Khotbah Minggu Sore Oktober - November 2001

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

 

Minggu, 07 Oktober 2001

BERBUDI LUHUR MERANCANG HAL YANG LUHUR

Kita akan menerangkan Yesaya

32:8 Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak demikian. 

Haleluyah. Jadi kalau tidak diterangkan, ayat ini sudah selesai. Kebaktiannya sudah selesai karena mudah sekali mengerti ayat ini: Kalau kita berbudi luhur, pasti rencana-rencana, rancangan-rancangan yang kita buat semuanya adalah rencana yang luhur, dan Ia akan selalu bertindak demikian. Jadi kalau saya baca dalam salinan saya sendiri: Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak luhur. Kira-kira begitu! Orang yang jahat, ayat ke-7,  penipu, akal-akalnya adalah jahat, ia merancang perbuatan-perbuatan keji untuk mencelakakan orang sengsara dengan perkataan dusta, sekalipun orang miskin itu membela haknya. 

Jadi gampang sekali kita mengerti bahwa orang yang luhur budinya kebalikan dari orang yang jahat. Sudah selesai kebaktian. Kita jalankan kolekte, doa, pulang. Kalau kita  mau berbudi luhur, kita akan  merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak luhur. Ada haleluyah? Sudah selesai. Para kolektan harap maju ke depan jalankan kolekte. Sudah selesai. Pulang kita. Orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak luhur. Orang yang berbudi luhur tidak akan tulis surat kaleng, tidak akan fitnah orang, tidak akan keji kepada orang lain, tidak akan menipu, tidak akan membunuh, tidak akan selingkuh, tidak akan menyakiti istri, tidak akan melawan sama suami, tidak akan kasar sama anak, tidak akan melawan orang tua, tidak akan lesbian, tidak akan homoseks. Gampang. Sudah beres. Selesai. Tapi inilah yang saya mau terangkan. Ternyata ayat ini bunyinya tidak demikian. 

Dalam bhs Inggris, bunyinya demikian, yang betul. Saya baca: But the liberal devises liberal things, and by liberal things shall he stand. Liberal. Ternyata liberal disini disalin di dalam Alkitab 'Spirit Filled Bible' disalin dengan kata 'orang yang suka memberi itu, apa sih, kalau orang Sunda bilang royal, tapi royar itu negatif, royal itu menghambur uang nggak karu-karuan. Tetapi bahasanya, dia suka memberi dengan limpah. Disini dipakai kata liberal salinannya, tapi ada satu salinan saya lupa, jadi bunyinya begini: Tetapi orang yang suka memberi,  merencanakan perkara-perkara dengan cara yang liberal, yang tidak itungan - begitu kira-kira -,  dan ia dengan tindakannya yang demikian, ia tetap berdiri. Jadi begini, saya terangkan lebih jauh, aduh Tuhan berilah itu kata, hilang itu kata, itu bahasa Inggrisnya, orang yang suka memberi, orang yang liberal,  yang tidak itungan, tidak medit, kopet, skaker, pelit, tidak itungan, orang yang suka memberi, the liberal people -  itu akan merencanakan segala sesuatu dengan cara yang liberal, dengan cara yang tidak itungan - dan cara yang demikian itu katanya, dia akan berdiri di akhir jaman. Dia akan tetap berdiri ! 

Saya mau  pakai orang yang dagang sekarang. Kalau orang ini suka memberi, bekerjanya  liberal, dan ia mempunyai rancangan-rancangan yang liberal, suka memberi, tidak itungan, maka di akhir jaman, ketika semua kesulitan datang di dunia, dia akan tetap berdiri. Ada haleluya? Saya akan berbicara sekarang soal rumah tangga, soal keluarga. Kalau keluarga ini liberal, suka memberi tanpa itungan dan merancangkan segala sesuatu dengan liberal, dengan tidak menghitung-hitung, maka cara yang dia pakai itu akan membuat dia tahan dan tetap berdiri di akhir jaman, walaupun keluarga disana-sini hancur berantakan, jatuh disana, pecah disana, cerai disana. Tapi dia tidak akan hancur, dia punya keluarga akan terpelihara karena cara yang liberal itu. Saya masih tunggu itu kata, belum datang juga, tapi mari kita buka dulu 3 Yohanes pasal 1 dibelakang, nanti saudara kembali lagi kepada Yesaya. 3 Yohanes pasal 1. Saya rasa sudah tiga tahun saya tidak pernah bicara ini, sekarang saya mau bicara kepada saudara, semua yang saya khotbah saya ingat. 3 Yohanes 1:2 bunyinya demikian, dengan sederhana Yohanes menulis kepada saudara-saudara seiman bunyinya: Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja. 

Nah, saudara perhatikan kata 'semoga engkau baik-baik'. Itu dalam bahasa Inggris  dipakai  kata "prosper",  'hoat' orang Tiong Hoa bilang, berkembang, prosper, seperti bunga berkembang. Bunga berkembang, ada pertumbuhan, dia bertumbuh. Kalau anak, dia nggak kecil terus, dia bertumbuh, menjadi besar, dia tidak lucu terus, bayi, tapi dia bisa jalan, dia bisa berlari sampai dia bisa sekolah, dia berkembang, bertumbuh. Kalau dagang, mulainya warung kecil, tapi lama-lama besar, besar, besar, ada perkembangan, ada pertumbuhan. Kalau dia sakit ada pertumbuhan, dia mulai bertambah sehat, bertambah baik. Kalau dia dagang bertambah, ada pertumbuhan, bertambah baik, bertambah baik. Kalau dia sekolah akan baik, akan baik, bertumbuh dan bertambah baik, itu namanya prosper. 

Dan prosper itu berarti 3 hal: Secara jasmani - apa yang kita perlu makan minum pakai, secara rohani, dan secara tubuh - kesehatan. Dikatakan disana,  hai saudara ku, kekasih ku aku doakan semoga engkau baik-baik prosper dan sehat - badan seperti jiwa-mu juga prosper, seperti rohani kita prosper. Jadi saudara-saudara, kalau mau diberkati oleh Tuhan yang betul-betul artinya berkat,  saudara mesti prosper, saudara musti bertumbuh, saudara musti berkembang didalam rohani saudara. Nah, sekarang saya bandingkan dengan Yesaya  32:8: Orang yang berbudi luhur, orang yang suka memberi, orang yang liberal, orang yang aduh minta satu hei ada apa? Ya kasih dah kasih - liberal, dan saya mulai lakukan ini sudah beberapa bulan. Apa saja yang kau perlu ya sudah bawa bawa sana - liberal. Dengan cara demikian, saya akan dapat janji Tuhan akan terpelihara di akhir jaman. 

Ada satu ayat saudara-saudara dan ayat ini selalu saya ingat di pelayanan saya, yaitu dalam Injil Matius 10, ayat ini selalu mengiang-ngiang didalam hati saya,  dipikiran dan sanubari saya. Matius 10:39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Ia tidak bicara hidup, Ia bicara nyawa. Nyawa itu tempat dimana ada perasaan, nyawa itu tempat dimana ada emosi. Siapa yang mempertahankan nyawa, emosi-nya ditahan, untuk Tuhan. Nyanyi tepuk tangan ditahan, mau nyanyi orang lain nyanyi berteriak-teriak, dia ditahan, orang lain bersuka-cita menari-nari  ia tahan. Dia akan kehilangan nyawa, dia tidak akan mengalami suka-cita yang sebenarnya. Tapi orang yang kehilangan nyawa, orang yang mau hilang gengsi, tidak peduli orang mau lihat bagaimana, dia menyanyi untuk Tuhan, dia tepuk tangan dengan segenap hati, dia memuji Tuhan, dia bergembira kalau dia rasanya mau melompat, dia melompat, dia tidak peduli orang lain menilai apa, dia akan mendapat nyawa. 

Satu kali Raja Daud pulang dari peperangan, dia peperangannya melawan orang Filistin. Dan dia dari Ekron membawa itu tabut perjanjian. Heran itu tabut perjanjian, saudara-saudara, dibawa pakai roda, roda itu jatuh, yang bawa rodanya mati. Tidak mau, Tuhan tidak mau dibawa pakai roda biasa. Akhirnya, saudaraku, dia bertanya sama Tuhan, "Aku harus bagaimana?" Setiap tujuh langkah, kamu harus potong korban, setiap tujuh langkah kamu harus potong korban. Lalu ketika masuk Yerusalem, Daud membuka bajunya, saudara, baju kerajaannya dia buka, baju kebesarannya dia buka, dia hanya pakai baju dalam, baju rakyat jelata, baju biasa saja, dan dia menari-nari, menari-nari dihadapan tabut Tuhan, masuk dihadapan tabut Tuhan. Pokoknya hati Tuhan disenangkan, pokoknya  Tuhan disukakan, dia tidak peduli rakyat melihat, menonton, dia tidak peduli, dia masuk dengan tabut perjanjian.

Ini raja, saudara, dia menari-nari. Saudara bisa bayangkan raja, dia menari-nari  dihadapan tabut Tuhan. Dia menari-nari, dia tidak mau tau orang mau nilai apa. Pokoknya dia menari untuk Tuhan. Ketika dia sudah sampai didalam istana, salah satu istrinya Mikhal, anak Saul, dia lihat dari kisi-kisi, dia cuma dalam hati ngomong, cuma dalam hati ngomong: Ih, kelakuan suamiku ini, tidak seperti raja. Kelakuan suamiku ini,  ih, tidak seperti seorang raja. Dia kritik saudara. Hanya dalam hati tidak keluar. Hanya dalam hati dia kritik. Apa kata Alkitab : Seumur hidupnya Mikhal mandul tidak bisa  punya anak. Mempertahankan gengsi, mempertahankan nyawa ia kehilangan nyawa. Orang yang kehilangan nyawa, kehilangan gengsi, menari-nari dihadapan Tuhan, ia mendapatkan gengsi, dia tetap raja.  Dia tidak kehilangan kerajaannya. 

Yang ke dua Naaman. Waktu disuruh celup 7 kali di sungai Yordan oleh satu gadis kecil,  disuruh ke hamba Tuhan Elisa. Elisa bilang celup 7 kali di sungai Yordan, tenggelam. Dia itu punya penyakit kusta, udah nggak ada jarinya. Dia marah. Apakah tidak ada, tidak kurang hebat  saya punya kolam renang, tempat pemandian putra-putra raja, putri-putri cantik. Kenapa aku harus dihina begini? Musti mandi disungai Yordan yang kotor ini. Dia balik. Tapi gadis Israel yang jadi pembantunya bilang: Kenapa masih sakit, tuan? Saya dihina, masa saya begini panglima tentara harus mandi di sungai Yordan. Dia tidak mau kehilangan nyawa.  Lalu kata gadis ini: Kenapa hanya mandi saja tuan tidak mau? Coba tuan mandi, niscaya waktu balik sekarang tuan sudah sembuh. Akhirnya dipikir betul juga.  Cengli juga. Dia balik lagi. Maka dia turun  di sungai Yordan. Dia bayar harganya seperti Daud, dia tidak peduli orang lain mau ngomong apa. Dia celup badannya. Satu kali - masih kusta. Dua kali - masih kusta. Tiga kali - masih kusta. Mungkin anak-anak kecil dipinggir-pinggir begitu dicelup: Eeey, itu oom  tua itu ngapain. Eeeey, sudah lima kali. Dia marah. Mungkin dia bilang kalau ke-7 kali aku tidak sembuh aku  cari Elisa dulu aku bunuh, aku bantai dia. Tapi begitu dia ke-7 kali dia celupkan, Alkitab katakan, kulitnya seperti kulit bayi. Dapat kesembuhan total, saudara-saudara. Dia bawa harta kekayaan untuk Elisa. Elisa bilang tidak mau, yang sembuhkan bukan saya, yang sembuhkan Tuhan. Bawa pulang. Dia tidak mau.  Tapi ada satu Gehazi, dia ingin itu harta, dia ingin dapat itu kekayaan.  Dia bohong, dia minta, diadapat kusta. Kustanya Naaman pindah sama Gehazi. Betul-betul yang kehilangan nyawa karena Tuhan dapat nyawa.  Yang mau mempertahankan nyawa kehilangan nyawa. 

Betul ini Yesaya 32:8 Siapa orang yang liberal, orang yang suka memberi, dia akan merancangkan perkara-perkara yang liberal. Apa sih ruginya kebaktian jam 4.15, aku sudah ada di gereja jam 4.00. Ini hanya contoh. Tidak rugi aku, aku bisa berdoa sebelum kebaktian mulai, aku bisa masa teduh sebentar, berdoa untuk Hamba Tuhan yang mau melayani. Aku bisa berdoa untuk keluarga teman,  mungkin family yang sakit di gereja dengan tenang, dengan teduh sampai 4.15 mulai. Apa sih ruginya biasa aku memberi sekian sekarang aku ingin memberi lebih? Dengar baik-baik. Saya harap saudara dengar baik-baik cerita ini. Di Amerika diadakan kebaktian peringatan dari satu anak Tuhan, keluarga yang anaknya tentara  Vietnam mati dimedan pertempuran tidak ketemu. MIA. Missing In Action. Tidak ketemu. Tapi orang tua minta dibikinkan kebaktian sama pendeta.  Dibikinlah kebaktian, foto anak itu ditaruh dimimbar. Kita kebaktian ini untuk mengingat anak ini. Jemaat, pada tanggal tahun sekian  dia dikirim ke Vietnam, dia  meninggal, tidak tahu hidup tidak tahu dimana dia ada tidak tahu. Sekarang  sudah lima tahun kita tidak tahu.Teman-temannya sudah pulang. Dia tidak tahu. Pada hari ini kedua orang tuanya mau ingat kepada dia dengan jemaat- jemaat. Dan kedua orang tuanya memberi US$1.000.00 untuk gereja itu. Untuk peringatan anaknya dia memberi US$1.000.00.

Ada satu ibu suami istri lain, dia korek sama suaminya: Pa, mari kita juga memberi US$1,000.00 bersyukur kepada Tuhan untuk anak kita. Si suami berkata: Kenapa mesti kasih US$1,000 ? Anak kita kan nggak mati  di Vietnam. Justru itu Pah, dia memberi US$1,000.00 karena anaknya mati di Vietnam. Anak kita hidup, anak kita selamat, anak kita sehat,  tidak mati di Vietnam. Justru itulah aku ingin kamu aku berdua memberi US$1,000.00. Ucapan syukur karena anak kita tidak mati. Saudara-saudara, 2 ibu memberi US$1.000.00 masing-masing. Dua-duanya satu persembahan yang manis dihadapan Tuhan, walaupun yang satu ibu lebih tinggi harganya karena untuk mengingat anaknya yang sudah mati dia beri US$1,000.00 untuk gereja. Tapi yang satu lagi ibu justru dia memberi karena anaknya tidak mati.

Saudara-saudara seringkali kita menangisi sesuatu yang sudah hilang. Kita tidak pernah menghitung apa yang ada sama kita yang Tuhan berikan. Kita  terlalu itungan sama Tuhan. Aduh,  kita ini itungannya luar biasa dengan Tuhan. Sangat hitungan. Padahal Tuhan tidak pernah hitungan. 1 Oktober listrik naik PLN naik maka harap saudara mengerti kalau harus dipadamkan cepat-cepat karena untuk menghemat. Kadang-kadang kebaktian sudah mau selesai, AC sudah dimatikan - untuk menghemat listrik. Listrik naik. Apakah Tuhan pernah charge saudara  tiap hari,  dia kasih matahari. Dia tidak pernah tagih sama kita. Dia liberal. Dia memberi dengan berlebih-lebihan kepada kita. Tapi kita seringkali, aduh, itungan nya sama Tuhan.  Kalau kebaktian sedikit panjang lebih dari jam 6.00 sedikit udah liat jam, udah liat jam terus. Jam sabaraha, jam sabaraha? Hitungan. Rasanya kita rugi ada di rumah Tuhan, padahal Raja Daud berkata: Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, itulah yang aku cari, yaitu supaya aku duduk di sepanjang umur hidupku di rumah Tuhan, untuk memandang  keajaiban FirmanMu. Supaya aku boleh duduk di rumah Tuhan terus untuk melihat ajaib FirmanMu. Seringkali kita terlalu itungan dengan Tuhan. 

Satu kali apa Musa apa Yusak saya lupa, kalau tidak salah Yusak, sudah mau masuk tanah perjanjian. Sebelum masuk tanah perjanjian, diseberang sungai Yordan, masih belum masuk, mereka berkemah dulu. Berkemah nya lama, cukup lama. Mungkin setahun, mungkin 2 tahun. Lalu apa yang terjadi? Suku-suku Israel ini diberkati Tuhan. Domba-dombanya jadi banyak. Padang rumputnya menjadi banyak.  Uh, hebat jadi luas. Lalu tiba hari H dan jam nya J kita akan menyerang, kita akan menyebrang, kita akan  masuk di tanah perjanjian. Siap. Entah Musa entah Yosua, mungkin Yosua: Mari kita masuk tanah perjanjian. Ada satu suku udah keenakan diseberang. Dombanya sudah banyak. Semuanya sudah tambun-tambun sudah banyak. Dia bilang: Kamu aja pergi berjuang, kami mau tinggal disini saja. Lalu  entah Musa entah Yosua, ngomong begini: Apakah enak nggak perasaan mu,  kakak dan saudara mu itu  perang, kamu enak-enak disini. Saudaramu perang menghadap maut disebrang, demi  anak cucu kita, kamu disini enak-enak makan tidur pelihara domba?  Senang nggak? Ada punya perasaan?

Saya bangga jemaat kita, mungkin satu-satunya jemaat di Jawa Barat, saya nggak tahu di gereja lain, yang kalau bedston itu lebih dari 100 orang yang datang bedstone. Tapi masih banyak yang tidak bedstone. Saya bilang sama jemaat saya di Jakarta tadi pagi: Saudara jangan merasa puas. Jemaat saya di Cianjur itu yang bedstone sama dengan jumlah kebaktian minggu di Jakarta ini. Dan mereka berlutut 1 jam. Bukan duduk dikursi, berlutut. Enak nggak kita sebagai jemaat, jemaat lain berdoa, kita tidak berdoa. Yang lain berperang, kita tidak berperang. Perasaan kita genah nggak, enak nggak perasaan kita? Orang lain berperang didalam perang rohani berdoa dan bergumul,  kita tidur. Kita asyik nonton TV. Saudara-saudara, kita terlalu itungan dengan Tuhan. Kita kurang berani berkorban didalam hal ini.   Maka barang siapa mempertahankan nyawa, ia akan kehilangan nyawa dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. 

Saya mau nangis salah, nggak nangis mau gimana atuh yah,  menggembalakan jemaat itu berat. Kalau cuma mau khotbah saja saya nggak apa-apa, khotbah aja saya. Saudara mau sembahyang kek mau nggak, mau puasa kek mau nggak, mau baca Alkitab kek mau nggak,  ah urusan saudara. Saya mah khotbah saja. Digaji, nggak saya. Khotbah saja tiap minggu. Tugas saya sudah selesai. Tapi inilah gembala. Gembala  itu harus memimpin jemaat untuk naik kepada tingkat rohani yang lebih tinggi. Tahun ini mesti lebih bagus dari tahun yang lalu. Karena apa? Karena problemnya didunia sudah lebih jahat. Saya bilang tadi pagi dalam kebaktian pagi: Rawat anak saudara, rumah tangga keluarga saudara, rawat  dengan Firman Tuhan.  Yang sekolahkan anak di Bandung biasakan Jumat Sabtu itu kalau libur pulang di Cianjur sebab ada Firman disini. Saya tidak jamin Firman di Bandung seperti apa. Saya tidak jamin pergaulan di Bandung di Jakarta seperti apa. Tapi kalau di sini saya jamin. Anak-anak saudara akan dirawat oleh Firman Allah. Anak-anak saudara akan dirawat.

Saudara ingat itu orang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho. Digebuk mau mati lalu datang seorang Samaria. Dia bilang: Rawat orang ini dengan 2 dinar.  Rawat sampai aku kembali. 2 dinar itu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru atau 2 dinar itu adalah Roh Kudus dengan Firman Tuhan. Rawat hanya dengan Firman Tuhan keluarga kita bisa dirawat. 

Saudara-saudaraku, aduh, anak-anak sekarang sudah tidak bisa kita atasi dengan kepintaran kita, dengan kepandaian kita. Bandel-bandel sekarang, oh, mereka pandai bicara. Sekarang saudara-saudaraku, di Cianjur saja ini sudah kaya begini. Aduh,  jangan bilang di Jakarta. Ibu RT hamil 8 bulan jual ekstacy,  jual  narkoba sekarang,  anak-anak sekolah, anak-anak SD sudah jual narkoba. Anak pendeta, ya karena  dikasih coba dulu. Sudah  enak, enak, enak, nah mau lagi? Aduh saya nggak punya duit. Nah, biar kamu nggak punya duit nggak apa-apa. Tapi kamu edarin, kalau kamu edarkan dapat persentase. Kalau kamu jual 10 bungkus, 1 bungkus untuk kamu. Kamu bisa pake. Ini kesaksian dari satu anak pendeta. Siapa yang bisa rawat kalau sudah begini. Saudara, kalau sudah kena, itu satu saudara dari Sukabumi, dia selalu ingin menolong orang yang sudah kena. Itu kalau sudah kena ongkos 100 juta untuk kembali normal masih fifty-fifty. Bisa normal atau nggak. Itu 100 juta bisa normal bisa nggak. Sekarang lebih baik mana kita rawat mumpung dia belum kena, rawat oleh FA. Supaya dia tahu yang  mana yang baik, yang  mana yang tidak baik. Supaya dia bisa memilih, supaya bisa dirawat, hanya FT yang bisa merawat kita saudara. Hanya FA yang bisa melindungi jemaat,  hanya FA yang bisa melindungi keluarga kita. Tidak ada yang lain!

Sekarang saya mau tanya, anak saudara yang ada di Bandung lagi ngapain? Apa jaminannya? Apa mereka betul-betul di jalan Tuhan atau tidak? Yang sekolah di Jakarta? Yang jauh dari orang tua? Yang sekolah di luar negeri? Apa jaminannya? 

Satu pendeta dia sekolahkan anaknya di luar negeri. Dia kirim US$5,000.00 sama anaknya. Ini uang adalah uang dari perpuluhan jemaat, ingat ini papa nangis-nangis dapat uang ini. Pakai uang ini untuk sekolah kamu. Sampai disana dia pakai untuk judi. Maka Helga waktu ingin  ke Amerika dulu, saya bilang nggak, jangan. Nggak. Akhirnya disana paksa, di sini paksa, ada satu keluarga, sudahlah tinggal di RT kami di LA. Sudah. Istri saya bilang kasih, kasihlah. Memang sepertinya semangat sekali ingin ke Amerika. Ya, sudah. Tapi saya sembahyang: Tuhan kalau ke Amerika ini tidak jadi berkat, batalkan Tuhan. Seminggu mau berangkat, Tuhan kasih dia punya usus buntunya kambuh. Tiba-tiba. Jadi dia dioperasi. Waktu dioperasi sudah terbakar semua dia punya surat ijin untuk belajar terbakar. Sampai dia menikah. Sudah menikah baru dia ke Amerika. Nah, dari Amerika dia tulis surat melalui internet: Saya berterima-kasih kepada Tuhan karena Tuhan kasih sama saya seorang  papa yang disiplin. Coba kalau Helga dulu maksa-maksa terus, mungkin Helga bisa rusak. Dia sendiri pakai bahasa dia ngomong mungkin Helga sudah rusak, dan tidak tahu jadi apa. Saya berterima kasih kepada Tuhan. Hanya FT yang bisa merawat kita.  

Saudara mau dengar gembala sidang apa tidak terserah saudara. Tapi saudara mau dengar-dengaran pada gembala sidang, anak saudara nanti dengar-dengaran pada saudara. Saudara bantah pada gembala sidang, nanti anak saudara bantah pada saudara. Saudara mau pilih yang mana ? Saya tidak ada ambil keuntungan. Tapi orang yang liberal, akan merancangkan perkara-perkara yang hitungannya itu liberal. Dan diakhir jaman  dengan cara mereha hidup liberal itu  - bukan bebas maksudnya - tapi suka memberi. Ah, saya dapat itu, Tuhan sudah kasih itu kata: generosity, generous. Jadi mari kita kembali kepada Yesaya 32, karena kata-katanya sudah dikasih sama Tuhan. Generous. Yesaya 32:8 Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak demikian. 

Ada ibu yang suka masak buat saya. Saya bilang tidak usah banyak-banyak, Bu. Satu macam saja. Karena saya makannya sedikit. Nggak usah banyak-banyaklah, satu macam saja, sudahlah. Dua hari sekali. Selalu bikinnya 2 atau 3. Tapi saya ketemu ini ayat. Saya tidak mau menutup berkat orang. FA berkata: generosity, suka memberi, akan membuat orang itu dipelihara di akhir jaman. Suka memberi. 

Dalam satu jaman kelaparan Tuhan bilang 3.5 tahun tidak ada lagi hujan. Elia berkata di depan Ahab: 3.5 tahun tidak turun hujan. Maka karena tidak turun hujan, gandum tidak jadi. Karena tidak ada gandum, roti tidak ada. Karena tidak ada roti, bala kelaparan di sana-sini. Tuhan bilang sama Elia: Pergi kamu ke sungai Kerit. Namanya saja sudah Kerit. Kalau bhs Sunda Kerit nggeus potol.  Duduk disana. Ya, saudara, air yang mengalir aja cuma sedikit.  Makan apa saya disini. Heran saudara, Tuhan pake burung gagak. Burung gagak yang hitam itu. Tiap hari dia bawa roti. Jangan tanya sama saya itu roti dari mana. Jangan tanya. Wo pu ce tau. Tapi dia bawa roti. Dia bawa roti dan berhenti didepan Elia. Yang saya bingung kenapa itu burung gagak nggak makan sendiri itu roti. Ini lagi bala kelaparan, tapi heran dia bawa kepada nabi Tuhan. Nabi Tuhan makan roti satu, minumnya itu dari sungai kerit. Beberapa bulan. Sampai satu hari datang firman Allah lagi:  Elia, sekarang  kamu pergi ke Sarfat. Sarfat itu bukan kota tapi desa. Sudah desa kampung, sudah kampung lembur, sudah lembur, lembur kuring lagi. Paling beuleuseuk, becek. Lembur  saudara-saudara. Dan disana kamu temuilah aku janda. Saya baru khotbah baru kasih pelajaran Timotius sama murid-murid: Bantulah janda yang janda betul, janda yang didaftar di gereja yang 60 tahun keatas. Bukan janda muda, karena banyak janda muda di Jakarta saudaraku punya keh weh 4-5 milyar. Yang itu jangan dibesuk.  Nah, banyak pendeta-pendeta besukin janda, doain janda yang muda, janda itu aja yang punya kehweh didoain. Tidak. Kadang-kadang kita berdoa juga musti rubah. Jangan hanya doain janda-janda yang miskin, tapi duda-duda juga, saudara-saudara.

Nah, apa yang terjadi? Pergi ke janda itu, pergi ke Sarfat. Ya, dia pikir itu janda kaya karena dia pernah doakan satu janda punya anak. Begitu dia lihat, lah, janda ini saudaraku sudah kurus kering kurang daging kaya kucing. Lalu dia bilang sampurasun. Ini kan pake cerita sinetron. Sampurasun. Ibu janda itu nengok pelan-pelan. Begitu nengok, dia bilang ada apa? Beri aku minum. Dalam jaman kelaparan kasih minum sih nggak apa-apa lah. Baru dikasih minum: Bikinkan juga aku makanan. Nah ku  bedegong-bedegong teuing ieu tamu teh. Baru minta minum belum disuruh duduk, nggeus minta makan deui, saudara. Saya suka ingat mama saya, aduh mama saya  juga suka  kadang-kadang sudah cape masak. Aduh mama mah resep lamun melayani oom Sore. Ngelayanin oom ini, dapat berkat. Jemaat,  khotbah dapat berkat. Da berkatnya juga ada. Aduh ini mah ieu tamu. Kalau pendeta ini mah datang-datang teh: Tante ada makanan. Euweuh deui geus beuteung gendut ge tante  ada makanan. Padahal manehna saminggu teu makan ge moal paeh ceunah. Tapi ini teh tante ada makanan. Jadi kesel. Jadi ini juga nih Elia teungteuingeun. Belum diminum itu air: Bikinkan aku makanan. 

Maka bersaksilah ini janda, saudara: Aku hanya punya tepung segenggam. Dan minyak di buli-buli.  Aku sedang membuat apem,  sedang setelah jadi apem, aku akan makan apem itu,  aku dan anakku, besok kami akan mati. Dipotong sama Elia: Demi Tuhan  yang hidup,  bikin dulu buat aku. Ditengah kelaparan, besok akan mati,  apem cuma satu bikin dulu buat aku, demi Tuhan yang hidup. Kalau saya minta makan sama saudara, saudara kan punya makanan banyak di rumah. Beras saudara berkarung-karung. Yah, geus we ko Yoyo yu urang ka restoran makan heula ari hayang makan jeung oweh mah. Yu diajak makan. Hayang makan naon? Edek kepala peda? Tapi kalau dalam kelaparan, adalah hak saudara sendiri untuk makan dengan anak saudara, tiba-tiba ada pendeta baru ketemu waktu itu juga demi Tuhan yang hidup bikinkan aku dulu.   

Di sinilah saya melihat Matius 10 itu terjadi: Siapa kehilangan nyawa, ia mendapat nyawa! Dia bikin dulu. Karena Tuhan yang hidup dan karena tuan  minta, saya bikin untuk tuan.  Dia bikin, saudaraku. Apem jadi satu. Dia kasih dengan ikhlas, saudara. Nih, makan. Jeung makan teh disamualkeun kabeh deuih, nggeus jalan jauh. Sekarang bikin untuk kamu dan anakmu. Ketawa itu perempuan. Bikin apem untuk aku dan anakku. Begitu dia kembali, dia bingung, tepung itu masih ada. Minyak itu masih ada. Dia bikin. Jadi satu. Nih buat anak, buat kamu, makan. Anak juga lapar. Dia balik lagi. Tepung itu masih ada. Bikin lagi, dia makan. Minta tambah Elia. Ada lagi. Dia bingung ada lagi.  Ma, tambah. Ada lagi. Ada lagi. Terus. Tambah lagi. Terus saudara. Terus nggak habis-habis. Alkitab katakan sampai 3.5 tahun, sampai hujan turun, itu minyak itu apem itu tepung tidak habis-habis. Ada haleluyah, saudara-saudara ? Karena apa? Suka memberi ditengah-tengah kesukaran. Ini kesaksian hidup Elia terlalu jauh. Ini yang di Surabaya nggak terlalu jauh.

Ada satu gereja mau dibangun. Pendetanya mau bangun kurang modal. Dia datang sama jemaatnya satu toko emas : Brur, saya pinjam emas 5 kg. Habis bangun gereja selesai, nanti saya bayar. Oh, nggak apa-apa, Oom. Silahkan. Memang orang rohani. Dia siapkan emas 5 kg, dia kasih sama pendetanya. Saya pinjam ya. Tulis PINJAMAN EMAS 5 KG. SELESAI GEREJA, BARU DIBAYAR. Nanti cicil ngasihnya. Okey. Kasih. Sudah. Dia jual 5 kg emas itu, dia bangun gereja sampai selesai. 1 tahun selesai, semua ditahbiskan, sudah selesai, ini pendeta datang sama jemaat  itu. Panggil jemaatnya: Brur, datang kesini. Datang sama istrinya naik Vespa. Ada apa Oom ? Ini emas  yang 5 kg yang saya pinjam satu tahun yang lalu Tuhan sudah berkati. Kita punya rumah kebaktian sudah selesai. Ini emas 5 Kg. Oh, sudah. Terima kasih ya sudah kasih pinjam. Sudah. Pulang. Taruh emas di Vespa, pulang. Istrinya di boncengan. Ngomong istrinya: Begitu ya, begitu ya? Begitu apa? Hm, papa. Papa apa? Ya gitu ya  kalau sama Tuhan itu kasih pinjam emas ya? Ya kan sudah kasih pinjam emas, kita nggak minta  bunga, ngasih pinjam emas. Oh, begitu ya. Ya begitu apa? Ya itu papa sama Tuhan itu kasih pinjam emas ya? Ya, kan kamu juga tahu dia pinjam emas setelah nanti bangun gereja selesai emas dikembalikan emang saya salah apa? Nggak minta bunga, nggak minta apa kan udah ini  juga korban. Oh, begitu ya. Jadi papi sama Tuhan itu kasih pinjam emas ya? Ya, memangnya kenapa? Nggak, oh, begitu ya!

Sepanjang jalan belum sampai di rumah istrinya ngomong: Oh, begitu ya! Jadi papi sama Tuhan itu kasih pinjam emas ya? Maunya mami gimana? Nggak, cuma ngomong aja, oh  papi sama Tuhan itu kasih pinjam emas ya. Jadinya dia bingung. Maunya mami gimana? Ya, papi  jadinya sama Tuhan itu kasih pinjam emas , ya? Akhirnya baru suaminya terbuka. Dia belok lagi ke gereja. Dia bilang: Oom, saya sumbangkan ini 5 kg emas - bukan duku saudara, 5 kg emas ini - kalau duku 5 kg mah gampanglah, martabak 5 kg,  kesemek 5 kg, kwaci 5 kg, ketan hitam 5 kg. Gampang. Emas 5 kg. Ini dikorbankan saja. Betul ini ikhlas? Betul, oom. Ikhlas, rido. Puji Tuhan.  Ya sudah, didoakan, diberkati Tuhan. Waktu pulang, dicubit perut suaminya: Gitu dong, nah itu baru suami dari mama. 

Saudara-saudara, kita terlalu itungan sama Tuhan. Aduh kita ini bhs Ibraninya: Meureukeudeuweung. Kalau sudah soal ini kita kurang suka memberi. Kalau kolekte itungan. Saudara udah mau kolekte dari rumah 10.000 tapi begitu diumumkan kolekte  hari ini 2 kali karena yang satu untuk listrik dibagi 2, 5000 - 5000. Aduh itungan betul sama Tuhan. Dan jangan marah - jangan marah - kalau Tuhan juga itungan sama saudara karena dikatakan dalam Yohanes 4: Ia turunan Yahudi. Oh, Yahudi kalau itungan saudara nanti ampun-ampunan  nangis bombay, karena dia juga itungan, tapi kalau kita tidak itungan satu sendok kita kasih, satu sendok Tuhan kasih. Cuman sendok Tuhan lebih gede. Kita mah sendoknya sendok  teh, Dia mah satu sekop. Jadi saudaraku, kita kasih satu sendok untuk Tuhan, Tuhan kasih satu sekop untuk kita. Ada haleluyah, saudara? Siapa suka memberi, dia akan dipelihara di akhir jaman. Itu kata FA. Dia akan dipelihara, tidak akan pernah kekurangan. Mari kita lihat ayat emas kita, II Korintus 

8:1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. 
8:2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan - kata kemurahan inilah generosity tadi, liberal, senang memberi, padahal miskin tapi suka memberi. Maunya memberi terus -
8:3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. 
8:4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. 
8:5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.  

Luar biasa ini jemaat Makedonia. Jadi orang-orang Korintus mencontoh. Jemaat Makedonia kecil tapi suka memberi.  

8:6 Sebab itu kami mendesak kepada Titus, supaya ia mengunjungi kamu dan menyelesaikan pelayanan kasih itu sebagaimana ia telah memulainya. 
8:7 Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, - dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami - demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini. 

Itu roh suka memberi. Kalau saya bilang roh suka memberi, tidak hanya berupa sesuatu yang diberi itu berupa uang atau pemberian. Bukan! Waktu juga, perhatian juga, waktu kebaktian saudara datang itu sudah memberi waktu untuk Tuhan. II Korintus

9:6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. 
9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. 
9:8 Dan Allah sanggup melimpahkan - ini generous - segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa - kalau senantiasa itu terus menerus - berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. 
9:9 Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya." 
9:10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; 
9:11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami. 

Saudara, umpamanya kita ini semua petani. Petani. Panenlah kita. Umpamanya kita semua sama. Kita mempunyai 10 petak sawah. Panen semua. Saudara, separuh itu beras saudara jual, separuh saudara makan, maka saya jamin pada tahun berikutnya saudara tidak  punya panen lagi. Karena yang lain dijual, yang lain dimakan. Tapi petani yang pandai dia tidak makan semua, dia tidak jual semua. Ada bagian yang dia bikin persemaian,  dia bikin jadi benih lagi jadi binih deui supaya pada masa tanam dia sudah punya benih untuk ditanam. Lebih banyak benih yang ditanam, panennya lebih banyak. Ah, saudara bilang saya mau tanam 5 petak saja, terserah. 5 petak saudara tuai. Saya mau tanam 11 petak sekarang, silahkan, 11 petak saudara tuai. Jadi tuaian itu bagaimana tanaman. Saudara tanam kedul, silahkan, saudara tidak akan dapat lagi berkat. Saudara menanam rajin, silahkan, saudara yang untung. Ini hukum alam! 

Saya suka saksikan itu karena ini pengalaman saya, ini karena saya alami ini. Nah, dibelakang gereja ini aya kulah. Babaturan saya, si Cia, si Ujang, Si Uban baheula tah didinya. Si Acai, babaturan. Masa kecil kita mah nggak kaya sekarang, saudara-saudara. Sekarang mah ada si Sin Can. Dulu mah euweuh si Sin Can, saudara. Boro-boro aya si Sin Can, televisi ge hitam putih tapi geuyeuh we eta sireum. Antene paluhur-luhur aya langlayangan nyangsang, euweuh we. Gambar langlayangan di televisi. Jaman dulu mah tidak seperti sekarang. Jadi waktu saya masih kecil, masih SMP lah kitu, masih senang saya mancing di belakang pake gebog cau. Gedebog itu badan pisang. Badan pisang diambil nih. Srrrt, ada satu benang diambil kecil, taruh remeh nasi. Beureunyit  pake mangkok dari mama da dari kaleng dicaian. Bari nagog. Ct ct  jatoh ikannya. Diangkat itu teh karena mulut nya teh nggak bisa ngambil kaangkat. Dikitukeun we jatuh ikannya. Remehnya mah disitu situ keneh. Nah, kita adakan perlombaan. Kompetisi ngala beureunyit. Saudara-saudaraku, si Acai, si Uban, si Ujang,  si Cia kabeh, wah si Eman, anak Ustad itu. Saya belajar tuh sama orang kampung.  Bari ololeho keneh. 

Satu kali sudah besar saya diajak tangkap ikan, saudaraku di Pulau  Seribu.  Pak Dicky Saroinsong bilang: Ayo, kita beli udang. Udang besar begini. Saya bilang udang ini mah sayang atuh dipake pancing. Enak dimakan. Jangan brur Yoyo, kita pakai pancing. Buat apa? Buat ikan tongkol! Pancing. Bener, saudara. Tarik,  tongkol besar. Nah, dalam pikiran bodo saya, bisa nggak tongkol itu pake remeh. Remeh kita taruh pake di lautan. Hai tongkol, hayo atuh tongkol. Teu bisa. Nggak bisa. Saudara tabur remeh dapat bereunyit. Tabur remeh dapat beureunyit. Tabur remeh, beureunyit. Biar bagaimana, saudara ingin memberi remeh pada Tuhan, dapat beureunyit. Remeh beureunyit. Kolekte remeh, beureunyit. Remeh, beureunyit. Aurkeun remeh, datang beureunyit ngabariyek. Ah, saudara teh sekarang ce ni ce pai  setahun sekali saya pasang udang besar. Da beurenyit makan udang moal  bisa, da gede euing. Tongkol yang datang. Ada haleluyah, saudara? Nu hiji dikeureut dijieun pindang, nu hiji dikeureut bere tatangga. Teu beak-beak da tongkol teh panjang awakna. Tah, karena apa ? Mantap. Demikianlah juga hukum alam ! 

Saudara edek kopet ka Tuhan, edek itungan - Dia orang Yahudi. Heg. Cuma memberi,  Dia Anak Allah, lebih suka memberi dari saudara. Jangan jihad saudara, jangan. Kita mah nggak usah jihad, kita mah jahit. Ngajaitan we urang mah. Ngajaitan itu artinya mengangkat. Mengangkat berkat. Yang Tuhan kasih, jait, jait, jait. Keun batur nu jihad, urang nu ngajait. 

Jadi saya mundur kebelakang. Apa yang saya tuai sekarang, itu adalah taburan saya. Pada umur 18 tahun sampai umur  30 tahun aku menabur. Sekarang umur 40 tahun keatas sudah aku sekarang menuai. Pada usia 37 tahun, saudara-saudaraku, ada satu ibu berdoa di Jakarta waktu saya ulang tahun itu saudaraku, dibikinin kue usia ke 37  saya tidak pernah lupa itu karena selama 37 tahun saya ulang tahunnya 27 Agustus. Baru pada ulang tahun ke 37  ketahuan saya bukan 27 Agustus lahirnya, 28 Agustus. Mama salah nulis. Tanggalnya Paulus sama tanggalnya saya terbalik. Jadi Paulus 27 Maret dirubah ke  28 Maret. Jadi yang betul Paulus 27 Maret saya 28 Agustus. Itu yang betul. Dilihat suratnya. Berdoalah satu ibu di Jakarta, sampe nangis-nangis: Oh, Tuhan Yesus, kami berterima-kasih kepada Engkau karena hamba mu Bpk Awondatu yang setia Cianjur-Jakarta Cianjur-Jakarta terus menerus belum celaka sampai sekarang. Aduh Tuhan. Saya yakin saudaraku, maksudnya bukan begitu, terus menerus tapi tidak celaka-celaka terus dilindungi Tuhan. Jadi habis sembahyang saya bilang: Ci,  tolonglah diralat sembahyang nya karena kalau belum celaka artinya bakal celaka. Tapi anak Tuhan saudaraku, kalau dilindungi Tuhan sampai akhir jaman kita akan dilindungi Tuhan. Amin?   

Kisah Rasul 20. Ini  ayat terakhir. Kalau sudah terakhir sudah. Dalam Kis Rasul 20 saudara-saudara, kita membaca ayat yang tidak diberi tahu kepada murid-murid Yesus yang lain,  tapi hanya diberi tahu kepada Paulus. Tidak diberi tahu kepada 12 murid Yesus yang lain.  Ini ayat hanya diberitakan kepada Paulus. 20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." 
Terlebih berkat memberi daripada menerima. 

Tadi pagi ada yang kasih SMS. Satu wanita anggota jemaat lain dari Jakarta: Bapak Awondatu saya mau tanya, boleh nggak perpuluhan saya, saya beri untuk pembangunan gereja di Sulawesi Selatan? Ada proposalnya dia mau bangun gereja. Saya jawab: Persepuluhan bukan dan tidak boleh untuk pembangunan gereja. Yang 9/10 boleh bawa tapi yang 10% itu milik Tuhan. Kembalikan sama Tuhan, nanti saudara akan diberkati oleh Tuhan. Terlebih berkat memberi daripada menerima. Ini saya pernah khotbah di atlet-atlet di Senayan. Sementara saya khotbah. Lebih berkat memberi daripada menerima, ada atlet tinju, saudaraku dari Irian. Dia bilang: Amen. Karena petinju itu lebih berkat memberi dari pada menerima. Betul saudara-saudara. Tapi pada malam hari ini, saya ingin beritahu kepada saudara-saudara, didalam hal yang rohani. Terlebih berkat memberi daripada menerima ! 
Kita berdiri bersama-sama. Haleluyah. 

-- o --   

Minggu, 14 Oktober 2001

KEBERANIAN DAN JALAN MASUK

Mari kita buka Alkitab kita dalam surat Efesus 3. Kita akan melihat satu dua ayat disana untuk renungan kita pada sore hari ini. Biasakan saudara kebaktian bawa Alkitab supaya seperti saudara sekolah membawa buku. Efesus

3:11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. 
3:12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. 

Ayat 11 mulai dengan kata sebuah maksud abadi. Maksud yang abadi artinya maksudnya itu kekal, tidak berubah-ubah, mantap. Jadi biarpun musim berganti, saudara-saudara,  cuaca berganti, kalau disebut abadi itu abadi - dia tidak berubah. Nah, sebentar lagi kita akan merayakan Natal. Kenapa natal itu kita memakai pohon cemara. Saya diwawancara Selasa yang lalu oleh satu majalah rohani Genta - itu dikelola oleh eks-eks narapidana yang bertobat di penjara dan mereka sekarang banyak yang jadi hamba Tuhan. Dia bertanya bagaimana pendapat bapak mengenai ada beberapa pendeta yang bilang Natal itu adalah hari raya kafir, jadi tidak perlu dirayakan lagi. Saya bilang memang Alkitab tidak menyuruh kita merayakan Natal, tapi waktu Yesus lahir, Tuhan mengirim 2 hal yang indah, yaitu Dia pakai satu bintang yang bisa berjalan memimpin orang Majus. Bintang itu jalan dan orang Majus itu dipimpin dari Iran jalan naik unta nggak ada kekeran jaman dulu nggak ada seperti sekarang. Tidak ada kendaraan tidak ada jalan aspal, dipimpin oleh bintang sampai keatas kandang domba Bethlehem.  Yang ke-2  Tuhan itu kirim malaikat, bukan mimpi, malaikat itu datang beuleugeudeugan nyanyi sing of joy song of joy nyanyi di padang Efrata kepada para gembala. Jadi kalau Yesus lahir, Tuhan pakai bintang terus nyanyian dinyanyikan pake malaikat, bukan rekaman kaset tapi malaikat sendiri turun Allah sendiri merayakan kedatangan anak-Nya, masa kita tidak boleh merayakan silahkan saja merayakan asalkan kita tidak salah kaprah merayakan dengan berpesta pora. 

Nah, maksudnya Yesus diturunkan dalam dunia ini adalah dengan maksud abadi. Apa maksudnya? Dia, Yesus itu mengerjakan maksud abadi itu yang Tuhan sudah tentukan sejak semula. Mari kita cuci otak dulu. Maksud abadi, maksudnya Allah yang tidak pernah berubah. Saya bicara dalam kebaktian PA hari Rabu, Tuhan itu nggak kenal agama. Agama itu bikinan manusia. Tuhan itu tidak kenal agama Kristen, agama Yudaisme, agama yang lain - agama ada 70 macam agama di dunia - Tuhan nggak mau tahu. Karena Dia tidak pernah membuat agama dan tidak pernah  katakan dirikanlah agama. Tidak. Dia punya satu maksud abadi untuk menyelamatkan saudara dan saya. Haleluyah? Tetapi Dia  kerjakannya saudara-saudaraku dilaksanakannya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Nah, saudara musti kenal dulu ayat 11 ini sebelum saudara bisa mengerti ayat 12. Saudara musti tahu Tuhan itu punya maksud abadi menyelamatkan manusia. Dan Dia tidak pakai cara lain, Dia menyelamatkan manusia hanya melalui Yesus Kristus. Adapun kita sekarang disebut agama apa di KTP agama Kristen - itu karena manusia. Saudara tahu istilah Kristen,  itu ejekan olokan orang-orang pada jaman Paulus kepada pengikut-pengikut Kristus. Orang yang mengikut Kristus itu diejek: Itu si Kristen, pengikut pengikut Kristus.  Ini  ejekan untuk Kristen. Maka sekarang disebut agama, ya kita hanya disebut-sebut saja agama. Sebetulnya Tuhan tidak bikin agama. Dia cuma mempunyai satu rencana keselamatan yang dikerjakan dilaksanakan melalui Yesus Kristus. Ini satu pokok: Yesus melaksanakan tujuan maksud abadi dari Allah. Sudah disini. 

Sekarang ayat 12 bagian kita. Dalam ayat ke 12 dikatakan disana 3:12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan. 

Malam ini saya ingin bicara 2 hal ini. Keberanian dan Jalan Masuk. Boldness and Access. Keberanian dan jalan masuk. Saudara kira saya ketemu Gus Dur tidak memakai akses. Ada aksesnya. Ada orangnya. Ada jalurnya kita ketemu Gus Dur. Kita tidak ketemu di Istana, karena kalau ketemu di Istana, saya dapat nomor mungkin 777. Ketemu mungkin 3 bulan 4 bulan lagi. Tapi saya langsung ke Jalan Irian, ya, kita bawa empe-empe karena empe-empe ini kesukaan Gus Dur. Jadi waktu ditanya ada apa saya mau ketemu Gus Dur, mau bawa empe-empe - padahal Gus Dur sendiri empe-empe. Tetapi saudara-saudaraku dia ingin makan empe-empe. Oh, silahkan masuk, Gus Dur masih di Halim Perdanakusumah.

Waktu masuk, banyak businessman businessman besar di situ. Saya manggut saja ya yang punya pabrik-pabrik besar. Saya manggut, saya juga pakai dasi walau Gus Dur nggak lihat tapi saya kan bisa lihat saya pakai dasi. Jadi saya duduk pakai dasi. Bapa siapa namanya? Yoyo. Dari mana? Cianjur. Beda G saja. Gus Dur dari Ciganjur, saya dari Cianjur. Saya diminta ke sini datang mengantar empe-empe. Ini saya bicara itu akses. Tapi akses sudah ada, kita musti punya keberanian. Bawa empe-empe itu musti berani saudara-saudara, karena itu pengawal-pengawal  Presiden kumisnya baplang-baplang, saudaraku, cincinnya gede-gede ya pengawal presiden ... hebat. Datang Gus Dur lalu saya berdiri. Gus saya mau gitu, dia jalan langsung ke kamar sebelah. Saya disuruh duduk: Bapak duduk saja nanti tunggu panggilan. Bapa nomor berapa datangnya? Saya bilang saya pasti dipanggil dulu. Nggak masih banyak ini ada 8-10 pengusaha. Saya diam. Begitu penerima tamu datang sama Gus Dur, siapa saja mungkin Gus Dur tanya tamu-tamunya. Tersebutlah nama si Yoyo dari Cianjur. Disebut dulu dipanggil dulu saya. Panggil itu Yoyo dari Cianjur. Jadi saya melangkahi mereka itu yang semua-semua itu saya dipanggil dulu. Nah, yang ini tidak ngerti tidak kenal sama saya. Ini saya bicara akses - jalan masuk. Saya ketemu Gus Dur kita bicara sama-sama. Yang lain tunggu padahal udah duluan. Saya kan punya akses. 

Saudara, di dalam Yesus kita punya akses kepada Allah. Tidak ada seorangpun yang bisa mencapai Bapa kecuali dengan Aku, kata Yesus. Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup, tidak seorangpun bisa mencapai Bapa  kecuali dengan Aku. Ada haleluyah, saudara? Nanti saya akan selingi dengan kesaksian  yang hari ini saya dengar banyak kesaksian  yng luar biasa. Hari ini saya sangat diberkati oleh Tuhan karena mendengar kesaksian-kesaksian yang luar biasa. Nah, mari kita perhatikan 2 ini: Keberanian dan Jalan masuk. 

Kita mau bicara dulu yang pertama. Keberanian. Banyak kali orang Kristen ini datang ke gereja seperti kucing kesiram air. Mereka datang kepada Tuhan dengan rasa takut yang negatif, bukan takut positif. Mereka datang ke gereja seperti pesakitan. Mereka nyanyi dengan muka yang panjang, lebih panjang dari muka kuda padahal dia sendiri sudah shio kuda. Saudara-saudaraku, kadang-kadang kita datang kepada Tuhan seperti datang dengan beban yang berat, membawa beban yang berat. Kita tidak berani menengadah. Saudara lihat si pemungut cukai yang berdoa. Dia dapat akses, dia dapat jalan masuk, tapi dia tidak punya keberanian. Dia cuman berdiri dari jauh, dia tidak berani menengadah ke langit. Dia hanya tepuk dada: Ah, Tuhan kasihankan aku, orang berdosa. Dia punya akses tapi dia tidak punya keberanian. Ada yang berani orang Farisi, tapi sayang dia tidak punya akses: Ya, Tuhan aku ini memuji, bersyukur kepadamu karena aku bukan pezinah. Bukan pezinah saja saudaraku tidak diterima, apalagi yang suka zinah. Dan aku bukan perampok. Yang bukan perampok saja tidak bisa diterima sama Tuhan, apalagi yang sweeping, apalagi yang suka garong merampok,  apalagi yang suka majek. Bagaimana dia mau masuk sorga. Aku berpuasa 2 kali satu minggu. Berpuasa saja tidak bisa diterima, apalagi yang nggak suka puasa. Mau kemana? Membawa persepuluhan. Bawa perpuluhanpun belum bisa masuk, apalagi yang nggak bawa. Mau kemana saudara-saudara? Bawa perpuluhan saja tidak diterima. Dia berani sembahyangnya tapi dia tidak punya akses, dia tidak punya jalan masuk. Yang satu dia berani, dia punya jalan masuk tapi dia tidak berani.

Dalam Ibrani 4 disana kita mendapat satu ayat yang luar biasa. Ibrani 

4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. 
4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. 
4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian, - boldness, ini kata keberanian yang sama dengan ayat didalam Efesus tadi, Efesus 3:12, kata keberanian yang sama, boldness -. 

Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian, bukan dengan malu-malu, bukan dengan takut-takut, bukan dengan maju mundur, tapi dengan keberanian, menghampiri takhta kasih karunia Allah. Jangan seperti orang pemungut cukai yang menengadah ke langit pun tidak berani dia hanya jauh-jauh saja. Tapi kita harus berani menghampiri tahta anugrah Allah, tahta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. Ada haleluya, saudara? Kita harus punya keberanian. 

Nah, tadi pagi saya kebaktian di Jakarta, karena tadi malam saya harus menghadiri satu kebaktian ulang tahun kawin emas, dari jemaat kita dari Ambon, sekarang sudah pindah ke Jakarta. Saya kaget, istrinya bapak Erik menghampiri saya dengan penuh sukacita. "Puji Tuhan saya bisa kebaktian sekarang" "Oh iya". Dua anaknya dibawa, tiga-tiganya dibawa. "Mana Erik?" "Lagi parkir mobil". Lalu datang Erik, saudaraku, dia berjalan. Erik ini tiga minggu yang lalu jantungnya, denyutan nadinya saja 150. Itu terlalu cepat untuk orang sehat. Di paru-parunya penuh dengan air. Komplikasi. Waktu dibawa ke rumah sakit, lima dokter handal, lima dokter goyang kepala. Kenapa begini terlambat datang di rumah sakit ?  Jadi sang istri ini namanya Suci, Suci betul, katanya Suci. Istrinya ini Ibu Suci, itu disalahkan sama keluarga dari Bapak Erik, kenapa engga tanya, bagaimana dia, bagaimana keadaan dia, bagaimana dia, karena ibu ini, Ibu Suci baru terima Tuhan sejak menikah, dia terima Tuhan. Jadi dia dapat Firman Tuhan tidak dari pendeta lain, hanya satu pendeta saja, dari saya. Nekadnya luar biasa. Dia berdoa begini : Tuhan, saya tidak mau tahu, dia bersaksi lebih kurang seperempat jam tadi, dengan air mata bercucuran, saya tidak mau tahu dokter bilang suami saya bagaimana. Saya tidak mau tahu dan tidak mau lihat dan tidak mau dengar, saya tidak mau mengerti apa yang dokter bilang, apa yang gambar foto bilang harus begini, harus begini. Saya tidak mau. Yang saya tahu, Engkau harus dan akan menyembuhkan suami saya. Wah ini luar biasa ini. Lima dokter termasuk dokter spesialis jantung itu goyang kepala keadaan Erik ini, karena komplikasi.

Saya dua kali besuk. Satu kali besuk dia baru masuk ICCU. Kedua kali saya besuk, saya habis doa malam, ya doa malam, persis dua Jumat yang lalu. Sabtunya tuh saya besuk dia. Waktu saya besuk, dia sudah diselang sudah tidak bisa makan, sudah diselang, makan sudah dimasukin selang, lalu ditangannya sudah diinfus, infus saja sampai ada empat, lima infus. Istrinya tiga hari tiga malam dia tidak tidur. Dia berperang, berkelahi seolah-olah dengan situasi dan kondisi. Dokter bilang, kita cuma tunggu, kasih tahu keluarga semua di Jakarta, di Bandung bahwa Bapak Erik hanya tinggal tunggu saja. Vonis sudah dari dokter, dia hanya tinggal tunggu mati. Tapi ini istri sendirian, imannya luar biasa, dia punya keberanian, dia punya boldness. Dia bilang, saya tidak mau tahu dokter bilang apa, yang saya tahu Tuhan Yesus akan sembuhkan suami saya.

Nah, waktu itulah saya berdoa, yang kedua kali, ini pengakuan kesaksian tadi, sayapun jadi nangis dengar kesaksian tadi. Setelah berdoa saya tumpang tangan, saya keluar, saudara Erik masih minta mau tulis, dia mau nyumbang untuk majalah Kerajaan Allah, dia mau nyumbang. Tadi dia bersaksi, istrinya itu, saudara Erik ada. Katanya waktu saya berdoa itu, saya pakai baju merah. Istrinya berkata saya pakai baju merah. Dan di ICCU itu kan tidak ada jendela, tapi saudara Erik dia melihat dalam visi, saya memakai baju putih yang bersih, kemeja putih yang bersih, cekas, bersih, dan saya buka jendela, padahal tidak ada jendela. Waktu saya berdoa itu, saya katanya, dia lihat, saya buka jendela. Begitu saya buka jendela, ada cahaya masuk yang saudara Erik belum pernah lihat sebelumnya. Cahaya itu begitu putih sampai dia tidak bisa lihat. Padahal saya sudah keluar. Sejak dia lihat cahaya itulah, dokter foto lagi dan menurut istrinya, dibandingkan fotonya, kenapa bisa begini ? Ini yang tiga minggu lalu, sekarang kenapa bisa begini? Menurut ilmu kedokteran, lima dokter sudah goyang kepala, sudah suruh tunggu saja. Tapi dokter diatas segala dokter, Dia bilang harus datang kebaktian pagi hari ini. Dan saya ingat, saya bilang sama istrinya, waktu pagi itu, kapan dia mulai jadi baik? Waktu malam. Doa malam, saya ingat saudara Onesimus mendoakan ini: Tuhan, Engkau tolong Bapak Erik, jam satu itu saya tidak lupa. Tuhan, Engkau tolong Bapak Erik. Saat yang sama, menjadi baik, dari 150 denyut itu menjadi normal 99 atas 120. Tekanan darah jadi normal denyutnya juga, hanya hilang suara. 

Saudara-saudara, tangan-Nya sudah terbuka. Jalan sudah terbuka.  Yang Dia tunggu keberanian saudara. Keberanian untuk masuk kepada tahta anugerah,  untuk dapat pertolongn pada waktunya. Haleluyah. Mungkin yang doa malam waktu Jumat kaget wih ada mobil Lexus ya itu harganya 1 milyar. Jangan anggap itu saya punya ya saudara-saudara. Itu ada satu konglomerat ikut doa malam. Setelah doa malam dia amin, dia bilang: Oom saya mau pulang juga sekarang ini. Saya bilang tidur saja ada kamar banyak. Nggak, saya mau pulang. Dari Jakarta saudara-saudaraku, konglomerat dia ada satu beban. Dia bilang oom saya ada beban. Ya kalau mau ikut doa, doa.  Tadi saya ketemu dia lagi. Beban sudah diangkat semua sudah lewat.

Saudara-saudara, hanya kita tinggal pakai keberanian. Tuhan sudah tunggu tangannya terbuka, kita tidak mau datang-datang. Dia seperti induk ayam memanggil anak-anaknya kita tidak datang-datang. Terserah, tapi mau saya katakan bodo kita. Kalau Dia sudah panggil kita datang, kita tidak datang. Kalau Dia sudah siapkan rahmat dan pertolongan pada waktunya, kita tidak berani datang. Itu bukan salah Tuhan, itu salah kita. Itu sebabnya kita harus berani, kita harus datang berani bukan karena kita hebat tapi karena Dia suruh. Dia suruh mari kita datang kepada tahta anugerah Tuhan, minta pertolongan Dia pasti beri pertolongan pada waktunya. Haleluyah ! 

Ini peperangan luar biasa, saudaraku. Ada seorang istri di Jakarta punya anak perempuan satu. Suaminya aduh. Zig-zag terus balapan mobil. Ikut Osama bin Laden. Ini Osama bin Ngeden. Puji Tuhan pak Awondatu, suami saya sudah baik. Besoknya, aduh pak Awondatu bagaimana suami saya ngaco lagi. Nanti lusanya Puji Tuhan pak Awondatu FT SMS itu memberi kekuatan, suami saya baik lagi. Nanti lusanya lagi pak Awondatu gimana dia sudah mau meninggalkan saya. Dan sudah putus. Sudah putus, dia akan ditinggalkan.  Dia akan ditinggalkan. Maka saya kasih SMS yang terakhir: Anak Tuhan itu suka rekonsiliasi. Dia suka rekonsiliasi. Saya heran saudara, tadi pagi suaminya ada di kebaktian.  Tinggal keberanian kita saudara. Minta jangan yang kecil-kecil dong. Minta yang luar biasa, karena Bapa kita ini luar biasa. 

Tadi pagi saya katakan di jemaat di Jakarta: Mujijat yang besar hanya  diberikan kepada orang yang mempunyai iman yang besar. Dan iman yang besar dimiliki oleh orang-orang yang berani. Orang orang pemberani. Boldness. Bukan berani karena dia kuat tapi berani karena mempunya pijakan mempunyai alasan dimana dia boleh berani. Katanya tukang tinju katanya Syamsul Anwar: Kalau petinju sudah takut, pukulan orang 10 kg rasanya 100 kg bagi kita. Tapi kalau dia berani, pukulan orang 100 kg rasanya cuma 10 kg karena berani. Kalau orang sudah penakut robek sedikit saja mata mengundurkan diri tinju. Tapi kalau orang berani, biar hidung sudah pindah diatas tapi dia berani saudaraku itu hidung bisa balik lagi, kan ada operasi plastik. Karena dia berani. Rawe-rawe rantas malang-malang putung Gatotkaca pringgodani ... berani dia. Maka yang pertama ini kita musti punya berani. Ada diantara saudara yang masih takut pergi ke WC sendirian? Dah. 

Saudara-saudara, Martin Luther satu kali masih tidur.  Brk brk brk ... pintu gubrakgubrak gubrak - siapa ini? Dia bangun, dia tidur gelapkan lampu. Martin Luther masih pastor. Setan berdiri saudara, Iblis berdiri di pintu. Mungkin kalau saudara mungkin berdoa: Alhami Alhami. Tetapi Martin Luther berkata: Aduh,  kamu bikin ribut! Pergi aku mau tidur. Iblis digituin bo hwat saudara. Iblis pergi. Martin Luther itu beraninya luar biasa. Kalau kita eh eh copot, copot, wah, dia tambah berani sudara. Saudara mau berani didalam Tuhan ? Bukan berani karena kekuatan kita tapi berani memang  Tuhan suruh karena kita punya pijakan, kita sudah ditebus oleh darah Yesus dan kita berani.  Jadi tadi saya bilang aduh Tuhan apa betul Tuhan baju saya putih. Apa saya betul Tuhan, baju saya putih? Karena itu saudara melihat dalam penglihatan saya pakai baju putih buka jendela terang masuk. Tuhan berbisik: Biar dosamu seperti apa sekalipun, oleh darah Yesus semuanya jadi putih bersih. Tuhan kalau ampuni kita bersih, putih bersih tidak ada  flek tidak ada cacat sedikitpun. Itu Tuhan.

Yang ke 2: Jalan Masuk. Berani saja tidak cukup. Berani tapi nggak ada jalan masuknya. Yang ini yang mau jihad ini saudara. Jihad  gimana ya saudara sedangkan kita sendiri, rakyat kita pada kelaparan. Banyak pengungsi 100.000 orang. Pengungsi di Indonesia itu 100.000 pengungsi, mau tolong orang Afghanistan yang jauh. Kudu meuntas heula, kudu meuntas berapa lautan, musti berenang. Sedangkan pengungsi yang di Indonesia nggak di tolong-tolong. Edek kumaha ieu teh. 

Perang sekarang, saudaraku, sudah perang canggih, yang perangnya orang Amerika mah dibelakang meja. Nih, saya kasih lihat gambarnya yah. Ini negara yang mau diserang, ini pesawat, pesawat Amerika di mana gitu, dilaut. Dia tembakan peluru kendali. Ini peluru kendali, peluru kendali tuh ikut, kalau ada gunung dia ikut ke gunung, kalau itu turun dia turun ikut, kalau ada bukit dia ikut, ikut terus aja. Sementara dia jalan, dia kasih informasi ke belakang, dia kasih gambar ke sini, seperti apa ini tanah. Jadi waktu dia disini, dia sudah kasih lihat  ini tanah kaya begini fotonya ada disini. Itu dengan komputer yang ada disini dikasih tahun kesini. Jadi ini yang mesin dia tinggal ngatur saja, ah  bukan ini bukan bukan ini  tapi yang itu tuh yang merah. Jadi dia arahkan kesitu jadi itu pinter dia nurut. Jadi saudara ini meledak jeger udah hancur. Mau nembak siapa da orang na mah di kapal di laut. Apalagi Inggris, dari kapal selam nembaknya di kapal selam mungkin dia lagi minum-minum kopi minum-minum susu - tembak. Peluru kendali dari kapal selam maik keatas dipandu dari kapal selam ada gambar kaya komputer gitu. Dia jalan. Nah, dari atas itu ia kasih tahu ini gunung ini ini gunung ini dia kasih tahu. Makanya saudara dari sekarang jangan piara jenggot sebab itu peluru kendali semua yang berjenggot panjang hantam saja itu. Jangan piara jenggot sekarang saudara yang ada Osama-Osama in, saudara. Jadi semua yang berjenggot saudaraku sudah digambar kirim semua ratusan ribuan foto yang berjenggot ini oh bukan Osama ini Obeda ini Olain.

Yang batuk itu kedengaran saudara, sampai di kapal selam sudah kedengaran. Dia sudah tahu yang batuk itu saudaraku. Saudara mau masuk didalam berkat Nya Tuhan ? Sekarang saudara punya keberanian percaya saudaraku jangan takut lagi saudara, boleh masuk saudara sudah dibuka pintu tinggal masuk kedalam berkat Tuhan tetapi aksesnya ini gimana. Aksesnya ini. Itu yang tadi saya katakan. Kita bukan Yohanes 14:6. Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan - atau dengan kata lain akses, jalan masuk - dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun - termasuk kita dalam ruangan ini - yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekarang kita buka Yohanes 16:24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. 

Haleluyah. Inilah Yesus sebagai jalan masuk. Akses. Jadi begini saudara, saya kasih contoh. Saudara sembahyang begini: Tuhan saya datang kepadamu - ini umpama, Tuhan saya ada persoalan. Kami mohon Tuhan, Engkau berkati toko yang saya buka, berkati kirim langganan-langganan Tuhan biar  perputaran modal saya berjalan baik. Beri kepada saya Tuhan berkat dan saya akan berjanji kalau Tuhan memberkati saya, saya  akan membawa sepersepuluhan dari hasil yang Tuhan berikan pada saya didalam rumah ibadah, didalam rumah Tuhan. Terima kasih Tuhan. Amin. Tuhan tidak akan jawab ! Kenapa Tuhan tidak jawab?  Balikkan itu ayat. Kiblat kita di sana: Tuhan kami datang kepadaMu. Engkau berkati RT saya, anak-anak saya  yang sekolah Tuhan berkati.  Kami perlu uang pangkal untuk sekolah. Tuhan memberkati. Sebentar lagi bulan puasa Engkau memberkati warung saya berkati Tuhan supaya semua banyak pembeli-pembeli dan 30 hari bulan puasa itu saya bisa mendapat berkat. Kalau Tuhan berkati saya, saya akan membawa perpuluhan. Terima kasih Tuhan. Amin. Tuhan tidak akan dengar! Kenapa? Karena saudara tidak alaskan dalam nama Yesus. Itu jangan lupa. Itu akses saudara!  

Kunci di hotel sekarang saudaraku dari kartu. Udah pake panah. Panah ngadap kesana masukkan itu kartu. Panah masuk, cabut. Udah musti begitu. Baru dia ijo,  baru dia buka. Sekarang saudara mau pake kareup saudara. Panahnya ngadepin saudara. Biar sampe subuh saudaraku sampe itu kartu copot nggak akan terbuka, karena akses nya itu harus begitu. Nah, akses FA, semua doa harus dilandaskan dialaskan didalam nama Yesus. Walaupun saudara sederhana, kekristenan saudara masih kecil, baru mulai, belum ngerti betul, belum ngerti banyak, baru sedikit-sedikit - tapi kalau sembahyang dalam nama Yesus Kristus, haleluyah, amin. Akses dikirim. Pasti dikirim. Saudara nggak haleluyah juga tetep dikirim, apalagi sudah haleluyah cepet. Ini akses saudara-saudara. Jadi tidak cukup berani, tetapi boldness keberanian dan jalan masuk. Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Akulah jalan masuk. Akulah akses. 

Waktu Tuhan Yesus mati disalib, saudara, sebelum mati, kata yang terakhir yang Dia katakan, bukan terakhir tapi salah satu kata yang Dia katakan: Sudahlah genap! Bahasa Indonesia baru: Sudah selesai. It is finished. Waktu Dia menghembuskan nafasnya, kepadamu Aku serahkan RohKu, mati, pintu di Bait Allah itu ada Ruang Maha Suci, itu tertutup selama 1 tahun penuh, tertutup dengan kain. Orang dari luar tidak bisa lihat. Cuma imam besar satu tahun sekali boleh masuk. Itupun setahun sekali. Tapi waktu Yesus mati, tiba-tiba tirai itu robek. Robek, jatuh ke bawah dan isi yang didalam itu Tabut Perjanjian bisa kelihatan dari luar dari halaman. Orang yang dari luar saja bisa lihat ke dalam: Eeii, itu Tabut Perjanjian. Dan tidak mati lagi. 

Jadi jalan masuk itu ada sama Yesus. Maka saya yakin itu ibu Aten sudah senang. Wah, dia mah senangnya luar biasa. Dia sudah punya jalan masuk dan beraninya jangan dikata. Beraninya. Dua minggu sebelum meninggal, dia sudah banyak bicara.  Dia bilang dia sudah lihat rumahnya. Dan rumahnya besar. Airnya banyak. Antara sadar dan tidak sadar dia bilang begitu rumah saya besar. Tuhan sudah sediakan. Dia sudah punya jalan masuk dia sudah punya keberanian. Saya bilang dalam kebaktian pertama, belum pernah ada jemaat yang seberani dia. Belum ada. Ngomongnya, beraninya, pengakuan imannya - itu belum ada. Dia nggak sayang diri. Kadang kita besuk dia, tapi kita yang dikuatkan sama dia. Kita datang mau nguatkan dia, malahan kita  yang dikuatkan sama dia. Belum ada jemaat kita GPdI di Jalan Warungjajar ini, yang imannya, beraninya seperti Ibu Aten itu, belum ada. Berani. Tegas, berani. Dia bersaksi padahal waktu sudah divonis dokter kanker. Dia nggak takut. Itu sebabnya saudaraku kta harus mempunyai keberanian dan sekali lagi jalan masuk. Sekali kita mempunyai jalan masuk, sudah kita tenang. 

Nah, saudara-saudara, saya ingin  membuka satu dua ayat dalam kitb Ibrani untuk mengakhiri renungan kita pada sore hari ini.

9:1. Memang perjanjian yang pertama - Perjanjian Lama - juga mempunyai peraturan-peraturan untuk ibadah dan untuk tempat kudus buatan tangan manusia. 
9:2 Sebab ada dipersiapkan suatu kemah, yaitu bagian yang paling depan dan di situ terdapat kaki dian dan meja dengan roti sajian. Bagian ini disebut tempat yang kudus. 
9:3 Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus. 
9:4 Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian, 
9:5 dan di atasnya kedua kerub kemuliaan yang menaungi tutup pendamaian. Tetapi hal ini tidak dapat kita bicarakan sekarang secara terperinci. 
9:6 Demikianlah caranya tempat yang kudus itu diatur. Maka imam-imam senantiasa masuk ke dalam kemah yang paling depan itu untuk melakukan ibadah mereka, 
9:7 tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar. 
9:8. Dengan ini Roh Kudus menyatakan, bahwa jalan ke tempat yang kudus itu belum terbuka, selama kemah yang pertama itu masih ada. 
9:9 Itu - kemah yang pertama - adalah kiasan masa sekarang. Sesuai dengan itu dipersembahkan korban dan persembahan yang tidak dapat menyempurnakan mereka yang mempersembahkannya menurut hati nurani mereka, 
9:10 karena semuanya itu, di samping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan, hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan. 

Saya berhenti dulu disana. Jadi kita musti sabar saudara,  kalau ada  keluarga kita yang masih sembahyang kepada arwah-arwah dengan memberi makanan,  sesajen,  memberi bakpao, memberi apel di meja sembahyang kita musti sabar karena PL dulu itu begitu. Harus ada makanan, harus ada begini, harus ada darah, harus ada domba - padahal itu gambaran. Itu hanya kias untuk jaman Pembaharuan. Nah, kapan zaman pembaharuan?  

9:11 Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, -- 
9:12 dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. 
9:13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, 
9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. 
9:15. Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama. 
9:16 Sebab di mana ada wasiat, di situ harus diberitahukan tentang kematian pembuat wasiat itu. 
9:17 Karena suatu wasiat barulah sah, kalau pembuat wasiat itu telah mati, sebab ia tidak berlaku, selama pembuat wasiat itu masih hidup. 
9:18 Itulah sebabnya, maka perjanjian yang pertama tidak disahkan tanpa darah. 
9:19 Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan seluruh umat, 
9:20 sambil berkata: "Inilah darah perjanjian yang ditetapkan Allah bagi kamu." 
9:21 Dan juga kemah dan semua alat untuk ibadah dipercikinya secara demikian dengan darah. 
9:22 Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. 
9:23. Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di sorga haruslah ditahirkan secara demikian, tetapi benda-benda sorgawi sendiri oleh persembahan-persembahan yang lebih baik dari pada itu. 
9:24 Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita. 
9:25 Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri. 
9:26 Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya. 
9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, 
9:28 demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

Ada haleluyah? Saudara mau menantikan Tuhan? Mari kita masuk didalam jalan masuk itu dengan hati yang berani. Jangan kebaktian dengan hati takut. Jangan minta tolong sama Tuhan dengan ragu-ragu. Minta tolong dengan berani. Dia juru syafaat kita. Dia Imam Besar kita. Dia senang menolong kita. Berani - Jalan Masuk. Datang dengan berani dan masuk kepada kasih sayang Tuhan.  Mari kita berdiri bersama-sama. Haleluyah! 

-- o --   

Minggu, 21 Oktober 2001

ORANG YANG BENAR AKAN HIDUP OLEH SEBAB IMAN

Selamat sore, selamat bertemu berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan membuka Alkitab kita dari surat Efesus

3:17 Sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 

Kita naik ke atas kepada ayat

3:12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.

Yesus belum pernah kita lihat. Tidak ada seorangpun diantara kita yang pernah melihat Yesus. Hanya lihat di foto saja, lukisan saja, gambar saja seperti apa Yesus itu. Jadi saudara-saudara, saya berani katakan, orang Kristen jaman sekarang adalah lebih baik dari jaman waktu Yesus ada, karena waktu Yesus ada, orang bisa lihat Yesus, orang bisa dengar suara Yesus, orang bisa jamah Yesus, orang bisa lihat bagaimana Yesus bicara, bagaimana Yesus duduk, bagaimana Yesus berpuasa, bagaimana Yesus tidur, bagaimana Dia jalan di atas air - orang bisa lihat. Tetapi kita, jaman sekarang, kita kan belum pernah lihat Yesus, kita kan belum pernah lihat Tuhan. Belum pernah, belum ada satu orangpun pendeta yang bisa lihat, ketemu dengan Tuhan. Sedangkan Rasul Paulus saja hanya lihat cahayanya saja sudah buta. Bagaimana kalau dia lihat Yesus nya yang sesungguhnya, yang hebat luar biasa itu. Jadi sekarang kita, saudara-saudaraku, belum pernah lihat Yesus. 

Bagaimana sekarang kita minta Kristus diam di dalam hati kita, sedangkan Dia belum kelihatan? Kita belum nampak Dia, kita belum pernah lihat Dia? Nah disinilah, pada sore hari ini, saya ingin menggali ulang, ingin memperkenalkan ulang apa yang dimaksud oleh Rasul Paulus itu oleh iman, dengan iman, ayat 17, sehingga oleh imanmu, ayat 12 bagian akhir, dengan penuh kepercayaan oleh iman kita. 

Ada empat ayat dalam Alkitab, satu dalam Perjanjian Lama, tiga didalam Perjanjian Baru yang bunyinya demikian: orang yang benar akan hidup oleh karena iman, oleh sebab iman!  Dan kalau Tuhan bicara satu hal sampai empat kali, itu harus kita perhatikan ekstra, ekstra, ekstra, ekstra, ekstra, karena Dia sebut dua kali saja sudah harus kita perhatikan: Adam, Adam dimanakah engkau?  Musa, Musa - dia sebut dua kali. Marta, Marta - engkau khawatir dari hal banyak. Dia sebut dua kali, tapi soal iman, Tuhan sampai bicara empat kali. Empat kali dalam Alkitab ini sangat penting. 

Nah, kembali lagi pada berpikir kita tadi, kita belum pernah lihat Tuhan. Jaman dulu orang bisa lihat Yesus jalan, jaman dulu orang bisa lihat Yesus duduk, jaman dulu orang bisa lihat Yesus bicara. Tapi sekarang kita belum pernah lihat bagaimana Yesus bicara, bagaimana Yesus berjalan, bagaimana Yesus duduk. Nah, di sinilah saudara-saudaraku fungsi dari iman itu harus kita miliki. Nah, sekarang datang pertanyaan, apakah iman itu? Karena hanya kita bisa mengenal Yesus, bisa memasukkan Yesus supaya tinggal dalam hati kita, dengan iman. Ibu Lo Sun Lan sudah dipanggil Tuhan, Ibu Lany. Saya baru mengerti bahwa dia ikut Tuhan sejak umur ...  35 tahun yang lalu. 35 tahun yang lalu dia waktu SMP dia sudah ikut kebaktian, setelah terima baptisan dia ikut Tuhan sampai meninggal. 35 tahun dia mengikuti Yesus yang dia tidak pernah lihat, dia mengikuti satu Yesus yang dia tidak pernah tahu, dan dia tidak pernah lihat. Ini memerlukan iman yang besar, iman yang teguh. Itu sebabnya, saudara, nanti jam 7 kita akan adakan upacara tutup peti di tempat dia tinggal. Dia sudah senang sekarang, tetapi kita belum tentu bisa setia seperti dia, 35 tahun ikut Yesus, ikut Tuhan, dia tidak bergeming, dia tetap setia, suami Katholik dia tetap Pentakosta, dia tetap ikut kepada Tuhan, dia tetap mengerti Firman Allah, dia tetap pegang sabda Tuhan, dia meninggal didalam imannya. 

Kembali kepada Firman Allah, bagaimana kita bisa membuat Yesus tinggal dalam hati kita, bagaimana kita harus menghampiri Dia dengan kepercayaan di dalam iman? Itu harus kita pakai dengan iman. Nah, datang pertanyaan, apakah iman itu? Naon ari nu disebut iman teh? Itu bahasa Yunaninya. Naon anu disebut iman teh? Kadang-kadang bahasa Sunda lebih mantep, lebih marem. Naon coba, anu disebut iman itu apa? Yang disebut iman itu apa? Biarlah Alkitab yang bicara, jangan saya, nanti saya salah. Kalau Alkitab yang bicara, tidak akan salah. Mari kita akan lihat, saudara-saudara, Ibrani 11:1 untuk melihat apakah yang dimaksud iman itu? Ibrani 11:1 kita mulai baca,

11:1. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. 

Haleluya. Ini ayat, saudara-saudara, luar biasa. Maka salah satu nomor handphone saya ada 11111, saya harus ingat Ibrani 11:1, Kejadian 1:1, jadi satunya lima. Iman adalah dasar, fondamen, fondasi dari segala sesuatu yang kita harap. Yang saya harap dengan yang saudara harap kan berbeda. Malam hari ini, saudara datang ke gereja punya harapan berbeda dengan yang saya harapkan. Mungkin yang duduk disebelah saudara, yang sebelah kanan, berbeda dengan yang duduk disebelah kiri saudara, berbeda apa yang dia harapkan di kebaktian ini, berbeda. Tetapi dasarnya sama, iman adalah dasar dari segala sesuatu. Saya mau pelan-pelan bicara, segala sesuatu itu apa? Segala sesuatu adalah segala sesuatu, segala sesuatu adalah semuanya. Soal ekonomi, soal perjodohan, soal studi, soal sakit penyakit, kesehatan, kesembuhan, soal perdamaian, soal kebimbangan, ketakutan, soal mengatasi problema persoalan, soal rumah tangga, soal-soal yang rumit, soal-soal yang sepele - segala sesuatu. Saudara-saudaraku lihat, Tuhan hanya dasarkan hanya kepada iman. Segala sesuatu apa semua ditaruh, dilandaskan iman - soal ekonomi, soal perusahaan, apapun juga, rumah tangga, keluarga, dasarnya adalah iman - apapun yang kita harapkan pada malam hari ini dasarnya adalah iman. Sekarang, tapi kita belum tahu iman itu apa. 

Bagian ke dua, mulai kita dibukakan sesuatu yang sepertinya membingungkan tetapi kalau kita mau terbuka kepada Firman Allah sebetulnya ini mudah dimengerti. Yang kedua: Dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Saya mau tanya dulu, kalau bukti kelihatan apa tidak? Kelihatan. Saudara tidak boleh nuduh orang sembarangan di pengadilan, dia begini, begini, begini. Harus ada bukti. Di pengadilan itu orang bicara bukti, engga bisa tuduhan semena-mena. Engga bisa. Itu sebabnya ada pengacara, karena pengacara itu untuk membawa berkelit, mau cari bukti. Maka saudara lihat koruptor-koruptor sekarang, menyembunyikan bukti-bukti, cuci uang, cuci semua, laundry money, laundry ini, menghilangkan barang bukti. Jadi bukti ini kelihatan. You can see it. Kita bisa lihat. Ini bukti, nih kelihatan. Tapi bukti dari apa? Dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Kita ketemu lagi kata segala sesuatu yang tadi kita harapkan.

Baik, saya kasih ilustrasi. Ini gereja asalnya tidak ada, tetapi seorang insinyur dia mulai gambar. Sebetulnya gambarnya, saudaraku, tangganya, tangga masuk tuh ada dua, yaitu satu disini, itu ke belakang tuh engga ada, jadi pendek sekali gereja kita. Tangga tuh dua, dari sini masuk, dari sini masuk. Tapi saya bilang, kalau begitu gereja kita nanti kecil sekali, jadi tolong ini ruang diusahakan hilangkan ini tangga. Biar tangga itu taruh di belakang. Itu usul saya, insinyur tinggal bikin. Belum kelihatan, tapi sudah ada blue print, sudah ada buktinya. Jadi saya minta  gambar ini dirubah. Tangga ini pindah kebelakang. Hilangkan ini. Oke, oke pak, gampang, nanti dihilangkan. Nanti kita bikin lagi gambar, saya pindahkan  tangga dibelakang. Dia insinyur. Gereja belum ada tapi blue print cetak birunya sudah ada. Nah, itu blue print tadi gambar itu, itu iman. Begitu blue print nya oke, kita bilang iman ya bikin, jadi gereja. Ini ubin ini saya lihat di Australia. Saya rasa bosen kalau persegi-persegi begitu terus tuh. Saya bilang, coba dibegini-beginikan ini. Saya lihat di Australia. Yang pasangnya oke oke. Hanya dibawah agak salah. Tapi ya sudahlah. Tapi blue printnya itu begini. Ya sudah, jadi. 

Kembali kepada FA. Apa yang ada di blue print saudara? Cetak biru, itu yang disebut bukti tadi. Itu bukti kelihatan tapi sesuatu yang kita belum lihat. Jadi sekarang, sekarang saya rubah ini ayat untuk supaya saudara lebih mengerti bagian dua: Dan gambar - bukti itu saya ganti dengan gambar - dan gambar, blue print dari segala sesuatu yang kita belum lihat. Jadi iman adalah gambar blue print sesuatu yang kita belum lihat tapi gambarnya saudara sudah lihat.  Saudara jalan ke Cipanas dari Cipanas saudara mau melihat villa-villa dsb macam-macam. Ada tanah macam-macam pak, ada yang 500 M ada yang 1.000 M, ada yang 400 M. Modelnya gimana? Yang ini, pak. Nanti rumah bapa itu begini modelnya. Oh, ya? Tapi ini garasinya ini tingkat. Saya pengen modelnya agak rubah sedikit. Gampang, pak.  Rumah belum ada tapi apa yang akan ada sudah digambar, sudah ada. Ini iman.

Iman itu sudah menggambar apa yang belum lihat.  Jadi iman itu adalah bukti, blue print, gambar segala sesuatu yang sudah kita lihat dari sesuatu yang kita belum kita lihat. Kalau khotbah bahasa Inggris lebih enak. You have to believe you have it before you get it. Saudara harus percaya saudara punya  sebelum saudara miliki. Itu iman! Berhenti dulu dalam ayat 1, kita lompat di ayat 3 dari Ibrani 11:3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. 

Lihat saudaraku alam semesta - pohon kelapa, pohon jambu, padang pasir, lautan, gunung - itu dulu tidak ada. Tapi sudah difirmankan oleh Allah dengan blue printnya didalam pikirannya Tuhan. Nah, ini saya harus ajak saudara untuk melihat Kejadian 1:1. Kalau saudara tidak bisa buka Kejadian 1:1 mah kacida teuing. Saudara lihat Kejadian 

1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 

Ini ayat sebetulnya kurang tepat. Yang tepat bunyinya begini: Pada mulanya Allah. Atau dalam bahasa Ibrani: Pada mulanya Elohim. Ia menciptakan langit dan bumi. 

1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. 

Antara ayat 1 dengan ayat 2 ada satu kejadian Iblis jatuh dan dia bikin kacau di bumi ini sehingga bumi menjadi kosong hampa tidak karu-karuan gelap,  tapi Roh Allah lekas Dia turun dan Dia 'membara' seperti induk ayam, saudara-saudaraku Dia mulai mengerami ini bumi lalu dalam

1:3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. 

Saudara harus ingat Ibrani 11:3. Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Asalnya tidak ada terang. Tetapi ketika FA bilang: Hendaklah terang ada, jadi terang itu. Asalnya terang tidak ada tapi  terus jadi terang. Dari mana itu mulanya? Dari Firman Allah. Nah, coba sekarang kita kembali kepada Ibrani 11. Dalam Ibrani 11 tadi dikatakan, dengan iman kita mengerti, ayat ke 3, karena iman kita mengerti bahwa alam semesta telah dijadikan oleh Firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. 

Mari, saudara lihat itu kata 'dijadikan'. Katartizo bahasa Yunaninya, artinya membuat pigura, frame, membentuk. Waktu saya foto saya punya cucu, saya foto berkali-kali, lalu ada satu foto yang bagus, tapi kelihatan ada tangan, istri saya lagi gendong, dilihat dibelakangnya ada kaca, ada apa. Nah saya bilang sama yang bikin foto, coba cetak lagi foto cuman mukanya dia aja, mukanya dia aja yang diambil, tangannya siapa itu dihilangin semua, cuman muka cucu saya saja. Maka orang yang ahli foto, dia dikamar gelap, dia akan cetak sesuai permohonan, sesuai permintaan dari langganan, diambillah fotonya cucu saya hanya wajahnya saja. Itu yang saya maksud di frame, yang engga perlu-perlu dibuang. Engga lucu dong saudara-saudaraku, kalau ada foto cucu saya lalu dipinggirnya ada mulut kuda. Engga lucu. Itu mulut kuda harus dibuang dulu umpamanya ada, hanya cucu saya saja, diframe bagus. Waktu diframe sudah dilihat, dia belum cetak, dia lihat sudah seimbang, baru dia cetak ukuran yang maunya saya. Ukuran besar, dia cetak ukuran besar. Lalu jadinya, itu yang saya pesan. Itu dibuang, ini dibuang, itu dibuang, yang jadi mukanya saja. 

Saudara, iman itu begitu. Saya kasih contoh, sekarang saudara gambarkan usaha, mata pencaharian, pekerjaan, toko, warung, jualan saudara. Kalau saudara punya frame disininya sudah kalah : Ah, dagang teh hese ayeuna, hese dagang teh. Dagang naon, era erek kaluar imah ge, hese. Kumaha? Malu saya, susah yeuh, eungap kaluar ge susah. Saudara akan begitu, karena dunia sudah diframe oleh saudara. Tanpa sadar saudara sudah membuat frame dengan iman kehidupan hari depan saudara. Tapi kalau saudara lihat sekarang dalam pikiran saudara, perusahaan saudara, saya pakai perusahaan saja yah, saudara lihat perusahaan saudara eh ada gangguan, saudara frame dong gangguan itu hilang, dalam Nama Yesus, saudara frame gangguannya hilang. Frame lagi sukses datang masukan dalam frame itu. Ada yang bikin kacau, buang dalam gambar itu, buang. Kita frame saja perusahaan yang sukses, berhasil, dan berhasil guna diberkati berkelimpahan.  Frame, cetak dalam nama Yesus! Jadi. 

Ini mungkin saudaraku sukar, saudaraku pertamanya tapi saudara harus lewat ini. Hanya dengan iman  kita bisa Yesus itu taroh berakar tinggal didalam hati kita. Frame. Frame saudara apa pada sore hari ini? Gagal? Maju mundur? Takut? Gelisah? Kecewa? Itu saudara punya frame, saudara punya hari depan sendiri saudara bikin. Jalan yang didepan saudara saudara bikin. Gagal? Saudara gagal. Berhasil ? Saudara berhasil ! Mari kita lihat kita ingat bukan lihat - anak terhilang. Anak terhilang sudah salah. Dia sudah berdosa dia sudah jatuh. Tapi dia frame hidupnya. Waktu dia sudah salah, dia bertobat. Dia bilang: Aduh, aku disini kelaparan makan ampas makanan babi pun tidak bisa. Betapa banyaknya orang upahan bapaku. Dia sudah frame. Dia gambar, betapa banyaknya orang pegawai-pegawai bapaku yang makan berkelimpahan padahal dia pegawai bapaku dan sekarang aku disini anak raja, anak direktur, anak kaisar,  anak cukong - makan ampas makanan babi saja tidak. Aku akan kembali kepada bapa - dia sudah frame - dan aku akan berkata kepada dia: Ya bapa, aku sudah berdosa kepada sorga dan kepada bapa. Tidak layak aku disebut anak bapa. Tapi jadikan saja aku pembantu bapa. Dia frame dulu. Walaupun agak kurang framenya, tapi dia frame dulu. 

Dia balik. Begitu sampai, dia kerjakan yang dia frame. Dia ngomong: Aku sudah berdosa kepada Tuhan, aku tidak layak disebut anak. Jadikan saja saya hamba. Cuma disinilah kemurahan Allah - Dia perbaiki frame anaknya. Dia tidak jawab: Ya anakku, aku akan jadikan kamu kacung. Nggak! Dia bilang: Ambil pakaian baru - ganti. Ambil sepatu baru - ganti. Ambil cincin baru - ganti. Bikin pesta. Nah, anak yang sulung marah. Dia framenya salah. Berapa lama saya kerja sama papa. Bertahun-tahun saya jadi u hau tidak kemana-mana, diam di rumah tetapi belum pernah bapa beliin sate kambing. Belum pernah bapa belikan anak kambing buat saya untuk bersenang-senang dengan teman-teman saya. Tapi baru adik saya ini, yang sudah menghabiskan uang bapa dengan pelacur-pelacur, kok bapa kasih pesta begini. Framenya salah. Diperbaiki juga sama bapa: Hai, anakku, masuk dong ke rumah. Apa yang milikku adalah milikmu. 

Nah, saudara-saudara kita seringkali salah datang sama Tuhan dengan gambaran yang salah. Mari anak yang terhilang kita pakai, kekeliruannya kita pakai belajar. Dia anggap bahwa bapanya itu akan punish dia,  akan menghancurkan dia - kalau dia balik. Bapanya terima dia sebagai anak! Anak yang sulung framenya salah - dia sangka bapanya itu pillih kasih. Adiknya itu boleh pakai uang kalau dia nggak boleh. Salah. Diperbaiki framenya sama bapanya.  Semua milikku adalah milikmu ! 

Ayo, siapa yang suka salah sama Tuhan - frame. Tadi pagi yang saudara dengar di televisi yang bersaksi tidak ada kuku jari, kakinya juga cacat. Dia pernah salahkan Tuhan. Dia tidak mau bicara sama mamanya. Dia marah betul sama mamanya karena mamanya mau gugurkan dia. Dia marah bertahun-tahun -  salah framenya. Sampai Tuhan perbaiki, bahwa sebenarnya Tuhan mau memakai dia. Sekarang dia mempunyai perusahaan sendiri, wanita yang cacat tubuh, punya suara direkam. Suaranya menghiburkan banyak orang. Sekarang bersaksi didengar jutaan orang. Saudara-saudara, ini bukan saatnya lagi saudara frame jelek tentang Tuhan. Saudara frame salah tentang Dia. Ingat Ayub? Waktu Ayub bisul, waktu Ayub miskin,  istrinya salahkan Tuhan: Hei, suamiku buat apa engkau taat taat kepada Tuhan? Lekas kutuk Tuhan lalu mampus lalu mati. Framenya keliru. Tapi Ayub tidak keliru: Hei, istriku yang sangat gila, apakah kita terima yang baik saja dari Tuhan? Bukankah kita juga mesti terima yang jelek dari Tuhan? Disitu salahnya. Tuhan nggak pernah kasih yang jelek. Tuhan kasih yang bagus. Ada haleluyah, saudara? Dia nggak pernah kasih Taman Eden yang ada kesemek busuk, tidak ada, saudaraku. Dia kasih semua baik. Ini frame. 

Maka saya saudara-saudaraku saya katakan setiap hari saya ada dalam anugerah Tuhan dan di dalam mujizat Tuhan. Bapa saya itu Bapanya mujizat. Kalau ada yang tanya sama saya: Ko Yoyo, di Jakarta tidur di hotel mana? Di hotel papa saya. Hotel papanya di mana?Ya, hotel mana saja itu hotel papa saya. Tuhan kita kan Bapa kita - Dia yang mempunyai segala sesuatu. Kok nggak ada amin, nggak ada haleluyah? Frame saudara keliru. Frame saya ini Bapa kita ini luar biasa saudara. Ada haleluyah saudara? Nah, ini dengan iman kita ini mau undang Yesus itu masuk didalam hati kita. Kita belum lihat Tuhan. Kita tidak jamah Dia. 10 menit lagi saya bicara. Markus 5. Dalam Markus 5 saudara kita akan lihat seperti apa  seperti apa yang terjadi dengan satu cerita bagaimana seorang perempuan  meleleh darah. Markus   

5:25 Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. 
5:26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. 
5:27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. 
5:28 Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." 
5:29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. 
5:30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" 
5:31 Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?" 
5:32 Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. 
5:33 Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. 
5:34 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" 

Saudara mungkin berkata: Ah, saya juga bisa, oom, kalau Yesus ada. Saya juga akan berkata seperti perempuan itu: Kalau aku jamah jubahnya saja, aku akan sembuh! Iya, tapi problemnya Yesus nya sudah nggak ada. Yesus sekarang digantikan oleh Roh Kudus. Namanya saja Roh, tidak kelihatan lagi. Disinilah fungsi iman tadi. Saudara harus bentuk frame. Aku berhasil. Aku berhasil. Aku berhasil. Aku sukses. Aku berhasil. Aku tidak akan gagal, aku berhasil. Aku tidak akan hidup salah, aku hidup benar. Aku tidak akan hidup kacau, aku hidup beres. Aku tidak akan mengacaukan hidup diriku, aku hidup benar. Aku tidak akan jualan narkoba, aku jualan yang wajar-wajar saja. Aku tidak akan macam-macam, aku tidak akan beli VCD porno, aku tidak akan berbuat yang boten-boten tapi aku mau hidup benar, hidup kudus dihadapan Tuhan. Aku akan iring kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Aku menolak segala semua desas-desus dari Iblis. Aku menolak segala kekacauan pikiran-pikiran yang mengatakan bahwa RT ku akan kacau, urusan tokoku akan kacau, perdaganganku akan rugi - aku tolak demi nama Yesus. Aku frame, aku bentuk, aku gambar dalam nama Yesus. Perusahaan yang diberkati Tuhan, keluarga yang bahagia, suamiku yang belum bertobat, akan datang kepada Tuhan. Istriku yang belum terima Yesus akan terima baptisan, orang tuaku akan terima Tuhan. Anak-anakku akan ikut kepada Tuhan,  keluargaku akan diselamatkan. Pokoknya frame dengan FA, frame dengan iman saudara-saudaraku, pasti Dia akan berikan apa yang saudara perlu pada malam hari ini. Frame didalam pikiran saudara, gambarkan itu. Frame didalam Nama Yesus. Katartizo. Gambaran. 

Saya harus juga bicara mengenai main golf. Karena golf ini main games. Billy Graham dia tulis buku tentang golf, saya dikasih sama mantu dan anak saya. Dia rohanikan itu olahraga golf. Salah satunya begini: Sebelum kita pukul bola, katanya - ini di buku yang saya pelajari - kita harus berdiri dibelakang bola. Itu lapangan kita. Kita harus gambarkan kemana bola akan dipukul dan jangan kita berani pukul bola sebelum didalam pikiran kita, kita sudah lihat itu bola jauh pukul sama kita. Kita harus frame dulu. Setelah ada gambaran itu lalu kita berdiri. Dan kalau kita pukul, 99% apa yang kita pikirkan itu kena. Kalau dapat bola mau masukkan dilubang, saudara sangka itu gampang. Kadang-kadang ada 2 jengkal dari lubang tidak masuk Itu sebabnya harus digambarkan disini. Gambarkan dulu katanya sebelum kamu pukul bola, bola  itu menggelinding dan masuk ke lobang. Karena pikiranmu itu akan menguasai tanganmu dan tanganmu  akan bergerak sesuai dengan pikiranmu. Dan itulah yang saya dapat. Maka orang yang sudah main 20 tahun 25 tahun golf sama saya yang baru main 3 tahun sekarang udah sama score nya. Aduh ko Yoyo majunya kok cepet sekali. Habis saya pakai mind. Nggak main sembarangan pukul. Asal pukul saja, main pacul itu. Nggak. Jadi saudaraku kita harus frame. 

Nah, saudara kalau buka toko harus di frame dulu disini. Jangan terus kaya main mesin saja. Bangun tidur ku terus mandi. Tidak lupa menggosok gigi. Kadang-kadang lupa menggosok gigi. Terus aja ke toko. Udah ke toko terus buka. Terus rutin saudara. Tidak. Harus di frame dulu. Saudara gambarkan itu langganan-langganan datang. Di kebaktian kaum wanita ada bintangnya. Kebaktian kaum pria ada bintangnya. Kalau nggak ada ini nggak rame itu kebaktian. Kebaktian kaum pria ada bapa Matius Oey dan bapak Maladi. Kalau nyanyi saudaraku aduh Rolling Stone saudara. Kalau dalam kebaktian kaum wanita ada Ibu Yeyen. Kesaksiannya lucu saudara tapi betul. Ikut sembahyang semalam suntuk ada yang pesan katanya jahitan sampai 20 orang. Itu betul. Frame. Tutup mata. Frame. Sebagai ayat terakhir, hanya dibaca saja Roma 4:17 seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa"  - di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. 

Malam hari ini saya tidak panjangkan FA. Tapi siapa yang mau didokan dan percaya menggambarkan yang tidak ada menjadi ada, silahkan maju ke depan. Pemain musik tolong. Haleluyah. D. Kita berdiri. Ya Tuhan ku percaya aku percaya Lewati lembah air mata aku percaya FirmanMu ya dan amin aku percaya Kem'nangan sudah Kau jamin aku percaya.

-- o -- 

 
Minggu, 28 Oktober 2001

Tetap, Berakar dan Dibangun di dalam Dia 

Haleluya? Saya mau saksikan dulu KKR di Kebumen. KKR di Kebumen kita tinggalkan habis kebaktian, habis khotbah amin, langsung kita berangkat pulang, jadi saya tidak tahu apa-apa. Tapi, gembala setempat dari gereja Isa Almasih itu, eks Cianjur, itu menelepon kami, bahwa ada empat orang Muslim bertobat dan menerima Tuhan Yesus Kristus. Jadi saya sangat bersuka-cita kelelahan saya ini ada buahnya, ada hasilnya dan Tuhan memberkati. Mereka bebas dari banjir, mereka tidak kena banjir sama sekali. KKR di Manado, saudara-saudaraku, kebaktian seperti biasa, undangan maju kedepan, biasa, sepertinya, tetapi setengah sebelas habis kami makan malam, di hotel saya sudah tunggu delapan orang. Dari delapan orang ini, saya bilang saya tidak mau diganggu, ini jam tidur saya, saya tidak mau diganggu. Mau tanya, tuh ada pendeta, saya bilang, di Manado banyak pendeta tanya saja mereka. Dia bilang, ini ada satu ibu orang muslim mau terima Yesus.

Jadi saya kasihan, oke, tapi jangan masuk semua di kamar saya, hanya empat orang saja, boleh masuk. Saya doakan, doa terima Yesus, air mata berlinang-linang, walaupun pertamanya dia cuma cerita Al Quran lagi, Al Quran lagi, tapi akhirnya dia terima Yesus, dan saya bilang, kalau ibu mau, malam ini juga ibu bisa penuh dengan Roh Kudus. Dan itu ibu begitu terbuka, dan dia bilang saya mau dipenuhkan Roh Kudus. Saya doa hanya tiga menit, ibu itu penuh dengan Roh Kudus, didepan mata saya, hanya jarak 40 cm, saya doa, dia penuh dengan Roh Kudus. Sukacitanya begitu besar di hotel, ini karena sudah setengah sebelas maka penghuni hotel sebelah-sebelah ini merasa terganggu, jadi telepon ke kamar saya, ini ada apa ribut-ribut? Saya bilang yah sudahlah ini ada yang latihan nyanyi, saya bilang. Tapi, puji Tuhan, ini  ibu sudah terima Yesus, dan langsung dipenuhkan Roh Kudus kurang dari sepuluh menit, terima Yesus, penuh dengan Roh Kudus.

Ada haleluya, saudara? Jadi kalau kita sudah ikut Tuhan bertahun-tahun belum penuh Roh Kudus, musti diperiksa, ini ada apa dari diri kita. Puji Tuhan dan Tuhan memberkati KKR ini. Doakanlah besok KKR saudara di Bandung di Gereja Tabernakel. Ini besar-besaran, karena undangannya sampai di WC Universitas Maranatha saudara. Waktu saya kemarin mengunjungi Universitas Maranatha, saya mau masuk WC, ini kok ada KKR besar, siapa ya, ternyata nama saya ada di situ salah satu pembicara dan besok pada jam enam sore di Gereja Tabernakel di Muara Bandung. Jadi yah kita berdoa supaya semuanya berjalan dengan baik. Gembala Sidangnya anak orang Cianjur yang sudah pindah ke Bandung. Puji Tuhan. 

Nah, sore hari ini kita mau lihat satu pokok pembicaraan kita yaitu dari Kolose 
2:6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 
2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Perhatikan ayat ke 7 bagian ke-2: Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia. Kata diatas tidak ada, harusnya berbunyi didalam Dia. Jadi kalau saya baca dari ayat 7 berakar didalam Dia ayat 6 tetap didalam Dia ayat 7 dan dibangun didalam Dia. Jadi sekali lagi tetap didalam Dia, berakar didalam Dia dan dibangun didalam Dia. Itulah yang akan kita bicarakan pada sore hari ini. Mulai dari ayat ke 6 kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Saudara,  saudara dan saya sudah menerima Kristus Yesus Tuhan kita. Kata sudah menerima artinya sudah lewat. Itu sudah jadi sejarah, ada dibelakang kita. Kita sudah menerima. Saya yakin saudara dan saya semua, sudah menerima. Ada haleluyah, saudara ? 

Nah urusannya sudah selesai dalam proses sudah menerima itu, tetapi kehidupan Kristen belum berhenti dari kata sudah menerima Yesus. Oom, saya sudah terima Yesus. Pak pendeta saya sudah jadi Kristen 5 tahun. Saya sudah jadi kristen 10 tahun. Saya sudah jadi kristen 15 tahun, dst. Itu tidak ada urusan. Kamu telah menerima Yesus. Haleluyah. Saudara mau berdoa 1 jam, mau berdoa 5 menit, mau tidak berdoa saudara-saudaraku itu urusan saudara dengan Tuhan. Tetapi fakta itu harus saudara ikuti : Kamu telah menerima Yesus. Kita sudah terima Yesus.

Problemnya terjadi itu setelah kita terima Yesus. Setelah kita terima Yesus itu, disitulah mulai ada problem, disitulah mulai ada kasus-kasus, di situlah mulai ada saudara-saudaraku - seperti mobil itu indreien. Begitu saudara beli mobil, mobil sudah dibeli, mobil sudah selesai dibeli,  sudah lunas dibayar. Mobil sudah dibawa. Tetapi persoalannya bukan mobil sudah dibeli mobil sudah lunas dibayar, nah persoalannya sekarang mobil itu akan dipakai tiap hari. Nanti ada persoalan: AC nya kurang dingin, businya sudah kurang menyala, bensin bisa habis, cat nya mulai luntur. Ini kurang, itu kurang, ini salah dst, dst. Jadi saudaraku, persoalan bukan pada waktu kita beli mobil, persoalan itu adalah pada waktu setelah kita beli mobil. Dan itu sebabnya bengkel mobil mempunyai pelayanan after sales service artinya pelayanan purna jual. Setelah saudara beli ada service 5.000 KM, ada service 10.000 KM supaya mempertahankan mobil itu berjalan dalam kondisi yang baik dan fit, seterusnya. Tidak terlalu jauh berbeda walaupun berbeda tapi tidak jauh berbeda - seperti itulah kita. Kita sudah menerima Yesus, semua sudah lewat. Kita sudah terima Tuhan. Haleluyah. Puji Tuhan. Kita sudah terima baptisan. Haleluyah. Puji Tuhan. 

Nah, mulailah kita pakai ini: Kebaktian setiap hari Minggu, kebaktian setiap hari Rabu, kebaktian setiap hari Minggu, kebaktian setiap hari Rabu, kebaktian lagi ini kebaktian ini. Pikir-pikir saya ini banyak kehilangan jemaat loh saudara. Jemaat saya ini banyak yang pindah. Pindahnya pindah ke luar kota. Tadi pagi ada penganten sepasang. Laki-lakinya dari luar kota. Perempuannya orang Cianjur. Jemaat. Tapi setelah menikah katanya mau dibawa keluar kota, udah hilang lagi. Sdri Sun Lan udah berangkat ke Surga pindah, hilang. Ci Aten sudah berangkat, kurang lagi. Ada yang pindah ke Bandung, ada yang pindah ke Jakarta. Pendeta di Bandung: Waduh brur, brur punya jemaat ada kira-kira 30 orang. Jangan bangga dong. Itu jemaat saya punya, bertobatnya di Cianjur. Di Jakarta juga banyak. Tetapi di Jakarta sekarang mereka yang sudah keliling-keliling kemana-mana balik lagi ke tempat kebaktian saya. Nggak ada makanan yang sama. Puguh we da didieu mah pake sambel tarasi atuh. Ya, disitu mah euweuh sambel tarasi. Jadi saudara-saudara, apa yang terjadi kita sering kali kehilangan jemaat. Nah, disini saya lihat ada menantunya Pak Sambas dari Manado suaminya Yen Yen kita juga senang kita lihat semuanya berjalan dengan baik. 

Nah, mulailah ada persoalan, mulailah ada kasus per kasus ini. Nah, disinilah Tuhan memberi kepada kita 3 atau trilogi untuk mengelola kita punya iman. Yang pertama kita akan lihat ayat nya ke 6 bagian b: Karena itu hendaklah hidupmu tetap didalam Dia. Untuk tetap ini susah saudara. Maka penyanyi berkata Yesus penebusku ku tinggal tetap Yesus penebusku .... Sudah ditebus tapi kitanya Ku tinggal tetap Seperti pohon tumbuh dekat sungai Kutinggal tetap. Menerima Yesus itu gampang sudah lewat kamu sudah terima Yesus tapi sekarang kamu harus belajar tinggal tetap. Tetap tinggal didalam Tuhan ini satu hal yang berat. Untuk tetap tinggal tinggal tetap didalam Tuhan. Kita jangan bingung dengan Yesus. Yesus no problem. Yesus itu luar biasa. Persoalannya bukan pada Yesus, persoalannya sama kita.

Waktu Petrus jalan diatas air, saudara-saudaraku, dia sama imannya dengan Yesus. Tapi waktu dia tenggelam persoalan bukan pada Yesus persoalan sama Petrus. Karena Petrus kuatir. Dia tidak tetap dia tidak yakin bisa sampai kepada Yesus padahal deket saja sama Yesus paling 3-4 meter tinggal jalan menggapai tapi dia dengar ini suara angin ribut dia tenggelam. Jadi persoalan bukan sama Yesus persoalan sama Petrus. Persoalan bukan sama Tuhan, persoalan sama kita ! 

Nah, di Manado ini ada satu pendeta saudara. Dia sembahyang disuruh doa. Biasa di Manado kalau doa makan saja terlalu panjang. Doa apa saja selalu jalan-jalan. Nah, karena sayangnya dia karena bangganya dia kepada Yesus, pendeta ini dia berdoa padahal orang-orang lain sudah tunggu dia amin karena makanan sudah mau dingin. Tapi dia terus karena dia pendeta rasanya kurang sreg kalau mau doa makan terlalu pendek. Justru kalau saya bilang doa makan itu harus pendek tapi di Manado lain harus panjang. Berdoa lagi: Ya, Tuhan Yesus - Engkau itu Allah yang ... Engkau indah, Engkau manis, Tuhan, Engkau heran, Engkau ajaib. Udah dong padahal berhenti saja tapi dia cari lagi kata-kata: Engkau aneh. Udah tahu dia salah karena beberapa pendeta sudah ketawa. Engkau aneh, terus dia sambung: tapi nyata keajaiban-Mu. Jadi saudaraku no problem dengan Tuhan. Kita sembahyang begitu tidak sembahyang begitu tidak ada persoaalan. Yesus itu saudaraku ajaib luar biasa. Ada haleluya saudara? Persoalannya sama kita. Maka Paulus berkata: Hendaklah kamu tetap didalam Tuhan. Oke kita mulai dari Efesus. Maju ke depan 2-3 lembar kita ketemu Efesus 6 kita lihat ayat nya yang ke 13. 

6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 
6:14 Jadi berdirilah tegap, - tegap ini kurang tepat,  tetap - berikat-pinggangkan kebenaran dan berbaju-zirahkan keadilan, 

Kembali kepada Kolose. Paulus saja mengatakan bahwa hendaklah kita berdiri tetap dan tetap berdiri. Biasa kalau di Manado saudara saya diajak makan dipinggir pantai restoran namanya restoran Kharisma. Kemarin itu Pdt Awuy itu ulang tahun ke 33 perkawinan jadi kami diajak makan kesana. Mereka minta saya berdoa dipinggir pantai. Jadi pantai itu saudara restorannya menjorok kepantai, ikan bakar, jadi panggung dibawahnya itu laut jadi kita jalan itu goyang. Nah, disebelahnya itu restoran-restoran. Disebelah itu orang sedang memasang paku beton, beton besar lagi dipaku masuk di pantai supaya satu kali dia bikin tidak lagi goyang goyang lagi. Ya, yang lain itu pakai kayu-kayu dia harus ganti tiap tahun mungkin berapa bulan sekali harus ganti. Tapi ini pake paku beton supaya angin terpa bagaimana ini restoran tidak goyang. Ada berapa ratus orang diatas dia tidak goyang. Seperti itulah kehidupan kita. Kita musti berdiri tegap musti tetap berdiri. Musti berdiri tetap.

Jadi saya sudah pengalaman sekarang sudah masuk tahun ke 14 mengelola Sekolah Alkitab. Bulan ke 1 bulan ke 2 itu biasanya pada berguguran paktinggeletak Yang satu nggak betah, yang satu ingin pulang, yang satu bengek, yang satu selesma, yang satu congek sudah pengen pulang yang satu nggak betah selalu ingat mama satunya ingat papa. Jadi pulang sebulan dua bulan. Jadi saya pikir penyaringan itu bulan ke 1 bulan ke 2. Dia tidak tinggal tetap disitu ya dia nggak bisa jadi hamba Tuhan. Sampai tadi malam masih ada satu pemilik toko di Cipanas, orang kaya, yang rindu ingin masuk Sekolah Alkitab mau tidur di asrama. Dia minta pendetanya datang. Dia minta saya bisa terima apa tidak. Saya bilang kalau jadi peninjau bolehlah mau tidur di asrama. Dia punya toko bahan sisa export disebelah RM Padang Sati disitu dia punya. Biar itu istri saya yang kelola katanya, saya ingin masuk sekolah alkitab. Uang sudah tidak bisa memuaskan dia lagi. Dia ingin jadi hamba Tuhan, tapi dilain pihak ada hamba Tuhan mau dagang. Jadi ini pada terbalik sekarang saudara. Pedagang-pedagang mau jadi hamba Tuhan, hamba Tuhan kok mau jadi pedagang. Luar biasa, haleluyah.

Di Bekasi ada haji. Haji Malik, saya sudah terangkan sama saudara. Minta saya perjamuan kudus. Haji - minta perjamuan kudus. Saya bilang bapa haji apa nggak salah? Namanya saja Haji Malik. Dia nangis saudara. Dia panggil saya ke belakang. Dia kasih lihat itu kaset-kaset khotbah saya. Kurang lebih 200 kaset. Itu saya sudah denger semua, jadi saya mau bicara 4 mata. Siapa Yesus itu ? Saya bilang Yesus itu begini begini. Dia bilang saya ini pengawal Bung Karno. Dan naik haji 2 kali dengan Pak Harto. Dalam hati saya, biar 2 kali naik haji sama Pak Harto kalau nggak sama Yesus nggak masuk Surga. Pokoknya mau terima Yesus nggak? Dia nangis. Kalau begitu saya mau terima. Dia bikin gereja didepan rumahnya. Minta perjamuan kudus. Haji minta perjamuan kudus.

Nah, di Irian Jaya pendeta naik haji. Jadi bingung, saudara-saudara. Ini maka kita harus saudara-saudaraku, tetap didalam Tuhan. Ada haleluya saudara?   Hendaklah engkau berdiri tetap, hendaklah engkau tetap berdiri. Karena itu pendeta bilang kalau engkau naik haji saya kasih uang 60 juta dan istri ditambah tiga. Oh, langsung dia mau saudara-saudaraku. Jadi dia naik haji. Jadi saudara-saudara, ini ibu yang menerima Yesus di Manado yang penuh Roh Kudus tadi, dia istri Jendral. Dan dia bilang, 25 tahun saya dipukuli sama suami saya. Dia sudah talak satu sama saya. Saya mau ikut Yesus sekarang. Jadi hatinya waktu hampa, hatinya luka, dia terima Yesus, Yesus isi. Gampang sekali, terima Tuhan dan penuh dia dengan Roh Kudus. 

Saudara-saudaraku, kita kembali kepada tetap di dalam Tuhan. Apa saudara mau tetap di dalam Tuhan? Tetap di dalam Tuhan. Maka yang pindah-pindah ke luar kota, yang pindah-pindah ke luar negeri, aduh saya sedih juga yah, karena kita cari lagi, cari lagi disini, kita doa lagi, doa lagi, Tuhan kirim lagi jiwa baru, cari lagi. Nah, nanti natal ini biasanya pada pulang kampung. Waktu natal ini semua kembali ke Betlehem. Betlehemnya di Jawa Barat itu Cianjur. Mereka datang membawa semua anak, cucu, cici, cece, caca, cucu. Semua dia bawa, nanti. Mudah-mudahan kebaktian Desember ini kita bisa adakan di Yayasan Kabar Baik. Mudah-mudahan kalau bisa. Setengah lima, jam enam sudah harus selesai, karena pas setengah tujuh, Tarzan sudah berteriak. Jadi kita harus tetap di dalam Tuhan, ada amin saudara-saudara? 

Yang ke 2 ayat ke-7: Hendaklah kamu berakar didalam Dia. Kalau tadi kata tetap bicara tentang bahasa moral, bahasanya pendirian, tetap. Sekarang Paulus memakai bahasa tumbuh-tumbuhan, yaitu hendaklah kamu berakar. Saudara tahu akar ini? Tidak akan ada buah bila tidak ada akar. Tidak akan ada batang kalau tidak ada akar. Tidak akan ada daun kalau tidak ada akar. Tidak akan ada bunga tulip, bunga melati, bunga ros, bunga yang indah-indah kalau tidak ada akar. Jadi akar itu sesuatu, saudara-saudaraku, yang akan menghasilkan, yang mengkuatkan, yang membuat pohon ini berdiri bertumbuh - itu dari akar. Jadi akar ini yang menghisap segala sesuatu kehidupan untuk pertumbuhan dari tumbuhan itu sendiri.

Saya tidak lupa saat saya masih kelas 4 SD. SR dulu. Guru saya itu Bapak Hadiprayitno, dia seorang Katolik. Dia mengajar ilmu tumbuh-tumbuhan. Nanti saya belajar lagi Pak Sugeng di SMP. Bahwa akar itu saudaraku, didepan ada seperti payung yang akan menerobos tanah mencari di mana sumber air. Dia menerobos tanah.  Dia cari air itu karena salah satu pekerjaan akar itu dia mencari air. Karena kalau tidak ada air, ini tumbuhan akan mati. Jadi dia akan cari air. Air didalam FA selalu bicara dari Sabda Tuhan. Dan akar ini dari bagian pohon ini bagian yang tidak kelihatan mata. Batang kelihatan. Daun kelihatan. Jadi bagus ya pohonnya, daunnya hijau, bunganya kuning, buahnya bagus ya. Kelihatan mata. Tapi akar tidak kelihatan mata! 

Nah, akar ini saya mau bicara adalah kehidupan rohani yang tidak kelihatan mata. Kehidupan rohani yang tidak kelihatan mata. Saya sudah pernah khotbah sama saudara ada tiga hal : 

Matius 6, yaitu memberi. Tangan kanan mau memberi, tangan kiri jangan tahu. Memberi dengan diam-diam. 

Kedua, yaitu saudaraku berdoa. Berdoa ditempat tersembunyi. 

Ketiga: Berpuasa. 

Nah, kehidupan doa saudara itu adalah akar. Kehidupan memberi saudara sama Tuhan, kehidupan puasa saudara itu adalah akar. Akar dari buah nanti yang akan nampak dalam kehidupan sehari-hari. Saya  tahu ada satu suami yang suka memberi. Begitu menikah dia menikah sama orang Yahudi saudara, maksud saya orang Yahudi itu istrinya kopet. Itu istilah kita Yahudi. Dia menikah sama orang Yahudi saudara, waduh dia terbawa jadi Yahudi. Bertobat jadi orang agama Yahudi. Jadi itungan semua tidak suka memberi. Ini akarnya tidak baik. Kita harus tahu akar ini, hendaklah kamu berakar. Berakarnya ke mana? Di dalam Dia. Didalam Tuhan. Bukan berakar didalam organisasi, kedudukan. Bukan! Berakar didalam Tuhan! Maka saya agak kurang bisa mengharapkan jemaat yang nggak suka berdoa. Nggak bisa saya harapkan. Saya suruh berdiri jatuh dia. Nggak ada akar. Kita kasih pupuk kita kasih pupuk nggak ada akar. Akarnya nggak ada. Roboh.

Akar ini kehidupan doa. Kehidupan doa nggak kelihatan. Khotbah kelihatan. Nyanyi kelihatan. Puji-pujian kelihatan. Musik kelihatan. Main tamborin kelihatan. Tapi doa nggak kelihatan. Maksud saya doa pribadi, nggak kelihatan. Tapi puji Tuhan saya sangat senang dan saya sangat bersyukur sama Tuhan setiap hari Sabtu itu lebih kurang 100 orang yang berdoa. Bedstone. Kalau doa semalam suntuk itu ya jemaat kurang lebih 30 orang lah. Kadang-kadang kurang dari itu tetapi ada yang berdoa. Memang berat doa malam ini. Tapi inilah akar. Saudara mau punya pohon yang subur ya inilah. Mazmur 1. Dalam Mazmur 1 dikatakan disana ... Haleluyah Puji Tuhan  

1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, 
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. 
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. 

Nanti lain kali saya akan khotbah ini ada 7 hal berkat kalau orang tahu merenungkan FA ada 7 hal. Kata merenungkan juga tidak terlihat karena merenungkan dalam pikiran didalam hati. Yang cinta Tuhan Yesus apa katanya? Simpan sabda-Nya. Itu lagu-lagu kuno berisi. Yang cinta Tuhan Yesus simpan sabda-Nya. Sabda Tuhan ditaruh di dalam hati. Maka saudara lihat kalau orang Amerika dengar lagu kebangsaan, Presidennya dia taruh tangan kanan di sebelah kiri. Kenapa di sebelah kiri? Di sinilah ada hati. Tempat hati. Haleluyah. Maka kenapa saudara-saudaraku Tuhan mengambil Hawa dari tulang rusuk. Rusuk sebelah yang dekat hati ini, cabut, jadikan Hawa, supaya istri itu menjadi jantung hati. Adakah saudaraku yang kalau tulis surat sama pacar dulu: Engkaulah empeduku, nggak ada saudara.  Engkaulah jantung hati. Engkaulah usus buntuku, tidak saudaraku. Engkaulah jantung hatiku. Engkaulah pankreasku, tidak ada. Engkaulah jantung hatiku. Ada haleluyah?

Maka istri itu kalau difoto sebelah kiri. Dia dekat disisi dia disebelah sini. Coba kalau baris: Kiri, kiri, kiri, kanan, kiri Tidak ada yang bilang: Kanan, kanan. Heran ya saudara. Baris itu nggak ada yang bilang kanan tapi kiri. Kenapa? Karena hati itu di sebelah kiri. Coba naik mobil. Turun dimana, pak? Tah hareupeun eta. Hareupeun  Kwong Moy, Sarirasa kiri. Kiri. Berhenti disebelah kiri. Heran saudaraku. Kenapa? Karena hati, Tuhan taruh di kiri. Inilah tempatnya Firman. Berakarlah saudara dalam Firman. Haleluyah. Firman itu harus ada didalam hati. Simpan didalam hati. Taruh di dalam hati. Sayangi dia didalam hati. Simpan didalam hati saudara. Ada amin saudara? Cincin juga ditaruh kalau kawin ditangan kiri jari manis. Arloji disebelah kiri. Heran. Puji Tuhan. 

Masih kita bicara tentang berakar ini saudara. Berakar,  berakar, berakar, didalam Tuhan. Berakar didalam Dia. Pohon itu jadi kokoh atau roboh karena akarnya. Kalau akarnya kokoh, kokohlah itu pohon. Kalau akarnya tidak kuat, robohlah itu pohon. Haleluyah. Nah, ada banyak jemaat yang ditinggal suami. Jemaat yang ditinggal suami, Alkitab bilang bisa menikah lagi. Boleh menikah lagi. Tetapi pernikahan itu tidak  akan sebaik yang pertama. Belum tentu sebaik yang pertama. Tapi Tuhan ijinkan. Silahkan menikah lagi. Nah, saudara-saudara, saya ini rindu kalau ada jemaat yang ditinggal suami dalam usia yang masih bisa menikah, saya ini doa sama Tuhan, biarlah mereka dapat jodoh yang baik. Jodoh yang di dalam Tuhan. Itu sudah satu jaminan ya. Jangan kalau dia datang waduh  pake mobil nih, Wah terus mata kita jadi ijo hidung kita jadi bau bensin. Wah, saudara. Semua pernikahan yang didasarkan atas uang oh, tidak baik! 

Ini ada satu pendeta di Jawa Tengah. Di daerah Cepu di daerah Blora dia kerja. Masih sehat masih muda saudaraku, dia kerja buat Tuhan. Dia punya gereja, masih warung kecil, masih rumah kecil dia sewa dia punya kebaktian. Dia punya pacar di Cirebon. Di Cirebon itu ada satu gadis anak Tuhan sama-sama pokoknya I love you. Do you love me? Yes, I love you. Terjadi semua. Pacaranlah. Sudah pacaran pacaran sudah. Hubungan hanya dengan surat saja. Waktu itu belum ada handphone. Dan apa yang terjadi saudaraku? Datang godaan. Di Cirebon itu ada seorang pemuda yang kelihatannya taruh hati sama ini gadis. Gadis itu saudara kalau rumah-rumah dulu seperti rumah-rumah di Cianjur dulu, itu ada pintu 2 lembar. Pintu atas pintu bawah. Yang diatas itu dibuka kedalam, yang dibawah itu ditutup. Ini gadis suka berdiri didepan pintu.

Makanya suka orang tua bilang jangan suka berdiri didepan pintu nih. Katanya pamali. Dia berdiri. Ini pemuda dia bawa mobil Impala. Merah. Asal lewat itu gadis punya rumah, dia bunyikan klakson. Gadis ini cuek saja dia nggak tahu apa-apa. Lama-lama, lewat lewat lewat itu, gadis itu baru ngeuh, ini klakson ini buat dia. Dia lihat supirnya angkat tangan. Dia cuek nggak kenal. Lama-lama berhenti itu mobil didepan rumah. Turun saudara-saudaraku, waduh itu minyak rambut brylcream, licin. Kasih tangan kenalan udah kemeukmeuk nggak bisa apa-apa saudara kenalan, udah kenalan. Akhirnya bimbang dia, antara pendeta yang disana  di Jawa Tengah, yang ce pu pau mo pu se - makan nggak kenyang lapar nggak mati, sama ini yang punya Impala. Lalu 2 bulan 3 bulan ambil keputusan: Putusin saja yang disana. Diputusin saudaraku yang disana. Nangis bombay itu pendeta.

Saudara tahu ya, pendeta nggak diputusin aja dia nangis sama Tuhan tiap hari, apalagi diputusin cinta. Dia puasa 3 hari. Menikahlah saudara. Ketika menikah, barulah ketahuan itu Impala boleh pinjam. Ternyata pemuda ini hanya jual - dia kerja di toko ikan asin. Dia kerja bukan jual. Dia kerja di toko ikan asin. Nah, nasi sudah jadi bubur. Hamba Tuhan itu diberkati Tuhan dengan mobil. Dikasih mobil sama Tuhan. Belum menikah juga. Masih ingat cintanya yang mula-mula, lewat didepan rumah pacarnya dulu ini. Eh, berdiri dia. Berdiri dia dengan suaminya. Dia klakson. 

Aduh, saudara, yang cari mobil malah nggak dapat mobil. Yang nggak punya mobil malah dapat mobil. Maka saudara-saudaraku, ai cie fen mah entong neangan nu kitu. Neangan mah kabogoh neangan mah pamajikaneun mah neangan pisalakieun nu boga FT. An ciang ah. Saudara bisa bilang haleluyah ? Kalau saudara mempunyai, orang itu punya Firman, ada akar, berakar dalam Firman, udah saudara, aman dah. Kalau saudara berakar berakar berakar didalam Dia bahasanya berubah sekarang.

Yang terakhir Paulus berkata: Hendaklah engkau dibangun didalam Dia. Dia sekarang berbicara tentang bahasa bangunan rumah. Yang pertama bahasa moral. Yang kedua bahasa tumbuhan. Dan yang ketiga bahasa pembangunan rumah. Dibangun didalam Dia, bukan diatas Dia. Didalam Dia - hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman ... Nah, dibangun didalam Dia. 

Saudara-saudaraku, waktu gereja ini dibangun pada tgl 5 Desember, peletakan batu pertama cuma 5 orang yang datang. Lima orang dari Majelis: Sdr Kwe Yung kalau tidak salah, Samuel Rahmat, Sdr Budiarto,  Onesimus. Satu lagi saya.  Peletakan batu pertama. Becek ini gereja. Gereja masih dibawah dulu. Udah protol ini semua, udah mau dibongkar. Nggak ada yang datang. Kita aja berlima. Becek. Mulai bangun, bangun, bangun dengan air mata, doa, air mata sampai selesai.

Nah, saudara, gereja itu waktu baru ditahbiskan, bagusnya itu begini, nggak berubah ini bagusnya itu begini. Jadi ini karena pemeliharaan. Karenanya kita musti disiplin. Jangan sampai ada bawa apa-apa,  jangan bawa payung di dalam kebaktian, jangan ini,  jangan ini - disiplin. Keset mesti 2-3 kali disitu. Begitu ditahbiskan orang nggak kenal-kenal lewat, foto. Orang nggak wauh nggak kenal foto da bagus. Waktu pertama dibangun nggak ada yang datang. Tapi waktu sudah ditahbiskan sudah penyelesaian akhir,  ini sumbangan dari kolonel. Prof. DR. Sujono, SH. Sumbangan. Dia mau ganti dengan yang lebih besar, tapi nanti dulu dia belum pernah lihat gereja ini  karena dia jual lukisan banyak. Ini adalah gambar perjamuan kudus yang sebetulnya. Kalau saudara lihat perjamuan kudus yang duduk, itu lukisan orang Eropa, itu nggak betul. Yang alkitabiah itu begini jaman dulu. Maka kalau alkitabiah kita harus ganti kursi dengan dipan saudara.

Jadi saudara-saudara, kita kembali kepada Firman, kembali lagi kepada Firman, kita mulai bertumbuh, dibangun. Nah, waktu dibangun saya lihat, aduh  bapa-bapa ini juga berjasa yang kerja ini juga berjasa. Kadang-kadang kita datang disini saya suka suruh beli es sirop mang Aceng tuh. Semua pegawai beli satu gelas satu gelas saya yang bayar, karena saya rasa mereka juga berjasa. Berkali-kali. 

Nah, waktu dibangun ini saudara-saudara, ada satu hal saya belajar bahwa bahwa waktu dibangun ini,  satu pegawai bergantung kepada yang lain. Tukang tembok bergantung kepada tukang aduk, tukang aduk mana bisa dia mau ngaduk saudaraku, kalau pasirnya nggak ada. Nah, yang bawa pasir ada lagi itu bawa pasir, dia khusus bawa pasir, dia khusus buka semen. Yang buka semen ini kalau tidak ada semen, semen ini  harus datang dari toko. Yang bawa semen dari toko kesini adalah tukang beca. Jadi setiap yang kerja bergantung sama yang lain. Demikin juga kita didalam Tuhan. Kita bergantung satu dengan yang lain. Tidak bisa kita jagoan sorangan. Eng ing eng. Nggak bisa. Kita saling membutuhkan. Bisa bilang amin saudara-saudara? Saya membutuhkan anda, anda membutuhkan saya didalam hal-hal yang berbeda. Kalau saudara bisa mengerti essence nya saja, pengertiannya ini 10% saja, ini gereja akan maju luar biasa. Akan maju luar biasa. 

Nah, sekarang saya akan kasih illustrasi. Kebaktian saya di Jakarta mau bikin natal di hotel Millenium. Biayanya 40 juta. Mereka sudah mulai kumpul uang. Di gereja kita, kita nggak usah sewa hotel. Kita punya gedung sendiri. Kita punya ini sendiri. Biayanya sangat sangat kecil. Tetapi kita sangat memerlukan biaya. Sekarang ini saya kehilangan jemaat seperti Ibu Tan Yan Bun. Belum ada gantinya sampai sekarang. Ibu Tan Yan Bun itu saudara kalau kebaktian dulu di gereja, dia duduk dia nggak banyak ngomong tapi matanya liat ke atas. Kalau liat di atas itu kapur kapur tembok ini sudah mau ngelotok dia nggak banyak ngomong. Dia datang datang sama papa saya: Brur Yan , besok saya mau kirim si Doping tukang kapur. Saya mau cat kapur ini semua. Oh iya. Saya besok kirim. Jadi rapih gereja ini.

Nggak ada komando dari gembala musti begini. Nggak. Dia sudah tahu tempatnya.   Dia tahu tempatnya. Itu generasi dulu itu begitu hebatnya saudara. Meninggal ibu Tan Yan Bun diteruskan sama tante Eni. Ibu Tan Siu Cun. Begitu juga. Saya kirim si Doping ya. Pegawainya sama. Ada ibu, mamanya Om Can Siu. Itu dulu kursi tidak begini tapi dari rotan. Mungkin ada jemaat yang dari bioskop langsung ke gereja dia bawa tumila (kutu busuk) dan tumila beranak pinak dalam kursi rotan itu sampai jemaat pada bentol  tiga, ada yang tujuh, ada yang ikut rasul Petrus 70 x 7, 490 bentol saudara. Maka ini ibu dia diam tapi  dia belajar. Brur, besok saya mau bawa endrin. Saya mau bersihkan ini kursi. Dipersilahkan sama papa saya. Maka ini ibu, janda sudah tua, pakai kain dia beli di pasar endrin campur air dia sembari nyanyi saudara, duduk di gereja satu-satu rotan kursi dibersihin. Tuhan Yesus - nggak tahu ciptaan siapa itu lagu Haleluyah - itu rontok semua kutu-kutu busuk. Itu Senin Selasa hari Rabu sudah kebaktian umum. Jemaat sudah tenang, tidak ada lagi yang digigit kutu busuk. 

Jemaat memerlukan gereja. Gereja memerlukan jemaat. Kalau saudara mau punya gereja bagus, jaga kebagusan gereja ini. Saudara ingin dilayani dengan baik oleh gereja, layani gereja ini dengan baik. Saudara ingin diperhatikan oleh gereja, perhatikan dulu gereja. Semuanya timbal balik. Nggak bisa satu pihak. Saudara-saudara bisa tepuk tangan ini? Haleluyah, haleluyah - nggak ada bunyi  saudara. Nggak bisa. Musti 2 tangan. Jadi 2 belah pihak. Kita perlu gereja, gereja perlu kita. Saudara perlu suami, suami perlu istri, istri perlu suami. Jangan istri teh: Pokoknya papi mah tenang saja. Cicing we papi mah. Keun ku saya kabeh. Beres urusan mah. Papi mah tenang we nggeus. Pokoknya I love you, Wo ai ni, cicing we papi mah. Pokokna dagang ku ngai kabeh. Semuanya ku ngai. Genteng bocor, wurrr .... kumaha tah genteng  bocor? Keun ku ngai kabeh. Naek. Maenya? Naek, bocor pake androk, terus kaluhur. Kita perlu satu sama lain. 

Dalam membangun bait Allah, orang Manado perlu saya. Saya diminta datang ke sana untuk bikin KKR. Saya pikir mereka itu sangat terbuka. Mereka membutuhkan saya untuk KKR. Membutuhkan penginjil. Tapi saya juga perlu mereka. Ada hal-hal yang saya perlu mereka. Bisa tolong begini-begini? Oke. Supaya saudara tahu, GPdI di Tondano itu saya ikut bangun. Walaupun sedikit andil saya, hanya 1 arloji Rolex, tapi gereja Tondano ini majunya luar biasa. Kita biasa kebaktian di lapangan. Gerejanya bisa muat 5000 orang. Cukup besar. Sekarang pecah. Di gereja Tonadno ada 23 gereja GPdI. Di Tondano, kecamatan. 23 GPdI kecil-kecil. Ini yang saya sangat sayangkan. Itu bukan maju itu pecah begitu. Bukan maju. Jadi kecil-kecil. Semuanya pengen jadi pendeta. Semuanya nggak suka sama itu. Nggak bisa. Nah, hal ini saudaraku tidak mungkin terjadi kalau seperti saya katakan tadi, semuanya itu rasa memerlukan. Eh, saya perlu anda. Anda itu perlu saya. 

Banyak penyakit di rumah. Kita mesti cari orangnya. Ada genteng bocor terus, bocor terus, cari ahlinya. Listrik turun lagi spanning turun lagi spanning, jangan panggil tukang semen, bingung, panggil tukang listrik yang ahlinya. Uca beresin. Si Uca beresin. Memang Uca ini ahlinya. Dia pegang-pegang strum 220 Volt, dia tenang saja. Aduh neng, cenah, lamun teu nyeukeul ieu 220 V teh cenah nyareuri awak. Aduh eta. Da kudu nyeukeul eta strum ngeureunjeut-ngeureunjet teh ngeunah seger, ceunah.   Dia mah kalau nggak pegang strum sakit badan. Kalau kita pegang strum langsung almarhum. Jadi saudara-saudaraku, lain-lain orang. Jadi kita perlu dia, dia perlu kita. Karena satu kali pasang lampu satu titik sabaraha, Ca? Nya, 5000 we pak. Satu titik sabaraha? 15.000 we pak. Dia perlu kita. Kita perlu dia. Lagi hujan deras aduh ini gimana? Panggil Uca. Tukang PLN. Neng kumaha? Ieu beresan, naek. Beres. Terang. Nah, gimana terangnya? Kita mah nggak usah tahu.  Udah dia punya kerja. Kita perlu dia. 

Saya harap saudara-saudara  punya bakat itu bermacam-macam dah tapi masih tersembunyi karena nggak dipake. Saya mau tutup dengan cerita ini. Di Amerika dijual 3 macam  komputer chip dari otak manusia. Otaknya dari orang Jepang itu chipnya dijual USD25.00 satu chip. Ini saya dengar waktu tahun 82 saya ke Amerika, bicara didepan 3.000 mahasiswa kristen. Otak orang Jepang dijual USD25.00. Otak orang Amerika chip nya USD50.00. Kalau otak orang Indonesia  chip nya USD100.00. Jadi saya terpancing, mengapa itu mahal? Naha otak orang Indonesia mahal-mahal pisan?  Sebab baru katanya, belum pernah dipakai. Karena tara dipakai jadi anyar. Kalau otak yang Jepang mah murah USD25.00 karena dipake terus tiap hari. Jadi dipake. Satu kali orang Jepang berhenti di Cek Bun Tuan tukang kacang. Saya dengar saja omongnnya.  Ini kulit kacang  ini yang dibuang-buang, kalau di Jepang dibikin satu pupuk yang sangat mahal harganya. Pupuk terbaik itu dari kulit kacang. Didieu mah dipiceunan. Orang Jepang.

Dulu waktu Samudera Beach Hotel di bangun, saya bilang itu siapa yang pake celana pendek, orang Tionghoa, pake kaos singlet dia pake sandal jepit. Itu insinyur dari jepang. Loh, kalau insinyur Indonesia mah pake dasi, waduh kemon handphone dimana-mana. Wah. Itulah bedanya saudara. Itulah sebabnya mari kita kerja. Semua itu saudara sumbangkan pikiran saudara. Sumbangkan saudara punya kemampuan. Sumbangkan saudara punya kebisaan. Haleluyah. Kerjakan untuk Tuhan. Masa mau tunggu mati. Nggak kepake semuanya nggak dipake untuk Tuhan. Pake dong. Yang bisa listrik, pake untuk Tuhan. Yang bisa gambar, pake untuk Tuhan. Yang bisa foto pake untuk Tuhan. Yang bisa musik, pake untuk Tuhan.

Nah, saya nggak mau alat musik ini, saudara-saudara ya, tidak mau alat musik ini dipake sembarangan. Tapi alat musik ini terbuka. Anak saudara pemuda-pemudi, remaja mau belajar musik, silahkan. Anak saya guru drum, silahkan belajar sama dia. Ada yang bisa main gitar, belajar, silahkan. Justru saya lagi tunggu-tunggu. Saya itu ingin duduk disini tenang saya teh nggeus moal main melodi-melodi deui. Tenang we urang teh, hayang teh kitu. Da euweuh. Nggak ada yang bisa maen melodi. Gempeur. Siapa yang mau maen silahkan. Saxaphone maen. Jangan maen saxaphone sebulan sekali. Jangan main musik sebulan sekali. Tiap minggu silahkan. Terbuka, tapi yang betul, yang sungguh-sungguh,  yang baik. Pake kemampuan saudara. Pake. Saudara dibangun didalam Tuhan. 

Tadi itu kaum wanita grup nyanyi. Tapi saudara-saudaraku, mari kita nyanyi juga untuk Tuhan, hayo pake untuk Tuhan. Saudara tergerak nggak usah pake group.Saya teh pengen nyanyi - nyanyi. Nggak usah tunggu, ah engke we tunggu  lamun kebaktian kaum wanita mah saya bebas lah nyanyi teh. Lamun aya ko Yoyo mah sok geumpeur. Tidak. Coba nyanyi. Pake saudara untuk Tuhan. Ada haleluyah, saudara-saudaraku ? Apa saudara bisa kerja, pake untuk Tuhan. Hayang manuk, menta. Geus tinggal menta atuh. Teu kudu meuli, menta dibere. Tentu kalo menta dikasihnya tentu moal yang bagus. Tapi bunyi. Pasti bunyi. Pasti bunyi saudara. Tapi mari kita pake semuanya untuk Tuhan. Ada haleluyah? Saya bohong saudara. Kalau saudara minta, saya kasih yang bagus. Asal saudara minta. Cuman petasan saya nggak kasih ya, karena saya nggak suka main petasan. 

Nah, pada malam hari ini, harap saudara tetap di dalam Dia, berakar di dalam Dia, dibangun di dalam Dia. Salah satu ini perjamuan kudus ini, termasuk di mana? Termasuk tetap, temasuk berakar, termasuk dibangun? Coba saya tanya, termasuk ke 1, ke 2 atau ke-3? Tetap, berakar atau dibangun? Ha? Dibangun! Saudara, itu dibangun. Waktu makan perjamuan kudus, itu dibangun. Karena Tuhan bilang: Kerjakan ini sampai Aku datang kembali! Jadi dalam pembangunan di dalam Tuhan, Dia pake ini juga perjamuan kudus.  Mari kita siapkan perjamuan kudus. Kita masuk di dalam Doa.  Para pelayan silahkan maju. 

-- o --   

Minggu, 04 November 2001

SUJUD/DOA

Kita akan teruskan

Efesus 3:14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa. 

Masih ingat ayat yang ke-11:

3:11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. 
3:12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. 
3:13 Sebab itu aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu. 

Karena kesesakan itu, karena banyak problem menekan, maka Paulus ayat 14, dia berkata: Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa. Satu-satunya jalan, tidak ada jalan lain.   Tidak ada jalan lain, tidak ada wakilnya, tidak ada gantinya, bagaimana kita menghadapi kesesakan yang akan datang menghadang hidup kita sebagai orang-orang Kristen - hanya didalam doa saja. Nanti di akhir zaman akan terpisah, akan kelihatan umat Allah yang suka berdoa dan umat Allah yang tidak suka berdoa. Umat Allah yang suka berdoa dia akan tinggal tetap didalam kesesakan, tetapi orang-orang yang tidak suka berdoa dia akan roboh, dia akan keropos didalam kesesakan. Karena FA katakan: Kekuatan orang kristen hanya ada di dalam doa. Itu sebabnya kata Paulus: Aku sujud kepada Bapa. Kata sujud disini menunjuk saudara-saudaraku kondisi hati. Banyak kali kita sujud hanya kondisi tubuh, badan kita sembahyang, mata kita tertutup untuk berdoa mungkin lutut kita terlipat, mulut kita berkomat-kamit tapi sayang hati kita tidak sujud dihadapan Dia. Hati kita tidak rendah dihadapan Tuhan. Saudara-saudara ku, dikatakan didalam ayatnya yang ke 14: Itulah sebabnya aku sujud. Bhs Inggris memakai I bow my knees. Aku membengkokkan lututku. Aku melipatkan lututku. I bow my knees. 

Berapa kali saudara berdoa dalam satu minggu ini? Dimanakah saudara berdoa? Apa yang saudara doakan? Itu tiga pertanyaan yang saudara wajib jawab untuk diri saudara sendiri. Apakah kita berdoa hanya waktu kita butuh, pada waktu kita didalam kebutuhan? Kita mempunyai keperluan kita berdoa. Apakah kita berdoa saudaraku waktu kita kepepet, pada waktu kita mengalami percobaan demi percobaan - barulah Tuhan itu harganya mahal, barulah waktu itu Tuhan kita cari. Apakah kita seperti Paulus - dia sudah punya keberanian, dia sudah punya jalan masuk, dia sudah punya iman tetapi tidak membuat dia berhenti dari sujud - bow my knees untuk berdoa. Jadi sujud saudara-saudaraku lebih cenderung kepada kondisi hati. Bunyinya ini ayat agak kurang sebab dalam bhs Inggris bunyinya begini: For this cause I bow my knees unto the Father of our Lord Jesus Christ. 

Ada peribahasa bilang begini: Kalau kita tidak rido tidak ikhlas berlutut sama Tuhan, nanti kita juga berlutut dipaksa berlutut. Daripada kita dipaksa berlutut, lebih baik kita berlutut dengan ikhlas, lebih baik kita bertelut dengan ikhlas kondisi hati kita, kondisi rohani kita, kondisi jiwa kita adalah kondisi suka tunduk, suka sujud dihadapan Bapa. Jadi salinan bhs Inggris bunyinya begini: Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa dari Tuhan kita Yesus Kristus. Jadi itu Tuhan kita Yesus Kristus itu hilang dalam bahasa Indonesia. For His cause I bow my knees unto the Father of our Lord Jesus Christ. Aku sujud kepada  Bapa dari Tuhan kita Yesus Kristus. Jadi Bapa disini Bapa yang sama dari Yesus, itu juga Bapa yang sama kepada kita. Dan Bapa ini tidak pernah pilih kasih apa yang dia beri kepada Yesus, Dia berikan juga kepada kita. Ada haleluyah, saudara? Bapa ini tidak pernah pilih kasih. Mungkin ukurannya berbeda, tapi persentasenya sama. Mari kita lihat ilustrasi yang pertama di dalam Matius  

25:14. "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. 
25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. 

Saudagar disini lambang dari Tuhan Yesus sendiri. Ia naik ke Surga untuk bepergian. Saudara-saudara kalau mempunyai hamba, ada hamba bermacam-macam, ada pembantu RT, ada pelayan, ada pengerja yang kalau tuannya pergi, dia berfoya foya dia bermalas-malas dia tidak kerja karena oom dan tante tidak ada, karena tuan dan nyonya tidak ada, karena majikan tidak ada, induk semang tidak ada dia seenaknya bekerja semau-maunya dia. Lain dengan ada orang pembantu RT, ada atau tidak ada kita, dia bekerja sama. Walaupun tak ada kita, tugas dia dia kerjakan, dia tidak bermalas-malas. Nah, ini diwakili oleh ketiga orang ini. Yang pertama dikasih lima, yang kedua dikasih dua, yang ketiga dikasih satu. Sudah ditulis masing-masing menurut kesanggupannya. Majikan itu tahu yang dikasih satu nggak mungkin dia dikasih dua, nggak bisa. Tapi dikasih satu dia bisa. Nggak mungkin dikasih lima dia bisa, dikasih satu dia bisa. Yang dua dikasih satu kapasitasnya lebih, dikasih tiga nggak bisa dia apalagi dikasih lima. Dia dikasih dua. Tuhan tahu kapasitasnya dua. Tapi yang dikasih lima Tuhan tahu kapasitasnya. Dia bisa kerjakan. Mungkin lebih dari lima tapi dia dikasih saja lima. Lima, dua, dan satu.

Masing-masing menurut kemampuannya. Saudara, kita tidak bisa iri sama orang. Satu pendeta tidak bisa iri sama orang. Loh, kok pendeta sana dikasih pelayanan hebat sekali, kenapa pelayanan saya didesa. Tidak. Tidak boleh iri. Kenapa saya di kabupaten? Kenapa teman saya di Jakarta kota besar?  Kenapa lain di luar negri, kenapa saya di kecamatan kenapa saya di kabupaten. Tidak bisa. Tuhan melihat kepercayaan dan Tuhan melihat kemampuan ini. 

Yang dapat lima, saudara, kalau saudara baca ayatnya yang ke-20 

25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. 
25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. 
25:22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.  - perhatikan saudara ayat ke 23 -
25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. 

Kita berhenti dulu disini. Yang pertama tuan ini berkata kepada yang dapat lima talenta. Dia dapat untung lima jadi sepuluh. Yang dapat dua modal dua dapat untung dua jadi empat. Perhatikan kalimat dari tuan itu. Tidak beda saudara. Perhatikan. Ayat 21 Baik sekali perbuatanmu, hai hambaku yang baik dan setia; ayat 23 Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia. Ayat 21 engkau telah setia dalam perkara kecil; ayat 23 engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil. Ayat 21 aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar; ayat 23 aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Sama. SAMA.

Ada satu pendeta dapat lima talenta dia doa orang sakit sembuh. Dia doa orang lumpuh jalan. Dia doa orang buta melek. Saudara berdoa bedstone tidak ada yang lumpuh berjalan, tidak ada yang buta melek tapi saudara setia. Saudara setia saudara seperti dapat dua talenta saudara setia berdoa. Dari ibu RT yang sederhana saudara ikut doa malam. Ngantuk-ngantukpun kita paksain ikut, setia. Coba renungkan saudara kata-kata saya ini renungkan. Umpamanya kita tahu bahwa umur kita tinggal satu minggu lagi. Malam ini Tuhan kasih tahu umur kita semua tinggal 1 minggu lagi. Apa berani diantara  kita masih ada yang ke bioskop. Apa berani di antara kita masih ngomong yang nggak karuan. Apa masih berani diantara kita masih ngaco-ngacoan perkacauan. Apa berani kita? Tidak. Apa berani kita bikin rencana keluar negri jalan jalan sebagai terakhir kalinya sebelum mati? Tidak ada yang berani. Semua akan berdoa. Betul atau betul? Semua akan berdoa karena udah dikasih tahu seminggu lagi.

Makanya kalau saudara ada yang sakit doktermu bilang umur mu tidak lama lagi hanya tinggal   tiga minggu. Aduh dia untung dia tahu kapan dia mau meninggal. Dia bisa sembahyang. Yang sudah dihukum mati dia sudah tahu tanggal ini kamu dihukum mati dia untung. Dia sudah tahu dia bisa berdoa dia minta ampun sama Tuhan minta semua dosanya diampuni. Dia berdoa panggil pendeta dia boleh minta tolong Tuhan ampuni. Disuntik mati, dia masuk surga.  

Tapi umpamanya kita tidak tahu kapan kita mati hanya kurang lebih satu minggu lagi kamu mati. Jamnya kita tidak tahu apa kita nggak hati-hati. Saya yakin kita akan berdoa. Saya tidak ada doa pagi di gereja, saya pasti ditelepon oom saya mau doa pagi di gereja. Kalau umur saya sudah tinggal satu minggu. Saya pernah baptis orang yang umurnya tinggal satu minggu. Dia kena ginjal ada kanker di ginjalnya. Dia bilang sama saya bapa tolong baptiskan. Ah saya ngomong sama jemaat yang belum dibaptis kapan dibaptis, engke we engke.  Kapan dibaptis, engke engke gampang gampang. Iraha? Engke lamun panon poe disebelah barat terbitna. Gampang, gampang ko Yoyo kalem ngai mah cincai gampang. Tapi ini orang yang dokter bilang  satu minggu lagi mati dia bilang sama saya, saya mau dibaptis sekarang juga. Tidak ada bak dirumah itu. Di bathtub, saudara. Jadi selonjorkan duduk basah semua,  nangis dia. Saya baptis dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Dia tidak sampai 1 minggu, 5 hari kemudian dia meninggal. 

Orang kalau sudah menghadapi maut dia akan berdoa. Sekarang tuan lagi pergi tapi dia bakal balik. Kita tidak usah takut mati karena itu harus kita lewati karena dia pasti datang. Tapi yang harus kita takuti kalau kita mati itu kita tidak dalam kondisi berdoa. Kita didapati tidak dalam keadaan setia. Maka  yang dapat 5 talenta berdoa orang buta melihat, berdoa orang timpang berjalan. Yang dapat 2 talenta berdoa biasa. Doain pendeta, doain hamba Tuhan. Saya suka perhatikan yang berdoa hari Sabtu atau dalam doa semalam suntuk dia suka berdoa satu satu jiwa kadang-kadang saya suka nggak sabar ini jiwa udah didoain kenapa didoain lagi. Buang-buang waktu, doain yang lain. Jadi kapan-kapan nanti saya musti tulis di papan tulis ibu ini berdoa untuk Irian Jaya. Dia musti doa hanya Irian saja. Irian semua. Irian saudara-saudara hanya Irian dari orang item sampai koteka.   Irian saja dia harus berdoa. Jangan dia berdoa Ambon. Dia punya bagian Irian saja. Nanti bapa ini hanya berdoa untuk Ambon. Ambon saja jangan doa Cianjur. Ambon saja. Ambon - dari pisang Ambon sampai orang Ambon. Ambon saja saudaraku dia berdoa. Nanti ibu ini berdoa untuk Pulau Jawa. Jawa saja. Dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur. Penginjilan keamanan dsb Jawa saja, jangan dia berdoa bermacam-macam. Itu lebih terarah. Tapi ya sudah kita masih baru, baru 2-3 tahun kita doa malam, belum teratur betul. Belum semua. Saya punya visi kan belum nyata. Saya ingin 100 orang yang doa malam itu belum, belum kelihatan. Tapi nanti kita lihat. Kalau saudara nggak rela berdoa malam, nanti Tuhan paksa. Kalau Tuhan paksa mah geura tidagor heula. Maeunya kudu tidagor heula, karak doa malam. Cing keur aman yeuh keur aman, lagi nggak ada apa-apa, kita doa malam, kita doa saudara-saudaraku. Karena apa ? Karena ada kesesakan. Karena apa? Karena justru ada berkat dari Tuhan jalan  masuk kepada iman kepada Kristus Yesus. Kita harus berdoa. 

Almarhum Ibu Pendeta Londong. Dulu tahun 57 dia kesini saya masih kelas 3-4 SD. Tapi saya tidak lupa dia nyanyi. Berdoalah waktu pagi Berdoa juga waktu siang Waktu masuk matahari Bikin hatiku tenang. Dengar. Berdoalah waktu pagi itu  waktu usia muda, waktu remaja, waktu kuat-kuatnya, buta tulang buta daging halilintar geledek menyambar main bola sing taranjang di asrama polisi. Saya waktu muda bersama pak Onesimus  umur saya 19 tahun lari 10 KM saudara-saudaraku ngobrol. Waktu muda waktu pagi hari. Warung kondang 7 KM bolak balik 14 KM ngobrol lari subuh jam 4.00 ngobrol ciakah. Sepi dulu, udara masih seger. Masih muda. Berdoalah waktu pagi. Umur remaja. Saya ada lihat remaja disini. Lebih baik disini daripada mikirin narkoba. Lebih baik di gereja saudara-saudaraku daripada mikirin yang nggak karu-karuan. Berdoalah waktu pagi.

Hei remaja-remaja, anak-anak muda, belajar berdoa karena ini waktunya untuk anda berdoa. Paulus saja saudaraku 58 tahun dia suruh Timotius yang 16 tahun doa, berdoa, berdoa, berdoa. Hai remaja usiamu masih pagi. Saudara yang masih punya anak kecil masih remaja masih anak-anak pra remaja suruh ke gereja bawa di kebaktian bawa di FT ajar mereka berdoa waktu masih kecil. Orang Katolik bilang beri padaku seorang anak sampai umur 12 tahun dan aku akan didik mereka sampai tua dia akan tetap Katolik. Dan tidak akan berubah-ubah. Kenapa? Dari kecil. Maka guru-guru Sekolah Minggu ajar doa. Apa masih di ajarkan  ayat buat ingat nggak di Sekolah Minggu ayat-ayat hafalan. Kalau tidak, kau sudah salah mengajar. Harus dikembalikan lagi . Suruh mereka mengingat ayat-ayat FA. Dulu waktu saya masih sekolah minggu, disuruh mengingat 12 ayat. Siapa yang bagus dapat telor asin. Saudara-saudaraku, tetapi  ingat FA masukan, berdoa. Berdoalah waktu pagi.  Remaja dan pemuda berdoa. Ada banyak godaan untuk remaja dan pemuda. 

Berdoalah juga waktu siang. Sudah dewasa. Sudah jam 12.00 Umur-umur menengah 40 tahun, 50 tahun, 55 tahun. Itu umur-umur jam 12.00 harus berdoa. Sudah dari umur 40 tahun sebetulnya manusia itu sudah mulai menurun. Dari remaja dia naik 0 1 2 3 4 5 6 7 sampai 40. Dari 40 itu harus sudah pantang. Jangan terlalu suka air gula. Pantang. Jangan selalu suka gajih-gajih. Jangan terlalu banyak makan malam. Sudah pantang. Jaga semua karena sudah mulai menurun. 40 41 42 43 44 45 46 49 ibu Sun Lan meninggal. Tidak tahan. Sudah menurun 49. Saudara berapa? Saya masih lebih lewat 50 51 52 53 jalan 54 tapi terus turun. Waktu siang 40 50 menurun. Berdoalah bapa-bapa ibu-ibu. Haleluyah. Saya dengar bapak Maladi sudah lapor kemarin : Pak, 13 orang sudah saya cukur siswa-siswa. Dia tagih sama saya bayarannya saya bayar.  Lain kali nanti pak Maladi yang musti cukur, biar 13 orang itu cukur pak Maladi. Biar potongannya nggak karuan. Tapi itu saudara inilah kalau sudah umur-umur menengah harus berdoa. Berdoalah supaya itu siswa-siswa cepet gondrong. Dan kalau gondrong cepet lagi dicukur. Saceng lagi. Jadi pak Maladi harus berdoa Tuhan biar siswa-siswa lekas gondrongnya. Saudara-saudara, asal jangan kumis saya paling nggak suka kumis. Jadi saya kasih tahu kepada saudara-saudara Berdoalah waktu pagi Berdoalah juga waktu siang.

Waktu masuk matahari. Last two, last one, sudah hampir game. Waktu masuk matahari, umur 70, 65, 72, 73. Cincin berlian sudah tidak menarik lagi sama dia. Maka saya juga pakai pirus saja, yang murah meriah, kalau berlian sudah engga mikir lagi. Maka saudara-saudara, waktu masuk matahari, ema-ema, opa-opa, bapa-bapa yang sudah lanjut usia, yang sudah merayakan pesta nikah 30 tahun, 40 tahun, 50 tahun, 60 tahun mungkin, 70 tahun usianya, waktu masuk matahari. Kalau waktu masuk matahari, saudara, anak-anak perkutut itu selalu bunyi, saya kadang-kadang suka keluar air mata, kenapa? Dia panggil mamanya, dia panggil induknya karena dia tahu dia harus pulang. Saudara dengar lagu keroncongan yang saya ciptakan, apa gunanya kekayaan kalau kita tidak punya Yesus, nanti kalau sudah masanya, waktunya kita dipanggil oleh Tuhan, ayo pulang, ayo pulang surga. Waktu masuk matahari bikin hatiku tenang, kita menghadapi kematian, menghadapi maut dengan tenang. Hai maut dimanakah sengatmu? Hai maut dimanakah kuasamu? Aku berani menghadapi maut, karena dibelakang maut Yesus sudah mengalahkan maut.

Jadi, berdoalah waktu pagi, remaja, pemuda-pemudi. Berdoa juga waktu siang, waktu kita mulai kerja, mulai punya anak, mulai anak kita pacaran, bakalan kita punya menantu. Saya masih siang, tapi siangnya sudah siang nyanghareup ka barat, jam satu, jam dua, sudah turun, jam tiga, jam empat, jam lima, jam enam, setengah tujuh. Nggeus nagog tah. Saya belum nagog saudara tapi sedang menuju kesana. Maka saya nyesel kenapa saya nggak main golf waktu saya masih umur 17 tahun pasti saya bisa juara. Umur 50 tahun baru main golf atuh ketinggalan tapi udahlah nggak apa-apa dari pada nggak main supaya badan sehat. Berdoa juga waktu masuk matahari. Waktu anak saya saudaraku 15 bulan matahari dia masuk masih 15 bulan didepan mata saya. Matanya meredup nafasnya terlepas baru 15 bulan mataharinya sudah terbenam bagi anak saya. Yang kedua ayah saya saya tidak lihat tapi sudah terbujur mayatnya tapi waktu ibu saya, saya peluk kepala dia ada dipangkuan saya. Waktu  dia lepaskan nafas, matahari terbenam. Apa yang dibawa sama mama, apa yang dibawa sama papa? Hanya doa. Kita harus menghadap Tuhan dengan doa. Makanya rasul Paulus berkata aku sujud kepada Bapa. Saudara mau sujud kepada Bapa? 

Yang seorang dikasih 5 talenta, kita cuma dikasih dua. Tapi pujiannya sama. Baik sekali kamu hai hambaku yang setia. Kamu setia dalam perkara yang kecil, nanti aku percayakan perkara yang besar. Jadi saudara-saudara, yang penting dalam ikut Yesus itu jangan geledug ces. Jangan semangat Coca Cola. Kamana kamari teu kebaktian? Naha enteu doa? Nyareuri awak. Nyareuri ceuli. Nyeuri beuteung. Heran eta teh ko Yoyo asal pas edek doa malam teh ieu karasa itu karasa. Rasa-rasana teh hayang na teh sare we ta teh. Aduh, Iblis tahu kalau kita berdoa ada berkat maka dia bikin. Di Lengkong Tengah Gereja Pdt Ogi ada satu bapa dia ikut kebaktian PA begitu menarik. Tiba-tiba didepan dia ada satu ibu begini dia lihat. Ah si ibu ngantuk kasihan cape. Kali ngantuk dia. Tapi tiba-tiba Tuhan buka mata itu bapa. Ada tangan berbulu yang lagi tumpang tangan diatas itu ibu sampai itu ibu ngantuk. Jadi dalam roh dia bilang demi Nama Yesus hai setan aku perintahkan engkau pergi. Itu tangan hilang. Begitu itu tangan hilang itu ngantuk ibu itu hilang. Jadi siapa yang ngantuk malam ini, ada tangan berbulu diatas kepala dia. Pasti dia akan nyanyi kingkong badannya besar ... Daripada kita dipaksa berlutut sama Tuhan mendingan kita rela. Tuhan aku sujud dihadapan Engkau.   

Lima talenta saya bicarakan saudara. Kenapa doa? Karena doa adalah perkara yang paling gampang sekaligus yang paling susah. Gampang sembahyang teh peureum, ngomong. Gampng, Tuhan saya perlu ieu saya perlu itu saya perlu ini. Tuhan tolong supaya suami saya bertobat. Ngomong Tuhan tolong supaya istri saya jangan terlalu bawel walau pun dibibirnya ada 7 tahi lalat. Tuhan berikan supaya ia tenang. Ngomong Tuhan saya punya toko kurang laku berkat lah. Ngomong gampang gitu ngomong. Tapi kenapa kita susah? Karena Iblis tau orang kalau berdoa dia ada berkat. Maka dia usahan supaya dia jangan berdoa. Karena dia tau kalau dia sembahyang berkat bagi dia. Daripada kita dipaksa sembahyang di dalam perut ikan atau dipaksa berdoa dikandang singa lebih baik lagi aman kita berdoa. Nih, ada satu lagi: Jangan kita berdoa karena kita takut sama Tuhan. Tapi berdoalah karena kita sayang cinta kepada Tuhan. Itu berdoa lebih ada harga. Jadi dia dihampiri datang. Aku datang kepadamu Tuhan. Sembahyang.  

Yang dapat 5 modal 5 10  kok sama pujiannya dengan yang dapat 2 modal 2. Karena yang  dihitung sama Tuhan itu persentase. Modal 5 untung  5 100% kan untungnya. Modal 2 untung 2 100%. Coba yang 1 nggak usah dapat 2 dapat aja 1 100% juga. Tapi nggak. Kita baca ayatnya yang ke-24  

25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. 
25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! 
25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? 
25:27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. 
25:28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. 
25:29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. 

Ayat 29 perhatikan. Karena setiap orang yang mempunyai. Mempunyai apa?  Talenta yang dikerjakan. Doa yang didoakan. Jangan kita hanya berdoa itu hanya duit terus. Tapi berdoa untuk penginjilan berdoa untuk kemajuan jemaat. Berdoa untuk kerohanian kita supaya meningkat. Berdoa untuk orang lain berdoa untuk negara kita. Berdoa untuk pemimpin-pemimpin kita di MPR supaya jangan tinju melulu. Berdoa berdoa berdoa, nanti kita akan lihat buahnya. Dalam ayat-ayat berikutnya nanti minggu depan. Sekarang saudara mengerti apa artinya sujud ? Orang kalau tanam dibawah dia tanam itu talenta   dia mesti berlutut. Tapi berlutut bukan untuk kerja bukan untuk tanam, dia tanam talentanya. Talenta ditanam nggak dikerjain. Modalnya ditanam. Nggak bisa jadi. Malam hari ini apa sih talenta saya Tuhan dihadapan Tuhan? Apa talenta saya teh ngan narima tamu? Apa talenta kita itu cuma itu? Tidak. Doa itu - orang kaya bisa doa, orang miskin bisa doa. Doa - lelaki bisa doa, perempuan bisa doa. Orang dewasa bisa doa, anak kecil bisa doa. Orang pandai bisa doa, orang bodoh bisa berdoa.   Doa itu saudara ku bahasa universal antara manusia dengan Tuhan. Baru saja saudara menangis aduh Tuhan itu sudah doa. Dia mengerti bahasa tetesan air mata. Maka pada ayat 14 dari Efesus itu: Dia berkata saudaraku: Itu sebabnya aku sujud dihadapan Bapa dari Tuhan kita Yesus Kristus. 

Berapa kali saudara sujud dihadapan Tuhan? Yang saya maksudkan bukan berlutut bukan sembahyang haleluyah Tuhan tapi melamun. Kita musti bener-bener kalau berdoa sama Tuhan. Saya tidak tahu kenapa bicara doa malam ini. Inilah yang ditaruh oleh Tuhan dihati saya. Berdoa saudara. Negara kita didepan kita, jangan hanya mikirin dolar saudara. Doa. Berdoa. Saudara punya banyak dollar juga kalau nggak doa mah cilaka hancur. Teu boga dolar ge lamun punya doa mah hebat. Itu sebabnya pake doa. Doa. Mari kita berdiri bersama-sama. 

-- o -- 

Minggu, 11 November 2001

Semua Keluarga di Surga dan Bumi Menerima Nama-Nya 

Saudara-saudara, selamat bertemu lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan mendengar FT lagi  pada sore hari ini. Tampaknya kita akan mendengar Sabda Tuhan terus dari Surat Efesus 3. Saya kasih berita lagi dari Manado bahwa hasil KKR 26 jiwa dibaptiskan. Efesus

3:14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, 
3:15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 

Saya ingin bacakan salinan sebenarnya atau bunyi sebenarnya dari ayat ini: Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa dari Tuhan Yesus Kristus, yang daripadanya semua keluarga. Jadi kata turunan itu tidak ada - keluarga, family yang didalam Sorga dan diatas bumi menerima namaNya. Minggu lalu kita sudah belajar ayat ke 14. Sekarang kita akan berbicara mengenai ayat 14 dan ayat ke 15. Dalam ayat 15 dikatakan: yang dari pada-Nya semua keluarga yang di dalam Sorga dan di atas bumi menerima namanya. Orisinil-nya itu istilah keluarga family,  itu adanya dihatinya Tuhan, dihatinya Allah. Jadi kalau seorang dia berbicara dia mau masuk berkeluarga, itu kata keluarga saja itu datang dari hatinya Tuhan. Bahkan didalam seluruh Alkitab dari PL sampai PB dari awal sampai akhir dari Alkitab yang kita baca: keluarga, keluarga, keluarga. Bagaimana Tuhan menghadapi kita, menganggap dirinya kepada kita? Sebagai keluarga juga. 

Ada banyak cerita didalam Alkitab. Kita mulai dari Adam dan Hawa. Tuhan mau mulai sebuah keluarga di Taman Eden di Taman Firdaus. Ini pelajaran besar ya saudara - jadi perhatikan. Pada waktu dia bikin manusia, dia bikin berapa saudara? Bikin satu. Adam. Saudara bisa bilang amin Dia bikin satu? Tetapi Alkitab bilang dia tidak bikin satu, Dia bikin dua. Mari kita lihat kitab Kejadian 

1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." 
1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 

Yang dia buat adalah Adam. Satu. Saudara memang tidak salah ya, yang dia buat satu manusia Adam. Tetapi yang Dia ciptakan itu dua. Laki-laki dan perempuan. Jadi dia bikin satu Adam. Saudara lihat kedepan ya. Satu Adam nya. Tetapi didalam Adam ini ada laki laki dan perempuan. Karena apa ? Karena Adam dibikin menurut peta dan gambar teladan Allah. Dan dalam tanda kutip saya mohon dengan sopan sesopan-sopannya bahwa didalam Allah - Elohim, ada karakter laki-laki dan ada karakter perempuan.   Karakter laki-laki dari Elohim itu disebut El Gibor - Yesaya 9 : 6. Karakter perempuan dari Elohim itu El Shaddai - Kejadian 17:1. El Gibor itu bersifat laki-laki, Allah yang menang perang. Allah yang selalu menang, Allah yang berkemenangan. Allah yang berkarakter laki-laki, yang tegas yang gagah perkasa, selalu menang dalam peperangan. Lain dengan kata El Shaddai karena kata Shad itu adalah payudara seorang ibu yang menyusui anaknya. Jadi El Gibor laki-laki, El Shaddai itu saudara perempuan tapi ada didalam Elohim. Laki-laki dan perempuan ada didalam Adam. Maka yang dibuat oleh Tuhan itu satu. Dari tanah liat ia membentuk manusia satu, yaitu Adam, tapi didalam Adam itu ada laki-laki dan perempuan. Maka didalam kitab Kejadian pasal 2 kita baca ayat 18. 

2:18. TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." 
- Jadi saudara-saudara yang masih single tidak baik kata Tuhan. Kata Rasul Paulus dalam PB baik seorang diri. Tapi kata Tuhan dalam kitab Kejadian tidak baik musti punya teman - . Ayat 19
2:19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. 
2:20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. 
2:21. Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. 
2:22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. 
2:23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." 

Jadi Hawa diambil dari rusuknya Adam. Jadi Hawa selama ini ada didalam Adam. Maka kenapa saudara Tuhan ambil dari rusuk? Karena dari rusuk inilah yang paling dekat dengan hati. Itu sebabnya istri itu mendampingi suami disisi suami mendampingi, sepadan dengan dia kata ayat 19. Sejodoh. Tuhan tidak ambil dari tulang kepala supaya jangan istri jadi tuan besar atas suami. Tuhan tidak ambil dari tulang kaki supaya suami tidak injak sama istri tapi Tuhan ambil dari tulang rusuk. Ada haleluyah? Untuk disayang-sayang. Ada didekat jantung hati. Maka Presiden Amerika kalau lagi lagu kebangsaan mereka orang Amerika taruh tangannya didekat hati. Ibu-ibu, anda dibuat oleh Tuhan dari tulang yang paling dekat hati. Maka hidup ibu-ibu juga harus berhati-hati. Heran itu ya. Ini yang pertama.

Supaya saudara tahu bahwa anda suami istri itu tidak dua tetapi satu. Tuhan nggak lihat saudaraku dua. Satu aja. Istri keluar dari suami. Jadi Tuhan liat saudara satu. Di dalam Efesus 

5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 

Satu daging satu tubuh. Dihadapan Tuhan itu satu. Jadi asalnya satu Adam dibikin dua oleh Tuhan laki-laki dan perempuan dalam pernikahan ketemu lagi jodoh dijadikan satu lagi sama Tuhan. Asalnya satu dibikin dua dibikin satu lagi. Asalnya satu Adam dibikin pisah laki-laki dan perempuan, dibikin satu lagi didalam Tuhan. Pasal

5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. 
5:33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

Saudara lihat, hubungan Kristus dengan jemaat itu didalam lingkup keluarga, di dalam ruang lingkup kekeluargaan. Segala sesuatu yang diluar kekeluargaan Tuhan, maaf, Tuhan tidak kenal ! Dia harus bergerak dalam ruang lingkup keluarga. Ayat 32: Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. Rahasia apa? Rahasia laki-laki dan perempuan itu satu. Rahasia Kristus dan jemaat itu satu. Jadi kita sekarang ini saudara-saudaraku, gereja adalah Hawa bagi Yesus karena Yesus disebut Adam yang terakhir. Kapan Hawa kita ini dijadikan istri-Nya? Pada waktu Yesus ditusuk lambungnya disalib. Pada waktu Yesus ditusuk lambungnya, keluar air dan darah, itulah kelahiran Hawa, kelahiran saudara dan saya, kelahiran gereja. Maka kita dengan Kristus bukan lagi dua tetapi kita satu. Makanya dia ada didalam kita, kita juga ada didalam Tuhan. Ada haleluyah saudara ? Nah, inilah yang saya maksudkan ruang lingkup keluarga yang ada di hatinya Tuhan. Efesus 

2: 17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat", 
2:18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. 
2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah. 

Saudara mulai bisa lihat sekarang bahwa saudara itu keluarganya Tuhan. Kucinta k'luarga Tuhan.  Kita ini keluarga. Dengan  gereja lain keluarga. Dengan gereja yang am diseluruh dunia walaupun kita belum kenal secara pribadi tapi didalam Kristus kita keluarga. Jadi Dia hanya mengenal kita didalam ruang lingkup keluarga ini. Nah, semuanya di Efesus lagi saudara. Anehnya semuanya ada di Efesus. 

6:1 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. 

Apa nggak ada pilihan yang lain? Tidak ada. Harus demikian. Bapak Pdt Ray Jackson Sr. dulu pernah kesini. Sdri Debby dulu dibaptis sama dia. Sebelum dia jadi pendeta,  Pdt Ray Jackson ini, dia tidak mau bicara sama papanya bertahun-tahun dia musuh dia benci papanya. Dia Kristen, dia belum jadi pendeta. Duduk satu meja berhadap-hadapan nggak ngomong. Dia benci sama papanya. Tapi begitu dia bertobat dia kenal Yesus dia mau jadi pendeta dia nggak bisa jadi pendeta. Tuhan bilang perbaiki dulu hubungan dengan papamu. Maka pada satu hari beratnya luar biasa dia datang tapi dengan hati yang rela dia datang sama papanya dia minta maaf dia minta ampun salahnya. Papanya kaget. Papanya nangis. Ketika ia sudah bikin rekonsiliasi - akur - Sorga  terbuka, baru dia bisa jadi hamba Tuhan. Dia sukses dia berhasil sampai dia meninggal.  Kenapa? Sudah seharusnya begitu. Karena haruslah demikian ayat 1. 

6:1. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. 
Memang orang tua kalau masih hidup bawel, nggak ngerti.  Kita anggap bawel cerewet tidak ngerti-ngerti kita. Tapi nanti kalau ia sudah meninggal baru semuanya itu kedengaran. Semuanya kedengaran. Nasehat papa nasehat mama itu semuanya balik semua. Ayah ibu saya sudah meninggal tahunan tapi nasehatnya itu berbalik. Dia ber-echo terus-terusan. Dalam ruang lingkup keluarga. Sudah seharusnya demikian.  

6:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini : 6:3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. 

Disini ada remaja di sini ada pemuda. Mau bahagia? Mau panjang umur di bumi? Hormati ayah ibumu. Bukan saya yang suruh bukan saya, Dia yang punya wewenang keluarga. Itu yang menyuruh. Mungkin saya senang sekarang saudaraku oleh karena saya menghormat orang tua saya.  Saya menyayangi mereka. Saya pernah tahu bahwa ayah saya bangga kepada saya. Saya ingin seolah-olah bersimpuh saya ingin berlutut dikakinya saya ingin peluk kaki papa saya dan saya ingin bilang terima kasih pa. Pulang dari Beiji dulu. Tapi saya tidak lakukan itu karena saya sudah tahu papa saya pasti bangga walaupun dia tidak bicara. Mau hidup bahagia mau hidup senang dalam RT? Dalam keluarga? Dalam mata pencaharian?  Dalam penghasilan ? Hormati ayah ibu. Jangan suka ngomong mama bawel, papa bawel. Hormati.  Karena siapa yang suruh? Ko Yoyo? Bukan. Oom Yoyo? Bukan. Pak Awondatu? Bukan. Dia yang mempunyai wewenang otoritas keluarga pertama Dia. Dia yang yang suruh Adam dan Hawa beranak-pinak. Dia yang hukum Kain karena membunuh Habel. Dia yang memberkati saudaraku Habel walaupun dia sudah mati. Darahnya masih berseru-seru keturunannya dari Enos diberkati Tuhan,  Dia. Saudara tentu masih ingat anak terhilang. Itu kan simbol wawasan dari Tuhan mengenai keluarga yang aslinya itu ada di dalam Tuhan. Berikut ayat 4

6:4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. 

Demikian juga ayah-ayah bapa-bapa. Harus mendidik anak didalam nasehat keluarga. Saya merasa aneh kalau ada bapa-bapa tidak suka anaknya disuruh ke-gereja. Lebih senang anaknya bergaul dengan dunia nonton bioskop. Tapi kalau ke gereja tidak, padahal di gereja itu ada didikan. Di kebaktian itu ada FT. Di kebaktian itu ada juga pergaulan tapi pergaulannya tidak ada narkoba kalau di gereja. Karena kalau sampai di gereja sudah ada narkoba manusia erek muntang ka mana? Kalau di gereja saja sudah ada narkoba. Justru gereja ini tempat pengobatan orang yang kena narkoba obatnya itu di kebaktian. Jangan sampai kita kenal narkotik saudara. Begitu kita terikat ngegarongpun kita mau. Curi barang orangpun kita mau. Karena sudah terikat dengan narkoba. Itu mulainya dari keluarga. Ayah harus mendidik anaknya dengan pendidikan Firman Tuhan. Jadi kalau saudara lihat hierarkinya ini: Allah Tuhan papa suami mama istri anak-anak - itu hierarkinya. Jadi di kebaktian juga ada hierarkinya. Nggak boleh pemimpin pujian asal nyanyi. Jadi ada hierarkinya. Tuhan nggak ngomong sama istri. Dia ngomong sama suami. Kecuali suaminya belum dalam Tuhan. Wibawanya itu begitu. Walaupun suami itu lebih tidak berpendidikan dari istri, istrinya lulusan fakultas, suami mah cuma pikul tas - tetap hierarkinya suami istri anak. Istri sarjana, suami mah sarjono, tetap hierarkinya suami istri anak. Bukan saya yang suruh. Tuh, Dia yang punya wewenang. Puji Tuhan. Dalam Kisah Para Rasul  

16:27 Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. 
16:28 Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!" 
16:29 Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. 
16:30 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" 
16:31 Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." 

Lihat, rencana Tuhan menyelamatkan bukan kita saja. Saudara harus punya visi: Tuhan rencana Mu seisi rumah akan diselamatkan. Seluruh keluarga akan diselamatkan. Sama seperti iklan kijang: Aa, teteh, nenek, kakek bibi, ... semua akan terima Tuhan Yesus. Percaya apa tidak saudara. Ini lingkungannya Tuhan janji dari Tuhan - keselamatan adalah mencapai seluruh anggota keluarga, seluruh anggota RT.  Anggota keluarga itu adalah istilah family anggota keluarga itu mula-mulanya ada didalam hatinya Tuhan. Jadi saya yakin semua yang percaya kepada Tuhan Yesus lambat atau cepat nanti Tuhan bicara kepada keluarga dan seisi RT akan menerima keselamatan. Lukas juga menulis saudara dalam Injil Lukas 19 disana ada cerita mengenai Zakheus.

19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." 
19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. 
19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." 
19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." 
19:9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. 
19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." 

Jadi kembali saudara lihat bahasanya Alkitab adalah bahasa keluarga, bahasa wawasan keluarga. Semua yang Tuhan selamatkan itu adalah keluarga. Kita sudah mulai dengan Adam dan Hawa. Keluarga yang kedua siapa yang Tuhan selamatkan? Nabi Nuh. 120 tahun bikin bahtera. Naha lila-lila teuing. Harus maklum saudara jaman dulu. Bikin bahtera diatas gunung? Nabi Nuh bilang: Tapi saya disuruh Tuhan. Satu persatu meninggalkan nabi Nuh. Nggak percaya. Sampai Nuh dianggap gila. Walaupun Alkitab berkata: Nuh orang benar dihadapan Tuhan. Mendapat kasih karunia. Tapi Nuh dianggap gila. Yang saya kagum sama Nuh ini, dia bisa mengikat, menguasai RT nya sehingga 3 anak perempuan dan 3 menantunya bisa dengar-dengaran sama mereka. 8 orang selamat. Di mana mantu saudara? Di mana anak saudara? Adakah mereka di kebaktian ? Adakah mereka didalam Tuhan? Adakah mereka aktif didalam Tuhan? Anak menantu saudara? Nuh itu luar biasa. Dia bisa lindungi keluarganya tidak kena pengaruh dari orang luar. Tidak sampai terkena. Dia lindungi dia jaga. Maka apakah guru sekolah minggu masih suka nyanyi itu nggak untuk murid-muridnya? Nabi Nuh dan istrinya ... Tiga anak lakinya.  

Ini dalam ruang lingkup keluarga, delapan orang selamat. Nabi Nuh dan istrinya selamat. 3 anak mantunya semuanya diselamatkan masuk dalam bahtera. Bagaimana bahtera RT keluarga saudara? Apakah sudah selamat semua? Apkah kita punya anak punya anak mantu sudah didalam Tuhan ? Kalau belum minta kepada Tuhan karena Tuhan punya visi seluruh keluarga selamat, seluruh keluarga ada hubungan antara keluarga di Sorga dan dibumi. Ada hubungan saudara antara keluarga didalam dunia dengan di Surga itu ada hubungan. Di mana keluarga saudara? Mungkin ada kakak, enci, tachi, kakak semua paman yang belum terima Yesus. Saya punya teman namanya Bapak Petrus dia punya bapak masih Islam. Dia doa 10 tahun ayahnya terima Yesus. 10 tahun dia berdoa. Istri saya berdoa untuk mertua saya yang laki-laki papi mertua sampai terima Yesus. Seisi keluarga masih ada lagi beban  yang kita masih doa, yang kita masih sebut didalam doa, yang mengganjal dihati kita. Ini keluarga kita. Mungkin saudara pernah mundur tetapi sekarang saudara kembali lagi di kebaktian. Tahukah saudara itu hasil doa dari seseorang dari keluarga, dari kakak, dari adik, dari hamba Tuhan, dari pendeta, dari siapapun yang mendoakan saudara karena kita adalah sesama keluarga Allah. Kita ada di dalam keluarga yang besar dari pada Tuhan.

Itu sebabnya saudara-saudara kembali kepada renungan FA dari Efesus 3:15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam Sorga dan di atas bumi menerima nama-Nya. Menerima nama Kristus. Menerima nama anugerah kebesaran didunia tidak ada apa-apanya tapi kalau menerima nama Yesus ada keselamatan. Ada keselamatan kekal. Melalui ini juga saya ingin berterima kasih - (atas kesehatan Bpk Pdt Awondatu beberapa waktu yang lalu, pen.). Saya merasa ada di dalam satu keluarga besar. Saya merasa sangat diperhatikan oleh saudara. Sangat disayang, sangat didoakan. Saya merasa dihati saya saudara mengasihi saya bukan hanya dengan kata-kata tapi dengan perbuatan. Terima kasih. Tuhan memberkati saudara.

Sebagai ayat terakhir dari renungan sore ini kita akan buka Kolose 
4:12 Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah. 
4:13 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang dia, bahwa ia sangat bersusah payah untuk kamu dan untuk mereka yang di Laodikia dan Hierapolis. 
4:14 Salam kepadamu dari tabib Lukas yang kekasih dan dari Demas. 
4:15 Sampaikan salam kami kepada saudara-saudara di Laodikia; juga kepada Nimfa dan - perhatikan - jemaat yang ada di rumahnya. 

Jadi anggota keluarga kita itu dihadapan Tuhan sudah jemaat "Keluarga Allah". Walaupun kita cuma papa mama baru punya anak satu dihadapan Allah sudah keluarga Allah. Karena keluarga pertama Allah Adam dan Hawa. Apa maksud saya khotbah tentang hal ini pada sore ini? Kedudukan anda ini sangat tinggi! Diperhatikan oleh Tuhan. Bahwa keluarga itu adalah contoh soal yang aslinya itu dari Tuhan. Jangan sembarangan saudara. Jangan dibikin murah mareh keluarga itu. Itu Tuhan punya. Saya tidak percaya gereja akan sempurna sebelum Tuhan sempurnakan keluarga. Jadi saya tidak yakin. Kita sudah tahun ke 4 bikin family camp. Sekarang gereja besar di Jakarta mulai pakai family camp juga. Mulai ikut. Gereja besar saudara, ikut-ikut pak Awondatu. Bikin family camp sekarang. Hanya mereka bikinnya mulai Desember. Visi saudara saya tidak salah karena visi keluarga Allah itu ada di dalam Alkitab. Anda bukan sendiri. Lihat disekitar saudara kiri kanan saudara itu keluarga saudara. Yang didepan saudara pegang Alkitab itu keluarga saudara. Saudara kan nggak panggil saya bpk pendeta Bapak Domini. Saudara kan panggil saya ko Yoyo itu keluarga. Saudara senang ada di dalam keluarga Tuhan? Mari kita berdiri bersama -sama? Haleluyah! 

-- o --   

Minggu, 18 November 2001

GADA DAN TONGKAT

Tuhan adalah gembalaku ... Takkan kekurangan aku ...Ia membaringkan aku ... Dipadang yang berumput hijau .. Dia membimbingku ke-air yang tenang. Ia menyegarkan jiwaku ... Ia menuntunku dijalan yang benar ... Oleh karena nama-Nya ... Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman ...  Aku tidak takut bahaya ... Sebab Engkau besertaku. 

Jadi kita akan mendengar dari Mazmur 23. Tidak usah dibaca karena kita sudah menyanyikan nyanyian ini. Mazmur 23 memiliki 12 macam berkat, tetapi tentu saja pada sore hari ini tidak mungkin saya memberi dua belas-dua belasnya berkat itu. Saya bagi 1 berkat untuk kaum muda pada hari Kamis dan saya ingin memberi berkat yang ke 2 ini, bagi jemaat pada sore hari ini di dalam ayatnya yang  ke 4 kita membaca: Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; - lalu bagian kedua nya dikatakan - gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. 

Jadi saya ingin bicara mengenai gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang menghibur aku. Seorang gembala pada jaman dahulu mempunyai 3 alat utama. Yang pertama adalah sling atau ketepel, yang kedua adalah gada, dan yang ketiga adalah tongkat. Tetapi ketepel ini jarang digunakan dalam penggembalaan, hanya dalam kasus-kasus tertentu saja, seperti kita tahu Daud menghadapi Goliat dia memakai ketepel, dia tidak pakai gada dia tidak pakai saudara-saudaraku tongkat, tetapi pakai alat yang paling sederhana, yaitu ketepel. Nah, itu kasus-kasus tertentu. Tetapi secara umum dalam penggembalaan, itu adalah dua alat yang dipakai oleh gembala, yaitu gada didalam bahasa Inggris memakai kata rod tetapi bahasa Indonesia lebih tepat yaitu gada - seperti alat pemukul seperti pemukul kasti kayu, seperti pemukul main baseball seperti itulah dan tongkat. Tongkat itu dipakai kata staff karena dipakai ada melengkungnya itu tongkat. Saudara suka lihat di gambar Tuhan Yesus memakai tongkat gembala yang  melengkung. Memakai tongkat gembala. Yang pertama. Lalu saudaraku, tongkat ini staff ini dipakai untuk menghitung domba. Kalau dia keluar dari kandang domba seratus ekor domba, itu staff yang melengkung itu dipakai untuk mengait leher domba untuk dihitung 1... 2...tarik keluar domba itu sudah mengerti sampai 100. Dibawalah ketempat penggembalaan. Nanti petang sudah mau malam kalau tidak terlalu jauh balik lagi dengan tongkat itu dikait lagi ini domba.

Jadi tongkat banyak berurusan dengan domba. Domba sedang gatal sedikit dia melendot-lendot digosok-gosok dengan tongkat. Sedangkan gada saudara-saudaraku ada hubungan juga dengan domba tapi saudaraku ini gada dipakai untuk membuka hutan. Gada ini dipakai untuk memukul ular. Gada ini dipakai untuk memukul singa - seperti Daud. Untuk memukul beruang dia memakai gada ini. Memakai rod ini memakai gada. 

Nah, yang kita lihat sekarang didalam ayat ke 4 ini dikatakan dibagian akhir gadaMu. M nya besar. Jadi ini gada Tuhan, bukan gada manusia. Dan tongkat-Mu, tongkatnya Tuhan, M besar. Bukan tongkat manusia.  Jadi kembali kita melihat sekarang pasti ada maunya ini Tuhan. Pasti ada tujuannya dia berkata pemazmur ini berkata Daud berkata: Gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang menghibur aku. Jadi dua alat inilah yang menghibur domba. Gada-Mu dan tongkat-Mu yang menghibur aku secara pribadi, kata raja Daud. Dia tidak bilang tongkat-Mu yang menghibur aku, dia tidak bilang gada-Mu yang menghibur aku,  tapi dia bilang gada-Mu dan tongkat-Mu - dua ini.

Seperti saudara naik perahu sendirian pakai perahu kecil kano, mendayung itu mesti seimbang kiri sekali kanan sekali, kiri 2x kanan 2x, kiri 3x kanan 3x - maju dia. Tapi kalau kita kiri terus dia berputar perahu itu disitu-situ juga, kanan terus berputar disitu-situ juga alias tidak maju. Tapi harus seimbang satu kiri satu kanan. Demikian juga kalau kita hanya mau tongkat saja, tidak mau gada, saudara terus terang saya mau bilang, tidak akan maju rohani kita. Maunya enak terus. Tongkat. Tetapi sebaliknya kalau kita mau hanya gada saja juga tidak akan maju. 

Jadi gada dan tongkat inilah dua ini, sepasang ini yang menghibur aku. Datanglah pertanyaan dan pernyataan bagi kita kenapa sih kita sudah jadi anak Tuhan tahunan seringkali kita tidak merasakan penghiburan dari Tuhan. Kita tidak merasakan, menikmati penghiburan dari Tuhan. Kita suka resah. Kita suka gelisah. Bahkan kita seringkali saudara-saudaraku kecut, kita menjadi bingung, kita menjadi bimbang, kita menjadi gelisah. Karena apa saudara-saudara? Karena kita tidak mau digembalakan oleh Tuhan dengan dua ini, gada-Mu dan tongkat-Mu. Ini sudah bukan musimnya lagi saudara-saudaraku kita dinina-bobokan. Ini sekarang  harus bangun kita sebagai  anak Tuhan.

Nah, dalam konteks penggembalaan, tongkat itu bicara dari penggembalaan dalam pemeliharaan. Tuhan saya minta sembuh - itu tongkat. Tuhan saya minta uang berkat Tuhan - itu tongkat. Tuhan saya sakit minta kesembuhan - itu tongkat. Tuhan anak saya mau sekolah diluar negeri perlu biaya - itu tongkat.  Tuhan tolonglah keluarga saya suami istri agak kurang mesra agak kurang serasi - itu tongkat. Tuhan tolong saya punya suami - itu tongkat.  Tuhan tolong saya punya istri, Tuhan tolong keluarga saya, Tuhan tolong mama saya, papa saya, keluarga saya, toko saya supaya dalam kesulitan ekonomi ini toko saya bisa laku. Itu tongkat. 

Sekarang kita mau lihat gadanya. Gada ini bicara disiplin. Saudara mau lihat negara yang nggak disiplin - Indonesia. Semua orang seenaknya aja ngomong. Nggak disiplin. Sekarang tokoh DI berani ngomong, diwawancara di RCTI, di SCTV - itu yang ngebom-ngebom gereja itu kami. Yang ngebom gereja yang ngebom itu sekolah Australia itu kami. Fraksi kami. Fraksi kami ada 14. Tapi nggak ditangkap. Seenaknya, sekarang orang ngomong seenaknya, semaunya. Berbahaya sekali satu negara kalau sudah tidak ada disiplin. Coba lihat tuh di Cianjur. Nggak ada di siplin. Sudah tahu 1 arah, beca dari sana kesini. Sudah tahu itu dagang di trotoar nggak boleh, tapi enak saja dagang seenaknya. Nggak ada disiplin. Nah, saya paling nggak senang punya jemaat atau punya pengerja yang tidak disiplin. Apalagi Tuhan.

Nah, malam hari ini kita mau lihat. Sebetulnya ada 7 macam disiplin.  Kita mau lihat 4 saja. Yang Tuhan mau menantang kita sebagai orang Kristen. Jadi jangan terlalu mau di tongkat terus, tongkat terus saya maunya enak terus. Tuhan tolong saya. Tuhan tolong.  Kalau Tuhan tolong yang lain ... B'ri saya juga ... Yesus Tuhan berkati saya ... Kalau Tuhan berkati yang lain ... B'ri saya juga. Jadi setiap hari Minggu kalau kebaktian Tuhan berkati saya. Kalau ada selesma badan sakit-sakit  pegel-pegel linu sedikit oh Tuhan sembuhkan saya. Terus Tuhan itu dianggap dokter saja. Tuhan itu dianggap satpam, Tuhan itu dianggap sinterklas terus. Itu tongkat. Bukannya nggak boleh, memang boleh. Memang tongkat salah satunya hak saudara untuk digembalakan oleh Tuhan dengan tongkat. Tapi ingat untuk dapat penghiburan saudara harus terima yang kedua: gada. Dan saudara di ayat ini yang disebut pertama gada dulu. Disiplin dulu, baru pemeliharaan. Gada dulu, disiplin dulu.

Kita lihat yang pertama. Apa ini yang Tuhan minta kita disiplin yang pertama ini? Ayub 1:5. Saudara harus tahu Ayub ini orang kaya di daerah itu paling kaya. Tidak ada yang kaya di daerah itu. Orang ini paling kaya. 

1:3 Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur. - Di daerah Timur Tengah bagian timur, Ayub ini boss no. 1. Dia konglomerat no. 1. Tapi kita mau lihat rahasianya di mana. Ayat 5. - 
1:5 Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa. 

Yang pertama kita mau disiplin dan harus disiplin, yaitu dalam doa. Bukan panjangnya doa. Tapi disiplinnya itu tiap hari berkesinambungan. Saya lebih senang tahu ada jemaat yang tiap hari berdoa 10 menit tiap pagi. Tapi terus tiap pagi 10 menit. Tiap pagi bangun tidur terus doa 10 menit tapi terus tiap pagi daripada dia berdoa 2 jam lalu berdoa berdoa lagi tahun depan. Itu tidak berkesinambungan. Coba pegang dengan tangan Ayub ini dengan tangan kiri saudara pegang, kita buka 1 Tesalonika 5 di PB  dalam bhs Indonesia adalah ayat terpendek di Alkitab ayat 17: Tetaplah berdoa. Balik lagi kepada Ayub sekarang. Apa itu suruhan tetaplah berdoa? Artinya berdoalah terus. Berdoalah dengan berkesinambungan. Berapa waktu yang lalu saya katakan kepada saudara mengenai bagaimana kita berdoa. Jaman dulu tante Londong dari pekalongan dia menyanyi di sini diajar satu lagu.

Mengertinya saya lagu itu saya masih kelas 5 SD, ngertinya lagu itu baru tahun 2001. Berdoalah waktu pagi ... Berdoa juga waktu siang ...Waktu masuk matahari ... Bikin hatiku senang. Pulang tante Londong ibu saya menyanyi papa saya menyanyi diajarkan sama jemaat. Bedstone dinyanyikan semua kaum muda menyanyi dalam kebaktian dinyanyikan kalau habis FA Berdoalah waktu pagi. Kita kira berdoa itu 3 kali - pagi, siang, malam. Padahal maksudnya bukan itu maksud Tuhan. Baru saya tahun 2001 mengerti. Berdoalah waktu pagi. Pagi ini anak remaja. Pemuda-pemudi. Remaja. Maka saya terharu dengan 2 pemudi kecil tadi yang menyanyi dengan gerakan. Sekolah dimana mereka itu, sampai pinter-pinter begitu. Nah, waktu usia-usia begini itu waktu pagi 13 tahun 14 tahun hujan-hujanan tidak sakit. 

Saudaraku kalau saudara punya anak remaja masih jangan diajarkan supaya dia kenal Sin Can tetapi ajarkan dia kepada doa. Ada haleluyah saudara? Biarkan dia dikirim ke sekolah minggu biarkan mereka belajar jangan saudara bangga dia bisa hafal tokoh-tokoh semua dari si Unyil sampai Satria Baja Hitam sampai Kura-kura Ninja. Jangan bangga. Tetapi banggalah kalau seperti 2 anak tadi. Banggalah kalau anak saudara masih remaja masih kecil-kecil sudah ikut kebaktian sudah tahu berdoa sudah tahu menyanyi sudah bisa sembahyang. Berdoa waktu pagi. Berdoa waktu remaja. Itu yang akan menjaga remaja dari narkoba. Itu yang akan menjaga remaja saudara-saudaraku dari free-sex, dari free love, dari nyeleweng. Itu yang akan menjaga remaja dari dosa-dosa yang tersembunyi, itu yang akan menjaga remaja dari segala hal-hal yang kita tidak inginkan, dari segala kecelakaan - itu hanya doa. Berdoalah waktu pagi. Biarkan mereka berdoa. 

Berdoalah waktu pagi berdoa juga waktu siang. Siang itu waktu lagi panas-panasnya matahari di ubun-ubun - itu umur 40 tahun. Orang kalau umur 40 tahun itu di embun-embunan puncak kehidupan.   Harus berdoa. Karena 40 tahun itu sudah punya anak. Ada istri ada anak. Sudah punya bisnis, kadang-kadang pusing. Bisnis kok tidak sesuai dengan rencana. Pusing. Anak kita sudah mulai pacaran. Pusing. Masih SD sudah ingin beli HP. Pusing. Pusing, saudaraku. Sewa rumah. Wah, tagihan. Dulu waktu kita masih muda, masih kecil hujan-hujanan tidak pusing. Sekarang mulai pusing. Tuh lagi embun-embunan panas. Sembahyang. Berdoa saudara-saudaraku.

Waktu masuk matahari. Jam 2. Umur 50 tahun. Jam 4. 60 tahun. Masuk matahari, 70 tahun. Hampir 80 tahun. Saya sudah 54 jalan sekarang saudara. Jadi saya dari 40 tahun itu sudah turun. Waktu masuk matahari. Musti rada eling sedikit. Tong hayoh we geus nini-nini ge make blue jeans terus. Waktu masuk matahari. Ayo geura terima baptisan nunggu naon deui. Terima Tuhan. Terima Yesus. Erek naon deui hirup atuh. Kalau nggak punya Tuhan mah erek kamana deui? Mau con ka mana? Da lamun paeh satu antara dua lamun teu ka Sorga ka Naraka. Meuning ka Sorga. Erek kumaha ge edek  meureukeudeuweung kumaha oge meuning ka Sorga. Saudara-saudara, di Jakarta ada satu penjaga kelenteng. Dia penjaga kelenteng dia bisa melihat orang yang sudah mati. Rohnya dia bisa lihatin, katanya. Heran dia minta khotbah saya. Nggak pernah ke gereja tapi dia senang dengar khotbah saya. Jadi ada satu jemaat kirimin khotbah saya hari Selasa. Dikasih terus sama dia. Akhirnya yang kasih khotbah ini sudah kasih 20 kaset dia tanya: Kamu senang dengar khotbah? Senang saya.

Kamu bisa nggak bedain orang mati orang yang Kristen sama orang yang bukan Kristen? Bisa. Bagaimana? Kalau orang bukan Kristen katanya ya kalau mati, itu rohnya teh di dekat peti mati, liatin aja. Ngeliatin mayatnya tuh, kata dia teh, karena dia bisa liat roh. Saya juga nggak tahu bisa atau nggak dia. Kalau orang Kristen mah saya nggak pernah liat rohnya kemana. Atuh puguh we da manehna mah nggeus balik ka Sorga. Enteu ngadagoan peti mati. Tara. Ada haleluyah, saudara? Orang yang mati dalam Tuhan mah sudah masuk Surga. Coba liat di koran Kompas: Pulang ke rumah Bapa. Pulang. Con. Lain paeh meninggal teh. Pulang. Saya bilang sama istri saya, saya ketemu Rita dalam mimpi. Dia duduk disini. Berdiri nyanyi. Pakai baju ungu pakai mahkota bunga seuri deui Rita teh. Padahal teh tara seuri kapanggih saya teh da sieuneun. Tara seuri. Eta mah seuri. Saya sudah ketemu Sun Lan. Senang juga dia. Senyum juga. Tapi  nggak liat sama saya. Osama bin Laden saya belum ketemu saudara-saudara. 

Nah, saya ingin kasih tahu kepada saudara anak Tuhan yang meninggal di dalam Tuhan: Pulang. Haleluyah. Maka itu yang jaga kelenteng bilang kalau orang Kristen mah saya nggak bisa liat rohnya kamana katanya. Ya pulang atuh. Manehna mah boga imahna. Nggak usah dibawain rumah-rumahan dari sini. Dia mah punya rumah, senang. Ada haleluyah saudara? Maka itu yang pertama harus disiplin ialah DOA. Berdoalah waktu pagi, remaja, kaum muda. Berdoa juga waktu siang, 40 tahun madya semua lagi bisnis lagi maju punya anak, saudara-saudaraku. Bakal punya menantu. Waktu masuk matahari. Batuk, tapi tetap kalau sembahyang Bikin hatiku senang. Saya lihat itu yang ciptakan lagu itu dia tidak tahu apa-apa. Tapi saya tahu dia diurapi oleh Roh Kudus. Karena tadi Mazmur 23 gada-Mu dan tongkat-Mu yang menghibur aku - bikin hatiku senang. Jadi kaum muda remaja harus berdoa, yang sudah dewasa punya keluarga harus berdoa, yang sudah tua saudara-saudaraku haruslah, apalagi yang sudah tua harus lebih juga berdoa. Itu disiplin yang pertama. Bukan panjangnya. Ada bapa bilang saya sakit pak. Bagaimana saya sembahyang pagi duduk saja ? Boleh. Sebari berbaring di tempat tidur juga nggak apa-apa asal berdoa. Berlutut ge ai sare mah keur naon. Berlutut haleluyah sambil nguap, buat apa, jadi MGM - Metro Goldwyn Meyer, singa nguap. Tidur. Buat apa berlutut. Tapi biar duduk karena sakit tapi hati berdoa sama Tuhan. Da Tuhan mah mengerti atuh bahasa hati. 

Kita sekarang liat saudaraku disiplin yang kedua. Didalam Kis Rasul 17 kita lihat apa yang dikatakan oleh Firman Allah - disiplin yang kedua dituntut dari anak Tuhan. Disiplin yang ke 2 adalah ayat yang ke 10 

17:10. Tetapi pada malam itu juga segera saudara-saudara di situ menyuruh Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Setibanya di situ pergilah mereka ke rumah ibadat orang Yahudi. 
17:11 Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian. 

Kita harus disiplin juga setiap orang Kristen bukan seminggu sekali kita bawa Alkitab ke gereja baru dibaca.Tidak. Tiap hari. Kenapa? Ada hubungan dengan kondisi hati. Maka saya senang melayani SMS saudara-saudara, karena saya harus baca Alkitab untuk kasih SMS saya harus baca Alkitab. Tuhan, apa yang saya mesti kasih sekarang. Ayat mana yang cocok. Coba saudara bayangkan, di Manado ada satu bapa namanya Vince Tatimu, belum pernah ketemu namanya Tatimu. Dia nggak tahu dengar dari siapa dia kirim SMS sama saya: Pak Awondatu saya minta dikirimin tiap hari. Dia pembantu mimbar, berarti wakil pendeta dari satu gereja. Saya belum pernah ketemu. Belum tahu siapa dia Vince ini. Tiga hari lalu dia kirim SMS sama saya: Puji Tuhan, oom, kami suami istri sudah berbaikan berkat SMS dari oom. Saya nggak tahu dia lagi ada problem, saya nggak tahu dia sudah kawin. Saya nggak tahu dia lagi ribut sama istrinya. Yang saya kirim hanya SMS, Firman Tuhan.

Tetapi FA ini bekerja saudara-saudaraku dan dia mengaku terima kasih oom kami suami istri sudah berbaikan. Saya menyelamatkan satu keluarga yang masing-masing SMS sama saya sudah telpon sudah siap untuk bercerai. Saya kirim satu SMS sama suaminya saya kirim SMS sama istrinya. Akhirnya mereka ketemu. Saya senang sudah dua selasa berturut-turut mereka kebaktian dan duduk bareng-bareng sudah berdamai. FT itu berkuasa. Kalau sudah tahu berkuasa, kenapa nggak dibaca? Baca, karena ada hubungan dengan kondisi hati. Hati terhibur kalau baca. Bukan banyaknya bukan lamanya tapi konsistennya biar sehari cuma satu ayat tapi terus baca.  

Di Amerika berlaku peribahasa No Bible No Breakfast. Sebelum baca Alkitab, tidak ada sarapan. Bacalah saudara. Untungnya banyak sekali kalau kita baca Alkitab. Jadikan ini satu disiplin pribadi. Pendeta bisa mati. Saya nanti satu kali nggak bengak-bengok lagi sudah nggak ada lagi sudah mati sudah dikubur. Tapi kalau saudara baca FA, FA inilah yang terus menghidupkan saudara. Firman Allah ini yang membuat saudara bahagia. FA ini yang mendewasakan saudara. Nah, ini kebanyakan anak Tuhan maunya tongkat. Maunya ditolong, maunya dipelihara sama Tuhan. Disiplin - gadanya, dia nggak mau.   Baca. Kenapa saya mah orang Kristen aneh reuseup itu kana sinetron teh aduh. Hidup kita gelisah hidup kita goyah, hidup kita tidak mantap. Kita Kristen kita ikut Yesus tapi goyah seperti Petrus tenggelam. Dihadapan Yesus sendiri dia tenggelam. Karena apa? Karena tidak pernah baca. 

Yang ketiga, disiplin yang ketiga yang diminta oleh FA adalah tertulis dalam I Korintus

9:24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! 
9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal - perhatikan kata menguasai diri -. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. 
9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. 
9:27 Tetapi aku melatih tubuhku - perhatikan kata melatih - dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
  
Dua kali kata menguasai, 1 kali kata melatih - dengan lain kata disiplin, tubuh badan harus dijaga disiplin. Saya punya menantu namanya Nemo. Dia punya kakak namanya Pino. Untung aja nggak ada saudaranya lagi kalau nggak ada namanya Pano. Pino ini juara tinju Asean Games. Tapi waktu besan saya cerita bagaimana dilatih saya bilang cengli dapat juara. Tiap hari 1000 x musti push up. 1000 X. Tiap hari. Saya push up kalau dipaksain bisa 20 X. 20 X teh saudaraku geus kaluar kesang nu bau jengkol. Tapi kalau kuat bisa 10 X ge geus cape. Ini 1.000 X. Dipaksa. Dari pagi sampai sore harus 1000 X saja dia push up. Perutnya harus dipukulin sama bapanya. Dia musti tahan. Kalau dia kalah tinju ditempeleng sama bapanya ditempeleng sama mamanya. Pantas dia juara. Makannya di pas. Jamnya ditentukan. Jika jam belum sampai nggak boleh makan. Makannya nggak boleh banyak. Jadi badan musti fit beratnya musti segitu nggak boleh lebih nggak boleh kurang. Segitu. Juara Asean games.  Disiplin, juara saudara. Disiplin - Juara Asean Games Pino Bahari, tidak disiplin - Pinokio.  Tidak akan menjadi saudara-saudaraku juara. 

Nah, apa disiplin badan sebagai anak Tuhan sebagai orang Kristen saudara? Puasa. Saya bangga saudara kalau saya punya jemaat puasa. Saya bangga bener. Lebih kurang 60 an oranglah tiap hari Rabu yang puasa. Betul-betul  puasa. Dulu saya suka curiga ada orang yang apa ini orang puasa atau nggak. Ikut buka saja kali. Tapi nggak puasa dia ah. Tapi ya sudah. Saya sudah buang jauh-jauh itu curiga-curiga. Dia mau bener mau nggak dia buka berarti puasa. Apakah puasa dadakan atau puasa ayakan saya nggak tahu. Pokoknya puasa. Saudara-saudara perut ini musti didisiplinkan sekali-sekali biar dia puasa. Kadang-kadang kita mau puasa kalau dokter yang suruh. Ci, ada kanker di perut enci segede terong. Besok saya dokter mau potong. Puasa ya ci. Boro-boro inget makan. Kalau sudah tahu ada kanker apalagi segede terong. Puasa ya Ci. Iya dokter. Mulai jam berapa dokter? Semangat karena ada kanker. Kenapa kita lagi sehat nggak puasa.

Banyak anak-anak sekolah nanti kalau menghadapi ujian sudah diancam oleh surat oleh sekolah anda harap perhatikan bendera merah tanda merah banyak warna merah kalau di raport itu warna merah bukan berani mati artinya, itu artinya sudah hati-hati awas. Ini kwartal ketiga. Oh, dia puasa. Kenapa lagi kita aman nggak puasa? Disiplinkan. Kenapa kita mesti mahal-mahal beli obat langsing padahal badan kita udah langsung. Jadi coba saudaraku dikurangi sedikit. Coba ini perut didisiplinkan puasa ya. Mobil aja mesti ganti oli. Dikuras ganti oli, mesinnya supaya sehat beban tidak terlalu berat. Perut juga gitu. Mari saudara-saudara tidak dipaksa tapi kalau saudara mau dapat berkat dari Tuhan bagian dari Tuhan belajar disiplin dalam soal makan. Saya lihat siswa-siwa, siswi juga banyak yang sering puasa. Tapi bukan hanya di Sekolah Alkitab maka jangan saudara-saudara puasanya satu hari tapi eta bukanya tiga minggu. Jangan saudara. Mari kita latih diri kita supaya kita saudaraku dididik. 

Yang keempat, yang terakhir. I Korintus

9:12 Kalau orang lain mempunyai hak untuk mengharapkan hal itu dari pada kamu, bukankah kami mempunyai hak yang lebih besar? Tetapi kami tidak mempergunakan hak itu. Sebaliknya, kami menanggung segala sesuatu, supaya jangan kami mengadakan rintangan bagi pemberitaan Injil Kristus. 
9:13 Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? 
9:14 Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu. 
9:15 Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satupun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya ini, supaya akupun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati dari pada...! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapapun juga!  

Jadi saudara, Paulus ini begini  dia bilang orang yang kerja di mezbah dapat makanan dari mezbah. Jaman dulu. Orang yang kerja di tempat kudus dapat makanan dapat gaji dari yang kerja ditempat kudus.  Aku memberitakan FA Injil aku berhak untuk dapat makanan dapat hasil dari Injil itu tapi - dia bilang,  aku tidak pakai itu hak. Jadi disini Paulus tiap hari dia hanya memberitakan Injil,  dia berhak untuk dapat uang dia berhak untuk dapat makanan tapi dia tidak pakai. Dia tidak pakai. Satu-satunya guru di sekolah alkitab saudara-saudaraku yang tidak pernah ambil uang, itu pendeta Awondatu. Gajinya dia tidak diambil-ambil. Guru yang lain kita harus bantu. Yang datang dengan pesawat kita bayarkan pesawat pulang. Saya ngajar berkali-kali. Saya direktur. Dari pertama sekolah alkitab sampai sekarang 14 tahun saya tidak pernah ambil 1 sen gaji dari sekolah alkitab. Saya yang ngisi. Saya yang memberi. Bukan hanya uang tapi waktu saya. Jadi ini yang dikerjakan oleh Paulus.

Nah, ini diterapkan oleh jemaat Makedonia. II Korintus

8:1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. 

8:2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. 
8:3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. 
8:4 Dengan kerelaan sendiri - jadi tidak disuruh, tidak didorong - mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. 
8:5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.  

Disiplin yang keempat adalah disiplin dalam memberi. Karena begitu Allah cinta dunia Hingga dib'rikannya - Bapak dulu memberi - Anaknya yang tunggal. Yohanes 14,15,16. Aku pergi kepada Bapa kata Yesus. Dan kalau Aku pergi kepada Bapa Aku akan mengirimkan memberi kepadamu Rohul Kudus. Begitu Rohul Kudus datang Roh Kudus memberi juga 9 karunia roh 9 buah roh kepada jemaat. Nah, jemaat saudara dan saya musti punya disiplin dalam hal memberi. Kalau saya bilang memberi bukan hanya di gereja, bukan hanya tugas di gereja bukan. Saudara kepada saja dalam hal apa saja saudara nggak boleh pelit. Saudara harus suka memberi. Saya belum pernah lihat ada orang yang suka memberi itu miskin. Tidak pernah. Tapi saya liat orang yang pelit kopet skaker meureukeudeuweung jadi miskin banyak. Itu FA katakan.

Ada orang menghemat lebih-lebih dari orang Arab - tapi jatuh. Ada orang suka memberi. Ada orang kalau makan di restoran saudaraku pulangannya diambil. Jangan begitu dong Anak Tuhan, harus suka memberi. Matahari dia memberi sinar, memberi hangat. Hujan dia memberi hidup kepada sawah-sawah. Gunung dia memberi ini. Binatang dia memberi susu kulit daging. Tanduknya matanya kan ada telor mata sapi. Apapun dia beri. Tapi sekarang anak Tuhan tidak suka memberi. Saya cerita ini bukan artinya saudara tidak suka memberi. Bukan artinya saya perlu uang - tidak. Tuhan cukupkan. Tapi saya sedang bicara disiplinnya Tuhan. Supaya saudara mendapat berkat yang berkelimpahan itu ada dua: Bukan hanya tongkat tapi juga gada.

Coba saudara liat laba-laba. Kalau dia bikin sarang hanya satu benang saja dari atas rrrrr dia kebawah ada capung sampe putus ini benang. Besoknya dia bikin satu benang lagi rrrrr ada lagi kupu-kupu lewat, putus itu benang nggak kuat. Tapi kalau saudara perhatikan laba-laba dari atas ke bawah dari bawah keatas bikin jaring terus puter-puter sampai ada lalat kesana dapat. Ada capung kesana kena. Karena dia banyak bikin jaringnya. Ada saudara suka memberi tetapi 1 tahun sekali. Kalau natal saudara memberi. Sumbangan natal dompet natal keluarga NN 35.000 aduh saudara bangga. Saban go satahun, saban go satahun, untuk Tuhan 35.000. Kalau natal bawa sakaluarga semua tatangga diajak. Bukan disini disana-sana. 

Ada 3 laba-laba hopeng siang ho, saudara. Mereka tinggal di satu gereja. Gereja pantekota. Ketemu ini 3 laba-laba teh disatu dinding. Eeeh, ni hau? Hen hau. Ni hau mah? Hen hau. Hen hau, hen hau tapi kamu kelihatan kurus kaya jantungan. Iya  puguh aja,  saya memang kena serangan jantung. Bukan saya saja istri saya jantung anak-anak saya juga jantung. Istri saya udah keguguran sampai 15 kali. Kenapa kamu tinggal di mana? Rumah saya di bawah mimbar. Kenapa di bawah mimbar jadi jantungan keguguran segala? Itu pendeta pantekosta itu kalau khotbah suka pukul mimbar. Ada haleluyah - pukul mimbar, ada haleluyah - pukul mibar. Atuh istri saya lagi hamil keguguran. Anak begitu lahir jantungan semua. Laba-laba yang kedua diem aja. Kenapa kamu diem aja kaya stress? Ah saya mah begini saja, ternyata bukan di Penjaringan saja orang itu digusur. Saya juga rumah digusur. Kamu tinggal di mana? Di langit-langit gereja, di sudut-sudut itu. Kenapa? Tiap hari minggu itu pengerja dia bersihkan itu. Ah, rumah saya sudah bagus-bagus sudah siap - dibersihkan. Kata laba-laba yang ke-3: Kalau begitu ikut saya saja kita aman dah di rumah saya udah aman. Kamu tinggal dimana? Saya tinggal di peti perpuluhan. Atuh peti perpuluhan mah tiap jemaat kasih duit kasih amplop di situ, nanti kita kena? Justru di gereja kita mah nggak ada yang masukin amplop - aman.

Saudara setuju dengan laba-laba yang mana? Saudara kalau mau diberkati oleh Tuhan kita nyanyi kembali lagu ini. Tuhan adalah gembalaku ...  Takkan kekurangan aku ...

-- o -- 

Minggu, 25 November 2001

Yesus Memakai Seloka, Amsal, Contoh, Gambar

Selamat sore, selamat  berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Yohanes

6:25 Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"  - Kalau saya pakai salinan saya sendiri : Rabi, kapan Engkau tiba disini ? -
6:26 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. 
6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." 

Sampai di situ. Kalau kita membaca mulai dari ayat 9 

6:9 "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" 
6:10 Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. 
6:11 Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. 
6:12 Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang." 
6:13 Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan. 
6:14 Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia." 
6:15 Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri. 

Kalau kita membaca terus ayat nya yang ke-16

6:16 Dan ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu 
6:17 dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka, 
6:18 sedang laut bergelora karena angin kencang. 
6:19 Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. 
6:20 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Aku ini, jangan takut!" 
6:21 Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui. 

Ini fenomena aneh dan luar biasa sekali! Dalam ayat-ayatnya yang pertama 5 roti dan 2 ikan membuat 5.000 orang laki-laki kenyang. Belum perempuan, belum anak-anak kecil. Menurut perkiraan kurang lebih orang itu ada 15.000 orang. Laki-laki, istri, dan anak. Kalau ada yang belum beristri ada yang bawa anak mungkin 2 atau tiga. Jadi lebih kurang orang itu 15.000 orang. Dan kalau saudara lihat di Yayasan Kabar Baik orang pesta makan, pesta kawin paling banyak 1000 orang kalikan 15.000 orang makan dari hanya 5 roti dan 2 ikan Tuhan memberkati dengan mujijatnya. 15.000 orang makan sampai kenyang dan  masih ada sisa. Maksudnya sisa itu bukan bekas dimakan cuilan-cuilannya - bukan. Sisanya itu roti yang belum dimakan, masih utuh, dikumpulkan masih 12 keranjang. Malamnya murid-murid lihat Yesus jalan diatas air.

Dengan 2 kejadian ini saja sudah cukup bagi orang Yahudi terkagum-kagum kepada Yesus dan mau memaksa Yesus untuk dijadikan Raja. Maka di dalam ayat 22  

6:22 Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat. 
6:23 Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya. 
6:24 Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. 

Kalau kita membaca sepintas lalu, betapa terharunya kita, melihat orang baru dikenyangkan tadi malam buka mata Yesus sudah tidak ada. Dengar-dengar Yesus sudah diseberang. Pada keesokkan harinya pagi-pagi mereka naik ke perahu dan mereka menyebrang untuk mencari Yesus. Nah, baru ayat yang  kita tadi baca mereka sampai ke seberang dan ketemu dengan Yesus, lalu berkata: Rabi, kapan Engkau tiba disini? Yesus tidak jawab. Yesus bilang: Kamu mencari Aku bukan karena tanda mujizat tetapi kamu mencari Aku karena perutmu kenyang.

Wai, bagi kita kalau kita datang kepada Tuhan supaya perut kita kenyang. Wah, kita sudah tua nih mau ikut kebaktian di gereja supaya dapat jaminan hari tua, supaya gereja bisa pelihara, supaya kalau mati ada yang ngubur. Wai, bagi kita kalau kita ikut Yesus karena kenyang perut kita. Boleh saya lebih terus terang: Wai, bagi kita kalau kita ikut Yesus hanya  karena supaya sakit disembuhkan, supaya toko dan warung, jualan sehari-hari itu penuh dengan pembeli, supaya kita ini diberkati Tuhan dengan panjang umur, supaya anak cucu kita ini sehat semua tidak kurang suatu apa - yang semuanya pasti dijamin oleh Tuhan itu ada. Tetapi  dari kita keliru kalau kita iring kepada Tuhan hanya karena alasan perut kenyang. Maka katanya Tuhan ayat 27 

6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." 

Jadi jangan kita bekerja untuk makanan yang akan binasa. Makanan yang masuk dimulut dan keluar dijamban. Kalau kita hanya kerja untuk itu, tidak lama 70 tahun 80 tahun habis,  layar tertutup, sandiwara sudah selesai. The End. Ceritanya habis. Akhirnya hohab yang jalan dikubur, diiringi kematian ke kuburan  Pasir Hayam. Kalau kristen panggil pendeta. Kalau Budha panggil yang lain. Agama lain panggil yang lain. Dari tanah kembali kepada tanah. Innalilahi wa innalilahi rojiun, kata orang Islam. Yang berasal dari Tuhan kembali kepada Tuhan. Itulah manusia - kalau kita hanya bekerja untuk makanan yang akan binasa. Tapi puji Tuhan, malam hari ini kita berkumpul bukan karena makanan yang akan binasa. Ada satu makanan didepan kita yang akan membawa kepada hidup yang kekal. Ada haleluyah saudara? Dikatakan ayatnya yang ke-48 

6:48 Akulah roti hidup. 
6:49 Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. 
6:50 Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. 
6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." 

Orang Yahudi bertengkar diantara sesama mereka. Ini orang Yahudi yang sama yang makan dengan kenyang. Sama. Orang Yahudi sama yang melihat mujijat. Sama.   

6:52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan." 
6:53 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. 
6:54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. 
6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. 
6:56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. 
6:57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. 
6:58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya." 
6:59 Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat. 

Nah, saya mau berhenti sebentar. Apa kita makan Yesus itu daging Yesus itu kita gigitin dari badan Yesus? Apa kita minum darah Yesus itu lalu minum darah Yesus? Nah, saya mau bicara pelan-pelan supaya saudara mengerti. Yesus bicara memakai seloka, memakai amsal, memakai contoh, memakai gambar. Adapun KA itu seperti seorang saudagar yang mencari mutiara yang mahal harganya. Dia pakai seloka, gambaran. KA itu seperti seorang petani menanamkan benih,  ada yang jatuh di pinggir jalan, ada yang jatuh ditanah yang bersemak belukar, ada yang jatuh ditempat yang berbatu-batu, ada yang jatuh di tempat tanah yang baik. Dia sedang cerita memakai seloka gambaran. Adapun KA itu seperti pukat yang dilemparkan oleh nelayan untuk menangkap ikan, lalu dipilihlah ikan yang baik dan ikan yang tidak baik. Adapun KA itu seperti  lalang dengan gandum. Adapun KA itu seperti 2 perempuan sedang mengisar gandum, satu orang diangkat satu orang ditinggalkan. KA itu seperti 2 orang kerja di ladang 1 diangkat, 1 ditinggalkan. Dia memakai seloka. Memakai cerita contoh. Dalam Yohanes 3 datanglah Nikodemus malam-malam seorang anggota Sanhedrin. Ya, guru yang baik - karena dia takut dimarah 70 anggota Sanhedrin kurang 1 tinggal 69. Karena yang satu ketemu Yesus - apakah yang wajib aku perbuat supaya aku masuk di dalam Kerajaan Allah?

Yesus bilang engkau harus dilahirkan kembali. Pikirannya salah. Apa saya harus masuk ke dalam kandungan ibuku kembali? Bagaimana saya yang sudah tua ini bisa jadi bayi lagi untuk masuk di kandungan ibuku? Salah. Yesus sedang bicara memakai seloka. Gambaran. Engkau harus dilahirkan dalam air dan roh. Dalam Yohanes 4 Yesus ketemu sama perempuan Samaria di pinggir sumur. Hei perempuan Aku minta minum. Perempuan bilang Engkau orang Yahudi, masa Engkau minta minum dari aku orang Samaria. Karena orang Yahudi dan orang Samaria musuhan, tidak pernah bicara. Kalau engkau tahu siapa yang minta minum engkau akan lekas-lekas kasih minum karena Aku mempunyai Air Hidup. Bagaimana Kamu bisa punya Air Hidup timba aja nggak punya? Kalau engkau minum air ini  - Yohanes 4:14 - engkau akan haus pula. Tapi kalau engkau minum air yang akan Aku berikan padamu maka engkau tidak akan haus lagi karena dari dalammu akan mengalir beberapa mata air hidup sampai kepada hidup yang kekal.  Tuan, berikanlah aku air itu. Yang tidak akan haus lagi. Tuhan memakai seloka, yaitu hidup baru.

Nah, di dalam Yohanes 6 Dia bicara mengenai makan dagingKu dan minum darahKu. Jadi maksudnya bukan menggerogoti daging Yesus lalu mencakar-cakar daging Yesus supaya keluar darahnya kita isep-isep darah Yesus kita nggak beda dari drakula kalau begitu. Maksudnya apa ini  ? Saudara tahu kan kalau manusia habis darah matilah dia. Manusia yang normal, yang sehat itu darahnya kurang lebih 5 liter. Kalau tidak ada darah habis mati dia. Maka nyawa itu ada didalam darah. Maka orang kristen tidak makan darah, kecuali darah Yesus. Darah ayam, darah babi kita tidak makan. Karena nyawa ada didalam darah. Nggak boleh makan. Apa maksudnya makan daging dan makan darah? Dia bicara hidup.

Kalau saudara mau mendarat di Manado naik pesawat sebelah kiri saudara lapangan terbang itu diatasnya sekarang sih barangkali sudah terhapus sedang dibikin baru. Ada tulisan dari mendiang DR Sam Ratulangi: Sito Timo Tumo Tou. Bhs Manado. Artinya: Orang yang hidup menghidupkan orang. Falsafah Jawa juga mengetahui itu: Urip sajeroning urip - Hidup didalam hidup! Nah, banyak orang sekarang hidup - dia nggak mati - tapi dia belum menemukan hidup. Siapa yang makan dagingKu dan minum darahKu, dia nggak akan mati. Maksudnya mati itu mati neraka bukan mati yang dikubur. Dia akan hidup sampai selama-lamanya. Hidup Kristus - Zoe. 

Hidup itu ada 4 macam. Yang paling rendah itu tumbuh-tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan itu hidup. Pohon pisang ditanam dia hidup. Dia tumbuh. Pohon jagung dia hidup dia tumbuh. Pohon kelapa dia hidup dia tumbuh. Tapi itu hidup paling rendah. Tidak ada nyawa dia. Ditebang itu pohon bambu dia diam tidak protes. Nggak pernah saya dengar ada pohon bambu ditebang aduh sakit. Dia nggak ada nyawa. Hidup lebih tinggi dari tumbuh-tumbuhan adalah binatang. Binatang ada nyawa. Coba tendang si Bleki kalau nggak dia gigit saudara. Karena apa ? Karena dia ada nyawa. Dia rasa sakit, ada darah dia. Kalau pohon pisang nggak ada darah nggak ada rasa sakit. Mati, mati aja. Ini meja saya ketok dia diem saja. Digergaji dia diem. Mati. Anjing ada nyawa tapi tidak punya roh. Nah, manusia ada roh - lebih tinggi dari binatang. Makanya kita tidak bisa Tuhan kita itu sapi. Tidak bisa.

Dulu Pakistan ribut sama India saudaraku ribut perang. Karena bagi orang India sapi itu suci jadi orang Pakistan yang Muslim itu pintar. Dia perang didepannya sapi. Tentaranya dibelakang sapi. Nggak ada yang berani nembak itu tentara India. Habis sapi itu dianggap dewa. Nah, kita tidak nyembah binatang. Kita tidak nyembah buaya. Kita tidak nyembah pohon. Manusia itu mempunyai hidup. Tapi ada satu hidup kualitas lebih tinggi yaitu hidupnya Allah - Zoe. 

3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup - zoe - yang kekal. 

Hidup kita manusia ada matinya ini nyawanya ini. Rohnya kekal. Tapi ada hidup Allah. Nah, kalau hidupnya Allah itu ada didalam kita, kita nggak akan salah, kita jadi saleh. Karena hidupnya Tuhan itu ada didalam kita. Maka Galatia 2 : 20 Rasul Paulus berkata
2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. 

Aku ini hanya wayang. Aku ini hanya sarung tinju yang kosong. Baru dia hidup kalau ada tangan didalam sarung tinju itu. Aku ini balon gas yang hampa, baru terbang kalau diisi gas didalamnya. Aku ini orang kristen biasa saja, baru hidup kalau ada Roh Kudus didalam hati kita. Itu hidupnya Allah. Itu zoe. Sekarang kita mengerti maksudnya makan daging dan minum darah itu bicara dari hidupnya Tuhan. Maka katanya Yohanes 6, ini tidak bisa dipilah-pilah, tidak bisa dipisah-pisah. Ini seluruh pasal harus digabung. Ah, kamu mah cari Aku, kata Tuhan, bukannya karena kamu lihat tanda tapi karena perutmu kenyang. 

Dulu papa saya dapat bantuan dari Amerika berupa minyak goreng tahun 60 an, 57 - 60 an, dan kain. Satu jemaat dapat sekian meter, itu sumbangan dari gereja Amerika dan minyak goreng Amerika. Waduh, itu jemaat bertambah saudara. Nggak usah bedstone, nggak usah sembahyang - bertambah jemaat. Orang-orang pegawai BRI, semua jadi jemaat kita. Tahu BRI: Bangkong Reang Indah. Itu jadi jemaat kita. Semua. Dapat bagian. Sampai di Pasir Nangka gereja tiba-tiba begitu banyak jiwa-jiwa, apalagi kalau sudah akhir bulan sudah pembagian minyak, pembagian  mentege, pembagian susu, pembagian kain, wah, datang penuh kebaktian. Haleluyah haleluyah, matanya mah kemana ada nggak tuh minyak ya. Matanya ke minyak, bukan ke papa saya dengar khotbah.

Nah, namanya saja bantuan, kan kalau bantuan itu nggak terus-terusan. Sesudah 1 tahun berhenti bantuan itu distop,  maka berhenti juga itu orang kebaktian. Dari bantuan mereka berubah  jadi ban nyonya. Saudara-saudaraku, berubah tidak lagi kebaktian. Nah, ini kristen-kristen santoloyo. Kristen yang hanya mau dapat minyak goreng, dapat kain - baru kebaktian. 

Kita mah saudaraku ada 3 macam kristen: Ada kristen pedati, yaitu kristen yang didorong-dorong. Hayo lah ke gereja. Didorong mesti dijemput-jemput. Yang kedua kristen japati, kristen merpati, mesti dikasih jagung kkkrrruukkk aya pesta ayeuna aya pesta di gereja. Pesta naon? Pesta natal. Pantekosta mah bacang, lelemper, kue mangkok, kue sus, pake aqua hiji. Budak ge kabagian. Maka datanglah natal satu laki-laki, satu istri, dengan 8 anak. Kkkrrruuukkk - kristen merpati harus pakai jagung dulu. Yang ketiga kristen sejati. Nggak usah didorong-dorong, nggak usah pake jagung. Dia mah kebaktian sendirian. Saudara kristen yang mana, tanyakan kepada rumput yang bergoyang. Saudara kita harus jadi kristen sejati. Ada haleluyah? Maka Tuhan Yesus lihat wah, ini yang datang ini kristennya merpati, kamu datang karena perutmu kenyang.

Lihat Pak Harto 32 tahun. Dia bikin aman Indonesia. Kenapa? Karena dia bikin kenyang perut rakyatnya walaupun banyak hutang, walaupun banyak korupsi. Diam semua rakyatnya - sebeuh. Makan - makan - makan. Indonesia aman gemah ripah loh jinawi. 32 tahun kita dinina-bobokan. Maka saya nggak setuju tuh Cianjur bikin lagi patung itu tuh kota kalau paling bersih dapat apa - piala Adipura. Lah. Mestinya Adi pura-pura namanya. Karena kotor kita ini. Lihat saja HOS Cokroaminoto sama Mangun Sarkoro, aduh, kotor luar biasa. Ada Adipura gitu kumaha ngabangun patung Adipura itu. Ih, era saya mah. Malu. Kotor saudara. Tapi dulu mah bisa bersih. Kenapa? Kekuatan uang, kenyang perut. Begitu sekarang tidak ada, ekonomi hancur,  wah siapapun jadi Presiden rusak semua. Semua ini karena perut lagi lapar. Banyak penodongan. Duh, yang saya sedih mah di TV teh 5 penodong ditembak mati. Di kamar mayat, mayat dikeluarkan tanda salib disini. Semua penodongnya pakai tanda salib. Ieu mah ampun garong teh kristen euy. Jeung era urang mah. Enteu nodong ge belum tentu kita masuk Surga. Mesti hidup bener. Komo lamun nodong. Katembak deui. Kamana tah? Teuing tah. Maeunya diasupkeun ka Lembur Tengah. Tidak mungkin saudara. Kristen tapi nodong, wah, teteup we.

Jadi saudaraku ini kita harus urip sajero ning urip. Hidup di dalam hidup. Kalau sudah hidup menghidupkan yang lain. Pak gembala, kenapa ya, ada pendeta yang menarik kalau dia khotbah, ada pendeta yang tidak menarik. Karena dia ada hidup, yang tidak menarik karena dia tidak punya hidup. Dia tidak ngalami hidup. Dia cuma dongeng. Dia tidak ngerti hidup itu apa. Sudah kalau mau sekolah alkitab mau cuman salin catatan silahkan saja salin catatan. Aku nggak usah masuk jadi guru. Karena  murid-murid sudah pintar semua menyalin catatan. Nggak usah susah-susah catatan dari siswa-siswa yang dulu-dulu foto copy saja, nggak usah cape. Gampang. Tapi engkau tidak akan dapat hidup. Engkau tidak bisa hidup karena yang engkau lihat itu huruf-huruf yang mati. Nah, omongan Yesus ini menyinggung perasaan. Ayat 60

6:60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?" 
6:61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? 
6:62 Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? 
6:63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. 
6:64 Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya." Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. 
6:65 Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya." 
6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. 

Tuh, siapa bilang ikut Yesus itu gampang. Murid aja mundur. Yesus aja kelihatan apalagi sekarang nggak kelihatan Yesus. Mana ? Bikin lukisan bikin foto mana apa itu Yesus ? Kalau yang pelukisnya orang Jepang, Yesusnya sipit. Kalau pelukisnya orang Spanyol, ganteng kasep Yesus nya ikal. Kalau pelukisnya Indonesia jadi Indonesia. Kalau pelukisnya orang Jawa, Yesus nya pakai blangkon. Kalau pelukisnya orang Irian, mungkin Yesus nya keriting. Orang mempunyai gambaran masing-masing tentang Yesus. Di Mexico ada satu ibu dia goreng kentang. Masuk kekamar kentangnya gosong. Dia angkat aduh gosong kentangnya. Tapi waktu gosong dia lihat kok kaya muka Yesus. Spiritus Santo Spiritus Santo.  Dia ambil tempat telor, itu kentang ditaruh. Satu waktu cecak makan ini kentang dan menyenggol ini kentang sampai jatuh pecah. Nangis dia. Spiritus Santo nya jadi kentang lagi. Jadi mula-mula saya mau kasih tahu sama saudara bukan di situ Yesus mah. Yesus mah hidup dan di dalam roh dan kehidupan. Di sini Yesus mah. Di sini Yesus mah, di dalam hati saudara. Kalau saudara punya Yesus di sini mah tenang saudara. Saudara nggak usah takut. Nggak usah takut digarong, nggak usah takut  dicopet. 

Heran saudaraku kalau kita berjalan sama Tuhan, copet saja salah ngerogoh. Ada haleluyah saudara? Kita nggak usah takut karena Tuhan pelihara kita, Tuhan jaga kita. Dalam Yohanes 

4:27 Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorangpun yang berkata: "Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?" 
4:28 Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ: 
4:29 "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?" 
4:30 Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus. 
4:31 Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: "Rabi, makanlah." 
4:32 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal." 
4:33 Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: "Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?" 
4:34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. 
4:35 Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. 

Saya ingin bicara kepada saudara. Yesus bilang makanan-Ku ada yang kamu tidak kenal. Kenapa? Karena dia sedang bicara makanan rohani. Da saya mah sampai ngalami begini saudara. Kalau ada mikir apa rada tegang, lari saja ke Alkitab baca saja satu dua. Heran kaya dilap sama air dingin sst tenang saja. Itu Firman kalau sudah hidup. Jangan kita menghadapi problem itu seperti menghadapi TTS. Mendatar teh naon. Menurun na naon? Kita kalau pusing baca Firman Tuhan. Tuh, baru di Jawa Timur, di pesantren ditemukan saudaraku bikin petasan sagede batang pohon kelapa. Batang pohon kelapa itu petasan. Meledak 6 orang mati. Da naha atuh buat apa pesantren teh bikin petasan sagede baskom kitu. Buat apa hayo? Kingkong dilawan. Nggak bisa saudara. Tuhan mah nggak bisa dilawan. Sebelum meledak di tempat lain disitu aja dah kata Tuhan meledaknya. Maka itu saudara, Natal sudah dikasih tahu hati-hati akan ada ledakan lagi di gereja-gereja hati-hati. Makanya ada yang tanya natal di gereja apa nggak? Saya diam saja. Nanti sudah dekat saya kasih tahu. Mau di mana saudara? Nanti saja. Sumbangan saja belum semua masuk, nanti saja kalau sumbangan sudah pada masuk. 

Tetapi di dalam hal ini, kata FA: Jangan takut. Kita mempunyai makanan yang manusia tidak tahu. Yesus bilang: Aku ada makanan yang orang tidak tahu. Kenapa ya dia itu kaya wayah kieu wari, susah kaya begini kok ini anak Tuhan ini tenang-tenang saja. Kita punya hidup ini. Nggak bisa dibikin-bikin. Kalau dibikin-bikin mah: Tenang? Tenang. Tenang ngadegdeg. Tenang bari ngadegdeg mah lain tenang. Tenang mah tenang. Bapa ibu didepan kita ada satu makanan yang Yesus bilang harus kita makan sampai Dia datang, sampai akhir jaman. Siapkanlah hati kita. Siapkanlah diri kita. Kita akan menerima makanan yang tidak akan binasa, makanan yang didalamnya kita beroleh kekuatan, makanan yang di dalamnya kita beroleh selamat. Haleluyah. Para pelayan silahkan maju ke depan.    

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________