Khotbah Minggu Sore Januari - Februari 2010

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 03 Januari 2010

TERANG

Kejadian

1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
1:3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.

Pada waktu Tuhan menciptakan langit dan bumi, ada yang mengacau, yaitu kejatuhannya Lucifer sehingga bumi itu gelap gulita, kelam kabut. Dalam bahasa Ibrani tohu wa bofu ... kacau balau, tidak ada pada tempatnya, tidak tahu harus berbuat apa. Semua aca kadut, lumpur bercampur dengan segala macam. Gelap gelita. Dalam ayatnya yang ke-2, bumi belum berbentuk karena ada yang ngacau. Ayat satu, Tuhan sudah bikin langit dan bumi tapi ayat kedua, 

1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Kata Roh Allah melayang-layang, dalam bahasa Ibrani Roh Allah 'bara'. Dia itu seperti induk ayam mengerami telur. Jadi segala kekacauan yang ada itu seperti dierami oleh Roh Kudus, membara di atas semua kekacauan yang sedang ada itu.

Malam hari ini kalau saudara rela ikhlas sama Tuhan kekacauan saudara, kebimbangan saudara, kebingungan saudara, sudah dengar Firman Allah bahwa Tuhan adalah jalan yang baru jalan keluar tapi masih kita bersalah, masih kita berpikir salah, masih kita punya rencana kacau, masih hati kita takut, kalau saudara rela malam hari ini Roh yang sama ingin mengerami, ingin menutupi segala hal yang tidak beraturan itu supaya dia beraturan, ada haleluyah?

Lalu ayat ketiga dikatakan,  

1:3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.

Dalam bahasa Inggris, let there be light, biarlah, silahkan, izinkan terang ada. Kalau saya bilang let's go artinya mari kita pergi. Kalau Tuhan bilang, let there be light, ada kata let. Cuma tiga huruf LET, tetapi dari dalam kata let itu ada izin yang Tuhan beri, izinkanlah terang itu ada. Jawabannya apa? Lalu terang itu jadi.

Jadi kalau Tuhan izinkan, apa yang saudara rindukan yang saudara inginkan terjadi. Tetapi kita harus kepada akarnya dulu, yaitu yang diizinkan Tuhan itu terang dulu. Sebelum Dia atur semuanya, terang dulu musti ada sebab terang itu yang akan menentukan apa Dia mau bikin selanjutnya.

Let there be light. Ada izin dari Tuhan. Biarlah ada terang. Terang itu ada. Dalam Yohanes 1, terang itu menerangkan dan diterangkan.  

1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
1:5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Pantas Tuhan dalam Kejadian 1 berkata, ngomong pertama, let there be light, izinkan terang memancar, izinkan terang ada lalu terangpun jadi. Karena ayat 4 ini dikatakan, kegelapan tidak bisa menguasai terang, bisa bilang amin? Ada satu dua kalimat yang menarik hati saya di sini. Pertama yang tadi saya katakan di dalam ayat ke-3,

1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Tadi kita dengar kesaksian bahwa ingin dapat rumah, saya dapat rumah. Ingin dapat rumah, dapat rumah lagi. Itu semua datang dari dia. Karena tanpa dia tidak ada satupun yang telah dijadikan.

Kalau Tuhan kasih kekuatan, segala sesuatu dari Dia.  

1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.

Jadi kalau tanpa Dia tidak ada hidup. Saudara mau dagang tanpa Dia, sorry, saya sendiri dagang susah. Tapi dengan dia, Dia yang jadi Boss. Dengan Dia segala sesuatu beres, tanpa Dia tidak ada satupun yang bisa jadi. Kita bercita-cita apa saja tanpa Dia. Sekarang banyak anak muda sudah bercita-cita. Aduh, kalau bisa saya ingin buka bengkel, saya ingin bisa buka toko ini, saya ingin buka ini. Tapi nggak pernah nanya sama Tuhan. Tanpa Dia tidak ada bengkel, tanpa Dia tidak ada usaha, tanpa Dia tidak ada toko, tanpa Dia tidak ada keberhasilan, tanpa Dia tidak ada kekayaan, tanpa Dia tidak ada kelimpahan, tanpa Dia tidak ada sukacita, tanpa Dia tidak ada damai, tanpa Dia tidak ada terang. Dengan Dia segala sesuatu saudara bisa dapatkan. Itu sebabnya Dia berkata, izinkanlah terang itu datang. Biarlah terang itu memerintah.   

1:6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 


Saudara bisa ganti nama ini ... Yohanes, Lukas, Paulus, saudara boleh pakai nama saudara sendiri, ya. Bayangkan Dia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang. Eh, kita hidup ini untuk bersaksi tentang terang itu. Saya mengucap syukur kepada bapak dan ibu pemuda pemudi yang tampil ke depan bersaksi, saudara sudah menyaksikan kepada orang lain tentang terang itu.  

 

1:7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.

1:8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.

1:9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.

1:10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.

 

Untuk mengenal Tuhan walaupun Dia terang, gampang-gampang susah, susah-susah gampang. II Korintus

 

10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,
10:6 dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.
10:7 Tengoklah yang nyata di depan mata kamu! Kalau ada seorang benar-benar yakin, bahwa ia adalah milik Kristus, hendaklah ia berpikir di dalam hatinya, bahwa kami juga adalah milik Kristus sama seperti dia.
10:8 Bahkan, jikalau aku agak berlebih-lebihan bermegah atas kuasa, yang dikaruniakan Tuhan kepada kami untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan kamu, maka dalam hal itu aku tidak akan mendapat malu.
10:9 Tetapi aku tidak mau kelihatan seolah-olah aku menakut-nakuti kamu dengan surat-suratku.
10:10 Sebab, kata orang, surat-suratnya memang tegas dan keras, tetapi bila berhadapan muka sikapnya lemah dan perkataan-perkataannya tidak berarti.
10:11 Tetapi hendaklah orang-orang yang berkata demikian menginsafi, bahwa tindakan kami, bila berhadapan muka, sama seperti perkataan kami dalam surat-surat kami, bila tidak berhadapan muka.
 

10:1 Aku, Paulus, seorang yang tidak berani bila berhadapan muka dengan kamu, tetapi berani terhadap kamu bila berjauhan, aku memperingatkan kamu demi Kristus yang lemah lembut dan ramah.
10:2 Aku meminta kepada kamu: jangan kamu memaksa aku untuk menunjukkan keberanianku dari dekat, sebagaimana aku berniat bertindak keras terhadap orang-orang tertentu yang menyangka, bahwa kami hidup secara duniawi.
10:3 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi,

 

Bahasa duniawi di dalam bahasa Inggris, flesh, daging. Kita masih ada daging tapi selama kita berjuang di dalam dunia ini, kita tidak usah memakai daging ini sebab ayat 4,


10:4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.

 

10:12 Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengan orang-orang tertentu yang memujikan diri sendiri. Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka!
10:13 Sebaliknya kami tidak mau bermegah melampaui batas, melainkan tetap di dalam batas-batas daerah kerja yang dipatok Allah bagi kami, yang meluas sampai kepada kamu juga.
10:14 Sebab dalam memberitakan Injil Kristus kami telah sampai kepada kamu, sehingga kami tidak melewati batas daerah kerja kami, seolah-olah kami belum sampai kepada kamu.
10:15 Kami tidak bermegah atas pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain di daerah kerja yang tidak dipatok untuk kami. Tetapi kami berharap, bahwa apabila imanmu makin bertumbuh, kami akan mendapat penghormatan lebih besar lagi di antara kamu, jika dibandingkan dengan daerah kerja yang dipatok untuk kami.
10:16 Ya, kami hidup, supaya kami dapat memberitakan Injil di daerah-daerah yang lebih jauh dari pada daerah kamu dan tidak bermegah atas hasil-hasil yang dicapai orang lain di daerah kerja yang dipatok untuk mereka.
10:17 "Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."
10:18 Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.

 

Jadi jangan bermegah dengan daging, rencana ini rencana itu, mau bikin ini mau bikin itu. Tanya sama Tuhan, tanya dulu sama Tuhan, boleh apa tidak.  

 

Di Jakarta ada satu anggota gereja dia tinggalnya di Banten. Dia kasih lihat satu gambar pantai di Bengkulu: Ini pantai saya mau beli, boleh apa nggak? Tanya sama Tuhan. Kalau tanya sama Tuhan boleh, beli. Nampaknya dia sudah tanya sama Tuhan dan nampaknya sudah ada Let there be light, dia sudah dapat pencerahan, dia beli itu pantai. Pantai dibeli. Kalau Tuhan izinkan, bisa kejadian.

 

Duh Tuhan, nggak usah pantai, pancuran saja. Eh, pancuran kalau keluarnya bukan air tapi emas? Yohanes 8. Jangan bermegah akan daging kita, daging kita nggak ada bagusnya.

 

8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

 

Jadi yang dikatakan let there be light ... lalu terang itu ada. Yang Yohanes bilang di dalam Dia ada hidup dan hidup itu terang manusia, Yesus sekarang berkata: Akulah terang dunia. Dunia itu banyak ada dunia pendidikan ada dunia perdagangan ada dunia politik ada dunia pergaulan ada dunia musik ada dunia artis. Aku terang dunia. Saudara yang lagi sekolah mau dapat kepintaran minta sama Tuhan Yesus sebab Dia terang dunia. Saudara yang dagang masih seret belum maju belum lancar, minta kepada Yesus, Let there be light ... biarlah ada terang. Oh, saudara punya dagang akan diberkati oleh Tuhan.

 

Tuhan tidak sayang memberi kepada orang yang sayang kepada Dia. Tuhan tidak hitungan. Kita yang suka itungan. Jangan itungan sama Tuhan sebab Yesus itu orang Yahudi, jago berhitung. Jangan ngelicikin Tuhan, Tuhan nggak bisa dilicikin. 

 

8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

 

Barang siapa artinya apa? Siapa saja. Bukan siswa bukan jemaat bukan muda bukan tua ... semuanya. Barang siapa mengikut Aku. Bahasa lain bilang ngingintil Aku. Kemana Yesus, ngingintil we. Barang siapa ngingintil Aku, dia tidak akan berjalan dalam kegelapan.

 

Saudara lagi diperiksa mata. Mana lebih terang, mana lebih jelas ini. Karena kita sekarang sedang kabur kalau melihat. Tidak jelas. Lihat hari depan nggak jelas. Pake kacamata firman Tuhan, oh jelas, oh itu begitu. Barangsiapa mengikuti Aku, tidak akan berjalan dalam kegelapan.

 

8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

 

Ini yang disebut dalam Yohanes tadi. Di dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Waktu saudara terima Yesus, saat itulah terang hidup memerintah di dalam kita. Matius


5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

 

Yohanes 8 bilang, Aku - Yesus - terang dunia. Tiba-tiba dalam Matius 5 Dia bilang, kamu - pengikut-Nya - adalah terang dunia.

 

5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
 

Kenapa Tuhan bilang begitu? Karena manusia cenderung melihat perbuatan kita yang jelek. Kalau kita berbuat baik, tidak ada yang mau muji kita, nggak ada yang mau menghargai kita. Nggak akan bilang kamsiah sama kita, perbuatan baik kita. Jarang. Tapi kalau kita ada salah sedikit saja, dari Sabang sampai Meraoke tahu. Untuk melawan itu,

 

5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

 

Siapa yang dimuliakan? Jadi bukan aku. Dalam II Korintus 10 Paulus bilang, aku kerja di daerah yang dipatok sama Tuhan untuk aku. Aku nggak lewat kamu, aku kerja cukup puas di tempat yang dipatok Tuhan. Dan ini yang paling susah.

 

Setiap kita mempunyai daerah yang Tuhan kasih sama kita. Ada yang satu hektar, ada yang dua hektar, ada yang tiga hektar, ada yang satu kampung, ada yang satu kota, ada yang satu daerah pulau, ada yang satu negara, ada yang dua negara tapi tidak semua. Lihat Paulus. Saya setia dengan apa yang dipatok oleh Tuhan bagi saya. Coba saudara setia dengan apa yang Tuhan berikan kepada saudara.

 

Tahun 79 saya tidak akan lupa, saya memimpin KKR kebaktian wanita di Manila, Filipina. Saudara tahu KKR pengunjungnya berapa orang? Kebaktian jam 2 siang, di bengkel pembuangan mobil-mobil tua. Jadi mobil yang sudah nggak dipakai dibuang di situ. Saya duduk sendiri. Di sebelah kanan saya 4 wanita, di sebelah kiri saya 4 wanita. Jam 2. Tapi waktu itu Tuhan percayakan saya di situ, 8 orang. Tiap malam KKR, orang Katolik semua.

 

Saya ke Sydney tahun 82 membaptis 4 jiwa. Empat-empatnya jadi hamba Tuhan. Satu ini jadi punya jemaat paling besar di Sydney. Tapi itu bagian saya patokannya di situ. Saya nggak bisa jadi Billy Graham, saya nggak bisa jadi Benny Hinn, saya sudah dipatok sama Tuhan segini.

 

Terus Tuhan bimbing persekutuan doa di Jakarta bikin 3 sampai sekarang masih ada. Mereka yang bangun sekolah Alkitab, mereka yang ikut bangun gereja di sini. Mereka juga ikut bangun STT. Asal setia sama patokan yang sudah ditentukan. Coba saudara setia. Setia dalam perkara yang kecil, Aku akan mempercayakan kepadamu perkara yang besar. Tuhan tidak bilang kalau kamu setia dalam perkara yang besar, Aku akan kasih kepadamu perkara yang kecil. Nggak. Kamu setia dulu dalam perkara yang kecil. Ngepel.  

 

Terang itu sekarang ada di dalam kita. Kita ini musti seperti lampu Philips buatan Belanda itu, Terus Terang Philips Terang Terus! Kita musti terus terang anak Tuhan harus terang terus. Wahyu       

 
22:14 Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.
22:15 Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar.
22:16 "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."

I Yohanes

 

1:5 Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.
1:6 Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.
1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
1:8 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
1:10 Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.

 

Kalau kita sudah terima Yesus kita ada salah, itu darah Yesus otomatis menyucikan kita dari segala dosa. Tapi tidak boleh kita bilang kita tidak ada dosa. Kita berlumuran dosa banyak salah sudah Tuhan ampuni tapi dalam hidup kita dalam hidup kekristenan kita ada salah. Mungkin tahun 2009 banyak salah banyak kekeliruan banyak cacat.

 

Malam hari ini saya minta saudara mengaku di depan Tuhan. Jangan mengaku sama orang. Dalam hati saja: Tuhan, saya sudah bersalah ini ini. Kita terang sama Tuhan. Saya salah begini, saya minta ampun. Saya membenci dia, saya marah sama dia, saya pahit sama dia, saya kesal sama dia, saya begini, saya taruh dendam sama dia, malam ini saya minta ampun.

 

Pada waktu saudara bilang minta ampun, terang itu akan bercahaya, menerangi segala dosa kita. Lalu Tuhan darah-Nya menyucikan kita dari segala dosa. Nikmat kan ikut Tuhan. Nggak sengaja kita bersalah, darah-Nya langsung menyucikan kita. Sebab Allah itu terang. Siapa yang berjalan mengikuti Aku, dia tidak akan berjalan dalam gelap. Orang kristen nggak bakal berdosa asal dia ikut Tuhan. Kenapa dia bedosa? Dia nggak ikut Tuhan.   

Mari kita berdiri bersama.  

-- o --

Minggu, 10 Januari 2010

INGATLAH TUHAN

Kita buka kitab Ulangan

8:18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.
8:19 Tetapi jika engkau sama sekali melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa;
8:20 seperti bangsa-bangsa, yang dibinasakan TUHAN di hadapanmu, kamupun akan binasa, sebab kamu tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu."

Sore hari ini saya ingin berbicara bahwa kita harus ingat kepada Tuhan. Apa persamaannya ingat? Tidak lupa. Apa persamaannya lupa? Tidak ingat. 

Kalau kita ingat, dijanjikan oleh Tuhan, Dia memberi kuasa kepada kita untuk menjadi kaya. Semua orang di dalam ruangan ini bisa jadi kaya tapi yang memberi kuasa untuk jadi kaya adalah Tuhan. Bukan kita, bukan pintarnya dagang, bukan pintarnya sekolah, bukan. Tapi yang bikin kita jadi kaya adalah Tuhan. Tuhan Yesus yang cinta saya .. Girangkan senangkan hidupku .. Oleh cintanya pada saya .. Damai s'nang yang kekal di hatiku .. Dia bikinku jadi kaya .. B'riku menang atas s'gala percobaan .. Haleluyah ..

Dia bikinku jadi kaya. Nah, kalimat itu orang suka lupa. Dia bisa membuat kita kaya. Saya mau pada tahun 2010 saudara mempunyai mental kaya. Mental kaya bukan berarti mata duitan, bukan. Kalau kita punya mental ingat selalu kepada Tuhan, kita mempunyai hak untuk diberi kuasa menjadi kaya. Duh, si eta mah alus milikna ... berarti kita goreng milikna. Tidak, semua kita bisa menjadi kaya. Hanya pertanyaannya, mau nggak kita ingat kepada Tuhan? 

Ingat kepada Tuhan. Oh, ini sudah jam kebaktian, oh ini jam doa. Saudara musti punya jam doa sendiri. Biar sebentar tapi terus. Saudara sembahyang di rumah biar sebentar tapi terus menerus berkesinambungan. Jangan aksi saudara datang bedston ke gereja, doa satu jam haleluyah ... buat setahun. Setahun nggak pernah doa. Tidak, biar sebentar biar 5 menit 10 menit tapi terus menerus.

Saudara kalau masak nasi di rumah, ibu-ibu saya tanya, apa masak nasi 100 kg beras? Tidak. Secukupnya keluarga tapi terus menerus. Sekarang nasi, besok nasi, lusa nasi. Minggu depan nasi, tiap hari nasi. Dirubah-rubah nasi goreng, nanti nasi jamblang, nanti nasi pulen nasi apa. Nasi goreng juga macam-macam, nasi goreng pete, nasi goreng jawa. Padahal beras-beras juga.

Yang saya mau cerita kepada saudara, ikut Tuhan itu seperti makan. Nggak usah banyak-banyak. Saya mau makan buat seminggu ... tidak. Makan secukupnya kita. Berikanlah kami pada hari ini makanan yang secukupnya. Hafal ayatnya tapi kita tidak percaya bahwa setiap hari doa dan berkat Tuhan buat kita. Saudara diberikan hak menjadi kaya. Coba kita baca pelan-pelan.  

8:18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Kenapa Tuhan bilang begini? Sebab ada orang, ayat sebelumnya ayat 17,

8:17 Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.

Saudara kaya jangan - biarpun dalam hati - ngomong: Ini berkat saya sekolah tinggi, berkat saya jadi dokter spesialis, berkat saya karena saya menjadi sarjana hukum, karena saya jadi jaksa, karena saya jadi hakim, karena saya jadi pengacara ... jadi saya kaya. Tidak, saudara. Tidak boleh. Dan memang tidak bisa. Mari kita lihat contohnya dalam injil Lukas 

12:13 Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."
12:14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?"
12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

Ada orang kaya di hadapan Allah, ada orang kaya dalam pemandangannya sendiri di hadapan manusia. Dia mungkin disebut orang oleh masyarakat adalah orang kaya tapi Tuhan bilang: Hei, bodoh. Masa dengan punya hasil berlimpah-limpah disebut bodoh? Nah, jangan sampai kita disebut bodoh sama Tuhan. Saya senang dengan ayat 15 bagian akhir,

12:15 ..., hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."

Ini Yesus loh yang ngomong. Ini Tuhan. Hidup kita tidak tergantung kepada kekayaan kita. Hidup kita nggak ada hubungannya, nggak ada kontaknya dengan kekayaan. Disebut bodoh. Seringkali kita dengar di koran banyak orang selalu pakai istilah-istilah yang kita nggak ngerti, istilah-istilah yang hebat-hebat sampai ngomongnya salah.

Pada abad ke-16, orang-orang Eropa pergi ke Amerika. Amerika itu terdiri dari dua bagian: Amerika Utara ... USA sekarang dan Amerika Selatan ... Brasil, Uruguay, Venezuela, Chili, semua di selatan itu, Argentina. Yang dari Eropa pergi ke utara, mereka mencari Tuhan, GOD. Tapi yang mereka pergi ke selatan, mereka cari emas GOLD. Sekarang? Setelah 400 tahun yang kaya yang mana, yang cari emas apa yang cari Tuhan? Yang cari GOD, apa yang cari GOLD? Amerika utara, itu yang terkaya sekarang di dunia. Jadi jangan nggak percaya, Tuhan bisa bikin kita kaya kalau yang kita cari bukan kekayaan tapi Tuhan, GOD.

Mereka yang cari kekayaan, gold ... dijajah. Brasil utang paling besar di dunia. Argentina, Chili, Uruguay, negara-negara berhutang semua. Yang narkoba itu dari selatan semua. Colombia, itu Amerika selatan. Mereka masukin saja, telan di dalam perut, pergi saja ke Eropa, di Eropa dikeluarin lagi, dijual ... 2 juta dolar. Tapi akhirnya mati, hidup mereka rusak karena yang mereka cari kekayaan, emas.

Yang mencari Tuhan itu diberikan keberhasilan. Maka Tuhan Yesus bilang, cari dulu kerajaan sorga. Dahulukan, utamakan, prioritaskan Tuhan. Cari dahulu kerajaan sorga maka semuanya akan ditambahkan. Siapa yang tambahkan? Tuhan yang tambah. Karena engkau mencari Aku, karena engkau mengutamakan Aku, karena engkau mengutamakan kebaktian, karena engkau mengutamakan doa, karena engkau mengutamakan baca firman Allah, Aku akan tambahkan, yang kamu perlu Aku kasih, yang kamu nggak perlu juga Aku kasih sekalian.

Satu raja yang masih muda namanya Salomo waktu tidur nggak tahu bagaimana dia mimpi, Tuhan datang di depannya dan Dia berkata: Hei Salomo, apa yang kamu minta ngomong, Aku akan kasih kepadamu. Jadi kalau saat itu Salomo minta apa saja, Tuhan pasti kasih. Tapi Salomo itu pintar, dia bilang: Tuhan, berikan saya hikmat. Bahasa asli, berikan saya hati yang suka mendengar, hati yang suka menurut, hati yang dengar-dengaran kepada firman Tuhan.

Deal, kata Tuhan, Aku kasih, Aku akan memberikan kamu hikmat. Walaupun kamu nggak minta kekayaan, tuh Tuhan ngomong begini: Walaupun kamu nggak minta kekayaan, malahan kamu minta hikmat, Aku akan kasih kamu kekayaan. Dan kekayaan yang akan Aku kasih kepadamu, kamu akan jadi raja terkaya di dunia. Tidak ada raja sebelum kamu dan sesudah kamu yang bisa melebihi kamu. Kamu raja yang paling kaya di dunia. Coba. Padahal Salomo tidak minta jadi raja paling kaya, dia cuma minta hikmat.      

Saya tidak bisa bayangkan kalau Tuhan datang sama saudara nanti malam: Giok, apa yang kamu mau Aku perbuat kepadamu? Mikir dulu. Bingung saudara. Supaya rumah saya jadi besar, karena rumah saudara sempit. Saya minta pabrik besar. Tapi Salomo nggak: Tuhan, berikan saya hati yang mendengar. Saudara, kekayaan mah nggak usah dicari. Kalau kita ingat sama Tuhan, Dia kasih kekuatan untuk kita jadi kaya. Ulangan

8:18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Jadi Tuhan itu sudah sumpah kepada nenek moyang orang Israel - Abraham, Ishak, dan Yakub -, Aku akan memberkati kamu turun temurun, sampai turunan yang ketujuh. Jadi kamu juga nih - orang Israel - dapat berkat karena Aku sudah sumpah sama bapamu, yang tidak akan berubah, Aku pasti memberkati kamu. Tetapi,

8:19 Tetapi jika engkau sama sekali melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa;
8:20 seperti bangsa-bangsa, yang dibinasakan TUHAN di hadapanmu, kamupun akan binasa, sebab kamu tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu."

Sedangkan Salomo berkata: Tuhan, berikanlah saya hati yang mendengar. Dan kalau kamu tidak mau mendengar, Aku akan pastikan kamu binasa,

Jadi Tuhan itu bukan Tuhan yang murah, Dia tegas. Kalau mau ikut Aku, ikut, pasti kamu sukses, pasti kamu berhasil. Tapi kalau sudah kaya, kalau diberkati, ini penyakitnya kita ini kalau sudah diberkati, kalau sudah kaya, suka lupa kebaktian, suka lupa Tuhan. Jadi penyakit lupa ini sangat berbahaya. Dan Tuhan tahu manusia itu pelupa.

Pertama, di Taman Eden. Hawa dibilang jangan makan buah ini. Semua buah di Taman ini kamu boleh makan, dari duren sampai kesemek, dari jambu batu jambu air kamu boleh makan. Tapi yang satu ini buah jangan kamu makan, pengetahuan baik dan jahat, jangan kamu makan. Lupa, dia makan.  

Simson. Dari kecil dia bilang sama bapanya: Jangan rambutnya nggak boleh digunting. Ada 7 tokong rambut di sini yang nggak boleh digunting dan itu harus dirahasiakan supaya orang Filistin nggak tahu. Ketika masih 7 tokong rambut panjang, waduh 300 ekor serigala ditangkap, saudara.

Mulai ada Delilah: Simson, apa sih rahasia kekuatanmu? Kalau aku diikat dengan tali yang baru, aku baru tidak bisa lepas. Diomongin sama orang Filistin, diikat dia pakai tali yang baru. Tapi Roh Tuhan ada. Pura-pura Delilah: Simson, ada orang Filsitin. Udah terikat ... putus semua. Katanya sayang sama aku, kok kamu bohong. Tapi pada akhirnya dikasih mabuk dia sampai tidur: Simson, rahasiamu apa? Ini rambut kalau digunting, saya hilang kekuatan. Lupa. Tuhan bilang jangan kasih tahu siapa-siapa. Digunting. Sudah lemas dia kaya orang biasa, dicungkil matanya. Buta. Disuruh kerja bakti ngegiling gandum. Dipakai lelucon, dipakai jadi panakawan, dipakai jadi tukang ngelucu. Orang ketawa. Simson dibikin permainan. Karena lupa.

Musa, kamu akan masuk ke dalam tanah perjanjian. Ya, Tuhan. Tuh orang Israel minta minum, kamu pukul itu batu karang. Dipukul batu karang, keluar air. Minum. Puas. Eh, kejadian lain ada lagi, haus lagi orang Israel. Ngambek lagi sama Musa. Tuhan bilang: Musa, sekarang kamu ngomong sama batu karang ini. Nggak usah dipukul, kamu ngomong sama batu karang ini, pasti keluar air. Karena geregetannya Musa sama orang Israel, dia nggak ngomong, dia pukul lagi pakai tongkat: Nih, kalau kamu mau minum. Air keluar tapi Musa sudah tidak dengar-dengaran sama Tuhan. Lupa. Maka kata Tuhan, kamu boleh lihat tanah perjanjian tapi kamu nggak boleh masuk.

Nah saya takut anak-anak Tuhan boleh lihat kekayaan tapi kamu nggak bisa nikmati kekayaan. Lihat saja. Aduh, Mercy. Kita lihat tapi kita nggak bisa nikmati. Tuhan janji kepada saudara, Dia ingin saudara nikmati berkat Tuhan! Jadi jangan cuma lihat. Tuhan ingin kita menikmati. Tapi ini penyakitnya, kalau sudah diberkati kita suka lupa. Jadi Tuhan itu di sorga sama malaikat departemen berkat, kasih mobil jangan ya, kasih rumah baru jangan ya. Kasih uang jangan ya, berkati jangan tokonya, pabriknya kita besarin apa jangan. Kenapa? Kalau dikasih itu suka lupa.             

Saudara musti ingat kasih-Nya dan ingat kebaikan Tuhan. Kalau saudara pelihara ini, pasti saudara diberikan kuasa untuk menjadi kaya. Jangan ngomong begini: Setelah saya punya anak ini, ini anak bawa hoki. Yang bikin hoki bukan anak, itu yang bawa hoki yang bikin anak itu yang kasih anak itu Tuhan, itu yang kasih hoki sama kita.    

Semua kita, kurus kering atau yang gemuk juga, kalau di dalam Yesus, kita hoki, kita diberkati Tuhan. Kita orang yang diberkati Tuhan. Tapi jangan lupa. Papa saya paling suka lagu itu Jangan lupa Getsemani .. Tuh, waktu Yesus keluar darah berdoa .. Jangan lupa siksa Yesus .. Jangan lupa sengsara Yesus .. Mari ke Golgota. Jangan pake kalung salib, anting salib tapi ke gereja nggak. Jangan lupa Getsemani. Jangan lupa kebaikan Tuhan. 

Kalau Tuhan lihat kita setia, kalau Tuhan lihat kita ingat selalu sama Dia. Apa sih maksudnya sebelum makan sembahyang dulu? Sebelum makan sembahyang dulu sebab nggak ada ayatnya. Maksudnya kita waktu makan sembahyang dulu itu artinya kita nggak lupa ini makanan berkat dari Tuhan. Kita ingat ini, saya bisa makan ini karena Tuhan.

Sebab ada satu pendeta dia di Kalimantan ada. Keluarganya ada tapi bapak itu pakai piyama dia nangis. Dia atasan saya tapi dia nangis. Dia lihat makan bakmi tapi dia nggak bisa makan bakmi, dia lihat nasi tim tapi dia nggak bisa makan nasi tim. Maka saudara yang masih bisa makan, berterima kasihlah kepada Tuhan.   

Jadi kalau saudara beli tanah, kalau saudara beli rumah, yang diingat harus Tuhan. Sekarang saudara mau yang ingat apa mau yang lupa?

Kita suka lari sama orang berpangkat, lari sama orang kaya, lari sama orang yang kita anggap bisa tolong kita, kita lupa kita punya Sobat, Tuhan Yesus. Kita harus ingat sama Tuhan. Dia memberikan kamu kekuatan kuasa untuk menjadikan kaya. Tapi jangan kamu lupa kalau engkau sudah diberkati sebab kalau kamu lupa kamu akan binasa.

Sampai di situ firman Tuhan, mari kita berdiri bersama-sama.  

-- o --

Minggu, 17 Januari 2010

BERGEMBIRA KARENA TUHAN

Mazmur

37:4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.

Dalam salinan lain, dipakai kata 'delight yourself also in the Lord' ... senangkanlah dirimu juga di dalam Tuhan.

Kata delight, ketika saya lihat di  kamus, artinya mengambil sukacita yang dari Tuhan bagi diri kita sendiri.

Saya ingin bagi dalam tiga macam berkat yang akan dihasilkan oleh hal ini. Sebelum 3 berkat itu kita tahu, kita harus tahu dulu apa dan bagaimana delight ini. Yang dimaksud delight yourself adalah hubungan saudara pribadi 'satu lawan satu dengan Tuhan'. Kalau saudara seorang pria, saudara punya hubungan dengan Tuhan. Bukan istri, bukan berdua dengan Tuhan, bukan satu keluarga dengan Tuhan, apalagi satu jemaat dengan Tuhan tapi satu lawan satu. Hubungan pribadi saudara dengan Tuhan. Sebab ada kata yourself, dirimu sendiri. Sukacitakanlah dirimu sendiri dengan kesukaan dari Tuhan. Ambillah sukacita Tuhan dan nikmatilah oleh dirimu sendiri akan Tuhan.

Jadi kalau saya tanya sama saudara, apa artinya delight? Mengambil sukacita Tuhan dan kita ambil untuk diri kita sendiri! Bukan istri kita, bukan anak kita, bukan keluarga kita tapi satu lawan satu - kita dengan Tuhan. Sebab keselamatan itu satu lawan satu. Kita selamat dengan Tuhan.

Nah, saya ingin meningkatkan hubungan pribadi saudara dengan Tuhan.

Sukacitakanlah dirimu. Siapa yang harus bersukacita? Pribadi saya, pribadi saudara. Satu lawan satu. Delight yourself. Nikmati dirimu dengan kenikmatan yang datang dari Tuhan, dengan sukacita yang datang dari Tuhan.

Saudara tidak bisa tanggung jawab keselamatan istri, keselamatan anak, keselamatan keluarga. Saya tidak bisa tanggung keselamatan jemaat, keselamatan keluarga, keselamatan anak-anak saya. Semuanya satu lawan satu dengan Tuhan. Saya bilang tadi, kita akan dapat tiga berkat.

Berkat yang pertama: Kalau kita bersukacita, menyukakan diri kita, bersukacita dengan sukacita yang Tuhan beri yang kita terima di dalam hati kita, berkat yang pertama, Dia juga akan menyukai kita.

Kalau saudara menyukai Dia, pasti Dia menyukai kita. Kita tidak bisa bertepuk tangan sebelah. Nggak bisa bunyi. Harus dua tangan. Jadi Tuhan mau mengasihi kita tidak ada respon dari kita, tidak bisa terjadi. Maka berkat pertolongan-Nya tidak kita alami karena kita tidak respon sama Tuhan. Ngomong saja dalam doa: Tuhan, aku mengasihi Engkau.

Kalau saudara menyukakan diri saudara dengan Tuhan, Tuhan akan menyukai saudara. Itu berkat yang pertama, Dia akan menyukai saudara, Dia akan menyenangi kita.

37:4 ...; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.

Yang kedua, Dia akan memberkati saudara. Wah, di pikiran saudara Mercides, motor Kawasaki, motor Honda. Rumah, saya belum punya. Toko. Sukses. Saya ingin naik pangkat.

Bergembiralah karena Tuhan. Dia tidak bilang, bergembiralah karena engkau kaya, bergembiralah karena engkau punya rumah, bergembiralah karena engkau punya mobil, bergembiralah karena pangkatmu tinggi, bergembiralah karena engkau kenal presiden, bergembiralah karena engkau kenal Anggodo, bergembiralah karena engkau kenal orang besar, tidak. Bergembiralah karena engkau kenal Tuhan.

Saudara boleh ngomong apa-apa, Mercy apa boleh. Tapi apa kuncinya, apa kuncinya supaya Tuhan memberikan kepada kita apa yang diinginkan hati kita? Kuncinya ini. Dengar baik-baik: Kalau kita menyenangkan diri kita dengan Tuhan maka keinginan hati kita akan sesuai dengan keinginan hati Tuhan. 

Saya kasih contoh raja Salomo. I Raja Raja 3, dia baru jadi raja menggantikan ayahnya. Ketika dia jadi raja, dalam satu mimpi Tuhan datang kepada Salomo dan Dia bilang begini: Salomo, apa yang engkau inginkan, ngomong. Apa saja, satu saja, Aku kasih.

Dan Salomo bisa ngomong apapun juga, pasti dikabulkan. Tapi Salomo pandai, dia bilang: Tuhan, beri kepada saya hikmat. Hikmat itu tidak diajarkan di sekolah, saudara; hikmat itu yang ngajarnya Tuhan. Berikan saya hikmat. Oke, kata Tuhan, Aku beri kamu hikmat. Walaupun kamu nggak minta kekayaan, Aku akan kasih kekayaan. Dan apa yang terjadi? Salomo selain dapat hikmat dapat kekayaan, kuasa, keterkenalan, terkenal di mana-mana. Sampai sekarang namanya masih disebut-sebut di mimbar ini. Sudah 3000 tahun yang lalu. Beri saya hikmat. Sebab Tuhan bilang: Tidak ada yang pernah kaya seperti kamu dan tidak akan ada yang lebih kaya dari pada kamu.

Tuh, Tuhan. Kalau saudara senangnya dengan Tuhan, ngobrol dengan Tuhan, menyenangi Tuhan, Tuhan itu dikeukeuweuk oleh saudara, saudara senang sama Tuhan. Sedikit-sedikit Tuhan, apa-apa Tuhan, ada persoalan Tuhan, apa-apa Yesus. Semuanya Yesus. Disukakan Yesus, haleluyah Yesus semua ... Dia akan memberkati saudara.    

Maka saya nggak takut tahun 2010. Saya dinubuatkan lagi kemarin hari jumat, satu pendeta dari Amerika tiba-tiba lagi sembahyang dia diam. Dia panggil tante Brodland, suruh salin, dia bernubuat tentang saya, dia bernubuat begini, kurang lebih: Aku akan memakai engkau dan tahun di depan kamu akan ada banyak tantangan. Tapi kamu jangan takut, Aku beserta dengan kamu dan Aku akan menambahkan kepadamu umur yang panjang. Dokter bilang kemarin mustinya sudah lewat, tapi nubuatan dari Tuhan, masih panjang umurku.   

Yang ketiga,

37:5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;

Bahasa Inggris, commit your way to the Lord. Siapa tahu persamaan dari commit? Berjanji. Bawa dirimu sendiri janji. Tadi senangkan dirimu, sekarang commit yourself. Satu lawan satu dengan Tuhan. Tuhan, saya berjanji, commit. Tahun 2010 ini saya mau commit diri saya. Saya mau lebih rajIn, saya mau lebih baik.

Dalam kata commit ini termasuk nggak bawa diri, bagaimana Tuhan. Sebab kalau Tuhan bilang kanan, tadi kan udah commit, kita ke kanan. Dia bilang berhenti, sudah commit, kita berhenti. Balik kanan, kita sudah commit, balik kanan. Jalan di tempat, sudah commit, kita jalan di tempat. Maju jalan, hayu sudah commit sama Komandan kita.

Kalau kita commit, apa katanya?  

37:5 ..., dan Ia akan bertindak. 

Bahasa Inggris, And He shall bring it to pass ... dan Tuhan akan membuat hal itu kejadian. Jadi kalau saudara nggak minta apa-apa tapi dalam hati kecil sudah duh, Tuhan saya belum punya rumah, ingin punya rumah. Karena saudara commit sama Tuhan maka Tuhan akan membuat itu terjadi. Duh, Tuhan saya sekolah ingin sekolah tinggi tapi orang tua saya kurang keuangannya, Tuhan tolong. Saudara commit sama Tuhan, Tuhan akan memberikan tiba-tiba bea siswa.

Saudara disayang Tuhan cuma saudara nggak tahu. Sekarang saya beri tahu, saudara itu disayang Tuhan. Maka kita harus commit sebab yang menyayangi kita ini Tuhan. Saya disayangi Gus Dur tapi Gus Durnya meninggal. Siapa lagi yang sayangi saya? Saya datang ke sana ke istrinya: Saya disayang Gu Dur, loh. Loh, siapa anda, sampean sopo? Gus Dur sudah meninggal. Tapi kalau Tuhan sayang kita, kita meninggal, istri kita dijaga, anak kita, cucu kita, cicit kita ... semua dibela sama Tuhan. 7 turunan. Maka saya ingin saudara memperhatikan 3 ayat. 

Yang pertama ayat 1,

37:1 Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang;
37:7 Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.
37:8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.

Kalau Tuhan sudah ngomong sampai tiga kali: Jangan marah! ... kita baca. Empat kali, loh. 

Yang tiga dipakai anger, jangan marah. Yang keempat,  do not fret, jangan putus asa. Tapi di bahasa Indonesia jangan marah. Kalau Tuhan udah ngomong empat kali jangan marah, kita masih mau marah, itu bukan salah Tuhan kalau kita nggak diberkati. Jangan iri hati, jangan marah. Marah itu dosa.

Bagaimana supaya saya jangan marah-marah saja bagaimana ya? Saya kasih rahasianya, Mazmur

32:1 Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!
32:2 Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!
32:3 Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari;
32:4 sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela
32:5 Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela
32:6 Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya.
32:7 Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak. Sela

Banyak orang datang sama Tuhan dia menutupi dirinya, dia menutupi dosanya. Kalau saudara pura-pura benar, kalau saudara menutupi dosa, Tuhan buka. Tapi kalau saudara membuka dosa saudara, mengaku kesalahan saudara, saya tadi bilang, satu lawan satu. Jangan ngaku sama orang, jangan ngaku sama pastor, ngaku sama Tuhan. Ngaku: Tuhan, saya pemarah, saya banyak kekurangan, saya banyak kesalahan, Tuhan tolong saya. Kalau saudara terbuka, Dia tutup. Berbahagialah yang ayat 1, dosanya ditutupi.

32:1 Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!

Dosanya diakui di depan Tuhan tapi akibat dari dosa itu Tuhan tutup. Kalau kita nutup-nutupi, dosa, biarin, nggak ada yang tahu inilah, pendeta nggak ada, tidak ada yang lihat ini. Saya lihat satu anak muda kita sedang naik motor sambil merokok. Dia rasa gaya, dia rasa action hebat. Memang nggak bisa dipaksa, dia musti lepas dari Tuhan.

Ngaku sama Tuhan. Tuhan, saya masih ada ini, Tuhan tolong. Kalau saudara membuka diri, Tuhan menutup kekurangan, kesalahan kita. Kalau saudara datang sama Tuhan menutup, diam-diam, Tuhan nggak tahu ... eh, Dia buka. Ayat 8,
 
32:8 Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kau tempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.

Begitu saya dapat ayat ini, terima kasih Tuhan, kalau aku jalan seperti six million dollar man, matanya Tuhan ada di atas kepala saya. Mata Tuhan ada bersama dengan saya.

Kalau kita menyenangkan Tuhan dengan sungguh-sungguh, mata Tuhan tertuju kepada kita. Serahkan rencana saudara, serahkan hari depan saudara, serahkan kepada Tuhan. Serahkan. Dia lebih tahu banyak dari pada kita.

Lihat sayangnya Tuhan sama saudara. Kalau saudara terbuka kepada Tuhan, Dia menutupi ... itu hatinya Tuhan. Kalau saudara nggak jujur, nutup-nutupin ... Dia buka. Tapi kalau kita terbuka, ya Tuhan, memasrahkan diri, saya banyak salah, saya banyak dosa. Tuhan, ampuni saya. Mengaku sama Tuhan. Ampuni saya, kesalahan saya, kekurangan saya, kelalaian saya. Oh Tuhan, ampuni saya ... sore ini Dia akan tutup, diampuni. Kalau sudah diampuni, sudah. Tuhan kalau mengampuni saudara, Dia lupa kesalahan saudara. Senang ikut Tuhan?

Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --

Minggu, 24 Januari 2010

MERENUNGKAN NAMA TUHAN

Maleakhi 

3:16 Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya."
3:17 Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.
3:18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

Di dalam bahasa Indonesia ayat 16, 17, 18 itu tidak ada judul. Tetapi dalam Alkitab bahasa Inggris ada judulnya, yaitu buku peringatan.

3:16 Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya ...

Jadi yang pertama, Tuhan memperhatikan percakapan kita, perkataan saudara antara satu sama lain, obrolan kita dengan sesama anak Tuhan itu diperhatikan dan didengarkan oleh Tuhan. Bahkan Alkitab berkata, sebelum kamu berdoapun, Aku sudah tahu apa yang engkau akan doakan. Apalagi dalam percakapan ini. Kita bercakap-cakap dengan teman kita itu diperhatikan oleh Tuhan.

Tetapi yang tidak takut akan Tuhan, yang nggak peduli Tuhan, yang tidak mau tahu tentang Tuhan, yang tidak mau diselamatkan, yang berdosa, yang melawan kepada Tuhan, perkataannya Tuhan tidak perhatikan. Tetapi saudara ini yang takut akan Tuhan - itu sebabnya saudara berbakti - dikatakan, Tuhan memperhatikan dan mendengarnya.     

3:16 ... ; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya."

Kata menghormati dalam bahasa Inggris, meditasi ... yang merenungkan nama Tuhan. Ada buku yang terbuka dimana ada buku peringatan. Di hadapan Tuhan itu ada buku peringatan yang tertulis di depan Tuhan. Apakah kata-kata kita tertulis baik disana atau kata-kata kita kurang baik.  

Tahun 2010 jaga perkataan saudara. Jangan lagi ngomong mudah-mudahan. Jangan lagi ngomong negatif. Tapi bicaralah sesuai dengan Bapa kita di Sorg, yaitu pembicaraan kita harus positif. Yang sekolah harus bicara dan belajar juga, saya akan sukses, mencapai cita-cita yang diinginkan. Yang bekerja, saya akan bekerja dengan jujur, hari depan saya penuh dengan pengharapan. Sebenarnya, Tuhan itu menguji orang itu di mulutnya. Kalau orang lulus di mulutnya, kalau sudah lulus di mulutnya, maka dalam segala sesuatu dia akan lulus. Yakobus

3:1 Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.
3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

Ini lidah. Yang kecil ini cuma sejengkal. Orang Belanda bilang, rasa enak itu hanya sepanjang lidah. Rasa enak, rasa manis, rasa asin, rasa pahit, itu hanya sepanjang lidah. Tetapi saudara tidak tahu, lidah ini bisa mengendalikan tubuh kita. Apa kita bisa sukses, berhasil, atau kita gagal tergantung dalam lidah. 

3:3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
3:4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.
3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
3:6 Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.
3:7 Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,
3:8 tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.
3:9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
3:10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.
3:11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?
3:12 Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.

Dalam ayatnya yang pertama, saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu yang menjadi guru. Banyak orang merasa tahu. Menghadapi hidup merasa tahu. Kalau sudah merasa tahu kita akan merendahkan orang lain. Tapi kalau kita balik, tahu merasa, kita akan turut merasakan kesusahan orang, kesulitan orang. Dibalik saja, merasa tahu dan tahu merasa. Sebab kalau kita merasa tahu, hukuman lebih besar. Tetapi kalau kita tahu merasa. Dulu di depan gereja ini orang menjual bambu, jual gombong. Dulu belum ada toko di depan, masih asrama polisi.

Di situ ada yang jual bambu, di sini ada juga yang jual bambu. Gombong yang panjang disimpan di samping gereja. Saya nggak tahu permulaannya, bambu yang begitu banyak diikat, ditawar dengan harga murah, dijual dengar harga yang mahal. Itu bisnis orang.

Tetapi ketika satu kali saya pagi-pagi pergi ke luar kota lewat Ciraden, saya lihat dari Cugenang mereka sudah pikul itu. Tujuh kilometer pikul itu bambu, sampai sini jam tujuh pagi hanya untuk beberapa puluh rupiah.

Kalau yang tahu merasa harganya itu bambu jangan lebih dari situ. Itu harganya. Tapi kalau tahu merasa, kita akan membeli dengan penuh belas kasihan. Kalau kita tahu merasa, omongan kita di antara orang yang beriman kepada Tuhan itu diperhatikan oleh Tuhan. Omongan kita harus omongan Kerajaan Surga. Bagaimana ci dagangan? Puji Tuhan, haleluyah, Tuhan berkati. Bagaimana ko dagangan? Mudah-mudahan - jangan, ... pasti Tuhan akan berkati. Haleluyah. Ketika saudara mengatakan yang positif, dua per tiga peperangan saudara sudah menang.

Jadi kita harus belajar bicara yang positif. Ada yang mengeluh, ada yang ngomel waktu hujan? Jangan, sebab petani perlu hujan. Kita perlu hujan. Kalau panas, kapan hujan. Kalau hujan, aduh pada bocor. Puji Tuhan bocor, nanti kita akan tambal. Jangan mengeluh. Yang kedua, Amsal

18:20 Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya.

Perut kita kenyang - ekonomi ini - oleh perkataan, dikenyangkan oleh hasil bibirnya, dikenyangkan oleh hasil mulutnya. Dua kata diulang dua kali, apa itu? Kenyang.

18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, ...

Sampai hidup sama mati loh dikuasai lidah.

18:21 ..., siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Di Cibodas ada satu lembah disebut Lembah Gema. Kalau saya bilang musik, dari sana nggak akan ngomong A minor D minor ke G ke C lagi ... itu mah Kuburan. SBY ... di sana nggak bilang Sekoteng ... nggak mungkin. Apa yang kita omong akan kembali kepada kita. Kalau kita mengatakan kepada toko kita: Hei toko, engkau diberkati oleh Tuhan, banyak langganan, laku keras ... akan terjadi. Di mulut ini berkat. 

3:16 ... dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya."

Yang mengingat-ingat nama Tuhan. Siapa nama Tuhan kita? Yesus. Kita meditasikan nama Tuhan. Amsal

18:10 Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.

Semua orang benar lari kepada-Nya .. Nama Yesus memikat hatiku .. Kita terpikat oleh nama Yesus. Saudara dan saya sudah dibenarkan oleh Tuhan. Jangan percaya kalau orang ngomong, kaya kamu benar, siga maneh bener. Kita nggak benar tapi karena kita percaya Yesus, Yesus benarkan kita.  Saudara terpikat oleh nama Yesus? Kalau kita orang benar, kita akan lari kepada-Nya. Orang benar akan lari kepada Tuhan sebab nama Tuhan adalah ... Yesus adalah tempat aku berteduh. Nama Yesus nama yang luar biasa, tempat kita berteduh. Dalam kesukaran kesulitan Dia tempat kita berteduh. Dan kita akan dijadikan anak kesayangan-Nya. Maleakhi 

3:16 Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya."
3:17 Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.

Kita semua disayang Tuhan.

3:17 ... pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.

Jadi pada hari yang Kusiapkan itu, dikatakan, pada hari ketika Aku membuat mereka permata-permata. Berlian. 

Anak Tuhan diukur bukan dari gedenya tapi diukur dari kualitasnya. Biar kecil, kualitasnya. Bercahaya. Dan yang proses bukan hamba Tuhan, yang proses saudara jadi mengkilap ... Tuhan Yesus. Bagaimana Dia proses saya tidak tahu tapi Dia proses dalam hidup saudara, dibikin begini dibikin begini, keluar saudara jadi berlian yang indah. Jadi proses kita menjadi anak kesayangan itu ada buntutnya, kita diproses menjadi batu permata. Saudara mau dijadikan intan oleh Tuhan. Berikutnya.

3:17 ...  Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.

Bagian ini kita lihat pelayanan. Tuhan tidak nilai siapa kita, apa yang kita punya, rumah kita punya berapa, hotel punya berapa, duit di bank punya berapa, emas punya berapa kilo. Tidak. Tapi Dia nilai kita dari pelayanan kita. 

Saudara mau jadi anak kesayangan Tuhan? Kita ini disayang sama Tuhan asal kita melayani Dia.

3:18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

Putih dan hitam beda tidak? Kuning dan merah? Beda. Sekarang kita akan lihat lagi bedanya orang benar dan orang fasik. Siapa yang disebut fasik? Bukan orang dunia. Orang percaya kepada Tuhan tapi kelakuannya tidak berubah, motivasinya nggak berubah, itu fasik. Orang benar adalah umat Tuhan yang tadi mau melayani Tuhan dengan baik. Engkau akan lihat bedanya antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Tuhan kebaktian dan orang yang tidak beribadah kepada-Ku.

Kalau kita sampai kepada bedanya antara orang yang berbakti dan orang yang tidak berbakti, saudara akan menjadi orang yang diberkati disayang, sedangkan yang tidak berbakti kurang atau tidak diberkati dan tidak disayang.

Setelah kita kenal Tuhan, beda. Sopan. Kita bisa tahu itu orang kristen bukan dari salib yang digantung, bukan. Tuhan akan membedakan anak Tuhan dan bukan anak Tuhan nanti di dalam hal waktu ada yang sukar sulit di situ kita akan lihat perbedaannya.   

Setelah punya Yesus kemana saya pergi, Dia bersama-sama dengan saya. Saudara yakin Dia ada di tengah-tengah kita? Dia mau memberkati kita, Dia mau menyayangi kita.

Kita berdiri bersama-sama.

-- o --

Minggu, 31 Januari 2010

MENYEBERANG KE SISI YANG LAIN

Markus

4:35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."
4:36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
4:39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
4:40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
4:41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

4:35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, ...

Dalam salinan lain, malam datang. Pada waktu sudah dekat malam. Kita mau membaca Roma

13:11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.
13:12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!

Jadi kata petang kata malam, kembali kepada Markus, di dalam Alkitab selalu bercerita tentang keadaan dunia ini, keadaan zaman ini. Keadaan zaman ini sekarang malam sudah dekat, kegelapan sudah dekat.

Di Medan ada satu ibu punya 5 anak perempuan. Ini lima-limanya dibantai, saudara. Dari 5 anak ini cuma satu yang selamat luka-luka, empat yang lain meninggal. Kalau saudara ikuti suasana dari Babeh itu yang membunuh anak-anak 10 tahun. Mula-mula diakui enam, terus delapan, akhirnya sekarang sudah diakui 14 anak laki-laki umur 10 tahun 9 tahun disembelih.

Coba saudara bayangkan, hal ini kita tidak pernah dengar 40 tahun lalu. Tapi sekarang satu bapa mukanya itu nggak seram, mukanya itu menarik manis sopan tapi tega membunuh anak, potong satu-satu, masukin di karung, kepala ditaruh di mana. Betul bahwa hari-hari ini adalah hari yang sudah gelap, hari yang sedang bertambah gelap. I Timotius

4:1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

Jadi kalau saudara baca ayat 1, orang senang kepada setan di akhir zaman. Kita buka sekarang II Timotius

3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

Bayangkan ini surat bukan untuk orang yang belum kenal Tuhan; ini surat untuk orang kristen. Banyak orang kristen lebih senang hawa nafsu dari pada menurut Tuhan. Di akhir zaman, akan ada masa yang sangat sukar. Itu arti dari malam tadi. Markus 

4:35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."

Bahasa lain, to the other side, mari kita menyeberang ke sisi yang lain. Saudara, hidup kita bukan di dunia ini. Hidup kita ada di sisi yang lain, ada haleluyah? Tadi saya lihat di televisi di Tiongkok, shinshe umur 92 tahun sedang mengobati orang tua umur 92 tahun. Jadi dia punya pasien umurnya di atas 90. Pakai tusuk jarum. Ada di sini yang mau umur 120 tahun? Saya rasa orang kalau dikasih umur 120 tahun kayanya dia minta mati.  

Hidup kita bukan di sini maka kalau cari uang jangan terlalu toh-tohan. Duit, duit, duit. Kita sudah kaya kita mati, yang nikmati kekayaan orang lain. Hidup kita ada di sisi sebelah. Mari kita menyeberang ke seberang. Tidak dilarang kaya. Di dalam Tuhan juga ada kekayaan ada kelimpahan tapi pikiran kita nggak di sini, pikiran kita musti di seberang. Anak saya umur 15 bulan sudah di seberang. Papa mama saya sudah di seberang. Tinggal saya nih, ke bawah anak papa mama kan sudah di seberang tinggal saya yang belum. Jadi pikiran saya sudah di seberang.   

Kalau hati saudara sudah di seberang, ini yang di sini sudah nggak menarik lagi karena kita sudah mempunyai sesuatu yang ada di seberang. Nah, Yesus mengajak ini contohnya, mari kita menyeberang ke seberang.

4:36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.

Dalam bahasa Indonesia lama, murid-murid-Nya membawa Yesus di perahu seadanya. Jadi asal. Bawa Yesus seadanya. Nah, banyak orang kristen begini. Pikiran sudah ada di seberang sudah di sorga tapi waktu hidup di dunia Yesus dibawa seadanya. Nyanyi asal nyanyi, doa asal doa. Dengar khotbah asal dengar. Seadanya. Jangan membawa Yesus seadanya. Bawa Yesus dengan penuh hormat.

Ketika Yesus dibawa, Yesus ditaruh di belakang. Ada nyanyian: Dia harus makin bertambah .. Ku harus makin berkurang .. Nama Yesus saja disembah .. Ku di tempat paling belakang. Kita yang musti di belakang, Yesus di depan. Kalau ini terbalik, Yesus ditaruh di belakang. Jadi bukan cuma satu perahu, perahu lain juga ikut jalan menyeberang. Ayat 37,

4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.

Dalam dua ratus tahun terakhir itu gempa paling akhir di Haiti. Setelah dua ratus tahun Haiti tidak pernah gempa lagi, baru kemarin awal tahun 2010. Gempa di Haiti memakan korban dua ratus ribu orang. Memang keajaiban-keajaiban terjadi. Ada anak perempuan lima belas hari tertimpa hotel tapi dia tidak tergencet. Tertimpa, tapi dia tidak bisa keluar. Dengan peralatan canggih orang bisa tahu masih ada yang hidup. Laki-laki nggak bisa masuk gede-gede jadi perempuan yang tolong masuk di bawah. Orang Amerika ada anak yang kecil-kecil 3-4 tahun, papa mamanya meninggal langsung anak itu di bawa ke Amerika diadopsi.

Percobaan angin ribut datangnya tiba-tiba. Percobaan nggak pernah kirim sms: Besok saya mau datang, tertanda percobaan. Percobaan tidak pernah kirim telegram. Percobaan tidak pernah telepon dulu maka kita harus waspada terus itu di situ. Topan dan ombak. Topan itu angin, ombak itu air. Kalau kita lagi di darat tidak masalah, ini lagi di laut.

Tadi saya dengar seorang ahli orang barat bilang begini: Sejak tahun 2005, RRC kekayaannya sudah dua kali Amerika. Pada tahun 2050, RRC nomor satu di dunia. Amerika sekarang datang sama RRC minta supaya bisa kerja sama. Tapi tahukah saudara bahwa RRC itu negara yang paling hampir tiap bulan kena angin ribut. Itu ada jalur Laut Cina Selatan itu pilot-pilot musti hati-hati sebab asal kita lewat situ kena goncangan-goncangan angin ribut hampir tiap bulan. Tapi mereka menjadi negara bangsa yang besar melalui angin ribut.

Kalau saudara mau jadi jemaat yang kuat jemaat yang mantap, jemaat yang maju, jemaat yang mempunyai kekuatan jangan takut lewat angin ribut. Dulu kita suka nyanyi Ya Tuhan ku percaya ... Aku percaya .. Lewati lembah air mata ...

Nggak mau saya nyanyi itu, air mata terus. Eh, cuma lewat. Ini namanya lembah air mata. Kita lewat bukan kita nangis. Saudara mau lewat? Itu Dia sudah jamin, ayo kita menyeberang ke sisi yang sebelah sana. Dia sudah jamin. Pasti lewat. Memang pertama-tama kagok ada topan ada ombak menyembur sampai-sampai    

4:37 ... perahu itu mulai penuh dengan air.

Jadi dari ujung utara sampai ke Afrika bawah itu ada satu jalur angin yang kalau sudah bertiup itu tiba-tiba datang tiba-tiba hilang. Kemungkinan ini angin yang sama dia tiup air sampai masuk ke perahu. Jadi apa yang terjadi saudara?  

4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" 

Kata apa yang menarik hati saudara dalam ayat 38? Buat saya yang menarik itu kata membangunkan. Jadi selama ini Yesus dipersilahkan non aktif, tidur. Perahu saya punya urusan. Yesus tidak usah takut, tidur saja di belakang. Saya ini Petrus ahli angkatan laut soal ini sudah tenang nggak usah takut. Apa yang terjadi? Malahan murid-murid-Nya takut, Yesusnya tidur lalu dibangunkan.  

4:38 ...: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"

Sebagai anak Tuhan, sebagai orang kristen, sebagai umat Tuhan, kita suka ngomong begini sama Tuhan padahal Yesus sudah jamin: Mari kita menyeberang ke sisi yang lain. Sampai Yesuspun tidur, Dia yakin kok sampai. Tapi murid-murid-Nya perhatikan ayat 38: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"

Memang ngomongnya Guru, tapi nggak ngegugu nggak niru sama Tuhan. Kalau di cerita-cerita silat suhu. Kita suka ngomong begitu sama Tuhan tapi nggak dilaksanakan. Suhunya disuruh tidur. Ayo, bagaimana hidup kita? Yesusnya disuruh tidur disuruh non aktif, Semuanya yang aktif kita. Kita kerja sana, kita kerja sini, semua non aktif, kita yang aktif. Sampai kita dapat gelar aktifis, unjuk rasa. Dia aktif di gereja. Yesusnya disuruh duduk. Nah, kalau orang kristen seperti itu, biasanya dia akan kalah oleh angin dan ombak. Ada persoalan sedikit keok, ada persoalan sedikit mundur. Ada sedikit saja.

Kalau saudara sehat ada di Pelabuhan Ratu, angin keras nggak pakai jaket saudara, sehat kok. Memang dingin tapi saudara sehat. Waktu saya di Beji tahun 68, saya lihat anak 3 bulan dimandikan di pancuran jam 6 pagi. Kita semua mandi di pancuran. 3 bulan di pancuran mandi. Coba kita 3 bulan, minyak kayu putih, jendela ditutup nggak boleh ada angin masuk takut ada angin jahat.

Jadi apa yang terjadi? Kita menonaktifkan Tuhan. Sudahlah Tuhan jangan kerja, saya yang kerja semua. Dagang kita semua nggak nanya. Tuhan, saya mau dagang ini boleh apa tidak, Tuhan saya mau ke sana bisa apa tidak. Tuhan rencana saya begini-begini, diizinkan apa tidak, nah itu Dia jadi Boss. Ini mah Dia jadi babu, diam aja di belakang. Nanti kalau perlu, aku bangunkan. Tuhan kaya ban serep dipakai kalau ban kita kempes, kalau nggak kempes mah boro-boro diturunin ban serep. Antepin aja. Ada di dalam mobil ban serep, dibawa kemana-mana tapi nggak dipakai. Nanti kalau kempes baru ban serep dipasang.   

Nah, Yesus itu seperti itu oleh kebanyakan orang kristen. Dipakai kalau kita macet. Dipakai kalau kita mentok. Dipakai, dipanggil kalau kita sudah bohwat. Jangan dong. Guru tapi nggak digugu, nggak ditiru.

Yang kedua, Engkau tidak peduli? Nuduh sama Tuhan. Tuhan yang baik disebut nggak peduli. Engkau tidak peduli. I Petrus

5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Bahasa Inggris bukan memelihara, mempedulikan kamu.

Jadi Tuhan itu perduli kepada saudara. Kita yang nggak mempedulikan Dia, kita suruh Dia tidur. Tapi Tuhan itu peduli bagi kita. Jangan nuduh Dia nggak peduli. Dia tidak pernah membiarkan kita; Dia peduli. Dia mempedulikan kita. Haleluyah. Tapi kita suka nuduh begitu sama murid-Nya. Engkau tidak peduli.

Lalu yang ketiga, binasa. Bahasanya bahasa binasa. Kristen pantekosta tapi ngomong negatif, binasa. Ini Yesus satu perahu loh, masih ngomong negatif. Tidak perduli kami binasa? Tahun 2010 jangan ada kata binasa keluar dari mulut kita. Kita harus mengeluarkan perkataan yang positif, hal yang baik. Kalau orang nanya toko, bagaimana toko? Diberkati Tuhan, puji Tuhan, haleluyah. Bagaimana bisnis? Haleluyah, syukur Tuhan pedulikan. Bagaimana kesehatan? Sehat, puji nama Yesus, haleluyah.

Kita harus positif. Ikuti kata-kata saya: Saya adalah apa yang Alkitab katakan. Saya diberkati, saya ditolong, keluarga saya diberkati, tubuh saya diberi kesehatan. Saya pasti, saya pasti setiap hari diberkati Tuhan sesuai dengan firman Tuhan, saya tolak hal yang negatif, saya tolak penyakit, saya tolak kemiskinan, saya tolak kesukaran, saya tolak kesusahan, saya menerima pertolongan Tuhan. Mulai hari ini sampai selama-lamanya. 

4:39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

Yang pertama saya ingin saudara perhatikan, Yesuspun bangun. Lalu menghardik angin itu. Sebetulnya saya pengen Dia itu marahi dulu murid-Nya. Kurang ajar itu murid, ngomong sama Yesus nggak peduli binasa, ngomongnya itu negatif. Tapi Yesus tahu itu kengerian datang dari angin percobaan. Jadi Dia ngomong kepada angin. Bahasa Indonesia memakai kata hardik. Hardik itu tengking. Itu kata yang paling kasar yang Tuhan biasa pakai untuk setan. Sama dengan orang Sunda itu banyak macam bahasanya.  

Jadi Tuhan pakai bahasa yang paling keras untuk angin itu. Kalau sama domba-domba jemaat, Tuhan pakai bahasa yang paling halus: Mari kepada-Ku hai kamu yang bertanggungan berat. Kaya orang pacaran Tuhan itu. Pernah saudara dengar ada orang pacaran di lapangan sepakbola? Nggak. Dengan lembut. Tapi kalau menengking, Dia bicara kepada angin itu dan berkata kepada danau. Satu menengking berkata dengan keras kepada angin. Yang kedua Dia bicara aja kepada danau. Sebab danau jadi keluar ombak karena ada angin besar. Dia bilang: Diam. Tenanglah. Bahasa Inggris: Peace, be still. Peace itu damai. Yang bisa bawa damai hanya Yesus. Dia bilang sama angin yang ribut itu peace, damai.

Jadi kalau saudara ingin damai di rumah tangga, ingin damai di keluarga, pokoknya ingin damai ingin tenteram, musti datang sama Yesus sebab Yesus disebut Raja Damai. Damai damai .. Ya Yesuslah Raja Damai. Saudara sudah siap Tahun Baru Imlek? Sebab pada tahun baru Imlek, itu hari perdamaian. Tahun Imlek saja nggak boleh ribut. Harus damai. Kalau ada yang salah paham mohon maaf. Tuh kalau tahun baru Imlek. Apalagi di dalam Tuhan, damai yang sesungguhnya itu hanya di dalam Yesus. Waktu natal kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai di antara orang yang berkenan kepada-Nya. Rencana Tuhan itu selalu damai. Yakobus

3:17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.
3:18 Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.

Lihat, saudara dikelilingi damai. Maka yang mulut keluar dari Yesus peace, be still. Memang Dia tegur itu angin tapi bahasanya peace. Be still. Damai, tenanglah.

Mari pada tahun 2010 kita mau berteduh pada pohon damai sejahtera itu, yaitu Tuhan Yesus. Tidak ada damai di tempat lain hanya ada di dalam Yesus, Ingat hari ini tahun 2010 sudah satu bulan kita lewati. Kita sudah tabur 21 hari puasa, kita sudah tabur dalam perdamaian, kita sudah tabur dalam kebaikan, kita yakin Tuhan akan memberikan tuaian yang besar di bulan-bulan berikutnya. Salah satunya adalah tuaian di dalam damai.

Kalau kita berdosa, kita tidak akan ada damai. Bohonglah, nggak akan ada damai. Satu-satunya supaya kita bisa damai kembali, kita datang kepada Tuhan Yesus, mohon ampun dosa. Kalau minta ampun dosa jangan sama orang, jangan sama manusia, jangan sama pendeta. Langsung sama Tuhan sebab Dia sanggup mengampuni dosa kita. Dan ketika dosa kita diampuni saudara akan rasa damai dalam hati.    

4:40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"

Salinan lain, mengapa kamu begitu ketakutan? Mengapa kamu tidak punya iman? Kita lihat dua hal sekarang saudara: Takut dan tidak ada iman. Memang kalau tidak ada iman, kita akan takut. Tapi kalau kita punya iman, kita tidak akan takut. Tahu saudara bahwa berkat saudara dirampok dijabel dicopet sama ketakutan itu. Ketakutan merampas saudara dari keberhasilan saudara. Ketakutan merampas saudara dari kemenangan saudara, ketakutan merampas saudara dari kesuksesan saudara. Ketakutan merampas saudara dari kekayaan saudara. Karena takut.

Bayangkan ini Yesus ada di perahu yang sama, toh murid-Nya takut. Apalagi cuma ke gereja asal-asal. Dibawa seadanya saja. Takut. Mau melangkah takut, mau bertindak takut, mau mulai takut. Maka dikatakan oleh Tuhan Yesus, mengapa kamu begitu penuh ketakutan? Berarti ketakutan bukan kehendak Tuhan. Saya ulangi ya: Ketakutan merampas hak berkat saudara. Ketakutan merampas hak hidup diberkati dari saudara. Bukan Tuhan yang rampas, ketakutan itu tapi karena saudara takut.

Ini takut, di belakang saya iman. Jadi kalau saudara takut, iman itu dibelakangi sama kita. Tapi kalau kita berputar, kita beriman ... takut dibelakangi. Jadi ketakutan itu bertolak belakang dengan iman. Ketika saudara punya iman, tidak ada ketakutan bagi saudara sebab Tuhan sudah jamin: Mari kita pergi ke seberang. Kalau Tuhan yang bilang pasti jadi dong. Tapi karena ketakutan angin ribut bikin omongan jadi negatif. Ngomong sih Guru tapi engkau tidak peduli kami bisa. Karena takutnya. Maka ketika semua sudah reda, semua sudah damai, semua sudah tenang, Yesus tegur sama murid-Nya: Mengapa kamu begitu takut? Kan ada Aku, mengapa kamu begitu takut? 

Ada yang nanya sama saya begini: Om bagaimana, Yesus kan lagi tidur di tempat tidur lalu nggak keburu dibangunin keburu kelelep itu perahu, gimana? Saya bilang, kamu pernah baca Yesus jalan di atas air? Iya, pernah. Kalau Yesus bisa jalan di atas air pasti Dia bisa tidur di atas air. Tapi karena takut, ketakutan itu merampas.

Kita ini sudah punya Yesus, sudah ada di dalam hati, bawalah Yesus jangan seada-adanya. Bawalah Yesus dengan sungguh-sungguh. Minta Yesus jalan di depan, saya ikut Yesus. Salib di depan dunia di belakang. Iman di depan takut di belakang. Berkat di depan, bangkrut di belakang. Berlawanan itu. Firman Allah katakan, pilihlah berkat, pilihlah hidup. Jangan memilih maut, jangan memilih kutuk. 

Tadi dikatakan jangan takut. Mengapa kamu begitu ketakutan, kata Tuhan. Peace. Malah jadi ketakutan.

4:41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Waktu itu murid-murid-Nya rambutnya berdiri juga saudara karena sangat ketakutan. Mereka ngomong sama-sama murid: "Siapa gerangan Orang ini? Berarti mereka belum kenal Tuhan. Satu perahu tapi belum kenal Yesus secara pribadi. Ngobrol sama Yesus tapi belum kenal Yesus secara pribadi.

4:41 ...: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Kalau kita orang kristen kalau kita anak Tuhan tapi hidup kita tidak taat sama Yesus, tidak menurut sama Tuhan, baca Alkitab tapi nggak nurut, khotbah tapi nggak menurut, dengar tapi tidak menurut, kita kalah sama angin dan laut. Angin dan laut tidak punya kuping tapi menurut. Peace. Tenang, teduh. Dan ini terjadi pada waktu malam mendekat. 

Waspada bulan dua dan bulan tiga, itu akan ada banyak perusahaan di Indonesia mem-PHK-kan karyawannya. Sebab sekarang batik buatan Cungkuo sudah ada di Solo. Murahnya luar biasa. Semua negara Asia khususnya Asia Tenggara minta-minta ampun sama Cungkuo sekarang karena dia drop semua, karena apa? Tadi yang saya cerita tadi. Mereka itu bangsa besar karena melewati banyak angin ribut. Banjir, longsor. Tapi mereka survive.  

Nah, saya ingin saudara di atas angin. Tahun 2010 tolak segala kegagalan, tolak segala hal yang tidak menjadi berkat. Terima berkat dari Tuhan, terima kekuatan dari Tuhan. Yakin, punya  iman, tidak usah takut pasti Tuhan akan membawa kita ke sisi sebelah sana dengan aman dan tidak kurang suatu apa.

Para pelayan perjamuan maju. 

-- o --

Minggu, 07 Februari 2010

BERJALAN DI ATAS AIR

Minggu lalu kita sudah dengar tentang Yesus di buritan. Sekarang kita mau belajar dari Yesus berjalan di atas air. Matius 

14:22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
14:24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
14:25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.
14:26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.
14:27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
14:29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.
14:33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

Kejadian ini terjadi setelah mujizat lima roti dan dua ikan mengenyangkan lima ribu orang. Ketika itu mujizat,

14:21 Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

14:22 Sesudah itu - setelah mujizat itu - Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. 

Mungkin ini satu-satunya ayat di dalam Alkitab yang Yesus menyuruh kita mendahului Tuhan. Sebab kita diajar oleh firman Allah, diajar oleh guru-guru, diajar oleh hamba-hamba Tuhan bahwa tabu, pantang bagi kita mendahului Tuhan. Biarlah Tuhan berjalan di depan, dan kita di belakang. Itu sebabnya Dia berkata, ikutlah Aku, follow Me, ikutlah Yesus. Haleluyah?

Tetapi sekarang ini ada kekecualian. Yesus suruh murid-Nya mendahului Dia. Sama dengan Yohanes Pembatis datang mendahului Yesus. Sekarang Yesus menyuruh murid-Nya untuk mendahului-Nya ke seberang, sementara Ia menyuruh orang banyak pulang.

Dia suruh muridnya: Duluan kamu pergi ke seberang, Saya akan nyusul. Ini orang banyak ini akan disuruh pulang, cepetan. Orang tidak mau pulang. Habis lima ribu orang kenyang makan roti masih sisa dua belas keranjang. Jadi dia lihat ini ada tukang sulap hebat luar biasa. Lima roti, dua ikan, lima ribu orang makan kenyang. Jadi Yesus bilang, pulang, pulang, pulang semua, ayo pulang, sudah malam. Akhirnya mereka pulang juga. Dan murid sedang menyeberang ke seberang. Berikut ayat 23,

14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit - Ini nyeleneh - untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

Maaf, kualitas kita ketahuan waktu kita sendirian. Mengikut Yesus keputusanku. Ingat? Mengikut Yesus walau sendiri. Orang lain nggak ada yang mau ikut Yesus cuma saya sendiri, kita tetap mau ikut Yesus, itu paling susah. Kalau lagi nyanyi di gereja semua kaya malaikat. Tapi ketika kita sendirian di rumah, ngomel nggak? Ketika kita sendirian di rumah, pikiran kita kemana? Ketika kita tersendiri, bersendirian di rumah, apa kita dengar suara Roh Kudus? Apa kita dengar suara firman Allah?

Memang manusia disebut bukan makhluk soliter; dia mahluk sosial, jadi selalu harus bermasyarakat. Nggak bisa sendirian. Tetapi di sini Tuhan Yesus memberi contoh. Dia sendirian di bukit. 

Saudara mau mencapai kerohanian yang tinggi di bukit? Saudara musti rela sendirian. Banyak orang nggak mau sendirian selalu telepon teman. Bagaimana ini? Selalu telepon teman, bagaimana ini? Nggak mau sendirian. Tapi kualitas seorang kristen yang sejati, itu waktu dia sendirian. Dua kali disebut Dia berdoa seorang diri. Yang kedua, Dia sendirian di situ. Nggak ada teman. Di mana murid-murid-Nya? Nyeberang ke seberang. Di mana orang banyak? Disuruh pulang. Dia sendirian menghadap Allah Bapa dan berdoa. Sendirian. Ayat 24,

14:24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.

Angin sakal adalah angin yang datang dari depan. Layar digulung tapi mereka mendayung terombang-ambing, ke kiri ke kanan karena angin mendorong perahu itu mundur. Saudara mau maju tapi angin itu dorong saudara mundur. Saudara mau maju tapi angin itu mau saudara mundur. Efesus 4 berkata angin itu adalah angin pengajaran. Ada banyak macam-macam pengajaran mau mendorong kehidupan saudara untuk mundur sehingga terombang-ambing, bimbang. Terombang-ambing, bimbang. Bagaimana, ya. Kita mau maju tapi anginnya dari depan, angin sakal. Terombang-ambing. Efesus

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

Kembali lagi kepada Matius 14. Jadi, murid-murid sedang menghadapi angin sakal sehingga mereka terombang-ambing. Ayat 25,

14:25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.

Dalam bahasa Inggris, in the fourth watch. Jadi kalau ronda itu ada empat kali penjagaan. Jam enam, pertama. Jam sembilan malam, kedua. Jam dua belas tengah malam, ketiga. Jam tiga malam, the fourth watch. Ronda-ronda harus keliling lagi. Jaga. Barangkali ada orang menyusup. Setelah itu tidak ada lagi. Jam 6 pagi sudah tidak ada ronda. Pada jam 3 malam, jaga keempat.

Kalau dihitung dari jam 6 sampai jam 3, berapa jam? 9. Ketika sudah tidak ada lagi ronda, itu ronda terakhir jam 3, Yesus datang. Dan karena semua sudah pada pergi. Murid disuruh pergi pake perahu, orang-orang disuruh pulang jadi Yesus sendirian. Lalu kalau saudara baca di injil yang lain, Yesus lihat dari bukit bahwa murid-murid-Nya sedang kesulitan mendayung perahu. Dia jalan di atas air. Karena perahunya nggak jalan karena tertahan angin, jadi Yesus jalan juga nggak terlalu lama. Yesus jalan di atas  air. 

Coba kita lihat dua keanehan.Yang pertama, murid disuruh mendahului Dia. Yang kedua, baru kita tahu, Dia mau jalan di atas air. 

14:26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.

Ketakutan membutakan saudara dari Yesus. Kalau saudara hidup penuh ketakutan, ketakutan itu membutakan saudara dari berkat yang besar di hari depan, dari berkat pertolongan dari Tuhan, saudara tidak lihat. Karena takut! Itu sebabnya pantang takut, jangan takut. Jangan takut dan gelisah teman .. Karena Yesus sudah janji .. Buta kita nggak bisa lihat itu janji karena takut. 

Ini jam 3 pagi, ini malam. Yesus jalan jam 3 pagi bayangin. Langsung karena takut mereka bilang: Itu hantu. Dengar baik-baik, kita susah mengenal Tuhan waktu ada angin ribut. Kita susah melihat pekerjaan Tuhan waktu ada tantangan. Kita tidak bisa melihat mengenal Yesus waktu dalam persoalan. Nggak maju-maju, kita dayung nggak maju-maju. Angin sakal dari depan.

Minggu lalu saya sudah bicara air masuk dalam perahu tapi ini tidak ada air yang masuk. Perahu nggak maju. Dan Yesus datang berjalan di atas air, tidak satupun mereka yang kenal siapa Yesus. Mereka balik: Itu hantu. Yesus dianggap hantu. Karena takut orang nggak bisa kenal Tuhan.

Eh hati-hati, saudara lagi nggak maju-maju, tahu-tahu ada yang jalan. Yesus itu. Sebab Dia tidak akan pernah meninggalkan kita Yesus tak pernah tinggalkanku .. Yesus tak pernah tinggalkanmu ..  Itu hantu.

14:27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

Dia pertama-tama menenangkan hati dari murid-murid-Nya. Kalau ada pelayanan Yesus yang pertama di dunia ini adalah pelayanan menenangkan pengikut-pengikut-Nya. Tenanglah, tenang. Salinan lain, terhiburlah. Kenapa dia bilang terhibur? Yang kedua, ini Aku. Dia memperkenalkan diri-Nya, Dia menyatakan diri-Nya kepada murid-murid-Nya.

Saudara tidak bisa jadi orang kristen sebelum saudara mengenal secara iman. Bagaimana ibu saudara Tenny bisa dibaptis kalau Tuhan Yesus tidak memperkenalkan diri-Nya. Kalau Yesus tidak memperkenalkan diri-Nya tidak ada satu dari antara kita bisa percaya kepada Yesus termasuk saya.

Dulu saya tanya kepada Ajengan Ajengan. Saya belajar bagaimana agama budha, saya belajar agama hindu bagaimana. Waktu saya SMA. Saya tanya bagaimana menurut Ajengan ini, bagaimana. Saya pernah dibawa ke Ajengan Kandang Sapi, bagaimana ini, bagaimana ini. Saya tanya semua.

Yang masuk akal cuma Yesus. Nggak usah tidur di atas paku. Yang lain musti tidur di atas paku, katanya. Lebih menderita kita, lebih masuk sorga. Tidur di atas paku, bantalnya duren. Tusuk giginya dari paku. Kalau sekarang dalam Yesus kita nggak usah tidur di atas duren. Duren datang sendiri kita boleh makan duren. Kita bukan tidur di atas paku, kita beli paku untuk bangun gereja, ada haleluyah?

Saya kemarin lihat di televisi Kong Hu Cu bagaimana Kong Hu Cu kehidupan ini? Metro TV. Kong Hu Cu itu di hari tuanya cerai sama istrinya. Sampai dia bilang, aduh, saya ingin cepat mati. Itu ditulis. Yesus mah nggak pernah cerai sebab Dia tidak pernah kawin. Kong Hu Cu itu pernah gagal, gagal, gagal. Akhirnya dia jadi guru mengajar anak-anak miskin. Sampai sekarang orang pakai ajarannya tapi di akhir hidupnya dia bercerai sama istrinya.      

Saudara jangan cari kaya. Lebih baik cari Tuhan, hati kita tenang. Bukan hanya tenang saja, bersuka. Bukan saja bersuka saja tapi tenang. Inilah Aku, Tuhan memperkenalkan diri-Nya jangan takut. Kalau Boss kita sudah bilang jangan takut, kita nurut dong jangan takut. Yang paling susah itu kita nurut. Kita susah benar nurut. Baru omongan suami, baru omongan pendeta. Belum omongan Tuhan. Nurut saudara sampai di mana? Dia bilang sore hari ini: Jangan takut. Doa. Ada percobaan, doa. Ada persoalan, doa. Bukan melamun. Kita punya Tuhan. Jangan takut.

14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
14:29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.

Saya mau kasih tahu, memang Petrus ada kekurangan, memang Petrus cepat marah. Memang Petrus kasar kalau ngomong, memang Petrus ini sok, memang Petrus ini hayang kapuji. Memang. Tapi dari 12 rasul yang ada di perahu, hanya Petrus yang berani berkata: Tuhan, kalau itu Engkau, saya ingin jalan di atas air. Apa jawab Yesus? Datanglah!

Yang pertama, mari datang kepada-Ku hei kamu yang bertanggungan berat. Yang kedua, dalam mujizat.

Hanya Petrus yang keluar dari perahu dan dia jalan menuju Yesus. Yang 11 itu ketakutan di perahu. Ikut Tuhan 10 tahun tetap dalam perahu. Ikut Tuhan 20 tahun tetap dalam perahu. Ikut Tuhan 30 tahun bersaksi, saudara saya sudah ikut Tuhan 30 tahun. Tapi nggak ada iman, tetap dalam perahu. Sudah 40 tahun tetap dalam perahu. Umur 50 tahun tetap dalam perahu. Umur 60 tahun tetap dalam perahu, umur 70 tahun tetap dalam perahu. 80 tahun di dalam peti. Nggak ada majunya. Nggak berani melangkah keluar. Melangkah keluar. Dan dia berjalan saudara di atas air. Tetapi,

14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"

Salinan lain, ketika ia melihat gelombang angin ribut. Dia lihat, loh. Saudara lihat ya. Waktu dia lihat sama Yesus, Yesus bilang datang, dia jalan di atas air. Tapi ketika dia lihat gelombang, lihat persoalan, lihat tantangan, Alkitab berkata dia mulai tenggelam. Maka langsung dia menjerit: Yesus, tolonglah aku. Karena dia mulai tenggelam ke bawah. Yesus angkat.  

14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

Dia tidak bilang murid. Hei, orang yang kurang percaya. Salinan lain, kamu yang imannya kecil. Biar satu perahu, biar murid Yesus, kalau iman kecil biar sudah jalan di atas air masih lihat percobaan, masih lihat tantangan. Makanya saudara orang yang beriman tak akan bisa berprestasi melakukan hal-hal yang ajaib kalau lihat persoalan. Apa sebabnya, saudara? Kalau orang beriman, segala yang dia yakini pasti jadi. Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. Saya lebih senang orang seperti Petrus melangkah bertindak dari pada 11 murid yang lain. Pegang perahu terus sedangkan Petrus sudah jalan.

Saudara yang mana?

Ketakutan merampas saudara dari mujizat. Sudah jalan di atas air tapi mata lihat percobaan. Pandang sama Tuhan Yesus, saudara. Kalau kita lagi menghadapi tantangan menghadapi persoalan, pandangan kita jangan dialihkan dari Yesus. Karena kalau kita memandang kepada Yesus, iman kita bertumbuh, iman kita bertambah. 

Orang bimbang itu goyah. Yakobus  

1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, - yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit - , maka hal itu akan diberikan kepadanya.
1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
1:7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
1:8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

Tuhan Yesus bilang tadi, tenang, ini Aku. Jangan bimbang, jangan digoyang kesana kemari.

Saudara berani melangkah? Melangkahlah di lautan yang menurut manusia nggak bisa kamu jalan tapi saudara bisa jalan. Saya baru ada di gereja yang dibangun oleh eks Cianjur, 3 tingkat gerejanya. Dia kesaksian, ini gara-gara khotbahnya om natal 3 tahun lalu di Red Top. Om bilang, cita-cita menjadi kenyataan. Amin. Ini sekarang cita-cita saya menjadi kenyataan. Amin. Orang bercita-cita jalan: Boleh saya jalan kepada-Mu? Tuhan bilang, datanglah. Jadi ketika Yesus kasih green light, datang. Ketika Tuhan bilang mari, jalan. Jangan lihat angin, jangan lihat besarnya gelombang, jalan. Nama Tuhan dipermuliakan. Mari kita berdiri.

-- o --

Minggu, 14 Februari 2010

HUKUM MELIHAT

Wahyu

4:1 Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.

Menjadi kecenderungan semua manusia ingin mengetahui apa yang ada di depan. Sehingga ahli-ahli nujum, dukun-dukun, kuamia-kuamia itu laku karena manusia cenderung ingin tahu apa yang ada di hari depan. Tetapi kita sebagai orang Kristen tidak usah bingung untuk hari depan karena hari depan sudah ada di tangan Tuhan. Tidak usah takut kita akan kerja apa, kerja di mana, gajinya berapa, siapa jodoh saya, kapan akan menikah, semuanya Tuhan sudah sediakan.

Pada satu hari, rasul Yohanes sudah melihat Wahyu mengenai tujuh jemaat. Dari Efesus, Smirna, sampai kepada Filadelphia, dan Laodekia, ada tujuh jemaat yang menggambarkan keadaan jemaat di akhir zaman, pada hari yang akan datang, dan setelah itu, ayat 1 dimulai dengan kata 'kemudian dari pada itu.' Kemudian dari apa? Kemudian dari ayat sebelumnya, bagaimana Tuhan menegur tujuh jemaat, ditegur, dinasehati, diangkat, lalu 'kemudian dari pada itu' ... berarti ada sambungannya. Hidup kita sekarang masih bersambung.

Saudara, kalau kita tidak bersambung hidup kita, kita mati, meninggal. Tidak disambung lagi. Tetapi, Tuhan bilang, masih ada yang engkau harus lihat. Kemudian dari pada itu. Jadi setelah satu hal Tuhan tolong, setelah satu hal kita mengerti, setelah satu hal kita tahu, ada sesuatu yang Tuhan mau nyatakan pada kemudian. Kemudian daripada itu, kalimat berikutnya berkata: Aku melihat, I look. Dalam bahasa Indonesia, sesungguhnya. Dalam bahasa Inggris bukan sesungguhnya, lihatlah. Jadi dua kali kata melihat. Kemudian dari pada itu, aku melihat.

Dalam hukum melihat, apa yang kita lihat, itu yang akan kita dapat. Apa yang saudara bisa lihat, itu yang saudara akan terima. Maka dalam hukum pertama, after these things, setelah hal-hal itu terjadi, aku melihat.

Sungguh untung kalau kita bisa melihat. Dengar baik-baik. Jatuh bangunnya kita, jatuh bangunnya toko kita, jatuh bangunnya iman kita, jatuh bangunnya usaha kita - tergantung pada bagaimana saudara melihat. Gagal dalam penglihatan, saudara gagal dalam segala hal. Kita lihat dalam kitab Kejadian

1:10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Ada haleluyah? Puji Tuhan. Kalau saudara-saudara meneruskan mengenai penglihatan, ayat 29,

1:29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. - Ayat 31 -
1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Tuhan mulai dengan mata-Nya. Dia bikin darat dan laut. Dia lihat baik. Tapi ketika Dia bikin manusia, Adam dan Hawa, Dia bilang: Amat baiklah adanya. Ini hukum melihat yang positif. Tetapi ketika kita membaca pasal 3, di situ manusia jatuh ke dalam dosa. Ayat 1 kita baca,

3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

Saudara perhatikan, Iblis juga pakai mata. Matamu akan terbuka. Ayat ke-6,

3:6 Perempuan itu melihat - Dia sudah lihat yang baik dari Tuhan. Tetapi sekarang dia melihat - bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

Dua hal yang berlawanan. Tuhan pakai hukum melihat. Dia lihat baik. Tapi Iblis juga pakai hukum melihat; dia tipu penglihatan kita, dia tipu pandangan kita, dia lihat, dia ajarin sama Hawa bahwa ada yang kelihatan lebih baik dari kehendak Tuhan. Dimakan juga.

Kejadian 13. Dalam Kejadian 13, di sana saudara akan melihat satu pasal bagaimana Abraham dengan Lot berpisah. Lalu ayat 7,

13:7 Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.
13:8 Maka berkatalah Abram kepada Lot: "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat.
13:9 Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri."
13:10 Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. - Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. -
13:11 Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah.

Lot melihat dengan matanya, dengan pemandangannya, dia lihat ke lembah. Lembah itu tempat yang bawah. Dia lihat ke lembah, waduh, Lembah Yordan itu seperti taman Tuhan dan seperti apa? Tanah Mesir. Jadi kompromi. Tuhan mau, Mesir mau. Matanya tertipu. Padahal itu tanah yang dihukum Tuhan tapi kelihatannya bagus. Ayat 13,

13:13 Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.

Tapi Lot betah ada di tengah-tengah orang jahat. Wai, bagi kita orang kristen yang betah berteman dengan orang yang kacau balau, yang tidak ada rasa sungkan, bisa bergaul dengan orang jahat, orang yang mengutuk Tuhan, orang yang tidak suka kepada Tuhan, orang yang anti Tuhan, kita bisa bergaul, kita bisa kompromi. Seperti Taman Tuhan, seperti Tanah Mesir. Dikatakan oleh ayat itu, orang Sodom sangat jahat dan berdosa kepada Tuhan tapi Lot betah di situ. Matanya salah lihat.

Saya mau tanya sama saudara: Kalau Lot dia memilih lembah, sebelumnya dia ada di mana? Ada di atas, ada di pegunungan Kanaan, ada di tempat yang berbatu-batu, tempat  yang tinggi. Ini Tuhan ini baik. Ketika Lot memisahkan diri - ayatnya yang ke-14, dia pakai penglihatan lagi.

13:14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,

Pandanglah sekelilingmu. Kalau Lot hanya lihat satu tempat di lembah tapi sekarang di tempat tinggi Abraham disuruh lihat. Lihatlah sekelilingmu. Saya bingung karena dipakai istilah begini ... ke timur dan barat, utara dan selatan.

Pan sebetulnya kalau keliling begini aja ya, sama kan. Nggak ini. Timur - barat,  utara - selatan, saudara dapat apa? Salib. Timur, barat. Utara, selatan. Salib. Mata saudara harus melihat pekerjaan Tuhan. Salib. Tuhan berkata: Lihat, timur barat, utara selatan. Lalu dia bilang begini: 

13:15 sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.

Kalau saya ganti negeri itu dengan hoki: Seluruh hoki yang kau lihat. Saya ganti dengan tanah: Seluruh tanah yang kau lihat. Saya ganti dengan bangunan: Semua bangunan yang kau lihat.

Waktu saya mau bangun sekolah Alkitab, insinyurnya orang Jerman anak Indonesia. Dia gambar. Tanah belum ada tapi gambar saya tempel di gereja. Dan saya bilang sama jemaat: Kita akan punya sekolah Alkitab seperti ini. Dalam nama Yesus, kita akan punya sekolah alkitab seperti ini. Tahun 86 saya, istri, pak Samuel Rahmat, pak Budiarto, bersama pak Onesimus, kita berdiri di sawah yang kosong, di mana sekarang itu ada kamar mandi siswa.

Di situlah kami berdiri lima orang. Kalau ada orang lewat kebetulan lihat kita, mereka akan berkata apa-apaan. Sebab lima orang kita berdiri, kita sembahyang. Dan saya sembahyang: Tuhan, kami akan mendirikan sekolah alkitab. Saya tidak tahu bakal seperti apa sekolah alkitab. Tapi Tuhan berkati saya, saya akan mendirikan sekolah alkitab di sini. Saya lihat dalam mata iman saya, sekolah alkitab berdiri. Sampai mimpi-mimpi, saudara, sekolah alkitab itu sampai termimpi-mimpi.

Saya pendekkan cerita. Dengan cara yang luar biasa, orang Kong Hu Cu naik 4848 dari Bandung ke Jakarta. Bisa di situ dia bilang, belok kanan. Ada yang suruh saya belok kanan. Suburban. Belok kanan, pak. Ada apa, bu? Pokoknya belok kanan. Terus, terus, terus sampai bangunan, dia lihat. Bangunan apa ini? Bangunan Yayasan Kabar Baik. Buat apa? Untuk sekolah alkitab. Dia Kong Hu Cu, dia nyumbang, saudara. Nggak ketemu saya. Ketemu-ketemu waktu menantunya jadi pendeta. Sekarang ibu ini sudah jadi anak Tuhan, sudah dibaptis sudah di Jakarta.

Aduh, luar biasa Tuhan, saya diketemukan dengan orang yang begini kalau berdiri. Kepalanya miring. Tapi dia nyumbang hampir separuh bangunan itu dia nyumbang sekolah alkitab. Dia tidak bisa pegang gelas tapi dia nyumbang. Sudah jadi, selesai sudah. Saya kira saya tidak membangun lagi, sudah cukup. Eh, Tuhan suruh saya bangun lagi sekolah tinggi. Saudara Afuk suruh gambar. Sepuluh juta gambarnya saja. Ditempel. Saya bilang, demi nama Yesus sekolah tinggi aku dapat, demi nama Yesus. Terima kasih Tuhan sudah terbangun, oh haleluyah, sudah terbangun.

Saya dipanggil sama satu orang di Jakarta, bukan GPdI bukan pantekosta. Di kebon lagi. Dibawa ke kebon, anaknya yang bawa ke kebon. Datang bapanya: Saya dengar bapak Awondatu mau bangun STT, ya? Iya. Saya boleh nyumbang sedikit? Boleh. Saya mau nyumbang 1 miliar boleh? Boleh, pak. Mau uangnya atau mau saya yang bangun? Mama saya pernah ngajar, jangan sekali-sekali pegang uang. Kalau bapa berkenan membangun, bapa saja yang bangun.

Dia kirim bahan, dia kirim pegawai, dia bangun. Bangun tiga perempat, genteng belum dipasang semua. Pak, uang sudah habis, bangunan segitunya. Saya bisa sampai segitunya. Terima kasih Tuhan, kalau tiga perempatnya, pasti yang seperempatnya juga Tuhan berkati lagi. 

Orang dari Singapura nggak puguh-puguh ngasih 500 ribu Singapura. Ini saya lagi cerita ini mengenai iman. Saya kasih sama jemaat saya, tolong tukar ini uang buat sekolah tinggi. Dia tukar di money changer. Buat apa ini? Itu pak Awondatu lagi bangun. Mau bangun apa? Bangun sekolah tinggi. Ini saya tukerin, saya nyumbang tambah 20 juta. Sekarang waktu ditahbiskan om Mandey bilang: Ini sekolah tinggi terindah terbaik di Indonesia. Tuhan selalu memberi yang baik. Dengan cara melihat. 

Apa yang kau lihat akan Kuberikan kepadamu. Tapi dasar manusia, sudah didatangi Tuhan masih suka ragu. Sama dengan kita. Keluar kebaktian, begitu lihat percobaan, ragu. Kejadian 15, dia ngomong sama Tuhan ini Ibrahim,

15:1 Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." - Dikasih perlindungan, dikasih jaminan -
15:2 Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."
15:3 Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku."
15:4 Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu."
15:5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

Malam-malam disuruh keluar sama Tuhan, ayo keluar lihat ke langit. Terus Tuhan berfirman lebih jauh: Hitung bintang-bintang jika engkau dapat menghitungnya. Saya pikir ini ayat, Tuhan kenapa Engkau suruh dia hitung, kan udah tahu bakal nggak kehitung, kenapa dia suruh hitung? Kurang lebihnya Tuhan bilang begini: Tuhan sudah kasih jaminan yang pertama. Lihat sekelilingmu, apa yang kamu lihat, itu akan diberikan. Sekarang ngomel soal anak. Aku sudah 100 tahun, istriku sudah 99 tahun, aku nggak punya anak, masa saya punya warisan dikasih sama tukang pijat saya? Saya punya pegawai si Eliezer orang Damsyik, dia bukan orang Yahudi, masa saya kasih sama dia? Tuhan bilang: Keluar dari kamar. Begitu keluar: Lihat ke langit, ayo hitung itu bintang. Waktu dia menghitung-menghitung, kedengaran di kuping diam itu bintang ngomong: Bapa Abraham ... bapa Abraham ...  

15:6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Karena dia percaya. Kalau lihat badan 100 tahun, lihat istri sudah jadi nenek 99 tahun. Tuhan bilang, dari kandungannya kamu akan dapat anak. Tiba-tiba dia percaya. Saya percaya. Maka percaya itu luar biasa.

Saudara datang ke gereja itu saya tahu karena saudara percaya. Kalau saudara nggak percaya nggak bakalan saudara ke gereja, ngapain ke gereja, ngapain nyanyi-nyanyi, ngapain dengar firman Allah. Tapi karena saudara percaya, saudara ke gereja. Dan akan ada pahala kepada orang yang percaya. Saudara lihat sekarang hukum melihat yang luar biasa. Yohanes

4:35 Bukankah - Itu manusia punya pikiran - kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.

Kalau sekarang ini Februari, Juni baru nuai, masih empat bulan. Itu  kata manusia. Tapi Yesus bilang, lihat sekelilingmu. Sama kepada Abraham, lihat sekelilingmu. Lihat apa, coba ulangi? Ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. 

Kemarin saya nonton TV ada acara tukang feng shui dari Singapura, perempuan: Alangkah baiknya untuk tahun 2010 saudara memakai warna kuning. Warna kuning adalah warna tahun 2010.

Saya bilang, warna apa saja kalau kita punya iman jadi baik. Lihat, padi sudah menguning, gandum sudah menguning. Maksudnya, jiwa-jiwa di sekitar kita itu banyak. Kalau di Cianjur ada 100 gereja baru, belum cukup. Kalau di Jakarta ada 1000 gereja hari ini jadi, 1000 gereja di Jakarta dibangun, masing-masing gereja jemaatnya 1000 orang, baru sejuta.

Yesus memberikan berita yang baik. Memang masih jauh musim menuai 4 bulan tapi lihat sekeliling, itu gandum sudah menguning.

Sebentar akan ada pelantikan diaken-diaken baru. Tidak ada lagi istilah gembala kecil. Diaken baru. Dan diaken ini harus punya mata yang melihat ke sekitar kita, itu jiwa-jiwa, itu keluarga, kakak kita, adik kita yang belum kenal Tuhan, cihu kita meihu kita, ya. Engkong, semua yang belum kenal Tuhan, bawa kepada Tuhan. Pakai hukum mata, lihat mereka seolah-olah sudah di gereja. Kalau sembahyang lihat itu teman itu adik itu mama itu papa sudah di gereja. Saudara memakai hukum memandang, itu akan diberi kepada saudara. Saudara mau melihat dengan iman? Haleluyah? Ibrani

11:23 Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja.
11:24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,
11:25 karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.
11:26 Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.
11:27 Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.

Dia anak raja, dia anak Firaun, apa saja dia bisa dapat, dia bakal menggantikan Firaun, dia putera mahkota. Tapi dia bilang, saya lebih senang bersama dengan orang Israel karena dia sudah lihat. Bahkan ada yang dihubungkan dengan Kristus. 

11:26 Ia menganggap penghinaan karena Kristus  ...

Ia belum lihat Kristus. Yesus nanti ribuan tahun baru lahir. Tapi dia sudah tahu melalui paskah itu. Mata ini adalah hukum yang luar biasa. Yang Tuhan berikan kepada kita. Jangan salah lihat. Kita kembali kepada Wahyu

4:1 Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga ...

Ingat, Yesus bilang: Kalau Aku buka pintu, tidak ada orang yang bisa menutup. Pintu itu terbuka untuk saudara dan untuk saya! Tidak ada satupun setan, genderewo, kuntilanak yang bisa menutup itu pintu, sebab itu pintu terbuka. Lalu ini yang saya senang. Bukan hanya matanya yang dipakai oleh Tuhan tapi telinganya Yohanes.

4:1 Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, ...

Wahyu

1:10 Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,

Kalau kembali kepada pasal 4, 

4:1 Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, ...

Jadi saudara Tuhan itu tidak pernah berubah. Tuhan Yesus tidak berubah ... Dulu Dia nyembuhkan orang, sekarang Dia nyembuhkan orang. Dulu Dia menghibur manusia sekarang Dia menghibur manusia. Dulu orang dilepaskan dari ikatan dosa, sekarang juga Tuhan masih melepaskan dari ikatan dosa. Tuhan Yesus tidak berubah. Suara-Nya tidak berubah.

Saudara akan bisa tahu ini suara Tuhan, ini yang khotbah ini bawa suara Tuhan apa suara dirinya sendiri, saudara akan tahu. Karena suara Tuhan tidak akan berubah. Berapa tahunpun tak akan berubah. Selalu sama. Biar dia orang Amerika, biar dia orang dari Inggris yang pernah khotbah di sini, semua sama. Biar dia dari Kanada kalau khotbah tentang Yesus selalu sama. Nggak pernah berubah suara. Dia ngomong begini: 

4:1 ... Naiklah ke mari ...

Jadi Yohanes masih ada di bawah. Sudah kenal Tuhan tapi tingkatnya masih di bawah.

Jadi ikut Tuhan nggak terus-terusan begini-begini terus, sama saja terus ... nggak. Tambah lama berkembang, bahkan dibaptis. Tambah lama berkembang, dipenuhkan Roh Kudus. Tambah lama cinta firman, lama-lama senang baca Alkitab. Tambah lama maju di dalam Tuhan. Naik tingkat.  

4:1 ... Naiklah ke mari ...

Yesus kan sudah turun sampai di bumi, sekarang bagian kamu, kamu naik ke mari. Saya beri nama ini wahyu progresifitas. Ini kacamata saya kacamata progresif. Yang atas lihat jauh, yang dekat buat baca. Tapi kelihatan satu macam, progresif. Dia bisa lihat jauh, dia bisa lihat dekat. Firman Tuhan juga progresif. Untuk hari yang akan datang ada di sini, untuk hari yang dekat-dekat ada juga di sini. Untuk hidup kita sekarang ada di sini, untuk hidup yang akan di sorga ada di sini. Alkitab adalah progresif tapi wahyu progresiflah, naiklah kemari. 

Naiklah kemari. Ada apa, Tuhan? Aku akan kasih lihat yang lebih bagus. Naik kemari. Saya akan beri contoh kepada saudara beberapa orang yang mengalami wahyu progresifitas ini. Satu, Kejadian 5, namanya Henokh, 

5:23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.
5:24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

Yang kedua siapa saudara masih ingat? Elia. Elia diangkat pakai apa? Dulu belum ada kereta api tapi kereta yang berapi bernyala-nyala. Jadi dia lagi diam, datang kereta ini. Ini naik kereta kuda tapi yang berapi. Dia nggak mati dia diangkat hidup-hidup. Yesus juga diangkat setelah kebangkitan, Dia mulai terangkat ke sorga. Murid-murid-Nya lihat semua.   

Yang keempat Paulus, II Korintus

12:1 Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan.
12:2 Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau - entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya - orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.
12:3 Aku juga tahu tentang orang itu, - entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya -
12:4 ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus ...

Dua kali, loh. Yang pertama dia diangkat ke langit tingkat yang ketiga dari sorga. Yang kedua dia diangkat lagi ke Firdaus. 

Saudara, panggilan itu seumur hidup. Apa yang terjadi, saudara? 14 tahun dia diam, nggak berani ngomong bahwa dia itu pernah naik ke sorga, ke langit yang ketiga.   

Yang tidak pernah puasa, terus saja nggak pernah puasa. Yang malas tetap saja malas, nggak maju-maju, saudara nggak bakal lihat di tingkat yang Tuhan bilang: Aku akan perlihatkan kamu ini. Kalau di bawah situ, kamu nggak bisa lihat. Naik ke sini. Tingkatkan rohani saudara. Ini hasil dari puasa 21 hari, tingkatkan rohani saudara. Ada yang dukung saya luar biasa dalam doa dan puasa. Saya tahu saya ada sebagaimana saya ada karena dukungan dari saudara. Sekarang kita jangan pusing dengan dunia sebab memang dunia bikin pusing. Jangan pusing. Mari kita arahkan mata kita kepada Tuhan. Kamu mau lihat? Naik ke sini.     

Maka kalau kata Tuhan, naiklah kemari. Cari perjanjian-perjanjian Tuhan. Di atas janji Tuhan saya berdiri. Susun janji Tuhan. Kita naik eh baru kita tahu, apa Tuhan yang Engkau mau kasih lihat? Tuh, lihat ini berkat. Kalau nggak naik, nggak bisa lihat. Naiklah kemari. Pintu sudah dibuka. Undangan sudah dikirim. Naiklah kemari, Aku akan memperlihatkan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi, yang pasti terjadi. Ini mah pasti. Sesudah ini pasti terjadi. 

4:2 Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, - Lihat lagi, pemandangannya mata lagi - sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.

Kalau saudara punya rohani bisa naik, yang saudara lihat cuma satu: Yesus. Kalau saudara lihat diri saudara sendiri saudara nggak mau kerja, sudah cape, sering saya begitu, saudara. Tapi asal kita lihat Seorang itu yang namanya Yesus, kita bisa dikuatkan kembali. Kalau lihat manusia kita bilang duh Tuhan, sudahlah sampai di sini.

Tuhan mah nggak lihat saudara bodoh saudara pintar. Kalau Tuhan mau pilih saudara, saudara naik tingkat, yang saudara lihat cuma Yesus. 

Tujuan saya jadi pendeta, tujuan saudara jadi jemaat itu hanya untuk yang Seorang ini, yaitu Yesus. Saya bengak-bengok teriak-teriak bawa firman Allah 42 tahun hanya dan karena dan untuk dan oleh Dia. Saudara diberkati, saudara bisa hidup tenang hidup damai diberkati, apa yang saudara tidak pikir Tuhan kasih karena yang Seorang ini, Yesus. 

Maka kalau nanti saya sebut nama-nama yang akan menjadi penasehat dan yang senior. Yang akan menjadi staff gembala di belakang saya, menolong saya, meringankan saya. Yang akan diangkat menjadi pemberita injil. Yang akan diangkat menjadi pendeta pembantu. Jangan bilang begini, awas ya. Bilanglah: Tuhan, saya hamba-Mu, jadilah kepadaku seperti yang Engkau mau. Mata saudara diperlukan oleh Tuhan, telinga saudara diperlukan oleh Tuhan. Kemauan saudara untuk naik dan masuk melalui pintu itu, ini ayat terakhir Yohanes

10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.

Bagi domba apa yang perlu? Rumput. Dia masuk keluar melalui Yesus, ada padang rumput pasti ketemu, rezeki saudara besar. Jangan takut, ya.

Sampai di sini firman Allah. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --

Minggu, 28 Februari 2010

BERAKAR

Kolose 
2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Paulus berkata kepada jemaat di Kolose, dia memakai bahasa tumbuh-tumbuhan dan bahasa bangunan.

Yang pertama dia bilang, hendaklah kamu berakar.

Betapa pentingnya hidup kita ini kalau seperti pohon, berakar. Jadi ada orang kristen yang ikut-ikutan, ada orang kristen yang cuma guyub saja tapi ada orang kristen yang berakar. Kalau saudara hidup rohaninya tidak berakar, saudara akan gagal dalam pengiringan saudara kepada Tuhan. Matius 

13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.
 

Yang pertama dikatakan, orang yang terima firman Allah itu yang di berbatu-batu itu gembira. Belum tentu saudara yang gembira itu berakar. Sebab ayat itu Yesus bilang, orang itu gembira terima Firman, dia senang terima firman Tuhan. Tapi gembiranya dia gembira cengengesan, bukan gembira yang di dalam hati. Tapi dia tidak berakar. Ketika ada aniaya kepada firman itu, dia mundur. Akar sih ada cuma nggak dalam, nggak berakar dalam. Di dalam Mazmur  

1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Akar menentukan hasil. Tidak berakar, tidak berhasil. Itu sebabnya akar sangat penting dalam hidup rohani kita. Akar itu adalah bagian dari tumbuh-tumbuhan yang tidak kelihatan mata; dia di dalam tanah. Tapi kita tahu pohon itu subur, kita lihat buahnya, kita lihat daunnya rindang, kita lihat cabangnya banyak, kita lihat daunnya merambat ke mana-mana, kita lihat buahnya bagus ... kita tahu akarnya baik. Walaupun tidak kelihatan.

Nah, kita harus belajar di dalam hidup rohani kita untuk mengutamakan yang tidak kelihatan dari pada yang kelihatan mata. Kita seringkali tertipu dengan apa yang kita lihat. Kita harus mengerti mengenai hidup rohani, mengutamakan hidup rohani yang tidak kelihatan. II Korintus   

4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Mari kita perhatikan ayat 16,

4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot,

Ini yang kelihatan, badan kita kok semakin merosot, kita lihat badan kita peot. Itu sebabnya banyak kaum wanita ditarik pipinya, ditarik matanya supaya kencang kembali. Kalau ada kantong mata di sini, operasi.

Saudara, biarpun kita ini punya uang lalu mengencangkan semua, yang putih dihitamkan, yang sudah tidak mendengar bisa mendengar, kulit yang keriput jadi kencang.

Saudara mau awet muda, mau anti tua? Jamu Cap jago, jamu awet muda. Ginseng anti tua. Saudara mau yang mana? Baik Jamu Cap Jago maupun ginseng, yang satu anti tua, yang satu awet muda, umur mah tetap jalan. Yang kelihatan yang lahiriah semakin merosot. Sudah saudara, yang lahiriah jangan terlalu diopenin, jangan terlalu diperhatikan, orang juga tahu kita sudah tua.

Yang kelihatan itu sementara. Mobil kalau baru keluar dari toko, dikasih nomor sementara, ini berlaku satu minggu pak, lebih dari itu bapak jangan keluar tunggu nomor aslinya keluar. Ini sementara. Saudara, tubuh yang saudara pakai sekarang itu sementara. Saudara, yang kita hadapi, yang kita rasakan, yang kita nikmati, sementara. Berikutnya,       

4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Yang cantik belasan tahun kalau sudah di atas 70, keriput. Sementara. Tapi yang tak kelihatan, itu yang kekal. Dalam I Petrus

3:3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
3:4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi - Berarti tidak kelihatan - dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.

Yang tak kelihatan yang dihargai oleh Tuhan. Suzanna yang cantik ... meninggal. Sementara. Nah sebab itu Paulus berkata hendaklah kamu berakar, jangan ngegedein yang sementara. Besarkanlah yang kekal, besarkanlah yang berakar dalam itu. Kembali kepada Kolose 

2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Waktu gempa kemarin di Cianjur Selatan, kaca di sekolah alkitab pecah. Tapi saudara perhatikan tidak, gereja kita tidak ada kerusakan sedikitpun, kenapa? Karena dasarnya itu yang saudara nggak lihat itu, dasarnya sangat kuat sekali. Lima tingkat. Mungkin goyang tapi tidak ada yang retak. Karena apa? Karena yang tidak kelihatan itu kokoh. Baru di Haiti gempa, 230 ribu orang meninggal. Belum selesai ini, tadi subuh sudah ada berita Chili kena gempa dan gempanya 500 kali lebih besar dari di Haiti. Tsunami. Tapi Tsunami tidak kena Chili, Tsunami kena Hawaii. Tapi 5 jam sebelum Tsunami, sirene.

Ini hebatnya Amerika. Harus naik ke tempat tinggi sebab ada tsunami. Tsunaminya tidak dalam, tidak seperti tsunami Aceh tapi kecepatan air itu 600 kilometer per jam. Itu di Haiti hotel yang begitu hebat, roboh. Di Padang saja roboh. Harus berapa tahun untuk kembalikan seperti semula.

Betul saudara, yang kita lihat itu hanya sementara.

Maka di CNN tadi dikatakan, diberkatilah engkau Hawaii karena tidak ada manusia yang meninggal. Semua lari, 5 jam sebelumnya sudah lari. Kalau di Indonesia? Dipasang di Pangandaran, dipasang di Pelabuhan Ratu, dipasang di Aceh, hilang. Itu Indonesia. Hilang, dijual. Dikasih tahu, ini sumbangan dari Amerika mahal harganya, ditaruh di luar, hilang. Dijual. Siapa yang beli lagi.

Manusia sementara. Hidup ini ada batasnya. Berapa? 2X1 meter, nah, itu tanah urang teh, itulah rumah masa depan kita.

Yang kedua, dia bilang membangun. Tuh di dasar kita, kita nggak lihat.

Kita semua bakal meninggal, kita ini antri. 

Peribahasa bilang, biarpun pohon bergoyang tapi akar tetap di tempat, nggak akan ke mana-mana. Oh ini ketiup angin pelajaran palsu tapi satu kali pantekosta tetap pantekosta, satu kali ikut Yesus tetap ikut Yesus. Satu kali jadi murid Tuhan tetap ikut Tuhan ... aku tak ingkar, aku tak ingkar.

2:7 ..., hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Syukur datang dari bahasa Arab, sukran. Hidup harus banyak mensyukuri berkat Tuhan. Syukur, terima kasih kepada Tuhan.

Ini orang Israel waktu di tanah Mesir dijajah, mentalnya mental budak, diperintah digebuki kerja paksa rodi 430 tahun. Jadi udah rusak pikirannya mental tidak baik. Tapi Tuhan datang dan Tuhan bilang Aku akan bawa kamu keluar ke satu tanah yang berkelimpahan air susu dan air madu, tanah perjanjian. Orang di sini 3 juta Israel nggak benar semua tapi Tuhan kasih janji yang manis: Aku akan bawa kamu ke luar ke tanah perjanjian.

Mungkin kita tidak sempurna dan belum sempurna, masih banyak salah, tapi itu tidak bisa menghalangi Tuhan memberi janji kepada kita bahwa hari depan kita penuh dengan manis seperti madu dan penuh vitamin seperti susu. Walaupun kita masih belum ngerti walaupun kita kadang-kadang mentalnya masih mental keliru mental salah, mental budak.

Ingat anak bungsu: Ya bapa, jadikanlah saya budak, jadikan saya pegawai. Padahal dia anak. Jadi saudara pada sore hari ini saudara musti bangun, tetap teguh tapi dengan ucapan sukran, syukur, ucapan syukur terima kasih.   

Saudara pelayan perjamuan maju ke depan.

-- o --

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________