Khotbah Minggu Sore MEi - JUNi 2010

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 02 Mei 2010

EMPAT BINATANG

Amsal

30:24 Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan:
30:25 semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas,
30:26 pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu,
30:27 belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur,
30:28 cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja.

Begitu sering Alkitab mengajar kita untuk belajar dari hal-hal yang kecil. Tuhan ajarkan dengan begitu bijaksana untuk kita justru belajar dari hal yang kita suka lewatkan karena kecilnya. Sebagai contoh Yesus berkata kalau imanmu sebesar biji sesawi. Biji sesawi itu kecil. Kalau saudara bawa pulpen saudara titikkan di kertas seperti itu, sebesar itu biji sesawi. Hei Efrata walaupun engkau kota kecil tapi dari dalammu akan muncul orang yang besar.

Sedangkan kita biasanya ingin belajar dari orang besar dari hal-hal yang gede hal-hal yang besar. Tapi lihat Tuhan, Tuhan mengajarkan untuk kita belajar dari hal-hal yang kecil, haleluyah? Yohanes Pembaptis itu betul ketika dia berkata dalam Yohanes 

3:30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

Di dalam Amsal 30, ini sampai sekarang belum ada raja yang sekaya dan sebijaksana Salomo. Di dalam ayat ke-24, dikatakan di sana ada 4 binatang yang terkecil. Itu kata binatang itu tidak ada di dalam bahasa Inggris. Dalam salinan lain there are four things ... ada empat hal yang kecil di dalam dunia ini. Tapi justru dari keempat binatang yang kecil ini, Salomo bilang, aduh bijaksana sekali ini binatang.

Yang pertama kita akan baca, yaitu semut.

30:25 semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas,

Saudara melihat keanehan nggak di sini? Semut itu binatang tetapi di sini disebut bangsa. Jadi maksudnya Salomo, orang itu musti belajar dari semut. Bangsa. Berarti bukan hanya satu orang, satu bangsa yang besar tetapi tidak kuat. Bangsa yang tidak kuat tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas. Dari semut kita belajar yang pertama ini, yaitu persiapan. 

Semut tahu mempersiapkan gudang makanannya pada waktu musim panas. Musim panas saya umpamakan ketika kita mampu ketika kita kuat ketika kita bisa ketika kita masih muda ketika kita dapat bekerja, itu dipakai untuk mempersiapkan hari menjelang di mana nanti kita sudah tidak mungkin belajar tidak kuat bekerja tidak mampu lagi tidak bisa lagi, sebab itu datang masanya. Maka dari semut kita diajar sesuatu, yaitu persiapan.

Di kebaktian selalu ada, rabu ada, minggu ada. dia mempersiapkan diri. Ada orang yang cari uang, kenapa rajin cari uang? Untuk persiapan nanti di hari depan supaya anak saya tidak kelaparan, mereka bisa punya rumah, mereka bisa dikasih modal, kita mempersiapkan buat mereka?  

Kalau ada orang mau menikah, dia mempersiapkan lebih dulu. Uangnya dikumpul lebih dulu untuk beli jas, untuk beli pakaian, untuk sewa gedung, untuk sewa makanan yang masak untuk mempersiapkan pernikahan. Sesuatu ada yang dipersiapkan. Kenapa kita tidak mempersiapkan diri kita bertemu dengan Tuhan? Pengkhotbah   

12:1 Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: "Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!"

Sejak kapan kita harus mempersiapkan diri, saudara? Sejak masa muda. Sebab kalau anak kecil tahunya nangis tahunya minta, tahunya jerit-jeritan. Tetapi ketika kita sampai kepada masa muda, kita diharuskan mempersiapkan diri. Sebelum datang kesusahan, kita sudah siap.  

Ingat 5 perawan bodoh, kenapa nggak boleh masuk? Bawa pelita tapi nggak siap, minyaknya nggak dipersiapkan sejak awal. Kita harus mempersiapkan hal rohani kita. Sebelum meninggal kita siap dong. Ketika nanti maut datang kita sudah siap. Sebab ketika kematian datang, kita nggak bisa saudaraku, kenapa nggak ngomong dari tahun lalu, saya dibaptis dulu saya bertobat dulu. Harus siap.  

Di Jakarta ada 53 orang jemaat yang saya didik untuk berkhotbah. Dan sebelum saya berkhotbah saya panggil mereka bergilir tapi saya tidak sebut siapa namanya. Pokoknya harus siap. Kalau disebut, maju ke depan kasih renungan 5 menit. Nggak boleh, aduh saya belum siap. Bersedialah memberitakan Injil baik senang ataupun tidak senang, kita harus siap.

Kalau mau natal, saudara siapkan apa? Pohon cemara, latihan nyanyi, saudara siapkan drama karena mau natal. Hanya untuk yang satu hari itu persiapannya sudah tiga bulan, dari oktober saudara sudah latihan, nyanyi berkali-kali. Harus siap.

Di dalam Amsal 6, masih tentang semut. Amsal

6:6 Hai pemalas, - Nggak enak ya kalau kita pakai bahasa ini. Memang agak keras ini bilang pemalas. Bahasa Inggris memakai kata sluggard, pelan. Dia jalan tapi pelan, dia kerja tapi pelan. - pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:
6:7 biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,
6:8 ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.

Masa sekarang masa panen. Firman Allah di mana-mana diberitakan. Di televisi ada, di radio ada, di gereja-gereja. Ini lagi panen. Saudara yang diumpamakan seperti semut, ayo kita siap. Kita mempersiapkan bahan makanan pada musim panas sebab ada musim dingin nanti di mana semut tidak bisa keluar. Tapi di dalam gudangnya dia sudah banyak makanan. Kalaupun orang, umpama, gereja dibakar, Alkitab dibakar, saudara sudah punya firman Allah di hati saudara. Itu artinya kita harus belajar dari semut, yaitu persiapan. Kembali kepada Amsal

30:26 pelanduk, bangsa yang lemah - Sekali lagi kita manusia diumpamakan seperti pelanduk -, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu,

Dalam bahasa Inggris, yang membuat rumah-rumahnya di dalam lubang gua batu-batu gunung. Serigala mau cakar-cakar, mau makan dia, dia sudah di dalam batu gunung. Maka tadi kita nyanyi, Yesus adalah tempat perlindunganku .. Ku tak takut .. sebab Yesus yang melindungi kita. Ada musuh, ada serigala, ada anjing hutan, ada macan gunung. Pelanduk itu nggak punya tanduk, giginya nggak tajam, kakinya nggak ada cakar. Jadi dia nggak bisa menyerang. Pernah saudara mendengar ada harimau dimakan sama pelanduk? Tidak ada. Pelanduk dimakan sama harimau.

Tetapi pelanduk bijaknya itu dia masuk ke dalam tempat perlindungan yang kokoh di mana musuh-musuhnya tidak bisa masuk ke sana. Dari pelanduk kita belajar perlindungan. Baik berlindung t'rus .. Dalam cintanya Allah .. Baik berlindung t'rus .. Dalam naungan Tuhan .. Di sanalah kitapun dapat sentosa .. Ku dalam lindungan Tuhan. Ada haleluyah? Saya baru keluar sekolah Alkitab lagu ini sudah ada, dinyanyikan oleh satu pendeta yang usianya sama dengan papa saya. Saudara mau berlindung? Di mana berlindungnya? Berlindung di dalam cintanya Tuhan. Haleluyah.

Lihat, orang mau tanam uang di bank. Bukannya nabung tapi tanam uang. Saham. Bank-bank dunia menaruh sahamnya itu di Amerika. Ada perusahaan asuransi. Asuransi itu bukan hanya buat hidup, tapi uang juga diasuransikan. Dibawa kabur, saudara. Orangnya ketangkap, uangnya nggak tahu kemana. Nah, itu orang kalau berlindung pada kekayaannya. Tidak berlindung di dalam Tuhan. Mari kita berlindung di dalam Tuhan. Lindung di darah-Hu .. Angin ribut menderu .. Lindung di dalam Hu .. Sampai susahpun hilang .. Biar gelombang menempuh .. Pada-Mu aku berteduh .. Pada batu Isa-Hu ku teguh .. Lain alasan hancur luluh.

Ini angin ribut, macam-macam. Ribut sekarang dunia. Tapi mari kita berlindung, tenteramkan diri di dalam batu karang Tuhan. Pantas Yeremia bilang, terkutuk orang yang ngandalkan manusia. Tetapi diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan. Dia tidak akan pernah mengalami musim kering. Bayangkan, pohonnya selalu hijau. Kita baca Yeremia

17:5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
17:6 Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.
17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Sudah bukan waktunya kita mengandalkan manusia, mengandalkan orang, mengandalkan bank, mengandalkan kekayaan manusia. Orang banyak menipu semua, banyak menipu. Manis. Adakah saudara kesulitan keuangan? Bawalah BPKB, dalam satu jam keluar uang. Iya tapi BPKB saudara diambil sama dia.

Dari semut saudara belajar apa? Persiapan. Dari pelanduk saudara belajar apa? Perlindungan. Saudara mau belindung di dalam cintanya Tuhan? Di dunia ini tidak ada perlindungan yang lain. Berikut. Yang ketiga,   

30:27 belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur,

Dalam salinan lain, belalang tidak punya raja tetapi mereka maju secara teratur.

Dari belalang kita mau belajar kebersamaan. Saya lihat itu hari rabu ketika buka puasa bersama-sama mereka buka puasa, mereka makan sama-sama. Kebersamaan. Oh, betapa indahnya ... Kesanalah dip'rintahkan Tuhan .. Agar berkat-berkat dicurahkan ...

Kalau saudara suka bersatu suka bersama-sama ... berkat dicurahkan. Belalang itu sama nggak satu sama yang lain? Sama. Cuma ukuran beda, ada besar ada tapi sama semua. Apa orang Tionghoa, orang Amerika, Sunda atau Jawa, semua kita seperti diumpamakan belalang. Kita itu sama. Walaupun saya berdiri di atas saudara di bawah kita ini sama manusia yang satu kali akan mati. Nggak ada komandan nggak ada pemimpin tetapi berbaris dengan rapi teratur.

Heran. Jadi ini Salomo bingung kok saya punya komandan tapi kenapa ini belalang selalu teratur, kalau terbang yang mana pemimpinnya, nggak ada pemimpinnya, dia bisa pergi berkilo-kilo meter. Luar biasa kebersamaan itu, saudara.

Dari belalang kita dapat kebersamaan. Ringan sama dijinjing berat sama dipikul. Itu kalau kita bersama-sama. Gotong royong. Gotong itu angkat sama-sama, royong itu makan sama-sama. Kebanyakan kita gotong lu yang gotong, gua yang nonton. Royong, gua yang makan lebih banyak, lu sedikit aja, itu kita. Kita mau belajar bersama sama. Nggak ada bedanya. Belalang.

Lalu diselidikilah belalang ini, di mana telinga belalang itu? Seorang profesor dia tangkap belalang dikeker pakai pembesar. Dimana kupingnya ya?  Dites. Tepuk tangan. Lompat, saudara. Taruh lagi. Diam. Dia dengar, tapi dimana kupingnya? Karena ini penyelidikan, kaki depan dua-duanya dipotes. Masih bisa lompat belalang tapi begitu ditaruh si profesor di bawah meja, tepuk tangan ... diam. Baru ketahuan bahwa belalang punya telinga itu di lutut depan.   

Jadi kalau saudara mau dengar suara Tuhan, saudara lututnya harus bertelut begini. Telinga saudara itu ada di sini, di lutut. Nanti Tuhan bicara sama saudara. Kalau saudara tidak mau sembahyang, itu kaya lutut saudara dipotes. Tuhan Tuhan, saudara-saudara. Yesus bilang marilah kepada-Ku, dia jalan saja acuh beibeh. Tetapi saudara ketika kita suka berdoa, telinga rohani kita peka kepada suara Tuhan. 

Kalau kita suka berdoa, telinga rohani kita terbuka kepada Tuhan. 7 jemaat di dalam kitab Wahyu selalu diikuti dengan bahasa barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar. Yang terakhir,

30:28 cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja.
 
Ayat 28 bilang cecak. Ini tidak tepat salinannya sebab di dalam bahasa Inggris dipakai kata the spider, laba-laba. Bunyinya begini: Laba-laba dengan keahlian menangkap dengan tangan-tangannya tetapi dia ada di istana-istana raja-raja. Dari laba-laba kita belajar konsisten, terus menerus. Tetap berdiri, berdiri tetap. Tetap maju, maju tetap. Satu kali ikut Yesus, terus ikut Yesus, sampai meninggal ktia ikut Yesus. Satu kali kita ikut Tuhan Yesus, kita tidak mau mundur lagi.

Kenapa kita harus konsisten? Saudara pernah bersihkan rumah saudara dari sarang laba-laba? Saudara bersihkan, besok ada lagi. Sebab dia perlu makan. Dan dia makan memakai jaring. Jaringnya itu luar biasa, lebih kuat dari baja. Memang kecil tapi kalau disamakan dengan baja, itu lebih kuat. Sistim laba-laba itu dipakai untuk helmnya yang ke bulan itu, helmnya dari astronot itu, bajunya dipakai dengan sistem benang laba-laba itu. Konsisten. Ya tangan ya kaki. Ketika ada capung goyang-goyang dia maju pegang saja, sudah tidak lepas, dibelit sama benangnya itu sudah tidak berdaya. Dia nggak langsung makan, nanti untuk makan siang. Dari laba-laba juga kita belajar tidak putus asa.

Jangan putus asa. Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Makanya jangan ditunda-tunda terus. Harus berhasil. Orang Sunda punya peribahasa:  nista, maja, utama. Utama itu yang ketiga. Kesatu, kedua, ketiga pasti berhasil. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --  

 

Minggu, 13 Mei 2010

Kenaikan Yesus Kristus.

KENAIKAN YESUS

Seluruh dunia memperingati hari ini. Kalau orang dunia memepringatnya tidur atau piknik tapi kita memperingati untuk mendengar firman Tuhan.

Nah, di dalam firman Tuhan orang bingung kalau kebaktian kenaikan Tuhan itu mau pilih lagu apa. Sebab memang susah kita mendapat satu lagu tentang kenaikan Yesus.

Ada empat penulis Injil - Matius, Markus, Lukas, Yohanes. Tiga orang ini orang Yahudi: Matius, Markus, Yohanes. Tapi justru Lukas orang bukan Yahudi yang menuliskan di dalam Injilnya tentang kenaikan Yesus. Bahkan tiga kali dia bicara tentang Yesus naik ke sorga. Mari kita buka Lukas

24:50 Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.
24:51 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
24:52 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
24:53 Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Ini yang pertama tulisan dari Lukas mengenai Yesus naik sorga. Matius tidak menulis, Markus tidak menulis, Yohanes tidak menulis.

Yang kedua, Lukas juga menulis kitab Kisah Para Rasul. Kita buka Kisah para Rasul 

1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,
1:2 sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. - Ayat 9 - 

1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Dalam Injil Lukas dikatakan, mereka menyembah waktu Yesus angkat tangan begini dan terangkat, mereka, orang-orang yang dibawah, menyembah. Lalu pulang ke Yerusalem dengan penuh sukacita. Tapi dalam Kisah Para Rasul tidak disebut menyembah. Dalam Kisah Para Rasul - penulisnya sama, Lukas - mereka bengong melihat ke atas. Sampai datang malaikat dan berkata: Hai, orang Galilea, kenapa engkau menatap ke langit? Yesus yang terangkat adalah Yesus yang sama yang akan kembali ke dalam dunia.

Malam hari ini saya ingin bicara mengenai lima hal dari kehidupan Yesus. Pertama, kematian Yesus. Kedua, kebangkitan Yesus. Ketiga, empat puluh hari Yesus menyatakan diri. Keempat, kenaikan Yesus yang sekarang kita rayakan. Dan kelima, kepenuhan Roh Kudus, sepuluh hari dari sekarang. Nanti minggu depan itu hari Pentakosta, hari raya gereja kita. Seluruh dunia merayakan walaupun mereka tidak mengerti apa tapi kita rayakan hari Pentakosta. Kalau saudara mengerti saja nomor empat itu, yaitu kenaikan Yesus, saudara sudah mendapatkan berkat yang luar biasa.

Tapi nampaknya banyak orang kristen tidak mengerti apa arti kenaikan Yesus ke sorga. Mereka cuma mengertinya perpisahan saja. Lukas berkata dalam Kisah Para Rasul 1, apa yang dilakukan Yesus sejak dulu sampai Dia terangkat. Jadi kita akan belajar sampai terangkat ini. Nanti kepenuhan Roh Kudus ini hari Pantekosta kita belajar.

Yang pertama adalah kematian Yesus. Dari kematian Yesus kita belajar kepunahan segala sesuatu. Sekaya-kayanya orang, sepinter-pinternya manusia, sehebat-hebatnya dia, secantik-cantiknya dia, seganteng-gantengnya dia, segendut-gendutnya dia, sekurus-kurusnya dia, menuju kepada kematian. Dari kematian Yesus kita belajar bahwa tidak ada yang kekal di dalam dunia. Maka raja Salomo berkata, segala-galanya kesia-siaan. Usaha manusia di dalam dunia adalah menjaring angin. Jaring ikan masih dapat. Angin dijaring? Nggak dapat dia.

Dari kematian Yesus kita mengetahui bahwa segala sesuatu akan hilang, akan lenyap. Yakobus berkata, seperti bunga yang tumbuh waktu pagi, petang menjadi layu. Kekayaan orang kaya, itu Yakobus bilang - Yakobus pasal 1 - itu seperti bunga. Tumbuh waktu pagi tapi sorenya dia hilang. Dari kematian Yesus kita harus eling bahwa kita ini orang terbatas. Kita ini dibatasi. Masih ingin kerja, sudah malam, harus tidur. Masih ingin tidur, sudah pagi, harus sekolah, harus bekerja.

Kita ini terbatas.

Maka Yesus datang, meninggal di atas kayu salib, membawa pengajaran bagi kita bahwa kita ini harus mulai memikirkan yang kekal. Bukan memikirkan yang terbatas. Jadi kita dari kematian Yesus kita mempelajari bahwa manusia itu terbatas adanya. Kekuatannya terbatas. Kemampuannya terbatas. Segala-galanya ada terbatas. Bandingkan sekarang dengan Tuhan ... maha tahu, maha hadir, maha besar, maha pengasih, maha penyayang. Kita nggak bisa semua seperti Dia. Kalau saya ada di Cianjur sekarang, orang di Jakarta saya tinggalin, orang di Karawang saya tinggalin. Besok saya di Karawang, orang Cianjur saya tinggalin. Saya tidak bisa maha hadir.

Hidup ini ada batasnya .. Tak selamanya .. Sadarlah hai manusia .. Pada Pencipta. Saudara mau sadar kepada Pencipta kita? Saudara mau sadar kepada kehidupan kita yang terbatas?

Yang kedua, Yesus bangkit. Dari kebangkitan Yesus kita belajar satu hal yang saudara tidak boleh lupa sampai kita mati, yaitu pengharapan. Pengharapan. Maut ditelan oleh kebangkitan. Hai maut, di manakah sengatmu? Hai maut, di manakah kemenanganmu?

Jadi ketika kita mengalami 'kematian', mengalami 'kesulitan, kesukaran' ... jangan hilang pengharapan. Sebab pengharapan digambarkan dalam Ibrani 6 sebagai jangkar jiwa kita. Kalau jiwa kita sudah tidak punya jangkar lagi dalam hidup ini, kalau jiwa kita sudah tidak punya lagi sesuatu yang kita harus pegang erat-erat, terkait, maka kita hidup seperti kapal tanpa jangkar, terombang-ambing oleh dunia, tidak ada pengharapan. Itu sebabnya satu orang Tionghoa di Medan masih dua puluh lima tahun, wanita, lompat dari tingkat empat. Dia bunuh diri. Karena tidak ada pengharapan. Dia kira tidak bisa dijawab persoalan dia.

Saya mau yakinkan kepada saudara sore hari ini, apapun masalah saudara, selalu ada pengharapan di dalam Tuhan Yesus. Kalau tidak, tidak mungkin Dia memberikan pengharapan. Paulus dalam I Korintus 15 berkata, kalau Yesus tidak dibangkitkan, sia-sia iman kita, sia-sia pengharapan kita. Kalau hanya kepada orang yang mati saja kita berharap. Kalau kita tidak percaya kepada kebangkitan, kata Paulus, maka Injil itu bohong. Pemberitaan kami dusta. Kita ngomong ada kebangkitan padahal tidak.

Itu sebabnya ketika anak Tuhan ada yang meninggal, keluarga meninggal, kita ada pengharapan. Dia tidak akan dikubur terus. Pada satu waktu, Firman Allah berkata, dia akan dibangkitkan. Ada haleluyah? Kita akan ketemu lagi. Ada reuni yang besar sekali nanti. Cucu ketemu dengan engkong. Nanti kalau ketemu engkong itu nggak engkong yang jenggotnya sampai tiga belas meter, digelung segala di sini, nggak. Engkong dan cucu sama, ciptaan baru kalau semuanya di dalam Tuhan. Sama ciptaan baru. Besarnya sama. Roh yang baru, sama. Tidak ada lagi lelaki dan perempuan nanti. Kita semua diumpamakan sebagai mempelai perempuan. Yang laki-laki cuma Yesus. Kita harus hidup dalam pengharapan. Pengharapan.

Yang ketiga, ini empat puluh hari dari paskah, dari kebangkitan Yesus sampai kenaikan Yesus itu ada tenggang waktu empat puluh hari. Kalau di dalam Alkitab saudara baca 40 hari, itu bicara komplit, lengkap.

Waktu bahtera Nuh banjir dunia, itu banjir 40 hari 40 malam hujan terus menerus turun. Non stop. Waktu itu di seluruh dunia hujan meluap 40 hari 40 malam. Waktu Musa berpuasa 3 kali 40 hari 40 malam. Ada lagi kata 40. Pokoknya saudara ketemu angka 40, itu bicara dari komplit. Dalam 40 hari ini Yesus menempatkan diri kepada banyak murid-murid-Nya. Dia menampakkan diri kepada murid-Nya di Emaus, Dia menampakkan diri kepada Maria Magdalena, Dia menampakkan diri kepada  500 orang sekaligus, Dia menampakkan diri di sana sini.

Jadi dari 40 hari ini, kita mau mempelajari satu pelajaran, Tuhan membuktikan diri-Nya itu sudah bangkit. Dari 40 hari itu kita belajar mengenai Dia menyatakan diri.

Apa artinya? Artinya apa saja yang Dia janji dalam Alkitab ini yang saudara baca di dalam Alkitab, saudara ikut Yesus saja dengan setia, ikuti firman Tuhan, lakukan sabda Tuhan, saudara nanti akan dapat BUKTI yang kuat Yesus menyatakan diri, firman-Nya itu ya dan amin. Itu janji Firman Allah.

Dari sana dari 40 hari ini mungkin ada orang-orang yang kalau ada orang meninggal, saya suka diminta tolong bicara di 40 harinya meninggal papa saya, 40 hari meninggalnya emak saya. Sebetulnya nggak ada di Alkitab. Tolong sudah 100 hari engkong saya meninggal. Tolong pimpin kebaktian. Maksudnya untuk di kebaktian tapi sebetulnya tidak ada dalam Alkitab 40 hari, entar 100 hari, terus 1.000 hari, terus 10.000 hari. Tapi mungkin 40 hari diambil dari 40 hari Yesus menyatakan diri.

Nah, datanglah kita kepada kenaikan-Nya.  Dalam Lukas 24 tadi, dua kali Lukas menulis,  

24:50 Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.
24:51 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.

Jadi Tuhan itu tidak meninggalkan kita begitu saja. Dia naik ke sorga, dua kali dikatakan Dia memberkati. Dan sementara memberkati - jadi dua kali.

Yang pertama dalah berkat jasmani, yang kedua adalah berkat rohani. Tuhan mau memberkati kedua macam berkat ini waktu Dia naik ke sorga. Jadi walaupun mata kita tidak nampak Dia tetapi kita melihat bahwa Dia memberkati kita. Ada haleluyah? Memberkati kita. Dan karena berkat itu, membuat orang-orang yang menyaksikannya - ayat 52 - sujud menyembah.

Jadi dari kenaikan Yesus itu ada berkat, ada penyembahan. Diteruskan, pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Justru kenaikan Yesus itu tidak mendatangkan kesedihan.

Kenaikan Yesus mendatangkan berkat - berkat rohani, berkat jasmani -, buah awal buah akhir, hujan awal hujan akhir, Perjanjian Lama Perjanjian Baru. Tuhan memberkati awalnya, Tuhan memberkati akhirnya. Dia mulai, Dia alpha, Dia memberkati, omega Dia memberkati. Saudara kerja apa Dia berkati, akhirnya Dia berkati. Dimulai dengan kelahiran yang diberkati, diakhiri dengan meninggal juga di dalam berkat Tuhan. Berkat selalu ada dua. Selalu ada dua berkat. Berkat, berkat, berkat, berkat dan sekali lagi berkat.

Berkat ini menyadarkan murid-murid, lalu mereka sujud menyembah kepada-Nya. Kita baca ayat 51b, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.

Dalam Kisah Para Rasul, awan menutupi Yesus. Sejak saat itu Yesus tidak bisa dilihat lagi oleh mata. Sebab itu Paulus berkata dalam I Korintus 5:7, Perjalanan kita bukan dengan penglihatan tetapi dengan iman. Sejak Yesus naik ke sorga, kita harus hidup dengan iman. Menyembah. Walaupun kita nggak lihat Yesus. Kita bayang-bayangin Yesus seperti apa, Yesus kaya apa. Nggak bisa. Karena Dia sudah terangkat ke sorga. Kisah Rasul

3:21 Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.

Yesus terangkat ke sorga mesti tinggal di sorga. Sampai pemulihan.

Saudara yang sakit, waktu sembuh waktu lagi masa pemulihan. Jadi kata pemulihan itu didahului dengan masa sakit, rugi, kurang, dan sebagainya. Yesus sudah naik ke sorga tapi Dia sudah berkati dua macam berkat: Hujan awal dan hujan akhir. Berkat jasmani, berkat rohani. Untuk memulihkan kita. Sekarang ini belum pulih semua. Nanti kalau sudah pulih, Dia akan turun pada yang kedua kali.

Seperti anak terhilang, waktu dia keluar dari rumah bapanya, dia berdosa, dia pakai duit bapanya. Sampai dia jadi blangsak, dia kerja di perusahaan peternakan babi. Waktu itu zaman lapar dan dia ingin makan makanan babi karena saking laparnya. Sedangkan yang punya babi dia mikir, kalau gua kasih makan pegawai gua, gua rugi. Dia gemuk, babi gua kurus. Lebih baik gua kasih makan babi gua. Gua untung. Babi gua gemuk dijual mahal. Itu manusia. Dia menghargai binatang, menghargai kekayaan materi lebih lebih dari jiwa kita. Lain dengan Tuhan. Jiwamu harus dipulihkan. Jadi Dia tahu betapa banyaknya pegawai bapaku makan sekenyang-kenyangnya sampai terbuang-buang itu makanan, di sini aku mati kelaparan, aku akan kembali.

Nah, masa anak ini kembali kepada Bapa, itu masa sekarang. Yesus naik ke sorga tidak kelihatan lagi kita harus hidup di dalam iman sekarang, kita harus kembali kepada Bapa, kita harus kembali kepada panggilan kita, kita harus kembali kepada apa yang Tuhan percayakan kepada kita. Kita harus kembali. Berat memang kembali karena kita sudah tidak ada makanan. Badan kurus.

Tapi bapa tidak akan turun sebelum pemulihan datang. Di dalam Lukas 15 kita baca waktu anak itu berjalan tertatih-tatih bapanya sudah lihat dari jauh anaknya jalan selangkah, anaknya jalan selangkah, bapanya lari saudara. Dia lari dia peluk anaknya, dia cium anaknya ... itu pemulihan. 

Bapa, jangan jadikan saya anak, saya sudah berdosa sama bapa, jadikan saja saya kacung. Asal makan kenyang saja, saya lapar papa. Nggak jawab papanya. Dipulihkan. Ambil jubah. Pakai embel-embel ... yang terbaik. Pakaikan kepada anak ini. Mandi aja belum. Kekotoran - maaf -, bau, kotor, daki, dia tidak hitung bapanya. Pokoknya bawa yang terbaik, pakaikan. Itu banyak kita nggak percaya.

Kita ini di depan Tuhan sebetulnya bau oleh dosa, kotor belepotan jelek brengsek, serba jelek serba bau. Tapi asal saudara kembali kepada Tuhan, ada pemulihan. Bawa baju yang terbaik. Itu artinya Tuhan tutup kita punya kekurangan, Tuhan tutup kita punya bau busuk dengan jubah kebenaran dari Tuhan. Kubuang jubahku yang lama .. Kupakai jubah barulah ... itu lagu. Bawakan kasut. Jadi dia itu telanjang kaki datang kembali sama bapa. Pulihkan. Hamba tidak boleh pakai sepatu. Yang pakai sepatu itu anak. Pakaikan kepada anak. Bawa cincin. 

Tahukah saudara bahwa Tuhan sebetulnya, Paulus berkata dalam II Korintus 11, aku menunangkan kamu dengan seorang laki-laki, yaitu Yesus. Dia berkata kepada jemaat Korintus yang baru jatuh dalam empat macam dosa. Dia bilang, aku menunangkan kamu dengan seorang laki-laki seolah-olah aku memasang cincin Tuhan pasang cincin bertunangan dengan kita. Dia itu memberikan cincin. Amin? Dengar baik-baik. Saudara itu ditunangkan kepada seorang laki-laki. Dari kenaikan Yesus kita mempelajari banyak hal.  

24:52 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.

Mari kita pakai manajemen waktu. Ini waktu kita untuk kembali supaya Bapa di sorga memulihkan kita. Apa sudah dikasih cincin, sudah dikasih sandal sepatu, sudah dikasih jubah cukup? Nggak. Ambil anak lembu yang paling tambun ... the best, kita bikin pesta. Setiap kebaktian itu pesta. Maka jangan ke gereja itu pakai sandal. Tuhan tidak lihat luar. Iya, Tuhan tidak lihat tapi kita nih yang terganggu. Mau kebaktian itu kita ke pesta. Semprot minyak wangi, Pakai minyak rambut. Pakai yang bagus sepatu. Haleluyah.

Saudara mau dipulihkan? Saya akan baca dua ayat saja untuk menerangkan apa yang terjadi waktu Yesus naik ke sorga. Yang pertama Efesus

1:18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,
1:19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,
1:20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,
1:21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
1:22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
1:23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Saya ingin buka satu rahasia tapi kita terima dengan rendah hati, ya. Kita perlu Yesus. Kita butuh Dia. Kalau baca ayat tadi yang terakhir, Dia membutuhkan kita sebagai tubuh Kristus.

1:23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Ingat Adam. Yang diciptakan oleh Allah itu Adam. Hawa itu diambil dari rusuk Adam. Jadi ketika rusuk Adam dicabut dijadikan Hawa, Adam itu tidak sempurna. Ada sesuatu yang hilang dari dia. Maka orang yang menikah, suami dan istri tidak boleh cerai sebab istri itu adalah tulang rusuk kita sendiri.  Adam yang terakhir, Yesus Kristus, Dia ditusuk oleh tombak dirusuk-Nya. Mengalirlah air dan darah, lahirlah gereja, Hawa yang kedua - saudara dan saya.

Jadi ketika Hawa lahir, jadi gereja, ini gereja sedang di dalam dosa waktu itu. Dia datang turun mati di Golgota lahir gereja, sekarang sedang disempurnakan, dipulihkan. Jadi bukan hanya kita memerlukan Dia, Dia juga memerlukan kita. Jadi saya tidak kecil hati dengan banyak orang kristen yang belum berubah berubah, nggak kecil hati. Kalau dia itu bagian tubuh Kristus, dia pasti berubah. Sebab Tuhan memerlukan kita juga.  

Kalau belum diberkati, kita nggak mau ke gereja, salah. Tuhan, Engkau untung kenal saya ... nggak boleh gitu. Kita yang untung kenal Dia, ada haleluyah? Filipi

1:9 Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian,
1:10 sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus,
1:11 penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.

Jadi waktu Yesus naik ke sorga, Dia dimuliakan, kata Alkitab. Tapi kalau kita baca Filipi, kita juga harus dimuliakan dengan cara kita mengeluarkan buah-buah yang baik. Itu tanda tubuh Kristus. Karena kepalanya Kristus, tubuh itu gereja. Maaf saudara, kalau saya punya kaki kejepit sakit, itu kepala saya pusing. Jadi apapun masalah saudara, Yesus rasa ... Yesus tahu.

Paulus tidak pernah kejar-kejar Yesus, yang Paulus kejar-kejar orang kristen, yang Paulus bunuh itu Stephanus. Tapi waktu Yesus pukul dia di Damsyik, Yesus berkata: Kenapa engkau mengejar-ngejar Aku, Paulus? Dia kaget: Siapakah Engkau, Tuhan? Berarti dia belum kenal Tuhan sebab dia bilang siapa. Akulah Yesus yang kamu aniaya. Kapan aku aniaya Engkau? Menganiaya orang kristen, itu sama dengan menganiaya Aku. Jadi banyak gereja dibakar-bakarin, saya tenang aja, biarin. Tuhan tahu, Tuhan rasa; mereka lagi menganiaya Yesus.

Jadi kita sebagai tubuh harus mengeluarkan kemuliaan.   

1:11 penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.

Jadi pengantin laki-laki dandan, pengantin perempuan juga dandan.

Begitulah keagungan nanti Tuhan dengan kita saudara. Saudara akan lihat kemuliaan Dia luar biasa tapi Dia juga merindukan kemuliaan Dia ada di dalam kita. Sebab ayat 11 tadi bilang, 

1:11 penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.

Jangan coba-coba jadi baik ya, kita nggak bisa jadi baik. Hanya Yesus yang bisa bikin kita baik.

Tes, ya. Dari kematian Yesus kita belajar apa? Keterbatasan. Dari kebangkitan Yesus kita belajar apa? Pengharapan. Dari 40 hari kita belajar apa? Pernyataan diri bahwa Yesus membuktikan nanti firman-Nya itu ya dan amin. Dari kenaikan Yesus kita belajar apa? Berkat rohani berkat jasmani, hujan awal dan hujan akhir. Selain berkat? Menyembah. Setelah menyembah? Bersukacita.   

Kita sampai di sini saja. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --  

Minggu, 16 Mei 2010

ROH KUDUS

II Korintus

3:4 Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus.
3:5 Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.
3:6 Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.

Apakah yang dimaksud oleh Paulus, hukum yang tertulis?

Dalam hukum yang lama di perjanjian lama, Israel dikasih sama Tuhan hukum Taurat. Ditulis pada batu, dua loh batu, saudara pernah lihat fotonya mungkin, nabi Musa bawa dua buah batu. Ditulis di sini 4 hukum di sini, 6 hukum di sini, jadi 10 hukum. Yang 4 hukum di sini berhubungan dengan Tuhan, yang enam hukum di sini berhubungan dengan manusia. Tetapi perhatikan ayat ke-7,

3:7 Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. ...

Loh-loh itu potongan. Potongan-potongan batu. Tuhan sendiri pakai jari-Nya, Dia tulis itu.

... Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan.

Jadi Taurat waktu diturunkan, 1.500 tahun sebelum Yesus, diiringi dengan kemuliaan.

... Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian

Itu yang lama. Ayat ke-8 yang baru.

3:8 betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh!

Kalau yang pudar saja yang lama saja sudah diikuti kemuliaan apalagi pelayanan Roh. Ada haleluyah? Sekarang kita tidak hidup di dalam perjanjian lama, kita hidup di dalam perjanjian baru, pelayanan roh.  

3:9 Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran.

Di perjanjian lama: Jangan padamu ada illah lain, jangan kamu memakai nama Tuhan dengan sia-sia. Hormatilah hari sabat dan sebagainya. Lalu ada enama lagi: Jangan mencuri, jangan berzinah, ... ini membawa kepada kematian karena tidak ada orang yang bisa. 9 benar 1 tidak bisa, semua salah. Jadi semua yang ada di dalam perjanjian lama ini berat, saudara. Lalu di dalam ayat 9,

3:9 ..., betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran.

Apa artinya pembenaran? Pembenaran itu begini. Kita tidak benar tetapi oleh karena anugerah Tuhan Yesus kristus, oleh darah-Nya Dia menebus dosa  kita, saudara dan saya dibenarkan. Kalau Allah kita mahakuasa, Dia sanggup membenarkan orang yang tidak benar. Kita semua orang tidak benar dulunya tetapi oleh karena Yesus, kita dilayani dengan pelayanan Roh, yaitu pelayanan pembenaran.

3:10 Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti.
 
Saudara, walaupun Taurat ini di zaman Musa dikasih dengan kemuliaan yang luar biasa, waktu dia diturunkan, geledek halilintar langit gelap orang dekat gunung saja nggak berani. Mati, kata Tuhan. Binatang siapa yang berani menyentuh gunung ini mati. Kalau dibandingkan dengan pelayanan pembenaran dari Tuhan, yang ini itu tidak ada arti. Jadi saudara ada di dalam pelayanan yang jauh lebih baik, jauh lebih mulia, jauh lebih hebat, jauh lebih benar dari pada pelayanan Taurat dulu. 

3:11 Sebab, jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan, betapa lebihnya lagi yang tidak pudar itu disertai kemuliaan.

Musa itu waktu turun dari gunung saudara, dia harus ditutup mukanya karena orang Israel tidak sanggup lihat wajahnya. Bayangkan 40 hari 40 malam dia ngobrol sama Tuhan - muka dengan muka. Jadi cahaya kemuliaannya Tuhan itu nempel sama Musa. Jadi ditutup. Nanti Paulus buka rahasianya.

3:11 Sebab, jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan, betapa lebihnya lagi yang tidak pudar itu disertai kemuliaan.

Disini tidak akan pudar. Kalau disini cuma Musa yang diberi kemuliaan, kalau di sini semua anak Tuhan yang percaya kepada Tuhan Yesus diberi kemuliaan oleh Tuhan. Itu anugerah dari Tuhan. Berikut.

3:12 Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian,

Salinan lain, kami memakai keberanian yang besar untuk bicara. Jangan ngomong jelek, jangan ngomong yang nggak sopan, jangan ngomong negatif, ah susah hese, pusing, payah ... jangan. Kita harus pakai keberanian untuk bicara, bicara yang benar, bicara yang luar biasa, bicara yang mulia, kata-kata yang sopan, kata-kata yang mengangkat, kata-kata yang menolong, kata-kata yang menghibur, kata-kata yang memberkati, kata-kata yang penuh dengan kemenangan, kata-kata yang menguasai hari depan. Haleluyah?  

Belum ada pekerjaan, terima kasih Tuhan, Engkau sudah kasih pekerjaan. Sembahyang jangan bilang, Tuhan Engkau isi kursi-kursi yang kosong. Tuhan nggak isi kursi yang kosong, saudara yang musti ngisi. Tetapi: Tuhan terima kasih Engkau sudah memenuhi gereja saya. Terima kasih kasih Tuhan, Engkau sudah penuhkan gereja saya. Jadi ngomongnya selalu positif. Yoel 3:10 berkata biarlah yang lemah berkata aku pahlawan aku ini kuat dan yang miskin berkata aku kaya.

Jadi Tuhan larang kita bicara yang negatif. Itu pelayanan Roh. Kalau pelayanan yang mematikan dari Taurat, ngomongnya negatif terus: Gigi ganti gigi, mata ganti mata. Jadi kalau saudara berkelahi pukul orang matanya bengkak, dia berhak pukul lagi saudara mata bengkak. Bayangin kalau kita hidup dalam zaman Taurat gigi ganti gigi mata ganti mata, buta semua ompong semua.  

3:13 tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya, supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu.

Mulia, disini mulia tapi sementara, kenapa mesti ditutup? Supaya hilangnya tidak kelihatan, supaya tidak ketahuan hilangnya. Berikut.

3:14 Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.

Orang Israel sampai sekarang tidak percaya Yesus. Maka saya kalau kesana tidak bilang: shalom, shalom, tetapi haleluyah ... kenapa? Sebab jika kita bilang shalom, sepuluh orang bisa jawab syalom, kita dianggap percaya kepada kepercayaan mereka, Yesus tidak dihargai, Yesus tidak dianggap. Kita berhenti dulu di sini, kita buka dulu I Korintus

1:20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?
1:21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.

1:22 Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,
1:23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

Kembali kepada II Korintus. Jadi sekarang kita tahu kenapa orang Yahudi seperti tidak mau percaya Yesus, karena Tuhan Yesus sendiri selubungi dia punya kitab Taurat itu ditutup sama Tuhan. Jadi mereka baca saja sambil goyang-goyang, tidak tahu berapa kali pokoknya goyang, tidak lelaki tidak perempuan, jadi baca sambil nyanyi. Jenggot panjang. Tidak akan kenal Yesus karena yang menyingkapkan itu hanya Yesus. Coba kita lihat II Korintus

3:14 Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.
3:15 Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka.

Saya dua-dua mata sudah operasi katarak, bisa lihat tapi seperti ada yang menghalangi. Sudah kucek-kucek tidak bisa, musti dibersihkan, musti dioperasi. Operasi sekarang tidak sampai 5 menit sudah bersih lagi, tapi harus 1 hari ditutup dulu.

Jangan sampai hati kita katarak rohani, kita tidak bisa lihat, kita tidak bisa kenal siapa Yesus itu.

Saya tidak bisa menerangkan siapa Yesus itu, sebab hanya Yesus yang membuka selubung. Jadi mintalah sama Tuhan supaya Ia menyatakan diri kepada kita. Kalau Dia menyatakan diri kepada kita, saudara mungkin akan minta kebaktian seminggu 7 kali, karena begitu rindunya saudara kepada Yesus, begitu kangennya kepada Tuhan.

Ayat 16 Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan ...

Apa yang berbalik? Nih, ada orang yang badannya di sini di gereja, hatinya tidak di sini. Hatinya mikirin itu ikan di meja sudah ditutup apa belum, takut kucing. Badan disini, iya-iya, haleluyah-haleluyah tapi pikiran keluar, turun ke jalan terus kesitu ada yang ke kiri ada yang ke kanan, puter-puter, kumaha ieu, kumaha itu. Tapi ada orang yang ngobrol sama tamu, hatinya terikat sama Tuhan. Sementara dia ngobrol, hatinya berdoa sama Tuhan. Sementara dia bicara dengan tukang pajak, hatinya berdoa: Tuhan, jangan sampai orang ini Gayus. Sementara kita menghadapi masalah, hati kita berdoa kepada Tuhan.

Jadi ketika hati kita berbalik kepada Tuhan, saudara nggak mungkin ke gereja kalau hati saudara tidak diundang oleh Roh Kudus. Bukan saya yang undang. Kalau saya ngundang terbatas, tapi kalau Roh Kudus yang undang saudara, tidak ada yang bisa tahan.

Kalau Roh Kudus memanggil saudara, tidak ada yang bisa menolak, ...

Ayat 17, Sebab Tuhan adalah Roh,

Ingat ya, Tuhan bukan patung, Tuhan bukan pohon beringin, Tuhan bukan jimat, Tuhan bukan apa lagi? Tuhan bukan Tapekong, bukan singkong sama tape juga, Tuhan bukan itu semua, Tuhan adalah Roh, dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.

Jadi saya kalau dengar ada orang kristen musuhan terus, teu ngomong ceunah, tidak ngomong tapi ke gereja terus ... dia diikat oleh kebencian, dia diikat oleh kepahitan. Dan tidak ada orang yang bisa lepaskan itu, hanya Roh Tuhan. Sebab dimana ada Roh, di situ ada kemerdekaan. Makanya orang yang ada Roh Kudus dia tidak bisa benci lagi, disakitin dia diam, disindirin dia haleluyah, puji Tuhan.

Orang bisa pahit, orang bisa mengutuk, tetapi kalau ada Roh, segala kebencian itu hilang, segala kemarahan itu hilang. Sebab Tuhan adalah Roh. Jadi di mana ada Roh Tuhan itu berarti di mana ada Tuhan, di situ ada kebebasan. Hati harus balik dulu kepada Tuhan. Begitu hati kembali kepada Tuhan, dia memberikan Rohnya dalam hati kita dan dengan Rohnya itu kita menguasai situasi mengatasi keadaan.

Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan, dengan muka yang tidak terselubung,

Siapa yang pakai selubung tadi? Nabi Musa. Sekarang kita dikasih kemuliaan sama Tuhan, tidak usah pakai selubung karena Tuhan memberikan kemuliaan kepada kita, dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan, yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, serupa dengan gambar-Nya.

Karena kita ada diciptakan serupa bentuknya Allah, dalam kemuliaan yang semakin besar. Salinan lain, dari kemuliaan kepada kemuliaan. Ini saudara sudah mulia. Dari kemuliaan saudara melangkah kepada kemuliaan, melangkah lagi kepada kemuliaan, melangkah lagi kepada kemuliaan. Ini yang saudara harus alami. Saya ingin punya jemaat yang dewasa, yang menikmati Tuhan, menikmati berkat Tuhan, menikmati kemuliaan Tuhan, tiap langkahnya dikasih kemuliaan oleh Tuhan. Kita baca lebih dahulu Yeremia

Yeremia hidup kurang lebih 3 abad sebelum Yesus, 3 setengah abad. Kita akan membaca Yeremia

31:10 Dengarlah firman TUHAN, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah itu di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya!
31:11 Sebab TUHAN telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya.
31:12 Mereka akan datang bersorak-sorak di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan TUHAN, karena gandum, anggur dan minyak, karena anak-anak kambing domba dan lembu sapi; hidup mereka akan seperti taman yang diairi baik-baik, mereka tidak akan kembali lagi merana.
31:13 Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur mereka dan menyukakan mereka sesudah kedukaan mereka.
31:14 Aku akan memuaskan jiwa para imam dengan kelimpahan, dan umat-Ku akan menjadi kenyang dengan kebajikan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

Sambung kepada ayat 29,

31:29 Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi: Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu,

Salinan lain, tidak akan ada lagi yang berkata, bapak-bapak makan anggur yang asam, sehingga anak-anaknya tidak ada yang giginya ngilu.

31:30 melainkan: Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap manusia yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu.

Dulu orang Israel makan anggur asam, karena dijajah. Lihat waktu Yesus disalib, Dia berkata: Aku haus. Orang kasih anggur asam sama Yesus. Dan Yesus mencicipinya. Saudara tidak perlu lagi mengalami anggur asam, karena anggur asam sudah diminum oleh Yesus di atas Bukit Golgota. Yang saudara harus minum anggur yang manis. Kenapa kita mengalami asam terus? Salahnya kita. Siapa yang bersalah orang mati karena kesalahannya sendiri. Setiap manusia makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu. Karena Tuhan sudah angkat itu anggur asam, Dia memberikan yang manis. Berikut,

31:31 Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru. - Nah, yang tadi disini saya bilang, ini perjanjian baru. Yeremia sudah nubuat. Dia tahu perjanjian lama tapi Tuhan bilang, Aku akan bikin perjanjian baru. Berikut, - dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,

31:32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.

Kenapa Tuhan bikin perjanjian baru? Karena orang Israel mengingkari, artinya tidak bisa melakukan.

Nah, sekarang banyak orang ngomel anak-anak banyak yang tidak lulus di ujian nasional. Menteri bilang tuh ada yang lulus, nilainya 9.5, 9.5. Tapi kalau diambil keseluruhan, lebih banyak yang tidak lulus. Yang mesti dirobah siapa anaknya atau undang-undangnya?

Dulu kalau orang mencuri potong tangan, orang berzinah rajam sampai mati. Kamu ingkari, kamu tidak bisa lakukan itu, maka Tuhan bikin perjanjian baru. Haleluyah, senang saudara hidup di dalam perjanjian baru? Puji Tuhan, ayat 33

31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka.

Kalau Musa membawa batu, yang nulis Tuhan, hukum Taurat sepuluh perintah Allah. Tapi II Korintus 3:7 berkata, ini pelayanan membawa kepada kematian, sekarang ini sudah lewat. Tuhan bilang, kamu tidak kuat, kamu tidak bisa ... Aku bikin perjanjian baru. Tidak perlu Musa, tidak perlu lagi, tapi Aku kirimkan Anak-Ku yang tunggal, Aku akan menulis hukum-hukum-Ku di dalam pikiran dan hati mereka.

Makanya itu Daud bilang, Maka perkataan-Mu telah kutaruh dalam hatiku, ...

Ayat ini ditulis oleh Tuhan di dalam hati kita. Menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

31:34 Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."

Siapa yang percaya Tuhan Mahakuasa? Saya tidak percaya Tuhan Mahakuasa. Ada yang Tuhan tidak bisa. Satu, Tuhan tidak bisa mengingat lagi dosa saudara, Aku tidak akan mengingat dosamu lagi. Itu isi perjanjian baru yang penuh dengan pembenaran. Maka sekarang saya banyak sabar, saudara. Orang itu belum terima Tuhan, ya Tuhan saya serahkan kepada Engkau karena Engkau yang punya hukum ditulis di hati mereka, Engkau yang panggil, jiwa-jiwa datang karena Engkau bukan karena pendeta, karena Yesus, karena Engkau, bukan karena pendeta, bukan karena gereja, Engkau yang panggil, Tuhan.

Jadi kalau ada orang kristen masih banyak salah, masih begini, masih begitu, saya pegang itu ayat. Aku tidak akan mengingat dosa-dosamu lagi, Dia tidak mau ingat. Kalau saudara mau berdosa lagi ayat 30 terjadi, saudara mati karena kesalahan sendiri. Tapi Tuhan, Dia tidak mau ingat.

Yang ke-2 yang Tuhan tidak bisa lakukan, Dia tidak bisa menyangkal janji-Nya. Kalau Dia berjanji, Dia pasti menepati. Jadi Dia tidak bisa menyangkal janji-Nya. Yang ke-3, Dia tidak bisa menyangkal diri-Nya sendiri. II Timotius berkata, walaupun kita tidak setia, Dia tetap setia karena Dia tidak bisa menyangkal diri-Nya sendiri sebab Dia itulah setia. Ada haleluyah?

Jadi malam ini saya sedang memperkenalkan kepada saudara Allah. Bukan Allah yang di perjanjian lama ... Allah yang kejam, tidak, saya sedang memperkenalkan Allah yang penuh dengan kasih sayang, Allah yang penuh dengan pengampunan, Allah yang penuh dengan pengertian. Dia bilang kamu tidak kuat mengerjakan Taurat, Aku bikin perjanjian yang baru. Kalau dulu itu tulisan ditulis di batu, sekarang Aku tulis di hatimu. Tidak ada yang bisa menghapus kalau sudah ditulis di hati. Boleh orang bakar Alkitab, boleh, silahkan. Gereja bisa dibakar, bisa dirusak tapi kalau firman Tuhan sudah ditulis dihati, iman kita tidak bisa luluh, kita percaya kepada Tuhan karena Dia adalah Allah kita; Dia berkata: Engkau adalah umat-Ku. Haleluyah.

Demikianlah Firman Tuhan sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka. Yang pertama Dia ampuni dulu. Bahasa Indonesia sangat halus, dia memakai kata 'kesalahan'. Salinan lain jelas, 'kejahatan'. Dia akan mengampuni kejahatan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.

31:35 Beginilah firman TUHAN, yang memberi matahari untuk menerangi siang, yang menetapkan bulan dan bintang-bintang untuk menerangi malam, yang mengharu biru laut, sehingga gelombang-gelombangnya ribut, - TUHAN semesta alam nama-Nya:
31:36 "Sesungguhnya, seperti ketetapan-ketetapan ini tidak akan beralih dari hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunan Israel juga tidak akan berhenti menjadi bangsa di hadapan-Ku untuk sepanjang waktu.
31:37 Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, seperti langit di atas tidak terukur dan dasar-dasar bumi di bawah tidak terselidiki, demikianlah juga Aku tidak akan menolak segala keturunan Israel, karena segala apa yang dilakukan mereka, demikianlah firman TUHAN.

Nih, janji yang Tuhan bilang akan selalu ada dihadapan-Ku, saudara mungkin tidak tahu itu janji. Tapi janji-Nya itu selalu ada di hadapan-Ku, Aku tidak akan mengingat dosa mereka lagi, Aku tidak akan mengingat kejahatan mereka, Aku sudah mengampuni dosa mereka, ... itu selalu ada di depan Dia. Lalu ayat 37 ini buat saya, ternyata harapan yang Tuhan kasih itu sangat besar.

31:37 Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, seperti langit di atas tidak terukur ...

Siapa yang pernah mengukur langit, berapa tingginya? Tidak terukur. Orang Tiongkok punya peribahasa, di atas langit ada langit.

31:37 ... dan dasar-dasar bumi di bawah tidak terselidiki, demikianlah juga Aku tidak akan menolak segala keturunan Israel, karena segala apa yang dilakukan mereka, demikianlah firman TUHAN.

Digali-digali dapat emas, dapat perak, digali dapat batu permata tapi tidak ada ujungnya digali terus

31:37... , demikian juga Aku tidak akan menolak segala keturunan Israel.

Israel di sini adalah saudara dan saya, Israel rohani. Saudara tidak akan pernah ditolak. Saya mengerti apa artinya ditolak, apa artinya tertolak, saya mengerti. Ketika anak saya minta Visa Amerika ditolak, dia nangis. Saya tahu apa artinya ditolak. Kedutaan besar bisa menolak permintaan visa kita tapi Raja segala raja, Yesus Kristus, Dia tidak pernah menolak kita. Kapanpun saudara perlu, Dia datang, kapanpun saudara perlu Dia doa, kapanpun, dimanapun, bagaimanapun caranya, hubungi Dia, kerena Dia tidak akan menolak.

Siapa yang mau datang pada Yesus .. Siapa yang mau datang pada Yesus .. Dia tak tolak pergi ..

31:37 ... karena segala apa yang dilakukan mereka, demikianlah firman TUHAN. 

Jadi sejak itu janji Dia bikin, orang Israel brengsek sampai sekarang dia tidak percaya Yesus, kasih Tuhan sama orang Israel tidak berubah, loh. Ada haleluyah? Kalau sekarang saudara brengsek di hadapan Tuhan, Tuhan tidak pernah berubah cintanya, kasih-Nya itu Dia masih menunggu, ayo berbalik  kepada-Ku, kalau hatimu berbalik, itu selubung itu Aku buka, ayo kembali kepada-Ku. Tidak mau, Tuhan tetap cinta.

Saudara tidak mau ke gereja, Tuhan tetap cinta. Malas, Tuhan tetap cinta. Tetapi saudara yang malas tidak dapat pekerjaan, orang mati karena kesalahan sendiri. Silahkan, kata Tuhan. Tapi lebih baik dekat dong sama Tuhan yang begitu baik. Masa Tuhan yang begitu baik kita tinggalin kaya anak terhilang? Papa, mana? Minta duit, minta warisan. Warisan dijual, langsung pergi ke luar kota, jauh dari pandangan ayahnya, menghabiskan uang sampai belangsak, mau makan makanan babi pun ampas babi nggak bisa.

Dia ingat papanya. Waktu dia mau pulang, hatinya berbalik sama bapa. Saya mau ngomong begini: Ya Bapa, dia ngomong sendiri dulu. Aku sudah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa. Aku tidak layak disebut anak, jadikan saja saya kacung, jadikan saja saya budak, jadikan saya tukang kebun, jadikan saya pegawai bapak. Nggak apa-apa asal bisa makan. Itu karangan dia. Dia mulai pulang.

Waktu papanya lihat, anaknya itu tertatih-tatih sebab ciakah, belum makan ... bapanya begitu lihat, firman Allah katakan, dia berlari. Dengar saudara, kalau saudara kembali sama Tuhan, bapa itu lari kepada saudara. Dan dia peluk anaknya, dia cium anaknya, sudah bau sekali, dia cium anaknya. Ngomonglah anaknya itu, sudah latihan sih: Ya bapa, aku sudah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebut anak bapa. Jadikan saja saya kacung. Bapanya jawab nggak? 

Jadi kalau datang sama Tuhan, datang apa adanya. Saya ini begini, banyak salah Tuhan, saya begini. Jubah yang terbaik. Pakaikan cincin. Pakaikan sandal. Bikin pesta. Itu gambaran dari betapa besarnya kasih Allah kepada kita.

Anak terhilang itu kita, yang menggunakan berkat Tuhan dengan salah. Yang ngomel-ngomel anak yang sulung: Ah si papa itu anak sudah ngabisin duit, dia main ini main cewe. Koko, si dede itu sudah hilang sekarang ketemu. Dia sudah mati sekarang hidup lagi. Apa yang papa punya, koko punya. Sebab dia anak sulung. Kan warisan yang si bungsu mah sudah diambil.

Nanti di akhir zaman orang Israel kembali kepada Tuhan. Tapi sekarang saudara yang harus kembali kepada Tuhan. Karena apa? Karena Tuhan yang kita sembah itu Tuhan yang baik. Inilah pelayanan Roh yang indah ini. Yesus Engkau baik ...  Sungguh baik sangat baik ...      

Kasihnya Tuhan tidak berkesudahan. Kita jatuh bangun jatuh bangun, salah benar salah benar, Dia mah tetap saja mencintai kita.

Bagaimana supaya saya tidak jatuh bangun? Roh Kudus. Roh Kudus yang akan memampukan saudara untuk tidak jatuh lagi. Sebab kalau kita mengikut Tuhan dengan kekuatan kita, dengan kebaikan kita, dengan kebisaan kita ... kita akan gagal. Tetapi kalau kita mengiring Tuhan, dibimbing oleh Roh Kudus, Roma 8 berkata, siapa yang dipimpin oleh Roh Kudus adalah anak-anak Allah.

Mari kita berdiri bersama-sama.   

-- o --  

Minggu, 23 Mei 2010

DIPENUHKAN ROH KUDUS

Waktu kematian Yesus kita belajar 5 hal, kita belajar apa? Keterbatasan. Dari kebangkitan Yesus kita belajar apa? Pengharapan. Dari 40 hari Yesus menyatakan diri kepada murid-murid-Nya, kita belajar apa? Tuhan akan menyatakan diri dengan mengenapi janji-Nya. Dari kenaikan Yesus kita belajar apa? Menanti. Sebab Yesus bilang, tunggulah 10 hari di Yerusalem lalu Dia berangkat ke sorga. Kita harus belajar menunggu, menanti.

Nah sekarang yang kelima yang saya katakan itu, kita akan belajar dipenuhkan dengan Roh Kudus.

Roh Kudus menjadi asing bagi banyak orang kristen. Dinyanyikan tapi tidak dikenal. Kalau berdoa disebutkan tapi tidak dikenal.    

Kadang-kadang kita ke gereja hati kita, kita tutup rapat-rapat. Orang lain berdoa dengan berbagai bahasa, kita nggak percaya. Jadi dulu Yesus ditolak oleh orang Yahudi sekarang Roh Kudus ditolak oleh orang kristen. Tentu orang kristennya dalam tanda kutip. Berapa waktu yang kita berikan kepada Roh Kudus, berapa jam kita berikan kepada Dia untuk berinteraksi kita dengan Roh Kudus dan bandingkan dengan berapa jam saudara bermain game, berapa jam saudara main sms, berapa jam saudara main komputer, berapa jam saudara main hobi saudara dan Roh Kudus tersingkir.

Tetapi pada malam hari ini, kita mau izinkan Roh kudus datang kepada tempat kita. Kita membuka hati kita dan berkata: Rohul Kudus datanglah di tempat ini. Lebih dari itu, datanglah di hati saya karena saya tak dapat berjalan sendiri. Sebab itu Roh Kudus, datanglah.  

Di dalam I Samuel  

16:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku."` 

Bukan bagi Israel itu raja. Bagi-Ku. Dalam cerita ini ada tiga pribadi. Sauel, Samuel dan anak Isai, yaitu Daud.

Samuel ini lagi stress. Dia sedih, dia mengeluh, dia jengkel, dia marah, dia kesal kepada Saul. Karena Saul tindak-tanduknya melawan firman Allah, melawan kehendak Allah, melawan perintah-perintah Tuhan. Berani melanggar. Dia raja jadi pendeta. Pokoknya dikacaukanlah tata cara ibadah ini. Lalu Tuhan bilang sama Samuel: Kenapa kamu nangisin terus si Saul? Kan Saul itu sudah Aku tolak. Aku nggak suka sama Saul. Tapi isi tabung tanduk. Dulu minyak itu ditaruh di tanduk. Isi dengan minyak, Aku utus kamu ke anak Isai, ada satu orang namanya Daud. Dia sudah Kupilih menjadi raja bagi-Ku. Bukan bagi Israel.    

Dalam cerita ini, Samuel adalah lambang kita semua. Nah salahnya kita, kita sama seperti Samuel, kita menangisi Saul. Saul itu manusia lama kita, kegagalan kita, kesalahan kita, kekeliruan kita, kebodohan kita, kejahatan kita, kekurangan kita. Dan kita suka kesal kepada Saul kita itu karena si Saul manusia yang lama ini tidak mau nurut kepada Tuhan, melawan dan memberontak, sama dengan Roma 3:10 berkata, tidak seorangpun yang mencari Tuhan, tidak seorangpun yang benar. Kristen, kristen ongkoh ke gereja mah ke gereja, tapi pikirannya selalu memikirkan kegagalan kita, memikirkan kesalahan kita. Lebih rusak lagi, memikirkan kesalahan orang, memikirkan kesalahan kita, mengurus urusan orang, yang busuk-busuk, yang lama-lama yang jelek-jelek, pengalaman-pengalaman yang pahit ... itu dipikirin terus.      

Tuhan berfirman: Isi tabung tandukmu. Tabung tanduk itu hati kita. Kalau disuruh isi berarti kosong. Kosongkan dari yang lain serta isi dengan minyak. Dan kamu pergi jangan salah, jangan ke Saul, pergi ke sana ke Daud. Daud arti namanya 'yang dikasihi'. Sama waktu Yesus dibaptis, datang suara dari langit dan berkata: Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya Aku berkenan. Matius 17 Yesus dipermuliakan di atas bukit, datang suara dari langit: Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya Aku berkenan. Dengarkanlah akan Dia.

Kalau kita mau mendengarkan akan Yesus, kan kita musti dekat sama Yesus. Bawa minyak, urapi itu Daud sebab dia itu raja bagi-Ku. Bukankah Yesus adalah Raja segala raja? Kita harus datang kepada Yesus dengan membawa minyak urapan, artinya apa saudaraku? Minyak urapan ini bukan yang di botol-botol, bukan. Minyak urapan itu tak kelihatan mata. Minyak urapan itu Roh Kudus. Minyak urapan itu, urapan Roh Kudus akan membawa saudara kepada Daud yang menjadi lambang Yesus yang dikasihi.

Berhenti deh ingat-ingat yang dulu. Yang busuk-busuk dulu, yang jelek-jelek dulu, kelakuan orang kelakuan kita sendiri jelek brengsek, jadi jangan diingat-ingat, jangan ditangisi, sudah, yang udah-udah sudah lewat. Melupakan yang dulu itu - maaf - seperti BAB, buang air besar. Begitu buang air besar, flush ... kelihatan lagi nggak? Kita harus lupakan, buang.

Demikian juga dalam Kristus. Ketika kita sudah dibenarkan dalam Kristus, stop mikirkan Saul, mulai bawa urapan Roh Kudus, Rohul Kudus akan membawa saudara lebih dekat kepada Yesus. Maka saudara yang ada di gereja saya yakin saudara ditarik oleh Roh Kudus karena Roh Kudus selalu membawa kita lebih dekat kepada Yesus. Saudara yang suka doa, saudara yang suka puasa, saudara yang suka doa pagi, saya yakin saudara itu dipenuhkan oleh Roh Kudus sebab Roh Kudusku Roh Kudusmu selalu membawa kita kepada Yesus yang kita cintai. Jangan jadi begini-begini saja. Dalam Yoel

2:23 Hai bani Sion - Sion itu gereja - saudara dan saya - , bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.
2:24 Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak.
2:25 Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu.

Empat macam belalang bicara empat macam percobaan, empat macam persoalan. Belalang pindahan itu saudara belum tumbuh sayap. Jadi dia itu seperti merayap pindahnya itu, belum bisa terbang. Tapi ada belalang yang kedua, belalang pelompat. Salinan lain, the crawling locust, mulai sayapnya tumbuh tapi belum bisa terbang. Lalu belalang pengerik. Belalang pengerik itu kaya permen karet saudara chewing. Nah, itu pengerik itu meng-chewing. Dia makan berkat-berkat harusnya datang sama kita, dia chewing dia curi, itu belalang. Dan belalang pelahap. Nah itu yang makan itu disebut the great army, tentara yang besar.  

Belalang itu Tuhan izinkan datang untuk ngajar sama kita bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang memulihkan. Ketika Ayub 10 anaknya meninggal, empat pokok kekayaannya dalam satu hari habis, istrinya suruh dia mengutuk Tuhan, dia sendirian. Tapi lihat ketika Ayub di akhir cerita: Dia dipulihkan. Kita akan lihat apa yang terjadi dengan Kisah Rasul

3:19 Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,

Nah ini yang lama tadi Saul sudah dilupakan sama Tuhan, Aku sudah tolak dia, Aku tidak mau pakai dia lagi. Kenapa saudara masih ingat-ingat yang dulu? Yang dulu Tuhan sudah buang, agar ...

3:20 agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, ...

Saya mau tanya, saudara mau lega mau sempit? Kalau makan jeruk itu jangan kulitnya. Jeruknya yang saudara makan. Tuhan itu isinya manis. Memang ada persoalan kita harus sadar harus bertobat supaya dosa dihapuskan. Setelah dihapuskan baru ada kelegaan.

3:20 ..., yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus.

Ada kata Kristus, artinya yang diurapi. Ayat 21, pelan-pelan saya baca,

3:21 Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.

Ini zaman, zaman saudara sekarang sedang hidup adalah zaman 'pemulihan'. Apa yang hilang pada zaman Saul, dikembalikan dua kali ganda pada zaman raja Daud. Apa yang hilang karena memberontak Saul artinya sombong, besar ... dikembalikan oleh yang dikasihi Raja segala Raja, yaitu Yesus Kristus. Ada haleluyah?

Dialah yang memulihkan apa yang hilang dari Adam yang pertama di Taman Eden. Satu Taman yang penuh dengan kebaikan, penuh dengan fasilitas, hilang karena dosa, dipulihkan oleh Adam yang terakhir, yaitu Yesus melalui Roh Kudus.

Itu sebabnya Tuhan berkata sama Samuel: Isi kamu punya tabung tanduk itu dengan minyak. Apa hati saudara penuh dengan minyak Roh Kudus? Roh Kudus juga disebut anggur. Anggur itu pahit atau manis? Tapi bukan yang tercurah. Anggur itu yang dinikmati oleh mulut. Yesus waktu disalib dikasih anggur asam supaya kita yang hidup sekarang mendapat anggur yang manis. Maka kalau kita orang kristen tapi hidupnya pahit terus, dengki terus, iri hati terus, sirik pidik terus, saya itu aneh, saudara itu lihat ke Saul terus, lihat ke Saul terus, lihat ke Saul terus.

Saudara jangan jadi istri Lot. Istri Lot itu lihat ke belakang, jadi tiang garam. Itu istri Lot, kalau saudara yang nengok ke belakang jadi terasi. Tiang terasi, udah asin, bau lagi. Oh, Roh Kudus bawa aku lebih dekat kepada-Mu ya Yesus. Dalam Kisah Rasul

2:1 Ketika tiba hari Pentakosta - Bukan hari bethel, bukan hari advent, bukan hari katolik, bukan hari protestan, bukan hari Tabernakel. Tapi dengan jelas ditulis tiba pada hari Pentakosta. Nah, gereja kita itu lahirnya ketika ini Kisah Rasul 2 -, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.

Ada satu kata yang kurang, in one accord ... dengan persatuan. Atau dengan bahasa Cianjur, akur. Mereka berkumpul di satu tempat dengan akur. Senang nggak saudara kalau kita akur? Saya nggak bisa ngakur-ngakurin saudara. Akurnya palsu. Yang bikin akur itu Roh Kudus sebab Roh Kudus adalah Roh Persatuan. Ayat 2,

2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.

Ada lidah-lidah api. Lidah api, lidah api, lidah api, lidah api, hinggap. Bayangin saudara, rasul-rasul kebanyakan kepalanya botak. Hinggap di atas kepala botak. Ini bukan lilin tapi lidah api. Tidak dituliskan ada yang terbakar rambutnya. Sebab Musa melihat ada belukar terbakar api tapi tidak hangus. Jadi api Roh Kudus tidak menghanguskan tetapi menyucikan. Tapi itu belum penuh dengan Roh Kudus. Mungkin waktu saudara berdoa, saudara rasa hawa pana, itu Roh Kudus. Mungkin seperti aliran strum, itu Roh Kudus. Saudara yang lain merasa seperti ada hawa yang dingin.

Waktu saya KKR di Langoan, tiga orang lihat salju turun di atas kepala orang. Dia lihat dengan mata kepala sendiri. Dia rasa dingin juga. Di dalam gereja kok lihat salju turun. Atau saudara merasa seperti ada suara yang mendengung. Ini saya dengar dari pengalaman. Itu Roh Kudus. Tapi umpamanya saudara tidak rasa apa-apa, itu juga Roh Kudus. Sebab Roh Kudus harus diterima bukan dengan perasaan tetapi dengan iman dan percaya. Baru ayat ke-4 ada kata penuh.

2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Hari kamis malam, hari jumat malam saya KKR di Denpasar mengenai Roh Kudus juga. Hari kedua, siapa mau dipenuhkan Roh Kudus, maju ke depan. Saya punya besan nomor satu dia berdiri, maju ke depan. Saya bilang tidak usah berteriak-teriak penuh Roh Kudus itu. Sampai orang bilang kasurupan, kasurupan karena orang berteriak-teriak. Berkata-kata seperti orang ngobrol. Saya bilang, berkata-kata bapa, ibu, bahasa yang baru akan datang sendiri dari dalam. Saya tumpang tangan. Ada orang protestan datang, dia penuh Roh Kudus malam itu.

Tadi pagi di Jakarta, jiwa baru. Dia pindah dari GKI karena istrinya kanker, sembuh. Penuh Roh Kudus. Roh Kudus bukan GPdI punya. Roh Kudus itu semua orang kristen punya. Sudah diberikan dua ribu tahun yang lalu. Cuma kita asingkan Dia, kita nggak tahu yang nolong kita, yang menghibur kita, yang memberikan berkat kita, yang melindungi kita diperjalanan, yang menyembuhkan sakit penyakit kita ... itu Roh Kudus. Yesus kan tadi kita baca harus ada di sorga sampai masa pemulihan. Nah, yang memulihkan itu adalah Roh Kudus. Ingat kalau saudara penuh Roh Kudus, saudara penuh pemulihan. Di dalam Mazmur

71:21 Engkau akan menambah kebesaranku - berarti pemulihan itu - dan akan berpaling menghibur aku.

Dalam salinan lain, Engkau akan menambah kebesaranku dan akan menghibur aku dari setiap sisi. Dari depan, dari belakang, dari kanan, dari kiri  Tuhan menghibur kita. Orang yang penuh Roh Kudus dihiburkan dari depan, dari belakang, dari kanan, dari kiri, barat daya, tenggara, barat laut, timur laut, dihiburkan. Saudara kemana saja menengok dihiburkan. Itu pemulihan.

Mau nggak saudara dipulihkan? Penuhlah dengan Roh Kudus. Kembali lagi kepada Kisah Rasul. Dalam Kisah Rasul tadi ayatnya yang ke-4,

2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. 

Jadi kalau saudara sembahyang begini: Aduh, Tuhan tolong saya, Tuhan. Penuhkan saya dengan Roh Kudus. Itu bukan bahasa lain, bahasa Indonesia itu. Berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain. Di dalam salinan lain, mereka berkata-kata with other tongues, dengan lidah yang lain. Saya selingi dengan kesaksian ya. Tahun 68 saya ke Bondowoso. Oktober saya ingat. Dan ada kepenuhan Roh Kudus, doa. Ada satu gadis, dia kelas empat SD, orang Jawa. Dia ngomong begini cai cien, cai cien, wo yau lai le. Cai cien, cai cien wo yau lai le.

Saya lihat dia bukan orang Tionghoa. Kenapa dia ngomong Tionghoa? Cai cien, cai cien, wo yau lai le. Ada pengerja namanya Petrus Limus. Kamu kan bisa bahasa Kwo ie, coba ini artinya apa? Aku datang segera, berjaga-jagalah, bersiaplah, Aku datang segera. Udah doa selesai, saya panggil tuh anak: Kamu sekolah kelas berapa? Kelas empat SD, om. Les bahasa Tionghoa di mana? Emboh, saya nggak bisa bahasa Tionghoa. Apa bahasa Tionghoa, nggak ngerti. Sebetulnya yang dia sedang doa itu Roh Kudus berdoa melalui dia.

Roh Kudus itu tahu seluruh bahasa. Tetesan air mata saja Dia tahu artinya apa. Om Brodland di Amerika. Orang Barat penuh Roh Kudus. Dia ngomong salib, paku, salib paku ... salib paku. Buat orang lain nggak ngerti. Tapi om Brodland, dia di Indonesia tiga puluh tahun, dia tahu. Dia bicara salib paku ... itu Yesus disalib.

Pendeta Finlandia, Bapa Immanuel Iriola, dia sering khotbah di sini, berjenggot. Dia ke Palembang. Di Palembang dia dengar orang Palembang berdoa dalam bahasa Finlandia. 

Jadi saya ingin luruskan. Roh Kudus itu bukan roh kesurupan. Bukan. Rohnya saja namanya Kudus. Membawa kita kepada kekudusan. Nggak bisalah kita mau hidup suci dengan kekuatan kita, gagal terus. Saul. Jangan nangisin Saul, ayo bawa minyakmu. Roh Kudus itu akan membawa kita kepada Yesus. Dalam Yohanes

14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Berarti Roh Kudus itu adalah Penghibur. Kalau kata mengajarkan, Dia adalah guru. Ayatnya yang ke-16,

14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

Yohanes 

15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

Jadi yang sekarang kerja adalah Roh Kudus. Kenapa Yesus dipuji? Karena Roh Kudus selalu membawa setiap orang kepada Yesus, menyaksikan Yesus kepada setiap orang.

Perhatikan. Dia disebut Guru, Dia disebut Penghibur, Dia disebut Penolong. Dia disebut apa lagi? Sahabat. Dia disebut Pengacara, parakletos. Jadi komplit yang saudara perlukan. Saudara perlu teman? Dia penghibur, Dia teman. Saudara bingung yang mana mau milih? Dia Kebenaran. Bagaimana caranya hidup? Dia Kebenaran. Pokoknya kalau hidup orang kristen nggak benar, itu dia nggak dipimpin Roh Kudus.

Roh Kudus selalu membawa kita kepada segala kebenaran. Roh Kudus juga pemberi. Karena Dia beri dua pemberian, sembilan buah Roh, sembilan karunia. Jadi orang yang dipenuhkan Roh Kudus itu selalu suka memberi. Maka saya tuh aneh kalau ada orang kristen ngakunya penuh Roh Kudus, tapi kopetnya orang Yahudi juga kalah. Kopet, itungan pisan. Tetapi orang begitu dipenuhkan Roh Kudus, dia suka memberi. Jadi kalau kolekte teh jangan suka kopet. Saudara mau penuh dengan Roh Kudus? Caranya bagaimana, om?

Saya bilang, turren di atas lima ribu liter, kran dibawah ditutup. Kalau nggak dibuka, air nggak turun. Itu kran itu mulut saudara. Kalau mulut saudara nggak dibuka, Roh Kudus nggak turun. Satu mulut bicara satu bahasa. Lamun abdi nyarios bahasa sunda, teu aya bahasa Indonesia. Kalau saya khotbah bahasa Indonesia, tidak ada bahasa yang lain. Tidak ada lagi bahasa. Jadi mulut kita cuma bisa ngomong satu bahasa. Salahnya kita kalau mau penuh Roh Kudus, buka mulut, saya bilang bicara dengan bahasa yang baru ... kita ngomong dalam bahasa Indonesia. Kita baca Kisah Rasul

2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Nggak ada yang sama. Saudara nggak bisa tiru-tiru teman saudara. Nggak bisa. Nanti Roh Kudus kasih bahasa lain sama saudara. Kadang-kadang saya dengar seperti bahasa orang Afrika. Kadang-kadang saya dengar seperti bahasa mana, ya. Kadang-kadang saya dengar seperti bahasa di daerah Filipina. Kadang-kadang saya dengar, guru saya itu orang Amerika, almarhum Om WW Patterson, kalau dia ngomong seperti orang Afrika. Padahal dia orang Amerika. Saya tidak tahu apa bahasa yang Roh Kudus akan beri kepada saudara. Tapi kuncinya: Buka mulut.

Ini hari kelahiran gereja kita, hari Pentakosta. Berdiri kita sama-sama.

-- o --    

Minggu, 13 Juni 2010

HORMATILAH ORANG TUA

Pada sore hari ini saya masih bicara dari pada Amsal

20:29 Hiasan orang muda ialah kekuatannya, dan keindahan orang tua ialah uban.

Dari ayat ini dibagi dua bagian manusia, yaitu yang muda dan yang tua.

Pada waktu kita masih muda, kita ingin lekas dewasa. Setelah kita dewasa, kita ingin kembali muda. Itu manusia.

Waktu kita kecil, waktu kita muda, waktu kita masih sekolah lihat orang menikah membawa menuntun anaknya satu orang, kita ngomong sama teman sekolah: Aduh, kapan kita seperti mereka ya, kita punya anak, kita tuntun anak ... itu cita-cita waktu di SMA, waktu kita ada di sekolah menengah, kapan ya kita punya istri, kapan kita punya suami dan kita menuntun anak.

Begitu kita sudah menikah kita punya anak dan kita mulai menjadi tua, kita tolak tuanya kita itu, kita lawan kita punya ketuaan alami. Kan kalau tua itu alami. Maka kita ingin jadi muda.

Nah, ayat ini menempatkan dua kelompok orang itu pada hal yang masing-masing punya keistimewaan. Dalam salinan lain bukan hiasan tetapi kemuliaan laki-laki yang muda itu adalah kekuatannya. Tetapi, the splendor ... kemewahan, kehebatan, kemuliaan dari orang tua itu ada di atas rambut yang putih.

Nah, rambut putih bicara pengalaman. Hidup kita sudah lewat, masa muda kita sudah lewat, masa remaja masa akil balig, kita sudah menikah, kita sudah banyak pengalaman ditipu orang dan sebagainya. Macam-macam. Sebagainya. Macam-macam. Lalu rambut putih ini menjadi pengalaman. Kekuatan hilang, kekuatan berkurang. Kekuatan hilang tapi the splendornya, kemewahan dari orang tua itu pengalamannya.   

Jadi kalau orang muda pintar, dia mau dagang dia mau kerja, dia mau berbuat apa-apa, dia tanya orang tua. Gimana sih papa dulu jualan ini gimana pengalamannya, bagi sama saya. Saya tidak punya pengalaman. Itu kalau anak muda pintar. Kalau orang tua bijaksana, dia akan 'membujuk' anak muda, cing atuh pangangkatkeun barang teh, geus teu kuat awak teh cing pangangkatkeun. Tolong angkatkan itu beras sekarung. Anak muda, angkat. Pekerjaan terlaksana oleh karena kerja sama antara yang muda dan yang tua.

Saya harap kebaktian kaum muda itu tidak mahiwal tidak sendiri istimewa, tidak. Kaum muda itu harus tahu bahwa mereka menjadi kaum muda dari karena adanya orang tua. Orang tua juga tidak bisa mahiwal di sini kebaktian kakek-kakek pantekosta, di sini nenek-nenek pantekosta, tidak. Tapi the splendor kemuliaan dari orang tua itu dalam pengalaman. Saya punya kekuatan tapi tidak punya pengalaman. Mama saya tidak punya kekuatan. Dia terbaring sakit tapi dia kasih tahu pengalamannya.

Jangan ada anak muda, remaja yang melawan orang tua, merasa lebih pinter dari orang tua, merasa lebih hebat dari orang tua. Kita mau lihat dari firman Tuhan, bagaimanakah hubungan yang tua dan yang muda itu sesuai dengan firman Tuhan. Efesus 6. Dalam Efesus 6 di sana ditulis satu keindahan. 

6:1 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.
6:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:
6:3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

Ini untuk anak remaja, untuk pemuda-pemuda, untuk mereka yang masih kuat. Firman Allah katakan, hormatilah orang tua. Dia ngomong sampai dua kali. Ayat 1, taatilah orang tua. Ayat 2, hormatilah orang tua, ayah dan ibumu.

Anak-anak muda, kan seperti saya bilang tadi, cita-cita ingin bahagiakan orang tua. Ada jalannya. Sebab dalam sepuluh perintah Tuhan, hanya perintah ini yang pakai janji. Perintah lain nggak pakai janji.

Ayat 2, hormatilah ayahmu dan ibumu - ini adalah suatu perintah yang penting. Bahasa Inggris, the first commandment, perintah yang pertama. Kita buka dulu Keluaran

20:12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Lihat, ada janjinya. Kalau yang lain jangan membunuh, nggak ada apa-apa. Jangan berzinah, nggak ada janji. Jangan mencuri, nggak ada janji. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu, tidak ada janji. Jangan mengingini rumah sesamamu. Tapi ayat 12, hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. Jadi maksudnya Efesus 6 tadi, ini adalah janji yang pertama yang pake upah. Perintah yang pertama yang ada upahnya, yang ada embel-embel di belakangnya.

Saya sudah jadi saksi mata, saksi hidup, anak-anak yang dulu menghormati ayah ibunya, sayang kepada ayah ibunya, mentaati papa mamanya, itu hidupnya nggak ada susah. Saya lihat sendiri. Nggak ada susah. Tapi anak-anak muda yang melawan sama papa, melawan sama mama, itu tuanya itu tidak bahagia. Hidup sih hidup cuma nggak bahagia. Ini janji Tuhan. Kembali kepada Efesus

6:3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

Salinan lain saya lebih senang, that it may be well with you. Well itu sehat. Well itu baik. Well itu semuanya pada tempatnya. Well. That it may be well with you and you may live long on the earth, dan kamu boleh hidup panjang di bumi.

Di CNN saya dengar, manusia terpanjang umurnya di dunia ternyata di Indonesia di Lampung, 153 tahun. Namanya Tuminah. Banyak orang bilang, nggak mungkinlah 153 tahun tuh kaya gimana? Anak angkatnya umurnya 110 tahun. Kalau CNN yang ngomong, kita musti percaya. Jadi kalau saudara mau panjang umur bukannya harus ke Lampung tetapi hormat sama papa mama, hormat sama orang tua, hargai mereka.

Saya sudah nggak ada papa. Ingin balas jasa sama papa, dia sudah meninggal duluan. Saya ingin balas jasa sama mama, dia sudah meninggal. Tinggal mama mertua, saya musti baik sama mama mertua. Sebab mama mertua yang mengizinkan anaknya jadi istri saya. Tapi janji ini tidak berubah. Anak muda mau hidup bahagia, hidup panjang umur, sayangi papa mama. Taati dia sebab dia sudah punya pengalaman, rambutnya sudah putih. Tetapi bagi orang tua juga ada nasehat dari rasul Paulus. Ayat 4,

6:4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Besarkanlah mereka. Kemuliaan orang tua ada pada ubannya. Kemuliaan orang tua itu ada pada pengalamannya. Nah, ini harus diturunkan sama anak muda.

Kita orang tua harus memberi training kepada anak-anak kita. Jangan sampai anak-anak punya idola yang lain selain dari Yesus. Sampai Taurat bilang, tiap malam sebelum tidur kamu musti bacain kitab Taurat kepada anak-anakmu. Jangan sampai anak kita lebih hapal Ariel dari pada Andreas, Luna Maya dari pada Lukas.

Yang nemuin lampu, itu mamanya didik secara kristen. Thomas Alpha Edison sebelum dia menemukan radio, dia gagalnya sepuluh ribu kali. Tapi mamanya dorong sama dia. Jangan putus asa, jangan putus asa. Karena ada satu ibu yang membesarkan.

Siapa pahlawan Jawa Tengah wanita? Raden Ajeng Kartini. Siapa pahlawan Jawa Barat wanita? Dewi Sartika. Siapa pahlawan Aceh wanita? Malahayati. Baru dari Malahayati ke Cut Nya Dien ...

Tapi semua yang saya sebut wanita-wanita itu dia mendidik anaknya jadi orang. Saya bisa jadi begini karena mama saya mendidik super keras. Orang tua mendidik anak-anaknya dengan training dan nasehat Tuhan. Jadi selain train memang dipukul juga tapi ada nasehat Tuhan.

Jadi yang tua dia pakai kebijaksanaannya untuk menggali kekuatan bakat talenta dari anak muda.

Sementara saya menurun, kan udah di atas 40 tahun kan menurun. Waktu anak muda naik. Turun turun ... Kalau baterai low bat, baterainya udah low.

Mau masuk sorga bahagia hidup panjang ... hormati orang tua. Kalau orang tua disayang dihormati dia sendiri panjang umur, papa mama juga panjang umur. Lalu papa kasih ilmunya.

Saya berterima kasih sama Tuhan, mama saya tidak saya taruh di rumah jompo, saya taruh di rumah saya sendiri. Mama bebas mau keluar, mau tidur, mau apa bebas, mau nonton tv silahkan, mau makan apa silahkan. Sampai meninggal di rumah saya. Orang Jakarta lain. Begitu orang tuanya bengek sedikit, taruh di rumah jompo. Berapa satu bulannya? 400 juta, 500 juta bayar. Kasih babu. 

Saya tutup dengan satu cerita. Di Jakarta ada satu orang. Ini kejadian benar. Dia baru berumur 60 tahun. Setelah dia umur 60 tahun, dia mulai bagi kekayaannya. Perusahaannya dia kasih koko, yang ini dikasih dede, tanah yang ini dikasih anak perempuan. Duitnya banyak sekali. Dia bagi anak-anaknya 6 orang. Setahun sih belum apa-apa. Begitu kedua tahun ditinggalin ini papa. Mama sudah meninggal dulu. Diantarin rantang kalau makan. Bayangin orang kaya makan di rantang, saudara.

Teman-teman dia nggak suka. Lu duit yang cari, lu yang dapatin semua, kenapa lu dibikin begini. Lalu dia bikin sandiwara, ini teman-temannya, Gua nanti telepon dari Hongkong ... begini begini lu setuju nggak, ini demi kebaikan kamu. Oke deh, setuju. Teleponlah temannya ini dari Hongkong, yang angkat anak perempuannya: Halo. Coba kasih tahu sama papamu tanya, apa ini uang yang di Hongkong ini mau dicairkan apa mau tetap didepositokan, coba tanya sama si papa. Ha, papa masih ada? Uh, banyak duitnya di Hongkong ini. Dia depositokan mungkin dia lupa. Coba tanya, mau depositokan apa mau dicairkan. Aduh, itu anak perempuan saudara, pakai Mercy datang ke papanya: Papi papi ... dipijitin badannya. Pih, ada telepon dari Hongkong, katanya duit mau dicairkan apa mau diterusin didepositokan.

Karena si bapa udah tahu ini sandiwara: Depositokan. Nggak akan dicairkan lagi, pih? Nggak. Si koko udah tahu nggak? Nggak. Pura-pura galak padahal udah pengen ketawa dia. Sejak itu kaki babi, duren, kue mangkok  yang hijau yang merah muda yang putih, yang coklat. Apalagi anak perempuannya ini: Pih, mau kemana yu, udahlah tinggal sama saya aja yu di rumah ya, pih. Tiap malam ada yang ngajak nonton.

Saya ngak tahu udah mati apa belum. Kalau udah mati dia tanya ke temannya, mana itu uang yang dicairkan? Lu makan dah itu yang dicairkan. Nggak ada yang dicairkan,

Tapi inilah pelajaran bagi anak muda, jangan orang tua sudah tua nanti ... Kalau tidak ada mama tidak ada engkau. Papa mama itu harus saudara sayang. Mereka tidak punya siapa-siapa lagi kecuali kamu. Siapa yang mau bela sama mereka, siapa yang mau sayang sama mereka kalau bukan kita anak-anaknya. Ingat, orang tua yang rambut ubanan tua itu di dalam Tuhan splendor. Mulia.

Mau rejeki dekat, rejeki enteng? Hormati orang tua, sayangi orang tua, bela orang tua.

Para pemain musik.               

-- o --    

Minggu, 27 Juni 2010

POKOK ANGGUR YANG BENAR

Yohanes 

15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Dari ayat ini kita bisa melihat kemahakuasaan Tuhan dan kemahatidakbisaan kita.

Jadi sebetulnya di dunia itu - saya tidak merendahkan - ada profesor doktor bagian ini, profesor doktor bagian itu, dibanding dengan Tuhan tidak ada apa-apanya. Maka Tuhan pakai cerita yang paling sederhana untuk memeluk kita untuk merangkul kita, Dia bilang, Aku ini pokok anggur. Pohon anggur itu Yesus. Dan yang memiliki pokok anggur itu Bapa-Nya; Pengusahanya itu Bapa. Kamulah carang-carang-Nya atau ranting-ranting.

15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

Berarti ada yang tidak benar. Bahasa Indonesia memakai kata pengusaha. Di dalam salinan lain dipakai kata vine dresser. Vine dresser itu artinya yang mendandani, yang memelihara pokok anggur itu.

Dandannya seperti seorang tukang rias pengantin mempercantik pengantin, menghilangkan cacat kerut, menutupi yang tidak baik, mengeluarkan yang baik, mengekspose yang baik sampai ketika pengantin itu keluar pada pesta pernikahannya bahkan calon pengantin laki-lakinya sendiri hampir-hampir tidak kenal karena sudah didress didandani oleh ahli dari tukang rias itu.

Sama seperti tukang rias mendandani pengantin perempuan, menutupi yang kurang, menghilangkan yang tidak baik, mengekspose yang baik, menonjolkan kecantikannya, menutupi kekurangannya maka seperti itulah Pengusaha kita Tuhan Allah Bapa mendress, mendandani, mengatur pohon anggur itu. Cara Dia mengatur pohon anggur itu begini, ayat 2,

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. 

Jadi setiap saudara yang ada di dalam ruangan ini adalah ranting. Termasuk saya. Saya ranting saudara ranting. Nggak ada dahan di sini. Semua ranting sebab pohon anggur itu kecil sekali batangnya. Kita semua ranting. Jadi pemeriksaan Tuhan untuk mendandani itu satu persatu, pribadi lepas pribadi Dia periksa satu persatu, menutupi yang kurang, menonjolkan mengekspose yang hebat dari ranting itu. 

Nah sekarang saya tanya saudara, kita semua ranting-ranting: Mau yang dipotong atau mau yang dibersihkan? Semua kita mau yang dibersihkan jangan sampai kita dipotong. Bapak, tolonglah bagaimana caranya supaya kita tidak sampai dipotong tetapi dibersihkan. Hanya satu syaratnya: Berbuah. Kalau tidak berbuah dipotong. Kalau berbuah dibersihkan didandani supaya lebih banyak berbuah.

Nah, kalau satu carang itu dia ada buah saudara, yang digunting itu daunnya, daun-daun digunting itu hiasan-hiasan yang tidak ada gunanya digunting supaya zat-zat makanan tidak ke daun tapi ke buah, maka buahnya bertambah besar.

Satu kali saya lewat di Italia, saya dengan mobil lewat itu yang bawa saya ke sana, itu om, itu kebun anggur yang terkenal di Italia. Saya lihat, kok cuma carang-carang saja. Kok nggak ada daunnya? Iya, daunnya itu dipotong supaya nanti kalau berbuah ke buahnya itu yang manis. Sampai anggur itu namanya lain-lain, rasanya lain-lain. Ada yang rasa ini ada yang rasa itu. Ada yang rasa agak pahit, ada yang rasa manis.

Sama kaya jemaat. Jemaat itu juga lain-lain, saudara itu anggur. Kalau mengeluarkan buah itu anggur. Ada yang manis, ada yang pahit, ada yang jelek itu yang asam. Ingat, Tuhan Yesus dikasih anggur asam waktu Dia disalib. Tuhan Yesus saja nggak mau minum.

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya,

Nah, ini tujuannya Tuhan: ... supaya ia lebih banyak berbuah.

Coba kata ia saudara ganti dengan saya: ... supaya saya lebih banyak berbuah.

Kalau saudara berbuah dibersihkan sama Tuhan, supaya saya lebih banyak berbuah, supaya saudara lebih banyak berbuah,

Ingat tadi yang mendandani pengantin, menutup yang kurang mengekspose yang baik, yang kurang yang nggak perlu ditutupi, apa pake make up apa pake bagaimana, yang cantiknya diekspose sampai waktu hari H nya bagus sekali.

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

Jadi mungkin ada yang bertanya, apakah maksudnya berbuah ini kita harus bersih dulu, kita harus suci dulu? Tidak. Yesus bilang, kamu sudah bersih oleh karena Firman, ada haleluyah? Makanya saudara seminggu sekali atau seminggu dua kali mendengar firman untuk membersihkan hati hati masing-masing. Tiap hari.

Jadi sebetulnya firman Tuhan itu harus dibaca tiap hari biar cuma satu ayat. Saya tidak mau saudara baca buku Wahyu. Sudah tamat, om. Bukan begitu. Baca firman Allah itu satu ayat tapi nggak usah banyak tapi tiap hari. Kalau saudara makan tiap hari apa nggak? Tiap hari. Apa ada yang makan seminggu sekali? Tidak. Kita makan tiap hari.

Sama seperti tubuh memerlukan makanan tiap hari, roh kita memerlukan firman Allah tiap hari. Maka itu pertumbuhan saudara berbeda. Yang makan firman Allah tiap hari cepat bertumbuhnya.

Yesus berkata, berbahagialah orang yang lapar akan firman Allah, dia akan dipuaskan. Oh Tuhan, kalau jemaat saya lapar kepada firman Allah, ingin dipuaskan oleh sabda Tuhan, Puji Tuhan. Apa yang telah terjadi? Saudara akan berbuah lebat. Puji Tuhan.

15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Ini ajakan. Tuhan itu tidak pernah memaksa. Saya itu rindu sebetulnya semua kita sudah dibaptis tapi Tuhan tidak pernah memaksa orang untuk dibaptis. Itu musti dari hatinya rasa dipanggil sama Tuhan. Saya yakin kalau Tuhan panggil, saudara akan menyerahkan diri. Saya mau terima baptisan. Karena agama kristen bukan agama paksaan. Taruh golok di leher: Jadi kristen tidak? Nggak mau. Sembelih. Nggak. Tidak begitu kristen, mah. Yesus berkata dalam Wahyu

3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Dia yang ajak: Coba lihat, Aku berdiri di muka pintu sambil mengetuk. Bukakan pintu. Yesus itu seperti yang saudara nyanyi Yesus Engkau baik .. Sungguh baik. Sudah tahu baik kenapa nggak dituruti? Dia mengajak sore hari ini, tinggallah di dalam Dia. Tinggallah di dalam cintanya Tuhan Yesus, saudara. Di dunia tidak ada jaminan seperti jaminan yang diberikan oleh Tuhan. Tinggal itu jangan kemana-mana. Tinggal bersama-sama dengan Aku.

Kita bisa jadi kristen tapi tidak tinggal di dalam Dia. Tuhan mau kita menjadi orang kristen yang tetap tinggal di dalam Dia. Ada apa-apa lari sama Tuhan. Ada persoalan lari sama Tuhan, ada sukacita berterima kasih kepada Tuhan. Ada apapun juga jangan tinggalkan. Yesus tinggal di dalam Aku.

Petrus meninggalkan Yesus. Murid-murid lain lari meninggalkan Yesus. Markus juga meninggalkan Yesus. Tapi bagi saudara dan bagi saya, Dia mengundang dengan hati yang ikhlas, tinggal di dalam Yesus, dan Aku di dalam kamu,

Jadi pertama, kita dulu yang harus melangkah ke dalam Yesus baru Yesus melangkah ke dalam kita. Sama seperti tangan ini jabat tangan, seperti doa, ini jari-jari masuk, dia di dalam kita, kita di dalam Dia.

15:4 ...Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Siapa ranting itu? Saudara dan saya. Kita manusia tidak dapat berbuah dari diri kita sendiri. Kita mau sukses tidak bisa dari diri kita sendiri. Seperti kesaksian dari bapak wakil gembala tadi, terima kasih kepada Tuhan semuanya sukses, anak-anak saya sekolah sukses. Saya tahu ini semua dari Tuhan bukan dari diri kita. Siapa yang memberkati kita untuk menyekolahkan anak sampai berhasil kalau bukan Tuhan? Siapa yang menjaga anak kita pada waktu malam sementara kita tidur nyenyak kalau bukan Tuhan? Siapa yang menolong kita?

Sabtu kemarin saya rasa goyang karena ada gempa di Tasik. Siapa yang menjamin kita selamat dari hal seperti itu kalau bukan Tuhan? Maka kita tidak bisa memproduksikan sukses, kita nggak bisa memproduksikan keberhasilan dari kekuatan sendiri. 

15:4 ...Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Kalau tidak berbuah artinya tidak berhasil. Lambat atau cepat, sadar atau tidak sadar, eling atau tidak eling, kita semua satu kali akan berdiri di depan Yesus. Begitu kita menghembuskan nafas kita meninggal, roh kita berdiri di hadapan Yesus. Kalau selama hidup di dunia saudara tinggal di dalam Dia, saudara akan lihat Yesus membuka tangan menyambut saudara di sorga: Mari anak-Ku selamat datang, welcome home, ayo pulang. Bersukacita Dia peluk kita. Tapi kalau kita tidak berbuah, kita tidak akan ketemu dengan Dia. Maka itu saudara kita harus tetap di dalam Yesus,

15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya ... 

Jadi saudara dan saya itu di hadapan Tuhan tidak beda. Saya berdiri di sini karena supaya jemaat yang atas dan bawah bisa lihat yang khotbah. Tapi pangkat kita di depan Tuhan sama. Ranting-ranting-Nya. 

15:5 ... Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Barangsiapa. Artinya, Dia tidak membeda-bedakan orang. Saya nggak bisa datang sama Tuhan: Tuhan, saya anak pendeta. Kita semua sama - ranting-ranting dari pokok anggur itu. Jadi barang siapa - Dia tidak lihat pangkat, Dia tidak lihat kekayaan, Dia tidak lihat jenis kelamin, Dia tidak lihat ukuran tinggi badan, kurus gemuk, tinggi pendek, ...

15:5 ... Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Pegang ini berhasil, kerjain itu berhasil, ditaruh di sana berhasil, ditaruh di situ berhasil. Sama seperti Yusuf. Dimasukkan ke dalam sumur berhasil, dijual jadi budak di Mesir ... berhasil. Difitnah, dia tetap berhasil. Dipenjara lagi kedua kali, dia berhasil. Akhirnya dia jadi perdana menteri ... berhasil. Di mana saja Yusuf pergi selalu berhasil. Kepada siapa saja dia bekerja, majikannya berhasil. Karena dia diberkati Tuhan,

Kalau saudara di dalam Tuhan, dan Yesus di dalam saudara, saudara jadi supir berhasil, nanti saudara setir mobil saudara sendiri. Saudara dagang kue berhasil. Nanti saudara hanya jadi taoke, saudara hanya, tolong kirim ini ke Sukabumi, tolong kiri ini ke sana. Banyak. Bukan receh. Banyak aja pokoknya.

Berkat Tuhan banyak, engkau akan berbuah banyak.

Bayangkan kalau saudara bawa jiwa satu saja sama Tuhan, tahun depan akan double ini gereja, sudah bikin dua kali kebaktian hari minggu. Tiga kali kebaktian. Kalau tahun depan saudara bawa lagi satu, tahun 2012 sudah tiga kali kebaktian. Karena sudah banyak. Nah, itu karena engkau tinggal di dalam Aku, Aku di dalam engkau, engkau berbuah banyak. 

15:5 ... sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Nasi sudah dibikin menjadi bubur. Saya tanya, apa saudara bisa membuat nasi menjadi bubur? Bisa. Apa saudara bisa membikin bubur menjadi nasi? Tidak bisa. Sama seperti itu, kamu tidak bisa berbuat apa-apa.

Coba pegang saja ini yang terakhir, berdoa saja tiap pagi di depan toko. Nggak usah panjang di depan toko. Sebelum buka toko, berlutut saja: Tuhan, saya tidak bisa berbuat apa-apa tapi saya datang sama Tuhan, berkati toko saya, berkati warung saya. Saya berterima kasih dalam nama Yesus, haleluyah, amin.

Itu saudara meninggikan Tuhan, mengawali dengan Tuhan. Saudara nanti lihat apa yang akan terjadi. Kalau tidak toko saudara dilimpahi berkat langganan datang, jangan percaya Tuhan Yesus, sebab Dia berjanji ya dan amin.

Tuhan yang kita sembah itu Tuhan yang luar biasa. Jangan main-main sama Tuhan. Dengan Tuhan, saudara berbuah banyak. Tanpa Tuhan nggak bisa berbuat apa-apa. Berdoalah. Tolong para pelayan perjamuan. 

-- o --    

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________