Khotbah Minggu Sore Juli - Agustus 2004

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu sore, 04 Juli 2004

SEBAB AKIBAT

Sore hari ini saya ingin berbicara mengenai "Sebab Akibat."  Segala sesuatu di dalam dunia ini ada sebabnya, dan karena sebab itu ada akibatnya. Dan bahasa Latin berkata: Deus es er gosum, Allah ada, itu sebabnya saya ada! Jadi saya ada akibat dari adanya Allah, adanya Tuhan.

Nah, di dalam kehidupan kita, hampir di dalam semua bidang kehidupan kita, itu adalah hukum sebab akibat menjadi di dalam hidup kita. Dan sangat bijaksana kalau kita mengambil manfaat dari sebab akibat ini.

Kita buka lebih dahulu Yohanes 3, yaitu ayat dari jantungnya Alkitab ini:

3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Ayat ini saya biasa khotbah bisa bikin 7 khotbah dari ayat ini atau 12 khotbah dari ayat ini. Tetapi ayat ini mempunyai 2 isi, yaitu sebab akibat. Sebabnya, Karena begitu besar kasih Allah akan isi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal. Akibatnya, supaya barang siapa yang percaya kepada Dia tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab akibat. Karena ada sebab, ada akibat.

Nah, kalau di dalam kehidupan rohani kita, sebab akibat itu kita bisa pakai dengan hak dan kewajiban. Sebab itu kewajiban kita, akibat itu menjadi hak kita. Saya kasih ilustrasi. Ada ayat di dalam alkitab berbunyi begini: Hai istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan. Tugas dari istri, tunduklah kepada suamimu, itu tugasnya kewajibannya. Haknya apa? Haknya dia, dia berhak dikasihi oleh suaminya. Tugas untuk suami, hai suami, kasihilah istrimu. Bahkan kasarpun tidak boleh, supaya doa kita suami-suami tidak terkendala, kata surat Petrus. Kewajiban suami mengasihi istri. Haknya dari suami adalah ditaati oleh istri.

Nah, kebanyakan kita ini menuntut hak kita. Suami menuntut haknya, istri harus taat sama saya, ini hak saya. Istri menuntut haknya, suami musti mengasihi saya, ini hak saya, tapi kewajibannya dia tidak lakukan. Langsung dia balik, saya mau tunduk asal suami saya cinta dulu sama saya. Suami juga begitu, saya mau mencintai asal istri saya tunduk dulu sama saya.   

Nah, kalau kita kembali kepada sebab dan akibat, sebab istri tidak tunduk banyak kekacauan di dalam rumah tangga. Sebab suami tidak mengasihi, hal yang kecil yang sepele dibikin besar. Karena kalau ada kasih, yang besar menjadi kecil, tapi kalau tidak ada kasih, yang kecil menjadi besar. Saya kasih ilustrasi lagi. Ada ayat berbunyi begini:
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Cari dahulu, itu kewajiban kita. Seek thee first. Yang pertama cari dulu Kerajaan Allah. Akibatnya apa? Nanti yang anda butuhkan, apa yang kamu makan apa yang kamu minum apa yang kamu pakai, kehidupan yang diperlukan lagi, akan ditambahkan jadi bonus oleh Tuhan. Nah, kita terbalik, kita ingin bonus dulu, kita ingin dijaga dulu, kita ingin diberkati dulu, kita ingin dapat uang dulu, kita ingin hidup bahagia dulu, kita ingin supaya doa dijawab dulu ... tapi kita tidak cari Kerajaan Surga. Nanti kita mau doa, nanti kita cari Kerajaan Surga kalau sudah ada problem, kalau sudah ada persoalan. 

Nah, di dalam hukum sebab akibat, di sana juga tersembunyi atau ada isinya, yaitu kewajiban dan hak. Nah, saudara sekarang beribadah, itu kewajiban saudara. Doa, itu kewajiban saudara. Berkorban, kewajiban saudara. Bekerja, itu kewajiban saudara. Mencari nafkah, itu kewajiban saudara. Nanti ada hak saudara, yang akan diberikan kepada saudara.

Nah, di dalam sebab dan akibat, atau sesuatu akibat terjadi karena ada sebab, Deus es er gosum, Allah ada, itu sebabnya aku ada, maka sejak tadi malam dan tadi pagi, saya merenungkan ayat-ayat di dalam Roma 2. Di dalam Roma 2 ini kita mau belajar karakteristik dari Tuhan apa yang Dia suka dan apa yang Dia tidak suka, apa yang Dia beri dan apa yang Dia tidak akan beri. Kita mulai dari ayat ke-1   

2:1 Karena itu, hai manusia, siapapun juga - Jadi siapapun kita - orang Indonesia, orang Amerika, Cungkuo ren, Ingni ren, Campuren, semuanya hai manusia - yang kaya yang miskin yang gemuk yang kurus yang pendek yang tinggi yang mancung yang pesek kulit sawo matang sawo busuk, kuning langsat, dan sebagainya - hai manusia siapapun juga - engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.

Apa yang tersirat dalam ayat ini? Kita dilarang menghakimi orang lain. Saya kasih contoh. Saudara bisa pilih surat kaleng. Orang yang saudara tidak suka saudara kritik tapi karena kita pengecut kita tidak berani muka demi muka, kita ini banci tidak berani jantan, kita pakai surat kaleng. Kita kirim sms bodong, beli nomor hp murah tulis sms maki-maki orang, nggak tahu siapa yang ngirim. Menurut ayat ini, anda tidak lepas dari salah. Walaupun saudara yang saudara kritik memang orang bersalah, saudara kritik habis-habisan dalam surat kaleng itu. Menurut ayat ini, saudara tidak luput dari salah dan akan mengalami pahalanya. Sebab akibat tadi. Ayat 2. 

2:2 Tetapi kita tahu, bahwa hukuman Allah berlangsung secara jujur atas mereka yang berbuat demikian.

Di dalam bahasa Inggris memakai kata truth, Tuhan menghakimi itu adil. Dia nggak pilih kasih, pokoknya siapa yang salah Dia nggak peduli orang Yahudi nggak peduli bukan, bukan pilihan Allah atau bukan, pokoknya salah, Allah yang kita sembah adalah Allah yang suci Allah yang kudus ... Dia akan menghakimi apa yang kita perbuat kalau kita salah. Ayat 3.

2:3 Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah?
2:4 Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?

Ada orang berbuat dosa, seperti tidak apa-apa. Tidak dibalas. Tidak ada pembalasan. Seperti dibiarkan Tuhan. Wah, orang ini anggap mungkin dalam hatinya, kok saya bersalah, kok saya selingkuh, kok saya sudah punya istri masih sembunyi-sembunyi ketemu perempuan lain, kok tidak apa-apa, Tuhan tidak hukum. Sebetulnya, itu adalah kemurahan Tuhan, kesabaran Tuhan, dan kelapangan hati Tuhan. Tuhan punya hati itu lebar, lapang. Saudara ingat perempuan Samaria, sudah punya suami sampe lima, yang keenam masih kumpul kebo? Tuhan punya hati begitu lapang dia diampuni dari segala dosanya karena dia mengaku. Dan pada hari yang sama dia dijadikan penginjil yang memenangkan satu isi kota Sikhar. Jadi jangan saudara protes tentang ayat ini - hati Tuhan itu lapang. Tapi tahukah saudara bahwa hati Tuhan lapang dia khusus datang pada satu perempuan Samaria supaya perempuan Samaria ini bertobat datang kepada Yesus, bertobat meninggalkan segala dosanya.

Memang tadi ayat Yohanes 3:16 barangsiapa percaya dia tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal, itu terlalu ngambang, kita musti dapat keterangan yang jelas. Ini kalau kita bersalah berbuat dosa, satu-satunya jalan, lekas melarikan diri sama Tuhan, lekas minta ampun, lekas minta darah Yesus menyucikan kita dari dosa dan berjanji Tuhan beri kekuatan, saya tidak akan mengulangi kesalahan. Roma     

2:5 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.

Itu seperti dirapel. Kamu berdosa tidak bertobat ya kumpul sebelah sini. Terus tidak bertobat tidak kembali, Tuhan kumpul. Ada satu hari di mana Tuhan akan kembalikan menjadi murka Allah. Sebab ayat 6, Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Percaya, percaya kepada Yesus tapi perbuatan kita akan dihakimi akan dibalas, sesuai dengan perbuatan kita. Sebab dan akibat. Saya kasih ilustrasi.

Kita paku satu paku ditembok. Itu kita berbuat dosa. Lalu kita minta ampun sama Tuhan, Tuhan cabut itu paku. Dosa ditarik. Bekasnya ada. Sama dengan saudara jatuh dari sepeda motor, luka parah, saudara datang sama dokter minta disembuhkan. Dokter obati, dirawat sembuh tapi baret-baret bekasnya itu ada. Itu harus saudara ingat seumur hidup. Tuhan bisa ampuni saudara tapi bekas dosa itu akan tetap ada. Jadi lebih baik kita berbuat baik karena Tuhan menghakimi kita dengan perbuatan, dengan apa yang kita perbuat.

Ayat 6, di dalam bahasa Inggris, Dia hanya menghakimi perbuatan kita. Saudara pegang Roma 2, kita membaca dulu 2 Korintus 5, di sana rasul Paulus juga berbicara   

5:6 Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan,
5:7 - sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat -
5:8 tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.
5:9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.
5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Memang tadi dikatakan barang siapa percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Hidup yang kekal kita dapat tetapi saudara, perbuatan kita akan dihakimi. Wahyu 14, kita membaca ayat yang paling terkenal yang seringkali dibaca pada waktu orang meninggal, yaitu ayat 13  

14:13 Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."

Jadi waktu kita percaya kepada Yesus, kita menerima keselamatan tetapi Tuhan menghakimi apa yang kita perbuat. Mari kita kembali kepada Roma 2 tadi.

2:5 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.
2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,

Roma 6, itu harus saudara pegang seumur hidup kita.

6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Upah dosa adalah maut. Kalau ada siapapun juga temasuk pendeta kalau ngomong, ada dosa putih, dia sudah berdusta. Alkitab tidak kenal dosa putih. Upah dosa adalah maut. Ini Firman Allah. Dan dia tidak berubah dan tidak akan berubah. Siapa berdosa, dia akan mengalami maut. Lambat atau cepat, kapan di hari depan, akan kembali kepada dia menjadi maut, menjadi kematian. Harus saudara ingat ini. Allah yang kita sembah ini suci. Dia tidak bisa berubah. Dia benci dosa, Dia cinta orang yang berdosa tapi Dia benci perbuatan dosa. Ini Tuhan. Maka dari dulu kan kita suka ingat Tambah hari tambah cinta Yesus ... Tambah hari tambah ku percaya ... Tambah hari tambah benci dosa ... Tambah hari tambah ku setia.

Tambah hari kita musti tambah benci sama dosa, benci sama hal yang tidak baik, benci kepada perkara-perkara yang tidak sesuai dengan Firman Allah. Tambah hari kita tambah cinta kepada Tuhan. Karena upah dosa maut. Nggak pendeta nggak rasul nggak nabi, berdosa ... maut. Ini Firman Allah. Roma    
2:7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,

Ini balasan Tuhan bagi orang yang berbuat baik, yaitu hidup kekal. Orang lihat atau orang nggak lihat, itu nomor 17. Yang penting saudara berbuat baik. Justru ketika orang tidak lihat, saudara tetap berbuat baik - itu pahala lebih besar. Orang nggak lihat saudara berdoa, orang nggak lihat saudara berbuat baik, orang nggak tahu orang nggak lihat. Tapi Yesus bilang kalau tangan kananmu memberi, tangan kiri jangan tahu - berkat dari Tuhan lebih besar. Berbuat baik, berbuat baik. Kita tidak kompromi dengan dosa, semua hal yang tidak baik kita buang, kita buang. Apa katanya? Mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, apa pahalanya? Yaitu hidup kekal. Ikut Tuhan Yesus dapat warisan ... Ikut Tuhan Yesus dapat warisan ... Warisan warisan warisan hidup kekal ... Warisan warisan warisan hidup kekal.

Dan warisan itu tidak diberikan kalau kita tidak setia tekun berbuat kebajikan berbuat baik. Berbuat baik. Karena Yesuspun keliling ke sana ke mari Kisah Rasul 10:38, berbuat baik, menyembuhkan banyak orang dan Dia berbuat baik. Berbuat baik itu bukan KKN, berbuat baik itu sederhana. Mungkin nggak kelihatan, kan berbuat baik, menolong orang, kita senyum sama orang. Dan apa yang terjadi? Tuhan memberikan hidup yang kekal. Ayat 8. 
2:8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.
2:9 Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani,

Jdi ayat 8 Tuhan memberikan murka juga kesesakan penderitaan ayat 9, kepada orang yang berbuat jahat. Pertama-tama orang Yahudi. Orang Yahudi kan mengaku dipilih oleh Tuhan, umat pilihan Allah, jadi kita tiru-tiru, sedikit sedikit  shalom, sedikit sedikit shalom. Apakah dengan ngomong shalom, lalu murka Allah tidak ada? Tidak. Tuhan lihat deeds nya, tingkah laku kita. Biar dia orang Yahudi.    

Saya pernah cerita ada satu pemuda saudaraku, wah, dia dengar Firman Allah, 16 tahun, uih dia percaya, minggu depan dia dibaptis. Habis dibaptis naik motor tabrakan, mati. Rohnya naik ke surga. Diterima sama Petrus. Petrus bilang: Welcome, selamat datang ke surga. Lalu dikasihlah pakaian singlet. Dia tidak tanya kenapa saya pakai pakaian ini, pokoknya dia nggak nanya dia kira pakaian surga itu kaos singlet. Begitu dia jalan 10 meter, dia lihat ada orang pakai kaos oblong. Dia balik lagi sama Petrus: Itu siapa yang pakai kaos oblong? Itu orang kristen juga seperti kamu tapi dia mah udah cari jiwa udah berdoa udah puasa udah menyangkal diri, udah diolok karena nama Yesus. Kamu kan begitu percaya dibaptis langsung mati. Jadi belum berbuah - jadi kamu singlet dia mah oblong. Oh, iya, ceng li juga. Iya dah saya terima.

Jalan berikutnya, ada orang ke surga pakai kemeja tangan pendek. Wah, itu siapa yang pakai kemeja tangan pendek? Itu pendeta. Pendeta GPdI kan lain, dia nggak dapat gaji. Ditulisin surat kaleng, diolok, diomongin orang, diomongin dibelakang. Ini mah GPdI yang lain, GpdI sini mah saya. Tapi ini yang lain. Banyak percobaaan pendeta mah. Jadi dikasih kemeja tangan pendek. Oh, begitu, ceng li juga. Nggak lama ada yang jalan lagi kemeja tangan panjang. Itu siapa tangan panjang? Itu pastor. Kenapa pastor? Pastor kan nggak boleh kawin, jadi penderitaannya itu lebih lagi. Nah, waktu hujan kedinginan dia nggak ada yang menghangatkan, jadi dia mengalami kesepian. Dia nggak mungkin diceraikan karena dia nggak pernah kawin. Jadi dia dapat itu. Yang dapat singlet: Ceng li juga! Eh, lewat satu orang pakai jas pakai dasi pakai topi. Siapa itu pakai jas itu? Itu mah orang Yahudi. Kamu nggak boleh ngiri, itu mah family Yesus.

Apa itu begitu saudaraku ? Tidak! Yang pertama ini orang Yahudi dihakimi. Karena mereka dapat janji dari Tuhan, Mesias datang dari mereka. Nabi-nabi datang dari mereka. Ini orang Yahudi. Saudara orang islam juga berdoa untuk Abraham. Nabi Abraham diakui. Abraham itu Yahudi. Nabi Musa - itu Yahudi. Orang islam percaya ada nabi Daud. Daud itu Yahudi. Orang islam percaya. Tapi gara-gara dia nyalibkan Yesus ini, maka hukum ini datang. Walaupun dia Yahudi, kata Tuhan, kalau dia melanggar, kalau dia berbuat tidak baik, dihukum.

Kedua, orang Yunani. Orang Yunani orang Gerika, non-Yahudi - saudara dan saya, orang yang bukan Yahudi. Kita juga sama, kita berbuat tidak baik, dihukum oleh Tuhan. Ayat 10      
2:10 tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani.
            
Ada haleluyah saudara? Semua orang yang berbuat baik. Pertama-tama orang Yahudi. Orang Yahudi kan nggak percaya Yesus tapi kalau dia berbuat baik di dalam hal ini memegang Taurat pertama kali, maka deeds nya kelakuannya, perbuatan baiknya itu diingat oleh Tuhan - akan dapat kemuliaan, kehormatan, damai sejahtera bagi semua orang yang berbuat baik. Siapa di antara saudara yang belum mengalami damai? Coba berbuat baik sama sebanyak-banyak orang. Berbuat baik. Mulai berbuat baik, jangan berprasangka buruk. Berprasangka baik.  

2:11 Sebab Allah tidak memandang bulu.

Dalam bahasa Inggris, for there is no partiality with God, tidak ada perbedaan. Maka saya mah megang ayat ini, Tuhan mah nggak bedakan orang Yahudi sama orang non-Yahudi. Kita nggak usah niru-niru shalom ... shalom, biasa saja selamat pagi, salam damai sejahtera. Tadi di WC di Jakarta, ketemu sama satu bapak. Pas buang air kecil. Shalom pak. Saya bilang, biar shalom tetap bau, ya. Tetap bau. Bau hangseur (pesing). Kata shalom tidak merubah bau tapi perbuatan baik dia merubah, dia menjadi harum. Waktu orang meninggal: Aduh, orang itu berbuat baik. Perbuatan baik.

2:12 Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat.
2:13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.
2:14 Apabila bangsa-bangsa lain - kafir - yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.
2:15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

Dengan ayat ini saya memenangkan bapak Samadikun Hartono di Yerusalem, suami istri. Dia agama budha, percaya sembahyang hio, Bank Modern itu. Dia tanya, sebab dia tidak bisa terima karena kayanya Yesus itu bo cengli Dia itu. Bagaimana Alkitab bo cengli nya? Karena Yesus berkata, Akulah jalan kebenaran dan hidup. Siapa yang tidak melalui Aku, dia tidak akan sampai kepada Bapa. Bagaimana engkong saya, bagaimana engkong dari engkong saya yang ada di Teng Shia, yang ada di Cung Kuo, yang ada di Tiongkok? Dia tidak kenal agama, dia tidak boleh ber-Tuhan, tidak boleh punya agama, dia tidak pernah kebaktian, dia tidak tahu ada Tuhan apa tidak ada. Kalau dia mati, masa dia harus masuk neraka? Mohon bapak pendeta jawab! Itu di atas di loteng Hotel Yerusalem, di atas sekali, di sotoh.

Yang menanya saya itu tiga. Saya pakai ayat ini. Saya pakai orang-orang Dayak di hutan, nggak tahu agama, nggak tahu apa-apa. Tuhan kasih "hukum angan-angan hati" sebab ayat 15 bilang

2:15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. 

Ketika mereka berbuat baik, hati mereka akan berkata: Betul perbuatan itu, benar perbuatan itu, baik kelakuan itu. Ketika mereka berbuat salah: Salah perbuatan itu. Saya mau katakan orang Badui di Cikeas, dekat tambang emas Cikotok, dia agamanya Sunda Wiwitan. Dia tahu ada Tuhan tapi hukumnya cuma deeds saja: Tidak boleh maling, tidak boleh ngambil barang orang. Walaupun barang saudara ketinggalan ..., tidak akan diambil karena bukan milik dia. Itu deeds nya dari perbuatannya. Jadi orang yang dulu belum kenal Tuhan, Tuhan kasih hukumnya, agamanya - itu suara hati. Dia dimenangkan. Tapi kita sudah kenal nama Yesus, sekarang kita pakai injil. Dia memberikan kekuatan kepada kita: Barang siapa percaya kepada Dia tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal, ada haleluyah saudara? Kita tidak usah berbuat berbuat berbuat berbuat di dalam soal keselamatan tetapi berbuat setelah kita diselamatkan. Setelah kita diselamatkan kita dituntut untuk berbuat baik sebagai satu kewajiban. Nanti haknya apa? Anda dapat kemuliaan, engkau dapat hati yang damai sejahtera.

Ini saya baru dapat kesaksian yang sangat mengerikan, saudara. Baru dua minggu terjadi di Melbourne. Satu anak gadis umur 20 tahun orang Indonesia gadis Tionghoa orangnya kecil, dibunuh oleh pacarnya sendiri. Dan pacarnya ini super cemburu sampai si anak ini nggak boleh telepon sama orang tuanya. Musti sama dia saja. Dibunuh. Yang lebih hebat lagi, yang membunuh ini pacarnya ini, singer di gereja. Dan saya tidak habis pikir bagaimana orang yang menyebut nama Yesus tiap kebaktian, haleluyah haleluyah, tidak punya belas kasihan kepada kekasihnya sendiri. Namanya saja kekasih, yang harus dikasihi, kok dicekik kok sampai mati sampai dia tutup bikin sandiwara dia sendiri yang telepon sama polisi ada ini saya mau masuk pintu kamar rumah dari pacar saya kok nggak bisa masuk. Polisi pintar, curiga sama dia, dia nggak boleh keluar Australia. Ini tunggu penyelidikan autopsi. Kalau sudah kena, dapat, sudah dia pasti ditangkap. Nggak boleh keluar dari Australia.

Apa dia dihakimi oleh Yohanes 3:16? Saya percaya kepada Yesus tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Oh, tidak. Perbuatanmu membunuh. Saya pendeta, saya khotbah tiap minggu. Bukan itu, perbuatanmu bagaimana? Saya kristen, pakai salib. Tidak. Bukan itu yang Tuhan lihat, perbuatan kita bagaimana? Maka engkong-engkong kita, opa-opa kita yang tidak kenal agama, belum tahu ada apa - ada yang nyembah kayu, ada yang nyembah gunung, ada yang nyembah angin, mereka belum tahu tapi Tuhan sudah kasih lampu menurut amsal Salomo, ada hati nurani, suara hati yang menjadi terang. Begitu kamu berbuat baik, suara hati membela kamu. Begitu kamu berbuat salah, suara hati menyalahkan kamu. Dan suara hati ini sangat jujur. Dia akan bela saudara dan dia akan menyalahkan saudara pada waktu saudara salah; Dia akan bela saudara pada waktu saudara baik.

Tetapi saudara tahu orang yang suka bikin pijit-pijit refleksi. Biar perempuan biar dia lelaki, saya lihat wuih, tangannya udah ngejendol, kenapa? Karena dia sudah refleksi berapa ratus kaki. Lama-lama tangannya menjadi menjendol. Hebat, nggak sakit lagi. Karena orang biasa terkelupas kulitnya. Tapi dia sudah biasa. Suara hati itu, begitu kita salah, tiit ... tiit ... tiit ... Saudara tutup pakai bantal, dia kurang kedengaran. Hati-hati. Jangan sampai kapalan. Sampai suara dari Tuhan itu dalam hati saudara, saudara tidak dengar lagi. Jadi saudara sudah jalan ke yang salah itu saudara sudah tidak rasa salah lagi. Nyeleweng itu saudara nggak rasa nyeleweng, berdosa saudara nggak rasa berdosa, selingkuh saudara nggak rasa salah, mencuri, berdusta, berbohong, nonton film porno, saudara sudah nggak rasa salah. Hati nurani saudara sudah nggak bener.  

Maka hidup kekristenan bukan agama. Kalau agama, saudara biasa tertipu. Lihat orang pakai kalung salib, pegang Alkitab, kristen. Tuhan nggak. Deeds. Perbuatan kita bagaimana? Saya tidak panjangkan firman Allah.  

-- o -- 

Minggu sore, 18 Juli 2004

Pemberian yang Baik dan  Pemberian yang Sempurna

Haleluyah? Ada masanya ada setrum, ada masanya tidak ada setrum. Tetapi mari kita tetap mengucap syukur. Mari kita buka Firman Tuhan kita di dalam Yakobus pasal yang pertama. Yakobus pasal 1, kita akan membaca beberapa ayat dari sana. Di mana Yakobus? Yakobus itu setelah Ibrani. Yakobus

1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.
1:18 Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

Kita mau mulai membaca dari ayat 16: Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!

Dalam bahasa Inggris, ayat ke 16 dipakai kata jangan tertipu, jangan salah paham. Pada waktu surat ini ditulis, itu oleh Yakobus, ada pada zaman di mana orang-orang yang bukan kristen menganggap bahwa Tuhan atau Allah kita adalah sumber segala-galanya, baik kebaikan maupun kejahatan. Jadi mereka menganggap Tuhan itu adalah awal dari segala-galanya - Dia adalah yang memberi kebaikan tetapi Dia juga yang memberi kejahatan. Nah, pada saat itulah Yakobus menulis surat ini: Jangan kamu tersesat, jangan kamu tertipu, jangan kamu salah! ... bahwa

1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Nah, saudara sekalian di dalam kehidupan kita ada banyak hal yang kita mungkin keliru, kita mungkin salah paham tentang Tuhan. Banyak orang menggambarkan Allah itu sebagai dewa yang bertaring, matanya melotot dan adanya di tempat tempat yang gelap. Sehingga banyak orang memuja. Jangan kamu tersesat, jangan kamu salah. Tidak sedikit orang kristen ngambek tidak mau ke gereja karena ekonominya kurang diberkati dan mereka menganggap Tuhan marah sama mereka, Tuhan tidak memberi berkat.

Saya mau bedakan saudara, Tuhan mungkin mengijinkan, Tuhan mungkin mencoba kita ... dibiarkan kita. Tetap waktu kita dicobai. Tapi percobaan itu bukan datang dari Tuhan. Maka dikatakan di dalam ayat 13,      

1:13. Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.

Jadi jangan salah, jangan sesat, jangan tertipu. Allah itu bukan sumber kejahatan sekaligus sumber kebaikan. Tidak. Ayat 17 berkata

1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang;

Ada haleluyah saudara? Perhatikan, ada dua pemberian sore hari ini. Yang pertama, pemberian yang baik dan yang kedua, anugerah yang sempurna. Dalam bahasa Inggris tetap disebut pemberian yang sempurna. Ada pemberian yang baik, ada pemberian yang sempurna.

Saudara bertanya, apa atuh itu yang disebut pemberian yang baik? Pemberian yang baik itu saudara, saudara punya sepeda motor, itu pemberian yang baik; saudara bisa naik kelas, itu pemberian yang baik dari Tuhan; saudara bisa dagang usaha laku, itu pemberian yang baik; saudara bisa bernafas, itu pemberian yang baik; saudara masih bisa menikmati hujan turun membasahi tanah, itu pemberian yang baik; saudara dimampukan oleh Tuhan bisa punya mobil, bisa punya rumah - itu pemberian Tuhan! Jangan saudara bilang itu gara-gara saudara; jangan saudara bilang ini usaha saya, tidak. Kalau Tuhan tidak kasih sama saudara, saudara tidak mampu mendapatkannya. Ada amin?

Maka itu saudara banyak pemberian yang baik. Suami saudara walaupun kita seringkali salah paham dengan suami tapi suami itu pemberian yang baik dari Tuhan. Istri saudara ... walaupun istri saudara seringkali bikin sayur asam yang keasaman, saudaraku, tapi dia adalah pemberian yang baik. Menurut Amsal Salomo, istri yang berbudi adalah karunia dari Tuhan, karunia dari Allah. Saudara punya anak, itu pemberian yang baik dari Tuhan. Apa yang di dalam hidup ini adalah pemberian yang baik. Jangan kita membanggakan: Ini pemberian dikasih papa saya, ini pemberian karena saya punya usaha, ini pemberian karena saya toh-tohan banting tulang peras keringat. Tidak, saudara! Biar saudara banting tulang peras keringat kalau Tuhan Bapa segala terang tidak memberi maka pemberian yang baik itu saudara tidak akan nikmati. Saudara boleh berterima kasih sama Tuhan sore hari ini untuk pemberian yang baik? Banyak hal yang baik, banyak pemberian-pemberian yang baik daripada Tuhan.

Kemarin jumat dan sabtu saya KKR di kota Kudus. Habis KKR langsung ke Semarang harus menginap di Semarang. Nginap di Semarang, teman saya sudah telpon: Jangan makan dari Kudus. Makan sama-sama. Setelah sampai di Hotel Horison, naik tingkat empat, sudah ada pembela sidang dari Gereja Isa Almasih, 10 orang lagi makan. Pagi-pagi setengah lima sudah berangkat naik mobil dari hotel datang ke airport paling pagi. Saya minta nomor 7 dan nomor 8. Saya naik ke atas di pesawat, pramugari: Stop, silahkan bapak duduk nomor 1 dan nomor 2 di business class. Beli ekonomi dikasih di business class. Lega. Siapa dia? Dia jemaat kita, teman GPdI Cianjur, Elun, adiknya Aan. Pemberian yang baik ada di mana-mana, ada haleluyah?

Tetapi ada yang kedua, pemberian yang sempurna. Apa yang dimaksud pemberian yang sempurna, pak pendeta? Pemberian yang baik saya sudah mengerti sedikit, tetapi apa yang dimaksud pemberian yang sempurna? Kalau sempurna nggak ada cacat, kalau pemberian yang baik ... saya dikirim mangga juga, masih bisa ada cacat, masih bisa busuk, masih bisa ada belatung. Tapi kalau yang sempurna nggak ada cacat.

Pemberian yang baik yang sempurna, itu Firman Allah. Ini pemberian yang sempurna. Itu sebabnya kita jangan jauh dari Firman Allah. Sebab Alkitab berkata, Bapa yang kita miliki adalah Dia sempurna. Yesus adalah karunia Allah yang terbaik.   

3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Dia pemberian. Aku naik ke surga, kata Yesus, supaya Aku bisa memberikan kepadamu Roh Kudus. Roh Kudus pemberian yang sempurna dari Tuhan. Alkitab Firman Allah, adalah pemberian yang sempurna dari Allah kepada kita. Maka bodohlah kita saudara ... sejarah Amerika belum pernah ekonomi Amerika sehebat 8 tahun pemerintahan Ronald Reagan, kenapa? Karena Ronald Reagan melandasinya dengan Alkitab. Mamanya ngomong sama Ronald Reagan waktu masih kecil: Apa yang kamu alami, baik atau mungkin tidak baik menurut kamu, jangan kamu marah sama Tuhan, jangan. Ini mamanya Ronald Reagan. Jangan kamu ngarasulah, jangan. Karena itu Tuhan lagi membentuk kamu.

Siapa yang merobohkan Tembok Berlin? Itu Ronald Reagan. Dia ngomong sama Gorbachev: Mr Gorbachev - Presiden Rusia, mari kita runtuhkan tembok berlin ini, komunis ini, sekarang juga. Gorbachev nurut juga. Maka dalam Alkitabnya Ronald Reagan, ada tulisan kata-kata mutiara: Anda mungkin bisa telalu besar untuk dipakai oleh Tuhan tetapi anda tidak boleh merasa terlalu kecil untuk bisa dipakai oleh Tuhan. Tidak ada orang di sini dalam jemaat sini yang boleh berkata: Saya orang kecil nggak mungkin dipakai Tuhan. Tuhan sanggup memakai saudara menjadi luar biasa. Karena Dia adalah pemberian yang sempurna, Dia memberi yang sempurna, yaitu Firman Allah. Bukankah Allah kita baik, ada amin saudara? Dia memberikan pemberian yang baik, Dia memberikan pemberian yang sempurna. Dan itu disebut datangnya ... ayat 17

1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang;

Yang memberitahu kepada saudara-saudara terang dunia adalah Tuhan Yesus sendiri. Kenapa kita disebut terang dunia? Karena terang adalah lawannya dari gelap. Terang itu kontrasnya dari gelap. Maka kalau kita mengaku kristen anak Tuhan pengikut Kristus, kita tidak boleh ada hubungan dengan yang gelap-gelap. Karena kita terang. Gelap itu jangan dikutuk. Kalau mau menghilangkan gelap dikutuk: Gelap, pergi kamu - nggak bisa. Kita bisa jadi terang, gelap itu otomatis hilang. Untuk mengusir kegelapan, nyalakan saja terang. Begitu terang ada, gelap tidak ada.

Maka syarat pertama kita sebagai anak-anak Tuhan adalah anak-anak terang karena Bapa kita adalah Bapa yang terang. Maka kita sebagai anak Tuhan kita adalah anak-anak terang. Surat Efesus berkata kita harus menyalahkan perbuatan gelap meninggalkan perbuatan gelap yang menyebutnya saja malu, kenapa? Karena kita anak terang.

Firman-Mu adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Pelita jaman dulu itu bukan lilin, tapi seperti lampu Aladin, dikasih minyak lalu ada sumbunya dan itu digantung pakai seperti kawat dipegang setinggi kaki. Dan itu menerangi kalau kita lagi jalan malam, itu menerangi kaki kita. Tapi dia nggak bisa menerangi jalan jauh itu nggak bisa, dia hanya menerangi sejauh 1-2 meter yang kaki kita untuk melangkah. Ini pelita.

Firman Tuhan itu pelita. Terang bagi kakiku. Tapi juga dia disebut obor pada jalanku. Obor itu lampu ditaruh di pohon-pohon. Dibaca Firman Allah tiap hari, ini menerangi kaki kita tiap hari. Jangan saudara, saya mau baca sekarang besok nggak. Tiap hari kita musti pakai pelita. Yesus pelita dari Firman yang terang.  

Kata-kata yang keluar dari mulut Tuhan pertama kali di dalam kitab Kejadian adalah terang. Karena begitu ada terang gelap itu hilang. Nah, Dia Bapa ini yang baik ini, saudara. Jangan salah paham, jangan sesat, jangan ngamuk: Aduh, ini penyakit datang dari Tuhan. Pernah Ayub saudara dia salah, Ayub keliru karena dia ngomong begini sama istrinya: Jangan ngomel, apakah kita mau terima yang baik saja dari Tuhan? Tidakkah kita rela juga menerima yang jahat dari Tuhan? Jadi Ayub anggap Tuhan memberi yang jahat; dia mau terima. Tapi firman Allah ini berkata: Tuhan tidak pernah memberi yang jahat. 

Di dalam injil Lukas dikatakan pasal 11, Bapa mana yang anaknya minta roti, dia kasih batu; bapa mana yang anaknya minta ikan dia kasih ular; bapa mana yang anaknya minta telur dikasih kalajengking? Tidak. Kita kalau minta roti dikasih roti. Kalau kamu yang jahat saja, katanya Tuhan, tahu memberi yang baik kepada anakmu, apatah lagi Bapamu di surga akan memberikan Roh Kudus kepada barangsiapa yang mau meminta daripadanya, haleluyah? Roh Kudus saja diberi, rumah di surga saja diberi, masa ... langit surga rumah di surga saja diberi ... masa rumah di dunia tidak diberi? Jangan salah, jangan keliru, jangan menilai Tuhan keliru, jangan. Tuhan itu baik. Dan Dia Bapa dari segala terang. Haleluyah?

Ayat 17 pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Dia tidak mencla-mencle, tidak iya sekarang besok nggak. Dia ahli ilmu pasti; Dialah Tuhan serwa sekalian alam. Kalau Dia bilang Dia mengasihi kita dengan kasih yang kekal, iya dan amin artinya. Mari kita di sisi lain kita lihat iblis. Iblis itu selalu berbisik meragukan kebaikan Tuhan. Dia datang sama Hawa pertama kali meragukan Tuhan. Hawa bilang aku tidak boleh mengambil buah ini; kalau aku ambil, aku akan mati. Siapa bilang kamu akan mati? Justru kalau kamu makan buah ini, kamu akan jadi seperti Allah. Ragu mulai kuatir, mulai bimbang. Dia datang saudaraku, biar saudara duduk di gereja, kalau telinga saudara terbuka kepada iblis, dia datang memberi keraguan kepada saudara. Apa iya Tuhan Yesus setia, apa iya Dia bisa membawa kita selamat sampai di surga? Apa betul apa bisa Dia memberikan kelimpahan? Dia memberi keraguan. Kembali lagi kepada ayat 16.

1:16 Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!

Banyak orang yang keliru. Mari kita buka Matius

22:15 Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.
22:16 Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.
22:17 Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?"
22:18 Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
22:19 Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.
22:20 Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?"
22:21 Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."
22:22 Mendengar itu heranlah mereka dan meninggalkan Yesus lalu pergi.

Ini orang Herodian ini selalu mencobai Yesus, cari salah. Boleh bayar pajak nggak? Sebab kalau Yesus bilang begini, boleh bayar pajak, nanti dituduh Yesus itu anti Yahudi. Kalau Yesus bilang nggak usah bayar pajak, nanti dituduh dia anti kaisar. Tapi Yesus bilang mana, coba sini koinnya mana? Tuh, lihat gambar siapa ini? Oh, ini ada gambar kaisar. Tulisan siapa? Kaisar. Kembalikan kepada kaisar apa yang kaisar punya. Dan buntutnya Dia bilang, kembalikan kepada Allah apa yang Allah punya. I Korintus 5-6 berkata, kamu sudah dibeli dengan harga yang tunai, kamu bukan milikmu lagi - tapi kamu milik Kristus. Yesus mati di atas Bukit Golgota, kita sudah ditebus, kita sudah dibayar, kita sudah dibeli dengan harga yang kontan, yang mahal harganya, kita sudah dibayar ... kita sudah ditebus. Hidup kita bukannya kita lagi. Mari kita kembalikan kepada Tuhan. Jadi kita tidak hidup untuk gelap, kita tidak hidup untuk dunia - kita hidup untuk Tuhan! Itu artinya kita mengembalikan hidup kita kepada Tuhan. Berapa tahun sih kita hidup. Berikutnya.

22:23 Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:
22:24 "Guru, Musa mengatakan, bahwa jika seorang mati dengan tiada meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
22:25 Tetapi di antara kami ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, tetapi kemudian mati. Dan karena ia tidak mempunyai keturunan, ia meninggalkan isterinya itu bagi saudaranya.
22:26 Demikian juga yang kedua dan yang ketiga sampai dengan yang ketujuh.
22:27 Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itupun mati.
22:28 Siapakah di antara ketujuh orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab mereka semua telah beristerikan dia."
22:29 Yesus menjawab mereka: "Kamu sesat, - Kata sesat di sini sama dengan kata sesat di dalam Yakobus tadi. Jangan sesat, jangan tertipu. Yesus berkata, kamu sesat, kamu keliru kamu salah - sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!
22:30 Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.
22:31 Tetapi tentang kebangkitan orang-orang mati tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah, ketika Ia bersabda:
22:32 Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."

Orang Saduki juga tidak percaya akan kebangkitan, jadi dia ngenye sama Yesus. Yesus ini ada 7 bersaudara. Nomor 1 dia kawin sama satu istri. Mati dia. Nah, menurut Taurat, saudara yang kedua musti mengawini istri dari kokonya supaya ada keturunan buat kakaknya. Mati lagi yang kedua. Sampai yang ketujuh katanya mati. Nanti di surga siapa, dia suami siapa? Karena mereka nggak percaya ada surga, nggak percaya ada kebangkitan.

Yesus bilang, kamu sesat. Di surga tidak ada lagi soal hubungan kawin dan tidak lagi mengawinkan. Semua seperti malaikat. Dengar baik-baik. Saudara di surga nanti nggak bisa saudara mengasihi papa mama, nggak bisa. Jadi kalau mau mengasihi papa mama, sekarang. Saudara nanti di surga nggak bisa mau setia sama suami mau setia sama istri di surga, nggak bisa. Tidak ada lagi hubungan tidak ada lagi ingatan, tidak ada lagi daya tarik seks, tidak ada. Jadi kalau mau sayang istri mau sayang suami, sekarang. Di surga kita nggak bisa - aduh, ini anak saya ... jadi kalau mau mengasihi anak, sekarang. Kenapa? Karena di surga kita sudah jadi seperti malaikat. Siapa fokus malaikat? Itu Tuhan. Malaikat itu hanya menyembah Tuhan. Karena kita dirubah seperti malaikat, maka fokus kita hanya Yesus, bukan suami bukan canghu bukan meihu ... Di sana nggak akan nanti suami ngomong sama istrinya ... nggak ada itu. Karena kita dijadikan seperti malaikat, ada haleluyah saudara? Memang mungkin kita tahu itu ayah kita bapa kita tapi tidak ada hubungan lagi, semua fokusnya sama Yesus.  

Saudara nggak bisa terima? Heg wae teu bisa tarima da Yesus ngajarnya gitu. Karena kita tidak akan ada hubungan lagi di sana seperti orang-orang Saduki ini mau ngenye, di sana di surga perempuan suaminya yang mana? Yang nomor satu atau nomor tujuh?      

Kalau kita kembali kepada Yakobus 1, betul kata firman Tuhan, jangan kita sesat ... karena kalau kita sesat kita nggak ngerti, kita salah. Yakobus

1:18 Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

Menurut ayat ini, siapa yang dijadikan anak sulung? Kita dijadikan anak sulung! Pegang ayat ini lalu kita buka Roma

8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Ini maksudnya apa? Roma 8, Yesus jadi sulung, kita adik-adiknya. Tapi kalau kita buka Yakobus 1, kita akan menjadi sulung dari semua ciptaannya. Rahasianya di mana? Itu Tuhan membentuk kita oleh Firman Kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaannya. Kali yang pertama, tenis wanita dunia dimenangkan oleh seorang gadis dari Rusia. Ditanya sama wartawan: Apa rahasianya kamu bisa menang mengalahkan itu pemain nomor satu dunia dari Amerika yang hitam itu, apa rahasianya? Dijawab sederhana: Kerja keras! Latihan. Karena dia latihan kerja keras maka tingkatan kemampuannya itu pada tingkat yang tertentu melebihi juara dunia. Juara dunia ini kalah. Satu tahun yang lalu dia belum apa-apa, dia masih kalah. Tapi ketika dia mulai melatih dirinya pelatihnya kasih sebab semua pukulan sama juara-juara, sudah tahu. Kalau mukul begini kesana, udah tahu. Cuma tinggal konsistennya. Tiger Woods sudah juara dunia biasa satu hari pukul bola 1.000 bola latihannya. Sekarang kendor, terus turun.

Maka orang kristenpun, saya dan saudara juga begini. Saya tidak baca alkitab, tidak renungkan Firman Allah, mana bisa saya mempersiapkan Firman setiap minggu harus baru, nggak di Jakarta nggak di Cianjur? Saya mau dibentuk oleh Firman Tuhan. Sebelum saya khotbah kepada saudara, Tuhan khotbah dulu sama saya. Sebelum saudara digerakkan Tuhan oleh Firman Allah yang saya bawa Firman, saya digerakkan dulu oleh Firman yang saya baca. Maka handphone saya diisi alkitab, ada satu saudara dari Jakarta. Jadi kalau saya di jalan mau baca alkitab ngeliat di handphone, ayat apa ... bisa. Saudara bisa isi handphone dengan macam-macam sms yang kacau balau, mungkin kita isi handphone kita dengan hal-hal yang baik, dengan hal-hal yang dari Tuhan. Bukan dengan fitnah, bukan dengan hal-hal yang bohong, yang dusta ... apalagi yang bodong. 

Saudara, mari kita renungkan Firman Allah tiap hari; ini pemberian yang sempurna. Heran saudara, kita lebih senang nonton AFI, nonton sepakbola daripada baca Firman Allah. Kenapa kita tidak tertarik oleh Juru selamat kita? Padahal Dia mau membuat kita dalam satu tingkat tertentu menjadi sulung, sama seperti Yesus. Dia sulung tidak akan jadi sulung sama seperti kita. Maka Tuhan membentuk kita nggak pakai percobaan nggak pakai aniaya nggak pakai problem, nggak pakai kesusahan - Dia bentuk kita oleh firman-Nya! Saya tidak percaya Tuhan membentuk kita dengan kesusahan kesulitan - Tuhan ijinkan kita mengalami kesusahan yang ditaburkan oleh iblis; kita mengalami percobaan yang dibiarkan oleh iblis, yang ditabur oleh setan - Tuhan ijinkan kita mengalaminya tapi Tuhan tidak pernah memberi ... Tuhan tidak pernah menaruh problem!     

Saudara punya anak masih kecil, apa saudara taruh setrika yang panas di dekat dia? Nggak, dijauh-jauhin. Jangan sampai dia pegang setrikaan. Nanti kalau dia sudah besar, biar dia ada di dekat setrika no problem, karena dia bisa mengatasi setrika. Tapi dia masih kecil masih 2-3 tahun baru bisa jalan, nggak tahu setrika panas bisa membakar tangannya. Saudara sebagai orang tua, angkat setrika jauh-jauh, hei kamu main jauh-jauh. Karena saudara tahu dia belum bisa. Apa ada anak saudara yang umur 10 tahun: Pah, minta kawin. Nggak ada.

Pada malam hari ini,

1:18 Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

Coba saudara lihat, ini logatnya Tuhan. Sedikit demi sedikit nanti sampai pada tingkat tertentu kamu ada di atas, kamu anak sulung. Sekarang kamu pelan-pelan belajar, sedikit demi sedikit kamu jadi anak-Ku.

Saya nonton di dunia binatang, elang mahkota; dia mengerami anaknya. Ada 2 telur, satu gagal satu menetas. Karena saya hobi burung saya lihat sampai habis. Begitu telur menetas, elang warnanya coklat tapi anak itu putih. Kecil, putih, tidak bisa apa-apa. Elang. Mamanya kasih makanan dia tangkap tikus. Tikus itu tangkap sekarang, kasih makannya besok, jadi daging sudah jadi bangkai sudah lembut. Disuapin. Dia masih tutup matanya, disuapin. Satu minggu udah gede. Mamanya tangkap kelinci. Banyak monyet main di bawah. Yang kasih keterangannya bilang: Ini anak masih bego, nggak tahu apa-apa ... maka monyet ini merasa aman.

Jadi saya tunggu kapan ini ditangkap apa sudah besar elang ini? Belum bisa bisa terbang. Mamanya tangkap ikan. Tangkap biawak, dia suruh makan. Dari makanan kecil sampai makanan keras. Terakhir dia tangkap monyet. Saya baru tahu elang itu besar. Monyet ditangkap satu kali cengkeram mati. Lalu mulai belajar terbang. Induknya nggak turun-turun, dia di atas terus. Panggil-panggil, nggak turun-turun. Dia tahu ini anak disuruh dari pohon ini, dia terbang ke satu dahan kena cengkeraman tapi terjungkal, nggak bisa. Nggak bisa berdiri sampai jatuh ke bawah. Untuk naik lagi ke atas nggak bisa terbang, lompat-lompat dari batang ke batang. Sampai satu kali, elang itu bisa terbang.

Apa tidak begitu Tuhan mengajar kita? Apa kita tetap seperti bayi di dalam Tuhan dikasih makanan yang halus-halus ? Tapi kalau saudara mau bertumbuh, dalam tingkat yang tertentu segala makanan Induk kita Bapa kita di surga, Dia memberikan kepada kita makanan sesuai dengan kedewasaan kita. Nanti kalau sudah kuat, monyetpun dikasih.

Jadi kalau sekarang masih bayi sudah dikasih daging yang keras, kalau kita masih jiwa baru udah dikasih berkat yang miliar-miliar, kita nggak kuat, kita akan jadi sombong. Maka Tuhan kasih sedikit sedikit. Dikasih sedikit bawa perpuluhan nggak? Karena kalau sedikit bawa persepuluhan, nanti dikasih besar juga dia bawa persepuluhan. Ah, dia dikasih ini dia sombong apa nggak. Kasih. Nanti pada tingkatan tertentu saudara bisa. Ku kan terbang tinggi ... Bagai rajawali. Rajawali terbang angin besar datang, dia angkat sayapnya ... naik ke atas, Nggak pakai mesin jet, dia cuma melawan angin saja. Tidak ada yang sebaik Bapa. Kita berdiri.        

-- o -- 

Minggu sore, 25 Juli 2004

Melakukan Apa Yang Dapat Dilakukan

Selamat sore, selamat bertemu lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Saya sudah adakan KKR di Jayapura dan KKR itu sudah berjalan dengan sangat sukses. Ada 11 orang yang dibaptis. Salah satu yang dibaptis itu istri pendeta dari GKI. Karena KKR itu bersatu dengan beberapa gereja: GPdI, GBI, GKI, Gereja Kemah Injil, GBIP, itu yang mengadakan KKR tersebut dan dibuka oleh gubernur ditutup oleh walikota. Tuhan sudah memberkati KKR tersebut.

Sekarang kita akan masuk dalam perjamuan kudus, kita akan melihat ... cerita ini saya baca tadi malam dan tadi pagi. Menarik sekali. Saya sendiri baru ketemu ini cerita bahwa ... kita buka Yohanes dulu 

12:1 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
12:2 Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
12:3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
12:7 Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
12:8 Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."

Ini yang kita baca di dalam injil Yohanes. Tadi malam saya membaca dua cerita yang mirip yang sama dengan ini. Kita buka pertama di dalam Markus

14:3 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, ...

Di sini kita baru tahu bahwa kejadian dalam Yohanes 12 itu bukan di rumah Maria, bukan di rumah Lazarus tapi di rumah Simon Si Kusta. Nama Simon ada beberapa dalam alkitab, ada Simon orang Kirene, Simon orang Kanani. Di sini dikatakan salah satunya Simon si kusta. 

... dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan - Tidak disebut namanya Maria - membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.

14:4 Ada orang yang menjadi gusar - Tidak ditulis Yudas. Orang. -  dan berkata seorang kepada yang lain- Lebih dari satu orang: "Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini?
14:5 Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin." Lalu mereka memarahi perempuan itu. - Jadi orang-orang memarahi perempuan itu. Tidak disebut siapa. 
14:6 Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.
14:7 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.
14:8 Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.
14:9 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."

Jadi ceritanya sama tapi versinya berbeda. Sangat kaya sekali, sangat limpah cerita ini. Tetapi kita baca satu lagi. Matius

26:6 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, - Sama sekarang. Dari 3 cerita, dua ditulis Simon si kusta.
26:7 datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan.
26:8 Melihat itu murid-murid gusar - Di sini murid-murid yang marah, bukan Yudas - dan berkata: "Untuk apa pemborosan ini?
26:9 Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin."
26:10 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.
26:11 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.
26:12 Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.
26:13 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."

Satu-satunya yang disebut di ketiga tempat itu adalah Betania; satu-satunya benda, yaitu disebut adalah minyak narwastu; satu-satunya kalimat Yesus yang ada ketika itu "Biarkanlah perbuatan perempuan itu." Tetapi sekarang kita mulai dapat gambaran yang jelas. Jadi kita mau belajar pada sore hari ini. Yang pertama, nampaknya yang mengundang Yesus makan ini Simon si kusta. Karena 2 penulis injil menulis Simon si kusta. Saya ada pertanyaan, kita ada pertanyaan, kenapa Simon ini disebut Si Kusta? Apa dia pernah sakit kusta lalu sembuh? Atau dia masih kusta? Biasanya kalau orang sudah sembuh, sudah tahir tidak boleh disebut lagi si kusta; dia sudah tahir sudah sembuh. Kalau kita pakai pemikiran itu, yang mengundang Yesus ini Simon orang kusta.

Orang kusta itu biasanya saudara dijauhi. Kalau kita melihat pelajaran orang kusta dijauhi bahkan diusir ke tempat yang jauh, kita yakin Simon si kusta ini sudah sembuh. Karena kalau masih sakit dia akan ada di tempat yang jauh bukan di dalam kota apalagi ini di rumah. Jadi kemungkinan, Simon si kusta ini adalah Simon yang pernah sakit kusta tapi disembuhkan oleh Tuhan. Tapi karena dia itu terkenal dengan penyakit kustanya maka dia punya gelar itu nempel terus, yaitu Simon si kusta. Seperti di Cianjur, saya bingung ada orang yang disebut Encim Kapiting. Kenapa dia disebut encim kapiting? Dia nggak kaya kepiting kok, dia cukup baik ada hidung tangan, kenapa dia disebut encim kapiting? Oh, dulunya dia suka jual kepiting. Padahal dia sudah tidak jualan kepiting lagi, tapi nama encim kapiting itu nempel teus. Joni mana? Joni Tompel.  Lho, kenapa disebut Joni tompel padahal tompelnya sudah hilang, sekarang kan sudah ada operasi plastik. Tapi karena tompelnya dari lahir jadi suara itu tidak bisa lenyap.

Nah, nampak di sini, yang bikin pesta adalah Simon si kusta. Memei mana? Memei sipit. Yoyo mana? Yoyo pendeta. Sebab ada Yoyo tukang ojek. Kita lihat ada macam-macam. Kembali pada Firman Allah. Nah, di dalam Matius       

26:6 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,
26:7 datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan.

Kita gabung saja 3 cerita ini. Siapa itu yang kasih minyak itu? Siapa? Maria. Tapi dalam injil Markus dikatakan botol pualam itu dipecahkan di bagian leher. Itu botol buli-buli, dia pecahkan itu bagian leher. Karena mungkin keluarnya itu harus sedikit karena mahal tapi dia sengaja dia pecahkan supaya bisa dicurahkan. Ada yang ditulis di kepala, ada yang ditulis di kaki, dicurahkan ke kepala Yesus sedang makan.

Kemudian ada yang protes. Jadi ada yang ngundang, ada yang memberikan minyak, ada yang protes, lalu Tuhan bela. Itulah yang kita akan belajar pada sore hari ini.

Pertama ada yang ngundang Yesus, namanya Simon si kusta. Dia Simon tetapi pernah kusta. Kemudian dia menerima Yesus, mungkin disembuhkan oleh Tuhan, dia mengadakan satu pesta ... mengadakan satu perjamuan. Datang pemikiran kepada kita, apa yang kita buat untuk Yesus? Untuk membalas cinta kasih Tuhan sama kita, apa yang kita buat untuk Tuhan?

KKR kemarin di Jayapura diambil oleh 3 televisi: Metro, TPI, sama TVRI. Dan RRI menyiarkan ke seluruh Papua, ke seluruh Irian. Itu perbuatan dari umat Tuhan di Jayapura supaya seluruh Papua bisa dengar Firman Tuhan. Apa perbuatan kita untuk Tuhan? Pertama, Simon ini dia mengadakan satu perjamuan; dia mengundang Yesus untuk makan di dalam rumah, dia mengundang Yesus di dalam rumah. Ini yang pertama. 

Kebanyakan orang kristen sekarang seperti Simon yang kusta ini, berbuat membalas cinta Tuhan dengan mengadakan pesta, dengan mengundang Tuhan Yesus datang di rumah, mengundang pendeta, dan sebagainya. Tetapi ada seorang perempuan tiba-tiba nyelonong di dalam pesta itu. Ngga A, ngga B ... dia bawa minyak narwastu, yang menurut Yohanes 12 harganya 300 dinar. 300 dinar itu gaji orang satu tahun. Gaji orang satu tahun, 360 hari dikurangi 60 hari raya besar, maka tinggal 300 hari orang kerja. Karena orang kerja dulu itu 5 hari satu minggu, kurang lebih 300 hari orang kerja. Tidak mungkin dia kerja 1 tahun nggak dimakan duitnya beli hanya minyak. Minimal dia kerja 3 tahun, dan betul kurang lebih dia kenal Yesus 3 tahun. Jadi selama dia kerja 3 tahun, dia menghemat yang satu tahun itu, dia bisa memiliki minyak yang mahal harganya.

Ini pelajaran kedua. Walaupun kita kerja; kita bukan tao ke, kita karyawan kita bekerja, kalau kita tahu berhemat, kalau kita tahu mengumpulkan uang, kalau kita tahu menabung, pada satu waktu kita bisa membeli apa yang kita mau beli walaupun itu mahal harganya, kita bisa beli. Kita tidak ngelamun tapi kita bibilintik sedikit demi sedikit mengumpulkan gaji kita, kumpulkan gaji kita, kumpulkan ... satu kali kelak nanti mungkin kita bisa sekolah tinggi atau kita bisa pakai untuk menikah, kita bisa pakai ini pelajaran kedua, kita bisa mengumpulkan uang.

Tetapi kita lihat wanita ini, dia mengumpulkan uang untuk beli minyak yang paling mahal saat itu. Batunya saja batu pualam. Jadi botolnya dari marmer, jadi sangat mahal. Isinyapun bibit. Lalu apa terjadi? Minyak itu dicurahkan ke atas kepala Yesus yang sedang duduk makan. Ini perbuatan wanita ini. Melihat itu murid-murid gusar dan berkata, untuk apa pemborosan ini?

Memang begitu lihat kita tahu itu boros. Kan ini bibit minyak wangi. Setetes saja, satu ruangan itu harum; ini dia tuang semua di atas kepala Yesus. Ya marah. Orang Yahudi kan otaknya pintar ngitung duit, ngitungnya duit melulu. Wah, katanya ini kalau dibuang harganya pasti 300 dinar ini; kalau dikasih sama orang miskin berapa orang miskin kita bisa tolong. Ini satu pemborosan. Apa yang terjadi? Saya tidak mau bicara itu tapi ayat 10 

26:10 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.

Ini kurang jelas. Kalau kita buka Markus 14, kata-kata Yesus itu menyolok sekali, paling bagus, kata-kata Tuhan Yesus dalam Markus 14 sangat indah, ya.

14:5 Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin." Lalu mereka memarahi perempuan itu.
14:6 Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.
14:7 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.
14:8 Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.

Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Ini rahasia melayani Tuhan. Tuhan nggak nuntut apa yang kita nggak bisa kerjakan. Dia nggak minta dari kita sesuatu yang kita nggak bisa kerjakan. Tapi Dia tahu apa yang kita bisa buat. Dikatakan di sana, ayat 8, Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. 

Pertama, Yesus nggak suruh; kedua, Yesus nggak minta; ketiga, Yesus nggak ngareupin nggak mengharapkan. Tetapi ini inisiatif datang dari hatinya Maria, hatinya perempuan ini - Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya.

Pada sore hari ini, saya mau bertanya, apa yang saudara dapat lakukan untuk Tuhan, lakukan itu! Apa yang saudara bisa kerjakan untuk Tuhan, kerjakan. Saya memberi kebebasan kepada jemaat mau melakukan apa saja untuk Tuhan, lakukan. Walaupun ada resiko diomongin orang, resikonya dimarahi orang, resikonya disindir tetapi kita melakukan itu bukan untuk orang kok, kita melakukan untuk Tuhan, kita mengerjakan untuk pekerjaan Tuhan, kita melaksanakan untuk Dia ... untuk Yesus.

Di dalam alkitab ada beberapa hal orang bisa berbuat untuk Yesus. Pertama-tama seperti tertulis dalam Matius 10, bagaimana kita melakukan untuk Yesus.

10:40 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
10:41 Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.
10:42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

Yang pertama dalam ayat 40, 

10:40 Barangsiapa menyambut kamu, - Maksudnya murid Tuhan, - ia menyambut Aku.

Di sini yang pertama, ayat 40, adalah hamba-hamba Tuhan. Bukan pendeta. Hamba Tuhan! Banyak pendeta bukan hamba Tuhan. Kalau pendeta yang asli dia tidak akan bersaksi dia kecopetan. Nggak. Saya kecopetan barang saya hilang, saudara - tidak akan bersaksi seperti itu kalau hamba Tuhan. Kalau pendeta bisa saja. Kalau hamba Tuhan dia tidak akan cerita sama jemaat dia punya susah, nggak akan. Lain kalau jemaatnya tanya. Dia tidak akan ngomong. Coba saja saudara pikir, pernah saya ngomong sama saudara urusan saya?  

Tetapi siapa menyambut hamba-hamba Tuhan, dia menyambut Aku, katanya. Langkah pertama, kita bisa berbuat untuk Tuhan itu dengan menyambut hamba Tuhan. Ya senyumlah, berikanlah senyum, menyambut. Kalau di Jayapura saya musti lari, karena kalau nggak pada uah ... pengen jabat tangan. Saudara tahu ya mereka punya keringat ada seperti minyak narwastu juga. Tapi ya ini lah. Pertama, menyambut hamba Tuhan sama seperti saudara menyambut Tuhan.

Saya sudah saksikan tapi tidak apa saya saksikan lagi. Di Manado ada satu pendeta jarang khotbah; dia hamba Tuhan, dia bukan pendeta. Dia tinggal bahkan di gunung. Jarang turun ke kota, terus minta khotbah supaya dapat kolekte, nggak. Dia diam di gunung, hidupnya puasa doa, puasa doa. Nah, banyak pendeta datang ke sana. Brur ... hati-hati, satu bulan lagi brur akan dapat percobaan ... betul kejadian. Brur, hati-hati, satu bulan lagi nanti ada kesusahan ... betul kejadian. Brur, selamat ya nanti brur akan jadi gembala yang besar pimpin jemaat ... betul. Maka dia disebut nabi, bukan pendeta biasa. Istrinya keturunan Belanda, ngomong sedikit-sedikit holand spreken, en toh ... en toh.

Satu kali, mereka biasa makan malam di gunung dingin, jam 10 mereka baru mau makan malam. Berdua saja suami istri. Begitu baru mau suap pertama, ada yang ketok pintu. Dibuka pintu, dia lihat orang compang camping, rambutnya kusut, daki di mana-mana, jenggot kumis nggak rata, bajunya bau. Bapa, saya belum makan sudah 3 hari. Minta makan. Silahkan, silahkan. Kasihan ini pendeta. Begitu dia bilang silahkan, istrinya yang orang Belanda pake bahasa Belanda, aduh papi, bagaimana kita lagi makan, main silahkan saja. Ini kan cuma satu piring kita makan berdua nih, bagaimana sayur juga cuma satu macam. Ya nggak apa-apa, silahkan pak makan.  Wah, bapak itu senang, dia makan. Udah makan baru setengah berhenti: Terima kasih, saya sudah kenyang, saya mau keluar. Bapa kalau malam-malam begini mau tidur dimana? Kalau bapa bisa kasih nginap mah saya mau nginap. Ya, nginap saja di sini. Dicubitin sama bininya, ini bau begini dikasih nginap. Papi, itu sprei baru diganti sama kita, putih bersih ... kenapa dikasih kamar segala?

Akhirnya dikasih juga. Gelapkan lampu. Ngomong dan khotbahlah di tempat tidur. Nggak bisa kalau di mimbar, kalau di kamar tidur bisa. Dia khotbah sama suaminya, bagaimana kalau itu orang jahat. Ike mau makan saja belum apa-apa sudah datang orang itu, makanan dimakan. Udahlah. Akhirnya sudah setengah dua belas, ngantuk juga. Jam satu setengah dua terbangun, yang terbangun tantenya. Bau minyak bau wangi bau kembang yang dia nggak bisa bilang itu minyak, minyak apa ... itu kembang kembang apa ... wangi dan wanginya itu enak. Semerbak rumahnya.

Dia bangunkan suaminya: Papi ... papi ... bangun. Ini wangi begini. Wangi darimana? Ah, dia buka pintu. Begitu pintu keluar itu datang wangi dari kamar tamu. Lebih hebat lagi, kamar tamu itu bercahaya. Kan lampu sudah digelapkan, itu bercahaya terang, bukan cahaya lampu biasa. Terang di dalamnya dan itu ke papan-papan. Jadi dua orang ini di sela papan dia ngintip. Begitu ngintip pas wajahnya ini orang, lagi berbalik saudara. Itu hidung mancung, itu rambut keemasan - Yesus sendiri. Waduh, saudara, ini suami istri berkata: Yesus .... masuk ke kamar, gabruk ditangkap, hilang Yesus. Langsung istrinya bilang: Nasinya masih ada. Lari ke meja, dan dia makan nasi bekas Yesus, saudara.

Itu ditulis dalam ayatnya ke-42    

10:42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

Pertama kita terima hamba Tuhan; yang kedua, kita terima orang miskin. Kalau saudara menolong orang miskin, menurut Amsal Salomo, saudara kasih pinjam sama Tuhan. Tolong orang miskin, tolong orang susah, nggak usah kristen siapa saja asal miskin susah, saudara lihat dia memerlukannya, saudara kasih - itu saudara berbuat kepada Tuhan. Apa yang dia bisa perbuat. Berikutnya, ditampilkan lagi dalam Matius

25:31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
25:37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu - Atau apa saja - yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. 

Ini kita berbuat untuk Yesus. Apa yang kita bisa perbuat. Habis KKR saudara, habis makan malam, setengah dua belas, di sini masih setengah sepuluh malam, ada pejabat minta didoakan, mau terima Yesus katanya. Istrinya pentakosta. GPdI juga. Orangnya gendut gemuk, ... ngomong susah. Ada apa ini? Saya bilang, saya mau khotbah tentang kelimpahan. Dia memerlukan doa karena dia itu punya hak penebangan hutan, HPH. Haknya sudah ada, izin sudah ada, tanda tangan sudah ada, alat-alat berat sudah ada, rekan bisnis sudah ada, tapi kenapa izin dari pusatnya belum. Semua syarat-syarat saya sudah genapkan tapi kenapa dari pusat belum. Jadi saya kesel, saya minta siangnya bapak ikut kebaktian dulu KKR di lapangan, tadi bapak datang nggak? Nggak. Salah pak, mustinya bapak ikut kebaktian, dengar Firman Allah. Dia ajwab, saya juga dengar. Bagaimana bisa dengar? Dari radio. Jadi karena KKR itu disiarkan melalui RRI, jadi dia dengar melalui radio.

Jadi terakhir dia minta mau menerima Yesus. Baru doakan dia punya perusahaan bisnis supaya jalan. Eh, mamanya bilang, itu saya punya anak satu juga minta didoakan. Udah sarjana hukum tapi masih bergelimang dosa. Dia mengaku, saya masih bergelimang dosanya. Hidupnya bebas, kelewat bebas dan terikat minuman keras. Ganteng orangnya kasep walaupun hitam. Tapi ganteng saudara. Tapi kenapa sampe jadi mabuk-mabukan pekerjaannya. Jadi kita doakan.     

Siapa saja sekitar saudara memerlukan uluran tangan, karena Yesus tadi bilang: Orang miskin selalu ada padamu. Di sekitar kita banyak kemiskinan dan kita ada di Timur. Di Amerika saja ada kok, apalagi di Indonesia. Kita ada di benua timur, pasti banyak orang miskin. Kenapa banyak pencurian? Itu mereka orang-orang miskin. Kenapa banyak pelacuran? Karena orang-orang miskin, miskin rohani. Kenapa orang menipu? Banyak orang miskin. Model sekarang saudara, supir merayu induk semang, supir merayu nyonya-nyonya rumah. Dia mau kawin, dia mau bangun rumah di lembur, nggak punya duit, dia rayu nyonya-nyonya rumah. Ini kejadian sekarang. Nyonya-nyonya rumah ... teler, lihat suami sudah tua, lihat ini ngora keneh. Jatuh. Hati-hati saudara. Kalau kita mau berpikir, mari kita menolong, menolong dengan segenap hati menolong dengan sebaik-baiknya. Yang kita tolong memang yang harus ditolong, bukan mereka yang kirim-kirim sms itu: Anda memenangkan hadiah 19 juta, 20 juta. Teleponlah ke nomor ini. Itu bohong. 

Bagaimana kita berbuat untuk Tuhan? Ketika melakukan kehendak Tuhan. Apa yang Dia bilang tadi?  

25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
25:43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
25:44 Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."

Kalau saudara berani berbuat baik untuk Tuhan, pasti Tuhan juga berbuat baik kepada kita. Sampai Dia katakan, ... ini kita maunya ditolong Tuhan tapi giliran Tuhan, kita nggak mau, kita acuh tak acuh, kita acuh tak acuh kepada Tuhan. Makanya seret segala-galanya. Ini seret, itu seret, rejeki seret, karena kita nggak sungguh-sungguh sama Tuhan. Berikut. 1 Korintus
15:58. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Ini bicara dalam pekerjaan Tuhan. Maka nanti dalam Family Camp, saudara yang ikut Family Camp 3 tahun berturut-turut kan bayarnya cuma 50 persen. Kita kembali akan Family Camp di Setia Hotel. Walaupun kita sudah meninggalkan Setia Hotel 3 tahun tapi Setia Hotel tetap setia menanti kita. Jadi kita kembali ke sana karena murah meriah. Orang Jakarta nggak mau di Setia Hotel, jadi saya bilang gimana atuh. Inilah maunya, emang bisanya di Setia Hotel. Haleluyah.

Tapi kalau saudara berusaha dengan giat terus, cape tapi giat selalu di dalam pekerjaan Tuhan, memikirkan Family Camp yang sudah harus dijadwal tiap tahun. Ini yang ngomong sama saya satu jemaat dari gereja lain di Jakarta: Oom Yoyo ini, oom selalu yang terdepan. Family Camp, oom dulu yang mulai, baru gereja kami ikut-ikutan. SMS, oom dulu yang mulai, sekarang gereja kami tiru. Koran rohani sekarang oom Yoyo mulai, sekarang ada lagi yang mengikuti; jadi oom selalu idenya itu diterima sama orang. Family Camp ini yang saya rasa dapat berkat. Kalau saudara berusaha dengan tidak lelah, berusaha terus dalam pekerjaan Tuhan, jangan goyah, berdiri teguh, jangan letoy, tetap saja teguh jangan goyah, giat selalu dalam pekerjaan Tuhan.

Saya ini agak suka lupa sekarang nih. Kalau ingat nama orang, orangnya ingat, namanya siapa ya ... Lain sama guru saya tante Brodland. Dia umur 70 tapi kalau lihat muridnya, ini namanya ini, ini namanya ini ... pintar sekali. Untuk saya supaya tidak lupa, saya harus konsentrasi di otak, salah satunya dengan teka-teki, baca alkitab, sms ... konsentrasi. Dilatih.

Cepat sekali jalan hidup ini. Hidup ini cepat sekali waktunya. Tahu-tahu eh, sudah tua. Baru rencana mau cukur, sekarang sudah cukur. Betul saudara, sekarang sudah dicukur, cepat sekali ini waktu. Saya musti banyak konsentrasi. berapa lama saya nggak tahu, berapa lama kemampuan saya, wo pu ce tau. Tapi saya harus tetap giat. Giat selalu saya jangan goyah, giat selalu dalam pekerjaan Tuhan. Suku mah geus bareuh. Bareuh tungguan, geus kempes kerja lagi. Habis saya berdiri terus. Sampe berapa lama? Sampe Tuhan panggil. Giat selalu. Karena apa? Saya tahu pekerjaan kita, kelelahan kita, persekutuan kita, jerih payah kita ... tidak sia-sia. Ada haleluyah?

Banyak hal untuk berbuat kepada Tuhan, banyak hal kita bisa berbuat untuk Tuhan. Orang Irian ternyata tidak bodoh. Juara dunia matematika justru dari Irian, juara dunia matematika. Juara dunia paduan suara dari Sulawesi, dari Manado. Juara dunia baru-baru ini. Jadi dari Timur sekarang mulai, mutiara-mutiara itu dari timur, terus. Usaha kita di dalam Tuhan tidak akan sia-sia. Mari pelayan perjamuan kudus, para pemain musik maju ke depan.    

-- o --          

Minggu sore, 01 Agustus 2004

SPEKULASI DAN PERUBAHAN

Selamat sore, selamat bertemu berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Pada sore hari ini renungan kita terdapat dalam kitab 1 Samuel

7:7 Ketika didengar orang Filistin, bahwa orang Israel telah berkumpul di Mizpa, majulah raja-raja kota orang Filistin mendatangi orang Israel. Serta didengar orang Israel demikian, maka ketakutanlah mereka terhadap orang Filistin.
7:8 Lalu kata orang Israel kepada Samuel: "Janganlah berhenti berseru bagi kami kepada TUHAN, Allah kita, supaya Ia menyelamatkan kami dari tangan orang Filistin itu."
7:9 Sesudah itu Samuel mengambil seekor anak domba yang menyusu, lalu mempersembahkan seluruhnya kepada TUHAN sebagai korban bakaran. Dan ketika Samuel berseru kepada TUHAN bagi orang Israel, maka TUHAN menjawab dia.
7:10 Sedang Samuel mempersembahkan korban bakaran itu, majulah orang Filistin berperang melawan orang Israel. Tetapi pada hari itu TUHAN mengguntur dengan bunyi yang hebat ke atas orang Filistin dan mengacaukan mereka, sehingga mereka terpukul kalah oleh orang Israel.
7:11 Keluarlah orang-orang Israel dari Mizpa, mengejar orang Filistin itu dan memukul mereka kalah sampai hilir Bet-Kar.
7:12 Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: "Sampai di sini TUHAN menolong kita."
7:13. Demikianlah orang Filistin itu ditundukkan dan tidak lagi memasuki daerah Israel. Tangan TUHAN melawan orang Filistin seumur hidup Samuel,

Ini cerita saudara mungkin sering dengar istilah "Eben-haezer." Apa arti kata eben-haezer? Eben-haezer di sana ditulis artinya katanya, "sampai di sini Tuhan menolong kita." Tampaknya eben-haezer tidak berarti begitu. Jadi Samuel itu mendirikan satu batu ketika mendapatkan kemenangan, dia mengambil satu batu ... dikatakanlah batu itu eben-haezer. Ketika dikatakan eben-haezer, dia berkata: Sampai di sini, sampai di tempat batu ini ditaruh, Tuhan menolong kita.

Nah, batu ini ditaruh di antara 2 tempat, yaitu di antara kota Mizpa. Yang kedua Yesana; sebetulnya di dalam bahasa Inggris, dikatakan Shen. Jadi di antara Mizpa dan Shen, di sinilah dia menaruhkan batu eben-haezer. Eben-haezer yang sebetulnya berarti batu pertolongan. Nah, ini perjalanan yang terjadi ketika Samuel memimpin orang Israel. Saudara, ada dua tempat yang menarik hati saya, yaitu Mizpa dan Shen atau Yesana tadi.

Mizpa berarti spekulasi, untung-untungan, siapa tahu, sugan we, susuganan, mudah-mudahan, ... ini arti dari Mizpa. Sedangkan Shen atau Yesana berarti perubahan. Nah, dunia kita itu terdiri dari dua kalimat ini. Dunia kita adalah dunia untung-untungan. Orang hidup seringkali seperti spekulasi; dia buka perusahaan spekulasi. Dia tidak tahu pimpinan dari Tuhan, apa dia bisa buka toko ini laku, beruntung atau rugi - dia tidak tahu.  Dia hanya spekulasi, dia buka toko cita spekulasi, dia buka toko onderdil spekulasi, dia buka restoran spekulasi. Nah, itu sebabnya banyak perusahaan yang tidak tetap di satu perusahaan karena dia rugi, dia mau buka lagi perusahan yang lain ... spekulasi.

Sampe nikahpun spekulasi. Habis saya tidak tahu waktu pacaran kelihatan adatnya baik, kelihatan adatnya sabar, tetapi ketika kawin aduh, kalau saya tahu begini oom, saya nggak mau kawin sama dia. Adatnya bahasa Ibrani bilang, meureukeudeuweung, yaitu aduh mau menang sendiri.

Nah, hidup manusia penuh dengan spekulasi. Siapa yang tahu kapan kita mati? Semua penuh dengan spekulatif, spekulasi. Siapa yang tahu anak kita akan jadi apa, siapa yang tahu anak kita ini akan jadi dokter atau akan ke dokter? Kita tidak tahu. Apakah anak kita akan jadi insinyur atau memerlukan insinyur? Kita tidak tahu. Semuanya serba spekulasi. Nah, itu sebabnya saudaraku, banyak orang Israel lari ke Mizpa, ke tempat spekulasi ini. Sama seperti hidup kita. Kita nggak percaya kepada Tuhan, kita percaya kepada spekulasi, kita percaya kepada dulu apa namanya, Pera Pera, kita percaya kepada hongshui, kita percaya kepada hal-hal yang spekulasi.

Waktu KKR saya di Jayapura, Pera Pera kosong karena semua orang datang ke tengah kota ikut kebaktian. Hampir saya ngomong, jangan ke Pera Pera tapi karena udah kosong Pera Pera Firman Tuhan lebih dimenangkan ... tetapi inilah manusia, seringkali spekulasi. Sampai saya kalau lihat orang menikah di gereja ... Tuhan, ini orang yang menikah ini, dia bakal setia nggak ke gereja. Atau dia cuma pinjam aja gerejanya untuk ngadon kawin. Dan setelah ngadon kawin dia nyanyi Bye bye love ... tidak lagi kebaktian. Nanti kebaktian-kebaktian kalau sudah babak belur, sudah banyak problem, banyak perusahaan sudah banyak hutang sudah persoalan waduh, hampir-hampir mau bunuh diri, baru dia datang lagi ke gereja. Spekulasi. Apa yang terjadi di Mizpa? Filistin serang orang Israel di sana. Kalau kita ada di tempat yang spekulatif, kita diserang orang Filistin, perang terus dalam hidup kita.

Tempat yang kedua ini Shen atau Yesana tadi dalam bahasa Indonesia; itu artinya berubah. Dunia ini berubah. Berubah terus. Sekarang gembar gembornya calon presiden: Indonesia ingin perubahan. Di Amerika, Presiden yang mencalonkan diri : Kami ingin perubahan. Semuanya ingin perubahan. Tetapi ketika kita berubah dari muda menjadi tua, kita protes, kita tidak mau cepat tua kita ingin awet muda, maka dibangunkanlah pabrik jamu Awet Muda. Sampai saudaraku di Korea ada akar yang namanya ginseng antitua; yang di sini awet muda, yang di sana anti tua. Tetapi saudaraku inilah manusia. Dunia berubah terus, dia nggak mau berubah, nggak mau jadi tua. Inilah manusia. Dia ingin disebut dewasa tapi nggak mau disebut cepat tua. Kalau disebut kaya anak-anak, marah dia tapi coba kalau disebut aduh kamu baby face, senang dia.

Apa kita mau begitu terus? Sebentar spekulasi, sebentar berubah-ubah, nggak ada pendirian. Banyak perubahan, spekulasi. Lalu Tuhan bilang: Diam di tengah. Eben-haezer. Batu pertolongan. Kalau kita memiliki batu pertolongan ini, kita bisa bicara seperti Samuel: Sampai hari ini sudah ditolong oleh Tuhan. Jadi kalau kita ketemu sama orang kristen, apa kabar, bagaimana kabarnya? Eben-haezer. Artinya apa? Sampai di sini sudah ditolong oleh Tuhan. Kenapa? Ada baru pertolongan, ada eben-haezer. Sore hari ini kita akan lihat beberapa ayat dari batu pertolongan ini. 1 Korintus    

10:1 Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.
10:2 Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.
10:3 Mereka semua makan makanan rohani yang sama
10:4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.

Kalau saudara baca sejarah Israel, Israel nggak bawa-bawa batu. Dia cuma peringatan saja ini, batu dibangunkan sebagai Eben-haezer - sampai di sini sudah ditolong Tuhan! Coba baca sejarah Israel dari Keluaran sampai zaman Raja Raja, Hakim Hakim, nabi-nabi besar, nabi-nabi kecil sampai Maleakhi - nggak pernah ada batu yang ngikutin Israel. Tapi ayat ini disebutkan ada Batu Karang rohani yang mengikuti dia, dan Batu Karang itu adalah Kristus. Ini kita mempunyai satu rahasia yang baru pada sore hari ini.

Jadi zaman Israel dulu, Yesus belum dilahirkan disebut di sini, Kristus sudah mengikuti orang Israel sebagai batu yang tidak kelihatan, sebagai batu karang rohani yang tidak kelihatan. Nah, karena Dia tidak kelihatan, batu itu disebut eben-haezer, batu pertolongan, tidak kelihatan. Karena Dia tidak kelihatan, umat Tuhan seringkali tergoda mencari pertolongan yang kelihatan. Dengan mata jasmani dia pengen melihat pertolongan, dia ingin lihat si penolong itu siapa. Tadi ayat ini berkata, orang Israel walaupun tidak melihat tapi ada batu karang rohani yang mengikuti dia, yang mengikuti orang Israel. Kalau saudara baca ayat 6

10:6 Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,

Kenapa? Sebab ayat 5 berkata

10:5 Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.

Sudah diikuti oleh batu karang yang rohani. Aduh, kurang kumaha atuh, da Tuhan teh sudah baik, diikuti oleh batu karang rohani. Tapi saudara apa yang terjadi? Kebanyakan orang Israel tidak disukai Tuhan. Nah, kalau ini jadi contoh, saya takut jangan sampai mayoritas orang kristen tidak disukai Tuhan karena melawan terus sama Tuhan. Sudah ditolong sama Tuhan dibebenjokeun ditemenin di padang gurun - batu karang rohani nggak kelihatan, tapi dia ada selalu. Malam kedinginan, Tuhan jadi tiang api yang hangat; selain hangat jadi terang tidak sampai keliru melihat. Siang kepanasan padang pasir, Tuhan jadi tiang awan, jadi teduh nggak kepanasan. Sebetulnya 40 tahun dipelihara sama Tuhan. Asal malam nggak kedinginan ada api, asal siang nggak kepanasan ada tiang awan. Bukankah Tuhan itu baik? Tetapi mayoritas orang Israel tidak disukai oleh Tuhan karena dia suka berontak, suka melawan kepada Tuhan, tidak menyukai Tuhan.

Ini aneh. Dikasih Taman Eden yang bagus, dia memilih satu buah yang busuk, yang membuat Adam dan Hawa keluar. Dikasih Taman yang indah semua. Ini perkara yang tidak baik. Inilah kecenderungan manusia. Diberikan surga, mereka pilih neraka; diberikan jalan yang lurus, mereka ambil jalan yang berkelok-kelok. Tapi saudara, mari kita belajar pada sore hari ini, pada batu yang mengikuti mereka. Kalau ini jadi contoh bagi kita, saya yakin Batu yang sama, Kristus itu, mengikuti kita dalam perjalanan kita. I Korintus

3:10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.
3:11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

Saudara dan saya punya fondasi yang sama. Pendeta sama jemaat sama fondasinya. Rasul, nabi, pendeta, jemaat biasa - semua sama fondasinya. Tetapi bagaimana kita membangun di atas fondasi itu, batu pertolongan itu? Di tengah-tengah dunia yang spekulatif dan penuh perubahan jaman berubah segalanya berubah-ubah, musim saja sekarang berubah, macam-macam berubah saudaraku. Rambut saja bisa berubah .......

Saudara, kadang-kadang kita cari kambing hitam padahal kita yang jadi kambing conge. Saudara, seringkali kita cari orang yang bersalah, kita nyalahin orang padahal kesalahan ada sama kita. Di tengah persoalan problem yang seperti ini, maukah saudara seperti Samuel percaya kepada batu yang teguh - Batu di mana kita selamat, Batu yang tidak bisa ada landasan lain. Nggak bisa dah saudara pakai landasan batu yang lain, nggak bisa. Saudara nggak mungkin. Cuman batu ini. nah, saudara bangunkan apa di atas batu karang ini? Yesaya    
28:16 sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!

Kenapa kita gelisah? Karena kita ada di Mizpa, ada di Shen. Sebentar kita spekulasi hidup, sebentar kita berubah-ubah; sebentar kita spekulasi, sebentar kita berubah-ubah. Terus berubah. Ngomong A sebentar lagi berubah lagi, pikiran berubah. Itu sebabnya kita gelisah, banyak problem banyak persoalan. Kita gelisah, kenapa? Karena kita nggak percaya kepada batu ini. Maka Tuhan berkata: Di Sion. Sion itu gereja sekarang. Di Sion ... diantara orang yang percaya sama Tuhan, Aku sudah taruh batu. Sekarang kita percaya apa yang dikatakan oleh Paulus bahwa batu itu mengikuti orang Israel. Aku sudah tahu di Sion satu batu, batu penjuru. Eh, bukan batu yang murah, batu yang mahal harganya. 

Kemarin 23 orang dari Irian, sebulan yang lalu datang ke rumah saya, pendeta-pendeta. Saya keluarinlah batu-batu pirus. Boleh nggak minta? Semua mau minta. Ya, sudah pake. Heran saudara, pas, da pantekosta mah pas wae da. Euweuh nu kaleutikan, euweuh no logor, pas. Gimana sakit nggak? Nggak, pas pak. Pas. Sieun dipenta deui. Pas. Jadi waktu saya KKR, semua pake. Haleluyah, pak. Begini haleluyahnya ... sambil jari tangannya diperlihatkan. Puji Tuhan. Ini batu gimana? Oh, ini mahal harganya, pak. Oh, mahal ya pak. Mereka menghargai. Pak Awondatu, batu apa yang paling mahal di dunia? Pendeta yang tanya. Masa dia nggak tahu, Yesus itu batu yang paling mahal.   

Jadi saudara, seringkali kita cari batu .. batu .. batu - padahal Tuhan sudah kasih batu yang mahal. Batu yang mahal harganya - batu penjuru. Batu yang mahal, Aku sudah kasih. Siapa yang percaya kepada Batu ini tidak akan gelisah. Bahasa Inggris, not hastily ... tidak akan terburu-buru. Orang yang gelisah, pengen terburu-buru. Kalau ada kita kesulitan dalam rumah tangga, aduh Tuhan, kumaha yeuh ...

Sama dengan Samuel. Samuel, tolong doakan, kami diserang oleh Filistin, tolong doakan. Ini batu keselamatan. Sampai di sini Tuhan sudah menolong kita. Percaya sama batu. Dan ini batu peringatan tapi akhirnya menunjuk kepada Yesus sebagai batu kehidupan. Itu sebabnya saudara, kita ini sebenarnya hokinya luar biasa. Diikuti sama Tuhan.

Waktu mama saya masih belum di dalam Tuhan, ema saya ini piara karuhun, ema saya ema Kuan Ceng. Piara karuhun; karuhunnya itu macan putih. Kadang-kadang ibu saya kalau jalan-jalan kemana diikuti macan putih - setan itu saudara. Tapi katanya karuhun, dipurupuyan, dikasih menyan. Baru setelah kenal Yesus baru tahu itu setan, baru tahu itu salah, baru tahu itu dosa. Awas, di antara saudara ya yang suka masih pake menyan, saya punya karuhun - hati-hati saudara! Jangan percaya karuhun-karuhun itu, bohong ya. Dukun lintuh, panyakit matuh, jangan percaya. Tapi kita harus punya batu di atas segala batu, yaitu batu Tuhan Yesus Kristus.

Kembali lagi kepada tadi, bahwa Dia itu batu keselamatan. Setelah kita tahu latar belakang ini, kita mau membuka I Petrus  
2:4 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, ...

Siapa Nya itu? Tidak lain yang ditaruh oleh Samuel, Ebenhaezer, sekarang Petrus berkata, datanglah kepada-Nya. Yesus tentu. Batu yang hidup itu, yang memang dibuang nggak dianggap oleh manusia tapi yang dipilih dan dihormat dihadirat Allah. 

2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
2:6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."

Sekarang berkembang saudara. Mari kita datang kepada-Nya, katanya. Jangan ke Mizpa sebab itu spekulasi hidup. Jangan ke Shen atau Yesana sebab berubah-ubah nggak bisa dipegang. Nanti dolar 8.000, nanti 8500, nanti 9.000. Saya itu cape dengar orang ngomong: Aduh ko Yoyo, dolar kau ceng. Jadi you punya dolar? Nggak. Kenapa jadi repot nggak punya dolar, kenapa jadi ribut? Tenang aja. Naik lagi bensin. Kita ini sudah biasa luh leh.

Family Camp yang pertama di Setia Hotel diberkati oleh Tuhan penuh dengan kenangan manis. Ingin meningkatkan, tingkatkan kita ke hotel yang lain. Pindah. Ada jemaat yang kurang mampu. Mereka nggak ngomong tapi beberapa saudara kumpulkan uang, membantu jemaat yang kurang mampu. Ada yang gratis. Sekarang ke Setia Hotel lagi, Family Camp yang ke 7. Mau dibayarin lagi nih, eh, jual mahal. Ah, lamun ka Setia Hotel mah dek pikir-pikir heula. Geus dipangmayarkeun ... tidak aturan terima kasih sama Tuhan. Luh leh. Nu neangan duit susah. Di mana kita punya cinta sama Tuhan? Di mana kita punya semangat untuk melayani Tuhan?

Kenapa Tuhan nggak kerja bagi kita? Mungkin kita kurang bekerja bagi Tuhan! Kenapa kalau kita sembahyang jarang didengar cepat oleh Tuhan? Habis Tuhan minta kita berkarya bagi Dia, kita beubeulieun mau mau nggak. Family Camp sudah 7 kali dengan yang sekarang, masa kita nggak bisa ikut sekali saja? Masa kita tidak ada kerinduan untuk bertumbuh di dalam Tuhan. Yang dari Irian datang, yang dari Makasar datang, yang dari Bandung, yang dari Surabaya datang, yang dari Cianjur?       

Apa kata Firman Allah? Datanglah kepada-Nya! Apa sih maksudnya datang kepada-Nya itu? Di mana Firman diberitakan, kita itu rindu datang kepada-Nya.

Saya dapat SMS dari keluarga saya sendiri tapi dia jemaat di gereja lain di Jakarta: Aduh oom Yoyo, Family Camp pertama oom Yoyo, sekarang gereja kita ikut-ikutan, gereja lain GPdI banyak ikut-ikutan. Family Camp belum pernah diadakan di GPdI seluruh Indonesia, baru Cianjur. Sudah 6 tahun kelihatan berkembang, baru mulai ikutan. SMS rohani, oom Yoyo dulu, sekarang gereja kami ikut. Sekolah kristen di Cianjur, mereka lagi ngebangun sekolah, kita mah sudah punya. Kita mah udah ada gedungnya, kita mah sudah ada. Dan itu bukan manusia yang kasih - Tuhan!  Bagaimana kita mengelola sekolah itu? Bagaimana kita mencintai sekolah itu? Kenapa kita nggak militan seperti rakyat Tiongkok - Ini sekolahku, ini bangunanku. Sekolah yang lain mah baru membangun sedang membangun meneruskan, tidak punya lahan. Kita mah 17.000 meter tahun 92 sudah diresmikan. ]

Maka kita nggak bisa lihat kebaikan Tuhan. Kenapa kita nggak bisa lihat, kenapa kita nggak jadi iklan berjalan kemana kita berada? Sekolah di Yayasan Kabar Baik ... pernah jadi juara. Saya itu cita-cita mau buka SMP tapi bagaimana ini. Ini bukan dipercayakan sama saya - sama jemaat. Tuhan itu begitu baik. Tuhan kasih sama kita itu 5 talenta saudara, bukan 1. 5 talenta! Saya takut 5 talenta ini tidak dikerjakan. Aduh, Tuhan itu sayangnya luar biasa.

Koran Kerajaan Allah, baru pertama. Yang pertama Cianjur lagi. Orang lain belum pernah punya koran. Bagaimana kalau kita tidak terbeban ikut pekerjaan Tuhan, bagaimana Tuhan mau bekerja buat kita? Bagaimana kita mau dibela sama Tuhan, kita nggak bela Tuhan, nggak bela pekerjaannya? Kita nggak jadi seperti Maria yang bekerja lebih, cari minyak yang mahal; kita masih seperti Simon si kusta, yang biasa-biasa saja. Kita ikut Tuhan biasa-biasa saja.

Mari kita bangkit. Katakan di sana, datanglah kepada-Ku. Ini yang ngomong ini pernah mengkhianati Yesus: Petrus. Pernah 3 kali sumpah: Saya nggak kenal Yesus. Sekarang dia ngajak sama kita dia sudah sadar dia salah. Datanglah kepada Yesus. Cari jawaban ini. Aduh, lagi repot lagi bimbang; lagi bingung urusan rumah tangga, keluarga, mata pencaharian, toko, warung, jualan saya, pabrik saya ... bagaimana ini? Datang kepada Yesus! Aduh, anak saya ini bagaimana nggak berubah-ubah? Datang kepada Yesus! Aduh, problem saya bagaimana nih sarjana hukum? Datang kepada Yesus.

Ada satu pemuda datang sama saya dan berkata, bagaimana saya harus menghadapi problem ini? Saya tidak bisa jawab. Saya bilang saya tidak bisa jawab karena you punya problem itu luar bisa rumitnya. Tapi datang saja kepada Yesus! Dia Batu Karang, engkau tidak akan gelisah, engkau tidak akan spekulatif, hidup untung-untungan. Nggak. Pasti kita diberkati. Karena kita memiliki Tuhan. Datang kepada Yesus. Ayo datang kepada-Ku. Jakarta sudah nyewa bus, saya nggak suruh. Mereka mau datang. Datang cari Firman Allah; datang kepada-Nya. Apapun problem saudara, datang kepada-Nya. Batu yang hidup itu, ini bukan batu mati, makanya Dia bisa ngikuti Israel sepanjang jalan karena Dia hidup.

Kita suka nyanyi S'bab Dia hidup ... Ada hari esok. Besok jangan takut. Pasti Dia tolong, pasti dia pelihara kita. Asal kita diikuti oleh Yesus. Kita hidup mengikuti Yesus dan diikuti oleh Yesus yang memang dibuang oleh manusia. Nah ini, dibuang itu yang dimaksud manusia adalah orang Israel. Orang Israel nggak nganggap sama Yesus padahal Yesus itu Mesiasnya. Nggak dianggap cuek bahkan disalib. Masa kita mengikut orang Israel cuek sama Yesus, cuek sama Tuhan, cuek sama Firman-Nya. Yang memang dibuang oleh manusia tapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.

Saya kasih jaminan, saudara, kalau kita cari Batu itu, datang kepadanya batu yang hidup itu, yang dihormat dan dipilih oleh Allah, maka tanpa sadar ayat 5 terjadi, I Petrus 
2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Ini begini saudara. Di belakang saya ini ada tembok. Tembok itu bata merah, mungkin berapa ribu bata merah disusun. Alkitab itu disusun sebagai batu yang hidup, tapi di bawah ada fondasi batu yang besar, buat fondasi. Itulah Kristus. Kita nggak bisa begini kalau kita jauh dari batu dasar. Kalau kita jauh terus dari Tuhan, nggak bisa kita jadi batu yang hidup. Tapi kalau kita datang kepada Dia, datang kepada Tuhan. Kalau ini kembang api yang bernyala-nyala, nggak berani kan saudara dekat karena terbakar. Tapi saudara dekat api dalam jarak tertentu, kita bisa hangat, mengalami hangat. Dan kalau saudara sudah hangat umpamanya saudara pergi ke satu orang, orang itu akan rasa, kok hangat badan kamu? Karena baru dekat api. Kalau saudara baru dekat sama Tuhan - dalam doa, puasa atau membaca Firman Allah, orang yang ngomong sama saudara dia bisa tahu, saudara baru ketemu dengan Tuhan baru dekat dengan Batu yang hidup. Saudara dekat dengan es, dingin. Kalau saudara keluar orang bilang, kok dingin badan kamu? Demikian juga orang yang dekat dengan dunia, kan bisa rasa, ngomongnya sudah nggak rohani lagi. Ngomong udah dunia terus, dunia terus. Tidak ada ngomong Yesus sedikitpun, nggak ada tertarik dengan hal yang rohani - dunia terus.      

Pada sore hari ini, dimana posisi kita? Firman Allah, jadilah Batu yang hidup, dibangun menjadi satu rumah rohani

2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Saudara tahu korban kolekte persembahan uang, bukan itu yang dicari. Ini untuk melanjutkan pekerjaan Tuhan. Persembahan yang ditunggu sama Tuhan adalah persembahan hati saudara. Saya baru baca kata-kata mutiara: Orang yang mengetahui Alkitab tanpa pendidikan universitas, jauh lebih baik dari pada orang yang mengetahui pendidikan universitas tanpa pengetahuan Alkitab. Mari kita dekat kepada Batu itu! I Petrus 

2:7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."
2:8 Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.
2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: 
2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Saudara, kita jangan pergi ke Mizpa, spekulatif; kita jangan pergi ke Shen, karena berubah-ubah. Tapi mari kita teguh. Eben-haezer, batu pertolongan. Hari ini tanggal 1 Agustus Tuhan sudah menolong kita, besok kita belum lalui tapi kalau kita memiliki Batu yang hidup ini, tidak ada satupun yang patut kita kuatirkan. Kita berdiri bersama-sama.  

-- o --   

Minggu sore, 15 Agustus 2004

KEMERDEKAAN DALAM KRISTUS

Selamat sore, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Besok kita akan mengadakan family camp dan peserta family camp sudah mencapai 460 orang. Jadi saudara-saudara yang masih mau ikut, masih terbuka kesempatan. Yang dari Bali mungkin besok akan datang. Dari Salatiga mungkin besok akan tiba. Nanti yang dari Karawang, ada 40 orang. Jadi saudara-saudara, yang paling dekat di Cianjur boleh saudara-saudara mendaftarkan, karena saudara-saudara mendapatkan subsidi untuk membayar hotel itu. Karena bulan ini adalah bulan Agustus, dan kita akan memperingati pada hari selasa, kemerdekaan, maka saya ingin berbicara mengenai kemerdekaan dalam Kristus. Yohanes 

8:31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
8:33 Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?"
8:34 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
8:35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.
8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."

Satu kali Tuhan Yesus berbicara bahwa jikalau kamu tetap dalam Firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku. Jadi saudara bukan jadi anak buah pendeta A, anak buah pendeta B, tapi saudara harus menjadi murid Yesus dengan tetap di dalam Firman Tuhan. Ketika kita tetap dalam Firman Tuhan, kita akan belajar kebenaran.

Bahasa Yunaninya kebenaran adalah aleteia, yang berarti kebenaran yang hakiki, kebenaran yang mendasar. Contoh: api itu panas - itu satu kebenaran. Di seluruh dunia, api itu panas. Nggak ada api itu dingin, dasarnya. Es itu dingin. Air itu basah. Ketan itu lengket. Itu satu kebenaran yang hakiki. Di dalam Kristus juga, di dalam Firman Tuhan ada kebenaran, ada aleteia. Dan itu sebabnya kita berbakti, kebaktian. Jangan saudara kira bahwa kalau kebaktian itu pendeta ngajar, pendetanya tidak mau belajar. Bukan. Kita Hamba Tuhan juga belajar. Belajar di dalam firman Tuhan.

Sebelum saya khotbah, saya belajar dulu, saya merenungkan dulu, saya meresapinya. Saya khotbahkan dulu kepada diri sendiri, baru saya ajarkan sama yang lain. Nah, di dalam firman Tuhan dikatakan, kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu. Orang Yahudi ini main jawab aja, dan jawabannya tidak fair. Mereka menjawab, kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun juga. Yesus bicara tentang hal yang rohani tetapi mereka jawab hal yang jasmani. Yesus bicara tentang kebebasan, kemerdekaan yang rohani, mereka jawab tentang kemerdekaan yang bersifat politik. Walaupun demikian, mereka menjawab itu tidak jujur, mereka menjawab tidak fair.

Kenapa? Sebetulnya mereka seolah-olah melupakan bahwa Israel pernah dijajah 400 tahun oleh orang Mesir. Di zaman Hakim-hakim, beberapa kali Israel menjadi budak-budak. Bahkan pernah dibawa lebih kurang 40 tahun menjadi tawanan ke Babilonia. Kalau saudara membaca Mazmur 137, di sana orang Israel mengeluh bagaimana kami bisa menyanyi di tempat kami ditahan; kecapi kami, kami gantungkan pada pohon gandarusa. Jadi ini jawaban tidak fair, karena bukan itu yang Yesus tanya. Yesus cuma bicara, kalau kamu tetap dalam Firman-Ku, kamu akan jadi murid-Ku dan kamu akan belajar kebenaran dan kebenaran itu - aleteia tadi, akan memerdekakan kamu.

Lalu Yesus jawab, ketika mereka bilang, kami ini anak Abraham, kami nggak pernah jadi hamba siapapun. Yesus bilang begini: Siapa yang berbuat dosa, dia hamba dosa. Bahasa Inggris lebih keras lagi, memakai kata the slave of sin, budak dari dosa. Tuhan nggak bicara kamu ini turunan Abraham apa turunan siapa, ... pokoknya kalau kamu berbuat dosa, kamu budak dari dosa.   

Jadi kita sekarang belajar, banyak juga orang kristen, dia sudah kristen sudah terima Yesus tapi masih dijajah oleh banyak hal; dia tidak bebas hidupnya, hidupnya tidak geunah (nyaman), seperti ada yang mengejar-ngejar, seperti dia itu ada utang, seperti ada orang mengejar-ngejar dia padahal tidak ada yang mengejar - perbuatannya sendiri yang mengejar-ngejar kepada dia.

Nah, pada sore hari ini saya ingin memberikan 3, 4 atau 5 macam penjara atau ikatan yang masih membelenggu sebagian orang kristen. Dia ke gereja tetapi dia masih terbelenggu di dalam hatinya.

Yang pertama. Ada orang kristen - saya bilang orang kristen, termasuk pantekosta, ... itu masih terbelenggu dengan satu hal, yaitu hal keuangan. Mereka terbelenggu oleh uang. Apapun yang mereka kerjakan, mereka takut dan ngeri sekali bahkan dibelenggu oleh uang. Yesus berkata dalam Matius 13, salah satu yang membantutkan firman Allah di dalam hati manusia adalah kekuatiran dan kekayaan, tipu daya kekayaan dari dunia ini.

Nah, banyak orang kristen, banyak umat Tuhan masih terikat ... tidak bisa lepas dari uang. Saudara dan saya lambangnya orang kristen bukan hanya domba tapi lambang orang kristen juga ikan. Maka kalau saudara melihat zaman di Yunani dulu, maka ichtus itu ada artinya Yesus, lambangnya dari orang-orang kristen - saudara dan saya, adalah ikan. Ikan itu perlu air. Kalau kurang air, ikan mati. Tapi tahukah saudara kalau air terlalu banyak, banjir ... ikan juga mati. Kita perlu uang. Siapa bilang kita tidak perlu uang. Tapi jadikanlah uang itu sarana, fasilitas - bukan tujuan. Kalau saudara menjadikan uang tujuan, saudara sudah punya mamon, saudara sudah punya dewa. Selain Tuhan ada satu lagi namanya mamon, uang ... kalau itu tujuan saudara.

Tapi kalau uang menjadi sarana, saudara tidak akan terikat; sarana tadi, uang hanya sarana. Dan uang adalah hamba yang baik tapi dia majikan yang kejam. Di dalam satu ayat, yaitu di dalam I Timotius 6, kita melihat bahayanya gelojoh akan uang. Di sana rasul Paulus berkata kepada orang-orang, kepada Timotius, pengikutnya ...            

6:6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. - Bahasa Indonesia lama, gelojoh akan uang - Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Saudara lihat, ketika kita diikat, ketika kita belum bisa dilepaskan terlepas dari penjara ingin akan uang ini, saudara akan mendatangkan banyak-banyak duka kepada diri saudara sendiri. Kenapa orang berjudi? Kenapa orang masih senang judi? Karena dia ingin uang. Dia ingin uang lebih cepat lebih banyak dalam jangka waktu yang cepat. Dia sendiri tahu bahwa tidak ada orang kaya melalui judi. Tapi kenapa dia judi, kenapa dia bertaruh balapan kuda, dia bertaruh, kenapa sekarang togel ... toto gelap ini saudaraku marak sekali, kenapa? Tidak heran kalau orang dunia ke togel karena mereka gaji tidak cukup, ekonomi kurang ... terus ngalamun. Siapa tahu pasang togel bisa kaya. Yang kaya itu yang mengadakan toto gelap itu, yang masang mah tetap aja kacleup semua. Tapi kenapa orang masih mau masang? Karena dia gelojoh, karena dia belum dilepaskan dari ingin akan uang.

Saya baru pulang dari Batu, mengadakan seminar dan KKR, lalu ke Surabaya. Ketika saya di Surabaya, saya di SMS sama satu jemaat anak rohani saya dari Malaysia; dia ini orang Semarang. Suami istri dia hijrah ke Jakarta; dia masih kecil sepertinya baru mulai berumah tangga. Dia mulai ikut kebaktian. Mulai persepuluhannya 400 ribu dan baru minggu lalu dia memberi persepuluhan 5 juta, baru 2 minggu lalu dia memberi persepuluhan 5 juta. Baru tiga minggu yang lalu juga dia memberi persepuluhan 5 juta. Jadi tiap minggu dia kasih persepuluhan 5 juta.

Dia kasih sms begini: Oom, saya ada .. bantu doa. Dia panggil saya pak Awondatu. Pak Awondatu bantu doa, saya di Malaysia sekarang sedang negosiasi. Satu bisnis yang besar; dia menguasai Singapura, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Indonesia. Sehatnya dia bilang begini: Doakan saya supaya saya tidak terikat dengan uang, karena pak Awondatu ini luar biasa ini keuangan ini, luar biasa sekali. Jadi dia minta saya doa supaya dia tidak sampai terikat sama uang, sampai lupa sama Tuhan.

Berapa banyak di antara kita tidak kebaktian karena uang, tidak ke gereja karena repot soal bisnis, uang. Dia lupa bahwa yang kasih berkat itu Tuhan, lupa sama yang memberi berkat; dia hanya memperhatikan uang. Kenapa Yudas ini sampai menjual Yesus 30 keping perak? Karena uang! 30 keping perak itu saudara kalau kita hargakan sekarang hanya 100 ribu. Masa harga Yesus 100 ribu. Padahal dia bendahara, dicukupkan oleh Tuhan, kenapa dia musti ngabohong.  

Saya suka kirim orang beli makanan burung di Jakarta. Paling 25 kilo itu biasa; ada yang 90 ribu, ada yang 80 ribu satu kilonya. Begitu saya sendiri datang, dia bilang: Pak, itu yang bapak suruh itu, maksa-maksa saya supaya saya ini tulis harganya itu 80 minta supaya saya tulis 90 ribu. 10 ribu, musti jual diri, musti jual kepercayaan. Padahal kita sudah kasih uang, kita sudah ganti ongkos cukup, tol ada. Masa ceban saja juga masih musti ngebohong. Itu orang masih terikat dengan uang. Jadi jangan yang besar, yang kecil-kecil pun masih terikat.

Maka itu banyak orang tidak berani korban karena terikat sama uang, terikat dia. Yudas, Akhan, Ananias dan Safira - semua karena uang. Demas meninggalkan rasul Paulus hanya karena uang. Yesuspun ditinggalkan karena uang. Jadi ini coba posisi kita di mana, minta supaya Tuhan membebaskan kita dari cinta, dari ingin akan uang. 

Yang kedua, ada orang kristen belum bisa lepas dari penyelewengan seks, selingkuh, seks. Itu terikat sama seks. Dia sudah kristen, aku bertobat sudah dibaptis tapi masih terikat dengan seks. Orang, saudara, kalau terikat, dijagainpun dia cari jalan untuk molos. Tapi kalau orang tidak mau, orang sudah bebas, ditawarinpun dia tidak mau.

Contoh. Simson. Simson itu hamba Tuhan. Sudah dilarang oleh Tuhan: Awas, anak ini rambutnya tidak boleh dipotong, tidak boleh minum anggur, tidak boleh pegang bangkai dan tidak boleh ke perempuan nakal. Simson di dalam Hakim Hakim ditulis, dia sengaja cari pelacur ... sengaja. Sampai dari hal yang kecil itulah yang membawa dia kepada Delilah, dan Delilah lah yang membawa dia matanya dicungkil, dipermalukan dia.

Karena apa? Dia belum dibebaskan dari ini kebiasaan yang tidak baik. Mungkin saudara berkata, ah saya ini tidak pernah berbuat begitu. Ah, saya cuma di internet saja. Di internet banyak situs-situs porno, saudara bisa buka. Tapi saya mau kasih tahu, sekali saudaraku lihat, saudara membuka kesempatan iblis masuk menghantam ... mengalahkan saudara di hari depan.       

Kita lihat orang yang punya istri cantik, cantik istrinya, kenapa dia jatuh, kenapa dia tinggalkan istrinya - hanya untuk satu wanita yang, aduh, dibanding sama istrinya mah jauh, masih geulisan (lebih cantik) istrinya. Nah itulah, iblis puter bagaimana rupa sehingga orang kalau nyeleweng itu kelihatannya bagus tuh yang nyeleweng, padahal istri keindahannya kecantikannya nggak kelihatan. Siapa yang suka balik-balik? Iblis.

Suami kita yang kelihatan cuma jeleknya saja, istri kita yang kelihatan cuma jeleknya saja. Tanpa sadar, kita sedang di penjara oleh keinginan yang amoral. Yusuf tadi saya katakan, kalau orang mau dijagapun diterobos. Kalau orang nggak mau, ditawarin aja dia nggak mau. Yusuf itu sudah dikunci pintunya sama tante Potifar. Tante Potifar teh kacida bogohna sama Yusuf teh. Waktu saya baca, nah ini alkitabnya ada, saya baca Dake's Bible, di sini diungkapkan bahwa Yusuf biasa dipamerkan kepada 40 istri gubernur-gubernur daerah Mesir oleh istri Potifar. Saya punya satu budak yang baru, orang Ibrani, ganteng sekali. Wah coba dong, coba dong, yang istri-istri gubernur itu, coba dong ... kita lihat ... kita lihat. Maka dipanggillah ... Suf. Akhirnya, dia sendiri ingin. Brankas dipercaya sama Potifar, Yusuf pegang. Kunci mobil, mobilnya dulu mobil Toyota Onta, pegang sama kamu. Semua dipercaya, budak sama kamu Yusuf. Semua.

Tiba-tiba satu pagi, tante Potifar bilang: Suf, pel kamar tante. Sudah, Tuanku Puteri. Sekali lagi. Sudah bersih tadi saya sudah dua kali. Sekali lagi, nista maja utama, tilu (tiga) kali. Dipel. Wah, begitu dipel: Aduh tante, kenapa tante pakai baju renang, nanti masuk angin. Tutup ... tutup. Wah, dikejar. Suf, Suf, tante ini ... dia mulai menari seperti Inul. Kalah Inul juga, saudara; Inul mah saudara ngebor, dia mah buldoser.

Tapi memang Yusuf dia jaga integritas kok, dia tidak mau. Dia bebas dari hal yang sedemikan. Apa terjadi? Dia bilang, semua harta di dalam rumah ini dipercayakan sama saya, cuma Tuanku Puteri yang saya harus jaga baik-baik. Masa saya harus berdosa kepada Tuan sama kepada Tuhan. Tapi sudah gelap mata, dikejar-kejar. Memang kalau sudah gelap mata, sudah nggak lihat agama apa, nggak lihat bangsa apa, nggak lihat kasep apa tidak, bau keringat apa nggak - pokoknya kalau sudah gelap mata, sudah. Dikejar. Lalu apa terjadi? Dia lompat jendela. Ambil jubahnya. Biasa ngadu, pakai ceurik-ceurik (nangis) segala. Sudah saya tinggalkan saja cerita ini.

Kita lihat dari Yusuf, ditawarin ... dikejar - dia nggak mau. Kalau Simson? Dicari. Maka coba mari kita periksa diri kita. Saya periksa diri saya, saudara periksa diri saudara. Matius 5:28 Tuhan Yesus berkata begini: Jikalau seorang laki-laki melihat seorang perempuan dan ingin dia - bahasa indonesia lama, bergerak syahwatnya, dia nafsu dia ingin sama perempuan itu - dia sudah berzinah di dalam hatinya. Mari bebaskan diri kita dari penjara ini.

Yang ketiga, ada orang kristen masih dipenjara oleh kedudukan. Markus       

10:35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!"
10:36 Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?"
10:37 Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu."
10:38 Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?"
10:39 Jawab mereka: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima.
10:40 Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan."
10:41 Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes.

Dua murid ini nekad tapi tidak ngerti. Tuhan saya minta permohonan, tapi Yesus sudah tahu, tapi Dia pura-pura tidak tahu. Apa kami boleh nanti kalau Yesus Engkau di Surga, saya mau duduk di sebelah kanan, ini kakak beradik Yohanes sama Yakobus ini dua-duanya anak Zabdi. Saya duduk di sebelah kiri ... di sebelah kanan.

Ini muridnya sendiri saking cintanya sama Yesus, saya ingin duduk di kanan, saya ingin duduk di kiri Yesus. Nah, Yesus mengajar: Kamu bukan demikian; siapa yang mau terdahulu, dia musti paling belakang; siapa yang mau ke atas, dia musti ke bawah. Tapi banyak orang kabita pengen kedudukan. Kalau nggak dapat kedudukan teh kena serangan jantung. Stress. Dia harus dapat kedudukan. Seperti Bagio bilang, kalau sudah duduk lupa berdiri.

Saudara, mari kita lihat hati-hati, jangan kita terikat dengan kedudukan, jangan kita di penjara oleh kedudukan. Maka kata Yesus, kalau kamu kenal aleteia kebenaran, kebenaran akan membebaskan kamu. Kita bebas dari kedudukan, tidak ingin kedudukan, tidak ingin ambisi, tidak ingin jadi ini ... tidak. Ya sudah, biasa saja saudara kerja. Disuruh dia dapat kedudukan ...

Yang keempat. Saudara tidak mengampuni. Maksud saya itu begini. Saudara tidak salah orang berbuat salah sama saudara. Orang umpamanya ini, orang menipu saudara, orang menggunting lipatan, orang menekan saudara, orang menjelek-jelekkan saudara ... saudara tidak salah. Begitu saudara dengar cerita bahwa orang itu menjelek-jelekkan saudara, orang itu menjual nama saudara, dan sebagainya, timbullah saudara rasa marah - itu manusiawi. Biasa ... kita tersinggung. Tapi lama-lama kita mulai marah dan ada benci dendam dan akhirnya kita tidak mau mengampuni. Kita ketemu dia di jalan, sudah kelihatan dia dari jauh, kita nggak mau ketemu, kita pakai jalan lain. Pokoknya semua gang kita masukkin untuk menghindar orang itu karena kita tidak suka. Tanpa kita sadar, kita sudah dipenjara oleh rasa benci, dipenjara oleh rasa dendam.

Ketika saudara dan saya dipenjara oleh rasa benci dan rasa dendam - saya sudah alami, surga tidak ada di hati kita, damai tidak ada di hati kita, semuanya hilang, semuanya tegang dan orang yang kita benci itu mulai memerintah kita. Kita makan nasi goreng pete, pete nggak kelihatan - yang kelihatan muka dia. Kita makan cap cay cah, cap cay tidak kelihatan - muka dia di piring. Kita setir mobil, di spion ada muka dia; kita lihat stir, ada muka dia. Kita tidur di kelambu, ada muka dia. Kita ke wc, di lubang wc ada muka dia. Di mana kita pergi, ada muka dia, kenapa? Karena dia menguasai kita. Kenapa? Kita tidak mengampuni.

Begitu kita di penjara oleh roh tidak mengampuni, siapapun dia - jemaat biasa atau pendeta seperti saya sekalipun, tidak mengampuni orang, surga tidak ada di hati kita, tidak ada sukacita, tidak ada damai. Tuhan bicara sama Kain: Kalau kamu tidak ada apa-apa, mukamu akan berseri-seri, nggak kisut begini. Tapi mukanya jadi kisut karena dia baru bunuh adiknya.

Saudara, kalau kita tidak mengampuni, tidak belajar mengampuni. Mari saya kasih ilustrasi. Kalau orang itu menghina kita, memfitnah kita - kita sudah rugi satu kali. Kita marah sama dia, kita rugi dua kali. Benci dendam, tiga kali kita rugi. Tapi begitu kita mengampuni, damai sejahtera kembali kepada kita. Mari kita baca satu ayat yang saya bilang sangat adil luar biasa. Roma  

12:17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.
12:20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.
12:21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Saya kenal satu pendeta di Jakarta, senior, senior saya. Sampai kena stroke. Dia ngundang saya beberapa kali kebaktian di gerejanya. Saya datang. Tapi kena stroke. Yang dia ngomong selalu, bagaimana dia diperlakukan tidak betul oleh pendeta lain. Bukan soal apa-apa, brur Yoyo, tapi itu pendeta caranya, aduh, berbuat begitu sama saya. Sampai begitu. Istrinya sudah bilang sama saya, aduh brur Yoyo, tolong, bicara sama dia. Kita sudah bilang, lupakan. Sudah, sudah ... lupakan. Tapi saya nggak bisa lupa. Tragis. Pendeta. Sudah berapa ini, saudara, tiga atau empat? Empat. Menurut guru khotbah saya, kalau kasih contoh, cukup empat, jangan lima.

Tidak mengampuni. Peribahasa Amerika bilang: If you kill your enemy, you are like animal. If you let your enemy, you are like an ordinary man. But if you forgive your enemy, you are like God. Yang artinya kurang lebih, kalau kamu bunuh musuhmu, kamu kaya binatang. Kalau kamu biarkan musuhmu, oh, manusia biasa. Tapi kalau kamu ampuni musuhmu, kamu jadi seperti Tuhan. Belajar mengampuni. Karena kita semua dalam pembelajaran. Belajar mengampuni. Kan kita tidak hidup terus di dunia. Apa kita mau ketemu dengan Tuhan dengan penjara itu di hati kita? Tidak. Apa kita mau meninggal dengan beban itu, membenci orang? Kita mau bersih hati kita, semurni-murninya. Orang dunia bilang, adat ka kurung ku iga, tidak bisa rubah. Di dalam Tuhan kita musti bisa berubah. Hanya Yesus yang tidak berubah tapi kita harus bisa berubah.

Nah, jalan keluarnya bagaimana sampai dikatakan, jangan kamu balas, Aku yang balas. Saya bilang tadi, cengli betul. Kamu jangan balas. Kalau kamu balas, Aku tidak balas. Diam saja. Aku yang balas. Karena pambalasan itu haknya Tuhan. Dengan hukum, siapa tabur, dia menuai. Tabur yang baik, tuai yang baik. Tabur fitnah, nanti tuai fitnah. Tabur yang jahat, dia tuai yang jahat. Ada yang di depan saya, sumpah, sudah janji sama Tuhan. Jangan saudara kira, kalau saya berkati orang yang menikah, itu bukan nubuatan dari Tuhan. Itu nubuatan Tuhan. Berkat-berkat Tuhan akan menjadi bagian kamu - sejauh kamu tetap setia iring kepada Tuhan!

Sekarang saudara menjauhi Tuhan? Ini api. Saudara dekat dengan api, hangat badan saudara. Saudara jauhi api itu, lama-lama hangatnya hilang, lama-lama tidak panas lagi. Lama-lama saudara dingin. Tapi kalau kita dekat dengan api, lalu hangat, kemudian kita cepat-cepat ketemu dengan orang, orang akan rasa hangatnya api itu. Wah, kamu baru dari api, ya? 

Sama dengan kalau kita berdiri berlama-lama di dekat es balok yang banyak. Kita jalan, badan kita dingin. Saudara diberkati waktu menikah. Berkat ini akan turun ke atasmu. Diberkati di desa, diberkati di kota, diberkati buah kandunganmu - sejauh kamu tetap setia iring kepada Tuhan. Begitu kita jauh dari Tuhan, itu nubuatan tidak berlaku lagi. Tidak berlaku lagi.

Mari kita kembali kepada Yohanes 8. Dalam Yohanes 8 tadi, datanglah pertanyaan kurang lebih di dalam hati kita. Duh, Tuhan bagaimana saya bisa bebas, karena kata Yesus, ayatnya yang ke-34,

8:34 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
8:35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.
8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."

Kita lihat ayat 35 lebih dahulu. Hamba, bahasa Indonesia; bahasa Inggris, budak. Budak itu nggak boleh tinggal dalam rumah. Namanya saja budak. Tidur di luar rumah. Dia tidak bisa kena hangatnya api dalam rumah, dia tidak bisa makan yang ada makanan. Tidak boleh. Dia harus tinggal di luar rumah. Karena dia budak. Begitulah kita, kalau kita berdosa - kita tidak bisa menikmati fasilitas dari Tuhan di dalam rumah, kita tidak bisa menikmati kehangatannya kasih sayang Tuhan, tidak bisa menikmati berkat-Nya di dalam Tuhan. Kita tidak menikmati. Kita dengar mereka bernyanyi. Kita dengar mereka bersukacita, tertawa-tawa dalam rumah tapi kita tetap tinggal di luar rumah, karena kita budak, kita budak oleh dosa. Jadi bagaimana? Bagaimana? Budak itu harus dilepaskan. Caranya melepaskan? Anak yang punya rumah itu harus mengakui, ini budak, saya bebaskan sekarang, dia boleh masuk. Jadi dalam ayat 36,

8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."

Ada haleluyah, saudara-saudara? Jadi maksud dibaca ayat ini apa? Hanya Yesus yang bisa memerdekakan kita. Hanya Yesus yang bisa membebaskan kita dari roh ingin akan uang. Hanya Yesus yang membebaskan kita dari penjara penyelewengan seksual. Hanya Yesus yang bisa membebaskan kita dari penjara ingin kedudukan. Hanya Yesus yang bisa membebaskan kita dari penjara marah, kebencian, dendam, dan sebagainya. Hanya Tuhan Yesus. Pendeta tidak bisa tolong. Rasul tidak bisa tolong. Merk gereja tidak bisa tolong. Hanya Tuhan Yesus yang bisa tolong kita! Itu sebabnya, mari setiap bulan Agustus kita menikmati kemerdekaan bangsa Indonesia. Indonesia sudah merdeka, tapi masih dijajah oleh narkoba, masih dijajah oleh ini, masih dijajah oleh itu, masih dijajah oleh korup, masih ingin makan uang rakyat. Belum bisa bebas.

Dan yang terakhir, yang kelima - saudara harus bisa bebas dari diri kita sendiri. Saya mau tutup dengan dua ayat. Ayat pertama dalam Roma pasal 6. Roma pasal 6, kita akan membaca ayatnya yang ke 17 dan 18.

6:17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa - Bahasa Inggris, budak dosa -, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.
6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

Ada haleluyah, saudara-saudara? Kita tidak usah berdosa lagi karena kita sudah dibebaskan oleh Tuhan, kita sudah bebas dalam kebenaran. Yang kedua, ayat yang kita baca. Galatia pasal 5, kita akan membaca ayat 1,

5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Ada haleluyah, saudara? Kita lompat pada ayatnya yang ke-13,

5:13. Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.
5:14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!"

Haleluyah. Jadi, saudara-saudara, besok kita akan masuk di dalam family camp. Dan kalau saudara menghargai isi firman Tuhan, malam hari ini saudara akan pasti tidak mau bocor dari pada family camp ini. Karena sambungannya family camp adalah dari khotbah ini. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Minggu sore, 22 Agustus 2004

HIDUP ADALAH  KRISTUS

Haleluyah. Pada sore hari ini kita akan membuka Firman Tuhan di dalam surat Filipi

1:19 karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.
1:20 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.
1:21. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Ayat ini kita bagi dua, yaitu hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan. Kita perkecil lagi: Hidup dan mati! Saudara, rela atau tidak rela, sadar atau tidak sadar, mau atau tidak mau, orang benar atau orang berdosa, sadar atau tidak sadar; layak atau tidak layak, dia akan masuk kepada bagian yang kedua yang bernama kematian. Peribahasa berkata: Kelahiran adalah awal kematian. Nah, begitu seorang manusia dilahirkan, itu awalnya dari proses kematian. Kalau kita tidak mau mati, jangan kita dilahirkan. Tapi kalau kita mau dilahirkan, kita akan menghadapi maut atau kematian.

Saudara sekarang sedang masuk di dalam bagian yang pertama dari kehidupan, yaitu hidup. Nah, hidup ini bisa baik bisa tidak baik, bisa jahat bisa baik, bisa berdosa bisa kacau, bisa benar ... tapi itu bukan menjadi tanggung jawab kita - tanggung jawab kita itu nanti waktu kematian. Waktu kematian, kita akan menghadap pengadilan Tuhan, waktu kematian kita akan menghadap sesuatu yang kita harus pikir dari sekarang. Karena kalau ktia sudah mati, kita nggak bisa balik. Jarang yang bisa balik. Ya, Lazarus sudah mati 4 hari dia dibangkitkan dia balik. Tapi apa kita semua Lazarus? Kan tidak.

Nah, persoalannya sekarang, bagaimana kita hidup? Karena dengan bagaimana kita hidup, kita akan ditanya pada waktu kita mati. Nah, kenapa rasul Paulus begitu yakin bahwa kalau dia mati, dia akan dapat keuntungan, dia akan mendapat pahala. Apa lebihnya Paulus dari kita? Saya rasa tidak ada lebihnya. Dia sama sesama manusia sama dengan kita, dia orang berdosa. Bahkan dia mengaku dosanya paling besar, lebih besar dari dosa kita sekalian. Tapi kenapa dia bisa yakin bahwa dia kalau mati itu dapat keuntungan, dia kalau mati itu akan gain, akan mendapatkan keuntungan.

Orang menganggap kematian itu satu disaster, satu kekacauan, satu perpisahan, satu kesedihan. Memang secara manusia. Tetapi dia berkata, waktu mati itu aku dapat keuntungan. Kenapa?

Sore hari ini saya ingin memberikan 3 alasan, 3 sebab, 3 keharusan, bagaimana kita harus hidup. Saya dan saudara. Supaya kalau kita mati, itu kita gain, kita tidak takut dengan kematian, kita tidak takut dengan maut tapi kita akan melihat bagaimana yang dikatakan oleh rasul Paulus, hidup adalah Kristus, bagiku hidup adalah Kristus. Apa maksudnya hidup adalah Kristus? Kita akan lihat perlahan-lahan, mulai dari yang pertama.

Yang pertama maksudnya hidup adalah Kristus adalah kita harus mendengar suara Tuhan! Di dalam Matius    

17:1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
17:2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
17:3 Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.
17:4 Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."
17:5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."

Kita ini punya kekurangan yang agak gawat, yaitu kita kurang mendengar suara Kristus; kita lebih senang mendengar suara manusia, suara orang pintar, suara pejabat, suara orang berpangkat, suara sarjana hukum, suara pengacara - tapi kita tidak mau dengar suara Tuhan! Kita bertanya sama orang pintar, kita bertanya sama orang tua yang berpengalaman ... yang tidak salah kita bertanya sama orang yang rambut putih, yang tidak salah kita bertanya apa pengalaman mereka. Tapi yang kita salah, kita tidak pernah bertanya kepada Tuhan. Tuhan kalau bicara ini Dia tidak bisa dalam keadaan ribut. Dia punya suara itu saudara tidak akan dengar kalau saudara lagi sibuk, lagi sibuk dagang, sibuk ini, sibuk itu - Dia nggak bisa ngomong, Dia tidak bisa bicara karena perhatian saudara itu terpecah. Maka Yesus mengambil 3 murid ini naik ke gunung supaya tidak terpecah, konsentrasi di atas gunung. Di sana baru mereka bisa dengar suara dan suara itu meyakinkan mereka: Dengarkanlah akan Dia! Dengarlah akan Kristus!

Perhatikan 2 ilustrasi ini. Dulu orang Israel pada zaman nabi Musa didatangi oleh Musa dan Musa berkata begini: Sebentar lagi Tuhan akan berfirman kepada-Mu, sebentar lagi Tuhan akan berkata-kata kepada-Mu. Apa kata orang Israel: Jangan sampai Tuhan ngomong sama kami. Kalau Tuhan bicara, nanti kami mati. Jangan Tuhan bicara. Tapi biarlah engkau saja yang bicara, biar engkau saja Musa yang berbicara karena kalau Tuhan bicara kami tidak berani dengar karena kami banyak salah, kami tidak berani dengar. Tuhan jangan bicara, biar engkau saja yang bicara.

Di lain kejadian, Samuel yang masih muda, antara 15,16,17 tahun, dia masih umurnya lebih muda dari itu, tidur di dalam gereja. Terdengar suara: Samuel ... Samuel. Dia lari sama Eli: Ada apa bapak memanggil saya? Lampu belum padam jadi belum terlalu malam, mungkin jam 10-an. Eli bilang: Saya tidak panggil kamu, kamu kembali saja kamu tidur. Dianggapnya ngigo. Kedua kali dia berbaring, terdengar lagi suara: Samuel, Samuel! Dia lari lagi sama Eli: Apa bapak memanggil saya? Tidak, aku tidak memanggil kamu. Kembali. Ketiga kali: Samuel, Samuel. Dia lari lagi sama Eli. Baru Eli ini sadar, ini Tuhan ngomong sama anak muda ini. Coba kalau kamu dengar nanti ada suara seperti itu lagi, kamu bilang begini: Berfirmanlah Tuhan karena hamba-Mu mendengar. Eh betul, suara itu datang lagi. Samuel, Samuel. Dia berbicara: Berfirmanlah Tuhan, karena hamba-Mu mendengar.

Lainkan dengan Israel: Tuhan jangan bicara, Musa saja yang bicara. Kami tidak mau dengar suara Tuhan, kami mau dengar suara Musa. Lain dengan Samuel: Berbicaralah Tuhan, karena kami mendengar. Maaf, saudara, kita sering        
lebih mau dengar suara orang dari suara Tuhan, kita senang mau dengar suara manusia dari suara Tuhan, kita tidak ada waktu untuk suara Tuhan, kita begitu sibuk untuk suara Tuhan. Tapi berbahagialah sore hari ini kalau saudara bisa duduk di rumah Tuhan karena saudara sedang mendengar suaranya Tuhan. Di dunia ini ada banyak suara: Suara yang menakutkan, suara yang mengancam, suara yang mengerikan, suara yang menawarkan, suara yang menggoda, tawaran macam-macam, suara yang mengajak kita berbuat dosa, suara yang mengajak kita jauh dari pada Tuhan. Tapi saya berdoa supaya saudara hanya mendengar satu suara: Dengarkanlah dia mendengar suara Tuhan, mendengar suara Kristus. Itu maksud hidupku adalah Kristus. Dia tidak dibimbing oleh manusia; dia lebih senang mendengar suara Kristus.

Maka satu kali dia Paulus pernah bersaksi begini: Aku nggak tahu ya 14 tahun yang lalu, entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku dinaikkan pada langit yang ketiga. Dulu saudara pernah dengar bapak-bapak ngomong bersaksi; dia bilang, dia tahu Yesus ada di langit yang ketujuh, katanya. Alkitab nggak pernah ngomong langit ketujuh; Alkitab cuma ngomong langit ketiga. Mungkin bapak itu ngigo. Langit ketiga. Alkitab bicara langit ketiga dan Paulus berkata: Aku naik ke langit yang ketiga dan aku mendengar suara, kata-kata, yang mulutku tidak halal untuk mengatakannya, untuk melaporkannya, aku mendengar suara ini. Ngomong lagi ini sekarang aku tidak halal. Betapa mulianya suara ini; betapa berkuasanya Firman Tuhan. Sampai ada satu ayat di dalam Mazmur, berkata: Firman-Mu lebih tinggi dari nama-Nya; Firman Allah lebih tinggi dari namanya Tuhan. Dengarkanlah akan suara-Nya.

Kadang-kadang kita lebih senang dengar suara ular seperti Adam dan Hawa: Makan itu buah ... dari pada suara Tuhan yang memanggil penuh kasih: Adam, Hawa, di manakah engkau? Kita tidak ada waktu, kita tidak mau dengar suara Tuhan yang penuh kebaikan padahal Dia kasih fasilitas Taman Eden. Kita lebih senang mendengar suara manusia dan kita terombang-ambing dari hari ke hari dengan suara manusia.

Herodes. Dia terombang-ambing. Pagi-pagi dia datang sama Yohanes Pembaptis, dia yang tangkap, dia yang penjara Yohanes Pembaptis tapi Firman Allah berkata: dia suka mendengar Yohanes Pembaptis berbicara, dia suka dia cinta karena dia tahu Yohanes Pembaptis orang yang suci, dia tahu, dia suka mendengar suaranya Firman Allah. Dia dengar pagi-pagi. Begitu dia sudah pulang ke istana, dia dengar suara Herodiah, istri adiknya sendiri yang merayu dia sampai dijadikan istri kedua. Apa yang terjadi saudara-saudara? Di sini suara Tuhan, di sini suara manusia. Yang menang waktu itu suara manusia. Dia mendengar suara manusia. Pada waktu dia mendengar suara manusia, satu kepala pendeta hilang. Yohanes Pembaptis dipancung, artinya apa? Herodiah tidak suka dengar suara Tuhan. Dibasmi saja ini pendeta supaya suamiku tidak lagi dengar Firman Tuhan.

Nah saudara, manusia seringkali lebih senang dengar suara manusia, suara orang lain. Radio Amerika disebut The Voice of America, Suara Amerika. Kita senang dengar suara-suara di dunia senang dengar suara itu, ... bahkan kita punya jadi tempat sampah dengar gosip, gosip A, gosip B, kita senang dengar suara itu. Kita beri tempat kepada suara iblis, pada suara setan, suara manusia.

Tapi pada sore hari ini kita mau dengar, kita mau kembali, mengerti ... apa artinya hidup adalah Kristus; kita mau mendengar suara dari Tuhan Yesus sendiri, ada haleluyah, saudara?

Yang kedua, apa maksudnya hidup adalah Kristus? Penilaian, penghargaan. Saudara mengerti kalau melihat lukisan. Di Bali saya dibawa ke satu tempat lukisan. Ada 40 juta, 60 juta, 100 juta, 80 juta. Terus saya lari lagi ke satu toko. Lukisan pemandangannya sama, lukisan sawah. Harganya 175 ribu. Kalau saya ke Cipanas, lukisan sawah juga gunung, masih bau cat baru, ditawarkan dengan 30 ribu rupiah. Tapi bisa jadi dengan 12.500. Gimana penghargaan saudara, apresiasi saudara kepada Tuhan?

Ada muridnya menghargai Yesus dengan 30 keping perak. Padahal Yesus kasih pekerjaan sama dia jadi bendahara. Yudas cuma menghargai Yesus itu dikasih bandrol, dikasih price tag 30 keping perak, uang duit kita sekarang 100 ribu. Kalah sama satu perempuan memberikan satu minyak wangi hanya untuk cuci kakinya Yesus saja 300 dinar, gaji orang satu tahun.

Dua-duanya ikut Yesus kemana-mana. Yudas ikut Yesus, Maria ikut Yesus. Tapi penilaiannya sama Yesus itu lain. Menilai Yesus itu sangat lain. Berdirilah Pilatus: Aku sudah periksa Yesus ini tidak ada salah, aku sudah periksa tidak ada salah. Sudah dikompres macam-macam 24 jam sampai Yesus tidak tidur, dikompres semalam suntuk apa ... tidak ada salah! Inilah Yesus. Aku berdirikan sekarang sama Barabas. Barabas ini pemerkosa, pembunuh, perampok, penjahat. Dan di sini Yesus yang aku tidak ketemu salahnya. Bagaimana kamu. Kata orang Yahudi: Salibkan Yesus dan bebaskan Barabas. Coba, manusia pernah menilai Yesus sampai begitu. Salibkan Yesus. Barabas ini penjahat ini dibebaskan. Jadi Yesus sudah dinilai lebih jahat, lebih bobrok dari penjahat dari pemerkosa dari pembunuh; Yesus tidak dihargai ... waktu Dia disalib.

Sama dengan Paulus. Paulus itu tangkapin orang kristen, bunuh pendeta-pendeta, hamba-hamba Tuhan - Stefanus, dirajam, karena dia tidak menghargai Yesus. Sampai pada satu kali dia ketemu dengan Yesus dan dia berkata sekarang: Hidupku adalah Kristus. Sekarang dia berkata: Aku rasul guguran, aku tidak layak disebut rasul karena dosaku paling besar. Betapa mulianya hidup Yesus itu. Maka kalau saudara baca perjanjian baru dari Matius sampai Wahyu, 65 sampai 70 persen tulisan rasul Paulus. Betapa dia puji dia muliakan Yesus, karena apa? Karena penilaiannya sudah berubah. Penilaiannya seperti apa.

Ada satu wanita di Amerika; dia buang sampah. Ketika dia buang sampah, di Amerika itu tong sampahnya harus dibuka baru dia buang sampah. Ketika dibuka dia lihat ada cello. Cello itu biola yang untuk ngebassnya, itu cello. Dia lihat masih bagus lumayanlah padahal sudah tua. Nggak ada senarnya. Dia ambil. Dia bersihin, dia tidak tahu harganya berapa. Dia bawa sama toko musik mau beli senarnya tolong pasang. Toko musik kaget: Ini dapat dari mana ini? Ini orang lagi cari, ini cello sudah hilang bertahun-tahun. Akhirnya itu ibu dikasih 50.000 US, 450 juta karena menemukan ini cello. Cello ini sudah dari tahun ini dicuri dari satu pameran oleh pencuri. Karena pencurinya tidak ngerti musik, dijual tidak laku, dia takut dia buang ke tempat sampah.

Bagi seorang dia jual di tempat sampah, bagi seorang dia temukan itu cello yang salah, dia mau sayang-sayang mau pasang senar. Tapi bagi seorang, dia menilai, oh, ini luar biasa. Penemunya saja dikasih 50.000, berapa itu harga cello?

Yesus mungkin bagi orang lain, bagi agama lain mungkin Yesus dianggap dibuang untuk  sampah. Pendeta musti ditembak, musti dibunuh. Saya baru baca satu buku, ini kejadian di Poso. Baru-baru ini. 3 orang mendatangi satu orang kristen satu keluarga, merayu pindah agama islam. Itu bapak bilang: Saya tidak, saya mau tetap setia ke agama kristen. Minggu depan dia datang lagi, 4 orang: Sudahlah, masuk agama islam saja. Nggak, saya mau tetap saja agama kristen. Minggu depannya dia datang lagi, ditodong pakai senjata, ditodong di dadanya: Sudahlah, ktanya, kamu masuk islam saja. Biar saya ditembak, saya tetap kristen. Ditembak 3 kali, ya mati. Istrinya lari. Sekarang saya mau ketemu istrinya, nggak tahu di mana. Karena dia bilang dalam kesaksian itu, saya sekarang sudah 60 tahun umur dan saya punya hidup dengan mengais-ngais makanan di pinggir-pinggir jalan. Saya tetap percaya kepada Yesus. Rumah dibakar. Hidup saya sekarang, istrinya itu, hanya mengais-ngais makanan. Saya pengen ketemu sama dia dimana saya nggak tahu, kita mau bantu sama dia.

Untuk seorang, Yesus itu orang yang ngikutin Yesus musti ditembak tapi bagi seorang biar dia mati dia tetap mau terima Yesus. Di mana penilaian saudara? Bagaimana penilaian saudara? Seorang dari luar kota mau ke Cianjur kebaktian. Tapi ada orang dari Cianjur tidak kebaktian. Sama dua-duanya udah dibaptis. Gimana penilaian saudara dengan Yesus. Berapa harga saudara taruh sama Yesus, berapa nilai Yesus? Bukan Yohanes yang biasa ngalendot di dada Yesus melihat Yesus di kitab Wahyu, dia bilang, tersungkurlah aku seperti orang mati. Berapa harganya Yesus bagi saudara?

Dalam kitab Para Rasul, satu kota bertobat, ada orang mengumpulkan buku-buku untuk dukun buku-buku untuk hong sui segala rupa itu dikumpul. Bertobat ... dibakar. Buku-buku dukun. Berharga 50.000 keping ... shekel apa dinar. Dibakar. Buku-buku untuk dukun 50.000, Yesus hanya dihargai 30 keping perak. Bagi beberapa jemaat, Yesus itu sampai dijunjung, disanjung, dimuliakan. Kalau kita ngomong Yesus saja, hati seperti sudah tergetar menghargai Yesus.

Waktu kami berdoa untuk keluarga-keluarga hari terakhir, banyak jemaat yang sudah pulang pada kebaktian ketiga. Salah padahal tidak boleh pulang, itu doanya diakhir. Banyak orang Jakarta pulang juga. Setelah semua selesai didoakan, paling akhir satu bapak, semua yang didoakan biasa berdiri begini, semua diam paling tunduk begini karena kepala didoakan. Tapi satu bapak paling akhir dia sampai membungkukkan diri; dia pemilik Hotel Setia: Oom, saya dengar terus khotbah oom. Boss dia, yang punya Hotel Setia. Dia bisa duduk di kantor, ongkang-ongkang kaki, tapi dia dengar Firman Allah dan dia dapat berkat. Dia minta didoakan. Berapa saudara nilai?

Apa Yesus saudara nilai seperti yang kita nyanyi Yesus ... indah indah indah bagiku ... apa begitu? Apa Yesus menjadi satu batu sandungan, sepertinya saudara menjadi beban. Apa Yesus itu mulia? Saya harap Yesus mulia bagi saudara. Saudara bisa mempunyai teman yang luar biasa, punya kedudukan, punya hebat semua tapi nggak bisa dibandingkan dengan Yesus.

Saudara, kalau Yesus kita ini mulia, Dia sangat diindahkan maka saudara akan lihat semua jalan dibukakan oleh Tuhan. Maka mari kita belajar menghargai nama Yesus. Kalau saudara menghargai mencintai, saudara nggak akan mungkin tinggal di rumah pada jam kebaktian. Sudah antusias mau ke gereja. Walaupun saudara sedang ada di luar kota, jauh dari Cianjur: Ah, aku mau kebaktian, cari di mana gereja. Persis hari ini, ada satu keluarga di Bandung pergi ke Amerika karena anaknya mau sekolah. Masih gadis masih 17 tahun anaknya, mau sekolah di Amerika. Pertanyaan pertama: Ko Yoyo, tahu di mana di Amerika gereja ... tulis alamatnya. Antusias mencari Tuhan, mencari gereja. 

Ini peta Amerika. Ini Amerika Utara, ini Amerika Selatan. Orang-orang dari Eropa, waktu pindah ke Amerika mencari benua baru, orang yang ke utara itu mencari GOD, mencari Tuhan. Tapi orang-orang yang ke selatan dari Eropa mencari GOLD, mencari emas. Jadi yang ke utara mencari Tuhan, yang ke bawah mencari emas. Alkitab bilang: Apa yang kamu cari, kamu akan dapat. Yang di utara mencari Tuhan, ketemu dengan Tuhan ... mereka bisa bangun negara Amerika yang sudah 200 tahun umurnya. Sekarang negara Amerika, negara yang terbesar di dunia, tentaranya menjadi polisi dunia, uangnya dicari-cari - karena mereka mencari Tuhan ... negara paling kaya di dunia.

Maka kalau Front Pembela Islam demonstrasi: Usir Amerika! Produk-produk Amerika jangan dipakai! - saya pengen ketawa. Karena kalau di usir Amerika, saudara, itu pesawat terbang, itu dibawa ke Amerika. Mereka mau naik haji pakai pesawat apa? Naik kapal, itu buatan Amerika. Komputer ini semua walaupun serba buatan Jepang tapi penemunya Amerika, Microsoft Amerika ... harus bayar pajak ke Amerika. Mau diusir orang Amerika, Kentucky Fried Chicken,  McDonalds ... kita tetap dengan Mbok Derek.  Inilah bahayanya kita kalau tidak mengerti. Apa yang mereka cari Tuhan ketemu, tapi Tuhan berkati dengan materi.

Sekarang yang ke selatan mencari gold, emas. Dapat emas tidak, nggak ketemu emas. Justru sekarang negara-negara di Selatan: Brasilia, Argentina ... semua itu negara yang paling banyak hutangnya di dunia. Perang saudara, pembunuhan, dan sebagainya. Betul Firman Allah: Siapa yang mencari harta, tidak akan puas dengan kekayaannnya. Betul itu Firman Allah. Negara paling besar hutangnya itu Brasilia. Udah dikirim duit sama Bank Dunia, hutang terus, habis dibikin bola. Main sepak bola terus bukannya dagang. Main sepak bola, sepak bola .. dari pinggir pantai sampai atas gunung .. main bola terus.

Bagaimana penghargaan saudara sama Yesus? Yesus dulu apa toko dulu? Yesus dulu apa kang taw dulu? Yesus dulu apa duit? Yesus dulu apa manusia dulu? Yesus dulu apa pekerjaan dulu? Berbahagia kalau saudara mendahulukan Yesus, karena itu artinya saudara memuliakan Yesus.

Yang terakhir, yang ketiga. Apa artinya hidup itu Kristus? Seorang anak muda ditanya: Apa cita-citamu? Ya, saya sekarang sedang ada di SMA. Sudah di SMA, saya ingin sekolah terus, pintar kalau bisa saya lulus dari SMA masuk fakultas kedokteran. Terus? Ya, saya sekolah di fakultas kedokteran. Terus? Kalau papa saya mampu terus saya mampu dan saya otaknya kuat, saya bisa lulus jadi dokter. Terus? Kalau masih dibuka jalan sama Tuhan, saya ingin jadi dokter spesialis. Banyak lho jemaat kita jadi dokter saudara-saudara. Terus? Menikah ... punya anak. Terus, kalau udah punya anak? Ya, disekolahkan. Terus? Anak saya nanti sudah besar juga menikah. Terus? Ya, punya anak ya, saya punya cucu. Terus? Ya, kalau saya panjang umur belum mati cucu saya sudah kawin saya punya buyut. Terus? Lama-lama ... saya juga mati, pak. Kalau udah mati, terus? Nah, itu saya nggak bisa jawab.    

Coba renungkan ini. Sudah 4 family camp kita pakai sound system dari pak Agus di Sukabumi. Itu operatornya namanya Semi. Family Camp hari senin, Semi itu hari kamis sudah ngomong sama anaknya: Kita akan Family Camp nanti sama pak Awondatu di Cipanas, ... siap-siap. Hari kamis dia meninggal. Umur baru 41 tahun. Kena serangan jantung. Jangan ngomong dah saya masih muda. 41 tahun kena serangan jantung. Orangnya kelihatan sabar, nggak pemarah. Kalau orang pemarah terus kena serangan jantung, ya masuk akal.

Satu pilot Amerika check up di dokter. Rutin tiap tahun check-up. Dokter bilang: Excellent condition. Kondisinya hebat. Pulang dari excellent condition, mati aja. Begitu mati diperiksa, apa yang menyebabkan kematian? Tidak tahu apa sebabnya; dia tidak punya penyakit. Jadi akhirnya ditulis, dia mati karena tidak bisa bernafas.

Bagaimana penilaian kita dengan Tuhan? Bagaimana penilaian kita kepada kehidupan ini?

Yang ketiga, apa tujuan hidup kita? Apakah Yesus menjadi tujuan hidup kita? Oke saudara berniaga, oke saudara punya pabrik, bagus saudara punya perusahaan. Tidak salah saudara sekolah tinggi, syukur saudara berhasil, syukur saudara punya rumah lebih dari satu. Tetapi apakah tujuan saudara Yesus? Hidupku adalah Kristus. Apakah tujuan kita hanya untuk cari titel, cari ilmu pengetahuan, tidak - kita harus jadikan Yesus itu tujuan; tujuan hidupmu adalah Yesus. Bagaimana saudara menilai Yesus? Penilaian bisa salah.  

Ada satu ibu di Amerika pulang dari gereja di stir mobil dia pulang dari gereja, dia musti cepet-cepat pulang. Jadi dia ngebut. Sampai di lampu merah dia mau terobos itu lampu merah tapi mobil yang di depan sudah berhenti karena memang mau merah. Jadi dia rem, hampir nabrak. Lampu hijau dia jalan lagi. Waktu dia jalan dia baru tahu di belakang dia dikuntit polisi. Tidal lama, sirene mobil polisi berbunyi. Jadi ditodong pake pistol: Keluar, tangan di kepala. Ada apa ini? Bapak salah tangkap, apa salah saya? Saya tidak salah. Keluar. Diperiksa surat-suratnya. Ini ada apa? Saya ini baru pulang dari gereja. Tapi mengapa ibu ngebut? Saya ada urusan. Kenapa bapak todong saya sama pistol? Karena nggak boleh sembarangan. Begini ibu, saya lihat di mobil ibu di belakang itu, ada tulisan: Yesus is saviour, Yesus itu Juru Selamat. Dan ada lagi tulisan: Datanglah ke sekolah minggu kami. Jadi saya kira ibu mencuri mobil orang sekolah minggu ini. Karena nggak mungkin orang gereja bawa mobil kaya begini, katanya. Penilaian bisa salah. Akhirnya dilepaskan.       

Seringkali kita menilai Yesus juga keliru. Kita menilai Yesus seperti istri Ayub bilang: Mau begini terus? Kutuk Tuhan dan kamu mati! Menilai Tuhan kita keliru. Kita menilai Tuhan seperti Simon - hanya untuk mencari uang, untuk menjual urapan. Kita menilai Tuhan keliru. Menurut orang, siapakah Aku ini, kata Yesus? Ada orang berkata, Engkau Yeremia; ada orang berkata: Engkau adalah Yohanes Pembaptis; ada orang berkata: Engkau salah satu nabi. Tapi menurut kamu, siapakah Aku ini? Petrus berkata: Engkaulah Kristus, Anak Allah yang hidup.

Saudara, orang zaman dulu udah lihat Yesus masih salah nilai, bagaimana kita? Kita belum pernah lihat Yesus, cuma dengar dari Firman Allah. Maka kita harus hati-hati jangan sampai kita ... jadikanlah Dia tujuan hidup kita. Tujuan. Bukan sarana. Uang itu sarana. Tapi jadikan Dia tujuan hidup kita. Saya bilang tadi: Berniaga tidak salah, punya berkat secara materi tidak keliru; berniaga kita harus kerja untuk dapat makan, tapi tujuan kita itu harus Yesus. Semuanya harus kepada Dia.

Sebagai ayat terakhir, I Korintus   

15:27 Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya.
15:28 Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua. 

Satu kali kelak segala sesuatu akan ditaruh di kaki Kristus. Kristus menaklukkan diri kepada Bapa karena itu tiga bersaudara bukan bersaudara; ketigaan Allah - Trinitas: Bapa. Putera, Roh Kudus. Tapi kita harus tahu bahwa segala sesuatu ditaklukkan di bawah Kristus. Apakah tadi pagi saudara sudah menaklukkan diri di kaki Kristus? Berdoa dan berkata: Tuhan, saya tidak bisa melewati hari ini tanpa Engkau.

Yohanes 15 berkata: Tanpa Aku, kata Yesus, satupun tidak bisa kamu perbuat. Apakah saudara sudah menaklukkan diri tadi pagi dan berlutut di kaki Tuhan: Tuhan, hidupku adalah milik-Mu. Semua rumah saya, semua ini milik Engkau Tuhan. Biar saya menaklukkan diri sekarang kepada-Mu. Pagi hari ini saya mau buka toko, saya mau berniaga, saya mau ke luar kota, Tuhan pimpinlah hidup saya. Saya menaklukkan diri. Saudara punya doa seperti ini, saudara berbicara sama dengan hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Saudara tidak takut lagi mati. Saya sudah tidak takut lagi.

Dulu saya takut. Dulu pernah muda 30-an habis khotbah di Malang naikpesawat dari Jakarta, pakai Merpati; Merpati tidak bisa terbang tinggi kaya Garuda. Jadi kita bisa lihat sawah, kita bisa lihat gunung. Eh, lewat awan ... ngeri saudara. Eh, di sebelah saya orang Inggris, kita berkenalan. Dia jawil saya: Kamu tahu lagu itu, Tuhan memegang semua dunia di dalam tangan-Nya. Saya bilang, saya tahu. Dan pesawat ini dia bilang, juga dipegang oleh Tuhan, jadi kamu jangan takut. Ini nggak apa-apa. Dia punya bisnis apa, saya tanya. Saya adalah pelatih pilot angkatan udara Inggris. Pantes nggak ada takutnya, tiap hari dia terbang.

Saudara, Yesus adalah Pilot di atas segala pilot, Dia bersama dengan kita. Kalau ada goncang-goncang sedikit, jangan takut, Dia bersama dengan kita. Pada sore hari ini, apapun persoalan saudara, serahkan kepada Tuhan. Dia mau memberkati kepada kita. Kita berdiri bersama-sama.               

-- o --   

Minggu sore, 29 Agustus 2004

SALIB TUHAN YESUS

Selamat sore, selamat bertemu berbakti di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Khotbah saya sore hari ini agak panjang, tapi karena penting, saya harap saudara-saudara tidak keberatan. Dan lebih baik kalau saudara mencatat poin-poin yang diberitakan oleh Firman Allah. Saya ingin berkhotbah mengenai "Salib Tuhan Yesus". Galatia pasalnya yang ke 6. Galatia pasal ke 6, kita baca bersama-sama ayatnya yang ke 14. Galatia

6:14 Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.

Haleluyah. Khotbah tentang salib hampir tidak didengar lagi di gereja-gereja sekarang. Mereka punya lambang gereja salib tetapi nampaknya salib sudah kurang diberitakan. Pemberitaan salib sudah tidak diberitakan lagi. Jarang diberitakan. Sekarang orang lebih senang dengar Firman Tuhan tentang hidup berkelimpahan, tentang uang, tentang kekayaan. Tetapi jarang orang bicara tentang salib. Itu sebabnya banyak orang kristen kurang kokoh di dalam iman. Tidak tahan di dalam percobaan, tidak kuat di dalam menghadapi gelombang hidup karena tidak mengerti apa maksud kekristenan di dalam kehidupannya.

Di dalam salib Kristus, saudara-saudara, kita akan melihat banyak berkat. Sebetulnya banyak sekali berkat, tetapi saya singkat saja kepada dua belas macam berkat, dua belas macam posisi kita yang dihasilkan oleh karena salib. Kenapa Rasul Paulus bilang: Sekarang aku hanya bermegah tentang salib? Tentu ada keistimewaan dari salib. Dia tidak bermegah pemandangannya, dia sudah lihat langit ketiga; dia tidak bermegah karena dia sudah diangkat rasul. Kenapa dia ini bermegah oleh karena salib? Kalau seorang Rasul Paulus bermegah oleh karena salib, maka kitapun sebagai orang kristen harus bermegah tentang salib Tuhan. Ada haleluyah?

Yang pertama. Oleh karena yang dihasilkan pertama-tama dari salib Tuhan nomor satu adalah setan dikalahkan. Di dalam Kitab Kejadian pasal 3, kita membaca ayatnya yang ke 15, disana dinubuatkan bahwa, 

3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Ular sudah dinubuatkan oleh Tuhan, keturunannya dari ular yaitu lambangnya adalah iblis, kepalanya akan diremukkan oleh keturunan wanita ini, Hawa, yaitu Kristus Yesus. Di atas salib Golgota, sebetulnya setan sudah diremukkan kepalanya, setan sudah dikalahkan. Di atas Bukit Golgota, iblis sudah dikalahkan. Pada waktu Mel Gibson mau membuat film The Passion of Christ, dia datang ke Hollywood, dan dia tawarkan proposal, dia mau bikin film ini, Hollywood - saya mau kasih tahu, menolak. Dia tidak mau bikin film tentang salib. Apa-apaan ini Mel Gibson? Sudah biayanya mahal, dan belum tentu bisa balik modal. Jadi ditolak oleh Hollywood. Maka Mel Gibson pakai duit pribadi. 25 juta dolar, dia bikin. Karena orang tidak mau bikin, Hollywood tidak mau bikin, dia bikin sendiri.

Saudara-saudara, Hollywood tidak suka, karena dikatakan terlalu inilah, terlalu itulah. Tetapi ketika dia bikin ini film dengan doa dan permohonan kepada Tuhan, seluruh dunia goncang oleh film ini. Lakunya luar biasa. Hollywood bengong. Tidak sangka bahwa Yesus di film nya saja bisa menghasilkan keuntungan seperti itu. Jadi saudara-saudaraku, kita mau melihat kenapa Mel Gibson sampai tertarik untuk bercerita. Ketika filmnya diputar pertama, beberapa pendeta diundang dan pendeta bertanya, apa maksud anda membuat film tentang Kristus? Supaya orang kristen mengerti penderitaan dari Yesus ini. Yang pertama, saudara-saudara, oleh karena salib Tuhan, iblis dikalahkan. Bisa bilang haleluyah?

Dalam film itu, katanya, waktu Yesus di salib ada satu cerita bagaimana seekor ular kepalanya diinjak oleh Yesus. Itu lambang dan menjadi sejarah bahwa iblis sudah dikalahkan, amin, saudara-saudara? Tidak ada orang kristen yang sungguh sejati ikut Yesus, bisa dikalahkan oleh iblis, karena iblis sudah dikalahkan oleh Yesus di atas salib Golgota. Ada amin, saudara-saudara? Ini yang pertama, yang saudara harus tahu, kalau saudara-saudara tidak usah takut. Sekarang film-film di televisi adalah Uka Uka, adalah Gentayangan, adalah jin ini, adalah si itu, adalah Nyi Loro Kidul, dan sebagainya. Saudara tertawa saja - iblis sudah dikalahkan di atas bukit Golgota! Dia tidak bisa mengalahkan kita. Kecuali kalau kita tidak tahu. Kalau kita tidak tahu, kita tertipu. Kita ditipu. Dibilang bahwa dia hebat. Tidak! Iblis sudah dikalahkan. Ini berkat pertama dari salib, iblis dikalahkan.

Yang kedua, saudara-saudara, dikatakan bahwa dari salib kita dijadikan pemenang. Kita dijadikan pemenang. Dalam Wahyu pasalnya yang ke 12, di sana dikatakan kita lebih dari pemenang. Kita menang oleh karena kesaksian dari kata-kata kita; kita menang oleh karena darah Anak Domba; kita menang oleh karena tidak menyayangi nyawa sampai mati bahkan umat Allah menang oleh karena darah Anak Domba. Di dalam Wahyu

12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
12:11 Dan mereka - Siapa mereka ini? Kita - mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.

Yang kedua, saudaraku, salib menghasilkan kemenangan bagi kita. Kita bukan pindah dari kekalahan kepada kemenangan, tetapi dari kemenangan sampai kepada kemenangan, ada haleluyah, saudara? Ini kemenangan. Ini kemenangan. Di tengah antara kemenangan dengan kemenangan, mungkin ada peperangan, mungkin ada kesulitan. Dan mungkin, bukan mungkin, pasti ada keraguan. Tetapi Firman Allah berkata: Kita berpindah dari kemenangan kepada kemenangan. Dan kemenangan kepada kemenangan yang lain. Jadi tonggak-tonggak yang Tuhan berikan kepada kita adalah dari kemenangan kepada kemenangan. Dari kemenangan kepada kemenangan. Dari kemenangan kepada kemenangan!

Kalau saudara baca 1 Korintus 15:57, kita menang di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kalau saudara lihat pemain basket atau pemain sepak bola yang bermain sebelas orang. Ketika Brasilia juara dunia, yang main 11 orang, tapi pemain cadangan di pinggir, mereka lompat-lompat, mereka tidak sepak bola, mereka tidak keluar keringat. Tapi mereka lompat-lompat, karena kaos mereka sama, Brasilia. Rakyat Brasil lompat-lompat. Yang bertanding 11 orang, tapi yang lompat-lompat hampir seluruh dunia yang pro Brasil, itu lompat-lompat. Yang menang Yesus, disalib. Kita tidak ikut perang. Tapi karena kita adalah grup, satu grup dengan Yesus, kita pun menang dan kita layak melompat-lompat di dalam Kristus Yesus. Ada haleluyah?

Kita menang karena Dia sudah menang. Jadi jangan sampai saudara kalah. Kita harus menang, karena kita adalah pemenang. Kita dijadikan pemenang. Kita keturunan pemenang. Kita menang lebih dari pemenang. Menurut Roma 8:35, kita lebih dari pemenang di dalam Dia yang mengasihi kita. Kalau saya lihat ada orang kristen yang selalu kalah, saya sangat sedih. Dia tidak mengerti bahwa salib memberikan kepada dia kemenangan. Atau saya balik, orang kristen yang selalu kalah, selalu merengut, selalu bicaranya negatif, dia tidak mengerti apa atau dia belum diselamatkan, dia tidak mengerti bahwa pengorbanan Kristus di Salib sudah memberikan kepada kita sekalian kemenangan.

Yang ketiga, salib, tidak usah kita baca ayatnya, tapi saya bicarakan intinya. Salib membawa kepada kita dosa-dosa kita, darah Yesus sudah menyucikan kita dari segala dosa. Ada haleluyah? Darah Yesus menyucikan kita dari segala dosa. Sekolah minggu dulu suka nyanyi  Hatiku g'lap berdosa .. Sampai Yesuspun datang ... Darah-Nya yang termulia ... Sucikan dari Dosa ... Firman Allahpun t'lah berkata ... Jalan surga dari mas rata ... Ku mau hidup dalam Dia ... Baca Firman berdoa. Satu lagu yang tua. Waktu saya masuk di sekolah alkitab, kita masuk studio untuk menyanyi, lagi siaran radio di Manila tahun 68. Satu lagu yang kita nyanyikan  Dosa dapat ditebus ... Hanya oleh darah Yesus ... Oh, darah yang kudus ... Darahnya penebus ... Jiwaku ditebus ... Hanya oleh darah Yesus.

Kalau saudara, saya nggak tahu, apa problem dia sampai dia tidak maju? Apa problem dia? Banyak orang tidak mengerti problem. Dunia problemnya bukan kelaparan, dunia problemnya bukan keuangan. Tapi problem dunia adalah dosa. Dan dosa tidak bisa diatasi dengan unjuk rasa. Dosa tidak bisa diatasi dengan protes dan marah-marah. Dosa hanya bisa diatasi oleh darah Yesus. Hanya dengan darah Yesus yang suci dan mulia, walaupun dosa kita merah kirmizi, seperti apapun juga, dicuci oleh darah domba seperti salju, seperti bulu domba yang tidak bercela. Ini dosa yang sudah ditebus.

Satu kali saya diundang di Bandung, di Gereja Baptis. Seminar pagi, khotbah sore. Saya berbicara tentang penebusan Kristus. Jadi sebelum kita lahir kan Yesus sudah disalib, 2000 tahun yang lalu. Dia menebus bukan hanya dosa dari zaman Adam sampai zaman Yesus tapi juga dari zaman Yesus sampai di akhir zaman. Manusia semua yang percaya kepada Dia, dosanya ditebus. Dosa seperti apapun bisa diampuni. Hanya dosa terhadap Roh Kudus tidak bisa diampuni.

Habis seminar, satu gadis, mahasiswi, bilang: Oom, saya ada dosa sama Tuhan. Dosa saya, saya rasa Tuhan tidak bisa ampuni. Dosa saya najis. Saya bilang, tidak ada dosa yang najis: Pembunuhan, perzinahan, apa pun juga yang Tuhan tidak bisa ampuni. Dia bisa mengampuni, asal kita percaya kepada Dia. Bertobat, menyerahkan segala dosa-dosa kita dan kembali kepada Tuhan. Tapi, Oom, menurut saya, mungkin Tuhan tidak bisa mengampuni dosa saya. Dosa saya terlalu berat, terlalu banyak, terlalu berat. Rasanya Tuhan tidak bisa. Saya bilang, bisa. Tapi dia bilang, Tuhan tidak bisa. Saya bilang, bisa. Dia tetap bilang, tidak bisa.

Jadi saya bilang begini: Kalau you tidak yakin, tidak bisa percaya Firman Allah bisa mengampuni dosa, maka tidak ada satu nabi di dunia, tidak ada satu manusia, tidak ada satu buku di dunia, yang bisa meyakinkan anda bahwa dosa anda diampuni. Saya tinggalkan dia. Ini jaminan, Firman Allah, satu-satunya: Bahwa dosa kita sudah diampuni. Itu sebabnya setiap perjamuan kudus saya katakan ketika kita minum cawan, ingat bahwa dosa kita sudah diampuni. Kita tidak perlu berbuat dosa lagi. Dan kita tidak usah berbuat dosa lagi, karena sudah diampuni. Urusan dosa adalah urusan yang sudah lewat. Tidak harus kita kembali kepada dosa, seperti babi kembali kepada lumpur, seperti anjing kembali kepada muntah. Kita harus sudah bebas, dibebaskan oleh salib Kristus dari segala dosa.

Mari saya kasih ilustrasi. Saya pernah bicara di kebaktian rabu, pelajaran alkitab. Kalau dari Jepang saya naik pesawat terbang ke San Fransisco, itu 9 jam. Kalau dia terbang, baru lima jam, balik lagi, masih bisa. Karena bahan bakar bisa sampai 15 jam atau 14 jam. Tapi, saudara, kalau dia sudah ada, sudah dekat San Fransisco, tinggal mendarat, ada satu jarak dimana dia tidak bisa balik lagi. Karena bahan bakar tidak cukup dan tidak bisa balik lagi. Walaupun dia ingin balik lagi pilotnya, tapi dia tidak bisa ... bahan bakar tidak cukup. Kalau saudara main-main dengan dosa, saudara anggap bisa kembali ... itu dilakukan oleh Simson. Diikat sama Delilah, balik lagi, dia menang. Diikat lagi sama Delilah, balik lagi, dia menang. Tapi ada satu titik di mana kita berdosa, Firman Allah tidak bisa meyakinkan saudara.

Ini dosa nih sudah kadung terlalu banyak. Kalaupun saudara balik, seperti pesawat itu, bahan bakar tidak cukup. Dan hanya maut yang saudara harus hadapi, akan hadapi. Mendarat, maut. Balik kepada Tuhan tidak sampai. Maka anak terhilang itu pelajaran, bagaimana dia sadar, dia sudah berdosa, dia lekas kembali. Dan masih bisa kembali. Jangan main-main dengan dosa. Anak muda remaja jangan main-main dengan film porno. Jangan main-main dengan narkoba. Jangan main-main dengan omongan jorok, kotor, najis, cabul, jorang. Jangan main-main. Nanti ada satu kali di mana kita tidak bisa balik, saudara-saudara terjerat sendiri oleh kelakuan saudara.

Yang keempat. Salib Kristus membebaskan kita dari kutuk Taurat. Kutuk Taurat diangkat dari kita. Galatia

3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Kutuk Taurat diangkat, berkat Abraham akan menjadi milik kita. Berkat Abraham akan menjadi milik kita. Saudara-saudara, sebetulnya kita ini ada di dalam pancuran berkat Tuhan. Tapi mungkin ada payung-payung yang menghalangi kita dari pancuran itu. Salah satu payung mungkin payung tidak percaya. Salah satu payung, payung putus asa. Salah satu payung, payung keragu-raguan. Salah satu payung, payung takut. Jadi walaupun Tuhan curahkan dengan pancurannya berkat itu, kita buka payung sendiri, sehingga berkat itu tidak kena kita, tapi hanya di sekeliling kita. Kita lihat di sana basah, di sini basah, di sana basah, di sana basah, di sini basah, kita sendiri kering. Kita lihat di sana diberkati, di situ diberkati, si A diberkati, si B diberkati, kita sendiri kering. Padahal kita sama-sama ada di bawah pancuran berkat Allah.

Coba lepaskan saudara dari payung ketakutan, payung keraguan ini. Karena salib Tuhan sudah membebaskan kita dari kutuk - sudah membebaskan kita dari kutuk Taurat! Sehingga berkat Abraham sampai kepada kita. Ada haleluyah, saudara? Berkat Abraham sampai kepada kita. Ini luar biasa iman Abraham. Orangnya sudah di surga tapi berkatnya masih bisa kita terima.

Kalau saya tadi mendengar kesaksian yang terakhir. Bapak ini memang berat dihentikan oleh PT. Dirgantara. Harus ke Korea. Berpisah dengan keluarga. Tapi kalau saya dengar dia nyanyi. Saya ini biasa merekam. Susah cari orang di rekaman, cari orang suaranya kaya begini itu susah. Kenapa nggak coba rekaman? Tuhan kasih modal, banyak berkat. Tapi kalau mau ke Korea, terserah. Satu pintu ditutup, Tuhan bisa buka 1.001 pintu. PT. Dirgantara ditutup, yang punya dirgantara - Tuhan -, bisa memberkati kita. Bukan pemerintah yang pelihara kita. Yesus Tuhan yang pelihara kita.

Jangan kamu kuatir apa yang kamu makan, minum dan pakai. Burung di udara dipelihara, bunga di padang Dia hiasi. Jangan kamu kuatir. Kenapa? Kutuk Taurat sudah diangkat. Kenapa? Berkat Abraham sampai. Ketika Yesus di salib, kutuk Taurat yang kita seharusnya dikutuk, itu diangkat. Berkat Abraham. Tutuplah payung ketakutan, payung keraguan, payung tidak percaya, payung ma eunya? Tuhan itu memberi berkat, ma eunya? Tutup itu payung ma eunya, buatan Tasikmalaya. Buang semua, dan biarkan berkat Allah tercurah. Curahkanlah hujan berkat-Mu Yesus. Kalau hujan di luar, pakai payung. Tapi kalau hujan berkat Tuhan, jangan pakai payung. Ayo kita hujan-hujanan dengan berkat Tuhan. Ada haleluyah, saudara? Ini berkat Tuhan. 

Yang kelima. Ketika salib Tuhan, Yesus disalib, Dia menghasilkan kepada kita damai dengan Allah. Kolose pasal 2. Damai dengan Allah.  

2:11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,
2:12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.
2:13. Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita,
2:14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib:
2:15 Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

Ketika kita berhutang, kita nggak ada rasa damai. Saya heran kalau ada orang bisa berhutang tapi dia rasa damai. Orang yang normal, kalau hutang, dia tidak bisa rasa damai. Dia rasa ada hutang. Dengar coba kata-kata ini. Yesus di salib oleh karena hutang yang Dia tidak berhutang. Dan kita bebas oleh karena hutang kita yang diampuni. Atau kita bebas oleh karena kita dibebaskan dari hutang yang kita tidak bisa bayar. Yesus disalib karena hutang yang Dia tidak berhutang. Tapi Dia harus bayar. Dikatakan, surat hutang dipakukanlah pada kayu salib - sudah lunas! Dan itu membuat kita damai. Haleluyah. Orang yang tidak bisa berdamai sama orang lain - sesama, dia belum berdamai dengan Tuhan. Belum berdamai. Coba buka dulu II Korintus
 

5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
5:20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.

Ada haleluyah? Iblis datang, dia korek-korek kesalahan kita. Dia korek-korek latar belakang kita. Dia korek-korek masa lalu kita. Dia korek-korek kekurangan kita. Sehingga kita datang di gereja dengan feeling guilty. Kita kalau ke gereja, kebaktian ke gereja itu nyanyi saja nggak semangat. Nyanyi tuh nggak ada semangat, nggak ada kehidupan. Kita nih kaya anjing mau deketin penggebuk. Kaya ular deketin penggebuk. Kaya kucing baru keluar dari air, datang sama Tuhan itu. Kenapa? Kita tidak ada damai. Coba kalau saudara sudah tahu bahwa saudara sudah diampuni. Kita didamaikan. Jadi? Lain kali kalau iblis datang, ngorek-ngorek dipikiran kita, kamu berbuat ini, kamu berbuat itu. Saudara bilang: Betul. Memang, aku sudah salah, tapi Dia, Yesusku, Raja segala Raja ... sudah mendamaikan aku dengan Tuhan!

Dalam Yohanes 14:27 berkata: Damai-Ku sendiri, sejahtera-Ku sendiri, Aku tinggalkan kepada kamu. Saya bingung kalau Yesus berkata sejahtera-Ku sendri, lalu kita tidak ada damai. Damai ... Damai ... dalam Yesus ada damai ... Damai ... ya Yesuslah Raja damai. Kita tidak akan merasa damai waktu kita tidak kebaktian, waktu kita tidak berdoa, waktu kita tidak membaca Firman Allah. Tapi kalau kita melaksanakan semua Firman, kita akan merasa damai, kita akan rasa tentram. ... Damai yang jadikan, sangat besar ... Damai yang jadikan ... Hati gemar - Bergemar -, Tuhan bersertaku, Sepanjang jalanku. Tuhan beserta di Korea, di Bandung, di Cianjur, di manapun saudara berada, selama saudara masih di dunia. Tuhan beserta saudara.

Kalau kita masih hidup, Dia beserta kita. Kalau kita sudah mati, kita beserta dengan Dia. Damai. Damai-Nya bagiku, Damai-Nya Tuhan bagiku. Damai, damai, damai. Peace! Salib bukanlah digantung di leher atau digantung di telinga. Salib adalah Yesus di dalam hati. Dan kalau Yesus di dalam hati kita, kita akan rasa damai. Damai. Setia dalam perkara yang kecil, nanti Tuhan memperbesar damai seperti gelombang lautan yang tiada ada hentinya. Dia punya damai luar biasa. Haleluyah. Berikut, saudara-saudara.

Yang keenam. Salib Kristus mengakhiri otoritas dari setan. Kuasa setan itu berakhir. Mengakhiri kuasa setan. Kolose

2:15 Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

Bahasa Inggris, ... dilucuti. Kalau tentara kalah perang, itu dilucuti. Bedilnya diambil semuanya. Dia masih pakai pakaian tentara, tapi sudah dilucuti. Pisau diambil, granat diambil, peluru diambil. Cuma tusuk gigi aja dia bisa pegang. Kumis masih baplang, godeg masih, saudara-saudara. Tapi sudah dilucuti. Satu kali ada orang ke kebun binatang. Dia melihat seorang membersihkan kandang singa. Singanya itu lagi tidur di sudut. Ini orang yang jaga nggak takut sama singa. Terus bagian singa kan kotor, dia usir singa: Hus ... hus ... Menggeram singa, tapi lari. Jadi si yang nonton ini, kagum.  Dia ngedenger suaranya aja udah takut. Lalu dia bilang: Pak, nggak takut sama singa? Nggak. Kenapa bapak nggak takut, pak? Sudah tua, sudah ompong giginya, katanya. Memang begitu aum, kelihatan udah nggak ada taringnya, ompong.

Iblis itu seperti itu. Dia udah ompong. Ada haleluyah? Saudara, masa takut sama singa ompong? Dia cuma punya suara ... Kalau saudara ditakut-takutin sama setan, sama Uka Uka, sama gentayangan, saudara bilang: Ompong lu! Ada haleluyah, saudara-saudara? Dia sudah dilucuti. Baplang mah masih baplang, tapi sudah nggak punya senjata. Senjatanya cuma karet gelang. Sudah tidak ada senjata. Dilucuti oleh Yesus. Di mana? Disalib. Otoritas setan sudah berakhir. Ketika disalib Yesus, otoritas setan sudah berakhir. Ketika Yesus berkata: Sudah selesai ... iblis selesai, dan mulai pekerjaan Kristus, penebusan-Nya mulai. Sudah selesai.

Yang ketujuh, saudara-saudara, penyakit disembuhkan. Tidak usah buka, 1 Petrus 2:24, oleh bilur-bilur-Nya, sakit penyakitmu disembuhkan. Saya bingung, ada gereja yang mengajar begini: Kesembuhan ilahi itu sudah nggak ada sekarang. Itu untuk zaman rasul-rasul, itu untuk zaman yang dulu. Sekarang tidak ada lagi. Saudara-saudara, Yesus kan tidak berubah, ada haleluyah? Anugerah-Nya tidak berubah. Kasih sayang-Nya tidak berubah. Firman-Nya tidak berubah. Kemurahan-Nya tidak berubah. Berkat-Nya tidak berubah. Kenapa kuasa-Nya seolah-olah berubah? Kenapa gereja ini tidak bisa percaya ada kesembuhan ilahi? Di jemaat kita banyak yang disembuhkan dengan mujizat Tuhan. Kenapa, saudara-saudara, kita seringkali kuatir tentang hidup kita, tentang penyakit yang kita derita? Seolah-olah Tuhan itu tidak mampu? Mari kita kembali kepada salib Tuhan.

Di dalam salib Tuhan, penyakit kita disembuhkan. Ketika Yesus disalib, bilur-bilur-Nya, bekas Dia dilukai, digebuk - itu dikatakan oleh Firman Allah, sudah menyembuhkan kita! 2.000 tahun yang lalu. Sudah menyembuhkan kita, 2.000 tahun yang lalu. Kenapa Benny Hin sekarang KKR, ia khusus untuk kesembuhan ilahi? Karena dia menyaksikan sendiri, ketika dia masih belasan tahun, dia ikut kebaktian dari Catherine Pullman. Saya kaget waktu lihat Ibu Catherine Pullman, dia seorang katolik, wajahnya tidak menarik, wajahnya tidak cantik. Kurus orangnya. Tapi ketika dia berdoa, ada satu orang yang dari lahir cacat, tidak bisa jalan. Masuk ke gereja dengan kursi roda. Didoakan oleh Catherine, Benny Hinn masih muda, dia lihat, dia nonton sendiri. Di depan mata dia, itu tulang-tulang bunyi, kretak, kretak, kretak, ... kakinya jadi lurus, jadi berdiri, ini tangan jadi lurus, terus, terus, lurus, lurus, ... sampai dia sembuh, sampai dia berjalan. Gempar.

Itu Benny Hinn sampai dia ingin menjadi hamba Tuhan. Sekarang dia mendoakan orang sakit. Karena dia lihat. Lalu dia saksikan. Ketika orang ini sudah sembuh, orang lain bersuka cita, melompat-lompat, kelingkingnya orang ini masih bengkok. Semua sudah sembuh, kelingkingnya satu masih bengkok. Dia datang sama Catherine: Ibu pendeta, ini jari saya kok masih bengkok satu? Catherine Pullman bilang begini: Itu disengaja oleh Tuhan supaya kamu tidak lupa bahwa dulu kamu sakit. Sekarang kamu sudah disembuhkan. Ada haleluyah? Dan memang gereja kita masih cuma menyembuhkan batuk saja. Tetapi saya tidak mengecilkan kuasa Tuhan. Apapun juga. Saudara saksi hidup ibu saya. Stroke, umur 80. Satu stroke, tangan kanan. Tapi saya minta sama Tuhan: Tuhan, sembuhkan dia. Kalau Tuhan mau angkat, silakan. Tapi sembuhkan dulu dia. Supaya dia bisa gunting pita. Gunting kan pakai tangan kanan. Gunting pita gereja ini. Dan Tuhan dengar. Sembuh ibu saya, bisa jalan. Dan dialah yang gunting pita gereja kita. Tuhan bisa sembuhkan. Maka salib Tuhan tidak berubah. Dia memberikan kepada kita janji yang luar biasa bahwa penyakit disembuhkan.

Yang ke delapan. Kematian berakhir. Kalau nanti di hari depan, beberapa tahun lagi, saudara-saudara dengar di berita, dengar dari mulut ke mulut, ada yang telepon, ko Yoyo meninggal, pak Awondatu meninggal, pendeta Awondatu meninggal. Jangan percaya, ... dia meneruskan hidupnya di surga. Dia berhenti nafas di sini. Jangan percaya. Yesus berkata dalam Yohanes 11:25, Akulah kebangkitan dan hidup, orang yang percaya kepada-Ku walaupun dia sudah mati, dia akan bangkit kembali. Di dalam Kristus oleh salib-Nya Tuhan, saudaraku, kematian sudah bukan menjadi momok lagi bagi kita. DL Moody berkata, kalau aku meninggal jangan ditulis dikoran, di majalah rohani: Sudah meninggal. Jangan. Tapi DL Moody berpindah ke tempat yang jauh lebih baik. Tidak ada lagi kematian. Pada waktu aku berjalan dalam lembah bayang-bayang maut sekalipun, aku tidak takut bahaya, gada-Mu dan tongkat-Mu ada bersama-sama menghiburkan aku. Ada haleluyah, saudara? Hidup adalah Kristus, mati adalah untung. Haleluyah. Kematian sudah tidak ada lagi sengatnya. Hai maut dimanakah sengatmu? Hai maut dimanakah kemenanganmu? Itu kata Rasul Paulus.

Yang ke sembilan. Ini harus membuka iman saudara: Kemiskinan berakhir. Nggak ada yang bilang haleluyah? Percaya atau tidak? Dia yang kaya menjadi papa, supaya kita yang papa menjadi kaya di dalam Dia. Saudara masih nggak percaya? Saudara nggak percaya? Kemiskinan berakhir. Ada orang suka salah menilai. Kita musti miskin seperti Yesus, katanya. Yesus lahir di Betlehem, dan Yesus mati di Golgota. Kita musti miskin seperti Yesus. Ya, setelah Dia mati, Dia bangkit, sekarang Dia di surga. Dia tidak miskin lagi. Dia Raja segala raja. Dia Hakim di atas segala hakim. Dia mulia. Dia memiliki segala kekayaan di langit dan di bumi, Dia yang memiliki. Sekarang kita diperintah oleh Yesus, bukan yang disalib, bukan yang di Betlehem. Tapi kita sekarang mempunyai Kristus Yesus yang ada di sebelah kanan Allah Bapa, dimuliakan.

Saudara mau percaya otak saudara atau kita mau percaya Firman Allah? Apa kita mau percaya kepala kita, yang rambutnya aja rontok, apa kita percaya Firman Allah? Apa saudara mau percaya dolar, yang sebentar 8 ribu, entar 8.500, entar 9.000. Kumaha ko Yoyo ieu teh? Aduh harga-harga naik, kumaha ayeuna teh? Geus bahan minyak naek, semua bahan mentah naek, semua gula naek, semuanya naek. Lagunya semua sama, di toko-toko, naik-naik ke puncak gunung. Semuanya lagunya begitu. Jangan takut. Ini perahu, ini air. Ini air, ini harga. Harga naik, perahu itu berkat Tuhan ... berkat Tuhan naik. Saudara mau naik, mau turun? Harga-harga turun, perahu juga turun. Apa saudara mau harga turun, perahu turun? Sudah. Minyak naik, harga naik, jangan takut ... berkat Tuhan buat kita pun naik. Ada haleluyah? Kita anggap Tuhan nggak berkuasa. Kita anggap Tuhan itu, ah, ... sudahlah. Kita anggap sudah nasib kita itu dikuasai oleh orang lain, nasib kita itu dikuasai oleh gaji yang sebulan sekali. Keliru. Saudara masih punya gaji, saya nggak ada gaji.

Tapi Tuhan yang saya layani siang dan malam, dengan ijin-Nya saya sudah keliling dunia. Ini yang nempel di badan saya saudara, dari dasi, minyak wangi, cincin, gelang nih, semua ... pinjaman dari Tuhan. Uang, kekayaan, emas, perak, berlian, rumah, pabrik, motor, sikat gigi, semua itu pinjaman dari Tuhan. Kenapa orang nggak berani korban persembahan sama Tuhan, nggak berani bawa perpuluhan? Karena dia anggap duitnya itu milik dia. Tuhan kuserahkan hidupku, hidupku bagi-Mu, Tuhan, semuanya. Tapi dompetku, saya punya. Dia kira, Tuhan itu hanya menguasai hidup, dan dompet bukan Dia punya. Tidak, saudara. Sampai KTP-KTP pun, Dia punya. Saudara nggak bilang haleluyah ge da heu-euh.

Semua pinjaman. Pinjaman. Apalagi memang betul-betul minjem lagi. Wah, sudah dua kali pinjam. Saudara minjem barang dari temen, karena pesta. Saya masih ada satu anak yang mau dinikahkan. Saya ada temen di Jakarta, punya toko-toko berlian, toko-toko cincin. Sudah ko Yoyo, jangan susah. Jangan beli berlian. Nggak usah beli. Pinjem saja dari saya. Saya kasih pinjem, pake. Saudara ketawa tapi semua yang ada pada kita pinjaman. Pak Awondatu, suami saya meninggalkan saya. Milikmu itu suami? Pinjaman. Begitu saudara sadar semuanya hanya pinjaman, begitu apa yang kehilangan, saudara nggak akan ngarasulah. Begitu diberkati, kita tidak akan sombang. Karena kita tahu ini.

Jangan bilang: Ini karena kepandaian saya, ini kehebatan saya. Saya penata rambut terbaik di Cianjur. Saya sudah piala, penghargaan. Jangan sombong. Coba sebulan aja, di seluruh dunia, sebulan aja dulu, dari 1 september sampai 30 september, orang gundul semua. Sebulan aja. Penata rambut yang mana yang laku? Obat anti ketombe mana yang laku? Salon kecantikan yang mana yang laku? Saudara-saudara, makanya jangan sombong. Kenapa kita bisa menata rambut? Karena ada rambutnya orang itu. Maka kata Yesus, jangan kamu kuatir, sehelai rambutpun tidak akan jatuh, kalau tidak diketahui oleh Aku. Jadi saudaraku, kemiskinan harus berakhir. Ketika salib, saudara-saudaraku, diberitakan, kemiskinan harus ...

Yang kesepuluh. Waktu salib ada, rasa malu karena hari-hari yang sudah lewat, karena latar belakang, itu pun hilang. Pak Awondatu - di Jakarta - saya kenalkan diri saya, saya mantan narapidana. Oh, puji Tuhan, nggak apa-apa, mantan narapidana. Sama dengan Rasul Paulus. Tidak apa-apa. Dari pada mantan pendeta. Nggak apa-apa mantan narapidana mah. Kalau yang jabat tangannya, saya mantan pendeta. Dulu aku buta ... Serta kutersesat ... Sekarang balik dan lihat. Dulu aku buta, dulu aku jahat, dulu aku salah, dulu aku ini, dulu aku itu. Sekarang aku sudah diampuni. Memang suka masih ada rasa malu. Perempuan Samaria ketika dikunjungi oleh Yesus. Yesus bilang: Kalau kamu minum air ini, pasti kamu haus pula. Tapi kalau kamu minum air yang Aku akan berikan kepadamu, engkau tidak akan haus pula. Karena dari dalammu akan memancar mata air sampai pada hidup yang kekal. Tuan ini siapa? Kan orang Yahudi nggak ngobrol-ngobrol sama orang Samaria.

Kalau kamu tahu siapa yang berbicara kepadamu, kamu akan lekas minta air hidup itu dari pada Dia. Tuan tidak bawa timba, dari mana dapat air? Akhirnya dia bilang, aku ingin air itu. Aku minta air itu. Tapi Yesus tiba-tiba bilang: Panggil suamimu kesini. Cepet aja ini perempuan bilang: Saya belum bersuami. Dia ngebohong. Betul, memang kamu belum bersuami ... karena lima sudah jadi mantan suamimu dan sekarang yang keenam masih kumpul kebo. Memang kamu belum bersuami. Kenapa dia bilang, saya belum bersuami? Kenapa? Karena Yesus itu ganteng. Jadi siapa tahulah ditaksir sama Yesus. Tapi Yesus bilang, mana suamimu? Panggil. Wah, Tuan seorang rabi.

Apa yang terjadi, saudara? Hari itu juga, jam itu juga, dia sudah terima Yesus sebagai Mesias. Dia terima Yesus ini Mesias. Apa yang terjadi? Dia jalan ke Sikhar dan dia bersaksi dari rumah ke rumah, bahwa aku sudah bertemu dengan seseorang yang bercerita tentang segala kelakuanku. Bukankah Dia Kristus? Saudara-saudara, kita memang banyak salah, ada kekurangan, tetapi ingat, kita sudah diampuni. Jadi, berjalanlah, ikutlah Tuhan, saudaraku. Memang ada kekurangan, memang ada kesalahan. Mungkin kesalahan saya jauh lebih banyak dari saudara. Tapi berdirilah sebagai orang yang sudah diampuni. Maka rasa malu, rasa guilty kita, seperti perempuan Samaria ini, tiba-tiba hilang.

Orang nggak akan ngomong: Kamu sudah kawin cerai, kawin cerai, udah lima kali, keenam kali ini, mau bersaksilah Mesias, Mesias. Nggak. Bela, dia berani. Dan orang percaya. Dan saudara, salib menghilangkan perasaan malu dan perasaan bersalah. Aduh pak pendeta, saya mah nggak berani ke kota Cianjur. Aduh, nama saya jelek di kota Cianjur. Siapa bilang? Tuhan bisa merubah. Rubah segala sesuatu. Dia tidak berubah, tapi Dia bisa merubah segala sesuatu. Orang yang tidak menyukai, dirubah menjadi menyukai. Musuh akan didamaikan. Pintu tertutup, dibukakan lebih banyak pintu - kalau kita datang kepada Tuhan, di salib Kristus ini.

Yang kesebelas, jangan kaget. Ketika Yesus disalib dan mati, tirai robek. Dan kalau saudara baca dalam Matius pasal 21, robeknya itu dari atas ke bawah. Kalau saya gambar dengan garis, atas ke bawah. Bukan robek dari bawah ke atas. Tuhan juga bisa bikin robek dari bawah ke atas. Tiba-tiba, robek dari bawah ke atas. Bisa. Tapi Tuhan bikin robek dari atas ke bawah. Keselamatan Tuhan itu dari atas ke bawah. Ketika saudara menyebut nama Einstein, maka nama itu membuka ilmu atom yang luar biasa. Ketika saudara berkata Socrates, maka itu adalah pujangga ... saudara ingat kepada pujangga. Kalau sekarang saya berkata Tiger Woods, dunia golf, saudara-saudara, terbuka. Kalau saya bilang Pele, saudara-saudara sudah tahu itu adalah sepak bola ... terbuka pikiran kita, sepak bola. Kalau kita bilang Inul, juling mata kita. Tapi ketika kita bilang, saudara-saudara, George Bush, Saddam Husein, terbuka semua. Apa yang terbuka? Semua mewakili, dari orang baik sampai orang tidak baik. Tapi ketika kita bilang Yesus Kristus, pintu surga yang terbuka bagi kita. Haleluyah.

Itu sebabnya tirai robek dari atas ke bawah. Ini saya kasih nama, keaktifan Tuhan kita. Tuhan kita ini aktif. Tuhan kita ini kerja aktif. Maka saya malu kalau saya non aktif. Jemaat musti malu kalau malas. Jemaat musti malu kalau tidak berdoa. Jemaat musti malu kalau tidak suka ke gereja. Jemaat musti malu kalau malas. Karena Tuhan kita aktif luar biasa!

Pagi-pagi hari sekali Yesus sudah ada di rumah, sembahyang, mengajar. Dia berdoa sampai jauh malam. Kadang-kadang semalam suntuk. Tapi sebentar, pagi-pagi, Dia sudah berjalan mencari makanan, dan sebagainya, dan sebagainya. Aktif sekali. Rasul Paulus, aktif sekali. Nanti dia ke sana, nanti dia ke sini. Epafroditus sampai mau mati, karena dia aktif. Timotius pun rajin. Saya kalau lihat pengerja saya sampai teler-teler, karena kurang tidur, dalam hati saya berkata: Tuhan, berkatilah dia. Karena yang rajin itu diberkati. Ada haleluyah?

Yang terakhir, penolakan dihilangkan. Ketika Yesus mati di salib, Dia rasa ditolak. Eloi, Eloi, Lama Sabakh tani. Ya Allah-Ku, ya Allah-Ku, kenapa Engkau meninggalkan Aku? Kenapa Tuhan meninggalkan Dia? Karena Dia dijadikan dosa, menurut II Korintus 5:21 berkata,

5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

Dia yang tidak pernah mengenal dosa dijadikan dosa. Ini tidak bisa mengerti saya, saudara. Karena Dia dijadikan dosa, Allah Bapa berpaling, tidak mau melihat Dia. Kenapa? Karena selama ini, manusia yang berdosa. Ketika manusia berdosa, Tuhan tidak mau lihat manusia. Doanya pun tidak didengar. Karena dia berdosa. Dia boleh nungging, dia boleh mempunya tata cara ibadah gereja macam-macam, beragama, tapi ketika dia berdosa, Tuhan tidak mau lihat dia.

Sekarang dosa manusia ditaruh kepada Yesus. Dia yang tidak mengenal dosa, dijadikan dosa. Dosa kita ditimpakan kepada Yesus. Mati Dia disalib. Maka Bapa tidak mau lihat. Maka Dia berkata: Eloi, Eloi. Dia tidak pernah begitu. Yesus tidak pernah ditinggalkan Bapa. Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku. Sekarang ditinggalkan. Kenapa Engkau meninggalkan Aku? Kenapa Yesus ditinggalkan? Supaya kita diterima ... kita tidak ditolak!  

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________