Khotbah Minggu Sore November - Desember 2004

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu sore, 07 November 2004 

UANG/HARTA

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Sore ini saya ingin berbicara mengenai uang atau harta. Karena di mana ada hartamu di situlah hatimu, kata firman Tuhan. Nah, sabda Tuhan juga, malam hari ini akan berbicara mengenai bagaimana hubungan harta yang bertambah dengan kehidupan kita manusia. Untuk kaum muda, ambillah pelajaran; untuk yang sudah dewasa, juga kita mau ambil pelajaran.

Pengkhotbah pasal yang ke-5. Tulisan ini adalah tulisan dari Raja Salomo. Saya akan mulai baca dari ayat 9,

5-9 Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.
5-10 Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?
5-11 Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.
5:12 Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri.
5:13 Dan kekayaan itu binasa oleh kemalangan, sehingga tak ada suatupun padanya untuk anaknya.
5:14 Sebagaimana ia keluar dari kandungan ibunya, demikian juga ia akan pergi, telanjang seperti ketika ia datang, dan tak diperolehnya dari jerih payahnya suatupun yang dapat dibawa dalam tangannya.
5:15 Inipun kemalangan yang menyedihkan. Sebagaimana ia datang, demikianpun ia akan pergi. Dan apakah keuntungan orang tadi yang telah berlelah-lelah menjaring angin?
5:16 Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan, mengalami banyak kesusahan, penderitaan dan kekesalan.
5:17 Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah, kalau orang makan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya.
5:18 Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya--juga itupun karunia Allah.
5:19 Tidak sering ia mengingat umurnya, karena Allah membiarkan dia sibuk dengan kesenangan hatinya.

Manusia tidak bisa dipisahkan dari istilah harta atau kekayaan. Ada orang yang tidak punya harta, ada yang mempunyai sedikit harta, ada yang mempunyai cukup harta, ada yang memiliki harta yang berlimpah-limpah. Kalau saya katakan harta, itu termasuk uang, termasuk perhiasan, termasuk tanah, termasuk rumah, termasuk mobil, dan sebagainya.

Mari kita simak baik-baik firman Allah. Ada lima hal yang negatif tentang harta dan dua hal yang positif tentang Tuhan. Kita akan melihat yang pertama, yaitu ayatnya yang ke-9,

5:9 Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.

Yang pertama antara harta dan manusia, lebih banyak harta ... lebih banyak kemauan. Karena tidak puas manusia itu. Harta sudah bertambah tetapi begitu harta bertambah, lebih banyak kemauan, lebih banyak nafsu untuk ingin lebih. Kenapa? Karena dikatakan di sini ... tidak bisa memuaskan hatinya. Lebih banyak kita mempunyai uang, lebih kita punya banyak keinginan. Lebih banyak kita punya harta - kita kira kalau beli mobil kita bisa puas? Setelah beli mobil tidak ada kepuasan. Kita kira kalau punya rumah dua atau toko dua atau pabrik dua, kita akan merasa puas?

Saya sangat sedih dan kasihan melihat jemaat yang tidak kebaktian karena mereka sudah punya perusahaan yang besar dan tidak usah lagi kebaktian. Firman Allah tidak bisa salah, mereka tidak akan puas. Lebih banyak harta, lebih banyak uang, lebih banyak kekayaan, lebih banyak kemauan. Tidak bisa puas. Dikatakan sekali lagi, siapa cinta uang tidak akan puas dengan uang.

Kita ini kaya ikan. Ikan kurang air, mati. Tapi ikan kebanyakan air, juga mati. Begitu kita tidak ada atau kurang uang, kita bisa mati. Tapi kalau kebanyakan uang, banjir, kita juga bisa keliru, bisa salah. Saya sudah ketemu suami istri, punya pabrik, lima pabrik tekstil di Bandung. Saudara-saudara, mobilnya ada delapan, sepeda motor ada enam belas. Tapi saya ketemu di Jakarta, suami istri ikut kebaktian. Kenapa? Saya pakai bahasa sunda, kunaon di dieu, make di dieu kunaon (kenapa di sini, kok ada di sini, kenapa)? Saya kebaktian di dieu, ieu keur direhab (Ini lagi direhab). Rehab apa? Kena narkoba.

Lima pabrik besar, mobil begitu banyak, delapannya mewah-mewah, sepeda motor enam belas. Belum tanah, belum hotel. Suami istri pakai narkoba. Uang tidak memuaskan kita. Kekayaan tidak memuaskan kita. Hanya Tuhan Yesus yang bisa memuaskan kita! Itu sebabnya dikatakan, lebih banyak harta, lebih banyak kemauan kita. Lebih banyak harta, lebih banyak keinginan kita. Yang kedua ayat 10,

5:10 Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?

Lebih banyak harta, lebih banyak orang - adik, kakak, dan kawan-kawan, teman dan family-family, aa, teteh, bibi, koko ... semua - yang memakan harta kita. Lebih banyak harta, lebih banyak orang yang makan. Kita cuma bangganya liatin aja orang itu makan. Firman Tuhan itu ya dan amin. Tambah uang banyak, tambah banyak orang yang makan.

Begitu SBY terpilih, itu teman-temannya Megawati langsung tinggalkan Megawati. Dari Pasar Minggu langsung ke Cikeas. Di mana ada gula di situ ada semut. Sampai bingung SBY. Bagaimana kalau menteri? Bagaimana, siapa yang harus duduk? Sampai partainya sendiri protes. Saya baru pulang dari Manado, bendera Partai Demokrat dikerek setengah tiang. Seluruh Manado. Berdukacita. Karena sekjennya, Mangindaan, orang Manado, tidak jadi menteri. Padahal dia yang kerja berat. Sudah bingung SBY.

Tapi ini firman Tuhan, ada banyak harta, kedudukan, kemuliaan, banyak juga yang minta makan dari kita. Lebih banyak harta, lebih banyak orang. Ingat anak terhilang? Dia keluar dari rumah dengan harta yang banyak. Kenapa habis? Apa dia makan sendiri? Saya rasa kalau dia makan sendiri tidak habis sampai dia mati. Kaya sekali. Warisan. Tapi banyak teman-temannya, yang ajak makan yang mahal-mahal, beliin ini, beli itu, dan sebagainya. Habis semua. Bertambah harta, bertambah orang yang makan. Ini yang kedua. Yang ketiga ayat 11,

5-11 Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.
5:12 Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri.

Kita lihat ayat 11, lebih banyak harta, bertambah juga kekuatiran. Lebih banyak kekayaan, bertambah kekuatiran. Dulu ada suami istri di Jakarta. Waktu itu $1 masih Rp 15.000. Dia beli dolar, saudara-saudara. Waktu dia beli dolar, turun rupiah sampai Rp 11.000. Suami istri ini sengaja datang di kebaktian, minta didoakan. Saya kira doakan apa. Ada apa bapak minta didoakan? Kami mohon supaya bapak berdoa supaya dolar Rp 15.000 lagi. Saya bingung. Kenapa? Kami beli kemahalan. Sekarang dolar turun jadi Rp 11.000.

Nggak bisa doakan supaya dia naik Rp 15.000 lagi. Saya bilang, maaf pak. Kalau saya doakan bapak nanti dolar supaya naik, lantas ada jemaat minta doakan dolar supaya turun. Jadi ada jemaat yang minta dolar supaya turun, bapak minta dolar supaya naik. Nah sekarang, bapak saja yang sembahyang, siapa yang kuat dia yang dijawab. Saya tidak bisa berdoa supaya turun naik dolar seenaknya. Kalau begitu naik umpamanya dolarnya, boro-boro dia ingat sama saya. Jadi saudara-saudara, lebih banyak harta, lebih banyak kepusing. Lebih banyak uang, lebih banyak problem; lebih banyak uang, lebih banyak kekuatiran.

Berapa banyak suami istri yang tiba-tiba kaya, diberkati, terus suaminya selingkuh, nyeleweng. Berapa banyak suami istri - saya tidak usah sebut namanya - tapi saya alami, saya lihat. Istri, yang sudah punya anak tiga, tinggalin suami. Suami karena sayang sama istri, dia beli hotel di Singapura atas nama istri, beli rumah atas nama istri, beli mobil atas nama istri, beli restoran atas nama istri. Dia nggak tahu istrinya masih cinta sama pacarnya yang di SMA. Sudah punya anak tiga. Ditinggalin suaminya. Karena apa? Karena dia tahu semua rumah-rumah, hotel, dia punya, atas nama dia. Ditinggalin suaminya, saudara. Padahal suaminya sayang betul, cinta sama dia. Karena harta banyak. Di mana hartamu bertambah, di situ juga kekuatiran manusia itu bertambah.

Yang keempat, lebih mengerikan lagi. Ayat 12,

5:12 Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri.

Bertambah harta, bertambah juga kans untuk celaka. Saya kasih ilustrasi begini: Kalau ada satu ibu di sini, satu bapalah mau naik mimbar. Baru langkah satu, dia jatuh. Lalu langkah naik tangga di bawah, dia jatuh. Tapi kalau saudara jatuh dari atas, nih di sini, di mana lampu bercahaya, saudara jatuh ke bawah, kepala duluan, itu satu antara dua, almarhum atau almarhumah.

Kalau saya punya uang cuma 100.000, kalau jatuh ditipu orang 25.000, cuma ... tapi kalau saudara mempunyai uang 100 milyar, jatuh udah ke bawah, setara dengan saya yang 100.000, nyeuri huntu. Garong sekarang tidak memakai golok. Saudara taruh uang di bank bisa hilang. Saudara taruh pakai credit card, bisa hilang. Banyak protes saya baca di koran, kenapa saya punya uang tiba-tiba berkurang? Saya nggak pakai, saya nggak beli, tapi berkurang?

Tambah banyak harta, tambah banyak ancaman. Pernahkah saudara membaca, garong delapan orang merampok tukang pisang goreng. Ibu Memeh yang tukang pisang goreng, berumur 90 tahun dirampok oleh delapan orang. Apa yang mau dirampok, dia tukang pisang goreng? Ada teman saya, punya pabrik beras. Garong datang, uang 1 milyar dengan brankas-brankasnya dibawa. Ada ancaman. Sudah kita kerja baik-baik cari duit, cari duit ... udah banyak digarong orang. Nggak gila aja udah bagus.

Kalau orang sudah berharta banyak jatuh, wah. Saya jadi saksi hidup berapa banyak orang kaya di Cianjur dulu kaya,  jatuh, sudah ... nggak lama lagi amsiong. Harta yang begitu banyak tiba-tiba hilang begitu saja.  

Yang kelima,

5:14 Sebagaimana ia keluar dari kandungan ibunya, demikian juga ia akan pergi, telanjang seperti ketika ia datang, dan tak diperolehnya dari jerih payahnya suatupun yang dapat dibawa dalam tangannya.

Lebih banyak yang saudara miliki, lebih banyak yang saudara tinggalkan. Tanah saudara yang berhektar-hektar tidak  ikut, gelang emas saudara gelang keroncong gelang dangdut tidak bisa ikut, anting tidak bisa ikut. Kemarin ada satu saudara yang meninggal di Sukabumi, arloji berliannya dipakein saking sudah sayangnya, pakaian-pakaian ditumpuk. Satu pendeta bilang, bahaya itu kalau ada pencuri kuburan bisa digali kalau tahu dia ada arloji berlian.

Saya mau katakan, lebih banyak saudara punya di dunia ini lebih banyak saudara tinggalkan. Sampe dikatakan lebih jauh

5:15 Inipun kemalangan yang menyedihkan. Sebagaimana ia datang, demikianpun ia akan pergi. Dan apakah keuntungan orang tadi yang telah berlelah-lelah menjaring angin?

Seolah-olah kita mau hidup 1.000 tahun, uang-uang-uang ... usaha-usaha-usaha sampai ... baca ayat 16

5:16 Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan, mengalami banyak kesusahan, penderitaan dan kekesalan.

Kenapa? Karena dia moro duit, mengejar uang. Kita buka dulu I Timotius 6

6:6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Hati-hati kalau bikin arisan. Baru ada jemaat ngadu sama saya bahwa orang yang nembak arisannya ke satu kedua ketiga ... orangnya sama, kabur. Memang arisan kalau bisa dipercaya orangnya kita kenal baik bisa dipercaya. Tapi oom, itu orangnya teman baik, ho peng. Makanya yang enak mah cia ho peng. Karena dia perlu modal dia perlu capital, bikin arisan. Tentu dia ajak orang yang punya arisan yang bikin arisan adalah orang-orang yang ada uang. Gali lubang tutup lubang, gali lubang tutup lubang. Pinjam uang. Bunga. Pinjam 1 juta sekarang harus bayarnya 6 juta, karena bunga berbunga. Dia pinjam uang dari orang dunia, orang dunia mah nggak tahu kasih Kristus. Jadi kejiret oleh salah sendiri, kejiret oleh memburu uang. Nah, saya tidak mau menjaminkan diri saya untuk orang yang sedemikian.

Lebih banyak uang lebih banyak harta ... jadi banyak problem kesukaran. Akhirnya kalau pikiran sudah kacau yang disalahin Tuhan, yang disalahinnya gereja. Mana Yesus teh? Hor. Yesus kan punya hukum, punya perintah - ini dipakai dong. Maka firman Allah itu ya dan amin. Kembali pada Pengkhotbah.  

5:9 Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang,

Lebih bertambah uang lebih bertambah keinginan karena tidak puas. Ingin terus - ingin terus sama seperti saudara minum air laut; di laut saudara habis air aqua habis, di laut aduh haus ... minum air laut tambah haus ... minum air laut tambah haus padahal laut itu uh milyar-milyar kilometer. 2/3 dunia itu laut. Tapi ini asal saudara minum tambah haus, saudara minum tambah haus. Sama dengan manusia. Kekayaan ini di seluruh dunia uh banyak sekali tapi asal saudara makan asal saudara minum tambah haus, saudara minum tambah haus. Pantas Tuhan Yesus berkata kepada perempuan Samaria, kalau kamu minum air ini kamu akan haus lagi. Bulak-balik bulak-balik. Timba air-timba air ... terus tiap hari. Karena haus.

5:10 Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?
5:11 Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.

Yang ketiga, bertambah harta bertambah juga kekuatiran. Yang keempat, ada kemalangan, bertambah harta, ada kans untuk orang itu malang. Lalu yang kelima, lebih banyak harta kita waktu mati lebih banyak yang kita tinggalkan. Seorang yang memiliki pabrik gula besar di Surabaya sebelum meninggal ditanya sama anak-anaknya: Papa, apa pesan papa terakhir? Ada pesan buat kita? Dia bilang: Ambilin kunci brankas, lemari besi. Ambil kuncinya. Dia pegang itu kunci erat-erat. Maka dengan memegang erat-erat kunci itu, dia menghembuskan nafasnya yang terakhir. Lebih banyak orang, lebih banyak yang ditinggalkan.

Sekarang kita lihat dua hal yang baik, yaitu di dalam ayat ke-17,

5:17 Lihatlah, yang kuanggap baik - Ini yang ngomong raja terkaya di dunia. Belum pernah dan tidak akan disaingi - dan tepat ialah, kalau orang makan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek - Ini yang penting saudara perhatikan -, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya.

Bahasa Inggris, itulah warisannya. Saudara, yang pertama saya ingin saudara memperhatikan ayat itu: Hidup kita pendek. Walaupun kita nyanyi Panjang umurnya ... panjang umurnya. Manusia itu pendek umurnya. Perhatikan ini, pendek saudara. Nggak lama lagi kita lewat semua.

Yang pertama yang diberkati oleh Tuhan, karunia Allah adalah, saudara-saudaraku, kita menikmati kekayaan. Tuhan punya kekayaan, tapi tidak akan ditambah dengan kuatir. Saya mau tambah dulu satu ayat di dalam Amsal

10:22 Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.

Saya baca dalam bahasa Inggris: The blessing of the Lord makes one rich, and He added no sorrow with it. Berkat daripada Tuhan yang membuat seseorang menjadi kaya dan Tuhan nggak tambah dengan kesusahan. Zonder kesusahan, tanpa kesusahan, Dia kasih kekayaan untuk kita nikmati. Ini karunia Allah. Kita dapat kekayaan, itu karunia Tuhan. Makanya kalau kita sadar, eling, apa yang kita punya, uang, tanah, mobil, semua bahkan hidup kita adalah pinjaman dari Tuhan. Dipinjemin. Pinjaman semua. Nggak ada yang bisa kita bawa. Ini yang pertama. Kembali kepada Pengkhotbah.

Yang pertama, yaitu Tuhan memberi karunia, saudara-saudara, kepada kita untuk makan, minum, bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek. Jadi uang itu tidak digarong, tidak dicopet, tidak ditipu orang, tidak kaya air. Tetapi saudara bisa menikmati, saudara diijinkan oleh karunia Allah memiliki kekayaan. Bisa bilang haleluyah? Berkat yang kedua, ayatnya yang ke 18,

5:18 Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya - juga itupun karunia Allah.

Yang kedua, karunia Allah adalah memberi kepada saudara kemampuan untuk menikmati. Kalau saya umpamanya ditanya sama Tuhan, umpama, Yoyo mau pilih mana, memiliki berkat atau menikmati berkat? Saya pilih yang kedua. Biarin orang lain yang bikin rumah, saya nginep di rumahnya. Biar orang lain yang beli mobil, saya duduk di sebelahnya. Biar orang lain yang bikin hotel, saya tidur di hotelnya. Menikmati. Biar orang lain yang masak, saya yang makan. Biar orang lain yang naheur cai (masak air) bikin kopi, saya yang minum. Itu karunia menikmati.

Ada orang punya karunia memiliki tapi nggak bisa menikmati. Ada seorang keturunan Belanda namanya bapak Herman di Jakarta. Dia panggil saya ke kamarnya. Aduh di kamarnya saudara, dinginnya luar biasa. Orang Belanda. Jadi dia pakai AC yang paling dingin. Saya kedinginan, dia mah biasa-biasa saja. Agak campur-campur Belanda dia ngomong. Saya hidup ini buat apa pak pendeta, saya punya kapal. Ujung Pandang, Manado, Jakarta, Medan, Singapura ... kapal penumpang, kapal bawa barang. Tapi saya makan tiap hari hanya biskuit asin sama air putih. Jadi biarlah saudara, mungkin saudara diberi hak anugerah oleh Tuhan untuk menikmati.   

5:19 Tidak sering ia mengingat umurnya, karena Allah membiarkan dia sibuk dengan kesenangan hatinya.

Bukan sibuk dengan pekerjaan, sibuk dengan sukacita. Ini sebabnya orang kristen itu harus bersukacita. Kesukaan dari Tuhan itu kekuatan kita. Tadi ibu Matius Oey bersaksi, dia berterima kasih sama Tuhan dia bisa lihat Tiongkok. Biasanya kita lihat Cungkuo hanya dalam film. Sekarang sudah bisa lihat. Aduh, betapa baiknya Tuhan. Menikmati. Dia tidak bisa beli tiket dia sudah tua tapi anaknya bayarkan. Nah, ini menikmati. Ada orang kopet luar biasa biar hujan dia nggak mau pakai angkot dia jalan. Hemat pangkal kaya. Ada orang begitu saudara. Sampai ka salesma. Kalau kolekte lewat diambil yang paling receh, sampai kalau bunyi teh bunyi sangkakala kencring kalau kolekte teh kedengaran.

Tetapi saudara, apa kata firman Allah? Orang yang diberikan hak oleh Tuhan untuk dipinjamkan memiliki lalu ada orang yang menikmati. Nggak semua orang memiliki, nggak semua orang menikmati. Ada orang yang memiliki juga menikmati. Belajarlah, minta sama Tuhan, Tuhan berikan kepada saya berkat yang saya bisa nikmati. I Timotius   

6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini - Bahasa Inggris, ... pada zaman ini - agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan,

Kekayaan itu tidak tentu, bisa ada bisa hilang; bisa banyak bisa sedikit; bisa cukup bisa kurang. Tidak tentu. Kalau sampai di situ ayat itu berhenti, jangan berharap sama kekayaan yang tidak tentu. Nggak kekal. Lebih banyak saudara punya, lebih banyak saudara tinggalkan.  

... melainkan pada Allah yang - Dalam bahasa Inggris, pada Allah yang hidup. dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

Ada kekayaan dari dunia, ada kekayaan dari Tuhan; ada kesenangan dunia, ada kesenangan dari Tuhan; ada sukacita dunia, ada sukacita dari Tuhan. Nah, kebanyakan kita apalagi kaum muda remaja itu gampang ketipu sama dunia gampang terbawa sama dunia. Disangkanya kalau ikut Tuhan itu kuno ... disangkanya kalau jadi kristen itu kuno ... oh, tidak!

Sebelum ada zaman sudah ada Tuhannya dari orang kristen. Sebelum ada alam ini Tuhan kita sudah ada. Bukan kuno. Dia Mahapencipta. Kalau tidak ada Dia, tidak ada sesuatu yang telah jadi.

Mari saya kasih ilustrasi terakhir. Saya biasa khotbah ini kalau ada orang meninggal. Bukan untuk yang meninggalnya, yang meninggal mah nggak ... tapi yang hidup yang ngantar. Dan kebanyakan masuk.

Ada satu orang punya 3 teman. Kemana-mana mereka berempat. Saking sobatnya, hopeng siangho, kemana-mana berempat. Satu kali, satu orang ini dia ada kasus di pengadilan; dia musti menghadap hari senin depan, harus menghadap ke pengadilan, dia menjadi terdakwa. Teman yang pertama begitu hari senin mau berangkat, ini 4 orang berkumpul di rumah teman ini.

Teman yang pertama hanya bilang begini: Lebih baik gua tinggal di rumah, gua jaga lu punya rumah, saya nggak ikut ke pengadilan. Oke, kata teman yang terdakwa ini.

Dia bawa bawa dua teman ini sampai ke pengadilan. Begitu mau masuk, teman yang kedua bilang, lebih baik saya tunggu di luar saja, saya nggak ikut masuk. Oke, nggak apa-apa.

Tapi teman yang ketiga ikut masuk. Bukan cuman ngedengerin pengadilan, dia ngebela, dia ngebantah tuduhan jaksa, dia membela, dia menjadi saksi bahwa orang ini tidak salah, dan sebagainya ... sampai akhirnya dia divonis bebas.

Saya suka tanya, teman mana di antara tiga ini yang pertama yang kedua yang ketiga ... yang betul-betul teman? Nomor tiga.

Nah, kita juga punya 3 teman. Teman yang pertama kedua ketiga ini selalu bersama-sama dengan kita. Tapi teman yang pertama ini namanya harta benda ... mas, perak, berlian. Kalau kita mati, harta benda ini nggak ikut sangseng. Saudara punya kayu jati di rumah dia tinggal di rumah; saudara baru beli piano, dia tinggal di rumah; televisi yang berapa kaki, yang nempel di tembok, dia tinggal di rumah; saudara baru beli yang suaranya kaya singa itu ... simba, tinggal di rumah, si embok juga tinggal di rumah. Tidak ada yang dibawa. Semua tinggal di rumah. Saudaraku ada berlian satu kobokan, saudara sudah beli waktu hidup, tidak dibawa ke kuburan. Tinggal di rumah. Sepatu saudara yang baru beli merk Artrioli buatan italia tidak dibawa, saudara digantikan pakai sepatu tenis. Itu harta nggak ikut sama saudara.

Kita pakai Cianjur saja. Begitu saudara dibawa ke kuburan, ke Pasir Hayam, ada teman yang kedua, handai taulan teman family keluarga, papa mama mungkin teman yang baik sudah pakai baju putih putih semua. Dia tidak masuk di kuburan, dia tinggal di luar. Bunga lemparkan. Sudah. Dia nggak ikut masuk.

Tapi teman kita yang ketiga, Yesus namanya, Dia ikut ke pengadilan. Ketika saudara dituduh di pengadilan surga oleh iblis, ini orang berdosa kelakuannya nggak betul jahat, dia penjudi tukang main, tukang kawin cerai, orang jahat. Yesus membela mati-matian. Saudara, Hakim Allah Bapa berkata, apa betul tuduhan itu? Saudara nggak bisa lagi ... Diputar film video kehidupan saudara dari sejak dilahirkan sampai saudara jenggotan. Ketahuan waktu maling mangga, waktu nyolong ikan asin, waktu ngambil rambutan yang sekolah alkitab waktu ambil tempe orang - semuanya kelihatan. Ini betul-betul perbuatanmu? Betul. Nggak bisa kemana-mana lagi.

Tapi Yesus bela. Sekarang giliran Pembela. Namanya Yesus. Silahkan mau membela, untuk meringankan terdakwa. Sebelum saya membela, kata Yesus, saya mau bicara dulu sama terdakwa. Terdakwa namanya Acen. Maaf Yesus, dulu saya kurang bedston, kurang sembahyang saya jadi kristen setahun 12 kali, alias sebulan sekali. Saya dulu kopet medit skaker nggak pernah bawa perpuluhan, ampun Tuhan. Sudah ... jangan takut, Aku bela kamu. Tapi saya sudah banyak dosa, semua sudah diputar filmnya tadi. Jangan takut, yang jadi Hakim itu Bapa gua. Ada haleluyah, saudara? Aku akan membela.

Betul memang tuduhan si iblis begini, memang dia nyolong rambutan, memang dia ngambil tempe orang, memang dia mencuri, memang dia berdusta tetapi karena dia sudah terima diri-Ku sebagai Juru Selamat pribadinya, Aku sudah ampuni dia dan oleh Darah-Ku semua dosa-dosanya sudah diampuni.

Kalau begitu kata Allah Bapa: Bebas! Tok, saudara bebas!

Nggak lagi nangis saudara ketawa. Saudara senang punya Yesus? Malam hari ini apakah harta saudara ini tambah membuat saudara tidak puas, apakah harta saudara membuat lebih banyak orang yang makan hartamu, apakah harta saudara membuat saudara lebih kuatir, apakah hartamu mengundang orang berbuat jahat, apakah hartamu lebih banyak dimiliki lebih banyak yang ditinggalkan - kenapa kita tidak minta harta yang dari Tuhan, berkat kekayaan dari Surga yang tidak pakai susah payah; Tuhan memberikan berkat untuk saudara menikmatinya.

Mumpung hidup, mumpung bisa nikmati ... nikmati berkat Tuhan, pakai untuk hal yang baik. Nikmati, jangan dikeukeuweuk terus. Pakai. Saudara mau lihat luar negeri, lihat. Semua pakai.

Dulu waktu saya sekolah SMP, saudara, ada satu oom dia pakai celana pendek, sepatu kelinci sudah robek, dia bawa jinjing. Kita ini masih SMP ngomong sama teman saya, William, orang Belanda, lucu ya si oom itu, hampir tiap hari dia jalan kerjaannya apa bawa jinjing gitu. Eh dia bilang, dia pemilik semua toko dari jalan raya itu semua. Dia jalan itu nagih duit sewa. Kasihan saudara, kaya tapi pake sepatu kelinci yang sudah bolong. Nggak menikmati. Ada dulu raja ikan asin tiap hari makan bubur, duitnya miliar-miliar, pakai bakiak pake kaos singlet piyama. Tapi duit banyak. Tapi tidak dinikmati.

Saudara kalau punya berkat dari Tuhan, Tuhan kasih berkat, nikmati. Dan kalau saudara sudah nikmati, terima kasih Tuhan. Saudara, Aqua itu airnya penuh saja nggak akan diisi ulang kalau nggak dipakai. Nikmati diminum. Tiap hari ada dingin ada panas. Begitu kosong nanti ada isi ulang. Bagaimana Tuhan mau kasih isi ulang, ... kalau kita keukeuweuk. Buka tanganmu.

Marilah kita belajar terbuka tangan untuk Tuhan. Kita berdiri bersama-sama.                                         

-- o -- 

Minggu sore, 14 November 2004 

DOA

Renungan firman Allah sore hari ini kita dapatkan dalam injil Lukas pasal yang ke 18. Lukas  

18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
18:2 Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun.
18:3 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
18:4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun,
18:5 namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."
18:6 Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!
18:7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Dalam ayat 1 kita membaca, Yesus mengatakan satu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan. Jadi perumpamaan yang Yesus pakai untuk menegaskan maksud yang Dia bicarakan. Maka saya sering berkhotbah dengan memakai banyak ilustrasi untuk menegaskan, untuk menjelaskan maksud yang sebenarnya dari firman Tuhan. Tuhan Yesus di dalam pelayanannya, Dia berbicara tentang garam, Dia bicara tentang ikan, Dia bicara tentang pukat, Dia bicara tentang gandum, Dia bicara tentang lalang, Dia bicara tentang burung di udara, Dia bicara tentang bunga bakung di padang.

Semuanya itu hanya ungkapan untuk menjelaskan seperti apa firman Tuhan itu, maksudnya itu. Nah saudara-saudara, di sini dikatakan oleh Yesus bahwa firman Allah, bahwa Yesus menceritakan satu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu.

Yang pertama kita belajar, bahwa doa ternyata adalah satu keharusan. Nggak ada pilihan. Nggak berdoa, hancur saudara. Nggak mau sembahyang, malas sembahyang, hancur aja. Jadi doa untuk orang kristen itu adalah satu keharusan. Doa bagi kita adalah satu keharusan. Ada memang pendeta berkata, dia adalah hak istimewa. Tetapi di sini Yesus sedang ceritakan satu perumpamaan bahwa doa itu ternyata satu keharusan. Kenapa? Karena doa itu bisa dipakai oleh orang kaya, orang miskin. Untuk nyumbang gereja, mungkin orang miskin tidak bisa, mungkin orang kaya bisa. Tapi berdoa, orang miskin dan orang kaya bisa berdoa. Doa bisa dinaikkan oleh orang pandai atau orang bodoh. Doa bisa dinaikkan oleh orang yang tidak berpendidikan atau orang yang berpendidikan.

Maka dari doa kita mengerti, justru orang yang tidak berpendidikan sering kali berdoa jauh lebih baik daripada orang yang berpendidikan. Karena datang dari otak, yang satu datang dari hati. Tetapi pokoknya doa itu adalah satu keharusan. Satu hal yang diharuskan.

Lalu Dia berkata lebih jauh, harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Yang kedua, sekarang kita belajar, berdoa itu tidak boleh jemu, tidak boleh bosan. Yesus ngomong begini karena Dia tahu kita suka bosan sembahyang, jenuh sembahyang. Karena mungkin sudah lama kita berdoa, Tuhan belum jawab. Dalam bahasa Yunani, kata tidak jemu, kata jemu itu datang dari kata enkakeo. Enkakeo datang dari kata kakos, kakeo atau kakos yang berarti tertipu atau terjerat atau terjerat masuk dalam perangkapnya kejahatan.

Jadi kalau saya pakai bahasa aslinya, itu bunyinya begini: Kita harus berdoa dan tanpa terjerat oleh kejahatan. Jadi bosan atau jemu itu dalam pandangan Tuhan itu satu kejahatan. Kalau kita bilang, ah bosen sembahyang, itu adalah satu kejahatan di hadapan Tuhan, satu kakeo, satu kakos, satu jerat; kita ini tunduk, terjerat pada satu kejahatan.

Saudara boleh baca seluruh alkitab, semua yang berhasil itu orang yang berdoa. Daniel, dia berdoa. Sadrakh, Mesakh, Abednego, berdoa. Elia berdoa. Musa berdoa. Semua tokoh-tokoh alkitab yang berhasil itu adalah mereka yang berdoa. Dan kalau saudara belajar sebaliknya, mereka yang gagal adalah mereka yang tidak mau berdoa atau yang jarang berdoa atau yang - saya pakai katakan - bosan berdoa.

Tentu sebagai anak Tuhan kita sudah dapat dua pelajaran. Dalam ayat 1, bahwa doa adalah satu keharusan. Dan yang kedua, kita tidak boleh tunduk kepada kejahatan; kita tidak boleh jemu, tunduk kepada kebosanan atau jemu. Dan dikatakan di sana, saudara, kita akan masuk di dalam ceritanya, seperti apakah, saudara-saudara, perumpamaan yang Yesus pakai untuk menerangkan bahwa kita harus berdoa dengan tidak jemu. Perhatikan ayatnya yang ke-2,

18:2 Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun.

Yesus memakai satu perumpamaan kota. Bukan desa, bukan kampung yang kecil tapi Dia pakai satu perumpamaan, satu kota. Yang terpenting. Karena ini perumpamaan. Kenapa Dia pakai kota? Karena justru di kota besarlah, orang itu sudah penuh dengan ketidak pedulian. Kalau saudara ke kampung, saudara ke desa, masih ada orang peduli.

Dulu waktu saya masih sekolah alkitab tahun 68, saya suka asruk-asrukan menginjil ke kampung-kampung, dua-tiga orang bawa alkitab, jalan. Itu di desa, di daerah Batu, tiap rumah itu selalu ada kendi air, di pinggir jalan, kendi air. Itu diperuntukan bagi orang yang berjalan itu haus, silakan minum dari kendi itu. Tidak usah minta izin-minta izin. Masih ada kepedulian sosial di desa. Kenal pun nggak, tapi ada kepedulian.

Lain di kota besar. Di kota besar ini, Yesus memakai kota besar karena kita tahu di kota orang tidak peduli. Pernah terjadi di Jakarta, saya ingat-ingat seorang pendeta; dia tinggal di satu rumah, dia lagi ngobrol. Sebelah rumah itu ada tetangga, nggak kenal. Saking kota besar itu sangat tidak peduli. Nanti dia peduli kalau, saudara-saudara, ada kebakaran. Kalau kebakaran, nah itu, orang-orang pada siram api dengan air.

Tapi saudaraku, di sini kita lihat bahwa kota gambaran ketidak pedulian. Ingat orang yang berjalan dari Yerusalem - kota besar - ke Yerikho - kota besar - digebuk di tengah jalan, dirampok. Dua - satu orang Lewi, satu imam - dia tidak peduli. Dia tidak mau menolong. Lain dengan orang Samaria yang justru dari tempat kecil, tempat pembuangan, tempat yang tidak disukai, dia naik ke atas, ... justru dia yang peduli.

Jadi kalau kita membaca ayat ke-2, dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. Saya dulu pernah berkhotbah, mungkin puluhan kali kepada saudara. Saudara bisa diberkati di Cianjur. Kita tidak usah pindah ke kota lain. Kita tidak usah pindah ke kota besar. Karena ada peribahasa, ibu kota lebih kejam dari ibu tiri. Karena satu kali kita sampai di kota besar, orang tidak peduli lagi. Kamu mau bikin apa, kamu bikin apa, orang tidak peduli. Semua bakal memikirkan dirinya sendiri.

Lalu dikatakan, di satu kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. Dalam bahasa Yunani, cuek; dia tidak anggap, Tuhan pun dia tidak takut apalagi cuma manusia. Tuhan aja dia nggak peduli, Tuhan aja dia cuekin. Ini hakim yang lalim, hakim yang kejam, dia cuekin. Tuhan aja dia nggak peduli, apalagi cuma manusia. Lalu di dalam ayat ke-3

18:3 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.

Ekakeo. Belalah hakku. Seorang komentator alkitab mengatakan: Cerita ini, kata ini - dalam bahasa aslinya - diambil dari satu kejadian. Satu wanita yang suaminya dibunuh oleh tentara Roma. Anak satu-satunya, seorang perempuan, juga terbunuh, dibunuh, disengaja. Tinggal dia sendiri. Lalu dia datang kepada hakim, meminta balas dendam. Tolong dibalesin dendamnya. Dari kata itu dipakai oleh Yesus, masukkan kepada cerita dari janda ini. Janda ini sudah tidak punya apa-apa. Suami tidak ada, anak tidak ada. Sekarang rumahnya, haknya pun, tidak dimiliki. Karena kota tidak mempunyai perhatian, tidak ada kepedulian. Lalu dia bilang: Tuan, belalah hakku terhadap lawanku. Dia tidak punya apa-apa. Yang dia punya cuma musuh; dia tidak punya uang, dia tidak punya suami, dia tidak punya anak, dia tidak punya harta. Yang dia punya musuh. Musuh yang menekan, musuh yang melawan, musuh yang menekan kepada dia, dalam cerita ini. Lalu ayat ke-4

18:4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak.

Hakim itu menolak. Dia tidak mau diganggu, dia tidak peduli. Tuhan aja dia nggak peduli, apalagi cuma orang, janda miskin ini. Dia nggak peduli. Sering di dalam jemaat, gereja, pendapat orang miskin justru benar. Tapi karena dia miskin, nggak di dengar; pendapat jemaat yang kaya, kurang betul ... tapi karena dia kaya, didengar. Maka Yesus pun di sini sedang mengajar sesuatu. Sekarang yang dihormati bukan Tuhan tetapi yang dihormati adalah tuan. Mungkin hak kamu benar, tapi kamu tidak ada uang, maka ditolak. Hakim yang jahat itu menolak.

Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun,
18:5 namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."

Hakim ini karena dia tidak mau diganggu terus-terusan, oleh karena janda ini terus tiap hari minta pertolongan. Tiap hari datang. Bangun pagi hakim ini bangun, lihat janda itu di depan kantornya, suruh diusir, tapi besok dia datang lagi. Berhari-hari, sudah ditolak, dia datang terus. Akhirnya dia mikir, dari pada mengganggu terus, ah sudahlah aku bela saja  haknya dia. Eh sini, suratnya mana, aku bela. Betul, hak, memang ini tanah hak kamu, ya. Ya, sudah, sana pergi, pergi, pergi. Kurang lebih, kira-kira begitu. Sudah, aku sudah benarkan, jangan takut. Maka dengan surat itulah si janda itu dibenarkan haknya. Mungkin atas tanah, mungkin atas satu harta. Dia sudah punya surat dari hakim ini. Walaupun dia tidak punya uang untuk menyogok dan sebagainya, dan sebagainya. Lalu kata Tuhan begini:

18:6 Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!

Hear what the unjust judge said. Dengar apa yang hakim yang tidak adil itu bilang. Camkanlah. Dia membenarkan, karena aku tidak mau diganggu. Jadi dia ngomong sendiri. Perhatikan, kata Yesus, omongan dia. Aku diganggu terus begini; dari pada aku diganggu terus, aku benarkan dialah, aku nggak mau diganggu terus. Camkanlah. Ayat ke 7,

18:7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?

Dikatakan firman Allah, ayat ke-7: Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya? Yang ketiga kita belajar, bahwa Tuhan itu akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya. Amin, saudara-saudara? Dalam surat Petrus, saudara disebut kita adalah umat yang terpilih, umat yang dipilih.

Di dalam kekristenan itu ada banyak golongan. Ada golongan Calvin, ada golongan Wesley, dan sebagainya. Ada golongan Lutheran, Wesley, ada Calvin. Calvin - walaupun saya tidak setuju - dia ngomong begini; menurut Calvin, dia percaya bahwa kita ini orang kristen ini dipilih Tuhan. Orang yang tidak kristen, itu Tuhan tidak pilih. Kita ini ditentukan, dipilih oleh Tuhan untuk masuk surga. Saya agak kurang setuju. Tapi ini sedang cerita tentang pilihan.

Beras Cianjur saja ada yang pilihan. Ada yang slip A, slip B. Yang pilihan itu tidak boleh pecah. Dia harus asli. Butir beras itu tidak boleh pecah. Pecah dua, dia lebih murah, namanya jitay. Pecah dua, jitay. Itu lebih murah. Walaupun kualitas sama. Pecah tiga, santay, lebih murah lagi. Pecah empat, lima, enam, tujuh, ngantay. Saudara-saudara, itu hanya untuk burung, apa saja. Lebih tidak ada harga. Tapi pilihan, saya melihat satu jemaat punya perusahaan beras, dia pakai beberapa pegawai. Dia pilih dengan jari tangan. Yang pecah dikepinggirkan, yang pilihan yang bagus itu. Jadi kita bicara pilihan.

Ternyata doa itu, saudara, adalah saringan dari Tuhan untuk memilih, mana jemaatnya yang baik. Kalau kita sebagai jemaat, kuping kita tipis, teu kaopan (cepat marah), kita nggak bisa jadi orang pilihan. Kalau kita jadi jemaat kupingnya tipis, ah, dia ngomong begitu, ah saya malu ke gereja, ah dia ngomong begini, saya jadi nggak mau lagi ke gereja. Kita nggak bisa jadi terpilih karena kuping kita terlalu tipis. Kita musti punya muka tebal, telinga tebal. Bahasa Ibraninya, norek (nggak dengar). Orang mau ngomong apa, pokoknya saya urusan sama Tuhan. Orang mau bicara apa, pokoknya saya dengan Tuhan. Orang mau menilai saya, memfitnah saya, silahkan. Tapi pokoknya aku benar dihadapan Tuhan. Musti begitu. Baru terpilih.

Maka itu, Yesus cerita tentang bagaimana si janda ini sampai dapat itu surat pembenaran. Karena dia, saudara-saudaraku, dia nggak ada rasa malu. Ditolak berkali-kali, dia datang; dimaki berkali-kali, dia tetap datang; diusir berkali-kali, dia tetap datang.

Apa Tuhan pernah ngusir saudara? Kan tidak. Apa Tuhan pernah menolak saudara? Kan tidak. Maka kalau kata Yesus, camkan yang diomongkan oleh hakim itu. Hakim itu kasar, jahat, nggak peduli sama Tuhan, toh, masih bisa memberi ... masa Aku, Tuhan yang baik, tidak akan memberi kepada saudara, tidak akan memberi kepada orang-orang pilihannya!

Ternyata orang pilihan ini punya tanda, yaitu berseru siang dan malam. Yang siang dan malam berseru kepada-Ku. Siang dan malam. Saya selalu ingat oom Hendrik Mandagi. Waktu dia masih di Garut, dia kawin istrinya. Istrinya orang Tionghoa totok, warga negara masih asing. Begitu ketemu dengan calon mertua, mertuanya lihat oom Hendrik sipit, dikiranya Tionghoa padahal Manado. Ditanya, ni siang she mo? Kamu she (marga) apa? Oom Hendrik ini kaget. Begitu kaget, dia refleks, wo siang malam, saya siang malam.  Siang itu she.

Tetapi dalam bahasa alkitab, siang malam itu; siang itu waktu senang, malam itu waktu susah. Orang pilihan Tuhan itu punya tanda, dia selalu berdoa kepada Tuhan apakah dia waktu senang, apakah dia waktu susah. Kebanyakan kita kalau sembahyang, kalau lagi susah. Kalau toko kecurian, toko ada problem, dalam rumah tangga ada problem. Pernah ada jemaat rajin kebaktian. Tuhan, kalau Tuhan kasih sama saya anak lelaki, saya akan kebaktian minggu dan rabu, minggu dan rabu. Dia janji lho sama Tuhan. Tuhan kasih. Tapi sekarang saya lihat, rabu nggak ada, minggu nggak ada. Dia cuma datang waktu malam. Ada yang janji, Tuhan, kalau Tuhan tolong urusan saya, saya akan dibaptis. Sudah ditolong, nggak dibaptis. Anda janji bukan sama Awondatu, anda janji sama Tuhan.

Maka itu saya ngeri, saya takut. Karena kalau Tuhan yang bicara, uh itu keras sekali. Dia tuntut janji kita. Tuhan bisa ambil lagi apa yang Dia sudah kasih karena kita ngebohong sama Dia. Kalau Tuhan berbuat begini sama saya, saya akan berdoa, mau belajar doa semalam suntuk. Ditunggu-tunggu, nggak ada. Ada jemaat dari Jakarta yang begitu dapat kesulitan, percobaan, saudara-saudaraku, dia datang ikut sembahyang di Cianjur, semalam suntuk. Sekarang dia sudah jadi bos. Jarang berdoa lagi.

Berdoalah waktu pagi ... Berdoa juga waktu siang ... Waktu masuk matahari ... Bikin hatiku senang. Bayangkan saya masih kecil, saya dengar nyanyian ini dinyanyikan oleh ibu pendeta Lontong dari Pekalongan, waktu datang di Cianjur. Dia nyanyi.

Berdoalah waktu pagi. Apa maksudnya? Remaja, masih muda. Waktu pagi dalam usia kita. Berdoa. Belajar berdoa. Saya senang kalau dalam doa malam, di bedston, bukan hanya orang tua, tetapi banyak kaum muda yang berdoa. Walaupun kadang-kadang saya lihat, berdoanya nanti jam enam kurang seperempat dia baru masuk di doa bedston. Cuma lima belas menit sembahyang. Berdoalah waktu pagi. Remaja, berdoalah. Saya bangga, saya punya mama ngajar kami anak-anaknya, berdoa dari kecil. Berdoa juga waktu siang. Waktu siang, sudah lewat masa muda, sudah menikah, mau menikah, itu siang. Lagi umur 30-an, itu siang. Tetap berdoa. Kalau punya bisnis, cari uang, tetap berdoa. Waktu masuk matahari, umur 40 ke atas, itu mulai matahari masuk. Empat puluh tahun itu jam empat sore. Lima puluh tahun jam lima. Enam puluh tahun jam enam. Tujuh puluh tahun jam tujuh. Sudah nggak ada matahari. Jam delapan malam umur delapan puluh. Jam sembilan malam, saudara sudah jadi ... nggak ada gigi palsu.

Saya sudah jam lima empat puluh, sudah mau jam enam. Berdoa waktu matahari masuk. Bikin hatiku tenang, sentosa. Ada haleluyah, saudara? Maka kita tidak bisa jauh dari doa. Hidup kita nggak bisa jauh dari doa. Kalau kita tidak mau berdoa dengan rela maka satu kali kita akan berdoa dengan dipaksa oleh Tuhan. Contohnya Nabi Yunus. Dia nggak mau berdoa untuk orang Niniwe. Akhirnya dipaksa dia berdoa di perut ikan. Haleluyah. Untung dia berdoa di perut ikan paus yang besar, kalau ikan lohan? Saudara-saudara, kembali kita membaca ayatnya yang ke 7,

18:7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? 

Saudara, Tuhan tidak suka kita mengulur-ngulur waktu. Diulur-ulur waktunya. Apa untungnya bagi Tuhan mengulur-ngulur waktu saudara punya permohonan doa? Apa untungnya bagi Tuhan? Tuhan ingin menjawab juga dengan cepat. Kerinduan Tuhan menjawab doa. Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Ayat ke 8,

18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka.

I tell you that He will avenge them. Bahasa Inggris memakai kata membalaskan dendam. Bahasa Indonesia membenarkan. Tapi bahasa Inggris Tuhan akan membalaskan dendam, akan membalaskan. Jadi Dia yang membela. Saudara tidak mampu, Dia yang bela. Itu sebabnya pelajaran yang berikutnya, soal doa, kita tidak boleh membalas dendam. Kita ditipu orang, dikerjain orang, uang kita dimakan orang, kita tidak berhak balas dendam. Kita buka Roma 12. Di dalam Roma pasal 12, di sana Tuhan membuka satu kebenaran bagi kita sekalian. Roma 

12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.
12:10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.
12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
12:13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!
12:14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!
12:15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!
12:16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!
12:17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.
12:20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.
12:21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Bisa bilang amin, haleluyah? Inilah kekristenan yang sejati. Jangan balas. Saudara diomongin, jangan balas. Jangan, jangan, jangan. Nanti Tuhan yang balas. Nah, kembali lagi kepada Lukas 18. Kita lihat ayat yang terakhir

18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Bahasa Inggris: Will He really find faith on the earth? Apakah Dia bisa benar-benar menemukan iman di bumi? Dalam bahasa asli, kata menemukan artinya menginterograsi. Kalau ada orang dicurigai dia adalah teroris ... lalu diperiksa, diinterograsi. Dari mana asalnya anda? Siapa namanya? Sidik jari diperiksa. Nah, seperti itulah kata Tuhan menemukan iman. Saking sulitnya Dia menemukan iman di akhir zaman.

Apa kita akan tetap ikut Yesus waktu susah datang? Apakah kita akan tetap ikut Yesus ketika dapat percobaan, yaitu dikasih kekayaan yang besar? Apa kita tetap rendah hati ketika Tuhan memberkati kita berlimpah-limpah? Apakah kita tetap berdoa ketika Tuhan memberkati kita? Apakah kita tetap jadi orang yang sederhana, berteman dengan siapa saja ketika Tuhan memberkati kita? Itu dipakai kata interograsi, memeriksa. Dia cari iman di bumi. Apa Dia bisa dapat iman?

Nampaknya sekarang banyak orang kristen meminta sesuatu, memohon kepada Tuhan sudah nggak pakai iman lagi. Dua, tiga kali berdoa, nggak jawab, nggak ada iman. Orang yang beriman, dia tidak putus harap, dia tidak putus asa, dia tidak jemu. Kita buka Tesalonika. II Tesalonika 

3:13 Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik.
3:14 Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu,
3:15 tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara.

Ini saya dinasehati sendiri oleh tante Brodland. Tandai orang itu, tandai teman-teman yang tidak sejalan dengan kamu, yang tidak mencintai Yesus, yang tidak mencintai Firman, yang tidak mencintai doa, yang tidak mengasihi Tuhan. Tandai. Jangan bergaul sama dia. Kenal semua orang, harus. Tapi bergaul, tidak usah dengan semua orang. Dalam surat Korintus, Paulus berkata: Kebiasaan yang baik dirusak oleh pergaulan yang buruk. Dia kristen, anak pendeta, kristen, hebat, baik, anak pembela sidang, kristen ... tapi pergaulannya tidak dijaga, dia bisa jadi hal yang tidak baik. Sebagai yang terakhir, sebelum saya berdoa, saya cerita satu ilustrasi.

Kalau saudara melihat di belakang tirai ini ada perjamuan terakhir. Pelukisnya waktu itu mencari orang yang mukanya kira-kira bisa menggambarkan seperti Yudas. Jadi dia cari di penjara. Dia cari di penjara model orang yang licik mukanya, yang ganas, yang muka-muka cong ti po ... untuk digambar jadi Yudas. Ya, dia bisa lihat, ada orang ini. Jadi dia datang, minta ketemu sama orang itu, mau dibikin model lukisan. Karena semua murid Yesus sudah digambar tinggal satu Yudas, mukanya belum.

Jadi dia bilang ke sipir penjara, saya mau sewa orang itu. Ya, boleh saja. Bapak, saya ini pelukis, saya sedang lukis ini. Saya tertarik dengan model wajah bapak. Wajah bapa akan dilukis untuk menggambarkan wajah Yudas. Tertawa ini orang, yang jahat ini: Ha .. ha .. ha... apa kamu lupa sama saya? Setahun yang lalu, bapa datang juga sama saya menggambarkan wajah Yesus memakai wajah saya.

Coba. Setahun yang lalu, dia wajahnya wajah Yesus. Digambar, dipinjam oleh pelukis ini. Setelah satu tahun kemudian, wajahnya jadi Yudas. Adanyapun di penjara. Karena apa? Pergaulan!

Maka pada malam hari ini, satu, doa itu satu keharusan; dua, doa tidak boleh jemu-jemu; tiga, kita ini orang pilihan Tuhan.

Tuhan tidak akan mengulur-ulur waktu. Siapa di antara saudara yang sedang berdoa, masih berdoa untuk pekerjaan, untuk hari depan, untuk pasangan hidup. Saudara sedang berdoa, berdoa, berdoa, berdoa, berdoa ... Tuhan pasti dengar, asal saudara-saudara tidak lapuk oleh hujan, tidak lekang oleh panas, saudara tetap setia. Kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Minggu sore, 05 Desember 2004 

HIKMAT ALLAH

Selamat sore, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan buka alkitab kita dalam I Korintus

2:6 Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan.
2:7 Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.
2:8 Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia.
2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

Pada sore hari ini, kita mau belajar mengenai hikmat Allah.  Ada 2 kata hikmat, yang pertama adalah hikmat manusia, dipakai kata gnosis dari gnostik. Tetapi hikmat Allah adalah sophia. Hikmat dikatakan di dalam ayat ke-6, kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang. Hikmat diberitakan atau dimengerti oleh mereka yang telah matang. Dalam bahasa inggris dipakai kata mature, yaitu dewasa.

Jadi, kalau kita belum dewasa secara rohani, kita tidak akan mengerti hikmat Allah. Contoh. Kalau kita disakiti, kita tidak salah ... kita disakiti kita ingin membalas - itu memang semua manusia begitu. Itu hikmat dari dunia, karena kita tidak salah kok kita disakiti, kita balas. Itu hikmat dari dunia.

Hikmat Allah tidak begitu. Hikmat Allah dikatakan dalam surat Korintus, kita mengalah ... ini hanya contoh; kita disakiti, kita difitnah, umpamanya, ... kita diam saja. Kita mengalah. Nah, itu saudara sudah dewasa, sudah matang secara rohani. Di dalam I Korintus 

3:1 Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.
3:2 Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya.
3:3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?
    
Jadi nampaknya ada orang kristen yang dia kristen tapi dia hidup secara dunia. Dia hidup belum mengerti akan hikmat dari Allah, hikmat rohani, kedewasaan. Kalau kita kembali kepada perbandingannya dalam I Korintus 2, yang dewasa adalah yang tidak terpecah-pecah, yang tidak iri hati. Karena kalau ada iri hati, kalau ada kebencian, katanya, kalau ada keributan - dalam I Korintus 3 - itu menandakan kita belum dewasa. Jadi kalau saya balik, seperti apa orang dewasa? Orang itu tidak akan iri hati, orang itu tidak akan ribut, orang itu tidak akan terpecah-pecah, tidak ada perselisihan. Itu menunjukkan bahwa dia sudah dewasa secara rohani.

Saya baru pulang dari Boston, memimpin tujuh kebaktian. Pada akhir acara, dibikinlah acara, saya disuruh jadi juri sama istri saya. Yang dari New York nyanyi, dari New Jersey nyanyi, dari Washington nyanyi, dari Manchester nyanyi. Ada peserta dari gereja lain, tiga anak perempuan menyanyi. Lucu sekali. Sebetulnya suara mereka bagus dan mungkin bisa juara. Tapi yang mereka nyanyikan adalah nyanyian yang belum waktunya untuk mereka, yaitu nyanyian Ya Abba, Bapa, Aku ini anak-Mu ... Walaupun dalam badai mengamuk ... Ku akan tetap cinta Tuhan. Anak ini belum tahu badai percobaan seperti apa ... masih anak-anak.

Jadi waktu saya bilang, anak ini sebetulnya mau juara tapi karena milih lagunya salah, jadi kami tidak bisa bikin juara. Sama dengan kalau oom-oom umur 80 tahun, umur 70 tahun, nyanyi ke depan peserta Kambing embe-embe ... Kucing eong-eong, kan tidak cocok, orang tua menyanyi lagu anak sekolah minggu. Demikian juga anak sekolah minggu, masih kecil, nyanyi lagu yang terlalu tinggi. Walaupun badai mengamuk dalam hidupku, Ku mau tetap cinta Yesus selamanya. Belum waktunya, belum ngerti. Jadi kembali lagi kepada ayat 6, I Korintus 

2:6 Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang - yang telah dewasa -, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan.

Ternyata hikmat ini tidak ada di universitas, tidak ada di sekolah-sekolah tinggi, tidak ada di fakultas apapun juga. Karena hikmat ini bukan dari dunia, bahkan bukan dari penguasa. Pada saat itu penguasanya Romawi, yang menjajah orang Israel - bukan dari sana, bukan dari hikmat seperti itu, bukan dari kepandaian manusia, bukan dari dunia. Kalau kita sebagai orang kristen, anak Tuhan, mengimpor cara dunia untuk kita menghadapi hidup sehari-hari ini, kita nanti salah, kita nanti kecewa. Di dalam ayat ke-7,

2:7 Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.

Mungkin agak bingung saudara membaca itu. Saya baca dari bahasa Inggris: Tetapi kami berbicara tentang hikmat Allah dalam sebuah rahasia, yaitu hikmat yang tersembunyi, yang Allah sudah sediakan untuk kemuliaan kita. Saya ingin saudara membaca ayat 7, bersama dengan saya. Umpamanya ini garis, dunia diciptakan. Sebelum dunia diciptakan, Tuhan sudah mempersiapkan satu berkat, satu hikmat. Kita lahir di sini. Kita tidak tahu ini rencana Tuhan. Tapi Tuhan sudah siapkan bagi kemuliaan kita. Tanpa kita sadar, tanpa kita tahu. Jadi saya selalu percaya, saudara, bahwa hari depan di dalam Tuhan, akan lebih baik dari hari ini. Hari depan akan kita dipermuliakan. Coba pegang dulu I Korintus 2 dengan tali alkitab. Kita baca I Yohanes 3. Di dalam I Yohanes

3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

Lihat, kita orang berdosa, di akhir zaman nanti akan disamakan seperti Dia, akan sempurna seperti Dia. Kalau kita kembali kepada I Korintus 2;7, yang diberitakan oleh kami, kata Paulus, adalah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. Ayat 8.

2:8 Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia.

Perhatikan ayat ke-8. Kata 'nya', itu tidak dipakai huruf besar. Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya. Nya ini bukan Yesus, nya ini adalah hikmat. Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenal hikmat, sebab kalau sekiranya mereka mengenal hikmat, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia. I Korintus 

1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

Saudara lihat, hikmat dunia dan hikmat dari Tuhan. Pemberitaan tentang salib memang kebodohan bagi mereka yang akan binasa - hikmat dunia -

1:18 ..., tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
1:19 Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan."
1:20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?
1:21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.
1:22 Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,
1:23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. 

Jadi hikmat Allah ada di dalam Kristus. Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.

Kalau kita kembali lagi kepada I Korintus 2:8, jadi penguasa dunia ini tidak mengenal hikmat itu. Apalagi sekarang Indonesia terkenal dengan korupsinya di seluruh dunia sampai nomor 3 paling korup negara di dunia, nomor 3 itu Indonesia. Padahal kita adalah negara Pancasila, negara dengan orang yang beragama islam terbesar di dunia tapi kok korupsi? Inilah hikmat dunia. Inilah bedanya dengan hikmat Allah. Kalau mereka kenal hikmatnya Allah, mereka tidak akan korupsi. Tidak, mereka tidak akan! Tapi karena mereka tidak kenal, maka mereka anggap api neraka itu sudah dikecilin agak kurang panas api neraka ... jadi mereka korupsi. Karena tidak ada hikmat. Bukan itu yang saya mau khotbah. Ayat 9. I Korintus    

2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

Sampai sekarang saya belum mengerti ini ayat, jadi saya mau terangkan kurang lebihnya seperti apa. Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata kita, apa yang tidak pernah didengar oleh telinga dan di dalam hati tidak timbul, tidak pernah kita memikir itu - justru itulah yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia. Tadi ayat 6 berkata, hikmat hanya untuk orang dewasa. Sekarang dalam ayat 9, dikatakan, ada satu berkat yang kamu sendiri belum pernah lihat, berkat ini kamu belum pernah dengar. Bahkan di hatimu belum pernah tersirat di hatiku, justru itu yang disediakan Allah bagi kita yang mengasihi Dia.

Ayat 6 bilang, dewasa; ayat 9 bilang mengasihi. Jadi orang yang dewasa adalah orang yang mengasihi; orang yang dewasa adalah orang yang penuh dengan kasih; orang yang dewasa, orang yang hatinya itu pengampun pemaaf; orang yang dewasa itu bandingkanlah dengan orang tua kita. Berapa kali kita salah ditegur oleh orang tua kita dimarah tapi sebetulnya orang tua kita pemaaf, pengampun.

Kita katakan bahwa dewasa ini mengasihi ini adalah seorang yang dewasa. Jadi saudara, sebetulnya ada satu berkat bagi orang dewasa bagi orang yang mau dewasa secara rohani. Berkat itu tidak pernah saudara lihat. Saudara pernah lihat rumah yang mewah ... ini nggak pernah dilihat; saudara pernah dengar cerita si anu kaya si ini kaya ... ini nggak pernah saudara dengar, bahkan di dalam hati saudara nggak pernah ngelamun - justru itu yang disediakan Allah bagi kita yang mengasihi Dia, amin saudara? 

Jadi sekali lagi, saya katakan, saya adalah orang yang percaya bahwa di akhir zaman kita akan menjadi lebih mulia dan diberkati dengan berkat yang besar. Oleh karena kita dewasa dan mengasihi di dalam Tuhan. Nah, pertanyaannya datang sekarang, seperti apa orang dewasa itu? Kita buka I Korintus      

13:11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.
13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.

Paulus berkata, ketika aku kanak-kanak, aku berkata seperti kanak-kanak, omongannya seperti namanya anak kecil. Saudara dengar anak kecil bicara, ngelamunnya, ngomongnya gede, perang Amerika sama Rusia, kalau perang siapa yang menang, Cung Kuo sama Taiwan kalau perang siapa menang. Itu anak-anak. Lamunan. Kalau saya di televisi, masa saya, saudara, nontonnya film anak-anak, Sponge Bob. Itu untuk cucu saya. Kalau cucu saya, opa, saya mau ini, Sponge Bob. Ya sudah, anak kecil suka itu. Masa kita sudah bangkotan, sudah dewasa, sudah tua begini, masih senang dengan film Scooby Doo. Masih senang dengan film anak-anak yang kecil, Mickey Mouse. Sudah.

Waktu aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak. Jadi ada beberapa tingkatan, saudara. Ketika aku dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Apa sifat anak-anak? Ayat 11, Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak.

Satu, yang pertama, orang dewasa akan dikenal dari kata-katanya. Dari kata-katanya. Dia tidak seperti anak-anak tetapi dewasa. Yang kedua, aku merasa seperti kanak-kanak. Orang dewasa rohani, dia dewasa juga di dalam perasaan. Yang ketiga, aku berpikir seperti kanak-kanak. Dia punya pikiran adalah pikiran anak-anak. Tapi kalau sudah dewasa, dewasa di dalam pikiran. Jadi yang pertama, dewasa di dalam kata-kata; yang kedua, dewasa di dalam cara berpikir; yang ketiga, dewasa di dalam perasaan.

Kita sebagai orang kristen, masih simpan hati, sakit hati, dendam sama orang. Bagaimana kita mau makan perjamuan kudus? Sedangkan perjamuan kudus itu ada karena Tuhan mengampuni kita. Kita ribut sama orang, nggak bisa damai, bagaimana kita menghadapi perjamuan kudus? Bagaimana kita menghadapi Tuhan? Tuhan aja ngampuni dosa kita. Jadi kita sudah melihat beberapa hal tentang kekanak-kanakan dan yang dewasa. Berikutnya. Dalam Efesus pasal 4, di sana kita akan melihat satu hal yang lain. Efesus

4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
4:16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Kita lihat yang dewasa ini membangun diri di dalam kasih. Kalau saudara mau sabar sebentar, kita kembali kepada I Korintus 13. Dalam I Korintus 13 kita baca ayatnya yang ke 13,

13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Saya terangkan. Iman, kita nggak perlu di surga. Di sini kita perlu, di dunia kita perlu iman. Perlu iman untuk hidup, perlu iman untuk dapat mujizat, perlu iman untuk kesembuhan, perlu iman untuk menang atas percobaan, di dunia. Begitu kita ke surga, nggak perlu lagi. Pengharapan, di dunia kita perlu. Tapi kalau saudara ke surga, kita sudah tidak perlu lagi pengharapan. Tetapi kasih itu tinggal tetap sampai selama-lamanya. Di dunia ini kita perlu kasih, di surga kita perlu kasih. Karena surga adalah tempat bagi Allah menyatakan kasih-Nya kepada kita dan bagaimana kita menikmati kasih itu, saudara-saudara, dengan limpah.

Jadi kembali lagi kita lihat, dewasa itu adalah - dalam bahasa aslinya - dewasa itu adalah siap untuk kawin. Itu bahasa asli dari dewasa. Siap untuk kawin. Di Jakarta ada jemaat saya, dia punya anak baru kelas empat SD, laki-laki. Dia ngomong sama papanya, pi, boleh saya pacaran? Kaget. Kenapa kamu pacaran? Masih kecil, baru kelas empat. Teman saya juga sudah pacaran. Bapanya ketawa. Belum waktunya, belum waktunya. Nanti kamu kalau sudah dewasa.

Heran, saudara, waktu kita kanak-kanak kecil, itu main anak laki sama anak perempuan, biasa saja. Main kasti, main apa, sama-sama. Nggak ada perasaan. Apa cinta, itu nggak ada. Karena memang belum siap. Tetapi nanti begitu sudah dewasa, baik mental maupun tubuh, dewasa, siap untuk menikah. Itu disebutkan dewasa. Artinya - dalam bahasa Yunani - siap untuk menikah.

Demikian gereja Tuhan yang dewasa penuh adalah gereja yang siap menikah dengan Kristus. II Korintus

11:1. Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku yang kecil itu. Memang kamu sabar terhadap aku!
11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

Saudara sekarang dengan mendengar firman Allah, berdoa baca firman Allah, meningkat di dalam iman sehari dari ke sehari, seminggu ke seminggu, ... sebetulnya saudara sedang ditunangkan dengan Kristus. Kita masih bertunangan. Ada orang yang mengawinkan anaknya orantua ketemu orang tua anaknya masih kecil, nanti anak gua kawin sama anak kamu ya? Iya, iya oke. Nggak ada pilihan. Tapi nggak bisa kawin waktu itu. Setelah dewasa. Ditunangkan masih kecil bisa, menikahnya setelah dewasa.

Gereja yang dewasa adalah gereja yang siap menikah dengan Kristus. Sekarang, Paulus bilang, aku sedang mempertunangkan kamu kepada Kristus, seperti perawan yang suci kepada Kristus. Mungkin ya, ini saya katakan mungkin, wanita lebih peka dari pada laki-laki ... kalau saya bicara mengenai mengasihi Tuhan. Lebih peka. Kenapa?Karena waktu Yesus disalib, yang ada di salib itu perempuan - Maria ibu Yesus, Maria Magdalena, Salome. Ada satu laki-laki, yaitu Yohanes. Muridnya semua pada lari. Waktu Yesus dikubur, yang ikut dari jauh itu perempuan. Waktu Yesus bangkit dari kubur yang menemukan itu perempuan.

Maka itu Maria Magdalena dipakai oleh Tuhan menjadi penginjil, maunya Tuhan. Nah, ternyata wanita lebih peka soal cinta kepada Tuhan. Itu sebabnya di gereja manapun di dunia, wanita lebih banyak dari laki-laki. Saya baru KKR dua hari di Malang, di Gereja Bethel Injil Sepenuh. Ini yang datang orang islam semua. Anak-anaknya dibantu compassion, anak-anaknya nyanyi, sekarang orang tua diundang untuk merayakan natal. Saya cerita tentang Yesus. Saya bilang, siapa mau terima Yesus sebagai Juru Selamat, silahkan maju ke depan. Itu kaya air bah orang maju ke depan. Saya lihat laki-laki cuma dua, semua perempuan. Hari kedua lebih banyak lagi, karena hari kedua orangnya lain lagi, grupnya lain lagi. Tapi orang islam.

Saya itu senang, Tuhan terima kasih saya bisa khotbah di depan orang islam. Siapa di antara saudara mau terima Yesus sebagai juru Selamat, maju ke depan. Lebih banyak orang maju dari kemarin. Semuanya wanita.

Nampaknya saudara, wanita lebih peka pada Tuhan. Itu sebabnya gereja disebut perawan suci, digambarkan sebagai wanita. Walaupun dia laki-laki, di hadapan Tuhan digambarkan sebagai perawan suci. Saya bingung kalau gereja disebut perjaka suci, nggak, tapi disebutnya perawan suci.

Nah, saudara, ini membawa kita kembali kepada I Korintus 2, untuk lebih mendalam dari apa yang kita tidak pernah lihat, apa yang kita tidak pernah dengar, apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, ayat 9         

2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

Waktu kami ke Amerika, panitia hanya mengirim tiket untuk saya. Gembalanya perempuan tapi maju sekali pekerjaannya. Jadi untuk istri saya, sudah keluarlah sendiri uang. Begitu sampai Singapura, ada satu keluarga mohon didoakan, dia beli satu condominium. Mau didoakan. Tapi sebelumnya kita makan sama-sama. Udah makan, doakan condominium. Habis didoakan, dia memberi satu amplop. Begitu saya buka, itu pas untuk ongkos istri saya. Jadi terima kasih sama Tuhan.

Begitu sampe Amerika, eks Cianjur di sana, sdr Jimmy Ticoalu, angkatan 99 mungkin, mau kasih amplop habis kebaktian. Saya bilang, saya mau tanya, panitia punya uang cukup? Dia bilang, berkelimpahan oom. Begitu saya buka, sama seperti ongkos saya. Jadi kita tidak pernah pikir saya akan diajak makan di Singapura, saya tidak pernah berpikir bahwa akan ketemu orang di Singapura, akan minta didoakan. Nggak ada rencana, nggak ada acara. Cuman kebetulan telepon saja.

Apa yang terjadi? Apa yang kita tidak pernah tahu, tidak pernah kita lihat, tidak pernah kita dengar, tidak pernah ada di dalam hati kita ... disediakan oleh Tuhan bagi kita, kalau kita mengasihi Dia. Saudara semua adalah orang yang beruntung di hadapan Tuhan. Lupakan yang di belakang. Semua yang sudah kejadian di belakang ... kegagalan kita, keberhasilan kita yang udah di belakang - lupakan! Lihat ke depan. Lihat berkat Tuhan yang di depan. Jangan nengok ke belakang. Ingat istri Lut; dia nengok ke belakang dia jadi tiang garam.

Lihat ke depan. Tinggalkan Sodom Gomora. Karena Tuhan menyediakan yang baik di depan kita. Lihat ke depan. Jangan lihat ke belakang. Maju ke depan. Berlari-lari kepada sasaran. Karena Tuhan masih punya banyak berkat yang saudara nggak pernah lihat, saudara nggak pernah dengar, nggak pernah terbit di dalam hati - itu disiapkan oleh Tuhan, bagi kita yang mengasihi Dia!

Sebagai ayat terakhir, kita baca Filipi   

3:12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
3:15. Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.
3:16 Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.

Aku melupakan yang di belakang. Aku mengarahkan diri, bahasa Indonesia, mengarahkan diri. Bahasa Inggris, reaching forward, menjangkau ke depan.

Kenapa kita susah maju? Karena kita sering tidak bisa melupakan yang sudah di belakang. Sudah, yang sudah ... sudah. Reaching forward. Orang dewasa itu, dia bisa lupakan yang di belakang. Saya harap, Tuhan memberi kekuatan kepada saudara, bisa melupakan yang di belakang, mencapai hal yang di depan ... yang sangat banyak berkat bagi kita. Para pelayan perjamuan silakan maju ke depan.

-- o --   

Minggu sore, 19 Desember 2004 

KEKEKALAN

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Saudara, saya pada sore hari ini ingin berbicara mengenai kekekalan. Kita buka Pengkhotbah  

3:1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.
3:2 Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;
3:3 ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun;
3:4 ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;
3:5 ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk;
3:6 ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang;
3:7 ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara;
3:8 ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.
3:9 Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah?
3:10 Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya.

3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Kalau kita membaca ayat 1, dimulai dengan kata untuk segala sesuatu ada masanya, untuk segala sesuatu ada waktunya. Ini adalah irama hidup di dalam dunia yang fana. Karena kalau kita sudah sampai di surga tidak ada lagi masa, tidak ada waktu, tidak diperlukan lagi jam, tidak diperlukan lagi pagi, sore, siang. Tapi kalau kita membaca ayat 1, kita membaca di sana: Untuk segala sesuatu ada masanya. Dimana? Di bawah langit atau di dalam dunia ini ada waktunya. Saudara-saudara, sebelum kita masuk lebih jauh. Kita mau tahu dulu dari mana kita ini. Saudara dan saya tidak bisa memilih, kapan saudara ingin di lahirkan, di mana saudara ingin dilahirkan, mau jadi lelaki atau mau jadi perempuan. Kita tidak bisa memilih. Semuanya diawali oleh Tuhan. Dia adalah Sang Causa Prima.

Saudara sudah ditentukan sebelum dunia dijadikan, siapa yang akan jadi ayah saudara, siapa yang akan menjadi ibu saudara. Saudara akan lahir dengan kulit putih, kulit hitam, kulit kuning, kulit coklat. Itu Tuhan yang menentukan. Saudara akan dibuat tinggi, sedang, apa pendek. Kita nggak bisa milih. Itu semua Tuhan yang menentukan. Kita tidak bisa minta, saya mau jadi perempuan. Yang lain tidak bisa minta, saya ingin jadi laki-laki. Semua sudah diawali dari Tuhan. Di awali dari satu - saya pakai kata - kekekalan. Itu sudah dipikirannya Tuhan. Itu sudah di hatinya Tuhan. Rambut di kepala kita, kita tidak bisa pilih warna. Kecuali sekarang, manusia juga tidak puas dengan warna rambutnya, banyak yang dibikin merah, dibikin seperti kemoceng, ada hijau, ada biru, ada merah, kuning, macam-macam. Tetapi aslinya kita, kita tidak bisa memilih.

Kita sudah ditentukan oleh Tuhan, pas hidup kita berapa tahun. Itu sudah ditentukan oleh Tuhan. Satu hamba Tuhan di Amerika - yang bersaksi tadi -, dia punya ibu berusia 90 tahun, masih kebaktian, masih berjalan. Minggu yang lalu saya berada di Semarang, dan saya baru merayakan orang tuanya kawin 75 tahun. Mamanya 97 tahun, papanya umur 100 tahun. Dua bulan setelah itu, ibunya meninggal. Dan ayahnya masih hidup sampai sekarang. Saudara tidak bisa memilih. Tidak bisa memilh bagaimana kita hidup, umur kita berapa, dan sebagainya. Akankah kita jadi orang pandai, orang biasa, jadi orang yang ahli, orang biasa, kita jadi orang yang cerdik cendikia, atau kita menjadi orang yang kurang pendidikan. Itu Tuhan sudah menentukan. Nah begitu kita masuk ke dalam dunia, mulailah ada masa. Ketika kita belum dilahirkan, tidak ada masa, dari kekal sampai kekal.

Tapi begitu masuk kita ke dalam dunia, mulailah ada masa. Sehari, dua hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun, dua tahun, tiga tahun, empat tahun, lima tahun, enam tahun, mulai sekolah, terus. Jadi insinyur, jadi dokter, jadi sarjana hukum, kita jadi pedagang, kita jadi bisnisman, ada yang di tangkap sama polisi, mencuri, dan sebagainya, dan sebagainya. Terus, terus, terus, sampai pada satu saat, badan kita tidak bisa menahan kita lagi. Badan kita ini ... dia menyanggah tulang ... . Biar saudara diet, biar saudara jaga badan, biar saudara olah raga, atau tidak olah raga, biar saudara makan cia cay, makan sayuran, atau makan makanan babi - seperti anak terhilang- satu saat kita akan mati.  Bagi saudara dan saya yang percaya yang percaya kepada Kristus, semua orang hidup kekal. Semua orang hidup kekal. Cuma kekalnya di mana? Di surga atau di neraka? Bersama dengan Tuhan atau jauh dari Tuhan, setelah meninggal.

Saudara tidak akan berhenti ketika saudara mati. Ketika kita meninggal, kita tidak berhenti. Ada banyak orang takut menghadapi kematian. Tetapi sebetulnya kita tidak usah takut menghadapi kematian karena memang kita ini adalah ciptaan yang kekal. Ada haleluyah? Hidup kita di dunia cuman sampul, kaya sampul dari buku alkitab. Kita tidak tahu bagaimana nanti di surga. Ada milyaran hal yang baru yang kita tidak tahu, Tuhan belum kasih tahu sekarang, karena kita masih di dunia. Walaupun di kasih tahu, kita bingung. Bayangkan Rasul Paukus naik ke langit yang ke tiga. Ia tulis, empat belas tahun kemudian dia baru berani bersaksi. Sudah empat belas tahun dia lihat langit  yang ke tiga, baru empat belas tahun kemudian, dia bersaksi. Dan kesaksiannya itu aneh, dia bilang, di sana aku mendengar satu bahasa yang mulutku tidak halal untuk berbicara. Dia ingat kata-katanya, tapi dia rasa mulutnya belum layak mengatakan bahasa surga. Bayangkan, seperti apa surga.

Saudara baca Kitab Wahyu, bahwa nanti di Yerusalem baru ada sungai, di kiri kanannya ada pohon, dan ada dua belas pohon dimana berbuah tiap bulan, tipa bulan berbuah. Dan orang yang makan buah itu sembuh, memiliki  satu kesembuhan. Itu gambaran di surga. Tidak ada yang sakit lagi. Tidak ada yang susah lagi di sana. Yang saya ingin tekankan pada saudara pada hari ini adalah kita kan tidak hidup terus disini. Kita akan masuk pada masa yang kita sebut kekekalan. Dunia yang fana yang terbatas itu, saudara-saudara, itu akan ditinggalkan. Kita memasuki satu hal - yang saya bilang - kekekalan, tidak ada masa lagi. Selama kita di dunia, ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk mati. Kalau kita mau tahu bagaimana hidup di surga, itu sama saya mau ngajarin computer, laptop, internet.... Pengertian kita sangat terbatas, pikiran kita sangat terbatas. Sangat, sangat, sangat terbatas.

Penemuan komputer itu hanyalah ijinnya Tuhan, bagaimana sebenarnya otak kita bekerja. Bagaimana memori kita mengingat hal-hal yang sudah lama disimpan, bisa diingat kembali. Kita menghapal. Kita menghapal lagu, kita menghapal ayat, kita menghapal ini itu, banyak. Itu sama di internet. Di dalam Kitab Kejadian pasal 1, kita membaca satu ayat yang terkenal yaitu ayatnya yang pertama. Kejadian 

1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

Langit dan bumi. Bahasa Inggris, in the begining God create heavens - lebih dari satu langitnya. Heavens, ada langit pertama, ada langit kedua, ada langit ketiga. Rasul Paulus naik ke langit ketiga - and the earth. Bahasa Ibraninya, bumi itu erets. Sedangkan langit itu syemayim. Saya jadi curiga, karena kalau kita sembahyang suka begini: Bapa kami yang bersemayam di dalam kerajaan surga. Darimana itu kata semayam, bahasa Ibraninya syemayim. Peribahasa Tiongkok di atas langit masih ada langit. Di atas kita masih ada lagi yang lebih pintar, ada lagi yang lebih pintar, terus berputar, berputar, berputar, berputar, berputar, terus. Kita tidak mengerti semua yang ada di erets, apalagi yang di semayim, langit demi langit demi langit, berlapis-lapis. Tapi Tuhan memberikan gambaran, ada waktu lahir, ada waktu mati, ada waktu mencari, ada waktu membiarkan rugi, ada waktu mengumpulkan, ada waktu melepaskan, ada waktu, ada waktu, ada waktu, ada waktu. Itu bagi kita semua kena waktunya.

Belum tentu kita semua ini akan hidup seperti orang Semarang itu. Papanya seratus tahun, mamanya 97 tahun. Belum tentu. Kalau bapak, ibu, saudara lagi bedstone, dulu lagi muda berlutut berdiri, berlutut berdiri, berjam-jam, nggak rasa sakit. Sekarang bedstone, begitu berlutut mau berdiri, sudah bunyi, derakdak, derokdok, derakdak, derokdok, karena saudara engsel-engsel sudah kendor. Nah, pada satu titik jantung kita, dari kita lahir, dia pompa darah. Bayangin, tidak ada mobil, tidak ada mesin di dunia yang tidak pernah berhenti. Mobil ada waktunya harus berhenti. Mobil saya sudah ada komputer, jadi nulis, anda sudah lewat 21. Musti sudah di service. Itu mobil sudah bisa nulis. Anda sudah lewat tiga minggu, harus service A. Berhenti, harus ganti oli. Jantung kita, tiap hari. Kalau umur kita 70 tahun, selama 70 tahun nggak berhenti. Berhenti satu menit saja, saudara-saudaraku, ... Anak saya meninggal di depan mata saya. Ibu saya meninggal di depan mata saya. Saya lihat bagaimaan nafas terakhirnya dihembuskan. Dia masih ingin bicara sama saya, sudah tidak bisa. Matanya terbuka.

Kita kembali dalam ayat tadi, Tuhan memberikan kekekalan dalam hati kita. Hidup kita, saudara-saudara, terdiri dari tiga hal: tubuh, jiwa, dan roh. Tubuh kelihatan. Jiwa dan roh tidak kelihatan. Kita dibuat dengan gambaran Allah. Bapa, Putra, Roh Kudus. Bapa tidak kelihatan, Roh Kudus tidak kelihatan. Yesus yang di lihat oleh manusia. Tubuh kita ini, saudara-saudara, dia debih dekat, lebih erat kepada bumi ini, kepada erets, yaitu terbatas. Tetapi roh kita, dia lebih cenderung kepada syemayim, lebih cenderung kepada perkara-perkara yang rohani, perkara-perkara dari surga. Nah ditengah roh dan tubuh kita ada nyawa, ada jiwa. Itu ada di dalam darah. Maka orang kristen dilarang makan darah karena di dalam darah itu ada nyawa. Kalau darah kita di potong, nadinya keluar, tiga liter saja, sudah mati kita.

Jadi saudara, nyawa itu ada dalam darah. Di dalam nyawa inilah ada perasaan, ada keinginan, ada kerinduan, ada kemauan, ada emosi, ada rasa sakit. Itu di dalam nyawa kita. Nah nyawa kita ini bergantung kepada siapa yang kuat. Apa rohani kita yang kuat? Dia ikut sama rohani. Kalau daging kita yang kuat, dia ikut sama  ... Nyawa hanya mengikuti dua hal ini. Kalau saudara memberi kekuatan, fooding yang cukup untuk roh kita, nyawa ini ngikut sama dia. Tapi kalau kita memberi ... untuk banyak kita - kita tiap hari mikirin, kita dagang, kita mikirin daging kita saja, apa yang kita makan, apa yang kita minum, apa yang kita pakai, nyawa kita akan ikut sama badan kita. Rohnya lemah. Tuhan Yesus menegur murid-muridnya, Petrus, tidak sanggupkah kamu berdoa satu jam saja dengan Aku? Berjagalah dan berdoalah supaya kamu tidak kena percobaan.

Roh berkehendak tapi tubuh daging lemah. Maka nyawa perasaan dari murid-murid ini badan yang lemah ini, dia tidur. tapi sebetulnya roh ingin dia berdoa tapi tidak ada kekuatan. Ketika Tuhan memberikan kekekalan di dalam hati kita, persoalannya sekarang hanya tinggal dua: Kekal di neraka atau kekal di surga? Mama saya dulu ngajar sekolah minggu. Satu pintu saja berpihak dunia, Dalam dan luar di manakah, Satu pintu saja yang berpihak dua, Ku tlah di dalam, Di manakah kau. Kemarin saya menerima surat yang sangat mengerikan dari eks Cianjur - satu siswi - yang bekerja di Ambon. Dia sudah menikah. Suami istri jadi gembala sidang. Tanggal 2 Desember yang lalu, dia kirim foto, dua, suami istri dan gambar gereja yang terbakar. Gereja dia dibakar. Tapi tanggal 2 Desember yang lalu, suaminya, gembala sidang ini, diculik oleh beberapa orang. Dia kirim surat 4 Desember, saya baru terima kemarin. Pikiran jelek bilang, dia nggak akan kembali. Tapi ini siswi, dia tulis, Oom, suami saya harus kembali. Mungkin karena gugupnya dia tulis surat seperti itu. Sudah berdoa. Tidak tahu dimana suaminya.

Teringatlah saya kepada kata-kata Tuhan Yesus. Jangan kamu takut kepada orang yang bisa membunuh tubuh, tapi tidak bisa membunuh roh. Takutlah kepada Tuhan yang bisa membunuh tubuh bahkan sampai menentukan roh juga. Dia bisa tentukan. Jadi saudara-saudara, waktu kita lewat garis kematian ini, bagi orang dunia, wah umurnya dia sudah habis. Dia mati sudah. Tapi bagi .... , dia baru mulai. Dia baru mulai masuk kedalam satu kehidupan dimana masa tidak ada lagi. Ada masa ini, tidak ada lagi. Dia masuk ke dalam kehidupan yang kekal. Pertanyaannya sekarang, apakah kita kekal di surga bersama dengan Tuhan? Atau kekal di neraka? Bagi saudara yang sudah menerima Yesus, mengaku Dia sebagai Juru Selamat pribadi, tidak ada soal. Bagaimana kita mati, macam-macam caranya. Ada yang mati sahid, ada yang mati kecelakaan, ada yang mati karena tua, ada yang mati - mungkin - salah makan, ada yang mati kabeusekan, ada yang mati macam-macam, saudara, caranya orang mati.

Tapi untuk lahir, itu caranya cuma satu. Masuk dalam dunia itu hanya dengan kelahiran. Demikian juga dengan masuk surga. Untuk masuk neraka, kita bisa jadi pemabuk, kita bisa jadi penzinah, kita bisa jadi penggarong, kita bisa jadi pemfitnah. Pokoknya yang jahat-jahat aja. Itu kita masuk neraka. Tapi untuk masuk surga, jalannya cuma satu, yaitu kelahiran. Kelahiran baru di dalam Kristus. Kita buka Yohanes pasal yang ke 3. Yohanes 3:1,3:1. Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi.
3:2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya."
3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh." - Kalau kita loncat pada ayat ke 16 -

3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Kita mendapat kekekalan, jika kita menerima Yesus melalui kelahiran baru. Untuk mengerti ini, kita buka Yohanes 1. Dalam Yohanes pasal 1:12, bunyinya begini:

1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya - menerima Yesus - diberi-Nya kuasa - atau hak - supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Secara manusia kita dilahirkan oleh ibu kita, oleh karena keinginan ayah kita. Ayah kita berhubungan dengan ibu kita, kandungannya dibuahi. Jadilah - dengan kehendak Tuhan - lahirlah kita. Daging dan darah. Tapi yang dimaksud kelahiran baru bukan dari daging dan darah. Bukan dari keinginan laki-laki. Bukan perkawinan laki-laki dan perempuan. Bukan. Tetapi dari - dikatakan ayat 13 - melainkan dari Allah. Jadi saudara dan saya begitu percaya kepada Yesus, begitu menerima Yesus sebagai juru selamat, kita dilahirkan kembali. Amin, saudara? Bahasa alkitab, new born, dilahirkan baru. Karena oom saya tahu, saya sudah dilahirkan kembali, keinginan langsung berubah. Satu bapa di Jakarta begitu terima Yesus, saya baptis. Padahal waktu ikut mau ngantar istrinya saja di baptis. Di Israel. Tapi begitu sampai di Yordania, istri saya bersaksi kepada dia. Dia saksikan mengenai bapa mertua saya, sama-sama buda. Akhirnya di sungai Yordan, dia tidak tahan, dia minta dibaptis.

 Begitu pulang dari Israel, dia biasa minum minuman keras - wiski, jhony walker - itu dia buang. Satu tamu dari Jepang. Dia layani, tapi begitu dikasih wiski atau apa, dia tidak mau. Ada kerinduan yang baru kepada firman Allah, hal-hal yang benar. Ada kerinduan untuk doa. Dia begitu setia. Dia begitu hormat sama Tuhan. Ada rasa ingin kepada hal-hal yang kekal. Ada kerinduan untuk berdoa. Ada kemauan untuk berbuat baik. Itu kelahiran baru. Bisa saja orang dibaptis, tapi dia belum lahir baru. Kebanyakan itu, pacarnya pantekosta, dia ingin kawin diberkati di pantekosta. Begitu dibaptis, langsung diberkati. Dia tidak mengalami Kristus. Dia tidak mengalami kelahiran baru. Jadi begitu dia masuk bak baptisan, dia orang berdosa. Begitu keluar bak baptisan, dia orang berdosa yang basah.

Papa saya bersaksi ketika dia - papa saya - 18 tahun, ketika dia masuk gereja pantekosta di Klaten. Siapa mau dibaptis? Dia mau dibaptis. Kesaksian papa saya, orang mau dibaptis dia masih ... Begitu dipanggil, Yan Awondatu. Oh iya, saya mau dibaptis. Ya, saya dibaptis. Dia memang sungguh mau cari Tuhan. Keluar dari baptisan air, hilang itu keinginan .... Haleluyah? Itu kelahiran baru. Padahal sudah kawin, sudah punya istri. Tapi karena malu, tua, beli koran. Tapi korannya dibolongin. Bukan lagi mata keranjang, mata bakul, besar. Tapi heran, ketika sudah lahir baru. Ada satu bapa bersaksi sama saya di Cianjur. Heran, setelah terima Yesus, lihat cewek, ditawarin sama temen, ayolah, ayolah masih muda, ayolah. Takut dia. Siapa yang bilang? Siapa yang suruh? ...  Istilah kelahiran baru ini bahasa Yunaninya dilahirkan dari atas. Maka keinginannya keinginan dari atas.

Kita semua banyak salah. Saya dan saudara, kita manusia, banyak salah. Tapi kalau kita sudah terima Yesus, roh kita itu cenderung pada hal-hal yang rohani. Nanti nyawa kita ini diikutkan. Nyawa kita, dia ikut. Pada saat kita jadi . Kita bisa mengampuni salah orang, karena kita menurut kepada roh. Dulu suka ngegosip, dulu pemarah sekarang peramah. Bukannya dibikin-bikin, bukan. Karena roh kita ini dikasih feeding terus oleh Roh Kudus. Sehingga pada suatu kali nanti, menurut alkitab, saudara akan jadi sama dengan Yesus. Paulus berkata, aku akan mengenal Dia, seperti Dia mengenal aku.  Satu bapa, dia bilang sama saya, mana ayatnya di alkitab yang berkata dilarang merokok. Mana? Saya bilang sama dia, mungkin memang tidak ada ayat dalam alkitab yang melarang merokok. Tidak ada. Tapi ada ayat dalam alkitab, hendaklah segala perbuatanmu itu bagi kemuliaan Tuhan. Saya kasih lihat ayatnya. Oh iya, saya percaya ayat ini. Saya percaya.

Nah sekarang kalau bapa .... Tuhan, saya merokok untuk kemuliaan Tuhan. Dan dia lakukan, dia jujur. dia ingat pendetanya bilang, doa dia, Tuhan, saya mau merokok demi kemuliaan Tuhan. Amin. Sampai akhirnya dia lepas sendiri. Satu-satunya kolonel yang saya baptis. Dia orang khatolik, kepercayaan Paus. Dia kasih lihat sama saya surat kepercayaan dari Paus Paulus. Dia dibaptis selam di sini. Tiba-tiba datang pagi-pagi, suami istri, tiga anak, menantu, tentara. Dia bilang, Pak, saya mau di baptis selam disini. Karena Roh Kudus suruh saya ke sini. Baptis. Hilang keinginan untuk merokok. Lalu pada suatu kali, brigadir jendral, jendral, jendral, jendral, kolonel, arisan tentara. Dia duduk. Pak Damapoli, merokok? Tidak. Pak Damapoli, merokok? Oh, tidak. Jendral yang lain, Pak Damapoli, merokok? Tidak. Kenapa ... jadi banci?

Orang Manado tidak boleh dibilang banci. Karena dia dibilang banci, dia ambil rokok. Eh, saya nyalakan. Yah Pak Damapoli kenapa jadi kampungan begini? Filternya ke depan, saudara. Rokoknya di sini, filternya ke depan. Aduh, saya memang sudah tidak merokok, pak. Dibanting. Demi nama Yesus, saya sudah tidak merokok, tapi karena bapak bilang saya banci, jadi saya panas. Saya tidak merokok lagi, pak. Sudah lama. Pak Damapoli begitu dia lahir baru, satu kali dia masuk ke komandannya. Lapor, Komandan. Pada tahun sekian saya korupsi. Pembagian untuk tentara saya jual. Pada bulan sekian, tahun sekian, saya tidak jujur. Saya mencuri pakaian dari angkatan darat. Seharusnya saya bagikan, tapi saya jual. Bingung komandannya. Apa-apaan kamu? Sebentar, sebentar, saya belum habis. Saya pada tahun sekian, berbuat begini. Sambil menangis. Akhirnya komandannya bilang, diam, sudah, stop, diam, kalau semua tentara kaya begini, angkatan darat masuk penjara, katanya.

Siapa yang bikin dia jujur? Kelahiran baru. Yang bersaksi Frans Daromez sama Sandra Sanger. Mereka bersaksi sama dia. Tertangkap dia. Salah satu anaknya sekarang jadi gembala sidang, saudaraku, di Belanda. Orang yang dilahirkan kembali itu doanya didengar sama Tuhan. Cepat sekali. Keinginan yang kekal adanya di dalam hati. Tinggal kita harus menyirami. Hidup kekekalan itu disiram. Berdoa, membaca firman Tuhan secara teratur. Pilih teman hati-hati. Bergaul dengan Tuhan, pertemukan saya dengan orang yang betul-betuk teman, yang bisa mengangkat rohani saya. Jauhkanlah saya dari orang-orang yang akan membuat saya justru turun rohaninya. Kekekalan diberikan kepada kita. I Tesalonika 4, ini sebagai hal yang terakhir. I Tesalonika 4 ini, ayat ini dikirim oleh pendeta Krukseng kepada saya, pada saat saya sedang sedih karena anak pertama saya meninggal. Ayat 13,

4:13 Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal - Banyak orang kan tidak tahu kalau meninggal itu bagaimana? Nah ini -, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.
4:14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. - Bisa bilang haleluyah? Tuhan mengumpulkan orang yang percaya kepada Yesus, dan sebagainya -
4:15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan - Umpamanya kita masih hidup sampai Yesus datang - , sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.
4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
4:17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. - Ada haleluyah? -
4:18 Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.

Maksud saya khotbah adalah untuk menghiburkan saudara, diperintah oleh Tuhan. Kita nggak hidup terus di dunia. Kita cuma mampir. Lihat itu kemuliaan surga. Berkali-kali, di mana saja ada yang meninggal, kalau hari ini ada hubungan SLJJ surga ke dunia. Umpamanya saudara bisa telephone. Saya umpamanya telephone papa atau mama saya. Ma, Yoyo baru punya cucu ke satu dan ke dua. Bisa nggak ke dunia, lima menit saja? Saya yakin mama saya bilang, nggak. Nanti saja, mama tunggu di sini saja. Mama saya sudah pernah lihat surga. Saudara yang ayah ibunya kaya. Papi mau lihat saham sekarang, sudah untung saya ini tiga ratus triliyun. Apa sih artinya tiga ratus trilyun? Kamu punya rumah nantinya 2x1 meter, tahu nggak? Saudara mau dengar khotbah? Kekekalan yang ada di hati saudara itu dipelihara. Dipelihara baik-baik. Jangan bilang, ah bagaimana nanti. Jangan. Tapi bicaralah, nanti bagaimana? Nanti bagaimana.

Ayo sekolah sing pinter, ayo. Jadi juara dunia, ahli fisika, juara dunia, dapat piala. Ayo mau kawin cerai, mau tiru-tiru bintang sinetron. Kawin cerai, kawin cerai. Sampai di Bandung ada suami istri bercerai, anak sudah delapan, cucu sudah tujuh belas. Kenapa bercerai, bapak? Sudah tidak ada kecocokan. Nggak cocok, delapan anak, tujuh belas cucu? Nggak cocok?

-- o --   

Kebaktian Natal, 25 Desember 2004

MENYEMBAH YESUS

Matius

2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
2:2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
2:5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."
2:7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.
2:8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia."
2:9. Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.
2:10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
2:12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

Sore hari ini saya ingin berbicara mengenai menyembah Yesus. Ayat 1 dengan jelas berkata sesudah Yesus dilahirkan. Matius 2 terjadi setelah Lukas 2. Lukas 2, malaikat turun kepada gembala; mereka melihat Yesus sebagai bayi yang masih kecil tetapi di dalam ayat 1 Matius 2 ini, Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem

Bahasa Yunaninya ini pakai kata magoi, dan bahasa inggris disebutnya the wise men from the east. Tidak dikatakan sebetulnya orang Majus ini 3 orang, tidak. Bahkan ada yang percaya orang Majus ini mungkin 10 sampai 20 orang, ahli-ahli dari perbintangan. Tetapi persembahannya itu jelas 3 macam. Tapi nampaknya sudah jadi tradisi di dalam kartu-kartu natal, there are three magoi, three wise men from the east. Dan datanglah orang Majus ini bertanya-tanya, berarti bukan kepada satu orang - kepada beberapa orang, di manakan Dia Raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu?

Jangan tanya sama saya kenapa mereka bisa tahu ngenalin bahasa bintang dari bintang yang mereka lihat di langit mereka bisa menyalin artinya bahwa ada satu Raja orang Yahudi yang baru dilahirkan. Mereka bisa mengetahui. Kami telah melihat bintangnya di timur dan kami datang untuk menyembah Dia.

Di sini kita akan melihat beberapa hal di dalam penyembahan ini, yang menjadi gambaran kebanyakan penyembah-penyembah kita ini. Saya pada sore hari ini akan berbicara mengenai 3 macam penyembah.

Yang pertama, yaitu orang Majus. Kami datang dari timur, kami telah melihat bintangnya. Boleh saya katakan, kami telah melihat bimbingannya, kami telah melihat tandanya bahwa ini luar biasa ini Raja besar ini. Bahkan dikatakan ayat 16, Raja orang Yahudi yang baru lahir. Jelas sekali Raja in Raja orang Yahudi tetapi kita akan lihat ironisnya.

2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.

Herodes ini orang Italia, Yerusalem ini orang Yahudi. Waktu itu orang Yahudi dijajah oleh Roma. Herodes yang Agung ini adalah pemerintah yang memerintah saat itu di Israel. Terkejutlah Herodes dan seluruh penduduk Yerusalem. Mungkin ada banyak hal yang terkejut. Ada yang terkejut karena kok ada Raja dari orang Yahudi karena mereka sedang dijajah, jadi ada terkejut karena sukacita, ada terkejut karena marah, ada terkejut karena iri hati. Macam-macam hal terkejut ini. Lalu ayat 4 

2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.

Herodes ini pandai sekali. Dia cari tahu kepada ahli Taurat, kepada ahli-ahli kitab perjanjian lama, kitab Taurat. Dikatakan dipanggil, di dalam ayatnya yang keempat. Bahkan ketua-ketua imam dipanggil untuk bertanya, di mana Yesus yang Kristus itu dilahirkan, Mesias akan dilahirkan. Yang kelima saudara perhatikan, mereka dan ahli-ahli ini bertanya kepadanya, dengan jelas juga: Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi. Lalu disitirlah surat dari nabi Mikha 5:1:

2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."

Kita mau lihat yang pertama, yaitu ahli-ahli Taurat. Mereka tahu kitab. Ketika mereka ditanya, mereka seperti concordance berjalan; ketika mereka ditanya A, mereka punya jawaban. Ketika Herodes bertanya, jujur sama saya katakan, di mana Mesias akan dilahirkan? Mereka bilang dengan jelas: Di Bethlehem.

Tapi saudara perhatikan, tidak ada satupun dari ahli-ahli Taurat, ahli-ahli agama ini, ingin mengikuti orang Majus pergi ke Yerusalem untuk menyembah Tuhan, tidak! Ini menggambarkan orang kristen yang tahu alkitab, tahu firman Allah, tahu apa yang baik apa yang tidak baik, tahu apa yang tidak boleh dilakukan dan apa yang harus dilakukan, tahu tentang alkitab, tahu ayat-ayat firman Allah tapi tidak ada keinginan untuk menyembah Tuhan.

Percuma kalau kekristenan kita hanya tahu alkitab, hanya tahu ayat, hafal ayat, tahu jawabannya di alkitab tapi tidak ada keinginan tidak ada kerinduan. Boro-boro memberi, boro-boro korban, ... tidak ada keinginan untuk menyembah, nggak ada itu. Seperti dilupakan. Tahu kitab, tahu teori, tahu nubuatan, tahu tempatnya Yesus dilahirkan, tahu Kristus itu akan lahir di Bethlehem. Orang Majus dari timur jauh-jauh ribuan kilometer dari Parsi mereka melihat bintang itu, mereka tahu itu Raja orang Yahudi tapi mereka datang, penuh dengan perjalanan yang sukar mereka datang untuk menyembah Dia. Tapi ini yang dekat? Saudara, Bethlehem ke Yerusalem itu cuma 3 kilometer, dari sini ke Ciraden. Cuma 3 kilometer tapi jauhnya seperti 3 abad!       

Banyak orang cuma tahu alkitab apa alkitab, tahu ayat-ayat sabda Tuhan tapi nggak ada keinginan untuk menyembah Tuhan. Saya baru KKR di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, natal juga, di Surabaya kemarin. Saya diminta tidak tidur di hotel tapi tidur di jemaat. Saya bingung melihat itu rumah jemaat, seperti istana. Lantainya dari marmer hitam putih, kamar semua full AC, ada kolam renang. Orang ini sebentar setelah natal akan ke Tiongkok dan bisnisnya besar sekali. Tetapi dia dapat penghargaan dari gereja setempat, dia bedston tiap pagi jam 5 di gereja. Tidak pernah bolos kecuali kalau lagi di luar negeri. Orang ini namanya pak Herry umur 54 tahun, dikasih penghargaan oleh gereja setempat karena bedston tiap pagi tidak pernah bolos. Biasanya di gereja yang rajin berdoa itu orang kristen menengah ke bawah, orang kristen yang susah, orang kristen yang miskin ... itu rajin berdoa. Ini terbalik, ini orang kayanya luar biasa tapi mau menyembah Tuhan.

Yang kedua, penghargaan itu diberikan kepada satu bapak, yang tiap pagi dengan handphonenya membangunkan jemaat untuk berdoa: Jangan lupa berdoa. Jam 4 pagi dia bangun khusus telepon sama jemaat, ayo brur zus, ini sudah setengah lima, ayo doa pagi.     

Saudara, kristen tanpa penyembahan nggak ada arti apa-apa. Saudara cuma pakai kalung salib anting salib pakai cincin salib tapi tidak ada penyembahan - percuma.

Lihat ini orang kaya dari Timur. Mereka bawa emas, perak  ... kemenyan dan mur. Kalau emas saja dibawa, harta yang lain pasti dibawa. Mereka bawa dari jauh untuk menyembah. Memang kalau orang memang sudah cinta sama Tuhan sudah digerakkan cinta rindu sama Tuhan, nggak hujan saudara, ini bapak disebutkan tidak hujan tidak angin banjirpun dia tetap bedston tiap pagi jam 5. Milyarder, orang kaya, rumah kaya istana tapi tetap dia berdoa. Kita banyak kali kurang berdoa yang lebih banyak kita ngomel sama Tuhan, banyak kali kita ngomongin orang, macam-macam tapi kurang berdoa.

Saudara, inilah penyembahan yang pertama. Tahu alkitab tapi nggak pernah berdoa, tahu ayat alkitab nggak pernah sembahyang. Saya punya prinsip gini, saya nggak percaya orang kristen yang suka sembahyang ini hidup kekurangan, saya nggak percaya. Saya yakin anak Tuhan yang rajin berdoa akan diberkati. Seperti orang ini. Tahu alkitab hafal tapi tidak mau sembahyang. Kita mau lihat penyembahan yang kedua. Matius 

2:7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.
2:8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia."

Penyembahan yang kedua adalah penyembahan dari Herodes. Saudara tahu apa yang ada di dalam hati Herodes, saudara sudah tahu - dia akan membunuh Yesus. Tapi di mulutnya dengan teliti dia ngomong, coba kamu pergi dulu selidiki dengan seksama. Nampaknya orang Majus dia nggak ngomong kepada Herodes, apa, bagaimana yang dia lihat bintang itu dia tidak bilang sama Herodes. Dia cuma disuruh pergi ke Bethlehem, coba selidiki baik-baik apa, di mana Mesias itu lahir. Kalau kamu sudah ketemu, kamu kembali ke sini. Dengan licin bibirnya seperti minyak, dia bilang: supaya akupun datang menyembah Dia.

Padahal ayat ke satu ayat kedua tadi Herodes itu kaget mendengar ada satu Raja Yahudi. Tidak masuk akal dong yang menjajah harus akan menyembah kepada bayi yang dijajah - itu nggak masuk akal! Orang ahli perang juga sudah tahu kalau sudah tahu bakal ini bakal jadi Raja, diculiklah dipenjaralah dibikin apapun juga. Seperti Munir. Munir ini pahlawan hak asasi manusia; dia bela orang-orang susah, dia bela orang-orang tertindas, akhirnya dia diracun. Siapa yang racun, kita nggak tahu. Tapi kita tahu dia diracun, orang Belanda kasih tahu dia diracun. Siapa yang kasih racun waktu dia naik pesawat Garuda, di minumannya di makanannya? Kita tidak tahu tapi dia diracun oleh orang yang takut kepada dia.

Jadi saudara lihat roh Herodes ini. Dia ngomongnya, saya mau menyembah dia tapi hatinya penuh dengan pembunuhan. Di ayat yang lain Yesus pernah kasih gelar Herodes ini serigala. Kasih tahu kepada serigala ini. Di ayat yang lain Matius 10:17,19 dikatakan Aku mengutus kamu seperti domba di tengah serigala. Ini ada banyak herodes-herodes kecil sekarang yang ngomongnya mau menyembah, mulutnya ngomong menyembah tapi hatinya penuh dengan kebencian, hatinya penuh dengan kemarahan, hatinya penuh dengan dendam, hatinya penuh dengan kepahitan, hatinya penuh dengan kekesalan, ... tidak ada sukacita, tidak ada nyanyian surga, dia tidak bisa merayakan natal, cuma bisa merayakan natal secara kulit, dia bisa makan kue natal tapi dia tidak bisa menikmati Roti Hidup itu, Sang Natal itu, Yesus sendiri, yang lahir di Bethlehem. Dia tidak bisa nikmati, karena apa? Bintangpun berhenti bercahaya ketika orang Majus datang sama Herodes. Herodes panggilin, bintang tidak bercahaya.

Pelajaran kedua. Kalau kita menyembah Tuhan hanya mulut doang, cuma ngomong saja, mulut saja ngomong saya mau menyembah Tuhan tapi hati penuh kebencian, bintang yang membimbing kita itu tidak akan kelihatan, saudara tidak akan melihat bimbingan dari Tuhan. Apa yang terjadi? Tapi heran, ketika orang Majus itu keluar, ayat 9,   
2:9. Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.

Saya belum bisa terangkan ini. Bintang itu memang ahli bintang sih ya dia, lain dari yang lain, bintang itu jalan mendahului mereka. Ketika mereka keluar dari Herodes, bintang itu nampak. Ternyata bintang ini tidak bisa berkompromi dengan Herodes. Kalau kita berkompromi dengan Herodes, hidup dekat Herodes, ngomong dekat-dekat dengan Herodes, bintang tidak akan nampak. Ketika saudara dekat-dekat dengan dunia, hidup dengan cara dunia, tahu alkitab itu tidak boleh tapi tetap dilakukan, tahu kata alkitab itu dosa tapi kita tetap lakukan, pimpinan dari Tuhan hilang.

Ada yang ngomong begini sama saya: kenapa ya ko Yoyo, itu waktu si Hawa mau ambil buah yang dilarang, pukul aja sama Tuhan? Bisa, tapi Tuhan sudah ngomong dulu, kamu boleh makan semua buah yang ada di Taman ini - dari kesemek sampai burahol, dari duren sampai ka kacang jogo kamu boleh makan - tapi yang satu ini jangan kamu makan. Sudah dikasih tahu.

Jadi kalau Hawa makan, buat apa Tuhan pukul lagi? Karena sudah dikasih tahu. Tuhan bukan bikin mesin, dia bikin manusia yang ada keinginan, yang ada free will, kehendak bebas. Kita sudah dikasih tahu sama Firman Allah. Itu salah ... tapi kita lakukan terus. Tuhan nggak akan ngomong dari surga, hei itu nggak boleh makan narkoba ... nggak ada yang makan narkoba kalau begitu semua. Tapi Tuhan sudah memberikan firman. Ketika orang kaya di neraka berkata sama Abraham, coba suruh Lazarus bersaksi sama saudara saya di dunia, supaya mereka nggak masuk neraka seperti saya, Abraham bilang apa? Mereka punya kitab, mereka tahu apa yang harus mereka perbuat. Dan kitab kita adalah alkitab. Sudah diberikan oleh Tuhan.

Kalau ada orang agama lain bilang, kenapa sih orang kristen bilang Yesus itu Allah? Itu bukan kita yang bilang, kitab kita, bukan kita bilang itu. Alkitab dia berkata Yesus itu Allah. Bukan kita yang bikin, Dia sendiri berkata. 

2:9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.
2:10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.         

Ketika ketemu Herodes, mereka nggak senang, ketika mereka ketemu ahli-ahli kitab mereka nggak senang tapi ketika mereka melihat bintang itu mereka bersukacita, mereka bersukaria. Disebutkan exceedingly great joy, sukacita yang lebih dari batas. Luar biasa senang. Sudah jalan jauh-jauh. Kalau kita pelajari artinya, orang Majus ini dari jauh  berjalan, dia cari Tuhan dia cari Yesus. Banyak tantangan lewat padang pasir, gurun pasir; lewat banyak tempat binatang buas; dari Iran dia sampai di Palestina entah berapa bulan mereka naik unta. Belum ada Mercides, helikopter apalagi. Jadi mereka naik unta ... untanya merk Kijang. Begitu sampai di Yerusalem menghilang bintang ini. Kadang-kadang kita ikut Yesus, tiba-tiba entah bagaimana, kok pimpinan Tuhan itu hilang, kemana ya, aduh, tidak ada pimpinan dari Tuhan, nggak ada. Kontak itu nggak ada lagi. Kemana?

Saya sudah katakan sama saudara, mulai hari-hari ini pikirkanlah hidup yang kekal. Karena kita hidup di dunia nggak lama, 70-80 tahun, kita akan mati, kita akan pulang. Jadi, pikirkanlah hal-hal yang kekal. Orang Majus ini tidak bisa disukakan dengan ketemu raja lalu berfoto bersama minta tanda tangan Herodes and the Gang - nggak bisa. Saudara dia minta apa tanda tangan dari ahli-ahli Parisi, nggak, dia nggak suka juga. Dia lihat bintang itu yang dia senang karena bintang itu membawa kepada Yesus. Boleh saya katakan bintang ini adalah Roh Kudus karena Roh Kudus yang membawa kita mengenal Yesus. Roh Kudus akan bersaksi tentang Yesus. Dan apa yang terjadi?   

2:10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Perhatikan itu ayat 11. Mereka tidak masuk ke dalam kandang. Kandang binatang itu Lukas 2:12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."  Yesus di taruh di kandang tapi di sini dalam rumah. Jadi kurang lebih umur Yesus ini sekitar 2 tahun di sini -
2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia.

Nggak ada yang berkata, apa ini Anak Raja? Nggak. Nggak ada yang kasih tahu. Ini Maria nggak ngomong ini Yesus Mesias, nggak. Mereka tahu ini Yesus. Yang mereka sembah ini Yesus, bukan Maria, saudara. Inilah Raja. Karena begitu mereka lihat bintang, ada Raja Yahudi yang baru lahir, bukan ada ibu Raja Yahudi yang baru melahirkan, bukan!

Jadi kelirulah kita kalau kita menyembah Maria. Yang kita harus sembah Yesus, amin saudara? Maria ini dia sedang gendong Yesus, lalu sujudlah mereka menyembah kepada Yesus. Ini penyembahan yang paling tepat karena di dalam bahasa Yunani dipakai kata proskuneo, penyembahan yang dari dalam hati! Nyanyi yang paling disenangi oleh Tuhan, yaitu nyanyi yang keluar dari hati. Bermain musik yang disenangi oleh Tuhan, bermain musik yang keluar dari hati, Beribadah yang disenangi oleh Tuhan, yaitu kalau beribadah datang dari hati. Semua yang datang dari hati disenangi oleh Tuhan, semua yang datang dari kulit, Tuhan tidak suka. Karena I Samuel 16:7 berkata, manusia melihat yang luar tapi Aku melihat ke dalam hati. Tuhan melihat ke dalam hati. Dan sujudlah mereka menyembah Dia. Baru berikutnya:

Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

Saya mau berhenti agak lama di sini. Begitu membuka persembahannya. Yang mereka bawa itu emas, kemenyan dan mur. Saya terangkan dulu pelan-pelan, ya.

Emas ini melambangkan Yesus itu sebagai Raja. Kemenyan itu dipakai untuk pedupaan bagi doa, melambangkan Yesus sebagai Allah. Mur, penderitaan, melambangkan Yesus sebagai manusia, sebab Dia akan disalib nanti.

Jadi dalam kata nubuatan, tiga persembahan ini berarti Yesus disembah sebagai Raja, sebagai Tuhan, dan sebagai manusia. Dia datang menjadi manusia. Tetapi kita sekarang mau pakai sekarang keterangan yang masuk akal. Kalau saudara baca ayatnya yang ke-13 

2:13 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia."

Perjalanan dari Bethlehem ke Mesir itu sangat jauh, sangat jauh. Memang kalau naik pesawat terbang cuman 1 jam. Kita pakai Jakarta-Surabaya 1 jam, itu 700 kilometer. Tapi Jakarta-Surabaya jalannya lurus, banyak pohon-pohon rindang. Kalau dari Bethlehem ke Mesir, padang belantara ... padang pasir. Dan mereka tidak tahu akan hidup di mana. Mereka perlu banyak keperluan, mereka perlu keperluan sehari-hari: untuk bayi, untuk perjalanan, untuk hidup sehari-hari. Itu sebabnya Tuhan sudah sediakan emas. Jadi persembahan dari orang Majus ini dipersiapkan oleh Tuhan untuk keperluan Yesus di Mesir.

Kalau kita pakai Mesir itu dunia, saudara sekarang sebetulnya aslinya saudara, kita di surga. Menurut Filipi 3, tanah air kita ada di surga. Tapi kita sekarang ada di dunia, ada di Mesir. Itulah sebabnya Yesus, emas kita, sang Imanuel itu, diberikan kepada kita untuk menemani kita selama kita hidup di dunia, ada haleluyah saudara? Apapun keperluan saudara, Dia siap memenuhi. Sampai pulang pergi dari Mesir ketika Herodes sudah mati, mereka balik lagi, cukup. Bukan dengan kemenyan, bukan dengan mur tapi dengan emas. Kalau Yesus yang menebus kita mengasihi kita, sudah disiapkan emas, ... saudarapun demikian.

Tahun 2005 akan lebih berat, bensin naik, elpiji naik. Tapi heran, orang kristen nggak pernah unjuk rasa. SBY sekarang disuruh turun. Makanya kita kan pilih Megawati, nggak dosa kita. Sekarang SBY jadi singkatannya lain, SBY itu singkatannya Saya Bawahan Yusuf Kalla. Jadi sekarang yang galak Yusuf Kalla; dia kelihatan lebih presiden, SBY jadi wakilnya.

Tapi kita datang kebaktian ini bukan untuk cerita tentang SBY, kita mau cerita tentang Tuhan Yesus Kristus yang selalu berharga untuk disembah. Nah, sekarang saya tanya, yang mana penyembahan saudara, apakah penyembahan kita penyembahan orang yang tahu alkitab, tahu nubuatan? Saudara yang ke Israel pulang dari Israel, sudahlah pasti ngomong shalom ... shalom. Kenapa? Orang yang bilang shalom ini belum mau percaya Yesus. Tapi dia tahu, di sini Yesus lahir, di sini Yesus dibaptis, di sini Yesus di salib, di sini tempat Yesus naik. Di sini Yesus berkata ... di sana Yesus, ini gereja di mana Yesus bikin air jadi anggur ... orang Yahudi hafal, tapi untuk menyembah? Jangan sampai kita jadi orang kristen hafal alkitab, tahu alkitab 5 roti dan 2 ikan ... Tuhan Yesus yang memberkati ...

Saya tidak percaya orang kristen tidak bisa memberi. Orang kristen yang menyembah Tuhan selalu memberi. Pemberian bukan dinilai dari besar kecil tapi dari keinginan orang itu memberi. Mungkin saudara bisa memberi banyak atau memberi sedikit tapi ada nggak saudara kerinduan untuk memberi kepada-Ku? Seperti orang kaya yang di Surabaya ini; dia memberi dirinya bedston di gereja tiap jam 5. Ingin memberi. Mobilnya untuk dipakai oleh jemaat, dia memberi rumahnya untuk hamba-hamba Tuhan. Pak Awondatu kapan kesini jangan sungkan telepon saya, saya jemput. Bapak tidur di sini. Saya malah sungkan.

Tapi saudara, mari kita belajar memberi. Kalau mau diberkati, memberi. Jangan cuma begini terus ... Yesus Tuhan berkati saya ... Kalau Tuhan berkati yang lain ... B'ri saya juga. Ngiri. Yesus Tuhan ... sirik ... Kalau Tuhan berkati yang lain ... B'ri saya juga. Mungkin Tuhan di Surga: Ehm, ieu kopet pisan eta mah; minta diberi tapi nggak pernah memberi. Berilah maka kamu akan diberi.

Saya malam ini berterima kasih untuk satu jemaat yang tanpa banyak bicara selalu membantu beras ke sekolah alkitab. Dan tanpa banyak bicara, memberi beras untuk keperluan sekolah alkitab. Waktu ada murid, waktu tidak ada murid. Saya berterima kasih kepada saudara yang memperhatikan kami. Saya berterimakasih apa yang saudara sudah kerjakan kepada Tuhan, saya bersyukur kepada Tuhan, beban saya ini agak enteng.

Tapi ini begitu masuk Januari, pikiran saya sudah berat lagi karena 13 Januari sekolah alkitab dimulai, dua kelas ... tiga kelas: kelas 1, kelas 2 dan sekolah tinggi. Gabung langsung. Dan kami sedang membangun lagi rencana membangun beberapa lokasi lagi sebelah sebelum yayasan, biaya diperkirakan 2.5 milyar. Saya belum bisa memastikan karena kemarin baru fondasi saja 50 juta cukup, cukup ... akhirnya 100 juta. Apalagi sudah naik bensin. Tapi kita percaya kalau air naik, perahu juga ikut naik; kalau harga-harga naik, berkat Tuhan untuk kita juga ikut naik. Jangan takut.

Kembali kepada firman Allah. Saya berterima kasih ada saudara yang tahu memberi diri untuk berdoa, memberi diri untuk dibaptis, memberi diri untuk membantu pekerjaan Tuhan, memberi diri untuk doa malam, memberi diri untuk doa puasa - itu semua menyenangkan hatinya Tuhan!

Berikutnya, dikatakan di dalam ayatnya 12  
2:12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

Di sini saya lihat bintang sudah selesai pekerjaannya tetapi bimbingan Tuhan masih terus terjadi; dia berbicara melalui mimpi. Saya umur 56 jalan 57, banyak pengalaman saya dengan orang-orang besar. Saya pernah ketemu Ali Sadikin, saya pernah ketemu dengan Pak Harto dan Ibu Tien bahkan saya pernah bermain bowling dengan Pak Harto. Yang saya senang itu waktu saya main bowling dengan Pak Harto, ... , maaf pak, ada oom Liem. Sebentar, saya sedang main bowling sama pak Awondatu. Saya pernah diminta kirim anak saya yang laki si Revi ini ke Jepang karena Kaisar Hirohito ingin membesarkan anak saya di Jepang. Saya pernah ke Amerika disambut oeh Ronald Reagan di sebelah kiri, Caspar Weinberger di sebelah kanan saya. Saya pernah ketemu Try Sutrisno di tikungan di sini. Pak Harto pernah waktu sakit kakinya bengkak jempolnya bengkak minta saya yang pijitin. Dan saya sudah naik satu pesawat dengan SBY dan SBY pernah menggendong saya - semuanya dalam mimpi!

Benar, saya tidak bohong - tapi dalam mimpi! Pak Harto itu datang sampai sini pakai kain kotak-kotak, dia bilang: Yo, saya punya jempol kaki ini bengkak, tolonglah dipijit. Saya pijit. Begitu dipijit, dia nggak lama lagi jatuh saudara, diganti sama Habibie. Nah, sama Habibielah saya tidak mimpi. Dan kalaupun mimpi, saya mau bangun saja.         

Jadi saudara, Tuhan bisa bicara melalui bintang - pertunjuk alam tapi Tuhan bisa bicara melalui mimpi. Coba kalau mau tidur, bilang begini: Tuhan, berilah kepada saya mimpi yang baik, mimpi yang membawa saya lebih dekat kepada Tuhan. Sering saya dalam mimpi saya menangis sampai bangunpun saya menangis. Saya ada dalam satu kebaktian besar, Roh Allah bekerja. Sampai saya bilang, wah di sini ada Roh Allah tetap menyembah, sampai terbangun, sedang menangis saya. Mintalah mimpi karena  Tuhan berjanji ... Mencurahkan Roh-Nya ... Putra-putri ... Akan bernubuat ... Orang tua ... Mendapatkan mimpi ... Dan teruna ... Dapat penglihatan. Itu janji Tuhan di akhir zaman.

Di akhir cerita Matius 2 ini, Tuhan kasih mimpi. Walau tidak pakai bintang lagi - Dia pakai mimpi. Mimpi di sini saya pakai istilah saya artikan wahyu, saya artikan saudara mendapatkan ilham dari Tuhan, petunjuk. Saya dagang sama dia, Tuhan bilang dalam hati saudara, ini orang nggak bener, jangan. Diberi petunjuk dalam visi saudara.

Jadi natal pada tahun ini coba periksalah penyembahan kita kepada Tuhan. Apakah penyembahan kita ini penyembahan yang bayangkan - ini yang terakhir saudara - orang Yahudi nggak ada satu yang ikut orang Majus menyembah - tidak ada satu! Orang Majus ini dari Timur. Saya mau pakai 5 menit terakhir menceritakan satu legenda.

Dalam satu legenda dikatakan bahwa orang Majus ini bukan 3 orang tapi ada orang Majus yang keempat. Orang Majus yang keempat ini dia memakai kuda dan dia tahu juga ada Raja yang baru lahir dan dia membawa 3 persembahan bagi Tuhan, yaitu batu blue safir, yang kedua batu mirah rubi, dan yang ketiga adalah mutiara. Dikantongi dia, itu dia pakai untuk bekal. Lalu dia naik kuda. Sampai pada satu tempat, kuda itu mati. Jadi dia mencari orang, mau beli unta. Orang yang punya unta bilang, kamu mau apa? Saya mau beli unta. Ada uang nggak? Saya nggak ada uang tapi saya sedang cari Raja yang baru lahir, saya bawa tiga persembahan. Saya rasa Raja itupun tidak akan kecewa saya mau kasih ini blue safir asal bapak tukar dengan unta. Dia lihat, itu bagus sebetulnya. Tapi orang itu bilang, oh, ini safir biasa ini. Ya, tapi blue safir biasa juga pak, tolonglah, saya mau tukar dengan unta. Akhirnya jadi, untung yang punya unta. Blue safir itu bagus sekali. Dia naik unta itu.            

Dia naik unta itu sampai di Bethlehem. Di Bethlehem ternyata masuk satu rumah Yesus sudah mengungsi ke Mesir, dia tidak ketemu. Tapi dia diterima oleh satu ibu yang sedang punya anak, umur 2 tahun. Nangis. Pada saat anak itu nangis, tentara Herodes sedang datang dan mau membunuh anak itu. Dia bilang, ibu sembunyi di kamar. Sembunyi. Anak itu ditutup mulutnya tidak menangis lagi tapi tentara itu masuk dengan pedang dan dia lihat ada box bayi, jadi dia tahu ada bayi. Lekas ini bapak orang Majus yang keempat ambil batu mirah yang mahal itu, dia kasih sama satu orang bapak tentara: Tolonglah, tidak ada anak di sini bukan? Kasih lihat batunya. Ya, nggak ada anak di sini. Diselamatkan.

Sampai dia kembali ke Yerusalem. Beberapa tahun kemudian dia cari ini Raja nggak ketemu. Lalu orang-orang di Yerusalem sedang ribut. Ada apa ini? Kamu tidak tahu ada Yesus orang Nazareth sedang mau disalib? Dia orang baik menyembuhkan banyak orang yang sakit tetapi Dia sekarang mau disalib. Ini ibu sedang ada anak yang sakit. Ini ibu sedang diminta oleh penagih hutang. Dan dia tinggal punya mutiara. Bapak, tolong ... saya tidak ada uang untuk bayar hutang, kalau saya tidak bisa bayar hutang, anak saya akan diambil. Apa yang terjadi saudara? Orang Majus keempat ini kasih mutiara ini kepada ibu ini. Ibu, ini pakai bayar hutang. Anaknya tidak jadi diambil. Dan orang Majus ini dia lihat dengan mata kepala sendiri Iesous Nazarenus Rex Iudaeorum ... inilah Yesus orang Nazareth, Raja orang Yahudi. Matanya berkaca-kaca.

30 tahun dia berjalan ke sana kemari, dia mempersembahkan hartanya. Lalu dia berlutut dikaki salib itu dan dia masih bisa menyembah Yesus.

Cerita ini hanya legenda Majus yang keempat. Memberi semuanya habis asal dia bisa ketemu Yesus. Nah, sekarang ... Hai, mari berhimpun dan bersukaria ... Mari semua ke Bethlehem. Kalau kita semua ingin mencari Yesus di Bethlehem, nggak ada lagi Yesus di Bethlehem. Sekarang kalau saudara mau mencari Yesus, datanglah ke Bethlehem Rumah Roti akhir zaman, yaitu kebaktian.

Mungkin saudara ingin membawa persembahan tapi coba lihatlah orang yang memerlukan pertolongan. Mungkin ada anak yang akan dibunuh, mungkin ada anak yang akan diambil, mungkin ada orang di sekitar kita yang susah. Semangat natal adalah menolong sesama kita, menolong orang yang lemah. Jangan lihat ke atas. Kalau saudara lihat ke atas, saudara tidak akan puas. Tapi mari belajar lihat ke bawah, masih banyak yang lebih susah dari kita, masih banyak yang lebih menderita dari kita.

Saya tadi melihat siaran televisi, bagaimana satu kelompok sandiwara sekarang sedang dalam keadaan yang sulit susah keuangan. Mereka tidur waktu pagi. Televisi sorot ... lalat di hidung, lalat di mata, lalat di mulut, lalat di tangan, tidur hanya pakai sarung. Malam akan main sandiwara. Begitu terus tiap hari.

Ada banyak orang yang di bawah kita. 40 juta rakyat Indonesia masih muda tapi tidak punya pekerjaan. Dengan semangat natal, mari kita lihat sesama. Karena Yesus datang ke dalam dunia bukan untuk orang kristen - Dia datang untuk semua umat manusia, termasuk saudara dan saya.

Malam hari ini, apa yang menjadi beban saudara, apa yang menjadi keperluan saudara, datang kepada Tuhan.  

-- o --   

Minggu sore, 26 Desember 2004 

NATAL - 2004

Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Setiap natal saya merasa berbahagia karena natal bagi saya itu seperti satu reuni. Jemaat yang sudah pindah ke luar kota biasanya waktu natal itu mudik ke kampung halaman, yaitu kota Cianjur, yang kita cintai, yang kita banggakan. Bukan hanya karena berasnya yang nomor satu, tetapi heran bahwa kota Cianjur ini saya yakin diberkati Tuhan. Berdoalah untuk kota Cianjur, supaya semua rakyat kota Cianjur - baik pengusaha, karyawan-karyawati - diberkati oleh Tuhan. Dan saya lahir di kota Cianjur, saya berharap, saya pun akan mati di kota Cianjur ini; kota ini adalah kota yang kita cintai bersama. Sama dengan tema, yaitu Raja Damai Lahir di Hati, saya ingin berbicara dari Yesaya pasal 9:5-6. Kita tenangkan diri kita, kita baca firman Allah. Yesaya

9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Bahasa Indonesia agak sedikit lain dengan bahasa Inggris. Di dalam bahasa Inggris, ayat ini berkata: Dan nama-Nya disebutkan orang ajaib, - koma, baru penasehat - penasehat, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Yesus Kristus, Tuhan kita, dilahirkan 2,000 tahun yang lalu di kota kecil, Betlehem. Saudara yang punya televisi melihat, bagaimana di Betlehem, orang-orang Palestina, Arab-Palestina yang kristen, merayakan natal dan dijaga oleh saudara-saudaranya yang muslim.

Karena di Betlehem sekarang adalah kota yang diawasi oleh seluruh dunia, karena di sanalah tempat yang bersejarah di mana Yesus telah lahir. Ayat yang kita baru baca adalah nubuatan, 700 tahun sebelum Yesus lahir. Tujuh abad, 700 tahun sebelum Yesus lahir, itu sudah dinubuatkan oleh Yesaya. Bahwa seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada diatas bahunya.

Kita tahu seseorang itu pejabat atau bukan, kalau kita melihat ada pangkat di bahunya. Polisi maupun tentara, kita melihat ada pangkat di bahunya. Orang-orang yang berpangkat sampai ke presiden. Biasanya saya lihat jendral-jendral itu ada bintang empat di bahunya. Nah, di sini dikatakan, anak itu akan mempunyai lambang pemerintahan ... ada di bahunya. Lambang pemerintahan. Nanti kita kembali lagi ke sana, tapi kita mau lihat dulu arti namanya.

Namanya akan disebut orang, yang pertama - saya ikut bahasa Inggris -, yaitu ajaib. Yesus itu ajaib dalam kelahirannya. Mana ada pemimpin agama yang lahirnya saja dinubuatkan tujuh abad sebelumnya. Dia lahir dari perawan, Maria, yang tidak menikah, belum menikah, tidak kenal laki-laki. Ini ajaibnya Tuhan.

Waktu Tuhan mau bikin Adam, Dia nggak perlu wanita; waktu Tuhan bikin Yesus, Dia nggak perlu laki-laki. Jadi dalam bahasa Arab, kun faya kun ~ ada dari yang tidak ada menjadi ada. Nah, itu sebabnya Yesus ini disebutkan, saudara-saudara, ajaib: Dia ajaib dalam kelahirannya, Dia ajaib dalam hidup-Nya, Dia berjalan di atas air - lima roti dan dua ikan mengenyangkan lima ribu orang, air menjadi anggur, Lazarus yang sudah mati empat hari dibangkitkan. Orang-orang, saudara-saudaraku, diberikan kemenangan, kekuatan. Yang lemah dikuatkan, yang sakit disembuhkan. Dia ajaib. Alam semesta tunduk kepada perintah-Nya. Dia ajaib. Dia ajaib pun dalam matinya. Waktu Dia di salib, Dia berkata: sudahlah genap. Alkitab katakan kuburan itu terbuka dan orang-orang mati bangkit, berjalan ke kota Yerusalem. Dia ajaib, karena kematian hanya tiga hari tiga malam, Dia bangkit.

Dan Dia ajaib pada waktu kebangkitan. Rumah ditutup, terkunci, tapi Dia bisa tembus tembok, jalan ... ada di tengah-tengah murid-murid-Nya. Dia ajaib waktu naik ke surga. Dan saya yakin, Dia juga ajaib waktu Dia turun kembali ke dalam dunia ini. Bisa bilang amin? Haleluyah? Nah saudara-saudaraku, Allah yang ajaib ini, saudara-saudara, kita harus banggakan. Di dalam Kita Taurat, Yesus disebut Yehoshua Mesias. Itu Toratnya Yahudi, Yesus disebut Yehoshua Mesias. Di dalam Injil, Dia disebut Yesus Kristus. Di dalam Al Quran Nurkarim, Dia disebut Isa Alaihisalam. Di dalam kitab agama Tao, Dia disebut Yesu Citu. Empat buku agama dunia menulis satu Nama yang sama.

Penduduk dunia sekarang ada enam milyar, empat milyar itu kristen, saudara. Kita masih ada beban, tetapi saya ingin katakan kalau satu orang ditulis dalam empat buku agama dunia, ini luar biasa ajaib. Ada haleluyah, saudara? Dia adalah Tuhan kita yang ajaib.

Lalu yang kedua, nama Yesus itu akan disebut orang Penasehat. Amsal Salomo berkata, dengan banyak penasehat, maka hidup kita akan diberikan pertolongan, dengan banyak penasehat. Kalau kita kurang mendapat nasehat, kita akan mendapat kesulitan. Itu sebabnya presiden selalu banyak penasehatnya. Kaisar ada penasehat. Semuanya ada penasehat. Itu sebabnya saudara-saudara, kalau saudara mau bahagia, belajar dengar nasehat: Anak-anak dengar nasehat orang tua, jemaat mendengar nasehat dari gembalanya. Semuanya kita belajar mendengar nasehat. Seorang anak pernah tidak mau dengar nasehat dari bapanya. Dia pergi meninggalkan bapanya. Dia pergi dan menjalankan hidup yang tidak baik. Dia terhilang. Tapi ketika dia kembali - anak terhilang ini, dia mendapatkan kembali apa yang hilang. Bahaya sekali kalau kita hidup di zaman sekarang tidak mau dengar nasehat.

Mari dengar-dengaran kepada Tuhan. Sebelum kita mendengar nasehatnya Tuhan yang kita belum lihat, belajarlah kita mendengar nasehat orang tua, belajarlah kita mendengar nasehat dari gembala sidang, belajar kita mendengar nasehat dari atasan kita, belajarlah kita menurut, mendengar nasehat. Karena saudara-saudara, Yesus akan disebut Penasehat. Dia disebut Counselor. Counselor itu orang yang memberi konseling. Sebelum saudara buka toko, coba sembahyang dulu: Tuhan, apa yang harus saya perbuat pada hari ini? Kalau saudara mau menikah, coba berdoa dulu: Tuhan, dengan siapa saya harus menikah? Saya mau mendengar nasehat-Mu. Saudara mau menandatangani kontrak, coba dengar nasehat Tuhan: Tuhan, apa yang harus saya perbuat untuk saya mengikuti kontrak ini? Natal bukanlah natal kalau kita tidak menurut firman Allah.

Banyak sekarang orang kristen sudah kacau balau: Merayakan natal dengan mewah-mewah. Merayakan natal dengan pesta pora sampai mabuk. Merayakan natal dengan, saudaraku, kesukaan dunia. Tidak senang dengan hal-hal yang rohani. Merayakan natal dengan cara yang berdosa. Itu bukan natal. Natal adalah mendengar nasehat.

Nah, kebanyakan kita baru ingat nasehatnya orang tua, waktu orang tua sudah meninggal. Waktu ayah ibu sudah meninggal, baru kita ingat nasehatnya. Ibu saya pernah berkata begini, kalau menasehati saya, sing bageur ka Tuhan. Lamun urang bageur ka Tuhan, Tuhan ge bageur ka urang (Biar baik sama Tuhan. Kalau kita baik sama Tuhan, Tuhan juga baik sama kita). Dia dapat nasehat dari nenek saya. Nenek saya kasih nasehat sama ibu saya. Ibu saya kasih nasehat kepada saya. Dan saya memberi nasehat kepada jemaat. Betapa pentingnya kita mendengar nasehat, konseling, konselor.

Di dalam Kisah Rasul pasal 27, pernah Rasul Paulus mau naik kapal untuk dipindahkan ke satu tempat. Dia dengar suara Tuhan, jadi dia kasih nasehat kepada nakhoda kapal: Jangan pergi karena saya dapat firasat dari Tuhan, kapal ini akan hancur. Wah, nakhoda kapal keras kepala. Siapa kamu? Paulus yang kecil, kamu tidak tahu apa-apa. Saya nakhoda kapal, saya banyak pengalaman dalam pelayaran. Maka dia berlayar. Dan betul saja terjadi. Ombak, gelombang, angin ribut, datang dan kapal ini diombang-ambingkan empat belas hari. Penumpang tidak bisa makan. Mereka buang barang-barang semua. Tapi tiba-tiba Paulus dapat lagi suara dari Tuhan. Dan dia katakan, jangan takut saudara-saudara, kita cuma kehilangan benda, cuma kehilangan kekayaan. Kapal ini akan karam tapi kita akan selamat. Dan betul, mereka selamat ada di satu pulau. Itu sebabnya saudara-saudara, kadang-kadang banyak jemaat menganggap remeh nasehat hamba Tuhan. Menganggap remeh nasehat pendeta.

Ada orang yang dinasehati oleh hamba Tuhan, jangan menikah dengan dia, bahaya. Oh dia terus saja, tetap menikah. Dan akhirnya, saudara-saudara, dia menghadapi satu problema yang besar seumur hidupnya. Dia tidak bisa mendapatkan kebahagiaan. Betapa pentingnya kita mau mendengar nasehat Tuhan. Ada nasehat Tuhan berkata begini: Jangan kamu tinggalkan kebaktian saudara bersaudara. Apa kita sudah dengar nasehat Tuhan? Tuhan berkata, hormatilah ayah ibumu.

Saya baru pulang dari Semarang. Di Semarang, saudara saya, teman saya, dia baru ditinggal ibunya. Ibunya umur 97 tahun, baru merayakan kawin 75 tahun. Pada waktu dia menutup peti, dia menangis, ini bapa menangis. Menangis dan menangis, menangis, menangis. Dia jaga ibunya, dia tutup petinya, dia menangis. Waktu dia menangis - dia pengusaha besar, saudara -, ada orang - orang lain, orang dunia - itu ribut sama bapanya sudah bertahun-tahun, tidak bicara. Tetapi ketika dia lihat bapa ini menghormat, mengasihi ibunya. Sampai meninggalpun dia menangis tersedu-sedu, umur 97 tahun tapi anaknya masih menangis tersedu-sedu. Dia datangi bapa ini - Namanya bapa Gunadi - dia bilang, pa Gunadi, saya mau terima Tuhan Yesus. Bukan karena saya dengar khotbah. Tapi karena saya lihat bapa begitu mencintai ibu bapa, sementara saya begitu marah sama bapa saya.

Jadi orang ini menjadi kristen oleh karena seorang anak yang menangisi ibunya, yang merasa kehilangan kepada ibunya. Padahal ibunya 97 tahun, dia menangis. Dan saya menjadi saksi hidup, anak yang mengasihi orang tuanya, yang menghormati, memelihara, menjaga baik-baik papa mamanya, hidupnya diberkati. Hidupnya dapat berkat yang luar biasa. Hidupnya diberkati oleh Tuhan. Karena itu mari kita belajar mendengar nasehat. Dan nasehat di atas segala nasehat adalah nasehat dari Tuhan Yesus. Nasehat dari Tuhan.

Orang Majus tidak kembali lagi ke Yerusalem, karena mendengar nasehat dari Tuhan. Yusuf dan Maria keluar dari Betlehem ke Mesir karena disuruh oleh Tuhan. Kembali lagi dari Mesir karena mendengar nasehat Tuhan. Terima Maria apa adanya, karena mendengar nasehat Tuhan. Saudara-saudaraku, kita akan bahagia kalau kita tahu mendengar nasehat daripada Tuhan.

Nama yang ketiga disebutkan Allah yang perkasa. Bahasa Ibraninya, El Gibor. The Migthy, all migthy, and winning all the time God. El Gibbor means The Mighty, Almighty, and winning all the time God.

Jadi yang disebut Yesus itu Allah bukan kita orang kristen. Yang sebut Yesus itu Allah, kitabnya. Kitabnya yang sebut Yesus itu Allah. Dia disebut Allah yang perkasa. Anak lahir di Betlehem tapi namanya akan disebut Allah yang perkasa. The mighty, almighty, and winning all the time God artinya Allah yang besar dan luar biasa dan selalu menang di dalam peperangan. Saudara mau menang di dalam peperangan?

Ada yang masih kalah. Ada orang kristen belum menang di atas rokoknya. Dia masih merokok, belum bisa lepas. Coba pakai Yesus, saudara akan menang di atas rokok. Karena rokok ini, saudara-saudara, adalah bibit untuk ke narkoba. Ada yang belum bisa lepaskan narkoba. Ada yang belum bisa lepaskan kesukaannya nyeleweng, selingkuh, tidak cukup satu wanita. Ada yang tidak bisa melepaskan diri dari minuman keras. Masih terikat dengan bir, masih terikat dengan minuman keras. Ada yang masih terikat dengan - sekarang ada sayuran baru di Cianjur - togel. Saudara, lebih baik kita jadi tukang toge daripada kita jadi tukang togel, toto gelap. Kristen tapi masih suka masang toto gelap. Bagaimana saya mau melepaskan diri? Pakai Allah yang perkasa, karena Allah ini selalu menang. Dalam I Korintus 15:57, kita menang oleh karena Tuhan Yesus Kristus. Ada haleluyah, saudara?

Saudara pernah lihat yang main basket di televisi? Yang main basket itu lima orang. Tetapi begitu dia menang, mereka melompat-lompat dengan sukacita. Tapi bukan hanya mereka yang melompat, pemain cadangan pun melompat-lompat. Padahal pemain cadangan nggak ikut bertanding. Tapi mereka melompat-lompat. Official semua melompat-lompat padahal mereka nggak ikut bertanding.

Demikian juga dengan kita orang kristen. Yesus sudah menang di atas salib dan Dia adalah pemain utama, kita pemain cadangan. Karena Yesus menang, kita pun pasti menang. Ada amin, saudara-saudara? Karena Yesus menang, kita pun pasti menang. Sekarang minyak tanah naik, bensin naik, semua naik. Ibu-ibu rumah tangga sudah mulai bingung. Aduh Ko Yoyo, bagaimana saya mau masak? Minyak sayur naik, semua naik. Masa kita musti masak pakai minyak rambut? Tidak mungkin, saudara-saudara.

Tapi dengarlah, Allah kita adalah Allah yang menang. Kalau banjir, naik airnya, perahu kita juga naik. Kalau harga-harga naik, berkat Tuhan buat kita juga naik. Saya selalu ingat mama saya suka cerita. Waktu dia masih kecil dulu beras itu satu benggol seliter. Sebenggol. Banyak anak muda sekarang sudah tidak tahu benggol itu apa. Mereka anggap benggol itu cuma untuk ngerik badan masuk angin, pakai benggol. Tapi pernah di sejarah Indonesia, satu liter beras, satu benggol. Naik terus ... lima sen, sepicis, setalen. Ada banyak orang yang disebut si Picis, si Talen, si Perak. Saudara-saudara, sampai seringgit, sepuluh perak, naik terus. Kita dipelihara terus sama Tuhan!

Biar sebenggol atau berapapun, kita dipelihara terus. Saduara tahu, kenapa bensin naik rakyat ngamuk? Tapi aqua yang mahalnya lebih dari bensin naik, nggak ngamuk. Aneh. Aqua itu mahal, saudara. Harga aqua, coba, yang berapa liter itu berapa sekarang? Ada hotel yang kasih harga lima ribu, nggak ngamuk. Dibayar. Kenapa harga bensin baru empat ribu, kita jadi ngamuk? Jangan ngamuk. Kita punya Allah yang menang selalu, Allah yang perkasa. Dalam setiap kehidupan, bapa dan ibu rumah tangga akan mendapatkan pertolongan dari Tuhan.

Namanya yang keempat, Bapa yang kekal, The Everlasting Father. Jadi Dia terus jadi Bapa kita. Ayah saya menjadi ayah saya cuma dua puluh tiga tahun, dia jadi ayah saya. Dia meninggal. Dia meninggal setelah jadi gembala sidang di Cianjur dua puluh enam tahun. Waktu dia masuk di Cianjur umur dua puluh enam. Dua puluh enam tahun melayani di Cianjur, dia meninggal. Saya nggak bisa lagi dapat kasih sayang bapa, dia sudah meninggal. Tapi Yesus dalam kelahirannya akan disebut orang, Bapa yang kekal. Bapa yang kekal artinya the everlasting father. Bahasa aslinya bilang begini, Dia bapa dari hari yang akan datang. Saya sudah tidak punya bapa tapi saya punya Bapa yang kekal dari hari yang akan datang. Ada haleluyah, saudara-saudara? Bapa yang kekal, the everlasting father. Sekarang Dia jadi Bapa sampai surga, Dia tetap jadi Bapa.

Kita nggak usah kasih tahu sama Bapa, Ya Bapa, Bapa, aku ini anak-Mu, nggak usah. Sebelum kita lahir, belum lahir pun sudah dikasih tahu, Dia akan menjadi Bapa. Dia Bapa yang kekal. Dia Bapa dari kekekalan. Dia tetap menjadi Bapa kita.

Tadi malam saya katakan, ada satu hal yang Tuhan tidak bisa kerjakan, Dia tidak bisa berhenti mengasihi kita. Tentu kita anaknya, ada yang nakal, ada yang begini, ada yang begitu. Tapi Dia bapa yang kekal. Waktu anak terhilang pulang - sudah menghabiskan harta benda -, dia pulang compang-camping, kurus kering badannya. Waktu dia pulang, bapanya menerima dia. Nggak banyak bicara, bapanya memeluk dia, menerima dia. Banyak orang tidak mau terima Yesus, karena dia lihat dirinya sendiri: Ah, saya orang dosa, saya banyak salah, masa saya ke gereja? Bagaimana bisa Tuhan terima? Saya banyak salah.

Saudara-saudara, saya mungkin yang paling banyak salah di hadapan Tuhan dibanding dengan saudara. Tapi Dia Bapa kita yang kekal. Kalau kita mau kembali kepada Dia, Dia tidak akan ketok kita. Dia akan terima. Alkitab katakan, waktu anak terhilang pulang, bapanya berlari menyambut anaknya.

Demikian malam hari ini, Bapa kita di surga akan menyambut saudara, walaupun kita banyak salah. Walaupun kita sudah berbuat banyak salah, kembali sama Tuhan. Datang kepada Bapa rohani kita. Datang kepada Dia, karena Dia akan menerima kita apa adanya. Begitu kita dipeluk, anak ini dipeluk, anak ini mengaku dosa. Bapanya tidak jawab. Dia lihat anaknya telanjang. Bawa kepadaku jubah yang terbaik. Dikasih selimut, bawa sepatu, bawa cincin, bikin pesta.

Saudara-saudara, kalau kita terima Yesus, natal artinya terima Tuhan Yesus di dalam hati kita. Itu un coan bo sipun, pasti untung tidak ada rugi. Orang Tionghoa kan jago dagang. Jago dagang. Kenapa kita nggak bisa menghitung ini? Kalau kita terima Yesus, un coan, pasti untung, bo sipun, tidak ada rugi. Kenapa tidak mau terima?

Ini membawa kita kepada nama-Nya yang terakhir, yaitu Raja Damai. Nah ini, Raja Damai lahir di hati. Nama Dia yang terakhir, Raja Damai. Bahasa Ibraninya, Shar Shalom. Shar itu raja, shalom itu damai. Tapi dalam salinan lain disebutkan Dia adalah Raja dari kemakmuran, Raja dari berkat, Raja dari kelimpahan.

Itu sebabnya umat kristen, sebetulnya, tidak usah takut soal ekonomi, soal uang. Tidak usah takut. Sekarang kalau saudara lihat, semua stasiun televisi ada acara menangkap penjahat. Ada yang menodong, ada yang mencuri, ada yang menculik, ada yang jambret, ada yang kapak merah. Sebetulnya itu karena kesulitan ekonomi. Kalau Indonesia tidak kesulitan ekonomi, saudara-saudara, bayangkan 220 juta rakyat Indonesia, kekayaan cuma dipegang oleh 10 juta orang. Oleh pejabat, oleh pengusaha besar. Kita tidak mendengar di desa-desa kecil, bagaimana mereka susah sekali makan.

Kita natal dengan aman di Cianjur. Tapi kita baru baca koran tadi pagi, ada pendeta di bacok di Poso. Saya terima surat dari Ambon, angkatan tiga, angkatan lima Cianjur. Istrinya itu angkatan tiga, angkatan lima, suaminya pendeta, ... diculik. Kalau kita mau protes, kita ini salah apa? Kok musti diculik, musti dibacok, nggak karu-karuan. Apa sih perbuatan kita yang salah? Tapi kita punya Raja Damai. Kita punya  shar shalom, Bapa atau Raja dari kemakmuran. Kita tidak usah takut kekurangan.

Tahun 2005 akan lebih sulit, lebih sukar dari tahun 2004. Lebih sulit, lebih sukar. Tetapi saya yakin damainyapun diberikan lebih besar, lebih banyak. Dia Raja Damai. Nah, saya ingin bicara sedikit saja mengenai situasi Indonesia sekarang ini. Banyak rakyat menderita oleh karena tekanan ekonomi. Kita yang diberkati Tuhan, harus menolong mereka. Nggak usah jauh-jauh, yang disekitar kita saja. Bagaimana caranya? Berikan kepada mereka pekerjaan. Tolonglah mereka. Mungkin saudara yang saudara kenal saja, tolonglah mereka untuk mendapat pekerjaan.

Bayangkan di Jakarta ada yang tujuh tahun cari pekerjaan, nggak dapat-dapat. Tetapi ketika disiarkan oleh televisi, langsung dia dapat pekerjaan dari satu pengusaha, jadi kurir. Ada pekerjaan, tapi mereka nggak bisa temukan. Jadi kalau saudara-saudara, di perusahaan saudara memerlukan orang, memerlukan ini, tolonglah mereka yang susah. Tolonglah mereka yang berkekurangan. Tolonglah mereka yang kurang beruntung. Tolonglah mereka yang kurang baik. Tolong mereka.

Mulut kita ngomongnya damai, perbuatan kita perbuatan perdamaian. Tidak akan kita cari musuh. Tidak akan kita ribut besar. Karena kita punya Raja damai sudah lahir di hati. Kita ingin supaya orang-orang di sekitar kita juga mendapatkan berkat, mendapatkan damai.

Natal bukanlah natal kalau kita tidak ingat sesama. Natal bukanlah natal kalau cuman di kulit. Tapi natal adalah natal kalau Yesus raja damai, shar shalom, Raja kemakmuran itu lahir di hati. Kalau Raja kemakmuran itu lahir di hati, milik kita ... tahun boleh berganti, problem boleh berganti, tapi kalau kita punya dalam dalam hati, kita tidak takut menghadapi segala hal juga. Kita berdiri bersama-sama. 

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________