Khotbah Minggu Sore September - Oktober 2003

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 07 September 2003

Keadilan, Cinta belas kasihan, dan Rendah hati

Mikha

6:8 "Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?" 

Firman ini berkata: “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Tuhan sudah memperlihatkan apa yang baik. Kalau mau belajar berbuat jahat, kita nggak perlu gereja, nggak perlu pendeta. Kalau kita mau berbuat salah, kita nggak perlu gereja, nggak perlu pendeta, nggak perlu injil, nggak perlu Alkitab, begitu lahir kita nggak berbuat apa-apa saja, kalau kita mati tanpa kristus kita masuk neraka. Untuk berbuat jahat, kita tidak usah diajari, memang karakter manusia begitu lahir cenderung kepada kejahatan. Roma 3 ayat 10: Tidak ada seorang pun yang benar seorang pun tidak, ayat 11: tidak ada seorang pun yang mencari Tuhan, ayat 23: Semuanya sudah kurang kemuliaan Allah. 

Manusia, saudara-saudaraku, cenderungnya berbuat jahat. Pernah dalam kitab Kejadian, Tuhan sampai menyesal membuat manusia. Bayangkan Tuhan sampai menyesal membuat manusia karena pikiran manusia segala keadaannya selalu cenderung kepada hal-hal yang jahat. Jadi di katakan oleh firman: Hei manusia, Aku sudah memperlihatka, ya, apa yang baik padamu. Kalau saudara mau cari yang baik, kita belajar dari Tuhan. Kalau kita mau belajar yang baik, kita belajar dari Tuhan Yesus, dari Tuhan, mencari hal yang baik, mencari perkara-perkara yang baik kita cari dari Tuhan. Kalau mencari yang jahat bukan di gereja, ya. 

Nah, kemarin ada satu ibu kok telepon salah satu staff saya di sekolah Alkitab, ya ini salah alamat teleponnya. Dia bilang, wanita ini ibu, salah satu dari gembala kecil suka nonton film porno. Nah, ini nggak baik, karena nggak telepon sama saya. Ditanya siapa ini? Nggak mau ngomong. Ditanya yang mana gembalanya? Tidak mau ngomong. Jadi kalau saya ketemu nanti tiga belas gembala kecil, kan saya bisa curiga yang mana ini dari tiga belas orang. Yang suka lalajo film bulao, ya. Kalau itu ibu itikadnya baik, itikadnya baik ... dia telepon tidak akan telepon sama staff dong ... telepon sama saya. Malah datang, lebih baik. 

Saya keberatan ini, karena mungkin ada yang anggap orang ini gembala kecil padahal sudah tidak lagi gembala kecil. Jadi ini juga gembala kecil mesti dengar ada orang yang ngomong begini. Saya sudah percaya seratus satu persen lho sama gembala kecil. Jadi karena ada ceritera begini, saya ambil yang satunya ... saya percaya seratus persen sekarang. Padahal sudah seratus satu persen lho saya percaya. Karena ada cerita ibu ini, jadi saya mikir yang mana, dari tiga belas orang ini, nggak boleh, nggak boleh gitu. Kalau kita anak terang, terang-terangan, kita ini saudaraku jangan kalah sama lampu Philips ... terus terang kita harus terang terus. Ya, anak Tuhan itu harus terus terang dan terang terus. 

Kalau lempar begitu bisa kaya fitnah. Siapa nanti yang dianggapnya. Kembali lagi kepada ayat Firman Allah, saya nggak kemana-mana di sini aja. Hei manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Bahasa Inggris, Aku telah memperlihatkan kepadamu yang baik. Hari pertama, Tuhan membuat dunia, baiklah adanya. Hari kedua, Tuhan membuat dunia ... baiklah adanya. 

Kalau saudara perhatikan di Alkitab, Kejadian 1, hari ketiga Tuhan ngomong baiklah adanya itu sampai dua kali. Hari keempat tidak ada Dia bilang: “Baiklah adanya”, hari kelima Dia bilang baiklah adanya. Jadi Tuhan sudah memberikan fasilitas lima hari Dia bikin yang baik, lima kali kata baik untuk diberikan kepada Adam. Tuhan memperlihatkan yang baik. Hai manusia telah diberitakan, Aku sudah memperlihatkan kepadamu yang baik. 

Nah, sekarang ada tuntutan dari Tuhan, Aku sudah kasih lihat yang baik, Aku minta dong sekarang imbalannya dari kamu ya, heran Tuhan nggak minta praise and worship, Tuhan nggak minta kita nyanyi dengan lompat-lompat, Tuhan nggak minta kita nyanyi dengan berteriak-teriak haleluyah berteriak-teriak, tidak. Coba perhatikan. Tuhan minta tiga hal yang jauh dari yang kita sangka. Dan apakah yang di tuntut Tuhan daripadamu ... ada tiga. Satu, selain berlaku adil; dua, mencintai kesetiaan; tiga, hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu. Kita akan lihat tiga hal ini. 

Satu berlaku adil. Bahasa Inggris, to do justly. Heran saudara. Adil ini yang pertama Tuhan bilang, Dia nggak bilang rendah hati yang pertama ... adil dulu yang di tuntut. Di Cianjur yang adil cuma satu ... Haji Adil. Tetapi saudaraku keadilan ini di tuntut oleh Tuhan. Coba kalau Tuhan sampai nuntut keadilan, kita mau lihat apa yang diceriterakan Alkitab tentang Yesus. Ibrani

1:8 Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran. 
1:9 Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu."

Kita kembali kepada Mikha. Yesus itu mencintai keadilan membenci kejahatan. Kita tidak akan khotbah di sana, tapi kita kembali kepada Mikha. Jadi kalau Tuhan Yesus saja mencintai keadilan, maka sudah sewajarnya Dia menuntut keadilan dari pihak kita. Saudara sudah pernah lihat salib Yesus itu begini, Yesus di salib miring? Tidak, selalu begini seimbang. Jadi adil itu seimbang, kehidupan kita ini mesti seimbang. 

Saudara, maka Tuhan kasih dua telinga, jangan dengar sebelah laporan macam-macam aduan, pengaduan fitnah. Dengar lagi sebelah bagaimana, ya, jangan dengar sebelah saja tapi kita mesti dengar dua-dua. Karena kita cenderung kalau kita dapat laporan dari teman kita, kita percaya teman kita ini benar. Tapi nanti dulu, dengar dulu  yang dari sana, dengar dulu. Setelah dengar dari kedua belah pihak, baru kita bisa menimbang ... seimbang. Nggak bisa kita memihak pada satu orang karena dia family, karena dia teman dekat, karena dia keluarga, nggak bisa. Itu nggak adil, kita mesti belajar adil. 

Bilang adil - bilang adil ... dulu ada satu encek di Cipanas kalau nggak salah. Dia mau masuk WNI, dites sama Camat. Kkalau betul-betul ini encek, kalau betul-betul masuk WNI coba dites dulu ya. Sebutkan Pancasila? Haia, pak Camat, jangan pak Camat anggap oeh sembarangan, masa oeh tidak tahu Pancasila. Oeh juga tahu Pancasila artinya apa? Iya kalau tahu, sebutkan satu persatu lima itu? Haia, udah tahu oe udah tahu itu Pancasila oeh juga udah tahu. Iya, kalau udah tahu sebutkan? Ya, bapak Camat sama saya anggap lemeh. Apa coba sila pertama, coba sebut sila pertama, kata pak camat. Haiya, masa bapak camat anggap saya tidak tahu. Sila pertama oeh juga tahu, sila pertama itu 'Tuhan seorang diri.' Ketawa pak Camat. Tapi dia bilang, sila kedua apa? Pak Camat tahu peri kemanusiaan. Coba? Iya, sila kedua masa ai tidak tahu, semut tidak boleh bunuh, kodok tidak boleh ganggu. Sila ketiga, sila keempat, dia sebut satu-satu ... sampai sila kelima itu 'keadilan sosial.'

Tentang keadilan. Ayo, sudah empat betul. Sekarang yang kelima apa yang terakhir. Aduh pak Camat, bukan oeh tak tahu, oeh nggak berani ngomong, oeh nggak berani ngomong pak Camat. Dia peluk-peluk, pak Camat jangan marah, oeh nggak berani bicara, oeh nggak bisa bicara. Ngomong mesti. Haiya takut nanti pak Camat tersinggung, pak Camat marah. Tidak, saya janji. Saya bukannya nggak tahu, saya tahu. Dipancing sama pak Camat, ngomong aja kalau nggak tahu, ngomong aja kalau nggak hafal. Oeh hafal pak Camat, cuman nanti pak Camat tersinggung. Saya nggak tersinggung, sumpah, nggak ada, ayo, apa? Terus terang ya, di Indonesia nggak ada adil sosial ... nggak ada adil sosial. Kenapa? Oeh hari natal oeh kasih sama pak Camat; oeh tahun baru tanggal satu, oeh kasih sama pak Camat; pak Camat lebaran, oeh kasih lagi sama pak Camat; hari paskah, oeh kasih telur sama pak Camat. Tidak ada adil sosial. Camatnya sampai ketawa. Tapi inilah kira-kira keadilan, seperti apa keadilan. 

Kita dengar ceritera! Di Italia saya pernah saya baca satu buku mengenai satu gadis yang mau bekerja. Gadis ini dari desa, dia bekerja di kota, dia bekerja menjadi pembantu rumah tangga. Baru bulan pertama dia mau gajian, gajinya enam ratus lira, besar! Tuannya udah mau kasih, tuannya bilang, gajimu berapa? Enam ratus lira. Dia udah ngadeprok di bawah, mau terima gaji, enam ratus lira tuan. Bagus, saya mau kasih enam ratus lira. Tapi tiga hari kamu baru masuk, cangkir kesayangan saya pecah, itu cangkir lima puluh lira - tulis. Nggak jawab ini pembantu, karena betul. Satu minggu kamu kerja, handuk saya hilang ... itu handuk dua puluh lima lira. Dua minggu kerja, kaca mosaik rusak, saya harus ganti, itu seratus lira.

Akhirnya saudaraku, kesalahan-kesalahan dari pembantu ini diomong sampai selesai ... dan jumlah kerugian saya waktu kamu kerja adalah lima ratus tujuh puluh lima lira. Gajimu enam ratus lira tapi kerusakan yang kamu akibatkan lima ratus tujuh puluh lima lira. Sekarang aku kasih gajimu dua puluh lima lira. Dengan air mata berlinang-linang, si pembantu rumah tangga terima dua puluh lima lira sambil berkata mercy, artinya terima kasih. 

Berdirilah tuan ini yang punya rumah dan dia goyang kepala, ngomong sendiri: Betapa gampangnya manusia berbuat tidak adil. Diambil yang lima ratus tujuh puluh lima lira sisanya, ini sebenarnya hak kamu, ini hak tenaga kamu. Oh, jangan-jangan gantikan saja sama kaca. Tidak, itu memang kesalahan kamu tapi saya tidak mau ambil keuntungan, ini gajimu. Tapi dia bilang 'betapa gampangnya berbuat tidak adil sama orang kecil.'

Saya senang dan tidak lupa itu ceritera pendek karena ada kejutan di akhir cerita. Betapa gampangnya berbuat tidak adil kepada orang yang lemah. Maka saya tidak heran sekarang kenapa Tuhan tuntut dari kita itu bertindak adil, berbuat adil. Saya tidak boleh pilih kasih sama jemaat, tidak boleh saya sayang sama jemaat yang kaya lalu jemaat yang miskin saya tidak anggap. Saya tidak boleh begitu karena saya melanggar hukum keadilan yang Tuhan minta. Kenapa? Karena di hadapan Tuhan, Tuhan tidak lihat kita pakai baju apa, Tuhan tidak lihat baju kita harganya berapa, Tuhan tidak mau tahu kita ada uang berapa di kantong, ada uang berapa di bank, itu Tuhan tidak mau tahu. Di hadapan Tuhan, Tuhan hanya lihat hati kita. 

Sering saya bicara sama murid saya, bukan apa yang ada di depan dada kita dasi kemeja ... tapi apa yang ada di dalam dada kita, yaitu keadaan hati. Saya tidak lebih tinggi dari saudara karena saya berdiri di mimbar yang tinggi ini ... tidak! Kita di hadapan Tuhan sama. Itu sebabnya harus belajar yang pertama - adil, adil! Makanya Tuhan tahu, Dia larang seorang beristri dua, kenapa? Tidak akan pernah adil. Tidak akan pernah adil orang yang punya istri dua nggak akan pernah adil, nggak akan bisa seimbang. Pernah ada di Jakarta satu bapak, saudaraku, sudah umur lima puluh lima, enam puluh tahun. Dia punya istri muda. Dalam tiga bulan dia langsung gundul, kenapa? Karena istri tua udah tahu dia punya peliharaan. Supaya kelihatan tua terus, cabutin rambut hitamnya. Istri muda, maunya dia kelihatan muda ... dicabutin rambut putihnya. Jadi tiga bulan dia gundul, dua istri semuanya mencabut rambutnya.

Tapi mari kita belajar tentang keadilan. Ada dua orang hopeng siang ho. Hopeng siang ho tapi yang satu sangat modern, yang satu sangat kolot. Yang kolot ini rambutnya acak-acakan agak gondrong. Yang modern ini dia ikut  model sekarang, dia cukur gundul. Duduklah dia di bawah pohon beringin dan yang modern ini berkata: Ah, kata gua sih Tuhan tidak adil. Kalau Tuhan adil, masa Dia bikin orang miskin. Terus dia ngomong. Ini seperti pohon ini, pohon beringin, Tuhan kan nggak adil. Masa pohon batangnya besar, daunnya rimbun besar begini, buahnya kecil- kecil sebesar kelereng. Lihat itu semangka batangnya kecil daunnya kecil, kenapa buahnya besar? Tuhan tidak adil, Tuhan tidak seimbang! Eh, kata yang kuno, kamu nggak boleh ngolok-ngolok Tuhan begitu, kamu kan ciptaan Tuhan. Ya ciptaan Tuhan tapi Tuhan nggak adil. Kalau adil itu pohon semangka buahnya ada di sini dong! Seimbang. Pohon besar buahnya besar, pohon kecil buahnya kecil - itu bagus. Lagi ngomong-ngomong gitu, jatuh satu buah dari pohon beringin itu ... pletak, di atas kepala yang gundul ini. Nah, temannya bilang, coba kalau pohon ini berbuah sebesar semangka, katanya, kepalamu seperti apa nanti. Dia garuk-garuk tidak gatal, dan dia bilang, iya juga ya ... iya juga ya, Tuhan itu adil. 

Saudara, janganlah saudara lihat bentuk hidung kita, tapi lihatlah lobang hidung kita selalu menghadap ke bawah. Itu keadilan Tuhan. Karena kalau menghadap keatas saudaraku, musim hujan kita salesma. Puji Tuhan, Tuhan itu adil. Amin?

Kita lihat tuntutannya dari Tuhan yang kedua. Tuntutan yang kedua, yaitu mencintai kesetiaan. Bahasa Inggris, to love mercy - mencintai belas kasihan. Mungkin susah saudara mengerti mencintai belas kasihan ... terlalu ngawang-ngawang ngomong. Udah dah pakai bahasa sederhana: Mengasihi, mengasihi. Ini masih di dada saya, belum jadi kenyataan saudara. Mungkin perlu biaya juga ... ini didada saya. Kalau habis kebaktian, kita ini saya ke bawah udah pada keluar semua, udah pada jabat tangan pada keluar langsung terus keluar - terus keluar. Tukang becak angkutan kota sudah tahu, jam enam aja sudah berderet di depan, 5A, A5, 05 - 03, udah tahu. 

Yang saya ingin, yang saya ingin tapi belum tahu kapan jadinya. Ini gereja kita memang terlalu kecil. Ada yang nawarkan tanah enam ribu meter, saudaraku, tapi jauh di dekat Ciranjang. Kalau kita kebaktian di Ciranjang kaya apa. Tapi, apa kita kebaktian di Yayasan Kabar Baik. Kalau kita bisa kebaktian di Yayasan kabar Baik, itu lapangan basket kita bisa sulap, kita bisa bikin kebaktian bisa bikin gereja dari kaca, dari kaca saja di dalam, jadi orang nyanyi di dalam nggak kedengaran di luar. Tapi kita nanti ... Jadi  habis kebaktian nggak langsung pulang, ada Aqua yang bisa di minum, ada kopi, ngobrol heula, ngobrol ... jadi nggak langsung pulang. 

Di luar negeri, ada basement. Habis dari dari gereja kebaktian terus ke basement, mereka jemaat memang langsung makan sama-sama karena orang bekerja. Tapi kita nggak usah makan tapi minumlah. Memang di sana dingin -  dingin aduh di sana. Saya juga lagi mikir ini kalau kita bikin ada Aqua, pasti yang minumnya anak-anak semua. Lulumpatan ... cape. Kita baru mau minum udah habis satu galon. Tapi nggak apa-apalah satu galon yang isi ulang cuman tiga ribu. Jadi maksud saya apa? Kita mesti mengembangkan itu, mengasihi itu harus di kembangkan. Kasih dengan displin itu harus jalan sama-sama. Saya tidak semua pengerja saya bawa keluar negeri, tidak semua staff saya ajak ke luar negeri. Tapi yang disiplin berhak mendapatkan kesempatan. Tentu yang kerjanya rajin, kerjanya baik. Karena kalau saya ajak pengerja yang suka tidur ke luar negeri pasti di tidur juga. Di pesawat nggak keluar-keluar, tidur aja di pesawat, disangka teroris nanti. 

Jadi saudara-saudara, saya kan lihat begitu saja kita gambarkan seperti apa Tuhan kira-kiranya Dia menuntut sama kita ini, to love mercy - mencintai belas kasihan. Jadi dihati kita teh nggak ada curiga. Kan dalam ulang tahun, saya bilang, buat apa saya dibikinin pesta kalau saya dicurigain. Dan saya nggak pernah ada sedikit pun saya curiga sama saudara itu nggak ada, sama jemaat saya nggak ada. Full dari hati saya itu benar-benar murni, saya itu mengasihi, sayang sama saudara. Makanya saya doakan, makanya biar capek saya bela-belain, karena saya mengasihi, ya. Dan saya nggak usah dipestain nggak apa-apa asal jangan di curigai. Seperti istri terlalu cemburu sama suami, suami dekat sama anak perempuan kecil, dia udah melotot, siapa-siapa ini? Siapa dia? Si suami naik sado, diperiksa dulu sadonya, kuda betina apa jantan ? Sampai begitu, saudara-saudara. Eh, pak Awondatu mah nggak tahu suami saya mah shio nya kan shio kuda. Iya masa shio kuda, naik dokar diperiksa kudanya jantan apa betina. Terlalu curigeisyen bahasa Inggrisnya, curigeisyen, curiga ... curigaan. 

Orang yang penuh dengan kasih sayang, dia nggak ada curiga, dia percaya. Apa kata 1 Korintus 13, kasih itu percaya akan segala sesuatu, kasih itu mempunyai tingkat kepercayaan yang luar biasa. Dulu nama saya di masukan di koran. Saya KKR di Istora, dimasukin koran. Nggak benar itu koran. Lalu ada sarjana hukum, bapak Tala Sianturi. Mau kita masukkan ini, kita kerjain, kita pakai pengadilan, orang begini nggak boleh dibiarin, ajar adat sekarang, kita kerjain aja. Saya bilang, saya sudah kasih sama pengacara saya, pak. Siapa pengacaranya? Tuhan Yesus. Baru dia ketawa. Oh, ya sudah, kalau pakai Tuhan Yesus ya udah, nggak ada cerita. Iya mungkin koran itu perlu uang saya bilang, perlu uang jadi dia ceritera aja yang gosip-gosip semua mancing kita. 

Jangan curiga. Buanglah kecurigaan itu karena kasih yang benar percaya akan segala sesuatu. Saya selalu ingat itu satu ceritera dulu, juga saya baca di majalah. Ini terjadi dengan agama yang lain. Ada satu istri terbangun malam-malam, orang islam ini, terbangun. Dia lihat suaminya baru kelur pintu kamar, jalannya begini. Wah, dia pura-pura tutup mata, kemana ini? Suami saya mau kemana? Dia tutup pintu pelan-pelan. Jadi si istri juga ikut. Eh, si suami keluar, keluar pintu. Digelapin lampu. Kemana ini? Dua puluh meter, dia ikuti keluar ... kemana ini? Mau selingkuh ama siapa ini? Nyatanya si suami ini ke mesjid, sembahyang. Itulah kalau sudah curiga. 

Saya sudah ceritera sama saudara kan? Ada petani kehilangan pacul di Cung kuo, leungiteun pacul. Kemana ini pacul saya? Satu hari dicariin nggak ketemu, dia tanya istrinya nggak tahu. Lewat anak tetangga. Ini anak tetangga umur kira-kira enam belas, lelaki, sipit. Ngomong di dalam hati ini si bapak, jangan-jangan dia ini yang ngambil pacul saya, matanya juga mata bangsat, gaya tangannya juga memang lihai ... pacul mah bisa hilang. Jangan-jangan dia ini? Jalannya juga lincah. Sudah hari kedua, hari ketiga belum ketemu ini, udah, delapan puluh persen ini gua kira dia ini. Dia ngomong sama istrinya: Gua rasa ini anak tetangga kita. Kenapa? itu lihat gayanya, lihat tangannya tuh, matanya lu lihat tuh matanya, lihai, likiat, uah ... ini orang udah pasti ini. Jangan gitu dah, papa, jangan suka curiga dulu. Ah, udah gua mah cuman belum - tinggal bukti aja, belum ketemu aja ini pacul udah dah gua laporin sama polisi, kepala desa ini. Jangan dulu curiga. 

Pagi-pagi istrinya kedapur hari ke empat. Hari ke lima pagi-pagi dia buka pintu, itu pacul dibelakang pintu jatuh. Ada kok. Panggil suaminya: Ini pacul. Dimana? Dibelakang pintu. Aduh, gua udah tua benar, tiga hari lalu gua taroh disini, benar kenapa gua lupa ya. Lagi gini-gini, lewat si anak. Matanya gini sipit, matanya jadi kaya si Jin Kwih ya? Nggak kaya cong ti lagi, kenapa? Nggak curiga lagi. Pacul sudah ketemu. 

Hati-hati saudara. Mari kita mencintai belas kasihan ... to love mercy. Kalau nawar becak ya, nawar becak: becak, ka Haji Adil sabaraha? Umpamanya dua ribu. Terus kata tukang becak teh, dua ribu lima ratus. Kita teh nih, geuslah saribu. Aduh, neng kumaha atuh karunya pan jauh. Geuslah jadi saribu saratus. Neng, geuslah dua ribu biasa. Embung. Saribu dua ratus lima puluh. Kalau orang Arab lewat, orang Arab bisa ketawa saudara. Kenapa? Arab itu begini tapi kalau nawar becak nggak begitu. Marilah anak Tuhan kalau nawar becak jangan kaya orang Yahudi. Kalau memang pasarnya dua ribu ... berelah lebih. 

Ada satu ayat yang berkata Tuhan itu tahu, saudara kalau ngomong haleluyah jangan kepaksa. Lebih baik jangan ngomong, lebih baik jangan ngomong. Kalau mau ngomong haleluyah, haleluyah yang hangat. Saya nggak perlu yang begituan. Apa yang terjadi saudara? Tuhan tahu bahwa manusia adalah hanya asap semata. Dia berbelas kasihan, to love mercy. Satu ayat saja dalam Matius

18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. 
18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. 
18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. 
18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. 
18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. 
18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! 
18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. 
18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. 
18:31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. 
18:32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. 
18:33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? 
18:34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. 
18:35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

Saudara, ada beberapa ayat yang saya baca tadi, baru untuk saya, baru. Apa? Teman-teman hamba yang disuruh ngelunasin dicekik, dimasukin ke penjara, sama orang yang baru di lunasin sama raja ... itu ada punya teman. Teman-teman itu ngelaporin kelakuan si orang yang diampuni pertama ini sama raja. Ingat saudara, apa yang kita lakukan akan sampai kepada Bapa. Ingat ini saudara. Saudara menyayangi sesama saudara, itu akan sampai kepada Bapa. Saudara berbelas kasihan kepada sesama manusia, itu akan sampai kesana. Siapapun kita, apapun pangkat kedudukan kita - itu bukan urusan. 

Sekarang kita kejam sama orang, kita kejam kita lupa hutang kita yang banyak sudah diampuni, kita urusin hutang yang kecil, harus sampai di penjarakan, ini istilahnya. Itu akan sampai ke sana. Setelah saya tahu bahwa semua kelakuan kita akan sampai laporannya kesana, saya mesti jaga kelakuan saya, saya mesti jaga belas kasihan saya. Supaya saudara tahu sedikitnya saya di jauhkan Tuhan dari meninggikan diri, aduh ampun ... ampun ... ampun tidak, ini sebagai contoh. Kalau saya di airport saudara, yang saya cari itu WC. Di WC saya kasih sama penjaga WC, saya kasih lima ribu. Jadi saudara-saudaraku di WC itu, siapa yang jaga WC saudara. Di Amerika nggak ada yang jaga WC - nggak ada. Itu kerjaan yang sangat hina. Tapi kenapa orang mau kerjain itu, karena orang perlu uang. Saya kadang-kadang kasih lima ribu, saya kadang-kadang kasih sepuluh ribu, ini buat anak-anak. Kalau orang bawa barang saya, udah ditulis itu kasih empat ribu, saya kasih dua puluh ribu. 

Saya ingin memberi lebih daripada apa yang biasa mereka dapat. Supir taksi juga, sudah sampai di satu tempat saya sudah lihat di argometer tiga belas ribu, saya kasih dua puluh ribu. Nggak minta kembali. Bukan kebanyakan uang - bukan. Saya ingin menerapkan apa yang dikatakan firman. Mari kita belajar berbelas kasihan, kenapa? Kan Tuhan hitung, Tuhan kan semua hitung. Itu akan di kembalikan kepada kita dihari yang akan datang. Cari orang yang paling susah. 

Saya sedang cari satu hamba Tuhan, saya mau kasih uang cukup banyaklah, kalau bisa saya beliin sepeda motor. Hamba Tuhan di Manado, namanya saya lupa. Orangnya hitam pendek, tapi waktu tahun 1991 saya difitnah habis-habisan, di Sulawesi Utara pendeta ini yang nemenin saya. Kemana-mana dia nemenin saya. Ke Bunaken dia nemenin saya sampai di Mondoindi dia tahu saya sedang susah, dia nyanyi-nyanyi di restoran habis saya makan, saya nggak ada nafsu makan, dia nyanyi-nyanyi menghibur saya - aduh, saya lupa namanya siapa. Saya cari-cari cuman ada tanda ompong giginya, ditengah itu ompong. Kalau nanti dia pasang gigi celaka. Kalau dia ke sini saya mau bawa ke toko gigi Restu, ko tolong pasangkan giginya, biar supaya tidak terlalu ompong lagi. Supaya kalau keluar dari oplet begini, oplet lagi jalan dia keluar gini, nggak berbunyi ngiiiit, ya. Belum, belum ketemukan. Saya udah berapa kali ke Manado, tolong cari itu pendeta yang pendek aduh hitam dia ada gigi ompong - namanya siapa brur? Yaitu lupa siapa namanya. 

Sama dengan Cho Yong Gi. Cho Yong Gi bertobat, satu gadis bersaksi. Dia sampai pasang iklan: cari gadis yang pernah bersaksi sama satu orang TBC di pasar ini tahun sekian bulan sekian hari ini - nggak ada. Saya ingin membalas baiknya, alau nggak ada dia, saya nggak kenal Yesus. Cho Yong Gi, tolong ... tolong. Nggak ada yang kasih tahu, nggak ada yang datang ... saya - nggak. Sekarang kita ingin memberi ingin ketemu dia, orangnya nggak ada. Maka kata Yesus, berbelas kasihanlah.

Kalau orang datang dari Yerusalem sampai di Yerikho digebukin, Lewi lewat pendeta, dia lari; imam lewat pendeta dia lari. Datang orang Samaria, dia tolong. Yang mana yang sesama manusia? Yang berbelas kasihan. Mari kita belajar berbelas kasihan. Si eta teh so kieu, si eta teh so kieu. Semua manusia aya sok kieu na, aya. Semua ge si eta teh so kieu - ada. Urang oge sok kieu - Aya. Ada semua masing-masing ada kekurangannya, sudahlah. Kita berbelas kasihan. 

Yang terakhir, hidup dengan rendah hati di hadapan Allah. Bahasa Inggris tidak pakai kata hidup, tapi and to walk humbly with your God ... dan berjalan dengan rendah hati. Kalau ikut Yesus ada susah "Jalan serta Yesus, setiap langkah." Diciptakan tahun lima puluh tujuh ketika pendeta HM Runkat meninggal dunia “Ku akan merasa cintanya Allah ... Mengapa bersusah Tuhan pelihara ... Jalan serta Yesus sampai di sorga”. Kalau lagi senang "Jalan serta Yesus Jalan sertanya hei manis rasanya ... Jalan serta Yesus ... Jalan serta-Nya selamanya." Saudara mau jalan bersama dengan Tuhan? Saudara-saudara, Kejadian pasal 5, menerangkan hal yang indah sekali tentang Henokh.

Kejadian

5:21. Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah. 
5:22 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 
5:23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. 
5:24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah. 

Saudara-saudaraku, Henokh punya istri, Henokh punya anak bahkan anaknya orang yang paling panjang umurnya, sembilan ratus enam puluh sembilan tahun. Punya istri punya anak tapi bisa jalan dengan Tuhan. Kalau jalan dengan Tuhan berarti bukan kita nggak dagang lagi, bukan berarti kita terus musti sembahyang harus terus berdoa baca Alkitab di toko, ko ieu barangna sabaraha? Tempo aya bandrol na eta. Terus kita pegang tasbeh, Bapa kami di Surga ... tidak, kita punya anak bisa, kita punya istri bisa, punya perusahaan bisa - tapi tetap berjalan dengan Allah. 

Sampai satu kali Henokh tidak ada lagi karena Tuhan angkat dia hidup-hidup. Sama dengan kita. Sekarang kita sedang berjalan dengan Tuhan. Nanti bedanya cuman Henokh hidup-hidup, kita mati dulu. Kita di angkat sama Tuhan tapi kita mati dulu, rohnya diangkat. Kalau Henokh mah hidup-hidup. Saya udah umur lima puluh lima tahun udah mesti hitung sekarang, kapan ini ya, Tuhan nanti bisikin saya, hei Yo check out, Yo check out. Aduh Tuhan,  boleh nggak saya tunggu anak saya yang lelaki belum kawin, saya tunggu dia kawin dulu dah? Waktu saya sendiri kawin, bapak saya sudah tidak ada, ema saya sudah tidak ada. Padahal ema sama papa saya itu ikut ngelamar, jawabannya bingung, ditolak nggak diterima nggak, ditolak nggak diterima nggak, kieu we. Sampai papa meninggal ema meninggal baru saya menikah. Tok, tok ... siapa ya? Saya malaikat El Maut. Ada apa? Masa malaikat El Maut minta makan, nggak ... saya cuman minta nyawa, ayo pulang. Nanti dulu, si bungsu can kawin,  nanti dulu. Udah cukup, pulang, ayo. 

Itu, hal itu akan terjadi saudara. Apa sepuluh tahun lagi saya masih hidup, enam puluh lima? Puji Tuhan kalau Tuhan masih kasih. Apa dua puluh tahun lagi saya masih hidup, tujuh puluh lima? Yang udah pasti, saya tidak akan hidup sampai dua ratus tahun. Saya tidak mau saudara-saudara saya masih hidup, aduh wah pak Awondatu masih hidup umur sembilan puluh tahun, masih khotbah lho pak Awondatu. Da orang Cianjur ge moal daek boga pendeta siga gitu. Unggal becak dipanggil, udah pikun. Aduh Tuhan, jangan-jangan. Ayo, pulang. Didepan ada nanti, apa kita tinggal terus di sini? Nggak, kita pulang, ya. 

Nah, sekarang saya pakai kegerakan. Di sini di dunia Tuhan Allah, Yesus saja namanya Immanuel, Allah beserta kita, amin? Kita berjalan di dunia ini. Nanti kalau kita masuk sorga, kita bersama dengan Tuhan, nggak ada beda. Sekarang, Tuhan bersama dengan kita, Dia didunia menemani kita. Nanti kita menemani Dia. Lihat itu Tuhan panggil Henokh, ayo kamu temanin Saya di sorga, hidup - hidup. Nggak boleh marah saudara sama Tuhan, kenapa si Henokh mah hidup-hidup, saya musti mati dulu, mesti sakit ginjal dulu, mesti bengek dulu, mesti utah uger dulu. Hei nggak boleh, itu kan Tuhan itu mah, Tuhan mau-maunya Dia. 

Nah, malam hari ini saya tidak panjangkan firman Allah. Tuntutan Tuhan bukan praise and worship. Hei Awondatu, aku tuntut engkau bisa menginjil di Istora, ribuan jemaat percaya kepada-Ku - tidak, bukan itu yang di tuntut Tuhan. Dengar baik-baik. Ini saya mau tutup dengan ini saudara. Saya mau minta satu dua menit. Dengar baik-baik. Apa yang saya kerjakan, saya ada sekolah Alkitab, melayani KKR di luar negeri di dalam negeri - itu tidak ada hubungannya dengan siapa saya di hadapan Tuhan. Jemaat saya ribuan di berkati secara materi, pergi kemana saja gampang, makan enak semua gampang, KKR ribuan orang dengar firman Allah, saya disebut pendeta sukses - tidak ada hubungan dengan siapa saya di hadapan Tuhan! 

Banyak orang akan berkata, bukankah dengan nama Tuhan, saya bernubuat? Bukankah dengan nama Tuhan, saya mengusir setan? Bukankah dengan nama Tuhan saya mengadakan mujizat? Tuhan jawab “Aku tidak kenal kamu.” Apa yang saya kerjakan untuk Tuhan, itu bukanlah gambaran siapa saya. Saya khotbah di sini bukan gambaran siapa saya di hadapan Tuhan. Ini yang dituntut Tuhan tiga itu, itu yang menggambarkan siapa saya di hadapan Tuhan, siapa saudara di hadapan Tuhan. Tuhan nggak tanya berapa pabrik saudara punya, berapa mobil saudara punya, berapa berlian saudara punya? Dia nggak mau tahu. Dia bilang tiga hal ini kerjakan: keadilan, cinta belas kasihan dan berjalan dengan rendah hati. Saudara punya tiga hal ini, sorga lebih dekat rasanya dalam kehidupan kita.   

 

Minggu sore,14 September 2003  

KETAKUTAN

Haleluyah! Mari kita akan buka Alkitab kita dari kitab, sebelumnya saya ngomong dulu ya!

Ada satu musuh bagi semua kita, musuh yang tidak kelihatan tetapi selalu ada di sekitar kita dan musuh ini sudah melumpuhkan banyak orang kristen. Tidak sedikit hamba Tuhan, pendeta dilumpuhkan oleh musuh ini. Kita tidak suka dengan musuh ini tetapi sering kali kita memberi perhatian kepada musuh ini. Kita benci dengan musuh ini tetapi kita sering memberi tempat kepada musuh ini. Musuh ini tidak bisa kita bilang musuh dari luar karena dia sering ada di dalam kita. Kita tidak bisa bilang musuh ini musuh di dalam kita karena dia biasa juga ada di luar. Dan musuh ini saudara-saudaraku sekarang beredar-edar di seluruh dunia dengan tingkatan intensitas yang luar biasa. Dan musuh ini saya ingin memperkenalkan kepada saudara dengan maksud, supaya kita jangan di kalahkan oleh musuh ini tetapi kita atasi musuh ini. 

Musuh ini adalah, apa? Siapa? Saya bilang iblis, tidak terlalu salah, ya. Tapi musuh kita adalah “ketakutan”. Malam ini saya ingin bicara mengenai ketakutan dan ketakutan ini sudah membikin impoten banyak orang kristen yang potensial, melumpuhkan orang kristen yang bisa kerja, membikin mandek kemajuan orang kristen, membuat pengecut orang kristen yang asalnya berani oleh karena ketakutan ini. Kita mau lihat dulu ketakutan ini di dalam kitab Kejadian. Kitab Kejadian adalah awal dari segala sesuatu, awal dari manusia, awal kejatuhan, awal bangsa-bangsa, awal doa, awal peralatan, awal perumahan; semua awal ada di dalam kitab Kejadian, awal adanya setan, awal adanya manusia, awal adanya pernikahan tetapi juga awal adanya ketakutan.

Kejadian 
3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
3:11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"

Perhatikan, Tuhan tidak pernah ajar Adam takut. Perhatikan, pada waktu Adam dan Hawa diciptakan seturut dengan peta dan teladan Allah dia tidak pernah tahu apa itu rasa takut. Dia nggak pernah tahu apa itu rasa takut. Bayangkan saudara tidak pernah apa sih itu takut, dia nggak tahu. Bahkan tidak ada kata takut itu dalam kamus bahasanya Adam dan Hawa berhubungan dengan Tuhan, itu tidak ada. Tapi tiba-tiba dia menemukan kata yang baru dalam kamus bahasanya, tidak diajar oleh Tuhan, belum pernah Tuhan ngomong ajar ... ada kata takut, tiba-tiba dia bilang 'saya takut.' 

Dari mana datangnya takut ini? Karena Adam dan Hawa menerobos, melewati batas firman Allah. Larangan Tuhan, jangan ... tetapi diterabas juga. Disitulah mulai datangnya ketakutan. Sejak jaman Adam sampai sekarang, ketakutan itu bertambah luas, bertambah luas, maaf saya tidak bisa selesaikan pengajaran ini dalam dua kebaktian, tiga kebaktian, dalam satu kebaktian, jadi saya musti terangkan dalam dua tiga kali kebaktian. Tapi kita mulai saja untuk mengenal akarnya ketakutan ini. Sore ini saya memperkenalkan dengan dua dimensi apa arti ketakutan. Tetapi kita akan buka lebih dahulu law-nya, yaitu kita buka Ayub.

Ayub 3:25, ini adalah law, undang-undang, dalil, aksioma yang tidak usah dibuktikan lagi.  
3:25 Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku. 

Bahasa Inggris bilang “karena hal-hal yang sangat aku takutkan sudah datang ke atasku dan apa yang aku sangat cemaskan itulah yang terjadi kepadaku.” Wai, betapa bahaya-nya ini takut, ketakutan. Kenapa? Karena apa yang kita kuatirkan, apa yang kita takutkan, apa yang kita cemaskan - terjadi itu sama kita. What I greatly feared has come upon me ... apa yang aku sangat takutkan, paling besar aku takutkan - itu malah terjadi. Dan apa yang aku cemaskan, itu mendatangi aku. Ini yang ngomong ini siapa? Ayub! Ayub ini siapa? Kita lihat Ayub 1 lebih dulu. Ayub  

1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan..
1:5 Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.

Yang ngomong ini bukan orang coward, bukan orang pengecut - yang ngomong ini Ayub yang saleh yang takut akan Tuhan, yang menjauhkan diri dari kejahatan, yang tiap pagi berdoa, mendoakan sepuluh anaknya, yang dibanggakan oleh Tuhan, yang dibanggakan oleh Allah, yang dibanggakan oleh Tuhan di depan setan. Aku ini membanggakan Ayub, hei setan, apa kamu pernah melihat Ayub? HambaKu tidak ada orang seperti dia di dunia ini, hei setan, apa kamu sudah melihat Ayub, setan? Sudahkah engkau melihat hamba-Ku Ayub, setan? Hamba-Ku Ayub yang penuh dengan takut akan Aku dan di berkati Tuhan saleh, hei setan?

Dibanggakan oleh Tuhan tapi kenapa tiba-tiba dia menjadi anjlok demikian? Dia katakan rahasianya, apa yang aku takutkan terjadi kepadaku dan apa yang aku cemaskan, itu mendatangi aku. Saudara kalau Ayub saja yang takut akan Allah doa tiap pagi disebut dipuji Tuhan sampai kedodoran kayak begini, siapa kita? Kalau kita berani-berani "takut sama sesuatu," itu akan terjadi sama kita. 

Dalam urusan phobi, ada tujuh puluh dua macam ketakutan. Dari mulai takut ada ditempat tinggi lihat ke bawah, takut terbang, takut ini, takut itu, ada tujuh puluh dua ketakutan.Tapi saya beritahu apa saja yang saudara takut akan terjadi: saudara takut bangkrut - jadi bangkrut; saudara takut rumah tangga nggak bahagia - rumah tangga saudara nggak bahagia. Apa saja yang saudara takut, saudara takut kekurangan - saudara kekurangan. Apa saja yang saudara takut, ini dalil, ini hukum.

Nah, saya mau menerangkan sekarang, naon sih anu disebut ketakutan teh? Apa sih yang disebut ketakutan itu? Saya mau terangkan dua.

Yang pertama: ketakutan adalah iman yang terbalik. Saudara lihat ke depan. Kalau saya menghadap ke timur dan orang tanya sama saya, pak Yoyo mana barat? Nggak usah susah-susah lagi saya pakai kompas, beli dulu kompas, lihat dulu matahari, nggak usah, belakang saya itu barat karena saya sedang menghadap ke timur dan saya lihat matahari terbit, mana barat ko Yoyo? Nah, itu. Sebaliknya, kalau saya sedang melihat ke barat orang tanya mana timur? Nggak usah beli kompas, nggak usah nanya dulu, itu di belakang saya. Kenapa? Karena barat kebalikan dari timur, timur kebalikan dari barat, barat adalah kebalikannya dari timur.

Dengar baik-baik, iman dan takut itu kuasanya sama. Apa yang kau beriman terjadi, tapi apa yang kau takutkan juga terjadi. Waduh, ini antena hati-hati, jangan sampai antena iman kita ini menghadap ke arah yang salah. Kalau kita punya antena menghadap kepada iman, saya yakin tidak ada ketakutan. Tetapi kalau saudara pada sore hari in sedang di dalam ketakutan, saya tahu saudara antenanya tidak sedang menghadap kepada iman tetapi antenanya menghadap kepada ketakutan. Dan apa yang saudara takutkan, saya tidak bisa cegah akan terjadi, akan terjadi. Apa yang Ayub takutkan pun akan terjadi. Saya nggak bisa cegah dengan lembut dengan keras dengan paksa, saya nggak bisa cegah. 

Tetapi, kalau saudara beriman saya pun tidak bisa cegah. Tuhan memberkati saudara, setan pun tidak bisa cegah. Kalau Tuhan mau memberkati saudara, apapun tidak bisa cegah. Kalau toko saudara diberkati, siapapun tidak bisa cegah. Kalau Tuhan mau memberkati kita. Itu sebabnya antara iman dengan ketakutan ini sama kuasanya. Saya katakan tadi takut adalah iman yang terbalik. Ini iman saya balik “takut”, itu timur saya balik barat, itu iman saya balik takut, itu barat saya balik timur, itu takut saya balik iman. Ini hukum rohani. Saudara mau protes atau nggak protes, tetap terjadi. Percaya atau tidak percaya, tetap terjadi. Saudara boleh percaya matahari terbit dari timur terbenam di barat, tapi saudara juga berhak tidak percaya kan? Tetapi kalau saudara tidak percaya matahari terbit di timur, apakah akan merobah matahari lalu tiba-tiba besok matahari terbit di selatan, karena kita tidak percaya? Tidak! Matahari tetap terbit di timur. 

Saudara nggak percaya apa yang saudara takut akan kejadian, itu tidak merubah suasana, apa saja yang saudara takut akan terjadi. Harap berhati-hati dengan rasa takut yang berlebihan. Tuhan cuma ajar satu rasa takut, takutlah kepada Tuhan! Selain itu, jangan ada rasa takut. 

Yang kedua. Apa yang disebut dengan ketakutan? Ketakutan adalah iman yang terkontaminasi, iman yang tercemar. Peribahasa bilang, karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Hafal saudara-saudara peribahasanya. Nila itu setitik saja, ya susu sebelanga bisa 20 liter, itu jadi tercemar nggak boleh diminum. Bau, tidak baik, mungkin ada racun. Hanya gara-gara nila setitik. Gara-gara nila setitik, susu yang banyak itu, bisa kasih minum 2-30 orang, terbuang percuma. 

Takut adalah iman yang tercemar. Berlian biar putihnya kaya apa, tapi kalau ditengahnya ada tick saja kecil, harganya menurun jauh. Saya pernah bawa rombongan ke Israel. Di Israel saya kenal sampe di diamond centre-nya. Saya harus lewati 7 pintu, itu yang otomatis. Tutup ... terbuka ... tutup ... terbuka, untuk lihat diamond yang 20 karat, 10 karat. Warna tidak terlalu putih, tapi yang penting kan beningnya. Lalu ada anggota GBI dari Jakarta, tolong carikan, katanya. Saya nggak terlalu tahu. Tapi yang saya tahu, tolong carikan yah, mata saya nggak salah dah. Tolong carikan. Ada dua karat, saudara-saudara, dua karat berlian. Harganya 120 juta. Dua karat. Waktu itu ya, belum uang dipotong. Tolong ditawar, tolong ditawar. Tawar, tawar, tawar, akhirnya 90 juta, jadi. Deal. Uang tidak bawa banyak, sampai harus telepon ke Jakarta untuk credit cardnya diisi uang. Sudah terjadilah jual beli. Itu warnanya agak kebiru-biruan. Sampai ibu itu bilang, seumur-umur saya beli berlian belum pernah bagus begini, ko Yoyo, saya dapat. Terima kasih sama Tuhan. Terima kasih sama ko Yoyo. 

Lalu yang punya berlian, pabrik berlian itu cerita sejarahnya ini berlian. Asalnya 3 karat. Justru waktu 3 karat harganya murah, 60 juta. Lho, jadi kecil, jadi mahal. Kenapa? Waktu 3 karat itu ada tick kecil. Wah, katanya, ini berlian sempurna sekali, kata ahli berlian. Tapi ini dipinggirnya ada tick kecil. Jadi kesel, nggak sempurna ini, nggak bagus ini, cemar ini jadinya. Rapat 10, 20 orang ahli. Gimana kita potong ini? Aduh, Yahudi mau motong berlian, mikirnya bisa 200 kali. Karena itu duit. Akhirnya, potong saja. Dibuang itu tick, tapi jadi kecil. Begitu sudah jadi kecil, kaget mereka lihat berlian yang begitu bagus. 

Jadi dihadapan Tuhan, bukan gedenya yang diperhitungkan. Dihadapan Tuhan, kualitas yang diperhitungkan. Bukan pelayanannya besar. Pelayanan saya, umpamanya, kesana kemari, bukan itu yang dinilai Tuhan. Tapi kualitas saya. Beningnya saya, bener tidaknya saya didepan Tuhan. Saya nggak peduli orang nilai apa, tapi bener apa tidaknya saya di depan Tuhan, itu yang penting. Nah, kalau iman, saudara punya iman tercemar. Lihat, Yesus bilang, kalau kamu punya iman sebesar biji sesawi saja. 

Saudara tahu biji sesawi? Mungkin belum pernah lihat. Tapi besarnya, saudara, ambil ballpoint, titikkan di kertas saja, tick sekali ... segede itu. Waktu di Israel itu orang Palestina, kasihan, saudara. Dia bawa-bawa itu seperti kacang polong, kecil, segede kelingking, dibuka, ada ratusan biji sesawi. Dia jual biji sesawi, biji sesawi, biji sesawi. Dia udah bisa ngomong bahasa Indonesia, orang Palestina. Bedanya Palestina dengan Israel itu begitu, saudara. Palestina jual biji sesawi, Israel jual berlian. Biji sesawi, biji sesawi, biji sesawi, satu dolar. Israel, saudaraku, sekian ribu dolar, berlian. Kasihan kita, beli satu, dua dolar. Bawa sama murid sekolah alkitab, kelas dua. Saya bilang, saya titip ini biji sesawi. Ada yang saya kasih tiga, ada yang saya kasih empat, ada yang saya kasih satu. Pelihara sampai akhir kursus, jaga jangan hilang. Iya, Oom. Begitu akhir kursus, semua hilang. Karena begitu kecil. Tetapi saudara tahu, iman, walaupun kecil, katanya Tuhan, tetapi engkau bisa bikin gunung yang besar itu pindah. Karena apa? Iman ini kualitasnya tidak tercemar. Kualitasnya bagus. 

Tapi kalau tercemar, biar iman saudara segede gunung, saudara tidak bisa pindahkan problem yang segede biji sesawi. Saya yakin, banyak diantara saudara datang ke gereja dengan rasa takut, dengan rasa bimbang. Seolah-olah kiamat. Seolah-olah Tuhan tidak bisa tolong. Buang jauh-jauh perasaan itu. Allah yang kita sembah adalah Allah yang sanggup menolongmu. Dia mempunyai ribuan jalan untuk menolong kita, cara untuk menolong kita. Jangan tercemar iman kita, jangan tercemar. 

Saudara-saudara, saudara makan baso tahu besar-besar, baso tahu besar, saudara sudah nafsu, udah mau makan nih, begitu saudara makan ... bau ada asam udah basi, apa saudara makan? Tidak. Saudara tidak akan makan. Dari dalam saudara protes aduh ... pak! ini, basi nih tahunya. Kalau tahu diri yang punya restauran ya ya nggak usah bayar atau di ganti lagi. Saya pernah makan di suatu restoran saya nggak sebut restorannya, hotel besar dibikinkan ikan, ikan malas. Begitu saya mau makan kepalanya, itu pancingan segede gini saudara, pancingan. Hampir saya ambil pakai sumpit, waduh kita protes ini bagaimana? Nggak berani keluar yang punyanya, manajernya nggak berani keluar, yang keluar justru kue-kue yang keluar dua tiga, ini katanya ganti-rugi. Kenapa? Tercemar dong kalau di restoran ada ikan kok ada pancingannya, kan kita nggak makan pancingan, kita makan ikan. 

Demikian juga dengan Tuhan, Tuhan mau lihat iman saudara terbang ke arah Dia itu dengan tanpa cemar. Tanpa goyang sedikit juga. Nah, sekarang saya mau kasih tahu, iman ini cemarnya dengan apa? Iman ini bisa tercemar dengan apa? Karena kalau iman tercemar langsung kita jadi takut, basi itu iman ... terus jadi takut. Kita tidak berani menghadapi besok nggak berani, tidak berani menghadapi hari depan, tidak berani menghadapi. Nyanyian sekolah minggu berkata b'ranilah seperti Daniel ... yang pegang t'rus kebenaran ... meski di lobang singa ... tetap percaya Tuhan. Aduh saudara, kita jadi lobang singa, kita lobang tikus aja kadang-kadang takut. Awas iblis musuh kita ... awaslah iblis musuh kita ... dia jalan sini sana ... dia buka suaranya ... awas iblis musuh kita. Petrus berkata, waspadalah iblis musuhmu itu berjalan ke sana ke mari seperti singa yang mengaum-ngaum. Lawanlah dia dengan imanmu, dia pasti akan lari. Tapi kalau iman tercemar, kita yang takut. Iman ini tercemar dengan apa? Kita lihat yang pertama, apa yang membuat iman itu tercemar. Matius

14:22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
14:24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
14:25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.
14:26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.
14:27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

Saudara-saudara, yang mencemarkan iman dari murid-murid adalah tidak siapnya mereka untuk sesuatu yang baru, tidak siapnya mereka untuk sesuatu mujizat. Yesus jalan, Tuhan jalan di atas air mereka bilang itu hantu, yang di nilai hantu itu adalah Tuhan. Terbalik. Sebetulnya Tuhan tapi mereka bilang terbalik ... hantu. Sebetulnya Tuhan tapi terbalik ... hantu. Banyak anak Tuhan di tolong oleh Tuhan tetapi orang dunia sudah bilang itu bukan Tuhan itu tuho ... kebetulan, tetapi sebetulnya itu Tuhan.

Nah, banyak orang kristen sendiri, murid Yesus tidak siap dengan sesuatu yang baru karena Yesus biasa jalan di darat. Ketika Yesus jalan di atas air tengah malam, itu mereka tidak biasa. Nggak mungkinlah Yesus jalan di atas air pasti itu hantu. Jadi dalam pemandangan, pemikiran murid-muridnya, hantu lebih berkuasa dari Tuhan karena hantu bisa jalan di atas air, Tuhan mana mungkin jalan di atas air? Terbalik saudara-saudaraku. Justru Tuhan yang bisa jalan di atas air, amin saudara-saudara? Hantu kita nggak pernah lihat. Tetapi saudaraku, inilah orang sering percaya kepada takhayul lebih daripada kepada Tuhan, tidak bisa percaya kepada hal-hal yang baru dari Tuhan. 

Saya baru dapat SMS, memang di gereja kami di Jakarta itu banyak orang dari gereja lain: Oom, pendeta satu pendeta pernah bicara dia dulu senang sama om, senang sekali favorit sama oom tapi begitu oom berbahasa roh, dia jadi tidak suka. Saya balas, apa 1 Korintus 14 musti ditarik dari Alkitab, musti di robek? Apa Kisah Rasul 2 musti dicabut? Yohanes 4, Yohanes 7 dirobek? Yoel 2 dirobek tentang adanya Rohul Kudus turun dan orang akan berbicara dalam berbagai bahasa? Markus 16 dirobek? Iya oom, saya sih percaya tapi itu ada pendeta dulu ngomong begitu. Senang dengan khotbah yang masuk akal tapi tidak bisa siap dengan sesuatu yang mujizat jalan di atas air, itu nggak biasa. Hantu ... hantu ... hantu. 

Ketika saudara melihat Tuhan berbanding terbalik jadi hantu, mereka berteriak-teriak dengan takut. Sama dengan Adam di dalam Taman Eden. Taman Eden yang bikin Tuhan, masa di dalam Taman Eden yang dibikin Tuhan, kok rasa takut? Sama dengan kita. Kita kadang-kadang duduk di gereja dimana dua tiga orang berkumpul Tuhan ada. Amin saudara? Tapi kenapa kita masih rasa takut? Kan nyanyian berkata, kalau Tuhan besertaku aku rasa sentosa ... kalau Tuhan besertaku aku rasa tak takut ... kalau Tuhan besertaku siang malam Dia jaga ... kalau Tuhan besertaku segala susah pun hilang. Kalau Tuhan beserta artinya kalau Dia ada di samping, di sisi. Ini Tuhan ada di atas problem, di atas lautan, kita bilang hantu. Adam ikut Tuhannya begini nih. Itu Yesus ya, ikut Yesus. Ini gelombang, ikut-ikutlah Tuhan sekarang. Dia lihat gelombang terus, ya takut terus. Kalau ikut Yesus saudaraku, saudara tidak akan lihat gelombang. Coba lihat dulu Markus

4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
4:39 Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
4:40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" 

Dalam bahasa Inggris, how is it that you have no faith? Kenapa kamu tidak punya iman? Jadi ketakutan membuang iman. "

4:41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"

Mereka menjadi sangat takut, ini lain lagi takutnya. Yesus di dalam perahu bareng, tapi keukeuh aja takut, tidak pedulikah Engkau kami binasa? Jadi problemnya bukan Yesus di luar perahu atau Yesus di dalam perahu, problemnya itu rasa takut murid-murid ini. Teguran Yesus kan sama dalam Matius 14, kenapa kamu takut? Disini kenapa kamu takut dia punya iman. Yesus ada sama-sama lho, bareng di satu perahu kelihatan, di satu perahu. Jadi persoalannya bukan di luar perahu atau di dalam perahu - persoalannya itu ketakutan! Yang terakhir saya akan baca tetapi dengan yang terakhir ini mungkin saudara akan lebih terbuka.

1 Yohanes 
4:17 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.
4:18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Kalau saudara takut sama saya, saudara tidak mencintai saya. Kalau saudara menghormati saya sayang kepada saya, cinta kepada saya saudara kan tidak takut sama saya. Tuh, lihat anak-anak! Anak-anak di bawah tuh yang suka didoakan, saudara nggak lihat kalau hari rabu, saudara nggak lihat kalau saya turun kalau lagi ada paduan suara saya turun, ooh mereka minta cium. Bukan minta dicium, minta cium, mereka ingin cium saya, anak-anak. Tidak ada ketakutan, kenapa? Karena mereka mencintai saya. 

Sekarang saya tanya: saudara cinta Tuhan nggak? Kalau saudara cinta Tuhan nggak ada ketakutan. Kenapa kita takut? Karena kita tidak cinta, karena kita tidak mengasihi, takut tersaingi, takut nggak diperhatikan, takut di nomor duakan, takut di tegur, takut di marah. Itu semua adalah ungkapan-ungakapan karena tidak ada kasih. Kalau kita ada kasih, tidak ada ketakutan. Tahun tujuh puluh delapan saya ke Filipina tiga minggu saya kebaktian di sana tiap malam dengan pendeta Cruig Seng. Kami satu hari di undang di satu sungai, saya kadang-kadang lupa tapi sekarang ini tiba-tiba saya ingat. Itu sungai namanya Ding Ras, dan di sungai itu ada satu kota kecil namanya Ding Ras. Orang-orang Filipina seperti orang-orang Manado saudara, modelnya, gayanya, modelnya ngomongnya waduh,... lagunya gayanya mirip orang Manado. 

Dan kami di suruh makan di pinggir sungai, kita makan di pinggir sungai udang mentah. Itu pertama kali sebelum makan Sasimi saya udah makan udang mentah di Filipina, di celupkan pada cuka bibit - cuka bibit sebagai sambel, udangnya matang sama cuka, di suruh makan. Jadi saya tanya, ini kok lucu ya namanya sungai kok Ding Ras? Nama tempatnya kok Ding Ras? Berceriteralah. 

Ini sungai adalah membatasi dua kerajaan, kerajaan utara dan kerajaan selatan. Ini dua suku ini tiap hari perang, tiap hari perang, perang. Banyak yang mati di kedua pihak karena sama kuat sama jago perang, nggak mau kalah semua keukeuh. Tapi pada satu hari, putra mahkota laki-laki dari kerajaan utara namanya Pangeran Ding, itu nggak sengaja ketemu dengan Putri dari kerajaan selatan, Ras, di pinggir sungai. Saudara tahu bahwa cinta itu sanggup menyeberang tanpa jembatan? Saya tidak tahu bagaimana karena sungai itu cukup besar, bagaimana pangeran Ding dengan Ras itu bisa berpacaran? Mungkin dengan kode suitan.

Tetapi akhirnya mereka jatuh cinta dan ini mempengaruhi ke dua orang tuanya, lalu ke dua orang tuanya angkat bendera putih bertemu, yang utara melamar yang selatan, yang selatan terima akhirnya jadi saudara-saudaraku menikah dan di bangunlah kota Ding Ras sungai di kasih nama Ding Ras. Dimana ada kasih, tidak ada ketakutan. 

Saudara tahu ada sungai kematian antara sorga dengan dunia. Surat Efesus, Filipi, Kolose berkata, kita bermusuhan dengan Tuhan. Tuhan itu jijik lihat manusia tidak suka lihat manusia karena penuh berlumuran dosa. Tapi ada satu pangeran putra mahkota namanya Yesus. Entah bagaimana karena, demikianlah Allah mengasihi isi dunia ini sehingga di berikan-Nya anak-Nya yang tunggal, supaya barang siapa yang percaya kepada Dia tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Paulus berkata dalam 2 Korintus 11: Aku mempertunangkan kamu seperti satu putri satu perawan yang suci dengan satu Pangeran dari sorga, dengan Yesus. Dia jatuh cinta, Dia melamar kita di atas bukit Golgota Dia mati, dengan darah-Nya Dia menebus kita. 

Sekarang sungai kematian sudah dijembatani oleh jembatan, namanya jembatan pengampunan. Dimana ada kasih, tidak ada lagi ketakutan. Saudara tidak usah takut kepada Tuhan dan datang seperti kucing karena mau kena pukul, dia kena siram air, tidak. Tapi kita datang kepada Tuhan dengan tegak dan berkata, Tuhan aku mengasihi Engkau, Engkau sudah mengampuni saya, Engkau sudah menebus saya ... sekarang saya mengasihi Engkau. Dimana ada kasih tidak ada ketakutan. Siapa yang takut kasihnya belum sempurna. Kalau saudara merasa kasih saudara belum sempurna jangan kecil hati, belajar menyempurnakan kasih, dengan apa? Dengan melatih mengasihi, mengasihi, mengasihi, mengasihi. 

Saya meliha film shiaolin, bagaimana satu pemuda di Kanada belajar Shiaolin. Dia mula-mula saudara-saudaraku, kaki di kaki di atas tangan di bawah, dua telapak. Lama-lama tiga jari, lama-lama di latih terus dua jari dia bisa. Yang dua jari satu tangan cuman satu anak kecil kaki ke atas, dia berdiri dengan satu tangan dua jari karena latihan. Tidak mungkin bagaimana orang. Saya pernah lihat di Hongkong dua jari di telunjuk pemuda naik ke atas murid Shiaolin, bisa dengan dua jari ... karena latihan. 

Kalau saudara melatih mengasihi, mengasihi, mengasihi ... satu kali kasih menjadi bagian hidup saudara. Dan tanpa saudara tahu, ketakutan hilang dari hati saudara, hatimu penuh dengan kasih. Daripada membenci orang itu saudara-saudara, saudara yang rugi, saudara yang sakit jantung, saudara yang darah tinggi tapi ampuni, kasihi, kasihi, kasihi. If you kill your enemy you're like animal, if you let your enemy you're like an ordinary man, but if you love your enemy you're like God ... Kalau engkau bunuh musuhmu engkau seperti binatang, engkau biarkan musuhmu engkau manusia biasa tapi kalau engkau ampuni musuhmu bahkan mengasihinya, engkau seperti Tuhan. Latih. Saya belum sempurna, kita semua belum sempurna. Tapi mari sama-sama kita belajar kita rendah hati, kita masih banyak kekurangan, kita masih saling harus saling mengingatkan ya. Mungkin di antara saudara, ada yang jauh lebih tinggi rohaninya dari saya, saya tidak tahu. Di hadapan Tuhan siapa tahu. Saya berdiri di sini bukan satu ukuran tapi mari kita belajar, belajar, belajar. Mari pemain musik.    

 

Minggu sore, 05 Oktober 2003

MENGANGKAT LANGKAH DARI PERCABULAN

Selamat sore, selamat berbakti di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Pada sore hari ini kita akan mendengar satu hal yang baru dari Amsal

2:10 Karena hikmat akan masuk ke dalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu;
2:11 kebijaksanaan akan memelihara engkau, kepandaian akan menjaga engkau
2:12 supaya engkau terlepas dari jalan yang jahat, dari orang yang mengucapkan tipu muslihat,
2:13 dari mereka yang meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh jalan yang gelap;
2:14 yang bersukacita melakukan kejahatan, bersorak-sorak karena tipu muslihat yang jahat,
2:15 yang berliku-liku jalannya dan yang sesat perilakunya;
2:16 supaya engkau terlepas dari perempuan jalang, dari perempuan yang asing, yang licin perkataannya,
2:17 yang meninggalkan teman hidup masa mudanya dan melupakan perjanjian Allahnya;
2:18 sesungguhnya rumahnya hilang tenggelam ke dalam maut, jalannya menuju ke arwah-arwah.

Saya mohon pengertian dari kaum wanita karena ini firman Allah, nasehat dari seorang bapak kepada anak laki-lakinya. Karena Alkitab ini bersifat patriarchah, bersifat laki-laki, bersifat male. Walaupun yang berdosa itu Hawa tapi disebut di Alkitab dosa Adam, keturunan Adam. 

Jadi ini adalah nasehat dari seorang ayah kepada anak laki-lakinya tentang berhati-hati akan dua macam kejahatan. Kejahatan yang pertama adalah kejahatan bibir, mulut lidah yaitu yang suka menipu, tipu muslihat dengan mulutnya. Ayat 12 di katakan orang yang mengucapkan tipu muslihat, yang meninggalkan jalan yang lurus. Ayat 14, sampai bersukacita, senang dia kalau bisa menipu, bersuka-cita melakukan kejahatan bersorak-sorak karena tipu muslihat yang jahat. 

Buat saya pribadi, saya lebih baik tertipu daripada saya menipu, amin saudara-saudara? Lebih baik jadi korban daripada dibandingkan, ya, jangan tertipu juga sebetulnya tapi kalau dibandingkan antara tertipu di tipu dan menipu, kita lebih baik tertipu, kita lebih baik ketipu daripada saudara-saudaraku kita menipu. Ini salah satu bahaya yang pertama yang berliku-liku jalannya dan seterusnya. Dan saudara harus hati-hati dengan hal ini, tapi bukan ini yang saya mau khotbah, yang saya mau khotbah bahaya yang ke dua.

Bahaya yang kedua adalah perempuan jalang. Maaf ibu-ibu sekali lagi ini bapak-bapak, seorang bapak sedang menasihati anak laki-lakinya. Tentu kalau menasihati anak perempuannya, ya tinggal dibalik saja perempuan itu dengan laki-laki. Di dalam ayat ke-16, supaya engkau terlepas dari perempuan jalang. Bahasa inggris to deliver you from the immoral woman, wanita yang amoral. Jadi kalau perempuan jalang itu bukan hanya pelacur tetapi perempuan yang amoral: bisa saja ibu rumah tangga, bisa saja sudah menikah tapi amoral, yang tidak punya moral, tidak punya lagi batas-batas kehormatan. 

Nah, ini si bapa ini kasih tahu sama anak laki-lakinya yang masih bujang untuk hati-hati dengan perempuan jalang. Ayat 16b, perempuan yang asing, yang licin perkataannya. Tidak ada itu kata asing, yang sebetulnya seductress, penuh dengan godaan dengan kata-katanya. Ya, bintang film perempuan disebut aktris, bintang film laki-laki aktor, yang goda ... perempuan ini yang suka menggoda seductress, suka menggoda. Sore ini saya ingin bicara dari dosa zinah, dosa penyelewengan seks. Tanpa sadar justu di pasal pertama sang bapak menasihati anaknya untuk menjauhkan diri dari dosa ini. Jangan sampai kita tertipu dengan wanita ini. Bahkan ayat 17 berkata, yang meninggalkan teman hidup masa mudanya ... forsake the companion of her youth. Maksudnya ini suaminya di tinggalin. Dia sudah punya suami tapi karena amoral, dia masih suka menggoda anak muda. Maka sang bapak berkata, hati-hati ini dengan orang yang sedemikian. Ya, dia meninggalkan suaminya ya, dan melepaskan perjanjian Allahnya. 

Kemarin ada sepasang suami-istri yang dinikahkan. Saudara harus tahu mereka yang menikah itu bukan besumpah kepada saya dalam tanda kutip 'sumpah,' bukan berjanji kepada saya tapi kepada Tuhan - tidak main-main menikah. Ulangi kata-kata saya, saya bilang sama mempelai perempuan: demi nama Bapa - demi nama Bapa, Putra dan Roh Kudus - Putra dan Roh Kudus, saya menerima - saya menerima, saudara ini - saudara ini, menjadi suami saya, saya berjanji akan setia kepadanya, akan mencintai dia dalam susah atau senang, berkekurangan atau berkelimpahan, waktu sehat atau sakit ... sampai maut yang memisahkan kami berdua. 

Jadi sebelum kematian datang, saudara tidak boleh ada pil atau wil ~ pria idaman lain, wil ~ wanita idaman lain, apalagi bil ~ bencong idaman lain. Dikatakan ini hati-hati saudara. Kalau saudara-saudara mau dapat berkat, perhatikanlah dosa ini. Dosa ini saudara-saudaraku lebih berbahaya dari penyakit kanker, dia bersembunyi saudara-saudaraku, dia bersembunyi dengan pelan-pelan tapi tahu-tahu dia sudah menjadi pembunuh, ya, pembunuh yang luar biasa, keji yang luar biasa kejam. Itu sebabnya dikatakan, jangan sampai kita terbawa kepada hal-hal yang demikian. Mari kita lihat lebih dahulu saudara-saudara Amsal,

Amsal 5:1-6, yaitu nasihat tentang perzinahan.  

5:1 Hai anakku, perhatikanlah hikmatku, arahkanlah telingamu kepada kepandaian yang kuajarkan,
5:2 supaya engkau berpegang pada kebijaksanaan dan bibirmu memelihara pengetahuan.
5:3 Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak,
5:4 tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua.
5:5 Kakinya turun menuju maut, langkahnya menuju dunia orang mati.
5:6 Ia tidak menempuh jalan kehidupan, jalannya sesat, tanpa diketahuinya.

Wanita yang amoral dia berjalan ke tempat neraka, dunia orang mati. Dan jalannya yang sesat dia sendiri dia tidak sadar. Yang dia sadar dia menggoda seorang pria buat dia, ini wanita yang amoral. Sekali lagi ini nasihat bapak kepada anak laki-lakinya. Kalau nasihat bapak kepada anak perempuannya tentu akan jadi lain, ya.

Ayat 7-8,  
5:7 Sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, janganlah kamu menyimpang dari pada perkataan mulutku.
5:8 Jauhkanlah jalanmu dari pada dia, dan janganlah menghampiri pintu rumahnya.

Wanita ini sudah menikah, sudah punya suami tetapi dia sudah tidak perduli tentang suaminya karena dia senang dengan anak muda ini. Tapi nasihat dari bapanya kepada anak muda ini, jauhkanlah jalanmu daripada dia. Saya senang dengan salinan bahasa inggris “remove”. Remove itu pindahkan, langkahmu itu pindahkan. Kalau saya katakan pindahkan ini alkitab remove, ya. Angkat kaki dari rumah wanita seperti ini.

Ayat 9-12.
5:9 supaya engkau jangan menyerahkan keremajaanmu kepada orang lain, dan tahun-tahun umurmu kepada orang kejam;
5:10 supaya orang lain jangan mengenyangkan diri dengan kekayaanmu, dan hasil susah payahmu jangan masuk ke rumah orang yang tidak dikenal
5:11 dan pada akhirnya engkau akan mengeluh, kalau daging dan tubuhmu habis binasa, - kena penyakit kotor.
5:12 lalu engkau akan berkata: "Ah, mengapa aku benci kepada didikan, dan hatiku menolak teguran;

Ah, kenapa hatiku benci. Saya bilang sama murid-murid saya, kamu harus siap dibenci karena kebenaran. Yesus berkata kepada orang Farisi: “Kenapa kamu mau membunuh Aku, membenci Aku karena Aku menceriterakan yang benar?” Kenapa saya dibenci karena saya memberitakan yang benar?, kata Yesus. Jadi anak muda ini pernah membenci gurunya, membenci bapa rohaninya yang memberi nasihat jangan sampai begini, jangan sampai begitu. Nanti setelah kena penyakit kotor. Saya dulu punya teman di SMA dulu tujuh belas tahun mati saudara, ah, enam belas tahun orang Cipanas. Anaknya ganteng kasep, enam belas tahun mati. Sebelum mati dia maaf bicara di pancuran di Warujajar situ dia kencing, buang air kecil dia menangis aduh, menangis. Maaf bicara, kelaminnya itu kalau keluar air kencing seperti sawer seperti kita siram bunga karena yang keluar nanah, dia mati dengan penyakit kotor, masih enam belas tahun. Teman baik tapi jalan berbeda. 

Salomo sudah kasih tahu, akhirnya tubuhmu mengelupas, daging dan tubuhmu habis binasa, lalu engkau berkata: Ah, mengapa aku benci kepada didikan dan hatiku menolak teguran. Yang saya heran jemaat, saya senang dengar tadi kesaksian, berterima kasih sama bapa gembala atas teguran atas nasihat atas ajaran, dia berterima kasih. Aduh, jarang saudara jemaat kayak begini, biasanya jemaat kalau di tegur itu ... ngambek, dan kalau sudah ngambek pundung, udah pundung tidak kebaktian lagi. 

Waktu jaman porkas dulu, saudara jangan pasang porkas, saya ditulisin surat kaleng. Saya bicara di dalam gereja perkumpulan secianjur di Yayasan Kabar Baik. Saya bilang orang kristen jangan beli porkas, jangan judi. Dimanakah kasihmu hei pendeta, hamba Tuhan, kepada orang kecil yang memerlukan uang? Waduh, ditulisin surat kaleng saya saudara, karena saya memberitakan hal yang benar. Sekarang porkas kemana? Nggak ada lagi. Jaman nalo mmm ... narima acan lieur otak ... nalo, narima acan lieur otak. Lotto ... lieur otak tinggal oah, mana sekarang? Hilang. Tukang becak tulisannya jadi bagus saudara karena tiap hari habis narik becak tulis lotto nalo. Tulisannya dia bagus kayak orang Belanda. Tapi perjudian yang paling berbahaya adalah perjudian dengan percabulan.  

Ayat 13-14
5:13 mengapa aku tidak mendengarkan suara guru-guruku, dan tidak mengarahkan telingaku kepada pengajar-pengajarku?
5:14 Aku nyaris terjerumus ke dalam tiap malapetaka di tengah-tengah jemaah dan perkumpulan."

Jadi ke gereja mah ke gereja ini orang, tiap-tiap jemaat dia datang, tiap-tiap ada kumpulan dia datang. Tapi berdosa mah berdosa. Wai, bagi kita kalau sampai kita ke gereja mah ke gereja, jemaah mah jemaah, berjemaah berjemaah, haleluyah haleluyah haleluyah Tuhan, haleluyah. Angkat tangan, angkat tangan ... dua tangan ... lama-lama angkat kaki. Ini masih Tuhan cinta, dikasih sakit sabar itu orang. Aduh, saya sudah marah sama guruku, saya tidak mau dengar nasihat guruku padahal di tengah jemaat aku terjerumus kedalam malapetaka.

Ayat 15-19 adalah nasihat bagi orang yang mau menikah dan bagi orang yang sudah menikah.  
5:15 Minumlah air dari kulahmu sendiri, minumlah air dari sumurmu yang membual.
5:16 Patutkah mata airmu meluap ke luar seperti batang-batang air ke lapangan-lapangan?
5:17 Biarlah itu menjadi kepunyaanmu sendiri, jangan juga menjadi kepunyaan orang lain.
5:18 Diberkatilah kiranya sendangmu, bersukacitalah dengan isteri masa mudamu: - istri kita yang sah
5:19 rusa yang manis, kijang yang jelita; biarlah buah dadanya selalu memuaskan engkau, dan engkau senantiasa berahi karena cintanya.

Tuhan itu menyuruh, mendorong supaya suami-suami terbius, dibius oleh cinta kasih sayang dari sang istri yang sah. Biarlah, katanya, istrimu tetap seperti kijang yang cantik, yang memabukkan kamu, kamu minum tidak usah tergesa-gesa.

Dulu papa saya suka kasih makan kucing saudara, oom Yan. Anak-anak disini masih ingat barang kali, dia suka tangkap tikus. Sudah tangkap tikus kasih aja sama kucing, kucing makan. Makan tikus itu di depan papa saya, tenang dia makan sampai habis, sampai papa saya suka niru-niru kalau kucing kalau makan. Saudara pernah melihat kucing makan ikan curian, dia ambil ikan nyolong dia makan coba ... makannya tenang nggak? Nggak. Makan lagi ... ada yang lihat nggak ya? Papa saya lihat ini kucing ini cuma jarak semeter dikasih tikus wah, diterkam dimakan didepan papa saya. Saudara jalan, peluk, peluk jalan istri saudara sendiri, gandengan tangan, nyanyi heg dijalan raya jeung pamajikan sorangan, sepanjang jalan kenangan ... kita selalu bergandeng tangan kajeun teuing hujan. Mmmm, cek batur teh, eta salaki pamajikan nya luar biasa. Tapi coba saudara gandeng pamajikan batur istri orang, sepanjang jalan kenangan ... seperti kucing makan ikan dapat nyolong. Saudara nggak salah kalau suami-istri main susumputan di rumah kuk bakekok ... nggak apa-apa saudara suami-istri, daripada jeung si Inem. Nah, puji Tuhan.

Ayat 19-20b
5:19 rusa yang manis, kijang yang jelita; biarlah buah dadanya selalu memuaskan engkau, dan engkau senantiasa berahi karena cintanya.
5:20 Hai anakku, mengapa engkau berahi akan perempuan jalang, dan mendekap dada perempuan asing?

Ini yang ke tiga kali perempuan jalang disebut lagi immoral woman, kenapa kamu tertangkap? Bahasa Inggris in capture ... kamu tertangkap berahi akan perempuan jalang, perempuan yang immoral dan mendekap dada perempuan asing dan memeluk tangan dari seductress tadi. Ini kedua kali, orang perempuan yang suka menggoda.

Ayat 
5:21 Karena segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN, dan segala langkah orang diawasi-Nya.

Saudara kalau mau menyeleweng dari pernikahan, caranya cuma satu jangan sampai Tuhan tahu. Karena setiap langkah orang terbuka di depan mata Tuhan dan segala langkah orang diawasi-Nya. Waktu saya di Amerika, kaki saya bengkak saya lagi istirihat, ya saya bacain ini. Iya ya, kaki saya bengkak juga diawasi sama Tuhan, nggak usah takut. 

Ayat 22-23.
5:22 Orang fasik tertangkap dalam kejahatannya, dan terjerat dalam tali dosanya sendiri.
5:23 Ia mati, karena tidak menerima didikan dan karena kebodohannya yang besar ia tersesat.
 

Saya melihat orang-orang yang kawin dua kali, kawin tiga kali, yang punya simpanan. Anehnya itu saudara, istrinya yang kedua lebih jelek dari istri pertama. Saya itu heran. Naonna eta teh si engko teh eta teh, naonna awewe eta teh ... dibandingkan sama istri yang sah aduh, jauh. Istri yang sah mah cantik jelita saudara-saudaraku, kenapa sampai tergoda? Nah, inilah anehnya. Kita ini tergoda, manusia tergoda dengan hal yang jelek. Lihat Hawa. Sama iblis di kasih satu buah, bukan buah iblis lagi, ... makan itu buah pasti deh kamu jadi seperti Tuhan. Tuhan kasih satu taman ribuan macam buah di tinggalin, ngambil yang satu buah ngambil yang jelek ... ninggalin yang bagus. Banyak suami-suami gini ninggalin istri yang sah yang baik yang setia yang bela yang membuat sambel yang bikin sambel yang mijitin yang membela dan sebagainya ... lari kepada orang yang gorpat, goreng patut. Saya itu aneh aneh, memang godaan seks ini luar biasa, ya. 

Di Tanjung Priok saudaraku, ada satu bapak meninggal umur tujuh puluh tahun, enam puluh lima atau tujuh puluh, enam puluh lima kalau tidak salah. Istinya ini enam puluh tahun pakai kain, di kubur almarhum pendeta Bolang alamarhum om Bolang bapaknya pendeta Maxi Bolang itu sampai nangis, kenapa? Karena waktu tanah mau diuruk ini kubur ini peti, ini si ema ini, si encim ini mau masuk. Itu suaminya di panggilnya empek: empek, saya mau sama-sama sama empek, saya hidup semati. Waktu itu belum ada empek-empek saudara ...  empek-empek-empek wah, melorot-melorot di tarik dari kematian ditarik keatas masuk lagi ke bawah sampai ini oom Bolang ini nangis terharu. Aduh, ini encim ini ema ini sampai setia sama empek. Setelah meninggal beres aman seminggu, seminggu saudara dari di kubur seminggu, dibesuk sama oom Bolang, kasihan ini si encim patah semangat. Dibesuk, si oom Bolang itu suka gaupun, suka heureui, diketok assalamu alaikum, pendeta ini ngomong begini, assalamu alaikum memang suka heureui oom Bolang itu, gede suaranya kan oom Bolang. Assalamu alaikum. Nggak di jawab. Jadi dia ketok lagi assalamu alaikum, yang jawab suara lelaki dari dalam alaikum salam. Kaget oom Bolang, eh, keluar juga si encim ini. Eh, oom Bolang, oom Bolang co ... co ... co silahkan duduk. Cim, siapa tadi yang jawab suara laki-laki itu? He ... he ... he itu gantinya empek. Seminggu!

Amsal 
6:20 Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu.
6:21 Tambatkanlah senantiasa semuanya itu pada hatimu, kalungkanlah pada lehermu.
6:22 Jikalau engkau berjalan, engkau akan dipimpinnya, jikalau engkau berbaring, engkau akan dijaganya, jikalau engkau bangun, engkau akan disapanya.
6:23 Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan,
6:24 yang melindungi engkau terhadap perempuan jahat,

Tiga kali di sebut perempuan jalang, sekarang pertama kali disebut perempuan jahat. Saya minta sekali lagi ibu-ibu mohon maaf, ini nasehat bapak kepada anak laki-lakinya. To keep your from the evil woman ... perempuan jahat, from the flattering tongue, ini cerewet of a seductress ... perempuan asing, cerewet. Jadi kalau ada istri-istri lagi ngomel-ngomel, ingat suami-suami, ingat ya, ngomong begini: Amsal enam ayat dua puluh empat, gitu aja. Kalau istiri udah mulai cerewet, bawel ... udah mulai kayak transistor berjalan ... saudara suami bilang aja: Amsal enam ayat dua puluh empat, cerewet!

Ayat 24b-25,
6:24 ...,  terhadap kelicikan lidah perempuan asing.
6:25 Janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu, janganlah terpikat oleh bulu matanya. 

Cucu saya saudaraku Yosaya, itu alisnya tebal luar biasa. Ingat waktu pertama saya bawa kesini, ada satu ibu ngomong begini satu saudari aduh, eta budak leutik-leutik disipat, nggak disipat anak saya, laki-laki mah nggak di sipat, dia memang tebal, saudaraku. Di Amerika ada satu ibu di tengah jalan, belum pernah saya lihat ada anak katanya kecil begini bulu matanya teh panjang dan lentik, lentik itu anak saya padahal laki-laki. Bayangkan anak laki-laki bulu lentik aja udah menarik, bulu mata lentik alis tebal udah menarik, bagaimana kalau perempuan? Kalau kedip-kedip seperti barongsai, waduh, kalau kedip-kedip sebentar merah sebentar kuning sebentar merah sebentar kuning, banyak bapak-bapak ini kalau melihat yang begitu nggak bisa lagi bilang demi nama Yesus hai setan hai ... nggak bisa saudara, nggak bisa. Kalau dia datang setan pakai genderuwo giginya panjang rambutnya saudara-saudaraku wow ... wow, bapa-bapa demi nama Yesus hai setan pergi keluar. Tapi setan sekarang saudaraku bujal ge dibere nempo ... pakai rok mini, bulu mata. Saudara bilang dalam nama Yesus, dalam nama ... dalam nama, nama yey siapa sus? Jadi begitu saudara. Cilaka, bahaya saudara-saudara.  

Ayat 26 .
6:26 Karena bagi seorang sundal sepotong rotilah yang penting, tetapi isteri orang lain memburu nyawa yang berharga.

Saudara, nyawa saudara sangat berharga, jangan sampai hilang oleh karena kenikmatan sesaat. 

Ayat 27-32.
6:27 Dapatkah orang membawa api dalam gelumbung baju dengan tidak terbakar pakaiannya?
6:28 Atau dapatkah orang berjalan di atas bara, dengan tidak hangus kakinya?
6:29 Demikian juga orang yang menghampiri isteri sesamanya; tiada seorang pun, yang menjamahnya, luput dari hukuman.
6:30 Apakah seorang pencuri tidak akan dihina, apabila ia mencuri untuk memuaskan nafsunya karena lapar?
6:31 Dan kalau ia tertangkap, haruslah ia membayar kembali tujuh kali lipat, segenap harta isi rumahnya harus diserahkan.
6:32 Siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri.

Jadi kalau saudara berzinah, merusak diri saudara.  

Ayat 33-35.
6:33 Siksa dan cemooh diperolehnya, malunya tidak terhapuskan.
6:34 Karena cemburu adalah geram seorang laki-laki, ia tidak kenal belas kasihan pada hari pembalasan dendam;
6:35 ia tidak akan mau menerima tebusan suatu pun, dan ia akan tetap bersikeras, betapa banyak pun pemberianmu.

Mari kita lompat dulu pada 1 Korintus 6.
6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.

Contoh: babi. Saya makan babi - halal, saya tidak haramkan babi. Halal. Tapi apa dengan makan babi itu berguna buat kesehatan saya? Membahayakan. Ya, jangan, jangan. Gula, tidak haram. Tapi kalau saya makan gula membahayakan kesehatan saya tidak? Membahayakan. Iya, jangan. Jadi tidak haram, halal semua bagi saya, tapi apa semua berguna?  

Ayat 13  
6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.

Waduh, baru saya temukan ini ayat begitu jelas padahal dibaca dari sekolah alkitab berkali-kali. Tubuh Tuhan bikin kita punya tubuh bukan untuk berbuat cabul ... bukan, melainkan untuk Tuhan dan Tuhan untuk tubuh. Amin? Jadi sekarang saudaraku, apa kebalikannya dari percabulan? Itu adalah berhubungan dengan Tuhan! Berikutnya,  

Ayat 14-18a.
6:14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.
6:15 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!
6:16 Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: "Keduanya akan menjadi satu daging."
6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.
6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! 

Amsal tadi ... larikanlah ... remove your step ... angkat langkahmu dari pecabulan, jauhkanlah dirimu dari percabulan. Aduh saudara-saudara, sekarang percabulan ini di depan mata kita. Anak-anak sekolah SD bisa beli VCD porno empat ribu rupiah di pinggir jalan. Memang ini kayanya sengaja di rusak generasi muda Indonesia, belum buku-buku porno, itu yang jajakan tukang-tukang koran. Di internet pernah saya cuci internet saya kaget, begitu saya cuci internet saya, ada mesin pencuci, ya, itu putarannya seks setan belat, seks setan belat, seks setan belat, seks setan belat, selama kira-kira lima belas menit seks setan belat. Itu ada di komputer, sudah nggak lagi jadi rahasia. Dengan apakah kita memelihara langkah kita kudus di hadapan Tuhan? Hanya dengan firman Tuhan. Kita nggak jagolah, kita tidak bisa lepas dari hal ini kalau kita tidak dikuatkan oleh Tuhan oleh firman Allah. Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Haleluyah!  

Ayat 18  
6:18  ... Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.

Amsal tadi ... merusak diri, Korintus ... berdosa terhadap diri sendiri.

Ayat 19.
6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Sebentar kita akan masuk perjamuan kudus, mengingatkan kita, kita ini sudah dibeli dengan harga yang tunai, harga yang besar.  

 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________