Khotbah Minggu Sore NOVEMBER - DESEMBER 2009

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 01 November 2009

RUMAH

Kita buka Imamat 14. Saya beri judul khotbah saya mengenai Rumah. Bukan rumah rohani saja tetapi rumah jasmani. Rumah tempat kita tinggal sekarang, itu ada aturan di dalam firman Tuhan. Bagaimana supaya kita aman tinggal di rumah itu. Tidak diganggu oleh segala macam pengaruh.  

 

14:33 TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun:
14:34 "Apabila kamu masuk ke tanah Kanaan yang akan Kuberikan kepadamu menjadi milikmu dan Aku mendatangkan tanda kusta di sebuah rumah di negeri milikmu itu,
14:35 maka pemilik rumah itu harus datang memberitahukannya kepada imam: Ada kelihatan seperti tanda kusta di rumahku.
14:36 Maka imam harus memerintahkan supaya rumah itu dikosongkan, sebelum ia datang memeriksa tanda kusta itu, supaya jangan menjadi najis segala yang ada di dalam rumah itu, dan sesudah itu barulah imam datang untuk memeriksanya.
14:37 Kalau menurut pemeriksaannya tanda pada dinding rumah itu merupakan lekuk-lekuk yang kehijau-hijauan atau kemerah-merahan warnanya, yang kelihatan lebih dalam dari permukaan dinding itu,
14:38 imam harus keluar dari rumah itu, lalu berdiri di depan pintu rumah, dan menutup rumah itu tujuh hari lamanya.
14:39 Pada hari yang ketujuh imam harus datang kembali; kalau menurut pemeriksaannya tanda kusta itu meluas pada dinding rumah,
14:40 maka imam harus memerintahkan supaya orang mengungkit batu-batu yang kena tanda itu dan membuangnya ke luar kota ke suatu tempat yang najis.
14:41 Dan ia harus mengikis rumah itu sebelah dalam berkeliling, dan kikisan lepa itu haruslah ditumpahkan ke luar kota ke suatu tempat yang najis.
14:42 Dan orang harus mengambil batu-batu lain, lalu memasangnya sebagai pengganti batu-batu tadi, dan harus mengambil lepa lain dan melepa rumah itu.
14:43 Tetapi jikalau tanda itu timbul lagi di dalam rumah itu, sesudah batu-batunya diungkit dan sesudah rumah itu dikikis, bahkan sesudah dilepa lagi,
14:44 dan kalau imam datang dan menurut pemeriksaannya tanda itu meluas di dalam rumah, maka kusta ganaslah yang di dalam rumah itu, dan rumah itu najis.
14:45 Rumah itu haruslah dirombak, yakni batunya, kayunya dan segala lepa rumah itu, lalu dibawa semuanya ke luar kota ke suatu tempat yang najis.
14:46 Dan orang yang masuk ke dalam rumah itu selama rumah itu ditutup, menjadi najis sampai matahari terbenam.
14:47 Dan orang yang tidur di dalam rumah itu haruslah mencuci pakaiannya; demikian juga orang yang makan di dalam rumah itu haruslah mencuci pakaiannya.
14:48 Tetapi jikalau imam datang dan menurut pemeriksaannya tanda itu tidak meluas di dalam rumah itu, sesudah dilepa, maka imam harus menyatakan rumah itu tahir, karena tanda itu telah hilang.
14:49 Kemudian, untuk menyucikan rumah itu, haruslah ia mengambil dua ekor burung, kayu aras, kain kirmizi dan hisop.
14:50 Burung yang seekor haruslah disembelihnya di atas belanga tanah berisi air mengalir.
14:51 Lalu ia harus mengambil kayu aras dan hisop, kain kirmizi dan burung yang masih hidup itu, dan mencelupkan semuanya ke dalam darah burung yang sudah disembelih dan ke dalam air mengalir itu, kemudian ia harus memercik kepada rumah itu tujuh kali.
14:52 Dengan demikian ia harus menyucikan rumah itu dengan darah burung, air mengalir, burung yang hidup, kayu aras, hisop, dan kain kirmizi.
14:53 Dan burung yang hidup itu harus dilepaskannya ke luar kota ke padang. Dengan demikian ia mengadakan pendamaian bagi rumah itu, maka rumah itu menjadi tahir.

14:54 Itulah hukum tentang setiap penyakit kusta, kudis kepala,
14:55 tentang kusta pada pakaian dan rumah,
14:56 tentang bengkak, bintil-bintil dan panau,
14:57 untuk memberi petunjuk dalam hal najis atau dalam hal tahir; itulah hukum tentang kusta."

 

Kita tidak akan bicara tentang bintil-bintil, bisul, panu yang najis tapi kita akan berbicara mengenai satu pokok, yaitu rumah. Rumah saudara menggambarkan pribadi saudara. Rumah yang bersih, rapi, teratur, menggambarkan pemiliknya. Rumah yang acak-acakan, yang kumuh, walaupun dia bikin gedung tapi kumuh, menggambarkan pemiliknya.

 

Jadi kita sebagai orang kristen pun harus sesuai dengan rumah yang kita tinggali. Tuhan itu sengaja, Dia berkata: Kalau Aku beri tanda ada kusta di rumahmu hendaklah kamu memeriksa kepada imam.

 

Jadi orang itu tidak tahu ada kusta di rumahnya. Tapi Tuhan kasih tahu, di rumahmu itu ada kusta. Dia tidak boleh periksa, dia datang ke imam. Imam harus datang dan imam itu memeriksa. Kalau kusta itu di bagian pelesteran, kikis. Tapi kalau kusta yang warna hijau dan merah itu di dalam pelesteran. Maka batu-batu yang terkena kusta itu harus dicungkil. Orang tidak boleh masuk, itu rumah najis selama tujuh hari. Dicungkil, dibuang di tempat yang najis. Enam, tujuh kali disebut kata najis.

 

Apakah rumah kita ini najis apa tidak? Apakah rumah kita ini ada pengaruh dari hal-hal yang tidak baik apa tidak? Harus dicungkil dan diganti yang baru. Kalau semua sudah merata itu kusta, najis itu rumah. Harus dibongkar. Kayunya, batunya, dibongkar semua dan diganti dengan kayu yang baru. Yang bongkaran itu harus dibuang di tempat yang najis. Saudara lihat nggak gerakan saya? Buang di tempat yang najis. Semua dibuang di tempat yang najis. Apa yang kusta harus di tempat yang najis. Jauhkan dari kita. Itu maunya Tuhan. Jangan ada yang najis di dalam rumah kita. Amin? Jauhkan dari rumah.

 

Mari saya terangkan pelan-pelan. Rumah kita, Tuhan itu mau berkati. Sebab dalam Mazmur 127 berkata begini, kalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang membangunnya. Kita bisa bikin rumah, macam-macam. Tapi kalau Tuhan tidak ada, kalau Tuhan tidak beracara dalam rumah itu, sia-sia usaha kita membangun rumah. Rumah yang akan diberkati oleh Tuhan itu harus ada syarat: Bebas dari kenajisan.

 

Mari kita mulai dari yang enteng saja. Banyak rumah orang kristen, tanpa sadar, dia menaruh dekorasi-dekorasi yang berlawanan dengan firman Tuhan. Hiasan-hiasan yang dia tidak tahu berlawanan dengan firman Tuhan. Satu kali saya diminta, beberapa tahun yang lalu, satu keluarga orang kaya di Jakarta. Minta didoakan karena dia punya usaha menurun. Saya diterima di kantornya orang kaya itu. Sebelum saya masuk kantornya, istrinya bilang: Bantu doa, brur, suami saya ini suka piara ayam negeri. Maksudnya ada istri simpanan. Maaf ya, bukan berarti istri yang sah itu ayam kampung, bukan. Tapi dia ngomong sama saya itu ada ayam negeri.

 

Begitu saya masuk, saya kaget karena di depan meja dia ada patung perempuan telanjang dari kaca. Perempuan telanjang. Telanjang saja tapi dari kaca. Besarnya seperti orang. Di depan dia. Dalam hati saya, pantas tidak ada berkat sebab dekorasinya hal yang najis, hal yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Kita nggak sadar. Kita beli buku Harry Potter. Padahal buku Harry Potter itu bicara tentang setan, bicara tentang anak SD anak SMP berhubungan seks dengan gurunya perempuan. Dicetak 600 juta buku di seluruh dunia. Lakunya luar biasa. Tapi saudara orang kristen jangan baca Harry Potter. Mending baca firman Tuhan. Tanpa sadar. Sebab hal itu najis.

 

Saya pernah masuk rumah anak Tuhan, terus di dindingnya ada gambar Yesus menggendong domba, di belakangnya ada domba-domba. Ada tulisan: Tuhan adalah gembalaku, Mazmur 23:1. Itu bagus. Saudara nginjil dengan pasif. Saudara gambar tempel, tulisan kata-kata, tempel di ruang tamu. Jadi tamu itu dia baca. Saudara nggak nginjil, nggak bersaksi, diam saja. Tuhan adalah gembalaku. Dia menginjil. Lalu di dinding sebelah kiri, Imanuel, Allah beserta kita. Itu bagus.

 

Satu kali saya naik sepeda motor dari Puncak turun ke bawah. Ada truk lari cepat juga, jadi saya ngikutin truk itu. Saya baca di belakang truk itu ada kata-kata mutiara katanya: Jikalau cinta ditolak, dukun bertindak. Nah, itu tidak baik, jangan ditaruh di rumah kita. Ke dukun mah nomor satu. Jangan. Jadi hal yang najis itu harus keluar dari rumah kita, karena kita tanpa sadar. Anak-anak muda suka tempel gambar-gambar yang rocker-rocker semua. Mbah Surip, Michael Jackson, semua, yang nyanyinya kaya setan itu, macam-macam gambar tempel. Lagu-lagunya yang nggak enak. Lagu-lagu yang kita bingung, mulainya dari mana berhentinya di mana, kita nggak tahu. Bingung. Karena mereka menyembah setan.

 

Satu anggota mereka kenal kepada Yesus kembali. Dan dia bilang, kami dulu menyembah setan. Kita bikin upacara, darah, potong darah, terus nyembah kepada setan. Setan berkati ini, setan berkati ini, setan berkati ini. Bahkan Michael Jackson, enam bulan sebelum dirilis, itu didoakan di gereja setan. Supaya orang yang dengar lagu Michael Jackson itu kerasukan dan menjadi ketagihan.

 

Kita nggak sadar bahwa itu adalah lepa. Lepa itu plesteran. Ada warna merah, ada warna hijau, lepa. Itu harus dikikis. Kalau masih ada di plesteran, kikis, masih keburu. Biar imam kita, yaitu Tuhan Yesus, membersihkan semuanya. Ada haleluyah? Imam kita, yaitu Tuhan Yesus akan membersihkan semua hidup kita. Mulai dari rumah. Gambar-gambar cabul, gambar-gambar jorang, gambar-gambar yang tidak berkenan, itu menajiskan pikiran. Omongan-omongan tapi yang nempel di rumah ini.

 

Ada juga saya lihat rumah dihiasi dengan minuman-minuman keras. Botol Johny Walker, XO, Camus. Ganti. Lebih baik kecap Cap Bango, saos tomat, gantilah. Sebab ada pengaruh yang luar biasa. Dan saya ingin bicara beberapa ayat dari firman Allah. Kita baca Amsal 

 

11:29 Siapa yang mengacaukan rumah tangganya akan menangkap angin; orang bodoh akan menjadi budak orang bijak.
 

Dalam bahasa Inggris dipakai kata he, laki-laki. Dia yang mengacaukan rumah tangganya sendiri akan mempunyai warisan angin kosong, hampa. Sekarang saudara lihat kenapa. Kenapa kita seringkali tidak punya apa-apa, hampa. Karena kita sendiri mengacaukan rumah itu. Kita sendiri mengacaukan rumah tangga kita. Lelaki ini. Mungkin ibu-ibu berkata, ah puji Tuhan, lelaki sikat. Nanti dulu, ada lagi yang buat perempuan. Amsal

 

14:1 Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri.

Nggak laki-laki, nggak perempuan, bisa membangun rumah atau merobohkan rumah. Kalau laki-laki mengacaukan rumah tangganya sendiri, dia dapat angin. Hanya angin saja, nggak dapat apa-apa. Kalau istri-istri mengacaukan rumahnya sendiri, dia juga sama tidak dapat apa-apa. Tapi baik suami maupun istri bisa membangun rumah. Ini yang saya mau supaya kalau saudara-saudara punya rumah, jangan dikacau-kacauin lagi. Saudara sudah susah-susah, bibilintik dari kecil, sampai saudara punya toko, punya rumah. Jangan dikacaukan dengan kelakuan yang salah.

 

Sebab seperti rumahmu begitulah keadaanmu, kata peribahasa. Kita teruskan. Saya tadi bilang bahwa Tuhan itu mau memberkati kita di rumah kita. Amsal

 

15:6 Di rumah orang benar ada banyak harta benda, tetapi penghasilan orang fasik membawa kerusakan.

Ayo, dalam ayat itu satu kata apa yang menarik hati saudara? Benar. Kalau benar nggak ada, nggak ada berkat. Itu syarat dari Tuhan. Di rumah orang benar. Yang jelek-jelek dikikis. Adat-adat yang nggak baik dicungkil semua, ganti batu yang baru, ganti pasangan yang baru. Yang tidak baik dibuang. Ganti. Haleluyah. Saudara nggak usah cari harta benda, nggak usah. Hidup benar. Kalau hidup benar akan ada harta benda. Kan harta benda cuma sementara. Kita nggak perlu harta benda di sorga. Cuma di dunia ini. Saudara kan punya cita-cita banyak. Saudara ingin ini, saudara ingin pergi ke sana, ke sini. Itu Tuhan akan berikan asal hidup kita benar. Rumah kita juga benar semua. Dari hiasan apa segala rupa baik, benar.

 

Ada yang suka taruh kaca di depan tokonya. Saya bilang, buat siapa ini kaca? Kata dia, buat setan. Jadi kalau setan mau masuk ke rumah ngaca dulu. Ih, serem katanya, jadi nggak jadi. Aduh ampun. Setan mah pintar, saudara. Saudara mau pakai kaca segede lemari juga, kalau dia mau masuk mah masuk aja. Yang harus ditempel itu bukan kaca ... benar, kebenaran.

 

Kalau saudara hidup benar, Iblis manapun juga takut sama saudara. Maaf, masih ada orang kristen percaya cap ji shio. Maaf ya pakai bahasa Cianjur nih saya. Kalau kamu teh apa shionya? Shio tikus. Tikusnya pagi, siang, sore? Kita sepertinya main-main. Tetapi itu adalah hal yang di tembok tadi, yang merah, yang hijau. Karena kusta. Ada juga yang suka: Virgo tak pernah rasa dendam. Capricornus, Sagitarius, Aries. Bintang ini, bintang itu, aduh. Itu dari kuasa kegelapan aslinya. Masa tujuh milyar orang seluruh dunia, nasibnya hanya dibagi dua belas? Kan tidak mungkin. Tapi orang suka percaya begitu.

 

Di Jakarta saya di kua miah. Saya masuk ke satu toko. Saya nggak tahu yang punya tokonya tukang kua miah: Nah, bapa ini jaksa nih. Salah, saya bilang. Tukang kua miah saja salah. Bapa orang berpangkat. Betul. Bapa orang pintar. Betul. Suka kasihan orang. Betul. Jaksa? Bukan, salah. Begitu saya pendeta, kok kenapa jauh ya? Saudara jangan percaya yang begitu. Jangan percaya. Buang. Orang Manado masih suka pegang opo-opo, jimat. Kalau berkelahi pukul paha, jadi berani katanya. Nah, itu setan. Mereka percaya burung mangoni.

 

Orang Batak, orang Manado, orang Ambon juga suka belajar opo-opo, jimat. Ibu Dema ada di sini? Suaminya dia, bapa Dema, dulu nyerahkan jimat. Ini saya orang Timor harus pegang jimat. Tentara sih dia. Pegang jimat tidak mempan peluru. Kulit macan, saudara. Wangi sekali. Gereja masih lagi dibangun. Saya bakar di sebelah situ. Saudara boleh percaya, boleh nggak, itu asap ke saya. Saya kira angin. Jadi saya pindah ke sini. Asapnya ke saya lagi. Saya kira masih angin. Ke sini. Asapnya ke saya lagi. Kesal saya, injak aja sudah. Mati juga dia.

 

Jadi yang begini-begini harus dibuang keluar. Kain-kain merah, susuk supaya kelihatan cantik. Sudah 75 tahun masih mau dipakai susuk, kumaha? Itu dari setan. Itu dari kuasa gelap. Itu najis. Itu perkara yang bukan harus ada di rumah. Harus keluar. Haleluyah. Jangan bilang: Setelah saya punya anak ini bawa hoki. Jangan. Yang bawa hoki bukan anak. Tuhan. Haleluyah. Jangan bilang: Anak ini gendut, ini mah bawa hoki. Setelah saya melahirkan dia, hoki datang. Bohong. Jangan, saudara. Buang segala hal yang tidak baik. Masih soal berkat di dalam rumah ini. Amsal

 

8:17 Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.
 

Yesus merupakan diri sebagai hikmat. Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun. Bahasa Inggris bilang rajin - mencari aku, dia akan mendapatkan aku. Kalau Aku ini Tuhan, apa artinya kekayaan? Di dalam Tuhan ada semua. Tetapi supaya saudara mengerti bahwa di dalam Tuhan itu ada segala-galanya, ayat 18 bilang begini: 

 

8:18 Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan.
8:19 Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan.

Orang yang rajin mencari Tuhan, rumahnya diberkati Tuhan. Saya berani ngomong begini: Kalau orang benar mencari Tuhan dengan rajin, bukan dia yang cari berkat, berkat cari-cari dia.

 

Sampai hari ini saya nggak dapat ini orangnya sebab tadi di sms terus saya. Siapa yang mau sekolah tiga bulan. Satu bulannya biaya tiga puluh juta, ditanggung. Jadi tiga bulan, sembilan puluh juta ditanggung. Dikasih uang saku satu bulan tiga juta, ditanggung selama tiga bulan. Belajar dari hari senin sampai hari jumat. Sabtu, minggu boleh pulang. Tiga bulan saja, untuk menjadi enterprener. Tapi karena yang ngajarnya pakai bahasa Inggris, nggak usah bisa ngomong asal bisa ngerti saja. Sudah dapat saya di Jakarta. Saya pikir dulu, om, seminggu. Selasa kemarin bilang, aduh oom, saya nggak bisa.

 

Lihat saudara, sepertinya berkat itu mengejar kita. Ditelepon kita. Ayo kirim orang, sekolah. Nanti kalau dia sudah lulus, dia akan dikirim ke mana-mana. Mengajar pendeta-pendeta di desa-desa. Istilahnya merubah kotoran menjadi emas. Ada di koran Kompas kemarin. Sekolah enterpreneur. Saya mau di jemaat saya itu ada. Tapi ya sudah, besok mulai. Amsal

 

17:17 Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Kadang-kadang sahabat lebih dekat dari saudara. Saya sedang bicara seorang sahabat ini, yaitu Yesus. Yesus sahabat kita. Dia menyatakan diri menaruh kasih setia setiap waktu. Kan tadi ada bilang, Aku mengasihi orang yang mengasihi Aku. Yesus setiap waktu mengasihi saudara. Bahkan orang yang tidak percaya Tuhan pun, orang atheis yang tidak beragama pun, satu atau dua kali dalam hidupnya akan merasakan kebaikan dari kasih Tuhan. Apalagi kita sudah dibuka sama Tuhan. Mata kita sudah dicelikkan, hati kita sudah terbuka.

 

Saudara tahu mengasihi setiap waktu, artinya apa? Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, artinya apa? Banyak sahabat begini ya. Kita bersahabat. Waktu kita salah, dia menjauhi kita. Waktu kita susah, dia menjauhi kita. Itu mah bukan sahabat. Tapi kalau Yesus jadi sahabat kita, waktu kita salah, Dia tetap mengasihi. Waktu kita susah, Dia tetap mengasihi. Waktu kita gagal, Dia tetap mengasihi. Lebih dekat dari seorang saudara, saudara serumah. Lebih dekat. Ada satu keistimewaan dari Yesus kalau Yesus jadi sahabat kita.

 

Lagu Tiada Sahabat seperti Yesus .. Tiada Sahabat seperti Dia .. Dia tak pernah meninggalkanku .. Tiada Sahabat seperti Dia .. Tiada Sahabat seperti Yesus, Tiada Sahabat seperti Dia .. Dia lebih dekat dari nafasku. Itu harga lagu itu di situ, mahalnya lagu itu. Dia itu lebih dekat dari nafas kita, saudara. Kan paling dekat sama kita nafas. Tapi Yesus lebih dekat dari nafas kita. Dan selalu mengasihi kita.

 

Saya mau tanya, saudara punya teman baik, saudara punya sahabat, pernah berpisah nggak? Pernah. Tapi Yesus satu-satunya sahabat di dunia bagi kita yang tidak pernah berkata kepada kita Good Bye. Nggak akan. Kemana kita pergi, Dia tetap mengasihi kita. Mulai dari rumah. Filemon

 

1:1 Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari Timotius saudara kita, kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami
1:2 dan kepada Apfia saudara perempuan kita dan kepada Arkhipus, teman seperjuangan kita dan kepada jemaat di rumahmu:

 

Dulu orang kristen dulu nggak kebaktian di gereja. Dikejar-kejar mereka. Jadi kebaktiannya di rumah. Tetapi rumah tangga kita, umpamanya kita punya rumah tangga kristen semua, itu sudah satu jemaat. Jemaat yang terkecil. Institusi yang terkecil dari gereja adalah rumah. Kalau di Manado, orang tanya begini: Brur, brur punya jemaat berapa kepala keluarga, berapa KK? Itu orang Manado. Sebab di sana orang kristen semua. Kalau jemaat dihitung kepala keluarga. Ada yang 30 KK, ada yang 40 KK. Itu kalau 30 KK itu kira-kita sembilan puluh orang. Kalau 40 KK ya seratus dua puluh orang.

 

Tapi tahukah saudara bahwa rumah saudara dipantau oleh Tuhan. Ini institusi terkecil dari gereja. Kepala rumah tangga, itu pendetanya. Haleluyah. Kalau yang sudah janda, ibu janda yang jadi pendeta, yang menggembalakan semua anak-anaknya: Sing eling ka gereja, hayo tong sare wae. Digeuyah-geuyahkeun, hayo hudang. Kebaktian, ka gereja. Jangan lupa sembahyang dulu.

 

Di rumah saudara ada berkat. Lukas 

 

19:1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
19:4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."
19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."
19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."
19:9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.

 

Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini. Kenapa Dia tidak bilang kepada Zakheus? Kepada rumahnya! Tuhan menyelamatkan rumah tangga. Hari ini keselamatan masuk di rumah ini. Siapa yang percaya dulu? Zakheus, kepala rumah tangga. Sebab dalam pandangan Yesus, kalau kepala rumah sudah dipulihkan, tubuh akan ikut semua. Gerbong akan mengikuti lokomotif. Kalau lokomotif sudah maju, gerbong ikut. Lokomotif ke kiri, gerbong ikut. Kemanapun dia pergi, ikut.

 

Itu sebabnya kepala rumah tangga harus menerima Yesus. Karena engkau adalah imam. Mulai hari ini bersihkanlah kalender-kalender yang tidak baik, gambar-gambar yang kurang bermoral. Saya juga sudah mulai ini lihat pakaian-pakaian nggak muda, nggak tua, ibu-ibu pakai celana yang ketat. Tumila juga ngak bisa masuk ke sana. Ini saya baru baca di koran, saudara, orang yang biasa memakai pakaian ketat terancam kena penyakit syaraf. Saudara tahu syaraf? Gila. Karena syaraf tidak jalan, ketat sekali. Jangan ketat-ketat, apalagi kalau kebaktian. Pakai baju yang sopan, yang baik.

 

Hari ini keselamatan masuk ke dalam rumahmu. Ayat terakhir. Kisah Rasul


16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
16:26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.
16:27 Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri.
16:28 Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!"
16:29 Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas.
16:30 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?"
16:31 Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."
16:32 Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.
16:33 Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.
16:34 Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.

Sukacita, kebahagiaan yang paling dalam kalau kita dan seisi rumah tangga kita sudah percaya kepada Yesus. Apa yang harus kami perbuat? Percayalah kepada Tuhan Yesus, kamu dan seisi rumahmu.

 

Mari kita berdiri bersama-sama.

 

-- o --   

Minggu, 08 November 2009

FAVORIT TUHAN

Sore ini saya ingin memberitakan satu pokok yang belum pernah saya khotbah, di mana-manapun saya belum pernah khotbah karena susah bahasa Indonesianya. Tapi saya akan coba bercerita kepada saudara apa maksud dari firman Tuhan ini karena di dalam bahasa Inggris saya cari-cari artinya tidak ada. Tapi dalam bahasa Indonesia hanya dipakai kata berkenan. Tapi nampaknya kata berkenan pun tidak cocok, ya. Tapi mari kita lihat injil Lukas


2:52 Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

 

Jadi bahasa Indonesia menyalin dikasihi. Tapi dalam bahasa Inggris, ... and in favor with God and men.

 

In favor. Dari kata favor kita tahu kata favorit. Dan di dalam favor, di dalam Allah.

 

Nah, kata favor ini bukan dikasihi. Tapi dia bahasa Indonesia makin dikasihi. Tapi dalam bahasa Inggris, favor itu banyak artinya. Saudara mengerti ya kira-kira begini. Dia diberkati, dia dijaga, dilindungi, diberi kelebihan. Memang disayang termasuk. Jadi saya tanya Roh Kudus, apa artinya favor ini?

 

Dia pakai 3 kalimat, Dia bilang begini, jadi kalimat panjang saudara. Dia jawab begini: Ketika manusia bilang tidak, satu kalimat. Dan situasi sekelilingmu bilang tidak. Bapa-Mu di sorga bilang ya. Tapi gimana neranginnya? Ketika orang bilang tidak, dan ketika sikon kondisi di sekitar kita juga bilang tidak bisa, Tuhan bilang bisa. Itu artinya favor.

 

Nah, kita yang percaya kepada Tuhan ada satu istilah ini yang sukar diterangkan, yaitu favor. Kita bertambah di dalam favor. Di situ dipakai kata makin dikasihi. Jadi saudara menjadi favoritnya Tuhan. Saudara mungkin tidak percaya tapi saudara itu dijadikan favorit sama Tuhan.    

 

Dia menjadikan saudara layak, Dia membiarkan saudara mendekat kepada Dia. Sebab kita mempunyai favor. Sebetulnya tidak boleh tetapi Tuhan bilang boleh. Menurut aturan manusia tidak bisa, menurut aturan pikiran pandangan manusia tidak bisa. Tapi kalau kita menjadi favor dari Tuhan, favoritnya Tuhan, kondisi apapun kita ada tetapi Tuhan melindungi memberkati kepada kita.

 

Kita akan lihat satu contoh saja dari kehidupan Yusuf dalam kitab Kejadian 39. Kita melihat bahwa Yusuf sudah dijual, dia diambil dari sumur dijual ke Mesir dan dia bekerja sebagai budak di rumah satu panglima namanya Potifar.

 

39:1 Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ.
39:2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.

 

Ini favor, saudara. Yusuf dipenjara. Kata manusia, tidak. Budak dia. Sikonnya bilang tidak. Tetapi Tuhan bilang ya. Nggak apa-apa kamu di situ tapi Aku menyertai kamu. 

 

39:2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, ...

 

Yusuf saudara ganti dengan kata saya: Tetapi TUHAN menyertai saya.

 

Baru kita bicara saja, hati kita sudah lain. Roma


8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

 

Ibu yang bersaksi tadi yang pulang ke sorga tadi, aduh dia dapat favor, dia dapat berkat yang luar biasa. Belum tentu loh kita. Pendeta saja belum tentu. Waktu saya pulang dari Batu rapat pendeta, ada satu pendeta menangis di mimbar dan dia bilang: Saya minta kepada Tuhan supaya saya meninggal ketika ada di mimbar. Tuhan nggak dengar, dia nangis juga. Ini ibu tadi, dia bilang saudara semua baik, saya senang lihat hamba Tuhan baik semua, jangan tinggalin kota Cianjur. Dia duduk dengar lagu pak King King nyanyi, meninggal. Itu mah lebih dari hoki, itu lebih dari favor, itu disayang sama Tuhan. Tuhan dengar doanya, sakitnya disembuhkan, pulang ke Cianjur, meninggal. Kejadian 

 

39:2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.

 

Selalu berhasil! Nggak ada gagalnya. Nggak ada turunnya. Naik terus. Walaupun di penjara. Karena Tuhan beserta kita. Karena Tuhan menjadikan Yusuf favorit. Dia menjadi favor di hadapan Tuhan. Dan saudara tidak lebih jelek dari Yusuf, kitapun melalui Yesus kita dapat favor dari Tuhan. Dan kalau saudara yakin kita dapat favor dari Tuhan, kita akan selalu berhasil. Pelajar-pelajar selalu berhasil. Bisnisman-bisnisman akan berhasil. Kita semua akan berhasil karena Tuhan dengan kita dihubungkan dengan satu kata ... favor.

 
39:3 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,
39:4 maka Yusuf mendapat kasih tuannya,

 

Ini dipakai kata favor. Maka tuannya jadi sayang. Sebab kalau pekerjaan ini dikerjakan sama Yusuf, kok berhasil. Sama orang lain kok gagal. Kasih tugas ini dia kerjakan berhasil. Orang lain nggak bisa, gagal. Tapi sama Yusuf berhasil. Jadi bukan hanya dari Tuhan saja dia mendapat favor, dia juga mendapat favor dari manusia. Itu yang dialami oleh Yesus. Yesus makin favor di hadapan Allah dan manusia.

 

Sekarang bangsa yang lagi maju, yang jadi perhatian dunia itu bangsa Jepang, Korea dan Vietnam sekarang. Jadi manusia favor kepada mereka. Bayangkan Tiger Wood juara dunia golf, itu bisa kalah sama seorang Korea yang badannya jauh lebih pendek dari dia. Juara sekarang golf perempuan dunia orang Korea. Badannya pendek dan gemuk. Dari mana saya bilang dia bisa. Orang-orang itu favor. Orang Korea dan orang Jepang disenangi sekarang. Secara roh manusia kita senang. Orang Vietnam juga. Sekarang sepakbola kita ketinggalan sama Vietnam. Vietnam, Jepang, Korea favor.

 

Tetapi kepada Allah tidak. Karena rating bunuh diri remaja di Jepang itu sangat tinggi. Umur 14 tahun, 15 tahun, 13 tahun. Dia punya idola penyanyinya meninggal, eh bunuh diri saja. Paling tinggi di dunia remaja Jepang bunuh diri. Mereka tidak tahu bahwa mereka disayang oleh Tuhan. Mereka tidak tahu bahwa kasih Tuhan itu ada sama mereka. Mereka tidak tahu ada jalan yang baik, ada jalan yang benar dari pada bunuh diri. Tapi mereka ambil jalan yang pendek, mereka ambil jalan yang salah. Jadi jalan yang benar sudah ada di depan kita.

 

Jarang sekarang saudara lihat orang Jepang pendek. Kalau saya ke Karawang, Cikarang ... Jepang semua. Jepang Korea, Korea Jepang. Ada pabrik mobil Hyundai di sana, ada pabrik mobil Honda, ada pabrik mobil Toyota. Jepang semua. Ilmu pengetahuan ... Jepang.   

 

Biar dipenjara tapi kalau Tuhan favor, berhasil apa yang dia kerjakan. Biar saudara di Cianjur, kalau Tuhan favor kepada saudara. Apa saudara dagang apa saudara kerjakan, jadi semua. Karena Tuhan beserta saudara, saudara diberkati oleh Tuhan.

 

39:4 ... dan ia boleh melayani dia; - Diizinkan sekarang naik pangkat - kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya - Asalnya budak sekarang naik pangkat jadi pengawas - dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.

 

Coba, dari budak dia dimasukkan di penjara, dia dijadikan pelayan tapi Tuhan beserta, naik pangkat. Kalau Tuhan bersama saudara, pekerjaan saudara naik terus, nggak ada turunnya. Nggak ada gagalnya selalu berhasil. Kan ayat tadi bilang, selalu berhasil. 

 

39:5 Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.

 

Kalau saudara bekerja di satu toko dan saudara mendapat favor dari Tuhan, toko itu diberkati saudara dipercayakan pegang kunci sampai laci dipercayakan sama bos, tidak ada uang yang hilang, Tuhan akan memberkati bos itu karena saudara. Maka belajar kerja jujur. Kalau sudah dikasih kepercayaan itu jujur.

 

Satu kali pengerja saya: Om, ini ada uang 100 ribu. Kemarin jatuh dari dompet om. Terima kasih Tuhan, ini anak jujur, berkati dia. Belajar jujur. Ini sudah mau musim hujan, saya tidak mau dengar ada payung yang hilang. 

 

39:5 ..., TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.

 

Bisnis saudara kan ada yang di dalam rumah, ada yang di luar rumah. Karya kita kan ada yang di dalam rumah bikin kue tapi di luar rumah anak sekolah di luar rumah anak mengajar di luar rumah anak bekerja. Itu semua Tuhan berkati kalau kita dapat favor dari Tuhan. Berikut. 


39:6 Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.

 

Karena ibunya cantik. Baru orang lihat sepintas lalu juga ganteng. Tetapi kegantengan itu dipake manis sikapnya. Kalau saudara dapat favor dari Tuhan, saudara akan bersikap manis bersikap baik bersikap sopan. Bersikap baik sekali kepada siapapun juga. Anak bersikap sopan dan baik kepada ibu dan papa. Menurut, dengar-dengaran. Jangan pergi, menurut. Pikirin dulu, menurut. Lebih baik diam di rumah, menurut. Manis sikapnya. Elok parasnya.


39:7 Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku."

 

Biarpun dia budak tapi tante Potifar, istri Potifar memandang Yusuf dengan berahi. 


39:8 Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku,
39:9 bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?"

 

Jadi yang menghalangi Yusuf dan istri Potifar dari berbuat dosa bagi Yusuf adalah Allah adalah Tuhan. Dia takut akan Tuhan, dia menjadi favoritnya Tuhan. Favorit dari Tuhan jauh lebih tinggi dari pada favorit istri orang maka Yusuf menolak. Saya tidak mau berbuat dosa kepada Allah. 


39:10 Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.
39:11 Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorangpun tidak ada di rumah.
39:12 Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.
39:13 Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar,
39:14 dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka: "Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras.
39:15 Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar."
39:16 Juga ditaruhnya baju Yusuf itu di sisinya, sampai tuan rumah pulang.
39:17 Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada Potifar, katanya: "Hamba orang Ibrani yang kaubawa ke mari itu datang kepadaku untuk mempermainkan aku.
39:18 Tetapi ketika aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari ke luar."
39:19 Baru saja didengar oleh tuannya perkataan yang diceritakan isterinya kepadanya: begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu, maka bangkitlah amarahnya.
39:20 Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.
39:21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.

 

Kata kesayangan dipakai kata favor lagi. Dibikin favor, dibikin favorit, kesayangan bagi kepala penjara.

 
39:22 Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.
39:23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

 

Ayo, dari istana disuruh lagi ke penjara tapi dia punya favor dengan Tuhan. Istri Potifar sudah mati langkah. Sudah segala cara dia pakai. Tiap hari merayu. Bibir mulai dari merah diganti merah muda, diganti ungu, diganti hitam, diganti yang mengkilat itu saudara supaya kelihatan basah. Dia pakai tahi lalat palsu. Hari senin di sini, dipindahkan ke sini, hari selasa ke sini, hari jumat dia taruh di sini tapi Yusuf tidak goyah karena dia punya favor dengan Tuhan.

 

Kalau saudara punya favor dengan Tuhan, saudara tidak akan mengerjakan hal yang tidak sopan, hal yang tidak berkenan. Laptop ada di tangan saudara. Saudara bisa buka apa saja. Tapi kalau saudara punya favor dengan Tuhan, yang saudara buka adalah situs-situs yang baik, situs-situs yang mendidik, situs-situs Alkitab, situs-situs khotbah, situs-situs musik.

 

Komputer bisa dipakai positif bisa dipakai negatif. Sama dengan Ysuuf. Yusuf bisa positif bisa negatif. Tergantung Yusuf. Yang menghalangi Yusuf dari berbuat dosa itu Tuhan. Maka favornya Tuhan sampai di penjara. Saya pendekkan cerita, ya.

 

Di penjara ada dua pegawai istana mimpi, nggak tahu harus bikin apa. Yang satu tukang anggur, mimpi dia peras anggur lalu tiga cawan dia bawa ke Firaun. Yang satu tukang roti Firaun, dia mimpi ada roti tiga susun dia bawa kepada Firaun. Aduh, apa artinya ya. Yusuf kasih tahu. Yang anggur: Dalam tiga hari kamu kerja lagi sama Firaun. Yang roti: Dalam tiga hari kamu digantung. Benar terjadi. Ketika dia dipanggil untuk dibebaskan, yang anggur ini, kasih tahu sama Yusuf: Tolong ingatkan sama Firaun, kasih tahu sama Firaun, bilangin saya tidak salah loh. Saya dipenjara tapi tidak salah.

 

Lupa orang. Orang itu lupa karena sudah kerja lagi, dia lupa Yusuf. Itu manusia, saudara. Manusia ingat kita kalau lagi susah tapi kalau dia sudah senang lupa kita. Bohong dia nggak lupa. Cerita banyak. Sebab apa? Namanya manusia. Nggak boleh kecil hati, nggak boleh tersinggung, nggak boleh marah. Namanya saja manusia.

 

Tapi Tuhan tak pernah melupakan kita. Karena kita ada di penjara, gua nggak suka dah, nggak. Dia tetap favor.

 

Nah, Tuhan kasih mimpi sama Firaun. Firaun nggak bisa ngerti. Bingung. Panggil dukun, panggil orang Kasdim, nggak ada yang bisa terka apa arti mimpi. Mimpinya aneh. Ada 7 bulir gandum yang gemuk dan ada 7 bulir gandum yang kurus. Yang kurus makan yang gemuk, itu anehnya. Terus ada 7 sapi yang gemuk ketemu 7 sapi yang kurus. Yang kurus makan yang gemuk. Kalau yang gemuk makan yang kurus mah biasa kita lihat kan. Orang gede makan orang kecil, orang kaya makan orang miskin. Itu biasa. Orang berpangkat makan orang yang tidak berpangkat.

 

Si yang bikin anggur ini ingat, dia bilang: Baginda, saya waktu di penjara, ada orang namanya Yusuf. Dia cerita tiga hari saya akan jadi dan betul terjadi. Panggil. Begitu dipanggil, Yusuf datang. Ceritakanlah mimpi tuan. Katanya kamu bisa certa menabirkan mimpi. Saya nggak bisa tapi Tuhan bisa menabirkan.

 

Itu orang yang favor sama Tuhan, nggak pernah ninggikan diri. Tapi Tuhan bisa. Dia cerita. Begini firman Tuhan: Akan ada 7 tahun kelimpahan. Hamba minta supaya baginda membeli semua gandum di seluruh dunia. Saya tidak tahu dunia itu macam apa dulu. Selama 7 tahun. Sebab habis 7 tahun itu ada 7 tahun kelaparan. Itu Firaun goyang kepala. Siapa yang punya seperti engkau punya roh dewa maha tinggi? Dia pakai kata dewa, dia nggak ngerti Tuhan. Langsung dipungut menantu.

 

Banyak yang iri. Tapi dia jadi orang kedua. Coba ya saudara lihat. Mula-mula dia masuk di rumah Potifar. Potifar ngak usah kerja apa-apa lagi, semua di tangan dia. Tapi karena istrinya kacau, dia dimasukkan penjara. Sampai di penjara, kepala penjara sudah nggak usah ngapa-ngapain, dia yang pegang kendali semua. Begitu dia naik sama Firaun, Firaun angkat menantu. Firaun bilang: Sudah saya serahkan semua sama kamu dah. Kamu menteri dalam negeri merangkap menteri luar ngeri, merangkap menteri pertahanan, merangkap menteri sandang dan pangan. Firaun cuma mengawasi saja.

 

Karena favor dengan Tuhan. Nah, favor ini saudara miliki. Saudara punya itu. Itu lebih dari hoki. Hoki mah di sini, favor di sana. Kenapa orang semua senang hoki? Kalau saudara jadi favoritnya Tuhan, apa yang saudara perlu Dia sediakan, Dia cukupkan. Apa yang saudara rindukan, Dia cukupkan. Kisah Rasul

 

10:1 Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
10:2 Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.
10:3 Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"
10:4 Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.

 

A memorial before God. Memorial itu kaya peringatan di hadapan Tuhan. Doamu dan sedekahmu pemberianmu sudah menjadi satu memorial, batu peringatan di hadapan Allah. Jadi Allah itu ingat selalu sama Kornelius karena doanya naik dan sedekahnya naik. 

 

10:4 ... Allah mengingat engkau.

 

Penjahat yang di sebelah salib Yesus, dia berkata begini ... yang baik: Ya Yesus, ketika Engkau sampai di Firdaus, ingatlah hamba. Ini orang jahat, dia minta, ingat sama saya. Yesus bilang: Hari ini, Aku dan engkau ada di dalam Firdaus. Ibu yang bersaksi tadi sudah di sana. Badannya dibawa ke rumahnya tapi rohnya, dia lagi senang-senang sama Tuhan. Aduh Tuhan, saya baru bersaksi. 

 

Di hadapan Tuhan ada satu peringatan bagi orang yang tahu berdoa dan memberi kepada Tuhan. Dan Ia mengingat engkau. Saudara senang diingat oleh Tuhan? Biarin manusia lupain kita, keluarga kadang-kadang lupa sama kita, nggak mau ngurus kita, family nggak mau ngurus kita. Jangan takut. Tuhan tidak melupakan saudara. Saudara adalah favor di hadapan Tuhan, kesayangan Tuhan.

 

Saudara itu biji mata Tuhan. Saudara disayang. Saya sangat sesalkan orang sudah disayang sama Tuhan musti tunggu bertahun-tahun baru mau dibaptis. Dulu ada satu ema: Ma, kapan dibaptis? Gampang, Cu. Rabu: Ma, kapan dibaptis? Gampang, Cu. Karena setiap ditanya gampang Cu, sudah saya nggak nanya lagi. Kan nggak robah-robah. Nggak disebut pendeta, nggak disebut om, nggak disebut bapak gembala, Cu saja .. Cucu.

 

Dia kena stroke, saudara. Sudah stroke minta dibaptis. Ini mah bukan gampang Cu dong ma ... ini mah bikin susah sama cucu. Empat orang gotong dia di bak baptisan air tapi mujizat terjadi. Keluar dari baptisan air, dia berjalan. Tuhan itu sayang sama saudara.

 

Ada yang 25 tahun ikut Gohonsom ... lumpuh dia. Pak Samuel Rahmat saksi, dia datang sama Tuhan, didoakan. Jalan sekarang. Sekarang maju di dalam Tuhan. Tuhan itu sayang sama saudara. Toko S..., mau dijabel sama bank tokonya. Matanya tidak bisa lihat, sudah hampir buta. Jalan juga lumpuh. Tapi ketika dia ikut kepada Tuhan, semua dipulihkan. Toko tidak jadi diambil, lumpuh tidak jadi malah jalan ke gereja. Mata dia bisa lihat lagi.

 

Saudara-saudara, saudara punya favor dengan Tuhan, saudara menjadi favoritnya Tuhan. Maka jangan lupakan Tuhan. Ketika manusia bilang: Tidak! Dan ketika situasi kondisi bilang: Tidak! Tetapi Tuhan bilang: Iya! ... itu favor!

 

Potifar bilang: Tidak, kamu musti dipenjara. Istri Potifar bilang: Tidak, dia musti dipenjara. Sikon bilang: Harus dipenjara. Tapi Tuhan bilang: Iya, kamu harus jadi Perdana Menteri. Jadi. Itu sebabnya jangan kecil hati, banggalah kita punya Tuhan yang sangat luar biasa. Tuhan yang menyayangi kita. Tuhan yang tidak melupakan umat-Nya. Tuhan yang mengenal.

 

Mari kita berdiri bersama-sama.

 

-- o --   

Minggu, 22 November 2009

KUK

Apa lambang orang kristen, saudara? Lambang orang kristen ada dua. Bukan hanya salib tapi ada satu lagi. Kita akan baca dalam Matius


11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

 

Banyak orang tidak tahu barangkali ini kuk apa. Kalau petani mengerjakan sawah pakai kerbau atau sapi, ada di atasnya itu kayu untuk narik bajak, itulah namanya kuk. Jadi lambang orang kristen itu salib dan kuk. Kalau kita baca, kata kuk ini disebut hanya tiga kali.

 

Mari kita bedakan antara salib dengan kuk.

 

Salib berbicara tentang kematian ... lambang kematian, kuk berbicara tentang perjuangan. Yang kedua, salib bicara darah, kuk bicara keringat. Yang ketiga, salib bicara korban, korban Yesus di salib tetapi kuk bicara pelayanan.

 

Yesus bilang, pikullah salib tapi juga pikullah kuk. Siapa orang mau mengikut Yesus harus memikul salib, dia harus mati kepada diri sendiri, mati kepada dunia, mati kepada kemarahan, mati kepada kebencian, mati kepada segala sesuatu tetapi di sini sekarang kita belajar, pikullah kuk yang kupasang. Jadi bukan pendeta yang pasang, bukan organisasi gereja yang pasang, bukan sesama orang kristen yang pasang, Tuhan pasang. Tuhan taruh kepercayaan itu supaya saudara melayani. Karena Aku lemah lembut, belajar kepada-Ku.

 

Jadi kalau kita mau belajar dari Tuhan maka kita harus memikul kuk, yaitu tugas yang Tuhan percayakan kepada kita.

 

Kuk pada malam hari ini berbicara tentang empat hal. Yang pertama, kuk berbicara tentang menurut. Apa saudara orang kristen yang menurut atau tidak? Kalau saudara menurut kepada firman Tuhan yang tertulis, saudara menurut kepada perintah-perintahnya.

 

Aduh pak, Alkitab saya nggak ngerti, pak. Saya nggak tahu harus menurut apa, pak.

 

Yang sederhana saja dulu: Kasihilah sesamamu manusia. Saudara sudah menurut apa tidak? Membantu orang di dalam kesusahan. Saudara sudah mengerjakan apa tidak? Jangan mendendam. Saudara sudah menurut apa tidak? Pujilah Tuhan dalam segala keadaan, ucapkanlah syukur dalam segala masalah, sudah menurut apa tidak? Ini yang pertama yang diajarkan oleh kuk. Yesus bilang, pikul kuk yang Kupasang dan belajarlah kepada-Ku. Jadi ini ya. Kalau ini sapi yang berpengalaman, di sebelahnya ada sapi yang baru. Sapi yang baru itu ditaruh, digabung dengan sapi yang lama itu dengan kuk.

 

Sapi yang sudah berpengalaman ini adalah lambang Tuhan Yesus. Ini adalah lambang kita, yang baru datang kepada Yesus. Ayat 28, marilah datang kepada-Ku, berarti kita baru datang kepada Yesus. Sekarang kita mau belajar memikul kuk. Kalau sapi yang baru ini sendirian, maka dia kalau di sawah itu jalannya bengkak-bengkok karena belum ada pengalaman. Maka digabungkan sama yang sudah berpengalaman.

 

Kadang-kadang yang berpengalaman sebetulnya yang menarik kuk itu, yang ini cuma ditempel saja tapi jalan sama-sama. Maka dikatakan oleh Yesus dalam ayat ke-30, kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan. Karena sapi yang baru ini hampir tidak memikul. Karena yang pikul ini sapi yang berpengalaman.

 

Jadi jangan takut kalau ikut Tuhan: Aduh, saya harus bagaimana, ya? Saya nggak tahu harus berbuat apa ini? Bagaimana, apa yang harus saya lakukan? Menurut!

 

Hai anak, taati orang tua. Menurut apa belum? Hormati guru. Sudah menurut apa belum? Jangan membaca bacaan yang tidak baik. Sudah menurut apa belum? Berdoa, rajin belajar. Masih muda belajar supaya cita-cita tercapai. Sudah menurut apa belum?

 

Ini yang diajarkan oleh firman Allah tentang menurut. Saya lebih senang pakai kata tunduk. Hai istri, tunduklah kepada suami. Apa istri sudah tunduk kepada suami? Jangan dulu kepada Tuhan. Hai istri, tunduklah kepada suami. Sudah belum? Saya tidak perlu jawaban. Hai suami, kasihilah istrimu. Sudah belum?

 

Yang kedua dari kuk ini bicara taat. Taat lebih tinggi sedikit dari menurut. Taat. Disuruh ke kanan walaupun hatinya pengen ke kiri, Tuhan bilang ke kanan, dia taat ke kanan. Disuruh ke kiri walaupun hatinya ingin ke kanan, dia taat, dia ke kiri. Dan sejarah di dalam Alkitab, semua orang yang diberkati oleh Tuhan, semua orang yang mendapat berkat berkelimpahan dari Tuhan adalah orang yang taat.

 

Tanpa ketaatan, saudara, Petrus lemparkanlah jalamu ke tempat yang dalam. Masih dia ngomong: Sudah semalam suntuk saya cari ikan tidak ada satupun ikan yang nyangkut. Sekarang pagi-pagi disuruh di tempat yang dalam. Ilmu pengetahuan bilang, kalau waktu pagi ikan di tempat yang cetek, di tempat yang dalam tidak ada ikan. Nggak masuk akal. Tapi Petrus bilang, karena Tuhan yang suruh, saya taat juga. Maka dia tebarkan jala di tempat yang dalam. Was was sudah pasti nggak dapat menurut dia. Tapi betapa kagetnya Petrus ketika dia dapat ikan yang banyak sekali, ditarik itu robek jala karena banyak ikan saudaraku. Sampai dinaikkan ke perahu, ikan masih banyak lalu dia panggil perahu yang lain datang. Maka dari pantai yang kosong itu datang keluar. Apa kata Alkitab? Dua perahu ini hampir tenggelam. Kalau Tuhan memberkati orang yang taat. Coba periksa, kita taat nggak sama Tuhan. 

 

Tadi satu gadis yang sudah kerja di satu perusahaan dia bersaksi sungguh luar biasa di Jakarta. Dia bilang begini: Saudara, saya ini ikut Tuhan sejak tahun 2008. Pada waktu tahun 2008 ada hal-hal yang seharusnya saya lakukan tapi masih bolong-bolong, yaitu membawa persepuluhan. Kadang-kadang saya bawa bulan ini bulan depan saya bawa, bulan ketiga saya nggak bawa. Sampai saat ini saya nggak kenal siapa namanya itu wanita. Tetapi sejak tahun 2009, saya tidak bolong lagi dari Januari tiap bulan gaji saya, saya terus beri perpuluhan sama Tuhan dan tadi dia bilang, dia dinaikkan pangkat dan gajinya naik dua kali lipat.

 

Karena taat, berkat Tuhan datang. Kalau taat sama Tuhan, berkat datang kepada kita.

 

Yang ketiga dari kuk, yaitu pelayanan. Apa yang saudara sudah kerjakan dalam pelayanan? Jadi penerima tamu, itu pelayanan, melayani orang lain. Menjadi pembawa kolektan, itu pelayanan. Main musik, itu pelayanan. Singer itu pelayanan. Tuhan Yesus bilang, bawain air putih untuk hamba Tuhan itu pelayanan. Apalagi Coca Cola. Air putih saja sudah pelayanan.

 

Saudara mau melayani Tuhan? Yesus mulai dengan mencuci kaki murid-murid-Nya. Kaki Yudas pun Dia cuci, Dia lap. Pelayanan. Kita dengar ibu Kristin dapat kecelakan, nggak usah dikomando kaum wanita nggak usah disuruh punya perasaan punya kasih sayang, tengok setelah kebaktian. Pelayanan. Saudara layani bantu doa, apa segala rupa.

 

Melayani, menolong, mengasihi. 

 

Banyak pelayanan. Ada banyak kerja buat Tuhan Yesus .. Ada banyak kerja kalau mau .. Bawa orang dosa pada Tuhan Yesus .. Yang mati buat kita di salib.

 

Yang keempat, kuk itu berarti persekutuan. Karena tadi saya bilang ada dua sapi. Sapi yang pertama Yesus, sapi yang kedua kita. Taruh di-kuk dipasang di sisinya. Ini sudah pengalaman, ini belum pengalaman. Lama-lama ini belajar dari ini, yang sapi belum pengalaman belajar. Belajarlah dari pada-Ku. Ayatnya yang ke-29,

  

11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

 

Saudara mau belajar dari Tuhan Yesus?

 

Yang keempat tadi persekutuan. Kebaktian itu persekutuan. Jangan dibiasakan datang ke gereja terlambat. Biasakanlah seperempat jam sebelum kebaktian kita sudah duduk, kita sudah berdoa. Kurang lima menit atau tepat jam 4 kita kebaktian itu bagus. Karena kebaktian ini persekutuan. Kita ketemu bersekutu. 

 

Di dalam Pengkhotbah ada ayat berbunyi begini: Dua orang lebih baik dari seorang. Karena kalau yang satu kedinginan yang satu menghangatkan, yang satu jatuh yang satu mengangkat. Itu bersekutu. Hebatnya persekutuan.

 

Kiranya lambang dari kuk ini ada di dalam hati saudara dan kita mau membaca ayat 29 besama-sama.

 

11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, ...

 

Kita mau belajar dari pada Tuhan. Tuhan kan nggak kelihatan tapi Dia tinggalkan firman-Nya. Ada 6 cara kita belajar firman Tuhan. Membaca firman Tuhan ada 6 cara kita belajar. Saya dapat berkat dari keenam cara kita membaca firman Allah atau 6 cara waktu kita mendengar firman.

 

Yang pertama kita belajar kalau membaca atau mendengar firman Tuhan, apakah ada perjanjian Tuhan yang kita harus miliki? Jadi kalau kita baca firman Allah atau kita dengar firman Allah di gereja, ini yang pertama, apa ada nggak janji Tuhan yang kita harus miliki, yang kita belum miliki.

 

Jadi kita baca Alkitab ini banyak janjinya. Apakah ada janji Tuhan waktu kita baca atau waktu kita dengar firman Allah? Saya mencipta lagu kebanyakan saya ambil dari janji Tuhan Tuhan berjanji mencurahkan Roh-Nya .. Jadi kita ambil janji Tuhan. Sebab Alkitab punya 9000 perjanjian. Dari 9000 perjanjian, ada 3000 perjanjian tentang kelimpahan. Apa kita sudah miliki belum, apakah kita sudah punya, apakah ada janji dalam ayat firman Allah? Sebab Dia bilang: Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan. Kita sudah alami itu belum? Apa kita sudah alami janji ini atau belum?

 

Yang kedua. Di dalam Alkitab yang kita pelajari, apakah ada pelajaran yang kita harus belajar, belum belajar atau sudah kita pelajari?

 

Tentang firman Allah apa ada sesuatu yang kita dapat pelajari. Orang bersaksi kita belajar. Orang bernyanyi kita belajar. Kan namanya saja belajar. Ada kelas 1, ada kelas 2, ada kelas 3, ada kelas 4.

 

Kalau kita dengar firman Tuhan atau kalau kita dengar sabda Tuhan, apakah ada yang kita belum belajar, apakah ada yang harus saya pelajari?

 

Yang ketiga. Kalau kita baca firman dan ini yang saya paling sedih karena banyak orang tidak ngalami, apakah ada berkat yang kita harus nikmati, yang kita belum nikmati, yang kita akan nikmati atau yang kita tidak nikmati waktu baca.

 

Saya belum nikmati ini berkat, kita mau belajar dari Tuhan saya belum dapat ini, saya belum ngalami ini, saya belum mendapat berkat ini, saya belum nikmati berkat. Nanti akhirnya yang kita nikmati bukan berkat, Yesusnya Pemberi berkat. Tapi kita mulai belajar dari berkat-berkat kecil, berkat-berkat besar, kita belajar.

 

Yang keempat. Apakah ada perintah yang harus saya turuti, yang harus saya taati. Ampunilah musuhmu. Musuhmu bikin susah sama kamu, ampuni. Apa saya sudah taat atau belum. Tolonglah kesusahan orang, tengoklah mereka yang sakit, doakan mereka. Angkatlah tangan yang lemah, kuatkanlah kaki yang lemah, tangan yang lesu kuatkan. Apa itu kita sudah turuti atau belum.

 

Yang kelima. Apakah ada dosa yang saya harus hindari. Apakah ada dosa yang saya harus buang. Sebagai orang kristen, kita harus bebersih. Saya lihat burung nyiliksik, dirapi-rapikan bulunya. Tiga jam sekali. Satu nyiliksik, semua nyiliksik. Ada waktunya kita harus beberes, bebenah, diri kita nyiliksik. Beresin yang nggak rapi. Dosa yang nggak perlu harus dibuang.

 

Dan yang terakhir, adakah visi yang baik. Visi itu seperti cita-cita ya, tetapi lebih dari cita-cita. Yang baru.

 

Saya kasih contoh begini. Di Kanada ada seorang pemuda umur 35 bangkrut, dia punya perusahaan bangkrut, jatuh nggak punya apa-apa. Dari kebangkrutannya ini membawa dia cari Tuhan. Waktu dia cari Tuhan, dia ikut pendeta ke mana saja. Pendeta bezuk, dia ikut bezuk. Satu kalau dia baca firman Tuhan: Kamulah garam dunia. Dia sudah baca berkali-kali kamulah garam dunia. Aneh jadi ada visi dia. Kamu adalah garam dunia. Berhenti di situ. Dunianya hilang ... kamu adalah garam. Kamunya hilang ... adalah garam. Adalahnya hilang ... garam. Garam. Ketika dia punya visi, dia jual garam. Sekarang pabriknya terbesar di Kanada, pabrik garam terbesar.

 

Siapa sangka nanti saudara lagi baca orang Majus naik unta. Unta .. saudara jual Kopi Cap Unta. Bisa saja.

 

Dia menyediakan hidangan di hadapan musuhku .. musuh nggak kelihatan cuma hidangan. Hidangan. Saudara buka Rumah Makan Sumber Hidangan. Bisa. Nih di Cianjur itu belum ada rumah kopi, saudara. Kalau saudara buka rumah kopi, saya langganan pertama. Saya perhatikan di Jakarta saja orang hidup hanya jual roti sama itu. Bakar saja rotinya sama itu, potong-potong kopi. Orang baca koran kongkow-kongkow minum kopi makan roti. Untung besar. Coba kalau ada di sini di Cianjur. Itu yang saya bilang visi. Saudara dengar firman Tuhan, eh tiba-tiba ...   

 

Dan berkat Tuhan buat saudara belum selesai, belum semua Dia kasih. Tapi belajar dulu pada-Ku ... pikul kuk. 

 

Jadi jangan di gereja itu begini. Tepuk tangan kalau di gereja. Untuk Tuhan loh bukan buat saya. Nyanyi angkat tangan sembah Dia. Itu pelayanan. Kuk. Ini pelajaran pertama yang saya ajarin mengenai kuk. Nggak ada orang kristen yang ah biarlah saya mah nonton saja. Tempat orang yang suka melayani itu di sorga. Matius

 

25:31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
25:37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

 

Yang hina disebut saudara Yesus. Jadi di dalam ruangan ini tidak ada yang luput dari panggilan Tuhan. Kita semua saudara Yesus. Tapi Dia pakai orang yang paling hina, nggak ada nama, nggak punya kedudukan, nggak ada apa-apa. Sakit, kita melawat ... kamu melawat Aku. Ayat 41,

 

25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
25:43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
25:44 Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."

 

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku.

 

Mari kita berdiri. 

-- o --   

Minggu, 29 November 2009

Perhatikanlah Keadaanmu

Hagai

 

1:1 Pada tahun yang kedua zaman raja Darius, dalam bulan yang keenam, pada hari pertama bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, bunyinya:
1:2 "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!"
1:3 Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya:
1:4 "Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?
1:5 Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!
1:6 Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!
1:7 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!

 

Judul firman Tuhan sore hari ini: Perhatikanlah keadaanmu! Masing-masing memperhatikan keadaan rohani kita masing-masing.

 

Orang-orang Israel ini dia bertanya, belum waktunya kita membangun Rumah Tuhan. Kalau kita bicara Rumah Tuhan, kita buka kitab Ezra, 

 

1:1 Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini:
1:2 "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda.
1:3 Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem.
1:4 Dan setiap orang yang tertinggal, di manapun ia ada sebagai pendatang, harus disokong oleh penduduk setempat dengan perak dan emas, harta benda dan ternak, di samping persembahan sukarela bagi rumah Allah yang ada di Yerusalem."
1:5 Maka berkemaslah kepala-kepala kaum keluarga orang Yehuda dan orang Benyamin, serta para imam dan orang-orang Lewi, yakni setiap orang yang hatinya digerakkan Allah untuk berangkat pulang dan mendirikan rumah TUHAN yang ada di Yerusalem.

 

Kita sambung dengan Ezra


3:1 Ketika tiba bulan yang ketujuh, setelah orang Israel menetap di kota-kotanya, maka serentak berkumpullah seluruh rakyat di Yerusalem.
3:2 Maka mulailah Yesua bin Yozadak beserta saudara-saudaranya, para imam itu, dan Zerubabel bin Sealtiel beserta saudara-saudaranya membangun mezbah Allah Israel untuk mempersembahkan korban bakaran di atasnya, sesuai dengan yang ada tertulis dalam kitab Taurat Musa, abdi Allah.
3:3 Mereka mendirikan mezbah itu di tempatnya semula, sungguhpun mereka ketakutan terhadap penduduk negeri, lalu mereka mempersembahkan di atasnya korban bakaran kepada TUHAN, korban bakaran waktu pagi dan waktu petang.

 

Di dalam Hagai, umat Tuhan berkata, belum waktunya bangun rumah Tuhan. Semua bangun rumahnya sendiri. Di dalam Ezra, raja Koresh bilang, siapa tergerak untuk membangun Rumah Tuhan boleh pulang ke Yerusalem, dibiayai. Dalam Ezra 3, mereka mulai membangun. Tetapi saudara perhatikan, yang dibangun bukan Bait Allah.

 

Bait Allah tidak sama dengan gereja. Kalau gereja, kita bisa bangun banyak gereja. Bait Allah cuma satu. Dan orang Israel yang memilikinya. Dan Bait Allah yang cuma satu itu sudah dirobohkan, sudah hancur. Jadi ketika ada pengumuman akan dibangun Bait Allah, orang pandai orang semua begitu antusias, mereka pergi ke Bait Allah pergi ke Yerusalem kembali untuk membangun Bait Allah.

 

Tetapi ada satu kejadian yang aneh. Begitu sampai di sana, mereka ketakutan, mereka tidak berani membangun Bait Allah karena sudah dikelilingi orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Yang mereka bangun mezbah, salah satu alat di dalam Bait Allah. Dan mereka bikin mezbah ini, dasarnya yaitu di dasar mezbah, mereka bikin mezbah yang besar sekali mezbah korban bakaran, dan itu yang mereka bangun. Mereka bangun mezbah korban bakaran, lupa kepada rencana mula-mula, yaitu membangun Bait Allah.

 

Dari tahun ke tahun mereka menyembah Tuhan di mezbah itu, salah satu dari mezbah itu, Bait Allahnya tetap roboh. Jadi seperti di luar, di taman. Di antara reruntuhan mereka bikin mezbah dan mereka menyembah Allah. Lalu mereka perlu rumah, mereka bangun rumah masing-masing. Rumah mereka masing-masing sudah selesai. Kalau kita baca dari kitab Hagai tadi, dipapani sudah bagus. Hagai

 
1:2 "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!"
1:3 Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya:
1:4 "Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?
1:5 Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!

 

Jadi perhatian orang Israel bukan kepada Bait Allah. Bait Allah tidak dibangun hanya mezbah korban hanya sembahyang tapi Bait Allah tidak ada bangunannya, yang mereka bangun rumah sendiri. Ini yang menyebabkan ayat keenam terjadi. 


1:6 Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; ...

 

Tanam saham tanam modal banyak tapi membawa pulang hasil sedikit. Bisnis apa sudah kita tanam modal banyak hasilnya sedikit?

 

Ini yang kesatu, datangnya kegagalan.  

 

Kalau kita mengutamakan rumah pribadi, tidak mengutamakan rumah Tuhan, pertama saudara akan mengalami kegagalan. Yang saya maksud Rumah Tuhan bukan gedung gereja. Ini badan saudara itu rumah Tuhan. Pelayanan itu Rumah Tuhan. Pelayanan kita tidak mau. Badan kita sebagai rumah Tuhan, kita tidak jaga.

 

Bait Allah itu adalah hal yang kekal. Rumah pribadi hal yang sementara. Salahnya kita, yang sementara kita selesaikan, yang kekal dibiarkan reruntuhan. Maka mezbah korban saja, yaitu kebaktian mingguan, kebaktian seminggu dua kali, seminggu tiga kali ... itu saja yang kita kerjakan. Tetapi rumah rohani - Bait Allah, kita biarkan terbengkalai. Maka ini yang kita alami. Yang pertama, kegagalan.

 

Yang kedua,   

 

1:6 ...; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang;

 

Ketidakpuasan. Bukan hanya gagal tapi tidak puas. Tidak puas.

 

1:6 ...; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas;

 

Cita-cita tidak tercapai. Mau supaya panas tapi tidak panas-panas. Apakah itu pengalaman kita? Apakah sore hari ini itu pengalaman kita, jemaat? Kita menanam, kita menabur, kita tanam modal tapi hasil tidak ada. Kamu berpakaian tapi badanmu tidak sampai panas. Bercita-cita tinggi ingin ini, ingin ini, ingin ini, tapi nggak kejadian, nggak tercapai. Bahasa Sundanya, teu kacumponan ... tidak sampai keinginan. Maunya hangat tapi nggak hangat-hangat.

 

Dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang. Kosong. Saudara punya uang berapa saja, saudara simpan di pundi-pundi yang berlobang, celengan tapi berlobang, turun semua. Kosong. Apapun yang dimasukkan, masuk keluar, masuk keluar. Hampa. Hidupnya hampa. Cita-cita tidak tercapai. Hampa.

 

Kok saya ikut Tuhan hampa ya, nggak rasa apa-apa. Hampa. Bukan salah Tuhan. Maka Tuhan bilang, perhatikanlah keadaanmu. Jangan perhatikan keadaan orang. Jangan perhatikan kesalahan orang. Perhatikan keadaan kita sendiri. Bagaimana kita dengan Tuhan. Bagaimana kerohanian kita. Tidak ada rencana untuk memperbaiki Bait Allah. Tidak ada rencana untuk kemajuan rohani. Tidak ada visi untuk kemajuan rohani.

 

Saya di Bandung baru saja duduk, orang Bandung sudah dekati. Telkomsel akan jadi sponsor asal bapak mau khotbah. Bagaimana? Kita bikin turnamen golf, 500 orang 400 orang. Siap. Main, sementara istirahat bapak khotbah. Ada visi untuk hal yang rohani, ada visi untuk perkara yang baik.

 

Maka kekecewaan, kehampaan, kekosongan, cita-cita tidak tercapai, kegagalan bukan produknya Tuhan. Tuhan ingin saudara berhasil, Tuhan ingin saudara diberkati, Tuhan lebih ingin dari saudara untuk memberkati saudara tetapi Dia bilang: Perhatikan keadaanmu. Maka ayat 7, 

 

1:7 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!

 

Segala sesuatu yang disebut sampai dua kali, ini sangat sangat penting. Kalau Dia sebut dua kali: Musa, Musa ... Adam, Adam ... di manakah engkau? 

 

Tapi Tuhan yang kita sembah itu bukan cuma Tuhan yang memperlihatkan kekurangan kita, Dia juga tahu memperbaiki kita. Ini hebatnya Tuhan. Dalam ayat ke-8, Dia suruh kita berbuat sesuatu,


1:8 Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.
1:9 Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.
1:10 Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya,

 

Masing-masing sibuk dengan urusan sendiri. Maka embun tidak turun, tanah tidak mengeluarkan hasil.

 

1:11 dan Aku memanggil kekeringan datang ke atas negeri, ke atas gunung-gunung, ke atas gandum, ke atas anggur, ke atas minyak, ke atas segala yang dihasilkan tanah, ke atas manusia dan hewan dan ke atas segala hasil usaha."

Kalau sudah sampai Tsunaminya ini sudah kena kepada usaha, ah. Orang bilang, cialat ... celaka. Tapi di dalam Tuhan tidak ada cialat.


1:12 Lalu Zerubabel bin Sealtiel dan Yosua bin Yozadak, imam besar, dan selebihnya dari bangsa itu mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan juga perkataan nabi Hagai, sesuai dengan apa yang disuruhkan kepadanya oleh TUHAN, Allah mereka; lalu takutlah bangsa itu kepada TUHAN.

 

Ini hebatnya: Mendengarkan suara Tuhan.

 

Saya senang ayat 12 ini karena baik Zerubabel dan Yosua, imam, dari raja sampai imam, dan selebihnya bangsa itu, rakyat, ... 

 

1:12 ... mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan juga perkataan nabi Hagai, sesuai dengan apa yang disuruhkan kepadanya oleh TUHAN, Allah mereka; lalu takutlah bangsa itu kepada TUHAN.

 

Ada di sini Allah, di sini Hagai. Bangsa itu mendengar suara Allah, pesan Tuhan melalui Hagai. Kepada Allah dia percaya, kepada Hagai dia percaya. Kebanyakan kita kepada Allah percaya tetapi kepada hamba Tuhan dia tidak percaya. Saya harus menyampaikan apa yang ada di dalam firman Allah. Sepanjang saya menyampaikan apa yang firman Allah tuliskan di sini, saya hamba Tuhan. Kalau saya tambah-tambah saya bikin-bikin yang ada di sini saya tambah ini pakai maksudnya saya, saya bukan hamba Tuhan.

 

Tetapi karena Hagai menyampaikan firman Tuhan maka baik bangsa itu baik kepada Allah maupun kepada Hagai mereka percaya. Apa akibatnya? Takutlah. Takut dalam hormat. Takutlah bangsa itu kepada Tuhan. Bahasa Inggris, kepada hadiratnya Tuhan. Saudara nggak rasa di dalam ruangan ini ada hadiratnya Tuhan. Karena di mana dua tiga orang berkumpul karena nama Yesus, Aku hadir di tengah-tengah kamu. Ada hadiratnya Tuhan. Dan kita hormati hadirat ini. Lalu ayat ke-13,


1:13 Maka berkatalah Hagai, utusan TUHAN itu, menurut pesan TUHAN kepada bangsa itu, demikian: "Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN."

 

Tuh, kalau Tuhan mah baiknya begitu. Begitu rakyat semua memperhatikan firman Tuhan, memperhatikan apa yang dinasehatkan hamba Tuhan, eh datang lagi firman.

 

1:13 Maka berkatalah Hagai, utusan TUHAN itu, menurut pesan TUHAN kepada bangsa itu, demikian: "Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN."

 

Ketika kita sadar akan kekurangan kita, ketika kita kembali kepada firman Allah, ketika kita kembali kepada hamba Tuhan, ketika kita kembali kepada hadirat Allah, ketika kita menghormati hadirat Allah, tidak usah diminta, Tuhan langsung berfirman: Jangan takut, Aku akan bersama dengan engkau. 

 

1:14 TUHAN menggerakkan semangat Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan semangat Yosua bin Yozadak, imam besar, dan semangat selebihnya dari bangsa itu, maka datanglah mereka, lalu melakukan pekerjaan pembangunan rumah TUHAN semesta alam, Allah mereka,

 

Tiga kali disebut semangat. Yang bisa bangunkan semangat itu cuma Tuhan. Dia bangunkan semangat Zerubabel, Dia bangunkan semangat Hagai dan Dia bangunkan semangat rakyat selebihnya. Dan mereka semua bersatu: Saya mau memperbaiki bait Allah. 

 

Mungkin bait Allah kita, ini badan kita ini, sudah banyak rusak hatinya. Karena rusak oleh kebencian, kemarahan, akar pahit yang sudah bertahun-tahun kita masih suka ingat-ingat salah orang, kita masih ingat kekurangan orang terus tanpa tahu itu merusak Bait Allah ini.

 

Sore ini kita mau penuh semangat memperbaiki Bait Allah, melupakan dulu urusan rumah sendiri.

 

Rumah kita, saudara, akan lenyap. Barang apa yang kita beli akan lenyap. Orang tidak dagang untuk hidup, sekarang orang dagang untuk bertambah kaya, dengan nipu dengan apa semua sekarang. Bank Century sekarang dibongkar habis-habisan. Kemana itu uangnya? Yang kasihan ini yang punya tabungan 400 juta, 500 juta nggak bisa kembali. Sedangkan trilyunan dikasih, kemana? Nah, ini akan dibongkar. Mereka bukan untuk hidup ... untuk kaya karena umurnya sudah lanjut buat apa kekayaan sebanyak itu? 

 

Apa yang Tuhan sudah beri kepada kita patut kita syukuri. Kita tidak bawa pulang rumah ini. Cukup kita hidup di dunia, jangan berlebihan. Sudah kaya puji Tuhan haleluyah mau tambah kaya lagi. I Timotius  


6:6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

 

Kapan memberi keuntungan besar? Jikalau kita merasa cukup. Saudara, kita jalan nggak usah pakai bodyguard. Sebab,


6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa keluar.
 

Sadar dong, kita tidak membawa apa-apa ke dalam dunia waktu orok, waktu meninggal kita tiba bisa bawa apa-apa. Sepatu yang baru kita beli, mungkin 17 juta, sepatu 17 juta, mati kita, diganti sepatunya pakai sepatu kelinci. Saya punya teman di Sukabumi meninggal, arloji Rolex emas, waktu meninggal wih saya lihat arloji tiktok. Diganti saudara, sepatu semua diganti. Kasep nya geulis nya bercahaya nya. Saya mah mending keneh nu belekan tapi hirup dari pada kasep tapi mati Ku tak membawa .. Apapun juga ..

 

Waktu meninggal kita tidak bisa bawa apa-apa. Waktu di peti mati masukin ke kuburan, udah ditutup, waduh, kata tukang kuburan teh: Pacul saya ketinggalan. Digali lagi, saudara. Yang diambil paculnya ... bukan saudara.

 

Makanya dari sekarang ini yang penting ini membangun rumah Allah, yaitu rohani kita. Kita perbaiki, perhatikan diri kita. Tuhan, kalau saya ada salah, perbaiki. Tuhan, saya ini salah, perbaiki. Tuhan, mohon ampun, maaf. Tuhan, ampuni saya. Sucikan dengan darah-Mu. Saya mau beres, saya mau benar.  

 

Saya senang kalau saat kematian datang, rumah Allah baik, rumah pribadi baik, hati baik. Baik semua. Haleluyah.  

 

Perhatikanlah keadaan kita.

 

6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.

 

Dagang biasa, dapat berkat, ada hasil, bagus. Bisa perbaiki toko, bagus. Tapi rohani juga kita bangun dengan sebaik-baiknya supaya tidak ada kegagalan, tidak ada kecewaan, tidak ada cita-cita yang tidak tercapai. Sebab ada janji: Aku beserta dengan kamu.

 

Ketika kita dengar-dengaran kepada Tuhan, ketika kita kembali kepada Tuhan, Aku akan beserta dengan kamu.

 

Mari para pelayan perjamuan maju ke depan.

 

-- o --   

Minggu, 06 Desember 2009

TUHAN RELA MENYELAMATKAN KITA

Injil Matius


1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" - yang berarti: Allah menyertai kita.
 

Di sepanjang Alkitab nama Yesus, gelarnya itu, ada 300. Dia Benih, Dia Pintu, Dia Jalan, Dia Kebenaran, Dia Hidup ... itu ada 300. Dari 300 nama itu ada satu nama yang sangat menyentuh hati kita, yang diberitakan oleh malaikat, yaitu Juru Selamat.

 

1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
 

Mari pada sore hari ini saudara perhatikan, empat kata ini, yaitu dosa. Di dalam bahasa Inggris, Dia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosanya.

 

Saya tidak ada urusan dengan dosa saudara. Saya tidak boleh menilai saudara. Ngomongin saudara saja sudah dosa saya. Saya tidak usah ngurus dosa saudara karena masalah saya dengan Tuhan adalah dosa saya. Masalah manusia sekarang adalah dosa mereka. Ini kalau kita kembali ke sebelum terima Yesus. Jadi nggak usah kita ngomongin orang karena Tuhan tidak mengampuni kita atas dosa mereka. Tidak. Yesus dikirim itu sama seperti SAR, Search and Rescue, jadi Yesus datang ke dalam dunia itu dalam satu tugas penyelamatan.

 

Baru-baru ini ada beberapa jiwa yang tenggelam di lautan di Riau maka SAR dari Angkatan Laut. Pergi, temukan orang-orang itu, mati atau hidup. Kita lihat ada yang ngambang, satu ibu sudah ngambang sudah jadi mayat tapi ada yang ngambang karena pelampung, 2 jam mereka ngambang berdua pegangan tangan supaya hangat. Gelombang 3-4 meter tetapi ditolong.  

 

Yesus seperti itu. Tuhan Yesus datang ke dalam dunia untuk menolong saudara, menolong saya atas dosa-dosa pribadi kita. Jadi tidak ada urusan dengan istri, tidak ada urusan dengan suami, tidak ada urusan dengan anak, tidak ada urusan dengan orang tua. Masalah mereka kita punya masalah masing-masing. Tetapi Yesus datang untuk melepaskan umat-Nya dari dosa-dosa mereka. Lukas

 
2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

 

Kapan? Hari ini! Sekarang. Telah lahir bagimu. Fakta. Sudah lahir. Siapa? Juru Selamat.

 

Ini salah satu nama Yesus yang paling hebat. Dia disebut Juru Selamat. Saudara mau makan, panggil juru masak. Mau nulis cepat? Panggil juru tulis. Ngukur dalamnya laut, panggil juru batu. Mau naik kapal, panggil juru mudi. Tapi kalau mau selamat, musti ketemu Juru Selamat. Dan Dia menyelamatkan dosa saudara, menyelamatkan kita dari dosa masing-masing kita. Bukan dosa istri kita, bukan dosa suami kita, bukan dosa anak kita, bukan dosa orang tua kita - dosa kita Dia selamatkan. Maka Yesus itu dalam misi penyelamatan, rescue mission.

 

Kita kan sudah selamat sekarang tapi kalau masih ada yang belum terima Yesus, terima Yesus sebab Dia ada dalam misi penyelamatan. Puji Tuhan.
 

2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

 

Dosa ini, saudara, dimulai dengan ketidaktaatan. Ketika Adam dan Hawa tidak taat kepada Firman Allah, Tuhan hukum, kamu diusir, keluar dari Taman Eden karena sudah berdosa. Menurut Yesaya, yang menghalangi kita dari berkat Tuhan, yang menghalangi kita dari rezekinya Tuhan, itu dosa. Yesaya

 

59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

 

Jadi kalau kita tetap di dalam dosa, kita yang rugi. Tuhan nggak rugi apa-apa. Tapi Tuhan kirim misi penyelamatan melalui Yesus untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita supaya bukan cuma kita selamat tapi berkat Tuhan juga mengalir kepada kita, doa-doa kita didengar oleh Tuhan. Itu sebabnyalah kita mengiring kepada Yesus.

 

Satu kali ada satu pasien di Jakarta. Apa keluhannya?, kata dokter. Saya ini punya penyakit aneh dok, asal saya minum kopi, mata saya sakit. Belum pernah saya dengar itu. Kalau habis minum kopi berdebar-debar bisa. Kalau habis minum kopi sakit perut maag bisa. Tapi minum kopi sakit mata? Iya. Lalu dokter bilang: Suster ambil termos, bikin kopi. Pakai gula nggak? Saya pakai gula. Kamu yang bikin deh. Dia kocek-kocek. Sudah dingin. Coba minum, saya mau lihat. Minum kopi. Ya, dokter bilang, pasti matanya sakit, sebab sendoknya waktu minum nyolok ke mata.

 

Kalau kopi itu saya bayangkan berkat Tuhan, sendok itu adalah dosa, kan bukan salah dokter. Dia minum kopi sakit mata, minum kopi sakit mata. Habis sendoknya nggak dicabut. Kalau sendoknya dicabut kan dia minum kopi nikmat.

 

Itu yang dimaksud oleh Tuhan, Dia akan memberikan melepaskan umat-Nya dari dosa-dosamu. Jadi saudara nggak bisa ngomong: Saya susah melepaskan dosa ini. Kita nggak bisa lepaskan diri dari dosa, serahkan sama Yesus. Yesus dalam misi penyelamatan Dia selamatkan kita dari dosa-dosa kita.

 

Jadi kalau kita iring Yesus, kita ada dalam misi penyelamatan Yesus. Itu arti natal. Dosa kita yang menceraikan, dosa kita yang membuat berkat itu nggak jalan. Makanya kalau ada ganjalan kita, berkat itu nggak akan kita alami. Matius

 

1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
 

Saya mau tanya saudara: Kalau yang menyelamatkannya itu Tuhan, misi ini gagal atau berhasil? Berhasil. Jadi kita jangan takut gagal karena misi Tuhan itu berhasil. Dan kalau saudara hidup sebagai mahasiswa, sebagai yang kerja, sebagai ini, terus ada gagal, terus gagal, itu bukan salah Tuhan. Sendoknya cabut dulu, saudara tidak akan gagal. Misi Tuhan pasti berhasil. Saudara pasti sukses, pasti berhasil. Efesus 

 

1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,

 

Sekarang Dia mau menentukan kita jadi anak-Nya. Kita bangga kita anak Tuhan. Di dalam ayat yang ke-5 ada kata menentukan. Dan kata menentukan itu dipakai kata adoption yang artinya adopsi. Adopsi itu pengangkatan anak.

 

Saudara suka tidak tahu bahwa saudara sudah diadopsi oleh Tuhan Yesus menjadi anak-anaknya Tuhan. Jadi kalau ada orang kristen bilang, saya anak Tuhan, itu bukan dia yang ngomong, Firman Tuhan bilang: Engkau itu anak Tuhan.

 

1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus.

 

Saudara, Dia itu rela. Tuhan Yesus itu rela menolong saudara, rela memberkati saudara. Rela lahir di Bethlehem, rela datang di dunia, rela mati di atas kayu salib Golgota. Dia sudah rela. Di dalam bahasa Inggris saudaraku dikatakan, Dia rela mengambil saudara sebagai anak-Nya kepada diri-Nya sendiri. Saya rela kok nyelamatin ini. Dia selamatkan kita dari kematian dari dosa.    
 

Tuhan, kenapa Yakub Engkau kasihi, Esau Engkau benci? Mau-maunya Aku. Kenapa orang-orang pantekosta Engkau selamatkan? Mau-maunya Aku. Siapa yang bisa protes? Kenapa orang berdosa Engkau selamatkan? Mau-maunya Aku. Dalam Roma ditulis, Aku ditemukan oleh orang  yang nggak mencari Aku.

 

Kalau Tuhan menyelamatkan kita, mau-maunya Dia. Iblis mau protes, orang lain mau protes: Masa yang begini diselamatkan, masa orang begini diselamatkan, masa Paulus yang pembunuh diselamatkan, masa Zakheus yang pemeras diselamatkan ... mau-maunya Dia. Ada haleluyah, saudara?

 

Oh, maksudnya Tuhan itu begitu. Saudara senang itu kerelaan Tuhan. Tuhan rela menyelamatkan kita.

 

Aduh, kalau natal di Cianjur tahun 60-an, saudara. GKI harinya lain. Pantekosta harinya lain. Peniel harinya lain. Pokoknya semua harinya lain. Yang diomongin tahun baru: Tahun ini pantekosta hebat, pake bacang. GKI pake roti gambang, Peniel kalah. Tahun depan: Peniel hebat ... bacangnya dua. Pantekosta kalah.

 

Zaman dulu ribut soal kue saja. Natal di Pasirnangka pake pohon pisang, saudara. Karena tidak ada cemara di sana. Tapi bukan cemaranya, bukan hadiahnya. Buat kita yang sudah dewasa, natal itu bukan soal hadiah, ada nggak Yesus di hati? Sudahkah dosa kita diurus oleh Tuhan? Sudahkah kita direscue diselamatkan dari dosa-dosa kita? Sudahkah kita ditolong? Agama, termasuk agama kristen, tidak bisa tolong kita. Tidak ada satu agama bisa tolong. Hanya Yesus Juru Selamat yang bisa tolong kita.  

 

Satu kali ada sakadang monyet. Monyet ini main-main di hutan, lompat sana lompat sini ... masuk ke rawa. Di rawa dia tambah bergerak tambah masuk. Sampai lumpur sudah di mulut monyet. Usaha terakhir, tangannya dia jambak rambutnya, dia tarik ketas. Berhasil ... rambutnya kecabut tapi monyetnya masuk. Langsung ada tangan begini di atas. Dia sudah sekarat mau mati, udah nggak bisa apa-apa. Datang sakadang gajah pakai belalainya diangkat. Masukkan di air disemprot, taruh di atas batu kena matahari. Selamat, saudara.

 

Maaf, gajah itu dengan segala hormat saya umpamakan Tuhan Yesus yang sangat kuat. Dan monyet yang celaka itu adalah kita. Ini mau nyelamatkan diri ini agama. Semua agama mau menyelamatkan diri, harus ini ... harus ini. Nggak bisa. Tercabut saudaraku. Hanya tangan saja begini, meregang nyawa. Untung dengan kasih sayang Tuhan, Tuhan pakai belalai yang kuat, diangkatnya kita  Yesus mengangkat diriku dari lumpur dosa. Kaya gajah mengangkat monyet  Dia menaruhku di atas batu karang teguh. Haleluyah.

 

Bersyukurlah karena Tuhan mempunyai rencana menyelamatkan kita. Rencana Dia bukan rencana kecelakaan, rencana Dia menyelamatkan kita.

 

Sampai di sini, kita berdiri bersama-sama.    

 

-- o --   

Minggu, 13 Desember 2009

BIJI MATA TUHAN

Mazmur 

 

17:8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu
 

Dalam salinan bahasa Inggris, dia bicara begini: Jaga aku seperti biji mata-Mu, sembunyikan aku di bawah bayang-bayang sayap-Mu.

 

Saya bilang ini ayat luar biasa karena Daud ini lahir di Betlehem sama dengan Yesus. Dan dia berani merupakan dirinya, menempatkan dirinya seperti sebagai biji mata Tuhan. Jaga saya, Tuhan ... seperti biji mata-Mu.

 

Kita buka Ulangan 32, di sana kita akan membaca beberapa ayat. Sebetulnya saya ingin baca semua ya sebab semuanya ini indah, semuanya ayat-ayat ini luar biasa indah. Ulangan

 

32:10 Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.

 

Itu janji Tuhan sama Israel. Dua ayat saya sudah beri kepada saudara, bagaimana penjagaan Tuhan kepada kita itu justru pada masa kekeringan, pada masa ancaman. Kalau saudara kembali kepada Mazmur 17, itu Daud sedang diburu oleh Saul, sedang dikejar-kejar mau dibunuh, justru dia menempatkan dirinya sebagai biji mata Tuhan. Kalau kita buka kitab Zakharia

 

2:8 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu -sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya.

Tiga ayat ini dalam situasi yang tidak enak. Mazmur 17, Daud lagi dikejar-kejar sama Saul. Ulangan 32, bangsa Israel ada di padang gurun, di tengah-tengah ancaman padang belantara. Zakharia 2, ada yang mengganggu orang Israel. Tapi semua tiga ayat ini berkata: Siapa yang berbuat itu, dia mengganggu biji mata Tuhan.

 

Saudara senang disebut biji mata Tuhan? Kita kembali kepada Mazmur 17. Tetapi menjadi biji mata Tuhan itu ternyata ada syaratnya. Dan syarat ini saya harap akan membawa kita kepada hari natal nanti. Mari kita lihat lima syarat yang harus kita lakukan supaya kita menjadi biji mata Tuhan. Yang pertama ayat 1 dan 2,

 

17:1 Doa Daud. Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu.
17:2 Dari pada-Mulah kiranya datang penghakiman: mata-Mu kiranya melihat apa yang benar.
 

Syarat pertama, kita harus benar dulu. Banyak orang kristen terima Yesus, sudah diselamatkan tapi hidupnya tidak benar. Ada lagu pantekosta kuno Apakah kau benar .. Di hadapan Allah?

 

Jadi coba sore hari ini: Apa kira-kira kita benar di hadapan Tuhan? Sebab Daud berkata: Doaku ini keluar dari mulut yang tidak pernah menipu. Dulu ada satu jemaat kita di sini, papa mama meninggal, suami meninggal, anak sekolah di luar kota. Dia sendirian. Dia telepon saya. Kami satu umur sama dia dari sekolah minggu. Ada yang mau jual. Jual apa? Emas putih balokan. Teg saja hati saya, ini bohong, penipu. Hati-hati, jangan dibeli. Jangan dibeli. Di Jakarta sudah banyak yang ditipu. Emas putih, emas putih padahal timah. Hati-hati, awas hati-hati. Dia taat, dia dengar saya. Nggak mau urusan, nggak beli. Selamat.

 

Tapi pikiran saya, kok ada di dunia, orang sudah tahu ibu-ibu sendirian, ditinggal papa mama meninggal, ditinggal suami meninggal. Dia sendirian. Eh, ada orang yang mau menipu, memakai mulutnya menjadi alat penipuan, bohong. Maka Daud bilang yang pertama: Tuhan - ayat ke-2, Engkau selalu memperhatikan yang benar. Mata-Mu kiranya melihat apa yang benar. Ayat 1, dengarkanlah Tuhan, perkara yang benar. Jadi kalau kita tidak benar, kalau kita kurang benar, Tuhan nggak dengar kita punya permohonan.

 

Maka syarat pertama, kita benar dulu. Tentu tidak bisa sekaligus. Kita belajar berbuat benar, belajar berpikir benar. Janganlah jemu berpikir baik .. Kita akan menuai baik. Pokoknya kita harus berbuat yang benar, yang baik. Baru kita bisa dijadikan biji mata Tuhan.

 

Yang kedua,  

 

17:3 Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan; mulutku tidak terlanjur.
17:4 Tentang perbuatan manusia, sesuai dengan firman yang Engkau ucapkan, aku telah menjaga diriku terhadap jalan orang-orang yang melakukan kekerasan;

 

Yang kedua, Daud tidak memakai cara-cara kekerasan. Coba saudara perhatikan ke depan, ya.

 

Ini Goliat. Nggak ada yang berani melawan Goliat. Saul juga takut, hanya Daud yang berani. Goliat yang besar itu jatuh, dikalahkan oleh Daud, dipotong kepalanya. Sekarang ini Saul kejar-kejar Duad, mau bunuh Daud. Waktu ada Goliat dia nggak berani. Sekarang sudah nggak ada Goliat, Daud mau dibunuh. Nah Daud Goliat aja dia kalahkan apalagi Saul. Tapi di dalam ayat ini: Aku tidak mau memakai kekerasan.

 

Bukankah Tuhan Yesus berkata: Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Kalau pipi kananmu ditempeleng kasih pipi kirimu, kalau baju dalammu diambil beri juga baju luarmu. Mengalah lebih diberkati dari pada kekerasan. Dia Jenderal peperangan. Dalam seribu peperangan, Daud tidak pernah kalah. Yerusalem tidak bisa ditaklukkan oleh raja-raja Israel, Daud taklukkan. Orang Yerusalem besar-besar, orang Yebusi orang Hewi dikalahkan oleh Daud tapi kepada raja Saul yang diurapi oleh Tuhan dia tidak mau memakai kekerasan. Pakailah ilmunya air. Cegat sama batu, naik. Bendung, dia naik. Air tidak pernah memakai kekerasan. Bacok air, dia tidak akan luka.

 

Di dalam surat Tesalonika, rasul Paulus menasehatkan kepada jemaat di Tesalonika. Ada dua hal, yaitu yang bisa ditulis dan yang tidak perlu ditulis.  Dalam hidup kitapun ada hal yang perlu ditulis dalam hati kita. Apa itu? Kebaikan Tuhan, kebaikan orang, kebaikan papa mama ditulis di dalam hati. Kebaikan-kebaikan teman kita, kebaikan-kebaikan sahabat kita. Sebab manusia itu - saudara dan saya - ada sisi baik, ada sisi yang tidak baik, ada sisi positif ada sisi negatif.

 

Kadang-kadang kita jadi seperti malaikat, kadang-kadang kita jadi seperti Iblis, makanya kita disebut manusia. Kalau kita baik terus tidak berbuat jahat baik nggak ada salahnya, itu kita malaikat. Kalau kita salah terus nggak ada baiknya, itu Iblis, itu setan, kuntilanak, genderewo. Tetapi kalau kadang-kadang kita berbuat baik, kadang-kadang lagi lupa ada berbuat salah, namanya saja manusia. Nah, yang baik itu dari teman kita, tulis di hati kita, ingat dia itu baik. Menolong saya, menghibur, menasehati saya, memberi kepada saya.

 

Bapak Samuel Rahmat mungkin sudah lupa sebelum dia pergi ke Beji dulu tahun 61-62, dia kasih saya pulpen. Dia tidur di gereja, berdoa di gereja sebelum ke Beji dulu. Ko Khai Tong mungkin lupa tapi saya masih ingat umur saya 10 tahun, saya diajak ke jalan Pasirkaliki Bandung, dibelikan sepatu. Banyak kebaikan saudara yang saya tidak boleh dan tidak bisa lupakan. Tulis itu.

 

Nah, ada yang tidak perlu ditulis, itu kekurangan orang. Kalau kita ngomongin orang berarti kesalahan orang itu kita tulis. Jangan. Kalau toh saudara mau tulis, tulis di air. Jongkok di kolam, tulis kesalahan orang itu, kamu jahat, kurang ajar ... hilang di air. Nggak bisa diingat. Ketika pak Albert Sumlang meninggal, orang bawa bunga. Kalau ada orang meninggal, yang diomongkan harus kebaikannya. Walaupun ada sisi negatif, yang dikatakan harus kebaikannya.

 

Tapi saya ingin, jangan tunggu orang itu mati dulu. Nanti kalau dia mati, saya akan ingat kebaikannya. Jangan. Selama dia masih hidup, ingat kebaikannya, ingat juga kebaikan Tuhan. Tulis: Aku tidak mau memakai kekerasan.

 

Yang pertama apa tadi? Hidup benar dulu. Ngomong benar dulu. Jangan menipu, jangan bohong. Yang kedua, jangan pakai kekerasan. Kalau orang itu mau keras sama kita, terserah tapi dari kita jangan pakai kekerasan. Yesus ajarkan jangan pakai kekerasan. Matius     

 

5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu - Itu Taurat.
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

 

Uh, kita dianiaya, kita musti doakan. Bahkan di dalam ayat bahasa Inggris ada empat But I say to you, love your enemy. Kasihilah musuhmu. Berkati yang mengutuk kamu. Berbuatlah baik kepada yang membenci kamu. Berdoalah kepada orang yang menjelek-jelekkan kita, yang ngomongin kita, yang jahat kepada kita, doakan dia. Jangan pakai kekerasan. Amsal

 

15:1 Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.

Kalau keras, membangkitkan marah. Kalau lemah lembut, memadamkan.

 

Yang ketiga, Mazmur

 

17:5 langkahku tetap mengikuti jejak-Mu, kakiku tidak goyang.
17:6 Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.
 

Kakiku tidak goyah. Langkah-langkahku jangan sampai tergelincir. Yang ketiga, jaga langkah.

 

Ada cerita-cerita di dunia yang bikin kita gemetar, gentar. Sekarang anak-anak remaja 24-25 tahun bunuh diri. Nggak tahu sampai sekarang sebabnya apa. Lelaki 26 tahun bunuh diri. Di mall. Jadi mall itu bukan untuk shopping ... untuk bunuh diri sekarang. 17 juta satu tahun orang bunuh diri. Dan kebanyakan anak muda. Goyah. Tidak berani menghadapi hari depan.

 

Temanya natal tahun ini Yesus Kekuatanku. Dari sekarang saudara disiapkan supaya saudara kuat menghadapi tahun 2010. Goyah itu belum roboh tapi bakal roboh. Jangan goyah. Satu kali anak Tuhan, tetap anak Tuhan. Satu ikut Yesus, tetap ikut Yesus. Haleluyah. Jangan kaya orang Manado. Orang Manado dari Manado Kristen. Wajah cantik. Sampai Jakarta jadi penyanyi, jadi selebritis terkenal. Sudah terkenal, banyak orang kaya, agama lain, tertarik untuk dijadikan istri ke-17, mau. Pindah agama. Manohara, 17 tahun, cantik, kristen, nggak puguh-puguh kawin sama yang di Malaysia ... jadi huru-hara. Goyah. Tidak tahu harus berbuat apa.

 

Tapi Daud ini lagi dikejar-kejar, yang pertama, bibirku tidak menipu. Yang kedua, tidak memakai kekerasan, Yang ketiga, kakiku tidak goyah. Maksud saya, jangan malas ikut Tuhan, terus ikut Tuhan, terus setia ikut Tuhan, rajin datang di kebaktian. Setia ikut Tuhan. Jangan goyah.

 

Yang keempat,


17:7 Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
17:8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

 17:9 terhadap orang-orang fasik yang menggagahi aku, terhadap musuh nyawaku yang mengepung aku.
17:10 Mereka tidak menunjukkan belas kasihan, mereka membual;
17:11 mereka mengikuti langkah-langkahku, mereka sekarang mengerumuni aku, mata mereka diarahkan untuk menghempaskan aku ke bumi.
17:12 Rupa mereka seperti singa, yang bernafsu untuk menerkam, seperti singa muda, yang mengendap di tempat yang tersembunyi.
17:13 Bangunlah, TUHAN, hadapilah mereka, rebahkanlah mereka, luputkanlah aku dengan pedang-Mu dari pada orang fasik.
17:14 Luputkanlah aku, ya TUHAN, dengan tangan-Mu, dari orang-orang dunia ini yang bagiannya adalah dalam hidup ini; biarlah perut mereka dikenyangkan dengan apa yang Engkau simpan, sehingga anak-anak mereka menjadi puas, dan sisanya mereka tinggalkan untuk bayi-bayi mereka.
 

Ini yang susah. Musuh didoain supaya diberkati. Coba baca ayat 12 disebut, 

 

17:12 Rupa mereka seperti singa, yang bernafsu untuk menerkam, seperti singa muda, yang mengendap di tempat yang tersembunyi.
17:13 Bangunlah, TUHAN, hadapilah mereka, rebahkanlah mereka, luputkanlah aku dengan pedang-Mu dari pada orang fasik.
17:14 Luputkanlah aku, ya TUHAN, dengan tangan-Mu, dari orang-orang dunia ini yang bagiannya - porsinya - adalah dalam hidup ini;

 

Jadi dia tidak menghilangkan berkat orang dunia. Bahkan dia doakan, biarlah perut mereka kenyang dengan apa yang Engkau simpan sehingga anak mereka menjadi puas dan sisanya mereka tinggalkan untuk bayi-bayi mereka. Dari mulutnya, doanya keluar yang baik. Saya rasa berat ya ini. Buat saudara berat. Yang jahat sama saudara, yang memutarbalikkan cerita tentang kita, saudara mau doakan: Berkati mereka, Tuhan. Kenyangkan perut mereka. Anak-anak mereka Engkau berkati supaya kekayaan mereka tersisa untuk cucunya.

 

Kalau ada orang bibirnya keriting ngomongin saudara, habis-habisan saudara diomongin, saudara dengar lagi: Diberkatilah Tuhan orang ini, biar perutnya kenyang, terima kasih Tuhan, haleluyah. Susah saudara, kita membalas orang yang jahat sama kita, ngomongin kita, ngejelekin kita tapi kita bilang dari mulut kita berkata: berkati dia, Tuhan.

 

Kalau saudara bisa ngomong begitu kepada orang yang jahat sama kita. Berkati dia, berkati anaknya, berkati, kenyangkan perutnya jangan sampai dia kelaparan, justru menurut Amsal Salomo, berkat Tuhan buat orang itu balik kembali kepada saudara. Jangan nggak percaya ini. Jahat itu orang ... kita doanya itu jelek terus. Daud lihat, dikejar-kejar mau dibunuh tapi dia bilang: Tuhan berkati. Amin?

 

Begitu pulang, Tuhan biarlah mulut saya mengeluarkan yang baik saja. Biarlah mulut saya mengatakan yang baik demi kebaikan orang lain.

 

Yang kelima,  


17:15 Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

 

Daud ingat kembali kepada kitab Kejadian, manusia diciptakan menurut rupa dan teladan Allah. Bagi orang yang dewasa rohani, bagi orang yang sudah mencapai tingkatan rohani yang tingi, harta dunia tidak ada menggerakkan dia lagi, dia tidak sibuk tidak repot dengan barang-barang dunia tapi dia sibuk dengan wajah Tuhan, dia sibuk dengan rupa Tuhan. Aku hanya ingin melihat wajah Tuhan Betapa indahnya .. Kupandang Yesus .. Meski percobaan .. Sangat besar. Ini dia lagi dalam percobaan dikejar mau dibunuh oleh Saul. Tapi matanya dia tidak lihat kepada percobaan, dia lihat kepada wajahnya Tuhan.

 

Penting sekali saudara dalam tahun 2010 saudara punya mata jangan lihat problem. Lihatlah Yesus sebagai jawaban kita. Jangan keluar kata-kata kutukan. Jangan keluar kata-kata yang tidak ada berkat. Doakanlah sesama kita, doakanlah keluarga kita, doakan bahkan orang yang memusuhi kita. Doakan. Doakan orang yang mengata-ngatai kita. Doakan. Saudara mau diberkati? Doakan orang yang benci sama kita. Doakan. Lukas    

 

6:35 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.
6:36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."
 

6:27 "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu - Satu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; - Dua.
6:28 mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu - Tiga; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

 

Berat, ya. Mencaci itu bisa di depan-depan, bisa di belakang-belakang. Tapi apa kata Tuhan? Semuanya aktif: Kasihi, berbuat baik, meminta berkat, berdoa.

 

Nggak ada undang-undang yang melarang saudara mengasihi, nggak ada undang-undang yang melarang saudara memintakan berkat, tidak ada undang-undang yang melarang saudara berbuat baik, tidak ada undang-undang yang melarang saudara berdoa. Kembali kepada Mazmur 

 

17:8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

 

Sembunyikan aku. Ini diambil dari sayap seekor ayam. Ayam yang melindungi anak-anaknya kalau ada elang, anak-anaknya lari terus dilindungi di bawah sayapnya induk ayam ini. Selama dia ada di bawah naungan induk ayam ini, selamat. Bersembunyi. Berlindung. Matius  

23:37 "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.
23:38 Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.
23:39 Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"

 

Nanti di akhir zaman nama Tuhan adalah nama yang mahal. Orang yang datang dalam nama Tuhan diberkati Tuhan. Orang yang tahu berlindung di bawah sayap seperti induk ayam. Saudara ada satu kata dalam ayat 37 yang menarik hati kita: Rindu.

 

Tuhan itu rindu kepada kita. Tapi kita yang dirindukannya itu jual mahal ... mau-mau, nggak-nggak. Dia sudah rindu seperti induk ayam mau mengumpulkan anaknya. Kenapa dia kumpulkan anaknya? Sebab ada bahaya, dia mau lindungi.

 

Perlindungan yang paling aman di dunia, saudaraku, adalah hanya perlindungan dari Tuhan sendiri. Jangan berharap kepada kekayaan, jangan berharap kepada manusia, jangan berharap kepada orang berpangkat, jangan berharap kepada kereta kuda, jangan berharap kepada kekuatan manusia tapi berharap kepada Tuhan Yesus Kristus karena diberkatilah orang yang berharap kepada Tuhan. Yesaya


40:28 Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.
40:29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
40:30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

 

Harap kepada Tuhan. Harap Tuhan .. Dengan segenap hati .. Dan jangan sandar .. Kepada akalmu .. Ketahui Dia .. Dalam segala jalanmu .. Maka Ia pun .. Maka Ia pun .. Kan ratakan jalanmu. Harap Tuhan. Kita tidak hidup kemarin. Besok belum tentu kita hidup. Kita sedang hidup hari ini. Kita mau berharap kepada Tuhan hari ini. Amin? Kita berdiri bersama.

 

-- o --   

Minggu, 20 Desember 2009

JALAN YANG BARU

Matius  


2:10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
2:12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

 

Judul firman Tuhan pada malam ini adalah tema untuk tahun yang baru, yaitu tahun 2010 saya akan beri nama Tahun Jalan yang Baru.

 

Ketika orang-orang merenungkan natal, natal tidak lebih dari sebuah perjalanan. Orang Majus itu dari Iran, saudara, ribuan kilometer untuk sampai ke Bethlehem. Ada satu perjalanan yang jauh, perjalanan yang sangat jauh. Dan juga natal artinya perjalanan dari Yusuf Maria dari Nazareth dengan badan yang sudah mau melahirkan, naik keledai menuju ke Bethlehem. Natal juga adalah perjalanan gembala-gembala yang ketika sudah melihat malaikat mendengar berita Yesus datang mereka berjalan ke Bethlehem. Jadi ada perjalanan, ada perjalanan. 

 

Tetapi saudara lihat di sini, orang Majus ketika sudah ketemu dengan Yesus, dia bisa pulang kembali melalui Herodes, karena dia sudah tahu jalannya. Tetapi dalam satu malam Tuhan kasih mimpi, dalam ayat ke-12, 

 

2:12 ..., supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

 

Saya yakin saya percaya kita semua juga melewati perjalanan hidup, amin saudara?

 

Ebiet G. Ade saja nyanyi Perjalanan ini ... dia mulai dengan kata perjalanan ini. Hidup kita seperti satu perjalanan. Kadang-kadang jalan kita rata, halus beraspal, kadang-kadang berbatu-batu, kadang-kadang ada lobang, kadang-kadang ada tikungan-tikungan ... begitu banyak tikungan.

 

Perjalanan kehidupan kita tidak jauh beda dengan orang Majus, dengan gembala, dengan Yusuf Maria. Ada satu jarak yang kita harus lakukan itu. Tetapi kalau kita sudah ketemu Tuhan Yesus, jangan kembali ke Herodes, jangan pakai jalan yang lama sebab Tuhan akan memberi jalan yang baru. Jalan yang baru yang orang Majus belum pernah tahu. Tapi Tuhan bilang, dipimpinnya melalui jalan yang lain, jalan yang baru.

 

Tahun 2010 kita belum tahu seperti apa. Kita mau lewat mana, kita mau dagang apa, kita mau berusaha apa, siapa nanti yang akan dipanggil pulang, siapa nanti yang akan dilahirkan pada tahun 2010, kita tidak tahu. Kapan itu terjadi kita tidak tahu. Tapi janganlah kita takut karena Tuhan selalu memberi jalan yang baru. Di dalam I Korintus 10, di sana rasul Paulus juga mengungkapkan satu rahasia yang luar biasa.      

 

10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. 

 

Saya yakin yang dimaksud jalan keluar itu jalan yang baru. Sebab kalau saudara sudah tahu, saudara nggak perlu Tuhan lagi. Dia yang memberi jalan keluar. Ketika tertutup jalan, tertutup pintu, ke sana kemari, Dia bisa bikin jalan. Ketika Musa ditahan oleh lautan yang besar, di kiri kanan padang gurun, di belakang ada Firaun yang mengejar dia, dia bingung. Sampai dia bilang: Tuhan, apa yang saya harus lakukan? Tuhan bilang, kamu diam saja, Aku yang perang ganti kamu. Kamu diam saja. Tapi diam tinggal diam tapi itu tentara lebih dekat mengejar. Angkat tongkatmu! Tongkat diangkat, terbukalah jalan yang baru sekaligus jalan keluar bagi orang Israel, ada haleluyah?

 

Belum pernah ada orang bikin jalan di tengah laut terbuka langsung. Tadi malam saya natal di Cibubur. Satu keanehan di Cibubur saudara, sepanjang jalan Cibubur tidak ada orang jual bubur. Walapun namanya Cibubur. Nah, jangan sampai kita orang kristen tapi tidak ada Kristusnya. Harus ada.

 

Saya selalu sembahyang begini sama Tuhan: Tuhan, saya umpamakan saya seperti kayu yang sudah tua, kayu yang lapuk. Tuhan pakailah kayu yang lapuk ini menurut kemauan-Mu. Pakailah kayu yang sudah tua ini menurut kemauan-Mu. Biar tongkat biasa tapi kalau sudah diangkat disuruh sama Tuhan, lautpun terbuka. Biar tongkat bisa tapi dilemparkan dia bisa jadi ular. Pegang lagi ekornya, dia jadi tongkat. Kalau Tuhan pakai.,

 

Saudara dan saya orang biasa. Tinggal juga di Cianjur, kota kecil. Orang bilang kota Cianjur nggak akan maju-maju. Asal ada Tuhan Yesus, kita pasti maju. Asal ada Tuhan kita pasti mendapatkan jalan. Dalam kitab nabi Yesaya   

55:6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!
55:7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.
55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

 

Kalau Dia bilang jalanmu bukan jalan-Ku, kita musti pasrah, kita punya jalan bakal gagal, kita punya cara bakal gagal. Kita pakai cara Tuhan.

 

Pada natal tahun 2009 ini, ini tahun luar biasa ya, dalam 2 minggu 5 orang bunuh diri. Tambah lagi tiga hari jadi enam orang. Yang pemudi umur 24-25 bunuh diri. Yang pemuda umur 26 dan 35. Yang terakhir itu wanita umur 34 tahun, dia tidak ada salah. Dia tolong pinjamkan uang sama orang untuk orang lain. Orang lain tidak bayar sama dia. Yang kasih pinjam uang, mana duit saya? Dia tidak tahu harus berbuat apa, dia naik ke tingkat yang ke-27 lemparkan badan di sana. Kenapa, saudara? Karena tidak punya jalan keluar.

 

Tadi saya mendengar wawancara dengan ahli psikologi. Menular bunuh diri itu. Menular. Tapi bagi kita akan selalu akan ada jalan yang baru. Ada jalan keluar yang indah, Tuhan selalu beri bagi kita. Asal kita tahu jalan kita bukan jalan Tuhan. Maunya kita begini belum tentu maunya Tuhan.

 

Di Pakanbaru saya dengar kesaksian yang saya nggak bisa ngomong dengar kesaksian itu. Di Surabaya ada seorang anak gadis diperkosa oleh papanya sendiri. Sampai anak gadis ini pahit dan dendam sama papanya. Lalu dia juga dipasung. Nggak lama dipasungnya, tiga belas tahun. Hatinya penuh kepahitan. Hatinya penuh kebencian. Dia bilang: Tuhan, apa Tuhan nggak lihat? Kenapa Tuhan biarkan hal ini terjadi? Saya juga tidak tahu apa rencana Tuhan. Tapi pada akhir tahun yang ketiga belas, dia tidak ketemu bapanya. Bapanya tidak lihat dia, dia tidak lihat bapanya, Tuhan jamah hatinya. Dia bisa mengampuni bapanya. Dia ingin mengampuni. Tuhan bilang, ampuni bapamu.

 

Ini saya pendekkan cerita. Dia datangi bapanya. Dia tidak tahu bapanya sudah stroke, tidak bisa ngomong, tidak bisa jalan. Nggak bisa ngomong, nggak ada suara keluar. Tinggal air mata keluar.

 

Sekarang anak gadis ini dipakai Tuhan luar biasa, bersaksi ke mana-mana. Kita nggak tahu jalan Tuhan bagaimana. Siapa di sini mempunyai dendam? Saya pernah punya dendam. Kalau bukan karena Tuhan, nggak ada saya di sini. Saya pernah punya dendam. Tapi ketika Tuhan memberi mimpi 'Jangan kembali ke Herodes'. Saya pernah mau tinggalkan pendeta. Saya mau pergi ke Brasilia. Tapi ketika Tuhan menyatakan diri dalam mimpi dan Dia bilang 'Jangan kembali ke Herodes', jangan kembali ke jalan yang lama. Tuhan punya jalan yang baru. Yesaya

 

35:8 Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya.
 

Kata mengembara dalam bahasa Inggris, tersesat. Orang yang bodoh tidak akan tersesat di jalan yang kudus itu. Mari kita baca dari ayat 1 sekarang.

 

35:1 Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; - Pada gurun dan padang kering adalah jalan yang lama, hidup kita yang lama, penuh kekeringan, seperti padang pasir. Tapi Tuhan mau rubah supaya menjadi bersorak-sorak dan berbunga. - Ayat 2, -
35:2 seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita.
35:3 Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah.
35:4 Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!"
35:5 Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka.
35:6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara;
35:7 tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. - Stop, baru masuk ayat tadi -
35:8 Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus;

 

Saya orang Cianjur tapi jarang saya jalan di jalan Mangunsarkoro. Nggak bisa lihat toko saya. Semuanya orang Padang yang jualan di toko itu. Halaman orang, cuma pintu toko saja. Dulu tahun 60, kita lihat dari Waru jajar ke atas, cuma ada satu sado. Sekarang, aduh, di Cianjur saja - maaf ya - kentut saja susah, banyak orang. Maka ini disebut jalan raya Cianjur, paling besar. Tidak sama dengan jalan raya Tuhan. Jalan raya Tuhan disebutkan Jalan Kudus.

 

Dalam bahasa Inggris ada dua jalan saudara, high way dan road, jalan raya yang besar dan jalan raya yang kecil. Ada dua jalan Tuhan sediakan. Hanya dalam bahasa Indonesia cuma satu jalan raya. Apa jalan yang besar? Urusan-urusan besar Tuhan tolong. Urusan-urusan perkara-perkara besar Tuhan pasti tolong. Tapi ada urusan-urusan kecil, hal-hal kecil yang suka bikin pusing, Tuhan juga tolong. Yesus saja tolong .. Dalam segala susah .. Asal saja ku percaya .. Yesus mau tolong.

 

Saudara yakin 2010 Tuhan pasti tolong? Tapi Tuhan pasti punya jalan, ada haleluyah? Saudara punya jalan yang lain, saudara punya jalan keluar, saudara punya jalan raya, saudara punya jalan yang kecil. Yohanes 14:6 berkata,  


14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

 

Kenapa tanpa Yesus? Kan Dia jalannya! Kalau tanpa Yesus, kita nggak sampai-sampai kepada Bapa. Karena kita tidak tahu jalan. Saudara sudah tahu jalan. Dalam Yohanes 14, ada murid yang lamban sekali mengerti tetapi puji Tuhan syukur ditulis di dalam firman Allah,
 

14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
14:4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
14:5 Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"

 

Eh, murid Yesus yang namanya Tomas bilang:

 

14:5 ...: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
 

Sebab Dia itu jalan. Jangan nyanyi saja. Tapi kita lakukan, Yesus itu jalan. Mau damai? Jalannya Yesus. Mau dapat kesembuhan? Jalannya Yesus. Mau dapat berkat di toko, di warung, di pabrik, di manapun juga mau? Jalannya Yesus. Dia jalan untuk segala macam. Salomo berkata begini: Ada jalan yang disangka orang benar tapi akhirnya menuju kepada maut. Yesus berkata dalam injil Matius: Pintunya lebar jalannya luas untuk orang menuju kepada kebinasaan dan banyak orang yang ke situ. Tapi pintunya kecil dan jalannya sempit menuju kepada kehidupan. Dan hanya sedikit yang lewat jalan ini. 

 

Saudara mau ikut jalannya Yesus?

 

Saya ini sayang sekali sama saudara tapi tahu nggak saudara, saya nggak bisa melawan kasih sayangnya Tuhan kepada saudara. Kasih sayangnya Tuhan kepada kita luar biasa. Jalan Tuhan kita tidak tahu tetapi jalan Tuhan adalah jalan yang sempurna. Di dalam II Samuel


22:31 Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; sabda TUHAN itu murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.

22:33 Allah, Dialah yang menjadi tempat pengungsianku yang kuat dan membuat jalanku rata;
 

Puji Tuhan. Malam hari ini kita sudah punya Yesus tapi kalau ada yang belum mengundang Yesus di hati kita, saudara bisa berdoa. Pada malam ini undang Yesus karena Dia akan memberi kepada saudara jalan yang luas, jalan raya, jalan yang kudus.

 

Kita berdiri bersama-sama.    

 

-- o --   

Jumat, 25 Desember 2009

Kebaktian Natal

TUHAN ADALAH KEKUATANKU

Mazmur  


28:7 TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.
28:8 TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!
28:9 Selamatkanlah kiranya umat-Mu dan berkatilah milik-Mu sendiri, gembalakanlah mereka dan dukunglah mereka untuk selama-lamanya.

 

Kita di akhir zaman ini tidak bisa bersandar pada kekuatan kita sendiri. 24, 25, 26 tahun, perempuan dua lelaki dua, lompat dari tembok gedung yang tinggi untuk bunuh diri karena mereka tidak kuat menghadapi tantangan hidup, tidak kuat menghadapi gejolak kehidupan. Tetapi kalau saudara mengaku umat Tuhan, ayat ini berkata, Tuhanlah kekuatan kita. Tetapi Tuhan Yesus dalam natal ini adalah kekuatan saudara. Yeremia

 

16:19 Ya TUHAN, kekuatanku dan bentengku, tempat pelarianku pada hari kesesakan! Kepada-Mu akan datang bangsa-bangsa dari ujung bumi serta berkata: "Sungguh, nenek moyang kami hanya memiliki dewa penipu, dewa kesia-siaan yang satupun tiada berguna.
16:20 Dapatkah manusia membuat allah bagi dirinya sendiri? Yang demikian bukan allah!"

 

Dalam salinan lain, bangsa-bangsa kafir, yaitu saudara dan saya. Orang yang non Yahudi dianggap kafir, ya orang Arab, pokoknya bukan Yahudi dianggap kafir. Tetapi firman Allah katakan, orang-orang yang non Yahudi, orang-orang saudara dan saya yang bukan Yahudi akan datang kepada-Nya. Buktinya malam hari ini kita bukan orang Yahudi tetapi kita datang untuk merayakan kelahiran dari Yesus Kristus. Benar firman Tuhan berkata bahwa orang-orang kafir non Yahudi akan datang kepada-Mu.

 

Apa kata firman Allah? Percobaan-percobaan yang kita alami adalah percobaan-percobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan kita tetapi Allah itu setia sehingga ketika kita mendapat percobaan, Dia memberikan kepada kita jalan keluar. Percobaan itu tidak akan melebihi kekuatan kita tetapi kalau Tuhan menjadi kekuatan kita, bagaimanakah kita harus takut?

 

Banyak orang kristen sekarang termasuk kita bertanya, bagaimana saya bisa menang menghadapi perjuangan hidup? Sebab musuh kita Iblis dia tahu kelemahan kita, dia tahu kekurangan kita. Kalau dalam pertandingan tinju Iblis bertanding dengan kita, baru kita pasang kuda-kuda dia sudah kasih hook ketakutan, dia kasih jab kekuatiran, dia kasih uppercut kebingungan; dia tahu kelemahan saudara. Saudara baru pasang-kuda-kuda, dia sudah pukul dengan pukulan bertubi-tubi. Tapi kalau Tuhan kekuatan kita, kita tidak usah masuk ring, haleluyah?

 

Bukan berarti takut tetapi ketika Iblis menantang seperti Goliat: Mana orang kristen, mana orang Israel yang mau berperang dengan aku? Kita hanya berkata dari firman Allah, kita datang ke ring tinju itu dan mengatakan firman Allah: Peperangan bukanlah aku punya tetapi Tuhan punya! Kamu datang kepadaku dengan tombak dan lembing dan pedang, aku datang dengan nama Tuhan.

 

Pada tahun 2010 akan ada tantangan bagi saudara. Pasti banyak tantangan tapi ingat Tuhan memberi jalan keluar. Jadi saudara diberikan kesempatan oleh Tuhan dengan kekuatan dari pada Tuhan untuk mengalami menikmati bagaimana dengan kekuatan Tuhan, saudara mengatasi segala persoalan karena Tuhan itu setia, Dia memberikan jalan keluar.

 

Jangan salah menterjemahkan firman Tuhan. Karena kita suka salah menterjemahkan firman Tuhan.

 

Ada satu anak sekolah minggu, dia punya papa tukang tambal ban. Satu kali dia sekolah minggu dan gurunya berkata: Anak-anak siapa yang mau maju ke depan untuk menyanyi? Anak tukang tambal ban ini angkat tangan. Kamu mau nyanyi apa? Saya mau menyanyi Tambal Ban Dalamnya. Masa ada lagu gereja Tambal Ban Dalamnya? Ada, Tante. Tante belum pernah dengar. Akhirnya gurunya bilang: Ya sudah, silahkan kamu nyanyi. Nyanyilah anak ini dengan segenap hati saudara Ku jatuh cinta pada-Nya .. Tambal ban dalamnya .. Tambal ban dalam lagi ..  

 

Dia salah menterjemahkan Tambah Ban dalam lagi. Tapi karena papanya tukang tambal ban jadi dia ingat Tambal ban dalamnya .. Tambal ban dalam lagi.

 

Kalau ban dalam bocor, bisa dipakai apa tidak sepeda itu? Tidak. Maka Tuhan yang kita sembah bukan hanya kekuatan kita, Dia sanggup menambal kegagalan kita, menambal kekurangan kita. Bukan cuma dokter gigi yang bisa tambal gigi kita yang bolong, Tuhan bisa menambal. Tuhan yang kita sembah adalah kekuatan kita, ada haleluyah? Dia sanggup menolong pada waktunya, Dia memberikan jalan keluar, Dia memberikan kekuatan dan jaminan kalau ada kekurangan, kalau ada kesalahan, kalau ada, Dia berkata: Aku tambal, Aku perbaiki.

 

Lihat Petrus dia banyak salah tapi Tuhan putihkan, itu artinya natal ... kesalahan manusia diampuni oleh Tuhan. Tuhanlah kekuatan kita. Di dalam Mazmur


84:6 Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!

 

Jangan sandar sama kekayaan, jangan sandar sama emas dan perak, jangan sandar sama saham, jangan sandar sama bank Century, apalagi. Jangan sandar kepada perkara-perkara dunia, jangan sandar kepada raja uang, janganlah kita bersandar kepada semua. Semua akan runtuh tapi kalau kita bersandar kepada Tuhan, kalau kita punya kekuatan ada di dalam Tuhan, kalau kita punya kekuatan ada di dalam Yesus, disebut apa kata firman Allah? Diberkati saudara.

 

Kalau saudara tahun 2010 mau diberkati, jangan sandar sama kekuatan, jangan sandar kepada pedang, jangan sandar kepada kereta kuda peperangan, jangan sandar kepada orang berpangkat, jangan sandar saudara. Sandarlah kepada Tuhan, Dia tidak pernah mengecewakan kita. Diberkatilah orang yang kekuatannya ada di dalam Tuhan.

 

Apa artinya diberkati? Saudara diam, non aktif. Kalau dibaptis saudara diam, pendeta yang baptis. Kalau menikah diberkati saudara diam, pendeta yang tumpang tangan. Kalau Tuhan memberkati saudara, saudara diam. Bukan malas, saudara non aktif. Tidak pakai kekuatan sendiri, tahu-tahu Tuhan berkati saja saudara. Mazmur 

 

28:8 TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!
28:9 Selamatkanlah kiranya umat-Mu dan berkatilah milik-Mu sendiri, gembalakanlah mereka dan dukunglah mereka untuk selama-lamanya.


Saudara, kita hidup tidak terus di dunia. Satu kali akan ada tamu yang namanya kematian itu akan ketuk pintu hidup kita dan berkata: Saudaraku, waktunya untuk check out. Kalau di hotel saya suka minta: Pak, boleh nggak check outnya sore jam 4 sore? Karena langganan. Silahkan, pak. Dikasih jam 6. Kalau check out dipanggil oleh kematian, ayo check out, saudara bisa minta paling-paling 15 tahun seperti raja Hizkia diperpanjang. Tetapi akhirnya harus saudara chek out.

 

Sebelum kita dipanggil Tuhan check out, mari kita cek diri kita sendiri. Apa kita bersandar kepada uang, apa kita bersandar kepada anak, apa kita bersandar kepada kepintaran, apa kita bersandar kepada kekayaan dunia, apa kita bersandar kepada perkara-perkara yang tidak tentu seperti kekayaan?Ataukah malam hari ini kita bersandar kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi? Cek hati saudara.

 

Jadi pilot saja enam bulan sekali musti check-up. Lamanya kita cek diri kita sendiri kita tidak tahu. Anak saya meninggal 15 bulan. Papa saya meninggal 52 tahun. Mama saya 83 tahun. Nggak kepikir sama saya. Jadi waktu sang kematian datang itu untuk ajak kita check out itu, bisa di mobil, bisa di pesawat, bisa di kapal laut, bisa lagi duduk, bisa lagi diam, bisa lagi tidur, bisa habis makan. Satu pendeta baru meninggal makan mie di Medan, makan mie babi, dia kenyang. Sudah makan mie langsung duren. Langsung. Mie, duren, babi ... langsung.

 

Nah, itu sebabnya banyak orang meninggal dia tidak siap, maka itu cek hati kita: Tuhan, tahun 2010 saya mau cek hati saya. Saya mau bersandar kepada Tuhan. Kekuatan saya ada sama Tuhan, kekuatan saya ada sama Kristus, kekuatan saya ada sama Dia. Kekuatan manusia sia-sia.

 

Sebagai ayat yang terakhir, Yeremia   

 

17:5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
17:6 Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.
17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering
- Kalau tahun 2010 kering, saudara tidak kuatir, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. - Produktif.

 

Ini kebaktian natal terakhir di gereja. Tahun depan di Yayasan. Sampai saya angkat tamu dari pintu darurat.

 

Jangan andalkan manusia, andalkanlah Tuhan. Saudara akan berbunga, daunnya tetap hijau dan tetap berbuah. Hijau adalah warna pengharapan. Makanya pohon cemara itu hijau. Lantai yang saudara injak itu hijau sebab hijau adalah lambang pengharapan.

 

2010 kita mau berharap sama Tuhan. Musim panas cemara tetap hijau, musim dingin dia tetap hijau, musim salju dia tetap hijau. Terus sepanjang musim, ya. Sepanjang musim dia selalu hijau. Anak Tuhan percobaan ada, dia tetap subur, apapun persoalan dia tetap hijau. Mari kita berdiri bersama-sama.


 

-- o --   

 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________