Khotbah Minggu Sore Mei - Juni 2002 

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu sore, 05 Mei 2002  

SATU KEBENARAN YANG BARU

Haleluyah? Selamat berbakti, bertemu lagi di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Selama 4 bulan ini, 5 bulan ini, atau 3 bulan ini saya libur karena tidak usah mengajar lagi di Sekolah Alkitab, jadi saya punya tugas agak enteng. Haleluyah. Pada sore hari ini saya ingin berbicara mengenai satu kebenaran yang baru dan saya harap saudara-saudara bisa menangkap kebenaran ini. Juga yang merekam ini, yang akan memasukkan khotbah saya untuk dibaca di internet di seluruh dunia orang-orang gereja pantekosta dan saya harap ini akan menjadi berkat dimanapun mereka berada. Saya sudah terima berita dari New York bahwa mereka selalu mengikuti khotbah saya setiap minggu melalui internet. Roma

5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. 
5:13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. - Atau law atau wet, bahasa Belanda nya - 
5:14 Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. 
5:15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. 
5:16 Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran. 
5:17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, - Disini ditulis maka lebih benar lagi, seharusnya lebih besar lagi - maka lebih besar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. 

Di dalam Perjanjian Baru, tidak ada hamba Tuhan yang bisa menerangkan kekristenan seperti Rasul Paulus. Rasul Paulus inilah menulis lebih kurang 85% dari Perjanjian Baru, dan dia menuliskan rahasia kekristenan. Kalau saudara bisa mengerti khotbah saya sore ini, saudara mengerti semua khotbah dari pendeta-pendeta lain. Kapanpun saudara dengar, dimanapun saudara dengar, saudara akan gampang mengerti, tapi harus mengerti. Itu sebabnya, saudara harus perhatikan. Nah, judulnya saja Paulus menulis Adam dam Kristus. Adam diperbandingkan dengan Kristus. 

Ayat 12, Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang - Siapa satu orang ini? Adam. Gara-gara oleh satu orang - dan oleh dosa itu juga maut, - Upah dosa adalah kematian - demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, - Jadilah kita manusia, siapapun kita yang dilahirkan setelah Adam, sudah diharuskan akan mati. Menjalar dari jaman Adam - karena semua orang telah berbuat dosa. 

Saya mau berhenti dulu disini. Saudara tidak rasa berdosa kok. Masa bayi yang dilahirkan berdosa? Dia tidak berdosa. Ini yang akan kita bicara sekarang. Kalau saya dikandung oleh ibu saya, pada waktu ibu saya mengandung saya satu bulan, lalu ibu saya mati - saya tidak akan lahir. Saya mati di dalam ibu saya. Tetapi karena ibu saya hidup, maka saya dilahirkan. Saya tidak ada pilihan. Saya tidak minta dilahirkan, tapi saya dilahirkan. Menjadi anak dari oom Yan dan Tante Coan. Tahun 48, 28 Agustus, lahirlah manusia yang modelnya begini. Saya tidak bisa protes. Tapi kalau saya lahir bulan Agustus, ibu saya meninggal bulan Juli, saya tidak bisa hidup. Mati saya, karena saya ada di dalam dia. 

Nah, pada waktu Adam, saudara-saudaraku, diciptakan, seluruh umat manusia ada disini, ada sama Adam. Seluruh turunan manusia ada sama Adam. Sebelum dia punya anak, dia sudah bersalah, dia sudah berdosa. Hawa sudah mengambil buah, dia sudah berdosa. Jadi apapun, siapapun yang turun dari Adam, keturunan apapun dia, dia sudah ada di dalam Adam. Dia turun di dalam dosa. Walaupun mungkin dosanya tidak ada, tidak makan buah. Tapi karena dia di dalam Adam, dia sudah, saudara-saudaraku, dia sudah dianggap sudah berdosa - karena dia ada di dalam Adam. Tetapi kalau Adam itu mati setelah berdosa, belum punya keturunan, kita tidak ada. Dan kita tidak akan disebut orang berdosa, karena kita tidak ada. Tetapi karena Adam hidup dan melahirkan anak dan melahirkan anak dan melahirkan anak ... sampai turun temurun manusia seperti sekarang. Maka kita mau tidak mau, ikhlas tidak ikhlas, rela tidak rela - kita dijadikan sebagai manusia yang berdosa. 

Ayat 13, Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. 

Taurat itu seribu lima ratus tahun sebelum Yesus. Sedangkan kejatuhan Adam itu empat ribu tahun sebelum Yesus. Nah, umpamanya ini Taurat. Ini Taurat, ini Yesus disini. Dari Taurat kepada Yesus tuh 1.500 tahun. Tapi dari Adam berdosa ke Yesus itu 4.000 tahun. Walaupun Taurat belum ada, maut sudah ada. Karena ada dosa - upah dosa itu maut. Maka maut mulai menjalar sejak jaman Adam, walaupun yang paling panjang umurnya Metusalah 969 tahun, tetapi sejak itu mulai turun. 950 ... 940 ... 930 ... sampai sekarang terus turun dibawah 100. 70 .. 60 .. 50 tahun. Papa saya 52 tahun - itu umur manusia, sangat ... sangat rendah. Tidak seperti manusia zaman dulu. Walaupun Hukum Taurat belum ada. Sebentar ya. 

Ayat 13. Tetapi dosa itu, dosa yang tadi yang saya katakan 4.000 tahun, tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. 

Abraham kan pernah berdusta, pernah ngebohong. Ini istrinya Sarah, dia bilang sama Firaun, ini bukan istri saya ini adik saya. Takut diculik, takut dibunuh. Tapi nggak disebut dosa. Kenapa? Karena Taurat belum ada. Saudara, polisi tidak akan menangkap saudara yang ngebut disitu, tidak akan ditangkap. Tidak, kalau disitu tidak ada hukum kecepatan mobil harus 40 km/jam. Saudara ngebut 60 km/jam kalau nggak ada itu hukum undang-undang tidak boleh, saudara tidak akan ditangkap. Saudara sekarang naik mobil, belok kanan langsung. Waktu 2 arah nggak ditangkap tetapi sekarang 1 arah - ditangkap saudara. Waktu tidak ada undang-undang, waktu boleh, tidak ada yang nangkap.

Jadi sebelum Taurat datang, orang ngebohong di sini nggak disebut dosa, orang mencuri di sini tidak disebut dosa. Kain membunuh Habel, tidak disebut dosa. Nanti disebut dosa baru di sini Taurat bilang jangan kamu membunuh, jangan kamu berdusta, jangan kamu mencuri, baru manusia diperkenalkan dengan dosa. Oh, mencuri itu dosa, membunuh itu dosa, berjinah itu dosa, setelah ada hukum. Sebelum hukum Taurat ada, manusia tidak tahu itu dosa tapi saudaraku, maut sudah jalan. Upah dosa adalah maut - menjalar. Ayat 14.

5:14 Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam - yang 4.000 tahun sebelum Yesus -  sampai kepada zaman Musa - 1.500 tahun sebelum Yesus -  juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. 

Adam hanya menunjuk bahwa ada lagi Adam yang lain nanti, yaitu Yesus, yang disebut Adam yang akhir - The last Adam, yang akan berhasil. Adam yang pertama gagal, Adam yang terakhir The last Adam, Yesus itu - itu adalah yang berhasil. Tapi ... nanti kita akan lihat kesitu. Tapi mari kita perhatikan ayat 15 ini yang penting. 
 
5:15 Tetapi - sekarang didalam Kristus, tadi dalam Adam - karunia Allah - atau anugerah - tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. 

Mari saudara lihat ke depan. Ini Adam, dia melanggar. Ini Yesus. Dia datang memberikan karunia. Ini pemberian Yesus, tidak sama dengan yang dihasilkan oleh Adam. Adam menghasilkan maut karena dia berdosa, Yesus menghasilkan hidup karena Dia taat kepada Bapa Sorga. Saya pakai 2 warna yang berlainan. Warnanya saja sudah lain. Dia mati. Dia hidup Kristus ini. Ayat 15. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang, semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, - termasuk saya, termasuk saudara gara-gara Adam -  jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. 

Jadi kalau kita masih belum terima Yesus, ya, walaupun kita kristen tapi belum terima Yesus, kita masih terima ini maut, kematian. Bulak-balik dekok kaya lamit, kesana kemari kedepan kebelakang hardolin, dahar modol ulin - tetap mati. Tetapi kalau kita terima Yesus, ini kasih karunianya berbeda. Tidak sama dengan ini. Dia tidak memberi maut, Dia memberi hidup. Lebih besar lagi. Ulangi. Lebih besar lagi. Oke, ayat 16.

5:16 Dan kasih karunia - anugerah - tidak berimbangan dengan dosa satu orang. 

Nah, ini sekarang, yang tadi dikasih, tidak seimbang dengan ini. Ini mah busuk, ini mah mulia. Nggak seimbang. Nggak bisa dibandingkan. Bagaimana ya kalau karunia Allah dibandingkan dengan dosa? Nggak  bisa, nggak seimbang. Ayat 16 pelan-pelan. 

Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, - Ini Adam, mengakibatkan penghukuman - tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan - Apa? - pembenaran. 

Jadi saudara nggak dianggap orang berdosa lagi. Saudara tidak dianggap dosa, dosa saudara tidak diperhitungkan lagi - saudara sudah diampuni. Istilah sekarang pemutihan. Itu pengusaha-pengusaha di Jakarta sekarang perusahaan besar sudah tidak bisa bayar hutang. Indonesia tidak bisa bayar hutang sama Amerika - minta pemutihan. Malu memang, tapi habis bagaimana. Nggak bisa bayar. 

Ini hutang disini. Isa Hu yang Ajaib ... Ku berhutanglah ..., Ku berhutang jiwa ... Lagi s'lamatku ... Biarlah kupuji ... S'panjang hariku ..., Puji Yesus saja ... Imam yang kudus.  Ini nggak bisa kita, hutang terlalu besar. Terlalu banyak. Nggak berani kita, hutang terlalu besar. Tapi karena ini, karena dosa mengakibatkan penghukuman, eh, setiap orang yang terima Yesus mengakibatkan pembenaran. Lebih besar lagi. Ulangi. Lebih besar lagi.

Ayat 17. Tahan nafas. Ini topnya ini ayat 17. Perhatikan.

5:17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, - Siapa dia? Adam!, maut - kematian - telah berkuasa oleh - atau gara-gara - satu orang itu, - Adam -   maka - itu benar salah, harusnya besar - lebih besar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa - atau memerintah - oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. 

Sekarang saya minta saudara perhatikan ayat 15 dan ayat 17, saya akan kumpulkan bersama. 

5:15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, - sama-sama - jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.  
5:17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka -sama-sama - lebih besar lagi - bukan lebih benar lagi, lebih besar lagi - mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah ...

Sekarang saudara lihat ke depan. Karena kalau ini jatuh oleh karena Adam ... lebih besar lagi kemurahan dari Tuhan.  Sekarang saya mau terapkan dalam hidup saudara sehari-hari. Siap? Istilah kita: Lebih besar lagi! Supaya mantap dalam hati kita. Apa? Lebih besar lagi! 

Saya tidak peduli, apa pun problem saudara pada malam hari ini, apakah itu problem materi, apakah itu sakit penyakit, apakah itu problem hutang piutang, apakah itu problem dagang, apakah itu problem bisnis - saya tidak peduli, karena? Lebih besar lagi, Yesus akan menolong saudara pada malam hari ini. 

Oke, disebelah kiri Iblis datang, memfitnah saudara. Saudara difitnah sebagai orang jahat, saudara difitnah sebagai orang tidak baik, saudara difitnah sebagai orang yang tidak benar. Sama-sama - Lebih besar lagi, Yesus akan memberikan pembenaran kepada saudara. Aduh oom, saya belum kawin, oom. Umur sudah bertambah, oom, tapi belum ada yang lamar, oom. Jawabannya: Lebih besar lagi! Ada haleluyah, saudara? 

Belum masuk 30% juga nih di hati saudara, belum ... belum masuk. Dokter berkata saudara sakit penyakit, dokter berkata tidak bisa lagi disembuhkan, dokter berkata saudara tidak ada harapan, tetapi Raja diatas segala raja, Tuhan diatas segala tuan, Yesus adalah berkata : Lebih besar lagi, Dia akan memberikan pertolongan kepada kita pada malam hari ini asal saudara percaya. Lebih besar lagi, Yesus dari atas segala percobaan. 

Ada ayat didalam FA, saudara tidak usah buka : Terlebih besar Dia yang ada didalam kamu, daripada dia yang ada didalam dunia. Lebih besar Yesus saudaraku. Jadi sekarang saya tidak ada yang saya takutkan. Nggak usah dan nggak perlu saya takut apapun juga. Karena saya mempunyai seorang yang terbesar. Saya mempunyai seorang yang lebih besar dari segala sesuatu. Ada gelombang? Dia jalan diatas gelombang. Ada kelaparan? 5 roti dan 2 ikan, Dia mengenyangkan 5.000 orang. Pesta habis anggur? Air biasa Dia bikin anggur. Lazarus sudah 4 hari? Dia bangkitkan. 

Coba apa persoalan saudara malam hari ini? Saudara cuma datang ke gereja dan tidak ketemu Yesus rugi saudara. Cuma cing ca. Masuk keluar gereja dan tidak ketemu Yesus. Saya punya Yesus yang lebih besar lagi. Saudara punya Yesus yang lebih besar lagi. Jangan lihat persoalan, jangan lihat problem. Lebih besar lagi Dia. Malam hari ini ... Oh, saya belum puas ini saudara masih takut ngomongnya. Saya tidak peduli saudara punya hutang berapa, apapun problem saudara. Sebab lebih besar lagi, Yesus akan menolong kepada saudara. 

Pada malam hari ini apapun problem saudara buat apa saya khotbah panjang-panjang kalau nggak ngerti saudara. Mending pendek tapi saudara ngerti. Betul nggak? Pulang cepet dan ngerti. Buat apa panjang-panjang khotbah kalau nggak ngerti pulang lambat, saudara digigit nyamuk. Lebih besar lagi. Puji Tuhan. Tapi kalau saya khotbah sekarang, saudara ngomel walaupun saya berkata ..., walaupun saudara ngomel ... lebih besar lagi Tuhan. Tapi saya akan buat saudara tidak usah ngomel. Mari kita teruskan saudara-saudara. Ini baru beberapa kebenaran saja. Ayat nya yang ke 17.  

5:17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, - maka lebih besar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.

Mari perhatikan ayat yang ke 17 kata 'menerima'. Saya bisa tahu orang sudah terima Yesus apa belum, saya sudah tahu. Orang bisa nyanyi sampai kemonyong-monyong tapi orang itu belum terima Yesus. Saya bisa rasakan. Gimana? Nah, begini. Begitu saudara sekolah, anak saudara sekolah di Yayasan Kabar Baik. Diterima nggak? Diterima. Ada perubahan nggak sama anak itu? Ada perubahan. Seragamnya saja sudah lain. Bangun pagi-pagi untuk sekolah. Sudah lain tuh. Karena dia diterima. Itu yang diterima. 

Sekarang kalau kita menerima. Kita yang menerima. Saya bisa tahu jemaat menerima Firman apa nggak - saya bisa tahu. Saya bisa ngerti saya bisa tahu. Ini orang ini jemaat dia terima FA, tapi ini jemaat dia belum terima FA. Gimana saya bisa terangkan. Nah, kalau saudara ngawinin. Ah, saya punya anak pengen kawin sama pak Awondatu, ah. Oke. Pak Awondatu mah pemberkatan gancang, 5 menit selesai, teu ngayayay. Di kuburan gancang, nu kawin gancang. Pokokna mah gancang. Lamun hayang gancang mah di oom Yoyo we, Pak Awondatu. 

Sdri Rini dihadapan Tuhan, dihadapan orang tua, dihadapan jemaat, apa saudari Rini mau menerima sdr Boy sebagai suami saudara, dalam sudah dan senang, dalam kaya atau miskin, bisul atau panu - sampai maut memisahkan anda berdua? Saya bersedia. Dia menerima. Si Boy ini mau bau kelek, mau giginya ompong, mau petot, mau ada panu, mau bujalnya dosol - dia sudah terima. 

Sdr Boy, apa sdr Boy akan menerima sdri Rini dalam susah atau senang? Biasanya kalau laki-laki sudah nggak sabar. Nggeus lah oom Yoyo ulah panjang-panjang teuing, pokokna saya narima lah. Mati hidup buat Tuhan. Mati-matian lah sok lah pokokna oeh terima lah. Ya sudah. Memang kalau pengantin saudaraku, walaupun badan di gereja, pikiran sudah tidak di gereja lagi. Maka saya mah pengen gancang we. Gancang da urang ge nyaho ieu pikiran geus ti didieu yeuh. Sembahyang-sembahyang edek ceurik mewek sagala rupa ge, eunggeus teu didinya pikiran na mah. Lah, urang ge nyaho. Makana edek naon panjang-panjang teuing. Bener? 

Begitu Rini menerima Boy sebagai suami, suami menerima Rini sebagai istri, maka beberapa bulan kemudian pinggang Rini yang langsing menjadi langsung. Mengerti saudara? Ada sesuatu karya dari suami, ada sesuatu yang terjadi karena dia menerima. Waktu Gabriel datang kepada Maria, engkau akan hamil dan engkau akan punya anak laki-laki, namakan Dia Yesus karena kandunganmu datang dari Roh Kudus. Baik, kalau begitu - dia menerima kedatangan Rohul Kudus. 

Pada waktu dia menerima, sesuatu terjadi - dia dipakai,. Maka saya yakin saudara yang menerima Yesus bukan hanya menerima Yesus tapi juga menerima kuasa, menerima kekuatan, menerima damai, menerima sejahtera, menerima kemenangan, menerima berkat berkelimpahan, menerima segala sesuatu yang daripada Tuhan. Ini janji daripada Tuhan. Menerima. Ah, ko Yoyo da, saya mah can narima. Itu bukan urusan saya, Tuhan sudah kasih. Saudara mau nerima nggak? Dia sudah mati 2.000 tahun yang lalu. Saudara mau terima keselamatan, nggak? Saudara ke gereja tapi kalau saudara belum terima - itu berkat belum saudara rasakan. 

Nah, main golf. Pak, mau ikut nggak itu hole-in-one? Hole-in-one itu kalau par 3 sekali pukul umpamanya masuk lubang. Kemarin saya lihat dapat hadiah 32 juta. Cuma 10.000 pak. Jadi itu ... umpamanya saya bilang nggak ah, saya nggak ikut. Saya nggak ikut lalu saya main, saya pukul ... masuk. Nggak diterima, walaupun masuk ditanda-tangani nama saya ditempel hole-in-one, JE Awondatu, saksi tanda-tangan caddy, karena saya nggak daftar - 32 juta saya nggak terima. Karena saya nggak ikut. Saudara kita lagi ikut pertandingan. Kita lagi ikut Yesus sekarang. Tapi kalau saudara belum menerima Dia, belum terima Yesus seluruhnya, saudara nanti tulis cek, datang ke bank Yesus minta tolong - sorry, you belum terima, you belum terdaftar. Maka terima. 

Yohanes 1, aduh lagi demen ini Roh Kudusnya. Kita baca sama-sama karena luar biasa ini ayat. Saya baca ayat 10-11, saudara baca sama-sama dengan suara jelas ayat 12. 

1:10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 
1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 
1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 

Kata kuasa di sana datang dari eksosia, hak. Siapa yang menerima Yesus, diberi hak untuk menjadi anak-anak Allah. Kita bilang Pah, Tuhan, Bapa kami dalam Surga. Dikasih. Matius

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 

Bagaimana saudara akan mengalami kelegaan, dan ketenangan kalau saudara belum menerima Dia. Maksud saya bukan bertobat. Bukan. Ini menerima. Hidup lebih dekat dengan Dia - menerima. Lihat anak muda, kalau dia sudah tergila-gila sama pemain musik mana gitu - fotonya ditempel di kamar dia. Kasetnya diputar. Model rambutnya diikuti. Apa yang saya maksudkan penyanyi itu, walaupun saudara nggak wauh sama dia, penyanyi itu diterima di hati, diterima di pikiran, diterima di telinga. Saya demen lagu ini. Fotonya kita tempel dikamar kita. Kasetnya kita beli. CD nya kita beli. Kita dengar lagunya padahal wauh ge heunteu. Karena dia sudah diterima di hati kita. 

Kalau kita sudah terima Yesus, gambar siapa yang kita tempel di kamar? Lagu mana yang kita akan dengar? Siapa yang kita akan ngomong? Kalau bukan Yesus.  85% penduduk Jakarta saudara, saya baca di koran, dalam ancaman penyakit syaraf. 85%. Kalau 10 juta, 8.5 juta. Orang Jakarta. Kenapa? Karena ada beban berat. Pernah saya diajak orang Ketapang kita besuk yu sama jemaat Ketapang. Yang sakit wanita masih muda cantik. Saya ngomong kemana saya sapa kemana, jawab kemana. 

Saya ingat dulu ada RS jiwa kemasukkan 3 pasien. Satu guru matematika jadi gila, satu pelukis jadi gila, dia melukis dimana saja di piring, wah jadi gila. Satu bekas penyanyi pop jadi gila. Kita tes ini sudah 1 tahun, kata dokter. Itu dulu tuh, ahli matematika maju. Pak, kita tes ya, pak, ya. Akar 9 berapa, pak? 3. 5X5? 25. 25X25?  625. 12X12? 144. 13X13? 169. Udah baik, udah baik, tanda-tangan. Boleh pulang, pak. Sudah sehat bagus. Yang kedua pelukis. Kasih spidol macam-macam warna tuh. Cat air. Cat minyak. Lukis laut dengan pohon kelapa di pinggir laut pantai set ... set ... set ... jadi. Coba gambar monyet lagi naik pohon kelapa. Monyet digambar - jadi. Gambar perahu diatas air. Bisa. Gambar perahu yang ditambat ditepi pantai. Gambar dia, cepat. Jadi. Oh, pak udah sehat. Pulang. Penyanyi panggil. Coba nyanyi kamu punya ... Oh, saya sudah sehat. Dia nyanyi Aku masih seperti yang dulu ... Wah, ini mah can cageur seperti yang dulu keneh, ceunah. Nyanyi teh bari nangkuban. Begitu udah nyanyi selesai, dia nangkarak. Dokter bingung kenapa tadi nyanyi nangkuban, sekarang nyanyi nangkarak? Tadi mah side A, sekarang side B, katanya. Berarti dia masih sakit, saudara-saudara. 

Didalam Tuhan nggak boleh ada yang begitu. Kenapa? Lebih besar lagi Dia. Apapun problem yang berat, mari datang kepadaKu, kata Yesus. Dia nantangin : Hei, kamu yang berbeban berat, yang ada problem, yang ada persoalan, yang bingung, yang mentok - datang kepadaKu, kata Yesus, Aku akan memberikan kelegaan, Aku akan memberikan ketenangan, Aku akan memberikan kelepasan. Kalau saudara belum lepas, berarti saudara belum datang sama Dia. Dia lebih besar. Dia lebih besar dari segala sesuatu. 

Nah, pada sore hari ini, apa problem saudara. Jangan lihat problemnya, lihat kepada Yesus. Dia lebih besar. Terima dong Tuhan. Ya, pemain musik.

-- o --   

Minggu sore, 12 Mei 2002  

ROH KUDUS

Haleluyah? Selamat sore, selamat berbakti lagi dalam nama dan kasih Tuhan Yesus Kristus. Sore hari ini sampai hari minggu depan, kita akan mendengar tentang Roh Kudus. Supaya kita sebagai orang pantekosta tidak asing dengan istilah Roh Kudus. Satu teman saya, seorang pastor katolik di Bandung, namanya bapak Pastor Sukarno, dia dipenuhkan dengan Roh Kudus.

Satu hamba Tuhan protestan di Surabaya, masih tetap gembala gereja protestan, tetapi dipenuhkan dengan Roh Kudus. Sebetulnya yang sekarang sedang bekerja di dalam dunia ini bukan Yesus, tetapi Roh Kudus ini. Kenapa kita masih sebut Yesus? Karena Yesus sendiri berkata, Roh Kudus itu akan memuliakan Aku. Jadi kalau kita dipenuhkan dengan Roh Kudus, yah, kita akan mempunyai banyak tanda. Tandanya orang itu akan rendah hati. Orang itu tidak mau bawa karep sendiri. Orang itu akan menjadi seorang yang taat, satu jemaat yang manis. Satu jemaat yang berbuah lebat. Haleluyah. 

Tetapi, saudara-saudaraku, kita mau rindu seperti apa Roh Kudus ini. Apakah Roh Kudus itu angin? Walaupun arti nama dari Roh Kudus itu memang penuma, roh, angin. Tetapi Roh Kudus bukan hanya angin. Kalau saudara anggap Roh Kudus itu hanya angin, atau satu pengaruh, satu kuasa saja, tok .... Waktu Rudi Hartono dipenuhkan dengan Roh Kudus, ia punya jimat, masih punya opo-opo. Pada saat dia dipenuhkan Roh Kudus itu, badan dia terlempar empat meter. Waktu Rudi Hartono dipenuhkan Roh Kudus. Saudara banyak yang belum tahu, Rudi Hartono sekarang sudah jadi pendeta. Sudah jadi hamba Tuhan. Banyak orang tidak tahu.

Jadi saudara-saudara, dia itu GKI tidak tahu apa-apa tentang Roh Kudus. Tetapi setelah diperkenalkan dengan Roh Kudus, maka dia mengalami hubungan pribadi dengan Roh Kudus. Sangat celaka kalau kita hanya punya nama pantekosta, tapi kita tidak punya hubungan pribadi dengan Roh Kudus. Dan sangat celaka juga kalau kita mengetahui Roh Kudus itu cuman setengah-setengah, sampai ada nanti yang ngaco. Kalau tahu tentang Roh Kudus terus nubuat ngaco. Suara hati terus disebut suara nubuat, karena tidak tahu, tidak kenal. 

Maka itu saya ingin memperkenalkan kekasih jiwa saya. Yang menghibur saya sepanjang saya kerja buat Tuhan, sejak tahun 68 sampai sekarang. Roh Kuduslah yang menemani saya pada waktu susah. Pada waktu saya didalam keadaan sendiri, Roh Kudus menemani saya. Pada waktu saya, semangat saya mulai lemah, Roh Kuduslah yang mengangkat saya. Bilang teman, tidak ada teman yang menolong. Hanya Roh Kudus. Itu sebabnya saya ingin memperkenalkan teman saya, kekasih jiwa saya, teman terbaik saya, Roh Kudus ini. Kisah Rasul pasalnya yang pertama, kita akan membaca apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus pertama-tama. Ayatnya yang ke-1,

1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, - Jadi Lukas menulis kepada Teofilus dua buku. Satu Injil Lukas, satu Kisah Rasul. Dalam Injil Lukas, dia menuliskan apa yang dikerjakan dan diajarkanYesus. Nah ayat 2 ,-
1:2 sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. 
1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. - Jadi 40 hari dari Yesus bangkit sampai kepada kenaikan Yesus, itu 40 hari.-
1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku. 
1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus." 

Jadi kalau baptisan air oleh hamba Tuhan, kalau baptisan Roh Kudus oleh Yesus sendiri. Kok nggak ada yang bilang haleluyah, amin? Gereja kita jadi kaya protestan sekarang. Kalau baptisan air oleh pendeta, tapi baptisan Roh Kudus oleh Tuhan Yesus sendiri. Kalau saudara baca di dalam Matius pasal 3 lebih dahulu, ke depan. Matius pasalnya yang ke 3, disana dikatakan ayat 11, Yohanes Pembaptis berkata begini:

3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia - Yesus - yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. 
3:12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan." 

Jadi sekali lagi saudara lihat, Yesus adalah pembaptis dengan Roh Kudus. Jadi kalau ada jemaat yang dia dipenuhkan dengan Roh Kudus, itu bukan pendeta yang bikin dia penuh Roh Kudus. Bukan. Pendeta cuman baptis air. Yang memenuhkan dia, membaptis dia dengan Roh Kudus adalah dan hanya, tidak boleh tidak ada orang lain tidak boleh, tidak boleh nabi, tidak boleh rasul, pendeta manapun tidak bisa, tidak bisa klaim - yang baptis saudara dengan Roh Kudus hanya Yesus sendiri. Amin, saudara-saudara? 

Kalau saudara baca ayat 12, alat penampi ada ditangan-Nya, katanya, dan sekam akan dibuang, gandum dibawa kedalam lumbung. Kalau kita sudah penuh dengan Roh Kudus, hidup kita ini, saudaraku, terdiri dari dua hal, yaitu gandum dan sekam. Beras dan kulitnya. Apa sih namanya kalau kulit itu? Yang suka ditampi itu? Kalau gabah ada isinya itu. Kulit gabah itu. Yah, itulah. Jadi saudara dan saya itu ada beras, ada yang baik. Tapi ada kulitnya, ada yang tidak baiknya. Roh Kudus memisahkan beras dari gabah kulitnya. Yang baik dipisahkan dari yang tidak baik. Sifat karakter kita yang tidak baik dibakar tapi yang yang baiknya dibawa kedalam gudang. Dibawa didalam rumah. Semua kita punya kebaikan ada kejelekan. Hanya Roh Kudus yang bisa menceraikan kejelekan kita dari kebaikan, memisahkan sehingga yang tinggal hanya yang baik dan yang tidak baik itu dibakar oleh Tuhan. Hanya Roh Kudus.

Nah, sekarang saya katakan kembali lagi Roh Kudus ini siapa? Saya bukan bilang Roh Kudus ini apa, tapi Roh Kudus ini siapa. Seperti saya mau ingin katakan sekali lagi hari Kamis saya sudah bicara kepada saudara. Lihat lagi segi tiga, sekali lagi sabar ya saudara. Inilah segitiga keIlahian, keAllahan. Bapa, Putera, Roh Kudus. Sama sisi, sama sudut 60, 60, 60 derajat. Bapa berbeda dengan Yesus. Bapa itu bukan Yesus. Yesus bukan Roh Kudus, Roh Kudus bukan Bapa. Tapi Bapa adalah Allah, Yesus adalah Allah, Roh Kudus adalah Allah. Yesus tidak lebih besar dari Roh Kudus, Roh Kudus tidak lebih besar dari Bapa, Bapa tidak lebih besar dari Yesus, Yesus tidak lebih besar dari Bapa, Bapa tidak lebih besar dari Roh Kudus, Roh Kudus tidak lebih Besar dari Yesus, semuanya seimbang sederajat mempunyai tugas yang berlainan walaupun mereka sama sudut sama 60 derajat, mempunyai keIlahian yang sama.

Kalau saya pakai ini telunjuk tidak terlalu tepat tetapi mungkin bisa menerangkan. Telunjuk kita ini satu tetapi ada tiga ruas. Allah kita itu satu, tapi satu didalam tiga, tiga yang bersatu. Jadi kalau saudara tahu itu istilah Tuhan yang maha esa, itu Esa datang dari bahasa Ibrani Ehad. Ehad itu bukan siji tok - bukan, tapi kesatuan. Maka kalau saudara-saudara, ibu ibu yang suka cuci rambut dengan apa namanya itu shampoo three-ini-one, ya shampoo, ya anti-ketombe, ya juga ada apa tuh yang conditioner. Tiga tapi dalam satu. Dipakainya bareng. Tapi kerjanya lain. Yang satu shampoo -mencuci rambut, yang satu lagi dia mencuci ketombe yang kurang ajar itu ketombe, dan yang satu dia menjadi conditioner rambut itu, dalam sekaligus kerja. Demikianlah Tuhan yang kita sembah. Dia satu seperti shampoo tapi ada Bapa, Putera, Roh Kudus yang mempunyai karya yang berlain-lainan didalam tugasnya dengan manusia - saudara dan saya ini. 

Nah, sekarang saudara, saya akan pisahkan tiga macam nama ini Bapa, Putera, Roh Kudus. Dulu pada jaman Israel, Allah itu ada di Surga. Semua orang kalau mau berdoa, dia susun batu, batu, batu ambil korban bakaran, sembelih dan sembahyang kepada Tuhan minta ampun dosa. Tiap hari. Kalau dikumpulkan sekarang akan ada sungai darah dimana korban-korban dipotong untuk kepada Tuhan, Bapa Tuhan yang di Surga. 

Lalu datanglah Yesus. Yesus disebut Imanuel. Allah bersama kita, Allah disisi kita. Dia disamping kita. Dia tidak di Surga lagi. Tapi melalui Yesus Allah itu bersama dengan manusia. Kemana manusia pergi, Yesus mau menemani. Kemana Yesus pergi, kita bersama-sama. Imanuel. Tuhan beserta kita. 

Tetapi sekarang Yesus sudah tidak ada. Tinggallah RohKudus. Roh Kudus tidak lagi tinggal disamping, tapi Dia tinggal didalam kita.

Dari tiga hal ini, mana yang terbaik : Allah diatas, Allah disisi atau Allah didalam? Tentu Allah didalam. Tetapi kita seringkali tidak sadar bahwa ada kehidupan didalam kita. Kita seringkali, saya kasih ilustrasi, kita seringkali tidak menghargai hal yang sederhana, yang paling penting, yaitu kesehatan. Kesehatan ini hal yang paling penting tetapi kita seringkali tidak hargai. Roh Kudus itu penting lho saudara, tapi sering kita tidak hargai. Kita tidak ngeuh Dia ada. Kita tidak tahu, kita tidak sadar Dia ada. Itu sebabnya kita kadang-kadang jalan semau kita, semau gue, kita anggap suara hati anggap suara Roh Kudus, padahal bukan. Suara Roh Kudus tidak akan berlawanan dengan Firman Tuhan. Kalau Roh Kudus berlawanan dengan FT, itu bukan Roh Kudus itu saudaraku, itu roh wedus - itu roh yang bukan dari Tuhan. 

Roh Kudus selalu sama dengan pemberitaan FA. Roh Kudus itu tunduk ... Roh nabi-nabi tunduk kepada nabi-nabi, ya. Kalau bilang kegerakan, kalau bilang guncang, kalau bilang terlempar-lempar, sudah di sekolah alkitab itu tempatnya. Kalau saudara ingin didoakan, ingin khusus ingin menerima Roh Kudus, khusus  didoakan oleh saya, boleh ketemu saya, nanti saya doa khusus kita kumpul apa Senin apa Rabu kita kumpul disini kita khusus sampai saudara penuh dengan Roh Kudus. Tapi saudara harus kenal dahulu siapa Dia. Jangan saudara minum saja obat-obat apa, saudara tidak tahu pokoknya minum aja. Obatnya obat apa? Nggak tahu. Waktu dibaca karbol. Itu sebabnya saudaraku jangan saudara sembarangan. Kita harus kenal dulu siapa Roh Kudus ini. 

Jadi Roh Kudus ini Allah. Saya tidak suka pakai istilah Tritunggal. Kalau tunggal itu orang Jawa bilang setunggal itu siji, setunggal, setunggal. Tritunggal. Makanya orang Islam itu ngenye sama orang kristen, dikira Allah kita tiga. No. Allah kita satu tapi satu didalam tiga bagian, seperti telunjuk. Saya terangkan hari Kamis kemarin mengenai H2O, mengenai hujan, mengenai awan yang gelap, mengenai sungai. Semuanya H2O, awan mega bukan hujan, hujan bukan sungai dst. Oke.

Sekarang saya memperkenalkan saudaraku bahwa Roh Kudus ini adalah satu Pribadi. Hari Kamis saya katakan bahwa Dia adalah Penghibur dan Dia Roh Kebenaran. Jadi Roh Kudus itu punya perasaan. Dia bisa disakiti. Dia bisa mendatangi kita, Dia bisa meninggalkan kita. Waktu Simson digunting rambutnya oleh Delilah, ayatnya berbunyi dia tidak sadar bahwa Roh Allah sudah meninggalkan dia. Hati-hati jangan sampai kita tidak sadar bahwa kita sudah tidak ada Roh Kudus lagi.    

Kedua. Roh Kudus itu harus dikasihi, dikenali sebagai sahabat, sebagai teman, sebagai kekasih jiwa, sebagai teman seiring. Kalau saudara gagal mengenal Roh Kudus sebagai satu Pribadi yang dihormati, saudara akan gagal mengasihi Dia. Dia bisa dikasihi. 

Oke. Saya kasih lagi satu ilustrasi. Saya terdiri dari 3 bagian. Tubuh, jiwa dan roh. Tubuh saya kelihatan saudara, tapi jiwa dan Roh tidak kelihatan. Demikian juga dengan Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus. Yesus bisa dilihat, tapi Bapa dan Roh Kudus tidak bisa dilihat. Bukan berarti Dia tidak ada, kalau saya bisa hidup sekarang berarti ada roh, ada nyawa. Yang kelihatan adalah kulit pribadinya manusianya, tubuhnya tapi nyawanya, rohnya tidak nampak. Demikian juga dengan Tuhan. Bapa dan Roh Kudus kita tidak bisa lihat. Tapi bukan berarti tidak ada. Yesus nya yang kita bisa lihat. Dia pernah hidup didalam dunia ini.

Nah, kembali lagi. Jadi Roh Kuduslah sekarang yang sedang melanglang buana, yang sekarang sedang berjaya, yang sekarang sedang berkarya itu - itu Roh Kudus. Maka Tuhan kasih kepada saya lagu itu Peganglah tanganku Roh Kudus - tidak ada yang bisa protes. Karena memang Roh Kudus sekarang yang bekerja. Bawalah diriku kepada s'gala kebenaran. Diambil dari Alkitab semua. Kenapa Dia bisa bawa kita? Karena Dia Pribadi. Dia bukan cuma angin. Dia bukan hanya dianggap api tapi Dia itu Pribadi. Jadikanlah  Roh Kudus itu teman saudara. Jadikanlah Roh Kudus itu sahabatmu. 

Kita sudah punya Juru Selamat Yesus tapi kita harus punya teman yang lain, itu Roh Kudus. Dari belanja, perjalanan kemana, untuk mengambil satu keputusan minta Roh Kudus. Minta Roh Kudus. Saudara tahu nggak yang bawa saudara kebaktian malam ini, yang bangunkan saudara, gerakkan hati saudara pergi kegereja - itu Roh Kudus. Dan saudara sudah menurut kepada suara Roh Kudus itu saudara datang. Kan ada juga yang tidak datang, ada yang tidak hadir. Tapi saudara datang. Saudara mendengar saudara menurut suara Roh Kudus ini. Ah, kalau saudara terus peka kepada Dia, terus dibiasakan, aduh saudara, ngomong Dia. Ngomong. Bicara. Dia bicara saudara. Bisa kedengaran saudara, bisa didalam hati. Tapi Dia bicara. Tapi untuk supaya saudara tahu Dia bicara, saudara musti penuh dulu dengan Roh Kudus. Sebelum saudara penuh dulu, saudara musti kenal dulu. Dia ini siapa. 

Satu kali saya main golf di Cengkareng. Semua jalan kaki. Golf jalan kaki saudara, 6 km jalan. Kita lawan ini fighting the fate, kita lawan dengan olah raga. Eh, ada 2 orang  pake kereta. Uah, saya bilang, enak benar itu orang naik kereta. Kita kok nggak pake kereta? Kita kok nggak bisa sewa? Nggak bisa, pak. Kok kenapa dia bisa? Dia pemilik pak, dia pemilik lapangan ini. Yang punyanya. Yah udah. Baru kita tahu, oh itu yang punyanya. Pantes dia bisa pake. Dia bisa pake kereta, bisa pake mobil, car itu. Karena dia yang punyanya. Kalau kita belum kenal Roh Kudus, kadang-kadang kita bisa marah. Siapa ini? Apa ini? Kok mau ngatur-ngatur hidup saya? Tapi kalau saudara tahu, Dia ini Allah. Roh Kudus itu Allah. 

Roh Kudus bukan 1/3 Allah yah. Yesus bukan 1/3 Allah. Dia Allah. Dia sama dengan Yesus. Dia bersama dengan ... waktu saudara dipenuhkan Roh Kudus, saudara juga dipenuhkan Yesus. Saudara juga dipenuhkan oleh Bapa. Waktu saudara menerima Yesus, saudara menerima Roh Kudus, saudara juga menerima Bapa. Tapi sekarang secara pribadi, secara khusus, secara difokuskan, ini adalah pekerjaan dari Roh Kudus. Roh Kudus itu bicara, ngomong. Sama dengan Yesus. Yesus berbicara, Roh Kudus juga bicara. Kisah Rasul pasal 13. Dalam Kisah Rasul pasal 13, saudara-saudara, kita akan melihat bagaimana Roh Kudus itu bicara. Kisah Rasul pasal 13 ayatnya yang ke-1 dan 2,

13:1 Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. 
13:2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka." 

Saudara perhatikan tidak, di sini Roh Kudus bicara bukan sama satu orang. Roh Kudus bicara kepada semua orang yang sedang berkumpul di sana. 

13:3 Maka berpuasa dan berdoalah mereka, - Jadi Roh Kudus bicara kepada mereka. Yang dengar suara Roh Kudus bukan satu orang. Mereka - dan setelah meletakkan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi. 

Maka saya selalu khotbah ini ayat kalau murid-murid buka puasa. Ada yang pongoh, murid. Yang tidak mau dengar suara Roh Kudus. Kalau dia mau dengar, dia tahu, Tuhan suruh kemana? Tapi saya sudah tidak bisa mengharapkan siswa siswi yang sudah boro-boro mau serah sekolah. Saya mau pulang, pergi sana. Saya mau praktek disini. Saya mau pergi. Saya tidak bisa harapkan lagi. Karena jangankan Roh Kudus yang belum kelihatan, nasehat gurupun dia sudah tidak bisa dengar. Jadi kalau saudara, jemaat, nasehat gembala saudara, sudah tidak bisa dengar. Bagaimana saudara mau dengar suara Roh Kudus? 

Karena begini saudara, Tuhan tuh berfirmanNya tuh pake aturan. Nggak bisa pake aturan kita. Tuhan tuh kalau ngomong pake aturan Dia. Kalau saudara mau masuk ke Amerika, musti pake visa. Nggak bisa saudara pake visa seenak-enaknya. Pake visa Mongolia mau masuk Amerika, nggak bisa. Musti pake visa Amerika. Saudara nggak bisa ngatur orang Amerika. Pemerintah Amerika yang mengatur kita. Kita musti nurut aturannya dia. Dia bilang antri, saya antri. Dia bilang tunggu, saya tunggu. Dia bilang Awondatu, Awondatu saya maju. Besok datang, datang. Berangkat bisa pake visa, bisa, yah udah kita terima. Nurut.

Begini, Tuhan berfirman melalui gembala. Gembala bicara kepada jemaat. Nggak terbalik. Nggak Tuhan ngomong sama jemaat, jemaat ngomong sama gembala. Nggak. Nggak bakalan. Rek dibulak-balik dekok siga lamit ge moal bisa. Pokoknya dari Tuhan kepada gembala. Gembala kepada jemaat. Itu dari Kejadian sampai Wahyu pun begitu. Nggak mungkin jemaat sama gembala, ini suara Tuhan. Nggak mungkin. Nggak bisa aja.

Yang kedua, kalau saudara suami istri. Tuhan tuh bicara sama suami, kalau dua-dua dalam Tuhan ini. Dua-dua dalam Tuhan. Tuhan bicara sama suami, suami baru bicara sama istri. Nggak bisa istri ini ngomong melewati suami. Nggak bisa. Harap bertobat nih istri-istri yang suka ngatur suami. Kalau nggak, terus-terus ngatur suami begitu, begitu suaminya diangkat sama Tuhan. Bagaimana? Lain ngadoakeun. Kumaha lamun heu-euh? Nggak bisa, saudara. Kalau dua-dua rohani, Tuhan tuh bicara sama suami. Jadi kalaupun istri pinter, kalau sudah mau ngambil keputusan, dia nanya dulu dong sama suami. Bagaimana, pa? Pendapat saya begini, bisa nggak? Itu bagus. Lihat Hawa. Makan buah, teu nanya heula ka salaki, ka Adam teh. Panggil atuh, koko Adam, koko Adam, ieu teh si orai teh menawarkan buah tuh. Cia ulah, cia ulah? Pasti Adam akan bilang, entong. Engke dicarekanan ku Tuhan, karasa. Nggak, nggak nanya sama suami. Main cia aja. Udah talanjang baru. Aduh pa, masa saya telanjang sendiri, papa juga telanjang dong. Beudeugong. Kenapa, saudara-saudaraku? Ini karena istri ingin menguasai suami. Roh Kudus nggak pake aturan itu. Kecuali suami belum dalam Tuhan, Tuhan bicara kepada istri, baru kepada anak. Kalau suami istri belum ada dalam Tuhan, Tuhan bicara sama anak langsung. Begitu terus.

Yang ketiga. Roh Kudus lebih rindu dari kita untuk memenuhi saudara daripada kita nih rindu Dia memenuhi kita. Saya balik yah, saya ulangi. Roh Kudus lebih rindu dari kita untuk memenuhi kita daripada kita merindukan Dia, untuk Dia memenuhi kita. Dia lebih rindu dari kita. Apa kalau saudara sembahyang, mari kita cari Roh Kudus, saudara sembahyang begini ... Apa begitu yang rindu? Coba atuh ada gadis yang merindukan kabogohna rek datang, turun dari pesawat diitungan hiji-hiji. Rindu. Teu nyaho teh salah pesawatna. Da ieu mah pesawat haji atuh. Anu turun teh bodas deui, bodas deui topina. Atuh salah da eta mah. Ieu mah Singapore Airlines. Karena rindu, aduh. Eta lain? Aduh, rindu. Duh kalau orang rindu dipenuhkan Roh Kudus, saudara. Sembahyangnya juga beda. Nyanyinya juga beda. Ya Tuhan, penuhkan saya dengan Roh Kudus. Jadi heug, teu kajeun. Masa begitu orang rindu? Orang rindu, rindu, aduh. 

Ini tiga belas pejuang Palestina yang ketakutan, sembunyinya di gereja Betlehem. Naha lain sembunyi di masjid? Sieun, sembunyinya di gereja. Da aman di gereja. Israel juga tahu, ieu mah rada cs yeuh. Memang gereja nih tempat perlindungan. Tempat kita, saudaraku, siapa saja bisa berlindung. Sekarang Palestina agak reda nih kepada orang kristen, agak menghormat. Sebab melindungi. Geus bau hangseur eta. Tiga puluh sembilan hari atuh gereja. Kompor dijero gereja, balatakan, wc didinya nggeus. Nggak ada protes dari gereja. Nggak ada mengutuk dari gereja. Teu nanaon, geus-geus. Itu Roh Kudus. Coba urang ... kiih, ditakolan.

Kenapa banyak orang takut dipenuhi Roh Kudus? Karena salah pengertian. Salah ajaran. Saya juga mengajar, banyak yang keliru nih murid-murid, masuk sekolah banyak yang nggak ngerti. Aduh ... Roh Kudus ... sampe ka belah kursi. Roh Kudus mah tidak pernah merusak kursi, saudara-saudara. Roh Kudus mah menyumbang kursi. Ada haleluyah, saudara-saudara? Gogoakan siga anu di peuncit wau....wau....wau....Saya tidak pernah baca di dalam Kisah Rasul : Maka berteriak-teriaklah Petrus. Ada yang mau penuh Roh Kudus, sudah Roh Kudus sudah mau pakai bibirnya, sudah mau bicara, saudara-saudara, mau dibuka. Ditahan! Bener ini terjadi di Jakarta, sampai berdarah. Padahal Roh Kudus sudah mau pake, mau ngomong dia. 

Pelan-pelan saya bicara yah. Sekarang kita lihat Yohanes pasal 7. Yohanes pasal 7 adalah prinsip ajaran yang saya ajarkan, mempermudah orang menerima Roh Kudus, saudara-saudara. Ayat 37, 

7:37 Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! 
7:38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." 
7:39 Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan. - Belum disalib waktu itu - 

Jadi bagaimana pak pendeta, supaya saya dipenuhkan Roh Kudus? Saya mau ulangi dulu yah. Roh Kudus lebih rindu dari kita untuk memenuhi saudara, daripada saudara merindukan Dia memenuhi kita. Saya mau kasih satu kata-kata mutiara. Banyak kali kita nih nunggu Roh Kudus memakai kita - ini salah! Padahal Roh Kudus tunggu kita memakai Dia. Saudara beli tape recorder. Ayo bersuara dong, bersuara dong tape recorder. Bersuara dong, nyanyi. Bersuara dong, menyanyi. Bego atuh kitu mah. Masukin kaset, abuskeun, colokeun. Breng, nyanyi dia. 

Kita nih sering nunggu Roh Kudus memakai kita. Dia nunggu kita, kita pakai Dia. Seringkali kita tunggu. Meureunnya lamun Roh Kudus datang teh, hulu teh asa gede. Suku teh teu napak dina ubin. Biasa, biasa. Mudah. Sederhana. Cuma kita diajar salah. Kita mengenal Roh Kudus salah. Memang kadang-kadang Roh Kudus membanting orang, terjengkang. Tapi nggak terus-terusan. Asal penuh Roh Kudus, terjengkang. Asal penuh Roh Kudus, terjengkang. Didoakeun, gubrak. Didoakeun, gubrak. Itu kebaktian Pak Awondatu pake rebah-rebah nggak? Nggak ... Ih ... di gereja kita mah pake rebah. Tiap kebaktian. Kita benjol udah delapan. Kemaren kena tihang, kamari benjol kana ubin. 

Kalau begitu ayatnya, saudaraku, maka ada ayat : Maka benjollah Rasul Paulus. Saya mau tanya dulu, saudara rindu dipenuhkan Roh Kudus? It's easy. Mudah! Cuman manusia suka bikin kita susah. Harus ini dulu, harus puasa. No, no. Jangan puasa untuk penuh Roh Kudus. Itu artinya saudara beli. Jangan. Roh Kudus mah pemberian, nggak usah dibeli. Aduh, urang teh pan kudu suci heula. Nanti Dia yang sucikan kita. Mana bisa kita bisa menyucikan diri sendiri? Geus mandi ge masih bau. Bagaimana kita mau menyucikan diri sendiri? Nggak bisa. Nanti Dia, Roh Kudus, yang menyucikan kita. Bagaimana pak pendeta, supaya saya penuh dengan Roh Kudus? Nih, langkah yang pertama, ayat ke-38, Yohanes

7:38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, -

Saya mau tanya, saudara percaya? Ini langkah pertama. Kita musti percaya dulu. Kalau kita nggak percaya, biar kita doakan sampai jungkir balik, kaki di bawah, kaki diatas, kaki dipinggir, kepala disamping, nggak bisa. Kalau kita tidak percaya. Yang pertama harus percaya.

Yang kedua, ayat 37, Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku. 

Apa haus saudaraku, bahasanya haus ini? Artinya merindukan, seperti yang saya katakan tadi. Haus. Coba saudara lihat. Saya haus ini. Kalau saya haus, saya tidak cari gitar. Masa saya haus cari gitar, saya cari air. Karena saya haus. Hendaklah orang yang haus datang kepada-Ku. Ini Yesus. Datang kepadaKu.

Yang ketiga. Datang kepada Yesus. Nah, sampai langkah ketiga, saya rasa kita tidak ada kesulitan. Saya ulang lagi, apa saudara percaya? Saudara berhaus, merindu sama Roh Kudus? Yang ketiga saudara mau datang sama Yesus? 

Nah, ini yang ke empat yang susah. Susah dimengerti. Lalu minum. Saya nggak akan minum dulu. Saya umpamakan ini beberapa saudara datang sama Yesus. Oh Yesus, saya ingin kepenuhan Roh Kudus. Yesus bilang : Minum. Oh Tuhan, aku haus kepadamu. Yesus bilang : Minum. Yesus ... haleluyah ... haleluyah. Yesus bilang : Minum. Haleluyah. Yesus bilang : Minum. Haus. 

Siapa yang salah? Untung Yesus nggak kaya saya. Kalau saya dua kali disuruh minum, dia ngomong haus, saya banjurin. Yeuh minum atuh nggeus nyaho ieu cai. Haus. Eunya cai, minum. Ieu mun ko Yoyo. Aus ko Yoyo. Eunya cai. He-euh aus. He-euh geura minum atuh. Ya, minum. Minum itu sederhana. 

Nah, apa artinya minum disini. Mari saya akan terangkan pelan-pelan supaya saudara ngerti. Arti minum disini : Menerima dengan iman. Saya tidak tahu bagaimana cara kerjanya dia air, tapi heran waktu saya haus, saya minum, itu haus saya hilang. Saudara tidak akan tahu bagaimana caranya Roh Kudus bekerja. Tapi waktu engkau menerima Roh Kudus, hausnya jiwa kita akan hilang. Saudara akan dapat kepuasan. Kapan ini? Menerima dengan iman, menerima dengan percaya. Masuklah air kedalam hati, ke dalam perut kita ini kalau air. Roh Kudus masuk dan kita terima dengan percaya. 

Tapi ayat itu berkata ayat 38 
7:38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." 

Bahasa Inggris, the rivers of the living water. Sungai air hidup. Yang diminum air, keluar sungai. Yang diminum air tapi begitu masuk kedalam yang keluar sungai. Nah, kalau sungai keluar mulutnya kecil, seperti apa itu suara. Nah, disinilah saudaraku waktu kita sudah terima dengan percaya, apa yang kita harus lakukan? Kalau sungai ini keluar, mulut kita kita tutup, saya mau tanya airnya keluar nggak? Mulut musti dibuka baru keluar. Kaya kran, biar tangkinya berapa ribu liter, 5.000 liter tapi kalau krannya nggak dibuka, air nggak keluar. Karena saudara tutup terus. Tapi kalau saudara punya kran dibuka, air itu akan mengalir dengan deras. 

Nah, yang terakhir. Satu mulut satu bahasa. Kalau saya ngomong  bahasa Indonesia, bahasa Inggris saya tidak ada. If I speak English there is no Indonesia. Lamun saya ngomong bahasa nganggo bahasa Sunda, teu aya Indonesia teu aya Inggris. Kalau saya pake bahasa Kuo i, tidak ada lagi Indonesia. Jadi satu mulut satu bahasa. Saudara nggak bisa minta Roh Kudus sama Tuhan dan saudara sudah terima dengan percaya lalu waktu saudara buka mulut saudara masih pake bahasa Indonesia. Nggak bisa, satu mulut satu bahasa. 

Jadi ngomong bahasa naon atuh? Nanti Roh Kudus memberikan itu bahasa. Tiap orang beda, tidak ada yang sama. Saya aneh di Singapur sama di Jakarta ada les bahasa Roh. Saya juga bingung. Ini bukan les, Roh Kudus yang kasih. Bahasa tiap orang lain. Nggak bisa sama. Mirip ada tapi lain. Itu keanehannya. Seperti sidik jari. Jempolnya mirip siga jahe tapi sidik jarinya beda. Bermilyar-milyar manusia tidak ada yang sama sidik jari. Demikian juga dengan bahasa Roh. Mirip-mirip ada tapi lain. 

Kisah Rasul 2. Haleluyah. Nanti minggu depan kita tinggal berpraktek saja. Ayat 1. 

2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. 
2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 
2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 
2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai - apa saudara-saudara? - berkata-kata - Bukan ngajerit-jerit, bukan teriak-teriak, bukan menguncang-guncangkan badan. Tidak. Berkata-kata. Sangat-sangat sederhana. Berkata-kata - dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. 

Di Jakarta ada suami istri Johny Pandra, istrinya namanya Lani. Lani ini orang Jerman. Suaminya Johny Pandra ini orang totok. Orang Tionghoa. Sipitnya luar bisa. Istri darah Jerman. Kebaktian di Yasdi persekutuan doa. Saya bicara tentang Roh Kudus, mereka itu saudaraku itu, satu Katolik satu GKI. Siapa yang mau dipenuhkan Roh Kudus, maju kedepan di persekutuan doa, di Yasdi waktu itu. Istrinya karena Jerman: John, lu jangan kedepan ya, awas. Ini masih istri suka perintah suami. Jangan, jangan. Dia kira Roh Kudus nggak bisa sampai ke belakang. Jadi suaminya dicangcang, tong kahareup diam disini. Maka begitu didoakan, orang didepan sudah mulai berbahasa Roh. Padahal saya tidak tumpang tangan. Berbahasa Roh.

Dan Roh Kudus tiup sampai di belakang. Suaminya ... dipenuhkan Roh Kudus. Tapi istrinya bilang: John, lu kenapa John, lu kenapa John? Karena dia belum mengerti. Tapi waktu dia dengar suaminya berbahasa Roh, dia yang sekarang rindu. Ko Yoyo, saya dong sekarang ... si Johny sudah penuh. Maka hari Minggunya itu hari Jumat mereka berbondong-bondong ke Cianjur. Dia dipenuhkan Roh Kudus istrinya itu di Cianjur.  Kaya orang Jepang dia ngomong. Saya nggak tumpang tangan, ngomong kaya orang Jepang. 

Siapa yang suka masuk-masukin mobil itu aduh saya lupa lagi. Dia punya istri  bikin persekutuan doa ibu-ibu semua. Habis sudah kebaktian selesai: Pak Awondatu, kita minta didoakan supaya kita penuh Roh Kudus. Ya, saya bisa doakan tapi penuh Roh Kudus bukan saya. Roh Kudus sendiri. Ya, kita berdoa. Dari itu ibu saudaraku berjejer ada 8 -9 orang, ada satu lelaki supir. Pengen juga didoakan. Saya terangkan seperti begini sama dengan saudara. Lalu saya mulai berdoa. Begitu berdoa saya bilang mulai berbicara dalam bahasa yang baru. Saudara kaget supir dulu yang penuh Roh Kudus. Ini yang punya rumah ditengah karena yang punya rumah hayang panghareupna pangdekeutna ko Yoyo supaya penuh Roh Kudus. Da nggak penuh atuh.

Satu ibu paling kiri penuh lagi. Jadi saya jalan-jalan. Ini ibu dia jawil: Pak Awondatu, saya dong sekarang. Eh, saya bilang bukan saya yang penuhin anda, ini mah Roh Kudus sendiri. Dia yang membaptiskan. Sampai kebaktian selesai, dia tidak penuh. Malah anaknya Natalia yang penuh dengan Roh Kudus. Dikejar-kejar ikut kebaktian sampai di rumah orang. Setelah 2 kebaktian baru dia penuh dengan Roh Kudus. Roh Kudus itu indah cuma seringkali dilupakan. Roh Kudus itu baiknya luar biasa, cuma seringkali kita buta nggak mau lihat Dia. Roh Kudus itu ada disamping kita, malah kita mah aduh kita lebih senang punya kenalan pengacara, punya kenalan letnan jendral, jendral  hansip. Padahal Roh Kudus teh lebih hebat. Kamana-mana saudaraku dan Dia ada disamping kita. 

Nah, pada malam hari ini, tentu ada yang percaya, ada yang ragu, ada yang rindu, ada yang setengah rindu, ada yang malu-malu kucing, ada yang malu-malu sedikit tapi ada yang sudah menggebu-gebu ingin. Dan saya ingin kasih tahu, Roh Kudus bisa memenuhkan saudara. Saudara bisa maju kedepan bisa, saudara mau diam ditempatpun Roh Kudus mah bisa memenuhkan saudara - dimana saja saudara ada. Roh Kudus bisa memenuhkan saudara. Saudara mau dipenuhkan Roh Kudus nggak?  Pemain musik. 

-- o --   

Minggu sore, 19 Mei 2002  

MASIH BANYAK HAL YANG HARUS KUKATAKAN

Hari ini adalah hari Pantekosta, jadi dari mimbar ini saya beri selamat kepada saudara, hari raya besar, hari raya Pentakosta. Orang kristen mempunyai 7 hari raya, yang diperas menjadi 3 hari raya yang besar, yaitu Paskah, Pentakosta, dan Tabernakel.

Dan saudara, kita akan belajar dari Sabda Tuhan. Minggu yang lalu begitu banyak yang dipenuhkan dengan Roh Kudus. Sebetulnya saya ingin mendengar ada kesaksian dari yang dipenuhkan Roh Kudus minggu lalu. Boleh tidak maju ke depan yang dipenuhkan Roh Kudus minggu lalu. Saya dengar ada satu ibu dipenuhkan Roh Kudus dan dapat kemenangan, dapat berkat yang besar. Boleh saya dengar kesaksiannya? Dari 40 orang itu, satu saja bersaksi. Ada yang mau bersaksi? Bagaimana saudara ... belum pernah dia dipenuhkan Roh Kudus. Saya juga tidak pegang tubuhnya, dia penuh sendiri. Boleh maju ke depan. Mari. Saya tunggu. Karena Roh Kudus itu Roh Kesaksian, Roh kudus itu Roh Penginjilan dan Roh kudus itu Roh Berkat. Beri tepuk tangan untuk Tuhan Yesus saudara. Haleluyah.  

Kita mau dengar lagi tentang Roh Kudus (RK) pada hari ini karena tadi pagi di Jakarta juga banyak saudara-saudara dipenuhkan Roh Kudus. Dan saya baru pulang dari Manado KKR 3 hari.   

Yohanes 16 saudara, kita akan melihat bagaimana RK dijanjikan oleh Tuhan. Kita membaca 3 ayat yaitu ayatnya 12 mulai. Perhatikan baik-baik.

16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. 
16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. 
16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku. 

Saudara, baru Tuhan beritahu kepada saya tadi pagi. Selama ini saya tidak pernah memikir itu, tapi kalau Tuhan buka sampai saya goyang kepala sendiri. Aduh Tuhan, kenapa Tuhan tidak kasih tahu ini  jauh-jauh hari. 

Perhatikan saudara, Dia bilang begini. Dari Yesus diangkat sampai RK turun - itu ada tenggang waktu 10 hari. Nah, pada waktu 10 hari inilah adalah masa sangat ... sangat rawan bagi murid-murid Yesus. Baru ditinggal 3 hari saja mati, padahal Dia akan bangkit kembali - Petrus dan murid-murid yang lain sudah mau cari ikan lagi. Apalagi ini ada gap 10 hari. Perhatikan saudara. 

Murid-murid saat itu ditinggalkan oleh Yesus naik ke surga, RK  belum turun. Jadi dalam masa 10 hari itu, murid-murid tidak ada pegangan, seolah-olah. Yang mereka pegang cuma janji saja, janji dari Tuhan Yesus bahwa kamu harus tunggu 10 hari di loteng Yerusalem. Kalau umpama di hari depan saudara goyah, bimbang, rasa-rasa saudara kok Yesus jauh, rasa-rasa saudara Roh Kudus pun jauh dari saudara, saudara mungkin goyang. Ingat, yang saudara harus pegang satu - Janji daripada Tuhan Yesus. Amin saudara? Karena Dia berjanji tidak akan pernah batal, tidak akan pernah gagal. Puji Tuhan.

Nah, dalam 10 hari ini, Yesus bilang begini sama saya tadi pagi: Bayangkan katanya, murid-murid itu tidak ada Yesus dan tanpa Roh Kudus. Maka wanti-wanti dalam Kisah Rasul 1, Yesus bilang sama murid-muridnya: Tunggu di loteng Yerusalem, jangan kemana-mana. Jangan kemana-mana sampai kamu dilengkapi oleh kuasa dari RK dari tempat yang maha tinggi. Nah, didalam ayat 12 yang barusan kita baca ini, kita belajar satu hal - ini juga barusan Tuhan kasih tadi pagi - ayat 12. 
16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu,

Perhatikan kata itu: Masih banyak! Haleluyah. Berarti masih ada persediaan banyak. Digudangnya Tuhan masih banyak hal, saudara. Saya yakin, saya percaya walaupun saudara masuk ke Surga, sudah selesai didunia masuk ke Surga, masih terlalu dan sangat banyak hal yang Tuhan belum kasih tahu sama kita. Ada haleluyah? 

Dan Dia berkata disini kepada muridnya: Masih banyak hal yang harus ... berarti Dia akan kasih tahu, yang harus Aku katakan kepadamu, Aku harus kasih tahu tapi belum sekarang karena dikatakan, kamu belum dapat menanggungnya. Haleluyah. 

Saya punya cucu yang lucu, giginya hanya enam, itu dia sudah bisa bawa barang yang kecil-kecil itu dia sudah bisa angkat, bawa-bawa,  yang bagi saya itu agak berat, tapi dia bisa bawa angkat. Tetapi tidak mungkin dia bisa angkat beras 10 kg. Nggak mungkin. Karena badannya, kapasitasnya belum sampai kesitu. Umapamanya saya punya anak atau saudara punya anak umur 10 tahun, 14 tahun lah, kurus kering kurang daging kaya kucing, lalu saudara datang bawa anak saudara ke tempat beras, buka tuh truk beras datang. Coba kamu angkat beras itu satu karung. Saudara tidak akan kan. Karena saudara tahu kapasitas anak kita ini belum bisa dia ngangkat satu karung itu. Lain kalau kata anak kita ini Ade Rai. Ade Rai saudaraku disini ada kelapa, disini ada kelapa, disini ada kelapa, disini ada kelapa, dibelakangnya ada kelapa, disini ada kelapa - wah hebat. Jalan aja begini, karena disini bisul, disini bisul. Jadi jalannya begini. Ade Rai. Kalau saya punya anak Ade Rai, saya bilang coba Ade turunkan itu satu truk beras. Karena apa? Dia kuat. Satu truk. 

Saudara, di Parungkuda ada satu pendeta, Pdt Maniti, puasa tiga hari tiga malam, 8 karung beras 100 kg dia pikul. Puasa 3 hari 3 malam. Maka saya paling kesel kalau lihat murid Sekolah Alkitab, udah puasa 3 hari 3 malam, dikering-keringin bibir, dibikin susah. Kenapa sih kamu? Puasa. Paling kesel, saudaraku. Ini puasa 3 hari 3 malam. Simson Beiji disebutnya. Dia angkat karung itu dari truk ke gudang. Karena mampu. Saya umur lebih muda tapi tidak mampu, memang tidak kuat, bukan kapasitas saya. Dia angkat beras, saya makan nasi. Itu sebabnya saudara-saudaraku, kita harus lihat seseorang itu dari kapasitasnya. 

Nah saudara-saudara, ini Yudas belum menyerahkan Yesus. Petrus belum menyangkal Yesus. Jadi Tuhan udah kasih tahu. Kamu belum cukup kuat menanggungnya. Buktinya? Petrus disuruh doa satu jam, aduh ... tidur lagi. Dibangunkan. Tidak bisakah kamu bertahan satu jam saja? Tidur lagi. Yang bahasa Yunaninya, tidur itu molor. Kebluk. Tidur lagi, tidur lagi. Akhirnya Yesus nggak bangunin lagi, sudahlah kamu tidur terus. Karena memang kapasitasnya sudah sampai disitu. Walaupun aku sampai mati, aku akan terus ikut kepada Engkau. Yesus bilang, sebelum ayam berkokok satu kali, kamu sudah menyangkal Aku tiga kali. Oh, tidak akan Tuhan, tidak akan. Orang lain demikian, tetapi aku, Petrus bin Petbun, tidak akan berbuat demikian. Apa yang terjadi? Dia menyangkal. Kenapa? Karena Tuhan Yesus sudah lihat, sudah tahu kapasitas kita sampai dimana. 

Dan saya sebagai gembala, saya tahu kapasitas saudara. Saya tahun sampai dimana kerohanian saudara, kurang lebihnya saya tahu. Ada yang suka memberi. Ada yang jarang memberi. Ada yang tidak pernah memberi. Ada yang kopet. Saya tahu. Ada yang suka memberi, ada. Ada satu ibu di Manado, sudah tahu saya punya handphone tenggelam. Dia bilang, oom Yoyo punya itu ac, no rekening di Cianjur nomor berapa? Nanti saya kirim. Saya bilang, saya nggak punya no rekening. Nomor rumah ada, nomor mobil, nomor motor, ada. Tapi nomor rekening saya nggak punya. Yah, pokoknya siapa saja, ibu juga nggak apa, nanti saya kirim uang, supaya gantikan ini handphone. Saya bilang, nggak usah, nggak usah, handphone ada. Tapi minimal saya bisa lihat, orang itu memang suka memberi. 

Saya bawa dua saudara, satu dari Karawang, saudara Aan. Satu dari Jakarta, saudara Feriyanto. Udah ketakutan kelaparan aja. Akhirnya saudaraku, mereka pulang bawa boyong, bawa kue ini, bawa ini, bawa ini, ikan ini, bawa ini, bawa kukis ini, sampai bingung dia. Dia kira, saudaraku, orang Manado suka makan orang. Ternyata orang Manado suka kasih makan orang. Ternyata saudaraku, di hotel kita masih tidur, baru bangun, udah ketokin pintu. Udah pengerja udah tiga. Siapa ini? Saya bilang, saya nggak kenal pengerja perempuan, tiga. Ini kukis dari pastori. Saya bilang, saya cuma tidur sendiri, kenapa kukisnya sampai tiga? Sudah memang begitu mereka. Suka memberi. Suka memberi. Sampai ada ribut. Pak Awondatu musti makan di rumah saya. Nggak, pak Awondatu musti makan di restoran sama saya. Lho, pak Awondatu sama saya. Pak Awondatu musti makan di sana.

Maka kemarin, saudara, dari siang sampai malam, saya tidak makan lagi. Karena perut saya seperti orang hamil. Orang kasih makan, musti makan ini, musti tambah ini, musti makan ini. Saya bilang, kapasitas saya nggak bisa. Saya Manado, tapi Manado kelahiran Cianjur. Perut saya perut Tionghoa, bukan perut Manado. Kalau perut Manado, aduh, belanga nomor 8 hanya untuk bikin bubur, saudara-saudara. Bayangin, untuk makan pagi kaya begini. Kapasitas lain. 

Nah, Tuhan tahu kapasitas saudara. Kalau kapasitas kita sampai disini, Tuhan udah tahu. Kita nggak bisa bergaya-bergaya, kapasitas kita sampai disini. Sok-sokan, kapasitas saya sampai disini. Maka Dia bilang, kamu belum mampu menampung apa yang Aku beri ini. Tapi sekarang kamu belum dapat, dipakai kata: Menanggungnya. Berkat itu, pengetahuan itu. Kamu belum sempat, belum bisa. Pasti nanti Aku beri. Melalui Roh Kudus. Ayat ini berikut, ayat 13: Tetapi apabila Ia datang - Roh Kudus - yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin - kata memimpin dalam bahasa Inggris dipakai kata guide, jadi guide. Ia akan menjadi guide - memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran. - Bahasa Inggris, kepada semua kebenaran.

Didalam kekristenan ada banyak kebenaran. Apa betul agama saya kristen ini? Apa betul yang Yesus bilang ini? Jangan percaya omongan pendeta. Saudara kan punya hikmat. Saudara punya hati. Saudara punya iman sendiri. Apa betul ajaran Yesus ini? Apa masuk akal apa tidak? Apa benar Dia bilang: Aku ini jalan kebenaran dan hidup? Apa kata-kata Yesus bisa dipercaya? 

Selama 54 tahun, dari 54 tahun itu saya, kurang lebih 35 tahun, saya mendalami Firman Allah ini. Dan kalau saya ada sebagaimana saya ada sekarang, itu karena saya belajar dari Yesus. Belajar prinsip-prinsip hidup dari Dia. Dan selama ini Dia tidak pernah bersalah. Dia tidak pernah berdusta. Dia tidak pernah miss sekalipun, tidak pernah. Kita banyak salah. Kita banyak miss. Tapi Tuhan Yesus tidak pernah. Apa betul janji Dia? Apa benar? Jangan terima-terima begitu saja, gampang-gampang. Pikir. Apa yang dikatakan Yesus ini ceng li? Masuk akal? Apa iya, apa tidak? Saya tidak bisa memikirkan, bagaimana Yesus waktu disalib, Dia berkata kepada Bapa: ya TuhanKu, ya TuhanKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Dia disalib. Bapa seolah-olah memalingkan muka. Tapi Sorga tidak kosong. Waktu Dia dibaptis, suara datang dari langit: Inilah AnakKu yang Kukasihi. Itu suara Bapa. Turunlah Roh Kudus melalui seperti burung merpati. Itulah Roh Kudus. Hinggap di atas Yesus. Yesus, Roh Kudus, suara dari Bapa. Ketigaan.

Saya nggak bisa ngerti, saya nggak bisa masuk akal bagaimana memikirkannya. Siapa yang meyakinkan saya saudara? Guru? Bukan. Oom Brodland? Bukan. Bapa saya, mama saya? Bukan. 

Roh Kudus yang memberi keyakinan bahwa Yesus itu pintu, RK yang menerangkan kepada saya saudaraku pelan-pelan bahwa Dia ini kebangkitan dan hidup. RK yang memberi tahu kepada saya bahwa Dia ini Mesias. 

Saya punya teman Yahudi banyak. Orang Yahudi bilang sama saya: Jangan marah ya, jangan marah, kita bersahabat tetapi kami orang Yahudi kami tidak bisa menerima Yesus itu Mesias. Kami masih tunggu Mesias. Kami belum bisa terima Mesias. Saya balik. Apa Mesias anda itu dituliskan akan lahir di Bethlehem? Betul. Yesus lahir di Bethlehem, saya bilang. Apa turun dari suku bangsa Yehuda? Betul, ini orang Yahudi bilang. Yesus turun dari suku bangsa Yehuda. Dia datang dari akar Daud? Betul. Yesus ditulis adalah akar Daud. Tapi dia punya 1001 macam alasan. Kami belum bisa terima Yesus sebagai Mesias. Dia itu hanya nabi saja. Kami masih tunggu Mesias yang akan datang. Kalau buat saya, Yesuslah Mesias - karena perbuatan-perbuatanNya! 

Kenapa saya bisa yakin? Roh Kudus. Roh Kudus saudara. Kenapa saudara mauhujan-hujanan datang ke gereja mau kebaktian, mau kui, 1 jam bedstone - kalau bukan RK? Kenapa saudara mau puasa, kenapa saudara mau baca Alkitab? Kenapa saudara mau berbuka tangan, kenapa saudara mau berlelah-lelah untuk mendoakan pekerjaan Tuhan - kalau bukan RK yang mengerjakan, yang menggerakkan saudara. Itu Roh Kudus! 

Maka saya katakan tadi, saya ada sebagaimana saya ada sekarang ini karena RK, karena Dia, karena saya belajar dari Yesus. Pelajaran dari Yesus kan nggak bisa sekaligus kita ngerti. Pelan-pelan. Ada satu bapa dari Sukabumi kirim sms. Bantu doa kami suami istri, supaya kami bisa lebih mengerti Firman yang kami dengar. Saya rasa kalau saya khotbah sudah jelas sekali, tetapi ada jemaat yang belum bisa ngerti sepenuhnya. Memang bukan saya yang terangkan kok. Musti RK. Kalau RK yang terangkan saudara, oh iya ... iya ini dia. 

Tadi ada satu bapa bersaksi unik di Jakarta saudara. Ini bapa lahir tanggal 6 Mei. Terus dia berdoa sama Tuhan: Duh Tuhan, kalau bisa anak saya yang pertama lahirnya tanggal 7 Mei, anak saya kedua lahirnya tanggal 8 Mei. Belum punya anak. Sudah ikut-ikut kebaktian di Tanah Abang. Dan dia katakan tadi: Sayapun sudah lupa apa yang saya sembahyang tapi yang saya ingat khotbah pak Awondatu bahwa Tuhan tidak pernah lupa apa yang kita minta. Dia kaget mulai pertama dia ingin anak pertama perempuan Tuhan kasih perempuan dan lahirnya tanggal 7 Mei. Dia masih belum ngeuh. Dia minta anak kedua lelaki, Tuhan kasih anak lelaki. Lahirnya di Bandung. Dokter bilang masih lama. Tapi tiba-tiba istrinya mau besuk orang ke RS, tahu-tahu sudah hari itu melahirkan, lahir tanggal 8 Mei. Dia bilang tadi berdiri bulu kuduknya dan dia berkata: Tuhan, betapa besar Engkau. Dia udah lupa permohonannya. Dia sembahyang: Tuhan, kalau bisa anak saya yang pertama perempuan lahirnya tanggal 7, jadi kalau saya ulang tahun sekarang tgl 6 Mei saya tidak usah potong itu kue, lilinnya aja dicabut. Besok tanggal 7 anak saya. Tanggal 9 lilinnya dicabut, anak saya lagi yang kedua. Jadi 1 kue 3 ulang tahun, begitu kira-kira. 

Siapa itu yang bikin atur begitu? Maka anak dia yang ketiga dia tidak minta lagi. Terserah Tuhan mau lelaki mau perempuan, tanggal berapa bulan berapa, bintangnya bintang apapun terserah. RK mengerti saudara. Tapi Dia sukar untuk ... Sekarang saya bawa Alkitab bahasa Inggris, saya bawa ke Taman Kanak-kanak Sekolah Kabar baik. Baca. Anak itu baca: Conicles ... Conicles. Saya ingat dulu ada anak kecil dia baca kitab nabi Yoel: Nabi Yul ... nabi Yul. Nggak mengerti. Tapi kalau kita bawa kepada anak SMA, anak SMA sudah bisa baca. Tuhan lihat kapasitas kita. 

Nah, waktu saya 19 tahun, saya itu angkat besi saudara. Karena saya ini badan kurus, jadi suka banyak orang suka main keroyok-keroyokan. Saya pernah berkelahi lawan 13 orang. Bayangin saudara 13:1. Dimana-mana ge yang satu eleh atuh lawan 13 mah. Jadi olah raga. Darwis. Itu angkat ... udah cangkeul. Sore-sore teh dilihat belum ada biji teh, kamana ieu. Belum ada. Tapi disitu dipohon ditempel: Sehari sehelai benang, setahun sehelai kain. Saya masih panggil dia oom: Oom, gimana nya teu gede-gede leungeun teh. Engke atuh Yon, dia manggil saya Yon, engke tos 3 bulan. Bener aja saudara, begitu 3 bulan ada bisul disini. Wah, jalan begini ...  Bukan dibikin -bikin memang begini. Ada biji disini. Semua baju-baju pada meleseuk. Aya muncang teundeun didieu ... greget. Tangkil ge ... iya hebat. Setelah berapa 6 bulan, setelah berapa 7 bulan - mulai kelihatan hasilnya. Kekuatan saya pun lain. Ngangkat ember isi penuh air kuat, karena sudah terlatih. 

Di Manado saya ketemu eks angkatan Cianjur angkatan ke-2 yang mempersiapkan KKR di kota Sorong Irian antar gereja-gereja aliran Pantekosta. Pada akhir bulan Juli mungkin akan disana. Dia ngomong sama saya terus terang: Oom, ... karena dia datang dari Sorong ikut KKR ini. Waktu saya masih di sekolah oom, saya tidak bisa terima waktu oom marah sama saya. Tidak bisa terima waktu oom bentak sama saya. Tapi setelah saya diladang Tuhan, justru itu oom, apa yang oom bilang semua, keluar semua. Saya dibentak-bentak CPM, saya dibentak-bentak Koramil, saya dibentak-bentak polisi. Tapi saya sudah lulus di Cianjur, jadi sudah, sudah biasa. Akhirnya dia .. saya juga bangga. Dia mempunya jemaat yang cukup besar dan dia bilang semua murid oom di Cianjur SAC sedikit ada sedikit, biar sedikit, ada kalau khotbah pakai gaya oom Yoyo.  Biar sedikit. Saya perhatikan eks-eks Cianjur biar sedikit atau banyak sedikit dia bawa gaya-gaya oom Yoyo. Ya, bolehlah kalau gaya mah, asal jangan hidungnya saja. 

Saya bangga saudara. Dia angkatan kedua. Berarti 12 tahun yang lalu. Oh, 12 tahun yang lalu dia tidak bisa terima, kapasitas dia belum bisa terima. Apa yang saya ajarkan belum bisa terima. Saya keras dia belum terima. Tapi 12 tahun kemudian ..., dia nangis lho ngomong saya ini. Sekarang saya bisa terima oom, sekarang saya mengerti. Justru yang bikin saya sukses itu karena saya bisa terima. Dan dia berhasil. Saya senang dia berhasil. Dan dia bukan jadi hamba Tuhan biasa, dia luar biasa. 8 pendeta musuhin dia. Bayangin 8 pendeta. Sekarang dia punya gereja jauh lebih besar dari 8 pendeta ini. Nah, 8 pendeta ini sekarang baik-baik, 8 pendeta ini gabung akan mengundang saya. 12 tahun yang lalu saya tidak bisa terima oom. Tapi sekarang saya bisa terima. Sekarang saya mengerti oh ... 

Maka Yesus bilang: Banyak lho yang Aku mau kasih tapi kamu belum bisa terima sekarang. Kamu suka salah paham. Ingat di perahu waktu Yesus tidur: Ya, Yesus bangun ... bangun. Apakah Engkau tidak peduli kami binasa? Tuh, suka salah paham, curiga sama Yesus itu. Waktu dia bawa makanan, Yesus lagi ngobrol sama perempuan Samaria. Mereka beli makanan memang Yesus belum makan waktu dia ... Guru makan. Ada padaKu makanan yang tidak engkau kenal, kata Yesus. Curiga. Adakah orang lain yang bawa makanan untuk Dia? Kapasitas belum sampai. Kenapa oom, saya itu minta minta minta minta, kenapa Tuhan belum kasih, belum buka jalan?

Mari saya kasih ilustrasi. 2 anak. Satu anak bungsu yang terhilang, satu anak sulung yang didalam rumah. Anak bungsu bilang: Mana harta itu? Warisan itu saya minta sekarang. Belum waktunya karena papa belum mati. Minta sekarang. Belum waktunya. Minta sekarang. Dia dapat itu, berkat bapanya, dia bawa dengan cara yang salah. Dia menghabiskan dengan cara yang berdosa. Dia menghabiskan sampai hartanya habis, dia sampai ada dikandang babi. Kenapa? Memang ia belum bisa menghandle harta begitu besar. 

Saya pernah khotbah mungkin 10 tahun lalu. Saudara mau dibikin milyarder besok sama Tuhan - gampang. Tapi kalau saudara jadi milyarder besok, saudara lupa nggak sama Tuhan? Itu.

Petani cengkeh sampai mau bakar karena Tommy Soeharto bikin hancur itu harga cengkeh. Sampai mereka merana. Sekarang harga cengkeh naik, mereka beli mobil dan mulai foya-foya. Saya bilang lihat. Apa yang saya khotbah betul. Tuhan itu kasih berkat gampang. Cengkeh harga jatuh naik gampang. Harga ayam dari rendah jadi naik gampang, telur ayam ... gampang Tuhan mah. Dolar ... gampang. Dari cap go ceng (15.000) jadi kau ceng (9.000) ... gampang Tuhan mah. Cuma saudara-saudara lupa nggak sama Tuhan? Nah, kita ini punya kapasitas untuk lupa. Kapasitas untuk nyeleweng. Sampai ada Kitab Ulangan. 

Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan. Ulangan ini hanya mengulangi 4 buku yang pertama, isinya sama. Kalaupun Ulangan itu tidak ada, isi Alkitab tidak berubah. Tapi Tuhan taruh kitab Ulangan karena kita suka lupa. Itu sebabnya kita kebaktian hari Minggu, itu sebabnya kita kebaktian hari Rabu, supaya kita selalu ingat, eling lan waspada, kata orang Jawa. Aduh, saudara Tuhan mah memberkati saudara mah gampang. Cuma Dia lihat potensi kita ini mau ngusruk atau tidak. 

Sebetulnya di Cianjur saudara, orang Belanda itu nggak mau bangun bangunan gedung pake beton, itu nggak mau. Karena orang Belanda lebih tahu Cianjur ini jalur gempa. Maka saya masih ingat dulu rumah-rumah kita dulu itu bilik gedek dikaprot tembok. Jadi tembok tapi dalamnya bilik. Karena kalau gempa nggak akan roboh. Bilik kuat, bambu. Tapi kalau ada apa-apa kalau beton itu, kalau retak-retak walaupun tidak roboh tapi retak-retak. Bilik. Itu orang Belanda tahu. 

Jadi saudara musti kita bicara kapasitas ini, kenapa Tuhan nggak jadikan saya gembala di Korea dengan jemaat 1 juta? Kapasitas saya nggak begitu. Kenapa Tuhan kasih sama ChoYong Gi. Cho Yong Gi dibikinnya kapasitas begitu. Kenapa yang jadi angkot itu Suzuki Carry? Memang Suzuki Carry dibikinnya saja memang untuk  mobil penumpang. Namanya saja disebut angkot, angkutan kota. Didaerah Bandung andes, angkutan desa. Mobil balap dibikinnya memang musti begitu. Mesin tambah besar, juga nggak bisa dipakai di ... Coba angkot pakai mobil balap. Siapa yang bisa dibawa. Maeunya mobil balap mamawa jingjing jeung dingkul make mobil balap Formula 1. Timana ta teh? Ti Salaeurih. Nggak bisa. Memang bukan untuk itu. Jadi kapasitas. Saudara lihat kapasitas. 

Nah, sekarang saudara minta ... minta, kok belum ... belum. Lihat si bungsu ini. Dia minta ... minta - rusak. Lalu dia pulang. Waktu dia pulang dia pikir aku mungkin akan diludahi sama papaku mungkin di-enye sama papaku. Muka dibikin tebel saja lah. Biar aku disebut, dijadikan budak saja nggak apa-apa. Dijadikan jongos nggak apa-apa asal gua bisa makan. Aduh, pembantu-pembantu papa itu makan masih dibuang-buang, masih dikasih burung, masih dikasih ayam. Aku disini makan ampas babi aja nggak bisa. Aduh, aku pulang aja lah. Ya, bapa aku berdosa kepada bapa. Dipeluk sama bapanya. Jangan bikin saya anak, bikin saja saya jongos, bikin saya jadi budak. Bapanya nggak banyak omong: Ambil baju yang baru, ambil cincin, ambil kasut yang baru, bikin pesta. Apa artinya? Masih banyak hal yang aku mau dan harus berikan kepadamu! 

Ada haleluyah saudara? Masih banyak hartaku masih banyak. Aku tidak akan bangkrut, kata bapak. Eh, kakak diluar marah. Nggak mau masuk rumah. Bapanya keluar. Kenapa nggak mau masuk? Kenapa sih pa, saya nggak pernah minta anak kambing satu pun. Papa tidak pernah kasih. Padahal saya kerja banting tulang peras keringat. Lihat anak yang sudah menghabiskan uang bapak dengan perempuan pelacur, kok bapak bikinin pesta? Eh, bapanya bilang: Anakku, semua harta bapa ini milikmu. Apa yang milikku adalah milikmu. Bersukacitalah dengan adikmu. Adikmu yang mati itu sudah hidup. Yang hilang sudah ditemukan. Apa artinya saudara? Masih banyak, kamu tidak usah bingung tentang anak kambing. Masih banyak! 

Mari kita belajar satu hal. RK tidak suka cemburu. Lihat ya. Aduh tetangga kita meninggal mendadak. Ambil uang, masukkan amplop. Amplop ini bawa, bawa. Tulis: Turut berduka cita. Aduh, bawa ... aduh. Bawa kembang. Kapan meninggalnya, kita mau sangseng dah ikut. Turut berduka cita. Oke. Bagus. Tapi sekarang saya balik. Tetangga kita baru beli mobil baru. Toyota Kijang Kencana. Ini Kijang yang terbaru. Kijang Kencana. Klaksonnya saja ... berewek, aduh, hebat sekali. Mana ... mana ... mana, ngintip dari rumah. Wih, bagus Kijang Kencana. Kebetulan yang punya rumahnya pijit klakson berewek ... berewek. 

Saya tanya dan saya tidak perlu jawaban? Apa saudara bisa turut bersuka cita dengan dia? Turut senang dengan suksesnya dia? Apa saudara ngomong begini: Eta teh KKN lah. Wo ge nyaho, eta teh KKN - Kadang Kadang Nekad eta teh. Eta teh pamajikan na na eta teh. Kenapa kita nggak datang sama tetangga kita: Aduh, karak meuli mobil nya, aduh an ciang bener yeuh, aduh alus pisan euy. Aduh, wo mah can bisa yeuh meuli mobil nu kieu teh. Ni mah aduh diberkati Tuhan. Aduh, syukur ... syukur dah, turut bersuka cita. Iraha lamun ni kamana-mana, ajak ngai nya. Turut senang. Bisa gitu? Atau terus istri-istri cemberut sama suami. Kunaon, cek salaki teh, kunaon cemberut? Teu. Kunaon? Eta teh mobil urang tah nu eta Kijang gerobak keneh we tah Kijang gerobak keneh tah. Ni teh teu nyaho, wo teh lamun naek Kijang eta teh, terus linu leungeun teh terus kaseleo rasana, nyeuri teh nyeuri ka hate-hate ieu teh, nyaho heunteu? Tuh, tatangga mah geus meuli Kijang Kencana. 

Beda antara turut berduka-cita dengan turut bersuka-cita. Nampaknya bagi kita mah orang yang meninggal: Turut berduka cita; ada yang beli mobil: Turut berduka cita! 

Roh Kudus tidak demikian!

Eh, adik baru pulang ini. Walaupun dia berdosa, dia baru diampuni sama bapa baru pulang. Ah, puji Tuhan. Masih banyak harta bapa. Masih banyak berkat bapa disiapkan. Saudara-saudara ku, kalau kita lihat ada satu saudara yang terima Tuhan, yang kembali sama Tuhan - musti kita terima kasih ... terima kasih Tuhan, Engkau sudah selamatkan dia. Ada haleluyah, saudara-saudara? 

Oke. Kita belajar yang berikutnya. Ayat 13.

16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.  

Saudara, mungkin saya pelan-pelan saja bicara. RK lah yang bisa menerangkan kepada saudara dan saya betapa tinggi, dalam, lebarnya kasih sayang Tuhan. RK lah yang bisa menerangkan kepada kita apa artinya Yesus berkata: Aku ini Jalan, Kebenaran dan Hidup. RK lah yang akan membuka wawasan kita, membuka pengertian kita. Anak oom Hendrik Mandagi di Krawang masuk sekolah Alkitab yang lelaki, dia penuh RK di sini. Dia bilang terus terang : Ko Yoyo, saya mah sebetunya nggak percaya pertama ada RK. Saya kira itu mah emosi aja. Maaf ya, saya anak pendeta Pantekosta. Karena saya mah pikir aduh ngajerit-jerit gogoakan ceurik kitu ah. Naha ai ko Yoyo geuning beda ngajarna. Ngarti saya teh. Oh, RK itu begini. Oh ... padahal bukan saya yang kasih ngerti. RK memberi pengertian sama dia. Sehingga dia bilang dia anti yang menjerit-jerit padahal waktu dia penuh RK, dia menjerit-jerit. Sudah selesai penuh RK, naha make ngajerit-jerit? Da teu bisa tahan. Nah, makana. Entong urang ... si eta teh nanaon jeujeuritan. Roh Kudus. 

Hanya RK yang bisa menyalin apa maksud Tuhan bagi kita. Aduh mungkin saudara dengar khotbah saya nggak ngerti tapi RK bisa menyalin bisa bikin ngerti. Saudara-saudara mungkin ada satu kejadian kok ini membuat saya jadi pahit, kok kejadian ini membuat saya aduh kenapa ada problem begini. RK bisa membuat saudara ngerti oh kenapa begitu. Sekarang saya mengerti begini begini begini ... 

Orang Katolik mencipta satu lagu yang lagunya : Betapa hatiku berterima kasih Tuhan - itu orang Katolik yang mencipta. Apa nggak boleh orang Katolik menciptakan? Boleh. Bagus itu lagunya. Enak didengar. Puji Tuhan jadi berkat. Saya pun sering menyanyikan lagu itu. Siapa saja bisa berterima kasih.

Ada banyak hal yang kita belum mengerti. Tapi RK pelan-pelan nanti Dia kasih ngerti. 

Waktu saya baru pertama belajar golf. Ada satu keluarga Irwan dari Jakarta dia belikan stick golf komplit dari Singapur. Nih, buat ko Yoyo. Saya bawa ke Bandung ada jemaat di Bandung sebelum main golf itu dulu driving dulu jadi kita ... 200 bola 300 bola pukul, ada yang ngajarin. Sampe bisa. Wah, saya rasa sudah rasa hebat. Eh, ada satu anak Tuhan perhatikan saya. Ini pak Awondatu ya? Pak, udah dah pak, kalau bapak main begini terus, tidak bisa maju-maju pak. Jadi gimana? Dilapangan dong mainnya. Ah, saya belum bisa. Justru bisa nya nanti dilapangan. Mainlah dilapangan. Oh, ada par 5, oh ada par 4, oh pukul itu ada yang musti keras, ada yang musti pelan, ada yang musti sangat pelan, ada yang musti setengah swing, ada yang 3/4 swing, oh kepala itu nggak boleh gerak, nggak boleh luak-lieuk. Kalau ... baru ngerti. 

Jadi 3 tahun yang lalu dan sekarang saudara, pengertian saya lain. Jadi guru saya pertama, dia ngomong begini: Sekarang mah bapak jangan bingung, pukul aja bola itu -kalau bisa kena jago. Saya pukul, kok nggak kena ya. Kok nggak kena ya. Makanya saya bilang kalau bapak bisa pukul ini kena, jago. Saya kesel, saya pukul lagi - nggak kena juga. Gimana ya kok nggak kena. Nah, ini kepala, bapak kepala nggak boleh goyang. Diam kepala. Coba. Saya diemin kepala. Saya pukul, eh kena. Betul. Terus ... terus. Pengen jauh pak, nih mukulnya begini. Pengen dekat pukul begini, pengen melintir bola tuh pukulnya begini. Pengen nggak melintir pukul nya begini. Oh, menarik sekali. Tapi waktu itu dikasih tahunya nanti setelah satu tahun. Baru dikasih tahu. 

Sekarang saudara musti mengerti bagaimana murid Yesus 3.5 tahun belajar sudah mau selesai 3.5 tahun Yesus masih bilang : Belum, kamu masih belum kuat memikul nya. Belum, belum kuat. Kapan mereka kuat? Setelah RK turun. Itu sebabnya RK itu saudara-saudara kembali saya mau terangkan dengan gambar segitiga. Saudara lihat kedepan segitiga ini. Segitiga ini adalah Tuhan Allah. Saya gambarkan segitiga. Bapa, Putera, Roh Kudus. Yesus bisa kelihatan, Bapa dan RK tidak bisa kelihatan. Saya, tubuh jiwa dan roh. Tubuh bisa kelihatan, jiwa dan roh tidak bisa kelihatan. Saya pun terdiri dari tiga, saudarapun terdiri dari tiga. Telunjuk terdiri dari tiga. Ujung, tengah, pangkal. Tangan terdiri dari tiga, ujung tengah pangkal. Tuhan  itu sudah kasih pelajaran. Badan terdiri dari tiga, kepala badan dan kaki. Bagi tiga, semua terbagi tiga. Orang Sunda ada nista, maja, utama. Kalau itungan 1,2,3. I al san, itu sudah. Itu sudah gabungannya. 

Nah, sekarang saudara kalau sekarang RK ini salah satu dari 3 sudut ini. Bapa, Putera, RK kalau saya balikkan RK, Bapa, Putera. Saya balikkan lagi Putera, RK, Bapa. Jadi tidak ada yang lebih tinggi, tidak ada yang lebih rendah. Yesus setingkat dengan Bapa;Bapa setingkat dengan RK; RK setingkat dengan Yesus. Tidak ada yang lebih tinggi hanya karakternya tugasnya berbeda. 

Siapa direktur Sekolah Alkitab? Awondatu. Siapa gembala GPdI Cianjur? Awondatu. Siapa suaminya Melanie Handayanie? Awondatu. Tapi lain sebagai direktur sekolah Alkitab, lain kerjanya dengan sebagai gembala, lain kerjanya sebagai penginjil, lain lagi kerjanya sebagai suami. Lain. Orangnya sama.

Allahnya sama. Tapi tugasnya berbeda-beda. Oke. Sekarang RK datang di dalam hati kita. Di sinilah tempat kita berkarya. Di sinilah tempat kita berfungsi. Dan dia punya perasaan sangat halus. Jangan saudara campur adukkan suara Tuhan dengan suara diri sendiri. Suara diri sendiri dari sini, dari kepala, pendapat diri sendiri, suara ngalamun, dari sini. Suara RK itu dalam sekali, halus sekali. Saudara musti ada perhatian betul-betul, baru suara itu terdengar.

Satu bapa hari Selasa yang lalu bapa Hendro, itu bersaksi. Dengar baik-baik. Pagi-pagi saya berdoa saudara. Tiap pagi kami ada doa, waktu berdoa itu RK bicara sama dia. Itu mobil yang pakai untuk antar anak-anak sekolah kamu coba dulu. Kaget dia. Jadi begitu dia pulang padahal anaknya sekolah di Lippo Karawaci setengah tujuh itu ngebut harus lewat tol. Biasa supir ngebut karena untuk kejar waktu karena macet kalau pagi dari Green Garden ke Lippo itu. Tapi dia dengar itu suara, dia percaya. Saya mau coba dulu. Jangan dulu sekolah. Papa mau coba dulu. Dia coba pelan-pelan. Keluar rumah, diperumahan jalan. Saudara tahu, rem nya itu jatuh. Bruk aja kedalam. Sudah nggak bisa maju lagi. Jadi dia bilang bayangkan saudara kalau anak saya lagi dibawa supir ngebut ... terus itu rem tiba-tiba di jalan jatuh, api terjadi kecelakaan apa tidak bisa di rem mau banting kemana rem tidak ada celaka.  

RK dia dengar. Kenapa dia bisa dengar? Karena dia sembahyang. Dia dengar. Kalau saudara hidup saudara terlalu sibuk, sibuk dengan urusan sehari-sehari, saudara tidak akan dengar suara RK. Dia bicara. Dia akan bicara dan suara RK itu akan sejalan dengan FT, nggak akan melawan sama ini. Dia akan bersaksi dari halKu, kata Yesus. Maka RK lah yang akan menerangkan bagaimana Yesus menyembuhkan, RK lah yang menerangkan bagaimana Yesus menghibur, RK lah yang akan menerangkan bagaimana Yesus akan menjadi Hakim, dan RK lah yang akan menerangkan bagaimana Yesus menjadi Tuhan diatas sekalian tuan.  

Kepenuhannya ... saya baru kirim-kirim sms sama jemaat yang tadi penuh RK tadi pagi. Semua yang saya tidak kenal. Baru saya mau tumpang tangan sudah berbahasa Roh. Sudah penuh RK? Belum, baru tadi barusan. Kenapa RK kadang-kadang seperti kesaksian tadi nggak ada lagi hilang. Karena Dia karakternya merpati, halus. Dia nggak suka ribut-ribut. Ribut - ribut - ribut Dia pergi. Kalau dia tenang, kalau kita tenang, Dia datang.

Halelu ... yah, beulah bangku. Kursi, meja dibalik-balik. Wah, ieu mah lain Roh Kudus. Stop. Saya gembala musti stop. Apalagi di sekolah Alkitab. Berhenti. Habis gimana, satu orang penuh RK, kursi rusak; satu orang penuh RK, meja belah. Umpama. Tapi di SAC belum pernah ada yang belah, karena saya bilang RK selalu nyumbang kursi bukannya merusak kursi. RK itu berbeda. Tenang, halus. Haleluyah.

Oke. Ayat 14.  
16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.  

Yang ke 3 yang terakhir ayat ke 13 akhir. Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. 

Dua tahun yang lalu ada suami istri datang di kebaktian kami di Jakarta. Ngajak makan segala. Belum pernah saya kenal. Pak Awondatu kenalin saya gini .. gini .. gini. Kenapa? Pak, saya baru beli dolar pak. 1 juta dolar, pak. dengan kurs 11.500 pak. Tolong dong doakan pak, supaya dolar itu naik gitu jadi 13.000 supaya saya tidak rugi. Saya nggak mau. Nggak. Kenapa bapak nggak mau? Sebab ada juga orang kristen yang sekarang berdoa minta-minta supaya dolar itu turun jadi 9.000 jadi 8.000. Jadi bapak saja berkuat. Siapa lebih kuat doa sama mereka. Bapa doa supaya naik 13.000, biar mereka berdoa supaya turun jadi 9.000. 

Nah, sekarang sudah turun 9.000 berarti anak-anak Tuhan yang berdoa untuk turun dia yang menang. Memangnya saya ini jadi pendeta saudara, kurs dolar. Mau tahu kurs dolar? Telepon pak Awondatu. Hallo pak Awondatu, kurs dolar bagaimana? Enak aja, kalau saya tahu kurs dolar mah, saya yang beli bukannya saya kasih tau orang. Saya yang beli atuh. 

Roh Kudus tidak ada urusan dengan kurs dolar. Nggak. Tapi Dia akan kasih tahu apa yang akan terjadi besok. Nah, sekarang begini. Saudara rasa nggak bahwa sekarang ini kita orang kristen ini seperti ada telur diujung tanduk, seperti kita ada berjalan di bara api. Komando Jihad sekarang sudah terang-terangan. Dulu kita diam-diam nggak tahu. Sekarang Komando Jihad minta-minta sumbangan untuk jihad. Siapa yang dia akan lawan? Orang kristen. Yang di Ambon. Yang di Poso. Golongan Islam sekarang baru berembug untuk tahun 2004. Mulai untuk ngelawan Megawati. Sudah kelihatan. Kita? Minoritas. Kumaha atuh urang yeuh? Urang kumaha? PDI atau GPdI wae ceunah? Gimana kita nih? 

Jangan takut. RK akan memberi tahukan apa yang akan terjadi di hari depan. Kapan Dia beri tahunya? Pada waktu saudara punya kapasitas, Dia lihat ada, Dia kasih. Saya kasih ilustrasi. Hand Phone. Saya ada HP saudara punya HP IM3. Dengan IM3, kita bisa tanya kurs dolar berapa, dengan IM3 kita bisa tanya ada berita apa. Dengan IM3 sampai orang bisa tahu horoscope, dengan IM3 kita bisa tanya. Sekarang saudara tanya ke pusat tapi baterai saudara soak, baterai saudara low batt. Apa dia masuk? Nggak, nggak akan masuk. Low batt. Tidak bisa masuk. Tunggu sampai baterai itu charge nya penuh, baru bisa masuk, kalau ada hubungan. 

Nah, banyak kita ini maunya mau terima dari Tuhan itu informasi tapi baterai kita, kita nggak charge. Kita malas kebaktian, kita malas sembahyang, kita malas baca Alkitab. Kita malas saudaraku berdoa, kita malas bergabung bersama dengan anak-anak Tuhan. Bagaimana baterai rohani kita bisa di charge? Itu sebabnya banyak dari kita yang lemah. Roh Kudus, Roh Kudus, kita mah kemana. RK maju, kita mah ketinggalan. Kenapa? Karena tidak ada persatuan, tidak ada fellowship, tidak bertemu. Coba charge. Coba baterai itu di charge.

Saya selalu ingat Rudi Hartono bilang begini: Saya ko Yoyo, selalu badminton tiap hari - dulu. Supaya kalau All England ada, saya tinggal main. Jangan nanti kalau mau All England baru latihan. Tidak. Saya latihan tiap hari. Enteng-enteng tapi saya tetap latihan, jaga kondisi - sebelum operasi jantung waktu itu. Supaya kalau ada pertandingan saya siap. Banyak orang nanti santai-santai makan seenaknya nggak diukur, nanti udah mau pertandingan baru fitness segala. Salah. Dia latihan supaya touch nya tidak hilang. 

Mari kita charge kita punya rohani. Mari hati kita ini di charge saudaraku oleh Roh Kudus sehingga kita bisa mengerti apa yang dimaksud oleh Tuhan, kita dapat informasi dari pada Tuhan. Mari pemain musik tolong.    

-- o -- 

Minggu sore, 16 Juni 2002  

ALLAH YANG MAHAKUASA

Kejadian 17.

Saya baru pulang dari Amerika melayani 8 kebaktian dan Tuhan sudah berkati 8 kebaktian itu. Ayat 1: Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. 

Saudara, kita tidak bisa mengenal Tuhan, kalau Tuhan tidak memperkenalkan dirinya kepada kita dan kalau Tuhan tidak membuka rahasianya kepada kita, kita tidak bisa kenal Dia.  Memang diseluruh dunia dari 6 milyar penduduk dunia, 2 milyar itu kristen. Tetapi masih ada 4 milyar yang belum menerima Kristus. Jadi kalau saudara dan saya menerima Yesus memang agama kristen adalah agama terbesar didunia tetapi itu bukan jadi ukuran kita. Kita harus bersyukur karena kok di Cianjur ini kita terpilih bisa mengenal Dia. 

Nah, Abraham ini dulunya penyembah berhala. Dia penyembah dewa-dewa, penyembah jimat-jimat. Lalu oleh Tuhan dibimbing dari hari ke hari, mulai dari Kejadian pasal 14 sampai pasalnya 16. Dan sekarang didalam pasal ke 17, Tuhan memperkenalkan diri dan berkata : Akulah Allah yang maha kuasa.

Perhatikan Allah yang maha kuasa. Didalam bahasa Ibrani dipakai kata El Shaddai. Jangan salah mengatakan. Kalau saudara mengatakan El Syadai, tidak ada arti apa-apa. Yang benar saudara harus katakan El Shaddai. Karena Syadai ini masih tetangganya sialan. Jadi saudara harus berkata El Shaddai.

Nah, bertahun-tahun kita bertanya apa arti El Shaddai itu. Ternyata Shad itu datang dari bahasa Ibrani yang berarti payudara seorang ibu yang menyusui anak. Tetapi baru-baru ini saya membaca satu keterangan El Shaddai adalah multi breasted one, artinya seorang ibu yang mempunyai persiapan susu yang sangat banyak, yang multi - yang banyak sekali. Kalau orang yang kaya disebut milyuner, tetapi kalau orangnya sudah nggak bisa kehitung kayanya disebut multi milyuner. Nah, El Shadai disebut multi breasted one, yaitu Allah seperti seorang ibu yang mempunyai persedian susu yang sangat cukup.  Dan bukan kebetulan saudara tadi kita mendengar kesaksian satu jemaat kita punya anak juara bayi sehat di Cianjur. Waktu seorang ibu mengandung bayi, dia punya payudara tidak mengandung air susu - tidak ada, tetapi heran ketika bayi itu lahir, tiba-tiba susu ibu ada.

Di Jakarta satu ibu, jemaat kita punya keluarga, itu melahirkan kembar 3. Pada waktu kembar 3 itu lahir, saudara, heran payudara ibu itu mempunyai susu yang cukup untuk ke 3 bayi ini. Tengah malam kapanpun dia minum - cukup. Nah, Tuhan memperkenalkan diri kepada Abraham sebagai Allah yang mempunyai persediaan yang cukup. Akulah Allah multi breasted one, Akulah Allah yang maha kuasa.

Nah, didalam hukum ekonomi, dimana ada demand - keperluan, supply harus ada. Kalau supply nya kurang, harga jadi naik. Umpamanya saudara cari minyak tanah, tiba tiba tidak ada minyak tanah. Harga minyak tanah langsung melambung naik. Demand ada, permintaan ada, ada tuntutan, ada permintaan, ada keperluan  tapi supply nya tidak ada, maka harga jadi naik. 

Nah, saudara dengar baik-baik 10 menit pertama ini. Allah yang kita sembah Allah El Shaddai adalah Allah yang mempunyai supply yang cukup. Berapapun demand nya, apapun keperluan saudara, berapapun, dimanapun saudara berada, kerja apapun anda, sebagai apapun saudara malam hari ini, saudara perlu apapun juga - Tuhan sanggup mensupplynya.  Dia mempunyai supply yang cukup dari demand kita. Kita perlu apa, Dia punya satu supply, punya persediaan yang cukup.

Nah, heran, Tuhan memperkenalkan diri kepada Abraham sebagai multi breasted one, satu ibu yang mempunyai persediaan susu yang cukup. Kita lompat dahulu kepada Pilipi 4.  Disana Rasul Paulus juga mengatakan atau menuliskan satu ayat yang similar atau mirip-mirip dengan kejadian 17 tadi. Ayatnya yang ke 19 : Allahku akan memenuhi - supply - segala keperluanmu - demand - menurut  kekayaan dan kemuliaannya dalam Kristus Yesus. Ada haleluyah?  Allahku akan memenuhi - mensupply, mencukupi - segala keperluanmu - demand kita, ekonomi, rohani, kesembuhan, kesehatan, kekuatan, penghiburan, damai sejahatera, harmonisasi dalam keluarga, keuntungan dalam usaha, dsb. Apapun keperluan kita Allahku, kata Paulus, akan memenuhi - supply, segala keperluanmu menurut  kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus.  Ini Allah kita yang kita kenal dalam kata El Shaddai, Allah yang mencukupkan segala keperluan kita. Kebutuhan kita, baik yang paling dasar sampai yang mungkin kita tidak bisa ngomong sama teman kita. Kebutuhan kita - Dia tahu dan Dia sanggup memenuhi memberi supply segala keperluan kita.

Saya belum khotbah dulu. Saya ingin terangkan dulu ini mengenai antara supply dan demand. Pemenuhan kebutuhan dari keperluan kita. Kita lihat Lukas 15. Sekali lagi kita baca anak terhilang ayat 11.

15:11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. 

Saudara harus perhatikan cerita ini tidak bilang yang bungsu nakal, yang sulung baik. Tidak. Dia cuma bilang ada seorang punya 2 anak laki-laki. Dia tidak bilang yang bungsu nakal, yang sulung baik. Tidak. Hanya disebut ini bapa punya 2 anak laki-laki.

15:12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: - Tiba-tiba yang bungsu berkata : - Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. - Dia menuntut, dia demand, dia memerlukan warisan yang menjadi hak dia. Saudara baca kalimat berikutnya. Papanya nggak bilang buat apa? Keur naon? Nggak. - Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. 

Begitu ada demand, sang bapak memberi supply. Saudara jangan perhatikan yang bungsu yah. Saudara perhatikan yang bapa ini. Dia memberi supply. Silakan ini. 

15:13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. - Itu urusan nomor dua. Itu tidak ada hubungan dengan supply and demand tadi. Dia pakai salah ini kekayaan. Dia pakai foya-foya -
15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. - Timbul bencana kelaparan. Kalau kelaparan, tuntutannya yang diperlukan apa, saudara? Makanan! Makanan yang diperlukan tidak ada. Lapar. Tidak ada. Ayat 15, -

15:15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. - Heran saya juga. Kok di ladang ada babi? Di ladang kan mustinya ada gandum. Makanan. Tapi tidak ada makanan, yang ada babi. Karena sedang bala kelaparan. Nah, kalau lagi bala kelaparan, orang lebih untung piara babi daripada piara orang. Tadi satu hamba Tuhan, eks Cianjur yang bersaksi. Dia pingsan naik gunung, karena belum biasa. Tapi waktu saya lihat badannya, gemuk juga. Berarti disana ada makanan, yah. Kalau ini, menurut lagu gambang keromong, kurus kering kurang daging kaya kucing. Itu saudara-saudaraku, tidak ada makanan. Dia tidak bisa makan. Maka orang lebih senang piara babi. Ada babi hong, tidak ada orang hong. Tidak ada. Ko Uhong, ada. Tetapi saudaraku, orang hong, nggak ada. Babi hong ada. Jadi saudara-saudara, -

15:16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas - Demand, ingin makan - yang menjadi makanan babi itu, - Makanan babi jadi indah. Makanan babi, bekas kol, bekas apa, semua yang bekas-bekas, yang busuk-busuk. Karena babi makan segala macam. Bangkaipun dia makan. Ular, saudaraku, dia takut sama babi. Kenapa apa?  Bisa ular tidak mempan sama babi. Jadi kalau bangkai ular, dia makan. Babi makan segala macam. Nah, sekarang ampas. Ampas itu barang sisa. Saudara-saudaraku, dunia cuma bisa kasih tinggal ampas sama kita. Berbahagia kalau kita punya Yesus. Karena Yesus tidak pernah kasih ampas. Dia kasih makanan yang terbaik. Dia kasih gandum yang baik. Dunia cuman bisa kasih ampas. Ini ampaspun dia tidak bisa makan. Padahal demandnya, keperluannya : Makanan. Lalu dia pikir begini, ayat 17, - 

15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. 

Dia bandingkan dengan budak-budak dari papanya. Kok bujang papa saya, papa saya punya karyawan yang nomor tujuh belas sekalipun, nggak ada yang lapar seperti aku. Kok aku ini anak cukong, anak raja, anak konglomerat, disini aku kelaparan, ngangon babi. Ngangon domba masih ada lagunya. Ngangon sapi masih ada lagunya, Aku ini si gembala sapi. Tapi ngangon babi nggak ada lagunya, Aku ini si gembala babi. Nggak akan laku itu lagu. Apalagi orang islam. Cabut, tarik, kaset itu dari peredaran karena mengandung babi, haram itu kaset. Pasti orang islam bilang begitu. Tidak akan laku aja kalau kaset ada aku ini si gembala babi. 

Saudara bisa bayangkan, saudara-saudara, anak ini mulai membandingkan dengan orang yang nomor 1001, dari keluarganya besar. Di sana kenyang. Ah, aku mau kembali. Tapi dia tahu diri, dia sudah salah. Saudara, orang yang tidak pernah salah, itu orang besar. Dan saya belum pernah lihat waktu umur saya sudah 54 tahun sekarang ini, belum pernah lihat, orang yang tidak pernah salah. Belum pernah. Tapi kalau ada orang yang tidak pernah salah, itu orang besar. Yang kedua, kalau orang itu sadar akan kesalahannya, dia orang lebih besar. Yang ketiga, orang itu mau memperbaiki kesalahannya, dia orang paling besar. 

Dan anak ini, dia sadar dia salah. Dan kalau dia sudah sadar dia salah, dia mau memperbaiki kesalahannya. Aku mau pulang sama bapak. Dan dia bilang, aku mau ngomong begini sama papa: Pa, aku sudah salah kepada Sorga dan kepada papa. Jangan jadikan saya anak. Jadikan saja saya pembantu, hamba. Saya mau tanya dulu saudara, yang diperlukan anak ini apa? Hanya coan cia saja dah. Ketemu papa mah itu hanya untuk jalan saja, supaya saya bisa makan. Makannya apa? Nggak usah dijadikan saya ini anak lagi. Udah dah lupakan, saya sudah salah sama papa, salah sama Sorga. Jadi jadikan saya ini budak, pegawai, asal bisa makanlah, pa. 

Tadi dari Jakarta saya pulang, harus lewat Sukabumi karena macet. Tiba-tiba saya ingat papa, mama saya, karena lewat Cibadak. Terharu juga, nangis juga sedikit lewat Cibadak, lewat Sukabumi tadi. Ingat waktu saya masih kecil. Di Cibadak itu ada satu orang namanya Awih. Awih ini anak sekolah minggu mama saya. Tapi kurang beruntung karena dia punya pikiran agak terganggu. Jadi dia punya hidup hanya memohon, meminta-minta dari toko ke toko orang Tionghoa saja. Aci, ko, cap tun. Jadi kalau datang di Cianjur, aci Coan, cap tun. Kotor bajunya, papa saya, mama saya bilang, Awih mandi. Dia mandi, bersih. Ini ganti baju baru, dikasih baju baru, dia jual, dibelikan makanan. Dia hanya mau hidup dengan pakaiannya yang lama. Awih, dia jalan-jalan. Aci Coan, cap tun. Jenggot kemana-mana. Aci Coan, cap tun. Akhirnya mama saya nggak bisa tolong lagi, sudah dikasih apa saja, dia jual hanya untuk makan. Kita cari-cari sekarang kemana dia, saya nggak tahu dimana. 

Banyak orang kristen seperti ini. Tuhan mau berkati, dia nggak mau. Tuhan mau angkat, dia nggak mau. Tuhan mau kasih pakaian dia nggak mau. Sama seperti anak terhilang ini. Nggak usahlah saya dijadikan anak. Jadikan saja saya kacung nggak apa-apa, pah - asal makan. Demand nya itu begitu. Tapi saudara lihat supply nya sekarang. Allah El Shaddai itu seperti apa. Ayat 20  

15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. 
15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. 
15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. 
15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 
15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. 

Dia kaget. Bilang: Papa saya sudah berdosa kepada Sorga dan kepada bapa. Aku tidak layak lagi disebut anak. Jadikan saja saya kacung, hamba. Saudara kalau saudara baca ini, coba dong renungkan. Bapa nya itu lari saudara. Dengar: Untuk setiap satu langkah anak ini - karena kelaparan dia, menggigil mendekati rumah bapanya - ayahnya sepuluh langkah lari menghampiri dia. Kalau saudara mau datang sama Tuhan - apapun keadaan saudara, datang dengan keadaan saudara yang seperti apapun, datang saja kepada Tuhan, saya yakin demi Alkitab ini diatas kepala saya, Dia pasti lari mendapatkan saudara. Dia akan rangkul saudara dan mencium saudara. Dia tidak bilang begini: Ini, tahu rasa tinggalkan papa. Tidak ada. Sang bapa langsung supply bawa pakaian, yang apa saudara? Yang terbaik. Coba ambil dulu pakain bekas di lemari itu. Nggak. Pakain yang terbaik. Ini Allah El Shaddai. 

Dia mau memberi memakaikan pakaian yang terbaik untuk .... buruk-buruk papan jati, jelek-jelek anak sendiri. Ini pake. Belum selesai, bawa pakaikan cincin pada jarinya. Sepatu pada kakinya. Budak, saudaraku tidak boleh pakai sepatu. Dia harus telanjang kaki. Tapi anak ini kan kembali sama Bapa. Bapanya kan cukong. Bapanya kan El Shaddai ini. Sang Pensupply. Pakai ini sekarang. Ambil lembu yang tambun. Bukan lembu yang sakit, lembu yang tambun yang sehat sembelih kita bikin pesta. Anakku yang mati sudah hidup, yang hilang sudah kembali. Ceritanya happy ending. Sampai di situ baru 50%. Ayat 25 koko pulang dari ladang.   

15:25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. 
15:26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. 
15:27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. 
15:28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. 
15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. 
15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. 
15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku - supply - adalah kepunyaanmu - supplymu. 
15:32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Maaf, saya katakan banyak orang kristen seperti anak sulung. Saya sudah bawa perpuluhan, saya sudah setia datang kebaktian, saya sudah bedsone, saya sudah ikut doa malam, saya suka memberi, kenapa saya sakit? Saya sudah didoain sama ko Yoyo, kenapa belum sembuh? Saya sudah berusaha, kenapa belum diberkati? Apa kata papanya? Milikku - supplyku adalah milikmu - supplymu. 

Jadi saya mau katakan : Apa kebutuhan saudara? Lho, nggak berpakaian saja dikasih yang terbaik. Lihat ciakah saja dikasih sepatu. Lihat jari nggak ada cincin dikasih cincin. Apa kebutuhan saudara? Coba pikir hari ini. Sementara saudara duduk di rumah Tuhan. Apa kebutuhan saudara? Tuhan mau kasih yang terbaik, lho. Bukan nomor dua. Yang terbaik - dari usaha mata pencaharian, pekerjaan, keuangan, harmonis dalam rumah tangga keluarga.

Nih, ada 3 ini. Dengar baik-baik. Ada keluarga yang keuangannya cukup tapi keluarga kurang harmonis. Ada yang keluarga uang cukup harmonis tapi kesehatan terganggu. Ada yang kesehatan baik, keluarga harmonis tapi keuangan kurang. Jadi selalu saja dalam 3 hal ini ada yang kurang padahal dari Tuhan, Tuhan  janji saudara punya keuangan dicukupi, saudara punya keluarga harmonis, dan saudara punya kesehatan dijamin. Itu dari Tuhan. Demand nya apa sekarang saudara? Tuntutannya apa? Apa yang saudara butuh dari Tuhan? 

Tuhan itu baik. Tadi saudara nyanyi: Allah itu baik - itu Tuhan. Sakit penyakit bukan dari Tuhan. Tuhan tidak mendisiplinkan anak-anaknya dengan sakit. Tidak. Sakit penyakit itu dari Iblis dan dari dosa. Dan Yesus mati diatas bukit Golgota  untuk menebus kita dari segala kutuk maut dan dosa dan penyakit. Dengan bilur-bilurNya segala sakit kita sudah disembuhkan. Usaha kita kemiskinan, bukan dari Tuhan. Tuhan tidak mau membuat anak-anak Tuhan miskin. Tidak. Dia beri hidup berkelimpahan. Itu sebabnya waktu anak ini pulang dikasih apa yang dia butuhkan. Puji Tuhan. 

Coba sekali lagi kita lihat satu contoh dalam Yohanes 6, bagaimana Tuhan Yesus juga mengajar memperlihatkan kuasanya bagi umatNya. Ayat 5 
6:5 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" - Jadi ada kekurangan makan
6:6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. 
6:7 Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar - kalau ada uang dan kalau ada roti - tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja." 

Jadi demandnya terlalu gede, keperluannya terlalu besar. 5.000 orang laki-laki saja belum perempuan belum anak-anak. Menurut Pdt Cho Yong Gi dari Korea lebih kurang 15.000 orang ini yang memerlukan makan tidak ada makanan. Kalau ada uang 200 dinar, beli rotinya dimana? Ini sudah 3 hari. Ayat ke 8. 

6:8 Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: 
6:9 "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" 

Saya tahu saudara punya uang. Tapi mungkin uang saudara tidak cukup meng-cover apa yang saudara perlu. Ada 5 roti dan 2 ikan. Tapi yang mau makannya 5.000 orang laki-laki. Mana mungkin cukup. Demand begitu besar, supply tidak ada. Ayat 10.
6:10 Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. - Baru laki-laki, belum perempuan, belum anak-anak5.000
6:11 Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. 

Lur biasa mujijat terjadi.  5 roti dan 2 ikan Yesus pegang. Ia berdoa, Dia kasih berkat. Lalu Dia mulai  pecah-pecahkan bagi-bagikan. Begitu pecah jadi roti, begitu pecah jadi roti. Begitu juga ikan. Sampai 5.000 orang kenyang. Coba ikuti ayat 11 bagian akhir : 'Sebanyak yang mereka kehendaki'. Baca. Coba robah sekarang kata mereka dengan saya : 'Sebanyak yang saya kehendaki'.  Coba kata kehendaki mungkin agak kasar kita robah dengan perlukan : 'Sebanyak yang saya perlukan'. 

Saudara, kalau kita makan bersama dengan orang-orang, biarpun tuan rumah bilang silahkan makan bebas - kita musti ada ukuran. Ingat orang lain belum ngambil sayur itu walaupun eta kabeuki urang. Entong dibeakeun jeung piring-piringna. Jangan. Walaupun eta teh urang pang beukina. Jangan. Ingat. Tapi ini Tuhan lain. Dia mensupply sebanyak yang saya perlu. Saya yakin mereka makan sampai eeuu ... sampai teurab (bersendawa - peny.). Sampai kenyang. Tuhan Allah El Shaddai, Allah yang multi breasted one. Saudara dan saya sebagai bayi-bayi, sebagai anak-anak yang memerlukan Firman, memerlukan kekuatan dari Tuhan. Malam hari ini  saya cuma tanya balik, apa yang saudara butuhkan?  

Nah, orang Manado punya pameo saudara. Ada 4B orang Manado terkenalnya. Satu: Bubur Manado itu paling terkenal, B pertama. Yang kedua: Bibir Manado. Itu kalau orang dunianya cantik-cantik gadis Manado. Yang ketiga: Bodi Manado, katanya, Badannya. Yang ke empat ini: Babungkus. Artinya kalau orang Manado kalau diundangan sudah makan kenyang masih suka bebungkus. Bungkus dilipat-lipat bawa pulang. Jangan marah orang Manado karena sayapun Manado. Dan sayapun saksi hidup lihat di Manado orang babungkus itu. Sudah kenyang masih babungkus. Tidak heran karena saudaraku Alkitab katakan 12 keranjang penuh. Sudah tidak bisa makan lagi. Kumpulkan, kata Yesus. 12 bakul. Lihat supply dari Tuhan berkecukupan, berkelimpahan. Banyak sisanya. 

Nah, saya yakin saudara sayang kepada saya, saya juga rasa saudara itu mengasihi saya, menyayangi saya bahkan mendoakan saya - saya yakin itu. Tetapi ada yang sayang saya itu cuma khotbahnya. Resep lamun ko Yoyo khotbah. Ko Yoyo khotbah mah panjang oge rasana teh heunteu pondok. Lucu khotbahnya. Seger. Ngerti. Gampang. He-euh. Tetapi sayang paket saya saudara tidak sukai. Contoh. Kalau saya pergi, saya wakilkan kebaktian-kebaktian itu kepada hamba-hamba Tuhan. Mungkin ada jemaat bilang begini, mungkin ini : Ah, moal kebaktian ayeuna mah. Nu khotbahna lain ko Yoyo. Bukan pak Awondatu yang khotbah. Saya mah nggak. Itu saudara cuma cinta saya khotbahnya tapi paket saya saudara tidak sukai. Contohnya. Paket saya adalah tiap tahun kita bikin family camp. Saudara senang dengar khotbah saya tapi family camp saudara nggak suka ikut.  Saudara cuma senang khotbah saya tapi paket saya saudara tidak suka. Nah, saya kirim sms hari ini untuk saudara: Terimalah paket dari Tuhan seutuh-utuhnya, jangan separuh-separuh. Saya kasih Pilipi 1:29: Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, 

Banyak anak Tuhan mau rotinya. Itu sebabnya kita mau lihat bagian terakhir dari Kejadian 17 : "Akulah Allah Yang Mahakuasa - El Shaddai -, ... hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. Ini bagian ke 2 dalam satu paket. Hidup dengan tidak bercela. Kalau saya baca ayat ini saya selalu ingat satu murid saya, marinir, Bpk Piai eks marinir. Dia sekarang sudah jadi hamba Tuhan daerah Bogor. Dia duduk dekat pintu saudara di kelas, waktu saya suruh dia baca. Dia baca memang kacamatanya nggak cocok, dia baca jauh-jauh : Berjalanlah dihadapanku dengan tidak bercelana. Waduh, gempar semua orang saudara. Saudara bisa bayangkan bagaimana kalau kita berjalan dihadapan Tuhan dengan tidak bercelana. Dengan tidak bercela maksudnya. Dengan tidak bercela. 

Nah, ini paket. Kita mau supplynya dari Tuhan, ada paketnya dari Tuhan - ini juga harus diperbaharui. Kalau saudara punya kartu kredit saudara pakai dikasih tapi harus bayar 3 persen. Itu paket. Sudah persetujuan. Karena bank juga musti gaji pegawainya. Musti bikin itu kartu kredit. Saudara pakai kartu kredit maunya belanja 1.000 bayarnya 1.000. Nggak bisa. Ada paketnya. Bayar bunga 3 persen. Ada paketnya. Nah, ikut Tuhan itu pakai paket. Tidak ada mahkota tanpa salib, tidak ada salib tanpa mahkota. Kalau saudara mau mahkota ikut dong bawa pikul salib. Ieu mah hayang ngeunahna wae ikut Yesus teh. Sembuhna hayang, berkatna hayang - tapi kerjanya nggak mau. Korbannya nggak mau, doanya nggak mau, puasanya nggak mau. Jalan diatas air mau tapi kerja buat Tuhannya nggak mau. Nggak bisa dong, itu dalam satu paket. 

Ada satu murid saudara dari Timor-Timur. Dia sampai Surabaya mau masuk Cianjur perempuan. Dia dengar di Surabaya : Wih, Pak Awondatu itu galak. Pendeta Awondatu itu galak. Jadi dia takut masuk Cianjur. Galak pak Awondatu itu. Tapi dia dengar lagi orang lain ngobrol : Oom Yoyo baik. Jadi dia bilang : Ah, biar pak Awondatu galak, kan ada oom Yoyo yang baik, jadi saya mau masuk Cianjur. Dia masuk Cianjur, saudara, masuk Sekolah Alkitab. Pelajaran pertama pelajaran Roh Kudus. Siapa yang ngajar? Ini oom Yoyo. Oh, oom Yoyo - wah dia senang. Begitu muncul pak Awondatu, baru dia tahu : Oh, pak Awondatu dan oom Yoyo itu satu paket. Kalau lagi galak itu Pak Awondatu. Kalau lagi ngelucu itu oom Yoyo. Itu satu paket saudara. 

Nah, Tuhan adalah Tuhan satu paket. Jangan kita ambil setengah paket. Harus full paket. Makan bakmi bisa separoh tapi ikut Tuhan nggak bisa separoh-separoh. Musti sepenuh-sepenuhnya. Ikut Tuhan sungguh-sungguh - baru Tuhan supply. Nggak ada haleluyah? Supply datang kalau kita mau hidup sungguh-sungguh sama Tuhan. Berjalanlah dihadapanKu dengan tidak bercela. Dihadapan manusia mah jangan takut saudara. Manusia mah kita jalan bener saja disebut nggak bener. Iya kan? Kita dandan sedikit disebut centil. Maka saya cukur we kieu eunggeus. Sieun disebut gumasep. Nggeus we kieu. Orang lain kasih baju saya pakai: Duh ganti-ganti baju. Yang memberinya: Kapan brur, baju dipake? Ada teman saya antar saya dari rumah pake mobil masuk, bukan mobil saya - mobil orang: Ko Yoyo nggeus ganti mobil deui. He-euh ganti mobil teh, make mobil batur. Manusia mah suka salah aja nilai. Yesus aja jalan diatas air: Hantu - padahal Tuhan. Yesus aja dinilai apalagi kita. Udah  jangan peduli dah orang ngomong apa, jangan peduli. Mari  kita peduli apa penilaian Tuhan. 

Dulu mah kalau saya diomongin: Aduh, kenapa Tuhan? Why .. why .. kunaon? Mengapa? Mengapa aku diomongin? Mengapa, mengapa? Sekarang mah sabodo teuing. Heg edek ngomongkeun edek kabau-bau ka monyong-monyong heg terserah - asal saya dihadapan Tuhan bener aja. Kalau dihadapan Tuhan beres mah, nggeus beres. Sagala sesuatu beres. Ah, itu sebabnya malam hari ini jangan panjang-panjang khotbah asal sudah ngerti, saya sudah. 

Nah, pada malam hari ini apa demand saudara? Apa keperluan saudara? Apa yang saudara rindukan. Kita punya Allah El Shaddai yang sanggup memenuhkan segala keperluan saudara. Mari kita berdiri, kita nyanyi lagu El Shaddai. Tak usah ku takut ... 

-- o --    

Minggu sore, 23 Juni 2002  

FIRMAN ALLAH LEBIH DARI KESUKAAN KITA

Selamat sore, selamat berbakti didalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Sore hari ini ada banyak acara. Setelah FT kita akan menyerahkan anak, ada penyerahan anak dan ini saudara dari Jakarta. Saya juga bingung di Jakarta mau serahkan anaknya di Cianjur. Juga ada baptisan air. Saya mohon yang mau dibaptis angkat tangan hari ini. Ada 5 yang di sini. Ada yang di sebelah kiri? Puji Tuhan.

Mazmur 1:1-3. Saya tidak akan panjang khotbah karena acaranya terlalu banyak.

1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, 
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. 
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. 

Perhatikanlah kata yang terakhir. Di sana disebutkan 'apa saja yang diperbuatnya berhasil'. Dengan jelas dikatakan apa saja yang diperbuatnya itu berhasil. Saya mau tanya saudara: Apa saudara mau segala sesuatu yang saudara kerjakan itu selalu berhasil? Nah, saudara nggak yakin. Saya tanya lagi: Apa saudara mau segala sesuatu yang saudara kerjakan itu selalu berhasil? Nah, didalam dunia yang normal maka saya katakan itu juga ada didalam Alkitab dunia yang normal, maka kita harus siap memiliki hidup yang seimbang, yaitu kadang-kadang kita berhasil, kadang-kadang kita gagal. Kadang-kadang kita naik, kadang-kadang kita turun. 

Kehidupan normal itu ada di Pengkhotbah 3. Ada masa menanam, ada masa menuai. Ada masa hidup, ada masa mati. Normal, ya. Tetapi Tuhan mempunyai satu cara kehidupan yang lain yang dikatakan dibagian akhir : Apa saja yang diperbuatnya berhasil. Saya tanyakan apa betul Tuhan ini, apa saja yang diperbuat saya bisa berhasil? Tentu saja bisa, ya. 

Kita mulai dari ayat 1. Berbahagialah. Nah, saudara, gereja kita ada pada jalan Hasyim Ashari. Kalau i nya dibuang, Ashar - itu adalah kata bahasa Ibrani tentang berbahagia. Berbahagia dalam bahasa Ibrani dipakai kata ashar atau asher yang artinya bahagia itu diberkati - you are blessed. Saudara itu diberkati. Waktu saudara lahir diberkati, waktu saudara berjalan diberkati - you are blessed people!

Saya katakan minggu lalu bahwa Tuhan cinta semua bangsa - itu sama. Bahkan Dia mencintai Osama bin Laden. Sama. Tuhan mengasihi semua umat manusia dengan kasih yang sama, ya. Tetapi itu didalam kasih yang biasa. Tetapi kalau Dia mengasihi saudara dan saya sebagai umat-Nya, Dia mengasihi dengan satu kasih yang luar biasa, yaitu dengan kasih yang melalui kasih Yesus. Maka saudaraku, kita tidak sama. Ia Osama, kita O, tidak sama - kita mempunyai kasih yang lebih besar. Ada haleluyah saudara-saudara? 

Nah, Lady Di, saudaraku, tadi pagi saya bicara, kurang apa.  Lady Di mempunyai kecantikan, mempunyai suami yang kaya. Pernikahannya tahun 81 ...  82 itu, dia punya seleyer itu panjang sekali ... dan luar biasa dia uang, naik pesawat selalu pesawat kerajaan tentu saja kelas 1, dsb. Nah, dia mau ngomong apa saja asal angkat tangan angkat telepon semuanya disediakan. Padahal dia gadis biasa yang menjadi gadis luar biasa karena menikah dengan pangeran Charles. 

Tetapi saudaraku, inilah. Dia tidak hidup didalam kehidupan kristen yang seharusnya sehingga dia menikah, gelap-gelapan pacaran dengan Al Fayeed. Kalau saudara dia tetap memegang Alkitab, dia akan tetap memiliki hidup dan hidup mendapatkan pohon Al Hayat. Tetapi karena dia ikut Al Fayeed, maka dia jadi Almarhum. Dia mati. Dengan cara mati yang sangat menyedihkan ... 23 Agustus. Dengan cara mati yang sangat sedih. Yang tidak seharusnya, masih muda direnggut.

Mari kita lihat kata berbahagialah ini asher .. ashar. Orang yang tidak berjalan menurut nasehat orang fasik. Berbahagialah asher .. ashar, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa. Berbahagialah asher .. ashar .. yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh. Ini sudah dikasih tahu jalannya, kita tinggal lakukan saja. Berbahagia asher .. ashar, you are blessed. Kalau kita tidak berjalan menurut nasehat orang fasik. 

Yu, kita beli video porno. Tidak. Saya tidak. Murah, cuma 4.000. Nggak. Yu, kita taruhan bola. Pegang Brasil atau pegang Turki. Kecil-kecilan aja, cepe ceng. Nggak. Yu, kita coba-coba yu kesana yu ... Sekarang banyak guru-guru palsu. Yu, kita denger guru-guru palsu ... diundang lagi. Kalau saudara punya tulang belakang, kalau saudara punya rohani tinggi, saudara tidak akan ikut ini. Nggak. Tidak akan berjalan. Tidak akan duduk, tidak akan berdiri dijalan orang berdosa. Aku punya kandang, aku punya tempat beribadah. Yu, kita coba-coba yu disana yu ada orang kalau khotbah keluar asap dari hidungnya. Ya, bisa saja karena dia merokok keluar asap dari hidungnya. Yu, kita begini ... Tidak. Saya cukup dengan Yesus. Saya cukup dengan Firman. 

Dikatakan berbahagia saudaraku kalau orang itu tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh. Saudara jangan salah ya, musuhnya Yesus, itu musuhnya Israel, namanya juga Yesus. Jadi pada waktu Pilatus berdiri, dia bilang: Pilih mana yang kamu mau pilih, Yesus orang Nazareth atau Yesus Barabas. Yesus Kristus orang Nazareth atau Yesus Barabas. Yesus nya sama. Yang satu semua orang mayoritas pilih Barabas. Jadi itu saya ngeri sampai sekarang. Kalau orang Israel saja umat pilihan Allah saudaraku, umat pilihan Tuhan yang Tuhan bilang Aku dukung engkau diatas sayap burung nasar ... bisa salah pilih. Mereka tidak pernah pilih Yesus mereka bilang salibkan Yesus dan saya mau Yesus Barabas. Apalagi sekarang. 

Maka kita nggak bisa sok, kita musti deket-deket sama Tuhan, kita musti baik-baik sama Tuhan baru kita mengerti ya. Tapi tidak cukup kita berdiri kita berjalan kita duduk ada ayat ke 2. Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Bahasa Ibraninya Tora, hukum-hukum Allah. Haleluyah. Di Cianjur, biar begini-begini nggak karu-karuan masih ada hukumlah. Saudara kalau naik sepeda saudara, naik mobil kesana pasti ditangkap. Kalau nggak ada polisi pasti ada sopir bilang: Salah jalan, salah jalan ya. Satu arah satu arah. Ada yang kasih tahu. Hukum. Haleluyah. Kalau saudara berjalan dengan pasangan saudara, dengan istri saudara, dengan suami saudara, lalu bergandengan tangan jalan dijalan raya nggak ada yang protes. Paling ada yang nyindir sembari main gitar: Sepanjang jalan kenangan ... Nggak ada yang protes. Da salaki pamajikan. Tapi coba saudara menuntun orang lain yang bukan suami, yang bukan istri - distasion KA. Maka ada yang nyindir pake lagunya Ebiet G Ade: Perjalanan ini ... Udah ngaco jalannya saudara. Yang dipegang bukan orang yang seharusnya, tetapi orang lain. 

Jadi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN. Nah, saya mau tanya saudara sore hari ini: Apa FT itu saudara senang? Jangan dijawab. Apa saudara itu doyan demen sama sabda Tuhan. Suka? Senang? Rindu, kangen? Karena kalau saudara bilang iya tapi kita masih berdiri ditempat orang yang berdosa ... Berbahagialah orang yang tidak berjalan ... Berjalan ini - halak, bahasa Ibraninya. Berjalan. Lalu yang tidak berdiri - amad. Dan yang tidak duduk - yasab.  Halak .. amad .. yasab - tidak berdiri, tidak berjalan, tidak duduk - di antara orang berdosa. Puji Tuhan. Melainkan kesukaannya adalah Taurat Tuhan, Firman Allah. Dia mempunyai satu kesukaan. 

Saya mau buka pelan-pelan sekali ini kata 'kesukaan'. Tadi kita sudah nyanyi kesukaan Tuhan kekuatanku. Tetapi saudara harus mempunyai suka, didalam bahasa Ibrani dipakai kata hepso. Hepso itu disalin dengan Firman Allah itu lebih dari kesukaan kita. Kalau saudara senang merangkai bunga, merangkai bunga melati merangkai bunga ... Wanita sekarang memang agak kurang suka ya dengan merangkai bunga gitu seperti ini nih merangkai kurang senang, makanya dipakai yang plastik supaya dibikin sekali sudah bisa dipakai bertahun-tahun. Kalau dulu tiap minggu ada yang sumbang bunga. Baru segar fresh kiri kanan ini, ya. Saya yang suruh buang-buangin airnya kalau 2-3 hari sudah agak bau tapi fresh. Sekarang ini orang tidak suka merangkai bunga-bunga itu kurang suka. Lebih suka merangkai bunga deposito. Dia lebih senang saudara. 

Nah, itu hepso adalah delight. Apa kesukaan saudara? Umpamanya kesukaan saudara merenda. Memang pekerjaan dan memang hobi saudara merenda. Tapi saudara cinta kepada Tuhan itu kepada Tora itu kepada hepso itu - lebih dari merenda. Saudara memang mekanik mobil saudara ahli dalam mekanik. Saudara siap dan tahu mempelajari buku-buku tentang mekanik tetapi saudara cinta kepada Firman Allah itu lebih dari itu. Umpamanya saudara suka dengan saham ya. Saham saudara senang dengan saham di sini saham disana. Saudara mungkin memang punya ada uang dan saudara memang pandai bermain saham suka saham saudara bisa pelajari saham ini naik turunnya saham ini ... sampai saudara lagi mimpi juga lagi ngigo juga saham yang omongnya. Omongnya saham terus. Oke. 

Tapi saudara musti punya cinta kepada Firman lebih kepada cinta kepada saham. Saudara senang punya cucu saudara senang punya anak. Aduh, kalau saudara mandiin anak saudara mandiin cucu saudara, saudara  ngomong yang seger-seger, yang sehat-sehat, yang manis-manis anak mama cucu ema cucu engkong - saudara musti cinta Tuhan lebih dari itu. Saudara cinta kepada uang - Alkitab katakan ada orang yang cinta kepada uang sehingga kalau ia bangun pagi saudaraku dia bukan berdoa tapi langsung menjangkau uang yang dekat laci diangkat lalu dihitung. Sampai satu minggu kemudian dia harus diopname di RS karena infeksi bibirnya karena selalu menghitung uang tiap hari. 

Saudara cinta kepada Tuhan kepada Firman Allah harus lebih daripada kepada uang. Inilah hepso. Apa saudara sudah sampai kepada tingkat itu? Tingkat saat saudara berkata haleluyah saja saudara sudah nangis. Baru saudara ngomong haleluyah saudara sudah menangis. Karena itu kecintaan saudara kepada Firman melebihi ... Maka Daud pernah menyanyi Kemurahan-Mu lebih dari hidup. Sekarang saya mengerti. Dia mencintai Tuhan lebih dari hidupnya sendiri. Dia mencintai Firman Allah lebih dari dirinya sendiri. Nggak usah saudara jawab tapi apa saudara baca Alkitab tadi pagi? Tidak usah dijawab. Apa saudara mencari Tuhan tadi pagi? 

Dan ayat ke 2: Yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Dipakai kata hagah - merenungkan. Nah, kata merenungkan hagah ini seperti suara seekor lembu yang sedang memamah biak. Saya belajar itu SMP. Ternyata lembu itu kalau makan rumput, dia telan didalam perut yang pertama tapi dia keluarkan lagi ke mulutnya dengan enzim-enzimnya dan dia mulai mamah biak sambil sesekali mengeluarkan suara, menikmati itu rumput - dia mamah. Sudah ditelan dia keluarkan dia mamah. Hagah. 

Saudara kalau dengar FT, dengar ini perut kita yang pertama - telinga. Tapi mulai direnungkan, mulai dinikmati, mulai diresapi, mulai dirasa-rasakan. Mulai diterap-terapkan dalam hidup. Itu dimamah sambil saudara melenguh sedikit seperti lembu: Oh, begini ya. Oh, begini FA. Seperti tadi kesaksian tidak mengerti dia, belum mengerti. Datang kepada pastor, pastornya kawin. Untung dia nggak datang sama pendeta, pendetanya jadi pastur. Ya, kita melenguh seperti sapi yang sedang makan - inilah dikatakan perut yang pertama. Setelah sapi itu makan setelah dicampur dengan enzim, baru itu rumput ditelan kepada perut yang kedua. Perut yang kedua di dalam hidup kita adalah pengalaman hidup. FA didengar, FA dinikmati dirasa-rasakan. Betul apa tidak, ceng li apa tidak FT, lalu baru kita telan masuk di dalam penerapan pengalaman hidup. Begitu besok kita bangun pagi mulai menghadapi problem, mulai menghadapi persoalan - kita ingat FA. 

Di Jakarta ada satu ibu. Saya tidak sebut namanya karena saban hari dia kirim sms sama saya 3,4,5,6, sms penuh dengan kesaksian. Bapa, terus terang saya dulu ikut kebaktian di Pdt anu gembala kami itu, tetapi tidak pernah ada jawaban. Ketika suami saya meninggalkan saya, malah pendetanya bilang : Sudah saja cerai, tinggalin saja suami kaya begitu. Karena suaminya memelihara 2 ayam negeri. Kalau satu saja sudah bingung saudaraku sudah nangis bombay, ini piara 2 ayam negeri. Tetapi begitu saya datang di kebaktian bapa, bapa bilang jangan cerai. Bapa bilang renungkan FA. Lakukan FA. Maka dia mulai merenungkan, dia mulai melakukan, dia mulai mengasihi suaminya. Suaminya pakai uang banyak-banyak habis. Balik kerumah, istrinya tetap mengasihi dia. Dengan berdoa dia laksanakan FA. Dia terima sms, dia laksanakan. Dia terima sms, dia laksanakan. Mujijat terjadi. Sekarang kalau kebaktian sudah tiga orang. Suami, istri dan anak. Bahkan katanya ayam negeri itu sudah nggak tahu kemana. Udah dibuang. Puji Tuhan. Maksudnya ayam negeri itu istri muda, dua sudah dibuang. 

Saudara-saudara, kalau kita punya FA, kalau kita merenungkan Sabda Tuhan, menerapkannya didalam hati, masuk dalam hati lalu mulai terapkan dalam hidup sehari-hari, saya jamin segala perbuatan saudara akan berhasil. Haleluyah. Saudara mau ngomong amin atau tidak itu nomor 17. Pokoknya saya yakin Tuhan itu ya dan amin. 

Nah, perhatikanlah rahasia didalam ayat yang ke 3. Pemazmur memakai pohon sebagai contoh. Kebahagiaan dari  orang diumpamakan sebagai pohon yang ditanam ditepi aliran air. Ternyata aliran air ini adalah palga mayim. Mayim itu air tetapi yang dibuat menjadi irigasi oleh manusia. Memang sudah dibikin itu air itu sebagai air untuk mengairi. Irigasi mengairi tanaman, pohon-pohonan. Nah, pohon yang tumbuh di dekat irigasi itu, di dekat air itu, pohon yang tumbuh di dekat itulah yang subur, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. 

Ada 7 hal yang istimewa dalam ayat ini. Saya bisa kasih ketujuh-tujuhnya atau saya kasih hanya 3-4 mengingat waktu. Tetapi perhatikanlah bahwa ada satu bagian pohon yang tidak disebut disini. Disini ditulis mengenai daun, disini ditulis mengenai buah tetapi disini tidak ditulis mengenai akar. 

Akar saudara itu adalah bagian yang terpenting dari sebuah pohon yang tidak kelihatan mata. Kalau saudara kebaktian sekarang saya bisa lihat saudara, saudara bisa lihat saya. Tapi ada akar hidup rohani saudara yang mungkin saya tidak bisa lihat saudara tidak bisa lihat saya, yaitu doa. Rahasia doa adalah doa dalam rahasia. Orang kristen yang tidak berdoa, tidak lama lagi dia pasti berdosa. Orang kristen yang tidak berdoa dia tidak bisa seperti pohon yang tumbuh didekat sungai - dia tidak bisa tinggal tetap. Tidak bisa. Dia tidak ada pendirian, ia tidak ada tulang punggung. Dia tidak bisa berdiri. Boro-boro berbuah, berdiri saja dia tidak bisa. 

Kalau saya ikuti seorang kristen, saya ikuti 3 tahun saudara. Kalau saya ikuti perkembangan jemaat, saya ikuti perkembangan itu selama 3 tahun. Dalam 3 tahun itu bagaimana. Apakah dia bisa ada buah? Kalau tidak ada buah, itu berarti akarnya ada yang salah, ada yang mati. Inilah yang pertama saudaraku kehidupan kita adalah akar. Sebetulnya saya ingin bicara ini dalam Family Camp tapi Family Camp ada makanan yang baik ada lagi lain lagi. 

Nah, dimana akar saudara? Apa tadi pagi saudara berdoa? Apa tadi pagi saudara merenungkan FA? Apa tadi pagi saudara mengatakan Sabda Tuhan? Merenungkan? Apa tadi pagi saudara dipuaskan oleh Tuhan? Apa tadi pagi saudara mencari wajah Tuhan? Apa tadi pagi sudah dipenuhi dengan kesibukan? Apa tadi pagi saudara punya akar yang tidak kelihatan orang, tidak kelihatan mata, tidak kelihatan ayah ibu, tidak kelihatan anak, tidak kelihatan pendeta, tidak kelihatan jemaat? Tetapi akar itu menghisap irigasi aliran air ini. Palga mayim. Nggak bisa bohong. Orang kristen yang suka doa, dia tinggal tetap teguh. Yesus penebusku .. Ku tinggal tetap .. Yesus penebusku .. Ku tinggal tetap .. Seperti pohon tumbuh dekat sungai .. Ku tinggal tetap. 

Yusuf Roni punya pameo : Biar ranting bergoyang tapi akar ditempat. Bisa saja goyang tapi akar tetap ditempat. Jaman dulu, tahun 60 an - tahun 50 an, orang Pantekosta bilang : Satu kali Pantekosta tetap Pantekosta. Kalau sekarang : Satu kali Pantekosta, dua kali kamana wae. Tidak ada tulang punggung. Saya pikir, jemaat yang suka muter, muter, muter, muter, kalau mati jangan minta saya dong yang ngubur. 

Dulu ada jemaat, saudara. Hari Minggu ke gereja kita. Hari Selasa ke gereja lain. Hari Rabu ke gereja Peniel. Hari Sabtu ke Advent. Minggu depannya ke GKI, terus ke Katolik. Waduh saya bilang, bahagia sekali tuh orang. Sepuluh gereja di Cianjur dia masukin, terus ke Pasundan. Muter. Begitu mati, apa sepuluh gereja itu nganter? Nggak. Justru gereja-gereja pada bingung : Ini jemaat siapa ya, jemaat siapa? Saya tidak tahu. Dia tidak terdaftar, dia tidak terdaftar. Dia terdaftar disini tapi jarang kelihatan. Cuma muter-muter saja. Itu pohon bukan ditepi sungai, tapi pohon kebawa sungai. Kemana saja sungai itu berjalan, dia kebawa terus kemana. Nah, ini yang disebut NU - Nurut Usum (Mengikuti Musim, peny.). Keur usum beutah, beutah. Keur usum pindah, pindah. Keur usum reuseup, reuseup. Keur usum sila, sila. Keur usum silat, silat. Keur usum acleung-acleungan, acleung-acleungan. Ini saudaraku, yang seperti ini tidak bisa dipercaya sama Tuhan. 

Kembali lagi kepada FA. Yang pertama itu ada akar. Akar inilah yang menghisap .. ya, didepan ini ada tudung seperti payung, saudaraku. Ini kelas 4 SD punya pelajaran. Dialah yang menembus batu keras. Apapun tanah yang keras dia menembus sampai mencari air. Aduh, kita itu musti begitu. Kita musti begitu. Musti cari air biar keras, banyak problem, percobaan, terus cari air hidup. Kalau sudah ketemu, kokoh dia. 

Nah, keberhasilan yang dijanjikan, saudara-saudara oleh Tuhan disana, ternyata adalah keberhasilan silang. Kalau saya mau katakan keberhasilan silang, mungkin saudara agak kurang mengerti, kalau tidak saya terangkan. Keberhasilan silang itu begini. Yakub sudah buta. Bapanya Yusuf, Yakub, sudah buta. Sudah duduk di kursi saja. Seperti Gus Dur. Saya ketemu Gus Dur waktu dia presiden, saya ketemu di kantornya, saya masih dipintu, dia bilang, apa kabar pa Yoyo? Dia sudah begini ... menjulurkan tangan. Saya masih 3 meter baru masuk gitu, dia sudah begini. Dia kira saya sudah dekat. Kita harus kasihan, karena Gus Dur itu matanya dipake belajar luar biasa. Mungkin kata saya, yang paling pandai jadi presiden itu, yang paling sempurna, ya Gus Dur walau matanya tidak sempurna. 

Yakub itu dia diam. Lalu Yusuf itu bawa dua anaknya, jadi cucunya Yakub - Efraim dan Manasye. Manasye ini yang gede. Efraim yang kecil, yang bungsu. Jadi yang gede dipegang tangan kirinya Yusuf, masukin ke depan, ke pahanya, lututnya ... Jadi kalau ini Yusuf, ngadep ke saya, Yusuf pake tangan kiri ngadepin anaknya suruh berlutut didepan lutut, tangan kanan dari Yakub, karena dia ini Manasye, anak yang paling besar. Yang bungsu, Efraim, ditaruh disebelah kanan supaya kena tangan kiri, dapat second best. Waktu doa, bapa berkati dong saya punya anak, cucu papa ini. Oh iya. Begitu berdoa, dia berdoa begini ... menyilangkan tangannya. Karena dia buta, jadi si Yusuf dia bilang: Pa, salah pa, bukan itu pa. Anak sulung itu yang disebelah kanan, pa. Yang bapa pegang dengan tangan kanan itu bungsu, pa. Apa kata Yusuf? Aku tahu, aku tahu. Dia tidak lihat tetapi dia lihat dengan mata rohani. Anak yang sulung diberkati, tetapi anak yang bungsu akan lebih diberkati lagi. Itu nubuatan. 

Nah, ternyata berkat silang ini, saudaraku, turun kepada menjadi satu suku bangsa. Kalau saudara melihat bendera-bendera negara Eropa, yang ada bendera begini (silang, peny.) - itu turunan Efraim dan Manasye. Bendera di negara Eropa, yang ada cross nya begini, termasuk Australia - itu turunan Efraim dan Manasye. Berkat silang. Tetapi secara rohani berkat silang juga menjadi hak saudara pada sore hari ini. Saudara cari air, Tuhan cari saudara, memberkati. Saudara cari Tuhan, Tuhan cari saudara, memberkati. Anak terhilang cari bapa, bapa kasih baju, kasih cincin, kasih sepatu. 

Hampirilah Allah, Yakobus 4:8, maka Aku menghampiri kamu. Bisa bilang amin? Ini berkat, saudaraku, adalah berkat silang. Tidak bisa begini, karena Tuhan bukan manusia. Harus dengan silang. Harus ada cross. Dimana kemauan kita di cross oleh kemauan Tuhan. Kita cari Tuhan, Tuhan cari kita. Maka lambang kristen itu salib - cross. Silang. Berkat silang. 

Sebetulnya saya mau bilang, saudara itu punya 3 macam berkat. Nanti saya mau bicara 3 macam berkat ini di Family Camp. Maka ayo ikutlah Family Camp, berduyun-duyun. Marilah, marilah, mendaftarlah FC berduyun-duyun, 16-18 Agustus 2002 di vila Delamar yang akan datang. Mari ajaklah teman-teman, handai taulan, semua, dan jangan lupa bayar. Mari. Karena saudaraku, selama 3 hari itu kita akan mendengar banyak FA dari banyak hamba Tuhan. Saya sedang pikir-pikir siapa ini yang akan kita undang. Mungkin saya akan undang teman saya yang dari Singapura ini yang sedang ke Siberia ini supaya dia memberikan visi kepada kita bagaimana sebagai anak-anak Tuhan. 

Tetapi ini berkat silang. Berkat silang. Ada 3 berkat saudara. 1 .. 2 .. 3. Tapi saya tidak ngomong. Nanti saja disana. Tapi saya pertama ingin bicara mengenai berkat silang. Mau berkat? Cari Tuhan dulu. Mau buah? Jadi akar dulu yang baik. Cari air. Begitu kita lihat pohon di puncak kering, nah, kita sudah tahu itu akar tidak ketemu air. Musim kemarau sudah lama, pak. Nggak hujan. Begitu musim hujan turun. Hijau kembali itu pohon. Akar sudah ketemu air. 

Begitu juga dengan kita. Kalau kita tidak ketemu air hidup, kita tidak ketemu Firman, kita tidak ketemu Sabda Tuhan, kita tidak ketemu Yesus dalam doa - kering kita. Orang bisa lihat. Tapi begitu kita ketemu lagi air, kita berdoa lagi, kita cari Sabda Tuhan - kita ketemu lagi dia. Subur lagi. Sehat lagi. Begitu saja. Sampai nih usaha kita itu berhasil. 

Ini yang ketiga. Menghasilkan buah pada musimnya. Nah, saudara bisa perhatikan dalam ayat itu buah disebut dulu baru daun. Orang kristen musti keluar buah dulu baru daun. Biasa saya kalau Senin suka ada yang kirim sms. Kalau Senin pagi gitu, jemaat Cianjur: Oom, mau dibikinin ayam obat? Saya langsung cepet bales: Oke.  Pulang dari Amerika saya cape sekali saudara ku, sudah ketemu satu Senin, tidak ada itu sms. Nah, besok Senin lagi nih, nggak tahu ada atau nggak nih. Karena saya ini aduh kurang tidur. Bobin aduh ... waktu ketemu ibunya ketawa-ketawa. Ibunya kecil. Suaminya kecil, tapi imannya besar. Ya kita berdoa supaya besok adalah sms saya: Oom, mau dibikinkan ayam obat. Maksudnya ayam obat supaya saya itu cia po, katanya. Supaya saya itu sehat. Nyaah pisan ka ko Yoyoh teh. Anak-anak ada yang lulus, ada yang naik kelas itu mustinya bersaksi. Saya lulus, saya naik kelas. Bersaksi. Mustinya jadi rame nih malam hari ini ada kesaksian. 

Saudara lihat buah disebut lebih dulu dari daun. Bukan berarti daun nggak penting. Tetapi untuk sebuah pohon, mendingan kita punya buah daripada kita punya daun. Nah, ada satu jemaat dari Jakarta cinta kepada saya - dia tanamkan buah pohon mangga di rumah saya. Pohon mangga dia tanam. Ini ko Yoyo mangganya baik sekali, mangganya bagus. Ya nggak ada buahnya, kita nggak bisa ngomong. Dia tanam, dia bawa tanah dia tanam. Memang saudaraku itu daun lebat. Didagoan geus 3 tahun, ieu buah euweuh wae. Jadi saya bilang kita potong saja ini daun. Dia datang. Saya bilang tebang saja yah. Jangan jangan, nanti keluar. Ini diguntingin daun-daunnya. Kita guntingin daunnya sampe gundul. Kita tunggu lagi keluar daun lagi, buahnya mah nggak pernah keluar. 

Saya pikir kadang-kadang hati saya juga suka begitu saudara. Tunggu jemaat : Oom, saya mau dibaptis. Yes, itu buah. Pan saya itu sedih, kapan dibaptis? He ... heh gampang ko Yoyo. Oeh mah gampang. Dibaptis mah ngan neuleum hungkul kan? Gampang oeh mah, gampang. Oeh mah tinggal tatangga atuh, ngan  leumpang dua tilu lengkah gampang. Itu ngomong gampang udah 8 tahun saudara saya tunggu, belum dibaptis juga. Kebaktian, kebaktian setia. Duh saudara ini daun ini. Daunnya bagus. Itu pohon mangga saya saudara, daunnya lebar-lebar. Hijau. Merah. Lebar. Seger. Apa saya mesti makanin daun mangga, saudaraku? Yang kita perlu adalah buah mangga. Tapi nggak keluar-keluar. Puji Tuhan, anak-anak Tuhan di Cianjur jemaat kita 85 persen berbuah. 15 persen belum. Haleluyah.

Mari kita lihat ini yang keempat. Dan yang tidak layu daunnya. Saya katakan tadi daun bukan tidak penting karena daun tempat dimana memasak tepung. Daun itu penting tapi lebih penting lagi buah. Nah, kalau antara buah dengan daun didalam hidup kita, dalam pelayanan kita - daun ini hiasan, buah itu materinya. Mesen kue tart ko Oong. Kueh na we. Nggak didandanin. Kenapa kue tart dipesen? Yang dandannya itu yang dicari. Precet .. precet .. precet ... dibikin kembang, purulukan mesies.

Tadi malam saya diundang makan disitu di Moy Tung sama jemaat yang bikin ulang tahun cucunya. Waktu makan ini jemaat dia bilang sama saya : Satu kehormatan besar saya bisa makan sama ko Yoyo. Eh, saya bilang, soal makan mah iraha wae. Iraha wae soal makan mah. Pendeta mah paling senang makan sama jemaat. Bener. Saya sudah makan sama jendral aduh sudah sama anggota MPR ini sudah ketemu ini ...  saya sudah makan tapi ... sama Gus Dur sama presidenpun saya makan ... tapi  saya paling seneng makan sama jemaat. Apa lagi dibayarin - itu paling senang saudaraku. Bahagia ditengah-tengah jemaat. Puji Tuhan. Haleluyah.

Kembali lagi. Jadi ini hiasan ini saudara. Saya kasih nyanyi Setinggi-tingginya langit .. Lebih tinggi kasih Yesusku. Kan suka ada yang nyanyi gitu kalau di Jakarta. Suka pake kegerakan. Yesus hancurkan setan hancurkan setan Yesus hancurkan setan ... pake kegerakan - tapi itu hanya daun. Yang penting isinya, yang penting jemaat itu ada pendirian apa nggak. Ada isi Sabda Tuhan apa nggak. Ada Firman apa nggak. Itu yang penting.

Dulu kan ada: Kecantikan tiada arti tanpa rambut indah. Ya, kan? Itu apa tuh, iklan shampoo yah? Rambut indah tiada arti tanpa kecantikan. Bener. Rambut indah tapi nggak cantik. Gimana anak Tuhan rambutnya indah, daunnya bagus lebat nggak ada buah nggak cantik. Makanya jarang iklan shampoo memakai orang Irian. Orang Irian itu kalau kita lempar jagung di rambutnya, 3 bulan baru ketemu.

Nah, kembali lagi kepada FA. Bahwa yang penting disini saudaraku adalah bukan daun tetapi buah. Mari hendaklah engkau berbuah. 

Ayat terakhir. Sekarang kita baca Yohanes 15.  
15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, - Bukan berdaun banyak - sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 
15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. 
15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. 
15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku." 

Saudara mau berbuah banyak untuk Tuhan? Mari kita berdiri bersama-sama. Kita terima berkat daripada Tuhan. Haleluyah!

-- o --   

Minggu sore, 30 Juni 2002  

BANGUNLAH, BANGKITLAH

Selamat sore, selamat berbakti bertemu lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Pada sore hari ini saya akan berbicara mengenai 'Bangunlah. Bangkitlah'. Dalam lagu-lagu kebangsaan, lagu-lagu kemerdekaan, baik 'Indonesia Raya', selalu kita akan dengar  itu kata 'Bangunlah'. Bangunlah jiwanya , bangunlah badannya untuk Indonesia Raya. Itu ada kata bangun, satu ajakan yang luar biasa,  satu ajakan untuk rakyat Indonesia itu bangun. Bangunlah jiwanya. Nah, ini jiwanya yang belum bangun orang Indonesia ini kalau badannya sih sudah. Nah, jarang sekali orang Indonesia yang pendek-pendek, sekarang sudah tinggi-tinggi karena badannya sudah bangun. Kalau lagu kebangsaan RRC, ya saudara, walaupun kita di Indonesia, kita musti tahu juga itu lagu kebangsaan RRC. Saya separuhnya juga saya harus tahu, itu ada kata 'ci lai'. Dam .. da .. ra .. ra .. dam .. da .. ra .. ra ...dam. Ci lai itu artinya bangkit. Bangun. 

Apakah yang disebut bangun itu lagi tidur? Tidak. Ya, rakyatnya yang Indonesia itu tidak lagi tidur, kalau orang-orang Tiongkok juga tidak lagi tidur. Tapi nyanyian itu berkata bangun, ci lai - bangkit, penuh semangat, dan sebagainya. 

Nah, pada sore hari ini sebetulnya saya ingin khotbah mengenai 'Minyak Urapan', tetapi karena kita menghadapi perjamuan kudus, kita akan berbicara mengenai bangun ini, ci lai. Ada 4 kali dalam Alkitab ini kita diajak untuk bangun dan kalau kita sudah dengar ke 4 kali bangun ini, mudah-mudahan kita mengerti kita ini harus bangun dari hal apa.

Kita lihat yang pertama, dalam Kitab I Raja-Raja 

19:1  Ketika Ahab memberitahukan kepada Izebel segala yang dilakukan Elia dan perihal Elia membunuh semua nabi itu dengan pedang, 
19:2 maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: "Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu." 
19:3 Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana. 
19:4 Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku." 
19:5 Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: "Bangunlah, makanlah!" 

Ini cerita tentang nabi Elia. Nabi yang orang Israel paling sayang. Nabi yang  menurunkan api dari langit. Nabi yang menahan hujan supaya jangan turun 3,5 tahun. Nabi yang juga berdoa, dengan doanya hujan itu turun - setelah 3.5 tahun tidak hujan. Nabi yang baru mengalahkan 400 nabi Baal dan 450 nabi hutan-hutan, itu dibantai, semua dikalahkan oleh seorang Elia. Karena 850 nabi ini berdoa dari pagi sampai sore, melompat-lompat, menggetar, berguling-guling di tanah, menusuk-nusuk badan dengan pisau, tetapi tidak pernah api itu turun. Elia berdoa tidak sampai satu menit, api turun dari langit. Jadi Elia ini memang luar biasa. Tetapi saudara-saudaraku, hidup kita ini tidak selalu dibalur oleh sukses. 

Saudara, kita mesti sadar, bahwa hidup kita tuh tidak senang terus. Kita ini sama seperti naik pesawat. Orang yang naik pesawat terbang, saudaraku, tidak, pesawat itu tidak terbang terus begini, ada goyang-goyang, lewat awan goyang, lewat ruang hampa dia anjlok, goyang. Siapa yang pernah naik pesawat, dan saudaraku, tidak pernah goyang? Dia bohong. Kalau orang naik pesawat dan dia bilang, saya naik pesawat tidak pernah goyang. Dia pasti naik pesawat dalam mimpi. Karena orang yang mimpi tidak pernah goyang, wong di tempat tidur nggak goyang-goyang. Saudaraku, dia mimpi naik pesawat, tenang. Tetapi orang yang betul-betul naik pesawat, dia akan tahu kadang-kadang pesawatnya tenang, sampai kita ketiduran. Kadang-kadang dia tidak bisa tidur karena pesawat itu goyang.

Demikian juga dengan Elia. Elia ini tidak hanya dibalur dengan sukses dengan keberhasilan. Tetapi juga kadang-kadang dia menghadapi ancaman, menghadapi satu serangan. Heran, 850 nabi Baal dia kalahkan, tapi satu perempuan nama Izebel, ia ketakutan setengah mati. Dari ketakutan ini dia jadi depresi. Kadang-kadang kita menghadapi musuh yang besar, kita berani kita kalahkan. Tetapi dengan urusan yang kecil kita ketakutan, kita jadi depresi. Lalu Elia meninggalkan pembantunya: Kamu jangan ikut campur, kamu pulang saja. Dia jalan, masuk di padang gurun satu hari perjalanan. Cukup jauh, 30 km ada itu. Dia duduk dibawah pohon arar. Pohon arar itu pohon yang daunnya saja jarang. Dia duduk. Mau duduk, mau berteduh saja, nggak ada daunnya. Maka dia bilang: Cukuplah sudah. Tuhan, saya mau minta mati saja.

Kadang orang sakit, yang sudah tidak tahan sakitnya di RS, ini di Amerika, minta dibikin undang-undang memilih untuk mati. Saudara tahu pemain band The Beatles, itu Paul Mc Cartney punya istri itu, Linda Mc Cartney, dia minta ... dia kanker, tidak bisa ditolong, ... dia minta disuntik mati. Dia naik kuda sama suaminya hari ini karena besok akan mati. Dia naik kuda, berpisah, suaminya harus relakan karena dia tidak tahan sakit, dia minta mati. 

Kita kalau lagi ngalami percobaan, ngalami problem, ya Elia saja nabi minta mati. Apalagi kita. Tapi disinilah kita mau belajar satu hal yang pertama : Elia itu tidur. Cape, jalan satu hari, tidur. Nah, ini yang pertama. Malaikat bilang : Bangunlah .. makanlah. Malaikat tidak bilang begini : Bangun, lipat lutut, berdoa. Bangun .. makan. Sangat manusiawi. Sangat normal. 

Jadi pesan saya untuk saudara, kalau saudara sedang ada dalam depresi dan saudara tidak mau maju lagi, saudara rasanya, ah mau berhenti saja cape, nggak tahan lagi. Cape, lelah. Exhausted. Saya yakin Tuhan tahu. Tapi Tuhan datang dengan melalui malaikatnya, dan datang kepadanya : Bangunlah ... makanlah. Saya ulangi. Ini kalimat sangat manusiawi, sangat biasa. Tuhan nggak suruh : Bangun .. doa, bangun .. puasa, bangun .. berlutut. Bangun .. lihatlah ada api dari  .. Nggak. Bangun .. makan. 

Saudara senang punya Tuhan yang memperhatikan soal-soal kecil? Bangun .. makan. Kita baca.      

19:6 Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.
19:7 Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu."
19:8 Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

Saya katakan tadi bahwa malaikat tidak suruh dia sembahyang, tidak suruh dia berlutut, tidak suruh dia mengadakan membaca Alkitab atau membaca Firman. Dia suruh makan. Satu bahasa yang sangat sederhana. Apa maksudnya FA? Bangunlah dari depresi. Jangan dilayani perasan depresi. Bangun biasa. Jangan dilayani. Itu perasaan putus asa itu jangan dilayani. Bangun. Lalu apa? Makan. 

Apa maksudnya makan? Hidupi jalan itu dengan biasa. Kita kan makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan. Berjalan. Hidup biasa. Kerja. Jalani hidup. Belum hari ini dijawab Tuhan, jalani saja. Belum besok, jalani terus. Satu kali, masa sih Tuhan tidak jawab. Pasti Dia jawab. Kebanyakan kita seperti Elia pada kali yang pertama. Habis makan tidur lagi. Dibangunkan lagi sama malaikat: Bangun .. makan. Kalau kamu tidak makan, kamu tidak kuat, perjalanannya sangat jauh. 

Maaf, saudara. Ini yang kasih roti bukannya pabrik roti, ini malaikat. Jadi rotinya luar biasa. Yang kasih air didalam kendi bukan manusia. Ini malaikat Tuhan. Maka airnya luar biasa. Bangun. Jadi kalau saudara-saudara percaya FA, ini FA bisa jamin saudara jalan '40 hari 40 malam' dalam bahasa tanda kutip bahasa Alkitab, sampai kepada bukitnya Tuhan. Ada haleluyah? 

Tadi pagi saya di Jakarta dapat berkat sangat besar, karena saya punya .. saya suka bilang anak rohani, karena dia orang Surabaya, dulu kebaktian di tanah Abang. Tetapi beberapa tahun balik lagi ke Surabaya tahun 98 dia ke Batam. Saya sudah pernah saksikan disini tapi baru saya dengar kesaksian komplit itu tadi pagi. Saya undang dia tetapi belum di jawab untuk bersaksi dalam Family Camp. Tiap hari saya kirimi sms. Dia bersaksi begini itu ibu tadi, dia datang suami istri. Tahun 98 dia tidak punya uang. Dia hanya datang ke Batam hanya bawa badan. Tidak punya uang, tidak punya apa-apa. Suaminya suka memborong bangunan tetapi karena ekonomi lagi turun jadi berhenti. Lalu dia bilang : Tuhan, saya ingin membuka Rumah Makan. Dia buka RM, RM Ayam Penyet. Warungnya kecil yang duduk kurang lebih paling bisa 10 orang. Warung Makan Ayam Penyet. Kontrak. Disinilah kalau kita mau rajin ya. Tapi dia diruang atas ada kamar doa. Dia selalu berdoa pagi itu 1 jam dengan karyawannya dia ajak. Habis tutup toko, dia berdoa lagi. 

Sekarang dia punya langganan yang makan di restoran .. restorannya ada enam sekarang. Dan ini milik dia. Bukan lagi sewa bukan lagi kontrak. Pegawainya 50 orang, 3 kristen 47 muslim. Tapi yang 47 ini tiap hari dengar dia khotbah. Tiap hari dengar dia baca Alkitab. Dan tiap hari kebaktian nyanyi lompat-lompat di kebaktian dia sebelum buka warung. Dan dia buka sekarang 3 di Jakarta. Saya sudah makan di satu warungnya di Kebun Jeruk. 

Saudara-saudara, dalam 4 tahun dari tidak punya apa-apa, 6 RM di Batam, 3 di Jakarta, mobil 4, tidak ada hutang. Dia tinggal di satu perumahan yang paling mahal. Dia diberkati oleh Tuhan. Saya yakin kalau Tuhan bisa berkati ibu itu, Dia pasti bisa berkati kita asal kitapun melakukan yang sama seperti ibu itu lakukan - suka berdoa. Tadi dia datang kebaktian setengah 10, dia datang setengah sembilan. Kebetulan saya setengah sembilan sudah duduk di kebaktian. Dia tidak datang sama saya dia kasih tangan apa. Nggak. Dia langsung doa. Dia langsung menyanyi dalam Roh. Dia langsung berbahasa Roh. Dia langsung berdoa. Emang jemaat kita disana kalau belum mulai, baca Alkitab, ada yang sembahyang. Paling baru 5 orang. Sampai 40-50 orang baru kita mulai. 

Hari Minggu tutup. Baik yang di Batam maupun yang di Jakarta Minggu tutup padahal Minggu paling banyak langganan. Dia sudah janji sama Tuhan. Tuhan bisa berkati. Padahal hari Minggu itu paling banyak langganan. Maka Tuhan cuma pakai 2 kata: Bangun .. makan.

Tuhan mau memberkati kita mah gampang. Kita ini nurut nggak sama Tuhan. Kadang kita bangun .. makan .. - tidur lagi. Jangan. Bangun .. makan .. - jalan. Ayo. Jalani. Bangunlah dari depresi, jangan kita layani itu perasaan putus asa, perasaan lemah, perasaan depresi, perasaan tidak mungkin bisa bangkit lagi. Dia aja nol sekarang diberkati luar biasa. Asal kita punya kemauan. Bangun. Berjalan. Yang pertama.

Yang kedua. Kita akan lihat Yesaya 60. Disana kita belajar satu ayat lagi mengenai bangun tadi, yaitu dikatakan ayatnya yang ke satu.  60:1. Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. 

Saya ingin baca dalam salinan yang seharusnya : Bangkitlah, jadilah terang, supaya terangmu akan datang, dan kemuliaan TUHAN akan terbit atasmu. Jadi kita pertama disuruh bangun dulu, bangkitlah - nanti terang dari Tuhan datang.

Yang kedua bangkit, saudara, saat itu orang Israel tidak berdosa kepada Tuhan, tidak ada salah sama Tuhan - tidak ada. Tapi rasanya itu seperti panas tidak panas, dingin tidak dingin. Dalam cerita wayang, Bung Karno pernah cerita ada satu negara yang namanya disebut Negara Setrakuru. Negara Setrakuru ini nggak pernah ada panas matahari terik itu, entrang-entrangan itu - tidak pernah. Siang ada siang tapi nggak pernah ada matahari. Musim hujan ada tapi nggak pernah terlalu dingin. Jadi terang nggak terlalu terang, gelap nggak terlalu gelap, 

Dan didalam Alkitab ada satu jemaat yang seperti Laodekia. Dingin tidak terlalu dingin, panas nggak terlalu panas. Ingat ini nggak ada dosa, nggak ada salah, nggak pernah menggerutu sama Tuhan, nggak pernah ngarasula sama Tuhan, nggak pernah marah-marah, ikut Tuhan benar-benar - tapi kok sepertinya kok nggak 100% gitu. Panas nggak panas, dingin nggak dingin. Maka Tuhan bilang bangkit. Kalau kamu bangkit, baru terangmu ada. Bangkitlah dari kesuaman. Ini yang kedua. Saya yakin saudara masih sembahyang, masih. Saudara masih doa, saudara masih berbakti tetapi coba rasa-rasa apakah saudara ini, masih ada kontak sama Tuhan? Apa saudara mau ngomong nama Yesus masih netes air mata karena ingat kebesaran Dia? Kita bisa ngomong 1000 kali  haleluyah .. haleluyah nggak berasa apa-apa. Tapi saudara bisa ngomong 1 kali haleluyah air mata keluar. Karena kita ada kontak sama Dia. Ada kontak sama Tuhan. Kalau sayur itu karasa uyahna. Gurih aya, karasa uyahna. Enak. Mareum, orang Jawa bilang. Maka Tuhan bilang: Bangun. Bangun. Kalau sudah bangun, baru akan ada cahaya. Bukan hanya cahaya kalau saudara baca terus.  

60:3 Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. 
60:4 Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. 
60:5 Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. 
60:6 Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN. 

Lihat kekayaan akan dikirim oleh Tuhan kepadamu. Jadi saya pikir kalau orang Surabaya saja pindah ke Batam tidak punya apa-apa suami istri. Dalam 4 tahun sekarang punya restoran 6, pegawai 50, mobil 4, rumah baru, di Jakarta baru buka lagi 3 restoran dan dia kebaktian sampai waktu mau pulang dia masih tanya : Sore masih ada kebaktian lagi nggak? Ada kebaktian kaum ibu nggak disini? Saya rasanya kurang kalau 1 hari minggu saya kebaktian cuma sekali. Saya rasa nggak heran Tuhan berkati ibu kaya begini. Sama Tuhannya tergila-gila luar biasa. Kalau kita kan masih tergila-gila sama sepak bola. Kebaktian jam sabaraha? Final jam sabaraha? Kenal juga nggak sama si Ronaldo. Bahkan sekarang sudah mulai lagi model rambut mulai diikuti. Siapa tahu nanti ada jemaat yang pake rambut model Ronaldo. Amin lagi. 

Bangun dari kesuaman. Jangan biasa-biasa ikut Tuhan. Kita musti ikut Tuhan juga luar biasa karena Tuhan kita juga luar biasa. Almarhum Pdt Sianipar di Kisaran, dia pernah ... Saya suka ungkapkan ini sama murid sekolah Alkitab ... dia pernah ngomong begini. Mula-mula saya belum bisa terima lama-lama saya bisa mengerti. Dia bilang begini sekarang sudah meninggal. Umur 54 tahun meninggal. Dia bilang begini: Kita harus melayani Tuhan sampai kita sakit! 

Masa melayani Tuhan sampai sakit? Baru saya tahu maksudnya, melayani Tuhan itu dengan sesungguh-sungguhnya semua tenaga pikiran dikasih semua. Nggak mikir jumlah jamleh untung rugi, melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh. Orang yang jatuh cinta saja bisa sakit kan. Nulis surat teu dibalesan. Kapanggih serengeh-serengeh we. Ini dari pihak lelaki. Dia tulis surat lagi. Kirim surat nggak dibalesin. Ketemu serengeh-serengeh. Stress heg lalaki. Nulis surat deui dikarang deui, pake ayat-ayat Alkitab, cari di Kidung Agung, ada kata-kata yang indahlah: Wahai, adinda, engkau seperti ... kambing embe-embe ... kucing eong-eong. Udah 7 surat nggak dibalesin juga saudara. Ini saya lagi bersaksi pengalaman saya. 7 kali nulis surat ka ci Yang Yang teu dibalesan. Bedegong euy. Saya kira teh kumaha ieu teh daek apa heunteu. Lamun heunteu mah edek ka nusejen we yeuh. Yau pu yaw. Kapanggih serengeh-serengeh. Baru ada kertas sedikit. Maaf saya nggak bisa tulis surat. Euh, boro urang mah nggeus nulis surat ngarang : Pada suatu hari ketika bulan purnama ... Leuh eta balesanana: Maaf, saya nggak bisa tulis surat! 

Bangun. Amin saudara-saudara. Saudara mau bangun untuk Tuhan? Bangun jangan suam-suam, ayo kerja sungguh-sungguh kerja. Sampe kita kerja seperti Rut. Kebetulan itu ibu namanya juga Rut. Tapi saya nggak pake ibu Rut. Saya panggil Zus Rut. Bu Rut, saya nggak panggil. Saya hanya bilang Zus Rut. 

Kita ingat ada satu Rut didalam Alkitab. Dia kerja dari pagi sampe sore nggak pernah istirahat, sampe bossnya Bethlehem dia jatuh mata siapa ini siapa, gadis siapa ini? Pembantunya bilang: Sorry boss, dia bukan gadis boss, dia janda. Dia nggak peduli janda. Tapi siapa ini? Dia Rut orang Moabi, menantu dari Naomi. Sampe Boaz, boss dari Bethlehem, konglomerat, jatuh cinta sama Rut karena Rut kerjanya itu luar biasa. Nggak perhitungan. Istirahat cuma sebentar, dia kerja terus. Bangun. Supaya terang Tuhan nyata sama kita dan baru kekayaan Tuhan - ho kie loi, itu baru berkat-berkat diberikan sama kita. Nggak usah kita bilang: Tuhan minta suami - nggak usah. Cari Tuhan kerja sungguh-sungguh, nanti suami datang. Nggak ada yang bilang haleluyah berarti nggak percaya. Nanti suami datang. Nu amin teh nggeus boga salaki deuih. Percaya nanti gadis-gadis yang belum menikah, percayalah, bemo akan lewat. Heg percaya teu percaya buat anda sendiri. 

Yang ketiga sekarang. Matius 26. Ini pelajaran paling besar saya rasa.  

26:36 Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa." 
26:37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, 
26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku." 
26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." 
26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? 
26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." 
26:42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!" 
26:43 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. 
26:44 Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. 
26:45 Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. 
26:46 Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat." 

Mereka tidur. Dibangunkan. Bangun. Berjagalah dan berdoalah, supaya jangan kamu kena pencobaan. Tapi sudah nggak kuat mata. Berat. Kesempatan yang emas, kesempatan yang indah dimana mereka berdoa dengan Yesus - hilang. Tidur. Ketika Yesus balik lagi ketiga kali ke sana, mereka sedang tidur. Saudara baca tadi: Ia membiarkan mereka. Karena kesempatan itu waktunya timingnya sudah lewat. Yesus sudah menang perang sendirian. Dalam doa Dia sudah menang perang. Tapi yang 3 murid ini dia tidak mengalami kemenangan. Itu kesempatan sudah lewat. Tapi saudara kita belajar walaupun kesempatan itu sudah lewat, Yesus berkata ayatnya 45. Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.  

Sekarang tidur tetapi bangunlah ayat 46. Marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat." 
Saya yakin antara ayat 45 dengan ayat 46 cukup lama. Karena ayat 45 Yesus bilang : Tidurlah kamu, istirahatlah sudah. Kesempatan doa sudah lewat. Dia sudah menang kok. Ya, tidur saja. Ketika mereka tidur, Yesus bilang : Bangun. Mari kita pergi, dia yang menyerahkan Aku sudah dekat. Mau tidak mau harus menghadapi kenyataan. Dan kadang-kadang kenyataan tidak sama dengan keinginan. Kita ingin ada disini tetapi kadang-kadang kenyataan kita seringkali ada dibawah. 

Tuhan, walaupun orang lain mati, aku tetap ikut Tuhan. Ingin disini. Tetapi Yesus bilang: Sebelum ayam berkokok satu kali, kamu sudah menyangkal Aku 3 kali. Oh, tidak Tuhan. Orang lain bisa begitu tetapi aku Petrus bin Petbun tidak. Satu anak kecil bilang: Eh, ini Petrus ya. Uh, aku bukan Petrus. Datang satu ibu, satu babu gitu: Ah, ini Petrus salah satu diantara kamu. Oh, bukan, bukan. Datang satu lagi: Ini Petrus nih salah satu dari murid Yesus. Bahasamu menunjukkan engkau ini murid Yesus. Tidak, sumpah aku tidak kenal Yesus. Dia bukan disini tapi disini. 

Apa Yesus tidak mengerti? Yesus mengerti. Maka Yesus bilang: Sudah tidur saja. Itu kesempatan kamu dikuatkan itu sudah lewat. Kesempatan kamu berdoa berjaga dengan aku itu sudah lewat. Saya bilang sama kaum muda dalam kebaktian kaum muda: Kalau kamu sungguh-sungguh ikut Tuhan cari Tuhan mulai dari  sekarang, umur belasan tahun, sungguh-sungguh cari Tuhan belajar bawa perpuluhan dari uang jajan dsb., kita belajar bawa sungguh-sungguh - nanti pada umur 30 tahun, engkau akan terima dengan bunganya dengan buahnya sekaligus.  Dan kalau saudara tunggu nanti sampai 30 tahun dulu baru mau mengerjakan itu, saya mau katakan kesempatan sudah hilang. Dan kesempatan tidak pernah datang kembali kali yang kedua. Kesempatan itu saat itulah lekas ambil. Itu kesempatan. 

Tapi Tuhan sayang Tuhan tetap ngerti: Sekarang bangun sudah tidur bangun sekarang. Kita hadapi kenyataan, orang yang menangkap Aku sudah dekat, ayo bangun. Saudara tahu ceritanya bukan. Waktu Yesus mau ditangkap Petrus mulai angkat pedang dengan kekuatan sendiri dia mulai potong kuping orang. Yesus bilang bukan begitu caranya. Dia ambil telinga masukkan tempel lagi. Bukan begitu caranya. Kamu sudah kalah ketika kamu tidak bisa berdoa. Kesempatan untuk dikuatkan kamu sudah lewat. 

Itu sebabnya saya mengetuk hati anda para gembala-gembala kecil - istri-istri gembala kecil: Ayo tingkatkan pendekatanmu kepada Yesus. Tingkatkan  karena Tuhan masih kasih kesempatan. Ayo berjaga dengan dia. Ayo berkarir berkarya bersama dengan Tuhan Bersama Yesus lakukan perkara besar. Betul itu loh. Bersama Yesus kita bisa lakukan perkara besar tapi tanpa Yesus tanpa doa nggak mungkin kita bisa melakukan. 

Bangun. Mari kita hadapi. Orang yang menyerang Aku sudah dekat. Hadapi. Dan kebenaran dari Tuhan selalu menyinggung perasaan. Yesus pernah berbicara dalam Injil Yohanes: Gara-gara Aku memberitakan kebenaran, kenapa engkau jadi membenci Aku? 

Dokter, saya sakit apa? Ada satu bapa dari Jakarta dia kanker. Saya mau doakan tapi anaknya bilang : Jangan oom. Jangan bilang dia kanker supaya dia tidak down. Dokter sudah bilang dia kanker. Badan tambah kurus. Tapi anak-anak dari Belanda yang dari Jakarta bilang : Jangan bilang dokter jangan bilang oom Yoyo jangan bilang. Saya disuruh jangan ngomong padahal saya ingin doa. Jangan, jangan ngomong. Doakan saja. Jadi dokter cuma kasih placebo namanya, obat penghilang rasa sakit. Asal sudah makan obat itu, seminggu nggak rasa sakit. Nanti Senin dia rasa sakit, dia ke dokter lagi dikasih lagi obat seminggu dia nggak rasa sakit lagi. Penyakit masih ada. Cuma dikasih placebo - obat penghilang rasa sakit, bukan menghilangkan penyakit. Karena kalau dokter bicara kebenaran akan menyinggung perasaan. Bapak ini kena kanker, dia bisa collapse, dia bisa down, semangatnya turun - dia bisa mati mendadak. Kebenaran selalu menyinggung perasaan. 

Orang bisa saja ngomong sama saya: Aduh, ko Yoyo teh kasep. Saya tahu itu bukan kebenaran. Karena saya tahu ukuran hidung saya dan karena saya tahu ukuran bibir saya ukuran pipi saya, saya tahu saya tidak terlalu kasep. Karena kalau ngomong kebenaran ko Yoyo teh jebleh, tah. Ko Yoyo teh irungna gede - tah itu yang benar. Ko Yoyo teh peang - tah itu yang betul. 

Kebanyakan kalau kita bertamu baru kita mau pulang permisi saya mau pulang dulu, pemilik rumah bilang apa? Kenapa buru-buru, makan dulu dong, nasi sedang dimasak. Betul apa tidak? Nggak. Da euweuh bibina euweuh. Belum beli beras dia. Nasi sedang dimasak, kenapa cepat-cepat, tunggu dulu. Makan dulu. Kok buru-buru amat. Karena dalam hatinya, kalau dia mau bicara benar: Heu euh lah pulang cepeten. Udah bosen dengar ngobrol aja. Itu yang benar. Tapi kebenaran selalu menyinggung perasaan. Maka banyak yang tidak suka sama Yesus. Karena Yesus kalau ngomong benar terus. 

Ayo sekarang kita hadapi kenyataan. Dagangan kita kurang maju - hadapi. Saudara tidak menghadapi sendiri. Saudara hadapi bersama Yesus! Hadapi. Kesulitan ekonomi kesulitan apa hadapi - ayo, Yesus bilang bangun. Mari kita hadapi ada persoalan hadapi. Atasi. Atasi s'gala percobaan yang ada di dunia. Jangan lari dari percobaan. Hadapi.

Yang terakhir yang ke-empat. Yohanes 14.  
14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. 
14:28. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. 
14:29 Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. 
14:30 Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku. 
14:31 Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini."

Yang terakhir: Bangun dari mimpi disiang hari. Kenapa saya bilang mimpi disiang hari? Ini murid-muridnya biasa kolokan, biasa semuanya senang. Lapar perut: Lima roti dan dua ikan ... mengenyangkan 5.000 orang. Sisanya? Sisa dua b'las kranjang .. Hei saudara apa kau dengar .. Mujijat yang Tuhan adakan .. Yang makan lima ribu orang .. Sisa dua b'las kranjang!  

Lapar? 5.000 orang, masih ada sisa 12 keranjang. Kasih makan, kenyang. Haus? Akulah air hidup. Yang minum air yang Aku berikan kepadamu, dia tidak akan haus pula. Di laut ada percobaan, Dia jalan di atas air. Angin ribut, Dia berhentikan angin ribut: Diam, teduhlah engkau! Tangkap ikan nol - labuhkan di sebelah kanan, dapat ikan banyak. Wah, bersama Yesus mah luar biasa dah. 

Tapi tiba-tiba sekarang Yesus bilang : Aku mau pergi kepada Bapa. Aku mau pulang ke Surga. Aku tidak bisa dilihat lagi oleh engkau. Aku mau kirim Roh Kudus. Tapi Roh Kudus ini kamu tidak bisa lihat. Dia ada didalam hatimu tapi kamu tidak bisa lihat. 

Hidup tidak monoton saudara. Tidak terus-terusan ternyata 3.5 tahun ini saudaraku honeymoon bulan madu bersama Yesus tiba-tiba berhenti. Aku harus pulang ke Surga. Murid-murid kelabakan. Hadapi hidup, bangun , kata Yesus. Aku kirim Roh Kudus nanti. Di sini saya lihat Yesus ini tidak mau anak-anak-Nya itu aleman tapi ingin anak-anaknya itu kuat, kokoh, dewasa, tidak monoton. Hidup itu bervariasi tidak monoton. Kalau monoton tidak bagus saudara. Saudara senang pakai baju hitam. Hitam siapa takut? Bagus. Tapi coba saudara pakai hitam-hitam terus. Senin Selasa pakai hitam, lama-lama orang bilang: Wah, orang baduy lewat. Karena saudara pakai hitam terus. Merah juga. Kalau saudara pakai merah terus .. orang bilang PDI Perjuangan. Saudara pakai baju kuning terus, lama-lama orang bilang fei sio. 

Jadi saudaraku, kita harus bervariasi. Nanti pakai baju hijau, nanti ini ... bervariasi. Dulu ada satu murid saya namanya saja Sanger. Harry Sanger. Tapi nggak bisa nyanyi. Sanger itu penyanyi tapi dia nggak bisa nyanyi. Monoton kalau nyanyi. Satu not saja do. Aduh, gede suaranya lagi. Tah, eta cocokna jeung gendang pencak. Tapi saudaraku akhirnya saya bilang kamu tidak usah ikut sangkur dah karena ngarusak saudara. Monoton nggak bagus. 

Nah, ini Tuhan bilang : Jangan monoton ikut Aku! Aku tinggalkan kamu tapi Aku tidak tinggalkan sendirian - Aku kirim Roh Kudus. Ayo bangun. Pergilah, kita hadapi hidup. Jangan kita mimpi disiang bolong terus, jangan kita mau dinina bobo Nina bobo oh nina bobo .. waktu ku kecil hidupku amatlah senang senang dipangku-pangku ditekenya ... 

Harus saudaraku kita dewasa didalam Tuhan. Ada amin saudara? Nah, pada malam hari ini kita mau bangun. Yang pertama bangun dari apa? Depresi. Yang kedua bangun dari apa? Poho deui. Yang ketiga bangun dari apa? Lupa lagi. Yang keempat bangun dari apa? Mimpi di siang bolong. Bangun. Bangun. Kini saatnya kita bangun supaya berkat Tuhan turun di atas kehidupan kita. Kita harus bangun bangkit. Puji Tuhan.

Para pelayan perjamuan, silahkan maju ke depan. 

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________