Khotbah Minggu Sore MARET - APRIL 2009

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 01 Maret 2009

ORANG KRISTEN DAN MULUTNYA

Kita mau dengar firman Tuhan mengenai orang kristen dan mulutnya.

Satu peribahasa berkata, orang kristen kedengaran dari mulutnya, dari omongannya ... apa dia kristen apa bukan.

Jadi tidak ada hubungan dengan agama kristen. Dia bisa saja beragama kristen tapi kalau mulutnya tidak bertobat, dia bukan pengikut Kristus di hadapan Tuhan. Di dalam Mazmur

34:12 Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu!
34:13 Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?
34:14 Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;
34:15 jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!
34:16 Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong;
34:17 wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi.
34:18 Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.
34:19 TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
34:20 Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;
34:21 Ia melindungi segala tulangnya, tidak satupun yang patah.
34:22 Kemalangan akan mematikan orang fasik, dan siapa yang membenci orang benar akan menanggung hukuman.
34:23 TUHAN membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.

Percuma kita menghadapi perjamuan Tuhan kalau dari bulan ke bulan mulut kita nggak ada perubahan. Mulut kita lebih jahat dari mulut orang non kristen. Karena orang non kristen tidak tahu kebenaran tapi kita sudah tahu kebenaran. Tapi mulut kita ini tidak berubah. Maka saya menawarkan satu kehidupan yang berbahagia buat kita, firman Allah menawarkan. Mari anak-anak - kita semua disebut anak-anak Tuhan, amin? Dan kalau saudara anak-anak Tuhan, itu luar biasa.

Tadi pagi saya harus serah terimakan penggembalaan di Sukabumi, dari om Rompas kepada anaknya, yaitu Fery Rompas. Anak tidak jauh dari bapa. Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Allah kita yang kita sembah itu mulut-Nya bisa dipegang apa nggak? Kalau Bapa kita di sorga itu mulut-Nya bisa dipegang, Firman-Nya, janji-Nya ya dan amin, pasti terjadi ... anak-anak-Nya pun sedikit banyak sama dengan Bapanya.

Disebutkan bukan hanya anak-anak tetapi dikatakan - bahasa Inggris lebih tepat - Aku akan ajarkan kepadamu takut akan Tuhan.

Lalu ayat 13, penawaran. Penawaran ini nggak dipaksa. Siapa mau boleh ambil. Siapa tidak mau, boleh tolak. Penawaran. Demikian juga Tuhan sekarang menawarkan kepada saudara satu tawaran: siapakah yang menyukai hidup? Semua kita ingin hidup. Orang jahatpun ingin hidup. Orang baik ingin hidup. Semua manusia, koruptor pun ingin hidup, orang miskin, orang kaya ingin hidup. Tapi ada hidup yang biasa-biasa saja, ada hidup yang berkualitas.

Orang kristen dan orang kristen juga semua hidup dan hidup, sama. Orang jahat juga ingin hidup, pencuri pun ingin hidup, semua ingin hidup. Tetapi ada yang hidup biasa saja, ada hidup berantakan, ada yang hidup berkualitas. Maksud di dalam firman Allah ini, siapakah orang yang menyukai hidup yang berkualitas? Siapa yang mau memiliki hidup yang berkualitas? Kita lihat dari empat hal, saudara. Kita mulai dari bawah.

Yang pertama hidup yang paling bawah, yang paling rendah adalah hidup tumbuh-tumbuhan. Bahasa Yunaninya, bios. Seperti pohon kelapa. Pohon kelapa itu mati tapi kok dia bisa bergoyang-goyang? Karena ada angin. Dia bergoyang karena ada angin. Tapi itu hidup. Bios. Tanam jagung sekarang, besok sudah ada keluar. Bertumbuh. Hidup. Dan hidup ini mahal. Tapi itu paling rendah. 

Yang kedua, yang lebih tinggi itu adalah psuhikos, hidup dari binatang. Nyawa. Kalau bios, dia tidak ada nyawa. Ini kayu nggak ada nyawa, saudara pukul keras, yang sakit bukan dia, kita yang sakit. Tapi kalau anjing kita tendang, dia ngaguik. Kenapa? Karena dia ada nyawa, dia rasa sakit. Dia ada nyawa tapi dia nggak ada roh.

Hidup yang ketiga itu hidup manusia, pneuma. Roh. Kita punya roh. Maka kalau kita mati nggak seperti binatang. Binatang mati, habis. Tapi kalau kita mati, roh itu tidak mati. Nah, ini disebut pneuma. Bios, psuhikos, pneumatikos. Tapi yang berkualitas itu hidupnya Allah, yang paling tinggi. Zoe. Dia hidup, orang hidup.

Kalau saudara kapan-kapan ke Manado naik pesawat terbang dan saudara mau mendarat, saudara lihat di atas genteng dari airport itu ada kata-kata Minahasa, Sitou Timou Tumou Tou. Artinya, orang hidup itu bisa menghidupkan orang. Orang hidup tapi dia juga bisa menghidupkan orang. Orang berdaya dia bisa memberdayakan orang.

Tawaran ini kepada siapa saja pada sore hari ini: siapa orang yang menyukai hidup yang berkualitas? Apa kita hidup cuma tunggu mati? Apa kita itu hidup seperti orang dunia, nggak ada pengharapan? Saudara mau hidup berkualitas?

Lalu ada bonus. Yang mengingini umur panjang.

Tadi diceritakan di Sukabumi, pendeta Rompas lima puluh dua tahun kerja buat Tuhan. Empat puluh tahun di Sukabumi. Dan sekarang dia serahkan penggembalaan kepada anaknya. Dia hidup tapi berkualitas. Lima puluh dua tahun melayani Tuhan.

Kita mau panjang umur tapi berkualitas. Jangan panjang umur di tempat tidur. Seperti om Rompas tujuh puluh delapan tahun tapi berkualitas. Nggak ada sakit, nggak ada apa. Saudara mau hidup berkualitas dan umur panjang? Ini syaratnya: dan menikmati yang baik - masih tawaran - menikmati yang baik.

Mau menikmati yang baik nggak? Buat apa kita hidup bertengkar terus, ribut harta warisan? Beli tanah jual tanah, beli tanah jual tanah, ini susah, itu susah. Nggak menikmati hidup. Nikmati hidup. Kalau punya berkat, lihat dunia, nikmati hidup. Firman Tuhan juga bisa dinikmati. Saya kalau sudah baca firman Tuhan, aduh, firman Tuhan itu lebih dari kopi. Nikmat kalau sudah baca firman Tuhan. Kaya hidup, dia kaya penolong kita. Saya musti baca. Nikmat ini firman Tuhan. Baca firman Allah. Saudara baca Pengkhotbah 

5:7 Kalau engkau melihat dalam suatu daerah orang miskin ditindas dan hukum serta keadilan diperkosa, janganlah heran akan perkara itu, karena pejabat tinggi yang satu mengawasi yang lain, begitu pula pejabat-pejabat yang lebih tinggi mengawasi mereka.
5:8 Suatu keuntungan bagi negara dalam keadaan demikian ialah, kalau rajanya dihormati di daerah itu.
5:9 Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.
5:10 Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?
5:11 Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.

Apa inti dari hidup ini yang diceritakan oleh Firman? Bahwa uang tidak bisa memuaskan hati kita. Nggak bisa. Berapapun uang saudara, berapa banyak kekayaan saudara, hati ini nggak bisa puas. Sebab yang memuaskan hati cuma Tuhan Yesus, lain dari itu tidak ada. Hanya Yesus yang memuaskan hati kita. Saudara boleh cari ke mana saja di dunia ini, nggak ada kepuasan. Dan dulu kita suka nyanyi Ke gunung tinggi ku naik, naik mencari damai .. Ke lembah curam ku turun, turun mencari damai .. Tapi akhirnya damai tidak aku dapati juga .. Kecuali hanya di dalam Yesus Kristus.

Jadi saudara sudah tahu, uang tidak bisa memuaskan, kekayaan tidak bisa memuaskan. Kembali kepada Mazmur 34. Saya baca ayat 13 lagi, Siapakah orang yang menyukai hidup yang berkualitas? Siapa yang mengingini umur panjang dan untuk menikmati yang baik?

Nah, ini jawabannya ayat 14: Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

Ngomong bohong. Jagalah lidahmu dari kejahatan dan bibirmu dari pada ngomong bohong. Jadi syarat untuk nikmati hidup yang berkualitas itu dari mulut. Amsal 

18:7 Orang bebal dibinasakan oleh mulutnya, - Bahasa Inggris, mulut orang bebal adalah kebinasaan - bibirnya adalah jerat bagi nyawanya. - Ayat 20,
18:20 Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya.
18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Kalau kita kembali kepada Mazmur 34 tadi, betul firman Allah bilang: jaga lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan yang menipu.

Mari saudara lihat ke depan. Saudara agak meriang, saudara agak flu. Saudara datang ke dokter. Kenapa? Aduh dokter, agak panas dingin ini. Tes panas. 39 derajat, panas. Coba buka mulut, lihat lidahnya. Dia periksa lidah. Saya juga heran, kenapa yang diperiksa lidah? Meriang ... periksa lidah: buka mulut! Kalau mau masuk sorga, rohani kita suka sakit, Dokter Yesus periksa lidah kita: buka mulut!

Orang mau ke sorga atau ke neraka, ketahuan dari bau mulutnya. Kalau mulutnya bau rokok, bau bir ... saya sudah tahu ke mana dia pergi. Mati dan hidup dikuasai oleh lidah. Makanya makan juga mesti dibatasi. Ah, hidup kan cuma sekali. Ya, hidupnya sekali, tapi kalau hidup terus menderita?

Orang Salatiga punya peribahasa: mulutmu, harimaumu. Ada anggota DPR asal ngomong tentang presiden, ditangkap sama polisi. Dia nggak bisa: saya cuma main-main. Nggak bisa. Kepala Negara nggak bisa main-main. Itu di dunia. Apalagi di dalam Tuhan. Jaga lidahmu terhadap yang jahat, bibirmu terhadap ucapan yang menipu. Kita buka Mazmur 

141:3 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!

Saudara mau berdoa seperti itu kepada Tuhan? Tuhan, saya banyak salah ngomong. Urusan yang bukan urusan saya, kita ngomong. Itu bukan urusan kita, kenapa kita musti ikut nimbrung ngomong? Lebih baik kita urus diri sendiri. Bikin diri kita benar dari pada ngurusin orang lain. Orang lain jatuh bangun itu urusan dia sama Tuhan. Ngomongin orang, nggak boleh. Saya ini cinta sama saudara, nggak ada satu orang saya ngomongin jelek. Nggak ada. Saya nggak pernah ngomong jelek tentang satu orang. Justru saya mencari yang baik dari orang itu. Saya tahu orang ngomong tentang saya tapi saya tidak pernah ngomong jelek tentang jemaat.

Dulu ada satu jemaat di Cibeber, namanya Gan Eng Cay. Kita suka panggil om Ecay. Kalau papa saya mau puasa, pergi ke Cibeber. Kalau om Derek, om saya dari Purwakarta mau puasa, pergi ke Cibeber. Dia buka sekolah minggu. Dia sayang sama hamba Tuhan. Dia hormat sama hamba Tuhan. Dia tidak pernah omong yang tidak baik tentang hamba Tuhan. Apa yang papa saya omong, dia turut. Dia dengar-dengaran.

Minggu pagi saya disuruh ngajar sekolah minggu. Dan dia hormat. Saya kan masih muda, masih kecil, tapi dia hormat saya sebagai hamba Tuhan. Dia punya dua anak perempuan, Amoy dan Rut. Dua-duanya sudah menikah. Rut menikah dengan pendeta Yakobus Akay, punya anak dua. Kemarin hari sabtu, saya memberkati anaknya broer Akay. Broer Akay sudah meninggal. Amoy punya suami sudah meninggal. Tapi lihat tapak kaki dari orang yang baik ini, yang jaga mulutnya dari yang jahat, om Ecay. Anaknya yang perempuan, Rut, jadi istri pendeta. Cucunya dua jadi hamba Tuhan.

Sampai om Rompas bisik sama saya: Luar biasa Tuhan kita, ya. Orang yang cinta pekerjaan Tuhan, orang yang tidak pernah itungan untuk hamba Tuhan, lihat, cucunya diberkati Tuhan. Tadi kita masih bicara mulut. Sekarang kita lihat apa perlakuan Tuhan. Matius

12:34 Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.
12:35 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.
12:36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
12:37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."

Bukan perbuatan yang dihukum, loh. Ucapan. Maka Mazmur itu cengli. Mau hidup benar, hidup baik, nikmati hidup, panjang umur, punya kualitas hidup ... jaga mulut!

Makanya pagi-pagi sekali kita bangun, apa yang kita kerjakan? Kenapa mulut disikat gigi? Walaupun malam sudah sikat gigi, kenapa bangun pagi sikat gigi lagi? Karena mulut kita walaupun belum mati sudah bau. Makanya sebelum berdoa sikat gigi dulu.

Kalau kita mau cerita kepahitan, saya juga banyak kepahitan. Pengalaman pahit, pengalaman dilecehkan, pengalaman dianggap remeh, ya dianggap nggak ada lah. Tapi saya nggak pernah ngomong jelek tentang orang itu. Yang ngomong-ngomongin saya, aduh hidupnya kasihan benar. Nggak ada kualitas. Saya itu ingin setiap jemaat itu punya kualitas hidup. Bukan cuma hidup, tapi kualitas. Punya kualitas hidup. Itulah jaga mulut.

Ada satu ibu datang sama saya: brur, brur, doakan dong saya punya anak. Anak gadisnya itu belum menikah, umurnya 40 tahun. Doakan dong. Iya, saya doakan, tante. Memang anak saya ini, aduh, mulutnya jahat, jelek mulutnya tapi saya yakin brur, hatinya baik. Siapa mau kawin sama perempuan yang hatinya baik tapi mulutnya jahat? Nggak ada. Kalau hatinya baik keluar dari mulut, mulutnya juga baik. Markus 

7:18 Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,
7:19 karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.
7:20 Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,
7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

Mari lihat ke depan.

Yang menajiskan kita bukan babi yang masuk ke dalam mulut, yang menajiskan kita adalah babi yang keluar dari mulut. Mengerti? Yang masuk ke dalam mulut semua halal. Tapi ya kita musti pakai pikiran. Kita pilih makanan demi kesehatan. Semuanya halal tapi tidak semua berguna buat kita. Saudara boleh makan pete? Boleh. Nah, coba saudara makan pete tiap hari, sehari tiga kali. Pagi jus pete, siang makan pete, malam pete lagi. Coba. Tidak berguna. Halal tapi tidak berguna. Babi halal. Tapi kalau kita tiap hari makan babi? Babi hong, babi hong, babi hong. Sakit.

Jadi yang keluar dari dalam hati ini. Sekali lagi, mulut jaga.

Berapa banyak orang kristen yang dihancurkan kehidupannya oleh mulut sesama orang kristen? Apalagi kalau orang itu namanya hamba Tuhan, saudara ngomong asal aja, hati-hati. Tahun 91, satu bapa dari Surabaya telepon saya. Dia minta ampun, dia minta maaf atas kata-katanya menyebarkan cerita bohong tentang saya. Dia punya dua anak perempuan. Dan dua anak perempuan ini sudah sampai di perguruan tinggi menjadi asisten dosen. Dua-duanya sakit seperti cacar air dan tidak sembuh-sembuh.

Salah satu anaknya ini ngomong sama papanya: pa, coba periksa barangkali papa ada salah. Kok kami sudah berobat, kami ini gadis, nggak sembuh-sembuh? Suaminya ingat, dia cerita bohong tentang saya. Dia telepon sama saya. Saya tidak lupa, jam sepuluh malam. Dia minta maaf, dia minta ampun. Saya cuma jawab: loh, kan katanya saya yang salah, kok brur yang minta maaf? Tidak, tidak, saya yang salah. Saya minta maaf.

Saudara, ketika saya bilang: ah, nggak apa-apalah. Sudah, saya nggak pikir, saya nggak apa-apa, jangan dipikirin. Brur kasih maaf? Saya kasih maaf, nggak apa-apa. Terima kasih brur. Tiga hari kemudian dua anaknya sembuh total. Tapi Tuhan kan belum berhenti urusannya. Istrinya nggak puguh-puguh meninggal. Sekarang kalau dia ketemu saya - istri saya jadi saksi -, di Surabaya, di Manado, dia peluk saya, dia cium saya. Dia menyesali dan dia yakin, dia salah waktu itu. Kan kasihan. Coba kalau dia nggak macam-macam mulutnya.

Makanya kalau saudara-saudara mau sukses, mau berhasil, ngomong itu jangan ngomong rugi. Jangan ngomong hese, jangan ngomong susah, sekarang mah berat, hese, nggak laku. Jangan ngomong begitu. Mati dan hidup ada dalam kuasa lidah. Kalau ada orang tanya, apa kabar? Saudara kan jawabnya: baik. Apa saudara pernah lihat ada toko namanya Toko Sontoloyo? Nggak ada. Toko Maju, Toko Berkat, Mangpaat, Toko Harum, Toko Anugerah. Semuanya baik.

Ngomong kita nggak baik, ini Perjamuan Tuhan nggak ada gunanya. Kita keluar dari gereja ngomong lagi jelek, ngomong lagi negatif. Katanya mau diberkati. Saudara mau diberkati? Haleluyah. Saudara mau diberkati? Amin. Saudara mau diberkati? Yes, yes, yes. Begitu keluar dari pintu, aduh, sudah hujan lagi, ya. Aduh, sakit gigi nih. Ngomongnya sudah negatif. Jangan. Saudara itu anak Tuhan.

Mazmur 34 berkata, hai anak-anak. Tuhan bilang, hai anak-anak-Ku, Aku memberikan perintah kepadamu. Aku mengadakan penawaran kepadamu: siapa ingin hidup berkualitas? Saya angkat tangan, saya mau. Siapa ingin menikmati hidup? Saya mau. Siapa ingin umur panjang? Jaga mulut!

Kita punya rumah pakai benteng. Kita punya rumah pakai pintu besi. Supaya apa? Pencuri nggak masuk, garong tidak masuk. Tapi mulut nggak dikolotok ... nggak dikunci. Dari sini garong masuk, dari mulut ini. Ngomongnya negatif. Aduh, hidup teh sareugseug.

Saudara mau hidup berkualitas? Saudara mau hidup umur panjang? Saudara ingin menikmati yang baik? Jaga mulut.

Begini ya, kalau saudara nggak bisa ngomong yang baik tentang orang ... ini saya punya pengalaman. Kita nggak bisa ngomong yang baik tentang orang A, B, kita nggak bisa ngomong yang baik ... jangan ngomong. Diam saja. Tapi kalau kita bisa ngomong yang baik tentang orang lain, ngomong. Aduh, dia baik, dia setia, oh dia sahabat yang baik, oh dia bagus, oh dia nggak lihat orang. Selalu lihat kebaikan orang. Semua baik.

Saudara mau mengatakan kepada Tuhan semua baik? Walaupun yang kita alami digigit tikus tetapi kita bilang: Tuhan, Engkau baik.

Para pelayan Perjamuan maju ke depan. Kita nyanyi lagu Semua Baik.

-- o --

Minggu, 08 Maret 2009

BERSERULAH KEPADA-KU

Yeremia

33:3 Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.

Firman Allah berkata: Berserulah kepada-Ku. Bahasa Inggris memakai kata call. Call disini adalah memanggil, berseru. Call.

Ayat ini berkata, berserulah kepada-Ku maka Aku akan menjawab engkau. Saudara senang nggak dengar perkataan ini? Dia yang bilang loh, bukan kita, bukan maunya kita. Dia yang bilang, berserulah kepada-Ku ... call Me, panggillah Aku. Dan Dia jamin: Aku akan menjawab engkau. Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau. Ini yang pertama yang harus kita ingat bahwa Tuhan selalu dan pasti menjawab apa yang kita minta, apa yang kita mohonkan kepada Tuhan pasti Dia jawab.

Dan masalahnya di mana? Masalah yang pertama, saudara, Dia menjawab pada waktu yang tidak sesuai dengan yang kita mau. Maunya kita, begitu kita minta, dapat. Begitu kita minta, dapat. Begitu kita minta, langsung. Lama-lama kita gede kepala. Begitu kita minta, dapat. Begitu kita minta, dapat.

Dulu ada jemaat yang minta saya berdoa. Tolong ko Yoyo, tolong sembahyangin saya punya perusahaan. Tapi kamu sendiri mesti berdoa, saya bilang. Iya, tapi kalau saya yang sembahyang mungkin di sananya tulalit, tulalit, ... nomor yang anda hubungi sedang sibuk. Kalau ko Yoyo yang sembahyang pastilah diterima.

Dia tidak yakin bahwa doanya itu akan didengar oleh Tuhan. Dia tidak yakin bahwa dia akan dijawab oleh Tuhan. Dia pasti dijawab cuma Tuhan menjawab waktunya nggak sama dengan waktu kita. Pada waktu kita mau cepat, Tuhan kasih lambat. Pada waktu kita, ya Tuhan nggak usah cepat-cepat dah, Tuhan kasih cepat.

Persoalan yang kedua adalah seperti lampu lalu lintas. Ketika saudara sampai di lampu lalu lintas dan saudara ada lampu kuning, saudara satu antara dua: merah atau hijau. Pasti dijawab. Karena itu namanya lampu lalu lintas untuk saudara. Apakah itu merah, jangan. Atau kuning, tunggu. Atau hijau, boleh.

Berseru kepada Tuhan. Kalau berseru kan teriak. Nggak, Tuhan kita nggak tuli, nggak usah teriak-teriak. Tuhan kita itu gentlemen. Kita cuma ngomong, Dia tahu. Mazmur berkata, sebelum kita ngomong Dia sudah tahu kita mau ngomong apa. Coba. Jadi nggak usah teriak-teriak. Ini ayat bahasa Indonesia memakai berseru, berteriak. Padahal dalam bahasa Inggris, nggak. Cuma call aja. Tuhan kita adalah Tuhan yang telinganya mendengar; Dia pasti mendengar.

Lalu apa janji Tuhan? Siapa yang masih ingat, tahun 2009 tahun apa? Pertumbuhan. Bahkan sekarang ada istilah baru, tahun ini adalah tahun hitung ang pao. Kenapa kita menghitung uang? Karena Tuhan memberkati. Haleluyah? Apa yang saudara minta kepada Tuhan, Dia pasti jawab. Cuma jawaban Tuhan tidak sesuai dengan waktunya kita.

Contoh pertama, di dalam pesta di Kana yang kehabisan anggur. Ibu Yesus datang ke dapur dan Yesus sedang berdiri di dapur. Dia main perintah aja ini ibu Yesus: Yesus, Yesus, mereka kehabisan air anggur. Lekas bikin mujizat. Lekas mereka kehabisan air anggur.

Yesus ngomong begini: Ada urusan apa antara engkau dengan Aku, hai perempuan? Ngomong begitu Yesus. Ada urusan apa engkau dengan Aku, hai perempuan? Waktu-Ku belum sampai.

Saya tanya sama saudara: Didengar nggak kata-kata Maria? Didengar. Dijawab tidak? Dijawab, cuma waktu-Ku belum sampai. Lalu Maria itu pintar. Dia sudah tahu, oh iya saya salah, kita maksa-maksa sama Yesus. Dia balik ke dapur, dan dia bilang sama pelayan-pelayannya: Apa saja yang Dia ngomong, kamu menurut. Kalau Dia bilang A, kamu A. Kalau Dia bilang ke kiri, kamu ke kiri. Kalau Dia bilang ke kanan, kamu ke kanan.

Apa saja yang Dia berkata, yang Dia suruh, kamu turut. Siap. Menunggu semua, Maria juga tunggu. Yesus acuh beibeh saja. Ini kadang-kadang kita alami waktu kita minta sesuatu dari Tuhan. Kita sudah tahu, aduh belum waktunya Tuhan. Tapi kita tunggu. Kapan ya? Kapan? Dan Tuhan acuh tak acuh. Dia lewat rombongan tempayan ada enam gede-gede satu bisa muat 120 liter, satu tempayan. Tiba-tiba Dia ngomong sama pelayannya: Isi tempayan ini sama air. Yang diminta anggur kok, masa disuruh diisi air? Tapi, apa saja yang Dia suruh harus dikerjakan. Isi air, isi air, isi air, air, air.

Belum pernah saya dengar ada minuman yang minumnya air tapi begitu diminum jadi anggur. Nggak ada. Tukang sulap nggak bisa bikin air jadi anggur, nggak bisa. Hanya Yesus. Yesus bikin mujizat itu karena ada permintaan dari seorang Maria. Mereka kehabisan air anggur. Itu saja. Lekaslah tolong, mereka kehabisan air anggur. Yesus jawab dengan caranya Yesus. Dan akhirnya pesta itu diakhiri dengan kejutan. Pengantin laki-laki dipanggil: Hei sini. Ada apa? Biasanya orang itu kasih anggur yang baik baru setelah itu yang jelek. Tetapi kamu menaruh anggur yang lebih baik sampai akhir pesta.

Jadi kalau dunia, manis dulu tambah lama tambah turun, tambah lama tambah turun, lama-lama tambah turun. Waktu pacaran disebut sayang. Begitu sudah punya cucu, si nenek-nenek, bapanya anak-anak, engkongnya anak-anak. Itu anggur yang biasa, anggur yang normal. Tapi ada anggur yang super. asalnya sayang Sayang sayang disayang .. Aku disayang Tuhan .. Tambah naik. Aku diangkat jadi anak-Nya .. Aku disayang Tuhan. Tambah naik. Apa kata Ulangan 28? Engkau akan naik dan bukan turun. Kalau diangkat kan naik Aku diangkat jadi anak-Nya .. Aku disayang Tuhan.

Tadi pagi di Jakarta, saya sedang memperhatikan satu anak umur 3 atau 4 tahun, perempuan. Selalu kalau kebaktian: Opa Yoyo. Datang sama saya, cium, cium. Selalu kalau kebaktian. Tapi satu kali saya lagi kebaktian dia lari-lari sama bapanya, bapanya itu di depan. Saya bilang: Coba atasi ini anak supaya jangan ribut. Dia sakit hati, saudara. Seminggu nggak mau ngomong sama saya. Tapi tadi pagi dia datang. Mana cucu opa ini? Dan dia datang. Coba opa minta cium. Cium. Saya angkat dia. Sudah nggak marah lagi? Mau cium opa? Anak kecil aja bisa sakit hati, saudara.

Tapi kalau kita sakit hati sama Tuhan, kita yang rugi. Maka kalau saudara nggak ke gereja, Tuhan nggak rugi ... saudara yang rugi. Tuhan nggak pernah rugi. Saudara yang rugi. Apa yang terjadi? Dengan mujizat ini - ini mujizat pertama - banyak orang berkata mujizat pertama Yesus adalah air menjadi anggur. Buat saya bukan. Mujizat pertama Yesus, Dia menjawab permintaan seorang wanita. Haleluyah? Wanita di dalam alkitab selalu bicara gereja. Bapa dan ibu dilambangkan sebagai wanita.

Ketika saudara di dalam kesulitan, di dalam kekurangan, di dalam apapun juga, saudara berseru kepada Tuhan, minta tolong kepada Tuhan, Tuhan pasti tolong. Cuma, saya bilang, waktunya Tuhan bukan waktunya kita. Dia menolong pada waktunya Dia, kairos. Bukan pada waktu kita, kronos. Bukan. Waktunya Tuhan.

Yang kedua, ini masalah yang kita harus tahu. Tuhan punya jawaban berbeda dengan keinginan kita.

Kita minta atas, Tuhan kasih bawah. Kita minta dibuka jalan, Tuhan malah tutup jalan.

Jadi kita mesti mengerti. Sekarang saya ingin saudara perhatikan. Kalau Tuhan tidak memberi apa yang saya minta berarti Tuhan mempunyai sesuatu yang lebih baik.

Mari saya kasih contoh seorang Rasul Paulus. Paulus ini yang saya katakan Simson perjanjian baru. Dia kerja delapan hari satu minggu. Dua puluh lima jam satu hari satu malam. Itu istilah saya. Karena dia begitu giat menginjil. Di perjalanan terus menginjil, menginjil, menginjil. Tapi pada satu kali dia ingin menginjil malah ditangkap. Dimasukkan ke dalam penjara. Lama di penjara.

Kenapa Tuhan nggak tolong? Dua kali dia masuk penjara. Tuhan biarkan. Cukup lama di penjara. Masa pendeta, hamba Tuhan, rasul yang dipakai Tuhan luar biasa, kok bisa dipenjara? Kenapa Tuhan nggak pakai seperti Petrus, bisa keluar. Pintu penjara nggak dibuka, kolotoknya nggak rusak, tapi Petrus bisa keluar. Kenapa nggak bikin mujizat seperti itu? Sebab Tuhan punya maksud yang lebih baik. Karena di penjara dia tulis surat - I Korintus, II Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, I Tesalonika, II Tesalonika, I Timotius, II Timotius, Ibrani, Filemon.

Jadi Tuhan sudah lihat ke zaman sekarang. Waktu zaman Paulus Tuhan sudah lihat sampai abad ke-19, abad ke-20. Aku penjarakan kamu demi umat-Ku yang di dunia nanti pada abad 19 dan abad 20 akan membaca firman-Ku. Tapi mereka harus baca, kamu yang harus tulis. Dan tempat yang paling tenang, di penjara. Kalau saudara baca Kisah Rasul pasal yang terakhir, tentara Roma memberikan ruangan khusus kepada Paulus. Kamar khusus. Sebab Paulus bisa menulis surat.

Kalau saudara membaca surat Timotius, dia tulis surat sama Timotius, bawa ke sini gulungan-gulungan kitab, perkamen-perkamen itu gulungan surat. Dia menulis surat. Dan kalau saudara membaca Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, I Tesalonika, II Tesalonika, I Korintus, II Korintus, Ibrani, Filemon ... itu ditulis di penjara. Itu ditulis karena waktu dia di penjara. Dia ingin menginjil dan dia menginjil sampai Eropa, sampai Itali, sampai Kilikia, sampai di pulau Kreta, dari Eropa balik lagi ke Asia kecil. Dia jalan kaki, naik kapal, dan sebagainya. Menginjil dia. Tapi ada waktunya Tuhan nggak dengar dia punya doa. Masuk penjara.

Bayangin kalau ada pendeta masuk penjara. Pastilah orang ngomong macam-macam yang miring-miring walaupun pendeta itu nggak salah. Ayub ngeluh, tapi dia nggak susah, dia tulus. Kita mau lihat apa yang ditulis oleh Paulus dari penjara. Filipi. Surat Filipi adalah surat yang ditulis oleh Paulus dari dalam penjara. Filipi

4:10 Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu.
4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.
4:12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.
4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
4:14 Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku.
4:15 Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaatpun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu.
4:16 Karena di Tesalonikapun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku.
4:17 Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.
4:18 Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.
4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
4:20 Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin. 

Bisa bilang amin? Ini dia tulis di penjara. Dia tidak ngomong sedikit juga tentang apa. Dia bilang engkau sukacitaku, hampir sepuluh kali, engkau sukacitaku, aku bersukacita. Tapi yang kita mau lihat dari ayat-ayat yang barusan kita baca: Aku tahu apa artinya kelimpahan. Aku tahu apa itu artinya kekurangan.

Banyak orang bisa bertahan pada waktu kekurangan. Pada waktu saudara susah, pada waktu kita susah, banyak orang bisa bertahan. Tetapi hanya sedikit bisa bertahan waktu kita senang, waktu kita kaya, waktu kita berkelimpahan ... sedikit bisa bertahan dari kekayaan. Kebanyakan lupa Tuhan. Kebanyakan lupa kebaktian. Nanti kalau ada kesulitan baru kebaktian.

Tetapi lihat Paulus berkata: Aku sudah belajar apa itu kelimpahan, apa itu kekurangan. Itu tidak masalah buat Paulus.

Tadi pagi karena sampai di Jakarta jam tujuh lebih sedikit, kita lagi cari makan. Ya, sudahlah ke bakmi Orpa. Itu bakmi paling mahal di dunia. Saya nggak pernah bayar, selalu dibayarkan orang. Ada satu bapa di Jakarta, kalau bapa mau ke Orpa, telepon saya. Dia ingin membayarin saya. Jadi saya telepon dia. Oke pa, saya nanti tunggu di Orpa. Saya lebih dulu datang, bapa itu datang. Begitu habis makan, wah itu bapa mau bayarin. Udah dibayar. Siapa yang berani bayar? Dia tunjuk satu ibu. Ibu itu baru dengar khotbah saya sekali. Dia ingat saya.

Jadi kalau saya salin, rejeki mah dari mana saja datangnya. Ada haleluyah, saudara? Tuhan mungkin berkata, kamu harap manusia, kamu harap bapa ini yang mau bayarkan, Aku pakai alat-Ku sendiri. Saya sudah dua, tiga kali dibayarin orang yang saya nggak kenal orangnya siapa. Sampai sekarang saya nggak tahu. Namanya siapa, nggak tahu. Tuhan punya orang kaya begitu segudang, saudara.

Tuhan itu Tuhan yang luar biasa. Dia sudah tahu isi hati kita. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang menjawab doa kita. Kita kembali kepada Yeremia. Dalam Yeremia 33 tadi, kita akan melihat bagian yang kedua.

Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami.

Coba lihat ke depan. Hal-hal yang besar, hal-hal yang besar. Allah kita Allah yang besar. Itu sebabnya umat-Nya, domba-domba-Nya harus mempunyai pikiran yang besar. Saya sekolah tidak tinggi, saya sekolah hanya lulus SMA. Tapi saya nggak tahu siapa yang ngajar, saya mulai berpikiran pikiran yang besar.

Saya punya buku atlas. Waktu SMP, saya buka atlas Australia. Lalu peta dari Jakarta ke Australia saya garis pakai potlot. Dan saya tulis di garis itu perjalanan Yoyo. Saya garis ke Singapura. Saya garis ke Filipina. Saya garis ke Kuala Lumpur. Saya garis ke Hong Kong. Saya garis terus ke mana-mana. Pada tahun 64, 66 saya berpikiran yang besar, bercita-cita. Dua belas tahun kemudian, saya melihat apa yang saya cita-citakan. Saya ke Kanada. Saya mimpi, mimpi besar.

Saya mimpi bertemu Ronald Reagan. Saya mimpi main bowling dengan Pak Harto. Lalu saya mimpi bertemu dengan Kaisar Akihito di Jepang. Padahal mimpi, saudara. Saya ketemu Ali Sadikin. Saya mimpi ketemu Try Sutrisno di tikungan ini. Itu hebatnya mimpi. Tapi kalau sama Gus Dur saya bukan mimpi. Betul-betul sama Gus Dur. Sebelum dia jadi presiden sampai dia jadi presiden, saya ketemu dengan dia.

Kita ini anak Tuhan. Kita ini lebih tinggi dari presiden di dunia. Kita anaknya Tuhan. Maka itu kalau berjalan musti tegak. Tegak berjalan sebab doa kita didengar oleh Tuhan.

Dia akan memberitahukan hal-hal yang besar. Tuhan kita adalah Tuhan dari kejutan. Dan kalau Dia memberikan kejutan, bukan kejutan yang mengerikan, bukan kejutan yang menakutkan tapi kejutan yang menyenangkan, kejutan yang memberikan kita kepuasan batin. Tadi pagi saya khotbah di Jakarta. Itu khotbah saya dapatkan kemarin saya doa di sini. Saya bilang, saya mau khotbah apa besok di Jakarta. Aduh saudara, kalau saya mau ngomong mungkin nggak percaya. Ngomong Dia. Belas Kasihan. Terus ayatnya Dia kasih ... ini, ini, ini, ini. Ini khotbah ini saya dapat tadi pagi.

Saya paling kesal orang pantekosta bersaksi begini, kebanyakan zaman dulu: Saudara-saudara sekalian saya ingin bersaksi. Walaupun saya tidak dipakai seperti terang yang besar tapi saya ingin dipakai sebagai lilin-lilin yang kecil.

Apa pernah ada ayat di dalam Alkitab: Kamulah lilin yang kecil? Tidak. Kamu adalah terang dunia. Dunia sama lilin gedean mana? Kamu adalah terang dunia. Saudara adalah terang dunia. Terang dunia. Rubah mindset saudara. Rubah.

Ah pak, saya mah biasa pak, engkong saya tukang tiup balon. Turun sama papa saya, tiup balon. Terus turun sama saya, niup balon. Anak saya sudah tiup balon juga. Cucu saya juga lagi belajar tiup balon. Apa saudara bangga dari atas sampai bawah niup balon terus? Tuhan sanggup membuat saudara besar sebesar pikiran saudara. Kalau pikiranmu besar, imanmu besar, Allahmu besar, engkau akan diberikan perkara-perkara yang besar. Walaupun kita tidak mengerti, walaupun kita tidak tahu, walaupun kita pendidikan terbatas.

Saudara tidak lebih jelek dari saya. Saudara tidak lebih kurang disayang dari pada saya. Kita semua sama di hadapan saya. Saudara punya kesempatan yang sama untuk diberkati. Saudara punya kesempatan yang sama untuk menjadi besar. Saudara akan diberkati. Saudara akan memiliki kelimpahan. Saudara akan berhasil, tidak pernah gagal. Saudara akan menjadi kepala dan bukan ekor. Saudara akan naik dan bukan turun. Saudara pasti diberkati. Toko saudara diberkati. Pabrik saudara diberkati. Rumah tangga saudara diberkati. Semua kita akan diberkati oleh Tuhan.

Yang terakhir, yang ketiga: Hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.

Saudara aneh nggak, saya nggak pernah punya titel STh. Dan saya nggak pernah sekolah tinggi teologia, STT, nggak pernah. Tapi saya diizinkan Tuhan bangun STT. Murid saya jauh lebih pintar dari saya karena mereka sekolah STT. Tapi tahu nggak saudara, saya diminta untuk menggurui mereka. Saya bilang, STT gurunya harus bertitel, STh atau doktor atau MTh. Tapi DR Yan Lumempauw bilang, iya tapi brur Yoyo kan sudah berprestasi, bisa bangun sekolah, bisa ada STT. Jadi bapak Awondatu adalah dosen luar biasa. Terima kasih, saya bilang. Kami akan kasih gelar sama bapak, nanti gelar doktor dari Yogya bisa sebab saya juga ngajar di sana, katanya. Ada orang bilang, jangan mau. Kalau kamu dapat gelar doktor kehormatan, kamu jadi dosen biasa. Sekarang kamu dosen luar biasa. Masa sudah jadi luar biasa mau jadi biasa? Jadi sampai sekarang dia juga nggak memberi, saya juga nggak mikirin. Mindset kita.

Saya punya Tuhan yang besar. Di mana ada teka teki, di situ ada jalan. Di mana ada pertanyaan, Tuhan itu ada jawaban. Ini yang Tuhan mau kasih tahu, yang kita nggak tahu. Tapi Dia mau kasih tahu. Kalau kita belajar di sekolah, kan artinya saya tahu dong. Ini yang kita tidak tahu. Saudara belum tahu apa-apa tapi Dia mau beri tahu.

Saya mau tutup dengan satu kesaksian ini. Ada satu anak Tuhan, dia tinggal di daerah Banten. Dua tahun yang lalu dia menemukan, bukan bikin ... dia menemukan mesin besar untuk membuat ini, untuk membuat ini, untuk membuat ini. Dia menemukan. Tapi dia mau bikin dia takut. Dia tiap selasa ikut kebaktian saya. Saya bilang, orang punya iman tidak boleh takut. Akhirnya dia lakukan. Dia bikin. Dan dia mulai jual mesinnya ini. Dulu dia biasa beli dari Jerman, sekarang orang Jerman beli dari dia. Seluruh Asia dia mau jual. Terus terang oom, ini saya menemukan ini tidak ada yang bantu, om, saya menemukan sendiri. Kirim gambar mesinnya. Dia tidak tahu sebetulnya tapi Tuhan kasih tahu. Dia sudah hak paten sekarang. Seluruh dunia tidak bisa bikin kalau tanpa bayar sama dia. Dijadikan hak paten. Dia bisa tahu. Dia orang kristen, pantekosta lagi. Itu yang dandanin STT itu dia.

Itu sekarang dia punya mesin luar biasa. Memang insinyur tapi insinyur yang menemukan mesin, membuat mesin sendiri. Dia bilang, penemuan ini saya kembalikan bagi kemuliaan nama Tuhan. Saudara jangan minder. Tuhan sayang orang itu, Tuhan juga sayang saudara. Saudara juga Tuhan pasti buka jalan untuk menemukan sesuatu. Kemarin saxophone saya bertambah jadi dua belas. Sampai saya sudah bilang, aduh Tuhan terlalu banyak, buat apa ini banyak-banyak? Pakai nafasmu untuk Aku. T'lah Tuhan berkati yang lain .. B'ri saya juga .. Yesus Tuhan .. Berkati saya .. T'lah Tuhan berkati yang lain .. Bri saya juga.

Bukan iri. Tuhan, kalau Tuhan kasih yang lain, kasih saya juga dong. Kalau pakai dong, itu iri. Ini kan tidak. Kita yakin Tuhan memberi juga kepada kita. Belum waktunya Tuhan, bukan berarti Tuhan nggak jawab. Belum saatnya kita menerima, bukan berarti Tuhan nggak jawab. Belum waktunya. Kalau belum waktunya, sabar. Pasti, kalau sudah waktunya.

Saya punya kesaksian pribadi. Apa yang saya minta, Tuhan selalu nggak kasih langsung. Nanti saya sudah lupa, sudah setahun, sudah dua tahun, sudah bersyukurnya juga sudah lupa, eh, Dia kasih.

Allahku akan memberkati engkau sesuai dengan kekayaan kelimpahan-Nya. Filipi 4:19 tadi. Allahku akan membalas kepadamu dengan berkat yang besar sesuai dengan kekayaan Tuhan. Haleluyah, haleluyah, haleluyah.

Senang pakai bekas orang? Ada yang bangga, loh. Pak, ini rumah ini bekas rumahnya Adam Malik. Ini di Jakarta. Saya doakan. Saudara senang yang bekas nggak? Saya nggak apa-apa dikasih yang bekas asal berlian. Sekarang kita tahu maksudnya arah ke mana.

Saya pernah sembahyang begini: Tuhan, penuhi saya dengan kebodohan-Mu sebab kebodohan-Mu jauh lebih tinggi dari kepintaran manusia. Tuhan, berikanlah kepadaku kelemahan-Mu karena kelemahan Tuhan jauh lebih kuat dari pada kekuatan manusia.

Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --  

Minggu, 15 Maret 2009

ISTIRAHAT

Mazmur  

37:7 Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. - Ayat 9 -
37:9 Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri.

Haleluyah? Di dalam ayat yang 7 dan di dalam ayatnya yang ke-9 ada satu kata yang sama, yaitu kata menantikan Tuhan. Menantikan Tuhan bukan berarti menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali datang ke dalam dunia tetapi menantikan Tuhan ... menantikan pertolongan Tuhan, menantikan tindakan Tuhan, menantikan apa yang Tuhan mau lakukan, menantikan mujizat Tuhan, menantikan uluran dari pada Tuhan.

Di dalam ayat ke-7 dimulai dengan kata berdiam dirilah. Kata berdiam diri ini bukan diam kita nggak ngomong apa-apa ... maksudnya rest. Bahasa Inggris memakai kata rest. Rest in the Lord, sandar. Sekarang saya duduk sandar, rest. Kaki saya tidak memikul beban badan saya. Saya rest, saya sandar kepada kursi. Seperti inilah saudara mesti sandar kepada Tuhan. Tuhan adalah tempat kita beristirahat. Tuhan adalah tempat saudara rest. Kalau saudara jalan di jagorawi, di kiri kanan jalan ada pom bensin dan ada tulisan rest area atau area untuk beristirahat.

Saudara tidak bisa jalan ikut Tuhan terus-terusan. Saudara mesti ambil waktu untuk rest. Amin? Pada waktu rest ini, kita menantikan Tuhan.

Maunya Tuhan itu begitu. Saudara jangan repot cakah-cikih, ngurusin kesulitan kita. Nggak habis-habisnya. Serahkan saja di bengkelnya Tuhan. Rest. Saudara mau istirahat? Nggak mau? Pengen kerja terus? Saudara mau istirahat? Dikasih air hidup, dikasih roti hidup, saudara beristirahat. Kebaktian ini seperti istirahat. Urusan toko, urusan bisnis, Tuhan yang atur.

Pasti diberkati Tuhan. Pasti ada langganan. Jangan ketakutan kehilangan langganan. Langganan Tuhan kirim. Pasti ada yang pesan minuman, pasti ada yang pesan makanan, pasti ada yang pesan barang-barang yang saudara jual. Jangan takut. Tuhan kita adalah Tuhan yang luar biasa. Tuhan yang memperhatikan binatang. Tuhan yang memperhatikan burung di udara. Tuhan yang memperhatikan, yang memelihara ikan-ikan besar di laut. Dikatakan oleh Tuhan kepada Ayub, siapa yang memberi makan ketika rajawali lapar? Ketika binatang di hutan kelaparan, siapa yang memberi makan? Dia tanya sama Ayub.

Ayub minta ampun. Ampun Tuhan, Engkau yang beri makan. Kalau binatang saja Tuhan beri makan, masa kita Tuhan tidak beri makan? Itu sebabnya kita mau belajar rest. Dari kata rest ini ada kata menantikan Yesus, nantikan Tuhan, tunggu. Kalau saudara tunggu perlu apa? Perlu sabar. Sabar.

Ayat 7 bilang, jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. Jangan marah sama orang yang tipu daya, jangan marah sama orang yang merencanakan jahat. Jangan.

Baru-baru ini di Amerika ada seorang yang mencuri uang, seluruh dunia dicuri uangnya sama dia. Namanya Maddoff. Dihukum sudah. Hukumannya seratus lima puluh tahun penjara. Saking banyaknya dosanya, seratus lima puluh tahun penjara. Uang yang dia curi 58 miliar satu hari ... selama seratus tahun. Itu jumlahnya. Satu hari 58 miliar rupiah selama seratus tahun, kalikan saja. Tapi uangnya nggak ada. Bank di Eropa dicuri, Citibank diambil, Bank HSBC diambil, semua diambil. Ketika ditangkap, ditanya, uangnya mana? Nggak bisa ngomong. Mau cari kekayaan, mau kejar kekayaan, akhirnya dihukum seratus lima puluh tahun. Dia nggak nikmati. Mending menunggu Tuhan, menantikan Tuhan.

Ayat 9, Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri. Dalam bahasa Inggris, akan mewarisi bumi.

Saya tidak tahu, saudara percaya apa tidak apa yang saya beritakan ini. Saudara percaya apa tidak? Saudara akan mewarisi bumi kalau menanti-nantikan Tuhan, menunggu Tuhan.

Jemaat di Jakarta sudah rapat dan mereka baru mau bedston mulai besok. Jemaat di Jakarta setelah dua puluh lima tahun baru belajar bedston. Besok jam tujuh malam mereka bedston sampai jam delapan. Mereka sudah diberkati Tuhan. Tapi mereka rasa ada yang hampa, ada yang kurang. Apa ini? Kami rapat kemarin hari sabtu. Dan mereka mulai belajar bedston. Waktu saya bilang, bedston di Cianjur itu ya nggak terlalu banyaklah paling seratus lima puluh orang. Kaget mereka.

Menantikan-nantikan Tuhan, menunggu Tuhan. Tunggu Tuhan. Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu. Tunggu Tuhan! Menantikan Tuhan, saudara akan mewarisi bumi. Jadi bukan cuma berkat setempat, bukan cuma berkat di Cianjur, bukan. Seluruh bumi saudara akan warisi. Saudara bisa keliling dunia. Saudara bisa apa saja saudara bisa nikmati asal saudara menanti-nantikan Tuhan.

Coba kita buka dulu Mazmur 27. Dalam Mazmur 27:14, dia berkata begini:

27:14 Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Saya mau salin dari bahasa Inggris. Nantikanlah Tuhan! Jangan takut, Dia akan menguatkan hatimu. Tunggu, nantikanlah Tuhan. Aku berkata sekali lagi, nantikan Tuhan.

Ada haleluyah? Tunggu, nantikanlah akan Tuhan. Wait, tunggu, nantikan sama Tuhan. Wait. Tunggu. Kalau saudara sudah mau berangkat. Saudara sopir, saudara mau berangkat naik mobil. Ada keluarga mau ikut, saudara sudah jalan. Tunggu ... orang itu. Tunggu. Artinya kita jalan terlalu cepat. Tunggu ada yang belum ikut. Masih ada yang belum naik mobil. Tunggu, jadi kita mesti berhenti. Nggak maju, diam. Tunggu siapa? Tunggu orang itu masuk di mobil kita, baru kita jalan.

Kalau kata Tuhan tunggu, artinya kita jalan sendiri. Tunggu akan Tuhan, biar Tuhan yang bertindak. Tunggu Tuhan Yesus masuk di mobil kita, baru kita jalan. Amin? Saudara mau menunggu Tuhan? Nantikan Tuhan. Sabar. Gimana soal ekonomi? Tunggu, menantikan Tuhan. Tunggu, saudara tidak akan rugi. Menunggu, menantikan Tuhan. Dalam Yesaya

40:28 Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.
40:29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
40:30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru - Bahasa Inggris, memperbarahui kuatnya -: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah - Bahasa Inggris, tidak sampai pingsan -.

Saya mau berhenti di sini agak lama. Kita mesti kenal Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak pernah lelah dan tidak menjadi lesu. Ayat yang terakhir dari ayat 28, tidak terduga pengertian-Nya. Bahasa Inggris pengertian-Nya, tak terselidiki. Dalam dan lebar .. Dalam dan lebar .. Cintanya Tuhan dalam dan lebar .. Dalam dan lebar .. Dalam dan lebar .. Cintanya Tuhan dalam dan lebar. Seberapa dalam? Sangat dalam. Seberapa lebar? Sangat lebar. Tak terselidiki. Berapa tinggi? Tak terselidiki. Berapa panjang? Tak terselidiki. Berapa dalam, berapa lebar? Tak terselidiki. Makanya kita punya Tuhan itu istimewa. Tuhan kita nggak perlu digotong-gotong. Tuhan kita yang menggotong kita. Tuhan kita yang mengangkat kita.

Berikutnya ayat 29,  Dia memberi kekuatan kepada yang lelah. Saudara lelah hari ini? Saudara cape? Maksudnya cape hati. Saudara kesal, saudara bingung, saudara kuatir, saudara memikirkan hari esok. Saudara bilang, aduh bagaimana ya hidup ini? Segala susah. Jangan ngomong. Tuhan kita sudah istimewa. Dia tahu. Karena pengetahuannya dalam dan lebar; Dia tahu segala apa yang kita perlukan. Dia memberikan kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.

Anak muda sekarang perlu itu. Anak muda sekarang perlu minuman dopping. Badminton baru setengah set dopping Kratingdaeng. Tidur baru sejam, dopping Extra Joss. Semua musti dopping. Tapi Tuhan kasih kekuatan, saudara tidak perlu dopping lagi. Kekuatan dari Tuhan itu luar biasa. Luar biasa kekuatan dari Tuhan. Saya ingin mendemonstrasikan kekuatan Tuhan sebagaimana  yang dituliskan Alkitab. Kita buka I Raja-raja 

18:43 Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: "Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut." Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: "Tidak ada apa-apa." Kata Elia: "Pergilah sekali lagi." Demikianlah sampai tujuh kali.
18:44 Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: "Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut." Lalu kata Elia: "Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan."
18:45 Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel.
18:46 Tetapi kuasa TUHAN berlaku atas Elia. Ia mengikat pinggangnya dan berlari mendahului Ahab sampai ke jalan yang menuju Yizreel.

Ini yang pertama demonstrasi kuasa Tuhan. Tiga setengah tahun sudah tidak ada hujan. Sampai raja minta ampun sama Elia: Saya nyerah, saya sudah salah sama Tuhan. Saya sudah berdosa sama Tuhan. Doa sama Tuhan supaya Tuhan kirimkan hujan. Elia punya pembantu: Coba lihat ke laut, ada apa di atas langit? Sampai tujuh kali nggak ada apa-apa. Tapi ke tujuh kalinya, disuruh lagi. Lihat lagi. Ada awan kecil sebesar telapak tangan. Kasih tahu sama Ahab, suruh dia pergi jangan sampai terlambat, jangan sampai dia kena hujan.

Bayangkan Ahab naik kereta kuda. Dan Elia berlari-lari dan Elia ini umurnya tua. Mungkin umur kurang lebih enam puluh - enam puluh lima. Dia lari, dikejar itu kereta. Itu kuda bisa dikejar. Itu kuasa Tuhan. Maka kata Yesaya 40 tadi, orang muda bisa lelah tapi orang yang menantikan Tuhan akan diberikan kekuatan. Dia akan berlari dan tidak tahu cape. Haleluyah. Kita buka Filipi

3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Kalau saudara berlari, ada jemaat yang kenal Tuhan terlebih dahulu. Jemaat kenal Tuhan sepuluh tahun lebih dulu, dua puluh tahun lebih dulu, dia sudah kenal Tuhan. Tapi jalan ikut Tuhannya santai. Saudara kenal Tuhan baru tahun ini atau tahun kemarin baru kenal Tuhan tapi saudara berlari. Kekejar nggak? Kekejar. Maka ada ayat, siapa yang terdahulu dia nanti jadi terkemudian. Siapa yang terkemudian, dia akan terdahulu. Karena yang terkemudian, dia lari. Yang terdahulu, dia jalan.

Saudara naik Bajaj ke Jakarta. Jalan. Ada teman saudara punya mobil. Dia bilang, duluan saja. Duluan saja. Nanti saya pakai mobil belakangan. Duluan saja. Karena dia tahu dia akan sampai duluan. Karena Bajaj itu mogok di Puncak. Mengerti saudara? Biar duluan pergi, biar duluan kristen, biar jadi kristen duluan, tapi kalau mogok? Kebaktian nggak lagi, sembahyang nggak lagi, baca Alkitab nggak lagi. Kalah sama jiwa baru. Dia berlari, tidak ada lelah. Kita teruskan, Yesaya 40:30 tadi,

40:30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Saya mau cerita sedikit tentang 'mereka seumpama rajawali yang terbang'.

Ada kata 'naik terbang', bahasa Inggris dikatakan mount up. Rajawali kalau terbang merentangkan tangannya. Rajawali adalah burung yang luar biasa. Dia punya mata bisa melihat 360 derajat. Tidak bisa orang membokong rajawali. Nggak bisa. Karena dia tahu di depan, dia lihat ke kanan, dia lihat ke kiri, dia lihat ke belakang, dia lihat ke bawah, dia lihat ke atas matanya. Jadi istimewa rajawali ini. Dan dia tahu di mana angin yang panas, di mana angin yang dingin. Datang badai, dia nggak takut badai. Naik.

Nah GPdI Cianjur, orang kristen, anak Tuhan pantekosta Cianjur, kalau dia turunan rajawali, nggak takut badai. Nggak takut percobaan tahun 2009 bagaimana, nggak takut. Naik. Saudara mau naik apa mau turun? Naik.

Rajawali ada masanya ganti bulu. Waktu ganti bulu, bentuk rajawali paling jelek. Seperti dia baru dikemo itu rajawali ... rontok. Bulunya itu rontok. Pada waktu bulunya rontok, dia diam di kandang, di sarangnya dia diam. Dia diam saja. Jelek sekali. Dan dia puasa, dia tidak makan. Dia diam. Tetapi sehari demi sehari mulai tumbuh bulu yang baru.

Ketika sudah tumbuh bulu yang baru, dia mulai kepakan sayapnya. Rajawali itu tinggi, sayapnya bisa dua meter. Monyet dia bisa bawa terbang. Rajawali itu luar biasa.

Maka Tuhan pakai contohnya burung rajawali. Saudara ini rajawali apa bukan, pertanyaannya. Apa saudara cucakrawa? Duit itu susah, ini susah, itu susah, susah, susah. Itu cucakrawa. Kalau rajawali diam. Bukan bisu. Diam. Angin badai, angkat sayap ... naik dia. Amin? Dan saudara bukan kuntul yang makanin kodok dan tutut. Dan saudara bukan bangau sebab Bangau berdiri cuma satu kaki. Kita berdiri dua kaki. Kita bukan Bangau, bukan kuntul tapi kita rajawali.

Ada klub basket namanya klub basket Bangau? Nggak ada. Kecap cap Bango. Kalau klub basket, Rajawali. Terus Garuda. Sama, dia-dia juga. Indonesia lambangnya apa? Garuda Pancasila. Pesawatnya? Garuda. Lambangnya Garuda Pancasila. Amerika ... garuda. Jerman ... rajawali. Yang dipakai banyak negara, pakai rajawali. Karena mereka senang dengan karakter rajawali.

Sekarang kalau rajawali mengajar anaknya terbang, anaknya sudah mau gede, sudah punya sayap tapi belum tahu terbang. Dari atas bukit yang tinggi, dia dorong itu anak. Dia jatuh. Ketika dia mau jatuh kena batu secepat kilat induknya sambar. Dia jatuh di atas induknya. Dia bawa lagi ke atas. Habis jatuh diapain? Didorong lagi.

Waktu rajawali, tadi saya bilang, dia tunggu mau ganti bulu, itu yang disebut menanti-nantikan. Diumpamakan, menanti-nantikan Tuhan itu, menantikan ini. Kekuatan yang baru dinantikan sebab dia kelihatan jelek karena sudah rontok semua, kekuatannya sudah nggak ada. Ganti bulu. Dia diam. Dia nggak makan, dia nggak cari makan. Dia diam, sampai bulu-bulunya kuat.

Nah kata Tuhan, orang yang menanti-nantikan Tuhan akan seperti rajawali.

Kok belum datang juga berkatnya? Saudara itu lagi muyung. Tunggu. Kalau rajawali kan muyung. Kalau kita kan berdoa. Nanti kalau sudah jadi, Tuhan bilang, itu bulu-bulu kamu sudah jadi ... kamu terbang. Bisnis saudara naik, berkat saudara naik, semuanya naik. Kalau harga-harga naik juga musti haleluyah sebab berkat Tuhan buat kita juga naik. Saudara mau menunggu Tuhan? 

Nah, ketika anaknya dijatuhkan, akhirnya dia pakai sayapnya karena dia nggak tahu pakai sayap. Dipakai sayapnya. Jatuh terus. Akhirnya dia baru tahu, direntangklan ... oh, begini.

Kalau saya ngajar orang berenang, saya bilang, air teman kamu bukan musuh kamu. Jadi orang itu sudah mulai senang. Senang dengan air. Sekarang kamu jangan nafas, diam saja. Ngambang. Kamu nggak akan tenggelam. Air bukan musuh kita. Air teman kita.

Sama seperti rajawali di atas udara yang bergejolak besar, tapi dia naik menantikan Tuhan. Mereka seumpama rajawali yang naik terbang. Lalu si anak rajawali yang sudah bisa itu, mulai bisa terbang. Begitu dia mulai bisa terbang, induknya nggak kasih makan lagi. Dia cari makan sendiri.

Ada jemaat saya di Jakarta yang mendidik anaknya lulusan Amerika untuk dagang. Sama dengan ini, hamba-hamba Tuhan ada yang sudah jadi, ada yang masih jadi pengerja. Pengerja saya macam-macam, antik-antik. Tapi sekarang mereka sudah jadi rajawali. Haleluyah.

Ada satu siswa, praktek, ada salah dia. Saya suruh puasa tiga hari di rumah saya. Jangan makan, jangan minum. Dan dia puasa. Lulus. Sekolah lagi. Lulus, sampai di Banten. Akhirnya menikah. Belum ada jemaat. Ngamen. Ini hebatnya. Suami istri nyanyi di restoran-restoran Kasih Yesus lebih dari semua. Suara mereka bagus suami istri. Ketika ngamen ada orang mau kasih uang. Kami tidak mau uang. Kami perkenalkan diri, kami pendeta. Kami punya alamat di sini. Kalau bapak ibu belum bergereja, datanglah di kebaktian kami. Sekarang sudah besar, sudah bangun gereja. Sudah jadi rajawali. Ada haleluyah? Kemarin KKR seluruh gereja di Banten, saya yang khotbah. Murid saya yang perempuan yang pimpin pujian. Wah, sudah jadi rajawali. Haleluyah.

Saya tadi baru ketemu satu jemaat habis kebaktian. Dia bilang: Brur, saya nyumbang lima motor untuk hamba-hamba Tuhan. Mau yang baru, mau yang bekas? Yang baru saja semua. Saya bilang, kalau yang baru cuma lima. Kalau kita beli yang bekas harga lima bisa jadi delapan, bisa jadi sepuluh. Ya bagaimana saja, atur saja.

Kalau sudah jadi rajawali, motor datang sendiri, saudara. Berkat itu datang sendiri. Karena menanti-nantikan Tuhan. Mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya. Mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan tapi tidak menjadi lelah.

Siapa yang lelah hari ini? Siapa yang lesu? Siapa yang sukar, sulit? Buka Matius 11. Siapa yang lesu, yang cape, yang lelah, yang tidak bergairah.

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Bahasa Inggris bukan ketenangan, rest tadi. Seperti mobil berhenti di pom bensin, rest area, itulah saudara, kalau kita dipanggil sama Yesus. Kita datang, kita dapat rest.

Rest dalam bahasa Yunani. Bahasa Gerika, pause. Istirahat. Marilah datang kepada-Ku, kata Tuhan Yesus, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Saudara, Tuhan mau kasih istrirahat. Lihat ke depan.

Berapa hari Tuhan ciptakan dunia? Ada yang bilang lima ada yang bilang enam. Lima. Hari pertama, hari kedua, hari ketiga, hari keempat, hari kelima Dia ciptakan dunia dan segala isinya. Hari keenam, Dia bikin Adam, dia bikin manusia. Hari ketujuh apa? Istirahat, pause. Jadi Adam punya tugas setelah dia dijadikan manusia, apa? Istirahat.

Berhenti sebentar, istirahat. Di dalam Tuhan ada pause, ada istirahat, ada ketenangan. Ngomong sama Tuhan: Aduh Tuhan, saya cape. Dia kasih istirahat. Tuhan, saya lelah, saya lemah. Dia kasih istirahat. Istirahat itu ada dua macam. Kalau saudara mati, itu dalam bahasa Inggrisnya RIP ... Rest In Peace, istirahat di dalam damai. Istirahat sampai jadi tengkorak. Istirahat saja terus. Nanti kalau kebangkitan Tuhan, saudara dibangkitkan kembali. Tapi ada waktu istirahat. Dulu saya mesti tidur siang supaya rest.

Orang Ambon kalau jam itu minum kopi makan kue. Saya mau tanya, saudara jam 4 bikin apa? Biasakan saudara, makan kue minum kopi. Biasakan. Rest. Hirup mah kudu anteng.

Tahu rumah itu untuk apa? Untuk istirahat. Toko, warung, sudah cape seharian, harus ada istirahat. Saudara mau dibaharui kuat saudara? Tuhan nggak suruh saudara kerja berat-berat. Nggak. Istirahat.

Saudara, biasakan minum kopi. Ini untuk kebaikan saudara. Minum kopi. Tadi malam saya minum kopi jam 10. Espresso paling keras. Nggak bisa tidur bohong. Kalau tidur nggak bisa minum kopi tapi kalau minum kopi kita bisa tidur. Itu kopi adalah membaharui kuat kita. Anak kecil kalau dikasih kecil satu sendok teh kasih kopi, jantungnya kuat. Orang Singapura ada tea break ... istirahat minum teh. Ada coffee break ... istirahat minum kopi. Sebab mereka cari istirahat.

Tuhan nggak suruh saudara kerja berat. Nggak. Istirahat. Bukan malas. Saudara kerja giat tapi ada waktu istirahat. Istirahat. Tiap hari rabu ada banyak jemaat yang berpuasa, itu mengistirahatkan badan kita. Perut kita yang biasa menggiling makanan, diistirahatkan. Maka orang yang puasa, kebanyakan panjang umur. Belajarlah istirahat.

Orang Israel kalau enam tahun tanah sudah dikerjakan, tahun ke tujuh nggak boleh. Istirahat. Orang Korea kalau tanam ginseng, satu tahun dia pakai, dua tahun dia pakai, ke tiga tahun nggak boleh ditanamin. Istirahatkan tanahnya. Makanya ginseng Korea sebetulnya tidak diekspor. Kita musti beli di sana. Tapi saya belajar itu, tanah diistirahatkan. Kalau tanah saja mesti diistirahatkan apalagi badan kita, saudara.

Marilah datang kepada-Ku hai kamu yang bertanggungan berat, Aku akan memberikan pause. Aku akan memberikan istirahat.

Masa seminggu sekali saudara nggak bisa datang di gereja ikut bedston, mengistirahatkan badan, jiwa ini. Ketika saudara lelah, saudara istirahatkan badan, jiwa saudara, saudara istirahatkan. Saya kalau bedston dapat satu apa dua khotbah dari Tuhan. Tadi pagi saya bangun tidur, tiba-tiba Tuhan ngomong, ini. Kalau istirahat, enak dah. Saya tanya sekali lagi, saudara mau istirahat?

Pemain musik.

-- o --

Minggu, 29 Maret 2009

HIDUP

Selamat bertemu berbakti di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Mari kita buka Alkitab kita, Matius

16:13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
16:14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
16:15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
16:16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
16:17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

Pada waktu Tuhan Yesus bertanya kepada murid-Nya: Menurut opini orang, siapakah Anak Manusia, siapakah Aku ini?

Lalu ada yang berkata Yohanes Pembaptis. Ada yang berkata Elia. Ada pula yang berkata Yeremia. Ada pula yang berkata salah satu nabi. Berarti selama 3.5 tahun Yesus melayani di dunia, orang tidak mengenal siapa Yesus itu. Sebab ada yang bilang Yesus itu Yohanes Pembaptis. Termasuk raja Herodes. Ada yang bilang Yesus itu Elia, ada yang bilang Yesus itu Yeremia.

Tetapi Yesus tiba-tiba bertanya kepada murid-murid-Nya: Menurut kamu sekarang, apa katamu ... siapakah Aku ini? Juga murid-murid-Nya tidak ada yang tahu. Semuanya diam kecuali Petrus. Petrus berkata kepada Yesus: Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup!

Ketika Petrus berkata ini, dia berkata ketigaan Trinitas Allah secara komplit: Engkaulah Mesias - Yang diurapi atau Kristus, Mesias. Anak. Sang Yesus. Dari Allah yang hidup - Bapa. Jadi dia kenal dari Roh Kudus, Anak dan Bapa. Engkaulah Mesias atau Kristus, Anak dari Allah yang hidup.

Lalu kata Yesus kepadanya, berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang mengatakan itu kepadamu melainkan bapaku yang di sorga. Jadi untuk mengenal Tuhan Yesus tidak bisa pakai ilmu pengetahuan. Untuk mengenal Yesus, kita memerlukan wahyu atau penerangan pencerahan dari Tuhan sendiri.    

Saudara, ada yang sudah mengenal Yesus. Dan pengenalan saudara bermacam-macam. Ada yang mengenal Yesus sebagai ini, ada yang mengenal Yesus sebagai ini. Untuk menolong umat Tuhan, sekarang Yesus memperkenalkan diri. Dia tidak bertanya, menurut kamu siapa Aku. Tetapi Dia memperkenalkan diri dengan jelas di dalam Injil Yohanes.

Yang pertama kita lihat, Yohanes

6:35 Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Yesus memperkenalkan diri setelah Dia bicara tentang roti hidup, Dia berbicara tentang roti hidup dibandingkan dengan roti manna yang dimakan oleh orang Israel. Di dalam ayat ke-34, mereka langsung berkata kepada-Nya: Tuhan berikanlah kepada kami roti itu senantiasa. Lalu Yesus berkata,

6:35 Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Dia sedang bicara keperluan manusia yang paling dasar, yaitu roti dan air ... makan dan minum. Dalam Roma 14:17, dikatakan 

14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Maka itu saudara, saya ingin katakan, Dia mau memperkenalkan diri. Soal saudara mau kenal, itu terserah saudara. Mau kenal atau tidak, Dia pakai dua macam pendekatan: Siapa yang datang kepada-Ku, dia tidak lapar.

Tapi bagaimana kalau kita makan roti tanpa minum?

Nah, untuk minum ini kita harus percaya: Barang siapa yang percaya kepada-Ku, dia tidak akan haus lagi. Siapa orang kristen yang masih lapar akan dunia haus akan dunia, dia belum ketemu roti hidup dan air hidup. Karena siapa yang ketemu air hidup, dia tidak akan lapar. Dia tidak akan lapar pujian, dia tidak akan lapar pangkat, dia tidak akan lapar kedudukan, dia tidak akan lapar segala hal-hal tetek-bengek yang bersifat manusiawi. Tidak. Buat dia, Yesus cukup bagiku. Buat dia, Yesus adalah rotiku. Buat dia, Yesus adalah rezekiku. Dan dia bukan hanya datang kepada Tuhan, Dia percaya kepada Yesus maka dia katakan, kita tidak akan haus pula.

Saudara sudah bisa mengerti bagaimana itu perempuan Samaria. Lima suami dia nggak puas. Dia haus terus, dia haus terus. Tidak cukup satu suami. Dia haus terus, haus terus, haus terus. Padahal masih ada hubungan dengan suami pertama. Dia haus dia berhubungan dengan lelaki lain. Sampai lima. Bahkan yang keenam, kata Yesus, bukan suamimu.

Sama orang haus di tengah laut. Kalau di tengah laut saudara minum air laut karena haus. Tapi bukannya puas, saudara tambah haus karena air garam. Saudara minum lagi tambah haus. Minum lagi tambah haus. Itulah dunia. Tapi Yesus adalah air hidup. Dalam Yohanes 4, Kalau engkau minum air yang Aku berikan kepadamu engkau tidak haus lagi. Karena di dalam hatimu akan memancar mata air hidup yang berpancar sampai hidup yang kekal.

Nah, di tengah-tengah kita sebetulnya ada seorang ibu, tante Nona, ini satu perjuangan dengan mama saya dengan papa saya. Dia cerita dulu dia sedang mengandung anak pertama, jalan kaki sama ibu dan ayah saya dari Cibadak ke Parungkuda untuk kebaktian. Kenapa kok berani orang hamil jalan kaki? Karena dia memiliki mata air hidup yang berpancar sampai kepada hidup yang kekal. Dia cerita apa yang ibu saya kerjakan berjuang dengan dia. Sekarang umur berapa, ya? 86. Masih sehat, masih cantik. Umur 86 masih kuat. Puji Tuhan.

Zaman dulu mau naik mobil nggak boleh, hanya orang Jepang yang naik mobil, tentara Jepang yang naik mobil. Jalan kaki pulang pergi, loh. Cibadak-Parungkuda saudara tanya berapa kilometer, saudara coba jalan. Bagaimana seorang zaman dulu dibandingkan dengan orang zaman sekarang.

Akulah roti hidup engkau tidak akan lapar lagi. Kalau engkau percaya kepada-Ku, Akulah air hidup, engkau tidak akan haus lagi. Ada haleluyah? Dunia ini seperti lautan. Kalau saudara minum air lautan, saudara tambah haus. Minumlah air segar dari Kerajaan Sorga yang dialirkan ketika Yesus dibunuh ditusuk jantung-Nya ditusuk lambung-Nya ... keluarlah darah dan air. Itu menjadi lambang, Dia bukan hanya menyucikan dosa Dia juga memuaskan dahaga manusia, ada haleluyah?

Ini yang pertama. Yang kedua kita baca dalam injil Yohanes   

8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

Pertama, kalau saudara datang kepada Dia, saudara dapat roti hidup. Kedua, kalau saudara percaya kepada Dia, saudara dapat air hidup. Tidak akan haus lagi. Sekarang kalau saudara menurut mengikut Dia iring kepada Tuhan, ini yang agak sulit, ikut menurut Tuhan. Dikatakan, saudara tidak akan hidup di dalam kegelapan, saudara tidak akan berjalan dalam kegelapan melainkan dia akan mempunyai terang hidup.

Matahari itu terang tapi bukan terang untuk hidup kita. Terang yang sebenarnya itu ada di dalam injil Yohanes 

1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.

Kalau kita ikut Yesus, bukan hanya dapat roti bukan hanya dapat air sehingga kita tidak lapar tidak haus lagi tetapi kita dapat terang hidup. Di dalam Dia ada hidup dan itulah terang manusia. Terang itu bercahaya dalam kegelapan dan kegelapan tidak menguasainya. Saudara kalau punya Yesus, kegelapan dosa, kegelapan kejahatan, kegelapan kecelakaan tidak bisa akan menguasai itu terang.

Kita dengar saudaraku di Situ Gintung ada orang yang meninggal sudah 100 orang, yang hilang hampir 100 orang juga. Saya yakin anak Tuhan yang sungguh tidak akan mati konyol sebab di dalam Dia kita hidup menurut Yesus menurut Kristus. Dia tidak akan hidup dalam kegelapan, dia hidup didalam terang. Haleluyah. Perdagangannya terang, perhitungan keuangannya terang, segala sesuatunya jelas. Dia terbuka, semuanya terbuka, hatinyapun bisa dibaca, tidak ada yang disembunyikan, tidak ada yang disembunyikan bertahun-tahun. Dia terang, terbuka, tidak ada yang tersembunyi. Semuanya terang terbuka. Terang terbuka.

Orang Kristen musti seperti lagu Philips. Philips ... Terus terang dan terang terus. Kita musti terus terang dan terang terus. Amin, saudara-saudara?

Kalau saudara-saudara lihat dari pesawat terbang mau masuk ke Jakarta, saudara lewat Tanjung Priok, waktu malam saudara lihat keluar, maka ada dua terang yang besar, yaitu mercusuar. Terang besar. Tetapi di belakang mercusuar itu saudaraku, ada lampu-lampu kecil yang memimpin kapal-kapal sampai kepada pelabuhan. Mercusuar itulah Tuhan Yesus. Membawa jiwa-jiwa supaya sampai kepada pelabuhan. Tuhan Yesus pelabuhan sorga.

Tetapi kita juga adalah terang-terang ... yang kecil-kecil di belakang Yesus. Untuk memimpin jiwa-jiwa itu bisa ketemu dengan pelabuhan yang tepat. Ada amin, saudara-saudara? Yesus terang dunia, tetapi Dia juga berkata: Kamu adalah terang dunia. Karena kita ikut kepada Yesus kita mendapatkan terang, dan itu sebabnya kita harus terang di dalam Tuhan. Semuanya harus jelas. Semuanya harus terang. Dijelaskan. Diterangkan. Haleluyah.

Bahasa Indonesia mempunyai dua hukum, hukum DM, hukum MD. DM ... diterangkan, menerangkan. Yang ini diterangkan oleh yang menerangkan. Hukum MD ... menerangkan dan yang ini diterangkan. Kita dengan Tuhan juga hukum MD. Dia menerangi kita, kita diterangi oleh Tuhan. Bisa pakai hukum DM ... kita diterangi oleh Tuhan dan Tuhan selalu menerangi kita. Jadi baik Tuhan maupun kita, selalu dalam terang. Di dalam Amsal

4:18 Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

Ada haleluyah? Pagi ... sudah terang. Orang tua kita suka ngomong: Ayo, bangun, sudah terang. Ayo, bangun, cepat. Sudah terang ini, sudah pagi. Terang. Tapi terangnya pagi tidak sama seperti terang siang hari. Maka hidup kita, dari terang pagi - baru kenal Kristus, harus terus terang. Tambah terang, crescendo bertambah terang, bertambah terang sampai terang yang sempurna, sampai terang fajar, sampai terang tengah hari, yaitu matahari ada di atas, itu terang yang seterang-terangnya. Kalau saudara jiwa baru, baru dibaptis, ya saudara baru kenal Kristus seperti terang fajar. Yesus adalah bintang fajar. Terang juga. Tetapi kenalilah Yesus seperti matahari tengah hari. Ada amin, saudara? Kita mengenal dia seperti Dia dikenal oleh kita. Efesus 

5:8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
5:9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,
5:10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.
5:11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.
5:12 Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.
5:13 Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.
5:14 Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu." 

Ketika kita ada di dalam terang kita punya tiga buah. Ayat ke-9, berbuahkan kebaikan, berbuahkan keadilan dan berbuahkan kebenaran. Tetapi ketika kita hidup berjalan dalam gelap, tidak ada buah, sebab ayat itu berkata, tidak berbuahkan apa-apa. Ayatnya yang ke-11, jangan turut mengambil bagian dalam perbuatan kegelapan, yang tidak berbuahkan apa-apa.

Kalau saudara hidup di dalam Tuhan, di dalam terang, saudara berbuahkan tiga buah yang utama, yaitu kebaikan, keadilan dan kebenaran. Coba saudara uji, apakah tingkah laku saya ini baik, apakah saya punya kata-kata ini adil, dan apakah perbuatan saya kepada orang lain itu benar, bisa dibenarkan apa tidak. Kalau itu saudara lulus semua, saudara adalah anak terang. Tapi kalau tiga buah ini tidak ada dalam hidup kita, maaf, harus dikatakan, kita belum berbuah apa-apa. Kita belum bisa berbuah apa-apa. Tapi inilah Tuhan memperkenalkan diri, dalam Injil Yohanes: Aku adalah terang dunia. Kita kembali kepada Injil Yohanes, dan kita membaca Yohanes 

10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

Tuhan adalah gembala yang baik. Kebaikan Tuhan itu sebagai Gembala dapat dilihat dari Dia memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. Saudara domba Tuhan, bukan? Amin? Dia memberi nyawa untuk kita loh, saudara. Itu hebatnya Gembala yang baik. Lalu dibandingkan dengan gembala upahan.

10:12 sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.
10:13 Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.
10:14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku

Dua kali Dia sebut: Akulah Gembala yang baik. Akulah Gembala yang baik. Dia tidak seperti securitas-securitas zaman sekarang. Securitas zaman sekarang saudaraku, yang namanya Madoff itu, orang Yahudi; dia mencuri uang. Orang mempercayakan kepada dia, dia buka securitas. Orang titip uang untuk diputarkan, dia hidup dalam kemewahan. Bayangkan ya yang dia curi. 56 milyar 1 hari, hitung selama 10 tahun. 56 milyar 1 hari yang dia curi ini selama 10 tahun. Makanya dia dihukum, dipenjara 150 tahun. Mungkin ketika dia meninggal peti matinya musti di dalam penjara terus karena dia dihukum 150 tahun. Ini gembala yang tidak baik, kepercayaan orang dia khianati. Dia hidup dalam kemewahan sedangkan orang-orang pada jatuh miskin. Uang mereka ke mana?

Teman saya tukang arloji, tukang betulin arloji. Bibilintik dari kecil-kecil, kumpul uang, kumpul uang, kumpul uang, taruh di securitas. 250 juta. Sekarang duitnya tinggal 70 juta. Kalau datang sumbangan, ayo sumbang, ada pembangunan gereja ... oh, jadi miskin. Nggak punya, saya lagi kosong. Nggak punya. Sekarang begitu karena begini, jadi kaya orang semua: Uang saya dimakan orang sekian M, sekian M. Yang bunuh diri udah banyak.

Inilah dunia ... gembala yang tidak baik. Tapi puji Tuhan, pada malam hari ini, kita punya Gembala yang baik. Dia bukan hanya memelihara kita, Dia beri nyawa-Nya untuk kita. Nyawa-Nya saja Dia berikan, apalagi hanya rumah, apalagi hanya kebutuhan sehari-hari ... Dia pasti berikan kepada kita. Nyawa-Nya saja Dia beri.

Jangan minta motor sama saya. Minta motor sama Tuhan. Semua pendeta yang minta motor, saya nggak kasih. Orang yang nggak minta motor, saya kasih karena Tuhan gerakkan saya.

Saudara mau minta apa sama Tuhan? Saudara butuh apa? Ayo, minta apa, butuh apa? Nyawa-Nya saja Dia kasih, apalagi cuma rumah. Apa saudara mau minta rumah di pinggir Situ Gintung? Tuhan nggak mungkin izinkan itu. Anak Tuhan yang sungguh ikut Tuhan, dia jalan dalam terang, dia dipelihara. Dia Gembala yang baik. Tuhan itu Gembala yang baik. Bung Karno, satu kali dia pidato di Manado; dia bilang begini: Yesus bukan Gembala yang baik. Wah, kaget orang kristen di Manado. Tapi dia belum berhenti: Tetapi Yesus adalah Gembala yang paling baik, katanya.

Kalau seorang presiden yang paling dicintai oleh rakyat Indonesia, Bung Karno, dia bisa ngomong Yesus adalah Gembala yang paling baik, mau cari gembala seperti apa lagi, saudara? Kita sudah punya Yesus. Ya Tuhan Gembalaku .. Pimpin saya di perjalanan .. Sampai di Yerusalem baru .. Di tempat kediaman-Mu .. Ya Tuhan, Gembalaku .. Pimpin saya di perjalanan .. Sampai di Yerusalem baru .. Di tempat kediaman-Mu.

Yang pertama Yesus apa? Kalau kita datang kepada Yesus, Dia jadi roti hidup. Yang kedua, kalau kita datang kepada Yesus, Dia jadi air hidup. Yang ketiga, Dia terang kalau kita mengikuti berjalan bersama Dia, iring Tuhan. Nah, kalau kita sudah ikut Tuhan, Tuhan jadi Gembala. Karena Dia jalan di depan. Kalau sudah Dia jadi gembala jangan takut makan apa, jangan takut tidur di mana, jangan takut minum apa. Jangan takut. Tuhan Gembala yang paling baik, Dia memberikan apa yang saudara perlu.

Saya akan buka satu ayat saja bagaimana Tuhan menyediakan berkat itu justru waktu saudara tidak tahu. Mazmur 

127:1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
127:2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

Tanyalah pada diri saudara sendiri, apa saya dicintai Tuhan? Nyawa-Nya sendiri Dia berikan. Itu sudah bukti, Dia mencintai kita. Ada haleluyah? Kalau kita dicintai oleh Tuhan, pada waktu kita tidur, pada waktu kita non-aktif, pada waktu kita nggak kerja. Sementara kita istirahat, sementara kita tidur, sementara kita ngorok. Tapi tahukah saudara, pada waktu saudara ngorok, pada waktu saudara tidur nyenyak, bahkan waktu saudara ilernya keluar, Tuhan menyediakan berkat buat saudara. Coba, Dia nggak lihat ih, jijik ngiler begitu. Nggak jadi, jangan dikasih berkat. Tidak.

Waktu saudara tidur nyenyak, waktu saudara ngigo, Tuhan menyediakan berkat buat saudara. Begitu saudara bangun buka mata ... saya selalu bilang, terima kasih Tuhan saya masih hidup. Betul. Ada orang kalau bangun terus pegang duit. Tapi tahukah saudara, waktu saudara tidur - tidur di sini artinya saudara sandar kepada Tuhan, saudara rileks. Mengerjakan bisnis dengan rileks. Ikuti Tuhan, ikuti jalur Tuhan. Gembala kita yang baik tidak mungkin bawa ke tempat yang tidak baik. Dengar ya, Mazmur 23, dengar: Tuhan itu adalah Gembalaku, aku tidak akan kekurangan, dibaringkannya aku di tempat yang banyak rumputnya, pada rumput yang hidup, dihantarnya aku ke air yang bening. Itu gembala yang baik.

Saudara disuruh istirahat di rumput yang hijau. Kalau domba sudah kenyang makan, matanya kriyep-kriyep. Gembala baik ini bawa domba, dia taruh di rumput yang hijau. Begitu bangun itu domba, lapar lagi, ada rumput hijau. Maka saya sebagai gembala, saya bilang, Tuhan, berikan kepada saya rumput-rumput yang hijau supaya jemaat bisa makan. Tapi saya bilang, Tuhan, saya nggak mau khotbah sama terus. Saya nggak mau. Berikan kepada saya rumput yang hijau. Betul saudara, rumput yang dari Tuhan itu selalu hijau. Berikanlah kepada saya air yang jernih supaya domba-domba bisa makan, bisa minum yang segar. Haleluyah?

Saya nggak mau Tuhan, saya kasih kacamata hijau kepada domba-domba. Sehingga domba-domba kasih rumput yang kering karena dia pakai kacamata hijau kelihatan hijau. Begitu dimakan pahit karena rumput kering. Saya mau tanya jemaat di Cianjur saja: Jemaat di Cianjur dapat rumput hijau apa rumpur kering? Rumput hijau.

Terima kasih kepada Tuhan. Tuhan memberi rumput yang hijau. Jangan takut kelaparan, jangan takut kehausan. Dia memberikan rumput yang hijau, air yang tenang. Haleluyah. Yang terakhir, Dia berkata dalam Yohanes 

11:25 Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
11:26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

Haleluyah. Menurut Efesus 2:1, kita mati waktu berbuat dosa. Dan Tuhan Yesus bilang kalau engkau percaya kepada-Ku, engkau tidak akan mati selama-lamanya. Dia tidak bicara mati tubuh, Dia bicara mati rohani yang mati selama-lamanya. Dia tidak akan mati selama-lamanya. Dia akan hidup dalam Kerajaan Sorga bersama dengan Dia. Aku adalah kebangkitan dan hidup.

Adakah usaha saudara yang sudah mati? Adakah toko saudara yang hampir mati? Percaya kepada Tuhan Yesus. Sebab Dia adalah kebangkitan dan hidup. Walaupun sudah mati, Aku bisa hidupkan kembali.

Saudara dengar kesaksian tadi. Kalau sudah kena penyakit kanker sudah pasti mati. Tapi siapa yang kena penyakit kanker atau kantong kering malam hari ini? Percayalah saudaraku, walaupun kantong itu sudah kering, kalau saudara percaya kepada Yesus, itu kantong bisa bergoyang-goyang lagi. Diisi oleh Tuhan. Ada haleluyah? Siapa yang dompetnya hanya tinggal KTP dan kartu nama? Tuhan akan isi. Kalau saudara percaya Dia adalah kebangkitan dan hidup, Dia akan memberikan kepada saudara kehidupan dan kebangkitan. Amin?

Yang pertama: Dia roti hidup. Yang kedua: Dia air hidup. Yang ketiga: Dia terang hidup. Yang keempat: Dia gembala yang baik. Yang kelima: Dia kebangkitan dan hidup.

Yang paling sering dari pertama sampai terakhir, yang paling sering apa yang disebut Yesus? Hidup. Aku roti hidup, Aku air hidup, Aku terang hidup, Aku kebangkitan dan hidup, Aku gembala yang baik. Paling sering disebut Tuhan apa? Hidup. Hidup. Hidup. Hidup.

Hidup itu bukan hanya tarik nafas. Di ICCU juga banyak yang begitu mah. Hidup nggak mati nggak. Itu dalam peribahasa orang yang begitu, hidup enggan mati tak mau. Bernafas tapi tidak aktif. Hidup yang Tuhan berikan kepada saudara, panjang umur yang Tuhan berikan kepada kita, panjang umur tapi sehat. Hidup di dalam kehidupan.

Maka saudara, saya teh sayang sama saudara. Kalau yang masih merokok, stop. Pabrik rokok sendiri sudah kasih tahu, merokok itu berbahaya bisa kena penyakit kanker, bisa merusak kehamilan dan anak-anak bisa cacat. Di airport sudah tidak boleh merokok. Di pesawat terbang tidak boleh merokok. Saya paling senang terbang dari Singapura sampai di New Jersey. Delapan belas jam nggak ada asap rokok karena di pesawat tidak boleh merokok. Kalau delapan belas jam bisa nggak ngerokok, pasti delapan belas hari juga nggak usah merokok. Pasti delapan belas tahun juga bisa nggak merokok. Pasti seratus delapan puluh bulan juga nggak usah ngerokok. Bisa. Asal saudaraku mau. Saya tidak bisa berhentikan saudara merokok tapi gembala yang baik bisa.

Yang pertama, Dia roti hidup ... saudara tidak akan lapar lagi. Yang kedua, Dia air hidup ... saudara tidak akan haus lagi. Yang ketiga, Dia adalah terang ... saudara tidak di dalam kegelapan. Yang keempat, Dia adalah Gembala yang baik ... saudara akan dipelihara. Yang terakhir, Dia adalah kebangkitan dan hidup.

Malam hari ini kita menghadapi tubuh dan darah Kristus. Para pelayan perjamuan maju ke depan.

-- o --

Minggu, 05 April 2009

SAMA ANTARA MULUT DAN HATI

Selamat bertemu berbakti di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Kita buka Matius sore hari ini. 

15:7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:

15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

Pada satu saat, Tuhan Yesus dikonfrontir dengan adat istiadat orang Yahudi. Maka Yesus berkata dengan agak keras pada ayat ke-7, Dia berkata: 

15:7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:

15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

Kita mau lihat dulu Yesaya

29:13 Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,

Ada dua macam orang kristen, ada dua macam pengikut Tuhan. Yang pertama adalah yang mendengar firman Tuhan dan melakukannya. Tetapi yang kedua adalah orang yang mendengar firman Tuhan hanya basa basi saja tetapi hatinya jauh dari pada Tuhan.

Di dalam ayat itu dikatakan, hatinya menjauh dari pada-Ku, kata-Nya. Kata menjauh dalam bahasa Inggris dipakai kata dicabut, hatinya sudah tercabut dari pada-Ku. Jadi hatinya sudah tidak tertanam lagi dalam Tuhan. Ibadah sih ibadah, ke sinagoga ke sinagoga, sembahyang sembahyang, pakai kemenyan pakai kemenyan tapi hati mereka sudah tercabut dari pada-Ku. Kita mau melihat yang sederhana dulu mengenai hamba Tuhan.

Saya membangun sekolah alkitab dengan kerinduan supaya Tuhan menciptakan hamba-hamba Tuhan yang berani, hamba-hamba Tuhan yang berserah kepada Tuhan. Dan itu saya dapatkan ketika angkatan 4, angkatan 5, angkatan 6, angkatan 7, angkatan 9 ... nah, itu luar biasa mereka. Mereka betul-betul kerja sungguh-sungguh sekolah dan untuk kerja membuang diri untuk Tuhan.

Tetapi lulusan yang tahun ini, dari sekitar 70 murid, yang menyerah kepada sekolah tidak sampai 7 persen dari 70 murid, 7 murid pun tidak sampai. Hanya 7 persen yang menyerah sekolah. Jadi saya pikir mereka ini kaya orang-orang munafik. Kalau sembahyang ngomongnya angin sorga: Tuhan, pakai kami. Tuhan kami mau berserah, kami mau kerja buat Engkau Tuhan. Dusta, bohong semua. Giliran mau kerja saya suruh pilih. Memang kita tidak bisa paksa, pilih mau menyerah sekolah atau mau atur sendiri. Mayoritas saudara, tahun ini saja nih, angkatan 21 ini agak aneh ... itu tidak sampai 7 persen yang menyerah sekolah, yang berserah dikirim kemana saja saya berserah. Tidak tahu saya mau dikirim ke mana ... itu cuma 7 persen. Kalau angkatan 4,5,6,7 itu lebih dari 60 persen saudara. Sampai 70 persen. Terserah sekolah. Dan itu sebabnya banyak yang jadi pendeta itu angkatan-angkatan itu 4,5,6,7 itu jadi. Di Jawa Barat saja 50 persen gembala Jawa Barat, itu lulusan Cianjur. Yang sama antara mulut dengan hati. Yang antara berkata dengan hatinya itu sama. 

Maka tadi saya bilang pemilu karena hati-hati saudara memilih. Sebab semua janjinya angin sorga: Bahan bakar akan diturunkan, beras akan diturunkan. Tahun 2004 kan begitu. Bahan bakar tidak akan dinaikkan. Nah, sekarang sudah dinaikkan tiga kali, yang diomongin turunnya tiga kali. Naiknya nggak diomongin. Jadi ini hati-hati. Jadi saudara pilih menurut hati saudara siapa yang saudara mau pilih atau partai apa. Cari yang nasionalis, ya. Jangan saudara memilih partai yang tidak ada hubungannya sama kita, sangat jauh dengan kita. Tapi partai yang mengizinkan kristen boleh beribadah, tidak mempersulit gereja kalau dibangun.

Tapi memang kita sekarang agak sulit sih mempercayai mulut dengan tindakan, itu agak sulit. Tuhan itu berkata, sampai Dia bilang keras: Munafik. Kamu ibadah setiap hari sabtu - mereka kan sabat - setiap hari sabtu kamu memakai jubah, pakai jubah yang besar, pakai topi, pakai toga wah besar, terus di hadapan Tuhan goyang-goyang membaca Taurat. Tuhan itu lihat hati, saudara.

Kalau saya mendengar berita begini, sekolah saya murid-muridnya tidak sampai 7 persen yang serah sekolah, ngajar saja saya malas sekarang. Kaya buang garam di laut. Mereka nggak akan terima masukan dalam hati, nggak ada. Kerinduan sama firman itu berbeda dengan angkatan yang dulu. Dalam tanya jawab saya sudah tahu, dalam reaksi saya sudah tahu. Kalau saya saja tahu, bagaimana Tuhan. Sampai Dia kasar keras bicaranya: Hai munafik. Yang Dia tegur itu tokoh-tokoh agama, yang Dia tegur itu orang yang tiap sabtu beribadah sabat puasa, tidak masak, tidak kerja ... itu luar biasa. Beragama. Itu sebabnya orang Yahudi itu yang menyalibkan Yesus karena mereka Tuhan itu cuma di mulut.

Oleh karena bangsa ini. Bukan satu orang. Bangsa, saudara. Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya, memuliakan Aku dengan bibirnya.

Karena ini kita menghadapi Paskah, ingat Yudas. Dia mendekati Yesus di Getsemani. Saudara perhatikan, ya.

Yudas ini datang kepada Yesus dengan bahasa yang damai. Dia bilang: Shalom. Bahasa Indonesia lama dipakai, assalammualaikum, memakai bahasa arab. Dalam bahasa alkitab bahasa Indonesia lama yang dulu. Sekarang dia pakai, salam, pakai bahasa Indonesia. Tapi dalam bahasa asli, shalom. Jadi ngomongnya damai. Dan dia mendekat sama Yesus. Bahkan bibirnya mencium Yesus.

Sekarang saya tanya: Apakah hati Yudas dekat kepada Tuhan? Hatinya sudah tercabut dari hatinya Tuhan; dia mau ambil keuntungan dari Tuhan Yesus. 30 keping perak. Kalau uang sekarang cuma 200 ribu. Yesus dijual 200 ribu. Kalau ngomong shalom, didekati Yesus. Nah, ini bangsa. Bangsa ini mendekat kepada-Ku dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya. Nyanyi tapi nggak rasa. Nyanyi itu orang yang dengar itu musti rasa di hati.

Itu sebabnya kalau datang sama Tuhan jangan cuma mulut datang. Datang dengan segenap hati kepada Tuhan.

29:13 Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan.

Kalau Doa Bapa kami dihafalkan juga masih mending karena ini ajaran Tuhan Yesus. Tapi kalau ajaran manusia yang dihafalkan. Ajaran manusia nggak ada hubungannya sama iman, nggak ada hubungannya sama hidup kita. Lukas     

10:25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"

Saudara perhatikan apa tidak. Dia berdiri, dia mendekati Yesus, bukan untuk menyembah bukan untuk memuji tapi untuk mencobai Yesus.

10:26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"

10:27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

Teorinya lulus. Sudah benar dia. Tesnya lulus. Mengasihi Tuhan dengan segenap hati, mengasihi Tuhan dengan segenap jiwa dengan segenap kekuatan dengan segenap akal budi. Lulus, kata Yesus. Sekarang jawabanmu itu benar, kata Yesus, berbuatlah demikian, maka engkau akan hidup. Yang belum, kamu melakukannya.

Maka tadi saya bilang, ada dua macam orang kristen, ada dua macam pengikut Tuhan: Yang melakukan sama yang belum melakukan. Jawabanmu itu benar, kata Yesus. Tapi sekarang lakukan, apa kamu menyanyi dengan segenap hati dengan segenap jiwa, apa kamu melayani karena tugas, apa kamu melayani ini kebiasaan, apa kamu melayani ini untuk show off atau kamu melayani karena cintamu kepada Tuhan dengan segenap hati dengan segenap jiwa dengan segenap kekuatan dengan segenap akal budimu? Lakukan itu. Matius   

7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Jadi kalau mahasiwa-mahasiswi sekolah Alkitab dia mau berserah kepada Tuhan, mau menjadi hamba Tuhan nyanyi dengan air mata Aku berserah tapi belum dan tidak melakukan, dia munafik ... kalau kata Yesus. Dia cuma nyanyi doang Aku berserah. Tapi kalau ada masalah kalau ada persoalan kekuatan kita yang kita kerjakan, kita pakai kepintaran kita bagaimana kita mengatasinya. Kita tidak berserah sama Tuhan. Kalau menurut kata Yesus, kita disebut munafik. Kita tidak mencintai Tuhan dengan segenap hati.

Nah sekarang dia tes kembali, Dia berkata, setiap orang. Kalau tadi bangsa. Sekarang orang. 

 
7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, - termasuk pendeta - ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 

7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

Keuntungan yang besar kalau saudara dengar firman Tuhan dan melakukan. Ada keuntungan yang besar di sebelah mana? Rumah rohani saudara tidak roboh karena saudara landaskan di atas batu ... kalau bangunan itu beton di atas batu. Tapi kalau saudara baru cuma dengar khotbah doang, dengar firman Tuhan tapi tidak melakukan atau belum melakukan, diumpamakan saudara seperti orang bodoh yang membangun rumah di atas pasir. Percobaannya sama: Turunlah hujan, banjir, lalu angin bertiup. Ini 3 macam percobaan: Tubuh, jiwa, dan roh. Hujan itu tubuh ... dia menghantam atap. Angin itu jiwa ... dia menghantam dinding. Banjir dia menghantam fondasi.

Nah karena saudara yang bijak itu mendirikan rumahnya di atas batu, hujan turun, angin bertiup tapi karena dia bangun di atas batu ... tidak roboh. Banjir banjir ... dia tidak roboh. Angin ada tapi tidak roboh. Modelnya sama, bangunannya sama tapi yang satu fondasinya lain, dari pasir; dia bangun rumah di atas pasir. Nggak pakai apa-apa, taruh saja rumah di atas pasir. Begitu hujan turun, dia jadi orang seperti orang yang bikin rumah di pinggir Situ Gintung. Ketika saya lihat itu di televisi, aduh, itu rumah tanah ke bawahnya itu tidak ada batu tidak ada apa, hanya tanah saja. Tidak bisa tahan. Nggak ada banjir loh, hanya air saja danau tumpah, tidak bisa tahan rumah. Itu beton, itu sudah modern. Apalagi zaman dulu cuma taruh di atas pasir.

Yesus bilang, munafik kalau kita cuma datang hanya mulut doang. Shalom. Mencium. Saya mau bersekutu dengan Tuhan. Mencium. Tapi sebetulnya mau ambil keuntungan dari Tuhan. Wai bagi kita kalau kita mau ambil keuntungan dari Tuhan.

Waktu pacaran, datang sama gembala: Om, ada waktu nggak hari bulan ini kami mau menikah? Ada waktu. Saya doakan. Sudah menikah masih rajin ke gereja. Hamil. Sudah hamil punya anak. Sudah punya anak, om kita mau serahkan anak. Anaknya sudah besar. Loh, tambah lama nggak ada di gereja lagi. Anak dipakai alasan sekarang, sudah punya anak sih ... repot. Kalah sama orang Jakarta. Orang Jakarta mah sampai sewa gedung, saudara, beli AC buat anak-anak sama pembantunya di situ, dindingnya kaya buat anak-anak kecil. Kebaktian tidak ada anak-anak, mereka masuk di ruangan yang ber AC cerita ada guru sekolah minggu. Nggak dipakai alasan. 

Jadi nggak omong doang sama Tuhan. Bagaimana itu janji di pernikahan, berkat ini akan turun - itu saya yang bicara, jikalau kamu tetap mengiring Aku dengan setia! Kalau kita tetap setia sama Tuhan, doa pemberkatan itu berlaku. Tapi ketika kita tidak setia, doa itu tidak berlaku. Pendeta juga pintar. Nggak murah berkat Tuhan. Asal setia tetap di dalam Tuhan.

Kalau saudara tetap setia, sampai punya anak tetap setia, berkat itu yang saudara terima dalam doa berkat nikah, turun. Maka saya bilang, siapa yang sudah menikah tetapi belum diberkati, daftar. Saya berkati. Saya sudah punya anak, nggak apa-apa. Belum diberkati waktu kawin, saya doakan, saya berkati. Di Jakarta banyak saudara, 6 pasang langsung. Bukan belum diberkati lagi saya om saya mah, surat kawin juga nggak bikin. Ya sekarang udah.

Jadi jangan ngomong doang sama Tuhan. Lakukan. Saudara sudah pernah melihat dokter, dr Budiman. Dokter itu paling banyak pakai nama Budi ... dr Budianto, dr Budi. Walaupun cuma pegang saja ini anak sakit, pakai stetoskop 4 kali itu, 400 ribu. Makanya saya iri sama dokter, dia mah nggak khotbah. Cuma gini saja. Begitu dia jadi dokter: dr Budiman. Praktek. Apa yang dipraktekkan? Yang dia terima dalam pelajaran ilmu kedokteran di sekolahnya, sekarang waktunya praktek.

Maka Yesus bilang sama ahli Taurat itu, semua betul jawabanmu betul, mengasihi Tuhan dengan hati dengan kekuatan dengan jiwa dengan akal budi. Betul. Sekarang - yang belum - , lakukan! Prakteknya yang belum. Lakukan. Saudara mau melakukan firman Tuhan? Mau melakukan?

Nah, rumah yang sedang kebanjiran ini, saudara, yang kedua ini, yang bodoh itu ayat 27,

7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

Yang mata saya selalu terikat itu dengan kata itu: Hebatlah kerusakannya. Rusaknya itu bukan kecil-kecil, habis-habisan. Hebat kerusakannya.

Kalau kita cuma dengar doang, tidak melakukan tidak praktek, apa yang kita dengar kita tidak melakukan. Ketika percobaan datang, rumah rohani kita ini rusak. Dan rusaknya hebat. Hebat kerusakannya. Jadi Tuhan itu maha adil; Dia nggak lihat orang. Siapa saja bangun rumah di atas batu, siapa saja, kamu tidak roboh. Siapa saja. Nggak pendeta, nggak jemaat, bangun rumah di atas pasir kamu roboh nanti kena air. Jadi Tuhan adil.

Siapapun, jemaat atau pendeta, melakukan firman Tuhan, rumahmu tidak akan roboh. Itu Tuhan punya undang-undang begitu. Tapi kita tidak melakukan, cuma senang dengar tidak melakukan, rumah kita roboh. Rumah kita hanya persoalan sedikit. Roboh. Hanya tersinggung sedikit, roboh. Hanya soal sedikit, roboh. Dan saya tidak mau sebagai gembala, mempunyai jemaat yang rumah rohaninya roboh. Saya berdoa supaya rumah saudara tetap teguh berdiri. Tapi nggak bisa. Saya nggak bisa nolong saudara. Tuhan bilang: Pokoknya siapa yang dengar firman Tuhan dan melakukannya, dia rumahnya tetap teguh. Itu saja. Di dalam Efesus 

5:8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,

5:9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,

5:10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.

5:11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.

5:12 Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.

5:13 Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.

5:14 Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."

5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,

5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Nggak malam nggak siang, sekarang orang sudah pada nekat karena perut mereka lapar, nggak ada pekerjaan. Tadi di televisi ada satu pencuri tertangkap, masih muda, saudara. 24 tahun. Suami dibunuh, istri dipukul tapi nggak mati, anak tidak mati. Bagaimana sekarang? Apa Tuhan ngak lindungi kita? Tuhan lindungi asal kita melakukan apa yang Tuhan suruh.  

Yohanes dan Yakobus dia datang sama Yesus: Yesus, boleh nggak kalau nanti di tempat kemuliaan, anak saya yang satu ini duduk di sebelah Yesus, yang satu di sebelah kiri yang satu sebelah kanan. Markus

10:35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!"

10:36 Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?"

10:37 Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu."

10:38 Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?"

10:39 Jawab mereka: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima.

10:40 Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan."

Nah, saya mau tanya. Saudara tahu nggak siapa yang duduk di sebelah kanannya Tuhan Yesus nanti di kemuliaan-Nya? Karena Yohanes dan Yakobus tidak dapat. Mau milih. Ikut Tuhan tapi mau milih. Kalau bisa saya duduk sebelah Yesus.

Jadi mulut sama tindakan beda. Berbahagialah kalau mulut dan tindakan kita sama. Sekarang saya mau kasih tahu sama saudara, siapa yang duduk di sebelah kanan itu. Kita buka Efesus

1:18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,

1:19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,

1:20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,

Siapa yang di sebelah kanan Bapa di sorga? Yesus!

1:21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.

Sekarang kita buka Efesus

2:6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,

Jadi siapa yang dikasih tempat duduk di sebelah kanannya Tuhan nanti? Saudara dan saya. Kita semua. Kalau kita melakukan firman Allah, tempat kita bersama dengan Yesus duduk di sebelah kanan Bapa. Kedudukan saudara itu tinggi, jangan diobral-obral murah. Tuhan itu seleranya tinggi. Dia nggak biasa dengan yang biasa-biasa saja asal-asal, Dia nggak suka. Dia senang yang memang mantap, yang betul-betul sungguh kepada Tuhan. Kalau beribadah, sungguh-sungguh kepada Tuhan. Biar dia sakit biar dia lemah, dia datang kebaktian. Biar dia ada halangan dia usahakan datang ke gereja. Biar agak terlambat pokoknya dia ke gereja, diusahakan ke gereja. Nah, orang begitu Tuhan itu senang. Kalau sembahyang dia sungguh-sungguh berdoa. 

Maka saya suka mengukur mereka yang doa pagi. Memang tidak bisa semua doa pagi. Ada yang halangan, ada yang jarak jauh. Saya sendiri tidak tiap hari doa pagi. Itu yang sungguh-sungguh cari Tuhan.    

Tidak heran orang yang berdoa diberkati Tuhan, saya tidak heran. Yang saya heran kalau orang kristen tidak diberkati, kenapa? Sebab Tuhan itu penuh sayang penuh kelegaan, Dia ingin memberkati kita, Dia ingin memberikan kemenangan kepada kita, Dia ingin memberikan kebaikan kepada kita. Tapi apa yang menghalangi Tuhan tidak memberkati kita? Orang-orang yang melakukan firman Allah itu diberkati Tuhan.

Satu kali Yosua mau menyeberang sungai Yordan. Sungai Yordan tidak seperti sekarang, dulu besar sekali deras. Itu yang pikul tabut perjanjian Tuhan bilang, melangkah saja nanti itu terbuka jalan. Mereka mandeg, mereka tidak melangkah. Yosua bilang, melangkah saja. Jadi orang ini mulai melangkah. Begitu melangkah kaki kena air, air itu terbuka. Baru berjalan.

Kita itu yang diperlukan sama Tuhan kita bertindak, saudara; kita itu melakukan firman. Carilah Tuhan dan hiduplah. Saudara mau kebaktian itu cari Tuhan. Saudara sembahyang, itu cari Tuhan. Saudara berdoa, itu cari Tuhan. Saudara berpuasa, itu cari Tuhan. Dan saudara akan hidup. Sehingga kita tidak lagi menjadi umat yang datang hanya dengan mulut tapi hatinya tercabut dari Aku, kata Tuhan. Aduh Tuhan jangan cabut nama saya dari hati-Mu, Tuhan, jangan.       

Saya tidak panjangkan firman Allah tapi kita mau berbuat apa yang Tuhan suruh.

-- o --

Jumat - Paskah, 10 April 2009

DARAH YESUS

Puji Tuhan.

Malam ini saya ingin berbicara mengenai darah Yesus. Di dalam hidup kekristenan kita, hampir-hampir kita tidak mengerti apa yang dikerjakan oleh darah Yesus. Tetapi darah Yesus adalah makna dari Injil. Kalau kata darah dibuang dari Alkitab maka tidak ada agama kristen. Itu sebabnya kata darah Yesus adalah kata yang sangat mulia di dalam Alkitab. Kita membaca Efesus  

1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,

1:6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 

Di dalam surat Efesus ini, Paulus menekankan pentingnya darah Kristus. Darah Yesus adalah tanda dari agama kristen. Semua agama yang tanpa darah penumpahan darah tentu akan ditolak oleh Tuhan. Maka satu-satunya di dunia agama yang percaya kepada penumpahan darah Kristus adalah agama kristen. Itu sebabnya lambang  orang kristen adalah salib. Sebab di saliblah saudaraku, kita semua mendapat penebusan dosa oleh karena darah-Nya.

Menurut saudara, salib itu adalah lambang kekalahan atau kemenangan? Saudara berkata lambang kemenangan karena saudara belum mengerti apa artinya salib. Salib buat saya adalah lambang kekalahan. Yesus itu disendirikan di atas salib, ini bayangan kekalahan. Yang merasa menang itu orang Yahudi. Yesus sudah disalib, Yesus sudah dibunuh, Yesus sudah mati. Dan salib menjadi lambang kekalahan. Kalah di atas segala kekalahan adalah salib.

Nah, kalau saudara belum mengerti salib, saudara belum mengerti apa artinya kristen. Saudara musti mengerti salib apa artinya salib. Salib itu adalah lambang kekalahan. Kalau saya berdiri di atas, saya masih bisa turun, saya masih bisa diturunkan. Tetapi kalau saya sudah di bawah, siapa bisa menurunkan saya lagi, karena saya sudah di bawah. Ketika kita di dalam Kristus, menerima Kristus dalam salib, kita kalah. Salib itu kalah. Karena dia adalah kalah maka dia tidak bisa dikalahkan lagi; karena dia sendiri sudah kalah. Bagaimana dia bisa menjadi pemenang kalau dia tidak mengerti kekalahan.

Yesus yang tidak ada dosa dijadikan dosa karena kita. Yesus tidak kenal dosa tapi Dia dijadikan dosa karena kita. Dan pada waktu Yesus lahir Dia bukan anak Yusuf karena belum menikah dengan Yusuf, Maria sudah hamil dari Roh Kudus. Kalau Yesus anak Yusuf maka darah-Nya - darah Yesus, sama dengan darah kita, tidak ada kuasa apa-apa. Tapi karena darah Yesus bukan darah Yusuf, darah-Nya disebut di dalam I Petrus, darah yang mahal.

Saudara ditebus bukan oleh darah, bukan oleh emas, bukan oleh perak, bukan oleh darah binatang tapi oleh darah yang mahal, darah yang berharga dari Yesus Kristus.     

Kalau Dia anak Yusuf, maka waktu Dia disalib keluar darah, darah-Nya tidak berharga ... sama seperti darah kita, tidak bisa mengampuni dosa. Tapi Alkitab katakan, darah Yesus adalah the precious blood, darah yang mahal, darah Anak Domba Allah. Kalau kita baca Ibrani

9:11 Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, - artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, -

9:12 dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.

9:13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,

9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

9:15 Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Di perjanjian lama, kalau orang-orang berdosa, kalau orang kaya dia bawa lembu, kalau orang yang menengah dia bawa domba, orang yang susah miskin dia bawa burung merpati ... dia harus menyembelih korban ini. Dan binatang ini tidak bersalah, binatang itu tidak ada salah. Tapi dia harus disembelih karena dosa orang Israel. Orang Israel baru diampuni dosa kalau darah binatang itu disembelih. Itu perjanjian lama.

Bayangkan saudaraku kalau darah binatang itu dari abad ke abad, dari tahun ke tahun orang Israel harus menyembelih darah anak domba, darah anak lembu mengalir begitu banyak, mengalir mengalir terus.

Di dalam bahasa perjanjian lama, kenapa darah harus disembelih, untuk menutupi dosa umat Israel. Kalau saya umpamakan ada sebuah meja di sini lalu di tengah marmer meja itu ada flek ada stain ada yang kotor sedikit. Lalu saudara kedatangan tamu, saudara malu melihat meja itu ada flek, saudara ambil taplak meja, tutupi meja itu sehingga fleknya tidak terlihat. Saya mau tanya, flek itu terlihat apa tidak? Tidak ... karena sudah ditutupi.

Nah perjanjian lama harus memotong domba, darah domba, domba biasa karena darah itu akan menutupi, meng-cover dosa orang Israel. Saya tanya sekarang, apa flek stain tadi hilang? Tidak! Ini bedanya dengan darah Yesus. Itu sebabnya surat Ibrani berkata, zaman dulu orang harus memotong domba memotong lembu memotong merpati dan ada sungai darah hanya untuk meng-cover menutupi dosa. Tetapi dalam perjanjian baru Yohanes Pembaptis dia berkata dan menunjuk kepada Yesus dan dia berkata: Tengoklah, lihatlah Anak Domba Allah yang mengangkat mengangkut membuang dosa seisi dunia ini.    

Darahnya dari binatang hanya meng-cover ... flek itu tetap ada tapi darah Anak domba yang kekal, darah Yesus Kristus dia masuk ke dalam cover itu dan dia bersihkan itu meja dari segala cacat cela, itu hebatnya darah Yesus. Sungguh heran darahnya Yesus .. Sungguh heran darahnya Isa .. Kuasa Iblis dihancurkan oleh-Nya .. Sungguh heran darahnya Isa. Heran darah Yesus. Dosa dapat dihapus .. Hanya oleh darah Yesus .. Dosa dapat ditebus .. Hanya oleh darah Yesus .. Oh, darah yang kudus .. darahnya Penebus .. Dosaku ditebus .. Hanya oleh darah Yesus.

Kita punya darah anak domba. Waktu Yesus mati, Dia mengalirkan darah dan setetes darah Yesus bisa menyucikan mengampuni seluruh antero seluruh dunia ini; dosa-dosanya manusia diampuni oleh Tuhan Yesus. Dihilangkan itu. Sekarang terserah saudara. Banyak orang kristen hidupnya di perjanjian lama, hanya ditutupi saja, dosanya ditutupi. Tapi masih ada itu akarnya itu masih ada, masih ingat-ingat yang dulu-dulu masih ada. Tapi kalau Yesus hidup kita dalam perjanjian baru, kita punya darah Anak Domba, darah Yesus. 

Saudara, orang nggak bisa disucikan dosanya oleh hal-hal yang lain, hanya oleh darah Yesus. Itu sebabnya hargai darah Yesus ini. Mari kita lihat Wahyu

12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.

12:11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.

Maka itu saudara ada satu suku dari Israel namanya suku Dan, dia berjalan ke Timur. Nah, satu pendeta Tionghoa dari Australia dari Sydney, dia bilang begini. Ini pendeta Tionghoa saya lupa namanya tapi ceritanya tidak bisa lupa: Ada ahli-ahli Alkitab dia tracing mengikuti tapaknya ini suku Dan ini ke mana. Dan itu artinya ular, saudara. Ternyata mereka temukan di daratan Tiongkok ada persamaan antara Dan orang Israel dengan orang Tionghoa.   

Kita lihat yang pertama. Dan punya lambang adalah ular. Tiongkok punya lambang adalah naga, ular juga. Suku Dan tahu mengerti mengenai darah yang ditaruh di atas pintu rumah untuk perlindungan. Pintu rumah, jenang rumah dan ambang pintu, itu suku Israel dari Dan. Orang Tionghoa suka pakai surat hu. 

Dan biasa membuat roti tidak beragi jadi rotinya keras. Orang Tionghao bikin pao, ada bapao, ada kungpao.

Dan paling pintar cari uang. Orang Tionghoa sipit itu, kenapa sipit? Karena dia kurang tidur terlalu banyak cari uang.

Jadi kemungkinan besar orang Tionghoa ada aliran darah dari orang Yahudi sebab orang Yahudi pintar cari uang, orang Tionghoa pintar cari duit.

Tetapi yang menarik buat saya, itu adalah darah di pintu. Orang Israel biasa waktu zaman Keluaran dia ambil domba disembelih darahnya ditaruh di atas pintu, taruh di kedua ambang pintu dan malaikat kematian tidak masuk, selamat rumah mereka. Nah, orang Tionghoa suka percaya di atas itu harus pakai surat hu. Warnanya merah. Jadi saya pikir, wah benar ini pendeta yang di Sydney bilang. Dia orang Tionghoa.

Dan tahukah saudara ada satu bagian orang Tionghoa yang mirip-mirip dengan orang Manado. Manado itu nggak ada sebetulnya nama Manado, yang dipakai nama Minahasa. Orang Minahasa sebetulnya. Tapi kenapa ada Manado? Karena itu Laksamana Cheng Ho - bukan yang di film, ini yang benar-benar Laksamana Cheng Ho - dengan 300 kapal perang mereka dapat kesulitan di satu pulau di Sulawesi utara. Mereka dapat kesulitan terdampar di sana. Maka mereka menulis di Pinabetengan huruf Tionghoa, saya sudah lihat: Ming Nan To ... dinasti Ming dapat Nan ... dapat kesulitan, To di satu pulau. Ming Nan To ... Manado, Ming Nan To ... Manado.

Orang Manado - maaf ya - makan anjing, orang Tiongkok makan sama juga ... khew nyuk. Orang Manado makan tikus, yang ngajarin itu Cheng Ho punya keturunan. Saudara kalau lihat orang Manado di pedalaman sipit-sipit saudara. Ada yang bilang mereka orang Mongolia. Tapi sebetulnya ada kesamaannya. Ada persamaan dari hal apa saudara? Darah.

Saudara dan saya beda. Bakatnya beda, rezekinya beda, tapi ada satu hal yang sama ... darah Yesus. Kita semua sudah ditebus oleh darah Yesus. Makanya siapapun yang saya hadapi, ini adikku atau kakakku, ini saudaraku. Karena dia sudah ditebus oleh darah Yesus. Aduh pak, keluarga saya mah anti Tuhan, pak. Paling nggak bisa. Nggak ada yang anti kalau sudah dijamah oleh darah Yesus, disentuh oleh darah Yesus, orang yang nggak percaya bisa percaya.

Ini mustinya dikembalikan lagi seperti zaman dulu. Gereja kita zaman dulu itu paling gampang ngomong darah Yesus. Coba ikuti saya: Darah Yesus. Kalau kita mengalami, mau masuk mobil, mau berangkat: Darah Yesus lindungi mobil saya. Berangkat. Kebiasaan darah Yesus ini sudah mengakar daging sampai jemaatpun sudah biasa dengan darah Yesus. Kaget sedikit, darah Yesus. Semua darah Yesus, haleluyah. Sekarang ini banyak kita lupa. Banyak anak muda sekarang sudah tidak ngomong lagi darah Yesus. Yang diomongin darah tinggi, darah rendah. Itu saja.

Mari kita berkata, membiasakan diri tiap hari: Darah Yesus. Ketika saudara sekolah, saudara bilang: Darah Yesus melindungi saya. Sepanjang jalan saudara dilindungi oleh darah Yesus. Saya berkali-kali dibonceng orang naik sepeda motor. Jatuh. Orang yang memboncengnya parah, dibawa ke rumah sakit, saya yang bawa. Saya nggak apa-apa. Berkali-kali. Kenapa? Karena dia tidak dilindungi darah. Saya dilindungi oleh darah Yesus. Kalau saudara percaya sama Yesus dan minta perlindungan darah Yesus, toko saudara dijaga, dilindungi oleh darah Yesus.

Rumah saya sudah tiga kali mau dimasukin garong tapi gagal terus. Karena Yesus berkuasa. Ada hati saudara susah, darah Yesus menghibur saudara. Ada dosa yang tersembunyi, tertutup taplak, nggak ada yang lihat, darah Yesus sanggup menyucikannya itu. Sehingga walaupun taplak dibuka, sudah tidak ada lagi bekasnya. Karena darah Yesus sudah menyucikan kita dari segala dosa. Efesus

1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 

Bukan saya yang ngomong saudara sudah diampuni dosa, Alkitab firman Allah berkata: Oleh darah Yesus, kita mendapat penebusan, yaitu pengampunan dosa.

Ryan yang membunuh dua belas orang, dipotong-potong mayatnya. Sudah dihukum mati tapi belum dieksekusi. Saya mau tanya sama saudara: Kalau Ryan tiba-tiba percaya kepada Yesus, dosanya diampuni tidak? Diampuni. Walaupun dia harus mati tapi dosanya sudah diampuni.

Seperti pembunuh keluarga marinir di Surabaya. Begitu dia ditahan sampai dua puluh lima tahun, dia terima Yesus di penjara. Ketika dia menghadapi regu tembak, dia bilang, saya sudah yakin, saya sudah tunggu-tunggu karena saya mau ketemu dengan Yesus. Luar biasa. Saudara sudah beroleh penebusan di dalam darah Kristus. Tidak ada lagi hal yang harus saudara takutkan lagi. Karena darah-Nya menyucikan kita dari segala dosa. Haleluyah. Yesaya

1:15 Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.

1:16. Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat,

1:17 belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!

1:18 Marilah, baiklah kita berperkara! - firman TUHAN - Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

1:19 Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu.

1:20 Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang." Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya.

Dosa apapun juga, masalah apapun juga, kejahatan apapun juga, ayo kita berperkara, kata Tuhan. Walaupun dosamu merah kirmizi sekalipun, Aku sanggup memutihkan seperti salju. Aku sanggup memutihkan seperti bulu kambing domba. Adakah di antara saudara masih ada persoalan dengan dosa? Mungkin saudara masih dalam perjanjian lama, tercover, nggak kelihatan orang tapi dosa masih ada. Dosa yang kita lakukan bertahun-tahun yang lalu, dusta yang kita lakukan bertahun-tahun yang lalu, kita simpan tidak ada orang tahu. Tercover. Baru perjanjian lama.

Kalau saudara percaya kepada Yesus, darah Yesus akan masuk ke dalam cover ini dan menyucikan apa yang cacat cela. Disucikan, dibersihkan. Dan saudaraku, II Korintus 5:17 mulai berlaku: Siapa di dalam Kristus adalah ciptaan yang baru, yang lama sudah berlalu. Perjanjian lama yang lama, darah binatang sudah berlalu. Yang baru sudah timbul, yaitu perjanjian baru. Darah-Nya Yesus mengampuni kita dari segala dosa.

Saya ingin kalau saudara sebentar pulang ke rumah masing-masing, pulang jangan saudara tunduk seperti tidak diampuni dosa. Pulang dengan dada tegak.

Coba sekarang ngomong sama kiri kanan: Anda adalah orang yang paling berbahagia di dunia. Langsung saudara tersenyum, langsung saudara merekah. Kalau tadi saudara masih hidup di perjanjian lama, Dia akan bikin saudara tersenyum. Darah Yesus. Siapa yang bikin kita diampuni? Darah Yesus. Siapa yang menebus dosa kita? Darah Yesus. Siapa yang menyucikan kesalahan kita? Darah Yesus. Itu sebabnya saudara musti mengasihi darah Yesus.

Mama saya sudah meninggal tahun 98, tapi ajaran lagunya sama saya yang dari kecil sejak saya 6 tahun, saya tidak bisa lupa. Waktu saya sakit, hujan deras turun, mama saya datang ke kamar saya. Saya enam tahun. Coba nyanyi Tuhan Yesus tolong .. Darah-Nya cuci putih bersih .. Tuhan Yesus tolong .. Darah-Nya cuci putih bersih. Kalau kamu nyanyi itu, nanti hujan berhenti. Saya nyanyi, karena masih enam tahun. Nggak lama hujan berhenti. Tuh lihat, karena kamu nyanyi, hujan berhenti. Iman itu dimasukkan seperti ini.

Yang saya nggak bisa lupa, Darah-Nya cuci putih bersih. Sama dengan Yesaya tadi. Kamu salah apa? Persoalanmu apa? Dosamu apa? Datang ke sini, Aku cuci putih bersih. Aku akan bersihkan seperti bulu domba. Mari pelayan perjamuan maju ke depan.

-- o --

_________________________   

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________