Khotbah Minggu Sore Juli - Agustus 2002  

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia      

Minggu sore, 07 Juli 2002  

MINYAK URAPAN

Selamat sore saudara-saudara, selamat berbakti lagi didalam nama dan kasih Tuhan Yesus Kristus. Hari ini ada banyak yang tidak hadir mungkin karena berlibur, keluar kota, dan lain sebagainya. Saya juga bingung anak sekolah yang libur tetapi kita juga bisa seringkali terbawa ikut liburan. Tapi mari pada sore hari ini saudara yang ada kita mau terima berkat dari Firman Tuhan. 

Khotbah saya ini  saya sudah beritakan di Jakarta dan setelah khotbah sebentar sore, khotbah saya akan ditaruh di website gpdi yang akan disiarkan diseluruh dunia. Dan saya mau bicara satu hal yang saya sudah simpan-simpan beberapa waktu lamanya karena Tuhan sudah suruh ini waktunya, yaitu mengenai minyak urapan. Karena tidak ada seorangpun hamba Tuhan yang mau berdiri, mau berbicara mengenai hal yang benar. Semuanya diam tetapi kalau dibelakang-belakang baru bicara. Maka saya mau berbicara menyatakan apa yang benar dari Sabda Tuhan mengenai minyak urapan, dan apa yang bukan.  

Kita akan buka lebih dahulu Yakobus 5 dan Yakobus ini adalah buku yang berbicara - satu ayat inilah yang menjadi kontroversi dari banyak umat Tuhan dan tidak sedikit hamba Tuhan tetapi kita patut mengetahui.

Mari kita mulai baca ayat yang ke-13

5:13 Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi! 
5:14 Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. 
5:15 Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. 
5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. 
5:17 Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. 
5:18 Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya. 
5:19 Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik, 
5:20 ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.

Dalam kebaktian tadi pagi, ada utusan Gus Dur duduk dibawah dengar khotbah saya. Saya kaget karena setelah kebaktian dia menghubungi saya : Saya ikuti khotbah bapak, katanya, mengenai rendah hati, dsb. Kita mau ketemu kapan bisa ketemu? Saya bilang nanti setelah tanggal 17, setelah saya pulang dari Irian dan Amerika, mari kita bicara setelah Family Camp di Cipanas. Kita mau bikin LSM. Saya dari LSM. Mereka datang dengan membawa dua orang mau ketemu saya tapi saya bilang nanti saja. 

Nah, ini saatnya dia bilang begini. Banyak kami cari krisis kepemimpinan. Kami cari pemimpin tetapi ternyata  - dia bilang sendiri -, bahwa dari golongan kami ini susah cari pemimpin yang jujur. Ternyata yang kami temukan bayak pemimpin yang jujur itu dari kaum orang-orang kristiani. Jadi kami mau bikin LSM yang pemimpinnya kita mau minta orang-orang dari kristiani mau menjadi pemimpinnya. Ini suatu kesaksian besar, ternyata orang muslim sekarang percaya kepada orang kristen. Saudara girang? 

Nah, kembali kepada persoalan yang sedang kita baca. Kalau kita baca saja secara sederhana dari ayat 13 tadi sampai ayat 20, Yakobus ini sedang bicara tentang apa saudara?  Saudara tidak perhatikan pembacaan ini. Yakobus sedang berbicara tentang 'doa'. Jadi jangan diluar konteks. Dia sedang berbicara tentang doa. Mari kita mulai dari ayat 13. 

5:13 Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita.

Bahasa Yunani berkata bukan menderita tetapi kalau ada yang punya problem. Ini surat untuk orang kristen kalau ada diantara kita yang sedang mempunyai problem. Ada problem rumah tangga, ada problem keluarga, ada problem usaha, ada problem didalam diri kita, ada problem antar sesama kita  - kita punya problem.  Barang siapa ada diantara kamu yang ada problem, yang sedang menderita, baiklah ia berdoa! There is no substitute. Tidak ada cara lain, tidak ada jalan lain. Jangan cari pengacara, jangan cari orang pintar, jangan cari nasehat dari manusia - tapi hendaklah ia berdoa. 

Ini nih yang pertama kuncinya : Hendaklah ia berdoa! Saudara ada susah ada problem, berdoa. Nah, ini baru empat tahun saudara tahun 98 kerusuhan Mei. Gereja -gereja penuh termasuk gereja kita. Doa malam penuh sesak. Betul. Setelah satu tahun saya tanya sama pendeta yang lain : Bagaimana brur, brur mau aman atau mau ada dalam kerusuhan seperti ini? Ya brur, kalau kita mau aman memang lebih baik aman, tapi kalau kita lihat gereja, lebih baik ada rusuh-rusuh sedikit. Kenapa? Kalau waktu ada kerusuhan gereja kita penuh, orang cari Tuhan.  

Nah, inilah sifat kita, jeleknya itu. Lagi butuh kita cari dia. Lagi semuanya aman kita membelakangi dia - kita piknik. Kalau saudara sekarang ada di gereja aduh, ini tempat yang tepat dan Tuhan disenangkan, karena saudara cari Tuhan bukan cari yang lain. Saudara sedang mencari sesuatu yang akan memberikan jalan keluar : Hendaklah ia berdoa. Rumah ini adalah rumah tempat berdoa. Dibaliknya, kalau ada yang bergembira sedang enjoy, baiklah ia menyanyi. Saya tidak mau terapkan apa yang saya lihat di Amerika. Kalau saya terapkan apa yang saya lihat di Amerika mungkin kursi-kursi musti dikebelakangkan, saudara. Biar umur 60-65 tahun kalau nyanyi lompat-lompat. Tepuk tangan sudah taman kanak-kanak. Memang Amerika nggak ada mesjid, nggak ada yang anti; kita boleh nyanyi sampai sebebas-bebasnya wah ... luar biasa. Saya nggak bisa terapkan disini. Nggak bisa.

Kebaktian jam 5 saya KKR di Amerika, jam 3 jemaat sudah datang. Doa. Satu jam doa di gereja, satu jam doa keliling gereja. Gereja dikelilingin : Tuhan biar engkau berkati! Anak saya bilang : Pa, mereka doanya kelilingin gereja. Sudahlah itu caranya mereka, sudah, kita tunggu saja kebaktian. Dan memang kebaktiannya saya khotbah rasanya enteng. Tenang sekali enteng karena sudah didukung oleh doa. 

Maka di sana ada seorang keluarga islam, suami istri. Sang suami ini baca alquran diwaktu malam. Ah, sebelum tidur mau baca. Begitu baca dia kaget ada wajah Yesus di alquran. Dia menjerit. Istrinya bangun : Kenapa menjerit? Waktu baca alquran ada nabi Isa. Ah, kamu ngantuk. Ini kamu mimpi aja. Jadi karena dia kaget, akhirnya dia juga mau sembahyang, ini istrinya. Dia mau wudhu. Wudhu nya di Amerika bukan di kolam, tapi dibak mandi. Begitu wudhu, lihat wajah Yesus disitu. Langsung besoknya cari gereja terima Yesus, sampai sekarang terima Tuhan. 

Sebetulnya saya menerima surat dari anaknya Pak ... (disensor atas kehendak Bpk Pdt JE Awondatu).  Tapi saya lupa saya simpan dimana. Dia sudah terima Yesus saudaraku anak ... tetapi sebelum terima Yesus, dia bunuh orang kristen dulu. Yang dia akui didalam surat itu dia bunuh ada 3 hamba Tuhan yang masuk disana. Dia bunuh dua. Yang satu ini disuruh nonton bagaimana yang dua orang itu dibunuh. Disuruh nonton supaya pendeta ini berlari lagi keluar kasih tahu jangan berani-berani masuk masuk tanah Minang. 

Heran pendek cerita orang yang bunuh orang kristen itu sekarang terima Yesus. Dari pihak keluarga, dia dicari-cari mau dibunuh. Tapi dia bilang : Pak Awondatu, sekarang ada 2.000 orang Minang asli termasuk sarjana hukum termasuk dosen di perguruan tinggi termasuk kolonel, ABRI, yang sudah menerima Yesus sebagai Juru Selamat. Sebab dia bilang : Hanya orang Minang yang bisa menginjil kepada orang Minang. Dia mau pindah di Klaten. Dia sekarang tinggal di hamba Tuhan ... Jakarta. Jadi dari dalam keluarga dia mau dibunuh, dari dua orang yang dibunuh ini dia punya keluarga dua orang ini nggak suka keluarga dibunuh, sewa pembunuh bayaran untuk bunuh. Jadi saya terima dua surat. Satu surat faks dari orang keluarga ini : Tolong jangan sampai ketemu orang itu, dia mau dibunuh. Supaya dia selamat dia sudah jadi hamba Tuhan. Tapi ini orang bilang : Saya tidak takut mati, kalau mati untuk Yesus nggak apa-apa. 

Jadi saudara-saudara, ada satu pihak sedang dalam problem. Satu pihak sedang dalam nyanyian, sedang bersuka-cita bergembira, baiklah ia menyanyi. Nah, dua hal ini selalu bergantian. Kalau kita lagi ada problem - doa. Kalau kita lagi tidak ada problem, ada kemenangan sedang ada suka-cita - nyanyi. Ini perintah Tuhan. Berikutnya yang jadi persoalan adalah dalam ayat ke-14.

5:14 Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.         

Doa yang ditekankan, bukan minyaknya! Tetapi kita harus tahu sekarang apa artinya mengolesnya dengan minyak. Saya senang dengan salinan ini karena salinan mengoles ini adalah salinan yang paling benar dari bahasa asli. Saudara-saudara, kata mengoles itu bahasa Yunaninya alepsantes, yang bersifat medical atau mengobati. Jaman dulu kan belum ada dokter seperti sekarang. Jaman dulu pengobatan tidak seperti sekarang. Obat satu-satunya yang dikenal dan terkenal adalah minyak zaitun. Sampai sekarang minyak zaitun dipakai untuk memasak karena dianggap minyak yang paling sehat. Tetapi jaman dahulu, saya membaca keterangan dari Yosephus, pernah Herodes pada akhir hidupnya sebelum dia meninggal, dia merendam dirinya pada minyak zaitun karena dia mengalami satu sakit. Jadi minyak zaitun jaman dulu adalah minyak yang dibikin sebagai pengobatan. Bahkan ini minyak dipercaya sebagai obat stroke, obat lumpuh tadi. Jadi untuk kalau ada stroke itu jaman dulu mereka minyaki dengan minyak zaitun. Jadi 'mengoles' dengan minyak ini, ada bicara berhubungan dengan medical, berhubungan dengan minyak yang untuk mengobati.    

Nah, kalau urapan, pasti Yakobus tidak memakai kata alepsantes tetapi memakai kata krio, karena krio artinya mengurapi. Tidak ada hubungan dengan krio kata mengoles disini tapi berhubungan dengan medical, medicine, pengobatan. Saya berulang-ulang supaya saudara jelas. Jadi kata mengoles disini tidak ada hubungan dengan agama, tidak ada hubungan dengan Tuhan, tidak ada hubungan dengan kepercayaan - dia hanya hubungan dengan medical. 

Kita lihat contohnya dalam Lukas 10. Dalam Lukas 10, kita membaca ayatnya yang ke-30. 

10:30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. 
10:31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. 
10:32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. 
10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. 
10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur.

Jadi ini minyak dipakai juga untuk mengobati luka, ya. Minyak jaman dahulu memang dipakai untuk mengobati luka. Dan supaya saudara tahu orang Samaria tidak ada hubungan dengan agama. Seharusnya saudaraku yang bawa minyak itu adalah Lewi tadi sama imam. Tapi imam ini malah menjauhi orang yang kena pukul ini. Justru orang Samaria. Tetapi kenapa orang Samaria yang membawa minyak? Itu bukti bahwa memang minyak ini tidak ada hubungan dengan agama, dengan kepercayaan.

Bukti yang kedua. Kita lihat Yesaya 1 
1:5 Di mana kamu mau dipukul lagi, kamu yang bertambah murtad? Seluruh kepala sakit dan seluruh hati lemah lesu. 
1:6 Dari telapak kaki sampai kepala tidak ada yang sehat: bengkak dan bilur dan luka baru, tidak dipijit dan tidak dibalut dan tidak ditaruh minyak. 

Saya rasa cukup. Satu Perjanjian Lama, satu Perjanjian Baru membuktikan minyak dipakai untuk pengobatan. Jadi kembali kepada Yakobus, ini kata yang paling tepat mengoles dengan minyak yang ada hubungannya dengan medical, medicine, pengobatan, bukan hubungan dengan agama. Kalau minyak urapan itu dipakai kata krio dan tidak dipakai kata krio disini. 

Jadi kalau saudara-saudara dimana kapan, seperti saya ketemu di Singapur ada ibu bawa-bawa botol kecil. Apa itu? Minyak urapan. Kenapa, saya bilang? Ini kalau pusing-pusing kepala, ini pakai minyak urapan. Duh, minyak urapan itu bukan PPO, minyak urapan itu bukan minyak yang ditaruh di botol bukan. Bukan. Jauh panggang dari api. Kecuali kalau memang pendetanya nggak sekolah alkitab. Bukan itu minyak urapan, ya. Tidak. Bukan itu. 

Dan puji Tuhan saudara, anak-anak Tuhan jemaat kita tidak ada yang terbius, tidak ada yang terbawa-bawa. Dan ini kacau, ya. Karena yang ditekankan oleh Yakobus bukan minyak - doa. Ada yang sedang dalam problem, hendaklah dia berdoa. Ada yang sedang bergembira, hendaklah dia menyanyi, ada yang lagi batuk, tahan batuknya. Ada yang sedang dalam kesusahan - berdoa, karena doa ini obat. Tetapi kalau badan, panggil tua-tua untuk doa tapi untuk pengobatan, ya oles saja dengan minyak. Dan minyak zaitun ini luar biasa. 

Saudara ingat Mazmur 23. Saya tidak ada ... bolehlah kita bacalah. Mazmur 23, bagaimana saudaraku

23:1 TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. 
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; 
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. 
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. 
23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; - Nah, disini ayat 5b - Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Nah, ini kepala diurapi dengan minyak. Pada waktu domba-domba itu saudara, sakit. Ada semacam lalat suka nempel-nempel dihitung domba. Itu lalat membawa semacam belatung begitu kecil dan itu belatung dalam lendir domba itu dia naik sampai dirongga kepala. Dan kalau sudah sampai di rongga kepala itu, itu domba seperti jadi gila. Dia tabrak sana tabrak sini tabrakkin kepala di batu ..  dan bisa mati. Gembala yang baik, begitu lihat dombanya sedang kacau begitu, dia pegang itu domba meronta-ronta, dia ambil minyak dia tuang diatas kepalanya dia tuang itu, diurapi. Heran nggak tahu bagaimana, ini minyak zaitun ini dituang diatas kepala domba, domba itu tiba-tiba tenang. Dan entah bagaimana karena itu minyak terhisap tercium baunya, itu ulat mati. Dan akhirnya keluar ikut lendir hidung domba, dia keluar sudah mati. 

Jadi ada arti rohaninya tetapi ini memang dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru minyak ini dipakai untuk pengobatan. Apa yang sedang Yakobus bicara lebih lanjut, kita kembali kepada Yakobus, yaitu dalam doa. Ayat 14.  

5:14 Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. 
5:15 Dan doa - Bukan 'dan minyak' - yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. 

Tujuan doa bukan cuma sakit sembuh. Seperti tadi yang bersaksi dia periksa diri apa salah saya. Kalau sakit itu kita harus berdoa sampai Tuhan membangkitkan kita. Jadi bukan cuma tubuh saja yang sembuh, jiwa kita roh juga disembuhkan sama Tuhan. Mungkin kita, mungkin ini hanya contoh ya, mungkin kita nggak baik sama istri, itu saja bisa bawa penyakit. Sakit. Karena sakit itu ada datang dari Setan, sakit itu ada yang dibiarkan diijinkan Tuhan seperti Ayub, tapi ada sakit yang salah kita. 

Coba saja saudara makan daging babi terus daging babi saja, makan pagi siang sore babi cin, babi hong, babi cin, babi hong, ko acin temannya si u hong. Terus saja. Kalau nggak darah tinggi. Seperti pendeta di Manado badan sudah 104 kg. Aduh, saya mah garuk perut begini, dia mah garuk perut begini. 104 kg. Makan sate itu tusukkannya saudaraku besar begini panjang begini. Sate itu tawaknya itu minyaknya. Dia makan minyaknya saja. Jemaat ada dokter : Oom, ingat darah tinggi, oom. Oh, darah Yesus lebih tinggi. Ya, dokter nggak bisa apa-apa kalau pendetanya sudah ngomong darah Yesus lebih tinggi. Begitu kena stroke, dia menangis. Nah, saya mau tanya : Pada waktu dia stroke, itu dari Setan atau bukan? Bukan, bukan dari Setan sakitnya - itu dari gelojoh.

Saya punya ayah angkat sendiri Oom Titus Yuwono, Yu Tjin Guan di Temanggung, itu ayah angkat saya. Tiba-tiba saja dia stroke. Waduh, kita cepat-cepat datang. Ada apa nih? Kita panggil dia papih. Sama papah saya juga papah, ini panggil ayah angkat papih. Kenapa, pih? Stroke. Mih, kenapa si papih sampai stroke begitu? Itu loh Yo, si papih itu makan duren enam. Ya, 65 tahun makan duren sampai 6 habis semua. Bukan 6 biji begini  - 6 buah. Stroke, gula tinggi naik. Wah, banyak hamba Tuhan datang doakan dia, dia latihan lagi sama dokter. Sembuh. Heran sembuh. Eh, saya dapat telegram lagi: Meninggal! Saya datang. Kenapa meninggal? Ya, Yo, si papih makan duren lagi enam. Bukan Setan. Itu dari gelojoh, dari salah sendiri. Dari nafsu sendiri. 

Itu kembali lagi kepada pembacaan ini: Ayat 15   
5:15 Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. 

Di Jakarta saudara ada satu bapa namanya bapak Suhaeri. Dia kerja di Daehatsu. Boss. Berapa tahun yang lalu saya bikin KKR didekat pabrik Aqua ada gedung. Saya bilang setelah kebaktian mari yang ada keperluan maju ke depan, yang sakit maju ke depan. Taruhlah tangan saudara pada bagian tubuh yang sakit. Saya lihat pak Suhaeri ini pada waktu itu belum saya kenal dia, dia pegang lehernya. Saya kira batuk saudara. Kalau memang saya tahu ada yang sakit batuk, wah saya paling berani deh kalau doain orang yang batuk. 

Saya tidak tahu bahwa pak Suhaeri ini kanker tenggorokan yang dokter bilang umurnya tinggal 3 minggu. Suara sudah tidak ada sudah tidak bisa bicara. Dokter cuma bilang 3 minggu lagi. Pegang. Dalam nama Yesus sembuh. Saya kira batuk. Sudah lewat saja. 3 bulan kemudian dia bersaksi dalam kebaktian saya : Ini pak Awondatu ini pasti dia nggak kenal saya. Tapi saya tidak bisa lupa dia yang doain saya. Waktu dia didoakan katanya dia pulang langsung bisa bicara. Waktu dia bisa bicara dia ketemu dokter, dokter kaget : Kok, bisa bicara bapak. Makan obat apa? Nggak makan obat apa-apa. Makan obat Yesus. Dia sembuh. Lalu dia masuk rumah sakit. Keluar rumah sakit, cari orang-orang kanker. Pak Suhaeri ini. Sampai di Kalimantan ada kolonel orang muslim dia kanker. Dia bilang : Bapak kanker perut, saya kanker tenggorokan. Tuhan Yesus sembuhkan kalau bapak mau percaya. Dia doa - sembuh. 

Jadi yang ditekankan doa. Dia undang saya di Perth lalu kita bikin kebaktian disana. Baptis orang ada 7-8 jiwa pertama yang kita baptis di Perth. Sekarang sudah banyak gereja. Dia siapin uang 300.000 US$. Bikin gereja pak disini. Saya siapkan saya bangun gereja. Ijin gampang. Saya lapor sama atasan, ngomong nggak-nggak. Akhirnya gereja lain yang dibangun. Tapi saya tidak bisa lupa orang ini begitu semangat. Kenapa? Doa orang yang benar menyelamatkan orang sakit. Jadi kalau saudara sembahyang saudaraku, tujuannya bukan sembuh dulu tapi itu jiwa orang itu musti selamat dulu. Selamat dulu. Dikatakan akan membangunkan dia dan jika dia telah berbuat dosa maka dosanya akan diampuni. Luar biasa doa ini. 

Doa menghalangi dosa. Doa mencegah kita berbuat dosa. Tapi dosa mencegah kita berdoa. Orang yang rajin berdoa dia sanggup mengatasi godaan dosa tapi orang yang malas berdoa mustahil dia bisa berdiri teguh kalau dia digoda. Itu sebabnya haruslah kita rajin berdoa supaya kita bisa berdiri waktu digoda oleh dosa. Sebab genderowo sekarang bukan kuntilanak yang bolong bokongnya kik .. kik .. kik .. kik ... ada dipohon, tidak, kuntilanak sekarang pakai rok mini. Dan saudaraku ini lebih berbahaya, ya karena tidak lagi ada taring tetapi memakai lipstick.  

Di Manado ada seseorang, dia baru keluar sekolah pastor. Naik bis di Manado terus ke Tomohon itu lewat satu daerah namanya Tinohol. Jaman dulu belum ada mobil seperti sekarang jadi masih bus, masih oper gigi. Ngg .. ngg .. ngg .. nanjak belokan begini. Mulai dari Manado panas sampai dingin silir. Ini pastor kebetulan duduk, disebelah kanan gadis disebelah kiri gadis. Pastor ini kan lelaki. Waktu dia duduk pertama di jalan lurus, dia udah berdoa : Tuhan, jauhkanlah hamba dari segala jenis percobaan. Tapi begitu sudah sampai di tikungan, di tikungan ini ngantuk nih gadis. Jadi yang kiri nyender ke kanan, yang kanan nyender ke kiri, dia doa lagi : Tuhan, jauhkanlah dari segala jenis percobaan. Ditikungan patah, si supir nggak sengaja ngerem mendadak ... gabruk aja gadis ini jatuh dipangkuannya. Ini pastor angkat tangan : KehendakMu jadilah! Inilah beratnya godaan itu. Kembali saya mau katakan kepada saudara hanya dengan doa kita bisa saudaraku bisa mengatasi dosa. Ayat 16. 

5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. 

Dengan kalimat pertama : Hendaklah kamu saling mengaku dosamu berarti saya ada kekurangan saudara ada kekurangan. Jadi kita musti banyak sabar. Saya sabar sama saudara, saudara musti sabar. Saya musti banyak nauin. Saya nauin saudara, saudara nauin saya. Saya musti banyak memaafkan. Saya banyak memaafkan saudara, saudara memaafkan saya. Karena kita ada salah. Saling mengaku dosa. Ada kekurangan kita. Ada banyak kekurangan, ya. 

Namanya saja manusia. Kita pakai manusia sudah memakai 50% dari kata sia-sia. Kita manusia, udah ada 'sia' nya. Sia-sia itu 100%, kita sia dipakai satu. Lalu kita marah-marah: Sia teh kumaha. Geus 100%. 

Jadi kembali lagi kepada kita manusia itu sudah 50% sia-sia. Jadi saudara-saudara marilah kita saling mengaku salah. Ya, sudahlah, ayo kita saling bersatu saling mendoakan supaya kamu sembuh. Kenapa harus saling mendoakan? Saya tidak bisa jalan tanpa saudara, saudara tidak bisa jalan tanpa saya. Tangan ini, dia  memerlukan otak. Otak memerlukan tangan. Kalau gatal kepala, ini tangan yang garuk, bukan kaki. Ini tangan nggak bisa terpisah. Ini tangan nggak bisa berkata: Sayalah tubuhnya Awondatu - nggak bisa. 

Jadi saudara, kembali kita ini saling mendoakan supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar - jadi bukan doanya dulu - orangnya dulu yang musti benar. Doa orang yang benar bila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya. Salinan lain berkata: Doa orang yang benar bila didoakan dengan sungguh-sungguh sangat besar kuasanya.

Jadi belajarlah saudara berdoa itu sungguh-sungguh. Jangan seperti capung cebok. Kenapa kita bisa nonton bola 1.5 jam, sembahyang cuma 5 menit. Nonton sinetron, sampe nangis-nangis lagi nonton sinetronnya 1 jam,  sembahyang 5 menit. Sewa film beli vcd nonton film melotot 1.5 jam, doa 5 menit. Bagaimana ada kuasa kita punya doa. Saya dulu angkat besi saudara. Pada umur 19 tahun saya angkat besi. Waktu saya angkat besi di klub saya ini ada tulisan : Sehari sehelai benang setahun sehelai kain! Nggak mungkin saya begitu masuk hari pertama terus ... langsung segede kelapa - nggak mungkin. Waktu satu hari itu nggak ada apa-apa cuma keras-keras begitu saja. Guru saya bilang nanti setelah 3 bulan baru kelihatan. Betul saja. Setelah 3 bulan kelihatan. Sdr Lie Fa Tjong mungkin sudah lupa tapi dia yang bilang sudah jangan angkat besi lagi jelek di mimbar kaya begini, jelek. Sudah. Tiga bulan kelihatan.

Demikian juga doa. Doa kalau cuma .. kalau saya angkat besinya ... ah udah, udah latihan. Berapa kali? Tiga kali. Hayo musti sampe itu, katanya, Darwis bilang, musti sampe ... eegh eegh hampir nggak kuat - nah, itu yang jadi. Demikian juga doa. Kalau cuma ... amin, Tuhannya juga baru : Apa? - dia sudah pergi lagi itu anak. Baru mau didengar sudah pergi lagi. Mari saudara-saudara tingkatkan doa karena kalau saudara tidak berdoa yang rugi bukan saya - saudara. Dan kalau saudara berdoa yang untung bukan saya - saudara. Anda yang beruntung kalau anda berdoa. Dan anda yang rugi kalau anda tidak berdoa. 

Yang sedang ditekankan disini saudaraku adalah doa. Doa orang yang benar bila yakin didoakan sangat besar kuasanya. Lalu dia pakai nama satu nabi: Elia. 

5:17 Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. 
5:18 Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya. 

Lalu saudara berkata : Tapi kan itu mah nabi, oom. Ayat ini berkata : Elia sama sifatnya dengan kita. Apanya yang beda? Doanya. Kita tidak berdoa seperti Elia. Dia berdoa sungguh-sungguh. Kalau kita jadi kristen cuma tahu sembahyang makan, sembahyang tidur, sembahyang bangun tidur - ya, kekristenan kita saudaraku adalah kekristenan yang sangat .. sangat cetek. Kita harus tingkatkan doa kita. Jangan seperti cerita yang saya pernah saya cerita. Satu pendeta yang sudah jarang berdoa. Pendeta sudah jarang berdoa. Hari Sabtu mustinya dia siapkan khotbah, dia malah berburu ke hutan. Di hutan dia ketemu singa. Heh .. dia gemeter. Jatuh senjatanya. Singa didepan. Tapi ingat Yesus : Yesus, tolong. Udah nggak bisa jalan. Singa bukan kucing. Kalau herder masih berani dah. Yesus tolong. Tapi kok dia nggak diterkam, nggak diapa .. dia buka mata pelan-pelan. Dia bingung singanya lagi sembahyang. Wah, dia bilang : Waduh Tuhan, terima kasih, saya ketemu singa kristen. Singa buka mata dan dia manggut manggut : Memang aku singa yang baik dan singa yang baik selalu sembahyang sebelum makan. Ceritanya hanya sampai disitu tetapi itu mengajar kita supaya kita tahu belajar untuk berdoa. 

Berdoalah waktu pagi .. Berdoa juga waktu siang .. Waktu masuk matahari .. Bikin hatiku senang. Tes 10 hari. 10 hari saudara sebelum buka toko, saudara berdoa dulu. Sungguh-sungguh berdoa. Atau tidak punya toko tapi ada usaha saudara doa. Baru saudara pergi ke usaha ke pabrik ke kantor atau buka toko saudara. Setelah 10 hari saudara coba jangan doa. Buka aja toko jangan doa. Jangan pakai dalam nama Yesus. Kalau nama saudara Joni, bilang dalam nama Joni. Bukalah itu toko. Dagang tanpa doa nanti saudara akan lihat bedanya dimana. Saudara nggak akan geunah, nggak akan damai, nggak ada ketenangan, nggak ada keteduhan. Mau naik becak takut, mau naik mobil ke luar kota .. karena kita tidak berdoa. Doa, doa. 

Ayat 19.

5:19 Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik, 
5:20 ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa. 

Saya ilustrasi pakai kegerakan. Saya orang dosa. Saya berjalan ke jalan yang sesat. Saya tidak tahu itu adalah satu dead-end. Satu dimana kita akan jalan mentok. Saya tidak tahu. Tapi tiba-tiba saudara mendoakan saya supaya saya itu tidak kena itu. Kasih tahu sama saya  : Waduh, ko Yoyo itu bahaya ... salah... berbalik. Oh iya, salah ya. Saya berbalik. Saudara nyelamatkan saya. Atau saudara tidak doakan saya, saya nabrak dulu ini. Nabrak dulu ini dead-end lalu saya hancur. Dan berbalik dengan salah, anak terhilang. Maka dikatakan ketahuilah jikalau seorang membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu. 

Di kebaktian saya di Jakarta ada satu ibu. Ibu itu datang ke kebaktian saya. Memang merah bibir. Pipi putih, mata biru - bendera Belanda. Ini halis sipat jembatan Semanggi. Saya kan terima semua gereja semua jemaat orang apapaun, saya terima masuk. Tapi orang pada bisik-bisik. Habis kebaktian ada ibu datang : Apa pak Awondatu tidak tahu itu? Itu siapa? Bapak Awondatu tidak kenal? Siapa? Ini tadi ibu yang disitu? Ya, kenapa? Itu GM. Saya kira General Manager. GM, GM mana? Germo. Ha? Sudahlah bu, dia kan cari kebenaran, dia cari Tuhan. Jangan bilang begitu sudahlah, dia terima Yesus, sudahlah. Tapi terkenal pak. Yesus kan cari orang yang salah. Biarin. Saudara tahu, ibu itu kirim anaknya di sekolah alkitab kita. Dan anaknya jadi hamba Tuhan yang luar biasa. Kok, nggak ada yang bilang haleluyah? 

Ada anak pendeta kena narkoba, ini anak GM jadi pendeta. Mana mau lebih untung? Anak pendeta kena narkoba, anak GM tapi sudah bertobat sekarang, jadi pendeta, mana yang lebih baik?     

Jadi saudara, kalau ada orang salah lalu berbalik mesti senang puji Tuhan. Kalau ada orang salah dia ada di gereja, aduh senang puji Tuhan dia masih mau ke gereja. Sebab diajar jalan kebenaran, ya. Jangan ngutukin anak kita : Si jomblo, si perawan tua ... jangan, jangan. Dasar nggak laku -  jangan ngomong begitu. Saya tahu di Cianjur nggak, tapi saya suka dengar. Nyebut istri si nenek-nenek, mamanya anak-anak, neneknya cucu-cucu nih. Aduh jangan. Saya aja kalau minta cium dari istri selalu pakai bahasa Korea : Sun dong, Yang. Selalu bahasa Korea. Kalau dia selalu memakai bahasa yang ada di Singapur ada satu toko : Sun, ah.

Jadi saudara, kembali lagi kepada Firman Allah. Kalau saudara melihat : Eh, disini ada botol-botol minyak. Botol apa, minyak apa nih? Minyak urapan. Jangan percaya. Kita nggak terima seperti itu, ya. Minyak urapan adalah bayangan minyak Roh Kudus dan yang tidak bisa dibotol-botolin, ya. Menyerahkan rumah, kita nggak bisa siram-siram dengan minyak. Apalagi orang mati bikin perjamuan kudus ditempat orang mati dikuburan, aduh nggak nggak .. nggak ada ayatnya.

Jadi kembali lagi kepada Firman: Doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, dosanya akan diampuni.  

Apa problem saudara malam hari ini? Apa persoalan saudara? Tidak ada persoalan yang terlalu berat untuk Tuhan. Bawalah kepada Dia dengan doa saudara, bawalah kepada Dia dengan membawa satu permohonan kepada Tuhan dengan doa kita. Mari pemain musik singer kita masuk didalam doa. Haleluyah. Kita berdiri bersama-sama. Jiwaku merindukanMu .. Ya Allah yang hidup ...

-- o --   

Minggu sore, 14 Juli 2002  

BERTOBAT

Selamat sore saudara-saudara, selamat berbakti lagi didalam nama dan kasih Tuhan Yesus Kristus. Saya harap saudara semua ada dalam keadaan yang baik dan tidak kurang satu apa. Mari kita membuka alkitab kita, untuk mendengar sebagian dari Firman Tuhan. Wahyu

2:1 "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu. 
2:2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. 
2:3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. 
2:4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. 
2:5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. 
2:6 Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci. 
2:7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat : Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah." 

Ayat yang barusan kita baca adalah satu dari tujuh surat yang dikirimkan oleh Tuhan melalui Yohanes kepada ketujuh sidang jemaat. Kalau saudara membaca ayatnya, pasal 1 ayat 20, persis diatasnya:

1:20 Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu : ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat.

Dan kalau saudara-saudara melihat lagi bahwa ayat-ayat ini berbicara tentang tujuh macam jemaat. Dan jemaat yang pertama adalah jemaat di Efesus. Nah, itulah sebabnya saya yakin bahwa Firman Tuhan itu adalah satu surat. Surat dari Tuhan kepada jemaat. Nah saudara-saudaraku, surat yang pertama kepada jemaat di Efesus ini diawali dengan satu pengirim - alamat pengirim. Inilah Firman dari Dia yang memegang ketujuh bintang di tangan kanannya dan berjalan diantara ketujuh kaki dian emas itu. Perhatikan ayat 1: Ia yang memegang ketujuh bintang, katanya. Menurut pasal 1:20 tadi kita baca, tujuh bintang adalah bicara dari tujuh malaikat atau tujuh gembala ada di tangannya. Kalau tujuh gembala ada ditanganNya, itu berarti: 

1. Gembala-gembala sidang ada pada tangan yang aman. Tetapi juga, gembala-gambala itu ada pada kontrolnya Tuhan. Jadi saya sebagai gembala sidang, dapat jaminan dari Tuhan, saya ada pada tempat yang aman. Tetapi juga saya harus mengerti, bahwa saya ini dikontrol oleh Tuhan, dikuasai. Nggak boleh saya semau-maunya saya.

Berikutnya dikatakan : Ia berjalan diantara ketujuh kaki dian emas itu. Kata berjalan memang dari bahasa aslinya, memang berjalan. Jadi Dia berjalan diantara ketujuh kaki dian, mempunyai arti: Dia berjalan diantara sidang jemaat. Nah, Yesus yang kita sembah ini bukan hanya melindungi gembala, mengontrol gembala, tetapi Dia juga memeriksa keadaan semua sidang jemaat, saudara dan saya, pribadi lepas pribadi. Beranilah saya katakan, bukan hanya soal rohani yang Dia periksa tetapi juga Dia periksa sampai kepada perkara-perkara jasmani. 

Nah, didalam ayat ke 2: Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu. Kontrol yang pertama, pemeriksaan yang pertama adalah dalam pekerjaan kita. Jangan saudara mengira bahwa saudara bekerja tuh nggak ada yang lihat. Tuhan itu nggak bisa dibohongi. Istri di rumah bisa dibohongi, suami bisa dibohongi, boss bisa dibohongi, direktur bisa dibohongi. Tapi Tuhan tidak bisa dibohongi! Itu sebabnya Dia berkata : Aku tahu segala pekerjaanmu : baik jerih payahmu. 

Jerih payah didalam bahasa Yunani dipakai kata kopos, yang artinya kerja yang banting tulang, yang capai, yang sangat berat, yang sangat, sangat, sangat kelewat batas, yang seharusnya jam istirahat, dia masih kerja - itu arti dari kopos. Siapa diantara saudara yang mengalami susah begini, lelah begini, bekerja, ya. Ada nyanyian: Jangan lelah ... Bekerja da ... da ... da ... Bagaimana kita bilang: Jangan lelah; Yesus bilang: Aku tahu kelelahanmu. Berarti kita bisa lelah, kita bisa cape. Yesus berkata: Marilah datang kepadaku, hai kamu yang lelah dan bertanggungan berat. Berarti kita bisa lelah. Mungkin lelah kita ini tersembunyi didepan manusia, tidak ada yang tahu kelelahan kita. Tetapi kopos ini tidak bisa disembunyikan dari Tuhan. Tuhan tahu cape hati. Ada dua kata: Jerih ... lelah. Saya ulangi, jerih lelah. Jerih itu cape batin, cape hati, kesal. Bahasa aslinya bete.

Lelah, itu yah saudara tahulah. Saudara kerja di kantor. Pulang kerja, aduh.... Istri bilang, ayo makan dulu. Aduh, nggak dah, saya mau istirahat dulu, cape, cape, lelah badan, cape. Saya nih kagum sama Tuhan, karena Tuhan tuh memperhatikan kelelahan kita. Nggak ada Tuhan seperti Yesus, yah saudara. Dia perhatikan sampai jerih lelah kita. Aku tahu, sampai dikatakan disana, baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Jadi jemaat Efesus ini bukan hanya aktif tapi juga tekun. Tekun itu keuyeung, hayoh terus kerja, tidak ada berhentinya, terus kerja, setia, tekun, tekun, rajin, terus. 

Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, engkau sudah mencoba mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka itu pendusta. Nggak bisa dibohongin oleh pendeta-pendeta palsu. Oleh pengajaran-pengajaran palsu, nggak bisa dibohongin. Nggak bisa dibujuk-bujuk, diundang-undang dia nggak mau datang, karena dia tekun. Dia tahu ajaran yang benar. Dia tahu ini nggak beres ini. Ini ajaran nggak beres. Dia tahu itu. Orang Efesus mengerti pelajaran palsu dan pelajaran yang benar. Bahkan dia mencobai orang-orang yang suka menyebut diri rasul, menyebut diri nabi, menyebut diri ... dan sebagainya. Tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.

2:3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku. 

Sabar didalam penderitaan. Jadi menurut saya ini jemaat, saudaraku, aduh sudah sempurnalah, kalau menurut saya. Sabar, tekun, jerih lelah, tidak mau berhenti, nggak ngomel, nggak, kerja, rajin, ada pelajaran palsu ngundang datang dikebaktiannya, dia nggak bisa datang, dia nggak mau datang, karena dia tahu ini pengajaran nggak betul. Dia punya pendirian, dia punya tulang punggung, dia punya fondasi kuat, kokoh. Ini jemaat memang dibangun oleh Paulus dan Apolos, saudara-saudara. Dan kuat sekali, luar biasa. Dikatakan : Dan engkau tidak mengenal lelah. Nggak ada capenya. Nggak ada capenya. Selalu kerja, selalu aktif, aktif, aktif, aktif. Jam kebaktian, dia sudah datang sebelum jam kebaktian. Sudah akhir kebaktian, doa berkat, dia masih tinggal di gereja. Dia datang sebelum jam kebaktian, dia pulang setelah jam kebaktian usai. Tidak ada lelah. Tidak ada yang suruh, dia beres-beres. Dia tidak cari muka. Dia tidak mengenal lelah. Nah, saudara, tetapi katanya Tuhan, menurut saya tadi saya bilang, ini jemaat aduh... jemaat yang aktif begini mah jemaat yang sempurna. Tetapi kata Tuhan, 2:4 : Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. 

Meninggalkan the first love, cinta pertama. Bahasa Yunani apistemi. Apistemi itu neglect, melalaikan. Begini saudara kalau saudara main layangan. Baru mau dinaikin layangan sudah kena pohon. Itu layangan bagus. Ya, sudahlah, putus saja. Nggak diperhatikan. Seperti itu neglected. Padahal baru saja naik, itu layangan bagus. Umpamanya seperti saudara beli saputangan baru. Baru dipakai jatuh dari mobil. Ya, bukannya berhenti pungut itu masih baru, ah, sudahlah jalan saja masih punya kita. Seperti itu. Kasih cinta yang mula-mula itu di-neglect, dibiarkan. Nggak open, tidak lagi diperhatikan. 

Nah, disinilah saya ingin bicara ternyata Tuhan melihat itu bukan banyaknya kerja bukan banyaknya lelah tapi yang Dia lihat itu kadarnya. Ini cincin 10 gram emas, ini cincin 10 gram emas. Sama beratnya tapi karatnya beda. Yang satu 24 karat, yang satu 18 karat. Saudara sudah tahu, yang mana yang lebih berharga.  Beratnya sama 10 gram, tapi kadarnya lain - berbeda. 

Orang kristen mungkin ke gerejanya bareung sama, bubarnya bareung, tepuk tangan bareung. Tapi kadar dihadapan Tuhan itu, Tuhan lihat bisa beda. Satu kali saya di Bondowoso, mau dibelikan bahan pakaian wool sama tante saya. Ayo Yo, kamu sudah KKR 5 hari, tante mau ajak ada langganan tante, orang India. Dia punya toko jualan kain wool. Ayo kesana. Saya diajak, tante sendiri yang ajak. Ini loh, ini saya punya keponakan, ini yang dituakan di keluarga Awondatu, ini Yoyo - dikenalkan sama orang India. Tolonglah kasih bahan wool yang bagus. 

Saya pegang satu wool, demen sekali saudara, pegang halus, ya. Orang India itu bilang : Jangan pak, itu palsu, jangan. Kaget saya. Kenapa pak palsu? Kalau bapak belum pengalaman memang saya akan kasih itu dengan harga tidak terlalu jauh beda, tapi saya akan untung besar bila saya kasih bahan ini. Dia gunting sedikit. Ini pak yang palsu saya bakar dulu. Dia bakar di lilin. Cium sama bapak, bau apa? Saya bilang: Ini bau kain terbakar. 

Nah, ini yang asli pak. Digunting sedikit, bakar. Bau apa? Saya bilang kok bau bulu biantang. Nah, ini yang asli. Yang palsu itu bulu binatangnya itu sintesis, bohong. Jadi waktu dibakar ternyata itu adalah cotton biasa, benang biasa. Jadi kalau dibakar baunya bau kain terbakar. Tapi kalau ini, wool ini bahan asli memang dari bulu domba. Maka baunya seperti bau kulit binatang. Ini yang asli. 

Dilihat dari jauh kita tertarik yang palsu. Tetapi yang sudah tahu, yang mengerti, dia lihat itu, no, no, kadar. Kalau saudara ingat berapa tahun yang lalu, kalau kita beli baju tetoron ada 65% cotton, 35 % tetoron. Atau 65% tetoron, 35% cotton, kapas,  yang enak dipakainya, nggak cepet kusut. Itu bagaimana bahannya. Demikian juga Tuhan memperhatikan kita. Bukan Dia lihat dari luar. Bukan Dia lihat dari kegiatan kita yang luar, yang toh-tohan, yang seperti hebat bagian luar, aktif diluarnya. Tidak. Dia lihat kadar, Dia lihat karat kalau emas, Dia lihat bobot. Apakah anda ini berbobot untuk diberkati Tuhan, lho. Karena Tuhan tidak berkati orang kristen sembarangan. Dia tidak percayakan berkat yang berkelimpahan kepada jemaat yang sembarangan. Ingat itu. Dia akan percayakan hidup berkelimpahan, berkat yang besar kepada yang Dia bisa percaya, kepada yang berkadar tinggi. 

Coba apa saudara percayakan kunci rumah, kunci kamar, kunci laci kepada pegawai saudara yang tidak dipercaya? Tidak mungkin. Saudara akan percayakan kunci, mungkin sampai kunci laci, kepada pegawai yang saudara yakin betul, percaya, bahwa dia ini bisa dipercaya dan jujur. Kadar, saudara-saudara. Sayang usahamu, katanya, kadarnya itu nggak ada. Yang aku lihat itu, first love mu tuh nggak ada. Jadi kalau air itu nggak sampai 100 derajat celcius mendidihnya. Cuma sampai 60 derajat, 70 derajat sudah, 50 derajat sudah, 30 derajat sudah. Hangat-hangat kuku, tidak panas. Cintamu tidak sungguh-sungguh kepadaKu. Inilah yang membedakan antara berkat yang berkelimpahan dan yang tidak. Saya tidak yakin anak Tuhan yang sungguh kepada Tuhan, Tuhan lupakan. Tuhan akan jaga, Tuhan akan pelihara karena Dia tahu segala pekerjaan kita. Dia tahu segala kadar kehidupan kita. 

Ayat ke 5: Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! 

Betapa dalamnya engkau telah jatuh. Saya tahu di Jakarta ada 'pendeta' - dalam tanda kutip ya - bukan hamba Tuhan, tapi pendeta. Dia bilang sama jemaat, baru meninggal sekarang. Dia bilang sama jemaatnya : Saya dengar suara Tuhan tadi malam, saya musti cerai sama istri saya. Dan jemaatnya bilang : Amin. Istrinya hancur hati langsung pindah ke Netherland. Dalam satu tahun, rambut istrinya yang ikal itu, yang hitam itu, putih semua - dalam satu tahun. Stress. Dan si 'pendeta' ini, hidup dengan lima wanita yang tidak baik, lima wanita lain. Ada jemaat, tapi gerejanya yah begitu. Baru meninggal. Jatuh dong. 

Tadi pagi, habis kebaktian pagi, saya pulang ke rumah karena nggak ke Jakarta saya, biar mantu saya yang pergi sama anak saya. Saya kaget buka handphone saya, ada sms. Dua puluh sms dari orang yang sama dan saya kenal orang itu. Dia minta ingin bertemu dengan saya dan ingin membawa hadiah untuk saya. Tetapi ditengah-tengah sms dia bilang: Saya sudah salah kepada Tuhan. Saya terjerat olah kelakuan saya sendiri. Saya tidak dengar nasehat dari oom. Sekarang saya jadi TO, target operasi. Saya dicari-cari, di Manado, di Surabaya, di Jogja, di Semarang, di Jakarta, saya dicari-cari. Dan sekarang saya menjadi budak inex, salah satu obat. Tolonglah, oom. Sebagai hamba Tuhan, cuman oom yang saya percaya bisa tolong, karena dia mimpi katanya. Dia mimpi ketemu saya, saya ajak dia ke Amerika. Dalam mimpi itu saya suruh dia minum satu air. Kalau kamu minum air ini, kamu tidak akan haus lagi, saya bilang. Jadi dia bilang, kasihlah air yang saya kasih dalam mimpi itu. Saya bilang : Kamu yang mimpi, saya nggak tahu air yang mana. Jatuh, kan? Jatuh lagi.

Saya dihubungi oleh bapak ketua umum, bapak Mandey untuk dua hamba Tuhan, dua 'pendeta' yang  jatuh. Bahkan kemarin ketika ibu Siu Lie meninggal, oom Hanni telephone lagi saya, tanyakan lagi itu satu hamba Tuhan itu, bagaimana itu? Harus ditindak. Saya bilang: Itu bukan urusan saya. Saya bukan ketua MD. Saya suruh tindak. Jatuh kan? 

Tetapi, saudara, kejatuhan dari cinta pertama - itu jauh lebih dalam dari kejatuhan-kejatuhan yang saya cerita tadi. Kalau kita jatuh dari cinta pertama, sampai kalau ke gereja itu kita nggak ada lagi gairah, tidak ada lagi kontak batin dengan Tuhan. Saya pernah cerita kepada saudara, saudara bisa ngomong 1000 x haleluyah dengan tersenyum tetapi saudara juga bisa berkata 1 x haleluyah keluar tetesan air mata. Saudara bisa menyanyi puluhan lagu, berpindah-pindah lagu, macam-macam lagu dan saudara tidak rasa apa-apa. Tapi saudara bisa nyanyi satu lagu saja saudara sudah keluar air mata. Apa lagunya yang bikin saudara nangis? Bukan. Lagunya nggak ada kuasa.

Yang ada kuasa adalah cinta saudara yang mula-mula itu bikin kontak dengan Tuhan. Saya nggak bisa bikin. Saudara. Kan cinta. Kalau saudara bilang: Pak Awondatu tolong bantu doa ya, untuk usaha saya. Saya bisa. Tuhan Engkau tolong bapak Tjuan, mau dapat cuan dalam keuntungannya, Tuhan tolong. Kebetulan ibu saya namanya juga Tan Tjuan Nio. Tuhan tolonglah. Oom, tolong saya mau masuk sekolah untuk doakan supaya diterima. Tuhan tolong saudara Alex mau masuk sekolah, Tuhan biarlah dibukakan jalan. Bisa. Tapi saudara nggak bisa begini : Oom Yoyo, tolong sembahyang kepada Tuhan, kasih tahu sama Tuhan bahwa saya cinta kepada Dia - nggak bisa. Tuhan Yesus, saya mewakili sus Kuan, dia bilang dia cinta kepadaMu, Tuhan. Nggak bisa. Tuhan bilang : Kalau dia cinta, dia sendiri yang nyatakan kepada Saya.

Lain kalau kita lagi pacaran dulu. Eh, salam ya sama dia, salam ya, salam. Udah disampaikan belum? Disampaikan. Bagaimana reaksinya? Kita tunggu reaksinya. Itu salam. Apa kita mau salam-salaman sama Tuhan? Oom Yoyo, oom Yoyo kasih salam sama Tuhan. Nggak bisa. Saudara sendiri kasih tahu sama Dia, saudara cinta nggak sama Dia? Sayang nggak sama Tuhan? Kalau saudara nyanyi, bagaimana saudara mau nyanyi tepuk tangannya seperti ini. Mungkin Tuhan bilang di Surga: Hei malaikat, itu berkat yang buat itu tarik lagi. Dia mau-mau nggak nyanyinya, tepuk tangan bukan ... karena nggak sungguh-sungguh. Coba kalau saudara sungguh-sungguh sama Tuhan, ya. Sungguh-sungguh sama Tuhan, minta kepada Tuhan dengan cinta yang besar. Allah kita ini bukan hanya Allah iman tetapi Dia juga Allah kasih. 

Kita buka satu ayat didalam Galatia 5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. 

Jadi Allah kita bukan hanya Allah iman, kita dekati Dia dengan iman. Tidak. Dia didekati juga oleh karena kasih. Itu sebabnya kita harus punya hikmat, harus punya kepandaian. Kita menghampiri Tuhan bukan hanya dengan iman tapi juga Tuhan lihat kita ini mengasihi Dia apa tidak. Harus ada hikmat.

Nah, bicara hikmat saya kasih ilustrasi. Satu kali Habibie ke Madura. Orang Madura protes: Bapak Habibie, katanya bapa Habibie janji mau bikin jembatan, mau bikin jalan terusan dari Surabaya sampai Madura. Kok nggak bikin? Habibie bilang begini: Maaf ya, persoalannya bukan uang, persoalannya bukan apa, tapi SDM - sumber daya manusia. Apa maksudnya SDM? Iya, sumber daya manusia. Maaf, orang Madura ini kurang pandai. Nggak berani dia bilang bodoh. Kurang pandai. Bagaimana kurang pandainya kita? Mana mungkin orang Madura bisa kurang pandai? Nah, ini saya kasih contoh. Coba sekarang ini ada tiang bendera, katanya Habibie. Coba ukur tingginya berapa meter? Orang Madura ambil tali rafia, ikat di belakang, dia naik, dia panjat itu tiang bendera. Begitu sampai tiang bendera, dia cabut tali rafia, dia taruh diatas, dia melorot turun .. rrrrtttt .. dia ukur dia tarik ukur. 6.5 meter, pak Habibie. Nah, itulah salahnya, katanya Pak Habibie. Itulah kurang pandainya. Harusnya bagaimana? Harusnya tiang bendera ditidurkan, terus diukur - nggak usah dipanjat. Wah, orang Madura protes: Tadi pak Habibie bilang ukur tingginya, kalau ditidurkan itu bukan tinggi tapi panjangnya. Jadi yang mana yang pandai, yang mana yang bodoh, saudara sendirilah yang jawab. 

Betapa sekarang saya ingin beritahu kepada saudara, segala sesuatu harus dengan juga hikmat. Bukan hanya dengan iman kita mencari Tuhan, tapi juga harus dengan kasih. Dengan iman, dengan iman, dengan iman, tapi nggak ada cinta buat apa? Orang berperang, saudaraku, untuk tanah air, itu jangan nggak boleh dengan semangat saja, harus ada patriot itu, mencintai tanah air - ada cinta kepada tanah air.  Maka bergereja juga, saudaraku, dasarnya itu bukan hanya iman menerima keselamatan tapi harus ada cinta kepada Tuhan! 

Berikut. Kembali kepada Wahyu 2 dan kita akan membaca ayat berikutnya : Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. 

Bertobat dalam bahasa Yunani digunakan kata metanoia artinya berbalik. Jadi kita sudah salah nih, kita sudah salah, berbalik, metanoia, bertobatlah, berbalik, jangan terus salah. Jangan begini, saudara. 

Ada dua macam pertobatan. Satu pertobatan pikiran, satu pertobatan perbuatan. Dalam bahasa Inggris itu ada repent, ada converted, ada convertion. Nah, kebanyakan orang bertobat di pikiran. Begitu dia denger Firman Tuhan, iya yah, gua udah salah. Dia jalan salah nih, dia dengar Firman Tuhan. Jalan kamu itu salah. Iya yah, kita salah nih. Bertobat dong dia dalam pikiran. Sadar dia sudah salah, tapi terus disitu. Aduh, salah ya. Tapi terus. Salah ya. Terus. Maksudnya Tuhan: Bertobatlah - itu metanoia, berbalik, bertobat, berhenti, berbalik. Itu salah. Biarpun kelihatan ada bunga tapi dibelakang bunga ada jurang, salah, jangan, kata Tuhan. Berbalik saja. Dan lakukan kembali pekerjaan yang mula-mula. Dulu suka bikin apa sama Tuhan, yang sekarang saudara nggak kerjain lagi? Dulu suka doa, kenapa sekarang nggak? Dulu suka puasa, kenapa sekarang tidak? Dulu suka memberi, kenapa sekarang tidak? 

Jadi kalau saya katakan memberi itu bukan hanya dengan benda. Saudara bisa memberi kasih, memberi perhatian, memberi diri kita kepada Tuhan. Datang dari kata taobat. Taobat itu singkatan dari tak akan mengulangi perbuatan, taobat. Tak akan ulangi perbuatan, taobat. Tapi sayang seringkali pertobatan kita hanya pertobatan sambel. Ih, lada pisan, ieu teh ampun. Maaf ya saya pakai istilah orang di Cianjur, aduh ampun ieu teh lada-lada teuing, euh...cadu urang mah moal makan-makan deui sambel, lada, kahuruan ieu mah, kahuruan, coba cai panas, cai panas. Aduh, keluar keringet. Minum, biwir ge meuni ka jeuding. Aduh ieu mah ampun, heuh. 

Besok makan, begitu dua suap, aya sambel? Apan kamari geus ngomong, cadu moal makan-makan  deui, moal, nggak akan makan lagi, tiga hari tiga malam nih bengkak. Tapi begitu besok makan, ada sambel? Itu namanya pertobatan sambel. Nggak mau lagi berbuat karena sakit. Nggak mau lagi berbuat karena ketahuan. Nggak mau lagi berbuat tapi tidak ada perubahan di hati. Begitu ada kesempatan, dia berbuat lagi. Tuhan inginnya metanoia -  berubah. Kembali saya tekankan tadi, Tuhan nggak mungkin memberkati saudara kalau Dia tidak percaya saudara. Berbuatlah sampai Tuhan mempercayai anda, supaya Dia bisa memberkati saudara, dan saudara bisa tenang diberkati oleh Tuhan. 

Kembali lagi. Jika tidak demikian, jika tidak bertobat, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya. Kaki dian adalah satu-satunya sumber terang jaman dulu di satu ruangan. Tidak ada lampu, tidak ada petromaks, tidak ada seperti sekarang ini, tidak ada. Hanya kaki dian, terdiri dari tujuh atau sembilan pasang lilinnya - itulah kaki dian. Dengan adanya kaki dian, semua tempat-tempat yang ada disekitar itu kelihatan, kita jalan tidak terantuk, itu kaki dian. Tapi katanya Tuhan, kalau kamu tidak mau bertobat, tidak mau berubah, tidak mau kembali, Aku nanti angkat kaki dian. Dengar, saudara dengan nyeleweng, dengan selingkuh, saudara bunuh diri. Saudara menutup rejekimu diatas usahamu sendiri. Saudara jangan main-main seperti Simson. Ah ... nggak apa-apa tuh, saya sudah sama Delilah kok, nggak apa-apa tuh. Masih, endog ge sagede keneh, leungeun ge sagede kalapa keneh. Uh, eng, ing, eng, masih keneh. Saudara yang bermain-main dengan dosa, jangan nanti sudah terlambat, kecewa, saudara udah nggak bisa lagi ketulungan. 

Satu kali ada seekor buaya baru makan kerbau yang lewat. Udah kenyang dia, separoh bangkai kerbau ditaruh dibawah sungai, dia udah kenyang, dia kedarat, dia buka mulutnya, dia jemur mulutnya. Namanya saja buaya. Nah, inilah manusia sering kali mengada-ngada, seringkali ada lidah buaya. Padahal buaya nggak ada lidah. Buaya ini buka mulutnya. Ada burung, terbang. Burung ini tempatnya tuh diatas, terbang - bukan dimulut buaya. Dia terbang diatas itu, dia makan apa diatas. Tapi dia tertarik dibawah ini ada mulut buaya, dia terbang kebawah. Buaya lagi tidur. Disela-sela gigi buaya itu ada daging-daging makanan sisa. Ah, ini burung dia mulai jalan-jalan masuk dimulut buaya, mulai patuk-patuk. Saudara-saudara nya, temen nya, cihu nya, mei hu nya, tukang tahu nya, semua : Hei ... come on, come on, jangan disitu, Unyil. Jangan, maju, itu mulut buaya. Hau ce, hau ce, hau ce, hau ce. Hayo, itu mulut buaya, terbang, kita diatas jangan dibawah, kamu kok, aduh, ... bangke itu bangke, jangan dimakan, aduh. Hau ce. Dia bilang hau ce, dia mau ambil daging, salah patuk. Dia patuk mulutnya. Buaya kaget, reflek, dia nutup. Mati. 

Nah, kita seringkali begitu. Udah penuh Roh Kudus, sudah ada sayap, kita mustinya terbang tinggi, masih main-main dimulut buaya. Nah, buaya sekarang yang paling berbahaya tuh, buaya darat. Uh, ... buaya di sungai kita udah nggak ada lagi, walaupun kaos kita nih cap buaya, saudara, crocodile. Tapi yang bahaya tuh buaya darat. Memang lidah tak bertulang .... Buaya timbul disangka mati, kata gambang dari Semarang. Nah, ini bahaya. Nah, orang Cianjur kan sudah tahu, kalau ada yang ngegombal-gombal - awas tah buhai. Saya tuh nggak ngerti, apa itu buhai? Buaya. Awas tah, buhai tah, buhai. 

Dan heran, kita nih seringkali, khususnya gadis-gadis, wanita-wanita, seneng digombalin. Kalau aku menikah dengan kamu nanti, aku akan bikin istana gading diatas awan-awan dan aku akan memetik bintang dilangit dan akan kusuntingkan diatas rambutmu yang ikal mayang. Hutang di warung kopi can dibayar tah. Wah, aku petik bintang dilangit. Tah buhai teh kitu! Hati-hati, saudara. Euh, ... apalagi kalau gadis-gadis, wanita-wanita punya uang, punya rupa, euh ... Kita lelaki-lelaki, pemuda-pemuda, pria-pria, hati-hati sekarang. Sekarang sudah bukan jaman Siti Nurbaya. Kalau jaman Siti Nurbaya masih orang membawa bunga melati, bunga nirwana. Ayeuna mah, awewe ayeuna mah embung bunga nirwana, embung bunga melati - hayang bunga deposito. 

Nah, itu sebabnya, saudara-saudara, hati-hatilah sekarang, carilah yang sungguh-sungguh mengasihi saudara. Nah, buaya ini bukan hanya dalam soal percintaan, dalam bisnis juga banyak buaya. Saya mau berangkat dari Manado naik pesawat, satu bapak: Brur Yoyo, tolonglah doakan, saya ditipu. Siapa yang tipu? Waduh, dia sebut ini. Saya kaget orangnya. Berapa? Seratus juta. Aduh, ... dia bilang seratus juta nih tanam ini, saham ini, bisa gini, bisa ... , akhirnya mah ditanam-tanam, akhirnya sahamnya nggak ada, saham na leungit, orangnya juga hilang, tolonglah. Saya bilang: Gimana saya bisa tolong? Waktu nanemnya, bapak nggak tanya saya. Sekarang udah ilang baru nanya saya. Kita doakanlah, kita cari, gimana. Ajak main saham, udah ada uang banyak, ajak main saham. 

Hati-hati kalau yang punya handphone. Hari Jumat pagi, nanti tiba-tiba ada sms: Anda mendapatkan undian sepeda motor ada-ada saja, menjadi bagian anda. Kalau anda mau, kirimkanlah uang sekarang juga untuk administrasi lima ratus ribu rupiah ke bank ini, nomor sekian. Saudara telephone bank: Ada account seperti ini? Ada. Atas nama siapa? Suroso, ada? Ada. Saudara percaya, kirim. Jumat. Motor akan dikirim Sabtu. Saudara kirim dan dia kirim bukan satu orang. Mungkin 20-30 orang. Saya dapat berapa kali ini. Dia acak saja nomor. Apa yang terjadi? Saudara kirim hari Jumat hari Sabtu kan bank tutup, Sabtu sore dia sudah cabut dia tidak ada lagi account number itu. Senin dilacak sudah ditutup hari Sabtu. Uang saudara hilang. Siapa Suroso, mana KTP? Bisa KTP palsu. Hilang aja. Hati-hati.

Itu sebabnya kita perlu kaki dian didalam rumah kita, kaki dian dalam usaha kita, kaki dian didalam segala macam bidang kehidupan - kita perlu kaki dian. Dan kalau ada kaki dian itu saudara-saudaraku, saudara akan mendapat berkat yang luar biasa. Masih ada ayat 6 : Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci. 

Saya tidak ada waktu terangkan ini. Ini bukan sekolah alkitab tetapi jemaat Efesus sebelum jadi kristen dulu penyembah satu dewi, dewi Artemis. Didalam bahsa Yunani Artemis, tetapi didalam bahasa Roma, itu Diana. Lihat patungnya saja sudah ngeri, ya -satu wanita dengan payudara yang banyak, itu Diana menjadi dewi prostitusi, dewi pelacuran. Jadi Efesus ini terkenal sebagai rumah ... banyak kota seperti kota pelacuran. Saya sudah ke Efesus dan saya sudah diajak kerumah bekas reruntuhan dari marmer, itu rumah gubernur, rumah orang-orang, maaf bicara, sampai WC nyapun modelnya dikasih lihat sama saya di Efesus ini. Nah, kalau saudara lihat bak baptisan di bawah, itu saya ambil dari contoh model gereja di Efesus yang dibangun oleh Yohanes. Saya lihat bak baptisannya ah, saya ikutin, hanya tidak ada bundar-bundar, saya bikin persegi saja.

Jadi Efesus ini adalah kota seperti Cipanas seperti Puncak dingin-dingin ini, tempat pelacuran. Ada baiknya katanya jemaat Efesus ini -  dia tidak suka pengajaran Nikolaus, dia tidak suka bergaul dengan orang-orang yang suka melacur - yang juga Kubenci. Berarti pelacuran itu Tuhan benci. Segala penyelewengan yang berbau penyelewengan dalam seks yang suci yang seharusnya suci tetapi diselewengkan itu Tuhan benci. Dan 

2:7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah. 

Firdaus datang dari bahasa Iran, Paradise, Paradiso. Bahasa Yunani itu datang dari bahasa pinjaman Iran. Artinya adalah Taman Eden. Di Taman Eden dulu ada dua pohon, yaitu pohon pengetahuan baik dan jahat dan pohon kehidupan. Begitu Hawa makan pohon pengetahuan baik dan jahat, dia langsung diusir. Sebab Tuhan bilang jangan sampai buah ini dimakan, karena buah ini sampai dimakan, dia tidak akan mati-mati. Dia diusir karena sudah berdosa. Ternyata pohon ini diberikan kepada siapa yang menang dalam ayat ke 7: Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah." 

Adam dan Hawa tidak boleh makan, tetapi saudara dan saya yang percaya di dalam Yesus, Adam yang terakhir, dipersilakan makan kalau kita menang. Kalau kita tidak ada kompromi dengan perkara-perkara tadi. Kalau kita mau kembali kepada cinta mula-mula. Kegiatan sudah bagus, rajin usaha sudah bagus, tidak bisa percaya pengajaran sesat, sudah bagus. Tidak mengenal lelah, sudah bagus, kata Tuhan. Anti pelacuran, sudah bagus. Tidak bisa ditipu, sudah bagus. Aktif, bagus. Hanya yang kurang kadar saja. Kembalikanlah kepada kadar 24 karat. Kembalikanlah kepada kadar 100 derajat celcius. Jangan kurang dari itu, karena Tuhan tidak suka dapat yang kurang, kurang, kurang. Dia memberi kepada kita dengan limpah. Biarlah kita juga mengasihi Dia dengan sepenuh hati, dengan sesungguh-sungguhnya. Sekian renungan Firman Allah. Berbahagialah orang yang mendengar Sabda Tuhan serta melakukannya. Mari kita berdiri bersama-sama. 

-- o --   

Minggu sore, 21 Juli 2002  

MENGAPA ADA KOTA ASDOD?

Selamat sore, selamat bertemu lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Saya baru pulang dari Sorong dan kita KKR di satu lapangan yang belum pernah dipakai sebelumnya dan ibu Walikota dan ketua DPR Sorong adalah salah satu yang ikut turut beribadah. Bahkan ibu Walikota itu bernyanyi menari-nari di lapangan dengan penuh suka-cita.

Dan saya bertemu dengan seorang hamba Tuhan yang saya undang dia akan datang menjadi pembicara dari Family Camp. Hamba Tuhan ini adalah dari Gemim, tetapi sudah penuh dengan Roh Kudus. Dia diminta untuk tinggal masuk di gereja Baitani tapi dia menolak karena dia terbeban dengan orang-orang Gemim dan sekarang Gemim di Sulawesi Utara sedang ada kegerakan oleh karena pelayanan dari hamba Tuhan ini. Dan masih muda dia, baru punya anak satu. Saya juga menelepon satu satu hamba Tuhan dari Canada untuk hadir dan dia sedang memikir-mikir bisa atau tidak, ya. Kita berdoa saja supaya semua berjalan dengan segala baik.

Yosua 11. Kita akan lihat satu cerita dari Sabda Tuhan. Ayat 21-23. KKR di Sorong ini disponsori atau yang mengadakannya panitianya adalah eks Cianjur angkatan VI yang sedang juga membangun. Jadi 5 eks Cianjur disana dan berdekatan satu dengan yang lain. Kalau dari sini Cianjur langsung ke Bogor itu terlalu jauh, 50 Km. Dan dalam 50 Km jarak itu, ada 5 eks Cianjur semuanya sudah jadi gembala sidang dan semuanya sedang membangun. Saudara senang dengar cerita ini? Ya, jadi  berhasil mereka disana. Puji Tuhan. Dan 4 siswa memijit saya. Saya belum pernah dipijit begitu mahal. Karena memijit saudara, saya harus bayar 2 juta. Karena masing-masing saya bantu 500 ribu untuk jemaat mereka masing-masing, jadi pijitan yang paling mahal. Empat orang pijit saya. Satu kaki satu siswa. Yosua

11:21 Pada waktu itu Yosua datang dan melenyapkan orang Enak dari pegunungan, dari Hebron, Debir dan Anab, dari seluruh pegunungan Yehuda dan dari seluruh pegunungan Israel. Mereka dan kota-kota mereka ditumpas oleh Yosua. 
11:22 Tidak ada lagi orang Enak ditinggalkan hidup di negeri orang Israel; hanya di Gaza, di Gat dan di Asdod masih ada yang tertinggal. 
11:23 Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu sesuai dengan segala yang difirmankan TUHAN kepada Musa. Dan Yosuapun memberikan negeri itu kepada orang Israel menjadi milik pusaka mereka, menurut pembagian suku mereka. Lalu amanlah negeri itu, berhenti dari berperang.

Ini adalah kemenangan yang luar biasa dari Yosua diatas tanah-tanah Israel. Tuhan suruh semua orang harus dibasmi, semua kota harus dibakar. Harta benda boleh dijarah, kata Tuhan. Semua musuh Israel harus dibasmi. Kalau saudara baca ayat 14  

11:14 Segala barang dari kota-kota itu serta ternaknya telah dijarah orang Israel. Tetapi manusia semuanya dibunuh mereka dengan mata pedang, sehingga orang-orang itu dipunahkan mereka. Tidak ada yang ditinggalkan hidup dari semua yang bernafas. 

Kalau kita baca sampai ayat 14, nampaknya tidak ada lagi yang tersisa dari musuh Israel - semua sudah dibunuh. Semua mati. Harta-harta mereka sudah diambil. Bahkan di dalam ayat 23

11:23 Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu sesuai dengan segala yang difirmankan TUHAN kepada Musa. 

Jadi sudah sesuai dengan rencana. Semua orang ... Kalau saudara baca lagi ayat 14. Tetapi manusia semuanya .. kalau semuanya itu semua dong, semuanya sudah mati. Tetapi kalau kita baca ayat 22.

11:22 Tidak ada lagi orang Enak ditinggalkan hidup di negeri orang Israel; - Tapi ini yang kagok kita baca tapi harus dibaca - hanya di Gaza, di Gat dan di Asdod masih ada yang tertinggal. 

Ini yang saya mau khotbah sore ini. Ayat 14 bilang semua sudah dibasmi. Tidak ada lagi manusia yang tinggal hidup, musuh Israel dibasmi semua oleh mata pedang. Tetapi ayat 22: Hanya sedikit saja ketinggalan orang di tiga kota kecil Gaza, Gat dan Asdod. Mereka sudah lumpuh, mereka tidak berdaya. Lah, sudah tidak berdaya apa-apa. Bahkan ayat 23 bilang : Yosua mengerjakannya sesuai dengan Firman Tuhan, sesuai dengan rencana Tuhan. 

Maaf, kadang-kadang kita ini seperti Yosua. Semuanya sudah diserahkan. Semuanya sudah dibereskan. Tidak ada lagi yang sisa, semua sudah beres. Tidak ada lagi dosa, tidak ada lagi problem, tidak ada lagi persoalan. Tidak ada lagi .. tidak ada lagi .. - semua sudah dibereskan .. sesuai dengan Firman Tuhan, sudah dibunuh dengan mata pedang Firman Allah. Hanya masih ketinggalan sedikit saja di Gaza, di Gat dan di Asdod. 

Nah, Firman Tuhan membuktikan justru kesalahan Yosua ini blunder besar. Dia harusnya betul-betul basmi tidak boleh ada belas kasihan kepada musuh itu. Basmi terus semua jangan ada yang hidup. Hanya teorinya saja di atas kertas semua manusia sudah dibasmi hidup tapi ketinggalan satu kalimat hanya tertinggal sebgian kecil di Gaza di Gat dan di Asdod.

Dengar baik-baik perkataan ini : Apa yang saudara gagal selesaikan dengan Tuhan, itu akan menjadi problem besar di hari depan! 

Kita lihat yang pertama adalah Gaza. Kita buka setelah Yosua itu Hakim-hakim persis. Hakim-Hakim 16. Dalam Hakim-hakim 16, kita baca dulu ayat 1 bersama-sama  

16:1 Pada suatu kali, ketika Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal, lalu menghampiri dia.

Gaza karena tidak dibakar, Gaza karena tidak dihancurkan - justru Gaza ini melahirkan problem duri bagi perjalanan Israel. Jatuhnya Simson itu, bukan sama Delilah sebetulnya. Jatuhnya sama Delilah itu akibat. Jatuhnya Simson itu di Gaza oleh karena perempuan sundal. Dan ketika jatuh Simson dengan perempuan sundal, urapan Tuhan belum diangkat. Urapan Tuhan masih ada. Jangan dibiarkan itu dosa-dosa yang kecil hidup. Tuntaskan dengan Tuhan. Mau benar sendiri, merasa diri benar padahal sudah salah, benci-benci sedikit, marah-marah sedikit, dendam sedikit, porno-porno sedikit, pornografi sedikit, selingkuh-selingkuh sedikit, tidak ada yang tahu. Soal kecil. 

Sama seperti saya pernah cerita mengenai seekor singa. Dia si Raja Hutan. Waktu saya di Sorong, seorang bapak yang anaknya tahun depan akan masuk, dia bilang : Bapak, itu adalah pulau Raja Empat. Uh, saya bilang : Di Alkitab ada I Raja-raja, ada II Raja-raja - langsung ada Raja Empat disini. III Raja-raja nya belum, sudah ada Raja Empat. Tetapi singa adalah Raja Hutan. Kalau dia menggeram, binatang-binatang berseliweran lari. Dari banteng sampai babi melarikan diri karena sudah tahu. Singa berjalan dengan anggun sudah seluruh hutan takut gemetar. 

Satu kali singa ini sedang santai dibawah pohon. Panas terik ada pohon rindang dia tidur. Seekor semut, saudara-saudara, jalan dekat kakinya. Dia geli: Apa ini? Oh, semut. Kecil. Padahal kalau digituin saja semut mati, udah beres. Ah, kecil. Semut itu terus jalan. Dekat kaki itu nggak sengaja kegigit. Ih, apa ini? Oh, semut itu. Kecil. Langsung semut itu jalan dekat wig dari singa jantan ini dan agak gondrong sedikit, saudaraku. Ini singa tidak ikut model sekarang, model Ronaldo dia tidak tahu. Jadi dia masuk di kuping singa ini. Singa itu karena sudah ngiler sudah tidur, itu semut masuk mulai dia gigit didalam karena anyir, didalam dia mulai gigit. Wah, singa menggeram, wah ... seluruh binatang lari, wah .. monyet-monyet pada jatuh, wah .. tapi ini sakitnya di kepala tidak bisa hilang. Lalu singa ini saudaraku mulai ajojing .. tidak bisa hilang sakit terus .. akhirnya dia pukulkan kepala dipohon .. tidak bisa hilang, pukulkan kepala di batu .. tidak bisa hilang. Wah, dia pusing sekali dia pukul berkali-kali akhirnya mati dong. Singa si Raja Hutan mati bukan oleh gajah yang besar, bukan oleh taring babi hutan, bukan oleh rajawali - tapi oleh semut yang kecil.

Banyak kali kita ini jatuh bukan oleh urusan besar. Kita ini jatuh oleh urusan kecil yang tidak dituntaskan dengan Tuhan. Marah-marah sedikit, dendam-dendam sedikit, sirik pidik sedikit, kesel-kesel sedikit, rumor-rumor sedikit, desas-desus sedikit, tidak percaya sedikit. Disini nggak ada, ya - ini lagi di hutan ini kita sedang bicara.

Jadi perkara-perkara yang kecil ini kita musti hati-hati, saudara. Saya selalu ingat itu satu cerita bagaimana pemain sirkus yang bisa melatih ular. Dia tiup sulingnya ular bangkit ... waduh, ular sendok keluar, waduh .. dia menari .. membelit ini ular sendok. Dibelit di kaki. Geli-geli tapi terus .. terus naik ke atas. Terus berbelit-belit di leher akhirnya ular sendok itu taruh kepalanya diatas kepala si pawang ini. Wah, penonton sorak. Hari kedua begitu, hari ketiga begitu, hari ke empat .. mungkin ini ular lagi bete, lagunya kok itu lagi itu lagi ya .. memutar lagi. Waduh, udah sampe disini ular itu nggak taruh kepala disini langsung dicekik ini si pawang ini .. almarhum. Dia mati oleh peliharaannya dia. Dia mati oleh sesuatu yang dia senangi. Ular biar jinak bagaimana, dia itu ular. Racun biar ditaruh dikaleng Dancow, dia tetap racun. Saudara dosa, biar ditutup dengan segala macam persoalan, dia tetap dosa.

Jadi karena Gaza ini tidak dihancurkan, sekarang saudara yang terjadi di Israel apa? Jalur Gaza yang bikin ribut. Kenapa? Ternyata orang-orang pemuda-pemuda Palestina yang suka bunuh diri membawa bom itu dari Jalur Gaza. Dihantam oleh helikopter oleh Israel tetap aja ada yang bunuh diri. Baru-baru ini ada lagi. Nanti anak gadis bawa-bawa seperti bayi. Padahal bom. Orang nggak sangka. Gadis kok bawa bayi. Padahal bom. Mati. Berani bunuh diri. Jadi biasa. Coba Yosua itu bikin habis semua. Nggak ada saudaraku sekarang yang ngebom-ngebom itu nggak ada. Ini yang saya katakan saudara, apa yang tidak kita selesaikan dengan tuntas dengan Tuhan nanti dihari depan dia menjadi raksasa. Dia menjadi ancaman bagi hidup kita.  

Yang kedua. Yang kedua adalah kota Gat. Setalah Hakim-Hakim, saudara buka lagi ke belakang, itu I Samuel. I Samuel 17 kita membaca ayat 1 mulai. 

17:1. Orang Filistin mengumpulkan tentaranya untuk berperang; mereka berkumpul di Sokho - Saudara kalau kita semua kan disogok, kalau orang Filisitn itu di Sokho - yang di tanah Yehuda dan berkemah antara Sokho dan Azeka di Efes-Damim. 
17:2 Saul dan orang-orang Israel juga berkumpul dan berkemah di Lembah Tarbantin; mereka mengatur barisan perangnya berhadapan dengan orang Filistin. 
17:3 Orang Filistin berdiri di bukit sebelah sini dan orang Israel berdiri di bukit sebelah sana, dan lembah ada di antara mereka. - Ayat 4 sama-sama kita baca - 
17:4 Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat.  

Nenek moyang Goliat ini mana? Itu ternyata orang-orang yang tidak berdaya, yang dianggap remeh, yang sedikit itu, yang tidak dibasmi oleh Yosua - Yosua 11:22. Yah, ini kecil. Sudah tinggal tulangnya itu rongsok. Tuhan bilang : Basmi. Dia tidak basmi. Apa hasilnya? Goliat muncul. Berhari-hari Goliat menantang, saudara-saudara. Mungkin 40 hari. Tidak ada seorangpun dari Israel berani turun melawan Goliat. Semuanya keteter, semuanya ketar-ketir. Kenapa? Coba kalau Yosua bikin habis itu Gat, rakyatnya bikin total habis, nggak akan ada ini Goliat. Dan kalau saudara-saudara membaca cerita yang sama dibuku yang lain, ternyata Goliat itu punya 4 saudara. Tingginya sama. Maka raja Daud waktu dia melawan Goliat dia kesungai, dia ambil 5 batu. Saya pernah dengar satu khotbah kenapa Daud itu mengambil 5 batu, kenapa bukan satu batu saja cukup, kan dia pakai satu untuk Goliat? Karena waktu dia ambil 5 batu dia yakin dia bisa mengalahkan bukan hanya Goliat, tetapi Goliat dengan 4 saudaranya. 

Kenapa Goliat ini saudara tidak ada yang berani, keteter semua? Gara-gara Gat dibiarkan. Bunuhlah ular waktu dia masih telur. Begitu netes, nggak sengaja dia gigit - almarhum saudara. Biar dia masih kecil, almarhum karena sudah ada bisa digigi ular itu. Kalau saudara beri kesempatan kepada iblis, beri kesempatan kepada dosa, nanti akhirnya dosa yang menguasai kita. 

Saya ingat cerita dari Irak. Ada satu kafilah dia naik unta. Sampai malam dipadang pasir dia berhenti, lalu dia bangun tenda untuk tidur. Tendanya itu saudara memang kecil saja, cukup masuk kepalanya orang Irak itu disini,  kepalanya itu disini. Udah tidur saja. Karena kalau lagi malam, padang pasir itu jadi dingin. Ini si unta ini diluar,  juga kedinginan. Akhirnya dia geser .. geser .. geser .. geser unta mulai geser tuannya, kepalanya. Apa kamu? Dingin. Kepala aja masuk. Kepala masuk. Jadi ini si tuan, diatasnya kepala unta. Tapi kepala anget, pantat dingin kan nggak enak juga, akhirnya dia maju lagi sedikit .. sedikit-sedikit lebih maju. Si tuannya : Gimana sih kamu, ah. Jadi kakinya si tuan sudah diluar. Tengah malam saudaraku, kaki si orang Irak sudah disini, keluar. Kepala, setengah badan si unta sudah masuk. Subuh, orang Irak sudah diluar, unta sudah didalam semua. 

Kita itu seringkali gitu. Kita ijinkan segala sesuatu, kita halalkan segala cara, kita ijinkan ..  dan ini tunggangan kita ini, kita ijinkan dia masuk - akhirnya dia nguasain kita. Bayangkan 40 hari tidak ada yang berani lawan. Malu Israel. Jadi kalau saya kembali aduh, Yosua kenapa nggak dibasmi itu, kalau dibasmi tidak ada Goliat. Dan Gat sekarang adalah orang-orang yang membuat, saudara-saudaraku,  bom. Jadi kalau di Gaza orang yang bunuh dirinya, di kota Gat itu sekarang orang bikin-bikin bom. Dia bisa kaya lobang tikus, ditangkap orang Israel disini,  mereka bikin disana. Dan saya baru lihat dari BBC ternyata mereka beli bahan bom itu dari tentara  Israel sendiri, karena bahan-bahannya itu huruf Yahudi. Nah, ini sudah rame. Mungkin Israel itu perang .. perang .. perang gaji kurang, akhirnya jual saja sama Palestina. Maka bom itu nggak tahu dari mana sudah di stop dari laut dari udara di stop, tapi nggak habis-habis. Nggak tahu dari dalam bocor. Coba waktu itu Yosua bikin beres. Udah nggak ada Gat lagi, nggak ada Goliat. Ini pelajaran bagi kita. 

Hari Senin yang lalu ada satu pengusaha Singapura datang ke saya ketemu. Dan dia sudah ijinkan saya bercerita apa problem dia untuk pelajaran bagi kita. Dia datang di Kapten Musa dan dia bicara sama saya dan dia langsung nangis saudara. Kalau laki-laki nangis itu saya sudah rada memang harus perhatikan sungguh-sungguh karena ini memang jarang lelaki nangis. Kalau perempuan nangis, itu memang sudah senjata dia. Tapi ini laki-laki nangis ini saudara, waduh, luar biasa. Oom, saya mau minta nasehat dari oom. Saya pegang uang milyar-milyar oom, perusahaan saya di luar negeri ada, di dalam negeri ada. Kita kontak dengan luar negeri. Tetapi sekarang usaha saya ini turun, turunnya itu bukan begini oom, turunnya itu nyungsep begini kaya pesawat kemarin yang ada di Jagorawi. Langsung. Mungkin sehari di rumah sih 4-5 milyar sih ada oom, sekarang saya jadi TO, Target Operasi. Saya sudah nggak berani ke Denpasar dicari, nggak berani ke Surabaya dicari, nggak berani ke Malang dicari, ke Manado nggak berani, Ujung Pandang, Jakarta apalagi. Saya buka lagi usaha di Medan dicari lagi saya. Nggak berani dia. Saya bilang musti ada sebab. Nggak mungkin Tuhan tiba-tiba begitu saja sampai kacau-balau anda punya bisnis. Musti ada sebabnya. Nah, inilah oom, saya mau bicara sama oom.

Istri saya 3. Ha, kalau anak lahir kembar 3, saya puji Tuhan. Tapi ini istri kembar 3, wih wih wih ... Bagaimana ceritanya? Nah, ceritanya ini kalau dibikin sinetron saudaraku, kalah semua itu si Doel anak sekolahan kalah saudara, sama cerita ini. Karena ini cerita akan bersambung dan tidak ada tamatnya. Dia punya istri muslim,  terima Yesus masuk kristen. Karena dia ajak : Mau nggak terima Yesus? Kalau mau menikah sama aku terima Yesus. Dia terima Yesus, mau. Diusir sama orang tuanya, tidak lagi diaku anak, tapi istrinya ini mau. Dari dia dapat dua anak. Nah, dia nangis itu disini. Oom, saya ini ingin jalan-jalan sama anak, ingin ngobrol sama anak. Tapi nggak berani oom. Kasihan. Saya nggak bisa. Terus?  Nah, inilah oom. Kita ribut oom, sama istri. Istri saya galak, oom. Maka istri-istri jangan terlalu galak. Galak, oom. Kalau saya pulang dari kantor didepan rumah dia sudah gini .. Darimana kamu? Saya oom pernah dipukul sama istri saya. Aduh, ceuk saya teh, suami aja pukul istri saya sudah aduh, marah benar, apalagi istri pukul suami. Saya ini oom nggak berani sama dia oom. Dia memakai istilah bahasa Yunani 'amit-amit'. 

Jadi oom, begini ya oom jadi ... jadi ... saya tergoda. Karena di rumah selalu .. dia pekerjaan di kantor pegawai-pegawainya: Iya, boss. Mih, kita minum kopi yu? Eh, ngopi gawena, bikin sendiri. Coba sekretaris bikin kopi: Iya boss, pakai gula apa pakai kina. Pakai gula. Iya, boss. Saya mau tanya ... suami kalau di rumah ... sama sekretaris. Sekretarisnya: Iya, Boss. Walaupun istrinya cakep kaya bidadari dari dewi sari pohaci dan ini sekretaris tidak terlalu baik, tidak terlalu cantik - tetapi karena dia punya kuping rawing. Yu, kita makan soto. Nggak mau, meunding bajigur. Di sini: Coba bikin soto. Baik, boss, berapa mangkok, pakai lontong pakai nasi? Di sini nggak mau, di sini ... iya boss. Di sini nggak mau, disini ... iya boss. Lama-lama saudara ah, dari pada ... 

Ini yang terjadi. Kedua belum punya anak. Yang ketiga masih 21 tahun. Di mana kamu dapat itu istri 21 tahun? Di nite club. Nah, nggeus euweuh pamajikan, di nite club geus rada`euh ... Gimana, gimana? Iya, dia habis putus sekolah, oom. Dia bilang begini .. begini. Terus kata GM General Manajer atau Germo, oh, ini katanya ini, ada barang baru ...  biasalah ... waduh udah lah sama bapak saja disekolahin apa segala rupa ... akhirnya jatuh.

Nih, saya bilang nggak usah panjang-panjang cerita. Buang ya satu-satu, buang ... buang ... kembali kepada yang pertama. Dia diem. Bisa nggak pak Awondatu saya buang yang ke tiga, saya buang yang pertama - saya sama yang kedua saja? Terserah anda. Tapi kalau mau ikut Firman Allah, buang yang ke dua, buang yang ketiga - kembali sama yang pertama. Manggut dia tapi dia nggak bisa bilang. Galak yang kesatu mah, saya dipukulin. Nah, itu cerita lainlah. Pokoknya ini sekarang yang ke tiga itu sudah salah, yang kedua salah - kembali kepada yang pertama.

Nah, dia pulang. Besoknya dia kirim sms, 20 sms. Waduh, oom, bantu doa saya, berikan kekuatan Tuhan kepada saya oom, saya mau tinggalkan hari ini juga, yang ketiga. Ah, senang saya. SMS yang ke dua : Dan sayapun, oom, akan meninggalkan yang kedua. Puji Tuhan. Dan berikut juga : Dan berikan juga kekuatan kepada saya, oom, untuk saya bisa menghadapi wajah dari yang pertama. Karena oom terus terang saja yang pertama itu saya takut. Aduh, ini ternyata dia lulusan fakultas ISTI - Insitute Suami Takut Istri, saudara. 

Kenapa? Dari mulanya sudah salah. Dari awalnya sudah keliru. Saudara nanya, kalau sudah keliru begitu masih ada jalan keluar? Masih bisa, walaupun pahit, banyak problem, kejeduk dulu, waduh bener orang kalau tersesat, saudaraku, ya, kembali kejalan yang benar asruk-asrukan, ya. Balik bisa tapi geus besot sukuna, sepatu leungit hiji, lentah hungkul. Bisa kembali, tertolong. Babak belur, dsb. Bisa tertolong. Daripada babak belur begitu, mendingan kita jangan nyasab. Mendingan kita jangan sesat. Dari mulanya rapih. Saya berkali-kali lihat pemain-pemain golf umur 65 tahun, umur 69 tahun - seperti umur 40-50 tahun. Sehat. Tapi saya pernah lihat ada pemuda umur 30 tahun seperti 70 tahun. Main cewe saban malem. Hayo we, cewe .. cewe .. cewe .. Mulainya sudah salah.

Yang ketiga. Itu ada satu kota namanya Asdod. I Samuel 5, kita melihat apa yang diberikan Asdod. 

5:1 Sesudah orang Filistin merampas tabut Allah, maka mereka membawanya dari Eben-Haezer ke Asdod. Tabut Perjanjian ditaruh di kota Asod. Kota Asdod ini, saudara, ternyata menjadi kota berhala.  
5:2 Orang Filistin mengambil tabut Allah itu, dibawanya masuk ke kuil Dagon dan diletakkannya di sisi Dagon. 
5:3 Ketika orang-orang Asdod bangun pagi-pagi pada keesokan harinya, tampaklah Dagon terjatuh dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut TUHAN; lalu mereka mengambil Dagon dan mengembalikannya ke tempatnya. 
5:4 Tetapi ketika keesokan harinya mereka bangun pagi-pagi, tampaklah Dagon terjatuh dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut TUHAN, tetapi kepala Dagon dan kedua belah tangannya terpenggal dan terpelanting ke ambang pintu, hanya badan Dagon itu yang masih tinggal. 

Tidak ada yang bisa melawan tabut Tuhan. Dewa Dagon saja jatuh berkali-kali. Ditaruh, didudukin, besok sudah patah kepalanya. Nggak ada yang bisa lawan kemuliaan Tuhan. Tapi bukan itu yang saya mau khotbah. Yang saya mau khotbah, kenapa ada kota Asdod? Kenapa ada Dagon? Kenapa ada kuil berhala? Karena Yosua tidak membereskan kota Asdod. Didalam Yosua 11 tadi, dia tidak basmi. Cuma kecil-lah, orang Enak disini sudah lemah-lemah, udah pengkor-pengkor, udahlah nggak usah dibunuh. Padahal dari sana lahir Goliat. Asdod sekarang, saudara, itu jadi kota pelabuhan Palestina. Disanalah master-piecenya seperti Saaeb Arekat, master piecenya Yasser Arafat itu, itu di sana, dari Asdod. Mau bikin bom, yang mau di bom, yang mana dulu - itu di sana. 

Jadi ini tiga kota, Gaza, Gat, sama Asdod, dari jaman itu, Yosua, sampai sekarang - bikin duri sama orang Israel. Kenapa? Karena tidak dihancurkan dulu.  Ini pelajaran bagi kita. Kalau Tuhan nunjuk sesuatu, Dia minta, coba ini cabut, pas. Injil yang heran .. Lepaskan saya .. Dari segala akar dosa. Itu kalau dosa itu sama akar-akarnya dijambret, dicabut. 

Saya masih ingat dulu, baru tahun 87 ada rumah, orang kasih sama saya rumput jepang. Dia ratakan itu rumput-rumput gajah dibuang, tanam rapi. Ditaruhlah diatasnya rumput jepang. Jadi, saudara, seminggu, aduh, bagus rumput jepang. Tapi satu bulan, si gajah itu nongol lagi. Diantara jepang-jepang itu ada gajah. Nah, gajah - jepang, saudara bayangkan. Kita cabut si gajah, jepangnya ikut kecabut. Dan kalau saudara lihat sekarang,  jepangnya udah nggak ada, gajah yang  banyak di rumah saya, rumput gajah. Kenapa? Akarnya tidak dicabut.

Waktu saya main golf, banyak pegawai-pegawai ibu-ibu, itu cungkilin itu rumput gajah, lalu semprot pakai satu semprotan psst .. psst .. psst .. Kanggo naon eta teh, bu? Muhun ieu teh racun, pak. Janteun ieu teh si jukut teh moal janteun deui .. Engke nu janteun teh ieu nu saena. Oh, kitu. Makanya setiap hari Minggu kita datang di gereja, supaya itu rumput-rumput gajah itu disemprot. Supaya nggak jadi lagi. Ada haleluyah, saudara-saudara? 

Kalau mungkin dibanding-banding dosa, ini soal dosa, mungkin saya paling besar dosanya dibanding dengan dosa saudara. Tapi saya terserah sama Tuhan. Tuhan, cabut yang Engkau mau cabut, cabut. Tuhan minta ini, oke, saya banyak salah, ini oke. Kamu begini, ya Tuhan, ampun saya. Kamu begini, iya. Kamu musti begini, iya. Meureukeudeuweung, he-euh. Cabut, iya. Iya, iya, iya. Psst .. psst .. psst ..

Kalau saudara punya attitude begitu, saya dan saudara bersama-sama punya hati begitu, aduh mau jadi bener deh. Kalau Tuhan bilang: Buang. Buang. Kalau Tuhan bilang basmi, basmi. Banyak yang kena kanker tidak tertolong karena waktu masih kecil nggak mau dibuang. Dokter bilang, ini mumpung masih kecil, katanya, buanglah. Operasi, cabut saja. Ada obat sinshe nggak? Dipariksa ku sinshe .. kudu makan keuyeup ieu mah. Makan keuyeup. Saya tidak bilang .. saya juga pakai obat sinshe, senang juga saya obat sinshe. Tapi kalau kanker pakai obat sinshe terlalu lama. Sudah, saya nggak usah sebut nama, sudah lebih dari 10 orang teman-teman saya,  kenalan-kenalan saya - terlambat karena itu. Dokter bilang: Cabut, mumpung masih kecil, ya. Kita operasi. Akhirnya akar sudah merambat kemana-mana, sudah. Kenapa orang kena narkoba? 

Nah, ini pengusaha Singapura juga : Karena saya ini stress, oom. Kalau ketemu istri yang pertama, aduh, lihat mukanya aja, aduh .. awan gelap, hujan menderu-deru, gempa bumi - jadi saya tutup mata, oom. Lalu saya ke kantor, aduh, saya jadi orang buruan, aduh pusing, oom. Akhirnya lari ke Inex. Mula-mula dari Inem langsung lari ke Inex. Kenapa ngisep-ngisep begitu? Karena suka merokok. Tah rokok teh, nyaho teu, .. ngaroko teh ngaroko naon. Nu hampang-hampang. Ah, wo mah ngaroko teh atuh, ko Yoyo, wo mah ngaroko mah ngan iseup-iseup hungkul kieu. Dalam hati, coba kamu merokok didepan orang .. seperti itu .. diseungseurikeun ku batur. Ngaroko mah  orang juga tahu, dimulut .. keluar. Ilmu lebih tinggi .. keluar dari hidung. Lebih tinggi lagi .. nggak keluar, saudara, .. sembari ngobrol keluar itu asepnya, itu ilmu sudah tinggi. Yang lebih tinggi lagi diisep .. dari kuping dia keluar. We kangnya lebih tinggi lagi, begitu diisep .. dari ubun-ubun asap keluar, saudara. 

Nah, kalau sudah jago kaya begitu nggak mau lagi .. kudu gudang garam. Nggeus gudang garam embung, hayang leuwih keras deui ... gudang peluru. Nggeus gudang peluru .. gudang lauk asin. Nggeus gudang lauk asin gudang naon deui ... pake gudang-gudang semua. Akhirnya cobalah ganja. Makanya banyak yang sakit leher loncer, karena hayo weh .. nggak lelaki, nggak perempuan. Waktu saya dikasih puter lihat film itu, aduh, menangis. Aduh Tuhan, ngeri, anak-anak muda, saya pikir, harus lihat itu film supaya tidak mau coba-coba. Karena kalau sudah coba terikat, cuma satu antara dua: Mati nanti atau mati sekarang. Dari mau coba-coba. Apalagi sudah tua, kata dokter, sudah tinggalkan rokok. Oweh mah lebih baik ngaroko daripada makan pagi, katanya. Sampe begitu, saudara. Kalau lagi muda. Kalau udah tua. Umur geus 70 tahun. Sudah bocor diatas, bocor dibawah, saudara. Cing atuh nyaah awak teh, awak sorangan. Tubuhmu adalah tubuh dari rumah Allah, dan engkau adalah tubuh dari Roh Kudus. Ada haleluyah, saudara? 

Maka saya tidak panjangkan Firman Allah. Apa yang Tuhan minta, lekas beri. Apa yang Dia bilang Dia tuntut, lekas beri. Kalau dia minta ketaatan, kita beri. Jangan sayang kepada dosa, jangan sayang kepada penyakit, saudara. Buang semuanya, basmi semuanya dan biarlah saudara benar dihadapan Tuhan. Biar kita disalahkan manusia asal kita benar dihadapan Tuhan maka Tuhan akan memberkati kita sekalian. Haleluyah. Pemain musik. Mari kita berdiri bersama-sama.  

-- o -- 

Minggu sore, 28 Juli 2002  

UANG

Haleluyah. Mulai minggu ini setiap perjamuan kudus, kita akan khusus berdoa juga buat anak-anak kita yang kebetulan di bawa di gereja. Jadi tolong gembala-gembala kecil, panggil itu anak-anak kecil maju masuk di kebaktian. Gembala-gembala kecil tolong panggil anak-anak semua yang ada dibawah yang ada ingus atau tidak ada ingus, bawa ke sini semua. Kita akan mendoakan mereka. Mana pemain musik ini. Haleluyah. Puji Tuhan. Kalau saudara kita lihat tadi pemain musik pengganti-penggantinya sudah ada, ya. 

Mari saudara kita berdoa buat mereka, siapa tahu diantara mereka ada yang jadi insinyur jadi dokter, dokter hewan, dokter gigi - kita nggak tahu, saudara-saudara, ada yang jadi hamba Tuhan ada yang jadi jenderal kita nggak tahu, ya, jadi insinyur, ya. Ayo kita sembahyang. Ayo, taroh tangannya kita sembahyang ya. Puji Tuhan.

Mari kita buka Alkitab kita didalam injil Lukas 16. Sore ini saya ingin bicara mengenai uang. Tadi pagi kita sudah bicara mengenai sama, bersama dengan Yesus. Tapi sore ini kita mau bicara tentang uang. Dengan uang kita bisa punya sahabat baik tapi gara-gara uang sahabat yang terbaik bisa jadi musuh. Dengan uang kita bisa membeli apa saja didunia kecuali kebahagiaan dan sebagai orang kristen kita harus mengetahui bagaimana kita berurusan dengan uang ini.

Ada segitiga yang harus kita gambarkan sekarang adalah Tuhan, Kita, dengan Uang. Saya ulangi : Uang, Kita dengan Tuhan. Bagaimana penilaian Tuhan terhadap uang? Bagaimanakah seharusnya penilaian kita terhadap uang? Dan bagaimana pandangan Tuhan terhadap uang dengan kita? Bagaimana pandangan kita terhadap uang dengan Allah?  

Contoh : Ayub. Kok, saya percaya kepada Tuhan saya sudah punya Tuhan kok saya jadi miskin. Kok saya percaya kepada Tuhan kok usaha saya turun. Jadi saudara-saudara, banyak orang kristen nggak ngerti kenapa ya ikut Tuhan kok ikut Yesus itu problemnya harus nggak ada gitu - nggak bisa.

Nah, itu sebabnya kita mau lihat dari gambaran FA, bagaimana pandangan kita pada uang, dan sebagainya. Lukas

16:9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur - Mamon ini dewa uang - , supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." 

Bingung kan kalau kita baca ayat ini tanpa kita mengerti maksudnya Yesus, kita bingung. Katanya Mamon ini kita tidak bisa berTuhankan Tuhan dengan Mamon. Kalau saudara membaca ayatnya yang ke-13.

16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." 

Kita tidak bisa mengabdi tetapi kita bisa pakai Mamon itu. Oke. Mamon ini apa? Mari kita baca ceritanya dari ayat 1. 

16:1 Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. 
16:2 Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.
- Nah, ini bendahara yang tidak baik ini dia ngomong sendiri dalam hatinya. - 
16:3 Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. 
16:4 Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka. 
16:5 Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? 
16:6 Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan. 
16:7 Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul. 
16:8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.

Supaya saudara tidak salah paham, yang dipuji oleh tuan ini kecerdikannya, bukan ketidak-jujurannya. Ayat 8.  Tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur. Bukan karena tidak jujur dia dipuji, tapi cerdik dia. Jadi begini. Ini bendahara sudah tua, dia korup. Mana pertanggungan jawab, kata tuan, karena aku sudah dengar laporan kamu ini korup. Mana pertanggungan jawab? Wah, bingung dia. Bayar sekarang harus beres keuangan semua. Bingung dia. Dia sudah tahu, dia akan dipecat. Lalu dengan cerdiknya ini, dia mulai panggil orang yang berhutang kepada tuannya. Ada yang 100 tempayan minyak. Sudah, tulis ini, ini surat hutang baru, tulis saja 50 tempayan. Saya hutangnya 100, pak. Sudah, tulis saja 50, sudah, diskon 50. Sudah. Tapi ingat, kalau saya ada susah-susah ya, inget sama saya ya. Yang lain 100 pikul gandum. Sudah, tulis ini 80 pikul saja, sudah, sudah. Saya hutangnya 100 pikul kok, saya musti bayar 100 pikul. Sudahlah, itung 80 saja, sudah, nggak usah sampai 100. Tapi kalau saya ada susah nanti, tolong saya. 

Nah, tuan ini, Yesus bilang, coba perhatikan itu cerdiknya, kataNya. Karena orang dunia, disebut oleh Yesus, lebih cerdik dari anak terang. Ini Yesus bilang. Kadang-kadang orang gereja tidak cerdik didalam mengantisipasi uangnya. Lain dengan orang dunia. Walaupun tujuan mereka keliru, tapi cara mempergunakan uang ini, cerdik. Lalu bagaimana caranya? Ayat 9 tadi Yesus berkata : 

16:9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah - Jalin - persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, - Bukan kita bersahabat dengan Mamon. Bukan. Kita bersahabat, pakailah dengan Mamon yang tidak jujur ini - supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." 

Ada beberapa pelajaran lebih dulu saya akan terangkan kepada saudara. Yang pertama, ternyata Tuhan punya penilaian terhadap uang - itu tidak jujur. Dia berkata : Mamon yang tidak jujur. Ini penilaian Tuhan. Tadi saya bilang ada segitiga: Tuhan, Kita, dengan Uang. Saudara punya penilaian tersendiri, itu terserah saudara. Sah saja. Tuhan pun memberikan kepada Adam dan Hawa di sini ada buah-buah, itu semua buah kamu makan, yang satu jangan kamu makan. Tapi Hawa ngambil. Tanggung sendiri, pikul sendiri. 

Di Belanda, orang yang nyuntik morfin, dibiarkan. Mau beli morfin, silakan. Mau mati? Kamu tanggung jawab sendiri. Di Jerman tidak ada speed limit. Naik mobil mau 200 km/jam, di Ottoban itu, mau 130, mau 100, terserah. Tabrakan, mati, pikul sendiri. Saudara mau nilai uang seperti apa, terserah saudara. Tapi saya sedang bicara penilaian Tuhan terhadap Mamon. Dia sebut Mamon, uang itu tidak jujur. Ini pelajaran yang pertama. 

Kadang-kadang kita kumpulkan sudah jumlah besar, tapi harganya, nilainya turun. Tidak jujur. Kita beli barang, kita jual lagi, sudah turun lagi harganya. Tidak jujur harganya. Tidak mantap harganya. Emaspun fluktuasi naik turun. Dollar pun naik turun. Tidak bisa dipercaya. Saham pun sekarang Amerika dan Inggris bingung, ancur-ancuran. Sampai Allan Greenspen, ahlinya keuangan Amerika itu bingung. Memang dia sudah botak, dia garuk-garuk, tambah botak kelihatannya. Kenapa bisa saham bisa jatuh? Amerika dan Inggris nggak tahu kenapa. Jatuh aja. Tuhan sudah bilang Mamon tidak jujur. Kita keukeuweuk, kita keukeuweuk, dia hilang. Turun, ya. itu sebabnya kita harus tahu bahwa pertama Mamon itu tidak jujur.

Yang kedua : Mamon itu tidak dapat menolong lagi di hari depan. Ini penilaian Tuhan. Uang tidak akan bisa menolong kita, walaupun kita perlu uang. Kalau ada orang kristen, ada pendeta bilang, dia tidak perlu uang - salah dia. Kita perlu uang. Kita perlu uang untuk belanja. Kita perlu uang untuk anak-anak sekolah. Kita perlu uang untuk naik pesawat. Kita perlu uang untuk makan. Kita perlu uang untuk meneruskan keturunan. Kita perlu uang untuk menikah. Kita perlu uang untuk pendidikan sekolah. Kita perlu uang. Tetapi penilaian Tuhan terhadap uang: Uang tidak akan bisa menolong lagi nanti. 

Didalam kesulitan, uang tidak bisa menolong lagi. Waktu saya khotbah di Ketapang, dua minggu, tiga minggu yang lalu, dua minggulah. Jemaat di Ketapang itu menyembunyikan satu rahasia, dia tidak ngomong sama saya. Nanti sudah saya pulang, baru dia ngomong. Sementara saya khotbah itu, mereka terima surat ancaman. Kepada dua pendeta GPdI, yaitu Oom Hanny Mandey dan saya mau dibunuh. Memang dengan uang, vonis seumur hidup bisa berkurang jadi 15 tahun. Tapi gara-gara uang juga hakim ditembak, karena tidak mau uang. Sekarang kalau prit, ji gouw, udah nggak bisa. Saudara dihentikan sama polisi, priiit, saudara keluarin duit ji gouw, ditempeleng, saudara. Musti noban gouw. Menipu lagi keuangan ini.

Nah, jadi uang ini tidak bisa menolong. Kalau sudah terkapar di rumah sakit dokter bilang umur tinggal 3 hari. Kanker akarnya sudah kemana-mana. Sudah kemana dokter? Sudah kekebun ini kekebun itu, akarnya sudah kesana kemari. Saya ada uang dokter 2 milyar. Tolong cari obat yan bisa menyembuhkan dia. Maaf, dokter akan bilang : Biar 10 milyar obat harganya, sudah tidak ada harapan lagi. Ini sudah tinggal tunggu waktu. Uang tidak bisa menolong lagi. Ada banyak hal yang tidak bisa dibeli lagi dengan uang. Oke. 

Jadi bagaimana apa maksudnya Tuhan? Dia bilang kalimat yang terakhir: Supaya jika Mamon tidak dapat menolong lagi, kamu diterima didalam kemah abadi. Saya sekali lagi bicara, jangan salah paham, kita perlu uang. Tapi saya sedang khotbah bagaimana penilaian Tuhan terhadap uang bagaimana penilaian kita seharusnya bersama dengan Tuhan terhadap uang. 

Jadi sekarang ada dua tujuan kita. Sementara ini kita hidup didalam dunia tetapi Tuhan sedang bilang kita punya kemah abadi. Kalau nanti saudara di rumah, dirumah ya, jangan disini baca II Korintus 5, dirumah, udah tunduk aja udah mau buka aja, eta sok nggak percaya, makanya saudara sok teu nurut. Dirumah, catat sih boleh. Disebut ini nih kemah, badan kita itu disebut kemah. Kalau kemah tempat ktia tinggal dibumi ini dirobohkan, nah ini kemah, berarti ada tempat tinggal yang lain yang sedang Tuhan sediakan yang disebut kemah abadi. Supaya sederhana ini dunia, nanti itu Surga. Dengan lain perkataan saudara tidak akan terus tinggal di dunia tapi kita akan tinggal terus selama-lamanya di Surga. Saudara percaya? Kita percaya kita masuk Surga asal kita hidup benar dihadapan Tuhan setelah kita diselamatkan. Mari saya kasih ilustrasi yang sederhana. Saya tidak khotbah panjang asal saudara sudah mengerti saja sudah cukup. 

Dengar baik-baik. Umpama saya akan dipindahkan ke Singapura. Umpama. GPdI bilang: Pak Awondatu tinggalkanlah Cianjur. Bapa tinggallah terus jadi warga negara Singapura tinggal di Singapura sebab disana banyak jiwa yang harus dilayani, rumah sudah disediakan, kewarganegaraan sudah dikasih sama Lee Kuan Yew  - bapak tinggal pindah. Sudah ditentukan pindahnya persis tanggal 17 Agustus, pindahlah kesana. Saya oom .. umpamanya saya sama Oom Mandey : Saya masih ada ini Family Camp. Nggak apa-apa, Family Camp dulu, habis FC pindah ke Singapura. Oke. 

Nah, selama ini uang saya rupiah, saya musti tukarkan dong dengan dolar Singapura. Karena kalau saya pakai rupiah ini di Singapura nggak laku lagi susah belanjanya - harus ditukarkan dengan dolar Singapura. Taruhlah saya kirim uang itu ke Singapura taruh di bank Singapura. Umpamanya saya punya uang itu 10 bagian. 90 bagian saya sudah taruh di Singapura karena saya akan pindah di Singapura. Tapi karena saya belum pindah ke sana saya masih di Cianjur, masih di Indonesia saya pegang rupiah yang satu bagian ini. Saya pegang untuk hidup sehari-hari untuk beli uduk untuk makan es kang Bace, dsb. Kita pakai ini untuk beli maranggi, kita pakai yang satu bagian ini. Tapi 90 bagian uang saya yang rupiah sudah jadi dolar Singapura. Nanti begitu beli tiket pesawat sudah jemaat Cianjur sudah sampai di airport sudah selamat jalan nggak ada yang nangis karena senang saudara saya pindah. Selamat jalan, maka uang terakhir saya bayar fiskal 1 juta sama istri saya 2 juta barangkali. Mungkin Helga Revi sama semua sudah di Amerika jadi saya cuma pindah ke Singapura aja. Sudah bayar terakhir masih ada sisa rupiah, saya tukarkan Singapura sudah. Saya tidak pegang rupiah lagi. Saya langsung pindah ke Singapura dan saya jadi warga negara Singapura dan saya tidak pegang rupiah lagi. Yang saya pegang adalah dolar Singapura. Oke. Sampai saya tinggal terus disana. 

Nah, Singapura ini sekarang saya rubah menjadi Surga. Indonesia Cianjur saya rubah menjadi dunia. Kita mau pindah dari dunia ke Surga. Uang kita didunia ada dolar, ada rupiah, ada dolar Singapura, dolar Amerika - macam-macam. Ada Euro, dsb. Datang pertanyaan : Kurs apa yang berlaku di Surga? Uang apa yang berlaku di Surga? Kita tanya kira-kira sama malaikat, apa dolar berlaku di Surga? Euro? Emas? Platina? Berlian? Tidak berlaku di Surga! Yang berharga di Surga ini apa nih? Selalu saya ingat itu dalam injil Lukas 15 ada ayat bunyinya begini : Satu jiwa bertobat, seisi Surga bersuka ria. Ada haleluyah saudara-saudara?

Selasa yang lalu saya dengar satu kesaksian dari pengungsi Poso. Dia dulu yang tempeleng pendeta reverend Rombot almarhum, gembala di Magelang. Dia yang tempeleng karena dia kena FA tertempelak dia langsung tempeleng pukul ini Pdt Rombot. Yang tempeleng itu bersaksi saudara, bulan ini Agustus dia akan masuk sekolah alkitab Cianjur, yang tempeleng pendeta ini. Jadi saya guyon Selasa disana, satu jiwa bertobat seisi Surga bersuka ria, satu pendeta ditempeleng seisi surga berduka cita. 

Tapi apa yang terjadi saudaraku? Pendeta rev. Rombot setelah ditempeleng dia sembahyang: Tuhan, jadikanlah orang ini yang menempeleng saya jadi hamba Tuhan. Dia masih tantang: Coba, katanya, bagaimana Tuhan menjadikan saya hamba Tuhan. Ternyata rumahnya semua dibakar oleh orang muslim dan habis-habisan dia pindah ke Jakarta dia nangis dia masuk sekolah alkitab di Ngablak Yahya Lesmana dan dia mau masuk kelas dua disini. Maka dia bilang : Luar biasa Tuhan. Jadi yang berlaku kurs di surga itu jiwa-jiwa manusia. 

Patutkah tanganku kosong .. Ketemu dengan Tuhan. Tuhan saya ada dolar Amerika selembar. Tiada jiwa yang kutolong .. Bawa dikaki Tuhan. Maksudnya bawa jiwa itu saudara-saudara yang belum terima Yesus diajak terima Yesus, bukan ngajak jemaat yang sudah ada gerejanya suruh pindah ke gereja. Bukan ajak jemaat kita suruh ikut kebaktian di gereja lain. Itu bukan cari jiwa saudara-saudara. Maksudnya cari jiwa, ajak yang belum kenal Tuhan yang belum percaya Yesus. Ajak : Yu, kita kenal Yesus. Ajak. Kalau saudara ngajak jemaat lain ke gereja kita, jemaat kita ke gereja lain cuman pindah akuarium. Ikannya ikan koki itu-itu juga. Hanya pindah akuarium dari sini pindah kesini. Saudara tidak maju dan saudara nanti datang ke Surga bawa apa untuk Aku? Saudara tidak bisa ngomong karena saudara tahu itu jiwa bukan saudara yang bawa sama Tuhan, orang lain yang bawa. Saudara cuma pindah-pindahin dari gereja ini pindah ke gereja ini. Aduh. Tiada jiwa yang kutolong .. Bawa di kaki Tuhan .. Apa dengan tangan kosong .. Kulihat wajah Tuhan .. Tiada jiwa yang kutolong .. Bawa di kaki Tuhan.

Saya saudara sudah siap sih sebetulnya. Betul. Kalau kapan saja Tuhan panggil saya, saya mah sudah siap.  Menurut Tuhan saya kerja belum banyak, itu lain lagi penilaian. Tapi saya sudah siap. Tidak ada ganjalan, tidak ada apa-apa lagi. Kalau Tuhan mau panggil saya, silahkan. Nggak banyak tapi adalah jiwa yang saya bawa sama Tuhan bahkan sudah mendahului saya. Nah, brur Samuel Rahmat yang bawa dia kebaktian itu Zus Po Keng, toko Selamat. Ko A Sam itu suka main kun taw. Masih bisa kun taw dulu. Diajak kebaktian pak Sambas, brur Ong Tjuan Sio. Terima langsung. Terus .. terus rindu mau masuk ke sekolah Alkitab. Ini bertahun-tahun terus. Yang ajak suami zus Po Keng ke gereja brur Samuel Rahmat. Tuh, kalau Tuhan diputar-putar begitu, bulak balik dekok. Coba kalau zus Po Keng tidak bawa, suaminya mungkin belum bertobat. Tapi dia bawa ko A Sam dulu. Bahkan tadi ada yang berterima kasih khusus kepada pak Samuel Rahmat. Jadi saudara-saudara harta yang terindah di surga itu adalah manusia - jiwa-jiwa.

Nah, sekarang kita punya uang, kurs uang kita ini harus dikurskan kepada kursnya Surga. Maka saya ini cape-cape bangun pagi khotbah jam 6 disini belum selesai perjamuan kudus saya sudah kabur ke Jakarta. Di Jakarta sudah kebaktian perjamuan kudus balik lagi kesini, jujur saya terang-terangan mandi juga belum, sore. Saya balik lagi kesini untuk khotbah. Kenapa? Saya sedang tukarkan kurs tukarkan uang saya menjadi jiwa-jiwa. Beli bensin, bayar supir, bayar tol - hanya untuk menyelamatkan jiwa. Kalau ada yang bisa bertobat masuk Surga itu - itu sudah kurs saya itu berubah dari rupiah jadi jiwa-jiwa. 

Tadi saya lihat ada suami istri dari Australia. Saya ingat suaminya di Yerusalem, dia bilang saya nggak percaya cuma Yesus satu-satunya jalan. Saya nggak percaya bagaimana kalau engkong saya yang belum percaya Yesus. Memang pertanyaannya ceng li. Saya dikerubutin 3 orang bank Modern direktur bank Modern wah itu juga tanya. Agama Budha. Bagaimana ini. Di Yerusalem. Saya pelan-pelan saya jawab, tiga-tiganya dibaptis. Tiga-tiganya percaya Yesus. Tadi dia datang kebaktian sama istri sama anaknya dari Australia sudah terima Yesus sudah dibaptis sudah selamat didalam Tuhan. Saya terharu. Jadi perjalanan saya ke Yerusalem perjalanan saya ke Australia itu uang dolar saya yang keluar sudah jadi jiwa. Kursnya sudah berubah. Saya sudah tukarkan uang saya menjadi jiwa-jiwa.

Jadi kalau saudara kolekte, musti ingat saudara korban itu untuk supaya menjadi jiwa-jiwa. Saya kemarin bilang waktu saya sampe di Sorong empat eks Cianjur saudara-saudara: Oom. Mereka peluk, saya cium keringatnya bau keringat hutan. Tetapi harum karena mereka murid saya. Langsung ke kamar. Wah oom, kita mau pijit sama oom. Saya tidak minta dipijit, loh. Nggak apa-apa, oom. Dipijit. Kita sudah tahu apa yang diharapkan. Maka itu saya dipijit 4 orang siswa. Kita sudah kerja disini oom .. satu kaki, satu kaki lagi, satu badan .. Saya dengar omongannya mereka bisik-bisik sst .. sst .. sst .. sst .. Itu pijitan yang paling mahal karena dipijit saya bayar 2 juta saudara. Setiap orang 500 ribu 500 ribu 500 ribu 500 ribu. Kamu dimana? Saya disini. Sudah ada sidang ? Sudah. Sudah ada jemaat? Sudah. Sudah baptis berapa orang? Sudah begini. Sedang bangun gereja. Empat-empatnya sedang bangun gereja. Lima, maaf, sudah bangun gereja. Yang paling maju ini sendiri, saya nggak kasih karena dia paling maju, gereja paling besar. Jemaatnya ini anggota DPR sama ibu walikota ini jemaat dia. Wah, diberkati Tuhan. 

Hotel ada yang bayar. Saya yakin itu yang bayar itu uang sudah jadi jiwa-jiwa. Jadi saudara-saudara jangan kalau kolekte kalau perpuluhan itu pikirannya itu pikiran terbalik. Jangan. Ini menjadi jiwa-jiwa. Doa saya selalu begini : Jadikanlah korban yang terbatas ini, uang terbatas, menjadi tidak terbatas berupa jiwa-jiwa yang dimenangkan bagi Tuhan. 

Saya kasih ilustrasi. David Livingstone, dia adalah utusan injil ke Afrika. Dua puluh tahun dia tinggal di Afrika. Entah berapa ribu orang Afrika percaya dan dimenangkan oleh David Livingstone sampai percaya kepada Yesus. Tapi sebelum dia berangkat dia naik kapal laut ada satu ibu janda berlari-lari: Brother David, brother David, ini ada sedikit persembahan buat perjalanan. Dia pegang dia masukkan dia tidak lihat berapa. Tapi begitu dia lihat uangnya 20 dolar Amerika. Sampai di Afrika sewa .. sewa barang. Barang sudah siap. Bawa orang, orang musti pikul. Sewa pikul. Ini pikul berapa pikul ini sampai di jarak sekian kilometer masuk pedalaman? 20 dolar. Persis 20 dolar dari barang-barang dipikul berapa orang. Oke. 20 dolar. Jadi. Jalan. Jalan dipikul masuk ke hutan. Ketika mereka jalan di hutan, seekor singa yang lapar menerkam David Livingstone. Terkam. Tapi ada yang sedang bawa barang disana kaget barang terlepas ya jadi dia jatuh menghalangi David Livingtone. Jadi singa ini terkam orang ini. Orang ini langsung mati dibawa oleh singa saudara-saudaraku ke hutan dan ditemukan sudah jadi mangsa tinggal tulang belulang. 

Apa yang saya mau khotbah? Gara-gara 20 dolar itu David Livingstone selamat dan dia bekerja 20 tahun menyelamatkan ribuan orang. Ibu janda ini tidak tahu bahwa 20 dolar dia bisa menyelamatkan 20 tahun pelayanan David Livingtone di Afrika. Dia tidak tahu 20 dolar dia menyelamatkan ribuan orang percaya kepada Yesus. Memang saudara-saudara saya bangga kalau dari Cianjur ada hamba-hamba Tuhan yang lahir. Sekolah Alkitab kita ini dinubuatkan pada tahun 74. Saya telepon hamba Tuhan ini supaya bisa datang untuk Family Camp. Dia masih bimbang bisa berangkat atau tidak. Karena dia bernubuat dari tempat ini akan terpancar Firman Allah yang saya tidak lupa ke seluruh dunia. Waktu itu saya dengar nubuatan itu, apa iya? Apa bisa dari tempat ini terpancar Firman Allah ke seluruh dunia? Tapi itulah nubuat. 

Sekarang saya mengerti. Dari murid sekolah alkitab, Firman Allah sudah terpancar ke seluruh Indonesia. Dari tempat ini. Tetapi saudaraku melalui internet website khotbah saya ini dibuka oleh banyak orang di seluruh dunia. Ratusan orang sekarang sudah tahu website kita. Bahkan tadi ada satu bapak Iwan dia mau perbaiki karena website kita ketinggalan zaman. Dia mau bikin modern yang luar biasa kasih nama yang luar biasa dibikin dua tempat, dsb., supaya nanti orang itu dari handphone bisa baca khotbahnya pak Awondatu. Bisa. Dari handphone. Ah, kita mau lihat ini oom Yoyo khotbah apa. Mau lihat ini. Jadi nanti sms bukan saya yang kirim, saudara yang ngambil. Ah, hari kamis ini ada sms apa ini. Saudara yang ngambil bukan saya ini. Nanti sampai begitu. Baru saya mengerti oh dari tempat ini terpancarlah FA keseluruh dunia. Yang tahun 74 saya bilang masih nggak mungkin.

Jadi saudara-saudaraku, uang kita mari kita tukarkan jiwa-jiwa. Maka Family Camp saudara saya bantu 10 juta. Lima juta saya drop di Jakarta lima juta saya mau drop disini. Bukan apa-apa. Saya mau uang saya 10 juta ini jadi jiwa-jiwa. Kalau saya bisa selamatkan 2 jiwa saja dari 10 juta itu, ada 2 jiwa bisa terima Yesus sebagai Juru Selamat, saya untung. Bukan rugi. Karena ada ayat berbunyi: Apa untungnya bagi satu orang mempunyai kekayaan seluruh dunia tapi jiwanya binasa? 

Saudara ada satu orang di Jakarta membantu .. - bukan gereja saya bukan GPdI - .. membantu satu dua orang siswa masuk sekolah alkitab. Saya bilang ini orang pintar sekali. Kenapa? Dia cuma bayar 300 ribu satu bulan untuk siswa, 400 ribu uang pangkal. Tapi dia tahu bahwa siswa ini akan keluar akan menjadi hamba Tuhan memenangkan banyak jiwa. Dia untung. Dia tidak usah berkhotbah, dia tidak usah bersaksi tetapi dia membayar memberikan untuk mereka yang sekolah alkitab. Maka saya tidak takut .. Saudara tahu sekarang dari Jakarta 3 bus. Tiga bus itu belum termasuk yang apa namanya yang pake mobil sendiri. Tiga bus. Tadi saya dengar pengumuman saya kaget. Jadi sampe sekarang sudah 400 orang ini yang ikut family camp. Bukan banyaknya bukan saudara tapi visi saya ini aduh kalau dari dari family camp ini bisa kita selamatkan 5 keluarga. Untung. Walaupun secara uang secara materi kita keluar, untung kita. Jadi jangan sayang uang, saudara, nanti nggak laku. Tukarkan jiwa-jiwa. Tukarkan dengan kurs Surga. 

Menyumbang majalah Kerajaan Allah. Cuma 5 ribu - 10 ribu tapi saudara nggak tahu ini majalah sampai di Jawa Timur sampe di desa menolong banyak orang, kita nggak tahu.  Sekarang baru kita mengerti apa maksud Tuhan. Nah, ayat 10. 

16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. 
16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? 
16:12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? 

Ternyata Tuhan mengukur kesetiaan itu bukan dalam perkara besar - dalam perkara kecil. Sedangkan kita seringkali ingin mengerjakan perkara-perkara besar. Kita ingin punya kedudukan. Kita ingin dipercaya dengan a .. b .. c. Kita lupa bahwa Tuhan mempercayakan kita melihat menilai kita itu dengan perkara-perkara kecil. 

Saya kasih contoh. Tadi pagi saya sudah cerita sedikit tapi saya ulangi lagi. Ini bicara setia. Kalau saya ngomong saya mau setia sama Tuhan : Oh, Tuhan, aku mau setia kepadaMu. Aku nangis-nangis berdoa penuh Roh Kudus,  berbahasa Roh. Oh, haleluyah .. haleluyah Tuhan, saya mau setia kepadaMu. Bukan hanya tangan saya yang goyang kepala saya juga goyang - tapi saya tidak setia sama istri saya. Tuhan menilai kan. Tuhan yang nilai saya saudara. Saya mah nggak perlu penilaian manusia. Tuhan nilai. Kalau manusia nilai saya mah saya bisa bohongin. Kalau Tuhan? Kalau kita mati kita ketemu Dia? Kita mau ngomong apa sama Dia kalau kita tidak setia sama istri. Kamu bilang mau setia kepadaKu, kata Tuhan, sama istri aja kamu nggak setia. 

Bagian istri sekarang. Istri-istri mau setia sama Tuhan haleluyah .. haleluyah - tapi tidak tunduk sama suami,  tidak setia sama suami. Bagaimana. Maka saya ingin punya jemaat gereja ini kuat dalam Firman, kuat didalam Sabda Tuhan, kokoh nggak goyah. Orang boleh ngomong macam-macam tapi kalau kita punya Firman saudara,  kita nggak goyah. Nggak goyah. Kenapa kamu nggak setia sama suami? Kenapa suami pulang dari pekerjaan kok istri kamu, kamu malah tidur? Bukan disini, ini di tetangga Surga. Suami pulang dari kantor bukannya kamu pijit bukannya kamu mintain bikin apa kopi es, Coca-Cola, malah kamu todong duit mana. Katanya kamu mau setia kepadaKu, kenapa sama orang tua sendiri kamu nggak sayang. Katanya kamu nyanyi dikebaktian kaum muda : Aku mengasihi Tuhan .. Aku mengasihi Tuhan .. Tuhan, aku mengasihiMu Tuhan. Sembahyang sampai 2 jam setengah, yang 5 menit sembahyang yang 2 jamnya tidur. Kenapa? Aku mengasihi Tuhan. Tapi nggak taat sama orang tua, nggak sayang sama papa mama, nggak hormat. Katanya kamu mau mengasihi Aku tapi kamu kasar sama anak-anak, kamu nggak ada belanya sama anak, kamu kasar sama anak cucu. Gimana. Coba saudara. Kita mulai dari yang kecil. Jangan mulai dari Tuhan. Lieur. Tuhan mah can katingali. Mulai dari kecil. Dari istri dari suami. 

Saudara tahu Tuhan itu kadang-kadang menyamar. Kadang-kadang dia jadi istri, kadang dia jadi suami. Kita ini setia dong sama istri, kita setia sama suami. Memang kita tidak sempuna tapi kita berusaha baik. Nih, ada satu pengusaha Singapura yang punya istri tiga itu datang sama saya. Saya bilang : Buang istrimu. Dia umur sudah 36 - 40 tahun tapi istri yang paling muda itu 21 tahun. Saya bilang buang. Dia datang ke Cianjur. Buang - dan dia menurut. Dia kirim sms : Oom, yang muda ini saya sudah buang. Puji Tuhan. Tinggal dua ini, ini yang pertama, ini yang kedua. Dia yang berat itu meninggalkan yang kedua ini. Kenapa? Karena yang pertamanya 'kejam'. Dalam bahasa Yunaninya meureukeudeuweung. Kalau pulang dari pekerjaan katanya: Dari mana lu? Lu dari mana? Bulak-balik aja. Dari mana lu? Besok: Lu dari mana? Asalnya dari cinta dia punya anak itu dari yang pertama. Jadi saya bilang tidak bisa kamu harus buang ini yang kedua, harus tinggalkan. Mumpung belum punya anak tinggalkan bereskan kasih pesangon dan kembali kamu. 

Dia kirim sms: Oom bantu doa supaya Tuhan memberi kekuatan kepada saya untuk menemui yang pertama. Karena dia sudah tidak kuat lagi katanya menemui yang pertama ini. Kejamnya itu. Saya bilang kalau kamu ada kasih, singa aja nggak berani gigit Daniel, saudara. Singa dikandang singa aja nggak berani gigit Daniel. Karena ada kasih. Jangan seperti pendeta yang sudah nggak suka doa lagi  Mestinya hari minggu dia banyak bekerja di gereja, dia malah berburu ke hutan. Lagi berburu, nah, Tuhan kasih ajar sekalian. Ketemu dia seekor singa,  amprok di tikungan lagi. Dia jalan .. jalan .. jalan. Lagi begini petantang-petenteng prok aja singa. Ngeper langsung : Oh, Tuhan tolong. Dia tutup mata. Tuhan tolong. Seperti Engkau menolong Daniel di kandang singa,  tolong juga saya Tuhan tolong adakan mujijat. Haleluyah .. haleluyah .. haleluyah. Dititah bedstone mani harerese geus katemu singa mah haleluyah .. haleluyah. Doa malam mani harerese naha ai gues kapanggih singa mah Yesus haleluyah .. haleluyah. Tapi kok dia pikir kenapa nggak diterkam-terkam. Dia buka matanya sedikit-sedikit dia bingung karena singa juga lagi berdoa. Lalu dia mengucap syukur : Terima kasih Tuhan ternyata singa ini singa kristen yang aku hadapi. Dan singa itu tiba-tiba bicara : Memang aku singa yang baik dan singa yang baik selalu berdoa sebelum makan. Ceritanya sampe disitu saudara-saudara tapi ini pelajaran bagi kita kebaikan kita jangan hanya urusannya hanya sampe sembahyang saja. Lihat setia dengan perkara yang kecil. 

Saya perhatikan saudara-saudara ayah saya mendidik pengerja. Saya belajar dari dia. Oom Hendrik Mandagi almarhum, ditelepon dari Jakarta sama oom Runkat: Tolong Yan, katanya, ini Hendrik Mandagi ini susah diatur koboi bandel tolong dididik. Dididik sama papa saya. Dulu dia pengerja Ketapang. Kalau nggak ada kayu bakar kursi dibongkar dibikin kayu bakar. Aduh ampun. Sekarang pengerja di Cianjur. Papa saya suruh: Ayo cabut rumput. Nggak ada rumput, oom. Ada yang kecil-kecil itu cabut. Saudara ingat gereja dulu di Ibu Jenab itu koral didepan tapi ada juga rumput kecil. Suruh naik ke pohon mangga suruh petik mangga. Lalu satu kali dia kasih pusaka rohani: Kamu buka Garut. Garut belum ada Gereja Pantekosta. Kamu buka Garut. Saya tidak cerita panjang. Dia buka Garut dengan mujijat Tuhan. Orang sakit disembuhkan, saudara. Kasih bangunan untuk bikin gereja. Itu terbukakan. Oom Rompas itu pengerja di Cianjur dulu. Oh, kenyang dimarah sama papa saya. Nih, kamu pergi ke Sumedang, buka Sumedang. Sumedang terbuka. Herens Temok di sini: Tuh Jamblang. Terbuka Jamblang. 

Mulanya dari yang mana? Dari yang kecil. Setianya dari yang kecil. Cabut rumput. Jacob Lesnussa sekarang gembala sidang karena setia. Yusuf Candra sekarang sudah punya anak di Jakarta senang, sudah lihat Israel sudah diajak orang, pengerja saya, senang. Yang setia-setia dari yang kecil ini semua jadi senang diberkati oleh Tuhan. Mulai dari yang kecil. Lalu dia bilang ayatnya yang ke 11: Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? 

Kalau soal uang saja kita nggak setia, bagaimana Tuhan mau kasih harta yang sesungguhnya. Kita cuman tau teori aja ini harta bukan kita punya, ini semua kekayaan ini bukan kita punya, kita cuma pinjam. Kalau bicara korban persembahan persepuluhan kita nggak mau kasih. Kita anggap kita punya. Tapi kalau teori ini harta ini cuma pinjaman, ini bukan kita punya. Tapi kita beraksi seolah-olah memang kita punya.  

16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." 

Pengabdian cuma harus kepada Allah. Tidak bisa dua. Ya Allah kita mengabdi, ya Mamon kita mengabdi. Uang itu saudara adalah pesuruh yang baik, kacung yang baik tetapi majikan yang kejam. Dan sayang banyak orang kristen dia dijadikan kacung oleh uang. Dia bangun pagi bukan untuk berdoa. Bangun pagi karena mau buka toko. Dia jadi kacung oleh uang. Dia kacung perusahaan, dia kacung dari harta yang akan lenyap. Dia bukan hamba daripada kebenaran. Dia bukan hamba dari Tuhan. Dia bukan hamba dari keyakinannya kepada Tuhan, dia diperbudak oleh kekayaan. 

Satu pengusaha di Jakarta punya pesawat terbang. Dia ngomong sama saya : Pak, saya ini seperti naik harimau. Saat itu kami lagi di Helacy, Rorin Pandey direkturnya Sinar Harapan dulu duduk sebelah saya di Helacy empat jam. Dan ini pengusaha muda, saya ini seperti naik harimau, pak. Dia bicara tentang usahanya. Kalau saya berhenti pak berhenti saja sekarang saya pak, saya berhenti nggak kerja lagi, 4 turunan saya tidak akan kelaparan, pak. Tapi saya nggak bisa berhenti karena kalau berhenti diancam. Kamu tidak boleh berhenti musti terusin usaha ini karena uangnya uang jenderal, uang ini, uang ini ada disitu. Kadang-kadang pak saya begitu bangun pagi ambil makan itu kaya dibekel mau sekolah. Taroh di kaleng kecil makan bawa naik di mobil, Volvo mobilnya sih. Begitu jalan dibuka dia makan. Sementara baru satu sendok ada telepon dari pejabat anu tolong ini taruh. Baru dua suap pak, setiap sendok satu pejabat, setiap sendok satu pejabat telepon dia : Tolong ya uang saya, tolong ya uang saya.

Saya ketemu lagi satu banker saudara. Dia mengelola bank yang dimiliki anak Pak Harto. Dia ngomong gagap. Dia pinter sekali, dia memegang kebudayaan Tiongkok yang sangat kuat. Jadi kata-kata mutiara dari Cung Kuo itu dia tahu sekali. Dia bilang : Pak, sekarang saya masuk dalam kristen banyak bertabrakan ajaran Kristus itu. Yesus mengajar kejujuran, dsb. Aduh pak, berkali-kali pak saya, dia nangis, berkali-kali saya sudah buka laci pistol saya sudah taruh disini, pak. Direktur bank, saudara. Minta ketemu disatu rumah makan. Saya sudah buka laci saya sudah begini. Saya bilang: Masih ada jalan, ada Tuhan kita. Sekarang dia sudah lepas sudah menang dia. Kenapa? Karena mengelolanya keliru. Dia bekerja kepada Mamon bukan memakai Mamon bukan memperbudak Mamon bukan  mengerjakan Mamon. Dia bekerja sama Mamon. Dia naik beruang, dia naik macan. 

16:14 Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia. 
16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah. 
16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya. 
16:17 Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal. Tiba-tiba datang ayat 18  
16:18 Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah." 

Kok, dari uang kok langsung kepada keluarga, kepada perkawinan? Ini Tuhan. Mulai dari yang kecil, mulai dari uang, akhirnya kepada perkawinan. Kenapa orang nyeleweng dalam perkawinan? Uangnya sudah nggak bisa dikelola -  dia diperbudak uang. Kenapa sudah kaya punya pabrik textile di Bandung masih makan narkoba, masih makan itu obat bius, kenapa? Dia salah mengelola uang.

Tetapi puji Tuhan. Pada malam hari ini saya sudah beritakan kepada saudara bagaimana penilaian Tuhan terhadap uang. Sekarang tergantung saudara menilai uang itu bagaimana? Bagaimana saudara menilai uang itu? Saya tidak panjangkan Firman Allah, tapi ditengah-tengah kita ada sesuatu yang tidak bisa kita beli dengan uang -  keselamatan tidak dibeli dengan uang tetapi dia diberikan dengan percuma, diberikan dengan cuma-cuma asal kita percaya kepada Dia. Pemain musik tolong. Para pelayan perjamuan silahkan mengatur meja perjamuan dan kita menyanyi satu nyanyian. A. Yesus aku cinta kepada-Mu ...   

-- o -- 

Minggu Sore, 04 Agustus 2002  

HAL YANG KITA SERING JEMU MELAKUKANNYA

Selamat sore, selamat berbakti, bertemu lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Pada sore hari ini, ada satu berita duka, mendadak dari Jambi. Satu hamba Tuhan eks Cianjur, yang sudah jadi gembala sidang yang sukses, saudara pendeta Decky Mangelep dipanggil Tuhan, sementara dia sedang berkhotbah membawa Firman Tuhan.  Dia adalah lulusan angkatan yang ke V tahun 92/93, dan kita berdoa kiranya keluarga yang ditinggalkan diberi penghiburan oleh Tuhan. Yang saya senang, dia dipanggil Tuhan sementara dia bawa Firman Allah. Berarti dia ada dalam pekerjaan Tuhan dan dia sudah jadi gembala sidang yang sukses. Diundang ke Jepang untuk berkhotbah. Dan saya iri sama dia karena dia murid saya tapi dia lebih dulu sampai di sana. 

Puji Tuhan. Pada sore hari ini, saya ingin berbicara mengenai hal yang kita sering bosan melakukannya. Saya ulangi, saya ingin berkhotbah mengenai hal yang kita sering bosan, jemu melakukannya. Bosan, jemu. Tetapi dalam waktu yang sama, Tuhan Yesus berkata, Firman Tuhan berkata supaya kita jangan bosan melakukan hal yang kita biasa bosan tersebut. Disatu pihak kita sebagai manusia suka bosan melakukan itu, dipihak yang lain dari Tuhan, kita disuruh supaya jangan bosan melakukan itu.

Ada dua hal saja yang saya akan berbicara mengenai hal yang sering kita bosan melakukan. Kita melihat yang  pertama di dalam surat Galatia 6. Galatia pasalnya yang ke 6, kita membaca ayat yang ke 7 mulai:

6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. 
6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. - Baca sama-sama -
6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. 
6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman. 

Inilah yang pertama, yang kita sering jemu melakukannya. Karena perbuatan baik kita sering disalah gunakan orang. Kebaikan kita ditunggangi orang. Kebaikan kita, ketulusan kita, dijadikan kelemahan oleh orang sehingga kebaikan kita diperalat oleh orang. 

Dalam kebaktian tadi pagi, saya mengatakan bahwa Yesus mengajar kita harus cerdik seperti ular tapi tulus seperti merpati. Kalau kita tulus seperti merpati, kita tidak akan menipu orang. Kita tidak akan makan duit orang. Kita tidak akan makan keringat orang, artinya kita tidak akan menipu orang. Kita tidak akan menipu orang. Tetapi kalau kita hanya tulus seperti merpati, kita seringkali ditipu orang. Kita jadi bahan, mangsa orang yang kejam. Ada satu ibu, dia tidak mau kebaktian lagi. Kenapa? Ah, saya kebaktian juga, uang saya dipinjemin terus, oom. Orang-orang datang sama saya pinjem uang. Jadi inilah yang saya katakan, kalau kita tulus saja seperti merpati, kita nggak nipu orang, tapi kita ditipuin orang. Sebaliknya, kalau kita cerdik seperti ular, kita tidak akan ditipu oleh orang. Tapi sering kali kita menipu orang, karena kita cerdik saja seperti ular. Maka Yesus bilang, gabung. Kita musti tulus seperti merpati, kita tidak mau menipu orang. Tapi kita juga musti cerdik seperti ular, kita tidak mau menipu orang. Amin, saudara-saudara? Jadi, kita punya ketulusan ini jangan sampai disalah-gunakan, ya. 

Nah, pada masa sekarang cari uang ini susah, saudara-saudara, hati-hatilah dengan uang. Hati-hati. Sekarang banyak orang tebal muka, ya. Hati-hati dengan uang saudara-saudara, supaya saudara-saudara tidak salah dengan uang yang saudara cari dengan susah payah, tetapi, saudara-saudara, dimakan oleh orang tanpa sengaja. Oke. Tapi Firman Allah berkata, jangan jemu berbuat baik. Saya katakan tadi, kita suka jemu. Aduh Tuhan, saya jemu dah. Malas saya, bosan saya. Tapi Firman Tuhan bilang, jangan jemu. Jangan jemu, jangan bosan. Dengan lain kata, jangan berhenti untuk jadi orang baik. Jangan berhenti untuk berbuat baik itu, jangan berhenti. Karena salah satu orang yang jahat sama kita, jangan kita jadi nggak baik. Jangan. Kita harus terus berbuat baik, ya. Kita harus terus menabur kebaikan, menabur didalam Roh, supaya kita menuai kehidupan. Jangan jemu berbuat baik. 

Sebab apa, kata Firman Allah? Engkau akan menuai. Dikatakan, kita akan menuai. Ayat 9 bagian akhir, jika kita tidak menjadi lemah. Karena banyak orang tidak mau berbuat baik lagi, karena dia rasanya lemah. Ah sudahlah,  saya lemah, ah. Tidak mau maju lagi. Lemah dia. Maka kebaikan yang dia taburkan, dia tidak bisa tuai. Bantut benih itu. Tetapi kalau kita tidak lemah, kita tetap berbuat baik, kita tetap berbuat baik, kita mengerjakan kebaikan-kebaikan terus, kebaikan baik - saudara pasti menuai yang baik. 

Maka saya dikasih lagu sama Tuhan : Janganlah jemu berbuat baik .. Janganlah jemu berkata baik .. Janganlah jemu berkarya baik .. Kita akan menuai baik .. Tiga puluh kali ganda .. Enam puluh kali ganda. .. Dan seratus kali ganda .. Kita akan menuai baik .. Maka saya tidak pernah takut menabur. Tidak takut saya. Bukan untuk menyombongkan, saudara, untuk saudara kita belajar. Saya drop, saya punya uang pribadi, saya juga perlu uang, saya drop 10 juta untuk Family Camp. Dengan keyakinan, saya menabur, saya akan menuai. Dan biasanya yang saya tuai akan jauh lebih besar daripada yang saya tabur. Itu harapan saya. Petani, kenapa dia tabur benih? Karena dia akan menuai. Itu satu benih beras, itu bisa jadi satu liter beras, hanya dari satu benih bisa jadi berbulir-bulir. Jadi, jangan jemu berbuat baik. 

Memang sakit kalau kita punya perbuatan baik dikerjain orang. Tetapi berbuat baik saja. Ada dua orang bersengketa, ini bilang dia bener, ini bilang dia bener - biar Tuhan jadi hakim. Kalau Tuhan jadi hakim, lebih tegas. Kalau saya, saya lebih baik rugi tapi nama saya baik. Dari pada saya mempertahankan hak saya, mempertahankan prinsip saya dengan merugikan orang lain. Buat apa saya mendirikan kebahagiaan, istana kebahagiaan, diatas kesengsaraan orang? Tapi buat saya, biar saya sengsara diatas kebahagiaan orang. Biar orang bahagia, walaupun saya sengsara. Karena Tuhan kan nggak buta? Pasti Dia lihat, Dia tahu yang mana yang bener, yang mana yang salah. Kalau kita sudah tahu, kita bener lalu kita mengalah, dobel berkatnya dari Tuhan, ya. Di dalam Matius pasal 5, Yesus mengajar dengan lebih jelas, gamblang, mengenai hal berbuat baik ini. Matius pasal 5, kita mulai baca ayat ke 14:

5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. 
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, - Perhatikan ayat 15 - melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. - Tetapi dalam ayat 16 -
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." 

Ayat 15 bilang, orang taruh pelita tidak dibawah gantang, literan beras. Dalam Lukas, tidak dibawah tempat tidur. Tapi ditaruh di kaki dian, ditaruh dikaki pelita, supaya menerangi semua, seisi rumah. Jadi yang pertama, perbuatan baik itu musti untuk yang di dalam rumah. Saya musti sayang-sayang sama istri saya. Utamakan yang di dalam rumah. Saudara mau dengar lebih jauh? Kalau saya mau terangkan, saudara mau dengar lebih jauh nggak nih? Mau nggak? Betul? Family Camp!!! Tinggal dua belas hari lagi. Jadi saya yang pertama-tama harus baik dulu sama istri saya, orang paling dekat di dalam rumah. Istri saya musti baik lebih dulu sama saya, orang paling dekat dalam rumah. Baru anak saya, kemudian menantu, baru cucu, baru setelah itu dan lain-lain. Baru ke tetangga. Dalam rumah dulu perbuatan baik itu. 

Orang Sunda punya peribahasa, paripaos. Urang teh kudu bener, kudu repeh rapih, jeung batur sakasur. Teman satu tempat tidur. Sudah beres, kedua: jeung batur sadapur. Dengan keluarga didalam rumah tangga. Baru yang ketiga : batur sasumur. Dengan tetangga tuh baru. Baru yang keempat: batur salembur. Nah, dengan kampung halaman. Sebelum itu semua, awak sakujur musti betul dulu. Nah, perbuatan baik ini sangat luas. Saya berhenti dulu disini. Banyak orang kristen menganggap kekristenan itu adalah haleluyah, haleluyah, Roh Kudus, haleluyah, haleluyah, glori. Orang sakit, sembuh. Yang buta, melihat. Yang timpang, berjalan. Haleluyah, haleluyah, haleluyah, uang jadi ilang. Itu? Bukan. 

Sekarang saudara banyak orang anggap bahwa uh, jadi orang kristen itu wah haleluyah glori sembahyang goyang kepala, goyang tangan, goyang kaki sampai akhirnya gigi palsu copot. Bukan itu. Kita mau belajar dari alkitab dong, ambil contoh dari alkitab. Ada dua loh, yang dilakukan oleh Yesus untuk Injil. Ini kita lihat dulu ya. Kisah Rasul 10
10:36 Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang. 
10:37 Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes, 
10:38 yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik.
- Yang nomor satu saudara-saudara. - dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. 

Jadi mujijat spektakular itu nomor dua. Yang nomor satu berbuat baik. Ini yang dilakukan oleh Yesus. Nah, kita lupa ini, kita jemu berbuat baik. Kita mau yang haleluyah haleluyah terus, kita maunya yang berkuasa terus itu, ya. Kita lupa berbuat baik.

Nah, kata Tuhan Yesus tadi lampu taruh didalam rumah ayat 16 dari Matius 5 Hendaklah terangmu bercahaya-cahaya didepan orang sekalian, didepan orang luar. Jadi sama dari orang dalam kita baik, kepada orang luar kita baik. Kita jangan bilang dosa kalau bilang dosa semua kita orang berdosa. Semua kita ada salah tapi kan ini  sekarang kita sedang bicara setelah kita didalam Kristus kita mau belajar berbuat baik, ya.  Berbuat baik. Pernikahannya juga bukan pernikahan gelap, pernikahannya pernikahan kudus, jodohnya kelihatan jelas siapa, perkawinannya jelas dikenal diketahui orang, didepan hamba Tuhan, ada saksi, bukan kawin dibawah meja - eh itu kucing dibawah meja, bukan kawin dibawah tangan, ya, tapi kawin menikah sebagai orang yang baik. Kelakuan yang baik, perbuatan yang baik.

Saya juga heran, setelah G30S/PKI semua orang musti punya surat bebas G30S tetapi yang sekarang tidak ada lagi surat G30S tidak usah pakai lagi. Sudah hilang. Tetapi masih ada surat diperlukan - surat kelakuan baik. Heran saudara, musti keluar surat berkelakuan baik. Saya bangga karena Kristus karena waktu saya minta pasport minta visa Amerika ditulis gede-gede di situ: Walaupun anda dikasih visa, visa ini musti diambil 3 minggu kemudian. Jadi sesuaikanlah perjalanan anda dengan visa, yang kalau diberi sekarang baru 3 minggu bisa berangkat. Sesuaikan. Istri saya udah ngomong wah bagaimana ini, bagaimana? Ya sudah, kita 3 minggu lagi nanti kita berangkat. Semua kira-kira 50 orang didepan saya ditolak semua. Ada orang pintar bahasa Inggris orang Pakistan ditolak. Ada orang istri direktur bank punya uang ditolak. Ada orang ngabla-bla, ngabreng-breng saya sudah keliling Eropa sekarang saya mau jalan-jalan ke Amerika udah stop - ditolak. Kita diem aja. Dipanggillah nama saya Yohanes Awondatu. Yang dipanggil nama saya, yang ngorejat dua orang, saya sama istri saya. Berdiri.  Orangnya tersenyum sama saya. Dalam bahasa Inggris dia ngomong : Ambil visa nya besok ya. Aduh, saking senangnya saya sampai lupa bilang terima kasih. Lupa melotot sama dia bilang terima kasih tuan, gitu ya. Lupa terima kasih, aduh saking senangnya. Begitu besok datang dibuka dapat 5 tahun. Nggak pernah saudaraku pasport saya itu ditolak visa nya. Irma sendirian ditolak. Pakai surat dari saya : Ini Irma jemaat saya ini - dikasih. Kemungkinan kedutaan besar Amerika sudah tahu saya orang baik ... jadi tidak pernah ditolak saudaraku. Revi pernah ditolak dia nangis ditolak pa ... ditolak. Ayo, sama papa yu balik lagi besoknya. Saya bilang ini anak saya. Oh, anak oom .. ya besok ambil. 

Saudara-saudaraku bangga karena Yesus bahwa kita dicap orang baik. Saya punya nama dijual di gereja lain diomong-omongin mah nggak apa-apa saudaraku. Yang jual nya jemaat saya sendiri. Katanya, waduh di GPdI mah nggak boleh batuk. Diomong-omongin padahal yang baptis dia saya. Dia kebaktian disana-sini saudara. Ku mau disini .. ku ingin disana, dia punya lagu kesayangan. Nggak apa-apa. Pokoknya saya ke Amerika dicap orang baik. 

Betapa pentingnya ini kebaikan. Seluruh agama kecuali agama sesat mengajarkan kebaikan. Tetapi Yesus menekan jangan jemu berbuat baik. Sebab kamu nanti akan menuai. Tentu saudara tidak mau tidak rela kita akan menuai yang tidak baik dihari depan. Kita tidak mau tidak rela kita menuai yang jelek di hari depan. Bisa saudara-saudaraku kita menuai yang baik asal taburan kita baik, asal peupeulakan urang baik. II Tesalonika

3:1 Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu, 
3:2 dan supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang-orang jahat, sebab bukan semua orang beroleh iman. 
3:3 Tetapi Tuhan adalah setia.

Dalam salinan yang lain Tuhan adalah baik dan setia. Maka kita sebagai umatNya kita harus juga menjadi orang yang baik dan setia. Kita harus menjadi baik dan setia. Saudara sudah dibaptis, saudara sudah mendengar Firman Allah bahkan saudara sudah tahu yang mana yang baik, yang mana yang benar, yang mana yang tidak benar. Lalu kita memilih melakukan yang tidak baik - itu perlakuan Tuhan sama kita nanti berbeda dengan kalau kita sama sekali belum kenal Tuhan, belum kenal Firman Allah, belum terima baptisan. 

Nah, bagaimana saya tahu bahwa hal ini baik atau hal ini tidak baik. Karena menurut kaca mata saya, kelakuan saya ini baik. Begini saja tes nya. Semua orang itu didalam hatinya dikasih 'lampu' sama Tuhan. Lampu ini disebut hati nurani. Apa hati nurani kita menyalahkan kita atau tidak - itu saudara sendiri yang tahu. Waktu saudara melakukan sesuatu, hati nurani kita menyalahkan kita atau tidak. Dia berkata anda benar anda salah atau tidak. Kenapa pencuri kenapa garong musti pakai tutup muka, musti lari ngebut, musti pakai pistol menakut-nakuti? Karena hati nuraninya mengatakan kamu salah, kamu keliru. Itu pembunuh yang membunuh ko Icis dia mengaku didepan polisi, ketakutan yang luar biasa melanda hidupnya. Padahal dia sudah plot didalam pikirannya dia sudah tidak akan ketahuan, dia bilang. Tapi lampu di hatinya bilang: Kamu salah. Maka gugup dipanggil polisi. Gugup. Ngomong gemetar. Karena salah. Tapi mari kembali kepada renungan itu: Jangan bosan berbuat baik. 

Saudara ingat Yusuf. Kita mungkin tidak bisa seperti Yusuf. Tapi belajarlah sedikit sepersepuluhnya atau 5 persennya dari Yusuf. Yusuf ini disayang sama bapaknya. Saudara-saudaranya yang lebih dari 10 orang benci setengah mati sama dia. Bajunya dirampas dirobek dicelupkan kedalam darah domba dan bilang : Yusuf ini diterkam harimau. Yusuf nya ditelanjangi, dimasukin di sumur kosong. Menjerit-jerit menangis menangis dibiarin. Besoknya dijual sama orang Mesir kafilah. Tuh ada kafilah Ismaili, orang Arab, kita jual saja Yusuf, dijual. Sampai di Mesir kerja bagus di Potifar, difitnah lagi dia,  masuk lagi penjara. Saya pendekkan cerita dia jadi Perdana Menteri oleh karena Tuhan. Dia jadi orang besar. Nah, engko-engkonya yang neken sama dia, engko-engkonya yang nipu sama dia, yang mau bunuh sama dia, nggak kenal sama Yusuf. Dikiranya memang Yusuf sudah jadi apa gitu. Dia tidak tahu ini Yusuf sudah jadi Perdana Menteri. Beli gandum. Yusuf nggak tahan. Dia nangis. Dipeluk satu-satu dicium. Ini Yusuf yang kamu buang. Engko-engkonya takut gemetar. Jangan takut, aku nggak akan balas. Nggak. 

Jadi sebetulnya yang terkenal dari Yusuf itu saudara-saudara itu luar biasa berbuat baiknya itu. Sama saudaranya dia berbuat baik nggak balas dendam. Sama Potifar dia berbuat baik, dia nggak balas dendam. Dia bisa balas dendam karena dia sudah jadi perdana menteri. Potifar bawahannya, bisa dibunuh kalau dia mau balas dendam bisa ditekan bisa direkayasa dicopot turun dari jabatannya. Dia nggak lakukan. Istri Potifar yang ngomong dia ini jadi tante girang dia ngomong begini begini, ah, dia bisa hukum pancung, tapi dia nggak lakukan. Dia tetap berbuat baik. Mungkin kata kita bodoh dia tapi lihat Tuhan angkat dia jadi Perdana Menteri. 

Ini yang terjadi sama murid saya di Sorong. Saya nggak salah, oom. Memang kamu nggak salah tapi kamu minta maaf sama itu pendeta. Saya yang ditekan oom. Memang kamu yang ditekan kamu yang tidak salah, dia yang salah, oom juga tahu, tapi kamu minta maaf. Kalau kamu belum minta maaf sama dia kamu tidak akan ada damai. Dia tidak bisa terima. Tapi lama-lama dia bisa terima. Betul oom Yoyo. Dia nggak bisa tidur. Akhirnya suami istri datang minta maaf sama pendeta. Pendeta itu bingung padahal pendeta itu yang neken sama dia. Ini murid saya dia minta maaf. Begitu dia minta maaf, sekarang dia punya jemaat anggota DPR Sorong, ibu Walikota Sorong dia punya jemaat. Dia baptis anggota DPR. Waktu saya kesana itu pancang besi-besi beton saudara-saudara besar. Supaya saudara mau tahu di Wamena harga semen itu 300 ribu satu zak. Jadi kalau saudara nyumbang: Saya nyumbang satu juta untuk pekerjaan Tuhan di Wamena, he-euh 3 zak semen. Dan sekarang mereka bangun dengan luar biasa di Sorong. Satu hal yang luar biasa. Dia bilang : oom saya selalu dan tidak akan lupa oom punya nasehat. Sekarang betul-betul saya menikmati buahnya ... menuai jikalau kamu tidak lemah berbuat baik.    

Presiden Nixon presiden Amerika dia pernah berkata satu kata mutiara : Orang yang membenci kamu tidak akan pernah menang kecuali kamupun membenci dia. 

Jangan jemu berbuat baik. Ingat kata-kata Yesus. Kalau ada orang minta kamu jalan satu mil, jalanlah dua mil - itu ajaran Yesus. Kalau ada yang minta jubah luarmu, berikan juga baju yang didalammu. Ini artinya berbuat baik. Kalau ada orang minta tolong jalan satu mil, jalanlah dua mil - lebih daripada yang dituntut, ya. Saya kasih contoh ya. Orang itu minta saudara jalan satu mil. Kalau saudara jalan satu mil, itu baru saudara genapkan Taurat. Tapi kalau saudara jalan dua mil, saudara menggenapkan hukum kasih, hukum berbuat baik. Kalau ada orang minta A saudara kasih A, itu saudara baru hukum Taurat, tapi kalau saudara memberi 2 AA, itu saudara memberikan dengan hukum berbuat baik. 

Yang kedua sekarang. Apa hal kedua yang kita suka jemu suka bosan. Lukas 18:1. Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. 

Yang kedua yang kita tidak boleh jemu adalah berdoa. Memang berdoa bisa jemu. Bukan hanya saudara, hamba Tuhan, sayapun bisa jemu bisa bosan.Tapi Yesus bilang jangan jemu-jemu. Jadi bukan hanya berbuat baik. Kalau berbuat baik ini urusan sama sesama. Tetapi kalau berdoa urusan sama Tuhan. Kan lambang kita salib. Sama sesama begini (horisontal, peny.), kalau sama Tuhan begini (vertikal, tegak lurus, peny.). Berbuat baik sama sesama, sekarang kita harus ada hubungan dengan Tuhan, yaitu berdoa. Memang ada kalanya kalau kita lagi cinta Tuhan, sembahyang semalam suntuk eh nggak rasa sudah amin. Nggak rasa sudah jam 1 setengah dua. Sudah amin. Sudah jam 2 pagi sudah amin nggak karasa. Tapi memang kalau lagi jemu saudara, baru jam 10 sembahyang, jam 10.15 ieu panon teh rasana .. beungeut teh rasana .. edek nyebut haleluyah ge .. heeuu ai. Kalau lagi jemu.

Sekarang saya mau tanya saudara? Apa kira-kira Tuhan tidak tahu  kita cape badan? Tahu dong. Masa dia pu  ce tau - Dia ce tau, Dia tahu kita cape. Dia tahu kita baru jaga toko, Dia tahu kita punya kaki bengkak sebelah, Dia tahu kita nggak boleh dingin. Dia tahu. Dia tahu. Tapi Dia juga tahu kita malas. Dia juga tahu kita jemu bosan. Masa kita jadi orang kristen cuma jagonya doa makan saja. Duh kalau kena doa makan mah Bapa kami didalam Surga. Dipermuliakanlah namaMu .. bari mata teh dibukakan separoh eta babi hong tong aya nu nyokot. Berikanlah kepada kami makanan kami yang secukupnya Tuhan. Engkau tolong janda-janda yang miskin. Duda-duda mah tara. Janda-janda yang miskin dalam kesusahannya Tuhan tolong. Ai kana sembahyang makan mah jago. Da pondok. 

Apa saudara hanya jago begitu jadi jagonya jago doa, cuma maju kedepan doa didepan aja? Sebentar kami akan mendengar FirmanMu yang Tuhan, tanamkanlah Firman-Mu didalam hati kami supaya kami tidak berdosa kepada-Mu. Kami sudah memuji-muji nama Tuhan. Haleluyah. Jadikan kami bukan hanya pendengar tapi pelaku-pelaku Firman. Da enggeus diapalkeun atuh. Batur kitu urang ge kitu. Apakah kita hanya sembahyang kalau sedang kepepet? Jangan saudara bilang saya tidak tahu ada jemaat suka judi di Cipanas, saya tahu. Wo ce tau lah. Jemaat itu maju ke depan bantu doa saya dalam kesulitan. Tumpang tangan. Tek, da kagambar didieu teh JUDI. Oh, ieu teh roh judi kabaca didieu teh da ngan opat JUDI. Atau kalau lagi tumpang tangan lima teh TUPOK. Euy dosa tupok. Maka saya nggak suka doakan udah dah. Nah, kalau saudara judi, terus saudara ada persoalan dengan keuangan, saudara sembahyang kedepan itu saya tuh rada bingung. Dia mau minta apa. Minta diberkati Tuhan, nah uangnya itu untuk apa. Untuk judi lagi. Tuhan nggak akan kasih. 

Kamu mah berdoa lagi kepepet, kamu mah berdoa bedstone, kamu lagi butuh, kamu lagi kesulitan, kamu ditekan, kamu digencet, kamu ada problem - kamu sembahyang. Waktu kamu senang kamu lupakan Aku. Aku ini memangnya ban serep, kata Tuhan kira-kira begitu karena ban serep itu kalau  kempes ban baru dipakai. Kalau ban kita pssssttt ... keluarkan ban serep tah .. ban serep dipakai. Kalau nggak kempes mah nggak dipakai ban serep. Banyak kali kita anggap Yesus itu ban serep. Selama kita masih bisa jaya mah wah, eng ing eng .. naik kerea api tut tut tut .. siapa hendak turut ... Saya ingat itu mbak Tutut membayar satu pengarang lagu 5 milyar untuk menghilangkan lagu naik kereta api tut tut tut. Itu ganti tut .. tut .. tut nya sama yang apa aja. Lima milyar dibayar. Nggak bisa-bisa saudara. Tet .. tet .. tet, nggak cocok. Bret .. bret .. bret, komo deui. Ba .. ke .. kok, eweuh deui. Nggak bisa-bisa. Akhirnya tetap kembali kepada tut .. tut ..  tut.

Nah, saudaraku doa ini seperti itu - nggak bisa dirubah. Saudara mau ganti pakai apa nggak bisa. Nggak bisa, doa ini nggak bisa dirubah. Itu sebabnya jangan jemu berdoa, jangan jemu sembahyang, jangan jemu saudaraku bergumul sama Tuhan, jangan jemu pasrah sama Tuhan, jangan jemu menyerah sama Tuhan. Jangan jemu berharap kepada Tuhan dalam doa, jangan jemu sembahyang. Nah, ini saya katakan saudaraku, orang yang berdoa dia tidak akan berdosa. Orang yang berdosa tidak akan berdoa. Itu tidak bisa dipungkiri. 

Maka kata Yesus jangan jemu kamu berdoa sebab kalau kita berdoa Dia tahu kita tidak akan berdosa. Maka Dia bilang jangan jemu berdoa jangan jemu. Emang ada eks Cianjur namanya pendeta Edi Kawulur bekas pengerja kita, dia menikah dengan eks pengerja juga saya. Istrinya juga bekas pengerja saya dua-dua Manado menikah.  Didaerah Bekasi. Memang buka sidang jemaat baru memang berat. Baru punya jemaat 3-4 orang sudah digerebek sama camat sama lurah. Ada apa ini disini? Ia pintar ini Edi Kawulur ini. Ngomongnnya saudara,  kalahak-kelehek. Ya bapa, begini. Bapa kan orang muslim, berdoa satu hari 5 kali. Saya orang kristen berdoa seminggu cuma sekali, pak. Jadi kita kalah sama bapak. 35 kali berbanding satu kali. Jadi kami cuma berdoa seminggu sekali saja, pak. Nggak bisa ngomong. Akhirnya lurah ya .. ya .. ya .. ya  boleh, boleh. 

Tapi apa betul kita berdoa seminggu sekali? Nggak. Dia cuma pintar-pintarnya ngomong supaya dapat ijin. Masa kalau kita bedoa seminggu sekali saudara orang kristen. Ehm, ampun. Sama saja saudara makan seminggu sekali coba kaya gimana? Kurus kering kurang daging kaya kucing. Bahkan kalau sudah 7 minggu 7 hari tidak makan kurus kering kurang daging kaya kucing geuring. Ada tambahnya saudaraku.

Jadi kembali kepada Firman Allah, kita perlu berdoa. Saudara maaf ya karena saya ini mungkin sudah jam terbang lama. Saya duduk disini saudara saya bisa tahu pemimpin pujian suka berdoa atau tidak saya tahu. Saya bisa rasa  ini orang berdoa apa tidak sebelum mimpin pujian saya rasa. Dan saudarapun bisa rasa. Orang yang suka doa atau tidak. Orang yang suka berdoa dia tidak akan berdosa, gitu aja. Orang yang berdosa dia tidak doyan berdoa. Doa dan dosa itu seperti minyak dengan air. Ditaruh di botol misah. Nggak bisa ngahiji. 

Tadi pagi saya bilang ada orang kristen sekarang kristen kepiting. Kaki delapan. Sungut dua, hulu dua, capit gede, tapi ai leumpang kagigir. Kedepan atuh urang ge suku dua mah ai leumpang kahareup. Saya tidak pernah ada lihat orang baris maju jalan .. maju ke pinggir. Kita berjalan itu kedepan. Hadapi kenyataan. Bukan dengan muka tebal. Hadapi kenyataan kalau kita ada persoalan. Hadapi, bikin beres supaya kita tidur nyenyak. 

Karena luput dari hukum dunia ada hukum tabur tuai. Luput dari hukum tabur tuai ada hukum-Nya Tuhan. 

Jadi saya ingin bebas dari hukum dunia saya ingin bebas dari tabur tuai saya ingin bebas dari dalam hukumNya Tuhan. Saya ingin bebas saya ingin senang kok. Nah, itu seharusnya saya harus tidak jemu berbuat baik dan tidak jemu berdoa. Kalau berdoa saudara-saudara, dialog. Saudara bicara sama Tuhan lalu Tuhan bicara sama saudara. Kalau sembahyang teh bukan begini, saudara terus yang ngomong: Bapa kami dalam surga, Engkau tolong pada pagi hari ini. Engkau sudah bangunkan kami dengan tubuh yang sehat. Engkau tolonglah toko saya. Saya mau buka toko saya, toko minyak, toko buah, toko duren. Engkau tolong memberikan juga peternakan saya ayam petelor. Engkau tolong juga toko obat saya Tuhan dan toko jamu saya, Engkau tolong memberkati Tuhan. Engkau tolong juga Tuhan sawah ladang saya. Engkau tolong juga Tuhan anjing-anjing saya si Bopi dan si Bronce dan si Bleki. Engkau tolong juga Tuhan ayam-ayam saya. 

Oh Tidak. Itu mah laporan. Kalau sembahyang itu yang bagus. Kita ngomong dua tiga puluh persen, Dia ngomong banyakan. Kumaha Dia ngomongnya bagaimana? Makanya kita musti latih. Diem nanti Dia bicara. Bicaranya itu di hati. Saya mau khotbah hari ini bukan ini. Tapi sementara saya main musik Dia bicara. Ini loh. Ngomong, Dia ngomong. Dia bicara. Saya suka ketemu orang tukang demen batu ya, tukang batu: Ini batu pak, dia lagi ngobrol, ini batu bisa ngomong pak. Dia ngomong. Bingung dia ngomong. Ini batu pak dia ngomong. Nah, kalau batu yang mati saja ngomong apalagi Tuhan yang hidup yang bikin batu itu pasti Dia ngomong - gitu aja. Bingung kok batu bisa ngomong. Kalau dia bisa ngomong mestinya dia bisa jalan sendiri. Bisa ngomong. Batu biasalah supaya laku batunya. 

Mari pada malam hari ini periksa dua hal ini. Apa kita sudah bosan berbuat baik jemu karena dipakai salah terus sama orang. Saya ingat Ibu Tan Kai Bun almarhum, waktu itu saya khotbah di Balai Sidang. Dua hari undangan dijual 5.000 orang. Undangan dijual. Cianjur kebagian 30 undangan. Tapi yang mau ikut kebaktian lebih dari 30 orang. Jadi setelah undangan-undangan itu masuk, ibu Tan Kai Bun kita suka panggil mama, ya dia masuk. Tante mana undangannya? Oh, saya nggak ada undangan. Maaf, ini untuk undangan dulu. Iya, tapi kan yang diundang juga pan ada nanti yang nggak datang. Pasti yang diundang juga ada yang nggak datang. Jadi saya mau masuk dengan harapan yang diundang yang nggak datang, saya mau masuk. Mau duduk situ. Ya, kalau gitu tante tunggu dulu diluar. Bayangin dari Cianjur 2 jam sampai di Balai Sidang disuruh tunggu diluar berdiri. Dia punya akal. 

Dia datang sama yang jaga karcis. Yang khotbah sekarang siapa? Oh, pendeta Awondatu. Pendeta Awondatu itu kan kamu cuman pinjam. Itu pendeta kita punya, orang Cianjur punya. Saya adalah jemaatnya. Oh begitu ya tante. Betul? Betul, saya jemaatnya. Masuk. Supir saya satu, dia lihat, dia maju: Saya supir pak Awondatu. Oh, silahkan masuk. Masuk juga. Tapi perhatikan itu kata-kata ibu Tan Kai Bun itu. Dia bilang: Kamu cuma pinjam. Yang memiliki pak Awondatu itu kami. 

Nah, mungkin saudara mempunyai sesuatu sebetulnya orang lain punya. Hei Herodes, kata Yohanes Pembaptis, istrimu itu bukan kamu punya, istrimu itu adik kamu punya, kembalikan. Itu bukan hak kamu. 

Waktu Zakheus bertobat saudara dia baru tahu haiya saya punya harta ini yang luar biasa besar bukan saya punya. Tidak diomongin apa-apa: Ya Tuhan Yesus, separuh harta hamba, hamba mau bagi-bagi orang miskin. Dan  kalau ada orang yang saya tipu uangnya, saya cong ti, saya makan, saya cia - saya mau kembalikan 4 kali ganda. Yesus nggak ngomong apa-apa loh. Ini pertobatan yang betul. Mau berbuat baik. Mengembalikan 4 kali ganda. Yang anda punya itu bukan kamu punya. Eh, datang perempuan Samaria. Ya tuan, berikanlah kepadaku air minum itu. Bawa kemari suamimu. Lekas saja dia bilang: Aku belum bersuami. Kenapa? Karena Yesus ganteng. Dia tidak tahu Yesus siapa; dia kira Yesus teh cuma orang Yahudi biasa saja. Aku belum bersuami. Memang kamu belum bersuami karena 5 sudah jadi suamimu dan yang ke enam sekarang belum jadi suamimu, itu bukan kamu punya. 

Mungkin ada diantara kita yang kita sedang open, kita sayang-sayang, yang bukan kita punya tetapi orang lain punya. Dengan sayang saya bicara dari mimbar ini: Kembalikan! 

Kalau itu hormat, kembalikan hormat itu. Kalau itu apa saja, saudara harus kembalikan - itu bukan saudara punya. Maaf, kadang-kadang pujian Tuhan punya kita rampas. Wah, toko teh gede nya ayeuna mah nya. He-euh ieu teh toko teh gede saeunggeus aya si bungsu, yeuh. Si bungsu mah bener-bener ieu mah mawa hoki. Mata na tilu tuh, ceuli opat, kuncir dalapan, ieu mah mawa hoki. Begitu ieu si bungsu lahir, toko teh jadi digedean. Heh, hormatnya Tuhan diambil. Pendeta KKR sukses : saudara-saudara, saya kemarin KKR 300 orang dibaptis. Eng .. ing .. eng, eng .. ing .. eng lupa kepada Tuhan. Tuhan punya hormat dirampas sama dia. Roh Lucifer merampas kemuliaan Tuhan yang bukannya dia punya, bukan kita punya. Mari kita kembalikan kepada Tuhan. 

Apa kata Yesus? Kembalikanlah kepada kaisar apa yang kaisar punya, kembalikanlah kepada Tuhan apa yang Tuhan punya. Tidak panjang Firman Tuhan: Jangan jemu berbuat baik, jangan jemu berdoa. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --

Minggu sore, 11 Agustus 2002  

TUHAN AKAN MEMBERI BANGSA-BANGSA

Haleluyah. Selamat sore, selamat bertemu, berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Pada hari minggu ini, sore, kita akan merenungkan satu mazmur yang sangat indah, yaitu Mazmur pasal yang ke 2. Mazmur pasal yang ke 2 terdiri hanya sedikit ayat. Sedikit ayat tetapi begitu banyak artinya. 

2:1 Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? 
2:2 Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya: 
2:3 "Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!" 
2:4 Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka. 
2:5 Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya: 
2:6 "Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!" 
2:7. Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. 
2:8 Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. 
2:9 Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk." 
2:10. Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia! 
2:11 Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, 
2:12 supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!

Ayat 1 dimulai dengan satu pertanyaan, mengapa rusuh bangsa-bangsa? Mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Kalau saya pakai bahasa sekarang, supaya saudara bisa lebih ngerti. Kenapa banyak kerusuhan? Kenapa sekarang orang senang mereka-reka, membuat pernak-pernik, perkara yang sia-sia? Yang utama dilupakan, yang tidak penting diutamakan. Hidup yang kekal disepelekan. Hidup di dunia yang sementara diutamakan. Itu yang disebut mereka-reka yang sia-sia. Kenapa, katanya, sampai banyak kerusuhan? Ternyata jawabnya ada dalam ayat ke 2: Raja-raja dunia bersiap dan para pembesar bermufakat bersama melawan Tuhan dan yang diurapi-Nya. Mereka itu berkata, ayat ke 3: Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita. 

Yang dimaksud dengan raja ini, siapa? Bahkan ayat 10 berkata: Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana. Terimalah pengajaran, hai para hakim dunia. Yang dimaksud dengan raja, siapa? Yang dimaksud dengan hakim, siapa? Nanti kita pelan-pelan, kita akan lihat didalam alkitab. Nah, kalau kita anggap raja ini, raja yang ada di dunia, di dunia ini tinggal berapa gelintir raja? Masa Mazmur ini ditulis hanya untuk berapa gelintir raja? Coba raja, mana? Di Indonesia cuma ada satu, raja dangdut. Saudara-saudara, raja dimana? Di negara mana? Sudah jarang. Presiden ada, kaisar ada, ya, ratu ada. Tapi raja? Sudah tidak ada. Mungkin di Afrika masih ada. Tapi masa Mazmur ini hanya untuk empat puluh raja, tiga puluh raja, ditaruh di alkitab.  Nah, mari kita pegang Mazmur 2 ini. Kita mau lihat dulu Wahyu pasal 1. Di dalam Wahyu pasal 1, saudara-saudara, di sana kita akan melihat bahwa Tuhan berkata, ayatnya yang ke 5 dan ke 6:

1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya-- - Perhatikan ayat ke 6 - 
1:6 dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin. 

Ini salah. Salah salinan. Seharusnya, he has made us kings and priests - Dia sudah membuat kita menjadi raja-raja dan imam-imam. Menjadi raja-raja, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya. Bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Mari kita kembali, lekas, kepada Mazmur pasal 2. Kalau begitu yang dimaksud dengan raja disini, ayat yang ke 2. Memang ayat ke 5 dari Wahyu 1 tadi, ada raja bumi tetapi juga disebut saudara dan saya setelah kita didalam Yesus, kita disebut raja-raja dan imam-imam. Dari mana rusuh? Karena raja-raja - saudara dan saya, umat Tuhan - mau melawan Almasih, mau melawan Kristus Yesus. 

Ngelawannya gimana? Marilah, ayat ke 3 dari Mazmur, marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka daripada kita. Kita mau melepaskan diri dari ikatan kasihnya Tuhan. Di dalam hati kita, kita memelihara roh ingin melawan. Tidak mau terikat, aku ingin bebas. Tidak mau diikat oleh peraturan alkitab. Tidak mau diatur oleh Firman Allah. Aku mau berontak, aku mau lepaskan diri dari tali-tali, dari ikatan-ikatan yang Tuhan sudah siapkan bagi kita. Pada waktu kita mau memutuskan Firman Tuhan yang mengikat kita dengan kasih sayangnya, dari situlah kerusuhan datang. Kalau rumah tangga kita tidak dibenahi melalui Firman Allah, dari sanalah kerusuhan datang. Lebih jauh di family camp nanti. 

Ketika kita mau melawan hukum-hukumnya Tuhan, kita tidak mau terikat dengan hukum-hukumnya Tuhan, kita mau lepas, kita mau bebas, kita nggak mau diatur. Itu pendeta, ada urusan apa dia ngatur-ngatur saya? Dia mau khotbah, ngatur apa? Duit-duit saya, hidup-hidup saya, urusan-urusan saya, jangan ngatur saya! Nah, kita sudah ngomong begitu didalam hati kita. Kita mau berontak dari belenggu. Rasul Paulus bicara tentang satu ikatan, didalam Roma pasal yang ke 7, indah sekali. Dalam Roma pasalnya yang ke 7, saudara-saudara, dia menceritakan tentang hukum Taurat dan anugerah dengan satu ungkapan, satu ikatan. Ayat 1, 

7:1. Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, --sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum--bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup? 
7:2 Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu. 
7:3 Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain. 
7:4 Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah. 
7:5 Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut. 
7:6 Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat. 

Sampai disana. Lihat, saudara-saudara, bahwa suami istri terikat. Saya nggak rasa terikat, hukum. Hukum apa? Hukum Firman Allah. Bahwa istri terikat kepada suami. Tidak boleh istri lebih dekat sama orang lain daripada suaminya sendiri. Tidak boleh sang istri lebih dekat kepada laki-laki lain atau perempuan lain, selain dari suaminya sendiri, karena ikatan. Nah, banyak istri-istri mau bebaskan diri, nggak mau saya diikat oleh belenggu ini. Ini belenggunya Tuhan, aturan Tuhan. Saya mau lepas. Rusuh dari sana datang. Saudara sekarang mengerti. Yang dimaksud dengan raja-raja itu adalah kita. Berikut, kembali kepada pemazmur 2 lagi. Kita lompat dulu kepada ayat yang ke 10 : 
2:10. Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia! 

Siapa ini hakim? Apa hakim ini adalah hakim yang ada di pengadilan-pengadilan negeri? No, no, no, no. Tidak. Sekali lagi kita mau lihat dari Firman Tuhan. Jangan saya yang terangkan, biar Alkitab yang menerangkan Firman Tuhan, supaya saya tidak salah. Tadi Roma 7, sekarang Matius 7. Kita buka Matius pasal 7, saudara-saudara. Di dalam Matius pasalnya ke 7, disana kita melihat juga satu keindahan yang lain, yang Yesus sendiri berkata kepada kita sebagai umatnya Tuhan. Ayat 1: 

7:1 "Jangan kamu menghakimi, - Saya mau tanya dulu, saudara, yang suka menghakimi siapa? Hakim! Iya kan. Yang suka menghakimi itu kan hakim. -  "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. 
7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

Cukup. Jadi yang dimaksud hakim ini siapa? Tak lain, tak bukan, umat Tuhan juga yang seringkali menghakimi orang. Karena kita ini seringkali menghakimi, menilai orang dari keadaan luar. Dulu ada satu pendeta, teman saya, saudara. Dia kerja di Jawa Tengah. Saudara tahu pendeta pantekosta gajinya satu bulan tiga puluh satu hari paling baik. Yang paling jelek dua puluh delapan hari. Tidak ada gaji. Punya pacar satu gadis Tionghoa. Ini teman saya ini orang Manado, baru meninggal. Gadis Tionghoa ini di Cirebon. Surat-surat, mula-mula di kebaktian, saling lihat-saling lihat, jatuh hati. Bahasa Yunaninya jatuh cintrong. Lalu mulailah ada hubungan. Kembali lagi si hamba Tuhan ini ke Jawa Tengah. Maka kasih sayang, cinta itu ditumpahkan pada surat. Waktu itu belum ada lem yang bagus, jadi selalu pakai lidah. Ya, namanya surat, dua minggu sekali baru terima balasan.

Pada satu hari, saudara, di Cirebon ini, biasa toko-toko yang kuno dulu ya, seperti di Cianjur dulu, ada tangkeban kan ada dua. Pintu yang pertama orang suka nongkrong di situ kan? Yang punya toko kalau sore dia lihat orang lewat. Kebetulan ada tukang ketan, tukang maranggi. Eh ... maranggi. Ini juga gadis ini biasa ngadaweung. Lewatlah sebuah mobil Impala tahun 60-an, saudara. Itu Impala selalu lewat membunyikan klaksonnya, tat-tara-tat-tat-tit-tot. Gadis ini nggak tahu apa-apa, dikira lewat aja. Tapi mulai dia perhatikan, sering bener ini mobil lewat. Tat-tara-tat-tat-tit-tot. Lama-lama, sang sopir, tat-tara-tat-tat-tit-tot. Jadi si gadis lihat, siapa sih klakson-klakson terus? Yang stir, angkat tangan, manggut. Dikira sama siapa manggut. Oh, sama dia. Lama-lama angkat tangan juga. Nggak kenal. Sampai satu kali, mungkin setelah dua-tiga puluh kali bolak balik itu mobil dalam satu bulan, berhentilah mobil Impala merah ini didepan toko, di depan rumah ini gadis. Berkenalan. Aduh, jaman masih minyak rambut era smith, yang kalau lalat nempel, nggak lagi bisa pergi, nempel, saking liketnya. 

Nah, si gadis mulai menilai, mulai menghakimi dia. Ini pemuda ganteng, gagah, minyak rambut licin, punya mobil. Dibandingkan dengan pacarnya, si pendeta yang dari Jawa Tengah. Kebetulan teman saya. Pendeta pantekosta, orang Tionghoa bilang, makan nggak kenyang, lapar nggak mampus, pendeta pantekosta mah. Gaji ge, teuing iraha makan, iraha lah. Mobil-mobil ge lah engke gancang dijual. Sudah. Dipikir-pikir. Akhirnya diambil keputusan, vonis dijatuhkan. Diputuskanlah pacarnya yang di Jawa Tengah. Putus. Off. Maka patah hati, saudaraku, yang di Jawa Tengah ini. Menikahlah si gadis ini dengan sang pemuda. Setelah menikah baru ketahuan. Mobil itu mobil pinjeman. Dan si pemuda hanya kerja saja sebagai buruh biasa di pasar. Tapi sudah. 

Si pendeta nangis-nangis, Tuhan, aku patah hati Tuhan. Betapa malang nasibku, karena ditinggal pacar, da .. da .. da .. Tuhan dengar. Kan ada ayat, Tuhan kasihan sama orang yang patah hati, ada ayatnya. Nah, patah hati itu patah hati. Patah hati macam apa juga, pokoknya patah hati, broken hearted. Itu patah hati. Dia kasihan. Hamba Tuhan itu dikasih mobil sama Tuhan. Lewat hamba Tuhan, belon kawin, lewat di depan toko pacarnya. Tapi pacarnya sudah hamil, karena sudah jadi istri orang kan. Tat-tara-tat-tat-tit-tot, angkat tangan. Duh, masih inget. Habis gimana udah gede? Sudah jadi hakim. 

Itu sebabnya ayat 10 ini berkata: hai raja dan hai hakim. Maksudnya kita. Kita kadang-kadang, saudara-saudaraku, jadi hakim. Menilai orang, salah. Padahal dia belum tentu salah. Dengar ya, pendapat saya, saudara. Saya selalu yakin pendapat saya itu betul, saya nih pribadi, Ko Yoyo nih. Selalu yakin pendapat saya betul. Tetapi, saya juga selalu percaya, mungkin dalam pendapat saya yang betul itu ada kesalahan. Dan saya suka anggap pendapat orang keliru. Tapi saya suka buka, mungkin dari pendapat orang yang keliru itu ada kebenarannya. Yang paling bener mah cuma Tuhan. Ada haleluyah? 

Kita nggak bisa menghakimi. Nggak bisa. Maka Tuhan kasih kepada kita dua telinga. Kalau kita dengar pengaduan dari satu orang, jangan percaya dulu. Kita musti denger juga yang dari orang lain sebelah. Bagaimana kedengarannya. Nah, ditimbang. Da biar kita cantik bagaimana, ganteng bagaimana, ari ceuli ngan sabeulah? Kasep sih kasep, tapi sabeulah ceulina, ieu we euweuh ceulian, rata we kitu. Tai laleur weh gede sagede handphone, tapi euweuh ceulian. Susah, ya. Jadi ada telinga tuh harus dipake. Jadi kita jangan menghakimi. Hai hakim, katanya, kenapa mau melepaskan diri dari ikatannya Tuhan?

Saya mah nggak mau peraturan-peraturan kristen. Jangan terlalu fanatik lah ikut-ikut Yesus. Jangan terlalu fanatik lah, biasa-biasa aja. Jangan terlalu fanatiklah. Kita mau melepaskan diri dari ikatan. Sekarang saya mau masuk kepada satu ayat yang paling indah. Menurut saya paling indah. Yohanes pasal 21. Dalam Yohanes pasal 21, Tuhan Yesus sendiri berkata, Yohanes pasal 21:15.

21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." 
21:16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." 
21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku. - Nah, ayat 18 perhatikan  - 
21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." 

Waktu kamu masih muda, kamu yang mengikat pinggangmu sendiri, mengikat diri sendiri. Tapi ketika engkau sudah tua, engkau akan mengulurkan tangan, 'orang lain' - dalam tanda kutip, orang lain akan mengikat pinggangmu dan membawa kamu ketempat yang kamu tidak suka, tapi 'Dia' suka. 

Mari kita perhatikan itu kata orang lain, siapa itu 'Orang lain'? Saya selalu ingat dalam Yohanes 14,15,16 'Penolong yang lain' - Roh Kudus. Maka saya tadi dalam awal khotbah saya bilang ini tali, tali kasih, karena tiga kali Yesus sampai nanya : apakah engkau mengasihi Aku? Sampai tiga kali. Ternyata Roh Kudus itu mau mengikat kita dengan tali kasihNya. Tetapi membawa kita bukan ketempat yang kita mau - ketempat yang Dia mau. 

Pada hari kamis saya khotbah di kaum muda kenapa orang kristen itu susah kalau diajak sembahyang. Dengar baik-baik. Kadang-kadang kita kalau berdoa sebagai pilihan terakhir. Dokter sudah angkat tangan, dukun sudah tidak bisa, orang penting sudah tidak bisa, keluarga tidak bisa tolong, kesana kesini mentok - baru kita berdoa. Salah. Mustinya kita berdoa dulu sebelum ke dokter, sebelum kemana, sebelum minta pertolongan teman kepada orang berpangkat - kepada Tuhan dulu kita berdoa! Tapi anehnya kenapa kita tidak mau berdoa, kenapa kita susah kalau diajak sembahyang, kenapa? Itu mau berontak, tidak mau diikat sama kasih sayang Tuhan. Mau disayang sama Tuhan saudara, kita nggak mau. Kita mau lepaskan diri dari ikatanNya Tuhan. Roh Kudus mau mengikat kita membawa kita ketempat yang Dia mau tapi kita tidak mau. Nah, saya mau kasih tahu saudara. Ketempat yang Roh Kudus mau, itu biar bagaimana saudara, itu jauh lebih baik daripada ketempat yang kita mau. Ketempat yang lebih tinggi ... Dia tarik kita. 

Ada satu lagu waktu saya masih di sekolah Alkitab Tarikku kembali Juru Selamat  .. Tarikku kejalan kasihMu .. Kutak layak ya Tuhan .. Tapi dengar dan jawab .. Tarikku ... dengan tali kasihMu ya, Tuhan. Kembali kepada Tuhan. Berapa kali Tuhan mau tarik saudara dekat kepada Dia, kita mau lepaskan diri - jadinya kita rusuh. Coba kalau pertama-tama kita sembahyang. Saya suka katakan doa menghalangi kita dari dosa, dosa menghalangi kita dari doa. Tidak ada yang minum whisky berdoa dulu. Nggak ada. Saya mau minum whisky demi nama Yesus, Tuhan, saya mau minum whisky untuk kemuliaan-Mu Tuhan. Nggak ada yang mengisap gudang garam nyanyi dulu : gandum di gudang garam, gandum di gudang garam, kita bawa gandum ke gudang garam. Nggak ada. Nggak cocok. Doa menjauhkan kita dari dosa, dosa menjauhkan kita dari doa. 

Tadi malam ada yang sms saya, minta tolong: murid ko Yoyo kirim satu orang kesatu pusat rehabilitasi narkoba,   karena keluarganya satu anak ganteng punya istri punya anak punya pabrik uang tidak kurang. Tapi ketagihan narkoba. Sudah begini, sudah kena, sudah terkena baru minta didoakan. Coba dulu sebelum kena, sebelum apa suka berdoa. Nggak kena. Mari jangan lepaskan diri dari ikatan-ikatan Kristus. Memang rasanya menyulitkan  karena Dia mau mengikat kita dengan kasih sayang Tuhan.

Mazmur 

2:4 Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; - Tuhan itu mengejek - Tuhan mengolok-olok mereka. 
2:5 Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya: 
2:6 "Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!" 
2:7. Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. 
2:8 Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. 
2:9 Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk." 

Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN. Saudara tahu ketetapan Tuhan? Kalau negara itu undang-undang. Undang-undang itu nggak bisa berubah. Puji Tuhan saudara-saudara, sidang tahunan MPR sudah lulus dan doa orang kristen didengar ya, apa yang menjadi keberatan orang kristen didengar. Jadi tidak sampai ada hukum-hukum syariat islam diberlakukan, tidak, ya sudah selesai. Bahkan ini kemenangan bagi kita, kita boleh berbakti dengan baik, dengan tidak apa-apa. Gus Dur sudah berjuang, PKB sudah berjuang sungguh-sungguh dan menang sudah, ini sudah didengar oleh Tuhan. Namanya undang-undang kalau sudah jadi undang-undang nggak bisa dirubah. Nah, ini undang-undang sekarang. Saudara kita sudah dapat undang-undang yang baik kita bisa berbakti dengan bebas dan lain sebagainya, dan lain sebagainya.

Sekarang dengar. Kalau kita ikut undang-undangnya Tuhan, Tuhan bilang : minta kepadaKu, Aku beri bangsa. Saya juga bingung pertama kali baca ini saudara. Kenapa ya Tuhan kasih bangsa. Bangsa akan Ku berikan kepadamu menjadi milik pusakamu dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. Saudara yang sedang dalam kesulitan bisnis, bisnis itu memerlukan orang. Sekarang 300 ribu tenaga kerja Indonesia di Malaysia dipulangkan. Yang dipulangkan TKI, Tenaga Kerja Indonesia - bangsa. Ketika TKI ini pulang saudara-saudara, bisnisman Malaysia bilang pusing, - koran Kompas hari ini - pusing kita. Karena tenaga kerja Malaysia harga tinggi. Tenaga kerja Indonesia bisa dibayar murah, kerjanya rajin. Tidur dimana saja. Lepas di kebon lalap bere habis semua, kebun singkong, singkong habis. Beres. Tukang makan lalap. Orang Malaysia nggak. Jadi pusing mereka. Jadi kalau Tuhan bicara bangsa, dia bicara bisnis. Minta kepadaKu. 

Kalau saudara-saudara punya bisnis belum jalan, itu bukan salah Tuhan. Coba periksa apa mungkin kita tidak mengikuti ketetapan Tuhan. Waktu saya minta visa Amerika, ada satu pemuda sudah 4 kali ditolak. Itu di kedutaan besar, orang Amerika bilang begini: Anda sudah empat kali ditolak. Kami ingin memberi visa tapi anda belum komplit. Ada syarat yang anda belum penuhi. Coba periksa apa yang belum dipenuhi? 

Saudara-saudara, kalau kita belum diberkati itu kesalahan bukan kesalahan pada Tuhan. Coba periksa: mungkin cinta kita, mungkin kasih kita kepada Tuhan. Nah, coba lihat orang lain. Orang lain mah kebaktian belum mulai sudah duduk di gereja, nah kita mah kadang-kadang khotbah sudah jalan 10 menit baru ada di gereja. Kan Tuhan juga lihat, Tuhan juga menimbang. Kalau Dia mau kasih berkat Dia kira-kira, apa orang itu bisa Aku kasih berkat. Cintanya kepada-Ku itu seperti apa. SayangNya kepada rumah Tuhan seperti apa. Doanya kepadaKu seperti apa. Dia suka doa apa tidak, dia suka baca Firman Allah apa tidak. Apa dia mengasihi istri, tunduk kepada suami apa tidak? Apa dia mengasihi anak, sayang kepada orang tua apa tidak? Itu ditimbang. Apa dia jujur apa tidak? Bisa dipercaya apa tidak? Kalau itu ketetapan Tuhan kita sudah ikut, minta katanya Tuhan. Maka saya mah nggak takut, minta aja. Minta. Yang Dia kasih bukan langganan 10 - 20 orang, bangsa saudara-saudara. Cuma satu yang bilang haleluyah, mudah-mudahan dia jadi bisnisman besar. Yang lain mah masih nggak percaya. Maeunya? 

Milik pusaka.  Saudara tahu milik pusaka. Pusaka nggak dikeluarin. Aku berikan itu nanti di akhir, milik pusaka Ku berikan. Jadi kepada jemaat Tuhan di Cianjur, visi anda itu perbesar. Bisnis anda ini perbesar visinya. Jangan cuma buka toko .. saya mah da oeh ma tukang balon baheula oge. Engkong oeh tukang balon, niupan balon. Papa oeh tukang balon. Oeh ge pan tukang balon. Anak saya juga tukang balon. Tuh, incu tuh leutik-leutik keur niupan balon. Masa dari engkong jadi tukang balon terus sampe ka ieu na keumbi turun pipi na kahandap kendor. Kunaon? Niupan balon wae. Kadang-kadang balon na teu pinuh, ieu na nu kaluar. 

Tuhan ingin memberikan bangsa kepada kita. Tapi coba rela nggak kita diikat sama tali kasih Tuhan? Duh masih pengen tidur Tuhan, sembahyang. Tadi saya pulang jam 3 dari Jakarta, aduh pengen tidur, tapi Tuhan kasih juga 15 menit lah bisa. Sudah. Setengah 4 mandi, minum kopi sauyup we, jam 4. Sagegel pisang goreng, saparapat jam. Ampun waktu teh. Tapi saudara, Tuhan akan kasih bangsa. Saya diundang ke Australia, Agustus tahun depan, ngundangnya sudah dari sekarang. Kalau Tuhan buka jalan, September, kami akan pergi ke Belanda. Diundang di Belanda. Saya lihat surat undangannya di internet, waduh, pake bahasa Belanda. Da nggak ngarti saya teh, aya wortel-wortel sagala kitu apa. Tapi bangsa Tuhan kasih kepada kita. Asal kita percaya. Berhentilah jadi hakim. Menghakimi orang. Berhentilah melawan Isa Almasih. Saya nggak mau diiket, saya nggak mau. No, no, no, no. Ulurkanlah tangan, kemana Engkau mau aku pergi. 

Dengar, ini cerita betul terjadi. Waktu Petrus, Yerusalem dibakar, saudara-saudara. Orang kristen dibunuh-bunuhin. Petrus lari. Ini setelah Yesus naik ke surga. Petrus lari dari Yerusalem. Begitu Petrus lari dari Yerusalem, dia ketemu Yesus di jalan. Jadi Petrus lari keluar dari Yerusalem, Yesus jalan dari luar, masuk Yerusalem. Ditanya, dengan pertanyaan yang terkenal, que padis domini, mau kemana, Tuhan? Tuhan jawab pendek : Aku mau ke Yerusalem, disalibkan kedua kali. Sadar Petrus. Wah, dia sudah jalan dengan membawa maunya sendiri. Akhirnya dia berbalik dan kembali ke Yerusalem. Dia ditangkap dan dia disalibkan. Waktu dia mau disalibkan, dia bilang, jangan salibkan aku kepala diatas seperti Yesus. Terlalu mulia Tuhannya. Jadi salibkan aku kepala dibawah. Maka Petrus disalib dengan kepala dibawah, kaki diatas. Dia meninggal dengan cara demikian. Engkau akan mengulurkan tangan, dan orang lain akan membawa kamu ke tempat yang engkau tidak suka. Puji Tuhan. 

Ayat 11 : Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, 

Maksudnya apa? Hormat kalau ada di gereja itu. Jangan cengengesan ada di dalam kebaktian. Liatin orang yang berbakti. Dia aja nggak nyanyi, nilai orang, liatin orang. Dia nggak nyanyi, ketawa-ketawa. Satu cara berbakti yang tidak hormat dihadapan Tuhan. Di Bandung saudara, di Lengkong Besar, ada satu ibu tua, pakai kain. Dia biasa sembahyang di gereja, dia lagi kebaktian. Dia lihat satu bapak didepan dia. Satu, dua, tiga tempat duduk di depan dia, ngantuk dia dengar khotbah. Jam 11 pagi memang agak ngantuk. Jadi ini ibu berdoa: Tuhan jangan sampai dia ngantuk. Kenapa dia ngantuk? Waktu dia buka, dia kaget, diatas kepala bapak itu ada tangan hitam berbulu memegang kepala bapak ini, pantas dia ngantuk. Jadi dia tengking, dalam nama Tuhan Yesus, dalam doanya - itu tangan hilang. Begitu tangan hilang, bapak itu terbangun, dia dengar lagi Firman Allah. Jadi mari kita berbakti dengan hormat. Berbakti dengan hormat kepada Tuhan. 

Ayat ke-12: supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. 

Dia yang cepat surut marah. Tuhan itu cepat surut marah, ingat. Tapi, Dia juga cepat marah. Itu Firman Allah bilang. Kalau kita main-main sama Dia, kalau kita heureuy, ngaheureuykeun Tuhan, oh, Dia cepat sekali. Memang kalau Dia lagi murka, cepat diredam, minta ampun. Dia cepat turun juga, marahnya Tuhan. 

Tapi ayat terakhir yang menghibur saya. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya! 

Kenapa kalau kita datang dan berkata: Tuhan, aku mau berlindung kepada Mu. Dia tidak akan marah. Dia akan buka sayap kasih sayangNya. Dia akan peluk saudara dan Dia akan lindungi kita. Tetapi kalau kita 'main-main', tidak sungguh, tidak serius - cepat Dia murka. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya. Kata berbahagialah disana berarti diberkatilah. Diberkatilah semua orang yang berlindung pada-Nya. Ternyata Tuhan nggak punya favorit. Tuhan nggak punya bangsa favorit, orang favorit. Nggak! Semua orang! Saudara kalau malam hari ini, mau membuat Tuhan menjadi tempat perlindungan, tadi kita sudah menyanyi, kita akan bahagia. Kita akan bahagia, ya.

Nah, pada sore hari ini, saya tidak panjangkan Firman Allah. Kalau saudara mau lihat rumah tangga saudara tenteram, damai. Usaha, mata pencaharian, dan pekerjaan saudara, maju diberkati Tuhan. Mari kita datang berlindung kepadaNya. Supaya Tuhan mengasihi dan melindungi kita. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Minggu sore, 25 Agustus 2002  

MULTIPLIKASI & VISI

Dari Lubang Sumur Kepada Mata Air

Karena Kemah Family Camp sangat berhasil, jadi setan tidak senang, dan dia ganggu kesehatan saya sejak hari Rabu yang lalu. Tapi puji Tuhan kalau sekarang saya bisa berdiri, ini anugerah berkat dari Tuhan. Haleluyah. Puji Tuhan. Saudara aminkan FC tahun ini paling sukses? Puji Tuhan. Kaum muda dapat berkat, semua dapat berkat. Ternyata pemilik hotel adalah orang Cibadak dan diperkenalkan dengan saya. Dia umur 56 tahun, saya umur 54 tahun hari Rabu, jadi kita semua ternyata orang Cibadak. Dan kalau tahun depan dipakai lagi, kita akan dapat korting dengan gaya Cibadak. 

Mari kita buka Ibrani

11:22 Karena iman maka Yusuf menjelang matinya memberitakan tentang keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang-belulangnya. 

Keistimewaan Yusuf ini ada tiga. Tapi malam ini saya hanya berikan kepada saudara dua saja. Keistimewan Yusuf ada pada arti namanya dan ada pada visinya. Kita akan lihat dulu arti namanya. Apa bapak kapolsek sudah datang? Dia akan bersaksi sebentar. Nama Yusuf artinya bertambah-tambah. Tapi bertambah-tambah itu bukan 5 ditambah 5 jadi sepuluh - itu pertambahan yang biasa. Tapi arti nama Yusuf adalah multiplication, bukan 5 tambah 5, tetapi 5 kali 5 sama dengan 25. Angkanya sama. Kalau pertambahan biasa, 5 tambah 5, 10. Tapi arti Yusuf itu bukan penjumlahan tapi multipication, multiplikasi, kelipatan. 5 kali 5 sama dengan 25. Angkanya sama palang tambah +, tapi ini dikasih miring x,  jadi kali. 5 kali 5, 25. 

Nah saudara-saudara, sering kali kita ini mengiring Tuhan dengan cara 5 tambah 5. Nah, nggak nyambung sama Tuhan karena Tuhan kerja itu dengan cara 5 kali 5. Kalau saudara keukeuh, mau pake 5 tambah 5, terserah. Tapi nggak akan nyambung sama Tuhan. Artinya tetap saja angka 5 saudara itu ketemu dengan angka 5 jumlahnya akan 10, tidak akan pernah jadi 25. Tetapi kalau saudara memakai angka 5, saudara memakai caranya Tuhan, 5 x 5, multiplication, maka ini akan menjadi 25. 

Saya berikan satu ilustrasi. Dimana menurut perhitungan manusia, lima roti dan dua ikan bisa bikin kenyang lima ribu orang kalau pakai ilmu 5 + 5 tadi? Tidak mungkin lima ribu orang laki-laki bisa dapat makan, kalau Yesus memakai ilmu 5 + 5 saja. Mana lima roti dan dua ikan, cari lagi lima roti lagi. Cari lagi lima roti lagi. Tidak. Dia memakai, saudara-saudaraku, cara multiplication, multiplikasi. 5 x 5 jumlahnya 25. Nah, ini caranya Tuhan. 

Maka kalau saudara seorang kristen, tidak usah bingung bahwa Allah kita tuh satu didalam tiga, tiga didalam satu. Nggak usah bingung. Kenapa agama lain bingung, kok Allahnya orang kristen kan tiga? Kenapa? Karena dia pakai tambah, 1 + 1 + 1, yah 3. Tapi kalau 1 x 1 x 1, yah 1. Amin? 

Nah, kalau kita memakai jumlah, saudaraku, kita nggak nyambung dengan perkalian. Agama-agama lain tuh menilai Tuhannya kita itu, 1 Bapa + 1 Anak + 1 Roh Kudus. 1 + 1 + 1 = 3, Tuhannya orang kristen itu 3. Eh, nggak ngerti. Allahnya kita itu 1 x 1 x 1, Bapa, Putra, Roh Kudus. Satu Allah. Tetapi kalau sudah multiplikasi, saudara-saudara, inilah rahasianya Tuhan yang luar biasa itu. Nanti saya akan buka beberapa keterangan untuk saudara mengerti lebih lagi mengenai multiplikasi. Siswa-siswa selalu saya beri sebagai visi mereka di ladang Tuhan. Kita kalau memakai visi 5 + 5, tetap kita tidak akan maju-maju. Kita harus memakai arti nama Yusuf,  multiplication. Demikian juga dalam bisnis, demikian juga dalam pekerjaan. Nah, banyak cara yang salah. 

Nah, di Sukabumi sekarang sedang gempar, sampai masuk koran, ya. Orang kabur sekarang karena uang orang lima ratus milyar dibawa lari, karena sudah usahanya ambruk, karena bukan dipakai modal, dipakai untuk beli mobil, dipakai untuk ini .. ini dan banyak orang yang tertipu, karena jatuh sahamnya, dan sebagainya. Kita mau pakai caranya Tuhan, kita tidak mau pakai caranya dunia. 

Nah, kembali lagi saudara-saudara ... tebarkanlah jalamu disebelah kanan. Semalam-malaman saya sudah cari ikan, tidak dapat ikan. Tebarkan jalamu di sebelah kanan. Waktu ditebarkan dapat ikan 153. Ini multiplikasi. Semalaman tangkap ikan tidak ada. Tapi Yesus bilang tebarkan disebelah kanan, 153 ekor dapat. 1 +  5 + 3 itu 9, multiplikasi. Angka 9 adalah angka yang luar biasa. Semua angka dikalikan angka 9 jumlahnya 9. Contoh. Saudara-saudara, kita dikandung oleh ibu kita 9 bulan. 9 x 30 hari, 270 hari, 2+7+0=9. 1 Bulan 4 minggu, 9x4=36 minggu, 3+6=9. 9x9=81, 8+1=9. 9x7=63, 6+3=9. Gimana pak Awondatu kalau 345.5x9, hitung sendiri pasti akan ketemu angka 9. 

Jadi ketemu lagi saudara-saudara kepada FA bahwa arti nama Yusuf bukan 5+5 penjumlahan tapi 5x5. Nah, sekarang saya ingin mengajak saudara-saudara untuk melihat contoh hidup dari alkitab. Sebetulnya lebih bagus ada papan tulis tetapi saya pakai papan tulis imajinasi saja. 

Kita buka Markus

8:14 Kemudian ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. 
8:15 Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes." 
8:16 Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti." 
8:17 Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu? 
8:18 Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi, 
8:19 pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Dua belas bakul." 
8:20 "Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Tujuh bakul." 
8:21 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Masihkah kamu belum mengerti?" 

Ini wahyu besar saudara. Saya minta konsentrasi saudara, ya, jangan ngobrol. Umpamanya ada nyamuk biarkan dia, biarkan saja, bunuh saja dia ya, kalau ada nyamuk; kalau mau batuk, tahan dulu batuknya sampai tahun depan. Kita lihat saudara-saudaraku ini Markus 8:14. Mereka hanya membawa berapa roti? Sebuah roti. Kalau sebuah itu satu. Ayat 16 bilang: mereka berpikir ... itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti. 

Ayat 14 bilang: mereka punya satu roti. Ayat 16 mereka bilang : mereka tidak punya roti. Dua belas murid plus Yesus 13 orang, dalam satu perahu, apakah ayat 14 yang betul atau ayat 16 yang betul. Saya yakin dua-dua ayat ini betul. Kalau pak Awondatu bilang ayat 14 betul ayat 16 betul, itu roti yang satu kemana? Kemungkinan besar saudara, kemungkinan besar, dia buang, murid-murid, karena satu roti tidak cukup dibagi 13 orang. Daripada kalau saya makan Petrus makan, Yohanes tersinggung; Yohanes makan, Markus tersinggung; kita kasih sama Yesus, Yesus makan, murid mungkin tersinggung. Lebih baik kita buang, masing-masing 13 orang tidak makan. Sama rata sama rasa. Mungkin begitu.

Ayat 14 bilang: satu roti; ayat 16 bilang: tidak punya roti. Dibuang. Maka Yesus marah. Tuhan Yesus berkata: Telah degilkah hatimu mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti. Ayat 17 memang tidak ada roti.  Belum jugakah kamu paham dan mengerti. Kamu punya mata tidakkah kamu melihat, kamu punya telinga tidakkah kamu mendengar, tidakkah kamu ingat lagi. 

Mari saudara lihat ke depan. 

Ayat 19. 

Pada waktu Aku memecahkan lima roti untuk - Berapa ribu orang? - lima ribu orang. Sisanya? Dua belas bakul. 5 roti, 5.000, 12 bakul.

Lalu Dia bilang yang ke dua. Waktu Aku pecahkan tujuh roti, ... kita taruh angka 7 diatas 5, rotinya bertambah dua, untuk berapa orang? 4,000. Orangnya berkurang 1.000, sisanya berapa? 7 bakul. Sisanya berkurang. Lebih banyak rotinya, orang yang dikasih makannya kurang seribu, sisanya kurang 5 bakul. Dalam ilmu deret, ini bedanya 7 roti dan 5 roti itu dua roti. Gampang kalau pakai ilmu deret sekarang. 

7 roti,  4.000                          ,  7 bakul

5 roti,  5.000 (tambah seribu), 12 bakul (tambah 5)

Kita kurangi rotinya dua. 

3 roti, berapa ribu? Roti berkurang, ribunya berapa, bertambah. Rotinya berkurang, orangnya bertambah. Belum mengerti, saudara? 7 roti, rotinya banyak, orangnya 4.000. Lima roti, orangnya 5.000. Kalau 3 roti, orangnya 6.000. Kalau satu roti? Orangnya 7.000. 

3 roti,  6.000                           

1 roti,  7.000                           

Kenapa dibuang? Kenapa kamu buang? Kamu nggak ingat waktu Aku bikin 5 roti mengenyangkan 5.000 orang? 7 roti mengenyangkan 4.000 orang? Saudara tidak akan miskin karena ditipu orang. Oh, tidak. Saudara tidak akan ditinggalkan Tuhan karena saudara di cia orang. Nggak. Hokie saudara tidak akan ketukar, saudara. Duit saudara dimakan orang, memangnya Tuhan itu buta. Apakah orang yang makan duit saudara itu akan jadi kaya? Oh, tidak. Tuhan kan nggak buta. Orang yang menipu uang saudara itu akan jadi beunghar? Oh, tidak. Tuhan kan nggak buta. Apa saudara yang tertipu, ada yang 5 juta, 10 juta, 15 juta, tertipu, apa saudara akan ditinggalkan Tuhan jadi kere? Tidak.

Denger ini ilmu Yusuf. Nggak ada yang bilang haleluyah karena belum ngalamin. Dengar ilmu Yusuf. 5x5=25.  Bukan 5+5=10, bukan. Dengar lagi. 

Gideon datang kepada Tuhan. Tuhan, .. nangis lapor: saya ini punya tentara mau perang. Tentara musuh saya 170an ribu Tuhan, sedangkan saya cuma punya tentara 32 ribu. Aduh Tuhan, besertalah dengan saya Tuhan. Pasti saudara kan gitu juga, ya. Budget pembangunan mungkin 4 milyar, cuma punya duit 300 juta, bagaimana saya bisa bangun, aduh. Tuhan mau bangun ini begini tapi ini uang cuma segini, bagaimana bisa. Iya kan? Musuh 170 ribu sedangkan tentara saya, Gideon bilang, cuma 32 ribu, Tuhan. Tuhan maha baik. Dia jawab: Bukan kurang tentara Gideon, kebanyakan. Kebanyakan? Iya. Coba umumkan: suruh pulang yang takut. Yang takut-takut suruh pulang. Nggak usah ikut perang yang takut-takut. Pulang saja.

Diumumkan sama Gideon: Rakyat Israel, shalom. Yang takut-takut, silahkan pulang. 22 ribu cao. 22 ribu pulang. Tinggal 10 ribu. Aduh, nangis lagi Gideon: Tuhan, bagaimana ini, bukannya ditambah malah dikurangi tinggal 10 ribu tentara. Bagaimana Tuhan 10 ribu bisa melawan 100 ribu lebih musuh? Tuhan jawab lagi: Masih kebanyakan. Bagaimana Tuhan? Suruh minum air di sungai. Yang minumnya kaya anjing langsung ambil air dengan mulut, out. Tapi yang minumnya ditadah dulu itu air dengan tangan, baru diminum begini, ambil jadi tentara. 9700 minum kaya anjing. Mungkin shio anjing semua. Out saudara-saudara. Tinggal 300. 

Dengan 300 itu kamu bisa mengalahkan yang tentara 100 ribu. Bagaimana kalau kita punya ilmu tambah-tambah? Kalah 300 ngelawan 1000 aja sudah kalah. Ngalawan 10.000 juga. Ini bagaimana bisa melawan 100 ribu lebih tentara musuh? Tetapi inilah Tuhan. Multiplikasi.  Jadi bagaimana Tuhan? Bagi tiga. 100 kesini, musuh ditengah dikurung lagi malam. 100 kesini, 100 kesini, 100 kesini, jadi segitiga. Bawa apa Tuhan? Bawa buli-buli sama bawa obor. Obornya tutup sama buli-bulinya. Ditutup jadi nggak kelihatan. Terus? Jalannya segitiga nggak boleh nyerang nggak boleh membunuh, diem aja. Jadi bagaimana? Nanti kalau dikasih tanda sama Aku, pecahkan buli-buli dan  berkata : Demi pedang Gideon, demi pedang Tuhan. Sorak aja. Haleluyah. Sorak aja. Haleluyah. Nurut saudara Gideon. 

Menurut akal, gelo sugan urang teh ngalawan perang 100 ribu tentara dia lawan ku nyanyi mamawa kendi, kendinya dibalikin. Ya, nggak ada air dong kendi dibalikin tapi harus ada obor didalamnya. Nurut. Begitu jam 2 pagi udah lelap udah pada tidur itu musuh: Pecahkan buli-buli. Berteriak. Pecahkan, berteriak: Demi pedang Allah, pedang Gideon. Itu orang saudara bayangkan saja lagi tunduh-tunduh begitu bangun lihat itu obor kayanya teh tentara Gideon itu uuaaah .. banyak sekali. Apa tertulis dalam Alkitab? Itu musuh saling bunuh, musuh sama musuh nggak bisa bedain yang mana teman wah ,saling bunuh karena gelap. Akhirnya nggak perang, nggak pakai tangan. Cuma puji Tuhan saja, menang saja. 

Dimana ada ilmu peperangan saudara-saudaraku didunia ini. Inilah multiplikasi. Dimana ada ilmu peperangan akademi militer nasional ngalawan Goliat  yang tinggi besar pake ketepel? Nggak ada saudara-saudara. Daud pake ketepel. Orang mah pake tombak pake kereta perang, Daud mah pake ketepel tapi menang. Ini rahasia yang pertama. Ada sama namanya multiplikasi. 

Jadi saudara kalau kita berjalan dengan Tuhan jangan pake perhitungan cipoa. Ah, urang lamun ikut Family Camp rugi. Sahulu sape jie. 2 hulu lakpe si. 10 hulu satiauw jie. Rugi. Ada yang bawa istrinya dikursi roda : Aduh pak,  saya dapat berkat ikut family camp. Saya mah untung, murah benar ya pa, yah. Family Camp murah bener. Yang cacat 2 datang, bawa istri bawa anak semua. Dan betul Tuhan memberkati kita dengan Firman-Nya. Hamba-hamba Tuhan yang diundang juga membawa Firman Tuhan dengan luar biasa. Tuhan memberkati kita. 

Kenapa? Jangan pake cipoa kalau ikut Tuhan. Kalau saudara pake cipoa nggak ketemu-ketemu. Nggak ketemu-ketemu. Bawalah persepuluhan diperbendaharaan Rumah-Ku kalau tidak Aku buka jendela-jendela Surga. Otak RRC mulai jalan. 10% euy urang. 10 persen. Cipoa jalan. Nggak ketemu. Zakheus ketemu. Dia memperkaya diri dengan menipu orang, memperkaya diri makan duit rakyat, memperkaya diri, ketemu Yesus: Yah, geuning Yesus begini luar biasa. Akhirnya dia ketemu caranya: Tuhan, kalau saya pernah nipu orang, saya mau kembalikan uang orang itu kali 4 dan setengah dari kekayaan hamba saya kasih kepada orang miskin. Masuk diakal nggak? Nggak masuk. Kenapa? Karena dia tidak pake cipoa nya itungan manusia tapi dia pakai serahkan jalannya sama Tuhan. 

Kenapa kita tuh ya kalau sama Tuhan teh aduh sampe itungannya luar biasa untuk pekerjaan Tuhan, untuk Tuhan itungannya teh luar biasa lebih-lebih dari orang Yahudi. Medit skaker pelit kopet meureukeudeuweung lebih-lebih. Makanya nggak ketemu-ketemu sama berkat Tuhan karena Tuhan disini mainnya. Pakai multiplikasi. Kita mah 1+1= 2, 2+2=4. Udah sekarang kita mau pakai multiplikasi, ilmunya Tuhan. Nanti saudara akan diberkati dengan luar biasa. 

Yang kedua. Rahasia Yusuf itu ada pada visinya. Visi berbeda dengan cita-cita. Kalau cita-cita bisa tercapai bisa tidak. Kalau visi pasti tercapai. Satu kali Yusuf bermimpi, kok mimpinya aneh. Saya juga aneh. Saya mimpi ketemu anak saya Refi, ini kemarin. Pah, dia ngomong sama saya, saya nggak kuat sekolah pah, Refi mau berhenti sekolah SMA. Jadi dalam mimpi ini dia lagi SMA. Dasar mimpi, ya, atuh Ref kalau kamu nggak kuat ya udah, papa juga nggak bisa maksa. Refi nggak kuat pah. Pelajarannya berat. Ya udah, berhenti aja, sudah. Nggak marah papah? Nggak. Ya udah, ya  itu lapor. Lapornya ke mama saya: Ma, si Refi teh teu kuat yeuh sakola teh SMA. Geus we teu kuat mah nggeus. Nggeus we. Bangun we saya teh. Waktu bangun teh pan si Helga teh geus kawin, kenapa si Refi masih SMA. Dasar mimpi. Nah, visi ini saudara-saudaraku bukan begitu ya. 

Ini Yusuf mimpi: matahari, bulan dan 11 bintang nyembah sama dia. Namanya juga mimpi. Jadi dia lapor sama papanya: Pa, kok saya mimpi matahari, bulan dan 11 bintang menyembah sama saya. Bapanya marah: Apa kira-kira papa sama mama sama saudara-saudara mu itu akan menyembah sama kamu? Enak aja. Eh, lain kali dia mimpi lagi. Itu gandum diikat 2 ikatan, kakak-kakaknya ikat gandum dia punya iketan gandum ditaruh. Eh heran, iketan gandum kakak-kakaknya nyembah sama iketannya dia, berkas dia. Dia lapor sama kakaknya besok: Koko, koko, saya ini bermimpi. Kita ini iket gandum banyak. Saya punya taroh, koko punya taroh. Terus .. terus, kakaknya bilang? Ya, gandumnya koko itu nyembah. Ngambek koko-kokonya: Memangnya kita mau nyembah sama kamu. Itu mimpi. Visi. Visinya dia. 

Lalu Yusuf disayang sama bapaknya krena dia nggak kompromi sama yang jahat. Dia dikasih jubah maha indah. Jubah yang beraneka warna bahasa indonesia lama, jubah yang paling bagus dikasih sama bapaknya,  bukan sama kakak-kakaknya, dikasih sama Yusuf. Atuh kakak-kakaknya tambah cemburuan. Mulailah mereka mulai sirik pidik. Ngomong-ngomongin: Wah, si papah sudah berat sebelah ini. Lihat si Yusuf mah dikasih itu ya.

Satu kali kakak-kakaknya menggembalakan domba di Sikhem. Sikhem itu artinya pundak, tanggung jawab. Kata  papahnya sama Yusuf: Bawa roti ini kasih sama dia. Ya pah. Jalan. Begitu sampai di Sikhem, tidak ada kakaknya. Kakaknya sudah pergi ke Dotan. Ternyata kakak-kakaknya meninggalkan tanggung jawab, meninggalkan Sikhem. Pergi ke Dotan. Begitu sampai di Dotan: Lihat si tukang mimpi ini datang. Ada kakaknya yang paling sadis: Kita bunuh saja dia. Jangan, kata yang satu: Jelek-jelek, buruk-buruk papan jati, jelek-jelek adik sendiri. Kita jual saja nanti. Ditangkap Yusuf, diikat saudara, ditempeleng, digebukin. Kalau saudara baca kitab Kejadian nanti dirumah meraung-raung Yusuf minta dikasihani sama kakaknya.

Tetapi kakak-kakaknya tidak ada belas kasihan. Itu baju yang warna-warni dirobek-robek, dirampas, masukin dalam darah domba, dibawa ke bapanya. Pura-pura bego, pura-pura jadi kambing congek: Pah, ketemu Yusuf nggak? Saya nggak ketemu.  Tapi ketemu ini nih, ini baju siapa. Pura-pura bego. Ya ini baju Yusuf yang papa kasih. Aduh, ini penuh darahnya pasti Yusuf diterkam binatang buas. Nangis Yakub karena Yusuf sudah mati, menurut dia. Kakak-kakaknya ketawa-ketawa padahal Yusuf dimasukin sumur dalam, sumur yang kosong. Minta-minta tolong dibiarin aja. Dia lagi nangis-nangis minta tolong,  saudara-saudara, kakak-kakaknya mah main domino, ketawa-ketawa. 

Tapi saya mau kasih ilustrasi. Waktu malam saudara, orang didalam sumur nggak lihat apa-apa, dia cuma lihat langit. Waktu langit malam, kelihatan bintang kelihatan bulan - visinya kembali lagi. Besoknya Ismail lewat, orang-orang Ismail orang-orang Arab, mau pergi ke Mesir jual-beli, berniaga. Kakaknya bilang ... , dasar Yahudi, adik saja dijual. Nggak aneh, Yesus saja dijual 30 keping perak. Jadi saudaraku, kalau ada orang Yahudi Israel membunuh perdana menterinya Yitzhak Rabin, nggak aneh, Yesus saja dijual. Adik sendiri, Yusuf juga dijual, apa yang bisa jadi duit dijual aja saudara. Kalau kentut bisa ada warnanya dijual juga barangkali. Ini Yahudi luar biasa,  saudaraku. Adik saja dijual. Ayo kita jual saja. Pokoknya jadi duit lah. Coba saudaraku tidak ada belas kasihan waktu itu Yusuf 17 tahun. Dijual. 

Sampai di Mesir kerja dirumah tentara, Potifar. Mula-mula tukang sapu, sapu kebun. Karena baik, naik, sapu halaman rumah. Karena baik, naik, sapu dalam rumah. Karena baik, sudah akhirnya pegang kunci kamar. Kunci garasi. Kunci gudang. Sampai kunci brankas dikasih sama Yusuf karena dia jujur. 

Eh saudara-saudara, istri Potifar ternyata punya hobi. Ini kebetulan alkitabnya ada disini. Di Alkitab ini ditulis istri Potifar mempunyai kebiasaan mengumpulkan 40 istri-istri gubernur dan mempertontonkan budak-budak. Siapa saja yang jadi budak di Mesir, yang ganteng-ganteng yang cakep-cakep, itu dipertontonkan. Jadi istri si gubernur bilang : Ada barang baru, nggak? Ada. Lihat, yang ini mah kaya .. kasep ieu mah. Aku ada barang baru,  orang Yahudi. Namanya saja Yosef. Yusuf. Lihat. Kumpulkan 40 istri gubernur, dikasih lihat. Dan hanya pakai  pakaian yang minim Yusuf dipertontonkan. Karena ganteng saudara. Pan ada yang dari depan ganteng, ada dari belakang gentong pan ada. Tapi Yusuf mah dari depan ganteng, dari belakang ganteng, dari kiri ganteng, dari kanan ganteng. Dari atas ganteng. Pokoknya Yusuf luar biasa.      

Satu pagi, Yusuf .. Potifar lagi kemana, keluar negeri. Suf .. sini Suf. Ada apa ibu? Bersihkan kamar tante nih. Udah, tadi kan subuh sudah saya bersihkan. Ah, sekali lagi. Udah. Kolong ranjangnya belum. Iya deh, kolong ranjangnya. Waktu kolong ranjang dibersihkan, dikuncilah pintu-pintu kamar. Saudara, kamar Potifar bukan kaya kamar WC .. gede luas dikunci. Yusuf mah bersihkan saja terus kotoran-kotoran. Udah selesai kaget: Yah, tante kenapa pake baju renang? Aduh tante kenapa? Suf, tante sudah dari kemarin udah deg-degan, tante sudah minum jamu tolak angin tapi anginnya nggak keluar-keluar. Mungkin Yusuf lah obat tolak angin ini Suf .. i love you .. i love you .. wo ai ni. Orang kalau sudah geregetan saudara, sudah nafsu sudah naik di embun-embun, aduh makan rasa minum, minum rasa makan, siang jadi malam, malam jadi siang. Kalau saudara baca, Yusuf jawab begini : Seluruh rumah ini dipercayakan kepadaku. Hanya andalah yang saya harus jaga. Dijauhkan kiranya aku berdosa kepada Tuhan. 

Yusuf lari, dikejar dia. Habis semua pintu saudaraku dikunci.  Akhirnya dia lihat ada jendela belum dikunci, dia lompat ke jendela itu tapi sayang jubahnya ketangkep sama istri Potifar, ditarik. Daripada dia jatuh kembali kebelakang, dia lepas itu jubah, dia melepaskan diri. Jubah itulah yang dibawa sama Potifar dan dipake buat fitnah. Saya mau berhenti disini. Dua kali jubah Yusuf dirampas. Yang pertama sama koko-kokonya dirobek, dipake fitnah Yusuf sudah mati. Sekarang jubah Yusuf dirampas lagi, yang kedua kali, oleh seorang wanita yang berhawa nafsu untuk .. karena dia cinta tak sampai, kasih tak sampai, bertepuk sebelah tangan. Dia bilang inilah jubah Yusuf, dia mau memperkosa saya.       

Dari sini saya mau masuk dalam perjamuan kudus. Saudara, memfitnah orang ternyata gampang sekali. Memutar balik cerita gampang sekali. Kalau saya berdiri didalam pihak Yusuf, kemungkinan Yusuf berbicara begini : Engkau boleh rampas jubahku, engkau boleh fitnah namaku, tapi engkau tidak bisa merampas visiku. Ada haleluyah saudara? Dia tetap mempunyai visi. Wah, marah suaminya. Nggak lagi periksa. Langsung Yusuf kurang ajar, aku percaya kamu ternyata kamu .. wah, masuk penjara. Udah saya tidak usah ngomong hidup dipenjara seperti apa. Tapi dikatakan alkitab: Tuhan bersama dengan Yusuf. Saudara kalau orang 'memenjarakan' kita: bikin kita susah. Jangan kita sedih selama Tuhan bersama kita. Kalau Tuhan bersama dengan kita. Kalau Tuhan besertaku .. Aku rasa tak takut .. Kalau Tuhan besertaku .. Aku rasa sentosa .. Kalau Tuhan besertaku .. Siang malam Dia jaga .. Kalau Tuhan besertaku .. S'gala susah hilanglah. Saya lebih senang bersama dengan Tuhan daripada bersama dengan orang penting. Seperti Daud satu hari bersama dengan Tuhan lebih baik dari 1000 hari dikemahnya orang jahat. Engkau bisa merampas jubahku tapi visiku tidak bisa dirampas. 

Dipenjara itu dijebloskan lagi ada dua orang pegawai Firaun. Satu tukang meras anggur Firaun, satu tukang bikin roti, bakery nya Firaun. Dua-duanya mimpi. Yang satu tukang roti dia mimpi menjunjung roti 3 susun dibawa ke Firaun. Yang satu tukang anggur mimpi memeras 3 tandan anggur dan dipersembahkannya kepada Firaun. Aduh, apa artinya ya? Yusuf dia bilang kepada tukang anggur: Selamat ya, 3 hari lagi kamu akan dikembalikan kepada pekerjaanmu yang semula. Tetapi kepada tukang roti: Maaf ya, 3 hari lagi kamu akan digantung. Apa yang dikatakan Yusuf kejadian. Dua orang dipanggil. Yang tukang anggur kembali kepada jawatannya, yang tukang roti digantung. Tapi sebelum mereka keluar, Yusuf bilang: Kasih tahu ya sama Firaun ya, saya nggak salah loh, saya nggak salah, kasih tahu ya sama Komnas HAM. Kasih tahu sama Komnas HAM saya nggak salah. Daripada saya ke Nusakambangan lagi, kasih tahu cepetan ya. Lupa. Inilah manusia saudara. Kalau dipenjara mah minta tolong, begitu sudah diluar lupa sama yang menolong. Lupa. Kenapa nggak kebaktian? Aduh mau ke Bandung, oom, mau keluar kota. Kenapa nggak ke gereja atuh, cari Tuhan dipentingkan. Aduh, kalau sudah lupa sama Tuhan, lupa kepada Penolong. Dulu mah nyanyi Yesus itulah satu-satunya .. Penolongku yang sungguh .. Sekarang mah lupa sama Penolong. 

Pada satu hari Firaun nya yang mimpi. Ini mimpi aneh saudara-saudara. Dia mimpi ada 7 lembu tambun dimakan sama 7 lembu kurus. Apa lembu kurus ini diabetes nggak tahu apa, dimakan saudaraku tetap aja kurus yang 7 ini. Hilang aja mimpi itu. Dia lihat 7 bulir gandum yang gemuk ditelan 7 bulir gandum yang kurus. Kurus juga tetap. Apa ya? Dikasih pengumuman seluruh Mesir, nggak ada yang bisa ngerti. Ingatlah tukang anggur: Aduh, saya ingat Yusuf, yang kasih pengertian sama saya. Dipanggil. Yusuf, saya ini mimpi ... Baru dia ngomong mimpi: Tuan begini, itu 7 lembu yang gemuk adalah 7 tahun kelimpahan, 7 bulir gandum yang gemuk adalah 7 tahun kelimpahan. 7 lembu yang kurus 7 tahun kekurangan, kelaparan. Sekarang harus apa yang aku perbuat? Beli semua gandum diseluruh dunia selama 7 tahun ini. Supaya nanti 7 tahun kekurangan, kita sudah punya makanan. Langsung diangkat saudara-saudara, langsung diangkat. Saya biasa khotbah pakai judul 'Dari lubang sumur kepada mata air', kepada perdana menteri, dia langsung menjadi orang kedua setelah Firaun. Dia menjadi orang kedua. Dikasih Asnat, dikasih putri imam di On, karena dianggap orang besar. Diumumkan. 7 tahun kelimpahan dia beli gandum diseluruh dunia. Ada gandum dia beli .. dia beli. Kumpul di Mesir.

Saudara, saya mau berhenti lagi disini. Waktu Yusuf jadi perdana menteri dia bisa balas dendam. Dia bisa suruh sama bawahannya : kita kerjain si Potifar. Kurang ajar dia yang ngerjain dan memenjarakan saya. Kita penjarain sekarang dia. Biar dia dikelilingi buaya. Buaya kita cabut dulu dia punya gigi-giginya biar dia ketakutan. Istri Potifar dipanggil : Eh tante, dulu tante memfitnah saya padahal tante yang mau sama saya. Fitnah saya, perkosa sama tante. Sekarang saya kasih tante sama orang item-item itu semua ayo. Atau digantung. Tante mau digundul rambut sebelah. Kalau mau balas dendam bisa. Dia nggak balas.

Waktu 7 tahun kelaparan datang, di Kanaan pada kelaparan. Koko-kokonya, Yakub nya udah makan tinggal combro. Akhirnya oncomnya sudah nggak ada tinggal sampenya. Sampenya sudah nggak ada tinggal gaplek. Galpek sudah nggak ada tinggal kulit singkong. Kulit singkong udah nggak ada tinggal kentutnya saja. Udah habis semua, kembungnya aja. Gimana ini? Belanja di Mesir, katanya ada gandum. Dikasih uang emas. Ayo. Suruh belanja. Begitu sampai di Mesir, Yusuf lihat ini kakak-kakaknya. Saudara, Yusuf bisa sewa orang pukulin dia: Ini orang kakak-kakak saya yang kurang ajar, dulu dia masukkin saya ke sumur. Sekarang kita masukkin dia ke rawa, kepalanya cuma keluarkan. Bales. Nggak. Yusuf nangis. Dia bilang : Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu buang ke Mesir. 

Jangan  menewaskan kejahatan dengan kejahatan. Tapi tewaskanlah kejahatan dengan kebaikan. Ada haleluyah saudara? Itu Firman Allah bilang. Kalau saudara menewaskan kejahatan dengan kejahatan, nggak bisa, satu RT dia. Kejahatan nggak bisa kalah dengan kejahatan. Kenapa Poso nggak habis-habis? Karena kejahatan dilawan dengan kejahatan, kekerasan dilawan dengan kekerasan. Angkat senjata kita lawan dengan angkat senjata. Tak akan habis. Kenapa nggak pakai ilmu Yusuf: Tewaskan kejahatan dengan kebaikan. Jangan membalas. Biarkan. 

1 Petrus 2, sebagai ayat terakhir.
2:18 Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis. 
2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. 
2:20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. 
2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. 
2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. 
2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. 
2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. 

Bagaimana Yesus punya bilur, punya luka bisa menyembuhkan orang? Karena itu Dia dicaci nggak membalas dengan caci. Wah, saya dari Yusuf banyak belajar, saudara. Betul. Dalam hidup saya ini, khususnya nih 17 tahun terakhir itu, saya belajar dari ilmunya Yusuf. Saya tahu orang yang fitnah saya. Sampe-sampe orang yang fitnah saya 10 tahun lalu, jadi panitia KKR di Surabaya. Orang yang fitnah saya mengundang saya, mencium saya di airport. Laki-laki, jangan takut. Saya tahu yang tulis surat kaleng sama saya. Karena saya sembahyang. Tuhan kasih tahu. Dia. Tapi saya nggak balas. Saya diam. Nggak berani orang itu lihat muka saya padahal saya mah biasa aja. Yang batuk saya juga tahu. Nggak apa-apa kalau memang sudah tak tahan mah. Tapi sudahlah, sudah geus .. geus. Kita ini juga kan banyak salah. Ya sudahlah, kita musti banyak mengalah. Nanti kalau saudara banyak mengalah, masa yang diatas nggak lihat. Tadi bapak kapolsek datang kerumah saya. Dia bersaksi juga, ada yang ngerjain begini-begini tapi dia mengalah. Nah, Tuhan kasih tempat yang baik, yang ngerjain dia dikasih tempat yang tidak baik. Kan Tuhan mah nggak buta. 

Jadi saya mau itu kalau saudara makan perjamuan kudus itu ambil pelajaran. Karena kalau nggak ambil pelajaran cuma roti sama anggur habis. Tapi ambil pelajaran: Oh, ini Yesus diserahkan karena Dialah Yusuf akhir jaman, Yesus itu. Pelayan perjamuan maju ke depan.  

-- o --    

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________