Khotbah Minggu Sore Maret - April 2006

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 05 Maret 2006

BERSUKACITA DI BAWAH TEKANAN

Selamat sore, selamat berbakti, bertemu lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Kalau saudara melihat saya bisa berdiri pada sore hari ini adalah mujizat dari Tuhan karena hari Jumat yang lalu saya naik sepeda motor dari Bandung sampai di Cimareme saya minta berhenti sama teman-teman dan saya muntah-muntah di dekat mesjid dan tidak bisa jalan lagi saya, tidak ada tenaga. Jadi saya disuruh tiduran di mesjid.   

Saya tergerak untuk berbicara mengenai Yakobus  

5:13 Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi!
5:14 Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.
5:15 Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.
5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
5:17 Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.
5:18 Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya.

Dalam ayat ke-13, kalimatnya ini agak berbeda dengan kalimat bahasa Inggris. Di dalam kalimat bahasa Inggris berkata, is anyone among you suffering, apakah ada di antara kita menderita, apakah ada di antara kita yang sedang menderita? Kata menderita di dalam bahasa Yunani dipakai kata kokopateo. Apa artinya? Apa katanya? Kokopateo. Dan arti dari kokopateo adalah di bawah tekanan!

Sebetulnya beberapa minggu terakhir ini saya sedang ada di bawah tekanan, ada problem, ada percobaan. Satu bapa dan ibu tadi bersaksi, dia kehilangan anak, Tuhan panggil ... dia ada di bawah tekanan. Tadi di Jakarta saya mendoakan satu ibu, ibu usia lima puluh - enam puluh tahun, dia kehilangan anak juga. Terlambat dibawa ke dokter. Saya bilang, bukan terlambat ... itu Tuhan sudah panggil pulang. Dia minta didoakan dan dia menangis tersedu-sedu. Kokopateo, di bawah tekanan.

Saya rasa banyak di antara saudara yang sedang ada di bawah tekanan: Mungkin ada hutang, mungkin ada beban di dalam rumah tangga, mungkin ada problem yang kita nggak bisa cerita sama teman. Kita ada di bawah tekanan. Kita ada di bawah satu pressure, satu tekanan. Tentu saja yang dimaksud adalah tekanan di dalam hati. Hati kita jadi berat. Bila hati kita ... lemah tak berdaya, Bila iman kita ... bagai tembok roboh. Hati kita sedang di bawah tekanan.

Anak saya kalau ada, dia umur 33 tahun. Tapi dia meninggal juga pada usia lima belas bulan. Wilson, anak dari keluarga tadi juga masih sangat kecil, Tuhan panggil juga. Semua caranya, jalannya macam-macam tapi Tuhan panggil. Kalau Tuhan punya kebun bunga, Dia tidak akan petik bunga yang busuk. Dia tidak akan petik bunga yang jelek. Dia akan petik bunga yang baik. Jadi walaupun kita sedang berbeban berat, percayalah anak kita sudah selamat, ada di tamannya Tuhan. Sudah dipetik oleh Tuhan. Dia anak kita tapi dia bukan milik kita. Kita hanya dipercaya untuk melahirkan, membesarkan. Berapa lama dia hidup, walahualam wisawab - kata orang Arab -, itu urusannya Tuhan.

Adakah di antara saudara yang kokopateo, sedang tertekan, sedang ada di dalam penderitaan. Bahasa Indonesia memakai kata penderitaan. Sekarang banyak penderitaan. Ada penderitaan. Ini surat ditulis untuk orang kristen. Jadi orang kristen tidak luput dari penderitaan.

Walaupun kita sudah percaya Yesus, akan ada penderitaan, akan ada persoalan. Tetapi ada jalan keluarnya. Baiklah ia berdoa, proseikomai. Baiklah ia berdoa. Waktu saya tertidur, saudara-saudara, di mesjid. Ajengan dari mesjid bilang, tidur saja di dalam mesjid. Karena saya sudah hampir tidak sadar, tidak bisa berdiri. Saya cuma ngomong dalam hati, Yesus. Saya cuma berdoa satu kata: Yesus. Tapi katakan Yesus itu dengan segenap hati.

Lalu saya permisi mau ke belakang. Saya jalan pelan-pelan, ngerayap. Ada orang lagi wudhu, mau solat, saya permisi untuk ke wc. Setelah selesai, saya keluar lagi, saya sudah tidak kuat, saya berbaring. Nah, itu disuruh berbaring di mesjid. Jadi, saudara-saudara, Tuhan bisa pakai siapa saja untuk menolong kita. Di dalam ayatnya ini, hendaklah ia berdoa. Kalau ada yang bergembira, piltumeo, bergembira. Bukan sukacita, .... bergembira, piltumeo. Sedang ada bergemar. Jadi hidup kita ini seimbang. Ada kalanya menderita. Ada kalanya bergemar. Ada kalanya di bawah tekanan, ada kalanya kita seperti melayang. Ada kalanya kita menghadapi pintu tertutup, ada kalanya kita melihat pintu terbuka.

Piltumeo artinya hati kita sedang bergemar. Sama seperti kita baru mendapatkan keluarga baru, baru mendapatkan anak baru. Semua keberatan luput, semua dilupakan. Ibu yang baru melahirkan anak segala sakit semuanya dia lupakan. Dia diganti dengan piltumeo.

Ada kalanya di dalam kokopateo, ditekan oleh perasaan beban. Tapi hidup kita harus seimbang. Ada malam-ada terang. Ada pagi-ada sore. Ada malam-ada siang. Ada panas-ada hujan. Ada kokopateo, tertekan, tapi ada kalanya kita sedang bergemar. Dikatakan, biarlah dia bernyanyi.

Tadi kita sudah dengar satu grup dari remaja-remaja. Saya senang sebab mereka nyanyi ada urapan. Kadang-kadang siswa-siswi nyanyi nggak ada urapan. Tapi mereka nyanyi tadi, saya hampir neteskan air mata. Ada urapan. Karena mereka bedston dulu.

Sekarang pada waktu kita bersukacita, lampiaskanlah sukacita kita ini kepada Tuhan. Tuhan mah nggak pake orang sombong. Biar dia jago nyanyi tapi dia sombong, dia tidak akan dipakai Tuhan. Walaupun dia tidak terlalu bisa nyanyi, tetapi dia mau menyanyi, mau mencurahkan nyanyiannya, bakatnya untuk Tuhan, dia pasti dipakai Tuhan. Dia akan menyanyi dengan segenap hati karena dia melampiaskan sukacitanya.

Apa kata raja Daud dalam Mazmur? Tujuh kali dalam sehari aku mau memuji-muji Engkau. Tujuh kali dalam sehari, dia ingin memuji Tuhan. Tetapi dalam Mazmur 3, dia menangis di Gua Adulam karena dikejar-kejar oleh anaknya, mau dibunuh. Tetapi dalam ayat yang lain, Mazmur 119, tujuh kali dalam sehari, aku mau memuji-muji Tuhan. Jadi seimbang kita. Kita ada di dalam dua wahana, yaitu kadang-kadang kokopateo ... penderitaan, kadang-kadang ada di dalam melayang dengan penuh sukacita.

Ayat ke-14, Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit. Ini juga salah kalimatnya. Sebetulnya, adakah seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia - ia ini laki-laki - memanggil para penatua jemaat supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.

Minyak di sini bukan minyak urapan - crisma - bukan, tapi aleito, semacam obat. Zaman dulu orang kalau sakit dibalur dengan aleito, minyak zaitun. Zaitun itu sampai sekarang dipakai masak juga bagus. Jadi bukan minyaknya itu yang menyembuhkan tapi Tuhannya yang menyembuhkan. Artinya, selain kita berobat, kita juga berdoa. Selain kita berdoa, kita juga makan obat. Orang kristen tidak boleh anti dokter. Zaman dulu tahun 50-an di Manado banyak pendeta anti dokter. Banyak pendeta anti dokter. Gereja-gereja pantekosta anti dokter. Sampai sikat gigi tidak mau pakai odol, karena ada istilah obat gigi. Jadi anti obat. Jadi selama itu gigi mereka kuning, semuanya karena tidak pernah disikat gigi. Tetapi sekarang setelah diberi pengertian, baru mereka mengerti.

Saudaraku, ada minyak zaitun sebagai obat ... aleipo, ada doa. Tetapi yang menyembuhkan bukan minyaknya, bukan si penatua tetapi Tuhan! Saudara-saudara, apakah ada di antara saudara yang sakit? Saya kemarin pingsan. Sampai saya kira sampai hari selasa mungkin saya tidak bisa berdiri. Tetapi saya paksakan. Tuhan menolong, memberikan kekuatan sedikit demi sedikit, walaupun perut masih tersayat-sayat, sakit tetapi Tuhan sudah sembuhkan.

Adakah di antara kamu yang sakit? Baiklah ia memanggil para penatua jemaat. Jangan ragu kalau saudara sakit minta bantu doa kepada gembala-gembala kecil. Kalau ada saya, jangan ragu minta didoakan, kalau saudara ada di rumah. Saudara sudah ke dokter tetapi saudara minta bantu doa. Kita tidak bisa otomatis tahu karena kita bukan Tuhan. Jangan nanti saudara, ah saya nggak dibesuk. Kita mana tahu, saudara sakit, kalau nggak dikasih tahu.

Jadi saudara-saudara jangan ragu untuk siapa yang paling dekat, kasih tahu sama penatua, ini saya lagi sakit, keluarga ini lagi sakit. Jadi kita bisa doakan. Itu tugas kami. Itu kami senang mengerjakannya, mendoakan orang sakit. Baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak - pengobatan - dalam nama Tuhan. Makan obat juga harus dalam nama Yesus.

Ada seorang Tionghoa, dia dokter di Malaysia. Dia anggota Fullgospel Bisnismen. Semua pasien yang datang sama dia, dia tanya: Mau saya kasih obat, apa mau saya doakan? Kebanyakan pasien - nggak muslim, nggak Tionghoa, nggak Kong Hu Cu: Saya mau dua-duanya. Ya obat, ya dokter. Jadi ditulislah resep. Ini obat. Tapi saya doa ya. Didoakan, dalam nama Yesus. Tuhan,  Engkau tolong sembuhkan. Haleluyah. Amin. Dia keluar, sebab apotek ada di luar. Baru dia keluar, kira-kira sekitar dua-tiga orang datang, dia ketok lagi pintu: Pak, saya sudah sembuh karena doa pak dokter. Oh puji Tuhan, kata dokter. Kalau gitu uang tadi saya minta kembali. Ini terjadi betul, saudara. Dia bersaksi sendiri di Jakarta. Ada kalanya saudara-saudara harus dengan dokter, ada kalanya dengan doa. Tetapi dua-duanya itulah yang menyembuhkan.

Di dalam ayat ke-15, Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu. Ini saya mau berbicara. Kalau saya tanya saudara, apa saudara punya iman? Pasti saudara bilang, saudara punya iman. Kalau saya bilang, saudara punya percaya? Saudara akan berkata, mana mungkin saya ke gereja kalau saya tidak percaya. Saya percaya karena saya ke gereja. Tapi iman setingkat lebih tinggi dari percaya.

Iman ini adalah mempraktekkan apa yang kita percaya. Kalau kita percaya kita sudah sembuh ... bangun, bangkit! Kalau kita percaya kita dengan iman kita sudah disembuhkan, berlakulah seperti orang sembuh. Maka iman itu, yang pertama, akan menyelamatkan orang sakit itu. Iman, saudaraku, kegunaannya yang pertama adalah menyelamatkan. Kalau anak kecil meninggal, sudah, dia selamat. Tapi kita hanya diselamatkan oleh karena iman.

Iman ini percaya yang sungguh. Kalau saudara didoakan, siapa yang ada keperluan maju kedepan, saya doakan. Tapi saudara tidak bertindak, saudara tidak yakin saudara sembuh. Biar saudara ngomong saya percaya, tidak akan ada tindakan, tidak akan ada kesembuhan. Iman adalah bertindak atas apa yang saudara percaya. Sekarang saudara lapar, pengen makan. Orang bawa nasi goreng. Lapar saya. Ini nasi goreng, makan dong. Iya, tapi saya lapar. Iya makan.

Saudara percaya kalau makan, saudara hilang laparnya. Tapi saudara tidak makan-makan itu nasi goreng. Biar saudara sembahyang jungkir balik, kaki di atas kepala di bawah, saudara tidak akan kenyang karena saudara tidak makan itu nasi goreng. Jadi iman itu adalah tindakan dari percaya. Ketika kita percaya, kita bertindak. Saudara bisa bayangkan, begitu saya jalan dari mesjid itu, saya naik mobil, dijemput. Saya sudah tidak sadar. Sadar-sadar saya sudah di dokter. Dokter suntik. Saya tidak sadar, tidur terus, sampai besok. Tapi saya bertindak. Tadi pagi saya bertindak. Saya berangkat, saya pergi. Di tengah jalan masih nggak karuan, tapi tambah lama tambah baik, tambah lama tambah baik.

Bertindaklah dari apa yang saudara percaya. Kalau saudara percaya toko saudara diberkati, bertindaklah. Percayalah. Yakinlah. Imanlah saudara diberkati. Kalau saudara percaya utang saudara akan bisa dibayar, percayalah, yakinlah, bertindaklah. Amin, katakan: Saya punya utang akan dibayar. Kalau saudara punya perusahaan akan maju, bertindaklah, percayalah bahwa saudara akan maju. Itu artinya saudara bertindak. Haleluyah. Dan bertindak itu memerlukan iman. Iman. Sekarang saya ingin kasih tahu apa yang dikatakan Yakobus 

2:18 Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."

Jangan salah paham. Kita diselamatkan oleh karena iman. Tetapi Yakobus - Yakobusnya adik Yesus dari Maria - dia bilang: Coba kasih lihat kepadaku imanmu tapi tanpa tindakan. Aku akan kasih lihat imanku dengan tindakanku. Aku beriman itu sebabnya aku ke gereja. Kamu ngaku beriman tapi kamu nggak ke gereja. Aku ke gereja, tidak usah aku ngomong beriman, tapi aku kebaktian, aku ke gereja, aku berdoa. Jadi dia berbuat, dia bertindak bukan untuk diselamatkan. Dia berbuat, bertindak setelah dia iman, setelah dia percaya kepada Tuhan.

Saudara sekarang di dalam kehidupan kristen saudara, saudara sudah terima Yesus, sudah dibaptis. Yang saudara perlukan sekarang, bertindak! Bertindak di atas iman yang saudara yakinkan. Bertindaklah. Kalau saya tunggu-tunggu uang. Kapan uang datang nih? Kapan uang datang? Kalau uang datang baru kita bangun STT, nggak akan jadi-jadi. Bikin dulu fondasi dalam nama Yesus, bertindak dulu. Sekarang sudah mulai berdiri.

Majelis Daerah Jawa Barat rapat-rapat untuk membangun suatu tanah di daerah Bandung. Rapat sudah puluhan kali rapat, belum jadi-jadi, belum bangun-bangun. Saya mah nggak pernah rapat. Bertindak saja, bangun. Jadi sekarang, saudaraku, kalau pada waktu Tuhan bangun dunia ini, bikin dunia Dia rapat dulu, nggak jadi-jadi ini dunia. Maka jangan terlalu banyak rapat tapi tindakan. Bertindak.

Bikin majalah, bertindak. Alat musik, bertindak. Semua bertindak. Mau kerja ini bertindak. Mau kerja ini bertindak. Kerja, kerja, kerja, bertindak. Itu memperlihatkan iman saudara. Kenapa Nabi Nuh membangun bahtera di atas gunung? Karena dia iman, dia percaya. Orang lain nggak percaya, dia percaya akan ada banjir, dia bikin bahtera di atas gunung. Dan terjadi banjir. Kita baca ayatnya yang ke-15: Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia.

Membangunkan dia. Biar kita pakai dokter, biar kita pakai obat, biar pakai doa, yang menyembuhkan hanya Tuhan. Saya sedang bantu doa suami istri, hamba Tuhan, dua-dua kena kanker. Bahkan istrinya sudah dikemo sudah yang ke-38 kali. Sakit sekali. Suaminya, maaf bicara, kalau ke belakang, darah terus, darah terus, karena ada kanker di ususnya. Dia puasa tiap hari. Puasa, buka sore. Puasa, buka sore. Tuhan sembuhkan. Sudah berapa tahun lalu, saudara. Dua-dua sudah meninggal.

Kalau kita pakai professor dokter tetapi kalau bukan Tuhan yang membangunkan? Jadi kita musti eling. Kalau kita cageur, sembuh, sehat, itu karena Tuhan. Tuhan yang menyembuhkan. Saudara yakin Tuhanlah yang menyembuhkan? Tuhanlah yang membangunkan. Tuhan yang memberkati. Tuhan yang menolong. Tuhan yang menghibur. Tuhan yang memberikan damai. Sekarang apa yang Tuhan kerjakan, kadang-kadang kita nggak ngerti, kadang-kadang kita sakit.

Waktu anak saya meninggal, aduh, saya rasanya kiamat dunia ini. Tapi sekarang baru saya ngerti. Nggak di Jakarta, nggak di Cianjur, kalau ketemu anak-anak pada ngelendot sama saya. Anak-anak saya banyak sekarang. Di Kanada yang main-main sama saya anak-anak kecil. Sekarang saya punya anak-anak banyak, anak-anak rohani banyak. Di mana-mana. Di luar negeri, di Belanda, di Amerika, di Australia, saya punya anak rohani.

Sekarang baru ngerti kita. Oh, rencana Tuhan itu begini. Kalau sekarang kita lihat, kita belum mengerti. Nanti pada akhirnya kita akan mengerti. Doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia dan jika ia telah berbuat dosa, ...

Dosa di sini bukan pakai hamartia tapi poreo. Ada orang sakit karena dosa. Contohnya begini. Kalau dia begadang terus, begadang terus, begadang terus, minum minuman keras, minum minuman keras, begadang terus, merokok, minum minuman keras. Sakit. Dia jangan bilang dia sakit oleh karena percobaan oleh iblis. Bukan. Itu sakit dicari sendiri. Kalau saudara kena penyakit maag. Dokter bilang, jangan makan yang asem-asem. Terus anak saudara yang perempuan pulang. Makan apa sih kamu? Petis. Si mami teh ngomong, coba ngasaan sakali (coba nyobain sekali). Wah, terus melengking ini. Dia nggak boleh berkata: Oh Tuhan, setan menyerang saya, setan menyerang saya. Lain setan ... gelojoh. Sudah tahu sakit maag, nggak boleh makan yang asem. Itu kira-kira.

Kalau ada salah seperti itu, poreo, ada kesalahan. Tuhan akan ampuni, apiemi, Tuhan akan ampuni. Saudara, saya senang sekali melayani Tuhan Yesus yang sangat suka mengampuni. Tuhan saya bukanlah Batara Syiwa yang merusak, Tuhan kita bukanlah yang membalas dendam. Tapi Tuhan kita adalah Tuhan maha murah, maha kasih, maha pengampun, maha penyayang. Saudara senang punya Tuhan Yesus seperti itu? Ia maha mengampuni. Kalau kita bersalah, tanpa sadar kita berdosa, Dia akan mengampuni kita.

Ayat ke-16, Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu.

Ayat ini saudara jangan saudara salah paham. Bukan artinya saudara ceritakan kejelekan saudara sedetil-detilnya sama orang lain. Mengaku salah itu begini maksudnya: Zus, brur, ci, ko, ... tolong bantu doa saya. Saya sedang ada problem. Ada sesuatu yang saya perlu didoakan. Nggak usah ngomong dosanya apa. Saya sedang ada persoalan, tolonglah doakan.

Saudara ada anak yang nakal. Nakalnya mempermalukan kita. Tolonglah bantu doa untuk anak saya. Dia sedang dalam satu kasus. Tolong bantu doa untuk suami saya. Tolong doa, saya sedang ada persoalan. Tolong ekonomi saya. Saya sedang ada persoalan, bantu doa supaya Tuhan bisa memberikan pertolongan. Itu yang dimaksud saling mengaku dosa.

Kalau di Amerika, biasa dalam kebaktian tiga orang-tiga orang berpegangan tangan saling mendoakan. Setelah sembahyang, siapa saja, berpegangan tangan saling mendoakan dengan suara keras. Kita tidak guyub begitu. Tetapi ini maksudnya, kita perlu orang lain. Kita nggak bisa pikul sendiri beban. Berat. Kita perlu bantuan doa. Paulus saja berkata, doakanlah aku. Rasul, dia minta doakanlah aku. Yesus saja minta pada murid-Nya: Tidak bisakah kamu satu jam saja berdoa untuk Aku, bersama dengan Aku? Sampai keluar keringat tetesan darah.

Kita perlu orang lain mendoakan kita. Satu murid S.T.T., teman saya sekelas di Beiji dulu. Dia minta bicara sama saya. Dia bertemu saya. Dengan air mata berlinang-linang dia berkata: Yo, maju terus, Yo. Bangkit, Yo. Waktu dia lihat saya sedang ada beban: Bangkit, maju terus, jangan mundur, bangkit. Ada dia mau bantu doa. Saya mau doakan kamu tiap hari, Yo. Jangan takut. Senangkan ada orang mendoakan kita.

Dulu kalau saya daftar doa, saya daftar dari kulon. Saya doakan jemaat dari yang paling kulon, turun ke bawah, turun lagi ke bawah. Terus dari kaler satu-satu. Terus dari kidul satu-satu. Lalu setelah saya selesai saya bilang, kalau ada yang kelupaan Tuhan, tolonglah juga mereka. Apalagi sekarang banyak jemaat yang saya nggak kenal namanya. Muka saya kenal tapi nama saya nggak kenal. Tapi mari kita saling mendoakan.

Saudara mau saling mendoakan? Saling mendoakan. Sebab nanti kita perlu didoakan. Kalau kita lagi kuat, kita doakan yang lemah. Kita lagi lemah, nanti orang lain mendoakan kita. Kita perlu saling mendoakan. Nggak bisa sendiri. Satu kali nabi Musa berperang. Israel dengan Amalek. Asal Musa angkat tangan, Amaleknya mundur, kalah. Tapi kan Musa nggak kuat angkat tangan terus, dia lemas. Asal dia lemas tangannya ke bawah, Israel mundur, dikalahkan sama Amalek. Jadi Musa angkat tangan lagi, Israel lagi menang. Turun lagi, Amalek yang menang. Jadi ada dua orang, namanya Harun dan Hur. Pegang tangan Musa di sini, pegang tangan Musa di sini. Angkat tangan Musa dua-dua. Jadi Israel menang terus.

Nah, saya ini perlu Harun dan Hur. Saudara, kita perlu Harun dan Hur yang mau mengangkat tangan kita supaya kedagingan Amalek itu dikalahkan. Ada banyak orang duduk di sebelah kiri kanan gembala tapi bukan pegang tangan pendeta malah cekik pendeta. Di luar kota persoalan, apalagi setelah saya jadi MD, aduh, persoalan bermacam-macam. Jadi saya nggak mau pikir. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.

Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Ini ada satu kata yang hilang. Doa orang yang benar, yang sungguh-sungguh. Itu dipakai kata energeo, sungguh-sungguh. Diulangi lagi dalam ayat 17, bersungguh-sungguh, doa Elia. Apa artinya doa sungguh-sungguh?

Kata energeo, bersungguh-sungguh datang kata energi. Dari kata energeo datang kata energi, kekuatan. Tapi arti energeo itu mendidih. Ada pertanyaan, siapa yang bisa bikin ketel itu bergerak sendiri? Jawabannya airnya harus mendidih. Ditaruh ketel, teko taruh, kalau mendidih itu tutupnya bergerak sendiri. Jadi jangan takut bilang haleluyah. Jangan takut berteriak Yesus. Jangan takut bilang Tuhan tolong. Jangan takut bilang glori. Jangan takut bilang amin. Mendidih. Apa saudara percaya? Saudara yakin? Jangan takut berkata amin. Jangan takut berkata, ya Tuhan tolong saya. Tuhan tolong saya, Tuhan tolong saya.

Pendeta W.W. Patterson pernah naik mobil di lapisan salju es. Nggak kelihatan di jalan. Di tikungan dia rem dan mobil ini terus meluncur ke jurang. Lalu dia doa, dia berkata: Yesus - itu mobil di pinggir jurang berhenti. Cuma kata Yesus tapi dengan segenap hati, dengan mendidih, dengan penuh energi, dengan sungguh-sungguh. Yesus!!! Berhenti. Kalau dia bilang: Bapa kami dalam surga, dipermuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, ... uh kecemplung dulu, saudara-saudara.

Ada dua gadis di Kanada, diculik sama empat pemuda mau diperkosa. Mereka berkata: Yesus. Oh, mereka nggak peduli, sudah mau diperkosa. Akhirnya mereka berbahasa Roh, bahasa lidah. Empat pemuda itu bilang: Kita salah culik. Ini cewek dua-duanya gila, katanya. Dilepasin, saudara. Makanya penuh Roh Kudus. Penuh Roh Kudus.

Kalau Tuhan menolong kita ada banyak caranya. Ada amin? Asal dengan sungguh-sungguh. Tuhan Yesus tolong, Tuhan Yesus tolong, haleluyah, amin. Jangan ragu. Apalagi di dalam gereja, ini sudah kedap suara. Haleluyah, puji Tuhan. Silakan. Puji Tuhan, haleluyah. Ada haleluyah, saudara-saudara? Puji Tuhan.

5:17 Elia adalah manusia biasa.

Saudara, Tuhan itu memakai manusia biasa. Elia ini, saya nggak tahu anak siapa. Dia nggak punya akte kelahiran, tetangganya siapa. Elia, di sini dipakai kata Elia. Dalam bahasa Inggris, Elijah. Nggak istimewa, nggak ada darah biru, bukan turunan ningrat, dia manusia biasa. Tapi kalau Tuhan sedang mau pakai karena orang Israel lagi berdosa. Dia memakai manusia biasa, Dia memakai orang biasa.

5:17 Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.   
5:18 Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya.
 

Manusia biasa. Sama seperti kita. Nggak usah kita minder. Elia itu manusia biasa. Lihat firman Tuhan mengangkat kita itu. Manusia ini biasa, tapi dipakai Tuhan. Saudara juga biasa, tapi kalau dipakai Tuhan, saudara bisa berdoa. Sama seperti Elia. Dia bilang: Hai Ahab, hujan tidak akan turun. Dia pakai kunci yang tidak kelihatan, dia kunci langit. Tiga setengah tahun tidak hujan. Dia akan turun kalau aku yang ngomong. Tuhan pakai Elia sedemikian luar biasa. Tiga setengah tahun. Dia dibawa di sungai Kerit. Minum air sungai Kerit. Makan dua kali sehari, burung gagak bawa roti.

Kan kalau tiga setengah tahun tidak ada gandum, tidak ada hujan, tidak akan ada gandum. Kalau tidak ada gandum, tidak akan ada tepung. Tidak ada tepung, tidak akan ada roti. Tapi Tuhan bisa bikin roti dua kali satu hari. Dia kirim burung gagak. Maka jangan takut flu burung. Jangan takut makan ayam. Tuhan bisa pakai burung gagak kasih saudara roti. Pagi-sore, pagi-sore. Apa artinya? Tuhan sanggup memelihara dengan roti hidup. Pagi, pada waktu kita senang. Sore, pada waktu kita susah. Dia, Roti Hidup akan memelihara kita. Melalui siapa? Burung gagak.

Burung gagak bicara burung yang najis, bicara orang kafir. Tapi Tuhan tolong. Tuhan menolong kita. Kata Yesaya, kekayaan orang kafir akan datang kepada saudara. Luar biasa. Indonesia ekonominya morat marit, tetapi jangan takut, kita punya Tuhan yang tidak pernah morat marit. Kita punya Tuhan Yesus yang selalu jaya. Kita punya Tuhan yang selalu punya seribu satu macam cara untuk memberkati saudara.

Jangan takut. Jangan ambil jalan pintas. Jangan putus asa. Jangan berkompromi dengan dosa. Tetapi saudara-saudara yakin, Tuhan akan mendengar doa saudara. Lihat Elia, dia orang biasa. Tapi, sama seperti kita juga, yang salahnya kita nggak sama doanya sama Tuhan. Dia berdoa sungguh-sungguh. Kadang-kadang kita kalau sembahyang seperti capung cebok. Bukan maksud saya saudara kalau doa makan saudara harus kepenuhan Roh Kudus, haleluyah, haleluyah. Tidak. Tidak usah. Doa biasa.

Ada satu peribahasa begini - tapi jangan salah kaprah: Doa yang mustajab itu pendek. Yesus bilang, lihat, katanya, orang Farisi, doanya panjang-panjang. Dikiranya doanya itu dijawab kalau doanya panjang-panjang. Matius 6, sebagai ayat terakhir. Matius

6:5 "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

Seorang suami bangun dari tidur, istrinya berdiri di pinggir tempat tidur. Selamat pagi, pi. Aku cinta padamu, aku cinta padamu, aku cinta padamu. Kenapa, mi? Gua tahu lu cinta ama gua. Stttt, belum seribu kali. Aku cinta padamu, aku cinta padamu. Apa begitu? Kalau kamu cinta aku, mandiin anak, bikin nasi, bikinin kopi.

Doa orang yang berkhasiat itu pendek. Elia tidak sampai satu setengah menit, api turun dari langit. Nabi Baal dari pagi sampai sore, lompat-lompat, teriak-teriak, nggak ada turun, nggak ada kuasa turun. 

Satu kali saya harus mendoakan yang sakit perut di Manado, di Tondano. Ayo kita berdoa. Mari kita berdoa, broer Yoyo berdoa. Ini orang berdiri di sini, saya pukul perutnya: Dalam nama Yesus, sembuh. Kaget, terbuka matanya. Sudah doanya? Sudah. Sembuh. Iya hilang ya, sakitnya hilang ya. Iya, sudah sembuh. Kok aneh sembahyangnya begitu? Doa yang berkuasa itu pendek.

Jodoh, datang! Datang, saudara. Oh Tuhan, jodoh saya di mana? Jodoh datang, dalam nama Yesus! Datang saudara. Senang ikut Yesus? Adakah di antara saudara yang susah? Berdoa. Adakah yang senang? Bernyanyi. Problem apapun juga Tuhan adalah jawaban. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Minggu, 12 Maret 2006.

PILIHAN

Selamat sore, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Renungan firman Tuhan pada sore ini terdapat dalam Kitab Ulangan  

30:11 "Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh.
30:12 Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
30:13 Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
30:14 Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.
30:15 Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,
30:16 karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya.
30:17 Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya,
30:18 maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.
30:19 Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,
30:20 dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka."

Saudara, inti dari pembacaan firman Allah ini adalah Tuhan menghadapkan kepada kita 2 hal. Dia memberikan kepada kita free-will, satu kehendak bebas: Saudara mau berbuat baik atau saudara mau berbuat jahat - itu saudara menjadi nakhoda dari diri saudara sendiri. Aku menghadapkan kepadamu pada hari ini hidup dan maut, kehidupan dan kematian. Tuhan tidak pernah memaksa tapi Dia menasehati kita, pilihlah kehidupan. Pilihlah kehidupan!

Kenapa Tuhan sampai bilang, sampai Dia kasih tunjuk jalan, pilihlah kehidupan. Dan ini adalah kitab terakhir dari lima kitab Musa, saudara-saudara. Ternyata orang-orang Israel ini banyak memilih kematian dari pada kehidupan. Saudara dan saya harus hati-hati karena umat Israel itu adalah gambaran dari gereja di akhir zaman. Apa yang terjadi dari Israel itu terjadi kepada gereja. Sekarangpun banyak orang kristen memilih bukan kehidupan tetapi kematian.

Dua-tiga hari kemarin saya mendengar di warta berita bahwa di Jepang baru terjadi bunuh diri massal, yang dikerjakan oleh anak-anak sekolah umum, 18-22 tahun. Mereka melalui internet, mereka berjanji bertemu di satu tempat dan mereka lalu bunuh diri. Ratingnya bunuh diri di Jepang sekarang sangat tinggi. Dan ironisnya justru anak-anak muda memilih maut, memilih kematian dari pada kehidupan.

Berkali-kali, berhari-hari yang kita pilih, yang kita lihat di televisi, kita dengar ada satu bapa di Lampung. Baru tiga hari lalu. Dia tidurkan dirinya di rel kereta api. Dia sengajakan. Walaupun kepalanya tidak dihargai seratus lima puluh juta. Tetapi dia rela mati, dia lebih memilih mati dari pada hidup. Tuhan Yesus berkata di dalam Markus pasal 8:36, apakah untungnya bagi manusia jikalau dia memiliki semua dunia - kehidupan ini - tetapi jiwanya binasa. Memiliki kekayaan dunia tetapi jiwanya binasa. Itu sebabnya Dia wanti-wanti berkata: Pilihlah kehidupan. Saudara mau pilih kehidupan?

Saudara-saudara, kita mulai dari nenek moyang kita, Adam dan Hawa. Sudah dilarang sama Tuhan, jangan kamu makan buah ini. Kalau kamu makan buah ini, kamu akan mati. Aku beri kepadamu satu Taman - Taman Firdaus, Taman Eden -, penuh dengan buah-buahan, penuh. Semuanya sudah disediakan, fasilitas, kapasitas, semua ada di sana. Tapi kamu jangan makan satu buah ini. Karena pada hari kamu makan buah ini, kamu akan mati.

Saudara sudah tahu ceritanya. Yang dipilih oleh Hawa itu kematian. Dia tidak memilih kehidupan. Dia memilih kematian. Dia memilih melanggar Tuhan, sumber hidup itu. Dia memilih meninggalkan Tuhan. Dia memilih maut. Satu istri bunuh suami. Satu suami gantung diri. Ini belum satu minggu. Orang memilih kematian. Pendeta Jim Jones di Guyana, dengan sembilan ratus jemaatnya, bunuh diri massal. Kasih racun sama anak, lalu mereka minum racun dengan pendetanya semua. Mereka ditipu oleh setan dan mereka memilih maut, memilih kematian.

Apa kata Tuhan? Pilihlah hidup, jangan memilih maut. Pilihlah kehidupan. Kita seringkali lupa firman Allah. Kalau kita membenci seseorang itu sama dengan kita membunuhnya. Kita seringkali memilih menjadi pembunuh dari pada menjadi orang yang membawa hidup atau membawa damai. Kita memilih jadi Kain yang membunuh Habel. Memilih jalan kematian dari pada jalan kehidupan.

Apa kata Amsal Sulaeman? Ada banyak jalan yang kelihatannya menuju kepada kehidupan tapi ujungnya menuju kepada maut. Itu sebabnya dalam hidup kita haruslah kita menjaga diri baik-baik supaya yang kita pilih adalah yang hidup. Yang kita pilih adalah kehidupan. Jangan memilih kematian, jangan memilih maut. Tetapi pilihlah kehidupan. Lebih jauh di sana Dia berkata, berkat dan kutuk - bukan hanya kehidupan dan kematian- tetapi berkat dan kutuk. Kehidupan berhubungan dengan berkat. Kematian berhubungan dengan kutuk.

Kita lebih dahulu membuka Mazmur

119:50 Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku.

Bahasa Inggris bilang, Your word - perkataan-Mu, firman-Mu ... menghidupkan aku. Pilihlah firman karena firman menghidupkan kita. Jangan pilih fitnah, karena fitnah membinasakan orang yang difitnah juga membinasakan orang yang memfitnah. Jangan memilih kejelekan, jangan memilih kejahatan. Pilih kebaikan, pilih yang baik, pilih kehidupan, pilihlah Tuhan.

Pernah seorang hamba Tuhan, namanya Yosua, sampai sudah bo hwat. Karena orang Israel sampai menyebrang sungai Yordan, masih pegang opo-opo, masih pegang jimat, masih pegang terafim. Maka dalam Yosua 24 - dia berkata, sekarang kamu pilih, kalau kamu anggap tidak baik berbakti kepada Tuhan, kamu pilihlah. Kamu mau pilih berhala dari orang-orang yang ada di sini atau berhala dari orang-orang yang ada di sana. Tapi kami - saya dan istri, semua keluargaku - kami hanya mau beribadah kepada Tuhan.

Yosua memilih beribadah kepada Tuhan. Tetapi orang Israel sendiri bermacam-macam. Tuhan-Tuhan. Ongkoh (katanya, SC) kristen, ongkoh ikut Tuhan tapi pegang jimat. Ongkoh ikut Tuhan tapi piara istri gelap, ongkoh ikut Tuhan tetapi hidupnya tidak betul. Ya, jangan marah kalau berkatnya tidak ada, yang ada cuma kutukan. Karena yang dipilih oleh kita bukanlah hidup, yang dipilih oleh kita adalah kematian. 

Saya selalu ingat sama Pilatus. Pilatus itu menghadapkan dua orang. Dia bilang: Salah satu dari dua orang ini akan aku bebaskan pada hari ini. Pilih: Yesus orang Nazaret, Raja orang Yahudi; apakah Yesus Barabas ... pembunuh, pemerkosa, penjahat nomor satu di Yerusalem, musuh rakyat, musuh negara. Yang mana kamu mau pilih? Tentu saudara dan saya akan memilih Yesus. Tapi orang Israel lebih pintar dari kita, dia memilih Barabas, dia memilih kematian. Yang dia pilih kejahatan, yang dia pilih pemerkosa, yang dia pilih Barabas. Yesus Air Hidup itu Roti Hidup itu ditolak. 

Pernah Tuhan juga datang kepada orang Israel: Aku mau jadi Rajamu. Orang Israel bilang: Jangan, kami mau pilih secara demokratis, kami mau pilih raja kami sendiri. Dipilihlah Saul. Gentleman Tuhan itu. Karena tidak dimauin, ya sudah saja mundur. Yang diingini oleh orang Israel itulah yang yang didapat, yaitu Raja Saul yang ternyata jauh dari pengharapan orang-orang Israel. 

Jadi saudara dan saya hari ini sekarang ada, itu karena pilihan kita beberapa tahun yang lalu. Hari depan saudara akan tergantung pilihan saudara hari ini. Kalau saudara memilih Tuhan hari ini, hari depan saudara terjamin. Tetapi kalau saudara memilih kematian sekarang juga, hari depan saudara adalah tanda tanya besar di hadapan saudara.

Itu sebabnya saya katakan Tuhan itu berkata, pilihlah kehidupan. Jangan pilih kematian. Kenapa sampai Tuhan bilang begini? Karena banyak orang Israel memilih kematian, memilih maut. Banyak orang Israel memilih dipagut ular tedung. Akhan memilih dirajam ... mati karena mencuri. Yudas memilih kematian padahal dia sudah diangkat oleh Tuhan Yesus jadi bendahara. Engkau jadi bendahara karena yang lain ini nelayan-nelayan cuman tahu hitung ikan. Tapi Yudas ini lulusan fakultas ekonomi Universitas Yerusalem. Orang pandai dipercayakan memegang uang. Dia pergi gantung diri, dia pilih kematian, dia pilih maut.       

Saudara-saudara, kalau seorang murid Yesus saja memilih maut. Saya selalu punya cerita ini. Seorang pelukis melukis Perjamuan Terakhir. Itu sudah hampir selesai tinggal dia lukis muka seorang Yudas. Dia cari muka Yudas yang licik yang likiat yang jahat. Dia datang ke satu penjara. Dia cari di sana orang menjadi model dari Yudas. Dia ketemu satu orang. Dan dia bilang sama sipir penjara: Saya mau ngobrol sama orang ini. Ngobrol, maukah kamu jadi model dari lukisan. Saya sedang melukis Perjamuan Terakhir, saya mau melukis Yudas. Ketawa orang ini. Kaget ini pelukis, kenapa kamu ketawa? Tuan pelukis, ingat nggak satu tahun yang lalu tuan juga menyewa saya untuk menggambar wajah Yesus?

Jadi orang yang sama setahun yang lalu wajahnya seperti Yesus, setahun kemudian wajahnya mirip Yudas, bisa dipakai untuk Yudas. Saudara, ini pelajaran, air muka kita adalah gambaran apa yang kita pilih. Sampai Tuhan berkata kepada Kain: Kalau kamu tidak ada salah, kenapa mukamu muram, kenapa mukamu berat? Dosa mengintip di hadapan pintu hatimu, katanya Tuhan. Tuhan tahu dia sudah membunuh. Kain memilih maut dari pada kehidupan.

Banyak orang kristen yang suka menggugurkan kandungan. Ketika haid sudah tidak berjalan lagi, dia tidak mau punya anak dulu, dia gugurkan kandungan; dia sudah memilih kematian. Kalau itu jabang bayi bisa berteriak: Mama, saya ini salah apa?

Seorang mayor polisi di Jakarta seorang kristen ketemu habis kebaktian: Brur saya punya istri ini sudah terlambat haid sudah 3 minggu. Boleh nggak kami menggugurkan? Saya bilang, jangan pak. Bagaimana kalau anak ini cerdas, pintar? Dan dia dengar-dengaran, dia tidak gugurkan kandungannya. Setelah anak itu lahir, pandainya luar biasa, sekolahnya luar biasa, sekarang sudah 20 tahun lebih. Papanya suruh anak itu panggil saya papa Yoyo, karena ini yang menyelamatkan kamu, katanya, oom ini yang nyelamatkan kamu.

Satu keluarga lagi, dia punya anak 2 wanita. Pada hamil ketiga, dia telepon saya: Ini istri saya belum siapa dapat anak lagi, boleh nggak digugurkan? Saya bilang, jangan. Bagaimana, saya bilang, kalau anak itu lelaki? Oh, kalau begitu lelaki ya pak ya? Bukan, saya bilang, bagaimana kalau anak itu lelaki? Dia ambil kata-kata saya salah. Dia bilang, kalau begitu, kalau dia anak lelaki, saya tidak akan gugurkan. Jadi orang yang hamil, saya yang susah.

Karena orang itu percaya, menurut pak Awondatu katanya anak itu laki-laki. Begitu melahirkan, saudaraku, dia ambil saya, jemput saya langsung ke Rumah Sakit Ibu di jalan Gondanglia, kita lihat sana katanya. Waktu itu belum ada pemeriksaan ... belum ada. Saya sudah kasih nama lagi, kasih nama dia Samuel. Kalau perempuan apakah dia jadi Samuel Nio nantinya. Tetapi apa yang terjadi saudara? Ketika kami berjalan berdua, ketemu suster: Suster, anak saya laki perempuan? Dia bilang: Lelaki. Yang lemes saya. Puji Tuhan. Sekarang Samuel sudah tinggi besar.     

Pilihlah hidup, jangan pilih kematian. Pilihlah berkat, jangan pilih kutukan. Di dalam Amos  
5:4 Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!
5:5 Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap."
5:6 Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup, supaya jangan Ia memasuki keturunan Yusuf bagaikan api, yang memakannya habis dengan tidak ada yang memadamkan bagi Betel.

Yusufnya bagus, tetapi bani Yusuf pernah melupakan Tuhan, pernah jalan semau-maunya. Tidak lagi mencari Tuhan. Itu sebabnya maut dan maut dan maut ada di depan dia. Pada satu hari datang firman ini: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!

Saya yakin saudara yang ada di kebaktian ini sore hari ini saudara mencari Tuhan dengan sungguh dan saudara mau meninggalkan segala dosa kesalahan saudara dan bertobat kepada Tuhan. Hari depan saudara terjamin di tangan Tuhan. 

"Carilah Aku, maka kamu akan hidup!"

"Carilah Aku, maka kamu akan hidup!"

Ayat 4 dan ayat 6 dua kali. Sesuatu yang disebut dua kali itu penting. Dia memanggil Musa: Musa, Musa tanggalkan kasutmu. Dia berkata kepada Adam: Adam, Adam, di manakah engkau? Dua kali. Marta, Marta ... engkau kuatir dari hal banyak. Simon, Simon ... lihatlah Iblis siap menampi engkau. Apa yang disebut dua kali dalam firman Allah, itu adalah penting.

Sekarang, "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!" Diulangi lagi, "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!" Dengan satu jaminan Tuhan tidak akan merusak, Tuhan tidak akan datang seperti api tetapi Dia akan memberikan kehidupan kepada siapa saja kita yang mau mencari Dia. Cari Tuhan sementara kita bisa mendapatkan Dia, kata Yesaya. Cari Tuhan. Cari dulu Kerajaan Surga beserta kebenarannya maka segala sesuatu akan ditambahkan kepada-Mu. Cari dulu Dia. Prioritaskan dulu Dia. Cari Tuhan. Tuhan yang diutamakan, Tuhan dinomorsatukan. Ayat 14

5:14 Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan.
5:15 Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik; dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang; mungkin TUHAN, Allah semesta alam, akan mengasihani sisa-sisa keturunan Yusuf.

Sekarang keturunan Yusuf tinggal sisa-sisanya karena sudah dibantai oleh kematian. Tapi masih ada pengharapan katanya, yaitu carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan. Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik.

Sekarang manusia menyukai kematian. Saya baru dengar di CNN, sekarang yang lagi diawasi adalah stadion-stadion, pertemuan-pertemuan besar di Amerika. Karena Al Qaeda sudah menyuruh untuk mengadakan bom bunuh diri di stadion-stadion. Yang seorang harus pakai bom ditutup dengan jaket, ledakkan di dalam stadion. Sementara orang berlari keluar, orang kedua, orang ketiga, orang keempat di luar tunggu meledakkan diri lagi.

Orang sekarang senang dengan kematian, senang dengan maut. Hatinya adalah hati antikristus karena antikristus adalah suka kematian. Dia tidak suka persatuan, dia tidak suka kehidupan. Dia senang kalau bisa membunuh, dia tidak hargai dirinya sendiri. Jadi sekarang, waspada. Kebaktian-kebaktian di mana di seluruh Amerika sekarang waspada karena serangan akan terjadi di Amerika. Belum yang setiap hari bunuh diri. Masih ada alasan, susah hidup dia bunuh diri. Dia mencintai kematian.

Dulu rasul Paulus memilih kematian, dia dengan nyengir dan tolak pinggang menjaga pakaian orang yang merajam Stephanus. Tapi setelah dia kenal Yesus, dia menghargai kehidupan. Dia rela memberikan hidup-Nya, mati di atas Golgota, supaya kita yang mati ... Efesus 2 berkata, dulu kamu mati di dalam dosa-dosamu tapi Tuhan menghidupkan kita. Oleh karena kematian-Nya, Dia mati supaya kita hidup. Dia Sumber Hidup ini; Dia memberikan kehidupan kepada kita. Itu sebabnya cintailah kehidupan, cintailah denyut-denyut kehidupan. Jangan mencintai kematian. Cintailah hal yang baik. Bencilah hal yang jahat.

Injil itu sederhana: Aku perhadapkan kepadamu - hari ini Aku memanggil langit menjadi saksi, Aku menghadapkan kepadamu hidup atau mati. Pilihlah hidup, kata Tuhan. Engkau tidak akan kecewa, engkau tidak akan menyesal. Tapi banyak kali kita memilih kematian. Kita banyak kali seperti Yudas, memilih maut. Ada yang mati karena takut kepada maut tapi ada yang mencintai kematian, senang dia bisa mati membunuh orang.

Saudara, kita sebagai orang kristen harus mengasihi kehidupan, harus mencintai kehidupan. Salah satu ayat tentang Yesus yang sangat berarti bagi saya, adalah Ibrani 9, itu nubuatan tentang Yesus. Bunyinya:            

1:9 Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu."

Di dalam bahasa Inggris, engkau sudah mengasihi kebenaran dan membenci kejahatan. Saudara masih ingat Tuhan Yesus memanggil Yudas itu sahabat. Dia punya hati tidak mau dikotori oleh karena kejahatan Yudas sama dia. Dia tidak mau dendam, Dia tidak mau marah, Dia tidak mau hati-Nya menjadi tempat sampah dari kebencian. Dia selalu panggil Yudas itu sahabat. Dia sudah tahu Yudas mau menyerahkan Dia tapi Dia panggil sahabat. Betapa Yesus itu mencintai kehidupan.

Saudara harus banyak berdoa. Saya kira rekor bedston kita itu tadi malam. Tadi malam saya bingung rekornya itu kira-kira 80% dari yang duduk di bawah itu bedston. Saudara sudah mengasihi mencintai Firman. Saudara mencintai hal-hal yang menghidupkan kita, saudara tidak mau hal-hal yang jahat. Kenapa kita tidak mau putus hubungan dengan kejahatan dan menjalin hubungan yang erat dengan Tuhan Yesus, sumber kebenaran. I Yohanes 

3:11 Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi;
3:12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.
3:13 Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu.
3:14. Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.
3:15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

Lebih jelas lagi firman Allah berkata kepada kita: Jangan kita membenci saudaramu, kita harus saling mengasihi. Saya suka ngomong begini dalam KKR: Lebih baik saya jadi tertuduh dari pada saya menuduh, lebih baik saya difitnah dari pada saya memfitnah, lebih baik saya disudutkan dari pada saya menyudutkan orang lain, lebih baik saya dibenci dari pada saya membenci orang, lebih baik saya dirugikan dari pada saya merugikan orang. Kalau saudara punya pendirian seperti itu yang diajarkan oleh Yesus, barangsiapa tidak mengasihi ia tetap di dalam maut padahal kita mau memilih hidup. Pilihlah mengasihi, jangan pilih kebencian. Pilihlah mencintai memaafkan mengampuni dari pada kita memilih kekerasan hati.

Kristus itu merubah hidup kita. Firman menghidupkan kita. Paulus yang penuh dengan kebencian kepada orang kristen justru dia membela Kristus pada akhirnya. Setelah Kristus hidup di dalam Dia. Pilihlah hidup. Sampai dia bilang, hidupku adalah Kristus, mati itu adalah keuntungan.

Mama saya itu suka nyanyi, Di dalam dunia ada dua jalan ... Lebar dan sempit siapa mau pilih ... Yang lebar api jiwamu mati ... Tapi yang sempit jiwa berglori.  

Tuhan Yesus bilang, untuk menuju kepada hidup itu pintunya sempit, jalannya sempit, pintunya kecil. Dan hanya sedikit orang yang memasukinya. Tapi jalan kepada kebinasaan itu lebar dan luas dan banyak orang masuk ke jalan itu. Ternyata untuk orang memilih hidup mencari hidup itu hanya sedikit. Hanya sedikit yang mencari jalan yang sempit, menuju kepada kehidupan itu hanya sedikit. Banyak orang mau enak, banyak orang mau pilih jalan daging, jalan yang luas. Tapi saudara, kita mau memilih jalan yang sempit. Saudara mau memilih jalan hidup?    

Tuhan itu bebas, kasih kebebasan buat saudara memilih. Tapi Dia minta, Dia mohon: Pilihlah kehidupan, jangan kematian!

Kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Minggu, 19 Maret 2006

TINGGAL TETAP DI DALAM YESUS

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Injil Lukas 

24:28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.
24:29 Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.  

Pada waktu murid-murid Yesus berjalan bersama dengan Yesus, dia belum kenal itu Yesus. Maka pada waktu sore, Dia naik mau berjalan seolah-olah melewati lewat terus dari jalan itu. Maka murid-Nya itu berkata, tinggallah bersama dengan kami sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam. Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. 

Ada dua kata tinggal. Dan di dalam bahasa Yunani, itu dipakai kata meno, tinggal. Jadi murid-murid-Nya minta supaya Yesus itu tinggal di rumah mereka. Belum kenal Yesus. Tapi mereka bilang, coba tinggal di rumah saya. Dua kali ada dua kata "tinggal". Nah, Tuhan Yesus mau. Yesus masuk dan tinggal di rumah dari mereka.

Kalau saudara melihat bahwa murid-murid-Nya itu sampai butuh Tuhan sedemikian rupa, sampai minta Tuhan Yesus itu tinggal. Saya ngambil pelajaran satu hal: Kalau Yesus tinggal di rumah kita, nggak mungkin kita ini iri hati sama orang, nggak mungkin kita ini membenci orang, nggak mungkin kita ini dendam sama orang, nggak mungkin kita ini kepahitan sama orang. Karena ada Yesus di dalam rumah kita!

Nah, rumah kita adalah hati kita. Adakah Yesus di dalam hati kita? Karena permintaan dari murid ini supaya Yesus itu tinggal di dalam hati kita. Sekarang kita buka Yohanes     

14:23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

Kata diam bahasa Yunaninya juga sama, meno. Tinggal. Ternyata bukan hanya murid yang memerlukan Yesus, Yesus juga merindukan untuk tinggal bersama-sama dengan kita, Dia ingin tinggal di dalam hati kita. Perhatikan di ayat itu adalah kata kami. Bukan Aku, bukan Yesus saja tapi Kami: Bapa Tuhan, Putera - Yesus, Roh Kudus, Kristus. Tiga-tiganya - Kami ... akan tinggal bersama-sama dengan kamu. Aku mau tinggal bersama-sama dengan kamu.

Jikalau seorang dikatakan mengasihi Aku, Tuhan itu nggak usah disuruh, Tuhan itu tidak usah diminta, Tuhan itu tidak usah dipaksa, seperti dalam Lukas, tapi dia mau tinggal di dalam hati saudara. Saya belajar lagi: Kalau Yesus tinggal di hati kita, pertama pasti ada damai. Kalau Yesus tinggal di hati kita, pasti ada keberanian; kalau Yesus tinggal di dalam hati kita, kita pasti mempunyai kasih yang besar; kalau Yesus tinggal di hati kita, itu selalu akan ada kehangatan Roh Kudus. Kalau Yesus tinggal di hati kita, maka tidak ada yang patut kita takutkan. Persoalan apa saja kita tidak akan takut. Kalau Yesus tinggal di hati kita, kita nggak akan jadi kaya anak sulung. Anak sulung itu nggak suka lihat adiknya itu kembali, adiknya itu bertobat, dia nggak suka. Karena tidak ada Kristus di hatinya, tidak ada kasih Yesus.

Maka kalau saudara penuh dengan Yesus di hati saudara, Yesus tinggal di hati saudara - saudara itu mengasihi orang lain. Lihat orang lain sukses, senang, ikut senang. Lihat orang lain bisa bangun rumah senang, lihat orang lain bisa punya rumah baru, senang. Kita turut berbahagia, kita turut bersuka. Kita tidak akan iri, kita tidak akan dengki karena hati kita ditinggali oleh Yesus. Yohanes

15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Semua kata tinggal di sana, meno. Sama dengan ayat yang sudah kita baca. Saudara dulu tinggal di dalam Tuhan. Kan ada nyanyian Tinggal bersama ... Senang hati kita ... Selama-lamanya. Ada orang masuk gereja tetapi dia belum tinggal di dalam Tuhan. Dia anggota gereja, dia didaftar anggota gereja pantekosta tapi belum tinggal di dalam Tuhan. Bahkan lebih jauh Tuhan bilang: Aku tinggal di dalam kamu. Sama seperti saudara nimba air. Kalau saudara nimba air ke sumur, embernya masuk ke air, airnya masuk ke ember; kita masuk di dalam Tuhan, Tuhan ada di dalam kita. Istilah orang pantekosta dulu kalau orang kristen itu disebut orang itu sudah di dalam Tuhan.

Tinggallah di dalam Aku, Tuhan minta sekarang. Tadi murid-Nya. Tinggal bersama dengan Kami. Sekarang Yesus. Tinggallah kamu dengan Aku. Mulai dari kitab Keluaran 25, Tuhan berkata kepada nabi Musa: Bikinlah kemah sembahyang supaya Aku tinggal di tengah-tengah kamu. Dalam Yohanes 

14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

Jadi isi hatinya Tuhan, yaitu ingin tinggal bersama dengan kita. Pertanyaannya, apakah isi hati kita selalu ingin tinggal bersama dengan Tuhan? Ada dua wanita kakak beradik. Dua-duanya undang Yesus - satu Marta, satu Maria. Marta dulu yang lebih ramah: Silahkan Yesus, silahkan duduk. Tetapi Marta tidak tinggal di dalam Tuhan, dia bekerja untuk Tuhan. Dia bekerja memasak untuk Tuhan tapi tidak duduk seperti Maria ... dia tinggal di kaki Tuhan Yesus, duduk diam mendengar Tuhan. Apa akhirnya? Saudara sudah tahu ceritanya, Marta bingung sendiri, mabok sendiri, cape sendiri, morang-maring, marah-marah. Maria tidak ngomong apa-apa, dia diam. Cuma Yesus bilang begini: Marta, kamu kuatir dari hal banyak, terlalu banyak urusan. Yang penting satu dan Maria sudah mengambil hal yang terbaik.

Ternyata tinggal bersama dengan Yesus itu adalah yang terbaik, bisa bilang amin? Rasul Paulus dalam surat Pilipi, dia berkata: Aku bimbang di antara keduanya, apakah aku mau tinggal bersama dengan kamu atau aku bersama dengan Tuhan, karena itu yang terbaik. Kalau aku ingin, aku ingin bersama dengan Tuhan sebab itu yang terbaik. Tapi melihat aku masih dibutuhkan di Filipi, aku ingin tinggal juga bersama dengan kamu. Aku bimbang di antara keduanya. Tapi kata-kata Paulus itu, bersama dengan Tuhan itu yang terbaik. Yohanes    

1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Perhatikan itu istilah "diam di antara kita". Kata diam itu skeno atau berkemah, bertabernakel, artinya tinggal bersama. Jadi Tuhan selalu ingin seperti Yesus ingin selalu di tengah-tengah umat-Nya di antara kita. Dia ingin ada bersama-sama.

Nah, sekarang saya ingin mengajak saudara untuk melihat satu contoh di dalam alkitab, bagaimana seorang yang tinggal terus setia ikut kepada Tuhan. Setia 5 tahun gampang, setia 10 tahun gampang, setia 20 tahun masih gampang tapi setia sampai mati itu tidak gampang. Jemaat kita baru dua ibu kita kasih salib bahwa sudah mengikut Kristus selama lebih dari 50 tahun. Penghargaan. Sebentar lagi nanti ada suami istri yang akan dapat lagi juga salib emas karena sudah genap 50 tahun ikut Yesus. Pendeta pantekosta kalau sudah jadi pendeta 50 tahun, dia akan dapat juga salib dari atasan ... dari majelis pusat. Saya mulai dari 68 ... nanti 2008, itu saya genap 40 tahun, kalau sampai ke sana.

Jadi saudara, kalau gereja menghargai, apalagi Tuhan. Tuhan menghargai orang yang tinggal tetap setia, tidak berubah, tidak mundur tapi dia tetap setia. Sebagai seorang suami, saudara ingin istri saudara setia. Sebagai seorang istri saudara ingin suami saudara setia. Demikian juga Tuhan - Tuhan ingin melihat umat-Nya - saudara dan saya - itu setia. Tidak mundur maju.

Kita mau perhatikan satu wanita karena cerita ini saya selalu arahkan kepada cerita Paskah. Nanti pada Jumat Agung ada kebaktian KKR dan temanya adalah Anugerah Heran atau Amazing Grace. Kita mulai melihat seorang wanita dalam Lukas 8, di sana kita melihat ada seorang wanita ...    

8:1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
8:2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat.

Kalau ada satu orang kerasukan 1 setan saja, seperti apa kelakuannya. Ini perempuan sampai kerasukan 7 roh jahat. Bibir saya terlalu kecil untuk cerita 7 roh jahat apa saja yang sudah merasuk dari Maria Magdalena ini.

Betapa hutang besar itu, hutang budi itu yang ada sama Maria Magdalena kepada Yesus itu besar sekali sampai dia membaktikan diri, yaitu sama Yesus luar biasa. Sejak itu, dia tidak mau jauh dari Tuhan. Dia ikut Yesus ke mana saja dia pergi. Bahkan dia mengeluarkan memakai uangnya untuk memberi makan rombongan-rombongan Yesus bersama 

8:3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

Membalas budi baik dari Tuhan Yesus, dia tidak mau menjauh dari Tuhan Yesus. Sekarang kita lompat kepada Matius

27:54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah."
27:55 Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia.
27:56 Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.

Banyak perempuan: ada Maria ibu Yesus, ada Maria ibu Yakobus tapi yang disebut dulu, Maria Magdalena! Maka kaum wanita di Cianjur saya kasih nama Kaum Wanita Magdalena karena orang ini mau tetap tinggal dekat sama Yesus. Maria ibu Yesus sendiri disebut belakangan, Maria Magdalena duluan. Karena apa? Karena dia sangat dekat, sangat setia kepada Tuhan Yesus. Sekarang saudara lihat Matius

28:1 Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.

Maria yang lain sudah tidak disebut lagi Maria ibu ini, Maria ibu ini ... nggak disebut. Maria yang lain saja. Tetapi Maria Magdalena disebut khusus. Maria Magdalena! Bukan hanya mau sembuhnya doang. Kebanyakan kristen mau sembuhnya doang, mau kawinnya doang. Begitu sudah kawin di gereja, sudah nggak ke gereja lagi. Besay. Tetapi orang ini saudaraku sudah disembuhkan dari Tuhan, dia tetap iring Tuhan, dia tetap setia, dia tetap jaga kehidupannya, mau balas cinta Tuhan. Sampai waktu Yesus disalib, murid-murid-Nya pada kabur semua. Hanya tinggal Yohanes Pembaptis. Semua pada kabur. Maria Magdalena saudara lihat sendiri. Dia tetap tinggal waktu ada gempa bumi, dia tetap tinggal di salib. Sekarang waktu Yesus mati, dia juga di kuburan, mau tinggal dekat-dekat dengan Yesus. Yohanes  

20:1 Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.
20:2 Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."
20:3 Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
20:4 Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
20:5 Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
20:6 Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,
20:7 sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.
20:8 Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
20:9 Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.
20:10 Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah.

Saudara perhatikan, yang tahu duluan Yesus bangkit, itu Maria Magdalena. Tapi dia tidak tahu, dikiranya dicuri. Yang tahu kuburan pertama kosong, itu Maria Magdalena. Baru dia kasih tahu sama Petrus.

20:11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,

Yang lelaki bagaimana ini, Petrus sama Yohanes? Langsung pulang ke rumah. Kalau Maria Magdalena dia tetap tinggal. Meno. Dia tinggal berdiri dekat kubur dan menangis.

20:12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.
20:13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."
20:14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
20:15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."
20:16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.
20:17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."
20:18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

Petrus dan Yohanes tidak lihat dulu Yesus, Maria Magdalena karena dia tetap tinggal di kuburan.

Yesus ngomong: Ibu, kenapa kamu menangis? Matanya masih tertutup. Pikirannya Yesus itu penunggu taman. Banyak orang kristen masih menilai Tuhan Yesus itu penunggu taman. Nyiramin kembang. Penunggu taman itu nyiramin kembang, bersihin sampah. Daun-daun yang sudah gugur itu disapu. Jaga taman supaya bersih. Banyak orang kristen anggap Yesus itu penunggu taman. Tuhan, tolong saya, pelihara saya. Jaga saya. Berkati saya. Saya ... saya ... saya ... Tuhan, tolong toko saya, pabrik saya, jualan saya, ternak saya, ayam saya ... petelur dan pedaging, anak saya yang sekolah.

Kalau saudara hanya begitu terus ikut Yesus, saudara baru kenal Tuhan sebagai penunggu taman. Kita masih menganggap Tuhan itu sebagai tukang kebun. Tuhan tolong saya, Tuhan bersihkanlah saya, banyak problem Tuhan tolong saya. Jangan lupa Tuhan kalau saya tidur, jaga rumahku.

Tetapi ketika Yesus bertambah: Maria. Memanggil namanya. Dia terbuka matanya dan dia bekata: Guru, Rabuni. Peningkatan. Pengetahuannya kepada Tuhan Yesus sudah berubah. Bukan lagi sebagai Penunggu Taman tapi sebagai Guru: Saya ingin belajar alkitab. Apa sih baptisan air itu. Saya ingin belajar berdoa. Matius 11:29, belajarlah kepada-Ku karena Aku rendah hati dan lemah lembut. Tuhan, ajarkan saya lemah lembut, ajarkan saya rendah hati, Tuhan ajarkan saya mengampuni. Mulai menganggap Tuhan itu Guru, mulai saudara mau belajar. Tiap minggu saya datang Tuhan, mau belajar dari Sabda Tuhan.       

Ada satu bapa SMS sama saya: Doakan saya supaya saya bisa mengerti khotbah dari bapak. Dia datang 3 bulan sekali. Bagaimana dia mengerti khotbah saya kalau 3 bulan sekali. Kita mau belajar sama Tuhan. Ada ayat tiga di Alkitab: Belajar kepada Bapa, belajar kepada Yesus, belajar kepada Roh Kudus. Roh Kudus disebut Guru Besar. Kita belajar, Tuhan tolong. 

Lalu yang ketiga,

20:18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

Dia tidak bilang, aku telah melihat Tukang Taman; dia nggak bilang, aku telah melihat Guru tapi aku telah melihat Tuhan. Di sinilah top nya dari seorang yang mengenal Yesus - dia mengenal Yesus sebagai Tuhan! Kita seringkali diolok. Masa sih Yesus teh Anak Allah? Masa Allah teh ada Anaknya? Ada pendeta di Jakarta diolok: Pak Pendeta, masa sih Allah teh ada Anak? Nah, itu hebatnya, kata pendeta itu. Itu hebatnya Allah kita, Allah kita mah punya Anak, allah yang lain mah mandul.

Kalau firman Allah bilang Yesus disebut Anak Allah, ya dan amin. Sampai pengetahuan kita bertambah, Dia adalah Yesus Anak dari Tuhan, anak dari Yahweh. Kaya ibu jari saja. Ini ibu jari, nggak ada kan anak jarinya mana, bapa jarinya nggak ada. Kaya anak buah, nggak ada bapa buahnya, nggak ada ibu buahnya. Itu anak kunci. Nggak ada bapa kuncinya, engkong kuncinya, nggak ada saudara.

Demikian juga Yesus. Gelarnya Dia disebut Anak Allah. Aku telah melihat Tuhan. Artinya apa? Sekarang saya kenal Yesus bukan cuma Penunggu Taman yang cuman kasih berkat, tolong berkati ini berkati itu - bukan. Bukan hanya sebagai Guru tapi saya sekarang sudah bisa kenal Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Tunggu Tuhan, apa perintah-Mu bagi saya? 

Apa tingkat tertinggi? Bersaksi. Aku sudah lihat Tuhan, kata Maria. Nah saudara, kalau tingkat saudara sudah tinggi, naik, tempat bersaksi ini adalah tempat yang saudara merindu untuk balas cinta Tuhan.   

Saudara, mari kita belajar seperti Maria Magdalena. Dia tinggal tetap bersama dengan Tuhan. Dari dia ditolong sampai Yesus disalib, sampai Yesus dikubur, sampai Yesus bangkit, sampai dia bersaksi. Maka orang yang tinggal di dalam Tuhan, tetap tinggal di dalam Tuhan, seperti pohon tumbuh dekat sungai, dia tidak akan bergerak, dia tidak akan berpindah. Yesus Penebusku ... Ku tinggal tetap. Tetap di tempat.

Waktu Yusuf Roni mengadakan pembelaan, dia diadili di pengadilan di Palembang, bagaimana dia sebab kenapa dia jadi kristen, dia bilang: Cabang pohon boleh bergoyang tapi akar saya tetap di tempat. Cobaan boleh datang tapi aku tetap percaya sama Tuhan Yesus Kristus! Itu orang yang tetap tinggal di dalam Tuhan. Tetap tinggal. Tinggal tetap.

I Yohanes   

2:28 Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.
2:29 Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.

Tinggallah di dalam Yesus. Jangan kemana-mana. Saudara masih ingat pesan Yesus kepada murid-murid-Nya? Tinggallah di loteng Yerusalem. Tunggu Roh Kudus turun. Jangan kemana-mana. 500 murid kumpul di loteng Yerusalem. Tunggu. Eh, disuruh tunggu, 1 hari Roh Kudus belum datang, 2 hari belum penuh Roh Kudus, 3 hari belum ... sudah ah bosan, pulang ah. Nggak ada Roh Kudus. 4 hari, pulang ah nggak ada. 5 hari pulang, nggak ada. 380 orang pulang. Begitu hari Pantekosta, 120 yang tinggal tetap di rumah itu, di loteng itu, mereka semua penuh dengan Roh Kudus.

Jadi berkat Tuhan, baik Roh Kudus ataupun berkat Tuhan, hanya diberikan kepada mereka yang tinggal tetap. Barangsiapa yang setia sampai ke akhir, dia akan diselamatkan.

Wahyu 2:10c - Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Sorga hanya diberikan kepada mereka yang setia. Yang tinggal tetap. Yang tetap tinggal. Papa saya sudah mendahului, mama saya sudah mendahului, anak saya sudah mendahului, saya mau ke mana lagi? Saya harus mempertahankan diri supaya saya tinggal tetap di dalam Kristus. Tahun 74 saya mau mundur, tahun 84 saya mau mundur tidak mau jadi pendeta lagi, tahun 91 saya mau mundur juga. Tapi Tuhan memberikan kekuatan, Tuhan memberikan pertolongan. Lahirlah lagu-lagu Tuhan Yesus Setia, Peganglah Tanganku Roh Kudus ... menguatkan saya menolong saya. Tuhan Itulah Gembalaku, dan sebagainya.

Sampai sekarang saya berada ini karena Tuhan sudah setia kepada saya, menolong kepada saya untuk saya kuat di dalam Tuhan. Saya tahu kita lemah. Tuhan juga tahu, saudara dan saya lemah. Tetapi itulah sebabnya Dia memberikan firman-Nya, Dia memberikan Roh Kudus-Nya supaya kita kuat menghadapi godaan, kuat menghadapi tekanan. Tetap tinggal di dalam Tuhan, tinggal di dalam Kristus. Belajarlah bersaksi. Kalau saudara bersaksi, garis besarnya saja. Jangan kalau saudara bersaksi, detail ... itu jangan. Terlalu panjang.

Tetap tinggal di dalam Kristus. Maju setia sampai terakhir. Saudara, kita tidak tinggal di dunia terus. Nggak. Setia sampai akhir, mahkota hayat menanti kepada kita. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Minggu, 26 Maret 2006

HAL BERTUMBUH

Markus

4:26 Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
4:27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
4:28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
4:29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."

Pada sore hari ini kita akan melihat perumpamaan Tuhan Yesus ini mengenai benih yang ditabur. Di dalam ayatnya yang ke 26, Tuhan Yesus berkata bahwa Kerajaan Surga diumpamakan sebagai seorang yang menaburkan benih di tanah. Kita perhatikan kata tanah lebih dahulu. Tanah yang dimaksud ini adalah ayat yang ke 20,

4:20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."

Jadi tanah yang ada disebut dalam ayat 26 adalah tanah yang baik, yang ada pada ayat yang ke 20. Sebab tiga tanah pertama - tanah di pinggir jalan, tanah berbatu-batu dan bersemak duri - itu tidak berbuah. Hanya tanah yang ke empat, tanah yang baik. Ayat ke 20, itu yang mengeluarkan buah seratus, enam puluh, bahkan tiga puluh kali ganda. Jadi ayat 26, Yesus sedang berbicara benih yang baik ditaburkan pada tanah yang baik.

Sangat sempurna, benih yang baik ditaburkan pada tanah yang baik. Lalu kata Yesus, Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah. Kata benih ini datang dari kata sporos, yaitu zaman dulu orang menabur benih yang disebarkan, yang diambil lalu dilemparkan begitu. Dan itu adalah sporos. Dan heran, hanya ditaburkan begitu saja, tetapi benih bisa tumbuh karena tanahnya baik.

Demikian juga benih itu adalah firman Tuhan. Kalau ditaburkan pada hati yang baik, itu ditaburkan denagn sederhana, hanya dilempar begitu saja. Tetapi karena hatinya baik, karena tanahnya baik, benih itu akan tumbuh. Saya rasa saya belum terlalu lama bekerja di ladang Tuhan, dari tahun 68 sampai sekarang. Saya rasa waktu pun belum terlalu lama, saya sudah bisa melihat kondisi keadaan jemaat yang memiliki tanah yang baik.

Dia diajar apa saja itu tumbuh. Diajar apa saja bertumbuh dan sangat baik pertumbuhannya. Lalu di dalam ayatnya yang ke 27, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun. Pada waktu malam hari, ia tidur - yang penabur benih ini - dan pada waktu siang hari, dia bangun. Aneh yah musti dikatakan begini, orang kan tidur waktu malam, waktu siang itu dia bangun. Tetapi malam di sini bicara kematian dan siang di sini berbicara kebangkitan.

Penabur itu, menurut Matius, adalah Tuhan Yesus sendiri. Penabur itu juga adalah hamba-hamba Tuhan yang menaburkan benih firman Allah. Tidur waktu malam artinya dia mati. Bangun waktu siang artinya dia bangkit. Mati dan bangkit itu adalah contoh daripada benih yang ditaburkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Mari kita lihat yang tidur dan bangunnya saja.

Si petani ini, dia menabur benih, dia tidur waktu malam, dia bangun waktu siang. Tidur waktu malam, bangun waktu siang. Dan benih itu mengeluarkan tunas, lastano, mulai ada tunas kecil. Lastano. Jadi kalau saudara lihat ayat 27 ini, yang terakhir, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bagaimana tumbuhnya, tidak diketahui orang itu. Saudara-saudara, bukan hanya petani tetapi profesor, doktor yang ahli belum tahu rahasia, kenapa benih itu bisa bertumbuh? Apa yang menyebabkan benih itu bertumbuh?

Bukan tanah yang menyebabkannya. Bukan kepandaian petani. Tetapi benih itu memiliki kapasitas untuk bertumbuh. Bagaimana bertumbuhnya? Dia tidak tahu. Dia hanya tidur waktu malam, bangun waktu siang. Tetapi benih itu sudah tumbuh. Tadi saya katakan, saya belum terlalu lama melayani Tuhan. Tapi saya sudah melihat kesaksian-kesaksian dari benih yang tumbuh ini.

Waktu saya masih kaum muda, saya menjadi saksi hidup. Saudara Cung Liang, dia memaksa ayah saya untuk pergi ke Ciraden. Dia ingin dibaptis hari itu juga. Dan itu bukan hari baptisan air. Dulu baptisan air di Ciraden, di kali. Kita nggak punya bak baptisan dulu. Papa saya bilang, tunggu sampai nanti akhir bulan, kita adakan surat. Dia bilang, saya tidak mau, oom. Saya minta hari ini juga, oom bawa saya ke Ciraden. Saya ingin terima baptisan.

Bagaimana bertumbuhnya firman Tuhan, kita tidak tahu. Tetapi Dia bertumbuh. Dari petani sampai profesor tidak tahu. Kenapa benihnya itu bisa bertumbuh? Kenapa benih itu bertumbuh? Benihnya baik, firman Allah, hati baik, tanahnya baik, orang yang bertobat. Itu bertumbuhnya begitu cepat. Bertumbuh. Bagaimana bertumbuhnya? Saya tidak tahu. Di sini ada kawan saya, kawan sekolah saya dari agama islam, dari muslim.

Saya tidak tahu bagaimana dan kapan saudara itu dibawa oleh satu saudara untuk dengar firman Allah, dengar khotbah saya. Walaupun dia belum mau ketemu saya. Dia hanya dengar firman Allah. Tiba-tiba saya kaget, dia ingin dibaptis. Bagaimana benih itu tumbuh? Kita tidak tahu. Bagaimana dia bertumbuhnya? Kita tidak tahu. tetapi yang harus kita tahu, benih itu bertumbuh. Dan dia bertumbuh di tanah yang baik, yang bisa mengeluarkan sesuatu. Dia bertumbuh.

Ada dulu seorang ibu, saudara-saudara, di Jakarta. Dia pekerjaannya agak kurang baik. Pekerjaannya tidak baik. Karena dia bekerja - maaf bicara - menyediakan wanita-wanita nakal, pelacur-pelacur itu untuk orang-orang langganan. Dia germo. Satu kali ibu itu, saya tidak tahu, datang di kebaktian kami, di Tanah Abang. Orang-orang berbisik-bisik, ibu-ibu berbisik-bisik.

Inilah kelemahan orang kristen. Kalau lihat orang berdosa mau bertobat, kayanya tuh nggak rela. Saudara, gereja bukan tempat untuk menghakimi orang. Gereja adalah tempat mengangkat orang. Haleluyah? Gereja bukan tempat untuk menekan orang ke bawah. Gereja adalah untuk mengangkat orang yang lemah supaya diangkat. Saudara-saudara, entah bagaimana beberapa kali dia datang, saya tidak tahu. Saya tidak ingat lagi.

Tiba-tiba dia kirim anak laki-lakinya ke sekolah alkitab, menjadi hamba Tuhan. Dia tinggalkan pekerjaannya. Dia bertobat. Bagaimana tumbuhnya? Penabur, saya yang menabur, Yesus menolong. Kita tidak tahu. Bagaimana tumbuhnya? saya ulangi, dari petani sampai profesor, tidak tahu rahasia pertumbuhan satu benih. Ornag hanya tahu kalau kita tabur benih jagung, keluar pohon jagung. Benih tomat, keluar tomat. Biji pepaya, keluar jadi pohon pepaya.

Darimana, itu dimana. Di dalam biji pepaya itu dimana ada pohon pepaya yang besar itu? Itu dari benih yang kita tabur. Dari benih firman Allah. Bagaimana tumbuhnya? Kita tidak tahu. Kita sudah dengar kesaksian, beberapa kesaksian, bahwa Tuhan bekerja. Bagaimana Tuhan menolong? Bagaimana? Kita tidak tahu. Tapi kita sudah melihat ada pertumbuhan. Memang pertumbuhan jemaat satu dengan jemaat yang lain tidak sama. Itu bagaimana tanah hati kita. Tetapi ada pertumbuhan.

Kita baca ayatnya yang ke 27 sekali lagi,  lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas. Mulai ada tunas. Artinya mulai ada pertumbuhan. Mulai ada satu hidup. Tunas itu hidup baru. Saudara-saudara, ada banyak jemaat setelah dengar firman Allah mulai kita lihat ada tunas, ada pertumbuhan. Mulai tunas itu mekar, mulai bertumbuh.

Mulai ada kerinduan datang di gereja. Nggak subuh, nggak sore ada rindu untuk kebaktian. Mulai ada kerinduan kepada Tuhan. Kita nggak bisa lihat Tuhan. Tapi kenapa kita rindu kepada Dia? Kita nggak bisa lihat Tuhan. Kenapa kita bisa percaya kepada Dia? Itu adanya pertumbuhan dari benih itu. Pertumbuhan itu datang dari benih itu sendiri. Lalu berikutnya, tunas itu makin tinggi. Bahasa Yunaninya makuno.

Tunas yang baru tumbuh itu, saudara-saudara, kalau tanah itu baik, dia tunas ini akan mulai tambah tinggi, mulai bertumbuh. Waktu kecil kena angin sedikit, nggak apa-apa. Tapi kalau sudah mulai tinggi, mulai angin bertiup, mulai goyang-goyang ini daun. Ini tunas mulai bergoyang-goyang. Kalau saudara sebagai orang kristen, saya sudah ikut Yesus, saya sudah terima Tuhan, saya sudah dibaptis. Kok sekarang tiba-tiba saya merasa ada problem, ada angin.

Ingat, jangan perhatikan angin itu. Dulu waktu kita masih kecil, masih tunas, angin itu juga ada. Cuman kita nggak rasa. Karena kita baru bertumbuh kecil. Tetapi kalau kita punya pertumbuhan sudah mulai tinggi, kita bisa merasakan  angin itu. Jadi kalau saudara sedang dalam percobaan, ingat khotbah ini. Jangan perhatikan anginnya. Tapi saudara tahu. Kalau saudara sudah mulai merasa ada angin percobaan, itu tandanya saudara bertumbuh. Ada haleluyah?

Bertumbuh. Mulai bisa tergoyang oleh angin, karena sudah mulai meninggi. Makuno, mulai tinggi. Ada pertumbuhan, ada mulai tinggi, makuno. Ada sesuatu yang mulai bertambah. Dalam Injil Lukas pasal 2, Yesus disebut Dia bertambah besar dan bertambah hikmatnya, diperkenan oleh manusia, diperkenan oleh Tuhan. Dia mulai bertumbuh secara badan tetapi bertumbuh juga secara mental.

Siapa yang tidak kenal orang Jepang? Orang Jepang pandai sekali. Saya baru baca satu artikel. Itu pabrik motor Honda, kalau pegawai-pegawainya sudah stop jam empat sore, pulang. Ada beberapa pegawainya nggak pulang. Kita bikin konsep baru yuk, motor yuk. Dia bikin konsep baru. Dibawa sama manager. Diterima motor itu. Hnaya oleh pegawai-pegawai biasa yang mempunyai keinginan membuat konsep ini.

Siapa yang tidak kenal Jepang? Jepang menjajah dunia sekarang dengan ekonominya. Siapa nggak kenal Toyota? Siapa nggka kenal Honda? Suzuki? Kawasaki? Ajinomoto? Yamaha? Nasional televisi? Sharp? Itu Jepang semua. Toshiba. Semua itu buatan Jepang. Bumbu masak, sendal jepit, sendal Jepang. Jadi semua, saudara-saudara, Jepang, Jepang, Jepang, Jepang.

Tapi kenapa kadar bunuh dirinya di Jepang itu sangat tinggi? Yang bunuh diri bukan orang sudah tua yang minta mati nggak mati-mati, lalu dia bunuh diri. Tetapi anak delapan belas tahun, dua puluh dua tahun, berkelompok tiga puluh orang, empat puluh orang, bareng bunuh diri. Kenapa? Karena mereka bertumbuh otaknya tapi rohaninya, jiwanya, imannya tidak bertumbuh.

Saudara biarpun kita orang sederhana, biarpun tidak sepintar orang Jepang, tapi kalau iman saudara bertumbuh, kalau rohani saudara bertumbuh itu jauh lebih berguna daripada hanya pengetahuan yang bertumbuh. Maka kita kirim anak-anak kita ke sekolah supaya pemikirannya bertambah. Saya membuat sekolah STT, saya sudah tidak mau ngajar. Tetapi mereka paksa suruh saya ngajar. Saya bilang saya tidak ada gelar.

Tapi dia bilang, bapa pendiri, bapa sering mengajar juga di sekolah tinggi yang lain, coba mengajar. Supaya murid-murid, hamba-hamba Tuhan mulai mempunyai wawasan. Wawasan luas, pengetahuan bertambah. Demikian juga dengan firman Allah. Saudara jangan hanya tunas terus. Dari dua puluh athun yang lalu tunas saja, nggak tinggi-tinggi. Bertumbuh dong.

Kalau saudara memberikan korban sama dengan parkir mobil, saudara belum bertumbuh di dalam Tuhan. Saudara menghargai Tuhan sama dengan kita parkir mobil, seribu. Parkir juga seribu. Bertumbuh dong dalam korban. Belajar dong membawa persepuluhan. Bertumbuh dalam doa, belajar badstone. Bertumbuh dalam iman, belajar bertindak. Kita jangan hanya beredar-edar diantara dosa-suci, salah-benar, tinggi-rendah, betul-salah, kuat-lemah, susah-senang.

Tapi milikilah kejernihan pikiran. Adakanlah pertumbuhan. Masa kita umur sudah diatas lima puluh tahun, masih suka musuh-musuhan. Urusan kecil, sirik pidik, musuh-musuhan. Bertumbuh dong. Mulut juga bertumbuh. Maksudnya bertumbuh bukan mulutnya jadi monyong. Maksudnya omongan kita dikurangi. Jangan ngegosip lagi, jangan ngerumpi lagi.

Orang yang suka nyampeikan  gosip sama saudara, dia akan mengosipkan saudara juga sama orang lain. Orang yang suka nyampe-nyampein omongan kepada saudara, gosipin orang lain kepada saudara. Orang yang sama akan menggosipkan saudara kepada orang lain. Ada peribahasa, anjing adalah sahabat terbaik manusia. Saya mau tanya sama saudara, kalau anjing itu sayang sama saudara, apanya yang goyang-goyang? Ekor. Pernah lidahnya goyang-goyang? Nggak ada.

Maka orang kristen yang baik adalah yang lidahnya terkatup. Tidak bicara terlalu banyak dari hal kesalahan orang, urusan orang. Bertumbuh. Saya mau bertumbuh di dalam Tuhan. Bertumbuh, bertumbuh, makuno, mulai tambah tinggi. Berikutnya di dalam ayatnya yang ke 27,  dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Saya sudah terangkan. Ayat 28, Bumi - atau tanah - dengan sendirinya mengeluarkan buah.

Tanah yang ditaburi oleh benih dengan sendirinya. Kata dengan sendirinya, bahasa Yunaninya memakai kata automate. Dari kata automate datanglah kata otomatis, dengan sendirinya. Coba, saudara tidak sadar. Saudara lagi diam, ada orang ganggu saudara. Dia taruh lilin di bawah jari saudara. Saudara lagi duduk. Begitu rasa panas terasa, saudara otomatis bergerak.

Demikian juga dengan benih ini. Begitu benih dan tanah ini bertemu - benih yang baik, tanah yang baik, ketemu - otomate, otomatis, dengan sendirinya dia bertumbuh. Saya suka heran, kenapa jemaat ini dia maju, dia bertumbuh. Tapi ini susah majunya. Itu kondisi tanah. Tanah yang ditaburi benih, kalau tanahnya tidak baik, berbatu atau tanahnya keras, bersemak belukar, tidak berbuah. Tapi benih berbuah kalau tanahnya baik.

Kita jangan cuman bisa nyanyi Yesus Engkau baik, Sungguh baik, Amat baik. Kita juga harus baik. Supaya nama Bapa kita di surga dipermuliakan. Bumi dengan sendirinya, automate, mengeluarkan buah. Tadi mulai ada makuno. Tetapi sekarang sudah mulai mengeluarkan buah. Mengeluarkan buah. Mula-mula tangkainya, kortos. Tadi mulai tinggi, kena angin. Sekarang mulai ada tangkai.

Tangkai ini bikin kuat daun. Tangkai ini akan kokoh, dia tidak akan mudah digoyahkan angin. Tangkainya, batangnya, dari benih ini. Kalau orang sudah bertumbuh dalam Tuhan, dia nggak gampang tersinggung. Dia nggak gampang lemah. Dia nggak gampang pundung. Dia nggak gampang ngambek. Dia nggak gampang mundur. Sebab sudah kuat.  Saya berhenti dulu sebentar di sini, Markus 4. Kita lihat dulu Mazmur 1. Nanti kita kembali ke Markus 4. Mazmur 1,

1:1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
1:3 Ia seperti pohon

Sebelum pohon apa dulu yang ada? Benih. Ukuran Tuhan bagi kita bukan di benih tapi di pohon. Saudara harus bertumbuh jangan hanya tunas. Jangan hanya bertambah tinggi. Jangan hanya tambah ada kortos, batangnya saja. Tetapi harus sauadra menjadi pohon. Ada haleluyah, saudara? Kalau sudah jadi pohon, orang tuh kalau kepanasan, dia datang di bawah pohon yang rindang, dia melepaskan lelah, ada pohon yang rindang, bisa menahan terik matahari.

Orang kristen yang sudah jadi pohon, orang lain bisa berteman sama dia. Kalau dia lagi empet, kalau dia lagi susah, kalau dia lagi banyak problem, dia bisa datang sama jemaat ini dan dia bisa mendapat keteduhan. Kita harus jadi pohon. Kita harus menjadi pohon yang rindang. Dikatakan ayat ke 3, ia seperti pohon  yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Ayo, orang dunia ada nggak yang 100% berhasil? Nggak ada. Tidak ada perusahaan dunia yang bisa katakan 100% pasti berhasil. Tidak ada. tapi dalam Tuhan itu ada ayatnya. Apa saja yang kita perbuat berhasil. Tapi harus jadi pohon dulu yang subur. Jadi betapa pentingnya pertumbuhan ini. Kalau kita sudah menjadi pohon yang subur, menjadi tempat orang yang berteduh bagi kita.

Apa saja yang kita perbuat, yang kita kerjakan, itu bahasa Inggris bilang prospher. Orang Tinghoa bilang hoat. Berkembang. Saudara mau berkembang di dalam Tuhan? Betapa kita harus berkembang. Saudara mau berkembang di dalam Tuhan? Haleluyah. Kita harus berkembang dalam hal yang baik. Apa saudara berkembang di dalam keluarga saudara? Ada damai dengan adik, dengan kakak, dengan cihu, dengan mei hu, semua, paman, tante?

Apa saudara berkembang di dalam suami istri? Tidak ada ribut suami istri. Apa saudara berkembang dengan negara kita? Jangan jelek-jelekin Indonesia karena kita hidup di sini, kita lahir di sini, kita cari makan di sini. Mungkin nanti kita akan mati di sini dan di kubur di sini. Jangan jelek-jelekin Indonesia, saudara. Kita berkembang di sini. Firman Tuhan ini luar biasa.

Ayat 28, setelah bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah - buah itu dalam bahasa Yunani karkos -, mula-mula tangkainya - kortos -, lalu bulirnya - stakus -, Saudara tahu, bulir itu kalau kita pakai padi. Itu kan ada bulir yang hapa, nggak ada isinya. Tapi saudara musti tahu, keluarnya itu bulirnya dulu, kulitnya dulu. Kulitnya dulu keluar baru isinya. Di bagian akhir, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.

Jadi keluarnya bulir dulu. Apa dulu saudara? Bulir. Jangan salah dengan bilur. Bilur itu bekas pukulan. Waktu Yesus bekas dipukul itu banyak bilur-bilur bekas luka. Dengan bilur-bilur Yesus itu segala sakit penyakit kita disembuhkan. Bulir itu kulitnya dulu, belum ada isinya. Maka kita baptis dulu, kita terima dulu, kita percaya dulu, baru berkatnya Tuhan kasih. Percaya dulu, berbuat dulu.

Hai Yosua, kalau kamu melangkah itu sungai Yodan akan terbelah dua. Kalau Yosua cuma diam, itu Yordan tidak akan terbelah dua. Tapi dia melangkah dulu. Waktu dia melangkah, mujisat mengikuti. Banyak orang ingin diberi oleh Tuhan, tapi tidak mau memberi. Beri dulu baru Tuhan memberi kepada saudara. Saudara tidak boleh iri, saya punya sepeda motor banyak. Karena saya banyak memberi sepeda motor sama pendeta-pendeta.

Saya memberi mobil sama beberapa pendeta. Saya diberi mobil. Apa yang kita beri itu nanti Tuhan isi. Bertindak dulu, berbuat dulu. Harus ada keberanian dulu bertindak, baru nanti Tuhan isi. Satu kali ada janda di zaman Elisa. Anaknya mau dirampas untuk mengganti hutangnya dan minta tolong sama Elisa. Elisa bilang, baik. Kamu ada minya? Ada minyak. Sekarang ambil barang sebanyak-banyaknya yang kosong, kaleng-kaleng kosong semua, tempat apa saja.

Jangan sedikit, ambil yang banyak. Diisi semua sama minyak, itu nggak habis-habis, semua penuh. Masih ada lagi nggak? Ambil lagi teko, mangkok, diisi minyak. Sekarang jual minyak ini. Bayar hutangmu. Mangkok-mangkok dikumpul dulu, baru berkatnya diisi. Bulir dulu baru butir. Bertindak dulu, baru mujisat. Percaya dulu baru bukti. Bulir dulu. Masih belum ada isi, nggak apa-apa. Keluar dulu bulir, bertindak dulu.

Baru berikutnya ayat 28 bagian akhir, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Kalau ada bulir, baru Tuhan memberi butir. Haleluyah. Bulir dulu, baru butir. Berapa banyak jemaat ingin berkat dari Tuhan, tapi disuruh doa nggak mau. Disuruh korban nggak mau. Saudara mungkin tidak tahu, tapi setiap hari senin atau rabu atau selasa. Dari pagi sampai siang itu istri saya bilang, ini dari enci ini, ini dari bapa ini, ini dari ibu itu. Sayur, makanan, tapi saya tidak nilai sayurnya. Itu benih yang bertumbuh. Bulir dulu, baru butir. Lukas 6:38,

6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Coba baca bagian akhir: Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Kalau saya memberi kepada Tuhan secangkir - seperti cangkir perjamuan kudus - Tuhan juga mengembalikan dengan cangkir yang sama, ukurannya sama. Kalau saudara memberi dengan gelas aqua kepada Tuhan. Tuhan mengembalikan dengan ukuran yang sama, gelas aqua. Bulir-bulir baru butir-butir. Bertindak dulu baru bukti. Berbuat dulu baru datang pembelaan. Kembali kepada Markus. Kita lihat ayat yang terakhir. Ayat 29,

4:29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."

Saya mohon saudara tidak salah paham kepada saya. Saya mau terangkan dengan dua sisi. Sisi yang pertama di dalam salinan bahasa Inggris, dia tidak segera menyabit tetapi di tulis dalam bahasa Inggris, segara mengirimkan penyabit. Segera menyabit. Kata menyabit atau penyabit itu dipakai kata apostela. Dari kata apostela datang kata apostolos, rasul, utusan. Jadi penyabit-penyabit ini utusan-utusan Tuhan, hamba-hamba Tuhan yang menyabit.

Tetapi penyabit ini juga adalah Tuhan. Tuhan juga dalam Kitab Wahyu disebut yang menuai. Saya minta maaf sekali lagi dan jangan salah paham. Yang pertama saudara-saudara, yang penyabit ini kita bicara hasil. Tuhan itu melihat saudara-saudara bertumbuh, sudah menjadi pohon, lalu berbuah lebat. Boleh dong Tuhan menikmatinya? Tuhan yang punya benih, tanahnya saudara. Benih itu bertumbuh. Tuhan dong yang menikmati buah.

Jadi kalau saudara sudah diberkati oleh Tuhan, saudara mengembalikan kepada Tuhan, mengerjakan kepada Tuhan. Itu sah dong. Karena Tuhan mau menikmati buah dari pohon yang benihnya Dia tanam sendiri. Kalau hidup ini Tuhan punya, kuserahkan, kuserahkan. Hidup saja diserahkan. Kenapa? Karena Tuhan punya ini hidup. Hidup ini Tuhan punya. Kalau Tuhan menyabit, hasilnya dari kita itu apa?

Sekarang arti yang paling rawan, yang saya minta saudara jangan marah, janagn salah paham. Penyabit ini juga kematian. Kita tidak akan hidup terus di dunia. Tadi pagi saya sudah bicara, ada satu saat kita dilahirkan, ada satu saat kita meninggal. Kapan kita akan disabit sama Tuhan? Apakah waktu kita disabit sudah ada buah? Apa kita sibuk dengan dunia terus. Sibuk dengan urusan-urusan yang fana. Apa kita menyibukkan diri dengan urusan-urusan rohani?

Saya suka hitung jemaat yang sudah berangkat. Saya hafal, saudara. Tapi saya sadar, kita tidak hidup terus di dunia. Apa Tuhan sudah lihat, hai kamu sudah matang, sudah menguning. Usia kamu sudah cukup. Sudang menguning, akmu sudah matang. Aku harus menuai kamu. Omentomori, ingat akan kematian. Ingat akan kematian. Apakah kematian itu membawa kita ke surga? Dibawa ke gudangnya Tuhan?

Apa kematian itu membawa kita ke neraka? Dibuang jadi kering. Apa kita di bawa ke gudangnya Tuhan? Tuhan nggak lihat umur. Dia lihat sudah matang, Dia lihat sudah masak, diambil. Walaupun dia masih remaja, Tapi Tuhan lihat sudah matang, Tuhan ambil. Kita semua akan kesana. Maka pesan saya, saudara, mari kita celengan, menabung. Dengan berbuat baik, karena selamat itu sudah ada.

Dengan buah-buah yang baik. Dengan prestasi yang baik. Dengan menjaga nama Tuhan sebaik-baiknya. Dengan menjauhkan diri dari segala dosa. Mendekatkan diri selalu kepada Tuhan. Menyadarkan diri bahwa maut tiap hari kita bangun pagi, maut itu datang lebih dekat. Tiap bangun pagi, maut itu lebih dekat. Menurut Kisah Rasul 2:25 berkata, di sebelah tangan kananku ada Tuhan, tetapi selangkah lagi aku kepada maut. Maut itu hanya selangkah. Hidup ini tidak kekal dalam dunia ini. Tapi menyadarkan kita bahwa benih yang Tuhan taruh adalah benih yang kekal.

Barangsiapa yang percaya kepada Yesus, dia tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Benih itu benih yang kekal. Pelihara pertumbuhan saudara, dari benih, tunas, menjadi batang sampai menjadi pohon yang tumbuh di pinggir mata air, di pinggir sungai. Sehingga saudara berbuah. Apa saja yang saudara perbuat berhasil. Apa saja yang saudara perbuat berhasil. Apa saja yang kita buat, apa? Berhasil. Sekian renungan firman Allah.

-- o -- 

Minggu, 02 April 2006

ANUGERAH TUHAN - 1

Kita akan menikmati fasilitas-fasilitas dari kerajaan surga dengan tidak usah kita membayar satu peserpun, hanya menerima saja. Kalau saudara menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat saudara, maka saudara akan menerima berkat yang pertama adalah keselamatan.

Baru-baru ini saya diundang ke satu bungalow dari seorang menteri. Dia punya tanah di pinggir laut, 15 hektar. Di tenah-tengah itu dia bikin satu bungalow dengan banyak kamar. Saya diminta untuk tidur di kamar menteri itu, di kamar bapak dan ibu menteri biasa tidur, saya disuruh tidur di sana. Ada anggota polisi dari Jawa Barat disuruh tidur di sebelah kamar. Saya, hamba Tuhan, disuruh tidur di kamar menteri. Saya tidur di situ dengan foto menteri dengan istri dengan 3 anaknya saya lihat. Nggak sembarangan orang masuk. Tiba-tiba Tuhan berbisik, seperti itulah kalau orang percaya kepada-Ku.

Kalau orang percaya kepada Tuhan, Yesus, dia bisa diselamatkan. Saudara boleh masuk surga, masuk di tempat Raja segala raja punya tempat, yaitu Kerajaan Surga. Kita boleh masuk ke sana. Saya mau tidak percaya tapi sudah ada di sana. Saya masuk kamar mandi dari menteri, saya mandi di kamar menteri. Seperti itulah kalau kita percaya kepada Tuhan. Saudara mendapatkan satu keselamatan.

Saudara, Tuhan punya tanah bukan hanya 15 hektar; Dia Pemilik langit dan bumi. Tetapi Dia sudah pilih saudara dan saya kalau saudara percaya kepada Tuhan maka berkat yang pertama adalah berkat keselamatan. Kita lihat di dalam Matius 7, betapa pentingnya keselamatan itu.  

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Orang ini sudah nyebut nama Tuhan ... berarti orang kristen. Orang ini sudah mengusir setan ... berarti orang pantekosta. Orang ini suka bernubuat ... berarti tahu nubuatan. Tetapi Tuhan tolak. Kenapa? Karena dia belum diselamatkan. Itu sebabnya harga keselamatan itu sangat tinggi. Harga keselamatan tidak bisa diganti dengan uang, tidak bisa diganti dengan kekayaan. Maka Tuhan Yesus berkata, apa untungnya bagi seorang jikalau dia memiliki antero dunia ini tetapi jiwanya binasa. Dia memiliki antero dunia, dia memiliki semua kekayaan dunia tapi jiwanya, rohnya yang tidak akan mati itu binasa.

Kata binasa itu bukan mati. Binasa itu artinya dia di dalam alam maut, dia tidak mati-mati selama-lamanya, selama-lamanya, selama-lamanya. Dibakar terus. Betapa pentingnya keselamatan itu. Sampai Tuhan Yesus mau mati di atas Golgota untuk menyelamatkan kita. Di dalam Kisah Rasul

16:27 Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri.
16:28 Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!"
16:29 Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas.
16:30 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?"
16:31 Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."

Iblis berbisik kepada saudara: Suamimu belum selamat, suamimu belum ke gereja, anakmu belum ke gereja. Imanilah ayat ini sore hari ini - kalau kita percaya kepada Tuhan Yesus - kamu akan selamat, kamu dan seisi rumah tangga kamu! Bayangkan anggota keluarga yang belum selamat. Apakah itu suami, apakah itu ayah dan ibumu, apakah itu paman, apakah itu teman. Yang belum menerima Yesus, dia mungkin sudah ke gereja tapi dia belum selamat karena dia belum menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat. Dia sudah datang di gereja, dia senang dengar Firman Allah tapi dia belum selamat. Kita lihat buktinya. Ada satu orang raja suka dengar pendeta tapi dia belum selamat. Markus 

6:17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
6:18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"
6:19 Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
6:20 sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.

Herodes ini senang dengar khotbah. Dia senang dengar pendeta bicara, dia tidak berani apa-apakan ini Yohanes Pembaptis, walaupun keras khotbahnya dia senang. Tapi apa dia selamat? Tidak selamat. Karena dia belum menerima Yesus sebagai Juru Selamat, dia belum bertobat dari segala dosa-dosanya, dari segala hidupnya yang lama. Itu sebabnya saya katakan, keselamatan itu adalah yang paling mahal.

Betapa mama saya almarhum itu merasa sedih karena Tuhan kasih lihat dia neraka. Tuhan kasih lihat surga, Tuhan kasih lihat Taman Eden, Tuhan kasih lihat neraka. Waktu dia lihat neraka, neraka itu terdiri dari bukit-bukit tajam runcing dari batu yang terbakar dengan panasnya, merah. Dan orang-orang itu tertancap dari punggung ke perut, tidak mati. Salah satu yang tertancap itu rambutnya terurai panjang, satu wanita, dan mengeluarkan air mata itu emaknya dia, omanya mama saya. Yang suka dukun-dukunan, menyembah tapekong, itu dia ada di neraka waktu itu. Lalu dia berkata sama Tuhan Yesus: Itu oma saya, itu emak saya. Tuhan Yesus jawab: Kalau kamu tidak mau ke sana, kamu harus kembali ke dunia untuk mengajar sekolah minggu. Maka ibu saya sampai umur 73 tahun masih ngajar di sekolah minggu. Karena pesannya dari Tuhan Yesus.    

Ketika saya dengar cerita itu, saya menghargai keselamatan yang luar biasa dari Tuhan. Perhatian paling indah dari Tuhan justru adalah keselamatan! Apakah saudara yakin kalau mati sebentar saudara selamat? Apa saudara yakin bahwa saya meninggal sebentar saya selamat? Apa saudara yakin tidak ada apa-apa lagi yang tersembunyi, yang ada di dalam hati saudara, tidak ada sesuatu yang disembunyikan dari istri, tidak ada sesuatu yang disembunyikan dari sesama manusia? Semuanya terbuka, semuanya transparan? Tuhan bisa lihat sampai di dasar hati kita dan ternyata kita tidak ada salah. Beranikah kita berkata, saya tidak takut mati. Karena kalau saya mati saya tahu saya masuk surga.

Kenapa? Karena keselamatan itu memberikan keyakinan. Orang yang sudah diselamatkan itu dia yakin selamat, dia tidak ada lagi yang bisa merubah dia; dia yakin diselamatkan. Ibrani   

2:3 bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai,

Kenapa kita melalaikan keselamatan yang begitu besar? Di Shanghai dulu pada tahun 30-an ada satu mahasiswa. Dia menyewa satu rumah dan dia sekolah. Ketika dia di sekolah, dia pulang, dia lihat bahwa asrama tempat dia tinggal itu terbakar. Dia bilang, saya mau masuk ke dalam sana. Tapi api sudah besar. Orang lain berkata, jangan masuk. Ada apa? Saya ada uang. Uang itu kalau di kurs sekarang, 140 ribu. Itu uang sekolah saya, saya musti selamatkan dia. Jangan. Orang itu langsung masuk dan tidak keluar lagi. Dia mati terpanggang hidup-hidup hanya untuk mencari 140 ribu.   

Saya boleh berkata 140 ribu, 140 juta, 140 milyar. Banyak orang cari ini. Tetapi dia tidak peduli jiwanya dibakar oleh api neraka. Orang hanya berani mati, berani terbakar hanya untuk 140 ribu, kan itu bisa dicari uang. Manusia seperti itu sekarang. Membelanjakan, menjual keselamatan begitu rupa. Dia mencari uang, mencari uang dengan nyeleweng, dengan nodong, dengan membunuh, dengan nyegik, dengan datang ke gunung-gunung minta kaya. Biar anak saya jadi tumbal nggak apa-apa, pokoknya kaya.

Keselamatan itu nomor satu, saudara. Paling penting. Kita bisa saja tidak sembuh dari sakit. Bisa saja karena Yesuspun tidak menyembuhkan semua orang sakit. Tapi jangan sampai kita tidak diselamatkan. Kita boleh tidak sembuh tapi kita harus diselamatkan. Pasti kalau kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita pasti akan selamat. Ada haleluyah? Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus maka engkau akan diselamatkan. Ini adalah berkat yang pertama, orang yang percaya kepada Yesus.

Berkat yang kedua adalah kesembuhan. I Petrus  

2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

Kapan Yesus dipukuli? Waktu dia banyak bilur-bilur itu bekas pukulan, merah-merah dipukul, kapan? Ketika Dia disalib. Kapan itu, berapa tahun yang lalu? 2.000 tahun yang lalu. 2.000 tahun yang lalu, secara hukum ... secara de jure, saudara sudah disembuhkan oleh bilur Yesus. Yang sekarang kita harus terima, itu hukum itu secara de facto ... kenyataan di dalam hidup kita. Apa yang Yesus katakan 2.000 tahun yang lalu kamu sudah sembuh, kita harus terima dengan percaya dan kita sudah disembuhkan. Keluaran

15:26 firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau."

Kesembuhan memang tidak kekal. Kita satu kali akan mati. Tetapi ada janji dari Tuhan, saudara bisa disembuhkan karena Tuhan itu juga Tabib. Dia Dokter di atas sekalian dokter. Walaupun kita banyak kelemahan kalau kita sakit saja ada benjolan apa saja, terus yang kita cari dokter dulu. Kita tidak cari Tuhan. Padahal Tuhan sudah menyebutkan dirinya, Aku adalah Tabibmu, Aku adalah Doktermu. Bahkan saya boleh tambahkan, Dia Dokter pribadi saudara. Kapan saja saudara minta tolong sama Dia, Dia akan memeriksa segala kesehatan saudara.  

Saudara jangan tidak percaya Tuhan itu Tuhan yang menyembuhkan. Dokter adalah saluran. Obat adalah saluran. Tapi yang menyembuhkan adalah Tuhan. Pernah ada istilah: Dokter angkat tangan. Artinya sudah tidak bisa diobati lagi. Justru ketika dokter angkat tangan, Dokter di atas segala dokter bisa turun tangan. Dia bisa menolong kepada kita. Ini berkat yang kedua. Banyak kali orang ke gereja karena disembuhkan. 

Saudara, Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang menyembuhkan. Jadi kalau saudara percaya kepada Tuhan Yesus, salah satunya adalah saudara disembuhkan. Itu janji Tuhan buat saudara.

Di dalam Tuhan ada kesembuhan, ada kesehatan, ada berkat kesembuhan. Mungkin ada 40 ayat tentang kesembuhan. Bahwa Tuhan itu Tuhan yang menyembuhkan, Dia Tabib di atas segala tabib. Dia menyembuhkan saudara dari segala sakit penyakit. Yang kerok dari penyakit itu adalah dosa dari si Iblis. Dia kerok dari sakit penyakit adalah kesalahan kita. Kalau kita hidup tidak seimbang, kalau kita begadang terus, lama-lama sakit. Tapi ada penyakit yang ditaruh oleh Iblis. Iblis datang untuk mencuri - mencuri kesehatan saudara, membunuh iman saudara, membinasakan hidup saudara. Tapi Aku Yesus datang untuk memberikan hidup dan hidup itu berkelimpahan.

Berkat yang ketiga kalau kita percaya kepada Tuhan Yesus, berkat yang terakhir, yaitu kita mendapatkan kelepasan. Kolose     

2:11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,
2:12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.
2:13. Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita,
2:14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib:
2:15 Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

Baru-baru ini satu wartawan wanita dari Amerika ditahan diculik di Irak selama 82 hari, harus pakai jilbab, diomongin kata-kata kasar tetapi Amerika langsung berjuang dia kirim orang cari sana cari sini akhirnya dia dibebaskan, dilepaskan. Ketika dia dilepaskan, dia buang semua jilbab yang harus dia pakai itu, dia tidak lagi harus itu karena dia sudah dilkepaskan.

Ayat Firman Allah tadi, kita mempunyai satu bukti, yaitu surat hutang. Isa Hu yang ajaib ... Ku berhutanglah ... Ku berhutang jiwa ... Lagi s'lamatlah. Surat hutang ini Tuhan Yesus sudah coret 'lunas' dan Dia paku di salib bahwa surat hutang itu sudah tidak berlaku lagi. Saudara yang terikat oleh surat hutang dosa itu sekarang saudara dibebaskan, saudara dilepaskan. Lukas

4:18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
4:19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

Dua kali kata 'pembebasan.' Saudara dibebaskan, saudara dilepaskan. Ada yang masih terikat dengan hawa nafsu seks. Dia kira dia bisa menguasai seksnya padahal seksnya menjajah dia. Dia dijajah oleh hawa nafsu rendah dari binatang. Tuhan sudah memberi jodoh yang terbaik, Tuhan memberi jodoh istri, memberi jodoh suami terbaik, itu dari Tuhan. Yang Tuhan berkati. Tapi justru yang disukai oleh beberapa orang ini adalah yang nyeleweng, yang menyimpang. Orang yang seperti ini juga perlu pembebasan dari Tuhan. Saya cuma bisa doa karena tidak ada tenaga di dunia yang bisa melepaskan mereka. 

Ada yang masih terikat dengan narkoba. Roy Martin itu saya yang baptis, saudara. Roy Martin dan istrinya orang Cianjur itu, saya yang baptis. Waktu Anna Maria dibaptis, dia bilang, saya ganti nama apa? Sudah, nggak usah ganti, saya bilang. Anna, Hanna ada di Alkitab. Maria komo. Jadi ada semua. Roy nya belum diganti, salah saya. Mustinya Roy juga diganti namanya. Dia ikut Tuhan, dia sudah maju tetapi ya inilah masih terikat mulai sedikit-sedikit akhirnya terikat, dijebak oleh orang. Kena. Sekarang belum selesai hukumnya. Jadi sekarang saya lihat kok istrinya lebih rohani. Istrinya lebih tabah, istrinya kalau ditanya sama wartawan lebih rohani. Dia ngomong Tuhan, dia ngomong Yesus. Roy Martin yang mengajak istrinya masuk kristen malah dia jadi badani, dia jadi jasmani. Dia tidak rohani lagi tapi rohana. Jadi tidak ada kemajuan.

Karena apa? Seks mengikat dia. Ada orang terikat dengan minuman keras. Mula-mula bir. Orang-orang yang nodong, orang-orang yang ngebacok, orang-orang yang nusuk orang itu biasanya mulutnya bau bir karena dia tidak sadar, dia mabuk. Masih terikat.    

Ada yang masih terikat dengan musti pakai baju yang mahal, musti dengan baju bermerk. Tiongkok tahu pinter, dia bikin merk-merk terkenal tapi palsu. Semua pengerja saya, saya kasih arloji Rolex ... tapi palsu. Wah, begitu saya kasih arloji Rolex tepuk tangannya juga beda, jadi gini saudara, biasanya gini. Ini Cungkuo yang bikin. Saya nggak gatal pakai yang palsu asal jamnya bener aja. Ada yang terikat dengan pakaian mewah.

Tetapi apa janji Injil? Injil yang heran ... Lepaskan saya ... Dari segala ... Akar dosa.

Tebang ini pohon bambu. Berapa tinggi? 1 Meter. Tebang. Sudah. Eh, seminggu dia sudah tumbuh lagi. Sebab akarnya belum ditebang! Banyak kali kita lepas dari dosa itu hanya batangnya saja, akarnya di dalam hati kita itu belum. Nah, Tuhan mau supaya akar ini terangkat - akar pahit, akar dosa, akar kejahatan, akar kemarahan, akar benci, akar dendam, itu keluar. Kita harus dibebaskan.

Ada yang masih terikat oleh hutang piutang sehingga hidupnya bungkuk, hidupnya tidak tahu harus berbuat apa. Dia takut dan dia tidak percaya Tuhan bisa tolong sama dia; dia terikat oleh hutang. Dia bilang, apa ada jalan keluar?

Alkitab penuh dengan janji Tuhan! Banyak orang yang berhutang di Alkitab tetapi Tuhan lepaskan dari segala keberatannya, dari segala problemnya, oleh karena apa? Karena Tuhan yang kita sembah bukan hanya memberi keselamatan, bukan hanya menyembuhkan tetapi juga Dia memberikan kelepasan kepada kita. Saudara, mari jangan terikat sesuatu. Jangan terikat ingin punya mobil mewah, ingin punya hidup mewah.

Saudara mau dilepaskan oleh Tuhan? Kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Minggu, 09 April 2006

ANUGERAH TUHAN - 2

Kita buka Alkitab kita dalam injil Yohanes 3 dan kita akan meneruskan berkat-berkat dari kedatangan Tuhan yang pertama di Bukit Golgota.

3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Bibir saya sangat terbatas. Bahkan seluruh nabi-nabi di seluruh dunia sangat terbatas untuk menceritakan seperti apa indahnya dari anugerah Tuhan itu. Kata-kata yang kita katakan tidak ada artinya untuk menceritakan anugerah Tuhan itu yang sangat besar.

Minggu yang lalu kita sudah melihat 3 hal yang dibawa oleh kedatangan Tuhan - di mana ada keselamatan, di mana ada kesembuhan, di mana ada kelepasan! Nah, pada sore hari ini, kita akan meneruskan apa yang dibawa oleh Yesus ketika Dia memberikan kepada kita Yesus Kristus dan anugerah itu.

Di dalam Yohanes 10, di sana kita membaca ayatnya yang ke 10, 

10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Pencuri adalah Iblis, dia datang untuk mencuri iman saudara, mencuri kesehatan saudara, mencuri keselamatan saudara. Bahkan sampai akhirnya dia membinasakan roh kita. Tetapi Tuhan Yesus datang katanya, supaya domba-dombanya ... supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Saya yakin kemiskinan bukan datang dari Tuhan, kebangkrutan bukan datang dari Tuhan ... itu dari pencuri. Mana mungkin Yesus mau membiarkan saudara bangkrut, mana mungkin Tuhan membiarkan kita susah, mana mungkin Tuhan membiarkan kita dalam keadaan sakit. Itu penyakit bukan datang dari Tuhan tetapi datang dari si pencuri ini.

Tetapi saya ingin supaya saudara merubah cara berpikir saudara. Jangan sampai saudara berkata bahwa kalau ada sesuatu, itu adalah karena Tuhan, adalah kehendak Tuhan. Kalau penyakit, itu adalah kehendak Tuhan. Penyakit-penyakit itu bukan dari Tuhan tapi dari si Iblis.

Nah, saya waktu ke Australia, saya ketemu dengan seorang Yunani seorang Gerika. Dia ikut khotbah saya, saya berkhotbah dalam bahasa Inggris pada waktu tahun 1982. Lalu saya tanya sama dia: Apakah bahasa Yunaninya - dulu belum ada buku bahasa Yunani, belum ada internet - mengenai kelimpahan? Dia berkata, namanya "perusso". Nah, perusso ini apa artinya? Dia bilang begini: In quality more than super, ini quantity uncountable. Dia berkata: Di dalam kualitas, itu lebih dari super; tetapi dalam jumlah, itu tidak terhitung. Ini arti dari kelimpahan.

Maka Tuhan Yesus datang memberi kepada saudara kelimpahan. Jangan sekali-kali kita takut miskin karena di dalam kelimpahan Tuhan selalu ada sesuatu yang tidak bisa dihitung. Kita miskin oleh karena pikiran kita miskin, oleh karena pikiran kita tidak mengizinkan Tuhan memberkati kita. 

Satu kali ada satu profesor. Dia menyelidiki kutu loncat. Nah, kutu loncat ini ditaruh dalam satu toples. Ditaruh itu dia lompat, ditaruh lagi dia lompat. Namanya saja kutu loncat, pasti loncat. Tetapi ini kutu loncat dia loncat. Lalu satu kali si profesor masukkan kutu loncat itu, lalu dia tutup. Ketika ditutup si kutu itu loncat kena terus akhirnya dia loncat tidak kena atasnya. Dia loncat tapi tidak lagi tinggi, dia tidak lagi kena. Lalu pelan-pelan si profesor buka dilepas, dia loncat di situ-situ aja. Sebab ditutup pertamanya.

Saudara harus punya pikiran yang melompat, yang tinggi, yang jauh, yang penuh dengan berkat. Saudara mampu berbuat sesuatu, saudara mampu menjadi kaya, saudara mampu diberkati Tuhan, saudara mampu, saudara bisa melihat anak saudara sukses, saudara bisa melihat keluarga berhasil. Tetapi si Iblis taruh saudara di satu tempat, dia tutup dengan roh ketakutan, dengan roh kemiskinan. Maka tadi saya katakan yang miskin itu bukan Tuhan - saudara yang miskin, kita punya pikiran yang miskin, kita punya iman yang miskin, kita punya iman tidak percaya Tuhan bisa memberi kelimpahan.

Saudara-saudara, saya suka sangat sedih. Saya tidak tahu harus berbuat apa untuk membuat saudara-saudara hidup di dalam kelimpahan. Sehingga kita tidak lagi menjadi orang yang kopet medit setaker pelit. Itulah yang membuat kita tidak limpah. Kita kolekte sama seperti dengan kita memberi orang parkir. Sedangkan saya saja kasih orang parkir kadang-kadang lima ribu. Tapi ada anak Tuhan yang dia kopet medit sekali dia.

Kalau sama saya dia suka minta supaya saya bisa memberi sama dia. Tapi dia sendiri tidak memberi kepada Tuhan. Dia miskin dalam pikirannya. Tuhan mau berkati tapi dia lompatnya segitu-segitu saja. Dia lompat segitu-segitu saja. Lihat ini Tuhan Yesus datang. Dia, Yesus datang memberi kepada saudara hidup yang berkelimpahan. More than enough, lebih dari cukup. Mari saudara lihat tiga fase orang Israel:

Pada waktu fase pertama orang Israel ada di tanah Mesir: Dia dijajah. Dia tidak cukup apa-apa. Dia kekurangan. Makan dicatu. Orangnya kurus. Empat ratus tahun dijajah, rodi, kerja bakti di Mesir. Tidak punya apa-apa.

Tetapi begitu dia langsung ke padang belantara. Di padang belantara dia mendapatkan pengalaman cukup tapi tidak cukup. Waktu di Mesir, dia tidak punya apa-apa, tidak cukup. Waktu di padang gurun, dia dapat manna dari Tuhan. Cukup. Nggak boleh lebih, nggak boleh makan lebih. Cukup dari Tuhan.

Tetapi ketika dia sampai ke Tanah Perjanjian, di sana ada kata "berkelimpahan air susu dan madu." Di sana dia menghadapi lebih dari cukup. Nah, sekarang saudara mau pilih: Mau pilih menjadi orang kristen di Mesir, kurang cukup ... atau orang kristen-orang kristen, orang Israel di padang belantara, cukup. Atau saudara hidup di Tanah Perjanjian, lebih dari cukup. Jangan ngomong sama saya.

Jemaat ini terbagi tiga. Jemaat Cianjur itu ada yang selalu tidak cukup, ini tidak cukup, itu tidak cukup. Dia masih di Mesir. Ada orang kristen yang bilang, saya sudah cukup. Saya cukup, saya tidak kurang. Saya cukup. Tapi ada orang kristen sudah di tanah perjanjian ... dia memiliki lebih dari cukup.

Ada yang masak, laku sekali dia punya masak, jualan masak. Tapi seminggu dia cuma masak dua kali. Jangan nyalahin Tuhan dong. Dia cuma masak dua kali, habis-habis terus masakannya. Tapi kalau dia umpamanya masak tiga kali, pemasukannya bertambah apa tidak? Bertambah. Umpamanya satu minggu dia masak empat kali, bertambah apa nggak? Bertambah. Tapi dia bilang, cukuplah dua kali saja cukup. Ya, sudah. Nggak bisa memberi, nggak bisa berkorban. Cukup.

Di Kalimantan, saya ketemu dengan satu bapak, orang Dayak. Dia bangkrut. Ketika dia bangkrut, dia menjadi supirnya dari bapak Pendeta Ekel Tumondo, bekas pengerja di sini, sekarang ketua MD. Dia mulai hidup tidak punya apa-apa, banyak hutang, tidak cukup. Lalu dia kerja sebagai supir, tidak mau dibayar. Sebelas tahun, saudara-saudara. Sebelas tahun dia jadi supir. Oom, saya tidak mau dibayar. Saya ingin bekerja buat Tuhan. Cukup. Makan cukup semua.

Tetapi sekarang saya dengar, kemarin saya ketemu Ekel. Bagaimana itu bapak? Dia sekarang punya proyek, saudaraku, adalah batu bara. Cari pembeli. Punya batu bara begitu banyak. Karena di kalimantan Timur itu, gali satu meter sudah batu bara. Lebih dari cukup sekarang.

Nah, sekarang saudara hidup di mana? Karena di dalam Kristus, ada hidup berkelimpahan. Saya sampai lihat, apa salah ini ayat apa tidak. Mana mungkin Tuhan Yesus bilang hidup berkelimpahan lalu kita hidup dalam kekurangan. Saya tidak yakin kalau Dia bilang kita hidup berkelimpahan pasti dan pasti kita hidup di dalam kelimpahan. Tidak ada hutang. Kenapa? Mari kita buka dalam Kitab Ulangan  

28:1 "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
28:2 Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:
28:3 Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.
28:4 Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.
28:5 Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.
28:6 Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.
28:7 TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu.
28:8 TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
28:9 TUHAN akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.

Tujuh kali kata "diberkatilah.": Enam kali kata "diberkatilah engkau", satu kali "Tuhan akan memberkati engkau."

Jadi tujuh kali. Masa Tuhan mesti ngomong sampai tujuh kali supaya kita yakin kita ini umat keberkatan Tuhan? Di atas kepala saudara itu ada pancuran air berkat. Saudara jalan kemana saja, saudara diberkati Tuhan. Saudara diberkati Tuhan. Saudara tidak usah hidup kekurangan. Saudara hidup di dalam kelimpahannya Tuhan.

Kadang-kadang saya musti menangis di depan Tuhan. Tuhan, saya ini apa sih sampai Tuhan memberkati saya, siapa saya ini, saya belum buat apa-apa Tuhan tapi Engkau memberkati saya, Engkau menolong saya. Kenapa tadi saya bilang, pikiran saudara itulah yang membuat saudara tidak diberkati? Contoh paling besar dari berkat itu dalam hal memberi. Ketika saudara memberi, saudara diberkati Tuhan.

Saudara, saya mau kasih kesaksian. Yang membangun STT ini, dia menyumbang 1 milyar. Belum pernah saya dikasih uang 1 milyar itu belum pernah. Tapi dia bilang, bapak mau uangnya saya tulis di cek atau mau saya bangunkan. Saya tahu diri. Saya bilang, silahkan bapak saja yang bangun. Dia kirim orangnya. Lalu dia bangun hotel di Bali, minta saya juga yang buka. Ketika itu dia bersaksi. Saya tidak akan kurangi tidak akan tambah dia punya kesaksian. Dia bilang, saya banyak menyumbang tidak mau pakai uang cash karena kalau saya lihat takut saya nanti memberi. Saya menyumbang pakai cek. Nol nya sembilan. Saya kasih. Kalau uangnya yang saya kasih nanti orang, aduh saya kaya. Maka saya menantang saudara - katanya dia - beri kepada Tuhan maka Tuhan akan memberi kepada saudara.

Dia punya perpuluhan satu tahun, itu hampir-hampir mencapai 10 M. Dia katakan, dari semua pekerjaan Tuhan yang dia sumbang, Cianjur paling besar. Dia kasih 1 M, Cianjur itu paling besar. Nah, saya ingin mata saudara itu bisa lihat, bisa belajar. Bukan cuma berdoa. Tapi mempraktekkan bahwa di dalam Kristus itu ada kelimpahan.

Mungkin ada di antara saudara-saudara mulai menangkap apa arti firman Allah. Saudara mulai menangkap ayat sabda Tuhan ini. Dan saudara mau praktekkan. Tidak usah ngomong si A, si B, berbuatlah. Nanti saudara akan lihat, Nanti saudara akan menyaksikan. Aku datang supaya mereka memperoleh hidup yang berkelimpahan. Saudara bisa aminkan Tuhan Yesus kita adalah memberikan berkat yang berlimpah kepada kita? Memberikan kelimpahan. Sekarang berkat yang berikutnya dari Tuhan Yesus datang ke dalam dunia. Galatia

5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Yang kedua adalah kemerdekaan. Minggu lalu saya sudah bicara pembebasan, kelepasan. Sekarang saya mau bicara tentang kemerdekaan. Kemerdekaan itu ada dua: Merdeka secara badan, merdeka secara jiwa ... secara rohani. Mari kita lihat itu lagu Indonesia Raya. Indonesia tanah airku, Tanah tumpah darahku, Di sanalah aku berdiri, Jadi pandu ibuku, Indonesia kebangsaanku, Bangsa dan tanah airku, Marilah kita berseru, Indonesia bersatu, Hiduplah tanahku, Hiduplah negeriku, Bangsaku rakyatku semuanya, Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya.

Nah, kita ini sudah bangun badan kita. Jiwanya belum. Jiwanya belum bangun. Ayo kita banding sama orang-orang Jepang. Orang Jepang dihantam oleh bom, sama dengan kita tahun 45, hancur berantakan. Manusia mati, rusak badannya. Hancur, tahun 45, bulan Agustus juga. Mengapa dia sekarang meningkat begitu menjadi tenaga ekonomi nomor dua di dunia?

Saudara lihat Tiongkok sekarang. Singapura banding sama Shanghai, ya Singapura nggak ada apa-apanya. Shanghai luar biasa. Hongkong apalagi. Singapura belum ada apa-apa. Memang di pedalaman ada yang miskin, tapi dibuka sekarang, semua bangun jiwanya. Kadang-kadang kita ini, saudara, jiwa kita tuh belum merdeka. Jiwa kita belum dimerdekakan.

Kalau saudara punya jiwa merdeka, nggak ada benci lagi, nggak ada marah lagi, nggak bisa sakit hati lagi. Sudah merdeka saya. Orang mau benci sama saya, urusan dia. Tapi saya tidak bisa lagi dipengaruhi. Saya sudah merdeka. Jangan mau diperhamba lagi. Orang Indonesia sekarang besar, gemuk, tinggi, tapi jiwanya belum. Merdeka dong, merdeka di dalam Tuhan. Saudara senang saudara dimerdekakan? Masih di dalam Galatia 

4:8 Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.
4:9 Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?
4:10 Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun.
4:11 Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia. 

Katanya kristen, sudah punya Yesus Juru Selamat dunia. Ini telinga saya sendiri yang dengar. Kemarin saya naik motor. Sampai di daerah Bogor, sakit perut. Saya bilang sama teman, sakit perut saya. Kantongan batu. Buat apa ngantongin batu? Yang aku perlu itu WC, bukan batu. Pulang dari Bogor, sampai sini, ada yang ngomong, ini bulan Mulud. Mun bulan Mulud teh loba kacelakaan, loba musibah (Kalau bulan Mulud itu banyak kecelakaan, banyak musibah). Makana orang teh sok muludan (Makanya orang suka muludan).

Memangnya kita teh agama apa sih? Kan kita sudah dimerdekakan oleh Yesus. Ayo, ada yang masih suka muludan, masih percaya mulud? Orang kristen masih keneh percaya mulud, Kristen apa itu namanya? Kristen bakekok ngaranna. Jangan percaya hari, bulan. Jangan percaya ini, itu.

Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun. Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia.

Apa yang saya mau tekankan kepada saudara? Kita teh hidup di dalam berkat Tuhan! Saudara sudah hidup di atas. Kalau saudara hidup di atas begini, saudara bukan lagi di bawah. Kita sudah ada di atas sini. Jadi orang yang Muludan, mau celaka itu, di sini aja semua. Kita sudah di sini, kita lebih tinggi dari semuanya. Itu karena anugerah Tuhan. Dengan anugerah Tuhan itulah, kita dibebaskan oleh Tuhan. Kita merdeka di dalam Tuhan.

Yang terakhir, Efesus

1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,

Kita ditebus. Artinya ditebus itu asalnya kita sudah digadaikan. Tetapi oleh darah Yesus, tidak ada satu uang di dunia yang bisa menebus dosa - hanya darah Yesus! Oleh darah Yesus, Dia tebus balik dan kita diampuni oleh Tuhan. Betapa senangnya kita hidup di bawah pengampunan. Kita bebas, tidak lagi tunduk di dalam otoritas dari setan dan Taurat. Kita tidak sakit hati lagi sama orang. Kalau orang itu sakit hati sama kita, itu urusan dia sama Tuhan. Tapi dari kita tidak ada apa-apa lagi. Kita sudah ditebus dari dosa. Kita hidup berkelimpahan. Dan kita mendapatkan kemerdekaan di dalam Kristus.

Malam hari ini, milikilah cara berpikir yang kaya dari Tuhan. Cara berpikir limpah dari Tuhan. Saya ingin beri tahu kepada saudara. Saya hampir tiap hari doa selalu di dalam bahasa Roh. Berdoa di dalam bahasa Roh, meningkatkan iman kita. Meyakinkan kita, membangun rumah rohani kita. Sampai kita tidak lagi dapat disalahkan, dituduh oleh Iblis. Karena kita sudah menang di dalam Tuhan. Sekian renungan firman Allah. Kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Jumat Agung, 14 April 2006

ANUGERAH HERAN

Firman Tuhan pada sore hari ini bertemakan "Anugerah Heran Sungguh Indah."  

I Korintus

15:1 Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
15:2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.
15:3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
15:4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
15:5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
15:6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
15:7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.
15:8 Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
15:9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
15:11 Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.

Ayat 1 berkata bahwa Injil yang kita dengar, yang diberitakan oleh Paulus membuat kita teguh berdiri. Dalam ayat ke 2, kita mendapatkan lagi keterangan Injil yang kita terima menyelamatkan kita. Yang ketiga, ayat ketiga, dikatakan tidak lagi Injil tetapi Kitab Suci atau Scripture. Dikatakan Yesus disalib karena dosa-dosa kita sesuai dengan Kitab Suci.

Kenapa Yesus disalib? Bukan karena orang Yahudi jahat, bukan karena orang yang lain jahat menyalibkan Yesus - tapi karena dosa kita! Karena dosa kita, menurut Kitab Suci, maka Yesus disalibkan. Di dalam ayatnya yang keempat,

15:4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci.

Jadi kita mendapatkan 4 hal pada sore hari ini:

Yang pertama, di dalam injil kita berdiri teguh. Yang kedua, di dalam Injil kita diselamatkan. Yang ketiga, sesuai dengan kitab suci, Yesus mati karena dosa-dosa kita. Yang keempat, sesuai dengan kitab suci, dia mati dikuburkan tapi pada hari yang ketiga Dia dibangkitkan. Dan dalam ayat berikutnya, kita mendapatkan ayat yang kita tidak bisa mengerti karena begitu penuhnya hati rasul Paulus dengan ayat-ayat itu ... dengan Firman Allah. 

15:5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.

Loh, Yudas kan sudah mati. Berarti kalau Yudas sudah mati, hanya sebelas. Kenapa ayat ini berkata, Yesus menampakkan diri kepada ke-12 murid?

Ada pendeta di Amerika berkata, yang ke-12 itu, taruhlah nama kita di sana! Taruhlah nama saudara di tempatnya Yudas. Menggantikan Yudas. Ada seorang pendeta lain berkata lagi, bahwa mungkin Matias itu yang dimaksud. Ada pendeta lain yang berkata, mungkin Paulus menempatkan diri bersama. Tapi itu jangan kita terlalu pikirkan karena ini begitu penuhnya Paulus dengan Firman Allah sehingga banyak hal kita yang hampir-hampir tidak mengerti.  

15:6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus.

Lima ratus berapa? Kita tidak dikasih tahu. Berikutnya.

15:6 ... ; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
15:7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.

Kan rasul itu 12 murid! Saya katakan tadi, Paulus begitu penuh dengan cerita injil; dia ingin bercerita, dia menulis surat kepada jemaat Korintus betapa hebatnya anugerah Tuhan sampai dia seolah-olah mengulang-ulang apa yang dia katakan. Berikutnya.

15:8 Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
15:9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.

Begitu rendah hati Paulus ini. Dia bilang: Aku sebetulnya tidak layak disebut rasul. Sebab paling bontot, paling akhir Yesus menampakkan diri kepada Paulus. Dia menampakkan diri di jalan ke Damsyik, di sana tiba-tiba dia dipukul dengan cahaya terang dan datanglah suara dari langit berkata: Saul, Saul ... kenapa engkau mengejar-ngejar Aku? Dengan buta matanya dia bertanya: Siapakah Engkau, Tuhan? Siapakah Engkau, Tuhan? Berarti dia belum kenal Tuhan. Akulah Yesus. Yesus itu Tuhan, ada amin saudara? Akulah Yesus yang kamu kejar-kejar.

Saudara, betapa jahatnya Saulus karena dia menganiaya Jemaat Allah. Dia dari rumah ke rumah. Sekarang baru gereja saja kita ditutup sudah bingung kita. Tapi dulu dari rumah ke rumah orang kristen ditarik dianiaya dipukulin oleh Saulus ini, oleh orang yang bernama Saulus yang jahat ini. Tapi ayat ke-10, dia berkata:   

15:10 Tetapi karena kasih karunia - Anugerah - Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua;

Lebih dari siapa? Lebih dari 12 dan lebih dari 500 orang, tambah 1 Yakobus. Lebih dari 500 orang! Dibanding dengan 1 Paulus, Paulus lebih rajin kerja dari pada 500 ini plus 12 murid Yesus ini. Aku kerja lebih banyak lebih giat dari pada 500 orang ini.

Maka saya mau katakan, orang yang kenal anugerah Tuhan, dia tidak akan mengundurkan diri. Dia tidak akan mundur. Tidak mungkin dia mundur. Karena apa? Dia ingin berproduksi, dia ingin menghasilkan sesuatu, dia ingin berhasil, dia ingin mengerjakan apa saja untuk Tuhan, karena apa? Aku kerja lebih banyak dari yang 500 orang ini. 

Nah, kita tadi menyanyi Anugerah Heran Sungguh Indah. Lagu ini, saudara, diciptakan oleh seorang yang bernama John Newton. John Newton ini dia lahir pada tahun 1725 dan meninggal pada tahun 1807, sudah 200 tahun yang lalu. Dia menciptakan 3 bait yang pertama. Dan stanza yang keempat dan stanza yang kelima itu setelah dia mati, ditambahkan lagi oleh seorang yang bernama John Reese, yang lahir pada tahun 1828 sampai tahun 1900.

Pada kuburannya John Newton ini, di bongpainya itu ... di batu nisannya, ditulisi kata-kata yang dia sendiri sudah tulis sebelum dia mati. Tolong taruh kata-kata ini pada saya punya batu nisan. Kata-katanya berbunyi demikian: "John Newton, seorang pegawai. Dulu orang yang rusak di kota Libertine, pelayan dari para budak di Afrika. Dengan kemurahan Tuhan yang limpah dari Tuhan kita dan Juru Selamat Yesus Kristus, sudah ditolong, direstorasi, diampuni dan dipilih untuk mengkhotbahkan iman yang dulunya saya usahakan tidak pernah mau tahu sebelumnya."

Tulisan itu dibuat oleh Newton sendiri setelah beberapa tahun menjadi pedagang budak yang keras. Injil dia tidak mau tahu karena injil melawan perdagangan budak. Injil tidak mengizinkan memperbudak seseorang. Dia itu jual beli budak, dengan kejam dengan keji di Afrika. Dia tidak mau injil. Kalau ada orang itu dia tidak mau dengar. Maka dia jual-beli, jual-beli. Pokoknya dia budak dia menghasilkan uang sama dia.

Dan apa yang terjadi? Orang yang sesat ini pada akhirnya dia bertemu dengan Yesus dan setelah dia bertemu dengan Yesus dia langsung berbalik 180 derajat berubah drastis dan mempertahankan injil yang dia dulu meremehkannya. Dia terima Tuhan Yesus ini. Sepanjang pelayanan dari pendeta - dia menjadi pendeta akhirnya - John Newton ini - "Anugerah Heran" telah menjadi pusat dari pemikiran dari Newton ini.

Lalu ketika dia berusia 82 tahun, jemaat merasa kasihan sama dia, dia diminta untuk pensiun. Sudah, bapak pensiun saja karena bapak banyak sakit. Karena alasan kesehatan sudah menurun, harap pensiun. Dia menjawab begini: "Memang pikiran saya sekarang ingatanku hampir hilang. Tetapi dalam keadaan yang sedemikian, aku masih ingat 2 hal. Yang pertama: Aku masih ingat aku ini orang berdosa. Dan yang kedua, aku masih ingat, Yesuslah Juru Selamat dunia."

Saudara, kalau kita datang kepada Tuhan tidak mengaku bahwa kita ini orang berdosa, kita merasa kita cukup baik, kita tidak merasa sebagai orang yang perlu pertolongan maka kita tidak akan mengerti anugerah Tuhan itu.

Lagu Amazing Grace, saudara, diciptakan ... dibuat pada tahun 1773. Lagu ini pernah dinyanyikan dalam 2 Olimpiade, pertandingan olah raga dunia, 2 Olimpiade lagu ini dinyanyikan solo. Tiga kali dinyanyian pada kesempatan olah raga yang lain yang lebih kecil dari Olimpiade. Dia diciptakan pada 1773 tetapi pada tahun 1971 dia lagu ini menduduki puncak tangga lagu di Inggris dan Amerika dalam waktu yang sama untuk beberapa minggu. Orangnya sudah mati. John Newton sudah mati tapi inspirasinya, kata-kata dari nyanyian ini, sudah menggugah jutaan orang bahkan sampai saat ini.

Grace atau dikatakan anugerah yang heran. Amazing Grace itu kalau saya salin dalam bahasa sehari-hari, itu anugerah yang luar biasa. Dalam bahasa Yunani, kata grace kasih karunia, dipakai kata charisma. Apa artinya charisma?

Untuk mengerti charisma, saudara mengerti gaji dulu. Kalau saudara kerja, lalu dikasih uang satu 1 bulan 1 juta umpamanya, saudara sebetulnya tidak perlu saudara berterima kasih karena itu uang saudara. Saudara bekerja untuk uang itu, saudara menjual jasa tenaga saudara bekerja, nah saudara diberi uang itu. Saudara nggak usah berterima kasih. Ini uang saya untuk membayar waktu saudara kerja.

Tapi grace, charisma, itu saudara nggak kerja apa-apa, saudara nggak tahu apa-apa tiba-tiba Tuhan Yesus memberi sesuatu yang luar dari harganya. Tidak sesuai dengan apa yang saudara perlu. Saudara perlu hanya 10 sen tapi Tuhan kasih 1 milyar, umpamanya. Wah, itu sangat terlalu besar, terlalu banyak, terlalu indah. Itu sebabnya pencipta lagu ini, dia berkata Amazing Grace ... anugerah yang luar biasa.

Saya itu lidah terbatas ngomong tapi saya ngerti apa yang saya mau ungkapkan. Tapi lidah saya tidak cukup cerita betapa tinggi dalam panjang lebar dan luasnya anugerah dari Tuhan.

Saya mau membedakan anugerah Tuhan dengan kemurahan Tuhan sebab banyak kita seringkali mencampur-adukkan anugerah Tuhan dengan kemurahan Tuhan. Kemurahan Tuhan itu berbeda dengan anugerah Tuhan. Saya beri contoh.

Yang pertama-tama saudara, kemurahan Tuhan itu waktu Abraham disuruh membawa Ishak, anaknya, untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Saya pakai kata-kata jelas ... untuk disembelih untuk dibunuh. Anak ini anak perjanjian. Dia minta anak ini. Persembahkan kepada-Ku. Dia menurut sama Tuhan. Tuhan yang kasih ini anak sekarang Tuhan mau ambil. Bahkan kayunya, si anak itu yang bawa sudah disiapkan dia tidur di atas kayu itu. Dan saudaraku, Abraham mulai angkat pisaunya. Ketika Abraham mau tusukkan pisau untuk anaknya, ada malaikat memegang tangannya. Nah, ini kemurahan Tuhan. Kemurahan Tuhan adalah yang menahan tangan Abraham dari membunuh anaknya. 

Anugerah Tuhanlah yang menyediakan domba pengganti. Ada korban, domba. Bukan anak ini yang harus dikorbankan, itu domba. Domba ada di belukar, di atas gunung. Dari mana itu datangnya domba? Siapa?  Itulah yang saya katakan, itu anugerah. Ada domba pengganti.

Kemurahan Tuhan adalah waktu Tuhan mencari Adam dan Hawa yang sudah jatuh: Adam, Adam, di manakah engkau? Itu kemurahan Tuhan. Di sini kami sedang bersembunyi. Kami takut melihat Engkau. Anugerah Tuhanlah yang membuat Tuhan mengambil seekor domba. Tidak dikatakan. Tapi yang dikatakan, Dia membungkus ketelanjangan Adam dan Hawa dengan kulit domba yang disembelih. Kulitnya dipakai untuk menutup ketelanjangan dari pada Adam dan Hawa.

Siapa Domba itu? Bukankah Yohanes Pembaptis berkata: Tengok, Dialah Anak Domba Allah yang mengangkut dosa seisi dunia. Saudara dicari oleh Tuhan oleh kemurahan Tuhan. Tetapi saudara disediakan Yesus yang menjadi Anak Domba Allah sebagai anugerah dari Tuhan. 

Kemurahan Tuhan juga saudara, yang membuat Sang Bapa lari kepada anak terhilang, si bungsu yang pulang kepada Bapanya. Si bungsu yang compang-camping, dia berlutut dia berkata: Bapa, aku tidak layak menjadi anak bapa. Aku sudah berdosa terhadap surga dan terhadap bapa. Jadikan saja aku kacung, jadikan saja aku pembantu rumah tangga, jadikan saja aku yang paling rendah ... cukup bagiku. Bapanya memeluk anak ini, itu adalah kemurahan Tuhan. Tetapi ketika bapanya bilang: Bawa jubah yang terbaik ... itu anugerah Tuhan. Ambilkan kasutnya, pakaikan kepada dia - itu anugerah Tuhan. Ambil cincin, pasang di jarinya ... itu anugerah Tuhan. Bikin pesta, ambil lembu yang tambun, kita pesta - itu anugerah Tuhan!

Kemurahan Tuhan dengan anugerah Tuhan itu adalah lain. Kemurahan Tuhanlah yang membuat Yesus bicara sama perempuan yang ketangkap berbuat zinah dan Dia berkata: Tidak adakah yang menghukum engkau? Itu kemurahan Tuhan. Tidak ada. Anugerah Tuhan yang berkata ... Yesus berkata kepada perempuan itu: Kalau begitu kamu pergi dan jangan berbuat dosa lagi - itu anugerah. Kita tidak layak menerimanya tapi Dia beri. Kita tidak layak menerimanya karena terlalu besar tapi Tuhan beri.

Kemurahan Tuhan yang membuat Tuhan Yesus berbicara kepada Zakheus: Hai Zakheus, buat apa kamu naik pohon? Turunlah, Aku mau masuk ke dalam rumahmu - itu kemurahan Tuhan! Zakheus turun. Anugerah Tuhanlah yang berkata: Hari ini keselamatan datang kepada seisi rumah tangga ini karena orang ini adalah anak Abraham. Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan orang yang terhilang. Orang yang tidak merasa bersalah dia tidak perlu Tuhan Yesus. Tapi kita semua kita merasa kita orang berdosa, kita banyak keliru. Kita perlu Tuhan Yesus. Dia juru Selamat dunia. Itu anugerah dari Tuhan.

Saudara ingat Maria Magdalena yang dirasuk oleh 7 setan. Saudara lihat hari-hari ini di televisi, di sana kesurupan di sini kesurupan. Yang heran, yang kesurupannya itu wanita-wanita. Menjerit-jerit. Ini yang masuk 7 setan, biangnya kesurupan. 7 setan disembuhkan oleh Tuhan Yesus, itu kemurahan Tuhan. Anugerah Tuhan yang menjadikan Maria Magdalena penginjil pertama setelah kebangkitan Yesus: Beritahu kepada saudara-saudaraku bahwa Aku sudah bangkit! Beritahu kepada murid-murid yang lain. Itu Maria Magdalena. Dari orang yang kesurupan, dari orang yang dirasuk 7 setan, dia menjadi penginjil. Mulai lewat kemurahan Tuhan lalu Tuhan kasih anugerahnya yang tak terhingga.

Kemurahan Tuhan yang membuat Yunus masih dipanggil sama Tuhan. Sudah gagal. Yunus, pergi ke Niniwe! Eh, dia malah pergi ke Tarsis. Kalau saudara punya pembatu rumah tangga disuruh ke Sukabumi, dia malah ke Bandung, saudara masih mau pakai nggak pembantu seperti itu? Tidak akan dipakai. Tapi Tuhan tidak. Dia tidak mau ke Niniwe dia ke Tarsis, Tuhan kasih ikan. Tuhan kirim angin. Tuhan tenggelamkan dia di laut, dan dia suruh ikan itu telan Yunus, jangan diapa-apain telan saja. Bayangin saudara, Yunus 3 hari 3 malam dikolomoh sama itu ikan. Itu ikan hampir tidak tahan lagi karena nggak mau diam ini. Dimakan nggak boleh, dicerna nggak boleh. Bawa ke Niniwe. Begitu sampai di Niniwe, dimuntahkan oleh ikan ini, keluarlah Yunus ini. Ini kemurahan Tuhan. Tapi anugerah Tuhanlah saudara, yang membuat orang Niniwe bertobat. Anugerah Tuhanlah yang membuat hatinya Tuhan menyesal mau membunuh Niniwe. Kasihan kata-Nya, orang itu ada 120 ribu tidak tahu membedakan tangan kanan dan tangan kiri.

Saudara hari-hari ini kita perlu tahu apa itu anugerah Tuhan. Banyak orang salah paham sama kita, banyak orang yang menyakiti perasaan kita tapi coba hiduplah dalam anugerah Tuhan. Anugerah Tuhan itu lebih besar dari kesalahan orang. Berikutnya saudaraku.

Ingat Petrus? 3 kali bersumpah: Aku tidak kenal Dia, aku tidak kenal Yesus. Sebelum ayam berkokok satu kali, kamu sudah menyangkal Aku 3 kali. Menangis Petrus. Setelah 3 hari kemudian Yesus bangkit, belas kasihan kemurahan Tuhanlah yang membuat Yesus datang sama Petrus: Hei, Petrus, apakah engkau mengasihi Aku? Tiga kali ditanya, nangislah Petrus. Ya Tuhan, Tuhan yang tahu saya mengasihi Engkau. Tapi Tuhan tahu dia menyesal. Itu kemurahan Tuhan. Anugerah Tuhan yang menjadikan Petrus menjadi rasul pertama yang dalam khotbah pantekosta, 3.000 orang bertobat, itu anugerah Tuhan. Bayangan Petrus berjalan, orang sakit disembuhkan. Ketika Petrus dipenjara, anugerah Tuhan yang membuat dia terlepas membuat dia keluar dari penjara, itu anugerah Tuhan.

Yang terakhir, kita mau mengingat, yaitu Paulus sendiri. Kemurahan Tuhan yang membuat dia dipukul jatuh di Damaskus. Tetapi anugerah Tuhanlah yang membuat dia menjadi rasul.

Mungkin kalau saya cerita satu cerita ini yang betul-betul terjadi, saudara akan mengerti maksud anugerah Tuhan.

Pada abad ke-18, di satu negara, ada seorang pencuri yang baru keluar penjara. Dia dilepas baru keluar dari penjara dan dia kemalaman di satu kota, dia ingin bermalam tidak tahu harus ke mana. Belum ada listrik waktu itu. Dia minta izin bermalam di satu gereja. Oh, silahkan. Tidur.

Besok subuh pendeta bangun mau sembahyang, dia kaget. Piring-piring dari perak sudah hilang, sendok garpu dari perak sudah hilang, semua peralatan gereja di dapur yang dari perak, itu semua hilang. Satu karung penuhnya, hilang semua. Dilihat kamar tamu sudah tidak ada, kosong. Dilihat pintu depan sudah keluar. Pencuri itu sudah lalu. Dia lapor sama polisi: "Saya kecurian peralatan gereja. Ini bagus sekali, mahal sekali. Ada orang tadi malam bermalam dan dia mencuri barang-barang itu." Dikejar sama polisi memakai kuda.

Pada waktu sore orang itu sudah tertangkap. Dengan tangan terikat, piring-piring dan sendok dari perak masih ada satu karung. Mau diapakan ini, pak? Mau dipenjara? Dia bilang sama itu pencuri: "Kenapa kamu mencuri? Apa salah saya? Kamu minta nginap, aku kasih. Kenapa kamu mencuri?" Itu pencuri tidak bisa menjawab. Jadi mau diapakan ini pak, kata polisi. Dia bilang begini: "Aku mau membeli jiwamu. Ini kamu mencurikan tadi pagi, sekarang aku beri kepada kamu. Ini aku kasih. Ini kamu bukan mencuri. Sekarang aku memberi kepadamu sebagai modal hidupmu. Dan aku tambah dengan 2 kaki dian yang dari perak yang lebih mahal, ini aku beri sekalian kepadamu untuk modal hidupmu. Hidup barulah dan jangan mencuri lagi." Waktu pencuri itu datang, ketika pendeta ini mengampuni - itu adalah kemurahan Tuhan. Tapi ketika dia tambahkan 2 tempat lilin kaki dian untuk diberi kepada pencuri ini untuk dijadikan modal - itu anugerah.

Itu sebabnya tambah saudara merenung kepada Tuhan, ini anugerah Tuhan tidak bisa diterangkan lebih jelas lagi. Sebagai ayat terakhir II Korintus

5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

Bahasa Inggris tidak begitu bunyinya. Karena Dia sudah membuat Dia ... maksudnya Bapa membuat Yesus yang tidak tahu dosa menjadi dosa bagi kita, supaya kita menjadi kebenaran Allah di dalam Dia. Yesus tidak tahu dosa, Dia tidak kenal dosa dijadikan dosa karena kita. Jadi tadi pagi satu pendeta dia berdoa, di dalam Yesus itu penuh dengan dosa-dosa kita. Semua dosa umat manusia ditaruhkan di dalam Yesus. Dia yang tidak mengenal dosa dijadikannya dosa supaya kita hidup menjadi kebenaran Allah di dalam Dia.

Perpindahan. Pnebusan. Bukan pakai uang tapi perpindahan tempat. Kalau saudara menggadaikan sesuatu, saudara ada uang, toh ditebus kembali itu barang. Harus 300 ribu, 300 ribu. Tapi ini bukan dengan uang. Hanya dengan uang tidak ada yang bisa menebus dosa. Jadi perpindahan tempat - Yesus yang tidak pernah menjadi dosa dijadikan dosa - ini kemurahan Tuhan. Kita yang berdosa dijadikan kebenaran Allah di dalam Dia - ini anugerah Tuhan! Saudara bisa bilang haleluyah?

Maka pada malam hari ini, tidak ada lagi yang lebih baik bagi kita. Hanya ini yang satu-satunya kita bisa kerjakan: Berterima kasih dan kita menerima kemurahan Tuhan bagi kehidupan kita. Kita berdiri bersama-sama.

 

Amazing Grace ~ Anugerah Heran

1- Anug'rah Heran Sungguh indah / S'lamatkan orang dosa / Dulu aku buta serta ku tersesat / S'karang balik dan lihat

2- Anug'rah Heran Mengajarku / S'mua takutku lenyap / Betapa mahalnya anug'rah Tuhanku / Saat aku percaya

3- Tuhan berjanji baik padaku / Firman-Nya harapanku / Dia perisaiku dan bagianku / Selama hidupku

4- Lewat bahaya dan cobaan / Aku sudah datang / Anug'rah-Mu Tuhan sudah memimpinku / Dan membawaku pulang

5- Beribu tahun di surga / Bersinar bagai surya / Tiada sehari tanpa memuji Dia / S'perti awal percaya

(Bait 2 s/d 5, diterjemahkan dari versi aslinya oleh Pdt JE Awondatu).

-- o -- 

Minggu, 16 April 2006

KEMENANGAN MELALUI YESUS KRISTUS

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Yesus sudah bangkit! Puji Tuhan. Kita akan membaca Alkitab kita dari I Korintus

15:57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Dalam salinan bahasa Inggris dikatakan kemenangan melalui Yesus Kristus, Tuhan kita. Saya ingin berbicara mengenai kemenangan melalui. Kemenangan bukan langsung saudara yang menang tetapi kemenangan yang saudara dapat melalui orang lain. Kata kemenangan kita bisa mengerti kalau kita mengerti tentang perjuangan, tantangan hidup, pertandingan, kontes, hal sesuatu yang ada hubungannya dengan dipertandingkan.

Nah, saudara-saudara, kita sedang berperang. Menurut Ayub pasal 7:1, hidup manusia di dalam dunia ini adalah seperti orang perang dan seperti orang upahan. Setiap hari kita perang. Kita berperang dengan diri kita sendiri. Kita berperang dengan hawa nafsu kita. Kita berperang dengan Iblis. Kita berperang melawan setan. Kita berperang. Tetapi kalau kita baca ayat tadi, kita menang melalui Yesus Kristus, ada haleluyah?

Nabi Muhammad ada kuburannya, ada mayatnya. Budha ada kuburannya, ada mayatnya. Kong Hu Cu ada kuburannya, ada mayatnya. Yesus Kristus ada kuburannya tetapi tidak ada mayatnya! Karena Dia sudah bangkit pada hari yang ketiga. Kalau kita membaca dari ayatnya yang ke-50,

15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.
15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.
15:53 Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.
15:54 Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.
15:55 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.
15:57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu - air matamu, keringatmu, cape hatimu, jerih payahmu - tidak sia-sia - di dalam Tuhan -.

Kembali kepada ayat kemenangan melalui. Kemenangan melalui. Mari kita ingat I Samuel 17, bagaimana ada dua peperangan. Satu lembah, namanya lembah Ella ... itu mungkin tiga, empat, lima kali lapangan sepak bola. Saya sudah pernah lihat ke sana. Di sebelah satu sisi sini orang-orang Filistin mengeluarkan jawaranya, seorang raksasa yang bernama Goliat. Siang malam dia menantang Israel: "Beri kepadaku pahlawan yang bisa melawan aku. Supaya aku ini bisa berperang. Siapa yang menang, dia akan dianggap menang mewakili segala bangsa. Kalau aku menang, Filistin menang atas Israel. Kalau pahlawanmu menang, Israel menang atas Filistin."

Nun di satu desa, yaitu Betlehem, Isai sedang bicara sama Daud: "Daud, kamu pergi ke tempat perang. Lihat kakak-kakakmu." Di sana ada tiga kakak Daud jadi tentara. Bawalah roti kismis ini, bawa untuk kasih sama kakak-kakakmu. Dibawa oleh Daud. Bawa. Begitu sampai sana, kaget Daud. Karena dia lihat raksasa yang tinggi besar sedang menantang orang Israel. Dan dari Israel semua kecut, tidak ada yang berani maju. Raja Saul pun sedang bersembunyi. Lalu dia bilang sama kakaknya: Ko, ini roti dari papa. Siapa itu yang menantang-menantang?

Raksasa hebat, dia juara, pahlawan menang perang. Lawan dari pahlawan yang lain, dia juara dari kota Gad. Dari lima kota dari orang-orang Filistin: Gad, Gaza, Eskalon, Ekerlon, Asdod, ada lima ... ini yang paling juaranya. Dia menantang sudah sebulan, tidak ada yang berani lawan. Saya lawan, kata Daud. Saya lawan. Kamu ini sombong amat. Kamu bisa apa? Loh, saya ...

Daud kasih kesaksian sama koko: "Pernah ada sama saya menyerang seekor singa. Saya pegang rambutnya, saya goncang, saya pukul dengan tangan, dia mati. Kemudian di waktu yang lain, ada beruang. Beruang datang juga saya pukul, juga mati. Siapa orang ini yang tidak disunat, yang menantang umat Tuhan dan tidak ada yang bisa." Nah, dibawalah Daud ini, saudara, kepada Saul dan dikenalkan: "Baginda Saul, ini Daud, adik hamba. Tapi dia ingin perang katanya melawan Goliat."

"Kamu mau perang melawan Goliat? Dia itu juara. Lihat otot-ototnya besar, besar badannya. Hebat, luar biasa. Jangan kamu ngelawan sama dia." Tapi tidak. Dia ulangi lagi, saya pernah lawan beruang, saya pernah lawan singa. Singa kalah oleh saya. Kalau begitu, kata Saul, kamu musti perang. Coba pakai baju perang saya. Dipakaikanlah helm. Pakai itu helm, blak, nutup matanya. Wah, terlalu longgar ini, karena Saul juga orang besar. Terlalu longgar ini, tidak cukup.

Coba pakai baju besi. Dipakai baju besi. Waduh, ini tangannya begini, tidak bisa begini, karena terlalu lebar. Terlalu lebar, saya nggak bisa. Jadi kamu mau perang pakai apa? Sudahlah, saya mau pakai alat sehari-hari saya, ketepel. Kamu mau melawan raksasa itu pakai ketepel? Ya, saya mau pakai ketepel. Dan saudara-saudaraku, dia datang sama Goliat. Goliat ini tersinggung: "Apakah aku ini anjing, sampai kamu datang ke sini pakai tongkat? Apa aku ini anjing?"

Kamu berperang memakai tombak dan memakai lembing tetapi aku berperang dengan nama Tuhan. Saudara-saudara, apa yang terjadi? Aku akan kasih bangkaimu pada burung-burung di langit. Tusuk sama tombak dilemparkan biar burung-burung di langit makan sama kamu. Tapi tiba-tiba Daud mengambil lima batu. Kenapa dia ambil lima batu? Yang dia perlu cuma satu batu.

Lima batu adalah lima saudara bersaudara Goliat. Goliat itu lima saudara. Semuanya juara-juara di lima kota Filistin. Jadi dia sedang mengambil lima, dia sudah mempunyai rencana untuk melawan kelima raksasa, kelima orang, kelima penjahat dari lima kota dari Filistin. Jadi dia ambil lima. Semua tegang. Dari orang Filistin ketawa-ketawa. Aduh, itu orang kasihan, mati dia. Mampus dia, belum tahu sama Goliat. Sedangkan orang-orang Israel semuanya kecing, semuanya takut, semuanya ngeri.

Saudara-saudara, ketika kita takut, raksasa itu jadi kelihatan lebih besar. Tetapi Daud, dia tidak takut. Dia tidak lihat Goliat yang besar. Dia lihat di belakang Goliat ada satu raksasa lebih tinggi, yaitu Tuhan sendiri. Aku tidak akan kalah sama raksasa itu. Lalu dia ambil ali-alinya. Demi Nama Tuhan, dia lepas. Semua Goliat itu tertutup besi. Kepalanya tertutup besi, baju zirahnya dari besi, gadanya dari besi, sampai kepada paha dan betisnya itu ada peralatan besi. Jadi dia jalan, goyang itu tanah. Tapi saudaraku, satu batu dari ketepel Daud ini, dia lepas dan Tuhan pimpin itu batu kena di sini yang tidak ada besi ... kena di jidatnya, langsung roboh. Begitu roboh, Daud lari, cabut pedang Goliat besar itu, dia penggal kepala Goliat. Kepala Goliat jatuh lalu ditusuk oleh pedang itu. Dia angkat pedang ini pergi, datang berlari ke arah orang Israel. Pemudi-pemudi dan ibu-ibu orang Israel menyanyi. Perhatikan:

Nyanyinya begini: "Saul membunuh beribu-ribu tapi Daud membunuh berpuluh-puluh ribu." Daud tidak bunuh beribu-ribu, Daud cuma bunuh Goliat. Yang dia bunuh Goliat. Saul pun tidak perang. Dia tidak perang melawan beribu-ribu. Tidak. Tapi dikatakan, Daud membunuh berpuluh-puluh ribu. Yang dibunuh sama Daud hanya Goliat. Tetapi kata yang menyanyi dikatakan bahwa Daud membunuh berpuluh-puluh ribu.

Artinya apa? Daud punya kemenangan mewakili Israel semua. Daud di dalam alkitab selalu bicara tentang Tuhan Yesus. Kalau saudara mau tahu hidupnya Yesus, saudara tahu dan belajar hidup dari Daud.

Daud seorang gembala; Yesus bilang, Akulah gembala yang baik. Daud memakai tongkat; Yesus membawa tongkat. Daud adalah yang dikasihi oleh Isai; Yesus Anak yang dikasihi oleh Bapa. Daud orang dari Betlehem; Yesus lahir di Betlehem. Daud dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, Kitab Wahyu, namanya disebut; Yesus juga dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, Kitab Yesaya sampai Perjanjian Baru, nama Dia disebut. Dia disebut Alpha dan Omega; sama dengan Daud ... dari Perjanjian Lama sampai kepada Perjanjian Baru. Daud dihalang-halangi oleh Saul; Yesus dihalang-halangi oleh Herodes. Daud pada akhirnya menjadi raja; nanti di akhir zaman Yesus akan menjadi Raja segala raja. Ada haleluyah, saudara?

Daud pernah mengalahkan beruang, pernah mengalahkan singa; Yesus pun pernah mengalahkan Iblis dan kuasa setan. Jadi saudaraku, dua orang ini menggambarkan satu dengan yang lain. Daud menggambarkan Yesus. Sekarang Yesus menang mewakili kita. Itu yang dimaksud oleh ayat tadi.  Dia memberi kepada kita kemenangan.

Ayat 57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan melalui  Yesus Kristus, Tuhan kita.

Ini yang saya maksudkan kemenangan melalui. Orang yang hidup di dalam kemenangan karena Yesus Kristus, dia tidak akan kawin cerai. Orang yang hidup menang di dalam Kristus Yesus, dia tidak akan jadi Don Juan cap Gentong. Orang yang hidup dalam kemenangan di dalam Kristus Yesus, dia akan menghargai Tuhan.

Orang yang kemenangan di dalam hidupnya dalam Tuhan Yesus Kristus, dia tidak akan benci orang lain, dia tidak akan dendam sama orang lain. Orang yang menang karena Yesus Kristus, dia menang bersama dengan Tuhan. Karena Yesus menang, aku menang. Ingat itu, saudara. Kita bukan kita yang menang. Bukan orang Israel yang lawan Goliat. Daud. Tapi Daud menang mewakili Israel.

Ketika Daud menang, orang menari, orang menyanyi. Ketika Yesus menang, kitapun menyanyi, kitapun menari. Ada haleluyah? Kita berkumpul setiap minggu, setiap hari rabu, menyanyi, karena apa? Karena Yesus sudah menang mewakili kita.

Dulu saya suka nonton yang main basket. Saya juga main basket. Saya ikut Bintang Baru, ada main basketnya, ada main bandnya. Saya ikut dua-duanya.

Kalau kita lagi main basket, yang main basket itu lima orang. Pemain cadangannya banyak. Bagitu pemain basket menang, yang pemain cadangan juga menang. Semua sorak sorai. Kenapa? Dia tidak bertanding tapi yang menang itu mewakili mereka. Karena pakai kaosnya sama, Bintang Baru, Bintang Baru, Bintang Baru. Kita nggak main, kita nonton saja. Kita ikut menang karena teman-teman kita menang.

Demikian juga dalam Yesus. Kita menang karena Yesus sudah menang. Kalau Yesus sudah menang, kita menang di dalam Yesus. Kita tidak akan kawin cerai. Orang pantekosta tidak kenal kawin cerai. Kawin cerai, kawin cerai, kawin cerai, cerai kawin, cerai kawin. Tidak. Kalau kita mempunyai Tuhan Yesus, kita tidak usah takut apapun juga. Goliat sudah dikalahkan. Kita hanya tinggal mendapatkan kemenangan. Di dalam Roma 8, mulai baca ayat 11,

8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Bisa bilang haleluyah? Roh Kristus yang sudah membangkitkan Yesus dari kematian, Roh yang sama akan membangkitkan kita juga untuk menghidupkan kita, tubuh yang fana ini oleh Roh-Nya yang diam di dalam kamu. Kita nggak bisa, nggak mampu tapi karena ada Roh Kudus kita jadi bisa, kita jadi mampu. Kita nggak bisa hidup suci. Nggak bisa, kita banyak lemah. Tetapi oleh karena Roh Kudus kita bisa, kita mampu.

Orang yang penuh Roh Kudus, saudara-saudara, dia akan berpakaian cukup sopan. Dia tidak akan berpakaian - maaf bicara - sampai pusar atau belakangnya itu kelihatan. Tetapi yang sopanlah. Apalagi datang di gereja. Datang di gereja yang sopan. Jangan duduk sampai kemana-mana ... masuk angin nanti. Kenapa dia tidak bisa berubah? Karena dia belum dipenuhkan dengan Roh Kudus.

Roh Kudus bisa merubah seseorang, dari malas menjadi rajin. Roh Kudus merubah seseorang, dari tidak berguna menjadi berguna. Roh Kudus merubah seseorang, dari lemah menjadi kuat. Roh Kudus merubah seseorang, dari tidak mampu mentaati firman sampai menjadi mampu mentaati firman. Roh Kudus bisa merubah seseorang, yang kalah menjadi menang. Roh Kudus bisa merubah yang tidak dapat menjadi dapat.

Kalau kita mempunyai Roh Kudus dan kekuatan yang hidup di dalam Tuhan, sama seperti judul film yang dulu itu, Ateng Kaya Mendadak. Kalau kita tidak mempunyai Roh Kudus, kita akan menjadi Mendadak Kaya Ateng. Saudara mau pilih yang mana? Seperti judul film dulu, Ateng kok bisa kaya mendadak? Namanya juga film. Tapi kebanyakan kita justru mendadak kaya Ateng.

Pada malam hari ini saya minta, kalau ada Roh Kudus saudara bisa seperti Ateng, seperti Daud yang kecil mengalahkan orang besar. Tapi kalau tidak ada Roh Kudus, seperti Saul. Badannya besar, pakai baju besi tapi takut. Roma 8 ini tidak berhenti di sana. Tetapi masih ada lagi ayatnya yang ke-31,

8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

Saudara, kita berlindung, kita sembunyi di belakang Yesus kita. Iblis, setan, biarpun bagaimana, kumisnya baplang segede apa, tapi dia lihat Yesus gagah perkasa, dia akan ngeloyor pergi. Asal kita punya Yesus. Berikutnya ayat 32,

8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Tadi pagi saya sudah katakan. Kita sering kali ngomongnya negatif. Kita seringkali miskin dalam perkataan. Tuhan bilang, Yesus saja dikasih. Bagaimana minta apa nggak dikasih? Tuhan kasih kok semua. Hanya waktu tadi pagi saya bilang, tangan Tuhan itu tidak pendek. Dia bisa menolong. Cuma kita ada dosa, kita ada salah. Sampai Tuhan tidak menolong kita.

Sekarang, apa saja Aku beri. Yesus saja Aku kasih. Masa kita minta rumah, kita minta pekerjaan, kita minta sukses, kita minta keberhasilan, Tuhan nggak kasih? Kalau kita hidup jujur, kalau kita hidup benar, kalau kita tidak korupsi, kalau kita tidak salah dalam bertindak tapi kita sungguh-sungguh ikut kepada Tuhan - minta apa saja, Aku beri! Kalau saya beri kepada saudara alkitab. Di dalam alkitab ini, umpamanya, saya taruh ballpoint saya. Saya kasih alkitab. Waktu saudara ambil alkitab, saudara juga sudah ketemu ballpointnya.

Demikian juga Tuhan. Tuhan bukan hanya kasih Yesus. Di dalam Yesus, Dia kasih semua. Segala sesuatu yang saudara perlu, Dia taruh di dalam Yesus. Saudara dikasih Yesus, saudara mau terima Yesus apa nggak? Kalau saudara terima Yesus, buka. Di dalam Yesus itu ada berkat. Di dalam Yesus ada hidup berkelimpahan. Di dalam Yesus ada kekuatan. Di dalam Yesus ada damai. Di dalam Yesus ada kesabaran. Di dalam Yesus ada kemenangan. Dalam Yesus ada kemampuan. Dalam Yesus ada penghiburan. Dalam Yesus tidak ada ngomel. Tapi penuh dengan ucapan syukur. Berikut ayat 33,

8:33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
8:34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
8:36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Ini ayat juga kurang tepat. Bahasa Inggris, yet in all these things, we are more than conqueror through Him who loves us. Kita lebih dari para pemenang. Kita lebih dari pemenang. Ada juara kesatu nih, dia dapat piala. Pemenang dong. Saudara lebih dari juara satu. Lebih tinggi dari nomor satu. Saudara lebih dari para pemenang. Di dalam Yesus Kristus yang mengasihi kita, Dia bikin saudara lebih dari pemenang.

Saya tidak heran kalau saudara menjadi orang yang diberkati Tuhan. Saya tidak heran. Yang saya heran kalau saudara-saudara ikut Tuhan tapi saudara tidak menang. Saudara tidak diberkati Tuhan. Apa kata Alkitab? Orang yang menang, dia tidak akan meminjam uang, dia akan meminjamkan uang. Dia tidak takut bahaya kelaparan. Tuhan pelihara, kok.

Saya belajar dari oom Sore, oom saya. Almarhum oom Sore, dia ini memang unik. Belum ada penginjil seperti dia. Namanya oom Sore. Dia punya menantu orang Batak, namanya Siang. Dia bersaksi bagaimana dia hidup di pinggir laut. Istrinya itu kakak mama saya. Biasa saudara, kalau istri orang Tionghoa, yang dipikirkan adalah makan. Sore, ini sudah siang, kita belum masak nasi. Atau, kita sudah masak nasi tapi tidak ada teman nasinya. Kita makan apa?

Dia suka nyanyi Jangan kau bimbang / Nyanyi sembahyang / Sembahyang Menyanyi / Menyanyi sembahyang / Susahpun hilang. Ngamuk. Tante saya itu ngamuk, cemberut. Jangan bimbang, jangan bimbang, masa makan nasi sama garam. Jangan kau bimbang / Nyanyi sembahyang / Sembahyang Menyanyi / Menyanyi sembahyang / Susahpun hilang.   Gubrag, dari atas itu dia punya seng, gubrag, gubrag. Ada apa? Lihat ke atas. Ikan besar, saudara. "Ini makan siang kita."

Lain kali begitu juga. Ada nasi tidak ada makanan. Makan apa sekarang? Jangan kau bimbang / Nyanyi sembahyang / Sembahyang Menyanyi / Menyanyi sembahyang / Susahpun hilang. Ngamuk, saudara. Tante saya itu, dia tidur di tempat tidur. Ketika tidur di tempat tidur, nggak tahu mau makan apa, cuma nasi doang, masuklah merpati. Merpati masuk, terbang masuk ke kelambu. Oom Sore bilang, tutup kelambu. Tutup kelambu, tangkap merpati. "Ini makan siang kita."

Saudara-saudara, Tuhan sanggup memberi apa yang saudara perlu. Tapi jangan ayam tetangga masuk di rumah kita, tutup pagar, ini berkat Tuhan. Jangan. Ini saya cuma cerita bagaimana Tuhan bisa memelihara. Kita baca ayatnya yang 37,

8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
8:38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
8:39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Artinya Tuhan nggak bisa berhenti mengasihi saudara kecuali kita sendiri yang memutuskan tidak mengasihi Dia. Dia tetap mengasihi kita. Tidak ada yang bisa menceraikan kita dari kasihnya Tuhan. Maka itu saudara, hidup ini kita harus dihadapi dengan positif. Jangan negatif, jangan takut, jangan bimbang. Dengan positif, saya katakan. Apapun yang kita sedang hadapi, positif. Tuhan tidak akan membiarkan kita.

Maka dari arti paskah pada malam hari ini, Yesus sudah bangkit. Semua keperluan saudara dijamin. Saudara lebih dari pemenang melalui Yesus Kristus. Dia menang mewakili kita. Kita lemah tapi Yesus kuat. Kita lemah tapi karena Yesus menang, kita jadi pemenang juga. Sebagai ayat yang terakhir, I Yohanes

5:1 Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya.
5:2 Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.
5:3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,

Ada orang yang ngomong, kalau jadi kristen hese, susah, banyak anunya, banyak ininya. Nggak berat. Ini firman Allah bilang, tidak berat. Ayat ke-4,

5:4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.
5:5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?

Siapa yang mengalahkan dunia? Saudara dan saya yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah! Ada haleluyah, saudara? Roh Dia - Roma 8:11 tadi, yang membangkitkan Yesus dari antara kematian, bisa membangkitkan kita juga. Sebetulnya hari ini saya ingin membagikan salib bagi jemaat yang sudah lima puluh tahun ikut Tuhan, lebih. Waktu saya hitung-hitung - saya sudah pesan lima salib emas - dihitung-hitung bukan lima, tapi sepuluh ...hampir sebelas.

Jadi mungkin saya undurkan sampai satu atau dua minggu supaya nanti datang semua, kita beri. Saya tidak akan kasih tahu siapa. Tapi kurang lebih sepuluh, sebelas, dua belas mungkin. Tidak gampang loh setia lima puluh tahun. Tidak gampang. Tidak gampang kita ikut Tuhan. Tidak gampang kita bertahan sampai terakhir. Tidak gampang. Tapi karena Roh Kudus-Nya menguatkan kita. Roh Kudus-Nya menguatkan saudara.

Roh kebangkitan Tuhan Yesus yang sudah membangkitkan Yesus, mau bekerja di dalam hati kita. Saya ingin, saudara-saudara, supaya Roh Kudus juga menjadi bagian kita. Karena itu adalah Roh kebangkitan. Kita tidak kuat, kita tidak mampu. Kenapa dia begitu? Karena dia tidak mampu. Kenapa dia begini? Karena dia tidak mampu. Orang itu harus dipenuhkan Roh Kudus supaya dia mampu. Orang yang belum penuh dengan Roh Kudus musti digebug-gebug supaya hidup benar. Hidup suci di dalam Tuhan itu orang yang penuh Roh Kudus.

Jadi saudara kalau mau hidup benar, hidup suci ... milikilah Roh Kudus. Roh Kudus sudah diberikan. Roh kebangkitan sudah diberikan. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Minggu, 30 April 2006

TUHAN ADALAH GEMBALAKU

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita mau dengar firman Allah. Kita buka bersama-sama Mazmur 

23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Mazmur ini adalah Mazmur ucapan syukur dari raja Daud pada waktu orang-orang Israel baru pulang dari pembuangan di Babilonia. Dan sebab itu dia sangat percaya kepada Tuhan, dan dia membuat Mazmur 23 ini. Mazmur ini sangat indah dan kita akan melihat Daud menilai Tuhan dalam dua aspek. Yang pertama sebagai gembala; dia menilai Tuhan sebagai gembala.

Dia berkata dengan jelas dalam ayat 1, TUHAN adalah gembalaku. Dia tidak bilang gembala orang Israel, dia tidak bilang gembala orang lain. Tapi dengan jelas dia bilang Tuhan adalah gembalaku.

Bahasa Ibrani dari gembala adalah Raah. Dan di sini disebut Yehova Raah, Tuhan adalah gembalaku. Saya ingin saudara berbicara dengan iman sore hari ini, Tuhan adalah gembalaku. Saudara punya gembala!

Ini penilaian pertama dari Daud kepada Tuhan. Dia adalah gembalanya. Dikatakan, tak akan kekurangan aku. I shall not want, tak akan kekurangan aku. I shall not want. Want itu dalam bahasa Inggris artinya miskin. Dia ingin terus, ingin terus, kurang terus, kurang terus. I shall not want artinya aku tidak akan miskin. Siapa yakin, percaya saudara tidak akan miskin. Ada haleluyah?

Kalau saudara jadikan Tuhan adalah gembala saudara, saudara tidak akan miskin. Amin? Laut boleh bergelora, ekonomi boleh bergelora, apapun boleh terjadi tapi saudara tidak akan jadi orang miskin.

Ayatnya yang ke-2, Ia masih sebagai gembala. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau. Dalam bahasa asli tak ada itu padang berumput hijau. Dalam bahasa Ibrani, ia menemukan satu gudang yang dia baru ambil kumpulkan rumputnya di gudang itu. Jadi pada waktu Dia membaringkan itu bukan di padang yang terbuka. Tetapi Dia membaringkan di satu seperti gudang yang besar, yang penuh dengan rumputnya. Domba-domba ini dibawa, ditaruh di padang yang berumput hijau.

Gembala ini tahu tempat di mana makanan bagi dombanya. Gembala ini tahu tempat saudara dibaringkan. Saudara bayangkan, saudara dibaringkan di tempat yang banyak rumputnya, yang berumput hijau. Berarti saudara makan sebagai domba. Kita bayangkan kita sebagai domba. Kita dibawa ke tempat yang banyak rumputnya. Nggak usah rebutan. Cukup, setiap domba dapat rumputnya. Cukup, setiap orang dapat makanannya. Ini soal rejeki, kita nggak usah ribut, nggak usah rebutan. Rejeki tidak akan kemana-mana. Kalau itu rejeki saudara, lambat atau cepat milik saudara. Kalau itu bagian saudara, lambat atau cepat bagian saudara. Rejeki saudara tidak usah kita berebutan, nggak usah. Nggak usah berebutan.

Satu pendeta di Amerika, dia hidup di perbatasan dengan Meksiko. Dia naik kuda setiap minggu. Orang Meksiko itu orang miskin-miskin. Jadi selain dia naik kuda untuk melayani, dia bawa uang $100 di dia punya rompi. Dia taruh itu $100. Dia naik kuda. Di tengah jalan, di perbatasan, dia digarong. Seorang garong naik kuda, pakai pistol. Dia bilang, lepaskan itu rompi. Saya pendeta. Kita garong nggak peduli, pendeta ataupun pendeti, kita tetap garong. Lepaskan, rompimu itu bagus. Tukar sama saya punya. Uangmu mana? Sini uangmu. Rompimu juga bagus, saya punya sudah jelek. Sini tukar.

Ditukarlah rompinya. Waktu dia pegang itu rompi, dia pakai juga, dia nangis, bawa, dia naik kuda. Sampai di tempat kebaktian, anak-anak semua sudah tunggu. Dia bilang, anak-anak semua, jemaat, saya baru digarong. Uang saya yang saya bawa $100 digarong sama garong. Dia bilang katanya, rompinya garong ada sama saya. Saya punya uang semuanya diambil. Lalu dia kodok-kodok itu kantong dari garong punya rompi, seperti ada uang. Waktu diambil $200. Jadi garong itu waktu sudah ambil duit, dia kantongin di duit dia, dia tukar rompinya sama itu rompi pendeta. Rejeki mah nggak kemana-mana. Orang boleh copet kita, orang boleh garong kita. Tetapi dari $100 jadi $200.

Saudara-saudara, rejeki kita tidak akan ke mana-mana. Ia membimbing aku ke air yang tenang. Bukan sungai yang dalam, seperti sungai Mississipi, sungai Huang Ho, sungai Kuning, sungai Yang Tse. Tidak. Tetapi sungainya cetek tetapi dia mengalir. Mengalir, dia jalan. Itu dia bawa domba ini ke air yang mengalir.

Air yang mengalir selalu - tidak semua - tapi selalu bersih. Air itu mengalir. Kalau airnya mandek, dia tidak akan bersih. Demikian juga anak Tuhan. Kalau dia mengalir, dia suka memberi, dia bersih, mukanya bersih. Kalau dia medit setaker pelit, dia tidak akan bersih. Banyak kali kita ini seperti orang Jakarta.

Orang Jakarta kalau ada yang ulang tahun, satu ibu, dia ayo kumpul uang kita, kasih sama dia. Orang ini baik dia, dia ulang tahun ya. Kita beli tas ya satu juta. Kumpul, kumpul uang, kumpul, kumpul uang. Setelah satu juta dibelikan tas. Orang yang ngomong kumpul uang, nggak keluar uang. Dia cuma ngomong kumpul, kumpul uang. Dia dapat mahkota, dia dapat pujian, kamsiah, kamsiah. Padahal itu duit, duit dari jemaat, dia belikan tas, dia kasih. Dia nggak keluar duit. Tetap mandeg. Kita mesti mengalir. Saudara mau mengalir? Mengalir keluar. Saudara mau mengalir keluar? Mengalir itu keluar.

Dibawanya aku kepada air yang tenang tetapi kemalir. Tetapi tenang, tidak heboh, tidak ribut. Lalu ayat ke-3 dikatakan Ia menyegarkan jiwaku. Bahasa Inggris, He restoreth my soul. Kata restoreth mengingatkan kita kepada restoran, menyegarkan. Restoran itu penuhnya waktu pagi, waktu siang, waktu malam, pas jam makan. Tapi kalau pagi, siang dan malam, penuh itu restoran dengan orang yang makan. Karena dia mau restorasi. Cape di jalan, saya mau minum dulu, saya mau istirahat dulu. Saya mau makan dulu.

Kata restorasi juga sama seperti rumah yang direstorasi. Restorasi juga bicara dari orang yang sakit. Musti direstorasi, musti disembuhkan. Asalnya sakit, kita musti disembuhkan. Sejak empat puluh tahun, turunlah kesehatan kita. Itu disebut penyakit degenerasi. Dari umur nol sampai umur empat puluh tahun itu, buta tulang buta daging, kuat sekali. Apapun yang kita gunakan, kita hujan-hujanan, apapun terjadi, tidak apa-apa.

Tapi di atas empat puluh tahun, kita sudah degenerasi. Penyakit akan datang. Tidak bisa disangkal. Nggak bisa dihindarkan. Tambah kita tua, tambah kita lemah, tambah kita tidak kuat. Tidak bisa dihindarkan. Saudara-saudara, kita semua tidak bisa menolak masa tua, sakit penyakit akan datang. Tetapi ada berita baik. Tuhan berkata, Yesus berkata, Aku adalah Tabib di atas segala tabib.

Dia menyediakan kesehatan bagi kita. Dia mau menyembuhkan kita kembali. Dia mau menyegarkan kita kembali. Dia mau menolong kepada kita. Itu sebabnya Dia katakan, He restores my soul. Sama seperti kita musti makan ke restoran.

Kalau saudara naik kereta di Bandung - Surabaya, ada gerbong restorasi. Kalau saudara cape, saudara ke gerbong itu. Minum, balik lagi, tidur. Bangun tidur masih belum sampe saudara lapar, balik ke restoran. Makan nasi goreng, balik lagi ke tempat saudara duduk. Begitu kita sampai kita di stasiun Surabaya.

Tidak jauh berbeda dengan jiwa kita. Jiwa kita itu perlu restorasi, perlu perbaikan dari Tuhan. Perlu penyegaran dari pada Tuhan. Perlu penghiburan dari pada Tuhan.

Banyak kali kita anggap pendeta itu nggak perlu dihibur, dia kuat, dia gini, gini. Tidak. Hamba Tuhan juga perlu penghiburan. Hamba Tuhan perlu direstorasi. Hamba Tuhan itu sangat memerlukan. Mari kita buka dulu Kolose

4:8 Ia kusuruh kepadamu dengan maksud, supaya kamu tahu akan hal ihwal kami dan supaya ia menghibur hatimu.
4:9 Ia kusuruh bersama-sama dengan Onesimus, saudara kita yang setia dan yang kekasih, seorang dari antaramu. Mereka akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang terjadi di sini.
4:10 Salam kepada kamu dari Aristarkhus, temanku sepenjara dan dari Markus, kemenakan Barnabas--tentang dia kamu telah menerima pesan; terimalah dia, apabila dia datang kepadamu--
4:11 dan dari Yesus, yang dinamai Yustus. Hanya ketiga orang ini dari antara mereka yang bersunat yang menjadi temanku sekerja untuk Kerajaan Allah; mereka itu telah menjadi penghibur bagiku.

Tuhan pakai mereka menjadi yang menyegarkan jiwa dari rasul Paulus. Tuhan pakai tiga orang ini, Onesimus, dan satu lagi Markus, satu lagi Yustus. Itu dijadikan penghibur. Dia menghiburkan jemaat Kolose, ayat ke-8. Tapi dia juga menghibur Paulus. Dia menghibur Paulus. Saya suka terima sms dari Jakarta: Oom, khotbah oom tadi sudah menolong saya. Oom, saya dikuatkan oleh khotbah oom tadi.

Saudara-saudara, ada berita Amsal 25:25, berita yang dari jauh menjadi seperti air yang menyegarkan. Dia refreshes, Dia restores, Dia mengembalikan saudara punya kecapean, Dia sehatkan kembali. Dia cape, cape hate, cape apa, disegarkan kembali oleh firman Allah. Kalau kita membaca Filemon. Filemon ini jarang dibuka tetapi kita mau baca apa tulisan rasul Paulus kepada Filemon. Yang menjadi pemainnya itu ada tiga orang: Filemon - orang kaya -,  Onesimus - yang mencuri lalu dimasukkan penjara. Bertobat di penjara oleh rasul Paulus. Dan Paulus. Ayat 17,

1:17 Kalau engkau - Filemon - menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia - Onesimus - seperti aku sendiri.
1:18 Dan kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku--
1:19 aku, Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: Aku akan membayarnya--agar jangan kukatakan: "Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu!" --karena engkau berhutang padaku, yaitu dirimu sendiri.
1:20 Ya saudaraku, semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan: Hiburkanlah hatiku di dalam Kristus!

Jadi bukan hanya jemaat, hamba Tuhan juga perlu penghiburan. Hamba Tuhan juga perlu penyegaran. Dan Tuhan bsa memakai saudara untuk menjadi penyegaran bagi jemaat. Seperti tadi, jemaat Kolose tetapi sekaligus kepada hamba Tuhan.

Kalau saya melihat saudara bedston, saya terhibur. Ada seratus lima puluh kalau bedston hari sabtu. Terima kasih banyak sama Tuhan. Itu menghibur hati saya.

Kalau saudara bersatu, tidak berpihak-pihak, tidak berbantah-bantah, tidak ribut satu sama yang lain, tidak perang dingin. Tetapi semuanya bekerja. Tidak menyalahkan satu dengan yang lain. Semuanya bekerja. Hati saya terhibur. Hiburkanlah hati saya. Segarkanlah hati saya. Dengan cara saudara maju di dalam Tuhan, saudara bisa menghibur. Anak-anak bisa menghibur orangtua. Senangkanlah hati orangtua dengan menjadi anak yang baik, dengan rajin di sekolah, dengan tidak terlalu banyak minta, dengan tenang.

Saudara bisa menghibur orangtua saudara. Dan orangtua saudara akan bangga punya anak seperti saudara. Hatinya terhibur oleh karena saudara. Kembali kepada Mazmur 23, di sana dikatakan, He restores my soul, Dia menyegarkan jiwaku.

Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. He leads me in the path of righteousness, Ia menuntun aku.

Saudara, kalau Tuhan pemimpin, kita ikuti. Kita ikuti tapak kakinya. Yakin, kalau kita ikuti tapak kakinya, kita sampai ke surga. Kita sampai ke dalam kerajaan surga. Ikuti saja. Kita nggak bisa lihat sana sini. Ikuti. Kita tidak lihat, belum kelihatan sekarang.

He leads me, Ia memimpin aku di jalan yang benar. Ini jalan benar. Oleh karena nama-Nya. Ada nama-Nya di situ.

Ayat ke-4, Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Ini ayat tidak tepat salinannya. Mustinya bunyinya begini, walaupun aku berjalan melalui lembah dari bayang-bayang maut, aku tidak akan takut kejahatan, karena Engkau besertaku. Tongkat-Mu dan gada-Mu bersama menghibur aku.

Itu yang betul.

Apa itu lembah kekelaman, lembah bayang-bayang maut? Kita buka dulu Matius pasal 4. Dalam Matius pasal 4, di sana Tuhan Yesus berkata, bernubuat. Ayatnya yang ke-16, kita baca dari ayat 14,

4:14 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, --
4:16 bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."

Pantas Daud - kembali ke Mazmur  23 - dia bilang, walaupun aku berjalan dalam lembah bayang-bayang maut atau lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya sebab Engkau besertaku. Yohanes 1 berkata, Aku adalah firman. Di dalam firman ada hidup. Dalam hidup itulah terang manusia. Siapa punya Yesus, dia punya terang. Dalam Yohanes pasal 8, Dia berkata, Akulah terang dunia. Siapa mengikut Aku, dia tidak berjalan dalam kegelapan. Dia hidup di dalam terang.

Yesus terang dunia. Dia menerangi hidup. Dalam lembah bayang-bayang maut, tidak usah takut lagi. Dia beserta kita, Dia sama bersama-sama dengan kita. Jadi orang kristen bukan senang terus. Ada ketakutan, ada kebimbangan. Tapi ingat, Dia bersama dengan kita. Perahu kita yang digoyang ombak, Yesusnya ada di dalam ikut tidur, ikut digoyang.

Waktu Dia berkata sama Saulus, kenapa engkau mengejar-ngejar aku? Kapan Saulus dan Paulus itu mengejar-ngejar Yesus? Belum pernah. Yang dikejar orang kristen. Tapi apa yang terjadi kepada orang kristen, itu dirasa oleh Yesus sebagai kepala gereja. Jadi jangan sampai saudara berkata, aduh saya susah nggak ada yang ingat sama saya. Salah. Tuhan ingat sama saudara. Tuhan mengenal, Tuhan mengetahui keperluan saudara. Dia akan menolong kepada saudara.

Ada dua alat, yaitu gada dan tongkat. Tapi saya lihat dalam bahasa Ibraninya hampir sama namanya. Tapi tongkat itu dipakai bahasa Inggrisnya, staff. Tongkat yang ada lengkungan. Lengkungannya itu untuk menarik leher domba. Sudah mau lari, tarik. Tapi kalau domba sudah lagi berbaring, dia suka garuk-garuk. Domba juga dengan yang bengkoknya itu. Itu tongkat.

Kalau gada, gada ini untuk membuka hutan. Dia pukul hutan, banyak duri-duri, dia pukul, untuk jalannya domba. Kalau ada beruang, kalau ada singa. Daud pernah bunuh dengan gada ini; dia pukul.

Rasul Paulus berkata, perhatikanlah kekerasan dan kemurahan Allah. Perhatikanlah gada dan tongkat-Nya. Kalau kita jadi domba yang baik, domba yang ikut Tuhan, maka Tuhan akan memakai tongkat menghibur kita.

Tetapi kalau kita bandel, gadanya akan mendisiplinkan kita. Itu sebabnya mari kita perhatikan dua hal ini, gada dan tongkat. Kekerasan dan kemurahan Tuhan. Dia yang memegang tangan Petrus, di manakah imanmu? Mau tenggelam. Dia yang berkata sama perempuan yang kedapatan berzinah, pergilah dan jangan berbuat dosa lagi. Adalah tangan yang sama yang memegang cemeti mengamuk di rumah Allah. Menendang itu meja, menendang itu kursi. Dia jadi galak.

Maka namanya itu dua, El Gibbor dan El Shadai. El Gibbor itu jantan. El Gibbor itu panglima perang. Tapi El Shaddai itu bersifat wanita. Maka pada waktu Dia ciptakan Adam sesuai dengan peta dan teladan-Nya. Di dalam Adam ada wanita. Maka Tuhan keluarkan wanita dari dalam Adam, yaitu tulangnya. Dijadikan wanita. Terpisah. Asalnya satu. Di dalam Tuhan itu ada El Gibbor, ada El Shaddai. Ada gada, ada tongkat.

Sampai di situ penilaian Daud tentang Tuhan sebagai gembala. Tiba-tiba di dalam ayat yang ke-5, dia mengatakan, Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Bahasa Inggris, You prepare a table, Engkau menyediakan meja. Di sini dia tidak menilai lagi Tuhan itu Gembala tapi Raja. Ada haleluyah?

Sekarang Dia Gembala tapi nanti Dia akan kembali sebagai Raja. Raja yang mempersiapkan makanan. Sekarang dia tidak lagi menganggap dirinya domba yang digembalakan tapi sebagai tamu. Tamu dari kerajaan. Ayo makan di meja makan yang besar ini. Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan lawanku. Lawan-lawan kita ingin makan hidangan itu tapi tidak bisa. Dia tidak diundang.

Saudara dan saya yang diundang. Tamu-tamu dari raja segala raja diundang. Orang di luar tidak kenal perjamuan kudus. Orang di luar tidak mengerti perjamuan kudus. Tidak mengerti. Mereka tidak diundang. Tapi saudara dan saya yang sudah percaya kepada Tuhan, saudara diundang pada satu gereja yang panjang. Saudara diundang untuk makan. Dikatakan  di sana, Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan lawanku. Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak.

Zaman dulu kalau tamu datang harus diurapi. Harus diurapi dengan minyak. Itu ucapan selamat datang. Maka pada waktu Yesus diundang sama Simon, lalu ada perempuan tiba-tiba menyiramkan minyak wangi di atas kepala Yesus, Simon bilang, kalau Yesus ini nabi, katanya, Dia tidak tahu ini perempuan nggak benar kasih minyak sama kepala Yesus.

Lalu Yesus bilang, hai Simon, kalau ada orang yang satu hutang lima puluh, satu hutang lima ratus dua-duanya diampuni, yang mana yang lebih berterima kasih? Yang lima ratus. Tepat jawabanmu. Perempuan ini hutangnya lima ratus. Dia berterima kasih kepada-Ku. Waktu Aku datang, kamu nggak siapkan air untuk mencuci kakiku. Tapi perempuan ini mencuci kaki-Ku dengan air matanya. Waktu Aku datang, engkau tidak meminyaki kepala-Ku. Tapi perempuan ini meminyaki kepala-Ku dengan minyak. Waktu Aku datang, kamu tidak mencium Aku tapi wanita ini mencium kaki-Ku.

Jadi kalau tamu datang harus diminyaki kepalanya. Saudara tamunya Tuhan, pasti diminyaki, pasti diurapi. Bukan hanya makan firman, bukan hanya makan makanan yang besar satu meja yang panjang. Bukan hanya meja yang panjang saja tetapi Dia meminyaki saudara dengan minyak urapan. Dia meminyaki saudara.

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak, pialaku penuh melimpah. Piala itu penuh dengan anggur. Bukan anggur yang di Kana, sedikit, kehabisan anggur. Tapi ini melimpah, meluap. Jadi ada limpah. Tamu itu dikasih anggur sampai melimpah. Jangan takut, anggur banyak. Sukacita dari Tuhan akan melimpah.

Banyak orang kristen sekarang susah. Banyak orang kristen bingung sekarang. Karena Tuhannya mati. Dia datang ke gereja, dia tidak ketemu dengan Tuhan yang hidup. Dia tidak mengalami hal yang baik. Karena Tuhannya dianggap mati. Kita mengalami Tuhan yang hidup. Allah yang kita sembah di dalam Kristus Yesus, Yeshua Messiah, Yesus Kristus, itu adalah Yang hidup dan Dia tidak mati.

Dia memberikan anggur yang terbaik kepada saudara. Dia memberikan minyak urapan bagi saudara. Ada urapan, ada makanan, ada anggur. Mau apa lagi? Dari domba sekarang tamu. Dari orang berdosa sekarang orang dibenarkan. Amin? Jangan bilang lagi, saya tidak berlayak. Saudara sudah layak. Saudara dilayakkan oleh darah Yesus. Saudara dilayakkan. Saudara jadi tamunya Tuhan.

Berikutnya,  Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikut aku, seumur hidupku.

Siapa tahu artinya belaka? Atau, apa persamaannya belaka? Nggak ada yang lain. Kebajikan dan kemurahan belaka. Nggak ada susah, nggak ada riweuh, nggak ada repot. Kebajikan dan kemurahan belaka. Tidak akan ada yang jelek. Kebajikan dan kemurahan belaka. Kalau mulai ada yang jelek, itu dari iblis.

Musuh datang untuk mencuri. Pencuri datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan. Aku datang, kata Yesus, supaya domba-Ku memperoleh hidup yang limpah. Kebajikan dan kemurahan belaka. Kebajikan dan kemurahan belaka, nggak ada yang lain. Kerja di pasar, kebajikan dan kemurahan belaka. Saudara di mobil, kebajikan dan kemurahan belaka. Di mana saja saudara ada.

Ingat ya dunia ini bukan rumah kita. Ingat itu. Selama kita di dunia ini, Tuhan kasih dua pelayan. Kebajikan dan kemurahan melayani saudara. Saya belum pernah ke Inggris. Tapi katanya di Inggris, kalau kita kita masuk ke hotel, itu selalu dua pelayan yang mengikuti kita. Satu pelayan ngangkat koper yang satu, satu pelayan ngangkat koper yang kecil sama jas kita. Ditenteng, ngikutin kita check-in.

Setelah kita check-in, kita naik lift. Dua pelayan ini ikut terus di belakang kita. Sampai di atas dia ikut terus. Kebajikan dan kemurahan seperti pelayan hotel. Kita check-in kepada kerajaan surga, Tuhan kasih dua palayan: Kebajikan dan kemurahan. Saudara mau dijaga oleh kebajikan dan kemurahan? Senang ikut Yesus. Senang. Kebajikan dan kemurahan belaka selalu mengikut aku sepanjang umur hidupku.

Ayat terakhir, dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Ini ayat emas dari Daud. Aku mau tinggal dalam rumah Tuhan sepanjang masa. Dia sambung dalam Mazmur 27:4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.

Cita-cita Daud, I will dwell in the house of  the Lord, aku mau tinggal di rumah Tuhan sepanjang masa. Samuel, Samuel, sampai tiga, empat kali. Samuel ada di rumah Tuhan lagi tidur. Pelitanya Tuhan belum mati.

Waktu Dia melayani di rumah Tuhan. Anakku, kamu kemana saja Engkau? Kami, orangtuamu,  mencari-cari Engkau. Yesus menjawab, waktu itu berumur dua belas tahun, kenapa kalian mencari Aku? Bukankah Aku harus ada di dalam rumah Bapa-Ku?

Yesus cinta rumah Tuhan. Daud cinta rumah Tuhan. Mujizat terjadi kepada Zakharia di rumah Tuhan. Saudara ke gereja. Di gereja ada mujizat. Di gereja, saudara punya kesulitan dijawab. Di gereja, hati kita yang hancur direstorasi oleh Tuhan. Pengharapan kita yang lemah, pengharapan kita yang kurang kuat, diberikan kembali. Oleh Tuhan diberikan semangat. Semua direstorasi. Sebagai ayat terakhir, Galatia

6:1 Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.

Kata memimpin di sana dalam bahasa Inggris, restore. Kalau ada yang salah di jemaat, salah kaprah, ... jangan diomongin. Diomongin, dijelekin, diomongin, dijelekin. Apa bedanya kita sama orang dunia? Pimpin, restore, restorasi. Tapi perhatikan diri kita.

Sore hari ini Tuhan mau merestorasi saudara. Para pelayan perjamuan maju ke depan.

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________