Khotbah Minggu Sore Mei-Juni 2007

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 06 Mei 2007

HAL TIDUR

Kita akan buka Alkitab kita di dalam injil Lukas

9:28 Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
9:29 Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.
9:30 Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.
9:31 Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.
9:32 Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.
9:33 Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.
9:34 Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka.
9:35 Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."
9:36 Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapapun apa yang telah mereka lihat itu.

Dalam cerita in saya tertarik kepada ayat yang ke-32: Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur.

Mari kita perhatikan seorang yang bernama Petrus. Peribahasa berkata: Knowledge is a power .. pengetahuan itu satu kekuatan, but character is more ... tapi karakter itu lebih baik.

Kita tahu penyakit Petrus. Petrus ini sering lebih pintar dari Yesus. Dia sering mendahului Yesus. Sebelum Yesus bertindak, dia sudah duluan. Dia suka menilai orang lain. Dia seringkali mengukur orang lain dengan dirinya sendiri. Tetapi dia memang berani. Ketika Yesus jalan di atas air, dia yang minta kalau betul itu Yesus, suruh saya jalan di atas air.

Kita mau belajar dari Petrus malam hari ini. Kita mau belajar dari Petrus. Petrus ini yang beberapa kali bilang: Yesus, aku rela mati untuk Engkau. Saya mau menyerahkan diri untuk Engkau. Saya akan ikut Engkau sampai mati. Orang lain meninggalkan Engkau, tapi aku, Petrus, tidak akan pernah meninggalkan Engkau. Saya melihat, kira-kira Petrus ini sama dengan beberapa orang dari kita. Seringkali kita seperti ini - supaya jangan salah paham -  sombong rohani. Kita belum sampai ke tingkat itu. Kita seharusnya jalan pelan-pelan, naik pelan-pelan. Tapi Petrus langsung: Aku mau mati bersama dengan Tuhan.

Yesus bilang, sebelum ayam berkokok satu kali, kamu sudah menyangkal Aku tiga kali. Oh, tidak. Bayangin, Yesus saja dibantah. Yesus saja, Raja segala Raja, Anak Allah, sendiri dibantah sama Petrus. Yesus, tidak. Yesus anggap saya apa? Saya tidak akan meninggalkan Yesus. Waktu Yesus ditangkap di Taman Getsemani, nggak tahu dari mana, dia bawa pisau, bawa pedang - Alkitab bilang pedang - dia sabet ini orang lehernya dia potong tapi orang itu mengelak. Jadi kupingnya yang kena sampai kupingnya copot.

Yesus bilang: Aduh Petrus, jangan main pedang. Yang main pedang nanti mati dengan pedang. Dia ambil telinga Maltus itu, taruh lagi di tempatnya. Jadi Petrus ini bikin masalah terus. Di sana masalah, di sini masalah. Kalau ngomongnya manis. Kalau dia ngomong manis ambil hati Yesus. Kemana pun Engkau pergi, aku mau ke sana. Apapun yang terjadi, aku mau mati. Tetapi ya inilah, karakternya belum dibentuk. Bayangin, Yesus ajak Petrus dan dua murid yang lain naik ke Bukit Kemuliaan. Di sana Yesus bercahaya, dimuliakan oleh Tuhan, dan tiba-tiba Musa dan Elia ada bersama dengan Yesus.

Saya mau tanya saudara, kalau hari ini - ini umpama - tiba-tiba Yesus berdiri di sini dan nabi Musa dan Elia ada di sini, saya mau tanya saudara, apa yang saudara akan lakukan? Saya mau tanya, kalau Yesus ada, Musa ada, Elia ada, saudara berani tidur apa nggak? Nggak. Petrus tidur! Saudara bayangin. Ayat 32, sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur. Dalam hidup Petrus, Petrus tidur tiga kali, saudara. Ini yang pertama.

Bayangkan, Yesus dalam kemuliaan-Nya. Di dalam Wahyu pasal 1, Yohanes lihat Yesus dalam kemuliaan-Nya, dia rebah sampai seperti orang mati. Ini lihat Musa lagi, belum Elia lagi. Elia yang naik ke sorga dengan kereta api dan kuda api, sekarang datang tiba-tiba, bercahaya. Seluruh bukit bercahaya. Eh,  gimana saya aja. Petrus teh tidur, saudara. Dia tidur dengan nyenyak. Yesus mah Yesus, tidur mah tidur.

Jadi saya ingin beritahu, kerohanian seseorang tidak diukur dari dekatnya dia dengan Yesus. Biar dia dekat dengan kemuliaan, dia dekat dengan Yesus tapi kalau karakter tidak berubah, karakternya memang tidur, dia akan tidur. Saya harap saudara tidak tidur di gereja, ya. Kalau kita mau bicara rohani, siapa yang mau lebih rohani dari Petrus? Diangkat duduk bersama dengan Yesus. Diajak doa bersama dengan Yesus. Diajak melihat kemuliaan Allah ... malah dia tidur.

Kita lihat yang kedua, kapan waktu Petrus tidur? Matius 

26:36 Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."
26:37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."
26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."
26:42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!"
26:43 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat.
26:44 Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.

Kedua kali Petrus tidur ketika dia diajak oleh Yesus ke satu taman. Perhatikan ya. Pertama diajak ke bukit, diajak melihat kemuliaan Yesus ... tidur. Sekarang pada waktu sebelum disalib, Yesus ajak lagi Petrus dan dua anak kembar, anak-anak Zebedeus , ke satu taman namanya Getsemani. Getsemani artinya tempat anggur dipress ... sampai keluar anggur. Di Getsemanilah Yesus, pokok anggur yang benar, dipress di dalam kesulitan. Dia harus minum cawan dosa manusia. Dosa saudara dan dosa saya dan dosa umat manusia yang sudah lewat, yang akan datang, ditaruh di dalam satu cawan dan harus diminum oleh Yesus yang tidak pernah mengenal dosa.

Dia sangat berat. Dia bawa Petrus. Tetapi ketika Dia berdoa, Dia kembali, murid-Nya tidur. Dan Dia bilang sama Petrus bukan sama yang kembar: Petrus, tidak bisakan kamu bertahan sama Aku? Ini yang ngomong Yesus. Bukan pendeta, bukan sesama orang. Yesus yang ngomong. Tidak bisakah kamu bertahan dengan Aku satu jam saja?

Kalau malam hari ini Yesus ada di tengah saudara dan Dia bilang sama saudara: Bisakah berdoa dengan Aku satu jam? Saudara akan spontan bersama-sama dengan saya berkata: Saya bisa. Tapi kenyataannya Petrus tidur.

Ketika Yesus berdoa dan Dia balik lagi, lihat Petrus tidur, Yesus biarkan dia tidur. Ketika sudah datang orang yang mau menangkap, dibangunkan: Ayo bangun, orang yang menangkap Aku, sudah datang.

Jadi kita lihat dua kejadian ini. Petrus tidur yang pertama di gunung. Yang kedua Petrus tidur di taman. Dan dua-duanya tidak enak, dua-duanya negatif. Tetapi kali yang ketiga, Petrus tidur, kita harus puji Petrus. Karena kali ini Petrus tidur sungguh luar biasa. Kita buka Kisah Para Rasul 12, inilah khotbah saya pada sore ini.

12:1 Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat.
12:2 Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang.
12:3 Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi.
12:4 Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak.
12:5 Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.

Saya mau berhenti di sini dulu. Kita harus jadi orang kristen yang dewasa. Kita jangan jadi kristen kanak-kanak yang menilai sesuatu dengan ditolong apa tidak ditolong. Perhatikan di dalam ayat 2, Yakobus diizinkan Tuhan, atas izin Tuhan, dia mati sahid. Dia dipenggal kepalanya oleh Herodes. Tetapi saudara sebentar akan membaca cerita bagaimana Tuhan Yesus melepaskan Petrus.

Hamba Tuhan itu ada 2 macam: Hamba Tuhan yang diizinkan Tuhan mati sahid. Hamba Tuhan yang diizinkan Tuhan luput dari kematian.

Paulus berkali-kali luput dari maut sampai akhirnya Tuhan izinkan dia dipancung kepalanya oleh Kaisar Nero. Orang kristen harus sadar bahwa kalau kita jadi kristen bukan enak-enak terus. Bukan kalau kristen itu kita dapat berkat terus, haleluyah, senang-senang terus. Ada kalanya kita mengalami problem. Tuhan izinkan kita mengalami kesulitan. Tuhan izinkan kita mengalami aniaya. Ini adalah rahasia Tuhan, saya tidak bisa korek-korek. Saya tidak bisa ikut-ikut campur apa rencana Tuhan ini.

Dari tiga orang yang dibawa ke gunung, Yakobus dipenggal kepalanya. Dari tiga orang yang dibawa di Taman Getsemani, Yakobus dipenggal kepalanya. Tetapi saudara akan lihat Petrus dan Yohanes selamat. Petrus diluputkan di sini. Yohanes sampai tua dia baru meninggal, umur seratus tahun. Dia menulis Kitab Wahyu.

Kita baca ayat ke-3, Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi.

Jadi ketika dia lihat, dia bunuh sama Yakobus, ayat 1, Tangan Herodes mencemarkan gereja. Tangan Herodes mulai mengutik-ngutik gereja, jemaat dibikin sulit, jemaat dibikin susah. Tapi kita akan lihat sebentar. Ketika orang Yahudi senang karena Yakobus dibunuh, Herodes bilang, ah kalau begitu aku ambil lagi ini satu orang. Petrus ditangkap. Dan Petrus ditaruh di penjara bagian bawah, dijaga enam belas tentara, prajurit. Ayat 6,

12:6 Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur ...

Tapi Petrus tidur saat ini adalah kita harus puji, kita harus angkat topi. Saya mohon renungkan. Besok dihukum mati, Petrus tahu, besok akan dibunuh di depan orang. Ketika orang Australia yang membawa narkoba dihukum gantung di Singapura, ada 4-5 orang, menurut wartawan, orang itu tidak bisa tidur. Menjerit-jerit, berteriak-teriak, memukul-mukul, memaki-maki. Dia pukul-pukul besi, dia maki-maki, dia benturkan kepalanya ke tembok. Dia nangis, dia menjerit, dia ngomong sendiri. Kasihani aku, kasihani aku, apa tidak ada ampun bagiku. Lalu dia kutuk pemerintah Singapura. Marah-marah. Sampai akhirnya jam sembilan, dia harus dieksekusi.

Yang terakhir pemuda Vietnam, umur 22 tahun. Membawa sedikit narkoba. Dihukum gantung. Tidak bisa tidur. Satu malam tidak ada yang bisa tidur. Kalau dokter sudah bilang sama saudara, yang sakit ini tidak lama lagi akan meninggal. Jangan tidur. Orang lain saja, keluarga kita mau meninggal, kita tidak bisa tidur. Ibu kita, ayah kita yang mau meninggal, kita berjaga, tidak bisa tidur.

Bayangin ini Petrus, besok akan mati, besok akan dipancung ... dia bisa tidur. Ada haleluyah, saudara? Belum ada Valium, belum ada obat tidur, belum ada pil Lelap. Kok dia bisa pelor ... nempel molor, dari mana ini? Tidak lain ini dari kuasa Roh Kudus. Roh Kudus membuang ketakutan.

Saya ingin bicara sedikit mengenai Petrus yang ketiga ini. Besok mati tapi dia punya ketenangan luar biasa. Jangan kuatir tentang hidup ini. Jangan kuatir dari hal besok. Matius 6:34, jangan kamu kuatir dari hal esok hari. Besok hari ada urusannya sendiri. Urusan sehari cukup sehari. Nanti malam saudara musti bisa tidur.

Boleh saya lihat tangan saudara yang sedang mengalami ada problem, ada percobaan, ada pergumulan, ada cita-cita, ada? Apa semua saudara tidak ada problem? Ada? Oke. Ada persoalan tapi jangan persoalan itu membuat saudara tidak bisa tidur. Lihat Petrus, besok mati tapi dia pulas.

Ingat janda di Sarfat? Tepung ini saya hanya bisa bikin untuk saya dan untuk anak saya. Setelah kami makan dan besok mati. Tapi Elia nggak peduli. Bikin dulu buat aku dan baru buat kamu dan anak kamu. Heran, saudara, tenangnya luar biasa. Nurut lagi ini janda. Dia bikin apem buat Elia. Eh, tepung masih ada, minyak masih ada. Dia bikin lagi. Eh, tepung masih ada, minyak masih ada. Sampai tiga setengah tahun, sampai masa kelaparan selesai, tepung ada dan minyak ada. Sampai apapun terjadi, sampai selesai hidup kita di dunia, selalu ada makan, selalu ada minum buat saudara. Jangan takut, kita harus belajar tidur, tenang, tentram. Jangan pikir hari besok. Tenang dan tenteram. Ada amin, saudara? Ayatnya yang ke-6,

12:6 Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu.

Selain enam belas yang jaga, dua dari enam belas ini rantai tangan dan kaki Petrus dirantai kepada dua tentara ini. Mana bisa sih orang dirantai  bisa tidur? Kaki dirantai, tangan dirantai, tapi dia tidur. Mari kita baca terus.

12:7 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: "Bangunlah segera!" Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus.
12:8 Lalu kata malaikat itu kepadanya: "Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!" Iapun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: "Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!"
12:9 Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan.

Jadi Petrus ini kira dia mimpi. Petrus kira dia lagi ngigo, lulungu. Petrus menganggap ini katanya lihat penglihatan. Saudara ingat di perahu nggak, waktu Yesus jalan di atas air? Petrus bilang, itu hantu ... padahal Tuhan. Seringkali pertolongan Tuhan kita balik-balikan. Itu hantu padahal Tuhan. Kita baca terus, saudara.

12:10 Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka.

Perhatikan itu kata, pintu itu terbuka dengan sendirinya. Perhatikan itu kata. Pintu itu terbuka dengan sendirinya. Bahasa Yunaninya, automata, dari mana kita dapat kata otomatis. Jadi pintu yang terbuka secara otomatis pertama, itu bukan di hotel-hotel tapi di penjara - Kisah Rasul 12 - pintu gerbang terbuka secara otomatis. Ketika sampai di pintu gerbang, mereka jalan, pintunya ini Tuhan punya luar biasa.

Saya ingat pendeta dari Manado pertama kali masuk hotel di Jakarta. Pintu ini kok nggak dibuka-buka, ya? Aduh, kita sudah tunggu di luar ini. Buka dong pintu, buka dong pintu. Si pelayan di dalam sudah manggut-manggut. Tapi ini pendeta di luar nggak masuk-masuk karena pintu masih tertutup. Pelayan bilang, silakan, silakan. Dia nggak dengar apa. Dia mau dengar apa. Begitu dekat pintu itu terbuka. Pintu terbuka dia takut, dia mundur lagi. Tertutup lagi. Eh, lucu ... terbuka, mundur, terbuka, mundur. Kita seperti itu, saudara! Seringkali kita bilang, kok Tuhan belum buka pintu ini? Kok pintu gerbang penjara ini belum terbuka? Kok pintu persoalan belum terbuka? Kok jalan belum terbuka? Duh Tuhan, tolong Tuhan, tolong Tuhan.

Malaikat Tuhan di dalam bilang, silakan masuk pintu sudah dibuka, pintu berkat sudah terbuka. Ayo masuk, ayo masuk. Kita bilang, Tuhan buka pintu, Tuhan buka pintu. Begitu kita jalan, pintu terbuka.

Laut Merah tidak terbuka sebelum tongkat diangkat. Sungai Yordan tidak terbuka sebelum kaki orang Israel menginjak. Pintu tidak akan terbuka kalau orang tidak berjalan. Tidak ada satu pintu penjara manapun yang bisa menutup saudara. Tidak ada pintu rejeki yang tertutup buat saudara. Demi nama Tuhan Yesus Kristus, Raja segala raja, pintu berkat dari Tuhan akan terbuka untuk saudara! Luar biasa. Luar biasa, seolah-olah mimpi. Mazmur pun berkata, ketika Tuhan memberikan nyanyian, itu seperti kami ada di dalam mimpi.

Saudara, apa yang dikatakan oleh firman Allah lebih lanjut ... Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia. Tugasnya sudah selesai. Saudara percaya kepada mujizat? Tetapi ada pertolongan mujizat, ada kerja kita. Begitu Petrus sudah lewat penjara sampai di ujung jalan, malaikat hilang. Sekarang dia musti jalan ke rumah Maria. Pasti dia tahu ini. Berikut.

12:11 Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: "Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi."
12:12 Dan setelah berpikir sebentar, pergilah ia ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Di situ banyak orang berkumpul dan berdoa.
12:13 Dan ketika ia mengetuk pintu gerbang, datanglah seorang hamba perempuan bernama Rode untuk mengetahui siapa yang mengetuk itu.
12:14 Ia terus mengenal suara Petrus, tetapi karena girangnya ia tidak membuka pintu gerbang itu dan segera masuk ke dalam untuk memberitahukan, bahwa Petrus ada di depan pintu gerbang.
12:15 Kata mereka kepada perempuan itu: "Engkau mengigau." Akan tetapi ia tetap mengatakan, bahwa benar-benar demikian. Kata mereka: "Itu malaikatnya."
12:16 Tetapi Petrus terus-menerus mengetuk dan ketika mereka membuka pintu dan melihat dia, mereka tercengang-cengang.
12:17 Tetapi Petrus memberi isyarat dengan tangannya, supaya mereka diam, lalu ia menceriterakan bagaimana Tuhan menuntunnya ke luar dari penjara. Katanya: "Beritahukanlah hal ini kepada Yakobus dan saudara-saudara kita." Lalu ia keluar dan pergi ke tempat lain.
12:18 Pada keesokan harinya gemparlah prajurit-prajurit itu. Mereka bertanya-tanya apakah yang telah terjadi dengan Petrus.
12:19 Herodes menyuruh mencari Petrus, tetapi ia tidak ditemukan. Lalu Herodes menyuruh memeriksa pengawal-pengawal itu dan membunuh mereka. Kemudian ia berangkat dari Yudea ke Kaisarea dan tinggal di situ.

Saudara-saudara, perhatikanlah betapa doa dari orang-orang dijawab.

Ayat ke-12, Dan setelah berpikir sebentar, pergilah ia ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Di situ banyak orang berkumpul dan berdoa.

Waktu saya baca satu buku analisa Alkitab, kurang lebih Petrus sampai di rumah ini jam empat pagi. Jadi jemaat itu mendoakan Petrus, tetapi mereka tidak percaya ketika Tuhan jawab. Seringkali kita berdoa, tapi begitu Tuhan jawab, kita nggak percaya! Begitu Petrus sampai di pintu rumah Maria, ada pintu terkunci dan Rhoda atau Rhode, dia sedang dengar ada yang ketuk pintu.

Dia kenal ini suara Petrus. Jadi dia tidak buka Petrus, dia masuk ke dalam: Petrus ada di luar. Dan ini setelah kebangkitan Yesus. Tidak percaya. Jadi percaya itu sangat sukar. Kadang-kadang kita jadi grogi. Percaya tapi nggak. Nggak tapi percaya. Kita berdoa tapi tidak percaya. Ketika Tuhan jawab doa kita, kita tidak percaya. Sampai mereka bilang, itu malaikatnya. Jadi dianggap Petrus sudah mati, itu rohnya yang datang. Coba, percaya tahyul. Murid Yesus percaya tahyul. Itu bukan Petrus, itu rohnya, itu malaikatnya. Itu rohnya, itu halusnya dia.

Tetapi karena terus menerus Petrus berkata: Ini aku Petrus, ini aku Petrus. Mereka menerima Petrus dan mereka bersukacita. Saudara sebelum berhenti ini cerita, ayat 20,

12:20 Herodes sangat marah terhadap orang Tirus dan Sidon. Atas persetujuan bersama mereka pergi menghadap dia. Mereka berhasil membujuk Blastus, pegawai istana raja, ke pihak mereka, lalu mereka memohonkan perdamaian, karena negeri mereka beroleh bahan makanan dari wilayah raja.
12:21 Dan pada suatu hari yang ditentukan, Herodes mengenakan pakaian kerajaan, lalu duduk di atas takhta dan berpidato kepada mereka.
12:22 Dan rakyatnya bersorak membalasnya: "Ini suara allah dan bukan suara manusia!"
12:23 Dan seketika itu juga ia ditampar malaikat Tuhan karena ia tidak memberi hormat kepada Allah; ia mati dimakan cacing-cacing.

Ayat 1, Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap jemaat. Ayat 23, Tuhan menampar Herodes dan herodes mati dimakan cacing. Ayat 24, Maka firman Tuhan makin tersebar dan makin banyak didengar orang.

Kenapa? Karena Tuhan bekerja dan tidak bisa ada satu pintu yang tertutup.

Saya mau tanya: Saudara mau tidur seperti Petrus? Saya nggak mau. Saudara mau tidur ketika Yesus dipermuliakan? Makanya yang mana dulu, saudara musti tanya. Petrus tidur yang mana, yang kesatu, yang kedua, yang ketiga? Saya mau tanya, saudara mau tidur seperti Petrus yang pertama? Saudara mau tidur seperti Petrus yang kedua? Saudara mau tidur seperti Petrus yang ketiga? Betul? Malam-malam nanti jangan ngigo kalau malaikat datang. Ayo bangkit, ayo bangkit, bangun, ikut aku. Saudara jangan ngigo.

Tuhan akan buka jalan kepada saudara. Siapa yang sedang tertutup jalan? Siapa yang sedang tidak ada jalan? Tuhan selalu buka jalan. Melalui apa? Melalui kematian-Nya di atas Bukit Golgota. Dia berkata: Sudah selesai. Ketika Yesus bilang, sudah selesai, terbukalah jalan dari dunia sampai di sorga. Kita yang berdosa diselamatkan oleh Tuhan. Tuhan nggak akan ingat salah kita. Tuhan tidak akan ingat kekurangan kita. Dia mau menyelamatkan kita. Dia mengasihi kita.

Mari kita menyanyi satu nyanyian, pemain musik, dan para pelayan Perjamuan Kudus silakan maju ke depan.

-- o --

Kamis, Ibadah Peringatan Kenaikan Yesus Kristus, 17 Mei 2007

KENAIKAN YESUS BERGUNA BAGI KITA

Haleluyah. Selamat bertemu berbakti di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Hari ini kita merayakan kenaikan Tuhan Yesus Kristus, kenaikan Yesus ke sorga. Di Alkitab ada beberapa orang yang naik ke sorga. Kita akan lihat beberapa orang yang naik ke sorga itu pada sore hari ini.

Yang pertama, kita lihat dalam kitab Kejadian

5:21 Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah.
5:22 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5:23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.
5:24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

Yang pertama, orang yang naik ke sorga adalah seorang yang bernama Henokh. Henokh ini punya istri. Dia punya anak tetapi ditulis oleh alkitab - dua kali ditulis - dia bergaul dengan Allah. Yang pertama ayat ke-22, yang kedua ayat 24.

Kalau satu tokoh ditulis dua kali berturut-turut, dia hidup dengan Allah, sungguh luar biasa. Sampai Allah jatuh cinta kepada dia. Dan Dia berkata: Henokh, tempatmu bukan di dunia. Aku tiap hari ingin berbicara dengan kamu. Maka tempatmu bukan di dunia. Ayo, Aku angkat engkau naik ke sorga.

Dan menurut saya, Henokhlah yang paling panjang umurnya. Di dalam Alkitab ditulis Metusalah itu 969 tahun tetapi Henokh saudara, dia belum mati sampai sekarang. Dia di sorga bersama-sama dengan Tuhan. Kita lihat Henokh naik ke sorga. Kita mengagumi dia bergaul dengan Allah. Kita kagum karena dia tidak mengalami kematian. Kita melihat dia sebagai contoh yang baik bagi kita, dia diangkat hidup-hidup, dia tidak usah mengalami kematian.

Tetapi, Henokh yang naik ke sorga, tidak ada arti apa-apa bagi kita umat Tuhan. Kita cuma tahu saja menurut Alkitab dia naik ke sorga. Kita tidak tahu apa-apa, kita tidak mengerti apa-apa, tidak ada dampaknya, tidak ada sesuatu kepahitan bagi kita, dia cuma ditulis 'tidak mati', dia cuma ditulis 'bergaul dengan Allah', dia ditulis 'Tuhan sayang sama dia', dia diangkat hidup-hidup, naik ke sorga, tetapi tidak ada dampaknya bagi kita!

Nah, yang kedua kita akan melihat, saudara, di dalam kitab II Raja-raja    

2:11 Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.

Orang yang kedua diangkat ke sorga, yaitu nabi Elia. Dia lebih lagi spektakuler. Tuhan kirim kuda berapi dari kereta berapi. Dia sedang berjalan dengan Elisa dipisahkan oleh kuda berapi dan kereta yang berapi itu. Dan Elia dalam badai yang besar diangkat hidup-hidup oleh Tuhan. Elia mengalami ketika badai datang, dia diangkat naik ke sorga hidup-hidup. Elisa berkata: Ya bapaku, ya bapaku. Dia kehilangan seorang pembimbing, dia kehilangan seorang bapa rohani.

Tetapi, kenaikan Elia ke sorga tidak ada dampak apa-apa bagi kita! Tidak ada sesuatu yang berguna bagi kita, tidak ada sesuatu yang bisa merubah hidup kita dari tidak baik jadi baik. Kita cuma kagum saja. Yang pertama, Henokh bergaul dengan Allah, diangkat hidup-hidup, disayang oleh Tuhan. Yang kedua, Elia nabi besar ini diangkat hidup-hidup melalui kereta kuda yang berapi bernyala-nyala. Naiklah dia ke sorga.

Tetapi, dua tokoh ini naik ke sorga tidak ada dampak bagi kita, tidak ada sesuatu tanda yang ditinggalkan bagi kita. Tidak ada sesuatu yang mengubah kita. Kita cuma tahu saja Henokh naik ke sorga, Elia naik ke sorga.

Tetapi Tuhan Yesus, Dia naik ke sorga mempunyai dampak. Kita lihat injil Yohanes     

16:5 tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?
16:6 Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.
16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. - Kepergian Yesus naik ke sorga ada gunanya bagi kita. Henokh naik tidak ada dampak apa-apa. Elia naik ke sorga tidak ada dampak apa-apa. Tetapi Tuhan Yesus bilang, yang pertama Dia bilang: Ada gunanya kalau Aku pergi kepada Bapa. - Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu - Roh Kudus - tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Dampak yang pertama dari kenaikan Yesus begitu jelas begitu gamblang. Ada gunanya Yesus naik ke sorga. Setelah dia bangkit 40 hari 40 malam dia berputar ke sana berputar ke sini mengunjungi murid, menampakkan diri kepada murid, menyatakan diri bahwa Dia sudah bangkit tetapi Dia harus naik ke sorga. Sebab apa? Sebab ada dampaknya.

Yang pertama nomor satu, yaitu berguna bagi kita. Jangan saudara sedih, jangan saudara bimbang, kata dua ayat pertama. Jangan kamu berdukacita. Lebih berguna dari pada Aku bersama-sama dengan engkau, lebih berguna kalau Aku naik ke sorga. Nomor satu, Yesus naik ke sorga punya dampak, yaitu berguna bagi jemaat, berguna bagi kita. Gunanya apa? 1a, kita akan lihat ayatnya yang ke-9.

16:9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;

Kalau Roh Kudus Penghibur itu datang nanti, gunanya yang pertama bagi kamu, Dia akan bersaksi tentang dosa. Dosa yang paling besar menurutnya adalah dosa tidak percaya. Kalau saudara tidak percaya firman Allah, tidak percaya mujizat, tidak percaya karya dari Tuhan, saudara menurut Yesus orang berdosa. Tetapi kalau kita percaya kepada Dia, kita akan diselamatkan, bisa bilang amin? Yohanes 

3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Kalau kita tidak percaya, kita berdosa. Ini tugas pertama, guna pertama dari Roh Kudus ini. Dia akan bersaksi tentang dosa. Dia akan berkata di dalam hati kita, ini dosa, ini salah, ini kamu sombong rohani, ini kamu terlalu takut, ini kamu terlalu cemas, kamu terlalu kuatir. Dia bersaksi.

Guna yang pertama, Roh Kudus itu, 1a, dia akan bersaksi tentang dosa. Maka kalau ada orang ngaku kristen tetapi dia masih berdosa - dia masih judi, dia masih merokok, dia masih berbuat hal yang tidak dikehendaki Tuhan, dia tidak dengar suara dari Tuhan. Dia tidak dengar, dia tidak menurut, dia tidak taat kepada suara Roh Kudus. Roh Kudus selalu bersaksi tentang dosa. Dia akan saksikan ini salah, itu salah, itu keliru, ini jahat. Dan dosa yang paling besar, kita sudah dengar tadi adalah dosa tidak percaya. Kalau hamba Tuhan berkhotbah apa saja saudara tidak percaya, saudara dosa. Bahwa di sorga ada Tuhan menyediakan rumah yang besar bagi kita, kita tidak percaya.   

1b, ayatnya yang ke-10: akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;

Saudara, mari lihat ke depan. Waktu Yesus hidup di dunia, kita bisa lihat dengan mata telanjang. Kita bisa lihat dengan mata daging, kita bisa lihat Dia. Tetapi Yesus berkata, sekarang kamu harus naik kelas, sekarang kamu harus naik tingkat. Aku akan naik dan Roh Kudus akan datang. Roh Kudus bisa dilihat nggak? Apa artinya? Yesus mengajar jemaat sekarang: Jangan melihat Yesus dengan mata jasmani, jangan melihat Yesus dengan mata yang kelihatan ini. Kita ingin lihat dan kita terpengaruh dengan apa yang kita lihat. Kita lihat gereja besar terpengaruh, kita lihat gereja kecil terpengaruh.

Tidak dengan Roh Kudus. Saudara tidak boleh terpengaruh lihat Goliat yang besar. Seperti Daud ... dia tidak lihat Goliat yang besar; mata rohaninya dia melihat Allah yang lebih besar dari Goliat, amin saudara? Dia tidak melihat sesuatu yang kecil, ah dianggap remeh, tidak. Alkitab katakan yang kecil bisa dipakai oleh Tuhan mempermalukan yang besar, yang hina dipakai oleh Tuhan mempermalukan yang mulia. Maka sejak kita penuh Roh Kudus, kita tidak nilai orang dari luar.

Murid Yesus tanya sama Yesus: Yesus, ini orang buta, dosa dia atau dosa bapanya? Yesus bilang, salah. Kamu bertanya salah. Bukan dosa orang ini, bukan dosa bapanya tapi supaya kemuliaan Tuhan dinyatakan. Orang buta ini dilihat oleh Yesus, dia bisa disembuhkan, dia bisa dipakai untuk menjadi saksi Tuhan. Kalau muridnya dia lihat dia buta. Lalu dia mulai menghakimi, ini dosa dia apa dosa bapanya.

Pelajaran yang kedua dari Roh kudus, jangan menghakimi. Jangan menilai orang. Jangan melihat diri, melihat orang. Pandanglah kepada Yesus. Datang di gereja lihat sana, lihat sini. Datang di gereja ngelamun, pikiran keluar. Datang di gereja lihat salah orang, lihat salah si A, lihat salah si B. Yang benar itu mata kita harus memandang kepada Tuhan. Haleluyah? Apa yang salah kata manusia, sebetulnya betul pada Tuhan. Sedikit, sedikit Tuhan. Sedikit, sedikit Tuhan, nggak bosan? Sedikit, sedikit firman Tuhan. Sedikit, sedikit Firman Tuhan, nggak bosan? Tidak. Mata kita harus melihat kepada Tuhan.

Maka dikatakan oleh Yesus, akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi. Dia ajarkan supaya kita melihat dengan mata iman, dengan mata rohani bahwa Roh Kudus itu ada. Guna yang ketiga atau 1c, yaitu ayat 11,

16:11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.

Penguasa dunia adalah Iblis, telah dihukum. Jangan kaget kalau Iblis menuduh saudara. Dia tuduh saudara punya kesalahan. Dia tuduh saudara punya kelakuan. Dia tuduh ini, dia tuduh itu. Saudara-saudara harus berdiri di atas ayat ini bahwa Dia, bahwa Roh Kudus sudah menghukum, mengalahkan, menghukum Iblis, hanya belum dieksekusi. Tapi secara pengadilan, dia sudah salah, dia sudah dihukum, dia sudah divonis bersalah. Itu sebabnya tidak usah saudara takut setan. Tidak usah saudara takut Iblis.

Jangan takut. Yang berbahaya, satu saja setan: setan yang memakai rok mini dan pusarnya dikasih lihat, yang malem-malem pegang tas dan bilang oom ... itu setan harus berhati-hati. Tetapi ingat, setan sudah dikalahkan. Ada haleluyah? Jangan takut Iblis, kalong wewe segala macam, jangan. Dia sudah dihukum ... hanya belum dieksekusi. Justru setan itu yang nggak kelihatan itu suka bikin hati kita jadi marah, hati kita jadi tersinggung.

Berikutnya yang keempat. Ayatnya yang ke-12,

16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.
16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Ia akan memimpin, haleluyah. Penghibur ini bukan cuma untuk datang saja, tidak. Dia mau memimpin. Kalau memimpin di depan atau di belakang, saudara? Di depan. Memimpin. Berdiri di depan. Memimpin. Lalu yang keempat, Roh Kudus itu di depan, memimpin. Kalau Dia jadi memimpin kita, saudara nggak akan salah jalan, saudara nggak akan salah pilih, saudara nggak akan salah dagang, saudara nggak akan salah jual, saudara nggak akan salah karena dipimpin oleh Roh Kudus. Dipimpin dalam segala kebenaran.

Roh Kudus tidak akan salah. Dia memimpin saudara. Memimpin saudara kepada segala kebenaran. Kalau saudara hidup dalam Roh Kudus, nggak akan kawin sembarangan, nggak akan menikah sembarangan. Saudara akan tanya Roh Kudus, apa benar ini jodoh saya? Kadang-kadang baru lihat satu, dua hari sudah ngomong sama papa, kapan saya kawin? Roh Kudus di dalam hati kita, Dia pimpin kita dalam segala-galanya. Nggak mungkin orang kristen itu korupsi kalau dia dipimpin Roh Kudus. Nggak mungkin dia mencuri, nggak mungkin dia bohong, nggak mungkin dia dusta kalau dia ada Roh Kudus dan menurut kepada pimpinan Roh Kudus. Dia nggak akan dusta, dia nggak akan ngarang cerita untuk dapat keuntungan, nggak ... karena dia dipimpin oleh Roh Kudus. Dia tidak akan selingkuh, dia tidak akan berjudi, dia tidak akan berzinah, dia tidak akan berdusta karena yang pimpinnya Roh Kudus.

Berikutnya, apa yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Yang kelima, Ia akan memberitahu apa yang akan datang. Roh Kudus nggak akan syukurin saudara masuk ke dalam lobang. Roh Kudus selalu akan memimpin saudara lewat lobang yang berbahaya. Lewat. Di tengah-tengah kegelapan, alam maut sekalipun, aku tidak takut bahaya, karena gada dan tongkat-Mu, Dia yang memimpin aku. Haleluyah. Dia akan bercerita apa yang akan datang.

Saudaraku, nggak usah pakai shio kambing, shio ular, shio tikus, shio babi. Tidak usah lagi pakai Virgo, Capricornus. Hanya Tuhan Yesus bisa merobah kita: Yang jahat jadi baik, yang gagal jadi berhasil, yang takut jadi berani, yang terbelakang jadi paling depan. Hanya Tuhan Yesus! Haleluyah. Dia akan bercerita apa yang akan datang. Roh Kuduslah yang memimpin kita. Bukan shio tikus, bukan shio babi. Kita hanya punya satu shio, yaitu shio Yesus. Nggak ada shio Yesus mah, haleluyah saja. Nggak ada. Kita hanya dibenarkan oleh Tuhan Yesus. Puji Tuhan. Berikutnya,

16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.
16:15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."

Di sini ada dua macam berkat. Ayat 15, segala sesuatu yang Bapa punya ...

Saudara percaya Bapa kita Bapa yang kaya? Sudah diberikan kepada Yesus. Berarti Yesus juga kaya. Dan apa yang ada sama Yesus yang kaya, diberikan-Nya kepada Roh Kudus. Dan Roh Kudus, dikatakan, Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku. Ia terima dari Yesus sekarang Dia akan beritakan, Dia akan berikan kepada saudara. Jadi orang kristen itu harus jadi orang rohani, orang yang penuh dengan Roh Kudus. Yang menjalankan pekerjaan Tuhan bukan dengan khotbah. Bukan dengan kepintaran. Bukan dengan pengalaman. Tetapi dengan berserah kepada Tuhan. Dipenuhi hati kita dengan Roh Kudus. Ini dampak yang pertama Yesus naik ke sorga. Tidak seperti Henokh, tidak seperti Elia.

Dampak yang kedua atau dampak yang terakhir. Kisah Para Rasul

1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Dampak yang kedua adalah perjanjian. Hai, orang Galilea. Orang Galilea itu orang-orang sederhana, orang-orang yang tertindas, orang-orang yang di dalam kebutuhan yang sangat. Itu disebut orang Galilea. Petrus, Yohanes, semua dari Galilea, daerah yang rakyat jelata punya. Kalau orang kaya itu di Yerusalem. Tapi Yesus nggak bilang, hai orang Yerusalem. Tidak. Hai, orang Galilea. Orang yang patah hati, patah semangat, tidak tahu harus berbuat apa. Kenapa engkau menatap ke langit? Mengapa kau berdiri melihat ke langit? Kenapa kamu menatap terus ke langit? Sudah nggak ada Yesus, sudah hilang tertutup awan. Kenapa kamu lihat Yesus? Kenapa kamu lihat ke atas?

Sebab seperti kamu lihat Dia naik ke sorga, demikian juga Dia akan turun ke bumi. Saudara percaya? Tidak percaya dosa. Saudara percaya Yesus akan kembali? Dulu saya tidak percaya. Bagaimana kita bisa lihat Yesus kembali? Sebab guru-guru saya berkata, seluruh dunia akan bisa lihat Dia kembali. Bagaimana, saya bilang, bisa lihat? Kalau Dia turun di Israel, bagaimana di Cianjur orang bisa lihat?

Tetapi setelah zaman sekarang handphone, bermain sepakbola di Spanyol saudara bisa lihat di handphone. Saudara bisa lihat pemain band main di handphone saudara. Nanti Yesus datang, teknologi sudah tidak seperti sekarang, lebih canggih lagi. Yesus datang dilihat oleh semua, seluruh dunia, manusia, melalui handphone, melalui televisi, siaran langsung.

Jadi nanti Yesus akan datang. Dan kalau Yesus datang, itu sebabnya kenapa, pasti, karena setiap kali kita makan perjamuan kudus, makanlah seberapa banyak kali kamu makan, menjadi peringatan untuk mengingat akan Aku, kata Yesus, sampai Aku datang kembali.

Jadi gunanya Yesus naik ke sorga, satu, Roh Kudus turun; dua, kita harus ingat, Dia yang naik, akan datang kembali.

Saya tidak panjangkan firman Allah. Tapi biarlah saudara pada sore hari ini mendapatkan pengertian dari firman Allah.

  -- o --

Minggu, 27 Mei 2007

HAL ROH KUDUS

Saya mau tanya, saudara siap menerima berkat Tuhan? Sebab khotbah sore hari ini, lain dari yang lain. Saudara siap menerima berkat Tuhan? Berapa rindu saudara kepada Tuhan malam hari ini, begitulah Tuhan akan mengisi hati saudara.

Buat apa kita disebut anggota gereja pantekosta tapi belum penuh Roh Kudus? Bahkan di dalam Alkitab, batasan orang yang disebut anggota gereja, itu yang bertobat dan dibaptis lalu dipenuhkan dengan Roh Kudus. Bagaimana yang kita dikasih tahu Allah itu Roh adanya - barangsiapa yang menyembah Dia, harus menyembah ...  harus, bukan diusulkan - harus menyembah Dia dalam roh dan kebenaran.

Dalam Yohanes 6, Yesus berkata: Firman-Ku adalah Roh. Firman Allah adalah Roh.

Jadi sebelum saya khotbah, saya akan baca dulu itu ayat, untuk membuka wawasan saudara. Kita mulai dengan Yohanes

4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh - r kecil, berarti roh kita - dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
4:24 Allah itu Roh - R besar - dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh - r kecil, roh kita - dan kebenaran."

Yohanes

6:63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

Amin? Roh Allah yang memberi hidup!

Nah, pada sore hari ini saya akan membuka satu kisah di dalam Ester

1:1 Pada zaman Ahasyweros - dialah Ahasyweros yang merajai seratus dua puluh tujuh daerah mulai dari India sampai ke Etiopia -,
1:2 pada zaman itu, ketika raja Ahasyweros bersemayam di atas takhta kerajaannya di dalam benteng Susan,
1:3 pada tahun yang ketiga dalam pemerintahannya, diadakanlah oleh baginda perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya; tentara Persia dan Media, kaum bangsawan dan pembesar daerah hadir di hadapan baginda.
1:4 Di samping itu baginda memamerkan kekayaan kemuliaan kerajaannya dan keindahan kebesarannya yang bersemarak, berhari-hari lamanya, sampai seratus delapan puluh hari.
1:5 Setelah genap hari-hari itu, maka raja mengadakan perjamuan lagi tujuh hari lamanya bagi seluruh rakyatnya yang terdapat di dalam benteng Susan, dari pada orang besar sampai kepada orang kecil, bertempat di pelataran yang ada di taman istana kerajaan.
1:6 Di situ tirai-mirai dari pada kain lenan, mori halus dan kain ungu tua, yang terikat dengan tali lenan halus dan ungu muda bergantung pada tombol-tombol perak di tiang-tiang marmar putih, sedang katil emas dan perak ditempatkan di atas lantai pualam, marmar putih, gewang dan pelinggam.
1:7 Minuman dihidangkan dalam piala emas yang beraneka warna, dan anggurnya ialah anggur minuman raja yang berlimpah-limpah, sebagaimana layak bagi raja.
1:8 Adapun aturan minum ialah: tiada dengan paksa; karena beginilah disyaratkan raja kepada semua bentara dalam, supaya mereka berbuat menurut keinginan tiap-tiap orang.
1:9 Juga Wasti, sang ratu, mengadakan perjamuan bagi semua perempuan di dalam istana raja Ahasyweros.

Dalam Alkitab ada seorang raja yang kaya namanya raja Ahasyweros. Dalam ilmu tipology atau ilmu ayang-ayang, ilmu bayangan, Ahasyweros adalah lambang dari Allah Bapa, lambang dari Tuhan. Bayangannya. Dia membuat satu pesta. Kerajaannya besar dari India sampai Afrika, Ethiopia. Kayanya raja ini luar biasa.

Saya yakin di akhir zaman, ayat 4 itu sedang terjadi sekarang bahwa raja itu memamerkan kekayaannya, memamerkan kuasanya, memamerkan kemuliannya. Selama 6 bulan orang tidak bosan melihat kekayaan dari raja Ahasyweros.

Saya yakin bahwa ini bayangan akhir zaman, bayangan di mana saudara dan saya sedang hidup. Saudara mau melihat atau tidak, mau mendengar atau tidak tetapi Tuhan sedang memamerkan kebaikan-Nya, Dia sedang memamerkan kemulian-Nya, Dia sedang memamerkan kasih setia-Nya, Dia sedang memamerkan berbulan-bulan ... 180 hari tidak habis kekayaan. Orang tidak bosan lihat kekayaan dari raja Ahasyweros.

Dia adalah Allah kita yang besar, Dia memamerkan kemuliaan, kekayaan, semaraknya, beriaknya, mewahnya. Tidak ada raja yang pernah pesta 6 bulan. Dia 6 bulan pesta. Tiap hari pesta. Dan pesta, semua pemerintah raja-raja sekitar diundang hanya untuk melihat pameran kekayaan dari raja Ahasyweros.

Saudara, kita terlalu mengecilkan Tuhan. Iman kita terlalu iman kecil. Kita anggap Tuhan Yesus itu biasa saja. Kita anggap Tuhan Yesus itu ya teman-teman saja biasa, Dia Juruselamat biasa. Oh, tidak. Alkitab katakan: Segala kuasa di langit dan di bumi, diberikan kepada tangan Yesus.

Dan ini saatnya Yesus sedang memamerkan kemuliaan-Nya, memamerkan kekayaan anugerah-Nya, memamerkan kasih karunia-Nya, memamerkan kuasa kesehatan kesembuhan-Nya, memamerkan kuasa kelimpahan-Nya. Yang susah akan dihiburkan, yang lemah akan dikuatkan, yang sakit akan disembuhkan, Dia sedang pamerkan, yang miskin akan diperkaya, yang suka bersungut yang suka kritik tidak akan menerima berkat ini karena ini hanya diberikan kepada  bangsawan-bangsawan di dalam benteng Susan, yaitu orang sendiri, orang yang ada dilindungi oleh Tuhan di dalam benteng perlindungan-Nya. 

Lalu ada acara minum anggur. Dan minum anggur ini ada aturannya. Aturannya, ayat 7, tidak dengan paksa. 

1:7 Minuman dihidangkan dalam piala emas yang beraneka warna, dan anggurnya ialah anggur minuman raja yang berlimpah-limpah, sebagaimana layak bagi raja.
1:8 Adapun aturan minum ialah: tiada dengan paksa; karena beginilah disyaratkan raja kepada semua bentara dalam, supaya mereka berbuat menurut keinginan tiap-tiap orang.

Tidak dipaksa. Jangan kamu larang raja bangsawan rakyatku yang manapun mau minum anggur, jangan dilarang. Berapa banyak yang dia mau minum silahkan, biar dia minum. Anggur dalam Alkitab bicara Roh Kudus. Roh Kudus sekarang sedang dipamerkan sebagai anggur minuman yang tidak ada habis-habisnya, yang tidak ada batas-batasnya. Apa kita tidak malu kita ikut Tuhan bertahun-tahun? Memang Tuhan tidak paksa. Mau minum, silahkan, tidak juga silahkan. Tapi kalau mau minum banyak, silahkan; mau mabuk, silahkan.

Pada waktu di Kisah Para Rasul 2, murid-murid Yesus dipenuhkan dengan Roh Kudus, orang bilang, mereka sedang mabuk air anggur. Petrus bilang, kami tidak mungkin mabuk. Mana mungkin orang mabuk jam 9 pagi? Tetapi sebetulnya memang mereka sedang mabuk; bukan anggur dunia, mereka mabuk anggur Roh Kudus. Mereka berpesta dengan Roh Kudus, mereka minum. Saya cuma mau tanya, berapa besar rindu saudara kepada Roh Kudus?

Berkali-kali saya undang, siapa yang mau dipenuhkan Roh Kudus, maju ke depan. Ada yang dingin, ada yang diam, dia tidak mau. Mungkin dia tidak mengerti dia tidak mau dia tidak ada kerinduan untuk Roh Kudus.

Saudara, sekarang ini Roh Kudus yang kerja. Yesus itu di sorga. Kisah Rasul 3:21, Yesus harus tinggal di sorga. Sekarang yang kerja menyembuhkan orang, menolong, menghibur - itu Roh Kudus! Dan saudara-saudara yang menolak untuk dipenuhkan Roh Kudus, saudara menolak. Memang tidak dipaksa. Cara minum anggur tidak dipaksa. Yang mau minum sedikit silahkan tapi yang minum banyak tidak boleh dilarang. Anggur 6 bulan tidak akan habis. Selalu baru. Demikian juga Roh Kudus.

Saudara dipenuhkan Roh Kudus tiap hari, Roh Kudus tidak habis. Saudara berdoa di dalam bahasa roh setiap pagi, setiap sore, setiap siang, setiap jam, tidak habis. Roh Kudus selalu ada. Saudara mau minum sampai saudara mabuk ... tidak habis, Dia selalu ada. Haleluyah. Puji Tuhan. Berapa rindu saudara-saudara untuk menjadi orang yang minum undangannya dari Bapa, minum anggur yang luar biasa itu, anggur Roh Kudus?

Ada satu pemuda, dia mau masuk Kopassus, Komando Pasukan Khusus. Ditanya sama komandan: Betul kamu mau masuk Kopassus? Oh, saya ingin masuk Kopassus, saya ingin masuk pasukan elite, pasukan khusus. Maaf ya, pasukan ini sangat berat tetapi kalau kamu rindu ... Saya rindu. Saya tentara biasa tetapi saya ingin masuk Kopassus supaya saya dapat Wing itu, terjun dari pesawat, berjalan ... pokoknya daya tahan.

Nah, komandannya tanya: Lebih baik kamu jadi satpam saja. Jadi satpam tidak terlalu ada tantangan, jadi hansip pegang pentungan, cuma kentong-kentong itu kentongan. Hansip. Periksa KTP. Mau jadi itu atau mau jadi Kopassus? Oh, orang ini rindu, saya ingin jadi Kopassus.

Saya dengar sendiri dari Kopassusnya ketika dia mau jadi Kopassus. Sebelum latihan terjun saudara, dia harus masuk hutan 1 minggu, hanya dikasih segenggam beras dan pisau, korek api. Kamu masuk hutan dan kamu keluar harus masih hidup, harus bisa bertahan. Mereka bilang, kami harus makan ular. Ketemu ular, kita bunuh ular, kita bakar dengan api yang ada, kayu-kayu, kita makan daging ular. Ketemu babi, kita bunuh babi, kita makan. Apa saja bisa. Kita bisa jerat burung, kita makan daging burung. Hanya seminggu. Kadang-kadang kami tidak makan satu hari. Tapi saya rindu untuk mendapat Wing Kopassus.

Berapa rindu saudara untuk dipenuhkan Roh Kudus? Sama dengan Kopassus ini rindu untuk jadi tentara elit. Banyak yang masuk 1-2 hari mundur. Tidak kuat. Tidak tahan. Bahkan ada yang sudah 3-4 hari seperti kehilangan pikiran ... saya tidak kuat. Berat jadi Kopassus.

Lulus itu 7 hari, diterjunkan dari pesawat. Terjun. Terjun berkali-kali. Sudah dapat Wing terjun, dari Batujajar mereka harus jalan kaki ke Cilacap di pinggir pantai. Naik gunung bukit gunung, jalan kaki sembari menyanyi, masuk laut, harus jalan berenang di laut, harus mencapai itu. Dan ketika sampai pantai Cilacap, komandannya tersenyum tolak pinggang, dia tersenyum. Wah, mereka berlari terengah-engah, mereka ada yang menangis karena mereka sudah jadi pasukan khusus, mereka dikasih Wing. Muka mereka banyak sekali hitam-hitam karena lewat gunung lembah tetapi mereka jadi tentara elit, mereka jadi Kopassus. Mereka bangga dan kadang-kadang yang menangis komandannya. Dia bilang, kamu sudah lulus ujian, kamu menjadi tentara yang bagus sekali, baik sekali kamu, kamu menjadi tentara elit.                   

Tuhan juga sedang mencari orang kristen yang mau jadi kopassus - komando pasukan Yesus. Yang tidak cengeng tapi yang merindu saya ingin penuh dengan Roh Kudus, saya tidak puas dengan hanya satu cawan air anggur. Saya  ingin minum bercawan-cawan anggur. Ketika saya baca ayat ini, Tuhan, saya ingin minum, minum terus anggur dari Roh Kudus, saya mau minum, mau minum, mau minum. Biar aku mabuk di dalam anggur Roh Kudus. Tuhan, aku rindu untuk melihat wajah-Mu. Aku rindu melihat Yesus.

Maaf saudara, Yesus itu seperti buah kelapa. Banyak orang hanya kenal Yesus cuma sabut kelapanya. Itu belum Yesus. Cuma bisa bersihkan untuk cuci piring. Sabut kelapa bisa jadi bikin jok mobil. Tapi itu bukan kelapa. Dan Yesuspun bukan batok kelapa. Kok, Yesus keras? Itu batoknya. Yesus itu Air Hidup; air kelapa itu ada di dalam. Hancurkan dulu batok itu. Lihatlah di dalamnya ada daging yang putih ... itu kelapa. Dan ada airnya ... itu air kelapa. Itu Yesusnya. Jangan ikut Yesus cuma mau lihat luarnya Yesus. Cuma sabut kelapa. Jangan ikut Yesus kena batok kelapa, saudara mundur. Kena keras sedikit, saudara mundur. Tidak. Terus buka, belah itu kelapa. Saudara minum airnya makan kelapanya. Ada haleluyah?

Demikian juga kita kalau ikut Yesus. Kalau ingin dipenuhkan Roh Kudus. Saya ingin minum anggur itu. Bayangkan saudara, 6 bulan pesta. Kekayaan Ahasyweros tidak bosan. Jadi orang lihat pameran kekayaan hari ini, dia lihat pameran kekayaan ini besok dia lihat itu, sampai 6 bulan. Semua orang yang di dalam benteng Susan. Roh Kudus bukan untuk orang luar ... untuk orang dalam, untuk kita semua.

Saya yakin Roh Kudus sudah ada di dalam saudara masing-masing. Sebab yang suruh saudara ke gereja itu Roh Kudus, yang menggerakkan saudara kebaktian itu Roh Kudus. Hanya Roh Kudus yang kerja ini harus diperbesar, harus diperbanyak. Sama dengan saudara minum anggur, saudara baru minum anggur tadi cuma secangkir kecil sedangkan Tuhan menyediakan Roh Kudus anggur yang tidak terbatas. Minum.

Sama dengan Elia dan Elisa. Elisa bilang: Elia, berilah kepada saya 2 bagian roh dari padamu. Elia cuekin. Jalan, jalan, jalan. Sampai di Yerikho. Elia bilang: Sudah, sampai di sini saja kamu ikut. Berhenti, jangan ikut-ikut lagi saya. Saya mau ke Gilgal. Demi Tuhan yang hidup, saya tidak mau tinggalkan tuan. Saya mau ikut terus, saya rindu mendapat 2 bagian roh. Jadi ikut terus Elia. Sampai di Gilgal, Elia sendiri bilang: Sudah, kita sudah sampai di Gilgal. Kamu diam di sini. Jangan ikut saya lagi, saya mau ke Yordan. Elisa bilang: Demi Tuhan yang hidup, saya mau terus ikut sama Elia sampai ke Yordan.

Dan Yordan saudaraku, bila sampai di Yordan, Elia buka itu Yordan pukul dengan jubahnya. Terbelah. Dia jalan sampai di seberang. Sudah sampai di sini, aku mau diangkat sama Tuhan, kamu tinggal. Tidak. Saya mau ikut sampai menyeberang Yordan.

Nah, murid Elia yang lain ada 50 orang, dia ikut dari jauh, dia nonton dari jauh. Maaf saudara, banyak orang kristen pantekosta pintarnya nonton. Pintarnya nonton apa yang mau terjadi. Murid Elia juga. Murid Yesus juga. Tapi jadi penonton. Tidak mau mengalami, tidak mau ikut Yesus sampai di ujung jalan. Tidak. Dia nonton dari seberang. Murid-muridnya Elia nonton, dia tidak mau alami, dia cuma nonton.

Banyak orang kristen penonton. Dan karena dia menonton dia tukang kritik. Karena dia tidak ngalami jalan ikut Elia. Dia tidak ngalami jalan Kopassus itu, dia cuma kritik. Kenapa banyak orang kristen suka ngritik? Dia tidak di dalam Roh Kudus. Orang yang lidahnya jadi racun di dalam pekerjaan Tuhan, itu akan jadi musuh Roh Kudus. Karena Roh Kudus satu kali memenuhi kita, mulut kita jadi berkat, mulut kita tidak jadi racun. Mulut kita bukan kritik, mulut kita jadi suka memuji Tuhan. Amin?

Maka jangan jadi penonton seperti 50 murid Elia. Jadi seperti Elisa. Ikut terus, ikut terus sampai di seberang Yordan. Dan ketika kereta yang berapi mengangkat Elia naik, apa yang dia minta 2 bagian roh, itu dikasih. Jatuh selimutnya Elia jubahnya, dipungut maka dia mau kembali lagi Yordan dia pukul, terbuka juga.                 

Saudara, raja Ahasyweros memberikan tata cara minum tidak dengan paksa. Saya juga tidak memaksa saudara mau dipenuhkan Roh Kudus atau tidak. Cuma saya memohon untung besar kita penuh dengan Roh Kudus. Kalau saudara penuh dengan Roh Kudus, yang untung saudara bukan saya. Kalau saudara tidak penuh dengan Roh Kudus, yang rugi saudara bukan saya. Karena saya menikmati. Saudara kita terlalu banyak doa dengan otak. 20 menit, 25 menit kita berdoa: Tuhan, Engkau tolong ini, tolong itu, berkati ini, berkati itu ... coba kita berdoa di dalam Roh, di dalam bahasa Roh. Kita tidak mengerti tapi Bapa mengerti apa yang dikatakan oleh Roh Kudus.

Saya cuma kasihan. Saya suka tanya, kenapa kamu waktu doa Roh Kudus nggak maju ke depan? Dia tidak tahu harganya Roh Kudus. Roh Kudus itu Tuhan sendiri. Kalau sudara dipenuhkan Roh Kudus, saudara dipenuhi Tuhan. Kalau orang jatuh bangun, jatuh bangun di dalam dosa, kalau dia dipenuhkan dengan Roh Kudus, dia tidak suka dosa, dia tidak mungkin berdosa karena dia tidak suka dosa, dia suka hidup yang suci, dia suka hidup yang benar. Dia tidak akan berdusta karena Roh Kudus yang memimpin hidupnya. I Korintus 3:16, I Korintus 6:19, II Korintus 6:14-16 dikatakan, tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah rumah Roh Kudus, rumah Allah dan Roh Kudus tinggal di dalam tubuhmu.

Datanglah pertanyaan yang penting kepada saya: Bagaimana oom, saya dipenuhkan Roh Kudus? Saya tadi katakan, saudara sudah penuh dengan Roh Kudus. Ketika Yehezkiel mengukur 1.000 hasta pertama sungai. Ukur, kata Tuhan, 1.000 hasta. Dia ukur 1.000 hasta, dalamnya air itu sampai di mata kaki - itu bayangan orang kristen yang sudah dipengaruhi Roh Kudus, sudah rajin ke gereja.

Tuhan bilang, ukur lagi 1.000 hasta yang kedua. Dia jalan lagi, dia jalan lagi. Sampailah air itu di lutut - itu orang kristen yang sudah bisa belajar berdoa.

Tapi tidak cukup. Tuhan bilang, ukur lagi 1.000 hasta. Dia jalan lagi 1.000 hasta, dalamnya air sampai di pinggang. Orang kristen itu sudah tahu firman Allah, sudah senang makan sabda Tuhan. Kalau nggak makan firman Allah, tidak puas.

Tapi Tuhan bilang, ukur lagi 1.000 hasta yang keempat. Ketika dia jalan, saudara, tidak bisa napak lagi kakinya di daratan, dia berenang. Berenang di sungai itu. Ini yang saya katakan mabuk air anggur Roh Kudus, berenang di dalam Roh Kudus.

Saudara bisa berdoa semalam-malaman berbahasa Roh sebab bukan saudara yang sembahyang - Roh Kudus. Saudara bingung nanti warung saudara toko saudara dibanjiri oleh langganan sebab bukan saudara yang dagang - Roh Kudus tolong saudara. Saudara bingung nanti anak saudara jadi pandai, sekolahnya naik kelas karena bukan dia yang sekolah tapi Roh Kudus. Saudara jadi bingung ketika bukan saudara yang cari rezeki, rezeki yang cari saudara. Karena Roh Kudus ini kaya magnet. Saudara dagang apa saja laku. Saudara kerja apa saja hebat. Saudara tidak usah dibantu doa. Roh Kudus saja. Ketika saudara penuh Roh Kudus, hati saudara senang. Tidak perlu kita ambil damai dari dunia. Kita nggak perlu si Tukul Arawana, nggak perlu.

Bagaimana saya ini dipenuhkan Roh Kudus? Saya tidak akan panggil saudara maju ke depan, tidak. Di tempat saudara duduk, saudara bisa penuh dengan Roh Kudus.

Saya ingin saudara korban dulu. Dan korban ini harus lebih besar dari korban saudara kepada pendeta di Ambon. Pendeta di Ambon itu satu kali tarik kolekte di Jakarta dapat 14 juta; orang tulis cek buat dia. Dia mungkin bawa uang sekitar 50 juta. Dan saya senang jemaat suka memberi. Tapi sekarang saya yang minta sama saudara, saudara musti korban: Beri hati saudara kepada Roh Kudus!

Kalau kita sebentar berdoa kepada Dia, nggak usah lihat kanan lihat kiri, nggak usah. Saudara dengan Tuhan. Berdoalah dalam bahasa yang baru. Bahasa apa, ko Yoyo? Saya juga tidak tahu. Tidak ada satupun orang yang ngomongnya sama bahasanya dengan yang lain. Ini hebatnya Tuhan. Jangan ngomong haleluyah haleluyah ... itu semua orang tahu haleluyah puji Tuhan. Tapi berdoa dalam bahasa yang baru. Tidak usah teriak-teriak, ngomong saja. Tadi di Jakarta pun begitu. Semua berbicara dengan tenang. Roh Allah manis sekali. Bicara. Saya lihat satu persatu, orang India penuh Roh Kudus, orang ini penuh Roh Kudus. Semua berbicara dengan tenang. Karena saya minta hati tidak minta uang. Minta hati saudara kasih sama Tuhan. Hati ini yang banyak kotor, banyak salah ... kasih sama Tuhan. Tuhan itu bengkel. Dia kasih bersih hati kita, Dia masuk dalam hati kita, kita disucikan, kita berdoa di dalam bahasa yang baru.

Jangan tunggu Roh Kudus. Salah. Roh Kudus tunggu kita pakai Dia. Sama dengan pisau. Ini tahu. Saudara mau potong tahu pakai pisau. Saudara tunggu itu pisau supaya motong tahu itu. Sampai kiamat juga pisau, pisau; tahu, tahu. Tetapi yang betul, tahu menunggu kita pakai pisau potong tahu, amin?

Roh Kuduspun demikian. Jangan diam. Saudara yang berbicara dalam bahasa roh, baik yang di balkon, baik yang di bawah, kita semua bisa bicara dalam bahasa yang baru. Saya mau tanya, hati saudara sudah siap? Coba kita baca  

1:9 Juga Wasti, sang ratu, mengadakan perjamuan bagi semua perempuan di dalam istana raja Ahasyweros.

Ada Wasti. Wasti ini permaisurinya Ahasyweros. Dia bikin pesta sendiri. Suaminya lagi bikin pesta buat raja-raja, dia bikin pesta sendiri. Waktu dipanggil sama raja, mau diperkenalkan, mau dikasih lihat eloknya cantiknya ini Wasti ini, yang indah sekali, yang cantik terkenal sekali, dia bilang tidak mau. Ini yang saya takutkan. Ini yang saya ngeri. Orang-orang yang mau atur sendiri dia punya hidup. Raja Ahasyweros bikin pesta, Wasti bikin sendiri. Nanti saudara baca terus di rumah, tapi saya akan terangkan.       

Ketika dipanggil tidak mau, dia minta nasehat kepada penasehat: Ini bagaimana istri saya, dipanggil tidak mau? Bahaya, Baginda. Dia tidak taat bukan hanya kepada Baginda, dia jadi contoh bagi istri-istri di seluruh negara akan tidak taat sama suaminya. Kita sering kali bikin acara sendiri, bukan acara dari Tuhan. Yang bikin korban harus Samuel. Samuel yang harus mengadakan korban kepada Tuhan. Tetapi karena Samuel terlambat, Saul tiba-tiba: Biar saya saja yang bikin korban. Dia bikin korban kepada Tuhan. Baru dia bikin korban, Samuel datang. Samuel bilang, pekerjaanmu, pekerjaan yang jahat di hadapan Tuhan. Kerajaanmu akan diambil.

Mau bikin acara sendiri. Ini yang saya takut. Begitu saudara diberkati oleh Tuhan, begitu saudara dipakai oleh Tuhan, begitu saudara dimuliakan, disemarakkan oleh Tuhan, saudara bikin acara sendiri. Wasti itu dulunya gadis biasa. Diangkat oleh raja. Dia jadi permaisuri. Dikasih indah, dikasih cantik, dikasih kekayaan, dikasih kemuliaan, dia jadi permaisuri, dia hebat.

Demikian juga kita. Ketika kita kecil, Tuhan angkat kita dari orang berdosa menjadi anak-Nya. Kita dihiasi menjadi calon istrinya. Kita ditunangkan dengan Kristus. Tapi kita bikin acara sendiri, tidak taat kepada suami kita, Yesus.

Apa tadi saya katakan? Saya hanya mau minta hati. Karena Wasti ada di dalam benteng Susan, tapi hatinya jauh dari Ahasyweros. Jangan sampai saudara, badannya ada di gereja tapi hati saudara jauh dari Tuhan Yesus. Saya minta hati saudara. Saya tidak minta uang.

Saya minta hati saudara malam hari ini dipersembahkan kepada Yesus, dipersembahkan kepada Roh kudus. Dan kalau hati saudara dipersembahkan, mulut gampang, dia mulut akan berbicara dalam bahasa yang baru. Pemain musik tolong.

  -- o --

Minggu, 24 Juni 2007

HAL UANG

Haleluyah. Pengkhotbah

5:1 Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit.
5:2 Karena sebagaimana mimpi disebabkan oleh banyak kesibukan, demikian pula percakapan bodoh disebabkan oleh banyak perkataan.
5:3 Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu.
5:4 Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya.
5:5 Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan utusan Allah bahwa engkau khilaf. Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu?
5:6 Karena sebagaimana mimpi banyak, demikian juga perkataan sia-sia banyak. Tetapi takutlah akan Allah.

Yang pertama kita akan lihat dalam pasal ke-5 ini bahwa Allah yang kita sembah itu bukan orang apalagi patung. Tuhan yang kita sembah bukan teman sejawat. Jadi nggak boleh asal ngomong kepada Dia. Hormati Tuhan di dalam kebaktian. Bawa segala persoalan saudara, bawa segala problem saudara di kebaktian tetapi biarlah perkataan kita sedikit karena Allah Pemilik sorga itu ada di sorga dan kita ada di bumi.

Dengan lain kata Dia Pencipta, kita makhluk yang diciptakan-Nya; Dia maha kuasa, kita maha lemah; Dia tidak terbatas, kita terbatas; Dia tidak berumur, kita ada umurnya; Dia maha hadir, kita tidak bisa hadir di beberapa tempat dalam satu kali waktu. Kita adalah manusia dan itu sebabnya dikatakan, biarlah perkataan kita sedikit.

Seperti mimpi datang karena terlalu banyak kerja, kita bisa mimpi ... demikian juga kita bisa salah kepada Tuhan kalau terlalu banyak perkataan kita. Jadi hendaklah kata-kata kita terpilih. Apa yang sangat kita butuhkan, apa yang sangat kita perlukan.

Seringkali kita kecewa karena kita nggak ngerti Tuhan. Jalan Dia itu bukan jalan kita, cara-Nya Dia kerja nggak bisa cara kita. Maunya Tuhan bukan maunya kita. Itu sebabnya datang di rumah Allah, pembicaraan kita harus sedikit.

Yang kedua di dalam ayatnya yang ke-3
5:3 Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu.

Yang kedua, jangan nyogok kepada Tuhan. Jangan coba-coba menyenangkan hati Tuhan mau nyogok kepada Tuhan dengan berjanji. Tetapi setelah berjanji kita tidak menepati janji kita. Kalau kepada manusia kita berjanji tetapi kalau kepada Tuhan kita bernazar.

Kalau orang sudah kenal kepada Kristus dia mengalami bukti jamahan Kristus, dia akan meminta diri untuk dibaptis. Ada haleluyah? Jadi kalau kita datang kebaktian, jangan kita mengeluh kepada Tuhan, banyak omong, ngeluh, kecewa, diomongin sama Tuhan, Tuhan nggak akan dengar. Yang kedua, jangan nyogok sama Tuhan dengan bernazar. Mending ditepati nazarnya, nggak ditepati. Tuhan, kalau Tuhan buka jalan begini begini, saya mau dibaptis. Udah Tuhan tolong, nggak dibaptis. Tuhan, kalau tahun ini begini begini, saya akan memberi kepada gereja tenaga saya, pikiran saya. Saya ingin bekerja menjadi sukarelawan bagi Tuhan. Begitu ditolong, nggak dikerjain. Sama dengan mau nyogok sama Tuhan.

Sekali lagi, Tuhan itu nggak bisa disogok. Sampai dikatakan: Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu?

Jadi usaha kita dirusak, Tuhan bisa, sanggup. Karena Dia lihat kita mau nyogok mau ngomong-ngomong itu terus tapi nggak ada buktinya, Dia bisa rusakkan pekerjaan kita, nggak maju-maju. Permohonan kita nggak didengar, bisa saja. Tuhan kok mau diprotes? Nggak bisa apa apa kita. Kalau Tuhan bilang, kamu check out sekarang, mati ... nggak ada yang bisa protes. Kalau Tuhan bilang kamu panjang umur, Simeon minta mati ... nggak, kamu panjang umur sampai kamu lihat Yesus baru kamu boleh mati. Maunya Tuhan, nggak ada yang bisa protes. 

Nah, kita lihat yang ketiga sekarang, ayat 7

5:7 Kalau engkau melihat dalam suatu daerah orang miskin ditindas dan hukum serta keadilan diperkosa, janganlah heran akan perkara itu, karena pejabat tinggi yang satu mengawasi yang lain, begitu pula pejabat-pejabat yang lebih tinggi mengawasi mereka.
5:8 Suatu keuntungan bagi negara dalam keadaan demikian ialah, kalau rajanya dihormati di daerah itu.

Kalau mau ngurus KTP saja musti nyogok kita diperas uang, jangan heran. Belajar kita tidak usah heran dengan pemerintah yang korup, pemerintah yang brengsek, jangan heran. Cerita mengenai Ceriyati berani sampai turun 15 tingkat rumah. Sudah sampai tingkat 12 dia takut nggak berani lepas. Semua pemadam kebakaran datang, ditolonglah dia. Muka bengap. Kerja sudah berapa bulan, tidak boleh keluar rumah, gaji nggak dibayar, ditonjokin sama nyonya rumah. Ada yang diperkosa. Di sini hukum diperkosa. Jangan heran, jangan aneh.

TKI itu aduh paling menderita ... mungkin rakyat paling menderita di Indonesia itu TKI. Kerja dia nggak tahu siapa dunungannya nanti di Arab di Malaysia di Singapura, dia nggak tahu; dia nggak ada yang mel indungi. Untung kalau dia dapat dunungan yang baik. Saya pernah lihat satu pembantu rumah tangga dapat tuan yang baik. Wah, enak ... gajinya besar, dia boleh keluar, enak. Tetapi dunungan yang tidak baik ... ada yang diperkosa. Ada yang pulang sudah jadi mayat, nggak boleh dibuka. Kalau mau pulang sudah mau ketemu keluarga, sudah ada jalur khusus di bandara ... TKI. Jalur khusus TKI. Saya kira mau ditolong ... diperas dari orang-orang bandara sampai ada yang pulang ke Cibeber potol semua uangnya habis karena diperas.

Apa kata firman Allah? Jangan heran karena pejabat memata-matai pejabat satu, memata-matai pejabat satu: Lurah diawasi sama Camat, Camat diawasi sama Wedana, Wedana diawasi sama Bupati, Bupati sama Gubernur, Gubernur sama Presiden. Semua diawasi ...

Aduh, saya ngurusun WNI diperas ini ... jangan heran. Aduh, pemerintah saya begini ... jangan heran, dah. Yang untung kalau presidennya kepalanya itu baik, itu masih untung. Tapi kalau ke bawahnya ini banyak salah, wah, jangan heran. Dari zaman dulu nggak pernah berubah, dunia selalu begitu.

Nah, yang keempat ini saya ingin bicara mengenai 5 hal tentang uang. Kalau saudara memperhatikan 5 hal tentang uang ini, saudara akan punya rem yang pakem. Kita lihat yang pertama. Ayat 9

5:9 Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.

Pertama mengenai uang: Lebih banyak saudara punya uang, saudara lebih ingin, lebih ingin lagi. Saudara lebih banyak uang, keinginan saudara lebih banyak. Ingin lebih. Nggak cukup, nggak puas. Uang itu tidak memuaskan. Sama dengan orang minum air laut. Tambah minum, tambah haus. Orang dikasih uang dapat berkat, ingin lebih. Dikasih 10 ingin 20, dikasih 20 ingin 40.

Waktu belum punya apa-apa sekolah jalan kaki, aduh kalau bisa punya sepeda. Tuhan kasih sepeda, aduh dikayuhnya cape, kalau bisa punya motor. Motor masuk angin nih, kalau bisa punya mobil ...

Manusia itu begitu. Uang tambah, keinginanpun bertambah. Karena emas dan perak sudah punya, keinginan untuk emas tidak akan berkurang. Tambah lagi tambah lagi. Itu mengenai uang. Kekayaan.

Tambah saudara kaya, keinginan saudarapun bertambah. Lebih saudara cinta uang, lebih saudara tidak akan puas dengan uang. Siapa yang punya uang 100 ribu berani masuk toko berlian? Sekarang saya tanya, kalau uang saudara 100 milyar, saudara lagi lihat-lihat di toko berlian. Ada yang tanya: Silahkan bu, mau beli yang mana? Saudara pasti ngomong: Ada yang bagus nggak? Berapa ini? Ini 200 juta. Uang saudara 100 milyar. 200 juta. Saya beli satu. Nggak ditawar. Lihat adik, kamu mau? Belikan. Ingat mama. Mama mau cincin? Karena kita banyak uang. Jadi tidak memuaskan.

Yang kedua, 4b, ayat 10

5:10 Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?

Lebih banyak harta saudara punya, lebih banyak belanja saudara. Orang yang punya uang itu kaya gula dikerumuni semut atau lalat. Kemana saja kita pergi, pada ikut. Masuk di restoran makan, teman-teman kita makan, mereka mau makan sendiri, dibayarin sama kita. 

Yang ketiga, 

5:11 Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.

Lebih banyak uang, lebih kuatir kita. Nggak bisa tidur. Dulu saya kenal satu bapak namanya Hutomo Santoso. Dia memang apa namanya ... penyelundup emas. Dari Singapura Malaysia, dia selundupkan emas, dia jual di Jakarta. Kalau emas penyelundup itu tidak ada surat-suratnya. Diselundupkan. 200 kg dia punya. Dia tidur di ranjang, itu emas di bawah, ditaruh di ranjang bawah. 200 kg. Dia bilang: Pak, saya tidur jam 10, jam setengah satu saya terbangun. Saya keluarin emas saya lihatin ... hitung lagi ... sampai 200. Masukkan lagi. Jam setengah tiga terbangun, keluarin lagi, nyalain lampu ... takut hilang. Lebih banyak uang, lebih kita kuatir. Lebih cemas.

Saudara kalau nggak punya uang, takut kecopetan nggak? Siapa yang mau copet kita? Nggak ada kecemasan.

4d.

5:12 Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri.

Baru ambil duit 80 juta dari bank dibacok. Rebutan. Maka orang Tionghoa di Jakarta, kalau ambil uang atau bawa uang ke bank selalu pakai kaleng biskuit mari Regal. Nggak ada yang curiga. Masuk ke bank. Keluar. Jadi garong juga lihat ... tapi ada uangnya apa nggak. Apa dia baru setor, apa dia baru ambil.  Toko emas di jalan ABC ditembak langsung. Orang nggak tahu mau masuk mau lihat emas, ditembak. Kekayaan menjadi kecelakaan. Jadi bagaimana, di bank juga tidak aman. Di bawah bantal tidak aman. Masukkan ke dalam bantalnya juga tidak aman. Masa mau belanja, buka dulu jahitan bantal, ambil uang, jahit lagi bantalnya.

Maka itu kata Yesus, kumpulkanlah hartamu di sorga yang tidak ada pencuri, tidak ada memecah rumah, tidak ada gegat makan.

Yang terakhir, yang ke-5. 4e.

5:13 Dan kekayaan itu binasa oleh kemalangan, sehingga tak ada suatupun padanya untuk anaknya.
5:14 Sebagaimana ia keluar dari kandungan ibunya, demikian juga ia akan pergi, telanjang seperti ketika ia datang, dan tak diperolehnya dari jerih payahnya suatupun yang dapat dibawa dalam tangannya.

Saya pernah jadi juri band di Jawa Timur. Sebelum Mubes, ada pertandingan band. Saya ketuanya, jadi musti umumkan siapa yang menang. Jadi saya bilang begini: Saudara yang menang harap pulang menyanyi dengan lagu Kumenang kumenang bersama Yesus Tuhan. Belum diumumin. Dan yang kalah jangan kecewa. Saudara yang kalah juga menyanyi Ku tak membawa .. Apapun juga .. Waktu ku datang di dunia.

Apa ada di saudara yang dilahirkan membawa payung? Nggak ada. Lebih banyak saudara punya harta, lebih banyak yang saudara hilang. Kekayaan saudara 100 milyar, 100 milyar itulah yang saudara tinggalkan. Kita tidak bawa apa-apa.

Sama dengan orang kaya yang punya pabrik gula di Surabaya. Papa, apa pesan papa terakhir? Matanya sudah mendelik. Bawain kunci lemari brankas. Dibawain kunci lemari brankas. Dikeukeuweuk. Meninggallah dia ... sambil memegang kunci brankas. Isinya mah nggak dibawa. Kuncinya saja dipegang begitu. Begitu mati, dibuka tangannya ... kekayaannya bukan dia yang bawa.

Alexander the Great dia berkata sedih, kalau aku mati nanti ... dia sedih sebab tidak ada lagi negara yang bisa dikalahkan, seluruh dunia dijajah sama dia. Alexander The Great. Kalau aku mati nanti, dia pesan sama keluarganya, bolongin itu peti mati. Kiri kanan. Dan biarkanlah tanganku itu keluar. Balsamlah tubuhku tapi biarkan tanganku keluar. Biar raja-raja yang aku jajah datang melihat bahwa aku mati tidak bawa apa-apa.  

Saudara kira kalau ada kecelakaan pesawat jatuh, itu rakyat mau nolong? Bukan. Ambil dulu cincin penumpang, ambil dulu semua. Dompet dibuka, duitnya ambil dulu. Mayat mah kan sudah mati, ini cincin buat yang hidup saja. Itu pengakuan, saudara. Ada teman saya orang Bandung, dia bawa kira-kira waktu itu 1 M, mungkin sekarang 10 milyar batu-batu permata. Cat Eye, Blue Sapphire, semua intan berlian dia bawa, naik pesawat dari Semarang, dia masukkin di kantongnya. Jatuh, mati. Hilang ininya. Kakaknya tiba-tiba satu hari ada orang mau pasang batu Blue Sapphire. Dia kenal, ini adik saya punya.Tapi mau lapor bagaimana? Nggak ada bukti.

Lebih banyak kita punya, lebih banyak kita hilang. Berikut. Tapi Tuhan itu adil. Tuhan itu tidak tidak memberi keseimbangan ... Dia beri keseimbangan yang lain.     

5:15 Inipun kemalangan yang menyedihkan. Sebagaimana ia datang, demikianpun ia akan pergi. Dan apakah keuntungan orang tadi yang telah berlelah-lelah menjaring angin?
5:16 Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan, mengalami banyak kesusahan, penderitaan dan kekesalan.

Bahasa Inggris, mempunyai banyak kesusahan, penyakit dan kemarahan ... itulah manusia. Susah, sakit, marah. Itu keadaan kita. Ayat 17, ini Tuhan punya hiburan bagi orang yang percaya kepada Tuhan.

5:17 Lihatlah, - Ini Salomo yang bilang - yang kuanggap baik dan tepat ialah, kalau orang makan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya.

Biarpun hidup saudara 120 tahun, tetap pendek di hadapan Tuhan.

Kita belajar ini yang kelima bahwa apa yang kita makan, apa yang kita minum diizinkan Tuhan, lalu kita bisa bersenang-senang dengan apa yang Tuhan beri berkat kepada kita. Kita bisa diberi kesenangan melihat anak kita lahir. Ada kesenangan yang lain ... anak kita menikah. Ada kesenangan yang lain, kita bisa lihat cucu. Itu adalah bagian kita, haknya kita. Itu adalah karunia Tuhan, pemberian Tuhan. Bukan kita, Tuhan punya itu. Silahkan nikmati.

Tuhan tidak mau saudara-saudara kumpul banyak tapi ditinggalin. Nikmati bagi kebaikan saudara. Ayat ke-18, 

5:18 Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya - juga itupun karunia Allah.

Tuhan bisa kasih kekayaan, amin saudara? Tuhan bisa kasih harta benda tapi untuk dinikmati. Kalau Tuhan kasih berkat ada hoki ada kekuatan ada kesempatan atau kita punya anak suruh kita mau keluar negeri, silahkan nikmati. Asal ke luar negerinya yang baik. Ke Singapura, ke Cungkuo. Lihat pemandangan. Bilang terima kasih sama Tuhan, aduh Tuhan, saya bisa lihat. Bukan Cungkuonya yang dilihat tapi itu pemandangan kok Tuhan bisa bikin pemandangan kaya begini bagusnya.

Dan Tuhan tidak akan marah saudara nikmati. Ada berkat, nikmati. Akan diganti sama Tuhan kembali karena kita menikmati hal yang baik dari Tuhan. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan .. Itulah yang kuingini .. Diam di rumah Tuhan seumur hidupku .. menikmati kemurahan Tuhan .. Dan menikmati ... Kita menikmati kebaktian, kita menikmati perjamuan kudus, kita menikmati baptisan air, kita menikmati nyanyi, kita menikmati doa, kita menikmati musik, kita menikmati paduan suara, kita menikmati anak-anak nyanyi, kita menikmati semua berkat Tuhan, karena ini Tuhan punya bagian untuk kita. Saudara mau menikmati? Apa yang Tuhan beri, nikmati. Itu bagian kita untuk dalam hidup ini, kita nggak akan bawa. Berikutnya yang terakhir,

5:19 Tidak sering ia mengingat umurnya, karena Allah membiarkan dia sibuk dengan kesenangan hatinya.

Tuhan memberi saudara kesenangan hati. Kalau ada yang nanya, kamu umur berapa? Tidak tahu, gitu saja. Lupa saya. Kayanya 17 tahun ... nggak tahulah. Biarkan kita lupa umur kita, nggak apa-apa. Umur 70 tahun masih pakai blue jeans nggak apa-apa. Disebut Neli .. nenek lincah, tidak apa-apa. Nikmati saja. Jangan kalah sama selebritis-selebritis. Jangan ingat umur-umur lagi. Kalau saudara ingat umur, jadi tua.

Dikatakan di sana, Allah membiarkan dia sibuk dengan kesenangan hatinya. Kalau kesenangan hati kita Tuhan, aduh, kalau kesenangan hati kita Yesus, asal kita .. Asal aku punya Engkau oh, Tuhan .. Harta dunia tak berguna buatku .. Waktu susah Kau sumber kekuatanku .. Seg'nap hidupku kubawa pada-Mu.

Di Amerika lain lagi orang menyanyi I'd rather have Jesus Than silver or gold .. Aku lebih senang punya Yesus dari pada emas dan perak .. I'd rather be His than the riches untold .. Aku lebih baik menjadi milik-Nya dari pada kekayaan yang tidak bisa diceritakan .. I'd rather have Jesus than anything .. Aku lebih suka punya Yesus dari pada segala sesuatu .. Oh, Yes I'd rather be His ... Aku lebih senang menjadi milik-Nya dari pada hamba dosa. 

Sore hari ini kita mau masuk dalam perjamuan kudus. Para pelayan silahkan maju. 

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________