Khotbah Minggu Sore MEi - JUNi 2009

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 03 Mei 2009

PENGHASILAN

Lukas 

5:1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.

5:2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.

5:3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."

5:5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."

5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.

5:7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.

5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."

5:9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;

5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."

5:11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Pada khotbah sore hari ini, judul khotbah adalah Penghasilan.

Saudara yang menanam pohon, menunggu hasil. Saudara yang jadi peternak, menunggu hasil. Saudara yang berniaga berdagang, menunggu hasil menunggu keuntungan. Saudara yang memancing, menunggu hasil. Saudara yang menjala, menunggu hasil. Apapun yang kita kerjakan selalu ada hubungan dengan penghasilan. Orang yang menikah menunggu anak. Orang yang menikahkan anak menunggu cucu. Semua menunggu penghasilan. Orang membangun rumah menunggu selesai. Orang yang bersalinpun menunggu. Semua menunggu penghasilan.

Dan alangkah senangnya kalau penghasilan itu sesuai dengan kerinduan kita atau melampaui kerinduan kita. Saya punya Sekolah Alkitab saya sudah 21 tahun ada sekolah alkitab dan saya sudah lihat ada hasil. Mereka siswa-siswi mulai hari kamis akan kita usir keluar ke seluruh Indonesia untuk supaya mereka bekerja di ladang Tuhan dan saya hanya mau dengar hasil, bagaimana hasilnya. Saudara yang suka nonton sepakbola saudara suka bertaruh - ini yang tidak boleh - yang bertaruh itu apanya? Hasilnya, skornya berapa, mau taruhan. Dan itu sebabnya saudara, kita tidak bisa dipisahkan dari penghasilan.

Nah pertama, saya cuma mau bicara 3 hal pada sore hari ini. Ceritanya saudara sudah tahu. Petrus yang menjala semalam-malaman tidak dapat ikan tapi ketika Yesus pinjam perahunya, Yesus suruh tebarkan jalan, dia dapat ikan yang begitu banyak dan yang terakhir dia minta ampun sama Tuhan minta ditinggalkan karena dia orang berdosa tapi Tuhan malah panggil menjadi penjala manusia. Itu ceritanya.

Tetapi dalam cerita itu ada 3 rahasia yang tersembunyi dan yang saya ingin supaya saudara ketahui pada sore hari ini. Yang pertama, yaitu ayat ke-2,

5:2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.

Di dalam bahasa Inggris, sedang mencuci jalanya. Jadi jala itu sedang dicuci sedang dibersihkan. Kita lompat dulu kepada Matius 4, 

4:21 Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka.

Sedang membereskan. Bahasa Inggris, sedang menyambung jala di dalam perahu.

Lukas 5 bilang, sedang mencuci jala. Pasal 4 dari Matius berkata, mereka lagi membereskan lagi menyambung jala. Seorang nelayan yang ingin punya penghasilan, melindungi membereskan jalanya dulu. Dia membereskan jala untuk menangkap ikan ini supaya dia punya penghasilan baik, supaya penghasilannya baik.

Bagaimanakah saudara membereskan saudara punya bisnis saudara punya pekerjaan saudara punya 'jala' alat untuk mendapatkan penghasilan? Apakah saudara sedang membersihkan, apakah saudara sedang menyambungnya kalau ada yang rusak, apakah saudara sedang memperbaiki?

Seorang Tionghoa yang datang dari Tiongkok yang suka dipanggil sama orang Indonesia itu Babah, itu mula-mula dia buka warung. Dia buka warung kecil kemudian ada orang datang dan bertanya: Bah, ada gula merah? Oh, tidak ada. Tapi dia sudah catat, dia harus mempersiapkan gula merah supaya orang datang bisa beli gula merah; dia catat gula merah. Orang datang lagi: Bah, saya mau beli peniti, apa ada peniti? Oh, tidak ada. Orang itu pulang ke warung yang lain tapi babah ini dia beli peniti dia beli jarum supaya siap, supaya tersedia di dalam warungnya. Bah, ada kelom ada bakiak? Oh, tidak ada. Tapi lebih dari itu selalu ada kelom. Ada bola benang? Tidak ada. Tapi setelah dia pergi, dia siapkan.

Jadi dari hal cuka, dari gula merah, gula pasir sampai rokok sampai jarum sampai semua yang kecil-kecil disiapkan. Namanya barang kelontong. Ada cedok yang dari batok kelapa dulu. Ada. Ada saringan, ada parutan kelapa. Itu semua ada supaya orang siapapun datang ke sana, dia sudah siap dia mempersiapkan dagangannya supaya orang cari: Bah ada kerupuk? Ada kerupuk. Kerupuk harus diperbaiki tiap hari supaya selalu garing, dan sebagainya.

Kembali kepada jala yang dibasuh tadi, dia habis menangkap ikan gagal tidak dapat apa-apa. Tapi begitu pagi-pagi, Petrus dan teman-temannya ini mencuci jala, dicuci jalanya. Sebab apa dicuci? Sebab apa disambung? Karena ada yang putus. Sebab itu alat untuk mereka mendapat penghasilan.

Saudara yang berdagang, tingkatkan ilmu dagang saudara, tingkatkan hikmat untuk berdagang saudara supaya penghasilan saudara meningkat. Sebab saya ingin bicara ini dan saya harap ini menjadi nubuatan. Nanti kita akan bicara lebih besar lagi di dalam hal yang kedua tapi kita belajar dulu dari jala ini.

Jala ini dicuci karena begitu kotor. Saya mau tanya sama saudara: Dapat ikan nggak tadi malam? Tidak dapat ikan tapi cukup kotor. Tahu nggak saudara bahwa jala iman kita ini kadang kala kotor. Kotor dengan apa? Dengan kegagalan. Tidak ada satupun penghasilan. Wah, saya gagal. Gagal dalam usaha, gagal dalam apa, gagal dalam segala hal ... itu mengotori iman kita. Padahal iman kita ini adalah jala yang harus disambung kalau putus, yang harus dibasuh kalau kotor. Itu sebabnya setiap hari minggu dan hari rabu kita datang ke gereja untuk mencuci jala iman kita supaya penghasilan kita supaya jala kita mampu menampung menangkap penghasilan yang Tuhan akan berikan kepada kita.

Saya seorang visioner. Saya tidak lihat tahun ini, saya lihat 5 tahun ke depan biasanya bagaimana-bagaimana-bagaimana. Saya bicara sedikit saja buat saudara.

Kalau Tuhan datang memberkati saudara, banyak kali kita tidak siap. Saya lihat sudah hampir sepersepuluh anak Tuhan bersaksi: Saya minta sama Tuhan kalau Tuhan berkati saya begini-begini, saya akan kebaktian hari rabu. Dia bersaksi. Dan saya saksinya, Tuhan kasih apa yang dia minta. Sekarang hari minggu nggak kebaktian, hari rabu nggak kebaktian. Tidak siap. Jalanya tidak siap.

Untuk Tuhan memberkati saudara, itu hal yang gampang. Cuma jala saudara ini bersih apa tidak, bolong atau tidak? Saya mau tanya, kalau saudara ikat kambing di pohon, apa saudara ikat pakai benang kaput? Tidak, sebab dia baru embeeek saja, sudah putus itu benang. Saudara cari tambang yang kuat.

Kalau Tuhan nanti memberkati saudara dengan berkat yang berkelimpahan, siap tidak kita nerimanya? Sebab jala kita ini banyak kotor sehingga kita tidak mampu lagi percaya bahwa Tuhan akan memberkati. Semalam-malaman saya sudah menangkap ikan dan tidak ada seekorpun dan saya tidak dapat satupun. Kita - nggak pendeta, nggak jemaat, nggak murid sekolah alkitab punya jala kotor; dia tidak punya jala, iman yang percaya bahwa Tuhan akan memberkati dia. Makanya musti dicuci oleh firman Allah. Kita dicuci pada hari ini supaya jala iman kita ini bersih.

Tapi Tuhan tahu, ya. Memang kemampuan seseorang Tuhan tahu. Jadi dia pinjam dulu itu perahu, mari saya pinjam perahu, dorong sedikit ke tengah, dia mengajar. Yang saya senang Dia mengajar bukan khotbah. Harus begini harus begini, dia mengajar. Setelah Dia ngajar, nah ini yang saya bilang, Tuhan kasih kejutan. Hal yang kedua ini, berkat berkelimpahan. Lempar jala. Dapat ikan banyak. Kalau saudara baca ayat ke-6,        

5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.

 

Ini yang saya bilang nggak siap. Jadi penghasilan yang mustinya hak saudara, itu lepas. Karena jala iman kita bocor, tidak nyambung. Jala iman kita kotor. Dapat ikan. Dan lihat, Tuhan kalau berkati bukan cuma satu dua ikan. Tuhan nggak kasih ikan dua ekor-dua ekor tiap orang, nggak. Kalau Tuhan kasih berkat itu luar biasa. Cuma saudara tahan apa nggak. Jala iman kita mampu nggak nangkap nih. Makanya kita harus bersihkan setiap kebaktian jala kita, karena kalau Tuhan kasih berkat nggak kuat kita nahannya.

 

Ada orang yang diberkati Tuhan langsung menjadi orang yang suka memberi tapi ada orang yang diberkati Tuhan langsung jadi kopet, dia lebih pelit dari orang Yahudi. Kalau keluarin duit dari dompet robek duitnya karena nempel ke dompet. 

 

Ketika Tuhan memberkati - ini hal yang kedua - Dia berkati, belum pernah Dia memberkati sedikit. Dia berkati dengan limpah. Saudara ingat 5 roti dan dua ikan di tangan Tuhan Yesus? Lima ribu orang laki-laki makan dengan kenyang. Itu baru laki-laki. Ada istrinya ada anaknya. Sampai pendeta Cho Yong Gi berkata, kurang lebih orang berkumpul itu 15 ribu kalau dihitung sama anak sama istri. Ada sisanya nggak? 12 bakul. Bukan sisanya 12 potong. 12 bakul. Lukas 

 

6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

 

Haribaanmu itu apa? Kalau ribaan, kita bisa bawa sekarung beras, bawa pulang ke rumah. Kalau Tuhan kasih berkat, Dia kasih berkat dengan limpah. Ribaan. Kita kembali pada Lukas

 

5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.

 

Bukan putus satu. Koyak. Robek. Saya yakin banyak ikan yang terbuang, banyak ikan lepas lagi. Karena koyak. Tapi toh walaupun koyak, diangkat itu ikan ke dalam perahu, dua perahu hampir tenggelam saudara. Sekali lagi saya mau tekankan, kalau Tuhan memberkati saudara, Dia berkati dengan LIMPAH. Saya mau tanya saudara, siap apa nggak? Dalam Yohanes 

 

21:6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.

21:7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

21:8 Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.

21:9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti.

21:10 Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu."

21:11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.

 

Kedua kali, tidak koyak lagi. Yang pertama banyak ikan tidak bisa dihitung, banyak yang lepas, tapi cukup banyak cukup untuk menenggelamkan dua perahu itu. Kita kembali kepada Lukas 5. Setelah siap tidak ada lagi yang lepas bisa dihitung, 153. Ikan besar-besar. 153. Ikan besar-besar. Bandingkan dengan tidak dapat apa-apa. Maka iman saudara ini bocor apa tidak, kotor apa tidak. Bersihkanlah. Bersihkan setiap hari setiap pagi bersihkan, baca firman Tuhan membersihkan pikiran kita dari kekotoran dunia.

 

Kemarin saya beli baju batik masuk ke toko. Toko ini megah mewah besar sekali. Saya beli batik. Begitu beli batik, bayangkan ini beli batik setengah sepuluh malam. Aduh pak, terima kasih bapak sudah belanja, itu penjaganya: Ini customer pertama dari pagi dari jam sepuluh pagi buka, setengah sepuluh malam bapak yang pertama belanja di sini. Saya bilang: Jangan bilang begitu. Bilang, terima kasih sama Tuhan. Dia orang islam. Alhamdulilah. Nah begitu, terima kasih sama Tuhan. Kalau ada yang belanja jangan bilang, aduh dari pagi ... Terima kasih sama Tuhan.

 

Nah orang itu suka keracunan jalanya itu. Aduh, sepi dagang. Gimana langganan saya diambil orang. Jangan. Maka kalau buka warung buka jongko buka apa saja, musti bilang dalam nama Yesus. Dalam nama Yesus, Tuhan berkati jongko saya buka. Duduk sebentar doa, terima kasih Tuhan berkati jongko saya, kelilingi selamatkan lindungi. Terima kasih Tuhan. Dalam nama Yesus, haleluyah. Buka dan percaya. Orang nggak mau belanja, begitu lihat toko saudara, Tuhan kasih strum, dia mampir sama jongko saudara dan akhirnya dia beli, dia belanja. Jangan tidak percaya, karena apa? Karena Tuhan kalau memberkati kita dengan limpah. Berikut, Lukas

 

5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."

 

Loh, apa hubungannya ikan banyak dengan orang berdosa? Saudara kan tanya begitu. Ini Petrus apa-apaan, orang lagi baru tangkap ikan baru naikin ke perahu, kok terus dia bilang, ya Tuhan tinggalkanlah saya karena saya ini orang berdosa.

 

Orang kalau ketemu Yesus sungguh-sungguh, dia akan sadar dirinya orang berdosa. Tuhan, tinggalkan saya orang berdosa. Saya mau tanya: Tuhan ampuni apa nggak? Tuhan ampuni. Dia angkat, kok. Ayatnya yang terakhir,

 

5:10  Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."

 

Ini yang ketiga, kesadaran rohani saudara.

 

Maka saya katakan kalau Tuhan mau memberkati saudara, saudaranya sudah siap atau belum. Apa saudara mempersiapkan tangan hanya begini saja untuk menerima berkat dari Tuhan? Kalau gudang saudara cuma 10x18, tingginya 8 meter, datang beras dikirim 200 kontainer, bisa nampung apa nggak? Tidak bisa. Jadi sebelum Tuhan memberkati 5 tahun ke depan, 3 tahun ke depan, 2 tahun ke depan, 1 tahun ke depan, 4 tahun ke depan, siapkan kontainer saudara, siapkan hati saudara, siapkan jala saudara, supaya tidak ada ikan yang lepas, supaya tidak ada ikan yang lari.

 

Kenapa dia bilang, aku ini orang berdosa?

 

5:9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;

 

Siapa tahu takjub persamaannya apa? Bahasa Sundanya, molongo, olohok, tidak bisa ngomong. Dia tinggalkan jalanya yang lama. Karena sekarang Tuhan jadikan Petrus penjala manusia. Ada haleluyah?

 

Saudara kalau sudah tahu keyakinan bahwa Tuhan memberkati usaha saudara, memberkati toko saudara, memberkati pabrik saudara, memberkati apa saudara, nanti lama kelamaan Tuhan pakai saudara jadi jala - saudara memenangkan bukan penghasilan uang, bukan penghasilan emas, bukan penghasilan perak tapi menghasilkan jiwa.

 

Saya lihat sih ya ya orang yang menghasilkan jiwa, dia jemaat yang sudah mengalami Tuhan, yang sudah ketemu dengan Tuhan, dia tahu dia nggak berlayak, dia tahu dia orang berdosa.

 

Saya tes sekarang, yang pertama apa? Jala dibersihkan dan disambung supaya alat ini bisa menampung berkat Tuhan nanti. Nah kelihatan sekarang Tuhan berkati begitu banyak, jalanya koyak. Ini jadi pelajaran bagi Petrus sehingga setelah kebangkitan Yesus, dia siapkan jala yang baik. Sehingga ketika Tuhan berkati 153 ekor ikan, tidak ada yang lepas.

 

Saya doakan saudara loh supaya diberkati Tuhan. Tiap hari loh. Berkati tokonya, berkati warungnya, berkati pabriknya, berkati yang dikerjakan, yang buka restoran berkati masakannya supaya jangan salah mau ambil garam jadi ambil pedes, jangan sampai salah. Tuhan berkati, Tuhan berkati. Haleluyah saudara? 

 

Betapa indahnya jiwa-jiwa. Kalau saya lihat jiwa-jiwa keluar dari gereja dengan berdesak-desakan, terima kasih Tuhan. Tidak ada pemandangan yang paling indah kecuali melihat jiwa-jiwa datang ke gereja. Ketika saudara pintu terlalu sempit untuk saudara keluar dari gereja karena terlalu banyak orang. Saya cuma duduk disini cuma bilang: Terima kasih Tuhan. Kita punya jala cuma segini tapi kalau toh nanti dua kali begini jemaat, kita bikin dua kali kebaktian sore, bisa jam 4 yang satu yang satu jam 6 mulai kebaktian. Kalau banyaknya dua kali begini. Karena kalau Tuhan memberkati kita, Dia berkati kita dengan limpah.

 

Jadi penghasilan saudara dan penghasilan saya berbeda. Penghasilan saudara menjadi kesaksian bagi saudara. Yang bertambah itu jangan kadar gula sampai 600, jangan. Yang bertambah harus berkat Tuhan. Kalau saudara ada penyakit gula, bilang: Demi nama Yesus pabrik gula bangkrut dan biarlah kesehatan kesembuhan dari Tuhan.  

 

Yang kedua apa? Berkat yang berkelimpahan. Tetapi ternyata mereka tidak siap. Jalanya tidak siap, sobek. Dan akhirnya kerohanianlah yang muncul saudara, ditinggalkan ikan itu ditinggalkan jalanya dia ikut Yesus sepanjang jalan ... mau jadi penjala jiwa. Dulu zaman papa saya ada lagu sekolah minggu dan mungkin itu harus diajarkan lagi untuk anak sekarang.

 

Saya menjala saya menjala .. Menjala jiwa buat Tuhan .. Saya menjala saya menjala .. Menjala jiwa buat Tuhan .. Ingatlah Petrus serta Andreas .. Mereka pergi menjala jiwa .. Saya menjala saya menjala .. Menjala jiwa buat Tuhan.

 

Hei pemuda dan pemudi pantekosta .. Mari kita kerja buat Tuhan .. Hela hela hela jiwa .. hela jiwa buat Tuhan .. Sungguh maniseee .. Hela hela hela jiwa .. hela jiwa buat Tuhan .. Sungguh maniseee ..

 

Coba pemain musik.

-- o --

Minggu, 10 Mei 2009

TETAP TEGUH

Matius

 

7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?

7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.

7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.

7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

 

Dalam akhir masa pengkhotbah Yesus di bukit yang terkenal itu, Khotbah di Bukit, Matius 5, Matius 6, Matius 7, Yesus memberikan warning, memberikan peringatan bahwa ada satu bahaya yang bisa menghancurkan kita.

 

Musuh dari raja Daud ada dua, yaitu dari luar Goliat, dan dari dalam adalah Saul. Dua-dua musuh itu mencoba menjauhkan Daud dari mahkota kerajaan. Bukan majalah, tapi Mahkota Kerajaan. Dan Daud seharusnya jadi raja, terhalang oleh dua yang besar ini, Goliat dan Saul. Luar dan dalam.

 

Musuh orang Kristen dari luar banyak - ketakutan, kekhawatiran, kebimbangan, dan sebagainya. Yang dari dalam ini yang bahaya karena yang dari dalam ini menyamar; Iblis itu menyamar. Memakai istilah kristen, nabi. Tapi palsu. Waspadalah. Ini Yesus, ya. Bahasa Inggris memakai kata awas ... awas nabi palsu. Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu.

 

Jadi, lebih dari satu yang akan datang kepadamu dengan menyamar seperti domba. Dalam Bahasa Inggris, yang akan datang dalam baju domba. Tetapi di dalamnya, sesungguhnya, mereka adalah serigala yang buas. Mereka adalah serigala yang buas. Dan inilah masalahnya dengan kita, saudara-saudaraku. Yesus bilang, serigala ada lobangnya, burung di udara ada sarangnya tetapi Anak Manusia - Yesus Kristus, tidak ada tempat untuk meletakkan kepala. Yesus datang kita tolak. Yesus datang kita tidak mau menerima. Yesus datang tidak ada tempat untuk Dia meletakkan kepala dalam hidup kita. Tapi ketika serigala datang - di sini serigala disebutkan nabi palsu -, kita terima.

 

Ketika burung di udara datang - kekhawatiran, ketakutan, kebimbangan -, kita terima. Tapi Raja segala Raja - Yesus, yang datang kepada kita, memberikan kedamaian, kekuatan, kesembuhan, kemenangan ... kita tidak mau terima. Maka, bahaya dari Iblis itu, dia tidak akan datang dan berkata malam-malam, "akulah drakula, aku penghisap darah. Lihatlah taringku banyak. Lihatlah tandukku. Mataku merah. Cakarku panjang. Lalu dia datang, cakar-cakar pintu rumah saudara: Inilah aku, drakula. Bukan, dia tidak begitu. Dia menyamar.

 

Menyamar. Memakai pakaian kulit domba. Yang datang kepadamu dengan pakaian domba, dalamnya serigala-serigala yang buas. Bagaimana kita mau mengenalnya? Tuhan Yesus memberikan perumpamaan, dengan pohon-pohonan, tumbuh-tumbuhan. Dari buahnyalah, kamu akan mengenal mereka.

 

Pohon nangka, berbuah apa? Nangka. Jangan ikut Broery Marantika, ya ... buah semangka berdaun sirih. Itu nggak mungkin, nggak ada. Kalau buah tomat, daunnya pun tomat, pohonnya pun tomat. Pohon alpukat, keluarkan buahnya pun alpukat. Pohon pisang, keluarkan pisang. Pisang bisa aneh, bisa banyak, bisa kecil, bisa dempet tapi tetap pisang. Buah mangga tetap buah mangga. Bisa indramayu, bisa dermayu, bisa simanalagi, bisa yang wangi, yang manis, yang gurih, bisa mangga gedong ... tapi tetap mangga.

 

7:16 Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri?

 

Itu pertanyaan nggak usah dijawab. Karena kita tahu tidak bisa semak duri masa keluar anggur. Nggak mungkin, dong. Atau buah ara dari rumput duri. Rumput duri keluar buah ara. Demikianlah setiap pohon yang baik.

 

Kalau saudara dan saya menjadi pohon yang baik, pasti akan menghasilkan buah yang baik. Sedang pohon yang tidak baik, kalau kita tidak baik, kelihatan dari apa? Buahnya menghasilkan buah yang tidak baik. Terus Tuhan Yesus berkata satu hal yang tidak mungkin: Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik. Ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang tidak baik pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

 

Kita semua dianggap sebagai pohon-pohon, hanya terbagi dua macam: Pohon yang baik dan pohon yang tidak baik. Semua anak Tuhan diumpamakan seperti sepuluh gadis. Yang lima bodoh, yang lima bijak. Yang lima baik, yang lima tidak baik. Kita diumpamakan dengan dua anak. Yang satu bilang tidak mau, tapi akhirnya dia kerjakan. Yang satu bilang mau, akhirnya dia tidak kerjakan. Yang satu baik, yang satu tidak baik. Yang manakah saudara dan saya? Bagian pohon yang manakah kita?

 

Coba renungkan: Apakah saya ini pohon yang baik? Apakah saya mengeluarkan buah-buah yang baik? Apakah saya menghasilkan hal-hal yang baik? Sebab kalau pohon itu tidak baik, cuma satu pilihannya: Ditebang.

 

7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

 

Dalam Yohanes 

 

15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. - Pohonnya sudah benar, pohonnya baik, pohonnya Yesus. Ada ranting.   

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, diapakan? Bukan disunat ... dipotong. Bukan diiris bukan dibeset - dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

 

Pohonnya baik, loh, Yesus. Aku ini pokok anggur yang benar. Sudah benar, baik lagi. Kenapa tidak mengeluarkan buah yang baik? Karena ranting tidak bertahan, tidak tetap di dalam Tuhan. Dulu kita punya moto tapi sekarang sudah jarang diomongkan: Sekali pantekosta tetap pantekosta, sekali anak Tuhan tetap anak Tuhan. Tetap di dalam Tuhan, tinggal di dalam Tuhan. Kembali kepada Matius

 

7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?

7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.

7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.

 

Kita buka dulu Matius

 

12:35 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik.

 

Tiga kali kata baik untuk orang yang baik ini. Orang yang baik - satu, mengeluarkan hal-hal yang baik, dari perbendaharaannya yang baik. Dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Dibagi 2 lagi: Orang yang baik dan orang yang jahat. Tadi pohon yang baik dan pohon yang tidak baik.

 

12:36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Ini kata yang paling panjang di Alkitab 'dipertanggungjawabkannya.' Disambung semua. Dulu saya kira yang paling panjang itu Ahasyweros. Tapi yang paling panjang ternyata dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Sadar atau tidak sadar, mau atau tidak mau, rela atau tidak rela, tahu atau tidak tahu, kita akan menghadapi kursi pengadilan.

 

Apa yang diadili? Buah yang baik dan buah yang tidak baik, hal-hal yang baik atau hal-hal yang tidak baik.

 

12:37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."

 

Kita baik, pohonnya baik, Yesusnya baik. Yesus, Engkau baik sungguh baik, sangat baik, tapi kita punya omongan negatif. Aduh, susah ya?, aduh, kok begini ya?, bagaimana ekonomi ya? Itu perkatan harus dipertanggungjawabkan sebab pohonnya baik. Aku pokok anggur yang baik kenapa carang-carangnya tidak berbuah, kenapa kalau berbuah buahnya tidak baik padahal pohonnya baik? Tidak mungkin pohon yang baik menghasilkan buah yang tidak baik. Oh, waktu dilihat ternyata carang itu sudah patah, nempel tapi sudah tidak ada hubungan dengan yang pertama dengan sang batang pohon itu.

 

Saya punya moto kan sekarang 'mengembalikan Yesus ke dalam orang kristen', mengembalikan Yesus ke dalam hati kita masing-masing. Karena kita sudah tidak mencari Yesus lagi. Kita di kebaktian cari damai, cari kesembuhan, cari kesehatan, ngadem, di rumah mah hareudang di gereja mah sare ge ngeunah. Bukan cari Yesus nih. Ngadem. Wai bagi kita kalau kita ke gereja bukan untuk Yesus bukan karena Yesus bukan untuk mencari Yesus, bukan untuk mendapatkan Yesus.

 

Kemarin kami KKR di Bogor seluruh Jawa Barat. Majelis daerah, hamba-hamba Tuhan datang. Puji-pujian sampai 1 jam setengah aduh panjang pisan, jadi saya khotbah setengah jam saja supaya tidak terlalu malam jemaat pulang. Jam 2 siang kebaktian. Setengah 4 saya khotbah, jam 5 sudah selesai khotbah. Capenya luar biasa. Tapi satu bapak bilang: Kita makan, ya. Kita makan di Hotel Mulia. Dia pakai Mercy kita pakai Kijang, sampai Mercy dulu. Begitu saya sampai dia sudah kasih kunci hotel: Ini saya kasih kamar yang paling baik, bapak istirahat. Karena dia tahu saya cape kali.

 

Tuhan dekat sama kita, hati kita tidak mau terbuka. Buahnya harus baik. Tuhan tahu kebutuhan kita, Tuhan tahu apa yang kita perlu.

 

Apa saja yang kita buat itu adalah buah. Mengapa mulut kita mengeluarkan hal yang tidak baik, mengapa kita tuman ngomong hal yang jelek? Sebab ayat 36 berkata: Setiap kata sia-sia yang diungkapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Injil Markus

 

11:20 Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya.

11:21 Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering."

11:22 Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah!

11:23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.

 

Apa saja yang kita katakan - saya sudah berapa ratus kali ngomong ini - akan kembali kepada kita. You will eat what you say. Saudara akan makan apa yang saudara omong. Kalau saudara punya omongan baik positif, saudara akan makan yang baik dan positif. Kalau saudara punya omongan tidak baik dan tidak positif, saudara akan makan adalah hal yang tidak baik dan yang tidak positif.

 

Kalau saudara berdiri di Cibodas, di bagian atasnya ke bawah menghadap ke lembah, itu suara bersipongang ada echo, 72 meter saja echo sudah kembali. Jadi lebih jauh echonya, kembalinya lebih jelas. Jadi kalau saudara bilang haleluyah, tunggu aja ... haleluyah. Nama saudara sebut joni ... joni. Di Amerika ada satu bukit yang bersipongang yang agak jauh jaraknya, lama baru kembali. Jadi ada orang mau test, dia bilang tolol. Tidak ada suara, tidak ada yang balik lagi. Terus dia pakai nama dia ... joni. Jawaban di sana ... tolol. Yang tolol nya baru sampai.

 

Saudara, apa yang kita katakan, baik joni maupun tolol, itu kembali. Tolol itu yang tidak baik, joni itu yang baik. Dua-duanya kembali. Lambat atau cepat akan kembali. Jadi kalau saudara ngomong rugi, lambat atau cepat kembali. Kalau saudara bilang untung, lambat atau cepat akan kembali. Kalau saudara bilang diberkati, lambat atau cepat akan diberkati. Kalau saudara bilang yang berkelimpahan, lambat atau cepat akan kembali. Kalau Tuhan memberkati kita, Dia memberkati kita dengan limpah.

 

Apa yang kita beri, kita akan diberi. Termasuk omongan. Omongan kita beri yang baik, kembalinya juga baik. Omongan kita positif, kembalinya juga positif.

 

Saudara masih berdoa sebelum buka toko? Masih berdoa tidak? Berdoa itu adalah hal yang paling positif yang kita harus kerjakan sebelum kita sekolah, sebelum kita buka toko, sebelum kita meninggalkan rumah. Kita berdoa.

 

Jangan merasa hebat, jangan merasa jago, jangan merasa pintar, jangan merasa pasti bisa, jangan. Berlindung kepada Tuhan dan berakta: Tuhan, lindungi saya, berkati toko saya, jauhkan dari segala macam bahaya, dari segala hal yang merugikan jauhkan. Dekatkan kepada berkat Tuhan biar toko saya diberikan kelimpahan. Begitu toko tutup, pernah berterima kasih: Tuhan, saya tutup toko, saya bersyukur kepada Tuhan, saya berterima kasih. Atau saudara tutup toko: Kopi hiji, kopi. Terus saudara merokok. Kelupaan rokoknya dimasukkan ke kopi. Nggak boleh begitu, saudara. Jangan lupa doa. Tuhan, ini toko saya biar kecil tapi ada Tuhan yang besar, hasilnya besar. Berkati Tuhan toko, dalam nama Yesus, haleluyah amin.

 

Saudara mau bisnis besar, mau bisnis kecil? Jadi tukang kerupuk, gede ... bisnis besar itu. Supir truk, bisnis besar. Mending bisnis kecil tapi artinya besar. Berlian. Kecil tapi besar artinya. Haleluyah. Emas. Pokoknya besar kecil kalau Tuhan berkati pasti saudara akan diberkati. Dengan perkataan kamu dibenarkan, dengan perkataan kamu akan disalahkan. Masih bicara tentang nabi palsu sebab nabi palsu kalau ngomong disalah-salahin. Yang betul disalah-salahkan, yang benar diputar balik. Dalam Galatia 1, nabi palsu ini diceritakan oleh Rasul Paulus. 

 

1:6 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,

1:7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.

1:8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.

 

Heran Paulus, kenapa jemaat Galatia itu cepat sekali berpaling. Sudah punya Yesus yang benar, cepat sekali nengok kepada injil yang lain, i nya kecil, ya. Injil yang benar, I nya besar. Yang sebenarnya bukan Injil. Sampai dia kasih jaminan: Kalau aku atau malaikat dari sorga datang kepadamu dan memberitakan injil yang lain dengan yang aku beritakan, biarlah dia terkutuk.

 

Ini hati-hati, saudaraku, sebab Yesus dalam Matius 7 berkata: Waspada, bahwa akan ada guru-guru palsu, nabi-nabi palsu yang datang menyamar dengan bulu domba tetapi sebetulnya dia serigala. Pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus. Sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. Sebab kamu sabar saja - bahasa Inggris, kamu diam saja - jika ada seorang yang datang memberitakan Yesus yang lain, dari pada yang telah kami beritakan atau memberikan kepada kamu roh yang lain, dari pada yang telah kamu terima atau injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

 

Ada Yesus yang lain, ada roh yang lain, ada injil yang lain.

 

Dan kita ini tergoda biasanya sering percaya kepada yang lain itu. Aku takut - ayat 3 - pikiranmu disesatkan dari kesetiaan. Kamu yang sejati kepada Kristus. Sama seperti Hawa ditipu diperdayakan oleh ular dengan kelicikannya. Padahal Tuhan sudah berikan otoritas kepada Adam dan Hawa, seluruh taman ini kamu jaga. Kamu jaga baik-baik dan satu saja ya, kamu jangan ambil buah ini, buah ini buah jahat. Buah pengetahuan baik dan jahat. Jangan diambil, jangan dipetik, jangan dekat, jangan lihat, jangan dekat pun jangan. Heran, yang diperbuat oleh Hawa justru yang dilarang oleh Tuhan. Yang diperbuat, yang dikerjakan oleh Hawa. Sudah dibilang ini buah tidak baik, dipetik juga.

 

Maka pergaulan itu sangat penting, saudara. Kalau saudara bergaul sama orang dunia terus. Dia bergaul sama ular. Ular ajak ngomong, nah Iblis masuk ke ular. Ngajak ngomong. Diopenin. Mustinya ular di bawah Hawa: Diam kamu, jangan banyak omong, diam. Ngajak ngomong. Memang binatang paling cerdik ular ini. Ditipu.

 

Jadi Iblis datang di akhir zaman bukan dengan gigi taring, kuping kayak cakil, bukan; dia datang dengan tipu daya, dia datang dengan menyamar.

 

Sekarang saya mau cerita mengenai keberhasilan Israel perang melawan Syria, Yordania dan Mesir tahun 67. Jadi Syria itu sudah sedia bertahun-tahun dia punya persiapan peperangan itu. Garis pertama ini untuk penyerangan. Kalau ini dilewati ada garis kedua, kalau dilewati ada garis ketiga. Tahun 56 ada orang Israel namanya Eli Cohen diselundupkan dari Amerika ke Syria, menyamar jadi pedagang arab. Fasih berbahasa arab, beli rumah di sebelah panglima tentaranya Syria. Di sebelahnya. Tahun 56, sebelas tahun sebelum tahun 67. Bisnis-bisnis terus, menguntungkan-menguntungkan. Main golf sama-sama, main kartu bridge sama-sama. Akhirnya si Jenderal ini sudah sayang benar sama Eli Cohen. Sebetulnya orang Yahudi. Dia bilang begini: Yu, kita jalan-jalan, aku akan perlihatkan kepadamu strategi perang orang Syria. Wah, saya nggak ngerti soal perang tapi kalau tuan mau ajak saya, terima kasih. Naik helikopter.

 

Nih, ini baris pertama, ini lihat bunker-bunker untuk menghancurkan Israel ada di sini. Kalau Israel menyerang, kita tembak begini-begini. Si Eli Cohen ngomong begini: Hebat betul, tuan, tapi - dia pura-pura ngejelekin - anjing-anjing Israel itu banyak akalnya, pasti dia bisa hancurkan yang begini. Oh, tidak bisa. Kalau dia datang ke sini hancurkan, saya punya ini. Terbang lagi. Tuh di sini. Israel masuk sini, kami kurung dari sini. Wah, memang betul hebat. Hebat betul. Tapi itu anjing Israel banyak akalnya nggak tahu bagaimana dia. Oh, kalau ini gagal lagi, ada yang terakhir yang paling hebat. Sudah pakai ini mah nggak ada yang bisa lari.

 

Hari itu dia ngomong sore berita itu sudah sampai ke Israel. Perang terjadi. Enam hari kocar-kacir Syria, kocar-kacir Mesir, kocar-kacir Yordania. Itu tank baja 1200 tank baja, baru, belum ditembakin, sudah pada takut ditinggalin oleh tentara Syria. Dapat 1200 tank, Israel. Kenapa? Karena rahasianya mereka sudah tahu.

 

Mereka tidak percaya, kenapa kita punya pertahanan bisa dibobol begini rupa. Israel tidak ada yan mati loh, sedangkan di sini mati banyak. Mulai dilacak pakai radio, ketahuan, tetangga itu di sebelah, ditangkap dia. Ada pemancar radio, ketangkap. Digantung di Beirut dipakai tulisan 'penghianat'. Dia mati untuk negaranya.

 

Hal yang terbalik, Iblis itu suka begitu: Dia menyamar jadi orang kristen, dia menyamar pura-pura beribadah, dia nyamar pura-pura kebaktian. Kalau  haleluyah, dia ikut haleluyah. Tapi dia menyamar, dia cari kelemahan anak-anak Tuhan ini apa. Yesus yang lain, roh yang lain, injil yang lain.

 

Dalam ayatnya yang ke-13, masih II Korintus

 

11:13 Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Dia palsu tapi dia menyamar sebagai rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat terang.

 

Wah, kalau ada malaikat terang datang kepada saudara dan berkata: Akulah Yesus, saudara pasti nyembah. Tapi saya sudah kasih cerita ini, Iblis bisa menyamar jadi malaikat. Di Hawa Iblis menyamar seperti jadi ular, Iblis menyamar, Iblis menyamar, Iblis menyamar, Iblis menyamar seperti jadi pendeta palsu, jadi nabi palsu.

 

Ini sumber ajaran palsu ini ada 2 kota di Indonesia: Semarang sama Bandung. Dan sudah berapa banyak yang korban termasuk keluarga saya dari pihak mama. Dia di Sukabumi, umur baru 25 tahun, hamil anak ke-2 namanya Efi. Datang ke Cianjur dia menginjili ibu saya, ibu saya diinjili, saudara. Dia panggil Ii: Ie, ini begini-begini. Mama saya sederhana omongnya: Itu teh salah Efi, itu teh sesat. Jangan diikuti pendeta gitu mah. Salah ajarannya juga salah, ngaco, itu sesat. Oh tidak Ie, ini luar biasa. Ini Efi mau melahirkan dengan mujizat tanpa tangan dokter. Ngomong sama saya juga. Itu mah salah jangan dilayani, itu mah salah, ajaran sesat, salah. Mau bagaimana juga salah. Oh, nggak bisa.

 

Tiba saatnya melahirkan, dia percaya pendetanya ... tidak usah pakai dokter. Jadi tidak mau diperiksa bidan, tidak mau diperiksa dokter. Akhirnya sudah mau masa melahirkan, dibawa ke rumah sakit. Dibawa ke rumah sakit, kan musti diperiksa dulu sama bidan. Baru dipegang: Jangan pegang! Dokter datang mau periksa: Jangan pegang, saya mau melahirkan dengan mujizat. Ini rumah sakit bu, kalau semuanya tidak boleh dipegang, ya udah ibu pulang lagi. Jangan pegang. Saya mau periksa denyut jantung ibu ...  jangan pegang, anak ini anak mujizat.

 

Akhirnya pakai dukun beranak. Anak lahir selamat, Efinya meninggal. Itu yang bikin gondok saya sama pelajaran sesat. Suaminya bangga: Wah, anak saya adalah anak kemenangan, anak kebangkitan, anak iman. Sudah mati istrinya, anak iman, anak kebangkitan. Apanya yang bangkit? Mati istrinya, anak saya anak iman. Bersukacita. He-euh da bisa kawin deui.

 

Tuh jahatnya pelajaran sesat. Nggak tahu berapa jemaat sudah hancur oleh pelajaran palsu. Di Banjaran Bandung. Oh, untung sekarang sudah diselamatkan tapi lewat bertahun-tahun berputar, ketika pendetanya ditangkap karena sesat, sama polisi ditangkap, jemaatnya ngomong begini: Kami tidak mau berpisah dari gembala kami walaupun sampai neraka sekalipun. Hor, katanya ajaran Yesus, kok masuk neraka? Terus si pendetanya bilang. Ada nabi, saudara, namanya Wawan. Saya cari-cari di Alkitab ada nabi namanya Wawan, nggak ada saudara. Yang saya kenal Wawan supir saya sama Wawan isterinya pak King King, nggak ada Wawan nabi.

 

Bedston, lagi bedston, digelapin lampu. Poek. Karena dia lihat ini pendeta Hendrik Saerang buka mata, si nabi bilang: Buta kamu, buta kamu. Nggak, saya nggak buta. Buta. Tidak. Buta kamu. Nggak, nggak buta. Hendrik Saerang waktu itu masih muda, dia pegang itu tangan orang, dipelintir ke belakang: Tolong, ada pendeta yang emosi! Matanya sudah dicolok-colok gini. Saya kalau tidak putar, katanya, nanti mata saya dicolok bener, bisa jadi buta bener. Buta, tidak, buta, tidak, ah diputerkeun we ceunah. Itu nabi jalan ke Sukabumi, saudaraku. 90 km jalan kaki sama pendetanya.

 

Di Padalarang berhenti: Bertobatlah kamu karena Kerajaan Allah sudah dekat. Yesus tidak lama lagi akan datang di Dayeuhkolot. Benar saudara, saya ngomong ini bukan main-main. Di Cimahi dia mampir dulu: Hei gembalaku, hamba Tuhan bertobat. Di Ciranjang berhenti, di Pasirnangka berhenti. Saya tidak tahu apa sebabnya mereka tidak berhenti di Cianjur, langsung jalan kaki saudara. Jalan kaki sampai ke Sukabumi. Tahu saja om Rompas. Tidak lama lagi ... Hei, saya sudah tahu, di Alkitab sudah ditulis Yesus akan datang, sudah tahu sudah tahu. Memang Tuhan sudah bilang pendeta Rompas tidak akan percaya. Saya sudah tahu sudah tahu. Rusak saudara, rusak.

 

Pendetanya bilang, Tuhan berfirman sekarang, jam 12 malam kita kembali lagi ke gereja. 60-70 orang datang ke gereja. Kita harus kebaktian di tengah sawah karena Tuhan akan angkat kita. Ke tengah sawah, saudara. Coba we jam 12 peuting di tengah sawah, nyanyi, tepuk tangan. Betul saja diangkat saudara ... oleh polisi ke kantor polisi. Sekarang ditahan karena tiap 5 tahun bikin lagi, tiap 5 tahun bikin lagi, dan ada saja yang percaya. II Petrus

 

2:1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

2:2 Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat.

2:3 Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.

2:7 tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, --

2:8 sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa--

2:9 maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman,

 

Untuk ayat 9 ini Tuhan menjawab pertanyaan saya melalui satu penglihatan. Bukan lagi doa, bukan. Lagi buka mata, lagi duduk biasa gini. Saya bilang, Tuhan, kok orang jahat Kamu simpan? Hati saya itu nanya gitu ya. Orang jahat kok disimpan? Kalau ayat 9a kita sudah tahu, nyata bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang saleh. Orang saleh diselamatkan. Tapi orang jahat disimpan sama Tuhan. Disimpan untuk disiksa pada hari penghakiman. Tuhan jawab pakai satu penglihatan.

 

Saya melihat satu orang bapak membelah kayu. Kayu bakar. Membelah kayu. Saya seperti ke zaman dulu lagi, ke zaman dulu waktu orang-orang jual kayu bakar. Warung-warung jual kayu bakar. Disusun kayu. Kalau ada yang perlu kayu, dia beli kayu bakar. Sekarang sudah nggak ada lagi. Dulu warung-warung di manapun jual kayu bakar. Suluh. Sebab dulu belum kompor. Kompor itu sudah modern. Masih pakai kayu, jadi bisa dibeli kayu bakar. Saya lihat bapak itu menumpukkan kayu bakar. Belah, belah, belah, tumpukkan kayu bakar. Buat apa, ya? Kenapa ini orang kok bapak ini membelah-belah kayu bakar? Gampang dibelah. Susun.

 

Saya baca lagi ayatnya. Untuk kebinasaan. Oh, kayu bakar dikumpulkan untuk dibakar nantinya. Kayu bakar kan bukan untuk dimakan. Kayu bakar untuk membakar bikin api. Di mana dibakarnya? Di dapur. Baru terbuka.

 

Orang jahat itu sudah disiapkan oleh Tuhan, akan dibakar. Tapi sekarang disimpan dulu. Dibiarin dulu. Makanya cepat bertobat. Karena orang saleh diselamatkan. Orang jahat dibakar ... tapi disimpan dulu. Jangan sampai kita terbawa. Jangan sampai kita terseret. Jangan sampai kita hanyut oleh pelajaran-pelajaran palsu, pelajaran-pelajaran sesat.

 

Yang saya heran saudara, di Semarang ada dokter. Dokternya bukan orang bodoh, kan orang pintar. Tapi dokter itu bernubuat. Anaknya perempuan belum menikah; dia nubuatkan. Ada satu pendeta, dia nubuatkan di depan jemaat: Saya menikahkan anak saya perempuan ini dengan pendeta ini secara roh. Di dalam alam roh mereka sudah menikah sebagai suami istri. Saudara tahu alam roh? Jin eujeung jin ... jin dengan jin ... menikah secara roh. Dan keselamatan cuma ada di gereja mereka. Benny Hinn, Cho Yong Gi, orang kristen, Billy Graham nggak selamat semua. Cuma mereka.

 

Gereja mereka disebut inilah bahtera keselamatan. Jemaatnya disuruh keluar dulu. Sudah keluar, masuk. Pendetanya berdiri di depan: Mari masuklah umat Tuhan yang mau diselamatkan dalam bahtera. Satu-satu masuk. Selamat, selamat, selamat. Sampai begitu saudara. Dan yang dipakai Tuhan cuma 7 pendeta, ya mereka-mereka saja, ini ini ini yang dari kalangan mereka. Inilah 7 pendeta akhir zaman. Jadi yang di Amerika yang di Inggris sudah nggak dianggap. Hanya yang di Semarang saja. Itulah yang begitu-begitu, saudara. II Petrus

 

3:17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.

3:18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

 

Yesus penebusku ku tinggal tetap ... Seperti pohon tumbuh dekat sungai ... Ku tinggal tetap.

 

Saudara mau tinggal tetap? Kalau mengenal dengan betul ... bertumbuh dan tinggal tetap. Jangan goyah, jangan kesana kemari, jangan ikut sana ikut sini. Tinggal tetap. Tinggal tetap di dalam Tuhan. Ayat yang terakhir, Efesus  

 

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

 

Saudara harus punya pelajaran yang benar. Berpegang teguh. Embrace, memeluk.

 

Kalau kecelakaan pesawat, sebelum mendarat darurat, orang-orang harus embrace dirinya sendiri sambil tundukkan kepala. Kaki kita dipegang, dekatkan ke dada. Embrace. Jadi supaya kita bundar. Dalam kecelakaan di lautan, satu nelayan yang selamat ditanya sama wartawan: Kenapa kamu bisa selamat? Saya memeluk erat-erat tiang layar itu; saya pegang erat-erat. Walaupun diombang-ambingkan, makanan sudah tidak ada, saya pegang-erat-erat. Sebelum saya mati, saya pegang erat-erat. Tapi masih ketolong. Yang ketolong itu yang memegang erat-erat.  

 

Demikian juga malam hari ini, kita mau berkata: Oh Tuhan, saya tidak mau dibimbangkan, saya juga tidak mau disesatkan oleh ajaran-ajaran palsu, guru-guru palsu. Tapi hanya mau berpegang kepada pekerjaan Roh Kudus dari Firman Allah.

 

Kita berdiri bersama-sama.

-- o --

Kamis, 21 Mei 2009. Peringatan Kenaikan Tuhan Yesus. 

TIDAK LAGI YATIM PIATU

Yohanes  

14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

 

Kata-kata ini dikatakan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya sebelum Dia naik ke sorga. Beberapa waktu sebelum Dia naik ke sorga, Dia sudah ngomong ini, ya. Sebab dari kebangkitan dari paskah kematian Yesus sampai kenaikannya yang ke sorga itu 40 hari. Jadi selama 40 hari, Tuhan Yesus memberi nasehat kepada murid-murid-Nya memberitahukan bahwa Dia akan pergi. Lalu di dalam ayat ke-18 dikatakan,

 

14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

 

Kata yatim piatu, akar katanya itu dari orphanos. Dari kata orphanos diambil dari kata orphos, dari bahasa Latin. Tapi di dalam bahasa Inggris sekarang menjadi orphan, anak yatim piatu ... yang ditinggalkan ayah yang ditinggalkan ibu.

 

Hari sabtu kemarin saya 10 jam naik mobil ke Eretan mengubur istri pendeta Akaiy, yaitu Rut Akaiy, anak dari Om Gan Eng Tjay di Cibeber. Dia meninggal pada usia 55 tahun. Sebelum meninggal, 4 anak laki-lakinya semua berkumpul dan berdoa, menyanyi selama 1 jam. Saya merasa terharu ketika melihat 4 anak itu karena 4 anak itu sudah yatim piatu.

 

Kata orphanos atau orphos yatim piatu, dalam bahasa Yunani artinya di dalam kegelapan, di dalam tempat yang kita meraba-raba. Berarti juga kegelisahan. Jadi kalau saya salin itu ayat berbunyi begini: Aku tidak akan meninggalkan kamu di dalam kegelapan, Aku tidak akan meninggalkan kamu membiarkan kamu meraba-raba tidak tahu apa yang harus dikerjakan, Aku tidak akan membiarkan kamu gelisah, Aku tidak akan membiarkan kamu kecewa.

 

Sebab tiga setengah tahun murid-murid ini bersama-sama dengan Yesus. Sekarang mau ditinggalkan. Yesus tahu. Dia ahli ilmu jiwa terbaik di dunia. Dia tahu apa yang dirasakan oleh murid-murid-Nya tentu kesedihan. Salah satu anak dari sus Rut, dia membacakan riwayat hidup. Ya saya sedih juga karena saya juga pernah mengajar dia di sekolah minggu Cibeber dulu. Ayahnya om Gan Eng Tjay sangat cinta kepada Tuhan.

 

Saya ingin mengatakan kepada saudara-saudara bahwa selalu ada kesedihan ketika ditinggalkan seorang menjadi yatim piatu. Tetapi Tuhan Yesus berkata: Aku akan kembali kepadamu, Aku tidak akan membiarkan kamu yatim piatu, Aku tidak akan membiarkan kamu dalam kegelapan.

 

Jauh sebelum ini, Yohanes 13:33, Dia berkata: Hai anak-anak-Ku. Pasal 14, Dia katakan: Aku tidak akan meninggalkan kamu yatim piatu.

 

Jadi Tuhan Yesus merupakan ayah dan ibu bagi murid-murid Tuhan.

 

Kalau ini adalah Allah Elohim, itu punya 2 karakter. Karakter yang pertama laki-laki, El Gibbor ... Tuhan ahli dalam peperangan tidak pernah kalah. Panglima perang yang selalu menang dalam peperangan. Karakter yang kedua, El Shaddai, yaitu Allah yang menjadi shad, payudara seorang ibu yang menyusui anak-anak-Nya. Jadi dalam Allah ada karakter bapa ada karaker ibu.

 

Ketika Allah menciptakan Adam sesuai dengan peta dan gambar-Nya, Hawa itu Dia tidak bikin lagi yang baru, Hawa itu ada di dalam Adam, diambil dari rusuknya, dijadikanlah Hawa. Itu sebabnya ketika Adam sadar ada Hawa, dia bilang: Ini adalah tubuh dari tubuhku, daging dari dagingku, tulang dari tulangku. Rasul Paulus dalam I Tesalonika 

 

2:7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.

 

Aku berlaku seperti seorang ibu kepada kamu. Ayat 11,

 

2:11 Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang,

 

Aku berlaku sebagai seorang bapa kepada kamu. Jadi kalau kita baca Yohanes

 

13:33 Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.

 

Dia sebut murid-murid-Nya, anak-anak-Ku. Kalau kita membaca Yohanes

 

14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

 

Yesus tidak kembali lagi kepada murid-murid-Nya, tidak. Dia naik ke sorga, sudah tidak kembali lagi. Kapan kembali kepada murid-murid-Nya? Dalam bentuk Roh Kudus. Yohanes

 

14:28 Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

 

Yohanes 14:1 dilarang murid-murid-Nya: Jangan kamu gelisah. Yohanes 14:18 Dia berkata: Aku tidak akan meninggalkan kamu yatim piatu.

 

Tapi dalam ayat yang ke-28, Dia berkata begini:

 

14:28 Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

 

Jadi ketika Yesus naik ke sorga, murid-murid-Nya tidak boleh berdukacita melainkan bersukacita, karena apa saudaraku? Karena Dia akan kembali dan tidak akan meninggalkan anak-anak-Nya yatim piatu.

 

Hari ini saya akan berbicara mengenai 5 sebab kenapa Tuhan Yesus bilang: Jangan takut, Aku tidak akan membiarkan kamu yatim piatu. Kenapa? Ada 5 sebab.

 

Sebab yang pertama, kita baca dalam Yohanes 

 

3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

 

Sebab yang pertama: Karena Yesus cinta kepada kita.

 

Lagu yang disenangi oleh almarhumah ibu Rut Akaiy  Ku mau cinta Yesus selamanya .. Ku mau cinta Yesus selamanya .. Dia ingin mencintai Yesus. Kenapa dia cinta Yesus? Karena dia tahu Yesus lebih dulu cinta kepada dia. Ku cinta .. Ku cinta .. Karna Dia cintaku.

 

Saudara merasa saudara dicintai oleh Tuhan? Itu sebabnya kita tidak usah merasa yatim piatu, kita tidak usah merasa di dalam kegelapan, kita tidak usah merasa meraba-raba di dalam ruangan yang asing karena Tuhan mencintai saudara, Dia mengasihi kita, Dia tidak pernah berhenti. Mata air bisa kering tapi mata air kasih dari Tuhan tidak pernah kering. Kasih ayah dan ibu bisa berhenti ketika dia meninggal. Kasih anak berhenti ketika dia meninggal. Kasih suami dan istri berhenti ketika salah satu meninggal. Tapi kasih Yesus tak berkesudahan. Dia mengalir terus bergulung-gulung seperti ombak. Dia mencintai saudara. Jangan ada satu orangpun yang duduk di kebaktian ini yang merasa tidak dicintai oleh Tuhan. Itu Iblis yang bilang begitu. Saudara tetap dikasihi oleh Tuhan, dicintai oleh Tuhan.

 

Sebab yang kedua, kenapa Dia bilang kita tidak usah takut menjadi anak yatim piatu. II Tawarikh  

 

16:9 Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan."

 

Ayat ini terdiri dari 2 bagian. Bagian pertama yang saya maksudkan. Tidak usah kita takut sebagai yatim piatu karena Tuhan mengenal kita semua. Dia bukan cuma mengenal, Dia mau melimpahkan kekuatan-Nya - sejauh kita bersungguh hati terhadap Dia. Bersungguh hati. Dalam bahasa Inggris, loyal. Loyalkah kita kepada Tuhan? Apakah kita setia, loyal kepada Tuhan? Kalau kita bersungguh hati, loyal kepada Tuhan, Dia mau melimpahkan kekuatan-Nya karena mata-Nya menjelajah seluruh muka bumi. Dia tahu saudara, Dia tahu keadaan kita, Dia mau mencari kita, mau melimpahkan kekuatan-Nya; Dia mengenal kita.

 

Itu sebabnya kita tidak usah merasa sebagai yatim piatu karena Dia mengenal kita dengan baik. Dia mengenal nama kita sebelum kita ganti nama. Dia tahu nama kita siapa. Saya baru tahu sus Rut itu nama lahirnya, Gan Rut Nio. Tuhan mau memberi kekuatan-Nya pada saudara karena Dia mengenal saudara. Mungkin kita belum kenal Tuhan sungguh-sungguh tapi Dia udah kenal kita sungguh-sungguh - lahir di mana, nama siapa, tanggal berapa, bintang apa, shio apa - Dia sudah tahu, saudara. Walaupun ganti nama Dia sudah tahu nama aslinya apa. Dia tahu nama Zakheus itu Zakheus Astuti, Dia tahu ... Zakheus asli tukang tipu, Dia tahu. Haleluyah.

 

Sebab yang ketiga, I Petrus 

 

5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

 

Lemparkanlah kekuatiran saudara ke atas-Nya karena Dia mempedulikan kita. Kalau saudara tidak merasa dipedulikan orang tua, tidak merasa dipedulikan keluarga, tidak dipedulikan orang lain, itu tidak masalah, karena Tuhan, Raja segala raja, Pemilik langit dan bumi yang memelihara nafas hidup kita, mempedulikan saudara. Tak usah kita menjadi takut karena kita dianggap yatim piatu, tak usah. Karena Tuhan berjanji, Dia akan mempedulikan kita.

 

Makanya ada satu peribahasa: Kasih sama Tuhan apa yang dia tidak punya! Jangan memberi apa yang Tuhan punya. Berlian, Dia yang bikin. Emas, Dia yang bikin. Perak, Dia yang bikin. Batu bara, Dia yang bikin. Uap, Dia yang bikin. Semua dunia, Dia yang bikin, mau kasih apa? Kasih yang Dia tidak punya: Tuhan tidak punya kekuatiran. Haleluyah, saudara? Lemparkan kekuatiran saudara kepada Dia. Haleluyah. Lemparkan kepada Dia.

 

Saya tahu semua di dalam kita suka ada kuatir-kuatir. Lemparkan. Artinya dilemparkan, sudah tidak ada harganya lagi itu kekuatiran. Lemparkan saja dan Tuhan akan menangkap. Begitu Dia tangkap, hilang kekuatiran. Lemparkan saja, kasih sama Dia. Seperti petinju yang jagoan, Tuhan Yesus bilang, ayo lempar, mana kekuatiranmu, ayo kasih sama saya. Lemparkan kekuatiran. Ayo lemparkan kepada Tuhan Yesus sebab Dia mempedulikan kita. Karena Tuhan Yesus mempedulikan kita, amin? Yesus mempedulikan kita.

 

Kita suka menyanyi .. What A Friend We have In Jesus. Kata-katanya itu tidak tepat. Saya tulis dalam bahasa Inggris. Tidak ada sobat yang seperti Yesus.  Semua dosa dan kesedihan kita dipikul-Nya .. Betapa indah hak istimewa yang Dia berikan kepada kita .. Untuk membawa segala sesuatu kepada Allah dalam doa.

 

Ada kuatir? Bawa kepada Tuhan dalam doa, Dia sahabat kita yang mempedulikan kita. Ada susah? Bawa kepada Tuhan dalam doa. Segala kebimbangan bawa kepada Tuhan dalam doa supaya kita tidak bimbang lagi, supaya kita tidak takut yatim piatu. Kita punya Teman yang baik. Ada satu Sobatku yang setia. Kalau Dia tidak pernah tinggalin, sudah, tenang kita. Di waktu aku susah ..  Waktu ku sendirian.

 

 

Kapan saudara sendirian? Menghadapi kematian itu sendirian. Kita nggak bisa sama Tuhan: Tuhan, dia lebih tua dari saya, dia duluah dah. Dia sudah 91 tahun kok nggak mati-mati, saya baru 60 tahun, dia duluan dong Tuhan. Nggak bisa. Sendirian saja. Tapi Tuhan tidak pernah tinggalkan. Waktu kau sendirian Dia gandeng kita dalam kematian, masuk dalam kerajaan sorga. Haleluyah? Serahkan semua kekuatiran kepada Tuhan karena Dia yang  mempedulikan kita. Serahkan segala ketakutan, kekuatiran, kegentaran semua kepada Tuhan. Serahkan. Dia mempedulikan kita.

 

Yang keempat, Roma       

 

5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

5:9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.

 

Yang keempat, Dia menunjukkan kasih-Nya kepada kita dengan cara Dia mati bagi kita. Saudara, yang keempat, tidak usah kita takut sebagai yatim piatu karena Dia mati bagi kita. Kata 'menunjukkan' di dalam bahasa lain bahasa Yunani, itu artinya exhibit, memamerkan.

 

Tuhan memamerkan kepada dunia bahwa Dia mencintai manusia dengan mengirimkan anak-Nya mati di atas Bukit Golgota. Saudara harus tahu bahwa Tuhan Yesus mencintai saudara karena Dia mati bagi kita, mati untuk kita, mati karena kita ... untuk dibangkitkan.

 

Apa yang dipamerkan saudara kepada dunia? Kebaikan Tuhan, kebajikan Tuhan, apa duri yang saudara pamerkan kepada dunia, apa kaktus? Manis atau pahit yang saudara pamerkan? Tuhan memamerkan kasih-Nya dengan membuat Anak-Nya mati karena kita. Kita kan belum ada orang mau mati karena kita. Siapa di dunia ini yang mau mati karena kita? Nggak ada yang mau mati karena kita. Tapi Yesus - kita belum lahir - Dia sudah mati bagi saudara bagi saya, ada haleluyah?

 

Yang terakhir, kita baca I Korintus    

 

15:1 Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
15:2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.
15:3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
15:4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;

 

Dia bangkit pada hari yang ketiga, 40 hari kemudian Dia naik ke sorga karena dan untuk kita. Dia bilang: Aku pergi tapi Aku akan kembali lagi kepadamu. Dia kembali dalam bentuk Roh Kudus. Roh Kudus saya akan bicara panjang lebar nanti pada tanggal 31 Mei, hari minggu, itu hari pantekosta, itu lahirnya gereja kita. Di seluruh dunia akan merayakan hari pantekosta hari minggu, hari yang ke-50 dari paskah.

 

Tidak ada hari pantekosta kalau Yesus tidak naik ke sorga. Tidak ada Roh Kudus turun kalau Yesus tidak naik ke sorga. Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata: Engkau harus bersukacita karena Aku naik ke Bapa. Engkau harus bersukacita karena Aku pergi. Karena kalau Aku tidak pergi, Roh Kudus tidak datang. Berguna bagi kamu kalau Aku pergi. Ayat yang terakhir, Yohanes

 

16:5 tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?

16:6 Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.

16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

 

Sejak sekarang, 10 hari kemudian sampai tanggal 31, itu adalah di seluruh dunia seringkali berdoa menanti ketuangan Roh Kudus. Saya tidak suka itu kata menanti. Karena Roh Kudus sudah diberi oleh Tuhan pada 2.000 tahun yang lalu. Kita tidak menanti lagi tapi kita menerima ketuangan Roh Kudus.

 

Mari kita berdiri bersama-sama.

 

-- o --

Minggu, 31 Mei 2009

TUHAN YANG TIDAK TERBATAS

Mazmur

78:41 Berulang kali mereka mencobai Allah, menyakiti hati Yang Kudus dari Israel.

 

Perhatikanlah kata 'berulang kali.' Ini Mazmur 78 adalah mazmur perjalanan dari orang Israel, mengingatkan orang Israel atas kebodohan mereka, atas kekerasan hati mereka; mereka seringkali menyakiti hati Tuhan. Di dalam ayat 41, mereka bahkan mencobai Allah dan menyakiti hati Tuhan.

 

Mari saudara perhatikan kata 'menyakiti' itu. Dalam bahasa Inggris tidak ada kata menyakiti tetapi membatasi. Jadi bunyinya: Berulang kali mereka mencobai Allah, membatasi Yang Kudus dari Israel.

 

Siapa yang percaya Tuhan kita tidak terbatas? Tuhan yang kita sembah tidak terbatas. Tetapi orang Israel suka membatasi Yang Kudus ini. Kalau kita buka ayat 12, kita membaca


78:12 Di hadapan nenek moyang mereka dilakukan-Nya keajaiban-keajaiban, di tanah Mesir, di padang Zoan;

 

Bahasa Inggris: Di depan mata mereka dilakukan-Nya keajaiban-keajaiban, di tanah Mesir, di padang Zoan;

 

Dia berbuat perkara-perkara yang ajaib di tanah Mesir di depan mata mereka. Tetapi ayat 41 tadi kita membaca mereka mencobai Tuhan, mereka membatasi Yang Kudus. Mujizat tidak terjadi bukan karena Tuhan tidak kuasa, mujizat tidak terjadi karena saudara membatasi Tuhan. Kita taruh batasan bagi Tuhan, Tuhan cuma bisa nolong sampai sini, ke sininya Dia nggak mampu nolong ... itu membatasi Tuhan. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang tidak terbatas.

 

Satu orang di Yogya, saya belum ketemu dia, mamanya bersaksi sama saya. Dia kerja di satu perusuhaaan tetapi dia punya ginjal rusak. Gagal ginjal. Harus cuci darah seminggu dua kali. Perusahaan begitu tahu pegawainya ini cuci darah, dikasih pesangon lalu diberhentikan. Manusia itu, saudara, begitu. Karena di pemandangan manusia, orang kalau sudah cuci darah, hanya tinggal tunggu mati. Dia kecewa karena diberhentikan tapi dia pindah ke Jakarta sebab alat di Jakarta lebih modern.

 

Saya tidak tahu bagaimana di Jakarta dia mendengar lagu Indah Rencana-Mu. Tak pernah dia menangis seumur hidupnya tapi ketika dia dengar lagu Indah Rencana-Mu, dia menangis tersedu-sedu kepada Tuhan. Dia yakin - dia tidak dengar firman Allah, dia yakin rencana Tuhan indah, rencana Tuhan pasti baik.   

 

Pendek cerita, sekarang dia sembuh total 100% tidak usah dicuci darah lagi dan dia bekerja di satu perusahaan yang gajinya 2-3 kali lipat dari yang di Yogyakarta. Tuhan yang kita sembah Tuhan yang tidak terbatas. Dia terbatas karena pikiran kita membatasi Dia, karena perkataan kita membatasi Dia, karena negatifnya kita membatasi Dia.

 

Tuhan tidak bisa tidak boleh dibatasi. Dia bisa dibatasi kalau ngomong kita negatif, kalau pikiran kita bilang: Ah, nggak bisalah. Itu saudaraku, kita membatasi Tuhan. Nah, saudara bertanya sekarang, dalam hal apa orang Israel membatasi Tuhan? Mazmur

 

78:18 Mereka mencobai Allah dalam hati mereka dengan meminta makanan menuruti nafsu mereka.

78:19 Mereka berkata terhadap Allah: "Sanggupkah Allah menyajikan hidangan di padang gurun?

78:20 Memang, Ia memukul gunung batu, sehingga terpancar air dan membanjir sungai-sungai; tetapi sanggupkah Ia memberikan roti juga, atau menyediakan daging bagi umat-Nya?"


Coba, ayat 12 tadi kita baca, di depan mata nenek moyang mereka, Tuhan mengadakan hal-hal yang besar. Tetapi ini mereka ngomong membatasi Tuhan. Saya mau tanya sama saudara, kalau saudara sendiri pelakunya, saudara keluar dari Mesir sampai ke Laut Merah, sudah tertutup Laut Merah. Di depan Laut Merah, kiri kanan gunung yang tinggi, di belakang tentara Firaun. Lalu dengan mujizat Tuhan suruh Musa angkat tongkat, laut terbuka terbelah dan orang Israel, 3 juta orang Israel menyeberang lautan dalam tanah yang kering, di kiri kanan dinding air. Ketika sampai di seberang, orang Mesir pakai kereta kuda turun mengejar dan depan mata saudara - ini kita sedang umpamakan - orang Mesir ini tertutup dengan air dan mati mereka.

 

Itu mujizat kita akan ngomong sama anak sama cucu kita, betul apa tidak? Kita akan ngomong: Luar biasa Tuhan. Masa orang Israel ini tanya: Apa bisa ya Tuhan menyediakan makanan bagi kita? Kurang ajar betul, saudara. Memang pukul batu air keluar. Bukan sedikit-sedikit sampai jadi sungai. Tapi apa bisa Dia kasih makanan, ya? Apa bisa saya dipenuhkan Roh Kudus, ya? Apa bisa saya sembuh? Apa bisa dagangan saya laku?

 

Saudara, saudara adalah orang yang tidak terbatas karena Tuhan kita Tuhan yang tidak terbatas. Jangan batasi Tuhan. Dia bisa memberikan pertambahan yang banyak kepada saudara. Eh, Tuhan kita Tuhan yang hebat, Tuhan yang luar biasa. Kita adalah umat-Nya. Jangan kecil hati. Bisa nggak ya Tuhan kira-kira memberi makan sama kita? Masa kita sendiri lihat laut menutup musuh-musuh kita sampai mati, kita ngomong: Apa Tuhan bisa nggak ya?

 

Nah, ini banyak orang kristen kaya begitu. Sudah percaya sama Tuhan? Sudah. Sudah ke gereja? Sudah. Rajin? Rajin. Baca firman Allah? Sudah. Tapi ketika datang masalah, hati kecil kita ngomong: Apa bisa nggak ya Tuhan menolong saya? Itu membatasi Tuhan. Apa bisa nggak saya ya menikah dengan dia? Maaf, saya nggak nyindir loh. Apa bisa nggak saya berumah tangga ya, apa saya sudah terlambat ya berumah tangga? Apa saya bisa dipakai Tuhan nggak, saya sudah tua begini? Musa dipakai Tuhan umur berapa? 80 tahun. Kita belum ada yang 80 tahun. Jangan batasi Tuhan.

 

 Bisa nggak ya Tuhan tolong saya, lulus nggak saya ya, apa kira-kira bisa nggak saya ya? Mampu nggak saya melewati tahun 2009? Bagaimana ya ini ... itu membatasi Tuhan. Kita lihat Keluaran

 

17:1 Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu.

17:2 Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum." Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?"

17:3 Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?"

17:4 Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!"

17:5 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah.

17:6 Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.

17:7 Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?"

 

Coba. Ditolong sama Tuhan masih nanya: Adakah Tuhan di tengah-tengah kita? Lihat Laut Kolzom menutup orang Mesir, masih nanya: Apakah Tuhan ada di tengah-tengah kita, apakah Dia bisa kasih makan sama kita? 10 bala terjadi di Mesir, tidak terjadi di Israel; Goshen itu masih di Mesir. Lalat banyak di Mesir, di Goshen tidak ada lalat. Tabuhan banyak di Mesir, di Goshen tidak ada. Kegelapan pernah menutupi Mesir seluruh Mesir gelap tapi di Goshen terang. Padahal Goshen di Mesir juga, hanya ada orang Israel di sana. Air jadi darah di Mesir, di Goshen tidak. Penyakit sampar datang di seluruh Mesir, di Goshen tidak.

 

10 macam mujizat sampai anak sulung anak ternak sulung semua yang sulung mati di Mesir, di Goshen tidak. Masih orang Israel ngomong: Sanggupkah Tuhan memelihara kita? Bisakah Dia kasih makan kita? Apa kira-kira Tuhan itu ada nggak ya di tengah-tengah kita?

 

Kita tidak menjawab tapi sering pikiran itu datang di dalam hati kita: Tuhan itu ada apa nggak ya, kok saya sudah berdoa terus-terusan kok belum dijawab. Dan ini tes dari Keluaran  

 

17:1 ..., lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu.

 

Rafidim artinya seperti tempat tidur yang digelar, sesuatu di mana kita tidur itu digelar. Seperti membuka kain tebal di padang gurun untuk tidur. Rafidim ini menjadi bayangan tempat untuk beristirahat, tempat untuk rest. Tuhan yang pimpin ke situ. Kamu tinggal di Rafidim. Tempat untuk tenang, tempat untuk damai, tempat untuk membaringkan kepala, tempat untuk istirahat ... itu Rafidim.

 

Tapi yang terbalik sebaliknya, mereka malah protes. Sebab di sana tidak ada air. Kalau saudara tidur di hotel di Jakarta, satu malam 1.5 juta, itu sudah  pasaran di hotel di Jakarta yang bintang 5. Begitu saudara tidur, AC tidak hidup, kasur nggak ada sprei, bantal nggak ada sarung bantal. Mau minum nggak ada air. Saya mau tanya, apa yang saudara lakukan? Telepon ke operator laporkan ini semua? Yang pertama sekali saudara lakukan apa? Ngomel. Ini hotel mana, mahal-mahal begini 1.5 juta nggak ada sarung bantal, nggak ada sprei. Kita belum tahu mungkin saudara salah dikasih kunci, salah kamar. Belum apa-apa saudara sudah ngomel.   

 

Nah ini begitu sampai di Rafidim, tidak ada air. Ayat 1.

 

17:1 ..., tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu.

 

Tuhan Yesus tidak berubah. Ada air atau tidak air, Dia tetap Tuhan. Tapi ini umat Israel ngomel. Mulai mereka cari kambing hitam ... tunjuk Musa: Ini gara-gara kamu kita bisa mati. Anak kami mati, ternak kami mati semua ... gara-gara kamu. Mereka mau lempar batu sama Musa. Musa berseru kepada Tuhan: Tuhan, apa yang saya harus perbuat?

 

Nah, Tuhan kasih 3 perintah dan kita mau perhatikan sore ini 3 perintah ini. Ayat 5,

 

17:5 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Berjalanlah di depan bangsa itu

 

Ini yang pertama: Musa, keluar, jalan dari bangsa itu. Keluar dari kerumunan orang yang ngomel itu, keluar kamu. Bawa tua-tua yang satu roh sama kamu, keluar, Aku mau bicara tapi Aku tidak mau di depan bangsa yang ngomel itu. Keluar, dahului mereka. Berjalan di depan mereka.

 

Langkah pertama kalau saudara mau mengalami rafidim, istirahat di dalam Tuhan, saudara harus keluar dari lingkungan orang-orang yang negatif. Ngomongnya negatif, ngomongnya pinjam duit, ngomongnya ngomong yang negatif, ngomongnya yang susah, ngomongnya yang luh-leh ... keluar, jauhi. Bukan dimusuhi, keluar. Karena Tuhan tidak mau befirman. Keluar dulu kamu.

 

Saudara mau keluar dari negatifitas kita? Keluar. Banyak teman kita negatif dan kita suka berteman sama mereka. Tanpa sadar kita kebawa negatif. Ngomong negatif, mikir negatif. Mereka bilang susah, sekarang mah susah ... kita kebawa. Padahal kita punya Tuhan yang membelah air laut. Kita punya Tuhan melakukan perbuatan yang besar, kata Mazmur 78:12 tadi. Melakukan perkara yang heran. Membelah air, membelah sungai, Dia lakukan di depan mata mereka. Jauhi negatif, jauhi hal-hal yang negatif. Jauhkan diri saudara dari perkara yang negatif - permusuhan, kemarahan, dendam kesumat, kebencian ... yang negatif itu semua, jauhkan. Keluar, dahului bangsa itu.

 

Yang kedua, bawa tongkat itu.

 

17:5 ... ; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah.

 

Tongkat itu saya mau kasih nama 'iman'. Apakah dalam percobaan yang tidak ada air saudara masih ada iman, saudara masih punya iman? Sebab iman itu adalah tongkat perjalanan kita. Ketika kita lelah, tongkat itu bisa menopang kelelahan kita. Kalau saudara sabar sebentar saja, kita buka Ibrani

 

11:21 Karena iman maka Yakub, ketika hampir waktunya akan mati, memberkati kedua anak Yusuf, lalu menyembah sambil bersandar pada kepala tongkatnya.

 

Iman adalah dasar untuk menyembah Tuhan. Menyembah bukan untuk orang memuji kita, menyembah itu memuji Tuhan, menyembah itu mempermuliakan Tuhan. Dan syarat untuk menyembah, kita harus bersandar kepada tongkat iman kita. Tidak cukup kita keluar dari negatifitas, tidak cukup kita keluar dari orang-orang yang negatif tapi kita juga harus bawa tongkat iman ini.

 

Dan sekarang yang ketiga, kembali lagi kepada Keluaran

    

17:6 Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum."  

 

Yang ketiga, pukul batu karang itu. Di sana saudaraku, ada banyak batu karang. Pada waktu Tuhan panggil Musa keluar dari orang yang ngomel-ngomel itu, di sana ada banyak batu karang. Dengan tua-tua mereka berjalan membawa tongkat, lalu Dia bilang: Pukul. Dengan iman kita, kita pukul batu karang itu. Batu karang di dalam Mazmur pernah kita suka nyanyi ... Lead me to the rock .. That's higher than I .. pimpinlah aku ke batu karang yang lebih tinggi dari padaku.

 

Jadi di depan ada banyak batu karang tapi tidak boleh pukul sembarangan batu karang. Pukul batu karang yang Tuhan berdiri di sana. Kita baca ayat 6.   

 

17:6 Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.

 

Saudara di sini ada pelajaran yang dalam. Masa Tuhan nggak sanggup mengeluarkan air dari batu karang itu? Sanggup. Dia yang menamakan diri-Nya air hidup masa nggak sanggup bikin air dari batu karang. Sanggup. Tetapi Dia perlu tindakan iman dari anak-anak-Nya. Maka saudaraku, mereka memukul batu karang itu dan keluarlah air minum. Bukan segelas-segelas, saudara. Mazmur 78 bilang seperti sungai yang besar dan banjir. Kalau Tuhan memberkati kita, Dia memberkati kita dengan limpah. Bukan segelas aqua yang keluar dari batu karang ... sungai. Yohanes 

 

7:37 Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!

7:38 Barangsiapa percaya - Itu tongkat kita - kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."

7:39 Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.

 

Batu karang itu adalah Yesus. I Korintus 10:4. Yang mengikuti orang Israel adalah Yesus. Bawa tongkatmu, pukul batu karang di mana Aku berdiri, nanti dari dalamnya akan mengalir sungai. Saudara tahu sungai bukan air segelas, sungai itu tak terukur, sungai-sungai air hidup.

 

Kita orang pantekosta percaya baptisan roh kudus. Kita percaya Yesus mati, kita percaya Yesus dikuburkan, 3 hari 3 malam kemudian Dia dibangkitkan. 40 hari kemudian Yesus naik ke sorga. 10 hari dari kenaikan Yesus, hari pantekosta tanggal 31 ini. Kita percaya kepada Roh Kudus yang akan memuaskan dahaga hati kita. Ketika kita dahaga, kita jangan ngomel sama orang. Bawa tongkat, keluar dari orang yang negatif, dengan iman kita pukul, meminta dengan iman kepada Yesus batu karang itu, maka mata air sungai air hidup akan mengalir. Saudara mau diteruskan nggak nih ngomongnya tentang Roh Kudus? Mau? Yohanes 

 

15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

16:6 Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.

16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

 

Ini yang pertama, Roh Kudus itu menghibur kita. Tidak ada penghiburan seperti dari Roh Kudus. Kalau saudara sudah dihibur oleh Roh Kudus, saudara tidak perlu nonton Extravaganza lagi. Roh Kudus menghibur begitu dalam, Dia datang ke sumbernya dari permasalahan kita dan Dia menghibur kita.  

16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, ...

Pendeta tidak bisa robah saudara. Tidak ada pendeta yang bisa merubah adat kita. Tidak ada. Yang merubah kita adalah Roh Kudus. Selain menghiburkan, Dia menginsafkan. 

Di Jakarta ada jemaat yang punya istri dua. Dia kenal Tuhan setelah istrinya sudah dua. Saya tidak pernah khotbah, ceraikanlah ... tidak. Tetapi akhirnya dia terbuka sendiri. Roh Kudus bekerja. Jadi dia jamin istri kedua: Saya minta maaf, kita sudah salah, saya tidak lagi bisa bersama dengan engkau, saya bersama dengan istri yang pertama. Istri kedua bisa terima dan dia tinggalkan pria itu hidup baik-baik. Akhirnya dia menikah dengan pria yang lain. Itu manusia nggak bisa bikin begitu tapi Roh Kudus sanggup menginsafkan.  

16:9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;

Ini dosa paling besar. Bisa nggak ya Tuhan kasih makan kita di padang gurun? Memang kemarin pukul batu karang keluar air seperti sungai tapi apakah Dia bisa memberi makan daging? Saudara membatasi Tuhan. Tuhan tidak terbatas.

Tuhan sanggup memberkati dengan limpah. Jangan batasi Tuhan. Oh, saya sudah punya dua toko. Oh, jangan batasi Tuhan, Tuhan mau kasih lebih. Pakai iman. Jangan pinjam uang jangan jadi rentenir. Saudara pinjam uang itu, saudara berlawanan dengan firman Allah. Engkau akan memberi pinjam dan engkau tidak akan meminjam, itu firman Allah katakan. Tapi kenapa kita meminjam? Kita membatasi Tuhan. Saya tidak mau ada jemaat jadi rentenir, jangan.

Saya satu kali khotbah di Manado di lapangan terbuka, 4 ribu orang. Saya tidak tahu siapa yang datang, protestan, GPIB, pantekosta, saya tidak tahu. Saya bilang, anak Tuhan tidak boleh jadi rentenir. Habis kebaktian, ada satu ibu orang batak, dia lari sama saya: Bapak pendeta - suaminya tentara, orang Manado, dia tersungkur dia berlutut. Saya angkat: Bu, jangan berlutut begini, saya bukan Tuhan. Bapak pendeta, itulah saya ... itulah saya. Kenapa ibu? Tadi bapak pendeta bilang, rentenir, rentenir ... itulah saya ... itulah saya. Kalau di Cianjur kan rentenir ... itulah dia ... itulah dia.

Itulah saya, sambil menangis. Dia cerita, dia pakai jimat di tangan. Dia adanya di Ancol. Kalau orang judi kalah, keluar sudah ketahuan kalah, dia pakai jimatnya, orang itu pinjam duit sama dia. 1 juta satu jam 100 ribu bunganya. Dia cuma bawa duit satu juta kadang-kadang pulang bawa 5 juta bawa 6 juta. Enak jadi rentenir. Tapi hati tidak ada damai. Bapak doakan saya. Saya doakan. Jimatnya dilepas, tidak lagi.

Eh, ketemu lagi di Jakarta, bawa anaknya: Bapak pendeta, ingat yang dulu didoakan di Manado? Saya itu, ini anak saya. Doakan dia supaya dia jadi pendeta. Supaya dia jadi rentenir seperti ibunya, nggak ... supaya dia jadi pendeta. Jangan batasi Tuhan.

16:10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;

16:11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.

16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.

16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; ...

 

Saudara, ini jalan yang tidak benar, ini jalan yang benar. Saudara lagi tidak benar dipenuhkan Roh Kudus, Roh Kudus akan belokkan saudara kepada seluruh kebenaran. Satu kebenaran, dua kebenaran, tiga kebenaran, firman Allah kebenaran, Roh Kudus kebenaran, Tuhan kebenaran. Mengalah itu kebenaran.

 

Kebenaran itu artinya ada dua. Yang pertama truth, kebenaran di dalam hal yang sangat hakiki, kebenaran mutlak. Tuhan itu benar tidak pernah salah. Allah itu benar tidak pernah salah, itu kebenaran mutlak. Truth. Kebenaran yang kedua adalah kalau kita ulangan benar semua, tidak ada yang salah. Benar beda dengan betul. Kalau benar sama dengan betul, Yesus berkata: Aku inilah jalan, kebetulan, dan hidup. Dia tidak kebetulan tapi Dia kebenaran, ada haleluyah saudara?

 

Jadi saudara, apa ini saya roh kesurupan? Tidak. Saudara tidak kesurupan, saudara dibawa kepada hal yang benar. Tidak pengen ngerokok lagi. Tidak lagi minum-minuman keras. Sudah tidak lagi. Sudah tidak lagi berjudi.

 

Itu bukan pendeta bukan gereja yang robah, itu Roh Kudus. Tuhan tidak lihat orang. Siapapun yang haus Dia akan penuhi. Berikut,

 

16:13 ... sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

 

Di Alkitab ada dua ayat. Yang satu bilang, Roh Kudus dengan jelas berkata di akhir zaman akan datang masa yang sukar ... itu dalam Timotius. Tetapi yang satu ayat bilang begini, Yeremia 

 

2:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

 

Ini dua-dua bicara tentang hari depan. Yang satu penuh dengan kesusahan, yang satu penuh dengan pengharapan, penuh dengan kesuburan, penuh dengan berkat. Yang mana yang saudara mau pilih? Sayang kita semua ngomongnya itu yang ini ... susah ya sekarang ... kerak telor ... nasi aking ... ini. Padahal Tuhan sediakan yang ini: Aku berikan kepadamu hari depan yang penuh pengharapan.

 

Ingat Yesus itu pengharapan kita, hari depan kita penuh pengharapan, penuh kemuliaan, penuh berkat, penuh berkat yang berkelimpahan. Itu Tuhan kita. Bagaimana ko Yoyo? Bukan kuat hei, bukan gagah hei ... oleh Roh-Ku kata Tuhan. Bukan kata saya ... kata Tuhan. Kenapa pakai hei? Diingetin suka lupa kita teh.   

 

Dia beri tahu hari depan. Percaya saudara musti meningkat. Pukul dengan tongkat batu karang Yesus maka Dia akan memuaskan hati saudara. Saudara siap?
 

16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.

16:15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."

 

Ayat 14 dan 15 itu mirip tapi beda. Ayat 14, Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku. Ini informasi. Roh Kudus Dia dengar informasi dari Tuhan begini, langsung Dia kasih tahu kepada kita yang mau dipenuhkannya.

 

Tetapi ayat 15 itu kepemilikan.

 

16:15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."

 

I Korintus 3:16, I Korintus 6:19, II Korintus 6:14 sama isinya.

 

I Korintus

 

3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

 

Saudara itu milik Roh Kudus. Haleluyah?

 

I Korintus

 

6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, - dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

 

II Korintus

 

6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

6:15 Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial - Belial itu nama Iblis -? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?

6:16 Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: "Aku - Roh Kudus - akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku  - Roh Kudus -  akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.

6:17 Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka - Yang negatif tadi - , dan pisahkanlah dirimu dari mereka - Yang negatif tadi -, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.

6:18 Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa."

Mari kita berdiri bersama-sama.  

-- o --  

 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________