Khotbah Minggu Sore Juli - Agustus 2005

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 03 Juli 2005

TUHAN TELAH MENYEDIAKAN                 

Selamat sore, selamat berbakti di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Matius    

22:1 Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:
22:2 "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
22:3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.
22:4 Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.
22:5 Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,

Ini adalah kisah perumpamaan tentang seorang raja mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Tapi saya tidak akan berbicara mengenai raja ini - bagaimana mengawinkan anaknya, siapa yang diundang tidak mau datang tetapi saya ingin saudara memperhatikan dua kata di dalam ayatnya yang keempat, yaitu yang pertama, katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan. Yang kedua, bagian yang terakhir, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.

Perhatikan dua kata itu, yang pertama adalah Kusediakan, yang kedua adalah telah tersedia. Dua kata ini dalam arti yang sama sangat besar maknanya bagi saya, juga bagi saudara sekalian pada sore hari ini.

Raja itu menyediakan. Semuanya telah tersedia. Artinya apa? Semua yang diperlukan dalam pesta perjamuan itu sudah tesedia, disediakan oleh sang raja ini. Ingatlah saya dalam kitab Kejadian 1. Pada waktu hari pertama, Tuhan mengadakan terang. Hari kedua, Dia adakan bentangan-bentangan. Hari ketiga, Dia adakan benih-benih. Hari keempat, Dia bikin bumi secara komplit. Hari kelima, Dia mulai membuat binatang-binatang hewan di lautan. Hari keenam, Dia bikin manusia - Dia bikin Adam, Dia bikin Hawa.

Jadi saudara perhatikan, Dia tidak bikin Adam dulu baru Taman, tapi Dia bikin Taman dulu, Dia bikin dunia dulu, Dia bikin bumi dulu, Dia bikin semua keperluan manusia dulu, baru Dia ciptakan Adam. Dengan lain perkataan, Tuhan sediakan dulu fasilitasnya, Tuhan persiapkan dulu segala-galanya baru Dia bikin Adam. Dan Adam ini begitu dibuat langsung melek langsung bernafas, dia sudah lihat fasilitas yang Tuhan sudah berikan, yaitu dia sudah disediakan apa yang dia perlu. Makanan, pohon-pohonan, alam semesta semua, dia sudah diberikan, disediakan oleh Tuhan.

Betapa baiknya Tuhan kita. Dia tidak bikin saudara-saudara baru Dia bikin persiapannya, tidak. Dia persiapkan dulu. Dengan dua cerita ini saja saya yakin satu hal bahwa di antara kita tidak ada seorangpun yang patut kita kuatir, kita takut, kita bimbang karena segala sesuatu yang saudara perlu, Tuhan Raja segala raja itu akan menyediakan bagi kita. Dia menyediakan. Tuhan siapkan. Kalau kita membaca di dalam injil Yohanes 14, yang biasa dikhotbahkan pada kebaktian-kebaktian orang yang meninggal tetapi saya ingin saudara membaca dalam visi disediakan dan fasilitas ini.  

14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Kita belum ke surga, kita belum pergi, kita belum meninggal dunia, kita belum mati. Firman Allah katakan daging dan darah tidak mewarisi Kerajaan Surga. Saya punya daging, saya punya darah tidak bisa masuk surga. Harus mati dulu. Kecuali dirubahkan oleh Tuhan, menurut I Korintus 15. Kalau Dia datang kita belum mati Dia ubahkan dengan tubuh kebangkitan. Tapi daging dan darah tidak mewarisi kerajaan Surga. Luar biasa. Kita belum ke surga, Tuhan menyediakan tempat, mempersiapkan tempat, menyediakan tempat bagi kita. Saudara yakin percaya?

14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

Aduh saudara, sebetulnya tidak usah ada yang kita kuatirkan lagi, tidak usah ada yang kita takutkan lagi karena semuanya telah sedia. Raja itu berkata, aku telah menyembelih makanan, aku telah mempersiapkan, segalanya telah kusiapkan. Kasih tahu sama orang-orang yang diundang, semuanya sudah siap. Datang dan makan. Nggak usah bawa angpao, datang dan makan. Ini diundang. Semuanya sudah disiapkan. Semuanya sudah disediakan, mari makan.

Jadi makanan sudah disiapkan disediakan oleh Tuhan. Yang kedua tadi kita lihat tempat. Rumah telah disediakan. Tuhan telah menyediakan tempat bagi kita. Kita di sini rumah kecil, rumah kita di surga besar. Jangan takut. Tuhan menyediakan segala sesuatu Dia sediakan bagi kita. Mazmur   

23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, ...

Tuhan menyediakan hidangan. Saudara tahu hidangan, hidangan itu bukan semangkok bakmie, semangkok yamien, itu bukan hidangan. Hidangan itu bermacam-macam. Matius

6:25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Bahasa lain ditambahkan, disediakan kepadamu. Makanan, pakaian, rumah, Tuhan akan sediakan. Apapun yang saudara perlu, Tuhan sediakan. Raja itu berkata, aku sudah memotong lembu, semuanya sudah tersedia. Mari masuk. Segalanya sudah disediakan. Tapi oom, saya mah perlu jodoh. Lihat Kejadian 24. Saudara lebih baik telat menikah tetapi bahagia dari pada menikah cepat-cepat tapi nggak bahagia. Kejadian

24:12 Lalu berkatalah ia: "TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham.
24:13 Di sini aku berdiri di dekat mata air, dan anak-anak perempuan penduduk kota ini datang keluar untuk menimba air.
24:14 Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum--dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu."
24:15 Sebelum ia selesai berkata, maka datanglah Ribka, yang lahir bagi Betuel, anak laki-laki Milka, isteri Nahor, saudara Abraham; buyungnya dibawanya di atas bahunya.
24:16 Anak gadis itu sangat cantik parasnya, seorang perawan, belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; ia turun ke mata air itu dan mengisi buyungnya, lalu kembali naik.
24:17 Kemudian berlarilah hamba itu mendapatkannya serta berkata: "Tolong beri aku minum air sedikit dari buyungmu itu."
24:18 Jawabnya: "Minumlah, tuan," maka segeralah diturunkannya buyungnya itu ke tangannya, serta diberinya dia minum.
24:19 Setelah ia selesai memberi hamba itu minum, berkatalah ia: "Baiklah untuk unta-untamu juga kutimba air, sampai semuanya puas minum."
24:20 Kemudian segeralah dituangnya air yang di buyungnya itu ke dalam palungan, lalu berlarilah ia sekali lagi ke sumur untuk menimba air dan ditimbanyalah untuk semua unta orang itu.
24:21 Dan orang itu mengamat-amatinya dengan berdiam diri untuk mengetahui apakah TUHAN membuat perjalanannya berhasil atau tidak.
24:22 Setelah unta-unta itu puas minum, maka orang itu mengambil anting-anting emas yang setengah syikal beratnya, dan sepasang gelang tangan yang sepuluh syikal emas beratnya,
24:23 serta berkata: "Anak siapakah engkau? Baiklah katakan kepadaku! Adakah di rumah ayahmu tempat bermalam bagi kami?"
24:24 Lalu jawabnya kepadanya: "Ayahku Betuel, anak Milka, yang melahirkannya bagi Nahor."
24:25 Lagi kata gadis itu: "Baik jerami, baik makanan unta banyak pada kami, tempat bermalampun ada."
24:26 Lalu berlututlah orang itu dan sujud menyembah TUHAN,                                                                                     24:27 serta berkata: "Terpujilah TUHAN, ...

Eliezer disuruh cari jodoh oleh Abraham untuk anaknya, disuruh cari mantu. Dia bawa 10 ekor unta. Sepuluh-sepuluhnya membawa harta benda. Tapi gadis-gadis Israel yang cantik-cantik begitu banyak. Jadi dia bilang, nggak tau Tuhan yang mana jodoh buat anak majikan saya, anak Abraham. Jadi dia ngomong begini: Tuhan begini ya, kalau ada yang saya tanya saya minta minum, terus dia kasih minum, lalu dia kasih minum lalu 10 unta juga dia kasih minum, dialah itu perempuan yang jadi jodoh.

Untuk saudara tahu, baru belum selesai bicara sudah lewat Ribka. Minta minum dong. Dikasih minum. Sudah kasih minum juga nggak tanya, saya juga nanti kasih minum unta-unta tuan. Kaget. Satu ekor unta kalau minum full, itu  200 liter, satu drum penuh, bisa jalan 40 hari 40 malam nggak minum lagi. 10 unta 10 drum. Berapa kali ... cuma buyung kecil Ribka musti naik turun karena masuk ke bawah mata airnya, dia naik ke atas untuk kasih 10 unta.  

Waktu saya di sekolah alkitab, tante Brodland bilang begini, cari jodoh lihat tangannya. Kalau laki-laki kepada wanita, wanita rasakan tangannya. Kalau tangannya lembut, itu banyak bedak. Kalau tangannya kasar, itu suka kerja. Kalau gadis tangannya kasar, itu suka kerja, suka cuci.

Ternyata yang dikatakan oleh Eliezer ini disediakan oleh Tuhan. Sudah disiapkan ada, saudara jangan takut, harus pasang iklan di koran Kompas belum ada jodoh, bagaimana Tuhan. Nggak usah, nggak usah genit. Tenang aja. Semuanya Tuhan sediakan. Kejadian

22:1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."
22:2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
22:3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.
22:4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.
22:5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."
22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"
22:8 Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
22:11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
22:12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

Bisa bilang haleluyah? Dalam bahasa asli, Tuhan menyediakan itu disebut Yehova Yireh. Pernah saudara pikir nggak di atas gunung bisa tiba-tiba ada domba. Domba itu di bawah, di padang rumput. Nggak ada orang membawa domba ke atas gunung. Di atas gunung dia mau korbankan anaknya tapi tiba-tiba ada domba sebagai ganti. Sampai Abraham bilang, aku kasih nama tempat ini Yehova Yireh. Bahasa Indonesia lama, Allah yang mengadakan. Bahasa Indonesia baru lebih tepat, Dia yang menyediakan.

Saudara mungkin bekerja di tempat yang secara pikiran saudara tidak mungkin saudara bisa dapat bisa lewat. Tapi ingat Yehova Yireh, Tuhan menyediakan! Saudara mungkin secara perekonomian sedang terdesak, sedang kepepet, sedang sukar, sedang sulit - tapi ingat, Tuhan menyediakan. Segalanya Tuhan bisa sediakan. Apa yang kita takutkan apa yang kita bimbang. Dulu aku muda, dulu saudara kecil, dulu saudarapun satu tahun, terus dua tahun sakit-sakitan dimandiin orang tua, nggak tahu bagaimana tapi lihat sampai sekarang Tuhan pelihara. Bukankah Dia itu baik - Dia menyediakan semua keperluan kita, Dia sediakan. Semuanya Dia sediakan. Sampai kepada penggantipun Dia sediakan.

Jangan pakai iman orang lain, jangan sandar sama manusia - sandar kepada Tuhan yang menyediakan segala sesuatu!   

Ingat anak terhilang? Dia pulang dengan takut-takut: Ya bapa, jangan panggil saya anak, anggap saja saya jadi pegawai, anggap jadikan saya tukang parkir asal saya bisa dapat makan. Bapanya nggak jawab: Ambil jubah! - berarti sudah disediakan. Anak belum pulang, dia sudah siapkan. Ambil jubah! - bukan bikin jubah, nggak. Ambil jubah. Sudah disediakan. Pakaikan kepada dia. Sudah setengah telanjang. Ambil kasut! - berarti sudah disediakan. Pakaikan kepada dia. Ambil cincin! Sudah disediakan cincin. Ambil anak lembu yang tambun, potong, kita bikin pesta. Sudah disiapkan di hatinya sang bapa untuk bikin pesta.

Datang kokonya marah-marah, nggak mau masuk rumah: Itu si dede, katanya begini begini begini, papa bikin pesta; dia sudah begini begini begini tapi aku rajin, aku u hau diam di rumah, aku tidak bisa ngambil anak kambing. Apa kata bapanya? Semua milikku milikmu, ini yang ada di rumah ini milikmu. 

Tapi pada sore hari ini, biar iman saudara dibangkitkan, segala sesuatu yang saudara perlu sudah disediakan oleh Tuhan. Mari kita berdiri bersama-sama.      

-- o -- 

Minggu sore, 10 Juli 2005

CARILAH PERKARA YANG DI ATAS                 

Injil Yohanes pasal yang pertama. Di sana kita mendapat satu ayat, yaitu ayatnya yang ke-35, 

1:35 Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.
1:36 Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"
1:37 Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.
1:38 Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?"

Saudara-saudara, pertanyaan dari Tuhan Yesus itu adalah: Apakah yang kamu cari? Untuk melihat lebih jelas, kita akan membaca Injil Yohanes  

20:15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?

Dalam Injil Yohanes pasal 1, Yesus bertanya kepada murid Yohanes: Apa yang kamu cari? Dalam Yohanes pasal 20, dia bertanya kepada Maria Magdalena: Siapa yang kamu cari? Nabi Amos pernah berkata bahwa di akhir zaman orang akan beredar-edar, dari utara ke selatan, dari timur ke barat, entah mencari apa. Orang akan beredar-edar.

Datang pertanyaan ini: Sebetulnya kita hidup ini untuk apa? Apa yang kita cari dalam hidup ini? Apa yang kita cari sebetulnya? Kita sudah sekolah, kita sudah lulus sekolah, kita sudah menikah, sudah punya anak, bahkan sudah punya cucu. Tapi pertanyaan ini selalu datang: Apa yang manusia sedang cari? Apa yang saudara sedang cari? Apa yang bapa dan ibu cari? Apa yang kaum muda dan remaja cari? Apa, siapa yang kita cari?

Pertama apa; kedua, siapa yang kita cari. Coba 2 kata ini saudara renungkan selama satu bulan. Apa yang saudara cari? Siapa yang saudara cari? Saudara yang sudah di atas enam puluh tahun, apa yang kita cari di dunia ini? Siapa yang kita cari? Apakah suatu benda abstrak atau bisa dipegang? Siapakah yang kita cari? Berulang-ulang saya bertanya ini sampai kita mengerti apa yang kita cari.

Sama seperti satu cerita bahwa orang itu penasaran dengan bawang merah, ada apa di dalam bawang ini kok berlapis-lapis. Maka dibukalah selapis demi selapis. Asal dibuka ada lagi, dibuka ada lagi. Sampai akhirnya lapisan yang terakhir, terkecil di dalam ... tidak ada apa-apa. Yang ada air mata yang keluar karena pedih matanya. Demikian juga kita kalau kita mencari jujur dengan hati kita sendiri. Jujur. Kita jujur dengan diri kita sendiri. Saya jujur terhadap diri saya sendiri.

Apa yang kita cari hidup di dalam dunia? Nol besar, tidak ada. Yang ada apa? Hanya air mata, menangis. Dengan kesulitan-kesulitan sehari-hari. Tidak ada sesuatu di dunia yang tidak ada akhirnya oleh air mata. Semua akhirnya air mata. Kita punya cucu lahir, wah senang, tertawa. Tapi ketika meninggal, air mata. Semua kehidupan di dunia akan mencapai akhir dengan air mata. Lambat atau cepat, air mata. Tetapi mari kita merenungkan firman Allah ini, apa yang kita cari dan siapa yang kita cari. Di dalam Yesaya pasal 55, di sana ada satu ayat yang indah sekali. Yesaya

55:6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! - Carilah Tuhan selama Ia dapat ditemui - Bahasa Inggris -; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat.                                                                        55:7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.

Carilah akan Tuhan, kata firman Tuhan. Ini obat, bukan hanya untuk orang Israel, bukan hanya untuk umat Tuhan, tapi untuk semua umat manusia. Sebetulnya kita hidup ini diperintahkan oleh Tuhan untuk mencari Dia. Adam dan Hawa diciptakan supaya tiap hari mencari wajah Tuhan, tiap hari bertemu dengan Tuhan, tiap hari bercengkrama, berbicara dengan Tuhan. Apa yang kita cari? Apa yang kamu cari? Firman Allah katakan, carilah Tuhan. Saudara ada di gereja, ini satu tanda saudara mencari Tuhan. Saudara datang di kebaktian ini satu tanda jiwa saudara, hati saudara sedang mencari Tuhan, mencari wajah-Nya.

Dan ayat di dalam Injil Yohanes berkata, siapa yang mencari Tuhan, tidak akan dikecewakan. Amin, saudara-saudara? Dia tidak akan kecewa. Itu sebabnya, carilah akan Tuhan. Cari dengan segenap hati. Di dalam Matius pasal 7, ayatnya yang terkenal, yaitu ayat 7, di sana dikatakan juga oleh Tuhan Yesus,

7:7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
7:8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

Saudara percaya ayat ini? Tetapi datang pertanyaan, masa kita dalam hidup nggak boleh cari uang? Siapa bilang? Boleh. Masa nggak boleh cari pendidikan? Boleh. Masa nggak boleh cari ketenaran? Boleh. Siapa yang bilang nggak boleh? Tetapi dalam Matius 6:33, Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Jadi kita punya prioritas. Memang hidup di dunia harus cari nafkah, mencari kerja dapat nafkah, untuk menghidupi diri sendiri, sudah menikah menghidupkan istri. Jangan istri yang kasih makan suami, suami yang kasih makan istri. Untuk menghidupkan anak dan menghidupi keluarga. Harus cari nafkah, itu alkitabiah. Orang yang bekerja, dia makan. Yang tidak bekerja, jangan dia makan, kata firman Allah. Harus cari, bekerja.

Tetapi Tuhan mau kita mempunya prioritas, yang mana diutamakan. Dia katakan dalam Matius 6:33, carilah dulu, utamakan dulu, nomor satukan dulu Kerajaan Allah, urusan-urusan rohani, urusan-urusan Tuhan, urusan doa, urusan firman, urusan kebaktian, urusan sembahyang, dahulukan dulu itu maka tetek bengek - apa yang kamu makan, apa yang kamu minum, apa yang kamu pakai, nafkahmu sehari-hari, itu Tuhan akan tambahkan sebagai bonus. Banyak orang cari uang dulu, cari bisnis dulu, cari kerjaan dulu, Tuhan ditinggalkan. Orang yang cari kerjaan, tidak akan dapat Tuhan. Tapi orang yang cari Tuhan, dia akan dapat Tuhan dan pekerjaan.

Prioritas saudara di mana dalam hidup saudara. Kalau saya tanya tadi, apa yang kita cari di dalam dunia? Kita tidak bisa jawab. Sampai murid-murid itu berkata, kami ingin tahu di mana Rabi tinggal? Basa-basi. Apa yang saudara cari? Siapa yang kita cari? Ada peribahasa bilang begini - saya yakin itu betul - di dalam hati manusia itu ada banyak kamar. Tiap kamar diisi dengan barang-barang yang kita suka. Ada kamar namanya hobi.

Saudara hobi bunga anggrek, saudara pelihara bunga anggrek. Kamar hobi saudara ini penuh. Saudara hobi perkutut - seperti saya - saudara pelihara perkutut. Maka, saudara punya kamar hobi itu penuh. Saudara ingin ke luar negeri, ingin jalan-jalan, kamar itu dipenuhi, saudara sudah bisa lihat luar negeri. Tidak semua bisa lihat luar negeri. Ayah saya ingin naik pesawat, tapi dia keburu meninggal. Ibu saya mau di bawa ke luar negeri, dia tidak mau. Paling jauh dia ke Bali.

Ada satu kamar yang tidak bisa diisi oleh apapun juga. Ada satu kamar di dalam hati kita yang tidak ada seorangpun, dan tidak ada satupun di dunia yang bisa mengisi kamar itu. Hanya Tuhan Yesus yang bisa isi. Dan saudara boleh jalan ke mana-mana. Saudara bisa tidur, bisa makan, bisa piknik,  senang-senang tapi itu kamar tetap kosong. Kalau kamar itu tetap kosong, semua arti kehidupan ini kosong. Saudara punya uang bermilyar-milyar, saudara punya rumah gedung, tanah luas, pabrik-pabrik saudara diberkati semua, saudara sudah bisa ekspor impor, dan sebagainya, uang saudara tidak terhitung banyaknya. Saudara ingin apa saja bisa. Tapi selama kamar itu belum diisi, saudara tidak akan merasa damai.

Sebaliknya, hidup saudara sederhana saja. Menurut I Timotius 6, asal ada makan, asal ada pakai, sudah cukup, sederhana saja. Tapi kamar itu diisi oleh Tuhan. Kamar itu sudah terisi. Lowongannya sudah ada Tuhan di hatinya. Saya mau kasih tahu, saudara-saudara akan menikmati hidup yang sebenarnya karena Tuhan di dalam hati adalah makna kehidupan waktu kita hidup di dunia ini. Bisa bilang amin, saudara-saudara? Apa yang saudara cari? Siapa yang saudara cari? Di dalam Filipi 

2:20 Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu;
2:21 sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus

Mungkin ini agak kurang tepat salinannya, mustinya begini bunyinya: Karena semua mencari kepentingannya sendiri, bukan hal-hal yang dari Tuhan Yesus Kristus. Jadi kita ini, orang Filipi ini, sibuk dengan kepentingannya sendiri, sibuk dengan bisnis, sibuk dengan duit, sibuk dengan pekerjaan. Tidak menyibukkan diri dengan hal-hal yang dari Tuhan. Saya terharu waktu hari sabtu, ada beberapa remaja, kaum muda, kumpul di gereja dari pagi sampai sore, hanya berbakti, hanya mendengar firman Allah. Kalau tidak salah tiga session dengar firman Allah, sampai ditutup jam lima dengan bedston. Ini remaja lho, saudara.

Ini pemuda yang bisa piknik, yang bisa jalan-jalan, tetapi mereka justru duduk di kebaktian, mencari wajah Tuhan. Saya terharu karena zaman sekarang susah cari anak muda mencari Tuhan. Mereka senang dengan hura-hura, mereka senang dengan dunia, mereka senang dengan perkara-perkara yang menarik mata. Hanya sedikit, segelintir orang, yang memakai hidupnya, memakai liburannya mencari Tuhan.

Malam sebelumnya, hari rabu malam, ada enam ratus orang kaum muda se Jawa dan Bali berkumpul di Hotel Setia. Waktu saya bawa firman Tuhan di sana, saya lihat dari remaja - yang masih dua belas tahun - sampai yang berusia dua puluh lima tahun, mengisi liburannya dengan berkumpul selama tiga hari hanya dengar firman Allah, belajar sabda Tuhan. Itu yang disebut hal-hal yang dari Tuhan.

Itu yang disebut hal-hal yang dari Tuhan Yesus. Kalau ada dua barang, saudara, ada dua barang. Kita tanya sama penjualnya, mana lebih baik dibeli, barang A atau barang B? Bapa kalau beli barang A, tiap waktu bapa bisa, modelnya banyak, ribuan di dunia. Tapi barang B, pak, cuma ada segelintir di dunia. Bapa kalau beli ini, bapa termasuk yang segelintir orang itu.

Teringat saya kepada perkatan Tuhan Yesus, jalan masuk ke surga itu jalannya sempit. Hanya sedikit yang masuk. Sedangkan jalan menuju kebinasaan itu jalan lebar. Dan dikatakan, banyak orang masuk ke jalan itu.

Orang senang jalan lebar, orang tidak mau ada beban, orang senang bebas, orang tidak mau dikekang. Itu manusia. Sampai Hawapun maunya bebas. Tidak mau dikekang oleh firman Allah. Akibatnya adalah maut. Akibatnya  kematian. Saya sekolah alkitab tahun 68. Mengajar mulai tahun 73 di sekolah alkitab. Sampai saya punya sekolah alkitab sendiri tahun 88. Saya sudah tahu karakternya siswa-siswi. Maunya tidak mau diatur, maunya bawa karep sendiri, bawa kemauan sendiri. Manusiawi. Semuanya sibuk dengan perkara masing-masing bukan perkara-perkara yang dari Kristus, bukan hal-hal yang dari Tuhan, bukan perkara-perkara yang datang dari Tuhan. Sedangkan dalam Kolose pasal 3, di sana dikatakan dengan jelas oleh Rasul Paulus.

3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Cari dulu perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Coba cepat-cepat kita membuka Kejadian

1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi

Mari saudara lihat ke depan. Pada mulanya Tuhan menciptakan langit - yang di atas, dan di bumi. Langit dalam bahasa Ibrani dipakai kata syemayim yang artinya tak terbatas. Bumi, erets, yang terbatas. Saudara keliling-keliling dunia, terbatas, nggak bisa ke bulan juga, nggak bisa ke Mars. Jalan-jalan keliling dunia saja, sudah bangga kita. Terbatas kita di dunia ini.

Tapi kata Tuhan, cari dulu perkara yang di atas, yang tidak terbatas. Kita kadang-kadang kaya pungguk yang merindukan bulan. Kita memikirkan yang besar itu tapi ... kecil terus. Kita ngotok ngowok di situ. Tuhan bilang, jangan pikir yang di bumi, pikir yang di atas, syemayim, yang tidak terbatas.

Tapi kita tergoda untuk mikir yang sementara. Mikir yang cuma 70, 80 tahun kalau kita panjang umur. Masa kita terbatas memikirkan perkara-perkara yang cuma 70, 80 tahun, yang 90 tahun, yang nanti kita tua. Coba cari perkara-perkara yang di atas, yang langit. Tuhan menciptakan yang pertama langit, yang tidak terbatas dulu. Dia bikin kita di bumi yang terbatas.

Tapi mari kita belajar, mencari hal-hal yang tidak terbatas. Dalam Matius pasal 6, Tuhan Yesus mengajar berdoa. Luar biasa Dia mengajar berdoa. Matius

6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga. - Kata di sorga ini sama dengan kata langit dalam Kejadian 1, heaven - Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Tuhan, jadilah kehendak-Mu di bumi yang terbatas ini seperti di sorga yang tidak terbatas. Sedangkan kita hidup terbalik. Kita cari yang terbatas terus tiap hari. Kita cari ini terus, sibuk keluar keringat, cape, sakit badan diurut, dipijat, ini yang terbatas. Sedangkan yang tidak terbatas, seminggu sekali. Kalau ada waktu, kalau eng-eng, kalau lagi mau, kalau lagi leumpeung (lurus) pikiran, cari yang tidak terbatas. Bodoh, saudara, orang mencari yang tiga juta, ditinggalkan tawaran yang tiga milyar. Bodoh. Itu tiga milyar, ditawarin baik pekerjaan tiga milyar punya, ah kita mah yang tiga juta saja.

Kenapa kita hanya ngotok ngowok dengan yang terbatas sedangkan yang tidak terbatas, terus membuka tangannya menanti kita. Lihat waktu Tuhan Yesus lahir. Dia kasih tahu kepada orang-orang Majus melalui bintang. Bukan pohon singkong, bukan unta. Tapi di atas ... melalui bintang. Itu bintang jalan. Itu orang Majus bisa tahu, itu bintang artinya satu raja Yahudi yang baru sudah lahir. Lihat gembala-gembala. Datang malaikat ... dari langit, dari surga.

Lihat Yusuf. Mau ceraikan Maria, dikasih mimpi oleh malaikat. Malaikat datang. Lihat Maria. Datang Gabriel, orang, pribadi yang dari atas datang.

Kenapa kita tidak cari yang di atas? Kenapa kita tidak minta? Kenapa tidak mencari pribadi yang datang dari atas? Carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada. Dan nanti saudara tidak akan menyesal. Saudara akan menikmati hidup yang sebenarnya. Cari perkara-perkara yang di atas. Yakobus pasal 1, di sana kita membaca satu ayat yang indah sekali. Ini adalah berkat bagi saudara. Ayatnya yang ke 16,

1:16 Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!
1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.
 
Kenapa ayat 16 bilang, jangan sesat? Karena banyak orang menganggap kalau dia sakit, itu penyakit dianggap datang dari Tuhan. Kalau dia dagang rugi, dia anggap kerugian ini gara-gara Tuhan. Kalau anaknya sakit, nggak sembuh-sembuh, itu dia bilang dari Tuhan. Tuhan nggak mungkin kasih yang jelek sama saudara. Dikatakan, setiap pemberian yang baik. Apa sih, pak pendeta, kalau pemberian yang baik? Saya kasih ilustrasi ya. Saudara ingin motor dapat motor, pemberian yang baik. Ingin menikah, dapat suami atau dapat istri, itu pemberian yang baik. Sudah menikah dapat anak, itu pemberian yang baik.

Bibilintik, kumpul-kumpul uang kerja di kantor, kerja di bank uang dikumpul-kumpul suami istri, bisa beli rumah, itu pemberian yang baik.

Kalau pemberian yang sempurna, cuma satu - Tuhan Yesus! Semua pemberian yang baik dan yang sempurna datangnya dari atas. Bapa mana yang anaknya minta roti, kamu kasih batu. Yang anaknya minta ikan, kamu kasih ular. Yang anaknya minta telur, kamu kasih kalajengking. Nggak ada. Kalau kamu, katanya, yang jahat - itu Yesus bilang - bisa kasih yang baik sama anakmu, masa Bapamu yang di surga tidak akan memberikan pemberian yang baik kepada saudara? Jadi ingat, kalau ada kesulitan itu bukan dari Tuhan.

Kalau saudara naik sepeda motor melawan arus, terus kecelakaan, saudara nggak bisa bilang saya kena kecelakaan karena dicobai oleh Tuhan. Saudara salah sendiri. Kalau saudara mau mati karena makan narkoba, makan pil. Saya ada pesan saudara, untuk saudara-saudara, orang tua, jaga. dan anak-anak remaja, jaga. Kenapa ini narkoba begitu merambah di Indonesia sampai ke desa-desa? Ternyata orang jahat itu begitu jahat. Satu anak, umpamanya, dia tahu ini anak orang kaya, dia culik, saudara. Dia culik, disuntik dengan obat itu. Ketagihan. Kalau ketagihan, sudah, kiamat. Kalau orang sudah ketagihan, apa dirinya dijual, televisi, semua dijual, sampai dia nodong hanya untuk beli narkotik.

Ini cara mereka, saudara. Jadi polisi harus sekarang mematahkan ini. Puji Tuhan ada kepala polisi baru. Dia anti narkoba dan anti judi. Narkoba ini harus diputus dari kepalanya. Ini yang susah karena yang kelihatan itu guritanya kakinya saja, kepala guritanya nggak ketahuan siapa. Karena bisnis ini sangat menguntungkan. Dengan modal 8.000 satu pil, dia bisa jual 100.000. Bisnis apa lagi? Kalau satu hari dia bisa jual 10 pil, sudah satu juta. Tapi taruhannya nyawa saudara hilang.  

Perkara yang baik, sesuatu yang baik, kesehatan, damai sejahtera, ketenangan pikiran, damai, persatuan, kasih sayang, saling memaafkan - itu dari Tuhan. Tapi kebodohan, kekerasan hati, kebandelan, itu bukan Dia. Yakobus 3. Dalam Yakobus 3, kita membaca juga ayat ke 17,

3:17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.

Ini yang paling sulit buat saya sebagai gembala, tidak boleh memihak. Kalau ada jemaat ribut dengan jemaat lain, saya musti di tengah. Kuping saya dua, musti dengar dari sebelah, musti dengar dari sebelah. Nggak boleh pilih kasih. Saya musti memperlakukan semua jemaat sama, tidak memihak dan tidak munafik. Saya senang orang yang blak-blakan, nggak klemar-klemer kalau ketemu saya. Tapi di belakang-belakang nggak enak. Saya senang yang blak-blakan, ya, ya, tidak, tidak.

Apa yang saudara cari? Apa yang saudara cari di dalam dunia ini? Sudah dapatkah yang saudara cari? Sebetulnya yang saudara cari itu adalah damai sejahtera adalah Kristus. Tetapi hikmat yang dari atas, hal-hal yang dari atas datangnya dari kasih sayang Tuhan, kasihnya Allah kepada kita sekalian.

Saya mau tutup sebagai bahan perbandingan, yaitu Roma pasal 3, sebagai penutup. Roma

3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.
3:11 Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah.

Hari ini ayat ini sudah kita bisa patahkan karena saudara sedang mencari Tuhan. Jutaan milyar manusia di dunia sekarang mencari Tuhan, kembali kepada Tuhan. Gereja-gereja di Eropa yang sudah kosong sekarang diisi kembali. Orang kembali mencari Tuhan. Dan saya harap saudara tetap mencari Dia karena barangsiapa yang mencari Tuhan tidak akan dipermalukan. Haleluyah. Kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Minggu, 24 Juli 2005

MENYINGKIR                 

Selamat sore, selamat berbakti, bertemu lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Mari kita melihat satu ayat dalam firman Allah. Kita melihat Lukas

9:10 Sekembalinya rasul-rasul itu menceriterakan kepada Yesus apa yang telah mereka kerjakan. Lalu Yesus membawa mereka dan menyingkir ke sebuah kota yang bernama Betsaida, sehingga hanya mereka saja bersama Dia.
9:11 Akan tetapi orang banyak mengetahuinya, lalu mengikuti Dia. Ia menerima mereka dan berkata-kata kepada mereka tentang Kerajaan Allah dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.

Di dalam ayat ke 10 dikatakan, sekembalinya rasul-rasul. Dalam bahasa Yunani kata sekembalinya artinya mereka kembali dengan satu laporan. Kenapa mereka kembali? Karena Injil Lukas pasal 9:2, Yesus mengutus mereka. Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang. Jadi saudara, setelah mereka mengerjakan perintah Yesus, mereka kembali.  Kita buka Lukas 10:17, di sana dikatakan,

10:17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."

Jadi setelah diperintah, diutus - Lukas 9:2 - mereka kembali, ayatnya yang ke 10. Lalu
pada kali yang berikut, mereka diutus lagi,  Lukas 10:17, mereka kembali lagi. Persis seperti kita main kasti dulu waktu di SD. Lari untuk kembali, memukul bola untuk kembali. Sama seperti kita kebaktian hari minggu ini. Dari senin sampai hari sabtu kita berniaga, kita berusaha, kita sekolah, kita masuk dalam pendidikan, kita berencana, kita bekerja, kita berkarya. Hari minggu kita kembali, hari minggu kita bersama-sama kembali keluarga dalam Tuhan. Di dalam Tuhan ada kedamaian. Besok kita mulai lagi, berkarya lagi, sekolah lagi, bekerja lagi, banting tulang lagi mencari nafkah, berniaga. Nanti sampai hari minggu kita kembali lagi. Kurang lebih seperti itu.

Sekembalinya rasul-rasul ini, ia menceritakan kepada Yesus. Kata menceritakan datang dari bahasa Yunani, yang artinya bercerita tentang apa yang sudah mereka jalankan, apa yang sudah mereka kerjakan. Kebanyakan kita suka bersaksi dari hal yang kita tidak kerjakan. Itu sebabnya, saudara-saudaraku, setelah kita kembali kebaktian kepada kebaktian, kita harus punya cerita, kita harus punya kisah dengan Tuhan. Kita harus punya pengalaman dengan Kristus. Apa yang Tuhan sudah perbuat, dan apa yang kita sudah kerjakan. Apa yang sudah kita kerjakan? Apa yang sudah kita perbuat?

Kemarin saya  bicara di kelas dua sekolah alkitab. Saya katakan, coba kamu menulis surat kepada Tuhan Yesus. Aneh kedengarannya. Tulis di kertas. Boleh satu lembar, boleh dua lembar. Bilang terima kasih sama Tuhan, apa yang engkau sudah dapat dari Tuhan, apa yang kalian sudah alami dari Tuhan, apa yang Tuhan sudah beri, apa yang engkau rasa Tuhan sangat baik. Mungkin engkau sudah disembuhkan. Mungkin engkau sudah dapat pertolongan. Banyak macam. Tulis, tulis. Dan kalau kamu sudah tidak ingat lagi semua kebaikan Tuhan, tanda tangani, masukan di amplop, taruh di alkitab.

Kalau nanti pada hari-hari di mana kalian mengalami kesusahan, mengalami kepahitan, mengalami kesukaran, coba buka itu surat dan baca sekali lagi. Kamu akan menangis karena betapa banyaknya berkat Tuhan yang sudah diberikan kepada kita. Ada haleluyah, saudara? Tiap minggu sebetulnya kita harus angkat tangan, berjubel-jubel untuk bersaksi, menceritakan.

Ada dua macam kristen, satu kristen bisu, satu kristen bicara. Kristen bisu itu bukan gagu, nggak bisa ngomong; dia bisa ngomong, tapi  nggak mau ngomong. Yang kedua kristen bicara, dia suka menceritakan apa yang Tuhan berikan kepada dia, apa yang Tuhan kerjakan, apa yang dia sudah kerjakan bagi Tuhan. Itu kristen yang suka berbicara mengenai apa yang Tuhan kerjakan di dalam kehidupannya.

Saudara-saudara, tapi satu kali saya KKR di Surabaya dan panitianya memberikan tiket bisnis class. Duduk disamping saya ada satu gadis yang cantik, rambutnya panjang, pakai rok mini. Tetapi ketika pesawat sudah ada di angkasa, ketika tali pelebar sudah boleh dilepaskan, ini gadis lari-lari. Ibunya tarik dia, dudukan lagi. Eh dia lari lagi, ibunya tarik lagi. Saya tahu dia tidak bisa bicara, dia gagu. Wajah cantik, rambut panjang, badan tinggi, rok mini, tapi nggak bisa ngomong. Saya yakin, saudara-saudara, pemuda-pemuda bingung kalau dia pacaran sama gadis yang nggak bisa ngomong.

Nah, pemuda ini namanya Yesus. Gadis itu namanya gereja. Kalau gereja nggak bisa ngomong, nggak bisa bersaksi. Saudara-saudara nggak bisa bicara, gagu. Saya rasa nggak ada pemuda, ah biar gagu asal cantik. Nggak bisa. Tapi puji Tuhan, murid-murid ini bercerita kepada Yesus, apa yang telah mereka kerjakan.

Ayat berikutnya, lalu Yesus membawa mereka dan menyingkir. Yesus membawa mereka dan menyingkir. Kata menyingkir adalah bahasa perjanjian baru. Saudara-saudara, Yesus membawa mereka menyingkir. Di dalam bahasa Inggris, He took them and went aside privately ... Ia membawa mereka ke samping, ke sisi secara private, secara pribadi.

Siapa di antara saudara yang punya anak lemah pelajaran matematikanya? Panggil guru matematika. Bapa guru atau ibu guru, tolong kasih les private sama anak saya. Seminggu dua kali atau seminggu tiga kali. Lalu apa terjadi, supaya apa? Supaya anak saya bisa mempunyai pengetahuan yang baik, supaya ilmu pengetahuannya bertambah, supaya dia mampu mengatasi persoalan matematika. Dikasihlah les privat.

Tahu nggak saudara-saudara, bahwa di gereja ini kita tidak dapat banyak. Kita dapat banyak waktu saudara les private. Dimana les private itu? Waktu saudara berdoa. Waktu saudara berdoa itu saudara privat, privasi, pribadi, antara saya dengan Tuhan, antara saudara dengan Tuhan. Nggak ada yang lain.

Kalau di mimbar kita bisa pakai topeng. Lagi sakit, kita senyum-senyum, supaya kita nggak kelihatan sakit. Sudah cape, kita kuat-kuatin, supaya kelihatan jemaat supaya senang pendetanya nggak kelihatan cape. Saudara lagi susah, saudara nyanyi. Kita bisa pakai topeng. Tapi siapa bisa pakai topeng waktu berdoa? Waktu berdoa, kita terbuka di hadapan Tuhan. Waktu kita privat dengan Tuhan, empat mata dengan Tuhan, makanya dalam Yesaya 1:18, ayo, katanya Tuhan, sekarang kita berhukum bersama, antara Aku dengan kamu secara pribadi.

Pernah Ayub, dia membanggakan diri atas kebenarannya. Apa salah saya sampai saya dihukum? Apa keliru saya? Saya nggak pernah merampas domba orang. Saya nggak pernah bikin susah orang. Kenapa Tuhan cobai saya seperti ini? Akhirnya Tuhan marah. Tuhan berbicara sama Ayub: Ayo, kamu sekarang berhadapan dengan Aku, pribadi dengan Aku. Siapa yang kasih makan buaya? Siapa yang kasih makan burung? Siapa yang mengatur bintang aljabar, bintang timur? Siapa yang mengatur perputaran bumi? Siapa yang mengatur hujan, kemarau? Siapa yang mengatur? Langsung Ayub bilang, ampun Tuhan, ampun Tuhan, jawaban saya terlalu bodoh. Ketika kita privat dengan Tuhan, tidak ada satupun yang bisa kita banggakan.

Dibawalah, saudaraku, Dia privat, menyingkir ke sebuah kota yang bernama Betsaida. Tapi ini ayat agak kurang tepat. Memang Betsaida itu bukan Betesda. Betesda lain lagi. Betsaida itu memang satu kota. Tapi Yesus bagaimana mau kasih privat di kota? Kalau dalam bahasa Inggris dikatakan, He went aside privately into a deserted place, kepada satu tempat padang belantara, padang gurun yang sepi, yang - belonging to the city of Bethsaida,  itu daerah yang sepi tadi, daerah padang gurun tadi masih daerah Betsaida. Makanya kalau saudara lagi family camp, lagi youth camp, lagi ada seminar, biasanya di tempat-tempat yang dingin, yang di luar kota besar.

Demikian juga Yesus, Dia membawa murid-murid-Nya ke kampung, ke desa, ke tempat yang sepi, tapi masih daerah Betsaida. Apa arti Betsaida? Betsaida artinya tempat menangkap ikan. Betsaida artinya the fishing house ... rumah, tempat menangkap ikan. Dan saudara-saudaraku, walaupun di desa, walapun di tempat yang sepi tapi masih daerah tempat penangkapan ikan. Demikianlah Yesus membawa ke satu tempat yang sepi tapi masih daerah tempat penangkapan ikan. Ikan dalam bahasa alkitab artinya dua, yaitu yang pertama adalah berkat secara materi, yang kedua adalah jiwa-jiwa.

Saudara-saudara, saya lagi pikir, apa kita sudah ada waktunya ini sekarang membuat rayon, semacam rayon, kebaktian rayon. Tapi nggak tahu siapa yang mau pakai rumahnya untuk diadakan kebaktian rayon. Sehingga ada hari rabu kita ada PA di sini, mungkin ada hari kamis atau hari jumat kebaktian rayon. Rayon A, dari sebelah jalan Sukabumi ke sana sampai ke Sasak, kumpulnya, kebaktiannya di mana, di rumah siapa. Rayon B, Salakopi dan sekitarnya sampai dekat sekolah alkitab, di mana kebaktiannya. Rayon C, bagian Kaler, sama siapa, siapa, siapa, itu kumpul di rumah siapa. Kebaktiannya rutin, apakah dua minggu sekali, apakah tiga minggu sekali, tapi kebaktian rayon. Untuk nangkap ikan ini, untuk nangkap jiwa-jiwa.

Jangan tangkap anggota gereja lain, jangan. Itu namanya pindahin ikan dari akuarium. Tapi kita sedang menangkap ikan dari laut lepas, yaitu menangkap jiwa-jiwa yang belum kenal kepada Tuhan. Ikan-ikan itu terlalu banyak. Saya ingin meninggalkan legacy, saya ingin meninggalkan warisan. Awondatu boleh meninggal tapi legacynya, peninggalannya harus diteruskan: sekolah alkitabnya harus diteruskan, Yayasan Kabar Baiknya harus diteruskan. Sekolah Tingginya harus diteruskan. Gereja ini harus bisa dibongkar, pindah tempat gereja yang lebih besar. Karena jiwa-jiwa di akhir zaman nanti akan seperti bendungan pecah.

Tuhan sudah latih, membawa kita ke tempat yang sepi, desert to place, tempat yang tidak enak. Padang gurun selalu bicara dari hal yang tidak enak, menyingkir ke tempat hal yang tidak enak. Tapi kita akan lihat lebih dahulu Matius 

2:13 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia."
2:14 Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,

Ada haleluyah, saudara? Menyingkir ke Mesir. Matius 

10:23 Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.

Menyingkir. Menyingkir itu bukan pengecut, kalau disuruh Tuhan. Menyingkir. Tadi pagi kebaktian di Karawang, ada satu ibu gembala bersaksi. Dia ibu gembala dari gereja Bantar Gebang, di daerah Cirebon. Gerejanya dibakar sama massa. Dia keluar dari gereja hanya pakai baju tidur, suami digebuk in, dia dipukuli juga. Tapi heran, Tuhan bela. Ada satu pendeta senior berkata, saya nggak percaya di sini bisa gereja Pantekosta dibangun kembali. Tapi ternyata mereka masih bisa kebaktian sampai sekarang. Walaupun dibikin di ruko, tidak pakai merk gereja pantekosta tapi umat Tuhan bisa bikin. Menyingkir.

Orang-orang Ambon dulu, mereka menyingkir ke Manado. Emas mereka ketinggalan. Orang Ambon, orang Tionghoa-tionghoa Ambon, pengusaha Ambon tidak pernah taruh emas dan uang di bank. Mereka taruh di bawah bantal. Dan apa terjadi? Ketika ada kesukaran, kesulitan, uangnya, emasnya terbawa dengan api dibakar. Mereka menyingkir ke Manado dengan pakaian di badan. Tapi kalau saudara sekarang ke Manado, saudara akan bingung. Melihat ruko-ruko yang mahal-mahal, 700, 800 juta itu yang beli adalah pengungsi-pengungsi dari Ambon. Dimanapun mereka berada, Tuhan selalu memberkati.

Di manapun saudara berada, di tempat yang deserted place, Tuhan akan selalu memberkati. Menyingkir, menyingkir. Kita buka dalam Wahyu pasalnya yang ke 12. Dalam kitab Wahyu pasalnya yang 12, di sana kita membaca satu cerita yang indah sekali. Ayatnya yang ke 1,

12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
12:5 Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. - Menyingkir -
12:6 Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

Menyingkir, saudara-saudara. Anak-Nya disingkirkan ke Arasy Allah. Perempuan ini gereja. Perempuannya gereja itu menyingkir ke padang gurun, deserted place lagi. Tempat padang gurun itu tempat kita menyingkir. Menyingkir. Ada sepasang di alkitab itu, bapa sama anak raja, yaitu Daud dan Salomo. Daud raja, Salomo raja. Bapanya raja, anaknya raja. Daud berkata dalam Mazmur

1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
 
Menyingkir, jangan berjalan di situ, jangan berdiri di situ, jangan duduk di situ, menyingkir. Sudah tahu ini daerah narkoba, menyingkir. Sudah tahu itu anak suka bawa buku-buku porno, tinggalkan, menyingkir. Sudah tahu kelemahan kita, saudara sudah tidak merokok tapi saudara tahu kelemahan saudara merokok, jauh dari asap rokok, menyingkir. Sudah tahu ini daerah-daerah ganja, jangan dekat-dekat. Sudah tahu ini daerah pelacuran, jangan dekat-dekat, menyingkir.

Ada satu gereja di Lampung di borgol polisi saudara, siang hari suadara. Ada 30 orang termasuk pendeta ini ke kantor polisi, lewat jemaat. Oom kenapa oom? Ceritanya panjang. Di kantor polisi jemaat datang. Ternyata itu pendeta lagi jalan di terminal dia lewat ada orang merubung-rubung orang lagi judi. Nggak ada kerjaan ini pendeta lihat main domino. Nggak tahu di belakangnya udah banyak polisi. 20 orang. Kenapa pendeta di sini, nggak bisa, Padahal dia nggak main judi, cuma nonton.                                          

Hari ini Inggris dikecam, karena dia menembak satu anak muda, orang Brasilia yang tidak ada salah. Sepuluh peluru di kepala. Anak itu tidak salah. Dia sudah sepuluh tahun di Inggris. Dia anak baik, dia kerja baik. Tapi gara-gara dia lari saja, ada polisi dia lari, dicurigai, langsung ditembak, dikiranya teroris. Ketika dilihat, dia orang Brasilia, anak baik. Kenapa? Kebawa-bawa. Ada di daerah yang dia seharusnya tidak ada, di daerah stasiun yang baru meledak bom. Menyingkir. Menyingkir dari yang jahat, jauhkan diri  dari yang jahat, larikan diri.

Ingat Yusuf? Yusuf digoda sama tante girang. Namanya tante Potifar. Yusuf, dia lari, dia lompat jendela. Tidak semua orang yang lompat jendela jahat, saudara. Ada orang lompat jendela karena mau maling, karena dia baru maling. Tapi Yusuf lompat jendela karena melepaskan diri dari segala ikatan yang tidak baik. Dan dia bisa, sanggup melepaskan diri, dia melarikan diri. Walaupun dia difitnah, akhirnya dipenjara, dia lebih baik di penjara dari pada dia bersalah kepada Tuhan. Ini u hauw, bagus. Dia menyingkir dari hal yang jahat.

Ada satu ayat dalam Amsal, orang yang bijak, ketika melihat sesuatu yang jahat, dia menjauhkan diri. Tapi orang yang bodoh, dia terus, dan akhirnya terperosok ke dalamnya. Saya harap, semua kita menjadi orang yang bijak. Kembali kepada Lukas  9, saudara-saudara, kita membaca ayat 11, Akan tetapi orang banyak mengetahuinya.

Kita ketemu istilah kata orang banyak. Orang banyak dan banyak orang serta kebanyakan orang, orang kebanyakan, itu empat arti yang berbeda. Orang banyak dan banyak orang ... lain, saudara. Kebanyakan orang dan orang kebanyakan lain. Orang banyak ini, berapa sih yang disebut orang banyak? Kalau buat saya, jemaat segini saja sudah banyak. Sudah banyak. Banyak pendeta yang akan ngiler kalau lihat jemaat di Cianjur. Wuih, brur Yoyo punya jemaat. Saya bilang, ini baru yang sore, yang pagi lain lagi. Sebab kadang-kadang, suami pagi, istri sore; istri pagi, suami sore. Tetapi orang banyak di sini, berapa? Kalau saudara baca terus, terus, terus, ternyata lebih dari lima ribu orang.

Menurut Pendeta Cho Yong Gie, lima ribu ini masih baru lelaki yang dihitung, belum istri, belum anak-anak. Kurang lebih lima belas ribu orang yang ikut Yesus. Ada banyak orang kristen iring Yesus setengah jalan. Ada banyak pemuda pemudi, waktu kaum muda dia masih ikut kaum muda, setelah dia ke Bandung, dia sekolah, dia bergaul, dia terhilang dalam pergaulan, dia tidak iring Yesus lagi. Saudara boleh pindah kota, tapi di mana saudara tinggal, jangan tinggalkan kebaktian, jangan tinggalkan Tuhan Yesus karena hanya Yesus satu-satunya yang sanggup menolong saudara dari segala kehidupan di dalam dunia ini.

Banyak orang seperempat jalan. Banyak orang setia sampai kawin. Kawin minta di gereja. Dibaptis, ikut dibaptis. Nangis di tempat baptisan. Nangis, sebab mau kawin. Tapi begitu sudah kawin, satu minggu, dua minggu, masih kelihatan. Sampai melahirkan anak, penyerahan anak, masih kelihatan. Lalu honeymoon, udah honeymoon halimun dan terbawa angin. Biasanya balik lagi kalau sudah benjol.

Kalau suami istri ke gereja sama-sama, berkat teh gampang, rezeki itu enteng. Setia sama Tuhan. Saya sudah jadi saksi hidup, orang yang dulu setia dari sekolah minggu kepada kaum muda, dia setia terus. Terus setia, setia, itu hidupnya itu nggak susah, hidupnya itu nggak sulit. Istilah saya gekbrong, di mana dia gek ... duduk, selalu ada yang ngeborong. Anak Tuhan juga, kalau kita ikut Yesus, jadi anak Tuhan gekbrong, di mana dia ngabegeg, di situ ada yang ngagembrong. Haleluyah, puji Tuhan.

Saudara mau jadi gekbrong? Digembrong laler mah ulah ... dikerubungi lalat sih jangan. Tapi kalau digembrong ... dikerubungi berkat, digembrong sama kangtaw. Di mana saudara berada, di Pasir Hayam, apakah di Pasir Gede, apa di Pasir Laut, pokoknya di mana saudara ada, Tuhan selalu memberkati saudara. Haleluyah. Akan tetapi orang banyak mengetahuinya lalu mengikuti Dia.

Berapa lama saudara mau mengikuti Yesus? Setialah sampai mati. Saya bangga sama ayah dan ibu saya, karena dalam keadaan susah sebetulnya, mereka setia sampai mereka mati. Setia sampai mereka mati. Saudara, apakah kira-kira saudara masih ikut Yesus kalau sudah ada kangtaw?

Aduh oom, saya ikut Yesus kok susah bener, susah. Lalu dari agama lain menawarkan, saya kasih modal go cap tiauw, nggak usah pakai bunga, nggak usah dikembalikan, pindah agama saja. Apa kira-kira saudara masih mampu menahan godaan itu? Pemuda-pemuda, geuslah kawin sama anak anak ini. Sana ke rumah sakit, disunat. Nanti dikasih sawah beberapa kotak. Tinggalkan agamamu. Apa saudara masih tahan? 

Ada satu pendeta di Irian, sekarang dia sudah jadi haji karena disogok enam puluh juta, istri ditambah tiga, langsung naik haji ke Mekkah. Apa masih kuat kita? Apa kita masih mau mengikuti Yesus? Tapi kira-kira masih mampu nggak kita bertahan? Banyak gadis-gadis, bintang film sinetron, pindah agama, karena calon suaminya adalah punya kedudukan. Dipiara jadi istri yang ketujuh belas juga nggak apa-apa, asal punya uang banyak, asal turun naik Mercy.

Apakah kita masih bisa setia sampai akhir? Itu soal lain. Tetapi lihat orang-orang yang lima ribu orang ini kurang makan. Tiga hari nggak makan. Tapi mereka tetap mengikuti Yesus. Sampai sekarang saya masih banggakan satu murid saya, bukan bangga ya, kagum gitu, yaitu saudara Lewi Katiandago. Karena saya waktu di sekolah alkitab paling keras sama dia. Saya bikin keras didik sama dia.

Tetapi waktu saya dengar dia punya papa, dia punya mama, dua kakak laki, dua kakak perempuan, sama keponakan, enam, dibantai di Ambon. Dia kasih kesaksian sama saya. Ayahnya itu ditanya dulu, mau tetap di kristen atau pindah kepada kami? Kalau pindah kepada kami, aman kamu sekeluarga; kalau tetap di kristen kami bunuh sekarang. Bapanya jawab begini: lebih baik kami mati di dalam Tuhan dari pada kami menyangkal Kristus.   

Apa saudara masih mampu mengikut Yesus terus? Saya harap, Allah Roh Kudus akan mengkuatkan kita. Supaya kita mampu. Karena bukan oleh kuat, bukan oleh gagah. Kita bisa setia hanya oleh anugrah Tuhan.

Berikutnya, Ia menerima mereka. Yesus tidak pernah lemas, Yesus tidak pernah lelah, Yesus tidak pernah tidak mau, Dia selalu mau menerima kita. Itu sebabnya kita mesti kagum kepada Tuhan Yesus, saudara-saudara.

Apapun persoalan saudara, apapun airmata saudara, apapun ketakutan, kebimbangan saudara, datang sama Yesus. Dia pasti menerima saudara. Walaupun Dia sedang memberikan les private kepada murid-Nya tetapi tetap Dia mau menerima.

Berikutnya kita belajar, Ia berkata-kata kepada mereka tentang Kerajaan Allah. Dia berkata-kata kepada mereka tentang Kerajaan Allah. Ada yang tanya sama saya, apa sih Kerajaan Allah itu, oom? Apa Kerajaan Allah itu artinya surga? Bukan. Kerajaan Surga, Kerajaan Allah itu bukan artinya surga. Boleh saya kasih istilah pendek. Kerajaan Allah itu falsafah hidupnya orang kristen.

Dulu di Tiongkok ada DR Sun Yat Sen. Dia memperkenalkan falsafah hidup Tiongkok, San Min Cu I, tiga dalam satu. Dia gali itu dari pelajaran kristen. Bung Karno menggali falsafah hidup orang Indonesia, Pancasila. Diperas menjadi Trisila. Trisila diperas lagi jadi Gotong-royong. Itu falsafah hidup kita. Nah, Alkitab juga punya falsafah hidup, yaitu Kerajaan Allah. Sebelum saya terangkan, apa itu falsafah hidupnya orang kristen. Kita buka dulu Matius

3:2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"

Dikatakan, bertobatlah karena Kerajaan Allah sudah dekat. Kerajaan Allah sudah dekat. Matius  

4:17 Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"

Di dalam Matius pasal 10, apa yang terjadi di sana? Bahwa murid-murid Yesus diutus oleh Tuhan Yesus untuk pergi ke mana-mana. Dan apa yang terjadi? Kalau kita membaca ayatnya yang ke 5, kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka jangan kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau kepada jalan orang Samaria. Tetapi pergilah kepada yang sudah ditugaskan kepada engkau dan sebagainya. Kalau saudara baca Matius  

11:1 Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.

Yohanes Pembaptis memberitakan tentang Kerajaan Surga. Yesus memberitakan tentang Kerajaan Allah. Murid-murid Yesus memberitakan juga tentang Kerajaan Allah, saudara-saudara. Sekarang kita kembali kepada Injil Lukas. Tetapi Lukas pasal 11. Dalam Lukas pasal 11, di sana kita membaca apa dikatakan oleh firman Allah. Lukas

11:20 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

Matius 6:33, carilah dulu Kerajaan Allah serta kebenarannya, maka segala keperluanmu akan kamu makan, kamu minum, dan pakai akan ditambahkan kepadamu.

Apa artinya Kerajaan Allah? Falsafah hidup. Berdoalah supaya kamu tidak kena pencobaan. Waktu saudara berdoa, saudara mengikuti falsafah hidup Kerajaan Allah. Beri, maka engkau akan diberi. Ketika saudara memberi, saudara hidup dalam falsafah Kerajaan Allah. Ampuni kalau ada orang bersalah sama kamu, jangan diomongin. Ampuni saja, lupakan, ampuni. Kalau saudara mampu mengampuni, saudara hidup dalam Kerajaan Allah.

Hai istri, tunduklah sama suami. Kalau saudara bisa tunduk sama suami, saudara sudah mengikuti falsafah Kerajaan Allah. Hai suami, kasihi istrimu. Kalau saudara bisa mengasihi istri, saudara ikut falsafah Kerajaan Allah. Anak, taatilah orang tua. Saudara taat sama papa mama, saudara mengikuti falsafah Kerajaan Allah. Hai orang tua, sayangi anakmu. Demikian juga kalau saudara menyayangi anak, saudara ikut falsafah Kerajaan Allah.

Lupakan yang sudah, mengalah. Kalau kita mau masuk istana Kerajaan Surga, bahasanya juga mesti bahasa surga. Tingkah lakunya seperti penduduk Kerajaan Surga. Sehingga kalau saudara lihat dari omongannya saja kita bisa tahu, ini orang mana. Anak-anak Tuhan, saudaraku, semuanya seperti buah kehidupan. Manis untuk dilihat, manis untuk dimakan.

Lukas pasal ke 9, kita kembali membaca, dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.

Ada dua kata penyembuhan. Satu, okomai, yang satu lagi ini yang saya kagum kepada firman Allah itu dipakai kata terapelia. Terapelia ini artinya terapi. Tuhan kalau menyembuhkan orang itu terapinya lain-lain. Penyakit bisa sama, tapi terapi Tuhan lain.

Datang Bartimeus: Tuhan saya ingin melihat. Yesus nggak pegang, Yesus nggak jamah. Dia cuma bilang, imanmu sudah menyembuhkan engkau. Langsung melek.

Ada orang buta yang kedua, minta juga melek. Yesus ambil lumpur, diludahin, dilembekin, tempel di matanya orang buta: Pergi ke kolam Siloam, cuci muka di sana. Cuci muka dia di kolam Siloam, melek.

Orang buta yang ketiga dipegang saja matanya. Melihatlah engkau: Apa yang kamu lihat? Saya melihat manusia berjalan seperti pokok kayu, katanya.

Orangnya butanya sama tapi terapinya berlain-lainan. Jemaat GPdI Cianjur keperluannya sama tapi terapi Tuhan itu lain. Ada yang diurus sama Tuhan sebulan, sudah dijawab. Ada yang diurus sama Tuhan seminggu, sudah dijawab. Ada yang lama, dua bulan, baru dijawab. Ada yang tiga bulan, baru dijawab.

Di Jawa Tengah, ada satu pendeta. 8 tahun menikah nggak punya anak. Dua-dua orang Manado. Periksa ke dokter. Dokter bilang, kamu normal. Istri normal, suami normal. Tapi nggak sabar. Angkat anak. Hari itu dia angkat anak, istrinya hamil dan punya anak. Coba sabar. 

Sama dengan Ibrahim. Ibrahim itu nggak sabar. Sudah dibilang sama malaikat: Tahun depan kamu bakal punya anak. Tahun depan. Anak dari istrimu, Sarah. Nggak sabar. Ambil Hagar. Dikasih Hagar. Dia kawin sama Hagar. Keluarlah Ismail. Dari Ismail datanglah orang Arab. Kalau Ibrahim sabar, nggak kawin sama Hagar, ... orang Arab nggak ada. Tapi karena dia tidak sabar, bom meledak di mana-mana sekarang. Nanti kalau kita ke surga, kita tanya sama engkong ini: Kong, kenapa sih dulu itu nggak sabar? Sudah dijanjiin Tuhan tahun depan pasti dapat, kenapa nggak sabar. 

Ada banyak anak Tuhan nggak sabar. Sabar ikut Tuhan, sabar doa, sebentar lagi diberkati. Nggak sabar. Mau pakai dukun, mau pakai ini, mau pakai jalan ini, mau pakai mafia. Setia, sabar. Tuhan punya terapi lain lagi. Saya tidak panjangkan firman Tuhan. Tapi apa yang menjadi beban saudara, jangan goyah, jangan takut - Tuhan pasti menjawab, Tuhan pasti atasi segala persoalan, asal saudara sabar. Kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Minggu, 14 Agustus 2005

TANDA-TANDA AKHIR zAMAN - 1

                     PENGETAHUAN AKAN BERTAMBAH                     

Mulai minggu ini, saya akan berbicara mengenai seri kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali. Mungkin akan habis dalam dua puluh kali khotbah atau lima belas kali khotbah. Dalam Kisah Para Rasul 

1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Ayat inilah yang kita sedang nanti-nantikan bahwa Yesus yang naik ke surga hampir 2.000 tahun yang lalu akan datang kembali ke dalam dunia ini dengan cara yang sama waktu Dia pergi ke surga. Dunia ini bukan Firdaus saudara, dunia ini bukan tempat kita. Alkitab dengan jelas berkata, lambat atau cepat ... dunia ini akan dihancurleburkan, langit akan digulung seperti kertas, bulan akan menjadi darah. Itu Alkitab katakan.

Jadi kita sedang menghadapi detik-detik, saat-saat di mana dunia sekarang sedang mau berakhir.

Tetapi puji kepada Tuhan sebelum dunia dihukum, Raja segala raja - Tuhan Yesus, akan datang kembali. Saudara yakin apa nggak? Dia akan datang kembali. Dikatakan oleh ayat 11 tadi, oleh malaikat, Yesus ini - berarti Yesusnya yang sama, karena ada banyak Yesus sekarang. Yesus ini - yang 2.000 tahun yang lalu naik ke surga, Yesus yang sama akan turun kembali ke dalam dunia.

Waktu Yesus naik ke surga, Dia naik secara daging ... secara pribadi. Memang waktu Dia bangkit, Maria Magdalena mau pegang, Yesus bilang jangan dulu pegang karena Aku belum sampai kepada Bapa. Setelah Dia kembali dari Bapa, semua orang boleh pegang Dia termasuk Tomas meletakkan cucuk dia punya jari kepada lubang di mana bekas luka Yesus.

Jadi Yesus pergi naik ke surga secara tubuh, badan yang bisa dipegang ... dengan cara yang sama Dia akan turun ke dalam dunia dengan tubuh yang bisa dipegang.

Pada waktu Yesus naik ke surga, mata orang melihat; Dia bisa dilihat oleh mata. Maka waktu Dia kembali ke dalam dunia yang kedua kali, juga akan dilihat oleh mata manusia. Waktu Yesus naik ke surga, Dia pergi secara pribadi. Dan ketika Dia turun dari surga nanti, Dia akan turun juga di dalam Pribadi yang sama.

Yang keempat, waktu Yesus naik ke surga Dia naik di bukit Zaitun dengan cara yang sama Dia akan turun di bukit Zaitun pada waktu yang sudah ditentukan, dengan cara yang sama. Dengan cara yang sama Yesus naik ke surga, dengan cara yang sama Dia turun kembali ke dunia.

Tentu saja pada waktu Yesus akan datang, pada waktu dunia akan kiamat ini, akan ada banyak tanda-tanda yang akan diperlihatkan kepada kita oleh karena Alkitab ini. Mungkin sore hari ini kita akan hanya melihat satu tanda dulu bagaimana Tuhan Yesus itu tidak lama lagi akan datang. Kita buka di dalam kitab nabi Daniel  

12:1 "Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.
12:2 Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.
12:3 Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.
12:4 Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah."

Ini tanda yang pertama yang saudara harus perhatikan bahwa pengetahuan akan bertambah. Nah saudara bisa renungkan dari zaman Yesus hidup sampai awal abad ke 19, itu pengetahuan hampir-hampir tidak ada. Di zaman Yesus orang bepergian pakai keledai, pakai unta. Jalan tidak ada yang aspal. Bekal hanya tongkat dan kantong dari kulit. Tidak ada warung di jalan, Tidak ada listrik waktu malam. Itu terjadi berabad-abad. Dari satu abad sampai kepada abad yang lain. Tidak ada ilmu pengetahuan yang timbul. Baru pada awal abad ke 19, mulai ada naik mulai ada sedikit pengetahuan, mulai ditemukan telepon.  

Bayangkan tahun 74 saya kalau mau interlokal ke Amerika, itu musti tunggu 1 jam kalau dari Cianjur. Melalui kantor telepon. Harus tunggu satu jam. Kalau saya mau ke Amerika harus telepon dari Jakarta. Di Jakarta musti tunggu kurang lebih 5-10 menit. Bayangkan dengan sekarang, saudara. Bayangkan dengan handphone sekarang ... bisa motret, bisa kamera, bisa kirim berita hanya dalam hitungan detik. Betapa pengetahuan sekarang bertambah. Dulu perang pakai bambu runcing. Tapi sekarang, perang-perang pakai bom pintar. 

Dulu siapa saudara yang pernah mimpi orang saudaraku ke bulan. Amerika mah ke bulan saudara. Ke bulan tahun 69 Neil Armstrong di bulan. Kita mah cuma bisa beli kue bulan tiong cu pia, Amerika jalan di bulan. Kirimkan satu alat yang hanya 50 cm, namanya Pathfinder, dikirim saudaraku ke Mars, 4 bulan baru sampai. Balik lagi 4 bulan. Hanya kirim kamera bisa digambar bisa dilihat di Mars ada apa. Luar biasa sekali. 

Bayangin zaman sekarang microphone sebesar ini saudara. Ini nyambungnya kemana kenapa ada di loudspeaker suara. Ini jalannya kemana ini. Yang main sepakbola di Jerman, urang lalajo di kamar. Luar biasa sekarang ilmu pengetahuan. Tapi sadar, itu teh tanda, Kristus sudah tidak lama lagi datang.  

Sekarang baru dibikin pesawat yang bisa menampung 800 penumpang. Sudah jadi. 2 tingkat. Ada tempat tidur, ada tempat membaca, ada tempat mandi. Nih buatan Perancis sudah terbang, sudah ada. Bayangin pesawat. 

Coba kalau zaman dulu terjadi Tsunami saudara, mungkin kita 4 bulan baru tahu. Ini Tsunami sekarang, 1 jam kemudian CNN sudah tahu. Jakarta belum tahu CNN sudah tahu sebab dia dari sana dari atas satelit. Saudara mungkin tidak sadar tapi mata saudara sudah direkam oleh Amerika semua. Semua mata orang di Asia sudah direkam sama Amerika karena kita sedikit banyak sehari atau dua hari kita lihat ke langit. Dari sana ada satelit. Direkam mata kita. Karena mata kita ini seperti sidik jari, direkam.

Kenapa Amerika bisa nemuin emas di Irian, orang Irian nggak tahu? Karena pakai satelit. Kelihatan emas. Bayangkan 60 kilometer dari Timika, dari tambang emas, di susukan ... di sungai, ada satu keluarga suami istri tiap hari dapat 2 gram, dapat 3 gram emas. Jarak 60 km. Berapa juta kilo emas yang ditarik? Saya sudah lihat ke sana sudah seperti Amerika di dalam Indonesia. Semua mobil setir kiri, sekolahnya sekolah Amerika. Luar biasa di sana. Makanan luar biasa. Kita nggak tahu ada emas di sana. Yang saya sedih apa? Emas diambilin keluar, orang Iriannya pakai koteka. 

Dulu nggak ada dunia maya internet. Sekarang? Saya sekarang mau cari studi alkitab pendeta siapa saja di seluruh dunia saya bisa buka. Saya mau tahu Kevin Corner dia punya pendapat apa, saya bisa buka. Orang itu nggak usah belanja ke mana di internet belanja. Lelang ... di internet. Kebaktian Cho Yong Gee sekarang, kita bisa nonton di sini. Kebaktian di Amerika kita bisa nonton. Kebaktian di Singapura kita bisa lihat. Ini zaman sekarang ini luar biasa. Pengetahuan bertambah.  

Tapi saya sekarang mau masukkan ke dalam hal yang rohani. Apakah pengetahuan rohani saudara bertambah, apakah pengenalan kita kepada Tuhan itu bertambah? Apakah kita sudah meninggalkan cinta mula-mula, apakah kita mengenal Yesus itu lebih dari yang dulu, apakah kita sudah mendengar apa yang saya dengar sekarang? Saya mendengar langkah-langkah Yesus yang tidak lama lagi akan turun ke dalam dunia. Apa saudara melihat apa yang saya lihat sekarang? Saya melihat Yesus yang sama yang naik ke surga akan turun dalam keadaan dan Pribadi yang sama di tempat yang sama dan semua mata di seluruh dunia akan melihat.

Dulu cuma 12 orang yang lihat, murid Yesus ... 11 orang sama malaikat 12. Tapi nanti saudara seluruh dunia akan lihat. Melalui apa? Televisi. Semua akan lihat, akan diarahkan ke sana. Orang akan melihat Yesus akan datang. Itu sebabnya kalau ada saudara dengar pendeta anu berkata: Di sana ada Yesus, ... bohong jangan percaya. Di sana saya ketemu Yesus, ... bohong jangan percaya. Ada pendeta ngomong, saya masuk surga, saya jalan sama Yesus ..., bohong, jangan percaya. Yesus belum datang Yesus harus ada di surga,

Kalau saudara baca ayat berikutnya, Kisah para Rasul    

3:21 Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.

Ada dua koran Amerika bercerita besar-besar, ada orang melihat Yesus, kemarin ada di jalan anu. Di Manado juga begitu. Ada orang melihat Yesus ada di Manado. Ada orang melihat Yesus di Kramat ... di Jalan Kramat, Jakarta. Bohong, jangan percaya. Yesus harus tetap di surga sampai nanti waktunya tiba Dia akan turun ke dalam dunia dan Dia akan mengangkat saudara dan saya untuk bersama-sama dengan Dia sampai selama-lamanya.

Bagaimana oom tubuh saya? Tubuh saudara akan diubahkan, menurut I Korintus 15.

Tapi kalau kita sudah di dalam Tuhan, meninggal atau hidup itu nomor 17, yang harus kita tentukan kita ada di dalam Yesus. Yesus yang naik, Dia akan turun ke dalam dunia. Pada waktu Dia turun nanti, Dia akan membawa kita masuk di dalam Kerajaan Surga. Tidak lagi ada rambut palsu, tidak usah lagi takut sakit gigi. Saudara akan lihat badan saudara jadi baru kembali. Yang asalnya keriput sudah jadi kencang kembali.

Ketika saudara dibangkitkan, saudara dibangkitkan dengan tubuh kebangkitan yang baru, Ada amin saudara? Saya tidak panjangkan firman Tuhan. Kita akan sambung minggu yang akan datang mengenai tanda-tanda kedatangan Yesus yang kedua. Kita berdiri bersama-sama.

 

Minggu, 21 Agustus 2005

TANDA-TANDA AKHIR zAMAN - 2

                     KOTA-KOTA DIBERI NAMA MANUSIA                     

Seri kedua dari kedatangan Tuhan Yesus. Matius

24:37 "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
24:38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,
24:39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

Jadi kedatangan Yesus kedua kali ditandai dengan zaman, sama dan sebangun seperti zaman pada zaman nabi Nuh. Tetapi kalau saudara membaca ayatnya yang ke 38 dengan perlahan-lahan, saudara akan lihat satu rahasia di sana. 

24:38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera.

Ada ayat berkata "sebelum air bah". Jadi apa yang terjadi sebelum air bah, itu akan terjadi lagi di akhir zaman ... sama dan sebangun. Jadi sore hari ini kita akan melihat di alkitab, ada apa sebelum air bah ini. Di dalam kitab Kejadian 4, kita akan melihat apa yang terjadi sebelum air bah ini.

Seperti saudara tahu, air bah atau banjir besar itu terjadi pada kejadian 7 tetapi sebelum Kejadian 7 ada kejadian-kejadian yang harus kita perhatikan sebab ini akan terjadi lagi di akhir zaman.

Ada 7 tanda tetapi kita akan bicara satu minggu satu tanda, satu minggu satu tanda dan kita mendalami di sana. Kejadian

4:16. Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.
4:17 Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.

Saya perlu ajak saudara membaca dulu Kejadian

5:21. Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah.
5:22 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5:23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.

Kalau saudara perhatikan Henokh di sini adalah turunan Enos, ayat 9. Tetapi dalam pasal 4, Henokh itu, yang pertama adalah berbeda dengan Henokh pasal 5. Henokh pasal 5 adalah turunan Enos, Henokh pasal 4 adalah anak dari Kain. Ayat 17 dikatakan, ... ; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.

Kota yang pertama dibangun di dunia, itu dibangun oleh keturunan Kain. Adanya satu kota itu dimulai oleh Kain. Kain ini yang membunuh Habel dari pembunuhan pertama. Inilah permulaan pembangunan kota. Dan Kain membangun kota menurut nama anaknya yang bernama Henokh. Jadi kota itu dikasih nama anaknya, Henokh.

Perhatikan sekarang kota-kota di dunia yang diberi nama-nama orang. Di Rusia ada Stalingrad, diambil dari pemimpinnya dulu, Stalin. Ada Leningrad - dari pemimpinnya adalah lenin. Di Vietnam ada Ho Chi Minh City, kota Ho Chi Minh. Di Amerika ada airport yang dikasih nama Kennedy Airport. Di sini ada Soekarno Hatta.

Semua kota-kota dibangun mengingat nama dari pemimpin-pemimpinnya. Ada kota-kota yang dipakai nama orang-orang. Ini adalah satu tanda pertama apa yang akan terjadi di akhir zaman sebelum kedatangan Tuhan Yesus adalah tumbuhnya pertumbuhan kota.

Kota dibangun oleh seorang yang bernama Kain menurut nama anaknya. Tetapi saya akan lebih detail lagi ke bawah. Ternyata kebanyakan manusia, yang dia perlu sebetulnya bukan Tuhan. Dia berdagang bukan karena Tuhan, dia berusaha bukan karena Tuhan tetapi kalau ngomong semuanya demi anak, semuanya karena anak. Sampai gerejapun ditinggalkan karena anak. Dulu suka sembahyang tapi sekarang tidak lagi suka sembahyang karena anak, baru punya anak.     

Baru-baru ini saya harus menyerahkan satu keluarga mempunyai anak karena menikah di bawah pelayanan saya di Jakarta. Ketika anaknya ini dibawa doa, nggak tahu kenapa tiba-tiba keluar dari mulut saya: Jangan sampai anak ini jadi penghalang sehingga anak ini jadi alasan orang tua untuk tidak kebaktian. Dulu waktu nggak punya anak, dia minta anak sama Tuhan. Ketika mau melahirkan, dia minta Tuhan tolong dalam melahirkan supaya selamat. Setelah anaknya selamat dia bawa ke gereja untuk diserahkan. Setelah selamat, di gereja dikasih nama alkitab, tiba-tiba anaknya ini jadi alasan untuk tidak ke gereja.

Inilah roh Kain di akhir zaman - memakai alasan anak untuk tidak kebaktian, memakai alasan anak untuk bekerja. Saya kerja banting tulang ini demi anak. Bukan untuk Tuhan - demi anak. Saya kerja ini anak-anak saya banyak. Saya berusaha ini untuk anak. Tidak salah untuk anak tetapi kalau sudah anak nomor satu, lebih dari pada Tuhan, saudara ada sesuatu yang salah di dalam kehidupan kita.

Lihat Kain. Kain bekerja membangun kota untuk anak. Dia kasih namanya bukan nama Tuhan bukan sesuatu yang diperingatkan nama Tuhan. Samuel membangun satu batu namanya Eben Haezer - sampai di sini Tuhan sudah menolong kita. Batu keselamatan. Ada orang lagi menaruh batu dikasih nama Bethel, rumah Allah. Tapi Kain membangun kota besar; dia tidak sebut nama Tuhan satupun, dia bilang ini nama anak saya saja ... Henokh. 

Di akhir zaman tanda yang kedua sebelum kedatangan Yesus adalah pembangunan besar-besaran kota. Kota yang pertama dibangun justru oleh keturunan Kain. Kota di akhir zaman pun dibangun oleh keturunan-keturunan Kain yang tidak suka kepada Tuhan, yang tidak suka kepada Kristus, yang tidak suka kepada gereja. Mereka membangun, mereka membangun, mereka membangun.         

Saudara, kita seringkali curang terhadap Tuhan. Kita bermain kita anggap Tuhan itu bisa kita permainkan. Tuhan tidak bisa dipermainkan. Kalau ada di antara saudara punya roh seperti Kain ini, segala-gala untuk anak, Tuhan nomor dua. Apa-apa saja sedikit-sedikit anak, semua untuk anak, Tuhan nomor 17. Inilah roh antikristus di akhir zaman - roh yang mendahulukan anak, roh yang mendahulukan kota ... lebih dari pada Tuhan.

Pokoknya saya mau ke kota besar, saya mau pindah ke kota besar. Kalau saya tinggal di Cianjur, saya seperti katak dalam tempurung. Saya mau pindah ke kota besar. Bukan demi Tuhan ... demi anak. Habis anak-anak sudah pada pindah, semuanya sudah pindah ke sana sudah pindah ke sini. Tidak salah pindah ke kota besar, tidak berdosa. Tetapi kalau saudara menomorsatukan kota besar lebih dari pada Tuhan, saudara sudah salah di dalam satu hal, saudara sudah menomorduakan Tuhan, saudara sudah mempermainkan Tuhan.

Kain ini sudah ditegur. Siapa Kain ini? Kejadian      

4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
4:8. Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.
4:9. Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?"

Ini karakter Kain. Sudah membunuh main kaya orang tidak berdosa saja. Mana adikmu?, kata Tuhan. Apa aku penjaga adikku? Ya puguh ... tentu, seorang koko harus jaga adiknya. Tapi dia bilang, apakah saya ini penjaga adik saya? Lempar tanggung jawab. Sekarang ini saudaraku banyak perubahan di dalam masyarakat. Termasuk di gereja banyak berubah. Termasuk pengerja-pengerja jug berubah sekarang. Tidak seperti 10 tahun yang lalu.

Saya baru dapat laporan dari gembala di Jawa Barat. Mereka minta pengerja tetapi mereka lapor, kualitas pengerja dari Cianjur sekarang menurun. Tidak seperti yang dulu-dulu. Dia selalu minta siswi. Yang dulu-dulu itu baik, semua berhasil, semua jadi gembala sidang. Tapi yang akhir-akhir ini, baik masak cuci piring ... selalu bawa handphone. Sebab sebentar-sebentar handphone berbunyi, dari pacarnya. Oh, tidak ada kerohanian. Pengerja sekarang sudah pakai handphone. Ke mana-mana pakai handphone. Pengerja saya juga ada handphone tapi dia tidak pakai kalau waktu ke kamar mandi, cuci pakaian atau sedang masak. Tapi pengerja ini ke mana-mana membawa handphone.

Kalau ditanya, kemana itu jemaat tidak datang? Memangnya saya yang jaga! Kemana temanmu kok tidak kebaktian? Memangnya saya yang jaga. Memangnya urusan saya. Masing-masing urusan pribadi-pribadinya. Kita menjadi tidak mempunyai tanggung jawab. Orang yang tidak punya tanggung jawab, dia tidak punya kasih. Saya kasih contoh.

Kalau orang kerja di peternakan ayam, dia tidak ada tanggung jawab ayam itu mau mati atau mau hidup. Dia cuma kerja saja. Lapor saja: Boss, ayam mati 20 hari ini. Sudah. Lain sama pemilik. Kalau pemilik, kenapa ya ayam saya sampai mati begini banyak. Panggil dokter. Ini ada apa. Kenapa ayam ini? Kalau yang kerja, dia mah nggak pikir. Mau mati 10, mau mati 100, mau mati 1000, dia mah cuma kerja. Habis bulan dapat gajian. Dia mah tidak ada tanggung jawab. Kenapa ya ayam saya mati? Kenapa dia ingin memperbaiki supaya ayam itu tidak mati - nggak ada. Itu orang tidak bertanggung jawab.

Sama dengan Kain. Sudah membunuh, main kaya tidak ada salah saja. Mana adikmu?, kata Tuhan. Yang nanya ini Tuhan. Mana adikmu? Dia Mahatahu tapi Dia tanya, mana adikmu? Memangnya saya ini yang jaga adik saya. Di akhir zaman saudaraku, kakak akan menyerahkan adik, adik akan menyerahkan kakak, kakak mau membunuh adik.

Waktu saya masih 14 tahun, saya tidak sebut siapa, menginaplah di rumah kami satu pemuda. Dia merasa orang tuanya tidak adil sama dia. Orang tuanya kebetulan jemaat di gereja ini. Tapi orang tuanya sudah bo hwat karena si koko ini mau membunuh adiknya. Jadi dia bilang, tolong oom Yan, tolong ini anak saya yang sulung ini, tolong dia di gereja dulu.

Papa saya kasih nasehat. Dia tidur di gereja. Tapi rencana dia, dia selalu asah pisau 2 pisau. Dan dia ngomong sama saya: Yoyo tidak boleh ngomong. Kalau ngomong sama siapapun, ini pisau nusuk kamu. Saya itu jadi tidak berani ngomong sama papa sama mama bahwa orang ini sedang ngasah pisau. Takut saya.

Pada satu hari dia kejar itu adiknya, ditusuk adiknya. Tapi untung tidak mati. Tapi dia tertangkap. Dan sejak itu saya tidak ketemu lagi sampai sekarang dia dimana. Katanya dia sudah meninggal. Lihat, itu baru terjadi waktu saya berusia 14 tahun. Berapa tahun yang lalu. Bagaimana sekarang? Coba saudara dengar di televisi: kakak membunuh adik, suami membunuh istri, istri meracun. Semua pembunuhan-pmbunuhan. Ini roh dari Kain. Tidak mau tanggung jawab. Mau mati mau tidak, itu urusan. 

Ini yang membuat roh Kain bekerja. Sebab apa? Segala-gala hanya untuk anak, segala-gala untuk pembangunan kota. Dikasih nama untuk anak. Semuanya untuk anak. Kerja banting tulang bukan untuk Tuhan - untuk anak. 

4:17 ... ; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.

Hati-hati saudara kita iring Tuhan. Jangan ada berhala. Berhala itu bukan patung. Berhala itu sesuatu yang kita cinta lebih dari Tuhan. Saudara lebih cinta tidur dari pada doa, saudara sudah menganggap tidur itu jadi berhala. Saudara sudah dagang dan tinggalkan doa, perdagangan saudara sudah jadi berhala. Saudara bikin istri saudara jadi berhala, saudara bisa bikin suami saudara jadi berhala, saudara bisa bikin pendeta saudara jadi berhala, saudara bisa bikin gereja saudara jadi berhala. Tuhan tidak boleh dinomorduakan. Ibrani  

11:17 Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,
11:18 walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu."
11:19 Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.
11:20 Karena iman maka Ishak, sambil memandang jauh ke depan, memberikan berkatnya kepada Yakub dan Esau.

11:37 Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.
11:38 Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.
11:39 Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.
11:40 Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.

Berbeda sekali Abraham ini dengan Kain. Abraham, anaknya saja dia rela serahkan untuk Tuhan. Kalau Kain, adiknya saja dia bunuh. Segala-gala untuk anak. Segala-gala untuk anak saya. Bukan untuk Tuhan. Kalau Abraham, lain. Justru anaknya diminta, dia persembahkan. Walaupun akhirnya selamat. Ibrani 

11:8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.
11:9 Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.
11:10 Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.

Dari Kain kepada Abraham kurang lebih 2.000 tahun, saudara. Kain pertama dia bangun kota untuk anaknya, pakai nama anaknya. Kalau Abraham tidak; dia tidak berani bangun kota, dia hanya bikin kemah saja. Saudara tahu kemah? Bisa dibongkar, bisa dipasang. Kenapa kita bikin rumah di bumi, dunia ini bukan rumah kita. Tempat tinggal di dunia ini bukan tempat tinggal kita. Tempat tinggal kita ada di surga. Kenapa katanya ayat 8,9,10 ... dia menantikan satu kota yang dibangun oleh Tuhan.

Kain membangun kota dengan kekuatannya sendiri tapi Abraham dibangunkan kota oleh Tuhan. Orang yang dewasa di akhir zaman, dia tidak takut soal punya rumah atau tidak punya rumah; dia yakin Bapa surga sudah menyediakan satu kota.

11:10 Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.

Ini bedanya antara Kain dengan Abraham. Tapi katanya firman Tuhan, seperti zaman pra nabi Nuh, demikianlah nanti pra kedatangan Yesus. Jadi kalau sekarang saudara lihat si Anu bikin kota, si Anu bikin kota. Sekarang yang bikin kota bukan pemerintahan - pribadi, saudara. Karawaci. Ada Kota Modern, Modern Land. Ada BSD - Bumi Serpong Damai. Ada Kota Bukit Sutera. Ada Kota Wisata sekarang.

Sadarlah saya, kedatangan Yesus sudah di ambang pintu karena pembangunan kota di mana-mana. Kalau disebut kota itu siapa yang bangun? Yang disebut bukan pemerintah, yang disebut satu orang. Saya tidak akan sebut. Yang  punya bank. Oh ini kota, insinyur ini yang bangun. Oh ini kota, bapa ini yang bangun. Oh ini kota itu bapa, itu banker  yang bangun. Nama manusia yang disebutkan. Bukan kota yang dibangun oleh Allah, bukan kota yang dibangun oleh Tuhan, bukan seperti Abraham yang menantikan satu kota. Ibrani    

12:25 Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Allah di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari sorga?
12:26 Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga."
12:27 Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.
12:28 Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.
12:29 Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.

Dari kota, kota, kota jadilah satu kerajaan. Dikatakan, Tuhan menyediakan satu kerajaan yang tidak tergoncangkan, yang tidak tergoyahkan. Kalau dalam satu kali Tsunami 240.000 orang mati di 11 negara, Banda Aceh jadi kota mati beberapa kota di Aceh jadi hancur berantakan hanya dalam sapuan, seperti apa kira-kira kiamat? Tidak akan ada batu berdiri di atas satu batu. Yerusalem kota yang paling besar di dunia pada saat itu, Yesus bilang, tidak akan ada batu berdiri di atas satu batu karena kamu sudah jadikan Yerusalem tempat pembunuh nabi-nabi. Hancur kota. Kota yang dibangun oleh manusia akan hancur tapi kota yang dibangun oleh Tuhan dia kekal sampai selama-lamanya.

Bekerjalah bukan untuk anak, bekerjalah bukan untuk membangun rumah untuk anak tapi bekerjalah untuk Tuhan. Segala sesuatu saudara kerjakan karena dan untuk Tuhan. Apa yang kita perbuat untuk Tuhan. Saudara kebaktian untuk Tuhan tetapi waktu saudara bekerja juga untuk Tuhan.

Tidak salah bangun rumah ya, jangan salah tangkap. Tidak salah kalau saudara mau bangun rumah, puji Tuhan, itu berkat Tuhan. Yang salah kalau saudara jadikan rumah itu nomor satu dan Tuhan nomor dua. Tidak salah saudara diberkati Tuhan jadi kaya raya. Justru saya senang kalau jemaat saya semua kaya raya. Yang salah kalau kekayaan itu menjadi penghalang. Kita tidak kebaktian lagi karena kita jadi orang kaya. Kita tidak lagi kebaktian lagi karena anak kita jadi penghalang. Kenapa sih nggak ke gereja? Anak ini ... pembantu pulang, lebaran. Jadi alasan. Anak yang dikasih sama Tuhan, jadi alasan untuk tidak ketemu Tuhan. Bagaimana perasaan Tuhan.

Saudara, kalau saya belum ambruk, saya berusaha untuk bisa khotbah. Kalau saya masih ada orang yang stirin mobil saya, biar saya sakit saya berangkat. Kalau saya sudah ambruk sudah nggak bisa apa-apa jalanpun sudah sempoyongan, baru saya berhenti. Karena saya ingin sedikit saja ... susuganan bisa sedikit membalas cinta Tuhan yang begitu baik. Kalau saya bisa membuat lagu, saya ingin balas itu untuk kemuliaan nama Tuhan. 

Siapa yang menjauhkan diri dari Tuhan, dia nanti akan pikul konsekwensinya. Siapa yang mendekatkan diri kepada  Tuhan, dia sendiri juga yang akan menerima berkat-berkat. Jadi saya tidak bisa memaksa saudara untuk ikut Tuhan dengan sungguh-sungguh. Saya hanya memberitakan. Kalau ada pembangunan kota dan nama-nama orang mulai ditonjol-tonjolkan pada pembangunan kota, itu bukan salah mereka tetapi itu satu tanda dari Tuhan bahwa kedatangan-Nya yang kedua tidak lama lagi. Mazmur

46:2 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.
46:3 Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;
46:4 sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela
46:5 Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai.
46:6 Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.
46:7 Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur.
46:8 TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela

Ada perbedaan antara orang yang berlindung di dalam kotanya Tuhan. Orang di dunia goncang goyah tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilindungi. Dikatakan di sana, Tuhan menyertai kita seperti kota benteng yang luar biasa kuatnya.

Kadang-kadang kita ini suka salah kaprah. Yang salahnya di kita, kita nyalahin orang lain. Yang salahnya kita, kita urus orang lain punya urusan. Persoalan ada sama kita, yang disalahin orang lain. Yang makan buah dia, yang disalahin istrinya, Hawa. Yang makan buah dia, yang disalahkan adalah ular. Banyak kita suka lempar itu tanggung jawab sama orang lain.

Sekarang ada dua kota yang kita musti pilih. Kota yang mana yang saudara mau pilih? Kota buatan tangan manusia atau kota buatan tangan Allah? Saya yakin semua kita memilih kota buatan tangan Allah. Tapi praktek hidupnya saudara lebih mementingkan kota buatan tangan manusia, saudara lebih mementingkan "anak." Tidak seperti Abraham, anaknya sendiri dia pasrahkan kepada Tuhan. Dia tidak bangun kota walaupun Abraham jauh lebih kaya dari Kain, lebih modern, dia tidak bangun kota. Dia bangun cuma kemah. Di dunia mah sementara, nanti juga dibongkar. Hanya untuk saung saja ada rumahlah kita cukup. Nggak usah mewah-mewah. Kenapa? Karena aku lagi menantikan kota buatan tangan Tuhan. Kota Allah saudara tadi baca, berbahagialah kita ada di dalam kota ini, di dalam kediaman yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai. Kota yang indah, kota yang tidak akan goncang.         

Tapi kalau kita punya iman yang besar tidak akan goncang. Tuhan kasih keperluan persis apa yang saudara perlu. Naik harga-harga, Tuhan juga kasih naik berkat-berkat untuk saudara. Asal kita jadikan Tuhan itu kota benteng kita. Asal kita itu membuktikan sama Tuhan kesetiaan kita. Asal kita menyatakan kepada Tuhan bahwa kita ini sangat memerlukan Dia.

Orang yang memerlukan Tuhan pasti sembahyang. Memang orang yang sembahyang belum tentu memerlukan Tuhan tapi orang yang memerlukan Tuhan pasti ada dalam doa, pasti dia berdoa, pasti kok dia sembahyang. Di mana kota saudara? Wahyu 

21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
21:10 Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.
21:11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.
21:12 Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.
21:13 Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang.
21:14 Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.
21:15 Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya.
21:16 Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama.
21:17 Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat.
21:18 Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni.
21:19 Dan dasar-dasar tembok kota itu dihiasi dengan segala jenis permata. Dasar yang pertama batu yaspis, dasar yang kedua batu nilam, dasar yang ketiga batu mirah, dasar yang keempat batu zamrud,
21:20 dasar yang kelima batu unam, dasar yang keenam batu sardis, dasar yang ketujuh batu ratna cempaka, yang kedelapan batu beril, yang kesembilan batu krisolit, yang kesepuluh batu krisopras, yang kesebelas batu lazuardi dan yang kedua belas batu kecubung.
21:21 Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.
21:22 Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu.
21:23 Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.
21:24 Dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya;
21:25 dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana;
21:26 dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya.
21:27 Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

Ini kota yang akan kita masuki. Kotanya bukan kita ke sana tapi kota itu turun dari Surga. Yerusalem baru bukan Yerusalem yang sekarang yang banyak ngebom. Tapi Yerusalem baru. Penganten mempelai perempuan dari gereja. Saudara dan saya akan masuk kota itu. Panjang, lebar dan tingginya sama - 12 ribu mil panjangnya. Saudara bisa bayangkan begini saja. Tokyo ke San Francisco itu 9.000 mil. Sampai Hongkong itu 12.000 mil. Kali aja. Kota mana di dunia yang panjangnya 12.000 mil? Nggak ada. Itu sudah antar benua.

Dan di sanalah, di kota yang besarnya 12.000 mil persegi itulah kita akan tinggal. Cukup untuk semua umat Tuhan dari yang zaman dulu sampai yang akan datang, yang akan lahir ... cukup akan mengisi itu tempat. Tempat itu akan cukup bagi semua orang. Tetapi ayat terakhir bilang apa?  

21:27  ... hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

Usaha kita bagaimana jangan sampai nama itu dihapus? Jangan sampai nama kita yang di surga sudah ditulis bagus-bagus dihapus. Ditulis nama orang. Bisa dihapus. Supaya tidak dihapus kita musti setia. Jangan bangun kota untuk anak. Jangan berhalakan usaha untuk anak. Semua harus untuk Tuhan. Apa yang kita perbuat hanya untuk Tuhan,

Tahu nggak saudara kalau matahari mundur saja setengah centi jaraknya dari bumi, bumi akan jadi beku. Kalau matahari itu maju setengah centi saja, ini ahli ilmu pengetahuan bilang, bumi akan terbakar. Tetapi ketika dia tetap dalam ukuran yang sama setiap hari - ada yang beku di utara dan di selatan, ada panas di padang gurun tapi ada antaranya dan tidak panas dan tidak dingin. Luar biasa. Kuasa Tuhan itu mengatur semua alam.   

Kenapa kita tidak mendekatkan diri kepada Tuhan yang Mahakuasa? Saya ingin agar saudara pada sore hari ini menoleh melihat tapak langkah kaki kita, ini benar apa nggak? Apa saya selama ini ikut Yesus ini benar apa tidak? Mantap apa tidak? Apa penyerahan saya sama Tuhan ini sungguh apa tidak? Apa saya ini mempunyai rasa tanggung jawab kepada mereka yang sudah lama tidak kebaktian. Apa kita ... memangnya tanggung jawab saya? Itu roh Kain. Itu roh antikristus.

Mari kita minta kasih itu dikobarkan kembali sampai kita bisa sedikit saja seperti Abraham ketika Tuhan minta anak kita, kita kasih. Segala sesuatu jangan untuk anak tetapi untuk Tuhan. Apa yang saudara lakukan untuk manusia ... seperti bikin garis di air. Sia-sia.

Tapi kalau saudara berbuat segala sesuatu untuk Tuhan, dicatat oleh tinta emas di surga apa yang saudara lakukan untuk Tuhan. Tingkah laku saudara yang baik untuk Tuhan semuanya ditulis. Di kota ini ada pemerintahan, ada raja dan kita ingin menjadi rakyatnya. Saya tidak panjangkan firman Allah. Berbahagialah yang mendengar Sabda Tuhan serta melakukannya. Kita berdiri bersama-sama.      

-- o -- 

_________________________ 

 (Kembali ke Halaman Utama)

  _________________________