf ini hari minggu saya ngga bisa. Ayo, kita ke sana. Ini hari tugas saya, hari minggu, hari dinas, tidak bisa. Kita harus hormati harinya Tuhan.

Yang ketiga,

58:13 ...; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, 

Sekarang banyak jemaat menjadi pengacara ... pengangguran banyak acara. Hari minggu bukannya diam di rumah menikmati Tuhan, menikmati hadirat Tuhan, bicara tentang Tuhan, bicara tentang haleluyah puji Tuhan, tetapi nganggur ngga kerja, karena hari libur, tetapi banyak acara. Ke sanalah, ke sinilah, ke sana ke sini. Tidak ada rasa hormat bahwa ini harinya hari Tuhan. Apabila engkau menghormatinya ... caranya menghormati? Dengan tidak menjalankan segala acara.

Yang terakhir,

58:13 ... dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, 

Tidak mengatakan perkataanmu sendiri sebab hari itu adalah hari perkataan. Hari itu yang harus kita dengar perkataan Tuhan. Saya lagi pikir-pikir apa kita kebaktian harus tiga kali satu hari minggu. Sebab dulu di atas tidak ada, kurang. Sekarang sudah numpuk sampai yang paling belakang itu bisa tidur nyenyak. Maka saya sekarang harus bikin tiga kali sebab dibikin berapa kali juga gereja akan tetap penuh. Ada haleluyah? Ini hari, harinya di mana perkataan Tuhan harus didengarkan. Bukan omongan kita, bukan teori kita.  

Tetapi kita mau memperhatikan omongan Firman Allah. Apa yang terjadi?

58:14 maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.

Kata karena itu seharusnya 'di dalam' ... maka kamu akan bersenang-senang di dalam Tuhan. Saya lupa lagi, coba saudara-saudara ingatkan sama saya Di dalam Tuhan ada kesukaan .. Di dalam Tuhan ada kedamaian .. Di dalam Tuhan ada kemenangan .. Selamanya.

Kenapa kita tidak menang, kenapa kita tidak damai? Kita di luar Tuhan. Tapi kalau kita di dalam Tuhan, ada kemenangan, ada kedamaian, ada kesukaan. Nah, itu sebabnya dikatakan ini akibatnya, engkau - saudara dan saya - akan bersenang-senang di dalamTuhan. Tidak ada kata susah, tidak ada kata hese, tidak ada kata sukar. Senang. Oh betapa senang .. Jadi anak Tuhan .. Senang .. Jadi anak Tuhan. Sekarang hamba Tuhan ... Oh betapa senangnya .. Jadi hamba Tuhan. Anak Tuhan, hamba Tuhan senang. Lagu lama Oh senang, senang .. Sungguh senang hatiku .. Siang dan malam .. Sungguh senang hatiku .. Ikut Yesus pikul Salib .. Sungguh senang di hatiku .. Pikul salib ikut Yesus .. Sunguh senang di hatiku.

Ini rahasia cuma dialami oleh orang yang sudah ada di dalam Tuhan. Kalau saudara di dalam Tuhan, saudara akan mengalami hati yang senang. Haleluyah.

Dulu ada tukang bikin tahu di satu negara Asia. Dia ada di pinggiran rumah orang kaya 2-3 tingkat dia tidur paling atas. Hampir pagi-pagi sampai siang itu tukang tahu menggiling kedelai, karena dia senang, sukacita, haleluyah .. haleluyah .. haleluyah. Saya suka dengar lagu yang terakhirnya dinyanyikan tiga kali Tak berubah selama-lamanya .. Tak berubah selama-lamanya .. Tak berubah selama-lamanya .. Lebih dari itu saudaraku, cape kita dengarnya. Haleluyah .. haleluyah .. dia lagi tidur siang ini orang kaya haleluyah .. haleluyah ..

Dia turun, dia kasih duit 100 ribu, waktu itu besar sekali 100ribu. Ko, oweh kasih engko 100 ribu ya, jangan lagi nyanyi haleluyah, saya lagi istirahat, ngga bisa tidur. Dia minta maaf. Saya minta maaf, saya ngga lagi dah, ngga lagi. Belum dikasih udah diambil uangnya, saya ngga lagi. Besoknya dia menggiling lagi, hale .. hale. Cuma sehari dia tahan, malamnya dia ketok pintu, pak, maaf saya kembalikan lagi uang 100 ribu. Saya lebih senang haleluyah pak, dari pada duit 100 ribu.

Saudara-saudara, jangan saudara-saudara mata duitan sampai haleluyah jadi halelupa. Haleluyah, haleluyah puji Tuhan oh, dia nyanyi haleluyah, haleluya. Orang kaya pindah kamar, iya udah mending gitu. Haleluyah .. haleluyah .. haleluyah .. haleluyah. Ada haleluyah, saudara-saudara?

Senangkan dirimu di dalam Tuhan. Kalau Daud lagi susah, dia main kecapi. Istirahatkan diri saudara, nikmati, saudara sandarkan diri di dalam Tuhan, ada amin? Maka engkau akan bersenang-senang ya, dirimu akan senang, menyenangkan diri saudara. Tuhan itu menyenangkan diri saudara di dalam Tuhan.

Berikutnya,

58:14 maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.

Ada kata ride ... menunggangi. Menunggangi puncak-puncak bukit. Kalau puncak bukit kita anggap percobaan, saudara akan tunggangi percobaan. Kalau puncak bukit saudara anggap permasalahan, saudara akan di atas permasalahan saudara. Saudara-saudara sudah senang di dalam Tuhan dan sekarang saudara menunggangi, menguasai, mengikat itu problem-problem semua.

Bukan bukit biasa, high hills.  

Saudara mau melintasi bukit-bukit yang tinggi? Bukit yang tinggi bukan bicara masalah saja tapi kedudukan yang tinggi saudara akan nikmati, asal saudara-saudara mengikuti ayat 13, menghormati harinya Tuhan. Disebutkan, harinya Tuhan hari kenikmatan; saudara akan menikmati puncak-puncak yang tinggi.

Kita nggak usah pikir dunia, dunia mah sudah nasibnya susah. Kita senang-senangkan diri kita di dalam Tuhan. Ada satu GPdI di Sumatera, GPdI Perdagangan. Belum pernah ada GPdI di Indonesia seperti gereja itu. Kebaktian setiap hari. Senin kebaktian, selasa kebaktian, rabu kebaktian, kamis kebaktian. Tiap hari kebaktian. Dan orang datang kebaktian. Sampai gembalanya meninggal.

Sama dengan kita makan, makan kan musti tiap hari kan. Nggak seminggu sekali. Tiga kali sehari. Demikian juga dengan kebaktian. Saya tidak akan bikin kebaktian tiap hari. Tapi saya sedang bicara mengenai senang di dalam Tuhan. Kita buka dulu Mazmur   

127:1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
127:2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

Waktu saudara tidur, Tuhan sudah siapkan berkat Tuhan. Tuhan sudah siapkan berkat rezeki buat besok Dia sudah siapkan.

Tetapi pada waktu saudara tidur - non aktif. Nggak usah saudara jual togel duitnya saudara pakai buat polisi, nggak usah. Ditangkap diminta uang. Anak Tuhan masih jual togel?  

Bukan artinya kita nggak bekerja kita kerja  tapi waktu kita istirahat tidur Tuhan sudah siapkan rezeki.

Apa saudara merasa susah mencari nafkah? Itu ada di dalam ayatnya yang ke-2,

127:2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

Tuhan itu nggak itungan kalau memberkati saudara, nggak sayang memberkati saudara. Saudara lagi tidur, Dia sudah berkati saudara. Percaya dong bahwa Tuhan kita yang baik itu memberkati kita pada waktu kita tidur. Bukan pada waktu kita tidak bekerja. Kita kerja tapi waktu kita istirahat tidur, Tuhan sudah siapkan rezeki. Apa saudara merasa susah mencari nafkah? Itu dalam ayatnya yang ke-2,

127:2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

Susah payah, susah payah. Bukan begitu lagu orang kristen. Lagu orang kristen itu tidur nyenyak, disiapkan berkat oleh Tuhan. Besok pagi ada rezeki. Pasti ada rezeki. Kembali kepada Yesaya. Saudara ada di tempat yang tinggi. Melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan. Haleluyah. S'karang hatiku girang .. Sebab Yesus beserta.

Susah, susah, itu nggak boleh diomongin. Amin? Saudara mau naik kendaraan kemenangan? Jangan jadi buta ong ... bergerak tapi di situ-situ juga. Ada di kursi malas. Bergerak tapi di situ-situ juga. Maju mundur, maju mundur. Susah payah, susah payah. Oh, bukan begitu anak Tuhan. Saudara pulang sebentar nggak boleh begitu. Saudara nggak boleh bilang susah. Saudara harus bilang, senang di dalam Tuhan. Sukacita di dalam Tuhan. Saudara naik kendaraan kemenangan. Haleluyah.

Coba saudara bayangkan. Di Cianjur adakah orang yang menaruh nama toko, nama perusahaan namanya jelek? Ada nggak? Toko Mundur, ada nggak? Nggak ada. Toko Maju ada. Toko Brengsek, nggak ada. Nggak ada. Tukang cukur Pasti Gundul, nggak ada.

Maka kalau dalam hidup sehari-hari saja kita positif apalagi dalam Tuhan, kita harus positif. Bagaimana keadaannya? Puji Tuhan, haleluyah, semua diberkati oleh Tuhan. Walaupun kita lagi butuh uang, puji Tuhan semua baik. Semua baik. Bagaimana ini hujan nggak berhenti-berhenti? Semua baik. Haleluyah. Semua baik. Saudara mau mengendarai kendaraan kemenangan? Puji Tuhan. Bagaimana anak? Baik. Bagaimana keluarga? Baik. Papa mama? Baik semua.

58:14 ...; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.

Yang nyampaikannya Yesaya. Tapi Yesaya bilang, ini saya dengar mulut Tuhan yang ngomong. Ternyata Yakub sudah meninggal tapi warisannya belum habis. Abraham sudah meninggal, berkatnya belum habis. Galatia

3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Abrahamnya sudah nggak ada, berkatnya masih ada. Yesus sudah di sorga, berkat-Nya ditinggalkan bagi saudara. Yakub sudah tidak ada, warisannya ada sama kita. Tuhan ingin menyenangkan kita tapi kadang-kadang kita nggak mau disenangkan oleh Tuhan. Tuhan mau membuat kita senang. Ingat anak terhilang? Waktu dia kembali, diapain sama bapanya? Dipeluk, dicium, diakui. Jubah yang terbaik. Yang terbaik, bawa, pakaikan pada anakku ini.

Dia nggak ngomong begini, saudara: kamu rasa sekarang, jauh dari papa, belangsak. Jauh dari papa, kamu kurus kering kaya kucing kurang daging? Tahu rasa sekarang? Mandi dulu, habis mandi baru cium papa. Bawa jubah yang nomor 17. Kalau sudah bersih kasih sama dia. Bawa sepatu satu merah, satu biru. Pakaikan kepada dia.

Dia kasih yang terbaik. Jubah yang terbaik, cincin pasang di jarinya.

Saudara-saudara, Bapa kita di sorga ingin memberi cincin, pengakuan bahwa dia itu masih anak. Dia memberikan sepatu, pengakuan bahwa dia bukan budak lagi tapi anak. Membawa jubah, pengakuan bahwa dia diterima di rumah ini, tidak ditolak. Saudara sekarang pada malam hari ini tidak ditolak oleh Tuhan. Saudara diterima sebagai anak. Saudara diterima bukan hamba lagi tetapi sebagai anak. Dan saudara diberikan sukacita. Saudara boleh menaiki kendaraan kemenangan. Dan ini bukan saya yang ngomong, mulut-Nya Tuhan yang bicara bahwa saudara lebih dari pemenang.

Kita kembali lagi kepada Yesaya dan kita mau baca sekali lagi dari ayat 13, 

58:13 Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat    "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,
58:14 maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.

Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --

Minggu, 15 Februari 2009

SEBAB-SEBAB KEGAGALAN

Yohanes

15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

Sebetulnya kita ada di dalam bisnis yang besar. Perhatikan ayat 1,

15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

Seluruh dunia sekarang pengusaha pada menangis. Sulit cari uang, sulit ini sulit itu. Tapi kalau saudara jadi rantingnya dari pokok anggur Tuhan Yesus, tidak usah ada kesulitan karena yang punya pengusaha, pengusahanya Boss kita, itu Pencipta langit dan bumi. Itu sebabnya hadapi tahun 2009 - sekarang sudah hampir 2 bulan ya - dengan hati yang bersuka di dalam Tuhan, hati yang bersyukur.

Kita ini sekarang disebut rantingnya Tuhan. Dulu di jalan Tengah itu saya pernah melihat pohon anggur dari sini berbuah sana berbuah tapi ada satu carang yang tidak ada buah dan daunnya sudah berwarna coklat. Nempel sama pokoknya. Tapi ketika jari saya pegang begini, dia langsung jatuh. Sudah lama tidak ada hubungan dengan pohon pokoknya itu. Nempel nempel, dia bagian dari pohon anggur tapi ketika dikorek, dia jatuh. Tidak ada ikatan apa-apa.

Nah, jangan sampai kita sebagai orang kristen, kristen sih kristen tapi kita tidak mengalami vitamin, tidak mengalami zat yang datang dari pokok anggur itu, kita tidak mengalami hal yang baik dari pada Tuhan.

Nah, orang kristen yang kaya begini banyak. Nempel mah nempel tapi nggak mengalami mujizat, nggak mengalami pertolongan, nggak mengalami itu pemeliharaan Tuhan. Tetapi kalau kita jadi ranting, kamu tetap di dalam Aku - ini yang kedua - dan Aku tetap di dalam kamu dan firman-Ku tetap di dalam kamu, kamu berbuah banyak berbuah lebat. Sebab tanpa Aku kamu tidak bisa bikin apa-apa. Nggak bisa.     

Ini satu bapa baru bunuh diri kemarin. Dia bunuh diri, dia lompat dari hotel tingkat berapa, jatuh di depan bank yang dia demonstrasi. Sebelum dia bunuh diri, dia main biola. Lagunya sedih dan menyayat hati. Kenapa sedih? Karena uang dia yang ditaruh di bank itu hilang aja begitu saja. Karena banknya ditutup oleh pemerintah. Memang dijamin tetapi sudah hampir satu tahun tidak keluar uangnya. Uangnya mungkin tidak terlalu banyak tetapi itu hidupnya dia: mana uang saya? Yang lain sudah dapat. Yang lain diganti, kenapa saya tidak diganti? Biar 10 persen 20 persen saya perlu ... saya butuh uang. Tapi dari pihak bank yang ditutup: saya ngak bisa apa-apa, belum ada belum turun. Sudah satu tahun belum turun terus. Nah, itu bank di dunia. Bank di dunia begitu.

Tapi bank sorga, saudara nggak usah main biola. Saudara nggak usah nangis-nangis. Pengusaha kita adalah Allah Bapa. Penah bangkrut apa nggak Dia? Bank di dunia bisa bangkrut tapi bank sorga kapan bangkrutnya? Dan kalau saudara sebagai orang kristen sampai sukar sampai sulit sampai - maaf bicara - sampai bangkrut, dijauhkan Tuhan, kita tidak ikut Tuhan. Karena kalau kita ikut Tuhan pasti kita dijamin oleh Tuhan. Pasti.

Obama saja Amerika itu jatuh semua bank. Obama bilang harus dibail-out, harus dibela. 789 milyar dolar digelontorkan supaya bank itu hidup kembali. Itu Obama mau menyelamatkan. Yang suka membunuh orang? Osama. Tapi kita hidup terus apa? O haleluyah.

Saudara tinggal mau pilih mana? Mau pilih Osama, tentu kita tidak mau. Mau pilih Obama? Dia bakal mati. Mending kita pilih O haleluyah. Bank haleluyah tidak pernah bangkrut. Apapun permasalahan saudara, apapun persoalan saudara, haleluyah, Tuhan pasti memberikan berkat yang berkelimpahan. Malam ini saya ingin berbicara mengenai sebab-sebab kegagalan.

Kalau anak Tuhan tidak bisa gagal. Tetapi kalau sampai anak Tuhan gagal, itu ada sebabnya. Kitab Ulangan

1:41 "Lalu kamu menjawab, katamu kepadaku: Kami berbuat dosa kepada TUHAN. Kami mau maju berperang, menurut segala yang diperintahkan kepada kami oleh TUHAN, Allah kita. Dan setiap orang dari padamu menyandang senjata perangnya, sebab kamu menganggap mudah untuk berjalan maju ke arah pegunungan.
1:42 Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: Katakanlah kepada mereka: Janganlah kamu maju dan janganlah kamu berperang, sebab Aku tidak ada di tengah-tengahmu, nanti kamu terpukul kalah oleh musuhmu.
1:43 Dan aku berbicara kepadamu tetapi kamu tidak mendengarkan, kamu menentang titah TUHAN; kamu berlaku terlalu berani dan maju ke arah pegunungan.
1:44 Kemudian orang Amori yang diam di pegunungan itu keluar menyerbu kamu, dan mereka mengejar kamu seperti lebah dan mengalahkan kamu dari Seir sampai Horma.
1:45 Lalu kamu pulang dan menangis di hadapan TUHAN; tetapi TUHAN tidak mendengarkan tangisanmu dan tidak memberi telinga kepada suaramu.
1:46 Demikianlah kamu lama tinggal di Kadesh, yakni sepanjang waktu kamu tinggal di sana."

Dalam ayat-ayat sebelumnya, Tuhan suruh orang Israel perang. Nggak mau. Nggak mau perang, jadi Tuhan marah. Ketika Tuhan marah, minta ampunlah orang Israel 

1:41 ... Kami berbuat dosa kepada TUHAN. Kami mau maju berperang, menurut segala yang diperintahkan kepada kami oleh TUHAN, Allah kita. Dan setiap orang dari padamu menyandang senjata perangnya, sebab kamu menganggap mudah untuk berjalan maju ke arah pegunungan.

Waktu disuruh perang oleh Tuhan, mereka tidak mau. Sekarang Tuhan tidak suruh, mereka mau perang. Hati-hati sebagai anak Tuhan. Apa yang Tuhan tidak suruh, jangan berani dikerjakan. Tapi kalau Tuhan suruh, kerjakan. Ini akibatnya,

1:42 Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: Katakanlah kepada mereka: Janganlah kamu maju dan janganlah kamu berperang, sebab Aku tidak ada di tengah-tengahmu, nanti kamu terpukul kalah oleh musuhmu.

Betul Yohanes 15:5, tanpa Aku kami tidak bisa bikin apa-apa. Tanpa Aku kamu tidak bisa maju. Tanpa Aku kamu tidak bisa menang. Jangan maju karena Aku sedang kesal, Aku marah sama kamu. Kamu tidak menurut perintah-Ku. Aku tidak ada di tengah-tengah kamu. Apa yang terjadi? Keukeuh.

1:43 Dan aku berbicara kepadamu tetapi kamu tidak mendengarkan, kamu menentang titah TUHAN; kamu berlaku terlalu berani dan maju ke arah pegunungan.

Kata 'terlalu berani' dalam bahasa Inggris, presumptuously ... sembrono. Bahasa yang lain, serampangan. Bahasa Sunda, gegabah. Kamu sembrono. Tuhan sudah bilang, kamu pasti terpukul kalah. Kamu terlalu berani, kamu sembrono.

Nah, banyak orang kristen sembrono. Main pinjam uang dari bank. Dagang yang dia tidak kuasai. Sembrono. Bunga tinggi tidak apa-apa. Pinjam uang. Sembrono. Waktu ditagih ngumpet. Istri suruh keluar. Sampai bisnis kita hanya untuk bayar hutang saja. Kita cari uang untuk bayar hutang. Karena kita tidak pikir dulu karena kita sembrono pinjam uang panas.

Tuhan bilang, jangan jual togel, kita jual togel. Titah Tuhan kita lawan. Kita menentang titah Tuhan. Kita jualan togel keukeuh. Akhirnya ditangkap sama polisi. Hasil dari togel untuk polisi supaya tidak dipenjara. Saudara dapat apa dari togel? Toge pun nggak. Itu sebabnya jangan sembrono. Jangan sembarangan.

Ini ada satu pendeta sembrono sampai saya nggak mau datang dah. Karena saya nggak kuat. Dia nggak usah mati. Dia punya motor. Ada temannya ibu pendeta dari Manado datang mau cari dana di Bekasi. Saya nggak bisa nyumbang duit, saya bisa nyumbang saya antar-antar. Teman sih. Saya antar ke mana saja. Dia mau pergi untuk jalan dana di gereja-gereja. Ting tong ...  ting tong ... kereta apa lewat. Dari Bogor. Pintu belum dibuka. Ting tongnya juga belum berhenti. Begitu kereta lewat, dia sudah maju. Pintu belum dibuka. Ini buntutnya kereta. Kereta lewat, dia maju. Dia maju, dia nggak tahu dari Jakarta juga ada kereta.

Itu ibu pendeta langsung mati di tempat. Bapak pendetanya tidak mati dulu, kena tiang listrik. Koma. Laporan sama saya: pak, dia koma. Bagaimana dia koma. Nggak apa-apa sebentar lagi titik. Betul, meninggal. Saya bilang, sembrono amat. Pintu belum dibuka. Tingtong tingtong belum berhenti. Coba tunggulah sampai semua selesai, lihat kiri lihat kanan baru jalan. Umur masih muda. Sembrono, gegabah.

Maka kita diajar, jangan sembrono. Berani nggak nanya Tuhan dulu, dagang ini nggak nanya Tuhan dulu. Boleh apa nggak. Halal apa nggak. Bagus apa nggak. Tanya Tuhan dulu. Apa yang didapat kalau sembrono?

1:44 Kemudian orang Amori yang diam di pegunungan itu keluar menyerbu kamu, dan mereka mengejar kamu seperti lebah dan mengalahkan kamu dari Seir sampai Horma.

Seir adalah hal-hal yang kecil. Horma adalah hal-hal yang besar. Di hal-hal yang kecil mereka kalah. Di hal-hal yang besar mereka juga kalah. Orang kristen yang tidak dengar-dengaran dalam hal yang kecil, dia juga akan kalah. Apalagi kalau Tuhan percayakan hal yang besar, dia juga akan kalah. Itu sebabnya saudaraku, hati-hati jangan sembrono.

Jangan suka mukul istri. Marah boleh, ngomong boleh tapi jangan sampai ditangani. Sembrono. Nggak boleh. Ada pusing sedikit, istri jadi sasaran. Kesal sedikit, istri jadi sasaran. Ngarang cerita macam-macam. Jangan.

Dalam perang kecil kalah di Seir. Perang besar apalagi kalah. Modal kecil kalah. Modal besar kalah. Dikasih modal kecil kalah. Dikasih modal besar kalah. Dagang apa rugi terus. Kenapa? Karena sembrono. Tidak nanya Tuhan. Ah, Tuhan nggak penting.

Orang lebih takut pendeta dari pada Tuhan. Heran saya. Padahal Tuhan bisa pencet hidung saudara dan saudara almarhum. Bisa. Takutilah Tuhan jangan takut manusia. Jangan takut manusia, takutlah sama Tuhan. Kalau Tuhan berkata, kamu akan kalah pasti kita kalah. Makanya jangan perang kalau tidak disertai Tuhan. Di Seir kamu kalah, di Horma kalah. Kamu dikejar seperti lebah. Waduh, tentara yang biasa jago perang kamu dikejar seperi dikejar lebah. Karena tidak ada Tuhan.  

Saudara, kalau perusahaan kita, kalau toko kita, kalau pabrik kita, kalau dagangan kita ada Tuhan Yesus, pasti laku, pasti untung.

Satu kali di Jakarta saudaraku, ada satu toko dia suka jual makanan. Kalau saya makan di situ, saya ingin bayar bukan ingin nggak bayar, saya makan di situ nggak boleh bayar. Sementara saya makan ditawarin terus, ayo makan pak, ini enak.

Dia keluarin: nih pak, ada siomay. Coba, bapak makan, enak yang mana? Ah, kamu memancing supaya saya makan. Nggak, ini benar, coba makan. Enak yang mana? Saya bilang, enak yang terakhir. Sepuluh orang yang saya tanya, sebelas orang bilang, yang terakhir lebih enak. Tapi bapak tahu, yang pertama ini lakunya dua kali lipat, dia lebih cepat habis. Saya bilang kenapa? Karena ini orang kristen. Yang ini cung cung cep ... ngacung ngacung tancep. Heran, ya.

Bukan artinya saudara kalau bikin siomay nggak usah enak-enak lah. Dagangan saudara musti bikin enak-enak supaya laku. Apalagi sudah ada Tuhan dibikin enak, waduh, lebih laku lagi. Berdoa dulu kalau bikin siomay: Tuhan, jangan sampai saya kesiram minyak panas. Berikanlah kepada saya hikmat kalau saya mau kasih bumbu supaya orang makannya enak. Kalau saudara bikin dengan sembahyang sama Tuhan, dalam nama Yesus Tuhan, berkati saya, pasti diberkati Tuhan.     

1:45 Lalu kamu pulang dan menangis di hadapan TUHAN; tetapi TUHAN tidak mendengarkan tangisanmu dan tidak memberi telinga kepada suaramu.

Tadi siswi menyanyi, bukan yang berseru kepadaku Tuhan Tuhan, akan masuk ke dalam kerajaan sorga tetapi yang melakukan firman Tuhan, kehendak Allah. Saya kira dulu kalau kita sudah nangis di kaki Tuhan, nangis minta ampun, Tuhan pastilah dengar sembahyangnya sebab ada ayat berkata, Tuhan mendengar tangisan orang miskin, Tuhan mendengar jeritan penderitaan orang susah, Tuhan mendengar doa orang yang patah hati. Jadi ini sudah ancur-ancuran dikejar musuh, sudah kalah keok, dia sudah sadar ... Tuhan sudah nggak mau dengar lagi. Yesaya  

59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Apa akibatnya kalau Tuhan tidak mendengar doa kita? Ayat 9,

59:9 Sebab itu keadilan tetap jauh dari pada kami dan kebenaran tidak sampai kepada kami. Kami menanti-nantikan terang, tetapi hanya kegelapan belaka, menanti-nantikan cahaya, tetapi kami berjalan dalam kekelaman.
59:10 Kami meraba-raba dinding seperti orang buta, dan meraba-raba seolah-olah tidak punya mata; kami tersandung di waktu tengah hari seperti di waktu senja, duduk di tempat gelap seperti orang mati.
59:11 Kami sekalian meraung seperti beruang; suara kami redup seperti suara burung merpati; kami menanti-nantikan keadilan, tetapi tidak ada, menanti-nantikan keselamatan, tetapi tetap jauh dari kami.
59:12 Sungguh, dosa pemberontakan kami banyak di hadapan-Mu dan dosa kami bersaksi melawan kami; sungguh, kami menyadari pemberontakan kami dan kami mengenal kejahatan kami:
59:13 kami telah memberontak dan mungkir terhadap TUHAN, dan berbalik dari mengikuti Allah kami, kami merancangkan pemerasan dan penyelewengan, mengandung dusta dalam hati dan melahirkannya dalam kata-kata.

Inilah akibat karena kalau Tuhan tidak dengar doa kita. Jalan rata terang benderang tapi kita tergelincuh. Di tempat yang rata kok bisa tergelincuh. Meraba-raba di siang hari seperti orang buta. Kisah Rasul  

17:16 Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena ia melihat, bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala.
17:17 Karena itu di rumah ibadat ia bertukar pikiran dengan orang-orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Allah, dan di pasar setiap hari dengan orang-orang yang dijumpainya di situ.
17:18 Dan juga beberapa ahli pikir dari golongan Epikuros dan Stoa bersoal jawab dengan dia dan ada yang berkata: "Apakah yang hendak dikatakan si peleter ini?" Tetapi yang lain berkata: "Rupa-rupanya ia adalah pemberita ajaran dewa-dewa asing." Sebab ia memberitakan Injil tentang Yesus dan tentang kebangkitan-Nya.
17:19 Lalu mereka membawanya menghadap sidang Areopagus dan mengatakan: "Bolehkah kami tahu ajaran baru mana yang kauajarkan ini?
17:20 Sebab engkau memperdengarkan kepada kami perkara-perkara yang aneh. Karena itu kami ingin tahu, apakah artinya semua itu."
17:21 Adapun orang-orang Atena dan orang-orang asing yang tinggal di situ tidak mempunyai waktu untuk sesuatu selain untuk mengatakan atau mendengar segala sesuatu yang baru.
17:22 Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: "Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa.
17:23 Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.
17:24 Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia,
17:25 dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.
17:26 Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka,
17:27 supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.
17:28 Sebab di dalam Dia kita hidup, - Seperti carang atau ranting hidup dalam pokok anggur - kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.
17:29 Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.

Dulu itu banyak orang percaya dewa-dewa. Bikin kuil. Tapi ditulis, kami menyembah dewa yang kami tidak kenal. Jadi Paulus bilang, bagaimana kamu mau menyembah dewa yang kamu tidak kenal. Kan orang musti kenal dulu baru menyembah. Ini orang nggak kenal kamu menyembah. Saya mau beritakan Tuhan Yesus.

Engkong saya dulu dia bawa tepekong macan dari Tiongkok. Dia sembahyang sepanjang perjalanan. Sampai di Cibadak jadi orang kaya di Cibadak. Dia sangka itu tepekong macan yang bikin. Tapi Tuhan punya rencana lain.

Tuhan kita tidak tinggal di kuil-kuil. Dan kita tidak usah beri makan. Allah yang kita sembah Dia yang memberi kita makan. Kita diberi makan oleh Tuhan. Sebab apa? Dikatakan, kita ini keturunan Allah. Maka nggak boleh menghina mengejek teman nggak boleh. Keturunan Allah. Bule ... bule nggak boleh. Biar bule, keturunan Allah. Orang Irian keritingnya ... kalau kita lempar apa sesuatu, satu minggu baru ketemu. Tidak demikian. Keturunan Tuhan. Saudara yang tidak percaya tidak akan mengalami kemudahan-kemudahan. Tapi saya percaya kita ini keturunan Dia sebab kita diciptakan menurut peta dan teladan-Nya. Yohanes

15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

Saya punya pertanyaan. Apa saudara berbuah? Apa hidup kita ada hasil berbuah untuk Tuhan? Sebab kalau kita berbuah, mintalah apa saja. Persamaan 'apa saja', apa? 'Apa saja', apa persamaannya? Segala-galanya. Apa saja.

Dulu kita suka dengar pendeta khotbah begini: saudara-saudara, Tuhan tidak akan memberi apa yang kita mau, Tuhan memberi apa yang kita perlu. Tapi ketika saya lihat ayat ini sampai saya tanya Tuhan: Tuhan, apa betul yang saya perlu saja yang Tuhan kasih? Baca saja apa kata-kata-Ku. Mintalah apa saja. 

Saudara ingin berkat, minta. Ingin punya mobil, minta. Tentu kalau kita berbuah, permintaan kita nggak macam-macam. Permintaan kita yang sesuai kehendak Tuhan. Tuhan, saya nggak punya rumah, saya minta rumah ... pasti Tuhan dengar. Tuhan saya kerja jauh, saya nggak punya motor, saya ingin punya motor ... Tuhan bisa kasih. Tuhan saya nggak punya mobil ... Tuhan bisa kasih.    

Pendeta teman saya di Amerika dikasih pesawat terbang. Saudara bilang, habis jemaatnya kaya-kaya. Nanti dulu, saudara. Dia lagi KKN, datang satu orang, petani. Selamat malam, mana pendeta di sini? Ya, saya sendiri. Anda siapa? Saya Mr Erb. Ngomongnya kasar. Ya, ada apa? Tadi siang saya disuruh sama Tuhan untuk kasih uang ini untuk kamu beli pesawat. Bayangin, saudara. Kalau petani-petani di Pasirnangka itu suka bawa sama saya ayam kelapa untuk Cianjur. Om, ini kelapa. Om, ini ayam. Berkat Tuhan. Ini pesawat. Saya kira pesawat TV ... pesawat terbang. Memang ini pendeta minta sama Tuhan: Tuhan, saya minta pesawat terbang. Dan dia beriman dan Tuhan kasih bukti bukan orang kaya yang kasih justru petani. Datang. Dia taruh uangnya, ini dan dia pergi saja.   

Mintalah apa saja. Saudara nanti kalau toko saudara sepi: dalam nama Yesus, Tuhan, Engkau kasih orang lain pesawat terbang, saya minta supaya toko saya rame. Bukan rame begitu saja nanti tukang duku tukang apa dagang di depan toko, bukan saudaraku. Rame itu pembelinya datang dan berbelanja. Bukan cuma lihat-lihat saja, ada apa ada apa, keluar lagi. Tuhan, biar dia belanja, puji Tuhan. Dalam nama Yesus, haleluyah, amin.

Minta apa saja. Saudara ingin panjang umur, minta. Hizkia saja ditambah 15 tahun. Minta. Tapi kalau panjang umur kita bakalan jauh dari Tuhan, jangan minta. Kalau nanti panjang umur kita bakal sakit-sakitan ... nggak mau saya. Yohanes

16:22 Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.
16:23 Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.
16:24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.

Sampai tanggal ini, tanggal 15 Februari 2009, jemaat GPdI Cianjur belum minta apa-apa kepada-Ku, kata Tuhan. Minta, Aku pasti beri kepadamu. Tapi jangan minta-minta: ya Tuhan, berilah kepada saya, saya belum makan. Oh Tuhan, tolonglah Tuhan saya ini. Ayam-ayam saya, ternak saya pedaging dan petelur. Tolonglah anak-anak saya yang sekolah di Singapura dan Singaparna. Oh Tuhan, Engkau tolong anak saya yang sekolah di Chicago dan di Cikalong. Tuhan, tolong. Itu minta-minta.

Anak sama Bapa. Kalau anak saya: pah, mau minta minum, ya. Sedih saya. Masa minum saja musti minta. Datang anak saya: pah, minta air es, ya. Pah, boleh nggak jalan-jalan? Anak nih sama saya umpamanya: pah, minta combro sapotong. Jangan sepotong ini combro mau dimakan semua sampai utah ugeur, terserah. Kamu silahkan makan. Anak saya, amin? Kita anak Tuhan. Jangan minta-minta. Masuk ke kulkasnya Tuhan, ambil yang engkau mau. Dengan iman kita berkata: Tuhan, Engkau berkata, mintalah, aku akan mendapat. Aku minta ini, aku minta pekerjaan, aku minta ini, aku minta ini. Minta jodoh. Minta.       

Tetap di dalam Tuhan. Firman-Nya di dalam kita. Mintalah apa yang kamu mau, Aku akan berikan kepadamu. Tuhan itu bangga memberi kepada saudara. Tuhan itu senang memberi. Minta, kita pasti dikasih. Minta. Tapi jangan minta-minta. Ayo kita berdiri.     

-- o --

Minggu, 22 Februari 2009

DAMPAK GARAM

Mari kita buka Injil Matius 

5:13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Tuhan Yesus ini luar biasa. Dia sanggup menerangkan sorga yang sukar dimengerti dengan ilustrasi yang mudah dimengerti. Dia sanggup menerangkan keterangan firman Allah yang manusia biasa tidak akan mengerti, dibikin mengerti dengan cara-cara yang indah.

Contohnya, Dia bicara tentang garam, Dia bicara tentang terang, Dia bicara tentang pohon, Dia bicara tentang benih, Dia bicara tentang berbuah, Dia bicara tentang tangkai, Dia bicara tentang ikan, Dia bicara tentang jala, Dia bicara tentang tanggung jawab, Dia bicara tentang burung di udara, Dia bicara tentang bunga lili di padang. Macam-macam Dia bicara.  

Nah, sore hari ini Dia bicara mengenai satu pokok saja, yaitu kamu adalah garam dunia.

Yesus tidak bilang, kamu seperti garam dunia. Yesus tidak berkata, kamu itu mirip dengan garam dunia. Yesus tidak pernah bicara, kamu itu sama dan sebangun dengan garam dunia. Tetapi Dia dengan sederhana tetapi jelas Dia bilang, kamu adalah garam dunia.

Saya mau terangkan dari belakang, kita mulai dengan dunia dulu. Nggak mungkin kita garamin seluruh dunia, nggak mungkin. Tapi Tuhan berkata, kamu garam dunia. Ada yang bergaul pekerjaan dalam dunia politik, ada yang bicara dari dunia perdagangan, ada yang bicara dari dunia pertanian, ada yang bicara dari jual beli, dunia arloji, ada yang bicara dalam dunia berlian, ada yang bicara tentang dunia sembako saudara bisnis di sana. Dunia saya adalah dunia kerohanian, dunia Firman Allah. Di manapun saudara punya dunia, apapun saudara punya dunia, Yesus bilang, kamu adalah garam dari dunia-dunia itu. Biar saudara tukang kue, saudara harus jadi garam pada dunia-dunia itu.

Nah, saya bingung ketika saya tahu bahwa garam mempunyai 144 ribu kegunaan. Saya tidak tahu bagaimana. Dikatakan di sana, kamu adalah garam dunia. Sekarang saudara pikirkan dunia saudara apa. Ada yang di dunia lukisan, ada yang dunia menggambar, ada yang dunia jual beli, ada yang dunia oh saya kerja di kehutanan, ada yang dunia saya kerja di perkebunan, itu dunia saudara. Dan Tuhan Yesus bilang, kamu adalah garam dunia.

Nah saudara, setelah dunia, kita mau lihat dunia satu saja ayatnya. Yohanes

16:33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

Bukan di dunia saudara digebukin, bukan saudara dianiaya, saudara dipukuli orang, tidak. Di dunia saudara masing-masing, saudara akan mengalami aniaya. Dalam dunia perdagangan ada untung ada rugi. Dalam dunia perpolitikan, ada berhasil ada tidak, ada jadi ada tidak. Dalam dunia jual beli ada pulang modal ada untung ada rugi. Ada yang saudara-saudaraku dianiaya oleh karena saudara mengalami kerugian, saudara merasa teraniaya karena dunia memperlakukan saudara negatif.

Tetapi Yesus berkata, jangan takut ... Aku sudah mengalahkan dunia. Tadi saya dengar kesaksian dari saudara Hariandi. Walaupun saya penuh kekuatiran tapi Tuhan tidak pernah meninggalkan saya. Saya harus relatif itu kesaksian. Kalau saudara penuh kekuatiran, Tuhan tidak ada sama saudara. Karena Tuhan sudah mengalahkan dunia itu. Dunia kekuatiran Dia sudah kalahkan. Kan saya sudah ngomong, jangan ngomong negatif tahun 2009. Jangan ngomong rugi, jangan ngomong kuatir, jangan ngomong takut, jangan ngomong ... sebab itu adalah bahasa dunia. Dan Yesus berkata, kamu harus jadi garam dalam dunia ini.

Bagaimana jadi garam di dalam dunia ini? Di dalam dunia kita dapat aniaya, dalam dunia pergaulan dunia mode show saudara bisa difitnah. Bintang-bintang film saling memfitnah, bintang-bintang film saling memakai pengacara saling denda mendenda sekarang. Di dunia kita mengalami penganiayaan. Tetapi jangan takut, Aku Yesus, kata-Nya, sudah mengalahkan dunia. Kalau Dia sudah mengalahkan dunia, tidak perlu kita takut.    

Saudara mau takut silahkan tapi nggak perlu. Dengan bilur-Nya segala sakit penyakitmu sudah - 2000 tahun yang lalu - sudah disembuhkan. Kita bisa rasa sakit tapi kita harus berdiri atas perjanjian Allah 2000 tahun yang lalu, sakit penyakit kita sudah disembuhkan! 

Kita kembali kepada Matius 5 tadi, 

5:13 "Kamu adalah garam dunia.

Garam.

Kalau mau mengerti ini garam kita mau lihat dulu ayat berikutnya. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Zaman dulu garam pernah lebih mahal dari kuda. Pada zaman Indian, orang Indian bisa kasih kuda satu atau dua ekor, hanya diganti dengan 10 kilogram garam. Sebab dengan garam mereka makan daging mentah dikasih garam bisa awet dendengnya ini. Dengan garam kok makanan bisa lebih enak. Tetapi kalau yang disebut garam sudah nggak asin lagi, si garam ini harus diapakan supaya dia jadi asin? Nggak ada! Dia akan dilempar dan diinjak-injak orang.

Untuk mengerti ayat ini, kita musti kembali ke 2000 tahun yang lalu. 2000 tahun yang lalu tidak ada pabrik garam. Tidak ada garam meja. Yang ada orang lari ke laut mati disebut laut garam, dia kumpulkan garam itu di sana, ditaruh dibungkus di dalam satu kain, dibawa pulang. Kalau masak sayur, diceluplah ini garam satu kali atau dua kali, dicoba. Dicoba wah kurang, kasih lagi garam sedikit. Begitu. Bisa satu minggu, bisa satu bulan, asal makan apa dengan garam itu dicelup supaya enak.

Sampai pada satu kali garam itu sudah tidak asin lagi. Garamnya sudah larut ke air, tinggal koral-koral batu-batu kecil. Dengan apa dia bisa diasinkan pula? Nggak ada. Dibuang di balai. Buang aja ke depan, di depan pintu. Nah, tamu kalau datang kan menginjak itu garam. Yang berharga dari dapur, yang harganya bisa 2-3 ekor kuda, sekarang nggak ada harganya ... diinjak-injak orang.

Kalau kita orang kristen kehilangan keasinan kita sebagai orang kristen, bagaimana kita mau jadi berkat? Dengan apa kita mau dimasinkan pula? Orang kristen itu musti beda dari orang dunia. Orang kristen itu musti asin dan orang dunia itu tawar.    

Ada bedanya antara garam dengan gincu. Kalau gincu warna merah taruh di segelas air, rubah itu air jadi merah tapi rasanya tidak berubah. Tapi garam kalau taruh sama air tidak berubah; warnanya masih putih itu air, bening. Waktu diminum rasa asin.

Tahukah saudara bahwa 2/3 dunia itu adalah asin, yaitu laut. Dunia ini 2/3 nya laut. Asin. Apakah ada laut yang tidak asin? Kita mau belajar dari alam. Kamu adalah garam dunia. Tidak ada gunanya lagi kecuali diinjak-injak orang lagi. Nah, kita sebagai garam. Coba garam, ditaruh di sayur jadi enak, jadi gurih. Ini hebatnya garam. Maka kita sebagai orang kristen itu harus punya pengaruh, berdampak kepada dunia sekitar kita.  

Tadi malam saya khotbah di Batujajar. Komandannya dari Kopassus itu, kolonel Ricky Samuel, baru kehilangan istri, meninggal. Jadi ketika saya undang, siapa ada keperluan maju ke depan, komandannya yang paling disegani itu maju ke depan dan menangis seperti anak kecil.

Seorang pendeta namanya pendeta Sinaga, dia duduk sebelah saya, dia pendeta tentara sudah 24 tahun. Tuhan kasih kepada dia satu kepandaian, hikmat dari Tuhan. Biarpun saya ada di sini pak, saya sudah bisa pengaruhi Papua. Setiap pagi saya berkhotbah melalui handphone. Dan handphone kalau XL kalau malam, dari jam 12 sampai jam 6, gratis. Di sana di Papua siaran radio jam 6. Jadi beda dua jam 4 dia harus khotbah. Jadi setiap pagi dia bangun jam 3 siapkan khotbah.

Nah, anak buah dia atau kenalan dia yang di Papua pandai sekali karena dapat hikmat. Di handphone yang dia terima itu, dia bisa keluarkan kabel, masuk melalui komputer, komputer masuk kepada satu pemancar bisa mencapai 200 kilometer sekitarnya. Dan saya khotbah pak, satu jam khotbah, murah sekali, hanya 12 ribu. Nggak usah sewa.

Biar dia ada di Bandung di Batujajar tapi khotbahnya berdampak di Papua. Karena ada dua orang garam dunia. Yang satu di Bandung, yang satu yang berhubungannya di Papua. Saya pikir-pikir kalau kita bisa ada orang kaya begitu di sini, saya bisa khotbah tiap subuh. Murah satu jam cuma 12 ribu. Dan itu tiap hari dia khotbah. Dia pendeta protestan tapi gayanya sudah kaya pantekosta, doanya kaya sudah doa pantekosta.

Komandannya itu berdampak kepada anak buahnya. Semua orang tentara yang agama kristen wajib ikut KKR ini. Gereja sekitarnya. Bangunannya besar. Berdampak.   

Tanyalah kepada diri saudara, apa saya berdampak kepada dunia sekitar saya? Kalau saudara tukang kue, apa saya berdampak kepada sesama tukang kue atau kepada langganan-langganan saya? Kalau saudara punya warung, punya toko, apa saya berdampak kepada karyawan-karyawati saya, atau kepada langganan-langganan saya? Apa kita bisa mempengaruhi - karena kita garam - kita bisa mempengaruhi dunia yang tawar ini?

Di Cianjur itu kalau ada lelaki bregajul terus main-main sama perempuan, perempuan itu suka marah. Dan kalau marah dia bilang: teu uyahan! Teu uyahan itu artinya, tidak ada garam! Tidak tahu diri. Harus ada garam.     

Saya akan bicara sedikit beberapa guna dari garam.

Kalau kita luka di hutan, nggak ada obat merah, kena duri kena apa, robek ... jangan ditutup. Kasih aja garam. Memang pedih tapi baru ditutup, baik dia. Saya pernah bikin Youth Camp di Tentena, beberapa tahun yang lalu. Begitu kebaktian nyanyi, ada sumbangan dari kaum muda. Pendeta berkata: pak, ini kaum muda baru tiba jalan kaki empat hari empat malam. Anak muda jalan kaki. Aduh, di Cianjur mah kudu disampeur ... musti dijemput. Nggak mau jalan kaki. Ini empat hari empat malam.

Dan mereka bersaksi bagaimana yang mereka takutkan itu ada lintah lompat seperti karet. Jadi lintah itu ngajepret, dia nempel. Maka orang-orang untuk menjauhkan diri dari lintah, sepatu bot nya itu dikasih garam. Ini sarung tangan diisi garam. Jadi kalau lintah nempel, dia cium ada garam, dia pergi. Luar biasa garam itu. Kalau harus tidur terpaksa di hutan, dia tidur pake tenda tidur. Tapi di sekeliling tenda itu harus dikelilingi garam. Kalau ular datang rasa ada garam, dia tidak bisa masuk dan tidak mau masuk.

Garam itu bisa mengawetkan makanan. Kalau saudara suka potong apel pakai pisau biasa terus dibiarkan saja 5 menit, itu apel sudah hitam. Supaya tidak hitam, apel itu dipotong, cuci dengan air garam, dia tidak akan hitam. Garam itu luar biasa kegunaannya.

Saudara suka nonton di televisi kalau orang yang baru meninggal kena penyakit jantung, dia baru saja meninggal, dokter usaha untuk menghidupkan, dia ambil pengejut, dia pakai itu listrik taruh di jantungnya. Kebanyakan itu tertolong. Tahu nggak saudara, bahwa dari listrik 220-240 volt itu, nggak langsung ke tempat itu kejutan. Jangan saudara nanti pulang lalu ada keluarga yang sakit jantung, katanya pake listrik 220 volt, cepat biru saudara.

Kenapa listrik ini menghidupkan? Karena dia lewat satu tabung berisi garam. Jadi listrik itu lewat garam. Itu pesawat ulang-alik ke angkasa memerlukan garam. Luar biasa. Satu bulan di angkasa nggak turun-turun, memerlukan garam. Sedangkan pesawatnya sendiri memerlukan garam. Pantas disebut 144 ribu macam kegunaan garam. Sampai ada rumus kimianya, jadi ini jadi itu. Ini dengan ini jadi itu, ini dengan ini jadi itu.

Ini baru beberapa kegunaan garam. Luar biasa. Dan kalau saudara jadi garam, nggak usah robah orang supaya ganti warna, nggak usah. Dia tetap Momoy, dia tetap Joni, dia tetap Giok, nggak berubah, tapi hatinya sudah berubah; di dalamnya ada garam dunia. Rasanya sudah berubah. Markus

9:49 Karena setiap orang akan digarami dengan api.
9:50 Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."

Nah ayat 49 ini kurang, saya salin dari bahasa Inggris, karena setiap orang akan digarami dengan api dan setiap korban akan digarami dengan garam.    

Yesus ini bicara garam. Setiap korban harus digarami dengan garam.

9:50 Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."

Ini kita tidak berdamai sama keluarga sendiri, kita berdamainya sama orang lain. Bahkan sama orang lain agama kita bisa duduk bareng dan kita merasa tidak salah, kita tidak merasa tertuduh kita bisa bergaul. Kalau bersama dengan sesama orang gereja mani hararese. Sampai Mazmur Daud tulis, oh betapa indahnya dan betapa eloknya ... dan - ada satu lagi - betapa jarangnya orang sesama kristen itu duduk berdampingan secara damai. Jarang.

Karena kalau kita bersama-sama berdamai, itu artinya kita sudah bawa garam. Kalau saudara duduk bersama-sama bersebelahan dengan orang non-kristen dan saudara merasa tenang, enjoy saja, merasa bangga malahan, saudara ada sesuatu yang salah. Bukan berarti saudara nggak boleh duduk sama orang yang gini. Boleh saja saudara duduk kalau di undangan kalau di mana, kalau ada di kematian, boleh saja saudara duduk orang yang tidak percaya, boleh saja.

Maksud saya duduk, itu bergaul. Kalau kita duduk bersama sesama dengan orang kristen yang Tuhan bilang, tiga orang saja kamu duduk sama-sama, Aku ikut hadir, Aku orang keempat. Dua orang kamu duduk karena nama-Ku, Aku orang ketiga. Itu Yesus bilang. Kita tidak mau. Kita suka sama orang dunia. Maka Yesus wanti-wanti, kamu harus punya garam. Garam apakah ini? Kita lihat dalam Imamat  

2:13 Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi garam, janganlah kaulalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan garam.

Kalau menurut Markus 9:50, setiap orang akan digarami dengan api. Jadi api Roh Kudus akan menggarami saudara. Kuasa Roh Kudus akan menggarami saudara. Dalam ayat ke-13 ini, dia disebut, jangan kaulalaikan garam perjanjian Allahmu.

Janji Tuhan ini digarami juga. Dan kalau bilang promise sama covenant, covenant itu jauh lebih kuat. Umpamanya begini, saya mau angkat saudara sama satu orang, ini zaman dulu, urat nadi dipotong sedikit keluar darah dia juga potong sedikit keluar darah ... tempel, darah dia sama darah saya bersama ... itu covenant. Sampai mati kita adalah kakak beradik. Itu covenant.

Nah, ini covenant nya Tuhan sama saudara. Maka Roh Kudus ini harus menggarami hidup saudara. Markus 9:50 tadi digarami dengan api. Api itu apa lagi kalau bukan Roh Kudus. Kita buka Lukas

12:29 Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu.

Roh Kudus berkata bahwa ada beberapa saudara malam hari ini sedang merasa cemas. Cemas terhadap hari depan, cemas kepada hal-hal sehari-hari, cemas kepada perkara-perkara yang belum datang. Tetapi Yesus berkata, janganlah kamu cemas. Jadi jangan kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan apa yang akan kamu minum. Dan janganlah cemas. Kalau saudara punya garam dari Tuhan, kecemasan itu akan hilang. Kecemasan saudara akan lenyap kalau saudara memiliki garam dari Tuhan. Ayat 30, 

12:30 Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. 

Saudara kenal Tuhan apa nggak? Kenapa cemas? Katanya kenal sama Tuhan, katanya yakin Tuhan memelihara kita, kenapa cemas? Kecemasan itu tidak membunuh tapi bikin kita non-aktif. Sedangkan garam itu aktif, dia mempengaruhi dunia sekitarnya. Taruh di air, air jadi asin. Taruh di masakan, masakan jadi enak. Taruh di lemari es daging awet. Garam itu aktif, dia bekerja. Racunpun hilang. Sakit gigi ambil air sebelum ke dokter ambil air hangat diisi garam, kumur. Itu kuman-kumannya mati, rasa sakit hilang karena ada garam. Luar biasa ini garam. 

12:30 ... Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu.

Semuanya itu, ada haleluyah? 

12:31 Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.
12:32 Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

Jangan takut hei pengusaha kecil, jangan takut yang punya warung kecil, jangan takut semua yang kecil-kecil, jangan takut, karena kita punya Allah yang besar, Dia mempunyai janji yang besar dan Dia sudah memberikan kepada kita kerajaan. 

12:33 Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat.
12:34 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." 

Artinya kata jual, jangan ada hubungan.

Kita boleh kaya tapi pikiran kita jangan ada lagi sama kekayaan. Kaya tanpa banda. Saudara bisa punya tanah punya rumah punya apa tapi saudara merasa kaya bukan karena itu; kita merasa kaya karena kita punya Tuhan.

Untuk masuk di kelas ini kita musti mengerti itu garam dunia. Kaya tanpa harta benda. Kalau saudara sudah sampai ke situ.

Sekarang orang sudah mau mati saja masih ngumpulin duit. Sudah mau mati masih yang dipikir hubungannya duit aja.

Seorang punya pabrik gula besar di Jawa Timur dibawa ke Surabaya karena dia sakit keras. Sudah dipanggil sama dokter, anak-anak panggil semua. Papa sudah tidak ada lagi harapan. Panggil. Panggil semua. Anak-anaknya baik: papa ada permintaan apa yang terakhir? Kalau kita mah ya panggilin pendeta doain supaya jalan saya ke akherat minta Tuhan Yesus terima. Musti gitu kan kita mah. Ini mah nggak. Apa pak, pesan papa terakhir? Ambilin kunci brankas. Diambilin kunci brankas, dia pegang kunci brankas. Dan dengan memegang kunci brankas itu dia meninggal dunia. Sudah mau mati masih ingat brankas? 

Ini terjadi di Israel. Orang Yahudi itu sudah mau mati. Dia sudah tutup mata: Simeon ... dia panggil anaknya. Ya, papa. Dia punya anak tiga. Benyamin? Ya, pa. Maria? Oh ada saya, papa, saya di sini. Buka mata dia: kalau semua kamu di sini, siapa yang jaga toko? Sudah mau mati masih ingat toko.

Jual. Jangan ada hubungan. Kita kaya tanpa banda. Apa kalau saudara meninggal mobil Mercides saudara bawa? Nggak. Mercy mah orang lain yang pakai walaupun kita lap sampai mengkilap. Lukas

14:34 Garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?
14:35 Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk dan orang membuangnya saja. Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

Sekarang saya ketemu satu hal yang baru: garam memang baik.

Kalau Imamat, hendaklah engkau selalu mempunyai garam saudara akan jadi baik. Karena garam yang baik itu ada di dalam saudara. Kalau Yesus yang baik itu masuk di hati saudara, saudara jadi baik. Dalam Lukas 14, garam memang baik. Roh Kudus itu baik. Kita harus jadi orang baik. Berbuat baik.

Dalam Matius 5, setelah garam, saudara disebut terang. Matius

5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Garam itu berdampak walaupun tidak kelihatan. Masukan di sayur, enak sayurnya. Masukkan di masakan, masakan jadi gurih. Masukan di air, air jadi asin. Tapi tidak merubah warna.

Sedangkan terang itu harus menyatakan diri. Saudara harus menyatakan diri. Kalau ada orang tanya, kamu kemarin ke gereja pantekosta? Cuma ikut teman. Katanya kamu sudah dibaptis? Nggak, cuci muka saja. Jangan. Kita adalah terang. Kamu kristen? Iya, sudah puji Tuhan, saya kristen sekarang. Ceritanya dengan baik tapi tidak malu. Saudara jangan malu mengakui kita ini orang kristen, kita ini anak-anak Tuhan Yesus. Jangan jadi kristen gotong tapekong. Saudara mau apa gotong-gotong tapekong? Padahal di dalam ayat firman Allah, Tuhan menggotong kita. Waktu kita belum kenal Tuhan, kita gotong tapekong. Tanya sama tapekong, dia bisa gotong kita nggak? Tapi kalau kita sudah punya Tuhan, Dia yang menggotong kita. Nggak percaya, Yesaya       

46:4 Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.
46:5 Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?
46:6 Orang mengeluarkan emas dari dalam kantongnya dan menimbang perak dengan dacing, mereka mengupah tukang emas untuk membuat allah dari bahan itu, lalu mereka menyembahnya, juga sujud kepadanya!
46:7 Mereka mengangkatnya ke atas bahu dan memikulnya, lalu menaruhnya di tempatnya; di situ ia berdiri dan tidak dapat beralih dari tempatnya. Sekalipun orang berseru kepadanya, ia tidak menjawab dan ia tidak menyelamatkan mereka dari kesesakannya.

Tuhan membandingkan diri-Nya dengan berhala. 

Orang itu percaya begitu-begituan, senang.

Itu si Ponari, sekarang mau dilarang sama mengerti agama. Goceng, goceng, goceng ... 5 ribu. Sehari 20.000 X 5 ribu, berapa? Dia digendong. Ada lagi yang mimpi, perempuan, katanya. Ini batu ngomong sama dia: peliharalah aku, jagalah aku. Geus zaman Aladin lagi ... keluar jin. Percaya yang begitu aneh, saudara. Ini Indonesia. Ada Nyi Loro kidul. Dulu kalau 17 Agustus, Eyang Suryakancana.   

Kita mempunyai Tuhan yang tidak digotong-gotong tapi Dia menggendong kita siang dan malam - asal kita mempunyai garam dunia ini.

Jangan hanya beragama kristen. Miliki Tuhan Yesus. Miliki Dia. Nggak ada satu setan bisa ganggu saudara kalau saudara punya Yesus.

Saudara mau punya garam? Saudara mau berdampak? Coba berdampak kepada dunia saudara, berpengaruh. Nggak usah banyak, coba semua kita yang ada di dalam ruangan ini, yang di atas yang di bawah, coba kalau saudara berjanji kepada diri saudara sendiri, saya mau ajak teman saya, satu saja, saudara jemput dia, saudara ajak dia ... minggu depan nggak masuk gereja, sudah penuh orang. Karena saudara bawa satu orang.

Mari kita berdampak.     

Garam Rohul Kudus membuat kita baik, membuat kita berdampak. Kalau tangan saya dilabur dengan kapur, saya pukul ini, ada tapak. Berdampak itu begitu. Jadi kalau saudara penuh dengan garam, penuh dengan Roh Kudus, penuh dengan kebaikan Tuhan, penuh dengan damai, penuh dengan kasih, penuh dengan segala sesuatu yang baik dari Tuhan, saudara jadi garam. Nggak ngomong tapi berdampak.

Sebagai ayat terakhir, kita buka I Petrus

3:1 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,

Lebih bawel saudara, lebih suka nembalan saudara, suami saudara tidak akan berubah. Tapi kalau saudara tunduk, nurut sama suami, tingkah laku saudara menghormati suami, apa yang suami bicara saudara lakukan, apa yang suami ngomong saudara lakukan. Kalau mau bikin apa-apa ngomong dulu. Kalau mau belajar setir mobil, ngomong dulu sama suami. Otoritas itu ada sama suami. Tanpa perkataan. Kita mau selamatkan keluarga kita, amin? Mari kita berdiri bersama.  

-- o --

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________