Khotbah Minggu Sore JULi - AGUSTUS 2009

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 05 Juli 2009

KELIMPAHAN PADA MASA KEKURANGAN

Mazmur

130:1 Nyanyian ziarah. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!
130:2 Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
130:3 Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
130:4 Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
130:5 Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.
130:6 Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
130:7 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
130:8 Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Di dalam ayat kesatu sampai ayatnya yang ketiga, pemazmur sedang berkata: Tuhan, Engkau adalah Tuhan yang pengampun.

Allah yang kita sembah adalah Allah yang pengampun. Yang Dia ampuni tentu dosa dan kesalahan sebab manusia tidak luput dari kesalahan, tidak luput dari dosa. Saya ingin mengajak saudara membedakan dosa yang Tuhan ampuni sekaligus di atas Bukit Golgota dan dosa yang sehari-hari kita berbuat. Daud berkata mengenai dosa yang sehari-hari dia sengaja atau tidak sengaja, sadar atau tidak sadar dia berbuat salah. Dia berkata: Biarlah Tuhan dengarkan suara saya, biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara pemohonanku.

Kalau saudara tidak suka sembahyang, saudara tidak tahu apa yang saya ngomong ini. Tapi kalau saudara suka berdoa, tahu apa artinya doa, saudara tahu bahwa doa itu adalah satu permohonan; kita memohon kepada Tuhan. Dalam saat ini Daud sedang minta pengampunan. Yang menarik hati saya ayat ketiga:    

130:3 Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?

Bahasa Inggris: Tuhan, kalau engkau menandai kejahatan-kejahatanku, ...

Dalam satu bulan pasti kita marah, dalam satu bulan kita pasti tersinggung, dalam satu bulan kita pasti kesal, dalam satu bulan pasti kita susah. Tuhan, kalau Engkau menandai kejahatan-kejahatanku, siapa yang bisa tahan, siapa yang bisa lari? Semua manusia pasti ada salah. Dengan saya khotbah begini, saudara musti tahu kalau orang itu ada kesalahan, kita juga ada kesalahan. Kalau saya diampuni, orang lain juga diampuni. Maka sejak saat saya tahu ini, saya banyak sabar sama orang lain.

Kalau ditandai orang-orang kaya begini siapa bisa tahan? Tapi katanya, ayat keempat,  

130:4 Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.

Kalau Tuhan mengampuni salah kita, maksudnya bukan kita jadi belegug atau culangung kepada Tuhan, tetapi supaya kita punya rasa gentar rasa hormat rasa takut kepada Tuhan. Sehingga lain kali kita tidak mau berbuat lagi kita pertahankan Tuhan. Dengan kekuatan saya, saya tidak mampu tetapi dengan kekuatan Tuhan tolonglah saya.

Yang saya mau khotbah malam hari ini ayatnya yang kelima, 

130:5 Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.
130:6 Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
130:7 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.

Dua kali disebut menanti-nanti, lima kali disebut berharap.

 

Pada ayat kelima, dua kali dia disebut, aku menanti-nantikan. Dan di dalam firman-Nya Aku sungguh berharap. Ini intinya.

 

Yang saudara harap di dunia ini apa? Kekayaan? Banyak sekarang orang kaya dikejar-kejar lari ke luar negeri. Direktur BI sudah dua masuk penjara. Mau cari apa, mau berharap sama apa? Orang pintar? Orang pintarnya sudah pikun. Ditanya ke kiri, dia bilang ke kanan. Mau harap apa?

 

Yeremia 17 berkata: Terkutuklah orang yang berharap pada manusia tetapi diberkatilah orang yang berharap kepada Tuhan. Di dalam firman-Nya aku sungguh berharap. Ini perkataan dari Daud. Daud itu raja, dia kaya, dia perang nggak pernah kalah selalu menang. Goliat saja dia kalahkan. Tetapi yang dia harapkan bukan manusia, bukan kekuatan diri sendiri ... di dalam firman-Nya Aku berharap. Sampai dia sebut beberapa kali. 

 

130:6 Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.

 

Seperti satu ronda tunggu pagi demikianlah jiwaku menunggu Tuhan, pasti pagi akan datang, amin? Lambat atau cepat dia pagi akan datang. Wahyu

 

22:16 "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."

 

Kalau ronda sudah lihat bintang timur di sebelah timur keluar, tidak lama ayam berkokok, bintang timur cemerlang. Saudara boleh lihat setiap jam 4. Kelihatan paling terang. Bintang fajar, bintang timur. Begitu orang lihat bintang timur, fajar sebentar lagi akan merekah. Yesus bilang, Aku ini bintang timur. Saudara, kalau pandangan mata kita hanya kepada bintang timur, hanya kepada Tuhan Yesus, hari depan saudara penuh dengan fajar yang merekah.  

 

Pisces, Sagitarius, Capricornus. Macam-macam bintang. Padahal kita punya satu bintang, yaitu Yesus bintang timur yang gilang gemilang. Kalau saudara sudah terima Yesus, sudah dibaptis tetap memandang kepada Yesus, dagang memandang kepada Yesus, sekolah pandang kepada Yesus, semua memandang kepada Yesus, di hadapan saudara fajar menyingsing. Tidak ada senja. Kembali kepada Mazmur  

 

130:5 Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.

 

Dalam bahasa Inggris, dalam firman-Nya aku sungguh berharap. Wahyu 
 

6:5 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.
6:6 Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

 

Ini akhir zaman. Tuhan kasih lihat sama Yohanes; Dia berkata: Mari. Bahasa Inggris: Come and see ... mari dan lihat.

 

Kalau Tuhan Yesus mengundang saudara: Mari, ... ada sesuatu yang Dia mau kasih lihat. Come and see. Ada wait and see ... tunggu dan lihat. Tapi ada come and see. Ini saatnya bukan wait and see tapi come ... datang, maju kepada Sang Bintang Timur itu karena Dia mau kasih lihat sesuatu.

 

Lalu Dia kasih lihat ada seekor kuda hitam. Kuda hitam ini ancaman, kuda hitam ini sesuatu yang mengancam. Contohnya, wah kesebelasan Afrika Selatan sekarang jadi kuda hitam, calon juara. Belum tentu juara tapi kuda hitam. Prabowo sekarang ini kuda hitam. Banyak sekarang orang senang dengan Prabowo dan Yusuf Kalla.

 

Siapa yang bakal jadi presiden? Saya nggak peduli. Kenapa? Yang kita harapkan bukan presiden. Yang kita harapkan firman Tuhan. Apa kalau saya coblos SBY terus saya jadi kenyang, terus saya jadi kaya? Tidak. Apa saya kalau nyoblos Mega-Pro terus saya diangkat jadi menteri? Nggak.

 

Ancamannya apa ini? Secupak gandum satu dinar. Dulu Matius 20:1-2, gaji satu orang satu hari itu satu dinar. Gandum segenggam, satu dinar. Sekarang kita bandingkan dengan orang tukang tembok, satu hari upahnya 60 ribu. Masa beras segenggam 60 ribu? Ini zaman kelaparan di hadapan kita. Lalu jelai tiga genggam, 60 ribu, jadi satu genggam 20 ribu. Mahal.

 

Hitam bayangan kelaparan, bayangan kekurangan. Tuhan sudah kasih tahu: Lihat, ada kuda hitam. Orang yang menungganginya bawa timbangan. Timbangan selalu bicara tentang ekonomi. Beli gula sekilo ... timbang. Beli kacang tiga ons. Ikan asin gabus setengah kilo ... ditimbang. Ini orang manusia kalau timbang diri sendiri pengen ringan, kalau nimbang barang yang dia beli pengen berat.

 

Timbangan ini bicara ekonomi sebab orang dagang pakai timbangan. Dari nimbang gram-an emas, semuanya pakai timbangan. Berlian juga timbangan. Wahyu         

 

6:6 ... Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

 

Apa yang jangan dirusakkan? Lukas

 

10:25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"

10:26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"

10:27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

10:28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."

10:29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"

10:30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.

10:31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.

10:32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.

10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.

10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. - Di dalam kitab Wahyu, yang jangan dirusakkan apa? Minyak dan anggur! - Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.

10:36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"

10:37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

 

Apa tadi saya bilang? Jangan harap manusia. Ada orang yang dari Yerusalem turun ke Yerikho. Supaya saudara punya bayangan, Yerikho itu di bawah permukaan laut, 200 meter di bawah permukaan laut. Yerusalem di atas permukaan laut. Jadi kalau orang dari Yerusalem turun ke Yerikho turun, enak, nggak rasa. Tapi dia dirampok. Jadi garong rampok sudah dari dulu sudah ada. Begal udah dari dulu. Dia bukan cuma merampok. Kalau merampok sudahlah ambil duitnya, sudah ya. Digebuk habis-habisan ini orang. Lalu ditinggalkannya setengah mati.

 

Rampok dalam firman Allah selalu bicara tentang Iblis, setan. Pencuri itu datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Kesehatan kita dicuri, pengharapan kita dibunuh. Kalau bisa, kita punya iman dibinasakan - itu pencuri. Tapi Yesus datang untuk memberikan hidup yang berkelimpahan. Orang ini sudah salah - saya bilang, dia turun dari Yerusalem meninggalkan kemuliaan Tuhan, di tengah jalan belum sampai Yerikho, di tengah jalan dibegal digebuk sampai setengah mati. Itu lambang kita manusia digebuk oleh Iblis sampai kita habis-habisan tidak punya damai sudah setengah mati.

 

Kebetulan ada seorang imam. Imam ini pemimpin agama. Menurut agama kalau ada orang kesusahan, tolong. Tapi dia ketakutan, dia nyeberang dari seberang jalan. Lewatin. Maka saya bilang, jangan harap agama. Agama tidak bisa menolong kita termasuk agama kristen tidak bisa nolong kita. Hanya Yesus yang bisa tolong kita.

 

Eh, datang orang Lewi. Yang kedua. Orang Lewi juga begitu, dia lewat dari seberang jalan. Cuma lihat doang. Jangan harap manusia dah. Orang Lewi ini orang yang kerja di rumah Tuhan. Minimal stop berhenti tolong kasih minum, nggak ini.

 

Datanglah yang ketiga, orang Samaria. Bukan dari atas, dia dari bawah naik ke atas. Makanya dia naik keledai karena kalau naik ke atas itu berat. Begitu dia lihat ... ini orang Samaria tidak disukai oleh orang Yahudi. Begitu dia lihat, dia turun dari keledainya, dia bebat lukanya. Setelah disirami dengan  minyak dan anggur.

 

Di akhir zaman, saudara harus berusaha memiliki dua hal ini. Minyak bicara firman Tuhan. Anggur, sukacita yang datang dari Roh Kudus. Firman Allah dan Roh Kudus.

 

Itu sebabnya Daud berkata dalam Mazmur 130 tadi: Di dalam firman-Mu aku menaruh harap. Ada haleluyah? Sebab itu luka siram dengan anggur, baru kasih minyak, baru dibebat. Minyak dan anggur obat buat kita di akhir zaman. Ada kesedihan, firman Allah dan Roh kudus. Ada kesusahan, firman Allah dan Roh Kudus. Ada sakit penyakit, firman Allah dan Roh Kudus. Mau kenaikan kelas, mau ujian, firman Allah dan Roh Kudus.

 

Firman Allah dan Roh Kudus itu cukup bagi kita. Ini pelayanan akhir zaman. Maka biarpun gandum segenggam enam puluh ribu, beras segenggam enam puluh ribu, jagung tiga genggam, barangkali, enam puluh ribu ... minyak dan anggur, yang saudara harapkan terus, jangan dirusakkan. Sebab orang yang luka parah di pinggir jalan, yang dia perlukan bukan uang. Yang dia perlukan bukan orang kaya. Yang dia perlukan perawatan. Minyak dan anggur. Dia punya beban. Dia bebat lukanya. Dibawa ke atas keledainya, dibawa ke penginapan. Minyak dan anggur.

 

Di sini banyak anak muda banyak remaja. Jangan engkau rasa kuat dan menggampangkan persoalan. Milikilah minyak dan anggur, firman Allah dan Roh Kudus. Milikilah firman Allah dan Roh Kudus, sebab ini pelayanan akhir zaman. Orang yang terluka, terkapar, yang digarong oleh setan, ditinggal setengah mati, tertolong oleh firman dan oleh Roh Kudus.

 

Satu bapak di Jakarta ikut SOM. Dia duduk paling depan. Dua kali ikut SOM. Saya cuma ingat namanya Aon. Bajunya itu lagi yang dia pakai. Asal datang itu lagi. Jadi saya pikir mungkin orang ini susah. Jadi waktu SOM di sana saya bilang semua murid musti bisa khotbah. Saudara, enam orang pertama, siapa mau khotbah, lima menit khotbah. Nomor satu dia angkat tangan. Saya bilang, silakan.

 

Dia cerita: Saya adalah gelandangan. Kaget. Lima tahun saya meninggalkan istri dan anak saya. Hidup saya di emper-emper toko. Tidak ada pegharapan, luntang lantung. Tapi pada satu hari, saya masuk di kebaktian pak Awondatu yang di Sangaji dulu sebelum pindah. Saat dia dengar firman Allah, dia percaya, dia nangis. Menurut pengakuan dia, dia terima Yesus saat itu. Sejak itu dia terus ikut kebaktian. Dan dia kembali kepada istrinya. Lima tahun. Dia kembali kepada istrinya, dia kembali kepada anaknya. Sekarang dia membawahi dua puluh orang komsel. Dia ajar firman Allah yang dia dengar, dia bagi sama sama dua puluh orang ini. Sekarang dia sedang nyicil rumah sendiri. Haleluyah.

 

Gelandangan, loh. Kalau punya Firman, minyak dan anggur dan sukacita Roh Kudus, bisa nyicil rumah. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Ini di tengah lagi kesulitan, loh. Orang kaya bilang sulit. Orang Australia bilang ini tsunami ekonomi. Kita nggak ada tsunami ekonomi. Kita berharap kepada firman Tuhan. Karena firman Tuhan tidak pernah mengecewakan kita.

 

Hari senin yang lalu, pas SOM lagi, siapa yang siap minggu depan? Dia angkat tangan lagi. Saya bilang, kamu sudah. Saking semangatnya dia angkat tangan lagi, dia mau khotbah lagi. Firman Tuhan bisa merubah. Segala sesuatu dirubah. Saya mau kasih satu ayat saja untuk membuktikan bahwa firman Allah ini sangat luar biasa. Ibrani  

 

11:3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

 

Karena iman kita mengerti. Makanya kalau saudara tidak mengerti, itu bukti kita tidak punya iman. Kalau kita punya iman, kita mengerti bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah sehingga yang kelihatan itu telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. Jadi pohon kelapa dulu tidak ada. Laut dulu nggak ada. Nggak bisa kita lihat. Tapi oleh firman Allah adalah terang, adalah burung, adalah binatang, ada semua ... hanya oleh firman Allah. Makanya saya agak bawel. Saya bilang, di akhir zaman tidak boleh ngomong negatif. Sebab mulut kita ada kuasa.

 

Jangan ngomong: Hai, apa kabar? Baik. Bagaimana bisnis? Ya, coan cia. Ini saya baru terjadi di Jakarta. Saya sampai bilang, nggak boleh ngomong sekali lagi coan cia. Kenapa, pak? Apa kamu mau untungnya cuma buat makan saja, nggak buat anak, nggak buat cucu. Nggak boleh bilang coan cia. Coan saja.

 

Siapa yang bikin saya jadi begini? Firman Tuhan. Waktu papa saya meninggal, dia nggak ninggalin duit, dia nggak tinggalin tanah. Papa nggak ninggalin warisan, dia tinggalin satu alkitab. Kalau saya baca itu alkitab saya selalu nangis sebab masih ada tulisan papa saya.

 

Malam hari ini, ketika kita terkapar tidak ada orang yang mau nolong. Agama gagal menolong kita. Siapapun gagal menolong. Kalau nanti setelah hari rabu kita tahu siapa presiden kita apakah Megawati, apakah SBY, apakah Jusuf Kalla, buat kita sama saja. Siapapun presidennya, kita hanya berharap kepada firman Allah.

 

Lihat Daniel. Hidup di tiga raja - Darius, Nebukadnezar, Beltsazar. Ini raja sudah mati tiga-tiganya, Daniel masih hidup. Tuhan akan membedakan di akhir zaman antara orang kristen yang sungguh-sungguh dan yang tidak sungguh-sungguh.

 

Kalau saudara memandang terus Yesus, Dia Bintang Fajar tadi, hari depan saudara cerah luar biasa. Bagi mahasiswa-mahasiswi yang baru selesai, baru punya titel, akan ada pekerjaan. Satu jemaat saya di Jakarta. Dia baru ujian, baru lulus, Singapura sudah minta anak itu. Ini anak saya minta. Beasiswa enam tahun kami bayar. Tinggal di Singapura, kami bayar. Uang saku dibayar. Anak ini tidak mau nonton tv, tidak punya handphone. Dia selalu mau dengar firman Allah. Kalau dia mau ke Singapura, dia bilang sama papanya, salam buat opa Yoyo.

 

Kalau dia dari Singapura ke sini bukannya terus hai man, jalan-jalan di mal. Anak ini dia diam, dia belajar. Adiknya kurang dalam matematika, papanya ini yang bersaksi. Asal nilai lima, asal nilai lima, sampai dipanggil sama guru. Waktu ujian matematikanya seratus. Aneh. Ini adiknya sekarang, perempuan, ikut kebaktian. Dia selalu mau ikut kebaktian, mau ikut kebaktian. Juga sama ... nggak mau nonton tv, nggak punya handphone. Kalau anak Cianjur mah handphone kalau bukan merk Nokia nggak mau. Kalau nggak punya handphone itu nggak gaul. Yang nggak punya firman itu nggak gaul. Kalau kita punya firman, itu firman Allah katakan, ini akan memelihara saudara di akhir zaman.

 

Malam hari ini yang memelihara saudara dan saya bukan manusia. Yang memberi makan saudara bukan manusia. Yesus berkata: Jangan kamu kuatir dari hal apa yang kamu makan, apa yang kamu minum, apa yang kamu pakai. Lihat burung di udara, dia tidak menabur, dia tidak menuai. Lihat bunga bakung di padang. Salomo saja Aku tidak hiasi seperti bunga itu. Itu Tuhan Yesus bilang. Bukankah kamu lebih dari burung, lebih dari bunga itu? Betapa besarnya cinta Tuhan kepada kita. Cinta kita berubah-ubah.

 

Tuhan Yesus tidak berubah .. Dulu sekarang dan selamanya .. Dunia ini berubah-ubah .. Cinta-Nya kekal selamanya .. Tuhan Yesus tidak berubah .. Dulu sekarang dan selamanya .. Cinta orang berubah-ubah .. Cintanya Tuhan kekal selamanya.

 

Makanya yang ditanya Yesus sama Petrus: Apakah engkau mengasihi Aku lebih dari semua? Saudara, saudara akan gagal kalau saudara ngomong: Tuhan, aku mengasihi Engkau. Yesus, aku cinta kepada-Mu. Karena lagi ada maunya. Oh Yesus, aku mengasihi Engkau. Kebaktian dua kali seminggu, dia datang empat kali.

 

Tapi waktu Yesus bilang ayo dekat sini, mari dan lihat, kita adakan persekutuan. Tapi saudara lain, saudara disebut oleh Tuhan: Mari .. saudara datang. Dan saudara akan melihat pertolongan dari pada Tuhan.

 

Para pelayan perjamuan maju kedepan.

 

-- o --  

Minggu, 12 Juli 2009

TUHAN ADALAH GEMBALAKU

Mazmur

23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Mazmur ini adalah mazmur setiap orang. Setiap orang punya ayat emas. Saya punya ayat emas I Korintus 2:4. Saudara punya ayat emas mungkin Yohanes 3:16, ada juga ayat emas Amsal 1:7. Bermacam-macam. Tetapi Mazmur 23 ini seperti menjadi ayat emas semua orang. Gampang diingat, isinya dalam, bukan main-main, dan sangat-sangat dalam sekali arti dari ayat satu ini.

Kita akan melihat beberapa hal mungkin sampai 4 hal. Kita lihat yang pertama. Di dalam yang pertama kita akan lihat bahwa Mazmur ini disebut mazmur Daud. Dalam bahwa Inggris, the psalm of David, mazmur dari Daud. Mazmurnya dia. Kalau mazmur ini nyanyian, ini nyanyiannya dia, ini ciptaannya dia, ini dia yang bikin. Lebih jelas lagi, ini pengalaman dia.

Jadi saya ingin bicara bahwa yang pertama mengenai pengalaman.

Apa saudara sudah mengalami Yesus? Karena agama kristen agama kita, bukan agama yang cuma di mulut doang tetapi agama yang lebih tepat kalau saya katakan agama dari pengalaman. Apa saudara sudah mengalami Tuhan? Sebetulnya orang yang bersaksi ke depan itu, dia sedang bercerita apa pengalaman dia dengan Tuhan. Bagaimana Tuhan untuk dia itu, dia alaminya bagaimana. Orang yang disembuhkan oleh Tuhan dari satu penyakit dengan mujizat, dia sembuh ... dia mengalami Tuhan. Orang lain nggak bisa bantah, orang lain nggak bisa bilang ah nggak ada Tuhan, nggak bisa. Karena dia mengalami Tuhan menjadi Tabib bagi hidup dia. Apa pengalaman saudara dengan Tuhan?

Setiap pendeta yang berkhotbah di belakang mimbar ini, saudara akan tahu seberapa jauh pendeta itu mengalami Tuhan, seberapa dekat hubungan dia dengan Tuhan, seberapa intim pembicaraan dia pertemanan dia dengan Roh Kudus. Saudara bisa tahu, saudara bisa rasa. Sebaliknya, kita juga bisa mengukur diri kita sendiri apa saya sudah mengalami Tuhan, apa saya sudah pernah mengalami dijawab oleh Tuhan. Kita nggak bisa tahu Yesus kalau kita nggak alami dia. Maka kita harus mengalami Tuhan sebelum segala sesuatu terjadi di dalam kehidupan kita. Lebih jauh, pengalaman kita dengan Tuhan itu menentukan kehidupan kita selanjutnya.

Saya suka cerita kalau saudara jalan ke satu api unggun. Saudara ingin lihat api unggun, saudara mendekati api unggun. Saudara bisa berdiri lama-lama di api unggun itu atau saudara lihat lalu tinggalkan kembali. Orang yang jauh lihat api unggun saudara tidak bisa tahu pengalaman dia dengan api unggun. Sebab jauh, Dari 100 meter dia bisa lihat ada api unggun tapi panasnya api hangatnya api itu dia nggak bisa rasa karena terlalu jauh. Maka ketika dia mendekati api unggun, dia berdiri di unggun bahkan dia berdiang di api unggun, tangannya dia buka menghangatkan badan, dia mengalami api unggun itu, dia mengalami hangatnya dia mengalami, ingin lebih dekat lebih hangat. Setelah beberapa lama saudara berdiri di api unggun itu, saudara jalan, orang yang dekat dengan saudara, yang mendekati saudara, pasti tahu: Badan kamu panas, dari api unggun ya? Iya, saya baru dari api unggun.

Orang dunia akan tahu mengetahui kita dekat dengan Tuhan atau tidak, dekat dengan sang api unggun, yaitu Gembala yang baik itu atau tidak, dari pengalaman kita, dari omongan kita, dari kelakuan kita orang akan tahu kita ini dekat dengan Tuhan atau tidak. Maka yang pertama apa saudara mengalami Tuhan. Sebab disebut ini Mazmur Daud.

Dan pada sore hari ini mazmur Daud ini harus menjadi mazmur kita, harus kita alami sama-sama seperti apa gembala yang baik itu. Ini yang pertama. Agama kristen agama pengalaman. Bukan agama 'katanya'. Oh, Tuhan itu baik ... katanya. Tuhan itu memberkati kita yang setia kepada Tuhan ... kata pendeta. Tidak. Saudara alami, kita mengalami Tuhan secara pribadi. Tidak ada seorang bisa jadi orang kristen.

Sampai ada istilah zaman dulu, orang itu cinta Tuhan. Karena dia mengalami Tuhan, dia pasti cinta Tuhan. Tidak ada orang yang mengalami Tuhan dan tetap medit. Zakheus ketemu Tuhan mengalami Tuhan, hilang itu penyakit meditnya. Kenapa? Karena dia sudah alami Tuhan.       

Orang yang mengalami Tuhan, hilang dukacitanya. Dia nggak cemberut lagi. Senyum selalu.  

Kita mau lihat pelajaran yang kedua. Dikatakan dalam kalimat ini, Tuhan adalah gembalaku.

Di dalam bahasa Ibrani disebut Yehova Raah. Tapi raah bukan hanya artinya gembala. Waktu saya baca di dalam kamus alkitab, raah bukan berarti hanya gembala tetapi artinya menemani. Saudara mau ditemani oleh Tuhan?  

Jadi setiap orang, kita ini bukan makhluk soliter, tersendiri.

Ada satu dokter dia kenal sama saya, kita ketemu di Vietnam. Dia cerita bagaimana dia tapa dulu di gunung satu bulan lebih, 40 hari. Dia mencari damai. Rambutnya sampai panjang. Dia belajar ilmu. Saya bilang, nemuin apa? Nggak ada, nggak ada apa-apa, dingin aja kedinginan dan kesepian. Tetapi Tuhan tahu kebutuhan domba-domba yang kedinginan, domba-domba-domba yang kesepian ini; Dia mau menjadi Teman yang menemani kita.

Ingat Soebandrio? Anak-anak sekarang nggak ingat Soebandrio. Nggak tahu siapa. Kalau buat saya, Soebandrio itu masih seperti kaya kemarin. Menteri Luar Negeri Soebandrio. Dia orang Bung Karno. Ketika Pak Harto naik, Bung Karno dijatuhkan, menteri-menterinya Presiden Soekarno ditangkep-tangkepin. Dan kalau bicara, saudara, tidak bisa mengalahkan Soebandrio. Jago pidato. Pintar ngomongnya. Tapi Soeharto pintar. Sebelum dimasukkan pengadilan, dia ditaruh sendiri. Nggak ditemenin. Kalo nanya juga nggak dijawab, diantepin 3 bulan di sel kurungan, dikasih makan mandi sendiri. Nggak bilang, selamat pagi pak, ini handuknya ... nggak. 3 bulan. Begitu 3 bulan keluar, ditanya di pengadilan, nggak bisa ngomong dia. Orang itu kalau disendirikan bisa gila, saudara.

Maka Tuhan tahu. Daud itu kadang-kadang tersendiri dia di padang. Tapi dia mengakui, aku punya Tuhan yang menjadi raah, yang menjadi gembalaku, yang menemani saya. Jadi pada sore hari ini saudara tidak sendirian, saudara ada punya teman yang namanya Yesus pada waktu kesusahan pada waktu saudara sedih, Dia mau menemani kita, itu hebatnya dari Yehova Raah, Tuhan gembalaku ini. Yohanes  

15:14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.

15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.

 

Saya tanya saudara, dipilih dalam hal apa? Dipilih jadi apa? Kita suka bangga, Tuhan memilih saya loh. Jadi apa? Sore hari ini kita musti tahu, Dia pilih saudara jadi teman-Nya, jadi sahabat-Nya. Haleluyah? Saudara dipilih oleh Tuhan jadi sahabat, jadi temannya Dia. Maka sebagai sahabat, hobinya Tuhan harus jadi hobinya kita. Teman. Yang satu suka gado-gado, yang satu suka gado-gado ... sama, teman sih. Babaturan. Satu suka main layangan, satu suka main layangan. Satu senang batu, yang satu senang batu. Satu suka catur, yang temannya juga suka catur.

 

Orang yang tinggal di Sunda pasti kenal timbel. Orang yang tinggal di dalam Tuhan pasti kenal firman Allah ... ini timbelnya Tuhan. Jadi setiap orang itu punya sosialisasinya bertemannya itu kita sudah tahu karakternya dengan siapa nih. Yang suka golf ketemu yang suka golf.

 

Bukan kamu yang memilih Aku tapi Aku memanggil kamu sahabat. Teman. Itu sebabnya Yehova Raah Dia mau menjadikan kita sahabat Dia. Lebih dari SBY, saudara. Tuh Teman kita di sorga, kita bangga sama Dia, Dia lihat kita. Dia lihat sekarang saudara-saudara lagi di gereja mengantuk. Itu sebabnya kita ini teman. Kita dikasih makan sama Dia, Dia mau menemani kita. Ini yang kedua, arti dari raah itu ditemani.  

 

Tiada sobat yang seperti Yesus .. Tiada sobat seperti Tuhan .. Oh betapa girang s'nang hidupku s'karang .. Dia jaga saya t'rus.

 

Nggak ada sobat seperti Yesus.

 

Kasihan Michael Jackson, ya. Berteman sama si ini, dicia duitnya. Berteman sama si ini, ditipu uangnya. Kenal sama dokter, sama dokter dibikin supaya dia terus tergantung sama dokter itu, terus duitnya diambil. Sampai bapaknya itu bilang, anak saya itu dibunuh sama satu konspirasi. 

 

Sobat dunia gampang bisa b'rubah .. Sobat dunia gampang bisa marah .. Cintanya Yesus tak pernah b'rubah .. Buat s'lama-lamanya.

 

Saudara aminkan Yesus punya cinta tidak pernah berubah? Kesetiaan-Nya tidak pernah berubah, amin? Dia menemani kita. Kita temannya Dia. Tuhan mau berteman dengan kita. Yakobus

 

2:23 Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah."

 

Bapa kita Abraham juga disebut Sahabatnya Tuhan. Tuhan menemani dia.

 

Saya terkesan ada satu pendeta umurnya 80 tahun. Rambutnya semua sudah putih. Gerejanya besar sekali di Amerika. Dia doa berkatnya begini: Kiranya Tuhan bersama saudara dalam tertawa dalam menangis, waktu senang atau susah, waktu takut atau berani, waktu banyak orang atau sendirian. Kiranya Tuhan bersama dengan saudara.

 

Nama Yesus yang lain adalah Immanuel, Allah beserta kita. Saudara takut apa lagi? Tuhan bersama dengan saudara!, ada haleluyah? Itu yang kedua.

 

Yang ketiga, raah tadi itu berarti penjamin.

 

Ada satu anak muda, dia telepon saya: Om, saudara ini mau pinjam uang sama saya, bagaimana om? Om bisa jamin? Saya nggak berani jamin. Mama saya suka ajarin, jangan berani-berani jamin orang. Orangnya baik, saya bilang, tapi untuk menjamin saya nggak mau, saya nggak bisa.    

Di dalam dunia tidak ada yang bisa kita jamin. Tapi Tuhan bisa. Tuhan Penjamin. Tahukah saudara, yang jamin saudara masuk sorga siapa? Yesus. Sudahlah, kita mah sudah tenang, udah tenang dah. Kita hidup, Dia menemani kita. Kita mati, sudah dijamin sama Tuhan. Masuk sorga. 

Ada agama lain, mati jadi cucunguk, mati jadi sapi, mati jadi kambing. Kasihan kan. Karma-karma itu saudara, sudah ditanggung oleh Yesus di atas bukit Golgota. Perbuatan saudara yang salah, Dia sudah tanggung sehingga Dia berani menjamin saudara. Yohanes 

6:5 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?"

6:6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.

 

Ketika Filipus bilang: Saya tidak tahu, uang 200 dinar tidak cukup untuk memberi makan orang begini banyak. Kalaupun ada uang di mana belinya? 5.000 orang laki-laki saja, belum istrinya, belum anak-anaknya. Lebih kurang 15 ribu orang. Kalau ada uang 200 dinar, minta dari siapa? Sudah potol dia, mati pikirannya, sudah mentok. Minta dari siapa? Siapa yang mau kasih uang? Kita punya uang 200 dinar, beli di mana, toko roti mana, ini sudah mau sore? Tapi Yesus tanya begitu untuk mencoba Filipus sebab Dia sendiri tahu apa yang Dia akan lakukan.

 

Saudara jangan bingung hari depan. Sebab Yesus tahu apa yang Dia harus lakukan untuk hari depan saudara. Nanti bagaimana, ya? Bagaimana nanti! Karena Tuhan tahu apa yang Dia akan lakukan.

 

Saya tidak punya penjamin di dunia. Tidak ada asuransi jiwa. Saya cuma bangga satu hal, biar saya pendeta saya tidak pernah pinjam uang. Sebab hati saya pedih dulu, mama saya perlu uang sekali, dia pinjam sama jemaat tapi setengah dihina. Setelah itu mama saya tidak pernah mau pinjam uang lagi. Waktu amat butuh.

 

Saya tahu satu pendeta, dia baru punya anak. Anak itu perlu susu. Harga susu 525 waktu itu. Yang punya toko anak Tuhan, jemaat dia. Itu ibu rohani datang, bawa uang 500 perak beli susu itu. Tante kurang 25. Ini saya bawa dulu. Jangan, tante balik dulu ambil yang 25, kembali ke sini baru ambil. Sejak saat itu saya lihat, Tuhan, saya tidak mau pinjam uang.

 

Apa katanya Ulangan 28? Engkau akan jadi kepala dan bukan ekor. Engkau akan memberi pinjam tapi tidak meminjam. Siapa penjaminnya? Raja segala raja. Dia tahu apa yang Dia akan lakukan.

 

Yang terakhir yang ke-4, raah artinya juga bertaruh nyawa. Yohanes   

 

10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;      

  

Tuhan Yesus yang kita sembah, Dia memperkenalkan diri malam hari ini: Akulah yang disebut oleh Daud gembala yang baik. Aku itu. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. Menyumbang uang masih banyak gampang, ini Dia beri nyawa untuk saudara dan untuk saya. Dia jamin saudara. Dia menemani kita. Dia menggembalakan kita. Dia menjamin kita, memberikan hidup-Nya mempertaruhkan nyawa-Nya di atas bukit Golgota.

 

Terakhir Dia berkata kepada Tuhan: Ya Bapa, kepada-Mulah Aku serahkan Roh-ku. Dia hembuskan nafas-Nya, Dia mati. Dia berbuat itu untuk saudara dan untuk saya karena kita adalah domba-domba gembalaan-Nya. Dia mempertaruhkan nyawa. Ada beruang, Dia paling depan. Ada singa, Dia paling depan. Domba-domba kocar-kacir, Dia bela. Ada yang hilang, Dia cari. Itu perkerjaan Tuhan Yesus yang luar biasa. Dia jamin saudara dengan hidup-Nya, Dia taruhkan nyawanya. Dia mempertaruhkan nyawa-Nya untuk kita.

 

Gembala yang baik, Dia kasih, memberi nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. Saudara sudah tahu 4 hal ini, kita kembali kepada Mazmur 

 

23:1..., takkan kekurangan aku.

 

I Shall not want.  

 

Saya mau kasih ilustrasi, ya.

 

Kadang-kadang saudara lihat baju di toko: Aduh, bagus sekali. Pengen, ada keinginan saudara untuk membeli. Saudara lihat ada sepeda motor biar bekas tapi saudara belum punya, ingin saudara. To want it. Saudara lihat rambutnya Maia Estianti, pengen kita punya rambut kaya Maia. Ada keinginan dan itu tidak dosa. Tapi pemazmur, Daud ini bilang: Kalau Tuhan gembalaku Dia yang menemaniku, Dia yang memberkatiku, Dia yang mempertaruhkan nyawa untukku, aku mau apa lagi? Dia sudah jamin. Aku tidak akan kekurangan.

 

Apapun yang terjadi, ada Penjamin. Saudara nanti nggak pengen apa-apa lagi. Semuanya sudah cukup. Saudara nggak perlu lagi dunia iming-iming ini iming-iming itu, nggak perlu ... Yesus jadi kepuasan saudara.

 

Yesus puaskanku .. Dia puaskan jiwaku .. Yesus puaskanku .. Dia puaskan jiwaku .. Dia s'lamatkan jiwaku dan bebaskan rohku .. Yesus puaskanku jiwaku.

 

Lagu dulu mah pendek-pendek jadi gampang nyanyinya.

 

Siapa Penjamin yang besar itu, saudara? Siapa yang jamin hidup kita aman kalau bukan Yesus? Siapa yang menemani kita pada waktu kita tersendiri? Pada waktu kita tersungkur, pada waktu kita tidak mampu berbuat apa-apa, siapa yang mengelus-elus kita dan berkata: Jangan takut, Aku bersama dengan engkau. Siapa yang memeluk kita sambil berkata: Kamu adalah sahabatku. Siapa yang menjadi penjamin hidup kita? Betapa besarnya cinta Tuhan menjamin hidup kita. Betapa baiknya Tuhan itu.

 

Saya cuma kasih pesan satu saja: Tetap di dalam Tuhan! Percayalah karena Tuhan selalu menyayangi saudara, menjamin saudara, menolong saudara.

 

Para pemain musik maju ke depan.   

 

-- o --  

Minggu, 26 Juli 2009

HIJAU

Mazmur

23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; 

Sore hari ini saya ingin menerangkan ra'ah. Ada arti yang lain, saudara, ra'ah itu juga dipakai dalam arti menghijaukan. Apa saja yang kelihatan hijau itu baik bagi mata kita. Dan hijau berarti kemakmuran, hijau berarti subur, hijau itu berarti beruntung. Ada satu hal yang hijau. Saudara naik mobil, lampu merah tidak boleh jalan tetapi ketika lampu berwarna hijau maka saudara boleh jalan.

Nah saudara, saya ingin berbicara sedikit saja mengenai hijau ini sebab gereja kita ini juga lantainya berwarna hijau dan tembok di sekeliling saudara bisa lihat tiang-tiangnya pun berwana hijau. Saya tidak menyadari, saya memberi warna ini sebelum saya tahu rahasia ini ra'ah ini hijau. Jadi saudara datang di kebaktian ini teduh, mata saudara tidak sakit.

Hijau artinya Tuhan sanggup menghijaukan saudara. Pantas di dalam ayat kedua dikatakan,

23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Pantas hijau ini pertama kali diperkenalkan kepada domba.

Tadi sementara anak-anak Kineret nyanyi Kembang Tebu, saya terbayang dari Madiun itu ke Solo, kiri kanan naik kereta api saudara, itu adalah kebun tebu yang berwana hijau. Apa arti hijau tadi, saudara? Subur atau makmur. Mazmur

1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

 

Tidak layu daun yang hijau itu - pohon, itu ada hubungan erat dengan keberhasilan. Keberhasilan bukan karena kita, keuntungan bukan karena kita, bisa sekolah tinggi bukan karena kita, bisa jadi dokter bukan karena kita. Tapi Tuhan menghijaukan saudara. Saudara yakin Tuhan menghijaukan kita? Tuhan menyuburkan, Tuhan memberkati memberikan kita makmur. Ini pra family camp. Di dalam Yeremia

 

17:5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

17:6 Ia akan seperti semak bulus - Bulus itu gundul - di padang belantara,  ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

 

Daunnya tetap hijau. Kalau saudara mengandalkan manusia saja ... tidak mau mengandalkan Tuhan. Kalau saudara mengandalkan Tuhan: Tuhan berkati saya. Saya mau ikut family camp, berkati saya ... Tuhan akan kasih jalan. Bukan saudara ketemu uang di jalan. Itu cara Tuhan menghijaukan kita.

 

Kenapa tentara pake baju hijau? Untuk apa pakai baju hijau? Tentara pakai baju hijau supaya tidak digigit nyamuk. Iya, nyamuk tidak mau nempel ke warna hijau. Hijau itu, evergreen itu menjadi lambang orang kristen. Kenapa orang kristen kalau natal pakai pohon cemara? Sebab cemara itu disebut evergreen tree, pohon yang tetap hijau. Musim dingin dia hijau, musim hujan es salju, dia hijau, musim panas hijau, musim gugur pohon lain gugur cemara dia tidak gugur. Hijau. Maka itu dipakai lambang sebagai orang kristen. Maka natal pakai pohon cemara karena lambangnya itu hijau.

 

Saudara dan saya harus seperti pohon yang tumbuh di dekat sungai tadi, Mazmur 1. Daunnya tidak gugur. Yeremia berkata, daunnya tetap hijau. Berikutnya, hijau juga adalah warna arasnya Tuhan, hadirat-Nya Tuhan. Arasy-Nya itu ada warna hijau. Dalam Wahyu 4, di sana saudara melihat satu kisah yang dilihat oleh Yohanes, apa yang dia lihat ketika dia naik ke sorga.

 

4:1 Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.

4:2 Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.

4:3 Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis - merah - dan permata sardis - merah - ; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.

 

Zamrud itu warnanya apa? Hijau. Makanya Indonesia disebut zamrud khatulistiwa karena kalau orang lihat peta, di garis katulistiwa, itu dari Sumatera Jawa Kalimantan itu seperti zamrud-zamrud yang berjejer di sepanjang khatulistiwa, sampai di Papua. Makanya disebut Emerald of Equator, zamrud khatulistiwa.

 

Saudara, kalau Tuhan lihat kita dalam peta rohaninya, Dia harus lihat kita seperti zamrud-zamrud di kota Cianjur. Berwarna hijau, rohaninya subur, rohaninya makmur. Tidak perlu bantuan orang lain karena dia punya Tuhan yang menggembalakan dia. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak akan kekurangan, aku tidak akan miskin, aku tidak akan susah.

 

Banyak orang bilang begini: Orang hidup di dunia mah naik turun. Selama kita hidup sampai kita mati, naik turun ... itu orang dunia, itu orang kristen gunung. Kita bukan. Kita naik turunnya bukan begitu. Kita orang kristen halilintar ... naik, turun sedikit ... naik, turun sedikit ... naik, turun sedikit. Ini kristen halilintar, bukan kristen gunung. Mazmur

 

23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Di dalam rumput hijau, dikasih berbaring. Jadi saudara lihat perlakuan gembala kepada domba itu begitu baik, seperti itulah Tuhan memperlakukan kita, Dia tidak taruh di tempat yang batu karang yang keras, kering rumputnya, padang pasir yang panas; Dia taruh di tempat yang berumput hijau.

Berikutnya, hijau itu juga menjadi lambang pengharapan. Hijau adalah warna pengharapan. Kalau saudara punya rohani hilang pengharapan, itu rumput kering. Tapi kalau saudara punya kerohanian selalu punya pengharapan, selalu punya antusias, selalu berharap, ... akan ada turun hujan. Orang kalau penuh pengharapan, dia akan menantikan hujan, selalu menantikan hujan. Penuh pengharapan. Orang kristen yang penuh pengharapan saudara cek saja sendiri, apa hati saudara sekarang ini lagi penuh pengharapan kepada Tuhan atau tidak?

Colombus waktu mau menemukan Amerika, dia harus lewat sebuah tanjung di Afrika Selatan. Kalau melihat itu dia seperti, sebab mereka belum pernah kesana, tidak tahu peta. Pertama kali. Tetapi dia keraskan diri jalan lewat itu. Lewat itu tanjung, selamat mereka dan mendapatkan satu pelabuhan yang bagus, dapat makanan, disebutlah tanjung itu Tanjung Harapan. Sampai sekarang. Kita akan melihat Roma

5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,

5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

 

Saya tanya sekarang sama saudara, apa pengharapan saudara saat ini dalam hidup? Apa cita-cita saudara, apa kerinduan saudara, apa keinginan saudara? Pengharapan saudara, apa yang saudara harapkan?

 

Saudara nyanyi tadi Yesus harapan jiwaku. Saya suka ngeri nyanyi lagu ini, apa betul saudara mengharapkan Yesus. Kalau saudara mengharapkan Yesus benar-benar, semua jemaat ikut family camp, pasti. Karena saudara mengharapkan Yesus. Apa yang saudara harapkan? Apa yang saudara rindukan? 

 

Jangan hilang pengharapan. Saudara tidak boleh hilang pengharapan. Sebab pengharapan adalah hijau. Orang kristen yang rohaninya hijau, dia tidak akan hilang pengharapan. Belum sekarang laku, mungkin besok. Belum sekarang, mungkin besok. Jangan hilang pengharapan. Tuhan Yesus bilang: Sumbu yang berasap, Dia tidak akan padamkan. Buluh bambu yang terkulai, Dia tidak patahkan. Artinya apa? Pengharapan kita Dia tidak akan sia-siakan, Dia akan beri apa yang kita harapkan. Ibrani

 

6:9 Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan.

6:10 Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.

6:11 Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, - Sampai kita mati tidak boleh hilang pengharapan.

6:12 agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.

6:13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya,

6:14 kata-Nya: "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak."

6:15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.

6:16 Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan.

6:17 Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah,

6:18 supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.

6:19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,

6:20 di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.

 

Hanya Imam Besar yang boleh masuk ke balik tirai. Tapi saudara dikatakan dalam ayat itu, pengharapan saudara seperti jangkar yang kuat dan aman bagi jiwa kita. Orang kristen yang punya pengharapan, dia hidup dalam keamanan, dia tidak takut apapun juga, dia hidup tenang. Saya mau katakan, dia hidup serba hijau, serba makmur.

 

Kemiskinan bukan rencana Tuhan. Ada ayat di dalam Korintus: Dia - Yesus yang kaya - menjadi miskin karena kita supaya kita yang miskin menjadi kaya di dalam Dia. Waktu Yesus datang ke dalam dunia, Dia betul-betul miskin, lahir saja di kandang domba. Jadi tidak boleh dirohanikan. Dia miskin betul miskin. Jadi kalau miskinnya betul miskin maka kekayaan juga adalah benar-benar kekayaan.

 

Nah, ini yang saya belum lihat masuk di hati dan pikiran kita bahwa di dalam Yesus saudara punya benih untuk kaya. Di hati saudara ada benih untuk kaya. Itu tergantung kita punya pemeliharaan menyirami benih ini. Dengan firman Tuhan, dengan nyanyian rohani supaya setiap minggu setiap kita le gereja kebaktian benih ini tumbuh. Ada yang minta dibaptis, itu benih tumbuh. Ada yang penuh dengan Roh Kudus, itu benih tumbuh. Saya mau ulangi, di dalam saudara, ada benih kekayaan. 

 

Saya mau ilustrasi dengan seekor gajah. Saya nonton di National Geography. Ini di Thailand. Dia cerita mengenai orang Thailand menangkap gajah lalu gajah itu dijinakkan. Tapi banyak gagal sebab dia bisa lari tidak bisa ditangkap. Mereka mengambil anak gajah masih kecil. Anak gajah, diambil, diikat rantai. Tidak bisa jalan lebih jauh karena kakinya dirantai. Lama-lama dari hari ke hari, dari minggu ke minggu, dari bulan ke bulan, lama-lama gajah itu betah. Dia tahu jalannya cuma sampai di sini. Karena dirantai. Tambah besar, tambah besar gajah itu tidak lari. Di situ saja. Karena mentalnya sudah di situ. Dirantai. Dia boleh jalan sekitar tiang itu, nggak bisa ke mana-mana.

 

Ketika rantai dibuka, gajah nggak lari, dia di daerah sekitar itu. Padahal dia bisa lari ke hutan, dia bebas seluruh hutan dia bisa jelajahi. Dia boleh makan daun apa saja, hutan yang lebat dia boleh masuk, dia boleh ketemu teman-temannya. Tapi karena sudah diikat dari kecil kakinya, gajah itu sudah biasa di situ, dia tidak lagi jalan ke mana-mana. Padahal kekuatannya besar, padahal dia mempunyai kapasitas yang besar tapi tidak dipakai. Karena diikat dari kecil.

 

Iblis mengikat pikiran saudara: Kamu nggak bisa, kamu paling untung cuma segitu. Gaji cuma segitu, nggak mungkinlah kamu kaya. Sekolah juga kamu nggak tinggi. Nggak mungkin mau lihat keliling dunia, nggak mungkin, kamu nggak bisa. Iblis taruh racun taruh rantai di pikiran saudara sampai pikiran iman saudara itu dirantai. Kalau diizinkan saudara dirantai, saya khotbah ini nggak ada gunanya. Maka demi nama Yesus pada sore hari ini hancurkan rantai itu supaya saudara punya iman yang meluap yang besar bahwa saudara bisa melakukan lebih besar dari apa yang saudara bisa pikirkan. Gajah loh. Kenapa keliling-keliling masih di sana.

 

Kalau kita sudah biasa memikirkan yang negatif terus, ditawari yang positif nggak mau, ditawarkan yang baru nggak mau. Tuhan yang kita sembah Dia tidak mati sia-sia. Dia yang kaya menjadi miskin dan mati dianggap sebagai orang jahat, sama garong disamakannya Dia ... supaya kita yang berdosa yang miskin menjadi kaya di dalam Tuhan.

 

Adakah kasih yang lebih besar dari kasih Yesus? Mungkin kalau raja dunia, dia panggil kita yang miskin: Kamu naik, aku jadikan kamu kaya, aku angkat kamu jadi anakku; dia tidak mau miskin, dia angkat kita jadi anak raja, dia undang kita ke istananya tapi dia tidak mau miskin. Ini lain, Raja segala raja Pemilik langit dan bumi, yang kaya jadi miskin. Kita baca ya supaya saudara yakin. I Korintus  

 

8:9 Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.

 

Waktu kita kecil kita suka main enjot-enjotan, kita mencari teman yang seimbang. Kalau kita di bawah, dia di atas. Kalau dia ke bawah, kita ke atas. Seperti itulah Tuhan. Dia duduk di atas yang kaya raya dia jadi miskin supaya kita yang miskin menjadi kaya. Begitu sederhana tapi setan selalu ikat pikiran kita, kita tidak mau percaya. Bagaimana pak saya begini bisa jadi kaya? Itulah, penyakit saudara itu di situ. Masa iya? Nah, itu di situ. Di 'masa iya' itu penyakit kita. Markus 

 

9:23 Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"

 

Sekarang saya kembalikan kepada saudara, apa saudara mau hijau, mau dihijaukan oleh Tuhan? Apa toko saudara mau diberkati oleh Tuhan, usaha saudara dagangan saudara mau digrojoki berkat supaya hijau semua subur? Apa pengharapan saudara kuat, membuat jiwa kita aman? Apa pengharapan kita tidak mati? Apakah saudara yakin apa yang saudara cita-citakan, apa yang saudara harapkan akan terjadi?

 

Sebab Yesus sendiri sudah kembalikan kepada saudara: Segala sesuatu tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya! Bagi orang yang hijau. Itu sebabnya domba-domba-Nya Dia baringkan di rumput yang hijau supaya mengerti, itu warna kesuburan, warna bikin kekenyangan kepuasan karena rumput hijau itu memuaskan domba. Pertumbuhan jadi sehat, bulu-bulu bertumbuh, segar, gemuk-gemuk karena makanan baik hijau. Tuhan kasih buat saudara yang terbaik. Percaya nggak Tuhan kasih yang terbaik? Dia nggak kasih nomor dua, saudara, Dia kasih yang the best. 

 

Saudara mau jadi orang kristen yang subur diberkati Tuhan? Saudara yakin kekayaan ada di hadapan saudara? Pengharapan kita jangkau menjadi jangkar yang kuat bagi jiwa kita.

 

Para pelayan perjamuan maju ke depan.

-- o --   

Minggu, 02 Agustus 2009

NAMA YESUS

Mazmur  

 

23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

 

Mari kita lihat kalimat yang pertama. Ia gembala yang baik, itu menyegarkan jiwa kita. Domba kan nggak punya jiwa, domba tidak bisa disegarkan jiwanya. Jadi ini bicara dari kita sebagai domba-dombanya Tuhan, Tuhan mau segarkan. Saudara mau disegarkan oleh Tuhan? Haleluyah. Kita lihat yang pertama dalam Yeremia

 

17:5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

17:6 Ia akan seperti semak bulus di padang belantara Jadi bulus itu kering, tidak ada air -, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin Padang gurun yang hanya ada garam - yang tidak berpenduduk.

 

Ini akibat kalau kita ngandelin manusia.Kalau kita mengandalkan kekuatan kita sendiri, bukan mengandalkan Gembala yang baik itu, Tuhan. Sekarang kita akan perhadapkan dengan orang yang mengandalkan Tuhan. Ayat berikutnya,

 

17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN Amin? Mengandalkan Gembala yang baik -, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air Artinya ada kesegaran -, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik Ini janji Tuhan, loh -, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

 

Yang saudara harus perhatikan orang yang mengandalkan Gembala yang baik, mengandalkan Tuhan itu, dia seperti tumbuhan dekat air.

 

Kalau saudara ke Mesir, ke padang gurun, antara Mesir ke Israel, kalau kita mau tahu di mana ada air, gampang. Di mana ada pohon, di situ ada air. Pasir melulu sepanjang mata memandang hanya pasir. Tapi kita lihat ada pohon-pohon kecil, di situ ada air. Sebab pohon yang tidak ada air, dia tidak mungkin hidup. Sebab akar-akarnya disegarkan. Dan banyak orang kristen sekarang hidup rohaninya tidak segar lagi, tidak ada sukacita lagi, antusiasnya kepada Tuhan sudah tidak ada lagi.

 

Bukan berdosa, bukan; dia tidak segar lagi. Jadi menghadapi hari-hari itu seperti menghadapi hari yang susah. Tidak mengalami hari yang baik, katanya tadi dalam ayat 5 dan 6. Ini umat Tuhan yang sedang dibicarakan. Jadi kalau menghadapi hari itu, aduh. Belum kita masuk itu hari rasanya sudah cape, rasanya sudah jenuh. Karena tidak ada kesegaran.

 

17:5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

 

Tadi malam saya ngobrol tiga jam dengan pendeta dari Amerika. Kami ngobrol tentang firman Allah. Saya tanya sama dia: Menurut anda, kekristenan sekarang ini di Indonesia bagaimana? Dia bilang: Gereja sekarang, khususnya kaum muda, sudah terpengaruh dengan kebudayaan barat. Ini yang ngomong orang Amerika. Dan dia bilang begini: Kebudayaan Amerika tidak baik.

 

Satu kali, dia sebagai pendeta harus mengunjungi satu kota, satu gereja di satu Kepulauan di Pacifik dekat Australia. Dan disitu dia berkhotbah tentang dosa homoseks. Habis kebaktian, jemaat sama pendetanya tanya: Homoseks itu apa? Jadi ini gereja tidak kena pengaruh barat. Ikatan rumah tangga itu kuat sekali sampai homoseks saja dia tidak tahu. Tetapi di pulau yang sama, di kota pantai, kota turis, banyak turis-turis dari Amerika, dari Australia datang di situ, banyak orang homoseksual. Jadi dia bilang, pengaruh barat itu western tidak baik.

 

Dia lihat dari puji-pujian, orang sudah mengikuti barat. Dari rambut. Ini kalau saya pakai rambut begini kuno. Harus pakai yang lengket itu, dijabrik-jabrikin ke atas, kaya duri, kaya duren. Nah, itu baru pendeta. Celana blue jins dirobek-robek. Rambut di sini botak, di sini panjang belakang pakai kuncir. Ini lelaki. Itu kan kebudayaan barat. Tanpa sadar, saya bilang, apakah itu yang menyebabkan kita hilang kontak dengan Roh Kudus. Kenapa kita hilang kontak dengan Roh Kudus? Karena ini ayat berkata, kita menjauhi Tuhan.

 

Ke gereja masih, kebaktian masih, dengar firman Tuhan masih tapi hati kita tidak dekat dengan air. Kenapa tidak dekat dengan air? Kan Yesus bilang, Akulah air kehidupan. Tapi saudara hilang kontak dengan Roh Kudus. Kalau saya katakan kontak dengan Roh Kudus, artinya bukan cuma hari minggu di gereja. Bukan cuma hari rabu. Bukan cuma hari kamis. Bukan cuma doa waktu sabtu. Tidak. Kita harus selalu kontak dengan Roh Kudus setiap hari. Maka hati kita tidak boleh menjauh dari Tuhan.

 

Saya baru baca lagi satu kata mutiara: Orang yang penuh dengan Roh Kudus mulutnya selalu memuji Tuhan. Mungkin dia tidak tahu lagunya tapi dia ngahariring. Selalu memuji Tuhan. Generasi saya, enam puluh tahun ke atas, itu kalau dengar lagu Hampir Malam Di Yogja. Lagu apa itu? Tidak tahu saudara, karena bukan zamannya. Kalau saya tahu, itu lagu Sepasang Mata Bola. Itu jadi kenangan bagi saya.Itu pendeta bilang begini sama saya: Kita akan hidup dengan musik yang waktu muda kita alami. Musik sekarang beda.

 

Saya kasih kebebasan untuk anak muda mau pakai musik bagaimana, bebas. Walaupun itu dalam penilaian saya di musik zaman dulu nggak ada mutunya tapi mereka maunya begitu. Main gitar sekeras-kerasnya, lagu gereja ini, saudara. Waduh, tapi sudah zamannya. Saya nggak boleh marah. Bagi anak sekarang, nanti kalau dia sudah sampai enam puluh tahun, lagu apa yang nempel sama dia? C, A minor, D minor, ke G, ke C lagi. Kalau yang agak lebih pop Tak gendong ke mana-mana. Kita ketawa, tapi tanpa sadar kita menjauh dari Tuhan.

 

Saudara mau dekat dengan Tuhan? Saudara selalu mau kompak dengan Roh Kudus? Setiap hari, di rumah, di bisnis, di perdagangan, di mana, kita harus selalu kompak dengan Roh Kudus, selalu dekat dengan Roh Kudus. Itu akan membuat saudara-saudara seperti yang dikatakan ayat 8, ia seperti pohon yang ditanam di tepi air. Kembali lagi kepada Mazmur 23, Ia menyegarkan jiwaku. Amsal  

 

25:25 Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.

 

Bahasa Inggris, seperti air yang dingin kepada jiwa yang lelah, demikianlah kabar baik yang datang dari negeri yang jauh.

 

Kabar baik itu apa saudara? Berita yang datang dari jauh apa? Sabda Tuhan.

 

Tadi pagi ada satu ibu yang satu bulan tidak ke gereja di Jakarta. Dia seperti tangan kanan saya. Pengumuman dia pegang. Kalau ada Family Camp dia yang kerja semua. Kalau natal, kita nggak pernah pilih jadi panitia tapi dia atur rapi begitu rupa. Pernikahan anak saya dua-duanya dia yang tackle semua. Tanpa lelah dan tanpa macam-macam. Jadi satu bulan dia tidak kebaktian karena dia dioperasi tulang punggungnya yang seharusnya sebelas tahun yang lalu dia harus dioperasi.

 

Tadi pagi dia datang dan ikut paduan suara dengan tongkat di tangan kanannya. Dia bersaksi dan dia menangis. Hati saya sukacita melihat dia datang ke gereja yang sebetulnya belum boleh. Tapi dia datang dan ikut paduan suara. Wah, saya terhibur. Itu seperti air yang sejuk, yang menyegarkan hati saya. Kalau saudara kebaktian dan gereja ini penuh, hati saya ini terhibur, hati saya disegarkan. Aduh terima kasih, jiwa-jiwa datang kebaktian. Terim kasih Tuhan. Segar hati saya. Maka habis kebaktian, kadang saya tidak bisa makan lagi, karena rasanya sudah kenyang.

 

Ini kalau Tuhan memberikan penyegaran dalam kehidupan kita. Ini berita dari jauh. Tetapi kalau saudara dekat dengan sungai air kehidupan, dengan air itu, maka berita ini tidak jauh lagi, menjadi seperti sungai. Saudara disegarkan oleh firman Tuhan. Haleluyah? Bagi seorang gembala yang tahu harganya, mahalnya harga jemaat, satu jiwa itu lebih mahal dari seisi dunia ini. Kehilangan satu jiwa, dia bisa nangis. Kalau ketahuan dia pindah. Ini nggak pindah, nggak ke mana tapi nggak ke gereja. Ditanya kenapa, nggak apa-apa. Tapi nggak ke gereja. Dalam Kolose  

 

4:11 dan dari Yesus, yang dinamai Yustus. Hanya ketiga orang ini dari antara mereka yang bersunat yang menjadi temanku sekerja untuk Kerajaan Allah; mereka itu telah menjadi penghibur bagiku.

 

Haleluyah? Dari antara orang bersunat artinya orang Yahudi, cuma tiga orang ini: Yesus yang bergelar Yustus, dan Eprafas serta Aristarkus, Markus Barnabas. Hanya ketiga orang ini yang menjadi penghibur bagiku. Paulus lagi di penjara. Asal lihat tiga orang ini datang, hatinya terhibur. Satu kali saya datang kepada ulang tahun ke delapan puluh lima tante Yu Cin Guan. Diantara ngomongnya itu sudah pikun, tapi ada kalimat yang dia tidak pikun.

 

Waktu dia tanya istri saya, datang nggak? Itu di sebelah sana. Oh iya. Saya lagi duduk. Yo, koe ini bawa istri nggak? Itu ada, mi. Saya panggil dia mami. Tiba-tiba lagi ngomong-ngomong, dia ngomong: Bezuk itu perlu lo, Yo. Diem lagi. Kamu punya tim besuk, musti besuk itu. Karena mami rasakan sekarang. Nggak ada yang nengokin dia. Dia istri pendeta besar, cabangnya enam puluh. Dan satu cabang itu gerejanya seperti ini, gereja besar. Orang Jawa semua kebaktian. Enam puluh cabang. Besar. Tapi ketika om Yu Cin Guan meninggal, tidak ada lagi yang menemani dia.

 

Maka tiba-tiba dia tercetus. Orang yang sudah tua tidak perlu uang. Yang dia perlukan penyegaran rohani. Kalau anak-anaknya ingat, mama ini cobain ini ada tape. Tapi bukan harganya tape itu, tapi ingatan saudara sama orang tua itu, itu yang menjadi menyegarkan jiwa. Itu yang Paulus alami. Ketika dia dipenjara, asal tiga orang Yahudi ini datang mengunjungi dia, hatinya segar.

 

Kita harus berterima kasih, kita punya Tuhan jadi Gembala yang tahu menyegarkan jiwa kita. Saya cuma ingat satu kalimat saja lagu tadi Jangan takut gelombang hidup .. Tuhan p'liharaku. Gembala kita yang baik, Dia menyegarkan jiwa kita.

 

Kata menyegarkan dalam bahasa Inggris itu dipakai kata restore. Kalau rumah kami baru-baru ini gentengnya roboh. Saya minta tolong sama saudara Lukas Kurniawan. Dia kirim pegawai, dia restorasi. Sekarang kokoh kembali.

 

Tuhan Yesus yang kita sembah adalah Tuhan yang tahu merestorasi. Siapapun saudara, apapun masalah saudara, Dia yang sama yang berkata: Buluh yang terkulai, Aku tidak akan patahkan. Sumbu yang berasap, Aku tidak akan padamkan. Dia tahu merestorasi semangat yang patah.

 

Dalam Yesaya 57 Dia berkata: Orang yang patah hati, orang yang hancur hati, Dia tidak pernah hina. Walaupun Aku adalah Allah yang duduk di tempat yang Mahatinggi tapi Aku adalah Tuhan yang sama yang duduk pada hati yang pecah, hati yang hancur. Untuk apa? Untuk direstorasi.

 

Saudara mau direstorasi? Kenapa petinju begitu tinju tiga menit, tiga orang taruh air di atas kepalanya, satu orang pakai handuk. Supaya apa? Supaya segar kembali.

 

Tuhan merestorasi saudara seperti itu. Saudara mau direstorasi oleh Tuhan, diperbaiki oleh Tuhan? Yang sudah baik dicat, diamplas supaya halus lagi. Ini ada orang aneh dari Bandung, saudara. Kita mustinya malu sama dia. Dia orang katolik. Jarang ketemu saya. Dia selalu berhubungan sama pak Lukas Kurniawan. Di rumah saya baru ngomong, ah kita mau beli inilah, mau beli diesel. Kedengeran sama dia, jangan beli. Dia kirim. Jadi kalau gelap, tek langsung terang.

 

Nah, orang kaya gini menyegarkan hati saya. Padahal dia bukan gembalaan saya. Dia orang katolik. Tapi dia suka dengar khotbah saya di kaset. Dia datang ke rumah, dia tanya tentang firman Tuhan. Siapa yang menyegarkan, dia akan disegarkan. Itu contoh tadi. Apa saudara menjadi air yang segar bagi papa mama saudara ... kaum muda? Kalau papa mama lihat saudara itu, dia bukan goyang kepala, tapi terima kasih Tuhan anak saya ini baik, anak saya nggak bergajul, anak saya nggak seperti anak dunia. Anak saya baik. Terima kasih, Tuhan. Seperti penyegaran.

 

Kita kembali kepada Mazmur

 

23:3 ... Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. 

 

Matius

 

6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu.

 

Kata dikuduskanlah nama-Mu ini sebetulnya agak ganjil. Sebab nama Tuhan sudah kudus. Mau apa dikuduskan lagi? Nama Dia sudah kudus. Kalau kita makan: Tuhan, kuduskan makanan ini oleh firman-Mu. Betul. Karena makanan ini barangkali ada flu ini, ada flu ini. Tapi karena sudah dikuduskan oleh firman-Mu, dia jadi aman, kita boleh makan.

 

Nama Tuhan itu tidak usah dikuduskan lagi. Tapi salinan Inggris memakai kata, hallowed be thy name, dihormatilah nama-Mu sebagai nama yang kudus. Disembahlah, dihargailah nama-Mu, dihormati nama-Mu ya Tuhan sebagai nama yang kudus. Belum kita minta, belum kita minta ampun, belum kita minta rezeki, belum kita minta roti.

 

Yang pertama, dikuduskanlah nama-Mu. Ya Tuhan, saya hormat kepada nama Tuhan. Apa saudara hormat sama Tuhan? Jangan dijawab. Apa hidup kita setiap hari menghormati Tuhan? Apa kita menghargai Tuhan begitu tinggi, begitu mahal? Seperti Maria membawa minyak narwastu yang jati, yang dia kumpulkan gaji satu tahun ... dia curahkan di kaki Yesus, di badan Yesus. Harum semerbak di seluruh ruangan itu. Karena dia tahu siapa yang dia lagi urapi ini, Mesias anak Allah yang hidup. Dengan air mata berlinang, dia melap kaki-Nya. Yudas kritik: Buat apa itu minyak dibuang-buang mahal begitu? Yesus bilang: Biar, orang miskin banyak di antara kamu. Tapi Aku kan tidak lama lagi akan meninggal, dia mempersiapkan untuk hari kematian-Ku.

 

Dihormat Tuhan itu. Dijunjung tinggi. Disayang, disanjung. Tadi saya lihat Corazon Aquino di peti mati di televisi. Dan rakyat antri dengan baik, antri semua rakyat. Lihat mukanya. Karena mereka katolik. Mayat loh, saudara. Jenazah, udah nggak ada orangnya lagi. Tapi masih ada hormat. Apalagi kita menghormat Tuhan. Dia yang tidak pernah ada matinya, Dia selalu hidup dan menghargai kita, membela kita. Kita harus menghargai Dia. Dalam surat II Timotius

 

2:19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."

 

Ada haleluyah? Kita ngomong Yesus itu nggak boleh sembarangan. Kita ngomong Yesus itu harus kita ikuti dengan menjauhkan diri dari kejahatan. Bahkan disebutkan bukan menjauhkan diri ... meninggalkan, nggak balik lagi. Meninggalkan kejahatan. Betapa nama ini sangat berharga. Betapa nama ini besar sekali maknanya. Dalam Kisah Para Rasul

 

2:32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.

2:33 Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini. Ayat 37,

2:37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"

2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

 

Jadi nama Yesus ini dipakai waktu baptisan air. Bisa bilang amin? Bahwa nama Yesus itu nama yang luar biasa. Kisah Rasul

 

5:26 Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah, lalu mengambil kedua rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut, kalau-kalau orang banyak melempari mereka.

5:27 Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka,

5:28 katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami."

5:29 Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.

 

Ada haleluyah? Sudah dibilang jangan ngajar pakai Nama itu. Orang itu takut sama nama Yesus. Coba saudara renungkan. Orang Kristen nggak pernah ngebom, bakar. Alkitab dibakar-bakarin di Rusia, saudara. Stalin bilang, ini alkitab buku ini nggak ada apa-apanya. Ditumpuk di gedung pemerintahan, dibakar. Saya tanya, kalau nggak ada apa-apanya, kenapa mesti dibakar? Antepin aja sebab nggak ada apa-apanya.

 

Tetapi buku ini membuat orang yang jahat jadi baik. Orang yang takut jadi berani. Orang yang susah dihiburkan. Orang yang lemah dikuatkan. Orang yang putus asa mendapat pengharapan. Ini karena firman Allah. Sebab di dalamnya ada Nama di atas segala nama, yang di dalam-Nya kita beroleh selamat, yaitu nama Tuhan Yesus Kristus.

 

Jadi kalau kita hidup benar, ini demi nama Dia, oleh karena nama-Nya. Dia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Waduh, sekarang sudah nggak merokok? Ya, karena nama Tuhan, demi nama Tuhan, saya sudah tidak merokok lagi. Sekarang sudah tidak tupok lagi? Karena nama Yesus, saya tidak tupok ... judi lagi. Untuk nama Yesus, saya nggak ikut taruhan lagi. Karena nama Tuhan.

 

Saya jadi pendeta ini karena Dia. Karena Dia suruh, karena Dia cinta, karena Dia menebus saya, karena Dia menolong saya, karena Dia memelihara saya, karena Dia menjaga saya, Dia menggembalakan saya. Saya disuruh kerja, ingin balas cinta Tuhan. Segala sesuatu. Saudara datang juga kan karena Yesus. Saudara ke gereja karena Yesus. Haleluyah, puji Tuhan. Sebagai ayat terakhir, kita buka Filipi  

 

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

 

Semuanya bilang amin, haleluyah.Kita ada sebagaimana kita ada karena nama-Nya. Kalau saudara bilang Yesus, yang akan menolong saudara Yesus. Kalau saudara mengandalkan Dia, Dia yang memberkati kita, Dia yang menolong kita. Ini Nama  Itu nama yang indah .. Nama Yesus .. Itu nama yang indah .. Dari sorga mulia .. Bimbang ragu .. Diusirnya .. Hati susah dihiburkan .. Nama Yesus yang indah yang kucinta.

 

Ini nama benar-benar indah, nama yang indah. Sebab asal kita bilang nama Yesus, segala ketakutan hilang, segala perasaan yang tidak enak hilang. Nama itu luar biasa. Tolong pemain musik. Kita berdiri bersama-sama.

 

-- o --    

Minggu, 09 Agustus 2009

BAYANG-BAYANG KEMATIAN

Mazmur

23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Bahasa Inggris: Ya, walaupun aku berjalan melalui lembah bayang-bayang kematian, ...

Sementara ini kita mau lihat beberapa hal tentang bayang-bayang.

Saudara, kalau saudara melihat bayang-bayang, itu karena ada cahaya. Bayangan ini bukan bendanya. Kalau itu seekor kuda, bayangannya pasti seekor kuda. Tidak mungkin seekor kuda disorot lampu bayangannya pohon kelapa, tidak mungkin. Pohon kelapa disorot lampu bayangannya pohon pete, tidak mungkin. Jadi yang disorot oleh sinar itu akan memantulkan bayangan.

Nah pemazmur ini, dia bilang begini: Walaupun aku lewat.

Kalau ini gunung, ini ada gunung lagi, nah antara dua gunung ini lembah. Di lembah cahaya matahari tidak bisa masuk. Karena di lembah. Tapi dia memantulkan bayangan dari gunung-gunung ini. Jadi bayangan gunung ini dipantulkan. Ini namanya bayangan.

Apa saudara takut kepada bayangan seekor singa? Kenapa dia bilang, aku tidak takut bahaya melewati kegelapan? Karena Tuhan beserta dengan dia. Kita buka dulu Matius   

4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -

4:16 bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."

 

Sekarang kembali ke Mazmur,  

23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, ...

Kenapa? Karena Dia sudah rubah menjadi terang. Daerah yang penuh dengan maut dijadikan terbit terang yang besar. Jadi sebetulnya pemazmur ini sedang berkata, aku tidak takut apa-apa. Walaupun aku harus lewat karena aku menghadapi terang. Sebab,

4:16 bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."

 

Sekarang kita dengar kesaksian dari raja Daud. Dalam Mazmur

 

139:11 Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,"

139:12 maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.

 

Pantas Daud tidak takut lewat lembah bayang-bayang maut karena kegelapan jadi terang. Saya pernah khotbah bahwa di Mesir gelap tapi di Goshen sepotong kecil saja tanah di Mesir di mana ada orang Israel, itu terang. Seluruh Mesir gelap tapi di Goshen terang. Indonesia bisa saja gelap tapi bagi saudara tetap ada terang. Ini janji dari Tuhan.

 

Pada sore hari ini saya ingin bicara hal yang lain karena saya bicara dari 21 keterangan tentang kegelapan ini. Dari 21 hamba Tuhan yang menerangkan tentang Mazmur 23:4 ini, saya akan peras menjadi dua. Yang tadi yang pertama saya sudah terangkan kegelapan malam kegelapan ini.

 

Yang kedua, kegelapan ini adalah kegelapan kematian.

 

Mari kita pelan-pelan bicara supaya saudara tidak takut. Kematian tidak pandang umur. Apakah dia Mbah Surip, apakah dia WS Rendra, apakah dia teroris, apakah dia Noordin M Top, kalau betul itu yang ditembak, mati. Tidak lihat umur. Katanya baru 41 tahun.

 

Umur nggak panjang nggak pendek bukan urusan kita. Tapi walaupun panjang walaupun pendek, kematian akan datang kepada kita. Saudara jangan pikir peti mati berapa, saya dikubur di mana, jangan. Tapi kita musti sadar, kematian kita harus lewat. Jadi kalau ini garis kematian, ini sorga, ini dunia, saudara mau masuk sorga musti lewat garis ini.

 

Siapa yang paling panjang umurnya di Alkitab? Metusalah. Berapa umurnya? 969 tahun. Mau kaya dia? Sudah jabrik semua. Kita musti lewat ini garis kematian. Tapi pemazmur berkata, aku tidak takut bahaya, aku tidak takut kejahatan, sebab engkau Tuhan terang itu besertaku. Waktu kita di sini di dunia, Yesus beserta dengan kita, waktu kita di sorga kita bersama dengan Yesus. Sama.

 

Ada 3 tingkatan hidup manusia: Dunia purwa, dunia maya, dan era yang abadi. Dunia purwa itu di perut ibu. Belum lahir tapi saudara sudah hidup, sudah ada jantung, sudah ada mata. Sudah komplit. Hanya belum dilahirkan. Begitu lahir, masuklah saudara kepada dunia maya. Makanya dunia ini disebut mayapada. Itu istilah orang budha. Maksudnya mayapada ini nggak lama, nggak langgeng. Jadi dunia purwa, dunia maya, masuk kepada dunia yang abadi. Ada yang di neraka, ada yang di sorga tapi terus abadi.

 

Yang saya ingin saudara perhatikan, ketika saudara lahir, jadilah saudara disebut manusia. Dibesarkan oleh ibu waktu saudara di perut kandungan saudara makan dari pusar.

 

Bing Slamet nyanyi Waktu ku kecil hidupku .. Amatlah senang .. Senang dipangku-dipangku dipeluknya. Itu zamannya Bing Slamet. Zaman sekarang Tak gendong ke mana-mana. Tapi zaman Bing Slamet Waktu ku kecil hidupku ... waktu kecil itu anak-anak lucu. Saudara ciumin anak saudara, ciumin cucu saudara. Mumpung masih kecil. Sebab nanti kalau sudah agak besar sekarang ... bedegong, saudara. Mulai bandel. Bandel anak teh dititah ka kulon, ka wetan. Dititah ka wetan, ka kulon. Lalu sampailah kepada kedudukan masa akhir. 40 tahun ke atas sebetulnya sudah turun kita tuh.   

 

Kematian bukan sesuatu yang menakutkan. Ibu saya meninggal di pangkuan saya. Anak saya meninggal di pangkuan saya. Jadi saya sudah lihat orang meninggal itu bagaimana.

 

Ada seorang yang kerja di Kelenteng di Jakarta. Dia suka pinjam kaset khotbah saya sama orang yang suka kebaktian. Dia senang dengar. Dan dia bisa lihat orang mati, katanya. Saya tidak tahu. Dia ngomong sama orang yang kasih pinjam itu kaset: Gua aneh sama orang kristen. Kenapa? Kalau orang bukan kristen itu rohnya itu berdiri di dekat peti mati, dia lihatin wajahnya, dia lihatin badannya sendiri. Ada yang seminggu, ada yang sepuluh hari tetap di situ, masih keliling-keliling. Gua bisa lihat. Tapi orang kristen nggak kelihatan, gua lihat di mana rohnya, nggak ada. Kita kan sudah punya rumah. Pulang ke rumah di sorga, ada haleluyah? Yang nggak punya rumah itu, yang kemana nih, bingung nih. Mau masuk ke peti mati tapi sudah ada yang ngisi di peti mati, jadi dia lihatin itu.

 

Oh, berbahagialah orang kristen karena meninggal bukan sesuatu yang gelap tetapi sesuatu yang terang.

 

Dulu saya nggak bisa terima di Manado di tengah peti mati, orang nyanyi begini Pujilah Tuhan sebab besar cinta-Nya .. Nggak tahu diri, cek saya teh, masa orang meninggal Pujilah Tuhan sebab besar kuasa-Nya. Sekarang saya mengerti. Iya mau apa disedih-sedih, mau apa ditangisi? Orangnya sudah senang. I Korintus

 

15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,

15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

15:53 Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.

15:54 Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.

15:55 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"

15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

15:57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

 

Maut sengatnya hilang, ditelan oleh kemenangan. Kapan? Ketika saudara lewat. Ketika saudara lewat bayang-bayang kematian.

 

Satu pendeta di Manado. Tahun 57 ada pemberontakan Permesta. Namanya pendeta Poluan. Lagi khotbah dia, datang itu gerombolan. Wah, rambut panjang pegang pistol. Dia berdiri: Hei pendeta, jangan banyak omong khotbah, sebentar lagi kamu akan mati. Dia tetap khotbah. Saya bilang diam, nanti kamu saya tembak. Dia tetap khotbah. Saya tembak. Satu, dua ... waktu dia ditembak, dia bilang Hale ... dia mau bilang haleluyah ... dor. Jatuh. Gerombolan keluar. Semua pendeta tenang. Pendeta berkata: Brur Poluan hale .. di dunia, luyah .. di sorga. Nggak takut mati dia. Saudara tahu yang nembaknya? Jadi gila. Itu zaman tahun 57.

 

Nah pembom yang membom Ritz Carlton itu anak yang alim. Umur 18 tahun. Pendiam. Semua yang ngebom-ngebom itu orangnya diam. Dia dibohongi, diajarin: Kalau kamu sahid, kalau kamu bunuh orang Amerika, kamu masuk sorga, dijemput 70 bidadari cantik-cantik. Baru lulus SMA. Kok berani ya. Ditaruh bom di badannya, dia bawa bom di tasnya. Pertama ditawarin kamar 1803, nggak mau. Ada yang lain nggak? 18011, nggak mau. Kalau ada 1808. Oh ya boleh, 1808. Rencananya itu bom meledak dulu di atas di tingkat 18. Duar ... meledak, orang kan turun tuh ketakutan, begitu turun di bawah banyak, dia bunuh diri di bawah.   

 

Yang kita harus pikirkan, kenapa anak muda itu berani berbuat itu? Dia tidak mengerti, dia dibohongi. Noordin Moh Top takut mati. Dia suruh orang pada berani mati, dia sendiri takut. 

 

Begitu kita lahir, tidak ada nafas saudara. Dokter balik, pukul-pukul, bernafas ... nah itu hidup dia, nangis. Sudah selamat. Itu bayi. Tapi waktu mau meninggal, itu nafas berakhir. Maka istilah dalam bahasa Indonesia ... menghembuskan nafas yang terakhir.

 

Papa sudah di sana, anak sudah di sana, mama sudah di sana, dan banyak saudara kita yang sudah mendahului kita. Dan kita juga pasti kesana atuh. Tinggal antri saja. Istilah yang seni untuk meninggal itu, lamaran kita diterima sama Tuhan. Duh Tuhan, saya ingin hidup bersama Engkau. Belum. Masih banyak kekurangan. Tuhan, saya ingin hidup bersama Engkau. Belum. Tuhan, cabutlah nyawa saya, saya sudah puas hidup di dunia. Seperti Simeon kan, sekarang rela saya mati. Tuhan bilang: Belum. Tapi kalau sudah waktunya, Dia kasih tahu.  

 

Pendeta Wakkary, Medan, almarhum, datang terakhir saya masih ingat tidurnya di rumahnya brur Samuel Rahmat di Cikidang. Dia ngomong begini: Om mau lihat beberapa hamba Tuhan di Jawa Barat, sudah lihat langsung pulang. Saya kira pulang ke Medan. Duduk di kursi habis makan pagi. Meninggal. 

 

Siapa tahu di antara kita akan dipanggil Tuhan, sudah siapkah kita? Beranikah kita bicara seperti Daud: Aku tidak takut bahaya ketika aku harus lewat bayang-bayang kematian.

 

Di Manado ada baptisan air. Ada satu orang mau terima baptisan. Pendeta bilang, lekas kamu terima baptisan. Ayo lekas. Nanti saja oom. Dia pulang ke rumah, meninggal. Dia telat satu hari. Ini di Manado. Di Manado baptisan seringkali di sungai. Dia datang kebaktian. Ada juga satu ibu mau dibaptis. Minggu depan saja, om, nanti gampang, nggak usah sekarang. Pulang, meninggal ...  dia telat 1 minggu. Satu pemuda ada lagi baptisan air di sungai. Mau dibaptis masuk. Nanti saja om bulan depan. Nggak sampai bulan dia meninggal, dia telat satu bulan.

 

Saya selalu ingat bapak Tjin Liang. Dia datang sendiri. Dulu kan kita baptisan di sungai di Ciraden. Dia jemput papa saya: Sekarang saya mau dibaptis. Ya nanti tunggu yang lain. Nggak, saya minta sekarang. Jadi naik oplet ke sana ke Ciraden. Duaan saja masuk ke air. Dibaptis. Nggak lama dari itu dia pulang, meninggal. Kalau saya tidak suka dengan istilah meninggal, dia pergi ke rumah Bapa, dia pulang ke rumah Bapa.

 

Tidak udah takut bahaya. Tidak usah takut apapun juga. Dalam Yesaya ada ayat: Jangan kamu takut bila engkau dijelek-jelekkan. Karena Tuhan bilang begitu, kita tidak usah takut orang ngomong apa tentang kita. Tenang saja. Dia bersama dengan kita. Sejauh-jauh kejahatan lari, kebenaran akan mengejar. Sejauh-jauh orang yang bohong berdusta bahwa kalau mati sahid itu bom bunuh diri masuk sorga, ada 70 bidadari, akhirnya kebenaran akan ketahuan juga. Sebagai ayat yang terakhir, di bagian akhir,

 

23:4 ...; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

 

Dalam bahasa Inggris, disalin rod and staff. Rod ini tongkat, staff ini juga tongkat. Bedanya di mana? Saudara lihat ke depan. Rod ini tongkat panjang tapi staff ini tongkat panjang yang di ujungnya bengkok. 2 tongkat ini menghibur saudara. 2 tongkat ini bayangan Firman Allah dan Roh Kudus. Yang bengkok ini gembala pakai untuk menarik domba. Kalau dia punya tanduk terkait di belukar dia tarik. Supaya tidak tersangkut. Dia tarik. Terhibur. Domba tidak bisa melepaskan diri kan domba tidak punya tangan. Nggak bisa lepaskan diri. Gembala bantu tarik itu tanduknya pakai yang bengkok itu.

 

Sedangkan tongkat yang pertama disalin gada, itu tidak tepat. Tongkat yang pertama itu adalah tongkat penyangga. Kalau mau bikin kemah dia sangga di tengah kemah itu. Domba-domba dimasukin supaya tidak kehujanan. Firman Tuhan dan Roh Kudus adalah gada dan tongkat yang menghibur saudara. Tidak ada penghiburan seindah dari Firman Tuhan.

 

Dan Tuhan sudah kasih firman sama saya untuk disampaikan pada family camp. Dan itu setahun sekali Dia kasih. Khusus untuk family camp. Hanya Firman Tuhan dan Roh Kudus yang menghibur saudara. Tadi di Jakarta saya minta satu bapak berdoa. Orangnya pendiam. Dia berbahasa roh terus. Nggak berhenti-berhenti. Saya cuma bilang, terima kasih Tuhan. Roh Kudus dan Firman Tuhan menghiburkan jemaat. Ada haleluyah? Karena gada dan tongkat-Mu menghibur aku. Saudara, penghiburan tidak ada pada dunia. Penghiburan yang sebenarnya hanya ada di dalam Tuhan Yesus Kristus.

 

Para pemain musik maju ke depan.

 

-- o --   

Minggu, 30 Agustus 2009

NERAKA

Lukas

 

16:19 "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.

16:20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,

16:21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.

16:22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.

16:23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.

16:24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.

16:25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.

16:26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.

16:27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,

16:28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.

16:29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.

16:30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.

16:31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

Sore ini saya ingin berbicara mengenai neraka. Neraka itu ada! Dan saya akan memberitakan kepada saudara sekarang empat hal yang ada di neraka. Yang pertama, di neraka itu ada penderitaan atau kesengsaraan.

16:23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.

Di neraka itu ada sengsara, ada penderitaan. Segala kesusahan yang ada di dunia, kekerasan manusia yang ada di dunia, kesakitan yang ada di dunia, tidak bisa dibandingkan dengan sengsaranya dari neraka ini. Bisa saja orang itu senang di dunia. Tiap hari pakai baju ungu, makan bermewah-mewah. Lazarus miskin dan ditemani cuma sama anjing. Tapi ini orang yang kaya ini bukan nggak kenal gereja bukan nggak kenal tempat ibadah sebab dia kenal bapa Abraham. Jadi dia bukan orang tidak percaya. Tapi dia main-main dengan percayanya itu, dia pakai kedok, agamanya itu dipakai kedok. Seperti beragama seperti ke gereja tapi perbuatannya membawa dia ke neraka.

Jadi bisa saja kita ke gereja rajin ke gereja kelihatan hebat hidup bermewah-mewah diberkati tapi masuk neraka. Dalam Matius

8:12 sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

Waduh, sampai gigi dikerot-kerot itu karena itu sakitnya sudah tidak tahan. Ini Yesus yang bicara. Neraka itu apa? Neraka itu tempat siksaan, tempat aniaya. Bukan setahun, dua tahun, ada istilah seumur hidup. Nggak seumur hidup. Selama-lamanya. Saudara yang tidak percaya kepada Tuhan, yang hidup kekristenannya main-main, hanya pakai kedok saja, mau dibaptis hanya kedok. Hanya kedok baptisan saja supaya bisa kawin tapi hidup kekristenan tidak ada. Saya sudah lihat banyak sekali yang baptisannya kedok belaka. Setelah menikah, punya anak, dia berubah. Berubah luar biasa.

Dia pakai kedok. Pakai agama cuma hanya kedok saja biasa, tidak sungguh-sungguh. Untuk mereka ini tempatnya ya ini di sini. Tempat penderitaan. Ini baru satu loh saya ngomong di neraka itu ada. Ini tempat menderita. Saudara mau masuk ke sana? Makanya jangan kopet, pedit, pelit. Sebab kalau sudah di neraka, saudara mau ngasih apa saja semua yang saudara punya, nggak bias. Sebab waktu mati nggak dibawa.

Yang kedua, ada apa di neraka? Di neraka itu ada doa. Kembali kepada Lukas

 

16:24, Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.

 

Dalam salinan bahasa Inggris, and he prayed dan dia berdoa. Dari neraka dia berdoa. Di dunia nggak mau doa. Waktu masih hidup nggak mau sembahyang. Jangan sembahyang tiap subuh, jangan. Sembahyang yang seminggu sekali saja nggak mau. Bedston nggak mau.

 

Kalau bedston dia tanya dulu - ini yang masuk neraka yang saya maksud -, ada makan-makan nggak? Kalau di tempat bedston ada makan-makan, saya mau ikut bedston. Sebab biasanya kalau orang menyerahkan rumah, mau menikahkan anak, suka panggil pendeta bedston. Doanya sebentar, makannya. Jadi dia datang bukan untuk bantu doa, untuk bantu makan.

 

And he prayed to Abraham. Dia berdoa. Dia berseru. Doanya itu berseru. Kadang-kadang kalau kita berdoa, aduh, nggak berseru. Kalau di gereja disuruh berdoa: Ayo mari kita berdoa, angkat suara, saudara sembah Tuhan. Nggak sungguh-sungguh doa. Dia berdoa cuma tempatnya udah salah. Tempatnya salah dan waktunya sudah terlambat. Tiba-tiba orang kaya ini jadi suka doa: Bapa Abraham masih ada itu ngebosnya - suruh Lazarus taruh jarinya di air, jatuhkan setetes, lidah saya sudah panas membawa derita ini. Ada doa.

 

Makanya dari pada kita senang-senang di dunia tapi menderita di neraka, lebih baik kita ini peribahasa menangis di dunia tapi bersukacita di sorga. Itu Yesus punya ajaran. Biar kamu menderita, dianiaya, sengsara, biar kamu dihina, biar kamu dicemooh, berbahagia, sebab upahmu besar di sorga. Ini orang kaya tiap hari makan makanan yang enak. Senang-senang. Cing atuh kasih sedikit aja sama Lazarus, nggak ada. Nggak ada belas kasihan. Maka Tuhan berfirman dalam Matius 15: Bangsa ini cuma datang menghampiri Aku dengan mulut. Hatinya jauh. Sekarang ini doa sungguh-sungguh hati. Oh, bapa Abraham, oh bapa Abraham.

 

Saya belum pernah dengar jemaat yang berdoa kalau bedston itu seperti dulu, zaman dulu banyak. Berserulah kepada-Ku, Yesus bilang, berserulah kepada-Ku pada masa kepicikan. Berdoa. Yeremia 33:3, berserulah kepada-Ku. Yunus 2:2, berserulah kepada-Ku. Mazmur 50:15, berserulah kepada-Ku. Mazmur 81:8, berserulah kepada-Ku, Aku pasti menjawab engkau. Dan orang kaya ini juga dijawab, cuma jawabannya negatif, nggak positif.

 

Dari sorga kita nggak bisa ada city tour ke neraka. Atau dari neraka ada tour, wisata kuliner ke sorga, nggak ada. Terus dari sorga mau wisata di neraka, tidak bisa. Kalau mau berseru mumpung kita hidup sekarang. Kalau mau berdoa sementara, kita hidup sekarang. Kalau mau minta tolong, sementara sekarang Dia bisa dihampiri. Minta tolong kepada Tuhan, berseru kepada Tuhan. Jangan di neraka. Itu baru kedua.

 

Yang ketiga, ada ingatan sama keluarga. Dia ingat sama keluarga yang belum selamat. Ayat 27,

 

16:27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia - Lazarus - ke rumah ayahku,

16:28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.

 

Waktu dia di dunia kaya, nggak ingat keselamatan keluarga. Sementara saudara duduk di gereja, ingat nggak saudara keselamatan keluarga saudara? Koko saudara, adik saudara, cici saudara, ci hu saudara, mei hu saudara yang belum kenal Tuhan.

 

Jadi tiba-tiba dia ingin menginjil. Ada permohonan. Suruh satu orang penginjil. Sekarang saya tidak tahu ya ada berapa orang yang suka menyumbang sekolah alkitab. Karena sekolah alkitab ini banyak keperluannya. Banyak murid tidak mau bayar uang sekolah. Masuk mau, belajar mau, lulus mau, bayar uang sekolah nggak mau.

 

Nggak tahu pendeta-pendeta sekarang itu, zaman sekarang. Kalau sudah giliran ngirim siswa-siswi ke sekolah pada miskin semua. Pada miskin, nggak punya duit, nggak ada. Jadi pantas, saya bilang, nggak diberkati hidupnya. Ini yang dibiayai ini calon hamba Tuhan. Calon orang yang mau menginjil ke mana-mana, memberitakan firman Allah. Jangan nanti sudah di neraka: Suruhlah dia, Lazarus, ke rumah saya punya keluarga. Ada lima keluarga saya.

 

Saudara-saudara dengar firman Allah, ada nggak doa dari hati saudara: Tuhan, tolong orang tua saya belum kenal kepada-Mu, belum menerima Yesus.

 

Ah, gampanglah nanti meninggalnya di pantekosta saja. Saya bisa melayani karena saudara kristen, karena saudara jemaat saya, keluarga saudara yang belum kenal Tuhan mau dikristenkan saja, bisa kita layani. Tapi untuk masuk ke sorga, saya nggak ada hak. Itu orang kaya waktu meninggal, waduh pendeta yang paling hebat kali yang diundang. Yang minta pasti datang semua.

 

Dan saudara-saudaraku, maaf ya, tidak akan menyinggung siapa-siapa saya. Kita sering bohong di kebaktian duka. Kita sering bohong. Maka ketika Tuhan ngomong sama saya, saya nggak pernah ngomong lagi. Sebab sambutan, kita akan dengar sambutan bagi almarhum dari ibu ini: Saudara-saudara, semasa hidupnya dia orang yang baik. Tak ada. Buktinya dia jahat. Dia baik, dia nggak pernah ngerepotin orang - padahal waktu hidupnya ngerepotin orang. Dia sopan - padahal waktu hidupnya kurang ajar. Kita ngebohong untuk menyenangkan telinga keluarga.

 

Ada kesadaran ada keluarga belum diselamatkan. Di neraka itu ada kesadaran. Tapi berbeda dengan kesadaran anak terhilang. Anak terhilang masih di dunia. Dia sudah salah, dia sudah pakai uang bapanya. Dia sudah salah, dia sudah bangkrut. Sadarlah dia. Lukas

 

15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.

15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,

15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.

 

Kalau mau sadar, waktu masih hidup. Kalau mau bertobat, sekarang. Bertobat sekarang. Tinggalkan hidup yang lama. Tinggalkan hidup yang salah. Tinggalkan hidup yang keliru. Tinggalkan perkara-perkara yang najis, perkara yang bukan dari Tuhan. Tinggalkan sekarang ketika kita masih hidup. Jangan di neraka. Sebab di neraka kita nggak bisa berbuat apa-apa walaupun kita sadar masih ada lima keluarga saya belum diselamatkan. Sekarang sementara kita hidup kalau mau sadar.

 

Yang keempat, yang terakhir: Di neraka itu ada semangat untuk bersaksi. Lukas

 

16:29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.

16:30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham Bayangin, di neraka masih bisa ngebantah Abraham, loh -, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.

 

Ada keyakinan, ada iman untuk bersaksi. Abraham saja bapa orang beriman nggak dianggap. Dia berani bilang tidak kepada bapa Abraham. Bapa Abraham bilang: Ada pada mereka kitab para nabi - maksudnya Perjanjian Lama -, kesaksian Musa dan para nabi. Sebab waktu zaman Yesus, belum ada Perjanjian Baru. Ada alkitab bagi mereka. Kalau alkitab mereka nggak turut, bagaimana? Walaupun aku kirim orang bangkit dari antara orang mati, mereka nggak akan turut. Tidak, kalau katanya ada orang yang bangkit, ayat 31,

 

16:31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

 

Saya mau Tanya: Siapa yang bangkit dari antara orang mati setelah Abraham? Yesus. Dibangkitkan. Tapi coba lihat manusia sekarang. Percaya Yesus? Memang agama terbesar di dunia adalah Kristen. Saudara orang yang beruntung menerima Yesus. Tapi apa saudara punya semangat untuk bersaksi? Orang kaya ini luar biasa, dia punya semangat di neraka. Iya saya sudah pasti mati, tapi saya yakin kalau ada orang bangkit, keluarga saya pasti percaya. Abraham bilang: Nggak. Baca alkitab aja nggak pernah.

 

Makanya saudara coba periksa alkitab, suka dibaca nggak? Mumpung kita masih hidup. Jangan nanti sudah umur 70 tahun, sudah kita susah mau baca alkitab. Kita masih muda sekarang rajin baca dong. Baca. Semangat untuk bersaksi. Pernah nggak saudara sama keluarga saudara di rumah yang belum kenal Tuhan Yesus, memperkenalkan Yesus? Bisa dengan menyanyi, bisa dengan bersaksi, bisa dengan diajak kebaktian. Atau pernah saudara bawa jiwa sampai jiwa itu dibaptis tapi sekarang sudah nggak ada lagi? Ada nggak kerinduan saudara menjaga jiwa jangan sampai dia nggak datang kebaktian, jangan sampai dia tinggalkan Yesus. Ada nggak kerinduan itu?

 

Jim Elliot, seorang utusan Injil orang-orang Indian. Dia sembahyang begini: Tuhan, - dia anggap dirinya kayu - pakailah kayu yang tidak berharga ini, Tuhan. Bakar kayu ini, Tuhan, supaya api Injil itu bisa sampai. Selamatkanlah orang-orang Indian ini Tuhan. Dia dibunuh sama orang Indian. Umurnya sama sama Yesus, 33 tahun. Tapi dia sembahyang: Saya tidak minta umur panjang, Tuhan. Tapi biar umur saya pendek seperti Engkau tapi penuh arti. Dan terjadi.

 

Kepala suku Indian bilang: Ada apa sama rakyat saya, semua pada jadi Kristen? Nggak mau nyembah dewa lagi, nggak mau nyembah gunung lagi, nggak mau nyembah. Dia dibunuh. Tapi saya yakin orang itu ada di sorga. Karena dia mempunyai semangat untuk bersaksi. Adakah di antara saudara yang suami saudara belum kenal kepada Yesus? Aduh, suami saya mah aneh. Kalau saudara nggak pernah bersaksi kepada dia, saudara yang aneh. Sebab yang paling dekat dengan suami saudara adalah ibu-ibu.

 

Kalau kita baca Yehezkiel, ada ayat bunyinya begini: Kalau ada satu orang belum bertobat dan kamu ada kesempatan bersaksi kepada dia tapi kamu tidak bersaksi, kamu tidak ajak dan dia meninggal, masuk neraka, nyawanya dituntut dari pada kamu. Yehezkiel bilang begitu. Takut kalau sudah diajak, takut nanti dia marah. Tidak. Kalau Roh Kudus beserta saudara tidak ada yang akan marah. Ajak, bicara baik-baik, doakan: Ayo, kita terima Yesus. Ayo, kita terima Tuhan. Ayo, kita terima keselamatan. Kalau dia menolak? Saudara bebas dari tuntutan darah. Kalau belum dicoba saudara sudah bilang nggak mau, yang aneh bukan suami saudara tapi saudara sendiri yang aneh.

 

Saya tidak suka tiap bulan kita makan perjamuan kudus tapi kita nggak tahu harganya itu perjamuan kudus seperti apa. Ini perjamuan kudus kita memperingati kematian dari Tuhan Yesus yang meluputkan kita dari api neraka itu. Karena kita percaya kepada Yesus, Dia luputkan kita dari api neraka. Maka kita ingat, memperingati. Nanti minggu depan kita mau lihat isi sorga. Sekarang lihat isi neraka dulu, yang jelek dulu. Saudara tidak mau masuk ke sana.

 

Ketika Lie Yang Wei dari Tiongkok itu ada di ruang angkasa, astronot dari Cina, istrinya tanya: Bagaimana kamu lihat alam semesta di sekeliling kamu? Dia cuma bilang: Sangat indah. Baru alam dia bilang sangat indah, apalagi sorga. Maka saya yakin anak Tuhan yang sudah mendahului kita, yang sudah di sorga sana, tidak mau balik lagi ke dunia. Tidak ada malam di sana. Nggak ada subuh. Paling siang terus. Terang. Nggak ada panas, nggak ada matahari. Nggak perlu matahari. Karena saudara disebut terang dunia. Yesus juga adalah terang. Semua terang.

 

Apa inti dari khotbah sore ini? Kalau ikut Tuhan sungguh-sungguh. Jangan main-main soal terima Tuhan, baptisan, perjamuan kudus. Jangan main-main. Doa jangan main-main. Karena ini hubungannya dengan kekekalan.

 

Para pelayan perjamuan tolong maju ke depan.

-- o --   

_________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________