Khotbah Minggu Sore Mei - Juni 2004

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu sore, 06 Juni 2004

Beri Telinga dan Mata

I Raja-raja

18:22 Lalu Elia berkata kepada rakyat itu: "Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi TUHAN, padahal nabi-nabi Baal itu ada empat ratus lima puluh orang banyaknya.
18:23 Namun, baiklah diberikan kepada kami dua ekor lembu jantan; biarlah mereka memilih seekor lembu, memotong-motongnya, menaruhnya ke atas kayu api, tetapi mereka tidak boleh menaruh api. Akupun akan mengolah lembu yang seekor lagi, meletakkannya ke atas kayu api dan juga tidak akan menaruh api.
18:24 Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan akupun akan memanggil nama TUHAN. Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah!" Seluruh rakyat menyahut, katanya: "Baiklah demikian!"
18:25 Kemudian Elia berkata kepada nabi-nabi Baal itu: "Pilihlah seekor lembu dan olahlah itu dahulu, karena kamu ini banyak. Sesudah itu panggillah nama allahmu, tetapi kamu tidak boleh menaruh api."
18:26 Mereka mengambil lembu yang diberikan kepada mereka, mengolahnya dan memanggil nama Baal dari pagi sampai tengah hari, katanya: "Ya Baal, jawablah kami!" Tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab. Sementara itu mereka berjingkat-jingkat di sekeliling mezbah yang dibuat mereka itu.
18:27 Pada waktu tengah hari Elia mulai mengejek mereka, katanya: "Panggillah lebih keras, bukankah dia allah? Mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, dan belum terjaga."
18:28 Maka mereka memanggil lebih keras serta menoreh-noreh dirinya dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka.
18:29 Sesudah lewat tengah hari, mereka kerasukan sampai waktu mempersembahkan korban petang, tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tidak ada tanda perhatian.

Di kepala kita ada dua anggota tubuh yang Tuhan buat sepasang-sepasang, yaitu mata dan telinga. Sore hari ini judul khotbah saya 'Berikanlah telinga dan mata saudara kepada Tuhan." Karena sudah sangat sering anak-anak Tuhan memalingkan mata dan telinganya dari Tuhan lalu memperhatikan dan melihat dunia. Sehingga mereka datang kebaktian hanya sebagai proforma saja, sebagai sesuatu hal yang rutin tidak pernah ada jawaban dari Tuhan, yaitu api turun dari langit. Cerita yang baru kita baca adalah cerita, pertama-tama, orang-orang Israel itu dikuasai oleh satu ratu yang jahat namanya Izebel. Raja Ahab ini dipengaruhi oleh Izebel sampai semua mezbah Tuhan tempat orang Israel berdoa, itu dirusakkan diganti dengan mezbah dewa-dewa Baal.

Lalu Elia bernubuat, selama 3.5 tahun tidak akan ada hujan, kecuali dengan perkataanku. Terjadilah demikian, maka tidak ada hujan 3.5 tahun. Saudara pernah dengar ceritanya dengan janda di Sarfat dan lain-lain. Nah, saat ini mereka 450 nabi Baal dan plus 400 nabi Asyera atau hutan-hutan, 850 nabi melawan Elia seorang diri. Maka dalam ayat 22 tadi kita baca 'aku seorang diri.' Saudara jangan takut kalau saudara seorang diri - kalau Tuhan berpihak kepada saudara. Buat apa kita banyak orang tapi Tuhan tidak beserta. Seorang diri bersama dengan Tuhan lebih menjadi mayoritas dari banyak orang tanpa Tuhan.

Sekarang istilahnya taruhan tetapi duel di depan masyarakat ... ribuan, puluhan ribu orang Israel. 2 lembu jantan.  Pilih satu di antara dua. Kamu duluan kamu bikin mezbah korban tapi jangan dibakar. Siapa Allah yang menjawab dan membakar korban itu, itu Allah yang sejati, Tuhan yang benar. Maka 450 nabi Baal dan 400 nabi Asyera mulai mengadakan korban dan berteriak-teriak minta kepada baalnya supaya menjawab. Tidak dijawab. Perhatikan itu ayat, tidak ada tanda, tidak ada suara yang terdengar. Walaupun kita punya mata walaupun kita punya telinga tidak ada tanda yang terlihat tidak ada suara yang terdengar. Lalu Elia mengejek, mungkin Tuhan kamu lagi merenung, mungkin allah kamu sedang bepergian, mungkin sedang ada urusan ... coba nyanyi lebih keras lagi. Mereka berteriak lebih keras sambil berjingkat-jingkat. Bayangkan 850 nabi, mengelilingi satu mezbah, berjingkat-jingkat meminta-minta api turun tidak turun-turun. Lalu mereka mulai kerasukan dan memakai pedang dan tongkat motong-motong badan nusuk badan supaya api turun.

Api turun di sini adalah bayangan Tuhan menjawab doa. Supaya Tuhan menjawab doa, api turun. Tap tidak ada tanda yang dilihat, tidak ada suara yang terdengar. Sampai petang sampai jam 3 sore.

Lalu bagian Elia sekarang.     
18:30 Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: "Datanglah dekat kepadaku!" - Ini yang dikerjakan oleh Elia pertama - Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu.

Ternyata kejadian ini ada pada mezbah Tuhan yang sudah rusak, yang sudah runtuh, yang sudah tidak digunakan lagi karena rusak. Pada sore hari ini coba periksa mezbah hidup kita masing-masing apakah masih ada mezbah Tuhan. Mezbah di sini bicara dari hubungan pribadi antara saudara dengan Tuhan. Ini bukan bicara doa bersama, ini bukan bicara bedston, ini bukan bicara doa di gereja - tapi hubungan pribadi saudara dengan Tuhan! Beres atau tidak beres, betul atau tidak. Benar atau tidak, baik atau rusak.

Saudara-saudaraku, kita harus sejalan dengan garisnya Tuhan. Kita tidak bisa suruh Tuhan supaya menurut maunya kita. Tapi kita harus menurut maunya Tuhan. Kalau Tuhan menaruh satu garis yang lurus maka hidup kita harus sejajar dengan garis yang lurus itu. Setiap kali saya turun dari pesawat, pesawat sedang turun lalu dia mulai parkir. Biarpun pilot itu pandainya luar biasa tapi dia harus mengikuti garis dari pesawat. Kalau tidak dia bisa tabrak pesawat yang lain. Dia parkir harus mengikuti garis. Nah, dia di atas pesawat, dia tidak bisa tahu rodanya itu lempeng apa nggak dengan garis. Maka dia lihat ada satu orang seperti memakai dua tanda merah dia mengasih kode, untuk belok, untuk lurus, untuk terus ke kiri atau ke kanan. Pilot itu harus menurut. Walaupun mungkin tukang ini cuma lulusan SD, pilot wah pandai dia tahu ilmu penerbangan tapi kalau sudah parkir pesawat dia harus menurut kepada garis yang sudah ditentukan, itu yang bikin garis di tempat parkir itu sudah diukur. Kalau pesawat ikut itu garis tidak akan tabrakan dengan pesawat yang parkir di tempat lain. Jadi dia harus lihat apa yang dikerjakan oleh pemandu ini.  

Kita sebagai anak Tuhan. saudara mungkin jauh lebih pintar dari saya. Saudara berpendidikan. Saya lulusan cuma SMA tetapi saya dipercaya oleh Tuhan untuk memandu, untuk membawa saudara ke tempat yang benar, untuk 'memarkir' hidup kita di tempat yang baik. Kita musti segaris lurus sejajar dengan kehendak Tuhan, musti sejalan dengan kemauan Tuhan. Kita tidak bisa pinter-pinteran tanpa Tuhan.

Rasul Paulus bicara dalam Filipi 1, hendaklah hidupmu berpadanan dengan injil Kristus. Sesuai tidak hidup kita dengan injil Tuhan. Bahasa Inggris memakai conduct, kelakuan. Sesuai tidak kelakuan saya dengan Firman Tuhan, sesuai tidak kelakuanku dengan Sabda Tuhan? Banyak pengantin yang diberkati di sini sekarang tidak kebaktian lagi. Sesuai tidak hidupnya dengan jalan Tuhan, jalur Tuhan? Dia berjanji di depan Tuhan dia bersumpah di depan Tuhan, tetapi setelah kawin kebaktianpun tidak. Ini bukan urusan dengan pendeta, ini bukan urusan dengan gereja - ini berurusan dengan Tuhan yang menguasai nafas kita. Ini kita sedang berurusan dengan Tuhan yang menciptakan kita yang kalau Dia tutup pintu, tidak ada yang bisa buka dan kalau Dia buka pintu tidak ada yang bisa tutup.

Maka ikut jalan hidup kita yang pertama, perbaiki mezbah! Mungkin ada di antara saudara yang sudah tidak sembahyang lagi, nggak pernah baca alkitab lagi, nggak sembahyang lagi tiap hari pribadi kepada Tuhan. Nggak ada hubungan lagi dengan Tuhan, lebih banyak nonton sepak bola Piala Eropa, Piala Dunia, Piala Amerika daripada berdoa. Berdoa mungkin bisa dihitung dengan menit tetapi nonton sepak bola bisa 2x satu jam setengah, tahan. Betapa pincangnya kita berjalan kepada Tuhan. Maka Elia tahu penyakitnya. Mau turun api dari langit, mau Tuhan jawab, dia perbaiki dulu mezbah.

Sore hari ini, kita - kalau saya bilang kita, saudara dan saya, mau bersama-sama merendahkan diri di hadapan Tuhan, memperbaiki mezbah. Ada haleluyah, saudara? Maka jalan kita jalur hidup kita ini musti sesuai. Malu dong kalau anak kaita yang kecil sekolah minggu sudah tahu bahwa kelakuan kita ini salah. Kita musti nurut karena ini syarat daripada Tuhan. Sesuai dengan kehendak Tuhan. Tapi di sisi yang lain kita mungkin belum lurus dengan Tuhan.

Hati kita musti ada kemauan hati kita itu musti ada kerinduan, saya mau menyenangkan Tuhan. Hari rabu saya berbicara tentang level. Tanah yang datar, -10 dan +10, tapi waktu tanah datar itu 0. Kita waktu kenal Yesus itu -10, banyak kekurangan, minus terus. Lalu kita kenal Yesus mulai perbaiki hidup kita, mulai buang rokok, mulai tidak ini mulai tidak itu mulai jadi -6, lebih bagus. Mulai belajar doa mulai baca alkitab, mulai bisa nyanyi bisa menyembah Tuhan -3. Akhirnya sampai rata, 0 ... tidak berbuat salah lagi.  Tetapi pada waktu saudara mulai di garis 0, garis yang netral, saudara bukan berarti maju, saudara belum berbuat apa-apa. Saudara harus majukan kembali kehidupan kita sampai bertambah, ke satu ke dua ke tiga, sampai satu kali kelak kita jadi +10. Betapa jauh jaraknya dari -10 kepada +10.  Tapi bukannya tidak mungkin Tuhan bisa memberikan kekuatan. Perbaiki mezbah.

Yang kedua.             

18:31 Kemudian Elia mengambil dua belas batu, menurut jumlah suku keturunan Yakub. -- Kepada Yakub ini telah datang firman TUHAN: "Engkau akan bernama Israel." --

Dia mengambil 12 batu sesuai dengan suku Israel. Tapi maksudnya apa? Untuk mengingat janji Tuhan kepada Yakub engkau akan disebut Israel. Jadi 12 batu ini lambang 12 rasul. Surat Efesus berkata, gereja Tuhan berdiri di atas pengajaran rasul-rasul. Nah, batu ini nggak rata, batu ini nggak licin kaya ini. Batu itu batu sembarangan dari pinggir jalan. Diambil. Jadi batu itu ukurannya nggak betul, ada yang tajam dan sebagainya. Kadang-kadang kalau orang tidak hati-hati, batu itu bisa melukai tangan. Batu-batu ini menjadi lambang kebenaran. Kebenaran Firman Allah kadang-kadang menyinggung perasaan. Pada waktu khotbah Petrus 3.000 orang bertobat, ditulis di alkitab maka pedihlah hati mereka ketika mendengar Firman Tuhan. Kebenaran dari Tuhan, kebenaran Firman Allah sering menyinggung perasaan. Saya kasih ilustrasi.

Ada satu ibu di jemaat Jakarta namanya ibu Simon. Satu kali dia kena kanker. Anaknya bawa dia sama saya. Dia bilang, oom ini mami kena kanker tapi oom jangan bilang, karena kita sama dokter tidak bilang. Dia dikasih tahu kena kanker dia mungkin kaget. Jadi ini tante bilang, brur tolong doakan saya, dia pake bahasa belanda setengah-setengah. Tolong doakan saya, saya sudah tahu sakitnya. Kita doakan. Karena dokter berkata oh ini tante kurang istirahat banyak istirahat. Dikasih placebo. Placebo adalah obat untuk menghilangkan rasa sakit, bukan menghilangkan penyakit. Jadi dokter ini sebetulnya tidak kasih yang benar. Tante nggak apa-apa ... dia sudah tahu nggak ada harapan. Kalau dia kasih tahu kebenaran kadang-kadang orang kaget.

Firman Tuhan kadang-kadang menyinggung perasaan tapi itu benar. Anak sekarang boro-boro mau dengar-dengaran sama Tuhan, sama orang tua saja sudah tidak mau dengar. Anak-anak sekarang seolah-olah seperti anak yang terhilang, mau ambil uang duluan, mau pergi duluan, mau pakai mau kemana, tapi urusan sekolah mau urus sendiri. Orang tua tahu apa. Saya lebih tahu. Papa tahu apa, mama tahu apa, saya lebih tahu. Boro-boro nanya sama Tuhan, nanya sama gembala aja nggak, minta pendapat gembala aja nggak.

Coba ambil batu-batu kebenaran dari Tuhan, walaupun kadang-kadang menyinggung perasaan, melukai - tapi itu kebenaran. Kadang-kadang papa sama mama kasih nasehat nggak enak didengar - tapi itu kebenaran! Kadang-kadang kalau kita lagi salah aya nu ngageunggeureuhkeun, ada yang memberitahu, itu salah, uh tersinggung kita, marah. Urusan apa kamu, ini urusan saya, hidup hidup saya, duit-duit saya, urusan-urusan saya, mau apa kamu ikut-ikut campur. Tersinggung kita. Padahal yang diberi tahu itu hal yang benar. Lihat Elia, dia bawa 12 batu, mengingat janji Tuhan. Ayat 32.    

18:32 Ia mendirikan batu-batu itu menjadi mezbah demi nama TUHAN

Jadi dia susun 12 batu itu menjadi mezbah. Saya lagi pikir mungkin 4 baris, 3, 3, 3, 3 ... jadi mezbah. Dia susun kebenaran firman Tuhan menjadi mezbah. Saudara, kita sebelum berurusan dengan Tuhan, berhubungan dengan Tuhan, musti punya kebenaran dulu. Urus dulu dengan benar, baru kita bisa berdoa kepada Tuhan. Dalam Amsal ada ayat berbunyi begini, doa orang berdosa kekejian kepada Tuhan. Orang berdosa juga berdoa tapi Tuhan benci, nggak mau dengar. Jadi harus benar dulu kita, baru kita berdoa.

Mari kita mempersiapkan diri menghadap Tuhan. Saudara hidup kita pilih salah satu, di sini atau di sana. Kalau di sini kita benar sampe ke sana. Nah, papa saya sudah di sana, mama saya sudah di sana, anak saya sudah di sana, saya harus berusaha jangan sampe saya tidak ke sana. Harus berusaha benar dulu. 

... dan membuat suatu parit sekeliling mezbah itu yang dapat memuat dua sukat benih.

Sukat ini kalau pakai literan, literan. Kalau pakai gelas, gelas. 2 literan benih. Ini mungkin satu-satunya mezbah di alkitab yang ada paritnya. Tanah di dalam firman Allah selalu bicara dari hati kita. Hati kita musti dicangkul di sekeliling mezbah sebelum sembahyang sama Tuhan, hati kita ini musti dicangkul. Karena 3.5 tahun tidak hujan sudah keras. Tanah ini 3.5 tahun sudah tidak kena air. Harus dicangkul. Jadi parit kecil. Lalu 2 sukat 2 ukuran benih. Kalau saya bilang benih saudara pasti ingat menabur. Kejadian    

8:22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."

Sekarang ini lagi kering-keringnya ini 3.5 tahun, haruslah anak-anak Tuhan tahu ini musim adalah musim menabur. Dua sukat benih: Firman Allah dan Roh Kudus; Perjanjian Lama dan perjanjian Baru; Minyak dan anggur. Dua ukuran ini: tubuh jasmani, tubuh rohani. Harus kita menabur yang baik dalam hidup kita. Benih harus ada ditaburkan pada parit-parit ini. Ukurannya 2 sukat benih. Lalu apa yang terjadi? Dua sukat juga berarti dua kali ganda. Orang Israel kalau makan manna tiap hari musti dapat manna secukupnya nggak boleh makan banyak, secukupnya saja dia gelar tikar atau apa, tidur besok pagi sudah putih. Itu kaya tepung, manna dibikin makanannya. Tiap hari. Tapi hari sabat, manna turun dua kali lipat. Biasanya di satu tikar tebalnya segini sekarang tebalnya double karena pada hari berikutnya nggak akan ada manna. Dua kali ganda.

Lalu ayat 33, perhatikan bahasa Indonesia indah sekali      

18:33 Ia menyusun kayu api,

Bahasa Inggris saya baca, and he put the wood in order. Dan dia menyusun kayu api itu dengan beraturan. Bukan seperti kayu bakar bikin api unggun ditaruh-taruh seenaknya tapi dia atur dengan beraturan untuk ditaruh nanti korbannya. Kayu di dalam firman Allah bicara manusia, bicara saudara bicara saya. Ada orang buta yang dicelikkan matanya oleh Tuhan Yesus, Tuhan Yesus tanya, apa yang kamu lihat? Orang buta itu sudah celik dia bilang aku melihat manusia berjalan seperti pohon kayu.

Mazmur 1 berkata, orang yang mencari Tuhan sunguh-sungguh merenungkan firman Allah, dia seperti pohon di tepi sungai. 

Jadi kayu pohon bicara dari saudara dan saya.

Elia mengatur. Anak Tuhan musti bisa diatur. Nggak boleh mawa maneh, nggak boleh sakarep dewe. Dia hidupnya teratur. Tuhan menetapkan langkah-langkah orang ... diatur sama Tuhan. Tanpa sadar kita suka nyanyi Tiap langkahku kalau ada orang meninggal. Tiap langkahku diatur oleh Tuhan ... Saudara mau diatur Tuhan?

Orang Majus. Jangan kembali ke Herodes ya, kata Tuhan. Aku kasih jalan yang lain. Menurut. Diatur oleh Tuhan. Anak-anak muda remaja apa hidupmu diatur? Apa masih bawa maneh bawa kareup maneh, sakareup dewe? Orang gila di Gadara, tiap malam dia tidur di kuburan, dia berteriak-teriak tidak berpakaian. Ada setan sih. Tapi setelah disembuhkan oleh Tuhan, eh, orang-orang lihat lagi duduk dengan tenang. Sudah berpakaian. Sudah waras.

Orang yang ikut Yesus sungguh-sungguh, duduknya teratur. Anaknya bisa tahu di mana dia ada. Hidupnya bening seperti kristal, bisa dibaca jelas. Teratur. Saudara pernah lihat di televisi kan peragawati-peragawati jalannya teratur. Disebutnya cat walk, jalan seperti kucing. Saudara perhatikan kucing jalan, kakinya itu di satu garis. Nah, peragawati itu kalau jalan gitu. Dilatih dulu, nggak ujug-ujug pakai pakaian. Nggak. Jalannya dilatih dulu. Diatur jalannya. Supaya baju yang dipakainya laku dibeli orang. Nggak ada peragawati yang jalannya egang. Itu peragawati di pasar saudara, jualan kangkung. Tapi peragawati yang betul itu, cat walk, lurus. Anak Tuhan dan saya, saudara-saudara, kita seperti peragawati diatur oleh Tuhan. Ada haleluyah? Supaya dunia mau pakai pakaian yang kita pakai - aduh hidupnya teratur, aduh setelah ke gereja dia ya hidupnya senang damai, ...

Tapi bagaimana kalau hidup kita nggak teratur ... ongkoh kristen ceunah, eta teh ceunah pentakosta tapi kumaha hirupna siga kitu ... bagaimana orang tidak mau jadi kristen lihat hidup kita tidak teratur. Tapi kalau hidup kita teratur, hidup kita jauh dari kejahatan, jauh dari kesalahan. Hidup diatur.

... memotong lembu itu dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api itu.
18:34 Sesudah itu ia berkata: "Penuhilah empat buyung dengan air, dan tuangkan ke atas korban bakaran dan ke atas kayu api itu!" Kemudian katanya: "Buatlah begitu untuk kedua kalinya!" Dan mereka berbuat begitu untuk kedua kalinya. Kemudian katanya: "Buatlah begitu untuk ketiga kalinya!" Dan mereka berbuat begitu untuk ketiga kalinya,
18:35 sehingga air mengalir sekeliling mezbah itu; bahkan parit itupun penuh dengan air.
18:36 Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini.
18:37 Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali."
18:38 Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.
18:39 Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: "TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!"

Tidak sampai satu menit saya baca ini, api turun dari langit. Perhatikan saudara, belum pernah ini. Dia jilat itu korban habis, kayunya disambar, batunya disambar, airnyapun disambar. Empat buyung air siram. Kok, orang membikin korban bakaran disiram pakai air. Siram. Satu kali, ke dua kali, ke tiga kali - 12 buyung. Empat itu bayangan injil - Matius, Markus, Lukas, Yohanes. Siram satu kali tidak cukup, siram 2 kali tidak cukup, 3 kali ... saudara harus dengar Firman Allah dengar Injil berkali-kali sampai hati saudara dibasahi oleh Firman Allah dan api Allah bisa turun menjilat kita semua. Lalu apa yang terjadi?

18:41 Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: "Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran."

Sayang bahasa Indonesia ini menyalinnya kurang tepat. Dalam bahasa Inggris berkata begini: ... for there is the sound of abundance ... suara kelimpahan. Hei, katanya nabi Elia sama Raja Ahab, kamu pulang, makan minum, karena suara kelimpahan hujan sudah didengar. Saudara, 3.5 tahun sudah tidak hujan jadi orang Israel sudah tidak biasa dengar suara hujan. Tapi  Elia sudah bisa dengar. Maka saya katakan beri telinga saudara. Suara kelimpahan. Saya punya anak susah diatur. Jangan takut, dengar suara kelimpahan. Oh, usaha saya kurang maju, jangan takut, dengar suara kelimpahan sudah datang. Ada haleluyah? Oom, bagaimana keluarga saya? Jangan bimbang jangan takut kalau engkau hidup benar dihadapan Tuhan, dengar suara kelimpahan - Dia akan melimpahi kehidupan saudara.

Malam ini, semua jemaat harus bisa dengar suara kelimpahan dari surga, suara berkat yang berlimpah-limpah sampai kekuatiran saudara hilang lenyap tidak peduli apa yang menjadi persoalan saudara, saudara hanya dengar suara kelimpahan.

Saya rasa masih belum masuk di dalam hati pikiran saudara. Saya katakan apapun problem saudara, Elia berkata, there is a sound ... apapun percobaan saudara - dengar baik-baik, apapun persoalan saudara. Saudara kan nggak bisa ngomong sama saya tiap kali datang, nggak bisa ketemu. Apapun persoalan saudara, saudara nggak usah takut asal saudara bisa mendengar suara kelimpahan. Telinga kita harus diberi sama Tuhan. Musti dilatih telinga kita ini. Karena apa? Di dunia ini terlalu banyak suara: ada suara ketakutan ada suara kebimbangan. Milih presiden aja ada 5 macam suara. Pilih saya ... pilih saya .... pilih saya.

Saudara yang berlangganan koran Kompas yang hari ini, baca yang di kolom pembaca menulis, Pemimpin yang takut Tuhan. Coba baca itu. Lucu. Partai Damai Sejahtera diprotes oleh pemilihnya sendiri. Karena waktu kampanye, orang kristen harus memilih pemimpin yang takut Tuhan, yang bukan klenik. Nah, sekarang PDS sama SBY aja ditolak. Akhirnya sama Megawati, yang dulu dia bilang nggak mau nggak mau sekarang jadi sama Megawati.

Tahun 97 saya sudah bernubuat, Tuhan akan mulai memberkati Indonesia tahun 2004. Saya sudah dengar suaranya. Tahun 97 siapa yang berani beli Mercy. Semua beli Isuzu Panther. Takut dibakar. Maka Isuzu Panther waktu itu terkenal sebagai mobil anti huru-hara. Kalau ada dibakar juga, teu nanaon lah murah. Tapi sekarang saya kaget tadi malam diajak makan sama jemaat di Jakarta. Dekat restoran ada orang jual mobil. Ada mobil harganya 8 milyar. Sampe diputerin ... 'jangan dipegang.' Kalau mobil jangan dipegang gimana dipakainya? 8 milyar udah mahal garasinya musti berapa nih. Mobilnya aja 8 M.

Tapi buat saya itu nggak kaget karena Tuhan sudah ngomong tahun 2004 mulai diberkati. Nah, orang kristen musti dengar suara Tuhan dong. Jangan cuma lihat dolar terus. Sampe ceban. Masa iman saudara pada dolar? Dolar boleh naik boleh turun, iman saudara harus mendengar suara kelimpahan. Ada haleluyah? Saya teh kumaha bensin naik, ieu naik itu naik. Saya sudah pernah ngomong, kalau saudara naik perahu, air naik, perahu juga naik. Kalau barang-barang harga-harga naik, berkat Tuhan untuk saudara juga naik. Berkat kelimpahan suara kelimpahan itu ada.

18:42 Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya.

Saudara, mari saya kasih gerakan. Elia itu berlutut begini, mukanya itu sampe di sini. Jadi mukanya ke bawah sampe ada di antara kedua lutut. Raja mah disuruh makan, dia mah nggak perlu makan. Dia mah naik ke bukit Karmel dan dia berdoa sampe mukanya kepalanya ada di antara dua lutut. Artinya dalam. Tuhan buka sama saya itu di Manado. Waktu saya sedang reuni, Tuhan kasih tahu rahasia ini.

Kepala itu bicara pengetahuan. Saudara bisa boleh pandai nggak apa-apa tapi kepala juga bisa menjadi tempat orang pikiran bingung, kuatir. Pokoknya yang ada di kepala saja. Harus di antara dua lutut. Dua lutut bicara dari hidup doa. Kalau saudara nggak hidup doa, saudara nggak bisa dengar itu suara. Kepalanya Elia ada di antara dua lutut.  

18:43 Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: "Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut." Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: "Tidak ada apa-apa." Kata Elia: "Pergilah sekali lagi." Demikianlah sampai tujuh kali.
18:44 Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: "Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut." Lalu kata Elia: "Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan."
18:45 Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel.
 

Waktu berdoa Elia dia panggil pengerjanya, tidak disebut namanya. Ada apa oom? Lihat ke arah laut. Nggak ada apa-apa, oom. Lihat lagi. Nggak ada apa-apa. Lihat. Mungkin dia mulai berpikir, ini nanaonan si oom? Stress kali. Sudah 4-5 kali, ... nggak ada oom, nggak ada apa-apa. Sampe 6 kali nggak ada apa-apa. Ingat Naaman yang harus dicelup di sungai Yordan? Enam kali celup belum sembuh, musti sampe 7 kali. Kalau saudara ikut Tuhan musti tuntas. Jangan ikut Tuhan setengah-setengah, jangan ikut Tuhan setengah jalan. Tuhan belum kelihatan mujizatnya kalau saudara setengah-setengah. Kalau setengah jalan, 3/4 jalan nggak. Terus. Apa kata Elia? Lihat lagi. Begitu lihat yang ke tujuh kalinya, eh, ada hitam awan sebesar telapak tangan. Dia balik lagi, ada awan kecil sebesar telapak tangan.  

Saudara, tadi beri telinga sekarang beri mata. Kalau saudara lihat cuma dunia terus, lihat ketakutan terus, saudara nggak akan bisa lihat pertolongan Tuhan. Itu benar lagu lama, lagu gereja pentakosta lama, Bila ku pandang ini dunia ... Bikin hatiku s'lalu gelisah. Ayo lihat dunia terus gelisah terus. Susah, gelisah terus. Tapi ku ingat sabda Yesus ... Bikin hatiku jadi bersuka. Anak Tuhan tidak boleh kehilangan sukacita. Itu sebabnya harus lihat. Lihat matamu lihat ... ada awan kecil. Itu awan badai hujan besar tapi kelihatannya pertama kecil.

Kalau Tuhan bekerja mulai dari yang kecil. Yesus Yesus berkata, setialah dalam hal yang kecil, maka Aku akan mempercayakan kamu perkara yang besar. Yohanes Pembaptis berkata, Yohanes 3:30, biar Dia makin bertambah aku makin kurang aku makin kecil. Nabi Mikha berkata, hei Bethlehem Bethlehem, walaupun engkau yang terkecil tapi dari tempat engkau, keluarlah seorang Pembesar, yaitu Yesus. Orang yang 5 talenta mengerjakan sampai 5 talenta. Dikatakan oleh tuannya, sabaslah hei kamu hamba yang setia karena kamu sudah setia dengan perkara yang kecil, aku akan percayakan kamu perkara yang besar. 

Telapak tangan ini mengandung arti saudara. Kita memanggil beca saja pakai telapak tangan. Kita mau berpisah, dah  ... pake telapak tangan. Perdamaian ... berjabat tangan, telapak tangan. Apalagi pendeta pentakosta paling senang kalau berjabat tangan selalu ada istilahnya salam pentakosta. Itu jabat tangan tapi di tangan jemaat itu ada isinya. Banyak pendeta-pendeta kalau sudah dijabat tangan sama jemaat yang ada isinya itu, dia dalam hatinya berkata, Tuhan biarlah nolnya banyak. Kalau saudara mau didoakan dulu maju kedepan, saya doakan pake telapak tangan. Sedangkan tukang kua mia aja lihatnya telapak tangan. Nggak ada tukang kua mia bilang, coba ko, buka kaos kaki ... saya mau lihat telapak kaki. Nggak ada. Padahal yang jalan kaki.

... Sebab Tuhan menopang tangannya. Mula-mula kecil. Maka saudara jemaat Tuhan, setia dalam hal yang kecil nanti Tuhan percayakan hal yang besar. Itu yang dilihat oleh pengerja itu badai besar.     
18:45 Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel.
18:46 Tetapi kuasa TUHAN berlaku atas Elia. Ia mengikat pinggangnya dan berlari mendahului Ahab sampai ke jalan yang menuju Yizreel.

Saudara lihat yang aneh nggak disini? Ahab naik kereta ... duluan jalan. Tapi Elia ikat pinggang. Dengan kuasa Tuhan dia berlari dia bisa kejar itu kereta. Dia lari lebih cepat dari kuda. Maka pemazmur ada berkata, jangan kau bersandar kepada kereta dunia. Sandarlah kepada nama Tuhan, jangan kepada kekuatan kita. 

Saya mau tanya saudara, Elia waktu naik ke surga naik apa saudara? Naik kereta berapi. Orang yang naik ke surga naik kereta berapi dia nggak perlu naik kereta Ahab. Orang yang punya makanan rohani dia nggak perlu makanan jasmani. Yesus bilang, ada pada-Ku makanan yang engkau tidak mengerti. 

Dalam Yohanes 6 dia tegur orang-orang Israel, kamu mencari Aku karena roti, karena perutmu kenyang. Bekerjalah untuk makanan yang rohani, bukan yang jasmani. Orang yang dipuaskan oleh Tuhan, dia tidak perlu lagi penghiburan dari dunia. Maka dia berkata, lari lari jalan aja. Tetapi dalam ayat ini juga ada mengandung arti, yang terdahulu jadi yang terkemudian; yang terkemudian yang belakangan, terdahulu. Sejauh-jauhnya kehebatan dunia maju tetapi Roh Kudus jauh lebih cepat. Dia akan sampe kepada sasaran ini. Saudara boleh pake sarjana, saudara boleh pakai kekuatan, saudara boleh pake jenderal, tetapi kalau saudara pake Tuhan jauh lebih cepat selesainya urusan.   

Pada malam hari ini, saya tidak panjangkan Firman Allah. Adakah mezbah yang rusak? Adakah doa yang sudah terlupakan? Malam hari ini kita mau kembali seperti Elia berkata, kiranya umat-Mu kembali kepada Tuhan. Para pelayan perjamuan kudus maju ke depan.    

-- o -- 

Minggu sore, 13 Juni 2004

Bersukacita

Selamat sore, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Mari kita bersukacita dalam Tuhan, haleluyah. Sore hari ini saya ingin berbicara mengenai bersukacita. Orang kristen yang bersukacita adalah orang kristen yang berkemenangan. Dia menang sebelum perang. Orang kristen yang bersukacita, dia menempatkan diri di atas  peperangan. Ada orang yang suka bilang, orang yang penakut, dia kalah sebelum perang. Tapi orang yang bersukacita, dia menang sebelum perang. Orang yang bersukacita, gampang ngomong haleluyah. Orang yang bersukacita gampang bilang amin, haleluyah. Gampang. Berarti saudara belum bersukacita, karena susah ngomong amin haleluyah.

Orang yang bersukacita itu, saudaraku, punya tanda. Dia tidak akan dilumpuhkan, tidak akan dikalahkan oleh berbagai-bagai percobaan. Karena orang yang bersukacita, dia memiliki kekuatan dari Tuhan, karena Firman Allah berkata, sukacita dari Tuhan itulah kuatku. Dan saudara-saudara tahu, kualitas kita akan nampak pada waktu kita mengalami percobaan, pada waktu kita mengalami persoalan, pada waktu kita mengalami tantangan hidup, pada waktu kita mengalami problem, disitulah. Ada orang kristen mempunyai mental krupuk, kena angin sedikit, dia peot. Ada orang kristen yang setia sampai kawin. Begitu dia kawin, dia sudah tidak kelihatan lagi di gereja. Seribu satu macam alasan dia boleh ngomong, tapi sebetulnya dia sudah kalah di dalam pengiringannya kepada Tuhan.

Dan orang yang seperti ini, kalau tidak lekas kembali, kalau tidak lekas kembali kepada Tuhan, biasanya, Tuhan suka angkat berkat-Nya, perlindungan-Nya, dan sebagainya. Tapi orang yang bersukacita di dalam Tuhan, tidak pernah bisa dikalahkan oleh  situasi apapun. Ada haleluyah? Sore hari ini saya ingin bicara mengenai sembilan macam sukacita. Tidak usah kemana-mana, dia ada di satu buku, yaitu dalam surat Filipi. Surat Filipi di dalam Perjanjian Baru banyak berbicara mirip, sebangun dengan Kitab Yosua dalam Perjanjian Lama. Saya biasa begitu, kalau kita mengalami degadrasi, ketakutan, kebimbangan, saya lari kepada dua buku ini, Filipi atau Yosua. Karena di dalam Kitab Yosua, kemenangan demi kemenangan demi kemenangan demi kemenangan ... dikerjakan oleh Tuhan kepada umat-Nya.

Dalam surat Filipi, seorang rasul yang bernama Paulus, dia dipenjara, dia dianiaya. Dia tulis surat ini dari penjara, tetapi tidak ada sedikitpun kata-kata sayang diri, dia mengasihani diri. Kita mau lihat yang pertama. Sukacita yang pertama, pasal 1, Filipi

1:4 Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.

Orang banyak berdoa, tetapi banyak motif dari berdoa. Ada orang berdoa musti lihat banyak orang, baru dia semangat berdoa. Ada orang berdoa musti ada pendetanya, baru dia mau berdoa. Tidak ada pendeta, dia tidak berdoa. Tetapi Rasul Paulus berkata, setiap kali aku berdoa, aku berdoa dengan sukacita. Rahasia berdoa yang berhasil adalah kalau saudara bersukacita dalam doa. Atau berdoa dalam sukacita. Untuk menolong saudara, saya biasa pakai lima jari ini kalau berdoa. Kalau saya berdiri maka jari yang paling dekat dengan badan kita adalah ibu jari. Mula-mula kita akan berdoa untuk orang-orang yang dekat dengan kita. Kita berdoa untuk istri dan untuk suami kita. Kita berdoa untuk anak-anak dan cucu. Kita berdoa untuk keluarga, menantu dan mertua. Kita berdoa disekitar kita, orang-orang yang dekat sama kita. Itu kita doakan. Bahan doa yang begitu banyak, tapi mari kita berdoa dengan sukacita. Walaupun orang yang terdekat sama kita sedang sakit, walaupun orang yang terdekat sama kita sedang marah sama kita. Tapi mari kita belajar berdoa dengan sukacita bagi orang yang paling dekat dengan kita.

Yang kedua adalah telunjuk. Telunjuk adalah yang suka merintah. Kita berdoa untuk pemerintah kita. Rasul Paulus berkata kepada Timotius, berdoalah untuk pemerintah. Saudara saya sangat sedih kalau ada orang kristen menjelek-jelekkan Megawati. Padahal Megawati masih presiden kita. Sama aja kita nempeleng diri sendiri. Megawati masih presiden kita, kenapa dijelek-jelekkan? Dia masih presiden. Dia masih pemimpin kita. Firman Tuhan katakan, berdoalah untuk orang yang memerintah. Walaupun dia apa, tapi doakanlah orang yang memerintah kita ini. Ada haleluyah, saudara-saudara?

Yang suka menunjuk-nunjuk, mungkin, saudara-saudaraku, suka nuduh, suka fitnah sama kita, nunjuk juga, tapi mari kita doakan dengan sukacita. Haleluyah. Megawati masih presiden, saudara-saudara. Banyak kemajuan, cuman orangnya itu diem. Diem, nggak banyak ngomong. Yah, coba lihat, yang pertama, selama Megawati jadi presiden, dolar itu 8.500, 8.500. Baru mau pemilu, di seluruh dunia dolar turun. Pernah nggak waktu jaman Pak Harto ada koruptor diadili? Nggak ada. Jaman Habibie? Boro-boro, mata aja gede, nggak ada, saudara-saudara, yang diadili. Jaman Gus Dur apa lagi, mana bisa dia lihat koruptor, saudara-saudara. Tapi waktu Megawati, Beddu Amang diadili, Bob Hassan di Nusakambangan, Mas Tommy Soeharto yang licinnya kaya belut ketangkap.

Banyak yang sudah dikerjakan. Hukum sudah mulai dibangun ... ngomong-ngomongin pemerintah kita sendiri. Kita tinggal di Indonesia, presiden kita Megawati, kita ngomong-ngomongin. Jangan.  Jangan sembarangan saudara ngomong, kita pilih SBY, nanti dulu, pikir dulu. Saudara, SBY orangnya baik, tapi partainya kecil bergabung sama PBB. PBB itu mau syariat islam. Kemarin SBY bilang, kami tidak anti syariat islam. Mau didukung? Amin Rais, syariat islam mendukung. Sudahlah, ceuk saya mah nya lima-limanya juga jelek, pak, sudahlah jangan dipilih. Atuh euweuh presiden, kita nggak punya presiden. Jadi marilah kita pilih yang baik dari yang kurang baik. Pokoknya kita doakan. Sekarang Megawati masih presiden kita, doakan dia. Dan nanti dia kepilih atau nggak kepilih, itu urusan nomor 17. Doakan.

Yang ketiga, jari telunjuk paling tinggi, paling kelihatan, paling nampak. Itu orang yang terkenal. Tokoh. Didoakan, ya. Yang kita tahu kita kenal, kita doakan. Tetapi saudara ... nggak usah kita doakan semua bintang-bintang film segala, nggak usah. Tokoh ini yang paling kelihatan, siapa. Baik itu di gereja maupun di pemerintah, kita doakan. Siapa tahu Tuhan menjamah hati mereka yang belum kenal Kristus, dia bisa menjadi kenal Kristus.

Yang keempat, ini jari manis. Orang yang main piano tahu bahwa jari manis adalah jari yang paling lemah memijit tuts piano. Jempol kuat, telunjuk kuat, tengah kuat, kelingking kuat tapi manis ini paling lemah. Ini melambangkan orang-orang yang paling lemah. Doakanlah orang-orang yang lemah, doakanlah orang-orang yang bersalah jangan dikritik saja bisanya tapi doakan. Kita ini terlalu banyak mengkritik orang yang lemah mengkritik orang yang bersalah tapi kurang mendoakan. Mari kita doakan orang lemah. Mari kita doakan orang yang keliru, mari kita doakan orang yang masih gelap pikirannya, mari kita doakan orang-orang yang terluka hatinya. Kita doakan bukan dengan terpaksa bukan dengan sedih - dengan suka cita.

Yang terakhir adalah kelingking, orang paling kecil. Golongan marhaen, kecil. Berbelas kasihan sama mereka. Berdoa dengan sukacita buat mereka orang-orang kecil. Ini yang pertama kita bersukacita di dalam doa kita. Kalau saudara mau belajar maka saudara akan mengerti betapa sukacita kita di dalam doa.

Yang kedua,

1:15 Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik.
1:16 Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil,
1:17 tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara.
1:18 Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,

Terus terang rasul Paulus lebih tinggi sedikit dari kebanyakan kita. Kalau kita mendengar ada orang pendeta A,B,C, dia memberitakan injil Allah, dia memberitakan pelajaran yang kacau balau, yang sesat, kita terus harus jaga diri karena kita tanpa sadar hilang sukacita. Tapi heran rasul Paulus bilang, biar, katanya, ada orang yang memberitakan firman dengan tujuan baik ada yang tujuannya nggak baik, nyindir-nyindir saya mentang-mentang saya di penjara. Mereka memberitakan Kristus dengan tujuan bikin susah saya di penjara, nggak apa-apa. Walaupun dengan maksud baik ataupun maksud tidak baik, aku percaya Kristus diberitakan dan aku mau bersukacita. Orang itu memberitakan salah orang, orang itu memberitakan keliru, tidak apa-apa. Pokoknya, Kristus diberitakan.

Mari kita belajar bersukacita kalau Kristus diberitakan. Kalau Kristus diberitakan, kita bersukacita. Tidak satu gereja tidak satu organisasi tapi dia memberitakan Kristus, puji Tuhan, haleluyah. Selama satu tahun saya melayani di TVRI, setiap hari minggu, saya kenal dengan banyak pendeta ... dari berbagai kalangan. Dan saya terharu ternyata Tuhan banyak pakai hamba-hamba Tuhan walaupun dia bukan GPdI. Ada satu hamba Tuhan namanyapun saya lupa sekarang, dia khusus bekerja untuk banci-banci, untuk bersaksi kepada banci-banci. Bahkan, dia bilang ada banyak banci sudah bertobat. Pernah saya makan saudaraku di pinggir jalan di Krekot. Ada wadam pakai kerudung, Dalam Yesus kita bersaudara ... Orang yang makan teman saya sampai berhenti dia, kasih 5 ribu. Mungkin dia kolekte nggak 5 ribu. Tapi begitu lihat ini banci nyanyi Dalam Yesus kita bersaudara, dia kasih 5 ribu, terus wawancara, kenapa nggak nyanyi ngamennya pake lagu-lagu dunia, kenapa lagu-lagu gereja? Hasilnya lebih gede! Saudaraku, biar dia ngamen, biar dia siapapun asal Kristus diberitakan, kita mau bersukacita, ada haleluyah?         

Yang ketiga, ayat 25 
1:25 Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,
1:26 sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu.

Yang ketiga, supaya kamu bersukacita dalam iman. Saudaraku, iman ... kita bisa balik, orang yang beriman itu bersukacita. Orang yang bersukacita, saya yakin dia beriman. Kalau orang menghadapi percobaan terus luh leh, euh kumaha nya, euh, itu nggak ada iman. Tapi orang yang beriman, dia akan bersukacita. Bersukacita di dalam iman. Orang beriman itu bersukacita. Sama dengan orang beriman dia ke gereja. Walaupun orang ke gereja belum tentu dia beriman tapi orang yang beriman pasti dia ke gereja. Orang beriman bersukacita.

Nah, mari kita belajar seperti rasul Paulus bilang, kamu bersukacita di dalam iman. Joy of faith, bahasa Inggris, bersukacita dari iman. Agak lain ini artinya. Memang kalau kita mikirin problem percobaan, nggak mungkin kita bisa jadi sukacita. Mana bisa dia bersukacita. Tapi kalau kita beriman, kita bisa mengisap roh sukacita dari iman kita. Kita mempunyai kekuatan yang lain dari yang biasa. Orang lain kalau dapat problem itu bunuh diri tapi kita mengalami problem yang sama, bersukacita. Kita menang di atas percobaan, kita menang di atas persoalan, kenapa? Kita memiliki iman, dari iman itu kita mendapatkan sukacita. Ini yang ketiga. Orang yang beriman, dia punya sukacita yang luar biasa.

Yang keempat, kita belajar dari Filipi

2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,
2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

Sekarang sukacitanya di dalam persatuan. Orang yang bersukacita di dalam Tuhan dia akan punya tanda dia suka bersatu. Meremehkan. Orang bersalah itu ... udahlah. Tidak membesar-besarkan salah orang, tapi membesar-besarkan persatuan. Makanya Bung Karno dia meninggal tahun 70 tapi sampai sekarang fotonya masih dibawa-bawa karena dia mempersatukan Indonesia. Nggak pernah dia ngawinin anak pakai blangkon Jawa, Bung Karno, nggak pernah. Ditanya, kenapa Bung Karno orang Jawa kalau ngawinin anak nggak pakai blangkon Jawa? Saya bukan presiden orang Jawa, saya presiden orang Indonesia. Jadi dia pakai cap; dia yang bilang peci ini bukan tanda agama islam, peci ini peci nasional Indonesia. Tapi coba orang Tionghoa pakai peci ayeuna. Karena kita dipersempit sekarang. Dulu Bung Karno tidak, dia persatukan dari Sabang sampai Merauke. Maka orang nggak bisa lupa Bung Karno. Mempersatukan.

Demikian juga di dalam Tuhan. Saudara akan membuat sejarah di dalam kehidupan rohani saudara kalau saudara suka bersatu mengecilkan salah orang, ah sudahlah ... Membesarkan persatuan. Sukacita di dalam sehati, sepikir, sekasih sejiwa, satu tujuan. Betapa indahnya orang yang hidup dalam persatuan. Oh, betapa indahnya dan betapa eloknya ... itu sebabnya ada sukacita. Bila saudara seiman hidup dalam kesatuan ... Bukan hanya indah tapi dia menghasilkan sukacita.  

Di mana ada dosa, di sana tidak akan ada sukacita. Dan salah satu dosa adalah kalau kita mulai bentrok satu dengan yang lain. Kalau kita mulai terpecah belah. Saudara, nggak usah ngasih apa-apa sama saya kalau saya ulang tahun tapi berilah kado persatuan. Saudara itu kompak. Kompak dalam pekerjaan Tuhan. Membantu sana sini kompak. Saudara kebaktian kita ini disebarkan ke seluruh dunia. Foto Kerajaan Allah yang baru koran, ada pelayan-pelayan Tuhan, gembala-gembala kecil ada. Ada fotonya. Semua gembala-gembala kecil akan diwawancara. Tapi dari Cianjur mulai keluar sekarang. Itu dinubuatkan tahun 80, waktu gereja pertama Pdt Hugh itu bernubuat: Dari Cianjur akan keluar Firman Tuhan ke seluruh dunia. Maka saudara, jangan sampai prestasi kita ini ancur anjlok jeblok. Sehati sepikir, saudara akan rasa sukacita yang luar biasa, ada haleluyah?

Yang kelima,        

2:27 Memang benar ia sakit dan nyaris mati, tetapi Allah mengasihani dia, dan bukan hanya dia saja, melainkan aku juga, supaya dukacitaku jangan bertambah-tambah.
2:28 Itulah sebabnya aku lebih cepat mengirimkan dia, supaya bila kamu melihat dia, kamu dapat bersukacita pula dan berkurang dukacitaku.
2:29 Jadi sambutlah dia dalam Tuhan dengan segala sukacita dan hormatilah orang-orang seperti dia.

Yang kelima, belajarlah menerima "hamba Tuhan" dengan bersukacita, kenapa? Kenapa pakai tanda kutip? Karena ada banyak pendeta tapi bukan hamba Tuhan. Pendeta dan hamba Tuhan lain. Kita bisa lihat banyak pendeta, sedikit hamba Tuhan; banyak orang kristen, sedikit anak Tuhan. Kita hamba-hamba Tuhan kalau tidak melayani sampai betul-betul sakit nggak akan berhenti. Saya sekarang, saya merasa saya tidak susah makan. Di mana saya ada, entah orang katolik, entah gereja mana selalu ngajak makan. Setiap kali saya makan, ini selalu saya bilang, ini adalah buah dari pelayanan saya.

Yang keenam,

4:1 Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!

Dikatakan di sana saudara, bersukacita haleluyah untuk jiwa-jiwa baru karena rasul Paulus bersukacita karena ada jiwa-jiwa baru menerima Tuhan. Sampai dia berkata sama jemaatnya, engkau mahkotaku, engkau yang kurindukan, engkau sukacitaku, berdiri teguh dalam Tuhan. Saudara, hari Rabu saya sudah bercerita kepada saudara, hari rabu saya sudah bersaksi kepada saudara, itu mengenai 28 orang muslim, 26 wanita 2 pria. Saya bisa melihat bahwa memang pria agak lebih sulit menerima. Di agama apa saja, di gereja mana saja wanita lebih peka. Maka pengikut-pengikut Yesus itu lebih banyak wanita karena memang wanita lebih peka. Saudara, ketika saya KKR di Surabaya, 2.500 orang, karena seluruh GPdI Jawa Timur tumplek di Surabaya. Seminar dan KKR, saudara, saya hampir jatuh karena badannya agak limbung. Tapi tahan. Di Malang juga agak limbung. Jiwa-jiwa menangis tersedu-sedu. Bahkan satu bapa yang terakhir maju ke depan dia berlutut. Setelah amin, saya bilang, pak, sudah selesai, nggak berhenti. Terus dia menangis, terus dia berdoa.

Saya dinubuatkan 3 hamba Tuhan bahwa saya harus banyak memenangkan jiwa-jiwa dari orang-orang muslim. Nubuatannya belum lama. Tahun lalu tapi bulan november awal desember. Di sekolah alkitab. Saya bertanya apa mampu, apa bisa. Injil bukan untuk orang Eropa, bukan untuk orang negro, bukan untuk orang tertentu saja, dia universal. Untuk semua. Saudara harus ada kerinduan, harus ada sukacita di dalam doa saudara: Dalam bedston, doa pribadi, atau doa bersama-sama, atau doa semalam suntuk - harus mendoakan saudara-saudara kita yang lain supaya hati mereka terbuka. Mereka belum dengar injil, mereka cuma tahu nabi Isa ... nabi Isa mereka belum tahu siapa Yesus itu. Siapa yang memberitakan kalau bukan kita. Beritakan Firman Allah.               

Saudara, tahun 2005 sudah disiapkan KKR saya di Makassar. Seluruh kota nanti seluruh gereja akan diundang, agama apapun. Supaya ada jiwa-jiwa baru, supaya ada jiwa-jiwa yang berhaus berlapar kepada Firman Allah, berhaus dan  dimenangkan oleh Tuhan. 

Yang ketujuh.

4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

Ini bersukacita adalah sikap mental. Jadi kata ayat 4 ini, bersukacita senantiasa dalam Tuhan, dalam susah atau senang. Mari kita lihat pernikahan. Orang yang menikah selalu berjanji satu dengan yang lain: saya berjanji ... saya berjanji; akan mengasihi dia ... akan mengasihi dia; dalam susah atau senang ... Susah atau senang tetap mengasihi tidak berubah; kaya atau miskin ... berkelimpahan atau berkekurangan. Lagi nggak ada duit tetap mengasihi, sakit atau sehat. Dia sakit atau dia sehat mau tetap mengasihi. Dia udah janji satu dengan yang lain. Cinta sejati. Mengasihi sakit atau sehat apa segala rupa, berkekurangan berkelimpahan, tetap.

Seperti itulah ayat ini berkata, bersukacitalah senantiasa, dalam susah atau senang - bersukacita. Lho, bagaimana oom bilang, lagi susah kok. Lagi keadaan susah kita tetap bersukacita. Dalam Tuhan lho ini. Punya uang atau tidak ada uang, bersukacita. Ada kang tauw atau belum ada kang tauw, bersukacita. Ada tekanan atau tidak ada tekanan, bersukacita. Kita yang kena flu atau ayam-ayam yang kena flu, tetap bersukacita. Nanti Tuhan lihat Tuhan hitung Tuhan absen yang saudara hilang Dia gampang ganti berkali-kali lipat. Yang saudara rugi Tuhan gampang karena ayam itu Tuhan yang punya. Siapa yang bisa bikin ayam? Tuhan yang bikin. Tuhan yang jadikan itu telur. Jadi kalau Tuhan ijinkan seluruh hal ini terjadi, tenang ... bersukacita saja. Bersukacita dalam kekurangan atau berkelebihan.  

Ini kaki saya yang sebelah kiri bengkak, keras, nggak tahu isinya apa. Keras benar. Tapi saya bersukacita. Siapa tahu nanti sebelah kanan yang keras, yang kiri nggak. Tapi bersukacitalah. Ini adalah sikap mental keadaan kita. Saudara, tidak ada yang bisa memerintah saudara, tidak ada yang bisa merubah saudara kecuali saudara sendiri. Tidak ada yang bisa merubah pikiran saudara kecuali saudara sendiri. Saya cuma bisa ngomong, saya cuma bisa ngajak, ayo. Saya cuma bisa nunjukkin jalan tapi yang memutuskan itu saudara sendiri. Itu sebabnya saudara mau menang atau kalah menerima atau tidak, percaya atau tidak, saudara yang ngatur. Saudara mau bersukacita atau tidak, saudara yang atur sendiri. Tapi saya mau kasih tips. Tidak ada percobaan yang bisa menghancurkan seorang yang bersukacita. Seorang yang bersukacita, saya katakan, dia melebihi problem apapun juga. Dia bersukacita. 

Berikut, yang kedelapan.

4:10 Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu.

Ini Paulus lagi di penjara. Eh, dia bersukacita karena jiwa-jiwa ingat sama dia. Kirim selimut di penjara. Lihat apa yang nggak ada, dikirim. Belajar memperhatikan hamba Tuhan. Saya berterimakasih saudara banyak memperhatikan gembala saudara. Bukan hanya di Cianjur tapi di Rengasdengklok, di Krawang. Kalau ke Jakarta orang sudah tahu saya habis khotbah langsung kabur. Orang sudah siapkan, ini buat di jalan. Oom, ini dari Rengasdengklok. Apa? Tutut. Haleluyah. Kita belum pernah ketemu Mbak Tutut tapi tututnya. Ayo, ... sedot ... Menurut Firman Allah ada kuncup yang kudus tapi ini mah tutut ...   Ada yang selalu kirim jeruk, aduh, terima kasih saudara ingat sama saya. Ini di penjara. Aduh, aku bersukacita karena engkau terbangun kembali ingatanmu kepadaku.

Saudara semuanya ada sembilan.

2:18 Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku.

Ini kita bersukacita bersama dengan gembala sidang, bersama dengan hamba Tuhan. Saudara, bantu doa, hari rabu ini, biasa saya ke Amerika tapi sekali ini sekarang anak saya sekeluarga Helga, Nemo dan menantu saya dan mertua saya, akan tiba hari rabu di Indonesia. Karena sekolahnya sudah selesai, mereka sudah lulus dan mereka akan mulai bekerja. Doakan supaya perjalanan mereka aman tiba dengan selamat, pesawat yang ditumpangi selamat dan sebagainya, supaya kita bisa bersama-sama. 10 hari di Cianjur mereka akan teruskan ke Bali. Ya, mending di Bali dari pada di Amerika. Mari kita bersukacita bersama-sama.  

-- o -- 

Minggu sore, 20 Juni 2004

SINGKIRKAN BATU ITU

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Yohanes

11:1 Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta.
11:2 Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya.
11:3 Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit."
11:4 Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."
11:5 Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.
11:6 Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;
11:7 tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Mari kita kembali lagi ke Yudea."
11:8 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?"
11:9 Jawab Yesus: "Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini.
11:10 Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya."
11:11 Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: "Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya."
11:12 Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: "Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh."
11:13 Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa.
11:14 Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati;
11:15 tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya."
11:16 Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia."

Cerita ini saya tidak bisa potong, karena cerita ini adalah satu cerita yang menceritakan bagaimana Lazarus dibangkitkan. Ceritanya bagaimana Lazarus yang sudah mati empat hari di kuburan itu dibangkitkan.

Nah, saudara-saudara, banyak kali kita tidak mengerti, tidak mau tahu, siapakah Tuhan yang kita sembah. Allah yang kita sembah di dalam Yesus Kristus adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi, Allah yang tidak terjangkau dengan pikiran kita, Allah Tuhan yang kita ini hanyalah satu titik yang sangat kecil, satu atom yang kecil di dalam alam semesta yang besar. Kita suka menyanyi bahwa Allah kuasa melakukan segala perkara, Allahku Mahakuasa, Dia ciptakan seisi dunia, mengatur segala masa dan ketika. Allah kita adalah Allah pencipta langit dan bumi, yang kita seringkali puja dan puji. Allah yang tidak memerlukan nasehat kita. Allah yang, saudara-saudaraku, tidak bisa kita protes.

Allah yang kita sembah adalah Allah yang mengatur alam dan kita tidak bisa protes. Allah yang sudah mengatur dari ekologi sampai segala perkara di dalam dunia ini. Dan kita tidak bisa protes. Ketika anak kita dipanggil Tuhan, kita tidak bisa protes kepada Dia. Ketika ada keluarga kita meninggal, kita tidak bisa protes. Dia adalah Allah yang maha, yang maha, yang maha, yang maha. Dia Mahakuasa karena Dia bisa berbuat segala sesuatu. Dia Mahahadir karena ketika saya sedang berkhotbah, dan Dia hadir di sini, pada waktu yang sama Dia ada di Amerika, Dia ada di seluruh dunia, pada waktu yang sama juga Dia ada di surga. Tapi pada waktu yang sama Dia ada di dalam hati kita. Dia Mahahadir, Dia Mahaada. Dia adalah Allah dari yang awal dan yang akhir.

Dia adalah, sekali lagi, Pencipta langit dan bumi. Dia Gembala yang baik, saudaraku. Dia, Tuhan di atas sekalian tuan. Dia, Raja dari segala raja. Dia Mahakuasa. Dia adalah Pencipta langit dan bumi. Dia besar, haleluyah. Dia yang membuat, saudara-saudaraku, hanya dengan tanah liat, Dia tempel kepada orang buta, orang buta itu melek. Dia hanya meludahi tanah liat itu dengan ludah, ditaruh di mata orang buta, dan dia melek. Pada Bartomeus, Dia hanya bicara, imanmu telah menyembuhkan engkau. Bartimeus, saudara-saudaraku, dia melihat. Dan kalau saya mau bicara terus betapa saya kalau satu hari bicara pun belum bisa menceritakan seperti apa besarnya Tuhan kita. Dia bisa menguasai, memenuhi seluruh alam semesta ini. Tapi pada waktu yang sama Dia bisa duduk di dalam hati kita. Dia bisa berbisik, Dia bisa berbicara dengan keras. Dia bisa menasehati. Dia bisa memukul. Dia bisa melukai, Dia bisa membebat. Dia yang awal, yang akhir.

Saudara-saudaraku, Dia adalah kebangkitan seperti nanti kita akan lihat. Itu sebabnya, Allah yang saya sembah dan saudara sembah, yang kita kenal melalui Yesus Kristus, itulah yang mengasihi saudara malam hari ini, ada haleluyah, saudara-saudara? Saudara harus punya keyakinan besar, bahwa Allah yang kita sembah di dalam Yesus, mengasihi kita.

Mulai malam hari ini, saya ingin berbicara satu seri khotbah Kedewasaan Rohani. Saya tidak mau punya jemaat cengeng, jemaat yang beubeulieun, punya jemaat yang kekanak-kanakan. Soal kecil saja tersinggung, soal sepele saja tersinggung. Mari kita mau lihat kedewasaan, mulai minggu hari ini, kita akan lihat seri tentang kedewasaan.

Dalam pasal 11, ayat yang kita baca tadi, kita melihat Yesus. Biasanya Yesus itu sangat memperhatikan. Biasanya Yesus itu sangat baik. Belum kita ngomong, Dia sudah tahu. Lihat Natanael, dalam Yohanes pasal 1, sedang duduk di bawah pohon ara. Dia sudah kenal, Dia sudah tahu. Kata-katanya dalam Yohanes pasal 8, mengusir orang-orang yang mau merajam perempuan yang berzinah. Kata-katanya menghibur perempuan yang kedapatan berzinah ini. Dia berkata, Aku tidak akan menghukum engkau, pergi dan jangan berbuat dosa lagi. Dia yang memakai satu penginjil perempuan bekas satu wanita tidak baik, punya suami sampai lima, bahkan yang keenam masih kumpul kebo, dalam Yohanes pasal 4. Dia yang membuat air menjadi anggur, dalam Yohanes pasal 2. Dia yang dikatakan dalam Yohanes pasal 3, karena begitu Allah mengasihi isi dunia ini sehingga diberikannya anaknya yang tunggal supaya barangsiapa yang percaya kepada Dia tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Tetapi dalam pasal 11 kita melihat Yesus yang agak unik dan yang agak aneh. Kita melihat Yesus yang tidak peduli. Karena ada orang, saudaraku, yang datang kepada Yesus dan berkata bahwa, Lazarus, orang yang dikasihi oleh Yesus itu sedang sakit. Tidak ada kata-kata yang menyentuh. Tidak ada kata-kata yang menghibur, tidak ada kata-kata dari Yesus. Tapi yang ada hanya cuek. Dia cuek kepada cerita ini. Bahkan saudara boleh baca, ada kata - ayatnya yang ke 6, Dia itu sengaja. Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat di mana Ia berada. Biasanya sebelum kita menjerit, Dia sudah tahu. Sebelum kita memanggil Dia, Dia sudah ada. Tetapi sekarang kita lihat Yesus sengaja, sengaja. Sudah orang datang, saudaraku, Dia sengaja bikin terlambat. Saya ingin saudara memakai gambaran saudara. Zaman dulu tidak ada kedokteran seperti sekarang. Jaman dulu tidak ada persoalan hebat seperti sekarang. Jaman dulu, saudaraku, tidak ada puskesmas seperti sekarang. Tidak ada pengobatan seperti sekarang.

Pengobatan tahun 30 masih jauh lebih baik. Pengobatan tahun 20 masih jauh lebih baik. Ini kita bicara 2.000 tahun yang lalu, di mana orang yang sakit, saudara-saudaraku, menghadapi kematian. Tidak ada ICCU, tidak ada pengejut jantung, tidak ada, saudara-saudaraku, yang seperti sekarang. Tidak ada. Jadi Yesus itu sangat diperlukan lebih dari obat. Yesus itu seorang yang bisa menyembuhkan, sangat diperlukan. Lekas, kirim berita. Lekas Yesus, karena Lazarus sedang sakit, lekas datang. Sengaja, Dia tinggal di situ dua hari lagi. Santai. Yesus tidur dua hari lagi, 2x24 jam. Sengaja, Dia biarkan itu, sengaja. Saudara-saudaraku, kadang-kadang kita menghadapi Yesus yang seperti ini. Kita berdoa dan berdoa, berdoa, berdoa, berdoa, dan berdoa, berdoa, langit seperti tembaga. Kita berdoa dan berpuasa, kita ikut doa sembahyang malam, kita ikut bedston, kita minta tolong gembala, tolong berdoa, tolong berdoa, seperti - maaf -, kita pakai istilah, seperti Tuhan itu tuli, tidak mendengar.

Kok Tuhan itu cuek? Kok Tuhan ini, saudara-saudaraku, tidak memperhatikan. Maka banyak anak Tuhan tidak sanggup menghadapi Yesus yang demikian. Dia mundur dari gereja, dia tidak kebaktian lagi. Karena dia biasa kalau minta harus dapat. Kalau minta harus dapat. Kalau minta harus dapat. Kalau minta pasti dapat. Tetapi sekarang dia lihat, Yesus yang sepertinya acuh aja, tidak memperhatikan. Kenapa, saudara-saudara? Lazarus itu ... ayat 11, Aku akan pergi membangunkan dia dari tidurnya.

Saudara, di sini, ini kuncinya sekarang. Di sini, saudara lihat ke depan. Di sini Yesus menyatakan diri sebagai Nabi. Nabi itu, Dia akan mengatakan sesuatu, jauh sebelum hal itu terjadi. Itu nabi. Nabi akan bercerita hal-hal yang akan datang. Jadi, jangan saudara anggap Yesus itu asbun, asal bunyi aja, asal ngomong. Lazarus sedang tidur, Aku akan membangunkannya.

Kenapa? Karena Marta, Maria, murid-murid berpikiran di sini, Lazarus sedang sakit. Yesus sudah berpikiran, Dia sudah lihat di sini. Lazarus dibangkitkan dari kubur. Ada haleluyah, saudara-saudara? Kita nggak mampu lihat ke sini. Kita cuma kenal Yesus di sini. Tapi Yesus sudah bicara apa yang akan terjadi. Maka Alkitab berkata, Yesus itu disebut Alpha dan Omega, yang awal dan yang akhir. Kita cuma tahu Dia pencipta, tapi kita tidak bisa lihat bagaimana Dia mengakhiri cerita. Nah, waktu Yesus berkata Lazarus sedang tidur, dan Aku akan membangunkannya, Dia sedang berbicara mengenai akhir dari pasal 11, di mana Lazarus akan dibangkitkan. Saudara senang memiliki Yesus yang mengetahui akhir hidup kita? Jadi kalau saudara sekarang sedang mengalami persoalan, problema - seperti langit seperti tembaga, nampaknya kita sembahyang dan sembahyang.

Lain kalau saudara malas. Itu dosa pertama yang saudara harus jauhi. Malas doa, malas kebaktian, malas baca alkitab, itu lain. Tapi ini, saudara-saudara sudah berdoa, saudara-saudara sudah meminta, saudara-saudara sudah rajin. Tapi kok belum ada jawaban? Di sini Yesus menyatakan diri sebagai Nabi. Aku akan pergi membangunkan dia Lazarus. Murid-muridnya tidak mengerti. Kalau tidur, nanti dia akan sembuh bukan, katanya. Karena tidak mengerti. Murid Yesus saja yang 12, yang dekat, tiap hari ketemu Yesus nggak ngerti, siapa kita? Dia Alpha dan Omega, yang awal dan yang akhir. Ceritanya masih rumit, masih galau, masih bingung, membingungkan, saudara, Yesus mah sudah lihat jawabannya, bahwa segala sesuatu beres. Ada haleluyah? Maka ikut Yesus itu luar biasa. Saya ingin saudara dewasa.

11:17 Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur.
11:18 Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya.
11:19 Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.
11:20 Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.
11:21 Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.
11:22 Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."
11:23 Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."
11:24 Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."
11:25 Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
11:26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"
11:27 Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."
11:28 Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: "Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau."
11:29 Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus.
11:30 Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung itu. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai Dia.
11:31 Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.
11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
11:33. Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
11:34 "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!"
11:35 Maka menangislah Yesus.

Ayat 35 dalam bahasa Inggris adalah ayat terpendek di Alkitab, Jesus wept. Dalam beberapa ayat kita baca Yesus yang cuek, Yesus yang tidak open, Yesus yang memperlambat pertolongan yang diharapkan. Saya katakan tadi, jaman dulu orang sakit tidak seperti sekarang rumah sakit ada di mana-mana.  

Yesus datang 4 hari terlambat. Dikubur. Coba kalau 4 hari yang lalu Yesus Engkau datang. Seringkali orang percaya pada Yesus yang sudah lewat: Mun baheula mah ... Jaman dulu, aduh ... luar biasa. Yesusnya adalah Yesus yang dulu, Yesus 4 hari lalu. Bila Engkau datang 4 hari lalu, Yesus, saudaraku tidak mati. Dengan lain perkataan dia berkata, Yesus, Engkau tidak bisa apa-apa karena saudaraku sudah mati, udah telat udah terlambat, udah kadung, nggak bisa. Jadi imannya ini tidak ada lagi. Imannya adalah iman Yesus yang lalu, imannya adalah Yesus yang terbatas. Ah, kalau Yesus datang 4 hari lalu, sekarang sudah 4 hari dikuburkan. Sudah tidak ada lagi harapan. Tapi saya percaya Lazarus bangkit nanti di akhir zaman. Kata Yesus, Akulah kebangkitan dan hidup, siapa yang percaya kepada-Ku dia akan bangkit walaupun sudah mati. Tapi ceritanya tetap begitu. Datang juga Maria ngomong yang sama.

Maka ketika saudaraku, lihat orang-orang pada menangis, Yesus jadi terharu. Dia memakai kata wept, bahasa Inggris itu meratap. Hanya Tuhan yang mengerti air mata kita - yang mengerti kesusahan kita, yang mengerti 'kematian' sesuatu ... apakah itu kematian usaha, kematian pekerjaan, kematian kasih, kematian iman, kematian harapan, kematian kemauan, kematian kerajinan.

Dulu satu minggu hari minggu pagi sore, hari rabu dia masuk, hari kamis kebaktian kaum muda, hari sabtu bedston, puasa dia ikut puasa. Sekarang nongol juga nggak. Dulu. Dulu rajin. Jarak berapa kilometer dicari Yesus, dulu hebat, sekarang nongol aja nggak. Maka waktu Yesus menangis, ada dua artinya; Dia menangis tidak sembarangan. Karena air mata Yesus bukan air mata seperti kita. Air mata Yesus itu menangis karena melihat ketidakmampuan orang-orang sekitar termasuk Marta dan Maria mengerti maksud dan jalan Tuhan.

Yang kedua, Dia menangis karena Dia turut merasakan perasaan Marta dan Maria. Karena ini tiga orang ini yang dikasihi oleh Yesus. Di sini Yesus bukan datang sebagai Nabi, Dia datang sebagai Imam Besar. Kita buka Ibrani    
4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

Imam Besar kita yang di dalam Yesus Dia bisa turut merasakan, ada haleluyah? Yang dirasakan itu kelemahan-kelemahan kita. Jadi kita nggak usah sembunyi kelemahan, Dia sudah tahu. Dia pernah dicobai sama dengan kita, Dia pernah digoda sama dengan apa yang saudara pernah hadapi. Turut merasakan, di dalam bahasa Yunaninya adalah saudaraku, sumpateo. Dari sumpateo datang kata simpati; Dia bersimpati, Dia turut meraskan kelemahan-kelemahan, kesukaran-kesukaran kita. Memang tadi Dia seperti Nabi - cuek, tetapi sekarang Dia tiba-tiba berubah ... Dia menjadi seorang Imam Besar.

Imam itu saudara berdiri atas dua alamat, Allah yang suci dan manusia, kita yang berdosa. Dari manusia yang berdosa, minta supaya dosa kita diampuni masuk surga tanpa susah. Tapi Allah tidak bisa. Surga bukan untuk orang berdosa, surga untuk orang yang suci. Maka upah dosa adalah maut, semua yang berdosa harus mati. Tetapi manusia bilang, ya, kalau manusia mati, kita mati semua, nggak ada harapan masuk neraka semua. Maka datanglah Imam Besar, Dia mati di atas Golgota, Dia mati di atas salib. Dosa-dosa kita dimasukkan ke dalam Dia, dihukum oleh kesucian Allah, mati Yesus. Ketika Yesus mati, dosa-dosa manusia diampuni. Maka ketika Yesus bangkit saudaraku, kita punya jalan masuk ... Inilah Imam Besar. Tapi Imam Besar bukan cuma buka jalan, Dia tahu isi hati kita, Dia tahu persoalan-persoalan kita, Dia tahu kelemahan-kelemahan kita. Urusan dapur, segala urusan kita bicara perorangan. Kita sendiri banyak kelemahan, kita banyak kekurangan karena kita semua sama, adalah manusia - tidak ada lebih tidak ada kurang, manusia yang perlu Tuhan ... perlu Kristus.

Maka itu sebabnya Yesus menjadi seorang, di sini, Imam Besar. Dia mengetahu kekurangan kita. Jadi Dia datang sama satu orang ... oh, Dia tahu, yang ini musti pakai sapu lidi, oh, yang ini harus pakai tongkat, oh, yang ini nggak bisa pakai tongkat, musti dipecut. Tapi semua maksud yang Dia kerjakan untuk membawa kita kembali kepada Tuhan. Maka Dia menangis. Dia membaca kelemahan-kelemahan kita.

Saudara, maka bila saudara susah, tidak ada yang peduli sama saudara, ada yang peduli pada saudara, Raja segala raja, Tuhan di atas segala tuan - Yesus peduli kepada kita. Dia mempedulikan kita, Dia memperhatikan saudara. Air mata saudara sangat berharga dihadapan Yesus. Dia mau mengangkat kita dari jurang air mata, Dia merubah air mata kita menjadi mata air kesukaan. Dia merubah air mata kita menjadi permata-permata. Dia taruh dalam kitab Wahyu doa kita, Dia taruh pada satu bokor emas. Nanti di akhir zaman, bokor emas dikembalikan kembali ke dunia, menjadi murka Allah bagi orang berdosa. Tetapi sekarang saudaraku, saudara punya doa, saudara bisa nggak bisa berdoa, semua ditampung sama Tuhan. Karena Dia yang menyempurnakan doa kita.

Yohanes  11:36 Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!"

Orang ini Yahudi ngomong benar tapi ada salah juga. Memang betul Yesus mengasihi Maria dan Marta tapi yang salah dari orang Yahudi sebetulnya Yesus mengasihi semua manusia, amin saudara? Bukan hanya Yusuf, bukan hanya Marta  dan Maria, ayat 37
11:37 Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: "Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?"
11:38 Maka masygullah pula hati Yesus,

Di sini yang saya mau katakan tadi. Karena ketidakmampuan mereka mengerti lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutupi dengan batu. 

11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"
11:41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. 
11:42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."
11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"
11:44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."

Sekarang Dia menyatakan diri bukan lagi sebagai Nabi, bukan lagi sebagai Imam, tapi sebagai Raja! Karena Dia bisa memerintahkan maut untuk pergi, Dia bisa memerintahkan hidup untuk kembali, Dia bisa perintah angin ribut untuk tenang, Dia bisa memerintah - itu Tuhan yang kita sembah dalam Yesus. Dia bisa perintah segala macam karena Dia Raja, Dia Raja segala raja.

Memang Lazarus masih diikat, tangannya masih diikat pake kain kafan. Jadi kemungkinan dia keluar dari kuburan begini saudara ... pasti lompat. Tapi mending mana, usaha yang sudah terkapar, nggak bisa gerak lagi ekonomi mati ... atau mulai bergerak walaupun belum sempurna tapi sudah mulai dagang lagi, ada haleluyah saudara? Udah mulai bisnis lagi, udah mulai lagi ambil barang jual barang lagi, udah mulai ada keuntungan, haleluyah puji Tuhan. Sudah mulai lagi jalan. Ada haleluyah? Mana lebih baik, perusahaan yang mati lalu menjadi satu monumen 'Bekas PT ADA ADA SAJA.' Sudah didoakan oleh Yesus berubah, dulu ADA ADA SAJA, sekarang berubah SELALU ADA. Haleluyah, saudara?

Orang dunia berkata tidak ada harapan, di dalam Yesus masih ada harapan. Kata orang dunia tidak mungkin, di dalam Yesus selalu mungkin. Kata orang dunia tidak bisa tapi di dalam Yesus selalu bisa. Biar kata orang dunia ah, ... nggak bisa, tapi di dalam Yesus selalu bisa. Keluar saudaraku. Emang sudah 4 hari sudah bau, tapi tidak tercium bau yang keluar. Lompat, lompat ...     

11:44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh.

Ayat 39, batu penutup kubur itu musti diangkat. Yang mengganjal, yang menghalangi antara Lazarus dengan Yesus, yaitu batu, ini bisa digelindingkan - musti diangkat! Ada batu mungkin di dalam hati saudara yang menghalangi mujizat dari Yesus ini terjadi, itu musti diangkat dulu. Mungkin batu itu batu kurang percaya, batu ini batu tidak percaya, batu itu batu ragu-ragu, batu itu mungkin batu kebencian, batu itu batu marah, batu itu batu dendam, batu itu batu tidak suci, batu itu batu tidak memperhatikan Tuhan, batu itu mungkin tidak taat. Ada banyak batu, itu harus diangkat. Angkat batu itu. Ingat, Dia Raja, Dia memerintah. Kita nggak ada pilihan, musti nurut. Ketika batu diangkat, karena Lazarus tidak mungkin bisa keluar karena tangan dan kakinya diikat. Dia hanya bisa lompat-lompat. Tapi kalau batu tidak diangkat, Lazarus nggak bisa keluar. Makanya batu itu harus diangkat.

Sekarang ada tugas bagi kita malam hari ini - mengangkat batu itu! - Batu tidak percaya, batu kurang yakin, batu ketakutan, kebimbangan, batu besar itu. Malam hari ini lekas singkirkan supaya Tuhan boleh memerintah sesuatu hal yang sudah lama mati, yang tidak mungkin bangkit ... bisa dibangkitkan kembali! Saya tidak panjangkan Firman Allah tapi Dia ada di tengah-tengah kita. Dia datang sebagai Nabi, Dia datang sebagai Imam, dan Dia juga malam hari ini mau datang sebagai Raja. Saudara harus datang kepada Dia dengan iman percaya, Tuhan akan menolong kepada kita. Kita berdiri bersama-sama.    

-- o -- 

Minggu sore, 27 Juni 2004

Undangan Tuhan

Sore hari ini saya ingin berbicara mengenai undangan. Kalau ada yang menikah, kita biasa diundang. Dan ada banyak undangan. Kadang-kadang undangan ulang tahun, undangan ... saya ini banyak menerima undangan. Undangan orang ulang tahun, undangan orang kawin, undangan kebaktian KKR, undangan reuni. Dan bulan Juli ini sibuk sekali nanti karena saya harus banyak memenuhi banyak undangan, dan harus sebisa-bisanya memenuhi undangan itu. Kalau di Hongkong dan di Jakarta ada perbedaan banyak. Kalau orang diundang ke tempat perkawinan, itu nggak bisa dipakai di Indonesia. Kalau orang diundang di Hongkong, di tempat perkawinan, angpaonya langsung dirobek di depan kita, lalu diomongkan dengan keras, umpamanya: 200 ribu. Jadi yang kasih angpao sedikit rasanya malu, jadi mereka bawa ang pao besar-besar. Kebanyakan kita kalau ke undangan kan satu angpao untuk 5 orang kan, tapi kalau di sana itu lain sekali. Ini kita bicara undangan. Kita pernah diundang oleh orang besar, diundang oleh ini ... tapi betapa hati kita merasa senang kalau kita diundang oleh Raja segala raja, oleh Tuhan Yesus.

Nah, sore hari ini saya ingin berbicara mengenai 3 macam undangan. Dan saya mau bicara dari bawah. Saudara boleh memenuhi undangan ini, saudara boleh tidak. Saudara boleh datang, saudara boleh nggak datang. Saudara boleh menerima undangan ini dan ah, saya mau datang, ... atau saudara menolak. Itu tergantung saudara. Saya hanya menyampaikan undangan.

Undangan yang pertama, kita baca dalam Matius

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."     

Ini undangan yang pertama dari Tuhan Yesus. Undangan ini bersifat umum. Siapa saja diundang. Marilah datang kepada-Ku. Tetapi dikhususkan kepada mereka yang letih, lesu, dan berbeban berat. Nah, kesalahan kita ketika kita letih lesu tidak ada semangat dan beban berat, ... Tentu maksudnya beban disini bukanlah beban kuli-kuli yang ngangkut barang tetapi Dia sedang berbicara tentang beban yang berat di dalam hati manusia. Dari hari ke hari, tanpa kita sadar, beban itu bertambah berat. Bertambah berat. Kita tidak sadar, kita terima hal-hal yang kecil ... tahu-tahu sudah jadi beban, tahu-tahu sudah darah tinggi, tahu-tahu sudah kena jantung karena kita memikul beban itu sendiri.

Di Tiongkok kuno dulu, kalau orang dihukum mati, orang itu akan ditaruh digunduli kepalanya, ditaruh di bawah tetesan air. Dia disuruh duduk, diikat tangannya ke belakang dan tetesan air yang setetes-setetes di bawah tong air, air itu menetes setetes-setetes, ditaruh, dijatuhkan kepada ubun-ubunnya. Dan orang ini pertama-tama dia tidak merasa pusing. Mungkin satu jam pertama tidak rasa berat, karena cuma setetes-setetes. Ini menurut pengakuan saudara-saudara, orang itu setelah 1 jam menjerit-jerit minta ampun. Minta ampun, minta dihentikan. Karena tetesan-tetesan air itu seperti godam, seperti palu yang besar, yang memukul seperti gong yang keras di telinganya. Dia minta ampun. Tapi karena dia dihukum mati, dia dibegitukan sampai kadang-kadang sebelum mati dia disuruh jalan, orang itu jalan  kepalanya mengangguk-angguk ke atas ke bawah, terus begitu ... karena syarafnya sudah hancur.

Mungkin hari ini, kita tiap hari, yah persoalan setetes, ya setetes. Urusan toko setetes, urusan keluarga setetes, urusan anak sama orang tua setetes, tapi kita terus kumpul, lama-lama dia jadi palu yang besar. Dan Tuhan Yesus tahu, maka Dia undang, Marilah kepadaKu, kamu yang bertanggungan berat, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Dia memberi jaminan. Aku akan memberi kelegaan. I will give you rest. Kata kelegaan dalam bahasa Yunani, anapausis. Dari kata anapausis, ada kata pause, artinya istirahat. Hanya Tuhan, saudara-saudaraku, yang bisa memberi istirahat. Ada pertanyaan, gimana maksudnya, pak Pendeta, kita ini memenuhi undangan Yesus? Apa maksudnya? Ke gereja, kita memenuhi undangan Tuhan. Tapi secara pribadi, yaitu kita berdoa.

Pada waktu kita berdoa, Tuhan itu dursmir, kalau mobil. Diservis. Oli yang kotor dibuang, diganti dengan oli yang baru. Roda yang sudah gundul, bolanya diganti dengan ban yang baru. Steering yang tidak lurus lagi, diluruskan kembali. Semua diperiksa. Radiator yang kurang air, ditambah. Itu terjadi pada waktu kita sembahyang. Pada waktu kita berdoa. Maka saya bisa rasakan, orang yang pimpin pujian ini sembahyang atau tidak. Orang yang pimpin pujian dari otak apa dari hati, dari doa, saya bisa rasa. Apalagi Tuhan. Jadi kalau saudara berdoa, itu saudara melepas beban. Aduh Tuhan, saya cape. Pada saat saudara berkata saya cape, mari datang kepada-Ku, kata Tuhan, Dia peluk kita, Dia terima kita ... dengan segala air mata, dengan segala kehancuran kita, dengan segala problema, persoalan kita - Dia peluk kita, Dia terima kita. Dia ganti dengan istirahat. Dia ganti dengan damai sejahtera.

Ini undangan yang pertama dari Tuhan Yesus. Barang siapa yang berbeban berat, jangan lari sama keluarga, jangan lari sama orang pinter, jangan lari sama orang berpangkat, jangan lari sama orang berkedudukan tinggi. Larilah kepada Yesus. Kalau bebanmu terlalu berat, tak seorang pun mau tolong. Orang itu bisa tolong, tapi dia tidak mau tolong. Keluarga bisa tolong, tapi dia tidak mau tolong. Famili, koko, adik, cici, semua bisa tolong sebetulnya, tapi dia tidak mau tolong, dia acuh saja. Lagu ini berkata terus, Larilah saja kepada Yesus, pasti kau ditolong ... Kalau bebanmu terlalu berat ... Tak seorangpun mau tolong ... Larilah saja kepada Yesus ... Pasti kau ditolong. Yang ciptakan lagu ini Pdt. Tuanakota, GPdI Mojokerto.

Bahkan kadang-kadang suami sendiri yang bisa tolong, bisa usaha nolong kita, nggak mau tolong, nggak bisa tolong. Istri sendiri, keluarga dekat, tung men, orang dalam, satu pintu, nggak mau tolong. Puji Tuhan, hari ini Raja segala raja mengundang, siapapun saudara. Saya tidak tahu saudara she apa, shio apa, saudara-saudaraku jangan percaya hal-hal yang demikian. Tapi Tuhan mau berkata, marilah kepada-Ku, hai kamu yang bertanggungan berat, aku akan memberi sentosa, sejahtera, rest, tenang, teduh. Ayat berikutnya, Pikul kuk Aku. Jadi Dia dapat berikan kekuatan yang baru untuk saudara bisa memikul tugas yang baru. Dia memberikan sejahtera bukan untuk saudara leyeh-leyeh, bukan saudara santai-santai, leha-leha. Tidak.

Tetapi saudara-saudara diberikan kekuatan untuk memikul kuk yang lain - pekerjaan Tuhan. Maka saudara, saya nggak bisa paksa saudara bedston, nggak bisa dan nggak boleh. Saya nggak bisa paksa gembala-gembala kecil ikut doa malam. Nggak bisa. Tapi saya bisa kasih jaminan, siapa yang berdoa, dia dapat kelegaan. Siapa yang tahu menyisihkan waktunya untuk Tuhan, dia seolah-olah berkata, Tuhan, saya tidak sanggup berjalan sendiri, Tuhan tolong sama saya. Saudara-saudara, dia seperti jadi as roda. Dia nggak puter ke atas ke bawah, naik, turun, nggak, dia di as, dia tenang, karena dia ada di dalam sumber segala sumber. Marilah datang kepada-Ku, hai kamu yang berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan.

Ingat perempuan Samaria? Dia berpindah dari satu laki-laki kepada laki-laki yang lain. Dia kira kalau kawin sama yang pertama ini dia akan bahagia. Ternyata tidak berbahagia. Siapa bilang perkawinan bisa bikin bahagia, kalau tidak ada Yesus di dalamnya. Lalu dia kawin, dia cari laki-laki yang kedua, dia tinggalkan laki-laki yang pertama. Mungkin karena dia cantik, ada yang mau sama dia. Dia tinggalkan laki-laki atau dia ditinggalkan laki-laki, dia datang kepada laki-laki yang ketiga, terus, sampai kepada laki-laki yang kelima.

Setelah laki-laki yang kelima dia tinggalkan atau ditinggalkan oleh laki-laki, dia baru membina hubungan dengan laki-laki yang keenam. Yesus bilang, kalau kamu minum air yang Aku berikan kepadamu, kamu tidak akan haus lagi karena dari dalamnya akan terpancar air hidup. Kalau kamu minum air dari sumur ini, kamu haus lagi. Tapi kalau kamu minum air yang Aku berikan, kamu tidak akan haus lagi. Perempuan itu berkata: Berikan aku air itu! Lalu Yesus berkata, panggilah semua suamimu. Kaget dia: Saya belum bersuami. Perempuan Samaria itu bilang, saya belum bersuami, karena dia lihat, Yesus itu ganteng. Saya yakin Yesus itu ganteng. Maka sampai orang yang sudah punya suami enam juga sampe pura-pura jadi perawan lagi. Saya belum punya suami. Memang betul, Yesus bilang, 5 sudah jadi suamimu, sekarang yang keenam bukan belum jadi suamimu. Serahkan semua kehausan jiwamu. Di sanalah dia berhenti, dia mendapatkan terminal yang terakhir, dia mendapatkan kepuasan batin yang tidak diberikan oleh perkawinan-perkawinannya. Lalu apa terjadi? Dia dipakai oleh Tuhan menjadi penginjil. Dia memiliki Air Hidup yang di dalam Yesus, dia dipuaskan oleh Tuhan Yesus.

Saudara, tidak ada orang yang datang kepada Yesus dan menerima Yesus, dikecewakan oleh Tuhan. Selalu dipuaskan. Dan siapapun saudara pada petang hari ini, apapun persoalan saudara, kalau mendengar undangan dari Tuhan, yang beban berat - saudara akan dapat sentosa.

Kita masuk pada undangan yang kedua. Yesaya

1:16 Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat,
1:17 belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!
1:18 Marilah, - Diundang lagi -  baiklah kita berperkara! --firman TUHAN--Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.
1:19 Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu.
1:20 Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang." Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya.

Pasal pertama saja dari Yesaya, Yesaya diutus untuk berbicara kepada orang Israel yang sudah kusut oleh dosa. Menurut Firman Allah, apa yang terjadi dengan orang Israel, itu gambaran apa yang terjadi pada gereja Tuhan - saudara dan saya. Kadang-kadang saudara dan saya, kita kusut oleh banyak kesalahan, kita kusut oleh banyak kekeliruan, kita - bahasa Sundanya - titajong di nu rata, di jalan yang rata juga tergelincir. Nggak ada urusan apa-apa kusut tiba-tiba, karena apa? Karena kita tidak memilih yang baik, kita memilih yang jahat, kita melakukan segala yang jahat. Sedangkan hati-Nya Tuhan waktu melihat kita, Dia merasa kasihan, Dia merasa iba. Dia tahu bahwa upah dosa itu maut. Kalau kita terus di dalam dosa, ujungnya maut. Dia tahu ini. Maka Dia undang.

Dalam undangan yang kedua, Dia berkata: baiklah kita berperkara! Ini bahasa pengadilan. Come now and let us reason together, mari kita ngobrol. Baik sekali Tuhan ini. Memang bicaranya bicara pengadilan tapi Dia membikin jalan keluar. Jadi kalau saudara diundang sama Tuhan untuk membicarakan kesalahan kita, itu bukan Dia mau menghukum kita - Dia beri jalan keluar. Ayo datang ke sini, Aku mau mengadakan reason, Aku mau mengadakan pembicaraan sama kamu dari hati ke hati. Segala-galanya kita berperkara sekarang. Aku sudah bilang belajar berbuat baik, jangan berbuat jahat. Ajar. Jauhkan dirimu dari hal yang jahat. Pilih yang baik. Kalau kamu pilih yang baik, kamu akan hidup. Bahkan hasil yang terbaik dari bumi ini. Tapi kalau kamu terus berontak kamu akan dimakan pedang alias mati. Ayo sekarang kita berperkara. 

Ah, datanglah kita semua sebagai terdakwa karena kita banyak kesalahan. Heran, Hakim ini bilang begini: Walaupun dosamu merah seperti kirmizi ... Kirmizi saudaraku, adalah satu zat pewarna zaman dulu dari semacam bunga, tidak bisa luntur. Jadi kalau orang bikin nomor di karung, kasih nomor, nomor 1, nomor 2, pakai itu kirmizi namanya. Bunga  itu ditumbuk warna merah itu tidak bisa luntur. Waktu pemilu kemarin, saya punya kelingking dicelup, sedikit saja. Sampai hampir satu bulan, susah itu keluarnya. Tapi akhirnya bersih juga. Nah, kirmizi tidak mungkin hilang. Jadi saya kasihan sama ibu-ibu yang habis nyoblos dia kira apa, tinta dicoblosin di telunjuknya, jadi hitam sampai sini. Di pasar ditanya, kunaon eta teh, kabeuleum? Karena hitam sekali. Jadi nanti kalau lagi nyoblos pemilihan 5 Juli, ...

Saya nggak kenal Megawati, saya kenal cuma Taufik Kiemasnya karena pernah ketemu. Tapi Oom Mandey, saya sudah setuju kita mau coblos Megawati. Karena Susilo Bambang Yudhoyono itu ganteng dia mah ada tahi laler di sini. Masa kita nyoblos presiden karena tahi lalernya. Kalau begitu yang tahi lalernya banyak kita coblos, ya. Iya, sebetulnya kita simpati pak Susilo itu ...

Kita kembali kepada tinta ini. Jadi tinta kirmizi tidak bisa hilang tidak bisa lenyap. Tapi apa kata Tuhan? Walaupun dosamu seperti kirmizi sekalipun, yang tidak ada sabun dunia bisa mencucinya, tidak ada yang bisa mencuci dosa kesalahan kita, Aku Tuhan yang Mahakuasa akan menyucikan itu, putih seperti salju! Maka kalau saudara diundang datang, ayo kita berperkara. Banyak orang kalau berdosa, dia nggak berani kebaktian, dia takut ke gereja, dia curiga padahal waktu di gereja itu Tuhan tolong dia, Tuhan tolong supaya dia mempunyai kekuatan untuk luput dari dosa. Iblis suruh kita jangan ke gereja, iblis suruh kita jauh dari doa, jauh dari Firman, jauh dari gereja, tapi kita lawan, kita mau beritahu bahwa Hakim itu Tuhan itu hanya Tuhan yang berbelas kasihan.

Umpama, ini ada satu bapa namanya Joni. Joni ini meninggal. Umpama. Maaf yang namanya Joni. Kalau saya bilang meninggal itu artinya panjang umur. Tapi ini contoh, Joninya bukan Joni ini, yang lain. Joni ini meninggal. Begitu meninggal, langsung dia diadili, dia duduk sebagai terdakwa, Allah Bapa sebagai Hakim, iblis sebagai jaksa penuntut umum. Mulai pengadilan. Saudara Joni duduk! Diputarlah film video kehidupan Joni dari bayi sampai dia mati kelihatan semua yang dia perbuat yang baik yang berdosa, waktu makan nggak bayar, ambil krupuk 5 ngaku 1, itu kelihatan semua. Ini Joni diam. Kenapa Tuhan tahu? Ya Tuhan Mahatahu. Putar videonya Joni. Putar. Waktu mandi di Kali Cianjur, ada saudaraku. Kelihatan. Waktu sikat gigi pakai genteng, saya ngalamin. Nggak punya odol pakai genteng, ngalami saya. Lalu ditanya sama jaksa, jaksa bilang: Inilah kelakuan dia yang berdosa dia harus dihukum mati, masuk neraka. Hakim berkata: Apa betul semua yang diputar film itu kelakuan kamu? Mau bohong bagaimana sama Allah. He-euh. Lebih keras. He-euh. Joni apa betul? Betul Tuhan. Pembela bicara. Baik, tuanku Hakim, saya sebagai Pembela. Sebelum berbicara saya akan berbicara dulu sama anak ini. Yesus, tolong saya. Aku akan bela kamu, jangan takut sebab Hakimnya Babe gua. Ada haleluyah saudara? Saudara senang ikut Yesus?

Maka dikatakan oleh Yesus, memang yang diperbuat oleh Joni ini benar, semua di video itu betul tapi Aku 2.000 tahun yang lalu sudah menebusnya di atas Bukit Golgota dan dosa-dosanya sudah diampuni. Kabur itu iblis. Maka saudaraku, ikut Tuhan itu un cuan bo sipun, ada banyak untung, rugi tidak ada, ada haleluyah? Maka kalau Dia undang mari datang kepada-Ku, kita berperkara, jangan lari. Kita baca lagi ayat 18
1:18 Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN--Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

Dan saya harap saudara menerima undangan ini sebentar waktu kita makan perjamuan kudus, kalau kita mengingat undangan dari Tuhan, memperbaiki kita, memperbaiki yang salah, tingkah laku diperbaiki supaya satu kali kita bisa sama seperti Dia. 

Saudaraku, ada undangan yang ketiga, yang terakhir, kita bisa baca dalam Maleakhi 

3:6 Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.
3:7 Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?"
3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!
3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, - ini undangan Tuhan - firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.
3:12 Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.

Banyak orang mengangggap persepuluhan itu soal uang. Tidak. Persepuluhan bukan soal uang tapi soal hati. Soal hati manusia. Matius 6:21 berkata: Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Undangan yang ketiga. Mari datang. Uji Aku. Coba. Waktu anak-anak saya masih kecil, ayo gantung di tangan papa. Coba. Mereka bergantung. Satu lagi di sini. Coba. Uji. Saya akan memberikan 7 berkat kalau saudara tahu memberi mengembalikan persepuluhan. Persepuluhan bukan milik kita, itu Tuhan punya. Dan saya katakan ini bukan soal uang - soal hati! Sebelum saya baca lebih lanjut mengenai undangan yang ketiga ini, kita buka dulu Hagai

1:3 Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya:
1:4 "Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?
1:5 Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! - Bahasa Inggris, perhatikanlah jalanmu
1:6 Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!

Dua kali dikatakan, perhatikanlah jalanmu. Siapa di antara saudara yang menabur modal, punya modal dijalankan digolangin, nggak ada hasil. Kerja - kerja - kerja - kerja - cuma cape, nggak ada hasil. Bahkan di dalam ayatnya yang keenam bagian akhir, dia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlubang. Taruh apa saja molos, taruh apa saja hilang, karena apa? Karena tidak menghargai rumah Tuhan.

Kalau kita kembali kepada Maleakhi sekarang, apa dikatakan dalam Maleakhi  

3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku

Ada jemaat yang datang ke gereja, pulang dari gereja aduh, oom luar biasa firman Tuhan. Saya dikenyangkan, saya dikuatkan. Tapi ada yang datang kebaktian, pulang, dia nggak rasa apa-apa. Dia makan tapi tidak kenyang; dia menabur, tapi hasilnya sedikit; dia mengumpulkan uang dia taruh di bank tapi seperti ada bocor pundi-pundinya. Kamana ieu duit teh? Asa na teh dikumpulin terus tapi ada saja pengeluaran. Hilang. Dua kali Tuhan berkata, perhatikan jalanmu. Maka Dia undang, undangan yang pertama, kelelahan jiwa. Undangan yang kedua, soal dosa. Tapi undangan yang ketiga, soal berkat jasmani. Siapa orang kristen anak-anak Tuhan yang 'susah' soal keuangan, susah soal bisnis. Sedikit saja flu burung, ayam jutaan mati. Daging sapi enak-enak dibikin sapinya gila. Ratusan ribu sapi di Eropa di Amerika dibakar hidup-hidup karena ada penyakit ini.

Kalau saudara mengembalikan persepuluhan, ada 7 berkat. Tapi saya kembali lagi kepada yang pertama. Undangan ini saudara bisa ikuti bisa tidak. Saudara boleh datang kepada undangan itu apa tidak. Saudara boleh terima apa tidak, saudara boleh jalankan apa tidak. Itu terserah saudara, saya tidak ambil pusing, saya sudah beritahu. Saudara mau diberkati, lakukan. Saudara tidak lakukan, ya sudah. Nanti kita akan lihat siapa yang diberkati Tuhan. Ada 7 berkat kalau kita mengembalikan milik Tuhan. Ayat 10   
3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku - Ini undangannya - , firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Berkat yang pertama, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit? Jendela-jendela berkat akan dibuka oleh Tuhan, amin haleluyah? Ketika berkat di dunia ditutup, ketika orang di dunia tidak mau kerja sama lagi dengan saudara karena saudara sudah hampa, ketika bank-bank di dunia tertutup karena saudara minus terus bank tidak mau kasih kredit lagi, bank Kerajaan Surga mau membuka jendela-jendelanya, ada haleluyah saudara?

Ini berkat yang pertama. Kalau saudara tahu memberikan persepuluhan, mungkin tidak ada artinya, gaji saudara cuma 200 ribu satu bulan tapi saudara dengan takut akan Tuhan, saudara ambil 20 ribu, bawa kembali kepada rumah Tuhan, itu seolah-olah saudara berkata: Tuhan, dengan 180 ribu plus Tuhan aku yakin bisa lewat ini bulan dan Tuhan akan buktikan, Tuhan akan memberikan jalan ke sana jalan ke sini banyak berkat yang lain. Berkat yang pertama, tingkap jendela-jendela dari Surga akan dibukakan. Saudara dengar kesaksian tadi dari satu pemuda bagaimana Tuhan bisa membuka jendela-jendela. Jadi bukan hanya satu jendela. Tingkap-tingkap. Haleluyah.

Yang kedua. Berkat yang kedua adalah Dia mencurahkan berkat kepada kita. Ada haleluyah, saudara? Tercurah itu seperti saudara ambil satu ember air saudara siram. Itu tercurah. Satu bapa datang di rumah saya dia mau beli rumah yang sudah disewa beberapa tahun. Dia mau beli. Dulu sewa, sekarang dia mau beli. Ada haleluyah saudara? Dulu pelornya belum ada, sekarang sudah ada. Tingkap-tingkap akan dibuka. Saya lihat kok anak-anak Tuhan yang tahu kembalikan milik Tuhan, hidupnya diberkati. Luar biasa.

Yang ketiga, berkat yang diberikan berkelimpahan. Bahasa Inggris bukan berkelimpahan tapi berkat yang engkau tidak bisa terima. Bahasa Indonesia lama, engkau tidak sempat simpan. Itu nubuatan saudara. Saudara tidak sempat simpan. Saudara terima saking limpahnya, bisa salurkan. Bukannya disalurkan kepada perusahaan buka cabang-cabang - bukan. Saudara menyalurkan untuk menolong orang lain. Kalau kita diberkati Tuhan, kita nggak pernah itungan, kenapa? Tuhan kita tidak pernah itungan. Limpah.     

Yang keempat. Ayat 11

3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap,

Belalang pelahap ini Abadon, Apoleon. Di dalam kitab Wahyu dia Iblis. Iblis itu nggak suka bisnis saudara itu maju. Pencuri itu datang untuk mencuri membunuh dan membinasakan tapi Aku datang untuk memberikan hidup yang kekal. Dia nggak suka lihat jemaat diberkati Tuhan, dia nggak suka lihat saudaraku senang punya mobil punya rumah hidup dengan bahagia dengan keluarga, dia nggak senang. Dia bikin kacau, dia bikin macam-macam. Tapi kalau saudara tahu membawa persepuluhan, Dia Tuhan akan menghancurkan Iblis belalang pelahap itu.  

Yang kelima, ... supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu. Artinya kita akan punya hasil. Dagang apa berhasil. Dagang kecil-kecilan ada hasilnya. Dagang nasi uduk, ada hasil, dagang ini ada hasilnya. Jangan dimodalin beak, dimodalin beak. Tapi dikasih ini, ada hasilnya. Dikasih 5 talenta, oh Tuhan saya sudah punya hasil 5 talenta - jadi 10. Dikasih 2 talenta ada hasilnya 2 talenta, sudah jadi 4. Ada hasil. Bukan soal uang. Di mana hartamu berada, di situ hatimu berada.

Yang keenam, ... supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu. Anggur selalu bicara sukacita. Akan ada sukacita di dalam keluarga anak Tuhan, ada cerita-cerita yang lucu yang segar di dalam keluarga kita.

Yang ketujuh,  

3:12 Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.

Segala bangsa lho bukan tetangga akan lihat kita, tuh si itu mah nggak kaya tapi oh, bahagia ... luar biasa. Dia bahagia dia tidak banyak harta tapi lihat hidupnya bahagia. Saudara tidak usah minta: Tuhan, berikanlah aku berlian satu kobokan, nggak usah. Kalau nggak ada bahagia? Nggak usah banyak-banyak Tuhan, satu hari si tiauw cukup. Ada amin? Diberkati oleh Tuhan. Saudara mau bisnis besar bisnis kecil? Tukang krupuk bisnis besar. Gede kaleng kurupuk. Bisnis kecil mah berlian cuan se. Sabaraha karat? Sakarat. Embung sakarat mah urang, hayang keneh hidup. Sakarat setengah. Tapi kalau Tuhan mau memberkati ... Siapa mau datang kepada Yesus ... Siapa mau datang kepada Yesus ... Siapa mau datang kepada Yesus ... Tak dikecewakan. Haleluyah saudara?

Saya tidak panjangkan Firman Allah. Kita akan masuk dalam perjamuan kudus.  

-- o --  

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________