Khotbah Minggu Sore Juli-Agustus 2007

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 01 Juli 2007

TERANG

Kita buka Efesus  

5:8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,

Dalam salinan bahasa Inggris dikatakan, dulu kamu pernah gelap tetapi sekarang kamu jadi terang. Dalam bahasa Yunani dipakai kata ... dulu kamu sudah lewat itu gelap, sudah dilewati ... sekarang kamu adalah terang. Lalu adalah perintah dari firman Allah, sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang. Saudara mau hidup sebagai anak terang? Di dalam Efesus

4:17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
4:18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.

Jadi menurut surat Efesus, menurut Paulus, hidup gelap adalah jauh dari Tuhan, terpisah dari Kristus. Tidak mengenal Kristus, justru itu adalah kegelapan. Sama seperti 2 kesaksian yang baru kita dengar. Mereka kenal Yesus justru di Beijing. Dan mereka kenal melalui kesaksian dari temannya. Kita jadi malu. Seharusnya orang kristen yang bersaksi kepada mereka, tapi sore hari ini justru orang yang seharusnya kita bersaksi malah bersaksi kepada kita tentang benarnya Yesus. Dulu kita semua pernah gelap, sekarang terang di dalam Tuhan. Tuhan Yesus berkata di dalam Matius

4:16 bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."

Kita pakai bahasa dinaungi maut. Tetapi dalam bahasa Inggris, shadow of death, di dalam bayang-bayang kematian. Dulu kita pernah gelap, sekarang kita terang.

Orang yang di dalam kegelapan menurut Taurat itu adalah orang non-Yahudi. Tetapi setelah zaman Kristus maka semua orang terbuka untuk diterima oleh kasih sayang Tuhan. Setiap kita tidak ada yang lebih tinggi, tidak ada yang lebih rendah. Setiap kita sama di pemandangan mata Tuhan. Dulu kita pernah gelap sekarang kita terang. Dulu engkau adalah kegelapan tetapi sekarang kamu adalah terang. Maka berjalanlah seperti anak-anak terang.

Saudara, injil Yohanes adalah Injil mengenai terang. Kita mulai dari Injil Yohanes

1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
1:5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Di dalam ayat ini kita mendapatkan keterangan bahwa di dalam Kristus, di dalam firman, firman itu perkataan. Firman itu adalah Allah. Saya tidak bisa dipisahkan dari perkataan saya. Nggak mungkin saya di sini khotbah, suara saya terdengar ada di Bandung. Tidak mungkin. Dan saudara mendengar cuma mulut saya komat-kamit, suara saya nggak ada. Saya tidak bisa dipisahkan dari suara saya.

Demikian juga firman atau perkataan, itu tidak bisa dipisahkan dari Allah. Maka Dia adalah Allah sendiri.

Nah, di dalam Dia ada hidup. Dan hidup itu adalah terang manusia. Nah, hidup inilah yang saya mau terangkan kepada saudara. Hidup inilah yang diceritakan oleh rasul Paulus: Hiduplah sebagai anak-anak terang. Kita mulai dari yang paling rendah, yaitu hidup dari tumbuh-tumbuhan, yang dipakai bahasa bios. Dari kata bios datang kata biologi. Ada kehidupan. Saudara tanam antanan, hidup dia, merambat. Saudara tanam jagung, tiga bulan jadi hidup. Saudara tanam anggrek, hidup, ada kembang. Tapi dia tidak punya nyawa.

Tingkat hidup yang kedua adalah nyawa, pesuche, itu ada pada binatang. Saudara tendang seekor anjing, satu antara dua: Anjing itu terkaing-kaing lari atau saudara yang lari ketakutan ... anjing itu menggigit saudara. Kenapa dia menjerit? Karena dia ada nyawa. Kenapa ini meja saya pukul diam, nggak bilang sakit - malah saya yang sakit? Karena dia tidak ada nyawa, saya ada nyawa. Nyawa ada di dalam darah. Tetapi binatang tidak punya roh. Kita punya roh, pneuma. Lebih tinggi dari binatang adalah manusia.

Hidup kita manusia ini pneuma. Tetapi ada satu hidup yang lain yang kita baca dalam Yohanes 1 tadi, yaitu zoe ... hidupnya Allah. Nah, kalau zoe itu ada di dalam kita, kita tidak mungkin mau dosa. Nggak mungkin. Kalau zoe itu ada di dalam kita, nggak mungkin kita cemburuan, nggak mungkin kita ngomongin orang, nggak mungkin kita mudah tersinggung, nggak mungkin kita berzinah, nggak mungkin kita taruhan, nggak mungkin kita nyeleweng. Kalau kita punya agama kristen tapi masih nyeleweng itu kita belum hidup di dalam zoe, kita belum hidup di dalam terang.

Kita bukannya nggak boleh tapi kita jadi nggak mau. Ditawarin saja nggak mau. Tetapi kalau kita tidak punya zoe, nggak ada saja dicari. Kristen itu hanya pada KTP, tidak pada hidup kita. Nah, itu sebabnya Paulus tadi bilang, kamu pernah dulu gelap sekarang terang. Berjalanlah, hiduplah seperti sebagai anak terang. Haleluyah. Yohanes

8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

Haleluyah. Dia akan mempunyai terang hidup. Kita baca ayat Yohanes

12:35 Kata Yesus kepada mereka: "Hanya sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi.
12:36 Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang." Sesudah berkata demikian, Yesus pergi bersembunyi dari antara mereka.

Yesus berkata terang ada di antara kamu. Sebentar lagi Dia cerita tentang diri-Nya sendiri. Yohanes 8:12 berkata, Akulah terang dunia. Kalau saudara membaca ayat ke-46, Dia berkata:

12:46 Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.

Amin? Ini tujuan Yesus datang sebagai terang supaya kita yang sudah percaya kepada-Nya tidak tinggal, tidak terus-terusan di dalam kegelapan. Lekas tinggalkan. Tinggalkan. Tinggalkan kegelapan dan berjalan di dalam terang. Dulu waktu saya masih sekolah minggu, papa saya ngajar satu lagu Jalan dalam t'rang .. Jalan dalam t'rang .. Jalan dalam t'rang .. Jalan dalam t'rang Allah. Haleluyah. Seperti janji saya tadi pagi, kita mau mendengar percakapan Paulus dengan Tuhan Yesus ketika dia bertobat pertama kali. Kita buka Kisah Rasul

26:12 "Dan dalam keadaan demikian, ketika aku dengan kuasa penuh dan tugas dari imam-imam kepala sedang dalam perjalanan ke Damsyik,
26:13 tiba-tiba, ya raja Agripa, pada tengah hari bolong aku melihat di tengah jalan itu cahaya yang lebih terang dari pada cahaya matahari, turun dari langit meliputi aku dan teman-teman seperjalananku.
26:14 Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.
26:15 Tetapi aku menjawab: Siapa Engkau, Tuhan? Kata Tuhan: Akulah Yesus, yang kauaniaya itu.
26:16 Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti.
26:17 Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka,
26:18 untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.

Maksud Injil sama. Biar melalui Paulus, biar langsung Yesus datang, biar melalui pendeta: Supaya orang berbalik dari kegelapan dan kembali kepada terang. Umpamanya itu terang, di sini gelap. Orang itu berjalan dalam gelap, menghadap kepada gelap. Kalau orang membelakangi terang, yang dia bisa lihat bayangannya sendiri. Maka hidupnya tambah gelap. Tambah jauh dia dari sinar, tambah panjang itu bayangan. Tambah jauh kita dari Tuhan, tambah panjang itu persoalan. Maka kata firman Allah, berbaliklah dari kegelapan.

Saudara lihat saya. Ketika kita berbalik kepada terang, bayangan ada, tetapi kita tidak lihat. Kita berjalan menuju terang, tambah lama kegelapan itu tambah pendek, tambah pendek, akhirnya kita ada di bawah terang. Tidak ada kegelapan.

Maaf, sekarang saya mau buka apa maksud saya khotbah ini. Kristen dan non-kristen itu harus hitam dan putih. Begitu jelas perbedaannya, hitam dan putih. Ini yang saya takutkan di GPdI. Di antara orang kristen umumnya, di gereja kita pada khususnya, yaitu kristen abu-abu ... setengah gelap, setengah terang.

Disebut kristen, kelakuannya kaya orang dunia. Disebut orang dunia, dia ada di gereja. Disebut kristen, dia minum whiski, mabuk-mabukan, tidur di pinggir got. Kalau sudah tidur di pinggir got, itu baru mabuk betul. Kalau masih tidur di pinggir jalan, setengah mabuk. Kalau wawaw weuweuw, itu mah belum mabuk, pura-pura mabuk. Tapi disebut orang pemabukan, dia ikut perjamuan kudus. Disebut dia orang kristen, dia taruhan masih. Dia masih pasang togel ... toto gelo, bukan toto gelap. Tapi disebut dia dunia, tapi dia kaya kristen. Ini yang Tuhan tidak mau. Berbalik dari gelap dan menuju terang!

Beberapa tahun yang lalu, ada satu orang, aduh, hidupnya brengsek, saudara. Dia anak majelis dari satu gereja. Brengsek. Lalu dia dengar firman Tuhan di Tanah Abang, dan dia bertobat. Menangis ... dia bersaksi. Cuma kesaksiannya salah. Betul kelakuannya sudah berubah tapi salah bersaksinya. Dia nangis, dia bilang: Saudara-saudara sekalian, terima kasih sama Tuhan. Tuhan sudah merubah saya. Saya sudah bertobat 360 derajat. Harusnya 180 derajat. Jadi asalnya gelap, saya bertobat, katanya. Ini seratus delapan puluh derajat, sudah, harusnya berhenti di sini. Remnya blong, terus muter lagi, saudara, dan akhirnya 222, 2 Petrus 2:22, kembali ke yang mula-mula, dia lebih jahat dari pada awalnya. Dia jadi kristen abu-abu.

Maaf, kristen abu-abu tidak masuk sorga! Kita harus jadi kristen yang benar-benar kristen. Coba saudara makan nasi setengah matang, enak apa nggak? Coba bikin kue mangkok setengah matang. Coba minum air setengah matang. Yang setengah, setengah, setengah, setengah ... tidak baik. Harus kita sepenuh hati iring kepada Tuhan. Kita membaca sekarang apa yang dikatakan oleh Paulus dalam II Korintus

4:6 Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.

Ada haleluyah? Di mana ayat ini berkata, terang itu di dalam hati kita, katanya. Ia membuat terangnya bercahaya di dalam hati kita. Jadi nggak kelihatan, di dalam hati kita.

Saya ingat satu pahlawan yang namanya Gideon. Dia nangis sama Tuhan dan dia bilang: Tuhan, tentara saya sedikit sekali. Saya punya tentara 32.000, musuh 135.000. Tuhan, bagaimana saya musti melawan musuh yang begitu banyak? Saya kurang tentara, Tuhan. Tuhan bilang - kaget Gideon -: Justru tentaramu terlalu banyak. Terlalu banyak? Iya.

Tapi saya nggak sampai seperapatnya tentara saya dari tentara musuh. Sekarang Tuhan bilang terlalu banyak. Betul terlalu banyak. Jadi bagaimana? Umumkan sama tentaramu: Yang takut perang, pulang. Diumumkan sama Gideon: Yang takut perang, pulang. Dikira 2 orang yang pulang atau 22 orang  yang pulang. 22.000 orang pulang. Tuhan, tentara saya tinggal sepuluh ribu. Saya mau perang bagaimana? Eh Gideon, terlalu banyak. Kumaha Tuhan teh? Terlalu banyak. Jadi bagaimana, Tuhan? Suruh minum di sungai. Disuruh minum.

Yang minum mengambil dengan tangan ... minum air itu, dia ambil jadi tentara. Yang minum seperti anjing, disuruh ke Manado. Saudara, 9.700 dikirim ke Manado karena minumnya seperti anjing. Hanya 300 orang saja. Tuhan, cuma 300, bagaimana? Jangan banyak omong, dengan 300 itu Aku mau memberitakan kemenangan. Jadi bagaimana Tuhan? Pasang obor tutup sama buli-buli. Jadi kalau buli-buli itu kaya pot begini, ada pegangannya, dibalik. Ini obor, tutup, jadi nggak kelihatan. Terus bagaimana? Jangan sampai mati itu obor. Bikin segi tiga. Seratus di sini, seratus di sini, seratus di sini. Tunggu musuh lagi tidur.

Musuh lagi tidur, seratus ke sana, seratus ke sana, seratus ke sini. Lalu komando datang: Serang. Mereka nggak menyerang membunuh. Mereka punya tugas hanya pecahkan itu bejana, dan obor kelihatan sambil berkata: Ini pedang Allah dan pedang Gideon. Lari. Segitiga. Ini pedang Allah dan pedang Gideon. Waduh, itu tentara yang lagi tidur, bangun, lihat itu terang ... kaget dia. Saling bunuh, saling bunuh, saling bunuh. Akhirnya menang perang. Saudara, Tuhan mah nggak tergerak dengan gereja yang punya sepuluh ribu jemaat, seratus ribu jemaat. Nggak, Dia mah nggak tergerak. Dia mah nggak tergerak saudara pakai mobil Mercy. Dia tidak terpengaruh karena saudara-saudara pakai baju bagus apa baju boleh pinjaman, tidak. Yang Dia lihat hati saudara. Nah, itu sebabnya yang harus dipecahkan adalah buli-buli. Buli-buli harus dipecahkan. Ayat 7,

4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.

Ini badan kita ini bejana tanah liat, musti dihancurin dulu, harus dipatahkan dulu. Ini musuh kita paling besar, musuhnya pak Awondatu itu Awondatu sendiri. Musuh yang seringkali bikin saya susah, itu si Awondatu ini. Musuh saya bukan orang lain. Musuh saya bukan manusia. Musuh saya adalah ini aku, yang kaku dan tidak laku, harus dipaku, amin saudara? Ketika ini hancur, baru terang itu menyala. Ketika saya terima hinaan orang, tidak berontak, itu artinya reputasi saya sudah hancur ... justru terang Kristus menyala. Reputasi saya diomongin begini, diomongin begitu, saya diam ... justru terang itu akan menyala. Mazmur

37:5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
37:6 Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.

Dia harus hancurkan ini keakuan kita yang di luar ini - cepat marah, cepat tersinggung, simpan salah orang, ngata-ngatain orang, nggak mau ngampuni orang.

Ada yang bilang hari pernikahan adalah hari yang paling berbahagia. Tidak. Siapa bilang hari pernikahan, hari yang paling bahagia? Tidak. Hari yang paling bahagia itu kalau saudara sudah lewat menikah sudah 40 tahun, 50 tahun. Istri saudara sudah tahu saudara punya karakter, punya sifat, punya bau. Suami tahu kesukaan istri. Apa semuanya sudah tahu. Tapi bisa berjalan bersama-sama dengan tidak curiga satu dengan yang lain. Saling mendorong, saling mendukung - itu baru kebahagiaan dari Tuhan dinyatakan. Kalau baru satu hari mah. Saya dapat undangan sampai 7 undangan sekarang yang kawin tanggal 7 bulan 7 tahun 2007 jam 7 malam. Iya. Ini baru tadi pagi saya dapat undangan. 7,7,7,7. Nanti tahun depan tanggal 8 bulan 8, tahun 2008 jam 8. Tahun depan lagi, tanggal 9 bulan 9 tahun 2009 jam 9 malam ... Terus saja begitu. 

Yang penting kita jadi terang. Kita musti kaya lampu Philips - Terus terang anak Tuhan terang terus. Kita akan baca berikutnya. I Tesalonika

5:5 karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.

Kalau kita berbuat jahat disebut orang malam, disebut orang gelap. Kita adalah anak-anak siang. Kita harus menjadi anak-anak siang, anak-anak terang, anak-anak yang baik, anak-anak yang diberkati oleh Tuhan. I Petrus

2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Yang terakhir sekarang, I Yohanes

2:7 Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar.
2:8 Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya.
2:9 Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang.
2:10 Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.
2:11 Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.

Peribahasa berkata: Light is the emblem of happiness, knowledge, and holiness ... Terang adalah emblem atau merk dari kebahagiaan, pengetahuan dan kesucian.

Saudara-saudara, justru terang yang kelihatan dari jauh, itu terang yang paling terang di dalam rumah itu sendiri. Kalau saudara mau dilihat oleh orang sebagai anak terang, maka mulai dari rumah sendiri harus kelihatan paling terang. Paling terang sampai orang bisa lihat. Orang Sunda suka ngomong, terang heunteu  ... tahu apa tidak? Jadi terang itu juga bisa menjadi pengetahuan. Semuhun terang. Terang itu, ya, saya tahu. Bahasa Sunda.

Tapi terang yang bisa kelihatan dari jauh adalah terang yang paling terang di dalam rumah sendiri. Goethe berkata: Ketika terang datang, kegelapan itu digencet, hilang tidak berbekas. When the light comes from the front door it will scare the shadow away from the back door ... ketika terang datang dari pintu depan, dia akan mengusir dan menakutkan kegelapan; kegelapan akan lari dari pintu belakang. Saya tidak panjangkan firman Tuhan.

-- o --

Minggu, 22 Juli 2007

HAL BERDUKA CITA

Sebelum saya berkhotbah, saya ingin bertanya kepada saudara. Pertanyaan ini harus dijawab, disetujui atau tidak disetujui. Siapa yang percaya bahwa sukacita lebih baik dari dukacita? Siapa yang percaya mendengar nyanyian lebih baik dari pada berdukacita? Siapa yang setuju dengan saya bahwa pujian lebih baik dari pada teguran? Siapa yang percaya bahwa zaman dulu lebih baik dari zaman sekarang? Pengkhotbah 7, kita akan melihat beberapa kebenaran sabda Tuhan. Pengkhotbah

7:1 Nama yang harum lebih baik dari pada minyak yang mahal, dan hari kematian lebih baik dari pada hari kelahiran.

Ketika saya mendengar beberapa orang di Indonesia ada yang meninggal termasuk salah satu pendeta, wakil ketua majelis daerah Jawa Barat, pendeta Edu Rewah di Jatiwangi, meninggal pada tanggal 20 Juli. Baru kita melihat bahwa kelahiran tidak lebih baik dari pada kematian. Kematian manusia lebih baik dari pada kelahirannya. Jadi kita lihat ini satu hal yang dibalikkan oleh firman Allah. Kita seringkali senang mendengar ada satu anak yang lahir. Ada satu orang yang lahir. Dan saya sangat protes kalau ada yang suka menggugurkan kandungan. Sebab baru tiga hari saja itu kandungan terjadi, itu sudah menjadi satu bakal anak.

Tetapi kata firman Allah, hari kematian kita jauh lebih baik dari hari kelahiran kita. Berarti saudara, kalau kematian kita lebih baik dari kelahiran, apa yang kita kerjakan dari hari kelahiran kepada kematian, itu sangat menentukan baik atau tidaknya kematian seseorang. Seorang nabi yang bernama Bileam, dia pernah berkata begini: Oh, alangkah indahnya kalau matinya aku ini sebagai matinya orang yang baik. Alangkah indahnya orang yang mati sebagai orang yang baik.

Maka dikatakan, nama harum itu harus kita bangun dari kecil, dari muda, dari sekolah kita harus bentuk nama baik kita. Kita harus jaga tingkah laku kita. Kalau kita seorang hakim, kita harus menjadi hakim yang terkenal adil. Kalau kita menjadi seorang polisi, kita harus menjadi polisi yang dikenal jujur. Kalau kita menjadi jaksa, kita jadi jaksa yang dikenal jaksa yang lurus. Kalau kita menjadi raja, kita dikenal sebagai raja yang adil. Jadi kalau kita isi hidup kita ini yang sangat pendek. Pdt Rewah berusia 65 tahun. Tetapi firman Allah memberikan keterangan kepada kita, hari kematian lebih baik dari pada hari kelahiran.

Kita lihat yang kedua.

7:2 Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.
7:3 Bersedih lebih baik dari pada tertawa, karena muka muram membuat hati lega.

Tadi kita sudah angkat tangan, sukacita lebih baik dari berdukacita. Ternyata kita salah. Firman Allah katakan berdukacita lebih baik dari ke tempat pesta. Ke tempat orang bersedih lebih baik dari pada tertawa, karena muka muram membuat hati lega. Bukan artinya kesusahan lebih baik dari pada kesenangan, bukan. Tetapi kadang-kadang Tuhan izinkan kita mengalami kesedihan untuk memperbaiki hati kita. Tuhan mungkin lihat kita mabuk dengan keberhasilan, kita mabuk dengan keuangan, kita mabuk dengan hasil, kita mabuk dengan sukses lalu kita lupa kepada Tuhan. Maka Tuhan izinkan kita merasa sedih sebentar, merasa sedih sedikit supaya kita eling ... supaya kita ingat kembali kepada Tuhan.

Mungkin karena kita diberkati, kita tidak suka ke gereja lagi. Setelah kita diberkati, kita tidak ingat gereja lagi, tidak ingat Tuhan. Diajak sama orang, ayo kita ke gereja, nggak mau. Lewat gereja mau tapi ke gereja tidak mau. Maka Tuhan seringkali izinkan dengan cinta kasih-Nya Dia izinkan kita mengalami kesulitan, Dia izinkan kita mengalami kesedihan. Kita menangis.

Tetapi ayatnya ini dikatakan: ... muka muram membuat hati lega. Di dalam bahasa Inggris: ... dengan muka yang sedih, Tuhan membuat hati kita jadi baik.

Yesus adalah Juru selamat yang menangis. Dia meratapi Yerusalem. Dia meratapi Maria dan Marta waktu menangisi Lazarus. Ayat yang terpendek di Alkitab adalah Yohanes 11:35, menangislah Yesus. Bahasa Inggris hanya dua kata, Jesus wept. Ketika kita bersedih hati kita menjadi lega. Ketika kita diizinkan sedih ada percobaan ada problem, hati kita dibuat lebih baik. Bukankah kita kebaktian supaya hati kita dibuat lebih baik? Amin, saudara?  

Tapi tahukah saudara, di belakang kesedihan eh, hati kita dibikin lebih baik oleh Tuhan. Jadi harus selalu ada seimbang. Ada waktunya kita tertawa, ada waktunya kita meratap. Ada waktunya kita ke tempat pesta, ada waktunya kita ke tempat duka. Tetapi alkitab katakan, pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta. Saya jarang ke rumah pesta. Siapapun jemaat yang menikahkan anak, jarang saya hadir, mohon dimaafkan. Nggak tahu kenapa. Tetapi kalau ada yang meninggal, jarang saya tidak hadir. Saya akan hadiri orang yang meninggal sebab firman Allah berkata, 

7:2 Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.

Dari ayat 2 dan 3 ini, coba kita petik satu pelajaran: Jangan nangis waktu kita sudah lihat peti mati di depan kita. Kita nangis waktu kematian sudah terjadi. Nangislah sekarang supaya hati kita lebih baik, hati kita diperbaiki oleh Tuhan.

Tahukah saudara bahwa raja Daud suka menari tetapi dia juga suka meratap? Mazmur terdiri dari dua lagu: Nyanyian pujian, melompat-lompat, menari-nari. Daud pernah menari. Dia buka pakaian kerajaannya. Dia buka pakaiannya. Maaf bicara, dia hanya memakai pakaian dalam dan menari di depan tabut Tuhan karena suka cita tabut Tuhan kembali.

Tapi ada kalanya dia menangis. Dan dia bilang, kembalikankah kesukaan selamat yang datang dari pada-Mu Tuhan. Saya hilang sukacita, saya sudah berdosa kepada-Mu. Itu sebabnya Tuhan, Engkau memberikan percobaan kepada saya. Saya bertobat kepada-mu, Tuhan. Tuhan kembalikan sukacita. Saya tidak ada damai. Saya raja tapi tidak ada sukacita. Kembalikan. Saudara bisa baca itu di dalam Mazmur 51:19, dia bilang: Tuhan, kembalikanlah suka cita selamat itu. Saya sudah berdosa kepada-Mu.

Dan Alkitab menerangkan Tuhan mengampuni Daud. Daud menjadi raja yang lebih baik. Hatinya diperhalus, hatinya diperlunak. Dia lebih baik dari pada waktu dia menang di atas Goliat. Dia lebih baik waktu dia ketemu dengan Tuhan pada waktu susah.

7:4 Orang berhikmat senang berada di rumah duka, tetapi orang bodoh senang berada di rumah tempat bersukaria.

Tadi saudara katakan, bersukaria lebih baik dari pada berduka. Maaf, jadi yang suka bersukaria itu disebut bodoh. Bukan saya yang ngomong. Salomo. Nanti kalau saudara mau marah, marah sama dia di sorga. Di dalam Alkitab dikatakan orang bodoh senang berada di rumah tempat bersukaria tetapi hati orang bodoh - itu yang tepat dalam bahasa Inggris - ada di dalam rumah sukacita. Jadi kalau dia ke gereja, hatinya tidak di situ. Kalau dia kebaktian, cuma badan doang. Hatinya di luar. Dia bukan beragama kristen. Dia bukan menjadi murid Yesus. Dia cuma ngeresten.

Saudara tahu ngeresten? Sama dengan ngeliwet. Ngeresten. Lagi apa nih sekarang, rajin ke gereja? Lagi ngeresten sekarang. Nanti kalau sudah kenyang ngeresten tiga tahun, empat tahun, nanti saya jadi orang gila lagi. Sekarang lagi ngeresten dulu. Tidak kenal Yesus. Lebih senang di tempat yang bersuka, lebih senang dugem. Heran saudara, kaum muda sekarang lebih tahu dugem dari pada nama murid Yesus yang dua belas. Coba saya tanya kaum muda, siapa murid Yesus yang dua belas namanya? Dia lebih tahu dugem dari pada murid Yesus yang dua belas orang.

Lihat saudara, firman Allah katakan, orang berhikmat senang berada di rumah duka. Inilah tandanya kita ini gereja pantekosta disebut gereja yang menangis-menangis itu. Buat saya inilah rumah duka. Ketika kita di gereja, kita berduka kepada Tuhan karena kita bersalah kepada Tuhan. Kita menyesal kepada Tuhan karena kita sudah salah jalan. Kita harus kembali melalui jalan yang sukar, sulit. Kita harus bertobat kembali. Tetapi itu orang berhikmat suka ada di rumah duka. Sukacitanya bukan sukacita dunia. Tapi sukacitanya karena dia berduka untuk bertobat. Puji Tuhan. Ayat 5,

7:5 Mendengar hardikan orang berhikmat lebih baik dari pada mendengar nyanyian orang bodoh.

Tadi kita sudah setuju, kita lebih senang dipuji dari pada ditegur. Betul apa betul? Siapa yang setuju, kita lebih senang dipuji dari pada ditegur? Wah, angkat tangan banyak sekali, 99,99% hampir angkat tangan semua. Saya termasuk angkat tangan. Kita lebih senang dipuji dari pada ditegur orang. Tapi apa kata firman Allah? Teguran, mendengar hardikan orang berhikmat lebih baik dari mendengar nyanyian orang bodoh. Di dalam bahasa Inggris, ... lebih baik mendengar teguran orang yang bijak dari pada seorang yang mendengar nyanyian orang bodoh.

Banyak orang nyanyi tapi nggak ngerti apa tujuannya nyanyi itu. Ketika banyak haji disembuhkan di Sulawesi Tengah melalui anak gadis di desa Meko. Ribuan orang sudah pergi ke sana. Agama apa saja pergi ke sana. Yang lumpuh berjalan, yang buta melek. Dengan luar biasa. Nyanyiannya cuma tiga yang dipakai. Gadis ini anak gereja protestan. Tapi lagunya lagu pantekosta Bilur-Nya, Bilur-Nya. Mungkin haji kan nggak tahu dia. Apanya yang pertama, bilur-Nya. Sampai di rumah dia sudah sembuh. Nyanyi dia, butir-Nya, butir-Nya. Apaan itu? Bapa nyanyi apa? Nggak tahu, disana kita disuruh nyanyi. Butir-Nya, butir-Nya, Butir-Nya sungguh heran. Nggak tahu apa-apa. Dia nggak ngerti.

Banyak orang kristen nyanyi, nggak ngerti. Seringkali orang dunia juga nyanyi, nyanyi lagu menghibur kita. Tapi sebetulnya, kita lebih baik dengar teguran, nasehat dari orang bijak dari pada kita mendengar nyanyian orang bodoh. Kita tidak mau jadi orang bodoh. Kita buka dulu Lukas 

12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

Ini orang matinya lebih jelek dari pada lahirnya. Tadi kita baca di dalam Pengkhotbah, hari kematian harus lebih baik dari pada hari kelahiran. Tapi orang ini disebut bodoh oleh Tuhan. Kamu bodoh sebab sebentar malam kamu mati. Dia mati dalam kebodohan. Kematian dia tidak lebih baik dari kelahirannya. Sedangkan kehendak Tuhan, kematian kita harus lebih baik dari waktu kita lahir. Buat apa kekayaan. Tuhan bilang, kamu bodoh. Buat apa tanah berlimpah-limpah. Buat apa beli tanah, beli tanah, beli tanah ... menjadi tuan tanah. Beli hotel, beli ini, semua beli beli. Punya duit, kok. Tapi buat apa? Kalau kita tidak kaya di dalam Tuhan.  

Maka itu saudara lebih baik kita kaya di dalam Tuhan. Hidup biasa-biasa saja normal karena satupun tidak ada yang kita bawa di dalam kehidupan ini kepada kekekalan.

Yang kedua, I Timotius

6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Kita sambung dengan Efesus 5. Saudara mengejar harta tidak habis-habisnya tetapi akhirnya kita hancur oleh karena kita sendiri yang bodoh mengejar harta. Di dalam Efesus

5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Sekarang kalau kita mengalami percobaan sedang mengalami kesulitan, mengalami kesedihan, mengalami problemlah, kita semua mengalami. Tidak ada yang tidak mengalami. Superman aja mengalami saudara, apalagi kita manusia biasa. Semua manusia mengalami percobaan. Tapi kalau kita waktu ngalami percobaan itu kita mengerti bahwa di dalam percobaan ini Tuhan membuat hati kita lebih baik, kita tidak akan ngomel pada waktu percobaan. Karena kita tahu, lepas dari percobaan ada berkat yang menanti kita.   

Ketika Ayub mengalami percobaan, ada berkat yang menanti dia.  

Kita harus mengerti, oh, lebih baik ke tempat orang yang meninggal kok dari pada ke tempat pesta. Ketika kita pergi ke tempat orang meninggal, kita pakai pakaian yang sopan. Coba saja saudara lihat. Kalau kita pergi ke tempat orang meninggal, baju aja putih, kalau nggak putih ... hitam. Nggak ada yang pake baju merah, ngejreng itu nggak ada. Nggak ada yang pake celana merosot ke bawah pusarnya kelihatan. Sebab dia tahu yang mati sudah nggak bisa lihat pusar lagi. Dia merenung, oh, saya akan begini nanti.

Yang muda-muda harus juga sadar bahwa kita ... saya sudah banyak kubur orang muda. Saya sudah banyak kubur orang yang di bawah 30 tahun. Saya sudah banyak kubur. Yang jauh lebih muda dari saya, pernah saya kubur. Jadi jangan saudara sangka, wah, saya masih muda. Ada kaum muda yang baru-baru ini dipanggil Tuhan, masih remaja. Seorang yang aktif di gereja tapi Tuhan panggil. Ya, kita juga bingung kenapa Tuhan panggil. Kita nggak bisa protes. Kalau presiden kita masih unjuk rasa, bisa. Tapi siapa mau unjuk rasa sama Tuhan? Kalau kita unjuk rasa sama Tuhan, Tuhan pencet saja hidung kita, mati semua. Maka itu saudara, kita nggak bisa unjuk rasa sama Tuhan.

Makanya jangan kamu bodoh tapi jadilah bijak. Mengerti bahwa saya ini lagi dalam percobaan. Lagi apa nih? Lagi dalam percobaan. Lagi apa saya dalam percobaan? Persiapan untuk diberkati!

Bayangkan saudara orang Israel 400 tahun dijajah, 40 tahun jalan di padang gurun belantara untuk persiapan. Tuhan bilang, Aku merendahkan hatimu, kata-Nya, supaya nanti kamu masuk di tanah perjanjian berkelimpahan air susu dan madu, kamu tidak akan sombong. Kamu tidak akan bilang, karena aku, aku punya rumah; karena aku, aku punya kebun dan ladang ini, tidak. Kamu akan ingat kepada-Ku.

Itu sebabnya di dalam percobaan Tak lain saja Tuhan ... Tak lain saja Hu .. Bisa sucikan .. Hati sungguh .. Dalam percobaan ...

Saudara mengerti sekarang, di dalam kedukaan Tuhan membuat hati kita lebih baik. Dalam percobaan, Tuhan tolong. Saudara pilih mana, saudara dapat 1 percobaan tapi tak pernah selesai-selesai. Atau, saudara mau diserang ribuan percobaan tapi saudara bisa atasi semua? Mazmur         

34:20 Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;

Begitu datang percobaan, tenang. Saudara sudah mengerti kalau ada percobaan Tuhan buat hati kita lebih baik, membuat hati kita lebih lega, membuat kita introspeksi, aduh saya banyak salah saya, banyak keliru, banyak salah ngomong, banyak salah tindak, banyak salah pikir, banyak salah sangka, banyak salah menilai. Tuhan perbaiki. Kalau mobil mogok, bawa ke bengkel. Diperbaiki di bengkel. Ini musti diganti, pak. Udah ganti, dipakai lagi. Dan ketika saudara sudah diperbaiki, Tuhan izinkan jalan lagi.

Kembali lagi kepada Pengkhotbah,  

7:6 Karena seperti bunyi duri terbakar di bawah kuali, demikian tertawa orang bodoh. Inipun sia-sia.

Dulu kalau orang mau menyalakan api, yang dipakai itu duri-duri. Duri itu kan seperti korek api. Dan duri itu kalau dibakar cepat sekali nyala. Hanya untuk kepentingan-kepentingan sementara ... hanya untuk masak air, mau bikin kopi. Masak air kan nggak lama. Panas, bikin kopi. Tetapi tidak bisa untuk hal yang lama, memasak yang berjam-jam itu tidak bisa.

Nah, tertawanya orang bodoh, nyanyian orang bodoh tadi, itu seperti duri-duri yang dibakar. Gemeretaknya itu seperti duri. Cuma sementara ketawanya. Cuma sementara sukacitanya. Tidak ada harga kekekalan. Sekarang yang saudara harus tangkap bukanlah saudara jadi seorang yang beragama kristen, tidak. Tetapi saudara yang memiliki Tuhan, saudara yang menemukan Tuhan, saudara yang mempunyai Tuhan, menemukan Tuhan di dalam hati saudara.

Bergereja itu hanya untuk kita belajar tentang Tuhan. Berjemaat itu hanya belajar untuk bersosialisasi dengan sesama anak Tuhan. Tetapi dalam hubungan pribadi kita dengan Tuhan, kita harus kenal Tuhan secara pribadi. Seperti Paulus berkata dalam Filipi    

3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

Jangan ribut soal ekonomi. Tuhan sudah janji, cari dulu Kerajaan Allah dengan segala kebenarannya maka segala apa yang kita butuhkan ... apa yang kita makan, apa yang kita minum, apa yang kita pakai; apa rumah yang kita perlu, sandang pangan papan - itu akan ditambahkan kepadamu, kata Tuhan.

Jadi soal materi soal dunia, itu jangan saudara kuatirkan lagi, itu sudah ditackle, itu sudah beres oleh Tuhan. Jangan saudara repot-repot lagi. Tapi  kita mau mengerti bahwa kita hidup di dunia mau mati sebagai orang yang lebih baik dari pada waktu kita lahir, kita mau belajar tentang Yesus  yang indah, Yesus yang penuh dengan kuasa, Yesus yang penuh dengan cinta, Yesus yang tidak pernah berobah, Yesus yang selalu mengasihi kita, Yesus yang kekal, Yesus yang menjadi Raja Damai, Yesus yang memberikan Roh Kudus kepada kita dan Yesus menjadi segala-galanya dalam hidup kita.

Bukan ngeresten, masuk keluar gereja. Ngeresten. Tapi tidak pernah ketemu Tuhan. Coba dalam tiap kebaktian kita ketemu Tuhan, oh betapa bahagianya, saudara. Lebih dari ketemu raja, lebih dari ketemu presiden. Kita disebut anak-anak Tuhan. Kita nyebut Tuhan itu Bapa. Waktu meninggal juga, saudara, aduh, pasang ... koran hari ini ada bapak Pdt Rewah ... telah dipanggil pulang ke rumah Bapa di sorga. Pulang.

Tapi ada orang lain yang bukan kristen ... semoga arwahnya. Kalau semoga kan belum tentu, saudara. Mudah-mudahan, semoga arwahnya. Saya nggak suka pakai arwah, saya lebih suka pakai roh. Kalau arwah itu suka ada di kuburan. Arwah. Semoga arwahnya lagi, diterima di sisi. Di sisi, lagi saudara. Kalau kita mah dipangkuan Abraham, dipeluk. Di sisi ... juga belum tentu. Bapak tinggal di mana? Cianjur? Cianjurnya di mana? Di sisi. Di sisi Cianjurnya di mana? Tapi kita anak Tuhan tidak di sisi - kita di dalam hatinya Tuhan. Kita anaknya Tuhan. Kita harus mati lebih baik dari pada waktu kita lahir. Amin, saudara?

Kembali kepada Pengkhotbah 

7:7 Sungguh, pemerasan membodohkan orang berhikmat, dan uang suap merusakkan hati.

Jangan sekali-kali saudara menerima suap. Disogok. Itu merusak hati saudara. Padahal Tuhan bilang ayat selanjutnya, Dia mau memperbaiki hati kita. Ketika kita terima sogokan, itu sogokan akan merusak hati yang baru diperbaiki oleh Tuhan, rusak lagi oleh sogokan. Itu sebabnya dalam hidup kita yang sangat pendek ini, kita mau jadi orang bijak, kita tidak mau menerima sogokan, tidak mau kita diperas oleh orang bodoh. Kita orang berhikmat jadi dibodohkan oleh pemerasan. 

7:8 Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati.

Saudara, bukan langkah pertama yang penting tetapi yang penting adalah langkah yang terakhir. Dan s'kali k'lak .. Sampai langkah terakhir .. Tiap langkahku .. Bawa ke rumah Hu. Saudara mau setia sampai langkah terakhir, sampai hembusan nafas yang terakhir?

Dia akan berkata, kita akan lewati itu percobaan yang tinggi, kita akan lewati itu sekarang juga. Dan dengan angin Roh Kudus kita akan naik. Di belakang percobaan, di belakang air mata, di belakang kesusahan, ada padang rumput yang rata. Dan Yesus bilang, di sana kita akan mendarat. Dibaringkannya aku pada tempat yang banyak rumputnya. Tuhan itu Gembala yang baik. Berikutnya. 

7:10 Janganlah mengatakan: "Mengapa zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang?" Karena bukannya berdasarkan hikmat engkau menanyakan hal itu.

Banyak orang-orang yang pada zaman Belanda, selalu bilang, zaman normal dulu enak. Makan roti keju susu coklat oh, gampang. Zaman normal dulu. Sekarang zaman kemerdekaan aduh, susah ini susah itu. Seolah-olah dia bilang, dulu itu zaman normal sekarang zaman abnormal. Dulu.  

Jangan bilang zaman dulu lebih baik. Zaman sekarang sebetulnya lebih baik dari kemarin. Tuhan bilang, anggur yang terbaik ada di akhir zaman. 

7:11 Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan dan merupakan suatu keuntungan bagi orang-orang yang melihat matahari.
7:12 Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya.

Jadi saudara, anak-anak muda, bapak-bapak dan ibu-ibu yang punya anak, dan Tuhan berkati mampu mereka sekolah, suruh mereka sekolah. Bekali mereka dengan ilmu, jangan bekali uang. Bekali ilmu. Waktu papa saya meninggal, saya tidak dibekali apa-apa. Yang ia tinggalkan adalah firman Allah. Dan dengan Alkitab inilah Tuhan memelihara saya.

Kalau anak saudara masih ingin sekolah, saudara mampu, biar dia sekolah tinggi. Sebab kalau sudah sekolah tinggi, dicari oleh orang. Kalau ada anak saudara mau belajar les bahasa Inggris, silahkan. Les bahasa Mandarin sekarang dicari. Amerika dan Canada mencari mahasiwa-mahasiswi anak-anak muda yang bisa 2 bahasa ini: Mandarin dan Inggris. Asal bisa Mandarin, asal bisa Inggris, sudah langsung diterima kerja. Sekarang di Amerika begitu. Yang diterima orang Yahudi dan orang dari Tiongkok daratan.  

Jadi bahasa itu penting dan itu tidak bisa didapat kalau kita cuma malas-malasan. Jangkaulah ilmu, jangkaulah hikmat. Silahkan sekolah tinggi. Saudara kalau tinggalkan uang, segunungpun habis. Tapi kalau saudara tinggalkan hikmat, tidak akan habis. Di mana saudara hidup, saudara bisa hidup. Di mana saudara tinggal, saudara bisa hidup. Karena saudara punya ilmu.

Contoh. Saudara bisa memperbaiki mobil. Saudara bisa masak. Itu ilmu. Saudara bisa bikin kue.

Banyak sekali hal-hal yang kita bisa kerjakan kalau kita punya ilmu. 

Tuhan bilang, hikmat yang benar datang dari sorga.

7:13 Perhatikanlah pekerjaan Allah! Siapakah dapat meluruskan apa yang telah dibengkokkan-Nya?
7:14 Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang inipun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya.
7:15 Dalam hidupku yang sia-sia aku telah melihat segala hal ini: ada orang saleh yang binasa dalam kesalehannya, ada orang fasik yang hidup lama dalam kejahatannya.

Itu raja Salomo yang mengajar. Orang ini saleh tapi karena kesalehannya dia mati. Maka ayat berikutnya

7:16 Janganlah terlalu saleh, janganlah perilakumu terlalu berhikmat; mengapa engkau akan membinasakan dirimu sendiri?
7:17 Janganlah terlalu fasik, janganlah bodoh! Mengapa engkau mau mati sebelum waktumu?
7:18 Adalah baik kalau engkau memegang yang satu, dan juga tidak melepaskan yang lain, karena orang yang takut akan Allah luput dari kedua-duanya.

Siapa tertanam .. Dalam rumah Tuhan .. Kan berbunga .. Di halaman Allah .. Bahwa orang benar .. S'perti pokok kurma ... S'perti ara .. Di atas Libanon.

Kalau saudara menjadi seperti pokok kurma, dari dalam saudara akan mengalir pembaharuan. Hati saudara akan diperbaiki. Saya sudah lihat pokok kurma yang umurnya 2.000 tahun. Dia tinggi luar biasa tapi batangnya ya begitu daun sudah hancur tapi yang di atas berbuah terus, berbuah terus. Orang benar harus seperti pokok kurma ... dia berbuah terus. Saya tidak panjangkan firman Tuhan.

Jangan terlalu fasik, jangan terlalu saleh. Positif saudara luput, negatifpun luput. Yang saudara dapat adalah yang di tengah.     

-- o --


Minggu, 29 Juli 2007

DARAH YESUS

Haleluyah. Kita membaca Ibrani  

10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
10:27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.
10:28 Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi.
10:29 Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?

Sore hari ini kita akan mendengar pemberitaan mengenai Darah Yesus. Kalau saudara mengenal orang-orang GPdI gereja pantekosta tahun 50-an sampai tahun 60-an terakhir, masih kita mendengar istilah darah Yesus. Selalu orang berdoa berkelompok atau sendiri selalu ada bahasa ini. Tuhan, bungkus kami oleh darah-Mu. Mau bepergian, naik bis, naik oplet, selalu berdoa dulu: Tuhan, bungkus kendaraan yang kami tumpangi dengan darah Yesus. Kalau ada seseorang kristen yang merasa kaget, dia suka jadi kebiasaan: Darah Yesus! Dia kaget melihat sesuatu, dia bilang darah Yesus.

Kenapa sampai ayat ini bilang, kalau kita sengaja berbuat dosa, tidak akan ada lagi pengampunan bagi dosanya. Kalau sengaja. Setelah kita tahu berbuat. Karena dikatakan di situ, dia dijatuhkan hukuman yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian. Di sini darah Yesus disebut darah perjanjian.

Kata perjanjian di dalam alkitab ada tiga. Yang pertama adalah promise. Itu janji. Promise. Pergi ke Tanah Perjanjian. We are going to promised land. Tanah perjanjian.

Yang kedua, testament. Ini Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Old Testament dan New Testament.

Yang ketiga ini yang jarang kita dengar tetapi ini ada dalam alkitab. Di dalam ayat ke-29 dikatakan, saudaraku adalah the blood of the covenant, darah dari perjanjian. Tetapi covenant lebih dari pada janji karena janji yang dibikin oleh Tuhan melalui darah-Nya. Ini sangat agung dan lebih dari sumpah.

Zaman dahulu orang kalau mau angkat saudara, dia potong nadinya, yang lain potong nadinya sedikit. Lalu ditempelkanlah darah mereka. Dan mereka menjadi saudara. Covenant brothers.

Mereka jadi saudara tidak satu bapa satu ibu tapi sedarah. Mereka menganggap sedarah. Dalam zaman-zaman ke sini, dua pahlawan mengangkat saudara, mereka potong di tangan kanan, darah ... lalu berjabat tangan. Dan dengan demikian mereka menjadi saudara. Dan janji itu mereka adakan dengan darah.

Tuhan Yesus mengadakan covenant bukan promise; bukan testament tetapi covenant. Dengan melalui darah. Saya selalu ingat apa yang terjadi antara Daud dengan Yonatan. Mereka menjadi saudara karena mereka memberikan panahnya. Yonatan memberikan jubahnya, memberikan ikat pinggangnya. Dan mereka mengangkat sumpah sebagai saudara.

Berbahaya sekali, kita berdosa sehingga kita tidak ada lagi penebusan bagi dosa kita. Kalau kita sudah tahu hal ini dosa lalu kita langgar, firman Allah katakan, tidak ada lagi pengampunan. Tidak ada lagi Yesus yang akan disalib karena dia sudah menginjak-injak darah covenant, blood of covenant atau perjanjian darah ini. Dikatakan menghina Roh kasih karunia, menghina Roh anugerah.

Jadi, jadi orang kristen santai tetapi harus sungguh-sungguh. Sungguh nggak main-main tapi santai. Santai bukan berarti saudara boleh main-main semau-maunya tetapi harus dengan sungguh-sungguh.

Kita akan lihat beberapa ayat mengapa darah Yesus itu penting. Di dalam ayat 29, yang pertama dikatakan darah perjanjian yang menguduskannya.

Yang pertama, darah Yesus itu menguduskan kita. Haleluyah? Waktu saudara makan dan minum sesuai dengan surat Timotius: Tuhan, kuduskanlah makanan ini dengan darah-Mu. Darah Yesus menguduskan makanan.

Jangan dicoba, tetapi ada orang mau membunuh satu pendeta dengan meracuni makanannya. Dan kalau dia makan itu makanan hanya dalam tiga menit dia akan mati. Tetapi pendeta ini berdoa, karena dia tidak tahu ada racun: Tuhan, bungkus dan kuduskan makanan ini oleh darah-Mu. Lalu dia makan. Orang yang meracuni bingung karena sudah habis makanan, orang ini tidak mati-mati. Inilah kejadian ini membawa orang yang meracuni itu mengenal Kristus sebagai Juru selamatnya. Dan itulah sebabnya saudara tahu ceritanya, karena orang yang meracuni ini, dia yang cerita, dia yang berkata bahwa dia pernah meracun pendeta tapi pendeta tidak mati. Kenapa? Karena sudah dikuduskan oleh darah Yesus.

Yang kedua, kita bisa baca didalam Efesus

1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,

Yang kedua, darah Yesus menebus kita. Yesus menebus kita dengan darah-Nya. Saudara mungkin tidak mengerti apa itu artinya menebus. Itu artinya redemption. Kata redemption ini sama dengan saudara, umpamanya membeli satu sabun cuci. Di dalam sabun cuci itu ada satu kertas yang berkata: Undian, anda mendapatkan sebuah kompor gas. Ambillah dengan membawa kertas ini. Saudara datang ke toko di mana ditunjukkan dan saudara memberikan itu surat. Surat itu diambil oleh orang, kompor gas saudara bawa. Itu arti kata menebus.

Saudara-saudara, kita semua di luar Kristus sudah terjual ke dalam dosa. Kita dianiaya di bawah dosa. Kita tidak bebas di bawah dosa. Tetapi dengan kasih karunia oleh darah Yesus, Dia menebus. Di pegadaian saudara menggadaikan barang umpamanya seratus ribu. Kalau sudah ada uang, saudara boleh tebus. Waktu saudara tebus, saudara tidak bisa tebus seratus ribu lagi. Musti lebih. Musti seratus lima belas atau seratus sepuluh, saudara tebus. Dan waktu saudara tebus, saudara harus tebus dengan harga yang lebih besar, baru barang itu bisa kembali.

Demikianlah dengan Yesus. Pada waktu Yesus mati di atas Golgota, dengan darah-Nya Dia menebus kita. Kalau saya bilang kita, bukan cuma dalam ruangan ini. Seluruh umat manusia! Seluruh dunia yang kenal atau belum kenal, yang membenci kita sekalipun, dosanya ditebus, to buy back, dibeli kembali oleh Kristus. Itu yang kedua, hebatnya, kegunaannya darah Yesus.

Yang ketiga. Masih dalam ayat ke 7 dikatakan, pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya.

Pengampunan dosa. Dia bukan hanya menebus. Tapi oleh darah Yesus kita mendapatkan pengampunan dosa. Mari kira buka lebih dahulu I Yohanes 

1:5 Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.
1:6 Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.
1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. - Ini yang keempat -
1:8 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Jadi kegunaan darah Yesus ini sangat banyak. Dia menyucikan tetapi sebelum menyucikan, Dia mengampuni.

Kata mengampuni ini luar biasa. Ada beberapa hal yang kita belajar dari ayat-ayat itu. Dia mengampuni kita dari segala dosa. Saya ingin ceritakan bagaimana Daud bersalah. Pada waktu Daud berdosa, yang pertama hilang adalah sukacita. Kita mau dengar kesaksiannya dari Daud, waktu dia kehilangan sukacita. Dan waktu dia minta ampun, bagaimana dia minta supaya Tuhan kembalikan sukacita itu. Mazmur 

51:9 Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!
51:10 Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!
51:11 Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!
51:12 Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
51:13 Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
51:14 Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! - Ayat 16 -
51:16 Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!

Jadi inilah pertama yang kita akan hadapi. Ketika kita berdosa, kita tidak ada sukacita. Kita kehilangan sukacita. Kalau saudara menyakiti hati orang, bukan orang itu yang sakit tapi kita sendiri yang akan kehilangan sukacita. Kalau kita mencurigai orang lain, bukan orang lain yang sakit, kita sendiri yang mencurigai orang lain yang akan sakit. Itu sebabnya betapa berharganya darah Yesus itu. Darah Tuhan Yesus itu sangat indah dengan segala hal yang ada pada kita. Mari kita baca Roma

5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
5:9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.

Ada dua hal di situ. Yang pertama kita dibenarkan oleh darah Yesus. Siapa di antara saudara orang benar sekarang? Nggak ada. Di sorga pun tidak ada orang benar. Yang ada orang berdosa tetapi yang sudah dibenarkan oleh Tuhan. Kita semua orang jahat, orang berdosa tetapi oleh karena kasih karunia Allah, kita dibenarkan untuk berbuat baik. Kita dibenarkan oleh Tuhan sehingga kita jalan datang ke sorga jangan ngomong sama penjaga sorga: Saya ini sudah berbuat ini. Saya ini gembala kecil. Saya sudah pernah ini. Saya sudah pernah nolong. Saya yang membangun gereja. Saya yang bikin fondasi, nggak. Itu saudara nggak akan diterima.

Saudara harus datang: Saya adalah orang berdosa. Tapi Tuhan Yesus sudah mati atas dosa-dosa saya dan saya sudah dibenarkan! Itu sebabnya saya yakin, saya berhak masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Pintu sorga akan terbuka buat saudara karena memang saudara sudah dibenarkan oleh darah Yesus.

Berikutnya bukan lagi dibenarkan, ... diselamatkan dari murka Allah! Haleluyah? Yang keenam. Mari kita lihat lagi. Efesus

2:11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --
2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.
2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.

Kita didekatkan. Asalnya dulu jauh tapi sekarang oleh karena darah Yesus, kita itu didekatkan, ditarik sama Tuhan. Ditarik oleh karena darah Yesus, kita didekatkan kepada Tuhan. Kalau saudara-saudara berdekatan, tinggal saja menjadi tetangganya SBY. Umpamanya ini rumah SBY, satu rumah, dua rumah sudah rumah saudara ... saudara sudah aman, dah. Aman. Nggak bakalan maling masuk, nggak bakalan rampok masuk. Mereka mikir dulu, takut. Karena saudara tetangganya SBY.

Sekarang kalau saudara oleh darah Yesus didekatkan oleh Tuhan kepada diri-Nya sendiri, takut apa? Susah apa? Bingung apa? Kenapa bingung? Kenapa susah? Karena di dalam Dia, Dia mendekatkan. Siapa yang didekatkan? Orang apa yang didekatkan? Orang yang sudah dibenarkan. Orang yang sudah ditebus! Orang yang sudah percaya. Orang yang sudah dikuduskan, ... didekatkan kepada Dia. Dan menurut Alkitab, orang yang didekatkan kepada Dia mendapatkan keuntungan yang besar. Beberapa ayat lagi, ya. Ketujuh. Kolose 

1:20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

Kita didamaikan oleh darah salib Kristus. Kita diperdamaikan. Dulu kita bermusuhan karena dosa yang membuat kita bermusuhan. Sekarang dosa sudah dihilangkan, dosa ditebus, kita didamaikan oleh Tuhan melalui darah-Nya. Itu sebabnya hargailah darah Yesus. Jangan meninggalkan Tuhan. Karena tidak ada lagi sesuatu yang bisa menebus saudara-saudara sekalian. Dua ayat lagi. I Petrus 

1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Saudara-saudara telah ditebus oleh darah yang mahal. Darah Yesus itu mahal bagi kita yang percaya kepada Yesus. Kita tidak berani menginjak-injak darah itu, darah Yesus itu. Jadi mulai hari ini, saudara mau sekolah, saudara mau ke Bandung, saudara mau ke Jakarta, saudara minta perlindungan. Lindungi Tuhan, mobil yang saya kendarai, tutup dengan darah Yesus. Supaya pasar yang saya punya, dilindungi oleh darah-Mu, tidak terbakar seperti pasar Cipanas.

Jadi sekarang ini, kalau ada pasar kebakaran, itu orang jadi tanda tanya terus. Sebab nanti yang dibangun bukan pasar yang lama. Pasar baru. Itu harus nebusnya lagi lebih mahal. Jadi sekarang kebakaran itu ada yang tidak sengaja, tapi ada kebakaran yang dihaja ... disengaja. Supaya kebakaran, bisa dapat untung. Ini saya dengar dari rapat sebuah bank. Bank itu mau membebaskan tanah. Rakyat tidak setuju dengan ganti rugi. Rapatlah para pemegang saham. Nggak mau, katanya, pak, rakyat diganti rugi sekian. Satu orang ngomong: Kalau begitu bakar saja.

Maka sekarang saya, mulai sekarang kalau ada kebakaran, kita tanda tanya. Ini kebakaran betul kompor meleduk. Orang mah sudah ke bulan, orang mah jalan-jalan di bulan, masa kita mah masih kompor meleduk terus sampai tahun 2007 itu kompor meleduk terus alasannya. Terus korsleting. Nah, kalau korsleiting itu musti disalahin PLN dong. Periksa. Macam-macam. Tapi inilah. Jadi kalau saudara berdoa, memohon: Tuhan, lindungi dengan darah-Mu.

Lindung di darah-Hu .. Angin ribut menderu .. Lindung di darah-Hu .. Sampai susahpun lalu .. Bila gelombang menempuh .. Pada-Mu aku berteduh .. Lain alasan hancur luluh .. Lindung di darah-Hu. Saudara mau berlindung? Dalam ayat yang terakhir. Wahyu 

1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya.

Ada yang belum terlepas? Belum terlepas dari kebiasaan? Belum terlepas dari rokok? Belum terlepas dari kebiasaan yang tidak baik? Darah Yesus sanggup melepaskan kita. Bagi Dia yang mengasihi kita, itu ada di bawah. Ada tanda tangan prasasti bapak pendeta A.H. Mandey. Saya pilih Wahyu 1:5, ... bagi Dia yang mengasihi kita. Jadi gereja ini dibangun bagi Dia yang mengasihi kita. Saudara ada di gereja dari Tuhan Yesus yang mengasihi kita. Sekian firman Tuhan.

-- o --

Minggu, 05 Agustus 2007

"ADA" ADALAH NAMA TUHAN

Mazmur   

119:89 Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga.
119:90 Kesetiaan-Mu dari keturunan ke keturunan; Engkau menegakkan bumi, sehingga tetap ada.
119:91 Menurut hukum-hukum-Mu semuanya itu ada sekarang, sebab segala sesuatu melayani Engkau.
119:92 Sekiranya Taurat-Mu tidak menjadi kegemaranku, maka aku telah binasa dalam sengsaraku.
119:93 Untuk selama-lamanya aku tidak melupakan titah-titah-Mu, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku.
119:94 Aku kepunyaan-Mu, selamatkanlah aku, sebab aku mencari titah-titah-Mu.
119:95 Orang-orang fasik menantikan aku untuk membinasakan aku; tetapi aku hendak memperhatikan peringatan-peringatan-Mu.
119:96 Aku melihat batas-batas kesempurnaan, tetapi perintah-Mu luas sekali.

Di dalam ayat ke-89, inilah yang kita akan renungkan sore hari ini. Dikatakan di sana,

119:89 Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga.

Firman Tuhan yang saudara dengar, yang saudara baca, yang saudara punya Alkitabnya, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, tetap teguh di dalam sorga.

Pada tahun 303 Masehi, seorang kaisar dari Italia, dari Roma, namanya Diotresian, memerintahkan supaya Alkitab dikumpulkan dan dibakar. Di seluruh jajahan Roma, semua alkitab harus dikumpulkan. Rakyat musti mengumpulkan alkitab. Mungkin ada yang berani sembunyikan bagaimana caranya tapi menjadi undang-undang, Alkitab ini racun masyarakat. Kumpulkan, katanya, kumpulkan ... dan dibakar. Itu pada tahun 303.

25 tahun kemudian dia mati, kaisar ini.

Lalu kaisar berikutnya memerintahkan Yusedius, seorang penulis Alkitab, untuk mengcopy cari dan menulis kembali Alkitab, 50 saja. Maka Yusedius menurut kepada kaisar itu dan dia menuliskan 50 copy alkitab dengan ongkos dari pemerintah, setelah beratus-ratus tahun alkitab tidak boleh beredar.

Lalu berberapa abad kemudian seorang Perancis namanya Voltaire, dia berkata, dalam 100 tahun, alkitab akan dilupakan dan agama kristen akan lenyap. Pada abad ke-17 dia ngomong. Dan pada tahun 1778 Voltaire mati. Tetapi saudaraku, dalam 50 tahun, Alkitab dari Geneva Swiss, menggunakan rumah Voltaire, dijadikan percetakan Alkitab. Ini Voltaire dia bilang 100 tahun kemudian Alkitab akan lenyap, agama kristen tidak akan laku. Tetapi justru di Geneva, satu liga pembuat alkitab, membuat Alkitab justru di rumahnya Voltaire itu, dibikin percetakan dan saudaraku. Kita mendapatkan alkitab yang sekarang ini karena Alkitab tidak bisa dibakar, Alkitab tidak bisa dibunuh, Alkitab tidak bisa dihentikan; dia dari kekal sampai kekal selama-lamanya dia akan tetap ada.

Alkitab ini alkitab yang kita baca, tidak ada buku yang seperti Alkitab begitu dibenci. Alkitab ini dibenci, Alkitab ini dihina, Alkitab ini diserang, Alkitab ini dirusak, Alkitab ini dilarang, Alkitab ini dibakar, Alkitab ini dihancurkan, Alkitab ini dikritik, Alkitab ini diremehkan.

Bahkan seorang Mao Tse Tung menyuruh agama tidak boleh ada di Tiongkok karena menjadi candu masyarakat sehingga orang-orang kristen di Tiongkok Alkitab itu digunting satu ayat persatu ayat digulung. Ketemu nanti di sawah tukar. Baca Alkitab, digulung lagi, taruh di mana. Nanti kalau ketemu lagi di pekerjaan, tukar lagi ayat apa. Yang satu ayat itu, yang satu ayat ini. Tukar begitu rupa.

Dan sekarang saudaraku, di seluruh dunia, tidak ada yang bisa melawan Alkitab. Best Seller. Buku yang paling banyak laku, yang paling banyak disodorkan didistribusikan sampai di hotel-hotel, kaum Gideon menaruh Alkitab. Dan itu sebabnya kalau sampai orang kristen tidak suka baca Alkitab, sangat disayangkan karena Alkitab firman Allah, dia tetap teguh di sorga dari kekal sampai kepada kekal.

Di dalam Alkitab ini, yang kita baru baca tadi adalah perjanjian-perjanjian dari pada Allah. Kita mau lihat yang pertama di dalam Yohanes

1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
1:5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Ini yang dicuri dari saudara oleh Iblis. Iblis mau menjauhkan saudara dari alkitab supaya saudara tidak tahu hak-hak saudara. Harta yang saudara punya. Karena seorang kristen begitu dia baca alkitab, dia akan memiliki satu pengharapan. Dunia boleh banyak tantangan, dunia boleh banyak masalah tetapi kalau dia baca alkitab, dia baca firman yang asalnya bersama dengan Tuhan.

Mazmur tadi berkata, dari selama-lamanya dari kekal sampai kekal, Firman itu tetap settle di sorga. Firman itu perkataan. Saya nggak bisa dipisahkan dari perkataan. Makanya saya ilustrasikan kalau Allah itu saya, Yesus itu firman perkataan. Pada awal pertama adalah perkataan. Perkataan itu bersama-sama dengan saya. Dan perkataan itu juga adalah saya.

Ke mana saya pergi, perkataan saya ada. Di mana saya ada, perkataan saya ada. Saya balik. Di mana perkataan saya ada, di situlah hadirat Allah. Di mana perkataan firman ada, disitulah hadiratnya Kristus ada. Dan dalam ayat ke-3, segala sesuatu dijadikan oleh Dia. Oleh apa? Oleh perkataan tadi. Oleh firman tadi.

Sehingga ... dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Jadi firman yang kita dengar itu bersifat mencipta, membuat. Firman Tuhan itu dia mencipta. Kalau saudara punya firman, saudara mempunyai sesuatu yang mencipta, sesuatu yang membuat. Segala sesuatu. Baik hal jasmani baik uang maupun kebahagiaan, baik rohani kesehatan, segala sesuatu dijadikan oleh firman Tuhan. Jadi ketika saudara mendengar firman Tuhan, saudara sedang mendengar sesuatu yang bisa menciptakan. Modal dasar untuk menciptakan sesuatu!

Saya selalu ingat itu Matius 25, Tuhan Yesus menceritakan ada satu tuan membagikan talenta. Satu 5, satu 2, satu 1. Yang 5 dikasih modal, lalu dikerjakan dapat 5. Yang 2 dikasih modal, dikerjakan dapat 2. Yang satu tidak dikerjakan, tidak dapat apa-apa.

Jadi kalau saudara dengar firman Allah, tidak dikerjakan, saudara nggak akan dapat apa-apa. Mungkin daya tangkap saudara 5, saudara kerjakan itu firman, nanti saudara dapat keuntungan 5. Siapa yang dapat untung 5? Yang punya 5, dia yang dapat untung. Siapa yang dapat untung 2? Yang punya 2. Dia kerjakan itu talenta, dapat 2. Siapa yang tidak dapat apa-apa? Dia yang dapat 1 tetapi dia tidak kerjakan ... dia kubur.

Nah, banyak orang kristen dia dengar firman Tuhan tapi dia tidak kerjakan, dia tidak lakukan. Padahal firman Tuhan yang didengar adalah modal. Modal dasar. Firman Allah yang saudara dengar adalah modal dan kalau saudara tidak kerjakan, saudara tidak dapat apa-apa. Masuk keluar gereja, masuk kosong, pulang kosong. Minggu kosong rabu kosong kapanpun saudara datang saudara dengar tapi tidak dilakukan, kosong.        

1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Coba kita baca Roma

4:13 Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.
4:14 Sebab jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang dijanjikan Allah, maka sia-sialah iman dan batallah janji itu.
4:15 Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.
4:16 Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, --
4:17 seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" --di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

Perhatikan itu saudara: Dengan firman-Nya menjadikan apa yang tidak ada menjadi ada.

Sekarang saya tanya, apakah orang suami yang 100 tahun, istrinya 99 tahun bisa punya anak apa nggak? Nggak ada. Nggak bisa. Tetapi oleh karena orang ini firman Allah bilang, tahun depan Abraham, kamu bakal punya anak. Istri Abraham, Sarah itu sampai ketawa. Dia dengan Tuhan ngomong sama Abraham, dia ketawa di dapur. Masa saya nenek sudah 90 tahun lebih ini bakal punya anak? Sampai Tuhan marah. Kenapa kamu ketawa? Nggak, saya nggak ketawa. Anakmu harus dikasih nama Ketawa; Ishak itu artinya ketawa. Tahun depan betul dia dapat Ishak yang artinya tertawa.

Apa yang tidak ada, dia nggak punya anak, oleh karena iman, oleh karena firman, menjadi ada ... punya anak. Baik dagang, usaha kecil atau besar harus pakai iman. Dari yang tidak ada oleh karena iman kepada firman, firman tadi menjadikan yang tidak ada menjadi ada. Ah, kamu mah ada-ada saja.  Selalu kita ngomong itu. Tanpa sadar, bahwa kata ada itu adalah nama Tuhan.

Ketika Musa tanya sama Tuhan dalam Keluaran 3: Siapakah nama-Mu, Tuhan? Aku adalah Aku Ada. Saya baca dalam salinan lama, ayat

3:13 Maka sembah Musa kepda Allah bahwa sesungguhnya bila hamba mendapatkan bani Israel serta kata hamba kepada mereka bahwa  Allah nenek moyang kamu telah menyuruhkan daku mendapatkan kamu, maka bertanyalah mereka: siapa nama-Nya? - maka apa gerangan hamba sahut kepadanya?"
3:14 Maka firman Allah kepada Musa: "AKU AKAN ADA YANG AKU ADA." Dan lagi firman-Nya: "Demikianlah hendaklah kamu katakan kepada bani israel bahwa AKU ADA telah meyuruhkan daku mendapatkan kamu."

Kita suka ngomong, kamu ada-ada saja. Kita lupa ADA itu adalah nama Tuhan.

Nah, orang kristen sebetulnya nggak usah ngomong tidak ada sebab Tuhan akan selalu mengadakannya. Mari kita buka kitab Kejadian   

22:2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Bayangkan dia nggak punya anak. Sekarang sudah punya anak diminta Tuhan disuruh dikorbankan, anaknya disuruh disembelih. Dikorbankan di Gunung Moria. Yang saya kagum sama Abraham dan mungkin tidak ada yang bisa, ...

22:3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.
22:4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.
22:5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."

Saudara lihat nggak hebatnya iman Abraham. Saya tanya dulu saudara: Abraham disuruh apa? Mengorbankan anaknya. Sudah siapkan kayu bakar, 3 hari perjalanan, dia lihat gunung Moria. Lalu dia ngomong sama 2 bujangnya: Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku - Abraham - beserta anak ini - Ishak - akan pergi ke sana - ke Gunung Moria -; kami - Aku dan Ishak - akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."

Di situ imannya Abraham. Padahal dia disuruh potong Ishak, dia disuruh membunuh Ishak, dia disuruh mengorbankan Ishak tapi dia punya iman Tuhan bisa membangkitkan Ishak. Makanya kami akan berangkat, sembahyang, setelah itu kami - saya dan Ishak - akan kembali lagi kepadamu.

Ini adalah iman yang luar biasa.

Tuhan yang kita sembah, dia memberikan modal kepada kita, yaitu firman yang kekal di sorga. Dari kekal sampai kekal. Dan firman itu harus kita kerjakan, harus kita lakukan baru saudara dapat menikmati kegunaannya dari firman Tuhan. Terus kita baca. Kejadian

22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?" - Dia nggak bawa domba. Ishak itu polos tanya, mana anak Domba yang kita mau korbankan? -
22:8 Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

Yehova Yireh, Allah yang mengadakan. Saudara nggak punya apa-apa, nggak ada apa-apa tapi karena saudara punya firman, Allah mengadakan. Aduh, saya bagaimana untuk bayar uang sekolah? Tenang, Allah akan mengadakannya. Allah akan menyediakannya. Dia lihat sampai di hati saudara. Berikutnya, Kejadian

22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
22:11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
22:12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

Saudara pernah lihat domba di atas gunung? Domba itu di padang rumput, dibawa sama gembala di padang rumput. Ini di gunung Moria, jalannya aja 3 hari ke atas. Apa yang mustahil bagi manusia, tidak mustahil bagi Tuhan. Yang tidak mungkin ... masa domba ada di atas gunung, tersangkut lagi tanduknya kepada cabang pohon, siapa yang buat? Tuhan yang mengadakannya!

Satu kali Yesus mau masuk bait Allah, Petrus bilang: Tuhan, kita nggak punya uang. Kita masuk musti bayar karcis. Yesus bilang: Sebetulnya Anak raja tidak usah bayar. Dia sedang cerita tentang diri-Nya. Nggak usah bayar. Tapi supaya kita tidak jadi sontohan, kamu tangkap ikan. Setelah kamu tangkap ikan, di mulut ikan itu ada uang. Dengan uang itu kita bayar. Petrus kan bingung, Tuhan gimana sih ngomongnya macam-macam. Masa disuruh tangkap ikan, di dalam mulut ikan ada uang. Di mana ada ceritanya di mulut ikan ada uang? Kalau di mulut ikan ada pancingan, kemungkinan. Bisa.

Ditangkap sama Petrus, dibuka mulutnya ... uang. Yang tidak ada menjadi ada. Oleh karena firman-Nya. Dengan uang itu dia bayar boleh masuk bait Allah. Yang saya mau bicara, firman itu menciptakan. Saudara punya modal luar biasa. Saudara, jangan saudara tunggu pembeli, itu bukan jalan Tuhan. Saudara musti punya percaya, pembeli cari saudara. Saudara waktu buka toko, saudara jangan bilang aduh, mana pembeli teh? Jangan. Terima kasih Tuhan, Engkau kirim saya pembeli.

Tuhan yang mengadakan. Tuhan yang menyediakan. Tuhan mempersiapkan. Di dalam Tuhan ada selalu pengharapan. Tidak akan mempermalukan pengharapan itu. Galatia

3:8 Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: "Olehmu segala bangsa akan diberkati."
3:9 Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.

Kita bukan Yahudi dapat berkat bersama dengan Abraham. Oleh karena iman, oleh karena firman yang dikerjakan tadi. Berikut Kolose

1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, ...

Jadi apa yang saudara perlu, segala sesuatu yang saudara perlu, sudah diciptakan oleh Dia. Tuhan sudah membuatnya yang saudara perlu itu. Tinggal saudara beriman supaya yang kita perlu itu diturunkan kepada kita. Berikutnya,

... yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
 
Kalau Yohanes 1 bilang ada di dalam firman. Segala sesuatu. Aduh, ketika saya menemukan rahasia ini, aduh diberkati. Segala sesuatu yang saya butuhkan ada di dalam firman. Dan firman ini dari kekal sampai kekal ada di sorga.

Kita dibutakan oleh Iblis sehingga kita tidak menghargai firman-Nya. Kita tidak menghargai alkitab. Saya punya alkitab banyak, orang kasih saya alkitab. Dan saya makan semua, saya nikmati. Segala sesuatu. Pak pendeta, saya minta kesembuhan. Segala sesuatu di dalam Dia. Kesembuhan di dalam Dia, kekuatan di dalam Dia. Puji Tuhan saudara ada di dalam Dia. Kemenangan ada di dalam Dia, keberhasilan ada di dalam Dia. Sukses ada di dalam Dia. Kenapa kita bimbang, kenapa kita bingung? Kenapa kita seperti tidak ada pegangan? Segala sesuatu ada di dalam Dia. Puji Tuhan. Berikutnya, Ibrani  

1:1 Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,
1:2 maka pada zaman akhir ini -  sekarang - Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Kalau dalam bahasa Inggris, segala sesuatu - all things - Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

Jadi segala sesuatu ada di dalam Dia. Kesehatan kesembuhan ada di dalam Dia. Apapun ada di dalam Dia. Semuanya ada di dalam Yesus. Sebagai ayat yang terakhir, Ibrani

11:3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

Firman yang dari kekal sampai kekal ada di sorga dan dia tidak akan lenyap sampai selama-lamanya. Langit dan bumi akan lenyap tapi firman Allah tinggal tetap. Ini firman yang tertulis. Alkitab bisa saja tua bisa saja robek, bisa saja. Tetapi isinya, firman Allah, kekal sampai selama-lamanya.     

Sekarang khotbah saya bisa didengar di internet. Jadi saudara buka amsjakarta.org nanti di bagian bawah ada khotbah saya ditulis audio. Nah, audio itu bisa didengar. Nah, saudara dengar khotbah dari tahun berapa judulnya apa, lagi hari apa, semua ada. Jadi khotbah saya sekarang bisa terdengar ke seluruh dunia bahkan kaset saya lagu-lagu saya didengar di seluruh dunia, boleh di download. Free. Off charge. Boleh, silakan.

Sekarang apa yang dinubuatkan oleh pendeta Crukshank pada tahun 80 sekarang digenapi. 27 kemudian digenapi. Dari tempat ini keluar firman ke seluruh dunia. Firman itu harus dikerjakan. Ternyata hamba-hamba Tuhan yang sekolah alkitab di sini di Cianjur sudah pada berhasil. Baru saya dengar dapat SMS dari 1 murid SAC yang sudah ada di New York yang sudah menjadi gembala. Yang di San Francisco sudah menjadi gembala. Ada 5 sampai 6 eks Cianjur di Amerika. Semuanya sudah jadi gembala.

Betul kata firman Allah, dari tempat ini akan muncul firman ke seluruh dunia. Dan saya merasa sangat sayang kalau firmannya bekerja di seluruh dunia ...  tidak bekerja di Cianjur. Jemaat Tuhan juga mesti mengalami berkat dari Tuhan. Musti mengalami yang tidak ada menjadi ada. Musti mengalami yang tidak mungkin menjadi mungkin. Musti mengalami yang tidak bisa menjadi bisa. Musti mengalami asalnya kurang jadi berkelimpahan. Musti mengalami asalnya ekor menjadi kepala. Musti mengalami asalnya turun menjadi naik. Musti mengalami kita anak Raja segala raja dan kita berhak mendapatkan apa yang Tuhan janjikan kepada kita. Jangan izinkan Iblis merampas dari kita. Ambil berkat Tuhan itu melalui firman yang dikerjakan.

Mari kita berdiri bersama-sama, kita masuk di dalam doa.  

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________