Khotbah Minggu Sore November - Desember 2007

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 04 November 2007

MAsIH ADA SISA

Mari kita buka Alkitab kita sore hari ini dalam II Raja-raja  

4:38 Elisa kembali ke Gilgal pada waktu ada kelaparan di negeri itu. Dan ketika pada suatu kali rombongan nabi duduk di depannya, berkatalah ia kepada bujangnya: "Taruhlah kuali yang paling besar di atas api dan masaklah sesuatu makanan bagi rombongan nabi itu."
4:39 Lalu keluarlah seorang dari mereka ke ladang untuk mengumpulkan sayur-sayuran; ia menemui pohon sulur-suluran liar dan memetik dari padanya labu liar, serangkul penuh dalam jubahnya. Sesudah ia pulang, teruslah ia mengiris-irisnya ke dalam kuali masakan tadi, sebab mereka tidak mengenalnya.
4:40 Kemudian dicedoklah dari masakan tadi bagi orang-orang itu untuk dimakan dan segera sesudah mereka memakannya, berteriaklah mereka serta berkata: "Maut ada dalam kuali itu, hai abdi Allah!" Dan tidak tahan mereka memakannya.
4:41 Tetapi berkatalah Elisa: "Ambillah tepung!" Dilemparkannyalah itu ke dalam kuali serta berkata: "Cedoklah sekarang bagi orang-orang ini, supaya mereka makan!" Maka tidak ada lagi sesuatu bahaya dalam kuali itu.
4:42 Datanglah seseorang dari Baal-Salisa dengan membawa bagi abdi Allah roti hulu hasil, yaitu dua puluh roti jelai serta gandum baru dalam sebuah kantong. Lalu berkatalah Elisa: "Berilah itu kepada orang-orang ini, supaya mereka makan."
4:43 Tetapi pelayannya itu berkata: "Bagaimanakah aku dapat menghidangkan ini di depan seratus orang?" Jawabnya: "Berikanlah kepada orang-orang itu, supaya mereka makan, sebab beginilah firman TUHAN: Orang akan makan, bahkan akan ada sisanya."
4:44 Lalu dihidangkannyalah di depan mereka, maka makanlah mereka dan ada sisanya, sesuai dengan firman TUHAN.

Firman Tuhan pada malam hari ini, kita dapat 2 cerita, yang saya akan gabung dalam satu khotbah.

Cerita yang pertama, pada masa kelaparan Elisa kembali ke Gilgal pada waktu ada kelaparan. Kalau saudara membaca cerita-cerita perjanjian lama, banyak sekali kelaparan-kelaparan. Saya pikir kenapa firman Tuhan berbicara mengenai kelaparan?

Pada zaman Ishak Kejadian 26, ada kelaparan. Pada zaman Abraham sebelumnya, ada kelaparan. Sebelum Naomi pergi ke Moab, ada kelaparan di Bethlehem. Sekarang kita membaca, pada masa kelaparan. Ada banyak sekali kelaparan-kelaparan. Ini menunjuk kepada nubuatan nabi Amos. Amos berkata; Di akhir zaman, orang akan beredar-edar dari timur ke barat, dari utara ke selatan, bukan lapar akan roti tetapi mereka lapar akan mendengar firman Tuhan.

Jadi apa artinya kelaparan yang hanya untuk makanan dibandingkan kita lapar akan firman Allah? Di dalam Matius 5, berbahagialah orng yang lapar dan dahaga akan kebenaran sebab dia akan dipuaskan oleh Tuhan.

Ketika zaman kelaparan, datanglah anak-anak dari nabi. Elisa itu punya sekolah nabi. Dan nabi-nabi itu punya anak-anak kurang lebih 100 orang. Dalam zaman kelaparan. Datang tamu bukan satu orang, bukan dua orang. Tamunya 100 orang. Ketika Elia datang ke janda Sarfat, Elia menjadi satu tamu seorang tamu bagi janda Sarfat. Tetapi ketika Elisa mengantikan Elia, dia kedatangan 100 orang tamu. Dengar baik-baik.

Tidak ada kesulitan buat Tuhan memberi makan 1 orang, memberi makan 100 orang, memberi makan 4.000 orang, memberi makan 5.000 orang - tidak ada kesulitan! Nah, ketika itu saudara, Elisa berkat kepada pembantunya: Taruhlah kuali yang paling besar di atas api dan masak sesuatu makanan bagi rombongan nabi itu.        

Bikin sop. Enak saja ini Elisa bilang. Coba ambil kuali yang paling besar dan bikin sop supaya ini 100 anak-anak nabi ini bisa makan. Ayat 39

4:39 Lalu keluarlah seorang dari mereka ke ladang untuk mengumpulkan sayur-sayuran - Perhatikan -; ia menemui pohon sulur-suluran liar - Bahasa Inggris, wild wine ... daun anggur liar - dan memetik dari padanya labu liar, - Dua hal yang liar dipetik - serangkul penuh dalam jubahnya. Sesudah ia pulang, teruslah ia mengiris-irisnya ke dalam kuali masakan tadi, sebab mereka tidak mengenalnya.
4:40 Kemudian dicedoklah dari masakan tadi bagi orang-orang itu untuk dimakan dan segera sesudah mereka memakannya, berteriaklah mereka serta berkata: "Maut ada dalam kuali itu, hai abdi Allah!" Dan tidak tahan mereka memakannya.
4:41 Tetapi berkatalah Elisa: "Ambillah tepung!" Dilemparkannyalah itu ke dalam kuali serta berkata: "Cedoklah sekarang bagi orang-orang ini, supaya mereka makan!" Maka tidak ada lagi sesuatu bahaya dalam kuali itu.

Dalam masa kelaparan, saudara, tendensnya manusia - kita -, seringkali mencari "apa saja" yang bisa memuaskan lapar kita.

Nah, sekarang banyak orang kristen juga lapar akan firman Allah. Saking laparnya akan firman Allah, tanpa sadar seringkali mereka memetik sayuran liar, labu yang liar, daun anggur yang liar. Lalu diiris-iris, dimasak untuk dimakan. Ayat yang terakhir berkata, karena mereka tidak mengenalnya.

Saudara, sekarang banyak pelajaran sesat. Jangan saudara lihat di agama Islam saja, ada Al-Qiyadah, ada ini. Di orang kristen juga banyak yang sesat. Ajaran-ajaran yang aneh, ajaran-ajaran yang unik, ajaran-ajaran yang menyesatkan. 

Dan ketika kita makan, ih, baru kita tahu ada maut, ada kematian di dalam sop ini, di dalam makanan ini. Mereka berteriak: Nabi, abdi Allah, ada kematian di dalam kuali ini.

Elia adalah lambang Tuhan Yesus. Elisa lambang Roh Kudus. Berteriaklah nabi-nabi ini, anak nabi yang 100 orang itu - kalau sekarang kita berkata kepada Roh Kudus - : Ada racun, ada kematian di dalam kuali ini. Elisa tenang saja, dia bilang: Lempar tepung. Saya mau berhenti dulu di sini.

Tepung dibikin dari apa saudara? Dari gandum. Kenapa bisa jadi tepung? Dikisar atau digiling. Waktu Yesus berdoa di Getsemani, Getsemani artinya kisaran anggur. Tetapi Dia pernah berkata: Akulah roti hidup. Sebelum Dia jadi roti, Dia tepung dulu ... Dia harus dikisar dulu. Sebelum jadi tepung, Dia gandum. Dalam Yohanes 12:24, kalau sebiji gandum tidak ditanam dan mati, dia tetap sebiji saja. Tetapi kalau dia ditanam dan mati, maka dia akan berbuah lebat.

Tepung berbicara firman Allah yang benar. Elisa, lambang Roh Kudus, berkata: Masukkan tepung. Uji dengan firman. Lempar sabda Tuhan. Masukkan firman Allah. Bandingkan dengan firman Allah supaya kematian itu hilang. Dan sekarang cedok. Sayurnya sama, liarnya sama. Tetapi setelah diberikan firman Allah, semua jadi netral ... tidak ada kematian lagi. Mereka makan dengan selamat. Ada haleluyah, saudara?

Dalam bagian yang kedua, kita membaca:

4:42 Datanglah seseorang dari Baal-Salisa dengan membawa bagi abdi Allah roti hulu hasil, yaitu dua puluh roti jelai serta gandum baru dalam sebuah kantong. Lalu berkatalah Elisa: "Berilah itu kepada orang-orang ini, supaya mereka makan."
4:43 Tetapi pelayannya itu berkata: "Bagaimanakah aku dapat menghidangkan ini di depan seratus orang?" Jawabnya: "Berikanlah kepada orang-orang itu, supaya mereka makan, sebab beginilah firman TUHAN: Orang akan makan, bahkan akan ada sisanya."

Di sinilah yang saya katakan, langkah iman dari seorang murid dari Baal-Salisa membawa bagi abdi Allah, bagi hamba Tuhan, roti hulu hasil. Tadi tepung, sekarang roti. Dalam zaman kelaparan. Dalam zaman kebutuhan kalau ada seorang yang membawa hulu hasil. Dari jemaat saya dari jemaat Jakarta, banyak yang kerja di bank. Begitu kerja bulan pertama, gaji pertama, mereka bawa sama saya: Oom, ini hulu hasil, ini gaji pertama saya. 

Tapi ini seseorang - tidak ada namanya - datang dari Baal-Salisa membawa bagi abdi Allah, roti hulu hasil. Bukan 1, ... 20. 20 roti jelai serta gandum yang baru. Bukan gandum bekas, bukan gandum basi - gandum yang baru dalam sebuah kantong!

Kalau saudara mempersembahkan kepada Tuhan sesuatu dari kelebihan saudara, tidak heran. Semua orang bisa. Tetapi ketika zaman kelaparan, ketika kita sendiri membutuhkan, ketika kita mendapatkan satu hasil yang pertama, gaji yang pertama, saudara nggak lihat orang, saudara melihat abdi Allah, saudara melihat Tuhan sendiri, saudara bawa ke rumah Tuhan dan berkata: Inilah hulu hasil yang saya dapat. Itu artinya saudara berkata sama Tuhan: Terima kasih Tuhan, saya Engkau kasih pekerjaan, dan gaji pertama saya, semua saya berikan untuk Engkau, ditatang di hadapan Tuhan. Gandum ini nanti ditatang di hadapan Tuhan. Roti ini, saudaraku, diberikan kepada Elisa ini. Dan Elisa bilang: Kasih kepada yang 100 tadi, dia baru makan sayur. Belum terlalu kenyang.

Pelayan berkata: Bagaimana kita mau kasih roti, orangnya 100, rotinya 20? Demikian firman Allah, kata Elisa, orang akan makan roti ini dan akan masih ada sisanya. Bisa bilang amin?

Kembali kepada cerita Elia. Ketika Elia dipelihara oleh Tuhan melalui burung gagak pada masa kelaparan. Dia ada di sungai Kerit minum dari sungai saja tapi roti dikirim sama burung gagak. Tiap hari. Dari mana burung gagak ini dapat roti? Siapa yang melatih burung gagak ini bawa roti tiap hari untuk Elia. Ini Allah yang sangat memelihara kita. Setelah itu dia berhenti dan berkata, hei Elia, kata Tuhan, sekarang pergilah pindah ke Sarfat dan aku akan memberi kepadamu tinggallah di sana aku mempersiapkan seorang janda.

Kalau janda itu janda kaya nggak aneh. Jandanya janda miskin dan Elia tidak tahu. Datanglah Elia ke Sarfat jalan kaki dia. Begitu lihat ada seorang janda sama anak kecil lagi mau masak, dia bilang: Hei perempuan, aku minta minum. Dikasih minum. Belum diminum, sekarang bikinkan roti untuk aku. Aduh saudara, kalau pendeta ini zaman sekarang, saudara nggak bakalan ke gereja dia lagi. Apa pendeta ini tidak ngerti ini janda miskin. Saya hanya punya minyak dalam buli-buli sedikit dan tepung segenggam. Saya akan masak, saya makan sama anak saya dan besok saya akan mati.

Bahasa janda ini bahasa kematian. Tetapi Elia berkata: Demi Tuhan yang hidup! Bukan demi Elia. Apa yang kita lakukan harus demi Tuhan yang hidup. Saya nyanyi, saya sangkur, saya bersaksi, saya memimpin pujian, saya khotbah, saya berdoa - apapun yang saya lakukan - demi Tuhan yang hidup!

Hei perempuan, yang engkau lakukan bukan untuk aku - demi Tuhan yang hidup! Bikin dulu untuk aku, baru untuk anak-anakmu. Dan aneh saudara, dia berbuat. Dia masak, dia bikin tepung segenggam, masak. Elia berkata: Sekarang bikin buat kamu dan anakmu. Si perempuan mungkin pikir, bagaimana bisa. Tetapi ketika dia kembali, di tempat tepung masih ada segenggam, dia bikin lagi apem, dia kasih anaknya. Wah, anaknya makan.

Saudara nggak usah kaya untuk dipelihara oleh Tuhan. Tiap hari .. tiap hari .. tiap hari Tuhan pelihara. Itu yang penting. Nggak akan ada garong yang mau menggarong janda dan anaknya yang punya tepung segenggam dan minyak di buli-buli kecil. Tetapi 3.5 tahun hujan tidak turun, dia dipelihara oleh Tuhan dengan tepung segenggam dan minyak di buli-buli kecil. Masih ada sisanya. Ada amin, saudara?

Apa yang saudara lakukan demi Tuhan yang hidup, ada sisanya. Itulah yang dibawa oleh seseorang dari Baal-Salisa kepada Elisa dan berkata, ini adalah persembahan tatangan saya, ini adalah hulu hasil saya, ini 20 roti dan gandum yang baru di sebuah kantong. Elisa berkata: Kasih makan itu 100 orang. Pelayan masih pakai otak. Aduh tuan, rotinya nggak punya. Pokoknya bagikan. Lalu ayat 44, 

4:44 Lalu dihidangkannyalah di depan mereka, maka makanlah mereka dan ada sisanya, sesuai dengan firman TUHAN.

Saudara-saudara, dari tahun 68 saya banyak kekurangan, melayani Tuhan dengan apa yang saya bisa lalukan, dan apa yang saya ikuti di dalam firman Allah, semua janji Tuhan itu digenapi - sesuai dengan firman Tuhan!

Kalau Dia berjanji, Aku akan memelihara kamu, yakinlah Dia pelihara saudara ... sesuai dengan firman Tuhan. Berilah maka engkau akan diberi, satu takaran yang penuh akan diberikan kepadamu, digoncang-goncang ditekan sampai luber keluar akan diberikan kepada haribaanmu, percayalah saudaraku, itu akan terjadi ... sesuai dengan firman Tuhan!

Apa yang sekarang kita harus lakukan? Beranikah kita seperti orang ini yang tidak ada namanya, ketika zaman kelaparan, dia sendiri butuh, dia membawa 20 roti. 20 itu harga tebusan. Orang Israel yang umur 20 itu harus ditebus dengan perak, dulu. Semua orang Israel harus ikut perang umur 20. Harga tebusan. Berani nggak? Nggak ditulis nama, NN, hanya asalnya dari Baal-Salisa. Waktu dia butuh, waktu dia memerlukan, dia bawa kepada Elisa.

Tadi dalam cerita pertama tepung, dalam cerita kedua roti. Yesus berkata, Akulah roti hidup. Matius   

4:4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Saudara tidak akan hidup bahagia hanya dengan roti dunia. Roti dunia bisa basi tapi roti dari sorga Dia hidup dan kekal tidak pernah basi sampai selama-lamanya, ada haleluyah?

Di dalam Yohanes 6, di sana Tuhan Yesus berkata, kita akan membaca beberapa ayat.  

6:32 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.
6:33 Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."
6:34 Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa."
6:35 Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
6:36 Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.
6:37 Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
6:38 Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
6:39 Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
6:41 Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."

Ada 2 kelompok masyarakat: Yang percaya dan yang bersungut-sungut. Jemaat juga terbagi dua: Ada yang percaya 100% total kepada firman Allah, dia aminkan dan dia bukan cuma dengar, dia lakukan dia perbuat; ada yang cuma dengar, dia tidak lakukan, dia tidak perbuat, ... malah suka bersungut-sungut, masa iya Yesus bilang Akulah roti yang turun dari sorga.

Dia berkata, siapa yang makan roti-Ku, dia tidak akan lapar lagi; siapa yang minum air yang Kuberikan, dia tidak akan haus lagi. Dia tidak perlu dunia. Dia tidak perlu lagi penghiburan dari dunia. Penghiburan dari dunia hanya di panca indra. Uh, kembang api bagus warna-warni. Batu permata warna-warni, oh bagus. Apa yang kita dengar, oh ini enak lagunya. Apa yang kita rasa dengan lidah, oh makanan ini enak. Apa yang kita raba, kain sutra, uh ini bagus. Ini bagus, bahannya jati. Apa yang kita rasa, apa yang kita raba, apa yang kita dengar, semua hanya panca indra. Tetapi roti dari sorga, hati yang merasakannya, hati yang menikmatinya: Aduh Tuhan, kalau bukan Engkau, saya tidak bisa begini.

Jadi setiap kali kita datang ke gereja, bukan begini: Tuhan, terima kasih buat berkat-Mu, bukan. Kita datang ke gereja: Tuhan, terima kasih untuk diri-Mu sendiri, untuk Pribadi-Mu. Mari kita bersatu hati, kata nyanyian tadi, mari kita memuji nama Tuhan Yesus, itu yang kita bisa lakukan. Kita bisa makan karena Dia, kita bisa hidup karena Dia, kita bisa tidur nyenyak karena Dia, kita bisa beli motor karena Dia, kita punya rumah karena Dia. Buat apa rumah kita besar tapi kita nggak bisa tidur. Lebih baik rumah saudara mungkin sederhana banyak kutu busuk tapi saudara tidur nyenyak. Dari pada rumah besar tapi saudara tidak bisa tidur karena hutang banyak. Mari memuji nama Tuhan, mari memuji nama Dia.

Dan Elisa, Roh Kudus, berkata: Jangan lihat jumlahnya, kasih makan saja, pasti ada sisa. Saudara, kalau kita berurusan dengan Tuhan, nggak bisa pakai otak. Bukan nggak boleh, nggak bisa pakai otak. Kita memikir, kita memikir. Bagaimana kita memikir sedangkan otak kita yang memikir, Dia yang bikin. Kita mau pikir: Tuhan, bagaimana?

Sudah, jangan mikir-mikir, Tuhan mah nggak bisa dipikir; Dia hanya bisa diimani, dipercaya. Pikiran mah kalau 5 X 5 kepikir, 6 X 6 kepikir. Kalau jalan di atas air seperti Petrus, nggak bisa dipikir, kenapa ya bisa? Masa 20 roti, 100 orang bisa kenyang? Nggak bisa dipikir. Masa itu air yang liar sudah mau mati dilempari tepung jadi halal? Itu mah nggak usah dipikir. Banyak yang kita nggak bisa ngerti: Sapi yang coklat, makan rumput yang hijau, susunya putih. Kenapa? Kan makanannya itu rumput, warnanya hijau, kenapa susunya putih? Ayo, saudara sampai akhir zaman mikirin itu coba, bisa gila nanti. Tuhan bukan untuk dipikir, Tuhan untuk ditaati.

Salah satu nama Yesus dalam kitab Wahyu, Aku adalah yang Awal dan yang Akhir, Alfa dan Omega. Awali segala usaha saudara dengan Tuhan, akhiri waktu tutup toko dengan Tuhan. Awali hari saudara dengan doa, akhiri hari saudara dengan doa. Dia Alfa dan Omega. Awali sekolah saudara dengan Tuhan, akhiri sekolah saudara dengan berhasil, bersama dengan Tuhan. Pakai semuanya untuk Tuhan. Hanya Yesus, hanya untuk Yesus. Saudara, pasti ada sisanya. Sebagai ayat terakhir,

8:15 Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes."
8:16 Maka mereka berpikir-pikir - Tuh ya, suka berpikir-pikir murid Yesus - dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti."
8:17 Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu?
8:18 Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi,
8:19 pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Dua belas bakul."
8:20 "Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Tujuh bakul."
8:21 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Masihkah kamu belum mengerti?"

Kalau saya pakai bahasa khotbah malam hari ini, masihkan kamu kuatir? Sayur yang akan membawa mati racun maut dengan tepung firman Allah menjadi halal. Roti yang cuma 20, korban dari satu anak, dibagikan kepada 100 orang, masih ada sisanya. Elia dengan janda di Sarfat. Janda di Sarfat punya makanan dan minyak sedikit, masih ada sisanya ... sampai hujan turun. Waktu Yesus memecahkan 5 roti untuk 5.000 orang, berapa sisa?, kata Yesus. Waktu Aku memecahkan 7 ketul roti untuk 4.000 orang, masih ada sisa.

Saya yakin - demi nama Yesus - anak-anak Tuhan di ruangan ini, tidak akan mati kelaparan karena Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan Yehowa Yireh - Allah yang mengadakan dari tidak ada menjadi ada, dari kurang menjadi berkelebihan. Masih ada sisa - sesuai dengan firman Tuhan! Amin, saudara?

Jangan takut lagi, kita punya Tuhan yang luar biasa. Mari pemain musik.      

-- o -- 

Minggu, 11 November 2007

DATANG SEBAGAI ANAK

Mari kita mau dengar firman Tuhan. Kita akan membaca dari Mazmur

103:1 Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!

Dalam bahasa Inggris dikatakan, berkatilah Tuhan hai jiwaku dan segala yang ada di dalam aku, berkatilah nama-Nya yang suci.

Saudara, kita diminta untuk memberkati Tuhan. Dan apa yang ada di dalam hati kita, semua yang ada di dalam batin kita, diminta untuk memberkati Tuhan. Bukan Tuhan yang minta sebab ini pemazmur yang tulis, Daud yang tulis. Tetapi Daud maksudkan Tuhan kan nggak perlu emas dan perak, Tuhan nggak perlu uang, Tuhan nggak perlu berlian - Dia yang bikin itu. Tuhan nggak perlu persembahan binatang apapun juga - Dia yang mempunyai ribuan ternak di bukit-bukit, katanya Mazmur. Tuhan nggak perlu yang dinamakan berkat materi.

Tetapi ada satu yang Dia bisa terima dari kita, yaitu berkat rohani. Pada waktu kita bersyukur kepada Dia, pada waktu kita berterima kasih kepada Tuhan, pada waktu kita mengangkat tangan kepada-Nya, pada waktu hati kita hancur di hadapan Tuhan. Walaupun kita mau lompat-lompat tapi hati kita hancur karena kita bersukaria, kita mau memberkati Tuhan; karena tanpa Engkau Tuhan, aku bukan apa-apa.

Maka pemazmur ini, Daud, berkata: Berkatilah Tuhan. Dia berkata kepada jiwanya, semua yang ada di dalam jiwaku, semua yang ada di dalam batinku, hai kamu, berkatilah Nama-Nya yang kudus, berkatilah Tuhan, berkatilah Dia. Dia tidak minta kolekte saudara. Dia tidak minta uang tapi bagaimana kita mau memberkati orang yang kaya, orang yang memiliki kekayaan di langit dan bumi? Bahkan kekayaan langit dan bumi akan dilenyapkan sama Dia tidak artinya, bagaimana kita bisa memberkati Dia?

Tapi ini maksudnya, saudara, kita bisa memberi berkat dengan mengangkat tangan. Kita bisa memuji Tuhan, kita bisa berterima kasih, kita bisa bersyukur kepada Tuhan. Sama seperti tadi kita nyanyi lagu dari gereja katolik Betapa hatiku .. Berterima kasih Tuhan, itu memberkati Tuhan. Kau mengasihiku .. Kau memilikiku. Kita mengakui bahwa kita ini miliknya Tuhan, itu memberkati Tuhan.

Jadi seringkali kita berkata, berkat itu selalu berhubungan dengan materi. Kita ukur berkat itu dengan materi. Kita harus memberkati Tuhan. Kapan? Di kebaktian? Tidak. Sepanjang hidup kita. Sepanjang jam, sepanjang hari  Isa Hu yang ajaib .. Kubergiranglah .. Kuberhutang jiwa .. Lagi s'lamatlah .. Biarlah kupuji .. S'panjang hariku .. Puji Yesus Raja .. Imam yang kudus.

Sepanjang hari hidupku. Maksudnya sepanjang hari umur hidupku, sepanjang kita punya umur. Tetapi sepanjang kita masih hidup, kita bisa memberkati Tuhan. Dan kalau kita memberkati Tuhan, ada banyak hal yang kita bisa dapatkan. Ayatnya yang ke-2,     

103:2 Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

Dipakai kembali, berkatilah Tuhan hai jiwaku, dan janganlah melupakan keuntungan-keuntungan-Nya.

Saudara, dengan memuji kepada Tuhan, banyak keuntungan-keuntungan-Nya. Tidak seperti bank.

Kalau kita menyembah Tuhan, kalau kita memuji kepada Tuhan - saya ulangi - banyak keuntungan-Nya. Haleluyah. Saudara, saya ini agak susah. Mungkin untuk seluruh Indonesia tapi kita mulai dari Jawa Barat. Dalam ukuran kecil, dalam jemaat kita dulu. Susahnya saya itu begini. Kita datang kepada Tuhan tidak seperti anak Tuhan. Kita datang seperti budak, kita datang sama Bapa kita di sorga di gereja takut. Kita datang kaku, nyanyi juga berat takut. Kita seperti budak.

Taurat menuntut kita untuk takut akan Allah supaya kita jadi anak itu harus takut akan Allah. Tapi anugerah, saudara, tidak menyuruh kita, anugerah menjadikan kita anak. Taurat menjadikan kita budak - budak peraturan, budak ini, sehingga orang beragama takut menghadapi Tuhan dengan penuh ketakutan. Tetapi anugerah Allah di dalam Yesus Kristus membuat kita menjadi anak. Ada haleluyah? Dan anak harus bebas dari ketakutan. Sebab Allah Bapa kita di sorga itu Bapa kita. Selalu kita kalau datang di gereja itu guilty, perasaan bersalah, itu tanda kita budak.

Saudara kita musti datang ke gereja dengan sukacita. Ah, saya mau ketemu Bapa saya lagi, saya mau memuji nama Tuhan, saya mau memuji nama Dia lagi. Saya mau berpesta dengan Bapa saya lagi. Saya mau menikmati segala keuntungan-Nya, saya mau menikmati urapan-Nya, saya mau menikmati damai-Nya, saya mau menikmati kekuatan-Nya, saya mau menikmati anugerah-Nya, sejahtera-Nya, saya mau menikmati firman-Nya. Harus begitu. Seluruh Indonesia termasuk gereja GPdI datang kepada Tuhan sengsara. Bagaimana orang dunia bisa dimenangkan kalau saudara bersaksi sebagai budak? Coba saudara bersaksi sebagai anak.         

Hai jiwaku, berkati Tuhan. Kita mau memberkati Tuhan bukan hanya dengan memuji tetapi juga dengan bersaksi. Kita mau memberkati Tuhan. Dan kita berkata, Tuhan aku anak-Mu, aku ingin berita yang baik ini aku ingin ajak saudara-saudaraku datang kepada Engkau. Tuhan, aku anak-Mu, aku ingin supaya teman-teman saya, suami saya, istri saya, untuk datang di kebaktian. Saya ingin anak saya, papa saya, mama saya datang di kebaktian. Tuhan, pakai saya. Saya mau tanya sama saudara: Tuhan pasti pakai nggak? Pasti. Karena saudara rindu, saudara anak Tuhan.

Bapa sorga itu jangan kamu kuatir dari hal makanan dari hal minuman, dari hal pakaian. Itu dituntut oleh orang yang tidak mengenal Allah. Tapi Bapamu yang di sorga tahu bahwa engkau memerlukannya. Jangan engkau kuatir. Anak masa kuatir. Anak masa takut. Jangan.

Kalau kita datang sebagai budak sebagai hamba, aduh kita datang selalu tertuduh. Tapi kalau anak, dia tidak akan tertuduh, dia tidak akan merasa tertuduh; dia anak. Rumah dia punya, papanya punya. Makanya saudara ingat anak terhilang? Dia datang, dia ngomong maksa-maksa bapanya: Jangan jadikan saya anak, pa, jadikan saya budak saja, jadikan saya pembantu bapa saja sudah cukup. Dijawab nggak sama papanya? Nggak. Coba anak mau minta jadi budak. Papanya nggak mau. Bawa jubah yang terbaik, ... pakaikan. Ambil sepatu, pakaikan. Ambil cincin, pakaian. Bikin pesta hari ini langsung bikin. 

Saudara tidak diciptakan oleh Allah untuk dijadikan budak - saudara adalah anak-anak Raja dari segala raja. Ini jadi beban saya. Jadi jangan kita datang kepada Tuhan sebagai budak tapi sebagai anak. Pokoknya kebiasaan saudara ngomong sama ayah saudara yang paling dekat ngomong apa. Kalau bilang papa, bilang papa ... Yesus akan jadi papa saudara. Kalau saudara dekat ngomong daddy, bilang daddy. Saudara, kita adalah anak Raja. Tidak pernah saya melihat saudara direndahkan, tidak, saya anggap saudara sama. Sesama anak-anak Raja. 

Ngomong musti seperti anak Tuhan. Bertindak musti seperti anak Tuhan. Berkelakuan musti seperti anak Tuhan. Jangan saudara turunkan derajat saudara jadi hamba jadi budak, tidak. Aku tidak memanggil kamu lagi hamba, kata Yohanes 15, tetapi sahabat. Tetapi kita anak Tuhan - lebih dari sahabat. Kita anak yang dibelanya. Kita anak yang dikasihinya. Kita anak yang disayanginya. Ayat ke-3,

103:3 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,

Di sini dia tidak pakai dosa tapi kesalahan. Kita ini anak, seringkali suka ada kesalahan. Dosa sudah diampuni ... suka ada kesalahan. Ngomongin orang. Gosip ... digosok-gosok supaya sip. Gosip adalah sesuatu yang tidak benar kedengarannya benar. Kalau berita yang baik, tidak ada seorangpun yang mau neruskan. Tapi kalau ada berita yang tidak baik, banyak sukarelawan dan sukarelawati yang akan mendaftarkan diri, saya mau sampaikan berita ini. Janganlah kita seperti itu. Kenapa? Itu adalah salah satu kejahatan. Tapi kalau kita datang dan mengakui sebagai anak kepada bapa, sama dengan anak terhilang, semua akan dikembalikan kepada saudara. Ada haleluyah, saudara? Berikut.

103:3 ..., yang menyembuhkan segala penyakitmu,

Yesus kalau menyembuhkan bukan cuma 26 penyakit -  segala penyakitmu! Ada penyakit karena salah sendiri, ada penyakit karena gen. Kalau saudara begadang 3 hari, tidak tidur malam tapi kerja terus, ya saudara pasti sakit. Ada penyakit yang datang dari setan, ada penyakit yang datang dari rakus. Itu termasuk kesalahan.  

103:4 Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,

Bahasa Inggris, yang menebus hidupmu dari kerusakan. Ya, banyak orang berlomba-lomba ingin menjadi orang saleh tapi malahan menjadi orang salah. Banyak manusia saudaraku ingin berbuat baik untuk saleh malahan jadi berbuat salah.

Siapa yang melepaskan saya dari kerusakan?

Walaupun nanti saya mati tapi saya mati tidak akan sia-sia. Saya sudah dapat banyak jiwa, saya sudah menangkan banyak jiwa untuk Bapa saya di sorga, saya tidak akan malu ketemu Dia. 

103:4 ..., yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,

Saya mengucap syukur kepada Tuhan, banyak orang yang sayang sama saya. Begitu saya ke Kanada tahun 76 ada satu ibu Louis. Umur 80 tahunan. Saya digandeng sama dia ke toko: This is my son. Orang bingung. Mamanya putih mancung, anaknya gini. Orang tahu ... diangkat anak. Saya dipegang terus. Satu kali saya ngomong sama orang: This is my mother, aduh dia senang, senangnya dia luar biasa. 80 tahun masih setir mobil. Pada waktu dia meninggal, saya dapat surat, ... sudah meninggal dan kamu dapat bagian warisan. Saya dapat warisan. US$1.000.00. Diingat. Sampe matipun dia masih ingat saya. Banyak yang sebal sama saya tapi lebih banyak yang mencintai saya.

Nggak bisa saudara cinta sama Tuhan kalau belum cinta gembala saudara. Saya nggak bisa cinta Tuhan kalau saya nggak cinta domba-domba saya. Saya musti cinta jemaat saya sebelum saya cinta Tuhan. Sebelum cinta sesama, cinta dulu diri sendiri - jauhkan diri dari segala hal yang tidak baik. Topnya ini ayat 5. Mazmur

103:5 Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.

Dalam bahasa Inggris, Dia yang memuaskan mulutmu dengan hal-hal yang baru.

Betapa indahnya kalau mulut kita dipenuhi dengan firman Tuhan, mulut kita dijejali oleh sabda Tuhan. Kita dipuaskan, mulut kita dipuaskan. Bisa bicara jasmani ... dikenyangkan, bisa bicara rohani ... berkatnya. Dan ini lihat topnya.   

103:5 ..., sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.

Saya mau ngomong  sama yang umur 60-70 tahun: Saudara senang kalau kita dikembalikan ke dalam masa muda kita? Bapa-bapa, ibu-ibu di atas 50 tahun mau dikembalikan kepada masa muda?

Ingat 85 tahun, Kaleb, berkata: Aku mau mengalahkan gunung, aku ingin memiliki pegunungan ini, pegunungan ini milikku. 85 tahun. Dan dia dipakai oleh Tuhan menang perang, mengalahkan gunung ini. Aku sudah 85 tahun tapi kekuatanku sama seperti aku 40 tahun. Sekarang ada banyak orang yang umur 40 tahun tapi perbuatannya sama dengan umur 85 tahun. Geus letoy, secara rohani.

Saudara-saudara, apa yang dimaksud dengan masa mudamu? Apa artinya kembali kepada cinta mula-mula? Itu dalam salinan aslinya, engkau dikembalikan kepada masa mudamu. Yang tua, kita akan dikembalikan kepada masa muda, ada haleluyah? Cuma putih teh rambutnya tapi masa muda.  

Saudara, Tuhan akan kembalikan masa muda kepada yang tua. Ada yang tua secara umur, ada yang tua secara semangat. Biar dia masih umur 25 tapi semangatnya sudah 75 tahun. Yu, kaum bapa. Yu kebaktian kaum wanita. Mari kita kembali kepada firman Allah, Tuhan mengembalikan masa muda menjadi baru seperti pada burung rajawali.

Saudara, burung rajawali ada masanya ganti bulu. Yang di sayap. Waktu dia ganti bulu, dia kaya burung yang sakit, rontok semua bulunya. Gundul kepalanya. Dan dia diam di sarang. Nggak ke mana-mana seperti puasa. Dan kalau saudara ketemu burung rajawali, Garuda Pancasila yang kita lihat, itu lagi sehat garudanya. Bayangkan kalau garudanya lagi sakit, nggak ada bulunya ... cuma garis-garis saja gitu. Buntutnya rontok nggak ada, kaya burung Japan Airlines itu saudara, lambang burung tapi nggak ada buntut, ekor.

Siapa yang masih ingat ekor Garuda Pancasila ada berapa? 8. Sayap ada berapa? 17. Leher? 45. Untung ya, kita merdeka 17 Agustus tahun 45. Kalau kita merdeka pada tanggal 1 Februari, lambang kita papatong. Capung. Ekornya 1, sayapnya 2.

Banyak jemaat kalau datang di gereja kaya rajawali sakit, saudara. Makanya jadi muda lagi  Tetap muda .. Oh, heranlah .. Dis'lamatkan lebih mulia .. Yang terbaik .. Layani Dia .. Tetap muda .. Oh, heranlah.       

Rajawali, bulunya saja - kalau sudara tahu, panjangnya sayap itu yang jadi hiasan orang Indian. Maka ada ayat di dalam Yesaya, nantikanlah Tuhan ... itu burung rajawali menunggu sayapnya diperbaharui.

Siapa yang sedang dalam problem persoalan percobaan, artinya tunggu Tuhan. Jangan pakai kekuatan saudara sendiri. Saudara mungkin mau terbang, nggak, jangan, jatuh saudara. Nggak ada sayap. Diam. Nah, ketika diam ini, dibaharuilah kuatmu seperti pada burung rajawali.

Nanti sedikit-sedikit, dia kepak-kepakkan sayapnya. Belum cukup panjang, dia diam lagi. Sudah tumbuh, ekornya tumbuh, dia mulai soaring ... dia mulai terbang. Ada angin panas, dia naik ke atas. Saya suka lihat orang-orang yang di Puncak itu suka paralayang, itu dia cari angin. Kalau dapat angin dia naikkan begini, dia naik ke atas, dia terbang. 

Demikian juga burung rajawali. Demikian juga saudara dan saya. Saudara anak-anak rajawali. Saudara tidak boleh takut di tengah angin percobaan. Rentangkan sayap saudara, kita naik .. naik .. naik seperti burung rawajali. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Minggu, 02 Desember 2007

LATIHAN

Mari kita buka Alkitab kita pada sore hari ini dari Ibrani

12:10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
12:11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

Sore ini saya ingin berbicara mengenai latihan, dilatih. Alkitab menulis sangat banyak ayat mengenai latihan, dilatih. Sebab di dalam ayatnya yang dilatih itu, dalam bahasa Inggris dipakai kata train ... latihan. Ingin main musik lebih bagus. Saya main musik dari umur 8 tahun. Jadi sekarang sudah 51 tahun saya main musik. Saya bisa peka. Tetapi untuk kita tahu main musik, kita harus latihan. 

Kalau saudara ingin dilatih oleh Tuhan, Tuhan itu melatih kita. Satu ayat di dalam Mazmur, Daud berkata, Tuhan melatih tanganku untuk berperang. Jadi Dia melatih tangan Daud untuk berperang. Semua datang dari latihan.

Baru-baru ini saya ke Los Angeles. Kira-kira 14 tahun yang lalu saya menikahkan sepasang suami istri. Kemarin saya ketemu dia, dia punya anak 2 perempuan. Satu umur 12 tahun, satu 9.

Saudara, kalau jarak 70 meter saya pukul bola golf itu dan masuk di lubang, itu namanya kebetulan. Tetapi anak dia ini umur 12 tahun perempuan, juara ke-4 dunia. Anak perempuan. Golf. Juara 4 dunia saudara di antara wanita seumuran dia; yang kalahkan dia cuma orang Korea. Handicapnya 0.6. Saya handicap 28, jauh sekali. Anaknya kecil, gemulai. Tetapi yang terjadi bangun jam 6, ibunya bawa ke sekolah. Sekolah di sana mulai jam 9 terus sampai jam 4 dijemput papanya, langsung ke lapangan golf. Nanti jam 9 baru gelap kalau di sana. Jadi mereka latihan makan di situ. Sampai jadi juara 4. Saya bilang, kalau saya tea-off, saya pukul pertama, itu paling jauh 180-200 meter. Anak saya, dia bilang, 265. Masa, saya bilang? Iya. Kecil saudara. Dia pukul kaya orang nari tapi bolanya jauh. Ah, itu latihan. Datang dari latihan. 

Saya yakin semua kita, kalau kita mau berlatih di dalam Tuhan - latihan setia, latihan berdoa, latih beribadah, latih berpuasa, latihan apa saja. Latihan memberi. Jemaat harus dilatih untuk memberi. Berilah maka engkau akan diberi. Latihan mengalah. Kalau orang menyinggung perasaan kita, latihlah kita meredam itu. Latih. Melatih sabar. Melatih diri.

Di dalam Timotius ada satu ayat, latihlah dirimu beribadah. Latihan untuk jasmani sedikit saja gunanya. Tetapi latihlah. Siapa yang tahu Ade Ray? Ade Ray itu juara nasional, juara Asean Games body building. Badannya besar, saudara. Tapi besarnya itu posturnya seimbang dengan paha, besar semua. Dia makan pagi, harus memang, telor 20. Makan pagi. Telor ayam 20 sebab diperlukan oleh otot-otot. Dan dia latihan sangat berat.

Nah, di sini banyak bapa-bapa ibu-ibu yang suka senam. Tapi saya lihat senam mah senam, badannya mah gembrot aja tetap. Senam sambil main mah gimana. Sambil mengulum coklat. Kapan mau jadi kurus?

Demikian juga di dalam Tuhan. Kalau kita mengerjakan pekerjaan Tuhan, kalau kita bekerja melatih kerohanian kita di dalam pekerjaan Tuhan, kalau kita tidak sungguh-sungguh, nanti kebaktian nanti mundur, nanti jadi kereta langsir. Sehari sehelai benang, setahun sehelai kain. Sabar.

Kalau kita mau serius melatih di dalam Tuhan maka saudara kita akan mendapatkan buah. Latihan itu, ganjaran di dalam bahasa Alkitab, itu adalah beban yang dikasih. Pertama saya angkat dulu yang 10 kg. Sudah kuat. 15 kg kuat. Itu ganjaran. Itu bagian, itu paket. Sampai saya 70 kg saya kuat. Waktu dulu. Latihan membuat kita sempurna.

Tiger Woods juara dunia pada umur 21 tahun. Dia sudah lewat semua juara-juara, dia sudah lewat, dia lebih banyak juara sekarang. Ketika dia juara dunia pertama, orang datang sama bapanya: Mr Earl Woods, apa rahasianya anakmu sampai begitu jago, sampai begitu hebat mainnya? Apa rahasianya? Dia cuma ngomong, karena dia orang negro: Training, training, brother. Latihan.

1 hari itu Tiger Woods memukul 1.000 bola. Pukul saja. Latihan. Jadi kalau 7 hari, 7.000 bola dia pukul. Lama-lama dia udah kenal pukulan. Lama-lama dia tahu, pukulan begini sampainya berapa meter, dia bisa pukul belok begini. Kalau dia memukul belok begini karena disengaja, kalau kita belok begini pukul karena kecelakaan. Seperti tadi saya katakan saya masuk ke dalam lubang kebetulan tetapi kalau anak ini pukul 265 yards, waduh saya bilang, itu hasil dari latihan. Di dalam I Korintus

9:24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.
9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Dia memakai satu perumpamaan orang berlari. Saya pernah juara ke-1 lari 100 meter waktu saya SMP. Saudara, yang ikut balap banyak, katanya Paulus, yang ikut lari banyak, tapi yang menang cuma satu, yang dapat hadiah cuma satu. Lalu Paulus katakan dalam ayat 24, larilah sedemikian larilah seperti orang yang mendapat hadiah itu. Bagaimana lari seperti orang yang dapat hadiah? Di dalam ayat ke-29 tadi, aku melatih tubuhku.

Saudara, saya ingin beritahu kepada saudara bahwa untuk lari 100 meter, saya musti bangun setengah empat pagi. Harus jalan dari rumah ke lapangan Badak Putih. Di sana guru olah raga saya sudah menunggu. Ada 5 orang. Untuk 17 Agustus. Dia bilang, mari kita latihan, kita lari ke Warung Kondang. Aduh, Warung Kondang itu 7 kilometer. Pulangnya naik oplet karena kalau lari lagi jadi 14 kilometer. Tapi itulah, hanya untuk pertandingan yang sekali itu latihannya berulang-ulang, berulang-ulang. Tetapi apa akhirnya? Saya mendapat juara ke satu lari.  

Latihan. Jadi kita ikut Tuhan Yesus itu saudara, kalau dapat percobaan sebetulnya Tuhan lagi melatih kita. Ngomel apa nggak. Marah-marah apa nggak. Luh-leh apa nggak. Tuhan tes. Ketika kita diberi problem diberi persoalan diizinkan, ngomel, balik lagi ke kelas 1, belajar lagi. Tuhan kasih lagi pelajaran agak berat, eh lulus. Begitu ada persoalan, ngomel, balik lagi. Nggak naik-naik. Maka itu kita harus melatih diri. Latih, latih terus.

Tahu nggak saudara bensin sekarang hampir 8.000 seliter. Mau ngomel? Saudara mau ngomel mau nggak, bensin tetap naik. Mending diam jangan ngomel. Sekarang Jakarta banjir, kenapa? Karena air laut pasang. Mau ngomel? Ngomel nggak ngomel, air sudah masuk ke rumah. Mau marah-marah? Sudah masuk di rumah air. Lebih baik kita mempunyai hal yang positif.

Kalau kita punya perahu di sini, air laut naik, perahunya juga ikut naik dong. Nggak mungkin saudara-saudara perahu ini, air laut terus naik, ini perahu tenggelam. Nggak mungkin. Kalau saudara perahu, kalau air laut naik, perahu saudara ikut naik juga. Kalau harga-harga naik, berkat Tuhan untuk saudara juga naik. Tuhan senang memberi kepada orang yang mau dilatih. Haleluyah. Di dalam Amsal  

22:6 Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.

Bahasa Inggris bukan didik tapi trained up, latihlah. A child, anak kecil.

Saudara kalau sayang sama anak, anak itu musti dilatih, musti diajar, musti dididik, musti tahu disiplin. Jangan sayang pukul. Aduh, papa saya kalau pukul saya saudara, pakai rotan. Itu rotan sebesar telunjuk saya. Papa saya suka pimpin sangkur pakai rotan. Ada yang nggak perhatiin, ketok kepalanya. Kalau anak sekolah minggu ada anak yang ngomong, dia ketok kepalanya. Saya mah sudah lulus; saya dipukul sampai sampai saya terkencing-kencing, saudara. Karena main.

Tapi ini firman Allah betul, latih anak lagi kecil. Maka kalau masih di sekolah Alkitab kalau siswa-siswi itu tidak bisa dilatih disiplin, bagaimana nanti di pekerjaan Tuhan? Kalau mereka tidak dilatih puasa, nanti ada satu puasa umum puasa harus 3 hari 3 malam semua siswa? Biasanya Iblis datang pada puasa hari kedua. Pada hari puasa kedua, saudaraku, ini semua lutut siku pada sakit semua kaya ditusuk jarum. Nah, di situ Iblis suka datang: Sudah, buka saja. Puasa ini keharusan. Makanya dilatih dulu setiap rabu. Setiap rabu satu hari. Nanti siswa-siswi dia mempunyai satu perut yang terlatih. Kalau sudah hari rabu saja, itu perut sudah ciut sendiri, dia nggak mau makan.  

Saudara sedang dilatih oleh Tuhan. Mengalami persoalan di rumah, persoalan di perdagangan, persoalan di macam-macam hal, jangan marah sama Tuhan. Tapi berterima kasihlah sebab dari latihan itu Petrus berkata, kita akan keluar seperti emas yang lewat dari pembakaran api. 

2 hari lalu, satu pendeta dari Bogor datang: Ini saya mau ngomong dari hati saya. Prof DR. Silitonga ini dia duduk di Badan Penasehat MD. Baru menyelesaikan satu urusan. Kita makan sama-sama. Dia dengar dari orang-orang di Bogor, ada 2 macam GBI ngomong begini: Aduh, GBI kita ini, katanya, nggak bergerak nggak bisa berkutik di Cianjur. Bethany tidak bisa berkutik. Semua tidak bisa berkutik karena gereja yang besar di Cianjur itu gereja pak Awondatu. Kita buka berkali-kali tapi tidak berkutik. Semua jemaatnya kompak. Ada 2 GBI satu dari Petamburan, satu dari Alex Abraham, dua-duanya buka tapi tidak bisa maju di Cianjur. Hanya Cianjur. Sukabumi Bogor semua jalan. Hanya Cianjur mereka aneh tidak bisa. Tetapi mereka bilang begini saudara: Bagaimana nanti kalau pak Awondatu mati, siapa yang jadi gantinya?

Saya ngomong ini sama saudara supaya saudara bisa berdoa dari sekarang. Siapa yang akan gantikan saya nanti? Bagaimana itu gereja masih bisa berdiri masih bisa kompak kalau pak Awondatu meninggal? Ini pendeta GPdI ngomong sama saya. Saya bilang, Tuhan pasti sediakan. Tetapi kembali kepada Firman Allah.  

Yosua mengantikan Musa, dia dilatih dulu. Taat. Musa naik ke gunung, Yosua tunggu, tunggu 40 hari. Musa berpuasa ketemu Tuhan, Yosua nggak kemana-mana dia tunggu setia, dia nggak pergi kemana. Dia ada istri, dia ada anak tapi dia tidak kembali dia tidak kunjungi. Ditunggu Musa. Sehingga pada waktu dia kembali mau meninggal Musa, Tuhan bilang: Yosua yang akan menggantikanmu. Karena dia sudah dilatih.

Sore hari ini, saudara, surat Timotius bilang, latihan jasmani olah raga jasmani kecil saja gunanya tapi latihan ibadah besar manfaatnya. Kepada umur 65 dekat sekali saya, kepada umur 70 dekat. Dan waktu itu cepat sekali. Yang tua akan meninggal, yang bayi lahir, yang muda akan meneruskan, ... itu terus, secara alamiah akan berputar. Siapa yang akan gantikan saya? Saya tahu Tuhan nanti akan sediakan tapi siapa? Saudara jemaat musti pikir. Harus orang yang terlatih, harus orang yang dididik oleh saya, harus orang yang terdidik, harus orang yang tahu disiplin saya, tahu apa bagaimana harus mengelola jemaat.

Mari kita buka sebagai yang terakhir. Dalam surat I Timotius    

4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
4:9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
4:10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.
4:11 Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu.

Latihan badan terbatas gunanya. Lari pagi, jalan pagi, angkat besi, training, bagus semua tetapi sedikit gunanya atau disebut terbatas gunanya. Hanya bagi kesehatan tubuh, tidak ada untuk rohani. Tetapi ibadah berguna dalam segala hal. Dikatakan, profitable ... menguntungkan. For all things, untuk segala sesuatu: Rumah tangga saudara akan beruntung, usaha saudara akan beruntung, pendidikan saudara di sekolah akan beruntung, anak-anak saudara akan tumbuh dengan baik akan beruntung - kalau kita tahu melatih diri beribadah, kalau kita tahu beribadah. Melatih diri untuk berkorban, latih diri untuk memberi, latih diri untuk mengalah, latih diri untuk berdoa, latih diri untuk berpuasa.

Kalau saudara mau mempunyai panggilan untuk membawa firman Tuhan, latih diri saudara bawa firman Allah. Mulai dari kelompok yang kecil, mulai saudaraku. Tidak masalah kita hanya 3-4-5 orang di bawah pohon kelapa atau di sudut jalan. Tidak masalah. Di mana-mana Yesus berkata, 2-3 orang berkumpul karena nama-Ku, Aku ada di tengah-tengah mereka. Latih beribadah. Latihan. Dan kalau saudara tahu berlatih, begitu saudara di lapangan, saudara sudah tahu apa yang harus saudara pakai, jarak berapa, stick apa saudara bisa pakai.

Sama dengan pemain sepakbola. Biar dia sudah gaji tinggi saudara, pemain professional dia tetap harus berlatih. Sama dengan Mike Tyson. Kenapa dia juara dunia? Karena punya pelatih yang melatihnya dengan keras luar biasa. Begitu pelatihnya meninggal, Mike Tyson kalah. Betapa berharganya seorang pelatih. Dan kita punya Pelatih malam hari ini, Tuhan Yesus Kristus. Dia melatih kita di dalam segala bidang hidup kita. Saudara mau dilatih oleh Tuhan?

Mari kita berdiri bersama-sama.  

-- o -- 

Minggu, 09 Desember 2007

TIAP HARI

Di dalam firman Tuhan ada banyak tertulis banyak hal mengenai kata 'tiap hari'.

Ada sesuatu yang tersimpan di dalam istilah 'tiap hari' itu. Dan kita mau lihat beberapa hal dari sabda Tuhan, bagaimana yang seharusnya kita lakukan setiap hari.

Kita akan mendengar mengenai kata 'tiap hari'. Kita mau lihat yang pertama mengenai tiap hari ini di dalam Matius

6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.

Bahasa Indonesia begitu. Tapi dalam bahasa Inggris, ayat 11 berkata, berikanlah kami hari ini our daily bread ... roti sehari-hari atau makanan sehari-hari. Atau, makanan setiap hari.

Pelajaran pertama dari kata tiap hari, yaitu di dalam Yesus kita punya rezeki sudah disiapkan oleh Tuhan setiap hari. Saudara nggak usah takut hari esok - kalau saudara baca ayat 34 - jangan takut hari esok, jangan kuatir hari esok, hari ini cukup untuk hari ini. Jadi kita mau belajar hidup di dalam Tuhan setiap hari. Dalam setiap hari ini, kita musti yakin ada rezeki buat kita - orang Tionghoa bilang, ada hoki - ada rezeki bagi kita.

Biar dia insinyur pintar atau seorang tukang beca yang bodoh, rezekinya sama; dia makan setiap hari. Bukan orang kaya itu kalau makan, karena dia kaya, makan untuk 1 tahun untuk menghemat, dia langsung makan, nanti tahun depan dia baru makan lagi karena dia kaya, tidak. Tetapi makan sehari-hari, makan setiap hari. Setiap hari.

Ini pelajaran yang pertama. Our daily bread. Itu sebabnya kita nggak usah ngoyo, nggak usah toh-tohan orang Sunda bilang, nggak usah kerja banting tulang peras keringat. Banting tulang, peras keringat hanya untuk cari makanan. Nanti udah kaya udah punya ini, kerja nggak tahu waktu, terus kerja kerja, Tuhan kebaktian ditinggalkan. Kita lupa bahwa Tuhan ada rezeki bagi kita setiap hari. Bukan hanya umur yang sudah ditentukan, rezeki juga sudah ditentukan. Yang kaya tidak berkelebihan supaya yang miskin tidak berkekurangan; Tuhan ada rezeki bagi kita.

Saudara tahu nggak bahwa banyak orang kaya ingin menikmati apa yang dia tidak bisa nikmati apa yang dinikmati oleh orang miskin. Banyak orang miskin cita-cita ingin jadi kaya. Kemarin saya menikahkan jemaat punya anak hari Sabtu di Hotel Marriot. Waduh, waktu saya buka cincin kawinnya memang papa mamanya orang kaya, kaget saya, cincin kawin bukan diselipin berlian. Berliannya nongol 2 karat. Untuk penganten lelaki 2 karat, untuk penganten perempuan 2 karet. Gede. Waduh, kagum saya. Hebat. 2 karat itu berapa harganya, saya juga tidak tahu. Tapi itu orang kaya.

Orang yang punya berlian 2 karat dengan orang yang mau sekarat, itu di hadapan Tuhan rezekinya sama. Maksud saya yang sekarat itu yang sedang menghadapi detik-detik terakhir mau meninggal. Itu rezekinya sama dari Tuhan. Setiap hari ada makanan yang secukupnya.

Nah, secara rohani juga ada sesuatu yang kita harus makan setiap hari. Mazmur  

1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. - Berarti tiap hari. Apa akibatnya kalau kita merenungkan firman Tuhan? Ayat 3 -
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Kita musti self koreksi, jadi kita musti koreksi ke dalam. Kita nggak usah urus orang lain. Koreksi ke dalam. Kenapa kita suka tidak mengalami berkat Tuhan? Kenapa kita suka tidak mengalami roti yang sehari-hari tadi? Kenapa kita tidak mengalami makanan yang secukupnya yang Tuhan berikan? Kenapa kita tidak menikmati itu? Karena kita musti ngaku, kita tidak merenungkan firman Allah tiap hari. Tidak usah banyak kalau baca alkitab. Saya tidak akan tanya sama saudara, siapa tadi pagi baca alkitab. Saya tidak akan tanya karena saya tahu semua banyak yang tidak baca alkitab. Jadi saya tidak akan tanya.

Saudara, baca alkitab tidak usah banyak. Biar sedikit - satu dua atau tiga ayat, tetapi terus tiap hari. Tiap hari. Satu ayat tiap hari. Makanya saya tolong dengan SMS. Setiap hari saya kirim SMS ayat melalui handphone. Kalau saudara mau dapat, saudara ketik saja REG J, lalu kirim ke 3833, saudara pasti dapat renungan firman Allah untuk menguatkan saudara, untuk menyegarkan saudara, untuk menasehati saudara, untuk membimbing saudara, untuk membina saudara, untuk mengarahkan saudara. Itu saya renungkan dulu. Sekarang saya sudah bikin sampai bulan Januari tanggal 31, saya sudah bikin. Jadi tinggal keluar tiap hari. Asal saudara mau. Dari pada saudara, aduh saya kalau telepon anak Tuhan jemaat seringkali bingung, lagunya lagu nada tunggunya itu lagu-lagu dangdut. Jangan. Tetapi renungkan firman Allah. Dalam Yosua

1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Sekarang di dalam kitab Yosua, dituliskan, saudara dan saya bukan hanya berhasil - Mazmur 1 tadi -, tetapi beruntung. Ada untung, ada laba. Ini secara jasmani secara rohani. Kenapa kita tidak mengalami? Karena kita tidak pernah baca. Bagaimana kita mau merenungkan kalau kita tidak pernah baca. Ini jalan kita diberkati ... tiap hari merenungkan firman Allah.

Khotbah ini saudara saya dapat tadi pagi di hotel sebelum saya khotbah di Jakarta. Saya baca satu ayat, tek, tiba-tiba Tuhan kasih: Nih, nih, nih. Saya bilang, terima kasih Tuhan. Saya beri sama saudara sekarang. Apa yang saya di Jakarta khotbah, lain dengan yang di sini karena sepanjang perjalanan Tuhan tambah lagi. Ini. Oh, iya Tuhan, terima kasih. Ini jalan keberkatan.

Pelahar, mahasiswa mau sukses, belajar firman Allah. Renungkan. Itu akan membuat kita menjadikan kita berhasil dan beruntung. Sebelum buka toko sebelum apa-apa, baca satu ayat. Tidak usah banyak, satu atau dua ayat. Mulai di Amsal Sulaeman atau Mazmur. Baca satu ayat dua ayat. Masukkan dalam hati, renungkan. Nanti saudara ketagihan ingin dua ingin tiga ayat, karena ini firman Allah. Saya sudah baca dari tahun 61 tapi nggak pernah bosan nggak pernah habis. Bacanya ayatnya itu-itu juga tetapi selalu baru. Sebab ini firman Allah, bukan perkataan manusia.

Jadi bukan hanya our daily bread makanan jasmani sehari-hari, tetapi spiritual bread ... roti rohani, yang kita harus makan setiap hari. Itulah sebabnya banyak orang kristen lemah, kena percobaan mengeluh, kena kesusahan berat dia tidak punya kekuatan dia tidak punya jalan keluar karena tidak merenungkan firman Allah. Bagaimana mau merenungkan firman Allah, dibaca saja nggak?

Kita lebih senang baca buku Harry Potter, kita lebih senang baca buku-buku yang tidak ada hubungannya dengan Tuhan tidak ada hubungannya dengan sorga. Buku ini, Alkitab, berhubungan erat dengan keselamatan kita. Buku ini berhubungan erat dengan hidup yang kekal. Buku ini berhubungan erat dengan berkat yang kita akan terima. Buku ini berhubungan erat dengan keberhasilan kita di sekolah. Buku ini berhubungan erat dengan kekuatan rohani kita. Buku ini berhubungan erat. Itu sebabnya, firman Allah, dari dulu - ini sudah hampir 5.000 tahun dari zaman Musa - dikatakan, renungkan, baca, simpan dalam hati, renungkan firman Allah ini ... supaya engkau berhasil dan beruntung! Bisa bilang amin haleluyah?

Sekarang kita akan melihat yang ketiga, apa yang terjadi pada setiap hari. Kitab Ayub 1. Itu saya juga bingung, Tuhan taruhnya di dalam pasal-pasal pertama. Sebelum apa peperangan sebelum kemenangan sebelum berkat, Tuhan taruh ini 'setiap hari' ini di pasal-pasal pertama.   

1:5 Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.

Senantiasa. Bahasa Inggris, regularly ... secara teratur. Berdoa, harus tiap hari kita berdoa. Daniel tiga kali loh berdoa satu hari. Kita harus berdoa apa pagi apa siang apa malam - minimal satu kali - kita harus berdoa. Tetapi harus setiap hari kita berdoa. Ini tanda kita sudah lahir baru. Ini tanda kita sudah diciptakan menjadi ciptaan yang baru. Kita tidak menilai lagi doa sebagai satu tugas yang melelahkan sebagai satu beban yang memberatkan. Tetapi menjadikan doa sebagai satu hak istimewa; kita menjadi tamu-tamunya Tuhan pada waktu kita berdoa.

Berdoa adalah pelayanan yang paling murni kita kepada Tuhan. Khotbah bisa kita bikin-bikin. Kita bisa bikin pake topeng. Puji-pujian kita bisa bikin-bikin di depan manusia dilihat orang. Tetapi doa, kita langsung berhadapan dengan Tuhan. Siapa yang mau bohong di dalam doa sama Tuhan? Siapa yang mau ngomong yang nggak betul sama Tuhan? Itu ada pada waktu berdoa.

Dan saya senang bahwa jemaat di Cianjur saya tidak suruh saya tidak pernah perintah, merindukan berdoa setiap pagi. Setengah lima sampai setengah enam. Berdoa. Yang datang dari Selakopi jauh dan dekat-dekat sini. Bapak Budiarto sama istri sebelum lari mereka berdoa dulu. Banyak kaum muda juga - itu yang saya tidak sangka-sangka yang muka-muka baru, ikut berdoa pagi. Biarlah Rumah ini, Gereja ini, disebut Rumah Tempat Berdoa. Nanti tambah lama tambah lama, tambah banyak tambah banyak ... kita bikin kebaktian pagi. Pendek. Berdoa, baca firman Allah, dan berdoa, nyanyi boleh, langsung pulang. Tidak usah pake kolekte. Tapi saudara hanya berdoa.

Saudara sikat gigi dulu, ya. Tapi kalau saudara mau mandi bagus, mandi subuh itu bagus sekali. Pokoknya mau kedinginan mau kepanasan, saudara harus berdoa. Saya katakan harus, karena diperintah oleh firman Allah. Berdoalah. Berjaga-jaga, berdoalah. Berdoa. Adakah di antara kamu yang bersukacita? Nyanyi. Adakah di antara kamu yang sakit? Berdoa. Sedang dalam percobaan? Berdoa. Doa, doa, doa.

Doa itu, saudara, merubah hatinya Tuhan. Ingat itu!  Contoh.

Waktu Niniwe mau dijungkirbalikkan zaman nabi Yunus. Tiga hari dia jalan di dalam kota Niniwe: Bertobatlah kamu, kalau tidak 40 hari lagi kota ini akan dijungkirbalikkan oleh Tuhan, dengan gempa dan sebagainya. Eh, raja itu percaya. Raja yang jahat itu percaya. Dia umumkan sama rakyatnya, puasa 3 hari 3 malam sampai kepada bintang-binatang puasa, berdoa. Mudah-mudahan Tuhannya Yunus itu mengampuni dosa kita. Mereka berpuasa. Nggak tahu mereka bagaimana doanya tapi 3 hari, sampai binatang tidak dikasih makan.

Eh, hatinya Tuhan berubah. Yunus, Aku tidak jadi hukum Niniwe, Aku kasihan karena mereka sudah bertobat kepada-Ku. Ditulis di Alkitab, menyesallah hati Tuhan karena Dia mau menghukum Niniwe. Sebab apa, saudara? Karena doa.

Yang kedua. Seorang raja namanya Hizkia. Tuhan panggil Yesaya: Yesaya, kamu datangi itu raja. Kasih tahu ya hari ini dia akan mati. Yesaya datang. Tidak basa-basi, nggak bilang paduka baginda, nggak: Demikianlah firman Tuhan, Hizkia, hari ini engkau akan mati. Demikian firman Tuhan. Dia balik lagi keluar. Hizkia nggak marah sama Yesaya. Nggak bilang, tangkap dia, nggak panggil istrinya, nggak panggil putri-putrinya, nggak panggil dayang-dayangnya, nggak panggil pengawalnya. Alkitab katakan, dia berpaling ke dinding, dia berdoa menangis kepada Tuhan dan dia bilang: Tuhan, berbelas kasihan sama saya. Ingat bahwa saya berjalan di hadapan Engkau dengan lurus hati. Dia tidak minta panjang umur; dia cuma berdoa sebab dia mau mati sebentar lagi. Hari ini mati. Oh Tuhan, ampuni saya, Tuhan ingat saya.

Yesaya belum sampai halaman, belum keluar tembok istana, baru sampai halaman luar. Tuhan ngomong: Balik lagi Yesaya, kasih tahu sama Hizkia nggak jadi Saya matikan dia. Aku tambah umurnya 15 tahun, balik lagi. Yesaya kan hamba Tuhan, dia balik lagi. Demikiankah firman Tuhan: Hei Hizkia ... - Hizkia itu kena penyakit bisul yang tidak bisa sembuh - ... Tuhan sudah dengar doamu dan lihat airmatamu, engkau akan ditambah umur 15 tahun. Alkitab katakan, dia langsung ke Bait Allah, dia menyembah Tuhan mempersembahkan ucapan syukur kepada Tuhan.

Banyak kali kita ketika kita dapat berkat dapat untung lulus ujian, kita piknik, kita pergi ke luar negeri. Tidak menghormati Tuhan di Bait Allah. Kita nggak ada malunya sama Tuhan. Dikasih berkat, ditolong, dikasih nafas, dikasih panjang umur, dikasih sehat, eh nggak bersyukur sama Tuhan. Justru ajojing. Lupa sama Tuhan. 

Tapi firman Allah berkata, berdoa setiap hari. Regularly doa. Nggak usah panjang sekali doa 2 jam 3 jam, nggak usah. Tapi asal saudara terus menerus berdoa regular. Ada orang berdoa kalau lagi susah. Waktu susah dia doa, waktu susah dia ke gereja. Begitu senang, dia nggak ke gereja. Begitu senang, dia lupa.

Waktu kawin dia ke gereja, waktu dia sudah dapat apa yang dia mau, dia nggak pernah ke gereja. Habis kawin honeymoon. Habis honeymoon jadi halimun ... nggak kelihatan. Dilihat lagi kelakuannya seperti orang kafir. Ngomongnya sudah seperti orang kafir, kelakuannya seperti orang kafir. Dulu kebaktiannya 1 minggu 5 kali, terus mundur 4 kali seminggu. Terus mundur 3 kali seminggu. Mundur lagi 2 kali seminggu. Sekarang 1 kali seminggu. Yang saya sudah perhatikan, sudah satu bulan satu kali. Lupa sama Tuhan.

Bodoh kita kalau melupakan Tuhan. Tuhan itu sumber berkat, sumber hoki, sumber bahagia. Kalau saudara mau makan, pergi kemana? Restoran. Kalau bayar listrik pergi kemana? PLN. Kalau mau hidup bahagia pergi kemana? Cari Tuhan. Jangan lupa itu berdoa. Memang berdoa, walaupun saya bilang tidak usah panjang, tapi jangan terlalu pendek.

Saudara mau berdoa tiap hari? Berdoalah tiap hari. Berikut, apa yang kita lihat yang terjadi setiap hari. Mazmur  

90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.
90:11 Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu?
90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Bahasa Inggris, sehingga kami mempunyai hikmat. Kita ini salah. Kita nggak pernah ngitung hari. Kita ngitung duit terus tiap hari. Ngitung duit. Kita nggak pernah ngitung hari. Sedangkan firman Allah katakan, hitunglah hari-hari. Kita ini sudah umur berapa? Haleluyah. Itu ciptaan saya itu yang Bergulung-gulung, 24 Desember. Rasanya baru bulan lalu, sudah Desember lagi. Berlalunya buru-buru setiap hari itu. Rasanya saya baru check in hari jumat itu jam sepuluh malam di hotel, eh sekarang sudah di sini, hari minggu sore. Nanti selesai khotbah tahu-tahu sudah di tempat tidur. Baru mau tidur sudah pagi. Pagi, saya musti ngajar. Sudah ngajar, sudah musti pergi lagi sorenya ada Natal di Bekasi. Udah Natal musti ke Jakarta. Tahu-tahu sudah natal, eh tahun baru. Berlalunya buru-buru.

Saudara mau berdoa setiap hari? Saudara mau menghitung hari-hari? Tambah hari kita tambah dekat kepada maut. Mari hidup kita yang sebenarnya bukan di dunia, nanti di sorga. Tapi waktu kita di dunia tiap hari kita mau jadi bijaksana. Apa kata Tuhan? Hitung hari-hari kita.

Berikut apa yang terjadi di dalam setiap hari. II Korintus   
      
4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

Saudara-saudara, memang umur kita bertambah, kulit kita keriput. Yang kecil anak muda menjadi remaja, remaja menjadi pemuda-pemudi, cantik 20 tahun, 26 tahun. Wah, puncaknya 40 tahun. Dari 40 tahun, turun. 41-42-43-44 itu turun saudara. Sampai saya ini sudah 60, itu turun. Turunnya itu berapa jauh, cuma Tuhan yang tahu. Udah di atas 40 tahun, turun. Dan menurut hukum alam, yang ada di atas selalu turun ke bawah. Memang kita sudah di atas 40 tahun mah sudah turun.

Tapi kata firman Allah, yang di dalam kita, roh kita dibaharui. Renewed, dibaharui. Sehari kepada ke sehari. Itu bukan berarti kalau sudah nenek-nenek umur 70 tahun pake blue jeans. Kenapa ema teh umur 70 tahun pake blue jeans? Dibaharui tiap hari di dalam saya. Bukan itu. Rohani yang dibaharui: Dia jadi lebih sabar, dia jadi lebih berhikmat. Dibaharui. Dia bisa memberi nasehat, pandangannya jauh. Dia menjadi bijaksana. Itu pembaharuan dari roh kepada hidup kita. Dia orang jadi penuh sukacita, dia orang jadi someah, karena dibaharui oleh Tuhan tiap hari. Aduh si tante itu, aduh si opa itu, kok baik ya. Aduh, dia ini bijaksana. Kenapa? Karena dibaharui. Belajar melihat yang tidak kelihatan. Ayat 17,

4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Satu kali kelak, tubuh kita yang tua dirubah oleh Tuhan, menurut I Korintus 15, menjadi sama seperti tubuh kebangkitan. Haleluyah. Ketika Yesus datang kali yang kedua, tubuh kita dirubahkan. Kalau saya masih hidup sampai Yesus datang, saya lagi bayangin, tiba-tiba saya jadi muda lagi, haleluyah. Rambut saya jadi hitam lagi, gigi saya yang ompong jadi tumbuh lagi.

Sekarang tinggal saudara mau pilih, mau mati meninggal nanti dibangkitkan atau kita mau hidup sampai Yesus datang diubahkan, mau yang mana? Gimana Tuhan saja kenapa jadi bingung. Bagaimana Tuhan. Kita mau sembahyang kaya sama Hizkia: Tuhan, tambahkan 15 tahun. Tuhan bilang: Sudah, Saya tambah 15 menit. Cilaka, saudara. Maka rohani kita dibaharui setiap hari.  

Yang pertama, Tuhan memberi apa saudara? Roti sehari-hari. Yang kedua, kita harus makan firman Allah sehari-hari, merenungkan membaca firman Allah. Yang ketiga, kita harus berdoa. Yang keempat, menghitung hari-hari. Yang kelima, rohani kita diubahkan. Pemain musik. Kita tidak akan nyanyi sedih-sedih, kita harus nyanyi sukacita Hari-hari Kulalui ...   

-- o -- 

Minggu, 25 Desember 2007

LIMA NAMA YESUS

Yesaya   

9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Yesus punya 5 Nama. Yang pertama disebut Penasihat.

Bahasa Indonesia menulis tanpa koma, Penasihat Ajaib. Yang betul itu Penasihat. Di dalam bahasa Inggris, dipakai kata Counsellor, Penasihat. Konsultasi. Orang yang diambang perceraian, itu ada konsultasinya; mereka bawa permasalahannya kepada seorang yang konsultan pernikahan, yang bisa kira-kira menjembatani kesalahpahaman. Ada apa ini ini bapa dan ibu sampai mau cerai?

Tidak ada nasihat yang sebaik nasihat dari Tuhan Yesus.

Adakah di antara saudara yang perlu nasihat? Ada saya bisa kasih nasihat tetapi ada yang saya bingung, saya mau kasih nasihat apa. Councel. Yang menjadi penasihat. Kalau ada keributan soal pengadilan, masing-masing punya penasihat hukum. Tetapi sekali lagi, saudara, hanya Yesuslah Penasihat yang sebaik-baik penasihat yang pernah dimiliki oleh dunia ini hanya ada di dalam Yesus. Jangan cari nasihat kepada orang dunia.

Kita membaca Mazmur

55:15 kami yang bersama-sama bergaul dengan baik, dan masuk rumah Allah di tengah-tengah keramaian.

Di dalam bahasa Inggris dibaca, ... kami yang bersama-sama bergaul dengan baik.

Kata bergaul, to counsel, mengambil nasehat yang baik.

Kita sekarang sama-sama sedang mengambil nasihat, mengambil firman Allah yang baik bagi kehidupan. Dikatakan, dan masuk rumah Allah di tengah-tengah keramaian. Orang lain ramai, ribut tentang ini, ribut tentang Asian Idol ... saudara harus tahu idol itu adalah berhala. Dari kata idol datang kata idola. 

Tanpa sadar gereja seringkali meniru dunia, meniru keramaian. Tapi ayat ini berkata, kami bersama-sama dengan orang banyak mengambil nasihat. Di tengah-tengah keramaian kami tidak pernah terpengaruh oleh keramaian. Kami mau mengambil nasihat dari firman Allah. Dan saudara pada malam hari ini sedang duduk untuk mengambil nasihat dari Sabda Tuhan.

Berikutnya masih di dalam Mazmur 

73:24 Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan.

Haleluyah? Bahasa Inggris terbalik. Maksudnya sama. You will guide me ... Engkau akan menemani aku dengan nasihat-Mu. With Your councel.

Di dunia, kita menerima nasihat dari Tuhan. Kenapa? Karena kalau tanpa nasihat kita akan kesasar  Di luar Tuhan ku tak maju ... Di luar Tuhan ku jatuh ... Di luar Tuhanku kesasar ... S'perti kapal tanpa layar.

Kalau tanpa nasihat, kita seperti kapal di lautan, nggak tahu di mana pelabuhan. Tetapi saudaraku, kalau kita menerima nasehat dari Tuhan, Penasihat dari Tuhan, apa yang terjadi saudara? Dia akan menerima mengangkat aku ke dalam kemuliaan. Dia akan menerima kita di dalam kemuliaan. Kalau kita meninggal nanti, kita terangkat di dalam kemuliaan. Haleluyah.  

Tuhan Yesus berkata, Aku akan merima engkau dalam kemuliaan. Saudara, kita akan meninggal dalam kemuliaan; kita dimuliakan. Senang nggak kita masuk sorga Tuhan sudah nunggu di sorga dengan tersenyum? Betapa sedihnya kita kalau masuk mau ke sorga, tahu-tahu ada orang yang pegang cambuk. Wah, saudara ngeri. Siapa itu? Tuhan bukan? Bukan, Tuhan mah nggak pake cambuk. Siapa itu? Setan. Nah, ini dia anak buah saya yang suka gang-gangan motor. Yang bikin bising jam 2 jam 3, orang lain sedang tidur, suara mesin diraung-raung. Di sini mah nggak ada gang motor, ya.

Apa yang terjadi, saudara? Tuhan akan mengangkat kita pada kemuliaan kalau kita menerima nasehat Tuhan. Ini jangan lupa Mazmur 1:1 berkata  

1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

Iblis itu suka nyaru, menyamar melalui nasihat yang salah. Aduh, hidup ini berat sekali. Tahun 2008 tahun apa saudara? Pintu yang terbuka.

Kalau saudara mau menerima nasihat Tuhan, saudara kemana saja pintu terbuka - pintu rezeki, pintu berkat akan terbuka .. asal saudara dengar nasihat dari Tuhan. Kembali kepada Yesaya 9.

Nama yang kedua adalah Ajaib. 

Kelahiran-Nya ajaib. Sebelum Dia dilahirkan, dikandungannya ajaib; yang mengandung Dia seorang gadis, bukan seorang calon ibu, bukan orang yang menikah. Kelahiran-Nya dinubuatkan 700 tahun oleh Yesaya. Ajaib. Dia tidak pernah berdosa tapi Dia manusia biasa 100%, Dia adalah Allah 100%. Ajaib. Perkataan-Nya ajaib. Firman-Nya ajaib. Kuasa-Nya ajaib. Nasihat-Nya ajaib. Dia jalan di atas air laut, ajaib. 5 roti mengenyangkan 5.000 orang, ajaib. Air biasa menjadi air anggur, ajaib.

Semua yang tidak mungkin dilakukan manusia, dilakukan oleh Dia. Lazarus sudah bau 4 hari 4 malam di kuburan, Dia panggil: Lazarus, - saya nggak tahu bagaimana Dia punya istilah - keluar! Batu sudah digulingkan. Maka Lazarus keluar. Masih terbebat dengan kain kafan Ajaib. Kematian-Nya ajaib karena Dia meninggal setelah 7 doa Dia. Dan doa yang terakhir Dia berkata: Sudah selesai.

Ketika Dia meninggal, 1 penjahat selamat masuk di Firdaus bersama dengan Dia. Ajaib. 3 hari kemudian Dia bangkit. Ajaib. Dan Dia penuh memenuhkan hati dari murid-murid-Nya dengan keberanian Dia memperlihatkan diri 40 hari. Lalu Dia berkata tunggu di Yerusalem 10 hari. Pada hari yang ke-40, Dia naik ke sorga. Ajaib. Tidak pakai pesawat Apollo tapi Dia naik ke sorga, ajaib. Dan Dia berkata - Sang Ajaib itu, akan kembali dengan cara yang sama. Mata orang akan lihat Yesus akan datang kali yang kedua dengan cara yang sama, ada haleluyah?

Ketika kita merayakan natal, ingatlah, yang kita rayakan adalah seorang yang ajaib. Tuhan Yesus yang ajaib.        

Saudara, Tuhan yang ajaib akan memimpin saudara pada tahuun 2008, membawa saudara kepada pintu yang terbuka.

Berikutnya nama yang ketiga, Allah yang perkasa.

Dalam bahasa Ibrani. El Gibbor ... Allah yang perkasa. Kalau Dia kewanitaan, El Shaddai. Karena Shaddai itu payudara seorang ibu yang menyusui anak. Shad, itu payudara. El itu Allah. Saudara masih ingat tentu Hawa diambil dari Adam. Jadi ketika Adam diciptakan pertama, dia mempunyai sifat laki-laki dan sifat perempuan di dalam satu tubuh. Allah juga sama. Dia El Shaddai dan El Gibbor, satu.

Tetapi Tuhan memisahkan wanita, Hawa, dari tulang rusuknya, diambil. Diciptakanlah Hawa, wanita. Itu juga sebabnya Allah juga merubah nama. Dia yang paling kuat, El Gibbor perkasa. Yang keibuan, itu El Shaddai.

Nampaknya kita lebih dekat sama ibu dari pada sama bapa. Sebab kita sering nyanyi El Shaddai .. El Shaddai .. sebab Allah memperlihatkan diri sebagai seorang ibu. Tetapi namanya yang Dia perkenalkan waktu Dia lahir itu seorang laki-laki Mighty God. Allah yang hebat dan luar biasa yang terus menerus menang, itu nama Yesus.

Kalau saudara di dalam Yesus, Yesus di dalam saudara, Dia menjadi Anak bagi kita, kita menjadi anak bagi Dia, saudara tidak usah takut karena Putera itu bernama The Mighty God.   

Nama-Nya yang keempat, Bapa yang kekal. 

Yesus di dalam Yohanes 14 berkata: Aku tidak akan membiarkan kamu piatu, yatim piatu.

Siapa di antara saudara yang ibunya sudah meninggal, angkat tangan? Yang ayahnya sudah meninggal? Bapa yang kekal di dalam Yesus. Sampai saya tanya sama guru saya di Amerika, apa kira-kira bisa orang di sorga melihat kita di sini? Guru itu bilang, ayah kami berkata, kemungkinan oleh karena kemurahan Tuhan, anugerah Tuhan, kemurahan Tuhan, kemungkinan diizinkan mereka melihat kita walaupun kita tidak dizinkan melihat mereka. Lebih dari itu Yesus menjadi Bapa kita. Dia menjadi ibu kita. Dia Bapa yang kekal, saudara. Itu sebabnya di dalam Roma 

8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

Abba itu Kaisar, Raja, Boss, Orang kaya. Ya Bapa. Tetapi Dia Ayah kita.

Buat saya nggak salah saudara ngomong kalau berdoa: Bapa, ... nggak salah. Tapi saudara mungkin ingin lebih erat lagi saudara ngomong papa, nggak salah. DR John Sung, dia memanggil Yesus koko, kakak Yesus, koko Yesus karena dia dekat. Tetapi bagi saya yang kehilangan ayah dan ibu, Yesus jadi Bapa yang kekal. Maka saya kalau mengadu hancurnya hati saya karena dunia ini adalah penuh dengan pengkhianatan, teman hidup kita sendiri penuh dengan pengkhianatan. Dunia penuh pengkhianatan.

Coba kita renungkan. Dunia mau ambil. Oh, dia mau bangun ini bangun itu. Oh, ada permainan ini ada permainan itu. Oh, senang ada yang baru kita piknik ke sana piknik ke sini. Setelah itu? Kosonglah di hati kita. Dia mengkhianat.

Buat saya, itu anak yang terhilang boleh diusir. Kalau bapanya mengusir dia, tidak bisa protes; dia memang jahat itu anak. Nakal. Uang harta bapanya warisannya habis dibikin habis foya foya. Dan kalau waktu dia pulang dan bapanya usir dia, tendang dia tidak terima, itu hak bapa. Tapi bapa itu tidak mau mengkhinati kebapaannya. Walaupun ini anak datang sudah jadi compang-camping sudah kotor bau, dia tetap anak saya.

Saudara mungkin suka datang sama Tuhan, saya mah belum mau terima Yesus, masih banyak salah, masih compang-camping, hidup saya masih banyak kekurangan. Bapa kita tidak akan mengkhianati: Tetap engkau anak-Ku.

Dia tunggu kepulangan kita, Dia tunggu kita kembali, Dia tunggu kita menerima Dia. Nanti tanggal 31 ada baptisan air. Siapa yang belum dibaptis ada kesempatan untuk mengikuti undangan dari Kristus ini, dari Bapa yang kekal ini.  

Saudara nggak usah ribut kalau bapa kita meninggal, nggak usah susah kalau bapa kita yang dibapakan oleh kita di dunia ini meninggalkan kita tidak mempedulikan kita; kita punya satu Bapa, Bapa yang kekal di dalam Tuhan Yesus.

Nama yang terakhir, dia disebut Raja damai.

Ini yang paling dikenal oleh orang kristen. Dia Raja Damai. Tetapi saya ingin minta saudara jujur, di mana ada damai di dunia sekarang? Kok Tuhan Engkau datang Raja Damai, tapi kok ada Tsunami ada perang? Di dalam mesjid orang sedang sholat, bom meledak. Ini orang-orang dia senang bikin sulit orang. Nggak senang lihat orang lain senang. Susah kalau lihat orang lain senang.

Baru-baru ini Pakistan menangkap satu ibu yang pakaiannya itu tutup matanya aja kelihatan tapi langkahnya itu kok boyot, terlalu gendut ini ibu. Dipanggil sama polisi, diperiksa, bom semua; dia tinggal meledakkan saja. Ketahuan. Tiongkok mau menyerang Taiwan, Taiwan menyerang Tiongkok, dari tahun 50 sampai sekarang nggak diserang-serang. Ngomong aja. Kok, kenapa sih nggak damai? Di Birma tidak ada damai. Di dunia ini tidak ada damai. Kenapa Tuhan Yesus disebut Raja Damai?

Eh, ternyata waktu malaikat datang dari sorga menceritakan kelahiran Yesus, kemuliaan bagi Allah yang mahatinggi dan damai sejahtera di antara orang yang 'berkenan' kepada-Nya. Oh, saya tahu sekarang, Dia baru jadi Raja Damai kalau hidup kita berkenan kepada Dia.

Maka pada natal ini saudara, apa hati saudara damai? Apa saudara mau dapat nasehat dari Tuhan? Apa saudara mau mempunyai Bapa yang kekal? Apa saudara mau alami keajaiban-keajaiban dari Tuhan? Saudara mau jadi rakyat yang baik dalam pemerintahan yang baik?

Pada natal ini, undanglah Yesus dalam hati kita. Minta Yesus jadi Juru Selamat kita. Jadikan Yesus Juru Mudi hidup kita supaya kepahitan hilang, supaya kemarahan hilang, supaya kebencian hilang. Kalau saudara dikhianati memang sifatnya dunia ini mengkhianati. Tuhan tidak pernah mengkhianati saudara. Di manapun saudara ada, Dia bersama dengan saudara. Tolong musik.     

-- o -- 

Minggu, 30 Desember 2007

KKR 1/3

PENGKHIANaTAN

II Tawarikh

15:1 Azarya bin Oded dihinggapi Roh Allah.
15:2 Ia pergi menemui Asa dan berkata kepadanya: "Dengarlah kepadaku, Asa dan seluruh Yehuda dan Benyamin! TUHAN beserta dengan kamu bilamana kamu beserta dengan Dia. Bilamana kamu mencari-Nya, Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi bilamana kamu meninggalkan-Nya, kamu akan ditinggalkan-Nya.
15:3 Lama sekali Israel tanpa Allah yang benar, tanpa ajaran dari pada imam dan tanpa hukum.
15:4 Tetapi dalam kesesakan mereka berbalik kepada TUHAN, Allah orang Israel. Mereka mencari-Nya, dan Ia berkenan ditemui oleh mereka.
15:5 Pada zaman itu tidak dapat orang pergi dan pulang dengan selamat, karena terdapat kekacauan yang besar di antara segenap penduduk daerah-daerah.
15:6 Bangsa menghancurkan bangsa, kota menghancurkan kota, karena Allah mengacaukan mereka dengan berbagai-bagai kesesakan.
15:7 Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!"
15:8 Ketika Asa mendengar perkataan nubuat yang diucapkan oleh nabi Azarya bin Oded itu, ia menguatkan hatinya dan menyingkirkan dewa-dewa kejijikan dari seluruh tanah Yehuda dan Benyamin dan dari kota-kota yang direbutnya di pegunungan Efraim. Ia membaharui mezbah TUHAN yang ada di depan balai Bait Suci TUHAN.
15:9 Ia mengumpulkan seluruh Yehuda dan Benyamin dan orang-orang Efraim, Manasye dan Simeon yang tinggal di antara mereka sebagai orang asing. Sebab dari Israel banyak yang menyeberang memihak kepadanya ketika mereka melihat bahwa TUHAN, Allahnya, beserta dengan dia.
15:10 Mereka berkumpul di Yerusalem pada bulan ketiga tahun kelima belas dari pemerintahan Asa.
15:11 Pada hari itu mereka mempersembahkan kepada TUHAN tujuh ratus lembu sapi dan tujuh ribu kambing domba dari jarahan yang mereka bawa pulang.
15:12 Mereka mengadakan perjanjian untuk mencari TUHAN, Allah nenek moyang mereka, dengan segenap hati dan jiwa.
15:13 Setiap orang, baik anak-anak atau orang dewasa, baik laki-laki atau perempuan, yang tidak mencari TUHAN, Allah Israel, harus dihukum mati.
15:14 Mereka bersumpah setia kepada TUHAN dengan suara yang nyaring, dengan sorak-sorai dan dengan tiupan nafiri dan sangkakala.
15:15 Seluruh Yehuda bersukaria atas sumpah itu, karena dengan segenap hati mereka bersumpah setia dan dengan kehendak yang bulat mereka mencari TUHAN. TUHAN berkenan ditemui oleh mereka dan mengaruniakan keamanan kepada mereka di segala penjuru.
15:16 Bahkan raja Asa memecat Maakha, neneknya, dari pangkat ibu suri, karena neneknya itu membuat patung Asyera yang keji. Asa merobohkan patung yang keji itu, menumbuknya sampai halus dan membakarnya di lembah Kidron.
15:17 Sekalipun bukit-bukit pengorbanan tidak dijauhkan dari Israel, namun hati Asa tulus ikhlas sepanjang umurnya.
15:18 Ia membawa persembahan-persembahan kudus ayahnya dan persembahan-persemba kudusnya sendiri ke rumah Allah, yakni emas dan perak serta barang-barang lain.
15:19 Tidak ada perang sampai pada tahun ketiga puluh lima pemerintahan Asa.

Bayangkan kalau 35 tahun negara kita aman. Tidak ada keributan, tidak ada pembakaran, tidak ada gereja yang dibakar. Kekacauan ini sama seperti Irak sekarang. Di Irak saudara, mesjidpun dibom, 6-70 orang mati. Di dalam mesjid oleh bom bunuh diri. Sekarang kita sedang hidup sama seperti setengah pasal ini - dari ayat 1-10. Sama seperti itu sekarang kita sedang hidup.

Maka itu saudara, kita mau ambil pelajaran dari cerita ini supaya kita mau membaharui hati kita menghadap tahun 2008 dengan hati yang baik. Dimulai dengan cerita dari seorang nabi datang kepada Asa dan dia berkata begini:

15:2 ... TUHAN beserta dengan kamu bilamana kamu beserta dengan Dia. Bilamana kamu mencari-Nya, Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi bilamana kamu meninggalkan-Nya, kamu akan ditinggalkan-Nya.

Satu janji yang hitam putih, bukan abu-abu. Satu janji yang jelas bedanya antara ya dan tidak, antara dosa dan kebenaran, antara kejahatan dan kebaikan. Ini sekarang dinyatakan oleh firman Allah: Kalau kamu mencari Tuhan maka Dia bersama dengan kamu tapi kalau kamu meninggalkan-Nya tidak ada lagi pilihan Tuhan, Dia akan meninggalkan kamu.

Mari kita renungkan kata-kata dari nabi ini.

Kalau kamu beserta dengan Tuhan, Tuhan akan beserta dengan kamu. Kalau kamu meninggalkan Tuhan maka Tuhan akan meninggalkan kita. Betapa pentingnya kebaktian dalam artian kita perlu Tuhan. Kita nggak bisa jalan tanpa Tuhan. Itu sebabnya kita berbakti. Di kebaktian kita belajar bersosialisasi,  kita belajar dari firman Allah. Kita belajar dari sesama, kita belajar dari teman, kita belajar dari sesama kita sesama jemaat. Tetapi terutama kita belajar dari firman Allah. Dan firman Allah sebetulnya sederhana: Kalau kita mencari Tuhan, Tuhan mencari kita. Kalau kita meninggalkan Tuhan, Tuhan meninggalkan kita. Kalau kita beserta dengan Tuhan, Tuhan akan beserta dengan kita.

Apa yang menyebabkan nubuat ini berbunyi seperti ini? Apa sebabnya? Di dalam ayatnya yang kedua,   

15:3 Lama sekali Israel tanpa Allah yang benar, tanpa ajaran dari pada imam dan tanpa hukum.

Ternyata sudah lama sekali orang Israel ini tanpa Allah. Mereka disebut bangsa kesayangan Tuhan tapi Tuhan tidak ada sama mereka. Saya tidak mau saudara masuk tahun 2008 tapi Tuhan tidak beserta dengan kita. Saya tidak mau saudara masuk dalam tahun 2008 dengan saudara punya pengharapan Tuhan bersama, padahal Tuhan tidak bersama dengan kita. Mereka tanpa Allah, tanpa firman, tanpa nasehat ajaran dari pada imam. Tanpa firman. Tanpa pengajaran. Tidak ada yang mendidik. Dan yang terakhir, tanpa hukum. Nggak tahu yang mana boleh yang mana tidak boleh. Nggak tahu yang mana bisa yang mana tidak bisa. Main terabas saja. Nggak tahu. Inilah manusia ... yang tidak boleh justru dia langgar, yang diperbolehkan oleh Tuhan dia tidak lakukan.

Cari Tuhan maka engkau akan hidup ... tidak dilakukan. Kalau engkau meninggalkan Tuhan engkau akan mati ... itu yang dilakukan. Orang-orang Israel meninggalkan Tuhan. Jadi tanpa hukum. Tanpa Allah, tanpa Firman, tanpa hukum. Memang kalau tidak ada Allah, tidak ada Firman, tidak ada hukum. Kalau jemaat sudah tidak ada firman tidak ada hukum, itu sama dengan dia tanpa Allah.

Kalau kita mau maju, kita harus bersama-sama dengan Allah. Kita mau berkata: Tuhan, mari Tuhan besertaku. Tak bisa saya berjalan sendiri, Tuhan. Bergantung saya kepada Engkau.

Yakobus berkata, kamu mau pergi keluar kota saja, bahasa Arabnya musti berkata insyaallah ... ya itu dalam bahasa Alkitab yang lama berkata insyaallah, kalau Tuhan menghendaki. Nggak pasti kita sampai ke sana. Maka kita harus berkata: Terima kasih, insyallah.

Dalam 2-3 hari ini saya sudah mengunjungi 2 hamba Tuhan yang meninggal. Di Jawa Barat dua-duanya. Yang satu umur 40 tahun, belum menikah, saudara Revi Temo, anaknya keluarga Temo di Rengasdengklok. 40 tahun. Dia sudah tahu dia akan menghadapi maut. 

Di Karawang, pendeta Memet Hosea, satu pendeta orang Sunda, meninggal pada usia 67 tahun. Jadi pendeta tidak pernah mengeluh sama majelis daerah. Tidak pernah usul. Tidak pernah ngebantah. Yang hebat, jemaatnya perempuan semua. Dia sudah punya cucu 13. Istrinya bilang, waktu dia mau meninggal, dia bilang puji Tuhan ... terus tersenyum. Istrinya nangis. Terus dia tersenyum. Saudara, belum satu minggu cuma 5 hari, dua hamba Tuhan Jawa Barat diambil.

Siapa yang pernah pikir Benazir Bhutto itu saya kagum itu perempuan, berani menghadap maut. Dia sudah tulis surat dulu sama CNN: Kalau saya mati, yang harus dicurigai ini, ini, ini. Seperti Daud berkata, satu langkah lagi kepada maut. Tidak ada hukum kan, hebat. Tidak ada Firman. Yang ngaji-ngaji tetap, yang ditembak-ditembak. Yang dibom ngebom terus. Tidak ada hukum. Tidak ada firman. Tidak ada Allah. 

Sama seperti zaman Asa, demikian zaman sekarang. Aturan nggak dipake. Kita ngadu ke pengadilan, kita yang benar disalahkan. Yang salah menjadi benar. Kita nagih hutang kita, kita yang masuk penjara. Yang punya utang nggak masuk penjara. Itu sekarang. Berikut ayat 4,   

15:4 Tetapi dalam kesesakan mereka berbalik kepada TUHAN, Allah orang Israel. Mereka mencari-Nya, dan Ia berkenan ditemui oleh mereka.

Ini satu berita yang baik. Dalam kesesakan orang Israel, mereka berbalik, mereka bertobat, mereka kembali kepada Tuhan dan Tuhan memperkenankan diri-Nya ditemui. Ini berita yang baik bagi kita pada malam hari ini: Kalau kita dalam kesesakan - papa, mama, keluarga tidak bisa menolong kita, lari kepada Tuhan dan Tuhan membiarkan diri-Nya untuk ditemui. Berikutnya, 

15:5 Pada zaman itu tidak dapat orang pergi dan pulang dengan selamat, karena terdapat kekacauan yang besar di antara segenap penduduk daerah-daerah.
15:6 Bangsa menghancurkan bangsa, kota menghancurkan kota, karena Allah mengacaukan mereka dengan berbagai-bagai kesesakan.

Wonogiri banjir itu belum pernah dalam sejarah Indonesia. Bogor banjir itu belum pernah. Apalagi Cianjur. Cianjur nggak pernah banjir. Tapi kalau Cianjur sampai banjir ... saya nggak tahu seperti apa banjirnya. Sebab tanah kita miring, jadi air turun terus. Banjir itu tiap tahun bukannya berkurang. Bertambah.

Sejak itu saya hati-hati karena di radio Australia dikatakan, hematlah air sejak sekarang. Kalau anda sedang menggosok gigi, terus biasa kita di wastafel gosok gigi, airnya ngocor terus. Padahal kalau lagi gosok gigi, matikan air, katanya, engkau bisa menghemat miliaran liter dalam sekian tahun. Memang banjir tetapi secara keseluruhan kita sedang kekurangan air.

KKR di mana-mana banjir tetapi sebetulnya jemaat kekurangan air firman Allah. Makanya itu air jangan dikhianati, dibiarkan ngegeloyor, terbuang percuma. Dipakai cuci muka nggak. Kita lagi sikat gigi, dia nggak ada gunanya. Matikan dulu. Nanti waktu perlu kita putar.

Siapa mengkhianati hutan, hutan mengkhianati dia. Tebang hutan. Saya tahu orang-orangnya, saudara. Sampe orang sampai pangkat saya tahu, orang ngomong sama saya. Di mana ada Kapolsek hidupnya senang? Nggak ada. Yang senang yang mana? Yang tinggi-tinggi. Polisi yang kecil-kecil, aduh menderitanya. Lihat rumah bukan rumah. Susah. Siapa yang dikhianati? Alam dikhianati. Tebang. Pokoknya kaya dulu. Tebang, tebang.

Mustinya ditebang 500 pohon, yang ditanam 1000. Gitu tuh. Kaya Amerika. Kebakaran hutan berkali-kali tetapi nggak pernah habis hutannya karena ditanam terus. Yang ditebang 1000 hektar, yang ditanami 2000 hektar. Mustinya begitu. Ini nggak. Yang ditebang 1000 hektar, yang ditanami 500 hektar. Itu juga mau-mau, nggak-nggak. Yang ditebang pohon jati yang ditanami pohon pete. Yang ditebang pohon yang besar-besar yang mahal. Karena kita mengkhianati alam, alampun mengkhianati kita. 

Waktu saya lihat itu yang longsor, tanahnya dari atas ke bawah itu sudah rumput. Ada rumput hijau tapi nggak ada pohon, pohon cuma sedikit. Nah, longsor pertama di Wonogiri, sudah ada orang yang mati. Orang mau bantu. Waktu dia membantu longsor yang lebih gede datang. Kita bilang, kok kejam ya alam. Alam nggak kejam. Justru kita mengkhianati alam, alam mengkhianati kita. Kalau alam saja dikhianati bisa berbuat seperti itu, bagaimana kalau kita mengkhianati Tuhan?    

Sekarang saudara disebut Global Warming, pemanasan global. Dan negara yang paling besar kaok-kaok global warming, itu Amerika. Tetapi justru Amerikalah yang menghasilkan global warming yang paling gede di dunia. Nomor dua Australia. Dia suruh kita negara-negara kecil untuk menghemat bahan bakar, dia sendiri saudara, mobilnya 8 silinder. Kalau mau ke pasar saja musti 1 jam naik mobil, itu sudah berapa liter? Dan itu di satu kota saja nggak tahu berapa ratus ribu itu kendaraan. Apalagi Amerika. Wah, milyar itu kendaraan tiap hari. Berapa liter?

Nah, ini membuat global warming. Karena pemanasan global, itu kutub utara yang biasanya nanti cairnya pada musim panas, belum musim panas sudah cair. Itu yang dikatakan air jadi mahal karena air tidak lagi diresap oleh tanah untuk jadi minuman tapi jadi banjir. Nggak ditahan lagi sama tanah. Tapi jadi banjir. Nah, dan keadaan seperti ini kita tidak bisa pake bakar kemenyan .. nggak bisa saudara. Yang bisa kita berhenti dari penggundulan hutan, berhenti dari mengkhianati alam dan kembalilah kepada Tuhan. Berikut, 

15:7 Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!"

Dalam bahasa Inggris, ... dan jangan sampai tanganmu menjadi lemah karena pekerjaanmu akan diberkati.

Tangan. Bukan bilang hati. Kalau hati sama Tuhan. Karena nanti ayat terakhir, hatinya Asa lurus sama Tuhan.

Tangan ini jangan lemah. Lekas kerja apa yang bisa kita kerjakan.

15:8 Ketika Asa mendengar perkataan nubuat yang diucapkan oleh nabi Azarya bin Oded itu, ia menguatkan hatinya dan menyingkirkan dewa-dewa kejijikan dari seluruh tanah Yehuda dan Benyamin dan dari kota-kota yang direbutnya di pegunungan Efraim. Ia membaharui mezbah TUHAN yang ada di depan balai Bait Suci TUHAN.

Yang dilakukan oleh Asa, dia membaharui mezbah. Kita gampang saja selamat tahun baru, Tuhan memberkati. Banyak jemaat yang kirim kue, kirim makanan. Macam-macam. Kita lupa esensi dari tahun baru dalam Tuhan itu apa. Pembaharuan mezbah! Semua berhala yang menjijikkan, oleh Asa dibuang. Semua kota yang direbutnya dibuang.

Akhir tahun adalah waktu yang paling tepat untuk memeriksa mezbah hati kita. Nggak usah urus orang lain. Orang lain mau bagaimana nggak usah urus. Kita saja. Saya urus diri saya. Mezbah hati kita. Banyak kali tigaperempat hati kita Tuhan punya, tapi yang seperempat kita menyenangi yang lain. 90 persen Tuhan punya, tapi 10 persen orang lain punya.    

Ini yang bahaya. Kalau orang kristen di dalam hatinya masih ada 10%, 5% kepada pria lain, yaitu dunia ini; kepada kekasih lain, yaitu kesenangan dunia ini, bisa jadi dia mengkhianati kasih Yesus itu. Bukan alam. Lihat saja alam. Ketika kita mengkhianati alam, banjir datang; dia mengkhianati kita. Dia tidak peduli siapapun juga, Tsunami datang. Apapun terjadi. Itu semua dari alam. Apalagi Pencipta alam kalau kita khianati, apa yang terjadi? Berikut,

15:9 Ia mengumpulkan seluruh Yehuda dan Benyamin dan orang-orang Efraim, Manasye dan Simeon yang tinggal di antara mereka sebagai orang asing. Sebab dari Israel banyak yang menyeberang memihak kepadanya ketika mereka melihat bahwa TUHAN, Allahnya, beserta dengan dia.

Saudara, kalau orang Cianjur lihat Tuhan beserta dengan kita, mereka ingin tahu apa rahasianya, mereka akan datang kebaktian, mereka akan menyembah Tuhan kita yang sama, mereka akan dipuaskan dengan air firman Allah yang sama, mereka akan disukakan dengan kesukaan yang sama. Itu sebabnya yakinilah bahwa Allah yang kita sembah, bersama dengan kita. Ayat 10,

15:10 Mereka berkumpul di Yerusalem pada bulan ketiga tahun kelima belas dari pemerintahan Asa.
15:11 Pada hari itu mereka mempersembahkan kepada TUHAN tujuh ratus lembu sapi dan tujuh ribu kambing domba dari jarahan yang mereka bawa pulang.
15:12 Mereka mengadakan perjanjian untuk mencari TUHAN, Allah nenek moyang mereka, dengan segenap hati dan jiwa.

Dengan segenap hati dan jiwa. Tangan bisa terangkat di hadapan Yehova, hatinya jauh jiwanya jauh. Tuhan tidak tergiur dengan orang yang menyembah tangan terangkat begini. Tuhan tidak tergiur saudara mau angkat tangan bagaimana. Tapi Dia tergiur kalau jiwa dan hati kita menyembah kepada Dia. Dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dia berjanji dan janjinya ini harganya kematian.

15:12 Mereka mengadakan perjanjian untuk mencari TUHAN, Allah nenek moyang mereka, dengan segenap hati dan jiwa.
15:13 Setiap orang, baik anak-anak atau orang dewasa, baik laki-laki atau perempuan, yang tidak mencari TUHAN, Allah Israel, harus dihukum mati.

Ini undang-undang Asa. Karena Asa sudah tahu kalau nggak dihukum mati merekapun akan mati karena meninggalkan Tuhan. Kalau mereka tidak menyembah Tuhan dengan segenap hati merekapun akan mati. Supaya keras mereka bikin hukum mati. Memang tidak ada lagi sekarang. Tapi saat itu artinya di hadapan Tuhan, kalau tidak menyembahKu dengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu, engkau sama dengan orang mati. Orang mati kan nggak bisa nyembah.

Maka banyak anak Tuhan yang dia hidup tetapi seperti orang mati; dia hidup tapi tidak pernah seperti orang hidup. Dalam segala bidang hidupnya seperti orang mati: Semangatnya mati, pengharapannya mati, percayanya mati, sukacitanya mati, kegairahan hidupnya mati semua. Karena apa? Karena dia tidak menyembah Tuhan dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa. Ayat 14, 

15:14 Mereka bersumpah setia kepada TUHAN dengan suara yang nyaring, dengan sorak-sorai dan dengan tiupan nafiri dan sangkakala.

Saya senang saudara menyanyi tadi dengan ramai sekali karena ini cara kita menyanyi memuji kepada Tuhan. Sebab yang dipuji bukan manusia. Kalau kita tidak mau memuji, apa? Batu-batu akan menyanyi. Itu kata-kata dari Yesus. Batu-batu yang tanpa jiwa tanpa hati bisa menyanyi. Kalau kita yang punya jiwa punya hati nggak bisa nyanyi nggak bisa menyembah Tuhan nggak bisa berdoa, batu-batu yang mati bisa hidup. Berikut.  

15:15 Seluruh Yehuda bersukaria atas sumpah itu, karena dengan segenap hati mereka bersumpah setia dan dengan kehendak yang bulat mereka mencari TUHAN. TUHAN berkenan ditemui oleh mereka dan mengaruniakan keamanan kepada mereka di segala penjuru.

Kenapa? Sebab di waktu itu, katanya, bangsa melawan bangsa, kota melawan kota. Kita kalau keluar itu sudah tidak aman - dari ayat-ayat sebelumnya. Ada desa yang di sebelah tidak aman. Banyak orang jahat. Orang jahatnya orang Israel sendiri. Nggak puguh-puguh dibunuh, nggak puguh-puguh digarong.

Tahun 2008 tanda tanya yang besar. Tetapi saudara dan saya, Tuhan sudah beri kata-kata kunci: Pintu yang terbuka. Perlindungan dari Tuhan.  

15:16 Bahkan raja Asa memecat Maakha, neneknya, dari pangkat ibu suri, karena neneknya itu membuat patung Asyera yang keji. Asa merobohkan patung yang keji itu, menumbuknya sampai halus dan membakarnya di lembah Kidron.

Keluarga sendiri saja yang musti dihormati, dia lewat; dia lebih hormat sama Tuhan dari pada neneknya. Sebab neneknya menyembah patung. Orang Israel kan tidak boleh nyembah patung, ini neneknya nyembah patung. Patung ini, patung itu disembah. Ditumbuk, dibuang, dibakar. Berikutnya,

15:17 Sekalipun bukit-bukit pengorbanan tidak dijauhkan dari Israel, namun hati Asa tulus ikhlas sepanjang umurnya.

Tulus ikhlas sepanjang umur.

Ada yang tulus tapi tidak ikhlas. Ada yang ikhlas tapi tidak tulus. Tapi Asa tulus dan ikhlas dalam hatinya sepanjang umurnya.

Tulus ikhlas disalin dengan loyal. Kaya kita punya pembantu rumah tangga dia loyal. Jujur. Sampai saudara percayakan membersihkan kamar, membersihkan kamar tidur, mempercayakan kunci karena saudara tahu dia loyal. Saudara percayakan lagi pegang kunci rumah, saudara percayakan lagi pegang ini, karena dia loyal.

Kalau kita loyal kepada Tuhan, Tuhan tidak sayang untuk menyerahkan kunci berkat bagi kita, untuk menyerahkan kunci keberhasilan bagi kita - asal kita loyal kepada Dia. Saya ulangi. Jangan jadi bagian dari permasalahan, jadilah bagian dari solusi dari jawaban. Jangan bikin masalah tapi jadilah jawaban. Jangan susah diatur tapi jadilah seorang anak Tuhan yang mudah diatur.      

Tadi ibu Sambas bilang, kita seperti sapi, kerbau dan domba yang digiring ke pejagalan. Kita sedang menuju kepada kematian kalau buat orang dunia. Tapi kita yang percaya kepada Tuhan, begitu jagal itu membunuh domba, hale ... - kita bicara di sini -, ... luyah nya sudah dalam sorga. Saudara sudah takut mati sih, nggak berani bilang amin haleluyah. Saya sebutnya juga umpama.  

15:18 Ia membawa persembahan-persembahan kudus ayahnya dan persembahan-persemba kudusnya sendiri ke rumah Allah, yakni emas dan perak serta barang-barang lain.
15:19 Tidak ada perang sampai pada tahun ketiga puluh lima pemerintahan Asa.

Pertama, dia memerintah 15 tahun. Ayat 10. Jadi dari tahun 15 sampai tahun 35, ada 20 tahun tidak ada perang. Tuhan bisa jauhkan perang, Tuhan bisa berikan perdamaian.

2008 menurut orang, wah begini begini macam-macam, jangan dengar! Dengar firman Allah. Dia bersama dengan kita kalau kita bersama dengan Dia. Dia tidak akan meninggalkan kita kalau kita tidak meninggalkan Tuhan. Begitu sederhana kita iring Tuhan: Rajin sama Tuhan, Tuhan rajin juga menolong kita. Berbakti kepada Tuhan, menyembah kepada Tuhan. Bayangkan 700 lembu, berapa ratus domba dibantai hanya untuk mempersembahkan kepada Tuhan. Dalam perjanjian baru, Aku tidak mau lagi persembahan binatang yang dikorbankan tapi Aku minta persembahan hati yang hancur, hati yang menyembah, hati yang bertobat ... jadikan itu persembahan bagi Tuhan Yesus Kristus.

Pada malam hari ini, saya tidak panjangkan firman Allah tapi mari kita mau berdoa. Kita berdiri bersama-sama

-- o -- 

Minggu, 31 Desember 2007

KKR 2/3

PERBAIKAN

Nehemia 

2:1 Pada bulan Nisan tahun kedua puluh pemerintahan raja Artahsasta, ketika menjadi tugasku untuk menyediakan anggur, aku mengangkat anggur dan menyampaikannya kepada raja. Karena aku kelihatan sedih, yang memang belum pernah terjadi di hadapan raja,
2:2 bertanyalah ia kepadaku: "Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati." Lalu aku menjadi sangat takut.
2:3 Jawabku kepada raja: "Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?"
2:4 Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit,
2:5 kemudian jawabku kepada raja: "Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali."
2:6 Lalu bertanyalah raja kepadaku, sedang permaisuri duduk di sampingnya: "Berapa lama engkau dalam perjalanan, dan bilakah engkau kembali?" Dan raja berkenan mengutus aku, sesudah aku menyebut suatu jangka waktu kepadanya.
2:7 Berkatalah aku kepada raja: "Jika raja menganggap baik, berikanlah aku surat-surat bagi bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat, supaya mereka memperbolehkan aku lalu sampai aku tiba di Yehuda.
2:8 Pula sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman raja, supaya dia memberikan aku kayu untuk memasang balok-balok pada pintu-pintu gerbang di benteng bait suci, untuk tembok kota dan untuk rumah yang akan kudiami." Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku.
2:9 Maka datanglah aku kepada bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat dan menyerahkan kepada mereka surat-surat raja. Dan raja menyuruh panglima-panglima perang dan orang-orang berkuda menyertai aku.
2:10 Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, mendengar hal itu, mereka sangat kesal karena ada orang yang datang mengusahakan kesejahteraan orang Israel.
2:11 Maka tibalah aku di Yerusalem. Sesudah tiga hari aku di sana,
2:12 bangunlah aku pada malam hari bersama-sama beberapa orang saja yang menyertai aku. Aku tidak beritahukan kepada siapapun rencana yang akan kulakukan untuk Yerusalem, yang diberikan Allahku dalam hatiku. Juga tak ada lain binatang kepadaku kecuali yang kutunggangi.
2:13 Demikian pada malam hari aku keluar melalui pintu gerbang Lebak, ke jurusan mata air Ular Naga dan pintu gerbang Sampah. Aku menyelidiki dengan seksama tembok-tembok Yerusalem yang telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya yang habis dimakan api.
2:14 Lalu aku meneruskan perjalananku ke pintu gerbang Mata Air dan ke kolam Raja. Karena binatang yang kutunggangi tidak dapat lalu di tempat itu,
2:15 aku naik ke atas melalui wadi pada malam hari dan menyelidiki dengan seksama tembok itu. Kemudian aku kembali, lalu masuk melalui pintu gerbang Lebak. Demikianlah aku pulang.
2:16 Para penguasa tidak tahu ke mana aku telah pergi dan apa yang telah kulakukan, karena sampai kini aku belum memberitahukan apa-apa kepada orang Yahudi, baik kepada para imam, maupun kepada para pemuka, kepada para penguasa dan para petugas lainnya.
2:17 Berkatalah aku kepada mereka: "Kamu lihat kemalangan yang kita alami, yakni Yerusalem telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela."
2:18 Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka: "Kami siap untuk membangun!" Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu.
2:19 Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, dan Gesyem, orang Arab, mendengar itu, mereka mengolok-olokkan dan menghina kami. Kata mereka: "Apa yang kamu lakukan itu? Apa kamu mau berontak terhadap raja?"
2:20 Aku menjawab mereka, kataku: "Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami, hamba-hamba-Nya, telah siap untuk membangun. Tetapi kamu tak punya bagian atau hak dan tidak akan diingat di Yerusalem!"

Latar belakangnya adalah Israel dijajah sekian puluh tahun dan pemuda-pemuda Israel dibawa dengan tertawan ke tempat pembuangan. Tetapi ada 2 orang pemuda. Yang satu namanya Nehemia, yang satu bernama Ezra.

Nah, cerita yang kita baru baca adalah cerita dari Nehemia. Dan Nehemia datang kepada raja dengan muka yang sedih. Dan tidak boleh ada muka yang sedih di hadapan raja. Tetapi beban yang ada pada Nehemia membuat mukanya tidak bisa disembunyikan. Ada yang beban yang berat di dalam hatinya. Itu sebabnya ketika dia mengangkat anggur, raja itu berkata: Kenapa kamu kelihatan sedih? Apa yang engkau sedang pikirkan?

Lalu jujurlah Nehemia berkata: Bagaimana saya tidak akan sedih kalau kota tempat kuburan nenek moyang saya, itu runtuh. Dia sedang bicara tentang Yerusalem. Tidak ada  yang mempedulikan. Kalau begitu apa yang engkau mau lakukan? Kalau raja mau berbaik hati, izinkan saya pulang. Berapa lama engkau mau pulang? Waktu apa kamu akan kembali? Dia ceritakan jangka waktunya. Akhirnya diizinkan. Lalu Nehemia berkata: Sekalian bikinkan surat. Di sini, untuk bupati. Dalam bahasa Inggris, untuk gubernur-gubernur ... yang saya akan lewati supaya gubernur-gubernur itu membantu saya. Tidak menjegal saya untuk memperbaiki kota Yerusalem.

Lalu dikatakan, semua gubernur mengirimkan panglima-panglima perang hanya mengawal Nehemia yang sendirian. Dikawal sampai di Yerusalem lalu ayat 11, 

2:11 Maka tibalah aku di Yerusalem. Sesudah tiga hari aku di sana,
2:12 bangunlah aku pada malam hari bersama-sama beberapa orang saja yang menyertai aku. Aku tidak beritahukan kepada siapapun rencana yang akan kulakukan untuk Yerusalem, yang diberikan Allahku dalam hatiku. Juga tak ada lain binatang kepadaku kecuali yang kutunggangi.

Saudara, Yerusalem yang roboh, Yerusalem yang hancur karena perang, diporakporandakan oleh karena perang adalah lambang hati kita. Hati kita yang seringkali diporakporandakan oleh peperangan-peperangan dari hidup sehari-hari: Kita melawan kekuatiran, kita melawan kebimbangan, kita melawan ketakutan, kita melawan kecurigaan, kita melawan kebohongan, kita melawan dusta, kita melawan Iblis, kita melawan semua penguasa, kita melawan dosa yang menawarkan hidup yang berdosa, kita melawan ... kita melawan. Dan kadang-kadang kita kalah. Dan hancurlah Yerusalem kita.

Lebih jauh, Yerusalem berarti gereja. Lebih jauh, Yerusalem berarti tubuh Kristus. Tapi mari kita mulai Yerusalem adalah hati kita. Itu harus dimulai dari beban.

Apa saudara punya beban tidak untuk memperbaiki hati kita? Sebab sebelum hati kita diperbaiki, wajah kita tidak akan berseri. Wajah kita tidak bisa sembunyi dari Raja di segala raja. Kita seringkali mau menyembunyikan mau pake topeng tapi wajah kita akan menerangkan bahwa hati kita sudah rapuh, hati kita sudah seperti tembok Yerusalem yang ambrol.

Tetapi saudara, dia meminta izin kepada raja untuk datang, untuk pergi. Kalau tidak ada beban, tidak akan ada usaha. Saya sudah lihat anak Tuhan, dia banyak beban tapi diajak kebaktian dia tidak mau. Dia tidak ada usaha. Diajak berdoa dia tidak mau, dia tidak ada usaha. Tidak ada usaha untuk meningkat. Tidak ada usaha untuk berbuat lebih dari tahun yang sudah lewat. Tidak ada usaha untuk lebih rohani lebih baik. Walaupun kita belum bisa berbuat baik, ya tidak usah berbuat jahat, tidak usah berbuat dosa. Kalau tidak ada usaha, tembok itu tetap runtuh. Ini dimulai dari satu beban.

Apakah saudara memiliki beban untuk memperbaiki? 

Saya dengar kemarin, anak-anak Kineret ini nyanyi. Ternyata anak kecil juga bisa nyanyi kalau dilatih. Ketika kaum wanita menyanyi, nggak kalah sama paduan suara. Kok bisa kalau dilatih. Mulai dari beban. Mulai dari hati yang terbeban.

Nehemia datang kepada raja. Oh, kalau saudara terbeban untuk memperbaiki Yerusalem saudara, hati mezbah ini, saudara pasti datang sama Raja segala raja, dan berkata: Izinkan saya memperbaiki Yerusalem saya. Hati saya. Lalu, sepanjang perjalanan semua dukung dan diberikan panglima. Itu sebabnya kita masuk tahun 2008 jangan takut. Tuhan kirimkan "panglima-panglima perang" untuk mengawal kita. Ada Tobia, ada yang ngolok, pasti tahun 2008 ada pengolok, tetapi jalan terus. Nah, kita punya pembicaraan mulai dari ayat 11,         

2:11 Maka tibalah aku di Yerusalem. Sesudah tiga hari aku di sana,

Saudara ketemu kata 'tiga hari.' Semua siswa-siswi angkatan 1 sampai 20, ada mereka puasa setiap hari rabu tapi ada juga puasa bebas selain hari rabu. Tetapi ada satu hari ada satu kali, semua harus puasa - keharusan -, 3 hari 3 malam. Jadi 3 hari ini ada arti, penghabisan daging. Orang puasa.

Pada waktu Yesus ada di Bait Allah umur 12 tahun, Yusuf dan Maria cari. Setelah 3 hari baru Dia ketemu.

Yunus saudaraku, ketika masuk di Niniwe, dia katakan luasnya kota Niniwe itu 3 hari perjalanan. Sama seperti Yunus 3 hari 3 malam di perut ikan, demikianlah juga anak Manusia Yesus Kristus akan ada 3 hari 3 malam di perut bumi.   

3 hari adalah satu pengalaman tersendiri dengan Tuhan, 3 hari ada salah satu pengalaman kita meditasi dengan Tuhan. 3 hari berbicara penyangkalan diri. 3 hari berbicara kematian. Baru akan ada kehidupan, baru akan ada kebangkitan.

2:12 bangunlah aku pada malam hari bersama-sama beberapa orang saja yang menyertai aku. Aku tidak beritahukan kepada siapapun rencana yang akan kulakukan untuk Yerusalem, yang diberikan Allahku dalam hatiku. Juga tak ada lain binatang kepadaku kecuali yang kutunggangi.
2:13 Demikian pada malam hari aku keluar melalui pintu gerbang Lebak, ke jurusan mata air Ular Naga dan pintu gerbang Sampah. Aku menyelidiki dengan seksama tembok-tembok Yerusalem yang telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya yang habis dimakan api.

Pintu gerbang Lebak dalam bahasa Inggris, gerbang Lembah. Di sinilah kita harus mulai, di pintu gerbang Lembah. Setelah dari pintu gerbang Lembah, ke jurusan mata air Ular Naga. Dalam bahasa Inggris, Sumur Ular.


2:14 Lalu aku meneruskan perjalananku ke pintu gerbang Mata Air - Bukan Mata Air tapi pintu gerbang Air Mancur - dan ke kolam Raja. Karena binatang yang kutunggangi tidak dapat lalu di tempat itu,
2:15 aku naik ke atas melalui wadi pada malam hari dan menyelidiki dengan seksama tembok itu. Kemudian aku kembali, lalu masuk melalui pintu gerbang Lebak. Demikianlah aku pulang.

Saudara, yang kita harus urus, bukan urusan orang. Nggak usah pusing urusan orang. Nggak usah urusan orang kita bicara. Nggak usah kita ngomongin orang. Nggak usah kita mengata-ngatai orang. Nggak usah kita menjelek-jelekkan orang. Urusan kita, memperbaiki diri kita. Memperbaiki Yerusalem. Kisah Para Rasul  

1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Mula-mula Yerusalem dulu. Sebelum ke seluruh bumi, sebelum urus orang lain, Yerusalem dulu. Hati kita dulu. Hidup kita musti dibereskan. Tanggal 31 Desember adalah tanggal yang paling tepat untuk menimbang apa yang kita sudah lakukan untuk Tuhan, apa yang kita sudah berikan untuk Tuhan. Jangan pikir apa yang Tuhan sudah berikan kepada kita; Dia memberikan banyak sekali. Tetapi pikirkan apa yang sudah kulakukan untuk Tuhan? Apakah yang saya kerjakan untuk Tuhan? Apa yang saya bisa perbaiki untuk memperbaiki diri, bukan untuk memikirkan orang lain? Pikirkan diri sendiri! Pikirkan untuk memperbaiki.

Seperti tadi saya main senar ada fals, saya harus perbaiki sementara main karena fals. Demikian juga kita. Sementara kita masih hidup, kita bisa perbaiki. Tune yang kurang tepat, kita bisa naikkan; tune yang terlalu tinggi kita bisa kurangi. Kita seperti travo. Dulu gereja kita pake travo semuanya neon. Kalau dia sudah kelap-kelip, saya suruh pindahkan travo itu supaya naik jalan. Demikian juga kita harus seperti travo. Periksa hati kita. Periksa, lihat hati kita.

Lalu pertama dikatakan, demikian pada malam hari aku keluar melalui pintu gerbang Lebak, yaitu Lembah.

Saudara senang di gunung, senang di Lembah? Di Gunung. Betul? Biar nggak ada makanan apa-apa, saudara tetap senang di gunung? Ulangan 

1:7 Majulah, berangkatlah, pergilah ke pegunungan ...

1:24 Mereka pergi dan berjalan ke arah pegunungan, lalu sampai ke lembah Eskol, kemudian menyelidiki negeri itu.
1:25 Maka mereka mengambil buah-buahan negeri itu dan membawanya kepada kita. 

Ternyata di Lembah itu ada anggur. Di Gunung, nggak ada apa-apa. Sekarang saya tanya, di Gunung atau di Lembah? Di Lembah.

Saudara, secara manusia saya pilih di Gunung. Tapi Tuhan tidak ajar kita di Gunung, Dia ajar kita di Lembah. Mazmur

23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Di lembah dihibur, bukan di gunung.

Di atas bukit kemuliaan atau lembah air mata ... Yesus di atas s'galanya.

Sebab di situ ada anggur dari Eskol. Sebab di situ ada sukacita. Sebab di situ ada kemanisan. Saudara baru tahu manisnya anggur sukacita ketika saudara dididik, ketika saudara dilatih oleh Tuhan untuk ada di lembah. Mazmur

84:6 Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!
84:7 Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.

Berkat bukan di atas gunung, berkat ada di lembah. Baka itu artinya Air Mata tapi Tuhan rubah menjadi Lembah Mata Air. 2008 lembah Baka menjadi lembah Mata Air, jadi kolam. Puji Tuhan. Ini janji dari Tuhan. Di mana kita dididik? Di lembah. Di mana kita dipelihara? Di lembah. Memang kalau lagi di lembah, gelap. Nggak lihat sinar matahari. Bukan berarti matahari tidak ada, terhalang gunung. Tapi disitulah dilembahlah saudara dilatih. Rajawali itu dilatih di lembah. Makanya saya nggak setuju itu lagu sampai sekarang kalau bisa jangan dinyanyikan. Di bawah kepak sayapmu ... Kalau di bawah kepak sayap, dia jatuh lagi, jatuh lagi.

Jadi didukung oleh sayap burung nazar. Yang betul itu di atas sini. Tuhan mau mendukung saudara dengan sayap burung nasar, naik ke atas. Kenapa saudara didukung oleh burung rajawali, kita kaya anaknya diangkat ke atas, kenapa? Karena kita belum bisa terbang sendiri. Ku tak dapat terbang sendiri ... Tuhan tolong. Itu arti pintu gerbang Lembah. Kita mau lihat gerbang berikutnya. Nehemia

2:13 ..., ke jurusan mata air Ular Naga.

Ular bicara tidak enak dari Alkitab. Ular menjadi lambang antikristus, ular menjadi lambang Iblis. Walaupun Yesus berkata, engkau harus cerdik seperti ular tapi jangan jadi ular. Tapi saudara, ini harus dilewati oleh Nehemia. Menuju lembah atau kolam ular.

Saya mau pakai yang cerdiknya seperti ular. Ada yang pernah lihat ular jalannya lurus? Kalau dihalangi, dia lewati. Cerdik seperti ular.

Waktu Musa mengangkat ular di padang gurun, ular tembaga, orang yang sudah terpagut ular tedung mau mati, asal lihat saja ular itu, dia selamat. Ini disebut Mata Air Ular. Walaupun kita sudah tidak ada harapan. 

Tadi saya dengar kesaksian, dulu saya hidup susah di Cianjur. Betul saudara. Saya sering besuk ke sana. Rumahnya miring ... jualan lotek. Tapi janji Tuhan digenapi. Orang yang setia, Tuhan juga setia sama dia. Tapi saudara, kadang-kadang kita harus melewati hal-hal yang seperti ular.

Tetapi ada dua ular: Satu, ular tedung; satu, ular tembaga. Ular tedung lambang dari dosa, ular tembaga lambang dari Yesus yang menghukum dosa. Persoalan dosa tidak ada yang bisa obati ... persoalan dosa hanya Yesus yang bisa mengatasinya. Walaupun sudah dipagut oleh ular tedung tapi pandanglah ular tembaga - Yesus Kristus - apapun dosa saudara, apapun kesalahan saudara, asal memandang dia, asal mau terima dia, Tuhan ampuni segala dosa dan Tuhan jadikan saudara menjadi baru.

Berikut kita lihat perjalanannya, ...  ... dan pintu gerbang Sampah.

Saya mau pakai bahasa Inggris di sini, Refused Gate. Ditolak. Saudara, semua rasul-rasul nabi-nabi zaman dulu, ditolak. Musa ditolak. Elia ditolak. Elisa ditolak. Yesus sama orang Yahudi sendiri ditolak. Bahkan waktu Pilatus nawarkan mau yang mana dilepaskan - Yesus orang Nazaret yang tidak ada salah atau Yesus Barabas ini garong pembunuh? Mereka pilih garong. Yesus ditolak. Siapa yang mau datang pada Yesus ... Siapa yang mau datang pada Yesus ... Siapa yang mau datang pada Yesus ...  Tak dikecewakan.

Yesus kalau didatangi saudara, Dia tidak akan mengecewakan. Tapi waktu Paulus jadi rasul, dia ditolak dulu, ditolak dulu oleh orang kristen, nggak percaya masa pembunuh kaya kamu - membunuh orang kristen, bisa jadi pendeta, bisa jadi rasul. Ditolak. Semua ditolak. Yesus ditolak oleh bangsa yang dikasihi. Dan jangan heran kalau kita ditolak. Itu paket yang harus kita lewati kalau kita mau memperbaiki Yerusalem. 

Kita tidak akan lebih dari Guru kita. Yesus ditolak, kitapun akan ditolak. Tetapi ribuan tangan menolak kita, sepasang tangan yang besar Yesus Kristus akan menerima kita. Dia tak pernah menolak kita. Kalau kita mau datang kepadanya, Dia tak akan pernah menolak kita. Dia adalah Bapa yang menerima anak terhilang itu. Ketika anak terhilang datang, dia tidak tolak. Kakaknya tolak tapi bapanya tidak tolak.

Satu pendeta mau dikubur. Pendeta ini saya hormati. Sudah lanjut usia. Dia menggembalakan di satu tempat 33 tahun. Waktu meninggal kemarin, dia sudah pindah ke tempat lain, tapi karena terlalu kecil rumah, mau pinjam gereja yang dulu; untuk meninggalnya dia mau pinjam uang. Tidak dikasih. Ditolak. Itu manusia. 

Waktu gereja Hok Im Tong ditutup, saya sampai ngomong sama jemaatnya, coba cari tahu pemimpinnya siapa. Pake gereja ini kalau mau pake. Pakai kebaktian di bawah. Nggak apa-apa. Gereja kita bisa dipakai oleh gereja apa saja. Saya pendeta pertama yang tanda tangan, setuju ada gereja - dari semua gereja. Sebab nggak enak ditolak.    

Saudara, nggak enak ditolak. Banyak pemuda-pemuda bunuh diri karena kasih tak sampai. Ditolak. Dia begitu cinta sama ini gadis, cintanya menggebu-gebu. Ditolak cintanya. Maka dia ambil jalan pendek, bunuh diri. Oh, nggak enak ditolak. Tapi saudara, itu harus kita lewati.  

... Aku menyelidiki dengan seksama tembok-tembok Yerusalem yang telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya yang habis dimakan api.

Pintu gerbangnya habis dimakan api. Berapa kali hati kita, pintu gerbang kita, habis dimakan api kemarahan, api dendam kesumat, api kebencian? Kita kristen tapi api bukan api Roh Kudus yang bekerja - api kemarahan, api kebencian, api penyelewengan, api keserakahan, api mementingkan diri sendiri, api menonjolkan diri sehingga pintu itu terbakar habis, tidak ada lagi pintu gerbang. Diselidiki oleh Nehemia. Apa yang terjadi?

2:14 Lalu aku meneruskan perjalananku ke pintu gerbang Mata Air dan ke kolam Raja. Karena binatang yang kutunggangi tidak dapat lalu di tempat itu,

Setelah saudara ditolak, setelah saudara memperbaiki pintu yang terbakar api, saudara akan ketemu dengan pintu gerbang Mata Air. Bahasa Inggris, King's Pool ... Mata Air Raja. Ketika kita punya hati diperbaiki, ... saya tiba-tiba ingat satu ayat, mari kita buka dulu Amsal

4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Dalam bahasa Inggris, ... karena dari sana terpancarlah urusan-urusan hidup. Jaga hati kita, jangan sampai ada sampah. Jaga hati kita jangan sampai kita menolak Tuhan. Jaga hati kita jangan sampai hati kita, saudaraku, ada kepahitan. Jaga hati kita jangan sampai kita dendam. Saudara boleh jadi kristen duduk dan dengar 1.000 khotbah tapi kalau saudara masih benci seseorang, saudara tidak jaga hati, urusan-urusan hidup saudara jadi salah. Urusan-urusan hidup saudara jadi terbengkalai, karena apa? Hati tidak dijaga. Jaga hati.

Cintai Tuhan sepenuh hati. Nyanyi segenap hati. Kalau kita nasehati anak-anak kita: Hati-hati di jalan. Walaupun kita pandai, kita tidak pernah bilang sama anak kita: Otak-otak di jalan, ya. Tidak. Hati-hati di jalan! Segala sesuatu harus dilakukan dengan hati. Kalau semua pekerjaan Tuhan dilakukan dengan hati, tidak akan ada omelan, tidak akan ada menggerutu, tidak akan ada luh-leh, ... karena semua datang dari hati. Keluar dari hati. Apa kata firman Allah? Cari Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa.

Lalu Nehemia punya 2 kata mutiara: Karena tangan Tuhan begitu murah terhadap kamu.

Saudara, yang kita perlu tahun 2008 bukan modal berjuta-juta. Yang kita perlu bukan duniawi tetapi tangan Tuhan! Oh, Tuhan biarlah tangan-Mu terkedang supaya perjalanan saya berhasil, supaya saya memperbaiki hati saya berhasil. Kalau tangan Tuhan di atas kepala saudara, tangan Tuhan di atas hati saudara, saudara memperbaiki diri.  

2:14 ... Karena binatang yang kutunggangi tidak dapat lalu di tempat itu,

Kebiasaan kita nggak bisa lewat tempat itu. Kita sudah biasa nih begini, ... nggak bisa. Apa yang biasa kita tunggangi, apa yang kita biasa kendarai, tidak bisa lewat itu tempat kalau sudah sampai tempat Mata Air Kolam Raja. Tahukah saudara, hati saudara bisa jadi kolam air. Tuhan mau jadikan malam tahun baru ini untuk kita jadi Kolam Raja, tangan Tuhan dikedangkan.

Bayangkan itu kolam Bethesda. Asal malaikat goyang tangannya goyang airnya siapa lebih dulu masuk, dia sembuh. Tapi kalau tangan Tuhan - bukan malaikat - menjamah kolam kita, bukankah dari dalam hati kita terpancar mata air. Yang keluar dari semua itu adalah kehidupan. Apa yang terjadi?

2:15 aku naik ke atas melalui wadi pada malam hari dan menyelidiki dengan seksama tembok itu. Kemudian aku kembali, lalu masuk melalui pintu gerbang Lebak. Demikianlah aku pulang.

Kalau sudah ketemu mata air, jangan lupa dari mana kita masuk. Kita dulu orang berdosa. Hanya oleh anugerah Tuhan kita boleh sampai ke kolam Raja. Tetapi jangan sampai kita lupa diri, kita ini manusia tidak berguna kalau tanpa Kristus. Kita kembali kepada Pintu Lembah, 

2:16 Para penguasa tidak tahu ke mana aku telah pergi dan apa yang telah kulakukan, karena sampai kini aku belum memberitahukan apa-apa kepada orang Yahudi, baik kepada para imam, maupun kepada para pemuka, kepada para penguasa dan para petugas lainnya.

Kalau beban itu ada di hati saudara, nggak usah banyak omong. Nggak usah ngomong sama si A, nggak usah ngomong sama si B, tidak usah bicara sama pendeta, tapi beban saudara kepada pekerjaan Tuhan lakukan. Berikut.

2:17 Berkatalah aku kepada mereka: "Kamu lihat kemalangan yang kita alami, yakni Yerusalem telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela." - Kalau kita tidak bangun hati kita, kita dicela -

Saudara ingat itu lagu Halo Halo Bandung? Saya yakin semua bisa. Sekarang telah menjadi Lautan Api .. Mari Bung rebut kembali.

Direbut teh kalau lautan api keneh mah buat apa? Rebut tapi bangun kembali. Sampai dapat gelar Paris Van Java karena indah kota Bandung itu. Dulu saya kalau ke Bandung tahun 70an, pernah saya ke Bandung 45 menit pake mobil. Sekarang 1.5 jam masih insyaallah, karena apa? Karena ada pembangunan. Sudah dibangun. Lihat kota Bandung sekarang sama tahun 70 saja, aduh berbeda. Dulu itu Pasirkaliki itu saudara, banyak pasir dan banyak kaliki. Lihat ke kiri pasir, ke kanan kaliki. Sekarang di sebelah kiri gedung, di sebelah kanan gedung. Sekarang kota Bandung luar biasa dibangun.

Apa yang terjadi? Kalau ini yang sudah terbakar oleh api, oh, sekarang dibangun kembali oleh anak-anak Tuhan. Dibangun kembali ... dibangun kembali. Bata ditumpuk kembali, dikasih rapi kembali, dibereskan kembali. Yang balatak, dibereskan kembali, dibangun kembali. Semua dibikin bagus kembali. Haleluyah. Jangan pipi saja yang dibikin bagus tetapi bangunan hati kita dibikin bagus kembali.      

Kalau di Jakarta itu, ini 10 tahun lalu, semua perempuan orang kaya itu mukanya sama karena dokter hidungnya sama. Saudara mau memperbaiki mezbah? Belum berakhir,    
 
2:18 Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka: "Kami siap untuk membangun!" Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu.

Visi kita tahun 2008: Pertumbuhan jemaat.

Gereja kita terlalu kecil. Kita bisa bikin 2 kali kebaktian, 3 kali kebaktian. Tapi terserah saudara. Apakah saudara pernah mengakui bahwa betapa murahnya tangan Allah melindungi saudara. Kalau saudara melakukan itu, mari kita bangun. Mari kita bangun hati kita. Mari kita bangun rohani kita supaya semua jadi baik. 

2:19 Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, dan Gesyem, orang Arab, mendengar itu, mereka mengolok-olokkan dan menghina kami. Kata mereka: "Apa yang kamu lakukan itu? Apa kamu mau berontak terhadap raja?"

Saudara akan ada yang mengolok. Akan ada yang menghina. Tetapi coba saudara baca, siapa yang menghina itu? Pelayan.

Coba pelayan saudara menjelek-jelekkan dunungan ... majikan, saudara berhentikan apa nggak? Tetapi saudara dengar, wah panas dong, pelayan kamu, kenapa ngomong-ngomongin aku. Aku yang gaji kamu, aku yang kasih makan kamu, kenapa kamu ngomongin aku? Kenapa kamu jelek-jelekkan aku? Pecat. Itu kalau manusia. Tapi Nehemia tidak pedulikan. Akan ada yang mengolok. Orang yang mau maju, orang yang mau doa, orang mau puasa, akan ada yang ngolok. Tapi saudara jangan pedulikan.

Apa mau berontak sama Raja? Oh, tidak. Jawabannya manis sekali,

2:20 Aku menjawab mereka, kataku: "Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil!

Dunia bisa bikin celaka saudara, dunia bisa bicara macam-macam tapi Tuhan Allah kita yang perkasa, membuat kita berhasil!

Kalau saudara malam hari ini bertekad, Tuhan saya mau membangun. Bukan gedung gereja, bukan. Tapi membangun hati. Saya mau membangun hati. Orang yang bermusuhan dengan saya, saya mau ajak damai. Jangan sampai ada kepahitan sama saya. Tuhan, kami tidak mau ada kebencian, ada dendam di hati saya. Saya ingin masuk tahun baru. Bukan cuma tahunnya yang baru, bukan bajunya yang baru tapi hati kita juga baru.  

Sekian firman Tuhan. Dia Allah langit dan bumi, Dialah yang membuat kami berhasil. Kita berdiri bersama-sama.  

-- o --  

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________