Khotbah Minggu Sore MARET - APRIL 2010

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 07 Maret 2010

DIPAHAT DAN DIGALI  

Yesaya

51:1 Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, hai kamu yang mencari TUHAN! Pandanglah gunung batu yang dari padanya kamu terpahat, dan kepada lobang penggalian batu yang dari padanya kamu tergali.

Nubuat dari Yesaya ini kita akan terangkan pelan-pelan. Dia bilang yang pertama, dengarkanlah Aku.

Siapa orang kristen yang mau mengalami kebahagiaan khusus itu syaratnya cuma satu: Mendengar atau menurut kepada Tuhan.

Bahasa Inggris memakai kata 'listen to Me'. Listen itu bukan cuma dengar tapi memperhatikan dengan seksama. Jadi suara yang kita dengar kita harus perhatikan dengan seksama. Siapa yang kita harus dengar? Tuhan. Sebab Tuhan berkata: Dengarkanlah Aku. Kalau sampai Tuhan ngomong begini sama umat-Nya, mustinya umat-Nya itu berasa malu. Berarti selama ini umat-Nya tidak pernah dengar suara Tuhan. Dalam artian dengar sih dengar tapi tidak memperhatikan apa yang dikatakan Tuhan.

Maka saya katakan sekali lagi, jangan lupa kalau saudara umat Tuhan mau mengalami kebahagiaan yang khusus. Sebab ada kebahagiaan umum. Hujan bagi orang jahat, bagi orang baik. Umum. Matahari bagi orang jahat, bagi orang baik. Umum. Gula, dia manis bagi orang jahat, dia manis bagi orang baik. Garam dia asin bagi orang jahat, dia asin juga bagi orang baik. Api dia panas bagi orang jahat, panas juga bagi orang baik. Es dia dingin bagi orang jahat, dia dingin bagi orang baik.

Tapi kalau saudara mau dengar mau mendapat berkat yang khusus diberikan kepada saudara, syaratnya cuma satu: Dengarkan Tuhan. Perhatikan firman Allah. Syaratnya kita bahagia mengalami kebahagiaan yang khusus adalah kalau kita mendengarkan suara firman Allah. Dalam Wahyu 2 dan Wahyu 3 ada 7 jemaat. Tujuh-tujuhnya dapat surat yang berbeda tapi dalam surat yang berbeda itu ada satu yang sama, yang berbunyi: Yang bertelinga hendaklah dia mendengar suara dari Roh Kudus. Semuanya bertelinga tapi ada yang dengar ada yang nggak. Semuanya punya kuping, semuanya ke gereja, semuanya beribadah tapi mendengar menurut suara Tuhan itu adalah hal yang sangat langka.

Satu kali Samuel, Alkitab bilang, setelah dia lepas susu, dibawa dituntun oleh Hana ibunya, diserahkan kepada imam Eli. Karena dia sudah janji sama Tuhan - dia mandul -  kalau Tuhan kasih saya anak, lelaki atau perempuan sama saja, saya akan kembalikan kepada-Mu. Pokoknya saya sudah dapat bukti saya tidak mandul. Betul Tuhan dengar dia hamil. Mendapat seorang anak, satu-satunya namanya Samuel. Samuel artinya didapat dari Elohim, didapat dari Tuhan. Dan dia bukan cuma janji. Banyak orang janji tapi nggak pernah menepati. Dia tepati janjinya, begitu anaknya sudah lepas susu, 2-3 tahun dia bawa, dia taruh di rumah Tuhan. Berapa tahun tidak dikatakan tapi dia biasa tidur di gereja, tidur di Bait Allah.    

Waktu itu sudah malam sekali pelita belum padam di Bait Allah. Tiba-tiba ada suara: Samuel. Dia bangun. Dia kira imam Eli yang panggil, dia lari: Ya bapaku, ada apa engkau memanggil aku? Aku tidak panggil engkau. Dia balik. Datang lagi kedua kali: Samuel. Balik lagi sama Eli: Ada apa bapa panggil saya? Saya tidak panggil kamu. Ketiga kali: Samuel. Dia balik lagi sama Eli. Eli itu sadar, dia hamba Tuhan kok, wah ini suara Tuhan. Itu bukan aku loh, itu mungkin suara Tuhan. Sekarang kamu tidur lagi. Dan kalau kamu nanti dengar suara itu lagi, kamu jawab begini: Berfirmanlah Tuhan, karena hambamu mendengar. Lalu tidurlah Samuel.

Dan betul. Yang keempat kalinya: Samuel. Mengikut nasehat dari seniornya: Berfirmanlah Tuhan karena hamba mendengar. Firman Tuhan hanya disediakan bagi orang yang mau mendengar, mau mengenal suara Tuhan. Ditujukan kepada siapa ini yang dia bilang: Berfirmanlah Tuhan. Dengarkanlah Aku. Ayatnya yang kesatu, 

51:1 Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, ...

Saudara datang di kebaktian mempelajari apa yang benar, mengenal apa yang benar, mencari apa yang benar, mengikuti apa yang benar. Dia katakan dua kali, hei kamu yang mencari Tuhan. Jadi bukannya yang mengikut yang benar tapi hei kamu yang mencari Tuhan. Masih anak sekolah minggu kita nyanyi Cari apa di dalam dunia .. Cari apa di dalam dunia .. Cari dunia tentu binasa .. Cari Yesus yang penuh cinta. 

Satu anak yang baru berumur dua belas tahun membeli apartemen di Dubai seharga empat ratus lima puluh milyar. Anaknya baru dua belas tahun, lelaki. Dia beli apartemen yang mahal di Dubai, empat ratus lima puluh milyar. Begitu dengar berita itu, orang bicara betapa kayanya bapa anak itu. Sebab anak umur dua belas tahun tidak mengerti soal saham, tidak mengerti soal jual beli bangunan apartemen. Dia beli semua di daerah sebab itu nanti dia jual lagi  sama bintang-bintang film. Dan untungnya akan berlipat kali ganda.

Kalau saudara diberkati oleh Tuhan pada tahun 2010 sampai saudara menjadi kaya, diberkati oleh Tuhan dan kaya. Memiliki kemampuan membeli ini, membeli itu, ingat, yang dipuji bukan kita tapi Bapa kita di sorga. Orang akan berkata, betapa kayanya bapa orang ini. Betapa kayanya ayah orang ini. Betapa hebatnya bapa, anak baru berumur dua belas tahun sudah memiliki harta yang begitu hebat.

Saya tidak aneh, tidak terkejut, karena yang kita miliki jauh lebih berharga, jauh lebih mahal hanya dari pada empat ratus lima puluh milyar. Yang kita miliki itu adalah harta yang tak ternilai harganya, yang kita beri nama Yesus. Di dalam ayat yang ke-1 ini, Dia berkata pada orang yang mengejar kebenaran dan orang yang mencari Tuhan.

Yang pertama perintah: Pandanglah gunung batu yang dari padanya kamu terpahat.

Dalam bahasa Inggris memakai kata hewn, you will hewn. Jadi dulu saudara itu kaya batu karang. Jadi bukan dipukulin sedikit-sedikit tetapi dipahat. Dipahat, dibentuk dari batu karang itu.

Dan kepada lobang penggalian batu yang dari padanya kamu tergali. Saya mau tanya, sebagai manusia biasa apa yang saudara gali dari dalam tanah? Emas digali dari dalam tanah, perak, batu permata, air digali dari dalam tanah.

Nah, saudara dianggap batu yang dipahat dari gunung batu. Siapa gunung batu itu? Bahwa Tuhan juga gunung batuku. Jadi saudara itu dipahat dari bagiannya gunung batu itu. Saudara itu bagian dari Yesus. Saudara-saudara diambil dari gunung batu, dipahat. Bukannya sembarangan. Dan ingat, katanya, kamu digali dari lobang dari mana engkau digali.

Apa yang kita gali dari lubang? Barang-barang berharga. Jadi saudara dan saya itu berharga di mata Tuhan. Saya kemarin dapat ayat satu, berharga di mata Tuhan. Yang saya ingat, satu, waktu orang meninggal, berharga di mata Tuhan meninggalnya dari orang yang dikasihi Tuhan. Dia tidak dihormat ditaruh di koran, berdukacita, mungkin orang tidak datang, bupati tidak datang tidak ada yang nyambangi tapi kalau dia anak Tuhan dikatakan oleh Tuhan, berhargalah di mata Tuhan meninggalnya orang yang dikasihi Tuhan.

Jadi saudara tidak boleh minder. Ini maksudnya, membandingkan diri kita dengan dunia, membandingkan diri kita dengan orang lain, kita minder. Tidak boleh. Kita ini dipahat, bagian dari batu karang itu. Kita ini digali sebagai harta terpendam. Ada haleluyah? Matius  

13:44 "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
13:45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
13:46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."

Salinan lain memakai kata field, tanah yang luas. Bahasa Indonesia memakai kata ladang.

Kalau seseorang mendapatkan harta karun di tanah orang lain, lalu saya berani ambil harta karun itu, saya bisa ditangkap bisa dipancung kepala bisa disalib menurut hukum Roma bila ketahuan. Hartanya banyak sekali. Saking girangnya itu dipendam lagi. Dia jual tanah dia yang kalau dia bandingkan masih kalah jauh harganya dengan harta yang dia ketemu ini. Setelah dia jual dia tanya sama pemilik tanah itu, mau dijual nggak? Sebelum dijual, kalau berani diambil sama seperti saudara masuk ke bank dan ambil uang dari bank tanpa izin. Jadi beli. Begitu dia beli, dia sangat sukacita, dia lupa apa yang dia tinggalkan, dia ingat apa yang dia dapatkan.

Yesus ketika Dia tinggalkan sorga, dia masuk ke dalam dunia, Dia menemukan di satu ladang dunia ini, satu harta yang terpendam yaitu saudara dan saya. Yang menurut orang tidak ada harganya tapi di pemandangan Yesus sangat berharga. Itu sebabnya Dia menganggap mahal orang yang dikasihi-Nya. Berharga sekali saudara. Dia tinggalkan sorga, Dia masuk ke dunia ini, Dia temukan harta terpendam. Itu yang Yesus bilang, kerajaan sorga itu seperti itu. Bagaimana hebatnya kerajaan sorga itu? Kita buka Filipi   

3:1 Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.
3:2 Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,
3:3 karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.

Tidak menaruh percaya berarti tidak menaruh perhatian kepada hal-hal lahiriah. Mas, perak, kekayaan, dunia, penghormatan, baju, pakaian, rumah, pabrik ... kita tidak menaruh percaya. Memang dunia tidak bisa dipercaya. Jadi kita jangan percaya kepada dunia. Sebab itu Paulus katakan, aku tidak menaruh percaya kepada perkara-perkara dari yang kelihatan, hal-hal lahiriah. 

3:4 Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi:
3:5 disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,
3:6 tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.
3:7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
- Dari pada kekayaan yang mahal dibandingkan dengan dunia, aku anggap rugi. Dulu aku bangga dengan itu. Sekarang aku anggap rugi karena kekayaan Kristus.
3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, - Dua kali dia sebut rugi - karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

Apa yang disebut sampah? Sesuatu yang saudara tidak pakai. Koran sudah tidak dibaca sudah, tidak ada gunanya lagi. Buang.

Jadi Tuhan itu suka berbisik sama saya. Ini kira-kira berbisiknya: Kamu nggak akan mengenal Aku mendapatkan Aku kalau kamu masih anggap dunia itu bukan sampah. Kalau kamu anggap dunia itu hebat, dunia itu manis, dunia itu menarik, dan Aku tidak menarik atau Aku sama menariknya, kamu tidak akan mendapatkan Aku. Paulus menganggap semuanya sampah supaya dia mendapatkan Kristus, memperoleh Kristus. 

3:9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.

Jadi kita semua ini kita jadi anak Tuhan dianggap baik dianggap berharga oleh Tuhan. Bukan karena kebenaran kita, bukan karena kita benar, bukan. Manusia sudah dicap oleh Alkitab tidak ada yang benar. Tapi begitu kita menerima Yesus, Dia membenarkan kita. Kita tidak benar tetapi di dalam Yesus, kita dibenarkan. 

Tahu saudara, kita masuk sorga ditolak; sorga itu hanya untuk orang-orang benar. Tapi kita bisa memakai nama Yesus. Saya memang orang berdosa tapi saya sudah dibenarkan oleh darah Yesus. Saya sudah digali dari tanah, saya sudah dipahat dari batu gunung. Dulu batu sekarang sudah terpahat  menjadi satu hiasan yang bagus. Saudara akan dibenarkan, silahkan masuk sorga. Oh, di sorga akan dipenuhi dengan orang-orang berdosa ... yang dibenarkan oleh darah demi iman kepada Tuhan Yesus Kristus.

Dia membenarkan kita ini tidak masuk akal tapi Paulus sekarang menganggap oh, karena aku dapat Kristus aku anggap sampah semua kehebatan keturunanku dari orang Israel, orang Ibrani asli, orang Farisi. Tujuh yang dia bangga-banggakan, sekarang aku anggap rugi supaya aku dapat Kristus. Jadi rahasia kekristenan adalah Kristus. Begitu saudara sudah dapat Kristus, Yesusnya itu kita genggam, perhatian sama dunia luar sudah kurang. Kita kembali kepada Yesaya     

51:1 Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, hai kamu yang mencari TUHAN! Pandanglah gunung batu yang dari padanya kamu terpahat, dan kepada lobang penggalian batu yang dari padanya kamu tergali.
51:2 Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.

Ada dua kata yang menarik hati saya. Ketika Abram seorang diri, Aku memanggil dia memberkati dia dan Aku memperbanyak dia. Ketika dia seorang diri, Aku memanggil dia, memberkati dia dan memperbanyak dia. Kalau Dia mau memberkati mau memperbanyak cukup satu orang. Satu orang Dia pakai. Kalau Dia sudah memberkati satu orang, hebat ... apa yang terjadi? Kejadian   

12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

Tadi malam saya nonton CNN saya kaget, anak dari pendiri HAMAS masuk kristen. Dia bersaksi di CNN. Sejak tahun 2005 saya terima Yesus. Diwawancara, apa kamu tidak takut dibunuh? Sebab kamu buka rahasia begini orang Palestina tersinggung orang Israel juga tersinggung karena dia diakui masuk menjadi agen rahasia Israel. Buat saya mati nggak apa-apa yang lebih celaka buat saya kalau saya tidak kenal Yesus, itu celaka buat saya. Tapi kalau saya ditembak nggak masalah. Dia bilang, yang jadi masalah sekarang, kebanyakan orang-orang islam tidak mengerti apa yang dia baca. Jelas-jelas di CNN, seluruh dunia dengar dia sedang bersaksi tentang Tuhan Yesus Kristus. Tuhan tidak pakai pendeta Tuhan tidak pakai penginjil, Dia pakai anak HAMAS yang dulu marah sama Israel yang dulu membunuh orang-orang Israel sekarang tiba-tiba dibuka oleh Tuhan, dia lihat Yesus yang benar. Dan dia bersaksi.   

Lihat, kalau orang sudah dapat Kristus, ketakutan hilang. Dia tidak takut hari depan tidak takut bagaimana, dia bikin buku Son of HAMAS, anak HAMAS.

Saudara mau diberkati Tuhan? Saya nggak, sebab saya sudah diberkati Tuhan. Dikatakan,

12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

Karena kita sudah diberkati, berkat apa lagi? Kita sudah diberkati. Kita jangan seperti anak yang sulung wah tidak mau masuk rumah: Kenapa papa tidak kasih sama saya anak kambing? Apa papanya bilang? Jangan ngomong kambing, apa yang Aku punya, engkau punya. Saudara-saudara diberikan hak untuk menikmati berkat. Ingat, dengar, listen to Me, dengarkan Aku, Aku memberkati engkau. Galatia 

3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Ini yang saya ingin saudara mendapatkan. Ibrahim sudah mati tapi berkatnya sampai kepada kita. Sampai kepada hari ini berkat Abraham belum selesai sampai kepada bangsa-bangsa lain. Apa dia orang Tionghoa apa dia orang Amerika apa dia orang Indonesia, semua akan diberkati oleh Tuhan. Pokoknya non Yahudi semua diberkati oleh Tuhan.

3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Kalau saudara buka toko ya, saudara berdoa. Ada tangkeban kan. Ini di hati ini ngomong. Boleh ngomong melalui mulut tapi dengan kedengaran: Demi nama Yesus, berkat Abraham sampai kepada aku di dalam Yesus aku diberkati. Aku yakin tokoku diberkati, haleluyah. Itu tumpukan makanan tumpukan jualan saudara pegang: Demi nama Yesus haleluyah laku, haleluyah, marema, demi nama Yesus. Haleluyah, puji Tuhan. Laci saudara pegang: Demi nama Yesus penuh dengan uang yang banyak dalam nama Yesus, haleluyah.

Kalau saudara ngomong positif begitu, saudara buka toko, jadi dia beli. Tapi kalau saudara buka toko, kumaha ko? Sepi. Saudara ngomong begitu, sepi toko saudara. Ayo pemain musik.      

-- o --

Minggu, 21 Maret 2010

PRIORITAS MENGHASILKAN FASILITAS  

Matius

6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

Siapa ini Salomo? Salomo ini raja paling kaya di dunia dan tidak akan ada lagi raja yang bisa melebihi Salomo. Paling kaya di dunia. Walaupun Salomo yang bisa ganti pakaian setiap jam karena dia raja, tidak punya pakaian seindah bunga bakung ini. Jadi dengan lain kata, bunga bakung lebih baik dari keindahan pakaian dari Salomo. Amin? Lalu dia berkata begini: 

6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

Salinan lain: ..., hai orang yang imannya kecil. 

Jadi kita lebih dari bunga bakung, bunga bakung lebih dari Salomo. Pakaiannya ini saudara. Salomo kalah sama bunga bakung tapi bunga bakung ini ada sekarang besok dipatahin, Tuhan kasih keindahan lebih dari Salomo. Sekarang saudara dan saya gereja dilebihkan, much more. Much saja sudah banyak, more lebih banyak lagi, engkau akan didandani, hei orang yang imannya kecil.

Sebelum saya masuk ayat 31, saya ingin saudara tahu satu hal dulu bahwa Tuhan yang kita sembah sangat memperhatikan kita, lebih dari Dia memperhatikan bunga bakung. Salomo Dia perhatikan tapi sudah mati. Bunga bakung tiap hari kita bisa lihat. Dia perhatikan kita, Dia memprioritaskan kita lebih dulu.  

6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

Tiga hal: Makan, minum, pakai.

6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Bahasa Indonesia pakai kata semuanya itu. Salinan lain, all these things ... hal-hal yang kita perlukan sehari-hari, apa saja dari urusan bayi sampai nanti mau menikah.

Apapun saja Tuhan siapkan bagi kita. Kalau kita repot dengan itu, kita sama dengan orang kafir. Kita makan apa ya? Kita minum apa ya? Kita pakai baju apa ya? 

Jangan kuatir, kata Tuhan, apa yang akan kamu makan, apa yang akan kamu minum, apa yang akan kamu pakai. Jangan kuatir.

Saya ingin kita mundur dulu dalam perjanjian lama, waktu orang Israel keluar dari Mesir berapa tahun dia beredar-edar saudara? 40 tahun di padang gurun, ditulis di Alkitab sepatunya tidak rusak, bajunyapun tidak rusak. Mana ada air? Tapi kok nggak bau. 40 tahun loh nggak ada air buat cuci. Minum buat minum saja ada, buat cuci 3 juta orang? Tapi Tuhan bikin pakaiannya tidak rusak, sepatunya tidak rusak. Makanya Dia larang, saudara dilarang kuatir. Jangan kamu kuatir.  

6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Memerlukan. Nah, ada dua macam keperluan: Keperluan rohani dan keperluan jasmani. Tuhan bilang sekarang, Bapamu di sorga tahu kamu memerlukan semuanya. Keperluan jasmani, siapa yang mau kawin tahun ini angkat tangan? Masih banyak keperluan? Keperluan ada. Tapi Bapamu di sorga Dia tahu apa yang engkau perlukan. Tetapi pelan-pelan Dia bilang nah,

6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,  ...

Tuhan tahu bahwa saudara memerlukan semuanya. Saudara percaya bahwa Tuhan tahu keperluan kita?

Tetapi cari dulu, prioritaskan dulu kerjaaan Allah dan kebenarannya. Ini prioritas, lalu fasilitas 

6:33 ..., maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Apa yang saudara perlukan, semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Dan hal-hal tentek bengek semua yang saudara perlukan, yang mungkin saudara tidak pernah pikir, aduh sebetulnya saya perlu itu, saudara tidak pikir, Bapamu di sorga menyediakan. Tapi syaratnya itu, prioritaskan dulu kerajaan Allah, prioritaskan dulu Tuhan, prioritaskan dulu hal-hal yang rohani, prioritaskan dulu doa, prioritaskan dulu firman Allah, prioritaskan dulu Yesus, maka fasilitas semuanya akan ditambahkan kepadamu.

Saya senang dengan kata ditambahkan. Siapa yang umurnya ditambah 15 tahun? Raja Hizkia. Saudara mau gaji saudara ditambah? Saya masih mau bicara tentang berkat-berkat jasmani, ya. Kita buka dulu I Korintus

2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

Dengan lain kata saudara tidak pernah mikir, nggak pernah lihat, nggak pernah dengar, nggak pernah timbul dalam hati. Semua yang disediakan Allah, untuk siapa? Mereka yang mengasihi Dia. Dengan lain kata, semua yang memprioritaskan Dia dulu. Kalau saudara memprioritaskan Tuhan dulu, faslitas itu pasti. Nggak usah takut, pasti. Dan bahkan berkat yang lebih besar dari hari ini di hari depan saudara itu menunggu saudara.  

Yesus siap memberkati saudara. Asal mengasihi dulu Yesus. Asal memprioritaskan dulu Yesus. Nomorsatukan Yesus. 

2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

Jadi Tuhan sudah menyediakan lebih dulu untuk mereka yang mengasihi Dia. Amsal

8:17 Aku mengasihi orang yang mengasihi - memprioritaskan - aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.
8:18 Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan.

Jadi sebelum kekayaan, sebelum kehormatan, sebelum berkat yang berlimpah, kasihi Tuhan dulu, prioritaskan Tuhan dulu. Haleluyah. Satu kali nabi Elia di perjanjian lama dia bernubuat disuruh Tuhan tidak akan ada hujan 3.5 tahun. Bayangkan tanah kalau tidak hujan 3.5 tahun. Tidak ada panen. Saya pergi ke mana Tuhan? Tuhan bilang, kamu pergi ke sungai Kerit. Di sungai Kerit masih ada airnya sedikit. Itu air buat kamu minum. Saya makan apa? Tunggu saja. Eh, tiap hari ada burung gagak bawa roti.

Kalau saudara bisa bayangkan ini, roti datang dari mana, saudara? Tepung. Tepung dari mana? Gandum. Gandum dari mana? Dari tanaman. Ini tidak hujan 3.5 tahun. Burung gagak bawa roti. Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, apa yang tidak pernah timbul di pikiran, apa yang tidak pernah ada dalam hati, itu disediakan oleh Tuhan. Tiap hari loh dia makan roti. Tiap hari burung gagak. Dia nggak nanya: Tuhan, itu burung gagak burung siapa, siapa yang melatih dia malingin roti. Nggak. Pokoknya ada. Itulah Tuhan bilang, Aku ada yang Aku ada dan Dia adalah Yehova Yireh, Allah yang mengadakan. Tidak ada roti tapi Dia bisa adakan roti.

Setelah selesai di situ, sekarang kamu pindah. Pindah ke mana Tuhan? Ke desa yang jauh namanya Sarfat. Di sana ada janda. Nanti janda itu akan memelihara kamu. Waduh di pikirannya Elia ini janda, janda kaya, rumahnya besar, hidupnya berlimpah. Dari pada gua makan roti terus di sini sama minum air, mending ke sana. Datang ke sana, saudara. Eh, tidak ada rumah besar di Sarfat itu, ada cuma gubuk-gubuk kecil, orang-orang pada kurus kering kurang daging kaya kucing. Datanglah Elia. Hei, perempuan. Nengok, siapa. Aku minta minum. Masih ada air. Belum diminum, bikin juga apem buat aku. Tuan, kata si janda, saya teh punya tepung segenggam, minyak sedikit saya mau bikin apem mau bikin roti, setelah itu saya dan anak saya makan, besok saya mati. Itu manusia punya pikiran saudara.

Eh, Elia ngomong: Demi Tuhan yang hidup, bikin dulu buat Aku. Elia itu lambang Tuhan Yesus. Elisa lambang Roh Kudus. Lihat nggak, saudara-saudara, tantangan imannya: Buat dulu buat Aku, setelah itu buat untuk anakmu. Demi Tuhan yang hidup.

Eh, ini wanita ini janda, dia kerjakan lagi. Dia bukan orang Yahudi, dia janda di Sarfat di tanah orang kafir. Maka kalau apa yang aku makan, apa yang aku minum, apa yang aku pakai, dia ini orang nya. Dia tidak ada makanan, tidak ada minuman tapi karena dia mengutamakan memprioritaskan Elia, dia percaya dia bikin itu tepung, dia bikin roti dia bikin apem dia kasih sama Elia. Belum makan nih Elia, dia bilang: Sekarang kamu bikin buat kamu dan buat anakmu.

Apa yang terjadi saudara-saudara? Dia balik. Tepung masih ada, minyak masih ada, dia bikin untuk anaknya. Saya yakin dengan menangis dia. Sudah makan, ada lagi. Alkitab katakan, tiga setengah tahun Elia, janda dan anak itu makan dari segenggam tepung dan minyak sedikit itu. Tidak kurang. Tetap cukup sampai hujan turun. Kenapa? Prioritaskan dulu Tuhan, pasti ada fasilitas. Demikian juga dengan saudara. Kalau saudara nomorsatukan dulu Tuhan, kebaktian diutamakan, doa diutamakan, cari dulu kerajaan sorga. Cari dahulu kerajaan sorga .. Dan kebenarannya .. Maka semua diberikan padamu .. Haleluyah ..                       

Mau cari dulu kerajaan sorga?

Dahulukan dulu Tuhan maka segala yang saudara perlukan akan ditambahkan. Tuhan dulu baru prioritas. Prioritaskan Tuhan baru fasilitas.  

Di Korea ada satu anak SMP lulus naik ke SMA. Dia bilang: Pa, saya lulus rankingnya bagus lagi, empat besar. Saya minta dibeliin motor. Bapanya bilang: Baca Alkitab dulu. Motor dulu, pa. Kalau bapa kasih motor, saya baca Alkitab. Bapanya bilang, baca Alkitab dulu, pasti papa kasih motor. Keras kepala ya anak-anak SMP. Nggak mau, motor dulu baru baca Alkitab.

Masuk kelas 1 SMA, naik dia: Pa, saya sudah naik nih, teman teman sudah pada naik motor, saya minta motor dong. Bapanya bilang, baca dulu Alkitab. Akhirnya ngalah dia. Mau mau nggak nggak, dia baca Alkitab. Kaget ada cek, cek itu harga motor. Tahun yang lalu. Dia datang sama papanya: Pa, ini cek apa-apaan ini, tahun yang lalu kenapa nggak dikasih sama saya? Kan papa bilang, baca dulu Alkitab baru kamu dapat motor. Ya si papa, setahun saya susah jalan kaki. Papa kan sudah bilang, baca dulu Alkitab baru dapat motor.

Sekarang saya mau katakan kepada saudara sebagai bapa rohani, prioritaskan dulu Tuhan, baru berkat saudara fasilitas akan saudara terima dengan limpah.

Mari para pemain musik, kita berdiri bersama-sama.       

 

Minggu, 28 Maret 2010

BEKERJA DALAM KASIH

Dalam proses pengetikan ...

I Korintus 16:14,

16:14 Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!

Dalam bahasa Inggris, Biarlah semua yang kamu kerjakan dengan baik. Kasih Tuhan Yesus adalah sukar dijelaskan. Saya bisa tahu itu kasih Tuhan tapi saya tidak bisa terangkan. Dan kasih Tuhan itu - saya tadi katakan - sukar kita mengerti. Jadi kita anggap kasih Tuhan itu sama dengan aksih kita. Jadi kalau kita mempunyai kasih sama seseorang, sudah itulah kasih Tuhan. Padahal jauh panggang dari api. Makanya dari ayat ini Paulus berkata, kerjakan segala sesuatu dalam kasih. Itu bukan kasih kita yang dia maksud. Tapi kerjakan segala sesuatu dalam kasih nya Tuhan. Haleluyah? I Korinntus 1:10,

1:10. Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.
1:11 Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu. - Kalau ada kasih Tuhan tidak ada perselisihan. Amin? Ayat 12 -
1:12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.

Jadi jemaat di Korintus itu terpecah-pecah menjadi empat bagian. Ada yang pro Paulus, ada yang pro Apolos, ada yang pro Kristus, ada yang pro Kefas atau Petrus. Kalau ada kasih Tuhan tidak akan ada terpecah-pecah. Itu bedanya. Jadi kita bisa tahu bedanya, tapi menerangkannya susah. Kita buka I Korintus 5;1,

5:1. Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya

Jaman dulu banyak orang istrinya banyak sebelum kenal Tuhan. Ada yang istrinya tiga, ada yang istrinya empat, jaman dulu sih belum kenal Tuhan. Korintus itu kalau kaya kita sekarang kaya di Puncak tempatnya. Dingin, tempat adanya pelacuran disitu, tempat adanya perzinahan. Pada waktu itu banyak orang yang punya istrinya lebih dari satu. Begitu kenal sama Tuhan, baru tahu kebenaran ini. Jadi istri yang pertama tetap, sah. Tapi istri yang lain itu disangoni. Disangoni tapi tidak ada hubungan. Anak dari bapa dengan istri yang pertama berbuat zinah dengan salah satu istri dari ayahnya. 

Itu orang kafir pun tidak melakukan. Jadi orang yang masih senang dengan percabulan, dia blum kenal kasihnya Tuhan. Sebab dimana ada kasihnya Tuhan tidak ada percabulan. Dia bukan tidak mau, dia tidak suka. Ditawarin pun nggak mau. Karena apa? Karena segala sesuatu yang kita lakukan, kita lakukan dalam kasih. I Korintus 6:17,

6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.
6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.
6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Jadi saya tidak larang saudara-saudara mau sehat, jalan kaki, olah raga, fitnes. Sebab badan kita ini kalau seger, sehat kita pakai demi kemuliaan nama Tuhan. Haleluyah? Orang kristen, ada orang krsten yang masih kecil, yang masih muda, yang masih anak-anak. Dia tidak tahu bahaya. Saya punya cucu yang kedua sudah dua kali kecemplung di kolam di Bali. Dia nggak tahu bahaya. Anak kecil. Tapi kalau sudah besar, sudah dewasa, tahu itu bahaya. Maka jemaat di Korintus itu masih muda, masih kecil, masih banyak salah-salah. Dia nggak tahu bahwa percabulan itu tidak baik.

Maka Paulus berkata jauhkan dirimu, absen, dari percabulan sebab banyak dosa. Manusia lakukan banyak salah. Tapi orang yang berbuat cabul itu dia berdosa terhadap badannya. Badannya dia rusak sendiri. Dia pukulin dirinya sendiri, dia tabokin dirinya sendiri. Kalau ada kasih Yesus, saudara nggak mau. Haleluyah? Buka internet juga dipilih, nggak suka yang kotor-kotor. Karena sudah ada kasihnya Tuhan Yesus Kristus, sudah dewasa rohaninya. Mari saya mau bicara sedikit tentang perkawinan.

Perkawinan kalau di gereja selalu diberkati yah. Diberkati, didoakan. Pendeta selalu bilang, satukanlah, Tuhan, kedua saudara kami ini. Selalu kita doakan, biarlah satukan mereka di dalam kasih. Lalu saya mulai mikir, kasih siapa? Kasih siapa, bersatu dalam kasih? Kalau kasih manusia terbatas. Kasih manusia bisa bikin kecewa. Hanya kasih Tuhan Yesus yang tidak bikin kecewa. Saya kasih ilustrasi. Ada yang menganggap bahwa kalau nikah itu bahagia. Tidak. Di alkitab tidak ada ayat yang berkata bahwa kalau kamu menikah itu bahagia. Tidak.

Yang ada kalau dalam pernikahan itu engkau undang Kristus dan yang berfungsi adalah kasihnya Yesus, bahagialah itu pernikahan. Yang bikin bahagia bukan pernikahannya, bukan pestanya, bukan ramenya, bukan gede-gedeannya, bukan bajunya, bukan mobilnya, bukan dandannya, bukan pakaiannya. Yang bikin bahagia itu kasih Tuhan. Ini yang saya khotbah ini berlaku untuk yang sudah menikah, yang akan menikah, yang belum menikah, berlaku. Walaupun kita tidak menikah, belum menikah tapi kita ada kasih Yesus, kita berbahagia. Jangan anggap perkawinan itu bikin saudara bahagia. Jangan.

Di Amerika satu pendeta diminta mengunjungi rumah sakit gila. Ada dua orang gila, laki-laki dua-duanya. Kerjaannya tiap hari membentur-bentur kepala ke tembok. Sampai dokter tutup itu tembok dengan semacam bantal. Membentur-benturkan diri, dua-duanya sama. Gara-gara satu wanita. Wanita ini saya kasih nama, umpamanya, Lince. Yang satu pria ini dia gila karena dia pengen menikah sama Lince. Tapi Lince manikah sama yang lain. Jadi dia gila. Yang lelaki kedua, justru dialah suaminya Lince. Dia jadi gila setelah kawin sama Lince. Dua-duanya karena satu wanita.

Yang satu tidak bisa menikah. Tapi yang satu gara-gara menikah dia jadi amsyong. Lalu jadi gila. Pernikahan tidak bikin kita bahagia. Kasih Yesus yang bikin kita bahagia. Kasihnya Tuhan yang akan membuat saudara berbahagia sampai saudara tidak bisa ngomong seperti apa kebahagiaan dalam Tuhan. Itu hanya kasih Tuhan. Saudara mau dipenuhi oleh kasih Tuhan? Salah satu kenapa perkawinan gagal, kenapa banyak perceraian. Udah nggak usah diomonginlah yang di tv mah, selebriti-selebriti cerai.

Saya yakin jiwa mereka merana, menderita. Saya suka bilang, aduh Tuhan, tolong supata mereka kenal kasihnya Tuhan. Kalau saya nonton tv. Baru cerai berapa bulan, punya gandengan yang lain. Ada yang umur enam puluh tahun kawin sama anak umur dua belas tahun. Saya ingin saudara bisa membedakan, kasih manusia dengan kasihnya Tuhan. Yang pertama, kasih manusia itu terbatas. Kasih mama papa saya terbatas. Papa saya mengasihi sampai umur lima puluh dua tahun. Meninggal. Terbatas. Mama sampai umur delapan puluh tiga tahun. Meninggal. Terbatas.

Yang pertama, kasih Allah tidak terbatas. Saudara belum lahir, kasih Allah sudah ada. Saudara lahir dari kecil, kasih Allah sudah ada. Sampai nanti sudah tua kasih Allah tetap ada. Sampai kita meninggal kasih Allah tetap ada, hantar kita ke sorga. Di sorga kasih Allah tetap kekal sampai selama-lamanya. Itu kasihnya Tuhan. Kasih manusia lagi. Kasih manusia ini di ujung kulit.

Ada satu istri - ini terjadi di Amerika -. Ini istri karena kecelakaan, meledak, membakar mukanya. Bawa ke rumah sakit. Dia nggak sadar. Begitu suaminya lihat, sadar si istri. Bukan ditanya gimana tadi kejadiannya atau gimana, dokter tolong rawat. Operasi plastik biar nggak rusak wajahnya. Ini lakinya ngomong begini, kamu bukan wanita yang aku kawini dulu. Sebab yang kau kawini cakep. Kamu sekarang berubah, aku tidak menikah dengan wanita yang seperti ini. Langsung ditinggalin di rumah sakit.

Kalau kasih manusia hanya seujung kulit. Kalau kasih Allah berkarya di hati sang suami maupun istri apapun bisa terjadi. Tapi karena kasih Allah yang bekerja bukan kasih kita. Kalau kasih kita bisa bikin jengkel orang. Kasih kita bisa dendam, bisa marah. Kasih kita juga bisa asah pisau. Tapi karena kasihnya kasih Allah, kasih Kristus, urusan besar jadi kecil, urusan kecil dibuang. Tapi kalau kasihnya dari kasih manusia, martabak telor. Urusan kecil digede-gedein. Martabak telor masih enak tapi kalau urusan kecil digede-gedein, kita rugi sendiri.

Kalau ada persoalan di rumah tangga jangan ngomong sama manusia, jangan ngomong sama tatangga, jangan ngomong sama RT, RW, jangan. Ngomong sama Bapa di sorga. Tuhan, saya ada masalah. Kalau berdoa bersama, Tuhan, kami ada masalah, kami perlu ini, kami perlu itu. Tadi kita dengar kesaksian yang masuk rumah sakit. Aduh, saya orang nggak punya. Nggak boleh ngomong nggak punya yah. Saya larang. Tidak boleh bilang tidak punya sebab Bapa kita di sorga kaya raya, Tuhan penuh dengan belas kasihan. Nggak boleh bilang nggak punya.

Kita punya Tuhan, sorga saja kita punya. Semuanya kita punya. Haleluyah, puji Tuhan. Sekarang kasih manusia lagi. Ada uang abang sayang, nggak uang abang ditendang. Itu peribahasa dari dunia. Orang dunia saja sudah tahu. Kalau suaminya pulang untung, bawa uang banyak. 

-- o --
 

Minggu, 04 April 2010. Paskah

PUJIAN  

Matius

26:30 Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.

Ini adalah satu-satunya ayat yang berbicara bahwa Yesus menyanyi ketika Dia mau dengan murid-murid-Nya pergi ke Bukit Zaitun. Di dalam Markus 14 juga di sana kita membaca ayat yang sama, 

14:26 Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun.

Sekarang kita akan menjadikan paskah ini agenda tahunan di mana semua jemaat bisa mengungkapkan cintanya kepada Tuhan melalui nyanyian, melalui lagu, melalui pujian, melalui alat musik, melalui apa saja yang saudara boleh nyanyikan. Dari anak sekolah minggu sampai kaum bapa. 

Dan mungkin kita akan jadikan agenda tahunan bahwa nyanyian pujian harus menjadi darah daging orang kristen. Karena apa? Seorang Yesus, sebelum Dia menderita, sebelum Dia berdoa, sebelum Dia dikhianati, justru ini satu-satunya ayat yang mengatakan Yesus itu menyanyikan pujian. Tidak ada di tempat lain, hanya dalam Injil dikatakan Yesus menyanyikan nyanyian pujian. Di dalam bahasa Inggris, mereka menyanyikan sebuah hymne, satu pujian penyembahan, satu pujian kepada Tuhan.

Saya yakin orang kristen yang tahu menyanyi yang tahu memuji Tuhan, dia adalah orang kristen yang penuh dengan kemenangan. Karena dia menyanyi sebelum peperangan datang. Yesus menyanyi sebelum salib, Yesus menyanyi sebelum kematian dan kebangkitan-Nya Dia menyanyi. Kebanyakan dari kita menyanyi di sisi yang salah, kita menyanyi seperti orang Israel, begitu menyeberang Laut Kolzom kita menyanyi orang Israel menyanyi. Sebab lewat Laut Kolzom selamat menyanyi. Kalau Yesus tidak, sebelum menghadapi persoalan menghadapi problem, Dia nyanyi dulu, Dia menyanyi memuji kepada Tuhan.

Di dalam Mazmur 102, di sana kita melihat satu nubuatan yang dikatakan oleh firman Allah, 

102:17 bila TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya,
102:18 sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka.
102:19 Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN,

Jadi pemazmur berkata, padahal mereka sedang sengsara. Kalau saudara baca ayat 1,

102:1 Doa seorang sengsara, pada waktu ia lemah lesu dan mencurahkan pengaduhannya ke hadapan TUHAN.

Justru dia ungkapkan puji-pujian ketika dia sengsara, ketika dia mengalami persoalan, dia nyanyi dia menaikkan puji-pujian. Nubuatan ini berkata, generasi yang akan datang disebut angkatan yang kemudian, generasi yang akan datang adalah kita sekalian. Sudah dinubuatkan. Generasi yang akan datang adalah generasi yang suka memuji-muji Tuhan.

Jadi paskah kebangkitan Tuhan bukan kita rayakan dengan nangis, bukan kita rayakan dengan susah. Kita harus rayakan dengan sorak sorai dan puji-pujian. Karena sudah dinubuatkan oleh Alkitab bahwa generasi yang akan datang adalah generasi puji-pujian.

Tapi inilah kalau apa saja  caranya bagaimana nyanyinya, pokoknya kita nyanyi asal hati kita jujur, kita nyanyi untuk Tuhan, Tuhan hadir di tengah-tengah pujian itu. Lalu dikatakan,

102:20 sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, TUHAN memandang dari sorga ke bumi,
102:21 untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh,
102:22 supaya nama TUHAN diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem,
102:23 apabila berkumpul bersama-sama bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan untuk beribadah kepada TUHAN.

Jadi ketika kita beribadah, kita musti biasa menyanyi memuji kepada Tuhan. Di dalam Mazmur

103:1 Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
103:2 Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

Salinan lain, jangan lupa keuntungan-keuntungan yang Dia berikan.

Di mal-mal selalu ada wanita-wanita yang menawarkan kartu kredit. Saya bilang, apa keuntungannya kalau dapat kartu kredit ini? Satu tahun bapak tidak usah bayar. Terus? Bapak boleh tidur di ini satu malam, bapak bisa beli bensin ini. Bisa dapat ini, ini keuntungannya. Tapi tidak bisa kita bandingkan dengan keuntungan yang Tuhan beri kepada kita. Itu sebabnya kita punya banyak alasan untuk menyanyi memuji kepada Tuhan.  

103:3 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, - Ini yang penting, satu. Dua, -  yang menyembuhkan segala penyakitmu, - Tiga -
103:4 Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, - Empat - yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,
103:5 Lima - Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, - Enam - sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.
103:6 Tujuh - TUHAN menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas.

Makanya banyak kalau kita menyanyi memuji kepada Tuhan. Dari pada ngomel, lebih baik nyanyi. Sebab ngomel ciptaan Iblis, kalau nyanyi ciptaan dari Tuhan memuji Tuhan mengucap syukur aslinya itu di sorga.  

Baiklah kita menyanyi memuji kepada Tuhan. Banyak keuntungannya. Mazmur

145:1 Puji-pujian dari Daud. Aku hendak mengagungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja, dan aku hendak memuji nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.
145:2 Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.
145:3 Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga.
145:4 Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaan-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu.
145:5 Semarak kemuliaan-Mu yang agung dan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.
145:6 Kekuatan perbuatan-perbuatan-Mu yang dahsyat akan diumumkan mereka, dan kebesaran-Mu hendak kuceritakan.
145:7 Peringatan kepada besarnya kebajikan-Mu akan dimasyhurkan mereka, dan tentang keadilan-Mu mereka akan bersorak-sorai.
145:8 TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.
145:9 TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.

Khususnya Tuhan baik kepada orang yang sore hari ini menyanyi memuji kepada Tuhan. Dia penuh kasih dan sayang. Apa tidak cukup alasan bagi kita untuk menyanyi memuji kepada Tuhan? Apa tidak cukup alasan Tuhan kasih panjang sabar Dia mencintai semua manusia? Mazmur 

147:1 Haleluya! Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji itu.

Saudara, setelah bubar kebaktian, saudara lagi pulang haleluyah puji Tuhan, baik loh kita. Kalau ada yang sakit, saudara bilang haleluyah, puji Tuhan, baiklah saudara sebab firman Tuhan bilang engkau jadi baik. Ada orang memusuhi kita haleluyah puji Tuhan, dia minta berdamai sama kita. Baiklah kita. Obat awet muda yang terhebat adalah memuji Tuhan. Biar kita cantik biar kita ganteng tapi kita cemberut kita ngomel nggak suka memuji Tuhan, siapa yang mau kawin sama kita?

Sungguh kalau kita memuji Tuhan itu baik. Bahkan indah dan layaklah memuji-muji itu. Menyanyi memuji Tuhan itu menyenangkan Tuhan. Ini anehnya selalu Tuhan yang disenangkan hatinya, begitu kita menyayangi kepada Tuhan, hati kita senang. Saudara puji Mao Tse Tung saudara tidak akan senang hati saudara. Saudara puji Bung Karno, nggak akan senang hati saudara. Kita memuji manusia sia-sia. Tetapi kalau kita memuji kepada Tuhan, haleluyah, terima kasih Tuhan ... hati kita itu senang. Bukan hanya baik tapi senang.

Memuji Tuhan itu indah, cantik. Semua yang nyanyi tadi semua yang main musik tadi beautiful. Walaupun not suka salah seperti tadi pagi. Tetapi walaupun salah nyanyinya karena untuk memuji Tuhan, beautiful di hadapan Tuhan. Di hadapan Tuhan menyenangkan.    

Kalau saudara menyanyi itu Mazmur berkata, Aku duduk di atas puji-pujian umat-Ku. Ketika saudara menyanyi memuji kepada Tuhan, mencurahkan isi hati saudara, saudara angkat tangan, saudara menyanyi dengan sepenuh hati, saudara tidak peduli kiri kanan depan belakang saudara nyanyi terus, it is beautiful, it is pleasant to praise the Lord.   

147:2 TUHAN membangun Yerusalem, Ia mengumpulkan orang-orang Israel yang tercerai-berai;
147:3 Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;

Jadi memuji Tuhan harus lebih dulu dari pada pembangunan Yerusalem, pembangunan gereja. Lebih dulu dari ayat 3, menyembuhkan orang yang sakit, orang yang patah hati, lebih dulu dari pada membalut lukas-luka mereka.

 

147:4 Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya.

147:5 Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.
147:6 TUHAN menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, tetapi merendahkan orang-orang fasik sampai ke bumi.
147:7 Bernyanyilah bagi TUHAN dengan nyanyian syukur, bermazmurlah bagi Allah kita dengan kecapi!

Kita nyanyi tapi kita mengucap syukur. Dan saya katakan tadi orang yang menyanyi adalah orang kristen yang menang. Sebelum perang dia nyanyi. Satu raja dalam perjanjian lama itu raja Yosafat. Perang lawan musuh. Dia datang sama Tuhan: Tuhan, saya mau dikurung sama musuh. Saya mau perang, harus bagaimana, Tuhan? Aneh, Tuhan bilang: Kirim biduan-biduan di depan. 288 biduan, penyanyi-penyanyi di depan. Terus di belakangnya yang main tamborin, menari-nari. Coba saudara bayangkan. Dari sini perang, tameng, tombak, pedang sudah siap. Orang Israel menyanyi ... terpujilah Tuhan haleluyah. Bingung itu tentara, ini apa-apan ini. Itu ngapain Israel tidak ada yang perang, hanya main tamborin.

Alkitab katakan, Tuhan memberi kemenangan kepada Yosafat.  

Satu kali saya lagi makan di Jakarta ada bencong, dia nyanyi Dalam Yesus kita bersaudara. Maaf, dik, you dari mana? You kok nyanyi Dalam Yesus, bisa? Saya kan orang kristen gereja saya gereja Baptis. Kenapa pake nyanyi lagu kristen, kenapa kamu nyanyi dangdutan? Dapatnya lebih banyak.

Maka kalau saudara di rumah nyanyi lagu-lagu anak Tuhan lagu-lagu gereja, penyembahan kepada Tuhan, pendapatan saudara lebih besar. Saya tidak maksudkan nanti besok di depan pintu main tamborin. Maksudnya, hati saudara menari di hadapan Tuhan, hati saudara berbahagia. Nyanyilah dan menarilah bagi sang Raja ... amin? Bukan bagi kita, bukan untuk pendeta, bukan untuk teman kita, bukan untuk diaken ... untuk Tuhan.      

147:8 Dia, yang menutupi langit dengan awan-awan, yang menyediakan hujan bagi bumi, yang membuat gunung-gunung menumbuhkan rumput.
147:9 Dia, yang memberi makanan kepada hewan, kepada anak-anak burung gagak, yang memanggil-manggil.
147:10 Ia tidak suka kepada kegagahan kuda, Ia tidak senang kepada kaki laki-laki; - Maksudnya jangan ngandalin kekuatan kuda kalau perang, jangan ngandalin kekuatan kaki laki-laki.
147:11 TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.
147:12 Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! Sion itu perjanjian lama, di perjanjian baru dia jadi gereja.

147:13 Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anakmu di antaramu.
147:14 Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.

 

Kalau beras, beras kepala. Yang the best, yang nomor satu  yang terbaik. Tuhan kalau Dia dipuji, Dia selalu kasih gandum yang terbaik. Perhatikan saudara, ayat 2 disebut Tuhan. Ayat 3, Ia. Ayat 4, Ia. Ayat 5, Tuhan. Ayat 6, Tuhan. Ayat 7, Tuhan. Ayat 8, Dia. Ayat 9, Dia. Ayat 10, Ia. Ayat 11, Tuhan. Ayat 12, Tuhan. Ayat 13, Ia. Ayat 14, Ia. Tuhan, Tuhan, Ia, Ia ... terus. Jadi dalam pujian itu yang harus dipuji Dia ... Tuhan. Besar kesetiaan-Nya. Berikut, 


147:15 Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.
147:16 Ia menurunkan salju seperti bulu domba dan menghamburkan embun beku seperti abu.
147:17 Ia melemparkan air batu seperti pecahan-pecahan. Siapakah yang tahan berdiri menghadapi dingin-Nya?
147:18 Ia menyampaikan firman-Nya, lalu mencairkan semuanya, Ia meniupkan angin-Nya, maka air mengalir.
147:19 Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.


147:20 Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya!

 

Nggak semua orang diberkati Tuhan. Seperti saudara yang menyanyi memuji Tuhan. Bangsa-bangsa lain tidak. Kalau Yesus saudaraku, sebelum salib Dia sudah nyanyi dulu. Kemenangan Yesus itu sebelum salib. Ketika Dia menyanyi masuk di dalam aniaya masuk di dalam salib, Dia nyanyi penuh kemenangan, Dia hadapi maut, Dia hadapi salib itu dengan nyanyi, baru Dia menang.

 

Maka kalau saudara mengalami persoalan mengalami percobaan, nyanyi, puji Tuhan. Biar kita cuma menggumam tapi hati kita berhubungan dengan Tuhan, aku menyanyi memuji Engkau. Haleluyah. Saudara jatuh cinta kepada Tuhan? Orang yang jatuh cinta selalu mengatakan kata-kata yang manis kepada yang dicintainya.  

 

Yang dipuji selalu wanita, lelaki mah nggak ada yang dipuji saudara. Coba kalau kita memuji Tuhan Betapa indahnya .. Kupandang Yesus ..

Menyanyi keindahan-Nya .. Oh, betapa indahnya dan betapa eloknya .. Bila saudara seiman .. Hidup dalam persatuan ..

 

Berkat dicurahkan kepada orang yang tahu menyanyi memuji kepada Tuhan.

 

Nyanyi bagi Tuhan. Nyanyilah yang manis nyanyilah yang baik bagi Tuhan kita. Mau berkat? Nyanyi bagi Tuhan. Berkat dicurahkan. Dalam Mazmur 130 berkat diturunkan, dan itu tidak diturunkan kepada bangsa lain. Yang tidak memuji tidak dapat berkat. Maka menyanyi dan memuji kepada Tuhan, itu diberkati Tuhan. Selamat hari paskah, Yesus sudah bangkit. Mazmur  

 

148:1 Haleluya! Pujilah TUHAN di sorga, pujilah Dia di tempat tinggi!
148:2 Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya, pujilah Dia, hai segala tentara-Nya!
148:3 Pujilah Dia, hai matahari dan bulan, pujilah Dia, hai segala bintang terang!
148:4 Pujilah Dia, hai langit yang mengatasi segala langit, hai air yang di atas langit!
148:5 Baiklah semuanya memuji nama TUHAN, sebab Dia memberi perintah, maka semuanya tercipta.
148:6 Dia mendirikan semuanya untuk seterusnya dan selamanya, dan memberi ketetapan yang tidak dapat dilanggar.

148:7 Pujilah TUHAN di bumi, hai ular-ular naga dan segenap samudera raya;
148:8 hai api dan hujan es, salju dan kabut, angin badai yang melakukan firman-Nya;
148:9 hai gunung-gunung dan segala bukit, pohon buah-buahan dan segala pohon aras:
148:10 hai binatang-binatang liar dan segala hewan, binatang melata dan burung-burung yang bersayap;
148:11 hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia;
148:12 hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda!
148:13 Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.
148:14 Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya. Haleluya!

 

149:1 Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh.
149:2 Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya, biarlah bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka!
149:3 Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi!
149:4 Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.
149:5 Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur mereka!

149:6 Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,
149:7 untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksaan-penyiksaan terhadap suku-suku bangsa,
149:8 untuk membelenggu raja-raja mereka dengan rantai, dan orang-orang mereka yang mulia dengan tali-tali besi,
149:9 untuk melaksanakan terhadap mereka hukuman seperti yang tertulis. Itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya. Haleluya!

 

150:1 Haleluya! Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat!
150:2 Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!
150:3 Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi!
150:4 Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling!
150:5 Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang!
150:6 Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!

 

Cek, ada nafas nggak? Ada. Berarti saudara harus memuji Tuhan. Siap? Ayo pemain musik.

 

-- o --

Minggu, 11 April 2010 

PERCOBAAN  

Sore hari ini saya ingin berbicara mengenai satu pokok yang kebanyakan kita tidak mengerti, yaitu mengenai percobaan. Dan kita akan buka Markus

6:45 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
6:46 Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.
6:47 Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.
6:48 Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.
6:49 Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,
6:50 sebab mereka semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
6:51 Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung,
6:52 sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.

Bayangkan kalau kita ikut menjadi orang kristen, menjadi pengikut Kristus sudah pakai kalung salib, sudah bawa Alkitab ke gereja, setiap natal kita pakai baju putih, setiap paskah kita bagi telor dan bagi makanan tetapi kita tidak mengerti apa yang kita harus turut, kita tidak mengerti maksudnya ikut Tuhan itu apa. Bahkan kita tidak mengerti bagaimana mujizat 5 roti 2 ikan mengenyangkan 5 ribu orang, kita tetap tidak mengerti dan saya sangat sedih kalau saya punya jemaat ke gereja rajin tapi tidak mengerti. Kalau ada sesuatu problem ada sesuatu persoalan tidak mengerti.

Belum mengerti. Ini murid, loh. Sama-sama Yesus satu perahu tidak mengerti belum mengerti. Jadi gereja yang paling besar di dunia adalah gereja yang tidak mengerti, gereja yang tidak tahu apa-apa. Belum tentu semua yang bawa Alkitab ke gereja itu orang yang mengerti. Belum tentu jiwa baru yang baru kenal Tuhan itu belum mengerti, belum tentu. Belum tentu yang sudah lama ikut Tuhan itu sudah mengerti. Lihat murid-murid ikut Yesus kelihatan dengan mata tapi tidak mau mengerti. Kita mulai dari ayat 45. Sebelum ayat 45 Tuhan mengadakan mujizat dan lima ribu orang bersama istri bersama anak-anak - kira-kira 15 ribu sampai 20 ribu orang - makan sampai kenyang hanya dari 5 roti dan dua ikan.

Saudara percaya ini dongeng apa cerita apa fakta?

Kalau Yesus sanggup memberi makan 15-20 ribu orang hanya dengan 5 roti dan 2 ikan, apakah saudara tidak bisa percaya bahwa Dia sanggup memelihara kita yang tidak sampai 1.000 dengan roti yang hidup? Dengan firman Allah dengan sabda Tuhan, dan kita akan dipelihara setiap hari, masihkah kita tidak mengerti?

Nah pada waktu Yesus bikin mujizat ini, Dia berkata ayat 45,  

6:45 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan ...

Dalam salinan lain, Yesus langsung memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.

Siapa yang tahu Tuhan Yesus bilang, Akulah Gembala yang ... Kalau Gembala itu jalan di depan, jalan di belakang? Di depan. Domba di belakang. Tetapi pada kejadian ini, Dia suruh murid-murid-Nya duluan. Kamu pergi ke seberang dulu sementara Aku suruh yang ribuan orang ini suruh pulang. Murid-murid-Nya pergi dulu kamu. Setelah orang-orang pulang, Yesus naik ke bukit untuk berdoa.

Saya mau bicara tentang Yesus di belakang dulu, saudara. Kenapa Yesus seharusnya gembala yang baik itu di depan tetapi akhirnya Ia suruh murid-Nya yang di depan, Dia yang di belakang? Saya teringat kepada orang Israel. Pada waktu orang Israel keluar dari Mesir, dia dibimbing oleh tiang awan. Dan tiang awan berdiri di atas Laut Kolzom. Artinya, semua orang Israel itu harus nyeberang. Dan Musa angkat tongkat laut terbuka. Begitu mereka berjalan,  kan tentara Firaun itu mengejar dari belakang. Tiba-tiba itu tiang awan berpindah dari depan, langsung ke belakang orang Israel sehingga orang Mesir tidak bisa lihat orang Israel.

Jadi kadang-kadang Tuhan menjadi Gembala yang baik, memimpin kita di depan. Kadang-kadang Dia suruh kita jalan dulu untuk sekolah, menguji iman kita. Kalau saudara mau beli emas harus diuji berapa karat. Orang ahli digosok dulu oh, 22 karat. Diuji dulu.

Tahukah saudara bahwa Tuhan tidak pernah mencobai saudara tapi Dia menguji kita. Examine kalau zaman dulu namanya, ulangan. Examine itu diuji apakah pelajaran itu masuk apa tidak. Jadi kalau saudara nggak lihat Yesus di depan, jangan bingung, Dia di belakang. Tapi Dia ingin supaya kita jalan duluan, Dia ingin sekolah, Dia ingin examine.

Sekarang banyak orang-orang yang ditangkap sekarang. Bukan orang kecil yang ditangkap. Dirjen Pajak semua yang tiba-tiba punya uang 70 milyar, rumah mewah lima. Kaya mau tinggal satu hari di sini satu hari di sana ... sekarang ditangkap. Dari mana ini? Menteri Keuangan memerintahkan semua kekayaan akan diuji dari mana ini dapat duit begini banyak? Uang ini dari siapa? Nanti dicari. Celaka sekarang orang pada kalang kabut, orang pada nitipkan uang sekarang.

Yesus bilang, kamu pergi duluan.  

6:46 Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.

Jangan lupa doa kalau sudah sukses. Yang paling penting adalah bukan hari sebelum perang tapi justru hari sesudah perang. Jadi yang paling penting bukanlah hari-hari di mana saudara sebelum sukses tetapi justru setelah saudara sukses ada satu hari berikutnya ... itu yang penting. Lupakah kita kepada Dia atau ingatkah kita kepada Tuhan? Nah, mayoritas orang kristen biasanya kalau sudah diberkati, lupa sama Tuhan. Nanti rajin kalau ada masalah. Kalau sudah ada masalah, kalau sudah ada problem, rajin ke gereja. Tapi salah, sudah terlambat. Waktu tidak ada masalah waktu belum ada masalah, itu harus kita setia kepada Tuhan. Jadi setelah ada masalah, kita kuat kita kokoh. Dan kita bisa atasi masalah itu bersama dengan Tuhan. Tapi kalau kita malas kebaktian, tidak ada firman dalam hati kita, begitu ada masalah kita nggak tahu harus berbuat apa.

Tapi Yesus tahu rahasia. Setelah 5.000 orang, 15.000 orang, 20.000 orang kenyang bahkan masih ada sisa 12 keranjang, Dia tes murid-murid-Nya. Kenapa Dia tes? Kita lompat dulu kepada ayat 52.  

6:52 sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.

Sesudah mujizat roti, mereka tidak mengerti. Jadi mujizat tidak bikin orang mengerti. Sembuh dari sakit tidak bikin kita mengerti. Setan diusir tidak membuat kita mengerti. Bahkan hati mereka telah degil. Dalam bahasa Inggris, their heart was hardened, hati mereka itu dikeraskan. Coba, udah lihat mujizat hati masih keras. Murid Yesus hati masih keras. Sudah lihat mujizat. Belum mengerti, hati keras.

Jangan sampai kita jadi anggota gereja, pantekosta lagi, tapi hati keras tidak mau mengerti. Dinasehati bukannya nerima kasih, marah. Padahal dia sudah salah. Dinasehati marah.

Saudara, kita harus mau diatur. Yang ngatur bukan saya ... Firman Tuhan. Saya juga diatur oleh Firman Tuhan. Maka Yesus itu cengli orangnya, oh super cengli. Dia bilang, you duluan. Lalu ketika Dia berdoa, ketika hari sudah malam. Saya mau bicara dulu sedikit mengenai berdoa.

Tidak semua orang bisa nyumbang. Orang kaya bisa nyumbang bangun gereja tapi orang miskin tidak bisa dia bangun. Walaupun nyumbang mungkin sedikit. Tidak semua orang bisa nyanyi. Tidak semua orang kaya. Tidak semua orang pintar. Tapi ada yang bisa dilakukan oleh semua orang, kaya atau miskin, pintar atau bodoh, semua bisa melakukan ini, yaitu doa.

Orang kaya bisa berdoa, orang miskin bisa berdoa. Orang benar bisa berdoa, orang berdosapun bisa minta ampun dalam doa. Lelaki bisa berdoa, perempuan bisa berdoa. Kenapa kita tidak berdoa? Karena kita tidak mau berdoa. Ada yang tidak bisa berdoa, ada yang tidak mau berdoa.      

Yesus saja Anak Allah, Allah sendiri, kasih ajar sama kita untuk doa. Doa bukan paksaan. Doa itu Tuhan kasih kepada saudara cara menghampiri Dia. Cara mendekatkan diri kepada Dia. Cara saudara mengungkapkan cinta kepada Dia melalui doa.

Apapun berdoa. Jadi tubuh ini disebut Rumah Doa. Maka Tuhan Yesus itu marah ketika orang berjual beli di halaman rumah Tuhan, rumah-Ku tempat berdoa kamu bikin tempat berjual beli, tempat sarang penyamun. Jadi doa itu bagi Yesus penting sekali.

6:47 Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.
6:48 Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.

Yesus melihat bukan dengan mata jasmani. 28 km x 10 km itu danau. Dan Dia harus menyeberang jauh. Tidak mungkin malam Yesus bisa lihat perahu yang jalan lebih dulu sudah berapa lama sementara Dia berdoa. Tapi Yesus melihat dengan mata rohani.  

Ketahuilah saudara, ketika saudara payah mendayung, ketika kita menghadapi ujian. Mendayung itu susah karena angin datang dari depan. Kita dayung, mundur lagi, Jadi di tempat yang sama terus. Murid-murid-Nya dayung ini susah payah karena perahunya nggak maju-maju. Siapa yang dengan kekuatannya kemampuannya usahanya mau mendayung perahu rohaninya untuk maju dan tidak bisa karena angin sakal angin yang datang dari depan.

Sekarang masa angin sakal. Kita semua ada di perahu yang sama. Nggak orang dunia, nggak orang kristen ... mengalami hal yang sama. Orang dunia, maaf bicara, potong 5 anaknya, dipotong dibacok di Medan ini, satu hidup empat meninggal karena ekonomi berat. Orang miskin, suami istri minum racun karena ekonomi berat. Tapi orang kaya juga yang bermilyar-milyar cabut pistol tembak papa tembak mama tembak anak tembak anak semua lalu akhirnya tembak dirinya. Karena dari orang yang paling kaya mempunyai saham, satu saham harganya 50 dolar dan dia punya saham puluhan ribu saham. Dalam satu hari, itu saham hanya menjadi 80 cent. Gelap mata. Tidak orang miskin, tidak orang kaya.    

Kita ada di tempat di perahu yang sama. Saudara kira kita lebih baik dari orang di dunia? Tidak, kita di perahu yang sama. Orang dunia bingung, orang kristen pun bingung. Orang dunia ngomongin orang, orang kristen juga ngomongin orang. Orang dunia suka gosip, orang kristen juga lebih suka gosip. Kita ada di perahu yang sama. Orang dunia suka menghakimi orang, orang kirsten juga suka menghakimi orang, suka jadi hakim. Sama.  

Saudara kira yang makan roti 5.000 itu, semuanya percaya Yesus? Tidak. Ada yang cuma mau lihat. Bahkan murid-murid-Nya saja keras hati. Sudah lihat mujizat begitu besar keras hati. Maka itu saya suka kuatir saya sudah ngomong berkali-kali, saya itu doain pengantin nggak tahu sudah beratus pasang. Tapi asal sudah diberkati nggak ada di gereja. Malas ke gereja teh. Nanti kalau sudah ada masalah baru mau  ke gereja.

Jadi orang dunia dan orang kristen sami mawon sego rawon, nggak ada bedanya. Yang membedakan, itu Yesus. Lain dari Yesus, semua sama kita. Orang dunia ngebohong, orang kristen juga suka ngebohong. Orang dunia menolak Yesus dari luar, orang kristen juga menolak Yesus dari dalam. Datang ke gereja cuma mau berkatnya. Datang kebaktian mau kelimpahan dari Tuhan. Salib-Nya dia nggak mau. Sama. Orang dunia kan nggak suka salib. Sama orang kristen juga, cuma salibnya digantung aja jadi kalung jadi anting salib cincin salib. Tapi prinsip salib dia tidak mau. Mengalah, nggak mau. Tidak jadi hakim, tidak mau. Kita ada di perahu yang sama.

Orang dunia kuatir, takut, bimbang, orang kristen pun kadang-kadang lebih takut lebih bimbang lebih kuatir dari orang dunia. Kita ada di perahu yang sama. Kita ada di perahu yang sama. Tetapi yang saya merasa bersukacita, Tuhan lihat kesukaran kita. Saya belum pernah baca, Tuhan melihat kesenangan dari murid-murid-Nya. Tuhan lihat kesukaran. Susah payah.    

6:48 Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, ...

Karena angin sakal. Karena angin melawan mereka. Jadi perahu itu berlayar melawan angin. Di sini dikatakan angin melawan mereka. Melawan perahunya nggak boleh maju. Tiup keras. Buktinya kenapa, kita baca terus, 

6:48 ..., maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.

Salinan lain, the fourth watch, jaga malam yang keempat. Kalau orang ronda zaman dulu, jam 6 sore itu jaga kesatu, jam 9 jaga kedua, jam 12 jaga ketiga, yang jaga keempat itu yang terakhir ... jaga keempat jam 3 pagi, itu jaga keempat. 

6:48 ..., maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.

Yesus tidak lari loh, saudara; Dia jalan. Kenapa Dia bisa kejar perahu yang didayung? Karena perahunya tidak maju-maju karena angin sakal. Jadi dengan jalan saja Dia sudah sampai kepada perahu yang sedang payah ini. Murid yang payah ini.

Siapa saudara yang sedang menghadapi sesuatu yang payah? Susah, sukar, sulit, masalah.  

Orang dunia sama kan sama kita sama. Kita ada di perahu yang sama. Yesus jalan di atas air. Di sinilah sekolahnya Tuhan mulai. Yesus jalan di atas air mau menunjukkan kepada murid-Nya bahwa Aku ini Yesus ini berkuasa di atas alam. Lihat ini air jadi jubin bagi-Ku, Dia jalan di atas air. 

Hanya Yesus bisa jalan di atas air. Tahukah saudara, siapa lagi yang jalan di atas air? Murid-Nya, Petrus. Kenapa? Karena dia punya iman. Tapi saya tidak akan berbicara jalan di atas air Petrus, tidak, karena di sini tidak ditulis. 

6:48 ..., maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.

Berarti Yesus punya jalan lebih cepat dari perahu murid-murid-Nya yang didayung oleh 12 orang. Dia jalan aja tapi pura-pura Dia mau jalan lewat.

6:49 Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,

Bukan haleluyah. Bukan puji Tuhan berteriaknya. Berteriak-teriak: Aduh, ada hantu. Yesus jadi terbalik, Dia itu Tuhan.

Susah mengenal Yesus pada waktu malam. Susah mengenal Yesus pada waktu gelap. Susah kalau kita mempunyai pikiran-pikiran yang normal karena Tuhan kita selalu mengerjakan sesuatu yang tidak normal. Ada haleluyah? Tuhan kita adalah Tuhan dari hal yang tidak masuk akal. Saya suka bilang sama murid-murid saya: Minta sesuatu yang tidak masuk akal. Jangan minta yang bisa kita capai.

Nah, saya akan beri tahu perbedaannya antara pencapaian dan mimpi. Apa artinya pencapaian? Sesuatu yang saudara bisa jangkau dengan kemampuan saudara. Umpamanya saudara lulus SD lulus SMA, saudara mencapai. Pencapaian saudara sampai di situ. Mimpi adalah sesuatu yang saudara tidak bisa capai dengan kemampuan kita. Tapi Yusuf waktu mau menerima Maria menjadi istrinya, Tuhan kasih mimpi. Waktu Herodes mau membunuh anak-anak dua tahun ke bawah, Tuhan kasih mimpi lari ke Mesir.

Setelah Herodes mati, Tuhan kasih mimpi lagi, kamu balik lagi ke Nazareth. Dalam hidup Yusuf itu berkali-kali dia melihat petunjuk Tuhan melalui mimpi. Yoel 2:28 berkata, anak-anak muda akan melihat mimpi.

Dan Tuhan tidak mau saudara hanya mencapai, Tuhan mau saudara mimpi. Cita-cita saudara musti besar. Didik sama anak saudara untuk berkata positif. Didik anak-anak jangan ngomong yang negatif. Didik anak-anak supaya bercita-cita besar supaya nama Tuhan dipermuliakan. Sekarang waktunya sekolah, kamu jalan dulu. Bukan berarti Tuhan biarkan. Dia berjanji, sekali-kali Aku tidak akan meninggalkan kamu dan membiarkan kamu, Dia jalan. Ketika sampai, mereka berteriak-teriak: Hantu ... hantu. Padahal Tuhan. Mereka balikin, hantu. 

Saya ingin beritahu apa kebalikan dari iman? Iman itu kebalikannya adalah takut. Kalau iman kita lihat Tuhan. Kalau takut kita anggap Tuhan itu hantu. Kalau saya menghadap ke timur, di belakang saya apa? Barat. Tapi tahu nggak saudara kalau kita beriman kepada Tuhan, di belakang kita takut. Iman dan ketakutan kekuatannya sama.

Maka kalau saudara takut, Ayub 3:25: Apa yang aku takutkan terjadi. Apa yang aku kuatirkan justru terjadi. Saudara tidak boleh takut karena ada 365 kali dalam Alkitab, firman Allah berkata: Jangan takut. Berarti saudara harus percaya, beriman kepada Tuhan. Mereka takut, berteriak-teriak. Jadi sampai saat ini mereka belum lulus. Berikut kita lihat apa terjadi.  

6:50 sebab mereka semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

Ini yang saya senang, Dia sebut tiga kata. Yang pertama, Tenanglah. Yang kedua, Ini Aku. Yang ketiga, Jangan takut. Seolah-olah Yesus berkata, kamu salah lihat, jangan takut tapi berimanlah. Tapi Dia mulai berkata, tenanglah.

Hanya Yesus yang berhak bicara ini: Tenanglah. Ini Aku. Bayangin ini di gelombang yang besar angin meniup saudaraku, ombak belum berhenti, angin bertiup keras dari arah depan, Yesus malahan bilang: Tenang. Ini Aku.  

Menghadapi masa yang sekarang, kita sedang ada di perahu yang sama di seluruh dunia.

Di dalam tengah situasi seperti sekarang ini, banyak hal-hal yang mengagetkan terjadi. Tapi kita musti mengerjakan 3 perintah Yesus ini: Tenang, jangan cepat kebakaran jenggot. Ribut nggak karu-karuan. Orang kalau gugup nggak bisa tenang, kita nggak bisa kenal siapa-siapa. Tapi kalau kita tenang, baru kita bisa kenal itu siapa? Ini Aku, Yesus.

Saudara, hidup kita harus tenang. Dunia memang tidak tenang ribut tapi Tuhan bilang kita harus tenang. Saya mau tanya, pada waktu Yesus bilang tenang, laut sudah tenang belum? Belum, masih ribut, masih kacau. Tapi hati murid-murid sudah tenang. Dan ketika Dia bilang, Aku ini, saya ingat nama Tuhan waktu ketemu dengan Musa, Musa bilang: Siapa nama-Mu, Tuhan? Aku adalah Aku.

Maka di zaman Yesus, Dia selalu berkata, Aku adalah, Aku adalah. Aku adalah kuasa kebangkitan, Aku adalah kebangkitan dan hidup, Aku adalah jalan, kebenaran dan hidup. Aku adalah Tunas. Aku adalah Alfa dan Omega. Aku adalah pintu, Aku adalah jalan. Aku adalah anak domba. Aku adalah Raja segala raja, aku adalah bintang fajar, Aku adalah akar, dan sebagainya. Aku adalah.

Sekarang Dia berkata begini: Tenang, ini Aku. Artinya saudara bisa isi itu cek. Tuhan kasih cek kepada saudara, Dia sudah tanda tangani. Jumlahnya terserah saudara, Hanya di atas cek sudah ada tertulis: Aku adalah ... tinggal saudara mau tulis apa. Kalau saudara perlu jaminan, tulis saja di cek itu: Aku adalah gembala yang baik. Sudah dijamin sama Tuhan. Nggak ada jalan, saudara tinggal tulis, Aku adalah jalan. Saudara perlu uang, Aku adalah Raja, Aku adalah Bapamu, Aku adalah ayahmu. Bapa manakah di antara engkau yang anaknya minta roti dia kasih batu. Bapa mana di antara kamu, katanya, yang anaknya minta ikan dikasih ular. Dalam injil yang lain, bapa mana di antara kamu yang anaknya minta telor dikasih kalajengking.

Itu sebabnya kalau kamu yang jahat tahu memberi yang baik kepada anakmu, apakah lagi Bapa di sorga pasti memberikan kepadamu apa yang engkau minta. Tenang. Aku ini. Karena sudah ada Dia, Dia bilang, jangan takut. Kalau Dia bilang jangan takut berarti persoalan sudah dijawab oleh Tuhan. Walaupun masih bergelora tenang, ini Aku jangan takut, jangan takut angin sakal. Aku berjalan di atas air. Lalu apa yang terjadi?      

6:51 Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung,

Kata tercengang itu dalam salinan lain, amazed beyond measure. Lebih dari yang bisa diukur. Nggak bisa diukur kagetnya. Saudara kasih Tuhan nggak bisa diukur, kasih sayang Tuhan panjang tinggi dalam lebarnya tidak bisa diukur. Mereka tercengang.

Maka tadi saya katakan, banyak orang kristen sendiri belum kenal siapa Yesus itu. Kalau mereka sudah kenal kan mereka tidak usah tercengang, tidak usah bingung. Mereka tercengang dan bingung. Lebih dari ukuran biasa. 

Ini Yesus sedang mendewasakan murid-Nya. Belum dewasa-dewasa, masih takut masih bimbang masih kuatir.

6:51 Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. 

Makanya saudara musti undang Yesus itu masuk ke perahu kita. Sebab apa? Itu yang penting, undang Yesus masuk ke dalam perahu saudara. Terus akhirnya apa? Sampai di seberang. Kan kalau udah sampai di seberang enak saudara.

Malam hari ini Yesus berkata kepada saudara: Tenang, Aku ini, jangan takut.

Kita berdiri bersama-sama.

-- o --

 

Minggu, 18 April 2010 

HATI YANG TENANG  

Kita buka Matius

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku - Yesus - lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Ketenangan jiwa itu adalah kerinduan semua manusia. Buat apa kita kaya tapi hati kita tidak tenang. Buat apa kita punya duit 28 milyar tapi ditangkap KPK. Buat apa kita jadi hakim terkenal dengan uang 74 milyar, sekarang diperiksa dipenjara mau dipecat. Hati tidak tenang. Dan Tuhan tahu bahwa kebutuhan manusia itu adalah ketenangan jiwa.

Kalau anak belasan tahun saja belum sampai 20 tahun sudah berani bunuh diri, bukan laki-laki tetapi wanita 18 tahun bunuh diri karena tidak ada ketenangan jiwa. Bukankah senang kita kalau hidup kita tidak usah kaya raya tidak usah, biasa saja hidup secukupnya Tuhan punya berkat, tapi hati kita tenang. Dan yang berani menjamin ketenangan ini Tuhan Yesus. 

Dia bilang, pikullah kuk, artinya melayanilah.

Jadi orang yang melayani Tuhan dengan benar itu tenang. Kalau dia melayani Tuhan keliru salah seperti Marta. Marta itu melayani Tuhan tapi keliru, dia salah, dia marah-marah, Yesus dia marahi, Maria dia marah, karena apa? Dia tidak tenang. Dia kerja untuk Yesus, dia melayani pekerjaannya Tuhan tapi tidak ada ketenangan. Semua dianggap salah, cuma dia yang benar: Yesus salah, Maria kenapa tidak ditegur suruh membantu saya?  

Tuh, dia yang bilang, silahkan duduk, dia yang kerja nggak ada yang suruh, dia yang melayani, dia juga yang ngambek. Dulu saya suka pikir orang kaya begini bukan untuk ditemenin tapi sekarang saya mengerti bahwa orang yang sedemikian itu jiwanya tidak tenang. Peribahasa bilang waktu saya di SMP, air yang tenang menghanyutkan. Maka anak Tuhan yang tenang itu dalam rohaninya, menghanyutkan. Tapi yang kerecek-kerecek banyak ngomel nyalahin Tuhan nyalahin si B nyalahin si C, ini salah itu salah cuma dia yang benar ... itu tanda dia tidak benar.

11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku - Yesus - lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Orang yang rendah hati, orang yang lemah lembut, dia belajar dari Yesus, itulah orang yang akan diberi ketenangan sama Tuhan. Di dalam Mazmur 

62:2 Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.
62:6 Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.

Kalau saudara perhatikan ayat 5 bagian akhir itu ada kata sela. Sela itu membedakan puisi pertama dan puisi kedua.

Salinan lain, jiwaku menunggu Allah dengan tenang. Bahkan disebut sendirian. Karena pengharapanku datang dari Dia.

Yang pertama dia tenang karena dia tahu dalam Tuhan ada keselamatan. Yang kedua dia tenang karena dia sudah selamat dalam Tuhan jadi dia nunggu juga tenang nggak gurung gusuh, nggak gelisah.

Aku sendirian malahan. Aku menunggu.

Siapa yang menunggu dari pada Tuhan itu tidak akan dikecewakan! Maka itu sebabnya kita menunggu dengan tenang. Bahasa Inggris, silently, dengan tenang, nggak ribut. Alone. Sendirian mengharapkan Tuhan dengan tenang. Dalam Mazmur

23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Kita sudah dapat 4 ayat tentang ketenangan. Memang maksudnya Tuhan, Dia ingin supaya kita ini tenang, supaya kita hidup dengan teduh dengan tenang. Yesus adalah tempat perlindunganku. Yesus adalah gunung batuku, Yesus adalah perisaiku yang teguh, Yesus adalah tempat aku berteduh. Jadi kita tidak ada alasan untuk tidak tenang. Sebab Dia perisai kita, Dia tempat perlindungan kita, Dia gunung batu kita, kita teduh dan teguh dan tenang. 

Saya ambil ayatnya dalam Mazmur 23, Ku tak takut bahaya .. Kar'na Yesus menjaga .. Gada dan tongkat-Nya .. S'lalu menghiburku ..

Kalau selalu menghiburku kenapa kita jadi repot, kenapa kita jadi susah, kenapa kita jadi gelisah?

Saya baru dapat dari Tuhan rahasia ini saudara, bahwa takut itu gelisah itu kuatir itu dinilai oleh Tuhan kejahatan. Kaget saya. Dia kasih lihat ayatnya. Memang manusia ada kekuatiran namanya juga manusia. Tapi firman Allah katakan, kalau Aku bilang 365 kali jangan takut dan kamu tetap takut, kamu itu orang jahat nggak percaya firman-Ku. Aku ngomong bukan sekali, Aku ngomong bukan dua kali, Aku ngomong 365 kali di dalam Alkitab: Jangan kamu takut. Tapi kamu takut juga berarti orang ini jahat tidak percaya kepada-Ku, kata Tuhan. Setelah itu saya tidak mau takut lagi dah. Kita mau tenang saja di hadapan Tuhan. Haleluyah. Tenang. Kita mau lihat satu cerita. Di dalam Markus  

6:45 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
6:46 Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.
6:47 Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.
6:48 Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.
6:49 Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,

Berarti ribut. Jam 3 pagi. Di danau yang gelap gulita. Mendayung susah-susah nggak maju-maju. Waktu orang Israel keluar dari Mesir, ada tiang awan di depan. Jadi kemana tiang awan pergi, orang Israel ngikutin ini. Ini dipimpin oleh Tuhan tiang awan. Tetapi pada waktu orang Israel nyeberang Laut Kolzom, orang Israel dikejar oleh tentara Mesir, tiang awan ini ke belakang, melindungi orang Israel sehingga orang Mesir nggak bisa lihat di mana orang Israel ini.

Ada kalanya Tuhan berjalan di depan sebagai Gembala yang baik, ada kalanya Dia menyuruh kita di depan untuk mempraktekkan apa yang Dia perintahkan. Setelah 5 roti dan 2 ikan, 5.000 orang makan kenyang, lalu Dia suruh murid-murid-Nya kamu duluan pergi. Sekolah loh, saudara. Kamu duluan pergi. Kalau hati mereka tidak keras, hati mereka tidak degil, mereka akan tenang. Kalau tidak bisa maju, mereka akan tenang. Karena mereka tahu yang membuat 5 roti dan 2 ikan, 5.000 orang kenyang, sanggup menolong mereka di perahu ketika angin sakal, angin yang datang dari depan. Tapi karena mereka sekolahnya belum lulus, ulangannya itu masih banyak salah, masih banyak merahnya, mereka berteriak-teriak. Sama dengan kita. Kita ini gugupan, panik.  

Pada tahun 57 di Manado ada Perang Saudara, yaitu Permesta. Manado berontak kepada tentara pusat. Hampir tiap hari ada peperangan. Ada satu ibu baru melahirkan anak, satu minggu dua minggu gitu. Pas di desa itu ada peperangan. Dia panik dia lari dia bawa bayinya lari ke gunung. Tidak tahu kekuatan dari mana dia lari ke gunung. Sudah sampai di gunung, dia lihat yang dibawa bukan bayi ... bantal guling. Wah, dia lari dia nangis dia takut anaknya kenapa-napa. Dia turun. Untung anaknya lagi nangis sendirian.

Kalau panik saudara, kita pikir yang kita kerja itu benar tapi sebetulnya salah. Kalau panik kita banyak membela diri membenarkan diri: Adam, kenapakah engkau makan buah yang Aku larang kepadamu untuk dimakan?, kata Tuhan. Adam bilang: Istri yang Tuhan kasih sama saya, dia yang kasih sama saya itu buah. Hawa, kenapa engkau memetik buah yang Aku larang engkau makan? Ular yang suruh. Dia nggak bilang, aduh saya salah, aduh saya sudah berdosa. Ular yang salah.

Jadi memang dari dulu kita ini engkong kita Adam dan Hawa dan emak itu suka nyalahin orang. Nggak pernah mengaku salah. Adam, kenapa kamu makan? Udah saja, aduh saya salah, Tuhan saya sudah salah. Dia malah nyalahin Tuhan: Wanita yang Engkau beri yang suruh sama saya. Dia nunjuk saja, dia lupa ini 3 jari tunjuk ama dia. Kita suka nyalahin orang, tuh dia yang salah padahal tiga jari nunjuk ke kita.

Apalagi orang Sunda, kalau nunjuk pake jempol. Diditu ... 4 jari nunjuk kita. Di Ciraden atas sana ada orang saya pernah ketemu waktu saya SMP: Bu, kemana jalan ke Ciraden teh? Ka palih ditu, neng. Dua nih ... delapan jari nunjuk kita. Sudah jangan nunjuk-nunjuk orang. Tambah ditunjuk orang lain tambah kita tidak tenang. 

Sudah tenang di Taman Eden, keliru lagi makan buah. Ratusan, ribuan macam buah boleh dimakan. Dari Burahol sampai Kesemek, boleh makan. Dari Cececet sampai Antanan, boleh engkau makan, dari duku sampai duren boleh kau makan. Tapi yang satu ini jangan.

Tapi inilah manusia, yang dilarang itu yang dimakan, jadi hidupnya tidak tenang. Ketahuannya bagaimana? Dia nyumput, dia sembunyi, Adam dan Hawa. Maka coba perhatikan anak kecil bayi kita cucu kita kalau waktu kecil paling senang kalau engkongnya opanya bilang: Ciluk ba, dia ketawa-ketawa karena engkong kita Adam dan Hawa main cilukba sama Tuhan. Dia sembunyi saudara-saudaraku di tempat yang rimbun: Adam, Hawa, di manakah engkau?

Tuhan masa enggak tahu. Tuhan tahu di mana dia tapi pura-pura Tuhan. Dikatakan dengan suara merdu Tuhan memanggil Adam. Masa Tuhan tidak bisa cari sedangkan yang di dalam lautan saja Dia bisa tahu isi hati kita Dia tahu. Tahu Dia cuma Dia mau kasih lihat bahwa Adam sudah salah. Tidak tenang kan. Ngumpet. Semua dicurigai. Karena sudah salah, nggak tenang.

Sekarang yang nggak tenang Satpol PP, hilang di seluruh Jakarta hilang. Kasihan, loh. Bener, Satpol PP itu jadi kambing hitam. Yang terima duit orang yang di atas, yang digebukin yang meninggal salah satunya orang kristen, Israel lagi namanya. Orang jatuh udah pingsan orang masih digebukin juga. Dibacok. Pakai pedang pakai golok. Tapi kalau Pancasila ... Prikemanusiaan .. ada orang dibacok. Tidak tenang, resah, gelisah.   

6:48 Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.

Saya ingin berbicara sama saudara bahwa Tuhan ingin kita ini dewasa. Buat apa saya punya jemaat 1.000 orang, 2.000 orang tapi anak-anak semua. Nggak dewasa. Pikirannya nggak dewasa, ngomongnya nggak dewasa, tingkah lakunya nggak dewasa, pemikirannya nggak dewasa. Maka Yesus bilang, kamu sekarang belajar ya, kamu dulu berangkat. Supaya dewasa. Nanti Aku akan naik ke sorga, engkau tidak akan ketemu Aku lagi. Sekarang kamu berlayar sendirian dulu.

Jam 3 pagi. Kalau dalam orang Israel itu ada 3 jaga malam. Jaga malam pertama jam 6 sore. Jaga malam kedua jam 9, jaga malam ketiga jam 12, jaga malam keempat jam 3 pagi. Habis ini sudah nggak ada jaga malam lagi. Yang terakhir, jaga malam yang keempat itulah Tuhan datang. Tuhan jalan di atas air. Belum pernah murid-murid-Nya tahu bahwa Yesus bisa jalan di atas air. Coba saudara bayangkan dia lagi ngedayung di laut yang bergelora loh, angin dari depan keras. Gelombang besar. Ada yang putih-putih jalan di atas air.

6:49 Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,

6:50 sebab mereka semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

 

Tiga yang Dia katakan. Satu apa? Tenanglah. Sore ini Yesus berkata kepada saudara melalui mulut saya: Tenanglah. Saudara sedang menghadapi  percobaan persoalan apapun juga, tenanglah. Ini Yesus bilang. Kenapa Dia suruh kita tenang? Ada Aku, ini Aku. Yang ketiga, Dia bilang: Jangan takut.

 

Saya mau tanya ketika Yesus bilang tenang, laut bergelora masih atau sudah reda? Masih bergelora, loh. Jadi yang dipentingin sama Tuhan bukan lautnya didiemin ... ditenangin dulu murid-Nya. Sekarang gempa di Tiongkok. Belum gempa bumi, belum Tsunami, belum keributan, belum kesulitan ekonomi, belum ini, belum penyakit, belum ini belum itu, aduh bikin kita sepertinya tidak tahu harus berbuat apa.

 

Tapi malam hari ini Yesus berkata: Tenang, Aku ini. Tenang saudara, ada Yesus. Tenang, Aku ini, jangan takut. Perhatikan berikutnya.    


6:51 Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung,

 

Jadi ketika Yesus masuk ke dalam perahu mereka, itu angin kaya ngerti reda. Nggak disuruh reda, redalah.

 

Jadi ada dua percobaan, saudara. Di luar angin ribut gelombang menempuh yang besar. Di dalam ini murid-Nya tidak tenang. Tuhan tidak tenangkan yang di luar dulu, Dia tenangkan yang di dalam. Dia tenangkan murid-Nya dulu. Tenang. Yang ditenangkan itu jiwa mereka. Tenang, ini ada Aku, jangan takut. Baru Dia naik ke perahu. Begitu Dia naik ke perahu, reda.

 

Kenapa sih sampai begitu takut murid-murid-Nya padahal baru lihat mujizat 5 roti 2 ikan dibuat oleh Yesus.


6:52 sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.

 

Kalau murid Yesus saja ikut Yesus lihat mujizat ada di dalam perahu bersama dengan Yesus, hatinya masih degil nggak tenang, hatinya masih penuh ketakutan - salinan lain, hati mereka itu dikeraskan hatinya. Keras hati. -, siapa kita? Murid Yesus saja kadang belum ngerti apa maksud Tuhan, siapa kita? 

 

Tapi pada sore hari ini saya ingin semua jemaat GPdI belajarlah hidup tenang. II Tesalonika 

 

3:6 Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami.
3:7 Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu,
3:8 dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu.
3:9 Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti.
3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.
3:11 Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna.
3:12 Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri.
3:13 Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik.
3:14 Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu,
3:15 tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara.

 

Salah satu nasehat rasul Paulus kepada jemaat Tesalonika: Biarlah hidup tenang. Kalau saudara bikin kue kelepon dengan sabar dengan tenang nanti saudara dirobah sama Tuhan jualan handphone. Sekarang kelepon dulu, Iya. Pertama kan kelepon ... kelepon, nanti kalau setia, Tuhan kasih handphone. Asal setia. Tenang saja, saudara, itu disuruh oleh Firman Tuhan. Saudara tenang teh bukan males. 

 

Rezeki mah moal pahili, bapa ibu, jangan sirik pidik sama orang. Dalam I Tesalonika

 

5:3 Hormatilah janda-janda yang benar-benar janda.
5:4 Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah.
5:5 Sedangkan seorang janda yang benar-benar janda, yang ditinggalkan seorang diri, menaruh harapannya kepada Allah dan bertekun dalam permohonan dan doa siang malam.
5:6 Tetapi seorang janda yang hidup mewah dan berlebih-lebihan, ia sudah mati selagi hidup.
5:7 Peringatkanlah hal-hal ini juga kepada janda-janda itu agar mereka hidup dengan tidak bercela.
5:8 Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.
5:9 Yang didaftarkan sebagai janda, hanyalah mereka yang tidak kurang dari enam puluh tahun, yang hanya satu kali bersuami
5:10 dan yang terbukti telah melakukan pekerjaan yang baik, seperti mengasuh anak, memberi tumpangan, membasuh kaki saudara-saudara seiman, menolong orang yang hidup dalam kesesakan--pendeknya mereka yang telah menggunakan segala kesempatan untuk berbuat baik.
5:11 Tolaklah pendaftaran janda-janda yang lebih muda. Karena apabila mereka sekali digairahkan oleh keberahian yang menceraikan mereka dari Kristus, mereka itu ingin kawin
5:12 dan dengan memungkiri kesetiaan mereka yang semula kepada-Nya, mereka mendatangkan hukuman atas dirinya.
5:13 Lagipula dengan keluar masuk rumah orang, mereka membiasakan diri bermalas-malas dan bukan hanya bermalas-malas saja, tetapi juga meleter dan mencampuri soal orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas.
5:14 Karena itu aku mau supaya janda-janda yang muda kawin lagi, beroleh anak, memimpin rumah tangganya dan jangan memberi alasan kepada lawan untuk memburuk-burukkan nama kita.
5:15 Karena beberapa janda telah tersesat mengikut Iblis.
5:16 Jika seorang laki-laki atau perempuan yang percaya mempunyai anggota keluarga yang janda, hendaklah ia membantu mereka sehingga mereka jangan menjadi beban bagi jemaat. Dengan demikian jemaat dapat membantu mereka yang benar-benar janda. 

 

Jadi kalau saya peras ayat tadi, biarlah janda hidup dengan tenang. Yang tadi saya baca bukan janda di sini, bukan, saya baca nasehat Paulus kepada Timotius mengenai janda. Kalau janda yang umur muda 30-40 tahun jadi janda ditinggal suami, dia nggak bisa dapat bantuan dari gereja. Janda yang bisa dibantu itu 60 tahun ke atas, itu juga kalau jandanya susah. Sebab ada janda di Jakarta suaminya meninggal, meninggalkan harta 40 milyar. Nah, janda yang begitu jangan dibantu beras seliter dikirimkan, ikan asin kasih, pop mie, jangan. Dia bisa beli mobil dia bisa hidup mewah-mewah. Yang saya ingin bicara itu mengenai ketenangan.

 

Laki-laki teh banyak tergerak oleh ketenangan seorang. Dengar kaum wanita, laki-laki teh kalau lihat wanita lihat ibu-ibu tenang teh, dia teh tertarik. Coba pasang iklan di Kompas: Seorang gadis umur 45 tahun merindukan seorang jejaka umur 70 tahun. Gadis ini baik-baik masih gadis mulut agak sedikit jahat tetapi hati baik. Siapa yang mau ngelamar? Tapi kalau dia diam ... menarik hati.

 

Saya tanya sama kusir: Kenapa kuda pakai penutup mata kaya begini? Itu di Ampera suka ada terminal sado. Terus? Suka ada kuda betina, jadi kalau nggak pakai penutup mata, itu kuda ngeliatin kuda betina aja. Kalau pakai penutup mata seperti ini, tenang kudanya.  

 

Saudara mau tenang? Peribahasa bilang: Tenang itu emas. Bicara itu perak. Jadi saya nggak boleh panjang-panjang khotbah karena ketenangan adalah emas. Mari kita berdiri.

 

-- o --

_________________________   

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________