Khotbah Minggu Sore September - Oktober 2008

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 07 September 2008

BERKAT menABUR

Mari kita buka Kejadian 

1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Saya tanya dulu saudara: Kalau harimau makan apa? Kalau ayat ini bilang, harimau makan rumput. Kita akan lihat, ya.

1:29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi - Bahasa Inggris, binatang besar - dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.
1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Jadi pada waktu Tuhan menciptakan pertama semua binatang makan sayur-sayuran. Sekarang yang makan sayur apa? Kambing, kelinci itu makan rumput, sapi. Dan yang beragama budha yang cia cai itu makan sayur juga. Tapi bukan itu yang kita mau dengar firman. Kita lihat juga janji Tuhan ketika Dia menciptakan manusia. Ayat 26,

1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita - Katanya belum ada orang, belum ada yang diciptakan? Dia berfirman kepada siapa? Dia ngomong dengan siapa? Tapi jawabnya kita bisa tahu - Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.

Kata Kita membuktikan bahwa Tuhan yang kita sembah itu satu tetapi di dalam tiga: Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Mungkin Bapa bicara kepada Anak. Mungkin Anak bicara kepada Bapa. Tapi Dia ajak semua. Baiklah Kita, Elohim, menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Kita. Bahasa Indonesia lama, peta dan teladan kita.

Mungkin kalau untuk anak-anak sekarang lebih baik saya pakai istilah ini: Mari kita menciptakan manusia menurut citra kita. Citra. Let Us make, membuat ... mari kita membuat manusia di dalam citra kita. Jadi ketika Dia buat manusia, Dia buat manusia seperti Dia, seperti gambar Dia, seperti rupa Dia, seperti karakter Dia. Ini yang dimaksudkan citra. Supaya ada tujuan, ya.

... Supaya mereka berkuasa - yaitu dominion, menguasai - atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Kalau kita baca semua yang kita barusan baca, apa yang tidak ada di sana, yang kita alami sekarang hampir tiap hari? Apa yang tidak ada waktu itu? Penyakit! Sakit tidak ada. Jadi Tuhan membuat saudara dan saya, membuat Adam, supaya saudara berkuasa atas semua ciptaan. Dikatakan di sana, kita membaca sekali lagi: Atas ikan di laut, burung di udara, dan ternak dan atas seluruh bumi. Sekarang yang manusia tidak bisa kuasai - binatang masih dia bisa kuasai, burung di udara dia kuasai, dia bisa jinakkan. Ikan di laut dia bisa bikin jumpalitan. Dia bisa bikin lumba-lumba itu jinak, dia bisa berdansa, dilatih. Harimau bisa bikin sirkus. Gajah yang besar bisa disuruh duduk. Hebat. Kita kembali lagi.

Bumi tidak bisa dikuasai sekarang. Gunung meletus tidak bisa dikuasai. Gempa bumi tidak bisa dikuasai. Bersamaan dengan olympiade Beijing, Yunan, provinsi yang besar, gempa, hancur, habis luar biasa. Kasihan sekali. Bintang-bintang film Hong Kong kumpulkan uang. Olahragawan yang di Amerika sedang bertanding kumpulkan uang. Uang yang mereka dapat, mereka kirim untuk di Yunan. Saya pikir, kenapa tidak bisa diatasi gempa? Padahal waktu Tuhan bikin manusia, Dia bikin supaya kita berkuasa, mendominasi. Dominir, berkuasa atas bumi. Di Aceh ada Tsunami.

Jadi apa yang dulu diciptakan oleh Tuhan supaya saudara mempunyai kuasa, dominasi atas segala-galanya. Nanti kita akan teruskan pelajaran ini. Yang kedua kita lihat dulu. Bukan hanya kuasa, maka Tuhan - ayat 27 -, menciptakan manusia itu menurut citra-Nya, menurut gambar Allah. Diciptakan-Nya laki-laki dan perempuan. Diciptakannya mereka. Yang kedua ayat 28, Allah memberkati mereka. Ini kata memberkati yang pertama di Alkitab. Tuhan memberkati manusia.

Saya ingin beri tahu kepada saudara, hak saudara adalah diberkati karena - dalam bahasa Inggris itu dipakai hari yang lampau, blessed. Karena sudah dari zaman Adam, Tuhan menciptakan manusia dan Tuhan memberkati mereka. Mereka ini Adam dan Hawa. Nggak perempuan, nggak laki-laki diberkati oleh Tuhan. Jadi kalau saudara punya anak perempuan semua, jangan kaya orang Bangka. Orang Bangka kalau dapat anak perempuan, waduh susah. Musti anak laki-laki. Tapi lihat firman Allah berkata, anak laki atau anak perempuan, Adam atau Hawa, diberkati. Laki-laki atau perempuan sama-sama diberkati.

Kata berkat di sini, ini seperti yang saya bilang tadi, adalah kata berkat yang pertama. Dia memberkati. Tetapi memberkati ini diiringi yang ketiga, yang kedua dan ketiga ini harus saling mengikat. Tadi yang kesatu adalah saudara diciptakan menurut image-Nya. Supaya saudara mempunyai dominasi. Yang kedua, saudara diberkati. Tapi yang kedua ini juga ada ikatan dengan yang pertama, terikat dengan yang ketiga. Yang ketiga dalam ayatnya yang ke-28,

1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Lalu dikatakan oleh firman Allah, bahasa Inggris bukan beranakcuculah, tapi be fruitful, berbuah-buahlah, menghasilkan sesuatu. And multiply, dan berlipat gandalah. Fill the earth, penuhilah bumi. Akan ada multiply, akan ada pertambahan dan pertumbuhan.

Saudara perhatikan. Jadi Tuhan memberikan yang pertama, dominasi. Saudara harus mendominasi alam. Yang kedua, Dia memberikan berkat. Dan waktu Dia memberikan berkat ada hubungan dengan yang ketiga: Untuk bertambah dan bertumbuh. Kita baca dulu Kejadian 

8:20 Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.
8:21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
8:22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."

Dalam salinan bahasa Inggris: Selama bumi masih tinggal, ada masa menabur dan ada masa menuai, musim dingin dan musim panas, musim salju dan musim panas, malam atau siang, tidak akan berhenti. Jadi caranya Adam untuk bertambah dan bertumbuh diberikan ini, yaitu dengan menanam dan menuai. Kalau kamu menanam, kamu bisa menuai. Sebab kamu sekarang baru berbuah. Tetapi nanti kalau sudah punya anak akan terus bertambah-tambah, bertambah-tambah, mereka kan harus makan juga. Itu sebabnya kamu harus tahu prinsip ini, yaitu Kejadian 8:22, tabur dan tuai.

Saya tanya, kalau saudara ke Puncak malam-malam, apa yang saudara cari kalau makanan? Jagung bakar. Satu pohon jagung tumbuh dari satu jagung yang kita pocel. Satu jagung, biji jagung yang kita makan itu kalau kita tidak makan, mentah, kita tabur di tanah, dia jadi satu pohon jagung yang bisa menghasilkan buah-buah jagung. Prinsip ini, kita, umat Tuhan lupa. Ada yang lupa bahkan ada yang sudah tahu tapi pura-pura tidak tahu. Sudah mengerti tapi pura-pura tidak mengerti.

Saya katakan ya, persembahan, korban tatangan. Saudara memberikan persembahan, mengembalikan persepuluhan, anggaplah itu di hadapan Tuhan sebuah taburan saudara. Dan kalau saudara menabur, saudara boleh berharap. Kalau tadi kita nyanyi Ku berharap hanya pada-Mu Yesus. Apa yang kita harapkan dari Yesus? Curahkanlah hujan berkat-Mu Yesus. Pasti ada hujan berkat. Tetapi harus ada sesuatu yang kita tabur. Apa yang kita tabur? Kalau kejelekan yang kita tabur, kita akan tuai kejelekan. Kalau kebaikan kita tabur, kita akan tuai kebaikan. Kalau sedikit yang kita tabur, kita menuai sedikit. Banyak yang kita tabur, kita akan menuai banyak. II Korintus

9:6 Camkanlah ini - Camkan. Dengar, masuk dalam hati, simpan dalam hati, camkan, ingat, jangan lupa. Dalam segala kehidupan jangan lupa ini. Dalam salinan bahasa Inggris, Aku katakan ini; Jangan lupa ya Aku katakan ini - : Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

Jadi penghasilan saudara tergantung ayat ini. Berkat saudara tergantung ke sini. Kalau saudara diberkati, kalau saudara menabur banyak, yang diberkati banyak bukan saya ... saudara. Kalau saudara tidak mau menabur, yang tidak diberkati bukan saya ... saudara juga tidak diberkati. Kita kan sudah ngomong Curahkanlah hujan berkat-Mu Yesus. Kalau petani, dia berdoa tujuh kali dalam satu hari: Berkatilah sawah saya ini, Tuhan, dengan luar biasa. Berikan mujizat dari pada-Mu, Tuhan, supaya satu hektar tanah saya ini dalam empat bulan ke depan penuh dengan padi yang menguning.

Saya tanya saudara: Empat bulan kemudian ada nggak padi yang menguning? Nggak. Sebab padi yang menguning itu harus diawali dengan benih yang ditabur. Benih yang ditanam. Setelah tanah ditandur, mundur, mundur, mundur ke belakang, tabur, tabur, tabur. Satu minggu belum jadi, tapi sudah kelihatan. Satu bulan belum jadi. Sudah dua bulan, sudah besar. Tiga bulan sudah mulai keluar itu yang hijau-hijaunya. Bulan ketiga sudah mulai bikin bebegig sawah. Setelah empat bulan, menguning.

Saya lagi cari satu lukisan yang cukup besar, padi yang sedang dituai. Saya mau taruh di Sekolah Alkitab. Supaya siswa siswi yang lihat itu punya visi untuk menuai jiwa-jiwa. Sebelum menuai jiwa-jiwa, mereka harus tabur dulu firman. Tabur firman. Sekolah Alkitab, taat dulu. Sebab kalau dia di Sekolah Alkitab tidak taat, tidak menurut, nanti di ladang Tuhan jemaatnya juga tidak taat, tidak menurut. Tapi kalau dia taat dan menurut di Sekolah Alkitab, dia tabur ketaatan, nanti di ladang Tuhan juga taat dan menurut.

Kalau kita berani menabur, jangan takut tidak menuai. Jangan takut. Siapa menabur banyak, dia menuai banyak. Ayat 7,

9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Saya nggak tahu saudara kolekte berapa. Saya nggak pernah hitung kolekte. Saya nggak tahu. Tapi kalau saudara mau kolekte sepuluh ribu, saudara punya hati tidak rela, jangan kasih, saya bilang. Jangan kasih, karena tidak rela, nggak ada berkat. Jangan kasih. Lebih baik saudara memberi 100 ribu tapi rela. Saya alami ini karena saya pegang janji Tuhan. Tuhan, Adam saja Engkau berkati. Dan Tuhan berkata, lihat ayat 27 itu, lihat ayat 28 itu, harus ada tabur tuai. Lihat pasal 8:22, harus menabur dan menuai. Kamu ingin lebih banyak, lebih banyak tabur. Ingin lebih banyak, lebih banyak tabur.

Ayat 8 ini Tuhan punya janji. Dan Allah sanggup. Saya tanya sanggup apa? Bukan memberi. Sekarang saya tanya, saudara perlu sepuluh, dan Tuhan kasih lima, itu limpah apa nggak? Saudara perlu sepuluh, Tuhan kasih sembilan. Itu limpah apa tidak? Tidak. Kalau yang saudara perlukan tiga ratus ribu, pasti Tuhan memberi tiga juta, lebih dari yang saudara perlukan. Karena apa? Karena Tuhan yang kita sembah sudah memberkati kita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu.

Nggak usah kita jadi kaya. Tapi tiap hari cukup. Kalau kita nggak itungan sama Tuhan, Tuhan nggak itungan sama kita. Kita buka satu ayat dalam Yohanes 4. Dalam Yohanes pasal 4, kita membaca ayat 22,

4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

Bukan cuma berkat materi. Keselamatan. Yesus saja orang Yahudi. Nah, sekarang saudara itungan sama Yesus, balitungan sama Yesus. Tidak generous. Itungan terus. Dikeukeuweuk, meureukeudeuweung. Kalau uang itu sudah di dompet, keluar saja robek itu uang. Nggak rela uang keluar dari dompet. Pengennya ditambahin, pengennya ditambahin, pengen ditambahin terus. Kopet. Yang saudara kopetin ini siapa? Orang Yahudi. Mau ngopetin Yesus orang Yahudi? INRI, Inilah Yesus orang Nazaret, raja orang Yahudi, waktu Dia disalib. Mau saudaraku itungan sama orang Yahudi? Dia lebih itungan dari kita.

Tapi lihat itu penghulu laskar. Kepala Yahudi datang sama Dia: Ya Tuhan, dia layak ditolong. Karena dia yang membangun rumah ibadat kami. Penghulu laskar itu bukan beragama Yahudi, tapi dia bangun, nggak itungan. Lihat Kornelius. Siang-siang lihat malaikat Tuhan masuk di rumahnya. Dia kira Tuhan. Hai Kornelius. Ada apa, Tuhan? Kaget, karena bercahaya malaikat itu. Ketahuilah, doamu dan persembahanmu telah naik ke hadirat Allah, dan Dia mengingat-ingat engkau.

Sekarang saudara doa, tapi kopet, Tuhan nggak ingat. Saudara memberi tapi nggak suka doa, Tuhan nggak ingat. Tapi kalau saudara doa dan suka memberi, Tuhan mengingat-ingat engkau. Sebetulnya dalam bahasa Inggris bukan kata mengingat; Tuhan seperti lihat satu monumen. Ini asal nggak ada ini, hanya namanya saja Kornelius. Tiba-tiba dari dalam nama Kornelius itu ada monumen. Doa sama pemberian. Asal Dia lihat nama ini, kelihatan monumennya. Doa dan pemberian. Maka Tuhan ingat dia. Sebab yang lain namanya kan di situ, di bawah. Bacanya harus dilihat gini. Kalau nama Kornelius tegak ke atas, seperti monumen. Jadi Tuhan bisa lihat baca. Maka Dia kirim malaikat.

Bayangkan gembala-gembala di padang Efrata. Tuhan kirim malaikat. Sekarang Kornelius, tentara Italia, Tuhan kirim malaikat. Banyak orang mengaku sudah melihat penglihatan, melihat malaikat, tapi malam. Aneh, penglihatan teh selalu malam. Ini mah siang. Tuhan kirim malaikat. Doamu dan pemberianmu. Kalau dalam bahasa Sulawesi Utara, ngana pe doa deng ngana pe doi so dapat dengar di sorga sana, menanti Bapa di sorga selalu teringat-ingat pa ngana. Itu bahasa Manado.

Siapa yang dapat tahan itu doa seperti itu kalau orang Manado? Kalau saudara yang di Cianjur mah: Yeuh Kornelius, eta nya doa anjeun teh sareung persembahan anjeun na tos naek ka Gusti Yesus di sorga. Saudara mau doa saudara dan korban saudara diingat oleh Tuhan? Amin. Ingat tabur tuai, tabur tuai. Ingat selama kita hidup.

Kembali kepada kitab Kejadian. Berkat itu yang Tuhan sudah sediakan bagi Adam dan Hawa berhenti, tidak dinikmati oleh karena manusia jatuh ke dalam dosa. Kejadian

3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

Ada pendeta saya pernah dengar khotbah, kenapa saudara-saudara, Hawa jatuh ke dalam dosa? Karena dia meninggalkan suaminya, Adam. Seharusnya istri tunduk kepada suami. Tetapi di sini istri meninggalkan suami dan makan buah. Dia berani terpisah dengan suami. Tapi kita baca di sini, ayat ke-6 bagian akhir, Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. Jadi nggak terpisah. Adam ge mimilu. Ini Adam termasuk lulusan ISTI ... Institut Suami Takut Istri. Mimilu. Seharusnya istri turut suami.

Bahkan kalau di agama hindu, istri itu ikut mati. Kalau suami meninggal, dia ikut mati. Suami meninggal, dia dibakar. Istri harus ikut, lompat. Itu agama hindu. Apa yang terjadi, saudara-saudara? Tuhan sudah bilang, Aku beri fasilitas. Semua binatang akan makan rumput dan sebagainya. Aku kasih fasilitas. Tapi yang satu ini jangan makan, ya. Yang satu itu jangan, ya. Eva, Adam, jangan makan itu yang satu itu, jangan. Kalau kamu makan atau raba, kamu akan mati.

Ditipu oleh setan. Setan tidak berani melawan kita. Dia hanya menipu kita. Dia bodoh setan itu. Tapi kita seringkali lebih bodoh dari setan. Makanya Paulus menulis cerita ini dalam II Korintus 11. Dalam II Korintus 11, Paulus menulis begitu jelas untuk pelajaran bagi kita. II Korintus 

11:1 Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku yang kecil itu. Memang kamu sabar terhadap aku!
11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
11:3 Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

Kalau Paulus katakan kamu sama seperti Hawa yang diperdayakan oleh ular maka jemaat Korintus akan kehilangan fasilitas yang Tuhan berikan tadi. Berkat berganti jadi kutuk. Dia diusir dari Taman Eden. Dia berkata kepada Adam: Karena engkau makan buah ini maka bagimu akan tumbuh duri, dari bumi tumbuh duri. Dan hei Hawa, engkau akan melahirkan dan engkau akan menderita waktu melahirkan. Dan ular, engkau akan makan tanah. Itu hukum dari Tuhan. Engkau akan berjalan dengan perutmu. Dikutuk.

Bumi yang asalnya menghasilkan berkat, menghasilkan duri. Kutuk. Untuk makan dia harus kerja. Untuk makan dia harus kerja. Untuk makan dia harus kerja. Untuk makan dia harus kerja. Begitu terus. Sebetulnya - dengar baik-baik -, saya mau mau ngomong satu kalimat yang sangat penting. Hidup kekristenan bukanlah apa yang kita bikin buat Tuhan. Hidup kekristenan kita harus percaya apa yang Tuhan buat untuk kita. Kutuk dari Adam, kutuk, kutuk, kutuk. Abraham, kutuk, kutuk, kutuk. Waktu zaman Musa mulai ada Taurat. Ketika ada Taurat, karena apa? Karena orang itu tidak tahu membunuh itu dosa. Pakai hukum Taurat. Tapi kutuk terus, terus kutuk, kutuk, kutuk. Ketika Adam dan Hawa berdosa, mereka telanjang.

Saudara tidak boleh lupa dua ayat, adanya di buku yang pertama. Yang satu Kejadian, yang satu Matius. Matius, Perjanjian Baru ... Matius 1:23. Satu, dua, tiga, nggak boleh lupa, Immanuel, Tuhan beserta kita. Kejadian 3:21, tiga, dua, satu. Kita baca Kejadian 3:21 di sana dikatakan oleh firman Allah,

3:21 Dan Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk istrinya itu lalu mengenakannya pada mereka.

Kenapa dipakai kulit binatang? Saya yakin ini kulit adalah kulit domba. Berarti harus ada domba yang dibunuh. Gara-gara dosa Adam dan Hawa, domba yang tidak ada dosa harus Tuhan ambil, Tuhan bunuh. Kulitnya dipakai untuk menutupi ketelanjangan Adam dan Hawa. Saudara dan saya yang disebut keturunan Adam yang pertama - menurut I Korintus 15 -, kita dibawah kutuk. Kita semua terkutuk. Manusia terkutuk kita. Lahir terkutuk, hidup terkutuk, matipun terkutuk. Tetapi sejak Galatia 

3:26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.
3:27 Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus - Kata mengenakan bicara apa? Pakaian. Kukenakan jubah pujian, itu lagu. Dikenakan. -
3:28 Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.
3:29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

Haleluyah? Kejadian 1:26, 27, 28, itu janji Allah kepada Adam. Saudara berhak menerima bahwa saudara diberkati. Galatia 

3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk ...

Saudara dikutuk. Bisa orang tua yang kutuk, bisa semua, bisa dukun kutuk kita. Saudara mungkin bisa disantet. Tidak akan mempan. Kalau saudara di dalam Kristus, saudara tidak akan mempan disantet. Apa yang terjadi? Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dan dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis:"Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"

Jadi saudara punya kutukan dari zaman Adam sampai sebelum Yesus itu ditanggung oleh Yesus. Bahkan sampai sekarang yang sesudah Yesus, ditanggung. Kutukan yang ada di kepala saudara ditaruh di atas kepala Yesus. Dan dosa yang ada sama kita ditaruh di atas tubuh-Nya Yesus yang tidak berdosa; Dia menjadi kutuk bagi kita. Orang yang berdosa harus mati, Dia gantikan kematian itu bagi kita. Supaya di dalam Dia - Di dalam siapa? Di dalam Yesus - berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, saudara dan saya. Sehingga oleh iman kita menerima roh yang telah dijanjikan itu.

Jadi kita tidak dibawah kutuk lagi. Karena gara-gara Adam yang pertama, Hawa yang pertama, bapa ibu kita yang pertama bersalah, kita manusia di bawah kutuk. Tetapi Yesus disebut Adam yang terakhir, The Last Adam - menurut I Korintus 15, kita memiliki hidup yang kekal di dalam Kristus Yesus. Sebagai ayat penutup, Yohanes 10:10. Ada dua tokoh di sini, pencuri dan gembala.

10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

Siapa yang dimaksud domba-domba? Kita semua manusia domba-dombanya. Dia memberi nyawa; Dia mati di atas Golgota. Kita yang harus dikutuk tapi sudah diganti oleh Yesus. Saudara dijanjikan hidup, memiliki hidup dan hidup itu berkelimpahan. Saudara tahu nggak, tidak ada kata kekurangan dalam kamusnya Tuhan. Tidak ada. Di dalam Tuhan selalu cukup. Di dalam Tuhan, yang ada hanya kelimpahan. Kelimpahan. Saya sudah alami. Saya sudah alami janji Tuhan itu ya dan amin. Dan saya mengajak saudara mengalaminya bersama-sama dengan saya.

Berkat itu milik saudara. Saya mau tutup dengan satu omongan ini. Di dalam hati saudara malam hari ini ada benih kekayaan. Nggak percaya kan? Kalau ada percaya saudara bilang amin. Nggak percaya. Saya katakan, dalam hati saudara ada benih kelimpahan. Kenapa saudara nggak limpah? Kenapa? Benih itu tidak ditanam. Kalau saya bawa jagung mentah, saya taruh di mimbar. Jangan diapa-apain, taruh saja di situ. Apa kira-kira tiga bulan kemudian ada pohon jagung? Tidak ada. Dia tetap di situ. Mungkin semut datang, mungkin sudah busuk, mungkin ada lalat. Tetapi kalau saudara tanam di tanah, dia akan jadi satu pohon jagung.

Benih itu ada dalam hati saudara. Tapi maaf ya, saya pakai istilah ini, kita ini kopet. Kita ini medit. Kita ini itungan sama Tuhan. Meureukeudeuweng kopetnya kita. Saya gembala, boleh dong negur. Kalau udah bilang Family Camp, mukanya itu jadi ombak banyu, teu pararuguh beungeut teh. Diajak teh siga nu teu senang. Saya tahu banyak yang mampu. Biarpun mampu kalau nggak mau ikut, nggak bisa. Biarpun bisa kalau dia nggak mau, nggak bisa.

Saya tahu ada orang kaya di Cianjur, bukan kristen. Kayanya luar biasa. Dulu dia yang memiliki toko dari kidul sampai di kaler. Dia punya. Saya masih sekolah SD. Waktu SMP, ini siapa sih ini bapa bawa rinjing, kepalanya botak, celananya 3/4, sepatunya sepatu kelinci, bajunya bolong. Kasihan bener ini bapa jalan kaki. Eh, maneh teh teu nyaho, teman saya bilang, maneh na boga toko tah ti kidul tepi ka kaler. Itu kira-kira ada berapa ratus toko, itu dia punya. Dia jalan teh lagi nagih sewaan rumah. Hah? Saya bilang. Eta lagi nagih sewaan rumah. Kenapa dia hidup seperti menderita gitu?

Ada lagi orang kaya kedua. Semuanya orang Cianjur. Waduh, dia mau beli pesawat juga bisa. Kaya sekali. Tapi tiap hari dia pakai kaos singlet, dia pakai celana piama, pakai bakiak, makan bubur. Tapi duit ratusan milyar tapi makan bubur.

(Rekaman habis) 

  -- o --

Minggu, 14 September 2008

APAKAH TUHAN BISA KITA PERCAYAI?

Kita buka Ayub

13:15 Lihatlah, Ia hendak membunuh aku, tak ada harapan bagiku, namun aku hendak membela peri lakuku di hadapan-Nya.

Bagian pertama, walaupun Ia membantai aku, walaupun Ia membunuh aku, tapi aku tetap akan percaya kepada-Nya. Walaupun Dia, walaupun Tuhan membantai aku. Kata membantai itu salinan yang tepat tapi dengarnya nggak enak. Walaupun Dia menyembelih aku, walaupun Dia membantai aku, tapi aku akan tetap percaya kepada-Nya.

Saya mau baca yang pertama. Walaupun Ia membunuh aku, tapi aku akan tetap percaya pada-Nya. Saudara, yang ngomong ini adalah orang yang dapat percobaan paling besar di dalam dunia ini. Judul khotbah saya adalah: Apakah Tuhan Bisa Kita Percayai Dalam Segala Permasalahan?

Kita mulai baca dari Ayub

1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
1:2 Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.
1:3 Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.

Yang pertama kita melihat Ayub yang secara rohani. Secara rohani dia dipuji sama Tuhan. Dia saleh dan dia jujur. Tetapi secara materi, dia konglomerat di daerah sebelah timur itu. Tidak ada konglomerat yang seperti Ayub. Jadi sebagai orang kristen tidak salah saudara menjadi orang kristen yang saleh dan jujur sekaligus saudara diberkati oleh Tuhan menjadi orang kaya, syukur-syukur jadi konglomerat. Amin? Ayub ini menjadi orang yang saleh dan jujur, rohani baik di hadapan Tuhan. Tetapi juga secara jasmani, dia berkelimpahan materi.

Dia mempunyai budak sehingga dia terkenal di daerah timur itu - lebih dari satu negara, pada saat itu , dia paling kaya. Jadi dia orang terkenal, dia orang yang konglomerat kalau sekarang. Dia seorang yang kaya, seorang yang turun naik pesawat, begitu kurang lebih. Tetapi saudara-saudara, kita sambung baca ayatnya yang ke-5 mulai,

1:5 Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.
1:6 Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis.
1:7 Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi."
1:8 Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."
1:9 Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?
1:10 Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.
1:11 Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu."

Sekarang kita melihat dua pribadi yang sangat berlainan. Allah Bapa yang selalu memberikan kebaikan, memberikan damai sejahtera. Dia ingin memberkati saudara, Dia ingin membuat keluarga saudara selalu diberkati. Dan satu problem yang lain, yaitu Iblis. Iblis itu selalu sirik, selalu iri, selalu dengki. Dia tidak senang melihat saudara diberkati. Dia tidak rela, dia tidak suka melihat saudara diberkati. Dia tidak suka saudara punya rumah sendiri. Dia tidak suka saudara punya mobil. Dia tidak suka saudara punya pekerjaan baik. Dia tidak suka keberhasilan, kesuksesan saudara. Itu Iblis.

Saudara lihat penilaian dua pribadi yang berlainan ini. Sangat berlainan. Yang satu, Dia nilai secara rohani. Sedangkan yang Iblis ini dia menilai secara materi. Tuhan berkata: Apakah engkau tidak memperhatikan - ayat ke-8 - hamba-Ku Ayub? Tidak seorangpun di bumi seperti dia. Dia tidak bicara kekayaan. Yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Haleluyah? Yang Tuhan lihat dari saudara bukan milik saudara. Yang Tuhan lihat dari saudara bukan uang saudara. Yang Tuhan lihat dari saudara bukan berapa pabrik saudara punya, berapa mobil saudara punya, tidak.

Yang Tuhan lihat dari saudara bukan apa yang saudara miliki, apa yang saudara bisa, apa yang saudara mampu. Tapi yang Tuhan lihat dari saudara justru empat hal: Saleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan.

Tuhan tidak lihat berapa berlian. Tuhan tidak lihat berapa mobil. Tuhan tidak lihat berapa gelang emas. Tuhan tidak lihat merk apa tasmu? Tuhan tidak lihat kamu pakai minyak wangi merk apa? Kamu pakai minyak rambut merk apa? Kamu pakai dasi atau tidak? Pakai sepatu atau tidak? Rumahmu itu boleh nyewa atau rumah sendiri? Bertingkat dua atau tidak bertingkat? Tidak. Yang Tuhan nilai hanya empat. Saleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan. Ini yang dinilai oleh Tuhan.

Kalau Iblis adalah penuduh. Sudah dari sononya dia suka nuduh. Orang nggak apa-apa aja dituduh, dicurigai ... itu iblis. Maka dia menuduh. Apa cuma-cuma aja orang ini takut sama Engkau? Apa cuma-cuma saja Ayub ini takut sama Engkau? Habis Engkau nyogok sama dia. Dia itu berbakti, beribadah, takut akan Allah, jujur, menjauhi kejahatan, saleh, karena Engkau sogok. Sogok dengan apa, kata Tuhan. Nah ini dia, ayat 10: Bukankah Engkau yang membuat pagar di sekeliling dia? Dia takut akan Engkau, saleh, dan jujur karena Engkau pagari di sekeliling Dia. Dan rumahnya juga Engkau pagari. Serta segala yang dimilikinya Engkau pagari. Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. Tetapi coba ulurkan tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuk Engkau.

Dengar salinan dari bahasa Inggris, ayat 11, Tetapi sekarang ulurkan tangan-Mu dan hancurkan segala yang dimilikinya dan ia pasti mengutuk Engkau dan mengutuk wajah-Mu. Pasti dia mengutuk. Dia jadi kristen karena duit. Kalau Engkau tarik duitnya, kalau Engkau tarik kesehatannya, dia pasti nggak ke gereja lagi. Kalau Engkau tarik penghasilannya, kalau Engkau jamah kesehatannya, kalau Engkau tinggalkan buka pagar yang melindunginya, pasti Ayub ini tidak akan kebaktian lagi.

Maaf saudara, gereja tidak mengizinkan saudara bertaruh. Tetapi nampaknya di sini 'Tuhan bertaruh' dengan Iblis. Coba, Kamu cobai Ayub ini. Maka ayat 13, mulailah percobaan datang. Ayat 12 mulai,

1:12 Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.

Di sini saya belajar satu hal: Iblis bisa menjamah apa yang kita miliki. Iblis bisa jamah rumah saudara, bisa jamah uang saudara, bisa jamah ekonomi saudara, bisa jamah toko saudara. Kalau diizinkan oleh Tuhan, apa yang dia miliki, silakan ... dia bisa jamah. Saudara kayanya nggak rela. Tuhan aja rela. Saudara rela nggak? Saudara kayanya nggak rela. Berarti saudara belum tahu belakangannya. Tapi dia, Iblis yang sama, tidak bisa menjamah saudara. Dua-duanya nggak rela saudara. Kan cuma Ayub ini. Iblis diizinkan oleh Tuhan menjamah apa yang Ayub miliki. Amin?

Tapi di sini kita akan lihat, apa Tuhan bisa dipercaya? Kenapa Ayub sampai berkata: Walaupun Dia membunuh aku, aku akan tetap percaya kepada-Nya. Baru baca ayat saja, apa saudara-saudara tahu bahwa Iblis bisa menjamah apa yang kita miliki? Bisa menjamah. Tapi Tuhan bilang, jangan jamah orangnya. Saudara tidak bisa dibikin apa-apa oleh Iblis. Belum apa-apa ini, belum apa-apa. Ayat 13,

1:13 Pada suatu hari, ketika anak-anaknya yang lelaki dan yang perempuan makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung,
1:14 datanglah seorang pesuruh kepada Ayub dan berkata: "Sedang lembu sapi membajak dan keledai-keledai betina makan rumput di sebelahnya,
1:15 datanglah orang-orang Syeba menyerang dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
1:16 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Api telah menyambar dari langit dan membakar serta memakan habis kambing domba dan penjaga-penjaga. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
1:17 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan, lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
1:18 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Anak-anak tuan yang lelaki dan yang perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung,
1:19 maka tiba-tiba angin ribut bertiup dari seberang padang gurun; rumah itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka mati. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
1:20 Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah,
1:21 katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
1:22 Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Walaupun Dia membunuh aku, aku akan tetap percaya kepada-Nya. Datanglah satu pegangan bagi kita, Ayub dapat percobaan dalam satu hari, empat macam. Sama, apa yang dipuji oleh Tuhan, empat: Dia saleh, jujur, takut akan Allah, menjauhkan dirinya dari kejahatan. Seperti sengaja Iblis bikin percobaan empat macam. Tiga perusahaan besarnya hancur, anjlok, mati, digarong. Sepuluh anaknya meninggal. Kalau Ayub mengutuk Tuhan, tidak dibenarkan, tapi saya bisa mengerti. Tuduhan Iblis yang pertama tidak terbukti. Iblis menuduh dalam Ayub 

1:11 Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu."

Buktinya, ayat 22, Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut. Walaupun Dia membunuh aku, aku akan tetap percaya kepada-Nya. Saya pernah main lagu You Rise Me Up, Dia Angkatku. Saya ingin saudara punya kerohanian itu terangkat naik. Angkat naik. Sama dengan orang yang main saham, dia ingin sahamnya naik. Tuhan juga punya saham dalam diri saudara; Dia ingin supaya kerohanian saudara itu naik seperti saham naik. Saudara juga punya perusahaan ingin penghasilan naik. Sama dengan Tuhan, Dia ingin punya penghasilan-Nya juga naik.

Saudara sekolah ingin naik kelas. Sama dengan Tuhan, Dia juga ingin umat-Nya juga naik kelas. Kalau naik kelas harus lewat apa? Ulangan. Kalau mau lulus baru ujian. Ulangan, diulang. Percobaan yang kedua datang dari istri. Ayub 2,

2:1 Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datang juga Iblis untuk menghadap TUHAN.
2:2 Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi."
2:3 Firman TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan."
2:4 Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya.
2:5 Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu."
2:6 Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya."
2:7 Kemudian Iblis pergi dari hadapan TUHAN, lalu ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya.
2:8 Lalu Ayub mengambil sekeping beling untuk menggaruk-garuk badannya, sambil duduk di tengah-tengah abu.
2:9 Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"
2:10 Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Iblis datang lagi menghadap Tuhan. Lihat nggak hamba-Ku Ayub, kata Tuhan. Tidak ada orang seperti dia. Empat hal: Saleh, jujur, takut akan Tuhan, menjauhi kejahatan. Dan dia tetap bertekun, dia tetap melakukan empat hal ini. Walaupun engkau sudah bikin dia miskin. Walaupun dia sudah ditinggalkan sepuluh anaknya, dia tetap saleh mengikuti Aku. Walaupun Dia membunuh aku, aku akan tetap percaya kepada-Nya. Ikut Tuhan bukan soal materi. Dengar baik-baik, dan saya mohon saudara tidak lupa kata-kata mutiara ini: Iman tidak menerima apa yang kita mau tapi iman selalu menerima apa yang Tuhan beri. Beda. Iman tidak menerima apa yang kita mau tetapi iman menerima apa yang Tuhan beri. Ya Tuhan, coba jamah sekarang, kulit ganti kulit, tulang ganti tulang. Jamah badannya. Saudara, Iblis tidak bisa jamah Ayub, kecuali diizinkan. Tuhan bilang, oke kamu dikasih izin. Tapi nyawanya kamu sayang. Taruhan pertama, Iblis kalah. Taruhan kedua sekarang. Bisul. Saya baru tahu sekarang, bisul teh dari setan. Siapa pernah dapat bisul sekali tujuh? Ada? Ini yang angkat tangan ini, saya pernah mengalami.

Di sekolah alkitab, saya pernah ngalami bisul sekali tujuh. Tiga di paha kanan, tiga di paha kiri, satu di dekat - maaf bicara - dubur. Aduh saudara, kalau buang air - maaf bicara - saya harus jongkok, sakitnya luar biasa. Tiga hari saya tidak sekolah. Di tempat tidur, ditutup selimut. Tante Brodland tidak percaya. Mana Yohanes Awondatu? Dia bisul, tante. Pasti bisul bisa ke sekolah, hanya bisul satu saja. Dia tujuh bisulnya. Hah? Saya hobi naik kuda. Diajak naik kuda. Yang ajar naik kuda itu orang Manado. Naik kuda tanpa pelana. Nggak tahu, keringat kuda itu nempel di paha saya. Saya itu alergi kepada keringat kuda. Jadi langsung bisul. Ini dari batok kepala sampai telapak kaki.

Tujuh puluh kali tujuh itu Ayub punya bisul. Yang besar yang kecil, bisul, bisul, bisul. Bukan jerawat. Jerawat mah masih mending, ada obat jerawat. Bisul, bisul, bisul, bisul, bisul. Amit-amit jangan pernah bisul. Saya tahu itu bisul bukan dari keringat kuda tapi dari setan, supaya saya tidak belajar di sekolah alkitab. Tapi tiga hari kemudian saya bangkit, berjalan, sembuh dan saya sekolah. Dan karena sudah tujuh bisul saya, tujuh angka sempurna, sudah, saya tidak akan dapat bisul yang ke delapan.

Penyakit datang dari setan. Penyakit datang dari Iblis yang tidak suka melihat orang sehat. Tapi apa kata Ayub? Ayat 10 bagian akhir, Dalam ke semuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya. Walaupun Dia membunuh aku, aku tetap akan percaya kepada-Nya. Haleluyah. Berarti Tuhan yang disembah oleh Ayub, Tuhan yang bisa dipercaya pada masa kesulitan, bisa dipercaya pada masa sakit, bisa dipercaya pada masa keadaan yang sulit. Sulit apapun juga Dia bisa dipercaya.

Saudara, kalau pabrik motor Yamaha itu di Jepang, terus dia buka cabang di Indonesia, nah toko Yamaha yang buka di Cianjur disebut apanya Yamaha? Agen. Iblis juga punya agen. Agen Iblis itu orang paling dekat Ayub, istrinya. Kalau saya perhatikan bahasa istrinya ini persis bahasa setan. Coba perhatikan ayat 9: Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!

Bahasa Inggris, apa engkau tetap bertahan kepada kejujuranmu? Kutuklah Allah dan mati.

Dulu waktu saya masih kecil, nggak boleh, orang tua teh nggak boleh ngomong begini, waktu itu saya nggak tahu, bahasa Khe. Kalau anak nakal itu papanya bilang, ta tse, pukul sampai mati. Ta tse. Ini istri Ayub ini orang Khe: Ayub ta tse ... sudah mati sajalah. Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu, dalam kejujuranmu? Ular sampai bisa ngomong itu, siapa yang ngomong? Iblis kan yang ngomong sama Hawa suruh makan buah. Siapa yang ngomong? Iblis. Agennya ular. Sekarang agennya manusia.

Jangan heran kalau saudara seiman dipakai oleh Iblis untuk melemahkan saudara. Jangan heran kalau orang yang dekat sama kita, keluarga kita, family kita, orang dekat sama kita bisa jadi agen setan dan dipakai Iblis. Ngomongnya Iblis. Murid Yesus sendiri yang bernama Petrus pernah jadi agen setan ketika dia bilang sama Yesus: Dijauhkan kiranya Engkau dari disalib. Apa Yesus bilang? Pergi ke belakang-Ku, hai Iblis. Karena Dia tahu yang bicara bukan Petrus tapi iblis yang di belakang, yang di dalam Petrus, yang ngomong. Karena kalau sampai Yesus tidak disalib, gagal Dia punya misi. Manusia tidak ditebus dosanya.

Maka saya tidak perlihatkan tetapi saya bangga kepada jemaat di Cianjur. Punya anak sakit, masih muda, meninggal. Dia tidak hilang iman. Dia bersyukur kepada Tuhan. Ada yang sakit, dia tidak marah-marah sama Tuhan, dia berterima kasih kepada Tuhan. Kalau begitu, kalau saudara, kalau ada sakit, kita bersyukur kepada Tuhan, nggak ngarasulah, nggak marah. Penghasilan berkurang, kita tetap bersyukur kepada Tuhan, nggak ngarasulah, nggak marah, nggak nyalahkan A, nggak nyalahkan B, tapi kita terima. Apa saja yang dari Tuhan kita terima. Kalau saudara bisa melakukan ini, saudara membuat mulut setan tertutup.

Adalah tiga orang teman Ayub datang. Ngobrol sama Ayub. Kita lihat salah satunya saja, dia ngomong apa. Ayub 4, Percakapan Ayub dengan sahabat-sahabatnya. Pasal 4,

4:1 Maka berbicaralah Elifas, orang Teman:
4:2 "Kesalkah engkau, bila orang mencoba berbicara kepadamu? Tetapi siapakah dapat tetap menutup mulutnya?
4:3 Sesungguhnya, engkau telah mengajar banyak orang, dan tangan yang lemah telah engkau kuatkan;
4:4 orang yang jatuh telah dibangunkan oleh kata-katamu, dan lutut yang lemas telah kaukokohkan;
4:5 tetapi sekarang, dirimu yang tertimpa, dan engkau kesal, dirimu terkena, dan engkau terkejut.
4:6 Bukankah takutmu akan Allah yang menjadi sandaranmu, dan kesalehan hidupmu menjadi pengharapanmu?
4:7 Camkanlah ini: siapa binasa dengan tidak bersalah dan di manakah orang yang jujur dipunahkan?

Ayat ke-7 tuduhannya itu. Ingatlah ini, camkanlah ini: Siapa binasa dengan tidak bersalah dan di manakah orang yang jujur dipunahkan? Kalau saya bilang, ini omongan ngomong begini jujurnya: Ini semua kejadian ini gara-gara kamu bersalah, gara-gara kamu tidak jujur. Coba saya tanya lagi, apa yang dipuji oleh Tuhan dari Ayub? Saleh, jujur, takut akan Allah, menjauhi kejahatan. Jujur. Tuhan puji kejujurannya. Tapi tuduhan dari teman Ayub ini, ayat ke-7, siapa binasa dengan tidak bersalah dan di manakah orang yang jujur dipunahkan?

Mana ada orang jujur dipunahkan? Nggak ada. Ini pasti kamu bisul, kamu dapat kematian anak, sampai perusahaanmu begitu banyak sekarang jadi bangkrut begini, pasti kamu ada salah. Kita seringkali menghakimi orang. Sama seperti Elifas. Dia hakimi. Masa ada orang jujur dipunahkan? Mana ada orang jujur dapat kesulitan kaya begini? Tapi Ayub tetap berkata: Walaupun Dia membunuh aku, aku tetap percaya kepada Tuhan.

Kita ini gampang janji ya, susah menepati. Kita mau melihat raksasa iman. Dalam Ibrani 11 kita melihat daftar tokoh-tokoh iman, raksasa-raksasa iman. Kita mulai baca ayat 32-39, 

11:32 Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi,
11:33 yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa,
11:34 memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.
11:35 Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan - Bagian pertama ini saya sebut orang yang beriman dan mendapat apa yang mereka mohonkan dari Tuhan. Tetapi ada yang kedua, ayat 35b - Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik.
11:36 Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.
11:37 Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.
11:38 Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.
11:39 Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.

Yang kedua ini adalah mereka yang tidak mendapat apa dari Tuhan karena iman tapi mereka tetap beriman. Walaupun Dia membunuh aku, aku tetap percaya kepada Tuhan. Simson, Daud, mendapatkan apa yang dia percayai. Tetapi ada yang, kok katanya kristen ada kesembuhan ilahi, kenapa dia sakit? Saudara sudah lihat Ayub? Tahun 54 belum ada KKR yang seperti tahun 54. TL Osborn. Perlu tiga minggu untuk dapat izin khotbah di Lapangan Banteng. Waktu saya masih umur enam tahun, saya ada fotonya.

TL Osborn menyembuhkan ribuan orang. Orang islam disembuhkan. Tapi dia sendiri turun bero. Bahkan kadang-kadang dia tahan perutnya waktu berdoa. Teman saya Ko Rombot, dia kena stroke. Tapi dia doakan orang sakit, sembuh. Kita bertanya, kenapa dia stroke, tapi mendoakan orang lain sembuh. Kenapa dia sendiri stroke? Saya kembali berkata tadi, iman bukan hanya menerima apa yang kita mau tetapi menerima apa yang Tuhan beri. Coba kalau iman itu adalah menerima apa yang kita mau, pasti kita semua punya pesawat terbang.

Tapi bayangkan orang kalau dapat semua yang dia mau, rusak ini dunia. Tuhan beri bukan apa yang kita mau. Tuhan beri apa yang kita perlu Dia beri keperluanku .. Dia beri keperluanku. Saya yakin satu ibu umur 65 tahun, 70 tahun, dia bisa beli celana blue jeans. Tapi apa dia perlu? Apa dia perlu celana blue jeans dalam usia 70 tahun? Naik motor bebek. Tidak perlu. Yang kita perlu apa? PPO. Yang kita perlu apa? Syal. Yang kita perlu apa? Kaca mata. Ada yang karena iman dia dapat. Tapi ada yang biar dia tidak dapat, dia tetap beriman. Buat saya yang kedua inilah lebih mahal. Biar dia tidak dapat tapi dia tetap beriman.

Walaupun Dia membunuh aku, aku tetap percaya kepada Tuhan. Haleluyah. Mengikut Yesus walau sendiri .. Mengikut Yesus walau sendiri .. Mengikut Yesus walau sendiri .. Ku tak ingkar .. Ku tak ingkar. Masa gara-gara saya sakit saja, saya musti mundur dari Tuhan? Masa gara-gara saya sakit telinga, musti mundur dari Tuhan? Masa gara-gara saya sakit tangan, musti mundur dari Tuhan? Masa gara-gara saya sakit menahun, musti mundur dari Tuhan? Aku tetap percaya kepada Tuhan, walaupun Dia membunuh aku. Saya mau tanya sama saudara, apa Tuhan membunuh Ayub? Kita buka Yohanes

10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Jangan percaya Tuhan akan membunuh saudara. Tuhan tidak akan membunuh saudara. Yang membunuh kita adalah Iblis. Yang mencuri iman, yang mencuri kesehatan adalah Iblis. Tapi Aku datang untuk memberi kepada saudara dan saya hidup, dan hidup itu kita dapatkan dengan berkelimpahan. Hidup berkelimpahan. Cerita Ayub harus diakhiri. Kalau nggak diakhiri nanti ceritanya bingung. Kita buka Ayub 

42:9 Maka pergilah Elifas, orang Teman, Bildad, orang Suah, dan Zofar, orang Naama, lalu mereka melakukan seperti apa yang difirmankan TUHAN kepada mereka. Dan TUHAN menerima permintaan Ayub.
42:10 Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.
42:11 Kemudian datanglah kepadanya semua saudaranya laki-laki dan perempuan dan semua kenalannya yang lama, dan makan bersama-sama dengan dia di rumahnya. Mereka menyatakan turut berdukacita dan menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan TUHAN kepadanya, dan mereka masing-masing memberi dia uang satu kesita dan sebuah cincin emas.
42:12 TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina.
42:13 Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan;
42:14 dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh.
42:15 Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka - Dulu anak perempuan tidak dapat pusaka tapi dikasih pusaka - di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki.
42:16 Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat.
42:17 Maka matilah Ayub, tua dan lanjut umur.

Haleluyah. Siapa yang ingin seperti Ayub, hidup seratus empat puluh tahun lamanya? Tapi pada sore hari ini, saya mau tanya, saya minta jawaban saudara: Apakah Tuhan bisa dipercaya dalam hidup kita ini? Amin? Makanya Ayub berkata: Walaupun Dia membunuh aku, aku tetap percaya kepada Tuhan. Pemain musik. Kita berdiri bersama-sama. 

                                                                                                                   -- o --

Minggu, 05 Oktober 2008

ALLAH YANG MAHATINGGI & yang MAHAKUASA

Renungan Firman kita baca dari Mazmur

91:1 Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa
91:2 akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."
91:3 Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.
91:4 Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.

Di dalam ayat ke-1, nama Tuhan disebut dengan 2 gelar. Yang pertama disebut El Elyon. Dan yang kedua Yang Mahakuasa, yaitu El Shaddai. El Elyon ini pernah berhadapan dengan Abraham. Di dalam kitab Kejadian 14, di sana El Elyon bertemu dengan Abraham. Ayat 18,

14:18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.

Kata Allah Yang Mahatinggi sama dengan Mazmur 91:1; Dia disebut Yang Mahatinggi. Dan disinilah El Elyon bertemu sebagai raja Melkisedek bertemu dengan Abraham.

14:19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,

Menurut saudara, El Elyon artinya apa? Kalau saudara perhatikan, saudara pasti tahu. Pencipta langit dan bumi! El Elyon artinya Pencipta langit dan bumi. Mazmur

91:1 Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa

Orang yang duduk dalam lindungan Pencipta langit dan bumi karena itu El Elyon namanya dan bermalam. Jadi kalau waktu siang dia berlindung di dalam Pencipta langit dan bumi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa, ini El Shaddai. El Shaddai juga pernah bertemu dengan Abraham. Orangnya sama Pribadinya sama tapi disebut berbeda. Dalam Kejadian 

17:1 Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.

Waktu siang orang duduk di dalam lindungan Yang Mahatinggi, El Elyon Pencipta langit dan bumi. Dan pada waktu malam dia bermalam dalam naungan lindungan dari El Shaddai.

Shaddai, saudaraku, itu banyak arti. Tetapi artinya ke semuanya, itu menunjuk kepada hal yang positif, kepada hal yang baik, kepada hal yang indah. Saya kasih ilustrasi mangga. Kalau saya bilang mangga, saudara bisa menyebutkan semua macam mangga dengan manisnya yang berlain-lainan tapi namanya sama adalah mangga. Ada mangga gedong, ada mangga kebembem, ada mangga arum manis, ada mangga golek. Mangga cengkir. Mangganya banyak. Semua mangga tapi manisnya lain. Oh, ini mah arum manis, ini mangga gedong, kalau ini mangga golek.   

Nah Tuhan dalam hal ini Dia merupakan diri menjadi 2 perkara dulu. Yang Mahatinggi atau El Elyon atau Pencipta langit dan bumi. Saudara mau apa, datang kepada Penciptanya. Kita duduk-duduk dengan Pencipta langit dan bumi. Dan pada waktu kita bermalam, kita bermalam dengan El Shaddai. El Shaddai ini banyak arti seperti mangga tadi.

Ada kata shaddai yang diambil dari kata payudara seorang ibu, shad, yang menyusui anaknya, berarti Allah yang memelihara. Tetapi ada kata shaddai datang dari kata sadat dari bahasa Akkadia, saddat. Saddat itu berarti yang berkuasa ... yang sangat sangat berkuasa. Ada lagi yang mengartikan shaddai itu sebuah gunung yang besar di mana banyak mengeluarkan mata air. Itu Tuhan kita disebut Shaddai.

Kata shaddai datang dari dua kata: shad dan dai. Shad itu yang sanggup, dai memelihara. Jadi Tuhan yang pada waktu malam Dia sanggup Pencipta langit dan bumi memberi apa yang menjadi keperluan saudara tetapi waktu bermalam Daud berkata, aku bermalam di bawah naungan dari El Shaddai. Dia sanggup memelihara Dia sanggup menjaga saudara, ada haleluyah?

Nah kalau saudara sudah tahu Tuhan kita seperti itu, kita tidak perlu takut lagi sebab ayat ke-2 berkata, orang yang suka duduk-duduk dengan yang Mahatinggi dan bermalam dengan Yang Mahakuasa, dia akan bicara begini sama Tuhan:

91:2 akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."

Saudara akan bicara kepada Tuhan. Bukan sama teman bukan sama saya. Dan sangat sangat jarang orang ngomong begini sama Tuhan. Kalau dia sembahyang seolah-olah dia nggak punya apa-apa: Tuhan, beri saya ini. Tuhan, saya minta ini, Tuhan saya ingin ini. Karena dia tidak tahu bahwa Tuhan itu El Elyon, Pencipta langit dan bumi. Semua yang saudara perlukan ada karena Dia Penciptanya.

Jadi, soal perjodohan sampai soal kebahagiaan sampai soal keuntungan sampai perusahaan, sampai keberhasilan di ladang Tuhan, Dia; yang punya itu Dia, ada sama Dia. Makanya Daud berdoa, perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku yang kupercaya. Dia nggak ngomong minta ini minta itu, tidak. Tempat perlindunganku artinya Tuhan pelihara. Kubu pertahananku artinya Tuhan jaga. Mau cari apa lagi di dunia? Dipelihara, dijaga, sudah. Kenapa tidak ada amin, tidak ada haleluyah? Karena saudara nggak pernah sembahyang seperti ini sama Tuhan. Nggak pernah. Tuhan, saya yakin Engkau kubu pertahananku dan Engkau tempat perlindunganku. Titik. Habis.

Waktu zaman revolusi, di daerah Purwakarta ke Subang, antara Subang - Purwakarta, ada tempat namanya sampai sekarang Nyalindung, yaitu tempat perlindungan. Kalau orang Cianjur waktu zaman Jepang - ini hebatnya orang Jepang. Dia cuma kirim satu tentara Jepang ... menakutkan luar biasa. Semua orang Cianjur itu berduyun-duyun ke Gunung Mananggel, berlindung di sana. Padahal yang datang cuma satu orang Jepang. Satu. Tapi satu itu menakutkan semua orang Cianjur.

Tapi Daud dia bilang, aku punya tempat perlindungan. Yang Maha Tinggi, El Elyon, aku punya tempat bermalam. Aku tidur dengan nyenyak. Yang Maha Kuasa, El Shadai. Shad, yang sanggup. Dai, memelihara. Dia sanggup memelihara saudara. Saudara mau punya anak satu, dua, atau dua belas, Dia sanggup pelihara asal saudara sanggup beranak. Dia sanggup pelihara saudara. Di tengah bahaya, di tengah gelombang percobaan, problem, persoalan, aniaya, pengkhianatan, hinaan, ejekan semua, Dia sanggup memelihara kita. Ayat 3,

91:3 Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.

Setan itu suka pakai yang kecil-kecil. Dia tidak pakai alat perangkap yang besar kelihatan. Penangkap burung. Dulu perkutut saya pernah lepas. Lalu kata teman saya, pakai saja piring kosong, diberdirikan pakai sumpit. Sumpitnya pakai tali. Di dekat piring itu taruhlah makanan sedikit. Kita intip dari jauh. Perkutut itu datang, makan. Dia nggak lihat ini sumpit, nggak lihat apa, dia lihat makanan. Dia makan, ditarik sumpit. Ketangkep lagi itu burung. Iblis itu suka pakai hal-hal yang kecil. Marah-marah kecil, dendam yang kecil, bikin ceritaan kecil, nggak senang sama orang, iri hati. Dia pakai itu. Tapi Sang El Elyon dan El Shaddai akan melepaskan kita dari jerat itu. Kita nggak akan sampai terkena jerat itu.

Yang kedua dikatakan, penyakit sampar yang busuk. Bayangkan saudara, tiga ribu tahun yang lalu Mazmur ini ditulis, penyakit samparnya baru sekarang. Ada Ebola, ada penyakit HIV, ada AIDS. Sekarang orang cuci tangan pegang apapun, tidak mau jabat tangan. Jabat tangan sama orang, wah ini bisa menular. Musti cuci tangan. Sepertinya Tuhan kita itu nggak mampu menjaga kita.

Seorang hamba Tuhan di Afrika, masuk di daerah yang sedang terjangkit satu virus yang sangat berbahaya, mematikan. Saya ingin lihat virus itu, katanya sama dokter. Dokter bilang, lihat ini. Pakai kaca pembesar dia lihat ... seperti ulat. Coba taruh di tangan saya, katanya. Kamu gila? Ini satu saja mematikan. Kenapa kamu berani? Coba taruh di tangan saya, coba. Dalam nama Tuhan Yesus, dia taruh di tangannya. Coba lihat sama kamu. Dokter lihat. Itu virus  semua mati. Jadi nggak usah cuci tangan-cuci tangan. Tangan kita itu penuh dengan kuasa.

Saya KKR di Bandung. Gereja yang dibikin di satu night club, jadi bau rokok. Itu gereja bau rokok karena malamnya night club, sorenya gereja. Karena saya sudah tidak tahan bau rokok itu, setelah saya khotbah, saya keluar, pulang. Asal diundang saya khotbah, keluar. Ketiga kali saya datang di situ, dibilang sama orang di sana: Pak Awondatu, kalau sudah khotbah jangan pulang. Saya minta jabat tangan, jabat tangan dulu di depan pintu. Saya bilang, aduh, cape. Oh bukan gitu ko Yoyo, ada ibu yang sakit, jabat tangan sama ko Yoyo, sembuh. Saya balikin, apa semua yang tabe sama saya sakit?

Tapi saya ambil pelajaran di sana. Itu ibu, dia punya iman. Asal saya jabat tangan pak Awondatu, saya baik saja. Ada dua ibu, satu di Jakarta, satu di Bandung. Cageur, langsung sembuh saat itu juga. Berarti saya dan saudara itu dilengkapi oleh El Shaddai dan El Elyon. Saudara teh ceuk sunda na ditangtayungan ku boga lakon, anu nyiptakeun langit bumi jeung sagala nu aya di jeurona. Tina jeruk nipis, jeruk purut, jeruk garut, jeruk bali eta nu nyiptakeun nana teh nu nangtayungan anjeun jeung dewek. Mun susundaan mah. Itulah Pencipta langit dan bumi, dia nangtayungan urang sadaya. Nangtayungan ... menjaga, memelihara kita. Saya yakin kok 100% lebih saya yakin, Tuhan itu menjaga dan melindungi kita. Jadi jangan takut penyakit sampar, AIDS, apalah.

Yang berikutnya ayat ke-4,

91:4 Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.  

Coba, dengan kepak-Nya Dia merupakan diri sebagai burung rajawali yang besar. Dia akan menudungi engkau. Kita teh tidak punya apa-apa seperti anak rajawali yang belum bisa apa-apa, ditudungin, dijaga. Kita belum mampu, belum apa-apa, di jaga dibawah sayap-Nya engkau akan berlindung. Kesetiaan-Nya ialah perisai. Ketika kita sudah dewasa, sudah bisa berperang, Dia memberikan kesetiaan-Nya sebagai perisai dan pagar tembok. Jadi kita selalu dilindungi oleh Tuhan. Saya ingin saudara melihat Keluaran 12, karena di situlah pertama orang Israel makan paskah bagi Tuhan. Keluaran 

12:4 Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.
12:5 Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
12:6 Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.
12:7 Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.
12:8 Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.

12:23 Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi.

Ini paskah pertama. Artinya paskah apa? Melewati! Umur setahun ambil itu domba, sembelih, darahnya ambil dengan hisop, taruh di atas pintu, di kiri kanan pintu darah.

2:23 ... ; apabila Ia melihat darah ...

Yang melihat darah bukan orang Israel. Yang melihat darah, Tuhan! Saya ulangi, yang melihat darah bukan kita, Israel rohani. Yang melihat darah di pintu itu Tuhan. Ketika Tuhan mau menulahi anak-anak orang yang sulung mati, binatang yang sulung mati Mesir juga tapi kalau Dia lihat di rumah itu ada tanda darah, Dia lewat. Itu artinya paskah ... Dia lewati. Tuhan lihat darah. Saya ingin saudara masukkan di pikiran, Tuhan lihat darah.

12:8 Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.

Daging itu dimakan setelah dipanggang. I Korintus

5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.

Kalau domba di Mesir saja domba biasa, darah domba biasa di taruh di atas 3 tempat pintu rumah, dilewati oleh Tuhan - darah domba biasa -, apalagi Darah Domba paskah kita darah Yesus? Itu sebabnya ketika saudara percaya kepada Yesus, Tuhan tidak lihat saudara apa adanya, Tuhan lihat saudara di bawah perlindundan darah. Tidak akan ada kematian. Itu sebabnya Dia lindungi saudara, itu sebabnya Dia jadi El Elyon, itu sebabnya Dia jadi El Shaddai ... menjaga memelihara saudara di segala masa, di segala waktu, di setiap waktu, di sepanjang jalan, karena apa? Karena Dia melihat darah Anak Domba Paskah, yaitu Yesus.

Tadi saya bilang dagingnya harus dimakan. Tahu nggak saudara, ketika saudara ikut perjamuan kudus itu, saudara akan merasa kenyang. Bukan kenyang secara jasmani tapi rohani kita kenyang. Kita selalu ada dapat kemenangan, selalu ada dapat penghiburan, selalu ada dapat penjagaan, selalu ada dapat victory, selalu ada dapat sukses karena kita sudah makan Anak Domba Paskah, yaitu Yesus. Maka Yesus berkata: PadaKu ada makanan yang kamu tidak tahu. Murid-murid bilang, siapa kasih makan Dia? Tidak makan apa-apa. Tapi padaKu ada makanan. Maka Yesus berkata, Akulah roti hidup dan air hidup. Siapa yang makan rotiKu badanKu tidak akan mati sampai selama-lamanya.

Itu sebabnya saudara, jangan main-main perjamuan kudus. Jangan asal-asalan. Sebab ini hanya bayangan dari kegenapan yang sesungguhnya. Makanya Yesus bilang, seberapa kali perbuatlah ini seberapa kali kamu perbuat untuk mengingat Aku. Domba Paskah itu. Kalau kita ingat Yesus, kita ingat darah-Nya. Sungguh heran darah-Nya Yesus ...  Darah-Nya amat kuasa ...

Tuhan tidak lihat seperti kita lihat. Kita lihat orang itu bersalah berdosa tapi kalau dia sudah di dalam Tuhan, Tuhan hanya lihat darah. Ketika Dia lihat darah Anak Domba Paskah, orang itu selamat. Ketika Dia lihat saudara, Dia tidak lihat saudara ... Dia lihat saudara di dalam darah Anak Domba Paskah. Maka ketika Dia lihat darah itu, saudara selamat. Tidak ada yang patut kita kuatirkan.

Heran darah Yesus .. Heran darah Yesus .. Heran darah Yesus .. Dia sucikan saya.

Dosa dapat ditebus hanya oleh darah Yesus .. Dosa dapat dihapus hanya oleh darah Yesus .. Oh darah yang kudus, darahnya Penebus .. Jiwaku ditebus  .. Hanya oleh darah Yesus.

Darah-Mu Yesus .. Sucikan saya .. Darah-Mu Yesus bebaskanku ..

Kita dijadikan baru. Haleluyah. Mari pemain musik. 

 -- o --

Minggu, 19 Oktober 2008

3B - BERSUKACITA, BERDOA, BERSYUKUR

Mari kita buka Tesalonika,

5:16 Bersukacitalah senantiasa.
5:17 Tetaplah berdoa.
5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Jemaat Tesalonika adalah salah satu jemaat yang diracuni oleh pelajaran sesat. Ketika Paulus melihat bahwa jemaat di Tesalonika sempat bimbang menjual barang-barang, menjual harta benda karena ada orang mengajar tidak lama lagi Yesus datang, maka dengan segera Paulus menulis dua surat. Surat Tesalonika yang pertama dan surat Tesalonika yang kedua. Dalam surat Tesalonika yang kedua, dia beberkan semua kepalsuan dari ajaran-ajaran yang salah itu. Dia beberkan, dia ajarkan kesalahan dari jemaat Tesalonika dengan mempercayai ajaran yang tidak betul.

Dan anehnya orang itu lebih percaya yang tidak betul dari pada yang benar. Selalu. Aneh itu biar segala apa. Pokoknya yang betul, yang benar tidak dipercaya. Yang tidak benar justru dipercaya. Itu sebabnya dia tulis dalam surat I Tesalonika 5. Setelah lima pasal dia tulis menghadapi, dia mau terangkan bahayanya ajaran sesat, ajaran palsu. Perhatikan ayat 15 sebelumnya,

5:15 Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.

Tadi kita dengar seorang bersaksi tentang kakaknya seorang yang baik. Saya ingin orang lain juga bercerita tentang kita, bahwa saudara jemaat di GPdI Cianjur juga orangnya baik-baik. Ada haleluyah? Jadi kebaikan saudara-saudara itu harus diingat oleh orang.

B yang pertama, ayat 16: Bersukacitalah senantiasa.

Rejoice always. Kalau bersukacitalah, itu masih kita mengerti. Tapi itu senantiasa itu yang susah. Bersukacitalah senantiasa. Saya minta kepada Tuhan: Tuhan, biar apa saja Tuhan beri sama saya, saya ingin belajar bersukacita senantiasa.

Bersukacitalah senantiasa. Susah, susah, sukar dikerjakan. Hati yang gembira adalah obat .. S'perti obat hati yang senang .. Tapi semangat yang patah .. Keringkan tulang .. Hati yang gembira .. Tuhan senang.

Kemungkinan besar Paulus mengetahui kesukaan Tuhan jikalau putra-putri-Nya, anak-anak-Nya, umat-Nya tahu bersukacita. Hati yang gembira adalah obat. Kalau saudara pundung, saudara rugi sendiri. Saudara terus yang rusak, berkat saudara jauhkan. Itu berkat buat saudara karena saudara pundungan, saudara jauhkan.

Kalau saudara sedih, kalau saudara pahit terus, hati saudara pahit. Lidah saya pernah pahit. Makan apa saja pahit. Minum air saja pahit karena lidahnya pahit. Demikian juga kita. Kalau hati kita pahit, Tuhan kasih apa saja, kita tidak lihat kebaikan-Nya. Apapun kelihatan pahit, apapun kelihatan pahit. Nah, itu sebabnya, saudara, bersukacitalah senantiasa. Karena ini rahasia dari Tuhan. Sebab orang bersukacita itu adalah obat yang sebenarnya. Bersukacitalah senantiasa. Sekarang saya mau tanya saudara: Saudara senang toko dengan pelayan yang datang menanya saudara dengan senyum, dengan manis atau yang cemberut? Yang manis.

Demikian juga kita. Tuhan senang kepada umat Tuhan yang tahu bersukacita. Problem ada, tekanan hidup ada. Tekanan hidup itu yang membuat kita ingin lekas lepas dari dunia ini. Tekanan hidup itu bisa membuat kita ingin mati. Ini terjadi di Amerika. Orang India tinggal di Amerika bertahun-tahun. Dia punya saham, ribuan saham. Satu harga sahamnya, satu harga dari ribuan mungkin ratusan ribu saham dia, satu harga sahamnya seratus dolar. Bayangkan kalau seribu saham, seratus ribu dolar. 

Waktu kemarin anjlok Wall Street, saham dia jatuh sampai dua puluh lima sen dolar. Sembilan puluh tujuh setengah persen jatuh. Nah, karena imannya bukan karena Tuhan, imannya bukan karena firman Allah, imannya ditaruh pada kekayaan, imannya ditaruh kepada harta benda bukan kepada Tuhan Yesus, maka dia langsung ambil pistol, tidak berunding dulu, dia tembak ibunya, dia tembak ayahnya, dia tembak mertuanya, dia tembak tiga anaknya, lalu terakhir dia tembak dirinya. Karena dia tahu dengan saham yang dua puluh lima sen, dia tidak bisa bayar hutang kepada orang lain.

Bohong kalau dunia menawarkan sukacita. Bohong. Saudara bisa tertawa di dunia tapi sebetulnya menangis. Itu buktinya. Tetapi kalau ikut Tuhan, memang kadang-kadang susah tapi senang. Susah tapi senang. Kalau sudah nangis di kaki Tuhan rasanya plong, rasanya hati senang. Saya pernah dengar orang nyanyi  Hati senang .. hati senang - keluar air mata - Hati senang .. Di dalam Tuhan.

Rahasia pertama, B yang pertama, Tuhan kasih kepada kita adalah bersukacita. Karena apa saudaraku? Bersukacita itu adalah obat. Dan kata senantiasa itu saya juga tidak bisa terangkan tapi mustinya terus menerus kita bersukacita. Terus bersukacita. 

Saya kasih ilustrasi. Orang yang cemberut memakai 51 syaraf muka. Orang yang tersenyum hanya memakai 17 syaraf, cuma 1/3 nya. Jadi kalau saudara mau awet muda, nggak usah diruru, nggak usah ditarik-tarik ke atas tetapi mari saudara banyak senyum. Bahasa Roh yang pada Kisah Rasul 2 diturunkan itu 17 bahasa. Negara Republik Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus. Saudara senang dengan B yang pertama? Bersukacitalah. 

Ini kesaksian hidup dari hamba Tuhan masih hidup 90 tahun. Dia masih selalu kirim kepada saya email dari Amerika, Richard Weimbrand, dianiaya disiksa 14 tahu di Rumania oleh komunis. Dia dimasukkan ke satu kerangkeng yang hanya 1 meter x 1 meter x 1 meter. Dia duduk sila. Nanti pada hari sabtu dibuka kerangkengnya suruh jemur di luar. Sudah berjemur dimasukkan lagi ke situ. Makanannya seminggu dikasih sop lainnya tiap hari dikasih roti kering. 14 tahun.

Satu kali dia baca Alkitab. Dia buka injil Lukas 6, Tuhan Yesus bilang: Bersukacitalah kalau kamu dianiaya, kalau kamu difitnah, kalau kamu dibenci, kalau kamu dicurigai, kalau kamu dikuntit oleh FBI, dianggap kamu berbuat jahat pasti berbuat ngaco ... bersukacitalah kamu. Dia bersukacita, dia bilang: Tuhan, kalau firman-Mu ini benar, aku akan lakukan.

Lalu waktu hari sabtu dibuka, dia keluar. Dengan badan yang lemah, dia angkat tangannya haleluyah .. haleluyah, puji Tuhan. Terus tangannya kuat. Terus dia penuh Roh Kudus. Penjaga bilang, ada apa ini? Dia sedang berbahasa roh. Dianggap gila dia. Dan kalau di Rumania ada tahanan gila, musti dikasih susu sebanyak-banyaknya, roti sebanyak-banyaknya, sop sebanyak-banyaknya. Lalu dia diambil dari kerangkeng itu didudukkan di meja. Sop besar, roti banyak, susu disuruh minum. Bersukacita itu adalah obat.         

Memang ditinggal anak susah. Ditinggal ayah ibu, susah, sedih. Namanya juga hubungan keluarga. Saya ini sudah anak yatim piatu, tidak ada mama, tidak ada papa. Tapi Tuhan Yesus berjanji, Aku tidak akan tinggalkan kamu yatim piatu. Dengan ayat itu, saya bersukacita. Saya tidak yatim piatu. Mama papa boleh mendahului tapi Tuhan Yesus tetap bersama dengan saya. Saudara mau bersukacita?  

B yang kedua, ayat 17, 

5:17 Tetaplah berdoa.

Bahasa Inggris, berdoa senantiasa. Pray without ceasing. Saya tanya, saya belajar, bagaimana ini berdoa senantiasa.

Saudara, Tuhan tidak lihat panjang atau pendeknya doa. Tuhan tidak dengar istimewa atau tidaknya doa. Ada orang berdoa sampai 8 jam tapi Tuhan tidak jawab. Elia berdoa kurang dari 1 menit, api turun dari langit. Jadi bukan panjang atau pendeknya kita berdoa Tuhan jawab tapi berkenan atau tidaknya Tuhan terhadap doa kita. Itu sebabnya doa harus menjadi sikap hidup. Ketika kita naik mobil, hati kita akan berdoa: Tuhan, tibakan saya di tempat tidak kurang suatu apa.   

Waktu kita di kantor, waktu kita bekerja, di mana kita berkarya, sikap hidup kita harus tetap di dalam doa. Melihat anak kita tumbuh, doakan. Melihat cucu kita, kita doakan. Ada doa keluar dari mulut tapi saya pernah bilang sama saudara, lebih baik hati tanpa kata-kata dari pada kata-kata tanpa hati. Dan B yang kedua ini, Tuhan taruh di tengah dari 3B ini. Memang paling susah dimengerti ini berdoa. Dan berdoa bisa dilakukan oleh orang kaya atau orang miskin. Kalau nyumbang orang miskin mungkin tidak bisa, orang kaya bisa nyumbang. Beli mobil orang kaya bisa, orang berada bisa tapi orang karyawan kecil belum bisa beli mobil.

Sekarang di Jakarta sedang ada revolusi, orang meninggalkan sepeda motor, naik sepeda ontel. Waktu saya lihat tadi, ada 200 sepeda ontel dipajang di dekat Hotel Indonesia. Waduh, tertarik, pengen juga beli itu sepeda ontel. Dunia tidak bisa memuaskan. Dulu kita sudah punya sepeda ontel, dijual, kumpulin untuk beli sepeda motor. Saudara, saya ingin katakan kepada saudara, Tuhan juga nggak perhatikan saudara ke gereja pakai baju apa, bermerk apa tidak. Potongannya bagaimana.

Tetapi berdoa senantiasa bisa dilakukan oleh siapa saja. Ko Yoyo, bagaimana sih kalau sembahyang? Saya nggak tahu berdoa harus bagaimana? Sekarang saya tanya: Ibu, kalau ibu panggil tukang tahu, ngomongnya bagaimana? Kang, ka dieu. Tahu sabaraha? Meuli sapuluh. Bisa? Bisa itu mah. Nah, begitu, kepada Tuhan itu begitu. Tuhan, ke sini, tolonglah saya. Apa yang saya harus lakukan. Berkati toko saya. Sama. 

Saya akan membandingkan 2 macam doa. Doa yang panjang dan doa yang pendek tapi Tuhan jawab bukan doa yang panjang justru Tuhan jawab doa yang pendek.

Dalam injil Lukas ada satu cerita orang Parisi dengan pemungut cukai. Wah, orang Parisi bangga dengan mengangkat tangan: Ya Tuhan, aku bersyukur kepadamu, aku bukan penjahat, aku bukan orang lalim, aku bukan pemungut cukai, aku berdoa 2 kali seminggu senin dan kamis, aku membawa  persepuluhan. Yang kedua mau angkat muka saja nggak berani. Dia pukul dadanya: Ya Tuhan, kasihanilah aku orang berdosa. Orang yang kedua dibenarkan waktu pulang. Apa salah doa panjang? Tidak salah. Tapi doa panjangnya itu sombong, menganggap diri lebih baik dari pada orang lain.    

Awas ya kalau berdoa, aku adalah cacing di hadapan-Mu. Dosa loh saudara ngomong begitu. Jangan doa begitu, ya. Kalau kita cacing, Bapa kita apa? Liong? Dulu di luar Kristus kita cacing tapi setelah di dalam Kristus kita anak-anak Raja.  

Kadang-kadang ada yang bersaksi juga: Saudara-saudara, saya sudah minta kepada Tuhan, walaupun saya tidak menjadi terang yang besar, saya sudah minta kepada Tuhan jadikanlah saya menjadi lilin yang kecil saja. Puji Tuhan, sudah 20 tahun terakhir tidak ada yang bersaksi gitu. Tuhan Yesus jadikan kami lilin yang kecil saja. Lilin yang kecil disukai oleh anak kecil untuk urusan kecil di kamar kecil.

Apa kata firman Allah? Engkau adalah terang dunia. Kota di atas bukit tidak mungkin tersembunyi karena engkau adalah terang dunia. Maaf, kalau pada zaman rameutuk, dia selalu datang kepada terang. Dia tidak peduli itu terang petromak, itu terang lampu, itu terang obor - apa saja, dia datang kepada terang. Itu sebabnya kalau saudara menjadi terang dunia maka dunia akan tertarik kepada saudara, saudara bisa menarik jiwa. Bukan hanya senyum bersukacita tapi saudara juga tahu berdoa, tahu membawa Tuhan dalam kehidupan saudara.

Nyanyian GPdI kuno dulu dari Pekalongan Berdoalah waktu pagi .. Berdoa juga waktu siang .. Waktu masuk matahari .. Bikin hatiku senang. Saya kira itu doa pagi itu kalau kita pagi kita berdoa, siang kita doa lagi - kaya Daniel, malam kita doa lagi. Tetapi maksudnya nyanyian itu, berdoalah waktu pagi. Sekarang saya sudah 60 tahun saya sadar. 20 tahun pertama itu waktu pagi. Buta tulang buta daging. Nah, waktu muda itu 20 tahun pertama, berdoa. Banyak berdoa.

Siang, 20 tahun kedua, 40 tahun. Dari 20-40. Waktu siang, musti banyak berdoa. Pada 20 tahun kedualah, saya menikah. Pada 20 tahun kedualah saya punya anak. Berdoa juga.

Waktu masuk matahari, nah ini 60 tahun. 20 tahun ketiga. Nah, saya belum tahun 60 tahun ini apa jam 3 sore, apa jam 4 sore, apa jam 5 sore, saya tidak tahu. Kita tidak tahu. Tapi ketika sudah sampai ini, kita harus banyak sembahyang. Ada yang lebih dari saya usianya. Bagi kita yang sudah 60 kepala 6 sudah mulai berpikir, kapan Tuhan panggil saya. Kalau yang 20 tahun pertama boro-boro mikir. Apa yang terjadi, saudara? Karena dia tidak mikir kematian.

Saya pernah mengubur orang di bawah 20 tahun. Saya sering mengubur 40 tahun ke bawah. Saya juga baru mengubur beberapa jemaat 60 tahun ke bawah. Ada yang saya kubur 60 tahun ke atas. Itu sebabnya berdoa without ceasing, berdoa tanpa henti, itu harus menjadi kehidupan kita ... menjadi jalan hidup kita. Berdoa. Berdoa. Berdoa.

Kita tahu Tuhan berbicara, kedengarannya bukan di kuping ini, kedengarannya di hati.

Berdoa itu berdua antara saudara dengan Tuhan. Kita nggak bisa main pakai kedok sama Tuhan. Tuhan sudah tahu modal kita, Dia sudah tahu siapa kita. Dia - menurut Ibrani 13, kita telanjang di hadapan Tuhan, terbuka kita. Nggak ada yang bisa sembunyi dari firman Allah. Kelihatan kok.

Saya suka kecewa kalau ada orang yang dulu bicara sama saya begini-begini, ketika setelah sekian tahun saya tanyakan, dulu kan you ngomong begini-begini, saya nggak pernah ngomong. Padahal dia mulutnya dia saya ingat, dia ngomong begini-begini. Tapi ketika kita ditanya, dulu ngomong begini-begini, nggak saya nggak ngomong. Itulah manusia.

Tapi Tuhan, mau apa kita sama Tuhan? Makanya waktu kita berdoa kepada Tuhan, berdua. Jadi jangan ngurusin orang lain. Jangan ngurusin si ini jelek, si itu jelek, jangan. Urus diri kita benar nggak di depan Tuhan. Kalau ada salah, ampuni Tuhan salah saya. Kalau minta bimbingan Tuhan, bimbing saya. Selesai kita doakan diri kita, baru kita domong orang lain. Saya mah tahu sih orang yang banyak berdoa, dia nggak suka ngomongin orang lain. Dia tidak akan seperti orang Parisi tadi. Dia tidak menilai orang yang lebih kecil dari dia.  

Kalau saudara tahu harganya berdoa, saudara akan tahu betapa sayangnya Tuhan Yesus kepada saudara. Dia tidak mau melihat saudara menderita. Dia tidak mau melihat saudara di dalam persoalan; Dia ingin menyenangkan hati kita. Cuma kita tidak sadar, kenapa? Kita tidak tahu denyut jantungnya Tuhan keinginannya Tuhan apa. Dan bagaimana kita mau tahu kalau kita tidak berdoa. 

Guru saya, almarhum Pendeta WW Patterson, dia naik mobil di Amerika. Es sudah baru mulai turun. Jadi nggak bisa kelihatan ini jalan. Jalannya kaya tetap abu-abu tapi sudah ada lapisan es. Di tikungan slip. Slip arahnya ke jurang. Tidak bisa dikendalikan. Rem juga tidak bisa. Maju terus. Dia cuma berkata: Yesus. Maka ban mobil itu berhenti persis di pinggir jurang. Ada haleluyah? Karena dia punya hati. Ngomongnya cuma: Yesus. Coba kalau dia bilang: Bapa kami yang di dalam sorga .. Dipermuliakanlah nama-Mu .. Datanglah Kerajaaan-Mu .. Di bumi dan di sorga .. Berikanlah pada kami .. Sudah nangkarak, sudah begini  mobil, sudah mulai jatuh .. Jauhkanlah kami dari .. Jedot. Maka kita harus tahu kapan kita pakai doa.  

Seringkali kita takut sesuatu yang tidak perlu. Tuhan kok yang jalan di atas laut, kita bilang hantu. Sampai Yesus berkata, di manakah imanmu? Bahasa Inggris bilang, kenapa kamu tidak punya iman?  

Ada satu lagu yang terkenal  Bukan kuat hei .. Bukan gagah hei .. Oleh Roh-ku kata Tuhan .. Gunung tinggi dipindahkan .. oleh Roh-Ku kata Tuhan.

Kita seringkali nyanyi dengan sukacita tapi kita tidak punya iman bahwa gunung-gunung-gunung-gunung persoalan saudara akan dipindahkan. Yesus bilang begini: Kalau engkau mempunyai iman sebesar biji sesawi, engkau bisa berkata kepada gunung ini, terangkat tercampaklah ke dalam laut.

Ibu Kristin ada di sini? Dia kesaksian hidup. Dia dulu ada tumor. Waktu saya bezuk pagi-pagi, dia bilang, kenapa ya ini ada tumor? Tahun 74, saya tidak lupa. Bagaimana ya? Saya bilang, kalau mau cepat suruh dokter saja potong. Tapi kalau pakai iman, dalam nama Yesus, suruh dia hai tumor pergi. Dia bilang, dalam nama Yesus hai tumor pergi. Masih ngajendol sagede bal bekel. Dalam nama Yesus, tumor pergi. Masih ngajendol. Dalam nama Yesus, hai tumor pergi. Semingu masih ada. Terima kasih Tuhan, Engkau sudah bikin tumor itu pergi. Setelah satu mingu kemudian, sudah hilang. Kemana dia si tumor itu? Ke Timor Timur, saudara. Tumor itu hilang. Ada haleluyah? Itu sebabnya pentingnya berdoa.    

Dan orang berdoa ada tanda: Tidak medit. Orang yang banyak berdoa suka berdoa, tangannya terbuka. Karena dia akan seperti Juru Selamat.  Yesus juga waktu mati tangan-Nya terbuka. Tangannya terbuka .. Menunggulah ...

Saudara, lebih baik tangan yang memberi dari pada yang menerima. Saya tidak setuju banyak pendeta di Jakarta suka begini: Sebentar kita akan doa berkat. Tadahkanlah tangan saudara untuk menerima berkat Tuhan. Saya mah nggak mau. Ini mah kalau mau nerima BLT. Mau menerima beras raskin, ya begini ... tadahkanlah. Berkat dari Tuhan mah nggak bisa dipegang begini. Limpah, saudara. Kalau ada jemaat cacat nggak ada tangannya, apanya mau ditadahin? Tapi dia punya iman? Itu sebabnya saudara lebih baik kita berdoa.

B yang ketiga, yang terakhir.  

5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

B yang ketiga, bersyukur. Bersyukur itu saudara sama dengan berterima kasih. Ajarku Tuhan .. Berterima kasih. Kalau saya ketemu dengan teman yang lama nggak ketemu, dia tidak tanya berapa mobil kamu sekarang? Rumahmu luas tanahnya berapa? Tidak. Dia nanya: Anak sudah berapa? Cucu sudah berapa? Bersyukur. Bersyukur bahwa hidung kita itu menghadap ke bawah tidak ke atas. Coba kalau hidung kita ngadap ke atas, musim hujan begini, becek saudara. Bersyukurlah kepada Tuhan. Berterima kasihlah sama Tuhan. Kalau saudara berterima kasih, sesuatu yang jelek menjadi indah bagi saudara. Bersyukur, berterima kasih. Yesaya 46:4 dikatakan Sampai masa tuamu .. Aku Yesus tetap Dia .. Dan sampai putih rambutmu .. Aku menggendong kamu.

Marilah kita bersyukur berterima kasih. Saya tidak larang ibu-ibu yang mau dicat rambut, silahkan.

Bahasa Sunda, saya pakai istilah uyuhan sampai saat ini Tuhan masih memelihara kita. Di tengah dunia yang bergejolak ini harga-harga semua naik, ada barang tidak ada uang untuk beli. Karena seluruh dunia kacau sekarang. Cina juga sekarang ikut kacau. Kemarin dia masih kuat bisa bantu Amerika tapi ternyata dia juga kacau. Pasar modal semua ribut anjlok semua di mana-mana. Tetapi mari kita belajar bersyukur berterima kasih kepada Tuhan. Bersyukur dengan apa yang ada sama saudara. Bersyukurlah. Terima kasih sama Tuhan. 

Terima kasih untuk kota Cianjur. Minta sama Tuhan beri keamanan. Minta sama Tuhan supaya Cianjur diberkati. Supaya Cianjur aman. Supaya Cianjur diberkati oleh Tuhan. Sebab kalau Cianjur diberkati, kita juga terbawa, kita diberkati juga. Kalau Cianjur aman kita juga terbawa, kita diam di dalam keamanan. Mari bersyukur. Saudara mau beryukur kepada Tuhan?  

Saya tutup dengan satu ilustrasi.

Satu pemuda datang sama satu pendeta: Pak pendeta, saya mau minta dibantu doa. Rasanya doa saya tidak dijawab. Kenapa tidak dijawab? kata pendeta. Saya minta kepada Tuhan untuk mendapatkan jodoh wanita yang cantik, yang tinggi, yang rambutnya panjang, yang mancung, cantiklah pokoknya. Tapi sampai saat ini saya belum dapat. Oh, pendeta bilang: Pakai 3B.

Maksudnya apa? Yang pertama, bapa harus Berusaha. Oh, saya sudah usaha, saya cari kesana kemari. Tapi belum ketemu. Kalau begitu, yang kedua, anda musti Berdoa. Saya sudah berdoa. Berdoa saya juga tapi belum dapat juga. Yang ketiga, anda musti Berpuasa. Puasa sudah, senin kamis saya puasa tapi belum dapat juga. 

Wah kalau gitu, anda musti punya B yang keempat. Apa? Bercermin. Atuh Cepot hayang kawin jeung Lady Di, kumaha atuh. Bercerminlah. Jadi kita musti tahu diri juga sampai di mana, siapa kita. Jangan macam-macam.

Malam hari ini, B yang pertama apa? Bersukacita. Yang kedua? Berdoa. Yang ketiga? Bersyukur.

Mari kita praktekkan malam hari ini. Tolong pemain musik.   

 -- o --

Minggu, 26 Oktober 2008

LARI

Ada 2 macam arti dari lari. Ada lari yang positif, ada lari yang negatif. Atau ada lari yang bagus, ada lari yang jelek.

Nah, kedua-duanya kita akan belajar. Yang kita nyanyikan tadi, kita lari yang bagus, kita larinya kepada Yesus. Pada waktu hati kita penuh sengsara, penuh keraguan, tersendiri, tidak ada teman, lari kepada Yesus karena itu disuruh diperintahkan oleh firman Tuhan. Itu lari yang bagus.

Kita akan lihat yang pertama dalam Ibrani

12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Di dalam ayat itu tidak ada satupun kata lari. Hanya disebut perlombaan. Tetapi dalam salinan bahasa Inggris, ada itu kata lari. Dengan jelas sekali, ... let us run. Run itu kan lari.

Lari di sini oleh Tuhan diumpamakan dalam satu perlombaan. Lalu Tuhan bilang, ada satu setting. Dia sudah setting, berlomba itu ke depan. Tidak pernah berlomba mundur. Berlomba itu ke depan. Jadi Dia setting. Mari kita lari. Lari ke mana Tuhan? Lari ke sana, ke depan. Sudah ada tujuan, kita harus lari ke sana. Tuhan sudah tunjuk, itu pertandinganmu, itu gelanggangmu, lari ke sana.

Untuk lari, banyak yang harus kita buang beban. Sebab kalau kita lari dengan membawa setengah karung beras, tidak bisa cepat. Atau, kita berlari dengan membawa kaleng kerupuk yang besar itu, kita tidak bisa lari cepat. Atau, saudara lari sambil membawa emas 100 kilo, tidak bisa saudara lari. Itu sebabnya tanggalkan beban dan tanggalkan dosa supaya kita bisa lari dengan tekun. Kata tekun itu larinya lari jarak panjang. Bukan dash 100 meter tetapi larinya lari maraton. Pak Harto selalu bilang, Alon alon waton kelakon ... biar pelan tapi sampai. Dari pada cepat kelenger di tengah jalan. Pelan. Sebab larinya nggak lari pendek tapi larinya lari jarak jauh. Itu sebabnya beban-beban yang terlalu berat harus dibuang.

Saudara bisa lihat di Olympiade, pelari sekarang tambah minim semua. Tidak ada. Hanya kemarin saya di Cirebon ada orang berenang wanita, dia berenang memakai celana panjang hitam, memakai baju panjang hitam dan memakai jilbab. Dia berenang. Saya kira swike dari mana itu. Ternyata orang yang sedang berenang. Dia bisa berenang tapi tidak bisa cepat.

Tahukah saudara yang dapat sampai 8 medali emas Mike Phelp dari Amerika, itu memakai pakaian yang khusus, sampai air itu tidak bisa nempel. Jadi dia memakai pakaian khusus yang diizinkan dia bisa berenang begitu cepat seperti lumba-lumba. Sejarah dunia.

Tuhan berkata, ayo sekarang ada perlombaan kamu harus lari. Lari kepada sesuatu yang ada di depan kita yang Tuhan sudah tentukan. Tetapi banyak kali kita salah. Kita salah mengunakan kata lari ini. Kita seringkali lari dari hal kepada hal yang tidak baik, lari dari panggilan, lari dari Tuhan, meninggalkan Tuhan, meninggalkan hal-hal yang baik, dan kita berlari mencari pertolongan dari dunia.           

Kita mau melihat yang pertama yang jelek dulu ya di dalam Markus

14:50 Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.
14:51 Ada seorang muda, yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup badannya, mengikuti Dia. Mereka hendak menangkapnya,
14:52 tetapi ia melepaskan kainnya dan lari dengan telanjang.

Kita musti mengerti, kita musti maklum siapa ini pemuda yang memakai kain lenan halus.

Menurut Wahyu 19:8, kain lenan halus ini adalah perbuatan yang baik dari orang-orang benar. Tetapi ketika dia ikut Yesus, orang mau menangkap dia juga, dia lepaskan kain lenan itu, dia lari dengan telanjang meninggalkan Yesus. Ini lari juga tapi larinya salah. Tidak ke arah yang ditunjuk Tuhan, dia lari meninggalkan Tuhan Yesus. Bahkan membuang pakaian kebenaran.

Kain lenan adalah bayangan perbuatan yang baik. Kebiasaan yang baik itu dibuang; dia lari dengan telanjang. Kata telanjang sama dengan kata telanjang waktu Adam dan Hawa kehilangan kemuliaan makan buah itu mereka telanjang. Dan karena mereka telanjang, mereka bersembunyi. Ketika Tuhan ingin menemui Adam dan Hawa; mereka tidak berani karena mereka telanjang.

Menurut Ibrani 13, kita memang semua telanjang di hadapan Tuhan. Walaupun kita memakai apapun juga kita telanjang. Tetapi ini adalah bayangan orang melarikan diri dari Yesus, dia punya pakaian kemuliaan dia punya kain lenan halus perbuatan yang baik dibuang ditinggalkan dengan Yesus, dia lari dengan telanjang. Biar kehilangan kemuliaan Tuhan. Biar disebut orang kafir. Pokoknya nyelamatkan diri dulu, lari dengan telanjang. Tinggalkan Yesus. Tinggalkan pakaian kebenaran.

Yang saya paling ngeri ayat di Firman Allah bahwa di akhir zaman banyak orang murtad. Dikatakan, banyak orang murtad ... ngeri saya bacanya. Artinya, dulunya kristen dulunya kebaktian, tidak setia sampai mati, setengah jalan murtad. Sama dengan murid ini, dia sedang mengikuti Yesus - semua murid ayat 50 tidak terkecuali -, semua murid lari.

Kalau kita tanya mereka, apa engkau mengasihi Yesus? Kami mengasihi Yesus. Sampai Petrus sumpah-sumpah: Orang lain boleh meninggalkan Engkau tapi aku Petrus tidak akan meninggalkan Engkau. Tapi di situ dikatakan, semua lari meninggalkan Yesus. Bahkan ada yang meninggalkan pakaian kain lenan halus.

Yang kedua kita akan melihat kitab nabi Yunus          

1:1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:
1:2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku."
1:3 Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.
1:4 Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.
1:5 Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak.

Saudara lihat ke depan. Tuhan suruh Yunus naik ke utara, yaitu ke Niniwe. Niniwe itu bagian utara. Yunus memang nabi untuk Israel utara. Diutus, Tuhan yang suruh. Kamu pergi ke sana. Kasih peringatan kepada rakyat Niniwe bahwa kejahatannya sudah naik di hadapan-Ku; Aku tidak tahan lihat kejahatan-Nya. Kamu pergi. Kamu utusan-Ku. Apa yang terjadi? Yunus pergi ke selatan. Kalau saudara menggambar mata angin, utara itu di atas, selatan itu di bawah. Dan memang dia ke selatan ke Tarsis, dia naik kapal laut.

Orang zaman dulu susah naik kapal laut kalau tidak punya uang banyak. Yunus punya uang banyak tapi hidup di luar kehendak Tuhan. Dia naik kapal laut. Dia kira bisa sembunyi dari Tuhan. Sebab dua kali disebut, jauh dari hadapan Tuhan ... jauh dari hadapan Tuhan. Dia berlari-lari ke selatan untuk menjauh, dia naik kapal. Dari kapal dia masuk ke dek bagian bawah lalu tidur nyenyak. Disangkanya Tuhan bisa nggak lihat dia. Tuhan bilang, Yunus kamu mau sembunyi dari pada-Ku, salah sembunyi di situ, Aku kasih lebih dalam lagi. Maka Yunus masuk di perut ikan itu. Tuhan yang suruh ikan, telan Yunus. Itu sembunyi yang betul itu di perut ikan. Tahu rasa dia.

Orang yang lari dari hadapan Tuhan, orang yang lari dari petunjuk Tuhan, orang yang lari meninggalkan panggilan Tuhan, dia rohaninya akan turun, turun, turun, turun ... sampai di dek ... turun, akhirnya rohaninya tidur. Setelah rohani tidur, dibangunkan, dimasukkan ke laut, dimakan ikan. Ditelan.

Dua cerita mengenai orang berlari yang negatif ini kiranya menyadarkan kita bahayanya zaman sekarang ini. Sebab lagu dunia sekarang sama, di seluruh negara: Ketakutan. Lagu dari bank-bank di dunia, ketakutan.

Hari jumat kemarin seluruh saham di dunia turun harganya. Sampai sekarang saya tidak mengerti yang dimaksud saham itu bagaimana, ada short selling saya nggak ngerti bagaimana. Tetapi semua orang kaya berteriak karena uangnya semua di saham. Ketakutan. Mereka lari ke mana. Ada yang ke presiden, minta telepon sama George Bush, minta talangan duit 700 triliun, 700 miliar dolar. Inggris yang tidak pernah kolaps. Nastak tidak pernah 8.000, turun sekarang.

Jadi orang ahli ekonomi bingung, ini kenapa. Kalau kita orang kristen kita sudah tahu sebab Yesus sudah bilang, di akhir zaman ekonomi akan kalut sebab mempersiapkan akan kedatangannya antikristus. Nanti antikristus akan datang seperti jadi juru selamat, dia bikin tenang perekonomian dunia sampai dunia nanti nyembah sama antikristus. Tapi kita sudah tahu kalau kita belajar kitab Wahyu, kita sudah tahu bahwa kesulitan ini ... apa katanya? Gandum secupak satu dinar harganya, jelai 3 cupak satu dinar harganya. Tapi minyak dan anggur jangan engkau jamah. Minyak dan anggur, Firman dan Roh Kudus, orang-orang percaya ... jangan diganggu. Tuhan pelihara kita.

Itu sebabnya yang paling aman, lari kepada Yesus.

Ini orang melarikan diri dari Tuhan akhirnya ketemu ikan. Ini anak yang muda yang telanjang tadi kita musti ngerti saudara, itu adalah Markus sendiri yang menulisnya, penulis injil Markus. Dia sendiri, dia sedang cerita, dia jujur. Tapi dia tidak sebut namanya, ada anak muda yang sedang mendengarkan firman, dia lari meninggalkan Yesus telanjang bulat.

Sekarang kita mau lihat yang positif. Kalau negatif tandanya apa? Minus. Kurang terus. Dikasih berapa juga kurang. Kalau positif, plus. Biar bagaimanapun juga harus selalu plus.

Apapun persoalan, apapun yang dihadapi, jawabannya ada di dalam Yesus. Lari kepada Yesus. Jangan kau ketakutan. Pergi ke Yesus. Tuhanmu itu Yesus bukan orang biasa. Kalau kita berdosa disucikan, lari kepada Yesus. Matius   

10:22 Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
10:23 Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.

Yesus sendiri bilang, lari; Dia yang suruh. Tetapi bukan lari dari pada-Ku, lari dari kota ke kota. Kalau kamu di satu kota ini kamu akan menghadapi ancaman keselamatan, lari. Kamu dibenci oleh karena nama Yesus, lari ke tempat lain.

Iman itu jangan sampai salah.

Tuhan itu Tuhan yang setia kepada janji-Nya; Dia tidak pilih kasih. Dia tidak melihat orang tingkat derajat sosialnya, nggak. Sorga itu untuk semua orang yang percaya, untuk umat Tuhan yang percaya kepada Dia. Lari. Berikut, Matius

24:15 "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel - para pembaca hendaklah memperhatikannya -
24:16 maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.
24:17 Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya,
24:18 dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.
24:19 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.

Karena dia nggak bisa lari, orang hamil nggak bisa lari cepat. Orang menyusui anak nggak bisa lari. Sejarah mengatakan Jenderal Titus masuk menghancurkan Yerusalem, itu ibu-ibu yang hamil - maaf bicara - dibelah perutnya oleh pedang. Bayinya diambil, ditebas. Karena tidak bisa lari. Yesus sudah kasih tahu, kalau Pembinasa keji itu datang, Jenderal Titus, kamu yang ada di rumah lari ke pegunungan.

Nah, rumah orang Yahudi zaman dulu itu kaya kubus persegi-persegi. Dan berhubungan tetangga-tetangga. Jadi ketika orang naik ke atas peranginan, tidak usah turun lagi ke rumah ngambil barang lagi, lari saja. Dari lari ini terus langsung ke pegunungan. Kalau sedang ada ancaman dia lari ke pegunungan, lari kepada siapa? Yesus. Dia adalah Gunung Batu kita, tempat benteng hidup kita, tempat kita bernaung, tempat kita dilindungi, tempat kita bersembunyi, itu adalah di dalam bukit yang besar itu, gunung yang besar itu. Lari. Yesaya  

40:30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Saya tidak akan bicara mengenai terbang seperti rajawali. Saya tertarik dengan mereka akan berlari dan tidak menjadi lesu. Kalau kita menanti-nantikan Tuhan, saudara akan berlari tapi tidak ada capenya. Sebab larinya kemana? Kepada Yesus. Marilah datang kepada-Ku, hai kamu yang bertanggungan berat. Pantas disini dikatakan, yang lari tidak akan lelah. Karena ketemu Yesus. Sama dengan mobil ketemu pom bensin. Habis bensin, sama pom bensin larinya. Masa habis bensin kita lari ke toko buah, salah. Habis bensin lari ke pom bensin karena akan diisi lagi.

Demikian juga kita. Kalau hati kita lelah penuh dengan keraguan, lari kepada Yesus, Dia akan menolong kita. I Korintus  

9:24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.

Seperti sarang semut yang terinjak. Itu semut pada berlari tapi nggak ada tujuannya. Satu kesana satu kesini. Lari semua tapi nggak ada tujuan. Saudara jangan lari kalau tidak ada tujuan. Jangan jadi kristen nggak punya tujuan. Jangan ikut Tuhan nggak punya tujuan. Kita punya tujuan, kita punya garis akhir. Jangan lari sembarang lari. Jangan asal cepat saja. Kita harus punya tujuan garis finish. II Timotius   

4:6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Tuh, dia punya tujuan. Aku sudah sampai di garis akhir. Ajalku tidak lama lagi akan tiba. Dia sambut kematian dengan sukacita sebab dia punya pendirian, hidup adalah Kristus mati itu untung. Harus ada tujuan hidup. Panjang umur, ya. Buat apa panjang umur tapi nggak ada tujuan hidup. Nanti kalau besar mau jadi apa? Mau jadi apa juga nggak apa-apa. Mau sekolah di mana nanti? Sampai orang bilang, jangan ditanya dia mah, jawabannya selalu gimana nanti saja. Bukan nanti bagaimana. Harus ada tujuan.  

Di Filipina, ada satu raja dulu punya puteri. Puteri itu cantik. Tapi bukan hanya cantik, dia juga olahragawati, dia jago lari. Jadi si bapa dia tidak mau anaknya yang cakep dan jago lari ini kawin sama yang letoy-letoy. Dia tidak mau. Jadi dia kasih sayembara: Siapa saja yang bisa mengalahkan lari anak saya, aku pungut menantu. Wah, banyak anak-anak putera raja dari sana sini daftar mau ikut pertandingan. Semua kalah. Tapi ada satu pemuda, mukanya tidak terlalu bagus tapi dia punya akal. Dia cari tahu melalui tukang kebun, apa kesukaan si puteri itu. Oh, puteri ini mah kesukaannya cuma 3 hal: bunga, ikat pinggang sama bola.

Iya, daftarlah kalau gitu. Daftar ikut balap lari. Dia beli kembang, dia beli ikat pinggang, dia bawa bola. Puteri lihat dia orang letoy begini. Kamu lari duluan dah. Lari duluan. Udah kira-kira 10 meter, dia kejar. Terkejar. Bunga dilempar. Jadi puteri ambil dulu itu bunga, pasang di kuping. Si pemuda sudah jalan. Dia lari lagi. Ikat pinggang dilempar. Aduh, ban ... ikat pinggang merk apa ya. Ini ban hebat sekali. Senang ban sih. Tapi itu pemuda dia lari lagi. Dikejar. Waktu dikejar, dia lempar bola ke kanan. Itu puteri ke kanan, dia ambil bola. Si pemuda sampai di finish. Puteri itu dapat apa yang dia mau, dia dapat itu bunga, ikat pingang sama bola. Tapi dia tidak mau apa yang dia dapat, dia dapat jodoh yang jelek. Tapi raja harus adil.              

Tahukah saudara, puteri itu adalah kita. Iblis tidak bisa mengalahkan kita. Selalu kalau kita lari sampai finishnya Yesus terus. Dia cari tahu apa kesukaan kita. Begitu kita lari ikut Tuhan, dilemparlah kesukaan kita. Ada yang suka kupingnya itu jadi tempat sampah, jadi sampah itu teh. Oh, dia begitu, ... nggak nyangka, ya. Oh gitu ... Jadi kalau dia nggak dengar gosip, dia sakit. Musti dengar gosip. Ada yang jadi transistor berjalan. Radio berjalan. CNN belum memberitakan dia sudah tahu. Nggak lama saudara, satu hari se-Cianjur tahu semua. Ceritanya belum tentu betul tetapi finishnya dia lupa; dia musti lari ikut Yesus itu dia lupa.

Maka Tuhan itu memberikan tanda. Tiang-tiang kalau balap lari itu seperti tanda. Supaya saudara nggak lari ke mana-mana. Ada pal, ada tiang-tiang kecil supaya saudara lari tidak ngaco ke mana-mana. Perjamuan Kudus itu tiang. Setiap kali kita makan perjamuan Tuhan, kita ingat, oh ini Tuhan, kita harus ada di jalan Tuhan. Haleluyah? Kita harus tahu finish kita di mana. Sebagai ayat yang terakhir, Filipi

3:12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Saudara, kita punya tujuan panggilan Allah dalam Kristus Yesus. Jangan lari dari Tuhan tetapi larilah kepada Tuhan.

Para pemain musik.

  _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________